QORUN Pada jaman Nabi Musa AS menjadi pemimpin Bani Israil, ada seorang yang bernama Qorun.

Awalnya Qorun adalah salah seorang pengikut Nabi Musa AS yang sangat taat beribadah. Karena sangat sibuk beribadah, Qorun tidak begitu peduli dengan masalah duniawi. Alhasil Qorun dan keluarganya hidup serba kekurangan. Namun, meski begitu Qorun termasuk ulama yang sangat disegani saat itu. Istri Qorun, Ilza, tidak terlalu puas dengan kehidupannya. Dia sering mengeluh dan merengek agar Qorun mau lebih berusaha meningkatkan taraf hidup mereka. "Suamiku, sepertinya aku mulai bosan hidup miskin. Kenapa kita harus hidup menderita seperti ini padahal kau taat beribadah?" rengek Ilza pada Qorun. "Istriku, kenapa kau membandingkan kesenangan duniawi dengan kesenangan bathin? Ibadah adalah untuk membuat hati kita tenang, bukan untuk mencari kekayaan," jawab Qorun. "Tapi aku juga ingin sekali-kali makan enak dan punya baju bagus seperti orang lain," rengek Ilza. Qorun tertegun mendengar rengekan istrinya. "Maafkan aku istriku, aku tidak tahu kalau kau begitu menderita," kata Qorun. Suatu hari datanglah dua orang pria ke rumah Qorun. Mereka mengaku utusan raja Gholan yang membawa hadiah berupa uang emas yang banyak. "Maaf, kenapa saya harus menerima hadiah dari raja Gholan? Saya tidak mengenalnya, dan tidak merasa pernah berbuat kebaikan padanya. Jadi maaf, saya tidak bisa menerima pemberiannya," kata Qorun. "Oh, tentu saja anda sangat berjasa. Bukankah anda adalah ulama besar yang mengajarkan kebaikan disini? Lagipula raja kami juga memberikan hadiah yang sama untuk ulama lainnya kok!" bujuk kedua utusan itu. "Ah tetap saja saya tidak bisa menerima hadiah ini. Pasti ada maksud lain dari pemberian ini," pikir Qorun. "Maaf saya tidak bisa menerima pemberian rajamu. Sampaikan saja rasa terima kasihku!" kata Qorun pasti. Berkali-kali kedua utusan itu datang, namun selalu ditolak oleh Qorun. Akhirnya mereka memutuskan unk datang saat Qorun tidak sedang berada di rumah dan menemui Ilza istri Qorun. "Ayolah nyonya, diterima saja hadiah ini. Nyonya bisa beli apapun yang nyonya mau," bujuk mereka. "Benar juga," pikir Ilza, "aku kan sudah lama ingin punya uang banyak." Tapi dia lalu teringat suaminya yang tidak mau menerima hadiah itu. "Ah tapi saya juga takut nanti suamiku akan marah jika tahu aku menerima hadiah yang ditolaknya," kata Ilza muram. "Nyonya jangan bilang dulu! Berikan saja suami nyonya masakan yang lezat. Dan nyonya juga harus berhias supaya suami nyonya terpesona. Maka suami nyonya dijamin tidak akan marah!" bujuknya. "Hmmmm, ada baiknya juga dicoba," pikir Ilza. Maka dia menerima hadiah dari raja Gholan tersebut. Sorenya saat Qorun baru pulang dari tempat ibadah, dia melihat istrinya telah memakai pakaian bagus dan kelihatan tampak cantik. Bukan itu saja, di meja makan telah terhidang makanan dan minuman yang sangat lezat. "Darimana kau dapat semua ini?" tanya Qorun heran. "Makanlah dulu, nanti akan kuceritakan," kata Ilza berahasia. Kemudian setelah Qorun selesai makan dan minum, Ilza menceritakan apa yang terjadi. "Apa? Bukannya aku sudah menolak hadiah tak jelas itu? Kenapa kamu malah menerimanya?" tanya Qorun kaget. "Suamiku, bukankah kau juga senang bisa makan enak dan melihat istrimu berdandan?" rayu Ilza. "Tidak ada salahnya kan punya uang banyak? Toh kita masih bisa tetap beribadah," lanjut Ilza. Qorun termenung. "Baiklah!" katanya. "Tapi jika nanti dia menuntut macam-macam, kita harus mengembalikan uangnya," kata Qorun. Karena terbiasa hidup enak, ibadah Qorun makin lama makin berkurang. Apalagi Ilza selalu melarangnya jika dia berniat untuk mengunjungi nabi Musa. "Bersama Nabi Musa hidup kita miskin. Lebih baik jauhi saja dia!" begitu terus kata Ilza. Lama kelamaan Qorun tidak pernah lagi beribadah. Kini dia mulai sibuk berniaga. Makin hari hartanya semakin banyak. Hingga akhirnya Qorun menjadi orang yang sangat kaya raya. Namun sayang, kini dia menjadi sombong dan pelit. Dia selalu ingin terlihat berkuasa dan gila pujian. Kekayaannya selalu dihitung sampai sedetildetilnya, hingga kehilangan satu dinar pun dia pasti akan mengetahuinya. Suatu hari ada salah seorang sahabat lama Qorun yang mengingatkan dia untuk membayar zakat atas hartanya yang berlimpah. Terpaksa Qorun mendatangi nabi Musa untuk menanyakan berapa banyak zakat yang harus dibayarnya. "Setiap seribu dinar zakatnya satu dinar. Seribu kambing zakatnya satu kambing. Seribu gram emas zakatnya satu gram emas. Begitu seterusnya," jelas nabi Musa. Qorun mulai menghitung zakatnya, ternyata jumlahnya lumayan besar. Rasa kikirnya muncul. Pikirnya dia sudah susah payah mencari kekayaan kenapa harus dibuang percuma. Maka dia mulai berprasangka buruk tehadap nabi Musa. Menurutnya peraturan zakat itu hanyalah tipu muslihat nabi Musa untuk kesejahteraan nabi Musa sendiri. Qorun memang keterlaluan. Bukan saja dia tidak mau mebayar zakat hartanya, dia juga menghasut saudagarsaudagar lainnya supaya tidak membayar zakat. Bahkan dia merencanakan untuk mencelakakan nabi Musa. Dia

Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Sehingga dia malah membeberkan kejadian yang sebenarnya. "Tentu saja aku punya bukti. maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga."Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata. Barang siapa yang ingin bersama Qorun tetaplah bersamanya. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu. Dia berdoa kepada Alloh Swt untuk memberikan petunjuk. Lalu nabi Musa berkata pada bumi. Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya darta dan kekayaan. mereka masih kewalahan. Maka hancurlah hati orang fakir dan silaulah penglihatan mereka seraya berkata. Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan. Tapi si wanita penghibur tadi setelah berhadapan dengan nabi Musa menjadi ciut nyalinya. . "Hukumannya adalah dirajam!" jawab nabi Musa tegas. Sia-sia saja Qorun berteriak minta ampun. menyebabkan dia hancur. Itulah asal mulanya kenapa kita menyebut harta yang terpendam dengan istilah harta karun. Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas sedala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat. sehingga semua harta Qorun terkubur di dalam bumi. Walaupun diangkat oleh beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun. hingga tinggal tersisa dua orang. kemudian terbelah dan mengangalah bumi. landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Qarun adalah kaum Nabi Musa. "Naudzubillahi Min Dzalik. kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. dosanya sudah tidak terampuni. Lalu Alloh berfirman bahwa Alloh telah memerintahkan bumi untuk taat kepada nabi Musa.Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai. Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman.membayar seorang wanita penghibur untuk mengaku pernah berbuat tidak baik dengan nabi Musa. Nabi Musa lalu berkata: "Wahai Bani Israil sesungguhnya Alloh telah memerintahkan kalian untuk taat kepadaku. menjauhlah dari Qorun!" Semua orang menjauhi Qorun.kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah. ia justru menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu kaSuatu hari." jawab Qorun dengan tenang. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. saat nabi Musa sedang berdakwah. orang-orang mulai berprasangka bahwa nabi Musa sengaja menghukum Qorun supaya bisa menguasai hartanya. aku tidak pernah berbuat sehina itu. dan datangnya siksa Allah. bangsa Mesir). dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy. Maka dia dan pengikutnya hilang ditelan bumi. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutmakan apa yang ada di sisi-Nya. Alloh mengabulkan doa nabi Musa dengan menciptakan gempa bumi yang dahsyat. Celakalah orang yang menuduh tanpa bukti!" kata nabi Musa. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari ini sangat berat untuk diangkat karena beratnya isi kekayaan Qarun. berkebangsaan Israel. tidak bermanfaat harta kekayaan dan perbendaharannya."Berlakulah sunnatullah atasnya dan murka Allah menimpanya. "Apakah itu juga berlaku bagimu wahai nabi?" tanya Qorun lantang. Siapa yang ingin bersamaku. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Tetapi setelah peristiwa itu. Maka Allah membenamkan harta dan rumahnya kedalam bumi. sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar. Maka sekali lagi nabi Musa meminta bumi untuk menenggelamkan harta Qorun supaya terhindar dari fitnah.Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya. sombong dan congkaknya. Qorun sengaja bertanya apa hukumannya jika pria dan wanita yang bukan suami istri tapi melakukan zina. Mendengar hal itu nabi Musa menjadi marah. kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain. "Wahai bumi telanlah Qorun dan pengikutnya!" Tiba-tiba bumi dimana Qorun dan pengikutnya berpijak bergetar kemudian membelah dan mulai menelan mereka. "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun. Bahkan mereka memprotes kesombongan. pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh«. Allah telah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah yang banyak memenuhi lemari simpanan. Hartanya menyebabkan Allah murka. Lalu dipanggilah si wanita penghibur. "Tentu! Hukumannya juga dirajam. Suatu siang. "Kecelakaan yang besarlah bagimu." jawab nabi Musa. "Kalau begitu kami harus merajammu wahai nabi! Bukankah kau telah berzina dengan seorang wanita sedangkan dia bukan istrimu?" kata Qorun dengan suara keras.

menurut apa yang telah tersirat dalam Lauhul Mahfudz. Raja Firaun segera mengeluarkan perintah agar semua bayi lelaki yang dilahirkan di dalam lingkungan kerajaan Mesir dibunuh dan agar diadakan pengusutan yang teliti sehingga tiada seorang pun dari bayi lelaki. Aduhai benarlah. Pada suatu hari beliau telah terkejut oleh ramalan oleh seorang ahli nujum kerajaan yang dengan tiba-tiba dtg menghadap raja dan memberitahu bahwa menurut firasatnya falaknya. Mereka merasa tidak tenteram dan selalu dalam keadaan gelisah." FIRAUN Raja Firaun yang memerintah Mesir sekitar kelahirannya Nabi Musa. akan ditumbangkan oleh seorang bayi yang justeru diasuh dan dibesarkan di dalam istananya sendiri akan diwarisi kelak oleh umat Bani Israil yang dimusuhi. lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. Mereka berkata. kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Bayi asuhnya itu ialah laksana bunga mawar yang tumbuh di antara duri-duri yang tajam atau laksana fajar yang timbul menyingsing dari tengah kegelapan yang mencekam. benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya. bergelimpangan dalam kenikmatan dan kesenangan duniawi yang tiada taranya. Raja Firaun yang sedang mabuk kuasa yang tidak terbatas itu.Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya. adalah seorang raja yang zalim. penindasan dan melakukan sesuatu dengan sewenang-wenangnya. kezaliman dan bertindak sewenang-wenangnya dari raja dan orang-orangnya. Maka dilaksanakanlah perintah raja oleh para pengawal dan tenteranya. bahkan mengumumkan dirinya sebagai tuhan yang harus disembah oleh rakyatnya. ditindas dan disekat kebebasannya. "Aduhai. Tidak sesuatu kekuasaan bagaimana pun besarnya dan kekuatan bagaimana hebatnya dapat menghalangi atau mengagalkannya. Setiap rumah dimasuki dan diselidiki dan setiap perempuan hamil menjadi perhatian mereka pada saat melahirkan bayinya. . dihina. bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. kejam dan tidak berperikemanusiaan. akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir. isteri Imron bin Qahat bin Lawi bin Yaqub sedang duduk seorang diri di salah satu sudut rumahnya menanti dtgnya seorang bidan yang akan memberi pertolongan kepadanya melahirkan bayi dari dalam kandungannya itu. terutama Bani Israil yang menjadi hamba kekejaman. apalagi bunyi kasut mrk sudah terdengar di depan pintu. tanpa terkecuali. Mereka tidak berani mengangkat kepala bila berhadapan dengan seorang hamba raja dan berdebar hati mereka karena ketakutan bila kedengaran suara pegawai-pegawai kerajaan lalu di sekitar rumah mereka. terhindar dari tindakan itu. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun. bahwa wilayah kerajaannya telah menjadi bersih dan tidak seorang pun dari bayi laki-laki yang masih hidup. Ia tidak mengetahui bahwa kehendak Allah tidak dpt dibendung dan bahwa takdirnya bila sudah difirman "Kun" pasti akan wujud dan menjadi kenyataan "Fayakun". seorang bayi lelaki akan dilahirkan dari kalangan Bani Israil yang kelak akan menjadi musuh kerajaan dan bahkan akan membinasakannya. tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah). Ia memerintah negaranya dengan kekerasan. Rakyatnya hidup dalam ketakutan dan rasa tidak aman tentang jiwa dan harta benda mereka. walau pun berada dalam rumah mereka sendiri. Raja Firaun sesekali tidak terlintas dalam fikirannya yang kejam dan zalim itu bahwa kerajaannya yang megah. Raja Firaun menjadi tenang kembali dan merasa aman tentang kekebalan kerajaannya setelah mendengar para anggota kerajaannya. Yukabad.

Anjuran kakak Musa diterima oleh isteri Firaun dan seketika itu jugalah dijemput ibu kandung Musa sebagai inang bayaran. Atas pertanyaan keluarga Firaun. Dengan lahirnya bayi itu. Aku sayang kepadanya dan lebih baik kami ambil dia sebagai anak. Alangkah cemasnya hati kakak Musa. berkata kepada suaminya: "Janganlah bayi yang tidak berdosa ini dibunuh. kemudian membiarkan peti yang berisi bayinya itu terapung di atas sungai Nil. Allah memberi ilham kepadanya agar menyembunyikan bayinya di dalam sebuah peti yang tertutup rapat.Bidan dtg dan lahirlah bayi yang telah dikandungnya selama sembilan bulan dalam keadaan selamat. Ia merasa sedih dan khuatir bahwa bayinya yang sgt disayangi itu akan dibunuh oleh orang-orang Firaun. kalau-kalau ia mengenal keluarga bayi itu. maka hilanglah rasa sakit yang luar biasa dirasai oleh setiap perempuan yang melahirkan namun setelah diketahui oleh Yukabad bahwa bayinya adalah lelaki maka ia merasa takut kembali." Akan tetapi isteri Firaun yang sudah terlanjur menaruh simpati dan sayang terhadap bayi yang lucu dan manis itu. Yukabad tidak boleh bersedih dan cemas ke atas keselamatan bayinya karena Allah menjamin akan mengembalikan bayi itu kepadanya bahkan akan mengutuskannya sebagai salah seorang rasul. berkatalah kakak Musa: "Aku tidak mengenal siapakah keluarga dan ibu bayi ini. Bidan yang merasa simpati terhadap bayi yang lucu dan bagus itu serta merasa betapa sedih hati seorang ibu yang akan kehilangan bayi yang baru dilahirkan memberi kesanggupan dan berjanji akan merahsiakan kelahiran bayi itu. kalau-kalau kelak ia akan berguna dan bermanfaat bagi kami. yang akan menjadi musuh dan penyebab kesedihan kami dan akan membinasakan kerajaan kami y besar ini. menjadi kosonglah hatinya karena sedih dan cepat serta hampir saja membuka rahsia peti itu. disedutlah air susu ibu kandungnya itu dengan sgt . Dengan bertawakkal kepada Allah dan kepercayaan penuh terhadap jaminan Illahi. Akan tetapi setiap inang yang mencoba dan memberi air susunya ditolak oleh bayi yang enggan menyedut dari setiap tetk yang diletakkan ke bibirnya. tentang bayi laki-laki yang ditemui di dalam peti yang terapung di atas permukaan sungai Nil. Sa=pohon} sesuai dengan tempat ditemukannya peti bayi itu. Maka begitu bibir sang bayi menyentuh tetek ibunya. Nama Musa yang telah diberikan kepada bayi itu oleh keluarga Firaun. setelah ditutup rapat dan dicat dengan warna hitam. Yukabad tidak merasa tenang dan selalu berada dalam keadaan cemas dan khuatir terhadap keselamatan bayinya. Didatangkanlah kemudian ke istana beberapa inang untuk menjadi ibu susuan Musa. isteri Firaun. Hatiku sgt tertarik kepadanya dan ia akan menjadi kesayanganku dan kesayangmu". menyampaikan amanat wahyu-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang sudah sesat. Setelah bayi mencapai tiga bulan. Demikianlah jika Allah Yang Maha Kuasa menghendaki sesuatu maka dilincinkanlah jalan bagi terlaksananya takdir itu. Dalam keadaan isteri Firaun lagi bingung memikirkan bayi pungutnya yang enggan menetek dari sekian banyak inang yang didatangkan ke istana. Kakak Musa diperintahkan oleh ibunya untuk mengawasi dan mengikuti peti rahsia itu agar diketahui di mana ia berlabuh dan ditangan siapa akan jatuh peti yang mengandungi erti yang sgt besar bagi perjalanan sejarah umat manusia. andai kata Allah tidak meneguhkan hatinya dan menguatkan hanya kepada jaminan Allah yang telah dinerikan kepadanya. Ia mengharapkan agar bidan itu merahsiakan kelahiran bayi itu dari sesiapa pun. segar dan sihat afiat. dijumpai oleh puteri raja yang kebetulan berada di tepi sungai Nil bersantai bersama beberapa dayangnya dan dibawanya masuk ke dalam istana dan diserahkan kepada ibunya. datanglah kakak Musa menawarkan seorang inang lain yang mungkin diterima oleh bayi itu. berarti air dan pohon {Mu=air . Raja Firaun ketika diberitahu oleh Aisah. segera memerintahkan membunuh bayi itu seraya berkata kepada isterinya: "Aku khawatir bahwa inilah bayi yang diramalkan. Yukabad yang segera diberitahu oleh anak perempuannya tentang nasib peti itu. isterinya. mak dilepaskannya peti bayi oleh Yukabad. Hanya aku ingin menunjukkan satu keluarga yang baik dan selalu rajin mengasuh anak. terapung dipermukaan air sungai Nil. ketika melihat dari jauh bahwa peti yang diawasi itu. Dan selamatlah nyawa putera Yukabad yang telah ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi rasul-Nya. kalau-kalau bayi itu dpt menerima air susu ibu keluarga itu".

Ia mengenderai kenderaan Firaun dan berpakaian sesuai dengan cara-cara Firaun berpakaian sehingga ia dikenal orang sebagai Musa bin Firaun. Peristiwa matinya Fatun menjadi perbualan ramai dan menarik para penguasa kerajaan yang menduga bahwa pasti orang-orang Israillah yang melakukan perbunuhan itu. Melihat Musa berteriaklah Samiri meminta pertolongannya. dibesar dan dididik sebagaimana anak-anak raja yang lain. Allah mengurniakannya hikmah dan pengetahuan sebagai persiapan tugas kenabian dan risalah yang diwahyukan kepadanya. untuk diasuh selama masa menetek dengan imbalan upah yang besar. dikembalikan Musa oleh ibunya ke istana. Anggota dan pasukan keamanan negara di hantarkan ke seluruh pelusuk kota mencari jejak orang yang telah membunuh Fatun. dimana ia memperolehi asuhan dan pendidikan sesuai dengan tradisi istana. yang sebenarnya hanya diketahui oleh Samiri dan Musa shj.lahapnya. Mereka menuntut agar pelakunya diberi hukuman yang berat . orang Firaun itu mati karena tumbukannya yang tidak disengajakan dn tidak akan mengharapkan membunuhnya. Ia merasa berdoa dan beristighfar kepada Allah memohon ampun diatas perbuatannya yang tidak sengaja. Musa merasa cemas dan takut dan berada dalam keadaan bersedia menghadapi akibat perbuatannya itu bila sampai tercium oleh pihak penguasa. Peristiwa itu terjadi ketika Musa sedang berjalan-jalan di sebuah lorong di waktu tengahari di mana keadaan kota sunyi sepi ketika penduduknya sedang tidur siang. Kemudian diserahkan Musa kepada Yukabad ibunya. juga dalam keadaan berkelahi untuk kali keduanya dengan salah seorang dari kaum Firaun. Musa terkejut melihat Fatun. Musa menghampiri mereka yang sedang berkelahi seraya berkata menegur Samiri: " Sesungguhnya engkau adalah seorang yang telah sesat. Karenanya ia berjanji kepada dirinya akan menjadi pembela kepada kamunya yang tertindas dan menjadi pelindung bagi golongan yang lemah yang menjadi sasaran kezaliman dan keganasan para penguasa. segera melontarkan pukulan dan tumbukannya kepada Fatun yang seketika itu jatuh rebah an menghembuskan nafasnya yang terakhir. bila ia tertangkap. Musa hidup sebagai slah seorang drp keluarga kerajaan hingga mencapai usia dewasanya. Setelah selesai masa meneteknya. ia dikurniai oleh Allah kesempurnaan tubuh dan kekuatan jasmani. Musa keluar dari Mesir Sejak ia dikembali ke istana oleh ibunya setelah disusui. akan tetapi. Musa yang mendengar teriakan Samiri mengharapkan akan pertolongannya terhadap musuhnya yang lebih kuat dan lenih besar itu. terjadilah suatu peristiwa yang menyebabkan ia terpaksa meninggalkan istana dan keluar dari Mesir. Ia melihat kedua berkelahi seorang dari golongan Bani Israil bernama Samiri dan seorang lagi dari kaum Firaun bernama Fatun. Di samping kesempurnaan dan kekuatan rohani. Maka dengan demikian terlaksanalah janji Allah kepada Yukabad bahwa ia akan menerima kembali puteranya itu. Musa mengetahui dan sedar bahwa ia hanya seorang anak pungut di istana dan tidak setitik darah Firaun pun mengalir di dalam tubuhnya dan bahwa ia adalah keturunan Bani Israil tg ditindas dan diperlakukan sewenangwenangnya oleh kaum Firaun. Alangkah malangnya nasib Musa yang sudah cukup berhati-hati menghindari kemungkinan terbongkarnya rahsia pembunuhan yang ia lakukan tatkala ia terjebat lagi tanpa disengajakan dalam suatu perbuatan yang menyebabkan namanya disebut-sebut sebagai pembunuh yang dicari. Demikianlah maka terdorong oleh rasa setia kawannya kepada orang-orang yang madhlum dan teraniaya. walaupun tidak orang ketiga yang menyaksikan peristiwa itu. Musa bertemu lagi dengan Samiri yang telah ditolongnya melawan Fatun. di mana ia di asuh." . telah melayang nyawa salah seorang drp hamba-hamba-Nya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful