MANAGEMENT AUDIT

PEMASARAN
Tujuan Umum Pemeriksaan Tujuan umum dari pemeriksaan terhadap kegiatan pemasaran adalah untuk mengidentifikasikan aspek-aspek manajemen yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran agar dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensinya. Pedoman Yang Berlaku Untuk Kegiatan Pemasaran 1. Tujuan Pemeriksaan. Untuk mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan, prosedur-prosedur dan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk kegiatan pemasaran 2. Prosedur Pemeriksaan Pelajari semua dokumen yang berlaku untuk kegiatan pemasaran dengan perhatian khusus kepada : 2.1.Kebijakan Pemasaran 2.2.Penentuan sasaran-sasaran kegiatan pemasaran 2.3.Kebijaksanaan promosi 2.4.Kebijaksanaan penjualan dan distribusi 2.5.Koordinasi berbagai aktifitas pemasaran 2.6.Pengelolaan anggaran/pencapaian target 2.7.Kebijakan yang menyangkut hubungan dengan customer 2.8.Riset pemasaran Kegiatan Operasional Bagian Pemasaran 1. Tujuan Pemeriksaan Untuk mengenal dan memahami berbagai aspek pengelolaan dalam kegiatan-kegiatan operasional Bagian Pemasaran dan menilai tingkat efektifitas dan efisiensinya. Mengidentifikasikan peluang-peluang untuk melakukan perbaikan dan peningkatan.

2. Prosedur Pemeriksaan 2.1. Pengembangan strategi produk/strategi pasar 2.1.1. Teliti apakah strategi produk/strategi pasar telah dinyatakan secara tertulis. Jika tidak, selidiki mengapa demikian. 2.1.2. Apakah pengelolaan pemasaran telah difokuskan secara layak pada penentuan strategi produk dan pasar, jika tidak selidiki mengapa demikian. 2.1.3. Teliti apakah strategi produk/pasar yang telah ditetapkan luasnya telah diidentifikasikan strategi tersebut adalah layak. Jika tidak, tentukan dalam hal apa. 2.1.4. Apakah ketentuan yang cukup memadai tentang perlunya penilaian kembali secara periodik terhadap strategi produk/pasar yang berlaku, usaha apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan proses ini. 2.1.5. Apakah terdapat ketentuan yang memadai untuk memperoleh pengetahuan tentang pasar seperti perubahan kebutuhan konsumen, perubahan tekhnologi produk, tindakantindakan yang dilakukan oleh perusahaan pesaing dan sebagainya. Usaha apa yang dapat dilakukan untuk membuat agar kegiatan tersebut lebih efektif. 2.1.6. Review dan nilai efisiensi kegiatan dari cabangcabang serta kesesuaiannya dengan kebijaksanaan dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan 2.2 Pengelolaan Produk 2.2.1 Pelajari apakah yang dilakukan obyek pemeriksaan untuk menjamin adanya koordinasi dan keuntungan yang maksimum dari produk-produk individual yang dipasarkan. Teliti apakah usaha pengelolaan produk dilakukan secara memadai untuk menjamin tercapainya hasil-hasil yang diharapkan, tanpa bertentangan dengan tanggung jawab yang dibebankan kepada unit-unit organisasi lainnya. Lakukan penilaian mengenai efisiensi operasi dari kegiatan pengelolaan produk dengan tekanan kepada :

2.2.2

2.2.3

- Apakah penugasan-penugasan organisasi cukup jelas dan memadai - Apakah pegawainya cukup memenuhi syarat - Apakah terdapat suatu system pelaporan yang sesuai - Apakah terdapat supervisi yang memadai. 2.3 Promosi Penjualan 2.3.1 Teliti apakah penyusunan organisasi untuk kegiatan promosi cukup memadai guna memungkinkan dilakukannya koordinasi yang tepat terhadap semua aktifitas promosi penjualan termasuk pemasangan iklan/reklame. Teliti apakah koordinasi dengan aktifitas-aktifitas lainnya dari obyek pemeriksaan cukup memadai. Teliti apakah sasaran-sasaran promosi dianalisa secukupnya dan dihubungkan dengan jenis-jenis promosi tertentu Pelajari apakah anggaran promosi telah dikembangkan secara seksama, untuk (setelah disetujui) digunakan sebagai dasar pengendalian kegiatan promosi Teliti apakah pengadaan bahan-bahan untuk keperluan promosi yang didatangkan dari luar dilaksanakan secara efektif. Teliti adakah ketentuan yang layak untuk melakukan evaluasi akhir terhadap proyek atau program promosi secara individual. Lakukan penilaian mengenai efiseiansi Bagian Promosi dengan tekanan kepada : Apakah penugasan-penugasan organisasi cukup jelas dan memadai Apakah pegawainya cukup memenuhi syarat Apakah terdapat suatu system pelaporan yang sesuai dan terdapat supervisi yang memadai 2.4 Kegiatan Distribusi 2.4.1 2.4.2 lainnya : Review ruang lingkup dari rencana distribusi Dalam hal menggunakan distributor atau perantara

2.3.2 2.3.3 2.3.4

2.3.5 2.3.6 2.3.7

2.2.7 Operasi–operasi intern : 2.2 Teliti apakah para konsumen dilayani secara memadai untuk memungkinkan konsumen mengenali dengan baik setiap produk yang dibelinya.1 Teliti apakah kegiatan diawasi dan dikelola dengan baik.5. dan otorisasi atau pengesahannya.4 Evaluasi apakah terdapat program yang memadai mengenai pembinaan hubungan perusahaan dengan para konsumen.6.2. 2.4.7. ketelitian dan ketepatan waktu.1 Teliti apakah informasi yang diberikan kepada para konsumen meliputi semua produk yang dikeluarkan oleh perusahaan.5.2.2. 2.5.1 Lakukan pengujian terhadap efektivitas kegiatan periklanan.3 Review dan nilai efektifitas program pemberian dukungan kepada usaha-usaha yang dilakukan oleh distributor 2.3 Review cara penanganan tuntutan ganti rugi. termasuk ketelitian angka–angkanya. sehari–hari nampaknya .4. 2.2 Lakukan pengujian terhadap faktur–faktur yang diajukan.2 Review kelayakan ketetapan-ketetapan tersebut ditinjau dari segi pemberian servis kepada program yang mendukung usaha yang dilaksanakan oleh distributor 2. termasuk pemeriksaan terhadap rencana–rencana.6.5.4. terutama yang menyangkut sikap.1 Review kelayakan ketetapan kontrak yang mencakup hak dan kewajiban masing-masing pihak 2.5 Pelayanan kepada Konsumen : 2. 2. anggaran dan laporan–laporan tentang kegiatan tersebut.6 Kegiatan periklanan : 2. 2. kelengkapan dokumen–dokumen pendukungnya.

2.2 Kegiatan sebenarnya dari program promosi tersebut 3.2. Pilih suatu jumlah yang representatif dari langganan–langganan atau para konsumen. 3 Pengujian Pemeriksaan 3.7.4Pelayanan kepada konsumen.2.3 Hasil–hasil yang dicapai.1.2 Pelajari apakah catatan–catatan dan prosedur– prosedur cukup memadai untuk pengendalian atas pekerjaan yang dilakukan serta biaya–biaya yang dikeluarkan. kemudian review dari sejak tahap awal hingga keberbagai tahap operasional selanjutnya. 3. dan review secara langsung mengenai praktek pelayanan yang diberikan.1Program promosi Lakukan pemeriksaan terperinci terhadap : 3. kesesuaian dengan semua kebijaksanaan dan prosedur yang telah ditetapkan. serta kelayakan jasa–jasa yang diberikan oleh pusat–pusat distribusi tersebut. .2 Prosedur Pemeriksaan 3.2.2.1. 3.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk memperoleh pengetahuan praktis tentang titik–titik penting dalam berbagai aspek kegiatan pemasaran guna melengkapi pemeriksaanpemeriksaan yang dilakukan sebelumnya. 3. 3.2.2. 3.2Perencanaan dan pengembangan produk : Pilih suatu jumlah yang refresentatif dari kasus–kasus perencanaan dan pengembangan produk.1.2.3Pusat-pusat distribusi : Periksa efisiensi kegiatannya.1 Ruang lingkup sasaran promosi dan rencana–rencana yang mendasarinya.

prosedur–prosedur dan pengaturan–pengaturan yang berhubungan dengan kegiatan produksi dengan perhatian khusus kepada : 2.PRODUKSI 1.2. 2. 2.5 Pengendalian proses produksi 2. kebijaksanaan. 2.1 2.3 Kriteria mengenai perencanaan produksi 2.11 Hubungan dengan organisasi kepegawaian.2. Tujuan Umum Pemeriksaan Tujuan umum dari pemeriksaan terhadap kegiatan produksi adalah untuk mengidentifikasi aspek–aspek manajemen yang berhubungan dengan kegiatan produksi serta ketaatan terhadap standar produksi yang telah ditetapkan. 2. Penentuan Kebutuhan–Kebutuhan Bagi Produk Yang Akan Diproduksi 3.2.2.10 Ketentuan mengenai pelaporan.6 Hubungan kegiatan pokok dengan aktivitas pendukungnya.2. terutama mengenai batas atau yurisdiksi pengendalian. guna menentukan kelayakan pengaturan. 3. 2. Kriteria–Kriteria yang Menyangkut Proses Produksi 2.4 Prosedur penerimaan masukan–masukan 2.9 Ketentuan mengenai persediaan 2. 2.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk mengetahui pola pengelolaan umum terhadap kegiatan produksi.2. prosedur–prosedur yang menyangkut proses produksi.8 Prosedur pencatatan mengenai kegiatan produksi. 2.2 Prosedur Pemeriksaan Pelajari pedoman–pedoman yang memuat kebijaksanaan– kebijaksanaan.2 Cara penentuan kebutuhan bahan produksi Cara permintaan masukan–masukan yang perlu diteruskan ke Bagian Pengadaan dan Penyimpanan.2.2.7 Hal–hal yang menyangkut pengendalian kualitas.2.1 Tujuan Pemeriksaan .2.2.

2 Teliti peranan bagian produksi sebagai partner dalam penyusunan rencana jangka panjang.2. 3.1 Teliti peranan bagian produksi dalam aktivitas perencanaan dan pengembangan produk.1.1.2. 3.Untuk menilai kelayakan usaha yang dilakukan oleh bagian produksi dalam kegiatan perencanaan dan pengembangan produk. dengan tekanan pada : 3.2.1.1.3 3.1.1. 3.2 Prosedur Pemeriksaan 3.2 Sejauh manakah Bagian Produksi mengadakan konsultasi dengan kelompok manajemen lainnya dalam rangka pengembangan kemampuan berproduksi. .2 Sejauh manakah bagian produksi berpartisipasi dalam usaha penyusunan rencana jangka panjang.2. Sejauh manakah bagian produksi mengadakan konsultasi dengan kelompok manajamen lainnya dalam rangka pengembangan kemampuan produksi.1 Seberapa jauh usaha yang dilakukan oleh Bagian Produksi untuk mempelajari pendekatanpendekatan baru yang bisa diterapkan kepada produk-produk perusahaan.1 Teliti peranan Bagian Produksi dalam aktivitas perencanaan dan pengembangan produk.1.2.2.2. dengan tekanan pada : 3. dengan tekanan pada : 3. 3.2.2 Seberapa jauh usaha yang dilakukan oleh bagian produksi untuk mempelajari pendekatan– pendekatan baru yang bisa diterapkan kepada produk–produk perusahaan. Apakah kesempatan yang diberikan kepada bagian produksi untuk meberikan sumbangan pikirannya dalam bidang–bidang tertentu cukup memadai.2.2.1 3.2.

1 4. 4. Apakah susunan pegawai dari bagian produksu cukup memadai.2 Untuk fasilitas pabrik : 4.2. Teliti apakah bagian produksi diberi kesempatan yang memadai untuk mengevaluasi pendekatan– pendekatan alternatif yang dapat diterapkan. dan apabila tidak.2 Lakukan penilaian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian yang menagani failitas pabrik.2.1.2.1. dengan perhatian kepada : 3. Teliti kelayakan pengembangan rencana–rencana produksi yang sedang berlangsung. apakah pembatasan– pembatasan mengenai rencana produksi cukup jelas dan memadai.seperti penentuan kebutuhan akan berbagai fasilitas. 3. peralatan. Rencana disetujui intern mengenai kebutuhan-kebutuhan produksi yang telah 4.2. Apakah bagian produksi memiliki wewenang menentukan terhadap kelayakan rencana–rencana produksi.2.3.1.2. Teliti apakah penilaian alternatif dalam memenuhi kebutuhan akan fasilitas diselidiki secara memadai .1 Untuk kegiatan dasar proses produksi : 4. 3.3 Apakah bagian produksi mengadakan konsultasi secukupnya mengenai kelayakan dan biaya dari produk-produk baru yang diusulkan atau produk– produk yang dimodifikasikan. .3.1 Apakah penentuan rencana–rencana tersebut melibatkan partisipasi aktif yang memadai dari semua pihak yang berkepentingan.1 4. dan apakah kegiatan operasi dilaksanakan secara tertib dan efisien.2 Lakukan penilaian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian produksi.2.2 4.3 3. sebelum failitas– fasiltas dan peralatan–peralatan yang digunakan.3 4. tenaga kerja dan biaya.

2 4.3 Lakukan penilaian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian yang menangani tata ruang pabrik. yang berkepentingan dengan penentuan tata ruang pabrik.2 Lakukan penilaian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian yang menangani perlengkapan dan peralatan. . Teliti apakah penjadwalan dan pengendalian kegiatan penggadaan perlengkapan dan peralatan cukup memadai.2.3.2.1 4.3 Untuk perlengkapan dan peralatan : 4.4 Untuk Tata Ruang Pabrik : 4. Selidiki apakah terdapat kerjasama yang memadai antara bagian yang menangani perlengkapan dan peralatan dengan aktifitas dari bagian lainnya.3 Teliti apakah dalam mendokumentasikan suatu pilihan tertentu. pemeliharaan maupun pelaksanaan kegiatan.4.1 Lakukan penilian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian yang menangani pengurusan bahan. Lakukan penilaian mengenai kecukupan analisa serta dokumentasi pendukung dalam penentuan tata ruang pabrik.1 4. Teliti apakah evaluasi mengenai alternatif jenis perlengkapan dan peralatan yang digunakan dilakukan secara memadai.5 Untuk Pengurusan Bahan : 4.5 4. Lakukan penilaian apakah dokumentasi tersebut cukup memadai sebagai dasar pengambilan keputusan. baik ditinjau dari segi kapasitas. dipertimbangkan semua factor penting yang perlu diperhatikan.3.4 4. 4.3.3 4.4. Lakukan penilaian apakah telah dilakukan koordinasi yang cukup memadai.3.3.4.4.4 4.5. Lakukan penilian apakah telah dilakukan koordinasi yang cukup dengan bagian lainnya dari perusahaan. 4. 4.

berpartisipasi dalam 4. 5.6. 4.3 4.6.2 Prosedur Pemeriksaan : 5.6 Untuk Perencanaan dan Pengendalian Produksi : 4.4 4.6.5. Operasi Produksi yang sedang berjalan 5.5 5. termasuk pemilihan peralatan /perlengkapan yang digunakan. Lakukan penilaian mengenai kecukupan analisa serta dokumentasi mengenai keputusan–keputusan yang menyangkut pengurusan bahan. Teliti apakah bagian ini cukup menentukan jadwal produksi. Lakukan penilain mengenai kebijaksanaan dan prosedur penetapan tugas serta bagaimana cara mengkomunikasikan hal ini.1 Untuk Pemakaian Bahan : .2 Lakukan penilaian apakah kerja sama bagan ini dengan pihak–pihak yang dilayaninya cukup memadai bagi kepentingan lancarnya proses produksi. 4. sehingga bisa dilaksanakan secara memuaskan.5.6. dengan menganalisa berbagai aspek yang menyangkut operasi produksi.1 Lakukan penilaian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian yang menangani perencanaan dan pengendalian produksi.6.3 Lakukan penilaian mengenai system dan prosedur penentuan kebutuhan akan masukan–masukan yang harus diteruskan ke bagian–bagian yang bersangkutan. Lakukan penilian mengenai kecukupan system pengendalian produksi guna memonitor status kegiatan–kegiatan produksi.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai tingkat efisien dan kehematan dari operasi produksi yang sedang berjalan.2 4.2.4.

bila tidak.3. Teliti apakah bahan yang digunakan sesuai dengan daftar permintaan bahan yang telah disetujui.5 5.2.1. selidiki mengapa terjadi demikian.5.1 Teliti apakah system pengendalian produksi yang telah ditetapkan berjalan dengan efektif.1. terbuang atau rusak dalam proses pengolahan bahan. Pelajari standar-standar yang telah ditetapkan pemakaian tenaga kerja. Pelajari apakah system pelaporan mengenai pemakaian bahan cukup memadai. Teliti apakah terdapat banyak bahan yang tersisa.5 5.1.4 5.2 5. pastikan penyebabnya.3 Untuk pengendalian produksi : 5.2.2. tentukan penyebabnya.2.2 . dan nilai kewajarannya. Selidiki apakah terdapat kerja lembur yang berlebihan.2. selidiki sebab–sebabnya. dan bila ya.2. dan bila ya. apakah bahan–bahan sisa tersebut dimanfaatkan atau ditangani secara efektif. Selidiki apakah terdapat waktu luang yang berlebihan. dan biaya.2.2 Untuk Pemakaian tenaga kerja : 5.2.1 Teliti apakah pemilihan tenaga kerja dan latihan yang diperlukan bagi jenis–jenis pekerjaan tertentu dilakukan secara memadai.2. pelajari mengapa demikian.2.2.2. Bila tidak. Selidiki apakah kelompok–kelompok pekerja dibagian produksi dapat bekerja sama dengan baik dengan kelompok kerja yang menyediakan jasa pendukung.1 Teliti apakah bahan–bahan telah diterima dan disediakan secukupnya bagi proses produksi yang sedang berlangsung.2.3.1.1. 5.2. 5.4 5.3 5.2. 5.2.2. Telitilebih lanjut. Lakukan penilian apakah supevisi dilakukan cukup memadai.2.2 5.2.3 5.

2. 5.2.5.2.2.4 Selidiki apakah jadwal–jadwal produksi dapat dipenuhi.2. 5. Untuk Inspeksi : 5.1.2.5.5.2. Penanganan Perintah Produksi dan pelaporan Biaya 6.5 Pejabat–pejabat yang dilapori.1 5. dan 5. prosedur kegiatan selidiki apakah pelaksanaan kegiatan inspeksi dilakukan secara seksama Teliti apakah barang–barang sisa atau rusak dipisahkan dan ditangani secara memadai.5.2.3 Tindakan korektif.2. 5.1 Ruang Lingkup Laporan.3. 5.2.4 Perhatikan terhdapa biaya– biaya yang dapat dikendalikan.3 Lakukan penilaian apakah inspeksi cukup memadai. dengan tekanan kepada : 5.1 Kecepatan pelaksanaan review.2.2 Penyelidikan sebab–sebab penyimpangan.5.5.1 Tujuan Pemeriksaan .5. 5.5. 5.5.2 Lakukan penilaian mengenai efektivitas laporan– laporan yang digunakan sebagai dasar bagi tindakan manjerial yang diperlukan.2.2 Kecukupan Analisa Perbedaan.5.2.2.1. selidiki sebab–sebabnya.5.3 5.2.5 Untuk pelaporan dan pengendalian biaya : 5.4.1 Lakukan penilian mengenai system pelaporan pada berbagai bagian operasi produksi dan pada berbagai tingkat supervise dengan tekanan kepada : 5.1.1.2.2 5. 6. 5.2. Jika tidak.2.1.6 Derajat atau tingkat ihktisar laporan.5.2.4. 5.3 Waktu Penerbitan Laporan.1.2.4.

1.1.1 Penanganan Perintah Produksi Pilih salah satu yang representative mengenai permintaan produksi yang sebenarnya.8 Cara melaksanakan pengujian di bagian produksi 6.1 Dasar pengajuan perintah produksi 6. dan periksa : 6.2. 6.1.1. kemudian lakukan pengecekan.7 Cara melaksanakan proses produksi untuk produkproduk yang telah dispesifikasikan 6.6 Cara penyebaran atau penyampaian instruksi tentang proses produksi instruksi- 6.Untuk menilai dan memperoleh pengetahuan praktis tentang cara penanganan perintah produksi serta pelaporan biaya dalam praktek yang sebenarnya dengan melakukan pengujian.2.3 Cara penentuan masukan-masukan yang diperlukan untuk melaksanakan perintah produksi 6.2.2.1.9 Cara penyerahan produk-produk yang telah selesai 6.1.1.2.1 Ketelitian data yang dilaporkan .2. periksa kualitas pelaksanaan serta waktu yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang ada sangkut pautnya dengan kegiatan produksi.2 Prosedur Pemeriksaan 6.2.2.5 Cara penentuan peralatan dan mesin-mesin yang digunakan dan tindakan-tindakan intern yang berhubungan dengan pelaksanaan produksi 6.4 Cara pengajuan permintaan mengenai masukanmasukan tersebut 6.2.2.2 Laporan Biaya Pilihlah jumlah yang representatif mengenai laporan-laporan biaya.1.1.2.2 Cara penerimaan perintah produksi oleh bagian produksi 6. melalui tahapan sebagai berikut : 6.2.2.

dengan cara yang paling menguntungkan.2. Tujuan Umum Pemeriksaan Tujuan umum dari pemeriksaan terhadap kegiatan pembelian adalah untuk menilai apakah pengelolaan kegiatan pembelian barang/jasa telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan prosedur yang berlaku.1. Teliti apakah rencana pembelian barang/jasa tersebut didukung oleh rencana pembiayaan sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia 2.2.2.6.2. 2.3.2. Tujuan Pemeriksaan Untuk mengetahui apakah penentuan kebutuhan tersebut dilakukan atas suatu dasar yang layak.2. yang kemudian dikomunikasikan secara seksama ke Bagian Pembelian 2.2. Penentuan Kebutuhan 2.3 laporan tersebut.2 6. Saat penerbitan laporan Tindakan-tindakan yang diambil berdasarkan laporan- PEMBELIAN 1. dikendalikan secara memadai dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan perusahaan. Prosedur Pemeriksaan : 2. Lakukan penilaian apakah rencana kebutuhan barang/jasa tersebut sesuai dengan tujuan untuk menunjang kegiatan-kegiatan perusahaan secara menyeluruh .2.1.2. spesifikasi dan volume yang 2. Mintakan rencana kebutuhan barang/jasa diperinci menurut jenis.

2.2.4.5 Ketentuan apakah yang harus dipenuhi untuk mengubah spesifikasi yang ditetapkan sebelumnya 3.2.5. Fasilitas pemeliharaan purna jual 2.2.1.1. Prosedur Pemeriksaan 3.1.2. Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai kelayakan prosedur otorisasi pembelian.1 Siapakah yang mengajukan permintaan pembelian 3. periksa dan lakukan penilaian : . dengan 3. serta menguji tingkat ketaatan terhadap prosedur yang telah ditetapka.5.2.2 Persetujuan apakah yang diperlukan untuk jenis-jenis barang tertentu 3.2. Review prosedur perhatian khusus kepada : otorisasi pembelian.1.1.2. dengan mempertimbangkan : 2. apakah biaya yang sebenarnya diperlukan untuk pemebelian barang tersebut melebihi taksiran sebelumnya 3.2. Otorisasi Pembelian 3.2.1.5. Periksa apakah spesifikasi barang yang diperlukan mengarah ke suatu merek tertentu yang sebetulnya kurang memenuhi syarat yang diperlukan 3.2.3 Formulir apakah yang digunakan 3. Teliti apakah rencana kebutuhan barang/jasa tersebut telah mendapat pengesahan dari pejabat yang berwenang 2. Kemudahan mendapatkan suku cadangnya 2.1.4 Persetujuan tambahan apakah yang diperlukan.2.6. Periksa apakah spesifikasi tekhnis yang direncanakan dibuat berdasarkan standar atau pesanan khusus.2.2 Berdasarkan pengujian yang dilaksanakan terhadap pelaksanaan yang sebenarnya.2.2.1. 3.

Teliti seberapa jauh pelaksanaan kegiatan pembelian mencerminkan tingkat efisiensi dan dedikasi yang tinggi 4.2. Perlukah prosedur-prosedur operasional direvisi ? 4.2. Teliti apakah kegiatan intern dilaksanakan dengan cara-cara konsisten dengan tanggung jawab organisasi.2. Periksa apakah diselenggarakan catatan dan berbagai arsip yang memadai baik ditinjau dari tujuankhususnya maupun dalam hubungannya dengan catatan dan prosedur-prosedur lainnya .2 Apakah prosedur yang berlaku cukup memadai 3. Tujuan Pemeriksaan : Untuk meidentifikasikan aspek-aspek kegiatan intern Bagian Pembelian untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelian.2. 4.4. Penelitian ini mencakup hal-hal sebagai berikut : 4.2.2.3. Perlukah tanggung dimodifikasikan ? jawab organisasi 4. Jika terdapat penyimpangan yang berarti.2.2.2.3 Apabila terdapat otorisasi yang tidak lazim.2. kebijaksanaan-kebijaksanaan serta prosedur-prosedur yang telah ditetapkan.2. Prosedur Pemeriksaan : 4.1 Tingkat ketaatan terhadap prosedur yang telah ditetapkan.2. Teliti apakah fasilitas ruangan cukup memadai bagi kegiatan intern Bagian Pembelian 4.2.2.1. apakah hal ini dipermaslahkan dan didiskusikan 4.2. Perlukah kebijaksanaan-kebijaksanaan operasional dinilai kembali ? 4.2. Apakah diperlukan orang-orang dengan kemampuan dan syarat-syarat lainnya? 4.3.1. Kegiatan Intern Bagian Pembelian 4.2.2. apakah yang menjadi penyebabnya 3.3.4.2.2.2.1.

.1.2.1.2.3.8.9. Perhatian khusus diarahkan pada : 4. Pelaksanaan Pembelian Lakukan pengujian terhadap sejumlah transaksi pembelian yang representative dengan mengikuti semua tahap dalam siklus pembelian. 4. baik tentang pelelangan umum. Teliti apakah dilakukan kontak langsung yang memadai dengan para rekanan guna mengikuti kegiatan para rekanan serta untuk meningkatkan hubungan baik bagi kepentingan perusahaan.6. Ketaatan terhadap kebijaksanaan dan prosedur pelaksanaan pembelian yang telah ditetapkan. Hubungan Dengan Para Rekanan 4.2. Teliti apakah dilakukan usaha yang memadai untuk mencari sumber atau rekanan baru yang lebih menguntungkan.3.4.2. penunjukan langsung. guna mengetahui kemampuan mereka serta memelihara hubungan lebih lanjut 4.4.2.5.3. Teliti apakah kegiatan-kegiatan pembelian dilaksanakan menurut perhitungan waktu yang tepat 4.3. melalui bank atau lembaga pemberi kredit lainnya (referensi) 4. maupun pengadaan langsung. sehingga masing-masing posisi (status) pembelian secara individual dapat dengan mudah ditentukan 4. 4. pelelangan terbatas. Selidiki apakah kemampuan keuangan dari rekanan diteliti secukupnya.7. Teliti apakah dokumen-dokumen pembelian dilindungi dan dikendalikan secukupnya 4.2. Selidiki apakah keseluruhan siklus pembelian dikendalikan secara memadai. Teliti apakah catatan tentang data dan reputasi para rekanan diselenggarakan dengan baik.4. Teliti usaha apakah yang dilakukan untuk mengevaluasi harga pelaksanaan pengiriman dan kualitas barang dari rekanan dan apakah arsip mengenai masalah ini diselenggarakan secara memadai 4.3.

9.11.4. Kemungkinan adanya rekanan favorit 4.4. Kebenaran formal dan material dari surat perintah (SPK) atau surat perjanjian/kontrak pembelian Penggunaan daftar rekanan yang mampu Kelayakan waktu yang dipergunakan pada berbagai tahap kegiatan pembelian Bukti adanya perlindungan maksimum terhadap kepentingan perusahaan Bukti adanya kerjasama yang baik dalam kelompok pengadaan Kemungkinan adanya pesanan-pesanan mendesak/darurat Kemungkinan adanya pesanan-pesanan tertentu yang tidak diotorisasi oleh pejabat yang berwenang Kemungkinan adanya penggabungan pemesanan pembelian yang tadinya dilakukan secara terpisah 4.10.2.4. Indikasi yang diperoleh tentang kegiatan pembelian yang diperoleh sewaktu melakukan review terhadap aktifitasaktifitas operasional lainnya 4. Prosedur Pemeriksaan .4. 4. 4.2.5.4.4. Efektifitas pencatatan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan pembelian 4. 4. 4.4.13.4.3. Tujuan Pemeriksaan : Untuk menguji kebenaran transaksi pembelian dan kebenaran prosedur pencatatannya 5.12. 4.4.4.4. Penilaian menyeluruh terhadap kompetensi pengelolaan kegiatan pembelian 5. Transaksi dan Prosedur Pencatatannya 5. 4.4.4.6.7.1.4.8. 4.

2. 5. Tujuan Umum Tujuan umum pemeriksaan kegiatan keuangan adalah untuk mengidentifikasikan aspek–aspek pengelolaan kegiatan keuangan termasuk pengelolaan likuiditas dan adanya pengendalian intern.2.5. yang merupakan bagian dari harga beli yang dibebankan Periksa data-data pembayaran sebagai berikut : . Bandingkan buku tambahan persediaan dengan laporan penerimaan barang. kesamping (footing & cross footing) untuk menguji ketelitian dalam buku pembelian.1.3.8. faktur-faktur dan surat permintaan barang Adakan verifikasi pembukuan dari catatan pembelian ke buku besarnya Lakukan verifikasi terhadap retur pembelian Lakukan penjumlahan kebawah. 5. faktur-faktur dan pembukuannya Periksa penanganan-penanganan yang terlambat dipenuhi Periksa kelayakan biaya pengangkutan/transportasi. 5. harga dan penjumlahan. Periksa dan bandingkan pesanan-pesanan pembelian. 5.1.5. Pemeriksa harus meneliti pengesahan pembayaran yang didukung oleh validitas penerimaan barang.Pembayaran untuk pengadaan barang/jasa ditelusuri ke buku kas/bank dengan memeriksa faktur dan kuaitansi/bukti kas/bank.2. 5.2. AKUNTANSI & KEUANGAN 1.2.2.1 Untuk menilai menilai kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan kas.2. 2. laporan penerimaan barang. 5. Kegiatan Kas 2.4.1 Tujuan Pemeriksaan 2.2.6. .2. 5.7.

1. Teliti apakah perlindungan fisik terhadap uang kas pada semua tahap memadai. 2. 2. pengeluaran.4. 2. Bila tidak ada. 2.3 Pengurusan dan penyimpanan uang kas : 2.2 Selidiki adakah standar yang memadai bagi dokumen– dokumen pendukung.2 Prosedur Pemeriksaan 2.4. 2.2.2 Penerimaan Kas : 2. 2. berupa digunakan langsung untuk pengeluaran kas.1 Review kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan kas. pengurusan dana kas kecil dan perkiraan bank. 2. 2. Bila terdapat penyimpangan.2.2.2 Teliti apakah penerimaan kas secara utuh segera disetorkan ke Bank atau tempat penyimpanan sentral.2 Untuk mengetahui apakah uang kas telah diurus dan dipertanggung-jawabkan sesuai dengan kebijaksaan dan prosedur yang telah ditetapkan.1. Periksa apakah uang tunai yang tersedia untuk berbagai tujuan disuahakan seminimal mungkin. penyimpanan.1. yaitu penerimaan. 2.3.2. .1 Review sumber–sumber penerimaan kas serta nilai kemungkinan untuk mengurangi/menghilangkan kondisi–kondisi yang sulit dikendalikan.4 Pengeluaran Kas : 2.2.1 Teliti apakah digunakan Imprest system untuk dana kas kecil. nilai alasan dari semua penyimpangan yang terjadi.2. untuk mendorong penetapan tanggung jawab yang lebih efektif.2.3. Periksa apakah penutupan asuransi cukup memadai. teliti mengapa demikian.3 Untuk mengamankan kekayaan perusahaan serta mengkoreksi cara pengelolaan kas yang mungkin tidak sesuai lagi atau masih perlu disempurnakan. Tanpa penyimpangan.3.2.3.

4.3 Lakukan pula penilaian atas standar–standar review yang harus dilakukan pada saat pengeluaran kas. 4. Prosedur Pemeriksaan penyajian dan klasifikasi dana kas diverifikasi oleh pejabat yang . 2. Pengelolaan Likuiditas 3.2 Untuk menetukan validitas piutang dan bonafiditas debitur. 4.1 Untuk menilai kelayakan kebujakasanaan dan prosedur yang berhubungan dengan proses piutang.3 Untuk menentukan kolektibilitas piutang–piutang yang ada. 2.5 Aspek Umum : 2. 4. 3.1.1 Selidiki apakah terdapat penugasan untuk melaksanakan pekerjaan review yang bersifat indenpeden.5.2 Periksa apakah catatan pertanggung-jawaban diselenggarakan secara terpisah.1.5. seperti melakukan rekonsiliasi bank. 2.1. Teliti apakah pengelolaan likuiditas perusahaan dikelola dengan semestinya dan dengan tujuan yang paling menguntungkan bagi perusahaan 3. 4. Kegiatan Piutang 4.1.2.1.2.3 Teliti apakah independent.5.4 Untuk menetapkan kelayakan perkiraan–perkiraan piutang.2. 3. Teliti apakah pemanfaatan ekses alat likuid tersebut telah mendapatkan persetujuan dan verifikasi dari pejabat yang berwenang. Tujuan Pemeriksaan 4. Apakah dilakukan analisa-analisa tertentu untuk mengukur tingkat return dan resiko yang terkandung dalam pengelolaan likuiditas khususnya pemanfaatan ekses alat likuid termasuk pengaruhnya terhadap cash flow.3.1.4.

. untuk menguji kelayakan pengendaliannya. Review sumber-sumber data dan digunakan untuk menyiapkan faktur. dan sebagainya.3. Review apakah catatan tentang debitur diselenggarakan secara independen. review kecukupan pengendaliannya. 4.2.1 Review semua jenis prosedur khusus seperti prosedur pemberian uang muka kepada pegawai.6. pengendalian yang 4.4. 4. dengan memperhatikan tingkat kerugian yang diakibatkan oleh piutang tak tertagih dan hasil penjualan yang seharusnya diperoleh.2 Review dan nilai kondisi – kondisi yang meyebabkan timbulnya wesel tagih. 4. Perkiraan piutang usaha/regular 4. uang muka kepada pihak ketiga.8. Lakukan analisa umur piutang. penanganan klaim. 4. Lakukan penilaian mengenai pengaruh prosedur piutang yang berlaku terhadap hubungan dengan para pelanggan. dan sebagainya diotorisir dan dikendalikan secara layak. Teliti apakah mutasi kredit lainnya seperti karena adanya retur penjualan. Teliti apakah kebijaksanaan–kebijaksanaan pemberian kredit dinilai kembali secara periodik.2. penyesuaian– penyesuaian yang harus dilakukan.2. 4. teliti dan mutakhir.1.5.2. 4.2.9. yaitu penjualan kredit.2.3. 4. Nilai kecukupan dari prosedur otorisasi pemberian kredit. penghapusan piutang yang tak tertagih.10.4.2.7.2. 4. penyelenggaraan perkiraan–perkiraan piutang. termasuk proses penyelesaiannya. Teliti apakah pengkreditan perkiraan kas karena adanya setoran hasil penjualan ke bank dihubungkan secara langsung dengan proses penerimaan kas.3.2. 4.3 Perkiraan Piutang lainnya : 4.2.2. Review kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan proses piutang.

5.1.1. koordinasinya serta bandingkan utang-utang yang ada dengan dokumen pendukungnya . pengendalian dan Untuk menilai kewajaran prosedur pelunasan utang. Review dan nilai prosedur-prosedur penanganan utang.1 Review kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan hutang. 5. penanganan utang–utang khususdan sebagainya. Untuk menilai kelayakan pengelolaan utang–utang yang ada. Utang Usaha 5. 5. Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan utang. 5.1.1.1.2.1. 5. prosedur review intern.1.2. termasuk prosedur pembuatan bukti utang. Teliti apakah terdapat ketentuan yang memadai bagi utang/kewajiban bersyarat. Untuk menilai kelayakan pengendalian atas timbulnya utang.1.2.2.2. 5.1.3 Teliti apakah terhadap prosedur yang memadai bagi proses pengelolaan lebih lanjut dan penyelesaiannya kewajiban kewajiban ini.2 Review dan nilai kecukupan pengendalian terhadap timbulnya semua jenis utang/kewajiban perusahaan.2.2.2.1.1. Prosedur Pemeriksaan Umum : 5.2. Untuk menentukan keabsahan utang.4.5.2. 5.1. 5. penyelenggaraan catatan–catatan.3. Kegiatan Utang 5. 5. 5. pencatatan. 5.

Gaji/Upah/Tunjangan 6.2.3.2.3. Pelajari kelayakan kebijaksanaan dan prosedur untuk menangani berbagai pengeluaran biaya yang menimbulkan utang 5. Prosedur Pemeriksaan 6.1. menilai efektivitas yang pengelolaan . Teliti apakah semua utang/kewajiban diotorisasi dan dikendalikan secara layak lain-lain 5. Tujuan Pemeriksaan 6.2. 6.1.2.5.1.1.2. Review kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan gaji/upah/tunjangan 6.3.2. Review kebijaksanaan dan prosedur yang menyangkut biaya yang masih harus dibayar 6. Teliti apakah catatan–catatan kepegawaian yang disiapkan secara independent oleh bagain kepegawaian dimanfaatkan secara layak sabagai pengecekan silang terhadap kegiatan penyiapan gaji.3.2.3.2.2.1.2.2. termasuk penyiapan.3. Untuk menilai kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan gaji/upah/tunjangan.upah/tunjangan. Untuk menilai kalayakan pencatatan berhubungan dengan kegiatan gaji/upah/tunjangan.3. review dan pembayaran gaji/upah/tunjangan.2.2.2. Utang Lain-lain 5. Untuk gaji/upah/tunjangan. 6. Teliti apakah diselenggarakan pengendalian utang yang memadai catatan-catatan 5. Teliti apakah pelunasan utang dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tepat waktu 5.1.1.2. 6.

termasuk penerimaan.1.4.2. Kegiatan–Kegiatan Akuntansi Dasar 8. uang tunai untuk pembayran gaji/upah tunjangan.5.2. Prosedur Pemeriksaan . prosedur dan pengelolaan surat–surat berharga. Review kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan pengurusan surat–surat berharga. dan penyiapan cek. 7.2.2. 8. Review dan nilai prosedur–prosedur pemerosesan data gaji/upah/tunjangan.2. Surat–Surat Berharga 7. termasuk pengesahannya. Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai kelayakan kebijaksanaan. 7. 7.3.6. Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai kelayakan system dan prosedur akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan. Review dan nilai efektivitas prosedur–prosedur dan catatan–catatan yang menghimpun data–data yang menyangkut gaji/upah/tunjangan. Pelajari bahwa pengeluaran cek atau uang tunai diterima oleh yang berhak tanpa kesempatan untuk melakukan penyimpangan atau modifikasi. penyelesaian daftar gaji/upah/tunjangan. penyimpanan dan pelepasannya. 6.2. 7.2.1.2. pembebanan potongan–potongan yang diotorisasi. 8. Teliti apakah penerimaan dan pelepasan surat–surat berharga didokumentasikan secara layak. 6.1. Teliti apakah surat–surat berharga dilindungi secara memadai dari kemungkinan pencurian dan penyalahgunaan. Prosedur Pemeriksaan 7.2. seperti data–data mengenai kehadiran pegawai dan data mengenai pelaksanaan pekerjaan.3.

2.2. buku besar dan laporan–laporan dikelola secara layak.2.2.5. 8. dalam hubungannya dengan berbagai kegiatan akuntansi.4. Kelayakan desentralisasi 8.2. 9.2. 8. 8. jurnal–jurnal. dan dalam pengertian secara kolektif. 9. Kemajuan para pelaksana Pemanfaatan para pegawai Efektifitas koordinasi serta dukungan terhadap kegiatan perusahaan lainnya.4.4.1.2. Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai kecukupan usaha yang dilakukan perusahaan dalam rangka menanggulangi kemungkinan terjadinya kecurangan. Prosedur Pemeriksaan 9.2.2.4. dalam hubungan dengan kegiatan– kegiatan keuangan tertentu dan dalam keseluruhannya ditinjau dari : 8.2. Biaya Operasi Kesalahan atau kecurangan yang terjadi Keterlibatan Operasi Pandangan bagian–bagian lainnya terhadap kegiatan bagian akuntansi.1. 8.4.2.1.3.3. 8.2.2. 8.2. 8. Teliti apakah kemungkinan–kemungkinan terjadinya kecurangan dipelajari dan mendapat perhatian yang layak untuk mencegah terjadinya kecurangan dan menghindarkan para pegawai dari kecenderungan untuk melakukan kecurangan.2. Evaluasi kegiatan–kegiatan akuntansi dasar ditinjau dari : 8. Review dan nilai luasnya otomatiasi kegiatan–kegiatan akuntansi. 8. Teliti apakah dokumen dasar.2.4.2. Lakukan penilaian apakah perhatian perusahaan lebih dicurahkan kepada pencegahan dari pada penemuan kecurangan.1.2.8. 8. Review dan nilai efektivitas opersional dari kegiatan– kegiatan akuntansi dasar. Penanggulangan Kecurangan 9.2.3. Pembagian tugas.2.2.4.2.2.2. .1. khususnya yang berhubungan dengan penggunaan computer.2. 9.

Pengujian Khusus 10. Teliti apakah kecurangan yang terjadi ditangani secara sistematis dan juga digunakan sebagai dasar untuk mempelajari berbagai aspek dalam rangka memperkuat prosedur–prosedur. 10. e.9. h.1. 10. saldo–saldo utang. Prosedur Pemeriksaan Lakukan verifikasi atas dana–dana kas. lakukan pula verifikasi yang lebih intensif atas penyelesaian pos–pos tersebut.2. Tujuan Pemeriksaan Untuk melengkapi langkah–langkah kerja yang telah disebutkan dimuka. saldo–saldo piutang. b. surat–surat berharga. d. g. Sebagai tambahan. Perencanaan kebutuhan pegawai Kegiatan penerimaan dan penempatan pegawai Penilaian dan penegakkan disiplin Mutasi dan kenaikkan pangkat Latihan dan pengembangan pegawai Penggajian dan kesejahteraan pegawai Pemberhentian dan Pemensiunan Penata usahaan Tujuan Umum Pemeriksaan .3. keabsahan daftar gaji/upah/tunjangan dan sebagainya.2. 2. f. Pendahuluan Pemeriksaan terhadap kegiatan bagian kepegawaian meliputi aspek–aspek sebagai berikut : a. c. PERSONALIA 1.

Untuk mengetahui kebenaran formal da material tentang pengelolaan kepegawaian.2. jenjang dan jumlah pangkat serta jabatan yang tersedia dalam organisasi.2. telah mendapat 3. . 3. Prosedur Pemeriksaan : 3. Mintakan rencana kebutuhan tenaga kerja (formasi) bagi seluruh satuan unit kerja baik dalam jumlah maupun kualifikasi yang dibutuhkan.2.1 Teliti apakah sebelum dilakukan kegiatan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja telah dilakukan inventarisasi mengenai sumber–sumber tenaga kerja secara memadai.3.1 Sebelum dilakukan kegiatan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja telah dilakukan inventarisasi mengenai sumber–sumber tenaga kerja secara memadai. Periksa apakah permintaan akan pegawai sesuai kondisi unit yang bersangkutan untuk mendapatkan tenaga kerja yang diperlukan.2 Teliti apakah untuk penerimaan pegawai telah dilakukan : 4.2.2.4. dalam rangka menunjang tugas pokok serta mengidentifikasikan aspek–aspek manajemen sehubungan dengan kegiatan kepegawaian untuk lebih meningkatkan efisiensi dan kehematannya. peralatan yang tersedia serta pegawai yang telah ada pada setiap Bagian dalam perusahaan tersebut. Periksa apakah formasi tersebut pengesahan dari pejabat yang berwenang.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk mengetahui adanya perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang terperinci.2. perkiraan beban kerja dalam jangka waktu tertentu. sah dan sesuai kebutuhan. Penerimaan dan Penempatan Pegawai 4. Teliti apakah rencana kebutuhan tenaga kerja tersebut telah diperinci kedalam jenis dan sifat pekerjaan.1. 3. 3. 4. 3. 4.2. Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kerja 3. prinsip plekasanaan pekerjaan.

4. 4.4 Periksa apakah penelitian terhadap ijazah pelamar telah dilakukan secara intensif.2.2.2.9 Teliti apakah formasi yang ditetapkan setiap tahun dapat direalisasikan.2.10 Teliti apakah ada penerbitan dan penyampaian SK pengangkatan calon pegawai yang bersangkutan. Hitung berapa jumlah perbedaan antara realisasi dan formasi yang tersedia dan teliti sebab perbedaannya.2.2.2.2 Penentuan persyaratan pelamar yang diterima.5 Periksa apakah pelamar yang diterima telah diusulkan untuk disetujui pengangkatannya.2. 4. yang terlambat. Teliti apakah terdapat penempatan calon pegawai yang sesuai denga alokasi jatah formasi yang ditetapkan untuk setiap satuan kerja. 4.11 Periksa apakah setiap jabatan pelaksana kegiatan perusahaan telah diisi dengan personalia yang diangkat dengan SK Pimpinan dan kualifikasinya memenuhi syarat. dan memperhatikan faktror lain yang dapat mendorong prestasinya. 4.2 Teliti apakah untuk penerimaan pegawai telah dilakukan : 4.1 Pengumuman secara luas oleh pejabat yang berwenang. Baik sebagai akibat adanya kesalahan administrasi maupun akibat penyalahgunaan wewenang.2. Jika tidak apakah dilakukan konfirmasi kesekolah/perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah tersebut.2.7 Periksa SK pengangkatan calon pegawai dan bandingkan dengan daftar pelamar yang telah diterima dan daftar usulan pengangkatannya. 4.2.8 Periksa cara penggantian atau pengisian bagi pegawai yang berhenti. 4.3 Periksa apakah pelamar yang diterima telah memenuhi syarat syarat yang ditentukan. . dan teliti sebab–sebabnya.2. kecakapan. 4. apakah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.2.3 Pengumuman/pemberitahuan pelamar yang diterima. 4. 4.2. kemampuan. 4. pensiun dan meninggal dunia. 4.2.6 Periksa apakah penempatan pegawai baru telah sesuai dengan rencana.2.

Lakukan pengecekan mendadak pada jam kerja untuk menetapkan kebenaran hadirnya pegawai dibandingkan dengan daftar hadirnya 5. teliti dan catat jumlahnya menurut tingkat dan jenis hukumannya 5.5.3. Periksa apakah telah ada putusan dari pengadilan. 5.9.10. Prosedur Pemeriksaan : 5.1.8.2. Periksa apakah data dalam daftar hadir diolah dan digunakan sebagai bahan pengisian dalam buku catatan penilaian karyawan dan perhitungan pembayaran penghasilannya. . Periksa apakah terhadap pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin telah diambil suatu tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.6. teliti tindak lanjut yang dilaksanakan. setidaknya sekali dalam satu tahun 5. Periksa apakah pejabat yang berwenang untuk menjatuhkan hukuman telah mendelegasikan wewenangnya kepada pejabat bawahannya 5.2.2.2.4. Periksa apakah penyelenggaraan daftar hadir telah sesuai dengan prosedur tersebut 5. 5.2.5. Tujuan Pemeriksaan : Untuk menilai apakah usaha-usaha untuk menegakan disiplin para pegawai telah dilaksanakan. Periksa apakah telah ditetapkan prosedur penyelenggaraan daftar hadir dan nilai apakah prosedur tersebut telah memenuhi pengendalian management yang baik 5. Teliti apakah pelaksanaan hukuman disiplin terhadap pegawai telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.2.2.2. Teliti apakah terdapat pelanggaran disiplin yang diduga mengandung tindak pidana yang telah diajukan kepada aparat penegak hokum.2. Jika ya.1.2.2.7. 5. Teliti apakah perusahaan mengukur tingkat prestasi para pegawai secara teratur. 5. Penilaian dan Penegakan Disiplin 5.2.

6.2. Periksa apakah dalam penempatan/penunjukan jabatan telah digunakan Daftar Urutan Kepangkatan. 6. Periksa apakah terdapat pegawai yang memenuhi persyaratan tetapi tidak diusulkan kenaikan pangkat/gaji.2.1.2.2. Teliti berapa jumlah calon pegawai yang sudah diangkat menjadi pegawai perusahaan pada tahun yang diperiksa 6. Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. 6.3.2. Mutasi dan Kenaikan Pangkat.4.11.2.2. Teliti apakah terdapat kebijaksanaan penempatan pegawai dalam rangka alih tugas. Prosedur Pemeriksaan : 6. 6.2. Jika ada. Teliti apakah Surat Keputusan (SK) penempatan/penunjukan telah sesuai dengan rencana yang ditetapkan tersebut 6.9.5.2. Teliti apakah usulan kenaikan pangkat dan gaji telah sesuai dengan ketentuan 6. dan teliti apa sebabnya serta minta keterangan tertulis dari unit keraja yang diperiksa 6. Teliti apakah rencana alih tugas telah sesuai dengan kebijaksanaan penempatan/penunjukan pegawai tersebut diatas.5.7.2.6. Perikasa apakah terdapat pegawai yang pangkatnya lebih rendah namun membawahi secara langsung pegawai .8. selidiki sebab-sebabnya. Teliti apakah peraturan mengenai disiplin telah ditaati sepenuhnya. Periksa apakah terdapat calon pegawai yang tertunda pengangkatan pegawainya.2. mengenai 6.1. 6.2. Tujuan Pemeriksaan : Untuk menilai apakah masalah mutasi dan kenaikan pangkat para pegawai telah ditangani dengan baik. Catatan Kondite serta assessment yang layak sebagai bahan pertimbangan. 6.

1.2.1.1.12. Periksa apakah telah disusun program latihan dan pengembangan pegawai dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan pegawai 7.2. Jika ada apa sebabnya. Untuk menilai hasil program pendidikan dan latihan pegawai termasuk tindak lanjutnya.yang pangkatnya lebih tinggi dalam satuan unit kerja. 7. Untuk menilai apakah kegiatan pendidikan dan latihan pegawai telah direncanakan dan dikelola dengan baik.1. 6.2. 8. Adakan penilaian secara seksama. Latihan dan Pengembangan Pegawai 7.1. padahal ada pegawai yang memenuhi syarat untuk jabatan tersebut. 6.2.2.2.3. 6.2.11.2. Tujuan Pemeriksaan : 7. Teliti kemungkinan penerbitan/penyampaian SK pemberian kenaikan gaji. Prosedur Pemeriksaan : 7.2.2.1. Adakah penilaian apakah penempatan pegawai tang telah dididik dan dilatih tersebut sesuai dengan tambahan pendidikan yang diterimanya dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.10. Penaggajian dan Kesejahteraan Pegawai 8. Teliti apakah program latihan dan pengembangan tersebut telah sinkron dengan pelaksanaan tugas pokok 7. apakah penempatan/penunjukan dalam jabatan didasarkan pada system karir dan system prestasi kerja serta persyaratan lain yang diperlukan.4. Periksa apakah terdapat peningkatan hasil pekerjaan dari pegawai yang telah dididik dan dilatih tersebut 7. Tujuan Pemeriksaan . 7. Periksa apakah terdapat penunjukan dalam jabatan dengan predikat pejabat atau pejabat sementara. adanya hambatan dalam pengangkatan pegawai/SK 7.

Lakukan pengujian terhadap Pegawai dengan SK Pengangkatan kebenaran Daftar 8.2. Lakukan pengujian terhadap kebenaran daftar pembayaran gaji dengan daftar pegawai. 9.4.2. Periksa dan catat berapa jumlah pegawai yang akan dipensiunkana dalam tahun bersangkutan 9.2.2.1. dan daftar hadir pegawai.2. . Tujuan Pemeriksaan : Untuk meneliti apakah masalah pemberhentian dan pemensiunan karyawan telah mendapat perhatian secukupnya dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Prosedur Pemeriksaan : 9. apakah telah diterima secara utuh dengan daftar/bukti tanda terima.2. Selidiki apakah pemensiunan atau pemberhentian pegawai telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.2. Periksa kebenaran daftar pembayaran upah dengan daftar hadir pegawai harian. 8.2.5. 9.2.3. 8. Periksa apakah nama-nama pegawai yang tercantum dalam daftar pembayaran gaji/upah benar-benar ada orangnya. 8. Periksa apakah terdapat pemberhentian yang dilaksanakan atas permintaan sendiri yang kurang dari batas pension dan jelaskan latar belakangnya. SK pengangkatan pegawai harian.Untuk menilai apakah kegiatan penggajianndan masalah kesejahteraan pegawai telah mendapat perhatian yang layak 8.2. Pemberhentian dan Pemensiunan 9.2.1.6.3. Periksa sampai sejauh manakah usaha yang dilakukan oleh perusahaan yang menyangkut kesejahteraan pegawai.2.1. Prosedur Pemeriksaan 8. 8. 9. Lakukan konfirmasi kepada penerima pembayaran gaji/upah/honorarium.2.

2. RUANG LINGKUP Ruang lingkup pemeriksan pada system IT meliputi jangkauan luas yang dalam istilah pemeriksaan dikenal dengan sebutan “Arround the Computer” dan “Trought the Computer” yang dalam pelaksanaannya dengan menggunakan software package yang khusus digunakan untuk audit .1.Prosedur Pemeriksaan : 10.9.2.2. Periksa apakah telah diselenggrakan tata usaha pegawai yang tertib 10. TUJUAN UMUM Tujuan umum dari pemeriksaan terhadap system dan tekhnologi adalah suatu kegiatan analisis dan penilaian terhadap seluruh keberadaan system dan tekhnologi maupun aktifitas pada bagian IT yang bertujuan meminimumkan resiko dan mengoptimalkan kemampuan system dan tekhnologi. B. Penata Usahaan 10.4.Tujuan Pemeriksaan : Untuk meneliti apakah tata usaha kepegawaian termasuk penyusunan laporan mutasi pegawai telah dilakukan secara tertib 10. Selidiki apakah telah dilakukan memperlancar pelaksanaan pensiun pegawai usaha untuk 10. Periksa apakah dibuat dan disampaikan pelaporan mutasi pegawai baik secara berkala maupun laporan tahunan INFORMATION & TECHNOLOGY a.2.1.2.2. Periksa apakah terdapat pemberhentian yang disebabkan oleh hukuman disiplin dan atau hukuman pidana 9.5.

6. Daftar inventaris computer dan sarana pendukungnya 3. .3. 4. 1. TUJUAN PEMERIKSAAN 2. 3.4.2.2. Untuk memastikan apakah Unit Keraja IT telah melakukan pengujian terhadap kapasitas perangkat keras computer masih mencukupi kebutuhan atau tidak. Untuk memastikan apakah unit kerja IT mempunyai rencana pengadaan perangkat keras computer baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk memastikan kebenaran perangkat keras cadangan atau Disaster Recovery System (DRC). PROSEDUR PEMERIKSAAN 4. antara lain : instalasi AC ruangan computer. Untuk memastikan jumlah perangkat keras computer dan sarana pendukungnya sama dengan daftar inventaris dengan cara : 4. tingkat kedalaman (depth) pemeriksaan menyangkut kepatuhan terhadap kebijakan intern maupun ekstern.1. 3.4. Perencanaan dan pengembangan tekhnplogi 3. Keberadaan dan kondisi perangkat keras 2. Untuk memastikan jumlah perangkat keras computer dan sarana pendukungnya sama dengan daftar inventaris 2.1.1.1. 2. Mintakan kartu inventaris perangkat keras computer dan sarana pendukungnya.5. 2.1. 2. peraturan dan prosedur. Log book pemeliharaan computer dan sarana pendukungnya.3.3. HARDWARE DAN SARANA PENDUKUNG 1. Kontrak pemeliharaan. peralatan komunikasi (modem) dll. Rencana dan realisasi sarana computer 1.computer. Pemeliharaan peralatan computer 3. instalasi UPS. Untuk memastikan keberadaan sarana penunjang dalam keadaan baik dan siap operasi 2. OBYEK PEMERIKSAN 1. DATA YANG DIPERIKSA.1.2. Untuk memastikan adanya pemeliharaan rutin dan evaluasi berkala terhadap keberadaan perangkat keras dan sarana pendukung.

Perikasa mengetahui : line komunikasi data computer untuk 4.3. apakah jadwal pemeliharaan sudah diatur dengan baik dan sesuai kebutuhan. Periksa log book operasi computer untuk mengetahui : 4.3.2. Periksa apakah ada “kontrak pemeliharaan” terhadap seluruh perangkat keras maupun sarana pendukungnya.2. pastikan bahwa kondisi tersebut dicatat pada kartu perawatan barang.5.2.5.1.2. . Untuk peralatan yang dalam keadaan rusak atau dalam perbaikan. diskusikan dengan personel yang bertanggung jawab untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan yang sudah dilakukan.2.2. 4. Untuk memastikan kapasitas perangkat keras mencukupi kebutuhan atau tidak.1.2.3. Periksa phisik perangkat keras dan saran pendukung tersebut untuk mengetahui keberadaan alat-alat tersebut. Apakah pernah atau sering terjadi computer “hang” atau “error” akibat kekurangan atau kerusakan storage. Periksa kondisi peralatan tersebut.1. dengan cara : computer masih 4. 4.3.4.1.2.1.4. Mintakan evaluasi yang dilakukan unit kerja IT tentang kapasitas hardware 4.2.6.2. 4.2.3. Untuk memastikan adanya pemeliharaan rutin dan evaluasi berkala terhadap keberadaan perangkat keras dan sarana pendukungnya.2.5.2. Apakah line terminal yang ada sesuai kebutuhan 4.3. Apakah sering terjadi gangguan akibat kekurangan memory atau “memory panic” 4. Apakah pendistribusian line terminal sudah diatur dengan baik dengan memprhitungkan kelancaran operasi perusahaan. Periksa lapasitas storage dengan menggunakan fasilitas utility computer yang bersangkutan untuk mengetahui storage yang masih tersisa. 4. dengan cara : 4. 4. Diskusikan seluruh kondisi tersebut diatas dengan unit kerja IT dan unit-unit kerja “end user”. Jika kondisi-kondisi tersebut sering terjadi. 4.1.2.2. 4.

4. periksa kerusakan apa yang terjadi dan apa penyebabnya.4.4. 4. Periksa pengadaan perangkat keras yang sudah terlaksana untuk memastikan bahawa pengadaan tersebut masih sesuai dengan rencana induk tekhnologi. Mintakan Blue Print rencana induk tekhnologi jangka panjang. Periksa log book pemeliharaan untuk memastikan bahwa pemeliharaan sudah dilakukan sesuai dengan kondisi seharusnya/kontrak pemeliharaannya.1. Apabila ditemukan pemeliharaan diluar jadwal rutin.4.3. Apabila kejadian ini sering terjadi. 4. apakah sesuai dengan isi perjanjian dan keberadaan perangkatnya. Periksa realisasi kontrak service komputer. 4. 4.4.3.Implementasi dan migrasi data pada setiap tahap pengembangan 4.4.4. Pastikan bahwa evaluasi keberadaan perangkat keras computer selalu diadakan secara berkala.4.7.3.2. 4.3.Sarana penunjang yang dibutuhkan 4. 4.3.3. . diskusikan dengan unit kerja terkait untuk mengetahui alasan penyimpangan tersebut dan pastikan bahwa unit kerja akan merombak rencana induk sesuai dengan penyimpangan yang sudah terlaksana 4.Training terhadap personil untuk setiap tahap pengembangan 4.4.4. Unit kerja IT dan seluruh kebutuhan operasi sudah terserap dalam rencana induk tersebut. Pastikan bahwa rencana induk tekhnologi disusun dengan melibatkan unit kerja lain sebagai “end user”.4.4.6.2.5. Periksa hasil evaluasi tersebut untuk memastikan kebenaran keberadaan perangkat keras computer. Apabila ada penyimpangan pengadaan perangkat keras. 4.3.5. Pastikan bahwa dalam rencana induk tekhnologi juga sudah mencakup hal-hal penunjang seperti : 4. diskusikan dengan unit kerja IT untuk mengetahui apakah sudah ada atau bagaimana rencana penanganan secara khusus untuk hal tersebut.3.3.4.2.4. Pastikan bahwa pemeliharaan perangkat keras selalu dilakukan dengan tidak mengganggu kerahasiaan data perusahaan. 4.1. Untuk memastikan keberadaan sarana penunjang dalam keadaan baik dan siap operasi. Untuk memastikan unit kerja IT mempunyai rencana pengadaan hardware baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. dilakukan dengan cara : 4.

OBYEK PEMERIKSAAN 1. 4.4.5.6. 4. Pastikan bahwa prosedur pengalihan operasi dari computer induk ke DRC telah disusun dengan baik dan dipahami oleh seluruh aparat terakait.4.3. 4. 4. 1. Pastikan bahwa pemeliharaan data untuk DRC sudah diatur dengan baik dan dilaksanakan secara utuh untuk menjamin kebenaran data pada DRC. 4.6. 4. pastikan bahwa kerahasiaan data terjaga sesuai dengan aturan kerahasiaan data yang ada PERANGKAT LUNAK KOMPUTER 1. Pastikan bahwa instalasi UPS berfungsi dengan baik.3.2. 4. 1.1. 1.6.5.6. Pastikan bahwa kapasitas instalasi DRC mampu mengambil alih operasi dari computer induk. 1.2.6. Kebenaran Logic Program Aplikasi Pemeliharaan Data Disaster Recovery Plan 2. Pastikan bahwa perangkat DRC dalam keaadaan baik dan siap dioperasikan. 4. Pengembangan dan Pemeliharaan Operating System. 4. Pastikan pemeliharaan terhadap peralatan tersebut telah dilakukan dengan baik.6. Pastikan bahwa generator cadangan berfungsi dengan baik dan operator/tekhnisi generator selalu siap selama operasi computer. TUJUAN PEMERIKSAAN . Apabilan instalasi DRC dipakai secara bersama dengan instansi atau perusahaan lain.1. Untuk memastikan hardware cadangan atau Disaster Recovery Center (DRC).6. Pengembangan dan Pemeliharaan Aplikasi System. 4.6.5. Pastikan bahwa pengalihan operasi dari computer induk ke instalasi DRC dapat dilakukan dengan mudah untuk menjaga kesinambungan operasi.5.4. dicatat dalam log book dan jika terdapat kontrak pemeliharaan apakah sudah sesuai dengan isi kontrak tersebut.2.1.5.4. Pastikan bahwa ruangan computer selalu terjaga kebersihan dan suhu udaranya memenuhi persyaratan tekhnis hardware yang dipakai.3.5.

1. PROSEDUR PEMERIKSAAN 4. dengan cara 4. c. Pastikan bahwa release operating system yang dipakai masih dalam batas pemeliharaan vendor.1.2. g.2. 3. Untuk memastikan kebenaran isi data file dan kebenaran penyimpanan data file. Panduan Sistem dan Teknologi Produk Pengelolaan Data Log Book Operasi Komputer Log Book Library Data 4.1.2. d.3 Dapatkan informasi release operating system yang terakhir dipasarkan vendor. dengan cara : 4. Untuk memastikan ‘OPERATING SYSTEM’ masih up to date.1.1. Untuk memastikan kebenaran hasil–hasil perhitungan yang dilakukan secara otomatis oleh system aplikasi. Untuk memastikan bahwa system aplikasi menjaga setiap kemungkinan akses ke data file di luar prosedur.2 4.a.2. Untuk memastikan bahwa system aplikasi selalu memverifikasi seluruh perubahan data secara benar untuk menjaga kebenaran data. f.2.1.2. 3.1.1. Periksa apakah peningkatan release operating system (dalam hal release yang dipakai sudah ketinggalan tidak menimbulkan kesulitan pada system aplikasi yang dipakai.4.3. Untuk memastikan system aplikasi yang dipakai masih sesuai dengan perencanaan dan masih memenuhi kebutuhan operasi PT Phapros Tbk. 3.2.2 4. Untuk memastikan system aplikasi yang dipakai masih sesuai dengan perencanaan dan masih memenuhi kebutuhan operasi Perusahaan. Untuk memastikan “ OPERATING SYSTEM” masih up to date. Untuk memastikan kebenaran dan kesiapan system serta file pada instalasi cadangan Disaster Recovery Centre (DRC).1 4. 3.4 System Flow Chart File Structure Spesifikasi Program Source Listing . 4. DATA YANG DIPERIKSA 3.1 4.3 4. b.1. e.1. Pastikan bahwa system aplikasi yang dipakai masih sesuai dengan perencanaan dan masih memenuhi kebutuhan operasi Perusahaan . dengan cara : 4.

2.5. 4. Testing Library 4.2.7.4.2.2. . Development Library 4.1. Pastikan bahwa pembuatan dan atau pembelian system aplikasi dilakukan dengan melibatkan unit–unit kerja lain sebagai enduser Unit Kerja Komputer dalam hal perencanaan dan pengetesan system aplikasi yang dipakai.4. Apabila ada perubahan jumlah byte.2.8. Pastikan bahwa setiap kegiatan telah mengikuti pembagian library tersebut. pastikan bahwa jumlah byte seluruh program sam dengan jumlah byte seluruh program pada pemeriksaan sebelumnya dan dengan jumlah byte seluruh program pada dokumentasi.3. Apabila ada perbedaan jumlah program dengan program pada pemeriksaan sebelumnya atau jumlah program dalam daftar dokumentasi program.2. Pastikan juga bahwa penambhan dan pengurangan tersebut dibuat dengan melibatkan unit lain sebagai user dan sudah ditest sesuai dengan prosedur ‘accepted test’ 4. Production Library 4.1.2. Pastikan bahwa jumlah program dalam computer masih sama dengan jumlah program dokumentasi.8.1. periksa apakah perubahan tersebut sudah didokumnetasikan dengan baik berikut alasan perubahannya Pastikan juga bahwa perubahan tersebut melibatkan unit lain sebagai user dan sudah ditest sesuai dengan prosedur “Accepted Test” secara sah.2. yaitu : 4. yaitu : 4.2. 4.2. bandingkan juga dengan jumlah program pada pemeriksaan sebelumnya. 4.7.2.2.2.8.2.Operation dilakukan pada Operation Library Pastikan juga bahwa setiap pemindahan antar library tersebut selalu disukung dengan berita acara.5 User Manual 4.3.Pengetesan program dilakukan pada Testing Library 4.7.3.7.2. periksa perubahan tersebut pada program mana. pastikan bahwa penambahan dan pengurangan program tersebut didokumentasikan dengan baik berikut alasan penambahan dan pengurangannya. Untuk memastikan tidak ada perubahan logic program.2.6.2.8. 4.Pembuatan atau perubahan program dilakukan pada Sevelopment Library 4. Pastikan bahwa library program dibagi 3.

Untuk memastikan bahwa sistem aplikasi selalu memverifikasi seluruh perubahan data secara benar untuk meenjaga kebenaran data. 4.4.3.4.5.3.5. 4. Periksa secara sampling hasil perhitungan yang dilakukan oleh system aplikasi. Pastikan bahwa password seluruh personil terjaga kerahasiaannya dan penyimpanannya dilakukan dengan sistem enkript. Pastikan bahwa akses ke data yang melibatkan lebih dari 1 (satu) unit kerja dapat dimonitor dengan baik oleh masing– masing unit kerja terkait. . Untuk memastikan bahwa sistem aplikasi menjaga setiap kemungkinan akses kedata file diluar prosedur.4. Pastiakn bahwa prosedur operasi computer sudah sesuai dengan kewenangan setiap unit kerja yang tergambar dalam bagan organisasi secara keseluruhan.4. (bila memungkinkan diperiksa secara keseluruhan dengan bantuan ‘AUDIT SOFTWARE PACKAGE’.2.4. dengan cara : 4.4.2. Pastikan bahwa sistem aplikasi mempunyai alur khusus untuk mengoreksi hasil–hasil perhitungan otomatis yang dilakukan sistem aplikasi apabila ada kesalahan. 4.6.5.4. 4. 4. 4.1.4.1.4. Pastikan bahwa setiap akses ke data dalam bentuk transaksi financial maupun transaksi static data terekam dalam file transaski. Pastikan bahwa sistm aplikasi membatasi akses ke data setiap personil sesuai dengan kewenangan masing–masing melalui pengaturan menu transaksi.3.1. seperti Harga Pokok Penjualan 4.7.3.3. Pastikan bahwa proses accrualisasi dilakukan dengan benar dengan mengambil beberapa sampling. 4. Untuk memastikan kebenaran hasil-hasil perhitungan yang dilakukan secara otomatis oleh system aplikasi. Pastikan bahwa password yang sedang dalam kondisi ‘ON’ secara otomatis di ‘LOG OFF’ oleh sistem apabila dalam jangka waktu tertentu tidak ada kegiatan.3. dengan cara : 4. Pastikan bahwa pada closing process selalu didahului proses pengetesan mutasi yang terjadi dengan membandingkan mutasi dengan master data. 4. dengan cara : 4. 4.4. (bila memungkinkan diperiksa secara keseluruhan dengan bantuan ‘Audit Software Package’). Pastikan bahwa akses kedalam file diluar jalur disediakan sistem aplikasi telah di protect secara total.

dengan cara : 4.5.3. 4. detik) Nomor Terminal Nomor Personel pembuat Nomor personel yang meng-approve Isi Mutasi 4.2 4.5. Pastikan bahwa master personil dalam computer juga menggambarkan unti kerja yang bersangkutan.4.4.4 4.5. Pastikan bahwa sistem aplikasi memberlakukan pembatasan– pembatasan tertetntu untuk wewenang setiap personil.5. mingguan. 4. 4.2. bulanan. Pastikan bahwa sistem selalu mencatat setiap kesalahan ataupun pembatalan transaksi dalam file tersendiri. Pastikan bahwa master file punya back up harian.1.5. 4.5.5.4.6. Cetak dan analisa data tersebut untuk melihat tingkat kesalahan operasi computer.6.6.5. sehingga transaksi yang diluar batas wewenang personil hanya bisa di approve oleh atasan langsung yang berwenang.1. batasan– batasan tersebut harus dimodifikasi dengan mudah oleh personil yang berwenang untuk merubah.6.1 4. menit.3 4.5.6.5. Pastikan bahwa sistem aplikasi mempunyai alur untuk memperbaiki atau membatalkan transaksi apabila terjadi kesalahan.5 4.6.6.5. antara lain : 4.6.5.1.6 Tanggal transaksi Waktu Transaksi (jam.6. Pastikan bahwa sistem aplikasi mempunyai modul recovery untuk merestore back–up ke main file.2 4.5.5.4 4.5. Pastikan bahwa setiap master file mempunyai control record yang berisi data-data control minimal : 4. Pastikan bahwa penyimpanan back up file memenuhi standar teknis penyimpanan media data dan dengan penyususnan serta . Pastikan bahwa jurnal transaksi financial maupun static data selalu mencata data–data standar.3 4. 4. Periksa kebenaran master file dengan membandingkan isi master file dengan data control record (header record) 4.5.6.5.1. Untuk memastikan kebenaran isi data file dan kebenaran penyimpanan data file.6.6.5.5 Jumlah record dalam file Tanggal atau update terakhir Total amount Tanggal create Dan lain–lain 4.3.2.1.5. 4.1 4.1.

7. 2. Pastikan bahwa release operating system pada computer induk sama dengan operating system pada instansi cadangan (DRC) 4. 1.5.4.pengadministrasian yang benar.5.4.2. 4.3.2. Untuk memastikan adanya prosedur untuk konversi dan entry data untuk menyakinkan adanya pemisahan tugas yang jelas diantara . 2.7.3. 1. Pastikan bahwa kapasitas storage pada instalasi cadangan (DRC) cukup untuk menampung data pada computer induk. Pastikan bahwa jumlah program dan jumlah byte seluruh program pada computer induk sama dengan pada instansi cadangan (DRC).2. OBYEK PEMERIKSAAN : 1. Untuk memastikan adanya prosedur standar untuk operasi pemerosesan data dan bahwa standar tersebut direvley secara periodik untuk meyakinkan efektifitasnya.6.1. TUJUAN PEMERIKSAAN 2.7. 1. 4. Pastikan bahwa data pada instalasi cadangan selalu diperbaharui selalu diperbaharui sesuai dengan prosedur DRC. Untuk memastikan bahwa terdapat prosedur penyiapan data yang harus diikuti oleh pemakai. Untuk memastikan adanya prosedur untuk persetujuan input data. sehingga memudahkan pencarian kembali apabila dibutuhkan. Untuk memastikan bahwa seluruh tugas pemerosesan data dijadwalkan untuk menjamin efisiensi penggunaan fasilitas dan untuk memenuhi persyaratan pemakai. Untuk memastikan kebenaran dan kesiapan sistem aplikasi dan data file pada instansi cadangan (DRC) 4. Untuk memastikan bahwa dokumen dasar yang asli disimpan dalam jangka waktu tertentu untuk memudahkan pengambilan kembali data.3. Ketaatan terhadap prosedur operasi komputer Kebenaran otoritas personel untuk akses data Kebenaran pendistribusian output Komputer Tingkat kesalahan operasi Komputer Penyalahgunaan wewenang dalam operasi komputer 2. 1. 2. Pastikan bahwa proses pengalihan operasi dari computer induk ke instalasi cadangan dapat dilakukan dengan mudah dengan waktu pengalihan yang tidak terlalu lama untuk menjamin kontiunitas oparasi.7.4. 4. 4.1.7. OPERASI SISTEM TEKNOLOGI 1.5. 2. 2.1.7.

2.mereka yang terlibat dalam aktifitas tersebut dan adanya verifikasi rutin terhadap pekerjaan yang dilakukan proses input data. Untuk memastikan adanya pengaturan untuk melaporkan dan mengontrol kesalahan yang ada didalam output aplikasi pemerosesan data.10. Dan juga untuk memastikan adanya audit trail untuk memudahkan penelusuran proses transaksi dan rekonsilasi data yang dipermasalahkan.13. Untuk memastikan adanya pengaturan penanganan dan penyimpanan out put program aplikasi pemerosesan data.1. 3. perkiraan waktu proses dan dead line output. baik sebelum maupun setelah didistribusi.8. Untuk memastikan adanya pengaturan pendistribusian output pemerosesan data. 3.12.2. 3. PROSEDUR PEMERIKSAAN 4.1.14. 2. Untuk mematikan adanya pengaturan untuk menyakinkan bahwa output program aplikasi pemerosesan data dibandingkan dengan control total terkait secara teratur. DATA YANG DIPERIKSA 3. 2.1.9. 2. Untuk memastikan adanya prosedur untk meyakinkan bahwa data input divalidasi dan diedit ditempat asalnya. dengan cara : 4.11. Untuk memasikan adanya fasilitas untuk mengetahui adanya penggunaan secara tidak sah atau penyalahgunaan computer atau terminal dalam konversi atau pemasukan data. Dapatkan daftar seluruh aplikasi pemerosesan data yang telah dijadualkan secara teratur bersama–sama dengan dead line input. 3.1. waktu penyiapan data. Untuk memastikan adanya prosedur untuk koreksi dan pemasukkan data yang salah. 2. Untuk memastikan bahwa seluruh tugas pemerosesan data dijadualkan untuk menjamin efisiensi penggunaan fasilitas dan untuk memenuhi persyaratan pemakaian.4.3. Operator File Administrasi pendistribusian output computer Error log book Master file aplikasi 4. 2.7. 2. 2. . Untuk memastikan adanya pengaturan pengamanan atas laporan– laporan output pemerosesan data.

4. akhir semester atau akhir tahun.2.4.3.3.1. Untuk memastikan adanya prosedur standard untuk operasi pemerosesan data dan bahwa standar tersebut direview secara periodic untuk meyakinkan efektifitasnya.3. 4. 4.2.1.3. Pastikan bahwa prosedur standar tersebut mencakup seluruh proses penting dari perangkat keras termasuk start. 4.4. dengan cara : . Pastikan apakah terdapat panduan operasi untuk seluruh program aplikasi. Lakukan wawacara dengan unit kerja sistim dan teknologi untuk memasyikan sejauh mana prosedur standar tersebut direview secara periodic untuk melihat efektifitasnya. Pastikan adanya laporan rutin untuk mengidentifikasi pekerjaan yang diproses diluar jadual dan analisa kenapa perkejaan tersebut tidak diselesaikan sesuai jadwal. 4. Untuk memastikan bahwa terdapat prosedur penyiapan data yang harus diikuti oleh pemakai. Pastikan adanya prosedur untuk menyiapkan data yang akan dimasukkan pada masing-masing dokumen. 4.1. Evaluasi prosedur operasi pemerosesan data yang ada 4.3.2. 4. Indentifikasi dokumen–dokumen yang digunakan untuk setiap jenis input.2. restart dan closing. Tentukan kapan waktu proses yang paling sibuk seperti akhir bulan. akhir triwulan.4. Pastikan adanya prosedur tertulis untuk masing–masing aktifitas dalam proses penyiapan data.1.2. dengan cara : 4. 4. 4.3.1.2.3.2.4.4. Pastikan bahwa pemakai dari aplikasi pemrosesan data tertentu terlibat dalam penyiapan jadual input dokumen dasar dan out put laporan.2. dengan cara : 4. Periksa jadual pemerosesan data untuk mengetahui bagaiman distribusi beban pekerjaan. 4. Untuk memastikan adanya prosedur untuk persetujuan input data. Identifikasi personil–personil yang bertanggung jawab untuk penyiapan input.5.3.3. Identifikasikan data–data tertentu yang mungkin akan dimasukkan pada masing–masing dokumen dasar. untuk seluruh perangkat keras yang memerlukan operator dan untuk seluruh aplikasi perangkat lunak system. 4. Lakukan penilaian terhadap kecukupan fungsi pengendalian penyiapan data yang dilaksanakan sebelum memindahkan data unuk diproses. me-review dokumen dasar dan menyetujui input. Pastikan bahwa prosedur tersebut memberikan perintah yang jelas bagi personil penyiapan data.

dengan cara : 4.6. Untuk dokumen yang dikirim secara elektronik. Pastikan bahwa dokumen dasar yang sudah tidak up to date dikeluarkan dari gudang dan dihancurkan sesuai kebijakan perusahaan. 4.5.6. Hal ini ini untuk memudahkan rekonstruksi data dalam hal terjadinya kerusakan atau hilangnya dalam proses.4.3. 4.6.4.6. Otorisasi yang terkait untuj masing-masing bidang ‘Edit’ yang akan digunakan selama proses input data awal ‘Error message’ untuk setiap aplikasi Pembuatan log kontrol yang mencatat seluruh kesalahan dan penyimpangan .6.5 Untuk memastikan bahwa dokumen dasar yang asli disimpan dalam jangka waktu tertentu untuk memudahkan pengambilan kembali data.1.3.4.4.4.3. 4.6. 4.6.6. 4.6. Evaluasi fasilitas dengan apa dokumen dasar dapat diperoleh kemblai (retrieve).Pastikan bahwa wewenang personil untuk menyetujui input data konsistensi dengan kebijakn tertulis yang ada. 4.2.1.2. Pastikan bahwa dokumen dasar disimpan dalam waktu tertentu sesuai dengan ketentuan perundang–undangan. Evaluasi terhadap prosedur control data dan yakinkan bahwa prosedur tersebut menjelaskan : 4. 4.4. Pastikan adanya prosedur tertulis yang menerangkan cara bagaimana data dapat diubah dan dimasukkan. 4.1.4. 4.2. periksa apakah prosedur yang ada meliputi penggunaan.4.6.Untuk aplikasi dimana input data dilakukan diterminal. 4. 4.2. Untuk memastikan adanya prosedur konversi dan entry data dan meyakinkan adanya pemisahan tugas yang jelas diantara unit dan pelaksana yan terlibat dalam aktifitas tersebut dan adanya verifikasi rutin terhadap pekerjaan yang dilakukan proses input data. 4.1. pemeliharaan dan control terminal serta nomor personil.6.Periksa proses control input dan periksa apakah proses persetujuan dibatasi pada individu–individu berwenang sebagaimana yang dijelaskan pada struktur organisasi. dengan cara : 4.2.Pastikan bahwa wewenang personil untuk meyetujui input data konsisten dengan kebijakan tertulis yang ada.2.2. pastikan bahwa data dokumen dan data persetujuan disimpan sesuai dengan kebijakan penyimpanan dokumen yang berlaku. 4.2.6. Pastikan bahwa periode penyimpanan setiap data dicetak dibelakang dokumen asli.

4.6.2.5. Prosedur untuk menyelesaikan kesalahan dan penyimpangan 4.6.2.6. Kontrol mengenai sejauhmana koreksi kesalahan yang akan dilakukan apabila ditemukan kesalahan 4.6.2.7. Kontrol terhadap perubahan dan up date master file 4.6.3. Observasi dan uji prosedur control data. Pastikan tingkat kepatuhan terhadap prosedur dokumentasi dan efektifitas prosedur tersebut dalam prakteknya. 4.6.4. Pastikan adanya unit control secara independent mengontrol data yang dimasukkan. Identifikasikan alat control yang digunakan yang bisa meliputi seluruh kemungkinan kesalahan. 4.6.5. Pastikan apakah dokumen dasar yang digunakan dalam mengontrol data atau proses data entry diberi tanda untuk melindungi terhadap duplikasi atau re-entry data, juga untuk memastikan kebenaran entry data. 4.7. Untuk memastikan adanya prosedur untuk mengetahui adanya penggunaan secara tidak sah atau penyalahgunaan computer atau terminal dalam konversi atau pemasukan data, dengan cara : 4.7.1. Pastikan apakah computer dan peralatan lainnya yang digunakan untuk konversi dan entry data ditempatkan di dalam ruang yang aman 4.7.2. Pastikan bahwa prosedur entry data meyakinkan bahwa aktifitas ini hanya dilaksanakan oleh personil yang berwenang. 4.7.3. Pastikan bahwa prosedur entry data mengatur tentang pengeluaran, pengelolaan dan penggunaan password untuk mencegah penggunaan computer oleh orang yang tidak berwenang. 4.7.4. Pastikan bahwa akses ke computer oleh orang yang tidak berwenabg ditolak. 4.7.5. Pastikan bahwa prosedur penggunaan password dan kode-kode tertentu meyakinkan bahwa password dan kode-kode tersebut tidak dicetak atau di display. 4.7.6. Pastikan bahwa untuk dapat akses ke computer seseorang harus diberikan nomor identifikasi tertentu. 4.7.7. Pastikan bahwa mekanisme pengamanan telah dibangun untuk mengatur otorisasi akses ke transaksi on line dan catatan terkait. 4.7.8. Pastikan bahwa mekanisme pengamanan meyakinkan bahwassetiap usaha kases yang berhasil maupun tidak berhasil dicatat dan bahwa catatan yang dibuat oleh proses ini berisi tanggal danwaktu akses dan identifikasi personil yang terlibat di dalamnya.

4.8. Untuk memastikan adanya prosedur untuk meyakinkan bahwa data input di valiadasi dan di edit di tempat asalnya, dengan cara : 4.8.1. Pastikan apakah format yang standard digunakan untuk meyakinkan bahwa data dibukukan pada field dan format yang sesuai. 4.8.2. Pastikan digunakan terminal dan program yang sesuai untuk melakukan validasi dan control dalam proses pemasukan data. 4.8.3. Pastikan tempat-tempat dimana data input divalidasi. Yakonkan adanya prosedur untuk memastikan bahwa data yang salah diidentifikasikan, ditolak dan tidak dibenarkan memasuki system atau meng update file master. 4.8.4. Pastikan bahwa prosedur validasi data dilaksanakan di semua field record input, walaupun suatu kesalahan mungkin sudah diidentifikasikan pada field sebelumnya. 4.8.5. Pastikan bahwa prosedur validasi data meliputi hasil pengujian terhadap keberadaan : 4.8.5.1. Kode-kode otorisasi individu dan supervisor 4.8.5.2. Check digit pada senua kunci identifikasi 4.8.5.3. Check digit pada akhir suatu rangkaian numeric data yang tidak memerlukan ‘balancing’ 4.8.5.4. Kode-kode yang sah. 4.8.5.5. Nilai alpha numeric atau numeric yang sah 4.8.5.6. Ukuran filed yang sah 4.8.5.7. Sign 4.8.5.8. Kesesuaian atau ketidak sesuaian record 4.8.5.9. Urutan record 4.8.5.10. Record input yang lengkap 4.8.5.11. Field pengulangan yang menghindari keharusan memasukkan data yang sama berulang-ulang. 4.8.6. Pastikan apakah prosedur input data mempunyai log dari nomor dokumen dasar yang dimasukkan untuk memastikan bahwa seluruh dokumen dapat dipertanggung jawabkan. 4.8.7. Pastikan bahwa prosedur input data dapat menjamin bahwa data dimasukkan dalam ‘audit trail error’ untuk kemungkinan penggunaan dalam penanganan kesalahan atau untuk perbaikan kesalahan pemrosesan data. 4.9. Untuk memastikan adanya prosedur untuk koreksi dan pemasukan kembali data yang salah, dengan cara : 4.9.1. Pastikan adanya prosedur tertulis untuk identifikasi, koreksi dan pemasukan kembali data yang ditolak yang berisi kesalahan yang sudah dibuat.

4.9.2. Pastikan apakah prosedur yang ada memberikan display atau hasil cetak dari data yang salah segera setelah ditemukan untuk dikoreksi. 4.9.3. Pastikan apakah pesan ‘error’ yang dikeluarkan oleh prosedur input data dinyatakan dengan jelas dan cepat dimengerti dengan mudah oleh operator computer, sehingga koreksi dan pemasukan ulang data dapat dilakukan segera. 4.9.4. Pastikan bahwa seluruh data yang ditolak oleh prosedur input data ditulis secara otomatis pada suspense file. 4.9.5. Periksa record pada file data yang ditolak untuk meyakinkan apakah memuat informasi : 4.9.5.1.Kode yang menunjukkan tipe kesalahan 4.9.5.2.Tanggal dan data di record pada suspense file 4.9.5.3.Identifikasi dari personil yang aktifitas input datanya menghasilkan record. 4.9.5.4.Identifikasikan dari terminal yang aktifitasnya menghasilkan record. 4.9.6. Pastikan bahwa file data ditolak menghasilkan hitungan record otomatis untuk mengontrol jumlah entry data file tersebut. 4.9.7. Pastikan bahwa prosedur koreksi kesalahan input data meyakinkan bahwa sebelum di re-enter seluruh koreksi di-review dan disetujui secara independent oleh supervisor. 4.9.8. Pastikan bahwa kepala unit kerja pemakai meeview laporan dari suspense file input data ditolak untuk menganalisa frekuensi kesalahan transaksi dan status dari transaksi yang tidak dikoreksi. 4.10.Untuk memastikan adanya prosedur untuk meyakinkan bahwa output program aplikasi pemrosesan daya dibandingkan dengan control total terkait secara teratur. Dan juga untuk memastikan adanya audit trail untuk memudahkan penelusuran proses transaksi dan rekonsiliasi data yang dipermasalahkan, dengan cara : 4.10.1. 4.10.2. 4.10.3. 4.10.4. Pastikan adanya prosedur tertulis untuk membandingkan dan merekonsiliasikan output yang dihasilkan oleh program aplikasi pemrosesan data. Pastikan tersedianya seluruh informasi yang dibutuhkan oleh pemakai. Pastikan bahwa semua penyimpangan diketahui dan dilakporkan sesuai prosedur. Pastikan bahwa kontrak total dan data lainnya yang ada dalam lapoan dihasilkan sesuai dengan prosedur dan bahwa data tersebut lengkap dan akurat. Pastikan bahwa laporan ini meliputi seluruh penyimpangan.

Jadwal distribusi 4.11.4. Pastikan adanya register untuk terminal melalui apa output dikirimkan. Pastikan apakah prosedur pemrosesan laporan memungkinkan pemakai merekonsiliasi saldo system saat ini dengan saldo hari sebelumnya.11.7.8.1.2.11. Frekuensi penyampaian 4. Pastikan adanya daftar disteribusi untuk seluruh output yang dihasilkan oleh masing-masing oleh masing-masing aplikasi [emrosesan data. 4.4.10. 4. .9. Observasi realisasi distribusi output dari aplikasi pemrosesan data tertentu untuk mengetahui alur dokumen Bandingkan realisasi pengiriman output dari aplikasi pemrosesan data tertentu dengan jadwal distribusinya untuk memastikan ketepatan dan kebenaran jadwal pastikan bahwa control terhadap perangkat lunak pengendalian output mencegah tindakan pembacaan. Pastikan prosedur yang digunakan oleh pemakai untuk meyakinkan kebenaran dan kelengkapan semua output dan lakukan pengujian ketaatan terhadap prosedur tersebut.11. 4.10.4.10. 4. dengan cara : 4.11. Penghancuran salinan asli dan duplikat 4.1. 4. Lakukan penilaian apakah manajemen dari unit kerja pemakai yang dipilih menyadari bahwa mereka bertanggung jawab terhadap kebenaran output program aplikasi pemrosesan data.Untuk memastikan adanya prosedur tertulis untuk distribusi output pemrosesan data. Pastikan apakah ‘transmision log’ yang ada pada masingmaing terminal pemakai dibandingkan secara teratur dengan ‘transmision log’ yang ada pada program aplikasi tertentu untuk meyakinkan bahwa seluruh output telah dikirimkan dengan benar pada pemakai. 4.6.10. Periksa prosedur tertulis distribusi output dari segi kelengkapan dan kebenarannya. Pastikan apakah dilakukan perubahan terhadap daftar distribusi bilamana terdapat perubahan ketentuan distribusi output.11. Pastikan apakah daftar pendistribusian output mencantumkan : 4. 4.3.4.6.10.10.11.3. 4. 4.11.11. Pastikan apakah prosedur penyiapan laporan output memungkinkan transaksi ditelusuri ke output akhir dan ke data entry (original source).5.5.11.4.10.11. 4.7.2. 4.

12.2.12. 4.12.4.11. 4. Pastikan apakah unit kerja IT memberitahu pemakai perihal masalah yang ada di output.11.1.12.3. Evaluasi format catatan ini untuk memastikan apakah memuat informasi yang memadai mengenai distribusi output dari aplikasi pemrosesan data yang dipilih dan siapa yang bertanggung jawab terhadap output tersebut. Pastikan apakah log kesalahan output aplikasi dimaintain oleh unit control untuk meyakinkan bahwa kesalahan dikoreksi.3. 4. 4.12.12. 4.11.penyalinan.4.11.1. Mencatat tanggal dan waktu output yang dikoreksi diterima dari unit kerja IT .Untuk memastikan adanya prosedur untuk melaporkan dan mengontrol kesalhan yang ada dalam output aplikasi pemrosesan data. Diskusikan dengan pemakai tertentu pendapat mereka mengenai system distribusi output dan saran-saran mereka untuk perbaikan.4. Mengidentifikasikan personil unit kerja IT yang harus dihubungi mengenai kesalahan dan untuk mencatat tanggal dan waktu hubungan dilakukan.9. 4. Mengidentifikasikan masalah kesalahan output 4.12.11. Pastikan adanya prosedur tertulis untuk pelaporan dan pengendalian kesalahan di dalam output dari aplikasi pemrosesan data.11. dengan cara : 4. 4. Periksa penanganan log tersebut oleh personil yang bertanggung jawab terhadap distribusi output.4. Lakukan pengujian terhadap metode yang digunakan oleh unit IT untuk mengkoreksi kesalahan distribusi output.1.11.11. Bandingkan kesalahan distribusi output sebelumnya dengan log ini untuk memastikan kebenaran dan kegunaannya.11. Diskusikan dengan personl distribusi mengenai opini mereka atas system yang ada dan saran-saran perbaikan untuk meningkatkan system distribusi output pemrosesan data. 4.10. Pastikan apakah prosedur distribusi output meiliki ‘distribution log’ dengan cara : 4.12. 4.11. Hal ini meliputi penggunaan isi log untuk : 4. Mencatat tindakan koreksi yang dilakukan unit kerja IT 4.12.8.2. Pastikan bahwa unit kerja IT memiliki log untik output program aplikasi pemrosesan data yang mengandung kesalahan. penghapusan atau perubahan output secara tidak sah.11.4.3.4.2. 4. 4.

5.14. Melakukan langkah-langkah untuk menjaga kerahasiaannya 4.14.12. Pastikan apakah laporan-laporan yang tergolong sensitive diberi tanda dengan jelas untuk meningkatkan kewaspadaan dan untuk meyakinkan bahwa bahan-bahan tersebut ditangani dengan baik .4.14. Pastikan apakah prosedur tertulis mencakup daftar dari laporan output yang diklasifikasikan sensitive atau kritis 4. Lakukan penilaian apakah prosedur untuk menjaga keamanan laporan output data sensitive sebelum distribusi (on-line maupun hard copy) memadai dan dipatuhi. 4. Evaluasi resiko-resiko yang terkait dengan laporan data sensitive dan lakukan pengujian terhadap prosedur yang digunakan untuk melindungi laporan-laporan tersebut. 4.4. Pastikan bahwa prosedur menjamin bahwa output yang dikoreksi memerlukan evaluasi yang sama dengan output asli yang salah.12. dengan cara : 4.14. Pastikan digunakannya mesin penghancur yntuk menghancurkan output yang tidak dibutuhkan.5.13.1. Pastikan dilakukannya review untuk memutuskan apakah output program aplikasi yang dikirimkan ke orang-orang tertentu masih dibutuhkan.14.4.14. penyebab dan trend dari 4.13. Lakukan penilaian apakah periode retensi yang telah ditetapkan untuk output dari program aplikasi tertentu wajar untuk tujuan back up dan pemeriksaan 4.2.3. dengan cara : 4.Untuk memastikan adanya prosedur pengamanan atas laporan-laporan output baik sebelum maupun setelah distribusi.1.14.13.4. Pastikan adanya prosedur tertulis untuk output yang dihasilkan dari program aplikasi 4.2. Lakukan penilaian apakah pemakai yang menerima laporanlaporan output aplikasi pemrosesan data sensitive.13. Mengidentifikasikan kesalahan. 4. Memahami status dari materi yang ada dalam laporan 4.5.14.13.1.4.Untuk memastikan adanya prosedur penanganan dan penyimpanan output program aplikasi pemrosesan data.3. 4.2. dengan cara : 4. 4.4.

7.4. 2. Pengamanan akses ke data secara logic program 1. 2. Personil ini tidak boleh diberikan tugas yang berkaitan dengan pemrograman. pengoprasian perangkat keras atau memasukkan data yang akan diproses. Untuk memastikan bahwa tanggung jawab penyimpanan media data (magnetic tape.4. distribusi. Pastikan dilaksanakannya tekhnik dual custody untuk mengontrol transmisi.14. 2. PROSEDUR PEMERIKSAAN . Daftar Pemakai Komputer dan otoritasnya. 2. Otoritas personel untuk akses data 2.1.1. Untuk memastikan bahwa akses secara logic ke fasilitas computer dibatasi dengan penggunaan password.5. Report Personil yang masuk ke ruang CPU 3.6. Untuk memastikan adanya perlindungan dan pengamanan yang memadai terhadap phisik computer dan file 2. penghancuran atau penyimpanan output sensitive dan yakinkan efektifitasnya.3. disk dan disket) dilimpahkan kepada personil tertentu dan bahwa terdapat prosedur untuk melindungi isi media data tersebut. Pengamanan ruangan CPU 1.2. Untuk memastikan apakah prosedur yang ada menyediakan control pengamanan akses berdasarkan tingkat kebutuhan pemakai: untuk melihat.6. Untuk memastikan bahwa tanggung jawab untuk menjamin keamanan secara logic dan phisik dari sumber daya informasi dibebankan kepada seorang “information security manager” yang melapor langsung kepada menajemen senior.3. PENGAMANAN SISTEM TEKHNOLOGI 1. DATA YANG DIPERIKSA 3. menambah. merubah atau menghapus data 3. Untuk memastikan adanya ketentuan otomatis yang mengatur akses ke fasilitas computer 2. OBYEK PEMERIKSAAN 1.2.3. cartridge. TUJUAN PEMERIKSAAN : 2. Daftar Personil Unit Kerja IT 3.2.1. 4. Untuk meyakinkan bahwa akses ke fasilitas computer dibatasi pada personel yang diberi wewenang untuk itu.

Untuk memastikan bahwa tanggung jawab penyimpanan media data (magnetic tape. Password atau alat control lainnya yang digunakan untuk akses ke computer harus segera dihapus. Pastikan bahwa terdapat unit kerja tertentu yang bertanggung jawab terhadap penyimpanan media data.1. disk. Karyawan yang dipindahkan atau diberhentikan harus mengembalikan dokumen terkait. 4. 4.2.2. disket) dilimpahkan kepada unit kerja tertentu dan bahwa terdapat prosedur untuk melindungi isi dari media data tersebut.1. Lakukan review terhadap ketepatan pemberian tanggung jawab penyimpanan media dan kecukupan prosedur yang dibuat oleh unit kerja IT untuk melindungi media data dan isinya. Interview dengan Head Unit IT 4.1. cartridge. Pastikan bahwa penyimpanan media adta di unit kerja IT aman dari kemungkinan kebakaran dan kebanjiran.2. 4. Untuk memastikan adanya perlindungan dan pengamanan yang memadai terhadap phisik computer dan file. .2.1. 4.2.1.1. 4.2.1.1. Evaluasi file personalia dari karyawan yang baru mutasi/diberhentikan 4.2. Pastikan bahwa prosedur tersebut telah diikuti secara konsisten dengan cara : 4.2. kecurian serta sabotase dan ditangani oleh unit kerja yang independent dari operator computer.1.2.1.1.1.3. Periksa system pengamanan untuk akses ke computer untuk memastikan bahwa karyawan tersebut tidak lagi bisa akses.1. 4.1.3.2. kartu pengenal atau badge yang memungkinkan merekan memasuki ruang computer atau mengadakan akses ke computer. Jika ada karyawan yang dipindahkan atau dibernentikan.4. yang bersangkutan harus haru segera dikeluarkan dari unit kerja IT tanpa diberi kesempatan untuk merusak fasilitas dan atau file data.1.1 Periksa ketentuan personalia untuk memastikan bahwa prosedur mutasi atau pemberhentian karyawan karyawan unit IT memenuhi criteria sebagai berikut : 4. dengan cara : 4.2.3. minimal pada saat pemberhentian atau pemindahan karyawan. dengan cara : 4.

Untuk meyakinkan bahwa akses ke fasilitas computer dibatasi pada personil yang diberi wewenang untuk itu. Untuk memastikan bahwa tanggung jawab untuk menjamin keamanan secara logic dan phisik dari sumber daya informasi dibebankan kepada seorang “information security manager” yang melapor langsung kepada manajemen senior.2. 4.4.2. Periksa kebijakan pengamanan informasi untuk memastikan apakah menjelaskan tanggung jawab dari pemakai. 4. Periksa bagan organisasi untuk memastikan apakah terdapat “information security manager” dan apakah melapor langsung kepada manajemen senior 4. 4. Periksa prosedur pembuatan salinan file yang akan disimpan di fasilitas diluar init kerja IT dan pastikan apakah jangka waktu diantara pembuatan salinan tersebut sesuai dengan ketentuan. .3.3. Pastikan bahwa terdapat fasilitas diluar lokasi unit kerja IT yang dapat digunakan untuk penyimpanan salinan dari file data penting yang disinpan di library dan laikukan cek phisik bahwa salinan dari file tersebut benar-benar disimpan disana.2. dengan cara : 4.6.3.3.4. Lakukan wawancara dengan information security manager untuk menentukan apakah pengertian mereka mengenai tugas yang diberikan konsisten dengan kebijakan pengamanan yang ada. Personil ini tidak boleh mempunyai tanggung jawab terhadap pemrograman.1.2.5. 4. peongprasian perangkat keras atau memasukkan data yang akan diproses.2.4. 4.4. manajemen dan security administrator. 4.3.5. 4. Lakukan wawancara dengan personil tertentu dari unit kerja IT untuk mengetahui tingkat kepedulian mereka terhadap pentingnya pengamanan informasi baik secara logic maupun phisik dan kepatuhan terhadap kebijakan pengamanan infornasi yang digariskan.4.3. Pastikan bahwa terdapat ketentuan tertulis mengenai pembatasan akses ke fasilitas computer. Pastikan bahwa terdapat prosedur yang memadai untuk mencegah personil yang tidak berwenang memiliki akses ke fasilitas computer. Periksa prosedur untuk mengidentifikasikan resiko keamanan inrformasi yang potensial dan pastikan bahwa prosedur ini sesuai dengan ketentuan prlindungan yang berlaku.3.4.1. dengan cara : 4. 4. Pastikan apakah terdapat prosedur untuk mengontrol akses kepada penggunaan semua file program aplikasi pemrosesan data.

tidak dicetak pada output dan disimpan oleh operasi pemrosesan data pada file rahasia. Untuk memastikan bahwa akses secara logic ke fasilitas computer dibatasi dengan penggunaan password. Periksa prosedur pemberian password untuk memastikan abahwa password pribadi tidak diketahui oleh orang lain dan untuk mengetahui kapan seseorang harus merubah passwordnya. 4.5. Pastikan apakah pemakai dibatasi pada terminal tertentu. badge atau perangkat keamanan otomatis lainnya.6. 4.5. hari tertentu. periksas apakah kode tersebut dirubah secara berkala. Pastikan adanya prosedur yang mengharuskan password dirubah secara periodeik dan bahwa password tertetntu tidak dapat digunakan ulang oleh personil yang sama. 4.5.5.2.5.5.5. identifikasikan selirih pintu masuk ke fasilitas tersebut dan pastikan apakah pembatasan akses secara phisik telah ditempatkan pada setiap lokasi tersebut. merubah kemampuan akses dan menghilangkannya dari daftar akses. 4. Pastikan bahwa daftar tersebut di-review untuk menentukan apakah wewenang untuk akses tersebut masih berlaku. 4. Pastikan apakah password yang dikeluarkan oleh unit kerja IT cukup panjang.4. 4. Periksa prosedur untuk menambahkan personil yang berwenang untuk kases ke fasilitas computer.4. Dapatkan rencana lay out fasilitas computer.5. Periksa aktifitas yang dilakukan di fasilitas computer unit kerja IT pada waktu yang berbeda untuk memastikan bahwa hanya personil yang berwenang yang diperbolehkan memasuki fasilitas tersebut.6.5. Apabila fasilitas computer tidak digunakan. Pastikan apakah pintu masuk tersebut dibatasi dengan penggunaan kunci. waktu tertentu. Pastikan apakah pemakai log-off secara otomatis jika tidak aktif dalam menit tertentu . 4. 4. dengan cara : 4.5.4.1. pastikan adanya pengawasan secara berkala atau diaktifkannya alarm pintu masuk.4. Dapatkan data personil yang punya wewenang untuk akses ke fasilitas computer dan pastikan bahwa akses tersebut memang perlu.7.3. tidak mudah ditebak dan tidak mengandung karakter ulangan. Jika kunci menggunakan kode tertentu. Periksa adanya prosedur untuk meyakinkan bahwa password tidak dibiarkan terbuka selama proses “log-on”.4. 4. 4.4.4.3.

2. menambah. 4.5.2.3.1.4. 4. 4.6. Pastikan apakah unit kerja pemakai memvalidasi secara periodic kemampuan akses yang seharusnya diberikan kepada personil unit kerja masing-masing. Pastikan adanya prosedur yang mengatur bahwa pemakai harus diberikan izin khusus untuk akses ke fasilitas computer termasuk file data. Periksa apakah akses sementara tidak sering diberikan.1.6.10.6. 4. Periksa apakah pemisahan tugas diantara unit-unit kerja di lingkungan unit kerja IT dijaga oleh system control akses dan pastikan apakah programmer system dan programmer aplikasi tidak mempunyai alses ke program produksi dan data.9. dengan cara : 4. Periksa apakah terdapat prosedur untuk membatalkan kpde identifikasi dan password apabila personil tersebut diberhentikan atau dimutasikan 4. Pastikan apakah prosedur pemberian wewenang akses ke proses data secara on-line membatasi fungsi melihat.7. tanggung jwab dan wewenangnya. . Periksa prosedur pemberian wewenang akses terhadap pemrosesan data secara on-line 4. Periksa prosedur untuk akses sementara ke fasilitas computer.4.6.5.7. menambah.8. merubah dan menghapus data serta membatasi akses seseorang hanya pada data atau transaksi yang menjadi tugas.3. hanya akses sementara yang diberikan dan manejemen diberitahu perihal akses tersebut. Untuk memastikan adanya ketentuan otomatis yang mengatur akses ke fasilitas computer dengan cara : 4. Pastikan apakah dilakukan evaluasi secara periodic terhadap kemampuan akses yang diberikan kepada masing-masing personil 4. Pastikan apakah harus diberikan wewenang khusus. atau aktifitas data entry apabila terdapat pelanggaran prosedur keamanan. Pastikan adanya dokumentasi yang menjelaskan kebutuhan dan wewenang pemakai untuk mengakses fasilitas computer tertentu 4. system operasi dan printah-perintah lainnya.5. Untuk memastikan apakah prosedur yang ada menyediakan control pengamanan akases berdasarkan tingkat kebutuhan pemakai : untuk melihat.7. Periksa adanya prosedur untuk membatalkan kode identifikasi atau men-disable-kan terminal.6. merubah atau menghapus data. program aplikasi. 4.7.

Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan mencakup prosedur untuk memperbaiki jaringan telekomunikasi data yang digunakan oleh unit kerja IT 2.12.3. 2. Untuk memastikan dilakukannya pengujian secara berkala mengenai kecukupan dan efektifitas rencana perbaikan kerusakan.Untuk memastikan adanya prosedur untuk meyakinkan bahwa kebenaran laporan output pemrosesan data di-review oleh unit kerja IT dan unit kerja pemakai yang relevan 3. 2.8. 2. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan mengidentifikasikan program aplikasi pemrosesan data penting.1.6.PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM TEKHNOLOGI 1. OBYEK PEMERIKSAAN 1.11.7. Prosedur kerja unit IT 1. Untuk meyakinkan adanya prosedur untuk mengurangi keperluan perbaikan file data cadangan setelah terjadinya kerusakan. 2.1.Untuk memastikan adanya alternative ptrosedur pemrosesan data secara manual sampai selesainya perbaikan kerusakan. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan memuat prosedur pembangunan kembali lokasi operasi pemrosesan data setelah terjadinya kerusakan.9.4. 2. 2. 2. Untuk memastikan bahwa pengaruh perubahan hardware dan software direfleksikan dalam jadwal operasi dan diuji srta disetujui oleh pejabat yang berwenang sebelum diimplementasikan.2. DATA YANG DIPERIKSA .5.10.Untuk memastikan bahwa prosedur untuk men-design dokumen dasar harus menjamin bahwa kesalahan di-minimize 2. Eksistensi kondisi tekhnologi dengan rencana induk tekhnologi 1. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan menyediakan tenaga programmer yang memadai untuk mengoperasikan operasi pemrosesan data cadangan. 2. dan file data yang dibutuhkan untuk perbaikan setelah terjadi kesalahan. Untuk mengetahui apakah unit kerja IT memiliki rencana tertulis untuk memproses program aplikasi penting dalam hal adanya masalah dengan hardware atau software atau adanya kerusakan fasilitas computer. system operasi. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan menyediakan lokasi dan computer pendukung yang diperlukan untuk memperbaiki operasi pemrosesan data setelah terjadinya kerusakan.3. Pemeliharaan data 2. 2. TUJUAN PEMERIKSAAN 2.2.

3.4. jadwal pemasangan dan waktu pengujian. 4.2.5. Untuk mengetahui apakah unit kerja IT memiliki rencana tertulis untuk memproses program aplikasi penting dalam hal adanya masalah dengan hardware atau software atau adanya kerusakan fasilitas computer. 4. Diskusikan dengan unit kerja pemakai yang bertanggung jawab perihal prosedur perencanaan perbaikan kerusakan (disaster recovery planning) dan komponen dari rencana tersebut 4.1. Lakukan interview dengan kepala unit IT untuk mengetahui keterlibatannya dalam prosedur perencanaan perbaikan kerusakan 4. Program data Dokumentasi system aplikasi Dokumentasi perubahan dan perbaikan system aplikasi Catatan kerusakan dan kesalahan (error log book) Dokumentasi pemeliharaan operating system 4.1. 4.1.3.1. 3.3. 3. 4. Untuk memastikan bahwa pengaruh perubahan hardware dan software direfleksikan dalam jadwal operasi dan diuji srta disetujui oleh pejabat yang berwenang sebelum diimplementasikan.2.4. PROSEDUR PEMERIKSAAN 4. Lakukan interview dengan personil yang bertanggung jawab untuk mengkoordinir dan menjadwalkan operasi processing data untuk mengetahui bahwa unit kerja pemakai tersebut diberitahu apada wktu yang tepat dalam hal terdapat perubahan hardware atau software serta konfigurasinya.2. Pilih sejumlah sample dari perubahan yang mempengaruhi jadwal operasi dan bandingkan jadwal sebelum dan saat ini untuk memastikan bahwa rencana perubahan dilaksanakan tepat pada waktunya.1. 3.2. dengan cara : 4. pastikan dilakukan perubahan terhadap dokumentasi operator 4.2. Pastikan bahwa manajemen data processing diberi tahu sebelumnya perihal system baru. Pastikan bahwa unit kerja IT membuat jadwal perubahan yang memberikan cukup waktu untuk pemasangan dan pengujian hardware dan software yang baru.1.2.5.1. 3.1.2.3.1. 4. Evaluasi jangka waktu sejak terganggunya operasi processing data sampai yterganggunya fungsi penting dari organisasi secara keseluruhan dan evaluasi apakah rencana . Sebelum implementasi.

2. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan mengidentifikasikan program aplikasi pemrosesan data penting. Pastikan apakah file data versi baru dikirim ke lokasi penyimpanan sebelum versi lama dikembalikan ke lokasi operasi processing data yang teradministrasi dengan baik 4.3.6.3.4. Pastikan bahwa setelah kerusakan. suatu file pendukung (back up file) dibuat sebelum file asli digunakan.3.4.4. Periksa rencana perbaikan kerusakan dan pastikan ketentuan penggunaan mengenai jaringan komunikasi alternative 4.4. Interview beberapa staf unit kerja IT untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai prosedur perbaikan kerusakan.1. 4. dan file data yang dibutuhkan untuk perbaikan setelah terjadi kesalahan.2. Periksa daftar fasilitas computer penting yang terdapat pada rencana perbaikan.2. Perikasa lokasi penyimpanan off-site yang digunakan.2. 4.1. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan mencakup prosedur untuk memperbaiki jaringan telekomunikasi data yang digunakan oleh unit kerja IT 4.3.3.5.3. 4. system operasi. 4. Pastikan apakah file data penting diidentifikasikan dengan jelas pada rencana perbaikan 4.4.5.3.3. 4. 4.3. . Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan menyediakan lokasi dan computer pendukung yang diperlukan untuk memperbaiki operasi pemrosesan data setelah terjadinya kerusakan.4. Pastikan apakah permintaan akan jasa telekomunikasi telah disiapkan dimuka untuk digunakan dalam memperbaiki jasa yang digunakan. Pastikan tersedianya saluran telekomunikasi yang sesuai untuk digunkan selama perbaikan sebagai alternative. periksa apakah data dan file penting telah disimpan di lokasi ini 4. Evaluasi ketepatan dan kelengkapan rencana perbaikan kerusakan dan pastikan apakah salinan dari rencana tersebut disimpan pada lokasi yang terpisah dari unit kerja IT 4. 4.5.perbaikan kerusakan memungkinkan perbaikan fungsi-fungsi penting tersebut dalam waktu yang relative singkat. Periksa catatan library dan bandingkan dengan file data yang sekarang disimpan di library dengan yang disimpan di laksi off-site 4.

4. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan menyediakan tenaga programmer yang memadai untuk mengoperasikan operasi pemrosesan data cadangan.1.6. 4. Periksa ketentuan rencana perbaikan kerusakan yang berkaitan dengan langkah-langkah yang harus diambil oleh programmer aplikasi dan system untuk memenuhi kebutuhan personil operasi dalam mengoperasikan peralatan cadangan dan pastikan tindakan yang sudah diambil oleh programmer aplikasi dan system agar familiar dengan ketentuan tersebut.6.1. 4. 4.5. 4. 4.2.6. Pastikan tersedianya waktu dan kapasitas processing yang memadai di lokasi dan computer pendukung untuk memperbaiki operasi setelah terjadinya kerusakan.6. Untuk meyakinkan adanya prosedur untuk mengurangi keperluan perbaikan file data cadangan setelah terjadinya kerusakan . 4. Pastikan adanya perjanjian atau kontrak tertulis mengenai penggunaan lokasi dan computer tertentu untuk memperbaiki operasi processing data setelah terjadinya kerusakan dan pastikan apakah perjanjian yang dibuat layak. Evaluasi kebijakan dan prosedur dari rencana perbaikan kesalahan yang berhubungan dengan penyediaan staff programming yang memadai untuk menjalankan operasi processing data cadangan.5.2.4. Pastikan apakah computer pendukung sesuai (compatible) dengan main hardware yang digunakan 4.3. 4. Periksa rencana perbaikan kerusakan untuk memastikan adanya lokasi and computer pendukung yang akan digunakan untuk memperbaiki operasi processing data setelah terjadi kerusakan. 4.5.3. Pastikan sejauh mana staff programming aplikasi diberikan kemampuan programming khusus atau program versi khusus untuk operasi cadangan. Periksa dokumentasi pendukung untuk modifikasi tersebut untuk meyakinkan bahwa program cadangan tersebut sudah memadai.6.5.7. 4. Pastikan apakah pengujian secara berkala dilakukan terhadap computer pendukung/cadangan 4.5.6.5. Pilih program aplikasi data processing yang memerlukan modifikasi sebelum digunakan dalam operasi cadangan dan lakukan pengujian untuk memastikan apakah modifikasi telah dilakukan dengan benar.5.4. Interview beberapa personil operasi processing data untuk mengetahui pemahaman mereka mengenai operasi computer pendukung dan prosedur pemindhannya apabila terdapat kerusakan pada main computer.

Pastikan bahwa file cadangan dipindahkan secar regular ke library off-site 4.8. Pastikan bahwa personil yang ditugaskan untuk melakukan tugas operasi manual memahami dan mengerti akan tugas yang diberikan.7. Pastikan bahwa dokumentasi untuk program processing aplikasi penting menjelaskan penggunaan prosedur rekontruksi file data tertentu pada titik-titik penting dari processing aplikasi 4.1.9.3.10. Untuk memastikan adanya alternative ptrosedur pemrosesan data secara manual sampai selesainya perbaikan kerusakan. .10. Untuk memastikan dilakukannya pengujian secara berkala mengenai kecukupan dan efektifitas rencana perbaikan kerusakan. 4.9.7. Periksa kecukupan dan ketepatan prosedur tersebut dengan melihat apakah dilakukan review dan pengujian secara regiuler. 4. Periksa dokumentasi pengujian sebelumnya dan rencana perbaikan kerusakan untuk mengetahui kecukupan dan efektifitas pengujian 4.1. Ikuti pengujian dan observasi hasilnya untuk mengetahui kecukupan prosedur pengujian.1.4. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan memuat prosedur pembangunan kembali lokasi operasi pemrosesan data setelah terjadinya kerusakan 4.10. 4. Melalui observasi pastikan bahwa prosedur back-up file data termasuk penggandaan isi file dari disket ke tape atau media magnetic lainnya dilaksanakan secara rutin oleh librarian 4.2.9.8.7.4. Pastikan bahwa pemakai tertentu telah membuat prosedur processing data secara manual yang akan digunakan selama proses perbaikan 4.8.1.8. 4. Melalui observasi pastikan bahwa library off-site mempunyai alat pengamanan yang memadai untuk melindungi file dan ketentuan penyimpanan file yang akan menyediakan data pada waktunya untuk operasi perbaikan. 4.2. Periksa proses persetujuan untuk menguji rencana perbaikan kerusakan untuk mengetahui tingkat wewenang dan tanggung jawab pemberian persetujuan 4.2. 4.2.7. Periksa prosedur yang ada dalam rencana perbaikan kerusakan untuk setiap rekontrusi yang diperlukan atas lokasi operasi processing data setelah terjadinya kerusakan.3.

4. Pastikan apakah unit kerja IT memiliki suatu group control yang bertanggung jawab untuk mereview semua laporan output data processing mengenai kewajaran dan kelengkapannya 4.12. Pastikan bahwa dokumen dasar yang representative sudah di-design secara spesifik untuk memudahkan pemasukan data dengan cara yang akurat dan konsisten 4. Pastikan bahwa identifikasi cross-refference dimasukkan ke dalam dokumen dasar dan transaksi untuk memudahkan penelusuran 4.3.12. Pastikan bahwa dokumen tersebur pre-numbered.4.3.3.11.12.3. pastikan bahwa dokumen dasar yang digunakan mempunyai kode identifikasi tertentu 4.1.11.3. Nama mereka dikeluarkan dari daftar distribusi untuk setiap laporan output yang telah mereka teraima 4.2.6.12.12.12.11.1. wajar. Untuk setiap transaksi. Pastikan bahwa dokumen dasar yang representative mengidentifikasikan kode input yang sah. Mereka menganggap bahwa laporan yang diterima tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan 4.1.4.11.11.12. 4.12. 4.11. nama mereka ditambahkan pada daftar distribusi untuk setiap laporan tambahan yang belum mereka terima .2.3. Jika tidak. Pastikan bahwa dokumen dasar yang representative telah didesign untuk menunjukkan filed data tertentu yang perlu diposting 4. Mereka menganggap bahwa data yang disajikan dalam laporan tersebut akurat.2.5. dapat diandalkan dan bermanfaat 4. dengan cara : 4. Untuk memastikan bahwa prosedur untuk men-design dokumen dasar harus menjamin bahwa kesalahan di-minimize. Pastikan melalui wawancara dengan pemakai apakah : 4.11. Pastikan bahwa unit kerja control tersebut memonitor alur proses untuk meyakinkan bahwa program aplikasi diproses sesuai jadwal 4. identifikasikan setiap prosedur yang sudah dibentuk untuk meyakinkan bahwa seluruh dokumen dasar telah di-posting dan dapat dipertanggung-jawbkan. Untuk memastikan adanya prosedur untuk meyakinkan bahwa kebenaran laporan output pemrosesan data di-review oleh unit kerja IT dan unit kerja pemakai yang relevan 4.3.

3.2. Mereka mempunyai saran perbaikan format.2.12. 4.6. Untuk memastikan bahwa penilaian performance personil sudah dilakukan sesuai dengan standard dan tanggung jawab yang telah digariskan 2. PROSEDUR PEMERIKSAAN 4.1.1. Untuk memastikan kebenaran uraian tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk seluruh unit kerja dalam unit kerja IT 4. Untuk memastikan kebenaran uraian tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk seluruh unit kerja dalam unit kerja IT 2. 4.3. Uraian tugas dan tanggung jawab 1. frekuensi dan ketepatan waktu laporan yang mereka terima.1.3.1. TUJUAN PEMERIKSAAN 2. Independensi unit kerja IT 2. Untuk memastikan bahwa unit kerja IT independent terhadap unit-unit kerja lainnya. yang .1.1. isi. DATA YANG DIPERIKSA 3.5.12. Dokumentasi pendidikan intern dan ekstern (personal file) 4. Uraian tugas seluruh unit kerja IT 3.2. Periksa prosedur manual unit-unit kerja tersebut untuk memastikan kebenaran uraiana tugas dan tanggung jawab yang dibebankan pada masing-masing unit kerja. Untuk memastikan seluruh personil Unit Kerja IT diberikan pendidikan secara berkala dan sesuai dengan bidang tugas masing-masing 2. OBYEK PEMERIKSAAN 1.1.4. Setiap laporan yang mereka terima atau menurut mereka seharusnya mereka terima harus tersedia secara on-line untuk mengurangi biaya cetak dan penyimpanan data dan untuk meningkatkan efisiensi administrasi ORGANISASI DAN PERSONIL 1. 3.4. Periksa penjelasan mengenai seluruh unit kerja dalam unit kerja IT dan periksa kelengkapan dokumentasunya.2.

Pastikan bahwa personil unit kerja IT juga diikutkan dalam program-program pendidikan umum yang ada di perusahaan 4.6.1.4. Untuk memastikan seluruh personil Unit Kerja IT diberikan pendidikan secara berkala dan sesuai dengan bidang tugas masing-masing 4.3.3. Periksa uraian pembagian tugas seluruh unit kerja untik memastikan adanya pembagian tugas yang jelas. 4.1. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas oleh seluruh personil unit kerja IT untuk melihat kepatuhan mereka terhadap pendistribusian tugas dan tanggung jawabyang telah digariskan. Pastikan bahwa unit kerja IT mempunyai program pendidikan untuk satu periode tertentu 4.5. dengan kata laian pastikan bahwa tidak ada personil unit kerja IT yang mempunyai wewenang diluar tugas dan tanggung jawab sesuai dengan unit kerjanya.5.2. Pastikan bahwa seluruh personil mendapat kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan sesuai dengan bidang kerja masing-masing 4. 4. Lakukan wawancara terhadap beberapa personil untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap pelaksanaan program pendidikan yang telah diikuti.1.2.2.1.7.2. pastikan juga bahwa tugas dan tanggung jawab masing-masing unit kerja telah mencerminkan tugas dan tanggung jawab unit kerja IT 4.2.2. Evaluasi apakah penempatan personil pada unit-unit kerja sudah sesuai dengan kemampuan dan keahlian masingmasing personil sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya 4. 4. Untuk memastikan Unit Kerja IT independent terhadap unit-unit kerja lainnya. Periksa posisi unit kerja IT dalam struktur organisasi dan evaluasi tingkat independensinya terhadap unit-unit lainnya . Pastikan bahwa materi pendidikan yang diikuti sesuai dengan bidang kerja personil yang diikutkan pendidikan 4. 4.3.1.1. 4.3. Lakukan wawancara dengan seluruh pimpinan unit kerja untuk mengetahui pemahaman mereka mengenai tugas dan tanggung jawab unit kerja masing-masing.juga merupakan standar performance dan prosedur penilaian masing-masing unit kerja.2.1.4. Pastikan bahwa wewenang seluruh personil IT sudah sesuai dengan tugas dan tanggung jawabmasing-masing sesuai dengan unit kerjanya. 4.

BUKTI PEMBUKUAN 1.2.2.2.5.1. tekhnik ketepatan.4. Untuk meyakinkan semua pos yang ada pada neraca telah disajikan dengan akurat dan benar-benar merupakan milik atau hasil usaha perusahaan 1.1. Prosedur Pemeriksaan 1.1. Lakukan wawancara dengan kepala unit kerja IT untuk mengetahui pendapatnya mengenai independensi unit kerja IT FINANCIAL AUDIT 1. Mintakan contoh form/bukti pembukuan yang digunakan dan merupakan standar yang berlaku pada perusahaan Mintakan daftar pejabat serta kewenangannya dalam perusahaan dan contoh tanda tangan serta paraf dari para pejabat tersebut.2.2.4.6 tanggal nama jumlah 1. 1. Bandingkan sample tersebut dengan buku harian.2.3. 1. misalnya tentang populasi pengujian. waktu penyerahan barang. Pilih sample atas transaksi-transaksi yang ada di perusahaan Lakukan review secara acak atas pekerjaan pengendalian intern dan lakukan pengujian yang tidak dicakup oleh pengendalian intern.1.2. gambar-gambar. Periksa kebenaran perhitungan pada bukti-bukti pembukuan . rumusan.2.3. 1. Antara lain mengenai : 1.2.2.1.Tujuan Pemeriksaan 1. Untuk meyakinkan bahwa semua pembukuan didasarkan pada transaksi yang sah dan disertai bukti pendukungnya 1.

2.10 1.2.2.7 1. risalah-risalah rapat dengan keputusan itu sendiri.2.12 1.8 Adakan verifikasi pengesahan penerimaan barang.13 . mengenai pembayaran.2.1.11 1. Telusuri tiap sample bukti-bukti dengan buku hariannya baik secara individual maupun ikhtisarnya Buatkan kesimpulan.9 1. komentar dan rekomendasi atas hasil pemeriksaan bukti transaksi.2. Periksa pembebanan (aplikasi) sample bukti-bukti untuk menentukan pembukuan yang benar pada bagian dan perkiraan yang bersangkutan Teliti apakah terdapat pembukuan dua kali (double post) eriksa apakah bukti-bukti intern telah disetujui dan disahkan oleh pejabat yang berwenang Adakan rekonsoliasi bukti-bukti pembukuan yang timbul sebagai akibat keputusan.2. 1. dll.

.1.1.2 Semua transaksi kas telah benar-benar valid dan sah 2. 2.2.1. KAS dan KAS KECIL 2. Bandingkan anatara saldo kas hasil cash opname dengan saldo yang tercatat dan dibuatkan berita acaranya.2.3.9.2. Tentukan sample bukti-bukti kas yang akan diperiksa kecil.1.4.2. hitung semua uang tunai yang ada beserta denominasinya. Jika terdapat beberapa pemegang kas dan kas pemeriksaan ini dilakukan bersamaan secara serentak.2. Prosedur Pemeriksaan 2.2.3 Penyajian posisi kas dalam neraca telah benar-benar akurat 2. BG. 2.2. lakukan trace back ke tanggal neraca.2. bon-bon lainnya yang ada di dalam brangkas yang belum dibukukan.7.1 Posisi kas pada tanggal neraca benar-benar dimiliki/dikuasai oleh perusahaan 2.8. surat-surat berharaga setara kas seperti Cek.1.2. 2. Jika Kas Kecil menggunakan system imprest.2. Periksa apakah dokumen-dokumen yang dipertanggung jawabkan tersebut sudah lengkap uantuk menghindarkan bukti-bukti tersebut dipakai berulang-ulang. 2. teliti apakah dilakukan pertanggung jawaban sebelum dilakukan pengisian kembali.6. 2. Cek saldo kas pada neraca dengan saldo akhir GL Kas Cek saldo awal GL Kas di buku besar dan saldo akhir pada Kertas Kerja Pemeriksaan tahun yang lalu Periksa penjumlahan (footing dan crossfooting) pencatatan secara sampling. Lakukan cut-off pencatatan transaksi dan saldo kas per tanggal pemeriksaan Lakukan Cash Opname.2.5.Tujuan Pemeriksaan : 2.2. 2. 2. Jika cash opname ini dilakukan setelah tanggal neraca. 2.

18. Mintakan daftar pejabat perusahaan yang mempunyai wewenang dalam semua transaksi kas beserta contoh (speciment) tanda tangan dan parafnya dan bandingkan dengan sample bukti-bukti kas yang diperiksa. Posisi/saldo bank yang tercantum dalam neraca telah disajikan dengan tepat. Minta konfirmasi langsung dari pegawai yang bersangkutan mengenai uang muka material yang ditemukan pada saat cash opname dilakukan.3.1. Periksa sahnya penerimaan dan pengeluaran kas dengan dokumen dasarnya untuk menentukan apakah tidak ada lapping.2. .2.1. 3.2. Periksa penetapan nilai kurs bagi pemakaian valuta asing dalam kas 2.2. 2.2. 2.14.11.15.13.2. untuk mengetahui apakah transaksi-transaksi telah dibukukan dalam periode pembukuan yang benar. BANK 3.2. Buat kesimpulan dan komentar serta usulan perbaikan jika diperlukan dari hasil pemeriksaan kas. Semua transaksi bank telah benar-benar valid dan sah 3. Periksa penutupan asuransi baik untuk cash in save maupun cash in transit 2.1.12.10.2.2. Posisi/saldo bank yang tercantum pada neraca adalah benarbenar milik/dikuasai perusahaan 3. Buat daftar koreksi yang diperlukan. 2.1. Adakan penelitian atas kebenaran cut-off sebelum dan sesudah tanggal penutupan buku dan cash opname kas.16. 2.2. Teliti sample bukti-bukti kas dan lakukan trace back sampai pencatatan hariannya 2. Tujuan Pemeriksaan 3. 2.2.1.17.

3.2.1.6. Periksa apakah pemberian kode perkiraan-perkiraan dalam buku bank telah sesuai dengan kode dalam bukti-bukti pembukuan 3. Adakan pengujian mengenai hubungan mutasi buku bank dengan buku kas 3.2. Periksa Cek/BG yang masih beredar 3. .2. Apabila diperlukan dapat dimintakan salinan Rekening Koran pada saat tanggal pemeriksaan 3.2. Periksa apakah pemberiak kode dalam bukti pembukuan telah benar 3.2. Prosedur Pemeriksaan 3.2.9.4.5. setelah dilakukan konfirmasi/rekonsiliasi dengan Rekening Koran Bank 3.7.2. Periksa apakah pembayaran dengan Cek/BG atau transfer antar bank dibukukan tepat pada tanggal pembuatan/bukti transfer untuk menentukan apakah tidak terjadi kiting.8.2.11. Periksa apakah terdapat Cek/BG yang dibatalkan 3. Periksa kurs saldo bank dalam valuta asing per tanggal neraca dan bandingkan dengan kurs yang berlaku. Periksa apakah pernah terjadi overdraft dan teliti apakah penyebabnya 3.2.2.2.2. Cek angka neraca dengan saldo akhir perkiraan Bank di buku besar dan saldo saldo buku bank 3. Lakaukan rekonsiliasi saldo bank untuk posisi akhir tahun buku dengan Rekening Koran yang diterima dari bank yang dimiliki.2.10.3.3. Periksa penerimaan-penerimaan dan pembayaran dilakukan melalui bank dengan bukti-buktinya.2.13. yang 3. Buat daftar koreksi yang diperlukan.2.12. Periksa ketelitian penjumlahan dalam buku bank dan register cek (daftar cek yang sudah dikeluarkan) minimal dalam dua bulan terakhir 3.

6. CASH in TRANSIT 4.2.1.2. Adakan pengujian pada unit bersangkutan 4.2.1. 4.2.2. Buat daftar koreksi yang diperlukan 4.2. Cek jumlah debet dan kredit pos cash in transit. Buat kesimpulan. Posisi/saldo Cash in Transit tercantum pada neraca adalah benar-benar milik/dikuasai perusahaan 4.3. Posisi/saldo Cash in Trnasit yang tercantum dalam neraca telah disajikan dengan tepat 4.4. Buat kesimpulan dan komentar atas hasil pemeriksaan .2.1. Teliti sebab-sebab munculnya cash in transit yang belum dapat diselesaikan 4. Prosedur Pemeriksaan 4.3. 4.2. Minta dan periksa daftar cash in transit yang belum diselesaikan 4.1. kelompokan menurut waktu timbulnya dan dari unit mana. Tujuan Pemeriksaan 4.2.5. Semua transaksi Cash in Transit telah benar-benar valid dan sah 4.14. rekomendasi dan komentar atas hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.1.3.2.1.

1.9. Bandingkan saldo piutang menurut buku besar dengan daftar saldo piutang dan kemudian dengan kartu piutangnya 5.1.1.2. 5.2.1. Teliti apakah dibuat penyisihan atas piutang ragu-ragu dan cek keakuratan perhitungannya 5.2.2. Lakukan konfirmasi terhadap piutang dan adakan pemeriksaan penyelesaian dari saldo-saldo piutang pada akhir tahun buku pemeriksaan dan catat kapan penyelesaiannya 5.5.4. 5.8. Prosedur Pemeriksaan 5.2.5.2. 5.2. Kebenaran jumlah piutang Sah dan validitas piutang Kelancaran piutang Kelayakan penyajian dalam neraca 5.1. Lakukan pengujian untuk mengetahui adanya potongan. Lakukan pengujian sahnya piutang yang timbul dengan jalan melakukan control hubungan dan selidiki validasinya 5.2.2.3.2.2. pengalaman sebelumnya dan aktifitas perusahaan dalam melakukan penagihan. Lakukan pengujian terhadap pengembalian barang yang dijual (sales retour) dan pengurangan piutangnya sesuai dengan nota kreditnya .2.7. sahnya dan jumlahnya. 5.1. Tujuan Pemeriksaan 5.6. Bandingkan angka piutang dalam neraca dengan catatan pada buku besarnya 5.3. PIUTANG 5.4. Lakukan pengujian atas pembayaran piutang antara catatan kas/bank dengan kartu piutang/buku besar piutang 5. 5.1. Minta daftar umur piutang (aging schedule) dan tetapkan kemungkinan tertagihnya dengan memepertimbangkan hasil konfirmasi.

6.1. royalty.Pemberian uang muka kepada pihak ketiga untuk suatu transaksi .5. bunga.1. Penyajian dalam neraca sudah layak 6. Tujuan Pemeriksaan 6.1.16. 5.1. Periksa piutang yang bersaldo kredit dan jumlahnya material 5. sesuai dengan perjanjian/kontrak yang berhubungan dengan itu dan pisahkan dari piutang lainnya 5.2.3. Periksa dan tentukan adanya piutang-piutang yang dipakai sebagai jaminan.14.11.Klaim asuransi .15.2. Buat kesimpulan.10.2.13.2. Pisahkan dengan piutang dari kegiatan usaha (penjualan) 5.2.2.2. Prosedur Pemeriksaan . Adanya persetujuan dan ditaatinya syarat-syarat pengakuan pendapatan yang akan diterima 6. dll). Periksa ketepatan pemakaian kurs dan ketepatan pembukuan bagi piutang dalam valuta asing 5.1.Piutang yang merupakan pos transitoris (sewa. Catat tanggal muncul dan pelunasannya. PENDAPATAN AKAN DITERIMA 6. Kebijaksanaan cut-off perusahaan sudah tepat 6.12. Buat daftar koreksi yang diperlukan.2.Piutang pada pegawai .2. komentar atau rekomendasi atas hasil pemeriksaan.17.2. Periksa dan pisahkan pembebanan penyisihan dari piutang usaha 5. seperti : . Periksa adanya piutang dari kegiatan non usaha. Minta dan hitung berapa rasio kecepatan peredaran rata-rata dan jangka waktu kredit rata-rata piutang 5.

2. Minta daftar pendapatan yang akan diterima dan lakukan pengujian dengan persetujuan/syarat-syarat perjanjiannya 6.2.2.1.5. Periksa ketepatan pembukuan pendapatan yang akan diterima dan kelayakan penyajiannya dalam neraca 6.4.1.2.6.1.4. Bila terdapat barang-barang yang rusak atau usang dalam persediaan.2.2.3.2. Persediaan dinilai sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim dan konsisten 7. Kuantitas persediaan persediaan yang ada benar-benar menggambarkan jumlah komentar atau rekomendasi atas hasil 7.2. Telusuri mutasi penyelesaian/realisasi pendapatan yang akan diterima dengan hari jatuh temponya 6. Barang-barang yang termasuk dalam persediaan benar-benar milik perusahaan dan jika digunakan sebagai jaminan telah diungkapkan dalam laporan keuangan. Lakukan pengujian atas kebijaksanaan cut-off perusahaan apakah konsisten dengan tahun sebelumnya 6.5. Buat kesimpulan.1.1. Cocokan perhitungan serta penjumlahan pendapatan yang akan diterima dengan bukti pembukuan/rekening lawannya 6. telah dinyatakan dengan nilai yang wajar dengan memperhatikan cukup tidaknya penyisihan dan penghapusan untuk hal-hal tesebut yang telah disetujui oleh manajemen 7.3. Prosedur Pemeriksaan . Tujuan Pemeriksaan 7. PERSEDIAAN 7.2. pemeriksaan 7.6.1.1.2. Penghitungannya telah dilakukan dengan benar 7. 7.7.1. Buat daftar koreksi yang diperlukan 6.

7.9.1. Periksa footing & cross footing (perkalian–perkalian penjumlahan–penjumlahan) dari ikhtisar persediaan.2. Cek angka neraca dengan saldo akhir persediaan di buku besar 7. Bandingkan ikhtisar persediaan dengan buku besar dan buku tambahan. Teliti jenis–jenis barang yang nampaknya tidak wajar (persediaan sangat banyak. tidak laku dan lain–lain). 7. 7.2. periksa perkalian kuantitas denga harga satuannya kemudian jumlahnya dicek dengan saldo akhir perkiraan persediaan dibuku besar. 7. Lakukan pengamatan terhadap pelaksanaan inventarisasi phisik dan lakukan pengujian perhitungan atas barang-barang yang dipilih. Teliti besarnya persediaan yang rusak/usang 7. Cocokkan saldo awal persediaan dengan saldo akhir persediaan pada KKP tahu sebelumnya 7.14.7. dan 7.2.2. Lakukan pengujian hasil inventarisasi tersebut pada beberapa jenis barang yang dipilih 7.2. Adakan konfirmasi untuk persediaan yang disimpan pada pihak ketiga 7.6.5.8.2. Jumlahkan saldo masing–masing jenis persediaan pada kartu persediaan dan cek dengan saldo akhir perkiraan persediaan dan cek dengan saldo akhir perkiraan persediaan dibuku besar.12.2. Minta rekapitulasi dari inventarisasi phisik. Lakukan penggujian penetapan harga persediaan masing–masing jenis : untuk .2.3. Bandingkan daftar asli perhitungan inventarisasi fisik dengan ikhtisar persediaan dan periksa ketelitian pemindahan dari daftar asli tersebut ke ikhtisar. Bila perusahaan sudah melakukan inventarisasi phisik.2.2.2.2.11. 7.4.2. Teliti sample bikti-bukti persediaan dan telusuri ke buku harian yang bersangkutan 7.7. mutasi sangat rendah.13.10. pelajari prosedur inventarisasi.2.2. 7.

2.22 Periksa laporan mengenai produksi yang gagal 7. 7. Minta perhitungan kecepatan peredaran persediaan (inventory turn over)) dan bandingkan dengan tahun sebelumnya untuk mengetahui : Adanya barang–barang yang tidak terjual/rusak.20.2. kecuali untuk logam mulia seperti yang diatur didalam prinsip akuntansi yang lazim.2. untuk menetapkan bahwa barang–barang yang dibeli benar–benar telah menjadi milik perusahaan. untuk menetapkan bahwa barang–barang yang telah dijual dikeluarkan dari persediaan.2. Adakah penelitian atas kebenaran cut-off penjualan. Kemungkinan adanya adanya pembelian yang berlebih–lebihan atau membeli terlalu awal. Periksa dan keluarkan (eliminir) laba yang belum direalisir yang telah diperhitungkan lebih dahulu pada harga persediaan. Tentukan kewajaran perlakuan terhadap konsinyasi.2.21 Lakukan pengujian dan bandingkan dengan tahun sebelumnya pembebanan biaya–biaya atas barang–barang dalam pengerjaan (work in process) dan pemindahannya keperkiraan barang jadi. 7. 7.16.24 Periksa prosedur penetapan bahan sisa . Periksa dan pisahkan persediaan yang dipakai sebagai jaminan untuk suatu transaksi. 7.18.2. bahan pembantu dan sebagainya barang dalam pengerjaan barang jadi Kemudian periksa apakah dasar penetapan harga tersebut sesuai dengan metode–metode yang lazim dan apakah konsisten dengan tahun yang lalu.2. Adakah penelitian atas kebenaran cut-off pembelian. 7.15.19. 7.17.- bahan mentah . 7.2.2.2. 7. titipan dan komisi serta barang dalam perjalanan untuk menetapkan bahwa barang tersebut milik perusahaan atau bukan.23 Periksa apakah persediaan diasuransikan secukupnya 7.

8.2.2.1.1.3.3. dalam perjalanan. BIAYA DIBAYAR DIMUKA 9. Prosedur Pemeriksaan 8.2. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah untuk menetapkan : 8.2 Biaya yang dibayar dimuka disajikan sesuai dengan prinsip– prinsip akuntansi yang lazim.7. 8.1.2. Jumlah tersebut wajar ditinjau dari segi manfaat dikemudian hari .4. 8.1. 7. 8. Sahnya transaksi barang dalam perjalanan.2.1 9. Cek jumlah debet dan kredit pos barang kelompokkan menurut waktu dan asal.1. 8.6.2.1. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah untuk meyakinkan bahwa : 9.2. 8. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan barang dalam perjalanan. Buat daftar koreksi yang diperlukan. 9.25 Buat daftar koreksi yang diperlukan.2. 8.2.1.2.1. Posisi barang dalam perjalanan pada tanggal neraca benar– benar milik/dikuasai perusahaan. posisi barang dalam Teliti sebab–sebab barang dalam perjalanan belum dapat diselesaikan Adakan pengujian di unit yang bersangkutan.5. Minta dan periksa daftar barang–barang dalam perjalanan yang belum diselesaikan (masih terbuka).1. BARANG DALAM PERJALANAN 8.26 Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan persediaan. 8. Ketepatan jumlah dan penyajian perjalanan dalam neraca.1. 8.

1. 9. 9.1. 9.1. Pembebanan sebagai biaya pada periode yang diperiksa dan yang akan menjadi biaya dikemudian hari jumlahnya tepat.6. Biaya sewa/bunga yang dibayar dimuka. pembebanannya dan . Periksa pembayaran biaya sewa/bunga yang dibayar dimuka apakah sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian /kontrak/peraturan yang bersangkutan. 9. Minta daftar premi dibayar dimuka dan periksa daftar tersebut dengan polisnya. Prosedur pemeriksaan 9. 9.1.2. Periksa ketepatan pembukuannya.1.8.2.2.4 Jumlah tersebut disetujui oleh yang berwenang.1.3 9.5.7.3.4. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan biaya asuransi dibayar dimuka. Periksa apakah premi asuransi telah dibayar lunas. kalau belum apakah telah dicantumkan sebagai utang.1.2.2.2. Buat daftar koreksi yang diperlukan.2.2. 9. 9.2. Periksa apakah resiko yang ada telah cukup atau berlebihan tertutup dalam syarat–syarat polis asuransi.2. Cek perhitungan jumlah yang dibayar dimuka dan jumlah yang menjadi beban tahun buku yang diperiksa.2. 9.2.2. 9.1.9.2.2.2. Biaya sewa/bunga yang dibayar dimuka.2.2.2.2. 9.1. 9. 9.4. Periksa ketepatan jumlah nilai pertanggungannya.2.1.1.1. Biaya asuransi dibayar dimuka 9. 9. Minta daftar biaya sewa/bunga yang dibayar dimuka dan periksa ketepatan perhitungannya.2.1.3. Periksa penerimaan kembali premi dan klaim.

4 Periksa ketepatan pembukuannya.4.2.2.4.2.4.4.2.4.2.2.6.2.4.2. 9.2. 9. 9.5 Buat daftar koreksi yang diperlukan. Biaya Persediaan alat tulis menulis/perlengkapan kantor yang dibayar dimuka. Uang Muka Biaya kepada Pegawai. 9. Buat kesimpulan dan komentar dari hasil pemeriksaan biaya sewa/bunga dibayar dimuka. kepada pegawai yang dan pembebanannya 9.3. 9.2.3 Periksa ketelitian perhitungannya.2.2.3. 9.4. pengobatan dan lain–lain) dan periksa kebenaran perhitungannya.2.1 Minta daftar persediaan alat tulis menulis dan perlengkapan kantor.4.2.9.2 Adakan pengujian kuantitas dan penilaiannya 9.2.6 Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan panjar kepada pegawai.7 Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan persediaan alat tulis menulis/perlengkapan kantor.1 Minta daftar uang muka biaya kepada pegawai (Perjalanan. .3.3.2. 9. 9. 9. 9. Buat daftar koreksi yang diperlukan.2 Periksa apakah pemberian uang muka dan pertanggung jawabannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.2.6 Buat daftar koreksi yang diperlukan.2.3.3 Lakukan konfirmasi bersangkutan.2.3.4 Periksa ketepatan pembukuan 9.3. 9. 9.5 Selidiki ada/tidaknya barang yang rusak/usang. 9.5.

10.5. 10.2.2.2. atas surat–surat deposito/sertifikat Periksa pembukuan deposito/sertifikat deposito Selidiki apakah deposito dan sertifikat mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang.1. Untuk biaya–biaya yang dibayar dimuka lainnya lihat prosedur pemeriksaan diatas sejauh dapat diterapkan.2. 10.7. 10.2.2. Prosedur pemeriksaan Kertas–kertas berharga dalam bentuk deposit/sertifikat deposito: 10.2.9.1.4.5. Minta daftar surat–surat deposito/sertifikat deposito dan bandingkan dengan buku besar.8. Periksa dengan teliti semua surat–surat deposito/sertifikat deposito dan bandingkan dengan daftar yang ada.2.1.2. KERTAS – KERTAS BERHARGA 10.1.1. Tujuan pemeriksaan adalah untuk meyakinkan : 10.3.1. 10. Perusahaan benar–benar memiliki kertas berharga tersebut 10. Buat daftar koreksi yang diperlukan. Penentuan pendapatan yang tepat/benar atas investasi. Biaya–biaya yang dibayar dimuka lainnya. lakukan konfirmasi deposito yang ada pada pihak ke tiga.2.2.3. 10. 10.4. 10. Penjelasan dan penyajian kertas–kertas berharga dalam neraca dianggap layak.5. 10. . Penilain investasi benar dan sesuai dengan prinsip–prinsip akuntansi yang lazim 10. bunga deposito/sertifikat deposito Periksa dan pisahkan deposito/sertifikat deposito pihak ketiga yang dikuasai sebagai jaminan untuk suatu transaksi. buku tambahan dan angka–angka neraca. 10.2.1.6. deposito telah Periksa pendapatan deposito/sertifikat deposito anatar lain selisih kurs. Investasi dalam kertas berharga benar–benar dilakukan 10.1.

1.Penjelasan dan penyajian dalam neraca dianggap layak 11. Minta daftar deposito jangka panjang. .2. Periksa ketepatan hasil bunga deposito dibandingkan dengan persentase bunga dari hari jatuh temponya. 11. Tujuan Pemeriksaan Tujuan Pemeriksaan untuk meyakinkan bahwa : 11.1.1.1. 11. Prosedur Pemeriksaan Deposito Jangka Panjang 11.2.5.Penentuan hasil yang tepat benar atas investasi 11.1.2.2.Perusahaan benar–benar memiliki investasi tersebut 11.Adanya persetujuan dari pejabat yang berwenang.5.2.3.11.7.1. ketentuan pencairannya dan bandingkan dengan daftar yang ada. 11.2.2. INVESTASI JANGKA PANJANG 11.1.3.Penilaian investasi benar dan sesuai dengan prinsip–prinsip akuntansi yang lazim 11. Lakukan konfirmasi atas sertifikat deposito yang ada pada pihak ke tiga.4. 11. 11. 11. 11.Investasi tersebut benar–benar dilakukan.6. buku tambahan) dengan angka neraca. Periksa adanya persetujuan dari yang berwenang atas penambahan dan pengurangan investasi dalam bentuk deposito.2.1.2. Buat daftar koreksi yang diperlukan.4. Periksa bukti kepemilikan deposito. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan investasi jangka panjang dalam deposito.1. cocokan angka pembukuan (buku besar.2. jumlah deposito. 11.6.

AKTIVA TETAP 12.2. 12.5.2.6.2.1.2.2.2.2. Adanya persetujuan dari pejabat yang berwenang atas penambahan dan pengurangan pengafkiran/penghapusan aktiva tetap dan yang dipakai sebagai agunan 12. serta kesesuaian dengan anggarannya. 12. buku tambahan dan angka. .2. 12.2. Tanah.1. Prosedur Pemeriksaan 12. Akumulasi penyusutannya tepat.7. 12. Pembebanan penyusutan didalam tahun yang diperiksa wajar dan tarifnya penyusutan serta metodenya konsisten dengan tahun sebelumnya. Minta daftar tanah dengan lengkap.1.2. Periksa pula apakah nilai tanah disajikan terpisah dari nilai bangunan.2. 12. 12. Bandingkan daftar tersebut dengan buku besar.1. Aktiva tetap benar–benar ada dan dikuasai perusahaan serta disajikan dengan tepat dalam neraca. 12.1.2. 12. Penambahan selama yang diperiksa kapitalisasinya tetap dan mencerminkan keadaan sebenarnya. Bila terdapat aktiva tetap yang dijaminkan telah diungkapkan dalam laporan keuangan.2. Periksa dasar penilaiannya apakah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan objektif.2. Penilaian aktiva tetap dilakukan atas dasar nilai perolehan atau nilai lain yang dapat diterima.8.4.angka neraca.3.12. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah untuk meyakinkan bahwa : 12. demikian juga mengenai penilaian kembali. 12. Pengafkiran atau penyisihan aktiva tetap lainnya telah dicatat dengan tepat.1.

Cek saldo dengan saldo akhir pada KKP tahun yang lalu.1.2.8.2.2. Periksa mutasi pada perkiraan tanah dan bandingkan dengan bukti–buktinya.3. 12. 12. Lakukan pemeriksaan fisik secara uji petik terutama kepada penambahan yang terjadi dalam tahun buku yang diperiksa dan pemanfaatannya.1.7. 12. Periksa biaya–biaya pemeliharaan yang berhubungan dengan pemilikan tanah. 12.13.2. Periksa beban yang melekat pada tiap persil tanah dan bandingkan dengan bukti– buktinya. . Periksa adanya persetujuan dari pejabat yang berwenang atas mutasi tanah.1.2.1.1.5. buku tambahan dan angka– angka neraca. Minta daftar gedung/bangunan yang lengkap berikut daftar penyusutannya.1.Periksa dan buatkan daftar milik perusahaan yang dikuasai oleh pihak ketiga atau sebaliknya.2. anatara lain sewa.2.1.1.2. 12.Buat daftar koreksi yang diperlukan.2. 12.2. hasil bumi dan sebagainya.12. 12.1.2.11.9.6. Periksa adanya persetujuan pendapatan yang diperoleh dari tanah.12.2. 12. 12.1.2. Cek daftar tersebut dengan buku besar.2.1.Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan atas tanah. Cek saldo awal dengan saldo akhir pada KKP tahun yang lalu.1.4. Gedung/Bangunan 12.10. 12. 12.2. Periksa surat–surat yang berhubungan dengan pemilikannya dan golongan menurut status hukumnya.

2.8. Periksa secara fisik gedung/bangunan tersebut secara sampling. Demikian juga mengenai penilaian kembali.10.2. 12.2.Bila ada penjualan dan atau penghapusan seluruhnya.2. Periksa dan teliti apakah ada pendapatan yang mungkin diperoleh dari gedung/bangunan.2. apakah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan objektif. Periksa dan teliti perubahan/mutasi–mutasi pada perkiraan gedung/bangunan dan cek dengan bukti–buktinya serta dengan angarannya. 12.2. Periksa beban–beban yang melekat pada gedung/bangunan anatar lain hipotek dan pajak. 12. 12.2.2.2.11.2.2. misalnya pendapatan dari sewa.2.2.2.Periksa dan analisa pengeluaran yang berhubungan dengan gedung/bangunan untuk menentukan apakah harus dijadikan biaya atau dikapitalisir dan selidiki apakah konsisten dengan tahun sebelumnya. Periksa surat–surat yang berhubungan dengan pemilikannya 12. 12.6. Periksa dasar penilaiannya.2.2. 12.2.4.2. apakah benar perhitungannya serta konsisten dengan tahun sebelumnya.2.3. 12.12.9. Bila ada penjualan.2.2. . 12.Buat daftar koreksi yang diperlukan.Periksa dan buatkan daftar gedung/bangunan milik perusahaan yang dikuasai oleh pihak ketiga atau sebaliknya. Periksa tarif dan metode penyusutannya. periksa apakah laba/ruginya layak dan dibukukan dengan lengkap dan tepat pada waktunya.2. Periksa nilai penutupan asuransinya.2.5.2.2. apakah telah mendapat persetujuan yang berwenang.7. 12. 12.13.12.

2. 12. Periksa dasar penilaiannya apakah konsisten dengan tahun sebelumnya. 12.3. seperti sewa.3. seperti : pajak.Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan gedung/ bangunan. Bila terdapat penilaian kembali. .2. 12.11.3.10. asuransi. Periksa perubahan/mutasi yang terjadi pada catatan /GL dan cek dengan bukti-buktinya.3.3.2.2.2.3. obyektif dan pembukuannya tepat.12. 12.3.4.14. apakah sudah sesuai dan konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya. Periksa persetujuan yang berwenang atas perubahan/mutasi aktiva yang bersangkutan. Periksa ketepatan pembukuannya dan bandingkan dengan anggaran. Periksa secara fisik 12.2.2. 12.2.2.2.6. 12. Periksa beban-beban yang melekat pada aktiva tersebut. buku tambahan dan angka-angka neraca.3.2. Instalasi.2.Periksa tarif dan metode penyusutannya.3. 12. selidiki alasannya apakah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.2. 12. Minta daftar instalasi.3.7.9.Periksa dan analisa biaya-biaya pemeliharaannya untuk menentukan apakah harus menjadi biaya atau dikapitalisasi dan diselidiki apakah konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya. Periksa bukti-bukti kepemilikannya 12. peralatan dan aktiva lainnya di luar pokok.3.3.1.3. 12. dll 12. Peralatan dan aktiva Tetap lainnya. Cek daftar tersebut dengan buku besarnya.5. Periksa apakah ada pendapatan yang diperoleh dari mutasi.8. peralatan dan aktiva tetap lainnya yang lengkap berikut daftar penyusutannya.2.2.

13.12.2.3.2.4.Bila ada penjualan atau penghapusan aktiva.1.3.1.1. 12.3.Periksa daftar instalasi.Prosedur Pemeriksaan 13.3.16.13.Periksa kewajaran nilai penutupan asuransinya. 13. Penyajian dan penjelasan dalam neraca telah dianggap layak.Tujuan Pemeriksaan 13.2. 12. di cek apakah telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang.1. komentar atau usulan atas hasil pemeriksaan.12. 12.1.2. Penyelesaian pekerjaan selama tahun mencerminkan keadaan yang sebenarnya yang diperiksa 13.2.3. Teliti daftar tersebut dengan buku besar.14. Periksa kontrak-kontrak perjanjian yang berkaitan dengan pekerjaan dalam pelaksanaan . Pekerjaan dalam pelaksanaan telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang serta sesuai dengan anggarannya 13.1.2.2. Penilaian pekerjaan dalam pelaksanaan dilakukan atas dasar biaya yang telah dikeluarkan (realisasi) 13. buku tambahan dan angka-angka dalam neraca. PEKERJAAN DALAM PELAKSANAAN 13.1.2.1.2. 13.3.Buat kesimpulan. Meyakinkan bahwa pencatatan pekerjaan dalam pelaksanaan adalah benar-benar masih belum selesai 13.2.5. 12.Buat daftar koreksi yang diperlukan. Mintakan daftar pekerjaan dalam pelaksanaan yang lengkap. peralatan dan aktiva lainnya milik perusahaan yang dikuasai pihak ketiga atau sebaliknya.15.

. komentar serta saran perbaikan jika diperlukan.4.2. periksa kewajaran penutupan asuransi yang dibuka sehubungan dengan pekerjaan dalam pelaksanaan tersebut 13. Bila memungkinkan teliti pelaksanaan pekerjaan dengan spec/bestek yang bersangkutam 13. Buat daftar koreksi yang diperlukan 13.2.8.2. Periksa beban lainnya penyelesaian pekerjaan menentukan kewajarannya.2. Jika ada.2.6.2. Periksa tingkat penyelesaian (prosentase) pada tahun yang diperiksa/berjalan dan periksa fisiknya. sehubungan dengan dalam pelaksanaan tingkat untuk 13. 13.3.13.5.7. Buat resume hasil pemeriksaan. untuk mengetahui besarnya nilai pekerjaan dalam pelaksanaan pada tahun itu.

3 14.14.2 14. dll.) 14. Biaya Ditangguhkan.1 Transaksi aktiva tidak berwujud benar-benar terjadi dan telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang Transaksi tersebut serta amortisasinya telah dicatat dalam pembukuan secara tepat dan disajikan dalam neraca dengan nilai yang wajar Penghapusan seluruh aktiva tak berwujud karena manfaatnya sudah tidak ada lagi (habis) 14.1.2.3 .2 Prosedur Pemeriksaan 14.1 14.2. Goodwill.2 Mintakan tidak berwujud berikut catatan amortisasinya daftar aktiva Periksa timbulnya aktiva tak berwujud tersebut dengan buktinya apakah sah dan telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang dan apakah apakah hal tersebut benar-benar akan mendapatkan manfaat atas pengeluaran/timbulnya aktiva tersebut Periksa hasil perhitungan amortisasi setiap aktiva tidak berwujud tersebut dalam pembukuan dan apakah selalu konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya 14. AKTIVA TIDAK BERWUJUD (Biaya Pendirian.1 Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan ini adalh untuk meyakinkan bahwa : 14.1.1.2.

Adanya utang bersyarat (contingent liability) 15.2.5 14. jika jumlahnya material sajikan sebagai catatan piutang .1.2.5.2.2. Periksa dan teliti perubahan/mutasi yang terjadi pada perkiraan utang jangka pendek dengan bukti-buktinya 15. Cek angka-angka tersebut dengan buku besar dan buku tambahan (pembantu) 15.1.1.2.1.2.7 Buat kesimpulan pemeriksaan dan saran perbaikan jika dianggap perlu.1. Semua utang jangka pendek tersebut kewajiban yang segera harus dipenuhi 15.4. Semua utang tersebut adalah sah dan didukung dengan bukti-bukti 15. Tujuan Pemeriksaan : 15.1.2. Minta daftar saldo utang pada tanggal neraca 15.2. 15.1.14.4.1.2.3. Lakukan rekonsiliasi atau konfirmasikan catatan utang dengan para kreditor 15.2.6 14. Semua utnag jangka pendek yang ada telah dicatat dengan nilai sebenarnya 15.5.2.3.2. Periksa kemungkinan adanya saldo debet dari utang. Prosedur Pemeriksaan : 15. UTANG JANGKA PENDEK 15.4 Periksa masa manfaat aktiva tidak berwujud tersebut yang telah tidak ada nilainya (nol) Bandingkan angka pembukuan dengan angka yang disajikan dalam neraca/labarugi Buat daftar koreksi yang diperlukan hasil 14. Penyelesaian pembayaran prosedur yang berlaku dilakukan benar-benar dengan sesuai 15.

12.2. Periksa ketepatan pembebanan faktur pembelian dan lakukan control hubungan dengan perkiraan lawannya 15. Periksa pembayaran-pembayaran utang pada periode sesudah tanggal neraca untuk mengetahui kemungkinan adanya utang-utang yang belum tercatat pada tanggal neraca 15.7.2.2. Periksa ketepatan pembelian pembukuan penerimaan diskon 15. Buat daftar koreksi yang diperlukan 15.15.2.11. Selidiki sebab-sebab saldo utang yang sudah lama tidak dilakukan pembayaran 15.8.15. Periksa adanya hutang yang terjadi karena penjualan barang komisi 15.2.13.10.14. .9.2.2. Buat resume hasil pemeriksaan dan saran perbaikan jika diperlukan.6.2. Lakukan pengujian faktur pembelian dengan catatan penerimaan barang dan administrasi persediaan barang di kantor serta catatan lainnya sehubungan dengan timbulnya utang 15. Periksa dan pisahkan utang-utang lainnya di luar hutang usaha 15. Periksa perjanjian-perjanjian pembelian yang menimbulkan kewajiban keuangan di kemudian hari akan 15.2.2.

Ketentuan-ketentuan dalam perjanjian utang jangka panjang ditaati 16.4. buku pembantu/tambahan dan dengan angka-angka neraca 16.2. Periksa persetujuan pinjamanjangka panjang dan teliti apakah syarat-syaratnya telah ditaati 16.2.1.2.1. Buat daftar koreksi yang diperlukan 16.6.3. Semua biaya telah dihitung dengan layak amortisasi dari agio dan disagionya termasuk 16.5.1.5. Semua aktiva yang dijaminkan untuk utang jangka panjang cukup dijelaskan dalam neraca 16.2.1. Tujuan Pemeriksaan : 16. Adakah kemungkinan untuk merubah utang jangka panjang menjadi komponen modal 16.2.3. Buat resume hasil pemeriksaan dan tindak lanjut yang diperlukan . Periksa klasifikasi dari masing-masing jenisnya 16.1.2.1.1.1. Prosedur Pemeriksaan 16.6. Adanya wewenang mengenai timbulnya hutang jangka panjang 16.16.1. UTANG JANGKA PANJANG 16. Minta daftar pinjaman jangka panjang yang dikeluarkan dan belum dilunasi 16.2.4.2.2. Cek daftar tersebut dengan buku besar. Semua kewajiban jangka panjang telah diklasifikasikan dan dicatat dengan benar di dalam neraca 16.

Adanya pembayaran jasa produksi 17. Periksa persetujuan pembayaran jasa produksi/provisi 17. Buat resume hasil pemeiksaan dan tindak lanjutnya.7.2. Minta daftar jasa produksi/provisi yang akan dibayar serta cek daftar tersebut dengan buku besar.2.17. HASIL PENJUALAN 18. Periksa pembayarannya apakah benar-benar bagi karyawan yang berhak 17.3.2.2. Kemungkinan dapat tidaknya dibayar 17. Perhitungan dan pembayaran jasa produksi adalah benar 17.2.2.2. Tujuan Pemeriksaan : 17.1.6. Periksa jumlah pembayaran jasa produksi/provisi menurut keputusan dan bandingkan dengan realisasi pembayarannya 17. Buat daftar koreksi yang dibutuhkan 17.4.2.1.2. Periksa jumlah yang dibayarkan dan bandingkan dengan dana yang tersedia dari prosentase laba perusahaan untuk jasa produksi dan prosentase dari omzet untuk provisi 17. PEMBAYARAN JASA PRODUKSI/PROVISI 17.2.3. Periksa apah pembayarannya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan 17.1.8. 18.1.1.1. Tujuan Pemeriksaan .5.1.2. buku pembantu/tambahan dan dengan angka pada neraca 17. Prosedur Pemeriksaan 17.

2.2.1. Pendapatan diluar usaha pokok Prosedur Pemeriksaan 18.1.2. Penyajian dalam perhitungan laporan laba-rugi telah dilakukan dengan layak dan pada dasarnya telah sesuai dengan prinsip propermatching cost against revenue 18. benar dan lengkap 18. bandingkan buku penjualan dan buku pengiriman serta bukti pengkreditannya untuk menentukan cot-off . penjumlahan dan pengurangan (potongan-potongan) dan retur penjualan serta periksa pula kelengkapan faktur atau nota debet berdasarkan nomor urutnya 18. perkalian banyaknya barang dengan harga satuan. realisasi tahun lalu) dan control hubungan dengan pos potongan dan retur penjualan.2 Periksa hasil penjualan dari buku harian dan hubungkan dengan aktiva yang timbul dari hasil penjualan tersebut 18.4.1.1 Periksa ketepatan pengakuan hasil penjualan 18. Klasifikasi pencatatn hasil penjualan telah dilakukan dengan benar dan lengkap 18.18. pos biaya penjualan 18. 18. Pencatatan atas hasil penjualan telah dilakukan dengan teliti.1.2.2 18.6 Periksa ketelitian penjumlahan (footing & crossfooting) dalam buku penjualan dan lakukan trace pembukuannya 18.2.5 Periksa harga satuan yang tercantum di dalam faktur atau nota debet dengan daftar harga atau kontrak penjualan (bila ada) dan periksa pula dengan persetujuan atas syarat-syarat penjualan.2.2.3.4 Periksa harga dalam faktur atau nota debet.5.1. baik formil maupun materil 18. Hasil penjualan yang disajikan dalam laporan adalah benar.2.7 Selama beberapa hari sebelum dan sesudah tutup buku akhir tahun.3 Lakukan pemeriksaan dengan berbagai perbandingan (antara lain dengan anggaran.1.

12 Buat daftar koreksi yang dibutuhkan 18.2.9 Periksa kecermatan pembukuan penjualan cicilan.2.1.10 Adakan pengujian untuk pendebetan perkiraan persediaan sehubungan dengan retur penjualan 18.2. pemborongan dengan jangka pembayaran/penyerahan lebih dari satu tahun (jika ada) 18.1. Penyajian dalam laporan laba-rugi telah dilakukan dengan prinsip akuntansi yang lazim 19.1.3.2.1.2.4.2. PENDAPATAN LAIN-LAIN 19.13 Buat resume hasil pemeriksaan dan saran jika diperlukan. Pendapatan lain-lain tersebut masuk dalam perkiraan dengan klasifikasi yang tepat 19. Pendapatan lain-lain tersebut telah dibukukan dengan teliti dan lengkap 19.2.18.8 Periksa penerimaan hasil penjualan dengan syarat cash on delivery (jika ada) 18. Cek daftar pendapatan lain-lain tersebut dengan data akuntansi perusahaan . 19. Pencatatan atas pendapatan lain-lain adalah benar baik secara formil maupun materil 19.2.2. penjualan sewa beli.11 Periksa apakah tidak terdapat pendapatan/hasil penjualan yang belum dibukukan 18. Tujuan Pemeriksaan 19. Mintakan daftar pendapatan lain beserta perinciannya yang merupakan pendapatan di luar operasi atau usaha pokok perusahaan secara normal 19.2.1.2.1. Prosedur Pemeriksaan 19.1.

19. Periksa laba atau rugi atas penjualan kertas-kertas berharga dalam hubungannya sebagai penambah pendapatan lainlain dengan kenyataan yang mendasarinya 19. misalnya pendapatan bunga. 19. Periksa pendapatan lain-lain tersebut dengan bukti yang mendasarinya.2.9. Buat daftar koreksi yang diperlukan 19. Periksa perhitungan pendapatan lain-lain tersebut dikaitkan dengan biaya lain-lain dan penyesuaian pengujiannya dengan prinsip akuntansi yang lazim 19.11.2.4.2. Periksa menurut sifat transaksi yang menimbulkan pendapatan lain-lain yang jumlahnya material selain unsur pendapatan lain-lain yang disebutkan diatas 19. Periksa klasifikasi dan reklasifikasi atas pendapatan lain-lain sehubungan dengan kelayakan penyajiannya dalam laporan keuangan serta penyesuaian dengan prinsip akuntansi yang lazim 19.8.2. 19.2. 20.2. LABA/RUGI LUAR BIASA 20.2. Periksa ketepatan perhitungan pendapatan lain-lain dalam hubungannya dengan seluruh deviden dan bunga atas kertas-kertas berharga yang dimiliki perusahaan atau dari seluruh komisi yang diperoleh perusahaan.7.10. Tujuan Pemeriksaan 20. barang konsumsi dan barang komisi.5.1. Laba/rugi luar biasa/insidentil adalah benar.3. Buat resume hasil pemeriksaan dan saran tindak lanjut apabila diperlukan.2. Laba/rugi luar biasa tersebut dibukukan sebagaimana mestinya dan diklasifikasikan dengan tepat . bunga belum tertagih.2.2. baik formal maupun material 20.1.1. Lakukan cut off yang tepat atas pendapatan lain-lain yang dimasukan dalam perode berjalan atau pada periode berikutnya 19.1.6.

2.1.3. Buat kesimpulan hasil pemeriksaan dan saran tindak lanjut jika diperlukan.1.2.20. 21. Bandingkan klasifikasi pos laba rugi luar biasa tersebut dengan persyaratan ketentuannya.1.6. Prosedur Pemeriksaan 20.3. Biaya harga pokok penjualan telah dibukukan sebagaimana mestinya. Minta daftar perincian serta penyelesaian secukupnya mengenai laba/rugi luar biasa 20.1.2.5.2. 21.2. Penyajian dalam perhitungan rugi laba sudah layak sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim 20.1.1.1. Buat daftar koreksi yang diperlukan 20. yaitu : Tidak atau hamper tidak mempunyai hubungan secara normal dengan kegiatan perusahaan yang normal Tidak/kecil kemungkinannya berulang kembali di masa yang akan datang 20.2.3. 21. Periksa kaitannya dengan beban yang timbul (pengenaan pajak) dan adakan pengujian secukupnya dalam rangka penyajiannya sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim 20. Cek daftar tersebut dengan data akuntansi perusahaan dan adakan pengujian pencatatan dalam buku besar dengan bukti yang mendasarinya 20. Biaya harga pokok penjulan telah diklasifikasikan dengan benar.2.2.1. Pengeluaran biaya didasarkan atas persetujuan dan didukung dengan bukti–bukti yang cukup.4. 21.2. Pengeluaran biaya harga pokok penjualan sesuai dengan usaha perusahaan.4. . HARGA POKOK PENJUALAN 21. Tujuan Pemeriksaaan 21.

21. 21.6.2. berlebihan atau tidak dalam kaitannya dengan harga pokok penjualan. 21.2.9. 21.5. Periksa bahwa semua biaya harga pokok penjualan yanga harus jadi beban tahun buku yang diperiksa telah dibukukan.2. Tentukan klasifikasi dari masing–masing perkiraan biaya harga pokok penjualan dan periksa perkiraan lawannya. 21.1. 21. Bandingkan setiap jenis biaya yang termasuk harga pokok penjulan dalam tahun yang lalu.3. Yakinkan bahwa harga pokok penjualan itu telah dikurangkan dari persediaan yang bersangkutan dan analisa hubungannya dengan penjualan. Periksa bahwa tindakan pendistribusian biaya harga pokok penjualan telah dilakukan dengan tepat.5. pokok penjualan yang seharusnya 21.10.7. Periksa persetujuan atas pengeluaran sehubungan dengan biaya harga pokok penjualan. Semua biaya harga pokok penjualan yang berhubungan dengan hasil penjualan dan menjadi beban perusahaan yang diperiksa telah dicatat dan jumlah yang dibebankan pada periode yang akan datang telah dicantumkan sebagai biaya yang dibayar dimuka atau biaya yang ditangguhkan. 21. dan dengan anggarannya. Periksa harga dikapitalisir. Analisa sebab–sebab turun atau naiknya yang menyolok. Periksa bukti pengeluaran biaya harga pokok penjualan yang material.2.2.1.2. Biaya harga pokok penjualan tersebut benar–benar beban perusahaan.6. Periksa bahwa tidak terdapat biaya–biaya fiktif.21. Minta ikhtisar harga pokok penjualan yang digolongkan per barang yang dijual.2. . Analisa unsur-unsur biaya harga pokok penjualan tertentu (yang dipilih) untuk menentukan apakah normal atau tidak. Prosedur Pemeriksaan 21.1. 21.2.4.2.8.2.2. 21. 21.2.

Analisa harga pokok produksi dan periksa metode yang dipakai dalam membukukan bahan baku.11. kuitansi. .5. 22. 21. Telah sesuai dengan anggaran yang telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang.1. 22. 21. Prosedur pemeriksaan 22.2. Buat daftar koreksi yang diperlukan. 22. PEMBELIAN PERSEDIAAN 22. 21. Telah dicatat dalam pembukuan secara tepat dengan nilai wajar. nomor bukti laporan penerimaan barang dan lain–lain).2.1.2.2.21. Hitung rasio dari harga pokok penjualan dan bandingkan dengan tahun yang lalu. 22.3.1. perhitungan.12. upah dan tambahan biaya pabrikase (overhead). barang diterima dan faktur pembelian dibayar. Pengawasan pelaksanaan telah dilakukan sejak pesanan ditetapkan. Tindak lanjut adanya kelainan atau penyimpanan yang terjadi dalam pemebelian persediaan telah mendapat penyelesaian yang wajar. Pelaksanaan pembelian persediaan telah sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.1.1.4.13.1. Tujuan pemeriksaan adalah untuk meyakinkan bahwa : 22. 22.2. buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan biaya harga pokok penjualan. 22.1.2.1. Periksa dan bandingkan order pembelian dengan faktur dan pembukuannya (tanggal.2.14. persetujuan. nomor order.

sah dan jumlahnya benar.2.2. 22.2.2. Periksa apa tidak terjadi pembayaran dua kali.2.2.8. Periksa distribusi dari barang yang dibeli apakah ada pembukuan kepada kartu jenis barang yang bersangkutan sudah tepat baik kuantitasnya maupun harga perolehannya. Periksa order–order yang dikembalikan. 22.2.13.2. apakah ditambahkan kepada barang yang bersangkutan. yang mungkin pada saat diterima barangnya tidak diperlukan lagi.14.2.3. faktur dan bukti permintaannya untuk mencek ketelitian pembukuannya.2. Periksa kesesuaian kontrak pemeblian dengan order yang ditempatkan serta kesesuainnya dengan anggaran. 22. 22. Adakan verifikasi pembukuan dari buku pembelian ke buku besarnya secara sampling 22. 22. serta selidiki bagaimana tindak lanjut penyelesaiannya (bila terjadi). Periksa ada tidaknya order lama yang belum dipenuhi oleh rekanan dengan jumlah yang dipesan. Adakah control hubungan antara pembelian dengan perkiraan utang dan perkiraan lain yang berhubungan. 22. Periksa komitmen kontrak pembelian dan lakukan konfirmasi kepada rekanan yang bersangkutan serta teliti realisasi tidak merugikan perusahaan.2.6.4. Telusuri pembayaran tersebut kedalam buku kas bank.2.7. Periksa pembukuan biaya pengangkutan barang. Periksa pembelian retur untuk menetapkan apakah perkiraan utang telah didebet dan apakah persediaan telah dikurangi sesuai dengan nota kredit yang bersangkutan.11. Periksa adanya : .22.2. Periksa ketelitian penjumlahan dalam buku pembelian secara sampling 22.2. 22.5. Periksa apakah bukti pembayaran faktur lengkap. 22.12.10. 22. Bandingkan catatan dalam buku tambahan persediaan barang dengan bukti laporan penerimaan barang.9. 22.

23. peraturan.1. Ketepatan perhitungan/pembebanan biaya penjualan dalam perkiraan rugi/laba. . Pembayaran Kebenaran Bukti–bukti Tanggal penerimaan serta kuantitasnya dari barang– barang dalam perjalanan 22.2. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan dari pembelian persediaan 23. BIAYA PENJUALAN 23. Adakan control hubungan antar biaya penjualan menurut data akuntansi dengan aktivitas penjualan.1. Kesesuainnya dengan bukti-bukti yang mendasarinya (kontrak. 23.2.1.4.2. Prosedur Pemeriksaan 23. kebijaksanaan perusahaan dan persetujuan yang berwenang. peraturan. Kelayakan penyajiannya dalam laporan keuangan 23.2.1.2.2. kebijaksanaan perusahaan dan persetujuan yang berwenang). Lakukan cut–off yang tepat atas biaya penjualan yang dibebankan pada periode berjalan atau yang menjadi beban periode berikutnya.16. Minta daftar biaya penjualan dan adakan penggujian atas ketepatan perhitungan/pembebanan biaya penjualan tersebut dalam perkiraan rugi/laba.3. Periksa unsur-unsur biaya penjualan yang jumlahnya material dengan bukti yang mendasarinya anatara kontrak. Tujuan Pemeriksaan 23. 23.2.5.2.2.15.1. 23.2.3.• • • • Syarat–syarat penyerahan. 22. Buat daftar koreksi yang diperlukan. 23. 23. Adakan perbandingan antara budget dengan realisasi biaya penjualan.1.

2. 23.9.7.1. Periksa klasifikasinya dan reklasifikasi atas biaya penjualan sehubungan dengan kelayakan penyajian dalam laporan keuangan serta kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi.2.2.1.1. Periksa ketepatan dan relevansi biaya penjualan dan yang menjadi beban biaya penjualan (sarana promosi.8.7.6. 24.23.5. Untuk memastikan pembayaran Iuran Jamsostek dipotong dan disetorkan sesuai ketentuan yang berlaku.1.6. 24. 23. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan biaya penjualan.1.4.3. Untuk memastikan tunjangan yang diberikan kepada karyawan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku 24. Untuk memastikan penerimaan lembur telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku 24. Untuk memastikan bahwa pembayaran gaji telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 23. Untuk memastikan pengeluaran biaya perjalanan dinas telah mendapat persetujuan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku .1.2.2. 24. Untuk memastikan pembayaran PPh pasal 21 telah dipotong dan disetor ke Kas Negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.1. reklame dan sebagainya) dan biaya penyisihan piutang raguragu/persediaan usang. Buat daftar koreksi yang diperlukan.1. BIAYA TENAGA KERJA 24. 24. Untuk memastikan pemotongan pungutan yang diwajibkan oleh perusahaan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku 24.1. Tujuan Pemeriksaan : 24.

1.1.2. Prosedur Pemeriksaan 24.24. ketetapan-ketetapan serta tunjangan lainnya 24.1. Biaya Lembur 24.3.2.3.2.3. 24.4 Mintakan daftar Biaya Tenaga Kerja Lainnya per tanggal pemeriksaan 24. 24.2.2.2.2. Surat Ketetapan Direksi perihal potongan wajib 24.3 Lakukan verifikasi antara butir-butir tersebut diatas 24. Dapatkan Neraca dan Laba/Rugi. Data yang Diperiksa 24.2.3. Biaya Gaji 24.2.1. 24. daftar karyawan yang melakukan pekerjaan lembur.3.1 Dapatkan neraca. surat tugas dan surat persetujuan dari supervisor perihal penugasan lembur serta perhitungan biaya lembur 24.2 Dapatkan SK Direksi perihal Golongan. laba/rugi dan rekapitulasi BTK serta bukti-bukti pendukung lainnya 24.3. Bukti pendukung lainnya 24.5.1.3.1. Untuk memastikan seluruh perhitungan biaya tenaga kerja telah dilakukan dengan benar 24.2.3.2. Neraca dan Laba/Rugi Rekapitulasi BTK bulanan Surat Ketetapan Direksi perihal golongan dan gaji Surat Ketetapan Direksi perihal tunjangan dan fasilitas lainnya 24. lihat posisi biaya lembur.1.3. gaji.3.6.4.2. Jumlahkan total perincian biaya lembur untuk seluruh laryawan selama periode pemeriksaan kemudian hitung jumlah seluruhnya dan bandingkan dengan neraca pada perkiraan biaya lembur .8.1.

24.4.3.3.4.3.6 Pastikan bahwa prhitungan pemberian uang perjalanan dinas telah sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku 24.3.2 Perincian biaya perjalanan dinas.3.2.3 Surat Perintah Perjalanan Dinas 24.3.24.1 Surat Tugas atau surat persetujuan dari manajemen perihal persetujuannya 24. 24. kemudian bandingkan dengan neraca dan laba/rugi 24.3.3.3.3.3 dapatkan : 24.3.3.3.3.3.4.1.3.3. Dapatkan Surat Ketetapan Direksi atau manajemen perihal penentuan besarnya gaji pokok 24.3. Dapatkan daftar karyawan penerima gaji beserta gaji pokoknya 24.3.2 Dapatkan daftar karyawan melakukan perjalanan dinas pendukung lainnya selama pemeriksaan 24. Lakukan pencocokan besarnya penerimaan gaji pokok antara Surat Ketetapan Direksi atau manajemen dengan realisasi pembayaran gaji setiap bulannya yang pernah berikut bukti kurun waktu .3. Pajak Penghasilan (PPh Pasal 21) 24.3.4.3.5 Lakukan pengujian sampling terhadap nominal perhitungan perincian biaya perjalanan dinas dan lakukan cross check dengan Surat Ketetapan Direksi perihal Biaya Perjalanan Dinas.3.3.4 Lakukan penjumlahan perincian biaya perjalanan dinas untuk seluruh karyawan selama kurun waktu pemeriksaan.1 Dapatkan catatan biaya perjalanan dinas pada neraca pada tanggal pemeriksaan 24.

24.3.4.4. Lakukan perhitungan besarnya persentaase PPh Pasal 21 yang harus dibayar berdasarkan skala gaji 24.3.4.5. Lakukan verifikasi perhitungan secara manual untuk mengetahui secara pasti besarnya nominal PPh Pasal 21 yang harus dibayar setiap karyawan per bulan 24.3.4.6. Lakukan verifikasi terhadap subsidi perusahaan apakah sudah sama atau sesuai penghitungan 24.3.4.7. Lakukan verifikasi terhadap waktu pembayaran pajaknya apakah telah sesuai dengan peraturan

24.3.5. Biaya Tenaga Kerja Lainnya (BTK Lainnya) 24.3.5.1. Dapatkan Neraca dan Laba/Rugi perusahaan 24.3.5.2. Dapatkan kuitansi, bon, faktur dan lain-lain yang merupakan bukti pendukung dari pengeluaran biaya 24.3.5.3. Dapatkan bukti persetujuan dari manajemen atau pihak yang berwenang yang mengeluarkan biayabiaya tersebut 24.3.5.4. lakukan verifikasi antara bukti pendukung pengeluaran biaya, surat ataupun memo persetujuan dari pihak yang berhak mengeluarkan biaya kemudian lakukan cross checking dengan neraca atau laba/rugi 24.3.5.5. Pastikan bahwa pengeluaran biaya tersebut telah memperhatikan system dan prosedur serta ketentuan yang berlaku. 25 BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI 25.1. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan untuk meyakinkan bahwa :

25.1.1. Ketepatan perhitungan/pembebanan biaya administrasi dalam perkiraan rugi/laba.

umum

dan

25.1.2. Kesesuaiannya dengan bukti–bukti yang mendasarinya (kontrak dengan konsultan/auditor, kebijaksanaan akuntansi tentang penyusutan/amotisasi dengan ketentuan yang berwenang). 25.1.3. Kelayakan penyelenggaraan dalam laporan keuangan. 25.2. Prosedur Pemeriksaan 25.2.1. Minta daftar biaya umum dan administrasi dan adalakan pngujian atas ketepatan pehitungan/pembebanan biaya tersebut dalam perkiraanrugi/laba. 25.2.2. Ada perbandingan antara budget dengan realisasi biaya umum dan administrasi. 25.2.3. Periksa unsur-unsur biaya umum dan administrasi yang material dengan bukti-bukti yang mendasarinya antara lain kontrak dengan kontraktor/auditor, peraturan–peraturan, kebijaksanaan akuntansi perusahaan dan persetujuan yang berwenang. 25.2.4. Lakukan cut-off yang tepat atas biaya umum dan administrasi sehunbungan denga kelayakan pemyajian dalam laporan keuangan serta kesesuaiannya dengan prinsip–prinsip akuntansi yang lazim. 25.2.5. Periksa klasifikasi dan reklasifikasi atas biaya umum dan administrasi sehubungan dengan kelayakan penyajian dalam laporan keuangan serta kesesuaiannya dengan prinsip–prinsip akuntansi yang lazim. 25.2.6. Periksa ketepatan dan relavansi biaya penyusutan perlatan kantor dan rumah tangga serta amortisasi aktiva tak berwujud yang menjadi beban biaya umum dan administrasi. 25.2.7. Buat daftar koreksi yang diperlukan. 25.2.8. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan umum dan administrasi. biaya

26

BIAYA BUNGA DAN PENDAPATAN LAIN-LAIN 26.1. Tujuan Pemeriksaan Tujuan Pemeriksaan untuk meyakinkan bahwa : 26.1.1. Ketepatan perhitungn pembebanan biaya bunga pendapatan lain–lain dalam perkiraan rugi/laba. 26.1.2. Kesesuaiannya dengan bukti yang mendasarinya. 26.1.3. Kelayakan penyajiannya dalam laporan keuangan. dan

26.2

Prosedur Pemeriksaan 26.2.1. Minta daftar biaya bunga dan pendapatan lain–lain kemudian lakukan pengujian atas ketepatan perhitungan pembebanannya dalam perkiraan rugi/laba. 26.2.2. Minta daftar biaya bunga dan pendapatan lain–lain kemudian lakukan pengujian atas ketepatan perhitungan pembebanannya dalam perkiraan rugi/laba. 26.2.3. Adakan perbandingan antara budget dengan realisasi biaya bunga dan pendapatan lain–lain. 26.2.4. Periksa unsur–unsur biaya bunga dan pendapatan lain–lain yang jumlahnya material dengan bukti–bukti yang

giro. Penjelasan dan penyajian dalam neraca telah dianggap cukup layak.1.1 perusahaan.2. 25.1. dan pendapatan maupun biaya diluar usaha pokok/normal perusahaan).2. 25.1. 27.3 Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan biaya bunga dan pendapatan lain–lain. Lakukan cut–off yang tepat atas biaya bunga dan pendapatan lain–lain yang dimasukkan dalam periode berjalan atau pada periode berikutnya. Buatlah daftar tersendiri setiap perkiraan cadangan .Prosedur Pemeriksaan 27. 26.3 27. Periksa sumber dari laba yang tidak dibagikan tersebut menurut kejadiannya ataupun cara pengisiannya.1.2. LABA DITAHAN/CADANGAN 27.2. Periksa peraturan–peraturan. investasi.mendasarinya (deposito.Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah menetapkannya/meyakinkan : 27.2.2.2.2 Buat daftar koreksi yang diperlukan. Jumlah laba yang tidak dibagikan telah menunjukkan jumlah yang benar.2.2. 25. 27. Periksa apakah penyisihan tersebut tepat dan dilaksanakan secara konsisten dengan tahun–tahun sebelumnya.2. surat–surat keputusan yang menunjang sahnya laba tidak dibagikan tersebut. 27.5 Teliti bahwa pembukuan/pencatatan pos-pos diatas telah menunjukkan jumlah yang benar.1 Periksa klasifikasi dan reklasifikasi atas biaya bunga dan pendapatan lain–lain sehubungan dengan kelayakan penyajian nya dalam laporan keuangan dan persesuainnya dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim. 27.2.5.2 27.4 27.

Prosedur Pemeriksaan 28.2.1. 28.1.1.1. 28. yang Periksa dan teliti kemungkinan pemindahan pengurangan laba yang tidak dibagikan karena tidak adanya penyisihan untuk cadangan. perusahaan.2.7 Periksa/teliti tujuan atas ketepatan penggunaan laba tidak dibagikan tersebut. 28.4. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaa laba yang tidak dibagikan/cadangan.9 28. 27.1.2. Teliti kebenaran sumber dana yang digolongkan atas : • • 28. DAFTAR PERUBAHAN POSISI KEUANGAN 28. Besarnya perubahan modal kerja dan sebab–sebabnya.1. serta periksa apakah telah mendapat persetujuan dari yang berwenang. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui : 28.1 28.1.1.3 Sumber dari operasi rutin. Kewajaran dan ketepatan sumber dan penggunaan dana Teliti kebenaran pengunaan dana terutama terhadap : • • Investasi dalam aktiva tetap Penambahan penyertaan .2.2.8 27.27.2 Minta daftar perubahan posisi keuangan serta teliti kewajaran dan ketetapan penyajiannya. Buatlah daftar koreksi yang diperlukan.3. Sumber di luar operasi rutin Kewajaran dan ketetapan penyajian atas dasar daftar perubahan posisi keuangan.6 27.

Kejadian yang langsung mempengaruhi laporan keuangan.1. modal kerja. Prosedur Pemeriksaan 29.2.1.1. 29. utang jangka panjang. agar supaya si pembaca laporan tidak salah penafsiran.1.5 Pelunasan Pembayaran hutang jangka jasa Teliti sebab–sebab perubahan modal kerja Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan daftar perubahan posisi keuangan. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah untuk meyakinkan ketepatan adanya : 29.• panjang • produksi/provisi 28.2. 29. .1. perubahan modal. sehingga harus dilakukan koreksi seperlunya misalnya atas pos–pos neraca dan perhitungan rugi/laba.2. cukup dengan komentar atas pengungkapan dalam laporan pemeriksaan atau dengan foot note dalam neraca. Kejadian yang tidak mempengaruhi laporan keuangan sehingga tidak perlu dilakukan koreksi.1. koreksi–koreksi yang tidak lazim. 29 KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA 29.1. Teliti risalah rapat Dewan Direksi/Pengawas serta panitia tertentu yang terjadi setelah tanggal neraca samapai tanggal selesai pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan terdapat utang bersyarat atau perjanjian pemebelian/penjualan/perjanjian penting lainnya.4 28.

3.2. : Minta laporan management yang memuat pernyataan mengenai 30.1.1.1.1.2.2. Kejadian yang mempengaruhi realisasi nilai persediaan barang. 30. 29.3. Prosedur Pemeriksaan 30. 30. Untuk meneliti management kelayakan informasi yang disajikan 30.2.2.3.4. 30. Penjualan (kuantum maupun kuantitatif) Pembelian (kuantum maupun kuantitatif) Produksi (kuantum maupun kuantitatif) Biaya (kuantum maupun kuantitatif) Kondisi Keuangan : Piutang Hutang .2.2.1.1.1. 30.2.1.2. Tujuan Pemeriksaan 30. Periksa kejadian penting setelah tanggal neraca yang memerlukan penyesuainnya atau koreksi terhadap laporan keuangan misalnya : 29. 30.2.5.1.2. 29.1.1.2. Kerugian akibat bangkrutnya rekanan.2. PEMERIKSAAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN YANG DISAJIKAN MANAGEMENT 30.29.2. Untuk meneliti kelengkapan dan manfaat informasi yang disajikan managemen 30. Putusan perkara atas piutang atau utang yang berbeda dengan taksiran sebelumnya.1.2.2. Periksa kejadian penting setelah tanggal neraca yang memerlukan penjelasan atau pengungkapan dalam laporan keuangan misalnya : Kerugian akibat kebakaran atas pabrik atau barang persediaan.2. Untuk dapat memberikan komentar terhadap berbagai masalah yang perlu diketahui oleh pemakai laporan 30.1.

2. Lakukan penilaian apakah terdapat laporan management lainnya yang kurang bermanfaat bagi pemakai laporan 30.1.2.2.2.2.6.- Investasi Rasio-Rasio Keuangan dan Operasi 30.2.2. Realisasi anggaran 30. Periksa apakah laporan management tersebut didasarkan pada system akuntansi dan system informasi lainnya yang berlaku dan dianut oleh perusahaan 30. . Teliti apakah Dewan Pengawas mengamati atau memberi saran-saran maupun komentar-komentar kepada management dalam mengelola perusahaan.6.8.Data Statistik 30.1.7. Kondisi kepegawaian 30.3.2.2. Teliti apakah management berkonsultasi dengan Dewan Komisaris dan memberikan informasi sepenuhnya mengenai kebijaksanaan yang diambil management 30. Lakukan pengujian atas laporan-laporan tersebut 30.2.1.10.8. Organisasi 30.7.9. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan atas laporan management yang disajikan tersebut.4.2.1. Perbandingan realisasi tahun berjalan dengan tahun sebelumnya 30. diperhatikan dan diikuti tindak lanjut sebagaimana mestinya 30.2.5. Periksa tindak lanjut yang dilakukan management terhadap laporan berkala yang diterima 30.1.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful