P. 1
Pancasila (1)

Pancasila (1)

|Views: 191|Likes:
Published by Yoery Sadewo

More info:

Published by: Yoery Sadewo on Feb 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2014

pdf

text

original

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P

)

LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS S C L

PENDIDIKAN PANCASILA
OLEH :

RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/pm.05/2008 Tanggal 4 Januari 2008 BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

i

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin =============================================================

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan : Pendidikan Pancasila : Rahmatullah, S.Ip,M.Si : 132 303 723 : Penata Muda/ IIIa : Bidang Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MPK,MBB) : Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU)/ Universitas Hasanuddin : 1 (satu) Bulan Mulai 04 Januari 2008 s/d 04 Februari 2008 : Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin sesuai dengan surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/PM.05/2008, tanggal 04 Januari 2008 Makassar , 04 Februari 2008

Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan Biaya

Mengetahuai : UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Prof.DR.Hanapi Usman, M.S NIP. 131 690 166

Pembuat Modul, Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 132 303 723

ii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilainilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa

iii

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa

iv

v . • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”.

serta perjuangan nasional. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. kronologi pengesahan Pancasila dan UUD 1945. kronologis perumusan Pancasila dan UUD 1945. untuk mengantarkan kepada pengertian Pancasila sebagai sistem filsafat. Tahap berikutnya mendasari pengetahuan mahasiswa dengan pengetahuan sistem filsafat. 1959 – 1965. Mengerti dan memahami kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia serta perjuangan mempertahankan kaemerdekaan yang meliputi masa 1945 – 1949. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. 1966 – 1998.RINGKASAN LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA Mahasiswa dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. Menghayati perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum abad XX. Untuk memahami kesatuan tersebut perlu didasari oleh pengertian teori sistem. Untuk memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa maka perlu diarahkan untuk melakukan studi komparatif dengan sistem filsafat lainnya di dunia. vi . PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Mahasiwa mengetahui kronologis sejarah perjuangan bangsa Indonesia. yang meliputi kejayaan zaman Sriwijaya Majapahit dan kerajaan lainnya. Memahami dinamika aktualisasi pancasila sebagai dasar negara. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. 1950 – 1959. Memahami proses perumusan dan pengesahan Pancasila dasar Negara Indonesia yang meliputi. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT Memberikan dasar – dasar ilmiah Pancasila sebagai suatu kesatuan sistematis dan logis. 1949 – 1950. serta dinamika pelaksdanaan UUD 1945.

Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. kemasyrakatan. PANCASILA SEBAGAI ETIKA BANGSA Dalam proses pembelajaran mahasiswa diharapkan untuk memahami dan menghayati pengertian etika sebagai salah satu cabang filsafat praktis.dan berdasarkan itulah mahasiswa diharapkan memiliki kemapuan untuk menerapkan norma – norma etika yang terkandung dalam panacasila dalam kehidupan kekaryaan. ideologi tertutup. dan dinamis kemudian membandikan idiologi Pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian idiologi secara umum. kenegaraan. Berdasarkan etika itulah dikembangakan Pancasila sebagai sistem etika. menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk menjelaskan isi pembukaan UUD 1945. maka sebagai suatu sistem filsafat harus dijelaskan inti isi sila – sila pancasila. ideologi komprehensif dan ideologi partikular.Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia yang memiliki ciri terbuka. komprehensif. menjelaskan hubungan UUD 1945 denga Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa harus memiliki vii . PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN INDONESIA Mahasiswa mampu menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. sekulerrisme.Untuk itu sebagai dasar kajian ilmiah. Berikutnya menjelaskan pengertian etika politik. dan berdasarkan rincian nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila kemudian secara praktis diterapkan dalam kehidupan politik. reformatif. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . komunisme. dan idiologi keagamaan.

IPTEKS. reformasi. serta berbagai contoh peran paradigma diberbagai negara. hukum.pengetahuan tentang refofmasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. sosial budaya. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian paradigma secara umum. kehidupan antar umat beragama. Kemudian menjelaskan pengertian paradigma sebagai paradigma dalam pembangunan politik. ekonomi. viii . Dalam proses pembelajaran teori dan konsep paradigma. dan kehidupan lingkungan kampus.

rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA ix . menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”.PETA KEDUDUKAN MODUL VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….i HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………...ii KATA PENGANTAR………………………………………………………………..iii RINGKASAN………………………………………………………………………...iv PETA KEDUUKAN MODUL……………………………………………………….ix DAFTAR ISI………………………………………………………………………….x MODUL I……………………………………………………………………………. MODUL II…………………………………………………………………………… MODUL III………………………………………………………………………….. MODUL IV………………………………………………………………………….. MODUL V…………………………………………………………………………… MODUL VI………………………………………………………………………….. MODUL VII…………………………………………………………………………. MODUL VIII………………………………………………………………………… MODUL IX………………………………………………………………………….. LAMPIRAN : RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

x

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

Oleh : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

PENDIDIKAN PANCASILA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI
Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 4. Pendidikan agama 5. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 6. Bahasa

xi

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010.

Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN :

xii

“Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran mpk dan mbb dikelola oleh universitas dalam satu unit.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”.

KOMPETENSI MATA KULIAH BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS RI NOMOR : 43/ DIKTI/KEP/2006 MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN UPT MKU UNIVERSITAS HASANUDDIN

KELOMPOK KOMPETENSI
STANDAR KOMPETENSI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

NO
1.

RUMUSAN KOMPETENSI

ELEMEN KOMPETENSI a b c d e
V V

2.

Memiliki pengetahuan V tentang nilai-nilai Agama, Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan V nilai- nilai Agama, Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam

V

V

xiii

5. 10.3. Penguasan ilmu dan keterampilan c. Kemampuan mengenali perubahan dan perkembangan IPTEKS Kemampuan memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa Kemampuan berpartisipasi aktif mengembangkan kedamaian dalam menggalang persatuan bangsa V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V ELEMEN KOMPETENSI : a. Kemampuan Berkarya d. Landasan kepribadian b. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA MINGGU MATERI BENTUK PEMBELAJARAN KOMPETENSI AKHIR SES xiv . Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai e. Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban Kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggunga jawab Kemampuan mengenali masalah hidup dan cara pemecahannya. Etis. 4. 11. 7. 9. KOMPETENSI DASAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. 6. 8. 12.

• HAM DAN DEMOKRASI LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. DAN NORMA KEHIDUPAN • DAPAT MENJELASKAN NILAI-N SMALL GROUP TIAP SILA PANCASILA DISCUSSION & • DAPAT MENGKORELASIKAN NI COLLABORATIVE NILAI TERSEBUT DENGAN NILA LEARNING KEHIDUPAN BERMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENYIMPULKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM KULIAH (20%). PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. • MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN • DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASA DAN TUJUAN PEND. DISKUSI (50%) & MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRI ETIKA STUDI KASUS DAN KONSEP.PANCASILA PT KULIAH(40%).KE 1 PEMBELAJARAN (METODE SCL) KULIAH (50%) & DISKUSI/ UMPAN BALIK (50%) PEMBELAJARAN 2-3 4-5 6-7 • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI MISI DAN KOMPETENSI. • DAPAT MENJELASKAN KONSEP PANCASILA DALAM DISKUSI(30%) & DASAR KETATANEGARAAN KONTEKS STUDI SECARA KONSTITUSIONAL KETATANEGARAAN RI KASUS(30%) • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • KONSTITUSI • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • SISTEM PEMERINTAHAN • COLLABORATIVE NEGARA. FILSAFAT FILSAFAT DIALOG (25%) NILAI. HAKEKAT DEMOKRASI. • DAPAT MENGURAIKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM DISKUSI (25%) & PENGERTIAN SISTEM.KONSEP N (30%) NORMA DAN MORAL • DAPAT MENGEMBANGKAN • CONTEXTUAL DENGAN MAKNA PENERA INSTRUCTION ETIKA POLITIK DALAM KEHIDU • SIMULASI BERNEGARA • COLLABORATIVE LEARNING PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA xv . • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH (50%).

KULIAH(50%). DISKUSI (25%) & DIALOG(25%) KULIAH(40%). DAN • SIMULASI IPTEK. • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH(20%). • DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA KEHIDUPAN KAMP 15-16 UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL MENYUSUN DRAF LANGKAH• STUDI KASUS • PROBLEM BASED LANGKAH PEMECAHAN KASUS Y AKAN DIGUNAKAN DISERTAI LEARNING ALASAN xvi . LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. DISKUSI(30%) & STUDI KASUS(30%) 10-13 PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI 14 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • COLLABORATIVE NEGARA. & PENGERTIAN PARADIGMA STUDI • DAPAT MENJELASKAN KASUS(40%) PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA REFORMASI. KEHIDUPAN INSTRUCTION ANTAR UMAT BERAGAMA.8-9 PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENJELASKAN PANCA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENGURAIKAN MEMBANDINGKAN IDEO • COOPERATIVE NASIONAL DENGAN IDEOLOG LEARNING DUNIA • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING MENARIK KESIMPU PANCASILA SEBAGAI IDEO NASIONAL YANG MEMPUN SIFAT TERBUKA. EKONOMI. SOSIAL. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. HUKUM. • CONTEXTUAL BUDAYA. • DAPAT MENJELASKAN DISKUSI(40%). HAKEKAT DEMOKRASI.

DAN NORMA KEHIDUPAN KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DINAMIKA KELOMPOK N O NIM NAMA MAHASISWA DAPAT MENJELASKAN N NILAI TIAP SILA PANCA KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DIN KE EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xvii . M. MISI DAN KOMPETENSI) KETEPATAN SARAN SIKAP PERSETUJUAN NO NIM NAMA MAHASISWA MENGERTI ISI KONTRA PERKULIAHAN KETEPATAN SARAN SIKA PERSETU EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran II & III) DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM.Ip. FILSAFAT.Nama Mata Kuliah Kode / Nama dosen Jumlah peserta Jurusan : Pendidikan Pancasila : RHM/ Rahmatullah.Si : : EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran I) MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI. NILAI. S.

KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIPPRINSIP DAN KONSEP. NORMA DAN MORAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA xviii .KONSEP NILAI.

KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xix .PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA.

KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) N O NI M NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA.(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK xx . KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.

KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi PembelajaranX-XIII) DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. HAKEKAT DEMOKRASI. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA xxi . PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA.TAN IDE SAN URAIAN SAMA TIM PRESEN TASI INAN KREATIV ITAS ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M NAMA MAHASI SWA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM. HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI.

SOSIAL. KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. EKONOMI. HUKUM. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA.EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. xxii . N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) N O NI M NAMA MAHASI DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS. DAN IPTEK. BUDAYA.

KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XV & XVI) UJI KOMPENSI DAN REMEDIAL N O NI M NAMA MAHASIS WA KEJELASA N LANGKAH PEMECAH AN KASUS KEJELAS AN ALASAN KETEPAT AN LANGKA H DAN ALASAN KETUNTAS AN PEMECAH AN KASUS.SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTKHIR AN BAHAN PUSTAKA xxiii .

a. FILSAFAT. M. : ………….Ip. PANCASILA DALAM KONTEKS KENEGARAAN RI DAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT.. MANFAAT MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MENJADI SUMBER NILAI DAN PEDOMAN MENYELENGGARAKAN PROGRAM STUDI YANG MENGANTARKAN MAHASISWA SEBAGAI GENERASI MUDA BANGSA INDONESIA DAPAT MENGIDENTIFIKASI FILOSOFI DAN DASAR NEGARA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT.Si : …………. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT. b. DESKRIPSI MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA ADALAH MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN YANG MENJELASKAN TENTANG LANDASAN DAN TUJUAN. MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PEND. DAN NORMA KEHIDUPAN DAPAT MENJELASKAN NILAI-NILAI TIAP SILA PANCASILA xxiv .PANCASILA DI PT DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BANGSA DAN NEGARA INDONESIA. BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM MENGISI MAKSUD DAN TUJUAN BERNEGARA DINEGARA KESATUAN RI. c. S. SEJARAH PAHAM KEBANGSAAN INDONESIA. NILAI.. MISI DAN KOMPETENSI. PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK.KONTRAK PEMBELAJARAN Nama mata kuliah Kode mata kuliah Pembelajar Hari Pertemuan Tempat Pertemuan : Pendidikan Pancasila : 071 U 002 : Rahmatullah. BERBANGSA DAN BERNEGARA. TUJUAN PEMBELAJARAN • • • • • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI.

BUDAYA.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • DAPAT MENGKORELASIKAN NILAI-NILAI TERSEBUT DENGAN NILAI KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. BERBANGSA DAN BERNEGARA DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRINSIP DAN KONSEP. MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA. HUKUM. NORMA DAN MORAL DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA. DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS. MENYUSUN DRAF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN KASUS YANG AKAN DIGUNAKAN DISERTAI ALASAN xxv . DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK.KONSEP NILAI. EKONOMI. MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. HAKEKAT DEMOKRASI. DAN IPTEK. SOSIAL. DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA.

d. STRATEGI PEMBELAJARAN xxvi . RASA KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR SEPANJANG HAYAT DALAM MENGUASAI. TEKNOLOGI DAN SENI YANG DIMILIKINYA DENGAN RASA TANGGUNG JAWAB”. MENERAPKAN DAN MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN. ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MEMBANTU MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIANNYA AGAR SECARA KONSISTEN MAMPU MEWUJUDKAN NILAI-NILAI DASAR KEAGAMAAN DAN KEBUDAYAAN. ORGANISASI MATERI VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MERUPAKAN SUMBER NILAI DAN PEDOMAN DALAM PENGEMBANGAN DAN PROGRAM STUDI GUNA MENGANTARKAN MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIAANNYA SEBAGAI MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA”. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA e.

PN.W. 3. JAKARTA SUSENO FRANS MAGNIS. PANCASILA. A.1975 SOEJANTO POESPOWARDOJO.YOGYAKARTA. 1959 …………... JAKARTA 1980 DARJI DARMODIHARJO. ANGGOTA KELUARGA. ETIKA UMUM (MASALAH-MASALAH POKOK FILSAFAT MORAL). MITRA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN SEBAGAI UMMAT.CERAMAH.KANISIUS. JAKARTA 1974 …………. AKADEMIKA PRESSINDO... PEMBUKAAN UUD 1945 (POKOK KAIDAH FUNDAMENTAL NEGARA INDONESIA). JAKARTA 1987 ……………………. YURIDIS KENEGARAAN. PENDEKATAN : MENEMPATKAN MAHASISWA SEBAGAI SUBYEK PENDIDIKAN. DIALOG KREATIF(DISKUSI) INTERAKTIF.. 1999 RISALAH SIDANG BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (BPUPKI) PANITIA xxvii . GRAMEDIA.. PT GRAMEDIA. GFILSAFAT PANCASILA. METODE PROSES PEMBELAJARAN : PEMBAHASAN SECARA PRAKTIS ANALITIS. BENTUK AKTIFITAS PROSES PEMBELAJARAN : KULIAH TATAP MUKA SECARA BERVARIASI.PEDOMAN POKOK-POKOK DAN MATERI PERKULIAHAN PANCASILA PADA PERGURUAN TINGGI. UGM. SEBUAH PENDEKATAN SOSIO BUDAYA. MOTIVASI : MENUMBUHKAN KESADARAN BAHWA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MERUPAKAN KEBUTUHAN HIDUP. PANCASILA DASAR FALSAFAH NEGARA.. MASYARAKAT DAN WARGA NEGARA. INDUKTIF. ETIKA POLITIK. 2. BEBERAPA HAL MENGENAI FAJSAFAH PANCASILA PANTJURAN TUDJUH. MATERI/ BAHAN BACAAN • • • • • • • • • • NOTONAGORO. YOGYAKARTA.M. SEMINAR KECIL DAN BERBAGAI KEGIATAN AKADEMIK LAINNYA YANG LEBIH MENEKANKAN KEPADA PENGALAMAN BELAJAR PESERTA DIDIK SECARA BERMAKNA. PENERBIT PARADIGMA. 4. YOGYAKARTA..ADA 4 METODOLOGI PEMBELAJARAN MPK SEBAGAI BERIKUT 1. METODE INQUIRY. f. JAKARTA : 1991 PRANAKA. PANCASILA SUATU ORIENTASI SINGKAT. JAKARTA. 1984 KAELAN. PANTJURAN TUDJUH. PENUGASAN MANDIRI. DEDUKTIF DAN REFLEKTIF MELALUI DIALOG KREATIF YANG BERSIFAT PARTISIPATORIS UNTUK MEYAKINI KEBENARAN SUBSTANSI DASAR KAJIAN..BALAI PUSTAKA. STUDY KASUS.

KERJASAMA TIM PRESENTASI. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. MAHASISWA HARUS BERPERAN AKTIF DALAM DISKUSI DAN PRESENTASI 8. JAKARTA. • DINAMIKA KELOMPOK • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE. KEDISIPLINAN. KEJELASAN URAIAN. KEJELASAN URAIAN. MAHASISWA TELAH MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS ( TUGAS INDIVIDU DAN TUGAS KELOMPOK) YANG DIBERIKAN DAN DIKUMPUL SESUAI DENGAN WAKTU YANG TELAH DISEPAKATI 3. KEDISIPLINAN.PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (PPKI). 7. BUKU BACAAN MATERI KULIAH TELAH DIBACA OLEH MAHASISWA SEBELUM MENGIKUTI PERKULIAHAN 2. 1995. SEKRETARIAT NEGARA RI. KREATIVITAS. KEJELASAN URAIAN. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL xxviii . KRITERIA PENILAIAN KRITERIA YANG DINILAI PADA MATA KULIAH INI SEBAGAI BERIKUT : • KETEPATAN SARAN • SIKAP PERSETUJUAN YANG DITUNJUKKAN • • • • • • KETEPATAN IDE. KREATIVITAS. KREATIVITAS. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANC PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUA INDONESIA • KETEPATAN IDE. • KEJELASAN URAIAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI. TUGAS 1. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE. KEDISIPLINAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI.

KREATIVITAS. TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMAKAI SANDAL. MKU.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE. KREATIVITAS. B. KEDISIPLINAN. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KEJELASAN URAIAN. KEHADIRAN MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN MINIMAL 80% BARU DAPAT DIEVALUASI. BERPAKAIAN BERSIH. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KEJELASAN LANGKAH PEMECAHAN KASUS KEJELASAN ALASAN KETEPATAN LANGKAH DAN ALASAN KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS KEMUTAKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARA • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERNEGARA UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL PENENTUAN AKHIR NILAI (A. NORMA PERKULIAHAN • • • • HADIR DI RUANGAN KULIAH/PRAKTIKUM TEPAT PADA WAKTUNYA SESUAI JADWAL YANG ADA. KEGIATAN EXTRA KURIKULER (SEPERTI BINA AKRAB. KERJASAMA TIM PRESENTASI. DAN E) BERDASARKAN PAP DENGAN ACUAN PATOKAN SEBAGAI BERIKUT : NILAI NUMERIK NILAI HURUF NILAI < 40 E 40<= NILAI <55 D 55<= NILAI <70 C 70<= NILAI <85 B 85<=NILAI A 9. • xxix . KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KEJELASAN URAIAN. D. C. BAJU KAOS OBLONG DAN CELANA COMPANG-CAMPING DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN DAN ATAU PRAKTIKUM. RAPI DAN BERSEPATU. RAMBUT DISISIR RAPI DAN TIDAK ACAK-ACAKAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KEDISIPLINAN. DLL) TIDAK BOLEH MENGGANGGU JADWAL PERKULIAHAN UPT. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE.

KULIAH(50% • COLLABORA IV. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) xxx . PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT SMALL GRO COLLABORA KULIAH (50% (25%) VI. TIDAK MENCORETCORET DINDING KURSI ATAU MEJA KULIAH. JADWAL PEMBELAJARAN MINGGU I. DOSEN PENGAJAR DAPAT MENGAMBIL TINDAKAN PENERTIBAN APABILA MAHASISWA MELAKUKAN KEGIATAN-KEGIATAN YANG SIFATNYA DAPAT MENGGANGGU JALANNYA PERKULIAHAN DI DALAM KELAS. TERMASUK APABILA KETENTUAN-KETENTUAN DI ATAS TIDAK DIINDAHKAN OLEH MAHASISWA.• • • SELAMA KULIAH BERLANGSUNG HAND PHONE (HP) DIMATIKAN DAN TIDAK DIPERBOLEHKAN KELUAR MASUK RUANGAN DAN ATAU MONDAR-MANDIR DALAM RUANGAN. TIDAK MEMBUANG SAMPAH DALAM RUANGAN. a. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK SMALL GRO COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) VII. KULIAH (50% (25%) V. KULIAH(50% • COLLABORA III. TOPIK BAHASAN PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT M KULIAH (50% (50%) II.

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% IX. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XI. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIII. KULIAH(20% KASUS(40%) • • • • • • • XV. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XII. UJI KOMPETENSI & REMEDIAL UJI KOMPETENSI & REMEDIAL CONTEXTUA SIMULASI COLLABORA STUDI KASU PROBLEM B STUDI KASU PROBLEM B xxxi . PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% X.VIII. XVI. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIV.

Pandangan hidup bangsa Indonesia. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1. Tujuan pembangunan nasional 2. Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia. Visi. Dasar. Landasan pendidikan pancasila 6. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI. PENDAHULUAN A.misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 5. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif.fungsi dan tujuan pendidikan nasional 3. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. B. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 4. Tinjauan pendidikan pancasila xxxii .

modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila b. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xxxiii . Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia f. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila e. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul. Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional g. Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila d. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila h. D.C. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila c. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila.

Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (1) (2) (3) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xxxiv . kemanusiaan yang adil dan beradab.BAB II PEMBAHASAN A. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. persatuan Indonesia.

pendapatan (5)

dan

belanja

daerah

untuk

memenuhi

kebutuhan

penyelenggaraan pendidikan nasional. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Dalam ketentuan umum UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 2. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

B. Dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional
DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

xxxv

Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 1. 2. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 3. 4. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global;

xxxvi

• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia; Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi; Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis; Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan; Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan; Penyediaan sarana belajar yang mendidik; Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan; Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata; Pelaksanaan wajib belajar; Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan; Pemberdayaan peran masyarakat; Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat; dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional.

C. Tujuan pendidikan pancasila
1. Mengembangkan kehidupan pribadi 2. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 3. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi, misi, dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran, ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK, Tanggung jawab

etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya

xxxvii

#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. #Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa, bernegara, dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki, bersikap rasinal dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.

D. Tujuan perkuliahan pancasila
1. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. b. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita

xxxviii

taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 4. dan musyawarah untuk mufakat. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita. dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 3. Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 5. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. 2. adil. b. e.c. c. diharapkan agar para mahasiswa xxxix . mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda. b. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. d. Aspek Keterampilan Dengan trampil : a.

sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir.E. Landasan pendidikan pancasila 1. • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 xl . Sebagai nilai sosial budaya. dan keagamaan bangsa Indonesia. Landasan Yuridis 4. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat. adat-istiadat. Landasan Historis 2. tradisi.Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945. Landasan Kulturil 3. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia.

M. serikat. Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. liberalistik. Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Yamin. persemakmuran. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Soepomo. 2 tahun 1989 UU No. xli . federal. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. UU No. Prof. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No.

Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 2. berbangsa. dan bernegara. Adanya wilayah F.Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 2. Kajian pancasila secara holistic. Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 1. Adanya pemerintah 3.# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat. terminology. melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1. kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? xlii . (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3).

Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 4. Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan xliii .3.

perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban. Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila. berbangsa dan bernegara. berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. xliv . serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. anggun secara moral.BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan. teknologi dan seni. Berdasarkan itu semua. paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat.

Iqbal.Makassar.Makassar.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .2004 xlv . M. ---------------Pendidikan Pancasila.2003.MM. Kaelan. Universitas Hasanuddin. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional. Pancasila.Yogyakarta.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan .Drs.1998 paradigma.MS.Pendidikan Yogyakarta. Hasan. Tim Dosen Pancasila Unhas.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.Paradigma.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Jakarta .Jakarta. Yuridis Kenegaraan.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi.PT Raja Graha Persada.STIMIK DIPANEGARA .2002.

Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 10. PENDAHULUAN A. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. Pandangan hidup bangsa Indonesia. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 7.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI. Visi. Tujuan pembangunan nasional 8. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif. Landasan pendidikan pancasila 12. Dasar. Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia.fungsi dan tujuan pendidikan nasional 9.misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 11. Tinjauan pendidikan pancasila xlvi . dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. B. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I.

Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila m. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : i. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila.C.modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila l. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila j. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xlvii . Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional o. D. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila k. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila p. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia n.

Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.BAB II PEMBAHASAN A. (9) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xlviii . kemanusiaan yang adil dan beradab. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. persatuan Indonesia. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (6) (7) (8) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. perdamaian abadi dan keadilan sosial. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama. Dalam ketentuan umum UU RI No. fungsi dan tujuan pendidikan nasional DASAR. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.pendapatan (10) dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. akhlak mulia. kepribadian. masyarakat. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri. kecerdasan. bangsa dan negara. FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Dasar. 2. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. B. xlix . Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

keterampilan. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 6. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. mandiri. sikap. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 8. VISI. berilmu. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. l . Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 10. cakap. MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. 9. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kreatif. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. 7. pengalaman. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. berakhlak mulia.Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sehat.

dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. Evaluasi. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. 24. 22. penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran. 16. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 6.• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 14. 15. dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional. Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis. 25. dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas. Pemberdayaan peran masyarakat. C. ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK. Penyediaan sarana belajar yang mendidik. 23. akreditasi. 20. Mengembangkan kehidupan pribadi 5. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan. misi. 19. Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan. 18. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. Tanggung jawab etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya li . 26. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi. 17. 21. Tujuan pendidikan pancasila 4. Pelaksanaan wajib belajar.

berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. c. Tujuan perkuliahan pancasila 6. bersikap rasinal dan dinamis. dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. D. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia. b.#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. #Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita lii . #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. bernegara. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b.

diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. e. dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 8. Aspek Keterampilan Dengan trampil : a. dan musyawarah untuk mufakat. Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 10. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 9. b. b. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya. diharapkan agar para mahasiswa liii . taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat.c. c. 7. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. d. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. adil. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda.

Landasan Yuridis 8. sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir. Landasan Kulturil 7. Landasan Historis 6. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Sebagai nilai sosial budaya. Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945.E. tradisi. Landasan pendidikan pancasila 5. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat. pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan. • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 liv . dan keagamaan bangsa Indonesia.Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . adat-istiadat.

persemakmuran. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. M. liberalistik. Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No. federal. Yamin. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. 2 tahun 1989 UU No. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. UU No.Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. serikat. lv . Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik. Prof. Soepomo.

kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? lvi . terminology. Adanya wilayah F. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 5.Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 5.# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat. melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1. Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. Kajian pancasila secara holistic. dan bernegara. berbangsa. Adanya pemerintah 6. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 4.

Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G. Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 7. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan lvii .6.

Berdasarkan itu semua. teknologi dan seni. berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban.BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan. anggun secara moral. perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. berbangsa dan bernegara. lviii . Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila.

PT Raja Graha Persada. Yuridis Kenegaraan.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional. Kaelan. Pancasila.Pendidikan Yogyakarta.MM.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Jakarta.Iqbal.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan .2003. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila.Yogyakarta. Hasan.Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi. Tim Dosen Pancasila Unhas.2004 lix . ---------------Pendidikan Pancasila.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Universitas Hasanuddin.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Jakarta .MS.Drs.1998 paradigma. M.Makassar.Makassar.STIMIK DIPANEGARA .Paradigma.2002.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.

itulah pancasila. termasuk Indonesia. yaitu maraknya tunttan rakyat.MODUL III PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT BAB I. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman lx . Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam. Dengan pemahaman demikian. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. PENDAHULUAN A. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara. Nilai-nilai baru yang masuk. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi. pada sisi yang lain muncul masalah internal. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. baik secara sujektif maupun objektif.

dan aksiologi dari kelima sila pancasila… B. Adapun istilah kunci : 1. Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. 2. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local ) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat.dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. lxi . epistemology. Dengan kata lain. Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. Dengan demikian. jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. yang berbeda dengan bangsa lain didunia. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati.

Founding Fathers : 17. Internasionalisasi : 11. Sistem 13. Aksiologi 7. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif. dalam suatu masyarakat. Local Genius 18. 8. Local Wisdom : : UUD 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. Kausa. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak tentang bentuk dari adanya sesuatu. Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan atau ilmu tentang ilmu. antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi 10. Nilai manusia. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu. Nasionalisme 12. Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu 15. 4. Proses mendunia menjadi keadaan tanpa batas Upaya hegemoni negara maju melalui isu dan Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara.3. Jati diri bangsa 9. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. Globalisasi : : Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi atau filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. 16. tentang sebab final dari sesuatu. 5. 6. Kausa materialis 14.finalis : : : : permasalahan internasional. lxii . pisahkan di antara sub-sub sistem tentang sebab material dari sesuatu.

3. dan civic competence). BAB II PEMBAHASAN A. civic skills. menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. 5. 4. mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. serta 7. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Etika Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. civic convidence. menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. civic commitment. epistemologi. D. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. Jadi.C. filsafat menurut asal katanya berarti lxiii . mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. 2. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. 6.

cinta akan kebijaksanaan. sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya. yaitu tentang hakikat pancasila. a. b. maka itu bukan pancasila. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguhsungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Dikatakan sebagai filsafat. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguh-sungguh terhadap sesuatu. Dengan demikian. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. Adapun menurut Notonagoro. di antaranya: 1. Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. 2. Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. Dengan pengertian lain. Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluas-luasnya. susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : lxiv . kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. atau mencintai kebenaran / pengatahuan. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. Dari seluruh bangsa Indonesia. bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama).

serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. dan 4. dan dijiwai sila 1. lxv . diliputi. 3. didasari. 2. dan 3. Sila 2. 3.4. sila 4 dan 5.Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • • • • • Sila 1. 2. didasari. serta mendasari dan menjiwa. Sila 3. Sila 5. didasari. diliputi. dan dijiwai sila 1. didasari. dan 5. mendasari. Sila 4. serta mendasari dan menjiwai sila 5. dan 5. dan dijiwai sila 1. diliputi. diliputi. dan dijiwai sila 1. meliputi. 4. dan menjiwa: sila 2. 2.

yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila lxvi . serta 5) Adil. c. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. 3) Satu. d. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).• Pancasila sebagai suatu substansi. yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. yang tumbuh. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. 4) Rakyat. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. 2) Kausa Formalis. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. 3) Kausa Efisiensi. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. . hidup. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. • Pancasila sebagai suatu realitas. yaitu unsur mutlak negara. yaitu sebagai kausa prima. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. 2) Manusia. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. serta 4) Kausa Finalis. harus bekerja sama dan hergotong royong.

Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. lxvii . dan moral bangsa. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. really. baik dan buruk. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. Nilai adalah ide. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. really. Selanjutnya. Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi. Dia nyata dalam jiwa manusia. dan bentuk-bentuk scni lain. berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. ditegaskan oleh Sidney B. nyanyiannyanyian bising. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. Dalam ungkapan lain. nilai. want. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. pria pemakai anting-anting. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. Misalnya. atau apa yang mereka senangi.Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat.

2) Etika (Filsafat Moral). berperi Kerakyatan. dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. 7) representatif. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. 5) komprehensif. berperi Kebangsaan. 6) spekulatif. membudayakan. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. Ketetapan MPR. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. lxviii . berperi Kemanusiaan. Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). hakikat nilai-nilai Pancasila. 3) mendasar. menghayati.untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. 3) Estetikaf Filsafat Seni). satu rakyat. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) sistematis. dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. dan sekolah. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. dan melaksanakan Pancasila. 2) mendalam. manusia. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. 4) analitis. Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan. masyarakat. Undang-undang Organik. dan berperi Keadilan Sosial. dan 8) evaluatif. bangsa dan negara Indonesia ^berkehendak untuk mengerti.

9) Filsafat hukum. e. Rasionalisme 2) Idealisme 3) Positivisme 4) Eksistensialisme 5) Hedonisme 6) Stoisme 7) Marxisme 8) Realisme 9) Materialisme 10) Utilitarianisme 11) Spiritualisme 12) Liberalisme Pancasila sebagai sesuatu yang ada. dan 12) Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur). jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila. dan ada alam semesta. Pancasila sebagai system filsafat bangsa Indonesia lxix . maka Pancasila merupakan system filsafat.4) Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut. 6) Filsafat Agama. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). 8) Filsafat Pendidikan. 5) Politik (Filsafat Pemerintahan). tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. 7) Filsafat Ilmu. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. yaitu ada Tuhan. ada manusia. 10) Filsafat Sejarah. maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut. Aliran Filsafat meliputi: 1). 11) Filsafat Matematika.

Dengan analisis penjabaran ini. tetap dan tidak berubah. satu. Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. persatuan. rakyat dan keadilan itu berada pada alam demikian dari segi objek material Pancasila dapt Kedua. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu. dan adil. sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. rakyat. Ke-Tuhanan Y. sebab hal-hal yang bersatu. diterima. Menurut ilmu bahasa. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. mewakili objek satu. Persatuan Indonesia 4. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. Misalnya kemanusiaan. lxx . kerakyatan. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. yang mutlak.M. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit yaitu Tuhan. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya.Pancasila adalah suatu yang ada.E. 2. rakyat. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. dan adil. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Dengan lagi ke dalam tiga saja. Khusus untuk persatuan. dan keadilan. yaitu Ke-Tuhanan. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. manusia dan alam semesta untuk semesta itu sendiri. manusia. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an.

Jadi di sini bukan berfikirnya. Demikian juga Pancasila. sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain. Setiap sila mengandung. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan. hakikat. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”. mendasari. terpisah dengan system lainnya. yaitu metode analisa. tetapi cara menemukan Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya. Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. lxxi .E. dan menjiwai semua sila. tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analiticosyntetik). Memang terdiri dari lima. Dilihat dari pemahaman ini. oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.2) Metode filsafat : metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka. maka sila pertama ke-Tuhanan Y. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. atau metode menemukan hakikat. Sila-sila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri.. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system.M.

demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. dari nenek moyang kita sejak lama. kebudayaannya. Pengertian umum itu bertingkat. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila. Sila keadilan demikian juga. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa Pancasila benar-benar suatu system filsafat. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. lxxii . Mengapa?. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat. dari kebiasaannya. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. adaptistiadatnya. Yaitu digali dari buminya Indonesia. serta kepercayaan dan agama-agamanya. yang berada di manapun dan waktu kapanpun. Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan luas lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal).4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. dari khasanah kehidupannya. Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. B. di mana dan kapanpun manusia itu berada.

secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat sila-sila Pancasila (Kaelan. sebagai makhluk individu dan sosial.Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. Konsekuensmya. Di samping itu. kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. yaitu terdiri atas susunan kodrat. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. sistem hukum negara. berkemanusian yang adil dan beradab. berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. seperti bentuk negara. moral negara. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. Oleh karena itu. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilai-nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. Kemudian. raga dan jiwa. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Dengan demikian. berkesatuan Indonesia. tugas/kewajiban negara dan warga negara. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari silasila Pancasila adalah manusia. Untuk hal ini. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. tujuan negara. 2005). sifat negara. 2005). lxxiii . Selanjutnya. serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. serta jasmani dan rohani.

b. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya.C. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. serta c. tentang watak pengetahuan manusia. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. Selanjutnya. lxxiv . c. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. bahwa nilainilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. yaitu: a. yaitu: a. sebagaimana telah dipahami bersama. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. b. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. keempat. tentang sumber pengetahuan manusia. Oleh karena itu. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. dan kelima. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga.

susunan Pancasila memiliki sistem logis. serta e. maka nilai-nilai yang terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan lxxv . dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. kedua. serta mendasari dan menjiwai sila kelima.d. dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak.Sebagai suatu paham epistemologi. Demikianlah. ketiga. kedua. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. rasa. Karena itu. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. dan ketiga. yaitu akal. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. dan keempat. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu. dalam sila ketiga. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. sesuai dengan sila pertama Pancasila. keempat. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. D. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. dan kelima. Selain itu. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis.

manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. Jadi. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. Dalam hubungan ini. ada yang bersifat material dan nonmaterial.suatu kesatuan. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. Selanjutnya. Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. Sesuatu itu mengandung nilai. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Notonagoro memerinci tentang nilai. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. Dengan demikian. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. yaitu lxxvi . pcrbuatan itu baik. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. Namun. yaitu manusia. tetapi ada pula yang sebaliknya. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. misalnya bunga itu indah. Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Hal ini bersifat subjektit. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai.

nilai yang bersifat rohaniah sulit diukur. diskusi (25%) & dialog (25%) Small group discussion & Collaborative learning lxxvii . mengakui. nilai kebaikan atau nilai moral. rasa. dan perbuatan bangsa Indonesia. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). Akan tetapi. dan perbuatan manusia Indonesia. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. yang berkerakyatan. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila).berorientasi pada nilai yang nonmaterial. Menurut Notonagoro. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. yang berpersatuan. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%). tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. penghargaan. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. Dengan demikian. F. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. sila pertama. nilai kebenaran. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. nilai-nilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. Pengakuan. nilai keindahan atau estetis. nilai vital. tingkah laku. Kalau pengakuan. Secara aksiologis. seperti nilai material. yang berkemanusiaan. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. bangsa Indonesialah yang menghargai. serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. 2005). dan yang berkeadilan sosial. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. Sehubungan dengan ini. Sebagai pendukung nilai. penerimaan. tingkah laku. tingkah laku.

Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri. Dinamika kelompok BAB III PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. . Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. dan menyeluruh. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. fundamental. kerakyatan. hierarkis. Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. kemanusiaan. tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh.Indikator Penilaian : Ketepatan ide. Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu lxxviii . sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. dan keadilan. persatuan. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. dan sistematis. kemasyarakatan. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. Kejelasan uraian. Untuk itu. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). Dalam pengertian inilah. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama).

hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. Konsekuensinya. baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat). Dengan demikian. untuk mewujudkan tujuan. Maka itu. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima). negara harus bersifat demokratis. hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. lxxix . manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga).organisasi hidup. Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama.

Makassar. No.. 1987. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Dikutip dari Modernity and Its Future. 16 (1989).M. 1989. The End of History. Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta. Fukuyama. dalam National Interest. F. Titus Harold. Notonagoro. Smith. Gramedia: Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Poespowardoyo. Filsafat Pancasila. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila. Suseno. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. diterjemahkan oleh Rasyidi.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Nolan. Darji. Pranarka. 1984. Pengertian Dasar bagi Implementasi Pancasila untuk ABR1. Marilyn S. 1971. Magnis. Soeryanto. Universitas Hasanuddin. Franz. Polity Press: Cambridge.W. 1996. 1985. and Richard T.2003 lxxx . Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. 1989. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. Kaelan. Tim Dosen Pancasila Unhas. 2005. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. PT Gramedia: Jakarta. Living Issues Philosophy. CSIS: Jakarta. Penerbit bulan Bintang: Jakarta. A.

Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .STIMIK DIPANEGARA .2004 lxxxi .Tim Dosen Pancasila Unhas.Makassar.

terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia.MODUL IV PANCASILA SEBAGAI DASAR DAN ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA BAB I. Latar Belakang Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. Sehingga. Dalam model multikulturalisme ini. Watson 2000). corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman sukuvbangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. Jary dan Jary 1991. Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. PENDAHULUAN A. sebuah masyarakat (termasuk juga masyarakat bangsa seperti Indonesia) dilihat sebagai mempunyai sebuah kebudayaan yang berlaku umum dalam masyarakat tersebut yang coraknya seperti sebuah mosaik. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996. Di lxxxii . pemerintahan yang bersih dari KKN. adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puing-puing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society).

bermasyarakat. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik C. Moral. dan pancasila sebagai sistem etika. berbangsa dan bernegara. 1997). lxxxiii . Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : a. yang mempunyai kebudayaan yang seperti sebuah mosaik tersebut (Reed. Konsep-konsep dasar (Etika. terutama dalam bidang politik. Etika Politik c.dalam mosaik tercakup semua kebudayaan dari masyarakat-masyarakat yang lebih kecil yang membentuk terwujudnya masyarakat yang lebih besar. D. sebagaimana yang terungkap dalam penjelasan Pasal 32 UUD 1945. Menjelaskan pengertian etika. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. yang berbunyi: "kebudayaan bangsa (Indonesia) adalah puncakpuncak kebudayaan di daerah". Pancasila sebagai Sumber Etika d. ed. Norma dan Nilai) b. etika politik. Model multikulturalisme ini sebenarnya telah digunakan sebagai acuan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam mendesain apa yang dinamakan sebagai kebudayaan bangsa. B. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) e. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan kekaryaan.

kemasyarakatan. c. dan memberikan evaluasi kritis terhadap penertapan etika. Menerapkan etika dalam dalam kehidupan kekaryaan. lxxxiv . kenegaraan. Menjelaskan dan menyebutkan Pancasila sebagai etika politik dan nilai – nilai etika yang terkandung di dalamnya.b.

nilai susila atau tidak susila. adat ataupun kesusilaan. yaitu membahas kewajiban manusia terhadap di diri sendiri dan etika sosial membahasi kewaiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup bermasyarakat (Magnis-Suseno. Etika lebih banyak bersangkut dengan prinsip-prinsip dasar pembanaran dalam hubungan dengan tingkah laku manusia (Kattsoff.1 Sumber kebaikan dan keburukan Sumber kebaikan dan keburukan kemauan bebas untuk memilih Teori kemauan bebas. moral. Sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia. etika membahas tentang tingkah laku manusia dipandang dari segi baik dan buruk. Pada dasarnya etika membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai seperti nilai baik dan buruk.BAB II PEMBAHASAN A. Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. yaitu: determinisme dan indeterminisme lxxxv . nilai kesopanan. Selanjutnya etika dapat dibagi atas etika umum dan etika khusus. Etika Secara etimologi “etika” berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethos” yang berarti watak. 1986). 1987). norma dan nilai sebagai berikut : 1. kerendahan hati dan sebagainya. 1. Dalam konteks filsafat. Jadi etika pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu kesediaan jiwa seseorang untuk senantiasa patuh kepada seperangkat aturan-aturan kesusilaan (Kencana Syafiie. 1993). Etika khusus terbagi menjadi etika individual. Konsep-Konsep Dasar Sebelum membahas pengertian etika politik terlebih dulu harus dipahami arti konsep-konsep dasar yang erat kaitannya seperti etika.

Manusia “Strunggle for life. buruk sekali = haram Humanisme tindakan yang baik adalah tindakan yang sesuai dengan derajat manusia.tanpa kemauan bebas manusia tidak mungkin mengetahui moral yang baik 1. tidak mengurangi/menentang kemanusiaan lxxxvi . fourbach (atheisme) Determinisme – Religius “Kekuasaan Tuhan menjadi prinsip penetapan tingkah laku manusia” Indeterminisme .Manusia mempunyai kebebasan untuk berbuat dan memilih . Baik = sunnat. survival of the fittest” = perjuangan hidup. siapa yang kuat dialah yang hidup terus menerus • La Mettic ( Mesin). Netral = mubah.2 Kriteria tentang baik dan buruk Hedonisme Utilisme Vitalisme hidup Sosialisme Religiusme Homarisme Religiusme pandangan masyarakat sesuai dengan kehendak Tuhan kodrat manusia (human-nature) Islam memiliki 5 kategori kenikmatan kemanfaatan kekuatan hidup/kekuasan. Persaingan adalah dinamika Baik : Baik sekali = wajib.Determinisme “Manusia sejak semula sudah ditetapkan/direncanakan” • Determinisme materialistis : “Manusia serba materi Darwinisme Hukum alam” hasil perkembangan alamiah. buruk = makruh.

Hati nurani 1.3 Pendekatan Etika 1..5 Prinsip-Prinsip Etika The Great Ideas : A syntopicon of Great Books of western World • 120 macam “ide agung” enam landasan prinsipil etika : Prinsip keindahan (beauty) Prinsip persamaan (Equality) Prinsip Kebaikan (Good) Prinsip Keadilan (justice) Prinsip Kebebasan (library) Prinsip kebenaran (truth) berakibat baik pada kehidupan bersama” melaksanakan perintah/menjauhi sadar akan kebaikan etika tapi tidak merasa perlu sadar memperlakukan etika sesuai status dan mentaatinya secara keseluruhan lxxxvii .4 Norma Dasar Etika (metaethics) Norma ke-Tuhanan (Hablum Minallah) “Manusia berperilaku etika larangan Tuhan” Norma kemanusiaan (Hablum Minannas) “Perilaku Etika 1. indeks (hakim.3.3 Deskriptif Etik Practical Etik kemampuannya 1.1 Normatif Etik kebaikan kodrati kebaikan adi kodrati/kebaikan penerang baik buruknya tindakan indeks (petunjuk).Akal budi .Kebaikan yang mengatasi kodrat wahyu Tuhan .2 1. index (penghukum) melalui penelaahan dan penyaringan ukuran- ukuran normatif seseorang berperilaku sesuai dengan norma yang telah disepakati baik lisan maupun tulisan 1.3.Kebaikan berdasarkan kodratnya .3.

penataan ruangan kantor PRINSIP PERSAMAAN • • • Hakekat kemanusiaan persamaan / kesederajatan Menghilangkan perilaku diskriminatif Perlakuan pemerintah terhadap daerah/ warga negara harus sama tinggi rendahnya urgensi/prioritas PRINSIP KEBAIKAN • • • Kebaikan pujian Good sifat/karakterisasi dari sesuatu yang menimbulkan Good (baik) persetujuan. Kebaikan tatanan sosial sadar hukum. saling hormat PRINSIP KEADILAN • • Romawi Kuno (justice) jus suum curque tribuendi” Keadilan “Justice est contants et perpetua voluntas kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya PRINSIP KEBEBASAN • • Kebebasan keleluasaan untuk bertindak /tidak bertindak berdasarkan pilihan yang tersedia Kebebasan : Kemampuan menentukan diri sendiri Kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan lxxxviii . keunggulan atau ketepatan objektivitas.PRINSIP KEINDAHAN • • Hidup ini indah/ bahagia Penampilan yang serasi dan indah. Kemanfaatan dan Kebaikan ilmu pengetahuan rasionalitas. pujian.

Norma Norma adalah aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang mengikat warga masyarakat atau kelompok tertentu dan menjadi panduan. Dalam etika seseorang dapat memahami dan mengerti bahwa mengapa dan atas dasar apa manusia harus hidup menurut norma-norma tertentu. Moral Moral merupakan patokan-patokan. sebab wewenang ini ada pada ajaran moral. Agar manusia lxxxix . Etika merupakan tingkah laku yang bersifat umum universal berwujud teori dan bermuara ke moral. tatanan. Tak ada tanggung jawab tanpa kebebasan PRINSIP KEBENARAN • • Teori-teori kebenaran Kebenaran dalam pemikiran (truth in the mid) Kebenaran dalam kenyataan (truth in the reality) 2. 3. 1987). Kekurangan etika adalah tidak berwenang menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan seseorang. inilah kelebihan etika dibandingkan dengan moral. Moral dengan etika hubungannya sangat erat. padanan dan pengendali sikap dan tingkah laku manusia. sebab etika suatu pemikiran kritis dan mendasar tetang ajaran-ajaran dan pandangan moral dan etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas prinsip-prinsip moralitas (Devos. berwujud praktek dan berupa hasil buah dari etika. sedangkan moral bersifat tindakan lokal. kumpulan peraturan lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar mnejadi manusia yang lebih baik.- Syarat-syarat yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihan-pilihannya beserta konsekuensinya • Kebebasan tidak ada tanpa tanggung jawab.

norma agama. sehingga mamudahkannya dalam menjabarkannya dalam tingkah laku. kemanusiaan (Kamus Bhasa Indonesia. namun bukan objek itu sendiri.mempunyai harga. misalnya kepatuhan dalam norma hukum. misalnya kejujuran.Nilai merupakan kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. panduan atau pengendali sikap dan tingkah laku manusia. norma sebagai penuntun. 4. B. yang kemudian nilai dijadikan landasan. Dimensi politis itu sendiri memiliki dua segi fundamental yang saling melengkapi. moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Karena itu. sesuai kemampuan fundamental manusia yaitu pengertian dan xc . Sedangkan derajat kepribadian sangat ditentukan oleh moralitas yang dimilikinya. maka harus lebiih di kongkritkan lagi secara objektif. etika politik mempertanyakannya tanggungjawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan sebagai warga negara terhadap negara. Nilai merupakan harga untuk manusia sebagai pribadi yang utuh. 2000). Etika Politik Etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi politik kehidupan manusia. Oleh karena itu. Nilai Nilai pada hakikatnya suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. hukum dan sebagainya (lihat magnis-suseno : 1986). maka makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. alasan dan motivasi dalam bersikap dan berperilaku baik disadari maupuin tidak disadari. Nilai akan lebih bermanfaat dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia. Selanjutnya dijelaskan bahwa “Dimensi Politis Manusia” adalah dimensi masyarakat sebagai keseluruhan. norma adat istiadat dll. Jadi yang menjadi ciri khas suatu pendekatan yang disebut “Politis” adalah pendekatan itu trejadi dalam kerangka acuan yang berorientasi pada masyarakat secara keseluruhan.

Ketiga tuntutan itu dapat disebut Legitimasi normatif atau etis (Magnis-suseno:1987). “tahu” dan “mau” dapat diamati dalam semua bidang kehidupan manusia. Struktur ganda ini. Lembaga itu adalah Negara. Legitimasi Kekuasaan Inti permasalahan etika politik adalah masalah Legitimasi etis kekuasaan yang dapat di rumuskan dalam pertanyaan: atas hak moral apa seseorang atau sekelompok orang memegang dan mempergunakan kekuasaan yang mereka miliki ? betapapun besarnya kekuasaan. Karena itu. selalu dituntut pertanggung jawaban. Sedangkan penataan yang efektif dalam menentukan perilaku masyarakat hanyalah lembaga yang mempunyai kekuasaan untuk memaksakan kehendaknya. etika politik menuntut agar kekuasaan dilaksanakan sesuai dengan hukum yang berlaku (Legalitas). Lembaga penataan normatif masyarakat adalah hukum. hukum sendiri tidak bisa menjamin agar anggota masyarakat patuh kepada norma-normanya. Selanjutnya dijelaskan kriteria-kriteria legitimasi yaitu legitimasi sosiologis. maka ada dua cara menata masyarakat yaitu penataan masyarakat yang normatif dan efektif (Magnis-Suseno : 1986). Tetapi perlu di pahami bahwa baik “hukum” maupun “Negara” memerlukan legitimasi. Tetapi hukum hanya bersifat normatif dan tidak efektif. Sesuai kemampuan ganda manusia. Artinya. Hukum terdiri dari norma-norma bagi perilaku yang benar dan salah dalam masyarakat. Karena itu hukum dan kekuasaan Negara menjadi bahasan utama etika politik. Hukumlah yang memberitahukan kepada semua anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertindak. dan legitimasi etis sebagai berikut : xci .kehendak untuk bertindak. disahkan secara demokratis (Legitimasi Demokratis) dan tidak bertentangan dengan prinsipprinsip dasar moral (Legitimasi Moral). legalitas.

1. Jadi legalitas adalah kesesuaian dengan hukum yang berlaku. Legitimasi Sosiologis Paham sosiologis tentang legitimasi. 3. Legitimasi Etis . sekelompok orang atau penguasa. tidak sah apabila tidak sesuai dengan hukum yang berlaku. Eksekutif maupun Yudikatif dipertanyakan dari segi norma-norma moral. Legalitas . hormat. Magnis-Suseno menyebutkan motivasi penerimaan kekuasaan sebagaimana dirumuskan oleh Max Weber yaitu : (1) “Legitimasi Tradisional”yakni keyakinan dalam suatu masyarakat tradisonal. Pertanyaan yang timbul merupakan unsur penting untuk mengarahkan “kekuasaan” dalam menggunakan kebijakan-kebijakan yang semakin sesuai tuntutan kemanusian yang adil dan beradab. Karena itu legalitas merupakan salah satu kriteria keabsahan suatu kekuasaan atau wewenang. Legitimasi ini muncul dalam konteks bahwa setiap tindakan pemerintah apakah Legislatif. Legalitas menuntut agar kekuasaan ataupun wewenang dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku. dan cinta masyarakat terhadap seseorang pribadi yang sangat mengesankan sehingga masyarakat bersedia taat kepadanya. (2) “Legitimasi Kharismatik” Berdasarkan perasaan kagum. Mempertanyakan motivasimotivasi apakah yang nyata-nyata membuat masyarakat mau menerima kekuasaan atau wewenag seseorang. 2. (3) “Legitimasi rasional-Legal” Berdasarkan kepercayaan pada tatanan hukum rasional yang melandasi kedudukan seseorang atau penguasa. Jadi suatu tindakan adalah sah apabila sesuai. xcii . Legitimasi etis mempersoalkan keabsahan wewenang ataupun kekuasaan politik dari segi norma-norma moral. Suatu tindakan adalah legal apabila dilakukan sesuai dengan hukum atau peraturan yang berlaku. bahwa pihak yang menurut tradisi lama memegang pemerintahan memang berhak untuk memerintah. misalnya golongan Bangsawan atau keluarga raja dan memang patut untuk ditaati.

Pancasila Sebagi Sumber Etika Tataran nilai yang terkandung dalam Pancasila sesuai dengan system nilai dalam kehidupan manusia. Nilai ini tercermin pada sila ketiga dan keempat dalam pancasila yaitu “Persatuan Indonesia” dan “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan” ☼ Nilai Moral. Nilai ini melekat pada prilaku hidup semua manusia.C. yang tercermin pada sila kedua Pancasila yaitu “Kemanusiaan yang adil dan Beradab”. Yang wujudnya yaitu jasmani. Nilai ini menempati nilai yang tertinggi dan melekat / dimiliki Tuhan Yang Maha Esa yaitu nilai yang Maha Agung. perangai. Secara teoritis nilai-nilai pancasila dapat dirinci menurut jenjang dan jenisnya. lahiriah. badani. dan kongkrit. ☼ Nilai Materil. Absolud yang tercermin pada Sila pertama pancasila yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. kemanusiaan dan kerohanian yang tercermin pada sila kedua pancasila yaitu ”Kemanusiaan yang adil dan beradab”. ☼ Nilai Vitalitas. tata adab. Nilai ini melekat pada manusia. yaitu mengenai daya hidup. Nilai ini melekat pada semua makhluk hidup.Menurut jenjangnya sebagai berikut: ☼ Nilai Religius . yaitu budi pekerti. Yang tercermin dalam sila kelima pancasila yakni “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Maha Suci. seperti asusila. sopan santun. perangai. xciii . budi pekerti. akhlak. kekuatan hidup dan pertahanan hidup semua makhluk. ☼ Nilai Spiritual . Nilai ini melekat pada semua benda-benda dunia. 1 .

logis. sesuai cita-cita. nilai praksis. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. wujudnya ialah sila-sila pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa. kemanusiaan yang adil dan beradab. yang melekat pada manusia yaitu berwujud harapan. keelokan. Persatuan Indonesia. kepercayaan. kesopanan. ☼ Nilai dasar. ☼ Nilai Estetis melekat pada semua makhluk duniawi. analisis. kesabaran. ☼ Nilai Intelek yaitu melekat pada makhluk manusia. yaitu berwujud keberanian. xciv . tatanan dasar dan ciri khasnya yang pada dasarnya tidak berubah sepanjang zaman. kesahduan. rasional. umum-universal dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. persaudaraan. Kekal. rendah hati.Menurut jenisnya sebagai berikut: ☼ Nilai Ilahiah ialah nilai yang dimiliki Tuhan Yang Maha Esa. yang tidak dapat berubah.2. ☼ Nilai Etis ialah nilai yang dimiliki dan melekat pada manusia.Alinia 1= mencerminkan keyakinan kemerdekaan ialah hak segala bangsa. persahabatan. berwujud ilmiah. perikemanusian dan perikeadilan. berkenaan dengan eksistensi. tujuan. akaliah. yaitu berupa keindahan. keramahan. seni. Dengan kandungan kebenaran bagaikan Aksioma. Konsekuensi logisnya adalah penghapusan penjajahan diatas muka bumi. keyakinan. keharmonisan. Dalam pembukaan UUD 1945 : . suka menolong. Juga dapat ditemukan dalam 4 alinea pembukaan UUD 1945 dan pokokpokok pikiran yaitu. Merupakan prinsip yang bersifat sangat Abstrak. nilai instrumental. Selanjutnya secara konsepsional nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila terdiri dari nilai dasar. murah hati. Nilai dasar Pancasila bersifat Abadi. janji.

berdaulat. sehingga dapat sesuai dengan perkembangan jaman. rencana. Menjabarkan nilai dasar yang umum kedalam wujud kongkrit. susunan Negara.ketegasan tersebut mengandung makna falsafah yang mendasar (cita-cita Negara). Nilai instrummental terpengaruh oleh waktu. xcv .lembaga yang bersifat dinamik. strategi. yaitu arahan kinerja untuk kurun waktu tertentu dan kondisi tertentu. ☼ Nilai Instrumental : Berupa penjabaran nilai dasar. -Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. berubah. Dalam pokok-pokok pikiran yaitu: -Persatuan. keadaan. harus disesuaikan dengan tuntutan jaman. berkembang. Kontektualisasi nilai dasar harus dijabarkan secara kreatif dan dinamik kedalam nilai instrumental penjabaran nilai dasar terwujud ke dalam: TAP MPR.Alinia 4= memberi arahan tentang tujuan Negara. dan dasar Negara. Sifat kontektual.Alinia 2= menegaskan cita-cita nasional/cita-cita kemerdekaan.. dan enovatif. DAN PERATURAN PELAKSANAAN. PROPENAS UNDANG-UNDANG. -Keadilan sosial. Pelaksanaan umum dari nilai dasar. adil. Nilai-nilai dasar ini merupakan asas-asas yang kita terima sebagai dalil dan bersifat mutlak. bersatu. -Kedaulatan rakyat. program dan proyek. system. merupakan semacam tafsir politik terhadap nilai dasar umum tersebut. negara yang merdeka. sehingga sifat dinamis. . system pemerintahan Negara.Alinia 3= memuat pernyataan kemerdekaan untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas (eksistensi / cita-cita) memuat watak aktif dari masyarakat Indonesia yang menyatakan merdekaaan. biasanya dari wujud norma sosial ataupun norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam lembaga. dan makmur. . dan tempat. Nilai Instrumental berupa kebijakan.

baik oleh para penyelenggara Negara maupun oleh masyarakat Indonesia sendiri. Aktualisasi Pancasila sebagai dasar etika tercermin dalam sila-silanya. Merupakan interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit pada tempat dan waktu tertentu. manusia sebagai subjek pendukung.juga merupakan gelanggang pertarungan antara idealisme dengan realitas. Praksis harus selalu Pased on Values. sedangkan Praktek bisa bersifat Value Free. pengemban. Sila kedua: menghormati setiap orang dan warga negara sebagai pribadi (personal) “utuh sebagai manusia”. penyangga.antar umat beragama. maka secara hierarkhis praksisi berada dibawah nilai instrumental dan menjabarkan nilai instrumental tersebut secara taat asas (konsisten).☼ Nilai Praksis Nilai yang dilaksanakan dalam kenyataan hidup sehari-hari. melakukan dialog antar umat beragama. serta pengelola hak-hak dasar kodrati yang merupakan suatu keutuhan dengan eksistensi dirinya secara bermartabat. misalnya dalam kerukunan hidup beragama. contohnya = memelihara persahabatan. Berbagai wujud penerapan Pancasila dalam kenyataan sehari-hari. istilah “PRAKSIS” tidak seluruhnya sama maknanya dengan istilah “PRAKTEK”. yang tidak dapat sepenuhnya kita kuasai. yaitu: Sila pertama: menghormati setiap orang atau warga negara atas berbagai kebebasannya dalam menganut agama dan kepercayaannya masing-masing. xcvi . Sila ketiga: bersikap dan bertindak adil dalam mengatasi segmentasi-segmentasi atau primordialisme sempit dengan jiwa dan semangat “Bhinneka Tunggal Ika”-“bersatu dalam perbedaan” dan “berbeda dalam persatuan”. toleransi dan saling menghormati. ada kalanya justru kondisi objektif itu yang jauh lebih kuat dari nilai praksis berupa nilai yang sebenarnya kita laksanakan dalam kehidupan kenyataan sehari-hari. serta menjadikan ajaran-ajaran sebagai anutan untuk menuntun ataupun mengarahkan jalan hidupnya. praksisnya: silahturahmi antar umat beragama.

perjudian dan narkoba xcvii . dan kebersamaan dimiliki dan dikembangkan dengan dasar musyawarah untuk mencapai kemufakatan secara jujur dan terbuka dalam menata berbagai aspek kehidupan. kemerdekaan. Sila-sila dalam pancasila merupakan satu kesatuan integral dan integratif menjadikan dirinya sebagai sebagai referensi kritik sosial kritis. komprehensif. media pornografi. serta sekaligus evaluatif bagi etika dalam kehidupan bermasyarakat. D.Sila keempat: kebebasan. berbangsa ataupun bernegara. Konsekuensi dan implikasinya ialah bahwa norma etis yang mencerminkan satu sila akan mendasari dan mengarahkan sila-sila lain. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) D. Sila kelima: membina dan mengembangkan masyarakat yang berkeadilan sosial yang mencakup kesamaan derajat (equality) dan pemerataan (equity) bagi setiap orang atau setiap warga negara.1 Tanda-tanda mundurnya pelaksanaan etika berbangsa Konflik sosial berkepanjangan Berkurangnya sopan santun dan budi luhur dalam kehidupan sosial Melemahnya kejujuran dan sikap amanah Pengabaian ketentuan hukum dan peraturan D.2 Faktor-faktor penyebab mundurnya pelaksanaan etika • Faktor internal : Lemahnya penghayatan dan pengamalan agama Sentralisasi di masa lalu Tidak berkembangnya pemahaman/penghargaan kebinekaan Ketidakadilan ekonomi Keteladanan tokoh/pemimpin yang kurang Penegakan hukum yang tidak optimal Keterbatasan budaya lokal merespon pengaruh dari luar Meningkatnya prostitusi.

5 Strategi/pendekatan peningkatan etika Pendekatan larangan (Don’t Approach) Pendekatan Untung-rugi (Cost – Benefit Approach) Pendekatan sistem (system approach) Pendekatan kerjakan (Do Approach) xcviii .3 Pokok-Pokok Etika Berbangsa Etika sosial budaya Etika politik pemerintahan Etika ekonomi dan bisnis Etika penegakan hukum Etika keilmuan Etika lingkungan Partisipasi Aturan Hukum (rule of law) Transparansi Daya tanggap (responsiveness) Berorientasi konsensus (Consensus Orientation) Berkeadilan (Equity) Akuntabilitas (Accountability) Bervisi strategis (Strategic vision) Efektifitas dan efisiensi Saling keterkaitan (interrelated) • • • • • • • Kejujuran Amanah. etos kerja Kemandirian Toleransi.4 Good Governance Sebagai Etika Pemerintahan D. rasa malu D.• Faktor Eksternal : Pengaruh globalisasi Intervensi kekuatan global dalam panutan kebijakan nasional D. tanggung jawab Keteladanan Sportifitas Disiplin.

dalam arti rela dan rendah hati (modest) bersedia menerima kritik dari pihak lain terhadap pendirian atau sikap intelektualnya. 3. dan bernegara diberdayakan melalui kebebasan akademik untuk mendasari suatu sikap mental atau attitude. luas dan mendalam. dalam arti luas bahwa kebenaran ilmiah adalah sesuatu yang tentatif. Kebebasan akademik adalah hak dan tanggung jawab seseorang akademisi. tidak mengenal titik henti. yang berpengaruhi dengan sendirinya terhadap perkembangan etika. berbangsa. melainkan juga kontekstual untuk diberi makna baru sesuai dengan kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. bebas dari tekanan atau “kehendak yang dipesankan” oleh siapa pun dan dari mana pun. dalam arti bahwa nilai-nilai etika sebagai norma dasar bagi kehidupan suatu bangsa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara tidak terlepas dari unsur-unsur budaya yang hidup dan berkembang dengan ciri-ciri khas yang membedakan bangsa itu dari bangsa lain. 2. Curiosity. 5. Jujur.dalam arti terus menerus mempunyai keinginan untuk mengetahui hal-hal baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan. dalam arti menyebutkan setiap sumber atau informasi yang diperoleh dari pihak lain dalam mendukung sikap atau pendapatnya.D. Independen. serta 6. 4. yaitu. yang implikasinya ialah bahwa pemahaman suatu norma etika bukan hanya tekstual. bahwa kebenaran ilmiah bukanlah sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat. 1. Wawasan. dalam arti beranggungjawab atas sikap dan pendapatnya. xcix . Open mindedness. Terbuka. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik Pancasila sebagai dasar etika dalam kehidupan bermasyarakat. Hak dan tanggung jawab itu terkait pada susila akademik.

F. tanpa menyentuh inti hakikinya. • Kejelasan uraian. juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati. berbangsa. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (20%). jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi fenomenalnya saja. • Kerjasama tim presentasi. an bernegara. • Kemutkhiran bahan pustaka c . • Ketuntasan pemecahan kasus. • Kedisiplinan. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. • Kreativitas.Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. Diskusi (50%) & Studi Kasus (30%) • Contextual instruction • Simulasi • Collaborative learning Indikator Penilaian : • Ketepatan ide.

isinya justru bertentangan dengan Pancasila ci .BAB III. dan daerah. Pancasila merupakan hasil kompromi nasional dan pernyataan resmi bahwa bangsa Indonesia menempatkan kedudukan setiap warga negara secara sama. meskipun secara verbal menyebut Pancasila sebagai sumber. juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati. Kajian praktis menyentuh moralitas sebagai perbuatan sadar yang dilakukan dan didasarkan pada norma-norma masyarakat yang mengatur perbuatan baik (susila) dan buruk (asusila). an bernegara. tanpa membedakan antara penganut agama mayoritas maupun minoritas. maka yang ditangkap hanyalah segisegi fenomenalnya saja. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. Ranah pembahasannya meliputi kajian praktis dan refleksi filsafati atas moralitas secara normatif. budaya. Selain itu juga tidak membedakan unsur lain seperti jender. penyebabnya adalah perilaku masyarakat dan negara cenderung menunjukkan inkonsistensi dengan Pancasila. Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. PENUTUP Etika merupakan cabang ilmu filsafat yang membahas masalah baik dan buruk . Hal tersebut berkaitan dengan belum tersusunnya filsafat Pancasila ke dalam sistem perilaku masyarakat. jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya. peraturan daerah. Di sisi lain berbagai kebijakan perundangundangan. berbangsa. Tapi banyak isu sara yang masih terjadi dalam masyarakat. peraturan pemerintah. tanpa menyentuh inti hakikinya. Adapun refleksi filsafati mengajarkan bagaimana tentang moral filsafat mengajarkan bagaimana tentang moral tersebut dapat dijawab secara rasional dan bertanggungjawab.

Penerbit Rajawali. 2005. Yogyakarta.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Penerbit Paradigma.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. 13-23 Desember 2005. Jakarta. Suseno-Franz Magnis. Makalah. Tim Dosen Pancasila Unhas. Pancasila sebagai Dasar Etika Kehidupan Bermasyarakat. 2005. Darmodihardjo Dardji. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta.Makassar. Jakarta. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman erkarya Bagi Lulusan. Pendidikan Pancasila. Etika Politik.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Penerbit Rineka Cipta. 1981. Udin S. Etika Pemerintahan. Jakarta. Gramedia. 13-23 Desember 2005.STIMIK DIPANEGARA . Penjabaran Nilai-nilai Pancasila Dalam Sistem Hukum Indonesia. Malang. Makalah. 2005. 1996. Universitas Hasanuddin. Makalah. 13-23 Desember 2005. Laboratorium IKIP. Siswomihardjo. Gramedia. ---------------. Koento Wibisono.DAFTAR PUSTAKA Budiardjo Miriam. cii .2004 Mansoer.Makassar. Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Kaelan. Berbangsa. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta. 2002. Identitas Nasional Aktualisasi Pengembangannya Melalui Revitalisasi Pancasila. __________________. 13-23 Desember 2005. 1987. 2005. Winataputra. 1977. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Masyarakat Demokratis dan Berkeadaban. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Makalah. Hamdan. Santiadji Pancasila. Syafie Inu Kencana. 1994. dan Bernegara.

ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang. inilah yang dinamakan ideologi. Tantangan sekarang ini. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" masyarakat dunia. maupun religi. ekonomi. nilai kepustakaan. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis. Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.MODUL V PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BAB I. nilai tradisi. Pancasila telah tampil di garda depan. nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. Bakry [1994]. PENDAHULUAN A. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. Dalam beberapa pasal. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang ciii . nilai kebudayaan. sosial budaya. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain. baik dalam bidang politik. Dalam arti. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. Menurut Noor MS. Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik.

dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. yang merupakan sifat hakikat manusia. yaitu ketuhanan. Dengan demikian. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. persatuan. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya civ . serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. tanpa pedoman. terasa pamor Pancasila sedang menurun. kemanusiaan.sakti. negara bergerak seperti layangan putus. Tampaknya. Tanpa itu. decline (kemunduran). ideologi itu tidak pernah mati. Akhir-akhir ini. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. misi. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : f. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. disusunlah visi. B. Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. keadilan. kerakyatan. Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. Atas dasar Weltanschauung itu. dan tujuan negara. yang terjadi adalah emergence (kemunculan). Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). Jika tidak demikian bukanlah manusia. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya.

6. sekulerrisme. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. 4. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. 3. Reformasi Socio-Moral C. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara. memahami. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. cv . reformatif. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. Berbangsa dan Bernegara h. komprehensif. 2. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya j. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka i. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. ideologi tertutup. 5. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila dalam konteks ketatanegaraan serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul D. dan idiologi keagamaan. komunisme.g.

cara fikir. Sedangkan logos berarti ilmu. cita-cita ataupun konsep. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. A. atau cita-cita tertentu. ajaran. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas Pada dimensi ini. atau paham.BAB II PEMBAHASAN A. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Jorge Larrain. gagasan-gagasan. Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang. sehingga mereka cvi . dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi. gagasan. Jadi. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. Eidos berarti idea. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. pandangan ataupun paham.

Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang cvii .tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. norma-norma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan Negara dibangun. ideologi mengandung nilai-nilai dasar. B. bangsa. dan bernegara. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. arah. a. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat.Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. berbangsa. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan. Berbangsa. Karena itu. berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri (dimensi realitas). Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya. Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman.

gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. C. Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya. tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter). c. Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat cviii . b. Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis. bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. berbangsa. dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai.

maka manusia tidak dapat hidup sendirian. Dengan demikian. Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiran-pemikiran baru atau metode baru yang berbeda. Menurut konsep Pancasila. Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter. saling menerina dan memberi antar manusia dalam cix . ia selalu membutuhkan yang lain. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. bukan atas kekuasaan belaka. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. Pancasila sebagai ideologi terbuka. yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. berbangsa. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima.kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a. Sebagai ideologi terbuka. dan bernegara. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. Monodualisme ini adalah kodrati. D.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. bahwa Negara kita berdasar atas hukum.

hormat menghormati. saling mencintai. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. tersimpul nilai satu derajat. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. Sila Persatuan Indonesia.memasyarakat dan menegara. sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Ideologi Pancasila. sama kewajiban dan hak. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. spiritual. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. mengandung nilai-nilai kebangsaan. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. toleransi dan nilai gotong royong. cx . 1 Juni 1945). Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. mengandung nilai spiritual. keberanian membela kebenaran dan keadilan. maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan.

yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen cxi . sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik). Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. Ciri konsep dialetik tentang manusia. dengan menempuh proses dialetik. Jean Jaques Rousseau. Laski.Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. hak kebebasan. hak kebahagiaan. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. hak kesamaan. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). b. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. John Locke. Herbert Spencer dan Harold J. mengandung nilai sikap adil. yaitu hak hidup. maka nilai kebebasan itulah yang utama. c.

E. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). sadar laku (usaha) dan sadar landasan. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat socio-moral. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik. Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain. namun ada keteraturan. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx. Secara operasional sadar berarti : cxii . Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran materialdialektis atau materialistik. Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. Oleh karena itu. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. Sehubungan dengan itu. (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas). Pikiran Karl Marx tentang sosial. Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara.pada diri manusia. maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. Engels. ekonomi. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis.

walaupun nilainilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah.a. sistem tanggap nilai c. dikaitkan dengan landasan. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. F. Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : cxiii . Kerjasama tim presentasi. sistem kelembagaan b. Diskusi (25%) & Dialog(25%) • • • • • • • • Cooperative learning Collaborative learning Ketepatan ide. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(50%). Kedisiplinan. Kreativitas. konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila Reformasi socio-moral yang berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. Kejelasan uraian.

Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri.   cxiv . para pengusaha. para pemimpin. Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. para penguasa. sejahtera. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita. dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia.BAB III PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. Saya berpendapat. menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa. Sebagai ideologi nasional. sosialisme dengan kapitalisme. kesejahteraan yang tinggi. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan.

Penerbit Erlangga.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. E.Jakarta BP-7 Pusat Jakarta.E.William. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. 1991. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia.Makassar. Fogel. Isme-isme Dewasa ini. Universitas Hasanuddin. berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .Makassar. 1978. Gramedia.DAFTAR PUSTAKA Alfian.STIMIK DIPANEGARA . Jakarta.man.2004 cxv . 1978.

yaitu mewujudkan tujuan nasional. Culla (1999:3. dan civil society di lain pihak. Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan Negara. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis. Di Indonesia. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. Misalnya. yang memihak pada pandangan pentingnya negara.MODUL VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI BAB I. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. PENDAHULUAN A. Jacobin. Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. baik istilah maupun karateristiknya. Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. dan umumnya tujuan cxvi . sebagaimana telah dibahas terdahulu. di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar.

Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : k. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. Definisi demokrasi. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa Definisi: Government of rule by the people. Selain itu. Demokrasi langsung. Demokrasi perwakilan. Pemilu indonesia.padanan kata civil society. Nilai-nilai demokrasi. Pendidikan demokrasi. cxvii . masyarakat kewargaan. Adapun istilah kunci : 1. Jenis-jenis demokrasi. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. Sementara itu. m. masyarakat sipil. masih ada beberapa padanan istilah lainnya. dan demokrasi pancasila. mengapa demikian? Juga. o. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. serta t. n. seperti masyarakatwarga. p. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. demokrasi terpimpin. r. s. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 2. sejak kemerdekaan hingga sekarang. Norma dasar dan asas demokrasi. q. yaitu demokrasi liberal. l. masyarakat berbudaya. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Dalam perjalanan sejarah bangsa. masyarakat beradab. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter.

Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengerti. disebut juga demokrasi parlementer 5. Rule of Law = pemerintah berdasarkan hukum 12. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) pemilunya 8. 6. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam demokrasi konstitusional yang pada C. Representative Democracy = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam cxviii .3. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi (hukum dasar) 4. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. Rechstaat = negara hukum 11. D. kekuasaan ada presiden. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) menonjolkan sistem presidensial 7. Welfare state = negara kesejahteraan = sosial sevice state 10. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. Direct Democracy = Demokrasi lamgsung ( lawannya: Indirect Democracy = demokrasi tidak langsung ) 9.

Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. disamping itu. 3. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi. cxix .kehidupannya sehari-hari. 7. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. 5. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. 4. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. 6.

Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. kratos berarti pemerintahanm. beragama. khususnya di kota Athena. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan kemayarakatan. Demokrasi. religion. and associayion. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dan segal permasalahan cxx . the assertion of rule of law. adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat. dkk. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. berpendapat. accompanied by respect for the rights of minoritiea. majority rule. (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”. Dalam rapat tersebut. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih.BAB II PEMBAHASAN A. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. Dari kutipan pengertian tersebut. Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. Selain itu. Lalu. menegakkan rule of law. artinya pemerintahan rakyat. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung. opinion. berserikat.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara.

demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena hal-hal berikut: a. cxxi . Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu milik caloon yang dipilihnya. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. seperi padi atau pisang. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi. Bagi negara-negara modern. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. c. Dalam perjalanan sejarah. Untuk memudahkan pelaksanaannya. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. b. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian.dapat dilihat dalam pemerintahan desa. Disamping memilih kepala desa. Wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah desa. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. b. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri.

demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. Kemudian. kekusaan mayoritas. Berdasarkan gagasan dasar itu. demokrasi dalam arti luas. istilah demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). b. pemilihan wakilwakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b. yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. hak berapat. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia. yakni “ kedaulatan rakyat. Misalnya. jaminan hak asasi manusia. a. seperti hak kemerdekaan pers. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. a. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. pemilihan yang bebas dan cxxii . misalnya. Namun.c. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. Dengan demikian. hak-hak minoritas. selain meliputi sistem politik. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan.

” B. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat. proses hukum yang wajar. dan seterusnya. pluralisme sosial. dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam 2) pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan Dalam pemerintahan. dalam demokrasi tidak langsung. Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang cxxiii .Referendum dibagi menjadi tiga macam” a. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. nilai-nilai toleransi. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenisjenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm. serta kerja sama dan mufakat. demokrasi ini. ekonomi dan politik.persamaan didepan hukum. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) Demokrasi langsung. pragmatisme. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakilwakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. Dengan kata lain. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss . Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat.jujur. a. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik.Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. demokrasi Pancasila. pembatasan pemerintah secara kostitusional. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu.

cxxiv . Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan referendum. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya.sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. Jadi. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. b. Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. c. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. b. Indifidu diberi kebebasan yang luas.

Dapatkah anda memberi contoh. b) Menteri bertanggung jawab pada DPR. c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden . demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah .serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. d. Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. cxxv . Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar). Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. Campur tangan pemeritah diminimalkan. negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil). bahkan ditolak. Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara. Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik.3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. c.

terutama karena faktor politik. cxxvi . c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri . d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950. dan tidak dapat saling membubarkan. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. Dengan demikian. tetapi kepada presiden. C. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain. ekonomi. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. Akan tetapi. Disamping itu. Misalnya. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. Jika dukungan rakyat tidak ada. dan kebudayaan. dalam pertumbuhanya. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. sebagai berikut. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah.b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . sosial. serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat.

serta f. tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. Dengan demikian.Mayo: a. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. cxxvii . demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. c. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. pemerintahan yang bertanggung jawab.Mayo telah mencoba untuk memerinci nilainilai ini. yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. menjamin tegaknya keadilan. Oleh karena itu. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal. dan budaya poltik masing-masing. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. d. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. Henry B. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat. aspirasi. Sebagai akibat demokrasi liberal ini. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). Didalam sistem pemerintahan ini. Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingan-kepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). b. Atas dasar itu. b.Di dunia Barat. bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum. membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. e.

dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. Coba anda jelaskan. 4.. ……………………………………………….c. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. 2. Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan..namun.. 3.. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? Coba simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi. wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara. e.. ………………………………………………. Demokrasi adalah cxxviii . Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. 5. BIdang Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama Hal-Hal Yang Harus Diperbaiki ………………………………………………. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki. ………………………………………………… ………………………………………………. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. 6. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. ………………………………………………. coba jelaskan mengapa? Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1.

Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. oleh rakyat. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi cxxix . by the people. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi. Misalnya. and the people). Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. dan untuk rakyat (is a government of the people. Abraham Lincoln menyebutkan. walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat. seperti di Indonesia. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. ada demokrasi liberal. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi. Dalam demokrasi liberal. Belajar dari pengalaman tersebut. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila.pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas.

antara lain sebagai berikut. Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. dan nepotisme). dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. khususnya bagi pemerintah. Dengan demikian. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. korupsi. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif.pelaksanaan demokrasi pancasila. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. cxxx . melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat. dan lain-lain. rahasia. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. a. membuat dan menata kembali progrmprogram pembangunan di tengah-tengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. serta adil dan beradab. langsung. bebas. Kunci semua pelaksanaan demokrasi tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan umum. penyalagunaan wewenang. jujur. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. meski orde baru jatuh. demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. baik dipusat maupun daerah. b. Sebagaimana telah dijelaskan. Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. seperti korupsi. Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya.

akan dibahas lebih jaur tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia. d. kekuasaan merupakan amanat rakyat. f. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. b. dalam tahap awal reformasi ini.c. ciri-ciri demokrasi antara lain : a. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan cxxxi . Dengan demikian. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. yaitu beberapa kasus dan ilustrasi yang akan dibahas pada butir D. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. DPRD. dan Presiden/Wakil Presiden. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. e. c. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. g. Pada kegiatan belajar berikutnya sebagai bahan pengayaan. keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. Diselenggarakannya pemilu 2004. D. d. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan.

Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. bukan untuk kepentingan rakyat. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. dapatkah anda menyebutkan keunggulan dfan kelemahan demokrasi dibandingklan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi Kelemahan Demokrasi Keunggulan Sistem lain Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) E. sejak kemerdekaan hingga sekarang. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. yaitu demokrasi liberal. Dari uraian tersebut. demokrasi cxxxii . Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa.dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas.

cxxxiii . perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. rasional. Oleh sebab itu. dan demokrasi Pancasila. mengapa demikian? Juga. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. kritis. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. seperti analisis. janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. Dengan belajar dari pengalaman.terpimpin. teliti. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. Meskipun konsep awal pada periode tersebut dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila. antisipatif. pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. Jadi. serta pengendalian diri. penuh perhitungan.

Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. lugas. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet cxxxiv . demokratis. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. tidak bisa tidak. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. kooperatif. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). serta menjaga keamanan dan kebersamaan. a. ikhlas. Dalam era reformasi ini. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. demokrasi Terpimpin. dan demokrasi Pancasila. terbuka. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. diharapkan nilainilai demokrasi dapat ditegakkan. Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949). demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. terti. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan.Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. tegas.

maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. Sukimin. Kabinet Syahrir II. Wilopo. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. Pada saat itu. cxxxv . Sementara itu. terdapat dua kubu yang bertentangan. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. Misalnya. jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. antara lain Kabinet Syahrir I. b. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. Ali Sastro Amidjojo II. yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara. Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara. selama tahun 19451959 dikenal beberapa kabinet. dan Kabinet Amir Syarifuddin. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara. dan Kabinet Juanda.yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). yaitu Kabinet Natsir. yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.

III/MPRS/1963.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan. Secara konsepsional pula.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. Persoalan sekarang. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan. mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan. dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional. MPRS No. kesadaran. Secara konsepsional.misalnya.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat cxxxvi . pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden.demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin. Dalam konteks ini. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya.Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung.

UUD 1945. Namun dalam praktiknya. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. b) Sebagai Alat. dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun. Penyebab penyelewengan cxxxvii . dan budaya bangsa. Kesusilaan. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. serta 5) oposisi. Yakni Batas Keselamatan Negara. berlainan dengan demokrasi sentralisme. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara.pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. Kepentingan Rakyat Banyak. 4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan. ekonomi dan sosial. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. bukan oleh perdebatan. serta budaya bangsa Indonesia. Berdasarkan pokok pikiran di atas. serta penghitungan suara pro dan kontra. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia.

c. Misalnya. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1. Semangat cxxxviii . Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. juga karena kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif.tersebut. yang berpersatuan Indonesia. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotongroyong. Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotong. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. selain terletak pada presiden. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia. Secara konsepsional. yang berketuhanan Yang Maha Esa. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu.royang. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab.

sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. harkat. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam cxxxix . serta bersendi atas hukum. Menurut S.Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”. dan jujur untuk mencapai konsensus bersama. ekonomi. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. c. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik. Aspek Materil.yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia. Aspek Normatif (kaidah). pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. indonesia sesuai dengan gambaran. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara. Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945. sosial. Dalam demokrasi pancasila. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME. 2). dan budaya.terbuka. b. yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan. Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan.kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia. dan martabat tersebut. Dengan demikian. Aspek Formal.menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. khususnya di masyarakat pedesaan.

dan negara kebudayaan e. Penyingpangan tersebut secara cxl . iii. Jiwa Pengabdian. Jiwa demokrasi pancasila aktif. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal. Serta iv. keadilan. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. ii. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila. negara Kesejahteraan. d. Tujuan ini meliputi tiga hal.mencapai tujuan kenegaraan. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. Aspek Optatif. serta f. yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. i. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila.yaitu terciptanya negara Hukum. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. Aspek Kejiwaan. Namun. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. Aspek Organisasi. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. Jiwa demokrasi pancasila pasi.serta kebenaran.

khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. serta format politik yang tidak demokratis. serta i. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. g. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah. korupsi. h. d. yaitu: a. PNS seolah-olah untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum. adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP.Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. penegakan digiring kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. f.transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. e. maraknya pratik kolusi. menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. dan nepotisme. kebijakan floating mass). coba Anda bandingkan dan isilah daftar berikut! Nama Demokrasi Demokrasi Pancasila Demokrasi Barat (Liberal) Demokrasi Timur (Sosialis) Kelebihan Kekurangan cxli . kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal. Sebelum melanjutkan perjalanan demokrasi di Indonesia.

berbangsa. upaya politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” meningkatkan reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila. prinsip rule of law sulit diwujudkan.untuk mewujudkan praktik demokrasi yang sesuai dengan tuntunanreformasi. Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. tanpa demokratisasi poltik.harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan. ekonomi. menambah. berwibawa. dan hukum. Menurut Hutington (Chaedar. Untuk itu. pada 10 s. tidak menjadi demokratisasi kolusi. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik.d . dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda cxlii . Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. 1998).F. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. sosial. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak partisipasi pada reformasi di Indonesia sekarang ini. 13 November 1998. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. Perbedaanya tyerletak pada aturan pelaksanaan dan praktik penyelenggaraan. Demikian pula. Sehubungan dengan ini. badan peradilan yang otonom.

untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini. Secara khusus. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. b. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi. Konstitusi RIS. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. Partai politik lebih mandiri. Selain itu. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. Oleh karena itu. d. Pengaturan ham. Misalnya. c. undang-undang tentang otonomi daerah. perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini.sesuai dengan aspirasi rakyat. peraturan perundang lainnya. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. UUDS 1950. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis. Pemilihan umum lebih demokratis. undang-undang bidang politik. yakni UUD 1945. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru. cxliii .

Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. 3). Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. Pedidikan demokrasi secara formal. c. yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. Pendidikan demokrasi a.G. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan cxliv . b. dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. dan sosial kultural untuk membangun cita-cita. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi. 2). Pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal. prisip. Dengan demikian. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. Pedidikan demokrasi secara informal. pedagogis. yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. Pendidikan demokrasi: 1). sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. sikap. perensentasi. serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. diskusi timbal balik. nilai. konsep. Selain itu.

Kemutkhiran bahan pustaka cxlv . Kedisiplinan. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Kejelasan uraian. Ketuntasan pemecahan kasus. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). Kreativitas. Kerjasama tim presentasi.H.

Jadi. Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. kratos berarti pemerintahan. khususnya di kota Athena. Demos artinya rakyat. Pemilu masa Orde Lama Pemilu masa Orde Baru Pemilu masa transisi Pemilu masa Reformasi cxlvi . 2. artinya pemerintahan rakyat. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. Pemilu sebagai salah satu wujud demokrasi di Indonesia. 3. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. 4. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. Dengan demikian.BAB III PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. Sistem Pemilihan Umum Dinamika Partai Politik Pemilu di Indonesia 1. Dalam rapat tersebut. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. demokrasi. b. c. Uraian tentang pemilu dibagi dalam beberapa hal. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. yaitu: a.

Kanisius: Yogyakarta. dkk. Historis. 2005. UU 22/2003. amandeman terakhir. General Theoryof Law and State. 1989. Miriam. Harris soche. Kelsen. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. tentang pemilu DPR. Ganesha Exact: Bandung. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. UU 12/2003. Grasindo: Jakarta. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. 2004 Kewarganegaraan SMA 1. Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. DPD. Udin S. 1985. University of california: USA. tentang susunan kedudukan MPR. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Burns. or. Perundangan: UUD 1945.Panduan Menguasai Tata negara. serta UU23/2003. cxlvii . Suatu tinjauan Filosofis. 1949. James McGregor.DAFTAR PUSTAKA Betham. 1968. Winataputra. Santiaji Pancasila. Demokrasi. 1995. Dasar-dasar Ilmmu Politik. PT Hanindita: Yogyakarta. Setiadi. Mekanisme Demokrasi Pancasila. 2000. Elly M. Suny Ismail. DPRD. Rahmat A. Pemilu presiden. DPR.. 1966. Petrus Citra. Daji darmodihardjo. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. tentang partai plitik. 1986. Goverment By the People. Budiardjo. DPD. Kanil. Jakarta. Hans. Yudiris konstitusional. dan DPRD. UU 31/2002.2000. CST. David. Tata Negara Edisi Kedua. Penerbit Erlangga: Jakarta. Triwamwoto. Dikti: Jakarta.

Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. Dalam pembahasan. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan cxlviii . Pada kurun waktu tahun 1999-2002. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. PENDAHULUAN A. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Sejak tanggal 27 Desember 1945.MODUL X PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA BAB I. adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. akan dibahas lebih lanjut mengenai UndangUndang Dasar 1945. Latar Belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 w. cxlix . Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Sistem Pemerintahan NKRI serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. b. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. B. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : u. Undang-Undang Dasar 1945 v. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. d. memahami. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945.tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. kedudukan pembukaan UUD 1945. D. c. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengetahui. Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. Sistem Ketatanegaraan Negara RI x.

Undang-Undang Dasar 1945 PENGERTIAN HUKUM DASAR NEGARA Ada dua macam hukum dasar. HUKUM DASAR TAK TERTULIS (KONVENSI) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis.S. Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan.BAB II PEMBAHASAN A.C. Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: cl . maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif. 1981: 95-96 ). dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut. eksekutif. Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badan-badan tersebut. yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi). HUKUM DASAR TERTULIS (UNDANG-UNDANG DASAR) E.

seperti: a. c. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). Mekanisme pembuatan GBHN.1. Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. Pembukaan. d. Batang Tubuh yang memuat cli . 2. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. 4.(yang dimulai sejak tahun 2000). b. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. KEDUDUKAN. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. SIFAT DAN ISI UNDANG-UNDANG DASAR 1945 Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan. yang terdiri dari 4 alinesa. 3. Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. (2) Batang Tubuh UUD 1945. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. PENGERT1AN. Dapat diterima oleh seluruh rakyat.

lembaga negara. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak. peraturan. seperti telah dijelaskan. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. Setiap produk hukum seperti undang-undang.pasal-pasal. Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. UUD 1945 berisi norma. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. aturan. majelis itu bersidang untuk menetapkan. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. dapat dipisah-pisahkan. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. atau keputusan pemerintah. lembaga masyarakat. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946—sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. Sebagai hukum. UUD. Sesungguhnya clii .

yakni hanya memuat 37 pasal. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. dan tidak ketinggalan zaman. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturanaturan pokok saja. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. 2. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. yang hanya memuat aturan pokok. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan.rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. Undang-undang Dasar menjadi aturan yang luwes. harus terus hidup secara dinamis. supel. sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. yang masih harus berkembang. cliii . Dengan aturan-aturan yang tertulis. yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri.

Selain itu. Isi UUD 45 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. Tiap-tiap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. sejak dari alinea I sampai dengan alinea IV merupakan suatu kesatuan. ISI. pengubahan. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. secara keseluruhan sebenarnya merupakan suatu kesatuan yang logis. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. yang logis sejak dari alinea I cliv . penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara. yang pembuatan. namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. Karena itu. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945.Ini tidak berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 MAKNA. Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. SIFAT DAN TUJUAN PEMBUKAAN UUD’45 1) Makna Pembukaan UUD’45 Makna yang terkandung dalam tiap-tiap Alinea Pembukaan UUD 1945. pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya.

clv . sehingga disebut juga sebagai hak kodrat dan hak moral. Konsekuensinya merupakan wajib kodrat dan wajib moral bagi setiap penjajah untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa jajahannya. Alinea II Berdasarkan alasan akan hak kodrat dan hak moral bagi setiap bangsa dan kenyataannya pihak penjajah tidak memenuhi wajib kodrat dan wajib moral untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa Indonesia maka sudah semestinya bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri atas kekuasaan dan kekuatannya sendiri. Pernyataan dalam alinea II ini menurut ilmu logika merupakan suatu premis minor (yang bersifat khusus). adil dan makmur. Pelanggaran terhadap hak kodrat dan hak moral ini pada hakikatnya tidak sesuai dengan peri kemanusiaan (hakikat manusia) dan peri keadilan (hakikat adil). sejak dari pernyataan yang bersifat umum sampai dengan pembentukan negara Indonesia. Dalam kenyataannya bangsa Indonesia hampir mencapai tujuan kemerdekaan tersebut. yaitu hak yang melekat pada kodrat manusia dan bukanlah merupakan hak hukum. Berdasarkan ilmu logika maka pernyataan pada alinea I ini merupakan suatu premis mayor (pernyataan yang bersifat umum).sampai dengan alinea IV. yaitu berjuang untuk mencapai kemerdekaan. bersatu. Keseluruhannya itu dapat dirinci pada uraian berikut ini: Alinea I Dalam alinea I ini terdapat suatu pernyataan yang bersifat umum yaitu suatu hak kemerdekaan setiap bangsa di dunia. berdaulat. Jadi kemerdekaan individu diletakkan dalam kaitannya dengan kemerdekaan bangsa. Kemerdekaan dalam pengertian ini bukanlah kemerdekaan individualis (liberalis) namun merupakan suatu kemerdekaan bangsa. Kemudian kemerdekaan tersebut dijelmakan dalam suatu negara yaitu negara yang merdeka. Kemerdekaan tersebut merupakan suatu hak kodrat.

..melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa......” c. kareta melaksanakan dan merealisasikan hak kodrat dan hak moral akan terwujudnya kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial ... Menurut ilmu logika pernyataan dalam alinea ketiga ini merupakan suatu konklusio atau merupakan suatu kesimpulan..maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia....’ yang berbunyi ”. " (yang merupakan suatu tujuan khusus) dan . yang tercantum dalam kalimat.... Isi yang terkandung dalam alinea IV yang merupakan konsekuensi logis atas kemerdekaan yaitu meliputi pembentukan pemerintahan negara yang meliputi empat prinsip negara yaitu : a.. Tentang hal ketentuan ditiadakannya UUD Negara.” clvi . Tentang tujuan negara. II dan III tersebut pada hakikatnya merupakan suatu asas pokok bagi alinea IV. yang termuat dalam suatu pernyataan “...yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.Alinea III Sebagai suatu konsekuensinya maka bangsa Indonesia menyatakan kemerdekannya itu atas kekuatannya sendiri yang didukung oleh seluruh rakyat. atau merupakan konsekuensi logis yaitu isi alinea IV merupakan tindak lanjut dari alinea sebelumnya... Demikian pula merupakan suatu tindakan yang luhur dan suci. Tentang hal bentuk negara. (merupakan tujuan umum atau internasional). b.. Alinea IV Semua asas yang terdapat dalam alinea I.. Keseluruhannya itu hanya mungkin terwujud karena atas karunia dan rakhmat Tuhan Yang Maha Esa. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.

yaitu: a. 3) Sifat Pembukaan UUD’45 Secara menyeluruh ada empat macam sifat Pembukaan UUD’45. = peduangan bangsa telah sampai pada titik puncak/ kulminasi = awal hidup luhur bangsa memiliki Dasar. Alinea IV = pembentukan pemerintah Indonesia dengan dasar Pancasila sebagai asas kerohanian bangsa.. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. 2) Isi Pembukaan UUD’45 Isi Pembukaan UUD’45 dapat ditinjau dari dua sudut pandang. Tentang dasar filsafat (dasar kerokhanian) negara.. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat serta kebijaksanaan dengan mewujudkan dalam suatu permusyawaratan/perwakilan.d.. Tujuan dan Cita-cita. dalam kalimat “. Alinea II = berhasilnya perjuangan bangsa Indonesia. Sudut Isinya (kesepadanan) Alinea I Alinea II Alinea III = tuntutan hak kodrat dan hak moril bangsa.dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. 1957 : 6-12). Sudut Sejarah (terjadinya) Alinea I = pernyataan hak kemerdekaan dari segala bangsa. yaitu: Alinea IV = Ikrar berdirinya Negara kesatuan RI dengan clvii . Seluruh isi yang terdapat dalam alinea IV tersebut pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan tentang pembentukan pemerintahan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila (Notonagoro. Alinea III = kemerdekaan rakyat Indonesia atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. b.

untuk menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar-dasar negara yang dibentuknya. maka adanya Negara Kesatuan RI menjadi konkrit/jelas. Pembukaan UUD 1945 Sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental. maka tidak terpenuhi syarat-syarat adanya negara. artinya dengan adanya Pembukaan UUD’45 sebagai Kata Pengantar UUD Negara R.. proklamasi tidak dapat diulang lagi. Pemerintah dan Asas Kerokhanian (asas politik. tujuan dan cita-cita bangsa). asas politik dan asas cita-cita negara serta memuat ketentuan diadakannya UUD negara. • Dari Segi isinya . sebab • Secara formal. • Secara material. Jika Pembukaan UUD’45 tidak ada. Pembukaan UUD’45 bersifat konkrit/jelas. serta terlekat pada Tuhan YME (Proklamasi). dengan jalan hukum suatu peraturan hukum hanya dapat dihapus oleh penguasa yang menetapkannya atau yang lebih tinggi kedudukannya atau derajatnya. b. c. yaitu ditentukan oleh Pembentuk Negara dan terjelma dalam suatu pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk negara. hanya satu kali terjadi yang terikat dan terlekat kepada masalah hidup pokok dari setiap warga bangsa pada saat itu. Pembukaan UUD’45 bersifat tetap tidak dapat diubah. yaitu: • adanya rakyat Indonesia. artinya selamanya terlekat dalam kelangsungan hidup bangsa Indonesia sepanjang masa di dalam bernegara. yaitu adanya Rakyat. padahal saat ini sudah tidak ada lagi. yaitu memuat dasar-dasar pokok negara yang dibentuk memuat asas kerokhanian.a. yang melindungi segenap bangsa Indonesia. Daerah. (Staatfundamentalnorm). clviii . artinya menurut ilmu hukum tatanegara memiliki beberapa unsur mutlak : • Dari Segi Terjadinya. apa yang terjadi pada saat.I.

b. yaitu memiliki kekuatan yang dapat dipaksakan. yakni terpeliharanya kemerdekaan. ekonomi. clix . adanya Pancasila. tidak dapat dirubah dengan kekuasaan sebab bersifat imperatif moril. c. membentuk suatu pemerintahan negara. maka dengan kekuasaan dapat diubah. rokhaniah. yaitu sulit untuk diingat. tegas dan jelas formulasinya. Kesatuan Bangsa. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Alinea I= suatu pertanggungjawaban atas Proklamasi Kemerdekaan RI. ketertiban dunia. Negara dan daerah atas Keadilan Hukum dan keadilan Moril. sebagai hukum positif.• • • • • adanya Daerah Negara. adanya asas Tujuan atau Cita-cita bangsa. Namun memiliki kelemahan pula. Pembukaan UUD’45 bersifat tertulis. adanya asas Politik. 4) Tujuan Pembukaan UUD’45. Sesuatu piagam atau apapun yang bersifat tidak tertulis. kesejahteraan umum. hanya kelemahannya tidak tegas dan tidak jelas formulasinya serta mudah untuk dilanggar atau dilupakan orang. Alinea IV = suatu pernyataan Kemerdekaan sebagai permulaan suatu penentuan perwujudan asas tujuan yang tetap hidup luhur dan suci atas rahmat Tuhan YME. melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. (kesejahteraan politik. Republik yang berkedaulatan Rakyat. d. sebagai dasar Negara. Tujuan Pembukaan UUD’45 mempunyai 4 macam tujuan. badaniah dan Tuhaniah). Alinea II = suatu cita-cita Kemerdekaan. yaitu: a. mencerdaskan kehidupan bangsa. kedaulatan Negara. Alinea III = d. sosial. memiliki kekuatan mudah untuk diingat. kebahagiaan. adanya Pemerintah Negara.

Berdasarkan isi dari penjelasan resmi Pembukaan UUD 1945 tersebut bahwa dengan Pokok-pokok Pikiran tersebut nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dijelmakan atau dijabarkan secara normatif dalam pasalpasal UUD 1945. Jadi negara mengatasi segala faham golongan. Negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan wilayah seluruhnya. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. mengatasi segala faham perorangan. dijelaskan bahwa Pembukaan UUD 1945 mengandung Pokok-pokok Pikiran yang meliputi suasana kebatinan dari UUD Negara Indonesia. Pokok pikiran ini menegaskan bahwa dalam Pembukaan* diterima aliran pengertian negara persatuan. Pokok-pokok Pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum (Rechtsidee) yang menguasai hukum dasar negara baik hukum dasar tertulis (UUD) maupun hukum dasar tidak tertulis (convensi). Pokok-pokok Pikiran tersebut adalah sebagai berikut: (1) Pokok Pikiran Pertama : Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar asas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. clx .POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM PEMBUKAAN UUD’45 Menurut penjelasan resmi dari Pembukaan UUD 1945 yang termuat dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. 7. Hal ini menunjukkan pokok pikiran persatuan. Dengan pengertian yang lazim. negara penyelenggara negara dan setiap warga negara wajib mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan golongan ataupun perorangan. negara menurut pengertian Pembukaan UUD 1945 tersebut menghendaki persatuan meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya.

Pokok pikiran ini dalam ‘Pembukaan’ mengandung konsekuensi logis bahwa sistem negara yang terbentuk dalam Undang-Undang Dasar harus berdasarkan atas kedaulatan rakyat dan berdasarkan permusyawaratan/perwakilan. (3) Pokok Pikiran Ketiga : Negara yang berkedaulatan rakyat. Pokok pikiran ini menempatkan suatu tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai dalam Pembukaan. (4) Pokok Pikiran Keempat Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut Gasar kemanusiaan yang adil dan beradab. yang menyatakan bahwa kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.(2) Pokok Pikiran Kedua : Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah pokok pikiran kedaulatan rakyat. dan merupakan suatu kausa finalls (sebab tujuan). berdasarkan atas kerakyatan. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. Pokok pikiran keempat dalam ‘Pembukaan’ ini mengandung konsekuensi logis bahwa Undang-Undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara untuk clxi . Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Keempat Pancasila. Memang aturan ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia. Sehingga dapat menentukan jalan serta aturan-aturan mana yang harus dilaksanakan dalam Undang-Undang Dasar untuk sampai pada tujuan itu yang didasari dengan bekal persatuan. dan permusyawaratan/perwakilan. Ini merupakan pokok pikiran keadilan sosial yang didasarkan pada kesadaran bahwa manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama uniuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat. Pokok pikiran inilah yang merupakan Dasar Politik Negara.

memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur. Hal ini menegaskan pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengandung pengertian taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan pokok pikiran kemanusiaan yang adil dan beradab yang mengandung pengertian menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia atau nilai kemanusiaan yang luhur. Pokok pikiran keempat ini merupakan Dasar Moral Negara yang pada hakikatnya merupakan suatu penjabaran dari Sila Pertama dan Sila Kedua Pancasila. Empat pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 menurut Penjelasan Undang-Undang Dasar ini, merupakan penjelasan logis dari inti alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Atau dengan lain perkataan bahwa keempat pokok pikiran tersebut tidak lain adalah penjabaran dari Dasar Filsafat Negara, Pancasila. Dalam pokok pikiran yang pertama ditekankan tentang aliran bentuk negara persatuan, pokok pikiran kedua tentang cita-cita negara, yaitu keadilan sosial dan pokok pikiran ketiga adalah merupakan dasar politik negara berkedaulatan rakyat. Bilamana kita pahami secara sistematis maka pokok pikiran I, II dan III memiliki makna kenegaraan sebagai berikut : negara ingin mewujudkan suatu fujuaii negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok pikiran I). Agar terwujudnya tujuan negara tersebut maka dalam pelaksanaan negara harus didasarkan pada suatu dasar politik negara yaitu negara persatuan republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran I dan III) (Notonagoro, 1974:16). Dalam kehidupan kenegaraan mendasarkan pada suatu dasar moral yaitu negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab (pokok pikiran IV). Sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu negara sudah semestinya memiliki suatu cita-cita yang ingin dicapai yaitu suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (pokok pikiran keempat) sehingga pokok pikiran ini merupakan suatu

clxii

dasar cita-cita negara. Maka untuk mencapai cita-cita kenegaraan yaitu suatu keadilan dalam hidup bersama (keadilan sosial), negara mewujudkan dalam suatu dasar tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok (pokok pikiran I), adapun sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita negara sebagaimana termuat dalam (pokok I), dan Republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran III). serta harus mendasarkan pada dasar, moral negara, yaitu negara berdasar atas “Ketuhanan YME” dan menurut dasar ‘kemanusiaan Yang adil dan berabad. Dengan lain perkataan untuk mewujudkan tujuan negara serta cita-cita negara, juga harus mendasarkan pada dasar moral negara. Hal ini menunjukkan bahwa betapapun baiknya suatu sistem negara dengan suatu perangkat hukum yang baik. Tetap harus mendasarkan pada moralitas negara yang baik pula. Negara dengan sistem politik dan hukum yang baik, apabila aparat pelaksana, penyelenggaraan negara tidak memiliki moralitas yang luhur, maka negara akan mengalami ketidakseimbangan dan akhimya rakyat mengalami penderitaan. Prinsip negara sebagaimana terkandung dalam pokok-pokok. pikiran tersebut menunjukkan kepada kita dalam kehidupan bernegara walaupun didasarkan pada peraturan hukum, juga harus didasarkan pada moralitas. Negara Indonesia mendasarkan pada komitmen moral kemanusiaan yang beradab karena dalam kehidupan bernegara pada hakikatnya untuk mencapai tujuan kemanusiaan yang bermartabat luhur. HUBUNGAN ANTAR POKOK PIKIRAN PEMBUKAAN UUD’45 DENGAN BATANG TUBUH UUD’45. Dalam sistem tertib hukum, Indonesia,. Penjelasan UUD’1945 menyatakan bahwa Pokok Pikiran itu meliputi suasana kebatinan dari UndangUndang Dasar Negara Indonesia serta mewujudkan cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar tertulis (UUD) dan hukum dasar tidak tertulis (convensi), selanjutnya. Pokok Pikiran itu dijelmakan dalam pasal-pasal UUD

clxiii

1945. Maka dapatlah disimpulkan bahwa suasana kebatinan Undang-Undang Dasar 1945 tidak lain dijiwai atau bersumber pada dasar filsafat negara Pancasila. Pengertian inilah yang menunjukkan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pembukaan UUD 1945, mempunyai fungsi hubungan langsung yang bersifat kausal organs dengan batang tubuh UUD 1945. Karena isi dalam Pembukaan dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945. Maka, Pembukaan UUD 1945 yang memuat dasar filsafat negara dan Undang-Undang Dasar merupakan satu kesatuan walaupun dapat dipisahkan, bahkan merupakan rangkaian kesatuan nilai dan norma yang terpadu. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang didalamnya terkandung Pokok-pokok Pikiran Persatuan Indonesia. Keadilan sosial, Kedauatan Rakyat berdasarkan atas Permusyawaratan/Perwakilan serta Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang inti sarinya merupakan pencernaan dari dasar filsafat Pancasila. Adapun Pancasila itu sendiri memancarkan nilai-nilai luhur yang telah mampu memberikan semangat kepada UUD 1945. Semangat dari UUD 1945 serta yang disemangati yakni pasal-pasal UUD 1945 serta penjelasannya pada hakikatnya merupakan satu rangkaian kesatuan yang bersifat kausal organis. Ketentuan serta semangat yang demikian itulah yang harus diketahui, dipahami serta dihayati oleh segenap bangsa Indonesia yang mencintai negaranya. Rangkaian isi, arti makna yang terkandung dalam masing-masing alinea dalam pembukaan UUD 1945, melukiskan adanya rangkaian peristiwa, dan keadaan yang berkaitan dengan berdirinya Negara Indonesia melalui pernyataan Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia. Adapun rangkaian makna yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: (1) Rangkaian peristiwa dan keadaan yang mendahului terbentuknya negara, yang merupakan rumusan dasar-dasar pemikiran yang menjadi latar

clxiv

belakang pendorong bagi Kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam, wujud terbentuknya negara Indonesia (alinea I, II dan III Pembukaan). (2) Yang merupakan ekspresi dari peristiwa dan keadaan setelah negara Indonesia terwujud (alinea IV Pembukaan). Perbedaan pengertian serta pemisahan antara kedua macam, peristiwa tersebut ditandai oleh pengertian yang terkandung dalam anak kalimat, “Kemudian daripada itu” pada bagian keempat Pembukaan UUD 1945; sehingga dapatlah ditentukan sifat hubungan antara masing-masing bagian Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD 1945, adalah sebagai berikut: (1) Bagian pertama, kedua dan ketiga Pembukaan UUD 1945 merupakan segolongan pernyataan yang tidak mempunyai hubungan ‘kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945. (2) Bagian keempat, Pembukaan UUD 1945 mempunyai hubungan yang, bersifat *kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945, yang mencakup beberapa segi sebagai berikut: (a) (b) Undang-Undang Dasar ditentukan akan ada. Yang diatur dalam UUD, adalah tentang pembentukan pemerintahan negara yang memenuhi pelbagai persyaratan dan meliputi segala aspek penyelenggaraan negara. (c) (d) Negara Indonesia ialah berbentuk Republik yang berkedaulatan rakyat. Ditetapkannya dasar kerokhanian negara (dasar filsafat negara Pancasila). Atas dasar sifat-sifat tersebut maka dalam hubungannya dengan Batang Tubuh UUD 1945, menempatkan pembukaan UUD 1945 alinea IV pada kedudukan yang amat penting. Bahkan dikatakan bahwa sebenarnya hanya alinea IV Pembukaan UUD 1945 inillah yang menjadi inti sari Pembukaan dalam arti yang sebenarnya. Hal ini sebagaimana termuat dalam penjelasan resmi Pembukaan dalam Berita Republik Indonesia tahun 11, No. 7, yang

clxv

dan 3 (tiga) pasal aturan peralihan dan dua pasal aturan tambahan. disembarang ruang dan di mana saja dapat dipraktekkan. memuat 37 pasal. Pasal 10 tetap. artinya dapat dilaksanakan oleh setiap warga negara Indonesia di semua tempat. (Pidato Prof Mr. 3. siapa saja menjadi WNI maupun menyelaminya. Pasal 9 menjadi 2 ayat. Selain jumlah bab ditambahkan juga banyak pasal-pasal yang dikembangkan. Rigid (tidak kaku). Luwes (gemulai). Pasal 6 dengan dua ayat. artinya dapat diselami setiap warga negara Indonesia secara keseluruhan. Pasal 7 ditambah Pasal 7A. kapan saja dapat berlaku. Batang Tubuh UUD’45 memiliki 3 sifat utama. Pasal 7B terdiri atas 7 ayat. BATANG TUBUH UUD’45 Pengertian Batang Tubuh UUD’45. Pasal 16 1 ayat. Isi Batang Tubuh UUD’45 UUD 1945 hasil Amandemen 2002 masih tetap. Pasal 17 menjadi 4 clxvi . artinya dapat mengikuti perkembangan zaman. akan tetapi telah dibagi dari 16 Bab menjadi 26 Bab. Sifat Batang Tubuh UUD’45. Pasal 14 menjadi 2 ayat. Pasal 13 menjadi 3 ayat. elastis dan supel. yaitu: 1. 2. Dr. Pasal 15 tetap.hampir keseluruhannya mengenal bagian keempat Pembukaan UUD 1945. ditambah Pasal 6A menjadi 5 ayat. Adapun pasai-pasal dimaksudkan antara lain Pasal 2 dan Pasal 3 dari 2 ayat menjadi 3 ayat. Pasal 11 menjadi 3 ayat. Soepomo tanggal 15 Juni 1945 di depan rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia). Pasal 7C. Pasal 12 tetap. Batang tubuh UUD’45 ialah peraturan Negara yang memuat ketentuanketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber daripada peraturan perundangundangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara itu. sejak dulu hingga sekarang dan sampai kapanpun. Pasal 8 menjadi 3 ayat. Fleksibel.

ditambah Pasal 36-A dengan 1 ayat. ditambah Pasal 24-A dengan 5 ayat. Pasal 22-D terdiri atas 4 ayat. Pasal 23-G dengan 2 ayat.ayat. terutama mengingat agar UndangUndang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. Pasal 29 dengan 2 ayat. Pasal 28-B dengan 2 ayat. Pasal 23-E dengan 3 ayat. Pasal 24-C dengan 6 ayat. sebagai berikut: clxvii . Pasal 28-H dengan 4 ayat. Pasal 18 B terdiri atas 2 ayat. 4 ayat. Pasal 22-E dengan 6 ayat. 22-B terdiri atas 1 ayat. Pasal 18 menjadi 7 ayat. Pasal 21 tetap 2 ayat. Pasal 23-B 1 ayat 23-C dengan 1 ayat. Pasal 27 dengan 3 ayat. Pasal 28-D dengan 4 ayat. 23-F dengan 2 ayat. Pasal 37. Pasal 23 berubah menjadi 3 ayat. Pasal 32 dengan 2 ayat. Pasal 34 dengan 4 ayat. Pasal 22 tetap 3 ayat. Pasal 33 dengan 5 ayat. Pasal 28 dengan 1 ayat. ditambah pasal 18 A terdiri atas 2 ayat. Pasal 30 dengan 5 ayat. Pasal 35 dengan 1 ayat. ditambah pasal 22-A 1 ayat. Pasal 36-B dengan 1 ayat. Demikian isi UUD 1945 hasil amandemen tahun 2002 (amandemen ke4) yang masing-masing pasal ada yang dikurangi dan. Pasal 26 dengan 3 ayat. Pasal 23-D 1 ayat. Pasal 20 menjadi 5 ayat. Pasal 28-G dengan 2 ayat. 22-C terdiri atas. Pasal 36 dengan 1 ayat. Pasal 25 dengan 1 ayat. Pasal 28-F dengan 1 ayat. Pasal 28-C dengan 2 ayat. Pasal 31 dengan 5 ayat. ada yang ditambah serta ayat-ayat dalam pasal-pasal tersebut. ditambah pasal 28-A dengan 1 ayat. Pasal 24-B dengan. Pasal 36-C dengan 1 ayat serta Pasal 37 berisi 5 ayat. Pasal 19 menjadi 3 ayat. ditambah pasal 23-A 1 ayat. 4 ayat. Amandemen/Perubahan Uud’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Era Global PROSES PERUBAHAN/AMANDEMEN UUD’45 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Pasal 24 dengan 3 ayat. Pasal 28-E dengan 3 ayat. Pasal 28-1 dengan 5 ayat. Pasal 28-J dengan 2 ayat. B. memuat 5 ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Pasal 30 dengan 5 ayat. ditambah Pasal 20 A terdiri atas 4 ayat.

jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. Berketuhanan. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar. tujuan negara dan dasar negara Pancasila. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. DINAMIKA PELAKSANAAN UUD’45 SEJAK AWAL KEMERDEKAAN HINGGA ERA GLOBAL. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. sifat negara. (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. Pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang.(1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. clxviii . Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945. mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’.

misalnya Nasakom. MASA ORDE LAMA (1959-1966) 1) PENGERTIAN ORDE LAMA Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3.MASA KEMERDEKAAN (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7. dan pembubaran DPR oleh Presiden. Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5. karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. Kabinet Burhanudin Harahap. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. 7 kali yaitu: 1. pengangkatan Presiden seumur hidup. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: clxix . Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. Tapi Ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. Namun keadaan ini tidak bertahan lama. Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6.

c. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945.1.Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI.Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. 2. Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. 2) BEBERAPA PENYIMPANGAN DALAM PELAKSANAAN UUD 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk. DPR. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. Mempunyai tujuan: a. Lembaga negara seperti MPR. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika d. Berbagai ancaman datang silih berganti. clxx . Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. b. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup. MASA ORDE BARU 1) PENGERTIAN ORDE BARU Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. jadi hanya bersifat sementara. kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan.

2) LANGKAH PENCAMALAN UUD 1945 OLEH ORDE BARU Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan. MPR mengadakan sidang umum. 3. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945.tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966. Dalam sidang umum MPR bertugas. wakilnya. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen antikolonialisme. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. dan politik yang stabil serta melaksanakan cita-cita demokrasi politik. Selain itu. perekonomian. dan Tap MPR No. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. clxxi . Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. Tap. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. dan Pemilu 2. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. a. DPR. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Presiden. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu. Tritura.IX/MPR/1966. MPR No. MPR No. b. dan Hanura secara konstitusional. Menetapkan GBHN. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR.

Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang. d. Tugas Presiden: a. Melaksanakan Pemilu tepat waktu. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara. 6. Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999. sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinter-pretable” pada pasal-pasal UUD 1945. b. Membentuk lembaga tinggi negara. dan Sidang Tahunan MPR 2002. terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999. karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel. clxxii . SidangTahunan MPR tahun 2000. MASA REFORMASI Dalam proses reformasi dewasa ini. yaitu DPA dan BPK. yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Sidang Tahunan MPR 2001. Sidang Tahunan MPR 2001. 5. dan Sidang Tahunan MPR 2002. c.4. UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. Sidang Tahunan MPR 2000.

19. yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. clxxiii . 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen. 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). tetapi juga dalam arti materiil. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen). lihat UUD 1945 Pasal 27. yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. 28. 23E dan 24. tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. Sistem Ketatanegaraan Negara Republik Indonesia TUJUH KUNCI POKOK SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA R. 4 . 20. b. berdasarkan sehingga hukum dapat (rechtsstaat). lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I). tindakan berlandaskan dipertanggungjawabkan secara hukum dan tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan.I. yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. 5. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya. dalam arti formal saja. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara setiap Indonesia harus adalah negara yang hukum. 28A-28J. yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia.C. Artinya.

serta bertanggung jawab kepada majelis ini. dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. f. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas). Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak. bukan absolut (tidak terbatas). Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan. yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan clxxiv . Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. d. Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluan-haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). Dalam sistem ini. wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali. lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). Karena ia adalah mandataris MPR. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan. lihat UUD 1945 Pasal 24. e. Pasal 31. maka dia.c. lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia. Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR. 33 dan 34. lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem konstitusional.

antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara. 5) Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. mendapatkan persetujuan DPR. pengangkatan duta dan konsul. Karena itu Presiden dan DPR harus bekerja sama. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasal-pasal UUD 1945 hasil amandemen keempat. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan clxxv . Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A. Dalam melakukan kewajibannya. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 7B). tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR.segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. penganugerahan gelar dan tanda jasa. pemberian amnesti dan abolisi dan lainlain. 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan.

Seperti dijelaskan sebelumnya.. DPR. 7. karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden. Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Pembentukan. pengubahan. Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. dan Presiden sangat erat..Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UndangUndang Dasar Negaraa Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang.Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri.UU (lihat Pasal 17). ia bukan diktator.. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR. artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”.. karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden.. Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV... SUSUNAN KEKUASAAN NEGARA R. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak.. dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara.. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR.”. sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. Selain itu. clxxvi .I..

artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung. DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1). dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif.(b) Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat. atau pengawasan didelegasikan kepada Baden Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).. berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). clxxvii . yang dalamUUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). (d) Kekuasaan Inspektif. (Pasal 16 UUD 1945).. (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. (b) Kekuasaan Legislatif. tertinggi adalah ditangan rakyat. didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) LTUD 1945). Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). (c) Kekuasaan Yudikatif. Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi.. Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “. (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif. karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas.

harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas clxxviii . menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan.. Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali. serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi. dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: (1) penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III.”.(3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945. yaitu” . (d) Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan). (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”. Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945. pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan.. (b) “Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD.. Melantik Presiden dan Wakil Presiden.. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas.

dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. (2) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar”. MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD. yaitu meliputi tiga hal. yaitu mengubah UUD. (1) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen. (2) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai. Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : (1) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah sebagai asasnya. maka dimungkinkan terbanyak. (5) Pengawasan Konsep pengawasan menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2). Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. (2) Pasal 2 ayat (1). Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas. Majelis Permusyawaratan.permusyawaratan perwakilan. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD. Berdasarkan ketentuan tersebut maka pengambilan keputusan itu melalui suara clxxix . misalnya Pasal 7B ayat (7).

wewenang. Dalam Tap. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden. MPR No. Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. Dewan Pertimbangan Agung.a negara.menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu. (3) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR. Sistem Kelembagaan Negara RI KELEMBAGAAN NEGARA UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya. Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat. Badan Pemeriksa Keuangan. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi: clxxx . tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasal-pasalnya..kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR. MPR No.VI/MPR/1973 dan Tap.. dan Mahkamah Agung.III/MPR/1978. tugas dan hubungan antar lembag.. D. disebut “. Dewan Perwakilan Rakyat.. dan (2) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat.” Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : (1) Dilakukan oleh seluruh warga negara.

KELEMBAGAAN NEGARA SETELAH PERUBAHAN UUD 1945 (ST MPR 2002) UUD 1945 BPK MPR PRESIDEN KEKUASAAN KEHAKIMAN MK/MA/KY DPD /DPR WAPRES LEGISLATIF Keterangan: MK = Mahkamah Konstitusi MA = Mahkamah Agung KY = Komisi Yudisial Sumber: Kompas. DPD. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR. 20. dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden. dan DPRD (Pasal 23 E. sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. Agustus 2002 EKSEKUTIF YUDIKATIF Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19. Pasal clxxxi . 22B. 21. 22C. 20A.

24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002. memutus pembubaran partai politik. clxxxii . Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24. (Lihat Pasal 24C) HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI HUBUNGAN ANTARA MPR DAN PRESIDEN Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). dan 23G). Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24. menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. Tugas BPK antara lain: 1. 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara.23F. Badan ini bersifat bebas dan mandiri. martabat serta perilaku hakim. 2. jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Merneriksa semua pelaksanaan APBN. di samping DPR dan Presiden. (Lihat Pasal 24B).

maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR. clxxxiii . yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD. korupsi. Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir. dan anggota-anggota. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. Dengan demikian maka seluruh anggota. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya. maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar. Dewan Perwakilan Rakyat. tindak pidana berat lainnya. penvuapan. maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara.Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002. MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. HUBUNGAN ANTARA MPR DAN DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggotaanggota.

Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR. hak amandemen. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang peraturan-peraturan itu undang-undang UUD 1945. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. hak interpelasi. yang dimilikinya seperti hak angket. Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). peraturan-peraturan lembaga lainnya. Di dengan Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga- clxxxiv . dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). 20 dan 21). DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. hak budget. melalui serta wewenang DPR. benarbenar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis. MPR serta mempunyai tugas lainnya sesuai yang agar sangat luas. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. HUBUNGAN ANTARA DPR DAN PRESIDEN Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1). terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara. hak tanya inisiatif (Pasal 20-A).

memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis). Presiden harus memperhatikan. Menurut UUD 1945. Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. berkonsultasi dan dalam banyak hal. Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a. Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR. clxxxv .dalam. mendengarkan. pekerjaan untuk membuat UU. Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. dan dengan pengawasan tersebut. maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja.ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan. yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. maka Iembaga-lembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. ma. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah.

(2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh suratsurat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan. maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. akan tetapi tergantung kepada Presiden. Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet. Dengan adanya wewenang DPR tersebut. Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan (3) Hak amandemen (mengadakan perubahan) (4) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) (5) Hak bertanya (6) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan). yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)). Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)).(1) Hak budget. Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam clxxxvi . HUBUNGAN ANTARA DPR DENGAN MENTERI-MENTERI Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menteri-menteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah.

dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden.penjelasan UUD. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. HUBUNGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN MENTERI-MENTERI Presiden mengangkat dan memberhentikan menterimenteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR. akan tetapi tergantung kepada Presiden. sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)).-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. Oleh karena itu menteri-menten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR. oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a. mereka bukan pegawai tinggi biasa. Meskipun kedudukan Para menteri tergantung. 1945. Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR.kepada Presiden. menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR. Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas. terutama berdasar Pasal 3 ayat (3). Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut clxxxvii . menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya.

departemennya. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara, para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan, timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. HUBUNGAN ANTARA MAHKAMAH AGUNG DENGAN LEMBAGA NEGARA LAINNYA. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lainlain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur rnenetapkan hubun~arl antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim, sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila. Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law, not by man). Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat

clxxxviii

perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturan-peraturan itu, atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang, Tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabila pengadilan, karena alat penbuktian yang sah menurut undangundang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan pesitaan, selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undang-undang. Setiap orang yang disangkakan, ditangkap. ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). Semua pengadilan memberikan keterangan, pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi, berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat .yang .lebih tinggi. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut, dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. Ketentuan ini

clxxxix

mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung, yang mengandung makna,bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang- undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. Dalam merupakan proses reformasi dewasa ini Mahkamah KKN Agung untuk ujung tombak terutama mernberantas

rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No. XI/MPR/1998. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. HUBUNGAN ANTARA BPK DENGAN DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. Undang-Undang No. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan, bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah, akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang, badan/instansi Pemerintah atau badan swasta, sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya, oleh karena, pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum

cxc

dapat dikatakan cukup. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula, secara tertib. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. Selain pelaksanaan APBN, diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana, apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana, atau perbuatan yang merugikan negara, maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. ' ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara, antara BPK, DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan, dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam hulan atau dengan hukuman dengan scbanyak-banyaknya Rp. 1.000.000,00. E. Indikator Penilaian

cxci

Kreativitas. Kedisiplinan. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • • Contextual instruction Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Kejelasan uraian. Kemutkhiran bahan pustaka cxcii . Kerjasama tim presentasi. Ketuntasan pemecahan kasus.Metode Pembelajaran : Kuliah(40%).

yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.BAB III PENUTUP Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. cxciii . yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.

Pen.I. Hutauruk. Dra. 2002. Kaelan.Makassar. Pengimplementasian UUD’45.2004 cxciv . Pen. Universitas Hasanuddin. Tim Dosen Pancasila Unhas. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. Jakarta. Pradnya Paramitha.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Pembagian Kekuasaan Negara. 1973. Pradnya Paramitha. Jakarta. S. Jambatan.Makassar. Gunawan. JCT. M. Tentang dan Sekitar UUD’45. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. 2003.. R. III) Pen. Elly M. Kaelan. Pen. Pen. 1968. 1993.I. 2005. Kanisius.Jakarta. Seko ABRI. Simorangkir. M.H. M. Yogyakarta. Jakarta. Bursa Buku FH-UI.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Pen. 1973. Drs. Kajian tentang UUD’ Negara R. Setiadi. Pendidikan Pancasila. Purnomo. Jakarta. Kansil. Paramitha Pradnya. Yogyakarta. Pen. Departemen Penerangan R. Pen.Si. II. 1970.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.STIMIK DIPANEGARA . 1962. 1982. Jakarta.Si. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara.Si. Yogyakarta. Pen. CST. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. M. Gramedia Pustaka Utama. Drs. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Pancasila dan UUD'45 (I. Pen. Erlangga.DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny. Bandung.

hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : 1. Pengertian. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undangundang dasar. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001). hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. kekuasaan pemerintah. HAM juga bersifat supralegal.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. kebebasan. PENDAHULUAN A.MODUL VIII HAK ASASI MANUSIA BAB I. tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila cxcv . dan lain-lain: b. Sejarah dan Macam-macam HAM 2. Ruang lingkup HAM meliputi a. serta d. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). HAM dalam tataran Global 3. HAM dalam UUD 1945 5. ras. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. B. UU No. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4. atau jenis kelamin. keamanan. kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan.

Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya cxcvi . D. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. sejarah dan macam-macam HAM 9. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 10. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 8.C.

2. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan.BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsurangsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. sejarah dan macam-macam HAM 1. Pengertian. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Sejarah HAM Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Naskah tersebut adalah : • Magna Charta (piagam Agung. Berawal dari 2 perang besar didunia ( Pd I dan Pd II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional. 1689) Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. 1789) Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan cxcvii . 1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John • • • Bill of rights (Undang-Undang Hak.

Macam-macam HAM Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. hak untuk memilih dsb. dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. mensual.hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. disamping hak-hak politik. diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. membeli. 3. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. memeluk agama. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak • • Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan). hak atas kebebasan. cxcviii . menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial. yaitu : • • • • Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) Kebebasan beragama (freedom of religion) Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu.

Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban cxcix . mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. HAM pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada. penyidikan. 2) masyarakat sebagai keluarga besar. yaitu: a. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. misalnya dalam penangkapan. hak masuk dan ikut dalam parpol. 3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. pembelaan. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. b.• • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. c. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. negara sebagai koordinator dan pengawas. pemeriksaan. penggeledahan. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas. dan peradilan B.

3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. 10) hak untuk berapat dan berkumpul. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup. d. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil. yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. 2) kemerdekaan dan keamanan badan. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. sosial. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi. 9) hak untuk bebas memeluk agama. ekonomi. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. cc . politik. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik.sebagai anggota masyarakat.

dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. baik dalam penerapan. 39/1999 tentang HAM dan UU No. Oleh sebab itu. 26/2000 tentang Pengadilan HAM. Pasal 55. UU No. kesederajatan. sosial budaya. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. hak turut serta dalam pemerintahan.12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. Sesuai dengan Pasal l (3). dan hubungan antarnegara serta hukum internasional cci . Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. 29. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. dan hak anak. hak mengembangkan diri. dan 30). 13) hak untuk berdagang. C. hak atas rasa aman. Pancasila sila ke-4. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. politik. HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. tidak diskriminatif. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. antiterorisme. dan konsisten. serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. a. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). pemantauan. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya Sejalan dengan amanat Konstitusi. pada prinsip saling menghormati. hak atas kebebasan. hak memperoleh keadilan. ekonomi. hak wanita. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan yang berlaku. hak atas kesejahteraan. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No.

b. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. d. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. l. h. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. n. j. m. e. g. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. i. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. dan tepat. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. c. f. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. cepat. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. k. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. ccii .

p. Peningkatan penanganan dan tindakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. hukum. q. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. penuntutan. alinea 2 3. hakikat manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. dan menghukum para pengedarnya secara maksimal. alinea 3 4. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. alinea 4 perlindungan terhadap hak budaya dan ekonomi) ii. penyelidikan. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. D. Menurut Pancasila. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial.Hak Asasi Dalam UUD’ 45 i. Dalam Pembukaan UUD’ 45 1. Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut.o. sosial cciii . alinea 1 2. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. meningkatkan penyidikan. Bangsa Indonesia telah lebih dulu : Kebebasan untuk merdeka : Negara yang adil : Menyatakan kemerdekaan :Menunjukkan pengakuan dan asasi (dalam bidang politik. baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia.

dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. dan diteruskan dengan cciv . asasi Manusia PBB. Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945.” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa. Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”. adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. Telah mengangkat hak-hak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa. Sehingga. Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis.dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289).. 1.

kebudayaan.kata “. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut... ekonomi.”.. dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang politik.supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas...... negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah. hukum material. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2). Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya... maka pengertian bangsa. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa. tujuan negara. dalam rumusan tujuan negara “. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: ccv .Memajukan kesejahteraan umum.. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri. dan agama.” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama. sosial.

yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. (8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. bangsa. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. ccvi . dan negaranya. Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan. Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup.

(6) Setiap orang berhak. ccvii . keluarga. memilih kewarganegaraan. atas kebebasan berserikat. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. (4) Setiap orang berhak untuk. menyimpan. bertempat tinggal. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. memiliki. serta berhak untuk mencari. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. memperoleh. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. kehormatan. (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan.Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. memilih pendidikan dan pengajaran. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. memilih pekerjaan.

(9) Perlindungan. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat.. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah.(6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. hak kemerdekaan pikiran. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk ccviii . pemajuan. hak beragama. hak untuk tidak disiksa. diatur. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. terutama pemerintah. dan bernegara. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. penegakkan. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. berbangsa. hak izin untuk tidak diperbudak. (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara. dan hati nurani.

hak untuk hidup. hak memperoleh keadilan.menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. hukum. Selain hak asasi juga dalam LJU No. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan mengalami perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia KOMNAS HAM. tentang Hak Asasi manusia. 39 tahun 1999. Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. hak mengembangkan diri. hak atas rasa aman. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. keamanan. UU No. terkandung kewajiban dasar manusia. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. 39 tahun 1999. walaupun pelaksanaannya belum optimal. kemajuan. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. hak atas kebebasan pribadi. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. perlindungan hak asasi. hak wanita. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. dan hak anak. hak atas kesejahteraan. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. nilai-nilai agama. antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. dan ccix . tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. Hak-hak asasi tersebut meliputi. hak turut serta dalam pemerintahan. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral.

Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. diatur dalam Undang-undang No. serta hak memperoleh. dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA. Pasal 28-E ayat (3). 9 tahun 1999. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundangundangan dan Indonesia. Jikalau. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. menyimpan. melindungi.konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundangundangan yang berlaku. Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). memiliki. Dengan diundangkannya UU No. hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). mengolah. Pasal 28-C ayat (2). Satu kasus yang hukum internasional yang diterima oleh negara Republik ccx . hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). pasal 28A sampai dengan pasal 28J. hak memeluk. (2). ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. Pasal 28-H ayut (3). Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1). serta jaminan hukum yang memadai. 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia.

cukup penting. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. saling menolong dan bekerjasama dengan sesama manusia ccxi . yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hak-hak asasi manusia. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. Implementasi Hak Asasi dan Kewajiban Asasi dalam Sila-Sila Pancasila a. Sila Pertama Hak Asasi = dan kepercayaan kepada Tuhan YME Kewajiban Asasi Hak memilih dan mengakui agama = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing b. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hak-hak asasi. Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya. Dalam kenyataannya merekamereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. atas pelanggaran di Timur-Timur. Sila Kedua Hak Asasi memiliki hak asasi yang dapat Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. = Saling membantu. di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. E. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional.

artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau bersama daripada kepentingan golongan. golongan. Berarti persatuan antar suku. agama. suku. yaitu keadilan yang memberi maupun non formal demi kepentingan perimbangan dimana hak milik bersama berfungsi sosial ccxii . partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. partai dll. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. kelompok atau kepentingan pribadi mengabaikan yang lainnya. oleh.dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. Sila Ketiga Hak Asasi mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan suku. d. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum dalam kehidupan demokrasi Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat. golongan. dalam arti adanya keseimbangan mengutamakan dengan yang satu tidak dan Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. Sila Keempat Hak Asasi = untuk rakyat e.

Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Perbedaan Kewajiban 1. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. Kreativitas. Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan. Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. Kemutkhiran bahan pustaka ccxiii .Kewajiban Asasi Manusia a. Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD’ 45 • • • • Wajib membayar pajak (23) Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. Kejelasan uraian. c. Kerjasama tim presentasi. b. Kedisiplinan. toleransi dan kerukunan beragama (29) Wajib menghormati orang lain Wajib bela negara. Ketuntasan pemecahan kasus. Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan 2. Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%).

Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional. budaya dan ekonomi ). yaitu hak hidup. dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. sosial. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.BAB III PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. alinia 3 : menyatakan kemerdekaan. ccxiv . hukum. Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara.hak kebebasan dan hak kesamaan. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. alinia ke 2 : negara yang adil. Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka.

Kaelan. dan S. 1973. Dra. M. Pradnya Paramitha. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila.. 2002. Gunawan. 1982. Pen. Marjuki ( editor ). Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia.STIMIK DIPANEGARA .Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Pen. 1973. Drs. Tentang dan Sekitar UUD’45. Kansil. 1993. M.Makassar. Jakarta. Pembagian Kekuasaan Negara.I. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Drs. Erlangga. Pen. Pen. Setiadi. M. 2003. Kanisius. Departemen Penerangan R. M.Si. Pen. Seko ABRI.Si. Hutauruk. Universitas Hasanuddin. 2005. CST. Jakarta. Pen.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Malian. Paramitha Pradnya. R. Bursa Buku FH-UI. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara.Si. S. JCT. Elly M. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. 1970. Yogyakarta. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Pradnya Paramitha. Pen. Pen. Tim Dosen Pancasila Unhas. 1962. Yogyakarta. II. azyumardi. Kajian tentang UUD’ Negara R. ccxv . UII Press: Yogyakarta.H. Yogyakarta. Kaelan. Jakarta. Jakarta : Prenada Media Indonesia. 2003. III) Pen. Pendidikan Pancasila. Jakarta.2004 Azra. 2003. Pancasila dan UUD'45 (I. S. Bandung: Fokus Media. Jambatan. 1968. Gramedia Pustaka Utama.I. UUD 1945 dan Amandemennya. Pengimplementasian UUD’45.DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny. Purnomo. Bandung. Simorangkir.Jakarta.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Makassar. Jakarta. Pen.

Pasha. 2002. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. Hak Asasi Manusia. 2002. Hamdan (Pnyt). Pendidikan Kewarganegaraan. Mustafa Kamal. Mansyur. 2002. S. Jakarta : Dikti Soemarsono.Jakarta : Depdiknas. 12-23 Desember 2005. Jakarta: Ghalia Indonesia. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 2002. A T. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I.Mansoer. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). Dan H. Jakarta. S. 2005. ccxvi . Soegito. 2005. Dirjen Dikti Depdiknas. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Syahrial. Soemiarno. Pendidikan Kewarganegaraan. Syarbani. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I.

konsep “paradigma” yang pertama kalinya dipopulerkan oleh Thomas Kuhn. berarti sebuah model berpikir dalam ilmu pengetahuan.misalnya politik. BERBANGSA.untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal. berbangsa dan bernegara di Indonesia pada umumnya. Paradigma besara manfaatnya. Dalam istilah ilmiah. ia tidak mampu lagi menerangkan kenyataan politik di ccxvii . Jika kritik itu benar. dan kehidupan sosial politik pada khususnya? Bukankah kritik yang paling sering kita dengar adalah bahwa nilainilai yang dikandung Pancasila itu baik.bahkan juga pandangan hidup. karena ia bisa diubah jika paradigma yang ada tidak dapat lagi menerangkan kompleksitas fenomena yang hendak diterangkannya itu. Latar Belakang Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat akan muatan ajaran. atau jika sudah pernah menjadi paradigma.paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain. Pada dasarnya. DAN BERNEGARA BAB I.budaya. oleh karena konsep ini mampu menyederhanakan dan menerangkan suatu kompleksitas fenomena menjadi separangkat konsep dasar yang utuh.serta bidang-bidang lainnya.MODUL IX PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM BERMASYARAKAT.teori.dalil. PENDAHULUAN A. hanya terasa bahwa sila-silanya bagaikan terlepas satu sama lain dan penerapannya dalam kenyataan yang masih belum sesuai dengan kandungan normanya. Masalah yang paling dasar dalam wacana kita sekarang ini adalah mempertanyakan – dan menjawab – sudahkah Pancasila merupakan sebuah paradigma yang mapu menerangkan kehidupan bermasyarakat.hukum.ekonomi. Paradigma tidaklah statis. bukankah hal itu berarti bahwa Pancasila masih belum merupakan suatu paradigma.

b. hukum. berbangsa . Kaitan Modul Modul ini adalah modul terakhir dalam pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. kehidupan antar umat beragama. memahami. ekonomi. d. dan bernegara serta mampu mengaplikasikannya dalam penerapan ipteks yang dikuasainya. Pancasila sebagai Paradigma hukum dan ham 6. berbangsa dan bernagara di Indonesia ini? B. Melalui Pembelajaran mahasiswa dapat : a. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional 3. bukankah kewajiban kita bersama mengembangkannya sedemikian rupa sehingga mampu menerangkan kompleksitas kehidupan bermasyarakat. budaya. dan IPTEK. c. Aktualisasi Paradigma Dalam Kehidupan Kampus C. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus ccxviii . Pancasila sebagai paradigma pengembangan iptek 4. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1. Menjelaskan pengertian paradigma Menjelaskan pengertian pancasila sebagai paradigma pembangunan politik. Pengertian paradigma 2. Pancasila sebagai paradigma reformasi 7. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma reformasi. Pancasila sebagai paradigma pembangunan poleksosbudhankam 5. sosial.Indonesia dewasa ini? Jika memang demikian halnya. D. Pancasila sebagai paradigma kehidupan beragama 8. dan menghayati Pancasila sebagai paradigma kehidupan masyarakat.

ekonomi. tanpa pemahaman seperti tersebut. dimana masingmasing silanya saling menjiwai atau mendasari sila-sila lain. Istilah paradigma kemudian berkembang menjadi terminology yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai. Dengan demikian maka paradigma merupakan sumber hokum. paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain.misalnya politik.BAB II PEMBAHASAN A.S. Pemahaman pancasila juga harus diletakkan dalam suatu kesatuan integrative dengan pokok-pokok pikiran yang digariskan di dalam pembukaan UUD 1945.teori.bahkan juga pandangan hidup untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal. pancasila dapat ditafsirkan secara subyektif. Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat dengan muatan ajaran.metoda yang diterapkan dalam ilmu pengetahuan.orientasi dasar.Khun dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution (1970:49). akan kehilangan maknanya. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Nasional Pancasila harus dipahami sebagaisatu kesatuan organis.perubahan serta proses pembangunan.budaya.ciri dan karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. serta bidang-bidang lainnya. B. Manusia adalah subyek pendukung pokok sila-sila Pancasila dan pendukung negara.sehingga sangat menentukan sifat. Dalam istilah ilmiah.sumber asas serta arah dan tujuan dari suatu perkembangan.hukum. Negara adalah organisasi atau persekutuan hidup ccxix . mengarahkan dan mambatasi. Pengertian Paradigma Istilah paradigma dalam dunia ilmu pengetahuan dikembangkan oleh Thomas.dalil. Secara testimologis paradigma diartikan sebagai asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakan sumber nilai).pola pikir. menjadi terdistorsi dan kontraproduktif.

aspek badan. a. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung konsekuensi bahwa dalam segala pembangunan nasional harus berdasarkan pada hakikat nilainilai pancasila dan hakikat nilai-nilai pancasila harus berdasarkan pada hakikat manusia.manusia. Maka pembangunan nasional untuk hakikat kodrat manusia dan harus meliputi aspek jiwa (akal. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan hasil kreativitas rohani (jiwa) manusia. Tujuan dari IPTEK adalah untuk mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat umat manusia. maka IPTEK pada hakikatnya tidak bebas nilai. Pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai dalam pengembangan IPTEK.aspak individu. namun terkait nilai-nilai. a.yaitu susunan kodrat manusia jiwa dan badan.teknologi. epistemologis.pendidikan. pengetahuan. Atas dasar kreativitas akalnya.individu dan sosial kedudukan kodrati manusia sebagai makhluk yang berdiri sendiri dan makhluk ciptaan Tuhan YME. yaitu pada aspek ontologi. IPTEK yang kita letakkan di atas Pancasila sebagai paradigmanya. sifatkodrat manusia. yaitu didasarkan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab.maka Negara dalam mewujudkan tujuannya melalui pembangun nasional guna mewujudkan tujuannya seluruh warganya harus dikembalikan pada dasardasar hakekat manusia monopluralis. politik.budaya. perlu kita pahami dasar dan arah penerapannya.hukum.aspek makhluk sosial.aspek pribadi dan aspek kehidupan Ketuhanannya.sosial.kehidupan ccxx . Kemudian pembangunan nasional dijabarkan ke berbagai bidang pragmatis seperti ekonomi.rasa dan kehendak). manusia mengembangkan IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa.ilmu agama dan lain-lain. Ontologis. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan aksiologinya.

Ilmu pengetahuan harus dipandang secara utuh. dan eksplorasi mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. Epistemologi. dalam arti menjadikan dasar dan arah di dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. observasi. sebagai proses dan sebagai produk. imajinasi. eksperimentasi. konparasi. ccxxi . karena pada gilirannya nilai-nilai Pancasila menjadi asumsi-asumsi dasar bagi pamahaman di bidang ontologis. kemanfaatan dan efek pengembangan IPTEK secara negatif tidak bertentangan dengan ideal Pancasila dan secara positif mendukung untuk mewujudkan nilai-nilai ideal Pancasila. dalam dalam dimensinya sebagai masyarakat. Sebagai proses menggambarkan suatu aktivitas warga masyarakat ilmiah yang melalui abstraksi. refleksi. epistemologis dan aksiologisnya. Sebagai masyarakat menunjukkan banyaknya academic community yang dalam hidup kesehariannya para warganya mempunyai concern untukterusmenerus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Bahwa dengan menggunakan epistemologi tersebut di atas. Dengan menggunakan Pancasila sebagai paradigma. Aksiologi. parameter kebenaran serta pemanfaatan hasilhasil yang dicapainya ialah nilai-nilai yag terkandung dalam Pancasila itu sendiri. yang berwujud karya-karya ilmiah beserta impilikasinya yang berwujud fisik ataupun non fisik. c. Sebagai produk adalah hasil yang diperoleh melalui proses. Bahwa Pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dijadikan “metode berfikir”. merupakan keharusan bahwa Pancasila harus dipahami secara benar. b. spekulasi.Hakikat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan aktivitas manusiayangtidak mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan.

ccxxii . maka dalam sistem politik negara termasuk para elit politik. sosial yang terjelma sebagai rakyat.D. maka pembangunan pada hakikatnya membangun manusia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya. pertahanan dan keamanan yang penjabarannya tertuang pada GBHN. sebagai pengembangan Poleksosbudhankam. para penyelenggara negara harus tetap memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur dan memegang budi pekerti kemanusiaan atau terus mendasarkan moralitas sebagaimana tertuang dalam nilai sila-sila Pancasila. seperti diungkap para pendiri negara. Rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. sosial. Hatta mengharuskan dasar moral untuk negara. b. ekonomi. Manusia sebagai subjek negara. bukan berdasar kekuasaan. tetapi demi kemanusiaan. bukannya kekuasaan perseorangan atau kelompok. meliputi seluruh unsur hakikat manusia yang monopluralis. dan kesejahteraan seluruhbangsa. maka kekuasaan negara harus berdasarkan kekuasaan rakyat. maka kehidupan politik dalam suatu negara harus benar-benar untuk merealisasikan tujuan demi harkat dan martabat manusia. Pancasila sebagai paradigma pembangunan politik Pengembangansistem politik negara harus berdasarkan pada kekuasaan yang bersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai makhluk individu. Pembangunan yang sifatnya humanistis dan pragmatis harus mendasarkan pada hakikat manusia dan harkat manusia sebagai pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Poleksosbudhankam. Pembangunan nasional dirinci di berbagai bidang antara lain politik. misalnya Muh. Pancasila sebagai paradigma pembangunan ekonomi Dalam pembangunan ekonomi perlu didasari bahwa pembangunan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja. Sistem politik negara Pancasila memberikan dasar-dasar moralitas politik negara. a. budaya. didasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa. secara lengkap.

Kepentingan politik demi kekuasaan mengakibatkan masyarakat melakukan aksi tidak beradab. Untuk menghindari aksi demikian. artinya melepaskan simbol-simbol dari keterkaitan struktur dan transendentalisasi. Menurur Koentowijoyo. Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya. d. bukan untuk ccxxiii . ekonomi harus menghindari yang menimbulkan penindasan manusia satu dengan yang lainnya. ekonomi harus menghindarkan diri dari persaingan bebas. Sebagai kerangka kesadaran. tradisi. artinya nilai-nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat kita sendiri. sehingga meningkatkan fanatisme etnis di berbagai daerah yang mengakibatkan lumpuhnya keberadabam. pembangunan ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan nilainilai moral kemanusiaan. Pancasila sebagai sumber normatif bagi peningkatan humanisasi dalam bidang sosial budaya. yaitu nilai-nilai Pancasila itu sendiri (kristalisasi.Menurut Mubyarto. Tujuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia agar lebih sejahtera. nilai Ketuhanan dan nilai keberadaban. nilai-nilai adat istiadat. pustaka. yaitu meningkatkan derajat kemerdekaan manusia dan kebebasan spiritual. c. maka ekonomi harus mendasarkan pada kemanusiaan. dan keagamaan) dijadikan dasar/landasan pengembangan sosial budaya. tidak manusiawi dan idak human. Pancasila dapat merupakan dorongan untuk universalisasi. Pancasila sebagai paradigma pengembangan Pertahanan Keamanan Pertahanan dan keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan terjaminnya harkat dan martabat manusia atau terjaminnya hak asasi manusia. budaya. dari monopoli. ekonomi kerakyatan yaitu ekonomi yang humanistik dngan dengan mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara luas. Prinsip etika Pancasila bahwa nilai-nilai Pancasila diangkat dari harkat dan martabat manusia sebagai malkhluk berbudaya. maka pengembangan sosial budaya harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila yaitu nilai-nilai kemanusiaan. (1986).

perkembangan IPTEK dan perkembangan aspirasi rakyat. Demi tegaknya HAM bagi warga negara. nilai hukum ccxxiv . Runtuhnya Orde Baru tanggal 21 Mei 1998 ditandai dengan rusaknya bidang hukum. E. mampu menjamin hak-hak dasar. Produk hukum baik materi maupun penegakannya semakin jauh dari nilai-nilai kemanutsiaan. sumber nilai dan sumber arah penyusunan dan perubahan hukum positif di Indonesia.kerakyatan. kerangka berfikir. Negara bertujuan melindungi segenap wilayah negara dan warganya. sumber nilai dan kerangkan berfikir dalam pembaharuan hukum. namun sumber nilai (nilai-nilai Pancasila) harus tetap tidak berubah. demi kepentingan seluruh warga negara (sila III). Produk hukum dapat berubah dan diubah sesuai perkembangan jaman. yaitu demi terciptanya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan YME (sila I dan II).kekuasaan. maka keamanan menjadi syarat tercapainya kesejahteraan warga negara dan pertahanan negara demi tegaknya integritas seluruh warga begara. Pancasila harus tetap menjadi sumber norma. agar hukum dapat aktual atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat. sehingga fungsi Pancasila sebagai paradigma hukum atau berbagai pembaharuan hukum di Indonesia. Sebagai paradigma pembaharuan hukum. agar tidak melanggar HAM. maka Pancasila adalah cita-cita hukum yang berkedudukan sebagai staf undamentalnorm di dalam negara Indonesia. Pancasila yang di dalamnya terkandung nilai-nilai religius.dan keadilan. maka diperlukan perundang-undangan negara. Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum dan pengembangan hak asasi manusia. persamaan derajat dan kebebasan kemanusiaan (sila IV) dan harus dapat mewujudkan keadilan dalam masyarakat (sila V). Pertahanan dan keamanan harus dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Padahal Pancasila merupakan cita-cita hukum. Dalam hal ini diperlukan aparat keamanan negara dan penegak hukum negara. baik untuk mengatur ketertiban warga maupun melindungi hak-hak warganya.

manusia dan hak-hak asasi manusia dijunjung tinggi serta dilindungi. Secara obyektif. Pancasila menentukan isi dan bentuk peraturan perundang-undangan Indonesia yang tersusun secara hierarkis. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya Hak Asasi Manusia. kemajuan peradabannya. HAM merupakan kewenangan-kewenangan pokok yang melekat pada manusia sebagai manusia. yaitu seperangkat kewajiban jika tidak dilaksanakan. Oleh karena itu. Indonesia adalah negara hukum. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. UU No. bersifat dinamik nyata ada dalam masyarakat. (Kaelan.39 Tahun tentang Hak Asasi Manusia. pada hakekatnya merupakan sumber material hukum positif Indonesia. maka segala tindakan kenegaraan harus diatur oleh ketentuan-ketentuan yuridis. Selain hak asasi manusia. sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat yang sama serta sebagai makhluk yang berbudi pekerti luhur dan berkarsa merdeka.39 Tahun 1999 juga menentukan Kewajiban Dasar Manusia. maupun kemajuan IPTEK. ccxxv .kodrat. Oleh karena itu. hukum. serasi dan seimbang dengan hakekatnya sebagai makhluk yang berbudaya dan beradab. di dalam konsiderannya yang dimaksud Hak Asasi Manusia ialah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dam merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. menjamin hak-hak asasi . Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum merupakan sumber norma dan sumber nilai. artinya yang harus diakui dan dihormati oleh masyarakat dan negara. upaya untuk pembaharuan hukum benar-benar mampu pengantarkan manuia Indonesia ketingkat harkat dan martabat yang lebih tinggi menuju perwujudan hak asasi manusia (HAM) yang selaras. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.2001: 254). sehingga ada supremasi hukum. baik menyangkut aspirasinya.nilai hukum moral. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara.

Lebih lanjut UU tersebut menegaskan. dan adil. yang dengan sendirinya menghormati kemajemukan masyarakat Indonesia. Sebagai negara hukum setiap perbuatan. Pancasila sebagai paradigma reformasi Inti reformasi adalah memelihara segala yang sudah baik dari kinerja bangsa dan negara dimasa lampau. baik dari warga masyarakat. Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara masa lalu memerlukan identifikasi. Hal ini mutlak diperlukan dalam upaya pemantapan kebijaksanaan nasional untuk menyongsong dan mencapai masa depan bangsa yang aman dan sejahtera. jujur. kelompok orang atau penguasa negara dan aparat negara baik yang disengaja maupun tidak disengaja harus dihindari. Ini berarti bahwa setiap gerak langkah bangsa dan negara Indonesia haru selalu dilandasi oleh sila-sila yang terdapat dalam Pancasila. artinya Pancasila menjadi kerangka pikir atau pola pikir bangsa Indonesia. Peranan Pancasila dalam era reformasi harus nampak sebagai paradigma ketatanegaraan. rahasia. bebas. Jadi hukum yang dibentuk tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. baru dipandang bebas apabila dilakukan secara langsung. maupun dari pejabat-pejabat dan jabatan-jabatan harus berdasarkan hukum yang jelas. salah satu sarana demokrasi yang penting. mana yang masih perlu pertahankan dan mana yang harus diperbaiki. khususnya sebagai Dasar Negara. umum. maka semua bentuk pelanggaran HAM yang dapat dilakukan oleh perorangan. Pancasila yang merupakan lima aksioma yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia jelas akan mantap jika diwadahi dalam sistem politik yang demokratis. F. Reformasi politik pada dasarnya berkenaan dengan masalah kekuasaan yang memang diperlukan oleh negara maupun untuk menunaikan dua tugas pokok ccxxvi . Pemilihan umum.sambil merintis pembaharuan untuk menjawab tantangan masa depan. mengoreksi segala kekurangannya. demi tegaknya hak asasi manusia.

Kekuasaaan adalah kemampuan untuk mendorong orang lain untuk melaksanakan kemauan penguasa. segala kegiatan politik harus sesuai dengan kaidah hukum.yaitu memberikan kesejahteraan dan menjamin keamanan bagi seluruh warganya. tetapi juga mampu memimpin rakyat yang memang hidup dalam lingkungan primondialnya masing-masing agar tidak keliru memberi makna kekuasaan bagi seorang pemimpin. yaitu penerimaan kekuasaan itu secara sadar dan sukarela oleh mereka yang dikuasai. G.Tan Hana Dharma Mangrua” yang artinya walaupun berbeda. sosial budaya serta hakamnas. oleh karena itu hukum harus dibangun secara sistematik dan terencana sehingga tidak ada kekosongan hukum dalam bidang apapun. Kedamaian tersebut . Bhinneka Tunggal Ika menjadi nama lambang negara Indonesia dan Tan Hana Dharma Mnagua menjadi nama lambang Lemhannas. Jangan sampai ada UU tetapi tidak ada PP pelaksanaanya yang sering kita alami selama ini. Kualitas kewarganegaraan yang tinggi dikalangan para pemimpin selain dapat memahami dan menjabarkan sila-sila Pancasila yang abstrak.satu jua adanya. ccxxvii . pada masa kejayaan kerajaan Majapahit warga masyarakat penganut agama Hindu dan agama Budha hidup berdampingan dengan damai. dalam bidang hukum. seperti bidang hukum. salah satu acuannya adalah sesuai dalam buku Sutasoma oleh Empu Tantular (1365) yaitu ”Bhinneka Tunggal Ika. Kekuasaan tidak akan terasa sebagai paksaan kalau penggunaannya disertai dengan kewibawaan. Pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan beragama Salah satu sumber materi perumusan Pancasila baik sebagai Dasar Negara maupun sebagai Pandangan hidup bangsa dan negara RI adalah sejarah perjuangan dan perkembangannya di masa lalu. Reformasi politik terkait dengan reformasi dalam bidang-bidang kehidupan lainnya. ekonomi. Dengan lain perkataan. sesungguhnya kekuasaan yang mantap adalah kekuasaan yang bersifat demokratis. Misalnya. Khusus yang berkenaan dengan nilai-nilai kehidupan bersama dalam masyarakat. Sesati ini dipenggal menjadi dua. sebab tidak ada agama yang mempunyai tujuan yang berbeda.

Kalimat kedua pada hakikatnya bermakana ”agama pada prinsipnya sama hanya wujud pengabdiannya kepada Tuhan yang berbeda”. H. Jika prinsip ini dihayati dan diamalkan oleh warga masyarakat Indonesia yang terdiri dari ratusan suku bangsa. hidup dan diakui oleh negara. maka nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus-menerus meresap dalam kehidupan manusia Indonesia dan mewujudkan dalam sikap dan perilaku kehidupannya sehari-hari. tetap negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Kampus Pancasila pada aktualitasnya di negara Republik Indonesia dijadikan dasar filsafat negara. pandangan hidup bangsa dan ideologi naisonal. Dalam hubungan antara negara dengan agama ditegaskan bahwa tidak ada agama negera. Negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sendi pokok dari setiap agama dan kepercayaan kepada Tuhan. dan agama/kepercayaan yang berbeda maka akan mewujudkan sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat termasuk tolenransi kehidupan antar pemeluk agama. Berkenaan dengan hak tersebut. adat istiadat yang beraneka ragam. harus disadari bahwa hak akan dinikmati jika diimbangi dengan kewajiban yang harus dilaksanakan. Pancasila yang menjadi sumber tertib hukum naional. nilai-nilai yang dikandungnya bersifat abstrak dituangkan ke dalam kaidah atau norma-norma hukum yang mengatur kehidupan negara sebagai lembaga dan kesejahteraan sosial kepada para warga negara sebagai anggota masyarakat. Ini berarti bahwa semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan. mendapat tempat yang layak dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dijabarkan kedalam pasal 29 UUD 1945 mnjamin hak warga negara memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. ccxxviii . Jadi toleransi kehidupan antar pemeluk agama dalam masyarakat akan terwujud jika para pemeluk agama menyadari adanya kewajiban yang merupakan keharusan untuk menghormati pemeluk agama yang berbeda dengan agama yang dianutnya.

di lapangan.penelitian dan pengabdian masyarakat (Tridharma Perguruan Tinggi). Penelitian harus berpegang pada moral kejujuran yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila. di arena kehidupan riil masyarakat luas. Kampus dalam wujud Perguruan Tinggi mengemban tugas dan misi pokok pendidikan. Menurut PP No.Aktualisasi Pancasila secara obyektif ialah terwujud dalam bidang kehidupan kenegaraan yaitu meliputi kelembagaan negara antara lain legislatif. Hasil Penelitian bermanfaat bagi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia demi harkat dan martabat manusia. t penelitian bersifat obyektif dan ilmiah.tidak terjebak dalam politik peraktis atau legitimasi kepentingan penguasa. 60 Tahun 1999. bertanggungjawab secara moral. di perusahaan. dan yudikatif. maka harus mengamalkan budaya akademik . baik aparat penyelenggara negara. baik kaidah serta untuk menemukan kebenaran ilmiah atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan. bertanggungjawab terhadap bangsa dan negaraeraan serta mengabdi untuk kesejahteraan kemanusiaan. Aktualisasi Pancasila secara subyektif adalah perwujudan kesadaran inidvidu antara manusia Indonesia sebagai warga negara Indonesia yang taat dan pauh. Pengabdiaan kepada masyarakat dilaksanakan di luar kampus ditengah-tengah masyarakat. penguasa negara maupun elit politik dalam meaksanakan kegiatan-kegiatan politiknya selalu berlandaskan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila. sosial budaya. di rumah sakit atau di mana saja. Hal ini merupakan wahana kegiatan memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam memberikan sumbangsih kepada ccxxix . hukum (penjabaran ke dalam undang-undang). dan kesenian. GBHN. pendidikan dan hankam. juga bidang pragmatis yaitu politik. membentuk dan menghasilkan SDM yang berkualitas. teknologi.Pendidikan dilaksanakan di ruang kuliah melalui pendidikan ini ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan kepada para mahasiswa untuk menyiapkan. Kampus adalah tempat hunian atau perkampungan masyarakat ilmiah atau masyarakat intelektual. Masyarakat kampus harus berpegang pada komitmen moral yang bersumber pada ketuhanan dan kemanusiaan. ekonomi. eksekutif. Penelitian dilakukan di laboratorium .

Kedisiplinan. I. menghargai waktu. kreatif. menerima kritik dan kemitraan. kontruktif. berorientasi ke masa depan. Warga Perguruan Tinggi adalah insan-insan yang memiliki wawasan dan integrasi ilmiah. Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : ccxxx . bebas dari prasangka .(1998:214) adalah kritis. Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(20%). menghargai dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah. Kegiatan pengabdiaan kepada masyarakat demi kesjahteraan umat manusia.masyarakat. menghargai prestasi ilmiah/akademik. dinamik. & Studi Kasus(40%) • • • • • • • • • • Contextual instruction Simulasi Collaborative learning Ketepatan ide. dialogis. Diskusi(40%). maka harus dijiwai nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila. Ketuntasan pemecahan kasus. Kerjasama tim presentasi. obyaktif. maka masyarakat akademik harus selalu mengembangkan buadaya akademik atau budaya ilmiah yang berupa esensi dari aktivitas perguruan tinggi. Ciri-ciri mayarakat ilmiah sebagai budaya akademik menurut Suhadi. demi pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan. Kejelasan uraian. Kreativitas. analitis.

yang selalu harus dijaga agar sesuai dengan perkembangan rasa keadilan masyarakat ccxxxi . dan perlu disempurnakan dengan melengkapinya dengan Doktrin Bhinneka Tunggal Ika. seluruh kaidahnya harus dituangkan dalam format hukum. setiap golongan.hubungan luar negeri. yang ditata menurut model sentralistik yang hanya dikenal dalam budaya politik Jawa. kehidupan berpolitik berdasar aksioma Pancasila harus terikat langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika.BAB III PENUTUP Pancasila telah diterima secara luas sebagai lima aksioma politik yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dan mempunyai sejarah yang sudah tua. beriringan dengan pemerintah daerah yang selain efektif dalam melaksanakan dua tugas dasar pemerintah daerah. setiap etnik berhak mengatur dan mengurus dirinya sendiri (souverein in eigen kring). setiap ras. Penyelesaiannya terasa seakan-akan merupakan kebijakan ad hoc yang berkepanjangan. juga melayani aspirasi dan kepentingan khas dari masyarakat daerah yang bersangkutan. Agar Pancasila yang telah dikaitkan langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika itu dapat berjalan dengan stabil. setaip umat beragama. Negara dan Pemerintah dapat memusatkan diri pada masalah-masalah yang benar-benar merupakan kepentingan seluruh masyarakat. Doktrin Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional masih mengandung nuansa yang amat sentralistik. keamanan. seperti masalah fiskal dan moneter. Pemerintahan nasional yang efektif dalam menunaikan dua tugas pokok negara. diman setiap daerah. atau hubungan antar umat beragama. atau seluruh bangsa. Namun ada masalah dalam penuangannya ke dalam sistem kenegaraan dan sistem pemerintahan. Pada saat ini ada diskrepansi antara nilai yang dikandung Pancasila dengan format kenegaraan dan pemerintahan yang mewadahinya. Di masa depan.

usaha nasional.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. penelitian pancasila dengan pendekatan historis. jakarta 2002 Kaelan. Santiaji pancasila (Edisi Refisi) CETAKAN ke 10. surabaya. Pendidikan Pancasila Paradigma.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .H Pancasila budaya Bangsa Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Kapita selekta pendidikan pancasila.2004 ccxxxii . Yogyakarta.S.STIMIK DIPANEGARA . yogyakarta. kanisius. SH. Universitas Hasanuddin.PJ.DR.Makassar. filosofis dan sosio-yuridis kenegaraan. 1993 Tim Dosen Pancasila Unhas.Makassar. 1991 Dirjen Dikti Depdiknas.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Darji Prof. Proyek peningkatan tenaga akademik. 2001 Suamo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->