P. 1
Jurnal

Jurnal

|Views: 3,145|Likes:
Published by Yudhi Prawira Purba

More info:

Published by: Yudhi Prawira Purba on Feb 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2015

pdf

text

original

Derajat signifikansi yang digunakan adalah 0,05. Apabila nilai

signifikan lebih kecil dari derajat kepercayaan maka kita menerima

hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa suatu variabel independen

secara parsial mempengaruhi variabel dependen. Salah satu kegunaan

yang paling baik dari uji T dalam analisis regresi adalah pendugaan

parameter sampel terhadap populasi. Jika suatu sampel memiliki ukuran

terlalu kecil (n < 30) dibandingkan dengan populasinya, maka uji T dapat

digunakan untuk melihat apakah suatu parameter layak ditaksir terhadap

populasinya atau tidak. Dalam uji T dikenal adanya distribusi T, dimana

nilai T dirumuskan seperti persamaan (4.4).

42

............................................................................... (4.4)

Keterangan :

X

= nilai rata-rata sampel

µ

= nilai rata-rata populasi

= standar deviasi dari populasi

S

= standar deviasi sampel

n

= jumlah anggota sampel

3. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel

independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel

dependen. Derajat kepercayaan yang digunakan adalah 0,05. Apabila nilai

F hasil perhitungan lebih besar daripada nilai F menurut tabel maka

hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa semua variabel independen

secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Dalam beberapa penggunaan ststistik, uji F sering kali dipakai untuk

mengukur independensi ataupun variabelitas antar kelompok data

eksperimen. Karena uji F banyak dipakai dalam analisis varian dimana

suatu eksperimen atau penelitian hendak diukur. Dalam uji regresi, uji F

juga berguna terutama untuk melihat standarisasi nilai koefisien satu atau

lebih variabel praduga hasil dari sampel.

Dengan uji F, suatu koefisien dapat dilihat apakah dapat dianggap

mendekati nilai eksperimen atau penelitian atau tidak dengan melihat dua

hal yaitu varians antar data dan residu antar data ekspektasi dengan

43

eksperimentasi. Persamaan dasar dari nilai F adalah seperti dalam

persamaan 4.7 sebagai berikut ini :

................................................................................ (4.5)

Keterangan :

U, V

= nilai kelompok data yang diajukan

v1, v2

=

drajat kebebasan untuk kelompok data U dan V

4. Koefisien Determinasi, R2

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar

hubungan dari beberapa variabel dalam pengertian yang lebih jelas.

Koefisien determinasi akan menjelaskan seberapa besar perubahan atau

variasi suatu variabel bisa dijelaskan oleh perubahan atau variasi pada

variabel yang lain.

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar

hubungan dari beberapa variabel dalam pengertian yang lebih jelas.

Koefisien determinasi akan menjelaskan seberapa besar perubahan atau

variasi suatu variabel bisa dijelaskan oleh perubahan atau variasi pada

variabel yang lain

Koefisien ini dinyatakan dalam %, yang menyata-kan kontribusi

regresi, secara fisik adalah akibat prediktor, terhadap variasi total variabel

respon, yaitu Y. Makin besar nilai R2

, makin besar pula kontri-busi atau

peranan prediktor terhadap variasi respon. Biasanya model regresi dengan

nilai R2

sebesar 70% atau lebih dianggap cukup baik, meskipun tidak

selalu. Rumus koefisien determinasi adalah sebagai berikut :

44

§

§

!

!

!

!

n

i

i

n

i

i

Y

Y

Y

Y

R

1

2

1

2

Total

Regresi

2

)

(

)

Ö

(

JK

JK

......................................................... (4.6)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->