LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P

)

LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS S C L

PENDIDIKAN PANCASILA
OLEH :

RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/pm.05/2008 Tanggal 4 Januari 2008 BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

i

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin =============================================================

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan : Pendidikan Pancasila : Rahmatullah, S.Ip,M.Si : 132 303 723 : Penata Muda/ IIIa : Bidang Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MPK,MBB) : Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU)/ Universitas Hasanuddin : 1 (satu) Bulan Mulai 04 Januari 2008 s/d 04 Februari 2008 : Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin sesuai dengan surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/PM.05/2008, tanggal 04 Januari 2008 Makassar , 04 Februari 2008

Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan Biaya

Mengetahuai : UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Prof.DR.Hanapi Usman, M.S NIP. 131 690 166

Pembuat Modul, Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 132 303 723

ii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilainilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa

iii

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa

iv

menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”.kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. v .Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit.

kronologis perumusan Pancasila dan UUD 1945. Untuk memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa maka perlu diarahkan untuk melakukan studi komparatif dengan sistem filsafat lainnya di dunia. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT Memberikan dasar – dasar ilmiah Pancasila sebagai suatu kesatuan sistematis dan logis. yang meliputi kejayaan zaman Sriwijaya Majapahit dan kerajaan lainnya. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. 1950 – 1959. Untuk memahami kesatuan tersebut perlu didasari oleh pengertian teori sistem. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. serta dinamika pelaksdanaan UUD 1945. Menghayati perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum abad XX. 1966 – 1998. PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Mahasiwa mengetahui kronologis sejarah perjuangan bangsa Indonesia. vi . untuk mengantarkan kepada pengertian Pancasila sebagai sistem filsafat. Mengerti dan memahami kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia serta perjuangan mempertahankan kaemerdekaan yang meliputi masa 1945 – 1949. Memahami dinamika aktualisasi pancasila sebagai dasar negara. serta perjuangan nasional. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. Tahap berikutnya mendasari pengetahuan mahasiswa dengan pengetahuan sistem filsafat. Memahami proses perumusan dan pengesahan Pancasila dasar Negara Indonesia yang meliputi.RINGKASAN LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA Mahasiswa dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. kronologi pengesahan Pancasila dan UUD 1945. 1959 – 1965. 1949 – 1950.

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian idiologi secara umum. komunisme. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . dan idiologi keagamaan. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk menjelaskan isi pembukaan UUD 1945. kemasyrakatan. menjelaskan hubungan UUD 1945 denga Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa harus memiliki vii . komprehensif. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. sekulerrisme. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. PANCASILA SEBAGAI ETIKA BANGSA Dalam proses pembelajaran mahasiswa diharapkan untuk memahami dan menghayati pengertian etika sebagai salah satu cabang filsafat praktis.Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia yang memiliki ciri terbuka. menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. ideologi tertutup.Untuk itu sebagai dasar kajian ilmiah. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN INDONESIA Mahasiswa mampu menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. reformatif. Berdasarkan etika itulah dikembangakan Pancasila sebagai sistem etika. maka sebagai suatu sistem filsafat harus dijelaskan inti isi sila – sila pancasila.dan berdasarkan itulah mahasiswa diharapkan memiliki kemapuan untuk menerapkan norma – norma etika yang terkandung dalam panacasila dalam kehidupan kekaryaan. kenegaraan. dan berdasarkan rincian nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila kemudian secara praktis diterapkan dalam kehidupan politik. Berikutnya menjelaskan pengertian etika politik. dan dinamis kemudian membandikan idiologi Pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme.

Dalam proses pembelajaran teori dan konsep paradigma. kehidupan antar umat beragama.pengetahuan tentang refofmasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. hukum. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian paradigma secara umum. reformasi. serta berbagai contoh peran paradigma diberbagai negara. viii . ekonomi. Kemudian menjelaskan pengertian paradigma sebagai paradigma dalam pembangunan politik. sosial budaya. dan kehidupan lingkungan kampus. IPTEKS.

PETA KEDUDUKAN MODUL VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA ix .

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….i HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………...ii KATA PENGANTAR………………………………………………………………..iii RINGKASAN………………………………………………………………………...iv PETA KEDUUKAN MODUL……………………………………………………….ix DAFTAR ISI………………………………………………………………………….x MODUL I……………………………………………………………………………. MODUL II…………………………………………………………………………… MODUL III………………………………………………………………………….. MODUL IV………………………………………………………………………….. MODUL V…………………………………………………………………………… MODUL VI………………………………………………………………………….. MODUL VII…………………………………………………………………………. MODUL VIII………………………………………………………………………… MODUL IX………………………………………………………………………….. LAMPIRAN : RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

x

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

Oleh : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

PENDIDIKAN PANCASILA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI
Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 4. Pendidikan agama 5. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 6. Bahasa

xi

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010.

Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN :

xii

“Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran mpk dan mbb dikelola oleh universitas dalam satu unit.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”.

KOMPETENSI MATA KULIAH BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS RI NOMOR : 43/ DIKTI/KEP/2006 MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN UPT MKU UNIVERSITAS HASANUDDIN

KELOMPOK KOMPETENSI
STANDAR KOMPETENSI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

NO
1.

RUMUSAN KOMPETENSI

ELEMEN KOMPETENSI a b c d e
V V

2.

Memiliki pengetahuan V tentang nilai-nilai Agama, Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan V nilai- nilai Agama, Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam

V

V

xiii

Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban Kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggunga jawab Kemampuan mengenali masalah hidup dan cara pemecahannya. 9. 6.3. 10. 5. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai e. Landasan kepribadian b. Etis. 12. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA MINGGU MATERI BENTUK PEMBELAJARAN KOMPETENSI AKHIR SES xiv . Kemampuan mengenali perubahan dan perkembangan IPTEKS Kemampuan memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa Kemampuan berpartisipasi aktif mengembangkan kedamaian dalam menggalang persatuan bangsa V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V ELEMEN KOMPETENSI : a. Kemampuan Berkarya d. 4. Penguasan ilmu dan keterampilan c. 11. 8. 7. KOMPETENSI DASAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional.

• HAM DAN DEMOKRASI LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. • DAPAT MENJELASKAN KONSEP PANCASILA DALAM DISKUSI(30%) & DASAR KETATANEGARAAN KONTEKS STUDI SECARA KONSTITUSIONAL KETATANEGARAAN RI KASUS(30%) • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • KONSTITUSI • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • SISTEM PEMERINTAHAN • COLLABORATIVE NEGARA. • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH (50%). HAKEKAT DEMOKRASI.PANCASILA PT KULIAH(40%). • MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN • DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASA DAN TUJUAN PEND. DISKUSI (50%) & MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRI ETIKA STUDI KASUS DAN KONSEP. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA.KONSEP N (30%) NORMA DAN MORAL • DAPAT MENGEMBANGKAN • CONTEXTUAL DENGAN MAKNA PENERA INSTRUCTION ETIKA POLITIK DALAM KEHIDU • SIMULASI BERNEGARA • COLLABORATIVE LEARNING PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA xv . • DAPAT MENGURAIKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM DISKUSI (25%) & PENGERTIAN SISTEM. DAN NORMA KEHIDUPAN • DAPAT MENJELASKAN NILAI-N SMALL GROUP TIAP SILA PANCASILA DISCUSSION & • DAPAT MENGKORELASIKAN NI COLLABORATIVE NILAI TERSEBUT DENGAN NILA LEARNING KEHIDUPAN BERMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENYIMPULKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM KULIAH (20%).KE 1 PEMBELAJARAN (METODE SCL) KULIAH (50%) & DISKUSI/ UMPAN BALIK (50%) PEMBELAJARAN 2-3 4-5 6-7 • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI MISI DAN KOMPETENSI. FILSAFAT FILSAFAT DIALOG (25%) NILAI. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA.

• DAPAT MENJELASKAN DISKUSI(40%). KULIAH(50%). DISKUSI(30%) & STUDI KASUS(30%) 10-13 PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI 14 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • COLLABORATIVE NEGARA. • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA REFORMASI. LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. SOSIAL. • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH(20%). DAN • SIMULASI IPTEK. • DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA KEHIDUPAN KAMP 15-16 UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL MENYUSUN DRAF LANGKAH• STUDI KASUS • PROBLEM BASED LANGKAH PEMECAHAN KASUS Y AKAN DIGUNAKAN DISERTAI LEARNING ALASAN xvi . • CONTEXTUAL BUDAYA. & PENGERTIAN PARADIGMA STUDI • DAPAT MENJELASKAN KASUS(40%) PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. HUKUM. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA.8-9 PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENJELASKAN PANCA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENGURAIKAN MEMBANDINGKAN IDEO • COOPERATIVE NASIONAL DENGAN IDEOLOG LEARNING DUNIA • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING MENARIK KESIMPU PANCASILA SEBAGAI IDEO NASIONAL YANG MEMPUN SIFAT TERBUKA. DISKUSI (25%) & DIALOG(25%) KULIAH(40%). KEHIDUPAN INSTRUCTION ANTAR UMAT BERAGAMA. EKONOMI. HAKEKAT DEMOKRASI.

Si : : EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran I) MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI. FILSAFAT. DAN NORMA KEHIDUPAN KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DINAMIKA KELOMPOK N O NIM NAMA MAHASISWA DAPAT MENJELASKAN N NILAI TIAP SILA PANCA KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DIN KE EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xvii . M.Ip. NILAI. MISI DAN KOMPETENSI) KETEPATAN SARAN SIKAP PERSETUJUAN NO NIM NAMA MAHASISWA MENGERTI ISI KONTRA PERKULIAHAN KETEPATAN SARAN SIKA PERSETU EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran II & III) DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM. S.Nama Mata Kuliah Kode / Nama dosen Jumlah peserta Jurusan : Pendidikan Pancasila : RHM/ Rahmatullah.

(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIPPRINSIP DAN KONSEP. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. NORMA DAN MORAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.KONSEP NILAI. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA xviii .

PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA. KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xix .

(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK xx . KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) N O NI M NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA.

KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. HAKEKAT DEMOKRASI. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA xxi . KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M NAMA MAHASI SWA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi PembelajaranX-XIII) DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI.TAN IDE SAN URAIAN SAMA TIM PRESEN TASI INAN KREATIV ITAS ASAN PEMECA HAN KASUS.

xxii . KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. HUKUM. SOSIAL.EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) N O NI M NAMA MAHASI DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI. DAN IPTEK. EKONOMI. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. BUDAYA. N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA.

SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XV & XVI) UJI KOMPENSI DAN REMEDIAL N O NI M NAMA MAHASIS WA KEJELASA N LANGKAH PEMECAH AN KASUS KEJELAS AN ALASAN KETEPAT AN LANGKA H DAN ALASAN KETUNTAS AN PEMECAH AN KASUS. KEMUTKHIR AN BAHAN PUSTAKA xxiii .

BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM MENGISI MAKSUD DAN TUJUAN BERNEGARA DINEGARA KESATUAN RI. M. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BANGSA DAN NEGARA INDONESIA. S. SEJARAH PAHAM KEBANGSAAN INDONESIA.Ip. MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PEND.Si : …………. : …………. DESKRIPSI MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA ADALAH MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN YANG MENJELASKAN TENTANG LANDASAN DAN TUJUAN. a. BERBANGSA DAN BERNEGARA. TUJUAN PEMBELAJARAN • • • • • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI.KONTRAK PEMBELAJARAN Nama mata kuliah Kode mata kuliah Pembelajar Hari Pertemuan Tempat Pertemuan : Pendidikan Pancasila : 071 U 002 : Rahmatullah.. c. NILAI. DAN NORMA KEHIDUPAN DAPAT MENJELASKAN NILAI-NILAI TIAP SILA PANCASILA xxiv . FILSAFAT. MANFAAT MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MENJADI SUMBER NILAI DAN PEDOMAN MENYELENGGARAKAN PROGRAM STUDI YANG MENGANTARKAN MAHASISWA SEBAGAI GENERASI MUDA BANGSA INDONESIA DAPAT MENGIDENTIFIKASI FILOSOFI DAN DASAR NEGARA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK. MISI DAN KOMPETENSI. b. PANCASILA DALAM KONTEKS KENEGARAAN RI DAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT.. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT.PANCASILA DI PT DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM.

DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI. DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA. NORMA DAN MORAL DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA.KONSEP NILAI. DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. HUKUM. MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM. DAN IPTEK. BUDAYA.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • DAPAT MENGKORELASIKAN NILAI-NILAI TERSEBUT DENGAN NILAI KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. BERBANGSA DAN BERNEGARA DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRINSIP DAN KONSEP. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. EKONOMI. HAKEKAT DEMOKRASI. MENYUSUN DRAF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN KASUS YANG AKAN DIGUNAKAN DISERTAI ALASAN xxv . SOSIAL.

↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MEMBANTU MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIANNYA AGAR SECARA KONSISTEN MAMPU MEWUJUDKAN NILAI-NILAI DASAR KEAGAMAAN DAN KEBUDAYAAN.d. ↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA e. ORGANISASI MATERI VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MERUPAKAN SUMBER NILAI DAN PEDOMAN DALAM PENGEMBANGAN DAN PROGRAM STUDI GUNA MENGANTARKAN MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIAANNYA SEBAGAI MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA”. STRATEGI PEMBELAJARAN xxvi . MENERAPKAN DAN MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN. RASA KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR SEPANJANG HAYAT DALAM MENGUASAI. TEKNOLOGI DAN SENI YANG DIMILIKINYA DENGAN RASA TANGGUNG JAWAB”.

GRAMEDIA.KANISIUS.. GFILSAFAT PANCASILA. 1984 KAELAN. PANCASILA. YOGYAKARTA. BEBERAPA HAL MENGENAI FAJSAFAH PANCASILA PANTJURAN TUDJUH.. AKADEMIKA PRESSINDO.M.ADA 4 METODOLOGI PEMBELAJARAN MPK SEBAGAI BERIKUT 1. JAKARTA : 1991 PRANAKA. UGM. DEDUKTIF DAN REFLEKTIF MELALUI DIALOG KREATIF YANG BERSIFAT PARTISIPATORIS UNTUK MEYAKINI KEBENARAN SUBSTANSI DASAR KAJIAN. MITRA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN SEBAGAI UMMAT..CERAMAH. 1959 …………. 3. PENERBIT PARADIGMA. INDUKTIF. JAKARTA.1975 SOEJANTO POESPOWARDOJO. PN.. METODE PROSES PEMBELAJARAN : PEMBAHASAN SECARA PRAKTIS ANALITIS. ANGGOTA KELUARGA. PENUGASAN MANDIRI. 1999 RISALAH SIDANG BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (BPUPKI) PANITIA xxvii . MATERI/ BAHAN BACAAN • • • • • • • • • • NOTONAGORO. METODE INQUIRY. PENDEKATAN : MENEMPATKAN MAHASISWA SEBAGAI SUBYEK PENDIDIKAN. SEBUAH PENDEKATAN SOSIO BUDAYA. JAKARTA 1974 …………. JAKARTA 1987 …………………….BALAI PUSTAKA.PEDOMAN POKOK-POKOK DAN MATERI PERKULIAHAN PANCASILA PADA PERGURUAN TINGGI. PEMBUKAAN UUD 1945 (POKOK KAIDAH FUNDAMENTAL NEGARA INDONESIA). MASYARAKAT DAN WARGA NEGARA.... f. PANCASILA SUATU ORIENTASI SINGKAT. 2. YURIDIS KENEGARAAN. A. SEMINAR KECIL DAN BERBAGAI KEGIATAN AKADEMIK LAINNYA YANG LEBIH MENEKANKAN KEPADA PENGALAMAN BELAJAR PESERTA DIDIK SECARA BERMAKNA. 4. PT GRAMEDIA. ETIKA UMUM (MASALAH-MASALAH POKOK FILSAFAT MORAL).. PANCASILA DASAR FALSAFAH NEGARA. JAKARTA 1980 DARJI DARMODIHARJO. MOTIVASI : MENUMBUHKAN KESADARAN BAHWA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MERUPAKAN KEBUTUHAN HIDUP.YOGYAKARTA..W. ETIKA POLITIK. JAKARTA SUSENO FRANS MAGNIS. YOGYAKARTA. PANTJURAN TUDJUH. BENTUK AKTIFITAS PROSES PEMBELAJARAN : KULIAH TATAP MUKA SECARA BERVARIASI. STUDY KASUS. DIALOG KREATIF(DISKUSI) INTERAKTIF.

KEJELASAN URAIAN. KEDISIPLINAN. JAKARTA. 7. KEDISIPLINAN. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANC PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUA INDONESIA • KETEPATAN IDE. MAHASISWA TELAH MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS ( TUGAS INDIVIDU DAN TUGAS KELOMPOK) YANG DIBERIKAN DAN DIKUMPUL SESUAI DENGAN WAKTU YANG TELAH DISEPAKATI 3. SEKRETARIAT NEGARA RI. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL xxviii . • DINAMIKA KELOMPOK • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE. KEDISIPLINAN. KREATIVITAS. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KRITERIA PENILAIAN KRITERIA YANG DINILAI PADA MATA KULIAH INI SEBAGAI BERIKUT : • KETEPATAN SARAN • SIKAP PERSETUJUAN YANG DITUNJUKKAN • • • • • • KETEPATAN IDE. KREATIVITAS. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE.PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (PPKI). KEJELASAN URAIAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KEJELASAN URAIAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI. BUKU BACAAN MATERI KULIAH TELAH DIBACA OLEH MAHASISWA SEBELUM MENGIKUTI PERKULIAHAN 2. • KEJELASAN URAIAN. MAHASISWA HARUS BERPERAN AKTIF DALAM DISKUSI DAN PRESENTASI 8. 1995. TUGAS 1. KREATIVITAS.

RAMBUT DISISIR RAPI DAN TIDAK ACAK-ACAKAN.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE. RAPI DAN BERSEPATU. MKU. B. KERJASAMA TIM PRESENTASI. C. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE. KEDISIPLINAN. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KEJELASAN URAIAN. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KEJELASAN LANGKAH PEMECAHAN KASUS KEJELASAN ALASAN KETEPATAN LANGKAH DAN ALASAN KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS KEMUTAKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARA • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERNEGARA UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL PENENTUAN AKHIR NILAI (A. D. • xxix . KEDISIPLINAN. KEGIATAN EXTRA KURIKULER (SEPERTI BINA AKRAB. BERPAKAIAN BERSIH. NORMA PERKULIAHAN • • • • HADIR DI RUANGAN KULIAH/PRAKTIKUM TEPAT PADA WAKTUNYA SESUAI JADWAL YANG ADA. KEJELASAN URAIAN. KEHADIRAN MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN MINIMAL 80% BARU DAPAT DIEVALUASI. KREATIVITAS. DLL) TIDAK BOLEH MENGGANGGU JADWAL PERKULIAHAN UPT. DAN E) BERDASARKAN PAP DENGAN ACUAN PATOKAN SEBAGAI BERIKUT : NILAI NUMERIK NILAI HURUF NILAI < 40 E 40<= NILAI <55 D 55<= NILAI <70 C 70<= NILAI <85 B 85<=NILAI A 9. TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMAKAI SANDAL. KREATIVITAS. BAJU KAOS OBLONG DAN CELANA COMPANG-CAMPING DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN DAN ATAU PRAKTIKUM.

TERMASUK APABILA KETENTUAN-KETENTUAN DI ATAS TIDAK DIINDAHKAN OLEH MAHASISWA. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK SMALL GRO COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) VII. TIDAK MENCORETCORET DINDING KURSI ATAU MEJA KULIAH. KULIAH(50% • COLLABORA III. TOPIK BAHASAN PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT M KULIAH (50% (50%) II.• • • SELAMA KULIAH BERLANGSUNG HAND PHONE (HP) DIMATIKAN DAN TIDAK DIPERBOLEHKAN KELUAR MASUK RUANGAN DAN ATAU MONDAR-MANDIR DALAM RUANGAN. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT SMALL GRO COLLABORA KULIAH (50% (25%) VI. KULIAH (50% (25%) V. KULIAH(50% • COLLABORA IV. JADWAL PEMBELAJARAN MINGGU I. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) xxx . TIDAK MEMBUANG SAMPAH DALAM RUANGAN. a. DOSEN PENGAJAR DAPAT MENGAMBIL TINDAKAN PENERTIBAN APABILA MAHASISWA MELAKUKAN KEGIATAN-KEGIATAN YANG SIFATNYA DAPAT MENGGANGGU JALANNYA PERKULIAHAN DI DALAM KELAS.

XVI. KULIAH(20% KASUS(40%) • • • • • • • XV. UJI KOMPETENSI & REMEDIAL UJI KOMPETENSI & REMEDIAL CONTEXTUA SIMULASI COLLABORA STUDI KASU PROBLEM B STUDI KASU PROBLEM B xxxi . PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% IX. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XI. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIII. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIV.VIII. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% X. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XII.

Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1. Landasan pendidikan pancasila 6. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. Tujuan pembangunan nasional 2. PENDAHULUAN A.misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 5. Dasar.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. Tinjauan pendidikan pancasila xxxii . Pandangan hidup bangsa Indonesia. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 4.fungsi dan tujuan pendidikan nasional 3. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. B. Visi.

D. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia f. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xxxiii . Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila b. Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional g.C. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila c. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila h.modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila d. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila e.

Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (1) (2) (3) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang.BAB II PEMBAHASAN A. Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. kemanusiaan yang adil dan beradab. persatuan Indonesia. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xxxiv . mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial.

pendapatan (5)

dan

belanja

daerah

untuk

memenuhi

kebutuhan

penyelenggaraan pendidikan nasional. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Dalam ketentuan umum UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 2. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

B. Dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional
DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

xxxv

Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 1. 2. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 3. 4. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global;

xxxvi

• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia; Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi; Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis; Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan; Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan; Penyediaan sarana belajar yang mendidik; Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan; Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata; Pelaksanaan wajib belajar; Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan; Pemberdayaan peran masyarakat; Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat; dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional.

C. Tujuan pendidikan pancasila
1. Mengembangkan kehidupan pribadi 2. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 3. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi, misi, dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran, ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK, Tanggung jawab

etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya

xxxvii

#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. #Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa, bernegara, dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki, bersikap rasinal dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.

D. Tujuan perkuliahan pancasila
1. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. b. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita

xxxviii

c. c. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita. 2. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya. diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. b. b. Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 5. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. adil. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. d. dan musyawarah untuk mufakat. diharapkan agar para mahasiswa xxxix . e. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut. Aspek Keterampilan Dengan trampil : a. dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 3. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 4. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda.

adat-istiadat. dan keagamaan bangsa Indonesia. pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan. tradisi. Landasan Kulturil 3. Landasan Historis 2. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat.Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . Landasan Yuridis 4. Landasan pendidikan pancasila 1.E. Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945. Sebagai nilai sosial budaya. sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir. • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 xl .

Prof. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. M. persemakmuran. xli . UU No. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik. Soepomo. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. 2 tahun 1989 UU No. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. liberalistik. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. Yamin. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. federal. serikat.

Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 2. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? xlii . Adanya pemerintah 3. Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1. berbangsa. Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 1.Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 2.# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat. Kajian pancasila secara holistic. dan bernegara. Adanya wilayah F. terminology.

Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan xliii .3. Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 4.

Berdasarkan itu semua. serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara. teknologi dan seni. Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban. Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila.BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila. xliv . anggun secara moral. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan.

Pendidikan Yogyakarta. Pancasila. Hasan.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Paradigma.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Jakarta .Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .Iqbal.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional.Makassar.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan . ---------------Pendidikan Pancasila. Universitas Hasanuddin.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.2002.MS. Tim Dosen Pancasila Unhas.STIMIK DIPANEGARA . Yuridis Kenegaraan.1998 paradigma.Jakarta.Yogyakarta. M.Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi.2004 xlv . Kaelan.Drs.MM. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila.Makassar.PT Raja Graha Persada.2003.

misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 11. Visi. Tinjauan pendidikan pancasila xlvi . Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI. Pandangan hidup bangsa Indonesia. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 10. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif. Dasar. Tujuan pembangunan nasional 8. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. Landasan pendidikan pancasila 12. B.fungsi dan tujuan pendidikan nasional 9. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 7. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. PENDAHULUAN A. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila.

Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : i. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul. D.C. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila j.modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xlvii . Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila l. Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional o. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila k. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila p. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila m. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia n.

Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. (9) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xlviii . perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (6) (7) (8) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. persatuan Indonesia. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. kemanusiaan yang adil dan beradab. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan.BAB II PEMBAHASAN A.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri.pendapatan (10) dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Dasar. akhlak mulia. xlix . 2. kepribadian. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. masyarakat. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 3. bangsa dan negara. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama. Dalam ketentuan umum UU RI No. kecerdasan. fungsi dan tujuan pendidikan nasional DASAR. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. B. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1.

berilmu. 7. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. pengalaman. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. kreatif. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. berakhlak mulia. mandiri. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 10. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. cakap. MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. 8. l . keterampilan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sehat. VISI. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan.Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 9. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 6. sikap.

Tujuan pendidikan pancasila 4. 22. 26. Tanggung jawab etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya li . dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional. Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis. Pemberdayaan peran masyarakat. C. dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas. Pelaksanaan wajib belajar. ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan. 18. 20. Evaluasi. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi. dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan. 23. 16. Mengembangkan kehidupan pribadi 5. 21. 15. akreditasi. 17. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. 24. 25. Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan.• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 14. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. Penyediaan sarana belajar yang mendidik. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia. misi. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. 19. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 6. penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran.

Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. bersikap rasinal dan dinamis.#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia. dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. D. Tujuan perkuliahan pancasila 6. berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. c. bernegara. b. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. #Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita lii .

7. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. dan musyawarah untuk mufakat. c. b. diharapkan agar para mahasiswa liii . b. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 9. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. adil. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya.c. diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 8. e. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat. Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 10. Aspek Keterampilan Dengan trampil : a. d.

pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan.E. tradisi. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945.Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. adat-istiadat. Landasan Yuridis 8. sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir. dan keagamaan bangsa Indonesia. Sebagai nilai sosial budaya. Landasan Kulturil 7. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . Landasan pendidikan pancasila 5. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat. • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 liv . Landasan Historis 6.

Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No. serikat. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. Prof. persemakmuran. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. UU No. Soepomo. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Yamin. lv . Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik. federal. Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. liberalistik. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. M.Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. 2 tahun 1989 UU No.

dan bernegara. berbangsa. kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? lvi . Adanya pemerintah 6.Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 5. melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1.# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 5. terminology. Kajian pancasila secara holistic. Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 4. Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). Adanya wilayah F.

Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G.6. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan lvii . Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 7.

lviii . paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut.BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan. anggun secara moral. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat. perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. berbangsa dan bernegara. teknologi dan seni. Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban. Berdasarkan itu semua. civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila.

MS. Universitas Hasanuddin.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan . Kaelan.Jakarta .Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Makassar.Yogyakarta.MM.1998 paradigma.Paradigma.Iqbal.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Hasan.Drs.Makassar. Tim Dosen Pancasila Unhas.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional. M.STIMIK DIPANEGARA . Yuridis Kenegaraan.2003.PT Raja Graha Persada. Pancasila.2004 lix .Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi.2002. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila.Pendidikan Yogyakarta.Jakarta.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. ---------------Pendidikan Pancasila.

Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi. pada sisi yang lain muncul masalah internal. PENDAHULUAN A. Dengan pemahaman demikian. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. Nilai-nilai baru yang masuk. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman lx . itulah pancasila. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara. yaitu maraknya tunttan rakyat. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. termasuk Indonesia. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme.MODUL III PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT BAB I. baik secara sujektif maupun objektif. Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia.

epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. 2. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local ) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. Adapun istilah kunci : 1. Dengan kata lain. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. yang berbeda dengan bangsa lain didunia. epistemology. lxi . dan aksiologi dari kelima sila pancasila… B. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat.dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. Dengan demikian. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa.

Sistem 13. pisahkan di antara sub-sub sistem tentang sebab material dari sesuatu. Kausa. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak tentang bentuk dari adanya sesuatu. lxii . Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan atau ilmu tentang ilmu.finalis : : : : permasalahan internasional. tentang sebab final dari sesuatu. Nasionalisme 12. Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu 15. 16. Proses mendunia menjadi keadaan tanpa batas Upaya hegemoni negara maju melalui isu dan Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu. Local Genius 18. Nilai manusia. 6. dalam suatu masyarakat. 4. Kausa materialis 14. antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi 10. Globalisasi : : Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. 5.3. Aksiologi 7. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. Founding Fathers : 17. Internasionalisasi : 11. 8. Jati diri bangsa 9. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi atau filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. Local Wisdom : : UUD 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif.

mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. BAB II PEMBAHASAN A. filsafat menurut asal katanya berarti lxiii . civic commitment. Jadi. mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. dan civic competence). 3. 2. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. 4. mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. D. civic skills. epistemologi. menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. civic convidence.C. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Etika Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. 5. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. 6. menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. serta 7.

maka itu bukan pancasila. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. Dengan pengertian lain. Dengan demikian. Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : lxiv . Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguhsungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya. a. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. Dari seluruh bangsa Indonesia. Dikatakan sebagai filsafat. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. Adapun menurut Notonagoro. b. atau mencintai kebenaran / pengatahuan. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguh-sungguh terhadap sesuatu. 2. Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluas-luasnya. di antaranya: 1. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”.cinta akan kebijaksanaan. yaitu tentang hakikat pancasila. sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama). filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah.

4. dan dijiwai sila 1. Sila 5. Sila 3. dan dijiwai sila 1. 2. serta mendasari dan menjiwai sila 5. 3. Sila 4. serta mendasari dan menjiwa. diliputi. meliputi. didasari. 4. dan 3. didasari. serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. sila 4 dan 5. dan 5. Sila 2. 2. dan 5. lxv . mendasari. dan menjiwa: sila 2. didasari. diliputi. dan dijiwai sila 1. dan dijiwai sila 1. diliputi. didasari. 3. diliputi.Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • • • • • Sila 1. 2. dan 4.

yaitu unsur mutlak negara. harus bekerja sama dan hergotong royong. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan.• Pancasila sebagai suatu substansi. 2) Kausa Formalis. serta 5) Adil. 3) Kausa Efisiensi. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. • Pancasila sebagai suatu realitas. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. serta 4) Kausa Finalis. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. 2) Manusia. yang tumbuh. c. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. d. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). 4) Rakyat. 3) Satu. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila lxvi . yaitu sebagai kausa prima. . yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. hidup. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. maksudnya berhubungan dengan tujuannya.

really. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. Nilai adalah ide. atau apa yang mereka senangi. want. dan moral bangsa. really. baik dan buruk. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi. lxvii . Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. ditegaskan oleh Sidney B. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. Misalnya. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. nyanyiannyanyian bising. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. pria pemakai anting-anting. dan bentuk-bentuk scni lain. Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). Dalam ungkapan lain.Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. Selanjutnya. bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). Dia nyata dalam jiwa manusia. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. nilai. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat.

berperi Kemanusiaan. Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) sistematis. 5) komprehensif. dan melaksanakan Pancasila. 6) spekulatif. yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. 3) Estetikaf Filsafat Seni). dan 8) evaluatif.untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. manusia. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. 2) mendalam. dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. menghayati. dan sekolah. bangsa dan negara Indonesia ^berkehendak untuk mengerti. dan berperi Keadilan Sosial. berperi Kerakyatan. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. lxviii . 2) Etika (Filsafat Moral). Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan. 4) analitis. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. 7) representatif. hakikat nilai-nilai Pancasila. berperi Kebangsaan. 3) mendasar. membudayakan. Undang-undang Organik. masyarakat. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). Ketetapan MPR. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. satu rakyat. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan.

maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut. 10) Filsafat Sejarah. maka Pancasila merupakan system filsafat. dan ada alam semesta. 6) Filsafat Agama. Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut.4) Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. Aliran Filsafat meliputi: 1). yaitu ada Tuhan. tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. dan 12) Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur). 7) Filsafat Ilmu. 11) Filsafat Matematika. ada manusia. Rasionalisme 2) Idealisme 3) Positivisme 4) Eksistensialisme 5) Hedonisme 6) Stoisme 7) Marxisme 8) Realisme 9) Materialisme 10) Utilitarianisme 11) Spiritualisme 12) Liberalisme Pancasila sebagai sesuatu yang ada. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. Pancasila sebagai system filsafat bangsa Indonesia lxix . 8) Filsafat Pendidikan. 5) Politik (Filsafat Pemerintahan). maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). e. dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. 9) Filsafat hukum. jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila.

yang mutlak. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. Misalnya kemanusiaan. dan adil. persatuan. mewakili objek satu. Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. Ke-Tuhanan Y. kerakyatan. Dengan analisis penjabaran ini.E. tetap dan tidak berubah. rakyat dan keadilan itu berada pada alam demikian dari segi objek material Pancasila dapt Kedua. dan adil. Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan 5. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. lxx . manusia. rakyat. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. Khusus untuk persatuan. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. yaitu Ke-Tuhanan.M. 2. Menurut ilmu bahasa. rakyat. satu. sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. dan keadilan. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. sebab hal-hal yang bersatu.Pancasila adalah suatu yang ada. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit yaitu Tuhan. Persatuan Indonesia 4. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. manusia dan alam semesta untuk semesta itu sendiri. Dengan lagi ke dalam tiga saja. diterima.

oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya. Memang terdiri dari lima. Sila-sila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. Jadi di sini bukan berfikirnya.2) Metode filsafat : metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. Dilihat dari pemahaman ini. dan menjiwai semua sila. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. hakikat.M. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan. Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan. mendasari. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analiticosyntetik).. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka. Demikian juga Pancasila. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. tetapi cara menemukan Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya. atau metode menemukan hakikat. sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan. terpisah dengan system lainnya. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain.E. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi. Setiap sila mengandung. maka sila pertama ke-Tuhanan Y. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. yaitu metode analisa. lxxi .

kebudayaannya. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa Pancasila benar-benar suatu system filsafat. dari kebiasaannya. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat. yang berada di manapun dan waktu kapanpun. adaptistiadatnya. dari nenek moyang kita sejak lama. Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. B. Mengapa?. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri. Yaitu digali dari buminya Indonesia. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila. serta kepercayaan dan agama-agamanya.4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. lxxii . Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. dari khasanah kehidupannya. di mana dan kapanpun manusia itu berada. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan luas lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal). Pengertian umum itu bertingkat. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu. Sila keadilan demikian juga.

Untuk hal ini. sistem hukum negara. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. 2005). secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat sila-sila Pancasila (Kaelan.Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. raga dan jiwa. tugas/kewajiban negara dan warga negara. yaitu terdiri atas susunan kodrat. sifat negara. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. berkemanusian yang adil dan beradab. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. Konsekuensmya. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. sebagai makhluk individu dan sosial. tujuan negara. secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari silasila Pancasila adalah manusia. berkesatuan Indonesia. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. lxxiii . kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. 2005). Dengan demikian. serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. Selain itu. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. serta jasmani dan rohani. Oleh karena itu. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilai-nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. Di samping itu. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. seperti bentuk negara. Kemudian. moral negara. serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak.

susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. lxxiv . Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. b. Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. tentang watak pengetahuan manusia. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. Oleh karena itu. dan kelima. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles.C. sebagaimana telah dipahami bersama. tentang sumber pengetahuan manusia. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. Selanjutnya. yaitu: a. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. serta c. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. yaitu: a. bahwa nilainilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. b. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. c. keempat. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal.

dalam sila ketiga.Sebagai suatu paham epistemologi. keempat. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. dan kelima.d. sesuai dengan sila pertama Pancasila. serta e. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. yaitu akal. susunan Pancasila memiliki sistem logis. dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. Selain itu. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. Selain itu. ketiga. serta mendasari dan menjiwai sila kelima. kedua. D. Karena itu. dan keempat. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Demikianlah. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak. kedua. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. dan ketiga. maka nilai-nilai yang terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan lxxv . Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. rasa. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya.

Namun. Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. pcrbuatan itu baik. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. Dengan demikian. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). Sesuatu itu mengandung nilai. Selanjutnya. Notonagoro memerinci tentang nilai. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. Dalam hubungan ini. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. yaitu manusia. Jadi. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. ada yang bersifat material dan nonmaterial. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). Hal ini bersifat subjektit.suatu kesatuan. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. tetapi ada pula yang sebaliknya. yaitu lxxvi . Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. misalnya bunga itu indah. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya.

nilai vital. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. nilai keindahan atau estetis. serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. dan perbuatan bangsa Indonesia. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. nilai kebenaran. serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. diskusi (25%) & dialog (25%) Small group discussion & Collaborative learning lxxvii . penghargaan. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. sila pertama. yang berkemanusiaan. Akan tetapi. yang berkerakyatan. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. nilai kebaikan atau nilai moral. dan yang berkeadilan sosial. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. yang berpersatuan. nilai-nilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. Sebagai pendukung nilai.berorientasi pada nilai yang nonmaterial. tingkah laku. tingkah laku. F. 2005). Dengan demikian. tingkah laku. Menurut Notonagoro. Sehubungan dengan ini. nilai yang bersifat rohaniah sulit diukur. rasa. Kalau pengakuan. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. Pengakuan. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%). seperti nilai material. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila). Secara aksiologis. penerimaan. dan perbuatan manusia Indonesia. bangsa Indonesialah yang menghargai. mengakui.

Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. Untuk itu. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. persatuan. Dinamika kelompok BAB III PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. hierarkis. . dan keadilan. Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu lxxviii . kemanusiaan. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. kerakyatan. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). Dalam pengertian inilah.Indikator Penilaian : Ketepatan ide. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. dan menyeluruh. dan sistematis. fundamental. Kejelasan uraian. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri. tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. kemasyarakatan. yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama).

negara harus bersifat demokratis. baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat). untuk mewujudkan tujuan. lxxix . Konsekuensinya. Dengan demikian. hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima). manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga). Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu.organisasi hidup. Maka itu. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama.

Darji. Gramedia: Jakarta.M. Kaelan. 1989. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. Universitas Hasanuddin. 2005. Franz. Pranarka. Polity Press: Cambridge. 16 (1989). Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. Notonagoro. Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta. Marilyn S.Makassar. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. Soeryanto. Living Issues Philosophy. and Richard T. 1996.2003 lxxx . Penerbit bulan Bintang: Jakarta. Suseno. Filsafat Pancasila. Nolan. diterjemahkan oleh Rasyidi. Pengertian Dasar bagi Implementasi Pancasila untuk ABR1. 1985. Magnis. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila. Dikutip dari Modernity and Its Future.. F. 1987. PT Gramedia: Jakarta. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. 1984. Poespowardoyo. dalam National Interest. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 1989. Smith. Titus Harold. No. Fukuyama. 1971. A. Tim Dosen Pancasila Unhas. CSIS: Jakarta.W.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. The End of History.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.

2004 lxxxi .Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .Tim Dosen Pancasila Unhas.Makassar.STIMIK DIPANEGARA .

PENDAHULUAN A.MODUL IV PANCASILA SEBAGAI DASAR DAN ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA BAB I. adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996. corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman sukuvbangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puing-puing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society). Jary dan Jary 1991. Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. pemerintahan yang bersih dari KKN. Sehingga. Watson 2000). Di lxxxii . Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. Dalam model multikulturalisme ini. dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. Latar Belakang Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. sebuah masyarakat (termasuk juga masyarakat bangsa seperti Indonesia) dilihat sebagai mempunyai sebuah kebudayaan yang berlaku umum dalam masyarakat tersebut yang coraknya seperti sebuah mosaik.

etika politik. Etika Politik c. yang berbunyi: "kebudayaan bangsa (Indonesia) adalah puncakpuncak kebudayaan di daerah". Menjelaskan pengertian etika. Pancasila sebagai Sumber Etika d. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul.dalam mosaik tercakup semua kebudayaan dari masyarakat-masyarakat yang lebih kecil yang membentuk terwujudnya masyarakat yang lebih besar. D. Model multikulturalisme ini sebenarnya telah digunakan sebagai acuan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam mendesain apa yang dinamakan sebagai kebudayaan bangsa. Konsep-konsep dasar (Etika. 1997). sebagaimana yang terungkap dalam penjelasan Pasal 32 UUD 1945. Moral. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) e. Norma dan Nilai) b. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik C. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. bermasyarakat. terutama dalam bidang politik. yang mempunyai kebudayaan yang seperti sebuah mosaik tersebut (Reed. berbangsa dan bernegara. ed. dan pancasila sebagai sistem etika. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan kekaryaan. B. lxxxiii . Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : a.

dan memberikan evaluasi kritis terhadap penertapan etika. Menjelaskan dan menyebutkan Pancasila sebagai etika politik dan nilai – nilai etika yang terkandung di dalamnya. c.b. Menerapkan etika dalam dalam kehidupan kekaryaan. lxxxiv . kenegaraan. kemasyarakatan.

Jadi etika pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu kesediaan jiwa seseorang untuk senantiasa patuh kepada seperangkat aturan-aturan kesusilaan (Kencana Syafiie. Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. etika membahas tentang tingkah laku manusia dipandang dari segi baik dan buruk. 1. Konsep-Konsep Dasar Sebelum membahas pengertian etika politik terlebih dulu harus dipahami arti konsep-konsep dasar yang erat kaitannya seperti etika. Etika khusus terbagi menjadi etika individual.1 Sumber kebaikan dan keburukan Sumber kebaikan dan keburukan kemauan bebas untuk memilih Teori kemauan bebas. yaitu membahas kewajiban manusia terhadap di diri sendiri dan etika sosial membahasi kewaiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup bermasyarakat (Magnis-Suseno. Etika lebih banyak bersangkut dengan prinsip-prinsip dasar pembanaran dalam hubungan dengan tingkah laku manusia (Kattsoff. 1993). Dalam konteks filsafat. Pada dasarnya etika membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai seperti nilai baik dan buruk. norma dan nilai sebagai berikut : 1. Etika Secara etimologi “etika” berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethos” yang berarti watak. 1987). kerendahan hati dan sebagainya. moral. 1986). Sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia. Selanjutnya etika dapat dibagi atas etika umum dan etika khusus. yaitu: determinisme dan indeterminisme lxxxv . nilai kesopanan. adat ataupun kesusilaan.BAB II PEMBAHASAN A. nilai susila atau tidak susila.

2 Kriteria tentang baik dan buruk Hedonisme Utilisme Vitalisme hidup Sosialisme Religiusme Homarisme Religiusme pandangan masyarakat sesuai dengan kehendak Tuhan kodrat manusia (human-nature) Islam memiliki 5 kategori kenikmatan kemanfaatan kekuatan hidup/kekuasan. buruk sekali = haram Humanisme tindakan yang baik adalah tindakan yang sesuai dengan derajat manusia. Netral = mubah. tidak mengurangi/menentang kemanusiaan lxxxvi .tanpa kemauan bebas manusia tidak mungkin mengetahui moral yang baik 1.Manusia mempunyai kebebasan untuk berbuat dan memilih . Manusia “Strunggle for life. fourbach (atheisme) Determinisme – Religius “Kekuasaan Tuhan menjadi prinsip penetapan tingkah laku manusia” Indeterminisme . Baik = sunnat. siapa yang kuat dialah yang hidup terus menerus • La Mettic ( Mesin). buruk = makruh. survival of the fittest” = perjuangan hidup.Determinisme “Manusia sejak semula sudah ditetapkan/direncanakan” • Determinisme materialistis : “Manusia serba materi Darwinisme Hukum alam” hasil perkembangan alamiah. Persaingan adalah dinamika Baik : Baik sekali = wajib.

Akal budi . index (penghukum) melalui penelaahan dan penyaringan ukuran- ukuran normatif seseorang berperilaku sesuai dengan norma yang telah disepakati baik lisan maupun tulisan 1.Kebaikan berdasarkan kodratnya . indeks (hakim.Hati nurani 1..1 Normatif Etik kebaikan kodrati kebaikan adi kodrati/kebaikan penerang baik buruknya tindakan indeks (petunjuk).3.3.Kebaikan yang mengatasi kodrat wahyu Tuhan .4 Norma Dasar Etika (metaethics) Norma ke-Tuhanan (Hablum Minallah) “Manusia berperilaku etika larangan Tuhan” Norma kemanusiaan (Hablum Minannas) “Perilaku Etika 1.2 1.3 Pendekatan Etika 1.5 Prinsip-Prinsip Etika The Great Ideas : A syntopicon of Great Books of western World • 120 macam “ide agung” enam landasan prinsipil etika : Prinsip keindahan (beauty) Prinsip persamaan (Equality) Prinsip Kebaikan (Good) Prinsip Keadilan (justice) Prinsip Kebebasan (library) Prinsip kebenaran (truth) berakibat baik pada kehidupan bersama” melaksanakan perintah/menjauhi sadar akan kebaikan etika tapi tidak merasa perlu sadar memperlakukan etika sesuai status dan mentaatinya secara keseluruhan lxxxvii .3.3 Deskriptif Etik Practical Etik kemampuannya 1.

Kemanfaatan dan Kebaikan ilmu pengetahuan rasionalitas. keunggulan atau ketepatan objektivitas. Kebaikan tatanan sosial sadar hukum.PRINSIP KEINDAHAN • • Hidup ini indah/ bahagia Penampilan yang serasi dan indah. saling hormat PRINSIP KEADILAN • • Romawi Kuno (justice) jus suum curque tribuendi” Keadilan “Justice est contants et perpetua voluntas kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya PRINSIP KEBEBASAN • • Kebebasan keleluasaan untuk bertindak /tidak bertindak berdasarkan pilihan yang tersedia Kebebasan : Kemampuan menentukan diri sendiri Kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan lxxxviii . pujian. penataan ruangan kantor PRINSIP PERSAMAAN • • • Hakekat kemanusiaan persamaan / kesederajatan Menghilangkan perilaku diskriminatif Perlakuan pemerintah terhadap daerah/ warga negara harus sama tinggi rendahnya urgensi/prioritas PRINSIP KEBAIKAN • • • Kebaikan pujian Good sifat/karakterisasi dari sesuatu yang menimbulkan Good (baik) persetujuan.

sedangkan moral bersifat tindakan lokal. tatanan. Norma Norma adalah aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang mengikat warga masyarakat atau kelompok tertentu dan menjadi panduan.- Syarat-syarat yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihan-pilihannya beserta konsekuensinya • Kebebasan tidak ada tanpa tanggung jawab. Dalam etika seseorang dapat memahami dan mengerti bahwa mengapa dan atas dasar apa manusia harus hidup menurut norma-norma tertentu. sebab wewenang ini ada pada ajaran moral. Tak ada tanggung jawab tanpa kebebasan PRINSIP KEBENARAN • • Teori-teori kebenaran Kebenaran dalam pemikiran (truth in the mid) Kebenaran dalam kenyataan (truth in the reality) 2. inilah kelebihan etika dibandingkan dengan moral. 1987). Moral Moral merupakan patokan-patokan. Moral dengan etika hubungannya sangat erat. berwujud praktek dan berupa hasil buah dari etika. 3. Kekurangan etika adalah tidak berwenang menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan seseorang. Etika merupakan tingkah laku yang bersifat umum universal berwujud teori dan bermuara ke moral. Agar manusia lxxxix . sebab etika suatu pemikiran kritis dan mendasar tetang ajaran-ajaran dan pandangan moral dan etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas prinsip-prinsip moralitas (Devos. kumpulan peraturan lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar mnejadi manusia yang lebih baik. padanan dan pengendali sikap dan tingkah laku manusia.

alasan dan motivasi dalam bersikap dan berperilaku baik disadari maupuin tidak disadari. misalnya kepatuhan dalam norma hukum. B. namun bukan objek itu sendiri. maka makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. Dimensi politis itu sendiri memiliki dua segi fundamental yang saling melengkapi. sesuai kemampuan fundamental manusia yaitu pengertian dan xc . Nilai merupakan harga untuk manusia sebagai pribadi yang utuh. Sedangkan derajat kepribadian sangat ditentukan oleh moralitas yang dimilikinya. 4. norma adat istiadat dll. Etika Politik Etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi politik kehidupan manusia. panduan atau pengendali sikap dan tingkah laku manusia. Nilai akan lebih bermanfaat dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia.mempunyai harga. norma sebagai penuntun. Oleh karena itu. moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. norma agama.Nilai merupakan kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. 2000). yang kemudian nilai dijadikan landasan. hukum dan sebagainya (lihat magnis-suseno : 1986). misalnya kejujuran. Nilai Nilai pada hakikatnya suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. etika politik mempertanyakannya tanggungjawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan sebagai warga negara terhadap negara. kemanusiaan (Kamus Bhasa Indonesia. Selanjutnya dijelaskan bahwa “Dimensi Politis Manusia” adalah dimensi masyarakat sebagai keseluruhan. maka harus lebiih di kongkritkan lagi secara objektif. Karena itu. Jadi yang menjadi ciri khas suatu pendekatan yang disebut “Politis” adalah pendekatan itu trejadi dalam kerangka acuan yang berorientasi pada masyarakat secara keseluruhan. sehingga mamudahkannya dalam menjabarkannya dalam tingkah laku.

Hukum terdiri dari norma-norma bagi perilaku yang benar dan salah dalam masyarakat. dan legitimasi etis sebagai berikut : xci . etika politik menuntut agar kekuasaan dilaksanakan sesuai dengan hukum yang berlaku (Legalitas).kehendak untuk bertindak. hukum sendiri tidak bisa menjamin agar anggota masyarakat patuh kepada norma-normanya. Tetapi perlu di pahami bahwa baik “hukum” maupun “Negara” memerlukan legitimasi. Karena itu. Artinya. Tetapi hukum hanya bersifat normatif dan tidak efektif. Lembaga penataan normatif masyarakat adalah hukum. disahkan secara demokratis (Legitimasi Demokratis) dan tidak bertentangan dengan prinsipprinsip dasar moral (Legitimasi Moral). Selanjutnya dijelaskan kriteria-kriteria legitimasi yaitu legitimasi sosiologis. Lembaga itu adalah Negara. Legitimasi Kekuasaan Inti permasalahan etika politik adalah masalah Legitimasi etis kekuasaan yang dapat di rumuskan dalam pertanyaan: atas hak moral apa seseorang atau sekelompok orang memegang dan mempergunakan kekuasaan yang mereka miliki ? betapapun besarnya kekuasaan. Hukumlah yang memberitahukan kepada semua anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertindak. Struktur ganda ini. “tahu” dan “mau” dapat diamati dalam semua bidang kehidupan manusia. Sedangkan penataan yang efektif dalam menentukan perilaku masyarakat hanyalah lembaga yang mempunyai kekuasaan untuk memaksakan kehendaknya. maka ada dua cara menata masyarakat yaitu penataan masyarakat yang normatif dan efektif (Magnis-Suseno : 1986). Ketiga tuntutan itu dapat disebut Legitimasi normatif atau etis (Magnis-suseno:1987). Karena itu hukum dan kekuasaan Negara menjadi bahasan utama etika politik. legalitas. Sesuai kemampuan ganda manusia. selalu dituntut pertanggung jawaban.

Legitimasi Sosiologis Paham sosiologis tentang legitimasi. Legalitas . Legitimasi Etis . sekelompok orang atau penguasa. Magnis-Suseno menyebutkan motivasi penerimaan kekuasaan sebagaimana dirumuskan oleh Max Weber yaitu : (1) “Legitimasi Tradisional”yakni keyakinan dalam suatu masyarakat tradisonal. Legalitas menuntut agar kekuasaan ataupun wewenang dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku. 2. xcii . dan cinta masyarakat terhadap seseorang pribadi yang sangat mengesankan sehingga masyarakat bersedia taat kepadanya. Eksekutif maupun Yudikatif dipertanyakan dari segi norma-norma moral. tidak sah apabila tidak sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena itu legalitas merupakan salah satu kriteria keabsahan suatu kekuasaan atau wewenang. hormat. Mempertanyakan motivasimotivasi apakah yang nyata-nyata membuat masyarakat mau menerima kekuasaan atau wewenag seseorang. misalnya golongan Bangsawan atau keluarga raja dan memang patut untuk ditaati. (3) “Legitimasi rasional-Legal” Berdasarkan kepercayaan pada tatanan hukum rasional yang melandasi kedudukan seseorang atau penguasa. Jadi legalitas adalah kesesuaian dengan hukum yang berlaku. bahwa pihak yang menurut tradisi lama memegang pemerintahan memang berhak untuk memerintah. (2) “Legitimasi Kharismatik” Berdasarkan perasaan kagum. Pertanyaan yang timbul merupakan unsur penting untuk mengarahkan “kekuasaan” dalam menggunakan kebijakan-kebijakan yang semakin sesuai tuntutan kemanusian yang adil dan beradab.1. Jadi suatu tindakan adalah sah apabila sesuai. Legitimasi etis mempersoalkan keabsahan wewenang ataupun kekuasaan politik dari segi norma-norma moral. 3. Legitimasi ini muncul dalam konteks bahwa setiap tindakan pemerintah apakah Legislatif. Suatu tindakan adalah legal apabila dilakukan sesuai dengan hukum atau peraturan yang berlaku.

Maha Suci. Nilai ini tercermin pada sila ketiga dan keempat dalam pancasila yaitu “Persatuan Indonesia” dan “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan” ☼ Nilai Moral. Nilai ini melekat pada manusia. perangai. sopan santun. Secara teoritis nilai-nilai pancasila dapat dirinci menurut jenjang dan jenisnya. tata adab. budi pekerti. kemanusiaan dan kerohanian yang tercermin pada sila kedua pancasila yaitu ”Kemanusiaan yang adil dan beradab”. dan kongkrit. kekuatan hidup dan pertahanan hidup semua makhluk. akhlak. Nilai ini menempati nilai yang tertinggi dan melekat / dimiliki Tuhan Yang Maha Esa yaitu nilai yang Maha Agung.Menurut jenjangnya sebagai berikut: ☼ Nilai Religius . 1 . ☼ Nilai Materil. yaitu budi pekerti. Absolud yang tercermin pada Sila pertama pancasila yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. ☼ Nilai Spiritual . Pancasila Sebagi Sumber Etika Tataran nilai yang terkandung dalam Pancasila sesuai dengan system nilai dalam kehidupan manusia.C. seperti asusila. lahiriah. Nilai ini melekat pada prilaku hidup semua manusia. Yang tercermin dalam sila kelima pancasila yakni “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. perangai. xciii . yaitu mengenai daya hidup. Nilai ini melekat pada semua makhluk hidup. ☼ Nilai Vitalitas. Nilai ini melekat pada semua benda-benda dunia. badani. yang tercermin pada sila kedua Pancasila yaitu “Kemanusiaan yang adil dan Beradab”. Yang wujudnya yaitu jasmani.

keharmonisan. nilai instrumental. ☼ Nilai Intelek yaitu melekat pada makhluk manusia. nilai praksis. rasional. suka menolong. keramahan.Alinia 1= mencerminkan keyakinan kemerdekaan ialah hak segala bangsa. ☼ Nilai Estetis melekat pada semua makhluk duniawi. logis. Juga dapat ditemukan dalam 4 alinea pembukaan UUD 1945 dan pokokpokok pikiran yaitu. Persatuan Indonesia. yang tidak dapat berubah. tujuan. yaitu berupa keindahan. ☼ Nilai dasar. sesuai cita-cita. Merupakan prinsip yang bersifat sangat Abstrak. Dengan kandungan kebenaran bagaikan Aksioma. Kekal. yaitu berwujud keberanian. kesahduan. Konsekuensi logisnya adalah penghapusan penjajahan diatas muka bumi.2.Menurut jenisnya sebagai berikut: ☼ Nilai Ilahiah ialah nilai yang dimiliki Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pembukaan UUD 1945 : . Nilai dasar Pancasila bersifat Abadi. Selanjutnya secara konsepsional nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila terdiri dari nilai dasar. perikemanusian dan perikeadilan. xciv . kemanusiaan yang adil dan beradab. analisis. rendah hati. tatanan dasar dan ciri khasnya yang pada dasarnya tidak berubah sepanjang zaman. kepercayaan. persahabatan. yang melekat pada manusia yaitu berwujud harapan. kesabaran. akaliah. keelokan. umum-universal dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. berwujud ilmiah. berkenaan dengan eksistensi. keyakinan. ☼ Nilai Etis ialah nilai yang dimiliki dan melekat pada manusia. kesopanan. persaudaraan. janji. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. murah hati. seni. wujudnya ialah sila-sila pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa.

system pemerintahan Negara. Sifat kontektual.Alinia 3= memuat pernyataan kemerdekaan untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas (eksistensi / cita-cita) memuat watak aktif dari masyarakat Indonesia yang menyatakan merdekaaan. program dan proyek. Nilai Instrumental berupa kebijakan. -Kedaulatan rakyat. sehingga sifat dinamis.Alinia 4= memberi arahan tentang tujuan Negara. -Keadilan sosial. Menjabarkan nilai dasar yang umum kedalam wujud kongkrit. DAN PERATURAN PELAKSANAAN. dan dasar Negara.ketegasan tersebut mengandung makna falsafah yang mendasar (cita-cita Negara). sehingga dapat sesuai dengan perkembangan jaman. xcv . dan tempat. Kontektualisasi nilai dasar harus dijabarkan secara kreatif dan dinamik kedalam nilai instrumental penjabaran nilai dasar terwujud ke dalam: TAP MPR. berubah. yaitu arahan kinerja untuk kurun waktu tertentu dan kondisi tertentu. rencana. ☼ Nilai Instrumental : Berupa penjabaran nilai dasar. system. . merupakan semacam tafsir politik terhadap nilai dasar umum tersebut. bersatu. berkembang.. PROPENAS UNDANG-UNDANG. negara yang merdeka. . adil. susunan Negara.Alinia 2= menegaskan cita-cita nasional/cita-cita kemerdekaan. Nilai-nilai dasar ini merupakan asas-asas yang kita terima sebagai dalil dan bersifat mutlak. biasanya dari wujud norma sosial ataupun norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam lembaga. dan enovatif. keadaan. Pelaksanaan umum dari nilai dasar. -Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Dalam pokok-pokok pikiran yaitu: -Persatuan. berdaulat.lembaga yang bersifat dinamik. dan makmur. strategi. Nilai instrummental terpengaruh oleh waktu. harus disesuaikan dengan tuntutan jaman.

xcvi . yang tidak dapat sepenuhnya kita kuasai. ada kalanya justru kondisi objektif itu yang jauh lebih kuat dari nilai praksis berupa nilai yang sebenarnya kita laksanakan dalam kehidupan kenyataan sehari-hari. pengemban.☼ Nilai Praksis Nilai yang dilaksanakan dalam kenyataan hidup sehari-hari. Praksis harus selalu Pased on Values. serta pengelola hak-hak dasar kodrati yang merupakan suatu keutuhan dengan eksistensi dirinya secara bermartabat. toleransi dan saling menghormati. manusia sebagai subjek pendukung.antar umat beragama. penyangga. sedangkan Praktek bisa bersifat Value Free. Sila kedua: menghormati setiap orang dan warga negara sebagai pribadi (personal) “utuh sebagai manusia”. istilah “PRAKSIS” tidak seluruhnya sama maknanya dengan istilah “PRAKTEK”. melakukan dialog antar umat beragama. Merupakan interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit pada tempat dan waktu tertentu. yaitu: Sila pertama: menghormati setiap orang atau warga negara atas berbagai kebebasannya dalam menganut agama dan kepercayaannya masing-masing.juga merupakan gelanggang pertarungan antara idealisme dengan realitas. Berbagai wujud penerapan Pancasila dalam kenyataan sehari-hari. maka secara hierarkhis praksisi berada dibawah nilai instrumental dan menjabarkan nilai instrumental tersebut secara taat asas (konsisten). serta menjadikan ajaran-ajaran sebagai anutan untuk menuntun ataupun mengarahkan jalan hidupnya. praksisnya: silahturahmi antar umat beragama. misalnya dalam kerukunan hidup beragama. Aktualisasi Pancasila sebagai dasar etika tercermin dalam sila-silanya. Sila ketiga: bersikap dan bertindak adil dalam mengatasi segmentasi-segmentasi atau primordialisme sempit dengan jiwa dan semangat “Bhinneka Tunggal Ika”-“bersatu dalam perbedaan” dan “berbeda dalam persatuan”. baik oleh para penyelenggara Negara maupun oleh masyarakat Indonesia sendiri. contohnya = memelihara persahabatan.

berbangsa ataupun bernegara.1 Tanda-tanda mundurnya pelaksanaan etika berbangsa Konflik sosial berkepanjangan Berkurangnya sopan santun dan budi luhur dalam kehidupan sosial Melemahnya kejujuran dan sikap amanah Pengabaian ketentuan hukum dan peraturan D. Sila-sila dalam pancasila merupakan satu kesatuan integral dan integratif menjadikan dirinya sebagai sebagai referensi kritik sosial kritis. dan kebersamaan dimiliki dan dikembangkan dengan dasar musyawarah untuk mencapai kemufakatan secara jujur dan terbuka dalam menata berbagai aspek kehidupan. Konsekuensi dan implikasinya ialah bahwa norma etis yang mencerminkan satu sila akan mendasari dan mengarahkan sila-sila lain. Sila kelima: membina dan mengembangkan masyarakat yang berkeadilan sosial yang mencakup kesamaan derajat (equality) dan pemerataan (equity) bagi setiap orang atau setiap warga negara.Sila keempat: kebebasan. perjudian dan narkoba xcvii . D. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) D. media pornografi. kemerdekaan.2 Faktor-faktor penyebab mundurnya pelaksanaan etika • Faktor internal : Lemahnya penghayatan dan pengamalan agama Sentralisasi di masa lalu Tidak berkembangnya pemahaman/penghargaan kebinekaan Ketidakadilan ekonomi Keteladanan tokoh/pemimpin yang kurang Penegakan hukum yang tidak optimal Keterbatasan budaya lokal merespon pengaruh dari luar Meningkatnya prostitusi. serta sekaligus evaluatif bagi etika dalam kehidupan bermasyarakat. komprehensif.

5 Strategi/pendekatan peningkatan etika Pendekatan larangan (Don’t Approach) Pendekatan Untung-rugi (Cost – Benefit Approach) Pendekatan sistem (system approach) Pendekatan kerjakan (Do Approach) xcviii .4 Good Governance Sebagai Etika Pemerintahan D.3 Pokok-Pokok Etika Berbangsa Etika sosial budaya Etika politik pemerintahan Etika ekonomi dan bisnis Etika penegakan hukum Etika keilmuan Etika lingkungan Partisipasi Aturan Hukum (rule of law) Transparansi Daya tanggap (responsiveness) Berorientasi konsensus (Consensus Orientation) Berkeadilan (Equity) Akuntabilitas (Accountability) Bervisi strategis (Strategic vision) Efektifitas dan efisiensi Saling keterkaitan (interrelated) • • • • • • • Kejujuran Amanah. tanggung jawab Keteladanan Sportifitas Disiplin. rasa malu D.• Faktor Eksternal : Pengaruh globalisasi Intervensi kekuatan global dalam panutan kebijakan nasional D. etos kerja Kemandirian Toleransi.

yaitu. Independen. dalam arti luas bahwa kebenaran ilmiah adalah sesuatu yang tentatif. yang implikasinya ialah bahwa pemahaman suatu norma etika bukan hanya tekstual. Jujur. Wawasan. berbangsa. dalam arti bahwa nilai-nilai etika sebagai norma dasar bagi kehidupan suatu bangsa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara tidak terlepas dari unsur-unsur budaya yang hidup dan berkembang dengan ciri-ciri khas yang membedakan bangsa itu dari bangsa lain. 3. Open mindedness.D. melainkan juga kontekstual untuk diberi makna baru sesuai dengan kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. serta 6. luas dan mendalam. bahwa kebenaran ilmiah bukanlah sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat. dan bernegara diberdayakan melalui kebebasan akademik untuk mendasari suatu sikap mental atau attitude. 2.dalam arti terus menerus mempunyai keinginan untuk mengetahui hal-hal baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Curiosity. 4. bebas dari tekanan atau “kehendak yang dipesankan” oleh siapa pun dan dari mana pun. 5. Terbuka. xcix . yang berpengaruhi dengan sendirinya terhadap perkembangan etika. tidak mengenal titik henti. 1. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik Pancasila sebagai dasar etika dalam kehidupan bermasyarakat. dalam arti beranggungjawab atas sikap dan pendapatnya. Kebebasan akademik adalah hak dan tanggung jawab seseorang akademisi.dalam arti rela dan rendah hati (modest) bersedia menerima kritik dari pihak lain terhadap pendirian atau sikap intelektualnya. dalam arti menyebutkan setiap sumber atau informasi yang diperoleh dari pihak lain dalam mendukung sikap atau pendapatnya. Hak dan tanggung jawab itu terkait pada susila akademik.

• Kerjasama tim presentasi. tanpa menyentuh inti hakikinya. • Kemutkhiran bahan pustaka c . • Ketuntasan pemecahan kasus.Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. F. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (20%). jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi fenomenalnya saja. • Kreativitas. berbangsa. an bernegara. • Kejelasan uraian. juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati. Diskusi (50%) & Studi Kasus (30%) • Contextual instruction • Simulasi • Collaborative learning Indikator Penilaian : • Ketepatan ide. • Kedisiplinan.

Hal tersebut berkaitan dengan belum tersusunnya filsafat Pancasila ke dalam sistem perilaku masyarakat. berbangsa. tanpa membedakan antara penganut agama mayoritas maupun minoritas. budaya. peraturan pemerintah. isinya justru bertentangan dengan Pancasila ci . Tapi banyak isu sara yang masih terjadi dalam masyarakat. peraturan daerah. meskipun secara verbal menyebut Pancasila sebagai sumber. PENUTUP Etika merupakan cabang ilmu filsafat yang membahas masalah baik dan buruk .BAB III. Selain itu juga tidak membedakan unsur lain seperti jender. Adapun refleksi filsafati mengajarkan bagaimana tentang moral filsafat mengajarkan bagaimana tentang moral tersebut dapat dijawab secara rasional dan bertanggungjawab. dan daerah. tanpa menyentuh inti hakikinya. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. Pancasila merupakan hasil kompromi nasional dan pernyataan resmi bahwa bangsa Indonesia menempatkan kedudukan setiap warga negara secara sama. Kajian praktis menyentuh moralitas sebagai perbuatan sadar yang dilakukan dan didasarkan pada norma-norma masyarakat yang mengatur perbuatan baik (susila) dan buruk (asusila). maka yang ditangkap hanyalah segisegi fenomenalnya saja. Ranah pembahasannya meliputi kajian praktis dan refleksi filsafati atas moralitas secara normatif. Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. an bernegara. jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya. penyebabnya adalah perilaku masyarakat dan negara cenderung menunjukkan inkonsistensi dengan Pancasila. Di sisi lain berbagai kebijakan perundangundangan. juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati.

Pendidikan Pancasila. cii . Yogyakarta. Makalah. Jakarta. __________________. Pancasila sebagai Dasar Etika Kehidupan Bermasyarakat. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Masyarakat Demokratis dan Berkeadaban. Gramedia. 2005. 1981. Identitas Nasional Aktualisasi Pengembangannya Melalui Revitalisasi Pancasila. Makalah. Makalah. 2005. 13-23 Desember 2005. 1977. dan Bernegara. Makalah. Etika Politik. Berbangsa. Penerbit Rineka Cipta. Syafie Inu Kencana.DAFTAR PUSTAKA Budiardjo Miriam. Suseno-Franz Magnis. Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. 1987. Koento Wibisono. Udin S. 2005.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. 2002. 1996. Penjabaran Nilai-nilai Pancasila Dalam Sistem Hukum Indonesia.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .STIMIK DIPANEGARA . Siswomihardjo.2004 Mansoer. Penerbit Paradigma. 2005. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman erkarya Bagi Lulusan. Hamdan. Laboratorium IKIP. 1994. 13-23 Desember 2005. Santiadji Pancasila.Makassar. Gramedia. Universitas Hasanuddin. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta.Makassar. ---------------.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Tim Dosen Pancasila Unhas. Etika Pemerintahan. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta. 13-23 Desember 2005. Jakarta. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Jakarta. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Penerbit Rajawali. Malang. 13-23 Desember 2005. Winataputra. Darmodihardjo Dardji. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Kaelan.

nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. nilai kebudayaan. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" masyarakat dunia. ekonomi. Bakry [1994]. Menurut Noor MS. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini.MODUL V PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BAB I. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik. inilah yang dinamakan ideologi. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan. Tantangan sekarang ini. maupun religi. Pancasila telah tampil di garda depan. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang. sosial budaya. Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks. nilai kepustakaan. nilai tradisi. baik dalam bidang politik. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional. Dalam arti. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang ciii . Dalam beberapa pasal. Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang.

serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. kemanusiaan. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. persatuan. misi. kerakyatan. Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : f. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. Tanpa itu. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. Jika tidak demikian bukanlah manusia. decline (kemunduran). Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya civ . yang merupakan sifat hakikat manusia. Akhir-akhir ini. dan tujuan negara. negara bergerak seperti layangan putus. yang terjadi adalah emergence (kemunculan).sakti. ideologi itu tidak pernah mati. Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. Atas dasar Weltanschauung itu. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. disusunlah visi. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. keadilan. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. Tampaknya. B. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). tanpa pedoman. Dengan demikian. terasa pamor Pancasila sedang menurun. yaitu ketuhanan.

Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. 6. reformatif. ideologi tertutup. 4. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. cv . dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. Berbangsa dan Bernegara h. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya j. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila dalam konteks ketatanegaraan serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul D. 2. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. komunisme. Reformasi Socio-Moral C. 5. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. memahami.g. 3. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka i. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. sekulerrisme. dan idiologi keagamaan. komprehensif.

BAB II PEMBAHASAN A. ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang. A. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya. atau cita-cita tertentu. gagasan. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara. atau paham. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas Pada dimensi ini. dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat. Sedangkan logos berarti ilmu. cita-cita ataupun konsep. gagasan-gagasan. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. sehingga mereka cvi . cara fikir. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. Jorge Larrain. Jadi. Eidos berarti idea. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. ajaran. pandangan ataupun paham. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea.

dan bernegara. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. ideologi mengandung nilai-nilai dasar. bangsa. arah. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. B. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka. berbangsa. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. norma-norma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri (dimensi realitas). Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang cvii .tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. a. Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu. Berbangsa. dan Negara dibangun. Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya.Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. C. bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter). Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. c. Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis. Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat cviii . b. Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat.gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. berbangsa. Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya.

Menurut konsep Pancasila. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. Dengan demikian. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. berbangsa. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. ia selalu membutuhkan yang lain. Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. bahwa Negara kita berdasar atas hukum. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. saling menerina dan memberi antar manusia dalam cix . Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter.kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai ideologi terbuka. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan. dan bernegara. yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a. Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiran-pemikiran baru atau metode baru yang berbeda. maka manusia tidak dapat hidup sendirian. Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. bukan atas kekuasaan belaka. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. Pancasila sebagai ideologi terbuka. Monodualisme ini adalah kodrati. D.

baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya. cx . mengandung nilai spiritual. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. keberanian membela kebenaran dan keadilan. toleransi dan nilai gotong royong. hormat menghormati.memasyarakat dan menegara. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. mengandung nilai-nilai kebangsaan. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. 1 Juni 1945). sama kewajiban dan hak. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. tersimpul nilai satu derajat. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. saling mencintai. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. spiritual. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila Persatuan Indonesia. Ideologi Pancasila. sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya. dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental.

Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik). Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. hak kebebasan. Jean Jaques Rousseau. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. John Locke. maka nilai kebebasan itulah yang utama. b. Herbert Spencer dan Harold J.Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. yaitu hak hidup. Ciri konsep dialetik tentang manusia. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. hak kesamaan. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. mengandung nilai sikap adil. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen cxi . hak kebahagiaan. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. Laski. dengan menempuh proses dialetik. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. c.

Engels. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara. ekonomi. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). Pikiran Karl Marx tentang sosial.pada diri manusia. E. sadar laku (usaha) dan sadar landasan. maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx. namun ada keteraturan. Sehubungan dengan itu. Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran materialdialektis atau materialistik. Oleh karena itu. Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. Secara operasional sadar berarti : cxii . Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat socio-moral. (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas).

a. Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : cxiii . Kerjasama tim presentasi. konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila Reformasi socio-moral yang berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. Kejelasan uraian. walaupun nilainilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. Kedisiplinan. sistem tanggap nilai c. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(50%). dikaitkan dengan landasan. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. sistem kelembagaan b. F. Diskusi (25%) & Dialog(25%) • • • • • • • • Cooperative learning Collaborative learning Ketepatan ide. dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. Kreativitas.

Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia.   cxiv . Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. para pengusaha. sosialisme dengan kapitalisme. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. kesejahteraan yang tinggi. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. sejahtera. para penguasa.BAB III PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. Sebagai ideologi nasional. Saya berpendapat. Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. para pemimpin. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa.

Makassar.2004 cxv .Makassar. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas. 1978. Penerbit Erlangga.Jakarta BP-7 Pusat Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Alfian.William.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Fogel.man. Universitas Hasanuddin. Isme-isme Dewasa ini.STIMIK DIPANEGARA . Jakarta.E. Gramedia.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . E. 1991. 1978.

sebagaimana telah dibahas terdahulu. yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. dan umumnya tujuan cxvi . Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. baik istilah maupun karateristiknya. Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan Negara. Jacobin. dan civil society di lain pihak. merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. Culla (1999:3. Di Indonesia. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). Misalnya. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis.MODUL VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI BAB I. PENDAHULUAN A. Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting. yaitu mewujudkan tujuan nasional. di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar.

seperti masyarakatwarga. p. serta t. yaitu demokrasi liberal. Selain itu. Norma dasar dan asas demokrasi. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. s. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. sejak kemerdekaan hingga sekarang. masyarakat kewargaan. masyarakat sipil. Definisi demokrasi. q. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. cxvii . masyarakat beradab.padanan kata civil society. Jenis-jenis demokrasi. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa Definisi: Government of rule by the people. l. Pendidikan demokrasi. Adapun istilah kunci : 1. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. masyarakat berbudaya. mengapa demikian? Juga. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. Nilai-nilai demokrasi. Dalam perjalanan sejarah bangsa. r. Demokrasi perwakilan. o. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : k. masih ada beberapa padanan istilah lainnya. m. Sementara itu. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. Demokrasi langsung. n. demokrasi terpimpin. dan demokrasi pancasila. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. Pemilu indonesia. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 2.

Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. disebut juga demokrasi parlementer 5. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. Welfare state = negara kesejahteraan = sosial sevice state 10. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) menonjolkan sistem presidensial 7.3. 6. Direct Democracy = Demokrasi lamgsung ( lawannya: Indirect Democracy = demokrasi tidak langsung ) 9. Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam demokrasi konstitusional yang pada C. Representative Democracy = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. D. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam cxviii . Rule of Law = pemerintah berdasarkan hukum 12. kekuasaan ada presiden. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) pemilunya 8. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengerti. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi (hukum dasar) 4. Rechstaat = negara hukum 11.

Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. cxix . Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi. 6.kehidupannya sehari-hari. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. 5. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. 7. 4. disamping itu. 2. 3. Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi.

(3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”.BAB II PEMBAHASAN A. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. Dalam rapat tersebut. religion. artinya pemerintahan rakyat. beragama. majority rule. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih. khususnya di kota Athena. kratos berarti pemerintahanm. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat. Demokrasi. Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung. Selain itu. opinion. dkk. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. menegakkan rule of law. Dari kutipan pengertian tersebut. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dan segal permasalahan cxx . (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. berserikat. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. Lalu. adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama. the assertion of rule of law. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. and associayion. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. berpendapat. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan kemayarakatan. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. accompanied by respect for the rights of minoritiea.

Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah desa. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. Dalam perjalanan sejarah. pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi.dapat dilihat dalam pemerintahan desa. seperi padi atau pisang. Untuk memudahkan pelaksanaannya. b. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. c. Bagi negara-negara modern. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena hal-hal berikut: a. b. Wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. Disamping memilih kepala desa. cxxi . Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu milik caloon yang dipilihnya. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan.

yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. a. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia. hak-hak minoritas. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama.c. istilah demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). Dengan demikian. jaminan hak asasi manusia. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. kekusaan mayoritas. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. hak berapat. yakni “ kedaulatan rakyat. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . Berdasarkan gagasan dasar itu. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. Misalnya. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. misalnya. seperti hak kemerdekaan pers. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. Namun. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia. demokrasi dalam arti luas. selain meliputi sistem politik. a. pemilihan wakilwakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b. pemilihan yang bebas dan cxxii . digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. Kemudian. b. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut.

Referendum dibagi menjadi tiga macam” a. demokrasi ini. serta kerja sama dan mufakat. pragmatisme. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. demokrasi Pancasila.persamaan didepan hukum. pembatasan pemerintah secara kostitusional. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss .Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. proses hukum yang wajar. dalam demokrasi tidak langsung. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) Demokrasi langsung. dan seterusnya. nilai-nilai toleransi. Dengan kata lain.jujur.” B. a. pluralisme sosial. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat. ekonomi dan politik. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakilwakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang cxxiii . dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam 2) pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan Dalam pemerintahan. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenisjenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm.

Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. b. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap.sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. Jadi. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. cxxiv . Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. b. Indifidu diberi kebebasan yang luas. Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. c. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan referendum. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya.

d. Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara. Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. c.serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. b) Menteri bertanggung jawab pada DPR. Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. bahkan ditolak. Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. Dapatkah anda memberi contoh. demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah .3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil). cxxv . Campur tangan pemeritah diminimalkan. Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik. Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden . Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar).

Dengan demikian. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR.b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . Misalnya. Jika dukungan rakyat tidak ada. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri . Disamping itu. terutama karena faktor politik. sebagai berikut. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. dalam pertumbuhanya. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. Akan tetapi. tetapi kepada presiden. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain. ekonomi. dan kebudayaan. serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. C. cxxvi . sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. sosial. dan tidak dapat saling membubarkan.

menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. b. Oleh karena itu. serta f. menjamin tegaknya keadilan. b. aspirasi. dan budaya poltik masing-masing. cxxvii . untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. Dengan demikian. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal. c. e. Atas dasar itu.Mayo telah mencoba untuk memerinci nilainilai ini. Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingan-kepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat.Mayo: a. Henry B. Didalam sistem pemerintahan ini. bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum. tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). d. Sebagai akibat demokrasi liberal ini. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. pemerintahan yang bertanggung jawab.Di dunia Barat.

wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara.. ………………………………………………. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. ………………………………………………… ……………………………………………….namun.. Demokrasi adalah cxxviii . Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan.. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki. 3. 2. Coba anda jelaskan... 4. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. ………………………………………………. ………………………………………………. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? Coba simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi. dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. 6. BIdang Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama Hal-Hal Yang Harus Diperbaiki ………………………………………………. 5. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. e. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya.c. coba jelaskan mengapa? Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1.

Dalam demokrasi liberal. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi. dan untuk rakyat (is a government of the people. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi. Abraham Lincoln menyebutkan. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila. oleh rakyat. Misalnya. seperti di Indonesia. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. by the people. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi cxxix . Belajar dari pengalaman tersebut. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. and the people).pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. ada demokrasi liberal.

dan lain-lain. Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. Sebagaimana telah dijelaskan. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. serta adil dan beradab. jujur. melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan umum. meski orde baru jatuh. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. dan nepotisme). Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya. antara lain sebagai berikut. membuat dan menata kembali progrmprogram pembangunan di tengah-tengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. korupsi. Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. Dengan demikian. baik dipusat maupun daerah. langsung. rahasia. cxxx . serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. penyalagunaan wewenang. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. b. bebas. seperti korupsi. a. Kunci semua pelaksanaan demokrasi tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen.pelaksanaan demokrasi pancasila. khususnya bagi pemerintah.

e. dalam tahap awal reformasi ini. D. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. b. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. f. dan Presiden/Wakil Presiden. yaitu beberapa kasus dan ilustrasi yang akan dibahas pada butir D.c. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan cxxxi . segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. Diselenggarakannya pemilu 2004. akan dibahas lebih jaur tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. Pada kegiatan belajar berikutnya sebagai bahan pengayaan. g. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). d. Dengan demikian. Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. DPRD. ciri-ciri demokrasi antara lain : a. c. d. kekuasaan merupakan amanat rakyat.

sejak kemerdekaan hingga sekarang. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi. yaitu demokrasi liberal. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. dapatkah anda menyebutkan keunggulan dfan kelemahan demokrasi dibandingklan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi Kelemahan Demokrasi Keunggulan Sistem lain Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) E. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. demokrasi cxxxii . Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. bukan untuk kepentingan rakyat. Dari uraian tersebut.dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas.

rasional. pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. Jadi. janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan.terpimpin. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran. teliti. kritis. serta pengendalian diri. Meskipun konsep awal pada periode tersebut dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. antisipatif. Oleh sebab itu. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. dan demokrasi Pancasila. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. mengapa demikian? Juga. penuh perhitungan. perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. Dengan belajar dari pengalaman. cxxxiii . seperti analisis.

kooperatif. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet cxxxiv . demokratis. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. a. Dalam era reformasi ini. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. demokrasi Terpimpin. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949). lugas. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. diharapkan nilainilai demokrasi dapat ditegakkan. tegas. terbuka. dan demokrasi Pancasila. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. ikhlas. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. serta menjaga keamanan dan kebersamaan. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. terti.Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. tidak bisa tidak. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku.

Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara. terdapat dua kubu yang bertentangan. yaitu Kabinet Natsir. Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara. Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. Ali Sastro Amidjojo II. b. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. Sementara itu. Wilopo. jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. Sukimin. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. selama tahun 19451959 dikenal beberapa kabinet. dan Kabinet Amir Syarifuddin. dan Kabinet Juanda.yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. Pada saat itu. cxxxv . yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Misalnya. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara. antara lain Kabinet Syahrir I. Kabinet Syahrir II.

Secara konsepsional pula. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat cxxxvi . pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan.Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi. dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional. Dalam konteks ini.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. Secara konsepsional. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945. kesadaran. Persoalan sekarang.demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. III/MPRS/1963. mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu.misalnya. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden. MPRS No.

4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan. dan budaya bangsa. Namun dalam praktiknya. Kesusilaan. serta penghitungan suara pro dan kontra. berlainan dengan demokrasi sentralisme. Yakni Batas Keselamatan Negara.pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. Penyebab penyelewengan cxxxvii . dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. b) Sebagai Alat. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. Kepentingan Rakyat Banyak. dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun. serta budaya bangsa Indonesia. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. UUD 1945. Berdasarkan pokok pikiran di atas. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. ekonomi dan sosial. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. serta 5) oposisi. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. bukan oleh perdebatan.

dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotongroyong. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu. juga karena kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif. Misalnya.tersebut. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa. demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. Semangat cxxxviii .royang. yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. c. yang berketuhanan Yang Maha Esa. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. yang berpersatuan Indonesia. Secara konsepsional. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. selain terletak pada presiden. Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotong.

menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. 2). Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam cxxxix . Aspek Normatif (kaidah). Aspek Formal. harkat. antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. b. dan budaya. sosial. Aspek Materil. aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. Menurut S. dan martabat tersebut. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik. pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. c. yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara. indonesia sesuai dengan gambaran. Dengan demikian.yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia.kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME. ekonomi. Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. Dalam demokrasi pancasila. khususnya di masyarakat pedesaan.terbuka. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas.Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”. dan jujur untuk mencapai konsensus bersama. serta bersendi atas hukum. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945. sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik.

Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan. keadilan. ii.serta kebenaran. serta f. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. Aspek Organisasi. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. iii. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. Tujuan ini meliputi tiga hal. d.dan negara kebudayaan e.yaitu terciptanya negara Hukum. yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. Namun.mencapai tujuan kenegaraan. Jiwa Pengabdian. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila. i. negara Kesejahteraan. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. Jiwa demokrasi pancasila aktif. Penyingpangan tersebut secara cxl . Aspek Kejiwaan. Jiwa demokrasi pancasila pasi. Aspek Optatif. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal. Serta iv. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat.

d. dan nepotisme. adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. penegakan digiring kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya. serta format politik yang tidak demokratis. kebijakan floating mass). sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah. maraknya pratik kolusi. e. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. coba Anda bandingkan dan isilah daftar berikut! Nama Demokrasi Demokrasi Pancasila Demokrasi Barat (Liberal) Demokrasi Timur (Sosialis) Kelebihan Kekurangan cxli .Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. Sebelum melanjutkan perjalanan demokrasi di Indonesia. menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. korupsi. serta i.transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. g. yaitu: a. PNS seolah-olah untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. h. f. kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal.

harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan. tanpa demokratisasi poltik. tidak menjadi demokratisasi kolusi. menambah. Menurut Hutington (Chaedar. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” meningkatkan reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila. pada 10 s.d . sosial. prinsip rule of law sulit diwujudkan.berbangsa. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. 13 November 1998. Sehubungan dengan ini. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak partisipasi pada reformasi di Indonesia sekarang ini. upaya politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. ekonomi. berwibawa.F. Untuk itu. Perbedaanya tyerletak pada aturan pelaksanaan dan praktik penyelenggaraan. MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. dan hukum. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. Demikian pula. dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda cxlii . badan peradilan yang otonom. 1998). Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik.untuk mewujudkan praktik demokrasi yang sesuai dengan tuntunanreformasi.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis. undang-undang bidang politik. c. peraturan perundang lainnya. b. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. d. Misalnya. perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. Secara khusus. yakni UUD 1945. Selain itu. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. Konstitusi RIS. Pengaturan ham. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. Pemilihan umum lebih demokratis. Oleh karena itu. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. cxliii .sesuai dengan aspirasi rakyat. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi. undang-undang tentang otonomi daerah. UUDS 1950. Partai politik lebih mandiri.

sikap. prisip. nilai. Selain itu. Pendidikan demokrasi: 1). yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. pedagogis. diskusi timbal balik. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. dan sosial kultural untuk membangun cita-cita. 2). yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. perensentasi. konsep. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. Pendidikan nonformal. Pedidikan demokrasi secara formal. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. Pendidikan demokrasi a. Pedidikan demokrasi secara informal. Dengan demikian. Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. Pendidikan nonformal. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. 3). c. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan cxliv .G. b.

Kejelasan uraian. Kreativitas.H. Kerjasama tim presentasi. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Ketuntasan pemecahan kasus. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). Kedisiplinan. Kemutkhiran bahan pustaka cxlv .

Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. Uraian tentang pemilu dibagi dalam beberapa hal. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. demokrasi. Pemilu sebagai salah satu wujud demokrasi di Indonesia. 4. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. Pemilu masa Orde Lama Pemilu masa Orde Baru Pemilu masa transisi Pemilu masa Reformasi cxlvi . Dalam rapat tersebut. artinya pemerintahan rakyat. kratos berarti pemerintahan. Sistem Pemilihan Umum Dinamika Partai Politik Pemilu di Indonesia 1. Demos artinya rakyat. khususnya di kota Athena. Jadi. 2. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. c. b. Dengan demikian. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. 3.BAB III PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. yaitu: a.

1968. DPRD. David. Kanil. Budiardjo. UU 31/2002..DAFTAR PUSTAKA Betham. tentang pemilu DPR. serta UU23/2003. UU 22/2003. Rahmat A. PT Hanindita: Yogyakarta. Goverment By the People. CST. DPR. 2004 Kewarganegaraan SMA 1. 2005. Winataputra. tentang partai plitik. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. Dikti: Jakarta. 1989. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Miriam. 1985. tentang susunan kedudukan MPR. Burns. Demokrasi. DPD. 1966. Kanisius: Yogyakarta. Suny Ismail. 1949.2000. Daji darmodihardjo. cxlvii . Ganesha Exact: Bandung. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Jakarta. Harris soche. Setiadi.Panduan Menguasai Tata negara. Historis. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Petrus Citra. Kelsen. or. Hans. Mekanisme Demokrasi Pancasila. DPD. amandeman terakhir. Yudiris konstitusional. James McGregor. Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. dkk. Udin S. Pemilu presiden. University of california: USA. Tata Negara Edisi Kedua. Penerbit Erlangga: Jakarta. 1995. General Theoryof Law and State. Perundangan: UUD 1945. UU 12/2003. 2000. Suatu tinjauan Filosofis. Santiaji Pancasila. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. Grasindo: Jakarta. Triwamwoto. dan DPRD. Elly M. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. Dasar-dasar Ilmmu Politik. 1986.

UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. Dalam pembahasan. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan cxlviii .MODUL X PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA BAB I. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. PENDAHULUAN A. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Sejak tanggal 27 Desember 1945. akan dibahas lebih lanjut mengenai UndangUndang Dasar 1945. Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. Latar Belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945. adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Pada kurun waktu tahun 1999-2002.

Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. d. memahami. Undang-Undang Dasar 1945 v. cxlix . Sistem Ketatanegaraan Negara RI x. kedudukan pembukaan UUD 1945. B. c. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Sistem Pemerintahan NKRI serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul.tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 w. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. b. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : u. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengetahui. D.

Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan. Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: cl . HUKUM DASAR TAK TERTULIS (KONVENSI) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar.C.BAB II PEMBAHASAN A. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo. Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badan-badan tersebut. dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut. Undang-Undang Dasar 1945 PENGERTIAN HUKUM DASAR NEGARA Ada dua macam hukum dasar. HUKUM DASAR TERTULIS (UNDANG-UNDANG DASAR) E. eksekutif. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain.S. yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi). 1981: 95-96 ).

PENGERT1AN. b. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. d. KEDUDUKAN. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan.1. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. Dapat diterima oleh seluruh rakyat. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. yang terdiri dari 4 alinesa. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. c. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat. Batang Tubuh yang memuat cli . (2) Batang Tubuh UUD 1945. Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. Mekanisme pembuatan GBHN. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. SIFAT DAN ISI UNDANG-UNDANG DASAR 1945 Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. 4. 2. Pembukaan. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan.(yang dimulai sejak tahun 2000). Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. 3. seperti: a. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap).

Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. Sebagai hukum.pasal-pasal. lembaga negara. seperti telah dijelaskan. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. atau keputusan pemerintah. peraturan. Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946—sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. Sesungguhnya clii . UUD 1945 berisi norma. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). UUD. majelis itu bersidang untuk menetapkan. UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. dapat dipisah-pisahkan. Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. aturan. Setiap produk hukum seperti undang-undang. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. lembaga masyarakat.

Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. Dengan aturan-aturan yang tertulis. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturanaturan pokok saja. karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis.rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). cliii . Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. dan tidak ketinggalan zaman. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. harus terus hidup secara dinamis. ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. Undang-undang Dasar menjadi aturan yang luwes. 2. yakni hanya memuat 37 pasal. supel. Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. yang hanya memuat aturan pokok. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. yang masih harus berkembang.

PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 MAKNA. SIFAT DAN TUJUAN PEMBUKAAN UUD’45 1) Makna Pembukaan UUD’45 Makna yang terkandung dalam tiap-tiap Alinea Pembukaan UUD 1945. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). Isi UUD 45 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945. Karena itu. Selain itu. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. yang logis sejak dari alinea I cliv . Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. Tiap-tiap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. ISI. secara keseluruhan sebenarnya merupakan suatu kesatuan yang logis. pengubahan.Ini tidak berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. yang pembuatan. sejak dari alinea I sampai dengan alinea IV merupakan suatu kesatuan. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya.

Pelanggaran terhadap hak kodrat dan hak moral ini pada hakikatnya tidak sesuai dengan peri kemanusiaan (hakikat manusia) dan peri keadilan (hakikat adil). Kemerdekaan dalam pengertian ini bukanlah kemerdekaan individualis (liberalis) namun merupakan suatu kemerdekaan bangsa. bersatu.sampai dengan alinea IV. Dalam kenyataannya bangsa Indonesia hampir mencapai tujuan kemerdekaan tersebut. yaitu berjuang untuk mencapai kemerdekaan. Pernyataan dalam alinea II ini menurut ilmu logika merupakan suatu premis minor (yang bersifat khusus). Berdasarkan ilmu logika maka pernyataan pada alinea I ini merupakan suatu premis mayor (pernyataan yang bersifat umum). berdaulat. Alinea II Berdasarkan alasan akan hak kodrat dan hak moral bagi setiap bangsa dan kenyataannya pihak penjajah tidak memenuhi wajib kodrat dan wajib moral untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa Indonesia maka sudah semestinya bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri atas kekuasaan dan kekuatannya sendiri. yaitu hak yang melekat pada kodrat manusia dan bukanlah merupakan hak hukum. Konsekuensinya merupakan wajib kodrat dan wajib moral bagi setiap penjajah untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa jajahannya. Jadi kemerdekaan individu diletakkan dalam kaitannya dengan kemerdekaan bangsa. adil dan makmur. clv . Keseluruhannya itu dapat dirinci pada uraian berikut ini: Alinea I Dalam alinea I ini terdapat suatu pernyataan yang bersifat umum yaitu suatu hak kemerdekaan setiap bangsa di dunia. sehingga disebut juga sebagai hak kodrat dan hak moral. Kemudian kemerdekaan tersebut dijelmakan dalam suatu negara yaitu negara yang merdeka. Kemerdekaan tersebut merupakan suatu hak kodrat. sejak dari pernyataan yang bersifat umum sampai dengan pembentukan negara Indonesia.

Tentang hal ketentuan ditiadakannya UUD Negara.. Keseluruhannya itu hanya mungkin terwujud karena atas karunia dan rakhmat Tuhan Yang Maha Esa..’ yang berbunyi ”.. yang tercantum dalam kalimat. Alinea IV Semua asas yang terdapat dalam alinea I...melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa.. Tentang tujuan negara..” clvi .. " (yang merupakan suatu tujuan khusus) dan ........ Menurut ilmu logika pernyataan dalam alinea ketiga ini merupakan suatu konklusio atau merupakan suatu kesimpulan. yang termuat dalam suatu pernyataan “.... ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.. atau merupakan konsekuensi logis yaitu isi alinea IV merupakan tindak lanjut dari alinea sebelumnya.. perdamaian abadi dan keadilan sosial . b.Alinea III Sebagai suatu konsekuensinya maka bangsa Indonesia menyatakan kemerdekannya itu atas kekuatannya sendiri yang didukung oleh seluruh rakyat.. (merupakan tujuan umum atau internasional).. Isi yang terkandung dalam alinea IV yang merupakan konsekuensi logis atas kemerdekaan yaitu meliputi pembentukan pemerintahan negara yang meliputi empat prinsip negara yaitu : a.” c.. kareta melaksanakan dan merealisasikan hak kodrat dan hak moral akan terwujudnya kemerdekaan.maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. II dan III tersebut pada hakikatnya merupakan suatu asas pokok bagi alinea IV.yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Demikian pula merupakan suatu tindakan yang luhur dan suci. Tentang hal bentuk negara.

Alinea II = berhasilnya perjuangan bangsa Indonesia. Seluruh isi yang terdapat dalam alinea IV tersebut pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan tentang pembentukan pemerintahan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila (Notonagoro. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tentang dasar filsafat (dasar kerokhanian) negara.. 3) Sifat Pembukaan UUD’45 Secara menyeluruh ada empat macam sifat Pembukaan UUD’45. Tujuan dan Cita-cita.d. = peduangan bangsa telah sampai pada titik puncak/ kulminasi = awal hidup luhur bangsa memiliki Dasar.dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Alinea IV = pembentukan pemerintah Indonesia dengan dasar Pancasila sebagai asas kerohanian bangsa. dalam kalimat “. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Sudut Isinya (kesepadanan) Alinea I Alinea II Alinea III = tuntutan hak kodrat dan hak moril bangsa. 2) Isi Pembukaan UUD’45 Isi Pembukaan UUD’45 dapat ditinjau dari dua sudut pandang.. yaitu: Alinea IV = Ikrar berdirinya Negara kesatuan RI dengan clvii . Alinea III = kemerdekaan rakyat Indonesia atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa. yaitu: a. Sudut Sejarah (terjadinya) Alinea I = pernyataan hak kemerdekaan dari segala bangsa. 1957 : 6-12). Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat serta kebijaksanaan dengan mewujudkan dalam suatu permusyawaratan/perwakilan.. b.

Pembukaan UUD’45 bersifat konkrit/jelas.I. b. Daerah. • Secara material. dengan jalan hukum suatu peraturan hukum hanya dapat dihapus oleh penguasa yang menetapkannya atau yang lebih tinggi kedudukannya atau derajatnya. padahal saat ini sudah tidak ada lagi. apa yang terjadi pada saat. maka tidak terpenuhi syarat-syarat adanya negara. proklamasi tidak dapat diulang lagi. • Dari Segi isinya . yaitu: • adanya rakyat Indonesia. artinya dengan adanya Pembukaan UUD’45 sebagai Kata Pengantar UUD Negara R. asas politik dan asas cita-cita negara serta memuat ketentuan diadakannya UUD negara. (Staatfundamentalnorm). yang melindungi segenap bangsa Indonesia. maka adanya Negara Kesatuan RI menjadi konkrit/jelas. yaitu memuat dasar-dasar pokok negara yang dibentuk memuat asas kerokhanian. Jika Pembukaan UUD’45 tidak ada. Pemerintah dan Asas Kerokhanian (asas politik. artinya selamanya terlekat dalam kelangsungan hidup bangsa Indonesia sepanjang masa di dalam bernegara. clviii . Pembukaan UUD’45 bersifat tetap tidak dapat diubah. serta terlekat pada Tuhan YME (Proklamasi). artinya menurut ilmu hukum tatanegara memiliki beberapa unsur mutlak : • Dari Segi Terjadinya. hanya satu kali terjadi yang terikat dan terlekat kepada masalah hidup pokok dari setiap warga bangsa pada saat itu. untuk menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar-dasar negara yang dibentuknya. yaitu ditentukan oleh Pembentuk Negara dan terjelma dalam suatu pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk negara. yaitu adanya Rakyat. tujuan dan cita-cita bangsa). c.a. Pembukaan UUD 1945 Sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental.. sebab • Secara formal.

badaniah dan Tuhaniah). adanya Pancasila. tegas dan jelas formulasinya. ekonomi. kebahagiaan. membentuk suatu pemerintahan negara. yaitu memiliki kekuatan yang dapat dipaksakan. sebagai dasar Negara. Pembukaan UUD’45 bersifat tertulis. yakni terpeliharanya kemerdekaan. d. Namun memiliki kelemahan pula. 4) Tujuan Pembukaan UUD’45. yaitu: a. tidak dapat dirubah dengan kekuasaan sebab bersifat imperatif moril. b. Alinea II = suatu cita-cita Kemerdekaan. hanya kelemahannya tidak tegas dan tidak jelas formulasinya serta mudah untuk dilanggar atau dilupakan orang. memiliki kekuatan mudah untuk diingat. melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. clix . Alinea IV = suatu pernyataan Kemerdekaan sebagai permulaan suatu penentuan perwujudan asas tujuan yang tetap hidup luhur dan suci atas rahmat Tuhan YME. Alinea I= suatu pertanggungjawaban atas Proklamasi Kemerdekaan RI. Negara dan daerah atas Keadilan Hukum dan keadilan Moril. kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa. maka dengan kekuasaan dapat diubah. adanya asas Tujuan atau Cita-cita bangsa. ketertiban dunia. Tujuan Pembukaan UUD’45 mempunyai 4 macam tujuan. c. Alinea III = d. adanya Pemerintah Negara. kedaulatan Negara. Sesuatu piagam atau apapun yang bersifat tidak tertulis. Republik yang berkedaulatan Rakyat.• • • • • adanya Daerah Negara. adanya asas Politik. perdamaian abadi dan keadilan sosial. (kesejahteraan politik. sebagai hukum positif. Kesatuan Bangsa. yaitu sulit untuk diingat. rokhaniah. sosial.

Pokok-pokok Pikiran tersebut adalah sebagai berikut: (1) Pokok Pikiran Pertama : Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar asas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dijelaskan bahwa Pembukaan UUD 1945 mengandung Pokok-pokok Pikiran yang meliputi suasana kebatinan dari UUD Negara Indonesia. negara penyelenggara negara dan setiap warga negara wajib mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan golongan ataupun perorangan. Jadi negara mengatasi segala faham golongan. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. negara menurut pengertian Pembukaan UUD 1945 tersebut menghendaki persatuan meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya. 7. clx . Hal ini menunjukkan pokok pikiran persatuan. Dengan pengertian yang lazim. Negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan wilayah seluruhnya. Pokok pikiran ini menegaskan bahwa dalam Pembukaan* diterima aliran pengertian negara persatuan. Pokok-pokok Pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum (Rechtsidee) yang menguasai hukum dasar negara baik hukum dasar tertulis (UUD) maupun hukum dasar tidak tertulis (convensi).POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM PEMBUKAAN UUD’45 Menurut penjelasan resmi dari Pembukaan UUD 1945 yang termuat dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. Berdasarkan isi dari penjelasan resmi Pembukaan UUD 1945 tersebut bahwa dengan Pokok-pokok Pikiran tersebut nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dijelmakan atau dijabarkan secara normatif dalam pasalpasal UUD 1945. mengatasi segala faham perorangan.

Pokok pikiran inilah yang merupakan Dasar Politik Negara. Pokok pikiran ini dalam ‘Pembukaan’ mengandung konsekuensi logis bahwa sistem negara yang terbentuk dalam Undang-Undang Dasar harus berdasarkan atas kedaulatan rakyat dan berdasarkan permusyawaratan/perwakilan. Ini adalah pokok pikiran kedaulatan rakyat. Memang aturan ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia. dan merupakan suatu kausa finalls (sebab tujuan). yang menyatakan bahwa kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. dan permusyawaratan/perwakilan. (3) Pokok Pikiran Ketiga : Negara yang berkedaulatan rakyat. berdasarkan atas kerakyatan. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Keempat Pancasila. Sehingga dapat menentukan jalan serta aturan-aturan mana yang harus dilaksanakan dalam Undang-Undang Dasar untuk sampai pada tujuan itu yang didasari dengan bekal persatuan. Pokok pikiran ini menempatkan suatu tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai dalam Pembukaan. Pokok pikiran keempat dalam ‘Pembukaan’ ini mengandung konsekuensi logis bahwa Undang-Undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara untuk clxi .(2) Pokok Pikiran Kedua : Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. (4) Pokok Pikiran Keempat Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut Gasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Ini merupakan pokok pikiran keadilan sosial yang didasarkan pada kesadaran bahwa manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama uniuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat.

memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur. Hal ini menegaskan pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengandung pengertian taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan pokok pikiran kemanusiaan yang adil dan beradab yang mengandung pengertian menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia atau nilai kemanusiaan yang luhur. Pokok pikiran keempat ini merupakan Dasar Moral Negara yang pada hakikatnya merupakan suatu penjabaran dari Sila Pertama dan Sila Kedua Pancasila. Empat pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 menurut Penjelasan Undang-Undang Dasar ini, merupakan penjelasan logis dari inti alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Atau dengan lain perkataan bahwa keempat pokok pikiran tersebut tidak lain adalah penjabaran dari Dasar Filsafat Negara, Pancasila. Dalam pokok pikiran yang pertama ditekankan tentang aliran bentuk negara persatuan, pokok pikiran kedua tentang cita-cita negara, yaitu keadilan sosial dan pokok pikiran ketiga adalah merupakan dasar politik negara berkedaulatan rakyat. Bilamana kita pahami secara sistematis maka pokok pikiran I, II dan III memiliki makna kenegaraan sebagai berikut : negara ingin mewujudkan suatu fujuaii negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok pikiran I). Agar terwujudnya tujuan negara tersebut maka dalam pelaksanaan negara harus didasarkan pada suatu dasar politik negara yaitu negara persatuan republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran I dan III) (Notonagoro, 1974:16). Dalam kehidupan kenegaraan mendasarkan pada suatu dasar moral yaitu negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab (pokok pikiran IV). Sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu negara sudah semestinya memiliki suatu cita-cita yang ingin dicapai yaitu suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (pokok pikiran keempat) sehingga pokok pikiran ini merupakan suatu

clxii

dasar cita-cita negara. Maka untuk mencapai cita-cita kenegaraan yaitu suatu keadilan dalam hidup bersama (keadilan sosial), negara mewujudkan dalam suatu dasar tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok (pokok pikiran I), adapun sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita negara sebagaimana termuat dalam (pokok I), dan Republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran III). serta harus mendasarkan pada dasar, moral negara, yaitu negara berdasar atas “Ketuhanan YME” dan menurut dasar ‘kemanusiaan Yang adil dan berabad. Dengan lain perkataan untuk mewujudkan tujuan negara serta cita-cita negara, juga harus mendasarkan pada dasar moral negara. Hal ini menunjukkan bahwa betapapun baiknya suatu sistem negara dengan suatu perangkat hukum yang baik. Tetap harus mendasarkan pada moralitas negara yang baik pula. Negara dengan sistem politik dan hukum yang baik, apabila aparat pelaksana, penyelenggaraan negara tidak memiliki moralitas yang luhur, maka negara akan mengalami ketidakseimbangan dan akhimya rakyat mengalami penderitaan. Prinsip negara sebagaimana terkandung dalam pokok-pokok. pikiran tersebut menunjukkan kepada kita dalam kehidupan bernegara walaupun didasarkan pada peraturan hukum, juga harus didasarkan pada moralitas. Negara Indonesia mendasarkan pada komitmen moral kemanusiaan yang beradab karena dalam kehidupan bernegara pada hakikatnya untuk mencapai tujuan kemanusiaan yang bermartabat luhur. HUBUNGAN ANTAR POKOK PIKIRAN PEMBUKAAN UUD’45 DENGAN BATANG TUBUH UUD’45. Dalam sistem tertib hukum, Indonesia,. Penjelasan UUD’1945 menyatakan bahwa Pokok Pikiran itu meliputi suasana kebatinan dari UndangUndang Dasar Negara Indonesia serta mewujudkan cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar tertulis (UUD) dan hukum dasar tidak tertulis (convensi), selanjutnya. Pokok Pikiran itu dijelmakan dalam pasal-pasal UUD

clxiii

1945. Maka dapatlah disimpulkan bahwa suasana kebatinan Undang-Undang Dasar 1945 tidak lain dijiwai atau bersumber pada dasar filsafat negara Pancasila. Pengertian inilah yang menunjukkan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pembukaan UUD 1945, mempunyai fungsi hubungan langsung yang bersifat kausal organs dengan batang tubuh UUD 1945. Karena isi dalam Pembukaan dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945. Maka, Pembukaan UUD 1945 yang memuat dasar filsafat negara dan Undang-Undang Dasar merupakan satu kesatuan walaupun dapat dipisahkan, bahkan merupakan rangkaian kesatuan nilai dan norma yang terpadu. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang didalamnya terkandung Pokok-pokok Pikiran Persatuan Indonesia. Keadilan sosial, Kedauatan Rakyat berdasarkan atas Permusyawaratan/Perwakilan serta Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang inti sarinya merupakan pencernaan dari dasar filsafat Pancasila. Adapun Pancasila itu sendiri memancarkan nilai-nilai luhur yang telah mampu memberikan semangat kepada UUD 1945. Semangat dari UUD 1945 serta yang disemangati yakni pasal-pasal UUD 1945 serta penjelasannya pada hakikatnya merupakan satu rangkaian kesatuan yang bersifat kausal organis. Ketentuan serta semangat yang demikian itulah yang harus diketahui, dipahami serta dihayati oleh segenap bangsa Indonesia yang mencintai negaranya. Rangkaian isi, arti makna yang terkandung dalam masing-masing alinea dalam pembukaan UUD 1945, melukiskan adanya rangkaian peristiwa, dan keadaan yang berkaitan dengan berdirinya Negara Indonesia melalui pernyataan Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia. Adapun rangkaian makna yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: (1) Rangkaian peristiwa dan keadaan yang mendahului terbentuknya negara, yang merupakan rumusan dasar-dasar pemikiran yang menjadi latar

clxiv

belakang pendorong bagi Kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam, wujud terbentuknya negara Indonesia (alinea I, II dan III Pembukaan). (2) Yang merupakan ekspresi dari peristiwa dan keadaan setelah negara Indonesia terwujud (alinea IV Pembukaan). Perbedaan pengertian serta pemisahan antara kedua macam, peristiwa tersebut ditandai oleh pengertian yang terkandung dalam anak kalimat, “Kemudian daripada itu” pada bagian keempat Pembukaan UUD 1945; sehingga dapatlah ditentukan sifat hubungan antara masing-masing bagian Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD 1945, adalah sebagai berikut: (1) Bagian pertama, kedua dan ketiga Pembukaan UUD 1945 merupakan segolongan pernyataan yang tidak mempunyai hubungan ‘kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945. (2) Bagian keempat, Pembukaan UUD 1945 mempunyai hubungan yang, bersifat *kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945, yang mencakup beberapa segi sebagai berikut: (a) (b) Undang-Undang Dasar ditentukan akan ada. Yang diatur dalam UUD, adalah tentang pembentukan pemerintahan negara yang memenuhi pelbagai persyaratan dan meliputi segala aspek penyelenggaraan negara. (c) (d) Negara Indonesia ialah berbentuk Republik yang berkedaulatan rakyat. Ditetapkannya dasar kerokhanian negara (dasar filsafat negara Pancasila). Atas dasar sifat-sifat tersebut maka dalam hubungannya dengan Batang Tubuh UUD 1945, menempatkan pembukaan UUD 1945 alinea IV pada kedudukan yang amat penting. Bahkan dikatakan bahwa sebenarnya hanya alinea IV Pembukaan UUD 1945 inillah yang menjadi inti sari Pembukaan dalam arti yang sebenarnya. Hal ini sebagaimana termuat dalam penjelasan resmi Pembukaan dalam Berita Republik Indonesia tahun 11, No. 7, yang

clxv

Pasal 17 menjadi 4 clxvi . Pasal 10 tetap. Pasal 6 dengan dua ayat. (Pidato Prof Mr. Batang Tubuh UUD’45 memiliki 3 sifat utama. dan 3 (tiga) pasal aturan peralihan dan dua pasal aturan tambahan. Pasal 14 menjadi 2 ayat.hampir keseluruhannya mengenal bagian keempat Pembukaan UUD 1945. ditambah Pasal 6A menjadi 5 ayat. Soepomo tanggal 15 Juni 1945 di depan rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia). Adapun pasai-pasal dimaksudkan antara lain Pasal 2 dan Pasal 3 dari 2 ayat menjadi 3 ayat. Pasal 9 menjadi 2 ayat. Pasal 7B terdiri atas 7 ayat. Rigid (tidak kaku). Pasal 12 tetap. Selain jumlah bab ditambahkan juga banyak pasal-pasal yang dikembangkan. elastis dan supel. Pasal 16 1 ayat. Sifat Batang Tubuh UUD’45. Batang tubuh UUD’45 ialah peraturan Negara yang memuat ketentuanketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber daripada peraturan perundangundangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara itu. 3. kapan saja dapat berlaku. siapa saja menjadi WNI maupun menyelaminya. yaitu: 1. Pasal 11 menjadi 3 ayat. BATANG TUBUH UUD’45 Pengertian Batang Tubuh UUD’45. artinya dapat mengikuti perkembangan zaman. Fleksibel. Pasal 13 menjadi 3 ayat. artinya dapat diselami setiap warga negara Indonesia secara keseluruhan. Pasal 8 menjadi 3 ayat. artinya dapat dilaksanakan oleh setiap warga negara Indonesia di semua tempat. Luwes (gemulai). disembarang ruang dan di mana saja dapat dipraktekkan. sejak dulu hingga sekarang dan sampai kapanpun. 2. Isi Batang Tubuh UUD’45 UUD 1945 hasil Amandemen 2002 masih tetap. akan tetapi telah dibagi dari 16 Bab menjadi 26 Bab. Dr. Pasal 7C. Pasal 15 tetap. memuat 37 pasal. Pasal 7 ditambah Pasal 7A.

Pasal 37. ditambah pasal 28-A dengan 1 ayat. Pasal 28-B dengan 2 ayat. ada yang ditambah serta ayat-ayat dalam pasal-pasal tersebut. Pasal 29 dengan 2 ayat. Pasal 30 dengan 5 ayat. Pasal 24-B dengan. ditambah Pasal 24-A dengan 5 ayat. ditambah Pasal 20 A terdiri atas 4 ayat. 23-F dengan 2 ayat. ditambah Pasal 36-A dengan 1 ayat. 4 ayat.ayat. Pasal 28-D dengan 4 ayat. Pasal 36 dengan 1 ayat. Pasal 20 menjadi 5 ayat. Pasal 28-C dengan 2 ayat. Pasal 32 dengan 2 ayat. 22-B terdiri atas 1 ayat. Pasal 35 dengan 1 ayat. Pasal 28-1 dengan 5 ayat. Pasal 22 tetap 3 ayat. Pasal 28-H dengan 4 ayat. Pasal 31 dengan 5 ayat. 22-C terdiri atas. ditambah pasal 18 A terdiri atas 2 ayat. Pasal 23-G dengan 2 ayat. Pasal 22-E dengan 6 ayat. Demikian isi UUD 1945 hasil amandemen tahun 2002 (amandemen ke4) yang masing-masing pasal ada yang dikurangi dan. ditambah pasal 23-A 1 ayat. Amandemen/Perubahan Uud’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Era Global PROSES PERUBAHAN/AMANDEMEN UUD’45 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Pasal 26 dengan 3 ayat. Pasal 28-J dengan 2 ayat. Pasal 24-C dengan 6 ayat. sebagai berikut: clxvii . Pasal 36-C dengan 1 ayat serta Pasal 37 berisi 5 ayat. ditambah pasal 22-A 1 ayat. Pasal 28 dengan 1 ayat. Pasal 28-F dengan 1 ayat. Pasal 22-D terdiri atas 4 ayat. Pasal 21 tetap 2 ayat. terutama mengingat agar UndangUndang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. Pasal 23-D 1 ayat. Pasal 27 dengan 3 ayat. Pasal 36-B dengan 1 ayat. Pasal 18 menjadi 7 ayat. Pasal 23-E dengan 3 ayat. B. Pasal 28-E dengan 3 ayat. Pasal 34 dengan 4 ayat. Pasal 28-G dengan 2 ayat. Pasal 19 menjadi 3 ayat. Pasal 25 dengan 1 ayat. 4 ayat. Pasal 23-B 1 ayat 23-C dengan 1 ayat. Pasal 23 berubah menjadi 3 ayat. Pasal 33 dengan 5 ayat. Pasal 18 B terdiri atas 2 ayat. Pasal 30 dengan 5 ayat. memuat 5 ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Pasal 24 dengan 3 ayat.

Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang. Pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945. Berketuhanan. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. clxviii . jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. DINAMIKA PELAKSANAAN UUD’45 SEJAK AWAL KEMERDEKAAN HINGGA ERA GLOBAL. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. tujuan negara dan dasar negara Pancasila.(1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’. sifat negara. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar.

MASA KEMERDEKAAN (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia. dan pembubaran DPR oleh Presiden. karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4. Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: clxix . karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. 7 kali yaitu: 1. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. Tapi Ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. MASA ORDE LAMA (1959-1966) 1) PENGERTIAN ORDE LAMA Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. Namun keadaan ini tidak bertahan lama. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7. misalnya Nasakom. Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5. pengangkatan Presiden seumur hidup. Kabinet Burhanudin Harahap. Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer.

clxx . Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945. b. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. Mempunyai tujuan: a. Berbagai ancaman datang silih berganti. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. 2) BEBERAPA PENYIMPANGAN DALAM PELAKSANAAN UUD 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan. DPR. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup.1.Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. jadi hanya bersifat sementara. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk.Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. Lembaga negara seperti MPR. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika d. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. 2. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. MASA ORDE BARU 1) PENGERTIAN ORDE BARU Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945. c.

dan Hanura secara konstitusional. Selain itu.tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966. Tap. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. Dalam sidang umum MPR bertugas. b. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945. dan politik yang stabil serta melaksanakan cita-cita demokrasi politik. dan Pemilu 2. 2) LANGKAH PENCAMALAN UUD 1945 OLEH ORDE BARU Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. 3. MPR No. DPR. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945. Presiden. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. perekonomian. wakilnya.IX/MPR/1966. MPR mengadakan sidang umum. clxxi .XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen antikolonialisme. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu. dan Tap MPR No. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. Menetapkan GBHN.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN. MPR No. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap. a. Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. Tritura.

b. Membentuk lembaga tinggi negara. d. yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. SidangTahunan MPR tahun 2000. 5. dan Sidang Tahunan MPR 2002. Sidang Tahunan MPR 2000. UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara. MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. dan Sidang Tahunan MPR 2002. MASA REFORMASI Dalam proses reformasi dewasa ini. clxxii . Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinter-pretable” pada pasal-pasal UUD 1945. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. Melaksanakan Pemilu tepat waktu. Tugas Presiden: a. DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. c.4. Sidang Tahunan MPR 2001. Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang. Sidang Tahunan MPR 2001. 6. yaitu DPA dan BPK. terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945. karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999.

19. b. tindakan berlandaskan dipertanggungjawabkan secara hukum dan tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen). Artinya. Sistem Ketatanegaraan Negara Republik Indonesia TUJUH KUNCI POKOK SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA R. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan. 28. 5. 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. 28A-28J. 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia.I. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara setiap Indonesia harus adalah negara yang hukum. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen.C. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I). yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia. tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). dalam arti formal saja. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya. berdasarkan sehingga hukum dapat (rechtsstaat). clxxiii . tetapi juga dalam arti materiil. 23E dan 24. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara. yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. lihat UUD 1945 Pasal 27. 20. 4 . yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan.

Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluan-haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. 33 dan 34. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan clxxiv . serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 31. Karena ia adalah mandataris MPR. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional. lihat UUD 1945 Pasal 24. berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia. lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD. f. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas). 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan. dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. maka dia.c. bukan absolut (tidak terbatas). d. Dalam sistem ini. wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem konstitusional. e. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. serta bertanggung jawab kepada majelis ini. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia.

mendapatkan persetujuan DPR. antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara. pengangkatan duta dan konsul. 5) Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. pemberian amnesti dan abolisi dan lainlain. Dalam melakukan kewajibannya. Karena itu Presiden dan DPR harus bekerja sama. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan clxxv .segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasal-pasal UUD 1945 hasil amandemen keempat. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus. 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. 7B). Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. penganugerahan gelar dan tanda jasa. tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A.

... Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden..I. pengubahan. sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. Seperti dijelaskan sebelumnya.. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak.. SUSUNAN KEKUASAAN NEGARA R. DPR.”. Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR.. dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR. Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. Pembentukan. dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang.Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat. clxxvi . Selain itu. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri. 7. ia bukan diktator. Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV... karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden.UU (lihat Pasal 17). dan Presiden sangat erat.Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UndangUndang Dasar Negaraa Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden..

didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) LTUD 1945). artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif. (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif. Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung. atau pengawasan didelegasikan kepada Baden Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). (b) Kekuasaan Legislatif. DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. yang dalamUUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). (c) Kekuasaan Yudikatif... (d) Kekuasaan Inspektif. (Pasal 16 UUD 1945). (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan.. Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). clxxvii . didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1). tertinggi adalah ditangan rakyat. berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “. didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi.(b) Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat.

(3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945. Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945. Melantik Presiden dan Wakil Presiden. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: (1) penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III. (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”.. serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi.. (b) “Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD. pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas.. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas clxxviii .. yaitu” . (d) Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan).”. menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan. Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali. dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat.

Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas. (2) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. (2) Pasal 2 ayat (1). maka dimungkinkan terbanyak. “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar”. (1) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD. MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat. yaitu meliputi tiga hal. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD. Majelis Permusyawaratan. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan. yaitu mengubah UUD. Berdasarkan ketentuan tersebut maka pengambilan keputusan itu melalui suara clxxix . (2) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai.permusyawaratan perwakilan. misalnya Pasal 7B ayat (7). dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. (5) Pengawasan Konsep pengawasan menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2). Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : (1) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah sebagai asasnya. Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah.

dan (2) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat. MPR No. dan Mahkamah Agung.menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu. D.. (3) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR.VI/MPR/1973 dan Tap.III/MPR/1978. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden. karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat. Dewan Pertimbangan Agung. wewenang.. tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasal-pasalnya. Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. tugas dan hubungan antar lembag. disebut “. Dewan Perwakilan Rakyat.” Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : (1) Dilakukan oleh seluruh warga negara. MPR No. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. Sistem Kelembagaan Negara RI KELEMBAGAAN NEGARA UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya. Badan Pemeriksa Keuangan. Dalam Tap.kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi: clxxx .. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan. Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan..a negara.

DPD. Pasal clxxxi . 20. dan DPRD (Pasal 23 E. 22B. dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden.KELEMBAGAAN NEGARA SETELAH PERUBAHAN UUD 1945 (ST MPR 2002) UUD 1945 BPK MPR PRESIDEN KEKUASAAN KEHAKIMAN MK/MA/KY DPD /DPR WAPRES LEGISLATIF Keterangan: MK = Mahkamah Konstitusi MA = Mahkamah Agung KY = Komisi Yudisial Sumber: Kompas. 20A. Agustus 2002 EKSEKUTIF YUDIKATIF Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19. sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. 22C. 21. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR.

Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24. jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. memutus pembubaran partai politik. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24. Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002. memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD. Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final. 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. Badan ini bersifat bebas dan mandiri. dan 23G). 2. Tugas BPK antara lain: 1. clxxxii . di samping DPR dan Presiden. martabat serta perilaku hakim. (Lihat Pasal 24B).23F. Merneriksa semua pelaksanaan APBN. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. (Lihat Pasal 24C) HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI HUBUNGAN ANTARA MPR DAN PRESIDEN Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR. Dewan Perwakilan Rakyat. tindak pidana berat lainnya. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya. HUBUNGAN ANTARA MPR DAN DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggotaanggota. maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. korupsi. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar.Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002. maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR. maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar. yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD. penvuapan. Dengan demikian maka seluruh anggota. Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir. clxxxiii . hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. dan anggota-anggota. maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR.

dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). melalui serta wewenang DPR. maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. benarbenar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis. hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). hak interpelasi.Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. hak budget. hak amandemen. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara. HUBUNGAN ANTARA DPR DAN PRESIDEN Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1). Di dengan Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga- clxxxiv . Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). 20 dan 21). DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. MPR serta mempunyai tugas lainnya sesuai yang agar sangat luas. MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang peraturan-peraturan itu undang-undang UUD 1945. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. peraturan-peraturan lembaga lainnya. yang dimilikinya seperti hak angket.

berkonsultasi dan dalam banyak hal. maka Iembaga-lembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. pekerjaan untuk membuat UU. Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a. memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva. yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. mendengarkan.ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis). Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah. Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. Presiden harus memperhatikan. dan dengan pengawasan tersebut. ma.dalam. Menurut UUD 1945. clxxxv . Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan.

Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)). maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. akan tetapi tergantung kepada Presiden. dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah. Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam clxxxvi . Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh suratsurat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)). Dengan adanya wewenang DPR tersebut. HUBUNGAN ANTARA DPR DENGAN MENTERI-MENTERI Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. (2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan. Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan (3) Hak amandemen (mengadakan perubahan) (4) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) (5) Hak bertanya (6) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan). Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet. sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menteri-menteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR.(1) Hak budget.

mereka bukan pegawai tinggi biasa. terutama berdasar Pasal 3 ayat (3). menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR. HUBUNGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN MENTERI-MENTERI Presiden mengangkat dan memberhentikan menterimenteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR. Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. 1945. Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut clxxxvii . akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya. yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas. ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya.penjelasan UUD. dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden. sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)). Oleh karena itu menteri-menten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR. Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). Meskipun kedudukan Para menteri tergantung.kepada Presiden. oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a.-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. akan tetapi tergantung kepada Presiden.

departemennya. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara, para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan, timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. HUBUNGAN ANTARA MAHKAMAH AGUNG DENGAN LEMBAGA NEGARA LAINNYA. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lainlain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur rnenetapkan hubun~arl antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim, sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila. Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law, not by man). Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat

clxxxviii

perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturan-peraturan itu, atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang, Tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabila pengadilan, karena alat penbuktian yang sah menurut undangundang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan pesitaan, selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undang-undang. Setiap orang yang disangkakan, ditangkap. ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). Semua pengadilan memberikan keterangan, pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi, berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat .yang .lebih tinggi. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut, dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. Ketentuan ini

clxxxix

mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung, yang mengandung makna,bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang- undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. Dalam merupakan proses reformasi dewasa ini Mahkamah KKN Agung untuk ujung tombak terutama mernberantas

rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No. XI/MPR/1998. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. HUBUNGAN ANTARA BPK DENGAN DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. Undang-Undang No. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan, bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah, akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang, badan/instansi Pemerintah atau badan swasta, sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya, oleh karena, pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum

cxc

dapat dikatakan cukup. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula, secara tertib. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. Selain pelaksanaan APBN, diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana, apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana, atau perbuatan yang merugikan negara, maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. ' ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara, antara BPK, DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan, dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam hulan atau dengan hukuman dengan scbanyak-banyaknya Rp. 1.000.000,00. E. Indikator Penilaian

cxci

Kreativitas. Kemutkhiran bahan pustaka cxcii . Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • • Contextual instruction Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. Kerjasama tim presentasi. Ketuntasan pemecahan kasus. Kedisiplinan. Kejelasan uraian.Metode Pembelajaran : Kuliah(40%).

yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.BAB III PENUTUP Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. cxciii . UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen).

Drs..Makassar. Pen.Si. M. CST. Pen. Tim Dosen Pancasila Unhas. Erlangga.I. Kaelan. Pradnya Paramitha. Departemen Penerangan R. Tentang dan Sekitar UUD’45. Paramitha Pradnya. JCT. Hutauruk. Kajian tentang UUD’ Negara R. Setiadi. III) Pen. M.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Pendidikan Pancasila.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Pen.Si.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Yogyakarta. Universitas Hasanuddin. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Bandung.STIMIK DIPANEGARA . Pen. Jakarta. 2005. Simorangkir. 2003. Drs. Purnomo. Dra. Pen.Jakarta. Jambatan. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Seko ABRI. R. Pembagian Kekuasaan Negara. Jakarta. 1973. Pen.H. Pen. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Pradnya Paramitha.Si. Yogyakarta. Jakarta. 2002. Gunawan. S. Pengimplementasian UUD’45.Makassar. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny. M. Kansil.I. 1982. 1968. M. II. Bursa Buku FH-UI. 1970. 1973. Pen. 1962. Elly M. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. Kanisius. Pen. Pancasila dan UUD'45 (I.2004 cxciv . Yogyakarta. Kaelan. 1993.

keamanan. ras. Ruang lingkup HAM meliputi a. kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. PENDAHULUAN A. Sejarah dan Macam-macam HAM 2. hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial. kekuasaan pemerintah. atau jenis kelamin. HAM dalam tataran Global 3. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila cxcv . UU No. dan lain-lain: b. HAM dalam UUD 1945 5. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : 1. serta d. kebebasan. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undangundang dasar.MODUL VIII HAK ASASI MANUSIA BAB I. tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Pengertian. hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. B.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4. HAM juga bersifat supralegal. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001).

D. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 8. sejarah dan macam-macam HAM 9. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya cxcvi .C. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 10. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian.

1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John • • • Bill of rights (Undang-Undang Hak. sejarah dan macam-macam HAM 1. Sejarah HAM Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Naskah tersebut adalah : • Magna Charta (piagam Agung. 1689) Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Berawal dari 2 perang besar didunia ( Pd I dan Pd II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. 2. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan. 1789) Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan cxcvii .BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsurangsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi.

Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. hak atas kebebasan. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. 3. yaitu : • • • • Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) Kebebasan beragama (freedom of religion) Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu.Macam-macam HAM Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan). disamping hak-hak politik. menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial. memeluk agama. Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak • • Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. hak untuk memilih dsb. membeli.hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. cxcviii . dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. mensual.

penyidikan. HAM pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada.• • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan. 2) masyarakat sebagai keluarga besar. yaitu: a. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas. penggeledahan. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. b. pembelaan. c. misalnya dalam penangkapan. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. pemeriksaan. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama. 3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. dan peradilan B. negara sebagai koordinator dan pengawas. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban cxcix . hak masuk dan ikut dalam parpol.

7) hak untuk mendapat hak milik atas benda.sebagai anggota masyarakat. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. cc . politik. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. 10) hak untuk berapat dan berkumpul. d. ekonomi. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil. 2) kemerdekaan dan keamanan badan. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi. 9) hak untuk bebas memeluk agama. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. sosial. Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup.

26/2000 tentang Pengadilan HAM. 13) hak untuk berdagang. dan konsisten. hak atas kebebasan. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional cci . 39/1999 tentang HAM dan UU No. antiterorisme. hak wanita. Oleh sebab itu. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya Sejalan dengan amanat Konstitusi. 29. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. sosial budaya. a. Pancasila sila ke-4. hak turut serta dalam pemerintahan. dan hak anak. baik dalam penerapan. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. Sesuai dengan Pasal l (3). 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. UU No. pada prinsip saling menghormati. ekonomi. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). hak atas kesejahteraan. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No. hak atas rasa aman. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. politik. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. kesederajatan. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan yang berlaku. hak mengembangkan diri. Pasal 55.12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. pemantauan. tidak diskriminatif. 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). C. dan 30). Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil. hak memperoleh keadilan.

dan tepat. k. ccii . i. g. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. n. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. m. l. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. j. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. e. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. c. f. h.b. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. d. cepat. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan.

Dalam Pembukaan UUD’ 45 1. hukum. dan menghukum para pengedarnya secara maksimal. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. Menurut Pancasila. p. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.Hak Asasi Dalam UUD’ 45 i. alinea 3 4. sosial cciii . hakikat manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. alinea 1 2. Peningkatan penanganan dan tindakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. alinea 4 perlindungan terhadap hak budaya dan ekonomi) ii. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya. meningkatkan penyidikan. alinea 2 3. penuntutan.o. q. baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. Bangsa Indonesia telah lebih dulu : Kebebasan untuk merdeka : Negara yang adil : Menyatakan kemerdekaan :Menunjukkan pengakuan dan asasi (dalam bidang politik. penyelidikan. D. Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan.

. dan diteruskan dengan cciv . Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis. hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB. dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. 1.” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas.dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal. Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289). Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. asasi Manusia PBB. Sehingga. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. Telah mengangkat hak-hak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa.

antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang politik..... dalam rumusan tujuan negara “. dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa. maka pengertian bangsa.kata “. Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “.”... Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut.Memajukan kesejahteraan umum. Pendidikan.. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: ccv . Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri. kebudayaan...supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas. ekonomi. tujuan negara.. dan agama. sosial.” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah. hukum material.. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2).

(8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. bangsa. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. dan negaranya. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. ccvi .

bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. ccvii . memilih pekerjaan. serta berhak untuk mencari. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. menyimpan. memiliki. memilih kewarganegaraan. memilih pendidikan dan pengajaran. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. (6) Setiap orang berhak. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. memperoleh. bertempat tinggal. (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. atas kebebasan berserikat. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. kehormatan. keluarga.Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. (4) Setiap orang berhak untuk. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva.

setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk ccviii . (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.. hak izin untuk tidak diperbudak. hak untuk tidak disiksa. terutama pemerintah. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah. penegakkan. (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (9) Perlindungan. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. hak beragama. Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. berbangsa. diatur. hak kemerdekaan pikiran.(6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. pemajuan. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. dan bernegara. dan hati nurani. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara.

terkandung kewajiban dasar manusia. Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. hak mengembangkan diri. nilai-nilai agama. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. 39 tahun 1999. kemajuan. hak memperoleh keadilan. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan mengalami perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia KOMNAS HAM. keamanan. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. hak atas kesejahteraan. dan hak anak. walaupun pelaksanaannya belum optimal. dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. hak wanita. dan ccix . hak atas kebebasan pribadi. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. 39 tahun 1999. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. perlindungan hak asasi. yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. tentang Hak Asasi manusia. UU No. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. hukum. hak turut serta dalam pemerintahan. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan.menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. hak untuk hidup. Selain hak asasi juga dalam LJU No. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. Hak-hak asasi tersebut meliputi. hak atas rasa aman. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

hak memeluk. diatur dalam Undang-undang No. Pasal 28-H ayut (3). Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. mengolah. dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). Jikalau. pasal 28A sampai dengan pasal 28J. melindungi.konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundangundangan yang berlaku. 9 tahun 1999. ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. (2). Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. Satu kasus yang hukum internasional yang diterima oleh negara Republik ccx . serta jaminan hukum yang memadai. telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA. Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundangundangan dan Indonesia. Dengan diundangkannya UU No. serta hak memperoleh. hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). memiliki. Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1). Pasal 28-E ayat (3). Pasal 28-C ayat (2). hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). menyimpan.

Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya.cukup penting. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB. Implementasi Hak Asasi dan Kewajiban Asasi dalam Sila-Sila Pancasila a. = Saling membantu. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. Sila Kedua Hak Asasi memiliki hak asasi yang dapat Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. Sila Pertama Hak Asasi = dan kepercayaan kepada Tuhan YME Kewajiban Asasi Hak memilih dan mengakui agama = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing b. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hak-hak asasi manusia. Dalam kenyataannya merekamereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. saling menolong dan bekerjasama dengan sesama manusia ccxi . bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hak-hak asasi. atas pelanggaran di Timur-Timur. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. E.

golongan.dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. partai dll. Berarti persatuan antar suku. Sila Ketiga Hak Asasi mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan suku. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. oleh. suku. golongan. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum dalam kehidupan demokrasi Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. agama. kelompok atau kepentingan pribadi mengabaikan yang lainnya. artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau bersama daripada kepentingan golongan. d. yaitu keadilan yang memberi maupun non formal demi kepentingan perimbangan dimana hak milik bersama berfungsi sosial ccxii . dalam arti adanya keseimbangan mengutamakan dengan yang satu tidak dan Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. Sila Keempat Hak Asasi = untuk rakyat e.

Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan 2. Kedisiplinan. Kerjasama tim presentasi. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan.Kewajiban Asasi Manusia a. Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD’ 45 • • • • Wajib membayar pajak (23) Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. Perbedaan Kewajiban 1. c. b. Kreativitas. Kejelasan uraian. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. toleransi dan kerukunan beragama (29) Wajib menghormati orang lain Wajib bela negara. Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). Ketuntasan pemecahan kasus. Kemutkhiran bahan pustaka ccxiii . Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan.

ccxiv . Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara.BAB III PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. sosial. yaitu hak hidup. budaya dan ekonomi ). Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka. hukum. alinia ke 2 : negara yang adil.hak kebebasan dan hak kesamaan. alinia 3 : menyatakan kemerdekaan.

Pembagian Kekuasaan Negara. Pengimplementasian UUD’45. M. Pancasila dan UUD'45 (I. Gramedia Pustaka Utama. 1973. 2005. Bandung: Fokus Media. Drs. Kajian tentang UUD’ Negara R. II. Yogyakarta. III) Pen. 2003.Si. Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia. 2003. CST. dan S. Pen. Purnomo. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi.H. Jakarta. Pen. Departemen Penerangan R. Pendidikan Pancasila. Jambatan. Pen. 1970. Universitas Hasanuddin. R. 1993.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . M. Erlangga. Jakarta. 2003.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Makassar. Tentang dan Sekitar UUD’45. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. Kaelan. Jakarta. Gunawan. Pen. Pradnya Paramitha.2004 Azra. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Jakarta.STIMIK DIPANEGARA .Si. 1973. azyumardi. Seko ABRI.DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Pen. Hutauruk. Pen. M. 1982. Jakarta. ccxv . Simorangkir.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. M. Pen. 2002. Malian. Bursa Buku FH-UI. Kansil. Pen. 1968. S. Elly M. Paramitha Pradnya. JCT. Jakarta : Prenada Media Indonesia. Tim Dosen Pancasila Unhas. S. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Bandung. 1962. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila.Si. Yogyakarta. Setiadi. Marjuki ( editor ). Pradnya Paramitha.Makassar. Pen. Yogyakarta.Jakarta. Kaelan. Kanisius. Dra. Drs.. UII Press: Yogyakarta.I. UUD 1945 dan Amandemennya.I.

Soegito. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2002.Mansoer. Dirjen Dikti Depdiknas. A T. 2005. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I. Hak Asasi Manusia. Pendidikan Kewarganegaraan. Pasha. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I. 2002. Soemiarno. 12-23 Desember 2005. 2005. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Mansyur. Hamdan (Pnyt). Dan H. S. 2002. Jakarta : Dikti Soemarsono. Pendidikan Kewarganegaraan. Syahrial. 2002. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. ccxvi . S. Jakarta. Mustafa Kamal.Jakarta : Depdiknas. Syarbani.

DAN BERNEGARA BAB I. berbangsa dan bernegara di Indonesia pada umumnya. karena ia bisa diubah jika paradigma yang ada tidak dapat lagi menerangkan kompleksitas fenomena yang hendak diterangkannya itu.bahkan juga pandangan hidup.budaya. Dalam istilah ilmiah. Pada dasarnya.untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal. BERBANGSA. Jika kritik itu benar.dalil.paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain. berarti sebuah model berpikir dalam ilmu pengetahuan.hukum. Paradigma besara manfaatnya. Masalah yang paling dasar dalam wacana kita sekarang ini adalah mempertanyakan – dan menjawab – sudahkah Pancasila merupakan sebuah paradigma yang mapu menerangkan kehidupan bermasyarakat. Paradigma tidaklah statis.ekonomi.serta bidang-bidang lainnya.misalnya politik.MODUL IX PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM BERMASYARAKAT. dan kehidupan sosial politik pada khususnya? Bukankah kritik yang paling sering kita dengar adalah bahwa nilainilai yang dikandung Pancasila itu baik. atau jika sudah pernah menjadi paradigma. Latar Belakang Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat akan muatan ajaran. ia tidak mampu lagi menerangkan kenyataan politik di ccxvii . oleh karena konsep ini mampu menyederhanakan dan menerangkan suatu kompleksitas fenomena menjadi separangkat konsep dasar yang utuh.teori. hanya terasa bahwa sila-silanya bagaikan terlepas satu sama lain dan penerapannya dalam kenyataan yang masih belum sesuai dengan kandungan normanya. PENDAHULUAN A. bukankah hal itu berarti bahwa Pancasila masih belum merupakan suatu paradigma. konsep “paradigma” yang pertama kalinya dipopulerkan oleh Thomas Kuhn.

Aktualisasi Paradigma Dalam Kehidupan Kampus C. Pancasila sebagai paradigma pengembangan iptek 4. Pancasila sebagai paradigma pembangunan poleksosbudhankam 5. D. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus ccxviii . Kaitan Modul Modul ini adalah modul terakhir dalam pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. berbangsa dan bernagara di Indonesia ini? B. sosial. c. dan IPTEK. Pancasila sebagai paradigma reformasi 7.Indonesia dewasa ini? Jika memang demikian halnya. d. budaya. bukankah kewajiban kita bersama mengembangkannya sedemikian rupa sehingga mampu menerangkan kompleksitas kehidupan bermasyarakat. dan bernegara serta mampu mengaplikasikannya dalam penerapan ipteks yang dikuasainya. Pancasila sebagai Paradigma hukum dan ham 6. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional 3. dan menghayati Pancasila sebagai paradigma kehidupan masyarakat. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui. Pengertian paradigma 2. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma reformasi. Pancasila sebagai paradigma kehidupan beragama 8. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1. hukum. berbangsa . memahami. Menjelaskan pengertian paradigma Menjelaskan pengertian pancasila sebagai paradigma pembangunan politik. b. ekonomi. kehidupan antar umat beragama. Melalui Pembelajaran mahasiswa dapat : a.

Pemahaman pancasila juga harus diletakkan dalam suatu kesatuan integrative dengan pokok-pokok pikiran yang digariskan di dalam pembukaan UUD 1945.dalil.sumber asas serta arah dan tujuan dari suatu perkembangan. Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat dengan muatan ajaran. Pengertian Paradigma Istilah paradigma dalam dunia ilmu pengetahuan dikembangkan oleh Thomas. dimana masingmasing silanya saling menjiwai atau mendasari sila-sila lain.Khun dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution (1970:49). Manusia adalah subyek pendukung pokok sila-sila Pancasila dan pendukung negara. mengarahkan dan mambatasi. Dengan demikian maka paradigma merupakan sumber hokum. tanpa pemahaman seperti tersebut.hukum. akan kehilangan maknanya. Negara adalah organisasi atau persekutuan hidup ccxix .ekonomi.metoda yang diterapkan dalam ilmu pengetahuan. Istilah paradigma kemudian berkembang menjadi terminology yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai.BAB II PEMBAHASAN A.budaya. Dalam istilah ilmiah.bahkan juga pandangan hidup untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal.perubahan serta proses pembangunan. pancasila dapat ditafsirkan secara subyektif.misalnya politik.pola pikir.S.sehingga sangat menentukan sifat.orientasi dasar. menjadi terdistorsi dan kontraproduktif. B.ciri dan karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.teori. paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain. Secara testimologis paradigma diartikan sebagai asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakan sumber nilai). serta bidang-bidang lainnya. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Nasional Pancasila harus dipahami sebagaisatu kesatuan organis.

Tujuan dari IPTEK adalah untuk mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat umat manusia. manusia mengembangkan IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa.budaya.sosial.aspak individu. sifatkodrat manusia. politik.yaitu susunan kodrat manusia jiwa dan badan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan hasil kreativitas rohani (jiwa) manusia. yaitu didasarkan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab. yaitu pada aspek ontologi. Maka pembangunan nasional untuk hakikat kodrat manusia dan harus meliputi aspek jiwa (akal. IPTEK yang kita letakkan di atas Pancasila sebagai paradigmanya.aspek badan. Pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai dalam pengembangan IPTEK.teknologi. Ontologis.ilmu agama dan lain-lain. a. perlu kita pahami dasar dan arah penerapannya. Kemudian pembangunan nasional dijabarkan ke berbagai bidang pragmatis seperti ekonomi. a.manusia.maka Negara dalam mewujudkan tujuannya melalui pembangun nasional guna mewujudkan tujuannya seluruh warganya harus dikembalikan pada dasardasar hakekat manusia monopluralis.hukum. maka IPTEK pada hakikatnya tidak bebas nilai. dan aksiologinya.rasa dan kehendak). namun terkait nilai-nilai.individu dan sosial kedudukan kodrati manusia sebagai makhluk yang berdiri sendiri dan makhluk ciptaan Tuhan YME.aspek makhluk sosial.aspek pribadi dan aspek kehidupan Ketuhanannya.kehidupan ccxx . pengetahuan. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung konsekuensi bahwa dalam segala pembangunan nasional harus berdasarkan pada hakikat nilainilai pancasila dan hakikat nilai-nilai pancasila harus berdasarkan pada hakikat manusia. Atas dasar kreativitas akalnya. epistemologis.pendidikan.

sebagai proses dan sebagai produk. Sebagai proses menggambarkan suatu aktivitas warga masyarakat ilmiah yang melalui abstraksi.Hakikat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan aktivitas manusiayangtidak mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. spekulasi. eksperimentasi. kemanfaatan dan efek pengembangan IPTEK secara negatif tidak bertentangan dengan ideal Pancasila dan secara positif mendukung untuk mewujudkan nilai-nilai ideal Pancasila. Aksiologi. parameter kebenaran serta pemanfaatan hasilhasil yang dicapainya ialah nilai-nilai yag terkandung dalam Pancasila itu sendiri. c. epistemologis dan aksiologisnya. refleksi. Dengan menggunakan Pancasila sebagai paradigma. Epistemologi. dan eksplorasi mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. karena pada gilirannya nilai-nilai Pancasila menjadi asumsi-asumsi dasar bagi pamahaman di bidang ontologis. yang berwujud karya-karya ilmiah beserta impilikasinya yang berwujud fisik ataupun non fisik. merupakan keharusan bahwa Pancasila harus dipahami secara benar. dalam arti menjadikan dasar dan arah di dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dalam dalam dimensinya sebagai masyarakat. Bahwa dengan menggunakan epistemologi tersebut di atas. b. konparasi. Ilmu pengetahuan harus dipandang secara utuh. ccxxi . Sebagai produk adalah hasil yang diperoleh melalui proses. Sebagai masyarakat menunjukkan banyaknya academic community yang dalam hidup kesehariannya para warganya mempunyai concern untukterusmenerus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. imajinasi. observasi. Bahwa Pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dijadikan “metode berfikir”.

budaya. para penyelenggara negara harus tetap memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur dan memegang budi pekerti kemanusiaan atau terus mendasarkan moralitas sebagaimana tertuang dalam nilai sila-sila Pancasila. sosial yang terjelma sebagai rakyat. b. misalnya Muh. pertahanan dan keamanan yang penjabarannya tertuang pada GBHN. meliputi seluruh unsur hakikat manusia yang monopluralis. sosial. a. bukannya kekuasaan perseorangan atau kelompok. ekonomi. Pancasila sebagai paradigma pembangunan politik Pengembangansistem politik negara harus berdasarkan pada kekuasaan yang bersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai makhluk individu. maka dalam sistem politik negara termasuk para elit politik. didasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa. secara lengkap. ccxxii . Hatta mengharuskan dasar moral untuk negara. Pembangunan yang sifatnya humanistis dan pragmatis harus mendasarkan pada hakikat manusia dan harkat manusia sebagai pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. Sistem politik negara Pancasila memberikan dasar-dasar moralitas politik negara.D. Pembangunan nasional dirinci di berbagai bidang antara lain politik. Rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. maka kekuasaan negara harus berdasarkan kekuasaan rakyat. seperti diungkap para pendiri negara. Pancasila sebagai paradigma pembangunan ekonomi Dalam pembangunan ekonomi perlu didasari bahwa pembangunan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja. maka pembangunan pada hakikatnya membangun manusia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya. bukan berdasar kekuasaan. maka kehidupan politik dalam suatu negara harus benar-benar untuk merealisasikan tujuan demi harkat dan martabat manusia. tetapi demi kemanusiaan. dan kesejahteraan seluruhbangsa. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Poleksosbudhankam. sebagai pengembangan Poleksosbudhankam. Manusia sebagai subjek negara.

(1986). Pancasila sebagai sumber normatif bagi peningkatan humanisasi dalam bidang sosial budaya. sehingga meningkatkan fanatisme etnis di berbagai daerah yang mengakibatkan lumpuhnya keberadabam. pembangunan ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan nilainilai moral kemanusiaan. artinya nilai-nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat kita sendiri. Menurur Koentowijoyo. ekonomi harus menghindari yang menimbulkan penindasan manusia satu dengan yang lainnya. Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya. dan keagamaan) dijadikan dasar/landasan pengembangan sosial budaya. Tujuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia agar lebih sejahtera. Sebagai kerangka kesadaran. tradisi. Prinsip etika Pancasila bahwa nilai-nilai Pancasila diangkat dari harkat dan martabat manusia sebagai malkhluk berbudaya. dari monopoli. maka ekonomi harus mendasarkan pada kemanusiaan. Untuk menghindari aksi demikian. Pancasila dapat merupakan dorongan untuk universalisasi. artinya melepaskan simbol-simbol dari keterkaitan struktur dan transendentalisasi. yaitu nilai-nilai Pancasila itu sendiri (kristalisasi. bukan untuk ccxxiii .Menurut Mubyarto. d. nilai Ketuhanan dan nilai keberadaban. maka pengembangan sosial budaya harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila yaitu nilai-nilai kemanusiaan. yaitu meningkatkan derajat kemerdekaan manusia dan kebebasan spiritual. ekonomi kerakyatan yaitu ekonomi yang humanistik dngan dengan mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara luas. Pancasila sebagai paradigma pengembangan Pertahanan Keamanan Pertahanan dan keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan terjaminnya harkat dan martabat manusia atau terjaminnya hak asasi manusia. pustaka. ekonomi harus menghindarkan diri dari persaingan bebas. budaya. nilai-nilai adat istiadat. c. Kepentingan politik demi kekuasaan mengakibatkan masyarakat melakukan aksi tidak beradab. tidak manusiawi dan idak human.

Runtuhnya Orde Baru tanggal 21 Mei 1998 ditandai dengan rusaknya bidang hukum. Demi tegaknya HAM bagi warga negara. Produk hukum baik materi maupun penegakannya semakin jauh dari nilai-nilai kemanutsiaan. maka keamanan menjadi syarat tercapainya kesejahteraan warga negara dan pertahanan negara demi tegaknya integritas seluruh warga begara. Dalam hal ini diperlukan aparat keamanan negara dan penegak hukum negara. Sebagai paradigma pembaharuan hukum. Pancasila harus tetap menjadi sumber norma.dan keadilan. sehingga fungsi Pancasila sebagai paradigma hukum atau berbagai pembaharuan hukum di Indonesia. persamaan derajat dan kebebasan kemanusiaan (sila IV) dan harus dapat mewujudkan keadilan dalam masyarakat (sila V). Pancasila yang di dalamnya terkandung nilai-nilai religius. Padahal Pancasila merupakan cita-cita hukum. nilai hukum ccxxiv .kekuasaan. namun sumber nilai (nilai-nilai Pancasila) harus tetap tidak berubah. E. kerangka berfikir. agar hukum dapat aktual atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat. maka Pancasila adalah cita-cita hukum yang berkedudukan sebagai staf undamentalnorm di dalam negara Indonesia.kerakyatan. mampu menjamin hak-hak dasar. demi kepentingan seluruh warga negara (sila III). Pertahanan dan keamanan harus dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Negara bertujuan melindungi segenap wilayah negara dan warganya. Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum dan pengembangan hak asasi manusia. agar tidak melanggar HAM. Produk hukum dapat berubah dan diubah sesuai perkembangan jaman. sumber nilai dan sumber arah penyusunan dan perubahan hukum positif di Indonesia. sumber nilai dan kerangkan berfikir dalam pembaharuan hukum. maka diperlukan perundang-undangan negara. yaitu demi terciptanya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan YME (sila I dan II). baik untuk mengatur ketertiban warga maupun melindungi hak-hak warganya. perkembangan IPTEK dan perkembangan aspirasi rakyat.

UU No.2001: 254). hukum. bersifat dinamik nyata ada dalam masyarakat.kodrat. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. maupun kemajuan IPTEK. Oleh karena itu. di dalam konsiderannya yang dimaksud Hak Asasi Manusia ialah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dam merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. Oleh karena itu. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya Hak Asasi Manusia. maka segala tindakan kenegaraan harus diatur oleh ketentuan-ketentuan yuridis. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. ccxxv .39 Tahun 1999 juga menentukan Kewajiban Dasar Manusia. (Kaelan. serasi dan seimbang dengan hakekatnya sebagai makhluk yang berbudaya dan beradab. artinya yang harus diakui dan dihormati oleh masyarakat dan negara. menjamin hak-hak asasi . pada hakekatnya merupakan sumber material hukum positif Indonesia. upaya untuk pembaharuan hukum benar-benar mampu pengantarkan manuia Indonesia ketingkat harkat dan martabat yang lebih tinggi menuju perwujudan hak asasi manusia (HAM) yang selaras. Indonesia adalah negara hukum. Pancasila menentukan isi dan bentuk peraturan perundang-undangan Indonesia yang tersusun secara hierarkis. Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum merupakan sumber norma dan sumber nilai. yaitu seperangkat kewajiban jika tidak dilaksanakan. sehingga ada supremasi hukum.39 Tahun tentang Hak Asasi Manusia. Secara obyektif. HAM merupakan kewenangan-kewenangan pokok yang melekat pada manusia sebagai manusia. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat yang sama serta sebagai makhluk yang berbudi pekerti luhur dan berkarsa merdeka.manusia dan hak-hak asasi manusia dijunjung tinggi serta dilindungi. Selain hak asasi manusia. baik menyangkut aspirasinya. kemajuan peradabannya.nilai hukum moral.

umum. Ini berarti bahwa setiap gerak langkah bangsa dan negara Indonesia haru selalu dilandasi oleh sila-sila yang terdapat dalam Pancasila. Pemilihan umum. Sebagai negara hukum setiap perbuatan. maka semua bentuk pelanggaran HAM yang dapat dilakukan oleh perorangan. salah satu sarana demokrasi yang penting.Lebih lanjut UU tersebut menegaskan. Pancasila sebagai paradigma reformasi Inti reformasi adalah memelihara segala yang sudah baik dari kinerja bangsa dan negara dimasa lampau. mana yang masih perlu pertahankan dan mana yang harus diperbaiki. Peranan Pancasila dalam era reformasi harus nampak sebagai paradigma ketatanegaraan. yang dengan sendirinya menghormati kemajemukan masyarakat Indonesia. jujur. artinya Pancasila menjadi kerangka pikir atau pola pikir bangsa Indonesia. Hal ini mutlak diperlukan dalam upaya pemantapan kebijaksanaan nasional untuk menyongsong dan mencapai masa depan bangsa yang aman dan sejahtera. Reformasi politik pada dasarnya berkenaan dengan masalah kekuasaan yang memang diperlukan oleh negara maupun untuk menunaikan dua tugas pokok ccxxvi . Pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara masa lalu memerlukan identifikasi. baik dari warga masyarakat. baru dipandang bebas apabila dilakukan secara langsung. rahasia. F. Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila yang merupakan lima aksioma yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia jelas akan mantap jika diwadahi dalam sistem politik yang demokratis.sambil merintis pembaharuan untuk menjawab tantangan masa depan. kelompok orang atau penguasa negara dan aparat negara baik yang disengaja maupun tidak disengaja harus dihindari. Jadi hukum yang dibentuk tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. dan adil. mengoreksi segala kekurangannya. maupun dari pejabat-pejabat dan jabatan-jabatan harus berdasarkan hukum yang jelas. bebas. khususnya sebagai Dasar Negara. demi tegaknya hak asasi manusia.

tetapi juga mampu memimpin rakyat yang memang hidup dalam lingkungan primondialnya masing-masing agar tidak keliru memberi makna kekuasaan bagi seorang pemimpin. salah satu acuannya adalah sesuai dalam buku Sutasoma oleh Empu Tantular (1365) yaitu ”Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan beragama Salah satu sumber materi perumusan Pancasila baik sebagai Dasar Negara maupun sebagai Pandangan hidup bangsa dan negara RI adalah sejarah perjuangan dan perkembangannya di masa lalu. dalam bidang hukum. Kedamaian tersebut . pada masa kejayaan kerajaan Majapahit warga masyarakat penganut agama Hindu dan agama Budha hidup berdampingan dengan damai. Khusus yang berkenaan dengan nilai-nilai kehidupan bersama dalam masyarakat. seperti bidang hukum. Kekuasaaan adalah kemampuan untuk mendorong orang lain untuk melaksanakan kemauan penguasa. Reformasi politik terkait dengan reformasi dalam bidang-bidang kehidupan lainnya. Misalnya. sebab tidak ada agama yang mempunyai tujuan yang berbeda. Kekuasaan tidak akan terasa sebagai paksaan kalau penggunaannya disertai dengan kewibawaan. Jangan sampai ada UU tetapi tidak ada PP pelaksanaanya yang sering kita alami selama ini. Bhinneka Tunggal Ika menjadi nama lambang negara Indonesia dan Tan Hana Dharma Mnagua menjadi nama lambang Lemhannas.Tan Hana Dharma Mangrua” yang artinya walaupun berbeda. G. ekonomi. Dengan lain perkataan.satu jua adanya. ccxxvii . Sesati ini dipenggal menjadi dua.yaitu memberikan kesejahteraan dan menjamin keamanan bagi seluruh warganya. yaitu penerimaan kekuasaan itu secara sadar dan sukarela oleh mereka yang dikuasai. sesungguhnya kekuasaan yang mantap adalah kekuasaan yang bersifat demokratis. Kualitas kewarganegaraan yang tinggi dikalangan para pemimpin selain dapat memahami dan menjabarkan sila-sila Pancasila yang abstrak. oleh karena itu hukum harus dibangun secara sistematik dan terencana sehingga tidak ada kekosongan hukum dalam bidang apapun. sosial budaya serta hakamnas. segala kegiatan politik harus sesuai dengan kaidah hukum.

ccxxviii . Ini berarti bahwa semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan. H. maka nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus-menerus meresap dalam kehidupan manusia Indonesia dan mewujudkan dalam sikap dan perilaku kehidupannya sehari-hari. Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Kampus Pancasila pada aktualitasnya di negara Republik Indonesia dijadikan dasar filsafat negara. pandangan hidup bangsa dan ideologi naisonal. Pancasila yang menjadi sumber tertib hukum naional. harus disadari bahwa hak akan dinikmati jika diimbangi dengan kewajiban yang harus dilaksanakan. dan agama/kepercayaan yang berbeda maka akan mewujudkan sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat termasuk tolenransi kehidupan antar pemeluk agama. Jadi toleransi kehidupan antar pemeluk agama dalam masyarakat akan terwujud jika para pemeluk agama menyadari adanya kewajiban yang merupakan keharusan untuk menghormati pemeluk agama yang berbeda dengan agama yang dianutnya. Berkenaan dengan hak tersebut. Negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sendi pokok dari setiap agama dan kepercayaan kepada Tuhan.Kalimat kedua pada hakikatnya bermakana ”agama pada prinsipnya sama hanya wujud pengabdiannya kepada Tuhan yang berbeda”. mendapat tempat yang layak dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika prinsip ini dihayati dan diamalkan oleh warga masyarakat Indonesia yang terdiri dari ratusan suku bangsa. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dijabarkan kedalam pasal 29 UUD 1945 mnjamin hak warga negara memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. adat istiadat yang beraneka ragam. nilai-nilai yang dikandungnya bersifat abstrak dituangkan ke dalam kaidah atau norma-norma hukum yang mengatur kehidupan negara sebagai lembaga dan kesejahteraan sosial kepada para warga negara sebagai anggota masyarakat. tetap negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. hidup dan diakui oleh negara. Dalam hubungan antara negara dengan agama ditegaskan bahwa tidak ada agama negera.

Kampus dalam wujud Perguruan Tinggi mengemban tugas dan misi pokok pendidikan. di lapangan. di perusahaan. 60 Tahun 1999. Penelitian harus berpegang pada moral kejujuran yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila. dan kesenian. hukum (penjabaran ke dalam undang-undang). sosial budaya. Aktualisasi Pancasila secara subyektif adalah perwujudan kesadaran inidvidu antara manusia Indonesia sebagai warga negara Indonesia yang taat dan pauh. bertanggungjawab secara moral. Hal ini merupakan wahana kegiatan memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam memberikan sumbangsih kepada ccxxix . maka harus mengamalkan budaya akademik .tidak terjebak dalam politik peraktis atau legitimasi kepentingan penguasa. di arena kehidupan riil masyarakat luas. baik aparat penyelenggara negara. Penelitian dilakukan di laboratorium . teknologi. juga bidang pragmatis yaitu politik. Kampus adalah tempat hunian atau perkampungan masyarakat ilmiah atau masyarakat intelektual. penguasa negara maupun elit politik dalam meaksanakan kegiatan-kegiatan politiknya selalu berlandaskan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila.Pendidikan dilaksanakan di ruang kuliah melalui pendidikan ini ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan kepada para mahasiswa untuk menyiapkan. pendidikan dan hankam. Menurut PP No. t penelitian bersifat obyektif dan ilmiah. membentuk dan menghasilkan SDM yang berkualitas. Hasil Penelitian bermanfaat bagi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia demi harkat dan martabat manusia.penelitian dan pengabdian masyarakat (Tridharma Perguruan Tinggi). di rumah sakit atau di mana saja. dan yudikatif. baik kaidah serta untuk menemukan kebenaran ilmiah atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan. Masyarakat kampus harus berpegang pada komitmen moral yang bersumber pada ketuhanan dan kemanusiaan. GBHN. Pengabdiaan kepada masyarakat dilaksanakan di luar kampus ditengah-tengah masyarakat. bertanggungjawab terhadap bangsa dan negaraeraan serta mengabdi untuk kesejahteraan kemanusiaan.Aktualisasi Pancasila secara obyektif ialah terwujud dalam bidang kehidupan kenegaraan yaitu meliputi kelembagaan negara antara lain legislatif. ekonomi. eksekutif.

menerima kritik dan kemitraan. & Studi Kasus(40%) • • • • • • • • • • Contextual instruction Simulasi Collaborative learning Ketepatan ide.masyarakat. Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : ccxxx . maka masyarakat akademik harus selalu mengembangkan buadaya akademik atau budaya ilmiah yang berupa esensi dari aktivitas perguruan tinggi. Kedisiplinan. Kegiatan pengabdiaan kepada masyarakat demi kesjahteraan umat manusia. menghargai dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah. obyaktif. dialogis. menghargai waktu. maka harus dijiwai nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila. menghargai prestasi ilmiah/akademik. kreatif. Diskusi(40%).(1998:214) adalah kritis. berorientasi ke masa depan. analitis. Kreativitas. kontruktif. dinamik. I. Warga Perguruan Tinggi adalah insan-insan yang memiliki wawasan dan integrasi ilmiah. Ciri-ciri mayarakat ilmiah sebagai budaya akademik menurut Suhadi. Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(20%). Kejelasan uraian. demi pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan. Ketuntasan pemecahan kasus. Kerjasama tim presentasi. bebas dari prasangka .

dan perlu disempurnakan dengan melengkapinya dengan Doktrin Bhinneka Tunggal Ika. Negara dan Pemerintah dapat memusatkan diri pada masalah-masalah yang benar-benar merupakan kepentingan seluruh masyarakat. kehidupan berpolitik berdasar aksioma Pancasila harus terikat langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika. beriringan dengan pemerintah daerah yang selain efektif dalam melaksanakan dua tugas dasar pemerintah daerah. setiap golongan. Penyelesaiannya terasa seakan-akan merupakan kebijakan ad hoc yang berkepanjangan. yang selalu harus dijaga agar sesuai dengan perkembangan rasa keadilan masyarakat ccxxxi . seluruh kaidahnya harus dituangkan dalam format hukum.BAB III PENUTUP Pancasila telah diterima secara luas sebagai lima aksioma politik yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dan mempunyai sejarah yang sudah tua. Doktrin Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional masih mengandung nuansa yang amat sentralistik. diman setiap daerah. Agar Pancasila yang telah dikaitkan langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika itu dapat berjalan dengan stabil. setiap etnik berhak mengatur dan mengurus dirinya sendiri (souverein in eigen kring). setiap ras. setaip umat beragama.hubungan luar negeri. keamanan. seperti masalah fiskal dan moneter. Di masa depan. Pemerintahan nasional yang efektif dalam menunaikan dua tugas pokok negara. atau seluruh bangsa. juga melayani aspirasi dan kepentingan khas dari masyarakat daerah yang bersangkutan. Namun ada masalah dalam penuangannya ke dalam sistem kenegaraan dan sistem pemerintahan. yang ditata menurut model sentralistik yang hanya dikenal dalam budaya politik Jawa. atau hubungan antar umat beragama. Pada saat ini ada diskrepansi antara nilai yang dikandung Pancasila dengan format kenegaraan dan pemerintahan yang mewadahinya.

SH. kanisius. Yogyakarta. Kapita selekta pendidikan pancasila. Universitas Hasanuddin.Makassar.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Darji Prof. Proyek peningkatan tenaga akademik. surabaya.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. 1993 Tim Dosen Pancasila Unhas. yogyakarta.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. jakarta 2002 Kaelan.S.2004 ccxxxii .Makassar. filosofis dan sosio-yuridis kenegaraan. Pendidikan Pancasila Paradigma.PJ.H Pancasila budaya Bangsa Indonesia. usaha nasional. penelitian pancasila dengan pendekatan historis. Santiaji pancasila (Edisi Refisi) CETAKAN ke 10. 1991 Dirjen Dikti Depdiknas. 2001 Suamo.STIMIK DIPANEGARA .DR.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful