System Sanitasi

1. Pengertian sanitasi Sanitasi adalah bagian dari sistem pembuangan air limbah, yang khususnya menyangkut pembuangan air kotor dari rumah tangga, kantor, hotel, pertokoan (air buangan dari WC, air cucian, dan lain-lain). Selain berasal dari rumah tangga, limbah juga dapat berasal dari sisa-sisa proses industri, pertanian, peternakan, dan rumah sakit (sektor kesehatan). (Sumber: Said, 1987:12) 2. Pengertian Air limbah Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah.

Beberapa hal yang berkaitan dengan pengertian dan kegiatan yang berhubungan dengan limbah cair menurut (PP 82 thn 2001), yaitu : a. Air adalah semua air yang terdapat di atas dan di bawah permukaan tanah, kecuali air laut dan fosil. b. Sumber air adalah wadah air yang terdapat di atas dan di bawah permukaan tanah seperti akuifer, mata air, sungai, rawa, danau, situ, waduk dan muara. c. Pengelolaan kualitas air adalah upaya pemeliharaan air sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukkannya untuk menjamin agar kualitas tetap dalam kondisi alamiahnya. d. Pengendalian pencemaran air adalah upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air. e. Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain kedalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. f. Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair. g. Baku mutu limbah cair adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam limbah cair yang akan dibuang atau dilepas ke dalam sumber air dari suatu usaha atau kegiatan. h. Limbah cair adalah limbah yang berbentuk air, karena umumnya limbah cair yang dihasilkan oleh voluters baik limbah rumah tangga maupun industri adalah dalam bentuk air yang dibuang ke sungai. (PP 82 thn 2001).

1 Sumber Air Limbah Air limbah (sewage) juga dapat diartikan sebagai air dan cairan yang merupakan sisa dari kegiatan manusia di rumah tangga/limbah domestik dan commercial buildy (kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan) atau industri. Karakterikstik air limbah rumah tangga dari WC/kakus seperti terlihat pada tabel di bawah ini : Tabel 2. tempat cuci.Mg/L 120 10 BOD5 Mg/L 220 11 COD Mg/L 610 12 Khlorida Mg/L 45 13 Total Coli MPN 3 X 105 Sumber: Laboratorium Balai Lingkungan Permukiman.5 ± 7. dll. kantor. 2) Air limbah rumah tangga non kakus (grey water). Adapun limbah domestik ini memiliki kandungan bahan berupa 99.com). yaitu: 1) Air limbah rumah tangga yang bersumber dari toilet/kakus (black water). kamar mandi dan air cucian dimana kuantitasnya antara 50-70% dari rata-rata pemakaian air bersih (120-140 liter/orang/hari). Air limbah rumah tangga jika dilihat dari sumbernya ada dua macam.2.wikipedia.0 2 Temperatur °C 37 3 Amonium Mg/L 25 4 Nitrat Mg/L 0 5 Nitrit Mg/L 0 6 Sulfat Mg/L 20 7 Phospat Mg/L 30 8 CO2 Mg/L 9 HCO3.1 persen bahan padat. rumah sakit). Yang umumnya Sumber air limbah domestic ini berasal dari kamar mandi. Dari sini. Pengolahan air limbah. Sumber air limbah domestik berasal dari aktivitas rumah tangga. restoran. (www.1 Karakteristik Air Limbah WC/kakus No Parameter Satuan Konsentrasi 1 pH ± -6. 1994 . 2. dapur dan toilet/kakus. sangat berkaitan dengan karakteristik air limbah. kita dapat mengenal penggolongan air limbah yaitu air limbah industri dan limbah domestik.2.9 persen air dan 0. commercial buildy (hotel.1 Air Limbah Domestik Air limbah domestik adalah air bekas yang tidak dapat dipergunakan lagi untuk tujuan semula baik yang mengandung kotoran manusia (tinja) atau dari aktivitas dapur.

5 2 Tempratur °C 24 3 Amonium Mg/L 10 4 Nitrat Mg/L 0 5 Nitrit Mg/L 0. Warna. 3 Biologi Terdiri dari golongan mikroorganisma yang terdapat dalam air (golongan koli).01 11 BOD5 Mg/L 189 12 COD Mg/L 317 13 Khlorida Mg/L 47 14 Zat Organik Mg/L KMnO4 554 15 Detergen Mg/L MBAS 2. 2 Kimia a) pH b) organik (karbohidrat.005 6 Sulfat Mg/L 150 7 Phospat Mg/L 6. temperatur air limbah berhubungan langsung dengan keaktifan mikroorganisme.7 8 CO2 Mg/L 44 9 HCO3. sehingga air limbah dapat membusuk dan bau. kimia maupun biologi dengan parameter seperti berikut : Tabel 2.05 Sumber: Laboratorium TL ITB tahun 1994 Tinggi rendahnya mutu air limbah disuatu tempat dipengaruhi oleh karakteristik air limbah secara fisik.Karakteristik air limbah rumah tangga non kakus berdasarkan hasil penelitian Puslitbang Permukiman seperti pada tabel di bawah ini : Tabel 2. protein. kimia dan biologi terdapat hubungan yang saling bergantung dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. fenol) c) anorganik (zat mineral yang mengurangi O2. contoh lainnya adalah adanya hubungan tak langsung antara mikroorganisma dengan karakteristik kimia.3 karakteristik air limbah secara fisik.Mg/L 107 10 DO Mg/L 4. zat beracun dan logam berat).7 16 Minyak Mg/L <0. lemak. kimia maupun biologi No Karakteristik Air Limbah Parameter 1 Fisik Temperatur. . Karakteristik fisik. Sebagai contoh . dan Bau.2 Karakteristik Air Limbah Non Kakus No Parameter Satuan Konsentrasi 1 pH ± 8. Kekeruhan.

limbah industri dapat digolongkan menjadi 4 bagian: 1. pertanian. 2. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Ddengan kriteria yang tercantum dalam peraturan pemerintah No. Limbah gas dan partikel 4. Berdampak luas (penyebarannya) 4. dan golongan amoniak. Berdampak jangka panjang (antar generasi) Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah: 1. Jenis kekuatan tersebut biasanya dinyatakan ? Kuat.pdf.go. Kandungan bahan pencemar 3.2 Air Limbah Non Domestik/Industri dengan > 100 < tingkat BOD. SS (Suspended Solid). limbah B3 terbagi atas dua macam yaitu yang spesifik dan yang tidak spesifik. dan sejenisnya. Parameter-parameter ini dipakai pula untuk mengukur kemampuan pengolahan air limbah. . Sedangkan kandungan limbah industri ini tergantung pada bahan dan teknologi yang digunakan serta barang hasil produksi yang akan dihasilkan. bakteri koli. mg/L mg/L Air limbah Non domestik/Industri adalah air limbah yang bersumber dari aktivitas industri. Volume limbah 2.Untuk mengukur sampai berapa jauh tingkat pengotor air. bila nilai BOD ? Sedang. 300 -300 100 yaitu: mg/L. bila nilai BOD ? Lemah.2. Karakteristik limbah: 1. Berdasarkan kekuatannya. Frekuensi pembuangan limbah ? Berdasarkan karakteristiknya. COD (Chemical Oxigen Demand).id/Limbah. Limbah cair 2. sedang dan lemah.kimpraswil. air limbah digolongkan dalam 3 jenis yaitu : kuat.18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Dinamis 3. bila nilai BOD Sumber:http://www. Berukuran mikro 2. maka dapat digunakan beberapa parameter antara lain : BOD (Biochemical Oxigen Demand). Limbah padat 3.

g.Perbedaan pokok antara limbah B3 spesifik dan tidak spesifik terletak pada cara penggolongan yaitu pada limbah spesifik digolongkan kedalam jenis industri. . Persyaratan cara pembuangan air limbah d. Persyaratan lain yang ditentukan oleh hasil pemeriksaan analisis mengenai dampak lingkungan yang erat kaitannya dengan pengendalian pencemaran air bagi usaha dan atau kegiatan yang wajib melaksanakan analisis mengenai dampak lingkungan. Kewajiban untuk mengolah limbah b. Persyaratan untuk mengadakan sarana dan prosedur penanggulangan keadaan darurat. e. Persyaratan untuk melakukan pemantauan mutu dan debit air limbah f. i. Persyaratan mutu dan kuantitas limbah cair yang boleh dibuang kemedia lingkungan. Hal-hal yang Perlu Dicantumkan dalam Pemberian Ijin Pembuangan Limbah Cair Dalam PP No. h. c. 82 tahun 2001 ditetapkan kriteria-kriteria tentang ijin pembuangan limbah cair yang dapat diberikan kepada industri yang harus mencantumkan hal-hal berikut: a. asal limbah. Larangan untuk melakukan pengenceran limbah cair dalam upaya penataan batas kadar yang dipersyaratkan. Kewajiban melakukan swapantau dan kewajiban untuk melaporkan hasil swapantau. Larangan pembuangan secara sekaligus dalam satu saat atau pelepasan dadakan. dan pencemaran utama sedangkan pada limbah tidak spesifik penggolongannya atas dasar kategori dan bahan pencemar. sumber pencemaran.

F. Timbulnya bau pada air lingkungan merupakan indikasi kuat bahwa air telah tercemar. Air limbah industri yang belum terolah dan memiliki pH diluar nilai pH netral. Limbah dengan pH asam / rendah bersifat korosif terhadap logam. kematian plankton. 1. CN. terutama bila limbah cair yang mengandung racun As. koloid dan bahan terlarut berasal dari adanya limbah industri yang berbentuk padat. Cd. yaitu: 1) Merusak komponen dan memperburuk kondisi lingkungan dan kerusakan pada komponen lingkungan lainnya. 3. Pb. dan yang larut sebagian akan menjadi koloid dan akan menghalangi bahan-bahan organik yang sulit diukur melalui uji BOD karena sulit didegradasi melalui reaksi biokimia.seperti kematian ikan. . Cu. keracunan pada manusia dan ternak. Perubahan warna. Limbah industri yang berbentuk padat. Timbulnya endapan.5 ± 7. Bila kondisi air warnanya berubah maka hal tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa air telah tercemar.5. 2. bau dan rasa Air normak dan air bersih tidak akan berwarna. Hal ini akan semakin parahjika daya dukung lingkungan rendah serta debit air sungai rendah. akan mengubah pH air sungai dan dapat mengganggukehidupan organisme didalamnya. Air yang bau dapat berasal darilimba industri atau dari hasil degradasioleh mikroba. Cr.Bahan buangan anorganik Dampak limbah cair dari hasil-hasil industri. sehingga tampak bening / jernih. atau Zn.Indikasi Pencemaran Air Indikasi pencemaran air dapat kita ketahui baik secara visual maupun pengujian. koloid dan bahan terlarut Endapan. akumulasi dalam daging ikan dan moluska. namun dapat diukur menjadi uji COD. Hg. Mikroba yang hidup dalam air akan mengubah organik menjadi bahan yang mudah menguap dan berbau sehingga mengubah rasa. 2) Akan meningkatkan timbulnya penyakit pada manusia. Perubahan pH (tingkat keasaman / konsentrasi ion hidrogen) Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan memiliki pH netral dengan kisaran nilai 6. Adapun komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari : Bahan buangan padat. bila tidak larut sempurna akan mengendapdidasar sungai. Bahan buangan organic .

Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kawasan Industri Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.0 ± 9. Pengolahan menurut tingkatan perlakuan 2. dinyatakan dalam hectare (HA). dinyatakan dalam L limbah cair per detik per hectare. melakukan proses daur ulang dan yang terpenting harus melakukan pengolahan limbah industri guna menghilangkan bahan pencemaran atau paling tidak meminimalkan bahan pencemaran hingga batas yang diperbolehkan. .? Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. dinyatakan dalam kg parameter per hari.Ha) BOD 5 50 4. (Cm)j =Kadar maksimum parameter j seperti tercantum dalam lampiran I Keputusan ini. Beban Pencemaran Maksimum Keterangan : BPM = Beban Pencemaran maksimum yang diperbolehkan. Pengolahan menurut karakteristik limbah Untuk mengatasi limbah Pelaku industri harus melakukan cara-cara pencegahan pencemaran lingkungan dengan melaksanakan teknologi bersih. A = Luas lahan kawasan yang terpakai. 3 tahun 1998 tentang baku mutu limbah cair bagi kawasan industri maka penghitungan untuk penetapan beban pencemaran maksimum pada jumlah unsur pencemar yang terkandung dalam aliran limbah cair maka digunakan perhitungan sebagai berikut: 1.0 DEBIT LIMBAH CAIR MASIMUM 1 l per detik per Ha lahan kawasan yang terpakai Berdasarkan keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup no.3 COD 100 8. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi: 1. Maka telah ditetapkan baku mutu limbah cair bagi kawsan industry seperti yang tertera pada tabel di bawah ini : Tabel 2. dinyatakan dalam mg/l. memasang alat pencegahan pencemaran. 3 Tahun 1998 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kawasan Industri. Dm =Debit Limbah cair maksimum seperti tercantum dalam lampiran I.4 Baku mutu limbah cair bagi kawasan industri Parameter Kadar Maksimum (mg/L) Beban Pencemaran Maksimum (kg/hari.2 Ph 6.6 TSS 200 17.

086 « (II.3 Pemilihan teknologi pembuangan air limbah Dasar-dasar pertimbangan dalam pemilihan teknologi pengolahan (pembungan) air limbah di tiap-tiap daerah umumnya memiliki faktor-faktor yang berbeda.0 mg hari 2.f = factor konversi = 1 kg * 24 x 3600 detik = 0. Yang mana. Sewerage konvensional 2. Penyediaan air bersih.086 2. dinyatakan dalam mg/l. Cubluk tunggal 5. . maka teknologi pembuangan air limbahnya menggunakan: 2. untuk sistem pembungan terpusat itu memerlukan penyediaan air bersih yang relatif lebih terjamin dibandingkan dengan sistem pembungan setempat. yaitu: 1. Faktor-faktor pertimbangan untuk menetapkan teknologi pengolahan air limbah yang tepat di suatu daerah. Septic tank 2. Shallow sewer 4. maka teknologi pembuangan air limbahnya menggunakan: 1. Jika kepadatan penduduk lebih dari 300 orang per ha atau lebih dari 150 orang per ha. Tangki septik dan shallow sewer Yang bertanggung jawab atas teknologi pembuangan air limbah tersebut adalah pemerintah. Cubluk kembar 3. Cubluk kembar bersama 4.2) 1. Beban pencemaran sebenarnya Beban pencemar sebenarnya dihitung dengan cara sebagai berikut : Keterangan : BPA = Beban pencemaran sebenarnya.1. DA = Debit limbah cair sebenarnya. karena kondisi tersedia atau tidaknya air bersih di suatu daerah akan menentukan dari kelancaran operasi sistem pengoahan air limbah. Penyediaan air bersih sangat penting diperhatikan. Hal ini dikarenakan sistem terpusat memerlukan proses penggelontoran yang baik dan terjamin. Interceptor sewer 3.00. Kepadatan penduduk: Faktor ini dapat menjadi indikator akan tersedia atau tidaknya lahan yang cukup untuk membangun sistem pengolahan limbah Jika kepadatan penduduk lebih dari 500 orang per ha. dinyatakan dalam liter/detik F = faktor konversi = 0. dinyatakan dalam kg parameter per hari (CA)j = Kadar sebenarnya parameter j.

Faktor kemiringan tanah ini akan mempengaruhi pemilihan teknologi pengolahan air limbah. Selain itu. Lebih-lebih saat ini telah dilakukan otonomi daerah. 4. Pembuangan air limbah dengan sistem ini dalam praktek sehari-harinya dapat dilihat dalam kegiatan: a) Individual. yaitu sistem pembuangan melalui kloset yang dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa keluarga yang biasanya berupa jamban jamak. Hal ini dikarenakan kondisi tersebut menyebabkan sistem peresapan tidak akan berjalan dengan baik. maka harus disedot dan diangkut dengan truk tinja ke IPLT (Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja) untuk disempurnakan prosesnya agar tidak merusak atau mencemari lingkungan. 5. Kondisi air tanah yang dangkal tidak cocok untuk diterapkan pada sistem pembungan air limbah setempat. Faktor ini lebih tepat dalam menekankan pada kondisi dan status ekonomi masyarakat setempat. Keadaan tanah. b) Komunal.3. atau septic tank komunal. Keadaan tofografi (penampang tanah). peturasan yang dilakukan oleh masing-masing keluarga pada setiap rumah. karena sistem ini memerlukan areal peresapan. Dan ini berarti memerlukan investasi dana yang tidak kecil. terutama jika air tanah tersebut dipergunakan sebagai sumber air minum. bisa jadi ada kemungkinan teknologi yang telah dipilih tidak dapat diterapkan karena ketidakmampuan tenaga setempat untuk membangun atau minimal penerapannya akan mundur waktunya hingga kondisi tenaga (SDM) daerah tersebut telah cukup mampu untuk membangun 7. . 6. Kondisi tanah yang memiliki kemiringan kurang dari 2 persen akan menyulitkan dalam penerapan sistem pembungan terpusat. Atau jika terpaksa. diperlukan akan adanya pemberdayaan masyarakat setempat berkait dengan pembebanan biaya pembangunan dan operasional penyelenggaraan pengolahan air limbah. Karena tidak mungkin biaya operasional dan pemeliharaan alat-alat pengolahan air limbah terus-terus ditanggung oleh pemerintah daerah setempat.4 Sistem pembuangan air limbah a. maka akan dilakukan dengan sistem pemompaan. Faktor keadaan tanah yang tidak dapat meresapkan air tidak mungkin diterapkan untuk sistem pembungan setempat. Kondisi sosial ekonomi masyarakat. Sistem sanitasi setempat (On Site Sanitation) Proses pembuangan dan pengolahan air limbah dilakukan secara bersamaan di tempat yang biasanya menggunakan cubluk atau septic tank. sistem peresapannya dapat dipastikan tidak dapat berjalan dengan baik. 2. yaitu sistem pembuangan melalui kloset. effluent dari sistem pembungan setempat ini akan mencemari air tanah dangkal. Hal ini didasarkan penanaman pipa pada bagian hilir akan dalam sekali. Keadaan air tanah. MCK umum. Hal ini tentunya. Apabila perencanaan yang tidak tepat dan cermat. Kemampuan membangun. Bila pada suatu waktu cubluk atau septic tank tersebut sudah penuh dengan lumpur tinja. Faktor ini jelas-jelas berkait dengan kemampuan setiap daerah untuk membangun teknologi yang dipilih. Dan kondisi tanah seperti itu.

semen. beton biasa. *Masa/umur pemakaian relative lebih lama. serta air limbah yang berasal dari sisa-sisa proses industri dialirkan melalui jaringan perpipaan menuju IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) untuk diolah secara terpusat. *Cocok untuk daerah dengan kepadatan tinggi.Keuntungan pemakaian system pembuangan setempat adalah: *Biaya pembuatan murah. Dilengkapi dengan lubang pemeriksa untuk keperluan pengurasan dan keperluan lainnya. tahan terhadap asam. batako. *Sukar mengontrol operasi dan pemeliharaan. dan pipa penyalur air limbah adalah batu kali. Keuntungan pemakaian system penyaluran terpusat adalah: *Pelayanan yang lebih nyaman. *Biasanya dibuat oleh sector swasta/pribadi *Teknologi cukup sederhan. *System sangat privasi karena terletak pada persilnya. Pipa penyalur air limbah dari bahan PVC. serta pipa udara (diameter 0. keramik. dilengkapi dengan pipa aliran masuk dan keluar. *Bila pengendalian tidak sempuran maka air limbah dibuang b. *Memerlukan perencanaan dan pelaksanaan untuk jangka panjang. *Nilai manfaat akan terlihat apabila sistem telah berjalan dan semua penduduk yang terlayani 2. kemiringan minimum 2 %. *Pencemaran air tanah dan lingkungan dapat dihindari.masing. Kerugian pemakaian system penyaluran terpusat adalah: *Memerlukan pembiayaan yang tinggi. *Operasi dan pemeliharaan dilakukan secara pribadi masing. asbes. seperti air sisa mandi. air sisa cucian. b) Bentuk empat persegi panjang (2:1 s/d 3:1) dengan ukuran disesuaikan jumlah pemakai (25 orang) dan waktu pengurasan untuk ukuran kecil (1 kk).05 m dan tinggi 2 m di atas tanah). Kerugian pemakaian system pembuangan setempat adalah: *Tidak selalu cocok disemua daerah. Sistem sanitasi tidak setempat/terpusat (Off Site Sanitation) Proses pembuangan air limbah atau penyaluran air limbah yang berasal dari rumah-rumah dan berbagai fasilitas lainnya. *Memerlukan tenaga yang trampil untuk operasional dan pemeliharaan. dan kedap air. bata merah. penutup. dan plat besi. dan seterusnya. keramik. PVC. belokan lebih besar dari 45 % dipasang clean out atau pengontrol pipa dan belokan 90 % sebaiknya dihindari atau dengan dua kali belokan atau memakai bak kontrol.5 Persyaratan teknis untuk tangki septik (SK SNI T-07-1989-F): a) Bahan bangunan harus kuat. atau beton yang berada di luar bangunan harus kedap air. *Menampung semua air limbah domestic. Tangki dapat dibuat dengan dua ruang atau lebih untuk menaikkan . Bahan bangunan yang dapat dipilih untuk bangunan dasar. beton bertulang.

Dimensi vertikal tanki tergantung pada dalamnya penetrasi pipa keluar atau saluran pembuangan dan rencana area tangki. Lumpur dan buih mengotori ruang kosong dalam septic tank. e) Sumur resapan digunakan untuk tangki septik yang melayani kurang dari 25 orang (sumur 0. dan buih seharusnya tidak bertumpuk lebih rendah dari 3 inci di atas dasar saluran pembuangan atau pipa. sedangkan sisa volume tangki yang tersedia untuk akumulasi buih dan kotoran. c) Tangki dengan bidang resapan lebih dari 1 jalur. maka ruang bersih akan mempunyai 15 inci dimensi vertikal. perlu dilengkapi dengan kotak distribusi.5 m.efisiensi pengolahan dengan panjang tangki ruang pertama 2/3 bagian dan ruang kedua 1/3 bagian. Penetapan ini dilakukan atas dasar pergerakan limbah masuk dan keluar dari tangki. ruang kosong dibentuk sekitar 1 kaki di bawah pangkal saluran pembuangan atau lewat pipa. dan menghasilkan volume minimum tangki untuk masukan limbah dan sedimentasi. semakin rendah pula kecepatan horizontal.2 %. dan dinding sumur dilapisi dengan ijuk. ketika ruang bersih yang ada berkurang 15 inci. 2. pipa resapan (panjangnya minimum 10 cm) dari bahan yang tahan korosi dengan bidang resapan dibuat miring dengan kemiringan 0. jarak dengan sumur = 10 m dan jarak dengan pipa air bersih = 3 m. Hal ini berarti dengan penetrasi 16 inci dalam saluran pembuangan atau lewat pipa. Semakin besar rencana area ruang kosong. Yang bertanggung jawab atas teknologi pembuangan air limbah tersebut adalah masyarakat dengan bimbingan instansi terkait. sehingga percepatan horisontal meningkat. ³Ruang kosong´ di dalam septic tank merupakan ruang antara bagian teratas lumpur dan bagian terbawah/alas dari buih. Sebenarnya.1 Lokasi septic tank Lokasi septic tank sebaiknya direncanakan supaya mencegah terjadinya kontaminasi sumber atau potensi sumber air bersih.8 m tinggi 1 m). Tangki harus dalam jarak minimum 50 kaki dari sumber air dan lokasi dengan permukaan kering harus jauh dari semua sumber persediaan air bersih. Untuk tangki dalam dimensi umum.5. diisi kerikil/batu pecah setinggi 3-8 cm. Akibatnya. d) Sarana pengolahan efluen dapat berupa bidang resapan: ukuran bidang resapan disesuaikan dengan daya serap tanah dan jumlah pemakai. . maka tangki harus dibersihkan dari buih dan kotoran. Jarak tangki septik dan bidang resapan ke bangunan = 1. kotoran padat terbawa arus tersebut. sehingga sedimentasi lebih efektif. Hasilnya berlipat dengan rencana area tangki.

Jarak Minimum dari Tangki Septik atau Bidang/Sumur Resapan Terhadap Suatu Unit Tertentu JarakDariSepticTank(TangkiSeptik) BidangResapanBangunan 1. kuat. 2. Mengusahakan kontruksi yang sederhana. Tidak mengakibatkan pencemaran pada sumber-sumber air minum. Tidak memungkinkan berkembangbiaknya lalat dan serangga lain.00m 10. dan murah. 2. Penentuan jarak tergantung pada: 1.50m1. Keadaan daerah datar atau lereng. Selain itu. Dalam penentuan letak kakus.2 Detail septic tank Terdapat perbedaan pendapat dalam Departemen Kesehatan menyangkut ukuran septic tank untuk pelayanan rumah tangga. yaitu jarak terhadap sumber air dan kakus. tanah liat atau kapur . ada dua hal yang perlu diperhatikan. dan susunan tanah berpori atau padat. 4. Menghindarkan berkembangbiaknya/tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah. kontruksi yang kokoh dan biaya yang terjangkau perlu dipikirkan dalam membuat jamban.5. Sifat. diketahui bahwa kapasitas minimum untuk septic tank harus 500 galon di bawah saluran air limbah dengan ruang paling sedikit tidak kurang dari 1 kaki di atas saluran air limbah itu. Pembuatan jamban merupakan usaha manusia untuk memelihara kesehatan dengan membuat lingkungan tempat hidup yang sehat.6 Jamban (kakus) Jamban atau kakus merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Keadaan permukaan air tanah dangkal atau dalam 3. Dalam pembuatan jamban sedapat mungkin harus diusahakan agar jamban tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.00 m Sumber: SK SNI T-07-1989-F 2. Menghindarkan atau mencegah timbulnya bau dan pemandangan yang tidak sedap dipandang. dan permukaan tanah yang ada di sekitar jamban.50m Sumur 10.00 m Pipa air bersih 3. 2. macam. 3. Mengusahakan sistem yang dapat digunakan dan diterima masyarakat setempat. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam pembuatan jamban adalah sebagai berikut: 1.00 m 3. 6. 5. pasir. Secara umum.

Faktor tersebut di atas merupakan faktor yang mempengaruhi daya peresapan tanah. air tanah.net. Sumber: www. 2. e) Konstruksi: sederhana tanpa perhitungan. Bila tidak memungkinkan. Dalam penentuan letak jamban ada tiga hal yang perlu diperhatikan: 1.id/ind/warintek/Pengelolaan_sanitasi. sumur bor/gali/mata air dan kuantitas air untuk mandi 20 ltr/org/hr. cuci 15 ltr/org/hr.php. b) Kapasitas pelayanan: harus dapat melayani pada saat jam sibuk. Bila daerahnya datar. kakus sedapat mungkin harus di luar lokasi yang sering digenangi banjir. banyaknya ruang tergantung jumlah pemakai. kakus atau jamban harus dibuat di sebelah bawah dari letak sumber air. namun bila daya dukung tanah kurang baik perlu dilakukan perhitungan. c) Penyediaan air bersih: sumber air bersih dari PDAM. Di Indonesia pada umumnya jarak yang berlaku antara sumber air dan lokasi jamban berkisar antara 8 s/d 15 meter atau rata-rata 10 meter. 2. maka jarak tidak boleh kurang dari 15 meter dan letak harus agak ke kanan atau kekiri dari letak sumur. maka hendaknya lantai jamban (di atas lobang) dibuat lebih tinggi dari permukaan air yang tertinggi pada waktu banjir. Bila daerahnya berlereng. . Persyaratan: a) Lokasi: waktu tempuh dari rumah penduduk 2 menit (jarak 100 m). kakus 10 ltr/org/hr. 3. d) Bahan bangunan: menggunakan bahan setempat dengan spesifikasi sesuai standar bahan bangunan.7 Tata cara bangunan MCK umum (Nomor SNI: 03-2399-1991) Tata cara perencanaan bangunan MCK umum dimaksudkan untuk memberikan ukuran dan batasan minimum bangunan MCK guna perlindungan kesehatan dan pembinaan kesejahteraan masyarakat.iptek. luas daerah pelayanan maksimum untuk 1 MCK adalah 3 ha. Apabila tidak mungkin dan terpaksa diatasnya. Mudah dan tidaknya memperoleh air.

Lubang saluran dikelilingi udara dan salurannya ditutupi batu yang telah dihancurkan kecil-kecil. g) Fasilitas terdiri dari kamar mandi. Limbah berisi air dan dalam keadaan anaerobik. Oksigen disediakan bagi limbah padat dari saluran penampungan lindi . Penimbunan limbah saniter anaerobik Penimbunan limbah anaerobik dengan penutup berbentuk ³sandwich´.8.8 Peran Lokasi Penimbunan Limbah 1) Tujuan penimbunan limbah Tujuan pembuatan penimbunan limbah ialah menstabilkan limbah padat dan membuatnya menjadi bersih melalui penyimpanan limbah secara benar dan penggunaan fungsi metabolis alami yang benar. dan kakus. baik metode penimbunan limbah semi-aerobik maupun aerobik yang dikehendaki. Dilengkapi dengan instalasi listrik. tempat cuci. Kondisinya tetap anaerobik dan kadar air jauh lebih sedikit dibandingkan dengan penimbunan limbah saniter anaerobik. 2) Klasifikasi lokasi penimbunan limbah 3) Klasifikasi struktur penimbunan limbah Dari segi mutu lindi dan gas yang ditimbulkan dari lokasi penimbunan limbah. Sedangkan yang lainnya sama seperti penimbunan limbah saniter anaerobik. Tabel 2.f) Plumbing: MCK perlu dilengkapi dengan sistem plumbing untuk pipa air bersih untuk air kotor dan drainase. Klasifikasi Struktur Penimbunan limbah Penimbunan limbah anaerobic Limbah padat harus ditimbun kedalam galian di area tanah datar atau lembah. 2. Kadar air pada limbah padat kecil. Kondisi limbah padat sama dengan penimbunan limbah anaerobik. Penimbunan limbah saniter anaerobik yang telah disempurnakan (penimbunan limbah saniter yang telah disempurnakan) Memiliki sistem penampungan lindi di dasar lokasi penimbunan limbah. Penimbunan limbah semi-aerobik Saluran penampungan lindi lebih besar dari pada saluran penimbunan limbah saniter yang telah disempurnakan.

serta mempercepat terjadinya dekomposisi limbah. diperburuk oleh meningkatnya kebutuhan kota akan penyediaan air minum dan tumbuhnya pengakuan oleh para perencana sumber daya air akan kepentingan dan nilai pemanfaatan kembali air limbah. juga mengurangi terbentuknya gas berbahaya. 5) Fasilitas lokasi penimbunan limbah saniter khusus Lokasi penimbunan limbah dapat melaksanakan fungsinya hanya apabila kita memiliki rancangan dan cara kerja yang baik. terutama di daerah kering dan daerah kering musiman baik di negeri industri maupun negara sedang berkembang. dan ‡ Penerimaan budidaya masyarakat akan penggunaan limbah itu. yang secara nyata meningkatkan hasil panen. 2) Pemanfaatan ekskreta dalam pertanian Kebiasaan kuno dalam penggunanan ekskreta manusia pada tanah telah memelihara kesuburan tanah di banyak negeri asia bagian timur dan pasifik bagian barat selama lebih dari 4000 tahun. Oleh karena itu tekanan harus diberikan pada pembuatan sistem penyehatan ditempat yang memungkinkan penggunaan aman . penimbunan limbah semi-aerobik memungkinkan terjadinya proses masuknya udara melalui pipa penampung lindi yang dipasang di dasar penimbunan limbah. yang membantu memperbesar terjadinya proses aerobik.9. Selanjutnya kegiatan ini akan membuat mutu dari lindi menjadi lebih baik dengan terjadinya penurunan kepekatan lindi. dan membuat bakteri aerobik menjadi aktif. yang seluruhnya dapat menimbulkan stabilisasi lokasi dari penimbunan limbah menjadi lebih cepat.Penimbunan limbah aerobik Di samping saluran penampungan lindi. 4) Struktur penimbunan limbah semi-aerobik Sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 2. ‡ Mahalnya harga pupuk buatan dan pengakuan akan nilai unsur hara dalam air limbah. Hal itu terjadi sebagai akibat beberapa faktor : ‡ Meningkatnya kelangkaan air pilihan lain untuk pengairan. Kebanyakan rumah tangga dinegara sedang berkembang masih tetap akan kekurangan sistem riol sampai masa depan yang dapat diduga. Pemanfaatan Limbah Limbah manusia merupakan sumber daya yang digunakan secara luas dibanyak bagian dunia. ‡ Mahalnya biaya instalasi pengelolaan air limbah yang maju . Petunjuk ini memusatkan perhatian pada tiga cara penggunaan yang paling umum berikut ini: 1) Pemanfaatan air limbah untuk pengairan tanaman Dalam dua dasawarsa yang lalu telah terjadi peningkatan yang mencolok dalam penggunana air limbah untuk pengairan tanaman. pipa persediaan udara dipasang dan udara didorong agar memasuki limbah padat sehingga kondisinya menjadi lebih aerobik dibandingkan dengan penimbunan limbah semi-aerobik. dan tetap merupakan satu-satunya pilihan penggunaan dalam pertanian di daerah tanpa sarana sistem riol. ‡ Ditunjuknya bahwa ancaman kesehatan dan kerusakan tanah adalah minimum jika diambil tindakan pencegahan yang perlu. Rancangan yang baik dengan cara kerja yang buruk atau rancangan yang buruk dengan cara kerja yang baik tidak akan menimbulkan hasil yang baik. 2.

d) Infeksi itu menyebabkan penyakit atau penyebaran lebih lanjut. Kemerosotan (sunkness) menunjukan kepada suatu keadaan dimana nilai modal merosot pada saat kegiatan produksi barang dan jasa dilakukan. Pemupukan kolam budidaya air dengan limbah manusia dan hewan telah dilakukan selama ribuan tahun di asia . bakteri. Subtraktabilitas menunjukkan suatu keadaan yang mempengaruhi konsumsi pengguna jasa tambahan terhadap pengguna jasa secara keseluruhan. atau patogen itu memperbanyak diri dilahan pertanian atau kolam. Berapa instansi pemerintahan yang terlibat dalam menangani suatu instalasi air limbah? Semakin banyak instansi yang terlibat. ‡ Segi Kesehatan Masyarakat Penyakit terkait-ekskreta sangat umum dinegara sedang berkembang. sekarang paling sedikit dua pertiga hasil peternakan ikan dunia berasal dari kolam yang dipupuk dengan cara itu. sebagaimana digambarkan berikut ini. skala ekonomi dan tingkat keperluan koordinasi yang berbeda. maka semakin sulit koordinasi yang harus dilakukan. skala ekonomi dan tingkat keperluan akan koordinasi.ekskreta yang tersimpan seperti kakus. virus. maka masuk atau keluar dari kegiatan tersebut relatif murah. Eksklutabilitas adalah kemampuan untuk mengontrol akses terhadap barang dan jasa. Dari study yang dilakukan oleh. Jaringan kerja (network) yang luas menunjukkan bahwa proyek yang dibangun membutuhkan investasi yang besar dan keterlibatan banyak pihak. Derajat keperluan koordinasi menunjukkan pada jangkauan pekerjaan yang melibatkan organisasi ± organisasi pemerintah. b) Dosisi infeksi itu mencapai inang manusia. 2. terutama ikan mas dan mujair. Barang ± barang atau jasa yang mempunyai tingkat subtraktabilitas yang tinggi disebut dengan barang ± barang atau jasa yang dikonsumsi bersama. protozoa dan cacing. Eksklutabilitas yang tinggi menunjukan keadaan yang mudah untuk mencegah konsumen mengkonsumsi barang dan jasa tersebut. dan pemanfaatan tanaman air. Tabel 2. gorong ± gorong. tingkat kemerosotan. kangkung air dan teratai. c) Inang menjadi terinfeksi. 3) Pemanfaatan ekskreta dan air limbah dalam budidaya air Budidaya air mengacu kepada kebiasaan cara kuno dalam budidaya ikan.10 Manajemen Pelayanan Limbah Cair (Wastewater Management) Untuk memperkuat eksplansi mengenai manajemen pelayanan air limbah ini. membentuk dosis yang menimbulkan infeksi. Pada kegiatan produksi barang dan jasa dengan tingkat keperjuangan (contestability) yang tinggi. Larry Taylor menunjukkan bahwa penyaluran limah secara konvensional.9 Aktivitas dan sifat barang serta aspek produksi manajemen air limbah Aktivitas Sifat barang Aspek produksi eksternalitas . stasiun pompa air limbah dan sarana pengelolaan air limbah mempunyai tingkat subtraktabilitas. Penggunaan ekskreta dan air limbah dalam pertanian atau budidaya air dapat menimbulkan ancaman yang nyata pada kesehatan masyarakat hanya jika hal berikut terjadi: a) Dosis infeksi patogen-ekskreta mencapai lahan pertanian atau kolam. ekskludabilitas. derajat kemerosotan. menerik untuk disimak studi yang dilakukan oleh Larry Taylor di amerika serikat tentang subtraktabilitas dan eksklutabilitas. dan ekskreta serta air limbah sama-sama mengandung konsentrasi tinggi patogen-ekskreta. Semakin rendah subtraktabilitas menunjukan bahwa masuknya pengguna jasa atau konsumen baru tidak membawa pengaruh terhadap semua konsumen untuk menggunakan barang atau jasa yang ada.

Masuknya konsumen atau pengguna jasa ketiga sarana tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap konsumen yang lama . karena konsumen tidak mudah untuk menggunkan fasilitas-fasilitas tersebut atau akses menggunakannya sulit. Aspek Teknis Operasional: keterbatasan sarana dan prasarana pengurasan dan pengumpulan (truk tinja).Tingkat subtraktabilitas Tingkat eksklutabilitas Tingkat kemerosotan Skala ekonomi Tingkat koordinasi Gorong-gorong Rendah Tinggi Tinggi Sedang Sedang Kesehatan Stasion pompa Rendah Tinggi Tinggi Sedang Rendah Polusi Air Pengelola air limbah rendah Tinggi Tinggi Sedang Rendah Polusi Air Sumber : Larry Taylor. dimana kondisi manajemen limbah cair telah cukup mapan dan tertata dengan baik. Pemberian akses biasanya disertai dengan pembayaran pajak atau retribusi kepada negara. instalasi pengolah lumpur tinja (IPLT). Berbeda dengan pembangunan jalan tol yang membutuhkan modal yang besar dan pelibatan pihak swasta yang didanai konsorsium tertentu. Aspek Kelembagaan: bentuk kelembagaan yang cocok dengan besarnya kewenangan dan sumber daya manusia sebagai salah satu unsur pengelola kurang memadai dari jumlah maupun kualifikasinya . stasion pompa dan sarana pengelolaan air limbah (PAL) mempunyai tingkat subtraktabilitas yang rendah. Biaya modal yang dikeluarkan dengan cepat merosot. Biasanya pendanaan pembangunan gorong-gorong kota dan stasion pengolahan air limbah dilakukan melalui subsidi pemerintah pusat dan pinjaman luar negeri. sebaliknya. 2. serta instalasi pengolah air limbah (IPAL) sebelum dibuang ke badan air . Sarana gorong-gorong. Di Indonesia. persoalan yang muncul pada pengelolaan air limbah adalah : 1. Biaya yang dibutuhkan untuk membuang prasarana tersebut tidak terlalu besar dan membutuhkan investasi yang mahal. Keadaan terakhir ini mengacu pada kondisi di negara ± negar maju. Kebijakn yang diterapkan di indonesia dalam mengelola air limbah secara formal adalah seperti yang diarahkan oleh departemen PU (Direktorat Jendral Cipta Karya) pada awalnya atau Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (KIMPRASWIL) sebagai depertemen tehnis yang membina pengelolaan air limbah di Indonesia. ketiga sarana mempunyai karakteristik yang sama. ketiganya mempunyai tingkat eksklutabilitas yang tinggi. 1994 Dari penelitian yang diadakan oleh larry taylor diatas menunjukkan bahwa gorong ± gorong atau sistem penyaluran air limbah konvensional. . ia harus mendaftarkan diri pada instansi pemerintah yang khusus menangani limbah cair untuk dapat mengakses ke saluran pembuangan limbah. karena secara langsung dapat didanai melalui anggaran belanja pemerintah. Ditinjau dari segi kemerosotan. yang pada gilirannya akan digunakan untuk memperbesar kapasitas dari sarana yang ada. yaitu tingkat kemerosotan tinggi. pembangunan sarana pengelolaan air limbah masih sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Nilai modal yang cepat merosot ini harus segera dikompensasi dengan perbaikan infrastruktur secara priodik. baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (kota madya). ketiga sarana air limbah ini termasuk dalam kategori sedang. stasion pompa dan pengelola air limbah telah dirancang untuk sejumlah penduduk atau rumah tangga atau rumah. Jika seseorang mendirikan rumah baru disuatu daerah. Pendanaan pembangunan gorong-gorong kota tidak terlalu memerlukan struktur pendanaan yang rumit. 2. Ditinjau dari skala ekonomis.11 Pokok-Pokok Permasalahan Pengelolaan Air Limbah Berdasarkan konsep manajemen pengelolaaan air limbah. nilai modal yang ditanamkan pada ketiga prasarana tersebut cepat merosot nilainya. Artinya.

Aspek Pengaturan: tidak dimilikinya kebijakan pengaturan pengelolaan didaerah yang mampu memberikan motivasi kesadaran peran serta masyarakat untuk ikut secara utuh dalam pengelolaan secar terpusat baik menyangkut pembiayaan dan teknis operasional sehingga berwawaskan lingkungan. hanya 9% dari seluruh populasi yang terhubungkan dengan instalasi pengelolaan limbah cair publik. Selain itu. ‡ Situasi Pengolahan Limbah Cair di Propinsi D. ‡ Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2001. Dalam proses tersebut. ‡ Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tenang Pajak dan Retribusi Daerah. Asepek Pembiayaan: tidak seimbangnya besar biaya operasional ± pemeliharaan (O dan M) pengelolaan dan besarnya penerimaan retribusi sebagai konsekwesi logis pelayanan pengelolaan. yang merupakan referensi utama dalam penyusunan perencanaan. 0. Aspek Peran serta Masyarakat: kesadran masyarakat untuk ikut serta secara utuh dalam pengelolaan perlu ditingkatkan. Septic tank individual yang telah ada pada umumnya tidak akurat dalam desain. ‡ SK SNI T -08 -1998 ±F Tentang Tata Cara Perencanaan Bangunan MCK Umum. fasilitas ini tidak berfungsi semestinya. Yogyakarta Situasi pengolahan limbah cair di Yogyakarta sangat perlu ditingkatkan dan secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut. disamping keberadaan rencana tata ruang yang sudah ada.3.Peraturan dan Kebijakan diatas maka pengelolaan air limbah secara operasional harus mengacu pada standarisasi yang sudah ada seperti: ‡ SK SNI T -07 -1989-F Tentang Petunjuk Teknis Pembuatan Tangki septik.I. Oleh karena itu. 2. . ditegaskan beberapa prioritas isu yang harus segera ditangani. Fasilitas publik pengolahan limbah cair belum bekerja sesuai kapasitasnya. masyarakat setempat telah mengusulkan dibangunnya suatu pengolahan limbah cair domestik kepada Walikota Yogyakarta sejak tahun 2000. Yogyakarta) ‡ Pengelolaan Lingkungan Hidup Wilayah Sungai Winongo Program Lingkungan Hidup Indonesia Jerman (ProLH) fase I (1999-2003) memfasilitasi proses penyusunan suatu perencanaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Sungai Winongo.13 Sanitasi Berbasis Masyarakat (Ngampilan. 42% memiliki sarana sanitasi individual seperti septic tank. antara lain penanggulangan limbah cair domestik di daerah Ngampilan.12 Undang-undang dan peraturan Nasional dan regional serta kebijaksanaan Daerah Terkait pengelolaan Air limbah Secara Umum beberapa perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan pelaksanaan pengelolaan air limbah nasional maupun regional adalah: ‡ Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. ‡ Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Dalam perencanaan pengelolaan lingkungan hidup tersebut.2% menggunakan fasilitas komunal. dan 49% masih melakukan pembuangan langsung ke lingkungan tanpa ada pengolahan. 4. ‡ SK SNI T -09 ± 1998 ±F Petunjuk Teknis Pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL). operasional dan pemeliharaan. Yogyakarta. 2. Tim RBM (terdiri dari staf inter sektor) mengawalinya dengan menyusun Profil Sungai Winongo. ‡ Keputusan Menteri PU Nomor 69/PRT/1995 Tentang Pedoman Teknis Mengenai Damapk Lingkungan Proyek Bidang Pekerjaan Umum Disamping perundang-undangan. 5.

per bulan.Penempatannya pun sering terlalu dekat dengan sumur dimana penduduk menggunakan airnya untuk kebutuhan sehari-hari. dan dapur ke pipa utama dan upah tenaga kerja.000.. Dengan menggunakan CPA (Community Participatory Assesssment) yang merupakan metode pendekatan yang mengkaji kondisi sanitasi masyarakat dengan mengadopsi MPA (Methodolgy Participatory Assessment)dan PHAST (Participatory Hygiene and Sanitation Transformation) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar bersedia terlibat secara aktif dalam perencanaan dan pemeliharaan sarana sanitasi. Dalam program ini masyarakat juga dilibatkan untuk ikut membiayai dan merawat instalasi pengolahan air limbah tersebut. Dari ke tiga teknik ini. Kontribusi perawatan instalasi adalah Rp 500. Partisipasi saat Pembangunan Pelayanan. Pembangunan instalasi pengolahan limbah domestik ini melibatkan sebuah LSM yaitu LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan) DEWATS yang bertanggung-jawab untuk membangun instalasi pengolahan air limbah dan persiapan sosial masyarakat.000. panjang jalur dan masalah-masalah yang mungkin timbul pada saat pembangunan. 600. Kantor Kecamatan dan Kantor Kelurahan.per KK setiap bulannya. ‡ Partisipasi Masyarakat Community Base Sanitation Kampung Serangan merupakan wilayahberpenduduk padat dan matapencaharian penduduknya bervariasi tetapi pendapatan rata-ratanya di bawah Rp 500. Pemerintah Propinsi D. Teknik CPA yang telah digunakan adalah Community Mapping. Semua WC yang ada di kampung ini tidak memiliki septic tank. semua air limbah disalurkan melalui pipa menuju ke sungai. masyarakat bisa ikut menentukan kemungkinan jalur pipa utama dan HHC (House Hold Connection). tempat cuci. Keberhasilan program ini kini diikuti oleh Pemerintah Daerah untuk lokasi lain. sehingga air sungai menjadi kotor dan bau. kamar mandi. . Beberapa instansi lain yang ikut terlibat dalam tahap persiapan dan perencanaan antara lain Dinas Tata Kota.I. Yogyakarta melalui BAPEDALDA dan Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan(PEDAL) Yogyakarta menjalin kerja sama dengan pemerintah Jerman dalam program pembangunan instalasi pengolahan air limbah dipayungi oleh Program Lingkungan Hidup Indonesia ± Jerman (ProLH).yaitu untuk perpipaan dari saluran WC. Setelah 3 hingga 6 bulan beroperasi hasil tes laboratorium menunjukkan bahwa air limbah yang telah diproses itu telah memenuhi standar baku mutu air limbah. Pelaksanaan konstruksi dimulai tanggal22 Desember 2003 dan berakhir pada bulan April 2004 untuk kemudian dilanjutkan dengan proses perpipaan. Transect Walk. dan didiseminasikan lebih luas oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Dinas Kimpraswil.. jumlah calon pemanfaat sarana sanitasi. Sebanyak 90 % keluarga memiliki WC sendiri dan sisanya menggunakan WC Umum atau sungai.. Kontribusi masyarakat dalam pengadaan perpipaan HHC (House Hold Connection) senilai Rp. Proses per-pipaan selesai pada awal bulan Mei 2004 dan mulai beroperasi pada tanggal 6 Mei 2003. Dinas Kesehatan.