BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Pada makalah yang berjudul ³Inovasi Balsam Stick Alami Beraroma Cokelat untuk Interest Market bagi Kaum Muda´ ini bertujuan sebagai berikut: y meningkatkan selera pasar terhadap penggunaan balsam, tidak hanya sebagai barang yang dibutuhkan tetapi juga barang yang diinginkan setiap saat; y mengembangkan balsam dengan bahan alami yang digunakan sebagai produk kecantikan. 1.2 Latar Belakang Latar belakang pembuatan makalah yang berjudul ³Inovasi Balsam Stick Alami Beraroma Cokelat untuk Interest Market bagi Kaum Muda´ ini adalah semakin menipisnya consumer demand terhadap komoditas produk balsam yang telah beredar pada saat ini, khususnya dari kaum muda. Produk balsam yang telah banyak beredar sekarang ini menggunakan aroma minyak gandapura yang aromanya kurang disukai oleh kaum muda. Selain itu, penggunaan vaseline dari produk penyulingan minyak bumi pada balsam dinilai kurang ramah lingkungan karena proses pembuatan vaseline dapat memberikan sumbangsih atas pemanasan global. Balsam stick beraroma cokelat merupakan produk inovasi balsam yang menggunakan ekstrak kulit biji cokelat sebagai bahan alami aromaterapi pada balsam. Selain itu dengan mengganti bahan baku vaseline dengan campuran malam tawon (waxbees) dan minyak kedelai (soy oil), proses pembuatan produk lebih ramah lingkungan dan produk balsam yang digunakan menjadi lebih alami sehingga dapat meminimalkan iritasi pada kulit yang sensitif. Kandungan alami bahan baku balsam stick beraroma cokelat bermanfaat memberi aroma aesthetic dan skin care yang merawat kulit. Bahan baku ekstrak kulit biji cokelat mengandung senyawa alkaloid, yang selain berfungsi sebagai aromaterapi, juga berfungsi sebagai anti-oksidan untuk peremajaan kulit. Sedangkan bahan baku malam tawon merupakaan bahan barrier cream yang dapat menghindari iritasi kulit akibat kontaminasi debu pada pori-pori kulit karena malam tawon adalah bahan alami yang mampu menjadi lapisan semipermeabel terhadap debu di udara. Campuran minyak kedelai, selain berfungsi mengontrol kelengketan dan kekakuan tekstur (stiffness) pada balsam, dapat menjadi vitamin bagi kulit karena kandungan vitamin E di dalamnya. Sehingga produk balsam stick beraroma cokelat ini, selain menjadi barang kebutuhan karena efek terapi, dapat berfungsi sebagai produk kecantikan yang diinginkan karena memberikan efek aesthetic dan juga skin care.

1 Ekstrasi Flavoring Cokelat Biji coklat mengandung senyawa-senyawa alkaloid seperti teobromin yang mampu memberikan efek psikologis yaitu memberi rasa tenang (relax) bagi penikmatnya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Senyawasenyawa alkaloid tersebut tidak hanya terkandung dari biji coklat itu sendiri. Ekstraksi Senyawa Alkaloid dari Biji Coklat Macam-macam metode ekstraksi biji cokelat yang telah digunakan sekarang ini: y Dengan menggunakan metanol y Dengan menggunakan etanol 96% y Dengan aseton Dengan prosedur yang sama dengan ekstraksi menggunakan pelarut metanol. Namun cara ekstraksi senyawa alkaloid pada biji dan kulit tidaklah sama. Hal ini dikarenakan aktivitas ekstraksi metanol dan aseton yang cukup tinggi dibanding dengan etanol dan titik didih metanol dan aseton yang rendah . Berikut adalah pemaparan cara ekstraksi senyawa alkaloid pada biji maupun kulit. 2.1. namun pada kulitnya pun juga terdapat senyawa-senyawa tersebut dalam jumlah yang memadai untuk memberikan aroma coklat pada balsem.

Gambar 2. flavonoid (dalam bentuk asam flavonoat) dan asam phenolat. metode ekstraksi dengan yield paling tinggi adalah dengan menggunakan superkritis tetapi biaya peralatan yang dikeluarkan relatif tinggi. Lebih dari 80% kandungan buah cokelat merupakan senyawa organik. Bahan aktif organik yang terdapat pada buah cokelat antara lain theobromine. . Proses ekstraksi dilakukan pada tekanan 28 Mpa dan temperatur 60oC selama 4 jam. Sedangkan untuk ekstraksi dengan pelarut aseton dan metanol kurang dipilih untuk ekstraksi bahan flavoring karena merupakan bahan korosif berbahaya terhadap organ tubuh.1 Alat ekstraksi fluida super kritis dari yang berukuran besar sampai ukuran kecil Berdasarkan metode di atas.(± 50 ± 56oC) sehingga tidak efisien jika dilakukan pemanasan pada ekstraksi menggunakan metanol atau aseton. Bahan aktif tersebut yang mempengaruhi aroma dari hasil ekstraksi. Gambar alat ekstraktor fluida super kritis seperti gambar berikut. Tabel berikut merupakan data yang dihimpun dari beberapa sumber mengenai kandungang bahan aktif organik baik pada biji buah cokelat maupun pada kulit buah cokelat. y Dengan fluida superkritis CO2 + gas etana Metode ekstraksi ini dibutuhkan unit alat ekstraksi fluida superkritis dengan campuran gas CO2 dan gas etana sebagai fluida superkritis. Metode ekstraksi dengan hasil yang optimum dan biaya yang relatif murah adalah ekstraksi dengan pelarut etanol 96%.

Perkiraan rumus kimia untuk malam tawon ini adalah C15H31COOC30H61. **Global Journal of Pure and Applied Science vol 14 no 3. dan ester oleat dari rantai alkohol yang panjang (30-32 karbon) dengan perbandingan dari triakontanil palmitat CH3 (CH2)29 OCO-(CH2 )14CH3 dan cerotic acid CH3 (CH2)24COOH sebesar 6 : 1. palmitoleat.3 0.com.wikipedia. Densitas dari malan tawon ini sebesar 0.970 g/cm3 pada 15oC. 2008) 2. Komponen utamanya adalah palmitat.Kandungan Ekstraksi Theobromine (alkaloid) Flavonoic acid (antioksidan) Phenolic acid (aromatik) Biji Buah Cokelat(*) (mg/g) Mass Cocoa 20. Rasio dari bilangan penyabunan European beeswax lebih rendah (3-5) daripada tipe Oriental (8-9). Malam ini mengandung gugus ester dari asam lemak dan rantai alkohol yang panjang dan bervariasi. Malam Tawon mempunyai titik leleh yang cukup tinggi antara 62-64oC. Jika malam tawon ini dipanaskan di atas 85oC akan terjadi diskolorisasi (pembeningan).283 Butter Cocoa 0 0.958 sampai 0.077 Kulit Buah Cokelat(**) (mg/kg) 3000 0.2 Sifat Fisik Malam Tawon dan Minyak Kedelai Malam Tawon adalah malam alami (natural wax) yang diproduksi dari sarang lebah dari genus Apis. hidroksipalmitat. setiap 10 pon madu dapat menghasilkan 1 pon malam.067 (*www. Komposisi senyawa organik yang terkandung pada malam tawon adalah sebagai berikut: Senyawa Organik Hidrokarbon Monoester Diester Triester Hidroksi monoester Hidroksi poliester Asam ester Asam poliester Asam bebas Alkohol Senyawa lain-lain Komposisi 14% 35% 14% 3% 4% 8% 1% 2% 12% 1% 6% . Biasanya.

2. Berikut gambar struktur molekul flavanol: Gambar 2.2 Struktur molekul flavanol .3 Isolasi Flavonoid pada buah Cokelat Pada umumnya beberapa buah-buahan mengandung flavonoid yang berguna sebagai anti-oksidan. Berikut ini beberapa jenis flavonoid baik pada buah-buahan atau bungabungaan: Cokelat memiliki flavonoid berjenis flavanol. dimana senyawa flavanol juga berguna sebagai senyawa aromatik pada ekstrak cokelat.

y Metoda Isolasi Dreyer. dimetilformamida (DMF). menghasilkan kristal dengan titik lebur 125-126oC sebanyak 0. Ekstrak Benzena diuapkan pelarutnya. lalu ekstrak nheksana dikromatografi kolom dengan fasa diam alumina.. kristal tidak berwarna dengan titik lebur 156oC. Dreyer. Lalu direkristalisasi dengan campuran etil asetat : n-heksana dan dilanjutkan dengan Metanol. Lalu dilarutkan dalam Eter dan dipisahkan dalam suasana asam. Ekstrak MeOH dipekatkan dengan rotari evaporator. Diperoleh kristal kuning senyawa flavanol dengan titik lebur 156-157oC. Ektrak pekat yang diperoleh dikromatografi kolom dengan menggunakan alumina sebagai fasa diam dan benzena sebagai fasa gerak hingga dihasilkan residu. dimetilsulfoksida (DMSO). D. buah cacao dikeringkan terlebih dahulu sebanyak 100 gram. Lalu ekstrak pekat yang dihasilkan. Untuk mengisolasi senyawa flavanol digunakan metode ekstraksi antara lain: y Metoda Isolasi Chowdhurry Pada metoda ini. L. Dari fraksi lima sampai delapan masing-masing dilarutkan dengan Benzena lalu menghasilkan zat padat berwarna kuning terang dengan titik lebur 191-193oC. daun yang segar dimaserasi dengan MeOH. diidentifikasi sebagai . terang. kromatografi lapis tipis dengan Spektrum Infra Merah. Kristalisasi dengan Metanol menghasilkan senyawa flavanol. basa dan netral. daun diekstraksi dengan Aseton. aseton. dengan melakukan pengukuran titik lebur. Lalu diekstraksi dengan Petroleum Eter (60-80oC) dalam alat soklet selama 10 jam.1%. lalu disaring. kemudian pelarut dievaporasi dan diperoleh ekstrak pekat. dan air. Fraksi pertama (ada empat macam) masing-masing 50 ml dielusi dengan Benzena memberikan residu padat dengan titik lebur 151-152oC. Kristalisasi dilakukan dengan Metanol menghasilkan Hibiscetin Hepta Metil Eter. menghasilkan semipadat berwarna coklat.D Dalam metoda ini. butanol (BuOH). y Metoda Isolasi Harborne Dalam metoda ini.Pada umumnya. titik lebur 196-197oC. kristal berwarna kuning sebanyak 50 gram. senyawa flavanoid bersifat polar karena memiliki banyak gugus hidroksi sehingga senyawa ini cukup larut pada etanol (EtOH). Selanjutnya diekstraksi dengan Benzena selama 10 jam.. Penelitian ini juga dilakukan oleh Prof. y Metoda Isolasi Joshi Buah cacao yang telah dikeringkan diekstraksi dengan n-heksana. L. metanol (MeOH).

lalu diesktraksi dengan Kloroform. 2.4 Sifat Kelarutan Flavanol Secara umum flavonoid terdiri atas gugus aglikon dan gugus gula.diasamkan dengan H2SO4 2M. didiamkan. (Terpenoida atau senyawa Fenol). Adanya gula yang terikat pada flavonoid (bentuk yang umum ditemukan) cenderung menyebabkan flavonoid lebih mudah larut dalam air dan dengan demikian campuran pelarut polar dengan air merupakan pelarut yang lebih baik untuk senyawa gula glikosida. gugus aglikon yang kurang polar seperti isoflavon. Lapisan Kloroform diambil. lalu diuapkan. flavanon dan flavon serta flavonol yang termetoksilasi cenderung lebih mudah larut dalam pelarut seperti Eter dan Kloroform. Sebaliknya. . sehingga dihasilkan ekstrak polar pertengahan.

3. Oleh karena dibutuhkan proses tambahan untuk memisahkan cocoa mass dari campuran hasil ekstraksi. Minyak kedelai dipilih karena titik leleh minyak kedelai yang tinggi pada suhu 60oC sehingga pada suhu ruang minyak kedelai berbentuk padat. Sehingga agar harus ditambahkan minyak kedelai sebagai pengontrol tekstur kelengketan tersebut. 3. 3. Selain itu minyak kedelai tidak memiliki aroma khas yang merusak aroma dari cokelat sendiri. Variabel-variabel tersebut digolongkan dalam variabel bebas dan varibel tetap. bahan malam tawon dipilih juga karena pengolahan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan jika menggunakan vaseline yang diperoleh dari proses penyulingan minyak bumi.BAB III PEMILIHAN VARIABEL Pada proses pembuatan balsam stick beraroma cokelat terdapat variabel-variabel yang perlu dicoba agar diperoleh produk yang memuaskan. Variabel tetap pada pembuatan balsam stick ini antara lain: 3. Hal ini dipilih karena malam tawon merupakan bahan alami yang mampu melindungi dan menjaga keremajaan kulit.3 Campuran minyak kedelai Balsam yang baik adalah balsam yang memiliki tekstur kelengketan pada kulit yang minim tetapi zat-zat berguna tetap melekat pada kulit.2 Bahan baku stick balsam Pada pembuatan stick balsam digunakan bahan baku malam tawon (waxbees) sebagai pengontrol kekakuan (stiffness) dari balsam. Namun pemanfaatan kandungan alkaloid pada kulit buah cokelat sudah mampu menghasilkan ekstrak yang beraroma cokelat dengan persen rendemen cukup besar. Sehingga minyak kedelai cocok untuk digunakan sebagai bahan pencampur dari balsam stick.4 Metode Ekstraksi Metode ekstraksi merupakan bagaimana proses ekstraksi itu berlangsung.1. Terdapat dua metode ekstraksi yang telah dipaparkan pada subbab 2. Cara yang pertama dilakukan . dimana hanya cocoa mass yang mengandung senyawa alkaloid. Dari hasil pemisahan tersebut akan diperoleh massa alkaloid dengan yield yang lebih kecil dibandingkan ekstraksi alkaloid dari kulit buah cacao. produk ekstraksi dari biji cokelat akan menghasilkan cocoa butter dan cocoa mass. Selain itu.1 Bahan baku senyawa alkaloid Alkaloid banyak terkandung pada buah cokelat. Selain itu. baik biji maupun kulit buah cokelat.

6 Pelarut Ekstraksi Flavanol pada Kulit Buah Cokelat Pelarut ekstraksi yang digunakan untuk proses ekstraksi merupakan pelarut campuran polar dan non-polar mengingat sifat kelarutan flavanol yang mirip dengan gugus aglikon dan juga gugus gula glikosida. Metode refluks sering digunakan untuk leaching karena lebih hemat pada pelarut yang digunakan dari pada metode perendaman. Macam-macam pilihan pelarut yang akan dicoba pada percobaan ini adalah: (1) Campuran metanol dan air 50:50. yang dijelaskan pada subbab 2. sedangkan cara yang lain dilakukan dengan cara refluks. Keterangan : Stick = yang digunakan adalah komposisi malam tawon Oil = yang digunakan adalah komposisi minyak kedelai *) + sedikit ++ cukup banyak +++ banyak 3. juga terdapat variabel bebas. .4.perendaman (seperti yang dilakukan pada campuran metanol-air. variabel ini dapat diuji lepas dari variabel (3.4) campuran komposisi campuran pada balsam karena kekuatan aroma cokelat yang diperoleh dapat langsung diuji dengan cara uji organoleptik bau hasil ekstraksi.5 Komposisi Campuran pada Balsam Komposisi campuran balsam perlu dicoba supaya menghasilkan balsam yang baik dengan faktor kelengketan pada kulit yang minim tetapi tidak mengurangi kekakuan (stiffness) pada balsam stick. (2) Acidified etanol 96%. Variabel ini perlu dicoba agar mendapatkan ekstrak aroma cokelat yang kuat pada balsam stick. Pada variabel ini dipilih metode ekstraksi dengan cara refluks karena cara ini lebih efektif dan efisien digunakan untuk leaching (ekstraksi padat-cair). Variabel bebas pada pembuatan balsam ini antara lain sebagai berikut: 3. Meski demikian. Sehingga dipilih beberapa metode pencampuran seperti yang dijelaskan pada tabel di bawah ini. Selain variabel-variabel tetap di atas.

Malam tawon .BAB IV CARA PEMBUATAN 4.Minyak permint . lalu diaduk sampai semua bahan tercampur. 7) Diangin-angin kan wadah sampai balsam mengeras pada suhu ruang. 6) Dipanaskan wadah stainless-steel sampai tidak terdapat gelembung udara pada larutan.1 Pembuatan Balsam 1) Dimasukkan campuran minyak kedelai dan malam tawon ke dalam gelas beaker. 2M b.Pemanas .Gelas beaker 1000 ml . 4) Dimasukkan kristal menthol.2 Cara Kerja 4.1 Alat dan Bahan a. 3) Dimatikan pemanas.Waterbath 4. 5) Dimasukkan larutan ke dalam wadah stainless-steel silinder. Bahan .Minyak kedelai .Metanol . .Ekstrak cokelat .Wadah stainless-steel silinder (untuk membentuk stick) . Alat .Etanol .Spatula .Kristal Menthol .Labu refluks dan soxlet . minyak permint dan ekstrak cokelat. 2) Dipanaskan campuran tersebut sampai mencair.2.Asam klorida (HCl).

4.2 Ekstraksi Cokelat Cara kerja ekstraksi cokelat dari kulit buah cokelat adalah seperti diagram blok berikut: .2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful