P. 1
SUDUT PANDANG

SUDUT PANDANG

|Views: 500|Likes:
Published by Ajief Ikroman

More info:

Published by: Ajief Ikroman on Feb 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2014

pdf

text

original

SUDUT PANDANG (POINT OF VIEW

)

Sudut pandang adalah cara yang dipakai pengarang untuk menceritakan kisah/ceritanya (cerpen, novel, novellete, dll) melalui tokoh pencerita. Bennison Gray membedakan pencerita menjadi pencerita orang pertama dan pencerita orang ketiga. 1. Pencerita orang pertama (akuan). Yang dimaksud sudut pandang orang pertama adalah cara bercerita di mana tokoh pencerita terlibat langsung mengalami peristiwa-peristiwa cerita. Ini disebut juga gaya penceritaan akuan.Gaya penceritaan akuan dibedakan menjadi dua, yaitu a. Pencerita akuan sertaan, yaitu pencerita akuan di mana pencnerita menjadi tokoh sentral dalam cerita tersebut. b. Pencerita akuan taksertaan, yaitu pencerita akuan di mana pencerita tidak terlibat menjadi tokoh sentral dalam cerita tersebut. 2. Pencerita orang ketiga (diaan). Yang dimaksud sudut pandang orang ketiga adalah sudut pandang bercerita di mana tokoh pencnerita tidak terlibat dalam peristiwa-peristiwa cerita. Sudut pandang orang ketiga ini disebut juga gaya penceritaan diaan. Gaya pencerita diaan dibedakan menjadi dua, yaitu a. Pencerita diaan serba tahu/ maha Tahu (omniscient), yaitu pencerita diaan yang tahu segala sesuatu tentang semua tokoh dan peristiwa dalam cerita. Ia juga tahu apa saja yang menjadi pikiran atau perasaan para tokohnya. b. Pencerita diaan terbatas, yaitu pencerita diaan yang membatasi diri dengan memaparkan atau melukiskan lakuan dramatik yang diamatinya. Jadi seolah-olah dia hanya melaporkan apa yang dilihatnya saja. Kadang-kadang orang sulit membedakan antara pengarang dengan tokoh pencerita. Pada prinsipnya pengarang berbeda dengan tokoh pencerita. Tokoh pencerita merupakan individu ciptaan pengarang yang mengemban misi membawakan cerita. Jadi, Ia bukanlah pengarang itu sendiri. Sebagai contoh simak cerita berikut : Aku paling malas kalau tiap malam mesti terjaga. Sekedar mengendap-endap, untuk mengintai buah yang sudah masak. Aku harus berburu dengan waktu, karena terlambat sedikit saja, buah-buah itu sudah dipanen oleh empunya. Bila begitu, aku dan keluargaku akan kelaparan seminggu ke depan.

Manusia memang serakah. Tahun ketiga barulah kesabarannya berbuah. Beberapa lowongan dimasukinya tetapi belum menampakkan hasil yang menggembirakan. ia sudah harus berjibaku argumen dengan orangtuanya yang ngotot agar ia kuliah di medan saja dan tidak perlu merantau jauh-jauh. Sempat terseok-seok di tahun pertama. Beberapa tes awal dilewatinya dengan mulus. Saya jadi teringat akan lagu 'sarjana muda' milik Iwan Fals yang biasa kami nyanyikan bersama. beberapa lama saya tersadar bahwa banyak hal dari dirinya yang menarik dan patut dijadikan teladan. Dalam satu kesempatan ia bahkan pernah mengungkapkan bahwa lebih baik ia terkatung-katung hidupnya daripada jadi Pegawai Negeri! . Pernah suatu hari saya mengantarnya ke sebuah PT. Ia adalah seorang yang berpendirian teguh dan tidak gampang digoyang siapapun bahkan orang tuanya sekalipun. yang membuka lowongan. Namun kemauan keras Simamora tidak berhenti walau Bapaknya bersusah payah menjemput dan membujuknya agar bersedia kuliah di Medan. (Secangkir Teh : harakiri ala Simamora) Sekilas. berkenalan dengan seorang Simamora tidaklah menimbulkan kesan apa-apa kecuali kenyataan bahwa ia berasal dari suku Batak yang terkenal kaku dan berwatak keras. Bapaknya segera meminta Simamora untuk pulang ke medan dan mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) saja. Ia diterima di fakultas favorit di perguruan tinggi favoritnya. tetapi tentu saja pada saat itu saya tidak berani mengumandangkannya. Padahal ia sudah mengikuti bimbingan belajar yang menawarkan iming-iming 'dijamin masuk PTN'. Berikut Contoh-contoh sudut pandang (POV) : Pencerita akuan sertaan. Dua tahun mengikuti UMPTN di perguruan favoritnya berakhir kandas. akhirnya Simamora lebih memilih Tanah Jawa sebagai tempatnya berpetualang. Namun lagi-lagi Simamora menampik kebaikan Bapaknya itu. bangsa kelelawar yang jumlahnya kian punah. ia akhirnya lulus dengan predikat memuaskan dan bersiap mencari kerja. Dari cerita di atas. Sewaktu mencari perguruan tinggi selepas SMA. apakah µaku¶ yang notabene kelelawar adalah sama dengan penulis? Penulis pemula sangat disarankan untuk membuat cerita dengan POV orang pertama. Namun setelah saya sempatkan diri menemaninya bermain gitar atau nongkrong di warung kopi. Toh. Setelah mengetahui anaknya belum juga dapat kerja. Tak menyisakan sedikit saja makanan untuk kami. tetapi dua tes akhir membuatnya harus pulang dengan tangan hampa.

Namun justru itulah yang terkadang membuatnya terbebani.6 desa setiap hari. . sebelum adzan mengumandangkan pesan padanya bahwa ia mesti kembali pulang. Hingga tak terlihat sebuah sinar penerang. rasa gundah menyelimutinya. Ia kini sudah mempunyai seorang cucu yang sangat ia sayangi. Bila senja akan tiba dan ia belum mendapatkan penghasilan sepeserpun.Contoh Pencerita diaan serba tahu. Ketika ia bisa mengelilingi 4 . hanya satu desa yang mampu ia kelilingi setiap hari. Pun masih ada satu beban lagi. dengan sisa-sisa tenaga yang ia punyai. Pun bintang-bintang belum mulai berdatangan. karena dimanapun tempatnya. Cucu yang selalu setia menantinya di depan rumah setiap senja tiba. Seperti kabut yang datang tiba-tiba menghalang. Ditaruhnya sesuatu yang tadi bertengger di atas kepalanya. Tak lama. ia bisa melepaskan penat yang mendera. menjajakan barang dagangannya berupa kain dan pakaian anak-anak. Kakinya terasa berat dilangkahkan. (Secangkir Teh : Perempuan di penghujung senja) Malam hampir sempurna menyulam angkasa menjadi Gulita. yang dijinjingnya dengan tangan kiri dan ditempelkan di pinggul kirinya. bukan sekarang. Samar-samar di sebuah tanah lapang. iapun berhenti. seseorang terlihat berjalan perlahan. Tapi itu dulu. Beban itulah yang tadi membuatnya berat untuk melangkahkan kaki. Jubah hitamnya kini rapat menutup setiap celah di segala penjuru cakrawala. sebelum senja datang. Kini. Sebenarnya bisa saja ia tak pulang. Ia memang tak muda lagi. Tak seperti dulu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->