PORANG

Potensi wilayah Porang (Amorphophallus oncophillus) adalah golongan Araceae asli Indonesia yang banyak tumbuh secara liar di hutan-hutan pulau Jawa, sehingga di Jepang dikenal sebagai ³Jawa Mukago Konyaku´. Porang merupakan tumbuhan semak (herba) dengan umbi di dalam tanah. Porang banyak tumbuh di hutan karena hanya memerlukan penyinaran matahari 50-60 % sehingga sangat cocok untuk tanaman di bawah naungan. Porang hanya memerlukan tanah kering berhumus dengan pH 6-7. Kini tanaman porang banyak dibudidayakan di kawasan hutan Jawa Timur oleh masyarakat bekerjasama dengan Perum Perhutani Unit II. Sampai saat ini telah dikembangkan budidaya porang dengan luas areal mencapai lebih dari 1605,3 hektar, yang meliputi beberapa wilayah KPH yaitu Nganjuk 759,8 Ha, Saradan 615,0 Ha, Madiun 70,0 Ha, Bojonegoro 35,3 Ha, Jember 121,3 Ha dan Padangan 3,9 Ha (Data Perhutani Unit II Jawa Timur). Selain porang terdapat sekitar 130 species lain dari golongan Amorphophallus dan banyak tumbuh di pegunungan daerah sub-tropis Asia. Di Indonesia selain porang (A. oncophyllus) terdapat beberapa spesies lain, diantaranya adalah A.campanulatus, A. variabilis. Kualitas bahan yang baik
y y

y y

Ciri-ciri umum tanaman porang yang siap dipanen : sebagian atau seluruh daun dan batang sudah mengering/mati (Ngripahi : bahasa jawa). Cara pemungutan umbi : dengan menggali tanah di sekitar bekas batang (umbi yng menyembul, mungkruk : bahasajawa) dengan cangkul/gancu secara hati-hati, lalu umbi diangkat kepermukaan tanah. Umbi yang dipanen dipilih hanya yang berukuran besar (minimal 1 Kg/umbi)dan sehat Produksi umbi Porang berkisar antara 6-17 ton/ha (tergantung pada pemeliharaan). Tetapi pada umumnya rata-rata 9 ton/ha.

Ciri Fisik Dan Kimia Ciri Fisik : Berikut ini merupakan ciri-ciri fisik tanaman porang :

berwarna abu-abu dan berbintik-bintik kuning. Bulbil merupakan umbi kecil berbentuk bulat yang berfungsi sebagai bibit pada jenis ini.Batang tanaman porang tegak.5 meter sangat tergantung umur dan kesuburan tanah. Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bintil/katak berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan tanaman Porang. Jika diraba baru terasa kalau kulit batang suweg terasa kasar. Panjang atmpuk bunga sekitar 12 ± 125 cm. Ciri Kimia . Adanya tanda tersebut mempermudah identifikasi Amorphophallus oncophyllus Prain dari berbagai jenis lainnya. Batang tunggal memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun. lunak. Panjang tangkai daun porang berkisar 0. Secara visual memang tidak terlalu berbeda dengan Suweg / Iles-iles Putih/ Walur (hanya saja kalau suweg kadang cenderung bercak gelap). Pada percabangan daunnya terdapat bulbil yang berwarna coklat.5 ± 1. batang halus berwarna hijau atau hitam belang-belang (totol-totol) putih.5 meter. Tinggi tanaman dapat mencapai 1.

9 7.42 5.98 10. Analisa umbi yang meliputi warna kulit.13 Logam berat (Cu) 0. variabilis.5 0.92 0.19 1. kadar glukomannan.3 6.09 . oncophyllus) terdapat beberapa species lain. diameter granula pati dan bentuk kalsium oksalat Klasifikasi Berdasarkan Analisa Umbi Segar dari Amorphophallus Analisa Umbi Warna kulit Oranye Warna daging Tidak ada Kadar glukomannan Agregat 20-30 Agregat 20-30 Agregat 20-30 Diameter granula pati (mikron) Tunggal 10-15 Tunggal 5-8 Tunggal 2-3 10% ± 15% 15 ± 65% Putih Kuning kemerah-merahan Spesies Amorphophallus campanulatus variabilis Coklat tua Abu-abu oncophyllus Coklat keabu-abuan Bentuk kalsium oksalat Jarum Jarum Jarum Komposisi Kimia Umbi Segar dan Tepung Amorphophallus oncophyllus Analisis Air Glukomannan Pati Protein Lemak Serat berat Kalsium Oksalat Abu Kandungan per 100 g conth (bobot basah) Umbi segar (%) Tepung (%) 83.campanulatus.22 64. diantaranya adalah A.88 0.24 3. warna daging.65 0.Di Indonesia selain porang (A.02 2.8 3.58 7. A.

natrium. tetapi biasanya dihilangkan dengan proses pemasakan (Paul and Palmer. Na dan NH3 oksalat) dan sebagai asam oksalat atau sebagai Ca-oksalat tak larut. Demikian juga pada varietas yang sama kandungan oksalat bervariasi sesuai dengan kondisi tanaman. Akibatnya pemisahan antara fraksi glukomanan dan non glukomanan menjadi sulit. Masalah teknis yang berkaitan dengan penghilangan senyawa kalsium oksalat pada umbi porang berkaitan pula dengan fakta-fakta sebagai berikut: y y y Masa panen umbi porang yang sangat pendek (Juni ± Agustus) dan sifat umbi porang yang mudah sekali busuk. Penepungan dengan hammer mill yang dilanjutkan dengan pemisahan dengan hembusan udara menghasilkan tepung porang yang masih terasa gatal. Oksalat terdapat dalam hampir semua bentuk bahan hidup. atau kalsium membentuk garamnya.Sumber : Arifin (2001) Senyawa Pembatas Masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan porang sebagai bahan pangan di Indonesia adalah adanya kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal dan iritasi saat dikonsumsi. Pada tanaman. sehingga umbi porang harus dikeringkan dalam bentuk chip dan disimpan dengan baik sebelum diolah lebih lanjut. Dalam tanaman. kandungan oksalat pada petiole hampir . kandungan asam oksalat dapat bervariasi tergantung pada varietasnya. Distribusi asam oksalat pada bagian-bagian tanaman juga tidak merata. oksalat terdapat dalam bentuk garam terlarut (K. Kedua bentuk asam oksalat tersebut terdapat baik di dalam bahan nabati maupun hewani. Pemanfaatan umbi porang lebih lanjut membutuhkan teknologi untuk menghilangkan senyawa kalsium oksalat tersebut. protein dan kalsium oksalat) menempel kuat satu sama lain. bukan merupakan produk dari siklus krebs. komponen glukomanan dan non-glukomanan (pati. 1972) Asam oksalat dapat ditemukan dalam bentuk bebas atau dalam bentuk garam. Senyawaan bebas ini beracun. Di dalam penyebaran yang sama. Daun pada umumnya mengandung asam oksalat lebih banyak dibandingkan dengan asam oksalat yang terdapat dalam tangkai. amonium. berikatan dengan logam yaitu. sementara itu bahan pangan hewani mengandung asam oksalat alami lebih rendah. Asam oksalat dalam tanaman terbentuk di dalam cairan gel. Penyebaran asam oksalat pada tanaman bervariasi cukup besar antara famili tanaman yang satu dengan tanaman yang lain. kalium. Bentuk yang lebih banyak ditemukan adalah bentuk garam. Penepungan biasa dengan menggunakan hammer mill tidak dapat memecah matrik glukomanan dan non-glukomanan yang kuat tersebut. Asam oksalat bebas banyak dijumpai pada sejumlah tanaman. Metode pengolahan cara kering ini membuat chip porang yang dihasilkan menjadi sangat keras. sedangkan dalam Poligonaceae. asam oksalat terdapat dalam jumlah yang lebih besar. Selain penyebab rasa gatal dan iritasi. Akan tetapi terdistribusi dalam jumlah yang tidak merata. konsumsi makanan yang mengandung kalsium oksalat dapat menyebabkan kristalisasi dalam ginjal dan gangguan-ganguan kesehatan lainnya.

Fungsi kristal oksalat dalam tanaman kemungkinan sebagai pertahanan terhadap hama. Jalur sintesa oksalat berbeda-beda. Kadar kalsium oksalat yang boleh dikonsumsi tiap orang menurut Siegelbaum (2008) sebesar 50 mg per hari. Konsentrasi asam oksalat dalam dosis tinggi bersifat merusak dan menyebabkan gastroenteritis.dua kali lebih besar daripada tangkai umumnya daun muda mengandung asam oksalat lebih sedikit dibandingkan dengan daun muda (Bradbury and Holloway. 1988). terutama yang berada dalam sel. shock. 1988). Fraksi oksalat yang larut akan bertambah besar dengan bertambah besarnya asam oksalat. bunga karang. tingginya oksalat plasma dan kerusakan jantung. yaitu dalam bentuk bunga karang (Gambar a) dan jarum (Gambar b). cadangan Ca untuk perkecambahan dan pertunasan. menurut Bradbury and Holloway (1988) oksalat merupakan konversi dari glycoxylate ke glyxylate dan glyoxylate baru ke oksalat. Oksalat merupakan produksi ekskresi dari metabolisme yang cenderung menumpuk dengan meningkatnya umur. antara lain berbentuk seperti jarum. kejang. rendahnya kalsium plasma. Kristal Ca-oksalat bentuknya bervariasi dari tanaman satu ke tanaman lainnya. Posisi kristal kalsium oksalat disajikan pada gambar berikut Bagian terbesar dari asam oksalat yang terkandung dalam tanaman adalah dalam bentuk oksalat yang larut (natrium dan terutama kalsium oksalat) dan hanya 10-20% merupakan kalsium oksalat yang tidak larut. Gambar a gambar b . Hal ini dapat digunakan sebagai petunjuk lewat masak pada pemanenan hasil (Bradbury and Holloway. 1988). Bentuk kristal ini terdistribusi dalam sel dibawah kendali genetik serta berperan khusus dalam fisiologis sel tanaman (Bradbury and Holloway. 1988). Aging atau tanaman lewat masak biasanya diikuti oleh kenaikan proporsi kalsium oksalat dan bahkan terdapatnya krisal oksalat di dalam sel. melintang seperti huruf H serta beberapa diantaranya tampak seperti berambut. Berikut merupakan variasi bentuk kalsium oksalat yang paling umum dijumpai pada tanaman. Efek kronis konsumsi bahan pangan yang mengandung oksalat adalah terjadinya endapan kristal kalsium oksalat dalam ginjal dan membentuk batu ginjal (Bradbury dan Holloway.

sentrifugasi. Pemisahan secara mekanis ini bisa dilakukan dengan cara sedimentasi.00067 g/100 ml (20 °C) Suhu terdekomposisi 189.Sumber : Sengbusch (2007) Gambar 5. bahwa asam oksalat akan terdekomposisi akibat pemanasan. dan atau .5°C dan menyublim pada suhu 149 ± 160°C (NIOSH. Sentrifugasi Sentrifugasi adalah pemisahan secara mekanis yang sering diaplikasikan oleh industry. Variasi Bentuk Kalsium Oksalat pada Tanaman Sedangkan beberapa sifat umum dari kalsium oksalat ditunjukkan pada Tabel berikut: Sifat ± sifat kalsium oksalat Struktur umum kalsium oksalat Kelarutan dalam air 0.5 °C Suhu tersublimasi 157°C Sumber : Anonymous ( 2006a) Metode Pemurnian Tepung Porang Secara Fisik Pemanasan Penghilangan senyawa oksalat secara fisik (pemanasan) yaitu penghilangan senyawa oksalat yang terdapat dalam umbi-umbian dengan cara perebusan dengan api yang besar sampai kulitnya dapat dikelupas (Hetterscheid. 2005). Kalsium oksalat akan mulai terdekomposisi pada suhu 101. 1996).

Protein dan polisakarida membentuk suatu ikatan yang sangat menentukan kestabilan dari emulsi polisakarida dengan protein. tergantung pada bahan yang akan dipisahkan.filtrasi.2009c). Metode ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah proses tidak membutuhkan waktu yang lama dan dapat menghasilkan produk yang murni dengan kelarutan yang tinggi. Sebagai contoh dengan penambahan polimer bermuatan negatif maka akan terjadi pengendapan protein (Blanshard and Mitchell. Sentrifugasi merupakan pemisahan dengan cara diputar/dipusing dengan maksud memisahkan masa benda dengan berat jenis yang berbeda.2008a).5622. 2000). Tepung konjac yang dilarutan dalam air dapat membentuk suatu sistem koloidal. Alumunium sulfat memiliki kemampuan untuk mengumpalkan kotoran lebih baik dibandingkan dengan dikalsium fosfat.1979).1993). Senyawasenyawa yang tidak larut dalam sistem koloid ini dapat dipisahkan dangan cara penyaringan ataupun dengan cara sentrifugasi. Alumunium Sulfat Alumunium sulfat (Al2(SO4)3 merupakan bahan kimia yang digunakan oleh industri sebagai agen penggumpal dalam proses pemurnian air minum dan limbah cair serta digunakan dalam industri kertas (Anonymous.S Paten 2. tidak bewarna. Proses ekstraksi kotoran dari tepung konjac dilakukan dengan jalan memisahkan kotoran dari larutan tepung konjac. Produk hasil pemurnian tepung konjac ini biasa disebut gum konjac dan dapat diaplikasikan secara luas dalam bidang pangan maupun farmasi (U. Metode Pemurnian Tepung Porang Secara Kimiawi Polisakarida secara alami umumnya berikatan dengan protein. dan pada pengolahan susu (Anonymous.2000). tidak berbau. Selain itu kondisi lingkungan juga sangat menentukan kestabilan dari ikatan protein dan polisakarida. garam meja merupakan komponen kimia dengan formulasi NaCl. NaCl biasa digunakan untuk pelengkap serta sebagai bahan tambahan makanan (Anonymous. pH dan ikatan ionik. kemudian glukomanan yang terdapat dalam filtrat diendapkan dengan jalan penambahan alkohol selanjutnya dikeringkan dan digiling kembali. dapat digiling menjadi ukuran yang seragam serta menghasilkan viskositas yang tinggi pula. Natrium klorida yang menyebabkan tingginya tingkat salinitas air laut serta merupakan penyusun dari cairan ekstraseluler dari beberapa organisme multiseluler. Kondisi tersebut meliputi suhu. kalsium fosfat dan magnesium fosfat (US Patent 6162906.2009a). NaCl Natrium klorida yang biasa dikenal sebagai garam. Proses sentrifugasi ini biasanya ditemukan pada pembuatan tepung tapioka cara pabrik. .144. Penambahan bahan kimia mampu mengurangi kestabilan ikatan protein dan polisakarida. Dengan demikian maka tingkat kemurnian dari tepung konjac akan meningkat (US Patent 3973008. Senyawa pengotor tersebut akan mengendap dan terpisah dari larutan tepung konjac.

Hasil yang diperoleh merupakan glukomanan bebas potein (Irova. Mestechkina and Shcherbukhin. Seyawa karotenoid akan larut dalam alkohol dan dipisahkan dari glukomanan (Chan and Albert. CH3COOH + 3Cl2 CCl3COOH + 3HCl Secara tradisional TCA digunakan dalam proses pengendapan protein. Senyawa ini dibuat melalui reaksi klorin dengan asam asetat bersama katalis yang cocok.5 M pada suhu 20°C membentuk larutan berwarna jernih (Anonymou.2008b).62 g/m suhu 25°C. 2008). Untuk mengendapkan glukomanan maka ditambahkan alokohol dan dikeringkan (Mian and Timells. Filtrat bebas endapan ditambahakan alkohol 95% untuk mengendapkan glukomanan kemudian dikeringkan dan digiling. dengan ketiga atom hidrogen dari gugus metil digantikan oleh atom-atom klorin. Garam NaCl ditambahkan sebanyak 25% secara bertahap setiap 1 jam selama 7 jam. Kemudian dilakukan sentrifugasi selama 30 menit 2500 g. karagenan dan agen pengental yang lain dalam produk pangan. TCA kelarutannya dalam air 0. Tricloroacetat (TCA) Asam trikloroasetat (nama sistematis: asam trikloroetanoat) adalah analog dari asam asetat. Kemudian untuk mengendapkan protein ditambahkan TCA hingga konsentrasi 5% kemudian protein yang telah terdenaturasi dipisahkan dengan jalan sentrifugasi selama 30 menit 5000g. 2008) . 2002) Tepung konjac dimurnikan melalui pengendapan glukomanan dengan alkohol untuk membersihkan tepung konjac dari pati yang terlarut.2008c).Isolasi glukomanan dapat dilakukan dengan cara mencampur tepung yang mengandung glukomanan kemudian dilarutkan dalam air yang bersuhu 70-80°C. TCA memiliki densitas 1.1960). (Anonymous. DNA dan RNA. Setelah melalui tahapan pemurnian rendemen mengandung kadar gum yang tinggi dan senyawa yang tidak diinginkan dapat berkurang termasuk sulfurdioksida (Chan and Albert. Umumnya digunakan untuk menentukan konsentrasi protein dengan cara pengendapan kuantitatif. Kemudian dilakukan penyaringan.77. Hasil dari proses pemurnian ini disebut gum konjac dimana kandungan poliglukomanannya mencapai 80%. Senyawa ini merupakan asam yang cukup kuat (pKa = 0. untuk pengendapan makromolekul seperti protein. lebih kuat dari disosiasi kedua asam sulfat). Hidrokoloid jenis ini dapat digunakan secara langsung ataupun dapat dikombinasikan dengan xanthan gum. Endapan dikumpulkan dan dilarutkan dalam air kemudian disentrifugasi lagi selama 20 menit 2500 g. Senyawa ini banyak digunakan dalam bidang biokimia. Endapan dibuang dan filtrat ditambahkan alkohol 96% dan disimpan dalam refrigerator selama 15 jam. Ekstraksi glukomanan dengan alkohol memberikan keuntungan dimana senyawa karoteoid yang bercampur dengan glukomanan dapat diekstrak. Isolasi glukomanan dari umbi Eremurus zangezurticus dilakukan dengan cara mencampur tepung dari umbi ini dengan alkohol 80% kemudian dididihkan selama 1 jam.

Metode produksi polisakarida konjac manan atau glukomanan meliputi prinsip dari kandungan tepung konjac. Namun senyawa oksalat yang dapat dihilangkan oleh air hanyalah senyawa oksalat yang berbentuk garam netral dengan logam alkali (Na. penanganan dan pendayagunaan selanjutnya. Bila tebal irisan lebih kecil daripada 0. Dalam kimia. Untuk mengubah umbi segar menjadi produk kering (khusus kripik). 1992). sebagai fase terdispersi dalam mentega dan margarin. Manan di dalam umbi iles-iles harus dipertahankan kuantitas dan kualitasnya karena mannan ini merupakan komponen paling berharga yang terkandung dalam umbi iles-iles.Alkohol Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol. yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain (Anonymous. Air dapat berupa komponen intra sel dan atau ekstra sel dalam sayuran dan produk hewani. Caranya dengan menambahkan alkohol dengan konsentrasi 80% pada tepung yang mengandung glukomanan kemudian dilakukan sentrifugasi untuk memisahkan glukomanan dengan senyawa-senyawa pengotor sehingga diperoleh endapan yang berwarna putih yang kemudian akan dikeringkan dan digiling (Mian and Timells. umbi harus diiris tipis-tipis (0. yang juga disebut grain alcohol. Alkohol dapat digunakan untuk mengendapkan glukomanan yang telah dilarutkan dalam air (Rakhimov. 2003).Malikova and Zhauynbaeva. K). dan sebagai komponen tambahan dalam makanan lain (De Mann.1960). sehingga memudahkan transportasi. . air dapat berfungsi untuk menghilangkan senyawa oksalat. Isolasi glukomanan kasar dapat dilakukan dengan cara mencuci tepung yang mengandung glukomanan dengan alkohol. yakni sekitar 5 ± 25% (Noor. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas lagi.0 cm) dengan arah pengirisan tetap. sebagai medium pendispersi atau pelarut dalam berbagai produk. Produk Olahan Keripik dan Tepung umbi Porang Pengolahan umbi iles-iles menjadi produk kering merupakan salah satu upaya untuk menekan aktifitas enzim yang merusak mannan. Air Air merupakan kandungan penting dalam suatu bahan makanan. alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon.5 ± 1. 1997). 1972).2009b). Selain itu. Produk kering umbi iles-iles (antara lain kripik dan tepung) juga merupakan bentuk olahan yang lebih tahan disimpan. tepung konjac yang belum murni dihilangkan senyawa yang tidak larut dalam air dengan cara menyaring sol tepung konjac ataupun dengan perlakuan dialisis sehingga diperoleh hasil berupa filtrat yang kemudian dikeringkan dengan freezedrying namun produk yang dihasilkan sangat keras untuk digiling dan memiliki kelarutan yang rendah dalam air (Sugiyama et al. dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol.5 cm.

Kedua cara pengeringan tersebut membawa keuntungan dan kerugian masing-masing. perlakuan pendahuluan dimaksudkan untuk mempertahankan mannan. sehingga menyulitkan pengambilan kripik yang dihasilkan. tetapi memerlukan waktu yang lebih lama dan bergantung pada cuaca. mudah dan sering digunakan. teknik pengeringan yang intensif.0 cm memerlukan waktu 30 jam efektif. tetapi jalannya proses dapat dikendalikan . Sedangkan bila digunakan cara penjemuran untuk ketebalan irisan umbi 0. antara lain umbi segar yang bermutu baik. sehingga kripik yang dihasilkan bermutu relatif baik. Sedangkan cara pengeringan buatan sifatnya lebih mahal. Pada kondisi tersebut diperkirakan semua mikroba tidak dapat tumbuh dan enzim-enzim sudah tidak efektif. Fungsi garam dapur disini selain mencegah terjadinya pencoklatan dan penyeragam warna. Untuk mengatasi masalah tersebut di atas. Kripik iles-iles ini sesungguhnya merupakan suatu produk yang nantinya digunakan lebih lanjut untuk bahan makanan atau bahan industri dan pihak pengimpor bagian besar juga menghendaki iles-iles dalam bentuk kripik. perlakuan pendahuluan yang baik. Perlakuan pendahuluan yang umum dilakukan adalah perendaman irisan umbi di dalam air. Tepung Mannan. Sebagai tanda bahwa kripik iles-iles telah kering dan siap digiling (ditumbuk) adalah bila kripik tersebut dipatahkan akan berbunyi ³krek´ atau bila kadar air kripik sekitar 12 persen berat basah. Untuk tujuan bahan makanan. yaitu cara penjemuran dan cara pengeringan buatan. Keadaan ini menyebabkan kripik iles-iles Indonesia sering ditolak oleh negara pengimpor.menyebabkan umbi akan lengket pada alas tempat pengering. Sedangkan untuk tujuan bahan baku industri. Untuk memperoleh kripik yang baik diperlukan beberapa persyaratan. mempercepat pelarutan kalsium oksalat dan memperpanjang masa simpan kripik maupun tepung iles-iles yang dihasilkan. Sedangkan bila tebal irisan melebihi 1. Cara dan sistem pengeringan berpengaruh terhadap mannan. yaitu konisin (conicine). Produk Utama Iles-iles .5 ± 1. perlakuan pendahuluan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah rafida penyebab rasa gatal (kristal kalsium oksalat berbentuk jarum) dan alkaloid penyebab rasa pahit. tebal irisan yang tepat dan seragam.0 cm. Pengeringan irisan umbi yang telah diberi perlakuan pendahuluan dapat dilakukan melalui dua cara. Bila tebal irisan umbi 0. menyebabkan proses pengeringan berjalan lambat dan kripik yang dihasilkan kurang baik. Cara penjemuran sifatnya lebih murah. juga sebagai penetral alkaloid.2 cm memerlukan waktu 16 jam dengan mempergunakan alat pengering oven pada suhu 70 oC. sebaiknya digunakan larutan garam dapur 5 persen sebagai larutan perendamnya. Perlakuan ini tidak dapat menahan terjadinya pencoklatan pada kripik yang dihasilkan dan bahan sering menyebabkan penampakan kripik kurang menarik karena warna tidak seragam (bercakbercak). Pendahuluan disini adalah dilakukan sebelum umbi dikeringkan. baik kuantitas maupun kualitasnya sebelum mannan tersebut diekstrak dari umbi iles-iles.

garam kalsium oksalat dan pati) terhisap oleh penghisap. glukomannan sangat berpotensi sebagai bahan baku berbagai macam industri. Pada cara mekanis.5 ± 0. tetapi yang termudah adalah pengkristalan kembali dengan etanol. kripik ataupun tepung iles-iles. maka dengan cara penghembusan (peniupan) mannan akan jatuh terdekat dengan pusat ³blower´. yaitu cara mekanis dan cara khemis. sehingga memenuhi syarat sebagai pengikat dalam pembuatan tablet. umumnya kripik dijadikan tepung terlebih dahulu. sedangkan komponen-komponen tepung lainnya (dinding sel. kemudian baru dilakukan pemisahan berdasarkan bobot jenis dan ukuran molekul. Biasanya digunakan pati atau agar-agar yang mempunyai sifat pengembang di dalam air. sehingga hanya digunakan untuk analisa pengukuran kadar mannan saja. sedangkan mannan (fraksi besar) akan terkumpul tepat di bawah ayakan. dapat . maka pemakaian glukomannan dalam pembuatan tablet akan memberikan hasil yang memuaskan. Mannan merupakan polisakarida yang mempunyai bobot jenis dan ukuran molekul terbesar dan bertekstur lebih keras bila dibandingkan dengan molekul-molekul komponen tepung iles-iles lainnya. garam kalsium oksalat dan pati) akan jatuh lebih jauh. Sifat glukomannan dalam pembentukan film yang larut ataupun tidak larut kembali bila dilarutkan dalam air. Cara kimiawi jarang dilakukan karena biayanya mahal dan membutuhkan peralatan yang lebih ³complicated´. penggerusan dengan pengayakan dan pengosokan. Penerapan sifat ³film former´ dari pada glukomannan digunakan untuk eknologi ³film coating´ dalam pembuatan ³dragee´ akan mempunyai prospek yang sangat cerah. sehingga sewaktu pelapisan akan erhirup oleh para pekerja. Sedangkan glukomannan adalah ³film former´ yang arut dalam air. yaitu penggerusan dengan peniupan. Larutan glukomannan mempunyai sifat merekat.Untuk membuat tepung mannan dari kripik iles-iles telah dikenal dua cara. dengan cara penyosohan oleh mesin ³polisher´ yang diperlengkapi dengan ayakan dan penghisap (ukuran lubang ayakan 0. Tetapi karena kristal glukomannan mempunyai sifat pengembangan yang lebih besar (sampai 200 persen). Penggunaan atau Manfaat Glukomannan Berdasarkan sifat-sifat tersebut di atas. Pembuatan Tablet Pada pembuatan tablet dibutuhkan suatu bahan pengisi (filler) yang dapat memecah tablet di dalam lambung. Karena bobot jenis molekul mannan lebih besar. Demikian juga karena mannan mempunyai ukuran molekul lebih besar dan keras. sehingga pemakaiannya akan lebih digemari. Untuk cara mekanis telah dikenal tiga cara. baik mannan umbi segar. Hal ini disebabkan karena selain dapat menghancurkan tablet juga dapat berfungsi sebagai pengikat. Beberapa penerapan glukomannan dalam bidang industri disajikan berikut ini.8 mm) akan mengakibatkan fraksi kecil (dinding sel. Sedangkan untuk cara khemis telah dikenal banyak cara. ³Film former´ yang biasa digunakan adalah yang larut dalam pelarut organik (mudah menguap).

wikipedia. Konjac. Demikian juga sifat glukomannan yang mirip dengan agar-agar dapat digunakan di dalam bidang mikrobiologi (sebagai media penumbuhan mikroba) dan ternyata memberikan hasil yang sangat memuaskan. Jika dikonsumsi bahan makanan ini dapat berperan sebagai ³dietary fiber´ yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. yaitu dengan cara pengendapkan lumpur yang tersuspensi dalam air sungai.digunakan sebagai bahan cat yang larut dalam air. Di Indonesia produk ³konnyaku´ dan ³shirataki´ sudah dipasarkan pada beberapa toko swalayan di Jakarta. Sifat ini juga digunakan di dalam proses penjernihan air minum yang berasal dari sungai. berdasarkan sifat-sifat glukomannan. Sifat glukomannan yang mirip dengan selulosa dapat digunakan sebagai pengganti selulosa di dalam industri pembuatan seluloid. ³Shirataki´ merupakan salah satu bahan untuk pembuatan makanan khas Jepang yaitu ³Sukiyaki´ yang sudah menjadi terkenal diberbagai negara. Pelapis Kedap Air Tepung mannan juga dapat digunakan sebagai bahan dalam pembuatan alat-alat yang kedap air misalnya pembuatan tenda-tenda. glukomannan digunakan sebagai pembuat kertas tipis. Tanggal akses 20 November 2010 . tepung mannan lebih baik jika dibandingkan dengan bahan perekat lainnya misalnya tepung beras. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. jas hujan. Sifat idak melarut kembali yang dimiliki oleh glukomannan juga digunakan di dalam industri tekstil. Akhirnya sifat larutan glukomannan encer yang dapat menggumpalkan suatu suspensi koloid dapat digunakan di dalam industri pertambangan. bahan toilet dan kosmetika.Salting Out.wikipedia. Produk yang dihasilkan dikenal dengan nama ³konnyaku´ dan ³shirataki´.com. yaitu untuk pencetakan (bila kering). Sebagai ringkasan.Tanggal akses 20 November 2010 Anonymous.2008a. payung dari kertas dsb. isolasi listrik. www://en.org/wiki/Konjac . yaitu sebagai pengikat mineral yang tersuspensi secara koloidalpada hasil awal penambangan. lemas. tetapi bila dioleskan pada dinding timbul sifat tidak melarut kembali. kuat dan tahan air. Sedangkan di dalam industri kertas. Pada suhu yang rendah daya rekatnya tidak hilang sehingga banyak digunakan dalam industri perekat kertas. http://www. Produk Makanan Tepung mannan dapat dibuat makanan yaitu dengan pencampuran larutan mannan dan air kapur. maka penggunaan atau manfaat zat tersebut antara lain : Bahan Pembuat Lem Berdasarkan sifat merekat dari pastanya. pengkilapan dan ahan air. 2006a. Bogor dan Surabaya. film.

and Holloway. 1992. http://www. Oxalic Acid. Russian Academy of Sciences. Palmer. W. Senyawa Anti Gizi. National Institute for Occupational Safety and Health.html. 1988. M. Mestechkina and V. UGM. D. Jabar and Timells T. Tanggal akses 20 November 2010 Arifin. N.V and Mitchell. Merck Anonymous.M. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. M. 2000.2008c.Anonymous.2008b. IPB Blanshard.com.Institute of Canada N. RO2450000. http://www.New York Hetterscheid. Russia NIOSH.2009a.com. Prentice Hall. J. Identification Number. and J.com.wikipedia. Teknologi Pasca Panen. http://www. Tanggal Akses 20 November 2010 US Patent 6162906. Canberra. Leninskii pr. 1972.. 2005. Shcherbukhin. 2008. PPS.S Patent 3973008. 2002. Localization of Acetyl Groups in the Macromolecule of Glucomannan Obtained from Roots of Eremurus zangezuricus. Smirnova . Z. New York Noor. Pocket Guide to Chemical Hazards.1979.1993. International Aroid Society. Moscow. Chemistry of Tropical Root Crops: Significance for Nutrition and Agriculture In The Pacific. Chan and Albert. I.org/genera.Tanggal akses 20 November 2010 .2001. Boson.patentstorm. 33. 1996.amorphophallus/amintro.http://www.1960. F. J. Biochemichal and Reagent for Life Science Research. tanggal akses 15 Agustus 2006 Mian. Chemistry Organic. Butterworths.patentstorm. Amorphallus : Introduction And Toxonomic Description. Bach Institute of Biochemistry. http://www. The world of food science Konjac Part I: Cultivation To Commercialization Of Component.R. 119071. Chemistry Department Australian Centre for International Agricultural Research. Polysaccharides in Food. Isolation and Properties of a Glucomannan from the wood of Red Maple. Clarified Konjac Glucomannan. Konjac Mannan. London Bradbury.ebookpangan.aroid.H. Tanggal 20 November 2010 Anonymou.E. Yogyakarta Paul. A. Thesis. Pengeringan Kripik Umbi Iles-iles Secara Mekanik Untuk Meningkatkan Mutu Keripik Iles-iles. O. Pemisahan Mekanis pada Proses Pengolahan Pangan. London U.htm. TriChloro Acetate.

2000. Studies on mannan and related compounds I. 1972. N..S Patent 2. Tanggal akses 20 November 2010 Sugiyama. T. Clarified Konjac Glucomannan with Alumunium Sulfat. The purification of konjac mannan.com. http://www. S and Ando.5622. Of Japan45:561-56 http://lordbroken.patentstorm.U.144. Soc. Shimara.com/page/17/ 14-februari-2012 . Bulletin Chem.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful