SEJARAH RINGKAS NABI MUHAMMAD SAW SEJAK LAHIR SAMPAI WAFAT · Nabi Muhammad SAW lahir di kota Makkah

dalam keadaan yatim, pada hari Senin 12 Robi’ul Awwal tahun Gajah (20 April 571 M), yaitu 2 bulan sebelum “Abdulloh” ayahnya meninggal dunia ketika pulang dagang dari negri Syam. Ayahnya hanya mewariskan 5 ekor unta dan seorang budak “Ummu Aiman”. Disebut tahun gajah karena bersamaan dengan datangnya pasukan Nasroni dengan menunggang gajah yang dipimpin oleh Abrahah, gubernur Abbesinia yang berkuasa di Yaman. Mereka datang ke Makkah untuk menghancurkan Ka’bah. · Silsilah Nabi Muhammad SAW. Dari ayah : Nabi Muhammad SAW bin Abdulloh bin Abdul Mutollib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushoi bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Gholib bin Fihr (Quroisy) bin Malik bin Nadhir bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhor bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan (keturunan Nabi Isma’il AS). · Silsilah dari ibu : Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhroh bin Kilab bin Murroh. Silsilah ibu dan ayah Nabi SAW bertemu pada Kilab bin Murroh. · Usia balita. Sesuai kebiasaan waktu itu di kota Makkah setiap bayi yang baru lahir dititipkan ke sebuah dusun untuk mencegah penyakit kota, maka Nabi SAW diserahkan kepada seorang wanita dusun yang bernama Halimatus Sa’diyah dari Bani Saad (suku Hawazin) untuk disusui dan diasuh selama 5 tahun. Kemudian diasuh Ibunya Aminah dari Bani Zuhroh sekitar 2 tahun. Di usia 6 tahun ibunya meninggal. Maka diasuh oleh kakeknya Abdul Mutholib yang sudah berusia 80 tahun. Dan 2 tahun kemudian kakeknya meninggal, lalu beliau SAW diasuh oleh pamannya Abu Tholib. · Usia 12 Tahun. Nabi Muhammad SAW ikut dengan pamannya Abu Tholib berdagang ke negri Syam. Ketika sampai di kota Bushro, di selatan Syam, mereka bertemu dengan pendeta Nasrani yang bernama Bukhoiro. Ia melihat pada diri Muhammad SAW ada tanda-tanda kenabian, sesuai yang tersebut dalam kitab sucinya. Maka ia menasihati Abu Tholib agar waspada dan lebih menjaga Nabi Muhammad SAW. Karena jika umat Yahudi mengetahui tanda-tanda kenabian Muhammad SAW, mereka akan berbuat jahat kepadanya. Maka Abu Tholib segera membawanya pulang ke Makkah. · Usia 15-16 tahun. Terjadi perang suku Quroisy dan Qois di Makkah pada bulan Zulqo’dah. Yang disebut dengan Harbul Fijar (perang yang merusak kesucian), yaitu kesucian Makkah dan kesucian bulan Zulqo’dah. Nabi Muhammad SAW turut aktif dalam perang ini membantu para pamannya. · Usia 17-24 Tahun. Nabi Muhammad SAW hidup mandiri, mengingat pamannya Abu Tholib sudah tua. Beliau memberikan hasil usaha dari menggembala kambing kepada pamannya. Dan karena kejujurannya beliau dipercaya oleh seorang janda kaya yang bernama Khodijah untuk membawa barang dagangan ke negri Syam. Dalam perjalanan beliau ditemani seorang budak wanita “Maisaroh”. Budak itu selalu memperhatikan prilaku Nabi Muhammad SAW sangat santun selama berdagang. Sehingga sesampainya di Makkah diceritakanlah kesantunan Nabi SAW kepada Khodijah. Karena kagum atas budi pekertinya, maka Khodijah jatuh cinta kepada Nabi Muhammad SAW. · Usia 25 Tahun. Nabi Muhammad SAW dilamar oleh Siti Khodijah binti Khuwailid yang berusia 40 tahun, ia adalah seorang putri bangsawan, dermawan dan sangat solehah, sehingga kaum Quroisy memberi gelar at-Thohiroh (wanita yang suci). Sebelumnya ia menikah dengan bangsawan Quroisy Abu Halah. Setelah menjanda ia sering dilamar para tokoh Quroisy, namun selalu ditolak. Akhirnya melalui utusannya ia melamar Nabi Muhammad SAW. Setelah kedua pihak setuju maka mereka melangsungkan pernikahan. Kemudian setelah 25 tahun berkeluarga, Siti Khodijah wafat. · Usia 35 Tahun. Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi hakim untuk mencegah peperangan di Makkah yang disebabkan percekcokan antara pemuka Quroisy memperebutkan siapa yang berhak mengangkat Hajar Aswad ketempat semula, setelah bergotong royong memperbaiki Ka’bah. Maka setelah sepakat menunjuk Nabi SAW menjadi hakim. Beliau SAW menghamparkan sehelai kain di tanah dan meletakkan Hajar Aswad ke atas kain itu, kemudian beliau meminta kepada setiap pemuka Quroisy memegang sisi-sisi kain itu dan bersama-sama mengangkatnya. Lalu Hajar Aswad ditaruh ke tempat semula oleh beliau sendiri. Sehingga terhindarlah percekcokan itu. Nabi Muhammad SAW terkenal jujur dan amanah, ia diberi gelar al-Amiin (orang yang terpercaya). Selama hidupnya beliau tidak pernah menyembah berhala. Dan juga ia seorang Ummi (tidak dapat membaca dan menulis). Namun demikian pada diri Nabi Muhammad SAW terdapat sifat-sifat pemimpin, seperti : kecerdasan, kelembutan dan ketegasan. Beliau juga sering ber-Uzlah (menyendiri) di gua Hiro yang terletak di Jabal Nur 3 KM sebelah utara kota Makkah. · Usia 40 tahun (mendapat wahyu pertama). Nabi Muhammad SAW lebih sering ber-Uzlah dibanding sebelumnya untuk bertahannuts/beribadah. Pada bulan Romadhon ia membawa bekal lebih banyak untuk bertahannuts. Dan malam 17 Romadhon tahun ke-41 dari ‘Aamul fiel (16 agustus 610 M) di gua Hiro ia didatangi oleh malaikat Jibril AS yang membawa selembar surat, kemudian memerintahkan Nabi SAW untuk membacanya. Jibril berkata “Iqro (bacalah)” dengan terperanjat beliau menjawab “aku tidak dapat membaca”, kemudian Jibril memeluk Nabi SAW sampai beliau terasa sesak nafas, lalu dilepas kembali dan mengulangi perintahnya. Tetapi Nabi SAW tetap menjawab “aku tidak bisa membaca”. Demikian sampai 3 kali, barulah Jibril AS menuntunnya : “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang maha pencipta. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu sangat Mulia. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan manusia yang tidak diketahuinya.” ( Al-Alaq : 1-5). (TAHUN KE 1 – 4 KENABIAN) · Kesaksian pendeta Nasroni. Setelah mendengar cerita Nabi Muhammad SAW tentang pengalamannya di gua Hiro, siti Khodijah segera mengajak suaminya itu menemui sepupunya Waroqoh bin Naufal seorang pendeta Nasroni yang telah memahami kitab Injil. Setelah mendengar cerita semuanya maka Waroqoh berkata “Quddus…Quddus Maha Suci Ia. Demi ALLAH wahai Muhammad SAW anak saudaraku, itu adalah rahasia besar yang pernah diturunkan ALLAH kepada nabi Musa AS. Wahai kiranya aku masih muda dan kuat, semoga aku masih hidup, aku dapat melihat ketika kamu di usir oleh kaummu. Maka aku akan menolongmu sekuat tenagaku”. Setelah Waroqoh menjelaskan tanda-tanda kenabian Muhammad SAW menurut Taurat dan Injil, maka bergembiralah Siti Khodijah,

Kahattab bin Aris. Dengan demikian Islampun mulai tersiar di kalangan keluarga Rosul SAW seperti : 1. maka Rosul SAW memulai dakwahnya kepada keluarga dan kerabatnya secara diam-diam. Dalam keadaan seperti itu Jibril AS mendatanginya untuk menyampaikan wahyu yang kedua berupa perintah awal untuk berdakwah (QS. Mendatangi dan mengancam Abu Tholib paman Nabi SAW. Bahkan Bilal bin Rabah dijemur dengan badan telanjang di panas terik matahari sambil ditelentangkan di atas pasir dan ditindih batu besar yang panas.dan Nabi Muhammad SAW kembali tenang. Mereka berkata : “Hai Abu Tholib. dan hal ini sangat berdampak besar.” Mendengar ancaman itu Abu Tholib menjawab dengan lantang : “Hai orang kasar. Setelah itu pergilah ia meninggalkan pamannya. Berbagai macam cara mereka menghalangi dakwah Nabi. cambukan. · Pembelaan Abu Tholib. Muhammad saya tukar dengan pemuda ini dan serahkan Muhammad kepadaku untuk saya bunuh! Kalau menolak. Al-Alaq : 6-14). Mereka menerima siksaan di luar prikemanusiaan dengan berbagai macam cara. Walaupun tantangan pertama datang dari salah satu pamannya. Kemudian merekapun secara diam-diam mulai menyeru kerabat mereka untuk beriman kepada Allah SWT. maka dengan sombongnya ia melarang beliau pergi ke Baitullah. silahkan dan berbuatlah sekehendak hatimu. Dan kemudian mereka disebut as-Sabiquunal aw-Waluun (orang-orang yang pertama kali masuk Islam). Amar bin Furaihah. Karena perintah berdakwah sudah turun kepadanya. 9. Zaid bin Haritsah dan 5. aku tidak takut. karena alasan apapun selama-lamanya”. Menyebarkan fitnah untuk menjelek-jelekkan dan memojokkan Nabi Muhammad SAW. kalian berdua akan kami bunuh. Al-Hijr : 94). · Nabi Muhammad SAW akan ditukar dengan pemuda tampan Pada suatu hari datang lagi para tokoh Quroisy kepada Abu Tholib dengan membawa seorang lelaki tampan Amrah bin Al-Walid yang usianya sebaya dengan Nabi SAW. katakanlah apa yang kamu mau. 2. Mush’ab bin ‘Umair (seorang pemuda tampan). Kemudian ketika Nabi SAW sujud Abu Jahal segera mengangkat . Abu Bakar (dari kaum pria dewasa). 3. dipanggillah beliau dan berkata “Pergilah hai anakku. Ali bin Abi Tholib (dari kalangan anak-anak). · Dakwah secara diam-diam. Ummu Ubais. 5. 3. sehingga turunlah wahyu yang mengutuk ucapan Abu Jahal tersebut (QS. maka turunlah perintah untuk berdakwah secara terang-terangan (QS. Namun Nabi SAW menolak ucapan pamannya : “Demi ALLAH wahai pamanku. Hamamah (ibunya Bilal). Maka Abu Tholib meminta Nabi SAW untuk menjaga nama baik keluarga besarnya. karena paman beliau Abu Tholib dan keluarganya Bani Hasyim memiliki kedudukan tinggi dalam tradisi Quroisy. Yasir dan putranya Amar 4. Ketika Rosul SAW memulai dakwah secara terang-terangan dengan mengumpulkan kaumnya di bukit Shofa. Tapi mereka tetap tidak bisa melakukan gangguan fisik kepada Rosul SAW. 8. 6. · Para Sahabat Nabi SAW yang disiksa oleh kaum kafir Quroisy Setelah gagal membujuk Abu Tholib. Al-Muddattsir : 1-7). tidaklah aku melakukannya. · Perbuatan-perbuatan jahat kaum Quroisy terhadap Nabi SAW : 1. apakah engkau tidak tahu bahwa aku seorang hartawan dan memiliki sahabat yang banyak ? apakah engkau tidak takut padaku ?. dan bersumpah akan melemparkan batu besar ke atas kepala Nabi SAW ketika sujud di Baitullah. An-Nadyah.” namun Nabi SAW tetap diam saja. · Dakwah secara terang-terangan dan rintangan dari kaum Quroisy Selama 3 tahun Rosul SAW melaksanakan Dakwatul Afrod (menyeru perorangan). dia menjelek-jelekkan Nabi SAW. sehingga dalam waktu singkat yang beriman kepada Allah SWT mencapai 39 orang. seperti pukulan. Khabab bin al-Arat (seorang budak). 3. Ummu Aiman (dari kalangan budak). Datanglah malaikat Jibril AS namun Nabi SAW menggigil ketakutan dan pulang ke rumahnya serta minta diselimuti oleh isterinya. Keesokan harinya Abu Jahal dengan batu besar menunggu Nabi SAW di atas Baitullah. Membuat hasutan-hasutan agar orang-orang menjauhi Nabi Muhammad SAW. 10. dan kaum Quroisy terus memusuhinya. 2. 4. Nabi Muhammad SAW kembali bertahanuts di gua dengan penuh kecemasan. 2. Khodijah (dari kaum wanita). dan Ummu Jamiel (isterinya Abu Lahab) menghasut kaum wanita. Demi ALLAH aku tidak akan menyerahkan engkau. tidak diberi makan dan minum. sekalipun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan perintah ini. Abu Jahal mengancam Nabi dengan perkataan : “Hai Muhammad apakah engkau marah kepadaku. Al-Lahab : 1-5). dan Abu Jahal menghasut kaum pemuda. maka para kaum Quroisy yang membenci Nabi SAW mulai melakukan siksaan fisik terhadap kaum Muslimin. Sehingga turunlah wahyu Allah SWT yang mengutuk Abu Lahab dan isterinya Ummu Jamiel (QS. Zinnirah. 7. Namun Abu Tholib karena salut dengan jawaban keponakannya itu. seperti yang dialami oleh : 1. Abu Fukaihah. Bilal bin Rabah al-Habsyi (budak Umayyah). · Perintah berdakwah. hingga ALLAH menampakkan agama-Nya atau aku binasa”. · Abu Jahal melarang Nabi SAW beribadah di Baitullah Pada suatu hari Abu Jahal melihat Nabi SAW pergi ke Baitullah. · Abu Jahal hendak melempar batu besar ke kepala Rosulullah SAW Abu Jahal mengumpulkan para tokoh Quroisy. Sehingga mereka membujuk Abu Tholib menyuruh Nabi SAW menghentikan dakwahnya.” Beberapa hari kemudian Abu Tholib mengundang dan meminta keluarganya dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib supaya ikut menjaga Nabi SAW. Timbullah kebencian dan permusuhan dari para tokoh Quroisy seperti : Abu Lahab (paman Nabi SAW) menghasut kaum laki-laki.

sehingga banyak yang tercabut. lalu ia lari menuju Baitullah untuk menolong Nabi Muhammad SAW. Al-Maidah : 82). · Menikah lagi. mereka adalah Umar bin Khottob yang terkenal keras. Karena negosiasi kedua juga ditolak. Kejadian ini didengar oleh Abu Bakar. Beliau menamakan tahun ini tahun kesedihan (‘Aamul Huzni). di antaranya ialah Utsman bin Affan dan isterinya Ruqoyyah. karena mereka tahu Khodijah dan . Maka dengan tegas Nabi SAW kembali menolak tawaran kafir Quroisy itu dengan membaca surat Al-Kaafiruun : 1-6. Nabi Muhammad SAW menikah dengan seorang janda Saudah binti Zam’ah.batu untuk ditimpakan kepada Nabi SAW. maka Rosul SAW memberi izin para sahabatnya untuk berhijrah ke Habsyah. (TAHUN KE 7 . Hari ini menyembah berhala dan besoknya menyembah Allah. Namun perjalan mereka diketahui oleh kafir Quroisy dan segera mengutus dua pemuda ahli diplomasi yaitu ‘Amr bin Ash dan Amarah bin Walid untuk menemui raja Habsyah Najasyi dengan membawa hadiah dan meminta agar mengembalikan orang-orang Islam itu ke Makkah. Hisyam bin Amr.” Dan setelah mendengar ucapan Nabi itu. dan Hamzah bin Abdul Mutholib paman Nabi SAW dari ayah. (Ethiopia) yang mayoritas penduduknya beragama Nasroni. Maka semakin gigihlah dakwah umat Islam dan mulai berani melawan jika dihina berlebihan oleh orang-orang kafir Quroisy. tegas dan jujur. beliau memerintahkan para sahabat untuk hijrah ke Habsyah yang kedua. Mut’im Adi (Naufal). Nabi Muhammad SAW dikerubuti dan dipukuli. Setelah dilihat ternyata piagam itu benar-benar dimakan rayap dan langsung dirobek oleh pemuka Quroisy tersebut. Najasyipun langsung memerintahkan pulang kedua delegasi Quroisy tersebut dan membawa pulang kembali hadiah-hadiah yang mereka bawa untuk Najasyi. namun tidak setitikpun hati Bani Hasyim mau menyerahkan Nabi SAW kepada kafir Quroisy. Kemudian Ja’far menjawab dengan jelas dan tegas sehingga membuat Najasyi terkesan terhadap Islam. Nabi SAW dan seluruh keluarga besarnya bebas dengan penuh rasa syukur. Mendengar usaha negosiasi pertama ditolak maka dilakukanlah negosiasi kedua dengan tawaran agar Muslimin beribadah secara bergiliran. ia berdiri menutupi Nabi sambil menangis dan mengulang-ulang teriakan seperti tadi. bahkan memanggil Ja’far untuk menjelaskan kebenaran Islam. di antaranya yaitu : Zuhair bin Umayyah. Ketika melihat Nabi diperlakukan seperti mainan. Kemudian Nabi SAW mengetahui bahwa piagam yang digantung di Ka’bah telah dimakan rayap. ditarik ke sana kemari dijadikan seperti mainan. · Nabi Muhammad SAW dikeroyok dan disiksa Pada suatu hari di sekitar Baitullah. Pada tahun ke-7 Kenabian (616 M) kaum kafir Quroisy sepakat melakukan embargo terhadap Nabi dan keluarganya dari Bani Hasyim. piagam itu berisikan antara lain melarang siapapun mengadakan hubungan dengan Nabi dan keluarganya dalam bentuk apapun. Mereka berangkat diam-diam karena takut dihalangi oleh kafir Quroisy. Namun ketika itu juga Allah menolong Nabi SAW. Karena merasa sayang dan kasihan kepada para pengikutnya yang selalu disiksa. mereka kembali ke Makkah membawa kesan yang sangat baik. Piagam tersebut habis masa berlakunya jika Bani hasyim dengan sukarela menyerahkan Nabi untuk dibunuh. mereka mengerubuti dan memukuli Abu Bakar serta menarik rambut dan janggutnya. Setelah Nabi SAW keluar dari embargo. Mereka membuat piagam khusus yang digantung di Ka’bah. Maka berangkatlah 73 orang laki-laki dan 11 orang wanita yang dipimpin oleh Ja’far bin Abi Tholib. (TAHUN KE 5 – 6 KENABIAN) · Hijrah ke Habsyah yang pertama. hal ini sebagai suatu tanda bahwa embargo akan berakhir.9 KENABIAN) · Hijrah ke Habsyah yang kedua. Dan beberapa bulan kemudian beliau menikah lagi dengan Aisyah binti Abu Bakar yang masih berumur 9 tahun. mereka melepaskan Nabi dan bubar semuanya meninggalkan Nabi Muhammad SAW. Hijrah ini diikuti oleh 10 orang laki-laki dan 5 orang wanita. Dan untuk menyambung hidup mereka hanya makan daun yang terdapat di sekitar Syi’ib Abu Tholib tempat mereka diboikot. aku diutus untuk menghabisi orang-orang kafir. · Dua pemuka Quroisy masuk Islam pada tahun ke-5 Kenabian. Setelah 3 bulan di Habsyah. (TAHUN KE 10 KENABIAN) · Berakhirnya embargo/pemboikotan.” Namun setelah mendengar teriakan Abu Bakar. dan Zam’ah bin Al-Aswad. Lalu Nabi SAW berkata : “Biarkanlah mereka hai Abu Bakar! Demi Allah. Abu Bakar berteriak: “Celakalah kamu semua! Apakah kalian akan membunuh orang yang berkata ‘Tuhanku hanyalah Allah’ padahal dia datang dengan bukti-bukti yang benar dari Tuhan kalian. mendapat wahyu tentang kebaikan raja Habsyah terhadap umat Islam (QS. Rambut dan janggutnya ditarik sangat keras sampai tercabut. Abu Bakar tidak dapat melawan. · Tahun Kesedihan. · Hijrah ke Thoif. Namun pernikahan ini hanya bersifat memperkuat kekeluargaan. kaum kafir Quroisy mengutus Uqbah bin Walid untuk bernegosiasi kepada Rosul dengan memberi tawaran yang menggiurkan. Kaum kafir Quroisy semakin gencar meneror Rosulullah SAW. Maka Nabi SAW yang sedang dalam pemboikotan. Beberapa tokoh Quroisy dari Bani Mutholib yang masih memiliki rasa kasihan dan hati nurani mengusulkan agar embargo itu diakhiri. Maka habislah masa embargo. Tapi Najasyi tidak mau menyerahkan begitu saja. Maka akibat dari embargo ini berbagai penderitaan dirasakan oleh Nabi dan keluarganya. maka ia mengizinkan Ja’far dan rombongannya tinggal di Habsyah. namun ditolak oleh Rosul SAW. Abu Bakhtari bin Hisyam. · Pemboikotan/embargo terhadap keluarga Nabi. karena kelihatannya ada unta yang sangat besar mau menyerang dirinya. terjadilah musibah yang menyedihkan hati belau. Pemboikotan ini terjadi selama 3 tahun. · Ditolaknya negosiasi pertama dan kedua. karena Nabi SAW baru menggaulinya ketika Aisyah berusia 15 tahun (setelah hijrah ke Madinah). Abu Jahal lari tunggang langgang membatalkan niat jahatnya itu. Bermacam cara menghentikan dakwah Nabi SAW tidak berhasil. yaitu meninggalnya isteri beliau Siti Khodijah dan beberapa bulan kemudian disusul pamannya Abu Tholib juga meninggal. mereka semakin gencar melakukan gangguan fisik kepada Rosul SAW. Nabi SAW mendengar berita tentang rencana embargo oleh kafir Quroisy terhadap umat Islam.

Janganlah kamu menolah perkara yang baik. Maka disusunlah rencana membunuh Nabi. sehingga kemuliaan Nabi Muhammad SAW dan agama Islam terkenal di sana.” Lalu Nabi berdo’a “Ya ALLAH berilah petunjuk kepada kaumku. dilakukan dalam keadaan sadar dengan ruh dan jasad. baik dalam keadaan terpaksa atau tidak. dan kedatangan para sahabat Nabi yang berhijrah ke Yastrib disambut baik di sana. 3. Nabi SAW mengutus Mush’ab bin Umair pergi bersama mereka untuk mengajar tentang ajaran Islam kepada penduduk Yastrib. Hendaklah kamu mengikuti perintah Allah. sehingga kaum Quroisy mengira “Tidak mungkin orang masuk ke gua tanpa merusak sarang laba-laba dan merpati itu”. (TAHUN KE 12 KENABIAN) · Bai’at Aqobah pertama Setelah banyak kabilah Arab dari Yastrib yang menyatakan masuk Islam sehingga banyak penduduk Yastrib yang telah mengenal agama Islam. 11. Nabi Muhammad SAW (berusia 52 tahun) diperintah oleh Allah SWT melaksanakan Isro’ (perjalanan dari Masjidil Haram – Makkah ke Masjidil Aqsho – Palestina) dan Mi’roj (perjalanan naik ke Sidrotul Muntaha). Beliau dilempari dengan batu sampai tubuhnya penuh dengan luka dan darah. · Nabi Muhammad SAW berdakwah kepada kabilah Arab Nabi SAW mensyi’arkan agama Islam kepada para kabilah Arab yang datang dari luar kota Makkah pada setiap musim Haji. Tapi Rosul SAW menjawab : “Jangan. Namun dakwah beliau dihalangi oleh Musailamah al-Kazzab dari Bani Hanifah yang mengaku sebagai nabi. Namun para pemuda Quroisy dari berbagai kepala suku telah mengepung rumah Nabi SAW. Bai’atul Aqobah ini dilakukan seperti bai’at pada tahun sebelumnya. di antaranya kabilah dari Yastrib/Madinah yang sebelumnya memang sering mendengar tanda-tanda kedatangan Rosul terakhir dari para pendeta Yahudi. Maka selamatlah Rosul SAW dan Abu Bakar RA dari kejaran orangorang kafir Quroisy tersebut. · Isi Bai’atul (perjanjian) Aqobah yaitu : 1. Berkat pertolangan Allah yang menciptakan sarang laba-laba dan burung merpati dengan telurnya di pintu gua. Bani Nadlier dan Bani Quroidzoh. Beliau mendapat perintah sholat 5 waktu untuk dirinya dan kaum Muslimin. 6. Namun demikian halangan tidak terlalu berarti sehingga banyak juga yang menerima dakwah Nabi SAW. Dan dengan pertolongan Allah SWT para pemuda Quroisy yang akan membunuh Nabi itu tertidur dan tidak mengetahui Nabi telah keluar dari rumahnya. tapi mereka hanya mendapati Ali bin Abi Tholib yang masih remaja tidur di tempat tidur Rosul SAW. Maka pada musim haji tahun berikutnya datang 12 orang laki-laki dari Yastrib berkumpul menemui Nabi SAW di Aqobah. Setelah sadar kaum Quroisy itu langsung memasuki rumah Rosul. Janganlah kamu mencuri. 9. 4. 7. Hendaklah kamu mengatakan kebenaran di mana saja kamu berada. 10. 8. mereka berkumpul untuk masuk Islam dan dibai’at langsung oleh Nabi SAW. . 5. 2. (TAHUN KE-13 KENABIAN) · Bai’at Aqobah Kedua : 73 orang laki-laki dan 2 orang wanita dari Yastrib bersama Mush’ab bin Umair yang telah bertugas selama setahun di sana datang ke Makkah menemui Nabi Muhammad SAW di Aqobah untuk melakukan bai’at. maka kaum kafir Quroisy berpendapat “Bahwa ancaman dari Islam semakin besar”. sehingga agama Islam diterima dengan baik di sana. Janganlah kamu membunuh anak-anak. Nabi berdo’a kepada Allah SWT dengan penuh rasa bersalah karena tidak berhasil berdakwah di negri Thoif. Hendaklah kamu menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Mereka terdiri dari suku : Bani Qoinuqo. Tapi Allah Yang Maha Pengasih segera memerintahkan beliau Hijrah ke Yastrib. Pada malam tanggal 27 Rojab. Perjalanan ini hanya berlangsung selama 3 jam saja. Sehingga Abu Bakar merasa cemas dan takut. Nabi Muhammad SAW berhadapan langsung dengan Allah SWT pencipta alam semesta dan yang menciptakan dirinya. Janganlah kamu berdusta dan berbuat kedustaan. aku berharap anak cucu dari mereka nanti kaum penyembah Allah. beliau hanya memohon ampunan dan petunjuk kepada Allah SWT. karena mereka tidak tahu”. Setelah menyatakan diri masuk Islam mereka kembali ke Yastrib dan menyebarkan ajaran Islam di sana. baik di waktu susah atau senang. dalam do’anya tidak satu katapun yang menyalahi atau mengutuk perlakuan penduduk Thoif terhadap dirinya. Maka Rosul SAW mengajak zaid bin Haritsah hijrah ke Thoif dan berdakwah di sana yang dihuni oleh Bani Tsaqif. maka Nabi SAW menghiburnya : “Janganlah takut. Ketika mereka akan kembali ke Yastrib. Maka ketika akan berangkat hijrah. · Hijrah Ke Yastrib Karena semakin banyak penduduk Yastrib/Madinah yang menyatakan diri masuk Islam. Dilakukanlah pencarian ke setiap sudut kota dan akhirnya sampai ke gua Tsur. dan di pertengahan jalan malaikat penjaga gunung minta izin kepada Rosul SAW untuk menjatuhkan dua bukit di sekitar Thoif ke tengah-tengah penduduk yang ingkar itu. dan paman Nabi SAW ‘Abbas bin ‘Abdul Mutholib juga mengikuti bai’at ini.Abu Tholib yang selama ini membantu dakwah Rosul telah tiada. Jangan kamu merebut suatu perkara dari yang ahlinya. Hendaklah kamu mengikuti perintah Allah. Janganlah kamu takut atau cemas dalam mengerjakan agama Allah terhadap orang yang mencela. (TAHUN KE 11 KENABIAN) · Isro’ dan Mi’roj. Beliau berangkat bersama sahabatnya Abu Bakar As-Shiddiq kemudian bersembunyi di gua Tsur. Allah Bersama kita”. Janganlah kamu berzinah. Maka Rosul SAW kembali ke kota Makkah. beliau membaca surat Yasiin ayat 9. Namun di Thoif Rosul SAW mendapat perlakuan lebih kejam dibandingkan kekejaman di kota Makkah.

yaitu Al-Qur’an dan Sunnah/Hadits. Pada pertengahan tahun pertama hijriyah ini Allah SWT memberikan izin berperang sebagai pembelaan diri atas kejahatan orang-orang kafir (QS. Abdullah bin Abu Bakar. Ali bin Abi Tholib. di mana unta itu berhenti di situlah Nabi SAW bertempat tinggal. Adapun perang yang diikuti Rosul SAW disebut dengan perang Ghozwah. Maka atas kehendak Allah SWT Nabi menunggangi unta untuk menentukan rumah siapa yang akan didiaminya. yaitu : “Setiap golongan memiliki haq yang sama serta kebebasan dalam menjalankan syari’at agamnya masing-masing dengan saling menghormati satu sama lain (toleransi). · Izin berperang untuk membela diri : Izin berperang (untuk membela diri). dan kemudian Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya mendirikan Sholat Jum’at yang pertama kali yaitu tanggal 16 Robi’ul Awal tahun 1 Hijriah. Selama 4 hari Nabi berdiam di sana dan mendirikan Masjid Quba. di dalam Al-Qur’an disebut dengan “Masjid yang didirikan atas dasar taqwa”. selalu menyiapkan perbekalan yang dibutuhkan oleh Nabi SAW dan ayahnya. bujang Abu Bakar sebagai pengembala kambing. Telah terjadi puluhan kali perang selama Rosul SAW masih hidup. Amir bin Fuhairah. Mereka berusaha melaksanakan seruan Nabi SAW. karena masing-masing pemeluk agama itu merasa tidak terganggu olek pemeluk lainnya dalam melaksanakan agamanya masing-masing sebab mereka saling hormat menghormati. Semua informasi yang didapat langsung disampaikan kepada Nabi dan ayahnya di gua Tsur ketika tengah malam. . Langkah-langkah Rosulullah SAW tersebut disambut gembira oleh penduduk Madinah yang beragama Yahudi. Dan inilah bukti bahwa Islam menentang segala permusuhan. Dia selalu mengambil jalan yang jarang dilalui oleh orang-orang yaitu melalui tepi Laut Merah. 4. hampir semua penduduk Madinah menawarkan tempat tinggal untuk Nabi Muhammad SAW. Di masjid inilah tempat Nabi Muhammad SAW menyampaikan kebijakankebijakannya kepada para sahabatnya. Penduduk kota Yastrib/Madinah yang telah lama menunggu kedatangan Nabi SAW langsung menyambut kedatangan beliau dengan meriah dan suka cita yang sangat mendalam. Kamu datang dengan urusan yang harus kami taati. Asma binti Abu Bakar. ia memata-matai rencana jahat kaum kafir Quroisy.” · Menentukan tempat tinggal Rosulullah SAW Ketika Nabi Muhammad SAW sudah memasuki kota Madinah. serta menemaninya hijrah sampai tiba di Yastrib. (TAHUN PERTAMA HIJRIYAH) · Langkah-langkah dan kebijakan Rosul SAW di Yastrib 1. Bahkan karena terharunya dengan ajaran Islam yang baik ini banyak para penganut Yahudi yang memeluk agama Islam. ditugaskan menyertai perjalanan Nabi SAW menuju Yastrib/Madinah. dan membangun Masjid pertama di Madinah. baik segi politik. seorang penunjuk jalan yang sangat mahir. Abdullah bin Uraiqith. menemani Nabi Muhammad SAW selama perjalanan dan selama di dalam gua Tsur sampai 3 hari 3 malam. Mereka menjadikan Madinah sebagai Madinatul Harom atau kota suci yang harus terpelihara kesuciannya. salah seorang di antaranya Abdullah bin Salam seorang Yahudi dari Bani Qoinuqo’. 3. · Suka cita penyambutan penduduk Yastrib Menjelang sore hari sampailah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat lainnya di Tsaniatul Wada’ (pintu masuk kota Yastrib). Dan Nabi SAW pun tinggal di rumah itu.” Setiap golongan wajib menjaga utuhnya kedaulatan Madinah serta siap menjadi pembela jika terjadi ancaman musuh dari luar kota. ia dengan kambing-kambingnya selalu mengikuti Abdullah bin Abu bakar setiap menemui Nabi dan ayahnya di gua Tsur. · Mendirikan Masjid Quba Pada hari Senin 12 Robi’ul Awal (24 September 622 M) Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Siddiq RA sampai di Quba 10 KM selatan Yastrib (pada saat inilah dihitung awal tahun Hijriyah oleh Kholifah ‘Umar bin Khotob). Maka dengan persaudaraan ini umat Islam semakin kuat dan mampu membangun negri yang bermartabat. agar setiap jejak kaki Abdullah terhapus dengan jejak kambing.· Para sahabat yang menyertai Nabi ketika hijrah : 1. Pada waktu itu yang dipersaudarakan ada 100 orang dari Muhajirin dan 50 orang dari Anshor. dan yang tidak diikuti Rosul SAW disebut perang Sariyah yang terjadi sebanyak 47 kali. 2. Membuat hukum kedaulatan dan perjanjian dengan bangsa Yahudi. Di tengah perjalanan Nabi SAW bertemu dengan para sahabat yang lebih dulu berangkat. 3. penduduk Madinah selalu diwarnai perang saudara antara suku ‘Aus dengan suku Khazraj. mereka melantunkan sebuah sya’ir/qosidah (nyanyian) khusus untuk Nabi SAW yang diiringin dengan irama rebana : “Telah terbit bulan purnama atas kita semua. 2. 4. selagi ada yang mengajak kita kepada Allah. diperintahkan oleh Nabi SAW untuk tidur di tempat tidur beliau agar orang-orang kafir Quroisy yang mengepung rumahnya tidak curiga dengan kepergiannya. Padahal sebelum mengenal Islam. ekonomi maupun sosial yang bersumber dari Allah. Wahai yang diutus kepada kami. Mempersaudarakan orang-orang Makkah yang hijrah ke Madinah (Muhajirin) dengan penduduk asli Madinah (Anshor). Maka unta itu berhenti di depan rumah Ayyub Al-Anshori. Dari Tsaniyatul Wada’. Al-Haj : 39-40). 5. 6. baik selama di gua Tsur maupun selama perjalanan ke Yastrib. Nabi Muhammad SAW membeli tanah milik Sahl dan Suhail bin Amr. Abu Bakar Siddiq. Nabi Muhammad SAW meletakkan dasar-dasar pemerintahan dan masyarakat Islam yang kokoh. Wajiblah bagi kita bersyukur. dan agama lainnya. Islam. yang dikenal Masjid Nabawi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful