Pd T -04-2004-C

PEDOMAN
Konstruksi dan Bangunan

Tata cara pembuatan dan petaksanaan beton berkekuatan tinggi

1,1

r4\DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH

90 :.Kata Pengantar Tata Cara Pembuatan dan Pelaksanaan Beton Kekuatan Tin.elalu: forum ~2r':'''''''':.antatanya SNI 03-43· 0-1 ~~3·. dengan rnaxsuc .Pent" s.':::0C-''] ?en9!:jian 5i~mp Beton..ini mengatur hal-hal yang berkenaan cengan lar.aboretonum. Pereweten Benda Uji Beton di l.ra:-:..3-<.:. Tata cara penulisannya mengll -. maka untuk memberikan Bancunq. 9 tanun 20CO."s . P5N 203: 2003 dan telah dibar..vn 5t3":"'0. Desember 2003 . :eberapa ca:npuran betcn kekuatan tinggi.::: J-:..~_I\ rnernperoleh beton dengan kekuatan tekan optimum dan rnemenutu pe rsyar a'an :.:J-:.g":3h-langkah pembuatan dan pelaksanaan beton kekuatan tlnggl.3:: ::'". Kami menyadari bahwa tata cara ini rnas.0(3:1 C! Bandung cada Tanggal2 Oktober 20'J3 cenqan mehbatkan c ar a :.Y.h ada kekL.ru rnerujuk paca stancar-star-ca}3:ig aca dan berkaitan dengan beton kekuatan tingg!.( :'.'~-:cj·: Pemouoten dar.' ..::a:31 :~s:ar1si terkait sesuai ketentuan Pedoman BSN ~~o. rneiau» Gugus Kerja Bidang Bahan Bangunan pada Sub Panitia Teknik Standarisasi Bidang Permukiman. Tata Cara ini diprakarsai oleh PUSClt Litbanq Permukirnan Badan L::C3~g Kimpraswil.. SNI 03-1372-1'.. Tata cura . penyempurnaannya.ut: RPSN3 . Departemen Permukiman dan Prasarana Wtlayah Tata cara . c. drharapkan khayalak pernbaca atau penggw~J capat masukan-rnasukan tertuiis.1 ini dipersiapkan oleh Panitia Teknik Standardisasi Bidang Konstruksi dan Bangunan. asic:al Ir.as :r._:an:::a~a:7l:=f':'1ajiannya.donesia.

.. 52 Penakaran Bahan.. ' 5 5 6 6 6 6 7 7 8 9 5........ ....4 Penqanqkutan ............... Acuan Normatif Ist:lah dan Oefinisi..7 Pemeriksaan 5.. .JePe...:"..... 2 3 4 - 42 4 3 Prcpcr si Campuran J ~... ......! 1 Bahan. i ii 1 1 1 2 .. . ....Daftar lsi Kata Pengantar Daftar lsi 1 2 3 Ruang Lingkup........5 Pengecoran dan Pemadatan 5.. '-' 10 ii . ..a csanaan . 5...1 P:.rsla....~ Persyaratan Teknis ... . .:an 5..6 Perawatan 5...!at ....3 Pengadukan 5..1etc...8 Pelaporan Lampiran A Daftar Istilah Larnpiran B Daftar Nama dan Lembaga .

SNI 03-2458-1991. SNI 03-4810-1998. SNI S-04-1989·F. Tata Cara Perencanaan Semen Pcrtiand dan Abu Terbang. Mutu dan Cara Uji Semen Portland. Beton. SNI 03-4433-1997. rancang campuran. Tinggi dengan Pd T-18-1999-03.cocaan susunan campuran beton kekuatan tinggi. SNI 15-2049-1994. Metoda Pengujian 3 Istilah dan Definisi batu bara pada suhu tinggi 3. 2 Acuan Normatif Metode Pembuatan Metode Pengujian Metode Pengujian can Pereweten Slump Beron. 3. dan hasil pengujian sebagai pengendali mutu harus disa~~3r1 oreh laccratoriurn uji yang terakreditasi. Spesifikasi Bahan BangunannBagian A. agregat kasar dan air dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya membentuk massa yang padat keras dan kuat. 1 dari 10 . SNI 03-1750-1990. SNI 03-3976-1995. Beton 8erkekuatan Spesifikasi Beton Siap Pekei. kerikil. dan Pengecoran Campuran 8eton.Jcn Beton Normal.2 Agregat adalah material granular seperti pasir. c) Pelaksanaan pembuatan beton kekuatan tinggi harus c-awas: olen tenaga ahli.1 Abu terbang adalah butiran halus sisa pembakaran yang sebagian besar unsurnya adalah silika dan alumina. agregat halus. SNI 03-2460-1991. SNI 03-2495-1991. batu pecah atau terak yang digunakan bersama-sama bahan pengikat untuk membentuk suatu adukan atau beton. SNI 03-2834-2000. Mutu dan Cara Uji Agregat Beton. Spesifikasi Abu Terbang sebagai Bar-an Tambahan untuk Campuran «endunoen Udere cede Beton Segar SKSNI M-13-1993-03. Tata Cara Pembuatan Tata Cara Pengadukan Rencana Camp:.3 Beton adalah campuran antara semen portland.. b) Tata cara ini menetapkan metoda pernllihan dan pemeriksaan bahan baku. Contoh untuk Cerrcuron Beton Segar. cara pelaksanaan dan pemeriksaan hasil ce. Spe$i[i~asi Bahan Tambahan untuk Betcri. ="'''':'? '--> 3etcn o! Laboratorium. SNI 03-1972-1990. 3. Tata Cara Pembuatan dan Pelaksanaan Beton Kekuatan Tinggi 1 Ruang Lingkup a) Tata cara ini mencakup lanqkah-lanqkah pembuatan beton kekuatan tinggi yang dimaksudkan untuk memperoleh beton dengan keKuatan tekan optimum dan memenuhi persyaratan untuk beton kekuatan tinggi.

1. Jlka digunakan untuk membuat beton sampai dengan kekuatan 52 MPa.4 Bahan Tambahan 4.7 Benda uji beton adalah benda uji berbentuk silinder atau kubus '1ang dihasilkan dan pencetakan contoh beton segar pad a saat campuran coba atau PC3:)J rroduksi betcn 3. dan bila berbentuk serbuk (powder) kadarnya dinyatakan dalam berat kering g/kg semen. berdasarkan benda uji standar berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm.gan kekuatan tebih oc.1 Superplasticizer Superplasticizerharus memenuhi SNI 03-2495-1991 tentang Spesifikasi Bahan Tambahan untuk Beton.4 Beton segar adalah campuran beton setelah selesai diaduk hingga beberapa saat selama karakteristiknya belum berubah.$.6 Bahan tambahan adalah bahan berupa serbuk atau cairan yang ditambahkan kedalam carnpuran beton untuk memperoleh sifat-sifat khusus dari beton. 3. e) Agregat gabungan.2 dan memenuhi kelecakan yang di syaratkan.1 Semen portland yang digunakan Cara Uji Semen portland 4.3. dan ukuran mak sirnum 10 rnrn atau 15 mm. BHa superprasticizer yang .2 Agregat harus memenuhi SNI 15-2049-1994 ter..~ang ~. 4.1Pa.ii 62 ~. 4.di~un3kan berbentuk cair.5 Beton kekuatan tinggi adalah beton dengan kekuatan tekan yang disyaratkan (fc) 40 sampai dengan 80 MPa.. b) Ukuran nominal agregat kasar maksimum 20 mm atau 25 rnm.1 4.1. 3.8 Kelecakan adalah derajat kemudahan per aerjaan beton 4 Persyaratan Bahan Semen Teknis .1.5 sampai dengan 3.4. d) Beton berkekuatan tinggi harus menggunakan agregat halus dengan modulus kehalusan antara 2.1. harus dilakukan perhitungan secara tetiti uniuk memperoleh suatu gradasi yang baik dan kompak sesuai dengan persyaratan. c) Agregat halus yang digunakan harus memenuhi SNI 03-1750-1990 :er:ang Mutu dan Cara Uji Agregat Beton.3 Air tentang Spesifikasi Bahan Air ya'1g diqunakan harus memenuhi SNI S-04-1989-F Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam).1. 3. maka kadarnya dinyatakan dalam satuan mUkg semen. jika digunakan untuk mernbuat beton der.~utiJdan a) Agregat kasar yang digunakan adalah agregat normal dan harus rnernenuhi SNI 011750-1990 tentang Mutu dan Cara Uji Agrcgat Beton. 2 dari 10 .

E'>:E'n 4.an sendck aduk atau sekop.. atau wadah yang dapat berputar oengan baik/wadan dengan pendayung ycr. 4.~:~ 2~.kan oleh pabr.:c:~ S.2.g cercutar. maka wadah tersebut harus terbuat dari plat yang datar dari bar.4.3 Alat Per.3 'j2~1 :. denga'l banyaknya a:::~:':3'1 dengan tir. . Abu terbang yang disarankan untuk digunakan dalam pembuatan betan mutu tingg' acatan yang mempunyai nilai hilang pijar maksimum 3 % mempunyai <ehatusan butir yaf'g t!nggi dan berasal dari suatu sumber dengan mutu seragam 4.-..2.5 A!at Uji Slump tentanq Metoda Pengujian Slump Alat uji slump harus sesuai dengan SNI 03-1972-1990 Beton.'.' Tirnbanqan harus rnerr.1. wadah adukan yang dapat oerjunqkit.6 Alat Uji Kadar Udara Alat uji Kadar udara harus sesuai dengan SK SN I rA-13-1993-03 Pengujian Kandungan Udara pada Beton Segar. 3dari10 .2.gur1cJ.2 Abu Terbang Abu terbang harus memenuhi SNI 03-2460-1991.:imbang atau 0. 4.. ::'e:igacuk betcn berupa drum dengan tenaga pen~gerak. tentang Spesifikasi Abu Terbang sebagai Sahan Tambahan untuk Campuran Beton.2.2.. 4. :.2 Aiat 4.Jt mesin terscc.2.gangkut Alat anckut yang Jigunakan cari ternpat penqaoukan keternoat penqecoran harus mampu menyediakan beton dengan lancar tanpa mengakibatKa. b) Satang penusuk keeil dengan diameter 10 mm dan panjang 305 mm.7 Satang Penusuk tentang Metoda Batang penusuk terdiri dari dua jenis: a) Satang penusuk besar dengan diameter 16 mm dan panjang 610 mm.1 % dan Alat pcr.2.2 Alat Pengaduk 0.3'..4 Wadah Adukan Bila adukan harus ditempatkan disebuah wadah terlebih dahulu sebelum dicorkan.c:ra: /a:-9 d.-: 4.l terjadioya segregasi.punya kapasitas maksirnum trrnban.gaduk/mesin pengaG~. hrl~uS caoat bE~[_.1 Timbangan . hilangnya plastisitas atau perubahan sifat beton yang telah direnc2:-.. 4. 4."!' dengan secepatan yang direkomt::ndas.an sejenis metal.J. .:(:~T:b:'. kedap air dan licin sehingga mudah dalam pengadukan dengan men.gkat kelecakarv slump yang diperlukan.. A!at ini harus dapat mengaduk secara langsung se sua.

9.50.3. 4.1 Penggetar Penggetar internal dapat berbentuk tongkat yang fleksibel dengan ujung yang kaku berdiameter antara 19 mm sampai dengan 38 mm. 4. pJastik atau bahan lain yang lunak dengan be rat antara 0.9.34 sampai 0. digerakkan dengan tenaga motor listrik.t untuk menahan cetakan.3 Kandungan Agregat Kasar Untuk mendapatkan beton yang stabil dan kuat.4.000 getaran per rr.8 kg. 4.100 rnrn.2. 4.2.e:ar sedikitnya 76 mm. 75 4 dari 10 .galami kesutitan dan menqhasilkan rnutu betcn yang baik. maka perlu dilakukan penetapan yang optimum sehingga semua aspek persyaratan dapat dipenuhi.3 4. dan dilengkapi dengan alat penjec.20 sampai dengan 0.2.3. dengan rentang antara Rasio air-semen harus dihitunq 0.1 Proporsi Campuran Rasio Air-Semen berdasarkan perbandingan berat. sedangkan beton dengan superplasticizer daoat diarnbil lebih dari 200 mm. Berdasarkan berat jenuh kering permukaan 10 15 20 25 ss- 68 72 .2 Kelecakan Beton kekuatan tinggi harus diproduksi dengan slump terkecil yang masih rnernunqkinkan adukan dilapangan masih dapat dikerjakan dengan tanpa mer.enit dengan panjang elemen penggetar harus melampaui kedalaman bag ian yang ~:.2. Kandungan agregat kasar dalam campuran beton dapat dipilih berdasarkan ukuran agregat maksimum seperti tabel 1 berikut. Tabel1 Perkiraan Kandungan (mm) Agregat Kasar dalam Beton Ukuran Agregat Maksimum Kandungan Agregat Kasar (%) Volume Catatan. namun untuk memberikan kemudahan pengerjaan dan kepadatan yang balk.~ensi getaran tidak kurang dari 3600 per menit. Frekuensi penggetaran pada saat digunakan minimal 7. 4. .3. Untuk beton tanpa superplasticizer nilai slump dapat diambil sebesar 50 .8 Palu/Pemukul Palu/pemukul untuk pemadatan beton harus terbuat dari bahan karet. kandungan agregat kasar disarankan sebesar mungkin.2 Penggetar EksternaJ Alat penggetar eksternal dapat berbentuk meja getar atau papan getar dengan ffe:".9 Penggetar Internal 4.

make proporsi ini dapat digunakan sebagai acuan dalam produksi beton selanjutnya dengan melakukan penyesualan terhadap kondisi lapangan. harus dilakukan pekerjaan persiapan yang mencakup: a) seluruh bahan harus ditempatkan dalam ruangan yang terlindung. b) kuabtas bahan harus diuji sebelum digunakan.:. lapisan plastik atau bahan lain yang disetujui.3. bahan kimia. c) penentuan proporsi campuran optimal berdasarkan rancangan campuran awal dan hasil koreksi setelah campuran coba dilakukan.4. Setelah campuran coba yang dikoreksi menghasilkan nilai kelecakan dan kekuatan yang diingir. maka pelaksanaan pernbuatan contoh uji harus dilakukan oleh personil yang rnemilik: keahlian dalarn bidanqnya dengan menggunakan peralatan yang sesuai dengan ketentuan. h) air yang terdapat pada semua ruang yang akan diisi adukan beton harus dibuang.kan.3._ ~. .5 SO_7 :_~_·~~~_:-~~~==1~9~O::::::::::::=t __ t S ~_~1~9~6 ~.4 Estimasi Kadar Air Jumlah kebutuhan air dalam adukan di pengaruhi oleh target slump yang akan dicapai.bahan pembantu seperti superplasticizer. Untuk mempermudah proses produksi dan pengendalian mutu. bahan khusus. 1~9~0 Pcnentuan Proporsi Campuran Optimum ~-1-o--1 184 15 I 20 +-1--~1-=7'::""5---t1---1:-::6:-=9-----+1--165 Kebutuhan Air (Liter/m Agregat Kasar Maksimum )_=. Untuk mengurangi penqqunaan air dengan slump yang tetap biasanya dengan cara menggunakan .__ _._18~4. untuk memastikan bahwa bahan-bahan tersebur telah memenuhi syarat. sedangkan untuk beton normal. agar tidak merubah kadar air adukan kecuali bila pengecoran dilakukan dengan_~ menqqunakan tremie dan dilzinkar. d) seluruh peralatan yang akan digunakan harus dalam kondisi baik dan bersih. f) bidang acuan harus diberi bahan pelumas seperti minyak mineral. g) besi tulanqan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yang dapat merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dan tulangan. 5 Metoda Pelaksanaan 5. 5 dari 10 .oleh tenaga ahli. Tabel Target Slump (mm) 2 Estimasi Ukuran Kebutuhan Air dalam Beton 25~5o 1---C ~ __ 7S ~0_~O __ 4.] (mm) I 25 I ---1 1:-:7::-5_:--_----:-I 2_---=---=--=--j __ 1_8_1 __ ~I 17?____j ft Propers: carnouran optimum ditentukan berdasarkan rancangan campuran awal dar! hasil dari campuran coba yang dilakukan di laboratorium dengan rnenggunakan bahan yang sesuai dengan yang akan digunakan di lapangan.1 Persiapan Sebelum pernbuatan beton kekuatan tinggi dimulai. estimasi kebutuhan air ditunjukkan dalam tabel 2. e) seluruh bidang yang akan diisi beton harus bebas dari kotoran.

maka harus digunakan bahan penghambat pengikatan dengan seijin pengawas ahli. Apabila diperlukan jangka waktu yang lebih lama.-. b) pengcmgkutan harus dilakukan sedernikian hingga tidak mengakibatkan perubahan sifat beton yang telah direncanakan seperti slump. 8ila menggunakan truck mixer (agitator).3 Pengadukan Pengadukan beton harus memenuhi ketentuan sebagi berikut a) beton harus dladuk sedermkian hingga tercampur secara homagen dan semua hasil adukannya harus o. b) tingkat kecepatan pengecoran beton harus diatur agar beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengisi dengan mudah kedalam seta-seta diantara tulangan.t cerm sedikit sambil ciaduk terus.4 Pengangkutan Pengangkutan 'adukan beton harus memenuhi kriteria berikut : a) pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ketempat pengecoran harus sedemikian untuk mencegah terjadinya segregasi atau pernisahan bahan.ukan tidak kurang dan 1 '/2 merut ur. 4) lokasi pengecoran dan lain-lain.awast terus rnenerus dengan cara memeriksa slump pada setiap campuran beton yaf'g baru.n penqaduk dusi kembali.lalui perhitunqan berat satuan volume dari masing-masing bahan. 2) proporsi bahan yang digunakan. 5. superptesucuer tersebut harus dicarnpurkan terlebih dahulu dengan sebaqian arr pencampur hlngga homogen dan selanjutnya dimasukkan kedalarn aaukan beton. dan narus o. e) bila akan digunakan superc. e) pengangkutan harus berlangsung dalam waktu tidak lebih dari 30 meni!.tambankan waktu /2 menit untuk senap penarnbahan volume beton 1 rn '. f) selarna pengadukan berlangsung.ci sekuranq-kuranqnya terhadap: 1) waktu dan tangga: pengadukan.rnasukkan sec.k. faktor air-semen dan keseragamnan adukan. rnenit setelah sernua bahan cirnasukkan kedalam mesm pengaduk.€ (1)E.da~ boleh lebih dar: 1J2 jam. g) nilai slump beten harus disesuaikan dengan rencana dan jarak pengangkutan. 5. teknik penakaran volume harus berdasarkan perhitunqan proporsi campuran dalarn berat yang dikonversikan kedalam voIUrT.lanjutkan rn.an Penakaran bahan sebaiknya dilakukan berdasarkan berat. 6 dari 10 . bila dilakukan dengan volume. e) pengadukan narus o. waktu pengangkutan t.rurnal 1>. d) Sisa air pencarnpur c. 5.tuk volume adu! '):) sampai dengan 1 rrr'.5 Pengecoran dan Pemadatan Pengeeoran dan pemadatan beton harus mengikuti ketentuan berikut: a) beton yang akan dieorkan harus pacta posisi sedekat mung kin dengan acuan dengan tinggi jatuh maksimum 100 em. atau sesuai dengan spesitikasi mesm pengaduk. h) perekaman data pengadukan beton harus dilakukan dengan rir.2 Penakaran Bat .5. untuk meneegah terjadinya segregasi dan mempermudah pengisian acuan.keluarkan sebelum rnes. b) lama pengadukan harus ddal.esucizer. kekentalan adukan harus c. 3) jumlah batch adukan yang dihasilkan.

7 dari 10 . ya:19 sama dengan bend a uji yang akan dirawat dilaboratorium. dalam hal pengecoran menggunakan sistem cetakan/acuan yang digeser keatas permukaan atas acuan harus terisi penuh.g sudah mengeras serta diusahakan agar tulangan tidak terkena oleh batang penggetar. sesuai dengan SNI 03-2458-1991 tentang Metode Pengambilan Contoh untuk Campuran Beton Segar. 5. bila diperlukan adanya siar pelaksanaan. beton yang telah dicorkan harus dipadatkan secara sempurna dengan alai yang tepat agar dapat mengisi sepenuhnya daerah sekitar tulangan.c) d) e) f) g) h) i) beton yang telah mengeras sebagian atau seluruhnya dan terkotori oieh bahan lain tidak boleh digunakan untuk pengecoran._'~tas-batas penghenlian pengecoran yang ditentukan untuk siar pelaksanaan. pengawas dapat rnerninta agar dilakuka:' uji tekan atas benda uji yang dirawat dilapangan . siar tersebut harus dibuat sesuainenqan ketentuan yang belaku. b) bila diperlukan uji kuat tekan tambahan harus diikuti ketentuan berikut: 1) untuk memeriksa metoda pelaksanaan perawatan dan perlindungar. faktor pemadatan. alat konstruksi dan alat instalasi yang akan tertanam dalam beton dan daerah sudut acuan. pengecoran beton harus dilaksanakan secara terus rnenerus tanpa berhenti hingga selesainya pengecoran suatu bagian elemen atau sarnpai .6 Perawatan Perawatan beton harus memenuhi ketentuan berikut: a) beton kekuatan tinggi harus dipertahankan dalam kondisi lembab selama paling sedikit 3 hari setelah pengecoran. 5. dalarn hal pemadatan beton dengan alat penggetar: 1) lama penggetaran untuk tiap titik harus dilakukan sekurang-kurangnya 5 detix dan maksimal 15 detik. 2) batang pe!1ggetar tidak boleh mengenai cetakan atau bag ian beton yang sudah mengeras dan tidak boleh dipasang lebih dekat 100 mm dari cetakan atau dari beton yar.7 Pemeriksaan Pengambilan contoh uji beton segar untuk pemeriksaan mutu beton (slump. saat pengecoran temperatur beton segar tidak boleh lebih dari 5°C diatas temperatur udara. harus dilakukan sesaat setelah selesai pengadukan dan sebelum dicorkan. analisa beton segar). 3) lapisan yang dipadatkan/digetarkan tidak boleh lebih tebal dari panjang ca!ang penggetar dan tidak boleh lebih tebal dari 500 mm. dari beton dalam struktur dilapangan. 3) Benda uji harus dicetak pada saat yang bersamaan dan diambil dari contoh. Untuk bag ian konstruksi yang sangat tebal harus dilakukan lapis demi lapis.• _ 2) Benda uji silinder yang dirawat dilapanqan harus sesuai denqan kondisi lapangan bedasarkan SNI 03-4810-1998 tentang Metoda pernbuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Lapangan. temperatur. berat lsi. Kadar udara. 4) Cara untuk melindungi dan merawat beton harus ditingkatkan bila kekuatan dari silinder yang dirawat dilapangan pad a umur ujl yang telah ditetapkan kurang dari 85 % dari kekuatan silinder yang dirawat di laboratorium untuk penentuan kekuatan f'c.

g) Data proporsi campuran. h) Data bahan yang digunakan.8 Pelaporan Laporan pengerjaan beton sekurang-kurangnya harus memuat: a) Mutu beton yang disyaratkan atau yang ditargetkan. b) Tanggal dan waktu pembuatan/pengecoran. i) Keterangan sing kat proses produksi/pernbetonan. f) Volume beton dan jumlah batch. d) Nama dan alamat proyek. k) Pengambilan/pembuatan contoh uji. suhu. I) Dan data penting lainnya. 5. dan sebagainya). 8 dari 10 . c) Lokasi pengecoran. j) Data sifat beton segar (slump.. e) Lokasllelemen/bagian struktur yang dikerjakan.

bekisting · beton segar : beton slap pakai · keawetan : pemadatan penakaran pengaduk beton · pengecoran : perawatan : segregasi. cetakan.Lampiran A (Informatif) Daftar istilah form work freshly mixed concrete ready mixed concrete aurebitity compacting batch:ng concrete mixer pourtng curing segregation high performance concrete admixture fly ash compressive streng:h specimen workability mix design coarse aggregate mixer truck homogen oven dry · acuan. pemisahan : beton kinerja tinggi · bahan tambahan · abu terbang : kuat texan : benda uji : kemudahan pengerjaan : rancang campur : agregat kasar : truk pengaduk : seragarn : kering oven 9 dari 10 .

:pn Pe~rliJkiman Sunarva Suratman.. Nama _____~f!l!>aga -----4 ?usal Penehtian dan Peng_ernb~ge.Lampiran (Informatif) B Daftar Nama dan Lembaga 1) Pemrakarsa Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengembangan Kimpraswil. r... $T.Cd!la~ :::anpenge...._-----_... _--_.Zulkarnaen . Departemen Permukiman..·. _ --_--_.I1_F'~~_mukiman Ora.----_----------_. Nande Marvuani Lasino._----------. -~ Pusat Penelltlan dan Pen emoanQan Permukiman Ors._" . 8adan Penelitian dan Permukiman dan Prasarana Wilayah 2) Penyusun . _----_ ..--P~s-al .':':S::l.tian dan Pengembar. Per..nb2rl'~a. ~---~--..~~-'Pl. - __ i 10 dari 10 .sat Per.'_Eermukiman BE -.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful