PORANG

Potensi wilayah Porang (Amorphophallus oncophillus) adalah golongan Araceae asli Indonesia yang banyak tumbuh secara liar di hutan-hutan pulau Jawa, sehingga di Jepang dikenal sebagai ³Jawa Mukago Konyaku´. Porang merupakan tumbuhan semak (herba) dengan umbi di dalam tanah. Porang banyak tumbuh di hutan karena hanya memerlukan penyinaran matahari 50-60 % sehingga sangat cocok untuk tanaman di bawah naungan. Porang hanya memerlukan tanah kering berhumus dengan pH 6-7. Kini tanaman porang banyak dibudidayakan di kawasan hutan Jawa Timur oleh masyarakat bekerjasama dengan Perum Perhutani Unit II. Sampai saat ini telah dikembangkan budidaya porang dengan luas areal mencapai lebih dari 1605,3 hektar, yang meliputi beberapa wilayah KPH yaitu Nganjuk 759,8 Ha, Saradan 615,0 Ha, Madiun 70,0 Ha, Bojonegoro 35,3 Ha, Jember 121,3 Ha dan Padangan 3,9 Ha (Data Perhutani Unit II Jawa Timur). Selain porang terdapat sekitar 130 species lain dari golongan Amorphophallus dan banyak tumbuh di pegunungan daerah sub-tropis Asia. Di Indonesia selain porang (A. oncophyllus) terdapat beberapa spesies lain, diantaranya adalah A.campanulatus, A. variabilis. Kualitas bahan yang baik
y y

y y

Ciri-ciri umum tanaman porang yang siap dipanen : sebagian atau seluruh daun dan batang sudah mengering/mati (Ngripahi : bahasa jawa). Cara pemungutan umbi : dengan menggali tanah di sekitar bekas batang (umbi yng menyembul, mungkruk : bahasajawa) dengan cangkul/gancu secara hati-hati, lalu umbi diangkat kepermukaan tanah. Umbi yang dipanen dipilih hanya yang berukuran besar (minimal 1 Kg/umbi)dan sehat Produksi umbi Porang berkisar antara 6-17 ton/ha (tergantung pada pemeliharaan). Tetapi pada umumnya rata-rata 9 ton/ha.

Ciri Fisik Dan Kimia Ciri Fisik : Berikut ini merupakan ciri-ciri fisik tanaman porang :

Bulbil merupakan umbi kecil berbentuk bulat yang berfungsi sebagai bibit pada jenis ini. Batang tunggal memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun.5 meter sangat tergantung umur dan kesuburan tanah. Panjang tangkai daun porang berkisar 0.5 meter.5 ± 1. Panjang atmpuk bunga sekitar 12 ± 125 cm. Tinggi tanaman dapat mencapai 1. berwarna abu-abu dan berbintik-bintik kuning.Batang tanaman porang tegak. Secara visual memang tidak terlalu berbeda dengan Suweg / Iles-iles Putih/ Walur (hanya saja kalau suweg kadang cenderung bercak gelap). Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bintil/katak berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan tanaman Porang. batang halus berwarna hijau atau hitam belang-belang (totol-totol) putih. lunak. Jika diraba baru terasa kalau kulit batang suweg terasa kasar. Ciri Kimia . Pada percabangan daunnya terdapat bulbil yang berwarna coklat. Adanya tanda tersebut mempermudah identifikasi Amorphophallus oncophyllus Prain dari berbagai jenis lainnya.

42 5.13 Logam berat (Cu) 0. kadar glukomannan.92 0.02 2. A.65 0. oncophyllus) terdapat beberapa species lain. variabilis.3 6.88 0. diantaranya adalah A.98 10. Analisa umbi yang meliputi warna kulit.Di Indonesia selain porang (A. diameter granula pati dan bentuk kalsium oksalat Klasifikasi Berdasarkan Analisa Umbi Segar dari Amorphophallus Analisa Umbi Warna kulit Oranye Warna daging Tidak ada Kadar glukomannan Agregat 20-30 Agregat 20-30 Agregat 20-30 Diameter granula pati (mikron) Tunggal 10-15 Tunggal 5-8 Tunggal 2-3 10% ± 15% 15 ± 65% Putih Kuning kemerah-merahan Spesies Amorphophallus campanulatus variabilis Coklat tua Abu-abu oncophyllus Coklat keabu-abuan Bentuk kalsium oksalat Jarum Jarum Jarum Komposisi Kimia Umbi Segar dan Tepung Amorphophallus oncophyllus Analisis Air Glukomannan Pati Protein Lemak Serat berat Kalsium Oksalat Abu Kandungan per 100 g conth (bobot basah) Umbi segar (%) Tepung (%) 83.19 1. warna daging.09 .22 64.5 0.24 3.9 7.campanulatus.58 7.8 3.

Asam oksalat bebas banyak dijumpai pada sejumlah tanaman. amonium. Senyawaan bebas ini beracun. Daun pada umumnya mengandung asam oksalat lebih banyak dibandingkan dengan asam oksalat yang terdapat dalam tangkai.Sumber : Arifin (2001) Senyawa Pembatas Masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan porang sebagai bahan pangan di Indonesia adalah adanya kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal dan iritasi saat dikonsumsi. Akan tetapi terdistribusi dalam jumlah yang tidak merata. konsumsi makanan yang mengandung kalsium oksalat dapat menyebabkan kristalisasi dalam ginjal dan gangguan-ganguan kesehatan lainnya. Akibatnya pemisahan antara fraksi glukomanan dan non glukomanan menjadi sulit. kalium. sementara itu bahan pangan hewani mengandung asam oksalat alami lebih rendah. bukan merupakan produk dari siklus krebs. Kedua bentuk asam oksalat tersebut terdapat baik di dalam bahan nabati maupun hewani. komponen glukomanan dan non-glukomanan (pati. natrium. Penyebaran asam oksalat pada tanaman bervariasi cukup besar antara famili tanaman yang satu dengan tanaman yang lain. Metode pengolahan cara kering ini membuat chip porang yang dihasilkan menjadi sangat keras. Bentuk yang lebih banyak ditemukan adalah bentuk garam. Penepungan dengan hammer mill yang dilanjutkan dengan pemisahan dengan hembusan udara menghasilkan tepung porang yang masih terasa gatal. asam oksalat terdapat dalam jumlah yang lebih besar. kandungan oksalat pada petiole hampir . 1972) Asam oksalat dapat ditemukan dalam bentuk bebas atau dalam bentuk garam. Dalam tanaman. Na dan NH3 oksalat) dan sebagai asam oksalat atau sebagai Ca-oksalat tak larut. Distribusi asam oksalat pada bagian-bagian tanaman juga tidak merata. Oksalat terdapat dalam hampir semua bentuk bahan hidup. tetapi biasanya dihilangkan dengan proses pemasakan (Paul and Palmer. Pemanfaatan umbi porang lebih lanjut membutuhkan teknologi untuk menghilangkan senyawa kalsium oksalat tersebut. Asam oksalat dalam tanaman terbentuk di dalam cairan gel. Di dalam penyebaran yang sama. kandungan asam oksalat dapat bervariasi tergantung pada varietasnya. atau kalsium membentuk garamnya. Demikian juga pada varietas yang sama kandungan oksalat bervariasi sesuai dengan kondisi tanaman. berikatan dengan logam yaitu. Penepungan biasa dengan menggunakan hammer mill tidak dapat memecah matrik glukomanan dan non-glukomanan yang kuat tersebut. Pada tanaman. Masalah teknis yang berkaitan dengan penghilangan senyawa kalsium oksalat pada umbi porang berkaitan pula dengan fakta-fakta sebagai berikut: y y y Masa panen umbi porang yang sangat pendek (Juni ± Agustus) dan sifat umbi porang yang mudah sekali busuk. sedangkan dalam Poligonaceae. Selain penyebab rasa gatal dan iritasi. sehingga umbi porang harus dikeringkan dalam bentuk chip dan disimpan dengan baik sebelum diolah lebih lanjut. protein dan kalsium oksalat) menempel kuat satu sama lain. oksalat terdapat dalam bentuk garam terlarut (K.

kejang. bunga karang. terutama yang berada dalam sel. Bentuk kristal ini terdistribusi dalam sel dibawah kendali genetik serta berperan khusus dalam fisiologis sel tanaman (Bradbury and Holloway. tingginya oksalat plasma dan kerusakan jantung. 1988). shock. menurut Bradbury and Holloway (1988) oksalat merupakan konversi dari glycoxylate ke glyxylate dan glyoxylate baru ke oksalat. 1988). Jalur sintesa oksalat berbeda-beda. Kadar kalsium oksalat yang boleh dikonsumsi tiap orang menurut Siegelbaum (2008) sebesar 50 mg per hari. rendahnya kalsium plasma. antara lain berbentuk seperti jarum. Hal ini dapat digunakan sebagai petunjuk lewat masak pada pemanenan hasil (Bradbury and Holloway. Berikut merupakan variasi bentuk kalsium oksalat yang paling umum dijumpai pada tanaman. Efek kronis konsumsi bahan pangan yang mengandung oksalat adalah terjadinya endapan kristal kalsium oksalat dalam ginjal dan membentuk batu ginjal (Bradbury dan Holloway. Fungsi kristal oksalat dalam tanaman kemungkinan sebagai pertahanan terhadap hama. Kristal Ca-oksalat bentuknya bervariasi dari tanaman satu ke tanaman lainnya. cadangan Ca untuk perkecambahan dan pertunasan. Aging atau tanaman lewat masak biasanya diikuti oleh kenaikan proporsi kalsium oksalat dan bahkan terdapatnya krisal oksalat di dalam sel. yaitu dalam bentuk bunga karang (Gambar a) dan jarum (Gambar b). 1988). Oksalat merupakan produksi ekskresi dari metabolisme yang cenderung menumpuk dengan meningkatnya umur.dua kali lebih besar daripada tangkai umumnya daun muda mengandung asam oksalat lebih sedikit dibandingkan dengan daun muda (Bradbury and Holloway. Gambar a gambar b . Posisi kristal kalsium oksalat disajikan pada gambar berikut Bagian terbesar dari asam oksalat yang terkandung dalam tanaman adalah dalam bentuk oksalat yang larut (natrium dan terutama kalsium oksalat) dan hanya 10-20% merupakan kalsium oksalat yang tidak larut. 1988). Fraksi oksalat yang larut akan bertambah besar dengan bertambah besarnya asam oksalat. Konsentrasi asam oksalat dalam dosis tinggi bersifat merusak dan menyebabkan gastroenteritis. melintang seperti huruf H serta beberapa diantaranya tampak seperti berambut.

Pemisahan secara mekanis ini bisa dilakukan dengan cara sedimentasi. 2005).Sumber : Sengbusch (2007) Gambar 5. Kalsium oksalat akan mulai terdekomposisi pada suhu 101.00067 g/100 ml (20 °C) Suhu terdekomposisi 189.5°C dan menyublim pada suhu 149 ± 160°C (NIOSH. dan atau .5 °C Suhu tersublimasi 157°C Sumber : Anonymous ( 2006a) Metode Pemurnian Tepung Porang Secara Fisik Pemanasan Penghilangan senyawa oksalat secara fisik (pemanasan) yaitu penghilangan senyawa oksalat yang terdapat dalam umbi-umbian dengan cara perebusan dengan api yang besar sampai kulitnya dapat dikelupas (Hetterscheid. sentrifugasi. Variasi Bentuk Kalsium Oksalat pada Tanaman Sedangkan beberapa sifat umum dari kalsium oksalat ditunjukkan pada Tabel berikut: Sifat ± sifat kalsium oksalat Struktur umum kalsium oksalat Kelarutan dalam air 0. bahwa asam oksalat akan terdekomposisi akibat pemanasan. Sentrifugasi Sentrifugasi adalah pemisahan secara mekanis yang sering diaplikasikan oleh industry. 1996).

Metode ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah proses tidak membutuhkan waktu yang lama dan dapat menghasilkan produk yang murni dengan kelarutan yang tinggi. tergantung pada bahan yang akan dipisahkan.1993). garam meja merupakan komponen kimia dengan formulasi NaCl. Produk hasil pemurnian tepung konjac ini biasa disebut gum konjac dan dapat diaplikasikan secara luas dalam bidang pangan maupun farmasi (U. Kondisi tersebut meliputi suhu. NaCl biasa digunakan untuk pelengkap serta sebagai bahan tambahan makanan (Anonymous. Alumunium Sulfat Alumunium sulfat (Al2(SO4)3 merupakan bahan kimia yang digunakan oleh industri sebagai agen penggumpal dalam proses pemurnian air minum dan limbah cair serta digunakan dalam industri kertas (Anonymous. dan pada pengolahan susu (Anonymous. dapat digiling menjadi ukuran yang seragam serta menghasilkan viskositas yang tinggi pula. Metode Pemurnian Tepung Porang Secara Kimiawi Polisakarida secara alami umumnya berikatan dengan protein. kemudian glukomanan yang terdapat dalam filtrat diendapkan dengan jalan penambahan alkohol selanjutnya dikeringkan dan digiling kembali. Protein dan polisakarida membentuk suatu ikatan yang sangat menentukan kestabilan dari emulsi polisakarida dengan protein.S Paten 2. Sebagai contoh dengan penambahan polimer bermuatan negatif maka akan terjadi pengendapan protein (Blanshard and Mitchell. Senyawasenyawa yang tidak larut dalam sistem koloid ini dapat dipisahkan dangan cara penyaringan ataupun dengan cara sentrifugasi. Dengan demikian maka tingkat kemurnian dari tepung konjac akan meningkat (US Patent 3973008.2009a). Natrium klorida yang menyebabkan tingginya tingkat salinitas air laut serta merupakan penyusun dari cairan ekstraseluler dari beberapa organisme multiseluler.1979).2009c). Sentrifugasi merupakan pemisahan dengan cara diputar/dipusing dengan maksud memisahkan masa benda dengan berat jenis yang berbeda. Alumunium sulfat memiliki kemampuan untuk mengumpalkan kotoran lebih baik dibandingkan dengan dikalsium fosfat. Proses ekstraksi kotoran dari tepung konjac dilakukan dengan jalan memisahkan kotoran dari larutan tepung konjac. NaCl Natrium klorida yang biasa dikenal sebagai garam. Tepung konjac yang dilarutan dalam air dapat membentuk suatu sistem koloidal. tidak bewarna. . pH dan ikatan ionik. 2000).2000). Proses sentrifugasi ini biasanya ditemukan pada pembuatan tepung tapioka cara pabrik.filtrasi.5622. Senyawa pengotor tersebut akan mengendap dan terpisah dari larutan tepung konjac.2008a). kalsium fosfat dan magnesium fosfat (US Patent 6162906. Selain itu kondisi lingkungan juga sangat menentukan kestabilan dari ikatan protein dan polisakarida. Penambahan bahan kimia mampu mengurangi kestabilan ikatan protein dan polisakarida.144. tidak berbau.

Untuk mengendapkan glukomanan maka ditambahkan alokohol dan dikeringkan (Mian and Timells. dengan ketiga atom hidrogen dari gugus metil digantikan oleh atom-atom klorin. DNA dan RNA. Endapan dikumpulkan dan dilarutkan dalam air kemudian disentrifugasi lagi selama 20 menit 2500 g.Isolasi glukomanan dapat dilakukan dengan cara mencampur tepung yang mengandung glukomanan kemudian dilarutkan dalam air yang bersuhu 70-80°C. Senyawa ini dibuat melalui reaksi klorin dengan asam asetat bersama katalis yang cocok. CH3COOH + 3Cl2 CCl3COOH + 3HCl Secara tradisional TCA digunakan dalam proses pengendapan protein. Filtrat bebas endapan ditambahakan alkohol 95% untuk mengendapkan glukomanan kemudian dikeringkan dan digiling. Garam NaCl ditambahkan sebanyak 25% secara bertahap setiap 1 jam selama 7 jam. Senyawa ini merupakan asam yang cukup kuat (pKa = 0. Endapan dibuang dan filtrat ditambahkan alkohol 96% dan disimpan dalam refrigerator selama 15 jam. Kemudian dilakukan penyaringan. TCA memiliki densitas 1. Tricloroacetat (TCA) Asam trikloroasetat (nama sistematis: asam trikloroetanoat) adalah analog dari asam asetat. Ekstraksi glukomanan dengan alkohol memberikan keuntungan dimana senyawa karoteoid yang bercampur dengan glukomanan dapat diekstrak. Senyawa ini banyak digunakan dalam bidang biokimia. TCA kelarutannya dalam air 0. (Anonymous.1960). lebih kuat dari disosiasi kedua asam sulfat).5 M pada suhu 20°C membentuk larutan berwarna jernih (Anonymou. Isolasi glukomanan dari umbi Eremurus zangezurticus dilakukan dengan cara mencampur tepung dari umbi ini dengan alkohol 80% kemudian dididihkan selama 1 jam. Setelah melalui tahapan pemurnian rendemen mengandung kadar gum yang tinggi dan senyawa yang tidak diinginkan dapat berkurang termasuk sulfurdioksida (Chan and Albert.62 g/m suhu 25°C. Kemudian dilakukan sentrifugasi selama 30 menit 2500 g. karagenan dan agen pengental yang lain dalam produk pangan. Mestechkina and Shcherbukhin. Hasil yang diperoleh merupakan glukomanan bebas potein (Irova. Seyawa karotenoid akan larut dalam alkohol dan dipisahkan dari glukomanan (Chan and Albert.2008c). Kemudian untuk mengendapkan protein ditambahkan TCA hingga konsentrasi 5% kemudian protein yang telah terdenaturasi dipisahkan dengan jalan sentrifugasi selama 30 menit 5000g. 2008). untuk pengendapan makromolekul seperti protein.2008b). Hidrokoloid jenis ini dapat digunakan secara langsung ataupun dapat dikombinasikan dengan xanthan gum. Umumnya digunakan untuk menentukan konsentrasi protein dengan cara pengendapan kuantitatif. 2008) . Hasil dari proses pemurnian ini disebut gum konjac dimana kandungan poliglukomanannya mencapai 80%.77. 2002) Tepung konjac dimurnikan melalui pengendapan glukomanan dengan alkohol untuk membersihkan tepung konjac dari pati yang terlarut.

dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol. Namun senyawa oksalat yang dapat dihilangkan oleh air hanyalah senyawa oksalat yang berbentuk garam netral dengan logam alkali (Na.Malikova and Zhauynbaeva. Isolasi glukomanan kasar dapat dilakukan dengan cara mencuci tepung yang mengandung glukomanan dengan alkohol. Air Air merupakan kandungan penting dalam suatu bahan makanan. penanganan dan pendayagunaan selanjutnya. alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon.1960). 1992). sehingga memudahkan transportasi.0 cm) dengan arah pengirisan tetap. yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain (Anonymous. tepung konjac yang belum murni dihilangkan senyawa yang tidak larut dalam air dengan cara menyaring sol tepung konjac ataupun dengan perlakuan dialisis sehingga diperoleh hasil berupa filtrat yang kemudian dikeringkan dengan freezedrying namun produk yang dihasilkan sangat keras untuk digiling dan memiliki kelarutan yang rendah dalam air (Sugiyama et al. umbi harus diiris tipis-tipis (0. Selain itu. 1972). . Dalam kimia. Manan di dalam umbi iles-iles harus dipertahankan kuantitas dan kualitasnya karena mannan ini merupakan komponen paling berharga yang terkandung dalam umbi iles-iles. Alkohol dapat digunakan untuk mengendapkan glukomanan yang telah dilarutkan dalam air (Rakhimov. sebagai fase terdispersi dalam mentega dan margarin. yakni sekitar 5 ± 25% (Noor. K). Untuk mengubah umbi segar menjadi produk kering (khusus kripik). sebagai medium pendispersi atau pelarut dalam berbagai produk. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas lagi.5 cm. Metode produksi polisakarida konjac manan atau glukomanan meliputi prinsip dari kandungan tepung konjac. 1997). Produk kering umbi iles-iles (antara lain kripik dan tepung) juga merupakan bentuk olahan yang lebih tahan disimpan.Alkohol Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol.2009b). 2003). Produk Olahan Keripik dan Tepung umbi Porang Pengolahan umbi iles-iles menjadi produk kering merupakan salah satu upaya untuk menekan aktifitas enzim yang merusak mannan. Caranya dengan menambahkan alkohol dengan konsentrasi 80% pada tepung yang mengandung glukomanan kemudian dilakukan sentrifugasi untuk memisahkan glukomanan dengan senyawa-senyawa pengotor sehingga diperoleh endapan yang berwarna putih yang kemudian akan dikeringkan dan digiling (Mian and Timells. Bila tebal irisan lebih kecil daripada 0. air dapat berfungsi untuk menghilangkan senyawa oksalat. Air dapat berupa komponen intra sel dan atau ekstra sel dalam sayuran dan produk hewani. dan sebagai komponen tambahan dalam makanan lain (De Mann. yang juga disebut grain alcohol.5 ± 1.

Cara penjemuran sifatnya lebih murah. antara lain umbi segar yang bermutu baik. menyebabkan proses pengeringan berjalan lambat dan kripik yang dihasilkan kurang baik. mempercepat pelarutan kalsium oksalat dan memperpanjang masa simpan kripik maupun tepung iles-iles yang dihasilkan. Sedangkan cara pengeringan buatan sifatnya lebih mahal. Cara dan sistem pengeringan berpengaruh terhadap mannan. Bila tebal irisan umbi 0. Untuk memperoleh kripik yang baik diperlukan beberapa persyaratan.2 cm memerlukan waktu 16 jam dengan mempergunakan alat pengering oven pada suhu 70 oC. Pendahuluan disini adalah dilakukan sebelum umbi dikeringkan. teknik pengeringan yang intensif. Kedua cara pengeringan tersebut membawa keuntungan dan kerugian masing-masing. perlakuan pendahuluan dimaksudkan untuk mempertahankan mannan. Keadaan ini menyebabkan kripik iles-iles Indonesia sering ditolak oleh negara pengimpor.menyebabkan umbi akan lengket pada alas tempat pengering. sehingga kripik yang dihasilkan bermutu relatif baik. Fungsi garam dapur disini selain mencegah terjadinya pencoklatan dan penyeragam warna.0 cm. perlakuan pendahuluan yang baik. Pada kondisi tersebut diperkirakan semua mikroba tidak dapat tumbuh dan enzim-enzim sudah tidak efektif. Kripik iles-iles ini sesungguhnya merupakan suatu produk yang nantinya digunakan lebih lanjut untuk bahan makanan atau bahan industri dan pihak pengimpor bagian besar juga menghendaki iles-iles dalam bentuk kripik. Pengeringan irisan umbi yang telah diberi perlakuan pendahuluan dapat dilakukan melalui dua cara. sebaiknya digunakan larutan garam dapur 5 persen sebagai larutan perendamnya. Tepung Mannan. tetapi memerlukan waktu yang lebih lama dan bergantung pada cuaca. tetapi jalannya proses dapat dikendalikan . Produk Utama Iles-iles . Perlakuan ini tidak dapat menahan terjadinya pencoklatan pada kripik yang dihasilkan dan bahan sering menyebabkan penampakan kripik kurang menarik karena warna tidak seragam (bercakbercak). yaitu konisin (conicine).0 cm memerlukan waktu 30 jam efektif. tebal irisan yang tepat dan seragam. mudah dan sering digunakan. Sedangkan bila digunakan cara penjemuran untuk ketebalan irisan umbi 0. baik kuantitas maupun kualitasnya sebelum mannan tersebut diekstrak dari umbi iles-iles. Untuk mengatasi masalah tersebut di atas. yaitu cara penjemuran dan cara pengeringan buatan. perlakuan pendahuluan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah rafida penyebab rasa gatal (kristal kalsium oksalat berbentuk jarum) dan alkaloid penyebab rasa pahit.5 ± 1. sehingga menyulitkan pengambilan kripik yang dihasilkan. Untuk tujuan bahan makanan. Sedangkan untuk tujuan bahan baku industri. Sebagai tanda bahwa kripik iles-iles telah kering dan siap digiling (ditumbuk) adalah bila kripik tersebut dipatahkan akan berbunyi ³krek´ atau bila kadar air kripik sekitar 12 persen berat basah. Perlakuan pendahuluan yang umum dilakukan adalah perendaman irisan umbi di dalam air. juga sebagai penetral alkaloid. Sedangkan bila tebal irisan melebihi 1.

penggerusan dengan pengayakan dan pengosokan. umumnya kripik dijadikan tepung terlebih dahulu.8 mm) akan mengakibatkan fraksi kecil (dinding sel. Untuk cara mekanis telah dikenal tiga cara. sedangkan komponen-komponen tepung lainnya (dinding sel. tetapi yang termudah adalah pengkristalan kembali dengan etanol. Penggunaan atau Manfaat Glukomannan Berdasarkan sifat-sifat tersebut di atas. Hal ini disebabkan karena selain dapat menghancurkan tablet juga dapat berfungsi sebagai pengikat. dengan cara penyosohan oleh mesin ³polisher´ yang diperlengkapi dengan ayakan dan penghisap (ukuran lubang ayakan 0. sehingga pemakaiannya akan lebih digemari. Pada cara mekanis. sehingga sewaktu pelapisan akan erhirup oleh para pekerja. Beberapa penerapan glukomannan dalam bidang industri disajikan berikut ini. maka pemakaian glukomannan dalam pembuatan tablet akan memberikan hasil yang memuaskan. yaitu cara mekanis dan cara khemis. Mannan merupakan polisakarida yang mempunyai bobot jenis dan ukuran molekul terbesar dan bertekstur lebih keras bila dibandingkan dengan molekul-molekul komponen tepung iles-iles lainnya. Biasanya digunakan pati atau agar-agar yang mempunyai sifat pengembang di dalam air. ³Film former´ yang biasa digunakan adalah yang larut dalam pelarut organik (mudah menguap). Cara kimiawi jarang dilakukan karena biayanya mahal dan membutuhkan peralatan yang lebih ³complicated´. Tetapi karena kristal glukomannan mempunyai sifat pengembangan yang lebih besar (sampai 200 persen). kripik ataupun tepung iles-iles. kemudian baru dilakukan pemisahan berdasarkan bobot jenis dan ukuran molekul. garam kalsium oksalat dan pati) terhisap oleh penghisap. garam kalsium oksalat dan pati) akan jatuh lebih jauh. dapat . Larutan glukomannan mempunyai sifat merekat. glukomannan sangat berpotensi sebagai bahan baku berbagai macam industri. baik mannan umbi segar.5 ± 0. Demikian juga karena mannan mempunyai ukuran molekul lebih besar dan keras. Pembuatan Tablet Pada pembuatan tablet dibutuhkan suatu bahan pengisi (filler) yang dapat memecah tablet di dalam lambung. sehingga memenuhi syarat sebagai pengikat dalam pembuatan tablet. sehingga hanya digunakan untuk analisa pengukuran kadar mannan saja. yaitu penggerusan dengan peniupan. Karena bobot jenis molekul mannan lebih besar. Sedangkan glukomannan adalah ³film former´ yang arut dalam air. sedangkan mannan (fraksi besar) akan terkumpul tepat di bawah ayakan. Sifat glukomannan dalam pembentukan film yang larut ataupun tidak larut kembali bila dilarutkan dalam air. maka dengan cara penghembusan (peniupan) mannan akan jatuh terdekat dengan pusat ³blower´.Untuk membuat tepung mannan dari kripik iles-iles telah dikenal dua cara. Penerapan sifat ³film former´ dari pada glukomannan digunakan untuk eknologi ³film coating´ dalam pembuatan ³dragee´ akan mempunyai prospek yang sangat cerah. Sedangkan untuk cara khemis telah dikenal banyak cara.

tetapi bila dioleskan pada dinding timbul sifat tidak melarut kembali. Di Indonesia produk ³konnyaku´ dan ³shirataki´ sudah dipasarkan pada beberapa toko swalayan di Jakarta. ³Shirataki´ merupakan salah satu bahan untuk pembuatan makanan khas Jepang yaitu ³Sukiyaki´ yang sudah menjadi terkenal diberbagai negara. tepung mannan lebih baik jika dibandingkan dengan bahan perekat lainnya misalnya tepung beras.2008a. 2006a. yaitu dengan cara pengendapkan lumpur yang tersuspensi dalam air sungai. Bogor dan Surabaya.wikipedia. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. isolasi listrik. maka penggunaan atau manfaat zat tersebut antara lain : Bahan Pembuat Lem Berdasarkan sifat merekat dari pastanya. film.Salting Out.com.Tanggal akses 20 November 2010 Anonymous. glukomannan digunakan sebagai pembuat kertas tipis. payung dari kertas dsb.org/wiki/Konjac . Sifat glukomannan yang mirip dengan selulosa dapat digunakan sebagai pengganti selulosa di dalam industri pembuatan seluloid. Pada suhu yang rendah daya rekatnya tidak hilang sehingga banyak digunakan dalam industri perekat kertas. Demikian juga sifat glukomannan yang mirip dengan agar-agar dapat digunakan di dalam bidang mikrobiologi (sebagai media penumbuhan mikroba) dan ternyata memberikan hasil yang sangat memuaskan. http://www.wikipedia. yaitu sebagai pengikat mineral yang tersuspensi secara koloidalpada hasil awal penambangan. Produk Makanan Tepung mannan dapat dibuat makanan yaitu dengan pencampuran larutan mannan dan air kapur. bahan toilet dan kosmetika. yaitu untuk pencetakan (bila kering). Sebagai ringkasan.digunakan sebagai bahan cat yang larut dalam air. www://en. Konjac. Sifat idak melarut kembali yang dimiliki oleh glukomannan juga digunakan di dalam industri tekstil. Produk yang dihasilkan dikenal dengan nama ³konnyaku´ dan ³shirataki´. jas hujan. Pelapis Kedap Air Tepung mannan juga dapat digunakan sebagai bahan dalam pembuatan alat-alat yang kedap air misalnya pembuatan tenda-tenda. Jika dikonsumsi bahan makanan ini dapat berperan sebagai ³dietary fiber´ yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sifat ini juga digunakan di dalam proses penjernihan air minum yang berasal dari sungai. Sedangkan di dalam industri kertas. Akhirnya sifat larutan glukomannan encer yang dapat menggumpalkan suatu suspensi koloid dapat digunakan di dalam industri pertambangan. berdasarkan sifat-sifat glukomannan. pengkilapan dan ahan air. Tanggal akses 20 November 2010 . kuat dan tahan air. lemas.

2000.amorphophallus/amintro.org/genera. Leninskii pr.1960. http://www. Thesis. Chemistry Department Australian Centre for International Agricultural Research. Z. F. 1996. and J. O. Isolation and Properties of a Glucomannan from the wood of Red Maple.patentstorm. Oxalic Acid. London Bradbury.2009a. Prentice Hall. Smirnova .html.H.com.. Pemisahan Mekanis pada Proses Pengolahan Pangan.wikipedia.1979.2001. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Boson. Canberra. Konjac Mannan.1993. Tanggal akses 20 November 2010 Arifin. International Aroid Society.Anonymous. M.2008c. TriChloro Acetate.Institute of Canada N. Yogyakarta Paul. The world of food science Konjac Part I: Cultivation To Commercialization Of Component.aroid.Tanggal akses 20 November 2010 . D. Localization of Acetyl Groups in the Macromolecule of Glucomannan Obtained from Roots of Eremurus zangezuricus.http://www. http://www. UGM. N. RO2450000.ebookpangan. Amorphallus : Introduction And Toxonomic Description. I. IPB Blanshard.htm.V and Mitchell. J. Chemistry Organic. Mestechkina and V. Russia NIOSH.com. 2008.patentstorm. Jabar and Timells T. 2002. A.E. 33. New York Noor. Senyawa Anti Gizi. Pocket Guide to Chemical Hazards. Bach Institute of Biochemistry. 1972. tanggal akses 15 Agustus 2006 Mian.New York Hetterscheid.com.M. 1988. 2005. http://www. London U. Palmer. Biochemichal and Reagent for Life Science Research. Moscow. 119071. Chan and Albert. J.2008b. Russian Academy of Sciences. Butterworths. Polysaccharides in Food. National Institute for Occupational Safety and Health. 1992. Pengeringan Kripik Umbi Iles-iles Secara Mekanik Untuk Meningkatkan Mutu Keripik Iles-iles. and Holloway. http://www. Merck Anonymous. Clarified Konjac Glucomannan. Shcherbukhin.S Patent 3973008. PPS.R. Chemistry of Tropical Root Crops: Significance for Nutrition and Agriculture In The Pacific. Teknologi Pasca Panen. W. Tanggal 20 November 2010 Anonymou. M. Tanggal Akses 20 November 2010 US Patent 6162906. Identification Number.

Bulletin Chem. Soc. T.5622. Tanggal akses 20 November 2010 Sugiyama.wordpress.patentstorm. 1972.2000.S Patent 2.. Of Japan45:561-56 http://lordbroken.144.com/page/17/ 14-februari-2012 .U. http://www. N.com. Shimara. Clarified Konjac Glucomannan with Alumunium Sulfat. Studies on mannan and related compounds I. S and Ando. The purification of konjac mannan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful