Shalat, Sabar dan Syukuri

ِ ‫ وَ مِنْ سَيّئَا‬،‫ وَ نَعُوذُ بِالِ ِمنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا‬،ُ‫ وَ نَسْتَغْفِرُه‬،ُ‫ وَ نَسْتَعِينُه‬،ُ‫إِنّ الْحَمْدَ لِ نَحْمَدُه‬
‫ت‬
َ‫ و‬،ُ‫ وَ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلَهَ إِلَ ال‬،ُ‫ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلَ هَادِيَ لَه‬،ُ‫ مَنْ يَهْدِهِ الُ فَلَ مُضِلّ لَه‬،‫أَعْمَالِنَا‬
ُ‫أَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُه‬
(َ‫ )يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الَ حَقّ تُقَاتِهِ وَ لَ تَمُوتُنّ إِلّ وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُون‬:‫قَالَ تَعَالَى‬
َ‫ )يَا أَيّهَا النّسُ اتّقُوا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِن نّ ْفسٍ وّحِدَةٍ وّ َخلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا و‬:‫وَ قَالَ أَيْضًا‬
ْ‫بَثّ مِنْهُمَا رِجَالً كَثِيًا وّ نِسَاءً وّ اتّقُوا الَ الّذِي تَسَآءَلُونَ ِبهِ وَ الْأَرْحَامَ إِنّ الَ كَانَ َعلَيْكُم‬
(‫رَقِيبًا‬
َ‫ ) يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الَ وَ قُولُوا قَوْلً سَدِيدًا يّصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ و‬:ُ‫وَ قَلَ جَلّ جَلَ لَه‬
(‫يَغْفِ ْر لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ مَنْ يّطِعِ الَ وَ رَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا َعظِيمًا‬
َ‫ و‬،َ‫ وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمّدٍ صَلّى الُ َعلَيْهِ وَ َسلّم‬،ِ‫ فَإِنّ أَحْسَنَ الْكَلَمِ كَلَمُ ال‬:ُ‫أَمّا بَعْد‬
ِ‫ وَ كُلّ ضَلَلَةٍ فِى النّار‬،ٌ‫ وَ كُلّ بِ ْد َعةٍ ضَلَلَة‬،ٌ‫ وَ كُلّ مُحْدَثَتٍ بِدْعَة‬،‫شّرّ اْلُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا‬
Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Kembali dari mimbar jum'at ini kami mewasiatkan kepada diri kami pribadi dan jama'ah sekalian
untuk bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Dan marilah kita bertakwa kepada
Allah di dalam kehidupan dunia yang fana ini terutama saat menempuh seluruh ujian yang
menerpa kita, sebagaimana disebutkan dalam salah satu firman Allah ,

ْ ‫ٱ ّ َلى خلق ٱلْمْوت و ٱلْحيٰوة ليْبلوكْم أيكْم أ‬
ًۚ ‫حسن عمل‬
ُّ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ
َ َ ُ َ َ ُ

(Dialah Dzat Yang) Menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara
kamu yang lebih baik amalnya. (Q.S. Al-Mulk: 2)

Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Perjalanan hidup manusia merupakan ujian, bahkan lautan ujian. Ada ujian yang bersifat ijbari
(yang tidak bisa dihindari), yang mana mau atau tidak mau, suka atau tidak suka ujian itu akan
tetap menimpanya. Ada pula ujian yang bersifat ikhtiari, yaitu seorang hamba dapat memilih
untuk mengambil ujian itu atau tidak mengambilnya. Kefakiran, kemiskinan, musibah di jalan,
sakit atau kematian adalah ujian ijbari. Sedangkan puasa, zakat, jihad dengan segala kesulitan
yang mengikutinya adalah ujian ikhtiari. Dan semua perintah dan larangan dalam syari'at
merupakan ujian ikhtiari.
Ujian yang dihadapi manusia datang silih berganti. Kadang seorang dapat sabar terhadap ujian
kefakiran, menghadapinya dengan kesungguhan usaha dan tidak kehilangan prasangka baik
kepada Allah . Namun, ketika Allah  mengubah bentuk ujiannya dengan memberinya nikmat
harta yang melimpah. Belum tentu dia berhasil melewati ujian tersebut dan belum tentu dia
menunaikan hak harta tersebut.

Apakah kehidupannya berakhir dengan su'ul khatimah (wal-'iyadzu billah) atau husnul khatimah (dan mudah-mudahan kita termasuk di dalamnya) atau dikaruniai-Nya kemuliaan kesyahidan. seperti yang tersirat dalam firman-Nya. maka aku tidak peduli dengan unta yang mana aku akan mengendarai (untuk menuju tujuan). maka laksanakanlah shalat karena Tuhan-mu. Al-Baqarah: 45-46) ْ ْ ٓ ْ ْ ٓ ْ ْ ‫لين ءامنُو۟ا‬ ِ َ ّ ‫كرو۟اِل و َل َتكفُروَن ۝ يٰـأَ ّ ُيا ٱ‬ ُ ‫َفٱذكُروِن أ َذكُركُم و ٱش‬ َ َ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ Demikian pula dengan firman Allah . Amirul Mukminin Umar bin Khattab  berkata. (Q.S. bahwa mereka akan menemui Tuhan-nya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Q. .” Berbagai ujian akan terus menemani seorang hamba dalam hidupnya. Allah  telah memberikan keterangan tentang shalat yang berkaitan dengan kesyukuran atas anugerah nikmat yang diberikan-Nya. Jama'ah Jum'at Rahimakumullah. (yaitu) mereka yang yakin. “Mengapa engkau lakukan ini wahai Rasulullah. Sungguh. Kami telah Memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak). seorang hamba harus menghadapi beberapa ujian secara bersamaan. Allah Yang Maha Bijaksana telah memberikan petunjuk terbaik dalam menjalani ujian-ujian tersebut.R. Muslim) ْ ْ ٌ ْ ‫وٱ‬ ٰ َ ‫خٰـِشِعيَ ۝‬ ‫ٱل‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫ل‬ ّ ‫إ‬ ‫ة‬ ‫ي‬ ‫ب‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫نا‬ ‫إ‬ ‫و‬ ۚ ‫ة‬ ‫و‬ ‫صل‬ ‫ٱل‬ ‫و‬ ‫ب‬ ‫ص‬ ‫بٱل‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫عين‬ ‫ت‬ ‫س‬ ِ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َّ ِ َ َ َّ َ ِ َّ ِ ۟ ُ َ َ ْ ‫لين يظُنون أ َن‬ ‫جُعون ۝‬ ‫بْم و أََّنْم ِإلَْيِه َٰر‬ ‫ر‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫ـق‬ ‫مل‬ ‫م‬ ِ َّ ‫ٱ‬ ٰ ِ َ ُ َ ِ ِّ َ ۟ ُ َ ُ ّ ُ َ ّ َ ُ ّ َ َ Berkaitan dengan sabar dalam menghadapi musibah. bukankah Allah telah mengampuni kesalahan Anda baik yang sudah lampau maupun yang akan datang?” Lalu beliau  menjawab. hingga hamba tersebut menghabiskan jatah waktunya. Kadang dalam satu waktu.S. Maka beliau (Aisyah Radhiallaahu'anha) bertanya. Cara tersebut adalah dengan shalat. ‫أَفَلَ أَكُوْنُ عَبْدًا شَكُوْرًا‬ “Salahkah aku jika manjadi hamba yang bersyukur?” (H. AlKautsar: 1-3) Demikian pula dalam sebuah riwayat dari Aisyah Radhiallaahu'anha bahwa Nabi  selalu bangun malam untuk menunaikan shalat sampai-sampai kedua kaki beliau bengkak. dan berkurbanlah (sebagai ibada dan mendekatkan diri kepada Allah). “Sekiranya syukur dan sabar itu dua ekor unta. Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. ْ ْ ْ ‫إنآ أْعط‬ ْ ْ ‫هو‬ ‫ك‬ ‫ئ‬ ‫ن‬ ‫شا‬ ‫ن‬ ‫إ‬ ‫۝‬ ‫ر‬ ‫ح‬ ‫ن‬ ‫ٱ‬ ‫و‬ ‫ك‬ ‫ب‬ ‫ر‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ص‬ ‫ف‬ ‫۝‬ ‫ر‬ ‫ث‬ ‫و‬ ‫ك‬ ‫ٱل‬ ‫ك‬ ‫ـ‬ ٰ ‫ين‬ ّ ِ ِ ِ ِ َ َ َ َ َّ ِ َ َ َ ّ َ ِ َ َ َ ُ َ َ َ َّ َ َ َ ْ ْ ‫لبَتُ ۝‬ َ ‫ٱ‬ Sungguh. maka Allah  telah berfirman. dengan memberikan salah satu cara yang terbaik dalam mengimplementasikan syukur atau sabar. meski hakikatnya hanya ada dua jawaban: syukur atau sabar. Ujian-ujian itu menuntutnya untuk memberi jawaban dengan sikap yang berbeda. orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah). kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.Ma'asyiral Muslimin. Dan (shalat) itu sungguh berat. Dan terkadang dalam satu waktu dua jawaban itu dituntut sekaligus.

ْ ْ‫ٱ‬ ٰ ‫بين ۝‬ ‫ـ‬ ‫ص‬ ‫ٱل‬ ‫ع‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫ٱ‬ ‫ن‬ ‫إ‬ ۚ ‫ة‬ ‫و‬ ‫صل‬ ‫ٱل‬ ‫و‬ ‫ب‬ ‫ص‬ ‫بٱل‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫عين‬ ‫ت‬ ‫س‬ ٰ َّ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِ َ َّ َ ۟ ُ َ َّ َ َ َ َّ َّ َ Maka ingatlah kepada-Ku. Karena shalat adalah media yang langsung menghubungkan antara seorang hamba dengan RabbNya sehingga dengan shalat tersebut seorang hamba akan mendapatkan bimbingan dan arahan serta merasakan kesempurnaan rasa syukur dan sabar atas setiap ujian yang menimpanya. Al-Insyirah: 5-8) َ‫أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ الَ لِي وَ لَكُمْ وَ لِسَائِرِ الْمُسْلِمِيَ وَ الْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنّهُ هُو‬ ُ‫الْغَفُورُ الرّحِيْم‬ Khutbah Kedua ُ‫ وَ أَشْهَدُ أَنّ ُمحَمّدًا خَاتَم‬،َ‫ وَ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلَهَ إِلّ الُ وَلِيّ الصّالِحِي‬،َ‫اَلْحَمْدُ لِ رَبّ الْعَالَمِي‬ َ‫ اللّهُمّ صّلّ َعلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آِلهِ مُحَمّدٍ كَمَا صَلّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيم‬،َ‫اْلَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَِلي‬ ،ٌ‫وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلِى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ َعلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنّكَ حَمِيدٌ مَجِيد‬ ،ُ‫أَمّا بَعْد‬ Ma'asyiral Muslimin. Allah beserta orang-orang yang sabar. sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Jama'ah Jum'at Rahimakumullah. keresahan. demikian seterusnya. tetaplah bekerja kerjas (untuk urusan yang lain). ْ ْ ْ ْ ْ ْ ْ ْ ْ ‫سا ۝ فَِإذَا ف َرغت فَٱنصب ۝‬ ً ُ ‫سي‬ ً ُ ‫سي‬ ِ ‫سا ۝ ِإَّن َمَع ٱلُع‬ ِ ‫فَِإَّن َمَع ٱلُع‬ َ َ َ ْ ‫ل ربك فٱْرغ‬ ‫ب۝‬ َ َ َ ِّ َ ٰ َ ‫َو ِإ‬ Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. kegelisahan akibat ujian yang berupa musibah. Jama'ah Jum'at Rahimakumulah. Bersyukurlah kepada-Ku.S. Demikian pula shalat akan menghilangkan sifat-sifat angkuh. Aku pun akan Ingat kepadamu. dan hanya kepada Tuhan-mu lah engkau berharap. Munajat kepada Allah  dalam shalat akan menghilangkan kegalauan. Hikmah terbesar dalam penyertaan shalat dalam sabar dan syukur adalah agar seorang hamba dapat bermunajat langsung kepada Allah  dalam mengadukan setiap ujian yang menimpanya. (Q. Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Demikianlah bahwa shalat merupakan perwujudan yang paling nyata atas sikap sabar dan syukur. sombong dan berbangga diri yang disebabkan oleh ujian yang berupa nikmat dunia atau keta'atan. Al-Baqarah: 152-153) Ma'asyiral Muslimin. .S. (Q. dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. Hal ini telah tersirat dalam firman Allah . Sungguh. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan). suatu saat kita mendapatkan musibah setelah itu mendapatkan nikmat. Maka sikap sabar dan syukur akan tetap selalu kita butuhkan dan selama itu pula shalat akan tetap bernilai penting. Sebagaimana pula dalam kehidupan di dunia yang berputar bagaikan roda.

‬‬ ‫رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَ ِخرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ‪ ،‬وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيَ‪.‬‬ .‫‪Semoga Allah  menganugerahkan kepada kita kekuatan untuk menjalani ujian-ujian dalam‬‬ ‫‪kehidupan ini dengan shalat.‬‬ ‫اللّهُ ّم صَلّ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا صَلَيْتَ َعلَى إِْبرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنّ َ‬ ‫ك‬ ‫حَمِيدٌ مَجِيدٌ‪ ،‬اللّهُمّ بَرِكْ َعلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ‬ ‫إِبْرَا ِهيْمَ إِنّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ‪. Dan semoga Allah  memberikan taufik kepada‬‬ ‫‪kita semua untuk menjadikan ketiganya sebagai amalan tetap sampai maut menjemput kita.‬‬ ‫اللّهُمّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيَ وِ الْمُؤْمِنَاتِ‪ ،‬و الْمُسْلِمْيَ وَ الْمُسْلِمَاتِ‪ ،‬اَلَْأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلَمْوَاتِ‪،‬‬ ‫إِنّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدّعوَاتِ‪. sabar dan syukur.‬‬ ‫اللّهُ ّم إِنّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَ التّقَى وَ الْعَفَافَ وَ الْغِنَى‪.‬‬ ‫اللّهُمّ لَ تُ ِزغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنّكَ أَنْتَ الْوَهّاب‪.‬‬ ‫رَبّنَا لَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لّلّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبّنَا إِنّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ‪.

Majalah Islam ar-risalah No. VIII/12 Jumadal Akhir – Rajab 1430 H/Juni 2009 . 96/Vol.i Diadaptasi dari Rubrik Ruhiyah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful