LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P

)

LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS S C L

PENDIDIKAN PANCASILA
OLEH :

RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/pm.05/2008 Tanggal 4 Januari 2008 BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

i

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin =============================================================

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan : Pendidikan Pancasila : Rahmatullah, S.Ip,M.Si : 132 303 723 : Penata Muda/ IIIa : Bidang Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MPK,MBB) : Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU)/ Universitas Hasanuddin : 1 (satu) Bulan Mulai 04 Januari 2008 s/d 04 Februari 2008 : Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin sesuai dengan surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/PM.05/2008, tanggal 04 Januari 2008 Makassar , 04 Februari 2008

Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan Biaya

Mengetahuai : UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Prof.DR.Hanapi Usman, M.S NIP. 131 690 166

Pembuat Modul, Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 132 303 723

ii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilainilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa

iii

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa

iv

menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. v .kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”.

dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT Memberikan dasar – dasar ilmiah Pancasila sebagai suatu kesatuan sistematis dan logis. Memahami dinamika aktualisasi pancasila sebagai dasar negara. 1950 – 1959. Menghayati perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum abad XX. 1959 – 1965. 1966 – 1998. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. untuk mengantarkan kepada pengertian Pancasila sebagai sistem filsafat. yang meliputi kejayaan zaman Sriwijaya Majapahit dan kerajaan lainnya. Untuk memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa maka perlu diarahkan untuk melakukan studi komparatif dengan sistem filsafat lainnya di dunia. Memahami proses perumusan dan pengesahan Pancasila dasar Negara Indonesia yang meliputi. vi . PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Mahasiwa mengetahui kronologis sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Mengerti dan memahami kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia serta perjuangan mempertahankan kaemerdekaan yang meliputi masa 1945 – 1949.RINGKASAN LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA Mahasiswa dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. serta perjuangan nasional. 1949 – 1950. kronologis perumusan Pancasila dan UUD 1945. Untuk memahami kesatuan tersebut perlu didasari oleh pengertian teori sistem. Tahap berikutnya mendasari pengetahuan mahasiswa dengan pengetahuan sistem filsafat. kronologi pengesahan Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. serta dinamika pelaksdanaan UUD 1945.

Berdasarkan etika itulah dikembangakan Pancasila sebagai sistem etika. dan idiologi keagamaan. PANCASILA SEBAGAI ETIKA BANGSA Dalam proses pembelajaran mahasiswa diharapkan untuk memahami dan menghayati pengertian etika sebagai salah satu cabang filsafat praktis. kemasyrakatan. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN INDONESIA Mahasiswa mampu menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia.Untuk itu sebagai dasar kajian ilmiah. dan berdasarkan rincian nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila kemudian secara praktis diterapkan dalam kehidupan politik. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk menjelaskan isi pembukaan UUD 1945. komunisme. menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. dan dinamis kemudian membandikan idiologi Pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. menjelaskan hubungan UUD 1945 denga Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa harus memiliki vii . sekulerrisme. komprehensif.Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia yang memiliki ciri terbuka. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian idiologi secara umum.dan berdasarkan itulah mahasiswa diharapkan memiliki kemapuan untuk menerapkan norma – norma etika yang terkandung dalam panacasila dalam kehidupan kekaryaan. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . reformatif. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. ideologi tertutup. maka sebagai suatu sistem filsafat harus dijelaskan inti isi sila – sila pancasila. kenegaraan. Berikutnya menjelaskan pengertian etika politik.

ekonomi. viii . sosial budaya. reformasi. Kemudian menjelaskan pengertian paradigma sebagai paradigma dalam pembangunan politik. hukum. serta berbagai contoh peran paradigma diberbagai negara. IPTEKS. kehidupan antar umat beragama. dan kehidupan lingkungan kampus.pengetahuan tentang refofmasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. Dalam proses pembelajaran teori dan konsep paradigma. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian paradigma secara umum.

PETA KEDUDUKAN MODUL VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA ix . ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….i HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………...ii KATA PENGANTAR………………………………………………………………..iii RINGKASAN………………………………………………………………………...iv PETA KEDUUKAN MODUL……………………………………………………….ix DAFTAR ISI………………………………………………………………………….x MODUL I……………………………………………………………………………. MODUL II…………………………………………………………………………… MODUL III………………………………………………………………………….. MODUL IV………………………………………………………………………….. MODUL V…………………………………………………………………………… MODUL VI………………………………………………………………………….. MODUL VII…………………………………………………………………………. MODUL VIII………………………………………………………………………… MODUL IX………………………………………………………………………….. LAMPIRAN : RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

x

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

Oleh : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

PENDIDIKAN PANCASILA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI
Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 4. Pendidikan agama 5. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 6. Bahasa

xi

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010.

Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN :

xii

“Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran mpk dan mbb dikelola oleh universitas dalam satu unit.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”.

KOMPETENSI MATA KULIAH BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS RI NOMOR : 43/ DIKTI/KEP/2006 MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN UPT MKU UNIVERSITAS HASANUDDIN

KELOMPOK KOMPETENSI
STANDAR KOMPETENSI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

NO
1.

RUMUSAN KOMPETENSI

ELEMEN KOMPETENSI a b c d e
V V

2.

Memiliki pengetahuan V tentang nilai-nilai Agama, Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan V nilai- nilai Agama, Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam

V

V

xiii

4. 8. 12. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA MINGGU MATERI BENTUK PEMBELAJARAN KOMPETENSI AKHIR SES xiv . Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban Kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggunga jawab Kemampuan mengenali masalah hidup dan cara pemecahannya. Penguasan ilmu dan keterampilan c. KOMPETENSI DASAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. 11. 6. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai e. Kemampuan Berkarya d. 10. 7. 9.3. Kemampuan mengenali perubahan dan perkembangan IPTEKS Kemampuan memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa Kemampuan berpartisipasi aktif mengembangkan kedamaian dalam menggalang persatuan bangsa V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V ELEMEN KOMPETENSI : a. Etis. Landasan kepribadian b. 5.

• DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH (50%). • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. • DAPAT MENGURAIKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM DISKUSI (25%) & PENGERTIAN SISTEM. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. DAN NORMA KEHIDUPAN • DAPAT MENJELASKAN NILAI-N SMALL GROUP TIAP SILA PANCASILA DISCUSSION & • DAPAT MENGKORELASIKAN NI COLLABORATIVE NILAI TERSEBUT DENGAN NILA LEARNING KEHIDUPAN BERMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENYIMPULKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM KULIAH (20%). FILSAFAT FILSAFAT DIALOG (25%) NILAI. • HAM DAN DEMOKRASI LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. HAKEKAT DEMOKRASI. • MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN • DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASA DAN TUJUAN PEND. DISKUSI (50%) & MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRI ETIKA STUDI KASUS DAN KONSEP.PANCASILA PT KULIAH(40%).KONSEP N (30%) NORMA DAN MORAL • DAPAT MENGEMBANGKAN • CONTEXTUAL DENGAN MAKNA PENERA INSTRUCTION ETIKA POLITIK DALAM KEHIDU • SIMULASI BERNEGARA • COLLABORATIVE LEARNING PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA xv .KE 1 PEMBELAJARAN (METODE SCL) KULIAH (50%) & DISKUSI/ UMPAN BALIK (50%) PEMBELAJARAN 2-3 4-5 6-7 • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI MISI DAN KOMPETENSI. • DAPAT MENJELASKAN KONSEP PANCASILA DALAM DISKUSI(30%) & DASAR KETATANEGARAAN KONTEKS STUDI SECARA KONSTITUSIONAL KETATANEGARAAN RI KASUS(30%) • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • KONSTITUSI • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • SISTEM PEMERINTAHAN • COLLABORATIVE NEGARA.

• CONTEXTUAL BUDAYA. HAKEKAT DEMOKRASI. & PENGERTIAN PARADIGMA STUDI • DAPAT MENJELASKAN KASUS(40%) PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. DISKUSI (25%) & DIALOG(25%) KULIAH(40%). • DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA KEHIDUPAN KAMP 15-16 UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL MENYUSUN DRAF LANGKAH• STUDI KASUS • PROBLEM BASED LANGKAH PEMECAHAN KASUS Y AKAN DIGUNAKAN DISERTAI LEARNING ALASAN xvi . KULIAH(50%). • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH(20%). HUKUM. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. DISKUSI(30%) & STUDI KASUS(30%) 10-13 PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI 14 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • COLLABORATIVE NEGARA. DAN • SIMULASI IPTEK.8-9 PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENJELASKAN PANCA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENGURAIKAN MEMBANDINGKAN IDEO • COOPERATIVE NASIONAL DENGAN IDEOLOG LEARNING DUNIA • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING MENARIK KESIMPU PANCASILA SEBAGAI IDEO NASIONAL YANG MEMPUN SIFAT TERBUKA. EKONOMI. KEHIDUPAN INSTRUCTION ANTAR UMAT BERAGAMA. SOSIAL. • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA REFORMASI. • DAPAT MENJELASKAN DISKUSI(40%).

Ip.Si : : EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran I) MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI.Nama Mata Kuliah Kode / Nama dosen Jumlah peserta Jurusan : Pendidikan Pancasila : RHM/ Rahmatullah. FILSAFAT. MISI DAN KOMPETENSI) KETEPATAN SARAN SIKAP PERSETUJUAN NO NIM NAMA MAHASISWA MENGERTI ISI KONTRA PERKULIAHAN KETEPATAN SARAN SIKA PERSETU EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran II & III) DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM. M. NILAI. DAN NORMA KEHIDUPAN KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DINAMIKA KELOMPOK N O NIM NAMA MAHASISWA DAPAT MENJELASKAN N NILAI TIAP SILA PANCA KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DIN KE EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xvii . S.

(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIPPRINSIP DAN KONSEP. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. NORMA DAN MORAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA xviii .KONSEP NILAI.

KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xix .PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA.

KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK xx . KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) N O NI M NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA.

KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M NAMA MAHASI SWA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. HAKEKAT DEMOKRASI. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi PembelajaranX-XIII) DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA xxi .TAN IDE SAN URAIAN SAMA TIM PRESEN TASI INAN KREATIV ITAS ASAN PEMECA HAN KASUS.

BUDAYA. EKONOMI. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) N O NI M NAMA MAHASI DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS. N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI.EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. HUKUM. SOSIAL. DAN IPTEK. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA. xxii . KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.

KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XV & XVI) UJI KOMPENSI DAN REMEDIAL N O NI M NAMA MAHASIS WA KEJELASA N LANGKAH PEMECAH AN KASUS KEJELAS AN ALASAN KETEPAT AN LANGKA H DAN ALASAN KETUNTAS AN PEMECAH AN KASUS.SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTKHIR AN BAHAN PUSTAKA xxiii .

.PANCASILA DI PT DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM. b. : …………. S. MISI DAN KOMPETENSI. TUJUAN PEMBELAJARAN • • • • • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI. DAN NORMA KEHIDUPAN DAPAT MENJELASKAN NILAI-NILAI TIAP SILA PANCASILA xxiv . NILAI.Ip. PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BANGSA DAN NEGARA INDONESIA. DESKRIPSI MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA ADALAH MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN YANG MENJELASKAN TENTANG LANDASAN DAN TUJUAN. BERBANGSA DAN BERNEGARA. MANFAAT MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MENJADI SUMBER NILAI DAN PEDOMAN MENYELENGGARAKAN PROGRAM STUDI YANG MENGANTARKAN MAHASISWA SEBAGAI GENERASI MUDA BANGSA INDONESIA DAPAT MENGIDENTIFIKASI FILOSOFI DAN DASAR NEGARA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PEND. c. M.KONTRAK PEMBELAJARAN Nama mata kuliah Kode mata kuliah Pembelajar Hari Pertemuan Tempat Pertemuan : Pendidikan Pancasila : 071 U 002 : Rahmatullah.. FILSAFAT. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT.Si : …………. a. PANCASILA DALAM KONTEKS KENEGARAAN RI DAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. SEJARAH PAHAM KEBANGSAAN INDONESIA. BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM MENGISI MAKSUD DAN TUJUAN BERNEGARA DINEGARA KESATUAN RI.

DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • DAPAT MENGKORELASIKAN NILAI-NILAI TERSEBUT DENGAN NILAI KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA. MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM. NORMA DAN MORAL DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI. BERBANGSA DAN BERNEGARA DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRINSIP DAN KONSEP. DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. HAKEKAT DEMOKRASI. BUDAYA. MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. DAN IPTEK. SOSIAL. HUKUM.KONSEP NILAI. MENYUSUN DRAF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN KASUS YANG AKAN DIGUNAKAN DISERTAI ALASAN xxv . EKONOMI.

RASA KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR SEPANJANG HAYAT DALAM MENGUASAI.d. MENERAPKAN DAN MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN. TEKNOLOGI DAN SENI YANG DIMILIKINYA DENGAN RASA TANGGUNG JAWAB”. ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MEMBANTU MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIANNYA AGAR SECARA KONSISTEN MAMPU MEWUJUDKAN NILAI-NILAI DASAR KEAGAMAAN DAN KEBUDAYAAN. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA e. STRATEGI PEMBELAJARAN xxvi . ORGANISASI MATERI VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MERUPAKAN SUMBER NILAI DAN PEDOMAN DALAM PENGEMBANGAN DAN PROGRAM STUDI GUNA MENGANTARKAN MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIAANNYA SEBAGAI MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA”.

PEMBUKAAN UUD 1945 (POKOK KAIDAH FUNDAMENTAL NEGARA INDONESIA). A.CERAMAH. ANGGOTA KELUARGA. UGM. YURIDIS KENEGARAAN. 1999 RISALAH SIDANG BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (BPUPKI) PANITIA xxvii . 1984 KAELAN. JAKARTA. JAKARTA 1974 …………. PENDEKATAN : MENEMPATKAN MAHASISWA SEBAGAI SUBYEK PENDIDIKAN. METODE INQUIRY.BALAI PUSTAKA. 1959 …………. BENTUK AKTIFITAS PROSES PEMBELAJARAN : KULIAH TATAP MUKA SECARA BERVARIASI. JAKARTA 1987 ……………………. DEDUKTIF DAN REFLEKTIF MELALUI DIALOG KREATIF YANG BERSIFAT PARTISIPATORIS UNTUK MEYAKINI KEBENARAN SUBSTANSI DASAR KAJIAN.. PANCASILA DASAR FALSAFAH NEGARA. YOGYAKARTA. AKADEMIKA PRESSINDO. SEMINAR KECIL DAN BERBAGAI KEGIATAN AKADEMIK LAINNYA YANG LEBIH MENEKANKAN KEPADA PENGALAMAN BELAJAR PESERTA DIDIK SECARA BERMAKNA.... DIALOG KREATIF(DISKUSI) INTERAKTIF. GRAMEDIA.. PT GRAMEDIA. PANCASILA SUATU ORIENTASI SINGKAT. METODE PROSES PEMBELAJARAN : PEMBAHASAN SECARA PRAKTIS ANALITIS. 2.PEDOMAN POKOK-POKOK DAN MATERI PERKULIAHAN PANCASILA PADA PERGURUAN TINGGI. MATERI/ BAHAN BACAAN • • • • • • • • • • NOTONAGORO. PENUGASAN MANDIRI. f. SEBUAH PENDEKATAN SOSIO BUDAYA.KANISIUS.1975 SOEJANTO POESPOWARDOJO. JAKARTA : 1991 PRANAKA. 4.YOGYAKARTA. YOGYAKARTA.ADA 4 METODOLOGI PEMBELAJARAN MPK SEBAGAI BERIKUT 1. MITRA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN SEBAGAI UMMAT. INDUKTIF.. PENERBIT PARADIGMA. JAKARTA 1980 DARJI DARMODIHARJO. PANTJURAN TUDJUH.. PN.M. ETIKA UMUM (MASALAH-MASALAH POKOK FILSAFAT MORAL)..W. MOTIVASI : MENUMBUHKAN KESADARAN BAHWA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MERUPAKAN KEBUTUHAN HIDUP. BEBERAPA HAL MENGENAI FAJSAFAH PANCASILA PANTJURAN TUDJUH. 3. ETIKA POLITIK. PANCASILA. GFILSAFAT PANCASILA. STUDY KASUS. JAKARTA SUSENO FRANS MAGNIS. MASYARAKAT DAN WARGA NEGARA..

KRITERIA PENILAIAN KRITERIA YANG DINILAI PADA MATA KULIAH INI SEBAGAI BERIKUT : • KETEPATAN SARAN • SIKAP PERSETUJUAN YANG DITUNJUKKAN • • • • • • KETEPATAN IDE. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL xxviii . KEDISIPLINAN. KREATIVITAS. KEJELASAN URAIAN. MAHASISWA HARUS BERPERAN AKTIF DALAM DISKUSI DAN PRESENTASI 8. KEDISIPLINAN. 7. 1995. KREATIVITAS. • KEJELASAN URAIAN. TUGAS 1. BUKU BACAAN MATERI KULIAH TELAH DIBACA OLEH MAHASISWA SEBELUM MENGIKUTI PERKULIAHAN 2. SEKRETARIAT NEGARA RI. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANC PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUA INDONESIA • KETEPATAN IDE.PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (PPKI). KREATIVITAS. KEJELASAN URAIAN. • DINAMIKA KELOMPOK • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE. MAHASISWA TELAH MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS ( TUGAS INDIVIDU DAN TUGAS KELOMPOK) YANG DIBERIKAN DAN DIKUMPUL SESUAI DENGAN WAKTU YANG TELAH DISEPAKATI 3. JAKARTA. KEDISIPLINAN. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KEJELASAN URAIAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI.

KEHADIRAN MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN MINIMAL 80% BARU DAPAT DIEVALUASI. BERPAKAIAN BERSIH. D. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMAKAI SANDAL. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KEDISIPLINAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI. • xxix . DLL) TIDAK BOLEH MENGGANGGU JADWAL PERKULIAHAN UPT. B. RAPI DAN BERSEPATU. BAJU KAOS OBLONG DAN CELANA COMPANG-CAMPING DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN DAN ATAU PRAKTIKUM. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KEGIATAN EXTRA KURIKULER (SEPERTI BINA AKRAB. DAN E) BERDASARKAN PAP DENGAN ACUAN PATOKAN SEBAGAI BERIKUT : NILAI NUMERIK NILAI HURUF NILAI < 40 E 40<= NILAI <55 D 55<= NILAI <70 C 70<= NILAI <85 B 85<=NILAI A 9. KREATIVITAS. C. NORMA PERKULIAHAN • • • • HADIR DI RUANGAN KULIAH/PRAKTIKUM TEPAT PADA WAKTUNYA SESUAI JADWAL YANG ADA. KEJELASAN URAIAN.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KEJELASAN LANGKAH PEMECAHAN KASUS KEJELASAN ALASAN KETEPATAN LANGKAH DAN ALASAN KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS KEMUTAKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARA • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERNEGARA UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL PENENTUAN AKHIR NILAI (A. KEDISIPLINAN. RAMBUT DISISIR RAPI DAN TIDAK ACAK-ACAKAN. KEJELASAN URAIAN. MKU. KREATIVITAS.

TIDAK MEMBUANG SAMPAH DALAM RUANGAN. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) xxx . KULIAH(50% • COLLABORA III. TOPIK BAHASAN PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT M KULIAH (50% (50%) II. KULIAH(50% • COLLABORA IV. TIDAK MENCORETCORET DINDING KURSI ATAU MEJA KULIAH. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT SMALL GRO COLLABORA KULIAH (50% (25%) VI. TERMASUK APABILA KETENTUAN-KETENTUAN DI ATAS TIDAK DIINDAHKAN OLEH MAHASISWA. a.• • • SELAMA KULIAH BERLANGSUNG HAND PHONE (HP) DIMATIKAN DAN TIDAK DIPERBOLEHKAN KELUAR MASUK RUANGAN DAN ATAU MONDAR-MANDIR DALAM RUANGAN. KULIAH (50% (25%) V. DOSEN PENGAJAR DAPAT MENGAMBIL TINDAKAN PENERTIBAN APABILA MAHASISWA MELAKUKAN KEGIATAN-KEGIATAN YANG SIFATNYA DAPAT MENGGANGGU JALANNYA PERKULIAHAN DI DALAM KELAS. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK SMALL GRO COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) VII. JADWAL PEMBELAJARAN MINGGU I.

UJI KOMPETENSI & REMEDIAL UJI KOMPETENSI & REMEDIAL CONTEXTUA SIMULASI COLLABORA STUDI KASU PROBLEM B STUDI KASU PROBLEM B xxxi . XVI. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XII. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XI. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% IX.VIII. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIV. KULIAH(20% KASUS(40%) • • • • • • • XV. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% X. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIII.

Dasar. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. Pandangan hidup bangsa Indonesia.fungsi dan tujuan pendidikan nasional 3. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. Tujuan pembangunan nasional 2. Landasan pendidikan pancasila 6. Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia. PENDAHULUAN A. Tinjauan pendidikan pancasila xxxii . B. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. Visi. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 4.misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 5. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI.

Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila d. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila e. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila h. D. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila c. Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional g.C. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia f. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila b. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xxxiii .modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul.

kemanusiaan yang adil dan beradab. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (1) (2) (3) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xxxiv . Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan.BAB II PEMBAHASAN A. perdamaian abadi dan keadilan sosial. persatuan Indonesia.

pendapatan (5)

dan

belanja

daerah

untuk

memenuhi

kebutuhan

penyelenggaraan pendidikan nasional. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Dalam ketentuan umum UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 2. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

B. Dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional
DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

xxxv

Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 1. 2. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 3. 4. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global;

xxxvi

• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia; Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi; Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis; Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan; Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan; Penyediaan sarana belajar yang mendidik; Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan; Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata; Pelaksanaan wajib belajar; Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan; Pemberdayaan peran masyarakat; Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat; dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional.

C. Tujuan pendidikan pancasila
1. Mengembangkan kehidupan pribadi 2. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 3. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi, misi, dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran, ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK, Tanggung jawab

etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya

xxxvii

#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. #Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa, bernegara, dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki, bersikap rasinal dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.

D. Tujuan perkuliahan pancasila
1. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. b. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita

xxxviii

adil. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 3. Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 5. b. e. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 4. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita. diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. c. dan musyawarah untuk mufakat. b. d.c. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat. 2. diharapkan agar para mahasiswa xxxix . Aspek Keterampilan Dengan trampil : a.

E. Sebagai nilai sosial budaya. pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan. sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . Landasan Kulturil 3. dan keagamaan bangsa Indonesia.Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. Landasan Yuridis 4. Landasan pendidikan pancasila 1. adat-istiadat. Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. tradisi. Landasan Historis 2. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat. • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 xl .

Prof. persemakmuran. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. UU No. Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No. Soepomo. federal. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. M. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. liberalistik. 2 tahun 1989 UU No. Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. xli . 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik.Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yamin. serikat.

berbangsa. terminology. Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. Adanya pemerintah 3.Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 2. Kajian pancasila secara holistic. dan bernegara. kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? xlii . Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 2. Adanya wilayah F.# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 1. melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1.

Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan xliii .3. Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G. Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 4.

berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. xliv . Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila. Berdasarkan itu semua. berbangsa dan bernegara. civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila. anggun secara moral.BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat. Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan. teknologi dan seni.

DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional.Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi. Hasan.MM.2002.2004 xlv .Jakarta. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila. Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .Yogyakarta.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.PT Raja Graha Persada.Pendidikan Yogyakarta.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan . Universitas Hasanuddin.MS.Drs.Iqbal.2003.Paradigma. M.1998 paradigma. Pancasila.Jakarta .Makassar.Makassar. Kaelan.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Yuridis Kenegaraan.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. ---------------Pendidikan Pancasila.STIMIK DIPANEGARA .

Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I.misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 11.fungsi dan tujuan pendidikan nasional 9.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI. Dasar. PENDAHULUAN A. B. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 10. Landasan pendidikan pancasila 12. Visi. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 7. Pandangan hidup bangsa Indonesia. Tinjauan pendidikan pancasila xlvi . Tujuan pembangunan nasional 8. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif.

Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila m. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xlvii . Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila k. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul.modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : i. Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional o. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia n. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila p. Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila l. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila j. D.C.

perdamaian abadi dan keadilan sosial. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. (9) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xlviii .BAB II PEMBAHASAN A. Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (6) (7) (8) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan. persatuan Indonesia. kemanusiaan yang adil dan beradab.

kepribadian. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. Dalam ketentuan umum UU RI No. FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. masyarakat. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama.pendapatan (10) dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. fungsi dan tujuan pendidikan nasional DASAR. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. akhlak mulia. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. B. Dasar. xlix . 3. bangsa dan negara. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri. kecerdasan. 2.

MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. sikap. l . kreatif. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. 8. 9. pengalaman. berilmu. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 10. keterampilan. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 6. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. mandiri. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. VISI. berakhlak mulia. 7. sehat. cakap. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global.

Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan. misi. 21. dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional. akreditasi. C. Tanggung jawab etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya li . 26. ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK. 17. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas. 20. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. Pelaksanaan wajib belajar. 25. 19. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia.• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 14. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. 15. Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis. penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 6. dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan. Tujuan pendidikan pancasila 4. Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi. Pemberdayaan peran masyarakat. Evaluasi. 18. 23. 22. Penyediaan sarana belajar yang mendidik. 24. Mengembangkan kehidupan pribadi 5. 16.

Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. b.#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. #Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa. bernegara. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. D. #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. Tujuan perkuliahan pancasila 6. bersikap rasinal dan dinamis. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita lii . Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.

Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut.c. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. d. diharapkan agar para mahasiswa liii . dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 8. b. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda. Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 10. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 9. 7. dan musyawarah untuk mufakat. c. Aspek Keterampilan Dengan trampil : a. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya. e. diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat. b. adil.

Landasan Kulturil 7. Sebagai nilai sosial budaya.E. Landasan Historis 6. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. adat-istiadat. Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat. tradisi. dan keagamaan bangsa Indonesia. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 liv .Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir. Landasan pendidikan pancasila 5. Landasan Yuridis 8. pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan.

Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. lv . Soepomo. UU No. Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. Prof. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. M. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. serikat. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. persemakmuran. 2 tahun 1989 UU No. federal. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik. Yamin. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. liberalistik. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.

melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1.Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 5. Adanya pemerintah 6. terminology. Adanya wilayah F. Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 4.# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 5. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). dan bernegara. kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? lvi . Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. berbangsa. Kajian pancasila secara holistic.

Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan lvii . Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G. Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 7.6.

BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. lviii . civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila. Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila. anggun secara moral. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan. Berdasarkan itu semua. teknologi dan seni. serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban. berbangsa dan bernegara. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat.

Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan .Jakarta.Makassar.MM. Tim Dosen Pancasila Unhas.2004 lix .Paradigma.PT Raja Graha Persada.2003.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Iqbal.MS.2002. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional.Drs. Hasan. M.Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi. ---------------Pendidikan Pancasila.Yogyakarta.Makassar.1998 paradigma.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Kaelan. Pancasila. Yuridis Kenegaraan. Universitas Hasanuddin.Jakarta .STIMIK DIPANEGARA .Pendidikan Yogyakarta.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.

Dengan pemahaman demikian. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. Nilai-nilai baru yang masuk. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. pada sisi yang lain muncul masalah internal. PENDAHULUAN A. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman lx . termasuk Indonesia. yaitu maraknya tunttan rakyat. Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. itulah pancasila. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam.MODUL III PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT BAB I. baik secara sujektif maupun objektif.

Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. Adapun istilah kunci : 1. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. lxi . Dengan kata lain. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. dan aksiologi dari kelima sila pancasila… B. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. 2.dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local ) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. Dengan demikian. Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. epistemology. Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. yang berbeda dengan bangsa lain didunia.

Nilai manusia. 6. antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi 10. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi atau filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. 5. tentang sebab final dari sesuatu. Internasionalisasi : 11. Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan atau ilmu tentang ilmu. Kausa materialis 14.finalis : : : : permasalahan internasional. Nasionalisme 12. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. 16. Local Genius 18. Aksiologi 7. pisahkan di antara sub-sub sistem tentang sebab material dari sesuatu. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu. Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu 15. Globalisasi : : Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. dalam suatu masyarakat. Founding Fathers : 17. 4. Local Wisdom : : UUD 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. lxii .3. Sistem 13. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif. 8. Jati diri bangsa 9. Proses mendunia menjadi keadaan tanpa batas Upaya hegemoni negara maju melalui isu dan Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak tentang bentuk dari adanya sesuatu. Kausa.

civic skills. epistemologi. 2. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. 3. mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. 5. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. civic convidence. mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila.C. civic commitment. filsafat menurut asal katanya berarti lxiii . 4. BAB II PEMBAHASAN A. mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Jadi. dan civic competence). D. serta 7. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Etika Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. 6.

susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : lxiv . Dari seluruh bangsa Indonesia. yaitu tentang hakikat pancasila. Adapun menurut Notonagoro. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. Dengan demikian. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah. sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluas-luasnya. Dengan pengertian lain. 2. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguhsungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. maka itu bukan pancasila. a. Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. di antaranya: 1. Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguh-sungguh terhadap sesuatu. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya. Dikatakan sebagai filsafat. atau mencintai kebenaran / pengatahuan.cinta akan kebijaksanaan. bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama). b.

diliputi. serta mendasari dan menjiwa. sila 4 dan 5. mendasari. Sila 3. dan 5. meliputi. 2. dan menjiwa: sila 2. dan dijiwai sila 1. Sila 4. 4. 2. dan 4. diliputi. Sila 5. dan dijiwai sila 1. dan dijiwai sila 1. didasari. dan dijiwai sila 1. didasari. 3. Sila 2. 3. diliputi. 2. lxv . dan 5.Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • • • • • Sila 1. diliputi. didasari. didasari. serta mendasari dan menjiwai sila 5.4. serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. dan 3.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). d. 2) Manusia. . yaitu unsur mutlak negara. yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. 3) Satu. 4) Rakyat. yaitu sebagai kausa prima. harus bekerja sama dan hergotong royong. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. • Pancasila sebagai suatu realitas. serta 4) Kausa Finalis. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. hidup. serta 5) Adil. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. c. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari.• Pancasila sebagai suatu substansi. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. yang tumbuh. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila lxvi . 3) Kausa Efisiensi. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. 2) Kausa Formalis. yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

nyanyiannyanyian bising. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. want. Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. really. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. baik dan buruk. Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). pria pemakai anting-anting. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi. dan bentuk-bentuk scni lain. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. Dalam ungkapan lain.Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. dan moral bangsa. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. really. atau apa yang mereka senangi. Dia nyata dalam jiwa manusia. Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. ditegaskan oleh Sidney B. Misalnya. Selanjutnya. bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). nilai. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. Nilai adalah ide. berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. lxvii . mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang.

5) komprehensif. dan melaksanakan Pancasila. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. 4) analitis. dan sekolah. dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. membudayakan. Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). 6) spekulatif. manusia. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. bangsa dan negara Indonesia ^berkehendak untuk mengerti. masyarakat. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. hakikat nilai-nilai Pancasila. satu rakyat. lxviii . Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) sistematis. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. berperi Kemanusiaan. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. dan berperi Keadilan Sosial. dan 8) evaluatif. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. 2) Etika (Filsafat Moral). 7) representatif. Ketetapan MPR. menghayati. berperi Kebangsaan.untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. Undang-undang Organik. 3) Estetikaf Filsafat Seni). berperi Kerakyatan. dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. 3) mendasar. Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan. 2) mendalam. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa.

dan 12) Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur). 7) Filsafat Ilmu. yaitu ada Tuhan. e. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. 6) Filsafat Agama. 10) Filsafat Sejarah. maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut. Rasionalisme 2) Idealisme 3) Positivisme 4) Eksistensialisme 5) Hedonisme 6) Stoisme 7) Marxisme 8) Realisme 9) Materialisme 10) Utilitarianisme 11) Spiritualisme 12) Liberalisme Pancasila sebagai sesuatu yang ada. dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. 9) Filsafat hukum. Pancasila sebagai system filsafat bangsa Indonesia lxix . tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. 5) Politik (Filsafat Pemerintahan).4) Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). maka Pancasila merupakan system filsafat. Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut. dan ada alam semesta. 11) Filsafat Matematika. 8) Filsafat Pendidikan. Aliran Filsafat meliputi: 1). ada manusia. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila.

2. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. yang mutlak. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. lxx . Misalnya kemanusiaan.M. tetap dan tidak berubah. Dengan analisis penjabaran ini. manusia dan alam semesta untuk semesta itu sendiri. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit yaitu Tuhan. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. diterima. Dengan lagi ke dalam tiga saja. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. Ke-Tuhanan Y. yaitu Ke-Tuhanan. Khusus untuk persatuan. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. Persatuan Indonesia 4. persatuan. rakyat. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. dan adil. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. dan keadilan. sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. mewakili objek satu. rakyat. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya.E. Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan 5. rakyat dan keadilan itu berada pada alam demikian dari segi objek material Pancasila dapt Kedua. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. Menurut ilmu bahasa. kerakyatan. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu.Pancasila adalah suatu yang ada. manusia. satu. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. sebab hal-hal yang bersatu. dan adil.

ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. mendasari. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. Memang terdiri dari lima. Demikian juga Pancasila. yaitu metode analisa. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”. dan menjiwai semua sila. lxxi . Setiap sila mengandung. maka sila pertama ke-Tuhanan Y. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi. Jadi di sini bukan berfikirnya. Dilihat dari pemahaman ini. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya.. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analiticosyntetik). oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. Sila-sila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang.E. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain. tetapi cara menemukan Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran. Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan. tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan.2) Metode filsafat : metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. terpisah dengan system lainnya.M. hakikat. atau metode menemukan hakikat. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka.

Pengertian umum itu bertingkat. Sila keadilan demikian juga. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. serta kepercayaan dan agama-agamanya. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri. di mana dan kapanpun manusia itu berada. B. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat. dari khasanah kehidupannya. Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. dari nenek moyang kita sejak lama. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila.4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. lxxii . bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan luas lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal). demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. yang berada di manapun dan waktu kapanpun. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu. Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia. Yaitu digali dari buminya Indonesia. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. Mengapa?. adaptistiadatnya. dari kebiasaannya. kebudayaannya. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa Pancasila benar-benar suatu system filsafat.

kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. yaitu terdiri atas susunan kodrat. secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat sila-sila Pancasila (Kaelan. berkesatuan Indonesia. tujuan negara. berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. berkemanusian yang adil dan beradab. Oleh karena itu. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilai-nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. Selanjutnya. tugas/kewajiban negara dan warga negara. sifat negara. seperti bentuk negara. sebagai makhluk individu dan sosial. Dengan demikian. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. sistem hukum negara. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. 2005). Di samping itu. moral negara. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. Selain itu.Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. lxxiii . secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari silasila Pancasila adalah manusia. serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. raga dan jiwa. Konsekuensmya. serta jasmani dan rohani. 2005). Untuk hal ini. Kemudian.

c. sebagaimana telah dipahami bersama. yaitu: a. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. tentang watak pengetahuan manusia. b. b. keempat. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. Oleh karena itu. lxxiv . Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). yaitu: a. Selanjutnya. baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. bahwa nilainilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. dan kelima.C. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. tentang sumber pengetahuan manusia. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. serta c. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua.

dalam sila ketiga. serta e. serta mendasari dan menjiwai sila kelima. yaitu akal. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. sesuai dengan sila pertama Pancasila. kedua. Selain itu. rasa. dan ketiga. maka nilai-nilai yang terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan lxxv . Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. D. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. Demikianlah. dan keempat. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. Karena itu. Selain itu. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. susunan Pancasila memiliki sistem logis. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. dan kelima. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. kedua. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya.d. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. ketiga. keempat.Sebagai suatu paham epistemologi. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak.

artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). Dengan demikian. dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. Sesuatu itu mengandung nilai. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. Notonagoro memerinci tentang nilai. Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. pcrbuatan itu baik. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. Hal ini bersifat subjektit. Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. misalnya bunga itu indah. yaitu manusia. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. ada yang bersifat material dan nonmaterial. Namun. yaitu lxxvi .suatu kesatuan. tetapi ada pula yang sebaliknya. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. Jadi. Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Dalam hubungan ini. Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. Selanjutnya.

bangsa Indonesialah yang menghargai. Menurut Notonagoro. Akan tetapi. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%). ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. yang berkerakyatan. dan yang berkeadilan sosial. nilai yang bersifat rohaniah sulit diukur. nilai keindahan atau estetis. tingkah laku. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. mengakui. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. seperti nilai material. F. yang berpersatuan. Dengan demikian. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. Pengakuan. nilai vital. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila). tingkah laku. Secara aksiologis. nilai kebaikan atau nilai moral. dan perbuatan bangsa Indonesia. dan perbuatan manusia Indonesia. Sebagai pendukung nilai. penerimaan. rasa. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. Sehubungan dengan ini. penghargaan. serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. diskusi (25%) & dialog (25%) Small group discussion & Collaborative learning lxxvii .berorientasi pada nilai yang nonmaterial. tingkah laku. nilai kebenaran. nilai-nilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. 2005). yang berkemanusiaan. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). sila pertama. Kalau pengakuan. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian.

sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. fundamental. kemanusiaan. dan menyeluruh. Dinamika kelompok BAB III PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. Dalam pengertian inilah. Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. kemasyarakatan. tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. dan sistematis. hierarkis. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. . Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. kerakyatan. Untuk itu. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu lxxviii .Indikator Penilaian : Ketepatan ide. Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri. Kejelasan uraian. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). dan keadilan. persatuan. yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama).

Dengan demikian. negara harus bersifat demokratis. hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. untuk mewujudkan tujuan. Maka itu. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima). hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga). Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama. Konsekuensinya. baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat). lxxix . dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga.organisasi hidup. Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu.

Living Issues Philosophy. 1984. PT Gramedia: Jakarta.. dalam National Interest. Universitas Hasanuddin. Filsafat Pancasila. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern.Makassar. 1985. Notonagoro. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. Titus Harold. Smith. Poespowardoyo. Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Dikutip dari Modernity and Its Future. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. Polity Press: Cambridge. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Marilyn S. Tim Dosen Pancasila Unhas. diterjemahkan oleh Rasyidi. 1989. Magnis. 1996. and Richard T. Suseno. No. 1971. Nolan. Penerbit bulan Bintang: Jakarta. The End of History. F. A.W. 16 (1989). Franz. Gramedia: Jakarta. 1989. Soeryanto. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila. Pengertian Dasar bagi Implementasi Pancasila untuk ABR1. Fukuyama. Darji. Pranarka.2003 lxxx . 1987. CSIS: Jakarta. 2005. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.M.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Kaelan.

Makassar.Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .STIMIK DIPANEGARA .2004 lxxxi .

yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996. sebuah masyarakat (termasuk juga masyarakat bangsa seperti Indonesia) dilihat sebagai mempunyai sebuah kebudayaan yang berlaku umum dalam masyarakat tersebut yang coraknya seperti sebuah mosaik. adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. pemerintahan yang bersih dari KKN. Watson 2000). Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puing-puing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society). Jary dan Jary 1991. dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. PENDAHULUAN A. Sehingga. Latar Belakang Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. Dalam model multikulturalisme ini. corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman sukuvbangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia.MODUL IV PANCASILA SEBAGAI DASAR DAN ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA BAB I. Di lxxxii .

bermasyarakat. Moral. sebagaimana yang terungkap dalam penjelasan Pasal 32 UUD 1945. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. 1997). Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : a. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) e. Pancasila sebagai Sumber Etika d.dalam mosaik tercakup semua kebudayaan dari masyarakat-masyarakat yang lebih kecil yang membentuk terwujudnya masyarakat yang lebih besar. yang berbunyi: "kebudayaan bangsa (Indonesia) adalah puncakpuncak kebudayaan di daerah". Konsep-konsep dasar (Etika. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik C. dan pancasila sebagai sistem etika. Norma dan Nilai) b. etika politik. ed. berbangsa dan bernegara. terutama dalam bidang politik. yang mempunyai kebudayaan yang seperti sebuah mosaik tersebut (Reed. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. lxxxiii . D. B. Model multikulturalisme ini sebenarnya telah digunakan sebagai acuan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam mendesain apa yang dinamakan sebagai kebudayaan bangsa. Etika Politik c. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan kekaryaan. Menjelaskan pengertian etika.

Menerapkan etika dalam dalam kehidupan kekaryaan. Menjelaskan dan menyebutkan Pancasila sebagai etika politik dan nilai – nilai etika yang terkandung di dalamnya. dan memberikan evaluasi kritis terhadap penertapan etika.b. kenegaraan. c. kemasyarakatan. lxxxiv .

Selanjutnya etika dapat dibagi atas etika umum dan etika khusus. norma dan nilai sebagai berikut : 1. Etika Secara etimologi “etika” berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethos” yang berarti watak. 1993). Jadi etika pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu kesediaan jiwa seseorang untuk senantiasa patuh kepada seperangkat aturan-aturan kesusilaan (Kencana Syafiie.BAB II PEMBAHASAN A. moral. Pada dasarnya etika membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai seperti nilai baik dan buruk. Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. Dalam konteks filsafat. nilai susila atau tidak susila. Etika lebih banyak bersangkut dengan prinsip-prinsip dasar pembanaran dalam hubungan dengan tingkah laku manusia (Kattsoff. 1986). Sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia. 1.1 Sumber kebaikan dan keburukan Sumber kebaikan dan keburukan kemauan bebas untuk memilih Teori kemauan bebas. yaitu membahas kewajiban manusia terhadap di diri sendiri dan etika sosial membahasi kewaiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup bermasyarakat (Magnis-Suseno. 1987). adat ataupun kesusilaan. yaitu: determinisme dan indeterminisme lxxxv . etika membahas tentang tingkah laku manusia dipandang dari segi baik dan buruk. kerendahan hati dan sebagainya. Konsep-Konsep Dasar Sebelum membahas pengertian etika politik terlebih dulu harus dipahami arti konsep-konsep dasar yang erat kaitannya seperti etika. nilai kesopanan. Etika khusus terbagi menjadi etika individual.

Persaingan adalah dinamika Baik : Baik sekali = wajib. buruk = makruh.Determinisme “Manusia sejak semula sudah ditetapkan/direncanakan” • Determinisme materialistis : “Manusia serba materi Darwinisme Hukum alam” hasil perkembangan alamiah. Baik = sunnat. buruk sekali = haram Humanisme tindakan yang baik adalah tindakan yang sesuai dengan derajat manusia. siapa yang kuat dialah yang hidup terus menerus • La Mettic ( Mesin).Manusia mempunyai kebebasan untuk berbuat dan memilih . Manusia “Strunggle for life. survival of the fittest” = perjuangan hidup. tidak mengurangi/menentang kemanusiaan lxxxvi .tanpa kemauan bebas manusia tidak mungkin mengetahui moral yang baik 1. Netral = mubah. fourbach (atheisme) Determinisme – Religius “Kekuasaan Tuhan menjadi prinsip penetapan tingkah laku manusia” Indeterminisme .2 Kriteria tentang baik dan buruk Hedonisme Utilisme Vitalisme hidup Sosialisme Religiusme Homarisme Religiusme pandangan masyarakat sesuai dengan kehendak Tuhan kodrat manusia (human-nature) Islam memiliki 5 kategori kenikmatan kemanfaatan kekuatan hidup/kekuasan.

Hati nurani 1.4 Norma Dasar Etika (metaethics) Norma ke-Tuhanan (Hablum Minallah) “Manusia berperilaku etika larangan Tuhan” Norma kemanusiaan (Hablum Minannas) “Perilaku Etika 1.Akal budi .3 Pendekatan Etika 1.3.Kebaikan berdasarkan kodratnya .3. indeks (hakim.5 Prinsip-Prinsip Etika The Great Ideas : A syntopicon of Great Books of western World • 120 macam “ide agung” enam landasan prinsipil etika : Prinsip keindahan (beauty) Prinsip persamaan (Equality) Prinsip Kebaikan (Good) Prinsip Keadilan (justice) Prinsip Kebebasan (library) Prinsip kebenaran (truth) berakibat baik pada kehidupan bersama” melaksanakan perintah/menjauhi sadar akan kebaikan etika tapi tidak merasa perlu sadar memperlakukan etika sesuai status dan mentaatinya secara keseluruhan lxxxvii .3 Deskriptif Etik Practical Etik kemampuannya 1.Kebaikan yang mengatasi kodrat wahyu Tuhan .3.2 1.. index (penghukum) melalui penelaahan dan penyaringan ukuran- ukuran normatif seseorang berperilaku sesuai dengan norma yang telah disepakati baik lisan maupun tulisan 1.1 Normatif Etik kebaikan kodrati kebaikan adi kodrati/kebaikan penerang baik buruknya tindakan indeks (petunjuk).

penataan ruangan kantor PRINSIP PERSAMAAN • • • Hakekat kemanusiaan persamaan / kesederajatan Menghilangkan perilaku diskriminatif Perlakuan pemerintah terhadap daerah/ warga negara harus sama tinggi rendahnya urgensi/prioritas PRINSIP KEBAIKAN • • • Kebaikan pujian Good sifat/karakterisasi dari sesuatu yang menimbulkan Good (baik) persetujuan. pujian. Kemanfaatan dan Kebaikan ilmu pengetahuan rasionalitas. saling hormat PRINSIP KEADILAN • • Romawi Kuno (justice) jus suum curque tribuendi” Keadilan “Justice est contants et perpetua voluntas kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya PRINSIP KEBEBASAN • • Kebebasan keleluasaan untuk bertindak /tidak bertindak berdasarkan pilihan yang tersedia Kebebasan : Kemampuan menentukan diri sendiri Kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan lxxxviii . Kebaikan tatanan sosial sadar hukum.PRINSIP KEINDAHAN • • Hidup ini indah/ bahagia Penampilan yang serasi dan indah. keunggulan atau ketepatan objektivitas.

1987). Dalam etika seseorang dapat memahami dan mengerti bahwa mengapa dan atas dasar apa manusia harus hidup menurut norma-norma tertentu. Agar manusia lxxxix . Moral Moral merupakan patokan-patokan. kumpulan peraturan lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar mnejadi manusia yang lebih baik. padanan dan pengendali sikap dan tingkah laku manusia. Tak ada tanggung jawab tanpa kebebasan PRINSIP KEBENARAN • • Teori-teori kebenaran Kebenaran dalam pemikiran (truth in the mid) Kebenaran dalam kenyataan (truth in the reality) 2. 3.- Syarat-syarat yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihan-pilihannya beserta konsekuensinya • Kebebasan tidak ada tanpa tanggung jawab. Etika merupakan tingkah laku yang bersifat umum universal berwujud teori dan bermuara ke moral. Kekurangan etika adalah tidak berwenang menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan seseorang. inilah kelebihan etika dibandingkan dengan moral. sebab etika suatu pemikiran kritis dan mendasar tetang ajaran-ajaran dan pandangan moral dan etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas prinsip-prinsip moralitas (Devos. tatanan. sedangkan moral bersifat tindakan lokal. berwujud praktek dan berupa hasil buah dari etika. Moral dengan etika hubungannya sangat erat. Norma Norma adalah aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang mengikat warga masyarakat atau kelompok tertentu dan menjadi panduan. sebab wewenang ini ada pada ajaran moral.

Nilai merupakan harga untuk manusia sebagai pribadi yang utuh. alasan dan motivasi dalam bersikap dan berperilaku baik disadari maupuin tidak disadari. namun bukan objek itu sendiri. misalnya kepatuhan dalam norma hukum. Dimensi politis itu sendiri memiliki dua segi fundamental yang saling melengkapi. Jadi yang menjadi ciri khas suatu pendekatan yang disebut “Politis” adalah pendekatan itu trejadi dalam kerangka acuan yang berorientasi pada masyarakat secara keseluruhan. Selanjutnya dijelaskan bahwa “Dimensi Politis Manusia” adalah dimensi masyarakat sebagai keseluruhan. 2000). maka makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. B. etika politik mempertanyakannya tanggungjawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan sebagai warga negara terhadap negara. misalnya kejujuran.Nilai merupakan kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. hukum dan sebagainya (lihat magnis-suseno : 1986). Oleh karena itu. Karena itu. moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. panduan atau pengendali sikap dan tingkah laku manusia. sehingga mamudahkannya dalam menjabarkannya dalam tingkah laku. norma adat istiadat dll. sesuai kemampuan fundamental manusia yaitu pengertian dan xc . norma agama. norma sebagai penuntun. kemanusiaan (Kamus Bhasa Indonesia. maka harus lebiih di kongkritkan lagi secara objektif. Etika Politik Etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi politik kehidupan manusia.mempunyai harga. yang kemudian nilai dijadikan landasan. Nilai akan lebih bermanfaat dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia. Nilai Nilai pada hakikatnya suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Sedangkan derajat kepribadian sangat ditentukan oleh moralitas yang dimilikinya. 4.

“tahu” dan “mau” dapat diamati dalam semua bidang kehidupan manusia. Ketiga tuntutan itu dapat disebut Legitimasi normatif atau etis (Magnis-suseno:1987). maka ada dua cara menata masyarakat yaitu penataan masyarakat yang normatif dan efektif (Magnis-Suseno : 1986).kehendak untuk bertindak. hukum sendiri tidak bisa menjamin agar anggota masyarakat patuh kepada norma-normanya. Artinya. Hukumlah yang memberitahukan kepada semua anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertindak. Tetapi perlu di pahami bahwa baik “hukum” maupun “Negara” memerlukan legitimasi. Karena itu hukum dan kekuasaan Negara menjadi bahasan utama etika politik. Sedangkan penataan yang efektif dalam menentukan perilaku masyarakat hanyalah lembaga yang mempunyai kekuasaan untuk memaksakan kehendaknya. Selanjutnya dijelaskan kriteria-kriteria legitimasi yaitu legitimasi sosiologis. Struktur ganda ini. Hukum terdiri dari norma-norma bagi perilaku yang benar dan salah dalam masyarakat. Tetapi hukum hanya bersifat normatif dan tidak efektif. disahkan secara demokratis (Legitimasi Demokratis) dan tidak bertentangan dengan prinsipprinsip dasar moral (Legitimasi Moral). etika politik menuntut agar kekuasaan dilaksanakan sesuai dengan hukum yang berlaku (Legalitas). legalitas. Karena itu. dan legitimasi etis sebagai berikut : xci . Sesuai kemampuan ganda manusia. selalu dituntut pertanggung jawaban. Legitimasi Kekuasaan Inti permasalahan etika politik adalah masalah Legitimasi etis kekuasaan yang dapat di rumuskan dalam pertanyaan: atas hak moral apa seseorang atau sekelompok orang memegang dan mempergunakan kekuasaan yang mereka miliki ? betapapun besarnya kekuasaan. Lembaga itu adalah Negara. Lembaga penataan normatif masyarakat adalah hukum.

3. Legalitas menuntut agar kekuasaan ataupun wewenang dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku. tidak sah apabila tidak sesuai dengan hukum yang berlaku. bahwa pihak yang menurut tradisi lama memegang pemerintahan memang berhak untuk memerintah. Suatu tindakan adalah legal apabila dilakukan sesuai dengan hukum atau peraturan yang berlaku. Eksekutif maupun Yudikatif dipertanyakan dari segi norma-norma moral. 2.1. xcii . Legitimasi Sosiologis Paham sosiologis tentang legitimasi. Mempertanyakan motivasimotivasi apakah yang nyata-nyata membuat masyarakat mau menerima kekuasaan atau wewenag seseorang. (2) “Legitimasi Kharismatik” Berdasarkan perasaan kagum. Jadi suatu tindakan adalah sah apabila sesuai. (3) “Legitimasi rasional-Legal” Berdasarkan kepercayaan pada tatanan hukum rasional yang melandasi kedudukan seseorang atau penguasa. misalnya golongan Bangsawan atau keluarga raja dan memang patut untuk ditaati. sekelompok orang atau penguasa. Legalitas . Karena itu legalitas merupakan salah satu kriteria keabsahan suatu kekuasaan atau wewenang. dan cinta masyarakat terhadap seseorang pribadi yang sangat mengesankan sehingga masyarakat bersedia taat kepadanya. Jadi legalitas adalah kesesuaian dengan hukum yang berlaku. hormat. Magnis-Suseno menyebutkan motivasi penerimaan kekuasaan sebagaimana dirumuskan oleh Max Weber yaitu : (1) “Legitimasi Tradisional”yakni keyakinan dalam suatu masyarakat tradisonal. Legitimasi etis mempersoalkan keabsahan wewenang ataupun kekuasaan politik dari segi norma-norma moral. Legitimasi ini muncul dalam konteks bahwa setiap tindakan pemerintah apakah Legislatif. Pertanyaan yang timbul merupakan unsur penting untuk mengarahkan “kekuasaan” dalam menggunakan kebijakan-kebijakan yang semakin sesuai tuntutan kemanusian yang adil dan beradab. Legitimasi Etis .

Pancasila Sebagi Sumber Etika Tataran nilai yang terkandung dalam Pancasila sesuai dengan system nilai dalam kehidupan manusia. Yang wujudnya yaitu jasmani. ☼ Nilai Vitalitas. badani. Nilai ini melekat pada manusia. ☼ Nilai Spiritual . yaitu mengenai daya hidup. Yang tercermin dalam sila kelima pancasila yakni “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. perangai.C. kemanusiaan dan kerohanian yang tercermin pada sila kedua pancasila yaitu ”Kemanusiaan yang adil dan beradab”. seperti asusila. kekuatan hidup dan pertahanan hidup semua makhluk. akhlak. Nilai ini tercermin pada sila ketiga dan keempat dalam pancasila yaitu “Persatuan Indonesia” dan “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan” ☼ Nilai Moral.Menurut jenjangnya sebagai berikut: ☼ Nilai Religius . lahiriah. 1 . xciii . ☼ Nilai Materil. Secara teoritis nilai-nilai pancasila dapat dirinci menurut jenjang dan jenisnya. sopan santun. budi pekerti. tata adab. Nilai ini melekat pada prilaku hidup semua manusia. perangai. Absolud yang tercermin pada Sila pertama pancasila yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Maha Suci. yaitu budi pekerti. yang tercermin pada sila kedua Pancasila yaitu “Kemanusiaan yang adil dan Beradab”. Nilai ini melekat pada semua makhluk hidup. Nilai ini melekat pada semua benda-benda dunia. Nilai ini menempati nilai yang tertinggi dan melekat / dimiliki Tuhan Yang Maha Esa yaitu nilai yang Maha Agung. dan kongkrit.

Menurut jenisnya sebagai berikut: ☼ Nilai Ilahiah ialah nilai yang dimiliki Tuhan Yang Maha Esa. berwujud ilmiah. wujudnya ialah sila-sila pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa. kepercayaan. Konsekuensi logisnya adalah penghapusan penjajahan diatas muka bumi. Dengan kandungan kebenaran bagaikan Aksioma. sesuai cita-cita. murah hati. analisis. yang tidak dapat berubah. ☼ Nilai Intelek yaitu melekat pada makhluk manusia. rasional. keramahan. Kekal. berkenaan dengan eksistensi. keyakinan. tujuan. logis. kemanusiaan yang adil dan beradab. keharmonisan. Nilai dasar Pancasila bersifat Abadi. Selanjutnya secara konsepsional nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila terdiri dari nilai dasar. Persatuan Indonesia. kesabaran. perikemanusian dan perikeadilan. umum-universal dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. yaitu berupa keindahan. kesopanan. suka menolong. keelokan. tatanan dasar dan ciri khasnya yang pada dasarnya tidak berubah sepanjang zaman. Dalam pembukaan UUD 1945 : . persaudaraan. seni. xciv . yaitu berwujud keberanian. nilai praksis.2. ☼ Nilai Estetis melekat pada semua makhluk duniawi. ☼ Nilai dasar. rendah hati.Alinia 1= mencerminkan keyakinan kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. kesahduan. nilai instrumental. akaliah. ☼ Nilai Etis ialah nilai yang dimiliki dan melekat pada manusia. Merupakan prinsip yang bersifat sangat Abstrak. yang melekat pada manusia yaitu berwujud harapan. Juga dapat ditemukan dalam 4 alinea pembukaan UUD 1945 dan pokokpokok pikiran yaitu. persahabatan. janji.

Nilai-nilai dasar ini merupakan asas-asas yang kita terima sebagai dalil dan bersifat mutlak. keadaan. xcv . Pelaksanaan umum dari nilai dasar.Alinia 3= memuat pernyataan kemerdekaan untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas (eksistensi / cita-cita) memuat watak aktif dari masyarakat Indonesia yang menyatakan merdekaaan. dan makmur.Alinia 4= memberi arahan tentang tujuan Negara. Menjabarkan nilai dasar yang umum kedalam wujud kongkrit. negara yang merdeka.Alinia 2= menegaskan cita-cita nasional/cita-cita kemerdekaan. sehingga dapat sesuai dengan perkembangan jaman. Kontektualisasi nilai dasar harus dijabarkan secara kreatif dan dinamik kedalam nilai instrumental penjabaran nilai dasar terwujud ke dalam: TAP MPR. -Keadilan sosial. bersatu. biasanya dari wujud norma sosial ataupun norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam lembaga. -Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. DAN PERATURAN PELAKSANAAN. berdaulat. merupakan semacam tafsir politik terhadap nilai dasar umum tersebut. strategi. susunan Negara. PROPENAS UNDANG-UNDANG. ☼ Nilai Instrumental : Berupa penjabaran nilai dasar. sehingga sifat dinamis. dan enovatif. program dan proyek. dan dasar Negara. yaitu arahan kinerja untuk kurun waktu tertentu dan kondisi tertentu. system pemerintahan Negara. Nilai Instrumental berupa kebijakan. berubah.lembaga yang bersifat dinamik.ketegasan tersebut mengandung makna falsafah yang mendasar (cita-cita Negara). Nilai instrummental terpengaruh oleh waktu. berkembang. system. dan tempat. Sifat kontektual. adil. Dalam pokok-pokok pikiran yaitu: -Persatuan. -Kedaulatan rakyat. rencana. . harus disesuaikan dengan tuntutan jaman. ..

Aktualisasi Pancasila sebagai dasar etika tercermin dalam sila-silanya. baik oleh para penyelenggara Negara maupun oleh masyarakat Indonesia sendiri. contohnya = memelihara persahabatan. maka secara hierarkhis praksisi berada dibawah nilai instrumental dan menjabarkan nilai instrumental tersebut secara taat asas (konsisten). toleransi dan saling menghormati. serta menjadikan ajaran-ajaran sebagai anutan untuk menuntun ataupun mengarahkan jalan hidupnya. Praksis harus selalu Pased on Values. serta pengelola hak-hak dasar kodrati yang merupakan suatu keutuhan dengan eksistensi dirinya secara bermartabat. penyangga. manusia sebagai subjek pendukung.☼ Nilai Praksis Nilai yang dilaksanakan dalam kenyataan hidup sehari-hari. yaitu: Sila pertama: menghormati setiap orang atau warga negara atas berbagai kebebasannya dalam menganut agama dan kepercayaannya masing-masing. istilah “PRAKSIS” tidak seluruhnya sama maknanya dengan istilah “PRAKTEK”. Sila kedua: menghormati setiap orang dan warga negara sebagai pribadi (personal) “utuh sebagai manusia”. praksisnya: silahturahmi antar umat beragama. sedangkan Praktek bisa bersifat Value Free. Berbagai wujud penerapan Pancasila dalam kenyataan sehari-hari. pengemban.juga merupakan gelanggang pertarungan antara idealisme dengan realitas. xcvi . Sila ketiga: bersikap dan bertindak adil dalam mengatasi segmentasi-segmentasi atau primordialisme sempit dengan jiwa dan semangat “Bhinneka Tunggal Ika”-“bersatu dalam perbedaan” dan “berbeda dalam persatuan”. ada kalanya justru kondisi objektif itu yang jauh lebih kuat dari nilai praksis berupa nilai yang sebenarnya kita laksanakan dalam kehidupan kenyataan sehari-hari. melakukan dialog antar umat beragama. yang tidak dapat sepenuhnya kita kuasai.antar umat beragama. misalnya dalam kerukunan hidup beragama. Merupakan interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit pada tempat dan waktu tertentu.

1 Tanda-tanda mundurnya pelaksanaan etika berbangsa Konflik sosial berkepanjangan Berkurangnya sopan santun dan budi luhur dalam kehidupan sosial Melemahnya kejujuran dan sikap amanah Pengabaian ketentuan hukum dan peraturan D. kemerdekaan. berbangsa ataupun bernegara. D. media pornografi.2 Faktor-faktor penyebab mundurnya pelaksanaan etika • Faktor internal : Lemahnya penghayatan dan pengamalan agama Sentralisasi di masa lalu Tidak berkembangnya pemahaman/penghargaan kebinekaan Ketidakadilan ekonomi Keteladanan tokoh/pemimpin yang kurang Penegakan hukum yang tidak optimal Keterbatasan budaya lokal merespon pengaruh dari luar Meningkatnya prostitusi. Sila kelima: membina dan mengembangkan masyarakat yang berkeadilan sosial yang mencakup kesamaan derajat (equality) dan pemerataan (equity) bagi setiap orang atau setiap warga negara. perjudian dan narkoba xcvii . Konsekuensi dan implikasinya ialah bahwa norma etis yang mencerminkan satu sila akan mendasari dan mengarahkan sila-sila lain. Sila-sila dalam pancasila merupakan satu kesatuan integral dan integratif menjadikan dirinya sebagai sebagai referensi kritik sosial kritis. komprehensif. serta sekaligus evaluatif bagi etika dalam kehidupan bermasyarakat. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) D. dan kebersamaan dimiliki dan dikembangkan dengan dasar musyawarah untuk mencapai kemufakatan secara jujur dan terbuka dalam menata berbagai aspek kehidupan.Sila keempat: kebebasan.

5 Strategi/pendekatan peningkatan etika Pendekatan larangan (Don’t Approach) Pendekatan Untung-rugi (Cost – Benefit Approach) Pendekatan sistem (system approach) Pendekatan kerjakan (Do Approach) xcviii .• Faktor Eksternal : Pengaruh globalisasi Intervensi kekuatan global dalam panutan kebijakan nasional D. etos kerja Kemandirian Toleransi.4 Good Governance Sebagai Etika Pemerintahan D. tanggung jawab Keteladanan Sportifitas Disiplin. rasa malu D.3 Pokok-Pokok Etika Berbangsa Etika sosial budaya Etika politik pemerintahan Etika ekonomi dan bisnis Etika penegakan hukum Etika keilmuan Etika lingkungan Partisipasi Aturan Hukum (rule of law) Transparansi Daya tanggap (responsiveness) Berorientasi konsensus (Consensus Orientation) Berkeadilan (Equity) Akuntabilitas (Accountability) Bervisi strategis (Strategic vision) Efektifitas dan efisiensi Saling keterkaitan (interrelated) • • • • • • • Kejujuran Amanah.

luas dan mendalam. dalam arti bahwa nilai-nilai etika sebagai norma dasar bagi kehidupan suatu bangsa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara tidak terlepas dari unsur-unsur budaya yang hidup dan berkembang dengan ciri-ciri khas yang membedakan bangsa itu dari bangsa lain. Kebebasan akademik adalah hak dan tanggung jawab seseorang akademisi. bahwa kebenaran ilmiah bukanlah sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat. melainkan juga kontekstual untuk diberi makna baru sesuai dengan kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. 2. Jujur.dalam arti terus menerus mempunyai keinginan untuk mengetahui hal-hal baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan. yaitu. 4. Hak dan tanggung jawab itu terkait pada susila akademik. 5. dalam arti luas bahwa kebenaran ilmiah adalah sesuatu yang tentatif. dalam arti menyebutkan setiap sumber atau informasi yang diperoleh dari pihak lain dalam mendukung sikap atau pendapatnya. yang berpengaruhi dengan sendirinya terhadap perkembangan etika. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik Pancasila sebagai dasar etika dalam kehidupan bermasyarakat. dan bernegara diberdayakan melalui kebebasan akademik untuk mendasari suatu sikap mental atau attitude. xcix . yang implikasinya ialah bahwa pemahaman suatu norma etika bukan hanya tekstual. 1. bebas dari tekanan atau “kehendak yang dipesankan” oleh siapa pun dan dari mana pun. Open mindedness.dalam arti rela dan rendah hati (modest) bersedia menerima kritik dari pihak lain terhadap pendirian atau sikap intelektualnya. dalam arti beranggungjawab atas sikap dan pendapatnya. Wawasan.D. serta 6. berbangsa. Curiosity. 3. tidak mengenal titik henti. Terbuka. Independen.

berbangsa. • Kedisiplinan. • Kreativitas. • Kejelasan uraian. Diskusi (50%) & Studi Kasus (30%) • Contextual instruction • Simulasi • Collaborative learning Indikator Penilaian : • Ketepatan ide. an bernegara. jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya. juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati. • Kerjasama tim presentasi. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi fenomenalnya saja. tanpa menyentuh inti hakikinya.Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (20%). • Ketuntasan pemecahan kasus. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. F. • Kemutkhiran bahan pustaka c .

tanpa membedakan antara penganut agama mayoritas maupun minoritas. PENUTUP Etika merupakan cabang ilmu filsafat yang membahas masalah baik dan buruk .BAB III. juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati. Pancasila merupakan hasil kompromi nasional dan pernyataan resmi bahwa bangsa Indonesia menempatkan kedudukan setiap warga negara secara sama. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. dan daerah. Hal tersebut berkaitan dengan belum tersusunnya filsafat Pancasila ke dalam sistem perilaku masyarakat. isinya justru bertentangan dengan Pancasila ci . budaya. meskipun secara verbal menyebut Pancasila sebagai sumber. Kajian praktis menyentuh moralitas sebagai perbuatan sadar yang dilakukan dan didasarkan pada norma-norma masyarakat yang mengatur perbuatan baik (susila) dan buruk (asusila). Adapun refleksi filsafati mengajarkan bagaimana tentang moral filsafat mengajarkan bagaimana tentang moral tersebut dapat dijawab secara rasional dan bertanggungjawab. tanpa menyentuh inti hakikinya. penyebabnya adalah perilaku masyarakat dan negara cenderung menunjukkan inkonsistensi dengan Pancasila. jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya. peraturan daerah. Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. peraturan pemerintah. maka yang ditangkap hanyalah segisegi fenomenalnya saja. Selain itu juga tidak membedakan unsur lain seperti jender. berbangsa. Ranah pembahasannya meliputi kajian praktis dan refleksi filsafati atas moralitas secara normatif. an bernegara. Di sisi lain berbagai kebijakan perundangundangan. Tapi banyak isu sara yang masih terjadi dalam masyarakat.

Laboratorium IKIP. ---------------. Udin S. 13-23 Desember 2005. 2005. Yogyakarta. Gramedia. 1987.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Etika Politik. Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. 2005. Identitas Nasional Aktualisasi Pengembangannya Melalui Revitalisasi Pancasila. __________________. Penjabaran Nilai-nilai Pancasila Dalam Sistem Hukum Indonesia. Berbangsa. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Masyarakat Demokratis dan Berkeadaban. Hamdan.Makassar. 13-23 Desember 2005. Koento Wibisono. Pendidikan Pancasila. Jakarta. Jakarta. Makalah. Penerbit Rajawali. Kaelan. Makalah. Syafie Inu Kencana. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Budiardjo Miriam. Penerbit Rineka Cipta. cii . Gramedia. 1996. Suseno-Franz Magnis. Siswomihardjo. Jakarta. 2002. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Makalah. Etika Pemerintahan. Dasar-dasar Ilmu Politik. 1981. Santiadji Pancasila. dan Bernegara.2004 Mansoer. 13-23 Desember 2005. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Darmodihardjo Dardji. Penerbit Paradigma. 2005. Malang. 2005. 1977.Makassar. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman erkarya Bagi Lulusan. 1994.STIMIK DIPANEGARA . Jakarta. Winataputra.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Pancasila sebagai Dasar Etika Kehidupan Bermasyarakat. 13-23 Desember 2005. Universitas Hasanuddin. Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Makalah.

Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang. PENDAHULUAN A. Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat. Dalam beberapa pasal. Dalam arti. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang ciii . inilah yang dinamakan ideologi. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks. Bakry [1994]. Pancasila telah tampil di garda depan. maupun religi. nilai kebudayaan. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. ekonomi. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. nilai tradisi. nilai kepustakaan. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan. Tantangan sekarang ini. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" masyarakat dunia. baik dalam bidang politik. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain. Menurut Noor MS. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis. sosial budaya. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.MODUL V PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BAB I. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional.

Akhir-akhir ini. decline (kemunduran). Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. Tampaknya. kemanusiaan. ideologi itu tidak pernah mati. misi. tanpa pedoman. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan.sakti. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. Tanpa itu. lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. dan tujuan negara. Dengan demikian. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. B. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. persatuan. Atas dasar Weltanschauung itu. disusunlah visi. yang merupakan sifat hakikat manusia. Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya civ . Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. Jika tidak demikian bukanlah manusia. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : f. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. negara bergerak seperti layangan putus. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). yaitu ketuhanan. yang terjadi adalah emergence (kemunculan). keadilan. kerakyatan. Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. terasa pamor Pancasila sedang menurun.

5. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka i. reformatif. komunisme. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. 3. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. 4. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. sekulerrisme. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya j. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. cv . komprehensif. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila dalam konteks ketatanegaraan serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul D. memahami. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara. 2. ideologi tertutup. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara.g. dan idiologi keagamaan. 6. Reformasi Socio-Moral C. Berbangsa dan Bernegara h.

cara fikir. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”. Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang. Jadi. Sedangkan logos berarti ilmu. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. atau cita-cita tertentu. A. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara. Eidos berarti idea. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. atau paham. Jorge Larrain. sehingga mereka cvi .1 Pengertian Ideologi Secara etimologi.BAB II PEMBAHASAN A. ajaran. pandangan ataupun paham. cita-cita ataupun konsep. gagasan. gagasan-gagasan. dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas Pada dimensi ini.

Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . Karena itu. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. ideologi mengandung nilai-nilai dasar.Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri (dimensi realitas). berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. arah. Berbangsa. Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. B. Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang cvii . karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat.tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya. dan Negara dibangun. berbangsa. Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. norma-norma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya. dan bernegara. bangsa. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka. a. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat.

Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. berbangsa. Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. b. tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter). Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis.gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). C. Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya. Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat cviii . c. Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat.

dan bernegara. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan. Monodualisme ini adalah kodrati. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. Dengan demikian. Pancasila sebagai ideologi terbuka. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. saling menerina dan memberi antar manusia dalam cix . Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a.kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiran-pemikiran baru atau metode baru yang berbeda. maka manusia tidak dapat hidup sendirian. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. D. Menurut konsep Pancasila. yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. Sebagai ideologi terbuka. ia selalu membutuhkan yang lain. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter. bukan atas kekuasaan belaka. berbangsa. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. bahwa Negara kita berdasar atas hukum.

Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. Ideologi Pancasila. mengandung nilai spiritual. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. cx . dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional.memasyarakat dan menegara. mengandung nilai-nilai kebangsaan. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya. saling mencintai. hormat menghormati. maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. 1 Juni 1945). sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. sama kewajiban dan hak. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. spiritual. tersimpul nilai satu derajat. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Sila Persatuan Indonesia. toleransi dan nilai gotong royong. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. keberanian membela kebenaran dan keadilan.

Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik). yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. c. Herbert Spencer dan Harold J. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen cxi . Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). hak kebahagiaan. Laski. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. yaitu hak hidup. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. John Locke. b. Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. maka nilai kebebasan itulah yang utama. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. dengan menempuh proses dialetik. hak kesamaan. Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. Ciri konsep dialetik tentang manusia. mengandung nilai sikap adil. terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan.Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. Jean Jaques Rousseau. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. hak kebebasan.

Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. Engels. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran materialdialektis atau materialistik. E. Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. sadar laku (usaha) dan sadar landasan. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik.pada diri manusia. (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas). Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat socio-moral. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. Sehubungan dengan itu. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). ekonomi. Secara operasional sadar berarti : cxii . Pikiran Karl Marx tentang sosial. namun ada keteraturan. Oleh karena itu. maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain.

“terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. Kejelasan uraian. dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. Kedisiplinan. sistem tanggap nilai c. dikaitkan dengan landasan. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. Kreativitas. Kerjasama tim presentasi. Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : cxiii . dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. walaupun nilainilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(50%). Diskusi (25%) & Dialog(25%) • • • • • • • • Cooperative learning Collaborative learning Ketepatan ide. konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila Reformasi socio-moral yang berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. F.a. sistem kelembagaan b.

Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. sejahtera. para pemimpin. kesejahteraan yang tinggi. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas. para pengusaha. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme.   cxiv . menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa. Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia. sosialisme dengan kapitalisme. Saya berpendapat. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. Sebagai ideologi nasional. para penguasa.BAB III PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia.

STIMIK DIPANEGARA . E.William. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat.2004 cxv . berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas.DAFTAR PUSTAKA Alfian.Makassar. Gramedia. 1991. Jakarta. Penerbit Erlangga. Fogel.E.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .man.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. 1978.Jakarta BP-7 Pusat Jakarta.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Isme-isme Dewasa ini. Universitas Hasanuddin. 1978.Makassar.

konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. baik istilah maupun karateristiknya. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan Negara. Misalnya. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. Di Indonesia. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar. PENDAHULUAN A. Culla (1999:3. sebagaimana telah dibahas terdahulu. merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. dan umumnya tujuan cxvi . yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. dan civil society di lain pihak. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis. Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”.MODUL VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI BAB I. yaitu mewujudkan tujuan nasional. Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. Jacobin.

masih ada beberapa padanan istilah lainnya. Nilai-nilai demokrasi. cxvii . Pemilu indonesia. demokrasi terpimpin. seperti masyarakatwarga. masyarakat berbudaya. l. dan demokrasi pancasila. Jenis-jenis demokrasi. p. serta t. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Norma dasar dan asas demokrasi. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. Definisi demokrasi. Pendidikan demokrasi. Dalam perjalanan sejarah bangsa. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa Definisi: Government of rule by the people. o. masyarakat beradab. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 2. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. m. sejak kemerdekaan hingga sekarang. masyarakat kewargaan. Demokrasi langsung. mengapa demikian? Juga. n. Sementara itu. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. s.padanan kata civil society. Demokrasi perwakilan. masyarakat sipil. Selain itu. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : k. r. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. q. Adapun istilah kunci : 1. yaitu demokrasi liberal.

Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengerti. Rule of Law = pemerintah berdasarkan hukum 12. Rechstaat = negara hukum 11. D. Welfare state = negara kesejahteraan = sosial sevice state 10. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) menonjolkan sistem presidensial 7.3. Direct Democracy = Demokrasi lamgsung ( lawannya: Indirect Democracy = demokrasi tidak langsung ) 9. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi (hukum dasar) 4. Representative Democracy = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam cxviii . memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam demokrasi konstitusional yang pada C. 6. kekuasaan ada presiden. disebut juga demokrasi parlementer 5. Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) pemilunya 8.

Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi.kehidupannya sehari-hari. 7. 4. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. cxix . Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. 3. 6. disamping itu. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi. 5. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi.

adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama. Lalu. Dalam rapat tersebut. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. and associayion. Selain itu. artinya pemerintahan rakyat. (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat. majority rule. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. Demokrasi. beragama. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. dkk.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih. kratos berarti pemerintahanm. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. khususnya di kota Athena. accompanied by respect for the rights of minoritiea. berserikat. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dan segal permasalahan cxx . Dari kutipan pengertian tersebut.BAB II PEMBAHASAN A. opinion. religion. Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung. berpendapat. the assertion of rule of law. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan kemayarakatan. menegakkan rule of law.

Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. Bagi negara-negara modern. seperi padi atau pisang. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. Disamping memilih kepala desa. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. b. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri.dapat dilihat dalam pemerintahan desa. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah desa. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena hal-hal berikut: a. Untuk memudahkan pelaksanaannya. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. cxxi . b. c. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. Dalam perjalanan sejarah. Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu milik caloon yang dipilihnya. Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi.

istilah demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. Namun. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. Misalnya. jaminan hak asasi manusia. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. yakni “ kedaulatan rakyat. b. hak berapat. a. Dengan demikian. pemilihan yang bebas dan cxxii . Kemudian. selain meliputi sistem politik. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. pemilihan wakilwakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. misalnya. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia.c. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . hak-hak minoritas. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. a. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. seperti hak kemerdekaan pers. kekusaan mayoritas. Berdasarkan gagasan dasar itu. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. demokrasi dalam arti luas. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia.

dalam demokrasi tidak langsung. a. proses hukum yang wajar. nilai-nilai toleransi. Dengan kata lain. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik. pembatasan pemerintah secara kostitusional. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu. dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam 2) pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan Dalam pemerintahan. serta kerja sama dan mufakat. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) Demokrasi langsung. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakilwakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. pluralisme sosial. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. ekonomi dan politik. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2.” B. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat.jujur. demokrasi ini. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. pragmatisme. demokrasi Pancasila. dan seterusnya.Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenisjenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan.Referendum dibagi menjadi tiga macam” a.persamaan didepan hukum. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss . Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang cxxiii .

Indifidu diberi kebebasan yang luas. Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. cxxiv . rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. c. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. Jadi. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. b. b. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan referendum.sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak.

Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar). Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden . Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara. Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas.3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. b) Menteri bertanggung jawab pada DPR. Campur tangan pemeritah diminimalkan. c. d. demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah .serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. cxxv . bahkan ditolak. 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil). Dapatkah anda memberi contoh. Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik.

bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain. serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. terutama karena faktor politik. C.b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . Dengan demikian. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950. Misalnya. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. Akan tetapi. Jika dukungan rakyat tidak ada. cxxvi . sosial. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. dalam pertumbuhanya. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. dan kebudayaan. Disamping itu. c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri . Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. sebagai berikut. tetapi kepada presiden. d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. dan tidak dapat saling membubarkan. ekonomi.

Atas dasar itu. menjamin tegaknya keadilan. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. b. dan budaya poltik masing-masing. d. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal.Mayo telah mencoba untuk memerinci nilainilai ini. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat. serta f. Dengan demikian. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingan-kepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. Henry B. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. b. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). cxxvii . Sebagai akibat demokrasi liberal ini. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). aspirasi. e. membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. Oleh karena itu. c.Mayo: a. menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. pemerintahan yang bertanggung jawab. Didalam sistem pemerintahan ini. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum.Di dunia Barat. untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a.

Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan. coba jelaskan mengapa? Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1. ………………………………………………. 3. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. Coba anda jelaskan. e. Demokrasi adalah cxxviii . ………………………………………………. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? Coba simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi...namun.. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat.. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki. ………………………………………………… ………………………………………………. 4. 6. 5. BIdang Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama Hal-Hal Yang Harus Diperbaiki ……………………………………………….. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?.c. dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki. wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. ………………………………………………. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. 2.

Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat. Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. by the people. tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. Abraham Lincoln menyebutkan. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. ada demokrasi liberal. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. seperti di Indonesia. Belajar dari pengalaman tersebut. Misalnya. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi cxxix . oleh rakyat. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi. and the people).pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. dan untuk rakyat (is a government of the people. Dalam demokrasi liberal.

a. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat.pelaksanaan demokrasi pancasila. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya. b. penyalagunaan wewenang. baik dipusat maupun daerah. rahasia. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. langsung. dan nepotisme). Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. jujur. dan lain-lain. meski orde baru jatuh. Dengan demikian. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. korupsi. membuat dan menata kembali progrmprogram pembangunan di tengah-tengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. cxxx . antara lain sebagai berikut. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. seperti korupsi. serta adil dan beradab. Kunci semua pelaksanaan demokrasi tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. Sebagaimana telah dijelaskan. khususnya bagi pemerintah. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan umum. bebas.

g. Pada kegiatan belajar berikutnya sebagai bahan pengayaan. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. DPRD. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. d.c. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. dan Presiden/Wakil Presiden. akan dibahas lebih jaur tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia. ciri-ciri demokrasi antara lain : a. dalam tahap awal reformasi ini. kekuasaan merupakan amanat rakyat. Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. D. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. Dengan demikian. e. f. b. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. Diselenggarakannya pemilu 2004. yaitu beberapa kasus dan ilustrasi yang akan dibahas pada butir D. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. c. d. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan cxxxi .

sejak kemerdekaan hingga sekarang. bukan untuk kepentingan rakyat. Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. dapatkah anda menyebutkan keunggulan dfan kelemahan demokrasi dibandingklan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi Kelemahan Demokrasi Keunggulan Sistem lain Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) E. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. Dari uraian tersebut. demokrasi cxxxii . yaitu demokrasi liberal. Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter).dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama.

perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas.terpimpin. Oleh sebab itu. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. Dengan belajar dari pengalaman. Meskipun konsep awal pada periode tersebut dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. rasional. kritis. Jadi. pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. cxxxiii . antisipatif. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950. mengapa demikian? Juga. penuh perhitungan. teliti. dan demokrasi Pancasila. seperti analisis. serta pengendalian diri.

Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. demokrasi Terpimpin. a. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. tidak bisa tidak. tegas. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. Dalam era reformasi ini. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949). Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. ikhlas. kooperatif. diharapkan nilainilai demokrasi dapat ditegakkan. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. demokratis. terbuka. terti. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet cxxxiv . Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. serta menjaga keamanan dan kebersamaan. dan demokrasi Pancasila. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. lugas.Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan.

Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara. Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. Misalnya. Wilopo. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. antara lain Kabinet Syahrir I. yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara. dan Kabinet Juanda. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. selama tahun 19451959 dikenal beberapa kabinet. dan Kabinet Amir Syarifuddin. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). Ali Sastro Amidjojo II. Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. terdapat dua kubu yang bertentangan. b. Sukimin. yaitu Kabinet Natsir. Sementara itu. kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. cxxxv . Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. Pada saat itu. Kabinet Syahrir II.

Persoalan sekarang. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi. Secara konsepsional. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. MPRS No. III/MPRS/1963. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat cxxxvi .Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut. kesadaran.misalnya. pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden.demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung. dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional. Secara konsepsional pula. Dalam konteks ini.

Kesusilaan. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. berlainan dengan demokrasi sentralisme. Namun dalam praktiknya. dan budaya bangsa. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan pokok pikiran di atas. 4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. Kepentingan Rakyat Banyak. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. UUD 1945. ekonomi dan sosial. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. serta 5) oposisi. dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun. serta budaya bangsa Indonesia. serta penghitungan suara pro dan kontra. bukan oleh perdebatan. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. Penyebab penyelewengan cxxxvii . konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini.pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator. Yakni Batas Keselamatan Negara. b) Sebagai Alat.

tersebut. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotong. Secara konsepsional. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu. c. juga karena kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif.royang. demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. Misalnya. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa. yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. Semangat cxxxviii . Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. yang berketuhanan Yang Maha Esa. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotongroyong. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. yang berpersatuan Indonesia. selain terletak pada presiden. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia.

kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia.terbuka. pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. sosial.menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas.Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”. khususnya di masyarakat pedesaan. aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. c. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945. 2). Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik.yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara. Aspek Formal. b. serta bersendi atas hukum. Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. harkat. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME. Dalam demokrasi pancasila. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. dan martabat tersebut. Menurut S. dan jujur untuk mencapai konsensus bersama. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam cxxxix . Dengan demikian. Aspek Materil. indonesia sesuai dengan gambaran. Aspek Normatif (kaidah). ekonomi. dan budaya. sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan.

iii. Jiwa demokrasi pancasila aktif. Aspek Kejiwaan.yaitu terciptanya negara Hukum. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. d. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila. negara Kesejahteraan.mencapai tujuan kenegaraan. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. serta f. Serta iv. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila. Namun. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. Penyingpangan tersebut secara cxl . keadilan. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. Tujuan ini meliputi tiga hal. Aspek Optatif. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal. yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. Aspek Organisasi. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas. Jiwa Pengabdian. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila.serta kebenaran.dan negara kebudayaan e. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. ii. Jiwa demokrasi pancasila pasi. i.

dan nepotisme. korupsi. serta i. g. yaitu: a. penegakan digiring kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. serta format politik yang tidak demokratis. kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal. e. khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum.transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. d. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah. Sebelum melanjutkan perjalanan demokrasi di Indonesia. coba Anda bandingkan dan isilah daftar berikut! Nama Demokrasi Demokrasi Pancasila Demokrasi Barat (Liberal) Demokrasi Timur (Sosialis) Kelebihan Kekurangan cxli . kebijakan floating mass). masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. maraknya pratik kolusi. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya.Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. PNS seolah-olah untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. f. h.

F. dan hukum. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. tidak menjadi demokratisasi kolusi. Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. 1998).harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak partisipasi pada reformasi di Indonesia sekarang ini. sosial. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. Menurut Hutington (Chaedar. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” meningkatkan reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila. Demikian pula.berbangsa. berwibawa. Perbedaanya tyerletak pada aturan pelaksanaan dan praktik penyelenggaraan. prinsip rule of law sulit diwujudkan. menambah. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. Sehubungan dengan ini. upaya politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat.untuk mewujudkan praktik demokrasi yang sesuai dengan tuntunanreformasi. dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda cxlii . pada 10 s. 13 November 1998.d . MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. ekonomi. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik. Untuk itu. badan peradilan yang otonom. tanpa demokratisasi poltik.

undang-undang tentang otonomi daerah. Oleh karena itu. Secara khusus. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. UUDS 1950. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. Pemilihan umum lebih demokratis. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. Pengaturan ham. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis. untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini.sesuai dengan aspirasi rakyat. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. Konstitusi RIS. peraturan perundang lainnya. Misalnya. b. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut. yakni UUD 1945. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. Selain itu. Partai politik lebih mandiri. cxliii . serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru. d. c. undang-undang bidang politik.

serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. b.G. diskusi timbal balik. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. Pendidikan demokrasi: 1). Pendidikan nonformal. serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. Pendidikan demokrasi a. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. Selain itu. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan cxliv . prisip. Pedidikan demokrasi secara informal. Dengan demikian. Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. nilai. 2). 3). dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi. yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. Pendidikan nonformal. Pedidikan demokrasi secara formal. perensentasi. yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. dan sosial kultural untuk membangun cita-cita. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. konsep. c. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. sikap. pedagogis.

Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). Ketuntasan pemecahan kasus. Kejelasan uraian. Kedisiplinan. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Kemutkhiran bahan pustaka cxlv . Kerjasama tim presentasi. Kreativitas.H.

Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. Demos artinya rakyat. Pemilu sebagai salah satu wujud demokrasi di Indonesia. demokrasi. 3. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. Dengan demikian. Jadi. 4. b. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. Sistem Pemilihan Umum Dinamika Partai Politik Pemilu di Indonesia 1. kratos berarti pemerintahan. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno.BAB III PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. yaitu: a. c. khususnya di kota Athena. 2. artinya pemerintahan rakyat. Pemilu masa Orde Lama Pemilu masa Orde Baru Pemilu masa transisi Pemilu masa Reformasi cxlvi . Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. Dalam rapat tersebut. Uraian tentang pemilu dibagi dalam beberapa hal.

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. University of california: USA. Mekanisme Demokrasi Pancasila. Setiadi.DAFTAR PUSTAKA Betham. UU 31/2002. dkk. Dasar-dasar Ilmmu Politik. CST. 1949. Elly M. 1995. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. David.2000. Goverment By the People. Yudiris konstitusional. Miriam. PT Hanindita: Yogyakarta. Ganesha Exact: Bandung. 2005. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. 1985. Jakarta. Perundangan: UUD 1945. tentang pemilu DPR. Triwamwoto. Pemilu presiden. Kelsen. Demokrasi. tentang partai plitik. Kanil. UU 12/2003. 1968. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. UU 22/2003. Tata Negara Edisi Kedua.Panduan Menguasai Tata negara. Budiardjo. cxlvii . Petrus Citra. DPD. tentang susunan kedudukan MPR. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. amandeman terakhir. General Theoryof Law and State. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. Hans. Santiaji Pancasila. Rahmat A. Daji darmodihardjo. Winataputra. Historis. 1989. 1986. Harris soche. 2004 Kewarganegaraan SMA 1. DPD. Penerbit Erlangga: Jakarta. Udin S. Burns. Dikti: Jakarta.. Grasindo: Jakarta. 2000. or. Suny Ismail. Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. DPR. Kanisius: Yogyakarta. dan DPRD. James McGregor. serta UU23/2003. DPRD. 1966. Suatu tinjauan Filosofis.

Sejak tanggal 27 Desember 1945. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. PENDAHULUAN A. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. Latar Belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam pembahasan.MODUL X PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA BAB I. akan dibahas lebih lanjut mengenai UndangUndang Dasar 1945. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan cxlviii . UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen).

Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 w. Sistem Ketatanegaraan Negara RI x. D. B. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. cxlix . Undang-Undang Dasar 1945 v. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Sistem Pemerintahan NKRI serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. c. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengetahui. Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. kedudukan pembukaan UUD 1945. b. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : u. d. memahami. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen.tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia.

Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan.S. Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badan-badan tersebut. dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut. 1981: 95-96 ). Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo.C. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif. Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: cl . yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi). HUKUM DASAR TERTULIS (UNDANG-UNDANG DASAR) E. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). Undang-Undang Dasar 1945 PENGERTIAN HUKUM DASAR NEGARA Ada dua macam hukum dasar.BAB II PEMBAHASAN A. eksekutif. Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. HUKUM DASAR TAK TERTULIS (KONVENSI) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain.

c. Mekanisme pembuatan GBHN. Batang Tubuh yang memuat cli . yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan. SIFAT DAN ISI UNDANG-UNDANG DASAR 1945 Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal.(yang dimulai sejak tahun 2000). 4. 2. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan.1. Dapat diterima oleh seluruh rakyat. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). (2) Batang Tubuh UUD 1945. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat. d. Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. PENGERT1AN. KEDUDUKAN. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. Pembukaan. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. b. yang terdiri dari 4 alinesa. 3. seperti: a. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara.

Sebagai hukum. atau keputusan pemerintah. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). peraturan. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. lembaga negara. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. majelis itu bersidang untuk menetapkan. Sesungguhnya clii . UUD 1945 berisi norma.pasal-pasal. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. seperti telah dijelaskan. aturan. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. dapat dipisah-pisahkan. Setiap produk hukum seperti undang-undang. UUD. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946—sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. lembaga masyarakat. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak.

2. yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. harus terus hidup secara dinamis. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). Dengan aturan-aturan yang tertulis. Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. Undang-undang Dasar menjadi aturan yang luwes. dan tidak ketinggalan zaman. UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. supel. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. cliii . yang masih harus berkembang. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturanaturan pokok saja. sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. yang hanya memuat aturan pokok.rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. yakni hanya memuat 37 pasal. tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan.

Tiap-tiap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. yang pembuatan. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945. Selain itu. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. ISI. pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. sejak dari alinea I sampai dengan alinea IV merupakan suatu kesatuan. pengubahan. Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. secara keseluruhan sebenarnya merupakan suatu kesatuan yang logis. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). yang logis sejak dari alinea I cliv .Ini tidak berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. Isi UUD 45 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. Karena itu. PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 MAKNA. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara. SIFAT DAN TUJUAN PEMBUKAAN UUD’45 1) Makna Pembukaan UUD’45 Makna yang terkandung dalam tiap-tiap Alinea Pembukaan UUD 1945.

Pernyataan dalam alinea II ini menurut ilmu logika merupakan suatu premis minor (yang bersifat khusus). Keseluruhannya itu dapat dirinci pada uraian berikut ini: Alinea I Dalam alinea I ini terdapat suatu pernyataan yang bersifat umum yaitu suatu hak kemerdekaan setiap bangsa di dunia. berdaulat. Jadi kemerdekaan individu diletakkan dalam kaitannya dengan kemerdekaan bangsa. sejak dari pernyataan yang bersifat umum sampai dengan pembentukan negara Indonesia. Kemudian kemerdekaan tersebut dijelmakan dalam suatu negara yaitu negara yang merdeka. Kemerdekaan tersebut merupakan suatu hak kodrat.sampai dengan alinea IV. clv . Kemerdekaan dalam pengertian ini bukanlah kemerdekaan individualis (liberalis) namun merupakan suatu kemerdekaan bangsa. Konsekuensinya merupakan wajib kodrat dan wajib moral bagi setiap penjajah untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa jajahannya. Pelanggaran terhadap hak kodrat dan hak moral ini pada hakikatnya tidak sesuai dengan peri kemanusiaan (hakikat manusia) dan peri keadilan (hakikat adil). Berdasarkan ilmu logika maka pernyataan pada alinea I ini merupakan suatu premis mayor (pernyataan yang bersifat umum). bersatu. yaitu berjuang untuk mencapai kemerdekaan. yaitu hak yang melekat pada kodrat manusia dan bukanlah merupakan hak hukum. adil dan makmur. Alinea II Berdasarkan alasan akan hak kodrat dan hak moral bagi setiap bangsa dan kenyataannya pihak penjajah tidak memenuhi wajib kodrat dan wajib moral untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa Indonesia maka sudah semestinya bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri atas kekuasaan dan kekuatannya sendiri. Dalam kenyataannya bangsa Indonesia hampir mencapai tujuan kemerdekaan tersebut. sehingga disebut juga sebagai hak kodrat dan hak moral.

..yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.” c. Isi yang terkandung dalam alinea IV yang merupakan konsekuensi logis atas kemerdekaan yaitu meliputi pembentukan pemerintahan negara yang meliputi empat prinsip negara yaitu : a... Tentang tujuan negara.... Tentang hal ketentuan ditiadakannya UUD Negara. perdamaian abadi dan keadilan sosial ..’ yang berbunyi ”... Tentang hal bentuk negara.Alinea III Sebagai suatu konsekuensinya maka bangsa Indonesia menyatakan kemerdekannya itu atas kekuatannya sendiri yang didukung oleh seluruh rakyat. Alinea IV Semua asas yang terdapat dalam alinea I.maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.. " (yang merupakan suatu tujuan khusus) dan . ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.” clvi .... Demikian pula merupakan suatu tindakan yang luhur dan suci. yang termuat dalam suatu pernyataan “. Keseluruhannya itu hanya mungkin terwujud karena atas karunia dan rakhmat Tuhan Yang Maha Esa. II dan III tersebut pada hakikatnya merupakan suatu asas pokok bagi alinea IV. Menurut ilmu logika pernyataan dalam alinea ketiga ini merupakan suatu konklusio atau merupakan suatu kesimpulan. kareta melaksanakan dan merealisasikan hak kodrat dan hak moral akan terwujudnya kemerdekaan.. atau merupakan konsekuensi logis yaitu isi alinea IV merupakan tindak lanjut dari alinea sebelumnya. yang tercantum dalam kalimat...... (merupakan tujuan umum atau internasional)....melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa. b.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Seluruh isi yang terdapat dalam alinea IV tersebut pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan tentang pembentukan pemerintahan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila (Notonagoro. Alinea III = kemerdekaan rakyat Indonesia atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa. b. = peduangan bangsa telah sampai pada titik puncak/ kulminasi = awal hidup luhur bangsa memiliki Dasar. 1957 : 6-12). Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sudut Sejarah (terjadinya) Alinea I = pernyataan hak kemerdekaan dari segala bangsa. Sudut Isinya (kesepadanan) Alinea I Alinea II Alinea III = tuntutan hak kodrat dan hak moril bangsa. 3) Sifat Pembukaan UUD’45 Secara menyeluruh ada empat macam sifat Pembukaan UUD’45. Tentang dasar filsafat (dasar kerokhanian) negara... Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat serta kebijaksanaan dengan mewujudkan dalam suatu permusyawaratan/perwakilan. Alinea II = berhasilnya perjuangan bangsa Indonesia. yaitu: a.. Tujuan dan Cita-cita. yaitu: Alinea IV = Ikrar berdirinya Negara kesatuan RI dengan clvii . 2) Isi Pembukaan UUD’45 Isi Pembukaan UUD’45 dapat ditinjau dari dua sudut pandang.d.dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. dalam kalimat “. Alinea IV = pembentukan pemerintah Indonesia dengan dasar Pancasila sebagai asas kerohanian bangsa.

maka adanya Negara Kesatuan RI menjadi konkrit/jelas. yaitu ditentukan oleh Pembentuk Negara dan terjelma dalam suatu pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk negara. serta terlekat pada Tuhan YME (Proklamasi). asas politik dan asas cita-cita negara serta memuat ketentuan diadakannya UUD negara. tujuan dan cita-cita bangsa). artinya menurut ilmu hukum tatanegara memiliki beberapa unsur mutlak : • Dari Segi Terjadinya. Pembukaan UUD’45 bersifat konkrit/jelas. yaitu memuat dasar-dasar pokok negara yang dibentuk memuat asas kerokhanian. Daerah. Pemerintah dan Asas Kerokhanian (asas politik. proklamasi tidak dapat diulang lagi. Pembukaan UUD 1945 Sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental.. c. padahal saat ini sudah tidak ada lagi. clviii . yaitu: • adanya rakyat Indonesia. untuk menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar-dasar negara yang dibentuknya. Jika Pembukaan UUD’45 tidak ada. Pembukaan UUD’45 bersifat tetap tidak dapat diubah.I. artinya selamanya terlekat dalam kelangsungan hidup bangsa Indonesia sepanjang masa di dalam bernegara. apa yang terjadi pada saat. dengan jalan hukum suatu peraturan hukum hanya dapat dihapus oleh penguasa yang menetapkannya atau yang lebih tinggi kedudukannya atau derajatnya. maka tidak terpenuhi syarat-syarat adanya negara. yang melindungi segenap bangsa Indonesia. (Staatfundamentalnorm). yaitu adanya Rakyat. b. • Dari Segi isinya . hanya satu kali terjadi yang terikat dan terlekat kepada masalah hidup pokok dari setiap warga bangsa pada saat itu. • Secara material. sebab • Secara formal. artinya dengan adanya Pembukaan UUD’45 sebagai Kata Pengantar UUD Negara R.a.

Sesuatu piagam atau apapun yang bersifat tidak tertulis. kebahagiaan. Alinea I= suatu pertanggungjawaban atas Proklamasi Kemerdekaan RI. kedaulatan Negara. yakni terpeliharanya kemerdekaan. Alinea III = d. hanya kelemahannya tidak tegas dan tidak jelas formulasinya serta mudah untuk dilanggar atau dilupakan orang. sebagai dasar Negara. maka dengan kekuasaan dapat diubah. rokhaniah. b. sosial. Pembukaan UUD’45 bersifat tertulis. melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. ekonomi. Alinea IV = suatu pernyataan Kemerdekaan sebagai permulaan suatu penentuan perwujudan asas tujuan yang tetap hidup luhur dan suci atas rahmat Tuhan YME. 4) Tujuan Pembukaan UUD’45. Republik yang berkedaulatan Rakyat. tegas dan jelas formulasinya.• • • • • adanya Daerah Negara. Namun memiliki kelemahan pula. Alinea II = suatu cita-cita Kemerdekaan. badaniah dan Tuhaniah). adanya Pemerintah Negara. yaitu memiliki kekuatan yang dapat dipaksakan. kesejahteraan umum. membentuk suatu pemerintahan negara. tidak dapat dirubah dengan kekuasaan sebab bersifat imperatif moril. d. yaitu: a. clix . Negara dan daerah atas Keadilan Hukum dan keadilan Moril. Tujuan Pembukaan UUD’45 mempunyai 4 macam tujuan. memiliki kekuatan mudah untuk diingat. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Kesatuan Bangsa. ketertiban dunia. yaitu sulit untuk diingat. adanya Pancasila. (kesejahteraan politik. mencerdaskan kehidupan bangsa. c. adanya asas Tujuan atau Cita-cita bangsa. adanya asas Politik. sebagai hukum positif.

Berdasarkan isi dari penjelasan resmi Pembukaan UUD 1945 tersebut bahwa dengan Pokok-pokok Pikiran tersebut nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dijelmakan atau dijabarkan secara normatif dalam pasalpasal UUD 1945. clx . Pokok pikiran ini menegaskan bahwa dalam Pembukaan* diterima aliran pengertian negara persatuan.POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM PEMBUKAAN UUD’45 Menurut penjelasan resmi dari Pembukaan UUD 1945 yang termuat dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. Pokok-pokok Pikiran tersebut adalah sebagai berikut: (1) Pokok Pikiran Pertama : Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar asas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan wilayah seluruhnya. Hal ini menunjukkan pokok pikiran persatuan. dijelaskan bahwa Pembukaan UUD 1945 mengandung Pokok-pokok Pikiran yang meliputi suasana kebatinan dari UUD Negara Indonesia. Dengan pengertian yang lazim. mengatasi segala faham perorangan. Jadi negara mengatasi segala faham golongan. Pokok-pokok Pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum (Rechtsidee) yang menguasai hukum dasar negara baik hukum dasar tertulis (UUD) maupun hukum dasar tidak tertulis (convensi). negara menurut pengertian Pembukaan UUD 1945 tersebut menghendaki persatuan meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya. 7. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. negara penyelenggara negara dan setiap warga negara wajib mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan golongan ataupun perorangan.

(4) Pokok Pikiran Keempat Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut Gasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Ini adalah pokok pikiran kedaulatan rakyat. (3) Pokok Pikiran Ketiga : Negara yang berkedaulatan rakyat. Sehingga dapat menentukan jalan serta aturan-aturan mana yang harus dilaksanakan dalam Undang-Undang Dasar untuk sampai pada tujuan itu yang didasari dengan bekal persatuan. Memang aturan ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. yang menyatakan bahwa kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pokok pikiran ini dalam ‘Pembukaan’ mengandung konsekuensi logis bahwa sistem negara yang terbentuk dalam Undang-Undang Dasar harus berdasarkan atas kedaulatan rakyat dan berdasarkan permusyawaratan/perwakilan. dan merupakan suatu kausa finalls (sebab tujuan). Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Keempat Pancasila. Pokok pikiran keempat dalam ‘Pembukaan’ ini mengandung konsekuensi logis bahwa Undang-Undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara untuk clxi . dan permusyawaratan/perwakilan. berdasarkan atas kerakyatan. Pokok pikiran ini menempatkan suatu tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai dalam Pembukaan. Ini merupakan pokok pikiran keadilan sosial yang didasarkan pada kesadaran bahwa manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama uniuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat.(2) Pokok Pikiran Kedua : Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pokok pikiran inilah yang merupakan Dasar Politik Negara.

memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur. Hal ini menegaskan pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengandung pengertian taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan pokok pikiran kemanusiaan yang adil dan beradab yang mengandung pengertian menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia atau nilai kemanusiaan yang luhur. Pokok pikiran keempat ini merupakan Dasar Moral Negara yang pada hakikatnya merupakan suatu penjabaran dari Sila Pertama dan Sila Kedua Pancasila. Empat pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 menurut Penjelasan Undang-Undang Dasar ini, merupakan penjelasan logis dari inti alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Atau dengan lain perkataan bahwa keempat pokok pikiran tersebut tidak lain adalah penjabaran dari Dasar Filsafat Negara, Pancasila. Dalam pokok pikiran yang pertama ditekankan tentang aliran bentuk negara persatuan, pokok pikiran kedua tentang cita-cita negara, yaitu keadilan sosial dan pokok pikiran ketiga adalah merupakan dasar politik negara berkedaulatan rakyat. Bilamana kita pahami secara sistematis maka pokok pikiran I, II dan III memiliki makna kenegaraan sebagai berikut : negara ingin mewujudkan suatu fujuaii negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok pikiran I). Agar terwujudnya tujuan negara tersebut maka dalam pelaksanaan negara harus didasarkan pada suatu dasar politik negara yaitu negara persatuan republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran I dan III) (Notonagoro, 1974:16). Dalam kehidupan kenegaraan mendasarkan pada suatu dasar moral yaitu negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab (pokok pikiran IV). Sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu negara sudah semestinya memiliki suatu cita-cita yang ingin dicapai yaitu suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (pokok pikiran keempat) sehingga pokok pikiran ini merupakan suatu

clxii

dasar cita-cita negara. Maka untuk mencapai cita-cita kenegaraan yaitu suatu keadilan dalam hidup bersama (keadilan sosial), negara mewujudkan dalam suatu dasar tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok (pokok pikiran I), adapun sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita negara sebagaimana termuat dalam (pokok I), dan Republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran III). serta harus mendasarkan pada dasar, moral negara, yaitu negara berdasar atas “Ketuhanan YME” dan menurut dasar ‘kemanusiaan Yang adil dan berabad. Dengan lain perkataan untuk mewujudkan tujuan negara serta cita-cita negara, juga harus mendasarkan pada dasar moral negara. Hal ini menunjukkan bahwa betapapun baiknya suatu sistem negara dengan suatu perangkat hukum yang baik. Tetap harus mendasarkan pada moralitas negara yang baik pula. Negara dengan sistem politik dan hukum yang baik, apabila aparat pelaksana, penyelenggaraan negara tidak memiliki moralitas yang luhur, maka negara akan mengalami ketidakseimbangan dan akhimya rakyat mengalami penderitaan. Prinsip negara sebagaimana terkandung dalam pokok-pokok. pikiran tersebut menunjukkan kepada kita dalam kehidupan bernegara walaupun didasarkan pada peraturan hukum, juga harus didasarkan pada moralitas. Negara Indonesia mendasarkan pada komitmen moral kemanusiaan yang beradab karena dalam kehidupan bernegara pada hakikatnya untuk mencapai tujuan kemanusiaan yang bermartabat luhur. HUBUNGAN ANTAR POKOK PIKIRAN PEMBUKAAN UUD’45 DENGAN BATANG TUBUH UUD’45. Dalam sistem tertib hukum, Indonesia,. Penjelasan UUD’1945 menyatakan bahwa Pokok Pikiran itu meliputi suasana kebatinan dari UndangUndang Dasar Negara Indonesia serta mewujudkan cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar tertulis (UUD) dan hukum dasar tidak tertulis (convensi), selanjutnya. Pokok Pikiran itu dijelmakan dalam pasal-pasal UUD

clxiii

1945. Maka dapatlah disimpulkan bahwa suasana kebatinan Undang-Undang Dasar 1945 tidak lain dijiwai atau bersumber pada dasar filsafat negara Pancasila. Pengertian inilah yang menunjukkan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pembukaan UUD 1945, mempunyai fungsi hubungan langsung yang bersifat kausal organs dengan batang tubuh UUD 1945. Karena isi dalam Pembukaan dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945. Maka, Pembukaan UUD 1945 yang memuat dasar filsafat negara dan Undang-Undang Dasar merupakan satu kesatuan walaupun dapat dipisahkan, bahkan merupakan rangkaian kesatuan nilai dan norma yang terpadu. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang didalamnya terkandung Pokok-pokok Pikiran Persatuan Indonesia. Keadilan sosial, Kedauatan Rakyat berdasarkan atas Permusyawaratan/Perwakilan serta Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang inti sarinya merupakan pencernaan dari dasar filsafat Pancasila. Adapun Pancasila itu sendiri memancarkan nilai-nilai luhur yang telah mampu memberikan semangat kepada UUD 1945. Semangat dari UUD 1945 serta yang disemangati yakni pasal-pasal UUD 1945 serta penjelasannya pada hakikatnya merupakan satu rangkaian kesatuan yang bersifat kausal organis. Ketentuan serta semangat yang demikian itulah yang harus diketahui, dipahami serta dihayati oleh segenap bangsa Indonesia yang mencintai negaranya. Rangkaian isi, arti makna yang terkandung dalam masing-masing alinea dalam pembukaan UUD 1945, melukiskan adanya rangkaian peristiwa, dan keadaan yang berkaitan dengan berdirinya Negara Indonesia melalui pernyataan Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia. Adapun rangkaian makna yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: (1) Rangkaian peristiwa dan keadaan yang mendahului terbentuknya negara, yang merupakan rumusan dasar-dasar pemikiran yang menjadi latar

clxiv

belakang pendorong bagi Kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam, wujud terbentuknya negara Indonesia (alinea I, II dan III Pembukaan). (2) Yang merupakan ekspresi dari peristiwa dan keadaan setelah negara Indonesia terwujud (alinea IV Pembukaan). Perbedaan pengertian serta pemisahan antara kedua macam, peristiwa tersebut ditandai oleh pengertian yang terkandung dalam anak kalimat, “Kemudian daripada itu” pada bagian keempat Pembukaan UUD 1945; sehingga dapatlah ditentukan sifat hubungan antara masing-masing bagian Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD 1945, adalah sebagai berikut: (1) Bagian pertama, kedua dan ketiga Pembukaan UUD 1945 merupakan segolongan pernyataan yang tidak mempunyai hubungan ‘kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945. (2) Bagian keempat, Pembukaan UUD 1945 mempunyai hubungan yang, bersifat *kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945, yang mencakup beberapa segi sebagai berikut: (a) (b) Undang-Undang Dasar ditentukan akan ada. Yang diatur dalam UUD, adalah tentang pembentukan pemerintahan negara yang memenuhi pelbagai persyaratan dan meliputi segala aspek penyelenggaraan negara. (c) (d) Negara Indonesia ialah berbentuk Republik yang berkedaulatan rakyat. Ditetapkannya dasar kerokhanian negara (dasar filsafat negara Pancasila). Atas dasar sifat-sifat tersebut maka dalam hubungannya dengan Batang Tubuh UUD 1945, menempatkan pembukaan UUD 1945 alinea IV pada kedudukan yang amat penting. Bahkan dikatakan bahwa sebenarnya hanya alinea IV Pembukaan UUD 1945 inillah yang menjadi inti sari Pembukaan dalam arti yang sebenarnya. Hal ini sebagaimana termuat dalam penjelasan resmi Pembukaan dalam Berita Republik Indonesia tahun 11, No. 7, yang

clxv

BATANG TUBUH UUD’45 Pengertian Batang Tubuh UUD’45. Pasal 8 menjadi 3 ayat. dan 3 (tiga) pasal aturan peralihan dan dua pasal aturan tambahan. Pasal 17 menjadi 4 clxvi . kapan saja dapat berlaku. Rigid (tidak kaku). Pasal 10 tetap. disembarang ruang dan di mana saja dapat dipraktekkan. Sifat Batang Tubuh UUD’45. akan tetapi telah dibagi dari 16 Bab menjadi 26 Bab. Soepomo tanggal 15 Juni 1945 di depan rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia). Pasal 14 menjadi 2 ayat. siapa saja menjadi WNI maupun menyelaminya. elastis dan supel. Batang Tubuh UUD’45 memiliki 3 sifat utama.hampir keseluruhannya mengenal bagian keempat Pembukaan UUD 1945. ditambah Pasal 6A menjadi 5 ayat. Pasal 7B terdiri atas 7 ayat. Pasal 6 dengan dua ayat. artinya dapat mengikuti perkembangan zaman. Pasal 9 menjadi 2 ayat. Pasal 11 menjadi 3 ayat. yaitu: 1. Adapun pasai-pasal dimaksudkan antara lain Pasal 2 dan Pasal 3 dari 2 ayat menjadi 3 ayat. Pasal 7C. artinya dapat dilaksanakan oleh setiap warga negara Indonesia di semua tempat. artinya dapat diselami setiap warga negara Indonesia secara keseluruhan. sejak dulu hingga sekarang dan sampai kapanpun. 2. Pasal 16 1 ayat. Batang tubuh UUD’45 ialah peraturan Negara yang memuat ketentuanketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber daripada peraturan perundangundangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara itu. Dr. Selain jumlah bab ditambahkan juga banyak pasal-pasal yang dikembangkan. memuat 37 pasal. Pasal 7 ditambah Pasal 7A. Isi Batang Tubuh UUD’45 UUD 1945 hasil Amandemen 2002 masih tetap. Luwes (gemulai). 3. Pasal 12 tetap. Fleksibel. (Pidato Prof Mr. Pasal 13 menjadi 3 ayat. Pasal 15 tetap.

ditambah Pasal 20 A terdiri atas 4 ayat. Pasal 33 dengan 5 ayat. Pasal 22-E dengan 6 ayat. Pasal 35 dengan 1 ayat. sebagai berikut: clxvii . Pasal 23-E dengan 3 ayat. B.ayat. Pasal 28-1 dengan 5 ayat. ada yang ditambah serta ayat-ayat dalam pasal-pasal tersebut. Pasal 18 menjadi 7 ayat. ditambah pasal 22-A 1 ayat. 22-C terdiri atas. ditambah pasal 28-A dengan 1 ayat. Pasal 22 tetap 3 ayat. Pasal 24 dengan 3 ayat. Pasal 31 dengan 5 ayat. Pasal 27 dengan 3 ayat. Pasal 32 dengan 2 ayat. 23-F dengan 2 ayat. Pasal 19 menjadi 3 ayat. Pasal 28-D dengan 4 ayat. Pasal 25 dengan 1 ayat. ditambah pasal 18 A terdiri atas 2 ayat. Pasal 28-J dengan 2 ayat. Pasal 24-C dengan 6 ayat. Pasal 30 dengan 5 ayat. Pasal 20 menjadi 5 ayat. Pasal 18 B terdiri atas 2 ayat. Pasal 24-B dengan. Pasal 34 dengan 4 ayat. Pasal 23-D 1 ayat. Pasal 36-B dengan 1 ayat. Pasal 23 berubah menjadi 3 ayat. Pasal 28-G dengan 2 ayat. Pasal 28-H dengan 4 ayat. memuat 5 ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. 4 ayat. Pasal 28-C dengan 2 ayat. ditambah pasal 23-A 1 ayat. Pasal 22-D terdiri atas 4 ayat. Pasal 28-B dengan 2 ayat. 4 ayat. Pasal 28 dengan 1 ayat. Pasal 23-G dengan 2 ayat. Pasal 28-E dengan 3 ayat. Pasal 26 dengan 3 ayat. Pasal 36 dengan 1 ayat. Pasal 23-B 1 ayat 23-C dengan 1 ayat. ditambah Pasal 36-A dengan 1 ayat. Pasal 29 dengan 2 ayat. Amandemen/Perubahan Uud’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Era Global PROSES PERUBAHAN/AMANDEMEN UUD’45 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. terutama mengingat agar UndangUndang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. Pasal 21 tetap 2 ayat. Pasal 36-C dengan 1 ayat serta Pasal 37 berisi 5 ayat. Pasal 37. Pasal 28-F dengan 1 ayat. Pasal 30 dengan 5 ayat. Demikian isi UUD 1945 hasil amandemen tahun 2002 (amandemen ke4) yang masing-masing pasal ada yang dikurangi dan. 22-B terdiri atas 1 ayat. ditambah Pasal 24-A dengan 5 ayat.

Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. Berketuhanan. Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945. yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. DINAMIKA PELAKSANAAN UUD’45 SEJAK AWAL KEMERDEKAAN HINGGA ERA GLOBAL. tujuan negara dan dasar negara Pancasila. mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang. Pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu.(1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. sifat negara. hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. clxviii .

Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: clxix . konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6. Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4. Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2. Namun keadaan ini tidak bertahan lama. Kabinet Burhanudin Harahap. Tapi Ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. 7 kali yaitu: 1.MASA KEMERDEKAAN (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia. dan pembubaran DPR oleh Presiden. misalnya Nasakom. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5. pengangkatan Presiden seumur hidup. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. MASA ORDE LAMA (1959-1966) 1) PENGERTIAN ORDE LAMA Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7.

Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. b. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. Berbagai ancaman datang silih berganti. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup. Lembaga negara seperti MPR. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika d.Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. 2) BEBERAPA PENYIMPANGAN DALAM PELAKSANAAN UUD 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. MASA ORDE BARU 1) PENGERTIAN ORDE BARU Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. jadi hanya bersifat sementara. kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan. DPR. Mempunyai tujuan: a. Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk.1.Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. c. 2. clxx .

Selain itu. DPR. dan Pemilu 2. Presiden. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan. Tritura.tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966. MPR No. b. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen antikolonialisme. a. dan Hanura secara konstitusional. 2) LANGKAH PENCAMALAN UUD 1945 OLEH ORDE BARU Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. Tap. Menetapkan GBHN. Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. dan politik yang stabil serta melaksanakan cita-cita demokrasi politik. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap. perekonomian.IX/MPR/1966. Dalam sidang umum MPR bertugas. MPR mengadakan sidang umum. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. clxxi . wakilnya. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR. MPR No. dan Tap MPR No. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. 3. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945.

yaitu DPA dan BPK. dan Sidang Tahunan MPR 2002. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. Sidang Tahunan MPR 2001. 5. clxxii .4. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara. b. Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang. MASA REFORMASI Dalam proses reformasi dewasa ini. Tugas Presiden: a. DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinter-pretable” pada pasal-pasal UUD 1945. UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel. c. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999. Sidang Tahunan MPR 2000. dan Sidang Tahunan MPR 2002. 6. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999. Membentuk lembaga tinggi negara. Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Melaksanakan Pemilu tepat waktu. Sidang Tahunan MPR 2001. d. terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945. SidangTahunan MPR tahun 2000. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru.

lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I). 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen). 20. yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara setiap Indonesia harus adalah negara yang hukum. 19. 4 . yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia.C. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya. 5. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. Artinya.I. dalam arti formal saja. Sistem Ketatanegaraan Negara Republik Indonesia TUJUH KUNCI POKOK SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA R. tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). tetapi juga dalam arti materiil. b. Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan. 28. 23E dan 24. clxxiii . yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. 28A-28J. berdasarkan sehingga hukum dapat (rechtsstaat). lihat UUD 1945 Pasal 27. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara. tindakan berlandaskan dipertanggungjawabkan secara hukum dan tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan.

3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan. Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR. serta bertanggung jawab kepada majelis ini. Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem konstitusional. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD. serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak. wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan. dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. f. Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluan-haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. 33 dan 34. Dalam sistem ini. lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). maka dia. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional. Pasal 31. penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. lihat UUD 1945 Pasal 24. d.c. Karena ia adalah mandataris MPR. e. yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas). Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan clxxiv . bukan absolut (tidak terbatas). lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3).

tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR. 7B).segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. Karena itu Presiden dan DPR harus bekerja sama. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. penganugerahan gelar dan tanda jasa. 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan clxxv . 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Dalam melakukan kewajibannya. antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara. 5) Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. pengangkatan duta dan konsul. mendapatkan persetujuan DPR. pemberian amnesti dan abolisi dan lainlain. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasal-pasal UUD 1945 hasil amandemen keempat. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus.

clxxvi ..UU (lihat Pasal 17). pengubahan. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri. Seperti dijelaskan sebelumnya.I.. Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden.Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UndangUndang Dasar Negaraa Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. ia bukan diktator. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR...”. karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. dan Presiden sangat erat. dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang.. SUSUNAN KEKUASAAN NEGARA R.. Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR... DPR.Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat. 7. Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden. Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. Selain itu... artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”. Pembentukan.

. (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif. didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1). tertinggi adalah ditangan rakyat. Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). (b) Kekuasaan Legislatif. clxxvii . didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) LTUD 1945). Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “. (d) Kekuasaan Inspektif. atau pengawasan didelegasikan kepada Baden Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung.(b) Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat.. (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif. berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). yang dalamUUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. (Pasal 16 UUD 1945). artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi. DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. (c) Kekuasaan Yudikatif..

Melantik Presiden dan Wakil Presiden. Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945. Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali. serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi. dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat.. (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”. (b) “Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD. menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas. pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: (1) penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III.. yaitu” .(3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945. (d) Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan)... harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas clxxviii .”.

MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat. Berdasarkan ketentuan tersebut maka pengambilan keputusan itu melalui suara clxxix .permusyawaratan perwakilan. (2) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai. dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas. misalnya Pasal 7B ayat (7). Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. yaitu meliputi tiga hal. (2) Pasal 2 ayat (1). (2) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. yaitu mengubah UUD. Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. maka dimungkinkan terbanyak. “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar”. Majelis Permusyawaratan. (5) Pengawasan Konsep pengawasan menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2). (1) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD. Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : (1) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah sebagai asasnya.

. disebut “. Sistem Kelembagaan Negara RI KELEMBAGAAN NEGARA UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya. karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat.III/MPR/1978. Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. MPR No..a negara. Dalam Tap. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi: clxxx . Dewan Pertimbangan Agung.. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden.VI/MPR/1973 dan Tap. Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan. tugas dan hubungan antar lembag. wewenang. Dewan Perwakilan Rakyat.” Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : (1) Dilakukan oleh seluruh warga negara. Badan Pemeriksa Keuangan. dan Mahkamah Agung. MPR No. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden.. tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasal-pasalnya. (3) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR. D.kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR.menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan. dan (2) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat.

dan DPRD (Pasal 23 E. 22C. dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden. Agustus 2002 EKSEKUTIF YUDIKATIF Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19. 22B. 21.KELEMBAGAAN NEGARA SETELAH PERUBAHAN UUD 1945 (ST MPR 2002) UUD 1945 BPK MPR PRESIDEN KEKUASAAN KEHAKIMAN MK/MA/KY DPD /DPR WAPRES LEGISLATIF Keterangan: MK = Mahkamah Konstitusi MA = Mahkamah Agung KY = Komisi Yudisial Sumber: Kompas. 20A. 20. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR. DPD. sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. Pasal clxxxi .

(Lihat Pasal 24C) HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI HUBUNGAN ANTARA MPR DAN PRESIDEN Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). Badan ini bersifat bebas dan mandiri. jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24. memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD. yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. dan 23G). Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24. memutus pembubaran partai politik. martabat serta perilaku hakim. clxxxii .23F. Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002. dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. di samping DPR dan Presiden. Tugas BPK antara lain: 1. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). 2. (Lihat Pasal 24B). Merneriksa semua pelaksanaan APBN. Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final. menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar.

tindak pidana berat lainnya. Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR. hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. clxxxiii . atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). HUBUNGAN ANTARA MPR DAN DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggotaanggota. maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. dan anggota-anggota.Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya. MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD. Dewan Perwakilan Rakyat. penvuapan. Dengan demikian maka seluruh anggota. korupsi. Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir. maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR. maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar.

peraturan-peraturan lembaga lainnya. MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang peraturan-peraturan itu undang-undang UUD 1945. terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. MPR serta mempunyai tugas lainnya sesuai yang agar sangat luas. DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif.Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR. hak interpelasi. dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). benarbenar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis. yang dimilikinya seperti hak angket. hak amandemen. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. hak budget. hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). Di dengan Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga- clxxxiv . 20 dan 21). maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. HUBUNGAN ANTARA DPR DAN PRESIDEN Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1). melalui serta wewenang DPR.

yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. berkonsultasi dan dalam banyak hal. dan dengan pengawasan tersebut. pekerjaan untuk membuat UU.ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. Menurut UUD 1945. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. clxxxv . Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR. ma. Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis). Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan. maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. maka Iembaga-lembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. Presiden harus memperhatikan.dalam. Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva. Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. mendengarkan. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah.

akan tetapi tergantung kepada Presiden. maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan. Dengan adanya wewenang DPR tersebut. Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan (3) Hak amandemen (mengadakan perubahan) (4) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) (5) Hak bertanya (6) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan). Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)). (2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menteri-menteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet.(1) Hak budget. HUBUNGAN ANTARA DPR DENGAN MENTERI-MENTERI Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah. Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam clxxxvi . Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh suratsurat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)).

Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut clxxxvii . menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR. 1945. oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a. Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). HUBUNGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN MENTERI-MENTERI Presiden mengangkat dan memberhentikan menterimenteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR. dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden. yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. akan tetapi tergantung kepada Presiden.-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya. Meskipun kedudukan Para menteri tergantung. terutama berdasar Pasal 3 ayat (3). mereka bukan pegawai tinggi biasa. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas. ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)). akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya.penjelasan UUD. Oleh karena itu menteri-menten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR.kepada Presiden.

departemennya. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara, para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan, timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. HUBUNGAN ANTARA MAHKAMAH AGUNG DENGAN LEMBAGA NEGARA LAINNYA. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lainlain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur rnenetapkan hubun~arl antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim, sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila. Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law, not by man). Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat

clxxxviii

perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturan-peraturan itu, atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang, Tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabila pengadilan, karena alat penbuktian yang sah menurut undangundang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan pesitaan, selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undang-undang. Setiap orang yang disangkakan, ditangkap. ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). Semua pengadilan memberikan keterangan, pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi, berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat .yang .lebih tinggi. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut, dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. Ketentuan ini

clxxxix

mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung, yang mengandung makna,bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang- undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. Dalam merupakan proses reformasi dewasa ini Mahkamah KKN Agung untuk ujung tombak terutama mernberantas

rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No. XI/MPR/1998. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. HUBUNGAN ANTARA BPK DENGAN DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. Undang-Undang No. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan, bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah, akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang, badan/instansi Pemerintah atau badan swasta, sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya, oleh karena, pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum

cxc

dapat dikatakan cukup. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula, secara tertib. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. Selain pelaksanaan APBN, diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana, apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana, atau perbuatan yang merugikan negara, maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. ' ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara, antara BPK, DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan, dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam hulan atau dengan hukuman dengan scbanyak-banyaknya Rp. 1.000.000,00. E. Indikator Penilaian

cxci

Kreativitas. Kejelasan uraian. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • • Contextual instruction Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Kedisiplinan.Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). Kerjasama tim presentasi. Kemutkhiran bahan pustaka cxcii . Ketuntasan pemecahan kasus.

UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen).BAB III PENUTUP Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. cxciii .

Pen. Pen. M. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Pen. Kanisius.STIMIK DIPANEGARA .I. Jambatan. Gramedia Pustaka Utama. Yogyakarta. Tentang dan Sekitar UUD’45. Pradnya Paramitha. Setiadi. M. Bursa Buku FH-UI.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . M. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. 2002. S. Pen. Pen. Simorangkir. 1973. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. 1993. Departemen Penerangan R. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. R..I. II.DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny. 1970. Tim Dosen Pancasila Unhas. Kaelan. Jakarta. Bandung. CST. Gunawan. Yogyakarta. Pen. Pen. Jakarta. 1973. 1962. III) Pen. Dra. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis).Jakarta.Si. M. Pengimplementasian UUD’45. Hutauruk. Kaelan. Jakarta.H.2004 cxciv . Pen. Pembagian Kekuasaan Negara.Makassar. 1968.Si. Drs. Pradnya Paramitha. Pancasila dan UUD'45 (I. 1982.Si. Drs. Erlangga. 2003. Kansil. Paramitha Pradnya. Purnomo.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Universitas Hasanuddin. Pen.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Kajian tentang UUD’ Negara R. 2005. Seko ABRI. JCT. Yogyakarta. Jakarta. Jakarta. Pendidikan Pancasila. Elly M.Makassar.

dan lain-lain: b. UU No.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. HAM dalam UUD 1945 5. PENDAHULUAN A. hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4. kebebasan. hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. keamanan. HAM juga bersifat supralegal. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : 1. Pengertian. Sejarah dan Macam-macam HAM 2. HAM dalam tataran Global 3. kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan. atau jenis kelamin. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). serta d. B. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undangundang dasar. Ruang lingkup HAM meliputi a. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila cxcv . Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001). kekuasaan pemerintah. ras.MODUL VIII HAK ASASI MANUSIA BAB I.

Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 8. D. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya cxcvi .C. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 10. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian. sejarah dan macam-macam HAM 9.

1789) Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan cxcvii . Sejarah HAM Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. 2. 1689) Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara.BAB II PEMBAHASAN A. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan. Berawal dari 2 perang besar didunia ( Pd I dan Pd II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. 1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John • • • Bill of rights (Undang-Undang Hak. sejarah dan macam-macam HAM 1. Pengertian. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Naskah tersebut adalah : • Magna Charta (piagam Agung. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsurangsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi.

menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial. disamping hak-hak politik. membeli. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. memeluk agama.hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. 3. hak untuk memilih dsb. Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. yaitu : • • • • Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) Kebebasan beragama (freedom of religion) Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu. Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. hak atas kebebasan. dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. mensual. menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak • • Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. cxcviii . pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan).Macam-macam HAM Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat.

3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. HAM pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. pembelaan. hak masuk dan ikut dalam parpol. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban cxcix . 2) masyarakat sebagai keluarga besar. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. dan peradilan B.• • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan. yaitu: a. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. pemeriksaan. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas. negara sebagai koordinator dan pengawas. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak. c. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. b. penggeledahan. penyidikan. misalnya dalam penangkapan.

politik. cc . 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil. ekonomi. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. d. serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat.sebagai anggota masyarakat. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. 10) hak untuk berapat dan berkumpul. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. sosial. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. 9) hak untuk bebas memeluk agama. 2) kemerdekaan dan keamanan badan.

Pancasila sila ke-4. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. hak wanita. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. 39/1999 tentang HAM dan UU No. hak memperoleh keadilan.12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. 26/2000 tentang Pengadilan HAM. 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. C. ekonomi. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No. dan hak anak. hak atas kebebasan. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. Sesuai dengan Pasal l (3). a. pemantauan. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). tidak diskriminatif. 13) hak untuk berdagang. UU No. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional cci . HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). hak atas kesejahteraan. hak turut serta dalam pemerintahan. Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan yang berlaku. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya Sejalan dengan amanat Konstitusi. hak atas rasa aman. sosial budaya. 29. pada prinsip saling menghormati. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. dan konsisten. Pasal 55. politik. Oleh sebab itu. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. hak mengembangkan diri. dan 30). Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. baik dalam penerapan. antiterorisme. serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. kesederajatan. dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

f. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. dan tepat. ccii . Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. g.b. m. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. i. k. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. n. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. e. cepat. j. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. l. d. h. c.

alinea 1 2. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. alinea 3 4. Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut. hukum. Menurut Pancasila. alinea 4 perlindungan terhadap hak budaya dan ekonomi) ii.Hak Asasi Dalam UUD’ 45 i. dan menghukum para pengedarnya secara maksimal. Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.o. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. Peningkatan penanganan dan tindakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. Bangsa Indonesia telah lebih dulu : Kebebasan untuk merdeka : Negara yang adil : Menyatakan kemerdekaan :Menunjukkan pengakuan dan asasi (dalam bidang politik. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. alinea 2 3. meningkatkan penyidikan. D. penuntutan. penyelidikan. sosial cciii . p. q. hakikat manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. Dalam Pembukaan UUD’ 45 1.

Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur..dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB. Telah mengangkat hak-hak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal. asasi Manusia PBB. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”.” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa. hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). dan diteruskan dengan cciv . adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. Sehingga. tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289). 1. Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh.

dan mencerdaskan kehidupan bangsa. tujuan negara...Memajukan kesejahteraan umum.. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya. dalam rumusan tujuan negara “.. Pendidikan. sosial. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: ccv .” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama.kata “... ekonomi.supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas.. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2). Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa. dan agama.. kebudayaan. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang politik. hukum material. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah.”.. maka pengertian bangsa. Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut...

berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. bangsa. ccvi . (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. dan negaranya. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat.BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. (8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya.

memilih kewarganegaraan. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. (6) Setiap orang berhak.Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. kehormatan. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva. Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. serta berhak untuk mencari. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. memilih pekerjaan. bertempat tinggal. ccvii . memperoleh. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. memiliki. keluarga. (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. atas kebebasan berserikat. menyimpan. memilih pendidikan dan pengajaran. (4) Setiap orang berhak untuk. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

(7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. hak beragama. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara. pemajuan. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. penegakkan. terutama pemerintah. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk ccviii . (9) Perlindungan. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. dan bernegara. hak kemerdekaan pikiran. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. hak izin untuk tidak diperbudak. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. hak untuk tidak disiksa. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah.(6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya.. berbangsa. diatur. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. dan hati nurani.

hak atas kebebasan pribadi. Hak-hak asasi tersebut meliputi. perlindungan hak asasi. tentang Hak Asasi manusia. hak mengembangkan diri. 39 tahun 1999.menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. hak turut serta dalam pemerintahan. dan hak anak. walaupun pelaksanaannya belum optimal. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. 39 tahun 1999. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. nilai-nilai agama. UU No. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. terkandung kewajiban dasar manusia. hukum. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. hak wanita. hak atas kesejahteraan. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. Selain hak asasi juga dalam LJU No. hak atas rasa aman. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. keamanan. hak memperoleh keadilan. kemajuan. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. dan ccix . Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan mengalami perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia KOMNAS HAM. hak untuk hidup.

39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. pasal 28A sampai dengan pasal 28J. Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. memiliki. Satu kasus yang hukum internasional yang diterima oleh negara Republik ccx . telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA. dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. hak memeluk. menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundangundangan dan Indonesia. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. Dengan diundangkannya UU No. ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. melindungi. 9 tahun 1999. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. serta jaminan hukum yang memadai. diatur dalam Undang-undang No. menyimpan. Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). Pasal 28-C ayat (2). Jikalau. menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). serta hak memperoleh. mengolah. (2). Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1).konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundangundangan yang berlaku. hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). Pasal 28-H ayut (3). Pasal 28-E ayat (3). hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3).

E. Sila Kedua Hak Asasi memiliki hak asasi yang dapat Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. atas pelanggaran di Timur-Timur. saling menolong dan bekerjasama dengan sesama manusia ccxi . Sila Pertama Hak Asasi = dan kepercayaan kepada Tuhan YME Kewajiban Asasi Hak memilih dan mengakui agama = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing b. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hak-hak asasi manusia. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional.cukup penting. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB. Dalam kenyataannya merekamereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. = Saling membantu. Implementasi Hak Asasi dan Kewajiban Asasi dalam Sila-Sila Pancasila a. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hak-hak asasi. atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya. di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia.

artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau bersama daripada kepentingan golongan. oleh. yaitu keadilan yang memberi maupun non formal demi kepentingan perimbangan dimana hak milik bersama berfungsi sosial ccxii . Sila Keempat Hak Asasi = untuk rakyat e. suku. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum dalam kehidupan demokrasi Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat.dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. kelompok atau kepentingan pribadi mengabaikan yang lainnya. Sila Ketiga Hak Asasi mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan suku. partai dll. golongan. Berarti persatuan antar suku. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. d. golongan. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. dalam arti adanya keseimbangan mengutamakan dengan yang satu tidak dan Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. agama.

c. Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan 2. Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). b. Kejelasan uraian. Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. Kreativitas. Perbedaan Kewajiban 1. Kedisiplinan. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Ketuntasan pemecahan kasus. Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD’ 45 • • • • Wajib membayar pajak (23) Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. Kemutkhiran bahan pustaka ccxiii .Kewajiban Asasi Manusia a. toleransi dan kerukunan beragama (29) Wajib menghormati orang lain Wajib bela negara. Kerjasama tim presentasi. Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan.

Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional. dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. alinia 3 : menyatakan kemerdekaan. Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka. ccxiv . sosial. budaya dan ekonomi ). hukum. yaitu hak hidup. alinia ke 2 : negara yang adil.hak kebebasan dan hak kesamaan. Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.BAB III PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia. 2005. Setiadi. Bandung: Fokus Media. S. Erlangga. 1993. Simorangkir. Yogyakarta.Makassar.Si. Hutauruk. M. M. UUD 1945 dan Amandemennya. Jakarta.I. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Bandung. Paramitha Pradnya. Kanisius. Departemen Penerangan R. 2003. azyumardi. Yogyakarta. Pradnya Paramitha. 1973. Jakarta. Pancasila dan UUD'45 (I. JCT. 1968. Pen. Tim Dosen Pancasila Unhas. Elly M. Jakarta : Prenada Media Indonesia. Jakarta. Pen. Pen.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.STIMIK DIPANEGARA . ccxv . M. M.H. dan S.2004 Azra. Pembagian Kekuasaan Negara. Pen. 2002. Pen. Kajian tentang UUD’ Negara R. Tentang dan Sekitar UUD’45.Si. Kaelan. Drs. Kaelan.Makassar. 1962. Gramedia Pustaka Utama. 2003. Malian. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Pen. Marjuki ( editor ). Pendidikan Pancasila. Universitas Hasanuddin. Purnomo. 2003. Pradnya Paramitha.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . 1982.I. Gunawan. Seko ABRI.. Yogyakarta. Jambatan. Pen. III) Pen.DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny. UII Press: Yogyakarta. Drs.Si. II. CST. Bursa Buku FH-UI. Jakarta. Kansil. 1970. Pengimplementasian UUD’45. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. R.Jakarta. Dra. Pen. 1973. Jakarta. Pen. S. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia.

Jakarta : Dikti Soemarsono. Syarbani. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. Syahrial. Hak Asasi Manusia. 2002. Mansyur. 12-23 Desember 2005. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta. A T. Hamdan (Pnyt). Dan H. 2005. 2002. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I. 2005. 2002. Mustafa Kamal. ccxvi . Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Ghalia Indonesia. S. Soegito. Dirjen Dikti Depdiknas. Soemiarno.Jakarta : Depdiknas. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). Pasha. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi.Mansoer. S. 2002. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

hukum. karena ia bisa diubah jika paradigma yang ada tidak dapat lagi menerangkan kompleksitas fenomena yang hendak diterangkannya itu.teori.dalil. Jika kritik itu benar. atau jika sudah pernah menjadi paradigma. ia tidak mampu lagi menerangkan kenyataan politik di ccxvii . Latar Belakang Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat akan muatan ajaran. Dalam istilah ilmiah.untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal. Pada dasarnya. Paradigma besara manfaatnya. PENDAHULUAN A.ekonomi.MODUL IX PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM BERMASYARAKAT. berarti sebuah model berpikir dalam ilmu pengetahuan. hanya terasa bahwa sila-silanya bagaikan terlepas satu sama lain dan penerapannya dalam kenyataan yang masih belum sesuai dengan kandungan normanya. DAN BERNEGARA BAB I. oleh karena konsep ini mampu menyederhanakan dan menerangkan suatu kompleksitas fenomena menjadi separangkat konsep dasar yang utuh.bahkan juga pandangan hidup.misalnya politik. BERBANGSA. berbangsa dan bernegara di Indonesia pada umumnya. dan kehidupan sosial politik pada khususnya? Bukankah kritik yang paling sering kita dengar adalah bahwa nilainilai yang dikandung Pancasila itu baik. bukankah hal itu berarti bahwa Pancasila masih belum merupakan suatu paradigma. konsep “paradigma” yang pertama kalinya dipopulerkan oleh Thomas Kuhn. Paradigma tidaklah statis.serta bidang-bidang lainnya.paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain. Masalah yang paling dasar dalam wacana kita sekarang ini adalah mempertanyakan – dan menjawab – sudahkah Pancasila merupakan sebuah paradigma yang mapu menerangkan kehidupan bermasyarakat.budaya.

bukankah kewajiban kita bersama mengembangkannya sedemikian rupa sehingga mampu menerangkan kompleksitas kehidupan bermasyarakat. hukum. budaya. Kaitan Modul Modul ini adalah modul terakhir dalam pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul.Indonesia dewasa ini? Jika memang demikian halnya. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional 3. Pancasila sebagai paradigma pembangunan poleksosbudhankam 5. c. berbangsa dan bernagara di Indonesia ini? B. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma reformasi. b. D. dan bernegara serta mampu mengaplikasikannya dalam penerapan ipteks yang dikuasainya. dan menghayati Pancasila sebagai paradigma kehidupan masyarakat. Melalui Pembelajaran mahasiswa dapat : a. Aktualisasi Paradigma Dalam Kehidupan Kampus C. Pengertian paradigma 2. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus ccxviii . berbangsa . dan IPTEK. ekonomi. Pancasila sebagai paradigma pengembangan iptek 4. Pancasila sebagai paradigma kehidupan beragama 8. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1. Menjelaskan pengertian paradigma Menjelaskan pengertian pancasila sebagai paradigma pembangunan politik. d. Pancasila sebagai paradigma reformasi 7. sosial. memahami. kehidupan antar umat beragama. Pancasila sebagai Paradigma hukum dan ham 6.

mengarahkan dan mambatasi. B.Khun dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution (1970:49).bahkan juga pandangan hidup untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal.ciri dan karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. Secara testimologis paradigma diartikan sebagai asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakan sumber nilai). Pemahaman pancasila juga harus diletakkan dalam suatu kesatuan integrative dengan pokok-pokok pikiran yang digariskan di dalam pembukaan UUD 1945.perubahan serta proses pembangunan. Dalam istilah ilmiah. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Nasional Pancasila harus dipahami sebagaisatu kesatuan organis. Istilah paradigma kemudian berkembang menjadi terminology yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai.BAB II PEMBAHASAN A.sehingga sangat menentukan sifat. Negara adalah organisasi atau persekutuan hidup ccxix .misalnya politik. tanpa pemahaman seperti tersebut. akan kehilangan maknanya.pola pikir. Manusia adalah subyek pendukung pokok sila-sila Pancasila dan pendukung negara. dimana masingmasing silanya saling menjiwai atau mendasari sila-sila lain.budaya.hukum.metoda yang diterapkan dalam ilmu pengetahuan.teori. paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain.S. Dengan demikian maka paradigma merupakan sumber hokum.dalil. Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat dengan muatan ajaran. serta bidang-bidang lainnya.sumber asas serta arah dan tujuan dari suatu perkembangan. pancasila dapat ditafsirkan secara subyektif.orientasi dasar.ekonomi. Pengertian Paradigma Istilah paradigma dalam dunia ilmu pengetahuan dikembangkan oleh Thomas. menjadi terdistorsi dan kontraproduktif.

Ontologis.hukum.rasa dan kehendak). politik. epistemologis. IPTEK yang kita letakkan di atas Pancasila sebagai paradigmanya. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung konsekuensi bahwa dalam segala pembangunan nasional harus berdasarkan pada hakikat nilainilai pancasila dan hakikat nilai-nilai pancasila harus berdasarkan pada hakikat manusia.yaitu susunan kodrat manusia jiwa dan badan.individu dan sosial kedudukan kodrati manusia sebagai makhluk yang berdiri sendiri dan makhluk ciptaan Tuhan YME. Pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai dalam pengembangan IPTEK. maka IPTEK pada hakikatnya tidak bebas nilai. perlu kita pahami dasar dan arah penerapannya.kehidupan ccxx .manusia. Kemudian pembangunan nasional dijabarkan ke berbagai bidang pragmatis seperti ekonomi. yaitu didasarkan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab.maka Negara dalam mewujudkan tujuannya melalui pembangun nasional guna mewujudkan tujuannya seluruh warganya harus dikembalikan pada dasardasar hakekat manusia monopluralis.aspek makhluk sosial. dan aksiologinya. a.aspek pribadi dan aspek kehidupan Ketuhanannya. yaitu pada aspek ontologi. Tujuan dari IPTEK adalah untuk mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat umat manusia. Maka pembangunan nasional untuk hakikat kodrat manusia dan harus meliputi aspek jiwa (akal. Atas dasar kreativitas akalnya.teknologi. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan hasil kreativitas rohani (jiwa) manusia.aspek badan.aspak individu.pendidikan.sosial.budaya. manusia mengembangkan IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa. a. sifatkodrat manusia. namun terkait nilai-nilai.ilmu agama dan lain-lain. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. pengetahuan.

Aksiologi. observasi. karena pada gilirannya nilai-nilai Pancasila menjadi asumsi-asumsi dasar bagi pamahaman di bidang ontologis.Hakikat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan aktivitas manusiayangtidak mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. imajinasi. dalam arti menjadikan dasar dan arah di dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai proses menggambarkan suatu aktivitas warga masyarakat ilmiah yang melalui abstraksi. Sebagai masyarakat menunjukkan banyaknya academic community yang dalam hidup kesehariannya para warganya mempunyai concern untukterusmenerus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. eksperimentasi. Ilmu pengetahuan harus dipandang secara utuh. refleksi. yang berwujud karya-karya ilmiah beserta impilikasinya yang berwujud fisik ataupun non fisik. Sebagai produk adalah hasil yang diperoleh melalui proses. b. kemanfaatan dan efek pengembangan IPTEK secara negatif tidak bertentangan dengan ideal Pancasila dan secara positif mendukung untuk mewujudkan nilai-nilai ideal Pancasila. parameter kebenaran serta pemanfaatan hasilhasil yang dicapainya ialah nilai-nilai yag terkandung dalam Pancasila itu sendiri. dalam dalam dimensinya sebagai masyarakat. merupakan keharusan bahwa Pancasila harus dipahami secara benar. dan eksplorasi mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. Bahwa Pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dijadikan “metode berfikir”. c. spekulasi. sebagai proses dan sebagai produk. Epistemologi. Bahwa dengan menggunakan epistemologi tersebut di atas. konparasi. Dengan menggunakan Pancasila sebagai paradigma. ccxxi . epistemologis dan aksiologisnya.

tetapi demi kemanusiaan. Pembangunan yang sifatnya humanistis dan pragmatis harus mendasarkan pada hakikat manusia dan harkat manusia sebagai pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. didasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa. budaya. Manusia sebagai subjek negara. misalnya Muh.D. maka kehidupan politik dalam suatu negara harus benar-benar untuk merealisasikan tujuan demi harkat dan martabat manusia. a. secara lengkap. maka pembangunan pada hakikatnya membangun manusia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya. seperti diungkap para pendiri negara. ekonomi. bukan berdasar kekuasaan. sosial yang terjelma sebagai rakyat. meliputi seluruh unsur hakikat manusia yang monopluralis. bukannya kekuasaan perseorangan atau kelompok. Sistem politik negara Pancasila memberikan dasar-dasar moralitas politik negara. ccxxii . para penyelenggara negara harus tetap memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur dan memegang budi pekerti kemanusiaan atau terus mendasarkan moralitas sebagaimana tertuang dalam nilai sila-sila Pancasila. Hatta mengharuskan dasar moral untuk negara. b. Rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. sosial. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Poleksosbudhankam. maka kekuasaan negara harus berdasarkan kekuasaan rakyat. pertahanan dan keamanan yang penjabarannya tertuang pada GBHN. Pancasila sebagai paradigma pembangunan ekonomi Dalam pembangunan ekonomi perlu didasari bahwa pembangunan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja. Pancasila sebagai paradigma pembangunan politik Pengembangansistem politik negara harus berdasarkan pada kekuasaan yang bersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai makhluk individu. maka dalam sistem politik negara termasuk para elit politik. Pembangunan nasional dirinci di berbagai bidang antara lain politik. dan kesejahteraan seluruhbangsa. sebagai pengembangan Poleksosbudhankam.

maka pengembangan sosial budaya harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila yaitu nilai-nilai kemanusiaan. tidak manusiawi dan idak human. ekonomi harus menghindari yang menimbulkan penindasan manusia satu dengan yang lainnya. nilai Ketuhanan dan nilai keberadaban. maka ekonomi harus mendasarkan pada kemanusiaan. ekonomi harus menghindarkan diri dari persaingan bebas. dan keagamaan) dijadikan dasar/landasan pengembangan sosial budaya. (1986). pembangunan ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan nilainilai moral kemanusiaan. Pancasila sebagai sumber normatif bagi peningkatan humanisasi dalam bidang sosial budaya. c. Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya. artinya melepaskan simbol-simbol dari keterkaitan struktur dan transendentalisasi. dari monopoli. pustaka. sehingga meningkatkan fanatisme etnis di berbagai daerah yang mengakibatkan lumpuhnya keberadabam. artinya nilai-nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat kita sendiri. Tujuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia agar lebih sejahtera. tradisi. d. Sebagai kerangka kesadaran. budaya. Prinsip etika Pancasila bahwa nilai-nilai Pancasila diangkat dari harkat dan martabat manusia sebagai malkhluk berbudaya. Untuk menghindari aksi demikian. Kepentingan politik demi kekuasaan mengakibatkan masyarakat melakukan aksi tidak beradab. Pancasila sebagai paradigma pengembangan Pertahanan Keamanan Pertahanan dan keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan terjaminnya harkat dan martabat manusia atau terjaminnya hak asasi manusia. ekonomi kerakyatan yaitu ekonomi yang humanistik dngan dengan mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara luas. Pancasila dapat merupakan dorongan untuk universalisasi. bukan untuk ccxxiii . yaitu meningkatkan derajat kemerdekaan manusia dan kebebasan spiritual. nilai-nilai adat istiadat. yaitu nilai-nilai Pancasila itu sendiri (kristalisasi.Menurut Mubyarto. Menurur Koentowijoyo.

Padahal Pancasila merupakan cita-cita hukum. Dalam hal ini diperlukan aparat keamanan negara dan penegak hukum negara. Sebagai paradigma pembaharuan hukum. agar tidak melanggar HAM. sumber nilai dan kerangkan berfikir dalam pembaharuan hukum. Negara bertujuan melindungi segenap wilayah negara dan warganya. Produk hukum baik materi maupun penegakannya semakin jauh dari nilai-nilai kemanutsiaan. baik untuk mengatur ketertiban warga maupun melindungi hak-hak warganya. sumber nilai dan sumber arah penyusunan dan perubahan hukum positif di Indonesia. agar hukum dapat aktual atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Demi tegaknya HAM bagi warga negara. persamaan derajat dan kebebasan kemanusiaan (sila IV) dan harus dapat mewujudkan keadilan dalam masyarakat (sila V). Pancasila harus tetap menjadi sumber norma. namun sumber nilai (nilai-nilai Pancasila) harus tetap tidak berubah. demi kepentingan seluruh warga negara (sila III). perkembangan IPTEK dan perkembangan aspirasi rakyat. yaitu demi terciptanya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan YME (sila I dan II). kerangka berfikir. Produk hukum dapat berubah dan diubah sesuai perkembangan jaman. mampu menjamin hak-hak dasar. maka keamanan menjadi syarat tercapainya kesejahteraan warga negara dan pertahanan negara demi tegaknya integritas seluruh warga begara. maka diperlukan perundang-undangan negara. sehingga fungsi Pancasila sebagai paradigma hukum atau berbagai pembaharuan hukum di Indonesia.kekuasaan. Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum dan pengembangan hak asasi manusia. maka Pancasila adalah cita-cita hukum yang berkedudukan sebagai staf undamentalnorm di dalam negara Indonesia.kerakyatan. nilai hukum ccxxiv . Pertahanan dan keamanan harus dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Runtuhnya Orde Baru tanggal 21 Mei 1998 ditandai dengan rusaknya bidang hukum.dan keadilan. Pancasila yang di dalamnya terkandung nilai-nilai religius. E.

HAM merupakan kewenangan-kewenangan pokok yang melekat pada manusia sebagai manusia. maka segala tindakan kenegaraan harus diatur oleh ketentuan-ketentuan yuridis.2001: 254).39 Tahun 1999 juga menentukan Kewajiban Dasar Manusia. sehingga ada supremasi hukum. Oleh karena itu. Selain hak asasi manusia. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya Hak Asasi Manusia. serasi dan seimbang dengan hakekatnya sebagai makhluk yang berbudaya dan beradab. UU No. baik menyangkut aspirasinya. Indonesia adalah negara hukum. Oleh karena itu. pada hakekatnya merupakan sumber material hukum positif Indonesia.nilai hukum moral.manusia dan hak-hak asasi manusia dijunjung tinggi serta dilindungi. Secara obyektif. ccxxv . kemajuan peradabannya. Pancasila menentukan isi dan bentuk peraturan perundang-undangan Indonesia yang tersusun secara hierarkis. hukum. yaitu seperangkat kewajiban jika tidak dilaksanakan. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. artinya yang harus diakui dan dihormati oleh masyarakat dan negara. (Kaelan. di dalam konsiderannya yang dimaksud Hak Asasi Manusia ialah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dam merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati.39 Tahun tentang Hak Asasi Manusia. menjamin hak-hak asasi . upaya untuk pembaharuan hukum benar-benar mampu pengantarkan manuia Indonesia ketingkat harkat dan martabat yang lebih tinggi menuju perwujudan hak asasi manusia (HAM) yang selaras. maupun kemajuan IPTEK. Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum merupakan sumber norma dan sumber nilai. sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat yang sama serta sebagai makhluk yang berbudi pekerti luhur dan berkarsa merdeka.kodrat. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. bersifat dinamik nyata ada dalam masyarakat.

baru dipandang bebas apabila dilakukan secara langsung. salah satu sarana demokrasi yang penting. kelompok orang atau penguasa negara dan aparat negara baik yang disengaja maupun tidak disengaja harus dihindari. demi tegaknya hak asasi manusia. Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai paradigma reformasi Inti reformasi adalah memelihara segala yang sudah baik dari kinerja bangsa dan negara dimasa lampau. jujur. Sebagai negara hukum setiap perbuatan. rahasia.Lebih lanjut UU tersebut menegaskan. Pemilihan umum. Peranan Pancasila dalam era reformasi harus nampak sebagai paradigma ketatanegaraan. mana yang masih perlu pertahankan dan mana yang harus diperbaiki. khususnya sebagai Dasar Negara. dan adil. maupun dari pejabat-pejabat dan jabatan-jabatan harus berdasarkan hukum yang jelas. Reformasi politik pada dasarnya berkenaan dengan masalah kekuasaan yang memang diperlukan oleh negara maupun untuk menunaikan dua tugas pokok ccxxvi . Pancasila yang merupakan lima aksioma yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia jelas akan mantap jika diwadahi dalam sistem politik yang demokratis. maka semua bentuk pelanggaran HAM yang dapat dilakukan oleh perorangan. artinya Pancasila menjadi kerangka pikir atau pola pikir bangsa Indonesia. Pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara masa lalu memerlukan identifikasi. mengoreksi segala kekurangannya. baik dari warga masyarakat. bebas. Ini berarti bahwa setiap gerak langkah bangsa dan negara Indonesia haru selalu dilandasi oleh sila-sila yang terdapat dalam Pancasila. F. Hal ini mutlak diperlukan dalam upaya pemantapan kebijaksanaan nasional untuk menyongsong dan mencapai masa depan bangsa yang aman dan sejahtera. umum. Jadi hukum yang dibentuk tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.sambil merintis pembaharuan untuk menjawab tantangan masa depan. yang dengan sendirinya menghormati kemajemukan masyarakat Indonesia.

ccxxvii .yaitu memberikan kesejahteraan dan menjamin keamanan bagi seluruh warganya. Kedamaian tersebut . Pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan beragama Salah satu sumber materi perumusan Pancasila baik sebagai Dasar Negara maupun sebagai Pandangan hidup bangsa dan negara RI adalah sejarah perjuangan dan perkembangannya di masa lalu. ekonomi. Kualitas kewarganegaraan yang tinggi dikalangan para pemimpin selain dapat memahami dan menjabarkan sila-sila Pancasila yang abstrak. Khusus yang berkenaan dengan nilai-nilai kehidupan bersama dalam masyarakat. dalam bidang hukum. Bhinneka Tunggal Ika menjadi nama lambang negara Indonesia dan Tan Hana Dharma Mnagua menjadi nama lambang Lemhannas. Kekuasaaan adalah kemampuan untuk mendorong orang lain untuk melaksanakan kemauan penguasa. yaitu penerimaan kekuasaan itu secara sadar dan sukarela oleh mereka yang dikuasai.Tan Hana Dharma Mangrua” yang artinya walaupun berbeda. pada masa kejayaan kerajaan Majapahit warga masyarakat penganut agama Hindu dan agama Budha hidup berdampingan dengan damai. Kekuasaan tidak akan terasa sebagai paksaan kalau penggunaannya disertai dengan kewibawaan. Jangan sampai ada UU tetapi tidak ada PP pelaksanaanya yang sering kita alami selama ini. Reformasi politik terkait dengan reformasi dalam bidang-bidang kehidupan lainnya. tetapi juga mampu memimpin rakyat yang memang hidup dalam lingkungan primondialnya masing-masing agar tidak keliru memberi makna kekuasaan bagi seorang pemimpin.satu jua adanya. seperti bidang hukum. sosial budaya serta hakamnas. Misalnya. G. oleh karena itu hukum harus dibangun secara sistematik dan terencana sehingga tidak ada kekosongan hukum dalam bidang apapun. Sesati ini dipenggal menjadi dua. sesungguhnya kekuasaan yang mantap adalah kekuasaan yang bersifat demokratis. sebab tidak ada agama yang mempunyai tujuan yang berbeda. Dengan lain perkataan. salah satu acuannya adalah sesuai dalam buku Sutasoma oleh Empu Tantular (1365) yaitu ”Bhinneka Tunggal Ika. segala kegiatan politik harus sesuai dengan kaidah hukum.

tetap negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. adat istiadat yang beraneka ragam. mendapat tempat yang layak dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berkenaan dengan hak tersebut. ccxxviii . Dalam hubungan antara negara dengan agama ditegaskan bahwa tidak ada agama negera. Pancasila yang menjadi sumber tertib hukum naional. Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Kampus Pancasila pada aktualitasnya di negara Republik Indonesia dijadikan dasar filsafat negara. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dijabarkan kedalam pasal 29 UUD 1945 mnjamin hak warga negara memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. harus disadari bahwa hak akan dinikmati jika diimbangi dengan kewajiban yang harus dilaksanakan. Jika prinsip ini dihayati dan diamalkan oleh warga masyarakat Indonesia yang terdiri dari ratusan suku bangsa. Negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sendi pokok dari setiap agama dan kepercayaan kepada Tuhan. hidup dan diakui oleh negara. Jadi toleransi kehidupan antar pemeluk agama dalam masyarakat akan terwujud jika para pemeluk agama menyadari adanya kewajiban yang merupakan keharusan untuk menghormati pemeluk agama yang berbeda dengan agama yang dianutnya. maka nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus-menerus meresap dalam kehidupan manusia Indonesia dan mewujudkan dalam sikap dan perilaku kehidupannya sehari-hari. H.Kalimat kedua pada hakikatnya bermakana ”agama pada prinsipnya sama hanya wujud pengabdiannya kepada Tuhan yang berbeda”. pandangan hidup bangsa dan ideologi naisonal. Ini berarti bahwa semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan. nilai-nilai yang dikandungnya bersifat abstrak dituangkan ke dalam kaidah atau norma-norma hukum yang mengatur kehidupan negara sebagai lembaga dan kesejahteraan sosial kepada para warga negara sebagai anggota masyarakat. dan agama/kepercayaan yang berbeda maka akan mewujudkan sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat termasuk tolenransi kehidupan antar pemeluk agama.

hukum (penjabaran ke dalam undang-undang). Menurut PP No. dan kesenian. Penelitian dilakukan di laboratorium . di arena kehidupan riil masyarakat luas. di lapangan. di rumah sakit atau di mana saja. Kampus dalam wujud Perguruan Tinggi mengemban tugas dan misi pokok pendidikan.Aktualisasi Pancasila secara obyektif ialah terwujud dalam bidang kehidupan kenegaraan yaitu meliputi kelembagaan negara antara lain legislatif. Hasil Penelitian bermanfaat bagi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia demi harkat dan martabat manusia. baik aparat penyelenggara negara. Masyarakat kampus harus berpegang pada komitmen moral yang bersumber pada ketuhanan dan kemanusiaan. Pengabdiaan kepada masyarakat dilaksanakan di luar kampus ditengah-tengah masyarakat. Penelitian harus berpegang pada moral kejujuran yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila. Hal ini merupakan wahana kegiatan memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam memberikan sumbangsih kepada ccxxix . bertanggungjawab secara moral. pendidikan dan hankam. juga bidang pragmatis yaitu politik.Pendidikan dilaksanakan di ruang kuliah melalui pendidikan ini ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan kepada para mahasiswa untuk menyiapkan. GBHN. maka harus mengamalkan budaya akademik . ekonomi. t penelitian bersifat obyektif dan ilmiah. Aktualisasi Pancasila secara subyektif adalah perwujudan kesadaran inidvidu antara manusia Indonesia sebagai warga negara Indonesia yang taat dan pauh.penelitian dan pengabdian masyarakat (Tridharma Perguruan Tinggi).tidak terjebak dalam politik peraktis atau legitimasi kepentingan penguasa. membentuk dan menghasilkan SDM yang berkualitas. bertanggungjawab terhadap bangsa dan negaraeraan serta mengabdi untuk kesejahteraan kemanusiaan. teknologi. penguasa negara maupun elit politik dalam meaksanakan kegiatan-kegiatan politiknya selalu berlandaskan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila. baik kaidah serta untuk menemukan kebenaran ilmiah atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan. di perusahaan. 60 Tahun 1999. eksekutif. Kampus adalah tempat hunian atau perkampungan masyarakat ilmiah atau masyarakat intelektual. sosial budaya. dan yudikatif.

Kerjasama tim presentasi. kreatif. dialogis. menghargai dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah. maka harus dijiwai nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila. kontruktif. dinamik. Kegiatan pengabdiaan kepada masyarakat demi kesjahteraan umat manusia.masyarakat. menerima kritik dan kemitraan. Warga Perguruan Tinggi adalah insan-insan yang memiliki wawasan dan integrasi ilmiah. berorientasi ke masa depan. I. analitis. demi pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan. Kedisiplinan. Ciri-ciri mayarakat ilmiah sebagai budaya akademik menurut Suhadi. maka masyarakat akademik harus selalu mengembangkan buadaya akademik atau budaya ilmiah yang berupa esensi dari aktivitas perguruan tinggi. Kreativitas. Diskusi(40%). menghargai waktu. Kejelasan uraian. Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : ccxxx . & Studi Kasus(40%) • • • • • • • • • • Contextual instruction Simulasi Collaborative learning Ketepatan ide. Ketuntasan pemecahan kasus. bebas dari prasangka . menghargai prestasi ilmiah/akademik. obyaktif.(1998:214) adalah kritis. Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(20%).

Di masa depan. atau hubungan antar umat beragama.BAB III PENUTUP Pancasila telah diterima secara luas sebagai lima aksioma politik yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dan mempunyai sejarah yang sudah tua. Penyelesaiannya terasa seakan-akan merupakan kebijakan ad hoc yang berkepanjangan. juga melayani aspirasi dan kepentingan khas dari masyarakat daerah yang bersangkutan. seperti masalah fiskal dan moneter. Doktrin Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional masih mengandung nuansa yang amat sentralistik. diman setiap daerah. atau seluruh bangsa. setiap golongan. Negara dan Pemerintah dapat memusatkan diri pada masalah-masalah yang benar-benar merupakan kepentingan seluruh masyarakat. Pada saat ini ada diskrepansi antara nilai yang dikandung Pancasila dengan format kenegaraan dan pemerintahan yang mewadahinya. yang ditata menurut model sentralistik yang hanya dikenal dalam budaya politik Jawa. keamanan. setaip umat beragama. dan perlu disempurnakan dengan melengkapinya dengan Doktrin Bhinneka Tunggal Ika. setiap ras.hubungan luar negeri. Agar Pancasila yang telah dikaitkan langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika itu dapat berjalan dengan stabil. kehidupan berpolitik berdasar aksioma Pancasila harus terikat langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika. seluruh kaidahnya harus dituangkan dalam format hukum. beriringan dengan pemerintah daerah yang selain efektif dalam melaksanakan dua tugas dasar pemerintah daerah. Namun ada masalah dalam penuangannya ke dalam sistem kenegaraan dan sistem pemerintahan. yang selalu harus dijaga agar sesuai dengan perkembangan rasa keadilan masyarakat ccxxxi . Pemerintahan nasional yang efektif dalam menunaikan dua tugas pokok negara. setiap etnik berhak mengatur dan mengurus dirinya sendiri (souverein in eigen kring).

1991 Dirjen Dikti Depdiknas. Yogyakarta. SH. kanisius.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Santiaji pancasila (Edisi Refisi) CETAKAN ke 10. Darji Prof.PJ. filosofis dan sosio-yuridis kenegaraan. 1993 Tim Dosen Pancasila Unhas. Kapita selekta pendidikan pancasila.H Pancasila budaya Bangsa Indonesia.DR.Makassar.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. surabaya. Universitas Hasanuddin. yogyakarta. penelitian pancasila dengan pendekatan historis.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Pendidikan Pancasila Paradigma.S.STIMIK DIPANEGARA .Makassar. usaha nasional. jakarta 2002 Kaelan.2004 ccxxxii .Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . 2001 Suamo. Proyek peningkatan tenaga akademik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful