BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Kriteria Berita Radio 2.1.

1 Pengertian Berita Radio Jurnalistik berasal dari bahasa perancis yaitu journ yang berarti catatan atau laporan harian, dengan demikian jurnalistik bukanlah pers maupun media massa, jurnalistik adalah kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan setiap hari. Dan radio merupakan salah satu media yang bergelut dalam bidang pemberitaan. Radio sendiri merupakan media auditif (hanya disa didengarkan), tetapi murah, merakyat, dan bisa dibawa kemana-mana. Oleh karena itu penyampaian informasi oleh radio dapat sampai dengan cepat kepada khalayak. Adapun definisi berita radio adalah: Suatu sajian laporan berupa fakta dan opini, yang mempunyai nilai berita berita, penting, dan menarik bagi sebanyak mungkin orang, dan disiarkan melalui media radio secara berkala. Berita radio menjawab persoalan apa yang terjadi, dan bagaimana peristiwa tersebut berlangsung. (Masduki,2001:10)

2.1.2 Kriteria Berita Radio kegiatan jurnalistik akan menjadi sebuah berita apabila mempunyai nilai berita, inilah kriteria utama berita sehingga layak disiarkan. Nilai berita sendiri menurut Julian Harriss, Kelly Leiter dan Stanley Johnson yang diterjemahkan oleh A.N.Abrar, dalam diktat on-line Pelatihan Jurnalistik(www.infojawa.org,2005:2-3) ³ Nilai berita mengandung delapan unsur, yaitu :

Konflik informasi yang menggambarkan pertentangan antar manusia,bangsa dan Negara yang perlu dilaporkan kepada khlayak. Dengan begitu khalayak mudah mengambil sikap. Kemajuan informasi tentang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa perlu dilaporkan kepada khalayak. Dengan begitu khalayak mudah untuk mengambil sikap. Penting informasi yang penting bagi khalayak dalam rangka menjalani kehidupan mereka sehari-hari perlu segera dilaporkan kepada khalayak. Dekat informasi yang memiliki kedekatan emosi dan jarak geografis dengan khalayak perlu segera dilaporkan. Makin dekat satu lokasi peristiwa dengan tempat khalayak, informasinya akan disukai khalayak. Aktual informasi tentang peristiwa yang unik, yang jarang terjadi perlu segera dilaporkan kepada khalayak. Banyak sekali peristiwa yang unik, misalnya mobil bermain sepakbola, perkawinan manusia dengan gorilla, dan sebgainya. Manusiawi Informasi yang bias menyentuh emosi khalayak, seperti yang bisa membuat menangis, terharu, tertawa, dan sebagainya, perlu dilaporkan kepada khlayak. Dengan begitu, khalayak akan bisa meningkatkan taraf kemanusiannya. 7. Berpengaruh Informasi mengenai peristiwa yang berpengaruh terhadap kehidupan orang banyak perlu dilaporkan

Misalnya informasi tentang operasi pasar Bulog.ada yang hanya beberapa unsur saja. berita dapat dikelompokan ke dalam: berita pernyataan pendapat. Opini terkait dengan upaya pendalaman liputan(investigasi) atas suatu data atau peristiwa. dan pelaporan serta pemuatan. Dan berdasarkan materi isinya. penting bagi masyarakat luas harus ada keterkaitan dengan nilai berita (news value) yang berlaku dalam pengertian jurnalistik secara . serta berita yang terjadi di tempat terbuka (outdoor news). dsb. aktual dan faktual berita radio adalah hasil liputan peristiwa atau opini yang segar dan akurat sesuai fakta. berita terdiri dalam kategori yaitu berita berat (hard news) yaitu berita yang dinilai mengguncang dan menarik perhatian massa seperti berita tentang politik.yang di ungkapkan Sumadiria (2005:67). editor dan bahkan para perencana dan konsultan media (media planer) karena pemahaman terhadap klasifikasi berita merupakan pijakan dasar dalam proses perencanaan (planning). penulisan (writing). atau tentang perilaku sosial dan masyarakat. informasi tentang banjir. menurut Masduki (2001:12-14) karakteristik berita radio. yang nanti akan mempengaruhi gaya penulisan para penulis naskah berita dalam menyajikan berita. terbagi atas berita diduga dan berita tidak terduga. Dan untuk memudahkan para pencari berita untuk mencari berita maka diperlukan klasifikasi berita. peliputan (getting). atau penayangan berita (reporting and publishing). dan menurut lokasi peristiwanya berita terbagi atas berita yang terjadi di tempat tertutup (indoor news). Dan berdasarkan sifatnya berita.oleh media jurnalistik. bencana alam.atau isu sosial. Dalam kenyataannya jumlah unsur berita berbeda-beda tergantung kebijakan media jurnalistik itu sendiri. yaitu segera dan cepat laporan peristiwa atau opini di radio harus sesegera mungkin dilakukan untuk mencapai kepuasan pendengar dan mengoptimalkan sifat kesegeraannya sebagai kekuatan radio. Berita ringan (soft news) lebih bertumpu pada ketertarikan manusiawi seperti tentang hobi. Yang jelas semakin banyak unsur nilai berita yang terkandung dalam sebuah peristiwa. yang sebelumnya tidak diketahui oleh khalayak. Dan pedoman dasar untuk menulis naskah berita adalah kita perlu mengetahui karakteristik berita radio. keamanan. dan sebagainya. penyiaran. maka makin besar kemungkinannya peristiwa tersebut akan dihadirkan menjadi sebuah berita. info selebritis. ide atau gagasan (talking news) berita ekonomi (economic news) berita keuangan (financial news) berita politik (political news) berita sosial masyarakat (social news) berita pendidikan (education news) berita hukum dan keadilan (law and justice news) berita olah raga (sports news) berita kriminal (crime news) berita bencana dan tragedi (tragedy and disaster war) berita perang (war news) berita ilmiah (scientific news) berita hiburan (entertainment news) berita tentang aspek-aspek ketertarikan manusiawi atau minat insani (human interest news) Pengetahuan dan pemahaman tentang klasifikasi berita sangat penting bagi setiap reporter.kepada khalayak.

apalagi jika ada perkembangan berita lanjutannya yang harus disampaikan pada rentang waktu tertentu dalam satu hari. menurut pendapat Masduki (2001:14-15) adalah sebagai berikut: berita tulis (writing news/adlibs /spotnews).gabungan beberapa berita pendek yang disajikan dalam satu blok waktu.berita pendek yang bersumber dari media lain atau ditulis ulang. sebagai respons atas sebuah berita. buletin berita (news buletin).berita yang disajikan melalui laporan langsung via telepon. ditangkap selintas. berita bersisipan(news with insert).berita yang bersumber pada sebesar mungkin keterlibatan khalayak. news feature. sejak awal berita perlu menggunakan lead yang menarik. selain itu. radio harus meringkas data dan menhindari tuturan kalimat yang bermakna ganda. bukan terkesan membacakan sesuatu. personal komunikasi berita radio berlangsung seperti seseorang yang sedang bercerita atau membicarakan sesuatu dengan temannya. Oleh krena itu. untuk menarik perhatian pendengar. pengertian dan kemampuan bersikap atau mengambil keputusan tertentu. Karena tidak biosa didokumentasikan. serta keterlibatan aktif mereka secara emosional dan interaktif.2 Bentuk Berita Radio Bentuk berita yang lazim di radio. yaitu pengetahuan. karena sifat auditifnya. jurnalisme interaktif (news interview). Efektifitas berita tergantung pada aspek kedekatan atau lokalitasnya dengan pendengar secara geografis dan psikologis. berita yang harus disajikan harus dapat mengembangkan imajinasi dramatik pendengar secara tepat atas peristiwa yang terjadi. fokus dan anti detail berita adalah penyiaran suatu ide atau peristiwa. Tidak ada pendengar yang betah terhadap satu stasiun radio dalam waktu yang lama.berita atau laporan jurnalistik panjang yang lebih bersifat Human interest. yaitu: lokal-emosional berita menjadi alat komunikasi antar-individu pendengar dengan mayarakat sekitarnya. datar) kekuatan suara penyiar sebab announcer is the captain of the station. Prosesnya memberikan kesan bahwa penyrar sedang berbicara dengan pendengar sehingga akrab ditelinga. Pendengar seperti sedang berada di lokasi kejadian atau terlibat dalam persoalan yang diberitakan. Pendengar secara tepat atas peristiwa yang terjadi. imajinasi radio dan terutama berita radio adalah theater of mind . fleksibel cara penyampaian berita rtadio sangat bergantung pada kreativitas dan gaya penyiar yang membacakannya. 2. maka didalalam berita radio dikenal istilah pengulangan (Updating).berita yang dilengkapi atau di-mix dengan sisipan narasumber. relevan dan berdampak luas masyarakat selaku pendengar merasa membutuhkannya dan akan mendapatkan manfaat optimal dari berita radio. Bisa pula berupa liputan reporter yang teksnya diolah kembali di studio. Kemampuan pendengar untuk mengingat suatu rincian laporan sangat terbatas. karena ia disimak bersamaan dengan kegiatan lain. tercermin dari infleksi (tinggi. rendah. dan sekali saja. Oleh karena itu. berita radio juga harus memenuhi persyaratan lain. guna memenuhi kepentingan masyarakat. phone in news.umum. guna mencapai kejelasan. selintas radio adalah media dengan mobilitas pendengar yang tinggi. Seluruh pengertian dan makna teks yang disampaikan. . yang disusun dengan kaidah piramida terbalik.

Secara umum sumber berita menurut Masduki (2001:21) dapat di bagi dua: primer / langsung (Getting). Sumber-sumber yang tidak disebutkan identitasnya merupakan isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dapatkan sumber dari beberapa orang sehingga keakuratan dapat dicapai (Muda dalam Sumadiria 2006:97). Hard news bertutur tentang konflik yang menyentuh emosi tinggi seperti berita peperangan. pergantian mendadak seorang tokoh publik. malah barangkali. atau berita yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pelapor (reporter dadakan). Penggalian berita dilakukan dengan wawancara dan atau laporan pandangan mata.2005:96) menulis: orang banyak ini. Soft news dapat berisi nerita peristiwa rutin. lebih berarti dari berita besar yang lokasinya sangat jauh dengan mereka. tetapi bisa pula dalam berita bersisipan. (c) siaran pers pemerintah/swasta. vox-pop. dan tempat-tempat yang bisa mempengaruhi banyak orang. Jadi apapun yang yang memberikan berita atau informasi kepada wartawan maka dia disebut Sumber Berita (News Source ). perilaku.misalnya wawancara masyarakat lewat telepon. tokoh publik / prominence peristiwa di seputar tokoh idola.internet). Dari merekalah ia harus memperoleh fakta-fakta untuk bahan berita atau feature atau iklan. (d) network / jaringan dengan kantor berita. merupakan sumber berita bagi si wartawan. sekunder / tidak langsung (news Room). majalah).yaitu berita aktual yang baru saja terjadi atau laporan langsung saat peristiwa tersebut terjadi. kerusuhan. dengan syarat. Karena itu berhati-hatilah memilih orang sebagai sumber informasi yang akan dikutip atau sebagai bahan penulisan berita.3 Sumber Berita Apa sebenarnya yang dimaksud dengan sumber berita? Woseley dan Campbell dalam Wonohito (Sumadiria. (b)media elektronik (televisi. biasa di kemas dalam format feature. kedekatan / proximity kedekatan secara emosi dan fisik akan membuat sebuah berita menarik perhatian pendengar. Tetapi tidak semua sumber berita dapat di jadikan sebuah berita. menurut Masduki (2001:23-24). dengan menerjunkan reporter untuk meliput sebuah peristiwa di lapangan. baik mereka sebagai pelaku maupun sekadar saksi mata kejadian. sumber berita harus di nilai kelayakannya untuk di jadikan sebuah berita. dari segi waktu dan penayangan dan kekuatan materi berita yang disampaikan kepada pendengar. untuk cerita fiktif novel Sumber berita harus layak dipercaya dan menyebutkan nama sumber tersebut. Soft news. yaitu: aktualitas / timelines radio dianggap sebagai media paling unggul dalam kecepatan waktu penayangan berita. antara lain dapat dikutip dari : (a) media cetak (koran. yaitu berita lanjutan yang lebih bersifat laporan peristiwa tanpa terikat waktu. secara umum ada sejumlah kaidah jurnalistik yang patut di pertimbangkan.tabloid. oleh karena itu. seminar. berita radio dapat di bagi menjadi tiga: Hard news. yaitu konsumen surat kabar dan majalah serta alat-alat komunikasi lainnya. Indepht news. Carilah orang-orang yang benar mengetahui tentang peristiwa yang sedang diliput ileh reporter. Berita kecil di lokasi yang terdekat dengan pendengar. penekanan isinya terletak pada proses pendalaman kasus atau tinjauan aspek lain dalam suatu peristiwa. aktualitas menjadi nilai berita utama yang harus dijaga. (e) pendengar. 2. ritual budaya. pelantikan pejabat. Sekali memperoleh informasi yang salah makan akan berdampak negatif atau menurunnya tingkat keprcayaan khalayak terhadap kredibilitas lembaga tersebut. seperti informasi pembangunan. panutan dan pemimpin masyarakat selalu menarik untuk didengar. lebih menekankan pada aspek human interest. . yaitu berita mendalam (lebih dari sekedar paparan fakta permukaan).

karena dengan ketokohannya mereka menjadi milik publik. juga membangun sikap simpatik pendengar. selain memiliki unsur hiburan. atau media on-line internet´ Berdasarkan kutipan di atas maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Naskah Program Acara Siaran Berita adalah. Bukan suara yang keluar secara spontan dan tidak beraturan. Diksi. suatu bentuk tertulis dari suatu gagasan atau pemikiran orang/kelompok yang telah disistematisasikan dan dimaksudkan untuk memberikan informasi aktual fakta atau ide terbaru yang benar.(Darmanto. tindak korupsi milyaran rupiah. televisi. dan tarif angkutan yang melambung tinggi.4 Pengertian Dan Peranan Naskah Berita Secara umum naskah adalah bentuk tertulis dari sebuah aplikasi ide atau gagasan kedalam tulisan yang disusun sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. yaitu Voice adalah suara yang keluar secara teratur. Menurut Darmanto (1998:1-2). peristiwa perang. dan Naskah Program Acara Siaran adalah menurut Darmanto dalam buku Teknik Penulisan Naskah Acara Siaran Radio . melalui media berkala seperti surat kabar. Selain dapat menggugah empati. . bentrokan. spontan. 2. kenaiakan harga-harga sembako. Naskah program acara siaran sedikitnya mengandung sedikitnya 3(tiga) unsur pokok. adalah. diproduksi dengan penuh penghayatan. Presering. menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak melalui siaran radio ataupun televisi. atau keputusan tertentu yang mempengaruhi publik. Apalagi jika peristiwa tersebut berhubungan dengan masalah ekonomi. Suatu siaran radio dapat dikatakan baik dari segi isi jika penyelenggaraannya mempunyai visi dan misi yang jelas.seting waktu. pasti menarik disiarkan. keganjilan dan hal-hal yang spektakuler dalam kehidupan manusia. Dan pengertian berita menurut Sumadiria (2006:65). polemik seputar masalah. dan sebagainya dari suatu peristiwa. melainkan musik dalam pengertian yang luas.1998:1). menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak. Sound adalah suara-suara yang munculnya tidak direncanakan. dan perdebatan sengit. konflik / conflict kontroversi antartokoh. radio. termasuk peristiwa kriminalitas kemanusiaan / human interest berita-berita yang menyentuh rasa kemanusiaan seperti masalah pengungsi dan kelaparan. Misalnya. adalah: ³laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar. besaran kasus / magnitude jumlah korban jiwa atau kerugian yang besar dalam sebuah peristiwa selalu menjadi perhatian masyarakat. sensasional / unique keanehan. yaitu: semua bentuk perpaduan bunyi yang memiliki arti dan memiliki nilai artistik tinggi. Kedua segi itu dapat di capai melalui perencanaan yang matang dan pelaksaannya sempurna. dan Imphasing. tidak beraturan namun berfungsi sebagai atmosfir yang menjelaskan seting suasana. Proses pengurutan tersebut perlu memperhatikan strukutr dramatik sehingga menghasilkan karya yang menarik dan mempunyai nilai artistik yang tinggi. seting tempat. sangat bernilai untuk semua orang. Agar menghasilkan paket yang baik maka semua materi disusun secara berurutan menurut kaidah-kaidah produksi program siaran radio. ³Naskah Program Acara Siaran dapat di artikan sebagai bentuk tertulis dari suatu gagasan atau pemikiran orang/ kelompok yang telah disistematisasikan dan dimaksudkan untuk mencapai tujuan penyelenggaraan siaran radio atau pun televisi´. juga dapat memberikan dorongan prestasi sekaligus penyadaran terhadap dinamika kehidupan pendengar. Musik dalam konteks ini tidak terbatas pada jenis musik modern saja. memperhatikan segi Intonasi.

Dalam hal ini kata illiteracy di pakai untuk menyatakan bahwa suatu siaran radio dapat di mengerti orang yang buta huruf sekalipun Dan radio juga bersifat ³Auditori hanya untuk didengar. Selain itu harus mengetahui apakah pelaksanaan siaran ada Didalam Studio atau Diluar Studio. Sesuai dengan karakteristik media radio sebagai produk teknologi modern. maka dalam penulisan naskah radio perlu diperhatikan aspek-aspek yang dapat memperlihatkan kelebihan radio dan mengurangi kelemahan radio. Komposisi ketiga unsur tersebut harus direncanakan dengan baik direncanakan sebaik mungkin agar terjadi sajian seni yang tidak membosankan.1998:15-16). Simultaneous artinya adalah keserempakan. Aspek Bahasa dalam konteks pembicaraan mengenai naskah radio. musik. maka asas berkesenian perlu di kembangkan pun untuk mengikuti semangat kesenian modern. Aspek Teknologis setiap penulis naskah siaran radio harus memahami aspek teknik teknologis yang berupa perangkat keras produksi.(pedoman kerja yang lainnya adalah intruksi produser atau pengarah acara) 2. yaitu menyatukan pandangan dan kehendak dari semua orang yang terlibat dalam Proses Produksi Program Acara Siaran Radio. Sebab seluruh gagasan yang hendak disampaikan kepada audiences diungkapkan melalui bahasa .Indikasi tingkat kematangan tersebut dapat dilihat dari tersedia tidaknya naskah siaran yang berkualitas. Dan peranan dalam proses produksi yaitu sebagai sarana komunikasi antar orang yang terlibat produksi dan sekaligus menjadi pedoman kerja yang utama. Oleh sebab itu penulis naskah harus memperhitungkan komposisi dari setiap unsur produksi acara radio. 1990:82). Gelombang radio bisa menembus daerah yang paling terpencil sekalipun. Maka tidak berlebihan apabila naskah mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam penyelenggaraan suatu program acara siaran radio. Radio memiliki 4 karakteristik yaitu: Rapidity artinya tingkat kecepatan gelombang radio di dalam menyampaikan informasi sangat tinggi. Jadi suatu siaran radio pada waktu yang bersamaan dapat diikuti secara bersama-sama pula oleh ribuan bahkan jutaan orang yang tersebar di berbagai tempat. Pengalaman menunjukkan bahwa naskah yang ditulis dengan mengabaikan pertimbangan mengenai kondisi riil perangkat teknologi yang ada di studio produksi biasanya tidak bermanfaat.yaitu:kata. dan sound effect. Dan aspek itu menurut Darmanto (1998:16-18) terdiri tiga aspek yaitu : Aspek Seni setiap penulis naskah acara siaran radio harus menyadari bahwa apa yang dilakukan adalah untuk kepentingan pertunjukan seni dengar. gaya bahasa dan atau warna penulisan. Shiraishi Katsumi (Darmato. Sesuai dengan karakteristik radio yang Auditif maka pemakaian bahasa dalam artian yang verbal sangat penting. tidak demikian halnya dengan siaran radio. Aspek teknologis itu sangat berpengaruh terhadap proses penulisan naskah acara siaran yang baik. Dibandingkan dengan media surat kabar atau majalah Wide Coverage artinya bahwa pancaran gelombang atau tepatnya jangkauan siaran radio sangat luas. Jika koran dan majalah dapat diketahui secara pasti luas wilayah peredarannya.penulis naskah harus tahu sifat siaran yang akan ditulisnya: apakah siaran Live (Siaran Langsung) ataukah Playback (rekaman). dan mengandung gangguan´ (Onong. Dengan demikian tingkat aktualitas informasi yang disampaikan bisa dalam hitungan detik. Naskah program acara siaran mempunyai fungsi praktis.5 Karakteristik Penulisan Naskah berita Radio Radio sebagai media massa merupakan sarana informasi yang baik. Illiteracy. arti leterlegnya adalah kebutahurufan (keadaan buta huruf). karena menurut Prof. pilihan kata. yang dimaksudkan dengan aspek kebahasaan mencakup segi tata bahasa(grammer).

menulis naskah untuk siaran radio berarti hanya mengandalkan pada media sound (suara).tekanan tertentu dan usahakan pendengar tertarik dengan pengucapan kalimat pertama 2.6 Langkah-Langkah Penulisan Naskah 2. antara lain : pergunakan kata-kata yang dapat memberi imajinasi nyata.kau) dengan saya. yaitu seperti dijelaskan diagram berikut.How ) agar berita tersebut akurat dan memenuhi standar teknis jurnalistik yang artinya.1 Teknik menulis naskah Sebelum melakukan penulisan naskah.6. merujuk kepada rumus 5W1H (What. jangan terlalu menjejalkan informasi. gunakan kalimat sederhana. komunikasi antara Anda (kamu. Untuk itulah tahap-tahap penuangannya sebagai berikut : pikirkan. menulis naskah untuk siaran radio pada dasarnya hanya untuk sekali dengar. menggunakan gaya bahasa Smile dan Metaphor. yaitu : Golongan Acara Tujuan Program Sasaran (target audiences) Format Acara Kondisi Peralatan Teknik Teknologis Sumber Daya Manusia (SDM) Sumber Dana Produksi(SDP). yang menurut Darmanto (1998:17). Adalah lebih baik menggunakan kalimat aktif dari pada pasif. dan penuh keakraban. dan pendek-pendek.Where. Oleh karenanya gunakan bahasa yang sederhana (hindari pemakaian istilah-istilah asing yang belum memasyarakat).sehubungan dengan itu maka implikasi kebahasaannya.Who. baru kemudian ditulis. berita itu mudah disusun dalam pola yang sudah baku. Oleh karena itu kalimat atau kata-katanya tidak bersifat formal.When. mudah di ucapkan.(Darmanto.Why.audio. mudah diingat dan dipahami. Kalimatnya tidak selalu sempurna. pengulangan untuk memberikan tekanan. dan mudah serta cepat dipahami isinya oleh pendengar.1998:21) Secara universal pula berita ditulis dengan teknik melaporkan (to report) yaitu mengungkapkan fakta secara objektif . Maka secara ringkas dapat dikatakan bahwa bahasa yang dipergunakan harus sederhana. adalah : menulis untuk radio pada dasarnya untuk kepentingan berbicara (diucapkan). Karakteristik penulisan naskah siaran mengacu pada aspek bahasa. dan menggunakan idiom sehari-hari. dan bawa sesegera mungkin pada sasarannya. Begitu pula dalam berita radio. Oleh karena itu hindari cara penulisan sebagaimana kalau hendak membuat buku. katakan. menulis untuk radio pada dasarnya untuk komunikasi orang perorang (person to person). seorang Script Writer (penulis naskah program siaran) harus memperhatikan faktor-faktor penting yang mempengaruhi proses kerja penulis. . berdasarkan kesimpulannya dari buku AIBD. teknik penulisan yang disusun sedemikian rupa mudah dimengerti dan sederhana (Short and Simple) dengan pola Piramida Terbalik. kemudian penjelasan latar belakang masalahnya. Sedikitnya ada tujuh faktor yang harus selalu diperhatikan. terutama pada Unit Writing For Radio.

2006. Menurut teori jurnalistik. sesuai dengan naluri manusia yang ingin segera tahu apa yang telah terjadi. Dimana. diketik pada kertas HVS berukuran. Secara sederhana teras berita adalah paragraf pertama yang memuat fakta atau informasi terpenting dari seluruh keseluruhan uraian berita. sebaiknya mengutamakan unsur Apa. b. Siapa. akan tetapi sebaiknya jangan melebihi tiga kalimat. karena ini selalu menarik perhatian manusia. Teras berita jarang menggunakan unsur Bilamana pada permulaannya. misalnya terdiri atas 45 perkataan atau kurang dari itu. jadi tidak dalam teras berita. (5) dibolehkan memuat lebih dari satu unsur 3A-3M. jangan mengandung blebih dari 30 dan 45 perkataan. dengan mengindahkan bahasa baku serta ekonomi bahasa.6. setengah halaman folio. (3) jelas melaksanakan ketentuan satu gagasan dalam satu kalimat. dengan mengingat sifat bahasa indonesia. Unsur waktu hanya dipakai sebagai permulaan teras berita jika memang unsur itu bermakna khusus dalam berita. Apalagi kalau Siapa itu ialah seseorang yang jadi tokoh di bidang kegiatan atau lapangannya. Teras berita yang menempati alinea atau paragraf pertama harus mencerminkan pokok terpenting berita. Perangkai (Bridge). h. maka sebaiknya ia tidak dipakai dalam permulaan berita g. alinea atau paragraf pertama itu terdiri atas lebih satu kalimat. Teras berita. Teras berita juga dapat dimulai dengan unsur Siapa. jadi menjauhkan kata-kata mubazir. pada puncak piramida kita menemukan Judul (Head Line). Akan tetapi kalau unsur Siapa itu tidak begitu menonjol. judul harus mencerminkan pokok berita sebagaimana tertuang dalam teras berita. e. Bilamana. Apabila teras berita singkat. sederhana susunannya. (4) tidak mendompleng atau memuatkan sekaligus unsur 3A dan 3M (Apa. d. Sebab unsur waktu jarang merupakan bagian yang menonjol dalam suatu kejadian. maka hal itu lebih baik. jadi disukai teras berita yang memulai unsur Apa.2006:119) ) Dalam anatomi berita sebagaimana terlihat dalam gambar.(Sumadiria.2 Format Penulisan Naskah Berita Penulisan naskah berita. dan tidak boleh dari tubuh apalagi sampai teras berita. Teras berita harus ditulis dengan baik sehingga: (1) mudah ditangkap dan cepat dimengerti.menjelaskan secara rinci dalam sepuluh pedoman penulisan berita: a. Teras Berita (lead). disusul kemudian dengan Baris Tanggal (Date line. Dalam alinea berikut hendaknya segera ditulis nama orang itu dan tempat seta kesempatan dia membuat pernyataan.120-121) . Teras berita. dan Kaki Berita (Leg). Tubuh (Body). Hal-hal yang tidak begitu mendesak. mudah diucapkan di depan radio dan televisi dan mudah diingat. c. Teras berita dapat dimulai dengan kutipan pernyataan seseorang (Quotation Lead) asalkan kutipan itu tidak suatu kalimat yang panjang. (2) kalimat-kalimatnya singkat. Unsur Apa itu diberikan dalam ungkapan kalimat yang sesingkat mungkin yang menyimpulkan atau mengintisarikan kejadian yang diberitakan. naumn berfungsi sebagai penambah atau pelengkap keterangan hendaknya dimuat dalam badan berita. Unsur Bagaimana dan unsur Mengapa di uraikan dalam badan berita. f. i. Bagaimana). menurut Persatuan Wartawan Indonesia (Sumadiria. Mengapa. 2. dgn ketentuan sebagai berikut: jumlah baris dan kata .

Menentukan Tema/ Topik Tema atau Topik merupakan hal yang sangat pokok dalam proses penulisan naskah.Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: Apakah tema/ topik yang akan ditulis memenuhi kelayakan untuk dipublikasikan. Ada spesifikasi tersendiri dalam menentukan tema untuk siaran radio atau televisi. Tema/Topik mempunyai fungsi ganda. yaitu tanda koma ( . dan bermanfaat bagi publik. Biasanya topik ditentukan oleh produser.3 Proses Penulisan Naskah Proses penulisan naskah adalah proses dimana sebuah naskah dibuat adapun tahapannya terdiri dari Tahap Perencanaan. ekonomi.format tersebut adalah Feature dan Majalah Udara. Evaluasi dan Penulisan Kembali. 2. brosur-brosur. akan tetapi apabila produser belum menentukan tema pihak penulis dapat menentukan sendiri. yaitu sebagai bingkai atau pengikat dan sekaligus sebagai sumber permasalahan yang akan dibahas dalam siaran. Jenis format feature mensyaratkan Tema/Topik tunggal.25) dalam mengangkat suatu peristiwa menjadi berita. Dengan adanya Tema/Topik maka masalahnya dapat dirumuskan dengan jelas dan tujuan program bisa ditentukan.Bisa juga di tempuh melalui wawancara dengan orang-orang yang di anggap mengetahui masalah yang akan ditulis. melihat televisi/ video rekaman peristiwa tertentu. buku-buku).setiap naskah berita maksimal terdiri dari 15 baris kalimat dan terdiri maksimal 120 kalimat dengan jarak 2 spasi.5 cm dari pinggir atas dan kiri kertas dan 1. ) diganti dengan ( / ). mendengarkan rekamanrekaman peristiwa. .dan itu tergantung dari format acaranya.yaitu: Tahap Perencanaan A. format pengetikan batasan dimulai pada jarak 2. ) untuk berhenti sejenak menggunakan tanda ( // ). dan ribuan. dan detail dari jumlah sebenarnya bisa di ganti dengan kata lebih atau kurang. sedangkan format Majalah Udara harus menggunakan lebih dari satu topik.6. yaitu: 1. Singkatan yang umum dapat langsung disebutkan apabila singkatan yang belum di ketahui masyarakat maka disebutkan kepanjangannya lalu kemudian di ikuti oleh singkatannnya. mengunjungi museum. Melakukan Riset Pendahuluan Pada Riset Pendahuluan kegiatan yang dilakukan adalah mencari latar belakang informasi mengenai permasalahan yang akan ditulis. meliputi masalah perdagangan.5 cm dari kanan serta maksimal 1 cm dr bawah tanda baca penggunaan tanda baca mengikuti ketentuan yang berlaku untuk siaran radio. ada empat masalah pokok atau bidang utama. belasan. perbankan. yaitu menarik. Menurut Masduki (2001. Sedangkan berakhirnya naskah berita menggunakan tanda ( /// ) angka dan singkatan angka dalam naskah radio ditulis memakai huruf apabila satuan. aktual. Pelaksanaan Penulisan.Agar penulisan lebih terarah maka terlebih dahulu harus dirumuskan permasalahannya. Apakah tema/ topik yang akan ditulis belum pernah dipublikasikan oleh orang lain? Kalau sudah pernah. Tahap Prapenulisan. Tanda titik ( . pasar. B. angle bagaimana yang hendak dipakai sekarang ? Apakah materi yang akan ditulis bisa di dapat dengan fasilitas yang tersedia? Apakah kelak tidak mengalami kesulitan teknik produksi bila tema/ topik tersebut ditulis? Riset pendahuluan bisa dilakukan dengan membaca-baca kepustakaan yang tersedia (surat kabar. industri. majalah. dengan mengacu pada deskripsi acara yang bersangkutan. melihat-lihat pameran. Merumuskan Masalah Banyak sedikitnya hal-hal yang ditanyakan disesuaikan dengan durasi acara yang bersangkutan. ratusan.

Beberapa pertanyaan pokok berikut bisa dijadikan pedoman untuk pelaksanaan seleksi materi . menurut Darmanto (1998:47) format acara dari segi produksi adalah ³rancang bangun suatu acara program siaran menurut pendekatan teknik penyajiannya kedalam bahasa audio. menyangkut bidang apa. Menurut Darmanto (1998:38) Terdapat beberapa hal pokok yang berkaitan dengan pengumpulan materi penulisan. Titik tekanannya adalah pada nuansa produksi´ Tahap Prapenulisan Pengumpulan Materi Memasuki tahap pengumpulan materi. siaran pendidikan dan kebudayaan mengajarkan sesuatu yang ideal. Penulis yang belum berpengalaman sering mempunyai keinginan sulit diwujudkan menjadi bahasa audio yang baik karena karena pemilihan subjek permasalahan yang terlalu luas. artis. yaitu pertanyan-pertanyaan yang dimaksudkan unmtuk menjawab ³siapa´ (who) dari suatu peristiwa . prestasi dan segala hal yang berdimensi human interest. (2) bersifat geografis. Persoalan pokok yang perlu di ajukan untuk itu meliputi . sastrawan. perceraian. 2. memilih subjek penulisan (1) bersifat fungsional. dan apakah sesuai dengan kemampuan biaya yang disediakan oleh stasiun penyiaran yang bersangkutan?. contoh. pejabat pemerintahan. Misal. Hal itu menyangkut substansi permaslahan yang hendak ditulis. eksekutif. yaitu : 1. sosial budaya. meliputi peristiwa alam. Menyeleksi Materi Setelah pengumpulan materi penulis harus melakukan seleksi. kesenian. partai. dan sebagainya. Jadi menyangkut halhal yang esensial. dan sterusnya. Rumusan tujuan berupa kalimat pernyataan dan merupakan jawaban atas problematik yang di ajukan. apa sesungguhnya peristiwa yang terjadi. Penulis harus menyadari bahwa pemilihan subjek harus mengingat beberapa hal : (1) apakah permasalahan yang bersangkutan riil terjadi dan menarik untuk orang banyak? (2) apakah sumber informasinya pasti bisa didapatkan? (3) apakah peralatan/fasilitas teknik yang tersedia memungkinkan meng-covernya. lain propinsi . orang kebnyakan ? dan seterusnya. HAM. politik. dalam satu wilayah kabupaten yang sama dengan stasiun penyiaran yang bersangkutan. meliputi birokrasi. materi mana yang bisa dipakai dan mana yang tidak. olah raga. budayawan. (4) bersifat kronologis. hukum. parlemen. apakah orang yang bersangkutan tokoh politik. yaitu menyangkut wilayah geografi tempat terjadinya peristiwa atau sumber informasi. meliputi pengadilan. (3) bersifat biografis. Jenis acara dan format penyajian akan sangat mempengaruhi proses pengumpulan materi. Menentukan Tujuan Program Meskipun setiap jenis acara sudah dengan sendirinya memuat segi tujuan yang harus tercapai. 3. Dengan mengacu pada pendapat diatas maka kita dapat merumuskan masalah. sedangkan acara hiburan dimaksudkan untuk memberikan kepuasan batin audience.2. lain kabupaten. tanpa keluar dari koridor yang akan ditulis dalam naskah nanti. namun setiap program acara yang dibuat harus jelas goal yang hendak dicapai. yaitu jenis pertanyaan yang dimaksudkan untuk mengungkapkan suatu peristiwa terjadi. pembatasan subjek permasalahan Pembatasan subjek permasalahan itu sangat penting dilakukan agar penulis tidak terjebak pada ambisi yang berlebihan. setiap penulis harus mengetahui tempat-tempat yang diyakini menjadi sumber informasi berkaitan dengan masalah yang akan ditulis. demonstrasi. atau okupasional. dan 4. bagaimana pengaruhnya terhadap yang lain. Menentukan Format Acara Format acara yang di maksud disini adalah format acara dari segi produksinya.

Peristiwa bisa hangat. Merencanakan Pesan Pesan merupakan inti dari seluruh penyelenggraan produksi program atau pentiaran acara. atau diucapkan oleh pemain lain. pesan disampaikan beberapa kali dalam satu paket program tetapi menggunakan kata-kata yang berbeda. hal lain yang perlu diperhitungkan dalam proses seleksi materi adalah tingkat kesulitan teknis produksi dan durasi yang tersedia. personality. dan produser) serta bagi audiences. maknanya melompat-lompat. tapi ada juga yang menggunakan cara tidak langsung. methaphora and smile. C. Tampak seakan-akan tidak nada hubungan. periodic sentense. m\kemudian menyusunnya secara bertahap. Penulisan dengan cara menciptakan kesan pengulangan dengan maksud untuk menciptakan image/ citra. jadi bukan menggunakan sistem lead. Apakah materi yang terkumpul sudah sesuai dengan kebutuhan format penyajian ? b. D.1998:39) Selain pertanyaan di atas. Pesan dapat disampaikan secara langsung melalui judul program bisa pada awal program. Warna penulisan ini menggunakan kata-kata dengan kalimat yang memukau dan menimbulkan emosi. Pesan pada dasarnya adalah suatu nilai yang oleh pembuat program dimaksudkan untuk diterima. repetion. pengarah acara. Apakah materi yang tersedia mampu menjawab rumusan permasalahan. bisa tidak. Dengan kata lain penuturannya secara kronologis. Penulisan dengan menggunakan kalimat yang lebih memberi kesan aktif (kata kerja yang menonjol) narrative treatment. Dari kalimat satu ke kalimat yang berikutnya mempunyai arti yang sama. tetapi lain ekspresi. terputus. Penulisan bagaikan bicara. 1978 :10) menyarankan penggunaan sejumlah metode berikut: menggunakan semboyan yang sama yang memuat pesan. informality. berbagai bagian program itu memuat kenyataan yang sama tetapi selalu dalam situasi yang berbeda. Apakah materi yang terkumpul sudah sesuai derngan jenis acaranya. sparkle. . dan sesuai dengan tujuan program? c. tapi enak di dengar dan ada garis logikanya. yaitu : pungent verbs. Apakah materi yang terkumpul sudah sesuai dengan visi penyiaran stasiun yang bersangkutan? f. Suatu penulisan dengan menggunakan penganalogian atau kesejajaran makna dalam rangkaian kalimat. dimengerti dan dipahami serta mempengaruhi perilaku audiences. Tetapi cara yang dianggap paling baik adalah menyampaikannya pada permulaan program. Memilih Gaya dan Warna Penulisan Menurut Darmanto (1998:41) ada beberapa warna penulisan. Cara penulisan masalah yang dimulai dari awal sampai akhir. 1978 :9) Mengenai cara menyampaikan pesan maka Daniel Handoyo (Sunyoto. Warna penulisan ini lebih menekankan pada terciptanya suasana yang bersifat pribadi. serta tidak akan menimbulkan persoalan baru baik bagi penulisnya sendiri maupun stasiun penyiaran yang bersangkutan? (Darmanto. tetapi keabadiannya bisa melekat dalam ingatan banyak orang. Apakah informasi didapat dari sumber primer ataukah sekunder? d. Adalah cara penulisan yang didalamnya disisipkan ungkapan pameo yang terkenal.penulisan : a. Disampaikan berulang-ulang selama satu paket program. dan berakhir sebagai kesimpulan (Sunyoto. Apakah isi meteri yang terkumpul sudah sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya? Ataukah ada manipulasi? e. Oleh sebab itu pesan harus jelas. baik dari segi pembuat program (penulis naskah. Kadang-kadang dimulai dari kalimat yang belum selesai.

Suatu naskah juga memerlukan evaluasi.1988:42). emphasis. terutama sebagai konsultan. Cara penulisan yang menggunakan kalimat bertujuan menyentuh persaaan orang. Penulisan dengan menggunakan kalimat yang memberi kesan sepele tapi cukup mempunyai arti. penulisan naskah siaran berita seyogyanya mengikuti alur penulisan seperti yang telah dicontohkan diatas.prose rythem. tyidak perlu ada penulisan kembali. bagian mana yang bisa di edit dan apakah editing tidak akan mengganggu kesinambungan naskah? Jika harus ditambah. . Hal-hal yang patut dikaji ulang dalam kaitan itu: apakah naskah yang bersangkutan memungkinkan untuk diproduksi sesuai dengan fasilitas yang tersedia? Sesuai dengan keterbatasan waktu. Merenncanakan Alur Penulisan (Darmanto. Biasanya penulis naskah dilibatkan dalam proses produksi.. Evaluasi Evaluasi adalah penilaian kembali suatu objek atau pekerjaan. Pelaksaan Penulisan Pada dasarnya pelaksanaan penulisan naskah program acara siaran radio terdiri dari tiga tahap. apakah tersedia bahan? Kalau tidak tersedia. F. dapat membantu menilai sebuah naskah siaran yang layak. seperti yang diungkapkan oleh Darmanto (1998:42-43) berikut: Apakah materi yang disajikan sudah bisa menjawab semua permasalahan yang diajukan? Apakah dapat memuaskan keinginan semua lapisan masyarakat? Apakah materi yang hendak disajikan sudah di cek kebenarannya? Apakah materi sudah didasarkan pada sumber yang seharusnya? Apakah tidak terjadi kesalahan di dalam memilih nara sumber? Apakah materi yang dipilih benar-benar berkualitas? Tidakkah terjadi salah pilih? Dari aspek kebahasaan dapat kita pertanyakan: apakahbahasanya sudah komunikatif? Menggunakan katakata yang mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat? Sudahkah menggunakan bahsa tutur? Apakah kalimatnya sudah cukup sederhanaataukah banyak menggunakan kalimat majemuk?Apakah masih terdapat istilah asing yang mengganggu audiences? Aspek kesulitan teknis produksi. Namun kalau hasil evaluasi meneguhkan bahwa naskah sudah baik. jika berdasarkan evaluasi naskah harus diperbaiki.1998:41) Konsepsi tangga dramatik digunakan untuk membuat naskah non drama menurut Bambang Winarso (Darmanto. Naskah yang sudah jadi tersebut kemudian diserahkan kepada produser.´ (Masduki. tenaga dan dana yang tersedia? Apakah materi yang ada sudah sesuai dengan durasi yang tersedia? Perlukah dikurangi atau bahkan sebaliknya? Jika harus dikurangi. lokal (mengutamakan gaya bahasa lokal). untruk selanjutnya diproduksi oleh pengarah acara. dan menurut Darmanto proses evaluasi mencakup beberapa pertanyaan yang. bagaimab\na harus mendapatkannya? Penulisan Kembali Penulisan kembali adalah proses dimana naskah perlu diperbaiki apa bila dalam proses evaluasi didalam naskah tersebut tidak memenuhi poin-poin yang telah disebutkan sebelumnya. 2.2001:30). bahasa tutur adalah ³bahasa oral yang dalam praktiknya bersifat singkat. padat. lugas dan menarik.. yaitu : Membuat sinopsis Membuat treatment Membuat full-script Evaluasi Dan Penulisan Kembali C. sederhana. maka perlu diadakan penulisan kembali. hal tersebut dilakukan untuk memudahkan pendengar memahami isi dari materi yang disampaikan.7 Bahasa Radio Radio menggunakan bahasa informal atau bahasa tutur yang menurut masduki.

Seperti yang di ungkapkan Masduki dalam bukunya Jurnalistik Radio (2001:31) ³menyangkut nama orang yang panjang dan juga gelar akademis. reporter kembali ke studio menurut tenggat waktu (deadline) yang disepakati bersama oleh tim redaksi. tidak bertele-tele dan berbasa-basi menyederhanakan data angka nominal jarak subjek dalam kalimat berita harus dekat dengan predikatnya. melainkan memangmerupakan bagian .Prinsip dasar menulis bahasa tutur adalah Write The Way You Talk. berfungsi sebagai penjelas dan memperkaya informasi yang disampaikan reporter. hidup. dapat mendukung. setelah itu baru naskah berita di bacakan. menggunakan kalimat aktif dalam bentuk kalimat positif. Akan tetapi tidak semua sisipan dapat dipakai. pembacaan pernyataan sikap. baru di ikuti oleh singkatannya.8 Penyajian Berita Penyajian berita adalah fase dari proses produksi dimana semua materi telah di buat lalu kemudian di siarkan/di rekam. keluhan. menurut Masduki (2001:35) terdapat dua model presentasi berita. Dengan penggunaan sisipan. berisi komentar atau rekaman suasana yang paling menarik. sehingga ketika disisipkan di dalam berita. Sisipan dimasukan setelah ada narasi yang menjelaskan sedikit tentang isi sisipan yang akan muncul. atraktif. yaitu : secara teknis. Pekerjaan di studio dimulai dengan menulis naskah berita. Menurut Masduki (. atau pernyataan yang paling tajam dan kontroversial dari narasumber. dan menyebutkan gelar akademis atau keagaamaan maka disebutkan gelar yang populer dan berhubungan dengan materi yang di bahas. maka pilihlah gelar yang paling populer dan relevan. Dilakukan dengan mengurangi semaksimal mungkin penggunaan anak kalimat. Format berita radio sekarang populer dengan berita bersisipan atau sound-bite. kualitas rekaman harus baik. yaitu: bahasa percakapan antara dua teman sebaya langsung ke pokok persoalan menggunakan kata-kata yang ekonomis. tulislah seperti anda berbicara. orasi. Dan penyebutan nama yang panjang maka disingkat saja. hindari kata yang bermakna ganda. tetapi pada dasarnya masih berhubungan erat. kualitas suara pembaca narasi berita dan kualitas rekaman tidak jauh berbeda. yaitu: berfungsi sebagai penguat dan penajam narasi yang dibacakan reporter. sisipan atau sound-bite berkisar antara 10-20 detik. maka ada suatu kriteria sisipan layak pakai. menggunakan kalimat atau kata tunggal dengan makna tunggal. yaitu: Siaran langsung (live) Reporter melaporkan naskah berita secara langsung dari lapangan tanpa melalui proses penyuntingan. kemudian melakukan penggabungan (mixing) di studio produksi. dengan menggunakan sarana komunikasi seperti seluler atau telepon umum. dan memperkaya fakta yang disampaikan. Siaran tunda (recorded) Setelah melakukan peliputan di lapangan. penyebutan singkatan harus terlebih dahulu disebutkan kepanjangannya. memperkuat. sebelum atau sesudah sisipan tersebut dimunculkan dalam berita sisipan bukan berstatus sebagai pelengkap atau hanya pemanis. 2. misalkan teriakan massa saat demonstrasi. menurut Masduki (2001:30-31) ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam menulis kalimat untuk sebuah naskah berita. berupa potongan dari sebuah wawancara atau kutipan suara pendukung fakta lainnya.2001:32) ada dua fungsi sisipan. berita radio menjadi semakin faktual. Isi sisipan berupa pernyataan yang sama sekali berbeda dengan isi narasi pengantar. dan tajam dari sisi jurnalistiknya.

karena menjamin aktualitas dari isi berita tersebut. sehingga isinya terjamin dari sisi akurasi data dan keseimbangan (antara pemuatan sisipan yang pro dan kontra)..´produksi berita modern merupakan kombinasi antara penyajian langsung dengan sisipan hasil rekaman´.. . 1999:126). (Masduki 2001:32-33) berita bersisipan merupakan tradisi dalam setiap pemberitaan di radio.(Paul de Maeseneer.utama dari berita. seperti yang diungkapkan Maeseneer... .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful