P. 1
Fungsi Manajemen Perpustakaan Sekolah

Fungsi Manajemen Perpustakaan Sekolah

|Views: 522|Likes:
Published by Ram's Sufi

More info:

Published by: Ram's Sufi on Feb 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2014

pdf

text

original

Perpustakaan Sekolah

Menurut Agus Sutoyo dan Joko Santoso (2001:189) ³Manajemen perpustakaan adalah suatu proses kegiatan yang dilaksanakan perpustakaan untuk mencapai sasaran seefisien mungkin dengan mendayagunakan semua sumber daya yang ada, meliputi SDM, sarana, metode, serta dana´. Dengan demikian manajemen perpustakaan sekolah juga melaksanakan hal-hal tersebut disertai dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun tujuan sekolah. melalui jasa layanannya dan kegiatan perpustakaan lainnya yang menunjang kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga perpustakaan memang merupakan salah satu sarana sumber belajar yang harus dikelola dengan manajemen terbaiknya. Sedangkan menurut Sutarno (2006:20), manajemen perpustakaan adalah pengelolaan perpustakaan yang didasarkan kepada teori dan prinsip-prinsip manajemen. Teori manajemen adalah suatu konsep pemikiran atau pendapat yang dikemukakan mengenai bagaimana ilmu manajemen untuk diterapkan dalam suatu organisasi. Sedangkan prinsip-prinsip manajemen adalah dasar atau asas kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir dalam manajemen. Dikaitkan dengan pendapat tersebut, dapat dijelaskan bahwa manajemen perpustakaan tidak semata-mata berdasarkan teoritis tetapi bagaimana mengimplementasikan teori tersebut dalam praktek operasionalnya. Dalam kenyataannya tidak semua teori dapat diterapkan sepenuhnya, tetapi perlu modifikasi dan penyesuaian diantara keduanya. Manajernen perpustakaan (Abdul Rahman Saleh dan Fahidin, 1995) maupun perpustakaan sekolah (Soelistia, dkk, 1995) melaksanakan fungsi manajemen sebagai dasar pengelolaannya, yaitu planning (perencanaan), organizing(pengorganisasian), staffing (pengaturan staf), directing (pengarahan), dan controlling (pengendalian). Lebih lanjut Soelistia, dkk (1995-26-3-21) menjelaskan tentang manajemen perpustakaan sekolah yang berpedoman pada lima aspek tersebut, intisari penulisannya berikut ini:

Mengatur produksi sumber belajar dalam perpustakaan sekolah (jika ada). tepat. serta staf pengajar untuk menggunakan perpustakaan sekolah sebagai tujuan proses belajar mengajar. 2. 3. c. pustakawan sekolah dapat bekerjasama dengan guru untuk menentukan materi atau bahan-bahan yang sesuai dengan tingkat pendidikan. pemantauan. dan akurat. Menjalankan suatu sistem yang memungkinkan sumber-sumber informasi dalam bentuk perangkat keras (jika dipusatkan). untuk menentukan keterampilan yang dibutuhkan oleh siswa. b. Pengaturan Staf (Staffing) Staffing adalah kegiatan pengaturan.1. Kegiatan ini meliputi: a. dan f. Menentukan tujuan perpustakaan sekolah Dalam menentukan tujuan. b. d. Menyediakan sistem yang efisien mengenai pelayanan pemesanan bahan atau koleksi yang ada di sekolah. e. Bahan-bahan atau sumber informasi yang ada di perpustakaan perlu diatur sebaik mungkin sehingga guru maupun siswa yang memerlukannya dapat memperoleh dengan cepat. Organizing merupakan aspek manajemen yang menyangkut penyusunan organisasi manusia dan bahan atau materi. Mengawasi dan mengatur pekerjaan bagi pustakawan atau staf perpustakaan yang lain. Pengaturan pelayanan peminjaman yang efisien kepada staf pengajar maupun siswa. Mengidentifikasi pemakai perpustakaan sekolah yang akan dilayani. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian atau pengaturan perpustakaan sekolah merupakan tanggung jawab pustakawan sekolah. Ada beberapa hal penting yang harus dipikirkan dalam tahap perencanaan. Memberikan sistem yang fleksibel bagi siswa baik perorangan maupun kelompok. yaitu: a. dan pembinaan staf sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan berdasarkan kemampuan dan bidang keterampilan yang dimiliki. Dalam . dan mengelola perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan para pemakainya. untuk membantu dalam penyediaan bahan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam proses pengelolaan perpustakaan sekolah.

Pengarahan (Directing) Dalam konteks perpustakaan sekolah. termasuk perpustakaan. (2) menghindari kegiatan yang tidak efisien. . Proses Akuntabilitas sudah lama dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dan lembaga birokrat di pemerintahan dengan tujuan untuk dapat memastikan apakah perusahaan atau lembaga itu telah berhasil mencapai tujuan seperti yang direncanakan dalam strategi manajemennya . 4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek control di perpustakaan sekolah diantaranya adalah: (1) selalu menyadari tujuan yang sedang dilaksanakan. (3) evaluasi terhadap pelayanan yang telah dilakukan. Dengan kata lain peran seorang pimpinan benarbenar diperlukan dalam mendorong staf yang dipimpinnya sehingga mereka dapat bekerja seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan yang diinginkan. pencapaian target dan penilaian output yang dihasilkan. 5. dan pelayanan kepada staf. berkomunikasi dengan staf. training atau pelatihan staf. pengarahan merupakan tanggung jawab pimpinan perpustakaan.kegiatan staffing ini. seorang pustakawan sekolah harus mengetahui teknik dan proses yang diperlukan dalam seleksi dan penerimaan staf (staff recruitment). Ada tiga factor penting dalam penilaian sebuah organisasi atau lembaga dalam kaitannya dengan akuntabilitas yaitu verifikasi penggunaan sumber daya yang tersedia. Pengendalian (Controlling) Pustakawan sekolah harus menyadari pentingnya kontrol di suatu organisasi. Akuntabilitas dipandang penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->