P. 1
Bahan Ajar Bimbingan Konseling

Bahan Ajar Bimbingan Konseling

|Views: 1,596|Likes:
Published by Nanang Umar

More info:

Published by: Nanang Umar on Feb 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2013

pdf

text

original

BAHAN AJAR BIMBINGAN KONSELING Bagian I Pengertian Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling berasal dari dua

kata yaitu bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966:3) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan).

A. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dari seorang yang ahli, namun tidak sesederhana itu untuk memahami pengertian dari bimbingan. Pengertian tetang bimbingan formal telah diusahakan orang setidaknya sejak awal abad ke-20, yang diprakarsai oleh Frank Parson pada tahun 1908. Sejak itu muncul rumusan tetang bimbingan sesuai dengan perkembangan pelayanan bimbingan, sebagai suatu pekerjaan yang khas yang ditekuni oleh para peminat dan ahlinya. Pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli memberikan pengertian yang saling melengkapi satu sama lain. Maka untuk memahami pengertian dari bimbingan perlu mempertimbangkan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut : ³Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya´ (Frank Parson ,1951). Prayitno dan Erman Amti (2004:99) mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Sementara, Winkel (2005:27) mendefenisikan bimbingan: (1) suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri, (2) suatu cara untuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya, (3) sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup, (4) suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan di sekitarnya.

³Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri´ (Chiskolm. baik keluarga. Surya. bahwa bimbingan adalah : ³Suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis. tujuan yang diinginkan diperoleh melalui proses belajar.1959). menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan. Dari beberapa pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli maka dapat diambil kesimpulan tentang pengertian bimbingan yang lebih luas. dan mencanakan masadepan´. Dalam Peraturan Pemerintah No. Djumhur dan Moh.. Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa bimbingan pada prinsipnya adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu dalam hal memahami diri sendiri. ³Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu´ (Bernard & Fullmer . yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu. Pengertian ini menekankan bimbingan sebagai bentuk pendidikan dan pengembangan diri. memilih. Pengertian yang dikemukakan oleh Bernard & Fullmer bahwa bimbingan dilakukan untuk meningkatakan pewujudan diri individu. kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan. pengertian menitik beratkan pada pemahaman terhadap potensi diri yang dimiliki.I. ³Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik´ (Mathewson.1969).Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi. Pengertian bimbingan yang dikemukan oleh Chiskolm bahwa bimbingan membantu individu memahami dirinya sendiri. lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat´ . 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa ³.1969). Mathewson mengemukakan bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan pada proses belajar. Pengertian ini masih sangat spesifik yang berorientasi karir. Dapat dipahami bahwa bimbingan membantu individu untuk mengaktualisasikan diri dengan lingkungannya. kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance).. mengenal lingkungan. Frank Parson merumuskan pengertian bimbingan dalam beberapa aspek yakni bimbingan diberikan kepada individu untuk memasuki suatu jabatan dan mencapai kemajuan dalam jabatan. sekolah dan masyarakat. agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding). menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan berdasarkan norma-norma yang berlaku di lingkungan dimana individu tersebut tinggal.. (1975:15) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya.

B. penyalahgunaan obat-obatan. konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Berdasarkan pemahaman ini. 2. supaya tidak dialami oleh konseli. diantaranya : bahayanya minuman keras. Melalui fungsi ini. Pendalaman Materi: 1. . Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi.Rumuskan menurut pemahaman Saudara tentang Arti Bimbingan dan Konseling. yang meliputi unsur-unsur di bawah ini: a. Sejalan dengan itu. merokok. Berdasarkan pengertian konseling di atas dapat dipahami bahwa konseling adalah usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. teratasinya masalah yang dihadapi oleh konseli/klien. dan bimbingan kelompok. yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. Asas Bimbingan dan Tujuan Bimbingan Konseling A.Fungsi Preventif. pekerjaan.Tulis pengalaman Saudara dalam Bimbingan konseling! Bagian II Fungsi.Menurut Saudara. dan norma agama). drop out.Fungsi Bimbingan : 1.Tehniknya atau cara BK berlangsung. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan.Pengertian Konseling Sedangkan konseling menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:105) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Winkel (2005:34) mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus.Obyek Jelas (kepada Siapa BK) c. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. 2.Subyek (Konsolor yang seperti apa) d. bagaimana Bimbingan dan Konseling dapat terjadi? 3.Ada Proses ( Proses apa) Untuk mencapai tujuan b. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Fungsi Pemahaman. Prinsip.Ada beberapa tujuan yang jelas dan realistis e. informasi. Dengan kata lain.

rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli . Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. konselor. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat.dan pergaulan bebas (free sex). 7. home room.Fungsi Pemeliharaan. 10. 9. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli. maupun karir. dan karyawisata. dan remedial teaching. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.Fungsi Penyaluran. 6. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir. 3. 5. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. dan kebutuhan konseli. jurusan atau program studi. baik menyangkut aspek pribadi. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. tutorial. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. yang memfasilitasi perkembangan konseli. 8.Fungsi Fasilitasi. berperasaan dan bertindak (berkehendak). Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik.Fungsi Pengembangan. serasi. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. kemampuan. bakat. selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli. sosial.Fungsi Penyembuhan.Fungsi Penyesuaian. 4. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). kepala Sekolah/Madrasah dan staf. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Dalam melaksanakan fungsi ini. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. minat. memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat.Fungsi Perbaikan. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. memilih metode dan proses pembelajaran. belajar.Fungsi Adaptasi. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan.

Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli.B. baik anak-anak. lembaga-lembaga pemerintah/swasta. Dalam kenyataan masih ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. pendidikan. Mereka bekerja sebagai teamwork. 3. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. sosial. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. dan pekerjaan. dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk mempertimbangkan. dan masyarakat pada umumnya. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. menyesuaikan diri. 4.Prinsip Bimbingan dan Koneling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. tetapi juga di lingkungan keluarga.Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. Prinsip-prinsip itu adalah: 1. Setiap konseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). baik pria maupun wanita. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. memberikan dorongan. maupun dewasa. karena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. 6. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan.Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. remaja. . Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan.Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli. Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan.Bimbingan menekankan hal yang positif. dan peluang untuk berkembang. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan.Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya. 5. dan melalui bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. 2. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. yaitu meliputi aspek pribadi. perusahaan/industri. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah.

Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Pelayanan yang berkenaan dengan ³masa depan atau kondisi masa lampau pun´ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. 5. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan .Asas keterbukaan. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli.Asas kegiatan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan.Asas kemandirian. saling menunjang. 4.Asas Kekinian. 8. harmonis. guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya.Asas Keterpaduan. yakni: konseli (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. 2.Asas Kedinamisan. 1. 3. 6. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Agar konseli dapat terbuka. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. dan terpadu. 7. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. tidak monoton.C.Asas kesukarelaan. mampu mengambil keputusan.Asas Kerahasiaan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju.

Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. memiliki pengetahuan dan ketrampilan.Asas Alih Tangan Kasus. Lebih jauh. dan kebiasaan yang berlaku. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. yang beriman. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional.Asas Keahlian.Tujuan Bimbingan dan Konseling 1. yaitu nilai dan norma agama. D. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Depdikbud. menghayati. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerjayang produktif. kesehatan jasmani dan rohani.Tujuan Umum Tujuan umum dari layanan Bimbingan dan Konseling adalah sesuai dengan tujuan pendidikan sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Tahun 1989 (UU No. adat istiadat. yaitu terwujudnya manusia Indonesia seutuhnyayang cerdas. ilmu pengetahuan. Tujuan Khusus Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lainlain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. 2/1989).pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. 11. 9. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan konseli (konseli) memahami.Asas Keharmonisan.Bimbingan pribadi ± sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi ± sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. hukum dan peraturan. 2. 1994 : 5). sosial. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. Dalam hal ini. dan bertanggung-jawab. mandiri. belajar dan karier. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dalam aspek tugas perkembangan pribadi ± sosial layanan Bimbingan dan Konseling membantu siswa agar : . 10. atau ahli lain . guru-guru lain.

(6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin.a)Memiliki kesadaran diri. tempat kerja. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. baik dalam kehidupan pribadi. yaitu kecenderungan arah karier d)Mengenal ketrampilan. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan di dalam lingkungan kerja b)Mampu merencanakan masa depan c)Dapat membentuk pola-pola karier. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. 1. keluarga. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. kemampuan dan minat Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar konseli dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. b)Dapat mengembangkan sikap positif. . Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli adalah: Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. c)Membuat pilihan secara sehat d)Mampu menghargai orang lain e)Memiliki rasa tanggung jawab f)Mengembangkan ketrampilan hubungan antar pribadi g)Dapat menyelesaikan konflik h)Dapat membuat keputusan secara efektif Dalam aspek tugas perkembangan belajar. dan tugas-tugas perkem-bangannya. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. maupun masyarakat pada umumnya. pergaulan dengan teman sebaya. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. layanan Bimbingan dan Konseling membantu siswa agar : a)Dapat melaksanakan ketrampilan atau belajar secara efektif b)Dapat menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan c)Mampu belajar secara efektif d)Memiliki ketrampilan dan kemampuan dalam menghadapi evaluasi/ujian Dalam aspek tugas perkembangan karier. Sekolah/Madrasah. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. belajar (akademik). dan karir. layanan Bimbingan dan Konseling membantu siswa agar : a)Mampu membentuk identitas karier. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. seperti menggambarkan orang-orang yang mereka senangi. masyarakat. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. kekuatan. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. yaitu menggambarkan penampilan dan mengenal kekhususan yang ada pada dirinya. maupun lingkungan kerja.

Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. atau silaturahim dengan sesama manusia. baik fisik maupun psikis. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. mengggunakan kamus. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. seperti kebiasaan membaca buku. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. dengan cara mengenali ciri-ciri . dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. 2. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. 3. mencatat pelajaran. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. disiplin dalam belajar. menghormati atau menghargai orang lain. dan sesuai dengan norma agama. Memiliki rasa tanggung jawab. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah : Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. tanpa merasa rendah diri. persaudaraan. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan. seperti keterampilan membaca buku. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. mengerjakan tugas-tugas. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. asal bermakna bagi dirinya.Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah : Memiliki pemahaman diri (kemampuan. seperti membuat jadwal belajar. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu.

yaitu kemampuan dan kecakapan membaca. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. . Dapat membentuk pola-pola karir. sesama. keluarga . kemampuan. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. dan kesejahteraan kerja. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat.proses yang terpenting dalam pentingnya bimbingan adalah proses penemuan diri sendiri. yaitu kecenderungan arah karir. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. prospek kerja. asas manakah yang sering diabaikan. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. atau di dilanggar oleh seorang Konselor? Dan apakah akibatnya? Bagian III Perlunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah A.kreatifitas. Oleh karena itu. kemampuan dan minat. Kepada anak.pengetahuan umum serta perkembangan kepribadian. Bimbingan itu sendiri dapat diartikan suatu bagian integral dalam keseluruhan program pendidikan yang mempunyai fungsi positif.menulis dan berhitung. Esay/ Uraian: Secara umum dalam proses Bimbingan dan konseling.penuh inisiatif. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir.bukan hanya suatu kekuatan kolektif. Bimbingan yang akan Saudara lakukan dalam satu minggu ini. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya.pekerjaan.mengembangkan kemampuan anak untuk memahami diri sendiri dan meerapkannya dalam situasi mendatang. Apabila seorang konseli bercita-cita menjadi seorang guru. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut.dan kepemimpinan. Proyek/ Penugasan: Laporkan dalam bentuk tertulis.ketrampilan serta sikap bertanggung jawab guru sekolah dasar memegang peranan dan memikul tanggung jawab untuk memahami anak dan membantu perkembangan social pribadi anak.yaitu sikap terbuka terhadap orang lain. Unjuk Kerja: Lakukan Bimbingan terhadap teman dekatmu. sesuai dengan salah satu tujuan Bimbingan dan Konseling di atas! 3. dengan salah satu fungsi Bimbingan sebagaimana tersebut di atas! 2. Tujuan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar Sekolah dasar bertanggung jawab memberikan pengalaman-pengalaman dasar kepada anak. Pendalaman materi I. Mengenal keterampilan. Hal tersebut akan membantu anak mengadakan penyesuaian terhadap situasi baru.

karena secara sekilas tujuan kurikulum menekankan penyiapan peserta didik (sekolah menengah umum/SMU) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau penyiapan peserta didik (sekolah menengah kejuruan/SMK) agar sanggup memasuki dunia kerja. masa depan anak masih terbuka sehingga dapat belajar mengenali diri sendiri dan dapat menghadapi suatu masalah dikemudian hari. Bimbingan tidak hanya pada anak yang bermasalah melai8nkan pandangan bimbingan dewasa ini yaitu menyediakan suasana atau situasi perkembangan yang baik. orang tua murid sering berhubungan dengan guru dan mudah dibentuk hubungan tersebut. c. Kenyataan ini sulit dimungkiri. atau persentase kelanjutan ke perguruan tinggi negeri.tindakan preventif di sekolah dasar Tuntutan untuk mengadakan identifikasi secara awal diakui kebenarannya oleh para ahli bimbingan karena: a.minat dan kemampuan yang harus berkembang.Bimbingan bukan lagi suatu tindakan yang bersifat hanya mengatasi setiap krisis yang dihadapi oleh anak. 1. kepribadian anak masih luwes. Peran konselor dengan lembaga bimbingan konseling (BK) direduksi sekadar sebagai polisi sekolah.mudah terbentuk dan masih akan banyak mengalami perkembangan. tingginya nilai Ujian Nasional.tetapi juga merupakan suatu pemikiran tentang perkembangan anak sebagai pribadi dengan segala kebutuhan. Bimbingan konseling yang sebenarnya paling potensial . Bimbingan Konseling di Sekolah Mengah Tujuan pendidikan menengah acap kali dibiaskan oleh pandangan umum. demi mutu keberhasilanakademis seperti persentase lulusan. 2. Betapa pembentukan pribadi.untuk menghadapi perubahan dan perkembangan pendidikan yang terus menerus perlu adanya penyuluhan untuk menumbahkan motivasi dan menciptakan situasi balajar dengan baik sehingga diperoleh kreatifitas dan kepemimpinan yang positif pada aktrifitas melalui penyuluhan kepada orang tua dan murid. Kesiapan disekolah dasar Konsep psikologi belajar mengenai kesiapan belajar menunjukan bahwa hambatan pendidikan dapat timbul jika kurikulum diberikan kepada anak terlalu cepat/terlalu lambat. Situasi demikian diperparah oleh kerancuan peran di setiap sekolah. Akibatnya. Penyiapan peserta didik demi melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi akan melulu memperhatikan sisi materi pelajaran. proses pendidikan di jenjang sekolah menengah akan kehilangan bobot dalam proses pembentukan pribadi. pengasahan nilai-nilai kehidupan (values) dan pemeliharaan kepribadian siswa (cura personalis) terabaikan. agar para lulusannya dapat lolos tes masuk perguruan tinggi.orang tua juga aktif pendidikan anaknya disekolah. pendampingan pribadi.sehingga setiap anak di sekolah dapat terdorong semangat blejarnya dan dapat mengembangkan pribadinya sebik mungkin dan terhindar dari praktik-praktik yang merusak perkembangan anak itu sendiri.belum menemukan banyak masalh hidup. B. b.

jika BK didukung oleh mekanisme struktural di suatu sekolah. dalam perkembangan belajar di sekolah (perkembangan akademis). merujuk pada rumusan Winkel untuk menunjukkan hakikat bimbingan konseling di sekolah yang dapat mendampingi siswa dalam beberapa hal. Wakil kepala sekolah bagian kesiswaan dihadirkan untuk mengambil peran disipliner dan hal-hal yang berkait dengan ketertiban serta penegakan tata tertib. Siswa mbolosan. cacian. BK diposisikan sebagai ³musuh´ bagi siswa bermasalah atau nakal. Pemilahan peran demikian memungkinkan BK optimal dalam banyak hal yang bersifat reward atau peneguhan. mengatasi masalah pribadi yang mengganggu belajar di sekolah dan terlalu mempersukar hubungan dengan orang lain. dan segala sumpah-serapah kemarahan jika membuat kekeliruan. berkelahi. pakaian tidak tertib. Jika tidak demikian. ditempatkan dalam konteks tindakan-tindakan yang menyangkut disipliner siswa. Akibatnya. mengurus perpustakaan. ruang BK sekadar bagian dari perpustakaan (yang disekat tirai). jaga kantin.menggarap pemeliharaan pribadi-pribadi. Namun. Tantangan pertama untuk memulai suatu proses pendampingan pribadi yang ideal justru datang dari faktor-faktor instrinsik sekolah sendiri. Keempat. sekarang maupun kelak. Pertama. memarahi. maka semakin lengkaplah pembentukan pribadi-pribadi yang tidak seimbang yang akibatnya semakin kompleks dan sulit untuk ditangani. Dengan kata lain. Ada kekhawatiran bahwa konselor akan memakan ³gaji buta´. Padahal. mengenal diri sendiri dan mengerti kemungkinan-kemungkinan yang terbuka bagi mereka. Kepala sekolah kurang tahu apa yang harus mereka perbuat dengan konselor atau guru-guru BK. berapa jumlah sekolah yang mampu (baca: mau!) menyediakan ruang konseling memadai. betapa pendampingan pribadi menuntut proses administratif dalam penanganannya. atau layaknya ruang sempit di pojok dekat gudang dan . Tidak jarang dijumpai. Proses cura personalis di sekolah dapat dimulai dengan menegaskan pemilahan peran yang saling berkomplemen. kering pujian. atau jika tidak demikian hitungan honor atau penggajiannya terus dipersoalkan jumlahnya. Bisa dihitung dengan jari. bukan lagi konselor yang menegur dan memberi sanksi. Memanggil. Mendesak untuk diwujudkan. Jika seluruh komponen kependidikan di sekolah bertindak sebagai yang menghakimi dan memberikan vonis serta hukuman. atau yang mengaburkan cita-cita hidup. serta menyusun rencana yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Bimbingan konseling dengan para konselornya disandingkan dengan bagian kesiswaan. sejarah. Sesama staf pengajar pun mengirikannya dengan tugas-tugas konselor yang dianggapnya penganggur terselubung. menentukan cita-cita dan tujuan dalam hidupnya. cercaan. BK lebih mudah terjebak dalam tindakan hukum-menghukum. menghukum adalah proses klasik yang menjadi label BK di banyak sekolah. jika melakukan hal-hal yang positif atau kebaikan. BK yang baru dilirik sebelah mata dalam proses pendidikan tampak dari ruangan yang disediakan. Kedua. Orang-orang muda di sekolah menengah lazimnya dihadapkan pada celaan. prinsip keseimbangan dalam pendampingan orangorang muda yang masih dalam tahap pencarian diri. pujian dan hukuman adalah dua hal yang mesti ada bersamasama. sanjungan atau peneguhan. Betapa ketimpangan ini membentuk pribadi-pribadi yang memiliki gambaran diri negatif belaka. Ketiga. Empat peran di atas dapat efektif. konselor mesti disampiri tugas-tugas mengajar keterampilan. Reward dan punishment.

dengan cara ini bisa diketahui tingkat dan jenis kesulitan atau kegagalan belajar yang dihadapi peserta didik. penuh keakraban sehingga tidak terjadi jurang pemisah antara guru pembimbing dengan peserta didik. seperti tes inteligensi. yang secara umum terdiri dari enam tahapan sebagai. Untuk memulai mewujudkan semua itu. Betapa mendesak untuk dikedepankan peran BK dengan mencoba menempatkan kembali pada posisi dan perannya yang hakiki. Menaruh harapan yang lebih besar pada BK dalam pendampingan pribadi. 5. 3. misalnya melalui kegiatan ekstra kurikuler. 2003) memberikan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi peserta didik yang diduga mebutuhkan layanan bimbingan dan konseling. layanan bimbingan dan konseling tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Di sekolah Menengah 3. 4.Melakukan analisis sosiometris. Pendalaman Materi : Jawablah Pertanyaan di bawah ini. .Melakukan analisis terhadap hasil belajar peserta didik.toilet. Hal ini dapat dilaksanakan melalui berbagai cara yang tidak hanya terbatas pada hubungan kegiatan belajar mengajar saja. sejauh mana keberhasilan Bimbingan dan Konseling untuk Sekolah menengah selama ini? Bagian IV Prosedur Bimbingan dan Konseling Secara Umum Sebagai sebuah layanan profesional. melakukan wawancara dengan memanggil semua peserta didik secara bergiliran sehingga dengan cara ini akan dapat ditemukan peserta didik yang benar-benar membutuhkan layanan konseling. tes bakat. Apakah tujuan Bimbingan dan Konseling untuk: a. menciptakan hubungan yang baik.Developing a desire for counseling. rekreasi dan situasi-situasi informal lainnya. 2. namun harus dilakukan secara tertib berdasarkan prosedur tertentu. menciptakan suasana yang menimbulkan ke arah penyadaran peserta didik akan masalah yang dihadapinya. Menurut pendapat Saudara. Identifikasi kasus Identifikasi kasus merupakan langkah awal untuk menemukan peserta didik yang diduga memerlukan layanan bimbingan dan konseling. yakni : 1.Call them approach. Misalnya dengan cara mendiskusikan dengan peserta didik yang bersangkutan tentang hasil dari suatu tes. Sebutkan Pentingnya Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah! 2. jika mengingat kurikulum dan segala orientasinya tetap saja menjunjung supremasi otak. dan hasil pengukuran lainnya untuk dianalisis bersama serta diupayakan berbagai tindak lanjutnya. Robinson (Abin Syamsuddin Makmun. sekarang ini begitu mendesak. butuh perubahan paradigma para kepala sekolah menengah dan semua pihak yang terlibat didalam proses kependidikan. sesuai perintahnya! 1. dengan cara ini dapat ditemukan peserta didik yang diduga mengalami kesulitan penyesuaian sosial.Maintain good relationship. yaitu: A. Di sekolah Dasar b.

ataupun out put belajarnya. E. baik yang bersifat direktif. dan (2) faktor eksternal. C. faktor yang besumber dari dalam diri peserta didik itu sendiri. seperti : kondisi jasmani dan kesehatan. seputar aspek : (1) jasmani dan kesehatan. Namun. berdasarkan pada keputusan yang diambil dalam langkah prognosis. (6) pendidikan dan pelajaran. Identifikasi Masalah Langkah ini merupakan upaya untuk memahami jenis. proses. . dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait dengan masalah yang dihadapi siswa untuk diminta bekerja sama guna membantu menangani kasus . (3) behavioral. melalui berbagai pendekatan layanan yang tersedia. permasalahan peserta didik dapat berkenaan dengan aspek : (1) substansial ± material. yaitu : (1) faktor internal. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar. dan atau (4) personality. kepribadian. seperti : lingkungan rumah. W. lingkungan sekolah termasuk didalamnya faktor guru dan lingkungan sosial dan sejenisnya. kecerdasan. Hal ini dilakukan dengan cara mengintegrasikan dan menginterpretasikan hasil-hasil langkah kedua dan ketiga. Treatment Langkah ini merupakan upaya untuk melaksanakan perbaikan atau penyembuhan atas masalah yang dihadapi klien. (8) hubungan muda-mudi. bakat. bisa dilihat dari segi input. Instrumen ini sangat membantu untuk menemukan kasus dan mendeteksi lokasi kesulitan yang dihadapi peserta didik. (2) diri pribadi. karakteristik kesulitan atau masalah yang dihadapi peserta didik. (9) keadaan dan hubungan keluarga.kasus yang dihadapi. non direktif maupun eklektik yang mengkombinasikan kedua pendekatan tersebut. jika permasalahannya menyangkut aspek-aspek kepribadian yang lebih mendalam dan lebih luas maka selayaknya tugas guru atau guru pembimbing/konselor sebatas hanya membuat rekomendasi kepada ahli yang lebih kompeten (referal atau alih tangan kasus). (5) karier dan pekerjaan. (3) hubungan sosial. emosi. dan (10) waktu senggang. telah mengembangkan suatu instrumen untuk melacak masalah peserta didik. nilai dan moral. sikap serta kondisi-kondisi psikis lainnya. (7) agama. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar faktor-faktor penyebab kegagalan belajar peserta didik. Prayitno dkk. Jika jenis dan sifat serta sumber permasalahannya masih berkaitan dengan sistem pembelajaran dan masih masih berada dalam kesanggupan dan kemampuan guru pembimbing atau konselor. (2) struktural ± fungsional.B. Burton membagi ke dalam dua faktor yang mungkin dapat menimbulkan kesulitan atau kegagalan belajar peserta didik.H. Proses mengambil keputusan pada tahap ini seyogyanya terlebih dahulu dilaksanakan konferensi kasus. dengan apa yang disebut Alat Ungkap Masalah (AUM). Untuk mengidentifikasi kasus dan masalah peserta didik. Prognosis Langkah ini dilakukan untuk memperkirakan apakah masalah yang dialami peserta didik masih mungkin untuk diatasi serta menentukan berbagai alternatif pemecahannya. Diagnosis Diagnosis merupakan upaya untuk menemukan faktor-faktor penyebab atau yang melatarbelakangi timbulnya masalah peserta didik. maka pemberian bantuan bimbingan dapat dilakukan oleh guru atau guru pembimbing itu sendiri (intervensi langsung). (4) ekonomi dan keuangan. D.

Peserta didik (klien) telah mulai menunjukkan kesediaan untuk menerima kenyataan diri dan masalahnya secara obyektif (self acceptance). 3. 9. sesuai dengan dasar pertimbangan dan keputusan yang telah diambilnya. 12. dan 3. Evaluasi dan Follow Up Cara manapun yang ditempuh.Peserta didik (klien) telah mampu menghindari secara preventif kemungkinankemungkinan faktor yang dapat membawanya ke dalam kesulitan.Peserta didik (klien) mulai menunjukkan kemampuannya dalam mempertimbangkan.Peserta didik (klien) telah menunjukkan kemampuan melakukan usaha ±usaha perbaikan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya.F. 2. 5.Peserta didik (klien) telah menyadari (to be aware of) atas adanya masalah yang dihadapi. Depdiknas (2003) telah memberikan kriteria-kriteria keberhasilan layanan bimbingan dan konseling yaitu: 1. dan kontributif secara akomodatif sehingga ia diterima dan mampu menjadi anggota kelompok yang efektif. 7. 11.Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peserta didik sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya.Peserta didik (klien) telah memahami (self insight) permasalahan yang dihadapi. 8.Peserta didik (klien) telah menurun ketegangan emosinya (emotion stress release).Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan.Peserta didik (klien) telah melai menunjukkan sikap keterbukaannya serta mau memahami dan menerima kenyataan lingkungannya secara obyektif.Berkembangnya pemahaman baru yang diperoleh peserta didik berkaitan dengan masalah yang dibahas. Robinson dalam Abin Syamsuddin Makmun (2004) mengemukakan beberapa kriteria dari keberhasilan dan efektivitas layanan yang telah diberikan. 2. Berkenaan dengan evaluasi bimbingan dan konseling. Pendalaman materi: Unjuk Kerja : Lakukan Bimbingan kepada salah satu rekan terdekat.Peserta didik (klien) telah menurun penentangan terhadap lingkungannya 6. produktif. diantaranya apabila: 1.Peserta didik (klien) telah menunjukkan sifat-sifat yang kreatif dan konstruktif. diantaranya apabila: 10. yang terbagi ke dalam kriteria yaitu kriteria keberhasilan yang tampak segera dan kriteria jangka panjang. Kriteria keberhasilan tampak segera. secara bergantian sesuai dengan prosedur Bimbingan dan Konseling secara umum! .Peserta didik (klien) telah menunjukkan kepuasan dan kebahagiaan dalam kehidupannya yang dihasilkan oleh tindakan dan usaha-usahanya. mengadakan pilihan dan mengambil keputusan secara sehat dan rasional. evaluasi atas usaha pemecahan masalah seyogyanya tetap dilakukan untuk melihat seberapa pengaruh tindakan bantuan (treatment) yang telah diberikan terhadap pemecahan masalah yang dihadapi peserta didik. Sementara itu.Sedangkan kriteria keberhasilan jangka panjang. 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->