Bank sentral

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan. Di Indonesia, fungsi bank sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.

[sunting] Sejarah bank sentral

Kantor Javasche Bank di Batavia (tahun 1930-an). Javasche Bank kemudian menjadi bank sentral Indonesia dengan nama Bank Indonesia.

Federal Reserve System, adalah bank sentral AS.

dengan cara tidak sampai menyebabkan kelebihan jumlah likuiditas/uang yang beredar dalam perekonomian negara tersebut yang dapat menyebabkan inflasi (naiknya harga-harga atau . perunggu.Sejarah bank sentral tidak terlepas dari sejarah dikenalnya sistem uang sebagai alat tukar dalam perdagangan dan perekonomian secara umum. alat tukar berupa uang logam tersebut mulai menjadi keterbatasan karena memang ketersediaan sumber daya alam yang terbatas untuk mencetak jenis uang seperti itu. Artinya jika uang logam emas seberat 1 gram bernilai 1000 misalnya. Sejak itulah negara menyadari perlunya suatu bank sentral yang selanjutnya didirikan dengan tujuan untuk memastikan adanya satu jenis mata uang kertas yang sama dan berlaku di suatu negara tersebut agar memiliki nilai yang stabil dan dapat dipercaya karena dijamin oleh negara (dengan cara awalnya negara menjamin uang kertas tersebut dengan sejumlah emas deposit atau logam berharga lainnya yang dicadangkan setiap mencetak nominal uang tersebut. Dimana pada suatu ketika seorang nasabah berniat untuk mengambil kembali emas atau uang logam yang disimpan pada bank tersebut dengan cara menukar kembali uang kertas yang dia dapat dari bank tersebut ternyata harus kecewa karena uang logam yang dia terima lebih sedikit dari yang dijanjikan atau bahkan lebih kecil dari jumlah yang sama dari yang pernah ia simpan ke bank tersebut. Dan dengan kewenangannya bank sentral mengatur jumlah uang yang beredar tersebut agar dapat menggerakkan roda perekonomian dengan keseimbangan yang tepat antara peredaran jumlah uang dan barang. Untuk itulah kemudian dikenal sistem uang kertas yang pertama kali ditemukan melalui sistem penjaminan yang dalam hal ini dilakukan oleh suatu badan penjamin sekaligus penyimpan yang disebut bank. dimana uang kertas yang dikeluarkan oleh bank tersebut dijamin memiliki nilai yang sama atau dijanjikan akan memiliki nilai beberapa kali lebih besar terhadap emas atau uang logam yang di simpan oleh nasabah/masyarakat pada waktu mendatang atau pada masa yang ditentukan. dan dapat terus saling mengembangkan. Biasanya berupa uang logam (emas. pada saat itu memang karena emas dengan kondisi 1 gr tersebut ketika diperdagangkan/dipertukarkan dimana-mana nilainya adalah 1000. perak. yaitu sektor keuangan. Pada masa itulah mulai terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah model-model fraud dan rekayasa dalam sektor industri yang baru ini. dll) yang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap nilai dari uang logam tersebut. bank-bank yang pada saat itu membuat aturannya sendiri-sendiri dan jenis-jenis jaminan/uang kertasnya masing-masing yang sangat potensial merugikan masyarakat karena belum dikelola negara untuk memastikan tidak adanya penyimpangan atau aturan yang tidak adil. namun belakangan tidak lagi dan jaminannya hanya atas nama negara saja atau sejumlah kecil emas) dan dapat dipergunakan terus menerus oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas perekenomiannya di negara tersebut. Seiring dengan waktu dan terus berkembangnya perdagangan dan perekonomian. Dimana pada zaman dahulu alat tukar yang digunakan adalah memang berupa uang yang memang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap material yang terbuat dari uang tersebut. Alat tukar dengan uang logam seperti ini sudah lebih maju dibandingkan dengan kondisi sebelumnya dimana perdagangan dilakukan dengan alat tukar yang belum bisa diterima oleh banyak kalangan atau bahkan sistem barter langsung terhadap barang yang diperdagangkan dimana ini menjadi cikal-bakal dimulainya perdagangan dalam sejarah peradaban manusia. dan mulai ditemukannya metode perbankan untuk pertama kalinya dalam perekonomian dan perdagangan suatu negara. dan ini menghambat potensi untuk berkembang lebih besarnya lagi perekonomian suatu negara sementara jenis-jenis produk baru dan bentuk industri baru sangat potensial untuk muncul namun amat disayangkan jika aktivitas perdagangan dan perekonomian secara umum harus terhambat karena mengikuti kemampuan ketersediaan uang berupa logam yang sangat terbatas tersebut. Pada praktik dan perkembangannya masing-masing.

turunnya nilai uang). dan juga sebaliknya jangan sampai terjadi kekurangan likuiditas yang dapat menyebabkan perekonomian sulit bergerak apalagi untuk berkembang. .

Dalam hal ini MPR tidak boleh tidak melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden yang sudah terpilih. 2011 1. Hal ini berkaitan dengan perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menganut sistem pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat yang memiliki program yang ditawarkan langsung kepada rakyat. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya. Jika calon Presiden dan Wakil Presiden itu menang maka program itu menjadi program pemerintah selama lima tahun. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. baik yang berbentuk GBHN maupun berupa peraturan perundang-undangan. fungsi. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Tugas dan Fungsi MPR: Saat ini MPR tidak lagi menetapkan garis-garis besar haluan negara. sampai berakhir masa jabatannya. DPR. . melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. wewenang MPR adalah melantik Presiden atau Wakil Presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat. serta tidak lagi memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden.« Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Mengenai Lembaga Leasing Tugas. dari dua pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya. dan DPD dan hubunganya dengan lembaga negara lainya. memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut Undang-Undang Dasar. Wewenang MPR berdasarkan Pasal 3 dan Pasal 8 ayat (2) dan ayat (3) UUD Tahun 1945 adalah: • • • • • mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. Written by fwzn on December 6th. Berkaitan dengan hal itu. MPR.

pendidikan. memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang-undang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. Dalam konteks pelaksanaan kewenangan. Keanggotaan MPR yang terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD menunjukan bahwa MPR masih dipandang sebagai lembaga perwakilan rakyat karena keanggotaannya dipilih dalam pemilihan umum. serta kewenangan memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD. tapi peran DPD dalam MPR sangat besar misalnya dalam hal mengubah UUD yang harus dihadiri oleh 2/3 anggota MPR dan memberhentikan Presiden yang harus dihadiri oleh 3/4 anggota MPR maka peran DPD dalam kewenangan tersebut merupakan suatu keharusan. 2. dan Mahkamah Konstitusi Keberadaan MPR dalam sistem perwakilan dipandang sebagai ciri yang khas dalam sistem demokrasi di Indonesia. Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU Susduk). Fungsi-fungsi ini kemudian dijabarkan dalam tugas dan wewenang DPR.Hubungan MPR dengan lembaga negara lainya: MPR dengan DPR. membahas dan memberikan persetujuan peraturan pemerintah pengganti undang-undang. memilih Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam hal terjadi kekosongan jabatan Presiden dan/atau Wakil Presiden. khusus mengenai penyelenggaraan sidang MPR berkaitan dengan kewenangan untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. maka konflik tersebut harus diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Karena kedudukan MPR sebagai lembaga negara maka apabila MPR bersengketa dengan lembaga negara lainnya yang sama-sama memiliki kewenangan yang ditentukan oleh UUD. Selanjutnya.22 tahun 2003 mengenai Susunan Dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat. melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tugas dan Fungsi DPR: DPR mempunyai fungsi sebagaimana lembaga perwakilan rakyat pada umumnya. yaitu fungsi legislasi. Presiden. Dengan adanya perubahan kedudukan MPR. maka pemahaman wujud kedaulatan rakyat tercermin dalam tiga cabang kekuasaan yaitu lembaga perwakilan. dan fungsi pengawasan. Dalam hubungannya dengan DPR. Sebagai lembaga. Unsur anggota DPR untuk mencerminkan prinsip demokrasi politik sedangkan unsur anggota DPD untuk mencerminkan prinsip keterwakilan daerah agar kepentingan daerah tidak terabaikan. menerima dan membahas usulan rancangan undang-undang yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan. . Dewan Perwakilan Daerah. proses tersebut hanya bisa dilakukan apabila didahului oleh pendapat DPR yang diajukan pada MPR. dan agama. fungsi anggaran. DPR memiliki wewenang sebagai berikut: • • • • membentuk undang-undang yang dibahas dengan presiden untuk mendapat persetujuan bersama. Dewan Perwakilan Rakyat. MPR memiliki kewenangan mengubah dan menetapkan UUD. dan pemegang kekuasaan kehakiman. DPD. Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 menyebutkan bahwa salah satu wewenang Mahkamah Konstitusi adalah untuk memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan UUD. walaupun anggota DPR mempunyai jumlah yang lebih besar dari anggota DPD. Berdasarkan UU No.

sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. serta membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara dan/atau pembentukan undang-undang. memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD. dan MK Berdasarkan UUD 1945. DPD memberikan pertimbangan atas RUU tertentu. kini dewan perwakilan terdiri dari DPR dan DPD. dan melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang ditentukan dalam undang-undang. DPR untuk mewakili rakyat sedangkan DPD untuk mewakili daerah. pemekaran dan penggabungan daerah. membuat perdamaian. pendidikan. Dalam hubungan dengan DPD. dan agama. DPD. pelaksanaan APBN. dan menyampaikan hasil pengawasan pelaksanaan UU tertentu pada DPR. menyerap. memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh presiden. membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. hubungan pusat dan daerah. terdapat hubungan tata kerja yaitu dalam hal permintaan DPR kepada MK untuk memeriksa pendapat DPR mengenai dugaan bahwa Presiden bersalah. memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada presiden untuk ditetapkan. Selanjutnya untuk menguatkan posisi DPR sebagai pemegang kekuasaan legislatif maka pada Pasal 20 ayat (5) ditegaskan bahwa dalam hal RUU yang disetujui bersama tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu 30 hari semenjak RUU tersebut disetujui. sah menjadi UU dan wajib diundangkan. terdapat hubungan kerja dalam hal ikut membahas RUU yang berkaitan dengan bidang tertentu. pembentukan. memberikan persetujuan kepada presiden untuk menyatakan perang. membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah.• • menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD. pajak. Pasal 20 ayat (1) menyatakan bahwa DPR memegang kekuasaan membentuk undang-undang. dan perjanjian dengan negara lain. menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. menerima penempatan duta negara lain. memberikan persetujuan kepada presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota Komisi Yudisial. Dalam hubungannya dengan Mahkamah Konstitusi. serta kebijakan pemerintah. anggaran pendapatan dan belanja negara. dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi. Disamping itu terdapat hubungan tata kerja lain misalnya dalam hal apabila ada . melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang. memberikan pertimbangan kepada presiden untuk mengangkat duta. menghimpun. Perbedaan keduanya terletak pada hakikat kepentingan yang diwakilinya. • • • • • • • • • Hubungan DPR dengan lembaga negara lainya: DPR dengan Presiden.

pengelolaan sumber daya alam. terdapat hubungan tata kerja terkait dengan kewenangan MK dalam hal apabila ada sengketa dengan lembaga negara lainnya. Memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan. hak imunitas. dan untuk turut menentukan keanggotaan BPK dalam proses pemilihan anggota BPK. ikut membahas RUU tertentu bersama dengan DPR. pendidikan. hubungan pusat dan daerah. pemekaran. serta proses pengajuan pendapat DPR yang menyatakan bahwa Presiden bersalah untuk diperiksa oleh MK. dan sumber daya ekonomi lainnya. pelaksanaan APBN. dan agama. laporan BPK akan dijadikan sebagai bahan untuk mengajukan usul dan pertimbangan berkenaan dengan RUU APBN. Dalam kaitannya dengan MK. dan penggabungan daerah. Dalam hubungannya dengan BPK. hubungan pusat dan daerah. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Tugas dan fungsi DPD: Adalah mengajukan kepada DPR Rancangan Undang-Undang yang berkaitan dengan otonomi daerah. pembentukan dan pemekaran. Hubungan DPD dengan lembaga negara lainya: DPD dengan DPR. memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU tertentu. dan MK Tugas dan wewenang DPD yang berkaitan dengan DPR adalah dalam hal mengajukan RUU tertentu kepada DPR. Dalam kaitan itu. dan menyampaikan hasil pengawasan pelaksanaan UU tertentu pada DPR. . Disamping itu. 3. dan agama. proses pengajuan calon hakim konstitusi. dan penggabungan daerah. membela diri. Ketentuan ini memberikan hak kepada DPD untuk menjadikan hasil laporan keuangan BPK sebagai bahan dalam rangka melaksanakan tugas dan kewenangan yang dimilikinya. serta hak protokoler. BPK. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah. pembentukan. dan sumber daya ekonomi lainnya serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. DPD sebagai lembaga perwakilan yang mewakili daerah dalam menjalankan kewenangannya tersebut adalah dengan mengedepankan kepentingan daerah. pengelolaan sumber daya alam. DPR kemudian mengundang DPD untuk membahas RUU tersebut. Menerima hasil pemeriksaan keuangan negara dari BPK untuk dijadikan bahan membuat pertimbangan bagi DPR tentang RUU yang berkaitan dengan APBN. pendidikan. Anggota DPD juga memiliki hak menyampaikan usul dan pendapat.sengketa dengan lembaga negara lainnya. pajak. DPD berdasarkan ketentuan UUD menerima hasil pemeriksaan BPK dan memberikan pertimbangan pada saat pemilihan anggota BPK. Memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU APBN dan RUU yang berkaitan dengan pajak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful