P. 1
Laporan Prakerin

Laporan Prakerin

|Views: 507|Likes:
Published by syahid94

More info:

Published by: syahid94 on Feb 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2013

pdf

text

original

LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) DI ISDC AREA KHUSUS BANDUNG PT.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA

Jalan Gegerkelang Hilir No. 47

Laporan ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk kelulusan sekolah.

Disusun oleh : Nama NIS Kelas : Syahid Muhammad Fadil : 080910080 : XII

Program Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan

SMK ANGKASA 1 MARGAHAYU BANDUNG

2010

2

LEMBAR PENGESAHAN DARI PIHAK SEKOLAH

“KONFIGURASI WIRELESS ACCESS POINT LINKSYS WAP54G”

Karya tulis ini telah disetujui :

Ketua Program keahlian,

Budiyanto S, A.md. NUPTK.

Mengetahui : Kepala SMK Angkasa 1 Margahayu

Ahmad Mediansyah, S.T.

4

LEMBAR PENGESAHAN DARI PIHAK INDUSTRI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.

“KONFIGURASI WIRELESS ACCESS POINT LINKSYS WAP54G”

Karya tulis ini disetujui oleh :

Pembimbing I

Dadang Setiawan

Mengetahui : Manager IS Area Bandung

Tapip Hidayat, S.T. NIK. 651088

6

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabil ‘aalamiin. Pertama-tama penulis ucapkan puji syukur kehadirat Alloh SWT, karena atas limpahan hidayah serta inayah-Nya penulis dapat menyelesaikan praktek kerja industry (PRAKERIN) di ISDC Area khusus PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. yang dimulai tanggal 1 juni sampai 31 Agustus 2010 dan penulisan laporan praktek kerja industri (PRAKERIN) ini merupakan salah satu kelulusan di SMK Angkasa 1 Margahayu. Adapun isi laporan ini merupakan kumpulan data berdasarkan informasi yang penulis dapatkan baik dari sekolah maupun dari perusahaan yang penulis tempati. Selama melaksanakan praktek industri (PRAKERIN) ini, penulis banyak mendapat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktek kerja industri (PRAKERIN). Laporan praktek kerja industri (PRAKERIN) ini berjudul “KONFIGURASI WIRELESS ACCESS POINT LINKSYS WAP54G” yang menganalisa suatu jaringan dalam area local. Selama proses penulisan laporan praktek kerja industri (PRAKERIN) ini, telah melibatkan banyak pihak dalam memberikan bantuan, bimbingan, kritik, saran dan dorongan semangat yang begitu berarti bagi penulis. Oleh sebab itu, dengan segenap hati penulis, mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Bapak Tapip Hidayat, S.T. selaku Manager Information System Area Bandung PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. yang memberikan tempat untuk praktek kerja industri kami ini. 2. Bapak Dadang dan Bapak Agus, selaku pembimbing di ISDC Area khusus Bandung PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. yang telah membimbing kami dengan penuh perhatian dan kesabaran.

i

3. Bapak kepala SMK Angkasa 1 Margahayu yang mengarahkan dan membimbing jalannya praktek kerja ini. 4. Bapak Budiyanto, selaku ketua jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Angkasa 1 Margahayu. 5. Kedua Orang tua beserta keluarga penulis yang telah memberikan dorongan material, pendidikan formal dan informal, kasih sayang, bimbingan, doa, pengorbanan dan dorongan semangat yang tidak terhitung besarnya sejak penulis kecil hingga saat ini. Terima kasih pula kepada saudara-saudara yang selalu mendukung kami. Laporan praktek kerja ini didasari oleh pengetahuan dan kemampuan yang sangat terbatas dari penulis, maka dari pada itu penulis juga menyadari bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan baik mendasar maupun tidak. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun, demi kemajuan penulis dalam penulisan karya tulis. Penulis berharap karya tulis ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan umumnya bagi pihak yang terlibat maupun bagi pembaca karya tulis ini, baik secara akademis maupun secara empiris. Akhir kata penulis ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabiladan pembuatan karya tulis ini masih banyak kekurangannya. Terima kasih.

Bandung, September 2010 Penulis,

ii

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR …………………………………………………... DAFTAR ISI …………………………………………………………….. BAB 1 PENDAHULUAN ………………………………………………. 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6. Latar Belakang pelaksanaan prakerin ……………………. Tujuan pelaksanaan prakerin …………………………….. Tujuan penulisan karya tulis pelaksanaan prakerin ……… Waktu, tempat dan ruang lingkup pelaksanaan prakerin … Pembahasan masalah …………………………………….. Sistematika penulisan karya tulis…………………………. i iii 1 1 3 4 4 5 5 7 7 7 9 10 11 11 12 12 13 13 14 17 18 19

BAB 2 TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN …………………………. 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. 2.5. 2.6. 3.1. 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. 3.5.1. 3.6. Profil perusahaan / Instansi ………………………………. Sejarah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. ……………. Visi dan Misi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. …….. Logo PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. ………………. Kredo PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. ……………... Maskot PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. ……………. Sejarah Internet Dunia ……………………………………. Jaringan komputer ………………………………………... klasifikasi jaringan komputer …………………………….. Topologi jaringan komputer ……………………………… Fiber Optik ……………………………………………….. Tipe-tipe kabel fiber optik ………………………………... Wireless …………………………………………………...

BAB 3 TEORI PENUNJANG …………………………………………..

iii

3.7. 3.7.1. 3.8. 3.9. 3.10. 3.11. 3.11.1 . 3.11.2 . 3.12.

HUB …………………………………………………….... Tipe HUB ………………………………………………… Switch …………………………………………………….. Bridge …………………………………………………….. Router …………………………………………………….. Pengenalan penjadwalan CPU ………………………….... Konsep dasar ……………………………………………... Kriteria penjadwalan ……………………………………... Remote Administrator …………………………………….

20 21 22 23 24 26 26 27 27 29 29 30 30 31 37 42 42 42 43 43 v

BAB 4 URAIAN KHUSUS …………………………………………….. 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 4.5. Sekilas tentang Wireless LAN (WLAN) ………………… Komponen WLAN ……………………………………….. Sekilas tentang Wireless Access Point Linksys WAP54G . Konfigurasi Wireless Access Point Linksys WAP54G ….. Kofigurasi pada sisi user ………………………………….

BAB 5 KESIMPULAN …………………………………………………. 5.1. 5.2. 5.2.1 5.2.2 Kesimpulan ………………………………………………. Saran-saran ………………………………………….......... Saran untuk pihak sekolah ……………………………….. Saran untuk pihak industry ……………………………….

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………

iv

v

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu sub sistem dari

pendidikan di sekolah yang secara khusus disiapkan unutk menghasilkan tenaga kerja terampil tingkat menengah untuk mengisi keperluan dunia usaha atau industri. Era globalisasi berdampak semakin terbuka untuk bekerja sama saling mengisi dan saling melengkapi untuk kepentingan bersama pihak-pihak yang berkepentingan dan menimbulkan persaingan yang semakin ketat dan tajam, sehingga hanya negara-negara yang secara sungguh-sungguh mempersiapkan diri terhadap proses globalisasi yang akan memperoleh masa depan yang semakin cerah. Keahlian profesi adalah andalan utama yang menentukan keunggulan kadar keahlian profesional tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi akan menentukan mutu. Indonesia memerlukan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional yang tinggi untuk menghadapi perkembangan ekonomi global masa kini dan masa yang akan datang. Dengan melalui pendidikan sistem ganda dan praktek keterampilan produktif pendidikan di sekolah dan keahlian yang diperoleh melalui dunia usaha atau industri merupakan perpaduan yang saling mengisi dan saling melengkapi sehingga akan menghasilkan tenaga kerja profesional yang aktif sesuai dengan kebutuhan dunia usaha atau industri. Praktek di dunia usaha dan industri dalam praktek keterampilan produktif atau prakerin adalah salah satu modal pendidikan yang saling aktif mendekati

1

kesengajaan dan dunia ketenaga kerjaan sesuai dengan kebijakan Departemen Pendidikan nasional. Pendidikan menengah yang memiliki jalur umum serta kejuruan memiliki partisipasi lulusan terbesar pada sektor tenaga kerja dewas ini. Pendidikan menengah kejuruan yang berfungsi menyiapkan tenaga kerja termpil berdasarkan UUSPN (2003) pasal 15 adalah merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Penjelasan pasal 15 UUSPN tahun 2003 menjabarkan tujuan khusus SMK ialah :
1. Menyiapkan peserta didik agar dapat bekerja, baik secara mandiri atau

mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan industri sebagai tenaga kerja tingkat menegah, sesuai dengan bidang dan program keahlian yang diminati ; 2. Membekali peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetisi dan mampu mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yan diminati ; 3. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu mengembangkan diri melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Lapangan pekerjaan yang tersedia pada dunia usaha atau industri membutuhkan kompetensi yang sesuai dengan bidang garapannya sehingga pemenuhan kompetensi menjadi bagian penting dari output SMK. Perlu kerja sama yang sinergis antara dua harapan sehingga keberhasilan keduanya dapat menguntungkan putra-putri bangsa Indonesia. Kurikulum tahun 2004 dan dilanjutkan KTSP 2006 menekankan bahwa pembelajaran di SMK adalah berbasis kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SSKNI). Industri yang membutuhkan tenaga kerja dengan produktifitas tinggi harus memberikan kesempatan belajar menguasai kompetensi secara langsung

2

yang tidak seluruhnya diperoleh atau tersedia di sekolah. Kesadaran kedua belah pihak merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri. Proses belajar kompetensi dengan prinsip mastery learning mengharuskan siswa melaksanakan belajar yang relevan dan tuntas termasuk kegiatan di industri. Kegiatan belajar yang telah tersusun pada kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan memiliki bagian penting untuk keberhasilannya ialah sejumlah kegiatan industri yang tidak dapat dilakukan di sekolah. Kompetensi yang sesuai tujuan pendidikan dapat dilakukan di Industri berdasarkan kerja sama yang telah direncanakan dan disepakati. Berdasarkan uraian di atas maka kegiatan prakerin merupakan kegiatan wajib kelas XII di SMK Angkasa 1 Margahayu sebagai upaya penuntasan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha atau industri. 1.2. Tujuan pelaksanaan praktek kerja industri (PRAKERIN) 1. Meningkatkan, memperluas dan menetapkan keterampilan yang

membentuk kemampuan siswa sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja dengan program keahlian yang dipilihnya. 2. Menumbuh kembangkan dan memantapkan sikap profesional yang

diperlukan siswa untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan bidangnya. 3. Meningkatkan pengenalan siswa pada aspek-aspek usaha yang

potensial dalam lapangan kerja antara lain : struktur organisasi usaha, asosiasi usaha, jenjang karir dan manajemen usaha. 4. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memasyarakatkan

diri pada suasana / iklim lingkungan kerja yang sebenarnya, baik seperti pekerja penerima upah (employee) maupun sebagai pekerja mandiri (enterpreneur), terutama yang berkenaan dengan disiplin kerja.

3

5.

Meningkatkan, memperluas dan memantapkan proses penyerapan

teknologi baru dari lapangan kerja ke sekolah dan sebaliknya. 6. Memperoleh masukan dan umpan balik guna memperbaiki dan

mengembangkan kesesuaian pendidikan kejuruan. 7. Memberikan peluang masuk, penempatan lulusan dan kerja sama. 1.3. Tujuan penulisan karya tulis pelaksanaan prakerin di Industri 1. Siswa mampu memahami, memantapkan dan mengembangkan

pelajaran yang didapat di sekolah dan penerapannya di dunia usaha atau industri. 2. Siswa mampu memberikan gambaran-gambaran kondisi dan

bidang kerjanya selama mengikuti prakerin di industri / intansi. 3. Siswa mampu mempertanggung jawabkan isi laporan dalam ujian lisan (sidang) prakerin di sekolah yang penilaiannya ikut menentukan nilai kelulusan. 1.4. Waktu, tempat dan ruang lingkup pelaksanaan prakerin Program prakerin ini penulis laksanakan selama 3 bulan, bertempat di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Jl. Gegerkalong Hilir no.47 Bandung, yang dimulai dari tanggal 1 juni 20010 dan berakhir tanggal 31 Agustus 2010. Adapun pada pelaksanaan prakerin ini, penulis memiliki kegiatan sebagai berikut : 1. 2. Manajemen jaringan di gedung-gedung telkom. Pelatihan bersama pembimbing.

3. Mensuplai barang ke gedung-gedung telkom.

4

1.5.

Pembatasan masalah Dalam penulisan karya tulis ini, penulis membatasi pada konfigurasi

wireless Access Point Linksys WAP54G. pembatasan masalah ini sesuai dengan apa yang dikerjakan penulis selama mengikuti pelaksanaan prakerin. Oleh karena itu, penulis membatasi permasalahan yang disajikan. Adapun yang akan disajikan penulis dalam karya tulis ini adalah mengenai instalasi dan konfigurasi Access Point Linksys WAP54G. Maka dengan adanya pembatasan masalah ini penulis berharap agar tujuan utama pembahasan karya tulis ini dapat tercapai. 1.6. Sistematika penulisan karya tulis Dalam penulisan karya tulis ini, penulis mengacu kepada hasil dan data yang penulis dapatkan selama melaksanakan prakerin. Adapun data-data tersebut penulis dapatkan melalui beberapa metode kerja yaitu : 1. Metode observasi, yaitu metode yang bedasarkan pada hasil

pengamatan langsung. 2. Metode interview, yaitu metode yang berdasarkan hasil wawancara

atau tanya jawab. 3. Metode pustaka, yaitu metode yang berdasarkan kepustakaan / buku. Adapun sistematika penulisan laporan ini adalah sebagai berikut : BAB 1 PENDAHULUAN Membahas tentang dasar latar belakang prakerin, tujuan pelaksanaan prakerin, tujuan pembuatan karya tulis, waktu, tempat serta ruang lingkup pelaksanaan prakerin, pembatasan masalah dan sistematika penulisan karya tulis. BAB 2 TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

5

Membahas tentang sejarah berdirinya PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Visi, misi dan moto PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. BAB 3 TEORI PENUNJANG Membahas tentan instalasi, konfigurasi dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan judul karya tulis yang akan dibahas pada bab selanjutnya. BAB 4 URAIAN KHUSUS Berisi mengenai kesimpulan dari uraian khusus yang dibahas serta saransaran bagi pihak sekolah dan pihak industri dalam pelaksanaan prakerin ini. DAFTAR PUSTAKA Berisi judul-judul buku serta sumber-sumber lainnya yan menjadi acuan penulis dalam pembuatan karya tulis.

6

BAB 2 TINJAUAN PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK.

2.1.

Profil Perusahaan/instansi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. atau lebih dikenal dengan nama PT.

Telkom merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi. Sebagai perusahaan jasa, PT. TELKOM harus berorientasi pada konsumen yang merupakan pengguna jasa. PT. TELKOM berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik kepada para konsumennya. Dalam perkembangannya, PT. TELKOM menggunakan kredo / semboyan Committed 2U yang menunjukan betapa pentingnya konsumen sebagai pengguna jasa telekomunikasi. Sebagai salah satu perusahaan nasional di Indonesia, PT. TELKOM idealnya harus beroperasi dan dapat melayani seluruh wilayah di Indonesia. Sehingga dalam usahanya untuk memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan jasa telekomunikasi bagi konsumen. PT. TELKOM membagi wilayah operasinya menjadi beberapa wilayah yang disebut sebagai Divisi Regional (Divre), antara lain : Divre I (Sumatera), Divre II (Jabotabek & Banten), Divre III (Jawa Barat), Divre IV (Jawa Tengah & DIY), Divre V (Jawa Timur), Divre VI (Kalimantan), Divre VII (Indonesia Timur). 2.2. Sejarah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Secara umum, sejarah berdirinya PT. TELKOM dapat dibedakan menjadi 2 fase, yaitu fase sebelum kemerdekaan Indonesia dan sesudah kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk fase sebelum kemerdekaan Indonesia, cikal bakal PT. TELKOM dimulai pada tahun 1882 oleh pemerintahan kolonial belanda dengan nama Post En Telegraafdiens. Pada waktu itu, Post En Telegraafdiens masih

7

merupakan suatu badan usaha swasta yang berfungsi sebagai penyedia pelayanan jasa post dan telegraf. Kemudian pada tahun 1906 pemerintahan kolonial Belanda mulai membentuk sebuah jawatan yang mengatur layanan pos dan telekomunikasi yang diberi nama jawatan pos, telegraf dan telepon (Post, Telegraaf and Telephone Dienst / PTT) atau lebih dikenal dengan nama PTT-dienst. Setelah itu pada tahun 1931, PTT-dienst oleh pemerintah kolonial Belanda diubah statusnya menjadi perusahaan negara. Fase sesudah kemerdekaan Indonesia dimulai pada tahun 1945 pada saat terjadi proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia sebagai negara merdeka, berdaulat dan lepas dari pemerintahan Jepang. Pada tahun 1960, pemerintahan mengeluarkan PERPU no.10 tahun 1960 tentang persyaratan sesudah perusahaan negara yang kemudian disusul oleh PERPU no.240 tahun 1961 untuk mengubah status jawatan PT. TELKOM menjadi Perusahaan Negara pos dan Telekomunkasi (PN Postel). Pada tahun 1965 dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Kemudian pada tahun 1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi Nasional maupun Internasional. Pada tahu 1980 pemerintah mendirikan PT. Indonesian Satellite Coporation (Indosat) untuk menyelenggarakan telekomunikasi Internasional dan terpisah dari Perumtel. Tahun 1989 pemerintah mengeluarkan UU no.3 tahun 1989 tentang telekomunikasi, yang berisi peran serta swasta dalam menyelenggarakan telekomunikasi. Pada tahun 1991 perumtel berubah bentuk menjadi perusahaan perseroan (persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan PP no.25 tahun1991. Setelah itu pada tanggal 14 November 1995 mulai melakukan penawaran umum perdana saham Telkom (Initial Public Offering / IPO) dan sejak saat itu Telkom tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE). jasa

8

Saham Telkom juga diperdagangkan tanpa pencatatan (Public Offering Without Listing / POWL) di Tokyo Stock Exchange. Tanggal 1 Januari 1996 Kerja Sama Operasi (KSO) mulai

diimplementasikan di wilayah Divisi Regional I Sumatera dangan mitra pramindi ikat nusantara (Pramido); Divisi Regional II Jawa Barat dan Banten dengan mitra PT. Asia West Internasional (Asia West); Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DIY dengan mitra PT. Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI); Divisi Regional VI Kalimantan dengan mitra PT. Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra); Divisi Regional VII kawasan Indonesia Timur dengan mitra PT. Bukaka Signtel. Kemudian pada tahun 1999 pemerintah mengeluarkan UU no.36 tahun 1999, tentang penghapusan monopoli penyelenggaraan telekomunikasi yang akhirnya berpengaruh pada PT. TELKOM. Tahun 2001 PT. TELKOM membeli 35% saham Telkomsel dari PT. Indosat sebagai bagian dari implementasi rekontruksi industri jasa telekomunikasi di Indonesia, yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara Telkom dengan Indosat dengan transaksi ini. Telkom menguasai 72,72% saham Telkomsel. Telkom membeli saham 90,32% saham daya mitra dan mengkosilidasikan laporan keuangan daya mitra ke dalam laporan keuangan Telkom. Tahun 2002 Telkom membeli seluruh saham Pramindo melalui 3 tahap yaitu 30% saham pada saat ditanda tanganinya penrjanjian jual beli pada tanggal 15 Agustus 2002, 15% pada tanggal 30 September 2003 dan sisa 55% saham pada tanggal 30 desember 2004. PT. TELKOM menjual 12,72% saham Telkomsel kepada Singapore Telecom dan dengan demikian Telkom memiliki 65% saham Telkomsel. Sejak Agustus 2002 terjadi duopoly penyelenggaraan telekomunikasi lokal. 2.3. Visi dan Misi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

2.3.1. Visi

9

PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. mempunyai visi untuk berupaya menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik.

10

2.3.2. Misi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. mempunyai misi untuk memberikan layanan “one stop infocom” dengan kualitas yang prima dan harga yang kompetitif, mengelola dengan cara yang terbaik dengan mengoptimalkan SDM yang unggul, dengan teknologi yang kompetitif dan dengan Bussiness Partner yang sinergi. 2.4. Logo PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Arti dari logo adalah : • Bentuk bulatan dari logo melambangkan keutuhan wawasan nusantara,

ruang gerak Telkom secara Nasional dan Internasional. • • Telkom yang mantap, modern luwes dan sederhana. Warna biru tua dan biru muda berdegradasi melambangkan teknologi

telekomunikasi tinggi / canggih yang terus berkembang dalam suasana masa depan gemilang. • Garis-garis tipis yang mengesankan gerak pertemuan beraturan

menggambarkan sifat komunikasi da kerja samayang selaras secara berkesinambungan dan dinamis. • Tulisan INDONESIA dengan huruf futura bold italic, menggambarkan

kedudukan perusahaan Telkom sebagai pandu bendera telekomunikasi Indonesia (Indonesian Telecomunication Flag Carrier).
11

2.5.

Kredo PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. PT. Telekomunikasi Indoensia Mempunyai Kredo

Adapun arti kredo tersebut adalah : • • Telkom ingin selalu fokus kepada pelanggan. Telkom ingin selalu memberikan pelayanan yang prima dan mutu produk

yang tinggi serta harga yang kompetitif. • Telkom ingin selalu melaksanakan segala sesuatu melalui cara-cara yang

terbaik (best pratices). • Telkom ingin selalu menghargai karyawan yang proaktif dan inovatif

dalam peningkatan produktifitas dan kontribusi kerja. • 2.6. Telkom ingin selalu berusaha menjadi yang terbaik. Maskot PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Arti maskot Be Bee : •

Antena lebah lebih sensitif terhadap segala keadaan dan perubahan. Mahkota kemenangan.

12

• • •

Mata yang tajam dan cerdas. Sayap yang lincah dan praktis. Tangan kuning memberikan karya terbaik.

BAB 3 TEORI PENUNJANG

3.1.

Sejarah Internet Dunia Cikal bakal dari Internet adalah ARPANET, sebuah jaringan eksperimen

milik pemerintah Amerika Serikat berbasis komunikasi data paket yang didirikan di tahun 1969. Tujuannya untuk menghubungkan para periset ke pusat-pusat komputer, sehingga mereka bisa bersama-sama memanfaatkan sarana komputer seperti disk space, data base dan lain-lain. Kegiatan ini disponsori oleh Departemen pertahanan Amerika Serikat, bersama lembaga yang dinamakan Advanced Research Project Agency (ARPA). Di awal 1980-an, ARPANET terpecah menjadi 2 jaringan, yaitu ARPANET dan Milnet (sebuah jaringan Militer), akan tetapi keduanya mempunyai hubungan sehingga komunikasi antar jaringan tetap dapat dilakukan. Pada mulanya jaringan Interkoneksi ini disebut DARPA Internet, tapi lama-kelamaan disebut sebagai Internet saja. Di tahun1986 lahir National Science Foundation Network (NSFNET), yang menghubungkan para periset di seluruh negeri dengan 5 buah pusat super komputer. Jaringan ini kemudian berkembang untuk menghubungkan berbagai jaringan akademis lainnya yang terdiri atas Universitas dan konsorsium-konsorsium riset. NSFNET mulai menggantikan ARPANET sebagai jaringan riset utama di Amerika. Pada bukan Maret 1990 ARPANET secara resmi dibubarkan. Pada saat NSFNET dibangun, berbagai jaringan Internasional didirikan dan dihubungkan ke NSFNET.
13

Australia, negara-negara Skandinavia, Inggris, Prancis, Jerman, Kanada dan Jepang segera bergabung. Pada saat ini Internet terdiri atas lebih dari 15.000 jaringan yang mengelilingi dunia (70 negara di 7 benua). Sekitar 25 juta orang dapat saling mengirimkan pesan melalui Internet dan jaringan-jaringan lain terhubung dengannya. Pemakaiannya sudah bukan murni risat saja, tetapi mencakup kegiatan sosial, komersial (melalui jaringan antar komersial bernama CIX), budaya dan lain-lain. 3.2. Jaringan komputer Jaringan Komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama unutk mencapi suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan kumputer adalah :
1. Membagi sumber daya, contohnya : berbagi pemakaian, CPU,

memory, Hardisk. 2. Komunikasi, contohnya : e-mail, instant messaging, chatting. 3. Access informasi, contohnya : web browsing. Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. 3.3. Klasifikasi jaringan Klasifikasi jaringan komputer dibagi atas 3 jenis, yaitu : 1. Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-

14

komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumber daya (resource, misalnya printer) dan saling bertukar informasi. 2. Metropolitan Area Network (MAN) Metropolitan Area Netwok (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dari biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. 3. Wide Area Network (WAN) Wide Area Network (WAN) / jaringan area skala besar adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan Bank BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di negara-negara lain. Menggunakan sarana WAN, sebuah Bank yang ada di Bandung bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam komunikasi Global seperti Internet. Tapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya. 3.4. Topologi jaringan komputer Topologi suatu jaringan didasarkan pada cara penghubung sejumlah node atau sentral dalam membentuk suatu sistem jaringan. Topologi jaringan yang umum dipakai adalah : 1. Topologi jaringan Mesh
15

Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatkannya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal pengoperasiannya.

16

2. Topologi jaringan bintang (star) Dalam topologi jaringan bintang, salah satu sentral dibuat sebagai sentral pusat. Bila dibandingkan dengan sistem mesh, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana sehingga sistem menjadi lebih ekonomis, tetap beban yang dipikul sentral pusat cukup berat. Dengan demikian kemungkinan tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar. 3. Topologi jaringan bus Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi yang disebut bus. Transmisi sinyal dari suatu sentral tidak dialirkan secara bersamaan dalam 2 arah. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi jaringan mesh ataupun star, yang kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antar sentral secara bersamaan. Topologi jaringan bus tidak umum digunakan untuk interkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada sistem jaringan komputer. 4. Topologi jaringan pohon (tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin ke atas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.

17

5. Topologi jaringan cincin (Ring) Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus

dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun berjauhan. Dengan demikian kemampuan melakukan switching ke berbagai arah sentral. Keuntungan dari topologi jaringan ini antara lain : tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana), juga bila ada gangguan atau kerusakan pada suatu sentral maka aliran trafik dapat dilewatkan pada arah lain dalam sistem. Yang paling banyak digunakan dalam jaringan komputer adalah jaringan bertipe bus dan pohon (tree), hal ini karena alasan kerumitan, kemudahan instalasi dan pemeliharaan serta harga yang harus dibayar. Tapi hanya jaringan bertipe pohon (tree) saja yang diakui keandalannya karena putusnya salah satu kabel pada client, tidak akan mempengaruhi hubungan client yang lain. Faktor-faktor yang perlu mendapat pertimbangan untuk pemilihan

Topologi adalah sebagai berikut :
a. Biaya, sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan dalam

organisasi.
b. Kecepatan, sampai sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan dalam

sistem.

18

c. Lingkungan, misalnya listrik atau faktor-faktor lingkungan yang lain,

yang berpengaruh pada jenis perangkat keras yang digunakan.
d. Ukuran, sampai seberapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan

memerlukan file server atau sejumlah server khusus.
e. Konektifitas, apakah pemakai yang lain yang menggunakan komputer

laptop perlu mengakses jaringan dari berbagai lokasi.

3.5.

Fiber Optik Kabel fiber optik merupakan media network medium yang mampu

digunakan untuk transmisi-transmisi. Fiber optik memiliki harga lebih mahal, tetapi cukup tahan terhadap interferensi elektromagnetis dan mampu beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi. Beberapa keuntungan kabel fiber optik :
1. Kecepatan, jaringan-jaringan fiber optik beroperasi pada kecepatan tinggi. 2. Bandwith, fiber optik mampu membawa paket-paket dengan kapasitas

besar.

19

3. Distance, sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan

perlakuan “refresh” atau “diperkuat”.
4. Resistance, daya tahan kuat terhadap impas elektromagnetik yang

dihasilkan perangkat-perangkat elektronik seperti radio, motor atau bahkan kabel-kabel transmisi lain di sekelilingnya.
5. Maintenance, kabel-kabel fiber optik memakan biaya perawatan relatif

murah. 3.5.1. Tipe-tipe kabel fiber optik a. Single mode, Sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter 8,3 hingga 10 micron. b. Multimode, kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass, dengan kombinasi (range) diameter 50-100 micron. Setiap fiber dalam kabel multimode mampu membawa sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundel kabel.
c. plastic optical fiber, kabel berbasis plastik terbaru yang memiliki

performa similar dengan kabel single mode.

20

Tabel Perbandingan kabel twisted pair, coaxial, fiber optik Spesifikasi 10 Base T 10 Base 2 10 Base 5 10 Base 5 100 Base T 100 Base TX Tipe kabel Unshielded Twisted Pair Thin Coaxial Thick Coaxial Fiber Optik Unshielded Twisted Pair Unshielded Twisted Pair Panjang Maksimal 100 meter 185 meter 500 meter 2000 meter 100 meter 220 meter

3.6.

Wireless Media tidak terpandu (unguided), transmisi dan penerimaan dapat dicapai

dengan menggunakan antena. Untuk transmisi antena mengeluarkan energi elektromagnetik ke medium (biasanya udara) dan untuk penerimaan, antena mengambil gelombang elektromagnetik dari medium sekitarnya. Pada dasarnya ada 2 tipe konfigurasi untuk transmisi wireless yaitu direction dan omnidirectional. Untuk konfigurasi directional, antena transmisi mengeluarkan pancaran elektromagnetik secara terfokus, jadi antena pengirim dan antena penerima harus terarah dengan benar. Pada kasus omnidirectional, dinyal ditransmisikan ke segala arah dan dapat diterima oleh beberapa antena.

21

Ada 3 range frekuensi umum dalam transmisi wireless, yaitu :
1. Frekuensi microwave dengan range 2-40 GHz, cocok untuk transmisi

point-to-point. Microwave juga digunakan pada komunikasi satelit. 2. Frekusensi dalam range 30MHz-1GHz, cocok untuk aplikasi omnidirectional range ini ditunjukan untuk range broadcast radio. 3. Range frekuensi lain yaitu antara 300-200000GHz, untuk aplikasi lokal, adalah spektrum infra merah. Infra merah sangat berguna untuk aplikasi point-to-point dan multipoint dalam area terbatas, seperti sebuah ruangan.

3.7.

HUB HUB atau konsentrator termasuk device layer 1 dalam OSI model yang

berfungsi sebagai media antar koneksi yang jauh, media pengumpul semua koneksi antar PC untuk kemudian disambungkan satu sama lain. Keuntungan menggunakan HUB adalah fleksibilitas yang dimiliki sehingga setiap client bisa ditambahkan setiap waktu tanpa mengganggu jaringanyang sedang beroperasi. Tetapi HUB tidak mampu membaca data-data dan tidak mengetahui sumber dan tujuan paket-paket yang dilepas melaluinya. Kesimpulannya, sebuah HUB hanya

22

berperan menerima dan meneruskan paket-paket ke semua device dalam jaringan termasuk device yang mengirimkan paket tersebut. Dari segi pengelolaan HUB yang saat ini beredar dipasaran ada 2 jenis, yaitu manage-able HUB dan unmanage-able HUB. Manage-able HUB adalah HUB yang bisa dikelola atau dimanage dengan software yang dibawahnya. Sedangkan unmanage-able HUB cara pengelolaannya dilakukan secara manual. 3.7.1. Tipe HUB a. Passive HUB, HUB-HUB pasif tidak memperkuat sinyal elektrik dari paket-paket data yang masuk. b. Active HUB, HUB-HUB active akan memperkuat sinyal paket-paket sebelum mereka dilepas ke network. c. Intelligent HUB, HUB-HUB yang memiliki fitur extra dari active HUB, dimana sangat cocok untuk kepentingan bisnis. Sebuah HUB yang cerdas secara tipikal mensupport manajemen secara remote via SNMP dan Virtual LAN (VLAN).

23

3.8.

Switch Switch berfungsi menghubungkan multiple komputer pada layer protokol

jaringan level dasar. Switch beroperasi pada layer dua (data link layer) dari OSI model. Secara tipikal, beberapa kelebihan switch dari HUB adalah : a. Mampu menginspeksi paket-paket data yang mereka terima. b. Mampu menentukan sumber dan tujuan paket yang melaluinya.
c. Mampu meneruskan paket-paket yang tepat.

24

3.9.

Bridge Bridge merupakan perangkat yang lebih simpel dan murah dibandingkan

router. Bridge hanya menyampaikan paket, namun tidak bisa memilih paket-paket mana yang akan disampaikan ke segmen-segmen. Bridge dapat meningkatkan performa jaringan dengan cara mengeleminasi traffic yang tidak dibutuhkan dan meminimasi peluang-peluang collision. Dan dapat membagi-bagi traffic ke segmen-segmen yang ada dan melakukan filtering traffic berdasarkan MAC Address.

25

3.10. Router

Dengan menggunakan informasi di antara masing-masing paket, router melakukan routing dari satu LAN ke LAN lainnya mencari atau menentukan rute terbaik di antara jaringan-jaringan. Router merupakan device physical yang menyatukan network-network, berada pada layer 3 gateway, yang berarti dapat mengkoneksikan jaringa-jaringan sebagaimana layaknya gateway. Dengan cara melakukan konfigurasi informasi-informasi yang disimpan dalam sebuah lokasi yang disebut “routing table”, router dapat difungsikan untuk memfilter traffic yang keluar masuk jaringan, berdasarkan alamat-alamat IP si pengirim dan penerima. Beberapa router menyajikan fitur bagi pengelolanya untuk melakukan update informasi routing table interface browser web. Karena sifatnya yang dapat memilih paket-paket yang masuk, menahan dan mengantarkannya ke tujuan yang cepat, router sering kali digunakan dalam jaringan yang kompleks dan besar, seperti WAN dan Internet.

26

27

3.11.

Pengenalan penjadwalan CPU. Penjadwalan CPU (CPU scheduling) adalah basis dari sistem operasi

multiprogramming. Dengan men-switch CPU kepada proses-proses, sistem operasi dapat membuat komputer lebih produktif. Pada materi ini akan dibahas dasar konsep penjadwalan dan diperkenalkan beberapa algoritma penjadwalan CPU. 3.11.1. Konsep Dasar Tujuan dari multiprogramming adalah agar beberapa proses dapat berjalan sedemikian rupa sehingga penggunaan CPU menjadi maksimal (CPU utilization maksimal). Ketika CPU menganggur, sistem operasi harus memilih satu dari proses dalam ready queque untuk dieksekusi. Pemilihan tersebut dilakukan oleh penjadwal CPU (CPU scheduler). Penjadwalan tersebut akan memilih di antara proses memori yang siap untuk dieksekusi dan kemudian akan memberikan jatah CPU kepada salah satu proses tersebut. Keputusan dalam penjadwalan CPU berlangsung saat state proses :
a. Berubah dari running state ke waiting state.

b. Berubah dari running state ke ready state. c. Berubah dari waiting state ke ready state. d. Terminates. Untuk no.1 dan no.4, skema penjadwalannya dikatakan non-preemptive. Sedangkan untuk no.2 dan no.3, skema penjadwalannya dikatakan preemptive. Preemptive maksudnya dapat diganti oleh proses lain. Non-preemptive maksudnya tidak dapat diganti oleh proses lain (proses yang sedang berjalan harus dijalankan sampai selesai dulu).

28

3.11.2. Kriteria penjadwalan Kriteria yang digunkan untuk membandingkan algoritma-algoritma penjadwalan adalah sebagai berikut :
a.

CPU utilization, sebaiknya CPU bekerja sesibuk mungkin. Trough put, adalah banyaknya data yang selesai dieksekusi per satuan waktu, semakin banyak trough put semakin baik.

b.

c.

Turn around time, adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengeksekusi suatu proses, semakin kecil turn around time semakin baik.

d.

Waiting time, adalah waktu yang dibutuhkan suatu proses selama menunggu di ready queque. Semakin kecil waiting time semakin baik

e.

Response time, adalah waktu yang dibutuhkan sejak suatu proses datang me-request sampai itu menerima respon pertama, semakin kecil respon time semakin baik. Kriteria yang optimal adalah :

a. b. c. d. e. 3.12.

CPU utilization maksimal Trough put maksimal Turn around time minimal Waiting time minimal Response time minimal Remote Administrator Remote administrator adalah suatu program aplikasi yang digunkan untuk

melakukan proses remote. Program ini sama dengan remote assistance pada sistem operasi windows, tetapi window hanya mengijinkan satu user saja yang

29

boleh aktif pada satu sesi. Mungkin masalah keamanan sehingga windows memblok akses lebih dari satu user. Proses remote digunakan unutk memantau atau memperbaiki komputer lain yang memiliki sistem operasi yang sama dengan server dan komputer tersebut terhubung pada suatu jaringan. Proses remote digunakan untuk melakukan perhitungan respon sistem. Kelebihan Remote Administrator : • Cukup membukakan akses ke satu komputer remote administrator server

di firewall. Akses ke komputer-komputer lainnya di LAN kemudian jadi bisa dilakukan . • • Server-client di-enkrip dengan cukup baik. Keceoatan akses remote administrator hanya kalah dari terminal server /

citrix metaframe. • Lebih murah.

30

BAB 4 URAIAN KHUSUS

4.1.

Sekilas Wireless LAN (WLAN) Wireless Local Area Network sebenarnya hampir sama dengan jaringan

LAN, akan tetapi setiap node pada WLAN menggunakan wireless device untuk berhubungan dengan jaringan. Node pada WLAN menggunakan channel frekuensi yang sama dan SSID yang menunjukan identitas dari wireless device. Tidak seperti jaringan kabel, jaringan wireless memiliki 2 mode yang digunakan infrastruktur dan Ad-Hoc. Konfigurasi infrastruktur adalah komunikasi antar masing-masing PC melalui sebuah Access Point pada WLAN atau LAN. Komunikasi Ad-Hoc adalah komunikasi secara langsung antara masing-masing komputer dengan menggunakan piranti wireless. Penggunaan kedua mode ini tergantung dari kebutuhan untuk berbagi data atau kebutuhan yang lain dengan jaringan nirkabel. 1. Mode Ad-Hoc Ad-Hoc merupakan mode jaringan WLAN yang sangat sederhana, karena pada Ad-Hoc ini tidak memerlukan Access Point untuk host dapat saling berinteraksi. Setiap host cukup memiliki transmitter dan receiver wireless untuk berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Kekurangan mode ini adalah komputer tidak bisa berkomunikasi dengan komputer pada jaringan yang menggunakan kabel. Selain itu daerah jangkauan pada mode ini terbatas pada jarak antara kedua komputer tersebut.

31

2. Mode Infrastruktur Jika komputer pada jaringan wireless ingin mengakses jaringan kabel atau sharing printer misalnya, maka jaringan wireless tersebut harus menggunakan mode infrastruktur. Pada mode infrastruktur Access Point berfungsi untuk melayani komunikasi utama pada jaringan wireless. Access Point mentransmisikan data pada PC dengan jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak Access Point dapat memperluas jangkauan dari WLAN.

4.2.

Komponen WLAN

Access Point merupakan perngkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna (user) ke ISP, atau kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Acess-Point berfungsi mengkonversikan seinyal frekuensi radio menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabelm atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dangan mengkonversikan ulang menjadu sinyal radio.

4.3.

Sekilas tentang Wireless Access Point Linksys WAP54G Salah satu yang paling penting pada jaringan wireless adalah Access Point.

Wireless pada jaringan WLAN bertindak sebagai pusat pemancar dan penerima

32

untuk sinyal radio WLAN sehingga pada jaringan tersebut timbul komunikasi dengan gelombang radio sebagai medianya. Salah satu Access Point yang banyak digunakan saat ini adalah Access Point Wireless-G Access Point with speed booster linksys atau lebih dikenal dengan nama Access Point linksys WAP54G. Access Point ini support untuk menjadi router, gateway, dengan kecepatan mencapai 54Mbps, bila sinyal sedang kuat maka kecepatan Access Point ini bisa mencapai 108Mbps karena memmpunyai fitur speed booster.

4.4.

Konfigurasi wireless Access Point 1. Menghubungkan WAP54G a. menemukan lokasi yang optimum untuk Access Point. Tempat terbaik untuk Access Point biasanya di pusat dari jaringan nirkabel anda, dengan baris pandangna ke semua stasiun mobile anda. b. Memperbaiki arah antena. Cobalah untuk menempatkannya dalam posisi yang terbaik menutupi jaringan nirkabel. Biasanya, semakin tinggi anda menempatkan antena, kinerja yang lebih baik antena akan dapat meningkatkan posisi menerima sensitivitas dan kedua antena harus tegak. c. Menghubungkan jaringan kabel ethernet ke Access Point. d. Menghubungkan power adaptor ke Access Point.

33

2.

Persiapan konfigurasi WAP54G

a. Masukan CD setup wizard Linksys WAP54G. b. CD akan autorun, jika tidak dengan manual saja klik pada CD setup wizard “setup.exe”. lalu klik tombol Setup.

34

e. Tahap pertama akan memberikan informasi saja. Langsung saja tekan Yes.

f. Tahap ke dua masukan IP Address dan subnet mask dan beri AP nama. Lalu klik tombol Next.

35

g. Tahap ke tiga masukkan SSID dan pilih channel. Lalu klik tombol Next.

h. Tahap ke empat mengatur WEP dan masukkan passphrase. Lalu klik tombol Next.

36

i. Tahap ke lima memasukan key1 merupakan password dari WEP tadi. Lalu klik tombol Next.

j. Maka akan muncul informasi settingan ke 5 tahap tadi. Kemudian klik Yes untuk melakukan setup wizard, lalu tunggu beberapa waktu pengsetup-an.

37

k. Setelah menunggu peng-setup-an. Maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah. Lalu klik tombol Exit.

4.5.

Konfigurasi Pada Sisi User Berikut konfigurasi dari sisi user agar terhubung internet melalui jaringan

WLAN:
1. Masuk ke Network Connection - klik kanan pada Wireless Network

Connections - Properties - pilih Internet Protocol (TCP/IP) – Properties, masukan IP address yang satu Network dengan IP yang diset untuk Client di Access Point. Bila di Access Point diset DHCP maka Client akan langsung terkoneksi dengan menset obtain pada jendela Internet Protocol Properties.

38

2. Bila Access Point memberikan layanan SSID Broadcast dan mengetahui

nama SSID dari AP itu sendiri kita bisa menset agar terhubung ke jaringan Access Point tersebut dengan masuk ke Network Connections – klik kanan pada Wireless Network Connection – Properties – pilih tab wireless network – pilih add masukan SSID yang dimaksud – masuk ke tab Connection – checklist opsi “Connect when this network is in range” agar terhubung – OK.

Gambar Window

Property dari salah satu jaringan.
3. Bila Acces Point menggunakan wireless security jenis WPA-PSK maka

bila user akan terkoneksi ke jaringan akan muncul tampilan seperti gambar 4.32 dan kita harus masukan network key dan confirm network key.

39

Gambar Window yang muncul ketika akan melakukan koneksi ke jaringan WPA-PSK.
4. Untuk Access Point yang menggunakan security WPE langkah untuk

masuk ke dalam jaringan WLAN dari sisi user hampir sama seperti langkah pada no dua hanya kita memasukan salah satu key dari empat key yang biasanya dimasukkan pada security WEP.

40

Gambar Setting WEP di User.

41

5. Untuk jaringan model Ad Hoc melakukan interaksi dengan komputer lain, semua komputer yang akan dihubungkan harus memiliki wireless adapter atau untuk Laptop memiliki fasilitas Wi-Fi. Salah satu komputer pada mode ini dijadikan SSID Broadcaster. Berikut adalah langkah-langkah instalasi dan konfigurasinya pada salah satu komputer yang ingin dijadikan SSID broadcaster : a. Aktifkan Wifi pada masing-masing PC/Laptop yang akan dihubungkan dengan jaringan.
b. Klik kanan pada icon Network Wireless Connection, klik Change

The Order Preferrd Network. Klik Add pada Preferrd Network lalu ketikan nama network yang akan digunakan pada kolom Network Name.

Gambar Setting SSID di User. c. Setelah itu Set IP Address di Internet Protocol TCP/IP misal bila range 1-254 kita bisa memasukan IP 192.168.1.5. d. Setelah itu set masing-masing PC/Laptop dengan IP address yang berbeda sesuai range yang diberikan, jangan lupa kosongkan gatewanya.
e. Tes koneksi dengan ping ke salah satu komputer, bila terhubung

maka komputer-komputer.

42

BAB 5 KESIMPULAN

5.1.

Kesimpulan Dari hasil studi tentang system jaringan yang penulis tuangkan dalam

laporan atau karya pelaksanaan prakerin, penulis mengambil bebarapa, yaitu : 1. Jaringan Wireless yang saat ini berkembang menggunakan standar

IEEE 802.11b dan 802.11g pada frekuensi 2,4GHz. 2. Komfigurasi Access Point dimulai dari sisi besar ke kecil, misalnya

network anda akan mengaktifkan Gateway / Access Point, bereskan di sisi tersebut baru membereskan sisi client yang terhubung. 3. Jaringan wireless tidak sesulit sistem cable network, wireless

network hanya membutuhkan ruang atau space dimana jarak jangkau network dibatasi kekuatan pancaran sinyal radio dari masing-masing komputer. 4. Penempatan Access Point pada jaringan WLAN sebaiknya

diletakkan di daerah yang lebih tinggi, agar pancaran sinyal radio merata. 5. Pemilihan security pada jaringan wireless akan sangat berguna

dalam mengantisipasi masuknya penyusup-penyusup yang akan merusak jaringan wireless kita. 5.2. Saran-saran

Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis mengajukan beberapa saran baik untuk pihak sekolah maupun industri, dengan harapan terjadinya peningkatan kelancaran dan kebersihan baik bagi pihak sekolah maupun pihak industri di masa yang akan datang.

43

Saran-saran yang ingin disampaikan adalah sebagai berikut : Saran untuk pihak sekolah 1. Kerjasama yang telah terjalin antara SMK Angkasa 1 Margahayu

dan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. terutama dalam pelaksanaan prakerin agar dapat lebih ditingkatkan lagi supaya proses prakerin di masa yang akan datang tidak menemui kesulitan dan supaya lebih mudah untuk penyaluran lulusan-lulusan SMK Angkasa 1 Margahayu. Perkembangan teknologi yang semakin pesat terutama aplikasi teknologi di dunia kerja perlu diimbangi dengan persiapan yang matang oleh siswa / siswi SMK Angkasa 1 Margahayu, sehingga penulis menyarankan agar pihak sekolah memperlengkap alat-alat. 2. Praktek dan buku-buku penunjang belajar agar siswa mendapat

gambaran informasi teknologi terkini yang dipakai oleh para industri. 3. Dengan berkembangnya teknologi komunikasi pada sekarang ini,

maka penulis menyarankan agar pembelajaran teknologi komunikasi lebih ditingkatkan lagi. Saran untuk pihak industri 1. Kerjasama yang telah terjalin antara PT. Telekomunikasi

Indonesia, Tbk. dengan SMK Angkasa 1 Margahayu diharapkan dapat terus terjalin pada masa-masa yang akan datang bukan hanya dalam penerimaan pelaksanaan prakerin oleh pihak industri. 2. Untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para tetapi juga dalam hal sumbang informasi mengenai masalah teknologi informasi khususnya yang digeluti

siswa yang akan melaksanakan pelaksanaan prakerin, diharapkan dari pihak industri membuat suatu program atau pekerjaan yang harus

44

dikerjakan oleh siswa sesuai dengan kemampuan di bidangnya masingmasing prakerin agar lebih memberikan hasil yang bermanfaat.

45

DAFTAR PUSTAKA

http://www.linksys.com/ http://www.obengware.com/ http://te.ugm.ac.id/ http://bebas.vlsm.org/ http://stibanas.ac.id/ http://jim.geovedi.com/ http://www.ristinet.com/ http://ilmukomputer.com/ http://www.mikroskill.ac.id/ http://cisco.com/en/US/docs/wireless/ http://pcmedia.co.id/ http://www.koc2.com/ http://www.oprekpc.com/ http://www.ilkom.unsri.ac.id/ http://ilkom.unud.ac.id/infolinux/

v

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->