K ata Pengantar

A l h a m d u l i l l a h , s e g a l a P u j i d a n S yu k u r p e nu l i s u c a p k a n k e ha d i r a t A l l a h S WT . Ka r e na a t a s I z i n , T a u f i q d a n H i d a ya h N Y A j u a l a h p e n yu s u n a n m a k a l a h ya n g b e r j u d u l ³ H u k u m W a r i s I n d o ne s i a M e n u r u t KU H - P e r d a t a ´ i n i d a p a t p e n u l i s s e l e s a i k a n.

S e l a n j u t n ya S a l a w a t b e r i r i n g S a l a m t a k l u p a p u l a p e n u l i s t u j u k a n kepada Nabi dan Rasul Muhammad SAW, be s e r t a ke lu arga da n

p e n g i k u t n ya s e k a l i a n . Y a ng m a n a B e l i a u t e l a h m e w a r is k a n d u a p u s a k a y a n g t a k t e r n i l a i u nt u k k e b a i k a n m a n u s i a d i d u n i a w a l a k h i r a t .

P e n yu s u n a n m a k a l a h i n i d i m a k s u d k a n u nt u k m e m e n u h i t u g a s m a t a k u l i a h H u k u m W a r i s d i U n i v e r s it a s B a t a m j u r u s a n H u k u m .

A k h i r n ya , t e g u r s a p a ya n g k o ns t r u k t i f d a r i s e m u a p i h a k s a n g a t k a m i harap ka n d e mi ke ba ik a n k a mi pad a ma sa d at ang.

B a t a m, O k t o be r 2 0 0 9

C ha ndra D arus na l

BAB I

1.1 Latar Belakang Masalah

Hubungan persaudaraan bisa berantakan jika masalah pembagian harta warisan seperti rumah atau tanah tidak dilakukan dengan adil. Untuk menghindari masalah, sebaiknya

pembagian warisan diselesaikan dengan adil. Salah satu caranya adalah menggunakan Hukum Waris menurut Undang-Undang (KUH Perdata).

Banyak permasalahan yang terjadi seputar perebutan warisan, seperti masing-masing ahli waris merasa tidak menerima harta waris dengan adil atau ada ketidaksepakatan antara masingmasing ahli waris tentang hukum yang akan mereka gunakan dalam membagi harta warisan.

Oleh karenanya, dalam pembagian warisan harus di lihat terlebih dahulu hokum yang mana yang akan di gunakan oleh para ahli waris dalam menyelesaikan sengketa waris yang terjadi.

Disini pemakalah akan sedikit mengupas tentang Hukum waris dipandang dari Hukum Perdata (BW).

BAB II

2.1 Hukum waris menurut BW

Hukum waris menurut konsepsi hukum perdata Barat yang bersumber pada BW, merupakan bagian dari hukum harta kekayaan. Oleh karena itu, hanyalah hak dan kewajiban yang berwujud harta kekayaan yang merupakan warisan dan yang akan diwariskan. Hak dan kewajiban dalam hukum publik, hak dan kewajiban yang timbul dari kesusilaan dan kesopanan tidak akan diwariskan, demikian pula halnya dengan hak dan kewajiban yang timbul dari hubungan hokum keluarga, ini juga tidak dapat diwariskan. Kiranya akan lebih jelas apabila kita memperhatikan rumusan hukum waris yang diberikan oleh Pitlo di bawah ini, rumusan tersebut menggambarkan bahwa hukum waris merupakan bagian dari kenyataan, yaitu :

yaitu mengenai pemindahan kekayaan yang ditinggalkan oleh si mati dan akibat dari pemindahan ini bagi orang-orang yang memperolehnya. baik dalam hubungan antar mereka dengan mereka. yaitu : 1. Ini . maupun dalam hubungan antara mereka dengan pihak ketiga´. maka seketika itu juga segala hak dan kewajibannya beralih kepada sekalian ahli warisnya´. ada seseorang yang meninggal dunia. ada sejumlah harta kekayaan yang ditinggalkan pewaris. Dalam hukum waris menurut BW berlaku suatu asas bahwa ³apabila seseorang meninggal dunia. yang dinamakan pewarisan. Adapun kekayaan yang dimaksud dalam rumusan di atas adalah sejumlah harta kekayaan yang ditinggalkan seseorang yang meninggal dunia berupa kumpulan aktiva dan pasiva. Oleh karena itu. 3.³Hukum waris adalah kumpulan peraturan yang mengatur hukum mengenai kekayaan karena wafatnya seseorang. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang beralih pada ahli waris adalah sepanjang termasuk dalam lapangan hukum harta kekayaan atau hanya hak dan kewajiban yang dapat dinilai dengan uang. Pada dasarnya proses beralihnya harta kekayaan seseorang kepada ahli warisnya. Yang merupakan ciri khas hukum waris menurut BW antara lain ³adanya hak mutlak dari para ahli waris masing-masing untuk sewktu-waktu menuntut pembagian dari harta warisan´. terjadi hanya karena kematian. pewarisan baru akan terjadi jika terpenuhi tiga persyaratan. 2. ada seseorang yang masih hidup sebagai ahli waris yang akan memperoleh warisan pada saat pewaris meninggal dunia.

2 Warisan dalam sistem hukum waris BW Berbeda dengan sistem hukum adat tentang warisan. b. d. Perjanjian penagguhan pembagian hanya berlaku mengikat selama lima tahun. Pembagian harta benda peninggalan itu selalu dapat dituntut walaupun ada perjanjian yang melarang hal tersebut. tuntutan tersebut tidak dapt ditolak oleh ahli waris yang lainnya. harus terlebih dahulu melalui persetujuan seluruh ahli waris. Ketentuan ini tertera dalam pasal 1066 BW. namun dapat diperbaharui jika masih dikehendaki oleh para pihak. Ciri khas tersebut di antaranya hokum waris menurut BW menghendaki agar harta peninggalan seorang pewaris secepat mungkin dibagi-bagi kepada mereka yang berhak atas harta tersebut. Seseorang yang mempunyai hak atas sebagian dari harta peninggalan tidak dapat dipaksa untuk memberikan harta benda peninggalan dalam keadaan tidak terbagi-bagi di antara para ahli waris yang ada. 2. c. yaitu: a. apabila seorang ahli waris menuntut pembagian harta warisan di depan pengadilan. Dari ketentuan pasal 1066 BW tentang pemisahan harta peninggalan dan akibatakibatnya itu.berarti. Kalau pun hendak dibiarkan tidak terbagi. Perjanjian penangguhan pembagian harta peninggalan dapat saja dilakukan hanya untuk beberapa waktu tertentu. dapat dipahami bahwa system hukum waris menurut BW memiliki ciri khas yang berbeda dari hukum waris yang lainnya. menurut kedua sistem hukum di atas yang dimaksud dengan warisan atau harta peninggalan adalah sejumlah harta benda kekayaan .

pewaris dalam keadaan bersih. Hak seorang ayah untuk menyangkal sahnya seorang anak. yaitu: a. harta yang diterima oleh ahli waris menurut sistem hukum Islam dan sistem hukum adat itu benarbenar hak mereka yang bebas dari tuntutan kreditur pewaris. baik yang berbentuk maatschap menurut BW maupun firma menurut WvK. sebab perkongsian ini berakhir dengan meninggalnya salah seoranganggota/persero. yaitu ada beberapa hak yang walaupun hak itu terletak dalam lapangan hukum keluarga. Perjanjian perburuhan. setelah dikurangi dengan pembayaran hutang pewaris dan pembayaran-pembayaran lain yang diakibatkan oleh meninggalnya pewaris. dengan pekerjaan yang harus dilakukan bersifat pribadi. Perjanjian perkongsian dagang. Hak memungut hasil (vruchtgebruik). Oleh karena itu. antara lain: a. . Artinya. Hak seorang anak untuk menuntut supaya ia dinyatakan sebagai anak yang sah dari bapak atau ibunya. dimana hak-hak dan kewajibankewajiban dalam lapangan hukum harta kekayaan ada juga yang tidak dapat beralih kepada ahli waris. b. Pengecualian lain terdapat pula. b. akan tetapi dapat diwariskan kepada ahli waris pemilik hak tersebut. c. Akan tetapi terhadap ketentuan tersebut ada beberapa pengecualian. Sedangkan warisan dalam sistem hukum perdata barat yang bersumber pada BW itu meliputi seluruh harta benda beserta hak-hak dan kewajiban-kewajiban pewaris dalam lapangan hukum harta kekayaan yang dapat dinilai dengan uang.

Hal ini secara tegas disebutkan dalam pasal 833 ayat (1) BW. Seperti yang ditegaskan dalam pasal 849 BW yaitu ³Undang-undang tidak memandang akan sifat atau asal dari pada barang-barang dalam suatu peninggalan untuk mengatur pewarisan terhadapnya´. dalam BW tidak dikenal perbedaan pengaturan atas dasar macam atau asal barang-barang yang ditinggalkan pewaris.´ Sistem waris BW tidak mengenal istilah ³harta asal maupun harta gono-gini´ atau harta yang diperoleh bersama dalam perkawinan. mana yang termasuk harta asal yang dibawa .Di atas telah dikemukakan bahwa kematian seseorang menurut BW mengakibatkan peralihan segala hak dan kewajiban pada seketika itu juga kepada ahli warisnya. segala hak. Peralihan hak dan kewajiban dari yang meninggal dunia kepada ahli warisnya disebut ³saisine´. sebab harta warisan dalam BW dari siapa pun juga. demikian pula bila ahli waris tersebut belum mengetahui tentang adanya warisan itu. merupakan ³kesatuan´ yang secara bulat dan utuh dalam keseluruhan akan beralih dari tangan peninggal warisan/pewaris ke ahli warisnya. harta peninggalan tersebut senantiasa ditentukan dahulu. dan segala piutang dari yang meninggal´. Sistem hukum waris BW mengenal sebaliknya dari sistem hukum waris adat yang membedakan ³macam´ dan ³asal´ barang yang ditinggalkan pewaris. yaitu ³sekalian ahli waris dengan sendirinya karena hukum memperoleh hak milik atas segala barang. Artinya. Adapun yang dimaksud dengan saisine yaitu: ³Ahli waris memperoleh segala hak dan kewajiban dari yang meninggal dunia tanpa memerlukan suatu tindakan tertentu. Dalam hukum adat jika seseorang meninggal dengan meninggalkan sejumlah harta.

melainkan sebaliknya yaitu harta asal yang dibawa masing-masing ketika menikah. yaitu harta yang diperoleh bersama suami-istri selama dalam perkawinan. ditunjuk dalam surat wasiat (testamen). baik laki-laki maupun perempuan yang meninggalkan sejumlah harta kekayaan maupun hak-hak yang diperoleh beserta kewajibankewajiban yang harus dilaksanakan selama hidupnya. maupun harta yang diperoleh selama dalam perkawinan digabungkan menjadi satu kesatuan bulat yang akan beralih dan diwarisi oleh seluruh ahli warisnya. b.salah satu pihak ketika menikah dan mana yang termasuk harta gono-gini. . 2.3 Pewaris dan dasar hukum mewaris Pewaris adalah seseorang yang meninggal dunia. Sedangkan sistem BW. Undang-undang berprinsip bahwa seseorang bebas untuk menentukan kehendaknya tentang harta kekayaannya setelah ia meninggal dunia. Undang-undang telah menentukan bahwa untuk melanjutkan kedudukan hukum seseorang yang meninggal. yaitu: a. tidak mengenal hal tersebut. baik dengan surat wasiat maupun tanpa surat wasiat. Dasar hukum seseorang ahli waris mewarisi sejumlah harta pewaris menurut sisten hukum waris BW ada dua cara. menurut ketentuan undang-undang. sedapat mungkin disesuaikan dengan kehendak dari orang yang meninggal itu.

Sifat utama surat wasiat adalah mempunyai kekuatan berlaku setelah pembuat surat wasiat meninggal dan tidak dapat ditarik kembali. Ahli waris menurut undang undang atau ahli waris ab intestato berdasarkan hubungan darah terdapat empat golongan. 2. Di samping undang-undang. yaitu: . Seseorang dapat mewariskan sebagian atau seluruhnya hartanya dengan surat wasiat. pemberian seseorang pewaris berdasarkan surat wasiat tidak bermaksud untuk menghapuskan hak untuk mewaris secara ab intestato. Apabila seseorang hanya menetapkan sebagian dari hartanya melalui surat wasiat. Selama pembuat surat wasiat masih hidup. sedangkan setelah pembuat wasiat meninggal dunia surat wasiat tidak dapat lagi diubah.Akan tetapi apabila ternyata seorang tidak menentukan sendiri ketika ia hidup tentang apa yang akan terjadi terhadap harta kekayaannya maka dalam hal demikian undang-undang kembali akan menentukan perihal pengaturan harta yang ditinggalkan seseorang tersebut. maka sisanya merupakan bagian ahli waris berdasarkan undang-undang (ahli waris ab intestato).4 Ahli waris menurut sistem BW Undang-undang telah menetapkan tertib keluarga yang menjadi ahli waris. dicabut. Surat wasiat atau testamen adalah ³suatu pernyataan tentang apa yang dikehendaki setelah ia meninggal dunia´. yaitu: Isteri atau suami yang ditinggalkan dan keluarga sah atau tidak sah dari pewaris. maupun ditarik kembali oleh siapa pun. dasar hukum seseorang mewarisi harta peninggalan pewaris juga melalui cara ditunjuk dalam surat wasiat. surat wasiat masih dapat diubah atau dicabut. Jadi.

meliputi orang tua dan saudara. sedangkan sebelumnya suami / isteri tidak saling mewarisi. meliputi anggota keluarga dalam garis ke samping dan sanak keluarga lainnya sampai derajat keenam. Golongan kedua. Demikian pula golongan yang lebih tinggiderajatnya menutup yang lebih rendah derajatnya. b. Golongan ketiga. serta keturunan mereka. d. Undang-undang tidak membedakan ahli waris laki-laki dan perempuan. hanya ada ketentuan bahwa ahli waris golongan pertama jika masih ada maka akan menutup hak anggota keluarga lainnya dalam dalam garis lurus ke atas maupun ke samping. baik laki-laki maupun perempuan. juga tidak membedakan urutan kelahiran. keluarga dalam garis lurus ke bawah. keluarga dalam garis lurus ke atas. Bagi orang tua ada peraturan khusus yang menjamin bahwa bagian mereka tidak akan kurang dari ¼ (seperempat) bagian dari harta peninggalan. nenek. Golongan pertama. meliputi kakek. meliputi anak-anak beserta keturunan mereka beserta suami atau isteri yang ditinggalkan / atau yang hidup paling lama. walaupun mereka mewaris bersamasama saudara pewaris. Suatu surat wasiat seringkali berisi penunjukan seseorang atau beberapa orang ahli waris yang akan mendapat seluruh atau sebagian dari warisan. ahli waris menurut surat wasiat atau ahli waris testamenter akan memperoleh segala hak dan segala kewajiban dari pewaris.a. Suami atau isteri yang ditinggalkan / hidup paling lama ini baru diakui sebagai ahli waris pada tahun 1935. . c. Sedangkan ahli Waris menurut surat wasiat atau testamen. Akan tetapi seperti juga ahli waris menurut undang-undang atau ab intestato. Golongan keempat. jumlahnya tidak tentu sebab ahli waris macam ini bergantung pada kehendak si pembuat wasiat. dan leluhur selanjutnya ke atas dari pewaris.

timbullah persoalan ahliwaris yang manakah yang lebih diutamakan. dapat disimpulkan bahwa yang diutamakan adalah ahli waris menurut undang-undang. Subekti. Sebagaimana telah dikemukakan di atas. mengemukakan dalam bukunya. Berkaitan dengan hal tersebut di atas. seseorang yang akan menerima sejumlah harta peninggalan terlebih dahulu harus memenuhi syarat-syarat. Ketentuan yang terdapat dalam BW yang isinya membatasi seseorang pembuat surat wasiat agar tidak merugikan ahli waris menurut undang-undang antara lain dapat dilihat dari substansi pasal 881 ayat (2). Hal ini terbukti beberapa peraturan yang membatasi kebebasan seseorang untuk membuat surat wasiat agar tidak sekehendak hatinya.Dari kedua macam ahli waris di atas. mereka adalah para ahli waris dalam garis lurus ke atas maupun dalam garis lurus ke bawah yang memperoleh bagian tertentu dari harta peninggalan dan bagian itu tidak dapat dihapuskan oleh si pewaris. pihak yang mewariskan atau pewaris tidak boleh merugikan para ahli warisnya yang berhak atas sesuatu bagian mutlak´. bahwa ³peraturan mengenai legitime portie oleh undang-undang dipandang sebagai pembatasan kemerdekaan seseorang untuk membuat wasiat atau testamen menurut sekehendak hatinya sendiri´. sebagai berikut: . yaitu: ³Dengan sesuatu pengangkatan waris atau pemberian hibah. apakah ahli waris menurut undang-undang atau ahli waris menurut surat wasiat? Berdasarkan beberapa peraturan-peraturan yang termuat dalam BW tentang surat wasiat. Ahli waris yang memperoleh bagian mutlak atau ³legitime portie´ ini termasuk ahli waris menurut undang-undang. R.

b. Ahli waris diberi hak untuk berfikir selama empat bulan setelah itu ia harus menyatakan sikapnya apakah menerima atau menolak warisan atau mungkin saja ia menerima warisan dengan syarat yang dinamakan ³menerima warisan secara beneficiaire´. para ahli waris diberi kelonggaran oleh undang-undang untuk selanjutnya menentukan sikap terhadap suatu harta warisan. ia tidak dapat dipaksa untuk memenuhi kewajiban sebagai ahli waris sampai jangka waktu itu berakhir selama empat bulan (pasal 1024 BW). yaitu: ³anak yang ada dalam kandungan seorang perempuan dianggap sebagai telah dilahirkan. yang merupakan suatu jalan tengah antara menerima dan menolak warisan. ia dianggap tidak pernah ada. Setelah jangka waktu yang ditetapkan undang-undang berakhir. Harus ada orang yang meninggal dunia (pasal 830 BW). Apabila ia meninggal saat dilahirkan. Setelah terpenuhi syarat-syarat tersebut di atas. seorang ahli waris dapat memilih antara tiga kemungkinan. dalam arti ia tidak dinyatakan oleh undang-undang sebagai seorang yang tidak patut mewaris karena kematian. yaitu: . bilamana kepentingan si anak menghendakinya´. Harus ahli waris atau para ahli waris harus ada pada saat pewaris meninggal dunia. Dengan demikian berarti bayi dalam kandungan juga sudah diatur haknya oleh hokum sebagai ahli waris dan telah dianggap cakap untuk mewaris.a. atau tidak dianggap sebagi tidak cakap untuk menjadi ahli waris. c. Ketentuan ini tidak berarti mengurangi makna ketentuan pasal 2 BW. Seseorang ahli waris harus cakap serta berhak mewaris. Selama ahli waris mempergunakan haknya untuk berfikir guna menentukan sikap tersebut.

mempunyai beberapa kewajiban yaitu: a) wajib melakukan pencatatan atas jumlah harta peninggalan dalam waktu empat bulan setelah ia menyatakan kehendaknya kepada panitera pengadilan negeri. c. c) wajib membereskan urusan waris dengan segera. f) wajib memanggil para kreditur pewaris yang tidak dikenal melalui surat kabar resmi. maupun kepada orang-orang yang menerima pemberian secara ³legaat´. Menerima warisan tetapi dengan ketentuan bahwa ia tidak akan diwajibkan membayar hutang-hutang pewaris yang melebihi bagiannya dalam warisan itu. Menolak warisan. e) wajib memberikan pertanggung jawaban kepada seluruh kreditur pewaris. Menerima warisan dengan penuh.a. atau disebut dengan istilah ´menerima warisan secara beneficiaire´. baik kreditur benda bergerak maupun kreditur pemegang hipotik. b. Seorang ahli waris yang menyatakan menerima warisan secara beneficiaire atau menerima dengan mengadakan inventarisasi harta peninggalan. d) wajib memberikan jaminan kepada kreditur. . b) wajib mengurus harta peninggalan dengan sebaik-baiknya.

karena ia bukan ahli waris maka ia tidak diwajibkan membayar hutang-hutang pewaris. apabila golongan pertama masih ada. Subekti. 2) seluruh benda dari satu macam atau satu jenis. sedangkan golongan ketiga dan keempat tidak berhak. 2.5 Bagian masing-masing ahli waris menurut BW Di atas telah dikemukakan bahwa BW mengenal empat golongan ahli waris yang bergiliran berhak atas harta peninggalan. yang berhak hanya golongan kedua. 3) hak memungut hasil dari seluruh atau sebagian harta warisan. misalnya memberikan seluruh benda bergerak. Artinya. demikian pula jika golongan pertama tidak ada sama sekali. dalam bukunya ³Pokok-pokok Hukum Perdata´ menerangkan pengertian legaat yaitu suatu pemberian kepada seseorang yang bukan ahli waris melalui surat wasiat. ia hanya mempunyai hak untuk menuntut legaat yang diberikan kepadanya. maka golongan kedua dan seterusnya tidak berhak atas harta peninggalan. 4) sesuatu hak lain terhadap harta peninggalan. Orang yang menerima legaat dinamakan legataris. berupa : 1) satu atau beberapa benda tertentu.Pengertian LegaatR. Bagian masing-masing ahli waris menurut BW adalah sebagai berikut: .

maka ayah dan ibu masing-masing akan memperoleh ¼ bagian dari seluruh harta warisan. masing-masing memperoleh satu bagian yang sama. mereka masing-masing mendapat 1/5 bagian. maka cucu tidak memperoleh warisan selama anak pewaris masih ada. Apabila salah seorang anak telah meninggal dunia terlebih dahulu dari pewaris akan tetapi mempunyai empat orang anak. kedudukannya digantikan oleh anakanaknya atau cucu pewaris. ayah dan ibu. yang hidup paling lama akan memperoleh bagian sebagai berikut: . Bagian golongan pertama yang meliputi anggota keluarga dalam garis lurus ke bawah. masing-masing dari mereka akan memperoleh 1/6 bagian. Akan tetapi bagian ayah dan ibu senantiasa diistimewakan karena mereka tidak boleh kurang dari ¼ bagian dari seluruh harta warisan. Bagian golongan kedua yang meliputi anggota keluarga dalam garis lurus ke atas yaitu orang tua. yaitu cucu pewaris.a. Sedangkan separoh dari harta warisan itu akan diwarisi oleh tiga orang saudara. yaitu anak-anak beserta keturunan mereka. ibu maupun sudara-saudara pewaris masing-masing mendapat bagian yang sama. Menurut ketentuan BW. dan janda atau duda yang hidup paling lama. jika pewaris hanya meninggalkan seorang anak dan dua orang cucu. Jika ibu atau ayah salah seorang sudah meninggal dunia. serta saudara. Jadi hakikat bagian dari golongan pertama ini. sehingga masing-masing cucu memperoleh 1/20 bagian. baik laki-laki maupun perempuan beserta keturunan mereka. baru apabila anak pewaris itu telah meninggal lebih dahulu dari pewaris. Jadi apabila terdapat tiga orang saudara yang mewaris bersama-sama dengan ayah dan ibu. b. maka bagian anak yang 1/5 dibagi di antara anak-anak yang menggantikan kedudukan ayahnya yang telah meninggal itu (plaatsvervulling). baik ayah. Jadi bila terdapat empat orang anak dan janda.

¼ (seperempat) bagian dari seluruh harta warisan. Bagian yang masingmasing separoh hasil dari kloving itu harus diberikan pada kakek pewaris untuk bagian dari pancer ayah. jika ia mewaris bersama-sama dengan dua orang saudara pewaris. bagian yang satu bagian saudara seibu. jika ia mewaris bersama dengan seorang saudaranya. sedangkan untuk bagian dari pancer ibu harus diberikan .. nenek. dan bagian yang separohnya lagi merupakan bagian sanak keluarga dari pancer ibu pewaris. maka harta peninggalan seluruhnya jatuh pada saudara-saudara pewaris. sama saja. sebagai ahli waris golongan dua yang masih ada.½ (setengah) bagian dari seluruh harta warisan. maka harta warisan terlebih dahulu dibagi dua. maka bagian saudara kandung itu diperoleh dari dua bagian yang dipisahkan tadi.1/3 bagian dari seluruh harta warisan. jika ia mewaris bersama-sama dengan tiga orang atau lebih saudara pewaris. Selanjutnya separoh yang satu merupakan bagian sanak keluarga dari pancer ayah pewaris. Apabila ayah dan ibu semuanya sudah meninggal dunia. Bagian golongan ketiga yang meliputi kakek. . terlebih dahulu harus dibagi dua (kloving). c. Dalam keadaan seperti ini sebelum harta warisan dibuka. . Jika pewaris mempunyai saudara seayah dan seibu di samping saudara kandung. baik lakilaki maupun perempuan. Apabila di antara saudara-saudara yang masih ada itu ternyata hanya ada yang seayah atau seibu saja dengan pewaris. dan leluhur selanjutnya ke atas dari pewaris. apabila pewaris sama sekali tidak meninggalkan ahli waris golongan pertama maupun kedua.

kepada nenek. apabila pewaris tidak meninggalkan ahli waris golongan ketiga sekalipun. bagian yang separoh dari pancer ayah atau dari pancer ibu jatuh kepada saudarasaudara sepupu si pewaris yakni saudara sekakek atau saudara senenek dengan pewaris. apabila anak yang lahir di luar perkawinan mewaris bersamasama dengan ahli waris golongan kedua dan golongan ketiga. demikian pula sebaliknya. Bagian warisan untuk anak yang lahir di luar perkawinan antara lain diatur sebagai berikut : . Dalam pasal 832 ayat (2) BW disebutkan: ´Apabila ahli waris yang berhak atas harta peninggalan sama sekali tidak ada. maka bagian pancer ibu jatuh kepada para ahli waris dari pancer ayah. Apabila dalam bagian pancer ibu sama sekali tidak ada ahli waris sampai derajat keenam. apabila anak yang lahir di luar perkawinan mewaris bersamasama ahli waris golongan keempat. . Bagian golongan keempat yang meliputi anggota keluarga dalam garis ke samping sampai derajat keenam.½ dari bagian anak sah. . maka cara pembagiannya. apabila anak yang lahir di luar perkawinan mewaris bersamasama dengan anak yang sah serta janda atau duda yang hidup paling lama.1/3 dari bagian anak sah. Selanjutnya negara wajib melunasi hutang-hutang peninggal warisan. yaitu sanak keluarga pewaris sampai derajat keenam. .¾ dari bagian anak sah. sepanjang harta warisan itu mencukupi´. maka seluruh harta peninggalan jatuh menjadi milik negara.

tak seorang pun yang menolak warisan. penentuan ini akan diputus oleh hakim. Jadi dalam hal demikian. tanpa menunggu perintah hakim. sehingga anak yang lahir di luar nikah akan memperoleh ¼ dari bagian anak sah dari separoh warisan pancer ayah dan ¼ dari bagian anak sah dari separoh warisan pacer ibu. bagian anak yang lahir di luar nikah bukan ¾.½ dari bagian anak sah. sebab untuk ahli waris golongan keempat ini sebelum warisan dibuka terlebih dahulu diadakan kloving/ dibagi dua. sebagai ahli waris satu-satunya. setelah terjadi kloving. maka harta peninggalan seluruhnya jatuh pada tangan anak yang lahir di luar pernikahan. Dalam keadaaan seperti ini. 2. Balai Harta Peninggalan wajib mengurus harta peninggalan tersebut. anak-anak tersebut hanya berhak memperoleh bagian sekedar nafkah untuk hidup seperlunya. sehingga menjadi ½ bagian. Anak yang lahir dari zina dan anak yang lahir dari orang tua yang tidak boleh menikah karena keduanya sangat erat hubungan kekeluargaannya. Apabila pewaris sama sekali tidak meninggalkan ahli waris sampai derajat keenam sedang yang ada hanya anak yang lahir di luar nikah. apabila ia mewaris hanya bersamasama dengan kakek atau nenek pewaris. Jika terjadi perselisihan tentang apakah suatu harta peninggalan tidak terurus atau tidak. maka warisan tersebut dianggap sebagai harta warisan yang tidak terurus.6 Peran Balai Harta Peninggalan dalam pembagian warisan Apabila harta warisan telah terbuka namun tidak seorang pun ahli waris yang tampil ke muka sebagai ahli waris. (lihat Pasal 867 BW). . menurut sistem BW sama sekali tidak berhak atas harta warisan dari orang tuanya.. Pekerjaan pengurusan itu harus dilaporkan kepada kejaksaan negeri setempat.

yaitu sebagai berikut: a. BAB III 3. seorang ahli waris yang telah menggelapkan. seorang ahli warais yang dengan putusan hakim telah dipidana karena dipersalahkan membunuh atau setidaktidaknya mencoba membunuh pewaris. b. seorang ahli waris yang dengan putusan hakim telah dipidana karena dipersalahkan memfitnah dan mengadukan pewarisbahwa pewaris difitnah melakukan kejahatan yang diancam pidana penjara empat tahun atau lebih. c.7 Ahli waris yang tidak patut menerima harta warisan Undang-undang menyebut empat hal yang menyebabkan seseorang ahli waris menjadi tidak patut mewaris karena kematian. memusnahkan. ahli waris yang dengan kekerasan telah nyata-nyata menghalangi atau mencegah pewaris untuk membuat atau menarik kembali surat wasiat. belum juga ada ahli waris yang tampil ke muka. dan memalsukan surat wasiat.1 Penutup . d. Balai Harta Peninggalan akan memberikan pertanggung jawaban atas pengurusan itu kepada negara. Selanjutnya harta peninggalan itu akan diwarisi dan menjadi hak milik negara.Apabila dalam jangka waktu tiga tahun terhitung mulai saat terbukanya warisan. 2.

Op. Legitime portie. R. Cit. A. yaitu: suatu bagian tertentu dari harta peninggalan yang tidak dapat dihapuskan oleh orang yang meninggalkan warisan. Seperti yang telah di papar kan di atas.. Pokok-pokok Hukum Perdata. maka kita dapat menjadikannya sebagai acuan untuk menyelesaikan segala bentuk sengketa waris yang terjadi. Akibat terpenting dari menerima warisan secara beneficiaire adalah bahwa kewajiban . Dan setiap golongan menutup golongan yang lain.. R. Cit. h.. 94.. Op. Cit. h. Subekti. 79. Subekti.. Op. R. Dengan artian. terdapat beberapa golongan orang yang berhak mendapatkan waris (ahli waris). 78. Subekti. Cit. Lihat. semoga bisa menjadi bahan bacaan yang bermanfaat dan dapat memberikan kontribusi kepada proses pembelajaran kita semua. Pitlo. Lihat R. 79 Wirjono Prodjodikoro. maka dapat di gunakan alternative lain yaitu dengan menggunakan referensi Hukum Agama ataupun Hukum Adat. Demikianlah makalah ini kami susun. h. h.Dengan adanya aturan-aturan yang telah di nukilkan di dalam KUH-Perdata mengenai hal waris. h. h. Op. 12. 93. h. R. h... Op. Cit. Jakarta: Intermasa.Cit. Op. 1977. Subekti. 88. 1. golongan pertama menutup hak waris golongan kedua dan begitu seterusnya. Namun bila KUH-Perdata tidak dapat menyelesaikan sengketa waris tersebut. Subekti. Ibid.

si waris untuk melunasi hutang-hutangnya dan beban-beban lainnya dibatasi sedemikian rupa bahwa pelunasan itu hanyalah dilakukan menurut kekuatan warisan. Subekti.. sehingga si waris itu tidak usah menanggung pembayaran hutang-hutang itu dengan kekayaan sendiri. Cit. Subekti. 88. Cit. R. Yang Buat Ichand Label: Tugas Kuliah . Op. h. h.. Lihat R. Op. 85-86.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful