P. 1
Makalah Khalifah Abu Bakar Ash

Makalah Khalifah Abu Bakar Ash

|Views: 295|Likes:

More info:

Published by: Mbak Blink Nuri-Hatta on Feb 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2015

pdf

text

original

Biografi Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq

Didalam silabus materi Sejarah Peradaban Islam, di semester I ini kami membahas makalah tentang Khulafaur Rasyidin, oleh karena itu di postingan kali ini akan saya coba uraikan Makalah Masa Kepemerintahan Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq. Berikut ulasan isi materi makalah Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq tersebut :Setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam wafat, kaum Muslimin mengadakan pertemuan di Saqifah bani Sa idah. Mereka membicarakan siapakah sepatutnya yang menggantikan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam memimpin kaum Muslimin dan mengurusi persoalan umat. Setelah diskusi, pembahasan, dan pengajuan sejumlah usulan, tercapailah kesepakatan bulat khalifah Rasulullah pertama setelah kematian beliau adalah orang yang pernah menjadi khalifah (pengganti) Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam mengimami kaum Muslimin pada saat beliau sakit. Itulah ash-Shiddiq sahabat beliau yang terbesar dan pendamping beliau di dalam gua, Abu Bakar Rodhiyallahu anhu. Ali Rodhiyallahu anhu tidak pernah menentang kesepakatan tersebut. Keterlambatan baiat Ali kepada Abu Bakar1 karena urusan yang berkaitan dengan perbedaan pendapat yang terjadi antara Abu Bakar Rodhiyallahu anhu dan Fathimah Rodhiyallahu anha mengenai masalah warisan Fathimah dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Hal-Hal Penting Yang Dilakukan Abu Bakar Selama Menjadi Khalifah : 1. memberangkatkan pasukan Usamah. Setelah resmi menjadi khalifah, Abu Bakar segera memberangkatkan pasukan Usamah. Pasukan itu tertahan setelah sampai di sebuah tempat dekat Madinah bernama Dzu Khasyab, tempat ketika Usamah mendapat berita tentang sakitnya Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Abu Bakar tidak mempedulikan pendapat-pendapat yang mendesak agar pasukan Usamah dibekukan mengingat tersebar luasnya kemurtadan di sebagian barisan. Sebagaimana juga beliau tidak memedulikan pendapat-pendapat yang menghendaki penggantian Usamah dengan orang lain.Abu Bakar ash-Shiddiq Rodhiyallahu anhu berangkat mengantarkan pasukan yang dipimpin Usamah dengan berjalan kaki. Ketika Usamah bermaksud turun dari kendaraannya agar dinaiki oleh Abu Bakar, ia berkata kepada Usamah, Demi Allah, engkau tidak perlu turun dan aku tidak usah naik. Selanjutnya Abu Bakar menyampaikan wasiat kepada pasukan untuk tidak berkhianat, tidak menipu, tidak melampaui batas, tidak mencincang musuh, tidak membunuh anak-anak atau wanita atau orang lanjut usia, tidak memotong kambing atau unta kecuali untuk dimakan. Di antara wasiat yang disampaikan Abu Bakar kepada mereka ialah; Jika kalian melewati suatu kaum yang secara khusus melakukan ibadah di biarabiara, biarkanlah mereka dan apa yang mereka sembah. Kemudian secara khusus, Abu Bakar berkata kepada Usamah, Jika engkau berkenan, kuusulkan agar engkau mengizinkan. Umar untuk tinggal bersamaku sehingga aku dapat meminta pandangannya dalam menghadapi persoalan kaum Muslimin. Usamah menjawab, Urusannya terpulang kepadamu. Usamah kemudian bergerak bersama pasukannya. Setiap kali melewati suatu kabilah yang para warganya banyak melakukan kemurtadan, Usamah berhasil mengembalikannya lagi (kepada Islam). Orang-orang murtad itu merasa gentar karena mereka yakin seandainya kaum Muslimin tidak dalam posisi yang amat kuat, niscaya mereka tidak akan keluar sekarang ini dan dengan pasukan seperti ini untuk menghadapi orang-orang Romawi.

memberangkatkan pasukan untuk memerangi orang-orang yang murtad dan tidak mau membayar zakat. mempersingkat keberadaan para utusan musuh tersebut di tengah-tengah mereka agar tidak mengetahui keadaan dan kondisi pasukan kaum Muslimin. pasukan demi pasukan. Setiap kali seorang amir berangkat. ia memobilisasi masyarakat untuk berangkat jihad. Abu Bakar lalu menoleh ke arah Ali seraya bertanya. selalu menjaga shalat berjamaah pada waktunya. keunggulan. dan memaksa semua kabilah untuk membayar zakat. niscaya mereka tidak akan memiliki eksistensi sepeninggalanmu. tetapi Ali Rodhiyallahu anhu berkeras untuk mencegah seraya berkata. dan pertolongan-insya Allah. Abu Bakar memberikan gagasan dan memprakarsai penyerangan negeri-negeri Romawi. Demi Allah. masing-masing pemegang panji diperintahkan untuk menuju ke suatu daerah. Beliau berpesan agar masing-masing orang memperbaiki dirinya sehingga Allah menjadikan orang lain berbuat baik kepadanya. Abu Bakar memerintahkan mereka agar berangkat ke Syam. Wahai Khalifah Rasulullah. Aku melihat engkau senantiasa memperoleh keberkahan. menjaga persahabatan dengan baik.Abu Bakar Rodhiyallahu anhu menunjuk Abu Ubaidah Rodhiyallahu anhu untuk mengepalai amir pasukan. Pasukan ini dibaginya menjadi sepuluh panji. Sarungkanlah pedangmu dan senangkanlah kami dengan dirimu. Usamah beserta pasukannya menyerbu mereka hingga Allah memberikan kemenangan. akhirnya mereka menyetujuinya. jika kaum Muslimin mengalami musibah karena kematianmu. Beliau juga menulis sejumlah surat pada para gubernurnya. Mereka kemudian kembali dengan membawa kemenangan. Abu Bakar Radhiyallahu anhu merasa sangat gembira dan Allah pun melapangkan dadanya untuk melaksanakan gagasan tersebut. 2. Abu Bakar kemudian mengumpulkan orang-orang dan menyampaikan khotbahnya kepada mereka. memberangkatkan pasukan Khalid bin Walid ke Irak bersama Mutsni bin Haritsah asy-Syaibani yang kemudian berhasil menaklukkan banyak negeri dan kembali dengan membawa kemenangan dan barang rampasan. 4. memantapkan Islam di segenap penjuru Jazirah. .3 Allah memberikan dukungan kepada kaum Muslimin dalam pertempuran ini sehingga berhasil menumpas kemurtadan. Setelah para sahabat dikumpulkan dan dimintai pendapat mereka tentang gagasan ini. Abu Bakar sendiri telah siap berangkat memimpin satu pasukan ke Dzil Qishshah. Dalam khotbahnya. memerintahkan mereka agar hadir. tempat di mana ayahnya terbunuh. Mendengar jawaban ini. Sementara itu. Bagaimana pendapatmu. menghormati para utusan musuh yang datang kepada mereka. Abu Bakar kemudian kembali dan menyerahkan panji tersebut kepada yang lain.Sesampainya di negeri (jajahan) Romawi. wahai Abul Hasan? Ali Radhiyallahu anhu menjawab. 3. Setelah berkumpul sejumlah komandan. beliau melepasnya dan memberikan wasiat agar bertaqwa kepada Allah. kuingatkan kepadamu apa yang pernah dikatakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada Perang Uhud.

Abu Bakar Rodhiyallahu anhu telah menulis surat kepada Abu Ubaidah yang isinya menyatakan. Kepada Abu Ubaidah. Abu Bakar Wafat Abu Bakar wafat pada tahun ke-13 Hijriah. 3 bulan. Khalid bin Walid menulis surat yang isinya. Dengar dan taatilah dia! Wahai saudaraku.Wasiatnya Tentang Khalifah Umar Menjelang wafatnya. Semoga Allah menghendaki kebaikan bagi kami dan kamu. Berita ini oleh Khalid dirahasiakan agar tidak terjadi keguncangan di kalangan barisan kaum Muslimin. sesungguhnya aku mengutusnya kepadamu bukan karena dia lebih baik darimu. dan tidak akan memutuskan perkara tanpa kehadiran dirimu . malam Selasa. Setelah membaca surat Khalid bin Walid. Surat itu juga menyatakan pemecatan Khalid bin Walid sebagai komandan pasukan dan diganti (kembali) oleh Abu Ubaidah. Akhirnya terjadilah beberapa kali pertempuran sengit antara kaum Muslimin dan orang-orang Romawi yang akhirnya dimenangkan oleh kaum Muslimin. aku telah mengangkat Khalid untuk memerangi musuh di Syam. Wassalam . Tetaplah engkau pada posisimu sebagaimana sediakala. Mereka seluruhnya sepakat untuk mewasiatkan khalifah sesudahnya kepada Umar ibnul Khaththab Rodhiyallahu anhu. Semoga Allah melimpahkan keberkahan atas keputusan Khalifah Rasulullah dan mendukung apa yang dilakukan oleh Khalid. Baru saja aku menerima surat dari Khalifah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Khalid bin Walid mendapat surat yang memberitahukan bahwa Abu Bakar telah wafat dan digantikan oleh Umar Rodhiyallahu anhu. Orang-orang Romawi yang terbunuh tidak terhitung banyaknya. Masa khalifahnya 2 tahun. Abu Bakar meminta pendapat sejumlah sahabat generasi pertama yang tergolong ahli syura. sebagaimana jumlah mereka yang ditawan. Sesungguhnya. Amma ba du. Sesungguhnya. janganlah engkau menentangnya. meiainkan hanya karena aku berkeyakinan bahwa dia memiliki kecerdikan dalam berperang di tempat yang sangat kritis ini. Sebelumnya. .Di tengah berkecamuknya pertempuran ini. mereka mengirim berita kepada Abu Bakar bahwa pasukan Romawi berjumlah sangat besar. ia juga merahasiakannya karena pertimbangan yang sama. Abu Bakar juga memerintahkan agar memimpin pasukan di Syam setibanya di negeri tersebut. Abu Ubaidah berkata. Abu Bakar kemudian menulis surat kepada Khalid bin Walid di Irak. Beliau memerintahkan aku agar bergerak menuju Syam dan memimpin pasukannya. kami tidak akan menolak (perintah) mu. Kepada Khalid bin Walid. tidak akan menentangmu. Ketika Abu Ubaidah menerima berita tersebut. Khalid bin Walid kemudian berangkat dan bergabung dengan kaum Muslimin di Syam. la dikubur di rumah Aisyah Rodhiyallahu anha di samping kubur Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. dan 3 hari. memerintahkan agar berangkat menuju Syam dengan membawa separuh pasukan yang bertugas di Irak untuk membantu pasukan Abu Ubaidah dan menunjuk Mutsni bin Haritsah sebagai gantinya untuk memimpin separuh pasukan yang ada di Irak. aku tidak pernah meminta hal tersebut dan aku tidak menginginkannya. Demi Allah. tanggal 23 Jumadil Akhir pada usia 63 tahun. aku memohon kepada Allah agar melimpahkan keamanan kepada diriku dan dirimu pada saat menghadapi ketakutan dan memberikan perlindungan di dunia dari segala keburukan.Setelah kaum Muslimin berangkat menuju negeri-negeri Romawi dan tiba di Yarmuk. Amma ba du. Karena itu.

Kami dengar dan kami taat. Surat Wasiat (Kitabul µAhdi) Kepada Umar Setelah mengetahui kesepakatan semua orang atas penunjukan Umar sebagai pengganti. ia mengajak mereka-ketika sakitnya semakin berat. Kebaikanlah yang aku inginkan bagi setiap apa yang telah diupayakan. Sesungguhnya. Kepada khalayak. Demikianlah dalil dari ijma (kesepakatan) atas terlaksananya imamah melalui istikhlaf (penunjukan orang tertentu) dan ahd (wasiat) dengan memperhatikan syarat-syarat yang syar i dan mu tabarah. Ketika Abu Bakar Rodhiyallahu anhu mengetahui kesepakatan mereka tentang kelayakan dan keutamaan Umar Rodhiyallahu anhu. Ibnu Jauzi. di mana orang kafir akan beriman dan orang fajir akan yakin. Ketika dia menyimpang dan berubah. Abu Bakar Radhiyallahu anhu meminta agar mereka menunjuk Umar Rodhiyallahu anhu sebagai khalifah sepeninggalnya. Kami mendengar. Mereka kemudian mengembalikan masalah tersebut kepada Abu Bakar seraya berkata. dan Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Abu Bakar Rodhiyallahu anhu khawatir kaum Muslimin berselisih pendapat sepeninggal beliau kemudian tidak memperoleh kata sepakat. aku telah mengangkat Umar ibnul Khaththab untuk memimpin kalian. Sekalipun demikian. Abu Bakar memanggil Utsman bin Affan dan membacakan surat berikut ini kepadanya. ia pun keluar menemui orang banyak seraya memberitahukan bahwa ia telah mengerahkan segenap usaha untuk memilih siapakah orang yang paling layak dan tepat menggantikannya. Ath-Thabari. Bismillahirrahmanirrahim. Abu Bakar merupakan orang yang pertama mewasiatkan khalifah sepeninggalnya kepada orang yang sudah ditunjuk dan mengangkat khalifah berdasarkan wasiat tersebut. kami taat. Mereka semua lalu menjawab. sebenarnya hal tersebut didasarkan kepada syura Ahlul Halli Wal. Abu Bakar menstempelnya. Surat wasiat ini lalu dibawa keluar oleh Utsman . Jika dia bersabar dan berlaku adil. pada akhir kehidupannya di dunia dan awal kehidupannya di akhirat.Aqdi di kalangan kaum Muslimin.agar mencari seorang khalifah bagi mereka sepeninggalnya. Mereka semua menjawab.Aqdi sebab Abu Bakar tidak meminta kepada mereka agar menunjuk Umar kecuali telah meminta pendapat para tokoh sahabat yang kemudian secara bulat menyepakati dan merekomendasikan Umar. Orang-orang yang zhalim akan mengetahui apa nasib yang akan ditemuinya. Kaum Muslimin belum mendapatkan kesepakatan tentang siapa yang akan menggantikan Abu Bakar dalam masa yang singkat tersebut. Karenanya. Khalifah Rasulullah.Dengan demikian. Barangkali ada baiknya kami kemukakan penjelasan tentang rincian hal tersebut. Saat itulah. Juga setelah kaum Muslimin bersepakat sepeninggalnya atas kebenaran tindakan Abu Bakar dan keabsahan proses penggantian (suksesi) tersebut. Abu Bakar mulai meminta pendapat dari para tokoh sahabat masing-masing secara terpisah. itulah yang kuketahui tentang dia dan pendapatku tentang dirinya. aku tidak mengetahui hal yang ghaib. Atas dasar apa Umar menjadi khalifah? Mungkin ada yang menyangka bahwa cara pengangkatan khalifah tersebut sama dengan pemilihan calon tunggal dan jauh dari suara yang seharusnya dilakukan oleh Ahlul Halli wal. pengangkatan Abu Bakar terhadap Umar tersebut belum bisa dilaksanakan dan dikukuhkan kecuali setelah ia berkhotbah di hadapan para sahabat dan meminta kepada mereka untuk mendengar dan menaati Umar. Berikut ini adalah wasiat Abu Bakar. Jika kita perhatikan secara saksama. Terserah kepada pendapatmu saja.

Bagaimana kiranya konsepsi dan bentuk syura dalam benak mereka? Bagaimanakah seharusnya syura itu dipraktikkan? Ketiga.Pertama. Hal ini menjadi bukti nyata atas kecintaan Ali Radhiyallahu anhu yang sangat mendalam terhadap Abu Bakar. niscaya hal tersebut merupakan syura palsu dan kesepakatan yang dipaksakan dari luar. Seandainya ada nash yang menegaskannya.Aqdi dari kalangan sahabat termasuk di dalamnya Ali Radhiyallahu anhu ikut serta dalam pengambilan keputusan ini. Sungguh aneh perilaku orang-orang yang menuntut syura dalam Islam dan menuduhnya dictatorship. Adapun pendapat yang dikatakan orang tentang keterlamban Ali dalam membaiat Abu Bakar dan betapapun perbedaan tentang seberapa lama keterlambatan pembaitan tersebut. Nasihat Ali Radhiyallahu anhu kepada Abu Bakar Radhiyallahu anhu agar tidak ikut terjun memerangi kaum murtad. Ali mengkhawatirkan kaum Muslimin jika beliau terbunuh. Mereka pun membaiat Umar ibnul Khaththab. . Hal ini bahkan menjadi bukti nyata atas perlindungan Pembuat syariat (Allah) terhadap beraneka pendapat dan pandangan dari segala bentuk pelarangan dan pembatasan. niscaya tidak akan ada syura untuk menentukannya dan para sahabat tidak akan berani melangkahi apa yang ditegaskan oleh nash tersebut. Semua Ahlul Halli wal. dan jujur. Jalan untuk mencapai kebenaran tentang setiap masalah yang didiamkan oleh Pembuat syariat ialah dengan mengemukakan berbagai pandangan dan membahas semuanya dengan objektif. sehingga ketika menyaksikan praktik-praktik yang sebenarnya. Merupakan bukti nyata pula bahwa Ali telah sepenuhnya menerima Khalifah Abu Bakar dan kelayakannya untuk memimpin kaum Muslimin. di antaranya. Kedua. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun nash al-Qur an atau Sunnah yang menegaskan hak khalifah kepada seseorang sepeninggal Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Khilafah Abu Bakar Radhiyallahu anhu berlangsung melalui syura.untuk dibacakan kepada khalayak ramai. dengan serta merta mereka menuduhnya (karena bodoh atau pura-pura bodoh) sebagai perpecahan dan pertentangan. Seandainya para sahabat tidak menemukan satu pilihan (calon tunggal) yang ditawarkan untuk divoting kemudian disepakati. yang jelas bahwa hal tersebut tidak bertentangan dengan hakikat ini dan tidak pula merusaknya. dalam rangka memusyawarahkan pemilihan khalifah. Beberapa µIbrah Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa Khalifah Abu Bakar Rodhiyallahu anhu tersebut menunjukkan sejumlah hal dan prinsip. bebas. Peristiwa ini berlangsung pada bulan Jumadil Akhir tahun ke-13 Hijriah. perbedaan pendapat yang terjadi di Saqifah bani Sa idah antar para tokoh sahabat. merupakan hal lumrah yang menjadi tuntutan pembahasan suatu permasalahan. selama menyangkut masalah yang tidak dinyatakan secara tegas dan gamblang oleh nash. Sebagaimana hal ini juga menunjukkan tingkat kerja sama dan keikhlasan antara keduanya. Musibah yang dihadapi kaum Muslimin saat itu sangat besar dan persoalannya pun sangat pelik.

Keterlambatan ini bukan karena kedengkian atau ketidaksetujuan yang disembunyikan oleh Ali terhadapAbu Bakar. mungkin ada yang mengira bahwa semata-mata wasiat ( ahd) dan penunjukan ganti (istikhlaf) dapat dinilai sebagai salah satu cara pengukuhan imamah dan pemerintahan. 3/428 dan Sirah Umar ibnul Khaththab. Ibnu Katsir. as Suyuti. 3/343. seandainya Abu Bakar mewasiatkan khalifah kepada Umar. Jadi. .Seperti diketahui bahwa keterlambatan baiat Ali hanyalah karena pertimbangan sambung rasa musayarah atau mujamalah (basa-basi) terhadap perasaan Fathimah Radhiyallahu anha yang begitu yakin dengan ijtihadnya bahwa dirinya berhak mewarisi dari ayahnnya. 6/304 dan sesudahnya. Ibnul jauzi hlm. 6/301 2) Ringkasan dari al-Bidayah wan-Nihayah. 67. Dari sini. sebagaimana telah kami sebutkan terdahulu. tetapi kaum Muslimin tidak meridhainya. Umar yang terkenal tegar dan kuat di kalangan para sahabat itu menjadi lemah tekadnya dan surut ketegarannya menghadapi badai ini. 1) Lihat al-Bidayah wan-Nihayah. Ibnu Katsir. wasiat tersebut tidak ada nilainya. kerja sama dan ghirah ini? Keempat. niscaya akan meyakini adanya hikmah Allah yang telah mengangkat orang yang sesuai dan untuk menghadapi tugas yang sesuai pula. Mungkinkah orang yang menyimpan kebencian kepada seseorang akan dapat menampilkan sikap yang penuh dengan rasa cinta. ditetapkannya imamah hanyalah dengan keridhaan tersebut. dan Tarikhul Khulafa . al-Bidayah wan-Nihayah. 3) Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir di dalam al-Bidayah wan-Nihayah dari hadits Abdullah bin Umar dan Aisyah. him. kita mengetahui. 4) Ringkasan dari Thabari. dengan dalil tindakan Abu Bakar yang telah mewasiatkan khalifah kepada Umar. Akan tetapi.36 6) Al-Bidayah wan-Nihayah. Siapa pun di antara kita hampir tidak dapat membayangkan bahwa di kalangan sahabat ada orang yang lebih patut dari Abu Bakar untuk menghentikan badai (kemurtadan) tersebut dan mengembalikannya ke pangkuan Islam. Pengukuhan imamah tidak dapat diakui sah kecuali setelah mengemukakan kepada kaum Muslimin kemudian pernyataan ridha dari kaum Muslimin terhadap imamah yang telah diwasiatkan tersebut. 5) Lihat Tarikh Thabari. Yakni. Adakah orang yang telah menyaksikan hikmah Ilahi yang mengagumkan ini masih ingin mengecam sejarah dan para pelakunya? Kelima. setiap Muslim yang merenungkan sikap yang diambil oleh Abu Bakar Radhiyallahu anhu terhadap kabilah-kabilah yang murtad dan tekad yang begitu kuat untuk memerangi kabilahkabilah tersebut sehingga berhasil meyakinkan semua sahabat yang pada mulanya tidak bersedia melakukannya. sebagaimana setiap anak wanita mewarisi dari bapaknya. 7/18. 6/343. Ibnu Katsir. permasalahan yang sebenarnya tidaklah demikian. bahwa khilafah Umar berlangsung berdasarkan masyurah dhimniyah (syura tidak langsung/implisit) yang termasuk ke dalam kesepakatan sahabat dalam menyetujui orang yang dipilih Abu Bakar untuk mereka. Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam.

tulus. Saat Rasul hijrah ke Madinah. Ia pemuda yang pertama kali menerima seruan Rasul tanpa banyak pertimbangan.´ Pidato tersebut berisi prinsip-prinsip kekuatan demokratis. Abu Bakar adalah sahabat yang terpercaya dan dikagumi oleh Rasulullah SAW. tidaklah layak kalian mentaatiku. Semenjak diangkat sebagai Khalifah. Sepeninggal Rasulullah SAW. sehingga ketika beliau meninggal dunia masyarakat muslim dalam kebingungan. Kedekatan abu Bakar dengan Rasul dalam perjuangan Islam ibarat Rasul dengan bayangannya. Orang yang kuat maupun orang yang lemah adalah sama kedudukannya dan saya akan memperlakukan kalian semua secara adil. Rasul SAW sangat menyayanginya sehingga seringkali untuk menggantikan Rasul menjadi imam shalat. memerangi orang-orang yang membangkang tidak mau membayar zakat. dan suka beramal. kami tidak mempunyai kelebihan dari kamu sekalian dalam urusan ini. Ia selalu berbuat yanbg terbaik untuk menolong fakir miskin. ia lah yang ditunjuk. Menyampaikan kebenaran kepada seseorang yang terpilih sebagai penguasa adalah kesetiaan yang sebenar-benarnya. Seorang khlaifah wajib menjalankan pemerintahan sesuai dengan ajaran Islam dan mempertanggungjawabkan segala kebijaksanaannya kepada rakyatnya.KESIMPULAN Abu Bakar lahir tahun 573 M dari sebuah keluarga terhormat di Mekkah dua tahun satu bulan setelah kelahiran Rasul Muhammad SAW. Nama aslinya Abdullah Ibn Abu Kuhafah.´ Dalam situasi yang semakin kritis. Abu Bakar menghadapi berbagai permasalahan. taatilah aku. Oleh karena itu saya sangat menghargai dan mengharapkan saran dan pertolongan kalian semua. sehingga masyarakat Mekkah menaruh hormat kepadanya. sedang menyembunyikan kebenaran adalah suatu kemunafikan. Abu Bakar menyertainya. bukanlah yang terbaik diantara kamu sekalian. Mereka menyatakan kerelaannya membaiat Abu Bakar sebagai khalifah. ia adalah sosok pribadi yang terkenal jujur. Pemurtadan saat itu juga terjadi dimana-mana dan menimbulkan kekacauan. Sampai akhir hayatnya. lalu ia mendapat gelar Ash Shiddiq setelah masuk Islam. Program pertama yang dicanangkan Abu Bakar setelah ia menjadi khalifah. Dan terdapatlah golongan Muhajirin dan Anshar berusaha memilih penerus dan penggantinya sambil masing-masing memunculkan tokohnya ± meski pada akhirnya kedua tokoh dari masing-masing golongan yang mengusulkan tersebut menolak sambil berkata ³Tidak. penyayang. Seluruh kehidupannya dicurahkan untuk perjuangan suci membela dakwah Rasul. Jika aku bertindak dengan hukum Allah dan Rasul-Nya. adalah meredam pemberontakan. memang . Dalam pidato pelantikannya Abu Bakar berkata ³Saya. Rasulullah Muhammad SAW tidak menunjuk seseorang sebagai khalifah. dan bukan kekuasaan yang bersifat otokratis. Umar dari golongan Muhajirin mengangkat tangan abu Bakar seraya menyampaikan sumpah setia kepadanya dan membaiatnya sebagai khalifah. Semenjak kanak-kanak. Sikap Umar tersebut pun diikuti oleh Abu Ubadiyah dari Anshar beserta tokoh-tokohnya yang hadir. tetapi jika aku mengabaikan ketentuan Allah dan Rasul-Nya.

[Tabloid MQ EDISI 3/TH. Pasukan Amer bin Ash ditugaskan di Qudla¶ah. antara lain Musallamah Al Kadzdzab. Program ini dicanangkan atas usulan Umar bin Khattab. Tulaiha Al Asadi. Ia dimakamkan dekat makan Rasulullah SAW. Untuk meluruskan akidah orang-orang murtad tersebut. Bahkan lebih tragis lagi. Abu Bakar juga berhasil memperluas daerah dakwah Islamiyah. Setelah memerintah selama dua tahun. sedangkan pelaksananya dipercayakan kepada Zaid bin Tsabit.banyak umat Islam yang kembali memeluk agamanya semula. Abu Bakar berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 23 Jumadil Akhir 13 H. dan Al Aswad Al Ansi.II/JULI 2001] . diantaranya Pasukan Khalid bin Walid yang ditugaskan menundukkan Tulaiha Al Asadi. Semasa pemerintahannya. dalam usia 63 tahun. Suwaid bin Muqrim ditugaskan ke Yaman dan Khalid bin Said ditugaskan ke Syam. Mereka berasa berhak berbuat sekehendak hati. Ketaatannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta budi luhurnya terkenal. antara lain ke Irak yang ketika itu termasuk wilayah jajahan kerajaan Parsi dan ke Syam yang dibawah jajahan Romawi. Program Abu Bakar selanjutnya memproyekkan pengumpulan dan penulisan ayat-ayat Al Qur¶an. Abu Bakar mengirim sebelas pasukan perang ke sebelas daerah tujuan. muncul orang-orang yang mengaku Rasul.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->