Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang terkena disfungsi otak. Disfungsi otak merupakan istilah umum yang digunakan untuk menyatakan akibat dari adanya cedera atau kerusakan, kelainan perkembangan gangguan keseimbangan biokimiawi atau gangguan aktifitas listrik dalam otak. Fungsi Belahan Otak Otak terdiri dari belahan kanan dan belahan kiri. Belahan otak kiri: komunikasi verbal, linguistik, logis, analitis, praktis sedangkan belahan otak kanan: komunikasi non verbal, pragmatik, orientasi ruang (visual ± spesial), imajinasi, kreasi, spiritual, seni, holistik ± intuitif. Penyebab Anak Kebutuhan Khusus Banyak faktor penyebab disfungsi otak: mulai dari masa kehamilan ibu (kurang gizi, merokok, mengalami pendarahan), saat melahirkan (kelahiran yang sulit, lahir premature), atau saat bayi lahir (tidak langsung menangis, nampak biru, pucat, kuning) dan setelah bayi lahir (mengalami radang otak atau cedera kepala). Yang Termasuk Kedalam Anak Berkebutuhan Khusus:

1. Keterbelakangan mental (Tuna Grahita) Gejala yang timbul pada umumnya nyata berupa keterlambatan hampir semua aspek perkembangan anak seperti perkembangan motorik kasar dan halus, kognitif, wicara-bahasa, sosial dan bantu diri. Contoh : anak sindrom Down, Mental retardasi. 2. Sindrom Down Manifestasi klinis Wajah sangat khas dan tidak tergantung ras.
y y y y y y y y y y

Wajah tampak datar. Jembatan hidung yang lebar dan datar. Garis mata cendrung miring keatas. Lidah cendrung menjulur keluar, karena maksli kecil dan palatum sempit. Telinga kecil dan letak rendah. Sering diikuti gangguan refraksi mata. Kepala berbentuk brakisefali dan kecil. Jari tangan kelima biasanya melengkung dan pendek. Garis simian. Tangan lebar dan jari tangan pendek.

Kadang-kadang disertai atresia ani. PDA. dan mimik untuk mengatur interaksi sosial. misalnya tidak memperlihatkan mainan kepada orang tua. Tinggi badan biasanya kurang dari rata-rata. pekerjaan. Onsetnya sebelum usia 18 tahun. menyendiri. Kejang berkisar antara 2 ± 9%. Kurangnya interaksi sosial timbal balik misalnya: tidak berpartisipasi aktif dalam bermain. Ekspresi wajah. 3. Tidak bermain dengan teman seumurnya. . 3. hipotonia. atresia duodenum. enam atau lebih gejala (1). hirschprung. adanya perilaku yang stereotipik seperti terpaku pada objek tertentu (putaran kipas angin). ASD. dengan paling sedikit 2 dari (1) dan 1 dari masing-masing (2) dan (3). dan (3). dengan cara yang sesuai. Gangguan kualitatif komunikasi yang terlihat sebagai paling tidak satu dari gejala berikut: y Keterlambatan atau belum dapat mengucapakan kata-kata berbicara. sosial. kesehatan dan keamanan. terlambat perkembangan bicara membeo. 1. berumah tangga. 2. minat atau kemampuan mencapai sesuatu hal dengan orang lain. tidak menunjuk kesuatu benda yang menarik . Kriteria diognostik retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu: 1. dan sosialisasi sebelum usia 1 tahun. yang terlihat sebagai paling sedikit 2 dari gejala berikut: y y y y Gangguan yang jelas dalam perilaku non verbal (perilaku yang dilakukan tanpa bicara) Misalnya kontak mata. Gangguang kualitatif interaksi sosial. Kreteria diagnosis 299. Gangguang fungsi kel teroid pada beberapa pasien. tidak berbagi kesenangan dengan orang tua. kemampuan menolong diri sendiri. Retardasi mental bervariasi Keterlambatan perkembangan motor. refleks lambat. menolak suatu perubahan. ikterus fisiologis yang memanjang. sering disertai hiperaktivitas. adaptif. tanpa diserta usaha kompensasi dengan cara lain misalnya mimik dan bahasa tubuh. (sulit bersosialisasi). (2). posisi tubuh.00 gangguan autistic. sulit berdialog. Gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya komunikasi . IQ kira-kira 70 atau dibawahnya pada individu yang dilakukan test IQ. Tidak berbagi kesenangan. Pemeriksaan neurologis pada bayi : sering sulit minum dan apatik.y y y y y y y y y Terdapat celah lebar antara jari kaki I dan II 40% disertai kelainan jantung : VSD. Autisme y y Gejala yang dijumpai adalah tidak adanya kontak mata. Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata-rata. lebih senang bermain sendiri. 2.

terlihat gangguan kesanggupan memulai atau mempertahankan komunikasi dengan orang lain. Perhatiannya pada hal-hal disekitarnya. mengurus alat sekolah. Self esteem rendah dikarenakan kegagalan yang terus menerus serta komentar orang sekitar tentang anak GPPH. duduk tenang. 4. Bermain simbolik atau imajinatif. Tidak terpuaskan butuh stimulasi dan perhatian yang terus menerus. Gerakan motorik yang stereotipik dan berulang. Keterlambatan atau fungsi abnormal pada keterampilan berikut. berulang dan tidak berubah (stereotipik). tidak sabar menunggu. Keterikatan pada suatu ritual yang spesifik tetapi tidak fungsional secara kaku dan tidak fleksibel. tulisan sulit dibaca. Tidak adanya cara bermain yang bervariasi dan spontan. dan mengikat tali sepatu. 3. minat. Hiperaktif: Efek hiperaktifitas ini menjadi lebih buruk karena gabungan dengan impulsifitas. Bahasa yang digunakan sebagai komunikasi sosial. sering berprilaku kasar dan menjengkelkan teman. Pola perilaku. Kondisi ini menyulitkan anak saat belajar. misalnya : Flapping tangan dan jari. mengerjakan tugas. tidak mengerti cara berinteraksi dengan baik. . Attention Deficit Hiperaktivity Disorders (ADHD) Ciri ±Cirinya : y y y y y y y y Tidak bisa mempertahankan perhatian. umumnya tidak terorganisir. Impulsif: Ketidakmampuan untuk mengontrol diri. Pelupa. atau bahasa tidak dapat di mengerti. yang muncul sebelum umur 3 tahun. y y y Interaksi sosial. gerakan tubuh yang kompleks. Kurang mampu melakukan interaksi sosial. y y y y Minat yang terbatas. Kemampuan ingatan jangka pendek rendah. Preokupasi terhadap bagian dari benda. sering mengatakan hal yang tidak tepat. Mudah bosan. Tidak teratur. 4. senang menunda tugas. mendengarkan guru. yang ditunjukan dengan adanya 2 dari gejala berikut. Mereka sangat mudah beralih. suka merebut barang teman. dan harus segera terpenuhi. Koordinasi motorik halus buruk. Mereka sering dicap anak yang agresif. dan aktivitas yang terbatas. kesulitan mewarnai. stereotipik. dll. menetap dan abnormal dalam intensitas dan fokus.y y y Bila dapat berbicara. atau bermain meniru secara sosial yang sesuai dengan umur perkembangannya. tidak rapi berpakaian. tidak tahu aturan. Penggunaan bahasa yang streotipik dan berulang.

Cerebral palsy (CP) Adalah suatu gangguan atau kelainan yang terjadi pada suatu kurun waktu dalam perkembangan anak.y Mengalami kesulitan belajar. dapat berbentuk hemiplegi (separuh badan kanan/kiri). spastic (kaku). termasuk kesulitan dalam membaca. Gangguan mental. 5. Quariplegi (empat anggota gerak . bersifat kronik dan tidak progresif akibat kelainan atau cacat pada jaringan otak yang belum selesai pertumbuhannya. Dari tes intelegensi : prestasinya jauh dibawah potensi yang dimiliki. Kejang. Dapat bersifat umum (seluruh tubuh) atau fokal (satu bagian tubuh). matematika. Ataxia: Yaitu gangguan koordinasi karena kerusakan otak kecil. Gambaran klinis CP: y y y y y y Paralisis: Kelumpuhan dapat berupa : Flacid (layuh). Diplegi (dua kaki). atau kombinasi. Gerak involunter: Yaitu gerakan yang tidak terarah dan tidak sesuai pola gerak . . mengenai sel-sel motorik di dalam susunan saraf pusat. ditemukan dari 1/3 anak penderita CP. menulis. bahasa. Contohnya : Jalannya lambat dan semua pergerakan menjadi canggung. monoplegi (1 anggota gerak).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful