LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P

)

LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS S C L

PENDIDIKAN PANCASILA
OLEH :

RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/pm.05/2008 Tanggal 4 Januari 2008 BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

i

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin =============================================================

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan : Pendidikan Pancasila : Rahmatullah, S.Ip,M.Si : 132 303 723 : Penata Muda/ IIIa : Bidang Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MPK,MBB) : Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU)/ Universitas Hasanuddin : 1 (satu) Bulan Mulai 04 Januari 2008 s/d 04 Februari 2008 : Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin sesuai dengan surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/PM.05/2008, tanggal 04 Januari 2008 Makassar , 04 Februari 2008

Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan Biaya

Mengetahuai : UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Prof.DR.Hanapi Usman, M.S NIP. 131 690 166

Pembuat Modul, Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 132 303 723

ii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilainilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa

iii

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa

iv

kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit. v . teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”.

Memahami proses perumusan dan pengesahan Pancasila dasar Negara Indonesia yang meliputi. serta perjuangan nasional. Untuk memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa maka perlu diarahkan untuk melakukan studi komparatif dengan sistem filsafat lainnya di dunia. 1966 – 1998.RINGKASAN LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA Mahasiswa dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. Memahami dinamika aktualisasi pancasila sebagai dasar negara. serta dinamika pelaksdanaan UUD 1945. yang meliputi kejayaan zaman Sriwijaya Majapahit dan kerajaan lainnya. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. untuk mengantarkan kepada pengertian Pancasila sebagai sistem filsafat. Mengerti dan memahami kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia serta perjuangan mempertahankan kaemerdekaan yang meliputi masa 1945 – 1949. Menghayati perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum abad XX. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. kronologi pengesahan Pancasila dan UUD 1945. Tahap berikutnya mendasari pengetahuan mahasiswa dengan pengetahuan sistem filsafat. PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Mahasiwa mengetahui kronologis sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk memahami kesatuan tersebut perlu didasari oleh pengertian teori sistem. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT Memberikan dasar – dasar ilmiah Pancasila sebagai suatu kesatuan sistematis dan logis. vi . 1949 – 1950. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. kronologis perumusan Pancasila dan UUD 1945. 1959 – 1965. 1950 – 1959.

reformatif. dan idiologi keagamaan. PANCASILA SEBAGAI ETIKA BANGSA Dalam proses pembelajaran mahasiswa diharapkan untuk memahami dan menghayati pengertian etika sebagai salah satu cabang filsafat praktis. Berikutnya menjelaskan pengertian etika politik. menjelaskan hubungan UUD 1945 denga Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa harus memiliki vii . maka sebagai suatu sistem filsafat harus dijelaskan inti isi sila – sila pancasila. kenegaraan.Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia yang memiliki ciri terbuka. kemasyrakatan. ideologi tertutup. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian idiologi secara umum. dan berdasarkan rincian nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila kemudian secara praktis diterapkan dalam kehidupan politik. Berdasarkan etika itulah dikembangakan Pancasila sebagai sistem etika. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk menjelaskan isi pembukaan UUD 1945. komprehensif. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . dan dinamis kemudian membandikan idiologi Pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka.Untuk itu sebagai dasar kajian ilmiah.dan berdasarkan itulah mahasiswa diharapkan memiliki kemapuan untuk menerapkan norma – norma etika yang terkandung dalam panacasila dalam kehidupan kekaryaan. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. komunisme. sekulerrisme. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN INDONESIA Mahasiswa mampu menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia.

kehidupan antar umat beragama. Dalam proses pembelajaran teori dan konsep paradigma. ekonomi. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian paradigma secara umum. IPTEKS. hukum. sosial budaya. reformasi. serta berbagai contoh peran paradigma diberbagai negara. Kemudian menjelaskan pengertian paradigma sebagai paradigma dalam pembangunan politik.pengetahuan tentang refofmasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. viii . dan kehidupan lingkungan kampus.

menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai.PETA KEDUDUKAN MODUL VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA ix .

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….i HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………...ii KATA PENGANTAR………………………………………………………………..iii RINGKASAN………………………………………………………………………...iv PETA KEDUUKAN MODUL……………………………………………………….ix DAFTAR ISI………………………………………………………………………….x MODUL I……………………………………………………………………………. MODUL II…………………………………………………………………………… MODUL III………………………………………………………………………….. MODUL IV………………………………………………………………………….. MODUL V…………………………………………………………………………… MODUL VI………………………………………………………………………….. MODUL VII…………………………………………………………………………. MODUL VIII………………………………………………………………………… MODUL IX………………………………………………………………………….. LAMPIRAN : RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

x

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

Oleh : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

PENDIDIKAN PANCASILA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI
Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 4. Pendidikan agama 5. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 6. Bahasa

xi

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010.

Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN :

xii

“Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran mpk dan mbb dikelola oleh universitas dalam satu unit.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”.

KOMPETENSI MATA KULIAH BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS RI NOMOR : 43/ DIKTI/KEP/2006 MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN UPT MKU UNIVERSITAS HASANUDDIN

KELOMPOK KOMPETENSI
STANDAR KOMPETENSI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

NO
1.

RUMUSAN KOMPETENSI

ELEMEN KOMPETENSI a b c d e
V V

2.

Memiliki pengetahuan V tentang nilai-nilai Agama, Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan V nilai- nilai Agama, Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam

V

V

xiii

Kemampuan Berkarya d. 8.3. Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban Kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggunga jawab Kemampuan mengenali masalah hidup dan cara pemecahannya. 10. 9. Etis. 4. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA MINGGU MATERI BENTUK PEMBELAJARAN KOMPETENSI AKHIR SES xiv . Kemampuan mengenali perubahan dan perkembangan IPTEKS Kemampuan memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa Kemampuan berpartisipasi aktif mengembangkan kedamaian dalam menggalang persatuan bangsa V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V ELEMEN KOMPETENSI : a. Penguasan ilmu dan keterampilan c. Landasan kepribadian b. 12. KOMPETENSI DASAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. 11. 6. 5. 7. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai e.

PANCASILA PT KULIAH(40%). • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH (50%). • DAPAT MENJELASKAN KONSEP PANCASILA DALAM DISKUSI(30%) & DASAR KETATANEGARAAN KONTEKS STUDI SECARA KONSTITUSIONAL KETATANEGARAAN RI KASUS(30%) • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • KONSTITUSI • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • SISTEM PEMERINTAHAN • COLLABORATIVE NEGARA.KE 1 PEMBELAJARAN (METODE SCL) KULIAH (50%) & DISKUSI/ UMPAN BALIK (50%) PEMBELAJARAN 2-3 4-5 6-7 • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI MISI DAN KOMPETENSI.KONSEP N (30%) NORMA DAN MORAL • DAPAT MENGEMBANGKAN • CONTEXTUAL DENGAN MAKNA PENERA INSTRUCTION ETIKA POLITIK DALAM KEHIDU • SIMULASI BERNEGARA • COLLABORATIVE LEARNING PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA xv . DAN NORMA KEHIDUPAN • DAPAT MENJELASKAN NILAI-N SMALL GROUP TIAP SILA PANCASILA DISCUSSION & • DAPAT MENGKORELASIKAN NI COLLABORATIVE NILAI TERSEBUT DENGAN NILA LEARNING KEHIDUPAN BERMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENYIMPULKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM KULIAH (20%). • MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN • DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASA DAN TUJUAN PEND. FILSAFAT FILSAFAT DIALOG (25%) NILAI. • HAM DAN DEMOKRASI LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. DISKUSI (50%) & MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRI ETIKA STUDI KASUS DAN KONSEP. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. • DAPAT MENGURAIKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM DISKUSI (25%) & PENGERTIAN SISTEM. HAKEKAT DEMOKRASI.

8-9 PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENJELASKAN PANCA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENGURAIKAN MEMBANDINGKAN IDEO • COOPERATIVE NASIONAL DENGAN IDEOLOG LEARNING DUNIA • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING MENARIK KESIMPU PANCASILA SEBAGAI IDEO NASIONAL YANG MEMPUN SIFAT TERBUKA. EKONOMI. LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. DAN • SIMULASI IPTEK. • CONTEXTUAL BUDAYA. DISKUSI (25%) & DIALOG(25%) KULIAH(40%). • DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA KEHIDUPAN KAMP 15-16 UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL MENYUSUN DRAF LANGKAH• STUDI KASUS • PROBLEM BASED LANGKAH PEMECAHAN KASUS Y AKAN DIGUNAKAN DISERTAI LEARNING ALASAN xvi . HUKUM. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. DISKUSI(30%) & STUDI KASUS(30%) 10-13 PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI 14 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • COLLABORATIVE NEGARA. HAKEKAT DEMOKRASI. • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA REFORMASI. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. SOSIAL. • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH(20%). KEHIDUPAN INSTRUCTION ANTAR UMAT BERAGAMA. KULIAH(50%). & PENGERTIAN PARADIGMA STUDI • DAPAT MENJELASKAN KASUS(40%) PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. • DAPAT MENJELASKAN DISKUSI(40%).

FILSAFAT.Ip. NILAI.Nama Mata Kuliah Kode / Nama dosen Jumlah peserta Jurusan : Pendidikan Pancasila : RHM/ Rahmatullah. DAN NORMA KEHIDUPAN KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DINAMIKA KELOMPOK N O NIM NAMA MAHASISWA DAPAT MENJELASKAN N NILAI TIAP SILA PANCA KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DIN KE EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xvii . M. MISI DAN KOMPETENSI) KETEPATAN SARAN SIKAP PERSETUJUAN NO NIM NAMA MAHASISWA MENGERTI ISI KONTRA PERKULIAHAN KETEPATAN SARAN SIKA PERSETU EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran II & III) DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM.Si : : EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran I) MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI. S.

KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA xviii .(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIPPRINSIP DAN KONSEP. NORMA DAN MORAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.KONSEP NILAI.

KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xix .PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA.

(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) N O NI M NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK xx .

HAKEKAT DEMOKRASI.TAN IDE SAN URAIAN SAMA TIM PRESEN TASI INAN KREATIV ITAS ASAN PEMECA HAN KASUS. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi PembelajaranX-XIII) DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M NAMA MAHASI SWA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA xxi . KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.

N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. HUKUM. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) N O NI M NAMA MAHASI DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS.EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA. EKONOMI. SOSIAL. BUDAYA. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI. DAN IPTEK. xxii . KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.

KEMUTKHIR AN BAHAN PUSTAKA xxiii . KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XV & XVI) UJI KOMPENSI DAN REMEDIAL N O NI M NAMA MAHASIS WA KEJELASA N LANGKAH PEMECAH AN KASUS KEJELAS AN ALASAN KETEPAT AN LANGKA H DAN ALASAN KETUNTAS AN PEMECAH AN KASUS.SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.

SEJARAH PAHAM KEBANGSAAN INDONESIA. M. BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM MENGISI MAKSUD DAN TUJUAN BERNEGARA DINEGARA KESATUAN RI. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT. DESKRIPSI MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA ADALAH MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN YANG MENJELASKAN TENTANG LANDASAN DAN TUJUAN. : …………. PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK. c.. BERBANGSA DAN BERNEGARA.. b. NILAI. a. DAN NORMA KEHIDUPAN DAPAT MENJELASKAN NILAI-NILAI TIAP SILA PANCASILA xxiv .PANCASILA DI PT DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM. S.KONTRAK PEMBELAJARAN Nama mata kuliah Kode mata kuliah Pembelajar Hari Pertemuan Tempat Pertemuan : Pendidikan Pancasila : 071 U 002 : Rahmatullah. TUJUAN PEMBELAJARAN • • • • • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI. PANCASILA DALAM KONTEKS KENEGARAAN RI DAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. MANFAAT MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MENJADI SUMBER NILAI DAN PEDOMAN MENYELENGGARAKAN PROGRAM STUDI YANG MENGANTARKAN MAHASISWA SEBAGAI GENERASI MUDA BANGSA INDONESIA DAPAT MENGIDENTIFIKASI FILOSOFI DAN DASAR NEGARA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PEND.Si : …………. FILSAFAT.Ip. MISI DAN KOMPETENSI. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BANGSA DAN NEGARA INDONESIA.

MENYUSUN DRAF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN KASUS YANG AKAN DIGUNAKAN DISERTAI ALASAN xxv .• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • DAPAT MENGKORELASIKAN NILAI-NILAI TERSEBUT DENGAN NILAI KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. NORMA DAN MORAL DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA. EKONOMI. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA. BERBANGSA DAN BERNEGARA DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRINSIP DAN KONSEP. DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI. BUDAYA. DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS. DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA.KONSEP NILAI. SOSIAL. MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. HAKEKAT DEMOKRASI. DAN IPTEK. HUKUM. MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM.

ORGANISASI MATERI VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MERUPAKAN SUMBER NILAI DAN PEDOMAN DALAM PENGEMBANGAN DAN PROGRAM STUDI GUNA MENGANTARKAN MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIAANNYA SEBAGAI MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA”. TEKNOLOGI DAN SENI YANG DIMILIKINYA DENGAN RASA TANGGUNG JAWAB”. STRATEGI PEMBELAJARAN xxvi . ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MEMBANTU MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIANNYA AGAR SECARA KONSISTEN MAMPU MEWUJUDKAN NILAI-NILAI DASAR KEAGAMAAN DAN KEBUDAYAAN. MENERAPKAN DAN MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA e. RASA KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR SEPANJANG HAYAT DALAM MENGUASAI.d.

M. SEBUAH PENDEKATAN SOSIO BUDAYA.. PANCASILA SUATU ORIENTASI SINGKAT. 3.BALAI PUSTAKA. AKADEMIKA PRESSINDO. PANCASILA DASAR FALSAFAH NEGARA. MATERI/ BAHAN BACAAN • • • • • • • • • • NOTONAGORO. PEMBUKAAN UUD 1945 (POKOK KAIDAH FUNDAMENTAL NEGARA INDONESIA). PENERBIT PARADIGMA. GFILSAFAT PANCASILA. JAKARTA : 1991 PRANAKA.. PENUGASAN MANDIRI. PT GRAMEDIA. JAKARTA 1974 …………. BENTUK AKTIFITAS PROSES PEMBELAJARAN : KULIAH TATAP MUKA SECARA BERVARIASI. UGM. ETIKA UMUM (MASALAH-MASALAH POKOK FILSAFAT MORAL). MITRA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN SEBAGAI UMMAT..CERAMAH. JAKARTA 1987 ……………………. 1999 RISALAH SIDANG BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (BPUPKI) PANITIA xxvii . 4.. ETIKA POLITIK. PN.PEDOMAN POKOK-POKOK DAN MATERI PERKULIAHAN PANCASILA PADA PERGURUAN TINGGI. 2. SEMINAR KECIL DAN BERBAGAI KEGIATAN AKADEMIK LAINNYA YANG LEBIH MENEKANKAN KEPADA PENGALAMAN BELAJAR PESERTA DIDIK SECARA BERMAKNA. INDUKTIF. YOGYAKARTA. f. YOGYAKARTA. DEDUKTIF DAN REFLEKTIF MELALUI DIALOG KREATIF YANG BERSIFAT PARTISIPATORIS UNTUK MEYAKINI KEBENARAN SUBSTANSI DASAR KAJIAN. YURIDIS KENEGARAAN. 1959 …………. METODE PROSES PEMBELAJARAN : PEMBAHASAN SECARA PRAKTIS ANALITIS. BEBERAPA HAL MENGENAI FAJSAFAH PANCASILA PANTJURAN TUDJUH.1975 SOEJANTO POESPOWARDOJO. JAKARTA SUSENO FRANS MAGNIS. DIALOG KREATIF(DISKUSI) INTERAKTIF.. A. JAKARTA 1980 DARJI DARMODIHARJO. 1984 KAELAN.ADA 4 METODOLOGI PEMBELAJARAN MPK SEBAGAI BERIKUT 1.KANISIUS. MOTIVASI : MENUMBUHKAN KESADARAN BAHWA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MERUPAKAN KEBUTUHAN HIDUP. PANCASILA. STUDY KASUS.. ANGGOTA KELUARGA.. PANTJURAN TUDJUH. PENDEKATAN : MENEMPATKAN MAHASISWA SEBAGAI SUBYEK PENDIDIKAN.. METODE INQUIRY. JAKARTA.. MASYARAKAT DAN WARGA NEGARA.W.YOGYAKARTA. GRAMEDIA.

KEJELASAN URAIAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI. • DINAMIKA KELOMPOK • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE. TUGAS 1. JAKARTA. 7. KEDISIPLINAN. MAHASISWA TELAH MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS ( TUGAS INDIVIDU DAN TUGAS KELOMPOK) YANG DIBERIKAN DAN DIKUMPUL SESUAI DENGAN WAKTU YANG TELAH DISEPAKATI 3. KREATIVITAS. KEJELASAN URAIAN. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANC PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUA INDONESIA • KETEPATAN IDE. BUKU BACAAN MATERI KULIAH TELAH DIBACA OLEH MAHASISWA SEBELUM MENGIKUTI PERKULIAHAN 2. KRITERIA PENILAIAN KRITERIA YANG DINILAI PADA MATA KULIAH INI SEBAGAI BERIKUT : • KETEPATAN SARAN • SIKAP PERSETUJUAN YANG DITUNJUKKAN • • • • • • KETEPATAN IDE. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KEJELASAN URAIAN. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE. KREATIVITAS. 1995. SEKRETARIAT NEGARA RI. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KREATIVITAS. KERJASAMA TIM PRESENTASI. • KEJELASAN URAIAN. MAHASISWA HARUS BERPERAN AKTIF DALAM DISKUSI DAN PRESENTASI 8.PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (PPKI). KEDISIPLINAN. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL xxviii . KEDISIPLINAN.

C. KEJELASAN URAIAN. D. MKU.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE. BAJU KAOS OBLONG DAN CELANA COMPANG-CAMPING DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN DAN ATAU PRAKTIKUM. KREATIVITAS. RAMBUT DISISIR RAPI DAN TIDAK ACAK-ACAKAN. BERPAKAIAN BERSIH. DLL) TIDAK BOLEH MENGGANGGU JADWAL PERKULIAHAN UPT. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KEJELASAN LANGKAH PEMECAHAN KASUS KEJELASAN ALASAN KETEPATAN LANGKAH DAN ALASAN KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS KEMUTAKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARA • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERNEGARA UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL PENENTUAN AKHIR NILAI (A. KREATIVITAS. KEGIATAN EXTRA KURIKULER (SEPERTI BINA AKRAB. KERJASAMA TIM PRESENTASI. TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMAKAI SANDAL. KEHADIRAN MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN MINIMAL 80% BARU DAPAT DIEVALUASI. DAN E) BERDASARKAN PAP DENGAN ACUAN PATOKAN SEBAGAI BERIKUT : NILAI NUMERIK NILAI HURUF NILAI < 40 E 40<= NILAI <55 D 55<= NILAI <70 C 70<= NILAI <85 B 85<=NILAI A 9. KEDISIPLINAN. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. RAPI DAN BERSEPATU. • xxix . KEJELASAN URAIAN. NORMA PERKULIAHAN • • • • HADIR DI RUANGAN KULIAH/PRAKTIKUM TEPAT PADA WAKTUNYA SESUAI JADWAL YANG ADA. KEDISIPLINAN. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. B.

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT SMALL GRO COLLABORA KULIAH (50% (25%) VI. TERMASUK APABILA KETENTUAN-KETENTUAN DI ATAS TIDAK DIINDAHKAN OLEH MAHASISWA. KULIAH(50% • COLLABORA III. TOPIK BAHASAN PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT M KULIAH (50% (50%) II.• • • SELAMA KULIAH BERLANGSUNG HAND PHONE (HP) DIMATIKAN DAN TIDAK DIPERBOLEHKAN KELUAR MASUK RUANGAN DAN ATAU MONDAR-MANDIR DALAM RUANGAN. DOSEN PENGAJAR DAPAT MENGAMBIL TINDAKAN PENERTIBAN APABILA MAHASISWA MELAKUKAN KEGIATAN-KEGIATAN YANG SIFATNYA DAPAT MENGGANGGU JALANNYA PERKULIAHAN DI DALAM KELAS. JADWAL PEMBELAJARAN MINGGU I. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) xxx . PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK SMALL GRO COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) VII. KULIAH(50% • COLLABORA IV. KULIAH (50% (25%) V. TIDAK MENCORETCORET DINDING KURSI ATAU MEJA KULIAH. TIDAK MEMBUANG SAMPAH DALAM RUANGAN. a.

UJI KOMPETENSI & REMEDIAL UJI KOMPETENSI & REMEDIAL CONTEXTUA SIMULASI COLLABORA STUDI KASU PROBLEM B STUDI KASU PROBLEM B xxxi . KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIII. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XI. XVI.VIII. KULIAH(20% KASUS(40%) • • • • • • • XV. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% X. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIV. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% IX. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XII.

Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 4. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. PENDAHULUAN A.fungsi dan tujuan pendidikan nasional 3.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI. Landasan pendidikan pancasila 6. Dasar. Tujuan pembangunan nasional 2. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. Visi. Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. Tinjauan pendidikan pancasila xxxii . dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. B. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif. Pandangan hidup bangsa Indonesia.misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 5. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila.

Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a.C. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia f. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila b.modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional g. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila h. D. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xxxiii . Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila c. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila e. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila d.

(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xxxiv . maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan. persatuan Indonesia. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (1) (2) (3) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.BAB II PEMBAHASAN A. kemanusiaan yang adil dan beradab. perdamaian abadi dan keadilan sosial.

pendapatan (5)

dan

belanja

daerah

untuk

memenuhi

kebutuhan

penyelenggaraan pendidikan nasional. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Dalam ketentuan umum UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 2. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

B. Dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional
DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

xxxv

Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 1. 2. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 3. 4. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global;

xxxvi

• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia; Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi; Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis; Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan; Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan; Penyediaan sarana belajar yang mendidik; Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan; Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata; Pelaksanaan wajib belajar; Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan; Pemberdayaan peran masyarakat; Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat; dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional.

C. Tujuan pendidikan pancasila
1. Mengembangkan kehidupan pribadi 2. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 3. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi, misi, dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran, ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK, Tanggung jawab

etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya

xxxvii

#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. #Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa, bernegara, dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki, bersikap rasinal dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.

D. Tujuan perkuliahan pancasila
1. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. b. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita

xxxviii

diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. Aspek Keterampilan Dengan trampil : a. adil. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda. dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 3. b. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. b. dan musyawarah untuk mufakat. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya. e. c. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat. diharapkan agar para mahasiswa xxxix . Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 5. 2.c. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 4. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. d. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita.

(Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . tradisi. Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945. Landasan Kulturil 3. Landasan Historis 2. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat. Landasan pendidikan pancasila 1. sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir. dan keagamaan bangsa Indonesia. • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 xl . pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia.Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. Sebagai nilai sosial budaya. adat-istiadat. Landasan Yuridis 4.E.

Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. Prof. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. federal. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. UU No. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No.Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Soepomo. xli . liberalistik. serikat. Yamin. M. 2 tahun 1989 UU No. persemakmuran. Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik.

kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? xlii . Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 1.Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 2. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). terminology. Adanya pemerintah 3. berbangsa. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 2. dan bernegara. Kajian pancasila secara holistic. Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1.# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat. Adanya wilayah F.

3. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan xliii . Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G. Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 4.

serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. Berdasarkan itu semua. paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. xliv . Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat. Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban. berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan. civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila. berbangsa dan bernegara. perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. anggun secara moral. teknologi dan seni.BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila.

Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .Yogyakarta.2003. Universitas Hasanuddin. Hasan.Drs. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional. Tim Dosen Pancasila Unhas. Yuridis Kenegaraan.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.PT Raja Graha Persada.2002. ---------------Pendidikan Pancasila. Kaelan.Paradigma.Pendidikan Yogyakarta.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Jakarta .Jakarta. M.STIMIK DIPANEGARA .Makassar.Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi.2004 xlv .1998 paradigma.Iqbal.Makassar.MM.MS.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan . Pancasila.

Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. Dasar. Pandangan hidup bangsa Indonesia. B. Landasan pendidikan pancasila 12. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 10.fungsi dan tujuan pendidikan nasional 9. PENDAHULUAN A. Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia.misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 11. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 7.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. Tinjauan pendidikan pancasila xlvi . dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. Tujuan pembangunan nasional 8. Visi. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional.

Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila m. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xlvii . Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : i. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila j. Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional o.modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila p. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia n. D. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila k. Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila l.C.

persatuan Indonesia. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. (9) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xlviii . dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.BAB II PEMBAHASAN A. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (6) (7) (8) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. perdamaian abadi dan keadilan sosial. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan. Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. kemanusiaan yang adil dan beradab.

B. masyarakat. FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. bangsa dan negara. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. xlix . fungsi dan tujuan pendidikan nasional DASAR. Dasar.pendapatan (10) dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. akhlak mulia. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. kecerdasan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri. Dalam ketentuan umum UU RI No. 3. 2. kepribadian. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama.

berakhlak mulia. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. VISI. 7. 9. mandiri. cakap. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. kreatif. keterampilan. berilmu. pengalaman. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 6. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. l . Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 10. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. 8. sikap. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan.Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sehat.

16. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan. 22. 23. akreditasi. penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran. 20. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia.• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 14. 15. Penyediaan sarana belajar yang mendidik. dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas. Pelaksanaan wajib belajar. ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK. 24. Tanggung jawab etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya li . Evaluasi. Pemberdayaan peran masyarakat. Tujuan pendidikan pancasila 4. Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. 26. misi. 19. dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional. Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis. C. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 6. 17. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi. Mengembangkan kehidupan pribadi 5. 25. 18. 21.

#Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa. Tujuan perkuliahan pancasila 6. bernegara. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. D. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. b. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. bersikap rasinal dan dinamis. berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a.#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita lii .

d. diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat. b. adil. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 8. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. Aspek Keterampilan Dengan trampil : a. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 9.c. c. b. 7. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita. diharapkan agar para mahasiswa liii . Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 10. dan musyawarah untuk mufakat. e.

dan keagamaan bangsa Indonesia. • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 liv . Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat.Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. adat-istiadat. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan. tradisi. Landasan Kulturil 7.E. Sebagai nilai sosial budaya. sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir. Landasan Historis 6. Landasan pendidikan pancasila 5. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Landasan Yuridis 8.

lv . 2 tahun 1989 UU No. Soepomo. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. liberalistik. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. serikat.Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. federal. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. M. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik. UU No. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. Yamin. Prof. persemakmuran.

Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. berbangsa. Adanya pemerintah 6. Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 4. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). Kajian pancasila secara holistic.# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat. melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1. terminology.Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 5. dan bernegara. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 5. Adanya wilayah F. kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? lvi .

Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G.6. Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 7. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan lvii .

serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni.BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila. Berdasarkan itu semua. paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. anggun secara moral. berbangsa dan bernegara. civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila. perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan. Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat. lviii .

Kaelan. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila. M. ---------------Pendidikan Pancasila.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Paradigma.2002.STIMIK DIPANEGARA .PT Raja Graha Persada. Universitas Hasanuddin.MS.Jakarta . Yuridis Kenegaraan.Jakarta.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi.2003.Makassar.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Tim Dosen Pancasila Unhas. Hasan.Yogyakarta.Makassar.MM.Pendidikan Yogyakarta.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan .Drs.Iqbal.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.1998 paradigma. Pancasila.2004 lix .

Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. termasuk Indonesia. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. pada sisi yang lain muncul masalah internal. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman lx . yaitu maraknya tunttan rakyat. Dengan pemahaman demikian. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. Nilai-nilai baru yang masuk. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan.MODUL III PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT BAB I. itulah pancasila. PENDAHULUAN A. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi. baik secara sujektif maupun objektif. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam.

lxi . Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. yang berbeda dengan bangsa lain didunia. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. Adapun istilah kunci : 1. epistemology. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat.dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. dan aksiologi dari kelima sila pancasila… B. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. Dengan kata lain. Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. 2. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local ) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. Dengan demikian. jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa.

tentang sebab final dari sesuatu. Globalisasi : : Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. Aksiologi 7. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu. Internasionalisasi : 11. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak tentang bentuk dari adanya sesuatu.finalis : : : : permasalahan internasional. Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu 15. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif.3. Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan atau ilmu tentang ilmu. Sistem 13. 8. 6. 4. Nasionalisme 12. Local Genius 18. Kausa. Kausa materialis 14. Nilai manusia. Proses mendunia menjadi keadaan tanpa batas Upaya hegemoni negara maju melalui isu dan Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara. Jati diri bangsa 9. 5. Local Wisdom : : UUD 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. pisahkan di antara sub-sub sistem tentang sebab material dari sesuatu. Founding Fathers : 17. 16. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi atau filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. dalam suatu masyarakat. lxii . antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi 10. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada.

Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. Jadi. civic convidence. 2. mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan.C. filsafat menurut asal katanya berarti lxiii . D. dan civic competence). 6. mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Etika Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. 4. menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. civic commitment. mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. serta 7. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. 3. 5. epistemologi. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. BAB II PEMBAHASAN A. mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. civic skills.

sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. Dengan demikian. maka itu bukan pancasila. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. Dari seluruh bangsa Indonesia. Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. atau mencintai kebenaran / pengatahuan. yaitu tentang hakikat pancasila. susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : lxiv . bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama). apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguhsungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Dikatakan sebagai filsafat. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia.cinta akan kebijaksanaan. b. Dengan pengertian lain. pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya. a. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguh-sungguh terhadap sesuatu. sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). 2. di antaranya: 1. Adapun menurut Notonagoro. Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluas-luasnya. filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah.

serta mendasari dan menjiwa. diliputi.Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • • • • • Sila 1. diliputi. Sila 3. didasari. 4. Sila 4. didasari. serta mendasari dan menjiwai sila 5. didasari. lxv . Sila 2. 3.4. dan dijiwai sila 1. Sila 5. didasari. diliputi. serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. dan menjiwa: sila 2. mendasari. 3. 2. sila 4 dan 5. dan 4. diliputi. dan dijiwai sila 1. 2. dan 5. dan 3. dan dijiwai sila 1. dan dijiwai sila 1. 2. dan 5. meliputi.

3) Kausa Efisiensi. serta 5) Adil. yang tumbuh. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). 2) Kausa Formalis. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. 2) Manusia. yaitu unsur mutlak negara. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. hidup. yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. . serta 4) Kausa Finalis. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. c. d. harus bekerja sama dan hergotong royong. 3) Satu. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. 4) Rakyat. yaitu sebagai kausa prima. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. • Pancasila sebagai suatu realitas. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila lxvi . Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis.• Pancasila sebagai suatu substansi. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari.

dan bentuk-bentuk scni lain. nyanyiannyanyian bising. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. nilai. want. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi. Selanjutnya.Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. baik dan buruk. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. Dalam ungkapan lain. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. pria pemakai anting-anting. lxvii . Dia nyata dalam jiwa manusia. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. atau apa yang mereka senangi. really. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. dan moral bangsa. Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. Misalnya. Nilai adalah ide. ditegaskan oleh Sidney B. really.

manusia. 2) Etika (Filsafat Moral). berperi Kerakyatan. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) sistematis. 3) mendasar. 3) Estetikaf Filsafat Seni). dan 8) evaluatif. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. 5) komprehensif. satu rakyat. dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan.untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. Ketetapan MPR. dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. menghayati. dan sekolah. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. Undang-undang Organik. lxviii . 2) mendalam. 4) analitis. membudayakan. bangsa dan negara Indonesia ^berkehendak untuk mengerti. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. berperi Kebangsaan. 7) representatif. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. 6) spekulatif. masyarakat. yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. dan berperi Keadilan Sosial. dan melaksanakan Pancasila. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. berperi Kemanusiaan. hakikat nilai-nilai Pancasila.

7) Filsafat Ilmu. 11) Filsafat Matematika. ada manusia. jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila. Pancasila sebagai system filsafat bangsa Indonesia lxix . maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut. 5) Politik (Filsafat Pemerintahan). dan ada alam semesta. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). 6) Filsafat Agama. dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. yaitu ada Tuhan. Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. Rasionalisme 2) Idealisme 3) Positivisme 4) Eksistensialisme 5) Hedonisme 6) Stoisme 7) Marxisme 8) Realisme 9) Materialisme 10) Utilitarianisme 11) Spiritualisme 12) Liberalisme Pancasila sebagai sesuatu yang ada. 9) Filsafat hukum. e. Aliran Filsafat meliputi: 1). 10) Filsafat Sejarah. maka Pancasila merupakan system filsafat. 8) Filsafat Pendidikan.4) Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut. dan 12) Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur).

satu. persatuan. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. Menurut ilmu bahasa. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. dan keadilan. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit yaitu Tuhan. rakyat. 2. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. rakyat dan keadilan itu berada pada alam demikian dari segi objek material Pancasila dapt Kedua.E. lxx . Dengan analisis penjabaran ini. sebab hal-hal yang bersatu. tetap dan tidak berubah. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya. yang mutlak. Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan.M. Persatuan Indonesia 4. manusia. manusia dan alam semesta untuk semesta itu sendiri.Pancasila adalah suatu yang ada. rakyat. Khusus untuk persatuan. dan adil. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Misalnya kemanusiaan. sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. yaitu Ke-Tuhanan. diterima. dan adil. mewakili objek satu. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. Ke-Tuhanan Y. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Dengan lagi ke dalam tiga saja. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu. kerakyatan.

demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain. Sila-sila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analiticosyntetik). mendasari. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang.E. maka sila pertama ke-Tuhanan Y. lxxi . Demikian juga Pancasila. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Memang terdiri dari lima. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. yaitu metode analisa. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka.M. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya.2) Metode filsafat : metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. terpisah dengan system lainnya. dan menjiwai semua sila. tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya.. hakikat. atau metode menemukan hakikat. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system. Jadi di sini bukan berfikirnya. Setiap sila mengandung. Dilihat dari pemahaman ini. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan. tetapi cara menemukan Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran. sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan. Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan.

Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. di mana dan kapanpun manusia itu berada. Yaitu digali dari buminya Indonesia. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. B. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat. Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. kebudayaannya. yang berada di manapun dan waktu kapanpun. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu. demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. dari kebiasaannya. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa Pancasila benar-benar suatu system filsafat. Pengertian umum itu bertingkat. Mengapa?. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan luas lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal). dari nenek moyang kita sejak lama. adaptistiadatnya. lxxii .4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. dari khasanah kehidupannya. Sila keadilan demikian juga. serta kepercayaan dan agama-agamanya. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri.

Oleh karena itu.Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. moral negara. Di samping itu. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. Konsekuensmya. yaitu terdiri atas susunan kodrat. Kemudian. lxxiii . segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilai-nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari silasila Pancasila adalah manusia. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. tugas/kewajiban negara dan warga negara. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat sila-sila Pancasila (Kaelan. Untuk hal ini. 2005). sifat negara. sebagai makhluk individu dan sosial. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. serta jasmani dan rohani. Dengan demikian. berkesatuan Indonesia. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. sistem hukum negara. 2005). Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. seperti bentuk negara. Selanjutnya. berkemanusian yang adil dan beradab. tujuan negara. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. Selain itu. kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. raga dan jiwa.

keempat. serta c. Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. dan kelima.C. tentang sumber pengetahuan manusia. bahwa nilainilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. Selanjutnya. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. yaitu: a. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. sebagaimana telah dipahami bersama. lxxiv . b. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. c. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). Oleh karena itu. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. b. tentang watak pengetahuan manusia. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. yaitu: a.

Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. sesuai dengan sila pertama Pancasila. D. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. Selain itu.d. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. dan kelima. dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. kedua. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. Selain itu. Demikianlah. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. dan keempat. susunan Pancasila memiliki sistem logis. kedua. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. ketiga. yaitu akal. maka nilai-nilai yang terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan lxxv . serta e. Karena itu. rasa. serta mendasari dan menjiwai sila kelima.Sebagai suatu paham epistemologi. dan ketiga. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak. dalam sila ketiga. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. keempat. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama.

Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. Hal ini bersifat subjektit. yaitu manusia. yaitu lxxvi .suatu kesatuan. Namun. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. Dalam hubungan ini. Notonagoro memerinci tentang nilai. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. Selanjutnya. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. misalnya bunga itu indah. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. pcrbuatan itu baik. Dengan demikian. dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. Jadi. Sesuatu itu mengandung nilai. ada yang bersifat material dan nonmaterial. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. tetapi ada pula yang sebaliknya.

dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. Pengakuan. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. yang berpersatuan. diskusi (25%) & dialog (25%) Small group discussion & Collaborative learning lxxvii . penghargaan. tingkah laku. Secara aksiologis. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital.berorientasi pada nilai yang nonmaterial. Kalau pengakuan. penerimaan. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. seperti nilai material. 2005). nilai kebaikan atau nilai moral. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila). dan perbuatan manusia Indonesia. mengakui. nilai-nilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. nilai kebenaran. Dengan demikian. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. nilai vital. dan perbuatan bangsa Indonesia. tingkah laku. nilai keindahan atau estetis. serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. Sebagai pendukung nilai. Sehubungan dengan ini. yang berkerakyatan. F. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. yang berkemanusiaan. nilai yang bersifat rohaniah sulit diukur. Akan tetapi. rasa. dan yang berkeadilan sosial. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%). Bangsa Indonesia yang berketuhanan. bangsa Indonesialah yang menghargai. Menurut Notonagoro. tingkah laku. sila pertama. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978).

kemasyarakatan. fundamental. dan keadilan. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. kemanusiaan. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). persatuan. Dalam pengertian inilah. Untuk itu. dan menyeluruh. Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri. kerakyatan. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. Dinamika kelompok BAB III PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. hierarkis. Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu lxxviii .Indikator Penilaian : Ketepatan ide. Kejelasan uraian. . dan sistematis. Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama).

lxxix . negara harus bersifat demokratis. hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga). untuk mewujudkan tujuan. dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. Maka itu. hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara.organisasi hidup. Konsekuensinya. Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu. Dengan demikian. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima). Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama. baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat).

The End of History.M. Universitas Hasanuddin. 1971. Tim Dosen Pancasila Unhas. Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta.Makassar. 1989. 1989. Pengertian Dasar bagi Implementasi Pancasila untuk ABR1. Smith. Penerbit bulan Bintang: Jakarta.W. 1984.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. and Richard T.. Darji. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. dalam National Interest. Fukuyama. Dikutip dari Modernity and Its Future. Pranarka. Nolan. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 1987. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. Filsafat Pancasila. Living Issues Philosophy.2003 lxxx . Suseno. A. Titus Harold.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Marilyn S. Gramedia: Jakarta. Poespowardoyo. Soeryanto. 1985. Franz. No. 1996. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila. Notonagoro. Magnis. diterjemahkan oleh Rasyidi. Polity Press: Cambridge. F. CSIS: Jakarta. PT Gramedia: Jakarta. 16 (1989). 2005. Kaelan. Pokok-Pokok Filsafat Hukum.

STIMIK DIPANEGARA .2004 lxxxi .Makassar.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .Tim Dosen Pancasila Unhas.

Jary dan Jary 1991. Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman sukuvbangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia.MODUL IV PANCASILA SEBAGAI DASAR DAN ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA BAB I. pemerintahan yang bersih dari KKN. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996. PENDAHULUAN A. Di lxxxii . terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. Latar Belakang Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. Watson 2000). adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. sebuah masyarakat (termasuk juga masyarakat bangsa seperti Indonesia) dilihat sebagai mempunyai sebuah kebudayaan yang berlaku umum dalam masyarakat tersebut yang coraknya seperti sebuah mosaik. Sehingga. Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puing-puing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society). Dalam model multikulturalisme ini.

Moral. berbangsa dan bernegara. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : a. sebagaimana yang terungkap dalam penjelasan Pasal 32 UUD 1945. bermasyarakat. yang mempunyai kebudayaan yang seperti sebuah mosaik tersebut (Reed. terutama dalam bidang politik. Model multikulturalisme ini sebenarnya telah digunakan sebagai acuan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam mendesain apa yang dinamakan sebagai kebudayaan bangsa. lxxxiii . Konsep-konsep dasar (Etika. Norma dan Nilai) b. 1997). D. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Etika Politik c. dan pancasila sebagai sistem etika. ed.dalam mosaik tercakup semua kebudayaan dari masyarakat-masyarakat yang lebih kecil yang membentuk terwujudnya masyarakat yang lebih besar. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) e. yang berbunyi: "kebudayaan bangsa (Indonesia) adalah puncakpuncak kebudayaan di daerah". etika politik. Pancasila sebagai Sumber Etika d. B. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan kekaryaan. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik C. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Menjelaskan pengertian etika.

c. Menjelaskan dan menyebutkan Pancasila sebagai etika politik dan nilai – nilai etika yang terkandung di dalamnya. Menerapkan etika dalam dalam kehidupan kekaryaan. lxxxiv . kenegaraan.b. kemasyarakatan. dan memberikan evaluasi kritis terhadap penertapan etika.

1 Sumber kebaikan dan keburukan Sumber kebaikan dan keburukan kemauan bebas untuk memilih Teori kemauan bebas. Konsep-Konsep Dasar Sebelum membahas pengertian etika politik terlebih dulu harus dipahami arti konsep-konsep dasar yang erat kaitannya seperti etika. 1993). yaitu: determinisme dan indeterminisme lxxxv . 1986). Selanjutnya etika dapat dibagi atas etika umum dan etika khusus. nilai susila atau tidak susila. nilai kesopanan. Dalam konteks filsafat. Jadi etika pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu kesediaan jiwa seseorang untuk senantiasa patuh kepada seperangkat aturan-aturan kesusilaan (Kencana Syafiie. kerendahan hati dan sebagainya. moral. Sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia. Etika lebih banyak bersangkut dengan prinsip-prinsip dasar pembanaran dalam hubungan dengan tingkah laku manusia (Kattsoff. Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. yaitu membahas kewajiban manusia terhadap di diri sendiri dan etika sosial membahasi kewaiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup bermasyarakat (Magnis-Suseno. Pada dasarnya etika membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai seperti nilai baik dan buruk. Etika Secara etimologi “etika” berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethos” yang berarti watak. 1. etika membahas tentang tingkah laku manusia dipandang dari segi baik dan buruk. 1987). Etika khusus terbagi menjadi etika individual.BAB II PEMBAHASAN A. adat ataupun kesusilaan. norma dan nilai sebagai berikut : 1.

tanpa kemauan bebas manusia tidak mungkin mengetahui moral yang baik 1.Determinisme “Manusia sejak semula sudah ditetapkan/direncanakan” • Determinisme materialistis : “Manusia serba materi Darwinisme Hukum alam” hasil perkembangan alamiah. survival of the fittest” = perjuangan hidup. tidak mengurangi/menentang kemanusiaan lxxxvi . Netral = mubah. Manusia “Strunggle for life. Persaingan adalah dinamika Baik : Baik sekali = wajib. buruk = makruh. Baik = sunnat.Manusia mempunyai kebebasan untuk berbuat dan memilih . buruk sekali = haram Humanisme tindakan yang baik adalah tindakan yang sesuai dengan derajat manusia.2 Kriteria tentang baik dan buruk Hedonisme Utilisme Vitalisme hidup Sosialisme Religiusme Homarisme Religiusme pandangan masyarakat sesuai dengan kehendak Tuhan kodrat manusia (human-nature) Islam memiliki 5 kategori kenikmatan kemanfaatan kekuatan hidup/kekuasan. fourbach (atheisme) Determinisme – Religius “Kekuasaan Tuhan menjadi prinsip penetapan tingkah laku manusia” Indeterminisme . siapa yang kuat dialah yang hidup terus menerus • La Mettic ( Mesin).

3.5 Prinsip-Prinsip Etika The Great Ideas : A syntopicon of Great Books of western World • 120 macam “ide agung” enam landasan prinsipil etika : Prinsip keindahan (beauty) Prinsip persamaan (Equality) Prinsip Kebaikan (Good) Prinsip Keadilan (justice) Prinsip Kebebasan (library) Prinsip kebenaran (truth) berakibat baik pada kehidupan bersama” melaksanakan perintah/menjauhi sadar akan kebaikan etika tapi tidak merasa perlu sadar memperlakukan etika sesuai status dan mentaatinya secara keseluruhan lxxxvii .2 1. indeks (hakim.3 Pendekatan Etika 1.Akal budi .4 Norma Dasar Etika (metaethics) Norma ke-Tuhanan (Hablum Minallah) “Manusia berperilaku etika larangan Tuhan” Norma kemanusiaan (Hablum Minannas) “Perilaku Etika 1..3. index (penghukum) melalui penelaahan dan penyaringan ukuran- ukuran normatif seseorang berperilaku sesuai dengan norma yang telah disepakati baik lisan maupun tulisan 1.1 Normatif Etik kebaikan kodrati kebaikan adi kodrati/kebaikan penerang baik buruknya tindakan indeks (petunjuk).Kebaikan yang mengatasi kodrat wahyu Tuhan .3 Deskriptif Etik Practical Etik kemampuannya 1.3.Hati nurani 1.Kebaikan berdasarkan kodratnya .

PRINSIP KEINDAHAN • • Hidup ini indah/ bahagia Penampilan yang serasi dan indah. pujian. penataan ruangan kantor PRINSIP PERSAMAAN • • • Hakekat kemanusiaan persamaan / kesederajatan Menghilangkan perilaku diskriminatif Perlakuan pemerintah terhadap daerah/ warga negara harus sama tinggi rendahnya urgensi/prioritas PRINSIP KEBAIKAN • • • Kebaikan pujian Good sifat/karakterisasi dari sesuatu yang menimbulkan Good (baik) persetujuan. Kebaikan tatanan sosial sadar hukum. Kemanfaatan dan Kebaikan ilmu pengetahuan rasionalitas. keunggulan atau ketepatan objektivitas. saling hormat PRINSIP KEADILAN • • Romawi Kuno (justice) jus suum curque tribuendi” Keadilan “Justice est contants et perpetua voluntas kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya PRINSIP KEBEBASAN • • Kebebasan keleluasaan untuk bertindak /tidak bertindak berdasarkan pilihan yang tersedia Kebebasan : Kemampuan menentukan diri sendiri Kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan lxxxviii .

sedangkan moral bersifat tindakan lokal. Moral dengan etika hubungannya sangat erat. Etika merupakan tingkah laku yang bersifat umum universal berwujud teori dan bermuara ke moral. Tak ada tanggung jawab tanpa kebebasan PRINSIP KEBENARAN • • Teori-teori kebenaran Kebenaran dalam pemikiran (truth in the mid) Kebenaran dalam kenyataan (truth in the reality) 2. sebab etika suatu pemikiran kritis dan mendasar tetang ajaran-ajaran dan pandangan moral dan etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas prinsip-prinsip moralitas (Devos. Kekurangan etika adalah tidak berwenang menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan seseorang. berwujud praktek dan berupa hasil buah dari etika. padanan dan pengendali sikap dan tingkah laku manusia. kumpulan peraturan lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar mnejadi manusia yang lebih baik. 1987). inilah kelebihan etika dibandingkan dengan moral.- Syarat-syarat yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihan-pilihannya beserta konsekuensinya • Kebebasan tidak ada tanpa tanggung jawab. tatanan. Dalam etika seseorang dapat memahami dan mengerti bahwa mengapa dan atas dasar apa manusia harus hidup menurut norma-norma tertentu. Norma Norma adalah aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang mengikat warga masyarakat atau kelompok tertentu dan menjadi panduan. Moral Moral merupakan patokan-patokan. sebab wewenang ini ada pada ajaran moral. 3. Agar manusia lxxxix .

Karena itu. B. 4. hukum dan sebagainya (lihat magnis-suseno : 1986). norma adat istiadat dll. Nilai merupakan harga untuk manusia sebagai pribadi yang utuh. maka makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. etika politik mempertanyakannya tanggungjawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan sebagai warga negara terhadap negara. 2000). Jadi yang menjadi ciri khas suatu pendekatan yang disebut “Politis” adalah pendekatan itu trejadi dalam kerangka acuan yang berorientasi pada masyarakat secara keseluruhan. moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Dimensi politis itu sendiri memiliki dua segi fundamental yang saling melengkapi. alasan dan motivasi dalam bersikap dan berperilaku baik disadari maupuin tidak disadari. namun bukan objek itu sendiri. Etika Politik Etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi politik kehidupan manusia.Nilai merupakan kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sedangkan derajat kepribadian sangat ditentukan oleh moralitas yang dimilikinya.mempunyai harga. norma agama. misalnya kepatuhan dalam norma hukum. yang kemudian nilai dijadikan landasan. kemanusiaan (Kamus Bhasa Indonesia. Selanjutnya dijelaskan bahwa “Dimensi Politis Manusia” adalah dimensi masyarakat sebagai keseluruhan. norma sebagai penuntun. misalnya kejujuran. Nilai akan lebih bermanfaat dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia. maka harus lebiih di kongkritkan lagi secara objektif. panduan atau pengendali sikap dan tingkah laku manusia. sesuai kemampuan fundamental manusia yaitu pengertian dan xc . sehingga mamudahkannya dalam menjabarkannya dalam tingkah laku. Oleh karena itu. Nilai Nilai pada hakikatnya suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek.

Hukumlah yang memberitahukan kepada semua anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertindak. Struktur ganda ini. disahkan secara demokratis (Legitimasi Demokratis) dan tidak bertentangan dengan prinsipprinsip dasar moral (Legitimasi Moral). Lembaga penataan normatif masyarakat adalah hukum. Tetapi hukum hanya bersifat normatif dan tidak efektif. legalitas. Karena itu hukum dan kekuasaan Negara menjadi bahasan utama etika politik. “tahu” dan “mau” dapat diamati dalam semua bidang kehidupan manusia. Lembaga itu adalah Negara. Ketiga tuntutan itu dapat disebut Legitimasi normatif atau etis (Magnis-suseno:1987). dan legitimasi etis sebagai berikut : xci .kehendak untuk bertindak. maka ada dua cara menata masyarakat yaitu penataan masyarakat yang normatif dan efektif (Magnis-Suseno : 1986). Sedangkan penataan yang efektif dalam menentukan perilaku masyarakat hanyalah lembaga yang mempunyai kekuasaan untuk memaksakan kehendaknya. Karena itu. Artinya. selalu dituntut pertanggung jawaban. Tetapi perlu di pahami bahwa baik “hukum” maupun “Negara” memerlukan legitimasi. hukum sendiri tidak bisa menjamin agar anggota masyarakat patuh kepada norma-normanya. etika politik menuntut agar kekuasaan dilaksanakan sesuai dengan hukum yang berlaku (Legalitas). Sesuai kemampuan ganda manusia. Hukum terdiri dari norma-norma bagi perilaku yang benar dan salah dalam masyarakat. Legitimasi Kekuasaan Inti permasalahan etika politik adalah masalah Legitimasi etis kekuasaan yang dapat di rumuskan dalam pertanyaan: atas hak moral apa seseorang atau sekelompok orang memegang dan mempergunakan kekuasaan yang mereka miliki ? betapapun besarnya kekuasaan. Selanjutnya dijelaskan kriteria-kriteria legitimasi yaitu legitimasi sosiologis.

misalnya golongan Bangsawan atau keluarga raja dan memang patut untuk ditaati. Legitimasi ini muncul dalam konteks bahwa setiap tindakan pemerintah apakah Legislatif. Eksekutif maupun Yudikatif dipertanyakan dari segi norma-norma moral. Legitimasi Etis . Jadi legalitas adalah kesesuaian dengan hukum yang berlaku. Legalitas . hormat. Legitimasi Sosiologis Paham sosiologis tentang legitimasi. (2) “Legitimasi Kharismatik” Berdasarkan perasaan kagum. dan cinta masyarakat terhadap seseorang pribadi yang sangat mengesankan sehingga masyarakat bersedia taat kepadanya. sekelompok orang atau penguasa. 2. Legitimasi etis mempersoalkan keabsahan wewenang ataupun kekuasaan politik dari segi norma-norma moral. (3) “Legitimasi rasional-Legal” Berdasarkan kepercayaan pada tatanan hukum rasional yang melandasi kedudukan seseorang atau penguasa. Pertanyaan yang timbul merupakan unsur penting untuk mengarahkan “kekuasaan” dalam menggunakan kebijakan-kebijakan yang semakin sesuai tuntutan kemanusian yang adil dan beradab. tidak sah apabila tidak sesuai dengan hukum yang berlaku.1. Legalitas menuntut agar kekuasaan ataupun wewenang dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku. bahwa pihak yang menurut tradisi lama memegang pemerintahan memang berhak untuk memerintah. Karena itu legalitas merupakan salah satu kriteria keabsahan suatu kekuasaan atau wewenang. 3. Jadi suatu tindakan adalah sah apabila sesuai. Suatu tindakan adalah legal apabila dilakukan sesuai dengan hukum atau peraturan yang berlaku. Mempertanyakan motivasimotivasi apakah yang nyata-nyata membuat masyarakat mau menerima kekuasaan atau wewenag seseorang. Magnis-Suseno menyebutkan motivasi penerimaan kekuasaan sebagaimana dirumuskan oleh Max Weber yaitu : (1) “Legitimasi Tradisional”yakni keyakinan dalam suatu masyarakat tradisonal. xcii .

lahiriah. yaitu mengenai daya hidup. akhlak. yaitu budi pekerti. Nilai ini menempati nilai yang tertinggi dan melekat / dimiliki Tuhan Yang Maha Esa yaitu nilai yang Maha Agung. 1 . Pancasila Sebagi Sumber Etika Tataran nilai yang terkandung dalam Pancasila sesuai dengan system nilai dalam kehidupan manusia. perangai. Nilai ini melekat pada prilaku hidup semua manusia. Nilai ini melekat pada semua makhluk hidup.Menurut jenjangnya sebagai berikut: ☼ Nilai Religius . yang tercermin pada sila kedua Pancasila yaitu “Kemanusiaan yang adil dan Beradab”. Nilai ini tercermin pada sila ketiga dan keempat dalam pancasila yaitu “Persatuan Indonesia” dan “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan” ☼ Nilai Moral. xciii . kekuatan hidup dan pertahanan hidup semua makhluk. perangai. Secara teoritis nilai-nilai pancasila dapat dirinci menurut jenjang dan jenisnya. Yang wujudnya yaitu jasmani. badani. kemanusiaan dan kerohanian yang tercermin pada sila kedua pancasila yaitu ”Kemanusiaan yang adil dan beradab”. seperti asusila. ☼ Nilai Vitalitas. Nilai ini melekat pada manusia. Maha Suci. dan kongkrit. ☼ Nilai Materil. Absolud yang tercermin pada Sila pertama pancasila yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. budi pekerti. ☼ Nilai Spiritual . tata adab. Nilai ini melekat pada semua benda-benda dunia. Yang tercermin dalam sila kelima pancasila yakni “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.C. sopan santun.

Dalam pembukaan UUD 1945 : . Nilai dasar Pancasila bersifat Abadi. rasional. tujuan. ☼ Nilai Estetis melekat pada semua makhluk duniawi. ☼ Nilai Etis ialah nilai yang dimiliki dan melekat pada manusia. kesabaran. yaitu berwujud keberanian. suka menolong. akaliah. ☼ Nilai dasar. persahabatan. kepercayaan. umum-universal dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. janji. Merupakan prinsip yang bersifat sangat Abstrak. keramahan. nilai instrumental. wujudnya ialah sila-sila pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa. keharmonisan. Konsekuensi logisnya adalah penghapusan penjajahan diatas muka bumi. kesopanan. seni. perikemanusian dan perikeadilan.Alinia 1= mencerminkan keyakinan kemerdekaan ialah hak segala bangsa. keelokan. logis. rendah hati. murah hati.Menurut jenisnya sebagai berikut: ☼ Nilai Ilahiah ialah nilai yang dimiliki Tuhan Yang Maha Esa. kemanusiaan yang adil dan beradab. nilai praksis. Persatuan Indonesia. tatanan dasar dan ciri khasnya yang pada dasarnya tidak berubah sepanjang zaman. xciv . Selanjutnya secara konsepsional nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila terdiri dari nilai dasar. Dengan kandungan kebenaran bagaikan Aksioma. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. analisis. Kekal. yang tidak dapat berubah. kesahduan. yang melekat pada manusia yaitu berwujud harapan. persaudaraan.2. sesuai cita-cita. Juga dapat ditemukan dalam 4 alinea pembukaan UUD 1945 dan pokokpokok pikiran yaitu. ☼ Nilai Intelek yaitu melekat pada makhluk manusia. keyakinan. berkenaan dengan eksistensi. berwujud ilmiah. yaitu berupa keindahan.

-Kedaulatan rakyat. keadaan. Dalam pokok-pokok pikiran yaitu: -Persatuan.lembaga yang bersifat dinamik. merupakan semacam tafsir politik terhadap nilai dasar umum tersebut. negara yang merdeka. Nilai Instrumental berupa kebijakan.. dan dasar Negara. sehingga sifat dinamis. dan makmur. Nilai instrummental terpengaruh oleh waktu. yaitu arahan kinerja untuk kurun waktu tertentu dan kondisi tertentu. dan enovatif. harus disesuaikan dengan tuntutan jaman. . -Keadilan sosial. adil.Alinia 3= memuat pernyataan kemerdekaan untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas (eksistensi / cita-cita) memuat watak aktif dari masyarakat Indonesia yang menyatakan merdekaaan. berkembang. dan tempat. PROPENAS UNDANG-UNDANG. biasanya dari wujud norma sosial ataupun norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam lembaga. . strategi. program dan proyek. -Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Kontektualisasi nilai dasar harus dijabarkan secara kreatif dan dinamik kedalam nilai instrumental penjabaran nilai dasar terwujud ke dalam: TAP MPR. system.Alinia 2= menegaskan cita-cita nasional/cita-cita kemerdekaan. Nilai-nilai dasar ini merupakan asas-asas yang kita terima sebagai dalil dan bersifat mutlak. sehingga dapat sesuai dengan perkembangan jaman.Alinia 4= memberi arahan tentang tujuan Negara. berubah. Sifat kontektual. ☼ Nilai Instrumental : Berupa penjabaran nilai dasar. Menjabarkan nilai dasar yang umum kedalam wujud kongkrit. system pemerintahan Negara. rencana. susunan Negara. Pelaksanaan umum dari nilai dasar. berdaulat. DAN PERATURAN PELAKSANAAN. bersatu. xcv .ketegasan tersebut mengandung makna falsafah yang mendasar (cita-cita Negara).

yaitu: Sila pertama: menghormati setiap orang atau warga negara atas berbagai kebebasannya dalam menganut agama dan kepercayaannya masing-masing.juga merupakan gelanggang pertarungan antara idealisme dengan realitas. Sila ketiga: bersikap dan bertindak adil dalam mengatasi segmentasi-segmentasi atau primordialisme sempit dengan jiwa dan semangat “Bhinneka Tunggal Ika”-“bersatu dalam perbedaan” dan “berbeda dalam persatuan”. penyangga.antar umat beragama. maka secara hierarkhis praksisi berada dibawah nilai instrumental dan menjabarkan nilai instrumental tersebut secara taat asas (konsisten).☼ Nilai Praksis Nilai yang dilaksanakan dalam kenyataan hidup sehari-hari. toleransi dan saling menghormati. Berbagai wujud penerapan Pancasila dalam kenyataan sehari-hari. manusia sebagai subjek pendukung. istilah “PRAKSIS” tidak seluruhnya sama maknanya dengan istilah “PRAKTEK”. Aktualisasi Pancasila sebagai dasar etika tercermin dalam sila-silanya. baik oleh para penyelenggara Negara maupun oleh masyarakat Indonesia sendiri. ada kalanya justru kondisi objektif itu yang jauh lebih kuat dari nilai praksis berupa nilai yang sebenarnya kita laksanakan dalam kehidupan kenyataan sehari-hari. yang tidak dapat sepenuhnya kita kuasai. sedangkan Praktek bisa bersifat Value Free. melakukan dialog antar umat beragama. Merupakan interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit pada tempat dan waktu tertentu. serta menjadikan ajaran-ajaran sebagai anutan untuk menuntun ataupun mengarahkan jalan hidupnya. Praksis harus selalu Pased on Values. misalnya dalam kerukunan hidup beragama. serta pengelola hak-hak dasar kodrati yang merupakan suatu keutuhan dengan eksistensi dirinya secara bermartabat. praksisnya: silahturahmi antar umat beragama. pengemban. Sila kedua: menghormati setiap orang dan warga negara sebagai pribadi (personal) “utuh sebagai manusia”. xcvi . contohnya = memelihara persahabatan.

D. Konsekuensi dan implikasinya ialah bahwa norma etis yang mencerminkan satu sila akan mendasari dan mengarahkan sila-sila lain.2 Faktor-faktor penyebab mundurnya pelaksanaan etika • Faktor internal : Lemahnya penghayatan dan pengamalan agama Sentralisasi di masa lalu Tidak berkembangnya pemahaman/penghargaan kebinekaan Ketidakadilan ekonomi Keteladanan tokoh/pemimpin yang kurang Penegakan hukum yang tidak optimal Keterbatasan budaya lokal merespon pengaruh dari luar Meningkatnya prostitusi. komprehensif. media pornografi. Sila-sila dalam pancasila merupakan satu kesatuan integral dan integratif menjadikan dirinya sebagai sebagai referensi kritik sosial kritis. kemerdekaan. serta sekaligus evaluatif bagi etika dalam kehidupan bermasyarakat. Sila kelima: membina dan mengembangkan masyarakat yang berkeadilan sosial yang mencakup kesamaan derajat (equality) dan pemerataan (equity) bagi setiap orang atau setiap warga negara. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) D. berbangsa ataupun bernegara. dan kebersamaan dimiliki dan dikembangkan dengan dasar musyawarah untuk mencapai kemufakatan secara jujur dan terbuka dalam menata berbagai aspek kehidupan. perjudian dan narkoba xcvii .Sila keempat: kebebasan.1 Tanda-tanda mundurnya pelaksanaan etika berbangsa Konflik sosial berkepanjangan Berkurangnya sopan santun dan budi luhur dalam kehidupan sosial Melemahnya kejujuran dan sikap amanah Pengabaian ketentuan hukum dan peraturan D.

tanggung jawab Keteladanan Sportifitas Disiplin.4 Good Governance Sebagai Etika Pemerintahan D.5 Strategi/pendekatan peningkatan etika Pendekatan larangan (Don’t Approach) Pendekatan Untung-rugi (Cost – Benefit Approach) Pendekatan sistem (system approach) Pendekatan kerjakan (Do Approach) xcviii . rasa malu D. etos kerja Kemandirian Toleransi.3 Pokok-Pokok Etika Berbangsa Etika sosial budaya Etika politik pemerintahan Etika ekonomi dan bisnis Etika penegakan hukum Etika keilmuan Etika lingkungan Partisipasi Aturan Hukum (rule of law) Transparansi Daya tanggap (responsiveness) Berorientasi konsensus (Consensus Orientation) Berkeadilan (Equity) Akuntabilitas (Accountability) Bervisi strategis (Strategic vision) Efektifitas dan efisiensi Saling keterkaitan (interrelated) • • • • • • • Kejujuran Amanah.• Faktor Eksternal : Pengaruh globalisasi Intervensi kekuatan global dalam panutan kebijakan nasional D.

dalam arti menyebutkan setiap sumber atau informasi yang diperoleh dari pihak lain dalam mendukung sikap atau pendapatnya. yang berpengaruhi dengan sendirinya terhadap perkembangan etika. Kebebasan akademik adalah hak dan tanggung jawab seseorang akademisi. bahwa kebenaran ilmiah bukanlah sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat.D. Terbuka. xcix . Curiosity. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik Pancasila sebagai dasar etika dalam kehidupan bermasyarakat. dalam arti luas bahwa kebenaran ilmiah adalah sesuatu yang tentatif. dan bernegara diberdayakan melalui kebebasan akademik untuk mendasari suatu sikap mental atau attitude. luas dan mendalam. 2. berbangsa. Open mindedness. bebas dari tekanan atau “kehendak yang dipesankan” oleh siapa pun dan dari mana pun. Wawasan. dalam arti bahwa nilai-nilai etika sebagai norma dasar bagi kehidupan suatu bangsa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara tidak terlepas dari unsur-unsur budaya yang hidup dan berkembang dengan ciri-ciri khas yang membedakan bangsa itu dari bangsa lain. Jujur.dalam arti rela dan rendah hati (modest) bersedia menerima kritik dari pihak lain terhadap pendirian atau sikap intelektualnya. Independen. serta 6. dalam arti beranggungjawab atas sikap dan pendapatnya. 4. Hak dan tanggung jawab itu terkait pada susila akademik. melainkan juga kontekstual untuk diberi makna baru sesuai dengan kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. 1. 5. yaitu. yang implikasinya ialah bahwa pemahaman suatu norma etika bukan hanya tekstual. tidak mengenal titik henti. 3.dalam arti terus menerus mempunyai keinginan untuk mengetahui hal-hal baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

berbangsa. • Kejelasan uraian. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. • Kreativitas. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (20%). Diskusi (50%) & Studi Kasus (30%) • Contextual instruction • Simulasi • Collaborative learning Indikator Penilaian : • Ketepatan ide. • Kemutkhiran bahan pustaka c . an bernegara.Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. • Ketuntasan pemecahan kasus. juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati. jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya. tanpa menyentuh inti hakikinya. • Kedisiplinan. • Kerjasama tim presentasi. F. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi fenomenalnya saja.

an bernegara. dan daerah. maka yang ditangkap hanyalah segisegi fenomenalnya saja. Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. Selain itu juga tidak membedakan unsur lain seperti jender. Tapi banyak isu sara yang masih terjadi dalam masyarakat. Adapun refleksi filsafati mengajarkan bagaimana tentang moral filsafat mengajarkan bagaimana tentang moral tersebut dapat dijawab secara rasional dan bertanggungjawab. tanpa membedakan antara penganut agama mayoritas maupun minoritas. juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati. Hal tersebut berkaitan dengan belum tersusunnya filsafat Pancasila ke dalam sistem perilaku masyarakat. meskipun secara verbal menyebut Pancasila sebagai sumber. tanpa menyentuh inti hakikinya. budaya. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. Pancasila merupakan hasil kompromi nasional dan pernyataan resmi bahwa bangsa Indonesia menempatkan kedudukan setiap warga negara secara sama. peraturan daerah. peraturan pemerintah. Ranah pembahasannya meliputi kajian praktis dan refleksi filsafati atas moralitas secara normatif. Di sisi lain berbagai kebijakan perundangundangan. PENUTUP Etika merupakan cabang ilmu filsafat yang membahas masalah baik dan buruk . jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya. berbangsa.BAB III. isinya justru bertentangan dengan Pancasila ci . penyebabnya adalah perilaku masyarakat dan negara cenderung menunjukkan inkonsistensi dengan Pancasila. Kajian praktis menyentuh moralitas sebagai perbuatan sadar yang dilakukan dan didasarkan pada norma-norma masyarakat yang mengatur perbuatan baik (susila) dan buruk (asusila).

Darmodihardjo Dardji. Identitas Nasional Aktualisasi Pengembangannya Melalui Revitalisasi Pancasila.2004 Mansoer. Makalah. 1996. Tim Dosen Pancasila Unhas. 1987. 13-23 Desember 2005. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. 1981. 2005. Yogyakarta.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Penerbit Rajawali. 2005. Suseno-Franz Magnis. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Etika Politik. ---------------. Makalah. Laboratorium IKIP. Jakarta. Winataputra. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Udin S. Penerbit Rineka Cipta. 13-23 Desember 2005. Jakarta. Koento Wibisono. 1994. Siswomihardjo.Makassar. dan Bernegara. Universitas Hasanuddin.DAFTAR PUSTAKA Budiardjo Miriam. Etika Pemerintahan. 2005. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman erkarya Bagi Lulusan. Makalah. __________________. Syafie Inu Kencana. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Masyarakat Demokratis dan Berkeadaban. Jakarta. Berbangsa. 13-23 Desember 2005. Penjabaran Nilai-nilai Pancasila Dalam Sistem Hukum Indonesia. Hamdan. 1977.Makassar. 2005. 2002. Makalah. Kaelan. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Gramedia. Gramedia. Malang. cii .Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Pendidikan Pancasila. Dasar-dasar Ilmu Politik.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Santiadji Pancasila.STIMIK DIPANEGARA . Pancasila sebagai Dasar Etika Kehidupan Bermasyarakat. Penerbit Paradigma. Jakarta. 13-23 Desember 2005.

sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang ciii . Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat. Dalam beberapa pasal. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. nilai kepustakaan. sosial budaya. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. nilai tradisi. baik dalam bidang politik. Tantangan sekarang ini. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik. Dalam arti. nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. Pancasila telah tampil di garda depan. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang. inilah yang dinamakan ideologi.MODUL V PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BAB I. PENDAHULUAN A. ekonomi. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional. nilai kebudayaan. maupun religi. Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. Bakry [1994]. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan. Menurut Noor MS. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" masyarakat dunia.

Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. misi. keadilan. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. Tanpa itu. terasa pamor Pancasila sedang menurun. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. dan tujuan negara. kemanusiaan. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. Jika tidak demikian bukanlah manusia. Dengan demikian. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : f. yang merupakan sifat hakikat manusia. Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. B. lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. Atas dasar Weltanschauung itu. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. disusunlah visi. tanpa pedoman. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). kerakyatan. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya civ . Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting.sakti. persatuan. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. Akhir-akhir ini. negara bergerak seperti layangan putus. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. yaitu ketuhanan. decline (kemunduran). Tampaknya. ideologi itu tidak pernah mati. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. yang terjadi adalah emergence (kemunculan).

sekulerrisme. 6. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. cv . Reformasi Socio-Moral C. dan idiologi keagamaan. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka i. reformatif. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila dalam konteks ketatanegaraan serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul D. 2. komprehensif. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. 3. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya j. memahami. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. komunisme. 4. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti.g. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. Berbangsa dan Bernegara h. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. ideologi tertutup. 5. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka.

atau paham. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. sehingga mereka cvi . Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang. gagasan. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. A. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya. Jorge Larrain. ajaran. dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat.BAB II PEMBAHASAN A.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas Pada dimensi ini. Jadi. atau cita-cita tertentu. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Eidos berarti idea.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi. pandangan ataupun paham. cara fikir. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. cita-cita ataupun konsep. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara. Sedangkan logos berarti ilmu. gagasan-gagasan.

Berbangsa. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat. Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri (dimensi realitas).tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. ideologi mengandung nilai-nilai dasar. Karena itu.Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. norma-norma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya. a. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. bangsa. berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. arah. dan bernegara. B. Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. dan Negara dibangun. Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. berbangsa. Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang cvii .

Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). C. berbangsa. tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter). Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat cviii . Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya. b. Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis. Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. c. dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai.gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya.

Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. maka manusia tidak dapat hidup sendirian. Menurut konsep Pancasila. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. dan bernegara. Sebagai ideologi terbuka. Monodualisme ini adalah kodrati. Dengan demikian. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada. bukan atas kekuasaan belaka. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri.kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. Pancasila sebagai ideologi terbuka. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan. bahwa Negara kita berdasar atas hukum. Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. D. saling menerina dan memberi antar manusia dalam cix . Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiran-pemikiran baru atau metode baru yang berbeda. berbangsa. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. ia selalu membutuhkan yang lain. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a.

mengandung nilai-nilai kebangsaan. sama kewajiban dan hak. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. spiritual. mengandung nilai spiritual. dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. tersimpul nilai satu derajat. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. 1 Juni 1945). mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. Sila Persatuan Indonesia. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. toleransi dan nilai gotong royong. cx . sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya. keberanian membela kebenaran dan keadilan. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. Ideologi Pancasila. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya. maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. hormat menghormati. saling mencintai.memasyarakat dan menegara. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan.

yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. c. yaitu hak hidup. John Locke. Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen cxi . hak kebahagiaan. Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik). Ciri konsep dialetik tentang manusia. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. dengan menempuh proses dialetik. b. hak kebebasan. Laski. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). mengandung nilai sikap adil. hak kesamaan. maka nilai kebebasan itulah yang utama.Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jean Jaques Rousseau. Herbert Spencer dan Harold J. terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas.

dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat socio-moral. Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. sadar laku (usaha) dan sadar landasan. Sehubungan dengan itu. ekonomi. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. E. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran materialdialektis atau materialistik. Pikiran Karl Marx tentang sosial. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. Secara operasional sadar berarti : cxii . Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara. Engels. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. namun ada keteraturan. (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas).pada diri manusia. Oleh karena itu. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain. Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx.

walaupun nilainilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah. sistem tanggap nilai c. dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. dikaitkan dengan landasan. Diskusi (25%) & Dialog(25%) • • • • • • • • Cooperative learning Collaborative learning Ketepatan ide. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(50%).a. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : cxiii . Kejelasan uraian. dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. F. sistem kelembagaan b. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila Reformasi socio-moral yang berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. Kreativitas. Kerjasama tim presentasi. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. Kedisiplinan.

kesejahteraan yang tinggi. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. Saya berpendapat. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa. dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia. sejahtera. para pengusaha.   cxiv . Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. sosialisme dengan kapitalisme. Sebagai ideologi nasional.BAB III PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia. Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. para penguasa. para pemimpin. Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas.

DAFTAR PUSTAKA Alfian. 1978.2004 cxv . berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat.William.Makassar. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. Jakarta. Fogel. E. Universitas Hasanuddin. 1991.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . 1978. Gramedia. Penerbit Erlangga.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.STIMIK DIPANEGARA .Jakarta BP-7 Pusat Jakarta.E.man. Isme-isme Dewasa ini.Makassar.

di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan.MODUL VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI BAB I. baik istilah maupun karateristiknya. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. dan umumnya tujuan cxvi . PENDAHULUAN A. Misalnya. merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. Culla (1999:3. dan civil society di lain pihak. Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis. Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan Negara. Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”. yaitu mewujudkan tujuan nasional. Di Indonesia. sebagaimana telah dibahas terdahulu. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). Jacobin. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting.

o. m. Demokrasi langsung. Sementara itu. r. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa Definisi: Government of rule by the people. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 2. Pemilu indonesia. Adapun istilah kunci : 1. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. p. Selain itu. Pendidikan demokrasi. s. demokrasi terpimpin. dan demokrasi pancasila. Jenis-jenis demokrasi. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. n. serta t. Demokrasi perwakilan. seperti masyarakatwarga. sejak kemerdekaan hingga sekarang. masih ada beberapa padanan istilah lainnya. masyarakat berbudaya. masyarakat kewargaan. q. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. Nilai-nilai demokrasi. masyarakat sipil. Dalam perjalanan sejarah bangsa. Norma dasar dan asas demokrasi. masyarakat beradab. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : k. l. mengapa demikian? Juga. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B.padanan kata civil society. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Definisi demokrasi. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. cxvii . terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. yaitu demokrasi liberal. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil.

Welfare state = negara kesejahteraan = sosial sevice state 10. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam cxviii . Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam demokrasi konstitusional yang pada C. kekuasaan ada presiden. 6. Rechstaat = negara hukum 11.3. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) menonjolkan sistem presidensial 7. Representative Democracy = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi (hukum dasar) 4. Rule of Law = pemerintah berdasarkan hukum 12. Direct Democracy = Demokrasi lamgsung ( lawannya: Indirect Democracy = demokrasi tidak langsung ) 9. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) pemilunya 8. D. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengerti. disebut juga demokrasi parlementer 5.

6. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. disamping itu. 7. 4. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. 3. 5. Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1.kehidupannya sehari-hari. 2. cxix . Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi.

opinion. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. Demokrasi. Dari kutipan pengertian tersebut. Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung. religion. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih. khususnya di kota Athena. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. berserikat. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat. accompanied by respect for the rights of minoritiea. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dan segal permasalahan cxx . (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan kemayarakatan. artinya pemerintahan rakyat. and associayion. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. beragama. Dalam rapat tersebut.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil.BAB II PEMBAHASAN A. Selain itu. menegakkan rule of law. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. kratos berarti pemerintahanm. the assertion of rule of law. Lalu. dkk. adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama. majority rule. berpendapat.

Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. b. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. Untuk memudahkan pelaksanaannya. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah desa. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali.dapat dilihat dalam pemerintahan desa. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. seperi padi atau pisang. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. Wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian. Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu milik caloon yang dipilihnya. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. b. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Disamping memilih kepala desa. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena hal-hal berikut: a. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi. Dalam perjalanan sejarah. c. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. cxxi . Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. Bagi negara-negara modern.

Kemudian. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . a. a. Namun. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. kekusaan mayoritas. hak berapat. yakni “ kedaulatan rakyat. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. b. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia. Dengan demikian. jaminan hak asasi manusia. Misalnya. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. demokrasi dalam arti luas. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. istilah demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. hak-hak minoritas. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. pemilihan yang bebas dan cxxii . juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. seperti hak kemerdekaan pers. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. Berdasarkan gagasan dasar itu. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. selain meliputi sistem politik. misalnya. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan.c. pemilihan wakilwakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b.

Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang cxxiii . a. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat. pragmatisme. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik. proses hukum yang wajar. ekonomi dan politik.jujur. demokrasi ini. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan.persamaan didepan hukum. nilai-nilai toleransi. serta kerja sama dan mufakat. pembatasan pemerintah secara kostitusional. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat. dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam 2) pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan Dalam pemerintahan.Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss . Dengan kata lain. pluralisme sosial. dan seterusnya. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) Demokrasi langsung. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenisjenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm. demokrasi Pancasila. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakilwakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. dalam demokrasi tidak langsung. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu.” B.Referendum dibagi menjadi tiga macam” a.

Indifidu diberi kebebasan yang luas. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan referendum.sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. b. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya. Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. c. b. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. cxxiv . Jadi.

Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. b) Menteri bertanggung jawab pada DPR. c. Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. Dapatkah anda memberi contoh. Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang.3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah . Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden . Campur tangan pemeritah diminimalkan. cxxv .serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar). Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik. c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara. negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil). Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. bahkan ditolak. d.

ekonomi. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. terutama karena faktor politik. serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. sebagai berikut. dan tidak dapat saling membubarkan. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. sosial. tetapi kepada presiden. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain. C. Akan tetapi. d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950. dalam pertumbuhanya. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. Dengan demikian. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. dan kebudayaan. cxxvi . Misalnya. Jika dukungan rakyat tidak ada.b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri . Disamping itu.

b. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. c. membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. dan budaya poltik masing-masing. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat. d. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka).Mayo telah mencoba untuk memerinci nilainilai ini. yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. Didalam sistem pemerintahan ini. Sebagai akibat demokrasi liberal ini.Di dunia Barat. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. b. Henry B.Mayo: a. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. serta f. bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. Dengan demikian. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). Oleh karena itu. e. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. Atas dasar itu. pemerintahan yang bertanggung jawab. menjamin tegaknya keadilan. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingan-kepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. cxxvii . lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal. aspirasi.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. ………………………………………………. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. 3. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan... ………………………………………………… ……………………………………………….namun. 5.. e.. 2. ………………………………………………. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? Coba simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi.. wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik.c. BIdang Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama Hal-Hal Yang Harus Diperbaiki ………………………………………………. 4. Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki. 6. coba jelaskan mengapa? Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1. Coba anda jelaskan. Demokrasi adalah cxxviii . ……………………………………………….

seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. Belajar dari pengalaman tersebut. Dalam demokrasi liberal. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi cxxix . Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat. seperti di Indonesia. and the people). Abraham Lincoln menyebutkan. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. dan untuk rakyat (is a government of the people. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. ada demokrasi liberal. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi.pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. by the people. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi. tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. Misalnya. oleh rakyat.

Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. langsung. baik dipusat maupun daerah. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. antara lain sebagai berikut. seperti korupsi. cxxx . Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. a. Dengan demikian. dan nepotisme). Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. meski orde baru jatuh. penyalagunaan wewenang. korupsi. demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. serta adil dan beradab.pelaksanaan demokrasi pancasila. jujur. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. Kunci semua pelaksanaan demokrasi tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen. melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan umum. bebas. khususnya bagi pemerintah. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. Sebagaimana telah dijelaskan. rahasia. dan lain-lain. membuat dan menata kembali progrmprogram pembangunan di tengah-tengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. b.

keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. g. kekuasaan merupakan amanat rakyat. yaitu beberapa kasus dan ilustrasi yang akan dibahas pada butir D. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. Pada kegiatan belajar berikutnya sebagai bahan pengayaan. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan cxxxi . d. dan Presiden/Wakil Presiden. ciri-ciri demokrasi antara lain : a. akan dibahas lebih jaur tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. Dengan demikian. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. dalam tahap awal reformasi ini. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. c. e. d. Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. b.c. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. Diselenggarakannya pemilu 2004. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. D. DPRD. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. f.

Dari uraian tersebut. Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi. bukan untuk kepentingan rakyat. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. dapatkah anda menyebutkan keunggulan dfan kelemahan demokrasi dibandingklan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi Kelemahan Demokrasi Keunggulan Sistem lain Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) E. sejak kemerdekaan hingga sekarang. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil.dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. demokrasi cxxxii . Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. yaitu demokrasi liberal.

serta pengendalian diri. mengapa demikian? Juga. Jadi. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. Oleh sebab itu. Dengan belajar dari pengalaman. dan demokrasi Pancasila. penuh perhitungan. antisipatif. perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. seperti analisis. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. rasional. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran.terpimpin. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. kritis. teliti. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. Meskipun konsep awal pada periode tersebut dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. cxxxiii . pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950.

kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. tidak bisa tidak. Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). a. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. Dalam era reformasi ini. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. demokrasi Terpimpin. Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. kooperatif. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. ikhlas. terbuka. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet cxxxiv . serta menjaga keamanan dan kebersamaan. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral.Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. tegas. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949). Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. lugas. dan demokrasi Pancasila. terti. diharapkan nilainilai demokrasi dapat ditegakkan. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. demokratis.

yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara. Pada saat itu. cxxxv . maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. antara lain Kabinet Syahrir I. dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara. dan Kabinet Amir Syarifuddin. kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. Ali Sastro Amidjojo II. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. Sementara itu. Wilopo. Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. yaitu Kabinet Natsir. yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. terdapat dua kubu yang bertentangan. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. Misalnya. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. selama tahun 19451959 dikenal beberapa kabinet. Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. b. jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). Sukimin. dan Kabinet Juanda. yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. Kabinet Syahrir II.

Secara konsepsional. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat cxxxvi . baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi.misalnya. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya. III/MPRS/1963. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945. Persoalan sekarang. Dalam konteks ini.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional.Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut. MPRS No. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan. Secara konsepsional pula. pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap.demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden. kesadaran. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan.

dan budaya bangsa. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. ekonomi dan sosial. serta 5) oposisi. serta penghitungan suara pro dan kontra. Namun dalam praktiknya. Berdasarkan pokok pikiran di atas. serta budaya bangsa Indonesia. Kesusilaan. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. b) Sebagai Alat. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu.pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. 4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. Kepentingan Rakyat Banyak. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. berlainan dengan demokrasi sentralisme. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. UUD 1945. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. Yakni Batas Keselamatan Negara. bukan oleh perdebatan. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. Penyebab penyelewengan cxxxvii . dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun.

Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. juga karena kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Misalnya. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. yang berketuhanan Yang Maha Esa. selain terletak pada presiden. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu.tersebut. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. yang berpersatuan Indonesia. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotong. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. Semangat cxxxviii . demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotongroyong. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. Secara konsepsional. c. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia.royang. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa.

antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. sosial. Aspek Normatif (kaidah). c. dan jujur untuk mencapai konsensus bersama. Aspek Formal. Menurut S. ekonomi. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik. khususnya di masyarakat pedesaan. dan martabat tersebut.menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara. Dalam demokrasi pancasila. pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam cxxxix . dan budaya. 2). b. harkat. Dengan demikian. indonesia sesuai dengan gambaran. Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. serta bersendi atas hukum.terbuka. Aspek Materil.yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a.kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945.Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”.

Aspek Organisasi. Aspek Optatif. Namun. d. Jiwa demokrasi pancasila aktif. negara Kesejahteraan. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. Serta iv. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan. Penyingpangan tersebut secara cxl . yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. i. Aspek Kejiwaan.dan negara kebudayaan e. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila. Tujuan ini meliputi tiga hal. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat.yaitu terciptanya negara Hukum. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. iii. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. Jiwa Pengabdian. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila.serta kebenaran. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. Jiwa demokrasi pancasila pasi. ii. serta f. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal. keadilan.mencapai tujuan kenegaraan.

Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. coba Anda bandingkan dan isilah daftar berikut! Nama Demokrasi Demokrasi Pancasila Demokrasi Barat (Liberal) Demokrasi Timur (Sosialis) Kelebihan Kekurangan cxli . serta i. adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. h. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya.transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. penegakan digiring kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. f. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. korupsi. PNS seolah-olah untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. d. kebijakan floating mass). yaitu: a. dan nepotisme. khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. serta format politik yang tidak demokratis. maraknya pratik kolusi. e. Sebelum melanjutkan perjalanan demokrasi di Indonesia. g. kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum.

dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda cxlii . Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan.harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan. 13 November 1998. dan hukum. Untuk itu. pada 10 s. menambah. prinsip rule of law sulit diwujudkan. ekonomi. tanpa demokratisasi poltik. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” meningkatkan reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila.berbangsa.F. upaya politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat.d . berwibawa. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. tidak menjadi demokratisasi kolusi. MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. Sehubungan dengan ini. Demikian pula. 1998). Menurut Hutington (Chaedar. Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik.untuk mewujudkan praktik demokrasi yang sesuai dengan tuntunanreformasi. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak partisipasi pada reformasi di Indonesia sekarang ini. Perbedaanya tyerletak pada aturan pelaksanaan dan praktik penyelenggaraan. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. badan peradilan yang otonom. Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. sosial.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. cxliii . Partai politik lebih mandiri. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. peraturan perundang lainnya. yakni UUD 1945. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru. Oleh karena itu. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. Selain itu. Konstitusi RIS. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis.sesuai dengan aspirasi rakyat. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. undang-undang bidang politik. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. b. d. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi. c. Secara khusus. undang-undang tentang otonomi daerah. Misalnya. Pemilihan umum lebih demokratis. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. UUDS 1950. untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini. Pengaturan ham.

G. Pedidikan demokrasi secara formal. Pendidikan demokrasi: 1). diskusi timbal balik. pedagogis. prisip. konsep. Pedidikan demokrasi secara informal. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. sikap. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan cxliv . yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi. c. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. 3). Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. Selain itu. 2). Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. Pendidikan demokrasi a. yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. Pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal. perensentasi. b. nilai. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. Dengan demikian. dan sosial kultural untuk membangun cita-cita. dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai.

Kreativitas. Kerjasama tim presentasi. Ketuntasan pemecahan kasus. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). Kemutkhiran bahan pustaka cxlv . Kedisiplinan. Kejelasan uraian.H.

Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. artinya pemerintahan rakyat. Pemilu sebagai salah satu wujud demokrasi di Indonesia. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. 4. 2. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. b. 3. Uraian tentang pemilu dibagi dalam beberapa hal. Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. Jadi. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. Dalam rapat tersebut. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. demokrasi. kratos berarti pemerintahan. yaitu: a. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. c. Demos artinya rakyat. khususnya di kota Athena. Sistem Pemilihan Umum Dinamika Partai Politik Pemilu di Indonesia 1. Dengan demikian.BAB III PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. Pemilu masa Orde Lama Pemilu masa Orde Baru Pemilu masa transisi Pemilu masa Reformasi cxlvi .

Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. DPRD. 1989. David. Penerbit Erlangga: Jakarta. Tata Negara Edisi Kedua. Winataputra. Pemilu presiden. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. University of california: USA. Hans. Petrus Citra. Udin S. Triwamwoto. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.. tentang pemilu DPR. UU 12/2003. Demokrasi. UU 22/2003. PT Hanindita: Yogyakarta. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. Historis. Rahmat A. Grasindo: Jakarta. amandeman terakhir. DPD. Dasar-dasar Ilmmu Politik. Kanisius: Yogyakarta.DAFTAR PUSTAKA Betham. Harris soche. Miriam. 1995. or. dan DPRD. Dikti: Jakarta. serta UU23/2003. UU 31/2002. CST. 1966. General Theoryof Law and State. tentang partai plitik. 2005. Santiaji Pancasila. 2004 Kewarganegaraan SMA 1. 1986. Daji darmodihardjo. dkk. Perundangan: UUD 1945. Setiadi. James McGregor.Panduan Menguasai Tata negara. 1968. Ganesha Exact: Bandung. Kelsen. Jakarta. DPD. 1985. Suny Ismail. Kanil. DPR. tentang susunan kedudukan MPR. cxlvii .2000. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. Mekanisme Demokrasi Pancasila. 1949. Goverment By the People. Suatu tinjauan Filosofis. 2000. Yudiris konstitusional. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Budiardjo. Elly M. Burns.

Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. PENDAHULUAN A. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan cxlviii . Latar Belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam pembahasan. Sejak tanggal 27 Desember 1945. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. akan dibahas lebih lanjut mengenai UndangUndang Dasar 1945. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945.MODUL X PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA BAB I. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen).

cxlix . Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Sistem Pemerintahan NKRI serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. D. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : u. Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 w. d. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. Sistem Ketatanegaraan Negara RI x. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 v. kedudukan pembukaan UUD 1945.tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. memahami. c. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengetahui. B. b.

Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badan-badan tersebut. Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo. Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: cl .C. eksekutif. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain.BAB II PEMBAHASAN A. Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. HUKUM DASAR TERTULIS (UNDANG-UNDANG DASAR) E. dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut. Undang-Undang Dasar 1945 PENGERTIAN HUKUM DASAR NEGARA Ada dua macam hukum dasar. HUKUM DASAR TAK TERTULIS (KONVENSI) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif.S. 1981: 95-96 ). yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi).

Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. seperti: a. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. Pembukaan. 4. b. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. Dapat diterima oleh seluruh rakyat. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. Mekanisme pembuatan GBHN. PENGERT1AN. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat.(yang dimulai sejak tahun 2000). SIFAT DAN ISI UNDANG-UNDANG DASAR 1945 Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. (2) Batang Tubuh UUD 1945. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. 3. yang terdiri dari 4 alinesa. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan. d. Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. c. KEDUDUKAN. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). 2. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Batang Tubuh yang memuat cli .1.

Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No.pasal-pasal. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. majelis itu bersidang untuk menetapkan. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. atau keputusan pemerintah. UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. Sebagai hukum. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak. lembaga negara. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. seperti telah dijelaskan. Sesungguhnya clii . Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. UUD 1945 berisi norma. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. Setiap produk hukum seperti undang-undang. UUD. dapat dipisah-pisahkan. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. lembaga masyarakat. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946—sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. peraturan. Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara. aturan.

ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. Undang-undang Dasar menjadi aturan yang luwes. yang hanya memuat aturan pokok. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. cliii . yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. yang masih harus berkembang. Dengan aturan-aturan yang tertulis. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. harus terus hidup secara dinamis. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturanaturan pokok saja. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. 2. tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan.rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. supel. yakni hanya memuat 37 pasal. dan tidak ketinggalan zaman.

misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. pengubahan.Ini tidak berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. Tiap-tiap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. ISI. pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. Karena itu. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. sejak dari alinea I sampai dengan alinea IV merupakan suatu kesatuan. secara keseluruhan sebenarnya merupakan suatu kesatuan yang logis. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. yang logis sejak dari alinea I cliv . Selain itu. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 MAKNA. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. SIFAT DAN TUJUAN PEMBUKAAN UUD’45 1) Makna Pembukaan UUD’45 Makna yang terkandung dalam tiap-tiap Alinea Pembukaan UUD 1945. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. Isi UUD 45 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. yang pembuatan.

Pernyataan dalam alinea II ini menurut ilmu logika merupakan suatu premis minor (yang bersifat khusus). berdaulat. Dalam kenyataannya bangsa Indonesia hampir mencapai tujuan kemerdekaan tersebut. Alinea II Berdasarkan alasan akan hak kodrat dan hak moral bagi setiap bangsa dan kenyataannya pihak penjajah tidak memenuhi wajib kodrat dan wajib moral untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa Indonesia maka sudah semestinya bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri atas kekuasaan dan kekuatannya sendiri. yaitu hak yang melekat pada kodrat manusia dan bukanlah merupakan hak hukum. Kemudian kemerdekaan tersebut dijelmakan dalam suatu negara yaitu negara yang merdeka. sejak dari pernyataan yang bersifat umum sampai dengan pembentukan negara Indonesia. Keseluruhannya itu dapat dirinci pada uraian berikut ini: Alinea I Dalam alinea I ini terdapat suatu pernyataan yang bersifat umum yaitu suatu hak kemerdekaan setiap bangsa di dunia. Jadi kemerdekaan individu diletakkan dalam kaitannya dengan kemerdekaan bangsa. yaitu berjuang untuk mencapai kemerdekaan. adil dan makmur.sampai dengan alinea IV. Konsekuensinya merupakan wajib kodrat dan wajib moral bagi setiap penjajah untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa jajahannya. clv . bersatu. Pelanggaran terhadap hak kodrat dan hak moral ini pada hakikatnya tidak sesuai dengan peri kemanusiaan (hakikat manusia) dan peri keadilan (hakikat adil). sehingga disebut juga sebagai hak kodrat dan hak moral. Berdasarkan ilmu logika maka pernyataan pada alinea I ini merupakan suatu premis mayor (pernyataan yang bersifat umum). Kemerdekaan dalam pengertian ini bukanlah kemerdekaan individualis (liberalis) namun merupakan suatu kemerdekaan bangsa. Kemerdekaan tersebut merupakan suatu hak kodrat.

.. Tentang hal ketentuan ditiadakannya UUD Negara.. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. (merupakan tujuan umum atau internasional)... II dan III tersebut pada hakikatnya merupakan suatu asas pokok bagi alinea IV.yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.... " (yang merupakan suatu tujuan khusus) dan .. kareta melaksanakan dan merealisasikan hak kodrat dan hak moral akan terwujudnya kemerdekaan. Tentang tujuan negara.. Alinea IV Semua asas yang terdapat dalam alinea I... Tentang hal bentuk negara. b. yang tercantum dalam kalimat. atau merupakan konsekuensi logis yaitu isi alinea IV merupakan tindak lanjut dari alinea sebelumnya..” clvi .. perdamaian abadi dan keadilan sosial . Isi yang terkandung dalam alinea IV yang merupakan konsekuensi logis atas kemerdekaan yaitu meliputi pembentukan pemerintahan negara yang meliputi empat prinsip negara yaitu : a.” c....’ yang berbunyi ”.maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.. yang termuat dalam suatu pernyataan “. Demikian pula merupakan suatu tindakan yang luhur dan suci.. Menurut ilmu logika pernyataan dalam alinea ketiga ini merupakan suatu konklusio atau merupakan suatu kesimpulan.....Alinea III Sebagai suatu konsekuensinya maka bangsa Indonesia menyatakan kemerdekannya itu atas kekuatannya sendiri yang didukung oleh seluruh rakyat. Keseluruhannya itu hanya mungkin terwujud karena atas karunia dan rakhmat Tuhan Yang Maha Esa.melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa.

Alinea III = kemerdekaan rakyat Indonesia atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat serta kebijaksanaan dengan mewujudkan dalam suatu permusyawaratan/perwakilan. Seluruh isi yang terdapat dalam alinea IV tersebut pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan tentang pembentukan pemerintahan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila (Notonagoro. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Sudut Sejarah (terjadinya) Alinea I = pernyataan hak kemerdekaan dari segala bangsa. 2) Isi Pembukaan UUD’45 Isi Pembukaan UUD’45 dapat ditinjau dari dua sudut pandang. Alinea IV = pembentukan pemerintah Indonesia dengan dasar Pancasila sebagai asas kerohanian bangsa... = peduangan bangsa telah sampai pada titik puncak/ kulminasi = awal hidup luhur bangsa memiliki Dasar.dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. b. yaitu: a. 3) Sifat Pembukaan UUD’45 Secara menyeluruh ada empat macam sifat Pembukaan UUD’45. Tentang dasar filsafat (dasar kerokhanian) negara. Kemanusiaan yang adil dan beradab. dalam kalimat “. Tujuan dan Cita-cita.. 1957 : 6-12). yaitu: Alinea IV = Ikrar berdirinya Negara kesatuan RI dengan clvii .d. Sudut Isinya (kesepadanan) Alinea I Alinea II Alinea III = tuntutan hak kodrat dan hak moril bangsa. Alinea II = berhasilnya perjuangan bangsa Indonesia.

clviii . yaitu adanya Rakyat. proklamasi tidak dapat diulang lagi. asas politik dan asas cita-cita negara serta memuat ketentuan diadakannya UUD negara. yaitu ditentukan oleh Pembentuk Negara dan terjelma dalam suatu pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk negara.. apa yang terjadi pada saat. serta terlekat pada Tuhan YME (Proklamasi). padahal saat ini sudah tidak ada lagi. (Staatfundamentalnorm). artinya selamanya terlekat dalam kelangsungan hidup bangsa Indonesia sepanjang masa di dalam bernegara. tujuan dan cita-cita bangsa). yaitu: • adanya rakyat Indonesia. artinya menurut ilmu hukum tatanegara memiliki beberapa unsur mutlak : • Dari Segi Terjadinya. yang melindungi segenap bangsa Indonesia. • Secara material. artinya dengan adanya Pembukaan UUD’45 sebagai Kata Pengantar UUD Negara R. Pembukaan UUD’45 bersifat tetap tidak dapat diubah. Pembukaan UUD 1945 Sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental. hanya satu kali terjadi yang terikat dan terlekat kepada masalah hidup pokok dari setiap warga bangsa pada saat itu. sebab • Secara formal. maka tidak terpenuhi syarat-syarat adanya negara. yaitu memuat dasar-dasar pokok negara yang dibentuk memuat asas kerokhanian.a. • Dari Segi isinya . untuk menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar-dasar negara yang dibentuknya.I. Daerah. c. Jika Pembukaan UUD’45 tidak ada. dengan jalan hukum suatu peraturan hukum hanya dapat dihapus oleh penguasa yang menetapkannya atau yang lebih tinggi kedudukannya atau derajatnya. Pemerintah dan Asas Kerokhanian (asas politik. maka adanya Negara Kesatuan RI menjadi konkrit/jelas. b. Pembukaan UUD’45 bersifat konkrit/jelas.

kesejahteraan umum. maka dengan kekuasaan dapat diubah. Alinea I= suatu pertanggungjawaban atas Proklamasi Kemerdekaan RI. yaitu: a. sebagai dasar Negara. ekonomi. membentuk suatu pemerintahan negara. badaniah dan Tuhaniah). adanya Pemerintah Negara. Kesatuan Bangsa. kebahagiaan. Namun memiliki kelemahan pula. adanya asas Politik. rokhaniah. yaitu memiliki kekuatan yang dapat dipaksakan. tegas dan jelas formulasinya. Alinea II = suatu cita-cita Kemerdekaan. memiliki kekuatan mudah untuk diingat. d. mencerdaskan kehidupan bangsa. Pembukaan UUD’45 bersifat tertulis. kedaulatan Negara. hanya kelemahannya tidak tegas dan tidak jelas formulasinya serta mudah untuk dilanggar atau dilupakan orang. clix . perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuan Pembukaan UUD’45 mempunyai 4 macam tujuan. Sesuatu piagam atau apapun yang bersifat tidak tertulis. b. melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. Alinea III = d. ketertiban dunia. sosial. 4) Tujuan Pembukaan UUD’45. Negara dan daerah atas Keadilan Hukum dan keadilan Moril. adanya asas Tujuan atau Cita-cita bangsa. yakni terpeliharanya kemerdekaan. c. (kesejahteraan politik. Republik yang berkedaulatan Rakyat. sebagai hukum positif. adanya Pancasila. yaitu sulit untuk diingat. tidak dapat dirubah dengan kekuasaan sebab bersifat imperatif moril. Alinea IV = suatu pernyataan Kemerdekaan sebagai permulaan suatu penentuan perwujudan asas tujuan yang tetap hidup luhur dan suci atas rahmat Tuhan YME.• • • • • adanya Daerah Negara.

Jadi negara mengatasi segala faham golongan. clx . dijelaskan bahwa Pembukaan UUD 1945 mengandung Pokok-pokok Pikiran yang meliputi suasana kebatinan dari UUD Negara Indonesia. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. mengatasi segala faham perorangan. Pokok pikiran ini menegaskan bahwa dalam Pembukaan* diterima aliran pengertian negara persatuan. negara penyelenggara negara dan setiap warga negara wajib mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan golongan ataupun perorangan.POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM PEMBUKAAN UUD’45 Menurut penjelasan resmi dari Pembukaan UUD 1945 yang termuat dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. Dengan pengertian yang lazim. Hal ini menunjukkan pokok pikiran persatuan. negara menurut pengertian Pembukaan UUD 1945 tersebut menghendaki persatuan meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya. 7. Berdasarkan isi dari penjelasan resmi Pembukaan UUD 1945 tersebut bahwa dengan Pokok-pokok Pikiran tersebut nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dijelmakan atau dijabarkan secara normatif dalam pasalpasal UUD 1945. Negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan wilayah seluruhnya. Pokok-pokok Pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum (Rechtsidee) yang menguasai hukum dasar negara baik hukum dasar tertulis (UUD) maupun hukum dasar tidak tertulis (convensi). Pokok-pokok Pikiran tersebut adalah sebagai berikut: (1) Pokok Pikiran Pertama : Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar asas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Keempat Pancasila.(2) Pokok Pikiran Kedua : Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (3) Pokok Pikiran Ketiga : Negara yang berkedaulatan rakyat. yang menyatakan bahwa kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pokok pikiran ini dalam ‘Pembukaan’ mengandung konsekuensi logis bahwa sistem negara yang terbentuk dalam Undang-Undang Dasar harus berdasarkan atas kedaulatan rakyat dan berdasarkan permusyawaratan/perwakilan. Ini adalah pokok pikiran kedaulatan rakyat. dan permusyawaratan/perwakilan. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. (4) Pokok Pikiran Keempat Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut Gasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Ini merupakan pokok pikiran keadilan sosial yang didasarkan pada kesadaran bahwa manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama uniuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat. Pokok pikiran keempat dalam ‘Pembukaan’ ini mengandung konsekuensi logis bahwa Undang-Undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara untuk clxi . Memang aturan ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia. dan merupakan suatu kausa finalls (sebab tujuan). Sehingga dapat menentukan jalan serta aturan-aturan mana yang harus dilaksanakan dalam Undang-Undang Dasar untuk sampai pada tujuan itu yang didasari dengan bekal persatuan. berdasarkan atas kerakyatan. Pokok pikiran inilah yang merupakan Dasar Politik Negara. Pokok pikiran ini menempatkan suatu tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai dalam Pembukaan.

memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur. Hal ini menegaskan pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengandung pengertian taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan pokok pikiran kemanusiaan yang adil dan beradab yang mengandung pengertian menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia atau nilai kemanusiaan yang luhur. Pokok pikiran keempat ini merupakan Dasar Moral Negara yang pada hakikatnya merupakan suatu penjabaran dari Sila Pertama dan Sila Kedua Pancasila. Empat pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 menurut Penjelasan Undang-Undang Dasar ini, merupakan penjelasan logis dari inti alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Atau dengan lain perkataan bahwa keempat pokok pikiran tersebut tidak lain adalah penjabaran dari Dasar Filsafat Negara, Pancasila. Dalam pokok pikiran yang pertama ditekankan tentang aliran bentuk negara persatuan, pokok pikiran kedua tentang cita-cita negara, yaitu keadilan sosial dan pokok pikiran ketiga adalah merupakan dasar politik negara berkedaulatan rakyat. Bilamana kita pahami secara sistematis maka pokok pikiran I, II dan III memiliki makna kenegaraan sebagai berikut : negara ingin mewujudkan suatu fujuaii negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok pikiran I). Agar terwujudnya tujuan negara tersebut maka dalam pelaksanaan negara harus didasarkan pada suatu dasar politik negara yaitu negara persatuan republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran I dan III) (Notonagoro, 1974:16). Dalam kehidupan kenegaraan mendasarkan pada suatu dasar moral yaitu negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab (pokok pikiran IV). Sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu negara sudah semestinya memiliki suatu cita-cita yang ingin dicapai yaitu suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (pokok pikiran keempat) sehingga pokok pikiran ini merupakan suatu

clxii

dasar cita-cita negara. Maka untuk mencapai cita-cita kenegaraan yaitu suatu keadilan dalam hidup bersama (keadilan sosial), negara mewujudkan dalam suatu dasar tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok (pokok pikiran I), adapun sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita negara sebagaimana termuat dalam (pokok I), dan Republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran III). serta harus mendasarkan pada dasar, moral negara, yaitu negara berdasar atas “Ketuhanan YME” dan menurut dasar ‘kemanusiaan Yang adil dan berabad. Dengan lain perkataan untuk mewujudkan tujuan negara serta cita-cita negara, juga harus mendasarkan pada dasar moral negara. Hal ini menunjukkan bahwa betapapun baiknya suatu sistem negara dengan suatu perangkat hukum yang baik. Tetap harus mendasarkan pada moralitas negara yang baik pula. Negara dengan sistem politik dan hukum yang baik, apabila aparat pelaksana, penyelenggaraan negara tidak memiliki moralitas yang luhur, maka negara akan mengalami ketidakseimbangan dan akhimya rakyat mengalami penderitaan. Prinsip negara sebagaimana terkandung dalam pokok-pokok. pikiran tersebut menunjukkan kepada kita dalam kehidupan bernegara walaupun didasarkan pada peraturan hukum, juga harus didasarkan pada moralitas. Negara Indonesia mendasarkan pada komitmen moral kemanusiaan yang beradab karena dalam kehidupan bernegara pada hakikatnya untuk mencapai tujuan kemanusiaan yang bermartabat luhur. HUBUNGAN ANTAR POKOK PIKIRAN PEMBUKAAN UUD’45 DENGAN BATANG TUBUH UUD’45. Dalam sistem tertib hukum, Indonesia,. Penjelasan UUD’1945 menyatakan bahwa Pokok Pikiran itu meliputi suasana kebatinan dari UndangUndang Dasar Negara Indonesia serta mewujudkan cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar tertulis (UUD) dan hukum dasar tidak tertulis (convensi), selanjutnya. Pokok Pikiran itu dijelmakan dalam pasal-pasal UUD

clxiii

1945. Maka dapatlah disimpulkan bahwa suasana kebatinan Undang-Undang Dasar 1945 tidak lain dijiwai atau bersumber pada dasar filsafat negara Pancasila. Pengertian inilah yang menunjukkan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pembukaan UUD 1945, mempunyai fungsi hubungan langsung yang bersifat kausal organs dengan batang tubuh UUD 1945. Karena isi dalam Pembukaan dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945. Maka, Pembukaan UUD 1945 yang memuat dasar filsafat negara dan Undang-Undang Dasar merupakan satu kesatuan walaupun dapat dipisahkan, bahkan merupakan rangkaian kesatuan nilai dan norma yang terpadu. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang didalamnya terkandung Pokok-pokok Pikiran Persatuan Indonesia. Keadilan sosial, Kedauatan Rakyat berdasarkan atas Permusyawaratan/Perwakilan serta Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang inti sarinya merupakan pencernaan dari dasar filsafat Pancasila. Adapun Pancasila itu sendiri memancarkan nilai-nilai luhur yang telah mampu memberikan semangat kepada UUD 1945. Semangat dari UUD 1945 serta yang disemangati yakni pasal-pasal UUD 1945 serta penjelasannya pada hakikatnya merupakan satu rangkaian kesatuan yang bersifat kausal organis. Ketentuan serta semangat yang demikian itulah yang harus diketahui, dipahami serta dihayati oleh segenap bangsa Indonesia yang mencintai negaranya. Rangkaian isi, arti makna yang terkandung dalam masing-masing alinea dalam pembukaan UUD 1945, melukiskan adanya rangkaian peristiwa, dan keadaan yang berkaitan dengan berdirinya Negara Indonesia melalui pernyataan Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia. Adapun rangkaian makna yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: (1) Rangkaian peristiwa dan keadaan yang mendahului terbentuknya negara, yang merupakan rumusan dasar-dasar pemikiran yang menjadi latar

clxiv

belakang pendorong bagi Kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam, wujud terbentuknya negara Indonesia (alinea I, II dan III Pembukaan). (2) Yang merupakan ekspresi dari peristiwa dan keadaan setelah negara Indonesia terwujud (alinea IV Pembukaan). Perbedaan pengertian serta pemisahan antara kedua macam, peristiwa tersebut ditandai oleh pengertian yang terkandung dalam anak kalimat, “Kemudian daripada itu” pada bagian keempat Pembukaan UUD 1945; sehingga dapatlah ditentukan sifat hubungan antara masing-masing bagian Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD 1945, adalah sebagai berikut: (1) Bagian pertama, kedua dan ketiga Pembukaan UUD 1945 merupakan segolongan pernyataan yang tidak mempunyai hubungan ‘kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945. (2) Bagian keempat, Pembukaan UUD 1945 mempunyai hubungan yang, bersifat *kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945, yang mencakup beberapa segi sebagai berikut: (a) (b) Undang-Undang Dasar ditentukan akan ada. Yang diatur dalam UUD, adalah tentang pembentukan pemerintahan negara yang memenuhi pelbagai persyaratan dan meliputi segala aspek penyelenggaraan negara. (c) (d) Negara Indonesia ialah berbentuk Republik yang berkedaulatan rakyat. Ditetapkannya dasar kerokhanian negara (dasar filsafat negara Pancasila). Atas dasar sifat-sifat tersebut maka dalam hubungannya dengan Batang Tubuh UUD 1945, menempatkan pembukaan UUD 1945 alinea IV pada kedudukan yang amat penting. Bahkan dikatakan bahwa sebenarnya hanya alinea IV Pembukaan UUD 1945 inillah yang menjadi inti sari Pembukaan dalam arti yang sebenarnya. Hal ini sebagaimana termuat dalam penjelasan resmi Pembukaan dalam Berita Republik Indonesia tahun 11, No. 7, yang

clxv

ditambah Pasal 6A menjadi 5 ayat. Isi Batang Tubuh UUD’45 UUD 1945 hasil Amandemen 2002 masih tetap. Pasal 13 menjadi 3 ayat. siapa saja menjadi WNI maupun menyelaminya. 3. Soepomo tanggal 15 Juni 1945 di depan rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia). Pasal 9 menjadi 2 ayat. Dr. disembarang ruang dan di mana saja dapat dipraktekkan. Pasal 17 menjadi 4 clxvi . BATANG TUBUH UUD’45 Pengertian Batang Tubuh UUD’45. Batang tubuh UUD’45 ialah peraturan Negara yang memuat ketentuanketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber daripada peraturan perundangundangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara itu. kapan saja dapat berlaku.hampir keseluruhannya mengenal bagian keempat Pembukaan UUD 1945. sejak dulu hingga sekarang dan sampai kapanpun. Pasal 6 dengan dua ayat. memuat 37 pasal. yaitu: 1. Selain jumlah bab ditambahkan juga banyak pasal-pasal yang dikembangkan. Pasal 11 menjadi 3 ayat. Pasal 7 ditambah Pasal 7A. Luwes (gemulai). akan tetapi telah dibagi dari 16 Bab menjadi 26 Bab. Pasal 14 menjadi 2 ayat. Pasal 7B terdiri atas 7 ayat. dan 3 (tiga) pasal aturan peralihan dan dua pasal aturan tambahan. artinya dapat mengikuti perkembangan zaman. Pasal 7C. (Pidato Prof Mr. Pasal 8 menjadi 3 ayat. Adapun pasai-pasal dimaksudkan antara lain Pasal 2 dan Pasal 3 dari 2 ayat menjadi 3 ayat. elastis dan supel. Batang Tubuh UUD’45 memiliki 3 sifat utama. Rigid (tidak kaku). Pasal 12 tetap. Pasal 15 tetap. Fleksibel. Sifat Batang Tubuh UUD’45. Pasal 16 1 ayat. 2. artinya dapat dilaksanakan oleh setiap warga negara Indonesia di semua tempat. artinya dapat diselami setiap warga negara Indonesia secara keseluruhan. Pasal 10 tetap.

Pasal 31 dengan 5 ayat. 22-B terdiri atas 1 ayat. Pasal 28-1 dengan 5 ayat. ditambah pasal 28-A dengan 1 ayat. Pasal 21 tetap 2 ayat. Pasal 34 dengan 4 ayat. Pasal 28-C dengan 2 ayat. Pasal 28-E dengan 3 ayat. 22-C terdiri atas. Pasal 23-B 1 ayat 23-C dengan 1 ayat. Pasal 22-D terdiri atas 4 ayat. Pasal 29 dengan 2 ayat. Pasal 36-B dengan 1 ayat. Amandemen/Perubahan Uud’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Era Global PROSES PERUBAHAN/AMANDEMEN UUD’45 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Pasal 28-B dengan 2 ayat. B. Pasal 28-J dengan 2 ayat. Pasal 25 dengan 1 ayat. Pasal 22-E dengan 6 ayat. Pasal 18 B terdiri atas 2 ayat. Pasal 23-D 1 ayat. 4 ayat. Pasal 30 dengan 5 ayat. Pasal 28-G dengan 2 ayat. ditambah Pasal 36-A dengan 1 ayat. Pasal 23 berubah menjadi 3 ayat. terutama mengingat agar UndangUndang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. 23-F dengan 2 ayat. Pasal 26 dengan 3 ayat. Pasal 32 dengan 2 ayat. Pasal 23-E dengan 3 ayat. Pasal 30 dengan 5 ayat. Pasal 27 dengan 3 ayat. Pasal 28-H dengan 4 ayat. Pasal 36-C dengan 1 ayat serta Pasal 37 berisi 5 ayat. ditambah pasal 18 A terdiri atas 2 ayat. ditambah pasal 23-A 1 ayat. Pasal 23-G dengan 2 ayat. sebagai berikut: clxvii . memuat 5 ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Pasal 36 dengan 1 ayat. Pasal 24-B dengan. Pasal 22 tetap 3 ayat. ada yang ditambah serta ayat-ayat dalam pasal-pasal tersebut. Pasal 24-C dengan 6 ayat.ayat. Pasal 20 menjadi 5 ayat. Pasal 28-F dengan 1 ayat. Pasal 37. ditambah pasal 22-A 1 ayat. ditambah Pasal 20 A terdiri atas 4 ayat. Pasal 28-D dengan 4 ayat. Pasal 24 dengan 3 ayat. 4 ayat. ditambah Pasal 24-A dengan 5 ayat. Pasal 18 menjadi 7 ayat. Pasal 35 dengan 1 ayat. Demikian isi UUD 1945 hasil amandemen tahun 2002 (amandemen ke4) yang masing-masing pasal ada yang dikurangi dan. Pasal 28 dengan 1 ayat. Pasal 33 dengan 5 ayat. Pasal 19 menjadi 3 ayat.

(2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945. yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. sifat negara. clxviii . DINAMIKA PELAKSANAAN UUD’45 SEJAK AWAL KEMERDEKAAN HINGGA ERA GLOBAL. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang. (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan.(1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. tujuan negara dan dasar negara Pancasila. hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar. mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’. Berketuhanan.

MASA KEMERDEKAAN (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia. karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. pengangkatan Presiden seumur hidup. Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7. dan pembubaran DPR oleh Presiden. MASA ORDE LAMA (1959-1966) 1) PENGERTIAN ORDE LAMA Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2. 7 kali yaitu: 1. Kabinet Burhanudin Harahap. Tapi Ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5. Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3. misalnya Nasakom. konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. Namun keadaan ini tidak bertahan lama. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: clxix .

Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945. jadi hanya bersifat sementara. Mempunyai tujuan: a. DPR. Berbagai ancaman datang silih berganti. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika d. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya.Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. c. 2.Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. clxx . Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. b. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945.1. kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. Lembaga negara seperti MPR. 2) BEBERAPA PENYIMPANGAN DALAM PELAKSANAAN UUD 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. MASA ORDE BARU 1) PENGERTIAN ORDE BARU Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966.

tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu. clxxi .tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966.IX/MPR/1966. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945. dan politik yang stabil serta melaksanakan cita-cita demokrasi politik. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR. dan Hanura secara konstitusional. 2) LANGKAH PENCAMALAN UUD 1945 OLEH ORDE BARU Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. wakilnya. b. Selain itu. Tap.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap. DPR. dan Tap MPR No. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. 3.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan. Tritura. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. Menetapkan GBHN. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945. a. MPR mengadakan sidang umum. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN. Presiden. Dalam sidang umum MPR bertugas. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen antikolonialisme. dan Pemilu 2. perekonomian. MPR No. MPR No.

b. Sidang Tahunan MPR 2000. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinter-pretable” pada pasal-pasal UUD 1945. Melaksanakan Pemilu tepat waktu. UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). d. Membentuk lembaga tinggi negara. 5. yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. 6. clxxii . karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel. Sidang Tahunan MPR 2001. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara. Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang.4. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999. dan Sidang Tahunan MPR 2002. DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. SidangTahunan MPR tahun 2000. sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. yaitu DPA dan BPK. MASA REFORMASI Dalam proses reformasi dewasa ini. Tugas Presiden: a. MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945. dan Sidang Tahunan MPR 2002. Sidang Tahunan MPR 2001. c.

tetapi juga dalam arti materiil.C.I. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. 19. lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I). Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan. 5. Sistem Ketatanegaraan Negara Republik Indonesia TUJUH KUNCI POKOK SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA R. ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan. tindakan berlandaskan dipertanggungjawabkan secara hukum dan tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). berdasarkan sehingga hukum dapat (rechtsstaat). 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). 28A-28J. 4 . Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen). lihat UUD 1945 Pasal 27. 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. Artinya. dalam arti formal saja. yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia. 28. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya. 23E dan 24. clxxiii . Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara setiap Indonesia harus adalah negara yang hukum. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen. b. 20. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara.

penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas). serta bertanggung jawab kepada majelis ini.c. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan. dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Karena ia adalah mandataris MPR. Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem konstitusional. lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. d. maka dia. 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD. Pasal 31. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia. lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). e. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali. bukan absolut (tidak terbatas). berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). 33 dan 34. lihat UUD 1945 Pasal 24. Dalam sistem ini. Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluan-haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia. f. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak. Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan clxxiv .

DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu Presiden dan DPR harus bekerja sama. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan clxxv . Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasal-pasal UUD 1945 hasil amandemen keempat. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. penganugerahan gelar dan tanda jasa. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus. pengangkatan duta dan konsul. Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara. mendapatkan persetujuan DPR. tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. 5) Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A. Dalam melakukan kewajibannya. 7B). 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. pemberian amnesti dan abolisi dan lainlain.segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat.

dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”. karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. pengubahan. karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden. Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR... Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV.”.Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UndangUndang Dasar Negaraa Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat... Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden.. DPR.I.. ia bukan diktator. sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. clxxvi . Seperti dijelaskan sebelumnya. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak. Selain itu.. dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang. SUSUNAN KEKUASAAN NEGARA R.UU (lihat Pasal 17).. Pembentukan.Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR.. Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. 7.. dan Presiden sangat erat.

berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). (Pasal 16 UUD 1945). Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi. Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung. didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. yang dalamUUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “. Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). tertinggi adalah ditangan rakyat. atau pengawasan didelegasikan kepada Baden Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) LTUD 1945). (b) Kekuasaan Legislatif. didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1). (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif..(b) Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat. (c) Kekuasaan Yudikatif.. clxxvii .. dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif. (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. (d) Kekuasaan Inspektif.

serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi.”. pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas. Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali. Melantik Presiden dan Wakil Presiden... (b) “Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD.. menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: (1) penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III. (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”. yaitu” . dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat. (d) Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan).(3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945. Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas clxxviii ..

artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD. yaitu meliputi tiga hal. (1) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen. misalnya Pasal 7B ayat (7). “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar”. Majelis Permusyawaratan. Berdasarkan ketentuan tersebut maka pengambilan keputusan itu melalui suara clxxix . dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.permusyawaratan perwakilan. (2) Pasal 2 ayat (1). Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. maka dimungkinkan terbanyak. yaitu mengubah UUD. Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : (1) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah sebagai asasnya. (5) Pengawasan Konsep pengawasan menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2). (2) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai. Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat. (2) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas.

dan (2) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat. Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002.. tugas dan hubungan antar lembag. MPR No. Dewan Perwakilan Rakyat. karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat.menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu. Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan.kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. (3) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR. disebut “.III/MPR/1978. tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasal-pasalnya. D..” Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : (1) Dilakukan oleh seluruh warga negara. Badan Pemeriksa Keuangan. Dalam Tap. dan Mahkamah Agung.. MPR No. Dewan Pertimbangan Agung. wewenang. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi: clxxx . Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan..VI/MPR/1973 dan Tap. Sistem Kelembagaan Negara RI KELEMBAGAAN NEGARA UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya.a negara.

dan DPRD (Pasal 23 E.KELEMBAGAAN NEGARA SETELAH PERUBAHAN UUD 1945 (ST MPR 2002) UUD 1945 BPK MPR PRESIDEN KEKUASAAN KEHAKIMAN MK/MA/KY DPD /DPR WAPRES LEGISLATIF Keterangan: MK = Mahkamah Konstitusi MA = Mahkamah Agung KY = Komisi Yudisial Sumber: Kompas. Pasal clxxxi . sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. Agustus 2002 EKSEKUTIF YUDIKATIF Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19. 22C. 22B. 20A. DPD. 21. 20. dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR.

dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. clxxxii . Badan ini bersifat bebas dan mandiri. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24.23F. Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final. 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. 2. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24. memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD. 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Tugas BPK antara lain: 1. Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002. jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. di samping DPR dan Presiden. dan 23G). Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). martabat serta perilaku hakim. (Lihat Pasal 24B). Merneriksa semua pelaksanaan APBN. menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. (Lihat Pasal 24C) HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI HUBUNGAN ANTARA MPR DAN PRESIDEN Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. memutus pembubaran partai politik.

Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. Dengan demikian maka seluruh anggota. HUBUNGAN ANTARA MPR DAN DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggotaanggota. Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR. maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD. korupsi. maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR.Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. penvuapan. atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. dan anggota-anggota. Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir. tindak pidana berat lainnya. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya. hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar. maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR. clxxxiii .

Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. hak interpelasi. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. peraturan-peraturan lembaga lainnya. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. benarbenar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis. MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang peraturan-peraturan itu undang-undang UUD 1945. Di dengan Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga- clxxxiv . MPR serta mempunyai tugas lainnya sesuai yang agar sangat luas. 20 dan 21). DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. melalui serta wewenang DPR. hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara. hak budget. HUBUNGAN ANTARA DPR DAN PRESIDEN Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1). hak amandemen.Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR. yang dimilikinya seperti hak angket.

berkonsultasi dan dalam banyak hal. maka Iembaga-lembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis).ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. Menurut UUD 1945. Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah.dalam. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan. mendengarkan. maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. ma. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR. clxxxv . yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. pekerjaan untuk membuat UU. Presiden harus memperhatikan. dan dengan pengawasan tersebut. Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva.

sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menteri-menteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Dengan adanya wewenang DPR tersebut. Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh suratsurat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)). HUBUNGAN ANTARA DPR DENGAN MENTERI-MENTERI Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan. Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam clxxxvi . Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan (3) Hak amandemen (mengadakan perubahan) (4) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) (5) Hak bertanya (6) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan). maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. (2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. akan tetapi tergantung kepada Presiden.(1) Hak budget. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)). Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet.

Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut clxxxvii . menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR. Meskipun kedudukan Para menteri tergantung.kepada Presiden. HUBUNGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN MENTERI-MENTERI Presiden mengangkat dan memberhentikan menterimenteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR. Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. terutama berdasar Pasal 3 ayat (3). ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas.-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. mereka bukan pegawai tinggi biasa. Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a. akan tetapi tergantung kepada Presiden. dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. 1945. sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)). Oleh karena itu menteri-menten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR.penjelasan UUD. menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya. yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya.

departemennya. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara, para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan, timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. HUBUNGAN ANTARA MAHKAMAH AGUNG DENGAN LEMBAGA NEGARA LAINNYA. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lainlain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur rnenetapkan hubun~arl antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim, sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila. Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law, not by man). Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat

clxxxviii

perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturan-peraturan itu, atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang, Tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabila pengadilan, karena alat penbuktian yang sah menurut undangundang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan pesitaan, selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undang-undang. Setiap orang yang disangkakan, ditangkap. ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). Semua pengadilan memberikan keterangan, pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi, berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat .yang .lebih tinggi. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut, dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. Ketentuan ini

clxxxix

mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung, yang mengandung makna,bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang- undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. Dalam merupakan proses reformasi dewasa ini Mahkamah KKN Agung untuk ujung tombak terutama mernberantas

rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No. XI/MPR/1998. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. HUBUNGAN ANTARA BPK DENGAN DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. Undang-Undang No. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan, bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah, akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang, badan/instansi Pemerintah atau badan swasta, sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya, oleh karena, pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum

cxc

dapat dikatakan cukup. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula, secara tertib. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. Selain pelaksanaan APBN, diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana, apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana, atau perbuatan yang merugikan negara, maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. ' ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara, antara BPK, DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan, dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam hulan atau dengan hukuman dengan scbanyak-banyaknya Rp. 1.000.000,00. E. Indikator Penilaian

cxci

Kerjasama tim presentasi.Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • • Contextual instruction Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Kemutkhiran bahan pustaka cxcii . Kreativitas. Kedisiplinan. Ketuntasan pemecahan kasus. Kejelasan uraian.

yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. cxciii .BAB III PENUTUP Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen).

Gramedia Pustaka Utama. III) Pen. Departemen Penerangan R. Pen. M. Simorangkir. Purnomo.H. M. JCT. Pancasila dan UUD'45 (I. Tim Dosen Pancasila Unhas. Pen. 2005. Tentang dan Sekitar UUD’45. 2002. Paramitha Pradnya.STIMIK DIPANEGARA . M. Pradnya Paramitha. 1962. Pen. 1970. Setiadi.. Pen. Kajian tentang UUD’ Negara R.2004 cxciv . M. Pendidikan Pancasila. Kansil. II. Erlangga. Yogyakarta. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis).I. Pembagian Kekuasaan Negara. Universitas Hasanuddin.Jakarta. Pen. R. Kanisius. Drs. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. 1973.DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny. Pradnya Paramitha. Elly M. S. Pen. Jakarta. Pen. 1968. 1993. Bandung. 2003.Si. Jambatan. 1973. Kaelan. Pen. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi.Makassar. Jakarta. CST.Si.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .Makassar. Jakarta. Jakarta. Yogyakarta. Bursa Buku FH-UI. Kaelan. Seko ABRI. 1982. Dra. Drs. Yogyakarta. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara.I. Jakarta.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Si. Pengimplementasian UUD’45. Hutauruk. Pen. Gunawan.

kebebasan. kekuasaan pemerintah. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. atau jenis kelamin. PENDAHULUAN A. Sejarah dan Macam-macam HAM 2. tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan. keamanan. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : 1. serta d. HAM dalam tataran Global 3. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001). B. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila cxcv . hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial. UU No. Pengertian. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undangundang dasar.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). dan lain-lain: b. hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. ras. HAM juga bersifat supralegal. Ruang lingkup HAM meliputi a.MODUL VIII HAK ASASI MANUSIA BAB I. HAM dalam UUD 1945 5. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa.

sejarah dan macam-macam HAM 9. D. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 8. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya cxcvi . Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul.C. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 10.

1689) Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsurangsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi. Sejarah HAM Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat.BAB II PEMBAHASAN A. sejarah dan macam-macam HAM 1. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan. Pengertian. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. Naskah tersebut adalah : • Magna Charta (piagam Agung. Berawal dari 2 perang besar didunia ( Pd I dan Pd II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional. 2. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. 1789) Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan cxcvii . 1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John • • • Bill of rights (Undang-Undang Hak.

Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. hak untuk memilih dsb. diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak • • Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. cxcviii .hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. hak atas kebebasan. Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. yaitu : • • • • Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) Kebebasan beragama (freedom of religion) Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu. menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial. memeluk agama. membeli. dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan).Macam-macam HAM Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. disamping hak-hak politik. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. 3. Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. mensual.

HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak. 2) masyarakat sebagai keluarga besar. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama. pembelaan. penggeledahan. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. dan peradilan B. HAM pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban cxcix . 3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. c. b. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. yaitu: a. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. pemeriksaan. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. hak masuk dan ikut dalam parpol. penyidikan. misalnya dalam penangkapan. negara sebagai koordinator dan pengawas. 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada.• • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan.

2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. 10) hak untuk berapat dan berkumpul. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. 2) kemerdekaan dan keamanan badan. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. d. cc . yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. politik. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. 9) hak untuk bebas memeluk agama.sebagai anggota masyarakat. sosial. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. ekonomi. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi.

39/1999 tentang HAM dan UU No. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. hak wanita. baik dalam penerapan. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. UU No. antiterorisme. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. hak atas rasa aman. dan 30). 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi.12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. hak atas kesejahteraan. dan hak anak. hak turut serta dalam pemerintahan. Pancasila sila ke-4. tidak diskriminatif. Oleh sebab itu. Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. C. dan konsisten. 29. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. hak atas kebebasan. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). pemantauan. politik. Sesuai dengan Pasal l (3). dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. hak memperoleh keadilan. Pasal 55. a. pada prinsip saling menghormati. 13) hak untuk berdagang. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya Sejalan dengan amanat Konstitusi. sosial budaya. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan yang berlaku. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No. HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. ekonomi. hak mengembangkan diri. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional cci . 26/2000 tentang Pengadilan HAM. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. kesederajatan.

Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. l. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable.b. m. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. ccii . Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. dan tepat. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. h. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. d. e. n. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. g. f. cepat. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. i. j. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. c. k.

baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. D. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. penyelidikan. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. alinea 2 3. q. alinea 3 4. meningkatkan penyidikan. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. alinea 4 perlindungan terhadap hak budaya dan ekonomi) ii.o. dan menghukum para pengedarnya secara maksimal. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. hakikat manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. Menurut Pancasila. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. Bangsa Indonesia telah lebih dulu : Kebebasan untuk merdeka : Negara yang adil : Menyatakan kemerdekaan :Menunjukkan pengakuan dan asasi (dalam bidang politik. alinea 1 2.Hak Asasi Dalam UUD’ 45 i. sosial cciii . Dalam Pembukaan UUD’ 45 1. penuntutan. Peningkatan penanganan dan tindakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut. hukum. p. Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial.

Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa. dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB.” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa. adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. Telah mengangkat hak-hak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”. asasi Manusia PBB.. Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. 1. dan diteruskan dengan cciv .dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis. Sehingga. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal. tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289).

dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri. Pendidikan.. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa.” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: ccv . maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2).. sosial.. dalam rumusan tujuan negara “.supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang politik. Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “...”. ekonomi. hukum material. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya. dan agama. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut... maka pengertian bangsa.Memajukan kesejahteraan umum. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah...kata “.. tujuan negara. kebudayaan..

(8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. dan negaranya. Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. bangsa. ccvi . (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan.

Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. (6) Setiap orang berhak. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva. atas kebebasan berserikat. (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. kehormatan. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. memilih pendidikan dan pengajaran. serta berhak untuk mencari. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. ccvii . Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. memperoleh. memiliki. menyimpan. keluarga. memilih pekerjaan. memilih kewarganegaraan. bertempat tinggal. (4) Setiap orang berhak untuk.

(9) Perlindungan. pemajuan. diatur.. dan hati nurani. hak kemerdekaan pikiran. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk ccviii . Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. hak beragama. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah. dan bernegara. hak izin untuk tidak diperbudak. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya.(6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. terutama pemerintah. (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. penegakkan. hak untuk tidak disiksa. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. berbangsa.

hak wanita. UU No. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. hukum. tentang Hak Asasi manusia. dan hak anak. hak atas kesejahteraan. hak atas kebebasan pribadi. nilai-nilai agama. Hak-hak asasi tersebut meliputi. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. hak mengembangkan diri. hak turut serta dalam pemerintahan. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan mengalami perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia KOMNAS HAM. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. hak atas rasa aman. Selain hak asasi juga dalam LJU No. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. terkandung kewajiban dasar manusia. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. 39 tahun 1999. dan ccix . Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. hak memperoleh keadilan. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi.menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. perlindungan hak asasi. kemajuan. dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. keamanan. walaupun pelaksanaannya belum optimal. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. hak untuk hidup. 39 tahun 1999.

hak memeluk. Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. mengolah. memiliki.konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundangundangan yang berlaku. menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. Pasal 28-H ayut (3). serta jaminan hukum yang memadai. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. pasal 28A sampai dengan pasal 28J. diatur dalam Undang-undang No. 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). 9 tahun 1999. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). melindungi. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1). Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. Pasal 28-C ayat (2). hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundangundangan dan Indonesia. hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). Jikalau. ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. (2). Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. menyimpan. Pasal 28-E ayat (3). Dengan diundangkannya UU No. serta hak memperoleh. Satu kasus yang hukum internasional yang diterima oleh negara Republik ccx . telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan.

Dalam kenyataannya merekamereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional. E. Implementasi Hak Asasi dan Kewajiban Asasi dalam Sila-Sila Pancasila a. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB.cukup penting. atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. = Saling membantu. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. Sila Kedua Hak Asasi memiliki hak asasi yang dapat Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hak-hak asasi. Sila Pertama Hak Asasi = dan kepercayaan kepada Tuhan YME Kewajiban Asasi Hak memilih dan mengakui agama = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing b. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. saling menolong dan bekerjasama dengan sesama manusia ccxi . di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya. atas pelanggaran di Timur-Timur. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hak-hak asasi manusia. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia.

yaitu keadilan yang memberi maupun non formal demi kepentingan perimbangan dimana hak milik bersama berfungsi sosial ccxii . d. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. oleh. Sila Keempat Hak Asasi = untuk rakyat e. kelompok atau kepentingan pribadi mengabaikan yang lainnya. Berarti persatuan antar suku. artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau bersama daripada kepentingan golongan. golongan.dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. dalam arti adanya keseimbangan mengutamakan dengan yang satu tidak dan Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. suku. Sila Ketiga Hak Asasi mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan suku. agama. partai dll. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum dalam kehidupan demokrasi Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat. golongan.

Kewajiban Asasi Manusia a. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. Kerjasama tim presentasi. Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD’ 45 • • • • Wajib membayar pajak (23) Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. c. Kejelasan uraian. Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). toleransi dan kerukunan beragama (29) Wajib menghormati orang lain Wajib bela negara. Perbedaan Kewajiban 1. Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. b. Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan 2. Kreativitas. Ketuntasan pemecahan kasus. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Kedisiplinan. Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan. Kemutkhiran bahan pustaka ccxiii .

alinia 3 : menyatakan kemerdekaan. sosial. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. ccxiv . Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.hak kebebasan dan hak kesamaan. yaitu hak hidup. Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka. budaya dan ekonomi ). hukum.BAB III PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara. alinia ke 2 : negara yang adil.

Hutauruk. Setiadi. Yogyakarta. CST. 1993. Jakarta. Kaelan. Pen. 2002. M. 1973. Universitas Hasanuddin. Pembagian Kekuasaan Negara. R. Malian.Makassar. 1982. Yogyakarta. Pendidikan Pancasila. III) Pen.Jakarta. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. Kajian tentang UUD’ Negara R. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Tentang dan Sekitar UUD’45. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. JCT. Purnomo. Jakarta. Paramitha Pradnya. Kanisius. Pen. ccxv . dan S. Jambatan. UII Press: Yogyakarta. Pengimplementasian UUD’45. Erlangga.2004 Azra. Tim Dosen Pancasila Unhas. Jakarta.. Kansil. Pen. Pen.STIMIK DIPANEGARA . Pradnya Paramitha.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .H.I. 1970. Bursa Buku FH-UI. Seko ABRI. Simorangkir. Yogyakarta. Pen.I. M. Gunawan. Marjuki ( editor ). Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia.DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny. Pen. Bandung. S. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. 1968. Jakarta. M. Departemen Penerangan R. 1973.Si. 2005. S. Bandung: Fokus Media. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Pradnya Paramitha.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Dra. Pen. UUD 1945 dan Amandemennya.Si. Pancasila dan UUD'45 (I. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Jakarta. Pen. M. 1962. Jakarta : Prenada Media Indonesia. Gramedia Pustaka Utama. azyumardi. 2003. Pen. Drs. Drs. II.Si. Elly M. 2003. Kaelan.Makassar. 2003.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.

2005. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I. S. Syahrial. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. ccxvi . Soemiarno. Dan H. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. 2002. 2002. S. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). Dirjen Dikti Depdiknas. Jakarta. Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. 2002. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I.Mansoer. 2005.Jakarta : Depdiknas. Mansyur. 12-23 Desember 2005. Soegito. Hamdan (Pnyt). Jakarta : Dikti Soemarsono. Pasha. Mustafa Kamal. Hak Asasi Manusia. 2002. Syarbani. A T. Jakarta: Ghalia Indonesia.

PENDAHULUAN A.ekonomi.serta bidang-bidang lainnya. atau jika sudah pernah menjadi paradigma. hanya terasa bahwa sila-silanya bagaikan terlepas satu sama lain dan penerapannya dalam kenyataan yang masih belum sesuai dengan kandungan normanya.paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain.MODUL IX PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM BERMASYARAKAT.teori. Latar Belakang Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat akan muatan ajaran. Paradigma besara manfaatnya. Dalam istilah ilmiah.misalnya politik. ia tidak mampu lagi menerangkan kenyataan politik di ccxvii . BERBANGSA. oleh karena konsep ini mampu menyederhanakan dan menerangkan suatu kompleksitas fenomena menjadi separangkat konsep dasar yang utuh.dalil. bukankah hal itu berarti bahwa Pancasila masih belum merupakan suatu paradigma. Pada dasarnya.bahkan juga pandangan hidup. Jika kritik itu benar. berbangsa dan bernegara di Indonesia pada umumnya. dan kehidupan sosial politik pada khususnya? Bukankah kritik yang paling sering kita dengar adalah bahwa nilainilai yang dikandung Pancasila itu baik. konsep “paradigma” yang pertama kalinya dipopulerkan oleh Thomas Kuhn. DAN BERNEGARA BAB I.untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal.budaya. berarti sebuah model berpikir dalam ilmu pengetahuan.hukum. Masalah yang paling dasar dalam wacana kita sekarang ini adalah mempertanyakan – dan menjawab – sudahkah Pancasila merupakan sebuah paradigma yang mapu menerangkan kehidupan bermasyarakat. Paradigma tidaklah statis. karena ia bisa diubah jika paradigma yang ada tidak dapat lagi menerangkan kompleksitas fenomena yang hendak diterangkannya itu.

dan IPTEK. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus ccxviii . budaya. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma reformasi. Pancasila sebagai paradigma reformasi 7. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional 3. kehidupan antar umat beragama. Melalui Pembelajaran mahasiswa dapat : a. berbangsa dan bernagara di Indonesia ini? B. Aktualisasi Paradigma Dalam Kehidupan Kampus C. Pancasila sebagai Paradigma hukum dan ham 6. berbangsa . Pengertian paradigma 2. sosial. Menjelaskan pengertian paradigma Menjelaskan pengertian pancasila sebagai paradigma pembangunan politik.Indonesia dewasa ini? Jika memang demikian halnya. ekonomi. memahami. bukankah kewajiban kita bersama mengembangkannya sedemikian rupa sehingga mampu menerangkan kompleksitas kehidupan bermasyarakat. Pancasila sebagai paradigma pengembangan iptek 4. Kaitan Modul Modul ini adalah modul terakhir dalam pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Pancasila sebagai paradigma kehidupan beragama 8. dan menghayati Pancasila sebagai paradigma kehidupan masyarakat. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1. c. d. b. Pancasila sebagai paradigma pembangunan poleksosbudhankam 5. hukum. D. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui. dan bernegara serta mampu mengaplikasikannya dalam penerapan ipteks yang dikuasainya.

S.pola pikir. menjadi terdistorsi dan kontraproduktif. Secara testimologis paradigma diartikan sebagai asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakan sumber nilai). paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain. akan kehilangan maknanya.dalil. pancasila dapat ditafsirkan secara subyektif.sehingga sangat menentukan sifat.sumber asas serta arah dan tujuan dari suatu perkembangan.budaya. Dengan demikian maka paradigma merupakan sumber hokum.bahkan juga pandangan hidup untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal.teori.metoda yang diterapkan dalam ilmu pengetahuan. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Nasional Pancasila harus dipahami sebagaisatu kesatuan organis.ciri dan karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.misalnya politik.Khun dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution (1970:49).BAB II PEMBAHASAN A. Istilah paradigma kemudian berkembang menjadi terminology yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai. B. Pemahaman pancasila juga harus diletakkan dalam suatu kesatuan integrative dengan pokok-pokok pikiran yang digariskan di dalam pembukaan UUD 1945. tanpa pemahaman seperti tersebut. dimana masingmasing silanya saling menjiwai atau mendasari sila-sila lain.hukum.orientasi dasar. Negara adalah organisasi atau persekutuan hidup ccxix . serta bidang-bidang lainnya.perubahan serta proses pembangunan. mengarahkan dan mambatasi. Pengertian Paradigma Istilah paradigma dalam dunia ilmu pengetahuan dikembangkan oleh Thomas. Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat dengan muatan ajaran.ekonomi. Dalam istilah ilmiah. Manusia adalah subyek pendukung pokok sila-sila Pancasila dan pendukung negara.

aspak individu. Maka pembangunan nasional untuk hakikat kodrat manusia dan harus meliputi aspek jiwa (akal. pengetahuan.maka Negara dalam mewujudkan tujuannya melalui pembangun nasional guna mewujudkan tujuannya seluruh warganya harus dikembalikan pada dasardasar hakekat manusia monopluralis. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan hasil kreativitas rohani (jiwa) manusia. yaitu didasarkan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab. Pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai dalam pengembangan IPTEK.ilmu agama dan lain-lain.aspek badan.rasa dan kehendak). Atas dasar kreativitas akalnya.yaitu susunan kodrat manusia jiwa dan badan. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung konsekuensi bahwa dalam segala pembangunan nasional harus berdasarkan pada hakikat nilainilai pancasila dan hakikat nilai-nilai pancasila harus berdasarkan pada hakikat manusia. a. epistemologis. Ontologis. maka IPTEK pada hakikatnya tidak bebas nilai. perlu kita pahami dasar dan arah penerapannya. dan aksiologinya. yaitu pada aspek ontologi. manusia mengembangkan IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa. IPTEK yang kita letakkan di atas Pancasila sebagai paradigmanya.aspek makhluk sosial.teknologi. sifatkodrat manusia.individu dan sosial kedudukan kodrati manusia sebagai makhluk yang berdiri sendiri dan makhluk ciptaan Tuhan YME. politik.sosial. Tujuan dari IPTEK adalah untuk mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat umat manusia. Kemudian pembangunan nasional dijabarkan ke berbagai bidang pragmatis seperti ekonomi.kehidupan ccxx . Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.pendidikan.hukum. a.aspek pribadi dan aspek kehidupan Ketuhanannya. namun terkait nilai-nilai.manusia.budaya.

Ilmu pengetahuan harus dipandang secara utuh. karena pada gilirannya nilai-nilai Pancasila menjadi asumsi-asumsi dasar bagi pamahaman di bidang ontologis. dalam dalam dimensinya sebagai masyarakat. refleksi. kemanfaatan dan efek pengembangan IPTEK secara negatif tidak bertentangan dengan ideal Pancasila dan secara positif mendukung untuk mewujudkan nilai-nilai ideal Pancasila. dan eksplorasi mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. observasi. konparasi. c. imajinasi. Sebagai proses menggambarkan suatu aktivitas warga masyarakat ilmiah yang melalui abstraksi. Sebagai masyarakat menunjukkan banyaknya academic community yang dalam hidup kesehariannya para warganya mempunyai concern untukterusmenerus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. b. sebagai proses dan sebagai produk. epistemologis dan aksiologisnya. spekulasi. parameter kebenaran serta pemanfaatan hasilhasil yang dicapainya ialah nilai-nilai yag terkandung dalam Pancasila itu sendiri. eksperimentasi. dalam arti menjadikan dasar dan arah di dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. merupakan keharusan bahwa Pancasila harus dipahami secara benar. Bahwa dengan menggunakan epistemologi tersebut di atas.Hakikat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan aktivitas manusiayangtidak mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. yang berwujud karya-karya ilmiah beserta impilikasinya yang berwujud fisik ataupun non fisik. Dengan menggunakan Pancasila sebagai paradigma. Sebagai produk adalah hasil yang diperoleh melalui proses. Aksiologi. ccxxi . Bahwa Pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dijadikan “metode berfikir”. Epistemologi.

Sistem politik negara Pancasila memberikan dasar-dasar moralitas politik negara. maka kehidupan politik dalam suatu negara harus benar-benar untuk merealisasikan tujuan demi harkat dan martabat manusia. seperti diungkap para pendiri negara. Pancasila sebagai paradigma pembangunan politik Pengembangansistem politik negara harus berdasarkan pada kekuasaan yang bersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai makhluk individu. didasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa. sosial yang terjelma sebagai rakyat. pertahanan dan keamanan yang penjabarannya tertuang pada GBHN. Pancasila sebagai paradigma pembangunan ekonomi Dalam pembangunan ekonomi perlu didasari bahwa pembangunan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja. maka dalam sistem politik negara termasuk para elit politik. Pembangunan yang sifatnya humanistis dan pragmatis harus mendasarkan pada hakikat manusia dan harkat manusia sebagai pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. b. bukan berdasar kekuasaan. misalnya Muh. secara lengkap. Pembangunan nasional dirinci di berbagai bidang antara lain politik. Manusia sebagai subjek negara. maka pembangunan pada hakikatnya membangun manusia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya. maka kekuasaan negara harus berdasarkan kekuasaan rakyat. para penyelenggara negara harus tetap memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur dan memegang budi pekerti kemanusiaan atau terus mendasarkan moralitas sebagaimana tertuang dalam nilai sila-sila Pancasila. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Poleksosbudhankam. budaya. sosial. dan kesejahteraan seluruhbangsa. ccxxii . Rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. meliputi seluruh unsur hakikat manusia yang monopluralis. bukannya kekuasaan perseorangan atau kelompok. Hatta mengharuskan dasar moral untuk negara. a. tetapi demi kemanusiaan. sebagai pengembangan Poleksosbudhankam.D. ekonomi.

Pancasila sebagai paradigma pengembangan Pertahanan Keamanan Pertahanan dan keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan terjaminnya harkat dan martabat manusia atau terjaminnya hak asasi manusia. maka ekonomi harus mendasarkan pada kemanusiaan. pembangunan ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan nilainilai moral kemanusiaan. yaitu nilai-nilai Pancasila itu sendiri (kristalisasi. nilai-nilai adat istiadat. bukan untuk ccxxiii . pustaka. budaya. Menurur Koentowijoyo. ekonomi harus menghindari yang menimbulkan penindasan manusia satu dengan yang lainnya. Prinsip etika Pancasila bahwa nilai-nilai Pancasila diangkat dari harkat dan martabat manusia sebagai malkhluk berbudaya. tidak manusiawi dan idak human. yaitu meningkatkan derajat kemerdekaan manusia dan kebebasan spiritual. artinya melepaskan simbol-simbol dari keterkaitan struktur dan transendentalisasi. sehingga meningkatkan fanatisme etnis di berbagai daerah yang mengakibatkan lumpuhnya keberadabam. Tujuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia agar lebih sejahtera. tradisi. Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya. Pancasila sebagai sumber normatif bagi peningkatan humanisasi dalam bidang sosial budaya. Pancasila dapat merupakan dorongan untuk universalisasi. ekonomi harus menghindarkan diri dari persaingan bebas.Menurut Mubyarto. ekonomi kerakyatan yaitu ekonomi yang humanistik dngan dengan mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara luas. maka pengembangan sosial budaya harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila yaitu nilai-nilai kemanusiaan. c. artinya nilai-nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat kita sendiri. nilai Ketuhanan dan nilai keberadaban. Sebagai kerangka kesadaran. dari monopoli. Untuk menghindari aksi demikian. (1986). Kepentingan politik demi kekuasaan mengakibatkan masyarakat melakukan aksi tidak beradab. d. dan keagamaan) dijadikan dasar/landasan pengembangan sosial budaya.

perkembangan IPTEK dan perkembangan aspirasi rakyat. maka keamanan menjadi syarat tercapainya kesejahteraan warga negara dan pertahanan negara demi tegaknya integritas seluruh warga begara. Pancasila yang di dalamnya terkandung nilai-nilai religius. Produk hukum baik materi maupun penegakannya semakin jauh dari nilai-nilai kemanutsiaan. E. sehingga fungsi Pancasila sebagai paradigma hukum atau berbagai pembaharuan hukum di Indonesia. baik untuk mengatur ketertiban warga maupun melindungi hak-hak warganya.dan keadilan. agar hukum dapat aktual atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat.kekuasaan. maka diperlukan perundang-undangan negara.kerakyatan. Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum dan pengembangan hak asasi manusia. sumber nilai dan sumber arah penyusunan dan perubahan hukum positif di Indonesia. mampu menjamin hak-hak dasar. nilai hukum ccxxiv . Produk hukum dapat berubah dan diubah sesuai perkembangan jaman. Dalam hal ini diperlukan aparat keamanan negara dan penegak hukum negara. yaitu demi terciptanya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan YME (sila I dan II). demi kepentingan seluruh warga negara (sila III). agar tidak melanggar HAM. persamaan derajat dan kebebasan kemanusiaan (sila IV) dan harus dapat mewujudkan keadilan dalam masyarakat (sila V). Padahal Pancasila merupakan cita-cita hukum. Pertahanan dan keamanan harus dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Runtuhnya Orde Baru tanggal 21 Mei 1998 ditandai dengan rusaknya bidang hukum. kerangka berfikir. sumber nilai dan kerangkan berfikir dalam pembaharuan hukum. Demi tegaknya HAM bagi warga negara. Negara bertujuan melindungi segenap wilayah negara dan warganya. namun sumber nilai (nilai-nilai Pancasila) harus tetap tidak berubah. maka Pancasila adalah cita-cita hukum yang berkedudukan sebagai staf undamentalnorm di dalam negara Indonesia. Pancasila harus tetap menjadi sumber norma. Sebagai paradigma pembaharuan hukum.

39 Tahun 1999 juga menentukan Kewajiban Dasar Manusia. Indonesia adalah negara hukum. ccxxv . UU No. (Kaelan. bersifat dinamik nyata ada dalam masyarakat. menjamin hak-hak asasi . serasi dan seimbang dengan hakekatnya sebagai makhluk yang berbudaya dan beradab. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. HAM merupakan kewenangan-kewenangan pokok yang melekat pada manusia sebagai manusia. Selain hak asasi manusia. upaya untuk pembaharuan hukum benar-benar mampu pengantarkan manuia Indonesia ketingkat harkat dan martabat yang lebih tinggi menuju perwujudan hak asasi manusia (HAM) yang selaras. Oleh karena itu. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. artinya yang harus diakui dan dihormati oleh masyarakat dan negara. sehingga ada supremasi hukum.nilai hukum moral. sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat yang sama serta sebagai makhluk yang berbudi pekerti luhur dan berkarsa merdeka. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum merupakan sumber norma dan sumber nilai. hukum. maka segala tindakan kenegaraan harus diatur oleh ketentuan-ketentuan yuridis. Secara obyektif.2001: 254). Pancasila menentukan isi dan bentuk peraturan perundang-undangan Indonesia yang tersusun secara hierarkis.kodrat.39 Tahun tentang Hak Asasi Manusia. yaitu seperangkat kewajiban jika tidak dilaksanakan. maupun kemajuan IPTEK. kemajuan peradabannya.manusia dan hak-hak asasi manusia dijunjung tinggi serta dilindungi. Oleh karena itu. pada hakekatnya merupakan sumber material hukum positif Indonesia. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya Hak Asasi Manusia. di dalam konsiderannya yang dimaksud Hak Asasi Manusia ialah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dam merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. baik menyangkut aspirasinya.

maka semua bentuk pelanggaran HAM yang dapat dilakukan oleh perorangan. umum. F. Ini berarti bahwa setiap gerak langkah bangsa dan negara Indonesia haru selalu dilandasi oleh sila-sila yang terdapat dalam Pancasila. Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. baru dipandang bebas apabila dilakukan secara langsung. jujur. baik dari warga masyarakat. maupun dari pejabat-pejabat dan jabatan-jabatan harus berdasarkan hukum yang jelas. artinya Pancasila menjadi kerangka pikir atau pola pikir bangsa Indonesia. mana yang masih perlu pertahankan dan mana yang harus diperbaiki. mengoreksi segala kekurangannya. Sebagai negara hukum setiap perbuatan. Pemilihan umum. khususnya sebagai Dasar Negara. dan adil. salah satu sarana demokrasi yang penting. demi tegaknya hak asasi manusia. Reformasi politik pada dasarnya berkenaan dengan masalah kekuasaan yang memang diperlukan oleh negara maupun untuk menunaikan dua tugas pokok ccxxvi . rahasia. bebas. Jadi hukum yang dibentuk tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Peranan Pancasila dalam era reformasi harus nampak sebagai paradigma ketatanegaraan.sambil merintis pembaharuan untuk menjawab tantangan masa depan. yang dengan sendirinya menghormati kemajemukan masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai paradigma reformasi Inti reformasi adalah memelihara segala yang sudah baik dari kinerja bangsa dan negara dimasa lampau.Lebih lanjut UU tersebut menegaskan. Hal ini mutlak diperlukan dalam upaya pemantapan kebijaksanaan nasional untuk menyongsong dan mencapai masa depan bangsa yang aman dan sejahtera. Pancasila yang merupakan lima aksioma yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia jelas akan mantap jika diwadahi dalam sistem politik yang demokratis. Pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara masa lalu memerlukan identifikasi. kelompok orang atau penguasa negara dan aparat negara baik yang disengaja maupun tidak disengaja harus dihindari.

dalam bidang hukum. Kedamaian tersebut . sebab tidak ada agama yang mempunyai tujuan yang berbeda. yaitu penerimaan kekuasaan itu secara sadar dan sukarela oleh mereka yang dikuasai. ccxxvii . pada masa kejayaan kerajaan Majapahit warga masyarakat penganut agama Hindu dan agama Budha hidup berdampingan dengan damai.satu jua adanya. Kualitas kewarganegaraan yang tinggi dikalangan para pemimpin selain dapat memahami dan menjabarkan sila-sila Pancasila yang abstrak. Dengan lain perkataan. Bhinneka Tunggal Ika menjadi nama lambang negara Indonesia dan Tan Hana Dharma Mnagua menjadi nama lambang Lemhannas.yaitu memberikan kesejahteraan dan menjamin keamanan bagi seluruh warganya. Khusus yang berkenaan dengan nilai-nilai kehidupan bersama dalam masyarakat. G. Pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan beragama Salah satu sumber materi perumusan Pancasila baik sebagai Dasar Negara maupun sebagai Pandangan hidup bangsa dan negara RI adalah sejarah perjuangan dan perkembangannya di masa lalu. Reformasi politik terkait dengan reformasi dalam bidang-bidang kehidupan lainnya. tetapi juga mampu memimpin rakyat yang memang hidup dalam lingkungan primondialnya masing-masing agar tidak keliru memberi makna kekuasaan bagi seorang pemimpin. sosial budaya serta hakamnas. Kekuasaaan adalah kemampuan untuk mendorong orang lain untuk melaksanakan kemauan penguasa. ekonomi.Tan Hana Dharma Mangrua” yang artinya walaupun berbeda. Misalnya. segala kegiatan politik harus sesuai dengan kaidah hukum. Jangan sampai ada UU tetapi tidak ada PP pelaksanaanya yang sering kita alami selama ini. salah satu acuannya adalah sesuai dalam buku Sutasoma oleh Empu Tantular (1365) yaitu ”Bhinneka Tunggal Ika. Kekuasaan tidak akan terasa sebagai paksaan kalau penggunaannya disertai dengan kewibawaan. seperti bidang hukum. sesungguhnya kekuasaan yang mantap adalah kekuasaan yang bersifat demokratis. Sesati ini dipenggal menjadi dua. oleh karena itu hukum harus dibangun secara sistematik dan terencana sehingga tidak ada kekosongan hukum dalam bidang apapun.

H. ccxxviii . Pancasila yang menjadi sumber tertib hukum naional. Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Kampus Pancasila pada aktualitasnya di negara Republik Indonesia dijadikan dasar filsafat negara. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dijabarkan kedalam pasal 29 UUD 1945 mnjamin hak warga negara memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. Dalam hubungan antara negara dengan agama ditegaskan bahwa tidak ada agama negera. Berkenaan dengan hak tersebut. tetap negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Jika prinsip ini dihayati dan diamalkan oleh warga masyarakat Indonesia yang terdiri dari ratusan suku bangsa.Kalimat kedua pada hakikatnya bermakana ”agama pada prinsipnya sama hanya wujud pengabdiannya kepada Tuhan yang berbeda”. Jadi toleransi kehidupan antar pemeluk agama dalam masyarakat akan terwujud jika para pemeluk agama menyadari adanya kewajiban yang merupakan keharusan untuk menghormati pemeluk agama yang berbeda dengan agama yang dianutnya. Ini berarti bahwa semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan. nilai-nilai yang dikandungnya bersifat abstrak dituangkan ke dalam kaidah atau norma-norma hukum yang mengatur kehidupan negara sebagai lembaga dan kesejahteraan sosial kepada para warga negara sebagai anggota masyarakat. harus disadari bahwa hak akan dinikmati jika diimbangi dengan kewajiban yang harus dilaksanakan. Negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sendi pokok dari setiap agama dan kepercayaan kepada Tuhan. mendapat tempat yang layak dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. pandangan hidup bangsa dan ideologi naisonal. adat istiadat yang beraneka ragam. dan agama/kepercayaan yang berbeda maka akan mewujudkan sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat termasuk tolenransi kehidupan antar pemeluk agama. maka nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus-menerus meresap dalam kehidupan manusia Indonesia dan mewujudkan dalam sikap dan perilaku kehidupannya sehari-hari. hidup dan diakui oleh negara.

dan kesenian. t penelitian bersifat obyektif dan ilmiah. Penelitian harus berpegang pada moral kejujuran yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila. Aktualisasi Pancasila secara subyektif adalah perwujudan kesadaran inidvidu antara manusia Indonesia sebagai warga negara Indonesia yang taat dan pauh. Pengabdiaan kepada masyarakat dilaksanakan di luar kampus ditengah-tengah masyarakat.tidak terjebak dalam politik peraktis atau legitimasi kepentingan penguasa. Hasil Penelitian bermanfaat bagi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia demi harkat dan martabat manusia. Masyarakat kampus harus berpegang pada komitmen moral yang bersumber pada ketuhanan dan kemanusiaan.Pendidikan dilaksanakan di ruang kuliah melalui pendidikan ini ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan kepada para mahasiswa untuk menyiapkan. Penelitian dilakukan di laboratorium . Hal ini merupakan wahana kegiatan memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam memberikan sumbangsih kepada ccxxix . eksekutif. Kampus dalam wujud Perguruan Tinggi mengemban tugas dan misi pokok pendidikan.Aktualisasi Pancasila secara obyektif ialah terwujud dalam bidang kehidupan kenegaraan yaitu meliputi kelembagaan negara antara lain legislatif. di rumah sakit atau di mana saja. hukum (penjabaran ke dalam undang-undang). GBHN.penelitian dan pengabdian masyarakat (Tridharma Perguruan Tinggi). penguasa negara maupun elit politik dalam meaksanakan kegiatan-kegiatan politiknya selalu berlandaskan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila. teknologi. juga bidang pragmatis yaitu politik. bertanggungjawab terhadap bangsa dan negaraeraan serta mengabdi untuk kesejahteraan kemanusiaan. sosial budaya. Kampus adalah tempat hunian atau perkampungan masyarakat ilmiah atau masyarakat intelektual. baik aparat penyelenggara negara. ekonomi. maka harus mengamalkan budaya akademik . di arena kehidupan riil masyarakat luas. membentuk dan menghasilkan SDM yang berkualitas. bertanggungjawab secara moral. 60 Tahun 1999. baik kaidah serta untuk menemukan kebenaran ilmiah atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan. pendidikan dan hankam. Menurut PP No. di perusahaan. dan yudikatif. di lapangan.

Kegiatan pengabdiaan kepada masyarakat demi kesjahteraan umat manusia. Diskusi(40%). menghargai prestasi ilmiah/akademik. I.masyarakat. Kreativitas. Ciri-ciri mayarakat ilmiah sebagai budaya akademik menurut Suhadi. obyaktif. dinamik.(1998:214) adalah kritis. bebas dari prasangka . Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : ccxxx . kontruktif. maka masyarakat akademik harus selalu mengembangkan buadaya akademik atau budaya ilmiah yang berupa esensi dari aktivitas perguruan tinggi. menerima kritik dan kemitraan. Kerjasama tim presentasi. Kedisiplinan. Kejelasan uraian. Warga Perguruan Tinggi adalah insan-insan yang memiliki wawasan dan integrasi ilmiah. menghargai dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah. menghargai waktu. maka harus dijiwai nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila. kreatif. Ketuntasan pemecahan kasus. berorientasi ke masa depan. analitis. & Studi Kasus(40%) • • • • • • • • • • Contextual instruction Simulasi Collaborative learning Ketepatan ide. Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(20%). demi pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan. dialogis.

dan perlu disempurnakan dengan melengkapinya dengan Doktrin Bhinneka Tunggal Ika. atau hubungan antar umat beragama. seperti masalah fiskal dan moneter. atau seluruh bangsa. beriringan dengan pemerintah daerah yang selain efektif dalam melaksanakan dua tugas dasar pemerintah daerah. setiap etnik berhak mengatur dan mengurus dirinya sendiri (souverein in eigen kring). yang selalu harus dijaga agar sesuai dengan perkembangan rasa keadilan masyarakat ccxxxi . setiap golongan.hubungan luar negeri. setiap ras. setaip umat beragama. Di masa depan. Namun ada masalah dalam penuangannya ke dalam sistem kenegaraan dan sistem pemerintahan.BAB III PENUTUP Pancasila telah diterima secara luas sebagai lima aksioma politik yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dan mempunyai sejarah yang sudah tua. Agar Pancasila yang telah dikaitkan langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika itu dapat berjalan dengan stabil. Penyelesaiannya terasa seakan-akan merupakan kebijakan ad hoc yang berkepanjangan. diman setiap daerah. Negara dan Pemerintah dapat memusatkan diri pada masalah-masalah yang benar-benar merupakan kepentingan seluruh masyarakat. keamanan. juga melayani aspirasi dan kepentingan khas dari masyarakat daerah yang bersangkutan. Pemerintahan nasional yang efektif dalam menunaikan dua tugas pokok negara. kehidupan berpolitik berdasar aksioma Pancasila harus terikat langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika. seluruh kaidahnya harus dituangkan dalam format hukum. yang ditata menurut model sentralistik yang hanya dikenal dalam budaya politik Jawa. Doktrin Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional masih mengandung nuansa yang amat sentralistik. Pada saat ini ada diskrepansi antara nilai yang dikandung Pancasila dengan format kenegaraan dan pemerintahan yang mewadahinya.

Pendidikan Pancasila Paradigma. Kapita selekta pendidikan pancasila.PJ.Makassar. Universitas Hasanuddin. Darji Prof.STIMIK DIPANEGARA .H Pancasila budaya Bangsa Indonesia.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. kanisius. 2001 Suamo. filosofis dan sosio-yuridis kenegaraan.Makassar. 1993 Tim Dosen Pancasila Unhas.2004 ccxxxii . Santiaji pancasila (Edisi Refisi) CETAKAN ke 10. 1991 Dirjen Dikti Depdiknas. Proyek peningkatan tenaga akademik. penelitian pancasila dengan pendekatan historis.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . usaha nasional.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Yogyakarta. jakarta 2002 Kaelan.S.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. surabaya. yogyakarta. SH.DR.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful