P. 1
Profesionalisme Dan Peran Penyuluh Perikanan

Profesionalisme Dan Peran Penyuluh Perikanan

3.0

|Views: 61|Likes:
Published by Jang Aan

More info:

Published by: Jang Aan on Feb 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2014

pdf

text

original

PROFESIONALISME DAN PERAN PENYULUH PERIKANAN DALAM PEMBANGUNAN PELAKU UTAMA YANG BERDAYA Penyuluhan perikanan merupakan bagian

penting dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia kelautan dan perikanan, yaitu berperan dalam memberikan bimbingan dan pembinaan kepada pelaku utama, pelaku usaha dan masyarakat perikanan, sehingga meningkatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam bidang kelautan dan perikanan, baik teknis maupun non teknis untuk pengembangan usaha di bidang kelautan dan perikanan. Pembangunan kelautan dan perikanan akan berhasil apabila adanya partisipasi dan sinergi antara segenap stakeholder di bidang kelautan dan perikanan. Fokus kegiatan penyuluhan adalah pada pengembangan sumber daya manusia, sedangkan fokus sasarannya adalah pada pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha serta sumber daya manusia lain yang mendukungnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Pasal 3, Undang-undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, bahwa tujuan pengaturan sistem penyuluhan meliputi :

y

y

y

Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan modal sosial guna memperkuat pengembangan pertanian, perikanan dan kehutanan yang maju dan modern dalam sistem pembangunan yang berkelanjutan; Memberdayakan pelaku utama dan pelaku usaha dalam peningkatan kemampuan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, penumbuhan motivasi, pengembangan potensi, pemberian peluang, peningkatan kesadaran dan pendampingan serta fasilitasi. Mengembangkan sumber daya manusia yang maju dan sejahtera, sebagai pelaku dan sasaran utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.

Keberhasilan proses penyuluhan ditandai timbulnya partisipasi aktif dari pelaku utama dan pelaku usaha di bidang perikanan (masyarakat sasaran), sehingga dalam pengembangan penyuluhan ke depan harus diarahkan pada model yang berpusat pada manusia, dimana peran penyuluh dalam proses penyuluhan adalah sebagai relasi yang berorientasi pada masyarakat sasaran. Dalam pelaksanaannya sebuah proses penyuluhan harus dimulai dari pemahaman masyarakat terhadap potensi dan masalah yang dihadapinya, sehingga terdorong untuk mengupayakan pemecahan masalah melalui pengembangan semua potensi yang dimilikinya. Pada tahap inilah dimulai peran seorang penyuluh ³untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat sasaran dari kegiatan usahanya´, dengan pola pikir yang coba dibangun adalah pengembangan komoditas yang dimilikinya melalui pemanfatan semua potensi sumberdaya yang ada, jadi peran seorang penyuluh adalah berupa fasilitasi, pengawalan, mobilisasi, pembentukan jaringan kerja dan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha di bidang perikanan. Sejalan dengan implementasi amanah UU No. 16/2006 tentang SP3K, maka guna memanfaatkan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan Indonesia yang sangat besar bagi kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan bangsa dan negara secara berkelanjutan diperlukan adanya SDM yang handal dan profesional. Penyuluh Perikanan memegang peranan penting dalam upaya pencapaian peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia pelaku utama/ pelaku usaha sebagai mediator, motifator dan fasilitator. Dalam mewujudkan peran tersebut penyuluh harus memiliki kapasitas dan kompetensi yang tinggi dalam melaksanakan fungsi pembinaan dan pendampingan dalam menjalankan tugasnya. Dalam perjalanan mengemban tugas tersebut para penyuluh perlu memiliki dan meningkatkan berbagai pengalaman dalam membawa pesan dan mendiseminasikan teknologi kepada para pelaku utama, dengan filosofi menjadikan ³Yang Tidak Tahu menjadi Tahu, Yang Tidak Mau menjadi Mau, dan Yang Tidak Mampu menjadi Mampu´.

dan lingkungan sumber daya ikan secara optimal. sedangkan profesionalisme bermakna mutu.Dengan terbitnya PermenPAN Nomor: PER/19/M. mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya ikan. Secara keilmuan. dan bentuk kegiatannya sangat spesifik dengan ketergantungan tinggi terhadap musim dan iklim. 4. Kompetensi penyuluh menjadi sangat penting untuk selalu disesuaikan dengan tuntutan masyarakat dan tantangan zaman. termasuk penyuluhan perikanan. Penanganan aspek perikanan tidak dapat dipisahkan dari aspek kelautan. Secara kelembagaan. kualitas. Peningkatan kapasitas para penyuluh perikanan harus dilakukan secara terus menerus dan sistematis agar dapat menjadi konsultan dan mitra sejati para pelaku utama dan pelaku usaha di bidang perikanan.PAN/10/2008 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan dan Angka Kreditnya. dan pola hidup para pelaku utama berbeda dengan pola hidup petani/pekebun. mendorong perluasan dan kesempatan kerja. 2. 4. dan 9. serta selalu meningkatkan keterampilannya dalam bekerja dan dalam menghadapi persaingan. 6. tersendiri. mutu. terdapat departemen yang khusus mengemban tugas dan fungsi menangani kelautan dan perikanan. selama 2 periode kabinet dan rencana UU kementerian/departemen ke depan. sehingga usahanya menjadi sangat beresiko. Secara legislasi. lahan pembudidayaan ikan dan tata ruang. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. Untuk menangani penyuluhan di bidang kelautan dan perikanan memiliki perbedaan dengan bidang pertanian. karakteristik. 7. maka status dan posisi Penyuluh Perikanan sudah memiliki kejelasan karier dan keberadaannya. 5. Profesional mempunyai makna berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. meningkatkan ketersediaan dan konsumsi sumber protein hewani.31/2004 tentang Perikanan. Penyuluh Perikanan bukan lagi menjadi bagian dari Penyuluh Pertanian. termasuk penyuluhannya. Hal ini mempunyai arti bahwa setiap Penyuluh Perikanan harus sadar dengan tugas dan fungsinya sebagai penyuluh dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. meningkatkan produktivitas. 3. menjamin kelestarian sumber daya ikan. mencapai pemanfaatan sumber daya ikan. . Secara sosial dan ekonomi. 1. meningkatkan penerimaan dan devisa negara. dan mandiri. yang dapat berdampak pada kinerja seorang penyuluh. eksistensi ilmu kelautan dan perikanan merupakan kecabangan ilmu yang mandiri. 2. Kondisi tersebut secara intern merupakan sebuah justifikasi bahwa penyuluhan kelautan dan perikanan harus ditangani secara khusus. yaitu Departemen Kelautan dan Perikanan. 8. didukung keberadaan UU No. nilai tambah dan daya saing. antara lain: 1. Hal ini tidak berarti penyuluh harus serba bisa (polivalen). lahan pembudidayaan ikan. Secara alamiah. meningkatkan ketersediaan bahan baku untuk industri pengolahan ikan. Secara geografis. Dengan demikian orientasi penyuluhan perikanan seyogyanya dapat meramu ke-9 hal tersebut. 7. secara tegas mengemukakan bahwa pembangunan perikanan diarahkan untuk sembilan aspek berikut: meningkatkan taraf hidup nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil. sifat. Sehingga seorang Penyuluh Perikanan profesional haruslah menjadi AHLI PENYULUHAN dan SPESIALISASI DIBIDANG PERIKANAN. 3. 6. sifat. sehingga diharapkan tidak ada lagi penyuluh yang menjalankan fungsi generalisasi keilmuan (polivalen) daripada spesialisasi keilmuan. 5. karakteristik. negara Indonesia merupakan negara kepulauan dan negara bahari yang dua pertiga wilayahnya terdiri dari perairan.

dan pengembangan teknologi yang tepat secara berkelanjutan. Peran penyuluh hendaknya tidak semata untuk mengejar pertumbuhan (produksi). Pelaku utama sangat berharap figur penyuluh yang berani. ekonomi. terbuka dan kreatif. baik untuk keperluan konsultasi maupun distribusi hasil perikanan. Berani dalam mengambil langkah yang tepat dan cepat. Pemahaman keberlanjutan pengelolaan usaha perikanan meliputi dimensi sosial. lingkungan. namun yang lebih diprioritaskan adalah aspek penyadaran pelaku utama. Penyuluh juga harus mampu mengembangkan jaringan kerja sama dengan berbagai kalangan. dan memandirikan pelaku utama. pengembangan kapasitas dan motivasi pelaku utama untuk mewujudkan tata kehidupan yang lebih bermartabat melalui penerapan usaha perikanan yang berkelanjutan. Kompleksitas masalah di bidang kelautan dan perikanan memerlukan koordinasi dan sinkronisasi lintas sektoral. terbuka dalam arti dapat bekerja sama dengan berbagai pihak. memberi semangat. .tetapi penyuluh yang diharapkan adalah penyuluh yang dapat berperan sebagai fasilitator bagi transformasi yang diharapkan masyarakat dan pelaku utama. dan kreatif dalam arti mampu berinovasi dan mengembangkan berbagai modifikasi atas teknologi yang sudah ada. dan lain sebagainya. jujur akan kelebihan dan kekurangan diri. Penyuluh yang kompeten dengan keahlian yang handal sebagai penggerak pembaharuan dan mitra sejajar bagi pelaku utama sangat diperlukan. baik swasta maupun pemerintah. penyuluh harus dapat mengembangkan suasana pembelajaran yang kondusif dan harus mampu memberi contoh (kewirausahaan). jujur. Sejalan dengan itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->