LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P

)

LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS S C L

PENDIDIKAN PANCASILA
OLEH :

RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/pm.05/2008 Tanggal 4 Januari 2008 BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

i

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin =============================================================

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan : Pendidikan Pancasila : Rahmatullah, S.Ip,M.Si : 132 303 723 : Penata Muda/ IIIa : Bidang Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MPK,MBB) : Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU)/ Universitas Hasanuddin : 1 (satu) Bulan Mulai 04 Januari 2008 s/d 04 Februari 2008 : Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin sesuai dengan surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/PM.05/2008, tanggal 04 Januari 2008 Makassar , 04 Februari 2008

Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan Biaya

Mengetahuai : UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Prof.DR.Hanapi Usman, M.S NIP. 131 690 166

Pembuat Modul, Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 132 303 723

ii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilainilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa

iii

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa

iv

teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. v . • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit.

Memahami proses perumusan dan pengesahan Pancasila dasar Negara Indonesia yang meliputi. serta perjuangan nasional. vi . PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Mahasiwa mengetahui kronologis sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT Memberikan dasar – dasar ilmiah Pancasila sebagai suatu kesatuan sistematis dan logis. serta dinamika pelaksdanaan UUD 1945. Menghayati perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum abad XX. 1949 – 1950. Mengerti dan memahami kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia serta perjuangan mempertahankan kaemerdekaan yang meliputi masa 1945 – 1949. 1959 – 1965. yang meliputi kejayaan zaman Sriwijaya Majapahit dan kerajaan lainnya. untuk mengantarkan kepada pengertian Pancasila sebagai sistem filsafat. 1950 – 1959. kronologis perumusan Pancasila dan UUD 1945. kronologi pengesahan Pancasila dan UUD 1945. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. Untuk memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa maka perlu diarahkan untuk melakukan studi komparatif dengan sistem filsafat lainnya di dunia. Memahami dinamika aktualisasi pancasila sebagai dasar negara. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. Untuk memahami kesatuan tersebut perlu didasari oleh pengertian teori sistem.RINGKASAN LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA Mahasiswa dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. 1966 – 1998. Tahap berikutnya mendasari pengetahuan mahasiswa dengan pengetahuan sistem filsafat.

PANCASILA SEBAGAI ETIKA BANGSA Dalam proses pembelajaran mahasiswa diharapkan untuk memahami dan menghayati pengertian etika sebagai salah satu cabang filsafat praktis. kenegaraan. kemasyrakatan. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk menjelaskan isi pembukaan UUD 1945. dan berdasarkan rincian nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila kemudian secara praktis diterapkan dalam kehidupan politik. dan dinamis kemudian membandikan idiologi Pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. komprehensif. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian idiologi secara umum. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN INDONESIA Mahasiswa mampu menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. komunisme.dan berdasarkan itulah mahasiswa diharapkan memiliki kemapuan untuk menerapkan norma – norma etika yang terkandung dalam panacasila dalam kehidupan kekaryaan. sekulerrisme.Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia yang memiliki ciri terbuka.Untuk itu sebagai dasar kajian ilmiah. dan idiologi keagamaan. Berdasarkan etika itulah dikembangakan Pancasila sebagai sistem etika. Berikutnya menjelaskan pengertian etika politik. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. maka sebagai suatu sistem filsafat harus dijelaskan inti isi sila – sila pancasila. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . reformatif. ideologi tertutup. menjelaskan hubungan UUD 1945 denga Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa harus memiliki vii .

Kemudian menjelaskan pengertian paradigma sebagai paradigma dalam pembangunan politik. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian paradigma secara umum. reformasi. dan kehidupan lingkungan kampus. sosial budaya. hukum. Dalam proses pembelajaran teori dan konsep paradigma. kehidupan antar umat beragama. viii . serta berbagai contoh peran paradigma diberbagai negara.pengetahuan tentang refofmasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. ekonomi. IPTEKS.

↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA ix . ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”.PETA KEDUDUKAN MODUL VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….i HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………...ii KATA PENGANTAR………………………………………………………………..iii RINGKASAN………………………………………………………………………...iv PETA KEDUUKAN MODUL……………………………………………………….ix DAFTAR ISI………………………………………………………………………….x MODUL I……………………………………………………………………………. MODUL II…………………………………………………………………………… MODUL III………………………………………………………………………….. MODUL IV………………………………………………………………………….. MODUL V…………………………………………………………………………… MODUL VI………………………………………………………………………….. MODUL VII…………………………………………………………………………. MODUL VIII………………………………………………………………………… MODUL IX………………………………………………………………………….. LAMPIRAN : RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

x

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Mata Kuliah : PENDIDIKAN PANCASILA

Oleh : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

PENDIDIKAN PANCASILA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI
Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 4. Pendidikan agama 5. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 6. Bahasa

xi

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010.

Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN :

xii

“Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran mpk dan mbb dikelola oleh universitas dalam satu unit.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”.

KOMPETENSI MATA KULIAH BERDASARKAN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS RI NOMOR : 43/ DIKTI/KEP/2006 MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN UPT MKU UNIVERSITAS HASANUDDIN

KELOMPOK KOMPETENSI
STANDAR KOMPETENSI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

NO
1.

RUMUSAN KOMPETENSI

ELEMEN KOMPETENSI a b c d e
V V

2.

Memiliki pengetahuan V tentang nilai-nilai Agama, Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan V nilai- nilai Agama, Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam

V

V

xiii

7. 9. Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban Kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggunga jawab Kemampuan mengenali masalah hidup dan cara pemecahannya. Etis. 10. Penguasan ilmu dan keterampilan c. Landasan kepribadian b. 4. 8. 6. 12. 11.3. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA MINGGU MATERI BENTUK PEMBELAJARAN KOMPETENSI AKHIR SES xiv . Kemampuan Berkarya d. KOMPETENSI DASAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. 5. Kemampuan mengenali perubahan dan perkembangan IPTEKS Kemampuan memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa Kemampuan berpartisipasi aktif mengembangkan kedamaian dalam menggalang persatuan bangsa V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V ELEMEN KOMPETENSI : a. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai e.

DISKUSI (50%) & MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRI ETIKA STUDI KASUS DAN KONSEP.PANCASILA PT KULIAH(40%).KONSEP N (30%) NORMA DAN MORAL • DAPAT MENGEMBANGKAN • CONTEXTUAL DENGAN MAKNA PENERA INSTRUCTION ETIKA POLITIK DALAM KEHIDU • SIMULASI BERNEGARA • COLLABORATIVE LEARNING PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA xv . • MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN • DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASA DAN TUJUAN PEND.KE 1 PEMBELAJARAN (METODE SCL) KULIAH (50%) & DISKUSI/ UMPAN BALIK (50%) PEMBELAJARAN 2-3 4-5 6-7 • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI MISI DAN KOMPETENSI. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. • HAM DAN DEMOKRASI LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. DAN NORMA KEHIDUPAN • DAPAT MENJELASKAN NILAI-N SMALL GROUP TIAP SILA PANCASILA DISCUSSION & • DAPAT MENGKORELASIKAN NI COLLABORATIVE NILAI TERSEBUT DENGAN NILA LEARNING KEHIDUPAN BERMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENYIMPULKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM KULIAH (20%). • DAPAT MENGURAIKAN PANCASILA SEBAGAI SISTEM DISKUSI (25%) & PENGERTIAN SISTEM. FILSAFAT FILSAFAT DIALOG (25%) NILAI. HAKEKAT DEMOKRASI. • DAPAT MENJELASKAN KONSEP PANCASILA DALAM DISKUSI(30%) & DASAR KETATANEGARAAN KONTEKS STUDI SECARA KONSTITUSIONAL KETATANEGARAAN RI KASUS(30%) • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • KONSTITUSI • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • SISTEM PEMERINTAHAN • COLLABORATIVE NEGARA. • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH (50%). • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA.

KULIAH(50%). • DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI KULIAH(20%). HAKEKAT DEMOKRASI. • CONTEXTUAL BUDAYA.8-9 PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENJELASKAN PANCA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • DAPAT MENGURAIKAN MEMBANDINGKAN IDEO • COOPERATIVE NASIONAL DENGAN IDEOLOG LEARNING DUNIA • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING MENARIK KESIMPU PANCASILA SEBAGAI IDEO NASIONAL YANG MEMPUN SIFAT TERBUKA. & PENGERTIAN PARADIGMA STUDI • DAPAT MENJELASKAN KASUS(40%) PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. SOSIAL. DISKUSI (25%) & DIALOG(25%) KULIAH(40%). • DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA KEHIDUPAN KAMP 15-16 UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL MENYUSUN DRAF LANGKAH• STUDI KASUS • PROBLEM BASED LANGKAH PEMECAHAN KASUS Y AKAN DIGUNAKAN DISERTAI LEARNING ALASAN xvi . PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. HUKUM. KEHIDUPAN INSTRUCTION ANTAR UMAT BERAGAMA. DAN • SIMULASI IPTEK. • MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. LEARNING • MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. • DAPAT MENJELASKAN DISKUSI(40%). EKONOMI. DISKUSI(30%) & STUDI KASUS(30%) 10-13 PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI 14 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL • DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 • CONTEXTUAL • DAPAT MENJELASKAN HUBUNG INSTRUCTION ANTARA LEMBEGA-LEMBAGA • COLLABORATIVE NEGARA. • COLLABORATIVE • DAPAT MENJELASKAN LEARNING PENGERTIAN PANCASILA SEBA PARADIGMA REFORMASI.

MISI DAN KOMPETENSI) KETEPATAN SARAN SIKAP PERSETUJUAN NO NIM NAMA MAHASISWA MENGERTI ISI KONTRA PERKULIAHAN KETEPATAN SARAN SIKA PERSETU EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran II & III) DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM. S.Ip. NILAI. M. FILSAFAT.Si : : EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran I) MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI.Nama Mata Kuliah Kode / Nama dosen Jumlah peserta Jurusan : Pendidikan Pancasila : RHM/ Rahmatullah. DAN NORMA KEHIDUPAN KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DINAMIKA KELOMPOK N O NIM NAMA MAHASISWA DAPAT MENJELASKAN N NILAI TIAP SILA PANCA KETEPATAN IDE KEJELASAN URAIAN DIN KE EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xvii .

(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIPPRINSIP DAN KONSEP. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran IV & V) DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. NORMA DAN MORAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.KONSEP NILAI. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA xviii .

KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN xix .PRESENT ASI EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VI & VII) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA.

KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KETEPA KEJELA KERJA KEDISIPL KETUNT KEMUTK xx . KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) N O NI M NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA.(Kompetensi akhir sesi Pembelajaran VIII & IX) N O NI M NAMA MAHASIS WA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA KETEPAT AN IDE KEJELAS AN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESENT ASI KEDISIPLI NAN KREATIVI TAS KEMUTKHI RAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.

TAN IDE SAN URAIAN SAMA TIM PRESEN TASI INAN KREATIV ITAS ASAN PEMECA HAN KASUS. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M NAMA MAHASI SWA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran X-XIII) MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI. KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi PembelajaranX-XIII) DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. HAKEKAT DEMOKRASI. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA xxi .

KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) NAMA MAHASI SWA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. SOSIAL. xxii . HUKUM.EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. DAN IPTEK. N O NI M NAMA MAHASI SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA. BUDAYA. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA N O NI M EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI. EKONOMI. KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XIV) N O NI M NAMA MAHASI DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS.

KEMUTKHIR AN BAHAN PUSTAKA xxiii . KEMUTK HIRAN BAHAN PUSTAKA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN (Kompetensi akhir sesi Pembelajaran XV & XVI) UJI KOMPENSI DAN REMEDIAL N O NI M NAMA MAHASIS WA KEJELASA N LANGKAH PEMECAH AN KASUS KEJELAS AN ALASAN KETEPAT AN LANGKA H DAN ALASAN KETUNTAS AN PEMECAH AN KASUS.SWA KETEPA TAN IDE KEJELA SAN URAIAN KERJA SAMA TIM PRESEN TASI KEDISIPL INAN KREATIV ITAS KETUNT ASAN PEMECA HAN KASUS.

MENGERTI ISI KONTRAK PERKULIAHAN DAPAT MERANGKUM DAN MENJELASKAN KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PEND. : ………….Ip. PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK. SEJARAH PAHAM KEBANGSAAN INDONESIA. DAN NORMA KEHIDUPAN DAPAT MENJELASKAN NILAI-NILAI TIAP SILA PANCASILA xxiv .Si : …………. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BANGSA DAN NEGARA INDONESIA.PANCASILA DI PT DAPAT MENGURAIKAN PENGERTIAN SISTEM... PANCASILA DALAM KONTEKS KENEGARAAN RI DAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. b. DESKRIPSI MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA ADALAH MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN YANG MENJELASKAN TENTANG LANDASAN DAN TUJUAN.KONTRAK PEMBELAJARAN Nama mata kuliah Kode mata kuliah Pembelajar Hari Pertemuan Tempat Pertemuan : Pendidikan Pancasila : 071 U 002 : Rahmatullah. a. NILAI. BERBANGSA DAN BERNEGARA. MISI DAN KOMPETENSI. BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM MENGISI MAKSUD DAN TUJUAN BERNEGARA DINEGARA KESATUAN RI. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT. MANFAAT MATA KULIAH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MENJADI SUMBER NILAI DAN PEDOMAN MENYELENGGARAKAN PROGRAM STUDI YANG MENGANTARKAN MAHASISWA SEBAGAI GENERASI MUDA BANGSA INDONESIA DAPAT MENGIDENTIFIKASI FILOSOFI DAN DASAR NEGARA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. S. M. c. FILSAFAT. TUJUAN PEMBELAJARAN • • • • • MENGERTI DAN MEMAHAMI IDENTITAS MATA KULIAH (VISI.

MEMAHAMI DAN DAPAT MENGANALISIS HAKEKAT HAM. DAPAT MENJELASKAN SISTEM PEMERINTAHAN NKRI DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PARADIGMA DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK. KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA. DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN KAMPUS. DAPAT MENJELASKAN PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI. PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN IMPLEMENTASINYA. MENGETAHUI DAN MAMPU MERUMUSKAN KONSEP DEMOKRASI.KONSEP NILAI. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA. HUKUM. NORMA DAN MORAL DAPAT MENGEMBANGKANNYA DENGAN MAKNA PENERAPAN ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA DAPAT MENJELASKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL DAPAT MENGURAIKAN DAN MEMBANDINGKAN IDEOLOGI NASIONAL DENGAN IDEOLOGI DI DUNIA DAPAT MENJELASKAN DAN MENARIK KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG MEMPUNYAI SIFAT TERBUKA DAPAT MENJESKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA ADALAH KRISTALISASI NILAI SOS-BUD BANGSA INDONESIA DAPAT MENGURAIKAN KRONOLOGIS PEMBAHASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAPAT MENJELASKAN CAUSALITAS PANCASILA DAPAT MENJELASKAN KONSEP DASAR KETATANEGARAAN SECARA KONSTITUSIONAL DAPAT MENJELASKAN HASIL AMANDEMEN UUD 1945 DAPAT MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA LEMBEGALEMBAGA NEGARA. DAN IPTEK. HAKEKAT DEMOKRASI. BERBANGSA DAN BERNEGARA DAPAT MENYIMPULKAN DAN MEMPERKIRAKAN PRINSIP-PRINSIP DAN KONSEP. BUDAYA. MENYUSUN DRAF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN KASUS YANG AKAN DIGUNAKAN DISERTAI ALASAN xxv . EKONOMI. SOSIAL.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • DAPAT MENGKORELASIKAN NILAI-NILAI TERSEBUT DENGAN NILAI KEHIDUPAN BERMASYARAKAT.

↑ LANDASAN DAN TUJUAN PEND PANCASILA ↑ PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA IND ↑ PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT ↑ PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK ↑ PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ↑ PANCASILA DLM KONTEKS KETATANEGARAAN RI ↑ PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA e. MENERAPKAN DAN MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN. ORGANISASI MATERI VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MERUPAKAN SUMBER NILAI DAN PEDOMAN DALAM PENGEMBANGAN DAN PROGRAM STUDI GUNA MENGANTARKAN MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIAANNYA SEBAGAI MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA”. TEKNOLOGI DAN SENI YANG DIMILIKINYA DENGAN RASA TANGGUNG JAWAB”. ↑ MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “MEMBANTU MAHASISWA MEMANTAPKAN KEPRIBADIANNYA AGAR SECARA KONSISTEN MAMPU MEWUJUDKAN NILAI-NILAI DASAR KEAGAMAAN DAN KEBUDAYAAN. STRATEGI PEMBELAJARAN xxvi .d. RASA KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR SEPANJANG HAYAT DALAM MENGUASAI.

BALAI PUSTAKA. METODE PROSES PEMBELAJARAN : PEMBAHASAN SECARA PRAKTIS ANALITIS. 1959 …………. MITRA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN SEBAGAI UMMAT.M. PENDEKATAN : MENEMPATKAN MAHASISWA SEBAGAI SUBYEK PENDIDIKAN. PN. MASYARAKAT DAN WARGA NEGARA.KANISIUS.. PANCASILA DASAR FALSAFAH NEGARA. MOTIVASI : MENUMBUHKAN KESADARAN BAHWA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MERUPAKAN KEBUTUHAN HIDUP. f. PENUGASAN MANDIRI. PANCASILA SUATU ORIENTASI SINGKAT. STUDY KASUS. METODE INQUIRY.W. JAKARTA. SEBUAH PENDEKATAN SOSIO BUDAYA. 1984 KAELAN.. PANTJURAN TUDJUH.. YOGYAKARTA.YOGYAKARTA. JAKARTA 1974 …………. UGM.. SEMINAR KECIL DAN BERBAGAI KEGIATAN AKADEMIK LAINNYA YANG LEBIH MENEKANKAN KEPADA PENGALAMAN BELAJAR PESERTA DIDIK SECARA BERMAKNA. JAKARTA 1980 DARJI DARMODIHARJO. 3...1975 SOEJANTO POESPOWARDOJO. GRAMEDIA. JAKARTA : 1991 PRANAKA. JAKARTA 1987 ……………………. DIALOG KREATIF(DISKUSI) INTERAKTIF. 1999 RISALAH SIDANG BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (BPUPKI) PANITIA xxvii . DEDUKTIF DAN REFLEKTIF MELALUI DIALOG KREATIF YANG BERSIFAT PARTISIPATORIS UNTUK MEYAKINI KEBENARAN SUBSTANSI DASAR KAJIAN. YOGYAKARTA.PEDOMAN POKOK-POKOK DAN MATERI PERKULIAHAN PANCASILA PADA PERGURUAN TINGGI. BENTUK AKTIFITAS PROSES PEMBELAJARAN : KULIAH TATAP MUKA SECARA BERVARIASI. A. PANCASILA. YURIDIS KENEGARAAN. BEBERAPA HAL MENGENAI FAJSAFAH PANCASILA PANTJURAN TUDJUH. ANGGOTA KELUARGA. AKADEMIKA PRESSINDO.CERAMAH. PEMBUKAAN UUD 1945 (POKOK KAIDAH FUNDAMENTAL NEGARA INDONESIA). 4. ETIKA POLITIK. ETIKA UMUM (MASALAH-MASALAH POKOK FILSAFAT MORAL).. PENERBIT PARADIGMA. JAKARTA SUSENO FRANS MAGNIS.. MATERI/ BAHAN BACAAN • • • • • • • • • • NOTONAGORO..ADA 4 METODOLOGI PEMBELAJARAN MPK SEBAGAI BERIKUT 1. 2. INDUKTIF. GFILSAFAT PANCASILA. PT GRAMEDIA.

KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE. BUKU BACAAN MATERI KULIAH TELAH DIBACA OLEH MAHASISWA SEBELUM MENGIKUTI PERKULIAHAN 2. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KREATIVITAS. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KEJELASAN URAIAN. KEJELASAN URAIAN. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KRITERIA PENILAIAN KRITERIA YANG DINILAI PADA MATA KULIAH INI SEBAGAI BERIKUT : • KETEPATAN SARAN • SIKAP PERSETUJUAN YANG DITUNJUKKAN • • • • • • KETEPATAN IDE. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANC PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUA INDONESIA • KETEPATAN IDE. KEDISIPLINAN. TUGAS 1. SEKRETARIAT NEGARA RI. KREATIVITAS. 1995. • DINAMIKA KELOMPOK • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE. KEDISIPLINAN.PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (PPKI). KREATIVITAS. KEJELASAN URAIAN. JAKARTA. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL xxviii . 7. MAHASISWA TELAH MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS ( TUGAS INDIVIDU DAN TUGAS KELOMPOK) YANG DIBERIKAN DAN DIKUMPUL SESUAI DENGAN WAKTU YANG TELAH DISEPAKATI 3. KEDISIPLINAN. • KEJELASAN URAIAN. MAHASISWA HARUS BERPERAN AKTIF DALAM DISKUSI DAN PRESENTASI 8.

B. KEDISIPLINAN. BERPAKAIAN BERSIH. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KEJELASAN URAIAN. KEHADIRAN MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN MINIMAL 80% BARU DAPAT DIEVALUASI. • xxix . DAN E) BERDASARKAN PAP DENGAN ACUAN PATOKAN SEBAGAI BERIKUT : NILAI NUMERIK NILAI HURUF NILAI < 40 E 40<= NILAI <55 D 55<= NILAI <70 C 70<= NILAI <85 B 85<=NILAI A 9. C. NORMA PERKULIAHAN • • • • HADIR DI RUANGAN KULIAH/PRAKTIKUM TEPAT PADA WAKTUNYA SESUAI JADWAL YANG ADA. DLL) TIDAK BOLEH MENGGANGGU JADWAL PERKULIAHAN UPT. MKU. KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KETEPATAN IDE. TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMAKAI SANDAL. BAJU KAOS OBLONG DAN CELANA COMPANG-CAMPING DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN DAN ATAU PRAKTIKUM. KREATIVITAS. KEGIATAN EXTRA KURIKULER (SEPERTI BINA AKRAB. D. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KEJELASAN URAIAN. KEDISIPLINAN. RAPI DAN BERSEPATU. KEMUTKHIRAN BAHAN PUSTAKA KEJELASAN LANGKAH PEMECAHAN KASUS KEJELASAN ALASAN KETEPATAN LANGKAH DAN ALASAN KETUNTASAN PEMECAHAN KASUS KEMUTAKHIRAN BAHAN PUSTAKA PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARA • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERNEGARA UJI KOMPETENSI DAN REMEDIAL PENENTUAN AKHIR NILAI (A. KERJASAMA TIM PRESENTASI. KREATIVITAS. RAMBUT DISISIR RAPI DAN TIDAK ACAK-ACAKAN.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • KETEPATAN IDE.

KULIAH(50% • COLLABORA IV. TIDAK MENCORETCORET DINDING KURSI ATAU MEJA KULIAH. TIDAK MEMBUANG SAMPAH DALAM RUANGAN. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK SMALL GRO COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) VII. JADWAL PEMBELAJARAN MINGGU I. a. KULIAH (50% (25%) V. TOPIK BAHASAN PENDAHULUAN • PENJELASAN MATA KULIAH • KONTRAK PERKULIAHAN • LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANAGAN BANGSA INDONESIA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT M KULIAH (50% (50%) II. TERMASUK APABILA KETENTUAN-KETENTUAN DI ATAS TIDAK DIINDAHKAN OLEH MAHASISWA.• • • SELAMA KULIAH BERLANGSUNG HAND PHONE (HP) DIMATIKAN DAN TIDAK DIPERBOLEHKAN KELUAR MASUK RUANGAN DAN ATAU MONDAR-MANDIR DALAM RUANGAN. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT SMALL GRO COLLABORA KULIAH (50% (25%) VI. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA POLITIK • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH (20% KASUS (30%) xxx . DOSEN PENGAJAR DAPAT MENGAMBIL TINDAKAN PENERTIBAN APABILA MAHASISWA MELAKUKAN KEGIATAN-KEGIATAN YANG SIFATNYA DAPAT MENGGANGGU JALANNYA PERKULIAHAN DI DALAM KELAS. KULIAH(50% • COLLABORA III.

KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIII. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% X. XVI. KULIAH(20% KASUS(40%) • • • • • • • XV. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI • KONSTITUSI • SISTEM PEMERINTAHAN • HAM DAN DEMOKRASI PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA • COOPERATI • COLLABORA KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XI. KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XIV. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL • CONTEXTUA • SIMULASI • COLLABORA KULIAH(50% DIALOG(25% IX. UJI KOMPETENSI & REMEDIAL UJI KOMPETENSI & REMEDIAL CONTEXTUA SIMULASI COLLABORA STUDI KASU PROBLEM B STUDI KASU PROBLEM B xxxi . KULIAH(40% KASUS(30%) • CONTEXTUA • COLLABORA XII.VIII.

Tinjauan pendidikan pancasila xxxii . Landasan pendidikan pancasila 6. Visi.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 4. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. Tujuan pembangunan nasional 2.fungsi dan tujuan pendidikan nasional 3. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. Dasar. PENDAHULUAN A. Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1.misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 5. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI. B. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif. Pandangan hidup bangsa Indonesia.

Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila d. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xxxiii . Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila h. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila c. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia f.C. Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional g.modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul. D. Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila b. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila e.

Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (1) (2) (3) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xxxiv . persatuan Indonesia. kemanusiaan yang adil dan beradab.BAB II PEMBAHASAN A.

pendapatan (5)

dan

belanja

daerah

untuk

memenuhi

kebutuhan

penyelenggaraan pendidikan nasional. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Dalam ketentuan umum UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 2. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

B. Dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional
DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

xxxv

Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 1. 2. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 3. 4. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global;

xxxvi

• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia; Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi; Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis; Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan; Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan; Penyediaan sarana belajar yang mendidik; Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan; Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata; Pelaksanaan wajib belajar; Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan; Pemberdayaan peran masyarakat; Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat; dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional.

C. Tujuan pendidikan pancasila
1. Mengembangkan kehidupan pribadi 2. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 3. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi, misi, dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran, ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK, Tanggung jawab

etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya

xxxvii

#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. #Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa, bernegara, dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki, bersikap rasinal dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.

D. Tujuan perkuliahan pancasila
1. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. b. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita

xxxviii

mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda. Aspek Keterampilan Dengan trampil : a. b. 2. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat. e. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 4. adil. dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 3. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya. d. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. c. b. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut. diharapkan agar para mahasiswa xxxix . Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 5.c. diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. dan musyawarah untuk mufakat.

Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. dan keagamaan bangsa Indonesia. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat. Sebagai nilai sosial budaya. Landasan Yuridis 4. Landasan Kulturil 3. Landasan pendidikan pancasila 1. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 xl . Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan. Landasan Historis 2. tradisi. sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir.E. adat-istiadat.

• Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No.Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2 tahun 1989 UU No. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. UU No. xli . persemakmuran. M. 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. liberalistik. Soepomo. serikat. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik. Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No. federal. Prof. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. Yamin. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.

berbangsa. Adanya wilayah F. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3).# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat. Adanya pemerintah 3. Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. dan bernegara. Kajian pancasila secara holistic. Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 1. kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? xlii . melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1.Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 2. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 2. terminology.

3. Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G. Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 4. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan xliii .

anggun secara moral. berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. Berdasarkan itu semua. paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. teknologi dan seni. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan. Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila. Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara.BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila. xliv .

Pancasila.2002.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .1998 paradigma.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan .MS. Hasan.Drs. ---------------Pendidikan Pancasila.Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi.2003.2004 xlv . Tim Dosen Pancasila Unhas. M.Jakarta .Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.Paradigma.Iqbal.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Makassar.Yogyakarta.MM. Kaelan.STIMIK DIPANEGARA . Yuridis Kenegaraan. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila.PT Raja Graha Persada. Universitas Hasanuddin.Pendidikan Yogyakarta.Makassar.Jakarta.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.

B.MODUL I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA BAB I. Tinjauan pendidikan pancasila xlvi . Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. Filsafat bangsa dab sendi kehidupan bangsa indonesia. Visi. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar – dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 7. dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara. PENDAHULUAN A. dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. Pandangan hidup bangsa Indonesia.misi dan kompetensi pendidikan pancasila di perguruan tinggi 11.fungsi dan tujuan pendidikan nasional 9.ilmiah guna menemukan hakekat dan kebenaran pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI. Landasan pendidikan pancasila 12. Latar Belakang Penyajian perkuliahan Pendidikan Pancasila dimimbar Perguruan tinggi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum yang telah ada serta analisis obyektif. Tujuan pembangunan nasional 8. Sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila. Tujuan pendidikan pancasila—perkuliahan pancasila 10. Dasar.

Menjelaskan landasan historis Pendidikan Pancasila j. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : i. Menjelaskan tujuan nasional bangsa indonesia n.C.modul selanjutnya serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami landasan dan tujuan matakuliah pendidikan pancasila. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul. Menjelaskan tujuan pendidikan pancasila p. Menjelaskan landasan filosofis Pendidikan Pancasila m. D. Menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila xlvii . Menjelaskan tujuan Pendidikan nasional o. Menjelaskan landasan juridis Pendidikan Pancasila l. Menjelaskan landasan kulturil Pendidikan Pancasila k.

kemanusiaan yang adil dan beradab. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat penjelmaannya pada pasal 31 UUD 1945 : Pasal 31 (6) (7) (8) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan **** Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. perdamaian abadi dan keadilan sosial.BAB II PEMBAHASAN A. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan. (9) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran xlviii . Tujuan pembangunan nasional Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 dirumuskan tujuan nasional negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. persatuan Indonesia. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam bentuk suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.

xlix . Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama. FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri. masyarakat. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. kecerdasan.pendapatan (10) dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. B. fungsi dan tujuan pendidikan nasional DASAR. akhlak mulia. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS : 1. bangsa dan negara. Dasar. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. 2. kepribadian. Dalam ketentuan umum UU RI No. 3. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

pengalaman. sikap. • Misi pendidikan nasional sebagai berikut : 6. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai dan 10.Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. mandiri. sehat. 8. MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL • Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. cakap. kreatif. berilmu. 7. berakhlak mulia. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. keterampilan. l . Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. VISI. 9. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi konteks Negara kesatuan RI.

15. Penyediaan sarana belajar yang mendidik. penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan pekerjaan di bidang tertentu” Cerdas tampak pada kemahiran. dan kompetensi pendidikan pancasila Di perguran tinggi Kompetensi ”seperangkat tindakan cerdas. Proses pembelajaran yang mendidik da dialogis. 16. Pemberdayaan peran masyarakat. 24. Tujuan pendidikan pancasila 4. 19. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia. 17. dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan. 21. Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan. Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan. akreditasi. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. dan Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional. Terciptanya kesadaran moral dan kebahagiaan lahir batin 6. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. Menjadi warga negara yang berkesadaran kebangsaan yang tinggi dan bertanggung jawab terhadap negara kesatuan RI Visi. misi. 20. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. 18. 23. Evaluasi. 25.• Strategi pembangunan pendidikan nasional meliputi : 14. C. ketepatan dan keberhasilan bertindak kebenaran tindakan dipahami dari nilai-nilai IPTEK. Pelaksanaan wajib belajar. Mengembangkan kehidupan pribadi 5. 26. 22. Tanggung jawab etika atau pun kepatuhan ajaran agama dan budaya li .

Tujuan perkuliahan pancasila 6.#Visi Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warganegera yang pancasiliais. Mengambil sikap bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya b. berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : a. dalam menerapkan ilmunya secara langsung jawab terhadap kemanusian. Aspek Pengetahuan Dalam aspek ini mahasiswa dapat memahami a. #Misi Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nlai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa. bersikap rasinal dan dinamis. b. c. D. #Komptensi Kompetensi Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menguasai kemampuan berpirki. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia. Mengambil masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. Tentang sejarah perjuangan nasional dalam kaitannya dengan lahir dan perkembangan pancasila sebagai dasar negara Tentang pancasila dalam kaitannya dengan kehidupan ketatanegaraan kita lii . Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan iptek d. bernegara.

adil. 7. diharapkan agar para mahasiswa liii . Di dalam menyatakan buah pikirannya mengenai pelbagai aspek tentang pancasila Menganalisa keadaan masyarakat dan bangsanya.c. kehidupan ketatanegaraan serta konsep filsafati tersebut. mengembangkan persatuan di dalam keanekaragaman menghargai pelbagai pendapat yang beda. Aspek Keterampilan Dengan trampil : a. Tentang pancasila sebagai konsep filsafati yang merupakan dasar negara serta pandangan hidup bangsa kita. taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menghargai sesama manusia dan bangsa keyakinan adanya kesamaan harkat dan derajat. demi dimilikinya oleh masing-masing pihak apa yang menjadi haknya 9. b. b. diharapkan tumbuhnya sikap mental yang unsurnya adalah sikap : a. d. dan musyawarah untuk mufakat. Aspek Sikap Dengan modal pengetahuan dan keterampilan tersebut. e. Aspek pengabdian masyarakat Menerapkan pancasila sesuai dengan profesinya 10. Aspek lingkungan hidup Melindungi dan mengembangkan lingkungan hidup pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah. dalam suatu kerangka berpikir yang konsisten dengan Pancasila 8. c.

dan keagamaan bangsa Indonesia. Sebagai nilai sosial budaya.Masa raja-raja (kerajaan di Indonesia) Masa imprealisme Proses yang panjang sehingga ditemukan jati diri yang didalamnya tersimpul watak. Landasan Kulturil 7. pancasila berwujud sebagai : • Kepribadian bangsa Indonesia Nilai – nilai pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang digali dari kebudayaan. tradisi dan budaya sendiri # Landasan Kulturil Pancasila adalah nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia. tradisi.E. Landasan filosofis # Landasan Historis • • Nilai-nilai Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri Dirumuskan dalam sidang-sidang BPU PKI Agustus 1945. • Jiwa bangsa Indonesia o Ditetapkan sebagai Dasar Negara dalam sidang Pleno PPKI tanggal 18 liv . sifat dan ciri khas bangsa yang berbeda dengan bangsa lain yang oleh para pendiri negara di sebut lima prinsip yang diberi nama pancasila • Lahir. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 2) • • . adat-istiadat. Landasan Historis 6. Landasan pendidikan pancasila 5. Landasan Yuridis 8. tumbuh dan berkembang dari adat istiadat.

lv . 38/DIKTI/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Bangsa Indonesia memiliki asas kulturil yang berbeda. Prof. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.Bahwa pancasila mengandung semangat kebansaan dan patriotic yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka dalam kerangak Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai kemasyarakatan dan kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila pancasila merupakan karya besar dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia : Mr. Bung Karno # • • Landasan Yuridis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No. liberalistik. M. • Moralitas bangsa Indonesia Bahwa tata nilai Pancasila menjadi patokan dan penuntun sikap dan prilaku manusia Indonesia dalam seluruh gerak dan hubungannya ke segala arah. • Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. persemakmuran. serikat. Ciri khas setiap bangsa berbeda-beda sesuai dengan sejarah berdirinya sehingga melahirkan segera kebudayaan yang berbeda-beda Negara komunistik. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. 2 tahun 2003 “Jenjang pendidikan tinggi memuat mata kuliah pengembangan kepribadian” • • Keputusan Materi Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Yamin. UU No. Soepomo. federal. 2 tahun 1989 UU No.

Sebelum terbentuknya negara ada hal yang harus dipenuhi : 4. Ada persatuan yang terwujud sebagai rakyat 5. Kajian pancasila secara holistic. (Materi ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 3). Tinjauan Historis Masa kejayaan nasional Sejarah perkembangan pancasila (etimologi. terminology.# Landasan Filosofis Pancasila adalah sistem filsafat bangsa Indonesia Sebagai sistem filsafat diwujudkan sebagai falsafah bangsa atau pandangan hidup bangsa Indonesia dalam konteks bermasyarakat. Adanya pemerintah 6. dan bernegara. kronologis) Kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik Dari mana pancasila itu ? lvi .Tinjauan Filosofis Sistem filsafat Ideologi hidup bangsa Pandangan hidup bangsa Etika bangsa Pembedaan pancasila dengan pandangan bangsa lain Apa itu pancasila? 5. melalui tinjauan Tinjauan filosofis Tinjauan Historis Tinjauan Yuridis-konstitusional Tinjauan aktual atau etis 1. berbangsa. Adanya wilayah F.

Tinjauan yuridis konstitusional Status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan bangsa Keterkaitan pancasila dengan norma-norma hukum di Indonesia Sistem pemerintahan Hubungan lembaga-lembaga negara Demokrasi pancasila Di mana posisi pancasila dan UUD 1945 7. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%) & Diskusi/ Umpan Balik (50%) Indikator Penilaian : • Ketepatan saran • Sikap persetujuan yang ditunjukkan lvii . Tinjauan aktual atau etis Aktualisasi pancasila Pancasila sebagai paradigma Bagaimana aktualisasi pancasila Pancasila hubungannya dengan hukum dan HAM G.6.

Secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat warga yang berkeadaban. anggun secara moral. lviii . berbangsa dan bernegara. civic participation and civic responsibility dari civic education merupakan wahana pendidikan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian professional serta berkeadaban khas pancasila. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila dapat dipertanggung jawabkan. berkompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan.BAB III PENUTUP Dengan memahami latar belakang filosofis pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi umum. paradigma pendidikan demokrasi secara sistemik dengan pengembangan civic intelegen. perguruan tinggi umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat socialtersebut. Pancasila harus menjadi core fhilosofis bagi kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan itu semua. Jal ini dengan alas an bahwa melalui pendidikan pancasila. teknologi dan seni.

Tim Dosen Pancasila Unhas.Makassar. ---------------Pendidikan Pancasila.PT Raja Graha Persada.Paradigma.Drs. Kaelan.Makassar.MM.Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.2003.MS.2002.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Yogyakarta.Direktorat Pembinaan Akademikdan Kemahasiswaan .Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .2004 lix .Pendidikan Yogyakarta. Hasan. Yuridis Kenegaraan.1998 paradigma.Iqbal.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. M.Jakarta .STIMIK DIPANEGARA . Pancasila.Jakarta. pokok pokok Materi Pendidikan Pancasila.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional. Universitas Hasanuddin.Direktorat Jenderal Pendidiakan Tinggi.

PENDAHULUAN A. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam. Nilai-nilai baru yang masuk. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi. termasuk Indonesia. pada sisi yang lain muncul masalah internal. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. baik secara sujektif maupun objektif. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. Dengan pemahaman demikian. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman lx . yaitu maraknya tunttan rakyat. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara. itulah pancasila. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa.MODUL III PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT BAB I.

yang berbeda dengan bangsa lain didunia. Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa. Adapun istilah kunci : 1. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local ) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Dengan kata lain. Dengan demikian.dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. 2. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. epistemology. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. lxi . Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat. dan aksiologi dari kelima sila pancasila… B. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis.

finalis : : : : permasalahan internasional. Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan atau ilmu tentang ilmu. Nasionalisme 12. Kausa.3. Nilai manusia. Internasionalisasi : 11. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi atau filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi 10. dalam suatu masyarakat. lxii . Kausa materialis 14. 16. tentang sebab final dari sesuatu. Local Wisdom : : UUD 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak tentang bentuk dari adanya sesuatu. 8. 4. Aksiologi 7. pisahkan di antara sub-sub sistem tentang sebab material dari sesuatu. Local Genius 18. Sistem 13. Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu 15. Founding Fathers : 17. 5. Globalisasi : : Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu. Jati diri bangsa 9. 6. Proses mendunia menjadi keadaan tanpa batas Upaya hegemoni negara maju melalui isu dan Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara.

mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. BAB II PEMBAHASAN A. menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Etika Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Jadi. 4. 6. 2. menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. civic convidence. mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. epistemologi. mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila.C. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. filsafat menurut asal katanya berarti lxiii . mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. 3. serta 7. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. civic commitment. 5. dan civic competence). Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. civic skills. D.

apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. a. atau mencintai kebenaran / pengatahuan. bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama). Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. Adapun menurut Notonagoro. yaitu tentang hakikat pancasila. Dikatakan sebagai filsafat. 2. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluas-luasnya. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. Dengan pengertian lain. maka itu bukan pancasila. b. pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya.cinta akan kebijaksanaan. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguh-sungguh terhadap sesuatu. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguhsungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Dengan demikian. Dari seluruh bangsa Indonesia. susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : lxiv . di antaranya: 1.

Sila 4. dan 5. 3. 2. serta mendasari dan menjiwa. serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. dan dijiwai sila 1. 4. sila 4 dan 5. diliputi. serta mendasari dan menjiwai sila 5. didasari. diliputi. dan dijiwai sila 1. Sila 2.Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • • • • • Sila 1. dan menjiwa: sila 2. didasari. dan 5. Sila 3. Sila 5. 2. didasari. dan 3. 2. lxv . 3.4. dan dijiwai sila 1. diliputi. diliputi. meliputi. dan 4. mendasari. dan dijiwai sila 1. didasari.

dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. yaitu unsur mutlak negara. harus bekerja sama dan hergotong royong. 3) Kausa Efisiensi. • Pancasila sebagai suatu realitas. c. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. d. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila lxvi . yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. serta 5) Adil. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. serta 4) Kausa Finalis. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. yang tumbuh. 2) Manusia. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. 4) Rakyat. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. 2) Kausa Formalis.• Pancasila sebagai suatu substansi. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). yaitu sebagai kausa prima. 3) Satu. hidup. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. . dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari.

ditegaskan oleh Sidney B. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat.Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. Dia nyata dalam jiwa manusia. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi. berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. Nilai adalah ide. Selanjutnya. pria pemakai anting-anting. nyanyiannyanyian bising. Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. really. lxvii . dan bentuk-bentuk scni lain. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. really. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. dan moral bangsa. Misalnya. want. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). atau apa yang mereka senangi. Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. baik dan buruk. nilai. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. Dalam ungkapan lain.

baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) sistematis.untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. berperi Kebangsaan. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. manusia. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. berperi Kemanusiaan. membudayakan. Ketetapan MPR. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. dan sekolah. Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan. 2) Etika (Filsafat Moral). 5) komprehensif. dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. masyarakat. 3) mendasar. yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. 6) spekulatif. 7) representatif. dan 8) evaluatif. bangsa dan negara Indonesia ^berkehendak untuk mengerti. 2) mendalam. Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). 4) analitis. satu rakyat. berperi Kerakyatan. Undang-undang Organik. dan melaksanakan Pancasila. 3) Estetikaf Filsafat Seni). menghayati. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. dan berperi Keadilan Sosial. hakikat nilai-nilai Pancasila. lxviii .

7) Filsafat Ilmu. 11) Filsafat Matematika. dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. Rasionalisme 2) Idealisme 3) Positivisme 4) Eksistensialisme 5) Hedonisme 6) Stoisme 7) Marxisme 8) Realisme 9) Materialisme 10) Utilitarianisme 11) Spiritualisme 12) Liberalisme Pancasila sebagai sesuatu yang ada. maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut. Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. 10) Filsafat Sejarah. e. maka Pancasila merupakan system filsafat. tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. yaitu ada Tuhan. Aliran Filsafat meliputi: 1). 9) Filsafat hukum. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). 5) Politik (Filsafat Pemerintahan). 8) Filsafat Pendidikan. ada manusia. dan 12) Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur). 6) Filsafat Agama. jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila. dan ada alam semesta. Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. Pancasila sebagai system filsafat bangsa Indonesia lxix .4) Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada).

2. manusia dan alam semesta untuk semesta itu sendiri. Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Khusus untuk persatuan. yang mutlak. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. yaitu Ke-Tuhanan.Pancasila adalah suatu yang ada. rakyat. mewakili objek satu. Ke-Tuhanan Y. Menurut ilmu bahasa. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit yaitu Tuhan. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. rakyat dan keadilan itu berada pada alam demikian dari segi objek material Pancasila dapt Kedua. lxx . dan adil. sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. kerakyatan. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. Dengan analisis penjabaran ini. dan adil.E. sebab hal-hal yang bersatu. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya.M. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. manusia. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. diterima. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya. Dengan lagi ke dalam tiga saja. Misalnya kemanusiaan. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. Persatuan Indonesia 4. dan keadilan. persatuan. rakyat. satu. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu. tetap dan tidak berubah.

atau metode menemukan hakikat. lxxi . Jadi di sini bukan berfikirnya. tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. hakikat. maka sila pertama ke-Tuhanan Y. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain. sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan. terpisah dengan system lainnya. Memang terdiri dari lima. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia.E. Demikian juga Pancasila. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analiticosyntetik).. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. dan menjiwai semua sila. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya.M. Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”. Setiap sila mengandung. Sila-sila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya. oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. mendasari. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. yaitu metode analisa. tetapi cara menemukan Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran.2) Metode filsafat : metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. Dilihat dari pemahaman ini. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi.

kebudayaannya. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. di mana dan kapanpun manusia itu berada. Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu. Mengapa?. dari kebiasaannya. dari khasanah kehidupannya. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan luas lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal). yang berada di manapun dan waktu kapanpun. serta kepercayaan dan agama-agamanya. demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. adaptistiadatnya. dari nenek moyang kita sejak lama. Yaitu digali dari buminya Indonesia. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa Pancasila benar-benar suatu system filsafat. lxxii . Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila.4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. B. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri. Pengertian umum itu bertingkat. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. Sila keadilan demikian juga. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia.

tujuan negara. yaitu terdiri atas susunan kodrat. serta jasmani dan rohani. Untuk hal ini. seperti bentuk negara. Selanjutnya. 2005). lxxiii . serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. sistem hukum negara. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat sila-sila Pancasila (Kaelan. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. tugas/kewajiban negara dan warga negara. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. raga dan jiwa. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. moral negara. sebagai makhluk individu dan sosial. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. Oleh karena itu. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilai-nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. Kemudian. kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. Konsekuensmya. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. Selain itu. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian. berkesatuan Indonesia. berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. sifat negara. 2005). berkemanusian yang adil dan beradab.Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari silasila Pancasila adalah manusia. Di samping itu. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial.

baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. bahwa nilainilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. yaitu: a. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. dan kelima. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. Oleh karena itu. tentang watak pengetahuan manusia. susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. lxxiv . Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. b. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. b. c. Selanjutnya.C. yaitu: a. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. keempat. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. tentang sumber pengetahuan manusia. serta c. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. sebagaimana telah dipahami bersama. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia.

Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. kedua. Karena itu. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. dan kelima. D. rasa. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. serta mendasari dan menjiwai sila kelima. dan keempat. Selain itu. dalam sila ketiga. yaitu akal. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. serta e. dan ketiga. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak. Selain itu. Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. ketiga. Demikianlah.Sebagai suatu paham epistemologi. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. kedua. dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. sesuai dengan sila pertama Pancasila. maka nilai-nilai yang terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan lxxv . Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. keempat. susunan Pancasila memiliki sistem logis. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.d.

dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok.suatu kesatuan. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. Sesuatu itu mengandung nilai. Notonagoro memerinci tentang nilai. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. Namun. Dengan demikian. tetapi ada pula yang sebaliknya. yaitu manusia. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. Hal ini bersifat subjektit. Selanjutnya. yaitu lxxvi . Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. misalnya bunga itu indah. Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. ada yang bersifat material dan nonmaterial. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. Jadi. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. pcrbuatan itu baik. Dalam hubungan ini. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing.

nilai-nilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. nilai keindahan atau estetis. sila pertama.berorientasi pada nilai yang nonmaterial. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (50%). dan perbuatan bangsa Indonesia. diskusi (25%) & dialog (25%) Small group discussion & Collaborative learning lxxvii . serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. Kalau pengakuan. nilai kebenaran. tingkah laku. Menurut Notonagoro. Dengan demikian. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. penerimaan. serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. 2005). Sehubungan dengan ini. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. dan perbuatan manusia Indonesia. bangsa Indonesialah yang menghargai. yang berkerakyatan. yang berkemanusiaan. dan yang berkeadilan sosial. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. tingkah laku. Secara aksiologis. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. seperti nilai material. F. nilai yang bersifat rohaniah sulit diukur. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. penghargaan. Pengakuan. rasa. yang berpersatuan. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). nilai kebaikan atau nilai moral. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. Akan tetapi. tingkah laku. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. nilai vital. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. Sebagai pendukung nilai. mengakui. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila).

persatuan. dan sistematis. Kejelasan uraian. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua).Indikator Penilaian : Ketepatan ide. Dinamika kelompok BAB III PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. Dalam pengertian inilah. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. dan menyeluruh. kemasyarakatan. tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri. Untuk itu. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. . dan keadilan. kemanusiaan. yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama). hierarkis. fundamental. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. kerakyatan. sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu lxxviii .

dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama.organisasi hidup. Dengan demikian. Konsekuensinya. baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat). Maka itu. hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima). Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu. untuk mewujudkan tujuan. lxxix . hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga). negara harus bersifat demokratis.

M. Smith. and Richard T. Tim Dosen Pancasila Unhas.W.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Darji. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. Living Issues Philosophy. Nolan. Pranarka. Marilyn S. No. Magnis. 1971. PT Gramedia: Jakarta. 2005. Gramedia: Jakarta. 1996.Makassar. Pengertian Dasar bagi Implementasi Pancasila untuk ABR1. Titus Harold. CSIS: Jakarta. Soeryanto. Penerbit bulan Bintang: Jakarta. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.. Polity Press: Cambridge. A.2003 lxxx . 1989. Suseno. Fukuyama. 1989. F. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Kaelan. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila. Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. 1987. Universitas Hasanuddin. dalam National Interest. Franz. Dikutip dari Modernity and Its Future. Filsafat Pancasila. 1984. Poespowardoyo. The End of History. 1985. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. diterjemahkan oleh Rasyidi. 16 (1989).DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Notonagoro.

Makassar.STIMIK DIPANEGARA .2004 lxxxi .Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .

Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996. pemerintahan yang bersih dari KKN. Sehingga. terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. Jary dan Jary 1991. sebuah masyarakat (termasuk juga masyarakat bangsa seperti Indonesia) dilihat sebagai mempunyai sebuah kebudayaan yang berlaku umum dalam masyarakat tersebut yang coraknya seperti sebuah mosaik. corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman sukuvbangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. Latar Belakang Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. Watson 2000). Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. Di lxxxii . Dalam model multikulturalisme ini. PENDAHULUAN A.MODUL IV PANCASILA SEBAGAI DASAR DAN ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA BAB I. adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puing-puing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society).

Etika Politik c. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) e. dan pancasila sebagai sistem etika. Moral. Pancasila sebagai Sumber Etika d. berbangsa dan bernegara. bermasyarakat. Menjelaskan pengertian etika. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. 1997). ed. Model multikulturalisme ini sebenarnya telah digunakan sebagai acuan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam mendesain apa yang dinamakan sebagai kebudayaan bangsa. B. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. D. terutama dalam bidang politik. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik C. etika politik.dalam mosaik tercakup semua kebudayaan dari masyarakat-masyarakat yang lebih kecil yang membentuk terwujudnya masyarakat yang lebih besar. sebagaimana yang terungkap dalam penjelasan Pasal 32 UUD 1945. Norma dan Nilai) b. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : a. Konsep-konsep dasar (Etika. lxxxiii . Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan nilai – nilai etika yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan kekaryaan. yang mempunyai kebudayaan yang seperti sebuah mosaik tersebut (Reed. yang berbunyi: "kebudayaan bangsa (Indonesia) adalah puncakpuncak kebudayaan di daerah".

dan memberikan evaluasi kritis terhadap penertapan etika. kenegaraan. lxxxiv . kemasyarakatan. Menjelaskan dan menyebutkan Pancasila sebagai etika politik dan nilai – nilai etika yang terkandung di dalamnya. c.b. Menerapkan etika dalam dalam kehidupan kekaryaan.

yaitu membahas kewajiban manusia terhadap di diri sendiri dan etika sosial membahasi kewaiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup bermasyarakat (Magnis-Suseno. 1993). 1987). 1986). yaitu: determinisme dan indeterminisme lxxxv . Konsep-Konsep Dasar Sebelum membahas pengertian etika politik terlebih dulu harus dipahami arti konsep-konsep dasar yang erat kaitannya seperti etika. norma dan nilai sebagai berikut : 1.BAB II PEMBAHASAN A. kerendahan hati dan sebagainya. Etika khusus terbagi menjadi etika individual. nilai kesopanan. Selanjutnya etika dapat dibagi atas etika umum dan etika khusus. moral. 1. Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. Sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia. nilai susila atau tidak susila. Etika Secara etimologi “etika” berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethos” yang berarti watak. Dalam konteks filsafat.1 Sumber kebaikan dan keburukan Sumber kebaikan dan keburukan kemauan bebas untuk memilih Teori kemauan bebas. adat ataupun kesusilaan. Etika lebih banyak bersangkut dengan prinsip-prinsip dasar pembanaran dalam hubungan dengan tingkah laku manusia (Kattsoff. Jadi etika pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu kesediaan jiwa seseorang untuk senantiasa patuh kepada seperangkat aturan-aturan kesusilaan (Kencana Syafiie. Pada dasarnya etika membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai seperti nilai baik dan buruk. etika membahas tentang tingkah laku manusia dipandang dari segi baik dan buruk.

survival of the fittest” = perjuangan hidup. Baik = sunnat. buruk sekali = haram Humanisme tindakan yang baik adalah tindakan yang sesuai dengan derajat manusia. buruk = makruh. Manusia “Strunggle for life. Netral = mubah.2 Kriteria tentang baik dan buruk Hedonisme Utilisme Vitalisme hidup Sosialisme Religiusme Homarisme Religiusme pandangan masyarakat sesuai dengan kehendak Tuhan kodrat manusia (human-nature) Islam memiliki 5 kategori kenikmatan kemanfaatan kekuatan hidup/kekuasan.tanpa kemauan bebas manusia tidak mungkin mengetahui moral yang baik 1. siapa yang kuat dialah yang hidup terus menerus • La Mettic ( Mesin). fourbach (atheisme) Determinisme – Religius “Kekuasaan Tuhan menjadi prinsip penetapan tingkah laku manusia” Indeterminisme . tidak mengurangi/menentang kemanusiaan lxxxvi .Manusia mempunyai kebebasan untuk berbuat dan memilih .Determinisme “Manusia sejak semula sudah ditetapkan/direncanakan” • Determinisme materialistis : “Manusia serba materi Darwinisme Hukum alam” hasil perkembangan alamiah. Persaingan adalah dinamika Baik : Baik sekali = wajib.

indeks (hakim.4 Norma Dasar Etika (metaethics) Norma ke-Tuhanan (Hablum Minallah) “Manusia berperilaku etika larangan Tuhan” Norma kemanusiaan (Hablum Minannas) “Perilaku Etika 1.3.Hati nurani 1.3.1 Normatif Etik kebaikan kodrati kebaikan adi kodrati/kebaikan penerang baik buruknya tindakan indeks (petunjuk).3 Deskriptif Etik Practical Etik kemampuannya 1.2 1.5 Prinsip-Prinsip Etika The Great Ideas : A syntopicon of Great Books of western World • 120 macam “ide agung” enam landasan prinsipil etika : Prinsip keindahan (beauty) Prinsip persamaan (Equality) Prinsip Kebaikan (Good) Prinsip Keadilan (justice) Prinsip Kebebasan (library) Prinsip kebenaran (truth) berakibat baik pada kehidupan bersama” melaksanakan perintah/menjauhi sadar akan kebaikan etika tapi tidak merasa perlu sadar memperlakukan etika sesuai status dan mentaatinya secara keseluruhan lxxxvii ..3.Kebaikan berdasarkan kodratnya .3 Pendekatan Etika 1.Kebaikan yang mengatasi kodrat wahyu Tuhan . index (penghukum) melalui penelaahan dan penyaringan ukuran- ukuran normatif seseorang berperilaku sesuai dengan norma yang telah disepakati baik lisan maupun tulisan 1.Akal budi .

saling hormat PRINSIP KEADILAN • • Romawi Kuno (justice) jus suum curque tribuendi” Keadilan “Justice est contants et perpetua voluntas kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya PRINSIP KEBEBASAN • • Kebebasan keleluasaan untuk bertindak /tidak bertindak berdasarkan pilihan yang tersedia Kebebasan : Kemampuan menentukan diri sendiri Kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan lxxxviii . Kemanfaatan dan Kebaikan ilmu pengetahuan rasionalitas. pujian. penataan ruangan kantor PRINSIP PERSAMAAN • • • Hakekat kemanusiaan persamaan / kesederajatan Menghilangkan perilaku diskriminatif Perlakuan pemerintah terhadap daerah/ warga negara harus sama tinggi rendahnya urgensi/prioritas PRINSIP KEBAIKAN • • • Kebaikan pujian Good sifat/karakterisasi dari sesuatu yang menimbulkan Good (baik) persetujuan.PRINSIP KEINDAHAN • • Hidup ini indah/ bahagia Penampilan yang serasi dan indah. Kebaikan tatanan sosial sadar hukum. keunggulan atau ketepatan objektivitas.

Moral Moral merupakan patokan-patokan. Agar manusia lxxxix . Etika merupakan tingkah laku yang bersifat umum universal berwujud teori dan bermuara ke moral. Moral dengan etika hubungannya sangat erat. sebab wewenang ini ada pada ajaran moral. Dalam etika seseorang dapat memahami dan mengerti bahwa mengapa dan atas dasar apa manusia harus hidup menurut norma-norma tertentu. kumpulan peraturan lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar mnejadi manusia yang lebih baik.- Syarat-syarat yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihan-pilihannya beserta konsekuensinya • Kebebasan tidak ada tanpa tanggung jawab. tatanan. sedangkan moral bersifat tindakan lokal. berwujud praktek dan berupa hasil buah dari etika. padanan dan pengendali sikap dan tingkah laku manusia. 3. inilah kelebihan etika dibandingkan dengan moral. Norma Norma adalah aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang mengikat warga masyarakat atau kelompok tertentu dan menjadi panduan. sebab etika suatu pemikiran kritis dan mendasar tetang ajaran-ajaran dan pandangan moral dan etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas prinsip-prinsip moralitas (Devos. Kekurangan etika adalah tidak berwenang menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan seseorang. 1987). Tak ada tanggung jawab tanpa kebebasan PRINSIP KEBENARAN • • Teori-teori kebenaran Kebenaran dalam pemikiran (truth in the mid) Kebenaran dalam kenyataan (truth in the reality) 2.

namun bukan objek itu sendiri. maka makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang tercermin dari sikap dan tingkah lakunya.Nilai merupakan kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. alasan dan motivasi dalam bersikap dan berperilaku baik disadari maupuin tidak disadari. kemanusiaan (Kamus Bhasa Indonesia. norma sebagai penuntun. Sedangkan derajat kepribadian sangat ditentukan oleh moralitas yang dimilikinya. norma agama. 2000). misalnya kepatuhan dalam norma hukum. panduan atau pengendali sikap dan tingkah laku manusia. yang kemudian nilai dijadikan landasan. sesuai kemampuan fundamental manusia yaitu pengertian dan xc . misalnya kejujuran. maka harus lebiih di kongkritkan lagi secara objektif. 4. etika politik mempertanyakannya tanggungjawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan sebagai warga negara terhadap negara. Selanjutnya dijelaskan bahwa “Dimensi Politis Manusia” adalah dimensi masyarakat sebagai keseluruhan. Nilai merupakan harga untuk manusia sebagai pribadi yang utuh. moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Jadi yang menjadi ciri khas suatu pendekatan yang disebut “Politis” adalah pendekatan itu trejadi dalam kerangka acuan yang berorientasi pada masyarakat secara keseluruhan. norma adat istiadat dll. Nilai akan lebih bermanfaat dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia. Karena itu. B. Nilai Nilai pada hakikatnya suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. hukum dan sebagainya (lihat magnis-suseno : 1986).mempunyai harga. Oleh karena itu. sehingga mamudahkannya dalam menjabarkannya dalam tingkah laku. Dimensi politis itu sendiri memiliki dua segi fundamental yang saling melengkapi. Etika Politik Etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi politik kehidupan manusia.

Selanjutnya dijelaskan kriteria-kriteria legitimasi yaitu legitimasi sosiologis. etika politik menuntut agar kekuasaan dilaksanakan sesuai dengan hukum yang berlaku (Legalitas). Tetapi hukum hanya bersifat normatif dan tidak efektif. “tahu” dan “mau” dapat diamati dalam semua bidang kehidupan manusia. Struktur ganda ini. Lembaga penataan normatif masyarakat adalah hukum. Karena itu. dan legitimasi etis sebagai berikut : xci . Karena itu hukum dan kekuasaan Negara menjadi bahasan utama etika politik. legalitas. Tetapi perlu di pahami bahwa baik “hukum” maupun “Negara” memerlukan legitimasi. Artinya. Hukum terdiri dari norma-norma bagi perilaku yang benar dan salah dalam masyarakat. Legitimasi Kekuasaan Inti permasalahan etika politik adalah masalah Legitimasi etis kekuasaan yang dapat di rumuskan dalam pertanyaan: atas hak moral apa seseorang atau sekelompok orang memegang dan mempergunakan kekuasaan yang mereka miliki ? betapapun besarnya kekuasaan. Sesuai kemampuan ganda manusia. Hukumlah yang memberitahukan kepada semua anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertindak. Sedangkan penataan yang efektif dalam menentukan perilaku masyarakat hanyalah lembaga yang mempunyai kekuasaan untuk memaksakan kehendaknya. maka ada dua cara menata masyarakat yaitu penataan masyarakat yang normatif dan efektif (Magnis-Suseno : 1986). selalu dituntut pertanggung jawaban.kehendak untuk bertindak. disahkan secara demokratis (Legitimasi Demokratis) dan tidak bertentangan dengan prinsipprinsip dasar moral (Legitimasi Moral). Lembaga itu adalah Negara. Ketiga tuntutan itu dapat disebut Legitimasi normatif atau etis (Magnis-suseno:1987). hukum sendiri tidak bisa menjamin agar anggota masyarakat patuh kepada norma-normanya.

Magnis-Suseno menyebutkan motivasi penerimaan kekuasaan sebagaimana dirumuskan oleh Max Weber yaitu : (1) “Legitimasi Tradisional”yakni keyakinan dalam suatu masyarakat tradisonal. sekelompok orang atau penguasa. 3. Legalitas menuntut agar kekuasaan ataupun wewenang dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku. Jadi legalitas adalah kesesuaian dengan hukum yang berlaku. hormat. bahwa pihak yang menurut tradisi lama memegang pemerintahan memang berhak untuk memerintah. Eksekutif maupun Yudikatif dipertanyakan dari segi norma-norma moral. (2) “Legitimasi Kharismatik” Berdasarkan perasaan kagum. Pertanyaan yang timbul merupakan unsur penting untuk mengarahkan “kekuasaan” dalam menggunakan kebijakan-kebijakan yang semakin sesuai tuntutan kemanusian yang adil dan beradab. Mempertanyakan motivasimotivasi apakah yang nyata-nyata membuat masyarakat mau menerima kekuasaan atau wewenag seseorang. Karena itu legalitas merupakan salah satu kriteria keabsahan suatu kekuasaan atau wewenang. Legitimasi ini muncul dalam konteks bahwa setiap tindakan pemerintah apakah Legislatif. Legalitas . (3) “Legitimasi rasional-Legal” Berdasarkan kepercayaan pada tatanan hukum rasional yang melandasi kedudukan seseorang atau penguasa. misalnya golongan Bangsawan atau keluarga raja dan memang patut untuk ditaati.1. dan cinta masyarakat terhadap seseorang pribadi yang sangat mengesankan sehingga masyarakat bersedia taat kepadanya. tidak sah apabila tidak sesuai dengan hukum yang berlaku. Legitimasi etis mempersoalkan keabsahan wewenang ataupun kekuasaan politik dari segi norma-norma moral. 2. xcii . Jadi suatu tindakan adalah sah apabila sesuai. Suatu tindakan adalah legal apabila dilakukan sesuai dengan hukum atau peraturan yang berlaku. Legitimasi Etis . Legitimasi Sosiologis Paham sosiologis tentang legitimasi.

☼ Nilai Materil. Secara teoritis nilai-nilai pancasila dapat dirinci menurut jenjang dan jenisnya.C. dan kongkrit. Maha Suci. Absolud yang tercermin pada Sila pertama pancasila yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. kekuatan hidup dan pertahanan hidup semua makhluk. Nilai ini melekat pada manusia. Nilai ini menempati nilai yang tertinggi dan melekat / dimiliki Tuhan Yang Maha Esa yaitu nilai yang Maha Agung. Pancasila Sebagi Sumber Etika Tataran nilai yang terkandung dalam Pancasila sesuai dengan system nilai dalam kehidupan manusia. Yang wujudnya yaitu jasmani. yaitu mengenai daya hidup. kemanusiaan dan kerohanian yang tercermin pada sila kedua pancasila yaitu ”Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Yang tercermin dalam sila kelima pancasila yakni “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. akhlak. lahiriah. perangai. xciii . Nilai ini tercermin pada sila ketiga dan keempat dalam pancasila yaitu “Persatuan Indonesia” dan “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan” ☼ Nilai Moral. 1 . Nilai ini melekat pada prilaku hidup semua manusia. budi pekerti. ☼ Nilai Vitalitas. ☼ Nilai Spiritual . tata adab. badani. sopan santun. Nilai ini melekat pada semua makhluk hidup. yang tercermin pada sila kedua Pancasila yaitu “Kemanusiaan yang adil dan Beradab”. perangai. seperti asusila.Menurut jenjangnya sebagai berikut: ☼ Nilai Religius . Nilai ini melekat pada semua benda-benda dunia. yaitu budi pekerti.

Dengan kandungan kebenaran bagaikan Aksioma. wujudnya ialah sila-sila pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa. Selanjutnya secara konsepsional nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila terdiri dari nilai dasar. suka menolong.Alinia 1= mencerminkan keyakinan kemerdekaan ialah hak segala bangsa. nilai instrumental. rasional. Merupakan prinsip yang bersifat sangat Abstrak. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Persatuan Indonesia. rendah hati. keharmonisan. Juga dapat ditemukan dalam 4 alinea pembukaan UUD 1945 dan pokokpokok pikiran yaitu. ☼ Nilai Estetis melekat pada semua makhluk duniawi. berwujud ilmiah. keyakinan. yaitu berwujud keberanian. yang tidak dapat berubah. persaudaraan. keelokan. seni. tujuan. analisis. umum-universal dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. kesabaran.Menurut jenisnya sebagai berikut: ☼ Nilai Ilahiah ialah nilai yang dimiliki Tuhan Yang Maha Esa. xciv . persahabatan. Nilai dasar Pancasila bersifat Abadi. Dalam pembukaan UUD 1945 : . yaitu berupa keindahan. kepercayaan. kesahduan.2. tatanan dasar dan ciri khasnya yang pada dasarnya tidak berubah sepanjang zaman. ☼ Nilai dasar. logis. Kekal. kemanusiaan yang adil dan beradab. sesuai cita-cita. Konsekuensi logisnya adalah penghapusan penjajahan diatas muka bumi. perikemanusian dan perikeadilan. berkenaan dengan eksistensi. ☼ Nilai Intelek yaitu melekat pada makhluk manusia. murah hati. janji. nilai praksis. akaliah. keramahan. kesopanan. ☼ Nilai Etis ialah nilai yang dimiliki dan melekat pada manusia. yang melekat pada manusia yaitu berwujud harapan.

berkembang. dan makmur. Nilai-nilai dasar ini merupakan asas-asas yang kita terima sebagai dalil dan bersifat mutlak. negara yang merdeka. bersatu.ketegasan tersebut mengandung makna falsafah yang mendasar (cita-cita Negara). sehingga sifat dinamis. harus disesuaikan dengan tuntutan jaman. Nilai Instrumental berupa kebijakan. sehingga dapat sesuai dengan perkembangan jaman. dan enovatif.Alinia 2= menegaskan cita-cita nasional/cita-cita kemerdekaan.Alinia 4= memberi arahan tentang tujuan Negara.lembaga yang bersifat dinamik. berubah. berdaulat. system. strategi. Dalam pokok-pokok pikiran yaitu: -Persatuan. -Keadilan sosial. merupakan semacam tafsir politik terhadap nilai dasar umum tersebut. DAN PERATURAN PELAKSANAAN. -Kedaulatan rakyat. Kontektualisasi nilai dasar harus dijabarkan secara kreatif dan dinamik kedalam nilai instrumental penjabaran nilai dasar terwujud ke dalam: TAP MPR. dan dasar Negara. adil. -Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Pelaksanaan umum dari nilai dasar. . Nilai instrummental terpengaruh oleh waktu.Alinia 3= memuat pernyataan kemerdekaan untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas (eksistensi / cita-cita) memuat watak aktif dari masyarakat Indonesia yang menyatakan merdekaaan.. dan tempat. program dan proyek. susunan Negara. PROPENAS UNDANG-UNDANG. biasanya dari wujud norma sosial ataupun norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam lembaga. Sifat kontektual. rencana. ☼ Nilai Instrumental : Berupa penjabaran nilai dasar. Menjabarkan nilai dasar yang umum kedalam wujud kongkrit. . system pemerintahan Negara. yaitu arahan kinerja untuk kurun waktu tertentu dan kondisi tertentu. xcv . keadaan.

ada kalanya justru kondisi objektif itu yang jauh lebih kuat dari nilai praksis berupa nilai yang sebenarnya kita laksanakan dalam kehidupan kenyataan sehari-hari. Berbagai wujud penerapan Pancasila dalam kenyataan sehari-hari. baik oleh para penyelenggara Negara maupun oleh masyarakat Indonesia sendiri. Sila ketiga: bersikap dan bertindak adil dalam mengatasi segmentasi-segmentasi atau primordialisme sempit dengan jiwa dan semangat “Bhinneka Tunggal Ika”-“bersatu dalam perbedaan” dan “berbeda dalam persatuan”. praksisnya: silahturahmi antar umat beragama. misalnya dalam kerukunan hidup beragama. toleransi dan saling menghormati.☼ Nilai Praksis Nilai yang dilaksanakan dalam kenyataan hidup sehari-hari. yaitu: Sila pertama: menghormati setiap orang atau warga negara atas berbagai kebebasannya dalam menganut agama dan kepercayaannya masing-masing. contohnya = memelihara persahabatan. yang tidak dapat sepenuhnya kita kuasai. Aktualisasi Pancasila sebagai dasar etika tercermin dalam sila-silanya.juga merupakan gelanggang pertarungan antara idealisme dengan realitas. Sila kedua: menghormati setiap orang dan warga negara sebagai pribadi (personal) “utuh sebagai manusia”. maka secara hierarkhis praksisi berada dibawah nilai instrumental dan menjabarkan nilai instrumental tersebut secara taat asas (konsisten). manusia sebagai subjek pendukung. melakukan dialog antar umat beragama. xcvi . penyangga. istilah “PRAKSIS” tidak seluruhnya sama maknanya dengan istilah “PRAKTEK”.antar umat beragama. sedangkan Praktek bisa bersifat Value Free. serta menjadikan ajaran-ajaran sebagai anutan untuk menuntun ataupun mengarahkan jalan hidupnya. Merupakan interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit pada tempat dan waktu tertentu. pengemban. serta pengelola hak-hak dasar kodrati yang merupakan suatu keutuhan dengan eksistensi dirinya secara bermartabat. Praksis harus selalu Pased on Values.

serta sekaligus evaluatif bagi etika dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa ataupun bernegara. D. dan kebersamaan dimiliki dan dikembangkan dengan dasar musyawarah untuk mencapai kemufakatan secara jujur dan terbuka dalam menata berbagai aspek kehidupan.2 Faktor-faktor penyebab mundurnya pelaksanaan etika • Faktor internal : Lemahnya penghayatan dan pengamalan agama Sentralisasi di masa lalu Tidak berkembangnya pemahaman/penghargaan kebinekaan Ketidakadilan ekonomi Keteladanan tokoh/pemimpin yang kurang Penegakan hukum yang tidak optimal Keterbatasan budaya lokal merespon pengaruh dari luar Meningkatnya prostitusi. perjudian dan narkoba xcvii . Sila-sila dalam pancasila merupakan satu kesatuan integral dan integratif menjadikan dirinya sebagai sebagai referensi kritik sosial kritis. media pornografi. Sila kelima: membina dan mengembangkan masyarakat yang berkeadilan sosial yang mencakup kesamaan derajat (equality) dan pemerataan (equity) bagi setiap orang atau setiap warga negara. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No 01/MPR/2001) D. Konsekuensi dan implikasinya ialah bahwa norma etis yang mencerminkan satu sila akan mendasari dan mengarahkan sila-sila lain. kemerdekaan.1 Tanda-tanda mundurnya pelaksanaan etika berbangsa Konflik sosial berkepanjangan Berkurangnya sopan santun dan budi luhur dalam kehidupan sosial Melemahnya kejujuran dan sikap amanah Pengabaian ketentuan hukum dan peraturan D. komprehensif.Sila keempat: kebebasan.

rasa malu D.4 Good Governance Sebagai Etika Pemerintahan D. etos kerja Kemandirian Toleransi. tanggung jawab Keteladanan Sportifitas Disiplin.• Faktor Eksternal : Pengaruh globalisasi Intervensi kekuatan global dalam panutan kebijakan nasional D.5 Strategi/pendekatan peningkatan etika Pendekatan larangan (Don’t Approach) Pendekatan Untung-rugi (Cost – Benefit Approach) Pendekatan sistem (system approach) Pendekatan kerjakan (Do Approach) xcviii .3 Pokok-Pokok Etika Berbangsa Etika sosial budaya Etika politik pemerintahan Etika ekonomi dan bisnis Etika penegakan hukum Etika keilmuan Etika lingkungan Partisipasi Aturan Hukum (rule of law) Transparansi Daya tanggap (responsiveness) Berorientasi konsensus (Consensus Orientation) Berkeadilan (Equity) Akuntabilitas (Accountability) Bervisi strategis (Strategic vision) Efektifitas dan efisiensi Saling keterkaitan (interrelated) • • • • • • • Kejujuran Amanah.

yaitu. tidak mengenal titik henti. melainkan juga kontekstual untuk diberi makna baru sesuai dengan kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. Independen. 4. dan bernegara diberdayakan melalui kebebasan akademik untuk mendasari suatu sikap mental atau attitude. dalam arti beranggungjawab atas sikap dan pendapatnya. luas dan mendalam. Terbuka. dalam arti menyebutkan setiap sumber atau informasi yang diperoleh dari pihak lain dalam mendukung sikap atau pendapatnya. xcix . serta 6. 3. Wawasan. Jujur. 5.dalam arti rela dan rendah hati (modest) bersedia menerima kritik dari pihak lain terhadap pendirian atau sikap intelektualnya. bahwa kebenaran ilmiah bukanlah sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang hanya sekali ditentukan dan bukan sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat. yang implikasinya ialah bahwa pemahaman suatu norma etika bukan hanya tekstual.D. Open mindedness. Pemberdayaan Etika Pancasila dalam Konteks Kehidupan Akademik Pancasila sebagai dasar etika dalam kehidupan bermasyarakat. Hak dan tanggung jawab itu terkait pada susila akademik. dalam arti luas bahwa kebenaran ilmiah adalah sesuatu yang tentatif.dalam arti terus menerus mempunyai keinginan untuk mengetahui hal-hal baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan. berbangsa. 2. Kebebasan akademik adalah hak dan tanggung jawab seseorang akademisi. Curiosity. 1. yang berpengaruhi dengan sendirinya terhadap perkembangan etika. dalam arti bahwa nilai-nilai etika sebagai norma dasar bagi kehidupan suatu bangsa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara tidak terlepas dari unsur-unsur budaya yang hidup dan berkembang dengan ciri-ciri khas yang membedakan bangsa itu dari bangsa lain. bebas dari tekanan atau “kehendak yang dipesankan” oleh siapa pun dan dari mana pun.

Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. berbangsa. jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. • Ketuntasan pemecahan kasus. juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati. • Kedisiplinan. • Kejelasan uraian. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah (20%). tanpa menyentuh inti hakikinya. F. maka yang ditangkap hanyalah segi-segi fenomenalnya saja. an bernegara. • Kemutkhiran bahan pustaka c . • Kerjasama tim presentasi. Diskusi (50%) & Studi Kasus (30%) • Contextual instruction • Simulasi • Collaborative learning Indikator Penilaian : • Ketepatan ide. • Kreativitas.

peraturan daerah. tanpa membedakan antara penganut agama mayoritas maupun minoritas. peraturan pemerintah. Kajian praktis menyentuh moralitas sebagai perbuatan sadar yang dilakukan dan didasarkan pada norma-norma masyarakat yang mengatur perbuatan baik (susila) dan buruk (asusila). Selain itu juga tidak membedakan unsur lain seperti jender. an bernegara. Tapi banyak isu sara yang masih terjadi dalam masyarakat. Pancasila merupakan hasil kompromi nasional dan pernyataan resmi bahwa bangsa Indonesia menempatkan kedudukan setiap warga negara secara sama. maka yang ditangkap hanyalah segisegi fenomenalnya saja. jika memahami Pancasila tidak dilandasi dengan pemahaman segi-segi filsafatnya. tanpa menyentuh inti hakikinya. dan daerah. Hal tersebut berkaitan dengan belum tersusunnya filsafat Pancasila ke dalam sistem perilaku masyarakat. Ranah pembahasannya meliputi kajian praktis dan refleksi filsafati atas moralitas secara normatif. Pancasila sebagai core philosophy bagi kehidupan bermasyarakat. berbangsa. Adapun refleksi filsafati mengajarkan bagaimana tentang moral filsafat mengajarkan bagaimana tentang moral tersebut dapat dijawab secara rasional dan bertanggungjawab. meskipun secara verbal menyebut Pancasila sebagai sumber. PENUTUP Etika merupakan cabang ilmu filsafat yang membahas masalah baik dan buruk . juga meliputi etika yang sarat dengan nilai-nilai filsafati.BAB III. budaya. Di sisi lain berbagai kebijakan perundangundangan. isinya justru bertentangan dengan Pancasila ci . maka yang ditangkap hanyalah segi-segi filsafatnya. penyebabnya adalah perilaku masyarakat dan negara cenderung menunjukkan inkonsistensi dengan Pancasila.

Gramedia. Santiadji Pancasila. ---------------. Laboratorium IKIP. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta.2004 Mansoer. 1981. Identitas Nasional Aktualisasi Pengembangannya Melalui Revitalisasi Pancasila. 2005. cii . Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta. 13-23 Desember 2005. 13-23 Desember 2005. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Etika Politik. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Masyarakat Demokratis dan Berkeadaban. dan Bernegara. Koento Wibisono. Makalah. Syafie Inu Kencana.Makassar. Penerbit Rineka Cipta. Malang. Etika Pemerintahan. 1987. Makalah. 2002. 1996. Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Penjabaran Nilai-nilai Pancasila Dalam Sistem Hukum Indonesia. Gramedia.DAFTAR PUSTAKA Budiardjo Miriam. Makalah. Berbangsa. Winataputra. Jakarta.Makassar.STIMIK DIPANEGARA .Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman erkarya Bagi Lulusan. __________________. 13-23 Desember 2005. Penerbit Rajawali. Jakarta.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Darmodihardjo Dardji. Pendidikan Pancasila. 13-23 Desember 2005. Tim Dosen Pancasila Unhas. Pancasila sebagai Dasar Etika Kehidupan Bermasyarakat. 2005. Siswomihardjo. 1994. Hamdan. Kaelan. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. 2005. Udin S. Yogyakarta. 1977. Jakarta. Makalah. 2005. Penerbit Paradigma. Universitas Hasanuddin. SUSCADOS PKn Dirjen Dikti Depdiknas: Jakarta. Suseno-Franz Magnis.

Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. nilai kebudayaan. Tantangan sekarang ini. inilah yang dinamakan ideologi. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. nilai kepustakaan. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" masyarakat dunia. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik. ekonomi. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan. sosial budaya. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain. maupun religi. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Menurut Noor MS. Pancasila telah tampil di garda depan. Dalam arti. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat.MODUL V PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BAB I. nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. PENDAHULUAN A. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang. nilai tradisi. baik dalam bidang politik. Bakry [1994]. Dalam beberapa pasal. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang ciii .

Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). yaitu ketuhanan. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : f. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. disusunlah visi.sakti. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. Dengan demikian. yang merupakan sifat hakikat manusia. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. kemanusiaan. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. decline (kemunduran). yang terjadi adalah emergence (kemunculan). persatuan. Tampaknya. Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. Atas dasar Weltanschauung itu. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. tanpa pedoman. dan tujuan negara. serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. Jika tidak demikian bukanlah manusia. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. kerakyatan. ideologi itu tidak pernah mati. B. keadilan. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya civ . misi. Akhir-akhir ini. Tanpa itu. negara bergerak seperti layangan putus. terasa pamor Pancasila sedang menurun. Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia.

6. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya j. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. 5. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. 3. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka i. memahami. 2. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. cv . reformatif. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. komprehensif. komunisme. dan idiologi keagamaan. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. 4. Berbangsa dan Bernegara h. sekulerrisme. Reformasi Socio-Moral C. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara.g. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila dalam konteks ketatanegaraan serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul D. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. ideologi tertutup.

gagasan-gagasan. Eidos berarti idea. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. atau cita-cita tertentu. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. ajaran. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”. Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara. Sedangkan logos berarti ilmu. sehingga mereka cvi . Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. cara fikir. atau paham. A.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas Pada dimensi ini. gagasan. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. Jadi. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. cita-cita ataupun konsep. Jorge Larrain. pandangan ataupun paham.BAB II PEMBAHASAN A. dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi. ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat.

Berbangsa. dan bernegara. Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. Karena itu. bangsa. B. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. norma-norma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya. Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang cvii . arah. Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. ideologi mengandung nilai-nilai dasar. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. a. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan.tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. dan Negara dibangun. berbangsa. Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri (dimensi realitas). Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka.Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. b. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat cviii . berbangsa. C. tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. c. bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter). dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya. Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara.

Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. Menurut konsep Pancasila. bukan atas kekuasaan belaka.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. maka manusia tidak dapat hidup sendirian. Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiran-pemikiran baru atau metode baru yang berbeda. berbangsa. bahwa Negara kita berdasar atas hukum. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a.kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter. dan bernegara. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. saling menerina dan memberi antar manusia dalam cix . Pancasila sebagai ideologi terbuka. D. ia selalu membutuhkan yang lain. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. Dengan demikian. Monodualisme ini adalah kodrati. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. Sebagai ideologi terbuka.

dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. cx . musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. mengandung nilai spiritual. Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. toleransi dan nilai gotong royong. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. hormat menghormati. sama kewajiban dan hak. Sila Persatuan Indonesia. spiritual. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. saling mencintai. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. Ideologi Pancasila. sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. 1 Juni 1945). maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama.memasyarakat dan menegara. mengandung nilai-nilai kebangsaan. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. tersimpul nilai satu derajat. keberanian membela kebenaran dan keadilan. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya.

hak kebahagiaan. Herbert Spencer dan Harold J. yaitu hak hidup. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen cxi . Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. c. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. Ciri konsep dialetik tentang manusia. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. Laski. b. Jean Jaques Rousseau. terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. John Locke. dengan menempuh proses dialetik. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. mengandung nilai sikap adil. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. hak kebebasan.Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. hak kesamaan. maka nilai kebebasan itulah yang utama. Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik).

Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain. maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. Oleh karena itu. Pikiran Karl Marx tentang sosial. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran materialdialektis atau materialistik. Sehubungan dengan itu. Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx. E. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik. Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat socio-moral. Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara. Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. Secara operasional sadar berarti : cxii . sadar laku (usaha) dan sadar landasan. Engels.pada diri manusia. namun ada keteraturan. ekonomi. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas). Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu.

Kejelasan uraian.a. Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : cxiii . sistem kelembagaan b. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(50%). Diskusi (25%) & Dialog(25%) • • • • • • • • Cooperative learning Collaborative learning Ketepatan ide. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila Reformasi socio-moral yang berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. F. walaupun nilainilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah. Kedisiplinan. sistem tanggap nilai c. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. dikaitkan dengan landasan. dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. Kreativitas. Kerjasama tim presentasi. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila.

sejahtera.BAB III PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. para pengusaha. Sebagai ideologi nasional. Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. para penguasa. dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. para pemimpin. Saya berpendapat. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. kesejahteraan yang tinggi. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. sosialisme dengan kapitalisme. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita.   cxiv . menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa.

Gramedia.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. 1978.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Jakarta.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.man.DAFTAR PUSTAKA Alfian. E. Universitas Hasanuddin.Jakarta BP-7 Pusat Jakarta. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat.E.Makassar.Makassar.2004 cxv . Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. Isme-isme Dewasa ini. berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas.William. 1991. Fogel.STIMIK DIPANEGARA . 1978. Penerbit Erlangga.

Misalnya. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. Jacobin. dan umumnya tujuan cxvi . Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. yaitu mewujudkan tujuan nasional.MODUL VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI BAB I. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”. baik istilah maupun karateristiknya. yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. Di Indonesia. konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. Culla (1999:3. Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan Negara. sebagaimana telah dibahas terdahulu. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis. PENDAHULUAN A. Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. dan civil society di lain pihak. di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar.

s. seperti masyarakatwarga. masyarakat berbudaya. Pemilu indonesia. Dalam perjalanan sejarah bangsa. r. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : k. masih ada beberapa padanan istilah lainnya. Selain itu. Nilai-nilai demokrasi. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. q. masyarakat sipil. dan demokrasi pancasila. Demokrasi langsung. demokrasi terpimpin. Definisi demokrasi. Jenis-jenis demokrasi. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. Adapun istilah kunci : 1. sejak kemerdekaan hingga sekarang. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. o. Pendidikan demokrasi. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa Definisi: Government of rule by the people. l. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 2. p. Norma dasar dan asas demokrasi. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. masyarakat beradab. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. yaitu demokrasi liberal. masyarakat kewargaan. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. Demokrasi perwakilan. cxvii . Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. m. mengapa demikian? Juga. n. serta t. Sementara itu.padanan kata civil society.

disebut juga demokrasi parlementer 5. D. kekuasaan ada presiden. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengerti. Direct Democracy = Demokrasi lamgsung ( lawannya: Indirect Democracy = demokrasi tidak langsung ) 9. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam demokrasi konstitusional yang pada C. Representative Democracy = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) pemilunya 8.3. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi (hukum dasar) 4. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 6. Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional. Welfare state = negara kesejahteraan = sosial sevice state 10. Rule of Law = pemerintah berdasarkan hukum 12. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam cxviii . Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) menonjolkan sistem presidensial 7. Rechstaat = negara hukum 11.

kehidupannya sehari-hari. 6. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. cxix . 7. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi. disamping itu. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi. 4. Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. 3. 5. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi.

Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. beragama. majority rule. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan kemayarakatan. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. khususnya di kota Athena. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. berserikat. dkk. berpendapat. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. Dalam rapat tersebut. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih. kratos berarti pemerintahanm. artinya pemerintahan rakyat. Demokrasi. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat. opinion.BAB II PEMBAHASAN A. Selain itu. adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dan segal permasalahan cxx . Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. menegakkan rule of law. accompanied by respect for the rights of minoritiea. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. religion. Dari kutipan pengertian tersebut. the assertion of rule of law. Lalu. and associayion.

Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi. b. Wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena hal-hal berikut: a. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi.dapat dilihat dalam pemerintahan desa. seperi padi atau pisang. b. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu milik caloon yang dipilihnya. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. cxxi . berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. c. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. Disamping memilih kepala desa. Dalam perjalanan sejarah. Untuk memudahkan pelaksanaannya. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah desa. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. Bagi negara-negara modern.

pemilihan yang bebas dan cxxii . yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia. pemilihan wakilwakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b. yakni “ kedaulatan rakyat. Dengan demikian. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia.c. b. Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. misalnya. demokrasi dalam arti luas. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. Berdasarkan gagasan dasar itu. istilah demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). Misalnya. seperti hak kemerdekaan pers. Kemudian. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. a. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. kekusaan mayoritas. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. hak berapat. Namun. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. jaminan hak asasi manusia. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. selain meliputi sistem politik. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. a. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . hak-hak minoritas.

jujur. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik. pembatasan pemerintah secara kostitusional. a. Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang cxxiii .persamaan didepan hukum. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. demokrasi ini. dan seterusnya. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) Demokrasi langsung. proses hukum yang wajar. dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam 2) pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan Dalam pemerintahan. nilai-nilai toleransi. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat. dalam demokrasi tidak langsung.” B. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. ekonomi dan politik. serta kerja sama dan mufakat. Dengan kata lain. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2. demokrasi Pancasila. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakilwakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss . anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenisjenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm. pluralisme sosial.Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. pragmatisme. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan.Referendum dibagi menjadi tiga macam” a. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu.

Jadi. c. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan referendum. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. b. Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. b. Indifidu diberi kebebasan yang luas. Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut.sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. cxxiv . Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya.

bahkan ditolak. Campur tangan pemeritah diminimalkan. 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. Dapatkah anda memberi contoh. Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik. negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil). Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara. Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah .serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. b) Menteri bertanggung jawab pada DPR. cxxv . Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar). Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden .3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . d. Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. c.

dan tidak dapat saling membubarkan. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. Misalnya. sosial. c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri . pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain. d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. C. Akan tetapi. dalam pertumbuhanya. tetapi kepada presiden. Dengan demikian. dan kebudayaan.b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. ekonomi. Jika dukungan rakyat tidak ada. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. sebagai berikut. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. terutama karena faktor politik. Disamping itu. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. cxxvi .

Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. b. bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum.Di dunia Barat.Mayo telah mencoba untuk memerinci nilainilai ini. Sebagai akibat demokrasi liberal ini. yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. Dengan demikian. menjamin tegaknya keadilan. Didalam sistem pemerintahan ini. b. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. c. aspirasi. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). dan budaya poltik masing-masing. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. e.Mayo: a. serta f. menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. d. Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingan-kepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. pemerintahan yang bertanggung jawab. untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. cxxvii . peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. Atas dasar itu. Oleh karena itu. Henry B. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat.

c. ………………………………………………. ………………………………………………. 4. Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan. e. wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara. 5. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. 2. coba jelaskan mengapa? Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik.namun.. Coba anda jelaskan. 6. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat. Demokrasi adalah cxxviii .... ………………………………………………. ………………………………………………… ………………………………………………. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. 3.. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? Coba simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi. BIdang Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama Hal-Hal Yang Harus Diperbaiki ………………………………………………. dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki.

Dalam demokrasi liberal. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila. ada demokrasi liberal. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa.pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. dan untuk rakyat (is a government of the people. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. and the people). walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila. tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. oleh rakyat. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi cxxix . Belajar dari pengalaman tersebut. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi. seperti di Indonesia. by the people. Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. Misalnya. Abraham Lincoln menyebutkan. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat.

korupsi. rahasia. Sebagaimana telah dijelaskan. jujur. Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya. seperti korupsi. bebas. Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. dan lain-lain. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. a. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan umum. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. Kunci semua pelaksanaan demokrasi tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen. dan nepotisme).pelaksanaan demokrasi pancasila. Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. meski orde baru jatuh. cxxx . Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. penyalagunaan wewenang. serta adil dan beradab. b. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. baik dipusat maupun daerah. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. Dengan demikian. langsung. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. khususnya bagi pemerintah. membuat dan menata kembali progrmprogram pembangunan di tengah-tengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. antara lain sebagai berikut.

Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. b. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. dalam tahap awal reformasi ini. Pada kegiatan belajar berikutnya sebagai bahan pengayaan. Dengan demikian. f. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. Diselenggarakannya pemilu 2004. yaitu beberapa kasus dan ilustrasi yang akan dibahas pada butir D. D. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. DPRD. c. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan cxxxi . Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. kekuasaan merupakan amanat rakyat. akan dibahas lebih jaur tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia. d.c. keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. dan Presiden/Wakil Presiden. Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. d. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). ciri-ciri demokrasi antara lain : a. e. g. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara.

Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. yaitu demokrasi liberal. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi. dapatkah anda menyebutkan keunggulan dfan kelemahan demokrasi dibandingklan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi Kelemahan Demokrasi Keunggulan Sistem lain Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) E.dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. bukan untuk kepentingan rakyat. sejak kemerdekaan hingga sekarang. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. demokrasi cxxxii . Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas. Dari uraian tersebut. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik.

Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. antisipatif. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. Jadi. perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. seperti analisis. pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. Meskipun konsep awal pada periode tersebut dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila.terpimpin. teliti. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran. janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. penuh perhitungan. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. kritis. dan demokrasi Pancasila. serta pengendalian diri. mengapa demikian? Juga. Oleh sebab itu. cxxxiii . Dengan belajar dari pengalaman. rasional.

Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. a. serta menjaga keamanan dan kebersamaan. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. kooperatif. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. demokrasi Terpimpin. tidak bisa tidak. lugas. demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. ikhlas. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). terti.Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. Dalam era reformasi ini. Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. demokratis. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. terbuka. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. diharapkan nilainilai demokrasi dapat ditegakkan. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. tegas. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. dan demokrasi Pancasila. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet cxxxiv . Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949).

Sukimin. dan Kabinet Juanda. yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara. yaitu Kabinet Natsir. antara lain Kabinet Syahrir I. Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. Ali Sastro Amidjojo II. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. Kabinet Syahrir II. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. cxxxv . Misalnya. b. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. Pada saat itu. terdapat dua kubu yang bertentangan. selama tahun 19451959 dikenal beberapa kabinet. yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. dan Kabinet Amir Syarifuddin. Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara. maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. Wilopo. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. Sementara itu.yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan.

demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Secara konsepsional. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat cxxxvi . dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila. MPRS No. mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan. III/MPRS/1963. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya.misalnya. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung. Secara konsepsional pula. pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden. Dalam konteks ini. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin.Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut. Persoalan sekarang. kesadaran.

bukan oleh perdebatan. dan budaya bangsa. UUD 1945. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun. serta 5) oposisi. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. berlainan dengan demokrasi sentralisme. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. serta budaya bangsa Indonesia. ekonomi dan sosial. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. Kesusilaan. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. serta penghitungan suara pro dan kontra. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. Berdasarkan pokok pikiran di atas. Yakni Batas Keselamatan Negara. Kepentingan Rakyat Banyak. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. b) Sebagai Alat. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. 4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan.pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. Penyebab penyelewengan cxxxvii . Namun dalam praktiknya.

haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa. yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. yang berpersatuan Indonesia. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. yang berketuhanan Yang Maha Esa. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.royang.tersebut. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu. Semangat cxxxviii . tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. c. Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. selain terletak pada presiden. juga karena kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotongroyong. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. Secara konsepsional. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotong. Misalnya.

menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. serta bersendi atas hukum. Dengan demikian. aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. b. sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. dan martabat tersebut. sosial. Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. harkat. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945. pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara.kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia. c. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. Aspek Formal. Aspek Materil. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam cxxxix . ekonomi. 2).yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME. antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. Aspek Normatif (kaidah). Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan. khususnya di masyarakat pedesaan.Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”. dan jujur untuk mencapai konsensus bersama.terbuka. dan budaya. Menurut S. Dalam demokrasi pancasila. indonesia sesuai dengan gambaran.

dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal.mencapai tujuan kenegaraan. negara Kesejahteraan. serta f. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila. Aspek Optatif. iii.yaitu terciptanya negara Hukum. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila.serta kebenaran. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. Jiwa demokrasi pancasila aktif. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan.dan negara kebudayaan e. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. i. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. Jiwa demokrasi pancasila pasi. ii. Jiwa Pengabdian. keadilan. d. yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. Aspek Organisasi. Serta iv. Penyingpangan tersebut secara cxl . dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. Aspek Kejiwaan. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. Namun. Tujuan ini meliputi tiga hal.

maraknya pratik kolusi. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum. serta format politik yang tidak demokratis. penegakan digiring kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. dan nepotisme. coba Anda bandingkan dan isilah daftar berikut! Nama Demokrasi Demokrasi Pancasila Demokrasi Barat (Liberal) Demokrasi Timur (Sosialis) Kelebihan Kekurangan cxli . khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. kebijakan floating mass). adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. h. menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. PNS seolah-olah untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. yaitu: a.transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah. Sebelum melanjutkan perjalanan demokrasi di Indonesia. korupsi. f. kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya. serta i. d.Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. e. g.

Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. upaya politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. badan peradilan yang otonom. prinsip rule of law sulit diwujudkan. 1998). Demikian pula. Untuk itu. dan hukum. Sehubungan dengan ini. tidak menjadi demokratisasi kolusi. tanpa demokratisasi poltik.untuk mewujudkan praktik demokrasi yang sesuai dengan tuntunanreformasi. Menurut Hutington (Chaedar.d . sosial. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. menambah. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak partisipasi pada reformasi di Indonesia sekarang ini.harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan.F. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda cxlii . berwibawa. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” meningkatkan reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik. MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. ekonomi. pada 10 s. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik.berbangsa. 13 November 1998. Perbedaanya tyerletak pada aturan pelaksanaan dan praktik penyelenggaraan.

perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. Oleh karena itu. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. undang-undang tentang otonomi daerah. Selain itu. Konstitusi RIS. Secara khusus. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. b. Misalnya. Partai politik lebih mandiri. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru. d. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis. Pemilihan umum lebih demokratis. untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. c. cxliii . kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. UUDS 1950. Pengaturan ham. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. undang-undang bidang politik. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. peraturan perundang lainnya. yakni UUD 1945.sesuai dengan aspirasi rakyat.

dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. nilai. Pendidikan demokrasi a. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan cxliv . yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. diskusi timbal balik. yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. b. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. 3). Pedidikan demokrasi secara informal. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. sikap. Pedidikan demokrasi secara formal. serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. prisip. Dengan demikian. Pendidikan demokrasi: 1). Pendidikan nonformal. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. dan sosial kultural untuk membangun cita-cita. 2). Selain itu. Pendidikan nonformal. pedagogis. konsep. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi.G. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. perensentasi. c.

Kedisiplinan. Kemutkhiran bahan pustaka cxlv . Ketuntasan pemecahan kasus. Kreativitas. Kejelasan uraian. Kerjasama tim presentasi. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide.H. Indikator Penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%).

BAB III PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. Pemilu masa Orde Lama Pemilu masa Orde Baru Pemilu masa transisi Pemilu masa Reformasi cxlvi . kratos berarti pemerintahan. c. b. artinya pemerintahan rakyat. 3. yaitu: a. Uraian tentang pemilu dibagi dalam beberapa hal. Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. 4. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. 2. Jadi. Dengan demikian. Sistem Pemilihan Umum Dinamika Partai Politik Pemilu di Indonesia 1. Demos artinya rakyat. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. Pemilu sebagai salah satu wujud demokrasi di Indonesia. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. khususnya di kota Athena. Dalam rapat tersebut. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. demokrasi.

Suatu tinjauan Filosofis. Budiardjo. DPRD. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. tentang susunan kedudukan MPR. Dasar-dasar Ilmmu Politik. 2000. 1968. Kanil. dkk. 2005. Dikti: Jakarta. Penerbit Erlangga: Jakarta. Burns. 1985. Tata Negara Edisi Kedua. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. James McGregor. Udin S. dan DPRD. PT Hanindita: Yogyakarta. Ganesha Exact: Bandung. UU 22/2003. 1949. amandeman terakhir. 1995. Perundangan: UUD 1945. cxlvii . Pemilu presiden. 1989. Harris soche. DPD.Panduan Menguasai Tata negara. Setiadi. Santiaji Pancasila. UU 12/2003. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Betham. Suny Ismail. University of california: USA. Goverment By the People. Winataputra.. 1966. General Theoryof Law and State. tentang partai plitik. Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. Demokrasi.2000. Triwamwoto. Miriam. 1986. UU 31/2002. David. Kelsen. or. DPR. Historis. Petrus Citra. Mekanisme Demokrasi Pancasila. Elly M. 2004 Kewarganegaraan SMA 1. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. tentang pemilu DPR. Grasindo: Jakarta. DPD. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. Rahmat A. Kanisius: Yogyakarta. Hans. Daji darmodihardjo. CST. Jakarta. Yudiris konstitusional. serta UU23/2003. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia.

lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. akan dibahas lebih lanjut mengenai UndangUndang Dasar 1945. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. Latar Belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam pembahasan. Sejak tanggal 27 Desember 1945. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. PENDAHULUAN A. Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan cxlviii . UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen).MODUL X PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA BAB I.

memahami. D. c. cxlix . Sistem Ketatanegaraan Negara RI x. Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. d. b. kedudukan pembukaan UUD 1945. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : u.tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat mengetahui. Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 w. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. B. Undang-Undang Dasar 1945 v. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Sistem Pemerintahan NKRI serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul.

tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). HUKUM DASAR TAK TERTULIS (KONVENSI) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. Undang-Undang Dasar 1945 PENGERTIAN HUKUM DASAR NEGARA Ada dua macam hukum dasar.BAB II PEMBAHASAN A. Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif.C.S. Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. HUKUM DASAR TERTULIS (UNDANG-UNDANG DASAR) E. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo. eksekutif. yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi). dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut. 1981: 95-96 ). Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badan-badan tersebut. Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: cl .

yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan. Mekanisme pembuatan GBHN. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. Batang Tubuh yang memuat cli . yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab.(yang dimulai sejak tahun 2000). Dapat diterima oleh seluruh rakyat. 4. yang terdiri dari 4 alinesa. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. b. c. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). seperti: a. KEDUDUKAN. SIFAT DAN ISI UNDANG-UNDANG DASAR 1945 Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. 2. Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. d. (2) Batang Tubuh UUD 1945.1. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat. PENGERT1AN. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. 3. Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Pembukaan.

atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. Sebagai hukum. lembaga negara. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. Sesungguhnya clii . Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara. majelis itu bersidang untuk menetapkan. aturan. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. seperti telah dijelaskan. Setiap produk hukum seperti undang-undang. Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946—sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. dapat dipisah-pisahkan. peraturan. UUD 1945 berisi norma.pasal-pasal. UUD. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. lembaga masyarakat. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). atau keputusan pemerintah.

sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. yakni hanya memuat 37 pasal. Undang-undang Dasar menjadi aturan yang luwes. dan tidak ketinggalan zaman. UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. Dengan aturan-aturan yang tertulis. harus terus hidup secara dinamis. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel.rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. 2. Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. cliii . Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturanaturan pokok saja. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. supel. Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. yang masih harus berkembang. ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. yang hanya memuat aturan pokok.

yang logis sejak dari alinea I cliv . PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 MAKNA. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. ISI. pengubahan. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. Selain itu. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara.Ini tidak berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945. Isi UUD 45 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. Karena itu. SIFAT DAN TUJUAN PEMBUKAAN UUD’45 1) Makna Pembukaan UUD’45 Makna yang terkandung dalam tiap-tiap Alinea Pembukaan UUD 1945. Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. sejak dari alinea I sampai dengan alinea IV merupakan suatu kesatuan. secara keseluruhan sebenarnya merupakan suatu kesatuan yang logis. yang pembuatan. Tiap-tiap alinea dalam Pembukaan UUD 1945.

clv . bersatu. Kemerdekaan dalam pengertian ini bukanlah kemerdekaan individualis (liberalis) namun merupakan suatu kemerdekaan bangsa. Kemerdekaan tersebut merupakan suatu hak kodrat. Berdasarkan ilmu logika maka pernyataan pada alinea I ini merupakan suatu premis mayor (pernyataan yang bersifat umum). yaitu berjuang untuk mencapai kemerdekaan. berdaulat.sampai dengan alinea IV. adil dan makmur. sehingga disebut juga sebagai hak kodrat dan hak moral. yaitu hak yang melekat pada kodrat manusia dan bukanlah merupakan hak hukum. Pelanggaran terhadap hak kodrat dan hak moral ini pada hakikatnya tidak sesuai dengan peri kemanusiaan (hakikat manusia) dan peri keadilan (hakikat adil). Keseluruhannya itu dapat dirinci pada uraian berikut ini: Alinea I Dalam alinea I ini terdapat suatu pernyataan yang bersifat umum yaitu suatu hak kemerdekaan setiap bangsa di dunia. sejak dari pernyataan yang bersifat umum sampai dengan pembentukan negara Indonesia. Jadi kemerdekaan individu diletakkan dalam kaitannya dengan kemerdekaan bangsa. Pernyataan dalam alinea II ini menurut ilmu logika merupakan suatu premis minor (yang bersifat khusus). Dalam kenyataannya bangsa Indonesia hampir mencapai tujuan kemerdekaan tersebut. Konsekuensinya merupakan wajib kodrat dan wajib moral bagi setiap penjajah untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa jajahannya. Kemudian kemerdekaan tersebut dijelmakan dalam suatu negara yaitu negara yang merdeka. Alinea II Berdasarkan alasan akan hak kodrat dan hak moral bagi setiap bangsa dan kenyataannya pihak penjajah tidak memenuhi wajib kodrat dan wajib moral untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa Indonesia maka sudah semestinya bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri atas kekuasaan dan kekuatannya sendiri.

Tentang hal ketentuan ditiadakannya UUD Negara.. perdamaian abadi dan keadilan sosial . Tentang tujuan negara.. kareta melaksanakan dan merealisasikan hak kodrat dan hak moral akan terwujudnya kemerdekaan. atau merupakan konsekuensi logis yaitu isi alinea IV merupakan tindak lanjut dari alinea sebelumnya... yang termuat dalam suatu pernyataan “..melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa..Alinea III Sebagai suatu konsekuensinya maka bangsa Indonesia menyatakan kemerdekannya itu atas kekuatannya sendiri yang didukung oleh seluruh rakyat. b.’ yang berbunyi ”. II dan III tersebut pada hakikatnya merupakan suatu asas pokok bagi alinea IV.... " (yang merupakan suatu tujuan khusus) dan .. (merupakan tujuan umum atau internasional). ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan... Menurut ilmu logika pernyataan dalam alinea ketiga ini merupakan suatu konklusio atau merupakan suatu kesimpulan..... yang tercantum dalam kalimat..yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.” clvi . Tentang hal bentuk negara..... Keseluruhannya itu hanya mungkin terwujud karena atas karunia dan rakhmat Tuhan Yang Maha Esa. Isi yang terkandung dalam alinea IV yang merupakan konsekuensi logis atas kemerdekaan yaitu meliputi pembentukan pemerintahan negara yang meliputi empat prinsip negara yaitu : a..maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.” c. Demikian pula merupakan suatu tindakan yang luhur dan suci. Alinea IV Semua asas yang terdapat dalam alinea I..

Alinea III = kemerdekaan rakyat Indonesia atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa. yaitu: a.d. 2) Isi Pembukaan UUD’45 Isi Pembukaan UUD’45 dapat ditinjau dari dua sudut pandang.. 1957 : 6-12).dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tujuan dan Cita-cita. Sudut Isinya (kesepadanan) Alinea I Alinea II Alinea III = tuntutan hak kodrat dan hak moril bangsa. Seluruh isi yang terdapat dalam alinea IV tersebut pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan tentang pembentukan pemerintahan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila (Notonagoro. dalam kalimat “. = peduangan bangsa telah sampai pada titik puncak/ kulminasi = awal hidup luhur bangsa memiliki Dasar. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat serta kebijaksanaan dengan mewujudkan dalam suatu permusyawaratan/perwakilan... Alinea IV = pembentukan pemerintah Indonesia dengan dasar Pancasila sebagai asas kerohanian bangsa. Alinea II = berhasilnya perjuangan bangsa Indonesia. yaitu: Alinea IV = Ikrar berdirinya Negara kesatuan RI dengan clvii . Sudut Sejarah (terjadinya) Alinea I = pernyataan hak kemerdekaan dari segala bangsa. Tentang dasar filsafat (dasar kerokhanian) negara. 3) Sifat Pembukaan UUD’45 Secara menyeluruh ada empat macam sifat Pembukaan UUD’45. b.

maka adanya Negara Kesatuan RI menjadi konkrit/jelas.a. yaitu ditentukan oleh Pembentuk Negara dan terjelma dalam suatu pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk negara.I. tujuan dan cita-cita bangsa). maka tidak terpenuhi syarat-syarat adanya negara. artinya selamanya terlekat dalam kelangsungan hidup bangsa Indonesia sepanjang masa di dalam bernegara. b. yang melindungi segenap bangsa Indonesia. • Secara material. dengan jalan hukum suatu peraturan hukum hanya dapat dihapus oleh penguasa yang menetapkannya atau yang lebih tinggi kedudukannya atau derajatnya. untuk menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar-dasar negara yang dibentuknya. yaitu memuat dasar-dasar pokok negara yang dibentuk memuat asas kerokhanian. apa yang terjadi pada saat. • Dari Segi isinya . yaitu: • adanya rakyat Indonesia. Pemerintah dan Asas Kerokhanian (asas politik. (Staatfundamentalnorm). Daerah. Pembukaan UUD’45 bersifat konkrit/jelas. Pembukaan UUD 1945 Sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental. artinya menurut ilmu hukum tatanegara memiliki beberapa unsur mutlak : • Dari Segi Terjadinya. proklamasi tidak dapat diulang lagi. Pembukaan UUD’45 bersifat tetap tidak dapat diubah. asas politik dan asas cita-cita negara serta memuat ketentuan diadakannya UUD negara.. c. padahal saat ini sudah tidak ada lagi. Jika Pembukaan UUD’45 tidak ada. sebab • Secara formal. serta terlekat pada Tuhan YME (Proklamasi). clviii . artinya dengan adanya Pembukaan UUD’45 sebagai Kata Pengantar UUD Negara R. yaitu adanya Rakyat. hanya satu kali terjadi yang terikat dan terlekat kepada masalah hidup pokok dari setiap warga bangsa pada saat itu.

tegas dan jelas formulasinya. Alinea II = suatu cita-cita Kemerdekaan. kedaulatan Negara. Tujuan Pembukaan UUD’45 mempunyai 4 macam tujuan. kebahagiaan. c. hanya kelemahannya tidak tegas dan tidak jelas formulasinya serta mudah untuk dilanggar atau dilupakan orang. kesejahteraan umum. ekonomi. adanya Pancasila. adanya asas Politik. Alinea I= suatu pertanggungjawaban atas Proklamasi Kemerdekaan RI. mencerdaskan kehidupan bangsa. tidak dapat dirubah dengan kekuasaan sebab bersifat imperatif moril. 4) Tujuan Pembukaan UUD’45. membentuk suatu pemerintahan negara. Alinea IV = suatu pernyataan Kemerdekaan sebagai permulaan suatu penentuan perwujudan asas tujuan yang tetap hidup luhur dan suci atas rahmat Tuhan YME. Pembukaan UUD’45 bersifat tertulis. d. melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. yaitu sulit untuk diingat. clix . yakni terpeliharanya kemerdekaan. badaniah dan Tuhaniah). adanya asas Tujuan atau Cita-cita bangsa. sebagai dasar Negara. Alinea III = d. b. Negara dan daerah atas Keadilan Hukum dan keadilan Moril. yaitu: a. sosial. Kesatuan Bangsa. memiliki kekuatan mudah untuk diingat. Republik yang berkedaulatan Rakyat. maka dengan kekuasaan dapat diubah. (kesejahteraan politik. Sesuatu piagam atau apapun yang bersifat tidak tertulis.• • • • • adanya Daerah Negara. Namun memiliki kelemahan pula. ketertiban dunia. rokhaniah. yaitu memiliki kekuatan yang dapat dipaksakan. sebagai hukum positif. adanya Pemerintah Negara. perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Hal ini menunjukkan pokok pikiran persatuan. Pokok-pokok Pikiran tersebut adalah sebagai berikut: (1) Pokok Pikiran Pertama : Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar asas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM PEMBUKAAN UUD’45 Menurut penjelasan resmi dari Pembukaan UUD 1945 yang termuat dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. Dengan pengertian yang lazim. 7. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. mengatasi segala faham perorangan. Pokok pikiran ini menegaskan bahwa dalam Pembukaan* diterima aliran pengertian negara persatuan. dijelaskan bahwa Pembukaan UUD 1945 mengandung Pokok-pokok Pikiran yang meliputi suasana kebatinan dari UUD Negara Indonesia. negara penyelenggara negara dan setiap warga negara wajib mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan golongan ataupun perorangan. Berdasarkan isi dari penjelasan resmi Pembukaan UUD 1945 tersebut bahwa dengan Pokok-pokok Pikiran tersebut nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dijelmakan atau dijabarkan secara normatif dalam pasalpasal UUD 1945. Pokok-pokok Pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum (Rechtsidee) yang menguasai hukum dasar negara baik hukum dasar tertulis (UUD) maupun hukum dasar tidak tertulis (convensi). negara menurut pengertian Pembukaan UUD 1945 tersebut menghendaki persatuan meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya. Jadi negara mengatasi segala faham golongan. Negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan wilayah seluruhnya. clx .

yang menyatakan bahwa kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Memang aturan ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Ketiga Pancasila. Pokok pikiran ini menempatkan suatu tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai dalam Pembukaan. Sehingga dapat menentukan jalan serta aturan-aturan mana yang harus dilaksanakan dalam Undang-Undang Dasar untuk sampai pada tujuan itu yang didasari dengan bekal persatuan. Pokok pikiran inilah yang merupakan Dasar Politik Negara. (3) Pokok Pikiran Ketiga : Negara yang berkedaulatan rakyat. Ini merupakan pokok pikiran keadilan sosial yang didasarkan pada kesadaran bahwa manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama uniuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat. berdasarkan atas kerakyatan. Pokok pikiran keempat dalam ‘Pembukaan’ ini mengandung konsekuensi logis bahwa Undang-Undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara untuk clxi . Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Keempat Pancasila. (4) Pokok Pikiran Keempat Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut Gasar kemanusiaan yang adil dan beradab. dan permusyawaratan/perwakilan. dan merupakan suatu kausa finalls (sebab tujuan).(2) Pokok Pikiran Kedua : Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah pokok pikiran kedaulatan rakyat. Pokok pikiran ini dalam ‘Pembukaan’ mengandung konsekuensi logis bahwa sistem negara yang terbentuk dalam Undang-Undang Dasar harus berdasarkan atas kedaulatan rakyat dan berdasarkan permusyawaratan/perwakilan.

memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur. Hal ini menegaskan pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengandung pengertian taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan pokok pikiran kemanusiaan yang adil dan beradab yang mengandung pengertian menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia atau nilai kemanusiaan yang luhur. Pokok pikiran keempat ini merupakan Dasar Moral Negara yang pada hakikatnya merupakan suatu penjabaran dari Sila Pertama dan Sila Kedua Pancasila. Empat pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 menurut Penjelasan Undang-Undang Dasar ini, merupakan penjelasan logis dari inti alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Atau dengan lain perkataan bahwa keempat pokok pikiran tersebut tidak lain adalah penjabaran dari Dasar Filsafat Negara, Pancasila. Dalam pokok pikiran yang pertama ditekankan tentang aliran bentuk negara persatuan, pokok pikiran kedua tentang cita-cita negara, yaitu keadilan sosial dan pokok pikiran ketiga adalah merupakan dasar politik negara berkedaulatan rakyat. Bilamana kita pahami secara sistematis maka pokok pikiran I, II dan III memiliki makna kenegaraan sebagai berikut : negara ingin mewujudkan suatu fujuaii negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok pikiran I). Agar terwujudnya tujuan negara tersebut maka dalam pelaksanaan negara harus didasarkan pada suatu dasar politik negara yaitu negara persatuan republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran I dan III) (Notonagoro, 1974:16). Dalam kehidupan kenegaraan mendasarkan pada suatu dasar moral yaitu negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab (pokok pikiran IV). Sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu negara sudah semestinya memiliki suatu cita-cita yang ingin dicapai yaitu suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (pokok pikiran keempat) sehingga pokok pikiran ini merupakan suatu

clxii

dasar cita-cita negara. Maka untuk mencapai cita-cita kenegaraan yaitu suatu keadilan dalam hidup bersama (keadilan sosial), negara mewujudkan dalam suatu dasar tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (pokok (pokok pikiran I), adapun sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita negara sebagaimana termuat dalam (pokok I), dan Republik yang berkedaulatan rakyat (pokok pikiran III). serta harus mendasarkan pada dasar, moral negara, yaitu negara berdasar atas “Ketuhanan YME” dan menurut dasar ‘kemanusiaan Yang adil dan berabad. Dengan lain perkataan untuk mewujudkan tujuan negara serta cita-cita negara, juga harus mendasarkan pada dasar moral negara. Hal ini menunjukkan bahwa betapapun baiknya suatu sistem negara dengan suatu perangkat hukum yang baik. Tetap harus mendasarkan pada moralitas negara yang baik pula. Negara dengan sistem politik dan hukum yang baik, apabila aparat pelaksana, penyelenggaraan negara tidak memiliki moralitas yang luhur, maka negara akan mengalami ketidakseimbangan dan akhimya rakyat mengalami penderitaan. Prinsip negara sebagaimana terkandung dalam pokok-pokok. pikiran tersebut menunjukkan kepada kita dalam kehidupan bernegara walaupun didasarkan pada peraturan hukum, juga harus didasarkan pada moralitas. Negara Indonesia mendasarkan pada komitmen moral kemanusiaan yang beradab karena dalam kehidupan bernegara pada hakikatnya untuk mencapai tujuan kemanusiaan yang bermartabat luhur. HUBUNGAN ANTAR POKOK PIKIRAN PEMBUKAAN UUD’45 DENGAN BATANG TUBUH UUD’45. Dalam sistem tertib hukum, Indonesia,. Penjelasan UUD’1945 menyatakan bahwa Pokok Pikiran itu meliputi suasana kebatinan dari UndangUndang Dasar Negara Indonesia serta mewujudkan cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar tertulis (UUD) dan hukum dasar tidak tertulis (convensi), selanjutnya. Pokok Pikiran itu dijelmakan dalam pasal-pasal UUD

clxiii

1945. Maka dapatlah disimpulkan bahwa suasana kebatinan Undang-Undang Dasar 1945 tidak lain dijiwai atau bersumber pada dasar filsafat negara Pancasila. Pengertian inilah yang menunjukkan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pembukaan UUD 1945, mempunyai fungsi hubungan langsung yang bersifat kausal organs dengan batang tubuh UUD 1945. Karena isi dalam Pembukaan dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945. Maka, Pembukaan UUD 1945 yang memuat dasar filsafat negara dan Undang-Undang Dasar merupakan satu kesatuan walaupun dapat dipisahkan, bahkan merupakan rangkaian kesatuan nilai dan norma yang terpadu. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang didalamnya terkandung Pokok-pokok Pikiran Persatuan Indonesia. Keadilan sosial, Kedauatan Rakyat berdasarkan atas Permusyawaratan/Perwakilan serta Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang inti sarinya merupakan pencernaan dari dasar filsafat Pancasila. Adapun Pancasila itu sendiri memancarkan nilai-nilai luhur yang telah mampu memberikan semangat kepada UUD 1945. Semangat dari UUD 1945 serta yang disemangati yakni pasal-pasal UUD 1945 serta penjelasannya pada hakikatnya merupakan satu rangkaian kesatuan yang bersifat kausal organis. Ketentuan serta semangat yang demikian itulah yang harus diketahui, dipahami serta dihayati oleh segenap bangsa Indonesia yang mencintai negaranya. Rangkaian isi, arti makna yang terkandung dalam masing-masing alinea dalam pembukaan UUD 1945, melukiskan adanya rangkaian peristiwa, dan keadaan yang berkaitan dengan berdirinya Negara Indonesia melalui pernyataan Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia. Adapun rangkaian makna yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: (1) Rangkaian peristiwa dan keadaan yang mendahului terbentuknya negara, yang merupakan rumusan dasar-dasar pemikiran yang menjadi latar

clxiv

belakang pendorong bagi Kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam, wujud terbentuknya negara Indonesia (alinea I, II dan III Pembukaan). (2) Yang merupakan ekspresi dari peristiwa dan keadaan setelah negara Indonesia terwujud (alinea IV Pembukaan). Perbedaan pengertian serta pemisahan antara kedua macam, peristiwa tersebut ditandai oleh pengertian yang terkandung dalam anak kalimat, “Kemudian daripada itu” pada bagian keempat Pembukaan UUD 1945; sehingga dapatlah ditentukan sifat hubungan antara masing-masing bagian Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD 1945, adalah sebagai berikut: (1) Bagian pertama, kedua dan ketiga Pembukaan UUD 1945 merupakan segolongan pernyataan yang tidak mempunyai hubungan ‘kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945. (2) Bagian keempat, Pembukaan UUD 1945 mempunyai hubungan yang, bersifat *kausal organis dengan Batang Tubuh UUD 1945, yang mencakup beberapa segi sebagai berikut: (a) (b) Undang-Undang Dasar ditentukan akan ada. Yang diatur dalam UUD, adalah tentang pembentukan pemerintahan negara yang memenuhi pelbagai persyaratan dan meliputi segala aspek penyelenggaraan negara. (c) (d) Negara Indonesia ialah berbentuk Republik yang berkedaulatan rakyat. Ditetapkannya dasar kerokhanian negara (dasar filsafat negara Pancasila). Atas dasar sifat-sifat tersebut maka dalam hubungannya dengan Batang Tubuh UUD 1945, menempatkan pembukaan UUD 1945 alinea IV pada kedudukan yang amat penting. Bahkan dikatakan bahwa sebenarnya hanya alinea IV Pembukaan UUD 1945 inillah yang menjadi inti sari Pembukaan dalam arti yang sebenarnya. Hal ini sebagaimana termuat dalam penjelasan resmi Pembukaan dalam Berita Republik Indonesia tahun 11, No. 7, yang

clxv

Batang Tubuh UUD’45 memiliki 3 sifat utama. disembarang ruang dan di mana saja dapat dipraktekkan. Pasal 17 menjadi 4 clxvi .hampir keseluruhannya mengenal bagian keempat Pembukaan UUD 1945. Dr. kapan saja dapat berlaku. artinya dapat mengikuti perkembangan zaman. Soepomo tanggal 15 Juni 1945 di depan rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia). Pasal 15 tetap. Pasal 9 menjadi 2 ayat. memuat 37 pasal. Isi Batang Tubuh UUD’45 UUD 1945 hasil Amandemen 2002 masih tetap. (Pidato Prof Mr. sejak dulu hingga sekarang dan sampai kapanpun. Pasal 12 tetap. akan tetapi telah dibagi dari 16 Bab menjadi 26 Bab. Pasal 7C. Rigid (tidak kaku). Pasal 13 menjadi 3 ayat. Pasal 11 menjadi 3 ayat. Batang tubuh UUD’45 ialah peraturan Negara yang memuat ketentuanketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber daripada peraturan perundangundangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara itu. Pasal 8 menjadi 3 ayat. Fleksibel. dan 3 (tiga) pasal aturan peralihan dan dua pasal aturan tambahan. artinya dapat diselami setiap warga negara Indonesia secara keseluruhan. Pasal 16 1 ayat. siapa saja menjadi WNI maupun menyelaminya. Pasal 7 ditambah Pasal 7A. elastis dan supel. BATANG TUBUH UUD’45 Pengertian Batang Tubuh UUD’45. Sifat Batang Tubuh UUD’45. 3. Adapun pasai-pasal dimaksudkan antara lain Pasal 2 dan Pasal 3 dari 2 ayat menjadi 3 ayat. Luwes (gemulai). Selain jumlah bab ditambahkan juga banyak pasal-pasal yang dikembangkan. Pasal 7B terdiri atas 7 ayat. 2. Pasal 6 dengan dua ayat. Pasal 14 menjadi 2 ayat. yaitu: 1. ditambah Pasal 6A menjadi 5 ayat. Pasal 10 tetap. artinya dapat dilaksanakan oleh setiap warga negara Indonesia di semua tempat.

Pasal 36-C dengan 1 ayat serta Pasal 37 berisi 5 ayat. Pasal 33 dengan 5 ayat. Pasal 28-J dengan 2 ayat. Pasal 23-E dengan 3 ayat. sebagai berikut: clxvii . Pasal 30 dengan 5 ayat. ditambah pasal 22-A 1 ayat. Pasal 28-G dengan 2 ayat. B. ditambah pasal 28-A dengan 1 ayat. 22-B terdiri atas 1 ayat. Pasal 18 menjadi 7 ayat. ditambah pasal 23-A 1 ayat. Pasal 28-B dengan 2 ayat. Pasal 28-1 dengan 5 ayat. Pasal 22-D terdiri atas 4 ayat. Pasal 28-F dengan 1 ayat. Pasal 31 dengan 5 ayat. 4 ayat. Pasal 28-C dengan 2 ayat. Pasal 20 menjadi 5 ayat. Pasal 28-D dengan 4 ayat. Pasal 23-B 1 ayat 23-C dengan 1 ayat. Pasal 23 berubah menjadi 3 ayat. Pasal 21 tetap 2 ayat. Pasal 28-H dengan 4 ayat. 23-F dengan 2 ayat. Pasal 22 tetap 3 ayat. memuat 5 ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Demikian isi UUD 1945 hasil amandemen tahun 2002 (amandemen ke4) yang masing-masing pasal ada yang dikurangi dan. Pasal 36 dengan 1 ayat. Pasal 24-C dengan 6 ayat. Pasal 32 dengan 2 ayat. Pasal 18 B terdiri atas 2 ayat. ada yang ditambah serta ayat-ayat dalam pasal-pasal tersebut. Pasal 37. Pasal 24-B dengan. ditambah Pasal 24-A dengan 5 ayat. 4 ayat. Pasal 28 dengan 1 ayat. Pasal 19 menjadi 3 ayat. Pasal 36-B dengan 1 ayat. ditambah Pasal 20 A terdiri atas 4 ayat. Pasal 29 dengan 2 ayat. Pasal 26 dengan 3 ayat. Pasal 34 dengan 4 ayat. ditambah Pasal 36-A dengan 1 ayat. Pasal 35 dengan 1 ayat. Pasal 28-E dengan 3 ayat. ditambah pasal 18 A terdiri atas 2 ayat. Pasal 23-G dengan 2 ayat. terutama mengingat agar UndangUndang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. Pasal 23-D 1 ayat. Pasal 22-E dengan 6 ayat. Pasal 24 dengan 3 ayat. Pasal 27 dengan 3 ayat. Amandemen/Perubahan Uud’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Era Global PROSES PERUBAHAN/AMANDEMEN UUD’45 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. 22-C terdiri atas. Pasal 30 dengan 5 ayat. Pasal 25 dengan 1 ayat.ayat.

Pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. Berketuhanan. (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. clxviii . mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. sifat negara. DINAMIKA PELAKSANAAN UUD’45 SEJAK AWAL KEMERDEKAAN HINGGA ERA GLOBAL. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar. hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. tujuan negara dan dasar negara Pancasila. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar.(1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945.

dan pembubaran DPR oleh Presiden. Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6. Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3. Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5.MASA KEMERDEKAAN (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. Tapi Ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. misalnya Nasakom. Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2. konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. MASA ORDE LAMA (1959-1966) 1) PENGERTIAN ORDE LAMA Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: clxix . Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. Kabinet Burhanudin Harahap. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. 7 kali yaitu: 1. Namun keadaan ini tidak bertahan lama. pengangkatan Presiden seumur hidup.

Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. jadi hanya bersifat sementara.Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk. kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan.Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. Lembaga negara seperti MPR. 2) BEBERAPA PENYIMPANGAN DALAM PELAKSANAAN UUD 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. MASA ORDE BARU 1) PENGERTIAN ORDE BARU Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. 2. DPR. Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945.1. Berbagai ancaman datang silih berganti. Mempunyai tujuan: a. c. Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. clxx . Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup. b. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika d. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965.

XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. Menetapkan GBHN. dan politik yang stabil serta melaksanakan cita-cita demokrasi politik. MPR No. MPR No. wakilnya. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945. dan Tap MPR No. perekonomian. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. Tritura. a. DPR. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap. 2) LANGKAH PENCAMALAN UUD 1945 OLEH ORDE BARU Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. b.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan. Tap.tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966. 3. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1.IX/MPR/1966. clxxi . dan Hanura secara konstitusional. Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen antikolonialisme. Dalam sidang umum MPR bertugas. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR. MPR mengadakan sidang umum. dan Pemilu 2. Selain itu. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945. Presiden.

5. UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). dan Sidang Tahunan MPR 2002. yaitu DPA dan BPK. yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. c. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999. b. dan Sidang Tahunan MPR 2002. Membentuk lembaga tinggi negara.4. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara. sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. 6. terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. Melaksanakan Pemilu tepat waktu. SidangTahunan MPR tahun 2000. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999. karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel. Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang. clxxii . Sidang Tahunan MPR 2000. MASA REFORMASI Dalam proses reformasi dewasa ini. DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. Tugas Presiden: a. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. Sidang Tahunan MPR 2001. Sidang Tahunan MPR 2001. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinter-pretable” pada pasal-pasal UUD 1945. d. Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945.

lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I). tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia. berdasarkan sehingga hukum dapat (rechtsstaat). clxxiii . Meskipun UUD 1945 telah diamandemen. Sistem Ketatanegaraan Negara Republik Indonesia TUJUH KUNCI POKOK SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA R. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara. 5. 4 . Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya. yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara setiap Indonesia harus adalah negara yang hukum. tetapi juga dalam arti materiil. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen).I. ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan.C. tindakan berlandaskan dipertanggungjawabkan secara hukum dan tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan. b. 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). 28. 20. 28A-28J. Artinya. lihat UUD 1945 Pasal 27. 23E dan 24. 19. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. dalam arti formal saja.

2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional. e. Dalam sistem ini. Karena ia adalah mandataris MPR. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak. lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). 33 dan 34. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan clxxiv . Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan. maka dia. serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. bukan absolut (tidak terbatas). wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali. d. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas). Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluan-haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. lihat UUD 1945 Pasal 24. penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem konstitusional. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia. f. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD. serta bertanggung jawab kepada majelis ini. yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan. berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia.c. Pasal 31.

7B). mendapatkan persetujuan DPR. antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara. 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan clxxv . Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. pemberian amnesti dan abolisi dan lainlain. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. 5) Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. penganugerahan gelar dan tanda jasa. Karena itu Presiden dan DPR harus bekerja sama. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasal-pasal UUD 1945 hasil amandemen keempat. Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. pengangkatan duta dan konsul. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus. Dalam melakukan kewajibannya. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan.segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR.

. karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden. SUSUNAN KEKUASAAN NEGARA R. pengubahan. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri... Selain itu. dan Presiden sangat erat. Pembentukan. clxxvi . Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV..Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak.. dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang.. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. ia bukan diktator. artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”.I.. 7. karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden. DPR.UU (lihat Pasal 17). sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. Seperti dijelaskan sebelumnya.. Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR.Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UndangUndang Dasar Negaraa Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR...”. Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR.

didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) LTUD 1945). artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. (c) Kekuasaan Yudikatif.. DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi. (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif. (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945).(b) Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat. karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung. didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1).. clxxvii . (d) Kekuasaan Inspektif. berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). atau pengawasan didelegasikan kepada Baden Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). yang dalamUUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). tertinggi adalah ditangan rakyat. dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif.. (Pasal 16 UUD 1945). Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “. (b) Kekuasaan Legislatif. didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945).

pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan.. (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: (1) penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III.. Melantik Presiden dan Wakil Presiden.. dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas clxxviii . yaitu” . serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi. Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945. menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan. (d) Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan). Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali. (b) “Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD.”.(3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945..

(2) Pasal 2 ayat (1). Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. yaitu meliputi tiga hal. Majelis Permusyawaratan. Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : (1) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah sebagai asasnya. (1) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen. (2) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD. misalnya Pasal 7B ayat (7). maka dimungkinkan terbanyak. yaitu mengubah UUD. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD.permusyawaratan perwakilan. “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar”. dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan. (5) Pengawasan Konsep pengawasan menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2). MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat. Berdasarkan ketentuan tersebut maka pengambilan keputusan itu melalui suara clxxix . (2) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai.

dan Mahkamah Agung. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi: clxxx . MPR No.a negara... Dewan Pertimbangan Agung. tugas dan hubungan antar lembag. D.” Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : (1) Dilakukan oleh seluruh warga negara. Badan Pemeriksa Keuangan.III/MPR/1978. dan (2) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat.. (3) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR.. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden. Dewan Perwakilan Rakyat. Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. disebut “. Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan.menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu. tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasal-pasalnya. Sistem Kelembagaan Negara RI KELEMBAGAAN NEGARA UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya.kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR. Dalam Tap. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat. MPR No.VI/MPR/1973 dan Tap. wewenang.

20A. 21. dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden. DPD. 20. 22C.KELEMBAGAAN NEGARA SETELAH PERUBAHAN UUD 1945 (ST MPR 2002) UUD 1945 BPK MPR PRESIDEN KEKUASAAN KEHAKIMAN MK/MA/KY DPD /DPR WAPRES LEGISLATIF Keterangan: MK = Mahkamah Konstitusi MA = Mahkamah Agung KY = Komisi Yudisial Sumber: Kompas. Agustus 2002 EKSEKUTIF YUDIKATIF Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19. Pasal clxxxi . sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. dan DPRD (Pasal 23 E. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR. 22B.

memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD. Tugas BPK antara lain: 1. menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24. Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final.23F. di samping DPR dan Presiden. clxxxii . Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. martabat serta perilaku hakim. jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002. 2. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Badan ini bersifat bebas dan mandiri. (Lihat Pasal 24C) HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI HUBUNGAN ANTARA MPR DAN PRESIDEN Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Merneriksa semua pelaksanaan APBN. dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. dan 23G). Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). (Lihat Pasal 24B). memutus pembubaran partai politik.

maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR. korupsi. penvuapan. clxxxiii . MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. Dewan Perwakilan Rakyat. hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya. maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. tindak pidana berat lainnya. dan anggota-anggota.Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir. maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar. HUBUNGAN ANTARA MPR DAN DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggotaanggota. atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). Dengan demikian maka seluruh anggota. Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR. maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD.

yang dimilikinya seperti hak angket. terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara. MPR serta mempunyai tugas lainnya sesuai yang agar sangat luas. hak budget. Di dengan Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga- clxxxiv . dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). benarbenar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis. maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR.Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR. peraturan-peraturan lembaga lainnya. hak interpelasi. DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. 20 dan 21). HUBUNGAN ANTARA DPR DAN PRESIDEN Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1). melalui serta wewenang DPR. hak amandemen. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang peraturan-peraturan itu undang-undang UUD 1945.

memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva. Menurut UUD 1945. Presiden harus memperhatikan. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis). Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. mendengarkan. ma. Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR. dan dengan pengawasan tersebut. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah. clxxxv . maka Iembaga-lembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah.dalam.ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan. pekerjaan untuk membuat UU. berkonsultasi dan dalam banyak hal. maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a.

(1) Hak budget. Dengan adanya wewenang DPR tersebut. HUBUNGAN ANTARA DPR DENGAN MENTERI-MENTERI Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)). Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam clxxxvi . akan tetapi tergantung kepada Presiden. sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menteri-menteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh suratsurat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. (2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan. Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan (3) Hak amandemen (mengadakan perubahan) (4) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) (5) Hak bertanya (6) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan). Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)). dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah.

Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)). maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. akan tetapi tergantung kepada Presiden. menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR.penjelasan UUD. HUBUNGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN MENTERI-MENTERI Presiden mengangkat dan memberhentikan menterimenteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR. dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden. Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). terutama berdasar Pasal 3 ayat (3). akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya. menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya. 1945. mereka bukan pegawai tinggi biasa.kepada Presiden. Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut clxxxvii .-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. Meskipun kedudukan Para menteri tergantung. oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas. Oleh karena itu menteri-menten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR. ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR.

departemennya. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara, para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan, timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. HUBUNGAN ANTARA MAHKAMAH AGUNG DENGAN LEMBAGA NEGARA LAINNYA. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lainlain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur rnenetapkan hubun~arl antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim, sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila. Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law, not by man). Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat

clxxxviii

perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturan-peraturan itu, atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang, Tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabila pengadilan, karena alat penbuktian yang sah menurut undangundang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan pesitaan, selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undang-undang. Setiap orang yang disangkakan, ditangkap. ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). Semua pengadilan memberikan keterangan, pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi, berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat .yang .lebih tinggi. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut, dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. Ketentuan ini

clxxxix

mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung, yang mengandung makna,bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang- undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. Dalam merupakan proses reformasi dewasa ini Mahkamah KKN Agung untuk ujung tombak terutama mernberantas

rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No. XI/MPR/1998. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. HUBUNGAN ANTARA BPK DENGAN DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. Undang-Undang No. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan, bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah, akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang, badan/instansi Pemerintah atau badan swasta, sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya, oleh karena, pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum

cxc

dapat dikatakan cukup. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula, secara tertib. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. Selain pelaksanaan APBN, diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana, apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana, atau perbuatan yang merugikan negara, maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. ' ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara, antara BPK, DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan, dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam hulan atau dengan hukuman dengan scbanyak-banyaknya Rp. 1.000.000,00. E. Indikator Penilaian

cxci

Kejelasan uraian. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • • Contextual instruction Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide.Metode Pembelajaran : Kuliah(40%). Kedisiplinan. Ketuntasan pemecahan kasus. Kerjasama tim presentasi. Kreativitas. Kemutkhiran bahan pustaka cxcii .

UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. cxciii .BAB III PENUTUP Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Setiadi. II. Jambatan. Pen. R. Pen. 2002. Pembagian Kekuasaan Negara. JCT. Simorangkir. 1982.Makassar. Kaelan.. Jakarta. Pen. Pengimplementasian UUD’45.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Pen. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. M. Purnomo. Bandung. Gramedia Pustaka Utama. Pendidikan Pancasila. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Departemen Penerangan R. Kansil. Yogyakarta.Si. Universitas Hasanuddin. CST. Bursa Buku FH-UI. Yogyakarta. Jakarta. Elly M.STIMIK DIPANEGARA . Drs. Kajian tentang UUD’ Negara R. Pen.I. 1973. Pen. Yogyakarta. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis).Si. Hutauruk.2004 cxciv . M. 1973.H. III) Pen. Tim Dosen Pancasila Unhas. Dra.DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny. Tentang dan Sekitar UUD’45. 1993. Drs.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Jakarta. Kanisius. Paramitha Pradnya. Seko ABRI. Pen.Si. Pancasila dan UUD'45 (I. Erlangga.I.Makassar. Gunawan. Pen. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. M. Jakarta. M. 2003. 1962. Kaelan. Pradnya Paramitha. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Jakarta. Pen. 1968. Pradnya Paramitha. S. 2005. 1970.Jakarta.

atau jenis kelamin. UU No. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. HAM juga bersifat supralegal. serta d. B. keamanan. dan lain-lain: b. kebebasan. Pengertian.MODUL VIII HAK ASASI MANUSIA BAB I. PENDAHULUAN A. Ruang Lingkup Modul ini akan membahas : 1. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undangundang dasar. Sejarah dan Macam-macam HAM 2. Ruang lingkup HAM meliputi a. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4. ras. kekuasaan pemerintah. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001). hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan. HAM dalam tataran Global 3. hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. HAM dalam UUD 1945 5. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila cxcv . tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia.

Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 10. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia. Kaitan Modul Modul ini penting untuk memahami modul selanjutnya yaitu Pancasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia serta pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. sejarah dan macam-macam HAM 9. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 8. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian.C. D. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya cxcvi .

sejarah dan macam-macam HAM 1. 1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John • • • Bill of rights (Undang-Undang Hak. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. Sejarah HAM Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsurangsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. 1789) Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan cxcvii . 1689) Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara.BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan. 2. Berawal dari 2 perang besar didunia ( Pd I dan Pd II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional. Naskah tersebut adalah : • Magna Charta (piagam Agung.

Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan). dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak • • Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu.hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. yaitu : • • • • Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) Kebebasan beragama (freedom of religion) Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. cxcviii . menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial.Macam-macam HAM Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. hak atas kebebasan. membeli. mensual. diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. memeluk agama. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. 3. disamping hak-hak politik. hak untuk memilih dsb.

c. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak. hak masuk dan ikut dalam parpol. dan peradilan B. pemeriksaan. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada.• • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan. pembelaan. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. yaitu: a. misalnya dalam penangkapan. negara sebagai koordinator dan pengawas. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban cxcix . haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. 3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. HAM pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. 2) masyarakat sebagai keluarga besar. penggeledahan. penyidikan. b. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama.

yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. ekonomi.sebagai anggota masyarakat. cc . 9) hak untuk bebas memeluk agama. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. 2) kemerdekaan dan keamanan badan. d. serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. sosial. 10) hak untuk berapat dan berkumpul. politik. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil.

hak turut serta dalam pemerintahan. sosial budaya. hak atas kebebasan. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional cci . a. 26/2000 tentang Pengadilan HAM. kesederajatan. ekonomi. antiterorisme. 39/1999 tentang HAM dan UU No. dan hak anak. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan yang berlaku. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. politik. dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. 13) hak untuk berdagang. Oleh sebab itu. Sesuai dengan Pasal l (3). hak atas kesejahteraan. dan konsisten. Pancasila sila ke-4. hak memperoleh keadilan.12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. hak atas rasa aman. hak mengembangkan diri. baik dalam penerapan. pemantauan. 29. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya Sejalan dengan amanat Konstitusi. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). hak wanita. dan 30). hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. C. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil. pada prinsip saling menghormati. tidak diskriminatif. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. Pasal 55. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. UU No. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No.

Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. f. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. h. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. m. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. g. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. cepat. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional.b. c. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. e. n. d. ccii . k. l. dan tepat. j. i. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM.

dan menghukum para pengedarnya secara maksimal. alinea 4 perlindungan terhadap hak budaya dan ekonomi) ii. Peningkatan penanganan dan tindakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. Bangsa Indonesia telah lebih dulu : Kebebasan untuk merdeka : Negara yang adil : Menyatakan kemerdekaan :Menunjukkan pengakuan dan asasi (dalam bidang politik. Menurut Pancasila. alinea 2 3. p. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia.o. Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut.Hak Asasi Dalam UUD’ 45 i. penyelidikan. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. hakikat manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. alinea 3 4. Dalam Pembukaan UUD’ 45 1. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. penuntutan. hukum. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. alinea 1 2. D. q. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. sosial cciii . meningkatkan penyidikan. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya.

dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal. Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa. Telah mengangkat hak-hak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. 1. Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”. hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB. tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289).” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa. Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. Sehingga. Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh.. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. asasi Manusia PBB. dan diteruskan dengan cciv .

. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang politik.. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah.Memajukan kesejahteraan umum. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa.. dalam rumusan tujuan negara “. hukum material. ekonomi... Pendidikan. maka pengertian bangsa. dan agama.. dan mencerdaskan kehidupan bangsa.”. tujuan negara.kata “.. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2).. sosial.” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri..supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: ccv . Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya... kebudayaan.

(8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. ccvi . Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. dan negaranya. bangsa.BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia.

keluarga. (4) Setiap orang berhak untuk. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva. (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. kehormatan. memilih pendidikan dan pengajaran. menyimpan. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. ccvii . serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. serta berhak untuk mencari.Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. memilih kewarganegaraan. (6) Setiap orang berhak. atas kebebasan berserikat. memiliki. bertempat tinggal. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. memilih pekerjaan. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. memperoleh.

hak untuk tidak disiksa. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. pemajuan. (9) Perlindungan. terutama pemerintah. hak izin untuk tidak diperbudak. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. diatur. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah. penegakkan.. dan bernegara. dan hati nurani. hak beragama. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. berbangsa. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin.(6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk ccviii . dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. hak kemerdekaan pikiran. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara.

tentang Hak Asasi manusia. hak atas kesejahteraan. hak atas kebebasan pribadi. hak atas rasa aman. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. keamanan. hak wanita. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia.menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Hak-hak asasi tersebut meliputi. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. perlindungan hak asasi. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. hak mengembangkan diri. UU No. dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. hak turut serta dalam pemerintahan. 39 tahun 1999. terkandung kewajiban dasar manusia. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. nilai-nilai agama. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan mengalami perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia KOMNAS HAM. Selain hak asasi juga dalam LJU No. hukum. hak untuk hidup. kemajuan. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. hak memperoleh keadilan. dan hak anak. antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. walaupun pelaksanaannya belum optimal. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. 39 tahun 1999. yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. dan ccix .

Satu kasus yang hukum internasional yang diterima oleh negara Republik ccx . Pasal 28-E ayat (3). Dengan diundangkannya UU No. Jikalau. serta hak memperoleh. 9 tahun 1999. pasal 28A sampai dengan pasal 28J. Pasal 28-C ayat (2). memiliki. ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. (2). hak memeluk. hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundangundangan dan Indonesia. menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. mengolah. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). diatur dalam Undang-undang No. telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA. Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. serta jaminan hukum yang memadai. hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1). melindungi. Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. menyimpan. Pasal 28-H ayut (3).konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundangundangan yang berlaku.

Sila Kedua Hak Asasi memiliki hak asasi yang dapat Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. atas pelanggaran di Timur-Timur. Sila Pertama Hak Asasi = dan kepercayaan kepada Tuhan YME Kewajiban Asasi Hak memilih dan mengakui agama = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing b. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hak-hak asasi. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hak-hak asasi manusia. di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. = Saling membantu. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB. Dalam kenyataannya merekamereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara.cukup penting. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional. Implementasi Hak Asasi dan Kewajiban Asasi dalam Sila-Sila Pancasila a. saling menolong dan bekerjasama dengan sesama manusia ccxi . Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya. E. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti.

d. yaitu keadilan yang memberi maupun non formal demi kepentingan perimbangan dimana hak milik bersama berfungsi sosial ccxii . golongan. golongan. Sila Keempat Hak Asasi = untuk rakyat e. partai dll. Berarti persatuan antar suku. agama.dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. kelompok atau kepentingan pribadi mengabaikan yang lainnya. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum dalam kehidupan demokrasi Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat. dalam arti adanya keseimbangan mengutamakan dengan yang satu tidak dan Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. suku. oleh. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau bersama daripada kepentingan golongan. Sila Ketiga Hak Asasi mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan suku.

Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD’ 45 • • • • Wajib membayar pajak (23) Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan. Kedisiplinan. Kreativitas. Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. b. Kemutkhiran bahan pustaka ccxiii .Kewajiban Asasi Manusia a. c. Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan 2. Perbedaan Kewajiban 1. Kejelasan uraian. Ketuntasan pemecahan kasus. Kerjasama tim presentasi. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. Diskusi(30%) & Studi Kasus(30%) • Contextual instruction • Collaborative Learning Indikator Penilaian : • • • • • • • Ketepatan ide. toleransi dan kerukunan beragama (29) Wajib menghormati orang lain Wajib bela negara. Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(40%).

Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara. alinia 3 : menyatakan kemerdekaan.BAB III PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional. budaya dan ekonomi ). Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka.hak kebebasan dan hak kesamaan. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. yaitu hak hidup. alinia ke 2 : negara yang adil. ccxiv . dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. hukum. sosial.

Kansil.2004 Azra. Pendidikan Pancasila. Pen. Departemen Penerangan R. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Drs. R. Seko ABRI. M. Paramitha Pradnya. Kajian tentang UUD’ Negara R. Pen. UUD 1945 dan Amandemennya. Pen. 1970.STIMIK DIPANEGARA .Si.Makassar.H. ccxv . -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. UII Press: Yogyakarta.I. Drs. M.Makassar. II. Jakarta. Tim Dosen Pancasila Unhas. Elly M. Universitas Hasanuddin. Kaelan. Bursa Buku FH-UI. Jakarta. Purnomo. Malian.Si. 2002. 2005. M. Jakarta : Prenada Media Indonesia. Bandung. Pengimplementasian UUD’45. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Kanisius..DAFTAR PUSTAKA Ismail Sunny.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Pembagian Kekuasaan Negara. Yogyakarta. Marjuki ( editor ). 1968. Dra. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Hutauruk. Pen. 2003.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . S.Jakarta. Jakarta. Erlangga. Jakarta. Pancasila dan UUD'45 (I.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. 1973. Pen. Yogyakarta. Bandung: Fokus Media. 1962. 2003.Si. Yogyakarta. Simorangkir. Kaelan. Pradnya Paramitha. Tentang dan Sekitar UUD’45. Pen. Gunawan.I. 1993. Pen. CST. Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia. dan S. Setiadi. Jakarta. Pen. azyumardi. Jambatan. 1982. III) Pen. 2003. Gramedia Pustaka Utama. 1973. M. Pradnya Paramitha. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Pen. JCT. S.

ccxvi . Dan H. Dirjen Dikti Depdiknas. Pendidikan Kewarganegaraan. 2002. Syarbani. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. S. Jakarta: Ghalia Indonesia. Soegito. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I.Mansoer. Mustafa Kamal. A T. Hak Asasi Manusia. Jakarta. Jakarta : Dikti Soemarsono. Soemiarno. Pendidikan Kewarganegaraan. Syahrial. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). 2002. 2002. Mansyur.Jakarta : Depdiknas. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri. 2005. S. Pasha. Hamdan (Pnyt). 12-23 Desember 2005. 2002. 2005. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I.

Jika kritik itu benar. oleh karena konsep ini mampu menyederhanakan dan menerangkan suatu kompleksitas fenomena menjadi separangkat konsep dasar yang utuh. Paradigma besara manfaatnya. Latar Belakang Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat akan muatan ajaran. atau jika sudah pernah menjadi paradigma.teori. ia tidak mampu lagi menerangkan kenyataan politik di ccxvii .MODUL IX PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM BERMASYARAKAT.untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal. PENDAHULUAN A. Paradigma tidaklah statis. dan kehidupan sosial politik pada khususnya? Bukankah kritik yang paling sering kita dengar adalah bahwa nilainilai yang dikandung Pancasila itu baik.paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain. bukankah hal itu berarti bahwa Pancasila masih belum merupakan suatu paradigma. Masalah yang paling dasar dalam wacana kita sekarang ini adalah mempertanyakan – dan menjawab – sudahkah Pancasila merupakan sebuah paradigma yang mapu menerangkan kehidupan bermasyarakat. konsep “paradigma” yang pertama kalinya dipopulerkan oleh Thomas Kuhn. DAN BERNEGARA BAB I.misalnya politik. Dalam istilah ilmiah.bahkan juga pandangan hidup.dalil.hukum. hanya terasa bahwa sila-silanya bagaikan terlepas satu sama lain dan penerapannya dalam kenyataan yang masih belum sesuai dengan kandungan normanya. berbangsa dan bernegara di Indonesia pada umumnya. Pada dasarnya. berarti sebuah model berpikir dalam ilmu pengetahuan.ekonomi.serta bidang-bidang lainnya.budaya. BERBANGSA. karena ia bisa diubah jika paradigma yang ada tidak dapat lagi menerangkan kompleksitas fenomena yang hendak diterangkannya itu.

D. Pancasila sebagai paradigma kehidupan beragama 8. Pengertian paradigma 2. b. c. dan bernegara serta mampu mengaplikasikannya dalam penerapan ipteks yang dikuasainya. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional 3. sosial. Ruang Lingkup Modul ini membahas : 1.Indonesia dewasa ini? Jika memang demikian halnya. budaya. Pancasila sebagai paradigma pembangunan poleksosbudhankam 5. kehidupan antar umat beragama. Kaitan Modul Modul ini adalah modul terakhir dalam pencapaian visi dan misi mata kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan peta kedudukan modul. Pancasila sebagai paradigma pengembangan iptek 4. dan menghayati Pancasila sebagai paradigma kehidupan masyarakat. Pancasila sebagai paradigma reformasi 7. Melalui Pembelajaran mahasiswa dapat : a. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma reformasi. dan IPTEK. Menjelaskan pengertian Pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus ccxviii . bukankah kewajiban kita bersama mengembangkannya sedemikian rupa sehingga mampu menerangkan kompleksitas kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernagara di Indonesia ini? B. Aktualisasi Paradigma Dalam Kehidupan Kampus C. memahami. Pancasila sebagai Paradigma hukum dan ham 6. Menjelaskan pengertian paradigma Menjelaskan pengertian pancasila sebagai paradigma pembangunan politik. ekonomi. hukum. d. berbangsa .

akan kehilangan maknanya. Manusia adalah subyek pendukung pokok sila-sila Pancasila dan pendukung negara. Pengertian Paradigma Istilah paradigma dalam dunia ilmu pengetahuan dikembangkan oleh Thomas. B.budaya. Secara testimologis paradigma diartikan sebagai asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakan sumber nilai).ekonomi. serta bidang-bidang lainnya.orientasi dasar.sumber asas serta arah dan tujuan dari suatu perkembangan. dimana masingmasing silanya saling menjiwai atau mendasari sila-sila lain. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Nasional Pancasila harus dipahami sebagaisatu kesatuan organis. Pemahaman pancasila juga harus diletakkan dalam suatu kesatuan integrative dengan pokok-pokok pikiran yang digariskan di dalam pembukaan UUD 1945. paradigma kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan lain. Negara adalah organisasi atau persekutuan hidup ccxix .bahkan juga pandangan hidup untuk dijadikan dasar dan arah pengembangan segala hal.dalil. Dalam istilah ilmiah. pancasila dapat ditafsirkan secara subyektif.hukum. Istilah paradigma kemudian berkembang menjadi terminology yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai. tanpa pemahaman seperti tersebut. Paradigma dapat diartikan sebagai keutuhan konseptual yang sarat dengan muatan ajaran.ciri dan karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.S.metoda yang diterapkan dalam ilmu pengetahuan.perubahan serta proses pembangunan. Dengan demikian maka paradigma merupakan sumber hokum.BAB II PEMBAHASAN A.sehingga sangat menentukan sifat.pola pikir. menjadi terdistorsi dan kontraproduktif.Khun dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution (1970:49).misalnya politik.teori. mengarahkan dan mambatasi.

Tujuan dari IPTEK adalah untuk mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat umat manusia. maka IPTEK pada hakikatnya tidak bebas nilai. manusia mengembangkan IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa.maka Negara dalam mewujudkan tujuannya melalui pembangun nasional guna mewujudkan tujuannya seluruh warganya harus dikembalikan pada dasardasar hakekat manusia monopluralis. sifatkodrat manusia.aspek badan.sosial.rasa dan kehendak).manusia. Kemudian pembangunan nasional dijabarkan ke berbagai bidang pragmatis seperti ekonomi.yaitu susunan kodrat manusia jiwa dan badan. Maka pembangunan nasional untuk hakikat kodrat manusia dan harus meliputi aspek jiwa (akal.aspak individu.individu dan sosial kedudukan kodrati manusia sebagai makhluk yang berdiri sendiri dan makhluk ciptaan Tuhan YME.pendidikan. dan aksiologinya. a. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung konsekuensi bahwa dalam segala pembangunan nasional harus berdasarkan pada hakikat nilainilai pancasila dan hakikat nilai-nilai pancasila harus berdasarkan pada hakikat manusia.kehidupan ccxx .aspek makhluk sosial.ilmu agama dan lain-lain. namun terkait nilai-nilai. politik. Ontologis. Pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai dalam pengembangan IPTEK. Atas dasar kreativitas akalnya.teknologi. epistemologis. IPTEK yang kita letakkan di atas Pancasila sebagai paradigmanya.budaya. a. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan hasil kreativitas rohani (jiwa) manusia.hukum. yaitu didasarkan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. yaitu pada aspek ontologi.aspek pribadi dan aspek kehidupan Ketuhanannya. perlu kita pahami dasar dan arah penerapannya. pengetahuan.

Sebagai produk adalah hasil yang diperoleh melalui proses. ccxxi . refleksi. b. observasi. kemanfaatan dan efek pengembangan IPTEK secara negatif tidak bertentangan dengan ideal Pancasila dan secara positif mendukung untuk mewujudkan nilai-nilai ideal Pancasila. Bahwa Pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dijadikan “metode berfikir”. dalam dalam dimensinya sebagai masyarakat. dan eksplorasi mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. karena pada gilirannya nilai-nilai Pancasila menjadi asumsi-asumsi dasar bagi pamahaman di bidang ontologis. parameter kebenaran serta pemanfaatan hasilhasil yang dicapainya ialah nilai-nilai yag terkandung dalam Pancasila itu sendiri. Sebagai proses menggambarkan suatu aktivitas warga masyarakat ilmiah yang melalui abstraksi. Bahwa dengan menggunakan epistemologi tersebut di atas. c. merupakan keharusan bahwa Pancasila harus dipahami secara benar. Ilmu pengetahuan harus dipandang secara utuh. eksperimentasi. imajinasi. sebagai proses dan sebagai produk. spekulasi. yang berwujud karya-karya ilmiah beserta impilikasinya yang berwujud fisik ataupun non fisik. Epistemologi. Dengan menggunakan Pancasila sebagai paradigma. Sebagai masyarakat menunjukkan banyaknya academic community yang dalam hidup kesehariannya para warganya mempunyai concern untukterusmenerus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. epistemologis dan aksiologisnya. Aksiologi.Hakikat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan aktivitas manusiayangtidak mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. konparasi. dalam arti menjadikan dasar dan arah di dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Manusia sebagai subjek negara. budaya. Rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. ccxxii . tetapi demi kemanusiaan. misalnya Muh. maka pembangunan pada hakikatnya membangun manusia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya. sosial. ekonomi. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Poleksosbudhankam. meliputi seluruh unsur hakikat manusia yang monopluralis. maka kehidupan politik dalam suatu negara harus benar-benar untuk merealisasikan tujuan demi harkat dan martabat manusia. didasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa. sebagai pengembangan Poleksosbudhankam. pertahanan dan keamanan yang penjabarannya tertuang pada GBHN. dan kesejahteraan seluruhbangsa. secara lengkap. a. maka dalam sistem politik negara termasuk para elit politik. bukannya kekuasaan perseorangan atau kelompok. b. Pancasila sebagai paradigma pembangunan ekonomi Dalam pembangunan ekonomi perlu didasari bahwa pembangunan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja. Pembangunan nasional dirinci di berbagai bidang antara lain politik.D. Pancasila sebagai paradigma pembangunan politik Pengembangansistem politik negara harus berdasarkan pada kekuasaan yang bersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai makhluk individu. maka kekuasaan negara harus berdasarkan kekuasaan rakyat. Pembangunan yang sifatnya humanistis dan pragmatis harus mendasarkan pada hakikat manusia dan harkat manusia sebagai pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. Hatta mengharuskan dasar moral untuk negara. para penyelenggara negara harus tetap memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur dan memegang budi pekerti kemanusiaan atau terus mendasarkan moralitas sebagaimana tertuang dalam nilai sila-sila Pancasila. Sistem politik negara Pancasila memberikan dasar-dasar moralitas politik negara. sosial yang terjelma sebagai rakyat. bukan berdasar kekuasaan. seperti diungkap para pendiri negara.

tradisi. maka pengembangan sosial budaya harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila yaitu nilai-nilai kemanusiaan. ekonomi harus menghindari yang menimbulkan penindasan manusia satu dengan yang lainnya. maka ekonomi harus mendasarkan pada kemanusiaan. c. nilai Ketuhanan dan nilai keberadaban. tidak manusiawi dan idak human. ekonomi kerakyatan yaitu ekonomi yang humanistik dngan dengan mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara luas. Prinsip etika Pancasila bahwa nilai-nilai Pancasila diangkat dari harkat dan martabat manusia sebagai malkhluk berbudaya. Pancasila dapat merupakan dorongan untuk universalisasi. artinya nilai-nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat kita sendiri. Pancasila sebagai sumber normatif bagi peningkatan humanisasi dalam bidang sosial budaya. Menurur Koentowijoyo. dari monopoli. Sebagai kerangka kesadaran. sehingga meningkatkan fanatisme etnis di berbagai daerah yang mengakibatkan lumpuhnya keberadabam. budaya. artinya melepaskan simbol-simbol dari keterkaitan struktur dan transendentalisasi. pustaka.Menurut Mubyarto. Kepentingan politik demi kekuasaan mengakibatkan masyarakat melakukan aksi tidak beradab. ekonomi harus menghindarkan diri dari persaingan bebas. nilai-nilai adat istiadat. Untuk menghindari aksi demikian. d. yaitu nilai-nilai Pancasila itu sendiri (kristalisasi. Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial budaya. pembangunan ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan nilainilai moral kemanusiaan. bukan untuk ccxxiii . Pancasila sebagai paradigma pengembangan Pertahanan Keamanan Pertahanan dan keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan terjaminnya harkat dan martabat manusia atau terjaminnya hak asasi manusia. dan keagamaan) dijadikan dasar/landasan pengembangan sosial budaya. yaitu meningkatkan derajat kemerdekaan manusia dan kebebasan spiritual. Tujuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia agar lebih sejahtera. (1986).

demi kepentingan seluruh warga negara (sila III). Pancasila yang di dalamnya terkandung nilai-nilai religius.dan keadilan. Pancasila harus tetap menjadi sumber norma. Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum dan pengembangan hak asasi manusia. mampu menjamin hak-hak dasar. Negara bertujuan melindungi segenap wilayah negara dan warganya. maka diperlukan perundang-undangan negara. yaitu demi terciptanya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan YME (sila I dan II). sumber nilai dan sumber arah penyusunan dan perubahan hukum positif di Indonesia.kerakyatan. baik untuk mengatur ketertiban warga maupun melindungi hak-hak warganya. agar tidak melanggar HAM. maka Pancasila adalah cita-cita hukum yang berkedudukan sebagai staf undamentalnorm di dalam negara Indonesia. Pertahanan dan keamanan harus dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Pancasila. sehingga fungsi Pancasila sebagai paradigma hukum atau berbagai pembaharuan hukum di Indonesia. Demi tegaknya HAM bagi warga negara. maka keamanan menjadi syarat tercapainya kesejahteraan warga negara dan pertahanan negara demi tegaknya integritas seluruh warga begara.kekuasaan. namun sumber nilai (nilai-nilai Pancasila) harus tetap tidak berubah. Dalam hal ini diperlukan aparat keamanan negara dan penegak hukum negara. E. persamaan derajat dan kebebasan kemanusiaan (sila IV) dan harus dapat mewujudkan keadilan dalam masyarakat (sila V). sumber nilai dan kerangkan berfikir dalam pembaharuan hukum. Runtuhnya Orde Baru tanggal 21 Mei 1998 ditandai dengan rusaknya bidang hukum. Sebagai paradigma pembaharuan hukum. nilai hukum ccxxiv . agar hukum dapat aktual atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Produk hukum dapat berubah dan diubah sesuai perkembangan jaman. Padahal Pancasila merupakan cita-cita hukum. kerangka berfikir. Produk hukum baik materi maupun penegakannya semakin jauh dari nilai-nilai kemanutsiaan. perkembangan IPTEK dan perkembangan aspirasi rakyat.

pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. di dalam konsiderannya yang dimaksud Hak Asasi Manusia ialah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dam merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. Oleh karena itu.39 Tahun 1999 juga menentukan Kewajiban Dasar Manusia. bersifat dinamik nyata ada dalam masyarakat. sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat yang sama serta sebagai makhluk yang berbudi pekerti luhur dan berkarsa merdeka. artinya yang harus diakui dan dihormati oleh masyarakat dan negara. (Kaelan. pada hakekatnya merupakan sumber material hukum positif Indonesia. sehingga ada supremasi hukum. ccxxv . kemajuan peradabannya.manusia dan hak-hak asasi manusia dijunjung tinggi serta dilindungi. HAM merupakan kewenangan-kewenangan pokok yang melekat pada manusia sebagai manusia. hukum. UU No. baik menyangkut aspirasinya. maupun kemajuan IPTEK. upaya untuk pembaharuan hukum benar-benar mampu pengantarkan manuia Indonesia ketingkat harkat dan martabat yang lebih tinggi menuju perwujudan hak asasi manusia (HAM) yang selaras. Selain hak asasi manusia. maka segala tindakan kenegaraan harus diatur oleh ketentuan-ketentuan yuridis. Secara obyektif.2001: 254). menjamin hak-hak asasi .kodrat.39 Tahun tentang Hak Asasi Manusia. yaitu seperangkat kewajiban jika tidak dilaksanakan. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum merupakan sumber norma dan sumber nilai. Indonesia adalah negara hukum. serasi dan seimbang dengan hakekatnya sebagai makhluk yang berbudaya dan beradab.nilai hukum moral. Oleh karena itu. Pancasila menentukan isi dan bentuk peraturan perundang-undangan Indonesia yang tersusun secara hierarkis. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya Hak Asasi Manusia.

mana yang masih perlu pertahankan dan mana yang harus diperbaiki. baru dipandang bebas apabila dilakukan secara langsung. Pancasila sebagai paradigma reformasi Inti reformasi adalah memelihara segala yang sudah baik dari kinerja bangsa dan negara dimasa lampau. umum. artinya Pancasila menjadi kerangka pikir atau pola pikir bangsa Indonesia. maupun dari pejabat-pejabat dan jabatan-jabatan harus berdasarkan hukum yang jelas.Lebih lanjut UU tersebut menegaskan. khususnya sebagai Dasar Negara. demi tegaknya hak asasi manusia. Jadi hukum yang dibentuk tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. bebas. rahasia. Pemilihan umum. maka semua bentuk pelanggaran HAM yang dapat dilakukan oleh perorangan. Sebagai negara hukum setiap perbuatan. Hal ini mutlak diperlukan dalam upaya pemantapan kebijaksanaan nasional untuk menyongsong dan mencapai masa depan bangsa yang aman dan sejahtera. kelompok orang atau penguasa negara dan aparat negara baik yang disengaja maupun tidak disengaja harus dihindari. baik dari warga masyarakat. Ini berarti bahwa setiap gerak langkah bangsa dan negara Indonesia haru selalu dilandasi oleh sila-sila yang terdapat dalam Pancasila.sambil merintis pembaharuan untuk menjawab tantangan masa depan. yang dengan sendirinya menghormati kemajemukan masyarakat Indonesia. mengoreksi segala kekurangannya. Reformasi politik pada dasarnya berkenaan dengan masalah kekuasaan yang memang diperlukan oleh negara maupun untuk menunaikan dua tugas pokok ccxxvi . Peranan Pancasila dalam era reformasi harus nampak sebagai paradigma ketatanegaraan. F. Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. salah satu sarana demokrasi yang penting. Pancasila yang merupakan lima aksioma yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia jelas akan mantap jika diwadahi dalam sistem politik yang demokratis. Pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara masa lalu memerlukan identifikasi. dan adil. jujur.

yaitu penerimaan kekuasaan itu secara sadar dan sukarela oleh mereka yang dikuasai. Kekuasaan tidak akan terasa sebagai paksaan kalau penggunaannya disertai dengan kewibawaan.yaitu memberikan kesejahteraan dan menjamin keamanan bagi seluruh warganya. ekonomi. Kedamaian tersebut . Sesati ini dipenggal menjadi dua. Bhinneka Tunggal Ika menjadi nama lambang negara Indonesia dan Tan Hana Dharma Mnagua menjadi nama lambang Lemhannas. segala kegiatan politik harus sesuai dengan kaidah hukum. Reformasi politik terkait dengan reformasi dalam bidang-bidang kehidupan lainnya.satu jua adanya. seperti bidang hukum. ccxxvii . salah satu acuannya adalah sesuai dalam buku Sutasoma oleh Empu Tantular (1365) yaitu ”Bhinneka Tunggal Ika. dalam bidang hukum. sesungguhnya kekuasaan yang mantap adalah kekuasaan yang bersifat demokratis. G. tetapi juga mampu memimpin rakyat yang memang hidup dalam lingkungan primondialnya masing-masing agar tidak keliru memberi makna kekuasaan bagi seorang pemimpin. Kualitas kewarganegaraan yang tinggi dikalangan para pemimpin selain dapat memahami dan menjabarkan sila-sila Pancasila yang abstrak. Khusus yang berkenaan dengan nilai-nilai kehidupan bersama dalam masyarakat. Pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan beragama Salah satu sumber materi perumusan Pancasila baik sebagai Dasar Negara maupun sebagai Pandangan hidup bangsa dan negara RI adalah sejarah perjuangan dan perkembangannya di masa lalu. Misalnya. Kekuasaaan adalah kemampuan untuk mendorong orang lain untuk melaksanakan kemauan penguasa.Tan Hana Dharma Mangrua” yang artinya walaupun berbeda. sebab tidak ada agama yang mempunyai tujuan yang berbeda. sosial budaya serta hakamnas. pada masa kejayaan kerajaan Majapahit warga masyarakat penganut agama Hindu dan agama Budha hidup berdampingan dengan damai. Dengan lain perkataan. Jangan sampai ada UU tetapi tidak ada PP pelaksanaanya yang sering kita alami selama ini. oleh karena itu hukum harus dibangun secara sistematik dan terencana sehingga tidak ada kekosongan hukum dalam bidang apapun.

pandangan hidup bangsa dan ideologi naisonal. Dalam hubungan antara negara dengan agama ditegaskan bahwa tidak ada agama negera. Pancasila yang menjadi sumber tertib hukum naional. harus disadari bahwa hak akan dinikmati jika diimbangi dengan kewajiban yang harus dilaksanakan. hidup dan diakui oleh negara.Kalimat kedua pada hakikatnya bermakana ”agama pada prinsipnya sama hanya wujud pengabdiannya kepada Tuhan yang berbeda”. adat istiadat yang beraneka ragam. tetap negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. ccxxviii . Jadi toleransi kehidupan antar pemeluk agama dalam masyarakat akan terwujud jika para pemeluk agama menyadari adanya kewajiban yang merupakan keharusan untuk menghormati pemeluk agama yang berbeda dengan agama yang dianutnya. Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Kampus Pancasila pada aktualitasnya di negara Republik Indonesia dijadikan dasar filsafat negara. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dijabarkan kedalam pasal 29 UUD 1945 mnjamin hak warga negara memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. Ini berarti bahwa semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan. nilai-nilai yang dikandungnya bersifat abstrak dituangkan ke dalam kaidah atau norma-norma hukum yang mengatur kehidupan negara sebagai lembaga dan kesejahteraan sosial kepada para warga negara sebagai anggota masyarakat. mendapat tempat yang layak dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berkenaan dengan hak tersebut. maka nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus-menerus meresap dalam kehidupan manusia Indonesia dan mewujudkan dalam sikap dan perilaku kehidupannya sehari-hari. Jika prinsip ini dihayati dan diamalkan oleh warga masyarakat Indonesia yang terdiri dari ratusan suku bangsa. H. Negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sendi pokok dari setiap agama dan kepercayaan kepada Tuhan. dan agama/kepercayaan yang berbeda maka akan mewujudkan sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat termasuk tolenransi kehidupan antar pemeluk agama.

Kampus adalah tempat hunian atau perkampungan masyarakat ilmiah atau masyarakat intelektual. eksekutif. di arena kehidupan riil masyarakat luas. sosial budaya. membentuk dan menghasilkan SDM yang berkualitas. baik aparat penyelenggara negara. 60 Tahun 1999. maka harus mengamalkan budaya akademik . Penelitian dilakukan di laboratorium .tidak terjebak dalam politik peraktis atau legitimasi kepentingan penguasa. juga bidang pragmatis yaitu politik. di rumah sakit atau di mana saja. Hasil Penelitian bermanfaat bagi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia demi harkat dan martabat manusia. hukum (penjabaran ke dalam undang-undang). t penelitian bersifat obyektif dan ilmiah. Pengabdiaan kepada masyarakat dilaksanakan di luar kampus ditengah-tengah masyarakat. GBHN. bertanggungjawab secara moral. Menurut PP No. Kampus dalam wujud Perguruan Tinggi mengemban tugas dan misi pokok pendidikan.Aktualisasi Pancasila secara obyektif ialah terwujud dalam bidang kehidupan kenegaraan yaitu meliputi kelembagaan negara antara lain legislatif. dan kesenian.penelitian dan pengabdian masyarakat (Tridharma Perguruan Tinggi). dan yudikatif. bertanggungjawab terhadap bangsa dan negaraeraan serta mengabdi untuk kesejahteraan kemanusiaan. Aktualisasi Pancasila secara subyektif adalah perwujudan kesadaran inidvidu antara manusia Indonesia sebagai warga negara Indonesia yang taat dan pauh. Masyarakat kampus harus berpegang pada komitmen moral yang bersumber pada ketuhanan dan kemanusiaan. di lapangan. penguasa negara maupun elit politik dalam meaksanakan kegiatan-kegiatan politiknya selalu berlandaskan moral Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila. baik kaidah serta untuk menemukan kebenaran ilmiah atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan. teknologi. Hal ini merupakan wahana kegiatan memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam memberikan sumbangsih kepada ccxxix . di perusahaan. Penelitian harus berpegang pada moral kejujuran yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila.Pendidikan dilaksanakan di ruang kuliah melalui pendidikan ini ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan kepada para mahasiswa untuk menyiapkan. ekonomi. pendidikan dan hankam.

Indikator penilaian Metode Pembelajaran : Kuliah(20%). menerima kritik dan kemitraan. & Studi Kasus(40%) • • • • • • • • • • Contextual instruction Simulasi Collaborative learning Ketepatan ide. berorientasi ke masa depan. Ciri-ciri mayarakat ilmiah sebagai budaya akademik menurut Suhadi. Warga Perguruan Tinggi adalah insan-insan yang memiliki wawasan dan integrasi ilmiah. analitis. Kreativitas. Ketuntasan pemecahan kasus. Kerjasama tim presentasi. Kedisiplinan. dinamik. demi pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan. obyaktif. maka masyarakat akademik harus selalu mengembangkan buadaya akademik atau budaya ilmiah yang berupa esensi dari aktivitas perguruan tinggi. Kemutkhiran bahan pustaka Indikator Penilaian : ccxxx . dialogis. I. Kegiatan pengabdiaan kepada masyarakat demi kesjahteraan umat manusia. Diskusi(40%). Kejelasan uraian.masyarakat. kontruktif. menghargai waktu. menghargai dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah.(1998:214) adalah kritis. maka harus dijiwai nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan sesuai yang terkandung dalam Pancasila. kreatif. bebas dari prasangka . menghargai prestasi ilmiah/akademik.

Negara dan Pemerintah dapat memusatkan diri pada masalah-masalah yang benar-benar merupakan kepentingan seluruh masyarakat. Doktrin Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional masih mengandung nuansa yang amat sentralistik. kehidupan berpolitik berdasar aksioma Pancasila harus terikat langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika. yang ditata menurut model sentralistik yang hanya dikenal dalam budaya politik Jawa. setiap etnik berhak mengatur dan mengurus dirinya sendiri (souverein in eigen kring). keamanan. yang selalu harus dijaga agar sesuai dengan perkembangan rasa keadilan masyarakat ccxxxi . Di masa depan. seluruh kaidahnya harus dituangkan dalam format hukum. setaip umat beragama. atau hubungan antar umat beragama. Pada saat ini ada diskrepansi antara nilai yang dikandung Pancasila dengan format kenegaraan dan pemerintahan yang mewadahinya. Namun ada masalah dalam penuangannya ke dalam sistem kenegaraan dan sistem pemerintahan. Penyelesaiannya terasa seakan-akan merupakan kebijakan ad hoc yang berkepanjangan. setiap golongan. seperti masalah fiskal dan moneter.hubungan luar negeri. Agar Pancasila yang telah dikaitkan langsung dengan doktrin Bhinneka Tunggal Ika itu dapat berjalan dengan stabil. juga melayani aspirasi dan kepentingan khas dari masyarakat daerah yang bersangkutan. dan perlu disempurnakan dengan melengkapinya dengan Doktrin Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintahan nasional yang efektif dalam menunaikan dua tugas pokok negara. diman setiap daerah. atau seluruh bangsa. beriringan dengan pemerintah daerah yang selain efektif dalam melaksanakan dua tugas dasar pemerintah daerah.BAB III PENUTUP Pancasila telah diterima secara luas sebagai lima aksioma politik yang disarikan dari kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dan mempunyai sejarah yang sudah tua. setiap ras.

1991 Dirjen Dikti Depdiknas.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Proyek peningkatan tenaga akademik. 2001 Suamo.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. jakarta 2002 Kaelan. Yogyakarta.DR.Makassar. filosofis dan sosio-yuridis kenegaraan.PJ. yogyakarta.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo.2004 ccxxxii . Darji Prof.H Pancasila budaya Bangsa Indonesia. Pendidikan Pancasila Paradigma. kanisius. penelitian pancasila dengan pendekatan historis. Kapita selekta pendidikan pancasila.Makassar. Universitas Hasanuddin.STIMIK DIPANEGARA . Santiaji pancasila (Edisi Refisi) CETAKAN ke 10. SH.S. surabaya. usaha nasional. 1993 Tim Dosen Pancasila Unhas.