LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P

)

LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS S C L

PENDIDIKAN PANCASILA
OLEH :

RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/pm.05/2008 Tanggal 4 Januari 2008 BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

i

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin =============================================================

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan : Pendidikan Pancasila : Rahmatullah, S.Ip,M.Si : 132 303 723 : Penata Muda/ IIIa : Bidang Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MPK,MBB) : Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU)/ Universitas Hasanuddin : 1 (satu) Bulan Mulai 04 Januari 2008 s/d 04 Februari 2008 : Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin sesuai dengan surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/PM.05/2008, tanggal 04 Januari 2008 Makassar , 04 Februari 2008

Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan Biaya

Mengetahuai : UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Prof.DR.Hanapi Usman, M.S NIP. 131 690 166

Pembuat Modul, Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 132 303 723

ii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilainilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa

iii

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa

iv

• ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit. v .Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”.kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”.

dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT Memberikan dasar – dasar ilmiah Pancasila sebagai suatu kesatuan sistematis dan logis. Mengerti dan memahami kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia serta perjuangan mempertahankan kaemerdekaan yang meliputi masa 1945 – 1949. Memahami dinamika aktualisasi pancasila sebagai dasar negara.RINGKASAN LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA Mahasiswa dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. kronologis perumusan Pancasila dan UUD 1945. Memahami proses perumusan dan pengesahan Pancasila dasar Negara Indonesia yang meliputi. 1966 – 1998. untuk mengantarkan kepada pengertian Pancasila sebagai sistem filsafat. Tahap berikutnya mendasari pengetahuan mahasiswa dengan pengetahuan sistem filsafat. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. vi . Untuk memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa maka perlu diarahkan untuk melakukan studi komparatif dengan sistem filsafat lainnya di dunia. 1950 – 1959. serta dinamika pelaksdanaan UUD 1945. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. serta perjuangan nasional. PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Mahasiwa mengetahui kronologis sejarah perjuangan bangsa Indonesia. 1959 – 1965. kronologi pengesahan Pancasila dan UUD 1945. Menghayati perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum abad XX. yang meliputi kejayaan zaman Sriwijaya Majapahit dan kerajaan lainnya. Untuk memahami kesatuan tersebut perlu didasari oleh pengertian teori sistem. 1949 – 1950.

dan dinamis kemudian membandikan idiologi Pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. reformatif. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. komunisme.dan berdasarkan itulah mahasiswa diharapkan memiliki kemapuan untuk menerapkan norma – norma etika yang terkandung dalam panacasila dalam kehidupan kekaryaan. menjelaskan hubungan UUD 1945 denga Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa harus memiliki vii . menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. dan idiologi keagamaan. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk menjelaskan isi pembukaan UUD 1945.Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia yang memiliki ciri terbuka. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian idiologi secara umum. PANCASILA SEBAGAI ETIKA BANGSA Dalam proses pembelajaran mahasiswa diharapkan untuk memahami dan menghayati pengertian etika sebagai salah satu cabang filsafat praktis. ideologi tertutup. Berikutnya menjelaskan pengertian etika politik. kenegaraan. dan berdasarkan rincian nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila kemudian secara praktis diterapkan dalam kehidupan politik. sekulerrisme. komprehensif. maka sebagai suatu sistem filsafat harus dijelaskan inti isi sila – sila pancasila.Untuk itu sebagai dasar kajian ilmiah. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN INDONESIA Mahasiswa mampu menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. Berdasarkan etika itulah dikembangakan Pancasila sebagai sistem etika. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . kemasyrakatan.

sosial budaya. reformasi. kehidupan antar umat beragama. Kemudian menjelaskan pengertian paradigma sebagai paradigma dalam pembangunan politik. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian paradigma secara umum. serta berbagai contoh peran paradigma diberbagai negara.pengetahuan tentang refofmasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. Dalam proses pembelajaran teori dan konsep paradigma. ekonomi. dan kehidupan lingkungan kampus. viii . IPTEKS. hukum.

PETA KEDUDUKAN MODUL VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA ix . teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….i HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………...ii KATA PENGANTAR………………………………………………………………..iii RINGKASAN………………………………………………………………………...iv PETA KEDUUKAN MODUL……………………………………………………….ix DAFTAR ISI………………………………………………………………………….x MODUL I……………………………………………………………………………. MODUL II…………………………………………………………………………… MODUL III………………………………………………………………………….. MODUL IV………………………………………………………………………….. MODUL V…………………………………………………………………………… MODUL VI………………………………………………………………………….. MODUL VII…………………………………………………………………………. MODUL VIII………………………………………………………………………… MODUL IX………………………………………………………………………….. LAMPIRAN : RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

x

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

Oleh : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

PENDIDIKAN PANCASILA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI
Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 4. Pendidikan agama 5. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 6. Bahasa

xi

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010.

Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN :

xii

“Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran mpk dan mbb dikelola oleh universitas dalam satu unit.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”.

KOMPETENSI MATA KULIAH BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS RI NOMOR : 43/ DIKTI/KEP/2006 MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN UPT MKU UNIVERSITAS HASANUDDIN

KELOMPOK KOMPETENSI
STANDAR KOMPETENSI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

NO
1.

RUMUSAN KOMPETENSI

ELEMEN KOMPETENSI a b c d e
V V

2.

Memiliki pengetahuan V tentang nilai-nilai Agama, Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan V nilai- nilai Agama, Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam

V

V

xiii

9. Landasan kepribadian b. 4. 5. Etis. 12. Kemampuan mengenali perubahan dan perkembangan IPTEKS Kemampuan memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa Kemampuan berpartisipasi aktif mengembangkan kedamaian dalam menggalang persatuan bangsa V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V ELEMEN KOMPETENSI : a. KOMPETENSI DASAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. 11. Kemampuan Berkarya d. Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban Kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggunga jawab Kemampuan mengenali masalah hidup dan cara pemecahannya. 7. Penguasan ilmu dan keterampilan c. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai e. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA MINGGU MATERI BENTUK PEMBELAJARAN KOMPETENSI AKHIR SES xiv . 10.3. 8. 6.

• DAPAT MENJELASKAN KONSEP PANCASILA DALAM DISKUSI(30%) & DASAR KETATANEGARAAN KONTEKS STUDI SECARA KONSTITUSIONAL KETATANEGARAAN RI KASUS(30%) • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • KONSTITUSI • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • SISTEM PEMERINTAHAN • COLLABORATIVE NEGARA.KONSEP N (30%) NORMA DAN MORAL • DAPAT MENGEMBANGKAN • CONTEXTUAL DENGAN MAKNA PENERA INSTRUCTION ETIKA POLITIK DALAM KEHIDU • SIMULASI BERNEGARA • COLLABORATIVE LEARNING PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA xv . • HAM DAN DEMOKRASI LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. FILSAFAT FILSAFAT DIALOG (25%) NILAI. • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH (50%). • DAPAT MENGURAIKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM DISKUSI (25%) & PENGERTIAN SISTEM. DAN NORMA KEHIDUPAN • DAPAT MENJELASKAN NILAI-N SMALL GROUP TIAP SILA PANCASILA DISCUSSION & • DAPAT MENGKORELASIKAN NI COLLABORATIVE NILAI TERSEBUT DENGAN NILA LEARNING KEHIDUPAN BERMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENYIMPULKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM KULIAH (20%). HAKEKAT DEMOKRASI. • MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN • DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASA DAN TUJUAN PEND. DISKUSI (50%) & MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRI ETIKA STUDI KASUS DAN KONSEP.PANCASILA PT KULIAH(40%).KE 1 PEMBELAJARAN (METODE SCL) KULIAH (50%) & DISKUSI/ UMPAN BALIK (50%) PEMBELAJARAN 2-3 4-5 6-7 • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI MISI DAN KOMPETENSI.

• DAPAT MENJELASKAN DISKUSI(40%).8-9 PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENJELASKAN PANCA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENGURAIKAN MEMBANDINGKAN IDEO • COOPERATIVE NASIONAL DENGAN IDEOLOG LEARNING DUNIA • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING MENARIK KESIMPU PANCASILA SEBAGAI IDEO NASIONAL YANG MEMPUN SIFAT TERBUKA. DISKUSI(30%) & STUDI KASUS(30%) 10-13 PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI 14 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • COLLABORATIVE NEGARA. HAKEKAT DEMOKRASI. LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. SOSIAL. DAN • SIMULASI IPTEK. DISKUSI (25%) & DIALOG(25%) KULIAH(40%). • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA REFORMASI. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. & PENGERTIAN PARADIGMA STUDI • DAPAT MENJELASKAN KASUS(40%) PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. • CONTEXTUAL BUDAYA. HUKUM. • DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA KEHIDUPAN KAMP 15-16 UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL MENYUSUN DRAF LANGKAH• STUDI KASUS • PROBLEM BASED LANGKAH PEMECAHAN KASUS Y AKAN DIGUNAKAN DISERTAI LEARNING ALASAN xvi . EKONOMI. KULIAH(50%). KEHIDUPAN INSTRUCTION ANTAR UMAT BERAGAMA. • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH(20%).

Nama Mata Kuliah Kode / Nama dosen Jumlah peserta Jurusan : Pendidikan Pancasila : RHM/ Rahmatullah. DAN NORMA KEHIDUPAN KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DINAMIKA KELOMPOK N O NIM NAMA MAHASISWA DAPAT MENJELASKAN N NILAI TIAP SILA PANCA KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DIN KE EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xvii . M. MISI DAN KOMPETENSI) KETEPATAN SARAN SIKAP PERSETUJUAN NO NIM NAMA MAHASISWA MENGERTI ISI KONTRA PERKULIAHAN KETEPATAN SARAN SIKA PERSETU EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran II & III) DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM. FILSAFAT.Si : : EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran I) MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI. S. NILAI.Ip.

(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIPPRINSIP DAN KONSEP.KONSEP NILAI. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. NORMA DAN MORAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA xviii .

PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA. KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xix .

KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK xx .(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) N O NI M NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA.

KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA xxi . HAKEKAT DEMOKRASI. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M NAMA MAHASI SWA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM. KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi PembelajaranX-XIII) DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI.TAN IDE SAN URAIAN SAMA TIM PRESEN TASI INAN KREATIV ITAS ASAN PEMECA HAN KASUS. N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.

KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI.EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. xxii . EKONOMI. BUDAYA. N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. HUKUM. SOSIAL. DAN IPTEK. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) N O NI M NAMA MAHASI DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS.

SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XV & XVI) UJI KOMPENSI DAN REMEDIAL N O NI M NAMA MAHASIS WA KEJELASA N LANGKAH PEMECAH AN KASUS KEJELAS AN ALASAN KETEPAT AN LANGKA H DAN ALASAN KETUNTAS AN PEMECAH AN KASUS. KEMUTKHIR AN BAHAN PUSTAKA xxiii .

. S. DESKRIPSI MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA ADALAH MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN YANG MENJELASKAN TENTANG LANDASAN DAN TUJUAN.PANCASILA DI PT DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM. MISI DAN KOMPETENSI. c. PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK.Ip. MANFAAT MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MENJADI SUMBER NILAI DAN PEDOMAN MENYELENGGARAKAN PROGRAM STUDI YANG MENGANTARKAN MAHASISWA SEBAGAI GENERASI MUDA BANGSA INDONESIA DAPAT MENGIDENTIFIKASI FILOSOFI DAN DASAR NEGARA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PEND. DAN NORMA KEHIDUPAN DAPAT MENJELASKAN NILAI-NILAI TIAP SILA PANCASILA xxiv . PANCASILA DALAM KONTEKS KENEGARAAN RI DAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT.Si : ………….KONTRAK PEMBELAJARAN Nama mata kuliah Kode mata kuliah Pembelajar Hari Pertemuan Tempat Pertemuan : Pendidikan Pancasila : 071 U 002 : Rahmatullah. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BANGSA DAN NEGARA INDONESIA. SEJARAH PAHAM KEBANGSAAN INDONESIA. b. : …………. FILSAFAT. a. M. NILAI. BERBANGSA DAN BERNEGARA. BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM MENGISI MAKSUD DAN TUJUAN BERNEGARA DINEGARA KESATUAN RI. TUJUAN PEMBELAJARAN • • • • • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI..

HUKUM. NORMA DAN MORAL DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA. BUDAYA. MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. EKONOMI. DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS. HAKEKAT DEMOKRASI. BERBANGSA DAN BERNEGARA DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRINSIP DAN KONSEP. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • DAPAT MENGKORELASIKAN NILAI-NILAI TERSEBUT DENGAN NILAI KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. SOSIAL. MENYUSUN DRAF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN KASUS YANG AKAN DIGUNAKAN DISERTAI ALASAN xxv .KONSEP NILAI. DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI. DAN IPTEK. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA.

TEKNOLOGI DAN SENI YANG DIMILIKINYA DENGAN RASA TANGGUNG JAWAB”. MENERAPKAN DAN MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN.d. RASA KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR SEPANJANG HAYAT DALAM MENGUASAI. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA e. STRATEGI PEMBELAJARAN xxvi . ORGANISASI MATERI VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MERUPAKAN SUMBER NILAI DAN PEDOMAN DALAM PENGEMBANGAN DAN PROGRAM STUDI GUNA MENGANTARKAN MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIAANNYA SEBAGAI MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA”. ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MEMBANTU MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIANNYA AGAR SECARA KONSISTEN MAMPU MEWUJUDKAN NILAI-NILAI DASAR KEAGAMAAN DAN KEBUDAYAAN.

JAKARTA 1980 DARJI DARMODIHARJO. DIALOG KREATIF(DISKUSI) INTERAKTIF...ADA 4 METODOLOGI PEMBELAJARAN MPK SEBAGAI BERIKUT 1.BALAI PUSTAKA. PANCASILA DASAR FALSAFAH NEGARA. PT GRAMEDIA. PANCASILA SUATU ORIENTASI SINGKAT. JAKARTA 1974 …………. ANGGOTA KELUARGA. JAKARTA 1987 ……………………. YOGYAKARTA. BENTUK AKTIFITAS PROSES PEMBELAJARAN : KULIAH TATAP MUKA SECARA BERVARIASI. 1999 RISALAH SIDANG BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (BPUPKI) PANITIA xxvii . MOTIVASI : MENUMBUHKAN KESADARAN BAHWA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MERUPAKAN KEBUTUHAN HIDUP.1975 SOEJANTO POESPOWARDOJO. PANTJURAN TUDJUH. YOGYAKARTA. JAKARTA. UGM. DEDUKTIF DAN REFLEKTIF MELALUI DIALOG KREATIF YANG BERSIFAT PARTISIPATORIS UNTUK MEYAKINI KEBENARAN SUBSTANSI DASAR KAJIAN.KANISIUS. PANCASILA. ETIKA UMUM (MASALAH-MASALAH POKOK FILSAFAT MORAL). BEBERAPA HAL MENGENAI FAJSAFAH PANCASILA PANTJURAN TUDJUH.. PEMBUKAAN UUD 1945 (POKOK KAIDAH FUNDAMENTAL NEGARA INDONESIA)..YOGYAKARTA. 3. METODE PROSES PEMBELAJARAN : PEMBAHASAN SECARA PRAKTIS ANALITIS.W. 4. PN. f. GRAMEDIA. 1984 KAELAN. STUDY KASUS. A. INDUKTIF.. ETIKA POLITIK.. MATERI/ BAHAN BACAAN • • • • • • • • • • NOTONAGORO. PENUGASAN MANDIRI. 1959 ………….CERAMAH. 2.. YURIDIS KENEGARAAN. SEBUAH PENDEKATAN SOSIO BUDAYA. PENDEKATAN : MENEMPATKAN MAHASISWA SEBAGAI SUBYEK PENDIDIKAN. JAKARTA SUSENO FRANS MAGNIS. AKADEMIKA PRESSINDO. METODE INQUIRY. MITRA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN SEBAGAI UMMAT. PENERBIT PARADIGMA. JAKARTA : 1991 PRANAKA. SEMINAR KECIL DAN BERBAGAI KEGIATAN AKADEMIK LAINNYA YANG LEBIH MENEKANKAN KEPADA PENGALAMAN BELAJAR PESERTA DIDIK SECARA BERMAKNA.. MASYARAKAT DAN WARGA NEGARA.M.PEDOMAN POKOK-POKOK DAN MATERI PERKULIAHAN PANCASILA PADA PERGURUAN TINGGI. GFILSAFAT PANCASILA..

MAHASISWA HARUS BERPERAN AKTIF DALAM DISKUSI DAN PRESENTASI 8. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE. 7. KREATIVITAS. KEDISIPLINAN. KREATIVITAS. KRITERIA PENILAIAN KRITERIA YANG DINILAI PADA MATA KULIAH INI SEBAGAI BERIKUT : • KETEPATAN SARAN • SIKAP PERSETUJUAN YANG DITUNJUKKAN • • • • • • KETEPATAN IDE. SEKRETARIAT NEGARA RI. BUKU BACAAN MATERI KULIAH TELAH DIBACA OLEH MAHASISWA SEBELUM MENGIKUTI PERKULIAHAN 2. KREATIVITAS. • KEJELASAN URAIAN. • DINAMIKA KELOMPOK • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE. KEJELASAN URAIAN. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANC PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUA INDONESIA • KETEPATAN IDE. KEDISIPLINAN. JAKARTA. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL xxviii . KEJELASAN URAIAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KEDISIPLINAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI.PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (PPKI). KERJASAMA TIM PRESENTASI. TUGAS 1. MAHASISWA TELAH MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS ( TUGAS INDIVIDU DAN TUGAS KELOMPOK) YANG DIBERIKAN DAN DIKUMPUL SESUAI DENGAN WAKTU YANG TELAH DISEPAKATI 3. 1995. KEJELASAN URAIAN.

BAJU KAOS OBLONG DAN CELANA COMPANG-CAMPING DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN DAN ATAU PRAKTIKUM.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE. KEHADIRAN MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN MINIMAL 80% BARU DAPAT DIEVALUASI. KEGIATAN EXTRA KURIKULER (SEPERTI BINA AKRAB. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMAKAI SANDAL. MKU. D. KEDISIPLINAN. KEJELASAN URAIAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KREATIVITAS. RAMBUT DISISIR RAPI DAN TIDAK ACAK-ACAKAN. NORMA PERKULIAHAN • • • • HADIR DI RUANGAN KULIAH/PRAKTIKUM TEPAT PADA WAKTUNYA SESUAI JADWAL YANG ADA. DLL) TIDAK BOLEH MENGGANGGU JADWAL PERKULIAHAN UPT. KEDISIPLINAN. RAPI DAN BERSEPATU. DAN E) BERDASARKAN PAP DENGAN ACUAN PATOKAN SEBAGAI BERIKUT : NILAI NUMERIK NILAI HURUF NILAI < 40 E 40<= NILAI <55 D 55<= NILAI <70 C 70<= NILAI <85 B 85<=NILAI A 9. B. • xxix . KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KEJELASAN LANGKAH PEMECAHAN KASUS KEJELASAN ALASAN KETEPATAN LANGKAH DAN ALASAN KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS KEMUTAKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARA • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERNEGARA UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL PENENTUAN AKHIR NILAI (A. C. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE. BERPAKAIAN BERSIH. KEJELASAN URAIAN. KREATIVITAS. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS.

TIDAK MENCORETCORET DINDING KURSI ATAU MEJA KULIAH. KULIAH(50% • COLLABORA III.• • • SELAMA KULIAH BERLANGSUNG HAND PHONE (HP) DIMATIKAN DAN TIDAK DIPERBOLEHKAN KELUAR MASUK RUANGAN DAN ATAU MONDAR-MANDIR DALAM RUANGAN. DOSEN PENGAJAR DAPAT MENGAMBIL TINDAKAN PENERTIBAN APABILA MAHASISWA MELAKUKAN KEGIATAN-KEGIATAN YANG SIFATNYA DAPAT MENGGANGGU JALANNYA PERKULIAHAN DI DALAM KELAS. JADWAL PEMBELAJARAN MINGGU I. a. KULIAH (50% (25%) V. TIDAK MEMBUANG SAMPAH DALAM RUANGAN. KULIAH(50% • COLLABORA IV. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT SMALL GRO COLLABORA KULIAH (50% (25%) VI. TERMASUK APABILA KETENTUAN-KETENTUAN DI ATAS TIDAK DIINDAHKAN OLEH MAHASISWA. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) xxx . TOPIK BAHASAN PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT M KULIAH (50% (50%) II. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK SMALL GRO COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) VII.

VIII. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XI. KULIAH(20% KASUS(40%) • • • • • • • XV. UJI KOMPETENSI & REMEDIAL UJI KOMPETENSI & REMEDIAL CONTEXTUA SIMULASI COLLABORA STUDI KASU PROBLEM B STUDI KASU PROBLEM B xxxi . PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% X. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% IX. XVI. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XII. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIV. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIII.

fungsi dan tujuan pendidikan nasional 3. Dasar.misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 5. B. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. Landasan pendidikan pancasila 6. PENDAHULUAN A.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1. Visi. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. Tinjauan pendidikan pancasila xxxii . dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 4. Tujuan pembangunan nasional 2. Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. Pandangan hidup bangsa Indonesia. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif.

Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xxxiii . Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional g. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila e. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila b. Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila d. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila c.C. D. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia f. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila h.modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul.

persatuan Indonesia. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (1) (2) (3) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xxxiv . perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.BAB II PEMBAHASAN A. kemanusiaan yang adil dan beradab.

pendapatan (5)

dan

belanja

daerah

untuk

memenuhi

kebutuhan

penyelenggaraan pendidikan nasional. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Dalam ketentuan umum UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 2. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

B. Dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional
DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

xxxv

Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 1. 2. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 3. 4. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global;

xxxvi

• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia; Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi; Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis; Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan; Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan; Penyediaan sarana belajar yang mendidik; Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan; Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata; Pelaksanaan wajib belajar; Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan; Pemberdayaan peran masyarakat; Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat; dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional.

C. Tujuan pendidikan pancasila
1. Mengembangkan kehidupan pribadi 2. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 3. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi, misi, dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran, ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK, Tanggung jawab

etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya

xxxvii

#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. #Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa, bernegara, dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki, bersikap rasinal dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.

D. Tujuan perkuliahan pancasila
1. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. b. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita

xxxviii

c. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat.c. adil. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya. Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 5. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. dan musyawarah untuk mufakat. e. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 4. diharapkan agar para mahasiswa xxxix . diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. Aspek Keterampilan Dengan trampil : a. b. b. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. 2. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut. dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 3. d.

dan keagamaan bangsa Indonesia. Landasan Kulturil 3. Sebagai nilai sosial budaya. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat.Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. Landasan Historis 2. • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 xl .E. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir. Landasan Yuridis 4. tradisi. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . adat-istiadat. Landasan pendidikan pancasila 1. Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945. pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan.

Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No.Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Soepomo. federal. Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik. Prof. M. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. UU No. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. liberalistik. persemakmuran. 2 tahun 1989 UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Yamin. xli . serikat.

melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1. terminology.Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 2. Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 1. dan bernegara. Kajian pancasila secara holistic. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 2. Adanya wilayah F. Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. Adanya pemerintah 3. kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? xlii .# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). berbangsa.

3. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan xliii . Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 4. Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G.

Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban. perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual.BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. teknologi dan seni. anggun secara moral. civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara. paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan. Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila. Berdasarkan itu semua. xliv . berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan.

2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Hasan. Tim Dosen Pancasila Unhas.1998 paradigma.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.2002.Drs.MS. Universitas Hasanuddin.Iqbal.2003.Jakarta.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .2004 xlv . Kaelan.STIMIK DIPANEGARA .Makassar.PT Raja Graha Persada.Yogyakarta.Paradigma. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila. M.MM. Pancasila.Pendidikan Yogyakarta.Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional.Makassar.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.Jakarta . Yuridis Kenegaraan.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan . ---------------Pendidikan Pancasila.

Visi. Dasar. Tinjauan pendidikan pancasila xlvi . Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. Landasan pendidikan pancasila 12. Tujuan pembangunan nasional 8.misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 11. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 7. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. Pandangan hidup bangsa Indonesia. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. PENDAHULUAN A.fungsi dan tujuan pendidikan nasional 9.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. B.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 10. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia.

Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila l. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila k. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila j. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila m.C. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila p. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xlvii . Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional o.modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : i. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia n. D.

mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan. (9) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xlviii . dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.BAB II PEMBAHASAN A. kemanusiaan yang adil dan beradab. perdamaian abadi dan keadilan sosial. persatuan Indonesia. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (6) (7) (8) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang.

kecerdasan. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Dasar. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri. akhlak mulia. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. 3. bangsa dan negara.pendapatan (10) dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama. fungsi dan tujuan pendidikan nasional DASAR. 2. masyarakat. Dalam ketentuan umum UU RI No. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. B. kepribadian. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. xlix .

sikap. 7. VISI. 8. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 10. kreatif. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. l . Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. 9. pengalaman. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sehat. berakhlak mulia. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 6. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. berilmu. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. cakap. mandiri. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. keterampilan.

Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. 22. 18. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 6. dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan. akreditasi. 23. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia. Evaluasi. Tanggung jawab etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya li . ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK. 21. 15. Tujuan pendidikan pancasila 4. dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. 20. 19.• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 14. 17. Pemberdayaan peran masyarakat. Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan. Mengembangkan kehidupan pribadi 5. 26. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional. penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran. 16. Pelaksanaan wajib belajar. 24. Penyediaan sarana belajar yang mendidik. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi. 25. C. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis. Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan. misi.

Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. #Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa. b. D. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. Tujuan perkuliahan pancasila 6. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. c. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita lii . #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki. bernegara. bersikap rasinal dan dinamis.

Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 10. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. b. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 9. d.c. adil. 7. Aspek Keterampilan Dengan trampil : a. dan musyawarah untuk mufakat. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat. e. diharapkan agar para mahasiswa liii . dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 8. diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut. b. c. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya.

Sebagai nilai sosial budaya. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945. tradisi. • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 liv . pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Landasan Yuridis 8.Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir. dan keagamaan bangsa Indonesia.E. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat. adat-istiadat. Landasan Historis 6. Landasan Kulturil 7. Landasan pendidikan pancasila 5.

Soepomo. M. Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. persemakmuran. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Prof. lv . 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. UU No. Yamin. 2 tahun 1989 UU No.Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. federal. Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. serikat. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. liberalistik.

dan bernegara.Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 5. terminology. berbangsa. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). Kajian pancasila secara holistic. Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 4. Adanya wilayah F. Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? lvi . Adanya pemerintah 6. melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 5.# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat.

6. Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 7. Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan lvii .

Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat. lviii . Berdasarkan itu semua. anggun secara moral. serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila. berbangsa dan bernegara. teknologi dan seni.BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan. paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila.

DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional.Iqbal. Universitas Hasanuddin. Hasan.Paradigma.Jakarta .1998 paradigma.Makassar. ---------------Pendidikan Pancasila. Tim Dosen Pancasila Unhas.2002.MM. Pancasila.2003.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila.Drs. Yuridis Kenegaraan.Makassar.Yogyakarta. M.Pendidikan Yogyakarta. Kaelan.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Jakarta.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.MS.PT Raja Graha Persada.Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.STIMIK DIPANEGARA .2004 lix .Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan .

Nilai-nilai baru yang masuk. Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. pada sisi yang lain muncul masalah internal. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. yaitu maraknya tunttan rakyat. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. termasuk Indonesia. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. baik secara sujektif maupun objektif. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi.MODUL III PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT BAB I. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. itulah pancasila. PENDAHULUAN A. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman lx . Dengan pemahaman demikian. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara.

dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. 2. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local ) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. Dengan demikian. Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka. Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. epistemology. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. Adapun istilah kunci : 1. Dengan kata lain. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. dan aksiologi dari kelima sila pancasila… B. yang berbeda dengan bangsa lain didunia. lxi . jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa.

Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu 15. pisahkan di antara sub-sub sistem tentang sebab material dari sesuatu. 8. 16. Nasionalisme 12. 5. antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi 10. Kausa materialis 14. Aksiologi 7. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif. Proses mendunia menjadi keadaan tanpa batas Upaya hegemoni negara maju melalui isu dan Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara. Kausa.finalis : : : : permasalahan internasional. Globalisasi : : Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan atau ilmu tentang ilmu. 6. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi atau filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. Local Wisdom : : UUD 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak tentang bentuk dari adanya sesuatu. 4. Founding Fathers : 17. Nilai manusia. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. Sistem 13. lxii . Local Genius 18. Jati diri bangsa 9. dalam suatu masyarakat.3. Internasionalisasi : 11. tentang sebab final dari sesuatu.

C. BAB II PEMBAHASAN A. civic skills. filsafat menurut asal katanya berarti lxiii . 3. mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. 4. 6. dan civic competence). mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Jadi. civic commitment. civic convidence. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Etika Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. D. 2. 5. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. epistemologi. serta 7. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1.

sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). yaitu tentang hakikat pancasila. Dikatakan sebagai filsafat. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguhsungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Dengan pengertian lain. Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. b. susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : lxiv . sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. Adapun menurut Notonagoro. Dari seluruh bangsa Indonesia. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah. Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluas-luasnya. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. 2. di antaranya: 1. atau mencintai kebenaran / pengatahuan. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama). Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguh-sungguh terhadap sesuatu. maka itu bukan pancasila.cinta akan kebijaksanaan. a. Dengan demikian. Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya.

serta mendasari dan menjiwai sila 5. diliputi.4. Sila 3. diliputi. 4. dan dijiwai sila 1. lxv . sila 4 dan 5.Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • • • • • Sila 1. dan dijiwai sila 1. dan dijiwai sila 1. serta mendasari dan menjiwa. Sila 2. meliputi. diliputi. Sila 5. 2. didasari. diliputi. didasari. mendasari. 3. dan dijiwai sila 1. dan menjiwa: sila 2. 2. dan 3. didasari. dan 4. Sila 4. serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. dan 5. 2. didasari. 3. dan 5.

• Pancasila sebagai suatu substansi. . 2) Kausa Formalis. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. yang tumbuh. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila lxvi . hidup. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). d. yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. • Pancasila sebagai suatu realitas. 4) Rakyat. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. serta 5) Adil. 3) Satu. c. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. serta 4) Kausa Finalis. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. 3) Kausa Efisiensi. yaitu sebagai kausa prima. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. yaitu unsur mutlak negara. 2) Manusia. harus bekerja sama dan hergotong royong. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa.

berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. lxvii . Dalam ungkapan lain. mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. nyanyiannyanyian bising. ditegaskan oleh Sidney B. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. nilai. Nilai adalah ide. Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif.Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. pria pemakai anting-anting. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi. really. really. Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. want. dan moral bangsa. dan bentuk-bentuk scni lain. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. Selanjutnya. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. Misalnya. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. baik dan buruk. atau apa yang mereka senangi. Dia nyata dalam jiwa manusia.

Undang-undang Organik. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. bangsa dan negara Indonesia ^berkehendak untuk mengerti. 4) analitis. dan sekolah. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. satu rakyat. dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. Ketetapan MPR. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. membudayakan. Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan. berperi Kebangsaan. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) sistematis. dan 8) evaluatif. masyarakat. menghayati. manusia. hakikat nilai-nilai Pancasila. dan melaksanakan Pancasila. 2) Etika (Filsafat Moral). 7) representatif. berperi Kerakyatan. 5) komprehensif. 3) Estetikaf Filsafat Seni). dan berperi Keadilan Sosial. Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan).untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. 2) mendalam. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. berperi Kemanusiaan. 3) mendasar. lxviii . dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. 6) spekulatif.

9) Filsafat hukum. yaitu ada Tuhan. jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila. Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. Rasionalisme 2) Idealisme 3) Positivisme 4) Eksistensialisme 5) Hedonisme 6) Stoisme 7) Marxisme 8) Realisme 9) Materialisme 10) Utilitarianisme 11) Spiritualisme 12) Liberalisme Pancasila sebagai sesuatu yang ada. 7) Filsafat Ilmu.4) Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut. 10) Filsafat Sejarah. dan 12) Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur). tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. dan ada alam semesta. 5) Politik (Filsafat Pemerintahan). e. Aliran Filsafat meliputi: 1). Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut. 6) Filsafat Agama. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. maka Pancasila merupakan system filsafat. ada manusia. Pancasila sebagai system filsafat bangsa Indonesia lxix . 11) Filsafat Matematika. 8) Filsafat Pendidikan. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat.

maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. kerakyatan. Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan 5. rakyat. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu.Pancasila adalah suatu yang ada. rakyat dan keadilan itu berada pada alam demikian dari segi objek material Pancasila dapt Kedua. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. dan adil. lxx . Dengan analisis penjabaran ini.M. Khusus untuk persatuan. yang mutlak. satu. sebab hal-hal yang bersatu. persatuan. diterima. manusia dan alam semesta untuk semesta itu sendiri. Dengan lagi ke dalam tiga saja. yaitu Ke-Tuhanan. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya.E. 2. mewakili objek satu. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. tetap dan tidak berubah. Ke-Tuhanan Y. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. dan adil. rakyat. sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. Menurut ilmu bahasa. Misalnya kemanusiaan. dan keadilan. Persatuan Indonesia 4. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit yaitu Tuhan. manusia.

3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system. atau metode menemukan hakikat. Sila-sila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang. terpisah dengan system lainnya. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan. Demikian juga Pancasila. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analiticosyntetik). tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. Dilihat dari pemahaman ini. oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.. mendasari. maka sila pertama ke-Tuhanan Y. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi. hakikat.2) Metode filsafat : metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan.M. Memang terdiri dari lima. dan menjiwai semua sila. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. yaitu metode analisa. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. Setiap sila mengandung. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. lxxi . Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya. Jadi di sini bukan berfikirnya. tetapi cara menemukan Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran.E. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”.

Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. dari nenek moyang kita sejak lama. B. adaptistiadatnya. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri. demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan luas lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal). ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa Pancasila benar-benar suatu system filsafat. Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. kebudayaannya. dari khasanah kehidupannya. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. Pengertian umum itu bertingkat. lxxii . Mengapa?. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu. Yaitu digali dari buminya Indonesia. serta kepercayaan dan agama-agamanya. yang berada di manapun dan waktu kapanpun. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat. Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia.4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. dari kebiasaannya. di mana dan kapanpun manusia itu berada. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. Sila keadilan demikian juga.

seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. raga dan jiwa. secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari silasila Pancasila adalah manusia. sifat negara. lxxiii . tugas/kewajiban negara dan warga negara. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. Di samping itu. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilai-nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. moral negara. secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat sila-sila Pancasila (Kaelan. Oleh karena itu. Selanjutnya. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. seperti bentuk negara. yaitu terdiri atas susunan kodrat. sebagai makhluk individu dan sosial. tujuan negara. Untuk hal ini. serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. 2005). berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dengan demikian. serta jasmani dan rohani. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. 2005). Selain itu. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. berkesatuan Indonesia. sistem hukum negara. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. berkemanusian yang adil dan beradab.Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. Konsekuensmya. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian.

C. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. tentang sumber pengetahuan manusia. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. dan kelima. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). yaitu: a. b. bahwa nilainilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. serta c. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. Oleh karena itu. susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. yaitu: a. sebagaimana telah dipahami bersama. Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. Selanjutnya. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. lxxiv . baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. c. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. keempat. b. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. tentang watak pengetahuan manusia. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.

dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu. kedua. dan keempat. dalam sila ketiga. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. yaitu akal. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak. susunan Pancasila memiliki sistem logis. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. D.d. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. serta mendasari dan menjiwai sila kelima. sesuai dengan sila pertama Pancasila. rasa. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. dan kelima. dan ketiga. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini.Sebagai suatu paham epistemologi. Demikianlah. Selain itu. maka nilai-nilai yang terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan lxxv . ketiga. kedua. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. Karena itu. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. keempat. serta e.

ada yang bersifat material dan nonmaterial. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Hal ini bersifat subjektit. Notonagoro memerinci tentang nilai. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). yaitu manusia. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. Sesuatu itu mengandung nilai. Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. misalnya bunga itu indah. Jadi. tetapi ada pula yang sebaliknya. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). Dalam hubungan ini. yaitu lxxvi .suatu kesatuan. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. pcrbuatan itu baik. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. Selanjutnya. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. Dengan demikian. dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. Namun. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material.

nilai-nilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. sila pertama. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. yang berpersatuan. yang berkerakyatan. serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. Akan tetapi. Sehubungan dengan ini. F. Secara aksiologis. penerimaan.berorientasi pada nilai yang nonmaterial. yang berkemanusiaan. nilai kebaikan atau nilai moral. nilai kebenaran. nilai vital. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila). Menurut Notonagoro. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. rasa. dan yang berkeadilan sosial. seperti nilai material. dan perbuatan manusia Indonesia. bangsa Indonesialah yang menghargai. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. tingkah laku. serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. nilai keindahan atau estetis. nilai yang bersifat rohaniah sulit diukur. penghargaan. tingkah laku. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%). diskusi (25%) & dialog (25%) Small group discussion & Collaborative learning lxxvii . Sebagai pendukung nilai. Dengan demikian. Pengakuan. dan perbuatan bangsa Indonesia. tingkah laku. 2005). Kalau pengakuan. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. mengakui. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai.

Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu lxxviii . dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). Dinamika kelompok BAB III PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri.Indikator Penilaian : Ketepatan ide. Dalam pengertian inilah. Untuk itu. fundamental. dan menyeluruh. kemasyarakatan. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. dan keadilan. dan sistematis. persatuan. sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. hierarkis. kemanusiaan. tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. . Kejelasan uraian. yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama). kerakyatan. Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

Maka itu. Dengan demikian. hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. Konsekuensinya. dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. untuk mewujudkan tujuan. hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. lxxix . negara harus bersifat demokratis. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima).organisasi hidup. baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat). Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama. Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu. manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga).

Darji. Pranarka.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. 2005. Suseno. 1984. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Pengertian Dasar bagi Implementasi Pancasila untuk ABR1. The End of History. Smith.2003 lxxx . Notonagoro. Marilyn S. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. dalam National Interest. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. 1996. Nolan.Makassar. Franz. 1985. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. CSIS: Jakarta. F. Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta. Poespowardoyo. Soeryanto. No. Magnis. Living Issues Philosophy.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Polity Press: Cambridge. 1989. Dikutip dari Modernity and Its Future. Penerbit bulan Bintang: Jakarta. PT Gramedia: Jakarta. Kaelan. Gramedia: Jakarta. Tim Dosen Pancasila Unhas. Universitas Hasanuddin.W. A.M. 1987. 1989. Titus Harold.. diterjemahkan oleh Rasyidi. and Richard T. 1971. Filsafat Pancasila. Fukuyama. 16 (1989). Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila.

STIMIK DIPANEGARA .Makassar.2004 lxxxi .Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .

Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. Di lxxxii . adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. pemerintahan yang bersih dari KKN. Sehingga. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996. PENDAHULUAN A. dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. Jary dan Jary 1991. Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puing-puing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society).MODUL IV PANCASILA SEBAGAI DASAR DAN ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA BAB I. sebuah masyarakat (termasuk juga masyarakat bangsa seperti Indonesia) dilihat sebagai mempunyai sebuah kebudayaan yang berlaku umum dalam masyarakat tersebut yang coraknya seperti sebuah mosaik. Latar Belakang Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. Dalam model multikulturalisme ini. corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman sukuvbangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. Watson 2000).

Menjelaskan pengertian etika. D. Moral. ed. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. 1997). yang mempunyai kebudayaan yang seperti sebuah mosaik tersebut (Reed.dalam mosaik tercakup semua kebudayaan dari masyarakat-masyarakat yang lebih kecil yang membentuk terwujudnya masyarakat yang lebih besar. terutama dalam bidang politik. sebagaimana yang terungkap dalam penjelasan Pasal 32 UUD 1945. lxxxiii . yang berbunyi: "kebudayaan bangsa (Indonesia) adalah puncakpuncak kebudayaan di daerah". berbangsa dan bernegara. Model multikulturalisme ini sebenarnya telah digunakan sebagai acuan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam mendesain apa yang dinamakan sebagai kebudayaan bangsa. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan kekaryaan. etika politik. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : a. Pancasila sebagai Sumber Etika d. Etika Politik c. Konsep-konsep dasar (Etika. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) e. dan pancasila sebagai sistem etika. B. bermasyarakat. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik C. Norma dan Nilai) b.

Menjelaskan dan menyebutkan Pancasila sebagai etika politik dan nilai – nilai etika yang terkandung di dalamnya. kemasyarakatan. dan memberikan evaluasi kritis terhadap penertapan etika. Menerapkan etika dalam dalam kehidupan kekaryaan. lxxxiv . kenegaraan. c.b.

nilai kesopanan. Konsep-Konsep Dasar Sebelum membahas pengertian etika politik terlebih dulu harus dipahami arti konsep-konsep dasar yang erat kaitannya seperti etika. norma dan nilai sebagai berikut : 1. Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. Pada dasarnya etika membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai seperti nilai baik dan buruk. adat ataupun kesusilaan. Etika Secara etimologi “etika” berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethos” yang berarti watak. 1.BAB II PEMBAHASAN A. Jadi etika pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu kesediaan jiwa seseorang untuk senantiasa patuh kepada seperangkat aturan-aturan kesusilaan (Kencana Syafiie. Etika lebih banyak bersangkut dengan prinsip-prinsip dasar pembanaran dalam hubungan dengan tingkah laku manusia (Kattsoff.1 Sumber kebaikan dan keburukan Sumber kebaikan dan keburukan kemauan bebas untuk memilih Teori kemauan bebas. Etika khusus terbagi menjadi etika individual. 1986). yaitu: determinisme dan indeterminisme lxxxv . nilai susila atau tidak susila. kerendahan hati dan sebagainya. etika membahas tentang tingkah laku manusia dipandang dari segi baik dan buruk. 1993). Sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia. moral. yaitu membahas kewajiban manusia terhadap di diri sendiri dan etika sosial membahasi kewaiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup bermasyarakat (Magnis-Suseno. Selanjutnya etika dapat dibagi atas etika umum dan etika khusus. 1987). Dalam konteks filsafat.

buruk sekali = haram Humanisme tindakan yang baik adalah tindakan yang sesuai dengan derajat manusia. Manusia “Strunggle for life. siapa yang kuat dialah yang hidup terus menerus • La Mettic ( Mesin). fourbach (atheisme) Determinisme – Religius “Kekuasaan Tuhan menjadi prinsip penetapan tingkah laku manusia” Indeterminisme . Persaingan adalah dinamika Baik : Baik sekali = wajib. survival of the fittest” = perjuangan hidup.Manusia mempunyai kebebasan untuk berbuat dan memilih .Determinisme “Manusia sejak semula sudah ditetapkan/direncanakan” • Determinisme materialistis : “Manusia serba materi Darwinisme Hukum alam” hasil perkembangan alamiah. buruk = makruh. tidak mengurangi/menentang kemanusiaan lxxxvi .tanpa kemauan bebas manusia tidak mungkin mengetahui moral yang baik 1. Baik = sunnat.2 Kriteria tentang baik dan buruk Hedonisme Utilisme Vitalisme hidup Sosialisme Religiusme Homarisme Religiusme pandangan masyarakat sesuai dengan kehendak Tuhan kodrat manusia (human-nature) Islam memiliki 5 kategori kenikmatan kemanfaatan kekuatan hidup/kekuasan. Netral = mubah.

3 Deskriptif Etik Practical Etik kemampuannya 1.Hati nurani 1.Kebaikan yang mengatasi kodrat wahyu Tuhan .3.Kebaikan berdasarkan kodratnya .2 1.3. indeks (hakim.3 Pendekatan Etika 1..Akal budi .1 Normatif Etik kebaikan kodrati kebaikan adi kodrati/kebaikan penerang baik buruknya tindakan indeks (petunjuk).3.5 Prinsip-Prinsip Etika The Great Ideas : A syntopicon of Great Books of western World • 120 macam “ide agung” enam landasan prinsipil etika : Prinsip keindahan (beauty) Prinsip persamaan (Equality) Prinsip Kebaikan (Good) Prinsip Keadilan (justice) Prinsip Kebebasan (library) Prinsip kebenaran (truth) berakibat baik pada kehidupan bersama” melaksanakan perintah/menjauhi sadar akan kebaikan etika tapi tidak merasa perlu sadar memperlakukan etika sesuai status dan mentaatinya secara keseluruhan lxxxvii . index (penghukum) melalui penelaahan dan penyaringan ukuran- ukuran normatif seseorang berperilaku sesuai dengan norma yang telah disepakati baik lisan maupun tulisan 1.4 Norma Dasar Etika (metaethics) Norma ke-Tuhanan (Hablum Minallah) “Manusia berperilaku etika larangan Tuhan” Norma kemanusiaan (Hablum Minannas) “Perilaku Etika 1.

PRINSIP KEINDAHAN • • Hidup ini indah/ bahagia Penampilan yang serasi dan indah. pujian. keunggulan atau ketepatan objektivitas. Kebaikan tatanan sosial sadar hukum. penataan ruangan kantor PRINSIP PERSAMAAN • • • Hakekat kemanusiaan persamaan / kesederajatan Menghilangkan perilaku diskriminatif Perlakuan pemerintah terhadap daerah/ warga negara harus sama tinggi rendahnya urgensi/prioritas PRINSIP KEBAIKAN • • • Kebaikan pujian Good sifat/karakterisasi dari sesuatu yang menimbulkan Good (baik) persetujuan. Kemanfaatan dan Kebaikan ilmu pengetahuan rasionalitas. saling hormat PRINSIP KEADILAN • • Romawi Kuno (justice) jus suum curque tribuendi” Keadilan “Justice est contants et perpetua voluntas kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya PRINSIP KEBEBASAN • • Kebebasan keleluasaan untuk bertindak /tidak bertindak berdasarkan pilihan yang tersedia Kebebasan : Kemampuan menentukan diri sendiri Kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan lxxxviii .

3. Moral Moral merupakan patokan-patokan. inilah kelebihan etika dibandingkan dengan moral. sebab wewenang ini ada pada ajaran moral. Tak ada tanggung jawab tanpa kebebasan PRINSIP KEBENARAN • • Teori-teori kebenaran Kebenaran dalam pemikiran (truth in the mid) Kebenaran dalam kenyataan (truth in the reality) 2. tatanan. Norma Norma adalah aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang mengikat warga masyarakat atau kelompok tertentu dan menjadi panduan. 1987). kumpulan peraturan lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar mnejadi manusia yang lebih baik. Etika merupakan tingkah laku yang bersifat umum universal berwujud teori dan bermuara ke moral. Moral dengan etika hubungannya sangat erat. berwujud praktek dan berupa hasil buah dari etika. padanan dan pengendali sikap dan tingkah laku manusia. Agar manusia lxxxix . Kekurangan etika adalah tidak berwenang menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan seseorang. sedangkan moral bersifat tindakan lokal.- Syarat-syarat yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihan-pilihannya beserta konsekuensinya • Kebebasan tidak ada tanpa tanggung jawab. Dalam etika seseorang dapat memahami dan mengerti bahwa mengapa dan atas dasar apa manusia harus hidup menurut norma-norma tertentu. sebab etika suatu pemikiran kritis dan mendasar tetang ajaran-ajaran dan pandangan moral dan etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas prinsip-prinsip moralitas (Devos.

Nilai merupakan kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. norma sebagai penuntun. Dimensi politis itu sendiri memiliki dua segi fundamental yang saling melengkapi. maka makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. norma adat istiadat dll. sesuai kemampuan fundamental manusia yaitu pengertian dan xc . misalnya kejujuran. norma agama. Nilai Nilai pada hakikatnya suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. maka harus lebiih di kongkritkan lagi secara objektif. Nilai akan lebih bermanfaat dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia. yang kemudian nilai dijadikan landasan. sehingga mamudahkannya dalam menjabarkannya dalam tingkah laku. 4. Sedangkan derajat kepribadian sangat ditentukan oleh moralitas yang dimilikinya. Selanjutnya dijelaskan bahwa “Dimensi Politis Manusia” adalah dimensi masyarakat sebagai keseluruhan. Oleh karena itu. alasan dan motivasi dalam bersikap dan berperilaku baik disadari maupuin tidak disadari. misalnya kepatuhan dalam norma hukum. kemanusiaan (Kamus Bhasa Indonesia. panduan atau pengendali sikap dan tingkah laku manusia. Jadi yang menjadi ciri khas suatu pendekatan yang disebut “Politis” adalah pendekatan itu trejadi dalam kerangka acuan yang berorientasi pada masyarakat secara keseluruhan. namun bukan objek itu sendiri. Etika Politik Etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi politik kehidupan manusia. etika politik mempertanyakannya tanggungjawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan sebagai warga negara terhadap negara. Nilai merupakan harga untuk manusia sebagai pribadi yang utuh. 2000). Karena itu. B.mempunyai harga. hukum dan sebagainya (lihat magnis-suseno : 1986).

Hukum terdiri dari norma-norma bagi perilaku yang benar dan salah dalam masyarakat. disahkan secara demokratis (Legitimasi Demokratis) dan tidak bertentangan dengan prinsipprinsip dasar moral (Legitimasi Moral). “tahu” dan “mau” dapat diamati dalam semua bidang kehidupan manusia. selalu dituntut pertanggung jawaban. Struktur ganda ini. Selanjutnya dijelaskan kriteria-kriteria legitimasi yaitu legitimasi sosiologis. legalitas. Karena itu hukum dan kekuasaan Negara menjadi bahasan utama etika politik. etika politik menuntut agar kekuasaan dilaksanakan sesuai dengan hukum yang berlaku (Legalitas). Tetapi perlu di pahami bahwa baik “hukum” maupun “Negara” memerlukan legitimasi. Legitimasi Kekuasaan Inti permasalahan etika politik adalah masalah Legitimasi etis kekuasaan yang dapat di rumuskan dalam pertanyaan: atas hak moral apa seseorang atau sekelompok orang memegang dan mempergunakan kekuasaan yang mereka miliki ? betapapun besarnya kekuasaan. Artinya. Ketiga tuntutan itu dapat disebut Legitimasi normatif atau etis (Magnis-suseno:1987). Karena itu. Hukumlah yang memberitahukan kepada semua anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertindak. Sesuai kemampuan ganda manusia. Sedangkan penataan yang efektif dalam menentukan perilaku masyarakat hanyalah lembaga yang mempunyai kekuasaan untuk memaksakan kehendaknya. hukum sendiri tidak bisa menjamin agar anggota masyarakat patuh kepada norma-normanya.kehendak untuk bertindak. dan legitimasi etis sebagai berikut : xci . maka ada dua cara menata masyarakat yaitu penataan masyarakat yang normatif dan efektif (Magnis-Suseno : 1986). Lembaga itu adalah Negara. Lembaga penataan normatif masyarakat adalah hukum. Tetapi hukum hanya bersifat normatif dan tidak efektif.

Magnis-Suseno menyebutkan motivasi penerimaan kekuasaan sebagaimana dirumuskan oleh Max Weber yaitu : (1) “Legitimasi Tradisional”yakni keyakinan dalam suatu masyarakat tradisonal. (2) “Legitimasi Kharismatik” Berdasarkan perasaan kagum. Legitimasi Sosiologis Paham sosiologis tentang legitimasi.1. bahwa pihak yang menurut tradisi lama memegang pemerintahan memang berhak untuk memerintah. Suatu tindakan adalah legal apabila dilakukan sesuai dengan hukum atau peraturan yang berlaku. Legitimasi ini muncul dalam konteks bahwa setiap tindakan pemerintah apakah Legislatif. dan cinta masyarakat terhadap seseorang pribadi yang sangat mengesankan sehingga masyarakat bersedia taat kepadanya. Legalitas . Jadi suatu tindakan adalah sah apabila sesuai. xcii . Mempertanyakan motivasimotivasi apakah yang nyata-nyata membuat masyarakat mau menerima kekuasaan atau wewenag seseorang. Eksekutif maupun Yudikatif dipertanyakan dari segi norma-norma moral. tidak sah apabila tidak sesuai dengan hukum yang berlaku. 2. 3. hormat. (3) “Legitimasi rasional-Legal” Berdasarkan kepercayaan pada tatanan hukum rasional yang melandasi kedudukan seseorang atau penguasa. Legitimasi Etis . Pertanyaan yang timbul merupakan unsur penting untuk mengarahkan “kekuasaan” dalam menggunakan kebijakan-kebijakan yang semakin sesuai tuntutan kemanusian yang adil dan beradab. sekelompok orang atau penguasa. misalnya golongan Bangsawan atau keluarga raja dan memang patut untuk ditaati. Legitimasi etis mempersoalkan keabsahan wewenang ataupun kekuasaan politik dari segi norma-norma moral. Legalitas menuntut agar kekuasaan ataupun wewenang dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku. Karena itu legalitas merupakan salah satu kriteria keabsahan suatu kekuasaan atau wewenang. Jadi legalitas adalah kesesuaian dengan hukum yang berlaku.

tata adab. Nilai ini melekat pada semua benda-benda dunia.Menurut jenjangnya sebagai berikut: ☼ Nilai Religius . badani. seperti asusila. yaitu mengenai daya hidup. Maha Suci. Absolud yang tercermin pada Sila pertama pancasila yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. budi pekerti. Yang wujudnya yaitu jasmani. Nilai ini melekat pada manusia. Nilai ini tercermin pada sila ketiga dan keempat dalam pancasila yaitu “Persatuan Indonesia” dan “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan” ☼ Nilai Moral. Pancasila Sebagi Sumber Etika Tataran nilai yang terkandung dalam Pancasila sesuai dengan system nilai dalam kehidupan manusia. Secara teoritis nilai-nilai pancasila dapat dirinci menurut jenjang dan jenisnya. perangai. sopan santun. dan kongkrit. akhlak. lahiriah. perangai. Yang tercermin dalam sila kelima pancasila yakni “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Nilai ini melekat pada prilaku hidup semua manusia. 1 . ☼ Nilai Vitalitas.C. kekuatan hidup dan pertahanan hidup semua makhluk. yang tercermin pada sila kedua Pancasila yaitu “Kemanusiaan yang adil dan Beradab”. yaitu budi pekerti. Nilai ini melekat pada semua makhluk hidup. ☼ Nilai Materil. Nilai ini menempati nilai yang tertinggi dan melekat / dimiliki Tuhan Yang Maha Esa yaitu nilai yang Maha Agung. ☼ Nilai Spiritual . xciii . kemanusiaan dan kerohanian yang tercermin pada sila kedua pancasila yaitu ”Kemanusiaan yang adil dan beradab”.

murah hati. keyakinan. berwujud ilmiah. kepercayaan. seni.Alinia 1= mencerminkan keyakinan kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Dalam pembukaan UUD 1945 : . xciv . yang melekat pada manusia yaitu berwujud harapan. Dengan kandungan kebenaran bagaikan Aksioma. perikemanusian dan perikeadilan. tujuan. Juga dapat ditemukan dalam 4 alinea pembukaan UUD 1945 dan pokokpokok pikiran yaitu. Nilai dasar Pancasila bersifat Abadi. berkenaan dengan eksistensi. kesahduan. keelokan. ☼ Nilai Etis ialah nilai yang dimiliki dan melekat pada manusia. kemanusiaan yang adil dan beradab. rasional. yang tidak dapat berubah. janji. suka menolong. yaitu berwujud keberanian. ☼ Nilai Estetis melekat pada semua makhluk duniawi. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Selanjutnya secara konsepsional nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila terdiri dari nilai dasar. nilai praksis. tatanan dasar dan ciri khasnya yang pada dasarnya tidak berubah sepanjang zaman. keramahan. Persatuan Indonesia. umum-universal dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. kesopanan. Merupakan prinsip yang bersifat sangat Abstrak. keharmonisan. rendah hati. Konsekuensi logisnya adalah penghapusan penjajahan diatas muka bumi. sesuai cita-cita. ☼ Nilai Intelek yaitu melekat pada makhluk manusia. akaliah. kesabaran. persaudaraan. analisis. logis. wujudnya ialah sila-sila pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa. Kekal. yaitu berupa keindahan. ☼ Nilai dasar.Menurut jenisnya sebagai berikut: ☼ Nilai Ilahiah ialah nilai yang dimiliki Tuhan Yang Maha Esa. nilai instrumental. persahabatan.2.

susunan Negara.Alinia 4= memberi arahan tentang tujuan Negara. yaitu arahan kinerja untuk kurun waktu tertentu dan kondisi tertentu. system. system pemerintahan Negara. Sifat kontektual. dan dasar Negara. strategi. merupakan semacam tafsir politik terhadap nilai dasar umum tersebut. keadaan. Nilai Instrumental berupa kebijakan. Kontektualisasi nilai dasar harus dijabarkan secara kreatif dan dinamik kedalam nilai instrumental penjabaran nilai dasar terwujud ke dalam: TAP MPR. . . program dan proyek. sehingga sifat dinamis. Menjabarkan nilai dasar yang umum kedalam wujud kongkrit.ketegasan tersebut mengandung makna falsafah yang mendasar (cita-cita Negara).lembaga yang bersifat dinamik. -Kedaulatan rakyat. rencana. harus disesuaikan dengan tuntutan jaman. Nilai instrummental terpengaruh oleh waktu. dan tempat. PROPENAS UNDANG-UNDANG. negara yang merdeka. xcv . sehingga dapat sesuai dengan perkembangan jaman. -Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.Alinia 3= memuat pernyataan kemerdekaan untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas (eksistensi / cita-cita) memuat watak aktif dari masyarakat Indonesia yang menyatakan merdekaaan.Alinia 2= menegaskan cita-cita nasional/cita-cita kemerdekaan. bersatu. -Keadilan sosial. Dalam pokok-pokok pikiran yaitu: -Persatuan. dan enovatif. Nilai-nilai dasar ini merupakan asas-asas yang kita terima sebagai dalil dan bersifat mutlak. Pelaksanaan umum dari nilai dasar. biasanya dari wujud norma sosial ataupun norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam lembaga. berubah. ☼ Nilai Instrumental : Berupa penjabaran nilai dasar. DAN PERATURAN PELAKSANAAN. berdaulat.. dan makmur. adil. berkembang.

Praksis harus selalu Pased on Values. yaitu: Sila pertama: menghormati setiap orang atau warga negara atas berbagai kebebasannya dalam menganut agama dan kepercayaannya masing-masing. Berbagai wujud penerapan Pancasila dalam kenyataan sehari-hari. Sila ketiga: bersikap dan bertindak adil dalam mengatasi segmentasi-segmentasi atau primordialisme sempit dengan jiwa dan semangat “Bhinneka Tunggal Ika”-“bersatu dalam perbedaan” dan “berbeda dalam persatuan”. xcvi . contohnya = memelihara persahabatan. toleransi dan saling menghormati. serta pengelola hak-hak dasar kodrati yang merupakan suatu keutuhan dengan eksistensi dirinya secara bermartabat. baik oleh para penyelenggara Negara maupun oleh masyarakat Indonesia sendiri. maka secara hierarkhis praksisi berada dibawah nilai instrumental dan menjabarkan nilai instrumental tersebut secara taat asas (konsisten). Merupakan interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit pada tempat dan waktu tertentu.☼ Nilai Praksis Nilai yang dilaksanakan dalam kenyataan hidup sehari-hari. melakukan dialog antar umat beragama. Sila kedua: menghormati setiap orang dan warga negara sebagai pribadi (personal) “utuh sebagai manusia”. serta menjadikan ajaran-ajaran sebagai anutan untuk menuntun ataupun mengarahkan jalan hidupnya. pengemban. praksisnya: silahturahmi antar umat beragama. sedangkan Praktek bisa bersifat Value Free. misalnya dalam kerukunan hidup beragama. Aktualisasi Pancasila sebagai dasar etika tercermin dalam sila-silanya.juga merupakan gelanggang pertarungan antara idealisme dengan realitas. manusia sebagai subjek pendukung. ada kalanya justru kondisi objektif itu yang jauh lebih kuat dari nilai praksis berupa nilai yang sebenarnya kita laksanakan dalam kehidupan kenyataan sehari-hari. istilah “PRAKSIS” tidak seluruhnya sama maknanya dengan istilah “PRAKTEK”.antar umat beragama. yang tidak dapat sepenuhnya kita kuasai. penyangga.

dan kebersamaan dimiliki dan dikembangkan dengan dasar musyawarah untuk mencapai kemufakatan secara jujur dan terbuka dalam menata berbagai aspek kehidupan. kemerdekaan. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) D. media pornografi. serta sekaligus evaluatif bagi etika dalam kehidupan bermasyarakat.1 Tanda-tanda mundurnya pelaksanaan etika berbangsa Konflik sosial berkepanjangan Berkurangnya sopan santun dan budi luhur dalam kehidupan sosial Melemahnya kejujuran dan sikap amanah Pengabaian ketentuan hukum dan peraturan D. berbangsa ataupun bernegara. Sila-sila dalam pancasila merupakan satu kesatuan integral dan integratif menjadikan dirinya sebagai sebagai referensi kritik sosial kritis. Konsekuensi dan implikasinya ialah bahwa norma etis yang mencerminkan satu sila akan mendasari dan mengarahkan sila-sila lain. perjudian dan narkoba xcvii . Sila kelima: membina dan mengembangkan masyarakat yang berkeadilan sosial yang mencakup kesamaan derajat (equality) dan pemerataan (equity) bagi setiap orang atau setiap warga negara. komprehensif.Sila keempat: kebebasan.2 Faktor-faktor penyebab mundurnya pelaksanaan etika • Faktor internal : Lemahnya penghayatan dan pengamalan agama Sentralisasi di masa lalu Tidak berkembangnya pemahaman/penghargaan kebinekaan Ketidakadilan ekonomi Keteladanan tokoh/pemimpin yang kurang Penegakan hukum yang tidak optimal Keterbatasan budaya lokal merespon pengaruh dari luar Meningkatnya prostitusi. D.

• Faktor Eksternal : Pengaruh globalisasi Intervensi kekuatan global dalam panutan kebijakan nasional D.5 Strategi/pendekatan peningkatan etika Pendekatan larangan (Don’t Approach) Pendekatan Untung-rugi (Cost – Benefit Approach) Pendekatan sistem (system approach) Pendekatan kerjakan (Do Approach) xcviii .4 Good Governance Sebagai Etika Pemerintahan D. etos kerja Kemandirian Toleransi. rasa malu D.3 Pokok-Pokok Etika Berbangsa Etika sosial budaya Etika politik pemerintahan Etika ekonomi dan bisnis Etika penegakan hukum Etika keilmuan Etika lingkungan Partisipasi Aturan Hukum (rule of law) Transparansi Daya tanggap (responsiveness) Berorientasi konsensus (Consensus Orientation) Berkeadilan (Equity) Akuntabilitas (Accountability) Bervisi strategis (Strategic vision) Efektifitas dan efisiensi Saling keterkaitan (interrelated) • • • • • • • Kejujuran Amanah. tanggung jawab Keteladanan Sportifitas Disiplin.

dalam arti menyebutkan setiap sumber atau informasi yang diperoleh dari pihak lain dalam mendukung sikap atau pendapatnya. yaitu. Hak dan tanggung jawab itu terkait pada susila akademik. melainkan juga kontekstual untuk diberi makna baru sesuai dengan kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. bahwa kebenaran ilmiah bukanlah sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat. bebas dari tekanan atau “kehendak yang dipesankan” oleh siapa pun dan dari mana pun. dan bernegara diberdayakan melalui kebebasan akademik untuk mendasari suatu sikap mental atau attitude.dalam arti rela dan rendah hati (modest) bersedia menerima kritik dari pihak lain terhadap pendirian atau sikap intelektualnya. 2. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik Pancasila sebagai dasar etika dalam kehidupan bermasyarakat. 1. dalam arti beranggungjawab atas sikap dan pendapatnya. luas dan mendalam. dalam arti bahwa nilai-nilai etika sebagai norma dasar bagi kehidupan suatu bangsa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara tidak terlepas dari unsur-unsur budaya yang hidup dan berkembang dengan ciri-ciri khas yang membedakan bangsa itu dari bangsa lain. yang berpengaruhi dengan sendirinya terhadap perkembangan etika. Curiosity.D. Terbuka. Independen. Wawasan. yang implikasinya ialah bahwa pemahaman suatu norma etika bukan hanya tekstual. Kebebasan akademik adalah hak dan tanggung jawab seseorang akademisi. 4. xcix . 3.dalam arti terus menerus mempunyai keinginan untuk mengetahui hal-hal baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Open mindedness. 5. tidak mengenal titik henti. berbangsa. serta 6. dalam arti luas bahwa kebenaran ilmiah adalah sesuatu yang tentatif. Jujur.

an bernegara. tanpa menyentuh inti hakikinya. • Kemutkhiran bahan pustaka c . Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (20%). • Kreativitas. Diskusi (50%) & Studi Kasus (30%) • Contextual instruction • Simulasi • Collaborative learning Indikator Penilaian : • Ketepatan ide. • Kerjasama tim presentasi. • Kedisiplinan. berbangsa. • Kejelasan uraian. • Ketuntasan pemecahan kasus.Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi fenomenalnya saja. juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati. F. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya.

meskipun secara verbal menyebut Pancasila sebagai sumber. Di sisi lain berbagai kebijakan perundangundangan. Kajian praktis menyentuh moralitas sebagai perbuatan sadar yang dilakukan dan didasarkan pada norma-norma masyarakat yang mengatur perbuatan baik (susila) dan buruk (asusila). dan daerah. Tapi banyak isu sara yang masih terjadi dalam masyarakat. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. an bernegara.BAB III. juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati. penyebabnya adalah perilaku masyarakat dan negara cenderung menunjukkan inkonsistensi dengan Pancasila. peraturan pemerintah. Adapun refleksi filsafati mengajarkan bagaimana tentang moral filsafat mengajarkan bagaimana tentang moral tersebut dapat dijawab secara rasional dan bertanggungjawab. budaya. peraturan daerah. PENUTUP Etika merupakan cabang ilmu filsafat yang membahas masalah baik dan buruk . tanpa menyentuh inti hakikinya. Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut berkaitan dengan belum tersusunnya filsafat Pancasila ke dalam sistem perilaku masyarakat. Ranah pembahasannya meliputi kajian praktis dan refleksi filsafati atas moralitas secara normatif. tanpa membedakan antara penganut agama mayoritas maupun minoritas. Pancasila merupakan hasil kompromi nasional dan pernyataan resmi bahwa bangsa Indonesia menempatkan kedudukan setiap warga negara secara sama. Selain itu juga tidak membedakan unsur lain seperti jender. jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya. berbangsa. isinya justru bertentangan dengan Pancasila ci . maka yang ditangkap hanyalah segisegi fenomenalnya saja.

Gramedia. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Udin S. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman erkarya Bagi Lulusan.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Jakarta. Yogyakarta. Malang. 2005. Winataputra. dan Bernegara. Jakarta.Makassar. Dasar-dasar Ilmu Politik. Tim Dosen Pancasila Unhas. Santiadji Pancasila. cii . Kaelan. Pancasila sebagai Dasar Etika Kehidupan Bermasyarakat. Syafie Inu Kencana. Makalah. Jakarta. Universitas Hasanuddin. 1994. Pendidikan Pancasila. 2002.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . __________________. Koento Wibisono. 13-23 Desember 2005. 1987. Penerbit Rineka Cipta. Identitas Nasional Aktualisasi Pengembangannya Melalui Revitalisasi Pancasila. Darmodihardjo Dardji. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. 1981. Penerbit Paradigma.2004 Mansoer. Penjabaran Nilai-nilai Pancasila Dalam Sistem Hukum Indonesia. Makalah. Laboratorium IKIP. Etika Pemerintahan.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Makassar. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Masyarakat Demokratis dan Berkeadaban. Gramedia. Hamdan.STIMIK DIPANEGARA . Makalah. Makalah. Etika Politik. Berbangsa. 13-23 Desember 2005. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. 2005. 2005. 13-23 Desember 2005. ---------------. 13-23 Desember 2005. 1977. Jakarta. Suseno-Franz Magnis. 2005. 1996. Penerbit Rajawali. Siswomihardjo.DAFTAR PUSTAKA Budiardjo Miriam.

Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks. maupun religi.MODUL V PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BAB I. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang ciii . Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan. Dalam beberapa pasal. sosial budaya. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. PENDAHULUAN A. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" masyarakat dunia. nilai tradisi. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. Menurut Noor MS. Dalam arti. nilai kebudayaan. Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. Pancasila telah tampil di garda depan. baik dalam bidang politik. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis. inilah yang dinamakan ideologi. Tantangan sekarang ini. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik. nilai kepustakaan. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain. ekonomi. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang. Bakry [1994]. nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat.

yaitu ketuhanan. Atas dasar Weltanschauung itu. ideologi itu tidak pernah mati. B. Dengan demikian. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. kerakyatan. Jika tidak demikian bukanlah manusia. Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. negara bergerak seperti layangan putus. Tampaknya. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : f. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. dan tujuan negara. terasa pamor Pancasila sedang menurun. Tanpa itu. tanpa pedoman. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. misi. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. yang merupakan sifat hakikat manusia. disusunlah visi. keadilan. serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. decline (kemunduran). yang terjadi adalah emergence (kemunculan). Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya civ . lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). kemanusiaan.sakti. Akhir-akhir ini. persatuan. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia.

komprehensif. Reformasi Socio-Moral C. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. sekulerrisme. 6. 3. memahami. 5. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila dalam konteks ketatanegaraan serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul D. 4. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. reformatif. dan idiologi keagamaan. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. ideologi tertutup. komunisme. 2. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. cv . Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya j. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka i. Berbangsa dan Bernegara h.g.

ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. Jadi. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang. Sedangkan logos berarti ilmu. sehingga mereka cvi . gagasan. A. cita-cita ataupun konsep.BAB II PEMBAHASAN A. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”. ajaran. atau paham. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. atau cita-cita tertentu. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. Jorge Larrain. gagasan-gagasan. cara fikir. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. Eidos berarti idea. pandangan ataupun paham. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas Pada dimensi ini. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara.

dan bernegara. Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan. ideologi mengandung nilai-nilai dasar. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka. dan Negara dibangun. Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang cvii . berbangsa. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. Berbangsa. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri (dimensi realitas). Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya.Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. a. norma-norma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya.tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. B. berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. Karena itu. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . arah. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. bangsa. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat.

Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat cviii . Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). C. pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. c. Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. berbangsa. Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis. yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter).gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas).

D. bahwa Negara kita berdasar atas hukum. berbangsa. Pancasila sebagai ideologi terbuka. Menurut konsep Pancasila. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. ia selalu membutuhkan yang lain. Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. saling menerina dan memberi antar manusia dalam cix . yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter. bukan atas kekuasaan belaka. Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiran-pemikiran baru atau metode baru yang berbeda. Sebagai ideologi terbuka. Dengan demikian. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. dan bernegara. yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. maka manusia tidak dapat hidup sendirian.kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. Monodualisme ini adalah kodrati. Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan.

memasyarakat dan menegara. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. mengandung nilai spiritual. sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. Sila Persatuan Indonesia. mengandung nilai-nilai kebangsaan. saling mencintai. sama kewajiban dan hak. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. cx . mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. Ideologi Pancasila. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. keberanian membela kebenaran dan keadilan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. hormat menghormati. tersimpul nilai satu derajat. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. spiritual. toleransi dan nilai gotong royong. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya. Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. 1 Juni 1945). dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.

terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik). hak kebahagiaan. yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. John Locke. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. hak kebebasan. yaitu hak hidup.Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. maka nilai kebebasan itulah yang utama. Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen cxi . Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. dengan menempuh proses dialetik. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). Laski. Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. Herbert Spencer dan Harold J. mengandung nilai sikap adil. c. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. Jean Jaques Rousseau. b. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. Ciri konsep dialetik tentang manusia. hak kesamaan. Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi.

namun ada keteraturan. ekonomi. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran materialdialektis atau materialistik. Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain. Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat socio-moral. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas). Engels. maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. Secara operasional sadar berarti : cxii . Oleh karena itu. Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara. Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Sehubungan dengan itu.pada diri manusia. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. Pikiran Karl Marx tentang sosial. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik. E. Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx. sadar laku (usaha) dan sadar landasan.

sistem kelembagaan b. dikaitkan dengan landasan. Kreativitas. Kedisiplinan. konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila Reformasi socio-moral yang berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(50%). dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. Diskusi (25%) & Dialog(25%) • • • • • • • • Cooperative learning Collaborative learning Ketepatan ide. walaupun nilainilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah.a. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. Kerjasama tim presentasi. sistem tanggap nilai c. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. F. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : cxiii . dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. Kejelasan uraian.

Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. sosialisme dengan kapitalisme. para pengusaha. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita. Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite.BAB III PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. para penguasa. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia. para pemimpin. Saya berpendapat. Sebagai ideologi nasional. kesejahteraan yang tinggi.   cxiv . kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. sejahtera. menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia.

1978.Makassar. Universitas Hasanuddin. Penerbit Erlangga. 1991. 1978. berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas.man.E. Isme-isme Dewasa ini.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.2004 cxv .Jakarta BP-7 Pusat Jakarta. Jakarta.Makassar. Fogel.STIMIK DIPANEGARA . Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat. Gramedia.DAFTAR PUSTAKA Alfian.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. E.William.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .

dan civil society di lain pihak. sebagaimana telah dibahas terdahulu. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis. Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. Culla (1999:3.MODUL VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI BAB I. yaitu mewujudkan tujuan nasional. PENDAHULUAN A. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. Misalnya. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan Negara. Jacobin. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting. konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. Di Indonesia. Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”. di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar. baik istilah maupun karateristiknya. dan umumnya tujuan cxvi .

padanan kata civil society. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. r. yaitu demokrasi liberal. l. Pendidikan demokrasi. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. q. masyarakat beradab. Demokrasi langsung. sejak kemerdekaan hingga sekarang. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 2. demokrasi terpimpin. p. Sementara itu. n. Selain itu. masyarakat sipil. Pemilu indonesia. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : k. mengapa demikian? Juga. serta t. masyarakat berbudaya. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. Adapun istilah kunci : 1. dan demokrasi pancasila. o. masyarakat kewargaan. s. Demokrasi perwakilan. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. Jenis-jenis demokrasi. Norma dasar dan asas demokrasi. Definisi demokrasi. seperti masyarakatwarga. cxvii . masih ada beberapa padanan istilah lainnya. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa Definisi: Government of rule by the people. Dalam perjalanan sejarah bangsa. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. m. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. Nilai-nilai demokrasi.

6. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. D. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengerti. disebut juga demokrasi parlementer 5. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam demokrasi konstitusional yang pada C.3. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) pemilunya 8. Rule of Law = pemerintah berdasarkan hukum 12. Rechstaat = negara hukum 11. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam cxviii . Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi (hukum dasar) 4. Representative Democracy = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. Welfare state = negara kesejahteraan = sosial sevice state 10. Direct Democracy = Demokrasi lamgsung ( lawannya: Indirect Democracy = demokrasi tidak langsung ) 9. kekuasaan ada presiden. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) menonjolkan sistem presidensial 7.

7. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. disamping itu. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. 5. 6. 3. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi.kehidupannya sehari-hari. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. 4. cxix . Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. 2.

Dalam rapat tersebut. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”. Dari kutipan pengertian tersebut. the assertion of rule of law. religion. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. opinion. beragama. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dan segal permasalahan cxx . dkk. khususnya di kota Athena. berserikat. menegakkan rule of law. Selain itu. Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung. and associayion. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. kratos berarti pemerintahanm.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. berpendapat.BAB II PEMBAHASAN A. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan kemayarakatan. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. artinya pemerintahan rakyat. majority rule. Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih. accompanied by respect for the rights of minoritiea. Lalu. Demokrasi. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama.

Wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. seperi padi atau pisang. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. c. Disamping memilih kepala desa. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah desa. b. Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi. cxxi . Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. Untuk memudahkan pelaksanaannya. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional.dapat dilihat dalam pemerintahan desa. b. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu milik caloon yang dipilihnya. Bagi negara-negara modern. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. Dalam perjalanan sejarah. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena hal-hal berikut: a. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi.

pemilihan yang bebas dan cxxii . pemilihan wakilwakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. jaminan hak asasi manusia. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. kekusaan mayoritas. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. Misalnya. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. Kemudian. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. istilah demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). Berdasarkan gagasan dasar itu. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia. Dengan demikian. hak berapat. b. yakni “ kedaulatan rakyat.c. a. Namun. seperti hak kemerdekaan pers. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. a. demokrasi dalam arti luas. hak-hak minoritas. selain meliputi sistem politik. misalnya. yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain.

dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam 2) pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan Dalam pemerintahan. demokrasi ini. Dengan kata lain. a. proses hukum yang wajar. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. serta kerja sama dan mufakat. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat. dan seterusnya. ekonomi dan politik. dalam demokrasi tidak langsung. Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang cxxiii .persamaan didepan hukum. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. pembatasan pemerintah secara kostitusional. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. demokrasi Pancasila. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakilwakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss .Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu. nilai-nilai toleransi.” B. pragmatisme. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat.jujur. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) Demokrasi langsung.Referendum dibagi menjadi tiga macam” a. pluralisme sosial. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenisjenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm.

sejumlah rakyat mengsulkan diadakan referendum. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. c. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. cxxiv . Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya. Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan. Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. Jadi. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. b. b. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. Indifidu diberi kebebasan yang luas.sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik.

2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. bahkan ditolak. Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar).3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. Dapatkah anda memberi contoh.serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. Campur tangan pemeritah diminimalkan. c. Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara. Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden . demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah . Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik. d. Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil). cxxv . c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. b) Menteri bertanggung jawab pada DPR.

ekonomi. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950. c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri . Akan tetapi.b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. Dengan demikian. Jika dukungan rakyat tidak ada. dalam pertumbuhanya. cxxvi . d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. C. terutama karena faktor politik. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. sebagai berikut. Misalnya. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. Disamping itu. sosial. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. tetapi kepada presiden. dan tidak dapat saling membubarkan. dan kebudayaan. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu.

mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. pemerintahan yang bertanggung jawab. b. membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. Henry B. Sebagai akibat demokrasi liberal ini. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. Didalam sistem pemerintahan ini. yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. aspirasi. Atas dasar itu. bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum. e. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. c. menjamin tegaknya keadilan. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. serta f. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga.Di dunia Barat. Dengan demikian. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. Oleh karena itu. dan budaya poltik masing-masing. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingan-kepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). b.Mayo telah mencoba untuk memerinci nilainilai ini. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal. cxxvii .Mayo: a. untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. d.

BIdang Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama Hal-Hal Yang Harus Diperbaiki ………………………………………………. Demokrasi adalah cxxviii . 6. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. ………………………………………………. Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan.. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki.c. 4. e. 5... wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d.. ……………………………………………….. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. ………………………………………………. 3.namun. coba jelaskan mengapa? Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1. Coba anda jelaskan. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat. ………………………………………………… ………………………………………………. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? Coba simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi. 2.

seperti di Indonesia. and the people). Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. oleh rakyat. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila. dan untuk rakyat (is a government of the people. Abraham Lincoln menyebutkan.pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. by the people. Dalam demokrasi liberal. Belajar dari pengalaman tersebut. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi. Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. ada demokrasi liberal. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi cxxix . tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila. Misalnya.

khususnya bagi pemerintah. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. Kunci semua pelaksanaan demokrasi tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen. baik dipusat maupun daerah. antara lain sebagai berikut.pelaksanaan demokrasi pancasila. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan umum. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. Dengan demikian. membuat dan menata kembali progrmprogram pembangunan di tengah-tengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. rahasia. a. Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. meski orde baru jatuh. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya. serta adil dan beradab. b. Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. seperti korupsi. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. dan lain-lain. langsung. bebas. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. dan nepotisme). penyalagunaan wewenang. serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. cxxx . melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat. korupsi. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. jujur. Sebagaimana telah dijelaskan.

c. dan Presiden/Wakil Presiden. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. d. e. D. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. d. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. f. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. g. yaitu beberapa kasus dan ilustrasi yang akan dibahas pada butir D. Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan cxxxi . segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. akan dibahas lebih jaur tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia. b. c. Pada kegiatan belajar berikutnya sebagai bahan pengayaan. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. ciri-ciri demokrasi antara lain : a. dalam tahap awal reformasi ini. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). DPRD. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. kekuasaan merupakan amanat rakyat. Diselenggarakannya pemilu 2004. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. Dengan demikian. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia.

dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. yaitu demokrasi liberal. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). dapatkah anda menyebutkan keunggulan dfan kelemahan demokrasi dibandingklan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi Kelemahan Demokrasi Keunggulan Sistem lain Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) E. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi. Dari uraian tersebut. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. sejak kemerdekaan hingga sekarang. Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. demokrasi cxxxii . Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. bukan untuk kepentingan rakyat.

terpimpin. antisipatif. Jadi. Dengan belajar dari pengalaman. janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. kritis. Meskipun konsep awal pada periode tersebut dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila. dan demokrasi Pancasila. cxxxiii . rasional. mengapa demikian? Juga. perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. serta pengendalian diri. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. Oleh sebab itu. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran. seperti analisis. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. teliti. penuh perhitungan. pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950.

tegas. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. diharapkan nilainilai demokrasi dapat ditegakkan. dan demokrasi Pancasila. a. Dalam era reformasi ini. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. lugas. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949). kooperatif.Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. ikhlas. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet cxxxiv . Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. terbuka. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). demokratis. demokrasi Terpimpin. Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. tidak bisa tidak. terti. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. serta menjaga keamanan dan kebersamaan. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya.

yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. cxxxv . Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. Misalnya. dan Kabinet Juanda. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. Ali Sastro Amidjojo II. Sukimin. jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. terdapat dua kubu yang bertentangan. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. Pada saat itu. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. Sementara itu. dan Kabinet Amir Syarifuddin. dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara. yaitu Kabinet Natsir. b.yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. selama tahun 19451959 dikenal beberapa kabinet. Kabinet Syahrir II. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. antara lain Kabinet Syahrir I. maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara. Wilopo.

mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan. pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat cxxxvi . Persoalan sekarang. Secara konsepsional pula.demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi. dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional. Secara konsepsional.misalnya. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan. MPRS No. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi. Dalam konteks ini.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945. kesadaran. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung. III/MPRS/1963. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap.Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila.

4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan. UUD 1945. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. Kepentingan Rakyat Banyak. Penyebab penyelewengan cxxxvii . Yakni Batas Keselamatan Negara. berlainan dengan demokrasi sentralisme. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. dan budaya bangsa. ekonomi dan sosial. Kesusilaan. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. serta 5) oposisi. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. Berdasarkan pokok pikiran di atas. serta budaya bangsa Indonesia. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. bukan oleh perdebatan. dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun. b) Sebagai Alat. Namun dalam praktiknya. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. serta penghitungan suara pro dan kontra.pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator.

juga karena kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab.royang. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. Misalnya. selain terletak pada presiden. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. Semangat cxxxviii . Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotong. yang berketuhanan Yang Maha Esa.tersebut. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Secara konsepsional. c. yang berpersatuan Indonesia. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotongroyong. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1.

aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945.yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia. khususnya di masyarakat pedesaan. Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam cxxxix . dan jujur untuk mencapai konsensus bersama.menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. dan budaya.terbuka. c. b. Aspek Normatif (kaidah). sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. Aspek Materil. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. sosial. Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. indonesia sesuai dengan gambaran. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME. Dengan demikian. Menurut S. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. Aspek Formal. yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan.kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia. 2).Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”. ekonomi. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara. Dalam demokrasi pancasila. harkat. dan martabat tersebut. serta bersendi atas hukum.

d.yaitu terciptanya negara Hukum. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. serta f. Penyingpangan tersebut secara cxl . Aspek Optatif.dan negara kebudayaan e. Namun. Tujuan ini meliputi tiga hal. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. ii. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. i.serta kebenaran. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. Serta iv.mencapai tujuan kenegaraan. negara Kesejahteraan. iii. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal. Aspek Kejiwaan. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. Jiwa demokrasi pancasila pasi. keadilan. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. Aspek Organisasi. Jiwa Pengabdian. yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. Jiwa demokrasi pancasila aktif. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila.

h. serta i.Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. Sebelum melanjutkan perjalanan demokrasi di Indonesia. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya. f. maraknya pratik kolusi. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. g. yaitu: a. dan nepotisme. kebijakan floating mass). khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. PNS seolah-olah untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. korupsi. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. d. coba Anda bandingkan dan isilah daftar berikut! Nama Demokrasi Demokrasi Pancasila Demokrasi Barat (Liberal) Demokrasi Timur (Sosialis) Kelebihan Kekurangan cxli . serta format politik yang tidak demokratis. penegakan digiring kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah.transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. e. menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum. kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal.

upaya politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. menambah. ekonomi. berwibawa. pada 10 s. dan hukum. Perbedaanya tyerletak pada aturan pelaksanaan dan praktik penyelenggaraan. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. Menurut Hutington (Chaedar. tanpa demokratisasi poltik.harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan. dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda cxlii .d . sosial. 1998). MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. Sehubungan dengan ini.untuk mewujudkan praktik demokrasi yang sesuai dengan tuntunanreformasi. tidak menjadi demokratisasi kolusi.F. prinsip rule of law sulit diwujudkan. Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik.berbangsa. badan peradilan yang otonom. Demikian pula. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” meningkatkan reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak partisipasi pada reformasi di Indonesia sekarang ini. 13 November 1998.

Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. yakni UUD 1945. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi. Misalnya. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. Selain itu. b. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru. Konstitusi RIS. d. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut. cxliii . c. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. Pemilihan umum lebih demokratis. UUDS 1950. Secara khusus.sesuai dengan aspirasi rakyat. Partai politik lebih mandiri. Oleh karena itu. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini. peraturan perundang lainnya. undang-undang tentang otonomi daerah. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. Pengaturan ham. perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. undang-undang bidang politik.

yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. c. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. sikap. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. Pendidikan demokrasi: 1). Pendidikan nonformal. konsep. perensentasi. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan cxliv . yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. pedagogis. 2). Selain itu. 3). b. Pendidikan demokrasi a. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. diskusi timbal balik. nilai. Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif.G. dan sosial kultural untuk membangun cita-cita. Dengan demikian. Pendidikan nonformal. prisip. Pedidikan demokrasi secara formal. Pedidikan demokrasi secara informal.

Kedisiplinan. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Kerjasama tim presentasi. Kemutkhiran bahan pustaka cxlv . Kejelasan uraian. Kreativitas.H. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). Ketuntasan pemecahan kasus.

Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. Dengan demikian. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. Dalam rapat tersebut. 2. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. Pemilu sebagai salah satu wujud demokrasi di Indonesia. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. 3. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. c. demokrasi. Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. b. Demos artinya rakyat. 4. Sistem Pemilihan Umum Dinamika Partai Politik Pemilu di Indonesia 1. Pemilu masa Orde Lama Pemilu masa Orde Baru Pemilu masa transisi Pemilu masa Reformasi cxlvi . Jadi. kratos berarti pemerintahan.BAB III PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. artinya pemerintahan rakyat. Uraian tentang pemilu dibagi dalam beberapa hal. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. khususnya di kota Athena. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. yaitu: a.

Santiaji Pancasila. tentang pemilu DPR. tentang partai plitik.. 1966. Yudiris konstitusional. tentang susunan kedudukan MPR. Rahmat A. 1986. Suny Ismail. 1985. Perundangan: UUD 1945. Kelsen. 1949. Udin S. 2005. dkk. DPD. Kanil.2000. UU 22/2003. Goverment By the People. Historis. Harris soche. University of california: USA. UU 31/2002. General Theoryof Law and State. Tata Negara Edisi Kedua. Ganesha Exact: Bandung. dan DPRD. Hans. Budiardjo. Kanisius: Yogyakarta. Pemilu presiden. amandeman terakhir. UU 12/2003. James McGregor. Burns. Mekanisme Demokrasi Pancasila.Panduan Menguasai Tata negara. 1968. Daji darmodihardjo. DPRD. David. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Petrus Citra. Winataputra. Jakarta. DPR. 2000. cxlvii .DAFTAR PUSTAKA Betham. Demokrasi. Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. serta UU23/2003. Penerbit Erlangga: Jakarta. 1989. Setiadi. or. DPD. PT Hanindita: Yogyakarta. Triwamwoto. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Elly M. CST. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Grasindo: Jakarta. 1995. 2004 Kewarganegaraan SMA 1. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. Miriam. Dasar-dasar Ilmmu Politik. Suatu tinjauan Filosofis. Dikti: Jakarta.

yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. Sejak tanggal 27 Desember 1945. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen).MODUL X PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA BAB I. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. akan dibahas lebih lanjut mengenai UndangUndang Dasar 1945. Dalam pembahasan. Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . Pada kurun waktu tahun 1999-2002. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan cxlviii . PENDAHULUAN A. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. Latar Belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

cxlix . Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengetahui. B. c. D. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Sistem Pemerintahan NKRI serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. kedudukan pembukaan UUD 1945. Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 w. d. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. memahami. Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. Sistem Ketatanegaraan Negara RI x. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : u. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. b. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945.tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 v.

eksekutif. Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. 1981: 95-96 ).C. HUKUM DASAR TAK TERTULIS (KONVENSI) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi).S. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif. dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut. Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan. HUKUM DASAR TERTULIS (UNDANG-UNDANG DASAR) E.BAB II PEMBAHASAN A. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo. Undang-Undang Dasar 1945 PENGERTIAN HUKUM DASAR NEGARA Ada dua macam hukum dasar. Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: cl . Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badan-badan tersebut.

Pembukaan.1. yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan.(yang dimulai sejak tahun 2000). yang terdiri dari 4 alinesa. d. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). seperti: a. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. b. 3. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. (2) Batang Tubuh UUD 1945. Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. c. Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. SIFAT DAN ISI UNDANG-UNDANG DASAR 1945 Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. Dapat diterima oleh seluruh rakyat. Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. 4. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. Batang Tubuh yang memuat cli . 2. Mekanisme pembuatan GBHN. KEDUDUKAN. PENGERT1AN.

dapat dipisah-pisahkan. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. UUD 1945 berisi norma. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). Setiap produk hukum seperti undang-undang. Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. Sebagai hukum. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. lembaga masyarakat. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946—sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. atau keputusan pemerintah. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945.pasal-pasal. majelis itu bersidang untuk menetapkan. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. lembaga negara. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. peraturan. UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. UUD. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak. aturan. Sesungguhnya clii . Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. seperti telah dijelaskan. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum.

Dengan aturan-aturan yang tertulis. karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. yakni hanya memuat 37 pasal. yang masih harus berkembang. Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. harus terus hidup secara dinamis. 2. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. dan tidak ketinggalan zaman. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan.rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. yang hanya memuat aturan pokok. tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. supel. Undang-undang Dasar menjadi aturan yang luwes. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturanaturan pokok saja. cliii .

pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 MAKNA. misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. yang pembuatan. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. ISI. secara keseluruhan sebenarnya merupakan suatu kesatuan yang logis. pengubahan.Ini tidak berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. yang logis sejak dari alinea I cliv . Karena itu. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. Isi UUD 45 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945. sejak dari alinea I sampai dengan alinea IV merupakan suatu kesatuan. SIFAT DAN TUJUAN PEMBUKAAN UUD’45 1) Makna Pembukaan UUD’45 Makna yang terkandung dalam tiap-tiap Alinea Pembukaan UUD 1945. Tiap-tiap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. Selain itu. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan.

sejak dari pernyataan yang bersifat umum sampai dengan pembentukan negara Indonesia. yaitu hak yang melekat pada kodrat manusia dan bukanlah merupakan hak hukum. bersatu. Jadi kemerdekaan individu diletakkan dalam kaitannya dengan kemerdekaan bangsa. Pelanggaran terhadap hak kodrat dan hak moral ini pada hakikatnya tidak sesuai dengan peri kemanusiaan (hakikat manusia) dan peri keadilan (hakikat adil). Berdasarkan ilmu logika maka pernyataan pada alinea I ini merupakan suatu premis mayor (pernyataan yang bersifat umum). Kemerdekaan tersebut merupakan suatu hak kodrat. yaitu berjuang untuk mencapai kemerdekaan. sehingga disebut juga sebagai hak kodrat dan hak moral. Pernyataan dalam alinea II ini menurut ilmu logika merupakan suatu premis minor (yang bersifat khusus). Konsekuensinya merupakan wajib kodrat dan wajib moral bagi setiap penjajah untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa jajahannya. Alinea II Berdasarkan alasan akan hak kodrat dan hak moral bagi setiap bangsa dan kenyataannya pihak penjajah tidak memenuhi wajib kodrat dan wajib moral untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa Indonesia maka sudah semestinya bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri atas kekuasaan dan kekuatannya sendiri.sampai dengan alinea IV. adil dan makmur. clv . Keseluruhannya itu dapat dirinci pada uraian berikut ini: Alinea I Dalam alinea I ini terdapat suatu pernyataan yang bersifat umum yaitu suatu hak kemerdekaan setiap bangsa di dunia. Kemudian kemerdekaan tersebut dijelmakan dalam suatu negara yaitu negara yang merdeka. Dalam kenyataannya bangsa Indonesia hampir mencapai tujuan kemerdekaan tersebut. Kemerdekaan dalam pengertian ini bukanlah kemerdekaan individualis (liberalis) namun merupakan suatu kemerdekaan bangsa. berdaulat.

. yang termuat dalam suatu pernyataan “.... Demikian pula merupakan suatu tindakan yang luhur dan suci.. II dan III tersebut pada hakikatnya merupakan suatu asas pokok bagi alinea IV.. Isi yang terkandung dalam alinea IV yang merupakan konsekuensi logis atas kemerdekaan yaitu meliputi pembentukan pemerintahan negara yang meliputi empat prinsip negara yaitu : a.......maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.. Menurut ilmu logika pernyataan dalam alinea ketiga ini merupakan suatu konklusio atau merupakan suatu kesimpulan. yang tercantum dalam kalimat.melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa.. Tentang tujuan negara. perdamaian abadi dan keadilan sosial . Tentang hal ketentuan ditiadakannya UUD Negara.” c... kareta melaksanakan dan merealisasikan hak kodrat dan hak moral akan terwujudnya kemerdekaan..... Alinea IV Semua asas yang terdapat dalam alinea I.. b. atau merupakan konsekuensi logis yaitu isi alinea IV merupakan tindak lanjut dari alinea sebelumnya. " (yang merupakan suatu tujuan khusus) dan . ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan..yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat..” clvi . Tentang hal bentuk negara. (merupakan tujuan umum atau internasional). Keseluruhannya itu hanya mungkin terwujud karena atas karunia dan rakhmat Tuhan Yang Maha Esa.’ yang berbunyi ”.Alinea III Sebagai suatu konsekuensinya maka bangsa Indonesia menyatakan kemerdekannya itu atas kekuatannya sendiri yang didukung oleh seluruh rakyat.

Alinea II = berhasilnya perjuangan bangsa Indonesia. dalam kalimat “. Tujuan dan Cita-cita. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.d.. 3) Sifat Pembukaan UUD’45 Secara menyeluruh ada empat macam sifat Pembukaan UUD’45. Seluruh isi yang terdapat dalam alinea IV tersebut pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan tentang pembentukan pemerintahan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila (Notonagoro. 1957 : 6-12). yaitu: a. 2) Isi Pembukaan UUD’45 Isi Pembukaan UUD’45 dapat ditinjau dari dua sudut pandang.. Sudut Isinya (kesepadanan) Alinea I Alinea II Alinea III = tuntutan hak kodrat dan hak moril bangsa.. yaitu: Alinea IV = Ikrar berdirinya Negara kesatuan RI dengan clvii . Alinea III = kemerdekaan rakyat Indonesia atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Alinea IV = pembentukan pemerintah Indonesia dengan dasar Pancasila sebagai asas kerohanian bangsa. = peduangan bangsa telah sampai pada titik puncak/ kulminasi = awal hidup luhur bangsa memiliki Dasar. Tentang dasar filsafat (dasar kerokhanian) negara. Sudut Sejarah (terjadinya) Alinea I = pernyataan hak kemerdekaan dari segala bangsa. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat serta kebijaksanaan dengan mewujudkan dalam suatu permusyawaratan/perwakilan.dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. b.

Pemerintah dan Asas Kerokhanian (asas politik. maka adanya Negara Kesatuan RI menjadi konkrit/jelas. yaitu memuat dasar-dasar pokok negara yang dibentuk memuat asas kerokhanian. yaitu ditentukan oleh Pembentuk Negara dan terjelma dalam suatu pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk negara. clviii . maka tidak terpenuhi syarat-syarat adanya negara.. proklamasi tidak dapat diulang lagi.I. apa yang terjadi pada saat. (Staatfundamentalnorm). artinya dengan adanya Pembukaan UUD’45 sebagai Kata Pengantar UUD Negara R. Pembukaan UUD 1945 Sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental. yaitu: • adanya rakyat Indonesia. padahal saat ini sudah tidak ada lagi. sebab • Secara formal. Pembukaan UUD’45 bersifat konkrit/jelas. Jika Pembukaan UUD’45 tidak ada. untuk menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar-dasar negara yang dibentuknya. artinya selamanya terlekat dalam kelangsungan hidup bangsa Indonesia sepanjang masa di dalam bernegara. tujuan dan cita-cita bangsa). artinya menurut ilmu hukum tatanegara memiliki beberapa unsur mutlak : • Dari Segi Terjadinya. yang melindungi segenap bangsa Indonesia. Pembukaan UUD’45 bersifat tetap tidak dapat diubah. Daerah.a. asas politik dan asas cita-cita negara serta memuat ketentuan diadakannya UUD negara. yaitu adanya Rakyat. serta terlekat pada Tuhan YME (Proklamasi). b. hanya satu kali terjadi yang terikat dan terlekat kepada masalah hidup pokok dari setiap warga bangsa pada saat itu. dengan jalan hukum suatu peraturan hukum hanya dapat dihapus oleh penguasa yang menetapkannya atau yang lebih tinggi kedudukannya atau derajatnya. c. • Secara material. • Dari Segi isinya .

Alinea IV = suatu pernyataan Kemerdekaan sebagai permulaan suatu penentuan perwujudan asas tujuan yang tetap hidup luhur dan suci atas rahmat Tuhan YME. melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. adanya Pancasila. 4) Tujuan Pembukaan UUD’45. badaniah dan Tuhaniah). kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan sosial. yakni terpeliharanya kemerdekaan. clix . mencerdaskan kehidupan bangsa. ketertiban dunia. Tujuan Pembukaan UUD’45 mempunyai 4 macam tujuan. d. kedaulatan Negara. maka dengan kekuasaan dapat diubah. Alinea III = d. Sesuatu piagam atau apapun yang bersifat tidak tertulis. adanya asas Tujuan atau Cita-cita bangsa. adanya Pemerintah Negara. tidak dapat dirubah dengan kekuasaan sebab bersifat imperatif moril. membentuk suatu pemerintahan negara. Republik yang berkedaulatan Rakyat. Namun memiliki kelemahan pula. sebagai hukum positif. Pembukaan UUD’45 bersifat tertulis. b.• • • • • adanya Daerah Negara. tegas dan jelas formulasinya. Alinea II = suatu cita-cita Kemerdekaan. sosial. hanya kelemahannya tidak tegas dan tidak jelas formulasinya serta mudah untuk dilanggar atau dilupakan orang. ekonomi. Kesatuan Bangsa. memiliki kekuatan mudah untuk diingat. yaitu memiliki kekuatan yang dapat dipaksakan. rokhaniah. adanya asas Politik. (kesejahteraan politik. c. yaitu sulit untuk diingat. kebahagiaan. sebagai dasar Negara. yaitu: a. Alinea I= suatu pertanggungjawaban atas Proklamasi Kemerdekaan RI. Negara dan daerah atas Keadilan Hukum dan keadilan Moril.

negara penyelenggara negara dan setiap warga negara wajib mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan golongan ataupun perorangan. mengatasi segala faham perorangan. negara menurut pengertian Pembukaan UUD 1945 tersebut menghendaki persatuan meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya. Pokok-pokok Pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum (Rechtsidee) yang menguasai hukum dasar negara baik hukum dasar tertulis (UUD) maupun hukum dasar tidak tertulis (convensi). Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. Pokok pikiran ini menegaskan bahwa dalam Pembukaan* diterima aliran pengertian negara persatuan. Hal ini menunjukkan pokok pikiran persatuan. Negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan wilayah seluruhnya. Pokok-pokok Pikiran tersebut adalah sebagai berikut: (1) Pokok Pikiran Pertama : Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar asas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM PEMBUKAAN UUD’45 Menurut penjelasan resmi dari Pembukaan UUD 1945 yang termuat dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. clx . 7. dijelaskan bahwa Pembukaan UUD 1945 mengandung Pokok-pokok Pikiran yang meliputi suasana kebatinan dari UUD Negara Indonesia. Dengan pengertian yang lazim. Berdasarkan isi dari penjelasan resmi Pembukaan UUD 1945 tersebut bahwa dengan Pokok-pokok Pikiran tersebut nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dijelmakan atau dijabarkan secara normatif dalam pasalpasal UUD 1945. Jadi negara mengatasi segala faham golongan.

Ini merupakan pokok pikiran keadilan sosial yang didasarkan pada kesadaran bahwa manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama uniuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat.(2) Pokok Pikiran Kedua : Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Keempat Pancasila. dan permusyawaratan/perwakilan. Pokok pikiran ini menempatkan suatu tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai dalam Pembukaan. (3) Pokok Pikiran Ketiga : Negara yang berkedaulatan rakyat. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. Pokok pikiran inilah yang merupakan Dasar Politik Negara. dan merupakan suatu kausa finalls (sebab tujuan). Pokok pikiran ini dalam ‘Pembukaan’ mengandung konsekuensi logis bahwa sistem negara yang terbentuk dalam Undang-Undang Dasar harus berdasarkan atas kedaulatan rakyat dan berdasarkan permusyawaratan/perwakilan. yang menyatakan bahwa kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Ini adalah pokok pikiran kedaulatan rakyat. Memang aturan ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia. Sehingga dapat menentukan jalan serta aturan-aturan mana yang harus dilaksanakan dalam Undang-Undang Dasar untuk sampai pada tujuan itu yang didasari dengan bekal persatuan. Pokok pikiran keempat dalam ‘Pembukaan’ ini mengandung konsekuensi logis bahwa Undang-Undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara untuk clxi . berdasarkan atas kerakyatan. (4) Pokok Pikiran Keempat Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut Gasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur. Hal ini menegaskan pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengandung pengertian taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan pokok pikiran kemanusiaan yang adil dan beradab yang mengandung pengertian menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia atau nilai kemanusiaan yang luhur. Pokok pikiran keempat ini merupakan Dasar Moral Negara yang pada hakikatnya merupakan suatu penjabaran dari Sila Pertama dan Sila Kedua Pancasila. Empat pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 menurut Penjelasan Undang-Undang Dasar ini, merupakan penjelasan logis dari inti alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Atau dengan lain perkataan bahwa keempat pokok pikiran tersebut tidak lain adalah penjabaran dari Dasar Filsafat Negara, Pancasila. Dalam pokok pikiran yang pertama ditekankan tentang aliran bentuk negara persatuan, pokok pikiran kedua tentang cita-cita negara, yaitu keadilan sosial dan pokok pikiran ketiga adalah merupakan dasar politik negara berkedaulatan rakyat. Bilamana kita pahami secara sistematis maka pokok pikiran I, II dan III memiliki makna kenegaraan sebagai berikut : negara ingin mewujudkan suatu fujuaii negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok pikiran I). Agar terwujudnya tujuan negara tersebut maka dalam pelaksanaan negara harus didasarkan pada suatu dasar politik negara yaitu negara persatuan republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran I dan III) (Notonagoro, 1974:16). Dalam kehidupan kenegaraan mendasarkan pada suatu dasar moral yaitu negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab (pokok pikiran IV). Sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu negara sudah semestinya memiliki suatu cita-cita yang ingin dicapai yaitu suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (pokok pikiran keempat) sehingga pokok pikiran ini merupakan suatu

clxii

dasar cita-cita negara. Maka untuk mencapai cita-cita kenegaraan yaitu suatu keadilan dalam hidup bersama (keadilan sosial), negara mewujudkan dalam suatu dasar tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok (pokok pikiran I), adapun sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita negara sebagaimana termuat dalam (pokok I), dan Republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran III). serta harus mendasarkan pada dasar, moral negara, yaitu negara berdasar atas “Ketuhanan YME” dan menurut dasar ‘kemanusiaan Yang adil dan berabad. Dengan lain perkataan untuk mewujudkan tujuan negara serta cita-cita negara, juga harus mendasarkan pada dasar moral negara. Hal ini menunjukkan bahwa betapapun baiknya suatu sistem negara dengan suatu perangkat hukum yang baik. Tetap harus mendasarkan pada moralitas negara yang baik pula. Negara dengan sistem politik dan hukum yang baik, apabila aparat pelaksana, penyelenggaraan negara tidak memiliki moralitas yang luhur, maka negara akan mengalami ketidakseimbangan dan akhimya rakyat mengalami penderitaan. Prinsip negara sebagaimana terkandung dalam pokok-pokok. pikiran tersebut menunjukkan kepada kita dalam kehidupan bernegara walaupun didasarkan pada peraturan hukum, juga harus didasarkan pada moralitas. Negara Indonesia mendasarkan pada komitmen moral kemanusiaan yang beradab karena dalam kehidupan bernegara pada hakikatnya untuk mencapai tujuan kemanusiaan yang bermartabat luhur. HUBUNGAN ANTAR POKOK PIKIRAN PEMBUKAAN UUD’45 DENGAN BATANG TUBUH UUD’45. Dalam sistem tertib hukum, Indonesia,. Penjelasan UUD’1945 menyatakan bahwa Pokok Pikiran itu meliputi suasana kebatinan dari UndangUndang Dasar Negara Indonesia serta mewujudkan cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar tertulis (UUD) dan hukum dasar tidak tertulis (convensi), selanjutnya. Pokok Pikiran itu dijelmakan dalam pasal-pasal UUD

clxiii

1945. Maka dapatlah disimpulkan bahwa suasana kebatinan Undang-Undang Dasar 1945 tidak lain dijiwai atau bersumber pada dasar filsafat negara Pancasila. Pengertian inilah yang menunjukkan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pembukaan UUD 1945, mempunyai fungsi hubungan langsung yang bersifat kausal organs dengan batang tubuh UUD 1945. Karena isi dalam Pembukaan dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945. Maka, Pembukaan UUD 1945 yang memuat dasar filsafat negara dan Undang-Undang Dasar merupakan satu kesatuan walaupun dapat dipisahkan, bahkan merupakan rangkaian kesatuan nilai dan norma yang terpadu. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang didalamnya terkandung Pokok-pokok Pikiran Persatuan Indonesia. Keadilan sosial, Kedauatan Rakyat berdasarkan atas Permusyawaratan/Perwakilan serta Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang inti sarinya merupakan pencernaan dari dasar filsafat Pancasila. Adapun Pancasila itu sendiri memancarkan nilai-nilai luhur yang telah mampu memberikan semangat kepada UUD 1945. Semangat dari UUD 1945 serta yang disemangati yakni pasal-pasal UUD 1945 serta penjelasannya pada hakikatnya merupakan satu rangkaian kesatuan yang bersifat kausal organis. Ketentuan serta semangat yang demikian itulah yang harus diketahui, dipahami serta dihayati oleh segenap bangsa Indonesia yang mencintai negaranya. Rangkaian isi, arti makna yang terkandung dalam masing-masing alinea dalam pembukaan UUD 1945, melukiskan adanya rangkaian peristiwa, dan keadaan yang berkaitan dengan berdirinya Negara Indonesia melalui pernyataan Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia. Adapun rangkaian makna yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: (1) Rangkaian peristiwa dan keadaan yang mendahului terbentuknya negara, yang merupakan rumusan dasar-dasar pemikiran yang menjadi latar

clxiv

belakang pendorong bagi Kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam, wujud terbentuknya negara Indonesia (alinea I, II dan III Pembukaan). (2) Yang merupakan ekspresi dari peristiwa dan keadaan setelah negara Indonesia terwujud (alinea IV Pembukaan). Perbedaan pengertian serta pemisahan antara kedua macam, peristiwa tersebut ditandai oleh pengertian yang terkandung dalam anak kalimat, “Kemudian daripada itu” pada bagian keempat Pembukaan UUD 1945; sehingga dapatlah ditentukan sifat hubungan antara masing-masing bagian Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD 1945, adalah sebagai berikut: (1) Bagian pertama, kedua dan ketiga Pembukaan UUD 1945 merupakan segolongan pernyataan yang tidak mempunyai hubungan ‘kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945. (2) Bagian keempat, Pembukaan UUD 1945 mempunyai hubungan yang, bersifat *kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945, yang mencakup beberapa segi sebagai berikut: (a) (b) Undang-Undang Dasar ditentukan akan ada. Yang diatur dalam UUD, adalah tentang pembentukan pemerintahan negara yang memenuhi pelbagai persyaratan dan meliputi segala aspek penyelenggaraan negara. (c) (d) Negara Indonesia ialah berbentuk Republik yang berkedaulatan rakyat. Ditetapkannya dasar kerokhanian negara (dasar filsafat negara Pancasila). Atas dasar sifat-sifat tersebut maka dalam hubungannya dengan Batang Tubuh UUD 1945, menempatkan pembukaan UUD 1945 alinea IV pada kedudukan yang amat penting. Bahkan dikatakan bahwa sebenarnya hanya alinea IV Pembukaan UUD 1945 inillah yang menjadi inti sari Pembukaan dalam arti yang sebenarnya. Hal ini sebagaimana termuat dalam penjelasan resmi Pembukaan dalam Berita Republik Indonesia tahun 11, No. 7, yang

clxv

Pasal 15 tetap. Pasal 11 menjadi 3 ayat. Pasal 10 tetap. dan 3 (tiga) pasal aturan peralihan dan dua pasal aturan tambahan. artinya dapat diselami setiap warga negara Indonesia secara keseluruhan. Batang Tubuh UUD’45 memiliki 3 sifat utama. Adapun pasai-pasal dimaksudkan antara lain Pasal 2 dan Pasal 3 dari 2 ayat menjadi 3 ayat. akan tetapi telah dibagi dari 16 Bab menjadi 26 Bab. artinya dapat dilaksanakan oleh setiap warga negara Indonesia di semua tempat. Luwes (gemulai). Pasal 7 ditambah Pasal 7A. Pasal 14 menjadi 2 ayat. Pasal 16 1 ayat.hampir keseluruhannya mengenal bagian keempat Pembukaan UUD 1945. Pasal 17 menjadi 4 clxvi . Pasal 7C. ditambah Pasal 6A menjadi 5 ayat. Selain jumlah bab ditambahkan juga banyak pasal-pasal yang dikembangkan. Dr. Pasal 6 dengan dua ayat. memuat 37 pasal. artinya dapat mengikuti perkembangan zaman. Rigid (tidak kaku). disembarang ruang dan di mana saja dapat dipraktekkan. 2. Isi Batang Tubuh UUD’45 UUD 1945 hasil Amandemen 2002 masih tetap. Fleksibel. 3. Batang tubuh UUD’45 ialah peraturan Negara yang memuat ketentuanketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber daripada peraturan perundangundangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara itu. Pasal 13 menjadi 3 ayat. sejak dulu hingga sekarang dan sampai kapanpun. Pasal 12 tetap. elastis dan supel. BATANG TUBUH UUD’45 Pengertian Batang Tubuh UUD’45. siapa saja menjadi WNI maupun menyelaminya. (Pidato Prof Mr. Pasal 7B terdiri atas 7 ayat. yaitu: 1. Pasal 8 menjadi 3 ayat. Sifat Batang Tubuh UUD’45. Soepomo tanggal 15 Juni 1945 di depan rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia). kapan saja dapat berlaku. Pasal 9 menjadi 2 ayat.

Pasal 23-G dengan 2 ayat.ayat. Pasal 23-D 1 ayat. Pasal 23-E dengan 3 ayat. Pasal 36-C dengan 1 ayat serta Pasal 37 berisi 5 ayat. Pasal 24-C dengan 6 ayat. Pasal 37. Pasal 22-E dengan 6 ayat. Pasal 20 menjadi 5 ayat. 23-F dengan 2 ayat. Pasal 22-D terdiri atas 4 ayat. Pasal 23 berubah menjadi 3 ayat. Pasal 24 dengan 3 ayat. Pasal 18 menjadi 7 ayat. Pasal 30 dengan 5 ayat. memuat 5 ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. ditambah Pasal 20 A terdiri atas 4 ayat. Pasal 36-B dengan 1 ayat. ditambah pasal 22-A 1 ayat. Pasal 28-C dengan 2 ayat. Pasal 22 tetap 3 ayat. Pasal 28 dengan 1 ayat. ada yang ditambah serta ayat-ayat dalam pasal-pasal tersebut. Pasal 18 B terdiri atas 2 ayat. ditambah pasal 18 A terdiri atas 2 ayat. Pasal 28-F dengan 1 ayat. Pasal 28-G dengan 2 ayat. Demikian isi UUD 1945 hasil amandemen tahun 2002 (amandemen ke4) yang masing-masing pasal ada yang dikurangi dan. ditambah Pasal 24-A dengan 5 ayat. Pasal 28-J dengan 2 ayat. B. Pasal 26 dengan 3 ayat. Pasal 28-H dengan 4 ayat. Pasal 35 dengan 1 ayat. Pasal 28-E dengan 3 ayat. sebagai berikut: clxvii . Pasal 28-D dengan 4 ayat. Pasal 33 dengan 5 ayat. Amandemen/Perubahan Uud’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Era Global PROSES PERUBAHAN/AMANDEMEN UUD’45 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Pasal 36 dengan 1 ayat. Pasal 25 dengan 1 ayat. Pasal 21 tetap 2 ayat. Pasal 30 dengan 5 ayat. 4 ayat. Pasal 27 dengan 3 ayat. 22-B terdiri atas 1 ayat. Pasal 23-B 1 ayat 23-C dengan 1 ayat. Pasal 31 dengan 5 ayat. ditambah pasal 28-A dengan 1 ayat. Pasal 28-B dengan 2 ayat. Pasal 28-1 dengan 5 ayat. ditambah pasal 23-A 1 ayat. terutama mengingat agar UndangUndang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. Pasal 32 dengan 2 ayat. ditambah Pasal 36-A dengan 1 ayat. Pasal 24-B dengan. 4 ayat. Pasal 19 menjadi 3 ayat. 22-C terdiri atas. Pasal 34 dengan 4 ayat. Pasal 29 dengan 2 ayat.

Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar. DINAMIKA PELAKSANAAN UUD’45 SEJAK AWAL KEMERDEKAAN HINGGA ERA GLOBAL. yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang.(1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. tujuan negara dan dasar negara Pancasila. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. Berketuhanan. sifat negara. clxviii . (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. Pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’.

konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. misalnya Nasakom. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5. Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. 7 kali yaitu: 1. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: clxix . pengangkatan Presiden seumur hidup. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. Tapi Ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7. Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50.MASA KEMERDEKAAN (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia. MASA ORDE LAMA (1959-1966) 1) PENGERTIAN ORDE LAMA Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. Kabinet Burhanudin Harahap. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2. dan pembubaran DPR oleh Presiden. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6. Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3. Namun keadaan ini tidak bertahan lama.

1. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. MASA ORDE BARU 1) PENGERTIAN ORDE BARU Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. DPR. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika d. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. 2. Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945. Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. Lembaga negara seperti MPR. Berbagai ancaman datang silih berganti. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. clxx . DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945. jadi hanya bersifat sementara.Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. c. Mempunyai tujuan: a. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia.Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. b. kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. 2) BEBERAPA PENYIMPANGAN DALAM PELAKSANAAN UUD 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen.

3.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan. dan Hanura secara konstitusional. Presiden. dan Pemilu 2. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen antikolonialisme. dan Tap MPR No. a. MPR No. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945. clxxi . Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. DPR. perekonomian. Tap. Selain itu. 2) LANGKAH PENCAMALAN UUD 1945 OLEH ORDE BARU Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap.IX/MPR/1966. b. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu. wakilnya. Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. MPR mengadakan sidang umum. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. dan politik yang stabil serta melaksanakan cita-cita demokrasi politik. MPR No. Dalam sidang umum MPR bertugas. Menetapkan GBHN.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. Tritura.tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966.

Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara. dan Sidang Tahunan MPR 2002. Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang. karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel.4. dan Sidang Tahunan MPR 2002. Tugas Presiden: a. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinter-pretable” pada pasal-pasal UUD 1945. Sidang Tahunan MPR 2001. clxxii . c. yaitu DPA dan BPK. Sidang Tahunan MPR 2000. b. d. SidangTahunan MPR tahun 2000. yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. Membentuk lembaga tinggi negara. 6. Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. Melaksanakan Pemilu tepat waktu. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999. terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945. sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. 5. UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). Sidang Tahunan MPR 2001. MASA REFORMASI Dalam proses reformasi dewasa ini.

Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Artinya. lihat UUD 1945 Pasal 27.C. tetapi juga dalam arti materiil. 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia. berdasarkan sehingga hukum dapat (rechtsstaat). clxxiii . yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan. 28. tindakan berlandaskan dipertanggungjawabkan secara hukum dan tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. 19. 5. 4 . Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. b. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen. lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I). 23E dan 24. yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen). yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. 20. Sistem Ketatanegaraan Negara Republik Indonesia TUJUH KUNCI POKOK SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA R. 28A-28J.I. dalam arti formal saja. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara setiap Indonesia harus adalah negara yang hukum. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara. ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya. 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat.

Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluan-haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). d. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan. wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali. Karena ia adalah mandataris MPR. Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem konstitusional. bukan absolut (tidak terbatas). Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak. penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. maka dia. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas). Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia. serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD. Pasal 31. f. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan clxxiv . Dalam sistem ini. berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan. lihat UUD 1945 Pasal 24.c. lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia. serta bertanggung jawab kepada majelis ini. 33 dan 34. Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR. lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). e.

7B). penganugerahan gelar dan tanda jasa. 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. pemberian amnesti dan abolisi dan lainlain. pengangkatan duta dan konsul. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus. Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan clxxv . Dalam melakukan kewajibannya. tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu.segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A. antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara. Karena itu Presiden dan DPR harus bekerja sama. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasal-pasal UUD 1945 hasil amandemen keempat. 5) Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. mendapatkan persetujuan DPR. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan.

Pembentukan.. sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut.UU (lihat Pasal 17). Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak. ia bukan diktator. Seperti dijelaskan sebelumnya... 7. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri. SUSUNAN KEKUASAAN NEGARA R. clxxvi . DPR.”.....Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UndangUndang Dasar Negaraa Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR. Selain itu... Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. dan Presiden sangat erat. pengubahan.I. Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV. Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden..Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat. artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”.

(c) Kekuasaan Yudikatif. berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III)..(b) Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat.. (Pasal 16 UUD 1945). (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif. didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) LTUD 1945). Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. tertinggi adalah ditangan rakyat. didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). clxxvii . Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung. (b) Kekuasaan Legislatif. didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1).. atau pengawasan didelegasikan kepada Baden Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. (d) Kekuasaan Inspektif. karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “. yang dalamUUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi. dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif.

(4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: (1) penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III... Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali. dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat. (b) “Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD.(3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas. Melantik Presiden dan Wakil Presiden. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas clxxviii . Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945. menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan.”.. pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan. (d) Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan). yaitu” .. (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”. serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi.

Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : (1) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah sebagai asasnya. yaitu mengubah UUD. Majelis Permusyawaratan.permusyawaratan perwakilan. (2) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai. misalnya Pasal 7B ayat (7). (5) Pengawasan Konsep pengawasan menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2). melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD. (2) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. yaitu meliputi tiga hal. maka dimungkinkan terbanyak. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD. “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar”. Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. (2) Pasal 2 ayat (1). (1) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen. MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan. Berdasarkan ketentuan tersebut maka pengambilan keputusan itu melalui suara clxxix . Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas. dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.

. Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan.menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu.. MPR No. dan Mahkamah Agung.a negara. (3) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR. tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasal-pasalnya.” Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : (1) Dilakukan oleh seluruh warga negara. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden.kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR.III/MPR/1978. wewenang. Badan Pemeriksa Keuangan. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi: clxxx . MPR No. Dalam Tap. disebut “. karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden.VI/MPR/1973 dan Tap. Dewan Perwakilan Rakyat. tugas dan hubungan antar lembag.. dan (2) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat. Dewan Pertimbangan Agung. Sistem Kelembagaan Negara RI KELEMBAGAAN NEGARA UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan.. Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. D.

BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR. 22B. DPD. 20A.KELEMBAGAAN NEGARA SETELAH PERUBAHAN UUD 1945 (ST MPR 2002) UUD 1945 BPK MPR PRESIDEN KEKUASAAN KEHAKIMAN MK/MA/KY DPD /DPR WAPRES LEGISLATIF Keterangan: MK = Mahkamah Konstitusi MA = Mahkamah Agung KY = Komisi Yudisial Sumber: Kompas. Pasal clxxxi . 21. dan DPRD (Pasal 23 E. Agustus 2002 EKSEKUTIF YUDIKATIF Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19. dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden. 22C. sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. 20.

Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). memutus pembubaran partai politik. yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002. Badan ini bersifat bebas dan mandiri.23F. 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24. clxxxii . Merneriksa semua pelaksanaan APBN. dan 23G). memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD. 2. (Lihat Pasal 24B). Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Tugas BPK antara lain: 1. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. martabat serta perilaku hakim. jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final. (Lihat Pasal 24C) HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI HUBUNGAN ANTARA MPR DAN PRESIDEN Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). di samping DPR dan Presiden. dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

clxxxiii . maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR. Dengan demikian maka seluruh anggota. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR. maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. penvuapan. dan anggota-anggota. HUBUNGAN ANTARA MPR DAN DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggotaanggota. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya. korupsi.Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002. hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar. atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. Dewan Perwakilan Rakyat. Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir. maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. tindak pidana berat lainnya. yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD.

Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). MPR serta mempunyai tugas lainnya sesuai yang agar sangat luas. hak interpelasi. Di dengan Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga- clxxxiv . Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. melalui serta wewenang DPR.Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. peraturan-peraturan lembaga lainnya. hak budget. HUBUNGAN ANTARA DPR DAN PRESIDEN Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1). maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. 20 dan 21). terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. yang dimilikinya seperti hak angket. hak amandemen. MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang peraturan-peraturan itu undang-undang UUD 1945. hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). benarbenar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis.

dan dengan pengawasan tersebut. ma. Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a. yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis).dalam. Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. Menurut UUD 1945. berkonsultasi dan dalam banyak hal. maka Iembaga-lembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva. Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. mendengarkan. clxxxv . Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. pekerjaan untuk membuat UU.ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah. maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan. Presiden harus memperhatikan.

akan tetapi tergantung kepada Presiden. dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)).(1) Hak budget. Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam clxxxvi . Dengan adanya wewenang DPR tersebut. Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh suratsurat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan (3) Hak amandemen (mengadakan perubahan) (4) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) (5) Hak bertanya (6) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan). HUBUNGAN ANTARA DPR DENGAN MENTERI-MENTERI Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)). (2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet. sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menteri-menteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan.

dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden. akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya. ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut clxxxvii . oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a. mereka bukan pegawai tinggi biasa. HUBUNGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN MENTERI-MENTERI Presiden mengangkat dan memberhentikan menterimenteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR. Oleh karena itu menteri-menten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR.-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. 1945. Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas.kepada Presiden.penjelasan UUD. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya. Meskipun kedudukan Para menteri tergantung. akan tetapi tergantung kepada Presiden. sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)). menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR. terutama berdasar Pasal 3 ayat (3).

departemennya. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara, para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan, timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. HUBUNGAN ANTARA MAHKAMAH AGUNG DENGAN LEMBAGA NEGARA LAINNYA. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lainlain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur rnenetapkan hubun~arl antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim, sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila. Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law, not by man). Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat

clxxxviii

perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturan-peraturan itu, atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang, Tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabila pengadilan, karena alat penbuktian yang sah menurut undangundang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan pesitaan, selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undang-undang. Setiap orang yang disangkakan, ditangkap. ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). Semua pengadilan memberikan keterangan, pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi, berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat .yang .lebih tinggi. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut, dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. Ketentuan ini

clxxxix

mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung, yang mengandung makna,bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang- undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. Dalam merupakan proses reformasi dewasa ini Mahkamah KKN Agung untuk ujung tombak terutama mernberantas

rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No. XI/MPR/1998. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. HUBUNGAN ANTARA BPK DENGAN DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. Undang-Undang No. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan, bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah, akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang, badan/instansi Pemerintah atau badan swasta, sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya, oleh karena, pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum

cxc

dapat dikatakan cukup. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula, secara tertib. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. Selain pelaksanaan APBN, diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana, apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana, atau perbuatan yang merugikan negara, maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. ' ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara, antara BPK, DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan, dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam hulan atau dengan hukuman dengan scbanyak-banyaknya Rp. 1.000.000,00. E. Indikator Penilaian

cxci

Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • • Contextual instruction Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Kejelasan uraian.Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). Kerjasama tim presentasi. Kedisiplinan. Ketuntasan pemecahan kasus. Kemutkhiran bahan pustaka cxcii . Kreativitas.

yang pada kurun waktu tahun 1999-2002.BAB III PENUTUP Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. cxciii . UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Pen. Yogyakarta. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Bursa Buku FH-UI.DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny. M.H. 1970. Pen. Kaelan. M. Pen. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Jakarta.I. Universitas Hasanuddin. Dra.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Pancasila dan UUD'45 (I.2004 cxciv . 2003. Hutauruk. 2005. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Kaelan. M. Jakarta. 1962. Pendidikan Pancasila.STIMIK DIPANEGARA . Seko ABRI. Pembagian Kekuasaan Negara. Purnomo. M. Pen. Pradnya Paramitha. Jakarta. R. 1993. Bandung. Pradnya Paramitha.I. III) Pen.Jakarta. 2002.Makassar. 1973.Si. CST.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Pen. Yogyakarta. 1968.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Pen. Yogyakarta. Kanisius. Gramedia Pustaka Utama. Tim Dosen Pancasila Unhas. Kansil. 1982. S.Si. Tentang dan Sekitar UUD’45.. Kajian tentang UUD’ Negara R. Drs. Jakarta. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. II. Pen. Jambatan. JCT. Jakarta. Drs.Makassar. Elly M. Pengimplementasian UUD’45. Gunawan. Paramitha Pradnya. Simorangkir. Pen. Departemen Penerangan R.Si. 1973. Pen. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. Erlangga. Setiadi.

UU No. Ruang lingkup HAM meliputi a. serta d. HAM dalam UUD 1945 5. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001). tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undangundang dasar. kekuasaan pemerintah. HAM dalam tataran Global 3. kebebasan. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : 1. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. PENDAHULUAN A. kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan. HAM juga bersifat supralegal. hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. atau jenis kelamin. keamanan.MODUL VIII HAK ASASI MANUSIA BAB I. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. Sejarah dan Macam-macam HAM 2. Pengertian. B. ras. dan lain-lain: b. hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila cxcv .

Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 8. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya cxcvi .C. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 10. D. sejarah dan macam-macam HAM 9. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia.

Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Naskah tersebut adalah : • Magna Charta (piagam Agung. Pengertian. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. 1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John • • • Bill of rights (Undang-Undang Hak. sejarah dan macam-macam HAM 1.BAB II PEMBAHASAN A. 2. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan. Sejarah HAM Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsurangsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi. 1789) Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan cxcvii . 1689) Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. Berawal dari 2 perang besar didunia ( Pd I dan Pd II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional.

Macam-macam HAM Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna.hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial. hak untuk memilih dsb. yaitu : • • • • Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) Kebebasan beragama (freedom of religion) Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu. hak atas kebebasan. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak • • Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. 3. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). cxcviii . diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. memeluk agama. disamping hak-hak politik. membeli. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan). mensual.

penyidikan. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. b. yaitu: a. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. negara sebagai koordinator dan pengawas. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. misalnya dalam penangkapan. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban cxcix . 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. c.• • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan. 2) masyarakat sebagai keluarga besar. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. HAM pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. pemeriksaan. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. hak masuk dan ikut dalam parpol. dan peradilan B. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama. 3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. pembelaan. penggeledahan.

serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil. sosial. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. cc . Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya.sebagai anggota masyarakat. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. 10) hak untuk berapat dan berkumpul. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. politik. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. d. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi. ekonomi. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. 2) kemerdekaan dan keamanan badan. 9) hak untuk bebas memeluk agama. 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup.

serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). pada prinsip saling menghormati. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. sosial budaya. antiterorisme. hak memperoleh keadilan. kesederajatan. dan konsisten. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya Sejalan dengan amanat Konstitusi. 39/1999 tentang HAM dan UU No. a. C. 29. Pasal 55. hak atas rasa aman. tidak diskriminatif. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. pemantauan. dan 30). Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. politik. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). hak turut serta dalam pemerintahan. dan hak anak. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No. 13) hak untuk berdagang. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan yang berlaku.12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional cci . UU No. hak atas kesejahteraan. ekonomi. HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. Sesuai dengan Pasal l (3). 26/2000 tentang Pengadilan HAM. hak atas kebebasan. baik dalam penerapan. hak wanita. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. hak mengembangkan diri. Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. Oleh sebab itu. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil. Pancasila sila ke-4.

j. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. c.b. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. i. f. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. ccii . k. dan tepat. d. e. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. m. g. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. h. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. n. cepat. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. l.

alinea 2 3. alinea 1 2. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. q. sosial cciii . Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut. Menurut Pancasila. penuntutan. alinea 3 4. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini.Hak Asasi Dalam UUD’ 45 i. hukum.o. D. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. meningkatkan penyidikan. dan menghukum para pengedarnya secara maksimal. alinea 4 perlindungan terhadap hak budaya dan ekonomi) ii. Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. p. penyelidikan. Bangsa Indonesia telah lebih dulu : Kebebasan untuk merdeka : Negara yang adil : Menyatakan kemerdekaan :Menunjukkan pengakuan dan asasi (dalam bidang politik. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. hakikat manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. Peningkatan penanganan dan tindakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. Dalam Pembukaan UUD’ 45 1.

supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289). Telah mengangkat hak-hak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis.. dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”. asasi Manusia PBB. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. dan diteruskan dengan cciv . Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa. Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh.” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal. Sehingga. 1.dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak.

supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas.” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama. ekonomi. Pendidikan. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut.”. dalam rumusan tujuan negara “....Memajukan kesejahteraan umum. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2).. dan mencerdaskan kehidupan bangsa.. dan agama. tujuan negara.. maka pengertian bangsa..kata “.. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: ccv . sosial.. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang politik. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya. hukum material. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri.. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa. kebudayaan.. Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “.

berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup.BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. dan negaranya. Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. ccvi . bangsa. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. (8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.

memiliki. (6) Setiap orang berhak. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. memilih kewarganegaraan. (4) Setiap orang berhak untuk. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. serta berhak untuk mencari. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. menyimpan. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva. memilih pendidikan dan pengajaran.Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. kehormatan. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. bertempat tinggal. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. memilih pekerjaan. memperoleh. atas kebebasan berserikat. ccvii . keluarga. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya.

. Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk ccviii . hak kemerdekaan pikiran. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. dan hati nurani. pemajuan. diatur. berbangsa. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. hak untuk tidak disiksa. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. terutama pemerintah. penegakkan.(6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. hak beragama. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. (9) Perlindungan. dan bernegara. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. hak izin untuk tidak diperbudak.

menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Selain hak asasi juga dalam LJU No. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. hak wanita. terkandung kewajiban dasar manusia. Hak-hak asasi tersebut meliputi. hak turut serta dalam pemerintahan. hak mengembangkan diri. hak atas rasa aman. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. hak memperoleh keadilan. hak untuk hidup. dan hak anak. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. tentang Hak Asasi manusia. 39 tahun 1999. yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan mengalami perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia KOMNAS HAM. perlindungan hak asasi. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. nilai-nilai agama. hak atas kebebasan pribadi. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. UU No. 39 tahun 1999. dan ccix . keamanan. hak atas kesejahteraan. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. walaupun pelaksanaannya belum optimal. antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. kemajuan. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. hukum.

ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. Satu kasus yang hukum internasional yang diterima oleh negara Republik ccx . Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1). Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). melindungi. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. Pasal 28-C ayat (2). meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. Pasal 28-E ayat (3). hak memeluk. telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA. Pasal 28-H ayut (3). menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). memiliki. dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. serta hak memperoleh.konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundangundangan yang berlaku. menyimpan. serta jaminan hukum yang memadai. Dengan diundangkannya UU No. Jikalau. mengolah. Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. diatur dalam Undang-undang No. hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). (2). pasal 28A sampai dengan pasal 28J. hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). 9 tahun 1999. menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundangundangan dan Indonesia.

Sila Kedua Hak Asasi memiliki hak asasi yang dapat Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hak-hak asasi manusia. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. Implementasi Hak Asasi dan Kewajiban Asasi dalam Sila-Sila Pancasila a. saling menolong dan bekerjasama dengan sesama manusia ccxi . Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB. Dalam kenyataannya merekamereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. E. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hak-hak asasi. atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. atas pelanggaran di Timur-Timur. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. = Saling membantu. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik.cukup penting. Sila Pertama Hak Asasi = dan kepercayaan kepada Tuhan YME Kewajiban Asasi Hak memilih dan mengakui agama = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing b. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional. Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya.

d. partai dll. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau bersama daripada kepentingan golongan. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum dalam kehidupan demokrasi Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat. agama. oleh. golongan. kelompok atau kepentingan pribadi mengabaikan yang lainnya. Sila Keempat Hak Asasi = untuk rakyat e. Sila Ketiga Hak Asasi mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan suku.dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. suku. golongan. dalam arti adanya keseimbangan mengutamakan dengan yang satu tidak dan Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. Berarti persatuan antar suku. yaitu keadilan yang memberi maupun non formal demi kepentingan perimbangan dimana hak milik bersama berfungsi sosial ccxii .

Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD’ 45 • • • • Wajib membayar pajak (23) Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). Ketuntasan pemecahan kasus. c. Kerjasama tim presentasi. Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. Kreativitas. Kedisiplinan.Kewajiban Asasi Manusia a. Perbedaan Kewajiban 1. Kejelasan uraian. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. toleransi dan kerukunan beragama (29) Wajib menghormati orang lain Wajib bela negara. Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan. Kemutkhiran bahan pustaka ccxiii . b. Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan 2.

sosial. Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara. hukum.BAB III PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. budaya dan ekonomi ). alinia 3 : menyatakan kemerdekaan. Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional.hak kebebasan dan hak kesamaan. alinia ke 2 : negara yang adil. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. ccxiv . yaitu hak hidup.

Dra. 2003.Si. UUD 1945 dan Amandemennya. 1968. Jakarta. Bursa Buku FH-UI. Kajian tentang UUD’ Negara R. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Drs. R. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. 1962. Marjuki ( editor ). Pen. Pen. 1970. Tentang dan Sekitar UUD’45.Si. Erlangga. 1993. Pen. Elly M. Jakarta. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Pancasila dan UUD'45 (I. CST. Gunawan. 1973. Pen. Pen. Pengimplementasian UUD’45. Gramedia Pustaka Utama. S. Purnomo. Pembagian Kekuasaan Negara. Pen. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). 1973. Pendidikan Pancasila. Tim Dosen Pancasila Unhas.. Kaelan. Hutauruk. Jakarta : Prenada Media Indonesia. 2002. Universitas Hasanuddin.H. Bandung: Fokus Media. Drs. M. ccxv .Si. II. Jakarta. Jakarta. 2003.I. Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia. Yogyakarta. Departemen Penerangan R.2004 Azra. Simorangkir. M. Bandung. Pen.I.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .STIMIK DIPANEGARA . S. 2003.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Makassar.Jakarta. Kanisius. 1982. Seko ABRI. Pen. M. Paramitha Pradnya.Makassar. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. azyumardi. M. Pen. Jambatan. Pradnya Paramitha. dan S. Jakarta. Yogyakarta. III) Pen. Pradnya Paramitha. UII Press: Yogyakarta. Kansil. JCT. Setiadi. Kaelan.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Malian. Yogyakarta.DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny. 2005.

Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I. 2005. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Soemiarno. 2005. Dirjen Dikti Depdiknas. Syarbani. 12-23 Desember 2005. A T. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. 2002. 2002. 2002. Jakarta. Pasha. Mustafa Kamal. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Jakarta : Dikti Soemarsono. Soegito. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Ghalia Indonesia. Syahrial. ccxvi . S. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta).Jakarta : Depdiknas. 2002. S. Hak Asasi Manusia. Mansyur. Hamdan (Pnyt). Dan H.Mansoer. Pendidikan Kewarganegaraan.

konsep “paradigma” yang pertama kalinya dipopulerkan oleh Thomas Kuhn.untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal. bukankah hal itu berarti bahwa Pancasila masih belum merupakan suatu paradigma.MODUL IX PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM BERMASYARAKAT. Masalah yang paling dasar dalam wacana kita sekarang ini adalah mempertanyakan – dan menjawab – sudahkah Pancasila merupakan sebuah paradigma yang mapu menerangkan kehidupan bermasyarakat. oleh karena konsep ini mampu menyederhanakan dan menerangkan suatu kompleksitas fenomena menjadi separangkat konsep dasar yang utuh. PENDAHULUAN A. Dalam istilah ilmiah. DAN BERNEGARA BAB I. ia tidak mampu lagi menerangkan kenyataan politik di ccxvii .ekonomi. Latar Belakang Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat akan muatan ajaran. atau jika sudah pernah menjadi paradigma. Jika kritik itu benar. berbangsa dan bernegara di Indonesia pada umumnya. hanya terasa bahwa sila-silanya bagaikan terlepas satu sama lain dan penerapannya dalam kenyataan yang masih belum sesuai dengan kandungan normanya.hukum.teori. karena ia bisa diubah jika paradigma yang ada tidak dapat lagi menerangkan kompleksitas fenomena yang hendak diterangkannya itu. Pada dasarnya.bahkan juga pandangan hidup. BERBANGSA. Paradigma besara manfaatnya.budaya.paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain. berarti sebuah model berpikir dalam ilmu pengetahuan.serta bidang-bidang lainnya.misalnya politik. dan kehidupan sosial politik pada khususnya? Bukankah kritik yang paling sering kita dengar adalah bahwa nilainilai yang dikandung Pancasila itu baik. Paradigma tidaklah statis.dalil.

dan IPTEK. hukum. Pancasila sebagai paradigma reformasi 7. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional 3. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui. ekonomi. Pengertian paradigma 2. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma reformasi. dan menghayati Pancasila sebagai paradigma kehidupan masyarakat. memahami. Pancasila sebagai Paradigma hukum dan ham 6. sosial. Pancasila sebagai paradigma pengembangan iptek 4. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus ccxviii . c. dan bernegara serta mampu mengaplikasikannya dalam penerapan ipteks yang dikuasainya. budaya. d. Menjelaskan pengertian paradigma Menjelaskan pengertian pancasila sebagai paradigma pembangunan politik. b. kehidupan antar umat beragama. D. Pancasila sebagai paradigma pembangunan poleksosbudhankam 5. Kaitan Modul Modul ini adalah modul terakhir dalam pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Melalui Pembelajaran mahasiswa dapat : a. Aktualisasi Paradigma Dalam Kehidupan Kampus C. berbangsa . Pancasila sebagai paradigma kehidupan beragama 8.Indonesia dewasa ini? Jika memang demikian halnya. bukankah kewajiban kita bersama mengembangkannya sedemikian rupa sehingga mampu menerangkan kompleksitas kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernagara di Indonesia ini? B.

teori. Dalam istilah ilmiah. Istilah paradigma kemudian berkembang menjadi terminology yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai.sehingga sangat menentukan sifat. paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain.metoda yang diterapkan dalam ilmu pengetahuan. mengarahkan dan mambatasi.sumber asas serta arah dan tujuan dari suatu perkembangan. Dengan demikian maka paradigma merupakan sumber hokum. tanpa pemahaman seperti tersebut.hukum. Secara testimologis paradigma diartikan sebagai asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakan sumber nilai).pola pikir.orientasi dasar. Pemahaman pancasila juga harus diletakkan dalam suatu kesatuan integrative dengan pokok-pokok pikiran yang digariskan di dalam pembukaan UUD 1945. Negara adalah organisasi atau persekutuan hidup ccxix .Khun dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution (1970:49).perubahan serta proses pembangunan. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Nasional Pancasila harus dipahami sebagaisatu kesatuan organis.S.ekonomi. Pengertian Paradigma Istilah paradigma dalam dunia ilmu pengetahuan dikembangkan oleh Thomas.bahkan juga pandangan hidup untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal.BAB II PEMBAHASAN A.misalnya politik.dalil.budaya. serta bidang-bidang lainnya. Manusia adalah subyek pendukung pokok sila-sila Pancasila dan pendukung negara. pancasila dapat ditafsirkan secara subyektif.ciri dan karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. B. menjadi terdistorsi dan kontraproduktif. dimana masingmasing silanya saling menjiwai atau mendasari sila-sila lain. akan kehilangan maknanya. Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat dengan muatan ajaran.

kehidupan ccxx .hukum. a.yaitu susunan kodrat manusia jiwa dan badan. epistemologis. Ontologis.aspak individu. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung konsekuensi bahwa dalam segala pembangunan nasional harus berdasarkan pada hakikat nilainilai pancasila dan hakikat nilai-nilai pancasila harus berdasarkan pada hakikat manusia. manusia mengembangkan IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan hasil kreativitas rohani (jiwa) manusia.rasa dan kehendak). perlu kita pahami dasar dan arah penerapannya. IPTEK yang kita letakkan di atas Pancasila sebagai paradigmanya.aspek badan. politik. yaitu didasarkan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab.aspek pribadi dan aspek kehidupan Ketuhanannya. maka IPTEK pada hakikatnya tidak bebas nilai. sifatkodrat manusia. Pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai dalam pengembangan IPTEK. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.manusia. Maka pembangunan nasional untuk hakikat kodrat manusia dan harus meliputi aspek jiwa (akal. namun terkait nilai-nilai.ilmu agama dan lain-lain.budaya.aspek makhluk sosial. Kemudian pembangunan nasional dijabarkan ke berbagai bidang pragmatis seperti ekonomi. Tujuan dari IPTEK adalah untuk mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat umat manusia. yaitu pada aspek ontologi.maka Negara dalam mewujudkan tujuannya melalui pembangun nasional guna mewujudkan tujuannya seluruh warganya harus dikembalikan pada dasardasar hakekat manusia monopluralis.pendidikan. pengetahuan. a.teknologi. dan aksiologinya.individu dan sosial kedudukan kodrati manusia sebagai makhluk yang berdiri sendiri dan makhluk ciptaan Tuhan YME.sosial. Atas dasar kreativitas akalnya.

karena pada gilirannya nilai-nilai Pancasila menjadi asumsi-asumsi dasar bagi pamahaman di bidang ontologis. epistemologis dan aksiologisnya. imajinasi. Bahwa dengan menggunakan epistemologi tersebut di atas.Hakikat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan aktivitas manusiayangtidak mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. Ilmu pengetahuan harus dipandang secara utuh. Sebagai proses menggambarkan suatu aktivitas warga masyarakat ilmiah yang melalui abstraksi. Dengan menggunakan Pancasila sebagai paradigma. observasi. eksperimentasi. parameter kebenaran serta pemanfaatan hasilhasil yang dicapainya ialah nilai-nilai yag terkandung dalam Pancasila itu sendiri. konparasi. Aksiologi. Sebagai masyarakat menunjukkan banyaknya academic community yang dalam hidup kesehariannya para warganya mempunyai concern untukterusmenerus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. spekulasi. sebagai proses dan sebagai produk. refleksi. Epistemologi. merupakan keharusan bahwa Pancasila harus dipahami secara benar. dalam arti menjadikan dasar dan arah di dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. ccxxi . b. Bahwa Pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dijadikan “metode berfikir”. dalam dalam dimensinya sebagai masyarakat. dan eksplorasi mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. yang berwujud karya-karya ilmiah beserta impilikasinya yang berwujud fisik ataupun non fisik. Sebagai produk adalah hasil yang diperoleh melalui proses. kemanfaatan dan efek pengembangan IPTEK secara negatif tidak bertentangan dengan ideal Pancasila dan secara positif mendukung untuk mewujudkan nilai-nilai ideal Pancasila. c.

para penyelenggara negara harus tetap memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur dan memegang budi pekerti kemanusiaan atau terus mendasarkan moralitas sebagaimana tertuang dalam nilai sila-sila Pancasila. sebagai pengembangan Poleksosbudhankam. bukan berdasar kekuasaan. maka kekuasaan negara harus berdasarkan kekuasaan rakyat. Hatta mengharuskan dasar moral untuk negara. Pembangunan nasional dirinci di berbagai bidang antara lain politik. ekonomi. dan kesejahteraan seluruhbangsa. maka kehidupan politik dalam suatu negara harus benar-benar untuk merealisasikan tujuan demi harkat dan martabat manusia. Manusia sebagai subjek negara. Pancasila sebagai paradigma pembangunan ekonomi Dalam pembangunan ekonomi perlu didasari bahwa pembangunan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja. Pembangunan yang sifatnya humanistis dan pragmatis harus mendasarkan pada hakikat manusia dan harkat manusia sebagai pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. budaya. Pancasila sebagai paradigma pembangunan politik Pengembangansistem politik negara harus berdasarkan pada kekuasaan yang bersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai makhluk individu. secara lengkap. bukannya kekuasaan perseorangan atau kelompok. maka dalam sistem politik negara termasuk para elit politik.D. tetapi demi kemanusiaan. b. didasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa. sosial. a. Rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. sosial yang terjelma sebagai rakyat. ccxxii . pertahanan dan keamanan yang penjabarannya tertuang pada GBHN. seperti diungkap para pendiri negara. meliputi seluruh unsur hakikat manusia yang monopluralis. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Poleksosbudhankam. misalnya Muh. maka pembangunan pada hakikatnya membangun manusia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya. Sistem politik negara Pancasila memberikan dasar-dasar moralitas politik negara.

Pancasila sebagai paradigma pengembangan Pertahanan Keamanan Pertahanan dan keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan terjaminnya harkat dan martabat manusia atau terjaminnya hak asasi manusia. Pancasila dapat merupakan dorongan untuk universalisasi. artinya melepaskan simbol-simbol dari keterkaitan struktur dan transendentalisasi. maka ekonomi harus mendasarkan pada kemanusiaan. ekonomi harus menghindarkan diri dari persaingan bebas. Untuk menghindari aksi demikian. Prinsip etika Pancasila bahwa nilai-nilai Pancasila diangkat dari harkat dan martabat manusia sebagai malkhluk berbudaya. bukan untuk ccxxiii . ekonomi harus menghindari yang menimbulkan penindasan manusia satu dengan yang lainnya. dari monopoli. Kepentingan politik demi kekuasaan mengakibatkan masyarakat melakukan aksi tidak beradab. (1986). ekonomi kerakyatan yaitu ekonomi yang humanistik dngan dengan mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara luas. budaya. artinya nilai-nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat kita sendiri. Pancasila sebagai sumber normatif bagi peningkatan humanisasi dalam bidang sosial budaya. pustaka. sehingga meningkatkan fanatisme etnis di berbagai daerah yang mengakibatkan lumpuhnya keberadabam. nilai-nilai adat istiadat. tidak manusiawi dan idak human. d. pembangunan ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan nilainilai moral kemanusiaan. tradisi. yaitu meningkatkan derajat kemerdekaan manusia dan kebebasan spiritual. nilai Ketuhanan dan nilai keberadaban. dan keagamaan) dijadikan dasar/landasan pengembangan sosial budaya. Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya. Tujuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia agar lebih sejahtera. yaitu nilai-nilai Pancasila itu sendiri (kristalisasi. Sebagai kerangka kesadaran. maka pengembangan sosial budaya harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila yaitu nilai-nilai kemanusiaan. Menurur Koentowijoyo.Menurut Mubyarto. c.

baik untuk mengatur ketertiban warga maupun melindungi hak-hak warganya. agar tidak melanggar HAM. Pancasila yang di dalamnya terkandung nilai-nilai religius. Produk hukum baik materi maupun penegakannya semakin jauh dari nilai-nilai kemanutsiaan. E. Sebagai paradigma pembaharuan hukum. sumber nilai dan sumber arah penyusunan dan perubahan hukum positif di Indonesia. namun sumber nilai (nilai-nilai Pancasila) harus tetap tidak berubah. nilai hukum ccxxiv . persamaan derajat dan kebebasan kemanusiaan (sila IV) dan harus dapat mewujudkan keadilan dalam masyarakat (sila V). maka diperlukan perundang-undangan negara. sumber nilai dan kerangkan berfikir dalam pembaharuan hukum. Padahal Pancasila merupakan cita-cita hukum. yaitu demi terciptanya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan YME (sila I dan II). Runtuhnya Orde Baru tanggal 21 Mei 1998 ditandai dengan rusaknya bidang hukum.kerakyatan. agar hukum dapat aktual atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat. demi kepentingan seluruh warga negara (sila III).dan keadilan. Dalam hal ini diperlukan aparat keamanan negara dan penegak hukum negara. kerangka berfikir. Produk hukum dapat berubah dan diubah sesuai perkembangan jaman. Demi tegaknya HAM bagi warga negara. maka Pancasila adalah cita-cita hukum yang berkedudukan sebagai staf undamentalnorm di dalam negara Indonesia. maka keamanan menjadi syarat tercapainya kesejahteraan warga negara dan pertahanan negara demi tegaknya integritas seluruh warga begara. perkembangan IPTEK dan perkembangan aspirasi rakyat. sehingga fungsi Pancasila sebagai paradigma hukum atau berbagai pembaharuan hukum di Indonesia. Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum dan pengembangan hak asasi manusia. Negara bertujuan melindungi segenap wilayah negara dan warganya.kekuasaan. mampu menjamin hak-hak dasar. Pertahanan dan keamanan harus dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila harus tetap menjadi sumber norma.

artinya yang harus diakui dan dihormati oleh masyarakat dan negara. serasi dan seimbang dengan hakekatnya sebagai makhluk yang berbudaya dan beradab.39 Tahun 1999 juga menentukan Kewajiban Dasar Manusia.nilai hukum moral. maupun kemajuan IPTEK. kemajuan peradabannya. UU No. Secara obyektif. Indonesia adalah negara hukum. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya Hak Asasi Manusia. di dalam konsiderannya yang dimaksud Hak Asasi Manusia ialah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dam merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. bersifat dinamik nyata ada dalam masyarakat. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara.39 Tahun tentang Hak Asasi Manusia. Selain hak asasi manusia. (Kaelan. menjamin hak-hak asasi . Pancasila menentukan isi dan bentuk peraturan perundang-undangan Indonesia yang tersusun secara hierarkis. maka segala tindakan kenegaraan harus diatur oleh ketentuan-ketentuan yuridis.2001: 254). yaitu seperangkat kewajiban jika tidak dilaksanakan. Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum merupakan sumber norma dan sumber nilai. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. baik menyangkut aspirasinya. sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat yang sama serta sebagai makhluk yang berbudi pekerti luhur dan berkarsa merdeka. sehingga ada supremasi hukum. pada hakekatnya merupakan sumber material hukum positif Indonesia.manusia dan hak-hak asasi manusia dijunjung tinggi serta dilindungi. Oleh karena itu. upaya untuk pembaharuan hukum benar-benar mampu pengantarkan manuia Indonesia ketingkat harkat dan martabat yang lebih tinggi menuju perwujudan hak asasi manusia (HAM) yang selaras. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. hukum. HAM merupakan kewenangan-kewenangan pokok yang melekat pada manusia sebagai manusia. Oleh karena itu.kodrat. ccxxv .

Pancasila sebagai paradigma reformasi Inti reformasi adalah memelihara segala yang sudah baik dari kinerja bangsa dan negara dimasa lampau. rahasia. Reformasi politik pada dasarnya berkenaan dengan masalah kekuasaan yang memang diperlukan oleh negara maupun untuk menunaikan dua tugas pokok ccxxvi . baik dari warga masyarakat. mana yang masih perlu pertahankan dan mana yang harus diperbaiki. F. Jadi hukum yang dibentuk tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini mutlak diperlukan dalam upaya pemantapan kebijaksanaan nasional untuk menyongsong dan mencapai masa depan bangsa yang aman dan sejahtera. umum. maka semua bentuk pelanggaran HAM yang dapat dilakukan oleh perorangan.sambil merintis pembaharuan untuk menjawab tantangan masa depan. mengoreksi segala kekurangannya. baru dipandang bebas apabila dilakukan secara langsung. yang dengan sendirinya menghormati kemajemukan masyarakat Indonesia. bebas. Pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara masa lalu memerlukan identifikasi. Sebagai negara hukum setiap perbuatan. Ini berarti bahwa setiap gerak langkah bangsa dan negara Indonesia haru selalu dilandasi oleh sila-sila yang terdapat dalam Pancasila. salah satu sarana demokrasi yang penting. artinya Pancasila menjadi kerangka pikir atau pola pikir bangsa Indonesia.Lebih lanjut UU tersebut menegaskan. dan adil. khususnya sebagai Dasar Negara. kelompok orang atau penguasa negara dan aparat negara baik yang disengaja maupun tidak disengaja harus dihindari. maupun dari pejabat-pejabat dan jabatan-jabatan harus berdasarkan hukum yang jelas. demi tegaknya hak asasi manusia. Pancasila yang merupakan lima aksioma yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia jelas akan mantap jika diwadahi dalam sistem politik yang demokratis. Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan Pancasila dalam era reformasi harus nampak sebagai paradigma ketatanegaraan. jujur. Pemilihan umum.

salah satu acuannya adalah sesuai dalam buku Sutasoma oleh Empu Tantular (1365) yaitu ”Bhinneka Tunggal Ika. Jangan sampai ada UU tetapi tidak ada PP pelaksanaanya yang sering kita alami selama ini. Bhinneka Tunggal Ika menjadi nama lambang negara Indonesia dan Tan Hana Dharma Mnagua menjadi nama lambang Lemhannas. Kedamaian tersebut . sosial budaya serta hakamnas. Reformasi politik terkait dengan reformasi dalam bidang-bidang kehidupan lainnya. Kekuasaan tidak akan terasa sebagai paksaan kalau penggunaannya disertai dengan kewibawaan. pada masa kejayaan kerajaan Majapahit warga masyarakat penganut agama Hindu dan agama Budha hidup berdampingan dengan damai.satu jua adanya. segala kegiatan politik harus sesuai dengan kaidah hukum. dalam bidang hukum. seperti bidang hukum. Khusus yang berkenaan dengan nilai-nilai kehidupan bersama dalam masyarakat. Sesati ini dipenggal menjadi dua. sesungguhnya kekuasaan yang mantap adalah kekuasaan yang bersifat demokratis. Misalnya. ccxxvii .Tan Hana Dharma Mangrua” yang artinya walaupun berbeda. sebab tidak ada agama yang mempunyai tujuan yang berbeda. Pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan beragama Salah satu sumber materi perumusan Pancasila baik sebagai Dasar Negara maupun sebagai Pandangan hidup bangsa dan negara RI adalah sejarah perjuangan dan perkembangannya di masa lalu. Kekuasaaan adalah kemampuan untuk mendorong orang lain untuk melaksanakan kemauan penguasa. oleh karena itu hukum harus dibangun secara sistematik dan terencana sehingga tidak ada kekosongan hukum dalam bidang apapun. yaitu penerimaan kekuasaan itu secara sadar dan sukarela oleh mereka yang dikuasai. tetapi juga mampu memimpin rakyat yang memang hidup dalam lingkungan primondialnya masing-masing agar tidak keliru memberi makna kekuasaan bagi seorang pemimpin. Kualitas kewarganegaraan yang tinggi dikalangan para pemimpin selain dapat memahami dan menjabarkan sila-sila Pancasila yang abstrak. G.yaitu memberikan kesejahteraan dan menjamin keamanan bagi seluruh warganya. Dengan lain perkataan. ekonomi.

ccxxviii . hidup dan diakui oleh negara. nilai-nilai yang dikandungnya bersifat abstrak dituangkan ke dalam kaidah atau norma-norma hukum yang mengatur kehidupan negara sebagai lembaga dan kesejahteraan sosial kepada para warga negara sebagai anggota masyarakat. mendapat tempat yang layak dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dijabarkan kedalam pasal 29 UUD 1945 mnjamin hak warga negara memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. Negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sendi pokok dari setiap agama dan kepercayaan kepada Tuhan. harus disadari bahwa hak akan dinikmati jika diimbangi dengan kewajiban yang harus dilaksanakan. Dalam hubungan antara negara dengan agama ditegaskan bahwa tidak ada agama negera. tetap negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi toleransi kehidupan antar pemeluk agama dalam masyarakat akan terwujud jika para pemeluk agama menyadari adanya kewajiban yang merupakan keharusan untuk menghormati pemeluk agama yang berbeda dengan agama yang dianutnya.Kalimat kedua pada hakikatnya bermakana ”agama pada prinsipnya sama hanya wujud pengabdiannya kepada Tuhan yang berbeda”. dan agama/kepercayaan yang berbeda maka akan mewujudkan sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat termasuk tolenransi kehidupan antar pemeluk agama. Pancasila yang menjadi sumber tertib hukum naional. Jika prinsip ini dihayati dan diamalkan oleh warga masyarakat Indonesia yang terdiri dari ratusan suku bangsa. Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Kampus Pancasila pada aktualitasnya di negara Republik Indonesia dijadikan dasar filsafat negara. H. Berkenaan dengan hak tersebut. adat istiadat yang beraneka ragam. Ini berarti bahwa semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan. maka nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus-menerus meresap dalam kehidupan manusia Indonesia dan mewujudkan dalam sikap dan perilaku kehidupannya sehari-hari. pandangan hidup bangsa dan ideologi naisonal.

teknologi.Pendidikan dilaksanakan di ruang kuliah melalui pendidikan ini ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan kepada para mahasiswa untuk menyiapkan. 60 Tahun 1999. bertanggungjawab secara moral. Aktualisasi Pancasila secara subyektif adalah perwujudan kesadaran inidvidu antara manusia Indonesia sebagai warga negara Indonesia yang taat dan pauh. pendidikan dan hankam. di arena kehidupan riil masyarakat luas. Kampus dalam wujud Perguruan Tinggi mengemban tugas dan misi pokok pendidikan. ekonomi.tidak terjebak dalam politik peraktis atau legitimasi kepentingan penguasa.Aktualisasi Pancasila secara obyektif ialah terwujud dalam bidang kehidupan kenegaraan yaitu meliputi kelembagaan negara antara lain legislatif. hukum (penjabaran ke dalam undang-undang). juga bidang pragmatis yaitu politik. Penelitian harus berpegang pada moral kejujuran yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila.penelitian dan pengabdian masyarakat (Tridharma Perguruan Tinggi). baik aparat penyelenggara negara. membentuk dan menghasilkan SDM yang berkualitas. Kampus adalah tempat hunian atau perkampungan masyarakat ilmiah atau masyarakat intelektual. Menurut PP No. Hasil Penelitian bermanfaat bagi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia demi harkat dan martabat manusia. maka harus mengamalkan budaya akademik . dan yudikatif. GBHN. sosial budaya. Masyarakat kampus harus berpegang pada komitmen moral yang bersumber pada ketuhanan dan kemanusiaan. t penelitian bersifat obyektif dan ilmiah. di rumah sakit atau di mana saja. penguasa negara maupun elit politik dalam meaksanakan kegiatan-kegiatan politiknya selalu berlandaskan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila. bertanggungjawab terhadap bangsa dan negaraeraan serta mengabdi untuk kesejahteraan kemanusiaan. di perusahaan. di lapangan. Pengabdiaan kepada masyarakat dilaksanakan di luar kampus ditengah-tengah masyarakat. eksekutif. dan kesenian. baik kaidah serta untuk menemukan kebenaran ilmiah atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan. Penelitian dilakukan di laboratorium . Hal ini merupakan wahana kegiatan memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam memberikan sumbangsih kepada ccxxix .

kontruktif. I. Kerjasama tim presentasi. Kejelasan uraian. Ciri-ciri mayarakat ilmiah sebagai budaya akademik menurut Suhadi. Ketuntasan pemecahan kasus. & Studi Kasus(40%) • • • • • • • • • • Contextual instruction Simulasi Collaborative learning Ketepatan ide. dialogis. Diskusi(40%). berorientasi ke masa depan. demi pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan. menghargai waktu.(1998:214) adalah kritis. menghargai prestasi ilmiah/akademik. analitis. kreatif. Kedisiplinan. Kegiatan pengabdiaan kepada masyarakat demi kesjahteraan umat manusia. menerima kritik dan kemitraan. maka masyarakat akademik harus selalu mengembangkan buadaya akademik atau budaya ilmiah yang berupa esensi dari aktivitas perguruan tinggi. Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : ccxxx . Warga Perguruan Tinggi adalah insan-insan yang memiliki wawasan dan integrasi ilmiah. obyaktif.masyarakat. maka harus dijiwai nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila. Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(20%). Kreativitas. bebas dari prasangka . dinamik. menghargai dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah.

Doktrin Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional masih mengandung nuansa yang amat sentralistik. beriringan dengan pemerintah daerah yang selain efektif dalam melaksanakan dua tugas dasar pemerintah daerah. yang ditata menurut model sentralistik yang hanya dikenal dalam budaya politik Jawa. juga melayani aspirasi dan kepentingan khas dari masyarakat daerah yang bersangkutan. seluruh kaidahnya harus dituangkan dalam format hukum. Di masa depan. Agar Pancasila yang telah dikaitkan langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika itu dapat berjalan dengan stabil. diman setiap daerah. dan perlu disempurnakan dengan melengkapinya dengan Doktrin Bhinneka Tunggal Ika. atau seluruh bangsa.hubungan luar negeri. setaip umat beragama. atau hubungan antar umat beragama. Pemerintahan nasional yang efektif dalam menunaikan dua tugas pokok negara. seperti masalah fiskal dan moneter. setiap ras. keamanan. Pada saat ini ada diskrepansi antara nilai yang dikandung Pancasila dengan format kenegaraan dan pemerintahan yang mewadahinya. Penyelesaiannya terasa seakan-akan merupakan kebijakan ad hoc yang berkepanjangan.BAB III PENUTUP Pancasila telah diterima secara luas sebagai lima aksioma politik yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dan mempunyai sejarah yang sudah tua. Namun ada masalah dalam penuangannya ke dalam sistem kenegaraan dan sistem pemerintahan. yang selalu harus dijaga agar sesuai dengan perkembangan rasa keadilan masyarakat ccxxxi . setiap golongan. Negara dan Pemerintah dapat memusatkan diri pada masalah-masalah yang benar-benar merupakan kepentingan seluruh masyarakat. kehidupan berpolitik berdasar aksioma Pancasila harus terikat langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika. setiap etnik berhak mengatur dan mengurus dirinya sendiri (souverein in eigen kring).

Universitas Hasanuddin.Makassar.H Pancasila budaya Bangsa Indonesia. penelitian pancasila dengan pendekatan historis. Santiaji pancasila (Edisi Refisi) CETAKAN ke 10. filosofis dan sosio-yuridis kenegaraan.PJ.Makassar. Yogyakarta. 2001 Suamo.S.STIMIK DIPANEGARA . kanisius. Kapita selekta pendidikan pancasila. Pendidikan Pancasila Paradigma.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . yogyakarta. 1993 Tim Dosen Pancasila Unhas. 1991 Dirjen Dikti Depdiknas.2004 ccxxxii . jakarta 2002 Kaelan.DR.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. usaha nasional. surabaya. Proyek peningkatan tenaga akademik. SH. Darji Prof.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful