PROSES MORFOLOGIS DALAM BAHASA INDONESIA (Analisis Bahasa Karya Samsuri

)

Oleh: Tatang Suparman

FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2008

Dr. M.Hum. Drs. Wahya. NIP 132206488 Penelitian ini telah diseminarkan di Fakultas Sastra pada 31 0ktober 2008 Tim Evaluator.LEMBAR PENGESAHAN Judul Penelitian : KOSAKATA BAHASA INDONESIA SERAPAN DARI BAHASA ARAB: REGISTER KEAGAMAAN Dibuat oleh : Tatang Suparman. NIP 131832049 .

Tujuannya untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai proses morfologis karya Samsuri.ABSTRAK Judul makalah ini adalah “Proses Morfologis dalam Bahasa Indonesia: Analisis Bahasa Karya Samsuri”. Hasil analisis memberikan simpulan bahwa analisis proses morfologis dalam bahasa Indonesia yang diuraikan Samsuri sangat penting dijadikan acuan terutama terhadap bahasa-bahasa di Nusantara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan data sesuai dengan yang ada di lapangan. Adapun teknik penulisan dengan cara catat langsung. .

merupakan sebuah karya seorang linguis yang banyak dijadikan acuan dalam berbagai penelitian ilmiah kebahasaan.Analisis Proses Morfologis dalam Bahasa Indonesia Karya Samsuri Oleh: Tatang Suparman 1. (2) bagian dari struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian kata. Morfologi Morfologi disebut juga ilmu bahasa yang mempelajari seluk beluk kata. Analisis Bahasa. yaitu (1) bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya. misalnya. Verhaar (1984:52) berpendapat bahwa morfologi adalah bidang linguistik yang mempelajari susunan bagian kata secara gramatikal. sebuah buku karya Samsuri. Apalagi isi buku tersebut bersifat keilmuan yang diperlukan banyak orang. Salah satu bahasan yang turut menyumbangkan keilmuan kebahasaan dalam buku tersebut adalah mengenai proses morfologis. bagian-bagian itu . Begitu pula Kridalaksana (1984:129) yang mengemukakan bahwa morfologi. Bagaimanakah pandangan beliau mengenai proses morfologis dalam bahasa Indonesia? 2. Morfem adalah bentuk bahasa yang terkecil yang tidak dapat lagi dibagi menjadi bagianbagian yang lebih kecil. yaitu morfem. Berdasarkan definisi-definisi tersebut. Pendahuluan Sebuah karya tulis berupa buku merupakan hasil kreasi seorang yang sangat berharga bagi pembaca. kata putus jika dibagi menjadi pu dan tus. dapat disimpulkan bahwa morfologi adalah bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara morfem yang satu dengan morfem yang lain untuk membentuk sebuah kata.

dan -kan tidak dapat kita bagi menjadi bagian yang lebih kecil (Badudu. yaitu awalan. dan akhiran. (4) suplisi. Bentuk-bentuk seperti /apa/. /ban/ akam mendapat kontur intonasi 31/. dan bisa didahului dan diikuti oleh jeda yang potensial. Di samping itu. Demikian juga me. dan (3) modifikasi kosong (Samsuri. Namun. bisa dikatakan.tidak dapat lagi disebut morfem karena tidak mempunyai makna. /menara/ berkontur intonasi /[2]231/. bentuk itu akan mendapat pola intonasi dasar/[2]31/. Jadi. baik makna leksikal ataupun makna gramatikal. /keras/. suplisi. (3) perubahan intern.1985:66).1 Afiksasi Afiksasi menurut Samsuri (1985: 190). proses morfologis adalah proses penggabungan morfem menjadi kata. Proses morfologis meliputi (1) afiksasi. Kata disebutnya sebagai bentuk minimal yang bebas. Jadi. 190—193). Jadi. /mana/ akan mendapat kontur intonasi /31/. proses morfologis dalam bahasa Indonesia hanya melalui afiksasi dan reduplikasi. di dalam bahasa Indonesia yang bersifat aglutinasi ini tidak ditemukan data proses morfologis yang berupa perubahan intern. dan modifikasi kosong. artinya bentuk itu dapat diucapkan tersendiri. 3. /beras/ akan mendapat kontur intonasi /231/. Karena letaknya yang . morfem adalah satuan bahasa yang paling kecil yang tidak dapat dibagi lagi dan mempunyai makna gramatikal dan makna leksikal. adalah penggabungan akar kata atau pokok dengan afiks. sisipan. (2) reduplikasi. /pas/. 3. Afiks ada tiga macam. Proses Morfologis Proses morfologis menurut Samsuri (1985:190) adalah cara pembentukan kata-kata dengan menghubungkan morfem yang satu dengan morfem yang lain.

Afiks disebut sisipan (infiks) karena letaknya di dalam kata.1 Prefiks (Awalan) a. misalnya. me(N).+ baca → membaca me(N). Dalam bahasa Indonesia. misalnya.selalu di depan bentuk dasar. sebuah afiks disebut awalan atau prefiks. /f/. /t/. Prefiks me(N). /j/.berubah menjadi men.dan bel-.berubah menjadi be. dan me(N).memiliki beberapa variasi. me(N). men-.+ pukul → memukul. tetapi tidak diketahui bentuk tunggal atau jamak dan waktu kini serta lampau seperti yang terdapat dalam bahasa Inggris. dan me-.+ renang be(R)+ ternak — be(R)+kerja b.berubah menjadi mem.mempunyai beberapa variasi. yaitu me(N). 3. Prefiks be(R)Prefiks be(R). meny-. Prefiks me(N).jika bergabung dengan kata yang diawali huruf /b/. dan /c/. diatesis aktif atau pasif. sedangkan akhiran (sufiks) terletak di akhir kata.jika (a) kata yang dilekatinya diawali dengan huruf r dan (b) suku kata pertama diakhiri dengan er yang di depannya konsonan. -→ berenang .yaitu mem-. Be(R).+ data → mendata.+ tulis → menulis.+ cuci → mencuci. menge-. dengan bantuan afiks kita akan mengetahui kategori kata. dan /v/. me(N). meng-.jika bergabung dengan kata yang diawali oleh huruf /d/. /p/. Prefiks me (N)Prefiks me(N).bisa berubah menjadi be. be(R). beternak bekerja . Be(R).1. me(N)+ jadi → menjadi.

jika bergabung dengan kata yang diawali oleh huruf /b/ dan /p/. penuduh.mempunyai beberapa variasi.memiliki variasi pem-. misalnya.merupakan nominalisasi dari prefiks be(R). dan me(N).berubah menjadi menge. dan penge-.jika bergabung dengan kata yang . me(N).jika bergabung dengan kata yang diawali dengan huruf /k/ dan /g/. Prefiks me(N).+ goreng menggoreng. d. Prefiks pe(R). Prefiks pe(N)Prefiks pe(N).mempunyai variasi pe. Prefiks pe(N)berubah menjadi pem. /d/.berubah menjadi pejika bergabung dengan kata yang diawali huruf r dan kata yang suku katanya berakhiran er.dan pel-.+ kerja → pekerja. me(N). pendorong. dan penjudi.jika bergabung dengan kata yang diawali oleh huruf /s/.+ bor → mengebor.sejajar dengan prefiks me(N)-. misalnya.Prefiks me(N).+ bom→ mengebom. c. me(N). Prefiks pe(N). misalnya.+ ajar → pelajar. pe(R). Variasi pe(N).+ rawat → perawat dan pe(R). pencuci.+ sapu → menyapu.berubah menjadi peny. Perhatikan contoh berikut! Berawat → perawat Bekerja → pekerja. misalnya.jika bergabung dengan kata yang diawali oleh huruf /t/. Prefiks pe (R)Prefiks pe(R).berubah menjadi meng.+ kupas → mengupas dan me(N). Prefiks me(N).jika bergabung dengan kata yang terdiri dari satu suku kata. pen-.berubah menjadi pem.jika bergabung dengan kata ajar. pe(R). Prefiks pe(N). Prefiks pe(R). misalnya. dan /j/. pebaca dan pemukul. Prefiks pe(R). peng-. pe-.berubah menjadi pel. peny-. me(N). Prefiks pe-(N).+ lap → mengelap.berubah menjadi meny. misalnya. misalnya. /c/.

diawali oleh huruf /s/. /l/.1. gemuruh. tertinggi.berubah menjadi peng. b. makanan.mempunyai beberapa variasi. a. pemarah. a. misalnya. e. a. misalnya. misalnya.jika bergabung dengan kata yang diawali oleh huruf /g/ dan /k/. geletar. Infiks dalam bahasa Indonesia terdiri dari tiga macam: -el-. misalnya. -em-. man. penggaris dan pengupas. -kan.dan tel-. dan . misalnya. infiks -er-. pengebom. dan –i. sufiks -an. misalnya. melemparkan.berubah menjadi pe. dan telanjur. dan perasa. yaitu ter. Prefiks te(R)Prefiks te(R). pelupa. gerigi. dan c. misalnya. terbaca. c. dan –er-. infiks -em-. dalam memerikan.berubah menjadi penge. gemetar 3. Prefiks pe(N). sufiks -kan. misalnya. pengepel. Prefiks pe(N). infiks -el-. seruling.2 Infiks (Sisipan) Infiks termasuk afiks yang penggunaannya kurang produktif.jika bergabung dengan kata yang terdiri atas satu suku kata. meninjui. misalnya.jika bergabung dengan kata yang diawali oleh huruf /m/. Adapun akhiran yang asli terdiri dari –an. dalam memagari memukuli. misalnya. penyaji. dan /r/. ternilai. 3.3 Sufiks (Akhiran) Sufiks dalam bahasa Indonesia mendapatkan serapan asing seperti wan. dan pengecor. pegangan. dalam ayunan. misalnya. wati.1. Prefiks pe(N). sufiks -i.

b. Artinya. 3. misalnya.1. b. perkembangan. konfiks pe(N)-an misalnya.4 Konfiks Konfiks adalah “gabungan afiks yang berupa prefiks (awalan) dan sufiks (akhiran) yang merupakan satu afiks yang tidak terpisah-pisah. Berikut ini konfiks yang terdapat dalam bahasa Indonesia. berdirinya. konfiks pe(R)-an misalnya. dalam susahnya. pengulangan seluruh Dalam bahasa Indonesia perulangan seluruh adalah perulangan bentuk dasar tanpa perubahan fonem dan tidak dengan proses afiks.2 Reduplikasi Reduplikasi adalah proses pengulangan kata dasar baik keseluruhan maupun sebagian. kedutaan. pengulangan sebagian . c. kesatuan. berciuman. dalam perbaikan. Reduplikasi dalam bahasa Indonesia dapat dibagi sebagai berikut: a. a.d. Misalnya: orang cantik → → orang-orang cantik-cantik b. afiks gabungan itu muncul secara serempak pada morfem dasar dan bersama-sama membentuk satu makna gramatikal pada kata bentukan itu” (Keraf. 1984: 115). pencurian. 3. konfiks be(R)-an misalnya. dalam penjagaan. sufiks -nya. konfiks ke-an misalnya.

Pengulangan berimbuhan adalah pengulangan bentuk dasar diulang secara keseluruhan dan mengalami proses pembubuhan afiks. pengulangan dengan perubahan fonem Pengulangan dengan perubahan fonem adalah morfem dasar yang diulang mengalami perubahan fonem. Perhatikan data berikut! batu → batu-batuan kehijau-hijauan tolong-menolong hijau → tolong → 3. pengulangan berimbuhan. sufiks.Pengulangan sebagian adalah pengulangan sebagian morfem dasar. Misalnya: lauk gerak → → lauk-pauk gerak-gerik d. atau konfiks. baik bagian awal maupun bagian akhir morfem. Afiks yang dibubuhkan bisa berupa prefiks. Misalnya: tamu → tetamu beberapa berapa → c.3 Perubahan Intern Yang dimaksud dengan proses morfologis dengan perubahan intern adalah proses .

Dengan begitu dapat ditandai bahwa /u/ menjadi /iy/ pada fut menjadi feet /aw/ menjadi /ay/ mouse menjadi mice merupakan perubahan tunggal ke bentuk jamak. 3. Tunggal /fut/ /maws/ Waktu Kini /ran/ /teyk/ Jamak /fiyt/ ‘kaki’ mays/ ‘tikus/ Waktu Lampau /raen/ ‘lari’ /tuk/ ‘mengambil’ Baik pada jamak maupun waktu lampau tidak dapat kita tentukan bagian mana yang mengandung makna lampau.morfologis yang menyebabkan perubahan-perubahan bentuk morfem-morfem yang terdapat di dalam morfem itu sendiri.4 Suplisi Yang dimaksud dengan proses morfologis dengan suplisi adalah adalah proses morfologis yang menyebabkan adanya bentuk yang sama sekali baru. Yang tampak adalah perubahan /u/ menjadi /iy/. Contoh dalam bahasa Inggris berikut memperjelas bagaimana prose morfologis melalui Suplisi Waktu Kini {gow} {eam} Waktu Lampau {went} {w s} ‘pergi’ ‘adalah’ . dan /ey/ menjadi /u/. pada ran. dan /ey/ menjadi /u/ pada take menajdi took merupakan waktu kini ke waktu lampau. /sedangkan. Contoh dalam bahasa Inggris berikut memperjelas bagaimana prose morfologis melalui perubahan intern. /a/ menjadi/ae/. /a/ menjadi/ae/. /aw/ menjadi /ay/.

Contoh dalam bahasa Inggris berikut memperjelas bagaimana modifikasi kosong. Begitu pula {put} yang menunjukkan tunggal dan {put} jamak. sehingga dikatakan proses morfologis seperti ini adalah suplisi. sebagai modifikasi kosong. 3. tampak pada proses morfologis modifikasi kosong {siyp} waktu kini dengan {siyp} waktu lampau tidak mengalami perubahan apapun. Bahasa Kawi sehingga dikatakan peroses morfologis seperti ini . yang menunjukkan kala kini berubah menjadi {went} yang tidak ada tanda yang sama dengan bentuk lampaunya {went}.Tampak sekali perubahan kala lampau yang berbeda sama sekali dengan kala kini.5 Modifikasi Kosong Yang dimaksud dengan proses morfologis dengan modifikasi kosong adalah proses yang tidak menimbulkan perubahan pada bentuk. Tunggal /siyp/ /diyr/ Jamak /siyp/ /diyr/ ‘domba’ ‘kijang proses morfologis melalui Waktu Kini /put/ /kat/ Waktu Lampau /put/ /kat/ ‘menaruh’ ‘memotong’ Sebaliknya dari suplisi. Contoh analisis morfologis bahasa-bahasa yang ada di Indonesia 1. Kata {gow} misalnya. melainkan hanya berubah konsepnya.

b. /weh/ menjadi /paweh/. dan /tukar/ menjadi /patukar/ menujukkan kata yang bersuku satu dan verba pasif [be(R)] dilekati [pa]. Terdapat morfem [pinta] ‘minta’ menjadi [paminta] ‘permintaan’ dan [tulak] ‘tolak’ menjadi [penolakan] memperlihatkan adanya persamaan arti kata berprefiks me dengan yang tidak berprefiks me. Morfem yang terdapat dalam data: [tukar] [heruk] ‘berkelahi’. [campur] ‘campur’ ‘membeli’ 2. Proses morfologis derivasi penominalan yang terdapat pada /ken/ menjadi /paken/./tukar/ /ken/ /weh/ /heruk/ /tapak/ /pinta/ ‘berkelahi’ ‘menyuruh’ ‘memberi’ /patukar/ /paken / /paweh / ‘perkelahian’ ‘suruhan’ ‘pemberian’ ‘serangan’ ‘penapakan’ ‘permintaan’ ‘penyampuran’ ‘pembelian’ ‘penolakan’ ‘menyerang’ /panheruk/ ‘tapak kaki’ ‘minta’ /panapak/ /paminta/ /panampur/ /panumbas/ /panulak/ /campur/ ‘campur’ /tumbas/ /tulak/ ‘membeli’ ‘tolak’ 1. a. [ken] ‘menyuruh’ [weh] ‘memberi’ ‘menyerang’ [tapak] ‘tapak kaki’ [tumbas] [pinta] ‘minta’ [tulak] ‘tolak’. . sedangkan yang lebih dari satu suku dan [m-(N)] dilekati pa(N).

Hasan 1998 Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. 1993 Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. reduplikasi. Bandung : Eresco .Edisi kedua . 1985 A Comprehension Grammar of The English language. London: Longman .4 Penutup Proses morfologis dalam Analisis Bahasa karya Samsuri sangat jelas. 1994 KelasKata dalam Bahasa Indonesia . Bandung: Uvula Press Kridalaksana.3.Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Quirk.Jakarta : Gramedia. yaitu melalu afiksasi. Harimurti 1989 Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia Edisi kedua. 2003 Analisis Bahasa. 1994 Linguistik Umum . Jakarta : Penerbit Rineka Cipta Djajasudarma. DAFTAR PUSTAKA Alwi. Abdul. Sintaksis dan Semantik. suplisis. dan modifikasi kosong. et Al. T Fatimah. Randolph. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Chaer. Dari semua proses morfologis tersebut hanya afiksasi dan reduplikasi yang dapat dipakai untuk analisis bahasa Indonesia maupun bahasa-bahasa Nusantara.

Cetakan Kedua . 1994. Yogyakarta CV Karyono Ilmu Bahasa Indonesia : Sintaksis . Malang: . M 1980 1981 Morfologi : Suatu Tujuan deskriptif .Ramlan.Yogyakarta : UP Samsuri. Analisis Morfologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful