BAHAN AJAR BIMBINGAN KONSELING Bagian I Pengertian Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling berasal dari dua

kata yaitu bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966:3) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan).

A. Pengertian Bimbingan Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dari seorang yang ahli, namun tidak sesederhana itu untuk memahami pengertian dari bimbingan. Pengertian tetang bimbingan formal telah diusahakan orang setidaknya sejak awal abad ke-20, yang diprakarsai oleh Frank Parson pada tahun 1908. Sejak itu muncul rumusan tetang bimbingan sesuai dengan perkembangan pelayanan bimbingan, sebagai suatu pekerjaan yang khas yang ditekuni oleh para peminat dan ahlinya. Pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli memberikan pengertian yang saling melengkapi satu sama lain. Maka untuk memahami pengertian dari bimbingan perlu mempertimbangkan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut : ³Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya´ (Frank Parson ,1951). Prayitno dan Erman Amti (2004:99) mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Sementara, Winkel (2005:27) mendefenisikan bimbingan: (1) suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri, (2) suatu cara untuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya, (3) sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup, (4) suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan di sekitarnya.

³Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik´ (Mathewson. ³Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu´ (Bernard & Fullmer .Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi. Pengertian ini menekankan bimbingan sebagai bentuk pendidikan dan pengembangan diri. dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya.. menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan berdasarkan norma-norma yang berlaku di lingkungan dimana individu tersebut tinggal.. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa ³. Dapat dipahami bahwa bimbingan membantu individu untuk mengaktualisasikan diri dengan lingkungannya. agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding). baik keluarga. kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan.1959). kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance). menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan. Pengertian ini masih sangat spesifik yang berorientasi karir. pengertian menitik beratkan pada pemahaman terhadap potensi diri yang dimiliki. Pengertian yang dikemukakan oleh Bernard & Fullmer bahwa bimbingan dilakukan untuk meningkatakan pewujudan diri individu. memilih. tujuan yang diinginkan diperoleh melalui proses belajar.1969). Mathewson mengemukakan bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan pada proses belajar. mengenal lingkungan. bahwa bimbingan adalah : ³Suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis.. ³Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri´ (Chiskolm. Dari beberapa pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli maka dapat diambil kesimpulan tentang pengertian bimbingan yang lebih luas. lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat´ . Dalam Peraturan Pemerintah No. Surya. Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa bimbingan pada prinsipnya adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu dalam hal memahami diri sendiri. (1975:15) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.1969). dan mencanakan masadepan´. yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu. sekolah dan masyarakat.I. Frank Parson merumuskan pengertian bimbingan dalam beberapa aspek yakni bimbingan diberikan kepada individu untuk memasuki suatu jabatan dan mencapai kemajuan dalam jabatan. Djumhur dan Moh. Pengertian bimbingan yang dikemukan oleh Chiskolm bahwa bimbingan membantu individu memahami dirinya sendiri.

Menurut Saudara. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. supaya tidak dialami oleh konseli. drop out. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi.Rumuskan menurut pemahaman Saudara tentang Arti Bimbingan dan Konseling. 2. informasi. . bagaimana Bimbingan dan Konseling dapat terjadi? 3.Obyek Jelas (kepada Siapa BK) c.Pengertian Konseling Sedangkan konseling menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:105) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.Tehniknya atau cara BK berlangsung. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. Sejalan dengan itu. dan norma agama). merokok. pekerjaan.Ada beberapa tujuan yang jelas dan realistis e. 2. Pendalaman Materi: 1. Melalui fungsi ini. penyalahgunaan obat-obatan. konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. dan bimbingan kelompok. yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. yang meliputi unsur-unsur di bawah ini: a. Berdasarkan pengertian konseling di atas dapat dipahami bahwa konseling adalah usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.Subyek (Konsolor yang seperti apa) d. teratasinya masalah yang dihadapi oleh konseli/klien. Winkel (2005:34) mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Dengan kata lain. Asas Bimbingan dan Tujuan Bimbingan Konseling A. Prinsip. Fungsi Pemahaman.Fungsi Preventif.B.Ada Proses ( Proses apa) Untuk mencapai tujuan b.Fungsi Bimbingan : 1. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. diantaranya : bahayanya minuman keras. Berdasarkan pemahaman ini.Tulis pengalaman Saudara dalam Bimbingan konseling! Bagian II Fungsi.

baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. maupun karir. belajar. jurusan atau program studi. memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.Fungsi Penyaluran. memilih metode dan proses pembelajaran. 9. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. baik menyangkut aspek pribadi. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. 6. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). home room. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya.Fungsi Penyembuhan. 4. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli.Fungsi Fasilitasi. rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif. dan karyawisata.Fungsi Pengembangan. konselor. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik. minat. rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli . 10.Fungsi Pemeliharaan. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. yang memfasilitasi perkembangan konseli. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir. sosial. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. 5.Fungsi Adaptasi. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat. 7.Fungsi Perbaikan. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. tutorial. 3. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler. bakat.Fungsi Penyesuaian. kemampuan. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. dan remedial teaching. dan kebutuhan konseli. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. Dalam melaksanakan fungsi ini.dan pergaulan bebas (free sex). serasi. 8. berperasaan dan bertindak (berkehendak). Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah.

dan masyarakat pada umumnya. 3. Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. 5. Dalam kenyataan masih ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. remaja. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan.Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. 2. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Mereka bekerja sebagai teamwork. memberikan dorongan. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. sosial.Bimbingan menekankan hal yang positif. pendidikan. menyesuaikan diri. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. tetapi juga di lingkungan keluarga. dan peluang untuk berkembang. yaitu meliputi aspek pribadi. Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan.Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. Setiap konseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah.Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif).Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli. dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk mempertimbangkan. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. baik pria maupun wanita. karena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. Prinsip-prinsip itu adalah: 1. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli. 6. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual).Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. 4. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli. perusahaan/industri. lembaga-lembaga pemerintah/swasta. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. dan melalui bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. maupun dewasa. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. baik anak-anak. dan pekerjaan. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. .B.Prinsip Bimbingan dan Koneling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat.

1. yakni: konseli (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. Agar konseli dapat terbuka.Asas kegiatan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang.C. 6. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan . yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri.Asas Kekinian. tidak monoton. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. 2. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling.Asas kesukarelaan. mampu mengambil keputusan. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. 4. Pelayanan yang berkenaan dengan ³masa depan atau kondisi masa lampau pun´ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang.Asas kemandirian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. 3. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. 8. saling menunjang. dan terpadu. 5. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli.Asas Kerahasiaan. 7. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut.Asas Kedinamisan. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut.Asas Keterpaduan.Asas keterbukaan. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. harmonis.

para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. adat istiadat. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. atau ahli lain . yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Depdikbud. mandiri.Tujuan Umum Tujuan umum dari layanan Bimbingan dan Konseling adalah sesuai dengan tujuan pendidikan sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Tahun 1989 (UU No. 9. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. yaitu terwujudnya manusia Indonesia seutuhnyayang cerdas. yaitu nilai dan norma agama. hukum dan peraturan. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerjayang produktif.Asas Alih Tangan Kasus. menghayati. 2/1989). 11. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan konseli (konseli) memahami. D.Asas Keahlian. Lebih jauh. Tujuan Khusus Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. memiliki pengetahuan dan ketrampilan.Tujuan Bimbingan dan Konseling 1. belajar dan karier.Asas Keharmonisan. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. kesehatan jasmani dan rohani. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. yang beriman. 2. 10. sosial. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lainlain. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. dan bertanggung-jawab.Bimbingan pribadi ± sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi ± sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. Dalam hal ini. dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. dan kebiasaan yang berlaku. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Dalam aspek tugas perkembangan pribadi ± sosial layanan Bimbingan dan Konseling membantu siswa agar : .pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. 1994 : 5). ilmu pengetahuan. guru-guru lain.

pergaulan dengan teman sebaya.a)Memiliki kesadaran diri. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. c)Membuat pilihan secara sehat d)Mampu menghargai orang lain e)Memiliki rasa tanggung jawab f)Mengembangkan ketrampilan hubungan antar pribadi g)Dapat menyelesaikan konflik h)Dapat membuat keputusan secara efektif Dalam aspek tugas perkembangan belajar. baik dalam kehidupan pribadi. dan karir. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. layanan Bimbingan dan Konseling membantu siswa agar : a)Dapat melaksanakan ketrampilan atau belajar secara efektif b)Dapat menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan c)Mampu belajar secara efektif d)Memiliki ketrampilan dan kemampuan dalam menghadapi evaluasi/ujian Dalam aspek tugas perkembangan karier. layanan Bimbingan dan Konseling membantu siswa agar : a)Mampu membentuk identitas karier. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. . kemampuan dan minat Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar konseli dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli adalah: Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan di dalam lingkungan kerja b)Mampu merencanakan masa depan c)Dapat membentuk pola-pola karier. 1. yaitu kecenderungan arah karier d)Mengenal ketrampilan. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. keluarga. kekuatan. dan tugas-tugas perkem-bangannya. masyarakat. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. yaitu menggambarkan penampilan dan mengenal kekhususan yang ada pada dirinya. b)Dapat mengembangkan sikap positif. maupun lingkungan kerja. seperti menggambarkan orang-orang yang mereka senangi. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. maupun masyarakat pada umumnya. tempat kerja. Sekolah/Madrasah. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. belajar (akademik). (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya.

yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. seperti keterampilan membaca buku. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. dengan cara mengenali ciri-ciri . seperti membuat jadwal belajar. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. atau silaturahim dengan sesama manusia. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan. 2. 3. asal bermakna bagi dirinya. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. disiplin dalam belajar. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. tanpa merasa rendah diri. Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. mencatat pelajaran. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah : Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar.Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. persaudaraan. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. seperti kebiasaan membaca buku. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. Memiliki rasa tanggung jawab. Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. menghormati atau menghargai orang lain. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. dan sesuai dengan norma agama. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. mengerjakan tugas-tugas. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah : Memiliki pemahaman diri (kemampuan. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. baik fisik maupun psikis. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. mengggunakan kamus.

Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki.ketrampilan serta sikap bertanggung jawab guru sekolah dasar memegang peranan dan memikul tanggung jawab untuk memahami anak dan membantu perkembangan social pribadi anak. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.dan kepemimpinan.proses yang terpenting dalam pentingnya bimbingan adalah proses penemuan diri sendiri. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. Tujuan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar Sekolah dasar bertanggung jawab memberikan pengalaman-pengalaman dasar kepada anak. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. prospek kerja. Proyek/ Penugasan: Laporkan dalam bentuk tertulis. atau di dilanggar oleh seorang Konselor? Dan apakah akibatnya? Bagian III Perlunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah A. Apabila seorang konseli bercita-cita menjadi seorang guru. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. Mengenal keterampilan. asas manakah yang sering diabaikan. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. Pendalaman materi I. Dapat membentuk pola-pola karir.yaitu sikap terbuka terhadap orang lain. kemampuan.pengetahuan umum serta perkembangan kepribadian.yaitu kemampuan dan kecakapan membaca. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. Bimbingan yang akan Saudara lakukan dalam satu minggu ini.mengembangkan kemampuan anak untuk memahami diri sendiri dan meerapkannya dalam situasi mendatang.kreatifitas. Unjuk Kerja: Lakukan Bimbingan terhadap teman dekatmu. keluarga . maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. sesama. dengan salah satu fungsi Bimbingan sebagaimana tersebut di atas! 2. Bimbingan itu sendiri dapat diartikan suatu bagian integral dalam keseluruhan program pendidikan yang mempunyai fungsi positif. Oleh karena itu. Kepada anak.penuh inisiatif. sesuai dengan salah satu tujuan Bimbingan dan Konseling di atas! 3. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. Hal tersebut akan membantu anak mengadakan penyesuaian terhadap situasi baru. kemampuan dan minat. . yaitu kecenderungan arah karir. dan kesejahteraan kerja. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan.menulis dan berhitung.bukan hanya suatu kekuatan kolektif. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. Esay/ Uraian: Secara umum dalam proses Bimbingan dan konseling.pekerjaan.

Situasi demikian diperparah oleh kerancuan peran di setiap sekolah. agar para lulusannya dapat lolos tes masuk perguruan tinggi. tingginya nilai Ujian Nasional.untuk menghadapi perubahan dan perkembangan pendidikan yang terus menerus perlu adanya penyuluhan untuk menumbahkan motivasi dan menciptakan situasi balajar dengan baik sehingga diperoleh kreatifitas dan kepemimpinan yang positif pada aktrifitas melalui penyuluhan kepada orang tua dan murid. proses pendidikan di jenjang sekolah menengah akan kehilangan bobot dalam proses pembentukan pribadi. atau persentase kelanjutan ke perguruan tinggi negeri. Peran konselor dengan lembaga bimbingan konseling (BK) direduksi sekadar sebagai polisi sekolah. Kenyataan ini sulit dimungkiri.tindakan preventif di sekolah dasar Tuntutan untuk mengadakan identifikasi secara awal diakui kebenarannya oleh para ahli bimbingan karena: a.Bimbingan bukan lagi suatu tindakan yang bersifat hanya mengatasi setiap krisis yang dihadapi oleh anak.minat dan kemampuan yang harus berkembang. pendampingan pribadi. pengasahan nilai-nilai kehidupan (values) dan pemeliharaan kepribadian siswa (cura personalis) terabaikan.belum menemukan banyak masalh hidup. Betapa pembentukan pribadi.orang tua juga aktif pendidikan anaknya disekolah. Bimbingan konseling yang sebenarnya paling potensial . karena secara sekilas tujuan kurikulum menekankan penyiapan peserta didik (sekolah menengah umum/SMU) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau penyiapan peserta didik (sekolah menengah kejuruan/SMK) agar sanggup memasuki dunia kerja.sehingga setiap anak di sekolah dapat terdorong semangat blejarnya dan dapat mengembangkan pribadinya sebik mungkin dan terhindar dari praktik-praktik yang merusak perkembangan anak itu sendiri. demi mutu keberhasilanakademis seperti persentase lulusan. B. c.mudah terbentuk dan masih akan banyak mengalami perkembangan. kepribadian anak masih luwes. Akibatnya. 1. 2.tetapi juga merupakan suatu pemikiran tentang perkembangan anak sebagai pribadi dengan segala kebutuhan. orang tua murid sering berhubungan dengan guru dan mudah dibentuk hubungan tersebut. Bimbingan tidak hanya pada anak yang bermasalah melai8nkan pandangan bimbingan dewasa ini yaitu menyediakan suasana atau situasi perkembangan yang baik. Penyiapan peserta didik demi melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi akan melulu memperhatikan sisi materi pelajaran. Kesiapan disekolah dasar Konsep psikologi belajar mengenai kesiapan belajar menunjukan bahwa hambatan pendidikan dapat timbul jika kurikulum diberikan kepada anak terlalu cepat/terlalu lambat. Bimbingan Konseling di Sekolah Mengah Tujuan pendidikan menengah acap kali dibiaskan oleh pandangan umum. masa depan anak masih terbuka sehingga dapat belajar mengenali diri sendiri dan dapat menghadapi suatu masalah dikemudian hari. b.

sekarang maupun kelak. Orang-orang muda di sekolah menengah lazimnya dihadapkan pada celaan. cercaan. jaga kantin. Sesama staf pengajar pun mengirikannya dengan tugas-tugas konselor yang dianggapnya penganggur terselubung. dan segala sumpah-serapah kemarahan jika membuat kekeliruan. merujuk pada rumusan Winkel untuk menunjukkan hakikat bimbingan konseling di sekolah yang dapat mendampingi siswa dalam beberapa hal. Dengan kata lain. Kepala sekolah kurang tahu apa yang harus mereka perbuat dengan konselor atau guru-guru BK. Ketiga. atau jika tidak demikian hitungan honor atau penggajiannya terus dipersoalkan jumlahnya.menggarap pemeliharaan pribadi-pribadi. atau yang mengaburkan cita-cita hidup. serta menyusun rencana yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan itu. cacian. maka semakin lengkaplah pembentukan pribadi-pribadi yang tidak seimbang yang akibatnya semakin kompleks dan sulit untuk ditangani. prinsip keseimbangan dalam pendampingan orangorang muda yang masih dalam tahap pencarian diri. Wakil kepala sekolah bagian kesiswaan dihadirkan untuk mengambil peran disipliner dan hal-hal yang berkait dengan ketertiban serta penegakan tata tertib. atau layaknya ruang sempit di pojok dekat gudang dan . BK lebih mudah terjebak dalam tindakan hukum-menghukum. Tantangan pertama untuk memulai suatu proses pendampingan pribadi yang ideal justru datang dari faktor-faktor instrinsik sekolah sendiri. bukan lagi konselor yang menegur dan memberi sanksi. mengurus perpustakaan. mengenal diri sendiri dan mengerti kemungkinan-kemungkinan yang terbuka bagi mereka. Bimbingan konseling dengan para konselornya disandingkan dengan bagian kesiswaan. Memanggil. Pemilahan peran demikian memungkinkan BK optimal dalam banyak hal yang bersifat reward atau peneguhan. Akibatnya. menghukum adalah proses klasik yang menjadi label BK di banyak sekolah. pakaian tidak tertib. menentukan cita-cita dan tujuan dalam hidupnya. Siswa mbolosan. Proses cura personalis di sekolah dapat dimulai dengan menegaskan pemilahan peran yang saling berkomplemen. kering pujian. Ada kekhawatiran bahwa konselor akan memakan ³gaji buta´. Kedua. ditempatkan dalam konteks tindakan-tindakan yang menyangkut disipliner siswa. berapa jumlah sekolah yang mampu (baca: mau!) menyediakan ruang konseling memadai. Jika seluruh komponen kependidikan di sekolah bertindak sebagai yang menghakimi dan memberikan vonis serta hukuman. berkelahi. mengatasi masalah pribadi yang mengganggu belajar di sekolah dan terlalu mempersukar hubungan dengan orang lain. pujian dan hukuman adalah dua hal yang mesti ada bersamasama. konselor mesti disampiri tugas-tugas mengajar keterampilan. dalam perkembangan belajar di sekolah (perkembangan akademis). Bisa dihitung dengan jari. Jika tidak demikian. Reward dan punishment. Keempat. jika melakukan hal-hal yang positif atau kebaikan. BK diposisikan sebagai ³musuh´ bagi siswa bermasalah atau nakal. betapa pendampingan pribadi menuntut proses administratif dalam penanganannya. sejarah. ruang BK sekadar bagian dari perpustakaan (yang disekat tirai). Betapa ketimpangan ini membentuk pribadi-pribadi yang memiliki gambaran diri negatif belaka. jika BK didukung oleh mekanisme struktural di suatu sekolah. Namun. Tidak jarang dijumpai. Mendesak untuk diwujudkan. BK yang baru dilirik sebelah mata dalam proses pendidikan tampak dari ruangan yang disediakan. Empat peran di atas dapat efektif. sanjungan atau peneguhan. Pertama. Padahal. memarahi.

butuh perubahan paradigma para kepala sekolah menengah dan semua pihak yang terlibat didalam proses kependidikan.Melakukan analisis sosiometris. Betapa mendesak untuk dikedepankan peran BK dengan mencoba menempatkan kembali pada posisi dan perannya yang hakiki. Untuk memulai mewujudkan semua itu. Menaruh harapan yang lebih besar pada BK dalam pendampingan pribadi. 3. penuh keakraban sehingga tidak terjadi jurang pemisah antara guru pembimbing dengan peserta didik. 2003) memberikan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi peserta didik yang diduga mebutuhkan layanan bimbingan dan konseling. Apakah tujuan Bimbingan dan Konseling untuk: a. Di sekolah Dasar b. rekreasi dan situasi-situasi informal lainnya. tes bakat.Developing a desire for counseling. yakni : 1. namun harus dilakukan secara tertib berdasarkan prosedur tertentu. 4. dengan cara ini dapat ditemukan peserta didik yang diduga mengalami kesulitan penyesuaian sosial.Maintain good relationship. misalnya melalui kegiatan ekstra kurikuler. melakukan wawancara dengan memanggil semua peserta didik secara bergiliran sehingga dengan cara ini akan dapat ditemukan peserta didik yang benar-benar membutuhkan layanan konseling. dan hasil pengukuran lainnya untuk dianalisis bersama serta diupayakan berbagai tindak lanjutnya. 2. jika mengingat kurikulum dan segala orientasinya tetap saja menjunjung supremasi otak. Sebutkan Pentingnya Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah! 2. Menurut pendapat Saudara. yaitu: A. Hal ini dapat dilaksanakan melalui berbagai cara yang tidak hanya terbatas pada hubungan kegiatan belajar mengajar saja.toilet.Call them approach. sesuai perintahnya! 1. Pendalaman Materi : Jawablah Pertanyaan di bawah ini. menciptakan suasana yang menimbulkan ke arah penyadaran peserta didik akan masalah yang dihadapinya. sekarang ini begitu mendesak. yang secara umum terdiri dari enam tahapan sebagai. sejauh mana keberhasilan Bimbingan dan Konseling untuk Sekolah menengah selama ini? Bagian IV Prosedur Bimbingan dan Konseling Secara Umum Sebagai sebuah layanan profesional. Di sekolah Menengah 3. . 5. Robinson (Abin Syamsuddin Makmun. menciptakan hubungan yang baik. Misalnya dengan cara mendiskusikan dengan peserta didik yang bersangkutan tentang hasil dari suatu tes. layanan bimbingan dan konseling tidak dapat dilakukan secara sembarangan.Melakukan analisis terhadap hasil belajar peserta didik. seperti tes inteligensi. dengan cara ini bisa diketahui tingkat dan jenis kesulitan atau kegagalan belajar yang dihadapi peserta didik. Identifikasi kasus Identifikasi kasus merupakan langkah awal untuk menemukan peserta didik yang diduga memerlukan layanan bimbingan dan konseling.

Dalam konteks Proses Belajar Mengajar faktor-faktor penyebab kegagalan belajar peserta didik. bakat.H.kasus yang dihadapi. lingkungan sekolah termasuk didalamnya faktor guru dan lingkungan sosial dan sejenisnya. jika permasalahannya menyangkut aspek-aspek kepribadian yang lebih mendalam dan lebih luas maka selayaknya tugas guru atau guru pembimbing/konselor sebatas hanya membuat rekomendasi kepada ahli yang lebih kompeten (referal atau alih tangan kasus).B. (3) behavioral. faktor yang besumber dari dalam diri peserta didik itu sendiri. emosi. dan atau (4) personality. seputar aspek : (1) jasmani dan kesehatan. telah mengembangkan suatu instrumen untuk melacak masalah peserta didik. . proses. Jika jenis dan sifat serta sumber permasalahannya masih berkaitan dengan sistem pembelajaran dan masih masih berada dalam kesanggupan dan kemampuan guru pembimbing atau konselor. (6) pendidikan dan pelajaran. Prognosis Langkah ini dilakukan untuk memperkirakan apakah masalah yang dialami peserta didik masih mungkin untuk diatasi serta menentukan berbagai alternatif pemecahannya. Prayitno dkk. Untuk mengidentifikasi kasus dan masalah peserta didik. Burton membagi ke dalam dua faktor yang mungkin dapat menimbulkan kesulitan atau kegagalan belajar peserta didik. Proses mengambil keputusan pada tahap ini seyogyanya terlebih dahulu dilaksanakan konferensi kasus. dan (2) faktor eksternal. seperti : kondisi jasmani dan kesehatan. non direktif maupun eklektik yang mengkombinasikan kedua pendekatan tersebut. E. (2) struktural ± fungsional. (8) hubungan muda-mudi. maka pemberian bantuan bimbingan dapat dilakukan oleh guru atau guru pembimbing itu sendiri (intervensi langsung). Namun. seperti : lingkungan rumah. Treatment Langkah ini merupakan upaya untuk melaksanakan perbaikan atau penyembuhan atas masalah yang dihadapi klien. nilai dan moral. dengan apa yang disebut Alat Ungkap Masalah (AUM). melalui berbagai pendekatan layanan yang tersedia. permasalahan peserta didik dapat berkenaan dengan aspek : (1) substansial ± material. yaitu : (1) faktor internal. ataupun out put belajarnya. (5) karier dan pekerjaan. karakteristik kesulitan atau masalah yang dihadapi peserta didik. (7) agama. Instrumen ini sangat membantu untuk menemukan kasus dan mendeteksi lokasi kesulitan yang dihadapi peserta didik. bisa dilihat dari segi input. (4) ekonomi dan keuangan. kepribadian. Identifikasi Masalah Langkah ini merupakan upaya untuk memahami jenis. W. (2) diri pribadi. D. (3) hubungan sosial. kecerdasan. dan (10) waktu senggang. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar. berdasarkan pada keputusan yang diambil dalam langkah prognosis. baik yang bersifat direktif. sikap serta kondisi-kondisi psikis lainnya. (9) keadaan dan hubungan keluarga. Diagnosis Diagnosis merupakan upaya untuk menemukan faktor-faktor penyebab atau yang melatarbelakangi timbulnya masalah peserta didik. dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait dengan masalah yang dihadapi siswa untuk diminta bekerja sama guna membantu menangani kasus . Hal ini dilakukan dengan cara mengintegrasikan dan menginterpretasikan hasil-hasil langkah kedua dan ketiga. C.

Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peserta didik sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya.Peserta didik (klien) telah menunjukkan sifat-sifat yang kreatif dan konstruktif.Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan.Peserta didik (klien) telah mulai menunjukkan kesediaan untuk menerima kenyataan diri dan masalahnya secara obyektif (self acceptance).Peserta didik (klien) telah menunjukkan kemampuan melakukan usaha ±usaha perbaikan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya.Berkembangnya pemahaman baru yang diperoleh peserta didik berkaitan dengan masalah yang dibahas. produktif. 4. diantaranya apabila: 1. Berkenaan dengan evaluasi bimbingan dan konseling. secara bergantian sesuai dengan prosedur Bimbingan dan Konseling secara umum! . diantaranya apabila: 10. Kriteria keberhasilan tampak segera.Peserta didik (klien) telah menyadari (to be aware of) atas adanya masalah yang dihadapi. Robinson dalam Abin Syamsuddin Makmun (2004) mengemukakan beberapa kriteria dari keberhasilan dan efektivitas layanan yang telah diberikan.Peserta didik (klien) telah menurun ketegangan emosinya (emotion stress release). 12. 9. 2. Evaluasi dan Follow Up Cara manapun yang ditempuh.Peserta didik (klien) telah mampu menghindari secara preventif kemungkinankemungkinan faktor yang dapat membawanya ke dalam kesulitan. 3. sesuai dengan dasar pertimbangan dan keputusan yang telah diambilnya. 8. mengadakan pilihan dan mengambil keputusan secara sehat dan rasional. dan 3. Sementara itu. 5.Peserta didik (klien) telah melai menunjukkan sikap keterbukaannya serta mau memahami dan menerima kenyataan lingkungannya secara obyektif. 7. 11. evaluasi atas usaha pemecahan masalah seyogyanya tetap dilakukan untuk melihat seberapa pengaruh tindakan bantuan (treatment) yang telah diberikan terhadap pemecahan masalah yang dihadapi peserta didik.Peserta didik (klien) telah menunjukkan kepuasan dan kebahagiaan dalam kehidupannya yang dihasilkan oleh tindakan dan usaha-usahanya. dan kontributif secara akomodatif sehingga ia diterima dan mampu menjadi anggota kelompok yang efektif. yang terbagi ke dalam kriteria yaitu kriteria keberhasilan yang tampak segera dan kriteria jangka panjang.F.Peserta didik (klien) telah memahami (self insight) permasalahan yang dihadapi. Depdiknas (2003) telah memberikan kriteria-kriteria keberhasilan layanan bimbingan dan konseling yaitu: 1.Sedangkan kriteria keberhasilan jangka panjang.Peserta didik (klien) mulai menunjukkan kemampuannya dalam mempertimbangkan. 2.Peserta didik (klien) telah menurun penentangan terhadap lingkungannya 6. Pendalaman materi: Unjuk Kerja : Lakukan Bimbingan kepada salah satu rekan terdekat.