KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya refreshing mulai dari sejarah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Tujuan ditemukannya sampai kepada penatalaksanaan dan penulisan laporan ini adalah untuk menambah keilmuan mengenai tumor kulit, pencegahannya. Penulis menyadari sebagai seorang mahasiswa yang pengetahuannya masih sangat terbatas dan masih perlu banyak belajar, penulisan laporan ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Tetapi demi memenuhi kewajiban dan tugas penulis, maka penulis mencoba memberanikan diri menyusun laporan ini sebaik mungkin. Insya Allah perbaikan-perbaikan akan penulis lakukan pada penulisan laporan yang akan datang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif dan membangun agar laporan ini menjadi lebih baik dan berrguna di masa yang akan datang. Dalam menyelesaikan laporan ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada dr. Rizqa Haerani, Sp.KK sebagai dokter pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan motivasi serta kedua orang tua yang selalu mendoakan. Dengan segala kekurangan dan ketidak sempurnaan penulis mengharapkan laporan ini dapat membawa manfaat dan keuntungan yang berarti untuk semua pembaca.

Jakarta, 14 Februari 2012

Penulis

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kulit adalah organ terbesar dan organ yang paling kompleks dari tubuh. Meskipun kulit pada dasarnya berfungsi sebagai pelindung untuk berinteraksi dengan lingkungan. Kulit juga melindungi terhadap agen paling berbahaya seperti bahan kimia (yang impermeabilitas terhadap epidermis), radiasi matahari (dengan membentuk pigmentasi), agen infeksi (melalui immunosurveillance efficient) dan deformitas fisik (pertahanan dermis). Kemampuan untuk secara efisien mempertahankan atau menyebarkan panas membuat organ-organ utama yang bertanggung jawab untuk termoregulasi kulit. Untuk menjalankan semua fungsinya, kulit memiliki struktur saraf yang sangat khusus. Telapak tangan dan telapak kaki sangat tebal untuk menopang berat badan. Jari-jari memiliki densitas tertinggi terhadap persarafan sensoris dan memungkinkan melakukan kerja yang rumit. Bahkan garis-garis kulit, dijelaskan oleh Langer, berorientasi tegak lurus dengan sumbu panjang axis otot untuk memungkinkan terjadinya peregangan dan kontraksi tanpa terjadi deformitas.1 Penyakit tumor kulit dewasa ini cenderung mengalami peningkatan jumlahnya terutama di Amerika, Australia dan Inggris. Berdasarkan beberapa penelitian, orang kulit putih yang lebih banyak menderita kanker kulit. Hal tersebut diprediksikan sebagai akibat seringnya terkena (banyak terpajan) cahaya matahari. Di Indonesia penderita kanker kulit terbilang sangat sedikit dibandingkan ke-3 negara tersebut, namun demikian kanker kulit perlu dipahami karena selain menyebabkan kecacatan (merusak penampilan) juga pada stadium lanjut dapat berakibat fatal.

1.2 Tujuan Penulisan
2

Tujuan penulisan laporan ini adalah selain memenuhi tugas referat kepaniteraan klinik. BAB II PEMBAHASAN 3 . juga untuk menambah wawasan penulis dan pembaca mengenai tumor kulit.

1 Anatomi 4 .2.

Termoregulasi 5 .2.Sebagai pelindung ( proteksi ) 2.Fungsi absorbsi 4.Pembentuk pigmen 6.2 Fisiologi Kulit mempunyai fungsi bermacam-macam untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya : 1.Fungsi ekskresi 3.Keratinisasi 5.

Proteksi terhadap gangguan fisik dan mekanis dilaksanakan oleh stratum korneum pada telapak tangan dan telapak kaki dan proses keratinisasi berperan sebagai barier mekanis. amonia. umur.Peran dalam imunologi kulit 1. Fungsi Absorbsi Fungsi absorbsi dimungkinkan dengan adanya permeabilitas kulit. Fungsi Proteksi Kulit menjaga tubuh dari gangguan fisik. metabolisme. sinar ultraviolet dan mikroorganisme. trauma pada kulit dan jenis vehikulum. Serabut elastis dan kolagen menyebabkan adanya elastisitas kulit dan lapisan lemak pada sub kutis juga sebagai barier terhadap tekanan. kelembaban. Proteksi tehadap radiasi dan sinar ultraviolet dilaksanakan oleh melanosit. 2.Persepsi 9. Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air. Absorbsi berlangsung melalui celah antar sel. 3. 6 . Proteksi terhadap gangguan kimia dilaksanakan oleh stratum korneum yang impermeabel terhadap berbagai zat kimia dan air serta adanya keasaman kulit. suhu. asam urat. urea.7. hidrasi.Pembentuk vitamin D 8. tetapi larutan yang mudah menguap akan mudah diabsorpsi. larutan atau benda-benda padat. Fungsi Ekskresi Kelenjar kulit mengeluarkan zat dan sisa metabolisme seperti Na Cl. Kemampuan absorbsi dipengaruhi oleh ketebalan kulit. Kelenjar sebasea menghasilkan sebum yang berguna untuk menekan evaporasi air yang berlebihan. ketebalan stratum korneum dan asam uroleanat yang dijumpai pada keringat. kimia. Kelenjar keringat mengeluarkan keringat beserta garam-garamnya. menembus epidermis atau melalui muara saluran kelenjar.

6. 7. 5. Proses pembentukan melanin terjadi didalam melanosom yang terdapat dalam melanosit dan kemudian melalui dendritdendritnya membawa melanosom ke sel keratinosit. Fungsi Termoregulasi Pengaturan regulasi panas dilaksanakan oleh sekresi kelenjar keringat. Fungsi Keratinisasi Keratinisasi adalah proses diferensiasi sel-sel stratum basale menjadi sel-sel yang berubah bentuk dan berpindah ke lapisan atas menjadi sel-sel yang makin gepeng dan akhirnya mengalami deskuamasi. Fungsi Pembentukan Vitamin D Pembentukan Vitamin D berlangsung pada stratum spinosum dan stratum basale yaitu dengan mengubah 7 dehidro kolesterol dengan bantuan sinar ultraviolet B. Panas tubuh keluar melalui kulit dengan cara radiasi.4. konveksi. konduksi dan evaporasi. ukuran. Fungsi Pembentukan Pigmen Pembentukan pigmen kulit dilaksanakan oleh sel melanosit yang ada di stratum basale. ketebalan kulit. jaringan sekitarnya bahkan sampai ke dermis. 8. Walaupun didapat pembentukan vitamin D ditubuh tapi kebutuhan ini belum cukup sehingga perlu pemberian vitamin D dari luar. tipe. oksi Hb dan karoten. Fungsi Persepsi 7 . distribusi pigmen. Proses keratinisasi ini berlangsung 14-21 hari dan memberi perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis fisiologik. kemampuan pembuluh darah untuk berkontraksi dan vaskularisasi kulit yang banyak pada dermis. Warna kulit ditentukan oleh jumlah. reduksi Hb.

Sampai saat ini peranan SALT masih terus diselidiki. Sel Langerhans berfungsi sebagai antigen presenting cell yang membawa antigen ke sel limfatik dalam reaksi alergi kontak. panas. dingin dan rasa sakit. tekanan.4 Etiologi 8 . rasa dingin oleh badan Krause dan rasa sakit oleh “ free nerve ending”. 9. Persepsi yang dapat diterima kulit adalah perabaan. zat kimia maupun oleh virus onkogenik.Fungsi persepsi dimungkinkan dengan adanya saraf sensori di dermis dan sub kutis. saluran limfatik kulit dan sel endotel kapiler khusus yang memiliki reseptor khusus untuk menarik sel limfosit T kedalam epidermis. SALT juga sangat penting untuk memonitor sel-sel ganas yang timbul akibat radiasi UV. Persepsi tekana oleh badan Vater Paccini di epidermis. rasa panas oleh badan Ruffini di dermis dan sub kutis. keratinosit. Peran dalam imunologi kulit Pada kulit didapat apa yang disebut SALT ( Skin Associated Lymphoid Tissue ) yang terdiri dari sel Langerhans. Persepsi raba terletak pada badan taktil Meisnier yang berada di papila dermis dan Merkel Ranvier di epidermis. Sel keratinosit memproduksi cairan yang mengandung protein yang akan berikatan dengan antigen yang masuk ke epidermis untuk membentuk antigen kompleks yang potensial. Keratinosit juga memproduksi Limphokine Like Activity seperti Epidermal Thymocyte Activating Factor ( ETAF ) yang identik dengan IL-1 dan berbagai fungsi lain. 2.3 Definisi Tumor kulit adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan selsel kulit yang tidak terkendali. Saraf-saraf sensorik lebih banyak jumlahnya di daerah erotik. 2. dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain.

hidung atau dahi) dan juga umum di alis. Dermoid. sangat banyak penyebab paling sering dari kanker kulit. 2. memuat sebum. atau jaringan saraf. paling sering dari sinar matahari. Ahli bedah sering menyebut kista sebagai kista sebasea karena seperti adalah keratin. Kista dermoid yang paling sering ditemukan di garis tengah wajah (misalnya. Kista dermoid Timbul pada saat lahir dan dapat hasil dari epitel terperangkap selama penutupan garis tengah pada perkembangan janin. gigi. tulang. Trichilemmal) Kista epidermal Jenis yang paling umum dari kista kulit dan dapat terjadi di mana saja di tubuh sebagai nodul tunggal dan tegas. kelenjar ekrin.• • • Ultraviolet (UV) paparan. Paparan tingkat yang sangat tinggi dari x-ray. Kista dermoid memiliki epitel skuamosa. bagaimanapun juga ini adalah sebuah ironi karena sebenarnya substansi tersebut Kista Trichilemmal (pilar) 9 . Kista epidermal memiliki epidermis yang benar-benar matang berisi lapisan granular. Kontak dengan bahan kimia tertentu arsenik. dan kadang-kadang.1 Klasifikasi Tumor kulit dapat dibagi menjadi: Tumor jinak Tumor Ganas 1. Tumor Jinak (Benign tumor ) • Cysts (Epidermal. unit pilosebaceous.

10 . dan menghilang sampai kista tersebut ruptur dan menyebabkan inflamasi lokal. Nevi melanositik acquired diklasifikasikan sebagai junctional. Pada pemeriksaan. Awalnya. sel-sel nevus terakumulasi di dalam epidermis (junctional). atau kulit.Terjadi lebih sering pada wanita dan biasanya di kulit kepala. • Nevi (Acquired. serta di lapisan dermis. krem. Mereka semua nodul subkutan. dan akhirnya sisanya benar-benar dalam dermis (dermal). Sel Desquamated (keratin) berkumpul di tengah dan membentuk substansi kental kista. Kista biasanya asimptomatis. ✔ Intradermal nevi Sel-sel nevus terdapat di lapisan dermis. Nevus umumnya muncul saat lahir atau segera setelah lahir. Dinding kista Trichilemmal tidak mengandung lapisan granular tetapi memiliki lapisan luar yang khas menyerupai selubung akar luar folikel rambut (trichilemmoma). tergantung pada lokasi sel nevus. dengan kulit mendorong Pusat kista). Pemeriksaan histologi diperlukan untuk membedakan. terbanyak pada dewasa muda. merupakan tumor yang berasal dari sel-sel melanosit. dinding tipis berisi pusat putih. kista ini memiliki bau yang kuat yang khas. senyawa. Dinding kista ini terdiri dari lapisan lapisan basal epidermis berorientasi dengan lapisan superfisialis dan profunda lebih dewasa (yang mengatakan. sulit untuk membedakan satu jenis kista dari yang lain. Insisi dan drainase disarankan untuk infeksi kista akut. Ketika pecah. Jenis-jenis nevus : ✔ Junctional nevi Sel-sel nevus terdapat diantara lapisan epidermis dan dermis. Klasifikasi ini tidak mewakili berbagai jenis Nevi tetapi tahap yang agak berbeda dalam pematangan Nevi. beberapa bermigrasi ke dermis (compound). ✔ Compound nevi Sel-sel nevus terdapat diantara lapisan epidermis dan dermis. Congenital) Nevus adalah tumor yang paling sering dijumpai. Daerah tersebut menjadi terinfeksi dan membentuk abses.

konsistensi lunak. pedunkulata terletak di ketiak. nevi kongenital berlanjut menjadi melanoma maligna dari 1 . Ukuran kira-kira 1-2 cm. Dermatofibromas dapat didiagnosis dengan pemeriksaan klinis. hanya 1% dari bayi yang baru lahir. warna kecoklatan. Biasanya terjadi di dada. permukaan seperti beludru sampai verukos. menyerupai nevus acquired. Eksisi nevus adalah pengobatan pilihan. kecuali bila pasien menginginkan nevus diangkat atau dokter mencurigai metaplasia ke arah keganasan. Excisions serial untuk beberapa tahun dengan penutupan primer atau pencangkokan kulit dan perluasan jaringan di kulit sekitarnya yang normal adalah mode saat terapi. Gejala klinis : sering multiple. yaitu bila kulit sekitar lesi dicubit maka benjolan akan melekuk ke dalam. Lesi ini lebih besar dan mungkin berisi rambut. warna merah tau kecoklatan. tidak nyeri. punggung. biopsi eksisi dianjurkan untuk menilai terhadap keganasan. Lesi ini biasanya kecil dan selalu jinak. Lipomas) Acrochordons (skin tags) adalah massa berdaging. solar) Keratosis seboroik merupakan suatu tumor jinak yang berasal dari hiperplasia epidermis. berbatas tegas sedikit meninggi. Bisa juga dilakukan pemeriksaan histopatologi. Secara histologi. 11 . Pada umumnya tidak memerlukan terapi. Lesi kongenital raksasa (nevus berbulu raksasa) biasanya terjadi di dada dan punggung. diameter jarang lebih dari 3 cm. batang dan kelopak mata. tetapi sering cedera yang begitu besar sehingga penutupan luka dengan cangkok kulit autologus tidak mungkin karena kurangnya donor yang memadai.5% dari kasus. Biasanya terdapat di ekstremitas. • Soft-Tissue Tumors (Acrochordons. Dimple sign (+). • Keratosis (seboroik. Ketika lesi membesar 2 . dengan kaca pembesar ditemukan tanda khas berupa sutura-sutura halus pada permukaannya.2 Dermatofibroma berupa nodul soliter atau multiple yang keras.3 cm.Nevi Congenital lebih jarang terjadi. bisa juga biru kehitaman karena deposisi hemosiderin. Dermatofibromas. dan perut pada lansia. Diagnosa : berdasarkan gejala klinis. Selain itu. Mereka terdiri dari epidermis hiperplastik batang jaringan ikat fibrosa.

hemangioma kapiler terdiri dari sel endotel terlihat terutama pada pembuluh darah janin. ruang diisi darah yang dibatasi oleh sel-sel endotel tampak normal. akan tetapi kecenderungan mendapat lipoma dapat diturunkan. sebagian besar terletak di bahu. Eksisi dilakukan untuk diagnosis dan untuk mengembalikan kontur kulit normal. Lesi papular dengan batas yang tegas. Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan selsel tumor lobulated mengandung lemak yang normal. karena eksisi bedah dianjurkan. sebagian besar ditemukan di bagasi tetapi dapat muncul di mana saja. Secara histologi. dengan permukaan yang tidak terlalu rata. Patogenesis Merupakan suatu tipe angiogenesis murni. dan dapat mengalami involusi secara perlahan pada masa anak-anak melalui proses kematian sel secara progresif atau terjadinya fibrosis (sampai usia 6 – 7 tahun). yaitu meningkatnya faktor angiogenesis dan berkurangnya faktor supresi sel-sel. dan kulit kepala. Bekas hemangioma yang telah involusi berupa kulit yang agak tipis. Beberapa lipoma dapat terjadi akibat trauma tumpul. Lesi mengandung sebuah gua yang besar. wajah. atau yang menyebabkan masalah sistemik. Vascular Tumors • Hemangiomas (Capillary. makan. Cavernous) Hemangioma adalah neoplasma jinak pembuluh darah dengan ciri proliferasi endotel yang meningkat pesat pada waktu bayi (1 tahun pertama). Saat mengalami involusi. hemangioma memiliki konsistensi kenyal. Pengobatan akut terbatas pada lesi yang mengganggu fungsi.Lipoma adalah tumor jinak jaringan lemak yang dikelilingi kapsul fibrosa tipis. Hemangioma yang berproliferasi terdiri atas kumpulan sel-sel endotel yang membelah dengan cepat. 12 . dan sel-selnya menjadi lebih rata dan matur. seperti trombositopenia dan gagal jantung-output tinggi. Etiologi lipoma belum diketahui pasti. Pertumbuhan lesi yang cepat membesar dapat dihentikan dengan obat prednison atau interferon alfa-2a. Kadang-kadang dapat tumbuh hingga ukuran besar. aktivitas endotel berkurang. atau ada bagian yang sedikit lebih gelap. seperti penglihatan. dan buang air kecil. pigmen bisa berkurang. Hemangioma yang tetap setelah awal masa remaja umumnya tidak akan sulit.

✔ Manifestasi pada mata : nodula Lisch pada iris ✔ Manifestasi sistemik : pada sistem saraf. tulang. Tumor sel granular biasanya lesi soliter dari kulit atau. tulang. Neurilemomas. Tumor Ganas (Malignant Tumors) 13 . Konseling genetik dan edukasi. Mikroskopis. ✔ Axillary freckling (Crowe’s sign) ✔ Neurofibromas ✔ Bercak pseudoatrofik warna merah-biru. Penatalaksanaan Untuk tumor-tumor yang mengganggu fungsi atau mudah infeksi/trauma dapat dilakukan bedah eksisi. Pemeriksaan fisik lengkap secara periodik untuk mendeteksi kelainan-kelainan sistemik. lebih umum. dimana kasus terbanyak (85%) adalah neurofibroma tipe 1. 1. Neurilemomas adalah tumor soliter yang ditemukan di sepanjang saraf perifer kepala dan ekstremitas. Gejala klinis : ✔ Bercak cafe au lait yang multiple. Kelainan ini dibedakan dalam dua tipe. dan endokrin. pada lidah. otot. tumor mengandung sel Schwann dengan inti palisading dikemas dalam baris. serta sistem endokrin.• Neural Tumors (Neurofibromas. Granular Cell Tumors) Neurofibroma merupakan kelainan yang diturunkan secara autosomal dominan ditandai dengan pigmentasi kulit (bercak cafe au lait) dan tumor –tumor pada sistem saraf berupa perubahan-perubahan pada kulit. Berupa nodul diskrit yang mungkin menyakitkan atau secara lokal memancarkan sepanjang distribusi saraf. terdiri dari sel granular berasal dari sel Schwann yang sering menyusup otot lurik sekitarnya.

dan tipe histologis lebih agresif (morpheaform. lesi nodular dapat diobati oleh ahli dermatologi dengan kuretase dan electrodesiccation atau penguapan laser. infiltrasi. Metastasis dan kematian dari penyakit ini sangat jarang.  Karsinoma sel basal (Basal sel karsinoma)  Karsinoma sel skuamosa (Skuamous sel karsinoma). Terdapat 5 tipe dan 3 sindroma klinik. Kejadian BCC meningkat menurut usia dan lebih sering terjadi pada orangtua. Jenis nodulocystic atau noduloulcerative sebesar 70% dari karsinoma sel basal. Gambaran klinik basal cell karsinoma bervariasi. tetapi lesi ini dapat menyebabkan kerusakan lokal yang luas. Keganasan yang timbul dari sel-sel dermis atau struktur adneksa jarang ditemukan. • Basal Cell Carcinoma Karsinoma sel basal mengandung sel-sel yang menyerupai sel-sel basal epidermis. Lebih dari 90 % dari BCC yang terdeteksi terdapat pada pasien yang berusia 60 tahun atau lebih. Pengaruh lingkungan dan penyakit bersamaan dikaitkan dengan peningkatan kejadian keganasan epidermis. Sebuah kelemahan dari prosedur ini adalah bahwa tidak ada spesimen patologis diperoleh untuk mengkonfirmasikan diagnosis atau mengevaluasi margin tumor. Merupakan jenis yang paling sering ditemukan pada kanker kulit dan dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan morfologi dan histologis. Faktor-faktor ini telah dipelajari secara ekstensif dan beberapa bentuk terbaik dari pemahaman tentang penyebab kanker. Tumor yang lebih besar. Sebagian kecil (kurang dari 2 mm).Yang paling sering ditemukan Kanker kulit yang timbul dari sel-sel pada lapisan epidermal dan dalam urutan frekuensi. dan  Melanoma maligna. Tipe Nodular-Ulseratif (Ulkus Rosdens) 14 . Karsinoma sel basal biasanya lambat tumbuh. yaitu: 1. lesi yang menyerang tulang atau struktur di sekitarnya. dan basosquamous) paling baik diobati dengan eksisi bedah dengan 2 – 4 mm margin jaringan normal. dan pasien sering mengabaikan lesi ini selama bertahun-tahun.

Dengan trauma ringan atau bila krusta diatasnya diangkat. Tipe Fibroepitelial 15 . kadangkadang tepinya meninggi. warna pucat seperti lilin (Waxy-nodule). Banyak dijumpai pada orang dengan kulit gelap yang tinggal pada daerah tropis. berbatas tegas. Lesinya berbentuk plakat yang berwarna kekuningan dengan tepi yang tidak jelas. Umumnya multiple. Permukaan nodus mula-mula rata tetapi kalau lesi membesar. 5. biasanya berbatas tegas. Jarang mengalami ulserasi. bentuk ulkus seperti kawah. Tipe Pigmented Gambaran klinisnya sama dengan nodula-ulseratif. Kalau telah terjadi ulkus. pada jenis ini berwarna coklat atau berbintik-bintik atau homogeni (hitam merata) kadang-kadang menyerupai melanoma. kadang-kadang pada leher dan kepala. Kadang-kadang tetutup krusta yang melekat erat. Tapi ini cenderung invasive kearah dalam. translusen. terjadi cekungan ditengahnya dan pinggir lesi menyerupai bintil-bintil seperti mutiara (pearly border). Nodus mudah berdarah pada trauma ringan dan mengadakan erosi spontan yang kemudian menjadi ulkus yang terlihat di bagian sentral lesi. terutama dijumpai pada badan. mudah berdarah. 2. Lesi dapat meluas secara lambat. Pada permukaannya tampak beberapa folikel rambut yang mencekung sehingga memberikan gambaran seperti sikatriks. Tepi ini menyerupai morphea atau skleroderma. tidak sakit atau gatal. dapat dilihat perubahan pembuluh darah superficial melebar (telangiektasis). Tipe Morphea-Like atau Fibrosing Merupakan jenis yang agak jarang ditemukan.Jenis ini dimulai dengan nodus kecil 2-4 mm. tanpa mengalami ulserasi. Tepi Superficial Berupa bercak kemerahan dengan skuama halus dan tepi yang yang meninggi. Dengan inspeksi yang teliti. 3. 4. Pada palpasi teraba adanya indurasi disekitar lesi terutama pada lesi yang mencapai ukuran lebih dari 1 cm. dasar irreguler dan ditutupi oleh krusta.

spina bifida) Kelainan mata: berupa katarak. tersusun seperti garis dan unilateral. Kematian dapat terjadi karena invasi ke otak terdapat cekungan (pit’s) pada telapak tangan dan kaki. • • Kelainan tulang : Berupa kista pada rahang. hiperkeratotic KSB dan intra oral KSB. Lipoma like KSB. Terutama dijumpai dipunggung. pemeriksaan fisik (gejala klinis) dan pemeriksaan histopatologis. destruksi dan mutilasi. • Selama stadium nevoid. berupa nodul yang disertai komedo dan kista epidermal. Sindrom klinik yang merupakan bagian penting dari Basal Cell Karsinoma. Diagnosis Ditegakkan berdasarkan anamnesis.Berupa satu atau beberapa nodul keras dan sering bertangkai pendek. kelainan pada tulang iga dan tulang belakang (skoliosis. giant pore KSB. Sindrom Bazex : atrophoderma dengan multiple karsinoma sel basal Disamping itu ada juga tipe-tipe klinis yang jarang dijumpai. akibat kerusakan folikel rambut akibat pertumbuhan tumor. terutama dijumpai pada muka dan badan. ukuran dan jumlah nodul bertambah. 16 . giant exophytic KSB. Sering setelah umur dewasa. permukaannya halus dan sedikit kemerahan. buta congenital. Merupakan suatu sindrom yang diturunkan secara autosomal dan terdiri dari: • Kelainan kulit : Berupa nodul kecil yang multiple yang terdapat pada masa kanak-kanak atau akhir pubertas. yaitu: Fibroepitelioma.wild fire KSB. yaitu: Sindrom Karsinoma Sel Basal Nevoid Dikenal sebagai sindrom Gorlin Goltz.Tipe ini sangat jarang ditemukan. Dari anamnesis terdapat kelainan kulit terutama dimuka yang sudah berlangsung lama berupa benjolan kecil. angiomatous KSB. Sindrom Linear and Generalized Follicular Basal Cell nevi Merupakan jenis yang sangat jarang ditemukan pada lesi yang linear. lesinya mengalami ulserasi dan kedalam stadium neoplastik dimana terjadi invasi.

5 fraksi dalam 1 minggu dengan total dosis 4000 cGy 17 . Penyinaran dilakukan dengan dosis 200 cGy perfrasaksi. lambat menjadi besar dan mudah berdarah. Pada pemeriksaan fisik terlihat papul/ulkus dapat berwarna seperti warna kulit atau hiperpigmentasi. yaitu: a. Pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan histopatologi yaitu dengan dilakukannya biopsi.tahi lalat. Tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening regional. Limfonodus Regional (N) Nx Kelenjar getah bening regional tidak dapat dinilai N0 Kelenjar getah bening regional tidak metastasis N1 Kelenjar getah bening regional metastasis Metastasis (M) Mx Metastasis jauh tidak dapat dinilai M0 Metastasis jauh tidak ada M1 Metastasis jauh Stadium Stadium 0 Tis N0 M0 Stadium I T1 N0 M0 Stadium II T2 N0 M0 T3 N0 M0 Stadium III T4 N0 M0 Semua T N1 M0 Stadium IV Semua T Semua N M1 Banyak metode pengobatan Basal Cell Carcinoma. Radioterapi Penyinaran lokal diberikan lapangan radiasi meliputi tumor dengan 1-2 cm jaringan sehat disekelilingnya. otot rangka atau tulang. Tumor Primer (T) Tx T0 Tis T1 T2 T3 T4 Tumor primer tidak dapat dinilai Tidak ada bukti tumor primer Karsinoma in situ Diameter tumor ≤ 2 cm Diameter tumor 2-5 cm Diameter tumor > 5 cm Tumor menginvasi struktur extradermal dalam (yaitu: tulang rawan. b. Pada palpasi teraba indurasi. luka yang sukar sembuh. Tidak ada rasa gatal/sakit. Bedah Eksisi Bedah eksisi atau bedah scalpel pada Basal Cell Carcinoma dini memberikan tingkat kesembuhan yang tinggi.

Bedah Beku (Cryosurgery) Bedah beku adalah Suatu metode pengobatan dengan menggunakan bahan yang dapat menurunkan suhu tubuh jaringan tubuh dari puluhan sampai ratusan derajat celcius dibawah nol (Subzero). terutama bila pengobatan tidak adekuat. dilakukan dengan elektro section (pure cutting). e. cara yang terbaik dengan cara memotong dan koagulasi dibantu dengan curettage. sehingga dapat menghemat jaringan atau meminimalkan jaringan yang hilang. Jika hendak mengambil spesipik jaringan untuk pemeriksaan histopatologis. Prognosis umumnya baik dengan five year survival rate mencapai 99 %. Imiquimod Imiquimod merupakan modifikasi respon imun. Kuretasi dan elektrodesikasi Dilakukan pada tingkat yang dini. Terlebih dahulu diberi marker 3 – 5 mm diluar tumor. Reseksi hanya pada daerah tumor. g. Biasanya rekurensi terjadi 4 bulan pertama sampai 12 bulan setelah pengobatan • Squamous Cell Carcinoma Merupakan keganasan yang berasal dari lapisan sel skuamosa berkeratin pada permukaan kulit. d. Keganasan kulit terbanyak kedua setelah karsinoma sel basal. f. Dengan analisa tepi irisan yang lengkap dapat diketahui dan ditelusuri semua fokus-fokus tumor yang masih tertinggal. Ikatan ini mengaktifkan produksi sitokin pro inflamasi dan selanjutnya kematian sel T sitotoksik sel diperantarai. Terapi Fotodinamik Fotodinamik terapi (PDT) dilakukan dengan aplikasi topikal dari asam 5aminolaevulinic prodrug (ALA) atau Aminolaevulinic (MAL). Basal Cell Carcinoma mempunyai rekurensi tinggi. Bedah Mikrografi Moh’s Evaluasi Histopatologi pada tepi irisan mendekati 100 % dibandingkan dengan tekhnik seksi vertikal tradisional.c. mengikat reseptor permukaan sel toll 7 dan atau 8. Faktor resiko : 18 .

albino. dan anal canal. ✔ Gangguan imunitas : imunosupresan. Kira-kira 19 . invasif lokal. bahan bakar minyak. ✔ Pembedahan Mohs : eksisi horizontal ✔ Terapi adjuvan radioterapi dilakukan pada karsinoma sel skuamosa dengan faktor resiko tinggi. xeroderma pigmentosum. eksofitik. • Melanoma maligna Lebih dari 90% melanoma terjadi di kulit. arsen ✔ Infeksi virus : HPV.✔ Radiasi UV ✔ Pajanan zat kimia : beberapa pestisida. ✔ Ulseratif : tumbuh cepat. tetapi melanoma juga dapat terjadi pada sel berpigmen di retina (ocular melanoma) dan membran mukosa seperti pada nasofaring. Patofisiologi Karsinoma sel skuamosa umumnya muncul di daerah yang terpajan sinar matahari. Klasifikasi Tipe karsinoma sel skuamosa : ✔ Verukosa : tumbuh lambat. AIDS ✔ Genetik : kulit putih. dimana perubahan seluler terjadi karena inflamasi kronik. vulva. jarang bermetastasis. tar. Karsinoma sel skuamosa yang terjadi dari ulkus marjolin atau xeroderma pigmentosum memiliki kemungkinan metastasis lebih tinggi. Inflamasi dan indurasi yang terjadi menandai perubahan lesi prekanker menjadi karsinoma sel skuamosa. herpes simpleks ✔ Radiasi ✔ Ulkus marjolin : terjadi pada luka kronik. Prognosis Sebanyak 5 – 10% karsinoma sel skuamosa bermetastasis. Penatalaksanaan ✔ Eksisi dengan tepi yang sehat sejauh kurang lebih 20 mm. parafin.

Radiasi UVB paling berbahaya (panjang gelombang : 290-320 nm). Ambang paparan sinar UVA dan UVB yang diperlukan untuk meningkatkan resiko melanoma masih belum diketahui. b) Jenis dan Tipe Kulit Jenis kulit dan respon terhadap paparan sinar matahari mempunyai peran penting dalam terjadinya melanoma.2% dari kasus melanoma disertai metastasis kelenjar limfe nodus regional atau metastasis jauh tanpa diketahui tumor primernya. Tipe jenis kulit menurut Fitzpatrick 20 . Resiko terjadinya melanoma akan meningkat seiring dengan terjadinya sunburn. Etiologi a) Sinar Ultraviolet Paparan sinar matahari. terutama radiasi ultraviolet (UV) merupakan faktor resiko utama terjadinya melanoma. Kerentanan genetik untuk radiasi UV sangat bervariasi antar individu dan ini tidak sepenuhnya berkorelasi dengan jenis kulit. Diduga insidensi melanoma lebih sering dijumpai pada penduduk atau populasi di daerah sekitar ekuator. karena itu faktor genetik lain yang berperan perlu diperhatikan. tetapi UVA (320-400 nm) juga dapat bersifat karsinogenik. Paparan sinar matahari mungkin merupakan faktor risiko lingkungan yang paling relevan untuk melanoma.

dan menurun secara bertahap pada usia 40-50 tahun dan seterusnya. yaitu pada jenis kulit putih.Resiko terbesar melanoma terjadi pada tipe kulit 1 dan 2. c) Nevi Nevi adalah tumor jinak melanosit yang mulai muncul di masa kecil. Selain itu juga dilaporkan adanya hubungan antara oral melanoma maligna dengan merokok konsumsi 21 . Alasan mengapa gender mempengaruhi distribusi pada melanoma belum diketahui. • – – – Atypical nevi atau dysplastic nevi : Lebih besar (>6 mm) Asimetris Biasanya berwarna coklat namun dapat bervariasi. Nevi dipengaruhi oleh jenis kelamin. jauh lebih besar daripada resiko relatif yang berhubungan dengan paparan sinar matahari. pada tipe kulit gelap yaitu tipe 5 dan 6 jarang ditemui melanoma maligna. Pada anak perempuan. Nevi merupakan faktor risiko terkuat untuk melanoma. sedangkan.4 • – – – – Benign moles. nevi lebih banyak ditemukan di anggota badan sedangkan pada anak laki-laki sering ditemukan pada batang badan. Bila terdapat 1 tanda klinis dari atypical nevi memiliki kemungkinan terkena melanoma sebesar 6%. disebut juga melanocytic nevi : Ukuran kecil (< 6 mm) Bulat Hanya satu warna coklat atau coklat tua Simetris Pasien dengan melanocytic nevi >25 meningkatkan resiko terkena melanoma. terus berkembang di masa dewasa awal. a) Faktor Biologis Trauma mekanis yang berkepanjangan merupakan resiko terjadinya keganasan ini.

telah diidentifikasi dalam keluarga dengan riwayat melanoma.6 Trauma mekanis dari protesa dan infeksi rongga mulut merupakan faktor kausatif yang mungkin menyebabkan melanoma rongga mulut. dan kebiasan (paparan sinar matahari) memegang peranan penting sebagai penyebab terjadinya melanoma pada populasi keluarga tertentu. jenis kulit. Kira-kira sebesar 10% melanoma terjadi pada pasien dengan riwayat melanoma pada keluarga. CDNK2A (p16INK dan p14ARF) dan Cyclin-dependent kinase 4 CDK4. Beberapa penelitian mengatakan adanya faktor autosomal dominan. Patofisiologi mutasi cyclin-dependent kinase inhibitor 2A 22 . Tes mutasi pada gen CDNK2A mengungkapkan alasan mengapa melanoma dapat menurun pada keluarga. Keragaman faktor molekuler penyebab melanoma dan penelitian yang ada menemukan bahwa pigmentasi. Mutasi gen yang ditemukan di keluarga dengan kecenderungan terjadi melanoma memiliki kontribusi tinggi tetapi prevalensinya rendah di populasi umum dan pada kelompok risiko tinggi ditemukan (CDNK2A). misalnya pada penderita pengangkatan ginjal dan juga M. Mutasi pada beberapa lokus genetik.alkohol dan iritasi karena oral appliances lain. Keadaan lainnya yang mempengaruhi adalah berkurangnya ketahanan imunologik. Hodgkin akan meningkatkan kejadian melanoma maligna. dimana sebagian besar tidak akan menyebabkan melanoma. lebih banyak gen yang dikaitkan dengan melanoma mempunyai kontribusi yang rendah dan biasa di populasi umum. pada kasus sering terlihat pada kromosom 1p atau 9p. 1 b) Faktor Genotip Riwayat keluarga terhadap melanoma akan meningkatkan resiko terjadinya melanoma terhadap seseorang. 4.

3 cm dengan tepi meninggi dan irreguler.5 . pertumbuhan radial menunjukkan kecenderungan awal dari suatu melanoma untuk tumbuh horizontal di dalam epidermis (in situ) dan lapisan dermal yang dangkal. Dapat mengalami regresi spontan dengan meninggalkan bercak hipopigmentasi. 2. Selama tahap pertumbuhan ini. Superficial spreading melanoma (SSM) Merupakan jenis melanoma terbanyak yang ditemukan di Indonesia (70%). pola pertumbuhan menjadi vertikal. Dengan berjalannya waktu. sel-sel melanoma tidak memiliki kemampuan untuk bermetastasis. Terdapat 4 jenis melanoma maligna. Superficial spreading melanoma pada kulit. abu-abu. Predileksinya pada wanita sering dijumpai di tungkai bawah.Secara sederhana. Subtipe ini paling sering terlihat pada individu usia 30-50 tahun. hitam dan sering kemerahan Lesi ini meluas secara radial. yaitu:2. Secara histologis. dan tidak ada bukti angiogenesis. seringkali ini terjadi untuk waktu yang lama. berupa plak archiformis berukuran 0. sedangkan pada pria di badan dan leher. ditandai buckshot (pagetoid) melanosit pada epidermis. biru. untuk melanjutkan tumbuh secara vertikal dan berkembang menjadi nodula biru kehitaman. Nodular melanoma (NM) 23 . Pada permukaannya terdapat campuran dari bermacam-macam warna. Pada umumnya SSM timbul pada kulit normal (de novo).6 1. Pada umumnya mempunyai ukuran 2 cm dalam waktu 1 tahun. seperti coklat. tumbuh ke bawah ke lapisan dermal yang lebih dalam sebagai massa yang meluas dan kurang pematangan selular.

Pertumbuhannya secara vertikal. 3. Acral Lentiginous Melanoma (ALM) 24 .Merupakan jenis melanoma kedua terbanyak (15-30%). telah terjadi minimal 10-15 tahun. subtipe ini bertanggung jawab untuk kebanyakan melanoma yang dalam. sifat lesi ini lebih agresif.6 Nodular melanoma pada kulit. berwarna coklat kemerahan atau biru sampai kehitaman.2. lesi ini tidak memiliki fase pertumbuhan radial. 4. dan menunjukkan pigmentasi makula dari coklat tua sampai kehitaman. Invasi pada dermal berkembang menjadi lentigo maligna melanoma yang ditandai nodul birukehitaman dalam lesi in situ. terjadi sangat lambat bisa sampai 5-20 tahun.6 Secara histologis ditandai dengan proliferasi melanosit yang predominan dan meluas sepanjang struktur adneksa kulit. Pertumbuhan lesi ini secara vertikal. leher. berdiameter lebih dari 1-3 cm dengan tepi tidak teratur. Dapat mengalami ulserasi dan mudah terjadi perdarahan hanya dengan trauma ringan. Perbandingan antara pria dan wanita 1: 2-3. Lesi ini terjadi terutama pada wanita usia lanjut. Terjadi paling sering di kaki dan badan. pertumbuhan pesat terjadi beberapa minggu sampai bulan. Lentigo Maligna Melanoma (LML) Merupakan kelainan yang jarang ditemukan (4-10%). Nodular melanoma adalah lesi berupa nodul berbentuk setengah bola (dome shaped) atau polipoid dan eksofitik. dan lengan pada individu yang lebih tua dengan rata-rata umur 65 tahun. namun pada beberapa area dapat tampak hipopigmentasi. Metastase dapat secara limfogen dan hematogen. Biasanya sering ditemukan di kepala. Lesi precursor in situ biasanya besar. Secara histologis.2.

makula batas tidak teratur. D untuk diameter yang lebih besar dari 6 mm.2.6 A: Asimetry Bentuk tumor yang tidak simetris B: Border irregularity 25 . Pertumbuhan lesi makula meluas kearah lateral dan ke arah vertikal berupa penebalan lesi.Sering dijumpai di telapak tangan. pembesaran) mudah diingat dan digunakan untuk mendiagnosa melanoma. The ABCDE checklist from the American Cancer Society's Sistem ABCDE (A untuk asimetri. Sering terjadi didekade ke-5 sampai ke-7 dari hidup seseorang. yang kemudian berkembang menjadi papula yang invasif. dan membran mukosa. meskipun tidak mencerminkan perubahan yang terjadi pada lesi berpigmen. daerah subungul.2. C untuk variasi warna. B ketidakteraturan tepi lesi. ibu jari kaki.6 Acral lentiginous melanoma Diagnosis 1. Biasanya berawal dari pigmentasi hitam. dan E untuk elevasi.4.

Garis batas yang tidak teratur C: Colour variation D: Diameter Diameter tumor lebih besar dari 6 mm E: Evolution Terdapat perubahan lesi yang dapat diperhatikan sendiri oleh penderita dan keluarganya. 26 .

maka biopsi insisi sangat memadai.Pemeriksaan Penunjang a) Biopsi Pemeriksaan laboratorium dimulai dengan dilakukannya biopsi pada lesi. Tindakan biopsi eksisi dilakukan dengan mengambil marginal jaringan normal secukupnya yang dapat dilakukan jika lesi berukuran kecil. Biopsi eksisi dilakukan jika tidak memacu perkembangan terhadap metastase lesi. 27 . namun pada lesi yang cukup besar dengan keterbatasan anatomi.

2. 5. 3. Eksisi Bedah Tindakan eksisi bedah diindikasikan pada melanoma stadium I dan II. Penatalaksanaan 1. ELND masih merupakan terapi yang kontroversial. Hal ini dibuktikan dengan terabanya pembesaran kelenjar lymph. 4. dan tersusun rapat yang mempunyai variasi dalam bentuk dan ukuran.b) Pemeriksaan Mikroskopis Pemeriksaan mikroskopis dilakukan setelah biopsi dengan preparat didapat. Elective Lymph Node Dessectio (ELND) Biasanya ELND dilakukan pada melanoma stadium III. Interferon α Dapat digunakan sebagai terapi adjuvan pada melanoma yang berukuran lebih dari 4 mm atau menyebar ke limfe nodus regional (stadium V). dimana telah terdapat metastase ke kelenjar lymph. Jenis kemoterapi yang paling efektif dacarbazine (DTIC= Dimethyl Triazone Imidazole Carboxamide Decarbazine). Kemoterapi Dikatakan tidak terlalu bermanfaat pada terapi melanoma. Cara yang lebih dianjurkan adalah dengan intraoperatif lymphatic mapping. DAFTAR PUSTAKA 28 . Terapi Radiasi Digunakan hanya sebagai terapi simptomatis pada melanoma dengan metastase ke tulang dan susunan saraf pusat (SSP). Meskipun demikian hasilnya tidak begitu memuaskan. Pada pemeriksaan mikroskopis didapat gambaran histopatologis berupa sel-sel yang ganas. tetapi harus dipertimbangkan tingkat toksisitasnya yang masih tinggi.

Mc Graw Hill: United State of America. 5. 4. Malignant melanoma of the oral cavity: A review of literature. Murtiastutik D. Pour MSH. Sudjatmiko Gentur. 29 . 2005 2.1. F. 2004. Indian J Dent. 3. dkk. 2008.2007. ATLAS Penyakit Kulit & Kelamin Edisi 2. Oncology at Schwartz’s Principles of Surgery Eight Edition. Library Of Congress Cataloging-In-Publication data.M. 19 (1). Jakarta. Petunjuk Praktis ILMU BEDAH PLASTIK REKONSTRUKSI. Charles. dkk. Brunicardi. Town send Courtney. 2007. Surabaya. 17thed.Sabiston Textbook Of Surgery The Biological Basis Of Modern Surgical Practice.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful