MANAGEMENT AUDIT

PEMASARAN
Tujuan Umum Pemeriksaan Tujuan umum dari pemeriksaan terhadap kegiatan pemasaran adalah untuk mengidentifikasikan aspek-aspek manajemen yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran agar dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensinya. Pedoman Yang Berlaku Untuk Kegiatan Pemasaran 1. Tujuan Pemeriksaan. Untuk mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan, prosedur-prosedur dan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk kegiatan pemasaran 2. Prosedur Pemeriksaan Pelajari semua dokumen yang berlaku untuk kegiatan pemasaran dengan perhatian khusus kepada : 2.1.Kebijakan Pemasaran 2.2.Penentuan sasaran-sasaran kegiatan pemasaran 2.3.Kebijaksanaan promosi 2.4.Kebijaksanaan penjualan dan distribusi 2.5.Koordinasi berbagai aktifitas pemasaran 2.6.Pengelolaan anggaran/pencapaian target 2.7.Kebijakan yang menyangkut hubungan dengan customer 2.8.Riset pemasaran Kegiatan Operasional Bagian Pemasaran 1. Tujuan Pemeriksaan Untuk mengenal dan memahami berbagai aspek pengelolaan dalam kegiatan-kegiatan operasional Bagian Pemasaran dan menilai tingkat efektifitas dan efisiensinya. Mengidentifikasikan peluang-peluang untuk melakukan perbaikan dan peningkatan.

2. Prosedur Pemeriksaan 2.1. Pengembangan strategi produk/strategi pasar 2.1.1. Teliti apakah strategi produk/strategi pasar telah dinyatakan secara tertulis. Jika tidak, selidiki mengapa demikian. 2.1.2. Apakah pengelolaan pemasaran telah difokuskan secara layak pada penentuan strategi produk dan pasar, jika tidak selidiki mengapa demikian. 2.1.3. Teliti apakah strategi produk/pasar yang telah ditetapkan luasnya telah diidentifikasikan strategi tersebut adalah layak. Jika tidak, tentukan dalam hal apa. 2.1.4. Apakah ketentuan yang cukup memadai tentang perlunya penilaian kembali secara periodik terhadap strategi produk/pasar yang berlaku, usaha apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan proses ini. 2.1.5. Apakah terdapat ketentuan yang memadai untuk memperoleh pengetahuan tentang pasar seperti perubahan kebutuhan konsumen, perubahan tekhnologi produk, tindakantindakan yang dilakukan oleh perusahaan pesaing dan sebagainya. Usaha apa yang dapat dilakukan untuk membuat agar kegiatan tersebut lebih efektif. 2.1.6. Review dan nilai efisiensi kegiatan dari cabangcabang serta kesesuaiannya dengan kebijaksanaan dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan 2.2 Pengelolaan Produk 2.2.1 Pelajari apakah yang dilakukan obyek pemeriksaan untuk menjamin adanya koordinasi dan keuntungan yang maksimum dari produk-produk individual yang dipasarkan. Teliti apakah usaha pengelolaan produk dilakukan secara memadai untuk menjamin tercapainya hasil-hasil yang diharapkan, tanpa bertentangan dengan tanggung jawab yang dibebankan kepada unit-unit organisasi lainnya. Lakukan penilaian mengenai efisiensi operasi dari kegiatan pengelolaan produk dengan tekanan kepada :

2.2.2

2.2.3

- Apakah penugasan-penugasan organisasi cukup jelas dan memadai - Apakah pegawainya cukup memenuhi syarat - Apakah terdapat suatu system pelaporan yang sesuai - Apakah terdapat supervisi yang memadai. 2.3 Promosi Penjualan 2.3.1 Teliti apakah penyusunan organisasi untuk kegiatan promosi cukup memadai guna memungkinkan dilakukannya koordinasi yang tepat terhadap semua aktifitas promosi penjualan termasuk pemasangan iklan/reklame. Teliti apakah koordinasi dengan aktifitas-aktifitas lainnya dari obyek pemeriksaan cukup memadai. Teliti apakah sasaran-sasaran promosi dianalisa secukupnya dan dihubungkan dengan jenis-jenis promosi tertentu Pelajari apakah anggaran promosi telah dikembangkan secara seksama, untuk (setelah disetujui) digunakan sebagai dasar pengendalian kegiatan promosi Teliti apakah pengadaan bahan-bahan untuk keperluan promosi yang didatangkan dari luar dilaksanakan secara efektif. Teliti adakah ketentuan yang layak untuk melakukan evaluasi akhir terhadap proyek atau program promosi secara individual. Lakukan penilaian mengenai efiseiansi Bagian Promosi dengan tekanan kepada : Apakah penugasan-penugasan organisasi cukup jelas dan memadai Apakah pegawainya cukup memenuhi syarat Apakah terdapat suatu system pelaporan yang sesuai dan terdapat supervisi yang memadai 2.4 Kegiatan Distribusi 2.4.1 2.4.2 lainnya : Review ruang lingkup dari rencana distribusi Dalam hal menggunakan distributor atau perantara

2.3.2 2.3.3 2.3.4

2.3.5 2.3.6 2.3.7

4.4 Evaluasi apakah terdapat program yang memadai mengenai pembinaan hubungan perusahaan dengan para konsumen.5.4. 2. sehari–hari nampaknya .4. 2.1 Review kelayakan ketetapan kontrak yang mencakup hak dan kewajiban masing-masing pihak 2.2 Review kelayakan ketetapan-ketetapan tersebut ditinjau dari segi pemberian servis kepada program yang mendukung usaha yang dilaksanakan oleh distributor 2. 2.1 Teliti apakah kegiatan diawasi dan dikelola dengan baik. termasuk ketelitian angka–angkanya.2.5.7.1 Lakukan pengujian terhadap efektivitas kegiatan periklanan. ketelitian dan ketepatan waktu. termasuk pemeriksaan terhadap rencana–rencana.3 Review dan nilai efektifitas program pemberian dukungan kepada usaha-usaha yang dilakukan oleh distributor 2.7 Operasi–operasi intern : 2.2.2.2 Teliti apakah para konsumen dilayani secara memadai untuk memungkinkan konsumen mengenali dengan baik setiap produk yang dibelinya. terutama yang menyangkut sikap. anggaran dan laporan–laporan tentang kegiatan tersebut. kelengkapan dokumen–dokumen pendukungnya.6 Kegiatan periklanan : 2.2.6.5.2 Lakukan pengujian terhadap faktur–faktur yang diajukan. 2.6.5. dan otorisasi atau pengesahannya.3 Review cara penanganan tuntutan ganti rugi. 2. 2.1 Teliti apakah informasi yang diberikan kepada para konsumen meliputi semua produk yang dikeluarkan oleh perusahaan.5 Pelayanan kepada Konsumen : 2.

3.2Perencanaan dan pengembangan produk : Pilih suatu jumlah yang refresentatif dari kasus–kasus perencanaan dan pengembangan produk.1Program promosi Lakukan pemeriksaan terperinci terhadap : 3.4Pelayanan kepada konsumen.2. 3.3 Hasil–hasil yang dicapai.2. kesesuaian dengan semua kebijaksanaan dan prosedur yang telah ditetapkan. .2.1. 3.2.7.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk memperoleh pengetahuan praktis tentang titik–titik penting dalam berbagai aspek kegiatan pemasaran guna melengkapi pemeriksaanpemeriksaan yang dilakukan sebelumnya.2.2. 3. kemudian review dari sejak tahap awal hingga keberbagai tahap operasional selanjutnya.2 Pelajari apakah catatan–catatan dan prosedur– prosedur cukup memadai untuk pengendalian atas pekerjaan yang dilakukan serta biaya–biaya yang dikeluarkan.2 Prosedur Pemeriksaan 3. 3 Pengujian Pemeriksaan 3.2.1 Ruang lingkup sasaran promosi dan rencana–rencana yang mendasarinya.2.1. 3.1. serta kelayakan jasa–jasa yang diberikan oleh pusat–pusat distribusi tersebut. Pilih suatu jumlah yang representatif dari langganan–langganan atau para konsumen. dan review secara langsung mengenai praktek pelayanan yang diberikan.3Pusat-pusat distribusi : Periksa efisiensi kegiatannya.2 Kegiatan sebenarnya dari program promosi tersebut 3.

Penentuan Kebutuhan–Kebutuhan Bagi Produk Yang Akan Diproduksi 3.2. kebijaksanaan. 2. 2.1 2.7 Hal–hal yang menyangkut pengendalian kualitas.2. 2.2. 2. Kriteria–Kriteria yang Menyangkut Proses Produksi 2.11 Hubungan dengan organisasi kepegawaian. terutama mengenai batas atau yurisdiksi pengendalian. guna menentukan kelayakan pengaturan.PRODUKSI 1. Tujuan Umum Pemeriksaan Tujuan umum dari pemeriksaan terhadap kegiatan produksi adalah untuk mengidentifikasi aspek–aspek manajemen yang berhubungan dengan kegiatan produksi serta ketaatan terhadap standar produksi yang telah ditetapkan.8 Prosedur pencatatan mengenai kegiatan produksi.2.2.2.4 Prosedur penerimaan masukan–masukan 2.2 Cara penentuan kebutuhan bahan produksi Cara permintaan masukan–masukan yang perlu diteruskan ke Bagian Pengadaan dan Penyimpanan.2. prosedur–prosedur yang menyangkut proses produksi. prosedur–prosedur dan pengaturan–pengaturan yang berhubungan dengan kegiatan produksi dengan perhatian khusus kepada : 2.6 Hubungan kegiatan pokok dengan aktivitas pendukungnya.5 Pengendalian proses produksi 2. 2.10 Ketentuan mengenai pelaporan.3 Kriteria mengenai perencanaan produksi 2.2.2. 2.2.2.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk mengetahui pola pengelolaan umum terhadap kegiatan produksi. 2. 3.2 Prosedur Pemeriksaan Pelajari pedoman–pedoman yang memuat kebijaksanaan– kebijaksanaan.1 Tujuan Pemeriksaan .9 Ketentuan mengenai persediaan 2.

1 Teliti peranan Bagian Produksi dalam aktivitas perencanaan dan pengembangan produk.1 Seberapa jauh usaha yang dilakukan oleh Bagian Produksi untuk mempelajari pendekatanpendekatan baru yang bisa diterapkan kepada produk-produk perusahaan. .1.2 Teliti peranan bagian produksi sebagai partner dalam penyusunan rencana jangka panjang.2.3 3.1. dengan tekanan pada : 3. 3.1.Untuk menilai kelayakan usaha yang dilakukan oleh bagian produksi dalam kegiatan perencanaan dan pengembangan produk. Sejauh manakah bagian produksi mengadakan konsultasi dengan kelompok manajamen lainnya dalam rangka pengembangan kemampuan produksi.1.2.2.1. 3.2 Seberapa jauh usaha yang dilakukan oleh bagian produksi untuk mempelajari pendekatan– pendekatan baru yang bisa diterapkan kepada produk–produk perusahaan.2.2 Prosedur Pemeriksaan 3.2.2 Sejauh manakah Bagian Produksi mengadakan konsultasi dengan kelompok manajemen lainnya dalam rangka pengembangan kemampuan berproduksi. 3.2.2. 3.1.2.2 Sejauh manakah bagian produksi berpartisipasi dalam usaha penyusunan rencana jangka panjang.1 Teliti peranan bagian produksi dalam aktivitas perencanaan dan pengembangan produk.2.2. dengan tekanan pada : 3.1 3.2. dengan tekanan pada : 3. Apakah kesempatan yang diberikan kepada bagian produksi untuk meberikan sumbangan pikirannya dalam bidang–bidang tertentu cukup memadai.1.

sebelum failitas– fasiltas dan peralatan–peralatan yang digunakan.1.2. Teliti apakah bagian produksi diberi kesempatan yang memadai untuk mengevaluasi pendekatan– pendekatan alternatif yang dapat diterapkan.2 4. tenaga kerja dan biaya.2 Lakukan penilaian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian produksi.1 4. Rencana disetujui intern mengenai kebutuhan-kebutuhan produksi yang telah 4. Teliti kelayakan pengembangan rencana–rencana produksi yang sedang berlangsung. apakah pembatasan– pembatasan mengenai rencana produksi cukup jelas dan memadai.2 Untuk fasilitas pabrik : 4. Teliti apakah penilaian alternatif dalam memenuhi kebutuhan akan fasilitas diselidiki secara memadai .3 3.2.2. 3.1.1 Apakah penentuan rencana–rencana tersebut melibatkan partisipasi aktif yang memadai dari semua pihak yang berkepentingan.1 Untuk kegiatan dasar proses produksi : 4. dengan perhatian kepada : 3.3.2 Lakukan penilaian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian yang menagani failitas pabrik. Apakah susunan pegawai dari bagian produksu cukup memadai. 4. dan apakah kegiatan operasi dilaksanakan secara tertib dan efisien.2.2.3 4. dan apabila tidak.3 Apakah bagian produksi mengadakan konsultasi secukupnya mengenai kelayakan dan biaya dari produk-produk baru yang diusulkan atau produk– produk yang dimodifikasikan.2. . Apakah bagian produksi memiliki wewenang menentukan terhadap kelayakan rencana–rencana produksi.1 4.seperti penentuan kebutuhan akan berbagai fasilitas.1. 3. peralatan.3.2.

Lakukan penilian apakah telah dilakukan koordinasi yang cukup dengan bagian lainnya dari perusahaan.3. Teliti apakah penjadwalan dan pengendalian kegiatan penggadaan perlengkapan dan peralatan cukup memadai. Teliti apakah evaluasi mengenai alternatif jenis perlengkapan dan peralatan yang digunakan dilakukan secara memadai.4. dipertimbangkan semua factor penting yang perlu diperhatikan. yang berkepentingan dengan penentuan tata ruang pabrik.3 Lakukan penilaian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian yang menangani tata ruang pabrik. 4.3 Untuk perlengkapan dan peralatan : 4.1 4.4 4.5 Untuk Pengurusan Bahan : 4.4 Untuk Tata Ruang Pabrik : 4.3.5 4. 4.2 4. . Lakukan penilaian apakah dokumentasi tersebut cukup memadai sebagai dasar pengambilan keputusan.4.4. pemeliharaan maupun pelaksanaan kegiatan.4 4.4. Selidiki apakah terdapat kerjasama yang memadai antara bagian yang menangani perlengkapan dan peralatan dengan aktifitas dari bagian lainnya. baik ditinjau dari segi kapasitas.3 4.1 Lakukan penilian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian yang menangani pengurusan bahan. Lakukan penilaian mengenai kecukupan analisa serta dokumentasi pendukung dalam penentuan tata ruang pabrik.3 Teliti apakah dalam mendokumentasikan suatu pilihan tertentu.2.5.3.2. 4.3.2 Lakukan penilaian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian yang menangani perlengkapan dan peralatan. Lakukan penilaian apakah telah dilakukan koordinasi yang cukup memadai.1 4.3.

4 4. 4. Lakukan penilian mengenai kecukupan system pengendalian produksi guna memonitor status kegiatan–kegiatan produksi.1 Lakukan penilaian mengenai status dan susunan organisasi dari bagian yang menangani perencanaan dan pengendalian produksi.5 5. termasuk pemilihan peralatan /perlengkapan yang digunakan.5.5.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai tingkat efisien dan kehematan dari operasi produksi yang sedang berjalan.2 Prosedur Pemeriksaan : 5.6.3 4.2 Lakukan penilaian apakah kerja sama bagan ini dengan pihak–pihak yang dilayaninya cukup memadai bagi kepentingan lancarnya proses produksi.6.3 Lakukan penilaian mengenai system dan prosedur penentuan kebutuhan akan masukan–masukan yang harus diteruskan ke bagian–bagian yang bersangkutan.4. sehingga bisa dilaksanakan secara memuaskan. Lakukan penilaian mengenai kecukupan analisa serta dokumentasi mengenai keputusan–keputusan yang menyangkut pengurusan bahan.6.6. Lakukan penilain mengenai kebijaksanaan dan prosedur penetapan tugas serta bagaimana cara mengkomunikasikan hal ini. 4. dengan menganalisa berbagai aspek yang menyangkut operasi produksi. berpartisipasi dalam 4. Operasi Produksi yang sedang berjalan 5. Teliti apakah bagian ini cukup menentukan jadwal produksi. 5.2 4.2.1 Untuk Pemakaian Bahan : .6 Untuk Perencanaan dan Pengendalian Produksi : 4.6.

2 .3 5.2. Pelajari apakah system pelaporan mengenai pemakaian bahan cukup memadai. Selidiki apakah terdapat kerja lembur yang berlebihan. Telitilebih lanjut. Bila tidak.4 5. dan biaya.2. selidiki sebab–sebabnya.2.2. dan nilai kewajarannya. Lakukan penilian apakah supevisi dilakukan cukup memadai.2.2.3 5. 5.2.2.5. dan bila ya.3 Untuk pengendalian produksi : 5.2. Pelajari standar-standar yang telah ditetapkan pemakaian tenaga kerja.2.3. pelajari mengapa demikian. dan bila ya. pastikan penyebabnya.2.5 5.2.1. Teliti apakah bahan yang digunakan sesuai dengan daftar permintaan bahan yang telah disetujui. Selidiki apakah terdapat waktu luang yang berlebihan.1.2.1 Teliti apakah pemilihan tenaga kerja dan latihan yang diperlukan bagi jenis–jenis pekerjaan tertentu dilakukan secara memadai. selidiki mengapa terjadi demikian.2 5.3. tentukan penyebabnya. 5.2 Untuk Pemakaian tenaga kerja : 5.1. Teliti apakah terdapat banyak bahan yang tersisa. terbuang atau rusak dalam proses pengolahan bahan. bila tidak. Selidiki apakah kelompok–kelompok pekerja dibagian produksi dapat bekerja sama dengan baik dengan kelompok kerja yang menyediakan jasa pendukung.2. apakah bahan–bahan sisa tersebut dimanfaatkan atau ditangani secara efektif.2 5.1 Teliti apakah system pengendalian produksi yang telah ditetapkan berjalan dengan efektif. 5.4 5.2.2.2.1.1.2.2.5 5.1 Teliti apakah bahan–bahan telah diterima dan disediakan secukupnya bagi proses produksi yang sedang berlangsung.

2.2. Jika tidak.5. 5.5.1 Kecepatan pelaksanaan review.4 Selidiki apakah jadwal–jadwal produksi dapat dipenuhi.5 Untuk pelaporan dan pengendalian biaya : 5.2.2.1. 5.1 Tujuan Pemeriksaan .5.5.2.1.2 Kecukupan Analisa Perbedaan.3.2 Penyelidikan sebab–sebab penyimpangan.3 Lakukan penilaian apakah inspeksi cukup memadai. Penanganan Perintah Produksi dan pelaporan Biaya 6.5.1.2.5.2.5 Pejabat–pejabat yang dilapori.2.4. dengan tekanan kepada : 5. 5.5. 6.6 Derajat atau tingkat ihktisar laporan.2. 5.2. 5.5.5. 5.2 5.2.2.2.2.2.1. prosedur kegiatan selidiki apakah pelaksanaan kegiatan inspeksi dilakukan secara seksama Teliti apakah barang–barang sisa atau rusak dipisahkan dan ditangani secara memadai.1 5.4.2 Lakukan penilaian mengenai efektivitas laporan– laporan yang digunakan sebagai dasar bagi tindakan manjerial yang diperlukan.2.4 Perhatikan terhdapa biaya– biaya yang dapat dikendalikan.5.5.2.1 Ruang Lingkup Laporan.2. Untuk Inspeksi : 5.3 Tindakan korektif. 5.2.5.2. 5.1.4. selidiki sebab–sebabnya. dan 5.1 Lakukan penilian mengenai system pelaporan pada berbagai bagian operasi produksi dan pada berbagai tingkat supervise dengan tekanan kepada : 5.3 Waktu Penerbitan Laporan.3 5.1.

2.1.1.2.8 Cara melaksanakan pengujian di bagian produksi 6.7 Cara melaksanakan proses produksi untuk produkproduk yang telah dispesifikasikan 6.2.2.2 Prosedur Pemeriksaan 6.1.2.1.2.Untuk menilai dan memperoleh pengetahuan praktis tentang cara penanganan perintah produksi serta pelaporan biaya dalam praktek yang sebenarnya dengan melakukan pengujian.9 Cara penyerahan produk-produk yang telah selesai 6.6 Cara penyebaran atau penyampaian instruksi tentang proses produksi instruksi- 6.2.1.1 Ketelitian data yang dilaporkan .1.2. dan periksa : 6.2.1 Dasar pengajuan perintah produksi 6.4 Cara pengajuan permintaan mengenai masukanmasukan tersebut 6.2.1.2 Laporan Biaya Pilihlah jumlah yang representatif mengenai laporan-laporan biaya.3 Cara penentuan masukan-masukan yang diperlukan untuk melaksanakan perintah produksi 6.2.2 Cara penerimaan perintah produksi oleh bagian produksi 6.1 Penanganan Perintah Produksi Pilih salah satu yang representative mengenai permintaan produksi yang sebenarnya. 6. melalui tahapan sebagai berikut : 6.1.2.5 Cara penentuan peralatan dan mesin-mesin yang digunakan dan tindakan-tindakan intern yang berhubungan dengan pelaksanaan produksi 6. kemudian lakukan pengecekan. periksa kualitas pelaksanaan serta waktu yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang ada sangkut pautnya dengan kegiatan produksi.1.2.

Penentuan Kebutuhan 2.2. Teliti apakah rencana pembelian barang/jasa tersebut didukung oleh rencana pembiayaan sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia 2.2.2. Saat penerbitan laporan Tindakan-tindakan yang diambil berdasarkan laporan- PEMBELIAN 1.2. Tujuan Pemeriksaan Untuk mengetahui apakah penentuan kebutuhan tersebut dilakukan atas suatu dasar yang layak.1. 2. dikendalikan secara memadai dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan perusahaan. spesifikasi dan volume yang 2.2.2 6. dengan cara yang paling menguntungkan. yang kemudian dikomunikasikan secara seksama ke Bagian Pembelian 2.2. Lakukan penilaian apakah rencana kebutuhan barang/jasa tersebut sesuai dengan tujuan untuk menunjang kegiatan-kegiatan perusahaan secara menyeluruh .2.2.3 laporan tersebut.1. Mintakan rencana kebutuhan barang/jasa diperinci menurut jenis.3.2. Tujuan Umum Pemeriksaan Tujuan umum dari pemeriksaan terhadap kegiatan pembelian adalah untuk menilai apakah pengelolaan kegiatan pembelian barang/jasa telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan prosedur yang berlaku. Prosedur Pemeriksaan : 2.6.

Periksa apakah spesifikasi barang yang diperlukan mengarah ke suatu merek tertentu yang sebetulnya kurang memenuhi syarat yang diperlukan 3.2. dengan mempertimbangkan : 2.1.1.2. serta menguji tingkat ketaatan terhadap prosedur yang telah ditetapka.2 Berdasarkan pengujian yang dilaksanakan terhadap pelaksanaan yang sebenarnya. Prosedur Pemeriksaan 3.1. Fasilitas pemeliharaan purna jual 2.1. Teliti apakah rencana kebutuhan barang/jasa tersebut telah mendapat pengesahan dari pejabat yang berwenang 2.5.1 Siapakah yang mengajukan permintaan pembelian 3.2.2.5 Ketentuan apakah yang harus dipenuhi untuk mengubah spesifikasi yang ditetapkan sebelumnya 3.2.2.6.2.1.2 Persetujuan apakah yang diperlukan untuk jenis-jenis barang tertentu 3.2. dengan 3. Periksa apakah spesifikasi tekhnis yang direncanakan dibuat berdasarkan standar atau pesanan khusus.2.5.2. Review prosedur perhatian khusus kepada : otorisasi pembelian.5. periksa dan lakukan penilaian : . Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai kelayakan prosedur otorisasi pembelian.4 Persetujuan tambahan apakah yang diperlukan.1.2.2. apakah biaya yang sebenarnya diperlukan untuk pemebelian barang tersebut melebihi taksiran sebelumnya 3.2.1. 3.2.2.3 Formulir apakah yang digunakan 3. Kemudahan mendapatkan suku cadangnya 2.1. Otorisasi Pembelian 3.4.

apakah hal ini dipermaslahkan dan didiskusikan 4. Perlukah kebijaksanaan-kebijaksanaan operasional dinilai kembali ? 4.2.3 Apabila terdapat otorisasi yang tidak lazim. 4.3.4. Jika terdapat penyimpangan yang berarti.4. Tujuan Pemeriksaan : Untuk meidentifikasikan aspek-aspek kegiatan intern Bagian Pembelian untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelian.2.1.2.2.2. Teliti apakah kegiatan intern dilaksanakan dengan cara-cara konsisten dengan tanggung jawab organisasi.2. Perlukah tanggung dimodifikasikan ? jawab organisasi 4. Kegiatan Intern Bagian Pembelian 4. Perlukah prosedur-prosedur operasional direvisi ? 4.1.2.2.2.2.2 Apakah prosedur yang berlaku cukup memadai 3.2.2.2. Teliti apakah fasilitas ruangan cukup memadai bagi kegiatan intern Bagian Pembelian 4.2. Apakah diperlukan orang-orang dengan kemampuan dan syarat-syarat lainnya? 4. kebijaksanaan-kebijaksanaan serta prosedur-prosedur yang telah ditetapkan. Teliti seberapa jauh pelaksanaan kegiatan pembelian mencerminkan tingkat efisiensi dan dedikasi yang tinggi 4.3.3.2.2.1 Tingkat ketaatan terhadap prosedur yang telah ditetapkan.2.2. Penelitian ini mencakup hal-hal sebagai berikut : 4.1. Periksa apakah diselenggarakan catatan dan berbagai arsip yang memadai baik ditinjau dari tujuankhususnya maupun dalam hubungannya dengan catatan dan prosedur-prosedur lainnya . Prosedur Pemeriksaan : 4.2. apakah yang menjadi penyebabnya 3.2.2.

maupun pengadaan langsung.3.3. melalui bank atau lembaga pemberi kredit lainnya (referensi) 4.7.2.6. Hubungan Dengan Para Rekanan 4.2. Teliti usaha apakah yang dilakukan untuk mengevaluasi harga pelaksanaan pengiriman dan kualitas barang dari rekanan dan apakah arsip mengenai masalah ini diselenggarakan secara memadai 4. Selidiki apakah kemampuan keuangan dari rekanan diteliti secukupnya. Teliti apakah kegiatan-kegiatan pembelian dilaksanakan menurut perhitungan waktu yang tepat 4. Teliti apakah dokumen-dokumen pembelian dilindungi dan dikendalikan secukupnya 4.2. penunjukan langsung. 4. sehingga masing-masing posisi (status) pembelian secara individual dapat dengan mudah ditentukan 4.8.2. Perhatian khusus diarahkan pada : 4.2.4.3.5.1. Teliti apakah catatan tentang data dan reputasi para rekanan diselenggarakan dengan baik.4. .3. baik tentang pelelangan umum. Ketaatan terhadap kebijaksanaan dan prosedur pelaksanaan pembelian yang telah ditetapkan.1. 4.9. Selidiki apakah keseluruhan siklus pembelian dikendalikan secara memadai. guna mengetahui kemampuan mereka serta memelihara hubungan lebih lanjut 4. pelelangan terbatas. Pelaksanaan Pembelian Lakukan pengujian terhadap sejumlah transaksi pembelian yang representative dengan mengikuti semua tahap dalam siklus pembelian. Teliti apakah dilakukan usaha yang memadai untuk mencari sumber atau rekanan baru yang lebih menguntungkan.3.2.4. Teliti apakah dilakukan kontak langsung yang memadai dengan para rekanan guna mengikuti kegiatan para rekanan serta untuk meningkatkan hubungan baik bagi kepentingan perusahaan.

4.4. 4.4.4.4.3.4.4.4.4.11. 4.8. Transaksi dan Prosedur Pencatatannya 5. 4.4. Prosedur Pemeriksaan . Kemungkinan adanya rekanan favorit 4.10.4. 4.1.7.6.4.13.12.4.2. Penilaian menyeluruh terhadap kompetensi pengelolaan kegiatan pembelian 5.5. Indikasi yang diperoleh tentang kegiatan pembelian yang diperoleh sewaktu melakukan review terhadap aktifitasaktifitas operasional lainnya 4. Kebenaran formal dan material dari surat perintah (SPK) atau surat perjanjian/kontrak pembelian Penggunaan daftar rekanan yang mampu Kelayakan waktu yang dipergunakan pada berbagai tahap kegiatan pembelian Bukti adanya perlindungan maksimum terhadap kepentingan perusahaan Bukti adanya kerjasama yang baik dalam kelompok pengadaan Kemungkinan adanya pesanan-pesanan mendesak/darurat Kemungkinan adanya pesanan-pesanan tertentu yang tidak diotorisasi oleh pejabat yang berwenang Kemungkinan adanya penggabungan pemesanan pembelian yang tadinya dilakukan secara terpisah 4. 4.9. Tujuan Pemeriksaan : Untuk menguji kebenaran transaksi pembelian dan kebenaran prosedur pencatatannya 5. 4.2.4. Efektifitas pencatatan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan pembelian 4. 4.

faktur-faktur dan pembukuannya Periksa penanganan-penanganan yang terlambat dipenuhi Periksa kelayakan biaya pengangkutan/transportasi.6. laporan penerimaan barang.2.1 Untuk menilai menilai kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan kas.7.2. 5. Kegiatan Kas 2. yang merupakan bagian dari harga beli yang dibebankan Periksa data-data pembayaran sebagai berikut : . 5. 5.2. 5.2.2.Pembayaran untuk pengadaan barang/jasa ditelusuri ke buku kas/bank dengan memeriksa faktur dan kuaitansi/bukti kas/bank.4. 5.1. .8. kesamping (footing & cross footing) untuk menguji ketelitian dalam buku pembelian.1. 5.1 Tujuan Pemeriksaan 2.5. AKUNTANSI & KEUANGAN 1. Periksa dan bandingkan pesanan-pesanan pembelian. 5. harga dan penjumlahan. faktur-faktur dan surat permintaan barang Adakan verifikasi pembukuan dari catatan pembelian ke buku besarnya Lakukan verifikasi terhadap retur pembelian Lakukan penjumlahan kebawah. Bandingkan buku tambahan persediaan dengan laporan penerimaan barang.2.3.2. Tujuan Umum Tujuan umum pemeriksaan kegiatan keuangan adalah untuk mengidentifikasikan aspek–aspek pengelolaan kegiatan keuangan termasuk pengelolaan likuiditas dan adanya pengendalian intern.2.5. 2.2. Pemeriksa harus meneliti pengesahan pembayaran yang didukung oleh validitas penerimaan barang.

2 Selidiki adakah standar yang memadai bagi dokumen– dokumen pendukung.1.3. 2.1 Review kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan kas.2 Untuk mengetahui apakah uang kas telah diurus dan dipertanggung-jawabkan sesuai dengan kebijaksaan dan prosedur yang telah ditetapkan. pengeluaran.2 Prosedur Pemeriksaan 2.2.2. penyimpanan.3 Untuk mengamankan kekayaan perusahaan serta mengkoreksi cara pengelolaan kas yang mungkin tidak sesuai lagi atau masih perlu disempurnakan. Bila tidak ada. 2.2. teliti mengapa demikian. Bila terdapat penyimpangan. yaitu penerimaan.3.2.2.4.2. .2.2.2 Penerimaan Kas : 2. Teliti apakah perlindungan fisik terhadap uang kas pada semua tahap memadai. 2. Periksa apakah penutupan asuransi cukup memadai. untuk mendorong penetapan tanggung jawab yang lebih efektif. Periksa apakah uang tunai yang tersedia untuk berbagai tujuan disuahakan seminimal mungkin.3. pengurusan dana kas kecil dan perkiraan bank.1 Teliti apakah digunakan Imprest system untuk dana kas kecil.1. nilai alasan dari semua penyimpangan yang terjadi. Tanpa penyimpangan. 2. 2.4 Pengeluaran Kas : 2.3 Pengurusan dan penyimpanan uang kas : 2. 2. berupa digunakan langsung untuk pengeluaran kas.1 Review sumber–sumber penerimaan kas serta nilai kemungkinan untuk mengurangi/menghilangkan kondisi–kondisi yang sulit dikendalikan. 2.1.2 Teliti apakah penerimaan kas secara utuh segera disetorkan ke Bank atau tempat penyimpanan sentral. 2.3. 2.4.

Teliti apakah pengelolaan likuiditas perusahaan dikelola dengan semestinya dan dengan tujuan yang paling menguntungkan bagi perusahaan 3.2 Untuk menetukan validitas piutang dan bonafiditas debitur. seperti melakukan rekonsiliasi bank.1.4.1.3 Teliti apakah independent. 2. 4.5. Teliti apakah pemanfaatan ekses alat likuid tersebut telah mendapatkan persetujuan dan verifikasi dari pejabat yang berwenang.3.3 Lakukan pula penilaian atas standar–standar review yang harus dilakukan pada saat pengeluaran kas.1 Untuk menilai kelayakan kebujakasanaan dan prosedur yang berhubungan dengan proses piutang.3 Untuk menentukan kolektibilitas piutang–piutang yang ada.1. Tujuan Pemeriksaan 4.1. 4. 2. Pengelolaan Likuiditas 3.1. 3.4 Untuk menetapkan kelayakan perkiraan–perkiraan piutang. Prosedur Pemeriksaan penyajian dan klasifikasi dana kas diverifikasi oleh pejabat yang . 3.5 Aspek Umum : 2.2.2.5. 4. 2.1 Selidiki apakah terdapat penugasan untuk melaksanakan pekerjaan review yang bersifat indenpeden.1. Kegiatan Piutang 4. Apakah dilakukan analisa-analisa tertentu untuk mengukur tingkat return dan resiko yang terkandung dalam pengelolaan likuiditas khususnya pemanfaatan ekses alat likuid termasuk pengaruhnya terhadap cash flow.2 Periksa apakah catatan pertanggung-jawaban diselenggarakan secara terpisah. 4.5.2. 4.

3.8.7. Teliti apakah pengkreditan perkiraan kas karena adanya setoran hasil penjualan ke bank dihubungkan secara langsung dengan proses penerimaan kas.10.2. Perkiraan piutang usaha/regular 4.6. penghapusan piutang yang tak tertagih.2 Review dan nilai kondisi – kondisi yang meyebabkan timbulnya wesel tagih.3.9. Nilai kecukupan dari prosedur otorisasi pemberian kredit.2.2. Review apakah catatan tentang debitur diselenggarakan secara independen. penyelenggaraan perkiraan–perkiraan piutang.2. Teliti apakah mutasi kredit lainnya seperti karena adanya retur penjualan. pengendalian yang 4.2. 4.1 Review semua jenis prosedur khusus seperti prosedur pemberian uang muka kepada pegawai. penyesuaian– penyesuaian yang harus dilakukan. yaitu penjualan kredit. 4. teliti dan mutakhir. 4. dengan memperhatikan tingkat kerugian yang diakibatkan oleh piutang tak tertagih dan hasil penjualan yang seharusnya diperoleh.2. 4. termasuk proses penyelesaiannya. 4. review kecukupan pengendaliannya. Review kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan proses piutang. Teliti apakah kebijaksanaan–kebijaksanaan pemberian kredit dinilai kembali secara periodik.4.2. 4.5. Lakukan penilaian mengenai pengaruh prosedur piutang yang berlaku terhadap hubungan dengan para pelanggan.3 Perkiraan Piutang lainnya : 4.1.3. dan sebagainya. penanganan klaim. . uang muka kepada pihak ketiga.2. dan sebagainya diotorisir dan dikendalikan secara layak. Review sumber-sumber data dan digunakan untuk menyiapkan faktur. 4. 4. untuk menguji kelayakan pengendaliannya. Lakukan analisa umur piutang.2. 4.4.2.2.

3.3 Teliti apakah terhadap prosedur yang memadai bagi proses pengelolaan lebih lanjut dan penyelesaiannya kewajiban kewajiban ini. prosedur review intern.2. 5. Review dan nilai prosedur-prosedur penanganan utang. penyelenggaraan catatan–catatan.2.1 Review kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan hutang.5.1. Prosedur Pemeriksaan Umum : 5.1.2.2.2.1. 5. Teliti apakah terdapat ketentuan yang memadai bagi utang/kewajiban bersyarat. 5. termasuk prosedur pembuatan bukti utang.1.1.1. 5.2 Review dan nilai kecukupan pengendalian terhadap timbulnya semua jenis utang/kewajiban perusahaan.2.4. 5.2. 5. 5. pencatatan. 5.1. penanganan utang–utang khususdan sebagainya. 5. Untuk menilai kelayakan pengendalian atas timbulnya utang. Untuk menentukan keabsahan utang.2.2. koordinasinya serta bandingkan utang-utang yang ada dengan dokumen pendukungnya .1.1. pengendalian dan Untuk menilai kewajaran prosedur pelunasan utang. Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan utang. Untuk menilai kelayakan pengelolaan utang–utang yang ada.2.5. Utang Usaha 5. Kegiatan Utang 5. 5.1.1.1.

2. termasuk penyiapan. Pelajari kelayakan kebijaksanaan dan prosedur untuk menangani berbagai pengeluaran biaya yang menimbulkan utang 5.2.3. Review kebijaksanaan dan prosedur yang menyangkut biaya yang masih harus dibayar 6. Teliti apakah pelunasan utang dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tepat waktu 5.2.3. 6.2.1. Teliti apakah semua utang/kewajiban diotorisasi dan dikendalikan secara layak lain-lain 5.2.upah/tunjangan. Gaji/Upah/Tunjangan 6.2.2.5. menilai efektivitas yang pengelolaan . Untuk menilai kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan gaji/upah/tunjangan. Untuk menilai kalayakan pencatatan berhubungan dengan kegiatan gaji/upah/tunjangan. Review kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan gaji/upah/tunjangan 6.3.1.2. Teliti apakah diselenggarakan pengendalian utang yang memadai catatan-catatan 5.1. Utang Lain-lain 5.1.3. Teliti apakah catatan–catatan kepegawaian yang disiapkan secara independent oleh bagain kepegawaian dimanfaatkan secara layak sabagai pengecekan silang terhadap kegiatan penyiapan gaji.2. review dan pembayaran gaji/upah/tunjangan.2.1.3.2. Untuk gaji/upah/tunjangan.3.2.2.3.2.1.1. Prosedur Pemeriksaan 6. 6. 6. Tujuan Pemeriksaan 6.2.

4. 7. dan penyiapan cek. penyimpanan dan pelepasannya.6. termasuk pengesahannya. seperti data–data mengenai kehadiran pegawai dan data mengenai pelaksanaan pekerjaan.2.3. 8. penyelesaian daftar gaji/upah/tunjangan.2.2. prosedur dan pengelolaan surat–surat berharga.2. Review kelayakan kebijaksanaan dan prosedur yang berhubungan dengan pengurusan surat–surat berharga. Surat–Surat Berharga 7.1. pembebanan potongan–potongan yang diotorisasi.2. Prosedur Pemeriksaan .2.5. 8. 6. Review dan nilai efektivitas prosedur–prosedur dan catatan–catatan yang menghimpun data–data yang menyangkut gaji/upah/tunjangan. 6.2. Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai kelayakan system dan prosedur akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan. Teliti apakah penerimaan dan pelepasan surat–surat berharga didokumentasikan secara layak. uang tunai untuk pembayran gaji/upah tunjangan.3.2.2. Teliti apakah surat–surat berharga dilindungi secara memadai dari kemungkinan pencurian dan penyalahgunaan. Prosedur Pemeriksaan 7. 7.1. termasuk penerimaan.1. 7. Kegiatan–Kegiatan Akuntansi Dasar 8. Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai kelayakan kebijaksanaan. Review dan nilai prosedur–prosedur pemerosesan data gaji/upah/tunjangan. Pelajari bahwa pengeluaran cek atau uang tunai diterima oleh yang berhak tanpa kesempatan untuk melakukan penyimpangan atau modifikasi. 7.

buku besar dan laporan–laporan dikelola secara layak.3. 8.2.2.4. jurnal–jurnal. Kemajuan para pelaksana Pemanfaatan para pegawai Efektifitas koordinasi serta dukungan terhadap kegiatan perusahaan lainnya. dalam hubungan dengan kegiatan– kegiatan keuangan tertentu dan dalam keseluruhannya ditinjau dari : 8.4. 9. khususnya yang berhubungan dengan penggunaan computer.2.3.2.1. Review dan nilai efektivitas opersional dari kegiatan– kegiatan akuntansi dasar. 8. 8.2.2.2. 9.2.4. Lakukan penilaian apakah perhatian perusahaan lebih dicurahkan kepada pencegahan dari pada penemuan kecurangan. Penanggulangan Kecurangan 9.5. 9.8. 8.4.4.2. Tujuan Pemeriksaan Untuk menilai kecukupan usaha yang dilakukan perusahaan dalam rangka menanggulangi kemungkinan terjadinya kecurangan. Evaluasi kegiatan–kegiatan akuntansi dasar ditinjau dari : 8.2. dan dalam pengertian secara kolektif. .1.2.1. Kelayakan desentralisasi 8.4.2.2.1.2. dalam hubungannya dengan berbagai kegiatan akuntansi. Teliti apakah dokumen dasar. Prosedur Pemeriksaan 9.2.2.2.2.2.2.1.2. 8. 8. 8.2. 8.2. Teliti apakah kemungkinan–kemungkinan terjadinya kecurangan dipelajari dan mendapat perhatian yang layak untuk mencegah terjadinya kecurangan dan menghindarkan para pegawai dari kecenderungan untuk melakukan kecurangan.4.3. Pembagian tugas. Biaya Operasi Kesalahan atau kecurangan yang terjadi Keterlibatan Operasi Pandangan bagian–bagian lainnya terhadap kegiatan bagian akuntansi. Review dan nilai luasnya otomatiasi kegiatan–kegiatan akuntansi.2.2. 8.

3. Sebagai tambahan. b. Tujuan Pemeriksaan Untuk melengkapi langkah–langkah kerja yang telah disebutkan dimuka. h. e. lakukan pula verifikasi yang lebih intensif atas penyelesaian pos–pos tersebut. saldo–saldo utang.2. f. 10. Pendahuluan Pemeriksaan terhadap kegiatan bagian kepegawaian meliputi aspek–aspek sebagai berikut : a. surat–surat berharga. 10. Pengujian Khusus 10. PERSONALIA 1. saldo–saldo piutang. Teliti apakah kecurangan yang terjadi ditangani secara sistematis dan juga digunakan sebagai dasar untuk mempelajari berbagai aspek dalam rangka memperkuat prosedur–prosedur. Perencanaan kebutuhan pegawai Kegiatan penerimaan dan penempatan pegawai Penilaian dan penegakkan disiplin Mutasi dan kenaikkan pangkat Latihan dan pengembangan pegawai Penggajian dan kesejahteraan pegawai Pemberhentian dan Pemensiunan Penata usahaan Tujuan Umum Pemeriksaan . d. keabsahan daftar gaji/upah/tunjangan dan sebagainya.9. c. g. 2. Prosedur Pemeriksaan Lakukan verifikasi atas dana–dana kas.2.1.

1 Teliti apakah sebelum dilakukan kegiatan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja telah dilakukan inventarisasi mengenai sumber–sumber tenaga kerja secara memadai. perkiraan beban kerja dalam jangka waktu tertentu.2. Teliti apakah rencana kebutuhan tenaga kerja tersebut telah diperinci kedalam jenis dan sifat pekerjaan. Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kerja 3. 4. peralatan yang tersedia serta pegawai yang telah ada pada setiap Bagian dalam perusahaan tersebut.3.2.2. Mintakan rencana kebutuhan tenaga kerja (formasi) bagi seluruh satuan unit kerja baik dalam jumlah maupun kualifikasi yang dibutuhkan.Untuk mengetahui kebenaran formal da material tentang pengelolaan kepegawaian. 3. Penerimaan dan Penempatan Pegawai 4.2 Teliti apakah untuk penerimaan pegawai telah dilakukan : 4. 3. dalam rangka menunjang tugas pokok serta mengidentifikasikan aspek–aspek manajemen sehubungan dengan kegiatan kepegawaian untuk lebih meningkatkan efisiensi dan kehematannya. prinsip plekasanaan pekerjaan.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk mengetahui adanya perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang terperinci.2. Prosedur Pemeriksaan : 3.2.2. telah mendapat 3. 3. Periksa apakah permintaan akan pegawai sesuai kondisi unit yang bersangkutan untuk mendapatkan tenaga kerja yang diperlukan.2. . 4.1 Sebelum dilakukan kegiatan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja telah dilakukan inventarisasi mengenai sumber–sumber tenaga kerja secara memadai. jenjang dan jumlah pangkat serta jabatan yang tersedia dalam organisasi.1.4. Periksa apakah formasi tersebut pengesahan dari pejabat yang berwenang. sah dan sesuai kebutuhan. 3.

dan teliti sebab–sebabnya.2. apakah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4.3 Periksa apakah pelamar yang diterima telah memenuhi syarat syarat yang ditentukan.7 Periksa SK pengangkatan calon pegawai dan bandingkan dengan daftar pelamar yang telah diterima dan daftar usulan pengangkatannya.2. 4. 4.2.8 Periksa cara penggantian atau pengisian bagi pegawai yang berhenti.5 Periksa apakah pelamar yang diterima telah diusulkan untuk disetujui pengangkatannya. pensiun dan meninggal dunia.2. 4.2.2. 4.2.2.2.2. 4. yang terlambat.4.2.2.2 Penentuan persyaratan pelamar yang diterima.2. Hitung berapa jumlah perbedaan antara realisasi dan formasi yang tersedia dan teliti sebab perbedaannya.11 Periksa apakah setiap jabatan pelaksana kegiatan perusahaan telah diisi dengan personalia yang diangkat dengan SK Pimpinan dan kualifikasinya memenuhi syarat. 4. Jika tidak apakah dilakukan konfirmasi kesekolah/perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah tersebut.2 Teliti apakah untuk penerimaan pegawai telah dilakukan : 4. 4. kemampuan. 4.2.1 Pengumuman secara luas oleh pejabat yang berwenang.6 Periksa apakah penempatan pegawai baru telah sesuai dengan rencana. 4. kecakapan.10 Teliti apakah ada penerbitan dan penyampaian SK pengangkatan calon pegawai yang bersangkutan.2. Baik sebagai akibat adanya kesalahan administrasi maupun akibat penyalahgunaan wewenang. 4.4 Periksa apakah penelitian terhadap ijazah pelamar telah dilakukan secara intensif. dan memperhatikan faktror lain yang dapat mendorong prestasinya.3 Pengumuman/pemberitahuan pelamar yang diterima. Teliti apakah terdapat penempatan calon pegawai yang sesuai denga alokasi jatah formasi yang ditetapkan untuk setiap satuan kerja. .9 Teliti apakah formasi yang ditetapkan setiap tahun dapat direalisasikan.2.

6.2. teliti dan catat jumlahnya menurut tingkat dan jenis hukumannya 5.10. Teliti apakah pelaksanaan hukuman disiplin terhadap pegawai telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.1.5. Periksa apakah pejabat yang berwenang untuk menjatuhkan hukuman telah mendelegasikan wewenangnya kepada pejabat bawahannya 5.2.2. Jika ya.1. 5. Lakukan pengecekan mendadak pada jam kerja untuk menetapkan kebenaran hadirnya pegawai dibandingkan dengan daftar hadirnya 5. 5. 5. 5.2. setidaknya sekali dalam satu tahun 5. Periksa apakah telah ditetapkan prosedur penyelenggaraan daftar hadir dan nilai apakah prosedur tersebut telah memenuhi pengendalian management yang baik 5. Periksa apakah telah ada putusan dari pengadilan. Penilaian dan Penegakan Disiplin 5.2.2. Teliti apakah terdapat pelanggaran disiplin yang diduga mengandung tindak pidana yang telah diajukan kepada aparat penegak hokum.3.8.2.5.2.4. . Prosedur Pemeriksaan : 5. Periksa apakah data dalam daftar hadir diolah dan digunakan sebagai bahan pengisian dalam buku catatan penilaian karyawan dan perhitungan pembayaran penghasilannya. Periksa apakah penyelenggaraan daftar hadir telah sesuai dengan prosedur tersebut 5.2. Periksa apakah terhadap pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin telah diambil suatu tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tujuan Pemeriksaan : Untuk menilai apakah usaha-usaha untuk menegakan disiplin para pegawai telah dilaksanakan.9. Teliti apakah perusahaan mengukur tingkat prestasi para pegawai secara teratur.2.2.2. teliti tindak lanjut yang dilaksanakan.7.

Jika ada.3.2.11. mengenai 6. Periksa apakah terdapat pegawai yang memenuhi persyaratan tetapi tidak diusulkan kenaikan pangkat/gaji.2.2.2.1.5. 6.7.2.2. Teliti apakah terdapat kebijaksanaan penempatan pegawai dalam rangka alih tugas.6.2.9.2. Tujuan Pemeriksaan : Untuk menilai apakah masalah mutasi dan kenaikan pangkat para pegawai telah ditangani dengan baik. Prosedur Pemeriksaan : 6. Teliti apakah usulan kenaikan pangkat dan gaji telah sesuai dengan ketentuan 6. Periksa apakah terdapat calon pegawai yang tertunda pengangkatan pegawainya. Teliti apakah rencana alih tugas telah sesuai dengan kebijaksanaan penempatan/penunjukan pegawai tersebut diatas. 6. Mutasi dan Kenaikan Pangkat. Periksa apakah dalam penempatan/penunjukan jabatan telah digunakan Daftar Urutan Kepangkatan. selidiki sebab-sebabnya. 6. Teliti apakah Surat Keputusan (SK) penempatan/penunjukan telah sesuai dengan rencana yang ditetapkan tersebut 6.2. Teliti apakah peraturan mengenai disiplin telah ditaati sepenuhnya.1. Perikasa apakah terdapat pegawai yang pangkatnya lebih rendah namun membawahi secara langsung pegawai . Teliti berapa jumlah calon pegawai yang sudah diangkat menjadi pegawai perusahaan pada tahun yang diperiksa 6. 6.8. Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. 6. 6. dan teliti apa sebabnya serta minta keterangan tertulis dari unit keraja yang diperiksa 6. Catatan Kondite serta assessment yang layak sebagai bahan pertimbangan.2.4.5.2.2.

7.2.yang pangkatnya lebih tinggi dalam satuan unit kerja.1.2. Jika ada apa sebabnya. Latihan dan Pengembangan Pegawai 7. 6.2.2. Periksa apakah terdapat penunjukan dalam jabatan dengan predikat pejabat atau pejabat sementara.2.12. 7.1.1. Teliti apakah program latihan dan pengembangan tersebut telah sinkron dengan pelaksanaan tugas pokok 7.2. 8. Prosedur Pemeriksaan : 7. Untuk menilai apakah kegiatan pendidikan dan latihan pegawai telah direncanakan dan dikelola dengan baik. adanya hambatan dalam pengangkatan pegawai/SK 7. Periksa apakah telah disusun program latihan dan pengembangan pegawai dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan pegawai 7.2. 6.2. Tujuan Pemeriksaan : 7.1.1. Untuk menilai hasil program pendidikan dan latihan pegawai termasuk tindak lanjutnya. Periksa apakah terdapat peningkatan hasil pekerjaan dari pegawai yang telah dididik dan dilatih tersebut 7. Adakan penilaian secara seksama.2.10. Teliti kemungkinan penerbitan/penyampaian SK pemberian kenaikan gaji.2.3. Adakah penilaian apakah penempatan pegawai tang telah dididik dan dilatih tersebut sesuai dengan tambahan pendidikan yang diterimanya dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. apakah penempatan/penunjukan dalam jabatan didasarkan pada system karir dan system prestasi kerja serta persyaratan lain yang diperlukan.11.1.4. padahal ada pegawai yang memenuhi syarat untuk jabatan tersebut. Tujuan Pemeriksaan . 6. Penaggajian dan Kesejahteraan Pegawai 8.

3.1. dan daftar hadir pegawai.1.2.6.2.4.2.2. SK pengangkatan pegawai harian. apakah telah diterima secara utuh dengan daftar/bukti tanda terima. 8.2. Periksa sampai sejauh manakah usaha yang dilakukan oleh perusahaan yang menyangkut kesejahteraan pegawai.5. Lakukan pengujian terhadap Pegawai dengan SK Pengangkatan kebenaran Daftar 8. 8. Prosedur Pemeriksaan : 9.2. Periksa dan catat berapa jumlah pegawai yang akan dipensiunkana dalam tahun bersangkutan 9.2.2. 8. Periksa kebenaran daftar pembayaran upah dengan daftar hadir pegawai harian. 9.2. Periksa apakah nama-nama pegawai yang tercantum dalam daftar pembayaran gaji/upah benar-benar ada orangnya. Prosedur Pemeriksaan 8. 9. Lakukan pengujian terhadap kebenaran daftar pembayaran gaji dengan daftar pegawai. Tujuan Pemeriksaan : Untuk meneliti apakah masalah pemberhentian dan pemensiunan karyawan telah mendapat perhatian secukupnya dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 9. . Selidiki apakah pemensiunan atau pemberhentian pegawai telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.2.2.1. 8.Untuk menilai apakah kegiatan penggajianndan masalah kesejahteraan pegawai telah mendapat perhatian yang layak 8.2.2. Periksa apakah terdapat pemberhentian yang dilaksanakan atas permintaan sendiri yang kurang dari batas pension dan jelaskan latar belakangnya.3. Pemberhentian dan Pemensiunan 9. Lakukan konfirmasi kepada penerima pembayaran gaji/upah/honorarium.

2. TUJUAN UMUM Tujuan umum dari pemeriksaan terhadap system dan tekhnologi adalah suatu kegiatan analisis dan penilaian terhadap seluruh keberadaan system dan tekhnologi maupun aktifitas pada bagian IT yang bertujuan meminimumkan resiko dan mengoptimalkan kemampuan system dan tekhnologi. Periksa apakah dibuat dan disampaikan pelaporan mutasi pegawai baik secara berkala maupun laporan tahunan INFORMATION & TECHNOLOGY a.4.2.Prosedur Pemeriksaan : 10.1.2.1.Tujuan Pemeriksaan : Untuk meneliti apakah tata usaha kepegawaian termasuk penyusunan laporan mutasi pegawai telah dilakukan secara tertib 10.9. Periksa apakah telah diselenggrakan tata usaha pegawai yang tertib 10. RUANG LINGKUP Ruang lingkup pemeriksan pada system IT meliputi jangkauan luas yang dalam istilah pemeriksaan dikenal dengan sebutan “Arround the Computer” dan “Trought the Computer” yang dalam pelaksanaannya dengan menggunakan software package yang khusus digunakan untuk audit .2. Penata Usahaan 10.5. Selidiki apakah telah dilakukan memperlancar pelaksanaan pensiun pegawai usaha untuk 10.2. B. Periksa apakah terdapat pemberhentian yang disebabkan oleh hukuman disiplin dan atau hukuman pidana 9.2.

4. instalasi UPS. 3. Pemeliharaan peralatan computer 3.3. TUJUAN PEMERIKSAAN 2.1. Untuk memastikan keberadaan sarana penunjang dalam keadaan baik dan siap operasi 2. peraturan dan prosedur.2. 1. Perencanaan dan pengembangan tekhnplogi 3. PROSEDUR PEMERIKSAAN 4. DATA YANG DIPERIKSA. Kontrak pemeliharaan.4. Daftar inventaris computer dan sarana pendukungnya 3. HARDWARE DAN SARANA PENDUKUNG 1.1. Untuk memastikan jumlah perangkat keras computer dan sarana pendukungnya sama dengan daftar inventaris 2. peralatan komunikasi (modem) dll.2.1. 2. 2.computer. Keberadaan dan kondisi perangkat keras 2.4. . Rencana dan realisasi sarana computer 1. Untuk memastikan adanya pemeliharaan rutin dan evaluasi berkala terhadap keberadaan perangkat keras dan sarana pendukung.3.1.1.1. 3. 2. tingkat kedalaman (depth) pemeriksaan menyangkut kepatuhan terhadap kebijakan intern maupun ekstern. Untuk memastikan apakah Unit Keraja IT telah melakukan pengujian terhadap kapasitas perangkat keras computer masih mencukupi kebutuhan atau tidak. Mintakan kartu inventaris perangkat keras computer dan sarana pendukungnya. OBYEK PEMERIKSAN 1.3. Log book pemeliharaan computer dan sarana pendukungnya.6. Untuk memastikan apakah unit kerja IT mempunyai rencana pengadaan perangkat keras computer baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.2.5. Untuk memastikan jumlah perangkat keras computer dan sarana pendukungnya sama dengan daftar inventaris dengan cara : 4. Untuk memastikan kebenaran perangkat keras cadangan atau Disaster Recovery System (DRC). antara lain : instalasi AC ruangan computer.

Periksa log book operasi computer untuk mengetahui : 4.6. pastikan bahwa kondisi tersebut dicatat pada kartu perawatan barang. apakah jadwal pemeliharaan sudah diatur dengan baik dan sesuai kebutuhan. Perikasa mengetahui : line komunikasi data computer untuk 4.2. Apakah line terminal yang ada sesuai kebutuhan 4. Mintakan evaluasi yang dilakukan unit kerja IT tentang kapasitas hardware 4. Untuk peralatan yang dalam keadaan rusak atau dalam perbaikan.2. Periksa phisik perangkat keras dan saran pendukung tersebut untuk mengetahui keberadaan alat-alat tersebut. dengan cara : computer masih 4.4.2. 4.2.3.1.3. Apakah sering terjadi gangguan akibat kekurangan memory atau “memory panic” 4.5.2.3.1.3.3. 4. Diskusikan seluruh kondisi tersebut diatas dengan unit kerja IT dan unit-unit kerja “end user”. dengan cara : 4. 4. 4.4. Apakah pernah atau sering terjadi computer “hang” atau “error” akibat kekurangan atau kerusakan storage. 4.2. Untuk memastikan kapasitas perangkat keras mencukupi kebutuhan atau tidak. Untuk memastikan adanya pemeliharaan rutin dan evaluasi berkala terhadap keberadaan perangkat keras dan sarana pendukungnya.2.2.2.1.2. Apakah pendistribusian line terminal sudah diatur dengan baik dengan memprhitungkan kelancaran operasi perusahaan. Jika kondisi-kondisi tersebut sering terjadi. .1.1. 4. 4. Periksa kondisi peralatan tersebut. Periksa apakah ada “kontrak pemeliharaan” terhadap seluruh perangkat keras maupun sarana pendukungnya.1. diskusikan dengan personel yang bertanggung jawab untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan yang sudah dilakukan.2.2. Periksa lapasitas storage dengan menggunakan fasilitas utility computer yang bersangkutan untuk mengetahui storage yang masih tersisa.2.2.5.5.3.2.

2. Pastikan bahwa evaluasi keberadaan perangkat keras computer selalu diadakan secara berkala.1. Untuk memastikan keberadaan sarana penunjang dalam keadaan baik dan siap operasi. Apabila ditemukan pemeliharaan diluar jadwal rutin. Periksa realisasi kontrak service komputer. dilakukan dengan cara : 4.1.Implementasi dan migrasi data pada setiap tahap pengembangan 4.2. Periksa hasil evaluasi tersebut untuk memastikan kebenaran keberadaan perangkat keras computer.3.4. 4. 4. 4. periksa kerusakan apa yang terjadi dan apa penyebabnya.4. Periksa pengadaan perangkat keras yang sudah terlaksana untuk memastikan bahawa pengadaan tersebut masih sesuai dengan rencana induk tekhnologi.4.7.3.3. Mintakan Blue Print rencana induk tekhnologi jangka panjang.Training terhadap personil untuk setiap tahap pengembangan 4. 4. 4.3.4.3.2. Pastikan bahwa pemeliharaan perangkat keras selalu dilakukan dengan tidak mengganggu kerahasiaan data perusahaan. Apabila ada penyimpangan pengadaan perangkat keras. Apabila kejadian ini sering terjadi. Untuk memastikan unit kerja IT mempunyai rencana pengadaan hardware baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. diskusikan dengan unit kerja IT untuk mengetahui apakah sudah ada atau bagaimana rencana penanganan secara khusus untuk hal tersebut. Periksa log book pemeliharaan untuk memastikan bahwa pemeliharaan sudah dilakukan sesuai dengan kondisi seharusnya/kontrak pemeliharaannya. 4.4.3.4.3.Sarana penunjang yang dibutuhkan 4. diskusikan dengan unit kerja terkait untuk mengetahui alasan penyimpangan tersebut dan pastikan bahwa unit kerja akan merombak rencana induk sesuai dengan penyimpangan yang sudah terlaksana 4. Pastikan bahwa dalam rencana induk tekhnologi juga sudah mencakup hal-hal penunjang seperti : 4.3.4. apakah sesuai dengan isi perjanjian dan keberadaan perangkatnya.6.4.3. Unit kerja IT dan seluruh kebutuhan operasi sudah terserap dalam rencana induk tersebut. .4.4.5.4.5.4. 4.4.4. Pastikan bahwa rencana induk tekhnologi disusun dengan melibatkan unit kerja lain sebagai “end user”. 4.

6.6. 4. 4.2.5. Pastikan bahwa pemeliharaan data untuk DRC sudah diatur dengan baik dan dilaksanakan secara utuh untuk menjamin kebenaran data pada DRC.2.4.6. 1. Pastikan bahwa perangkat DRC dalam keaadaan baik dan siap dioperasikan.3. 1. Pastikan bahwa prosedur pengalihan operasi dari computer induk ke DRC telah disusun dengan baik dan dipahami oleh seluruh aparat terakait.6. 4. 1.5. 1.4. Pastikan bahwa generator cadangan berfungsi dengan baik dan operator/tekhnisi generator selalu siap selama operasi computer.6.6. OBYEK PEMERIKSAAN 1.5. 4.5.5. Pastikan bahwa pengalihan operasi dari computer induk ke instalasi DRC dapat dilakukan dengan mudah untuk menjaga kesinambungan operasi. 4.3.5.1.2. pastikan bahwa kerahasiaan data terjaga sesuai dengan aturan kerahasiaan data yang ada PERANGKAT LUNAK KOMPUTER 1. 4. Pastikan pemeliharaan terhadap peralatan tersebut telah dilakukan dengan baik. 4.1.3. 4. Kebenaran Logic Program Aplikasi Pemeliharaan Data Disaster Recovery Plan 2.4.6. 4. Apabilan instalasi DRC dipakai secara bersama dengan instansi atau perusahaan lain.4. Pengembangan dan Pemeliharaan Aplikasi System. TUJUAN PEMERIKSAAN .6. Untuk memastikan hardware cadangan atau Disaster Recovery Center (DRC). dicatat dalam log book dan jika terdapat kontrak pemeliharaan apakah sudah sesuai dengan isi kontrak tersebut. Pengembangan dan Pemeliharaan Operating System. Pastikan bahwa kapasitas instalasi DRC mampu mengambil alih operasi dari computer induk. Pastikan bahwa ruangan computer selalu terjaga kebersihan dan suhu udaranya memenuhi persyaratan tekhnis hardware yang dipakai. Pastikan bahwa instalasi UPS berfungsi dengan baik.1. 4.

3 Dapatkan informasi release operating system yang terakhir dipasarkan vendor. 3.1.1 4. PROSEDUR PEMERIKSAAN 4. Panduan Sistem dan Teknologi Produk Pengelolaan Data Log Book Operasi Komputer Log Book Library Data 4. dengan cara 4.1. c.1.3.1.2.1 4. DATA YANG DIPERIKSA 3.1.2. 3. d.2 4. Untuk memastikan “ OPERATING SYSTEM” masih up to date. Untuk memastikan kebenaran hasil–hasil perhitungan yang dilakukan secara otomatis oleh system aplikasi. Pastikan bahwa system aplikasi yang dipakai masih sesuai dengan perencanaan dan masih memenuhi kebutuhan operasi Perusahaan .4 System Flow Chart File Structure Spesifikasi Program Source Listing . Untuk memastikan bahwa system aplikasi selalu memverifikasi seluruh perubahan data secara benar untuk menjaga kebenaran data. Untuk memastikan bahwa system aplikasi menjaga setiap kemungkinan akses ke data file di luar prosedur.2. Untuk memastikan kebenaran isi data file dan kebenaran penyimpanan data file.2.1. dengan cara : 4.2. Untuk memastikan system aplikasi yang dipakai masih sesuai dengan perencanaan dan masih memenuhi kebutuhan operasi Perusahaan. Pastikan bahwa release operating system yang dipakai masih dalam batas pemeliharaan vendor.1. 3.1. 3. f.a. Untuk memastikan kebenaran dan kesiapan system serta file pada instalasi cadangan Disaster Recovery Centre (DRC).4.1. Untuk memastikan system aplikasi yang dipakai masih sesuai dengan perencanaan dan masih memenuhi kebutuhan operasi PT Phapros Tbk.2. 4. Untuk memastikan ‘OPERATING SYSTEM’ masih up to date. dengan cara : 4.3 4.2.2 4. Periksa apakah peningkatan release operating system (dalam hal release yang dipakai sudah ketinggalan tidak menimbulkan kesulitan pada system aplikasi yang dipakai. g. e.1. b.

4. periksa perubahan tersebut pada program mana.2.7.2.2.2.8.1.2. yaitu : 4.8. Pastikan bahwa setiap kegiatan telah mengikuti pembagian library tersebut. Pastikan juga bahwa penambhan dan pengurangan tersebut dibuat dengan melibatkan unit lain sebagai user dan sudah ditest sesuai dengan prosedur ‘accepted test’ 4.2.Pengetesan program dilakukan pada Testing Library 4. yaitu : 4.2. .6.7.2. pastikan bahwa jumlah byte seluruh program sam dengan jumlah byte seluruh program pada pemeriksaan sebelumnya dan dengan jumlah byte seluruh program pada dokumentasi.Operation dilakukan pada Operation Library Pastikan juga bahwa setiap pemindahan antar library tersebut selalu disukung dengan berita acara.2. Pastikan bahwa jumlah program dalam computer masih sama dengan jumlah program dokumentasi.2.3. Untuk memastikan tidak ada perubahan logic program.5.8. 4.2.4.3. periksa apakah perubahan tersebut sudah didokumnetasikan dengan baik berikut alasan perubahannya Pastikan juga bahwa perubahan tersebut melibatkan unit lain sebagai user dan sudah ditest sesuai dengan prosedur “Accepted Test” secara sah.4.Pembuatan atau perubahan program dilakukan pada Sevelopment Library 4.2. pastikan bahwa penambahan dan pengurangan program tersebut didokumentasikan dengan baik berikut alasan penambahan dan pengurangannya.1.5 User Manual 4.2.7.1. Production Library 4.2. 4.8. Pastikan bahwa pembuatan dan atau pembelian system aplikasi dilakukan dengan melibatkan unit–unit kerja lain sebagai enduser Unit Kerja Komputer dalam hal perencanaan dan pengetesan system aplikasi yang dipakai. Development Library 4.7.2. bandingkan juga dengan jumlah program pada pemeriksaan sebelumnya.2. Pastikan bahwa library program dibagi 3. Testing Library 4. Apabila ada perubahan jumlah byte. Apabila ada perbedaan jumlah program dengan program pada pemeriksaan sebelumnya atau jumlah program dalam daftar dokumentasi program.3.2. 4.

4.3.4.5. Periksa secara sampling hasil perhitungan yang dilakukan oleh system aplikasi.1.4.6. dengan cara : 4.1.3. 4.4. Pastikan bahwa password seluruh personil terjaga kerahasiaannya dan penyimpanannya dilakukan dengan sistem enkript.4. Pastikan bahwa sistm aplikasi membatasi akses ke data setiap personil sesuai dengan kewenangan masing–masing melalui pengaturan menu transaksi. 4.3. 4. 4.4. Untuk memastikan bahwa sistem aplikasi menjaga setiap kemungkinan akses kedata file diluar prosedur. seperti Harga Pokok Penjualan 4. Pastikan bahwa proses accrualisasi dilakukan dengan benar dengan mengambil beberapa sampling.3. Untuk memastikan bahwa sistem aplikasi selalu memverifikasi seluruh perubahan data secara benar untuk meenjaga kebenaran data. dengan cara : 4. 4. Pastikan bahwa akses ke data yang melibatkan lebih dari 1 (satu) unit kerja dapat dimonitor dengan baik oleh masing– masing unit kerja terkait.4.7.4. Pastiakn bahwa prosedur operasi computer sudah sesuai dengan kewenangan setiap unit kerja yang tergambar dalam bagan organisasi secara keseluruhan. (bila memungkinkan diperiksa secara keseluruhan dengan bantuan ‘Audit Software Package’). 4.4.1. Pastikan bahwa pada closing process selalu didahului proses pengetesan mutasi yang terjadi dengan membandingkan mutasi dengan master data. . (bila memungkinkan diperiksa secara keseluruhan dengan bantuan ‘AUDIT SOFTWARE PACKAGE’. Pastikan bahwa setiap akses ke data dalam bentuk transaksi financial maupun transaksi static data terekam dalam file transaski.2.3. 4. dengan cara : 4. Pastikan bahwa password yang sedang dalam kondisi ‘ON’ secara otomatis di ‘LOG OFF’ oleh sistem apabila dalam jangka waktu tertentu tidak ada kegiatan.3.5.2.4. Pastikan bahwa sistem aplikasi mempunyai alur khusus untuk mengoreksi hasil–hasil perhitungan otomatis yang dilakukan sistem aplikasi apabila ada kesalahan.5. 4. Pastikan bahwa akses kedalam file diluar jalur disediakan sistem aplikasi telah di protect secara total. Untuk memastikan kebenaran hasil-hasil perhitungan yang dilakukan secara otomatis oleh system aplikasi. 4.

Pastikan bahwa penyimpanan back up file memenuhi standar teknis penyimpanan media data dan dengan penyususnan serta . Pastikan bahwa master personil dalam computer juga menggambarkan unti kerja yang bersangkutan.6.6.1.3. Pastikan bahwa sistem aplikasi mempunyai alur untuk memperbaiki atau membatalkan transaksi apabila terjadi kesalahan.4.2. 4. Pastikan bahwa jurnal transaksi financial maupun static data selalu mencata data–data standar.1.6. bulanan. Pastikan bahwa setiap master file mempunyai control record yang berisi data-data control minimal : 4. Pastikan bahwa master file punya back up harian.6. 4.5. Pastikan bahwa sistem aplikasi mempunyai modul recovery untuk merestore back–up ke main file.5.4 4.6.5.5.1 4.6.6.5.5.5. Pastikan bahwa sistem selalu mencatat setiap kesalahan ataupun pembatalan transaksi dalam file tersendiri. 4.6.1. detik) Nomor Terminal Nomor Personel pembuat Nomor personel yang meng-approve Isi Mutasi 4.6.5.5.5.4.6. antara lain : 4.5 Jumlah record dalam file Tanggal atau update terakhir Total amount Tanggal create Dan lain–lain 4.6. batasan– batasan tersebut harus dimodifikasi dengan mudah oleh personil yang berwenang untuk merubah.5.5.2 4.1.5. Pastikan bahwa sistem aplikasi memberlakukan pembatasan– pembatasan tertetntu untuk wewenang setiap personil. mingguan.4 4. 4.5.6.3. Cetak dan analisa data tersebut untuk melihat tingkat kesalahan operasi computer.5.1 4. Untuk memastikan kebenaran isi data file dan kebenaran penyimpanan data file.5 4. menit.3 4. Periksa kebenaran master file dengan membandingkan isi master file dengan data control record (header record) 4. 4.2 4. sehingga transaksi yang diluar batas wewenang personil hanya bisa di approve oleh atasan langsung yang berwenang.5.4.1. dengan cara : 4. 4.5.5.1.2.3 4.5.6 Tanggal transaksi Waktu Transaksi (jam.

Untuk memastikan kebenaran dan kesiapan sistem aplikasi dan data file pada instansi cadangan (DRC) 4.5. Untuk memastikan adanya prosedur untuk konversi dan entry data untuk menyakinkan adanya pemisahan tugas yang jelas diantara .7. 2.1.4.7. Untuk memastikan bahwa seluruh tugas pemerosesan data dijadwalkan untuk menjamin efisiensi penggunaan fasilitas dan untuk memenuhi persyaratan pemakai.pengadministrasian yang benar.3.7. sehingga memudahkan pencarian kembali apabila dibutuhkan.1. 4.7. OPERASI SISTEM TEKNOLOGI 1. 1. Untuk memastikan bahwa terdapat prosedur penyiapan data yang harus diikuti oleh pemakai. 2.4.2.4. Pastikan bahwa jumlah program dan jumlah byte seluruh program pada computer induk sama dengan pada instansi cadangan (DRC). 1.5.2. Pastikan bahwa data pada instalasi cadangan selalu diperbaharui selalu diperbaharui sesuai dengan prosedur DRC.3. 4. 2. OBYEK PEMERIKSAAN : 1. 1. Untuk memastikan adanya prosedur untuk persetujuan input data.7.6. Pastikan bahwa proses pengalihan operasi dari computer induk ke instalasi cadangan dapat dilakukan dengan mudah dengan waktu pengalihan yang tidak terlalu lama untuk menjamin kontiunitas oparasi. 1. 4.1. Untuk memastikan adanya prosedur standar untuk operasi pemerosesan data dan bahwa standar tersebut direvley secara periodik untuk meyakinkan efektifitasnya. 2.7. TUJUAN PEMERIKSAAN 2. 2. Ketaatan terhadap prosedur operasi komputer Kebenaran otoritas personel untuk akses data Kebenaran pendistribusian output Komputer Tingkat kesalahan operasi Komputer Penyalahgunaan wewenang dalam operasi komputer 2. Untuk memastikan bahwa dokumen dasar yang asli disimpan dalam jangka waktu tertentu untuk memudahkan pengambilan kembali data. 4. Pastikan bahwa release operating system pada computer induk sama dengan operating system pada instansi cadangan (DRC) 4. Pastikan bahwa kapasitas storage pada instalasi cadangan (DRC) cukup untuk menampung data pada computer induk.2.3.5.

10. 2.1.7. perkiraan waktu proses dan dead line output. . Operator File Administrasi pendistribusian output computer Error log book Master file aplikasi 4. 3. Untuk memastikan adanya pengaturan untuk melaporkan dan mengontrol kesalahan yang ada didalam output aplikasi pemerosesan data.9.1.2.14. Untuk memastikan adanya pengaturan pengamanan atas laporan– laporan output pemerosesan data. 2. Untuk memastikan adanya pengaturan pendistribusian output pemerosesan data. 3.1.3. DATA YANG DIPERIKSA 3. Dan juga untuk memastikan adanya audit trail untuk memudahkan penelusuran proses transaksi dan rekonsilasi data yang dipermasalahkan. 2. Untuk memastikan adanya pengaturan penanganan dan penyimpanan out put program aplikasi pemerosesan data. PROSEDUR PEMERIKSAAN 4.8. 3.1. Untuk memasikan adanya fasilitas untuk mengetahui adanya penggunaan secara tidak sah atau penyalahgunaan computer atau terminal dalam konversi atau pemasukan data. Untuk memastikan bahwa seluruh tugas pemerosesan data dijadualkan untuk menjamin efisiensi penggunaan fasilitas dan untuk memenuhi persyaratan pemakaian. dengan cara : 4.13.12. 2. Dapatkan daftar seluruh aplikasi pemerosesan data yang telah dijadualkan secara teratur bersama–sama dengan dead line input. Untuk mematikan adanya pengaturan untuk menyakinkan bahwa output program aplikasi pemerosesan data dibandingkan dengan control total terkait secara teratur. waktu penyiapan data. baik sebelum maupun setelah didistribusi. Untuk memastikan adanya prosedur untuk koreksi dan pemasukkan data yang salah.11. Untuk memastikan adanya prosedur untk meyakinkan bahwa data input divalidasi dan diedit ditempat asalnya. 3. 2. 2. 2.4. 2.mereka yang terlibat dalam aktifitas tersebut dan adanya verifikasi rutin terhadap pekerjaan yang dilakukan proses input data.

2. akhir triwulan.3.2.4. Periksa jadual pemerosesan data untuk mengetahui bagaiman distribusi beban pekerjaan. Pastikan apakah terdapat panduan operasi untuk seluruh program aplikasi. 4.1. Pastikan bahwa pemakai dari aplikasi pemrosesan data tertentu terlibat dalam penyiapan jadual input dokumen dasar dan out put laporan. Untuk memastikan bahwa terdapat prosedur penyiapan data yang harus diikuti oleh pemakai.3.2. Pastikan bahwa prosedur standar tersebut mencakup seluruh proses penting dari perangkat keras termasuk start.5.3.2.4. Lakukan penilaian terhadap kecukupan fungsi pengendalian penyiapan data yang dilaksanakan sebelum memindahkan data unuk diproses.2. 4. Pastikan adanya laporan rutin untuk mengidentifikasi pekerjaan yang diproses diluar jadual dan analisa kenapa perkejaan tersebut tidak diselesaikan sesuai jadwal.3. untuk seluruh perangkat keras yang memerlukan operator dan untuk seluruh aplikasi perangkat lunak system. dengan cara : 4. Pastikan adanya prosedur untuk menyiapkan data yang akan dimasukkan pada masing-masing dokumen.4. me-review dokumen dasar dan menyetujui input.2.4. 4.3.1. restart dan closing. 4. 4. Pastikan bahwa prosedur tersebut memberikan perintah yang jelas bagi personil penyiapan data. akhir semester atau akhir tahun. dengan cara : 4. Untuk memastikan adanya prosedur standard untuk operasi pemerosesan data dan bahwa standar tersebut direview secara periodic untuk meyakinkan efektifitasnya. Evaluasi prosedur operasi pemerosesan data yang ada 4.3. Pastikan adanya prosedur tertulis untuk masing–masing aktifitas dalam proses penyiapan data.1. Identifikasi personil–personil yang bertanggung jawab untuk penyiapan input. Identifikasikan data–data tertentu yang mungkin akan dimasukkan pada masing–masing dokumen dasar. dengan cara : . 4. 4. Untuk memastikan adanya prosedur untuk persetujuan input data.2. 4.1. 4. Indentifikasi dokumen–dokumen yang digunakan untuk setiap jenis input. 4.2.3. Lakukan wawacara dengan unit kerja sistim dan teknologi untuk memasyikan sejauh mana prosedur standar tersebut direview secara periodic untuk melihat efektifitasnya. 4.3.4.3. Tentukan kapan waktu proses yang paling sibuk seperti akhir bulan.1.

Evaluasi terhadap prosedur control data dan yakinkan bahwa prosedur tersebut menjelaskan : 4.3.4. 4. Evaluasi fasilitas dengan apa dokumen dasar dapat diperoleh kemblai (retrieve). Untuk memastikan adanya prosedur konversi dan entry data dan meyakinkan adanya pemisahan tugas yang jelas diantara unit dan pelaksana yan terlibat dalam aktifitas tersebut dan adanya verifikasi rutin terhadap pekerjaan yang dilakukan proses input data.2.1. 4.1.2. pastikan bahwa data dokumen dan data persetujuan disimpan sesuai dengan kebijakan penyimpanan dokumen yang berlaku. 4.6. Pastikan bahwa dokumen dasar yang sudah tidak up to date dikeluarkan dari gudang dan dihancurkan sesuai kebijakan perusahaan. 4. dengan cara : 4.5.4.4. Pastikan bahwa periode penyimpanan setiap data dicetak dibelakang dokumen asli.6.6.6. Pastikan adanya prosedur tertulis yang menerangkan cara bagaimana data dapat diubah dan dimasukkan.2.2.3.6. 4.6. 4. 4.1.2. 4.Untuk aplikasi dimana input data dilakukan diterminal. Hal ini ini untuk memudahkan rekonstruksi data dalam hal terjadinya kerusakan atau hilangnya dalam proses.4.6.2. 4.Pastikan bahwa wewenang personil untuk menyetujui input data konsistensi dengan kebijakn tertulis yang ada.6. periksa apakah prosedur yang ada meliputi penggunaan.6. 4.1.Pastikan bahwa wewenang personil untuk meyetujui input data konsisten dengan kebijakan tertulis yang ada. pemeliharaan dan control terminal serta nomor personil.2.4.4. Untuk dokumen yang dikirim secara elektronik. 4.6.Periksa proses control input dan periksa apakah proses persetujuan dibatasi pada individu–individu berwenang sebagaimana yang dijelaskan pada struktur organisasi.6.3.4. Pastikan bahwa dokumen dasar disimpan dalam waktu tertentu sesuai dengan ketentuan perundang–undangan.2. 4. Otorisasi yang terkait untuj masing-masing bidang ‘Edit’ yang akan digunakan selama proses input data awal ‘Error message’ untuk setiap aplikasi Pembuatan log kontrol yang mencatat seluruh kesalahan dan penyimpangan .5 Untuk memastikan bahwa dokumen dasar yang asli disimpan dalam jangka waktu tertentu untuk memudahkan pengambilan kembali data. 4. dengan cara : 4.4.6.

4.6.2.5. Prosedur untuk menyelesaikan kesalahan dan penyimpangan 4.6.2.6. Kontrol mengenai sejauhmana koreksi kesalahan yang akan dilakukan apabila ditemukan kesalahan 4.6.2.7. Kontrol terhadap perubahan dan up date master file 4.6.3. Observasi dan uji prosedur control data. Pastikan tingkat kepatuhan terhadap prosedur dokumentasi dan efektifitas prosedur tersebut dalam prakteknya. 4.6.4. Pastikan adanya unit control secara independent mengontrol data yang dimasukkan. Identifikasikan alat control yang digunakan yang bisa meliputi seluruh kemungkinan kesalahan. 4.6.5. Pastikan apakah dokumen dasar yang digunakan dalam mengontrol data atau proses data entry diberi tanda untuk melindungi terhadap duplikasi atau re-entry data, juga untuk memastikan kebenaran entry data. 4.7. Untuk memastikan adanya prosedur untuk mengetahui adanya penggunaan secara tidak sah atau penyalahgunaan computer atau terminal dalam konversi atau pemasukan data, dengan cara : 4.7.1. Pastikan apakah computer dan peralatan lainnya yang digunakan untuk konversi dan entry data ditempatkan di dalam ruang yang aman 4.7.2. Pastikan bahwa prosedur entry data meyakinkan bahwa aktifitas ini hanya dilaksanakan oleh personil yang berwenang. 4.7.3. Pastikan bahwa prosedur entry data mengatur tentang pengeluaran, pengelolaan dan penggunaan password untuk mencegah penggunaan computer oleh orang yang tidak berwenang. 4.7.4. Pastikan bahwa akses ke computer oleh orang yang tidak berwenabg ditolak. 4.7.5. Pastikan bahwa prosedur penggunaan password dan kode-kode tertentu meyakinkan bahwa password dan kode-kode tersebut tidak dicetak atau di display. 4.7.6. Pastikan bahwa untuk dapat akses ke computer seseorang harus diberikan nomor identifikasi tertentu. 4.7.7. Pastikan bahwa mekanisme pengamanan telah dibangun untuk mengatur otorisasi akses ke transaksi on line dan catatan terkait. 4.7.8. Pastikan bahwa mekanisme pengamanan meyakinkan bahwassetiap usaha kases yang berhasil maupun tidak berhasil dicatat dan bahwa catatan yang dibuat oleh proses ini berisi tanggal danwaktu akses dan identifikasi personil yang terlibat di dalamnya.

4.8. Untuk memastikan adanya prosedur untuk meyakinkan bahwa data input di valiadasi dan di edit di tempat asalnya, dengan cara : 4.8.1. Pastikan apakah format yang standard digunakan untuk meyakinkan bahwa data dibukukan pada field dan format yang sesuai. 4.8.2. Pastikan digunakan terminal dan program yang sesuai untuk melakukan validasi dan control dalam proses pemasukan data. 4.8.3. Pastikan tempat-tempat dimana data input divalidasi. Yakonkan adanya prosedur untuk memastikan bahwa data yang salah diidentifikasikan, ditolak dan tidak dibenarkan memasuki system atau meng update file master. 4.8.4. Pastikan bahwa prosedur validasi data dilaksanakan di semua field record input, walaupun suatu kesalahan mungkin sudah diidentifikasikan pada field sebelumnya. 4.8.5. Pastikan bahwa prosedur validasi data meliputi hasil pengujian terhadap keberadaan : 4.8.5.1. Kode-kode otorisasi individu dan supervisor 4.8.5.2. Check digit pada senua kunci identifikasi 4.8.5.3. Check digit pada akhir suatu rangkaian numeric data yang tidak memerlukan ‘balancing’ 4.8.5.4. Kode-kode yang sah. 4.8.5.5. Nilai alpha numeric atau numeric yang sah 4.8.5.6. Ukuran filed yang sah 4.8.5.7. Sign 4.8.5.8. Kesesuaian atau ketidak sesuaian record 4.8.5.9. Urutan record 4.8.5.10. Record input yang lengkap 4.8.5.11. Field pengulangan yang menghindari keharusan memasukkan data yang sama berulang-ulang. 4.8.6. Pastikan apakah prosedur input data mempunyai log dari nomor dokumen dasar yang dimasukkan untuk memastikan bahwa seluruh dokumen dapat dipertanggung jawabkan. 4.8.7. Pastikan bahwa prosedur input data dapat menjamin bahwa data dimasukkan dalam ‘audit trail error’ untuk kemungkinan penggunaan dalam penanganan kesalahan atau untuk perbaikan kesalahan pemrosesan data. 4.9. Untuk memastikan adanya prosedur untuk koreksi dan pemasukan kembali data yang salah, dengan cara : 4.9.1. Pastikan adanya prosedur tertulis untuk identifikasi, koreksi dan pemasukan kembali data yang ditolak yang berisi kesalahan yang sudah dibuat.

4.9.2. Pastikan apakah prosedur yang ada memberikan display atau hasil cetak dari data yang salah segera setelah ditemukan untuk dikoreksi. 4.9.3. Pastikan apakah pesan ‘error’ yang dikeluarkan oleh prosedur input data dinyatakan dengan jelas dan cepat dimengerti dengan mudah oleh operator computer, sehingga koreksi dan pemasukan ulang data dapat dilakukan segera. 4.9.4. Pastikan bahwa seluruh data yang ditolak oleh prosedur input data ditulis secara otomatis pada suspense file. 4.9.5. Periksa record pada file data yang ditolak untuk meyakinkan apakah memuat informasi : 4.9.5.1.Kode yang menunjukkan tipe kesalahan 4.9.5.2.Tanggal dan data di record pada suspense file 4.9.5.3.Identifikasi dari personil yang aktifitas input datanya menghasilkan record. 4.9.5.4.Identifikasikan dari terminal yang aktifitasnya menghasilkan record. 4.9.6. Pastikan bahwa file data ditolak menghasilkan hitungan record otomatis untuk mengontrol jumlah entry data file tersebut. 4.9.7. Pastikan bahwa prosedur koreksi kesalahan input data meyakinkan bahwa sebelum di re-enter seluruh koreksi di-review dan disetujui secara independent oleh supervisor. 4.9.8. Pastikan bahwa kepala unit kerja pemakai meeview laporan dari suspense file input data ditolak untuk menganalisa frekuensi kesalahan transaksi dan status dari transaksi yang tidak dikoreksi. 4.10.Untuk memastikan adanya prosedur untuk meyakinkan bahwa output program aplikasi pemrosesan daya dibandingkan dengan control total terkait secara teratur. Dan juga untuk memastikan adanya audit trail untuk memudahkan penelusuran proses transaksi dan rekonsiliasi data yang dipermasalahkan, dengan cara : 4.10.1. 4.10.2. 4.10.3. 4.10.4. Pastikan adanya prosedur tertulis untuk membandingkan dan merekonsiliasikan output yang dihasilkan oleh program aplikasi pemrosesan data. Pastikan tersedianya seluruh informasi yang dibutuhkan oleh pemakai. Pastikan bahwa semua penyimpangan diketahui dan dilakporkan sesuai prosedur. Pastikan bahwa kontrak total dan data lainnya yang ada dalam lapoan dihasilkan sesuai dengan prosedur dan bahwa data tersebut lengkap dan akurat. Pastikan bahwa laporan ini meliputi seluruh penyimpangan.

10.11.1.11. dengan cara : 4. Lakukan penilaian apakah manajemen dari unit kerja pemakai yang dipilih menyadari bahwa mereka bertanggung jawab terhadap kebenaran output program aplikasi pemrosesan data.11.4. Pastikan apakah prosedur penyiapan laporan output memungkinkan transaksi ditelusuri ke output akhir dan ke data entry (original source). 4.6. 4. Observasi realisasi distribusi output dari aplikasi pemrosesan data tertentu untuk mengetahui alur dokumen Bandingkan realisasi pengiriman output dari aplikasi pemrosesan data tertentu dengan jadwal distribusinya untuk memastikan ketepatan dan kebenaran jadwal pastikan bahwa control terhadap perangkat lunak pengendalian output mencegah tindakan pembacaan. Frekuensi penyampaian 4.4. Jadwal distribusi 4. 4.4.11.3.11.2. Pastikan adanya register untuk terminal melalui apa output dikirimkan.4. .7.11.8.3.10. Pastikan apakah daftar pendistribusian output mencantumkan : 4.11. 4.11.5.2. 4.1.11. Pastikan apakah prosedur pemrosesan laporan memungkinkan pemakai merekonsiliasi saldo system saat ini dengan saldo hari sebelumnya.Untuk memastikan adanya prosedur tertulis untuk distribusi output pemrosesan data.10.6. 4. Pastikan adanya daftar disteribusi untuk seluruh output yang dihasilkan oleh masing-masing oleh masing-masing aplikasi [emrosesan data. Pastikan apakah dilakukan perubahan terhadap daftar distribusi bilamana terdapat perubahan ketentuan distribusi output. 4. Penghancuran salinan asli dan duplikat 4. Pastikan apakah ‘transmision log’ yang ada pada masingmaing terminal pemakai dibandingkan secara teratur dengan ‘transmision log’ yang ada pada program aplikasi tertentu untuk meyakinkan bahwa seluruh output telah dikirimkan dengan benar pada pemakai.11. 4.10. 4.5.11.10. Periksa prosedur tertulis distribusi output dari segi kelengkapan dan kebenarannya.4.7.9. Pastikan prosedur yang digunakan oleh pemakai untuk meyakinkan kebenaran dan kelengkapan semua output dan lakukan pengujian ketaatan terhadap prosedur tersebut. 4.10. 4.10.

4. Lakukan pengujian terhadap metode yang digunakan oleh unit IT untuk mengkoreksi kesalahan distribusi output.3.12. 4.11. Mencatat tanggal dan waktu output yang dikoreksi diterima dari unit kerja IT .12.1. 4.11.11.12. 4. 4.11. Mengidentifikasikan masalah kesalahan output 4. Pastikan apakah prosedur distribusi output meiliki ‘distribution log’ dengan cara : 4. Periksa penanganan log tersebut oleh personil yang bertanggung jawab terhadap distribusi output. dengan cara : 4.2. Pastikan apakah unit kerja IT memberitahu pemakai perihal masalah yang ada di output.11.Untuk memastikan adanya prosedur untuk melaporkan dan mengontrol kesalhan yang ada dalam output aplikasi pemrosesan data. Pastikan apakah log kesalahan output aplikasi dimaintain oleh unit control untuk meyakinkan bahwa kesalahan dikoreksi.11.11. 4.4.4.4. Diskusikan dengan personl distribusi mengenai opini mereka atas system yang ada dan saran-saran perbaikan untuk meningkatkan system distribusi output pemrosesan data. 4. Pastikan adanya prosedur tertulis untuk pelaporan dan pengendalian kesalahan di dalam output dari aplikasi pemrosesan data.2.2. 4.3. 4.10. Diskusikan dengan pemakai tertentu pendapat mereka mengenai system distribusi output dan saran-saran mereka untuk perbaikan.3.8.12. Mencatat tindakan koreksi yang dilakukan unit kerja IT 4.12.12.penyalinan.12.12.1.4. Bandingkan kesalahan distribusi output sebelumnya dengan log ini untuk memastikan kebenaran dan kegunaannya. Pastikan bahwa unit kerja IT memiliki log untik output program aplikasi pemrosesan data yang mengandung kesalahan.11. 4.1. Hal ini meliputi penggunaan isi log untuk : 4.11.9.4.4. Evaluasi format catatan ini untuk memastikan apakah memuat informasi yang memadai mengenai distribusi output dari aplikasi pemrosesan data yang dipilih dan siapa yang bertanggung jawab terhadap output tersebut. 4. Mengidentifikasikan personil unit kerja IT yang harus dihubungi mengenai kesalahan dan untuk mencatat tanggal dan waktu hubungan dilakukan. penghapusan atau perubahan output secara tidak sah.11.12.11.

dengan cara : 4.13. Pastikan apakah prosedur tertulis mencakup daftar dari laporan output yang diklasifikasikan sensitive atau kritis 4. dengan cara : 4.12. 4. Lakukan penilaian apakah pemakai yang menerima laporanlaporan output aplikasi pemrosesan data sensitive.1.14. penyebab dan trend dari 4. 4.14.4. Lakukan penilaian apakah periode retensi yang telah ditetapkan untuk output dari program aplikasi tertentu wajar untuk tujuan back up dan pemeriksaan 4.14. 4.5.4.1. 4.5. dengan cara : 4. 4. Memahami status dari materi yang ada dalam laporan 4.13.2.13.14. Mengidentifikasikan kesalahan. Melakukan langkah-langkah untuk menjaga kerahasiaannya 4.Untuk memastikan adanya prosedur pengamanan atas laporan-laporan output baik sebelum maupun setelah distribusi.4.13. Pastikan adanya prosedur tertulis untuk output yang dihasilkan dari program aplikasi 4.Untuk memastikan adanya prosedur penanganan dan penyimpanan output program aplikasi pemrosesan data.1.5.14. Evaluasi resiko-resiko yang terkait dengan laporan data sensitive dan lakukan pengujian terhadap prosedur yang digunakan untuk melindungi laporan-laporan tersebut. Pastikan apakah laporan-laporan yang tergolong sensitive diberi tanda dengan jelas untuk meningkatkan kewaspadaan dan untuk meyakinkan bahwa bahan-bahan tersebut ditangani dengan baik .4.2.14. Pastikan bahwa prosedur menjamin bahwa output yang dikoreksi memerlukan evaluasi yang sama dengan output asli yang salah. Pastikan digunakannya mesin penghancur yntuk menghancurkan output yang tidak dibutuhkan.4.2. Pastikan dilakukannya review untuk memutuskan apakah output program aplikasi yang dikirimkan ke orang-orang tertentu masih dibutuhkan.12. Lakukan penilaian apakah prosedur untuk menjaga keamanan laporan output data sensitive sebelum distribusi (on-line maupun hard copy) memadai dan dipatuhi.3.14.3.13.14.4.

Daftar Pemakai Komputer dan otoritasnya. Untuk memastikan adanya perlindungan dan pengamanan yang memadai terhadap phisik computer dan file 2. OBYEK PEMERIKSAAN 1. Daftar Personil Unit Kerja IT 3.4.2. Otoritas personel untuk akses data 2. penghancuran atau penyimpanan output sensitive dan yakinkan efektifitasnya. 2.7. Report Personil yang masuk ke ruang CPU 3. 2.2. distribusi.6. Untuk memastikan bahwa tanggung jawab untuk menjamin keamanan secara logic dan phisik dari sumber daya informasi dibebankan kepada seorang “information security manager” yang melapor langsung kepada menajemen senior. PENGAMANAN SISTEM TEKHNOLOGI 1.3. DATA YANG DIPERIKSA 3.3.2.14.4. 4. Pastikan dilaksanakannya tekhnik dual custody untuk mengontrol transmisi. Untuk memastikan adanya ketentuan otomatis yang mengatur akses ke fasilitas computer 2.3. cartridge. TUJUAN PEMERIKSAAN : 2. Personil ini tidak boleh diberikan tugas yang berkaitan dengan pemrograman. Untuk memastikan bahwa akses secara logic ke fasilitas computer dibatasi dengan penggunaan password. 2.1. PROSEDUR PEMERIKSAAN . merubah atau menghapus data 3. Untuk meyakinkan bahwa akses ke fasilitas computer dibatasi pada personel yang diberi wewenang untuk itu. Untuk memastikan bahwa tanggung jawab penyimpanan media data (magnetic tape. 2. menambah. Untuk memastikan apakah prosedur yang ada menyediakan control pengamanan akses berdasarkan tingkat kebutuhan pemakai: untuk melihat.6.1. disk dan disket) dilimpahkan kepada personil tertentu dan bahwa terdapat prosedur untuk melindungi isi media data tersebut.1. pengoprasian perangkat keras atau memasukkan data yang akan diproses. Pengamanan akses ke data secara logic program 1. Pengamanan ruangan CPU 1.5.

kartu pengenal atau badge yang memungkinkan merekan memasuki ruang computer atau mengadakan akses ke computer. Karyawan yang dipindahkan atau diberhentikan harus mengembalikan dokumen terkait. .2. Interview dengan Head Unit IT 4.1. kecurian serta sabotase dan ditangani oleh unit kerja yang independent dari operator computer.1.1. 4. disk. yang bersangkutan harus haru segera dikeluarkan dari unit kerja IT tanpa diberi kesempatan untuk merusak fasilitas dan atau file data. Pastikan bahwa terdapat unit kerja tertentu yang bertanggung jawab terhadap penyimpanan media data.1.2.1. Password atau alat control lainnya yang digunakan untuk akses ke computer harus segera dihapus.2.1.1. 4.2. Pastikan bahwa prosedur tersebut telah diikuti secara konsisten dengan cara : 4. dengan cara : 4. Evaluasi file personalia dari karyawan yang baru mutasi/diberhentikan 4.1. dengan cara : 4.1.2.1.1. Periksa system pengamanan untuk akses ke computer untuk memastikan bahwa karyawan tersebut tidak lagi bisa akses. 4. Pastikan bahwa penyimpanan media adta di unit kerja IT aman dari kemungkinan kebakaran dan kebanjiran.1. Untuk memastikan adanya perlindungan dan pengamanan yang memadai terhadap phisik computer dan file. 4. Jika ada karyawan yang dipindahkan atau dibernentikan. cartridge.2.4. Lakukan review terhadap ketepatan pemberian tanggung jawab penyimpanan media dan kecukupan prosedur yang dibuat oleh unit kerja IT untuk melindungi media data dan isinya.1. disket) dilimpahkan kepada unit kerja tertentu dan bahwa terdapat prosedur untuk melindungi isi dari media data tersebut.1.2.2.3.3. 4. minimal pada saat pemberhentian atau pemindahan karyawan.1.2. Untuk memastikan bahwa tanggung jawab penyimpanan media data (magnetic tape.2.2.3. 4.1 Periksa ketentuan personalia untuk memastikan bahwa prosedur mutasi atau pemberhentian karyawan karyawan unit IT memenuhi criteria sebagai berikut : 4.

4.2.5.3. 4.2. Lakukan wawancara dengan personil tertentu dari unit kerja IT untuk mengetahui tingkat kepedulian mereka terhadap pentingnya pengamanan informasi baik secara logic maupun phisik dan kepatuhan terhadap kebijakan pengamanan infornasi yang digariskan. peongprasian perangkat keras atau memasukkan data yang akan diproses.4. .3. Periksa prosedur untuk mengidentifikasikan resiko keamanan inrformasi yang potensial dan pastikan bahwa prosedur ini sesuai dengan ketentuan prlindungan yang berlaku. Pastikan bahwa terdapat fasilitas diluar lokasi unit kerja IT yang dapat digunakan untuk penyimpanan salinan dari file data penting yang disinpan di library dan laikukan cek phisik bahwa salinan dari file tersebut benar-benar disimpan disana. Pastikan apakah terdapat prosedur untuk mengontrol akses kepada penggunaan semua file program aplikasi pemrosesan data.4.2.3. dengan cara : 4. Periksa kebijakan pengamanan informasi untuk memastikan apakah menjelaskan tanggung jawab dari pemakai. manajemen dan security administrator.1.4. 4. dengan cara : 4.3. 4. Pastikan bahwa terdapat ketentuan tertulis mengenai pembatasan akses ke fasilitas computer.6.3. 4. Personil ini tidak boleh mempunyai tanggung jawab terhadap pemrograman. Untuk memastikan bahwa tanggung jawab untuk menjamin keamanan secara logic dan phisik dari sumber daya informasi dibebankan kepada seorang “information security manager” yang melapor langsung kepada manajemen senior.5. Pastikan bahwa terdapat prosedur yang memadai untuk mencegah personil yang tidak berwenang memiliki akses ke fasilitas computer. 4. 4. Untuk meyakinkan bahwa akses ke fasilitas computer dibatasi pada personil yang diberi wewenang untuk itu. Lakukan wawancara dengan information security manager untuk menentukan apakah pengertian mereka mengenai tugas yang diberikan konsisten dengan kebijakan pengamanan yang ada. Periksa prosedur pembuatan salinan file yang akan disimpan di fasilitas diluar init kerja IT dan pastikan apakah jangka waktu diantara pembuatan salinan tersebut sesuai dengan ketentuan. Periksa bagan organisasi untuk memastikan apakah terdapat “information security manager” dan apakah melapor langsung kepada manajemen senior 4.3.4.2.2. 4.4.3. 4.1.

4.4. badge atau perangkat keamanan otomatis lainnya. pastikan adanya pengawasan secara berkala atau diaktifkannya alarm pintu masuk. Pastikan apakah pintu masuk tersebut dibatasi dengan penggunaan kunci. hari tertentu. tidak dicetak pada output dan disimpan oleh operasi pemrosesan data pada file rahasia. merubah kemampuan akses dan menghilangkannya dari daftar akses.6.3.7.5. 4.4.5. Untuk memastikan bahwa akses secara logic ke fasilitas computer dibatasi dengan penggunaan password. 4. Dapatkan data personil yang punya wewenang untuk akses ke fasilitas computer dan pastikan bahwa akses tersebut memang perlu.4.1. tidak mudah ditebak dan tidak mengandung karakter ulangan. Pastikan apakah pemakai dibatasi pada terminal tertentu.5. Pastikan apakah password yang dikeluarkan oleh unit kerja IT cukup panjang. periksas apakah kode tersebut dirubah secara berkala. 4.4.4.5.3. Pastikan bahwa daftar tersebut di-review untuk menentukan apakah wewenang untuk akses tersebut masih berlaku. Pastikan adanya prosedur yang mengharuskan password dirubah secara periodeik dan bahwa password tertetntu tidak dapat digunakan ulang oleh personil yang sama. Periksa prosedur untuk menambahkan personil yang berwenang untuk kases ke fasilitas computer. Periksa aktifitas yang dilakukan di fasilitas computer unit kerja IT pada waktu yang berbeda untuk memastikan bahwa hanya personil yang berwenang yang diperbolehkan memasuki fasilitas tersebut. waktu tertentu. 4. identifikasikan selirih pintu masuk ke fasilitas tersebut dan pastikan apakah pembatasan akses secara phisik telah ditempatkan pada setiap lokasi tersebut.5. Periksa adanya prosedur untuk meyakinkan bahwa password tidak dibiarkan terbuka selama proses “log-on”.4.5.5.2.5. Jika kunci menggunakan kode tertentu.4. Pastikan apakah pemakai log-off secara otomatis jika tidak aktif dalam menit tertentu .6. 4. dengan cara : 4. 4. Apabila fasilitas computer tidak digunakan. 4. Periksa prosedur pemberian password untuk memastikan abahwa password pribadi tidak diketahui oleh orang lain dan untuk mengetahui kapan seseorang harus merubah passwordnya. 4.5. 4.5. Dapatkan rencana lay out fasilitas computer.

hanya akses sementara yang diberikan dan manejemen diberitahu perihal akses tersebut.6. system operasi dan printah-perintah lainnya. Periksa adanya prosedur untuk membatalkan kode identifikasi atau men-disable-kan terminal. Pastikan adanya prosedur yang mengatur bahwa pemakai harus diberikan izin khusus untuk akses ke fasilitas computer termasuk file data. Periksa apakah terdapat prosedur untuk membatalkan kpde identifikasi dan password apabila personil tersebut diberhentikan atau dimutasikan 4. Pastikan apakah prosedur pemberian wewenang akses ke proses data secara on-line membatasi fungsi melihat.5. dengan cara : 4.7. 4. menambah. 4. tanggung jwab dan wewenangnya.9.1. Periksa prosedur pemberian wewenang akses terhadap pemrosesan data secara on-line 4. 4.6. Pastikan apakah harus diberikan wewenang khusus. menambah. .5. Periksa apakah pemisahan tugas diantara unit-unit kerja di lingkungan unit kerja IT dijaga oleh system control akses dan pastikan apakah programmer system dan programmer aplikasi tidak mempunyai alses ke program produksi dan data. Pastikan apakah unit kerja pemakai memvalidasi secara periodic kemampuan akses yang seharusnya diberikan kepada personil unit kerja masing-masing. Pastikan adanya dokumentasi yang menjelaskan kebutuhan dan wewenang pemakai untuk mengakses fasilitas computer tertentu 4.4.10.4.3.7. 4. Pastikan apakah dilakukan evaluasi secara periodic terhadap kemampuan akses yang diberikan kepada masing-masing personil 4.5. program aplikasi.6. Untuk memastikan apakah prosedur yang ada menyediakan control pengamanan akases berdasarkan tingkat kebutuhan pemakai : untuk melihat.1.3. Periksa prosedur untuk akses sementara ke fasilitas computer.7.6. 4. merubah atau menghapus data.8. atau aktifitas data entry apabila terdapat pelanggaran prosedur keamanan.7.2.2.6. merubah dan menghapus data serta membatasi akses seseorang hanya pada data atau transaksi yang menjadi tugas. Untuk memastikan adanya ketentuan otomatis yang mengatur akses ke fasilitas computer dengan cara : 4. Periksa apakah akses sementara tidak sering diberikan.

1.2.Untuk memastikan adanya alternative ptrosedur pemrosesan data secara manual sampai selesainya perbaikan kerusakan. 2.8. 2. Eksistensi kondisi tekhnologi dengan rencana induk tekhnologi 1. 2. Untuk memastikan dilakukannya pengujian secara berkala mengenai kecukupan dan efektifitas rencana perbaikan kerusakan. 2. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan memuat prosedur pembangunan kembali lokasi operasi pemrosesan data setelah terjadinya kerusakan. Pemeliharaan data 2.5. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan mencakup prosedur untuk memperbaiki jaringan telekomunikasi data yang digunakan oleh unit kerja IT 2.6.2.Untuk memastikan adanya prosedur untuk meyakinkan bahwa kebenaran laporan output pemrosesan data di-review oleh unit kerja IT dan unit kerja pemakai yang relevan 3.10. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan menyediakan lokasi dan computer pendukung yang diperlukan untuk memperbaiki operasi pemrosesan data setelah terjadinya kerusakan. 2. Untuk memastikan bahwa pengaruh perubahan hardware dan software direfleksikan dalam jadwal operasi dan diuji srta disetujui oleh pejabat yang berwenang sebelum diimplementasikan.12. DATA YANG DIPERIKSA .7.3. 2. 2.9. 2.PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM TEKHNOLOGI 1. Untuk meyakinkan adanya prosedur untuk mengurangi keperluan perbaikan file data cadangan setelah terjadinya kerusakan. system operasi. OBYEK PEMERIKSAAN 1. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan menyediakan tenaga programmer yang memadai untuk mengoperasikan operasi pemrosesan data cadangan. Prosedur kerja unit IT 1.1.11. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan mengidentifikasikan program aplikasi pemrosesan data penting. 2.3. TUJUAN PEMERIKSAAN 2.4. dan file data yang dibutuhkan untuk perbaikan setelah terjadi kesalahan. Untuk mengetahui apakah unit kerja IT memiliki rencana tertulis untuk memproses program aplikasi penting dalam hal adanya masalah dengan hardware atau software atau adanya kerusakan fasilitas computer.Untuk memastikan bahwa prosedur untuk men-design dokumen dasar harus menjamin bahwa kesalahan di-minimize 2.

Sebelum implementasi. PROSEDUR PEMERIKSAAN 4. Diskusikan dengan unit kerja pemakai yang bertanggung jawab perihal prosedur perencanaan perbaikan kerusakan (disaster recovery planning) dan komponen dari rencana tersebut 4. 3.4. dengan cara : 4.2. 4. Pastikan bahwa unit kerja IT membuat jadwal perubahan yang memberikan cukup waktu untuk pemasangan dan pengujian hardware dan software yang baru. Pilih sejumlah sample dari perubahan yang mempengaruhi jadwal operasi dan bandingkan jadwal sebelum dan saat ini untuk memastikan bahwa rencana perubahan dilaksanakan tepat pada waktunya. jadwal pemasangan dan waktu pengujian.1. 4.2.1.1. Lakukan interview dengan personil yang bertanggung jawab untuk mengkoordinir dan menjadwalkan operasi processing data untuk mengetahui bahwa unit kerja pemakai tersebut diberitahu apada wktu yang tepat dalam hal terdapat perubahan hardware atau software serta konfigurasinya. Pastikan bahwa manajemen data processing diberi tahu sebelumnya perihal system baru.1.2. Lakukan interview dengan kepala unit IT untuk mengetahui keterlibatannya dalam prosedur perencanaan perbaikan kerusakan 4. 3. 4.3.4. Untuk memastikan bahwa pengaruh perubahan hardware dan software direfleksikan dalam jadwal operasi dan diuji srta disetujui oleh pejabat yang berwenang sebelum diimplementasikan.5. 3.1. Program data Dokumentasi system aplikasi Dokumentasi perubahan dan perbaikan system aplikasi Catatan kerusakan dan kesalahan (error log book) Dokumentasi pemeliharaan operating system 4. Untuk mengetahui apakah unit kerja IT memiliki rencana tertulis untuk memproses program aplikasi penting dalam hal adanya masalah dengan hardware atau software atau adanya kerusakan fasilitas computer. 4. Evaluasi jangka waktu sejak terganggunya operasi processing data sampai yterganggunya fungsi penting dari organisasi secara keseluruhan dan evaluasi apakah rencana .3. pastikan dilakukan perubahan terhadap dokumentasi operator 4.2.2.1. 3.1.2. 4.2.1.3.3.5.1.

4. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan mencakup prosedur untuk memperbaiki jaringan telekomunikasi data yang digunakan oleh unit kerja IT 4.5. system operasi.perbaikan kerusakan memungkinkan perbaikan fungsi-fungsi penting tersebut dalam waktu yang relative singkat.2. Periksa daftar fasilitas computer penting yang terdapat pada rencana perbaikan.6. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan menyediakan lokasi dan computer pendukung yang diperlukan untuk memperbaiki operasi pemrosesan data setelah terjadinya kerusakan.3.4.3. Pastikan tersedianya saluran telekomunikasi yang sesuai untuk digunkan selama perbaikan sebagai alternative.3.3.1. .4. 4. periksa apakah data dan file penting telah disimpan di lokasi ini 4. Perikasa lokasi penyimpanan off-site yang digunakan. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan mengidentifikasikan program aplikasi pemrosesan data penting. dan file data yang dibutuhkan untuk perbaikan setelah terjadi kesalahan. suatu file pendukung (back up file) dibuat sebelum file asli digunakan. Evaluasi ketepatan dan kelengkapan rencana perbaikan kerusakan dan pastikan apakah salinan dari rencana tersebut disimpan pada lokasi yang terpisah dari unit kerja IT 4.3. Pastikan apakah file data penting diidentifikasikan dengan jelas pada rencana perbaikan 4.3.4. Pastikan bahwa setelah kerusakan.5. Pastikan apakah file data versi baru dikirim ke lokasi penyimpanan sebelum versi lama dikembalikan ke lokasi operasi processing data yang teradministrasi dengan baik 4.3.2. 4.3. 4.2. Interview beberapa staf unit kerja IT untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai prosedur perbaikan kerusakan.3.4. 4.5.1. 4. Periksa rencana perbaikan kerusakan dan pastikan ketentuan penggunaan mengenai jaringan komunikasi alternative 4. Pastikan apakah permintaan akan jasa telekomunikasi telah disiapkan dimuka untuk digunakan dalam memperbaiki jasa yang digunakan. Periksa catatan library dan bandingkan dengan file data yang sekarang disimpan di library dengan yang disimpan di laksi off-site 4.4. 4.4.2.

Pastikan tersedianya waktu dan kapasitas processing yang memadai di lokasi dan computer pendukung untuk memperbaiki operasi setelah terjadinya kerusakan. Periksa rencana perbaikan kerusakan untuk memastikan adanya lokasi and computer pendukung yang akan digunakan untuk memperbaiki operasi processing data setelah terjadi kerusakan.4. Pilih program aplikasi data processing yang memerlukan modifikasi sebelum digunakan dalam operasi cadangan dan lakukan pengujian untuk memastikan apakah modifikasi telah dilakukan dengan benar.2.2.7. 4. Evaluasi kebijakan dan prosedur dari rencana perbaikan kesalahan yang berhubungan dengan penyediaan staff programming yang memadai untuk menjalankan operasi processing data cadangan.6.5. 4.5.4.5.5. 4.6.6. Untuk meyakinkan adanya prosedur untuk mengurangi keperluan perbaikan file data cadangan setelah terjadinya kerusakan . 4.6.5. Pastikan adanya perjanjian atau kontrak tertulis mengenai penggunaan lokasi dan computer tertentu untuk memperbaiki operasi processing data setelah terjadinya kerusakan dan pastikan apakah perjanjian yang dibuat layak. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan menyediakan tenaga programmer yang memadai untuk mengoperasikan operasi pemrosesan data cadangan.1. 4. 4.1. Interview beberapa personil operasi processing data untuk mengetahui pemahaman mereka mengenai operasi computer pendukung dan prosedur pemindhannya apabila terdapat kerusakan pada main computer.5. Pastikan apakah computer pendukung sesuai (compatible) dengan main hardware yang digunakan 4. 4. Periksa dokumentasi pendukung untuk modifikasi tersebut untuk meyakinkan bahwa program cadangan tersebut sudah memadai. Pastikan apakah pengujian secara berkala dilakukan terhadap computer pendukung/cadangan 4. Periksa ketentuan rencana perbaikan kerusakan yang berkaitan dengan langkah-langkah yang harus diambil oleh programmer aplikasi dan system untuk memenuhi kebutuhan personil operasi dalam mengoperasikan peralatan cadangan dan pastikan tindakan yang sudah diambil oleh programmer aplikasi dan system agar familiar dengan ketentuan tersebut. Pastikan sejauh mana staff programming aplikasi diberikan kemampuan programming khusus atau program versi khusus untuk operasi cadangan.5.4.3.3. 4. 4.6.6.

8. Pastikan bahwa pemakai tertentu telah membuat prosedur processing data secara manual yang akan digunakan selama proses perbaikan 4. Periksa dokumentasi pengujian sebelumnya dan rencana perbaikan kerusakan untuk mengetahui kecukupan dan efektifitas pengujian 4. Periksa prosedur yang ada dalam rencana perbaikan kerusakan untuk setiap rekontrusi yang diperlukan atas lokasi operasi processing data setelah terjadinya kerusakan. 4.10. Pastikan bahwa dokumentasi untuk program processing aplikasi penting menjelaskan penggunaan prosedur rekontruksi file data tertentu pada titik-titik penting dari processing aplikasi 4.9. 4. Untuk memastikan bahwa rencana perbaikan kerusakan memuat prosedur pembangunan kembali lokasi operasi pemrosesan data setelah terjadinya kerusakan 4. 4. . 4.8.3.1.9.2.7.1.9.2. Periksa proses persetujuan untuk menguji rencana perbaikan kerusakan untuk mengetahui tingkat wewenang dan tanggung jawab pemberian persetujuan 4.2.7.4. Untuk memastikan adanya alternative ptrosedur pemrosesan data secara manual sampai selesainya perbaikan kerusakan. 4.10.2. Pastikan bahwa personil yang ditugaskan untuk melakukan tugas operasi manual memahami dan mengerti akan tugas yang diberikan. Periksa kecukupan dan ketepatan prosedur tersebut dengan melihat apakah dilakukan review dan pengujian secara regiuler.8.10. Melalui observasi pastikan bahwa library off-site mempunyai alat pengamanan yang memadai untuk melindungi file dan ketentuan penyimpanan file yang akan menyediakan data pada waktunya untuk operasi perbaikan.7. Melalui observasi pastikan bahwa prosedur back-up file data termasuk penggandaan isi file dari disket ke tape atau media magnetic lainnya dilaksanakan secara rutin oleh librarian 4.1.3. 4. Ikuti pengujian dan observasi hasilnya untuk mengetahui kecukupan prosedur pengujian.1.8.7.4. Untuk memastikan dilakukannya pengujian secara berkala mengenai kecukupan dan efektifitas rencana perbaikan kerusakan. Pastikan bahwa file cadangan dipindahkan secar regular ke library off-site 4.

Pastikan bahwa dokumen dasar yang representative sudah di-design secara spesifik untuk memudahkan pemasukan data dengan cara yang akurat dan konsisten 4.12.12.6.11. nama mereka ditambahkan pada daftar distribusi untuk setiap laporan tambahan yang belum mereka terima . Pastikan melalui wawancara dengan pemakai apakah : 4.11.3.4.2.1.3. Pastikan apakah unit kerja IT memiliki suatu group control yang bertanggung jawab untuk mereview semua laporan output data processing mengenai kewajaran dan kelengkapannya 4. Pastikan bahwa identifikasi cross-refference dimasukkan ke dalam dokumen dasar dan transaksi untuk memudahkan penelusuran 4. Pastikan bahwa dokumen tersebur pre-numbered. pastikan bahwa dokumen dasar yang digunakan mempunyai kode identifikasi tertentu 4.2. identifikasikan setiap prosedur yang sudah dibentuk untuk meyakinkan bahwa seluruh dokumen dasar telah di-posting dan dapat dipertanggung-jawbkan.5. Pastikan bahwa dokumen dasar yang representative telah didesign untuk menunjukkan filed data tertentu yang perlu diposting 4.1.11. dapat diandalkan dan bermanfaat 4.12.12.3.4.11.11.11.12. Pastikan bahwa dokumen dasar yang representative mengidentifikasikan kode input yang sah.3. Pastikan bahwa unit kerja control tersebut memonitor alur proses untuk meyakinkan bahwa program aplikasi diproses sesuai jadwal 4. Untuk memastikan bahwa prosedur untuk men-design dokumen dasar harus menjamin bahwa kesalahan di-minimize. Nama mereka dikeluarkan dari daftar distribusi untuk setiap laporan output yang telah mereka teraima 4. Mereka menganggap bahwa laporan yang diterima tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan 4. dengan cara : 4. Jika tidak.2. Mereka menganggap bahwa data yang disajikan dalam laporan tersebut akurat.4. Untuk setiap transaksi.3.12.1.12.3. Untuk memastikan adanya prosedur untuk meyakinkan bahwa kebenaran laporan output pemrosesan data di-review oleh unit kerja IT dan unit kerja pemakai yang relevan 4. 4. 4.3.12. wajar.11.

Uraian tugas dan tanggung jawab 1.2.1. Periksa prosedur manual unit-unit kerja tersebut untuk memastikan kebenaran uraiana tugas dan tanggung jawab yang dibebankan pada masing-masing unit kerja.4.12. isi. Untuk memastikan kebenaran uraian tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk seluruh unit kerja dalam unit kerja IT 4. DATA YANG DIPERIKSA 3.3.6. 3.1.2.12. OBYEK PEMERIKSAAN 1.1. Setiap laporan yang mereka terima atau menurut mereka seharusnya mereka terima harus tersedia secara on-line untuk mengurangi biaya cetak dan penyimpanan data dan untuk meningkatkan efisiensi administrasi ORGANISASI DAN PERSONIL 1.1.3. 4.1. TUJUAN PEMERIKSAAN 2. yang . Mereka mempunyai saran perbaikan format.1. Uraian tugas seluruh unit kerja IT 3. Dokumentasi pendidikan intern dan ekstern (personal file) 4.4. Untuk memastikan bahwa penilaian performance personil sudah dilakukan sesuai dengan standard dan tanggung jawab yang telah digariskan 2.3.5. Untuk memastikan kebenaran uraian tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk seluruh unit kerja dalam unit kerja IT 2.2. frekuensi dan ketepatan waktu laporan yang mereka terima. Untuk memastikan bahwa unit kerja IT independent terhadap unit-unit kerja lainnya.1. Periksa penjelasan mengenai seluruh unit kerja dalam unit kerja IT dan periksa kelengkapan dokumentasunya. PROSEDUR PEMERIKSAAN 4. 4.2. Independensi unit kerja IT 2. Untuk memastikan seluruh personil Unit Kerja IT diberikan pendidikan secara berkala dan sesuai dengan bidang tugas masing-masing 2.

4. Untuk memastikan seluruh personil Unit Kerja IT diberikan pendidikan secara berkala dan sesuai dengan bidang tugas masing-masing 4.juga merupakan standar performance dan prosedur penilaian masing-masing unit kerja.2.6.2.5.1. Evaluasi apakah penempatan personil pada unit-unit kerja sudah sesuai dengan kemampuan dan keahlian masingmasing personil sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya 4. 4.3.1.1.7.1. 4. 4. Lakukan wawancara terhadap beberapa personil untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap pelaksanaan program pendidikan yang telah diikuti. Lakukan wawancara dengan seluruh pimpinan unit kerja untuk mengetahui pemahaman mereka mengenai tugas dan tanggung jawab unit kerja masing-masing.1.5. Periksa uraian pembagian tugas seluruh unit kerja untik memastikan adanya pembagian tugas yang jelas.1. Pastikan bahwa seluruh personil mendapat kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan sesuai dengan bidang kerja masing-masing 4. Pastikan bahwa materi pendidikan yang diikuti sesuai dengan bidang kerja personil yang diikutkan pendidikan 4. 4.2.2. Pastikan bahwa unit kerja IT mempunyai program pendidikan untuk satu periode tertentu 4.3. 4. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas oleh seluruh personil unit kerja IT untuk melihat kepatuhan mereka terhadap pendistribusian tugas dan tanggung jawabyang telah digariskan.2.3.2.3. Untuk memastikan Unit Kerja IT independent terhadap unit-unit kerja lainnya.4. Periksa posisi unit kerja IT dalam struktur organisasi dan evaluasi tingkat independensinya terhadap unit-unit lainnya . dengan kata laian pastikan bahwa tidak ada personil unit kerja IT yang mempunyai wewenang diluar tugas dan tanggung jawab sesuai dengan unit kerjanya.2. Pastikan bahwa personil unit kerja IT juga diikutkan dalam program-program pendidikan umum yang ada di perusahaan 4.1.4. Pastikan bahwa wewenang seluruh personil IT sudah sesuai dengan tugas dan tanggung jawabmasing-masing sesuai dengan unit kerjanya. pastikan juga bahwa tugas dan tanggung jawab masing-masing unit kerja telah mencerminkan tugas dan tanggung jawab unit kerja IT 4.

Untuk meyakinkan semua pos yang ada pada neraca telah disajikan dengan akurat dan benar-benar merupakan milik atau hasil usaha perusahaan 1.2. Periksa kebenaran perhitungan pada bukti-bukti pembukuan .2.2. tekhnik ketepatan. gambar-gambar.5. 1.4. 1. 1.2.1. Bandingkan sample tersebut dengan buku harian. Pilih sample atas transaksi-transaksi yang ada di perusahaan Lakukan review secara acak atas pekerjaan pengendalian intern dan lakukan pengujian yang tidak dicakup oleh pengendalian intern. Untuk meyakinkan bahwa semua pembukuan didasarkan pada transaksi yang sah dan disertai bukti pendukungnya 1.2.2. rumusan.3.Tujuan Pemeriksaan 1.1.2. Mintakan contoh form/bukti pembukuan yang digunakan dan merupakan standar yang berlaku pada perusahaan Mintakan daftar pejabat serta kewenangannya dalam perusahaan dan contoh tanda tangan serta paraf dari para pejabat tersebut.2. Prosedur Pemeriksaan 1.2. misalnya tentang populasi pengujian. BUKTI PEMBUKUAN 1. Lakukan wawancara dengan kepala unit kerja IT untuk mengetahui pendapatnya mengenai independensi unit kerja IT FINANCIAL AUDIT 1.1.1.6 tanggal nama jumlah 1.1.3. waktu penyerahan barang.2. Antara lain mengenai : 1.4.

9 1. risalah-risalah rapat dengan keputusan itu sendiri.1.13 .12 1.2. 1. Telusuri tiap sample bukti-bukti dengan buku hariannya baik secara individual maupun ikhtisarnya Buatkan kesimpulan.7 1. komentar dan rekomendasi atas hasil pemeriksaan bukti transaksi.2.8 Adakan verifikasi pengesahan penerimaan barang.11 1. dll. mengenai pembayaran.10 1.2. Periksa pembebanan (aplikasi) sample bukti-bukti untuk menentukan pembukuan yang benar pada bagian dan perkiraan yang bersangkutan Teliti apakah terdapat pembukuan dua kali (double post) eriksa apakah bukti-bukti intern telah disetujui dan disahkan oleh pejabat yang berwenang Adakan rekonsoliasi bukti-bukti pembukuan yang timbul sebagai akibat keputusan.2.2.2.2.

lakukan trace back ke tanggal neraca.8.2. 2. 2.4. surat-surat berharaga setara kas seperti Cek. 2. 2. Cek saldo kas pada neraca dengan saldo akhir GL Kas Cek saldo awal GL Kas di buku besar dan saldo akhir pada Kertas Kerja Pemeriksaan tahun yang lalu Periksa penjumlahan (footing dan crossfooting) pencatatan secara sampling.1.3. Jika Kas Kecil menggunakan system imprest. KAS dan KAS KECIL 2.2.1.1. . 2.2.2.9. Jika cash opname ini dilakukan setelah tanggal neraca.1.7. Periksa apakah dokumen-dokumen yang dipertanggung jawabkan tersebut sudah lengkap uantuk menghindarkan bukti-bukti tersebut dipakai berulang-ulang.2. teliti apakah dilakukan pertanggung jawaban sebelum dilakukan pengisian kembali. Lakukan cut-off pencatatan transaksi dan saldo kas per tanggal pemeriksaan Lakukan Cash Opname.6.2.2. 2.5. bon-bon lainnya yang ada di dalam brangkas yang belum dibukukan.1. Tentukan sample bukti-bukti kas yang akan diperiksa kecil.2.2.2. Bandingkan anatara saldo kas hasil cash opname dengan saldo yang tercatat dan dibuatkan berita acaranya. 2. Jika terdapat beberapa pemegang kas dan kas pemeriksaan ini dilakukan bersamaan secara serentak. Prosedur Pemeriksaan 2.3 Penyajian posisi kas dalam neraca telah benar-benar akurat 2.2 Semua transaksi kas telah benar-benar valid dan sah 2.1 Posisi kas pada tanggal neraca benar-benar dimiliki/dikuasai oleh perusahaan 2. hitung semua uang tunai yang ada beserta denominasinya.2. BG.2. 2.Tujuan Pemeriksaan : 2.

untuk mengetahui apakah transaksi-transaksi telah dibukukan dalam periode pembukuan yang benar. 2.1.2.1.2.2.15. Buat daftar koreksi yang diperlukan. Posisi/saldo bank yang tercantum pada neraca adalah benarbenar milik/dikuasai perusahaan 3. Tujuan Pemeriksaan 3.2. 2.14.12.3.2. Semua transaksi bank telah benar-benar valid dan sah 3. 2.2. Periksa sahnya penerimaan dan pengeluaran kas dengan dokumen dasarnya untuk menentukan apakah tidak ada lapping. .1. Minta konfirmasi langsung dari pegawai yang bersangkutan mengenai uang muka material yang ditemukan pada saat cash opname dilakukan. Periksa penetapan nilai kurs bagi pemakaian valuta asing dalam kas 2. 2. Posisi/saldo bank yang tercantum dalam neraca telah disajikan dengan tepat.17. 3.2. BANK 3. Adakan penelitian atas kebenaran cut-off sebelum dan sesudah tanggal penutupan buku dan cash opname kas.10.2.18. Periksa penutupan asuransi baik untuk cash in save maupun cash in transit 2. Buat kesimpulan dan komentar serta usulan perbaikan jika diperlukan dari hasil pemeriksaan kas.2.2.2.1.11. Mintakan daftar pejabat perusahaan yang mempunyai wewenang dalam semua transaksi kas beserta contoh (speciment) tanda tangan dan parafnya dan bandingkan dengan sample bukti-bukti kas yang diperiksa.16.1. 2. Teliti sample bukti-bukti kas dan lakukan trace back sampai pencatatan hariannya 2.13.

2.2.2. Periksa apakah pemberiak kode dalam bukti pembukuan telah benar 3.2.6. Periksa penerimaan-penerimaan dan pembayaran dilakukan melalui bank dengan bukti-buktinya.5.2.10.12.7. Periksa apakah pemberian kode perkiraan-perkiraan dalam buku bank telah sesuai dengan kode dalam bukti-bukti pembukuan 3.2.9. yang 3. setelah dilakukan konfirmasi/rekonsiliasi dengan Rekening Koran Bank 3.2.2. . Buat daftar koreksi yang diperlukan. Prosedur Pemeriksaan 3. Lakaukan rekonsiliasi saldo bank untuk posisi akhir tahun buku dengan Rekening Koran yang diterima dari bank yang dimiliki.2.1.2. Periksa ketelitian penjumlahan dalam buku bank dan register cek (daftar cek yang sudah dikeluarkan) minimal dalam dua bulan terakhir 3. Periksa apakah terdapat Cek/BG yang dibatalkan 3.3. Apabila diperlukan dapat dimintakan salinan Rekening Koran pada saat tanggal pemeriksaan 3.3. 3.4. Cek angka neraca dengan saldo akhir perkiraan Bank di buku besar dan saldo saldo buku bank 3.8.2.2. Adakan pengujian mengenai hubungan mutasi buku bank dengan buku kas 3.2. Periksa apakah pembayaran dengan Cek/BG atau transfer antar bank dibukukan tepat pada tanggal pembuatan/bukti transfer untuk menentukan apakah tidak terjadi kiting.2. Periksa Cek/BG yang masih beredar 3. Periksa apakah pernah terjadi overdraft dan teliti apakah penyebabnya 3.11. Periksa kurs saldo bank dalam valuta asing per tanggal neraca dan bandingkan dengan kurs yang berlaku.2.13.

rekomendasi dan komentar atas hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.2.2. Adakan pengujian pada unit bersangkutan 4.14. Buat kesimpulan dan komentar atas hasil pemeriksaan . Prosedur Pemeriksaan 4.2.3. Semua transaksi Cash in Transit telah benar-benar valid dan sah 4.2.6. CASH in TRANSIT 4.1.1.1.1. Buat kesimpulan.2.5. Minta dan periksa daftar cash in transit yang belum diselesaikan 4.4. Tujuan Pemeriksaan 4.3. Posisi/saldo Cash in Transit tercantum pada neraca adalah benar-benar milik/dikuasai perusahaan 4. Teliti sebab-sebab munculnya cash in transit yang belum dapat diselesaikan 4.1. 4.2.2.1. Posisi/saldo Cash in Trnasit yang tercantum dalam neraca telah disajikan dengan tepat 4.2. kelompokan menurut waktu timbulnya dan dari unit mana. 4.2.2. Cek jumlah debet dan kredit pos cash in transit. Buat daftar koreksi yang diperlukan 4.3.

Bandingkan saldo piutang menurut buku besar dengan daftar saldo piutang dan kemudian dengan kartu piutangnya 5. Lakukan pengujian atas pembayaran piutang antara catatan kas/bank dengan kartu piutang/buku besar piutang 5. 5.2.1.2.3.2.2. 5.3. Lakukan pengujian sahnya piutang yang timbul dengan jalan melakukan control hubungan dan selidiki validasinya 5. 5. Lakukan pengujian untuk mengetahui adanya potongan. Lakukan konfirmasi terhadap piutang dan adakan pemeriksaan penyelesaian dari saldo-saldo piutang pada akhir tahun buku pemeriksaan dan catat kapan penyelesaiannya 5.1.5. sahnya dan jumlahnya. Prosedur Pemeriksaan 5. Minta daftar umur piutang (aging schedule) dan tetapkan kemungkinan tertagihnya dengan memepertimbangkan hasil konfirmasi. 5.1. Lakukan pengujian terhadap pengembalian barang yang dijual (sales retour) dan pengurangan piutangnya sesuai dengan nota kreditnya . pengalaman sebelumnya dan aktifitas perusahaan dalam melakukan penagihan.6. Bandingkan angka piutang dalam neraca dengan catatan pada buku besarnya 5.2. Kebenaran jumlah piutang Sah dan validitas piutang Kelancaran piutang Kelayakan penyajian dalam neraca 5.2.2. PIUTANG 5.1.4. 5.9.2.5.8.2.1.2.1.1.2.2. Teliti apakah dibuat penyisihan atas piutang ragu-ragu dan cek keakuratan perhitungannya 5. Tujuan Pemeriksaan 5.4.7.

Klaim asuransi .16.5. Buat kesimpulan. 5.3.17.2.14.2. Periksa dan pisahkan pembebanan penyisihan dari piutang usaha 5.2. bunga.2.13.Pemberian uang muka kepada pihak ketiga untuk suatu transaksi . Periksa adanya piutang dari kegiatan non usaha. Tujuan Pemeriksaan 6.1. Pisahkan dengan piutang dari kegiatan usaha (penjualan) 5. 6. Buat daftar koreksi yang diperlukan. seperti : .1. royalty.15. dll).2. Prosedur Pemeriksaan . Minta dan hitung berapa rasio kecepatan peredaran rata-rata dan jangka waktu kredit rata-rata piutang 5. Periksa dan tentukan adanya piutang-piutang yang dipakai sebagai jaminan. Kebijaksanaan cut-off perusahaan sudah tepat 6. Penyajian dalam neraca sudah layak 6. PENDAPATAN AKAN DITERIMA 6.1. Adanya persetujuan dan ditaatinya syarat-syarat pengakuan pendapatan yang akan diterima 6.1.11.2.Piutang pada pegawai .Piutang yang merupakan pos transitoris (sewa. Catat tanggal muncul dan pelunasannya.2. sesuai dengan perjanjian/kontrak yang berhubungan dengan itu dan pisahkan dari piutang lainnya 5.1. komentar atau rekomendasi atas hasil pemeriksaan.10. Periksa ketepatan pemakaian kurs dan ketepatan pembukuan bagi piutang dalam valuta asing 5.2.2. Periksa piutang yang bersaldo kredit dan jumlahnya material 5.12.2.

1.2. Kuantitas persediaan persediaan yang ada benar-benar menggambarkan jumlah komentar atau rekomendasi atas hasil 7.2.2. Prosedur Pemeriksaan . PERSEDIAAN 7. Buat kesimpulan.1.5.7.2.4. Lakukan pengujian atas kebijaksanaan cut-off perusahaan apakah konsisten dengan tahun sebelumnya 6.2. pemeriksaan 7. telah dinyatakan dengan nilai yang wajar dengan memperhatikan cukup tidaknya penyisihan dan penghapusan untuk hal-hal tesebut yang telah disetujui oleh manajemen 7.4.2. Bila terdapat barang-barang yang rusak atau usang dalam persediaan.6. Cocokan perhitungan serta penjumlahan pendapatan yang akan diterima dengan bukti pembukuan/rekening lawannya 6.2.2.6.1. Tujuan Pemeriksaan 7. Penghitungannya telah dilakukan dengan benar 7.1.1.2. Periksa ketepatan pembukuan pendapatan yang akan diterima dan kelayakan penyajiannya dalam neraca 6. Buat daftar koreksi yang diperlukan 6. Minta daftar pendapatan yang akan diterima dan lakukan pengujian dengan persetujuan/syarat-syarat perjanjiannya 6.3.2. Barang-barang yang termasuk dalam persediaan benar-benar milik perusahaan dan jika digunakan sebagai jaminan telah diungkapkan dalam laporan keuangan.5.1. 7. Telusuri mutasi penyelesaian/realisasi pendapatan yang akan diterima dengan hari jatuh temponya 6. Persediaan dinilai sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim dan konsisten 7.3.1.1.

6.2. 7. Teliti sample bikti-bukti persediaan dan telusuri ke buku harian yang bersangkutan 7.12. pelajari prosedur inventarisasi.9. Teliti besarnya persediaan yang rusak/usang 7.10. Bandingkan daftar asli perhitungan inventarisasi fisik dengan ikhtisar persediaan dan periksa ketelitian pemindahan dari daftar asli tersebut ke ikhtisar.8. Cek angka neraca dengan saldo akhir persediaan di buku besar 7. Lakukan pengujian hasil inventarisasi tersebut pada beberapa jenis barang yang dipilih 7. 7.2. Adakan konfirmasi untuk persediaan yang disimpan pada pihak ketiga 7.11.2.7.14. Periksa footing & cross footing (perkalian–perkalian penjumlahan–penjumlahan) dari ikhtisar persediaan.2.2. 7.2. 7.2.2.13. Bila perusahaan sudah melakukan inventarisasi phisik. Lakukan penggujian penetapan harga persediaan masing–masing jenis : untuk . Lakukan pengamatan terhadap pelaksanaan inventarisasi phisik dan lakukan pengujian perhitungan atas barang-barang yang dipilih. Jumlahkan saldo masing–masing jenis persediaan pada kartu persediaan dan cek dengan saldo akhir perkiraan persediaan dan cek dengan saldo akhir perkiraan persediaan dibuku besar. periksa perkalian kuantitas denga harga satuannya kemudian jumlahnya dicek dengan saldo akhir perkiraan persediaan dibuku besar.4.5.2. tidak laku dan lain–lain).3.2.2. 7. Bandingkan ikhtisar persediaan dengan buku besar dan buku tambahan. mutasi sangat rendah.2. Minta rekapitulasi dari inventarisasi phisik. Teliti jenis–jenis barang yang nampaknya tidak wajar (persediaan sangat banyak. dan 7.2.1.2. Cocokkan saldo awal persediaan dengan saldo akhir persediaan pada KKP tahu sebelumnya 7.2.7. 7.

untuk menetapkan bahwa barang–barang yang dibeli benar–benar telah menjadi milik perusahaan. Tentukan kewajaran perlakuan terhadap konsinyasi. bahan pembantu dan sebagainya barang dalam pengerjaan barang jadi Kemudian periksa apakah dasar penetapan harga tersebut sesuai dengan metode–metode yang lazim dan apakah konsisten dengan tahun yang lalu. Adakah penelitian atas kebenaran cut-off penjualan.15. 7. titipan dan komisi serta barang dalam perjalanan untuk menetapkan bahwa barang tersebut milik perusahaan atau bukan. untuk menetapkan bahwa barang–barang yang telah dijual dikeluarkan dari persediaan.22 Periksa laporan mengenai produksi yang gagal 7.2. Adakah penelitian atas kebenaran cut-off pembelian. Kemungkinan adanya adanya pembelian yang berlebih–lebihan atau membeli terlalu awal.2.2.21 Lakukan pengujian dan bandingkan dengan tahun sebelumnya pembebanan biaya–biaya atas barang–barang dalam pengerjaan (work in process) dan pemindahannya keperkiraan barang jadi.2. 7.2.17.2. Periksa dan pisahkan persediaan yang dipakai sebagai jaminan untuk suatu transaksi.2. 7.2. 7.2.2. Minta perhitungan kecepatan peredaran persediaan (inventory turn over)) dan bandingkan dengan tahun sebelumnya untuk mengetahui : Adanya barang–barang yang tidak terjual/rusak.23 Periksa apakah persediaan diasuransikan secukupnya 7. 7.24 Periksa prosedur penetapan bahan sisa . Periksa dan keluarkan (eliminir) laba yang belum direalisir yang telah diperhitungkan lebih dahulu pada harga persediaan. 7.16.20.- bahan mentah . 7.18. 7. kecuali untuk logam mulia seperti yang diatur didalam prinsip akuntansi yang lazim.19.

1.3.26 Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan persediaan.2. 8.4. posisi barang dalam Teliti sebab–sebab barang dalam perjalanan belum dapat diselesaikan Adakan pengujian di unit yang bersangkutan.2.2 Biaya yang dibayar dimuka disajikan sesuai dengan prinsip– prinsip akuntansi yang lazim. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan barang dalam perjalanan.1. 8.1. 8.1. Sahnya transaksi barang dalam perjalanan. Ketepatan jumlah dan penyajian perjalanan dalam neraca.5. 9. Buat daftar koreksi yang diperlukan.6.2. Cek jumlah debet dan kredit pos barang kelompokkan menurut waktu dan asal. 8. 8. dalam perjalanan. 8.1 9. BIAYA DIBAYAR DIMUKA 9. Minta dan periksa daftar barang–barang dalam perjalanan yang belum diselesaikan (masih terbuka).1. 8. 8.25 Buat daftar koreksi yang diperlukan.2. BARANG DALAM PERJALANAN 8.1.2.3.1. Posisi barang dalam perjalanan pada tanggal neraca benar– benar milik/dikuasai perusahaan.1.7.2. Jumlah tersebut wajar ditinjau dari segi manfaat dikemudian hari .2. Prosedur Pemeriksaan 8.1.2. 7. 8.1.2. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah untuk meyakinkan bahwa : 9.2. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah untuk menetapkan : 8.

2.2. 9. 9.2.6.1.2. 9. 9.1.1. Cek perhitungan jumlah yang dibayar dimuka dan jumlah yang menjadi beban tahun buku yang diperiksa.2.2.2.1.3 9.2. 9.3.2.2.1. 9.2. Minta daftar premi dibayar dimuka dan periksa daftar tersebut dengan polisnya.2. Buat daftar koreksi yang diperlukan.2.7. 9. Periksa apakah resiko yang ada telah cukup atau berlebihan tertutup dalam syarat–syarat polis asuransi.1. 9. Periksa ketepatan jumlah nilai pertanggungannya.1.1.9.4. kalau belum apakah telah dicantumkan sebagai utang. Periksa pembayaran biaya sewa/bunga yang dibayar dimuka apakah sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian /kontrak/peraturan yang bersangkutan. Periksa ketepatan pembukuannya. Biaya sewa/bunga yang dibayar dimuka. 9.2.1.4.2.3. 9.2. Periksa apakah premi asuransi telah dibayar lunas. Biaya sewa/bunga yang dibayar dimuka. 9. Pembebanan sebagai biaya pada periode yang diperiksa dan yang akan menjadi biaya dikemudian hari jumlahnya tepat.2. Prosedur pemeriksaan 9.1.2.8. Periksa penerimaan kembali premi dan klaim.2.2. 9.4 Jumlah tersebut disetujui oleh yang berwenang. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan biaya asuransi dibayar dimuka. pembebanannya dan . Biaya asuransi dibayar dimuka 9.1.2. Minta daftar biaya sewa/bunga yang dibayar dimuka dan periksa ketepatan perhitungannya. 9.1.5.2.1.

5.4 Periksa ketepatan pembukuannya. 9. Biaya Persediaan alat tulis menulis/perlengkapan kantor yang dibayar dimuka.2.2. 9.2.2 Adakan pengujian kuantitas dan penilaiannya 9. 9.2. 9.4. 9. pengobatan dan lain–lain) dan periksa kebenaran perhitungannya.1 Minta daftar uang muka biaya kepada pegawai (Perjalanan.3.3 Lakukan konfirmasi bersangkutan.4.3.4.2.7 Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan persediaan alat tulis menulis/perlengkapan kantor. .6 Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan panjar kepada pegawai.2.2. 9.3. kepada pegawai yang dan pembebanannya 9.2. Uang Muka Biaya kepada Pegawai. 9. 9.2.2. Buat daftar koreksi yang diperlukan.2.2.2.2.1 Minta daftar persediaan alat tulis menulis dan perlengkapan kantor.3.2.4.2.2.3.3 Periksa ketelitian perhitungannya.4.4 Periksa ketepatan pembukuan 9.3.5 Buat daftar koreksi yang diperlukan. 9. 9. 9.2.2. Buat kesimpulan dan komentar dari hasil pemeriksaan biaya sewa/bunga dibayar dimuka.4.5 Selidiki ada/tidaknya barang yang rusak/usang.2 Periksa apakah pemberian uang muka dan pertanggung jawabannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.4.9. 9.6 Buat daftar koreksi yang diperlukan. 9.3.6.4.

5.4. Tujuan pemeriksaan adalah untuk meyakinkan : 10. 10.5.8. 10.2.2. 10. 10.2.3. buku tambahan dan angka–angka neraca. 10. atas surat–surat deposito/sertifikat Periksa pembukuan deposito/sertifikat deposito Selidiki apakah deposito dan sertifikat mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang. Penilain investasi benar dan sesuai dengan prinsip–prinsip akuntansi yang lazim 10. 10.5.1. 10.3. Penjelasan dan penyajian kertas–kertas berharga dalam neraca dianggap layak.2. Penentuan pendapatan yang tepat/benar atas investasi.1. bunga deposito/sertifikat deposito Periksa dan pisahkan deposito/sertifikat deposito pihak ketiga yang dikuasai sebagai jaminan untuk suatu transaksi. deposito telah Periksa pendapatan deposito/sertifikat deposito anatar lain selisih kurs. Periksa dengan teliti semua surat–surat deposito/sertifikat deposito dan bandingkan dengan daftar yang ada. Minta daftar surat–surat deposito/sertifikat deposito dan bandingkan dengan buku besar.6. Untuk biaya–biaya yang dibayar dimuka lainnya lihat prosedur pemeriksaan diatas sejauh dapat diterapkan.1. KERTAS – KERTAS BERHARGA 10. Prosedur pemeriksaan Kertas–kertas berharga dalam bentuk deposit/sertifikat deposito: 10. Perusahaan benar–benar memiliki kertas berharga tersebut 10.1.2.1.2. Biaya–biaya yang dibayar dimuka lainnya. Buat daftar koreksi yang diperlukan.2.2.2. 10.1. lakukan konfirmasi deposito yang ada pada pihak ke tiga.1.1. Investasi dalam kertas berharga benar–benar dilakukan 10.9. 10.2.2.7. .4.2. 10.

7.2.1. Periksa ketepatan hasil bunga deposito dibandingkan dengan persentase bunga dari hari jatuh temponya.3.2.1. Periksa adanya persetujuan dari yang berwenang atas penambahan dan pengurangan investasi dalam bentuk deposito.Investasi tersebut benar–benar dilakukan.2.Penentuan hasil yang tepat benar atas investasi 11.2.5. . Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan investasi jangka panjang dalam deposito.Penilaian investasi benar dan sesuai dengan prinsip–prinsip akuntansi yang lazim 11. ketentuan pencairannya dan bandingkan dengan daftar yang ada. cocokan angka pembukuan (buku besar. jumlah deposito.6.1. 11.11. Prosedur Pemeriksaan Deposito Jangka Panjang 11.1. Periksa bukti kepemilikan deposito.1. buku tambahan) dengan angka neraca. INVESTASI JANGKA PANJANG 11. Minta daftar deposito jangka panjang.1.6.Penjelasan dan penyajian dalam neraca dianggap layak 11. 11. 11.5. 11.2.4. 11.3. 11.Perusahaan benar–benar memiliki investasi tersebut 11. 11.1. Tujuan Pemeriksaan Tujuan Pemeriksaan untuk meyakinkan bahwa : 11.2. 11.2.2.2.4.Adanya persetujuan dari pejabat yang berwenang.1. Lakukan konfirmasi atas sertifikat deposito yang ada pada pihak ke tiga.1. Buat daftar koreksi yang diperlukan.2.

2. Bandingkan daftar tersebut dengan buku besar. Aktiva tetap benar–benar ada dan dikuasai perusahaan serta disajikan dengan tepat dalam neraca.2.12. 12. . serta kesesuaian dengan anggarannya.2.2.5. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah untuk meyakinkan bahwa : 12.2. Pembebanan penyusutan didalam tahun yang diperiksa wajar dan tarifnya penyusutan serta metodenya konsisten dengan tahun sebelumnya. Periksa dasar penilaiannya apakah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan objektif. AKTIVA TETAP 12.2. 12. 12. Tanah. 12.1. Penilaian aktiva tetap dilakukan atas dasar nilai perolehan atau nilai lain yang dapat diterima. Pengafkiran atau penyisihan aktiva tetap lainnya telah dicatat dengan tepat.7. demikian juga mengenai penilaian kembali.8. Akumulasi penyusutannya tepat. buku tambahan dan angka.2.1. 12. Penambahan selama yang diperiksa kapitalisasinya tetap dan mencerminkan keadaan sebenarnya. Minta daftar tanah dengan lengkap.2. Periksa pula apakah nilai tanah disajikan terpisah dari nilai bangunan.1. 12. Bila terdapat aktiva tetap yang dijaminkan telah diungkapkan dalam laporan keuangan. Prosedur Pemeriksaan 12.6.1. Adanya persetujuan dari pejabat yang berwenang atas penambahan dan pengurangan pengafkiran/penghapusan aktiva tetap dan yang dipakai sebagai agunan 12.2.2.angka neraca.1. 12.2.1. 12.4.2.2.3. 12.2.

3. 12.12.1.9. Periksa biaya–biaya pemeliharaan yang berhubungan dengan pemilikan tanah.1. 12.2.2.4.1.2. Gedung/Bangunan 12.1. Cek saldo awal dengan saldo akhir pada KKP tahun yang lalu.2.2. anatara lain sewa.1.1. Cek daftar tersebut dengan buku besar. 12. 12.5.8.13.2.2.2. Periksa surat–surat yang berhubungan dengan pemilikannya dan golongan menurut status hukumnya.2.12. 12.6. Minta daftar gedung/bangunan yang lengkap berikut daftar penyusutannya.Buat daftar koreksi yang diperlukan. 12.1.10.2. Periksa beban yang melekat pada tiap persil tanah dan bandingkan dengan bukti– buktinya.2.1. 12. 12. Periksa mutasi pada perkiraan tanah dan bandingkan dengan bukti–buktinya.7.Cek saldo dengan saldo akhir pada KKP tahun yang lalu.2. buku tambahan dan angka– angka neraca.2. Lakukan pemeriksaan fisik secara uji petik terutama kepada penambahan yang terjadi dalam tahun buku yang diperiksa dan pemanfaatannya.1. Periksa adanya persetujuan pendapatan yang diperoleh dari tanah. Periksa adanya persetujuan dari pejabat yang berwenang atas mutasi tanah. 12.1. hasil bumi dan sebagainya.2. .Periksa dan buatkan daftar milik perusahaan yang dikuasai oleh pihak ketiga atau sebaliknya.1.2.11. 12.1. 12.Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan atas tanah.

Demikian juga mengenai penilaian kembali. . Periksa nilai penutupan asuransinya. Periksa dan teliti apakah ada pendapatan yang mungkin diperoleh dari gedung/bangunan. Bila ada penjualan.2.2. 12.2. 12.2. apakah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan objektif.2.11.2. Periksa dan teliti perubahan/mutasi–mutasi pada perkiraan gedung/bangunan dan cek dengan bukti–buktinya serta dengan angarannya.2.2.Periksa dan analisa pengeluaran yang berhubungan dengan gedung/bangunan untuk menentukan apakah harus dijadikan biaya atau dikapitalisir dan selidiki apakah konsisten dengan tahun sebelumnya.6. apakah telah mendapat persetujuan yang berwenang. 12. periksa apakah laba/ruginya layak dan dibukukan dengan lengkap dan tepat pada waktunya. apakah benar perhitungannya serta konsisten dengan tahun sebelumnya.7.2.8.2.Buat daftar koreksi yang diperlukan. 12. 12.4.3.10. misalnya pendapatan dari sewa.Bila ada penjualan dan atau penghapusan seluruhnya.12. Periksa secara fisik gedung/bangunan tersebut secara sampling.2.2.2.2. Periksa tarif dan metode penyusutannya. Periksa dasar penilaiannya.2.2. Periksa surat–surat yang berhubungan dengan pemilikannya 12. 12.9.2.2. Periksa beban–beban yang melekat pada gedung/bangunan anatar lain hipotek dan pajak. 12.2.13.2. 12.Periksa dan buatkan daftar gedung/bangunan milik perusahaan yang dikuasai oleh pihak ketiga atau sebaliknya.2. 12.5.2.2.2. 12.2.12.

Periksa beban-beban yang melekat pada aktiva tersebut. 12.2. 12.4. Periksa secara fisik 12. Periksa persetujuan yang berwenang atas perubahan/mutasi aktiva yang bersangkutan.10.2.3.3. Periksa apakah ada pendapatan yang diperoleh dari mutasi.2.2. seperti : pajak. 12.2.2.3. Periksa perubahan/mutasi yang terjadi pada catatan /GL dan cek dengan bukti-buktinya.3. 12.5.9. buku tambahan dan angka-angka neraca.2. 12. Periksa ketepatan pembukuannya dan bandingkan dengan anggaran.3. obyektif dan pembukuannya tepat. Instalasi.Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan gedung/ bangunan.12. peralatan dan aktiva lainnya di luar pokok.2.3.3.3.3. Minta daftar instalasi.1.3.6. 12. asuransi.11.3. .3. 12.7.2. Bila terdapat penilaian kembali.2.Periksa tarif dan metode penyusutannya. apakah sudah sesuai dan konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya.3.Periksa dan analisa biaya-biaya pemeliharaannya untuk menentukan apakah harus menjadi biaya atau dikapitalisasi dan diselidiki apakah konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya.2. seperti sewa. Peralatan dan aktiva Tetap lainnya.2.14. peralatan dan aktiva tetap lainnya yang lengkap berikut daftar penyusutannya.2. Periksa dasar penilaiannya apakah konsisten dengan tahun sebelumnya. Periksa bukti-bukti kepemilikannya 12.2. selidiki alasannya apakah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dll 12. 12. 12.2.8. Cek daftar tersebut dengan buku besarnya.

komentar atau usulan atas hasil pemeriksaan.13. 12.2.2.2.2.2.3.3.Bila ada penjualan atau penghapusan aktiva.1. Penyelesaian pekerjaan selama tahun mencerminkan keadaan yang sebenarnya yang diperiksa 13.1.1.Buat daftar koreksi yang diperlukan.16. Meyakinkan bahwa pencatatan pekerjaan dalam pelaksanaan adalah benar-benar masih belum selesai 13.3.2.3. 12. Teliti daftar tersebut dengan buku besar.1.2.3. Mintakan daftar pekerjaan dalam pelaksanaan yang lengkap.4.1.2. Pekerjaan dalam pelaksanaan telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang serta sesuai dengan anggarannya 13.15. buku tambahan dan angka-angka dalam neraca.12.Periksa kewajaran nilai penutupan asuransinya. di cek apakah telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang. 12.5.Buat kesimpulan.1.1.14.12. Penyajian dan penjelasan dalam neraca telah dianggap layak.Periksa daftar instalasi.Prosedur Pemeriksaan 13.1. 13. 13.2. Penilaian pekerjaan dalam pelaksanaan dilakukan atas dasar biaya yang telah dikeluarkan (realisasi) 13.3.Tujuan Pemeriksaan 13. 13.2. PEKERJAAN DALAM PELAKSANAAN 13. 12. peralatan dan aktiva lainnya milik perusahaan yang dikuasai pihak ketiga atau sebaliknya. Periksa kontrak-kontrak perjanjian yang berkaitan dengan pekerjaan dalam pelaksanaan .

5. 13.2. Periksa beban lainnya penyelesaian pekerjaan menentukan kewajarannya. Buat resume hasil pemeriksaan. Jika ada.2.7. untuk mengetahui besarnya nilai pekerjaan dalam pelaksanaan pada tahun itu. komentar serta saran perbaikan jika diperlukan. .13.2.2.2. sehubungan dengan dalam pelaksanaan tingkat untuk 13.8.3. Periksa tingkat penyelesaian (prosentase) pada tahun yang diperiksa/berjalan dan periksa fisiknya.2. Buat daftar koreksi yang diperlukan 13. Bila memungkinkan teliti pelaksanaan pekerjaan dengan spec/bestek yang bersangkutam 13.4.6. periksa kewajaran penutupan asuransi yang dibuka sehubungan dengan pekerjaan dalam pelaksanaan tersebut 13.

2. AKTIVA TIDAK BERWUJUD (Biaya Pendirian.3 .2 14.1 Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan ini adalh untuk meyakinkan bahwa : 14.2.1.1 14.2 Mintakan tidak berwujud berikut catatan amortisasinya daftar aktiva Periksa timbulnya aktiva tak berwujud tersebut dengan buktinya apakah sah dan telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang dan apakah apakah hal tersebut benar-benar akan mendapatkan manfaat atas pengeluaran/timbulnya aktiva tersebut Periksa hasil perhitungan amortisasi setiap aktiva tidak berwujud tersebut dalam pembukuan dan apakah selalu konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya 14.2 Prosedur Pemeriksaan 14.2.) 14.1.3 14. Biaya Ditangguhkan.1.14. dll.1 Transaksi aktiva tidak berwujud benar-benar terjadi dan telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang Transaksi tersebut serta amortisasinya telah dicatat dalam pembukuan secara tepat dan disajikan dalam neraca dengan nilai yang wajar Penghapusan seluruh aktiva tak berwujud karena manfaatnya sudah tidak ada lagi (habis) 14. Goodwill.

2.6 14.2.4.1. Semua utang jangka pendek tersebut kewajiban yang segera harus dipenuhi 15.5. Lakukan rekonsiliasi atau konfirmasikan catatan utang dengan para kreditor 15. Periksa dan teliti perubahan/mutasi yang terjadi pada perkiraan utang jangka pendek dengan bukti-buktinya 15.2. 15. Tujuan Pemeriksaan : 15.3.2.2.5 14. UTANG JANGKA PENDEK 15. Semua utang tersebut adalah sah dan didukung dengan bukti-bukti 15.14. Adanya utang bersyarat (contingent liability) 15.1.1.2.1.4 Periksa masa manfaat aktiva tidak berwujud tersebut yang telah tidak ada nilainya (nol) Bandingkan angka pembukuan dengan angka yang disajikan dalam neraca/labarugi Buat daftar koreksi yang diperlukan hasil 14.1. Minta daftar saldo utang pada tanggal neraca 15.4. Prosedur Pemeriksaan : 15.1.1.2.1. jika jumlahnya material sajikan sebagai catatan piutang .2. Cek angka-angka tersebut dengan buku besar dan buku tambahan (pembantu) 15.2.2. Periksa kemungkinan adanya saldo debet dari utang.2.2.5. Penyelesaian pembayaran prosedur yang berlaku dilakukan benar-benar dengan sesuai 15.7 Buat kesimpulan pemeriksaan dan saran perbaikan jika dianggap perlu. Semua utnag jangka pendek yang ada telah dicatat dengan nilai sebenarnya 15.3.

Periksa ketepatan pembelian pembukuan penerimaan diskon 15. .2.9.2.2.10. Lakukan pengujian faktur pembelian dengan catatan penerimaan barang dan administrasi persediaan barang di kantor serta catatan lainnya sehubungan dengan timbulnya utang 15. Periksa pembayaran-pembayaran utang pada periode sesudah tanggal neraca untuk mengetahui kemungkinan adanya utang-utang yang belum tercatat pada tanggal neraca 15.6.15. Periksa adanya hutang yang terjadi karena penjualan barang komisi 15.14.2.2. Periksa perjanjian-perjanjian pembelian yang menimbulkan kewajiban keuangan di kemudian hari akan 15. Buat daftar koreksi yang diperlukan 15. Selidiki sebab-sebab saldo utang yang sudah lama tidak dilakukan pembayaran 15.2. Buat resume hasil pemeriksaan dan saran perbaikan jika diperlukan.11. Periksa dan pisahkan utang-utang lainnya di luar hutang usaha 15.2.2.8.2. Periksa ketepatan pembebanan faktur pembelian dan lakukan control hubungan dengan perkiraan lawannya 15.15.7.12.2.13.

4.2.5.2.5. Periksa klasifikasi dari masing-masing jenisnya 16.2. Adanya wewenang mengenai timbulnya hutang jangka panjang 16. Minta daftar pinjaman jangka panjang yang dikeluarkan dan belum dilunasi 16.1. Semua biaya telah dihitung dengan layak amortisasi dari agio dan disagionya termasuk 16.6.2.2.2.3. UTANG JANGKA PANJANG 16. Adakah kemungkinan untuk merubah utang jangka panjang menjadi komponen modal 16. Periksa persetujuan pinjamanjangka panjang dan teliti apakah syarat-syaratnya telah ditaati 16.3.1. Semua aktiva yang dijaminkan untuk utang jangka panjang cukup dijelaskan dalam neraca 16.1. Ketentuan-ketentuan dalam perjanjian utang jangka panjang ditaati 16. buku pembantu/tambahan dan dengan angka-angka neraca 16. Buat resume hasil pemeriksaan dan tindak lanjut yang diperlukan .1.1.1.1.1. Buat daftar koreksi yang diperlukan 16. Tujuan Pemeriksaan : 16.1.2.2. Cek daftar tersebut dengan buku besar.2.6. Prosedur Pemeriksaan 16.4. Semua kewajiban jangka panjang telah diklasifikasikan dan dicatat dengan benar di dalam neraca 16.16.

17.2.2. Prosedur Pemeriksaan 17. Periksa persetujuan pembayaran jasa produksi/provisi 17.1. Tujuan Pemeriksaan . Periksa pembayarannya apakah benar-benar bagi karyawan yang berhak 17.1. PEMBAYARAN JASA PRODUKSI/PROVISI 17.8. Buat resume hasil pemeiksaan dan tindak lanjutnya.2.5.7. Adanya pembayaran jasa produksi 17.1. Buat daftar koreksi yang dibutuhkan 17.2.1. 18. Periksa jumlah yang dibayarkan dan bandingkan dengan dana yang tersedia dari prosentase laba perusahaan untuk jasa produksi dan prosentase dari omzet untuk provisi 17. Kemungkinan dapat tidaknya dibayar 17.1. Periksa apah pembayarannya tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan 17. buku pembantu/tambahan dan dengan angka pada neraca 17. Periksa jumlah pembayaran jasa produksi/provisi menurut keputusan dan bandingkan dengan realisasi pembayarannya 17. Tujuan Pemeriksaan : 17.2.2.1.2.3.2.2.1. Minta daftar jasa produksi/provisi yang akan dibayar serta cek daftar tersebut dengan buku besar.2. Perhitungan dan pembayaran jasa produksi adalah benar 17. HASIL PENJUALAN 18.6.4.2.3.

bandingkan buku penjualan dan buku pengiriman serta bukti pengkreditannya untuk menentukan cot-off .6 Periksa ketelitian penjumlahan (footing & crossfooting) dalam buku penjualan dan lakukan trace pembukuannya 18.1. perkalian banyaknya barang dengan harga satuan.5 Periksa harga satuan yang tercantum di dalam faktur atau nota debet dengan daftar harga atau kontrak penjualan (bila ada) dan periksa pula dengan persetujuan atas syarat-syarat penjualan.2 Periksa hasil penjualan dari buku harian dan hubungkan dengan aktiva yang timbul dari hasil penjualan tersebut 18.2.3. benar dan lengkap 18. penjumlahan dan pengurangan (potongan-potongan) dan retur penjualan serta periksa pula kelengkapan faktur atau nota debet berdasarkan nomor urutnya 18. pos biaya penjualan 18.1. Hasil penjualan yang disajikan dalam laporan adalah benar. baik formil maupun materil 18.4.5.2.2.1 Periksa ketepatan pengakuan hasil penjualan 18.1.7 Selama beberapa hari sebelum dan sesudah tutup buku akhir tahun.2 18.1.2. Pendapatan diluar usaha pokok Prosedur Pemeriksaan 18.2.3 Lakukan pemeriksaan dengan berbagai perbandingan (antara lain dengan anggaran. 18.18.4 Periksa harga dalam faktur atau nota debet.2. realisasi tahun lalu) dan control hubungan dengan pos potongan dan retur penjualan. Klasifikasi pencatatn hasil penjualan telah dilakukan dengan benar dan lengkap 18. Pencatatan atas hasil penjualan telah dilakukan dengan teliti.1.2. Penyajian dalam perhitungan laporan laba-rugi telah dilakukan dengan layak dan pada dasarnya telah sesuai dengan prinsip propermatching cost against revenue 18.2.1.

2. Pencatatan atas pendapatan lain-lain adalah benar baik secara formil maupun materil 19.1.2. Prosedur Pemeriksaan 19.11 Periksa apakah tidak terdapat pendapatan/hasil penjualan yang belum dibukukan 18. Pendapatan lain-lain tersebut masuk dalam perkiraan dengan klasifikasi yang tepat 19.2.1.1.2.12 Buat daftar koreksi yang dibutuhkan 18.9 Periksa kecermatan pembukuan penjualan cicilan.2. Mintakan daftar pendapatan lain beserta perinciannya yang merupakan pendapatan di luar operasi atau usaha pokok perusahaan secara normal 19.10 Adakan pengujian untuk pendebetan perkiraan persediaan sehubungan dengan retur penjualan 18.1. PENDAPATAN LAIN-LAIN 19.2.13 Buat resume hasil pemeriksaan dan saran jika diperlukan. 19. Cek daftar pendapatan lain-lain tersebut dengan data akuntansi perusahaan .3.4.1.2. Tujuan Pemeriksaan 19.8 Periksa penerimaan hasil penjualan dengan syarat cash on delivery (jika ada) 18. Pendapatan lain-lain tersebut telah dibukukan dengan teliti dan lengkap 19. pemborongan dengan jangka pembayaran/penyerahan lebih dari satu tahun (jika ada) 18.2.2.2.1.18. penjualan sewa beli. Penyajian dalam laporan laba-rugi telah dilakukan dengan prinsip akuntansi yang lazim 19.1.2.

2. Buat daftar koreksi yang diperlukan 19. Buat resume hasil pemeriksaan dan saran tindak lanjut apabila diperlukan. Lakukan cut off yang tepat atas pendapatan lain-lain yang dimasukan dalam perode berjalan atau pada periode berikutnya 19.1.10.5. Periksa menurut sifat transaksi yang menimbulkan pendapatan lain-lain yang jumlahnya material selain unsur pendapatan lain-lain yang disebutkan diatas 19.2.3. Tujuan Pemeriksaan 20.2. Periksa ketepatan perhitungan pendapatan lain-lain dalam hubungannya dengan seluruh deviden dan bunga atas kertas-kertas berharga yang dimiliki perusahaan atau dari seluruh komisi yang diperoleh perusahaan.2. Periksa pendapatan lain-lain tersebut dengan bukti yang mendasarinya. Laba/rugi luar biasa/insidentil adalah benar. bunga belum tertagih.9.11. 20.2.2.2.2.1. 19. baik formal maupun material 20. Periksa laba atau rugi atas penjualan kertas-kertas berharga dalam hubungannya sebagai penambah pendapatan lainlain dengan kenyataan yang mendasarinya 19. Laba/rugi luar biasa tersebut dibukukan sebagaimana mestinya dan diklasifikasikan dengan tepat .8. LABA/RUGI LUAR BIASA 20.1.6.4. Periksa klasifikasi dan reklasifikasi atas pendapatan lain-lain sehubungan dengan kelayakan penyajiannya dalam laporan keuangan serta penyesuaian dengan prinsip akuntansi yang lazim 19.1. Periksa perhitungan pendapatan lain-lain tersebut dikaitkan dengan biaya lain-lain dan penyesuaian pengujiannya dengan prinsip akuntansi yang lazim 19.2.2.19. misalnya pendapatan bunga. barang konsumsi dan barang komisi. 19.7.

Bandingkan klasifikasi pos laba rugi luar biasa tersebut dengan persyaratan ketentuannya. Penyajian dalam perhitungan rugi laba sudah layak sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim 20. 21. Buat kesimpulan hasil pemeriksaan dan saran tindak lanjut jika diperlukan.2. 21.2.2. 21.2. Buat daftar koreksi yang diperlukan 20.2.1.2. Minta daftar perincian serta penyelesaian secukupnya mengenai laba/rugi luar biasa 20.4.3.2. Periksa kaitannya dengan beban yang timbul (pengenaan pajak) dan adakan pengujian secukupnya dalam rangka penyajiannya sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim 20. Pengeluaran biaya didasarkan atas persetujuan dan didukung dengan bukti–bukti yang cukup. .1. Prosedur Pemeriksaan 20.5.1.2. Cek daftar tersebut dengan data akuntansi perusahaan dan adakan pengujian pencatatan dalam buku besar dengan bukti yang mendasarinya 20.1. yaitu : Tidak atau hamper tidak mempunyai hubungan secara normal dengan kegiatan perusahaan yang normal Tidak/kecil kemungkinannya berulang kembali di masa yang akan datang 20.1.6. HARGA POKOK PENJUALAN 21.4.20.2.3. Pengeluaran biaya harga pokok penjualan sesuai dengan usaha perusahaan. Tujuan Pemeriksaaan 21.1. Biaya harga pokok penjulan telah diklasifikasikan dengan benar. 21. Biaya harga pokok penjualan telah dibukukan sebagaimana mestinya.1.3.1.

Analisa sebab–sebab turun atau naiknya yang menyolok.5.2.6.21.2.3.2. Periksa bahwa tindakan pendistribusian biaya harga pokok penjualan telah dilakukan dengan tepat.2. Yakinkan bahwa harga pokok penjualan itu telah dikurangkan dari persediaan yang bersangkutan dan analisa hubungannya dengan penjualan. Bandingkan setiap jenis biaya yang termasuk harga pokok penjulan dalam tahun yang lalu. 21.5.2. 21.7. Semua biaya harga pokok penjualan yang berhubungan dengan hasil penjualan dan menjadi beban perusahaan yang diperiksa telah dicatat dan jumlah yang dibebankan pada periode yang akan datang telah dicantumkan sebagai biaya yang dibayar dimuka atau biaya yang ditangguhkan. Tentukan klasifikasi dari masing–masing perkiraan biaya harga pokok penjualan dan periksa perkiraan lawannya.8.6. Minta ikhtisar harga pokok penjualan yang digolongkan per barang yang dijual. pokok penjualan yang seharusnya 21. Prosedur Pemeriksaan 21. 21. 21. 21. berlebihan atau tidak dalam kaitannya dengan harga pokok penjualan.2. Periksa harga dikapitalisir. 21. Periksa bukti pengeluaran biaya harga pokok penjualan yang material. dan dengan anggarannya. Analisa unsur-unsur biaya harga pokok penjualan tertentu (yang dipilih) untuk menentukan apakah normal atau tidak. .2. 21.2. 21. Periksa persetujuan atas pengeluaran sehubungan dengan biaya harga pokok penjualan.10. Biaya harga pokok penjualan tersebut benar–benar beban perusahaan.1. Periksa bahwa tidak terdapat biaya–biaya fiktif. 21.9.1.2. 21. Periksa bahwa semua biaya harga pokok penjualan yanga harus jadi beban tahun buku yang diperiksa telah dibukukan.2.1.2.4.2.

Telah sesuai dengan anggaran yang telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang. 21.3.2.4. 22. . buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan biaya harga pokok penjualan. persetujuan. Analisa harga pokok produksi dan periksa metode yang dipakai dalam membukukan bahan baku. perhitungan.1.21. 21. 22. Tujuan pemeriksaan adalah untuk meyakinkan bahwa : 22. PEMBELIAN PERSEDIAAN 22. nomor bukti laporan penerimaan barang dan lain–lain).2. Buat daftar koreksi yang diperlukan.2.11.14. 22. kuitansi.1. Pelaksanaan pembelian persediaan telah sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Prosedur pemeriksaan 22. 22. Hitung rasio dari harga pokok penjualan dan bandingkan dengan tahun yang lalu. nomor order. 22. Telah dicatat dalam pembukuan secara tepat dengan nilai wajar. Periksa dan bandingkan order pembelian dengan faktur dan pembukuannya (tanggal. 22.1.12. Tindak lanjut adanya kelainan atau penyimpanan yang terjadi dalam pemebelian persediaan telah mendapat penyelesaian yang wajar. 21.2.2.13.2.1.2. barang diterima dan faktur pembelian dibayar. Pengawasan pelaksanaan telah dilakukan sejak pesanan ditetapkan.1.1.1.5. upah dan tambahan biaya pabrikase (overhead).1.

2.2. Periksa apa tidak terjadi pembayaran dua kali. Periksa ketelitian penjumlahan dalam buku pembelian secara sampling 22.3. Periksa distribusi dari barang yang dibeli apakah ada pembukuan kepada kartu jenis barang yang bersangkutan sudah tepat baik kuantitasnya maupun harga perolehannya. Periksa order–order yang dikembalikan. Periksa komitmen kontrak pembelian dan lakukan konfirmasi kepada rekanan yang bersangkutan serta teliti realisasi tidak merugikan perusahaan.9. 22.2.2.5. Telusuri pembayaran tersebut kedalam buku kas bank.2. 22.2.2. Adakah control hubungan antara pembelian dengan perkiraan utang dan perkiraan lain yang berhubungan.4. Adakan verifikasi pembukuan dari buku pembelian ke buku besarnya secara sampling 22. serta selidiki bagaimana tindak lanjut penyelesaiannya (bila terjadi). 22.2.11. Periksa pembelian retur untuk menetapkan apakah perkiraan utang telah didebet dan apakah persediaan telah dikurangi sesuai dengan nota kredit yang bersangkutan.2. Bandingkan catatan dalam buku tambahan persediaan barang dengan bukti laporan penerimaan barang. 22. 22.13.2. Periksa apakah bukti pembayaran faktur lengkap.2.12. 22. sah dan jumlahnya benar. 22. yang mungkin pada saat diterima barangnya tidak diperlukan lagi. apakah ditambahkan kepada barang yang bersangkutan.22.2.8. Periksa adanya : . Periksa ada tidaknya order lama yang belum dipenuhi oleh rekanan dengan jumlah yang dipesan.2.2. 22.14. Periksa kesesuaian kontrak pemeblian dengan order yang ditempatkan serta kesesuainnya dengan anggaran.10. 22. 22. faktur dan bukti permintaannya untuk mencek ketelitian pembukuannya.6.7. Periksa pembukuan biaya pengangkutan barang.

Kelayakan penyajiannya dalam laporan keuangan 23.16. peraturan. kebijaksanaan perusahaan dan persetujuan yang berwenang).5.2. Ketepatan perhitungan/pembebanan biaya penjualan dalam perkiraan rugi/laba.4. Lakukan cut–off yang tepat atas biaya penjualan yang dibebankan pada periode berjalan atau yang menjadi beban periode berikutnya. Buat daftar koreksi yang diperlukan.3. Kesesuainnya dengan bukti-bukti yang mendasarinya (kontrak. kebijaksanaan perusahaan dan persetujuan yang berwenang. BIAYA PENJUALAN 23. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan dari pembelian persediaan 23.1.2. Adakan control hubungan antar biaya penjualan menurut data akuntansi dengan aktivitas penjualan. Tujuan Pemeriksaan 23.• • • • Syarat–syarat penyerahan. Adakan perbandingan antara budget dengan realisasi biaya penjualan. Pembayaran Kebenaran Bukti–bukti Tanggal penerimaan serta kuantitasnya dari barang– barang dalam perjalanan 22. Periksa unsur-unsur biaya penjualan yang jumlahnya material dengan bukti yang mendasarinya anatara kontrak. Prosedur Pemeriksaan 23. .2. 23.2.1. Minta daftar biaya penjualan dan adakan penggujian atas ketepatan perhitungan/pembebanan biaya penjualan tersebut dalam perkiraan rugi/laba. 22.2.2. 23.1. 23.2.1. 23. 23.2.3.2. 23.2. peraturan.1.15.1.

2.9.6.3.6. Buat daftar koreksi yang diperlukan.1. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan biaya penjualan.8. Untuk memastikan penerimaan lembur telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku 24. Periksa klasifikasinya dan reklasifikasi atas biaya penjualan sehubungan dengan kelayakan penyajian dalam laporan keuangan serta kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi.1. Untuk memastikan pemotongan pungutan yang diwajibkan oleh perusahaan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku 24. Untuk memastikan pengeluaran biaya perjalanan dinas telah mendapat persetujuan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku .7.4.2. Untuk memastikan bahwa pembayaran gaji telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.1. Untuk memastikan tunjangan yang diberikan kepada karyawan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku 24.1.1. 24. 23.7. 24.1. Tujuan Pemeriksaan : 24. 24. Untuk memastikan pembayaran PPh pasal 21 telah dipotong dan disetor ke Kas Negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.2. Periksa ketepatan dan relevansi biaya penjualan dan yang menjadi beban biaya penjualan (sarana promosi.2. reklame dan sebagainya) dan biaya penyisihan piutang raguragu/persediaan usang. Untuk memastikan pembayaran Iuran Jamsostek dipotong dan disetorkan sesuai ketentuan yang berlaku. 23. BIAYA TENAGA KERJA 24.1.1.2.5.1.23. 24. 23.

1.1 Dapatkan neraca.1.3.2. Untuk memastikan seluruh perhitungan biaya tenaga kerja telah dilakukan dengan benar 24. 24.3.1. Data yang Diperiksa 24. gaji. 24. surat tugas dan surat persetujuan dari supervisor perihal penugasan lembur serta perhitungan biaya lembur 24.2.2.5. Biaya Lembur 24.1.2.4.2.3.3. Surat Ketetapan Direksi perihal potongan wajib 24.2. Dapatkan Neraca dan Laba/Rugi.1. ketetapan-ketetapan serta tunjangan lainnya 24.8.2. laba/rugi dan rekapitulasi BTK serta bukti-bukti pendukung lainnya 24.3.2 Dapatkan SK Direksi perihal Golongan. Biaya Gaji 24. Prosedur Pemeriksaan 24.6.3.3.3.3 Lakukan verifikasi antara butir-butir tersebut diatas 24.2.4 Mintakan daftar Biaya Tenaga Kerja Lainnya per tanggal pemeriksaan 24.24.2. Neraca dan Laba/Rugi Rekapitulasi BTK bulanan Surat Ketetapan Direksi perihal golongan dan gaji Surat Ketetapan Direksi perihal tunjangan dan fasilitas lainnya 24. lihat posisi biaya lembur.2. 24. Jumlahkan total perincian biaya lembur untuk seluruh laryawan selama periode pemeriksaan kemudian hitung jumlah seluruhnya dan bandingkan dengan neraca pada perkiraan biaya lembur .2.3.3. Bukti pendukung lainnya 24.1.1.1. daftar karyawan yang melakukan pekerjaan lembur.2.

4.3.3.3.4.24.5 Lakukan pengujian sampling terhadap nominal perhitungan perincian biaya perjalanan dinas dan lakukan cross check dengan Surat Ketetapan Direksi perihal Biaya Perjalanan Dinas.3.4.3.3.3.3. 24.3.1 Dapatkan catatan biaya perjalanan dinas pada neraca pada tanggal pemeriksaan 24.3.2 Dapatkan daftar karyawan melakukan perjalanan dinas pendukung lainnya selama pemeriksaan 24.3.1.3.3.3.3 dapatkan : 24.3. 24.6 Pastikan bahwa prhitungan pemberian uang perjalanan dinas telah sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku 24. Dapatkan daftar karyawan penerima gaji beserta gaji pokoknya 24.3. Pajak Penghasilan (PPh Pasal 21) 24. Dapatkan Surat Ketetapan Direksi atau manajemen perihal penentuan besarnya gaji pokok 24.4 Lakukan penjumlahan perincian biaya perjalanan dinas untuk seluruh karyawan selama kurun waktu pemeriksaan.4.3.3.2. Lakukan pencocokan besarnya penerimaan gaji pokok antara Surat Ketetapan Direksi atau manajemen dengan realisasi pembayaran gaji setiap bulannya yang pernah berikut bukti kurun waktu .3 Surat Perintah Perjalanan Dinas 24.1 Surat Tugas atau surat persetujuan dari manajemen perihal persetujuannya 24.2 Perincian biaya perjalanan dinas. kemudian bandingkan dengan neraca dan laba/rugi 24.3.3.3.3.3.3.

24.3.4.4. Lakukan perhitungan besarnya persentaase PPh Pasal 21 yang harus dibayar berdasarkan skala gaji 24.3.4.5. Lakukan verifikasi perhitungan secara manual untuk mengetahui secara pasti besarnya nominal PPh Pasal 21 yang harus dibayar setiap karyawan per bulan 24.3.4.6. Lakukan verifikasi terhadap subsidi perusahaan apakah sudah sama atau sesuai penghitungan 24.3.4.7. Lakukan verifikasi terhadap waktu pembayaran pajaknya apakah telah sesuai dengan peraturan

24.3.5. Biaya Tenaga Kerja Lainnya (BTK Lainnya) 24.3.5.1. Dapatkan Neraca dan Laba/Rugi perusahaan 24.3.5.2. Dapatkan kuitansi, bon, faktur dan lain-lain yang merupakan bukti pendukung dari pengeluaran biaya 24.3.5.3. Dapatkan bukti persetujuan dari manajemen atau pihak yang berwenang yang mengeluarkan biayabiaya tersebut 24.3.5.4. lakukan verifikasi antara bukti pendukung pengeluaran biaya, surat ataupun memo persetujuan dari pihak yang berhak mengeluarkan biaya kemudian lakukan cross checking dengan neraca atau laba/rugi 24.3.5.5. Pastikan bahwa pengeluaran biaya tersebut telah memperhatikan system dan prosedur serta ketentuan yang berlaku. 25 BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI 25.1. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan untuk meyakinkan bahwa :

25.1.1. Ketepatan perhitungan/pembebanan biaya administrasi dalam perkiraan rugi/laba.

umum

dan

25.1.2. Kesesuaiannya dengan bukti–bukti yang mendasarinya (kontrak dengan konsultan/auditor, kebijaksanaan akuntansi tentang penyusutan/amotisasi dengan ketentuan yang berwenang). 25.1.3. Kelayakan penyelenggaraan dalam laporan keuangan. 25.2. Prosedur Pemeriksaan 25.2.1. Minta daftar biaya umum dan administrasi dan adalakan pngujian atas ketepatan pehitungan/pembebanan biaya tersebut dalam perkiraanrugi/laba. 25.2.2. Ada perbandingan antara budget dengan realisasi biaya umum dan administrasi. 25.2.3. Periksa unsur-unsur biaya umum dan administrasi yang material dengan bukti-bukti yang mendasarinya antara lain kontrak dengan kontraktor/auditor, peraturan–peraturan, kebijaksanaan akuntansi perusahaan dan persetujuan yang berwenang. 25.2.4. Lakukan cut-off yang tepat atas biaya umum dan administrasi sehunbungan denga kelayakan pemyajian dalam laporan keuangan serta kesesuaiannya dengan prinsip–prinsip akuntansi yang lazim. 25.2.5. Periksa klasifikasi dan reklasifikasi atas biaya umum dan administrasi sehubungan dengan kelayakan penyajian dalam laporan keuangan serta kesesuaiannya dengan prinsip–prinsip akuntansi yang lazim. 25.2.6. Periksa ketepatan dan relavansi biaya penyusutan perlatan kantor dan rumah tangga serta amortisasi aktiva tak berwujud yang menjadi beban biaya umum dan administrasi. 25.2.7. Buat daftar koreksi yang diperlukan. 25.2.8. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan umum dan administrasi. biaya

26

BIAYA BUNGA DAN PENDAPATAN LAIN-LAIN 26.1. Tujuan Pemeriksaan Tujuan Pemeriksaan untuk meyakinkan bahwa : 26.1.1. Ketepatan perhitungn pembebanan biaya bunga pendapatan lain–lain dalam perkiraan rugi/laba. 26.1.2. Kesesuaiannya dengan bukti yang mendasarinya. 26.1.3. Kelayakan penyajiannya dalam laporan keuangan. dan

26.2

Prosedur Pemeriksaan 26.2.1. Minta daftar biaya bunga dan pendapatan lain–lain kemudian lakukan pengujian atas ketepatan perhitungan pembebanannya dalam perkiraan rugi/laba. 26.2.2. Minta daftar biaya bunga dan pendapatan lain–lain kemudian lakukan pengujian atas ketepatan perhitungan pembebanannya dalam perkiraan rugi/laba. 26.2.3. Adakan perbandingan antara budget dengan realisasi biaya bunga dan pendapatan lain–lain. 26.2.4. Periksa unsur–unsur biaya bunga dan pendapatan lain–lain yang jumlahnya material dengan bukti–bukti yang

Periksa apakah penyisihan tersebut tepat dan dilaksanakan secara konsisten dengan tahun–tahun sebelumnya.3 Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan biaya bunga dan pendapatan lain–lain.2.2. surat–surat keputusan yang menunjang sahnya laba tidak dibagikan tersebut.2. 27.2 27.1 perusahaan. 25. LABA DITAHAN/CADANGAN 27. 27.Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah menetapkannya/meyakinkan : 27. giro. Jumlah laba yang tidak dibagikan telah menunjukkan jumlah yang benar.1. 27.mendasarinya (deposito. Buatlah daftar tersendiri setiap perkiraan cadangan . 26. investasi.2.1 Periksa klasifikasi dan reklasifikasi atas biaya bunga dan pendapatan lain–lain sehubungan dengan kelayakan penyajian nya dalam laporan keuangan dan persesuainnya dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.2.2.2.2. 25.3 27. Periksa sumber dari laba yang tidak dibagikan tersebut menurut kejadiannya ataupun cara pengisiannya. Penjelasan dan penyajian dalam neraca telah dianggap cukup layak. Lakukan cut–off yang tepat atas biaya bunga dan pendapatan lain–lain yang dimasukkan dalam periode berjalan atau pada periode berikutnya.2.1.5 Teliti bahwa pembukuan/pencatatan pos-pos diatas telah menunjukkan jumlah yang benar.Prosedur Pemeriksaan 27. Periksa peraturan–peraturan.2 Buat daftar koreksi yang diperlukan.1.1.5.2.4 27. 25.2. 27. dan pendapatan maupun biaya diluar usaha pokok/normal perusahaan).

Teliti kebenaran sumber dana yang digolongkan atas : • • 28. yang Periksa dan teliti kemungkinan pemindahan pengurangan laba yang tidak dibagikan karena tidak adanya penyisihan untuk cadangan. 28.2. 28. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui : 28.2.3. 28.27.1 28. serta periksa apakah telah mendapat persetujuan dari yang berwenang. 27.1.1.1. Buatlah daftar koreksi yang diperlukan.9 28.6 27. perusahaan. DAFTAR PERUBAHAN POSISI KEUANGAN 28.3 Sumber dari operasi rutin. Kewajaran dan ketepatan sumber dan penggunaan dana Teliti kebenaran pengunaan dana terutama terhadap : • • Investasi dalam aktiva tetap Penambahan penyertaan . Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaa laba yang tidak dibagikan/cadangan.2 Minta daftar perubahan posisi keuangan serta teliti kewajaran dan ketetapan penyajiannya. Sumber di luar operasi rutin Kewajaran dan ketetapan penyajian atas dasar daftar perubahan posisi keuangan. Besarnya perubahan modal kerja dan sebab–sebabnya.2.8 27.7 Periksa/teliti tujuan atas ketepatan penggunaan laba tidak dibagikan tersebut.2.1.1.1.4.2.1.1. Prosedur Pemeriksaan 28.

29. 29 KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA 29. Kejadian yang langsung mempengaruhi laporan keuangan.4 28.5 Pelunasan Pembayaran hutang jangka jasa Teliti sebab–sebab perubahan modal kerja Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan daftar perubahan posisi keuangan. . perubahan modal. cukup dengan komentar atas pengungkapan dalam laporan pemeriksaan atau dengan foot note dalam neraca.2.1. koreksi–koreksi yang tidak lazim. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan adalah untuk meyakinkan ketepatan adanya : 29. sehingga harus dilakukan koreksi seperlunya misalnya atas pos–pos neraca dan perhitungan rugi/laba.1.1.1. modal kerja.1. Prosedur Pemeriksaan 29.• panjang • produksi/provisi 28. agar supaya si pembaca laporan tidak salah penafsiran.2. utang jangka panjang. 29. Kejadian yang tidak mempengaruhi laporan keuangan sehingga tidak perlu dilakukan koreksi.2.1.1. Teliti risalah rapat Dewan Direksi/Pengawas serta panitia tertentu yang terjadi setelah tanggal neraca samapai tanggal selesai pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan terdapat utang bersyarat atau perjanjian pemebelian/penjualan/perjanjian penting lainnya.

2. PEMERIKSAAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN YANG DISAJIKAN MANAGEMENT 30. Kejadian yang mempengaruhi realisasi nilai persediaan barang.2.1. : Minta laporan management yang memuat pernyataan mengenai 30.2.1.2. 30.29. Periksa kejadian penting setelah tanggal neraca yang memerlukan penjelasan atau pengungkapan dalam laporan keuangan misalnya : Kerugian akibat kebakaran atas pabrik atau barang persediaan.1.2. Tujuan Pemeriksaan 30.2. Periksa kejadian penting setelah tanggal neraca yang memerlukan penyesuainnya atau koreksi terhadap laporan keuangan misalnya : 29.2.2. Prosedur Pemeriksaan 30.2.2.1. 30. Penjualan (kuantum maupun kuantitatif) Pembelian (kuantum maupun kuantitatif) Produksi (kuantum maupun kuantitatif) Biaya (kuantum maupun kuantitatif) Kondisi Keuangan : Piutang Hutang .3.2.4.2.2.1. 30. 30. Putusan perkara atas piutang atau utang yang berbeda dengan taksiran sebelumnya.1.2.1.1.1.1.2.1.2.3. 29. Untuk dapat memberikan komentar terhadap berbagai masalah yang perlu diketahui oleh pemakai laporan 30. 30. Untuk meneliti kelengkapan dan manfaat informasi yang disajikan managemen 30.1. 29.2.1.3.5. Untuk meneliti management kelayakan informasi yang disajikan 30. Kerugian akibat bangkrutnya rekanan.

8. Lakukan pengujian atas laporan-laporan tersebut 30.4.2.Data Statistik 30. Lakukan penilaian apakah terdapat laporan management lainnya yang kurang bermanfaat bagi pemakai laporan 30. . diperhatikan dan diikuti tindak lanjut sebagaimana mestinya 30.2. Realisasi anggaran 30. Kondisi kepegawaian 30.1.2.1. Teliti apakah Dewan Pengawas mengamati atau memberi saran-saran maupun komentar-komentar kepada management dalam mengelola perusahaan.2.10.2.2.9.6.8.- Investasi Rasio-Rasio Keuangan dan Operasi 30. Periksa apakah laporan management tersebut didasarkan pada system akuntansi dan system informasi lainnya yang berlaku dan dianut oleh perusahaan 30.7.2.2.1.2.2.6.2. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan atas laporan management yang disajikan tersebut.1.3.1.2. Periksa tindak lanjut yang dilakukan management terhadap laporan berkala yang diterima 30. Perbandingan realisasi tahun berjalan dengan tahun sebelumnya 30. Teliti apakah management berkonsultasi dengan Dewan Komisaris dan memberikan informasi sepenuhnya mengenai kebijaksanaan yang diambil management 30.2. Organisasi 30.7.5.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.