BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Kriteria Berita Radio 2.1.

1 Pengertian Berita Radio Jurnalistik berasal dari bahasa perancis yaitu journ yang berarti catatan atau laporan harian, dengan demikian jurnalistik bukanlah pers maupun media massa, jurnalistik adalah kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan setiap hari. Dan radio merupakan salah satu media yang bergelut dalam bidang pemberitaan. Radio sendiri merupakan media auditif (hanya disa didengarkan), tetapi murah, merakyat, dan bisa dibawa kemana-mana. Oleh karena itu penyampaian informasi oleh radio dapat sampai dengan cepat kepada khalayak. Adapun definisi berita radio adalah: Suatu sajian laporan berupa fakta dan opini, yang mempunyai nilai berita berita, penting, dan menarik bagi sebanyak mungkin orang, dan disiarkan melalui media radio secara berkala. Berita radio menjawab persoalan apa yang terjadi, dan bagaimana peristiwa tersebut berlangsung. (Masduki,2001:10)

2.1.2 Kriteria Berita Radio kegiatan jurnalistik akan menjadi sebuah berita apabila mempunyai nilai berita, inilah kriteria utama berita sehingga layak disiarkan. Nilai berita sendiri menurut Julian Harriss, Kelly Leiter dan Stanley Johnson yang diterjemahkan oleh A.N.Abrar, dalam diktat on-line Pelatihan Jurnalistik(www.infojawa.org,2005:2-3) ³ Nilai berita mengandung delapan unsur, yaitu :

Konflik informasi yang menggambarkan pertentangan antar manusia,bangsa dan Negara yang perlu dilaporkan kepada khlayak. Dengan begitu khalayak mudah mengambil sikap. Kemajuan informasi tentang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa perlu dilaporkan kepada khalayak. Dengan begitu khalayak mudah untuk mengambil sikap. Penting informasi yang penting bagi khalayak dalam rangka menjalani kehidupan mereka sehari-hari perlu segera dilaporkan kepada khalayak. Dekat informasi yang memiliki kedekatan emosi dan jarak geografis dengan khalayak perlu segera dilaporkan. Makin dekat satu lokasi peristiwa dengan tempat khalayak, informasinya akan disukai khalayak. Aktual informasi tentang peristiwa yang unik, yang jarang terjadi perlu segera dilaporkan kepada khalayak. Banyak sekali peristiwa yang unik, misalnya mobil bermain sepakbola, perkawinan manusia dengan gorilla, dan sebgainya. Manusiawi Informasi yang bias menyentuh emosi khalayak, seperti yang bisa membuat menangis, terharu, tertawa, dan sebagainya, perlu dilaporkan kepada khlayak. Dengan begitu, khalayak akan bisa meningkatkan taraf kemanusiannya. 7. Berpengaruh Informasi mengenai peristiwa yang berpengaruh terhadap kehidupan orang banyak perlu dilaporkan

info selebritis. penyiaran. dsb. ide atau gagasan (talking news) berita ekonomi (economic news) berita keuangan (financial news) berita politik (political news) berita sosial masyarakat (social news) berita pendidikan (education news) berita hukum dan keadilan (law and justice news) berita olah raga (sports news) berita kriminal (crime news) berita bencana dan tragedi (tragedy and disaster war) berita perang (war news) berita ilmiah (scientific news) berita hiburan (entertainment news) berita tentang aspek-aspek ketertarikan manusiawi atau minat insani (human interest news) Pengetahuan dan pemahaman tentang klasifikasi berita sangat penting bagi setiap reporter. dan sebagainya. dan menurut lokasi peristiwanya berita terbagi atas berita yang terjadi di tempat tertutup (indoor news).yang di ungkapkan Sumadiria (2005:67).kepada khalayak. menurut Masduki (2001:12-14) karakteristik berita radio.oleh media jurnalistik. atau penayangan berita (reporting and publishing). Dan untuk memudahkan para pencari berita untuk mencari berita maka diperlukan klasifikasi berita. Opini terkait dengan upaya pendalaman liputan(investigasi) atas suatu data atau peristiwa. terbagi atas berita diduga dan berita tidak terduga. penulisan (writing). keamanan. Yang jelas semakin banyak unsur nilai berita yang terkandung dalam sebuah peristiwa. yang nanti akan mempengaruhi gaya penulisan para penulis naskah berita dalam menyajikan berita. Dan berdasarkan sifatnya berita. berita dapat dikelompokan ke dalam: berita pernyataan pendapat. Berita ringan (soft news) lebih bertumpu pada ketertarikan manusiawi seperti tentang hobi. dan pelaporan serta pemuatan. berita terdiri dalam kategori yaitu berita berat (hard news) yaitu berita yang dinilai mengguncang dan menarik perhatian massa seperti berita tentang politik. editor dan bahkan para perencana dan konsultan media (media planer) karena pemahaman terhadap klasifikasi berita merupakan pijakan dasar dalam proses perencanaan (planning).ada yang hanya beberapa unsur saja. yang sebelumnya tidak diketahui oleh khalayak. yaitu segera dan cepat laporan peristiwa atau opini di radio harus sesegera mungkin dilakukan untuk mencapai kepuasan pendengar dan mengoptimalkan sifat kesegeraannya sebagai kekuatan radio. serta berita yang terjadi di tempat terbuka (outdoor news). aktual dan faktual berita radio adalah hasil liputan peristiwa atau opini yang segar dan akurat sesuai fakta. Dan berdasarkan materi isinya. bencana alam. penting bagi masyarakat luas harus ada keterkaitan dengan nilai berita (news value) yang berlaku dalam pengertian jurnalistik secara . atau tentang perilaku sosial dan masyarakat. Misalnya informasi tentang operasi pasar Bulog. maka makin besar kemungkinannya peristiwa tersebut akan dihadirkan menjadi sebuah berita. Dalam kenyataannya jumlah unsur berita berbeda-beda tergantung kebijakan media jurnalistik itu sendiri. peliputan (getting). Dan pedoman dasar untuk menulis naskah berita adalah kita perlu mengetahui karakteristik berita radio.atau isu sosial. informasi tentang banjir.

Pendengar secara tepat atas peristiwa yang terjadi.berita pendek yang bersumber dari media lain atau ditulis ulang. imajinasi radio dan terutama berita radio adalah theater of mind . Prosesnya memberikan kesan bahwa penyrar sedang berbicara dengan pendengar sehingga akrab ditelinga.berita yang dilengkapi atau di-mix dengan sisipan narasumber. selain itu. Seluruh pengertian dan makna teks yang disampaikan. fokus dan anti detail berita adalah penyiaran suatu ide atau peristiwa. dan sekali saja. berita yang harus disajikan harus dapat mengembangkan imajinasi dramatik pendengar secara tepat atas peristiwa yang terjadi. Karena tidak biosa didokumentasikan.gabungan beberapa berita pendek yang disajikan dalam satu blok waktu. news feature. Kemampuan pendengar untuk mengingat suatu rincian laporan sangat terbatas. yaitu pengetahuan. bukan terkesan membacakan sesuatu.berita yang bersumber pada sebesar mungkin keterlibatan khalayak. fleksibel cara penyampaian berita rtadio sangat bergantung pada kreativitas dan gaya penyiar yang membacakannya. Oleh karena itu. apalagi jika ada perkembangan berita lanjutannya yang harus disampaikan pada rentang waktu tertentu dalam satu hari. phone in news. rendah. personal komunikasi berita radio berlangsung seperti seseorang yang sedang bercerita atau membicarakan sesuatu dengan temannya.berita yang disajikan melalui laporan langsung via telepon.umum. sejak awal berita perlu menggunakan lead yang menarik. 2. selintas radio adalah media dengan mobilitas pendengar yang tinggi. Efektifitas berita tergantung pada aspek kedekatan atau lokalitasnya dengan pendengar secara geografis dan psikologis. Bisa pula berupa liputan reporter yang teksnya diolah kembali di studio. datar) kekuatan suara penyiar sebab announcer is the captain of the station. tercermin dari infleksi (tinggi. relevan dan berdampak luas masyarakat selaku pendengar merasa membutuhkannya dan akan mendapatkan manfaat optimal dari berita radio. . buletin berita (news buletin). menurut pendapat Masduki (2001:14-15) adalah sebagai berikut: berita tulis (writing news/adlibs /spotnews). serta keterlibatan aktif mereka secara emosional dan interaktif. yaitu: lokal-emosional berita menjadi alat komunikasi antar-individu pendengar dengan mayarakat sekitarnya. radio harus meringkas data dan menhindari tuturan kalimat yang bermakna ganda.2 Bentuk Berita Radio Bentuk berita yang lazim di radio. sebagai respons atas sebuah berita. Pendengar seperti sedang berada di lokasi kejadian atau terlibat dalam persoalan yang diberitakan.berita atau laporan jurnalistik panjang yang lebih bersifat Human interest. karena sifat auditifnya. untuk menarik perhatian pendengar. guna mencapai kejelasan. jurnalisme interaktif (news interview). yang disusun dengan kaidah piramida terbalik. ditangkap selintas. pengertian dan kemampuan bersikap atau mengambil keputusan tertentu. karena ia disimak bersamaan dengan kegiatan lain. berita radio juga harus memenuhi persyaratan lain. Oleh krena itu. berita bersisipan(news with insert). maka didalalam berita radio dikenal istilah pengulangan (Updating). Tidak ada pendengar yang betah terhadap satu stasiun radio dalam waktu yang lama. guna memenuhi kepentingan masyarakat.

Jadi apapun yang yang memberikan berita atau informasi kepada wartawan maka dia disebut Sumber Berita (News Source ). yaitu: aktualitas / timelines radio dianggap sebagai media paling unggul dalam kecepatan waktu penayangan berita. pelantikan pejabat.tabloid. tetapi bisa pula dalam berita bersisipan. untuk cerita fiktif novel Sumber berita harus layak dipercaya dan menyebutkan nama sumber tersebut. dengan syarat. (e) pendengar.3 Sumber Berita Apa sebenarnya yang dimaksud dengan sumber berita? Woseley dan Campbell dalam Wonohito (Sumadiria. atau berita yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pelapor (reporter dadakan). malah barangkali. secara umum ada sejumlah kaidah jurnalistik yang patut di pertimbangkan. Hard news bertutur tentang konflik yang menyentuh emosi tinggi seperti berita peperangan. Secara umum sumber berita menurut Masduki (2001:21) dapat di bagi dua: primer / langsung (Getting). Dari merekalah ia harus memperoleh fakta-fakta untuk bahan berita atau feature atau iklan. Indepht news. 2. yaitu berita mendalam (lebih dari sekedar paparan fakta permukaan). perilaku. panutan dan pemimpin masyarakat selalu menarik untuk didengar. Sumber-sumber yang tidak disebutkan identitasnya merupakan isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Berita kecil di lokasi yang terdekat dengan pendengar. menurut Masduki (2001:23-24). (b)media elektronik (televisi. antara lain dapat dikutip dari : (a) media cetak (koran. Sekali memperoleh informasi yang salah makan akan berdampak negatif atau menurunnya tingkat keprcayaan khalayak terhadap kredibilitas lembaga tersebut. .yaitu berita aktual yang baru saja terjadi atau laporan langsung saat peristiwa tersebut terjadi. kedekatan / proximity kedekatan secara emosi dan fisik akan membuat sebuah berita menarik perhatian pendengar. lebih menekankan pada aspek human interest. biasa di kemas dalam format feature. dari segi waktu dan penayangan dan kekuatan materi berita yang disampaikan kepada pendengar. majalah). Tetapi tidak semua sumber berita dapat di jadikan sebuah berita. dan tempat-tempat yang bisa mempengaruhi banyak orang. oleh karena itu. dengan menerjunkan reporter untuk meliput sebuah peristiwa di lapangan. ritual budaya. Soft news dapat berisi nerita peristiwa rutin. tokoh publik / prominence peristiwa di seputar tokoh idola. yaitu berita lanjutan yang lebih bersifat laporan peristiwa tanpa terikat waktu. Soft news. seperti informasi pembangunan. penekanan isinya terletak pada proses pendalaman kasus atau tinjauan aspek lain dalam suatu peristiwa. seminar.misalnya wawancara masyarakat lewat telepon. Dapatkan sumber dari beberapa orang sehingga keakuratan dapat dicapai (Muda dalam Sumadiria 2006:97). berita radio dapat di bagi menjadi tiga: Hard news. merupakan sumber berita bagi si wartawan. kerusuhan. (d) network / jaringan dengan kantor berita. Carilah orang-orang yang benar mengetahui tentang peristiwa yang sedang diliput ileh reporter. pergantian mendadak seorang tokoh publik.internet). lebih berarti dari berita besar yang lokasinya sangat jauh dengan mereka. yaitu konsumen surat kabar dan majalah serta alat-alat komunikasi lainnya.2005:96) menulis: orang banyak ini. aktualitas menjadi nilai berita utama yang harus dijaga. Penggalian berita dilakukan dengan wawancara dan atau laporan pandangan mata. Karena itu berhati-hatilah memilih orang sebagai sumber informasi yang akan dikutip atau sebagai bahan penulisan berita. sekunder / tidak langsung (news Room). sumber berita harus di nilai kelayakannya untuk di jadikan sebuah berita. (c) siaran pers pemerintah/swasta. vox-pop. baik mereka sebagai pelaku maupun sekadar saksi mata kejadian.

spontan. Bukan suara yang keluar secara spontan dan tidak beraturan. menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak melalui siaran radio ataupun televisi. Kedua segi itu dapat di capai melalui perencanaan yang matang dan pelaksaannya sempurna. menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak.1998:1). peristiwa perang. diproduksi dengan penuh penghayatan. Sound adalah suara-suara yang munculnya tidak direncanakan. bentrokan. tidak beraturan namun berfungsi sebagai atmosfir yang menjelaskan seting suasana. adalah: ³laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar. sensasional / unique keanehan.karena dengan ketokohannya mereka menjadi milik publik. juga membangun sikap simpatik pendengar. melainkan musik dalam pengertian yang luas. Dan pengertian berita menurut Sumadiria (2006:65). Menurut Darmanto (1998:1-2).seting waktu. Misalnya. besaran kasus / magnitude jumlah korban jiwa atau kerugian yang besar dalam sebuah peristiwa selalu menjadi perhatian masyarakat. dan Imphasing. Musik dalam konteks ini tidak terbatas pada jenis musik modern saja. sangat bernilai untuk semua orang. keganjilan dan hal-hal yang spektakuler dalam kehidupan manusia.4 Pengertian Dan Peranan Naskah Berita Secara umum naskah adalah bentuk tertulis dari sebuah aplikasi ide atau gagasan kedalam tulisan yang disusun sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Proses pengurutan tersebut perlu memperhatikan strukutr dramatik sehingga menghasilkan karya yang menarik dan mempunyai nilai artistik yang tinggi. radio. 2. selain memiliki unsur hiburan. seting tempat. memperhatikan segi Intonasi. Presering. dan tarif angkutan yang melambung tinggi. dan Naskah Program Acara Siaran adalah menurut Darmanto dalam buku Teknik Penulisan Naskah Acara Siaran Radio . . dan perdebatan sengit. pasti menarik disiarkan. Selain dapat menggugah empati. polemik seputar masalah. atau keputusan tertentu yang mempengaruhi publik. Naskah program acara siaran sedikitnya mengandung sedikitnya 3(tiga) unsur pokok. Agar menghasilkan paket yang baik maka semua materi disusun secara berurutan menurut kaidah-kaidah produksi program siaran radio. termasuk peristiwa kriminalitas kemanusiaan / human interest berita-berita yang menyentuh rasa kemanusiaan seperti masalah pengungsi dan kelaparan. konflik / conflict kontroversi antartokoh. yaitu Voice adalah suara yang keluar secara teratur. suatu bentuk tertulis dari suatu gagasan atau pemikiran orang/kelompok yang telah disistematisasikan dan dimaksudkan untuk memberikan informasi aktual fakta atau ide terbaru yang benar. dan sebagainya dari suatu peristiwa. juga dapat memberikan dorongan prestasi sekaligus penyadaran terhadap dinamika kehidupan pendengar. atau media on-line internet´ Berdasarkan kutipan di atas maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Naskah Program Acara Siaran Berita adalah. adalah. kenaiakan harga-harga sembako. ³Naskah Program Acara Siaran dapat di artikan sebagai bentuk tertulis dari suatu gagasan atau pemikiran orang/ kelompok yang telah disistematisasikan dan dimaksudkan untuk mencapai tujuan penyelenggaraan siaran radio atau pun televisi´. yaitu: semua bentuk perpaduan bunyi yang memiliki arti dan memiliki nilai artistik tinggi. tindak korupsi milyaran rupiah.(Darmanto. televisi. melalui media berkala seperti surat kabar. Diksi. Apalagi jika peristiwa tersebut berhubungan dengan masalah ekonomi. Suatu siaran radio dapat dikatakan baik dari segi isi jika penyelenggaraannya mempunyai visi dan misi yang jelas.

5 Karakteristik Penulisan Naskah berita Radio Radio sebagai media massa merupakan sarana informasi yang baik. Gelombang radio bisa menembus daerah yang paling terpencil sekalipun. Shiraishi Katsumi (Darmato. yaitu menyatukan pandangan dan kehendak dari semua orang yang terlibat dalam Proses Produksi Program Acara Siaran Radio. Dan peranan dalam proses produksi yaitu sebagai sarana komunikasi antar orang yang terlibat produksi dan sekaligus menjadi pedoman kerja yang utama. Pengalaman menunjukkan bahwa naskah yang ditulis dengan mengabaikan pertimbangan mengenai kondisi riil perangkat teknologi yang ada di studio produksi biasanya tidak bermanfaat. Maka tidak berlebihan apabila naskah mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam penyelenggaraan suatu program acara siaran radio. Radio memiliki 4 karakteristik yaitu: Rapidity artinya tingkat kecepatan gelombang radio di dalam menyampaikan informasi sangat tinggi. Oleh sebab itu penulis naskah harus memperhitungkan komposisi dari setiap unsur produksi acara radio. Aspek Teknologis setiap penulis naskah siaran radio harus memahami aspek teknik teknologis yang berupa perangkat keras produksi.penulis naskah harus tahu sifat siaran yang akan ditulisnya: apakah siaran Live (Siaran Langsung) ataukah Playback (rekaman). karena menurut Prof. Jika koran dan majalah dapat diketahui secara pasti luas wilayah peredarannya. Sesuai dengan karakteristik radio yang Auditif maka pemakaian bahasa dalam artian yang verbal sangat penting. Simultaneous artinya adalah keserempakan. Selain itu harus mengetahui apakah pelaksanaan siaran ada Didalam Studio atau Diluar Studio. maka dalam penulisan naskah radio perlu diperhatikan aspek-aspek yang dapat memperlihatkan kelebihan radio dan mengurangi kelemahan radio.yaitu:kata.1998:15-16). Komposisi ketiga unsur tersebut harus direncanakan dengan baik direncanakan sebaik mungkin agar terjadi sajian seni yang tidak membosankan. 1990:82). Sebab seluruh gagasan yang hendak disampaikan kepada audiences diungkapkan melalui bahasa . Jadi suatu siaran radio pada waktu yang bersamaan dapat diikuti secara bersama-sama pula oleh ribuan bahkan jutaan orang yang tersebar di berbagai tempat. Aspek teknologis itu sangat berpengaruh terhadap proses penulisan naskah acara siaran yang baik. Aspek Bahasa dalam konteks pembicaraan mengenai naskah radio. maka asas berkesenian perlu di kembangkan pun untuk mengikuti semangat kesenian modern. Dalam hal ini kata illiteracy di pakai untuk menyatakan bahwa suatu siaran radio dapat di mengerti orang yang buta huruf sekalipun Dan radio juga bersifat ³Auditori hanya untuk didengar. pilihan kata. tidak demikian halnya dengan siaran radio.(pedoman kerja yang lainnya adalah intruksi produser atau pengarah acara) 2. dan sound effect.Indikasi tingkat kematangan tersebut dapat dilihat dari tersedia tidaknya naskah siaran yang berkualitas. Dibandingkan dengan media surat kabar atau majalah Wide Coverage artinya bahwa pancaran gelombang atau tepatnya jangkauan siaran radio sangat luas. arti leterlegnya adalah kebutahurufan (keadaan buta huruf). yang dimaksudkan dengan aspek kebahasaan mencakup segi tata bahasa(grammer). Sesuai dengan karakteristik media radio sebagai produk teknologi modern. musik. gaya bahasa dan atau warna penulisan. Dan aspek itu menurut Darmanto (1998:16-18) terdiri tiga aspek yaitu : Aspek Seni setiap penulis naskah acara siaran radio harus menyadari bahwa apa yang dilakukan adalah untuk kepentingan pertunjukan seni dengar. Dengan demikian tingkat aktualitas informasi yang disampaikan bisa dalam hitungan detik. dan mengandung gangguan´ (Onong. Naskah program acara siaran mempunyai fungsi praktis. Illiteracy.

teknik penulisan yang disusun sedemikian rupa mudah dimengerti dan sederhana (Short and Simple) dengan pola Piramida Terbalik. berdasarkan kesimpulannya dari buku AIBD.Where. menggunakan gaya bahasa Smile dan Metaphor. katakan. dan penuh keakraban.1998:21) Secara universal pula berita ditulis dengan teknik melaporkan (to report) yaitu mengungkapkan fakta secara objektif . dan menggunakan idiom sehari-hari. berita itu mudah disusun dalam pola yang sudah baku.Who. jangan terlalu menjejalkan informasi. terutama pada Unit Writing For Radio. menulis naskah untuk siaran radio berarti hanya mengandalkan pada media sound (suara).tekanan tertentu dan usahakan pendengar tertarik dengan pengucapan kalimat pertama 2. dan bawa sesegera mungkin pada sasarannya. mudah diingat dan dipahami.How ) agar berita tersebut akurat dan memenuhi standar teknis jurnalistik yang artinya. kemudian penjelasan latar belakang masalahnya.1 Teknik menulis naskah Sebelum melakukan penulisan naskah.(Darmanto. yaitu seperti dijelaskan diagram berikut.kau) dengan saya. menulis untuk radio pada dasarnya untuk komunikasi orang perorang (person to person).6 Langkah-Langkah Penulisan Naskah 2. Karakteristik penulisan naskah siaran mengacu pada aspek bahasa.When. Oleh karena itu kalimat atau kata-katanya tidak bersifat formal. mudah di ucapkan.audio. Oleh karenanya gunakan bahasa yang sederhana (hindari pemakaian istilah-istilah asing yang belum memasyarakat). Adalah lebih baik menggunakan kalimat aktif dari pada pasif. Begitu pula dalam berita radio. gunakan kalimat sederhana. baru kemudian ditulis. Sedikitnya ada tujuh faktor yang harus selalu diperhatikan. pengulangan untuk memberikan tekanan. Kalimatnya tidak selalu sempurna. Maka secara ringkas dapat dikatakan bahwa bahasa yang dipergunakan harus sederhana. . adalah : menulis untuk radio pada dasarnya untuk kepentingan berbicara (diucapkan).6. yang menurut Darmanto (1998:17). antara lain : pergunakan kata-kata yang dapat memberi imajinasi nyata. menulis naskah untuk siaran radio pada dasarnya hanya untuk sekali dengar.sehubungan dengan itu maka implikasi kebahasaannya. Oleh karena itu hindari cara penulisan sebagaimana kalau hendak membuat buku. merujuk kepada rumus 5W1H (What. komunikasi antara Anda (kamu. seorang Script Writer (penulis naskah program siaran) harus memperhatikan faktor-faktor penting yang mempengaruhi proses kerja penulis. Untuk itulah tahap-tahap penuangannya sebagai berikut : pikirkan.Why. dan mudah serta cepat dipahami isinya oleh pendengar. dan pendek-pendek. yaitu : Golongan Acara Tujuan Program Sasaran (target audiences) Format Acara Kondisi Peralatan Teknik Teknologis Sumber Daya Manusia (SDM) Sumber Dana Produksi(SDP).

Tubuh (Body). dan tidak boleh dari tubuh apalagi sampai teras berita. b. Teras Berita (lead). Unsur Apa itu diberikan dalam ungkapan kalimat yang sesingkat mungkin yang menyimpulkan atau mengintisarikan kejadian yang diberitakan. e. naumn berfungsi sebagai penambah atau pelengkap keterangan hendaknya dimuat dalam badan berita. jadi tidak dalam teras berita. Teras berita yang menempati alinea atau paragraf pertama harus mencerminkan pokok terpenting berita. Unsur Bagaimana dan unsur Mengapa di uraikan dalam badan berita. Apalagi kalau Siapa itu ialah seseorang yang jadi tokoh di bidang kegiatan atau lapangannya.2 Format Penulisan Naskah Berita Penulisan naskah berita. Mengapa. Teras berita. (3) jelas melaksanakan ketentuan satu gagasan dalam satu kalimat. Akan tetapi kalau unsur Siapa itu tidak begitu menonjol. pada puncak piramida kita menemukan Judul (Head Line).2006. h.120-121) . Apabila teras berita singkat. Secara sederhana teras berita adalah paragraf pertama yang memuat fakta atau informasi terpenting dari seluruh keseluruhan uraian berita. Dimana. Unsur waktu hanya dipakai sebagai permulaan teras berita jika memang unsur itu bermakna khusus dalam berita.menjelaskan secara rinci dalam sepuluh pedoman penulisan berita: a.6. maka sebaiknya ia tidak dipakai dalam permulaan berita g. Sebab unsur waktu jarang merupakan bagian yang menonjol dalam suatu kejadian. Hal-hal yang tidak begitu mendesak. akan tetapi sebaiknya jangan melebihi tiga kalimat. sebaiknya mengutamakan unsur Apa. c. sesuai dengan naluri manusia yang ingin segera tahu apa yang telah terjadi. Teras berita. Siapa. Teras berita juga dapat dimulai dengan unsur Siapa. d. dengan mengindahkan bahasa baku serta ekonomi bahasa. alinea atau paragraf pertama itu terdiri atas lebih satu kalimat. menurut Persatuan Wartawan Indonesia (Sumadiria. i. 2.(Sumadiria. disusul kemudian dengan Baris Tanggal (Date line. dengan mengingat sifat bahasa indonesia. dan Kaki Berita (Leg). Dalam alinea berikut hendaknya segera ditulis nama orang itu dan tempat seta kesempatan dia membuat pernyataan. jangan mengandung blebih dari 30 dan 45 perkataan. (4) tidak mendompleng atau memuatkan sekaligus unsur 3A dan 3M (Apa. judul harus mencerminkan pokok berita sebagaimana tertuang dalam teras berita. (5) dibolehkan memuat lebih dari satu unsur 3A-3M. dgn ketentuan sebagai berikut: jumlah baris dan kata . diketik pada kertas HVS berukuran. Teras berita dapat dimulai dengan kutipan pernyataan seseorang (Quotation Lead) asalkan kutipan itu tidak suatu kalimat yang panjang. jadi disukai teras berita yang memulai unsur Apa. Teras berita harus ditulis dengan baik sehingga: (1) mudah ditangkap dan cepat dimengerti. f. karena ini selalu menarik perhatian manusia. sederhana susunannya. mudah diucapkan di depan radio dan televisi dan mudah diingat. Bagaimana). Teras berita jarang menggunakan unsur Bilamana pada permulaannya. maka hal itu lebih baik. (2) kalimat-kalimatnya singkat. misalnya terdiri atas 45 perkataan atau kurang dari itu. Bilamana. Menurut teori jurnalistik. setengah halaman folio. Perangkai (Bridge).2006:119) ) Dalam anatomi berita sebagaimana terlihat dalam gambar. jadi menjauhkan kata-kata mubazir.

2. mendengarkan rekamanrekaman peristiwa. ) diganti dengan ( / ).setiap naskah berita maksimal terdiri dari 15 baris kalimat dan terdiri maksimal 120 kalimat dengan jarak 2 spasi.format tersebut adalah Feature dan Majalah Udara. aktual.Bisa juga di tempuh melalui wawancara dengan orang-orang yang di anggap mengetahui masalah yang akan ditulis. format pengetikan batasan dimulai pada jarak 2.5 cm dari kanan serta maksimal 1 cm dr bawah tanda baca penggunaan tanda baca mengikuti ketentuan yang berlaku untuk siaran radio.25) dalam mengangkat suatu peristiwa menjadi berita.dan itu tergantung dari format acaranya. Evaluasi dan Penulisan Kembali. Pelaksanaan Penulisan. B. melihat-lihat pameran. mengunjungi museum.6. majalah. belasan. Tema/Topik mempunyai fungsi ganda.Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: Apakah tema/ topik yang akan ditulis memenuhi kelayakan untuk dipublikasikan. dan bermanfaat bagi publik. yaitu sebagai bingkai atau pengikat dan sekaligus sebagai sumber permasalahan yang akan dibahas dalam siaran. Melakukan Riset Pendahuluan Pada Riset Pendahuluan kegiatan yang dilakukan adalah mencari latar belakang informasi mengenai permasalahan yang akan ditulis. yaitu tanda koma ( . Tanda titik ( . perbankan. Menurut Masduki (2001. sedangkan format Majalah Udara harus menggunakan lebih dari satu topik. industri. Menentukan Tema/ Topik Tema atau Topik merupakan hal yang sangat pokok dalam proses penulisan naskah.yaitu: Tahap Perencanaan A. yaitu: 1. Merumuskan Masalah Banyak sedikitnya hal-hal yang ditanyakan disesuaikan dengan durasi acara yang bersangkutan.5 cm dari pinggir atas dan kiri kertas dan 1. Apakah tema/ topik yang akan ditulis belum pernah dipublikasikan oleh orang lain? Kalau sudah pernah. ada empat masalah pokok atau bidang utama.3 Proses Penulisan Naskah Proses penulisan naskah adalah proses dimana sebuah naskah dibuat adapun tahapannya terdiri dari Tahap Perencanaan. Tahap Prapenulisan. melihat televisi/ video rekaman peristiwa tertentu. akan tetapi apabila produser belum menentukan tema pihak penulis dapat menentukan sendiri. yaitu menarik. dan detail dari jumlah sebenarnya bisa di ganti dengan kata lebih atau kurang. brosur-brosur. Biasanya topik ditentukan oleh produser. dengan mengacu pada deskripsi acara yang bersangkutan. angle bagaimana yang hendak dipakai sekarang ? Apakah materi yang akan ditulis bisa di dapat dengan fasilitas yang tersedia? Apakah kelak tidak mengalami kesulitan teknik produksi bila tema/ topik tersebut ditulis? Riset pendahuluan bisa dilakukan dengan membaca-baca kepustakaan yang tersedia (surat kabar. buku-buku). ekonomi. ratusan. . pasar. dan ribuan. Singkatan yang umum dapat langsung disebutkan apabila singkatan yang belum di ketahui masyarakat maka disebutkan kepanjangannya lalu kemudian di ikuti oleh singkatannnya.Agar penulisan lebih terarah maka terlebih dahulu harus dirumuskan permasalahannya. meliputi masalah perdagangan. ) untuk berhenti sejenak menggunakan tanda ( // ). Ada spesifikasi tersendiri dalam menentukan tema untuk siaran radio atau televisi. Sedangkan berakhirnya naskah berita menggunakan tanda ( /// ) angka dan singkatan angka dalam naskah radio ditulis memakai huruf apabila satuan. Jenis format feature mensyaratkan Tema/Topik tunggal. Dengan adanya Tema/Topik maka masalahnya dapat dirumuskan dengan jelas dan tujuan program bisa ditentukan.

sosial budaya. meliputi pengadilan. atau okupasional. demonstrasi. Menyeleksi Materi Setelah pengumpulan materi penulis harus melakukan seleksi. orang kebnyakan ? dan seterusnya. Menentukan Format Acara Format acara yang di maksud disini adalah format acara dari segi produksinya. sastrawan. Penulis yang belum berpengalaman sering mempunyai keinginan sulit diwujudkan menjadi bahasa audio yang baik karena karena pemilihan subjek permasalahan yang terlalu luas. Menentukan Tujuan Program Meskipun setiap jenis acara sudah dengan sendirinya memuat segi tujuan yang harus tercapai. partai. olah raga. Jenis acara dan format penyajian akan sangat mempengaruhi proses pengumpulan materi. dan 4. Penulis harus menyadari bahwa pemilihan subjek harus mengingat beberapa hal : (1) apakah permasalahan yang bersangkutan riil terjadi dan menarik untuk orang banyak? (2) apakah sumber informasinya pasti bisa didapatkan? (3) apakah peralatan/fasilitas teknik yang tersedia memungkinkan meng-covernya. Rumusan tujuan berupa kalimat pernyataan dan merupakan jawaban atas problematik yang di ajukan. hukum. pejabat pemerintahan. meliputi birokrasi. menurut Darmanto (1998:47) format acara dari segi produksi adalah ³rancang bangun suatu acara program siaran menurut pendekatan teknik penyajiannya kedalam bahasa audio. 3. perceraian. Menurut Darmanto (1998:38) Terdapat beberapa hal pokok yang berkaitan dengan pengumpulan materi penulisan. pembatasan subjek permasalahan Pembatasan subjek permasalahan itu sangat penting dilakukan agar penulis tidak terjebak pada ambisi yang berlebihan. apa sesungguhnya peristiwa yang terjadi. parlemen. apakah orang yang bersangkutan tokoh politik. eksekutif. namun setiap program acara yang dibuat harus jelas goal yang hendak dicapai. Misal. kesenian. prestasi dan segala hal yang berdimensi human interest. dan sterusnya. (3) bersifat biografis. contoh. (2) bersifat geografis. dan sebagainya. dan apakah sesuai dengan kemampuan biaya yang disediakan oleh stasiun penyiaran yang bersangkutan?. siaran pendidikan dan kebudayaan mengajarkan sesuatu yang ideal. politik. Titik tekanannya adalah pada nuansa produksi´ Tahap Prapenulisan Pengumpulan Materi Memasuki tahap pengumpulan materi. memilih subjek penulisan (1) bersifat fungsional. yaitu jenis pertanyaan yang dimaksudkan untuk mengungkapkan suatu peristiwa terjadi. (4) bersifat kronologis. Jadi menyangkut halhal yang esensial. Dengan mengacu pada pendapat diatas maka kita dapat merumuskan masalah. lain kabupaten. menyangkut bidang apa. bagaimana pengaruhnya terhadap yang lain. tanpa keluar dari koridor yang akan ditulis dalam naskah nanti. budayawan. 2. yaitu pertanyan-pertanyaan yang dimaksudkan unmtuk menjawab ³siapa´ (who) dari suatu peristiwa . setiap penulis harus mengetahui tempat-tempat yang diyakini menjadi sumber informasi berkaitan dengan masalah yang akan ditulis. Beberapa pertanyaan pokok berikut bisa dijadikan pedoman untuk pelaksanaan seleksi materi . yaitu menyangkut wilayah geografi tempat terjadinya peristiwa atau sumber informasi. dalam satu wilayah kabupaten yang sama dengan stasiun penyiaran yang bersangkutan.2. Hal itu menyangkut substansi permaslahan yang hendak ditulis. artis. Persoalan pokok yang perlu di ajukan untuk itu meliputi . materi mana yang bisa dipakai dan mana yang tidak. yaitu : 1. HAM. sedangkan acara hiburan dimaksudkan untuk memberikan kepuasan batin audience. lain propinsi . meliputi peristiwa alam.

informality. Oleh sebab itu pesan harus jelas. pengarah acara. Peristiwa bisa hangat. Warna penulisan ini menggunakan kata-kata dengan kalimat yang memukau dan menimbulkan emosi. dan produser) serta bagi audiences. . bisa tidak. Cara penulisan masalah yang dimulai dari awal sampai akhir. Tetapi cara yang dianggap paling baik adalah menyampaikannya pada permulaan program. yaitu : pungent verbs. methaphora and smile. dimengerti dan dipahami serta mempengaruhi perilaku audiences. Apakah materi yang terkumpul sudah sesuai dengan visi penyiaran stasiun yang bersangkutan? f. Warna penulisan ini lebih menekankan pada terciptanya suasana yang bersifat pribadi. maknanya melompat-lompat. m\kemudian menyusunnya secara bertahap. hal lain yang perlu diperhitungkan dalam proses seleksi materi adalah tingkat kesulitan teknis produksi dan durasi yang tersedia. pesan disampaikan beberapa kali dalam satu paket program tetapi menggunakan kata-kata yang berbeda. dan sesuai dengan tujuan program? c. Apakah materi yang terkumpul sudah sesuai derngan jenis acaranya. Kadang-kadang dimulai dari kalimat yang belum selesai. terputus. tapi enak di dengar dan ada garis logikanya. Disampaikan berulang-ulang selama satu paket program. Dengan kata lain penuturannya secara kronologis. Apakah materi yang terkumpul sudah sesuai dengan kebutuhan format penyajian ? b. Penulisan bagaikan bicara. baik dari segi pembuat program (penulis naskah.penulisan : a. 1978 :10) menyarankan penggunaan sejumlah metode berikut: menggunakan semboyan yang sama yang memuat pesan. D. Penulisan dengan cara menciptakan kesan pengulangan dengan maksud untuk menciptakan image/ citra. atau diucapkan oleh pemain lain. sparkle. Tampak seakan-akan tidak nada hubungan. tetapi lain ekspresi. Suatu penulisan dengan menggunakan penganalogian atau kesejajaran makna dalam rangkaian kalimat. Merencanakan Pesan Pesan merupakan inti dari seluruh penyelenggraan produksi program atau pentiaran acara. Dari kalimat satu ke kalimat yang berikutnya mempunyai arti yang sama. periodic sentense. Apakah materi yang tersedia mampu menjawab rumusan permasalahan. Pesan dapat disampaikan secara langsung melalui judul program bisa pada awal program. Penulisan dengan menggunakan kalimat yang lebih memberi kesan aktif (kata kerja yang menonjol) narrative treatment. repetion. Memilih Gaya dan Warna Penulisan Menurut Darmanto (1998:41) ada beberapa warna penulisan. personality. Pesan pada dasarnya adalah suatu nilai yang oleh pembuat program dimaksudkan untuk diterima. C. 1978 :9) Mengenai cara menyampaikan pesan maka Daniel Handoyo (Sunyoto. berbagai bagian program itu memuat kenyataan yang sama tetapi selalu dalam situasi yang berbeda. jadi bukan menggunakan sistem lead. Apakah isi meteri yang terkumpul sudah sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya? Ataukah ada manipulasi? e. tetapi keabadiannya bisa melekat dalam ingatan banyak orang. Apakah informasi didapat dari sumber primer ataukah sekunder? d. dan berakhir sebagai kesimpulan (Sunyoto.1998:39) Selain pertanyaan di atas. Adalah cara penulisan yang didalamnya disisipkan ungkapan pameo yang terkenal. tapi ada juga yang menggunakan cara tidak langsung. serta tidak akan menimbulkan persoalan baru baik bagi penulisnya sendiri maupun stasiun penyiaran yang bersangkutan? (Darmanto.

untruk selanjutnya diproduksi oleh pengarah acara. Suatu naskah juga memerlukan evaluasi. apakah tersedia bahan? Kalau tidak tersedia. penulisan naskah siaran berita seyogyanya mengikuti alur penulisan seperti yang telah dicontohkan diatas.2001:30). 2.1998:41) Konsepsi tangga dramatik digunakan untuk membuat naskah non drama menurut Bambang Winarso (Darmanto.´ (Masduki. yaitu : Membuat sinopsis Membuat treatment Membuat full-script Evaluasi Dan Penulisan Kembali C. Namun kalau hasil evaluasi meneguhkan bahwa naskah sudah baik. bahasa tutur adalah ³bahasa oral yang dalam praktiknya bersifat singkat.prose rythem. sederhana. jika berdasarkan evaluasi naskah harus diperbaiki. Cara penulisan yang menggunakan kalimat bertujuan menyentuh persaaan orang..1988:42). emphasis. F. dan menurut Darmanto proses evaluasi mencakup beberapa pertanyaan yang. lugas dan menarik. tenaga dan dana yang tersedia? Apakah materi yang ada sudah sesuai dengan durasi yang tersedia? Perlukah dikurangi atau bahkan sebaliknya? Jika harus dikurangi. Hal-hal yang patut dikaji ulang dalam kaitan itu: apakah naskah yang bersangkutan memungkinkan untuk diproduksi sesuai dengan fasilitas yang tersedia? Sesuai dengan keterbatasan waktu. dapat membantu menilai sebuah naskah siaran yang layak. seperti yang diungkapkan oleh Darmanto (1998:42-43) berikut: Apakah materi yang disajikan sudah bisa menjawab semua permasalahan yang diajukan? Apakah dapat memuaskan keinginan semua lapisan masyarakat? Apakah materi yang hendak disajikan sudah di cek kebenarannya? Apakah materi sudah didasarkan pada sumber yang seharusnya? Apakah tidak terjadi kesalahan di dalam memilih nara sumber? Apakah materi yang dipilih benar-benar berkualitas? Tidakkah terjadi salah pilih? Dari aspek kebahasaan dapat kita pertanyakan: apakahbahasanya sudah komunikatif? Menggunakan katakata yang mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat? Sudahkah menggunakan bahsa tutur? Apakah kalimatnya sudah cukup sederhanaataukah banyak menggunakan kalimat majemuk?Apakah masih terdapat istilah asing yang mengganggu audiences? Aspek kesulitan teknis produksi. bagaimab\na harus mendapatkannya? Penulisan Kembali Penulisan kembali adalah proses dimana naskah perlu diperbaiki apa bila dalam proses evaluasi didalam naskah tersebut tidak memenuhi poin-poin yang telah disebutkan sebelumnya. tyidak perlu ada penulisan kembali. bagian mana yang bisa di edit dan apakah editing tidak akan mengganggu kesinambungan naskah? Jika harus ditambah. maka perlu diadakan penulisan kembali. hal tersebut dilakukan untuk memudahkan pendengar memahami isi dari materi yang disampaikan. Pelaksaan Penulisan Pada dasarnya pelaksanaan penulisan naskah program acara siaran radio terdiri dari tiga tahap. terutama sebagai konsultan. Penulisan dengan menggunakan kalimat yang memberi kesan sepele tapi cukup mempunyai arti.. Naskah yang sudah jadi tersebut kemudian diserahkan kepada produser.7 Bahasa Radio Radio menggunakan bahasa informal atau bahasa tutur yang menurut masduki. Merenncanakan Alur Penulisan (Darmanto. lokal (mengutamakan gaya bahasa lokal). Biasanya penulis naskah dilibatkan dalam proses produksi. padat. . Evaluasi Evaluasi adalah penilaian kembali suatu objek atau pekerjaan.

hidup. Siaran tunda (recorded) Setelah melakukan peliputan di lapangan. kualitas rekaman harus baik. maka ada suatu kriteria sisipan layak pakai. Format berita radio sekarang populer dengan berita bersisipan atau sound-bite. setelah itu baru naskah berita di bacakan. hindari kata yang bermakna ganda. yaitu : secara teknis. baru di ikuti oleh singkatannya. berisi komentar atau rekaman suasana yang paling menarik. dengan menggunakan sarana komunikasi seperti seluler atau telepon umum.8 Penyajian Berita Penyajian berita adalah fase dari proses produksi dimana semua materi telah di buat lalu kemudian di siarkan/di rekam. berupa potongan dari sebuah wawancara atau kutipan suara pendukung fakta lainnya. maka pilihlah gelar yang paling populer dan relevan. 2. Seperti yang di ungkapkan Masduki dalam bukunya Jurnalistik Radio (2001:31) ³menyangkut nama orang yang panjang dan juga gelar akademis. Dilakukan dengan mengurangi semaksimal mungkin penggunaan anak kalimat. berita radio menjadi semakin faktual. tidak bertele-tele dan berbasa-basi menyederhanakan data angka nominal jarak subjek dalam kalimat berita harus dekat dengan predikatnya. misalkan teriakan massa saat demonstrasi. atraktif. keluhan. Menurut Masduki (. penyebutan singkatan harus terlebih dahulu disebutkan kepanjangannya. reporter kembali ke studio menurut tenggat waktu (deadline) yang disepakati bersama oleh tim redaksi. kemudian melakukan penggabungan (mixing) di studio produksi. Sisipan dimasukan setelah ada narasi yang menjelaskan sedikit tentang isi sisipan yang akan muncul. tetapi pada dasarnya masih berhubungan erat. yaitu: berfungsi sebagai penguat dan penajam narasi yang dibacakan reporter. dan menyebutkan gelar akademis atau keagaamaan maka disebutkan gelar yang populer dan berhubungan dengan materi yang di bahas. Pekerjaan di studio dimulai dengan menulis naskah berita. dapat mendukung. sisipan atau sound-bite berkisar antara 10-20 detik.2001:32) ada dua fungsi sisipan. memperkuat. yaitu: Siaran langsung (live) Reporter melaporkan naskah berita secara langsung dari lapangan tanpa melalui proses penyuntingan. Isi sisipan berupa pernyataan yang sama sekali berbeda dengan isi narasi pengantar. menurut Masduki (2001:30-31) ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam menulis kalimat untuk sebuah naskah berita. menurut Masduki (2001:35) terdapat dua model presentasi berita. kualitas suara pembaca narasi berita dan kualitas rekaman tidak jauh berbeda. Dengan penggunaan sisipan. sebelum atau sesudah sisipan tersebut dimunculkan dalam berita sisipan bukan berstatus sebagai pelengkap atau hanya pemanis. dan memperkaya fakta yang disampaikan. berfungsi sebagai penjelas dan memperkaya informasi yang disampaikan reporter. pembacaan pernyataan sikap. atau pernyataan yang paling tajam dan kontroversial dari narasumber. melainkan memangmerupakan bagian . dan tajam dari sisi jurnalistiknya. menggunakan kalimat atau kata tunggal dengan makna tunggal. sehingga ketika disisipkan di dalam berita. yaitu: bahasa percakapan antara dua teman sebaya langsung ke pokok persoalan menggunakan kata-kata yang ekonomis. tulislah seperti anda berbicara. Akan tetapi tidak semua sisipan dapat dipakai. orasi.Prinsip dasar menulis bahasa tutur adalah Write The Way You Talk. menggunakan kalimat aktif dalam bentuk kalimat positif. Dan penyebutan nama yang panjang maka disingkat saja.

.´produksi berita modern merupakan kombinasi antara penyajian langsung dengan sisipan hasil rekaman´. . seperti yang diungkapkan Maeseneer.. 1999:126). karena menjamin aktualitas dari isi berita tersebut. sehingga isinya terjamin dari sisi akurasi data dan keseimbangan (antara pemuatan sisipan yang pro dan kontra).utama dari berita. ...(Paul de Maeseneer. (Masduki 2001:32-33) berita bersisipan merupakan tradisi dalam setiap pemberitaan di radio.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful