P. 1
trias politika

trias politika

|Views: 74|Likes:
Published by Nini Apriani Rumata

More info:

Published by: Nini Apriani Rumata on Feb 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2012

pdf

text

original

Trias

Politika

berasal

dari

bahasa

Yunani

(Tri=tiga;

As=poros/pusat;

Politika=kekuasaan). Konsep Trias Politica merupakan ide pokok dalam Demokrasi Barat, yang mulai berkembang di Eropa pada abad XVII dan XVIII M. Trias politica adalah sebuah bentukan pemisahan kekuasaan dalam sebuah Negara yang memisahkan kekuasaan legislative, yudikatif dan eksekutif. Tujuan dari trias politica ini sendiri bertujuan agar tidak ada pelimpahan kekuasaan terhadap orang yang sama sehingga dapat dihindari penyalahgunaan kekuasaan oleh orang yang berkuasa. Dengan terpisahnya 3 bentukan kekuasaan dalam pemerintahan, diharapkan jalannya pemerintahan negara tidak timpang, terhindar dari korupsi pemerintahan oleh satu lembaga, dan akan memunculkan mekanisme check and balances (saling koreksi, saling mengimbangi). Walaupun demikian, berdasarkan realitas yang ada, jalannya Trias Politika di tiap negara tidak selamanya mulus atau tanpa halangan. Pada abad Pertengahan (kira-kira tahun 1000-1500 M), kekuasaan politik menjadi persengketaan antara Monarki (raja/ratu), pimpinan gereja, dan kaum bangsawan. Kerap kali Eropa kala itu dilanda perang saudara akibat sengketa kekuasaan antara tiga kekuatan politik ini. Sebagai koreksi atas ketidakstabilan politik ini, pada tahun 1500 M mulai muncul semangat baru di kalangan intelektual Eropa untuk mengkaji ulang filsafat politik yang bertujuan melakukan pemisahan kekuasaan. Tokoh-tokoh seperti John Locke, Montesquieu, Rousseau, Thomas Hobbes, merupakan contoh dari intelektual Eropa yang melakukan kaji ulang seputar bagaimana kekuasaan di suatu negara/kerajaan harus diberlakukan. Meski pemikiran mereka saling bertolak-belakang, tetapi tinjauan ulang mereka atas relasi kekuasaan negara cukup berharga untuk diperhatikan. mungkin kita hanya akan membahas pemikiran dari John Locke dan Montesquieu tentang trias politika.

John Locke (1632-1704)

Antitesisnya antara lain : y Kitab suci tidak membenarkan kekuasaan tirani dimana terdapat pembatasan-pembatasan kekuasaan yang bersifat sekuler y Kekuasaan penguasa bukan berasal dari Tuhan atau diwariskan turuntemurun tetapi kekuasaan merupakan produk perjanjian sosial antara warga negara dengan penguasa negara y Kekuasaan absolut antitesis kebebasan y Manusia dilahirkan dengan kesamaan derajat Pemikiran John Locke mengenai Trias Politika ada di dalam Magnum Opus (karya besar) yang ia tulis dan berjudul Two Treatises of Government yang terbit tahun 1690. Selain itu monarki absolute dianggap sebagai bentuk pemerintahan yang sesuai dengan hokum alam dimana berakar pada tradisi otoritas paternal. copy dari kerajaan Tuhan di bumi. Realitas yang terjadi pada saat Locke masih hidup.John Locke lahir pada sebuah desa di Somerset Utara. Locke menyebut bahwa fitrah dasar manusia adalah "bekerja (mengubah alam dengan keringat sendiri)" dan "memiliki milik (property). Kelahirannya bertepatan pada saat negara Eropa dilanda perang sudara dan perang agama antara kaum protestas dengan kaum katolik. tidak mengherankan kalangan bangsawan kadang . negara yang baik harus dapat melindungi manusia yang bekerja dan juga melindungi milik setiap orang yang diperoleh berdasarkan hasil pekerjaannya tersebut. Dimana. Kemudian muncul anti tesis dari pemikiran Locke yang menentang pemikiran Sir Robert Filmer yang mempertahankan pemikirannya tentang kekuasaan absolut tersebut. utamanya bangsawan. Dalam karyanya tersebut. Dari insiden inilah kemudian lahir doktrin-doktrin monarki yang absolute pada system pemerintahan. Seringkali raja secara sewenang-wenang melakukan akusisi atas milik para bangsawan dengan dalih beraneka ragam. system monarki didasarkan pada sebuah keyakinan bahwa kekuasaan raja bersifat ilahiah dan suci. serta merupakan cerminan kekuasaan yang tunggal." Oleh sebab itu.Inggris Barat pada tanggal 29 Agustus 1632. milik setiap orang. berada dalam posisi rentan ketika diperhadapkan dengan raja. Sebab itu.

Menurut Locke. aliansi politik luar negeri. Rakyat jelata tidak masuk ke dalam kategori stuktur masyarakat yang dibela olehnya. misalnya peternakan. sebagai kekuasaan eksekutif. dan sejenisnya. Dari pemikiran politik John Locke dapat ditarik satu simpulan. Perwakilan rakyat versi Locke adalah perwakilan kaum bangsawan untuk berhadapan dengan raja/ratu Inggris. Hal penting yang harus dibuat di dalam undang-undang adalah bahwa masyarakat ingin menikmati miliknya secara damai. Eksekutif adalah kekuasaan untuk melaksanakan amanat undang-undang. perlu adanya kekuasaan terpisah. kekuasaan yang harus dipisah tersebut adalah Legislatif.melakukan perang dengan raja akibat persengketaan milik ini. Kekuasaan ini oleh sebab alasan kepraktisan. melainkan diserahkan ke tangan raja/ratu. Dalam hal ini kekuasaan Eksekutif berada di tangan raja/ratu Inggris. Untuk memenuhi tujuan tersebut. Untuk situasi 'damai' tersebut perlu terbit undangundang yang mengaturnya. masyarakat yang dimaksudkannya bukanlah masyarakat secara umum melainkan kaum bangsawan. menyatakan perang dan damai. Negara ada dengan tujuan utama melindungi milik pribadi dari serangan individu lain. demikian tujuan negara versi Locke. 2 berada di tangan raja/ratu dan 1 berada di tangan kaum . maupun kastil. Namun. Eksekutif dan Federatif Kekuasaan Legislatif adalah kekuasaan untuk membuat undang-undang. Kekuasaan ini antara lain untuk membangun liga perang. diserahkan kepada raja/ratu Inggris. bagi John Locke. pengangkatan duta besar. Federatif adalah kekuasaan menjalin hubungan dengan negara-negara atau kerajaan-kerajaan lain. kekuasaan yang tidak melulu di tangan seorang raja/ratu. Kekuasaan ini mirip dengan Departemen Luar Negara di masa kini. Kaum bangsawan tidak melaksanakan sendiri undang-undang yang mereka buat. bahwa dari 3 kekuasaan yang dipisah. tanah.

sedangkan kekuasaan yudikatif adalah kekuasaan mengadili atas pelanggaran undang-undang.bangsawan. Tiga fungsi itu perlu dibagi atas tiga pemegang kekuasaan. eksekutif dan yudikatif. Sebaliknya oleh Montesquieu kekuasaan hubungan luar negeri yang disebut Locke sebagai kekuasaan federative. Montesqueieu mengajukan pemikiran politiknya setelah membaca karya John Locke. Lahir pada tanggal 18 January 1689 di Bordeaux dan wafat pada tanggal 10 February 1755. kekuasaan Negara dibagi dalam tiga kekuasaan. tetapi Locke tidak mengemukakan masalah yudikatif. Spirits of the Laws. Buah pemikirannya termuat di dalam magnum opusnya. yang terbit tahun 1748. Pembagian ini. yang masing-masing terpisah satu sama lain. Pemikiran Locke kemudian disempurkan oleh rekan Perancisnya. Pemikiran Locke ini belum sepenuhnya sesuai dengan pengertian Trias Politika di masa kini. Menurut Locke. Hal ini disebabkan karena dalam pekerjaannnya sehari-hari sebagai seorang hakim. dimasukkan kedalam kekuasaan eksekutif. Montesquieu mengetahui bahwa kekuasaan eksekutif itu berlainan dengan kekuasaan pengadilan. Montesquieu (1689-1755) Montesqiueau yang mempunyai nama panjang Charles-Louis de Secondat. yaitu kekuasaan legislative. Berbeda dengan John Locke yang memasukkan kekuasaan yudikatif ke dalam kekuasaan eksekutif. Montesquieu membedakan tiga fungsi Negara. Montesquieu memandang kekuasaan pengadilan (yudikatif) itu sebagai kekuasaan yang berdiri sendiri. baron de La Brède et de Montesquieu. Menurutnya. . Kekuasaan legislatif menurutnya adalah kekuasaan untuk membuat undang-undang. ketiga jenis kekuasaan itu haruslah terpisah satu sama lain. Montesquieu. telah dimulai oleh Locke. yaitu fungsi legislative. kekuasaan eksekutif dan kekuasaan federative. baik mengenai tugas maupun mengenai alat perlengkapan (organ) yang menyelenggarakannya. kekuasaan eksekutif meliputi penyelenggaraaan undang-undang (tetapi oleh montequieu diutamakan tindakan dibidang politik luar negeri).

tidak mungkin terdapat kemerdekaan. juga.Montesquieu mengemukan alasan mengapa ia membagi ketiga kekuasaaan tersebut karena bersangkut paut dengan apa yang disebut kemerdekaan. laissed aller. Dari contoh-contoh tersebut. presiden Amerika tidak dapat dijatuhkan oleh Congress selama masa jabatan empat tahun. . hakim itu akan bersikap dan bertindak dengan kekerasan dan penindasan. doktrin Trias Politika memainkan peranan yang penting dan terutama telah mempengaruhi perumusan-perumusan mengenai Negara hukum klasik dari sarjana-sarjana hukum seperti Kant dan Fichte. terlihat jelas bahwa pelaksanaan konsep Trias Politika dalam konsep aslinya. sama sekali tidak ada pemisahan kekuasaan. Apabila kekuasaan mengadili digabungkan pada kekuasaan eksekutif. sehingga dokumen itu dianggap yang paling banyak mencerminkan Trias Politika dalam konsep aslinya. Pembagian tersebut adalah untuk menjamin adanya kemerdekaan. Seperti digambarkan oleh Kant dan Fichte. Seperti yang dikatakan olehnya : ³Apabila kekuasaan legislative dan eksekutif disatukan pada tangan yang sama. yang tugasnya tidak lain dari mempertahankan dan melindungi ketertiban social dan ekonomi berdasarkan asaz Laissez faire. yang menurut Montesquieu merupakan suri tauladan dari system pemerintahan berdasarkan Tras Politika. tidak akan bisa ditegakkan kemerdekaan itu bila kekuasaan mengadili tidak dipisahkan dari kekuasaan legislative dan eksekutif. Apabila kekuasaan mengadili ini digabungkan pada kekuasaan legislative. malahan terlihat adanya suatu penjalinan yang erat antara badan eksekutif dan badan legislative. ataupun badan yang itu juga (apakah badan ini terdiri dari orang-orang bangsawan atau rakyat banyak) yang akan menjalankan ketiga macam kekuasaan itu´ Doktrin Montesquieu banyak mempengaruhi orang Amerika pada masa undang-undang dasarnya dirumuskan. kehidupan dan kemerdekaan kaulan-negara akan dikuasai oleh pengawasan sesuka hati. Congress tidak dapat dibubarkan oleh presiden. Akan berakhir pulalah segala-galanya apabila orang-orang yang itu juga. Di lain pihak. ataupun pada badan penguasa-penguasa yang sama. sukar sekali diselenggarakan dalam praktik. Misalnya. Di Negara-negara benua Eropa seperti Jerman dan Belanda. oleh sebab hakim akan menjadi orang yang membuat undang-undang pula. Akan tetapi di Inggris.

Trias Politika dalam arti ³pemisahan kekuasaan´ tidak dapat dipertahankan lagi. Montesquieu mengungkapkan bahwa tiap kekuasaan yang dibagi pada tiga kekuasaan tersebut. Selain itu.Menurut Kant dan Fichte campur tangan Negara dalam perekonomian dan segi-segi lain kehidupan social tidak dibenarkan (staatsonthouding). maka ada kecenderungan untuk menafsirkan Trias Politika tidak lagi sebagai ³pemisahan kekuasaan´ tetapi sebagai ³pembagian kekuasaan´ yang diartikan bahwa hanya fungsi pokoklah yang dibedakan menurut sifatnya serta diserahkan kepada badan yang berbeda (distinct hands). Oleh karena keadaaan tersebut. masing-masing berjalan saling mengawasi dan menghambat dari adanya penyelewengan. maka fungsi kenegegaraan sudah jauh melebihi dari tiga macam fungsi yang disebut oleh Montesquieu. dan adat istiadat masyarakat. Kalau tidak penerapan hukum tidak akan efektif. dan oleh sebab itu. Dengan berkembangnya konsep mengenai Negara kesejahteraan. yaitu bersifat umum dan khusus. . dan menyelenggarakan perencanaan perkembangan ekonomi dan social secara menyeluruh. yang disebut kemerdekaan bukanlah kemerdekaan yang sesuka hati yang memberikan hak pada seseorang untuk mengangkat senjata. oleh karena pemerintah hanya dianggap sebagai ³penjaga malam´ semata-mata. Menurut Montesquieu. hukum yang dapat berlaku umum di semua masyarakat. Tetapi menurutnya. Karena apabila tidak dijalankan seperti itu. Tempat diberlakukannya hukum itu. di Negara abad 20 dimana kehidupan ekonomi dan social menjadi kompleks serta badan eksekutif mengatur hampir semua aspek kehidupan masyarakat. adanya hukum yang bersifat universal. kemerdekaan adalah hak untuk berbuat apa yang dibenarkan atau diizinkan oleh hukum. Meskipun terdapat kekhususan itu. maka kemerdekaan tidak dapat dijaga. dalam penerapan hukum pada suatu konteks social tertentu perlu melihat aspek-aspek seperti iklim. yang ada akan terjadi sebuah despotism atau kekuasaan yang sewenangwenang. letak geografis. hukum memiliki dua sifat. tetapi untuk selebihnya kerja sama diantara fungsi-fungsi tersebut tetap diperlukan untuk kelancaran organisasi. dimana pemerintah bertanggung jawab atas kesejahteraan seluruh rakyat. memaksakan kehendaknya dalam segala kekerasan terhadap orang lain. Hukum bersifat khusus artinya. Menurut Suhelmi.

termaktub beberapa fungsi dari kekuasaan legislatif sebagai berikut : Lawmaking. Dengan kekuasaan kedua. Constituency Work." Fungsi-fungsi Kekuasaan Legislatif Legislatif adalah struktur politik yang fungsinya membuat undang-undang. mengutus atau menerima duta.al. Lawmaking adalah fungsi membuat undang-undang. Education. . et. Yang akhir ini kita sebut kekuasaan yudikatif. Undang-undang Penanaman Modal. Montesquieu menulis bahwa "Dalam tiap pemerintahan ada tiga macam kekuasaan: kekuasaan legislatif. Dengan kekuasaan ketiga.Sehubungan dengan konsep pemisahan kekuasaan. ia menghukum penjahat. ia membuat damai atau perang. Undang-undang Guru Dosen. mengenai hal-hal yang berkenan dengan dengan hukum antara bangsa. penguasa atau magistrat mengeluarkan hukum yang telah dikeluarkan. Dengan kekuasaan pertama. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Melalui apa yang dapat kami ikhtisarkan dari karya Michael G. menetapkan keamanan umum dan mempersiapkan untuk melawan invasi. dan Representation. Roskin. Undang-undang ini dibuat oleh DPR setelah memperhatikan masukan dari level masyarakat. Di Indonesia. kekuasaan eksekutif. Supervision and Critism Government. ataupun House of Common (Inggris). Lembaga-lembaga ini dipilih melalui mekanisme pemilihan umum yang diadakan secara periodik dan berasal dari partai-partai politik. undangundang yang dikenal adalah Undang-undang Ketenagakerjaan. House of Representative (Amerika Serikat). atau memutuskan pertikaian antar individu-individu. dan kekuasan yudikatif yang mengenai hal-hal yang bergantung pada hukum sipil. dan sebagainya. lembaga tersebut disebut dengan Dewan Perwakilan Rakyat (Indonesia). Di masa kini. yang lain kekuasaan eksekutif negara.

seorang anggota dewan dipilih oleh sekitar 300. berarti fungsi legislatif untuk mengawasi jalannya pelaksanaan undang-undang oleh presiden/perdana menteri. surat kabar. Sebab itu. orang yang terpilih tersebut mengemban amanat yang sedemikian besar dari sedemikian banyak orang. interpelasi. Supervision and Critism of Government. Seorang anggota DPR/legislatif biasanya mewakili antara 100. . Seperti telah disebutkan. Masalah yang muncul adalah. baik melalui layar televisi. Tentu saja.000 orang di Indnesia.000 orang yang datang setiap hari ke Senayan. gedung DPR akan penuh sesak dengan 300. hampir setiap saat media massa meliput tindak-tanduk mereka. di Indonesia.000 s/d 400. Nah. Tidak bisa kita bayangkan jika konsep demokrasi langsung yang diterapkan. anggota dewan ini masih banyak yang kurang peka terhadap kepentingan para pemilihnya.Constituency Work adalah fungsi badan legislatif untuk bekerja bagi para pemilihnya. yang harus ia suarakan di setiap kesempatan saat ia bekerja sebagai anggota dewan. Sebab. maupun mengeluarkan mosi kepada presiden/perdana menteri. Ini bisa kita lihat dari masih banyaknya demonstrasi-demonstrasi yang muncul di aneka isu politik. Representation. ataupun internet. Anggota DPR harus memberi contoh bahwa mereka adalah sekadar wakil rakyat yang harus menjaga amanat dari para pemilihnya. DPR melakukannya melalui acara dengar pendapat. ke-300. angket. Bisa-bisa hancur gedung itu.000 orang tersebut harus ia wakili kepentingannya di dalam konteks negara. merupakan fungsi dari anggota legislatif untuk mewakili pemilih. dan segera mengkritiknya jika terjadi ketidaksesuaian. Mereka harus selalu memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai bagaimana cara melaksanakan kehidupan bernegara yang baik. Education adalah fungsi DPR untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. penting bagi seorang anggota DPR untuk melaksanakan amanat. Dalam menjalankan fungsi ini. Ini didasarkan oleh konsep demokrasi perwakilan.000 orang pemilih.

Fungsi sebagai ketua partai ini lebih mengemuka di suatu negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer. Commander in chief. Head of government. menandatangi surat hutang dan pembayarannya dari lembaga donor. Di kedua negara tersebut kepala pemerintahan dipegang oleh Perdana Menteri. Chief of State artinya kepala negara. dan Chief legislators. artinya adalah kepala pemerintahan. terkadang terjadi pemisahaan fungsi antara kepala negara dengan kepala pemerintahan. Misalnya mengangkat menteri-menteri. menjalin perjanjian dengan negara lain. Di Inggris. Di masa . kepala negara dan kepala pemerintahan dipegang oleh Presiden. dan sejenisnya. di negara yang menganut sistem pemerintahan presidensil terkadang tidak berlaku kaku demikian. peresmian suatu kegiatan. penerimaan duta besar. Fungsi-fungsi kekuasaan eksekutif ini garis besarnya adalah : Chief of state. Dispenser of appointments. penyelesaian konflik. kepala negara dipegang oleh Ratu Inggris.Fungsi-fungsi Kekuasaan Eksekutif Eksekutif adalah kekuasaaan untuk melaksanakan undang-undang yang dibuat oleh Legislatif. Head of Government. Eksekutif di era modern negara biasanya diduduki oleh Presiden atau Perdana Menteri. Di dalam tiap negara. Party Chief berarti seorang kepala eksekutif sekaligus juga merupakan kepala dari suatu partai yang menang pemilu. demikian pula di Jepang. jadi seorang Presiden atau Perdana Menteri merupakan kepada suatu negara. Party chief. Fungsi sebagai kepala negara ini misalnya dibuktikan dengan memimpin upacara. Di dalam sistem parlementer. terlibat dalam keanggotaan suatu lembaga internasional. Chief diplomat. dan sejenisnya. kepala pemerintahan dipegang oleh perdana menteri yang berasal dari partai yang menang pemilu. Apapun tindakan seorang Presiden atau Perdana Menteri. Di Indonesia ataupun Amerika Serikat. simbol suatu negara. Presiden atau Perdana Menteri yang melakukan kegiatan eksekutif sehari-hari. berarti tindakan dari negara yang bersangkutan. Namun.

penandatangan dilakukan oleh presiden. ataupun anggota-anggota kabinet yang lain. meskipun tidak memiliki latar belakang militer memiliki peran ini. termaktub kekuasaan federatif. Namun. juga menerima duta besar dari negara lain. Chief Diplomat. Seorang presiden atau perdana menteri. yang diangkat oleh presiden atau perdana menteri. Demikian pula di konteks aplikasi kekuasaan eksekutif saat ini. pemilu untuk memilih anggota dewan dan untuk memilih presiden terpisah. Di sistem presidensil. menteri luar negeri. di sistem pemerintahan parlementer. Chief Legislation. tetapi ia menjadi presiden. Dalam fungsi ini. Dalam pemikiran trias politika John Locke. Gus Dur berasal dari partai yang hanya memenangkan 9% suara di Pemilu 1999. kekuasaan untuk menjalin hubungan dengan negara lain.pemerintahan Gus Dur (di Indonesia) menunjukkan hal tersebut. adalah fungsi eksekutif untuk mempromosikan diterbitkannya suatu undang-undang. merupakan fungsi eksekutif untuk mengepalai duta-duta besar yang tersebar di perwakilan negara di seluruh dunia. Meskipun kekuasaan membuat undang-undang berada di tangan DPR. terdapat hubungan yang sangat kuat antara eksekutif dan legislatif oleh sebab seorang eksekutif dipilih dari komposisi hasil suara partai dalam pemilu. ini pernah terjadi di era Gus Dur. Presiden atau perdana menteri adalah pimpinan tertinggi angkatan bersenjata. tetapi di dalam sistem tata negara dimungkinkan lembaga eksekutif mempromosikan diterbitkannya suatu undang-undang oleh sebab tantangan riil dalam . Dispenser of Appointment merupakan fungsi eksekutif untuk menandatangani perjanjian dengan negara lain atau lembaga internasional. terkadang terdapat pergesekan dengan pihak militer jika yang menjadi presiden ataupun perdana menteri adalah orang bukan kalangan militer. Eksekutif adalah pihak yang mengangkat duta besar untuk beroperasi di negara sahabat. Sekali lagi. Commander in Chief adalah fungsi mengepalai angkatan bersenjata. terutama di masa kerusuhan sektarian (agama) yang banyak terjadi di masa pemerintahannya. Selain itu. di mana banyak instruksi-instruksinya kepada pihak militer tidak digubris pihak yang terakhir.

Fungsi-fungsi Kekuasaan Yudikatif Kekuasaan Yudikatif berwenang menafsirkan isi undang-undang maupun memberi sanksi atas setiap pelanggaran atasnya. y Criminal Law penyelesaiannya biasanya dipegang oleh pengadilan pidana yang di Indonesia sifatnya berjenjang. perawatan anak). International law (perjanjian internasional). Administrative law (hukum yang mengatur administrasi negara). sertifikasi. y Civil law juga biasanya diselesaikan di Pengadilan Negeri. dan Mahkamah Agung (tingkat nasional). tetapi khusus umat Islam biasanya dipegang oleh Pengadilan Agama. warisan. Jika individu. dan sejenisnya. y International Law tidak diselesaikan oleh badan yudikatif di bawah kendali suatu negara melainkan atas nama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). lembaga-lembaga negara mempersoalkan suatu undangundang atau keputusan. biasanya kasus-kasus sengketa tanah. felonies). upaya penyelesaian sengketanya dilakukan di Mahkamah Konstitusi. Pengadilan Tinggi (tingkat provinsi.implementasi suatu undang-undang banyak ditemui oleh pihak yang sehari-hari melaksanakan undang-undang tersebut. y Constitution Law kini penyelesaiannya ditempati oleh Mahkamah Konstitusi. Fungsi-fungsi Yudikatif yang bisa dispesifikasikan kedalam daftar masalah hukum berikut : Criminal law (petty offense. kelompok. misdemeanor. Sementara itu. dari Pengadilan Negeri (tingkat kabupaten). Civil law (perkawinan. Constitution law (masalah seputan penafsiran kontitusi). . y Administrative Law penyelesaiannya dilakukan di Pengadilan Tata Usaha Negara. perceraian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->