P. 1
Ikatan ikima

Ikatan ikima

|Views: 12|Likes:
Published by Anisah Puspasari

More info:

Published by: Anisah Puspasari on Feb 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2012

pdf

text

original

Ikatan ikima

Nada tentu telah mengetahui bahwa rumus kimia oksigen dinyatakan sebagai O2 dan rumus kimia air sebagai H2O. Rumus kimia oksigen menyatakan bahwa setiap molekul oksigen terdiri dari dua atom oksigen, sedangkan rumus kimia air menyatakan bahwa setiap molekul air terdiri dari 1 atom oksigen yang berkaitan dengan du atom hidrogen. Hal itu tentu tentu mengundang pernyataan. Mengapa atom-atom oksigen dapat membentuk ikatan? Mengapa pula harus dua atom oksigen yang bergabung dalam satu molekul, bukan empat sehingga rumusnya menjadi O4? Pertanyaan yang serupa juga muncul tentang molekul air. Mengapa harus 1 atom oksigen yang bergabung dengan 2 atom hidrogen? Mengapa bukan satu atom H dengan satu atom oksigen sehingga rumus kimia senyawa HO? Apa hakikatnya gaya-gaya yang mengkuhkan atom-atom dalam suatu molekul? Jawban dari pertanyaan di atas dapat anda temukan dalam bab ini. A. Konsep ikatan ikimia Pada umumnya atom tidak berada dalam keadaan bebas, tetaapi bergabung dengan atom lain membentuk senyawa. Dari 90 buah unsur alami di tambah dengan belasan unsur buatan, dapat dibentuk senyawa dalam jumlah tak hingga. Atom-atom bergabung menjadi senyawa yang lebih stabil dengan mengeluarkan enegi. Atom-atom bergabung karena adanya gaya tarik-menarik antara dua atom. Gaya tarik-mrnarik antar atom inilah yang disebut ikatan kimia. Konsep ikatan kimia pertama kali dikemukakan oleh gilbert newton lewis dan langmuir dari amerika serikat, serta albert kossel dari jerman pada tahun1916. Adapun konsep tersebut sebagai berikut : 1) Kenyataan bahwa gas mulia ( He, Ne,Ar, Kr, Xe, dan Rn ) sukar membentuk senyawa ( sekarang telah dapat dibuat senyawa dari gas mulia Kr, Xe, dan Rn), merupakan bukti bahwa gas-gas mulia memiliki susunan elektron yang stabil. 2) Setiap atom memiliki kecenderungan untuk mempunyai susunan elektron yang stabil seperti gas mulia, dengan cara melepaskan elektron, menerima elektron, atau menggunakanpasangan elektron secara bersama-sama. 1. Kestabilan atom atom-atom di alam cenderung bergabung dengan atom lain untuk membentuk molekul atau membentuk ion-ion. Agar atom-atom tersebut dapat terikat satu dengan yang lain deperlukan gaya yang berkerja pada proses penggabungan tersebut yang disebut ikatan kimia. Atom-atom yang saling membentuk ikatan cenderung untuk memiliki kondisi yang lebih stabil. Kestabilan ini diperoleh jika jumlah elektron pada kulit terluarnya sama dengan jumlah elektron yang dimiliki oleh gas mulia ( He, Ne, Kr, Xe, Rn ), yaitu jika mempunyai konfigurasi dengan 8 elektron velensi ( teori oktet) atau 2 elektron velensi ( teori duplet ).
2 He 10 Ne 18 Ar

:2 : 2,8 : 2,8,8

(duplet) (oktet) (oketet)

36 Kr 54 Xe

: 2,8,18,8 : 2,8,18,18,8

(oktet) (oktet)

Untuk mencapai kestabilan (seperti konfigurasi pada gas mulia) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

8. Ada 2 macam pasangan elektron yang digunakan bersama (menurut lewis) : a. contoh : 11Na + + 1e17Na (2. atom Cl meningkat sebuah elektron menjadi ion Clc) Menggunakan pasangan elektron bersama Atom-atom yang mempunyai energi ionisasi tinggi sukar melepas elektronnya. b) Menarik elektron Dilakukan oleh unsur-unsur non logam. Lambang lewis lambang lewis adalah lambang atom yang disertai elektron valensinya.7) (2.8) (tidak stabil) (stabil seperti Ne) Untuk emncapai kestabilan.8) (stabil seperti Ne) Untuk mencapai kestabilan. atom Na melepas sebuah elektronnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan aton Ne. sehingga untuk mencapai kestabilan akan sukar membentuk ion positif. demikian juga atom-atom mempunyai afinitas elektron kecil dalam mencapai kestabilan tidak membentuk ion negatif. sehingga keduanya akan cenderung membentuk pesangan elektron untuk dipakai bersama.7) (tidak stabil) (2. Lambang lewis untuk unsurunsur periode kedua dan ketiga adlah sebagai berikut : tabel lambang lewis unsur-unsur periode 2 dan 3 IA Periode 2 IIA IIIA IVa VA VIA VIIA VIIIA Li Be B C N O F Ne Periode 3 Na Mg Al Si P S Cl Ar . Contoh : 17Cl + 1e17Cl (2.a) Melepaskan elektron Dilakukan oleh unsur-unsur logam agar dapat membentuk ion positif (elektro positif). Pasangan elektron hanya berasal dari salah satu atom saja b. Masing-masing atom yang berkaitan menyumbangkan elektron 2.8. sehingga akan bermuatan negatif (elektronegatifan).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->