P. 1
Proposal

Proposal

|Views: 1,388|Likes:
Published by abangskripsi

More info:

Published by: abangskripsi on Feb 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

Keberadaan tenaga kerja sebagai salah satu faktor produksi sangat penting

artinya bagi organisasi. Dalam perkembangannya, organisasi akan menghadapi

permasalahan tenaga kerja yang semakin kompleks, dengan demikian pengelolaan

11

sumber daya manusia harus dilakukan secara profesional oleh departemen tersendiri

dalam suatu organisasi, yaitu pengembangan sumber daya manusia.

SDM sebagai salah satu unsur penunjang organisasi, dapat diartikan sebagai

manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi (disebut personil, tenaga kerja,

pekerja/karyawan) atau potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam

mewujudkan eksistensinya atau potensi yang merupakan asset & berfungsi sebagai

modal non-material dalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensi

nyata secara fisik dan non-fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi (Nawawi,

1997).

Pada organisasi yang masih bersifat tradisional, fokus terhadap sumber

daya belum sepenuhnya dilaksanakan. Organisasi tersebut masih berkonsentrasi

pada fungsi produksi, keuangan, dan pemasaran yang cenderung berorientasi jangka

pendek. Mengingat betapa pentingnya peran sumber daya manusia untuk kemajuan

organisasi, maka organisasi dengan model yang lebih moderat menekankan pada

fungsi sumber daya manusia dengan orientasi jangka panjang.

Mengelola sumber daya manusia di era globalisasi bukan merupakan hal

yang mudah. Oleh karena itu, berbagai macam suprastruktur dan infrastruktur perlu

disiapkan untuk mendukung proses terwujudnya sumber daya manusia yang

berkualitas. Perusahaan yang ingin tetap eksis dan memiliki citra positif di mata

masyarakat tidak akan mengabaikan aspek pengembangan kualitas sumber daya

manusia-nya. Oleh karena itu peran manajemen sumber daya manusia dalam

organisasi tidak kecil, bahkan sebagai sentral pengelola maupun penyedia sumber

daya manusia bagi departemen lainnya.

Manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai kegiatan

perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan

12

konsep dan tantangan manajemen sumber daya manusia tenaga kerja,

pengembangan, kompensasi, integrasi pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja

dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi dan

masyarakat (Flippo, 1996). Atau dengan kata lain, secara lugas manajemen sumber

daya manusia dapat diartikan sebagai kegiatan perencanaan, pengadaan,

pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan sumber daya manusia dalam upaya

mencapai tujuan individual maupun organisasional.

Secara historis, perkembangan pemikiran tentang manajemen sumber daya

manusia tidak terlepas dari perkembangan pemikiran manajemen secara umum,

dimulai dari gerakan manajemen ilmiah (dengan pendekatan mekanis) yang banyak

didominasi oleh pemikiran dari F.W. Taylor. Pandangan-pandangan yang muncul

berkaitan dengan sumber daya manusia dalam era tersebut adalah :

a)Sumber daya manusia sebagai salah satu faktor produksi yang dipacu untuk

bekerja lebih produktif seperti mesin;

b) Bekerja sesuai dengan spesialisasi yang telah ditentukan;

Kondisi di atas memunculkan : pengangguran, tidak adanya jaminan dalam

bekerja, berkurangnya rasa bangga terhadap pekerjaan, dan tumbuhnya serikat

pekerja

Pada dasarnya manajemen sumber daya manusia merupakan suatu

gerakan pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber daya

yang cukup potensial, yang perlu dikembangkan sehingga mampu memberikan

kontribusi yang maksimal bagi organisasi. (As’ad, 1997 : 5)

Manajemen personalia menerapkan perhatiannya pada masalah

kekaryawanan atau personalia dalam suatu instansi atau lembaga. Selain itu,

pada dasarnya manajemen sumber daya manusia merupakan suatu gerakan

13

pengakuan terhadap pentingnya unsur Manusia sebagai sumber daya yang

cukup potensial, yang perlu di kembangkan sehingga mampu memberikan

kontribusi yang maksimal bagi organisasi maupun bagi pengembangan dirinya.

(As’ad, 1997 : 8) Disamping itu dapat dikemukakan beberapa pengertian

mengenai persamaan dan perbedaan antara manajemen sumber daya manusia

dan manajemen Personalia.

Handoko (1995 : 11) merumuskan defenisi manajemen personalia

sebagai berikut “Manajemen personalia adalah seni dan ilmu perencanaan,

pelaksanaan dan pengontrolan tenaga kerja untuk tercapainya tujuan yang telah

ditetapkan terlebih dahulu dengan adanya kepuasan hati pada diri para pekerja”.

Hasibuan (2001 : 10) menyatakan bahwa manajemen sumber daya

manusia adalah suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan

dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan. Unsur manajemen sumber

daya manusia adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan.

Dengan demikian, fokus yang dipelajari sumber daya manusia ini hanyalah

masalah yang berhubungan dengan tenaga kerja manusia saja. Oleh karena itu,

manajemen sumber daya manusia adalah suatu pendekatan terhadap manajemen

sumber daya manusia, yang didasarkan pada 3 (tiga) prinsip dasar yaitu :

(Sondang P. Siagian, 1986 : 13)

1.

Sumber daya manusia adalah harta yang paling penting yang dimiliki

oleh suatu perusahaan, sedangkan manajemen yang efektif adalah kunci bagi

keberhasilan organisasi tersebut.

2.

Keberhasilan ini sangat mungkin dicapai jika peraturan atau

kebijaksanaan dan prosedur yang bertalian dengan manusia dari perusahaan

14

tersebut saling berhubungan dan memberikan sumbangan terhadap

pencapaian tujuan perusahaan dan perencanaan strategis.

3.

Kultur dan nilai perusahaan suasana organisasi dan perilaku

manajerial yang berasal dari kultur tersebut akan memberikan pengaruh yang

besar terhadap hasil pencapaian yang terbaik. Oleh karena itu, kultur ini

harus ditegakkan dengan upaya yang terus menerus mulai dari puncak,

sangat diperhatikan agar kultur tersebut dapat diterima dan dipatuhi.

Pengertian manajemen sumber daya manusia lebih khusus dilatakan oleh

Hasibuan (2001 : 15) bahwa :

“Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan

peranan tenaga kerja dapat efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan

perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Dikatakan pula bahwa fungsi-fungsi

manajemen sumber daya manusia terdiri dari perencanaan, pengorganisasian,

pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, konfensasi,

pengintegrasian, pemeliharan, kedisiplinan dan pemberhentian”.

Apabila pengertian “sumber daya” dapat disimpulkan timbul dari mitra

kerja antara manusia dan benda untuk mencapai tujuan perumusan kebutuhan

manusia, maka “Sumber Daya Manusia” adalah kemampuan manusia yang

merupakan hasil akal budinya disertai pengetahuan serta pengalaman yang

dikumpulkan dengan penuh kesadaran untuk memenuhi kebutuhan secara

individual serta sasaran-sasaran sosial pada umumnya.

Menurut Hadari Nawawi (1997 : 40), mengetengahkan tiga pengertian

tentang sumber daya manusia, yaitu :

15

1.

Sumber Daya Manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan

suatu organisasi (disebut juga personil, tenaga kerja, pekerja dan karyawan).

2.

Sumber Daya Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak

organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.

3.

Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan asset dan

berfungsi sebagai model (non material/non finansial) didalam organisasi

bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan

non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi.

Dalam hubungan ini Hasibuan (1996 : 9) mengemukakan bahwa :

Persamaannya adalah :

Keduanya mempunyai ilmu yang mengatur unsur Manusia dalam suatu

organisasi, agar mendukung terwujudnya tujuan.

Perbedaanyan adalah :

1.

Manajemen Sumber Daya Manusia dikaji secara makro. Sedangkan

manajemen personalia dikaji secara mikro

2.

Manajemen Sumber Daya Manusia menganggap bahwa karyawan

adalah kekayaan utama organisasi jadi harus dipelihara dengan baik.

Sedangkan manajemen personalia menganggap bahwa karyawan adalah

faktor produksi, jadi harus dimanfaatkan secara produktif.

3.

Manajemen sumber daya manusia pendekatannya secara moderen,

sedangkan manajemen personalia pendekatannya secara fisik.

Mengacu pada beberapa istilah menejemen personalia dan sumber daya

manusia yang dikemukakan oleh para ahli, maka disimpulkan bahwa :

16

“Manajemen personalia dan sumber daya manusia adalah pengakuan terhadap

pentingnya satuan tenaga kerja organisasi sebagai sumber daya manusia yang

fital bagi pencapaian tujuan-tujuan organisasi dan pemanfaatan berbagai fungsi

dan kegiatan personalia bahwa mereka digunakan secara efektif dan bijak agar

bermanfaat bagi individu, organisasi dan masyarakat”

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->