P. 1
Proposal

Proposal

|Views: 1,388|Likes:
Published by abangskripsi

More info:

Published by: abangskripsi on Feb 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

Pembangunan nasional yang diselenggaraan dewasa ini merupakan apresiasi

dari penyelenggaraan pembangunan di setiap daerah. Pembangunan yang

diselenggarakan dalam era otonomi daerah saat ini tidak lepas dari semangat

proklamasi dan perjuangan bangsa yang mengendaki adanya pemerataan

pembangunan di segala bidang. Hal tersebut terimplementasi melalui program-

program pembangunan fisik dan non fisik.

Pembangunan fisik dilaksanakan untuk menyediakan berbagai saranan dan

prasarana umum yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti gedung, jalan, pasar,

dan infrastruktur lainnya.Sementara itu pembangunan non fisik sangat identik

dengan pemberdayaan masyarakat melalui pemulihan status sosial ekonomi

masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan nasional untuk

mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Isu yang muncul terkait dengan otonomi daerah adalah bagaimana

kemampuan Pemerintah Daerah dilihat dari sumber daya manusia aparatnya

mampu mewadahi aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan.

Banyak Daerah yang mengakui bahwa kemampuan sumber daya manusia

aparaturnya masih perlu ditingkatkan ( Dwiyanto,2003:36 ) . Pemerintah akhir–

akhir ini memberikan perhatian yang besar pada upaya-upaya peningkatan

kemampuan aparatur dalam melaksanakan tugas-tugasnya, yakni memberikan

pelayanan yang sebaik-baiknya kepada rakyat sesuai perannya sebagai abdi

negara dan abdi masyarakat. Upaya-upaya tersebut dilaksanakan melalui

pendidikan dan pelatihan baik yang bersifat struktural ataupun yang bersifat

fungsional. Pendidikan dan pelatihan saja tidaklah cukup, diperlukan adanya

pembinaan dan motivasi kerja aparatur untuk menumbuhkan meningkatkan

kinerja aparatur yang kuat dalam rangka meningkatkan prestasinya.

Keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh keberhasilan

aparatur negara dalam melaksanakan tugasnya. Terutama dari segi kepegawaian.

Oleh karena itu aparatur pemerintah memiliki peranan dan kedudukan yang

sangat penting sebagai motor dan penggerak dalam semua aktivitas fungsi

pemerintahan selaras tuntutan reformasi yang menuntut pemerintahan yang

bersih dari perbuatan amoral ( Tjokroamidjoyo dalam Suharto,2002 : 7 ).

Peningkatan kemampuan aparat menjadi penting mengingat perubahan arah

kebijakan pemerintah sebagaimana dikehendaki oleh semangat reformasi untuk

lebih luas memberi ruang gerak dan peran serta yang lebih besar bagi

masyarakat dalam kegiatan pemerintahan dan pembangunan, dimana pemerintah

beserta aparaturnya lebih berperan sebagai fasilitator. Perubahan arah kebijakan

ini membawa implikasi terhadap kemampuan profesionalisme pegawai dalam

menjawab tantangan era globalisasi dalam menghadapi persaingan ketat dengan

negara – negara lain di dunia. Bertitik tolak dari pemikiran ini, maka

peningkatan kemampuan aparatur merupakan hal yang mendesak untuk

dilaksanakan dewasa ini. Bagi Kantor Desa Wawolesea Kecamatan Lasolo

permasalahan kemampuan aparat pegawai negeri menjadi faktor penting karena

merupakan salah satu desa pengembangan di kecamatan Lasolo Kabupaten

2

Konawe Utara sehingga kemampuan aparat dari desa Wawolesea akan sangat

berpengaruh terhadap keberhasilan pengelolaan daerah terutama dalam otonomi

daerah. Sebagaimana diketahui bahwa dengan otonomi daerah tersebut

pemerintah daerah telah memperoleh kewenangan pengelolaan daerah bagi

kepentingan daerah dan masyarakatnya sehingga konsekuensinya pemerintah

daerah harus mampu memenuhi kepentingan masyarakat melalui pembangunan

dan pelayanan yang lebih baik.

Pembangunan yang sedang dilaksanakan di desa Wawelesea meliputi

pembangunan sarana prasarana desa, jalan lingkungan, pembanguan pasar dan

pembangunan sekolah yang bertujuan untuk membangun struktur sosial

perdesaan di wilayah Kecamatan Lasolo dan diawali dengan pembangunan

kualitas sumber daya aparay desa. Desa Wawolesea adalah desa tua yang

terbentuk sebagai daerah adat yang memiliki lokasi yang strategi yang

memungkinkan dibutuhkannya penyediaan saran dan prasarana pembangunan.

Peran aparat desa dalam pelaksanaan pembangunan tidak lepas dari

pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang serta merta harus diaplikasikan untuk

mewujudkan hasil pembangunan. Namun demikian, ketidaksesuaian antara hasil

pelaksanaan pembangunan yang harapan dari masyarakat di desa Wawolesea

seringkali menimbulkan perbedaan persepsi yang mengarah kepada

ketidakpercayaan publik terhadap kemampuan aparatur dalam pelaksanaan

pembangunan desa.

Pembangunan yang sesungguh terjadi pada desa/kelurahan harusnya

dibedakan dalam dua bentuk yakni pembangunan fisik dan pembangunan non

fisik. Kejelaskan ini harus diketahui oleh masyarakat di desa Wawolesea agar

3

ketidakmampuan aparat dapat terukur dan kepercayaan masyarakat terhadap

pemerintah daerah tetap terjaga dengan baik. Selain itu kemampuan aparat desa

Wawolesea dipengaruhi oleh pendidikan, keterampilan, motivasi kerja, dan

disiplin kerja.

Aspek sumber daya aparat desa yang ditinjau dari tingkat pendidikan,

keterampilan, motivasi dan disiplin selama ini menjadi perhatian penting

terutama kepada dalam pelaksanaan pembangunan, baik pembangunan fisik

maupun pembangunan non fisik di Desa Wawolesea. Berdasarkan fenomena

tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut dengan tapik

“Kemampuan Aparat Pemerintah Desa Dalam Pelaksanaan Pembanguan di Desa

Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara”.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->