Nama : Agnestia Naning Dian Lovita NIM : 0910763002 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN

Manajemen asuhan kebidanan adalah suatu proses menyelesaikan masalah klinis, membuat suatu keputusan, dan memberi perawatan yang telah berakar pada tindakan perawatan kebidanan. Proses ini merupakan proses pengorganisasian pikiran dan tindakan dalam suatu alur logis untuk keuntungan pasien dan pemberi perawatan kesehatan. Karena proses penatalaksanaan mengikuti suatu alur yang logis, proses ini bermanfaat bagi para siswa kebidanan dalam mempelajari penatalaksanaan perawatan kepada pasien sebab penatalaksanaan itu sendiri adalah cara untuk menyatukan semua hal, yang mencakup pengetahuan, penemuan, kemampuan, dan penilaian menjadi suatu pengertian yang utuh dan berfokus pada transisi kedalam peran penatalaksanaan pasien. Manajemen asuhan kebidanan dibuat dalam bentuk pencatatan (pendokumentasian). Catat semua asuhan yang telah diberikan kepada ibu dan atau bayi/janinnya. Jika asuhan tidak dicatat maka dapat dianggap hal itu tidak dilakukan. Pencatatan adalah bagian penting dari proses membuat keputusan klinik kerena memungkinkan bidan untuk terus memperhatikan asuhan yang diberikan selama proses kehamilan, persalinan maupun nifas. Mengkaji ulang catatan memungkinkan untuk menganalisa data yang telah dikumpulkan dan dapat lebih efektif dalam merumuskan suatu diagnosis dan membuat rencana asuhan atau perawatan ibu dan bayi/janin. Manajemen asuhan kebidanan terdiri dari 7 langkah berurutan yang secara periodic disempurnakan. Ketujuh langkah ini mencakup seluruh kerangka kerja yang dapat diaplikasikan pada seluruh situasi. Kemudian setiap langkah dapat dibagi lagi menjadi tugas-tugas yang lebih spesifik dan bervariasi untuk dapat disesuaikan dengan kondisi ibu atau bayi. Tujuh langkah tesebut adalah sebagai berikut: I. II. III. IV. V. VI. VII. I. Pengkajian Data Dasar Interpretasi Data Diagnosa / Masalah Potensial Tindakan Segera Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi Pengkajian Data Dasar Menyelidiki dengan cara memperoleh semua data yang dibutuhkan untuk melengkapi evaluasi ibu atau bayi baru lahir. Langkah pertama adalah mengumpulkan data dasar yang menyeluruh untuk mengevaluasi ibu dan bayi baru lahir. Data dasar yang diperlukan adalah smeua data yang berasal dari sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ibu dan bayi baru lahir. A. Data Subjektif Data subjektif merupakan data yang diambil dari hasil anamnesa dengan pasien. Meliputi: biodata pasien; keluhan utama; riwayat kesehatan yang lalu, sekarang dan riwayat kesehatan keluarga ; riwayat perkawinan; riwayat obstetric (riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu ; riwayat persalinan sekarang); riwayat KB; riwayat sosial B. Data Objektif Data Objektif adalah data yang dikumpulkan berdasarkan temuan bidan dan hasil pemeriksaan. Data objektif antara lain: vital sign (tekanan darah, suhu, nadi, pernapasan); pemeriksaan fisik dari ujung rambut sampai ujung kaki; pemeriksaan obstetric (inspeksi, palpasi, perkusi); data penunjang/pemeriksaan tambahan.

keadaan ibu dan/ bayi Data dasar meliputi: . Tindakan Segera Langkah keempat mencerminkan sifat kesinambungan proses penatalaksanaan. Misalnya beberapa data mengindikasikan sebuah situasi kegawatdaruratan yang mengharuskan bidan melakukan tindakan secara cepat unutk menyelamatkna ibu dan bayi (misal atonia uteri. karena telah ada diagnose atau masalah yang telah teridentifikasi. hal ini membutuhkan tindakan segera atau antisipasi pencegahan. tetapi juga menggambarkan petunjuk antisipasi bagi ibu tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. VI. Masalah Permasalahan yang muncul berdasarkan pernyataan pasien Data dasar meliputi: . didapat dari hasil anamnesa . tetapi tetap perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan rencana perawatan kesehatan menyeluruh yang dituangkan dalam rencana asuhan terhadap pasien. didapat dari hasil anamnesa . Yang tidak hanya dilakukan selama perawatan primer. Petunjuk antisipasi ini juga mencakup pendidikan dan konseling kesehatan.Data subjektif. anak hidup. V. Masalah sering berkaitan dengan pengalaman wanita yang diidentifikasi oleh bidan. budaya. APGAR skor rendah. IV. didapat dari hasil pemeriksaan Diagnosa / Masalah Potensial Mengantisipasi masalah atau diagnosis yang akan terjadi lainnya. tetapi juga saat bidan melakukan perawatan berkelanjutan bagi wanita tersebut. Pada langkah ini diidentifikasi masalah atau diagnose potensial berdasarkan rangkaian masalah dan diagnose. distosia bahu) Perencanaan Langkah kelima merupakan mengembangkan rencana asuhan yang menyeluruh ditentukan dengan mengacu pada hasil langkah sebelumnya.II. Melihat keadaan ini bidan harus memperkirakan alasan kenapa terjadi overdistensi uterus. lalu bidan mengambil langkah antisipasi. keluarga dan psikologis Pelaksanaan III. A.Data objektif.Data subjektif. dan semua rujukan yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah social. Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya melibatkan kondisi ibu atau bayi yang terlihat dan masalah lain yang berhubungan. Melakukan asuhan yang aman penting sekali dalam hal ini. ekonomi. Interpretasi Data Membuat sebuah identifikasi masalah atau diagnose dan kebutuhan perawatan kesehatan yang akurat berdasarkan perbaikan interpretasi data yang benar. agama. didapat dari hasil pemeriksaan B. Diagnose kebidanan Diagnose dapat ditegakkan yang berkaitan dengan para. Langkah kedua bermula dari data dasar yang dikumpulkan untuk kemudian diproses menjadi diagnose kebidanan dan masalah.Data objektif. yang dapat menjadi tujuan yang diharapkan. melakukan tindakan kewaspadaan dan kemudian mempersiapkan beberapa alternative tindakan terhadao kemungkinan perdarahan postpartum mendadak sebagai akibat atonia uteri karena distensi berlebih. Kata masalah dan diagnose sama-sama digunakan karena beberapa masalah tidak dapat didefinisikan sebagai diagnose. . abortus. Sebagai contoh wanita dengan overdistensi uterus.

bidan. Rencana tersebut menjadi efektif bila bidan mengimplementasikan semua tindakan dalam rencana. VII. yaitu memenuhi kebutuhan ibu. atau tenaga kesehatan lain. Evaluasi Langkah ini merupakan langkah terakhir untuk mengetahui apa yang telah dilakukan bidan. Mungkin sebagian efektif namun sebagian yang lain tidak efektif. Langkah ini dapat dilakukan secara keseluruhan oleh bidan atau dilakukan sebagian oleh pasien.Langkah keenam adalah melaksanakan rencana asuhan secara menyeluruh kepada pasien dan keluarga. Langkah ini merupakan tindakan untuk memeriksa apakah rencana asuhan yang dilakukan benar-benar telah mencapai tujuan. dan menjadi tidak efektif bila tidak diimplementasikan. . Apabila asuhan kebidanan ini dipandang sebagai suatu proses yang berkesinambungan maka sangat penting untuk memperbaiki setiap asuhan yang tidak efektif dan kemudian rencana asuhan disesuaikan lagi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful