Tugas III : Makalah Dosen : Prof. DR. Otto R. Payangan, S.E., M.

Si

PERANAN STRATEGI PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK JASA ASURANSI PADA PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA

OLEH: Didit Fachri Rifai

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ................................................................................ .............................................................................................................1 DAFTAR ISI .......................................................................................... ............................................................................................................2 BAB 1.1. I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah ............................................................ 3 BAB II 2.1 TINJAUAN PUSTAKA .Pengertian Pasar ………………………………………...….. 5 2.2.Manajemen Pemasaran………..…………….…………...… 5 2.3 .Pengertian Strategi Pemasaran ..……………………...… 8 2.1 BAB Pengertian Asuransi ………………………………………… 12

III ANALISIS Analisis …………………….……………………...………..... 18

BAB

IV KESIMPULAN Kesimpulan …………….…….…………………………........ 21

DAFTAR PUSTAKA

2

Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan rumah tangga. Mengenali karakteristik pasar dan struktur pasar sangatlah menguntungkan bagi perusahaan untuk dapat tetap bersaing dan survive 3 . Strategi pemasaran merupakan salah satu senjata bagi perusahaan untuk menghadapi persaingan pasar. Demikian pula dunia usaha dalam menjalankan kegiatannya menghadapi berbagai resiko yang mungkin dapat mengganggu kesinambungan usahanya. baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia.BAB I PENDAHULUAN 1. baik dalam menghadapi resiko yang mendasar seperti resiko kematian. Dengan mulai membaiknya iklim dan minat masyarakat dalam bidang asuransi mengakibatkan tingkat persaingan di dunia asuransi menjadi semakin ketat.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan akan jasa asuransi kini makin dirasakan. atau dalam menghadapi resiko atas harta benda yang dimiliki. Pada dasarnya strategi pemasaran adalah mencari kecocokan antara kemampuan internal perusahaan dengan peluang eksternal yang ada di pasar. Mencari kecocokan ini merupakan tanggung jawab dari bagian pemasaran untuk menerapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan produk yang dihasilkan dan sesuai dengan dengan segmen pasar yang ingin dituju oleh produk yang diluncurkan.

Agar PT. 4 . PT. Tujuan utama dari sebuah perusahaan ialah pencapaian profit (laba) dan hal ini dapat juga sebagai tolak ukur dalam sukses atau tidaknya sebuah perusahaan dalam pencapaian tujuannya. SLFI dapat bertahan dan berkembang dengan baik maka PT. harga maupun segmen yang dituju sehingga dapat menghasilkan produk yang mampu bersaing dan memenangkan persaingan. Efesiensi yang dimaksud adalah strategi pemasaran yang dilakukan dengan perhitungan dan pertimbangan yang tepat sehingga tidak ada pemborosan biaya baik itu dalam operaional maupun dalam biaya promosi maupun iklan dan efektifitas yang dimaksud ialah pemilihan stategi pemasaran yang tepat dan sesuai dengan pasar yang dilayani oleh perusahaan sehingga sasaran yang ditetapkan dapat tercapai. Dari uraian di atas. Kelemahan dan keunggulan perusahaan hendaknya dianalisis sehingga menjadi sebuah titik tolak yang kuat buat perusahaan dalam mengambil keputusan yang efektif dan efisien serta untuk memperkuat posisinya dari para pesaing yang ada.SLFI harus dapat menciptakan kemampuan bersaing baik dalam hal jenis produk. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang asuransi jiwa bagi masyarakat juga harus menghadapi persaingan yang cukup ketat dengan perusahaan asuransi lainnya. Semoga makalah ini dapat menjadi pertimbangan berbagai pihak dalam mengimplementasikan stategi pemasaran tersebut. Selain itu efektifitas dan efisiensi dalam menjalankan operasional perusahaan juga memegang peranan penting.(kelangsungan hidup perusahaan).

menciptakan.2 MANAJEMEN PEMASARAN Pemasaran. mengkomunikasikan. seperti pasar perumahan atau pasar bahan makanan. mempunyai sumber daya untuk melakukan pertukaran. Pengertian Pasar Konsep pertukaran dan relasional menghasilkan konsep pasar. dan memberikan nilai dan kepuasan pada konsumen adalah inti dari 5 .13) : “Pasar adalah kumpulan pembeli yang aktual dan potensial dari sebuah produk” Para pembeli tersebut mempunyai kebutuhan atau keinginan yang sama yang dapat dipuaskan lewat pertukaran. dan bersedia menawarkan sumber daya dalam pertukaran itu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. lebih berurusan dengan pelanggan daripada fungsi bisnis lainnya. Para pakar ekonomi menggunakan istilah pasar untuk merujuk pada kumpulan pembeli dan penjual yang mentransaksikan kelas produk tertentu. Semula istilah pasar berarti berarti tempat pembeli dan penjual berkumpul untuk mempertukarkan barang mereka. Jadi ukuran pasar tergantung pada jumlah orang yang menunjukkan kebutuhan. Defenisi pasar menurut Kottler (2001. 2.1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Memahami.

pertukaran atau transaksi. Hal ini yang menyebabkan definisi pemasaran selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangannya. produk. 7 ) "Pemasaran adalah suatu proses sosial menurut dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan pihak lain.” Berdasarkan defenisi tersebut bertumpu pada konsep pokok sebagai berikut : Kebutuhan. Definisi Pemasaran Philip Kotler ( 2004. dan permintaan. Masing-masing mengemukakan definisi yang berbeda sesuai dengan sudut pandangnya. oleh karena itu fungsi-fungsi manajemen dapat diterapkan pada manajemen pernasaran tersebut. Pemasaran merupakan suatu proses. Manajemen kurangnya satu pemasaran pihak berlangsung bila sekuranguntuk mempertimbangkan sasaran memperoleh tanggapan yang diharapkan dari pihak lain pada pertukaran yang potensial. pasar serta pemasaran dan pemasar. 6 . Ada beberapa definisi pemasaran yang dikemukakan oleh para ahli.pemikiran dan praktek dari pemasaran modern. Dua sasaran utama pemasaran adalah menarik konsumen baru dengan menjanjikan nilai yang unggul dan mempertahankan konsumen saat ini dengan memberikan kepuasan. keinginan. nilai (value) dan kepuasan. karena ini dapat dikatakan bahwa manajemen pemasaran merupakan manajemen dari proses pemasaran.

tetapi lebih daripada itu tugas manajemen pemasaran adalah mengatur tingkat transaksi dan tingkat permintaan yang diharapkan dengan cara tertentu dalam mencapai pasar sasaran yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya. membangun dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran demi mencapai tujuan organisasi. penulis mengutip Philip pengertian manajemen pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. pasar." Defenisi ini menegaskan bahwa manajemen pemasaran tidaklah hanya menawarkan barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasarnya. perencanaan. Maka dapat disimpulkan proses manajemen pemasaran penelitian terdiri dan dari : analisis pasar peluang-peluang sasaran. Definisi Manajemen Pemasaran dirumuskan oleh Persatuan Pemasaran Amerika Tahun 1985 Dalam Philip Kotler ( 2001. dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan.Dari pengertian pemasaran inilah selanjutnya dibahas tentang pengertian manajemen pemasaran. pemberian harga. Perencanaan taktik pemasaran dan pelaksanaan serta pengendalian upaya pemasaran. Menurut Kotler ( 2004. 19 ) : “Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan. dan 7 . implementasi. pemeliharaan pengembangan strategi pasar. promosi. 16 ) "Manajemen Pemasaran adalah analisis. Untuk jelasnya pemasaran ini.

perencanaan. bisnis apa yang digeluti perusahaan pada saat ini dan jenis bisnis apa yang dapat dimasuki dimasa yang akan datang. Kedua. pelaksanaan. promosi.” Definisi ini menyadari bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang mencakup analisis. pemasaran mencakup setiap usaha untuk mencapai kesesuaian antara perusahaan dengan lingkungannya dalam rangka mencari pemecahan atas masalah penentuan dua penentuan pokok yaitu. 2. bagaimana bisnis yang telah dipilih tersebut dapat dijalankan dengan sukses dalam lingkungan yang kompetitif atas dasar perspektif produk. harga. Pertama. tujuannya jasa serta gagasan pertukaran adalah memberikan kepuasan bagi pihak yang terlibat. pertukaran jasa-jasa dan gagasan sasaran untuk yang menciptakan dengan kelompok memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi.disrtibusi dari barang-barang. dan distribusi (bauran pemasaran) untuk melayani pasar sasaran.3 PENGERTIAN STRATEGI PEMASARAN Dalam peranan strategisnya. dan pengawasan berdasarkan juga mencakup dan barang. Definisi Strategi Pemasaran Menurut Philip Kotler 8 .

perusahaan harus mengelompokkan pasar yang bersifat heterogen tersebut kedalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen. Segmentasi Pasar Tiap pasar terdiri dari bermacam-macam dan kebiasaan pembeli yang yang yang digunakan untuk melayani pasar sasaran mempunyai kebutuhan berbeda. 6 ) “Strategi pemasaran adalah alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran tersebut. bauran pemasaran dan besarnya pengeluaran pemasaran. Dengan kata lain 9 . Karena itu.” Strategi pemasaran didasarkan atas 5 (lima) konsep strategi sebagai berikut : 1. maka prinsip strategi pemasaran yang kedua adalah memilih pola spesifik pasar perusahaan yang akan memberikan kesempatan maksimum kepada perusahaan untuk mendapatkan kedudukan yang kuat. 2.( 2004.” Menurut tjiptono ( 2002. Perusahaan tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan semua pembeli. 81 ) : “Strategi Pemasaran adalah pola pikir pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasarannya. Market Positioning Perusahaan tidak mungkin dapat menguasai pasar secara keseluruhan. Strategi pemasaran berisi strategi spesifik untuk pasar sasaran. penetapan posisi.

yang mana kebutuhan tersebut dapat dipuaskan oleh perusahaan yang memilih segmen pasar tersebut. cara ini ditempuh apabila : 1) Perusahaan pembeli tidak mengetahui tentang seluk beluk industri dari perusahaan yang dibeli 2) Sangat menguntungkan untuk secepat mungkin memasuki segmen pasar yang dikuasai perusahaan yang dibeli. 3) Perusahaan menghadapi macam-macam penghalang untuk memasuki segmen pasar yang bersangkutan melalui internal 10 . Berukuran cukup besar Mempunyai potensi untuk berkembang terus Tidak memiliki atau dipenuhi oleh perusahaan saingan Mempunyai kebutuhan yang belum terpenuhi. d. Membeli perusahaan lain Cara ini merupakan cara yang paling mudah dan cepat. c. Segmen pasar semacam ini memiliki 4 (empat) karakteristik. Market Entry Strategy Market entry Strategy adalah yang strategi perusahaan pasar untuk sasaran memasuki penjualan. segmen pasar dijadikan Strategi memasuki suatu segmen pasar dapat dilakukan dengan cara : a. yaitu : a. 3. b.perusahaan harus memilih segmen pasar yang akan menghasilkan penjualan dan laba paling besar.

11 . 4. c. Prosess. Price. ini tidaklah berarti perusahaan dapat segera memulai kegiatan bahwa pemasaran. Promotion. Timing Strategy Penentuan saat yang tepat dalam memasarkan barang merupakan hal yang perlu diperhatikan. Place.development. misalnya patent. Internal Development Ada perusahaan-perusahaan yang lebih suka berkembang melalui usaha sendiri yaitu melalui research and development karena berpendirian bahwa hanya dengan cara inilah kepemimpinan dalam industri dapat dicapai. biaya iklan yang mahal atau kesulitan bahan mentah. Participant. dan People Physical evidence). Kerjasama dengan perusahaan lain Keuntungan dengan cara ini ialah bahwa resiko yang dipikul bersama. Meskipun perusahaan melihat adanya kesempatan baik menetapkan objektif dan menyusun strategy pemasaran. economies of scale. Variabel-variabel mempengaruhi pembeli adalah yang disebut 7P (product. b. saluran distribusi yang sulit dimasuki. dan masing-masing perusahaan saling melengkapi skill dan resources. 5. Marketing Mix Strategy Marketing Mix strategy adalah kumpulan variabel-variabel yang dapat dipergunakan perusahaan untuk memepengaruhi yang dapat tanggapan konsumen.

Baik Perusahaan ini memiliki kekuatan yang bisa dimanfaatkan dalam strategi-strategi tertentu serta mempunyai peluang yang lebih 12 .Perusahaan harus lebih dahulu melakukan persiapan-persiapan baik dibidang produksi maupun dibidang pemasaran. Kuat (Strong) Perusahaa ini mampu bertindak bebas tanpa membahayakan posisi jangka panjangnya walaupun pesaing-pesaing berbuat apa saja yang mereka kehendaki. 1983.” ( Radiosunu. 2. Dominan ( Dominant) Perusahaan ini mampu menegndalikan pesaing-pesaing yang lain serta memiliki banyak pilihan dalam menentukan strategi. Jadi dalam menetapkan strategi pemasaran yang akan dijalankan perusahaan haruslah terlebih dahulu melihat situasi dan kondisi pasar serta menilai posisinya di pasar. 3. kemudian perusahan juga harus menentukan saat yang tepat bagi pelemparan barang dan jasa ke pasar. 31-34 ) Strategi pemasaran dapat dinyatakan sebagai dasar tindakan yang mengarah pada kegiatan atau usaha pemasaran. dalam kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu berubah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan mengetahui keadaan dan situasi serta posisinya di pasar dapat ditentukan kegiatan pemasaran yang harus dilaksanakan. Posisi bersaing dalam suatu industri meliputi : 3. dari suatu perusahaan.

menyusut atau bahkan mundur dari kancah industri. Tidak ada harapan (Non-Viable) Perusahaan ini berprestasi dengan sangat tidak memuaskan serta memiliki peluang-peluang untuk perbaikan. Posisi perusahaan dalam persaingan sepanjang tahap daur hidup produk. 6. Lemah (Weak) Perusahaan ini tampil dengan tidak memuaskan. Perusahaan ini harus mengubah diri. akan banyak membantu proses pengambilan keputusan untuk menanm modal. Setiap perusahaan atau unit usaha yang dapat melihat dirinya menempati salah satu dari posisi diatas. Posisi perusahaan dalam persaingan menempati salah satu posisi di atas. 4.4 PENGERTIAN ASURANSI Ada beberapa pengertian asuransi menurut Undang-Undang 13 . 2. kalau tidak maka ia akan terpaksa keluar dari industri. bertahan. 5. Tetapi masih memiliki peluang-peuang perbaikan.diatas rata-rata untuk meningkatkan posisinya. Sedang (Tenable) Prestasi perusahan cukup memuaskan untuk menjamin kelangsungan usahanya. Tetapi perusahaan ini sering kalah karena ulah perusahaan yang dominant serta untuk meningkatkan posisinya ia memiliki peluang yang kurang ratarata industri.

asuransi adalah alat yang memungkinkan menukar (substitute) biaya kecil tertentu (premi) dengan kerugian besar yang belum tentu (sampai sejumlah asuransi) di bawah suatu perjanjian di mana mereka (yang banyak) yang beruntung lolos dari kerugian akan membantu mereka (yang sedikit) yang tidak beruntung dengan mengganti kerugian yang mereka derita itu. 14 . atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. kerusakan. yang timbul akibat suatu peristiwa yang tidak pasti. Menurut Undang-Undang no.dan para ahli antara lain: Menurut Drs. 2000. atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita si tertanggung. 170) menyatakan: “Asuransi adalah suatu alat sosial yang menggabungkan resiko-resiko individu ke dalam suatu kelompok. 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian (Herman. dan menggunakan dana yang disumbangkan oleh anggota-anggota kelompok itu untuk membayar kerugian-kerugian. Hasymi Ali (1995. Defenisi ini mengandung arti bahwa ketidakpastian dikurangi dan juga kerugian dibagi rata. Dari sudut pandang orang yang ditanggung. A. 4) menyatakan: “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih yang pihak dengan penanggungnya menerima mengikatkan premi diri kepada untuk tertanggung memberikan asuransi pertanggungan kepada tertanggung karena kerugian.” Kerugian yang dapat diramalkan itu kemudian dibagi rata di antara mereka yang bergabung. Inilah intisari terpenting dari asuransi.

asuransi mempunyai beberapa manfaat antara lain: 1. maka para usahawan dimungkinkan dan didorong untuk mengkonsentrasikan energi dan modal dalam usaha-usaha yang kreatif. Asuransi mengambil alih resiko itu. memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena suatu peristiwa yang tidak pasti atau terhadap hidup atau meninggalnya seseorang. Dengan demikian. Herman Darmawi (2000. Asuransi Melindungi Resiko Investasi Kemauan untuk menanggung resiko merupakan Bilamana unsur suatu fundamental dalam perekonomian bebas. Usaha asuransi ialah usaha jasa keuangan yang menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi. perusahaan berusaha untuk memperoleh keuntungan dalam bidang usahanya.2/1992. Jumlah dan jenis polis asuransi yang digunakan untuk menutup resiko usaha yang sangat banyak.” Menurut Drs.atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. Karena asuransi menghilangkan / mengurangi resiko. perusahaanperusahaan asuransi yang tugas utamanya adalah memberikan 15 . 4). maka kehadiran resiko dan ketidakpastian tidak dapat dihindarkan.” Yang dimaksud dengan penanggung dalam defenisi diatas adalah suatu badan usaha asuransi yang memenuhi ketentuan UU no.

Asuransi Sebagai Sumber Dana Investasi Pembangunan ekonomi memerlukan dukungan investasi dalam jumlah memadai yang pelaksanaannya harus berdasarkan pada kemampuan sendiri. Cara untuk memperoleh perlindungan itu adalah dengan memiliki polis asuransi. mereka telah terbebas dari kekhawatiran kerugian besar dengan memikul suatu kerugian kecil (dalam hal ini berupa premi yang telah 16 . Asuransi Dapat Mengurangi Kekhawatiran Bila seseorang telah membayar premi asuransi. kemajuan ekonomi yang ada sekarang ini mustahil tercapai. Pemberi kredit tidak hanya tertarik dengan keadaan perusahaan serta kekayaannya yang ada saat ini. 4. Asuransi Untuk Melengkapi Persyaratan Kredit Kreditor lebih percaya pada perusahaan yang resiko kegiatan usahanya di asuransikan.perlindungan kepada perusahaan-perusahaan lain telah menjadi suatu institusi ekonomi yang mempunyai peranan yang tidak kecil. Usaha perasuransian sebagai salah satu lembaga keuangan non bank yang menghimpun dana masyarakat. tetapi juga sejauh mana perusahaan tersebut melindungi diri dari kejadian-kejadian yang tidak terduga dimasa depan. semakin penting peranannya sebagai sumber modal untuk investasi di berbagai bidang. Oleh karena itu. diperlukan usaha keras untuk mengerahkan dana masyarakat melalui lembaga keuangan bank dan non bank. Tanpa asuransi. 3. 2.

Jadi. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menyediakan polis secara berkelompok untuk para karyawan tertentu dengan cara perusahaan membayar keseluruhan atau sebahagian dari premi yang telah ditetapkan. Adanya usaha seperti ini dari pihak perusahaan perusahaan. maka mereka yang menghadapi resiko tidak akan dapat meramalkan apakah mereka akan tertimpa kerugian besar. Oleh karena itu. 6. Asuransi Menjamin Kestabilan Perusahaan Perusahaan-perusahaan dewasa ini menyadari arti pentingnya asuransi sebagai salah satu factor yang menciptakan goodwill (jasa baik) antara kelompok pimpinan dan karyawan. Asuransi Mengurangi Biaya Modal Dalam dunia usaha yang beban resikonya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain. kerugian kecil atau tidak. dengan membayar premi.dibayarkan). 5. 7. ia memperoleh kepastian biaya jika ada kemungkinan kerugian. Kerugian kecil itu sesungguhnya merupakan bagian yang dipikulnya untuk kerugian kelompok itu. maka pihak-pihak penanam modal yang telah bersedia menanggung resiko atas modal yang diinvestasikan tersebut akan menetapkan biaya modal yang lebih tinggi. Asuransi Dapat Meratakan Keuntungan Dengan berusaha menentukan biaya-biaya “kebetulan” yang dapat merupakan stabilisator jalannya roda 17 . Jika tidak ada asuransi. mereka tidak akan sanggup meramalkan biayanya.

8. mereka sendiri secara sadar dan sistematis bekerja sama untuk menghilangkan atau memperkecil kemungkinan yang dapat menimbulkan kerugian. secara singkat dapat dikatakan bahwa asuransi dapat meratakan jumlah keuntungan yang dapat diperoleh dari tahun ke tahun. Usaha-usaha untuk memberikan bantuan teknis baik kepada individu maupun perusahaan-perusahaan sudah semakin disadari oleh perusahaan asuransi. 9. Asuransi Dapat Menyediakan Layanan Profesional Dunia asuransi dewasa ini sudah semakin banyak yang bergerak di bidang usaha yang bersifat teknis. lebih-lebih dengan adanya perkembangan pesat dalam bidang teknologi. Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha menyadari bahwa keberhasilan yang ingin dicapai sangat tergantung kepada kemampuan mereka untuk memberikan perlindungan dengan biaya yang cukup wajar. Hal ini dilakukan agar perusahaan-perusahaan tersebut dapat melakukan operasinya dengan baik dan efisien. 18 . Asuransi Mendorong Usaha Pencegahan Kerugian Dewasa ini perusahaan-perusahaan asuransi banyak melakukan usaha yang sifatnya mendorong perusahaan tertanggung untuk melindungi diri dari bahaya yang dapat menimbulkan kerugian. pihak perusahaan akan dapat mempertimbangkan atau memperhitungkan biaya tersebut sebagai salah satu elemen dari total biaya untuk produk yang dijualnya. Dengan demikian. Oleh karena itu.mungkin dialami pada masa yang akan datang melalui program asuransi.

BAB III 19 . Asuransi Membantu Pemeliharaan Kesehatan Usaha lain yang sangat erat hubungannya dengan usaha-usaha yang dilakukan untuk menghindari atau memperkecil penyebab timbulnya kerugian adalah kampanye yang dilakukan oleh perusahaan asuransi jiwa kepada para pemegang polis khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.10.

500.000. 450.000. 1. kita dapat melihat adanya kemajuan yang sangat bagus pada penjualan premi asuransi pada tahun 2002 sampai dengan 2003. Pada tahun 2003 cabang Medan di bebankan target lebih besar lagi dikarenakan keberhasilan pencapaian target di tahun 2002 menjadi Rp.ANALISIS Dalam bab ini penulis ingin membandingkan antara data data yang diperoleh selama penelitian dengan uraian teoritis sehingga diperoleh sebuah data yang aktual tentang teori dan kenyataan di lapangan.000. 2. 1. Sun Life Financial Indonesia cabang Medan.000. Perkembangan Target dan Realisasi Penjualan Berdasarkan data dari tabel Rekapitulasi produksi PT.350. Penulis akan mencoba untuk menganalisis dan mengevaluasi data tersebut sebatas kemampuan yang dimiliki oleh penulis.terjadi kenaikan target sebesar Rp.800.000.-. 1.000. Untuk mempermudah menganalisa dan mengevaluasi data penulis akan membaginya menjadi beberapa bagian : 1. 150.000.000.-.000. peningkatan terjadi sebesar Rp.000.-. Meningkatnya jumlah pemegang polis berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah aktivitas produksi penjualan premi di 20 .-. Realisasi penjualan pada tahun 2003 ternyata target tersebut dapat terpenuhi sebesar Rp.ternyata target tersebut dapat dipenuhi sebesar Rp.000.000.000. Pada tahun 2002 untuk Cabang Medan di bebankan target penjualan sebesar Rp.

Peningkatan ke profesionalan para agent harus dapat ditingkatkan lagi melalui pelatihan-pelatihan dan pembekalanpembekalan. menaikkan kredibibilitas perusahaan dan yang terpenting harus sejalan dengan arah dan tujuan perusahaan. Untuk menganalisis dan mengevaluasi lebih lanjut penerapan strategi bersaing yang diterapkan oleh PT. Peranan para agent cukup memegang peranan penting didalam meningkatkan jumlah pembelian polis. Hal ini berguna bagi para agent sebagai ujung tombak perusahaan untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi. ekonomi dan pola tingkah laku dan tren yang beredar di masyarakat sehingga melalui para agent perusahaan dapat lebih tanggap dalam membaca peluang pasar.PT. Sun Life Financial 21 . Strategi tersebut harus dapat meningkatkan penjualan. Strategi Pemasaran Untuk dapat meraih peluang-peluang di pasar dengan tingkat persaingan yang sangat ketat maka dituntut sebuah strategi yang efektif dan efisien. Sun Life Financial Indonesia cabang Medan sehingga semakin tinggi jumlah pemegang polis semakin tinggi pula jumlah penerimaan premi ke kas perusahaan. Sun Life Financial Indonesia dapat menjadi Market Leader di pasar asuransi jiwa. Sehingga di masa yang akan datang. PT. 2. untuk itu penulis menganjurkan agar usaha-usaha pengembangan yang selama ini diterapkan dan dijalankan terhadap para agent agar terus tetap ditingkatkan dan dipertahankan.

Seperti program untuk biaya perlindungan pendidikan anak sampai ke perguruan tinggi pada The Graduate. perlindungan untuk wanita dari ancaman berbagai macam penyakit pada Sun Lady Saver. Mutu produk yang dihasilkan oleh PT. Menurut hemat penulis. Sun Life Financial Indonesia juga sangat bagus. Sun Life Financial Indonesia sangat baik sekali. jenis diversikasi produk yang ditawarkan oleh PT. Kebijaksanaan Produk Dalam memasarkan produk-produk asuransi jiwanya PT.Indonesia cabang Medan. Sun Life Financial Indonesia cabang Medan berusaha meningkatkan mutu produknya dan diversifikasi Produk sesuai dengan keinginan dan kebutuhan para nasabah dan calon nasabahnya. program untuk tabungan . maka penulis akan mengulas terlebih dahulu hal-hal yang terkait dengan peranan strategi pemasaran melalui variabel-variabel bauran pemasaran (marketing mix) antara lain: 3. Ini terlihat dari banyaknya manfaat tambahan yang berbeda dari tiap produk serta kemampuan 22 . program untuk perencanaan hari tua pada program Retiro. proteksi dan investasi pada Brilliance dan lainlain. ini terlihat dari berbagai jenis produk yang melindungi para nasabahnya dari segala aspek umur dan pekerjaan.

Kebijaksanaan Harga Menurut hemat penulis. Sun Life Financial Indonesia sudah cukup baik. 4. Nilai yang diberikan oleh nasabah melalui premi yang di bayarkan tidak sebanding dengan manfaat yang sangat besar yang mereka peroleh dimasa depan sehingga tak salah bila banyak pelanggan yang membeli polis asuransi dari PT. BAB IV KESIMPULAN Namun menurut hemat penulis. nilai premi asuransi yang 23 . Dengan harga yang cukup bersaing namun manfaat yang diberikan oleh produk itu sendiri sangat besar bagi nasabah. dan kekuatan finansial dengan predikat A++ serta berada dalam kelompok rating tertinggi di Amerika Utara dan dunia. Sun Life Financial Indonesia. Secara luas PT. kemampuan membayar klaim dengan predikat AAA. penetapan harga pada PT.perusahaan dalam membayarkan klaim pada klien membuktikan bahwa perusahaan memang jujur dan konsisten melaksanakan kewajibannya. Sun Life Financial juga banyak mendapat pengakuan dari dunia Internasional sebagai perusahaan yang kuat dan sehat ini terbukti dengan memperoleh berbagai predikat yang sangat baik mulai dari kekuatan finansial yang memperoleh predikat AA+.

Bandung. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. 1998 Angiopora. PT. Edisi Pertama. Institut dan Pembinaan Manajemen. 1996 Kotler Philip. Jilid I. terjemahan A. Dasar – Dasar Pemasaran. Manajemen di Indonesia (Analisis. Sun Life Financial Indonesia masih tidak terjangkau oleh masyarakat kelas bawah dan hanya dapat dibeli oleh masyarakat ekonomi kelas menengah keatas.B Suasnto. Edisi Kedua. Salemba Empat. Jakarta. 2001 Porter. 2001 Lupiyoadi. Michael. Jaka Wasana MSM. Erlangga. E. Salemba Empat. Manajemen Pemasaran (Analisis. dan Pengendalian). Perencanaan. Manajemen Pemasaran Jasa (Teori dan Praktik). Edisi Kelima. Jakarta. Buchari. Strategi Bersaing (Teknik Menganalisa Industri dan 24 .diberikan oleh PT. Jakarta. Rambat. Penerbit CV. DAFTAR PUSTAKA Alma. Terjemahan Drs. Jilid I. 1999 Kotler Philip. Dengan memperhatikan segmen-segmen pasar dari masyarakat umum niscaya banyak masyarakat yang sangat antusias untuk membeli polis asuransi yang ditawarkan oleh Sun Life Financial mengingat besarnya manfaat yang akan mereka terima dari produk yang mereka beli. Raja GrafIndo Persada. Alfabets. Jakarta. Edisi I. Buku Satu. Cetakan Ketujuh. Marius. Perencanaan. Implementasi dan Pengendalian).

Manjemen Asuransi. Strategi Pemasaran. Edisi Ketujuh. Prinsip Pemasaran. Lamarto. Erlangga. Edisi Kedua. 1996. Yogyakarta. Azas-azas Marketing. Basu. Darmawi. Fandy. Erlangga Jakarta. Herman. Bumi AKsara. Jakarta. 2000 Swastha. cetakan I. terjemahan Y. 19 25 . William. Jakarta. 1992 Stanton. Edisi Ketiga.Pesaing). ANDI. terjemahan Agus Maulana. Jakarta. Edisi Pertama. Cetakan Kedua. 1 Tjiptono. J. Jilid I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful