Etika dan Etiket

Posted on 19 Agustus 2008 by Pakde sofa Etika dan Etiket oleh Syamsuryadi Pengertian Etika dan Etika Profesi Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watakkesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etikaakan berkaitan dengan konsep yang dimiliki olehindividu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai”the discipline which can act as the performance index or reference for our control system”. etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat danditerapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial(profesi) itu sendiri. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelasakan diperlukan untuk menjaga martabat sertakehormatan profesi, dan di sisi lain melindungimasyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupunpenyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto, 1999). Sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaandari masyarakat, bilamana dalam diri para elitprofesional tersebut ada kesadaran kuat untukmengindahkan etika profesi pada saat mereka inginmemberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakatyang memerlukannya. Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etikatidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma moral, norma agama dan norma sopan santun. Norma hukum berasal dari hukum dan perundangundangan, norma agama berasal dari agama sedangkan norma moral berasal dari suara batin. Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika. Etika dan Etiket Etika (ethics) berarti moral sedangkan etiket (etiquette) berarti sopan santun. Persamaan antara etika denganetiket yaitu: etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Istilahtersebut dipakai mengenai manusia tidak mengenaibinatang karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket. Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusiadan dengan demikian menyatakan apa yag harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Justrukarena sifatnya normatif maka kedua istilah tersebut sering dicampuradukkan.

3. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuahkebudayaan. Etiket hanya memadang manusia dari segi lahiriah saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam. nilai dan ajaranmoral. Pemikiran filsafat mempunyai 5 ciri khasyaitu bersifat rasional. daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan. Etika dan Ajaran Moral Etika perlu dibedakan dari moral. Ajaran moral merupakanrumusan sistematik terhadap anggapan tentang apa yang bernilai serta kewajiban manusia. 3. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan. Etiket menunjukkancara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalamsebuah kalangan tertentu. masing-masing denganajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup. Ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapatpada sekelompok manusia. 4. Etiket bersifat relatif. Etika keluarga. Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Pluralisme moral diperlukan karena: 1. Etika merupakan ilmu tentang norma. sistematik dan normatif (tidak sekadar melaporkan pandangan moralmelainkan menyelidiki bagaimana pandangan moralyang sebenarnya). misalnya etika untuk dokumentalis. “janganmencuri” merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar. memegang etiket namun menipu. 2. mendasar. Perintah seperti “jangan berbohong”.Perbedaan antara etika dengan etiket 1. serta Kritik ideologi. Barang yang dipinjamharus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Etika jauh lebih absolut. Ajaran moral mengajarkan bagaimana orang harus hidup. Etika merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran moral. Penipu misalnya tutur katanyalembut. Etika politik. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik. Moralitas . berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan. modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yangakibatnya menantang pandangan moral tradisional. 7 Etika sosial dibagi menjadi: Sikap terhadap sesama. 2. kritis. pialang informasi. Etika profesi. Etika lingkungan hidup. pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku. dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Orang dapat memegang etiketnamun munafik sebaliknya seseorang yang berpegang pada etika tidakmungkin munafik karena seandainya dia munafik maka dia tidak bersikapetis.

Kebaikan moral merupakan kebaikanmanusia sebagai manusia sedangkan kebaikan pada umumnya merupakan kebaikan manusia dilihat dari satu segi saja. teknologi dan masyarakat makaagama menghadapi masalah moral yang secara langsung tidak disinggungsinggung dalam wahyu. Seringkali ajaran moral yang termuat dalam wahyu mengizinkaninterpretasi yang saling berbeda dan bahkan bertentangan. mendasar. Etika mendasarkan diripada argumentasi rasional semata-mata sedangkan agama pada wahyunya sendiri. kritis. 4. Pemikiran filsafat mempunyai lima ciri khas yaitu rasional. Norma moral adalah tentang bagaimana manusia harus hidup supaya menjadi baik sebagai manusia. . Pemeluk agama menemukan orientasidasar kehidupan dalam agamanya. Adanya perbedaan antara etika dan ajaran moral. Agama merupakan hal yang tepatuntuk memberikan orientasi moral. Orang agama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional. tidak puas dengan pengertian dangkal. tetapi ia juga inginmengerti mengapa Tuhan memerintahkannya. bukan sekadarindoktrinasi. Hal ini disebabkan empat alasan sebagai berikut: 1. Kritis berarti filsafat ingin mengerti sebuah masalah sampai ke akar-akarnya. sistematik dan normatif. segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau sopan santun. Etika dapat membantumenggali rasionalitas agama.Ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat di antara sekelompok manusia. reproduksi manusia dengan gen yang sama. pada argumentasi yang bersedia untuk dipersoalkan tanpa perkecualian. Oleh karena itu ajaran agama hanya terbuka pada mereka yangmengakuinya sedangkan etika terbuka bagi setiap orang dari semua agamadan pandangan dunia. Adapun nilai moral adalah kebaikan manusia sebagai manusia. Akan tetapi agama itu memerlukanketrampilan etika agar dapat memberikan orientasi. Normatif menyelidiki bagaimana pandangan moral yang seharusnya. Rasional berarti mendasarkan diri pada rasio atau nalar. 2. agama atau sebuah ideologi atau gabungan dari beberapa sumber. Moral berkaitan dengan moralitas. Misalnya bayi tabung. Ia tidak puasmendengar bahwa Tuhan memerintahkan sesuatu. Etika dan Agama Etika tidak dapat menggantikan agama. Etika dan Moralitas Etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang mereflesikan ajaran moral. Moralitas adalah sopan santun. Karena perkembangan ilmu pengetahuan. misalnyasebagai suami atau isteri. Moralitas dapat berasal dari sumber tradisi atau adat. Sistematis artinya membahas langkah demi langkah. Ada perbedaan antara kebaikan moral dankebaikan pada umumnya. 3.

Etika adalah ilmu yang mempelajari apa yang baik dan buruk. bahwa etika adalah suatu ilmu yang mebicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia. filsafat moral atau filsafat susila. misalnya ethos kerja yang tinggi artinya dia menaruh sikap dasaryang tinggi terhadap pekerjaannya. DAN MORAL Oleh:Helmi Umam dosen filsafat fak Ushuluddin IAIN Surabaya A. Etis artinya sesuai dengan ajaran moral. atau ethics (bahasa Inggris). etis. yang dikatakan baik itu apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. dan kadang-kadang orang memakai filsafat etika. maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian lambat laun pengertian ini berubah. Etika juga disebut ilmu normative. iktikad dan kode etik atau kode etika. Dari segi etimologi (asal kata).Istilah berkaitan Kata etika sering dirancukan dengan istilah etiket. Etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalanpersoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan. etika ialah penyelidikan filosofis mengenai kewajiban-kewajiban manusia dan hal-hal yang baik dan buruk. Etika tidak . istilah etika berasal dari kata Latin “Ethicos” yang berarti kebiasaan. Etiket tidak berlaku bila seorang manusiahidup sendiri misalnya hidup di sebuah pulau terpencil atau ditengah hutan. ETIKA. Etika adalah penyelidikan filsafat bidang moral. Dengan demikian dapat dikatakan. Maka ada ungkapanethos kerja artinya sikap dasar seseorang dalam pekerjaannya. ethos. mengandung banyak pengertian. ETIKA Kata etika. mana yang dapat dinilai baik dan mana yang dapat dinilai tidak baik. Kode atika atau kode etik artinya daftar kewajiban dalam menjalankan tugas sebuah profesi yang disusun oleh anggota profesi dan mengikat anggota dalammenjalankan tugasnya. Etiket adalah ajaran sopansantun yang berlaku bila manusia bergaul atau berkelompokdengan manusia lain. ETIKET. seringkali disebut pula dengan kata etik. Ethos artinyasikap dasar seseorang dalam bidang tertentu. Dengan demikian menurut pengertian yang asli. misalnyatidak etis menanyakan usia pada seorang wanita.

agar setiap manusia mengetahui dan menjalankan perilaku. yang mempelajari pandangan-pandangan. Descriptive ethics. 2. Etika sebagai filsafat. Etika dapat dibedakan menjadi tiga macam: 1. Kita juga sering mendengar istilah descriptive ethics. yaitu perbuatan kebajikan. mencari ukuran-ukuran yang baik dan yang buruk bagi tingkah laku manusia. c.membahas keadaan manusia. etika adalah cabang dari aksiologi. berarti mencari keterangan yang benar. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. yaitu. tentang penilaian perbuatan seseorang. ukuran-ukuran mana susial itu. 2. persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan. ialah etika sebagai filsafat. Serta mencari norma-norma. etika sebagai filsafat. Tugas etika tidak lain berusaha untuk hal yang baik dan yang dikatakan buruk. bangsa dan Negara. . dan yang terpenting bagi Tuhan yang Maha Esa. ialah gambaran atau lukisan tentang etika. Normative ethics. melainkan membahas bagaimana seharusnya manusia itu berlaku benar. dan philosophy ethics. Etika juga merupakan filsafat praxis manusia. yang merupakan kumpulan tentang kebajikan. yaitu ilmu tentang nilai. etika sebagai ilmu. b. Misalnya. masalah baik dan buruk (good and evil) dibicarakan dalam etika. Philosophy ethics. yang menitikberatkan pada pencarian salah dan benar dalam pengertian lain tentang moral. yang menyelidiki kebenaran. 3. etika dirumuskan dalam tiga arti. 1. normative ethics. sebab perilaku yang baik bukan saja bagi dirinya saja. Sedangkan tujuan etika. tindakan manakah yang paling dianggap baik. Dalam filsafat. ialah norma-norma tertentu tentang etika agar seorang dapat dikatakan bermoral. a. 3. Dalam kamus besar bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988). etika dalam arti perbuatan. tetapi juga penting bagi orang lain. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. masyarakat. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). seseorang dikatakan etis apabila orang tersebut telah berbuat kebajikan.

Dengan demikian. sebaiknya arti ketiga ditempatkan didepan karena lebih mendasar daripada yang pertama. Conto etika perangai: berbusana adat pergaulan muda-mudi . Etika dipakai dalam arti: nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Misalnya. Selain itu. Dihubungkan dengan arti kedua. Kode Etik Advokat Indonesia. 2. Yang dimaksud disini adalah kode etik. pada waktu tertentu pula. 1. etika berkembang menjadi study tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan menurut ruang dan waktu yang berbeda. Etika Profesi Sekretaris berarti Kode Etik Profesi Sekretaris. Etika Perangai Etika perangai adalah adat istiadat atau kebiasaan yang menggambaran perangai manusia dalam kehidupan bermasyarakat di aderah-daerah tertentu. etika dapat dibedakan antara etika perangai dan etika moral. etika agama Buddha. Bertolak dari pengertian tersebut. menurut Bertens tiga arti etika dapat dirumuskan sebagai berikut: 1.Bertens mengemukakan bahwa urutan tiga arti tersebut kurang kena. Arti etika disini sama dengan filsafat moral. yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan manusia pada umumnya. etika dalam arti pertama dan kedua adalah relevan karena kedua arti tersebut berkenaan dengan perilaku seseorang atau sekelompok profesi sekretaris. 3. Berdasarkan perkembangan arti tadi. dan rumusannya juga bisa dipertajam lagi. Arti ini disebut juga sebagai “system nilai” dalam hidup manusia perseorangan atau hidup bermasyarakat. Misalnya etika orang jawa. Misalnya sekretaris tidak bermoral. Etika perangai tersebut diakui dan berlaku karena disepakati masyarakat berdasarkan hasil penilaian perilaku. Etika dipakai dalam arti: kumpulan asas atau nilai moral. etika juga berkembang menjadi studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia. Pengertian etika juga dikemukakan oleh Sumaryono (1995). Dihubungkan dengan Etika Profesi Sekretaris. menurut beliau etika berasal dati istilah Yunani ethos yang mempunyai arti adapt-istiadat atau kebiasaan yang baik. artinya perbuatan sekretaris itu melanggar nilai-nilai dan norma-norma moral yang berlaku dalam kelompok sekretaris tersebut. Etika dipakai dalam arti: ilmu tentang yang baik dan yang buruk.

Misalnya seorang pejabat pemerintah (Negara) dipercaya untuk mengelola uang negara. Misalnya seorang yang berhasil dibidang usaha (wiraswasta) dan menjadi seseorang yang kaya raya (jutawan). Contoh etika moral: berkata dan berbuat jujur menghargai hak orang lain menghormati orangtua dan guru membela kebenaran dan keadilan menyantuni anak yatim/piatu. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral. Etika moral ini terwujud dalam bentuk kehendak manusia berdasarkan kesadaran. Pejabat . yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar. berarti dia berkehendak melakukan kejahatan. tetapi ia tidak berhasil dalam emngembangkan etika pribadinya.2. Dengan demikian ia mempertanggung jawabkan pilihan yang telah dipilihnya itu. dan kesadaran adalah suara hati nurani. Dalam kehidupan. manusia selalu dikehendaki dengan baik dan tidak baik. Kebebasan kehendak mengarahkan manusia untuk berbuat baik dan benar. Untuk mengetahui etika pribadi dan etika social diberikan contoh sebagai berikut: 1) Etika Pribadi. Dari segi usaha ia memang berhasil mengembangkan usahanya sehinnga ia menjadi jutawan. antara benar dan tidak benar. dengan sendirinya berkehandak untuk di hukum. Uang milik Negara berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Ia mempergunakan untuk keperluankeperluan hal-hal yang tidak terpuji dimata masyarakat (mabuk-mabukan. suka mengganggu ketentraman keluarga orang lain). perkawinan semenda upacara adat Etika Moral Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berperilaku yang baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. 2) Etika Social. Apabila etika ini dilanggar timbullah kejahatan. Ia disibukkan dengan usahanya sehinnga ia lupa akan diri pribadinya sebagai hamba Tuhan. nilai moral dijadikan dasar hukum positif yang dibuat oleh penguasa. Apabila manusia melakukan pelanggaran etika moral. Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Etika Pribadi dan Etika Social Dalam kehidupan masyarakat kita mengenal etika pribadi dan etika social.

Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat. 3. 2. yaitu etika dan etiket dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang diartikan sama. cara menerima tamu dirumah maupun di kantor dan sopan santun lainnya.tersebut ternyata melakukan penggelapan uang Negara utnuk kepentingan pribadinya. Dalam perkembangan selanjutnya. nilai-nilai kepentingan umum nilai-nilai kehjujuran. sesuai dengan status social masing-masing individu. Dapat membantu membedakan mana yang tidak boleh dirubah dan mana yang boleh dirubah. cara berpakaian. namun sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang yang ingin mencapai sukses dalam perjuangan hidup yang penuh dengan persaingan. Dewasa ini istilah etiket lebih menitikberatkan pada caracara berbicara yang sopan. istilah etiket berubah bukan lagi berarti kartu undangan yang dipakai rajaraja dalam mengadakan pesta. dipergunakan silih berganti. Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai-nilai yang dibawa tamu dan yang telah dianut oleh petugas. antara lain. MANFAAT ETIKA 1. Etiket merupakan sekumpulan peraturan-peraturan kesopanan yang tidak tertulis. keterbukaan dan kebaikan . Istilah etiket berasal dari kata Prancis etiquette. 1. B. 2. Jadi. Dalam pergaulan hidup. merupakan tatacara formal atau tata krama lahiriah untuk mengatur relasi antarpribadi. ETIKET Dua istilah. Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral. yang satu lebih luas dari pada yang alin. Kedua istilah tersebut memang hampir sama pengertiannya. sehingga dalam melayani tamu kita tetap dapat yang layak diterima dan ditolak mengambil sikap yang bisa dipertanggungjawabkan. dan tidak dapat mempertanggungjawabkan uang yang dipakainya itu kepada pemerintah. Perbuatan pejabat tersebut adalah perbuatan yang merusak etika social. C. etiket adalah aturan sopan santun dalam pergaulan. Etiket didukung oleh berbagai macam nilai. yang berarti kartu undangan. yang lazim dipakai oleh raja-raja Prancis apabila mengadakan pesta. etiket merupakan tata cara dan tata krama yang baik dalam menggunakan bahasa maupun dalam tingkah laku. tetapi tidak sama dalam hal titik berat penerapan atau pelaksanaannya. Etiket juga merupakan aturan-aturan konvensional melalui tingkah laku individual dalam masyarakat beradab. 4.

Etiket adalah kumpulan tata cara dan sikap yang baik dalam pergaulan antarmanusia yang beradab. 4. c.3. nilai-nilai kesejahteraan nilai-nilai kesopanan. Tata berarti adat. Mampu membedakan sesuatu yang patut dirahasiakan dan boleh dikatakan atau tidak dirahasiakan. 2. Penampilan . Kesadaran manusia terhadap kesadaran baik buruk disebut kesadaran etis atau kesadaran moral. dapat disimpulkan bahwa pengertian dari etiket adalah tata aturan pergaulan yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta anutan dalam bertingkahlaku pada anggota masyarakat tersebut. 3. Etiket juga sering disebut tata krama. sopan santun atau aturan-aturan yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta anutan dalam bertingkah laku. yakni kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antarmanusia setempat. misalnya dalam melayani tamu. Diatas dikatakan bahwa etiket merupakan kumpulan cara dan sifat perbuatan yang lebnih bersifat jasmaniah atau lahiriah saja. sikap dan perilaku yaitu bagaimana anda bersikap dan berperilaku dalam menghadapi suatu situasi. kebiasaan sopan santun atau tata sopan santun. ekspresi wajah yaitu bagaimana raut muka yang harus anda tampilkan dalam menghadapi suatu situasi. harga-menghargai 5. aturan. Etiket adalah tata krama. nilai diskresi (discretion: pertimbangan) penuh piker. b. peraturan. Sedangkan krama berarti sopan santun. Beberapa definisi Etiket adalah sebagai berikut: 1. Dalam buku “Bahan Diskusi Customer Service Group (CSG) dan Allround Teller (ART)” yang diterbitkan oleh Urusan Operasional KAntor Pusat BRI. menjelaskan bahwa: “etiket adalah ketentuan tidak tertulis yang mengatur tindak dan gerak manusia yang berkaitan dengan: a. Etiket adalah tata peraturan pergaulan yang disetujui oleh masyarakat terten tu dan menjadi norma dan anutan dalam bertingkah laku anggota masyarakat. norma. Sedangkan etika menunjukkan seluruh sikap manusia yang bersikap jasmaniah maupun yang bersikap rohaniah. Dari ketiga definisi diatas.

keserasian model yang tidak menyolok dan lainlain. baik menyangkut gaya pakaian. maka sekretaris dianggap telah tersebut tidak melanggar etika. D. Ia dianggap melanggar etiket bila melayani tamu dengan memakai baju singlet atau memakai sandal. MUTLAK Ketentuan yang mengatakan jangan melakukan manipulasi dan mempermainkan data. misalnya: cara duduk. Tetapi bila dilakukan dengan santai. tata warna. sifatnya mutlak dimana saja. tetapi melanggar etiket. tetapi dilaksanakan muka yang manis. f. Jika hal ini tidak dengan muka cemberut. maka sekretaris dipatuhi. cara berpakaian yaitu cara mengatur tentang sopan santun anda dalam mengenakan pakaian. Sekretaris yang melakukan perbuatan tidak jujur.yaitu sopan santun mengenai cara anda menampilkan diri. e. maka harus menggunakan sendok. dapat disimpulkan sebagai berikut: ETIKET CARA ETIKA NIAT Sekretaris dalam melayani tamunya harus Sekretaris yang memberikan data dengan bersikap sopan dan ramah. cara berdiri adalah wajar dan tidak dibuat-buat dan sebagainya. . menunjukkan sebenar-benarnya. mengenai perbedaan etika dan etiket. dan bagi siapa saja. d. cara berbicara yaitu tata cara/sopan santun anda dalam berbicara caik secara langsung maupun tidak langsung. RELATIF Bila anda diundang oleh atasan anda untuk makan bersama. maka aturan tersebut tidak berlaku. FORMALITAS NURANI Sekretaris harus berpakaian rapi dan sopan. kapan saja. melanggar etiket. PERBEDAAN ETIKET DAN ETIKA Dari uraian diatas. walaupun pakaian rapi namun etika diabaikan. gerak-gerik yaitu sopan santun dalam gerak-gerik badan dalam berbicara secara langsung berhadapan dengan tamu.

apabila kita hanya mengamalkan etiket yang baik tanpa didukung dengan etika. yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores. Agar kita dapat dihargai dan disenagi orang lain sepanjang masa. Apabila telah mempunyai etika yang baik tetapi tidak didukung oleh etiket yang baik pula. mka dalam jangka waktu yang pendek kita akan tampak berhasil. batin kita dengan penampilan lahiriah yang meyakinkan. Untuk membina dan menjaga hubungan baik. Dari uraian perbedaan etika dan etiket tersebut. maka sikap dan perilaku tersebut akan sempurna. Akan tetapi sebaliknya. maka kita harus dapat mengamalkan secara bersama-sama antara etika dan etiket. 4. E. Memupuk persahabatan. karena kita telah berhasil memanipulasi nurani. MORAL Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. berarti kerusakan moral. sifat jujur. dihormati atau dihargai oleh orang lain. jelaslah bahwa etika adalah yang utama dan mendasar untuk membentuk sikap dan perilaku untuk selanjutnya apabila disukung oleh pengalaman etiket yang baik. dihormati. Dalam bahasa sehari-hari. Contoh. 2. 3. Bila kita telah menerapkan etiket dalam melayani tamu. berarti uraian (pandangan. antara lain: 1. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Contoh: cara berbicara. sehingga kita akan dihargai. Jadi. maka tamu akan merasa dirinya diperhatikan dan dihargai. ajaran) tentang perbuatan dan kelakuan yang baik. dll. Membujuk serta mempertahankan klien lama. Demoralisasi. agar kita diterima dalam pergaulan. F. MANFAAT BERETIKET Manfaat beretiket yakni menjalin hubungan yang baik dengan tamu. Moralisasi. kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. BATHINIAH Menyangkut sifat batin dan hati nurani. tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun dan tidak cabul. 5. Dengan demikian akan terjalin rasa saling menghargai dan hubungan baik pun akan terbina. maka kita akan gagal karena secara lahiriah kita kurang disenangi. dan disenangi. Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin. Untuk tidak menyinggung dan menyakiti hati orang lain.LAHIRIAH Hanya terlihat wujud nyata dan penampilan. moral adalah aturan kesusilaan. Untuk menyenangkan serta memuaskan orang lain. yang meliputi semua norma .

. agama. meskipun dalam praktek kehidupan sehari-hari kedua pengertian itu tidak jelas batas-batasnya. Jadi. su artinya “lebih baik”. baik mental maupun fisik mengenai hal-hal yang sesuai dengan moral itu. Jadi susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik. Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta. melainkan bagaimana manusia harus bertindak. Oleh karena itu. 3. dsb. kelaziman itu merupakan norma-norma yang diikuti tanpa berpikir panjang dianggap baik. prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup. G. Apabila salah satu factor penentu itu tidak baik. sopan santun. Bidang inilah yang selanjutnya disebut bidang moral. yaitu: 1. perbuatan tingkah laku yang baik. 2. yaitu: 1. Pengertian moral dibedakan dengan pengertian kelaziman. maka keseluruhan perbuatan manusia menjadi tidak baik. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia. 2. yaitu moral yang terdapat pada setiap manusia. FAKTOR PENENTU MORALITAS Sumaryono (1995) mengemukakan tiga factor penentu moralitas perbuatan manusia. yang menguasai pemutaran manusia.kelakuan. bagaimanakah hubungan antara etika dan moral tersebut? Moral adalah kepahaman atau pengertian mengenai hal yang baik dan hal yang tidak baik. Setelah kita mengetahui tentang etika dan moral. sila berarti “dasar-dasar”. Motivasi Tujuan akhir Lingkungan perbuatan Perbuatan manusia dikatakan baik apabila motivasi. Kelaziman adalah kebiasaan yang baik tanpa pikiran panjang dianggap baik. yang berdasarkan kebiasaan atau tradisi. tujuan akhir dan lingkungannya juga baik. Moral juga dapat dibedakan menjadi dua macam. tata krama. Etika adalah penyelidikan filosofis mengenai kewajiban manusia serta hal yang baik dan yang tidak baik. Moral murni. Moral terapan. adat. adalah moral yang didapat dari ajaran pelbagai ajaran filosofis. Moral murni disebut juga hati nurani. etika bisa juga dikatakan sebagai filsafat tentang bidang moral. Sedangkan etika adalah tingkah laku manusia. layak. Objek etika adalah pernyataan-pernyataan moral. sebagai suatu pengejawantahan dari pancaran Ilahi.

Lingkungan perbuatan adalah segala sesuatu yang secara aksidental mengelilingi atau mewarnai perbuatan. artinya memang dikehendaki oleh pelakunya. waktu. H. moralitas adalah kualitas perbuatan manusiawi. sehingga menentukan kadar moralitas perbuatan. Jadi. sehingga perbuatan dikatakan baik atau buruk. ialah kasus dalam pembunuhan keluarga yang dikemukakan diatas: perbuatan yang dikehendaki dengan bebas (tanpa paksaan) adalah membunuh.Motivasi adalah hal yang diinginkan para pelaku perbuatan dengan maksud untuk mencapai sasaran yang hendak dituju. Termasuk dalam pengertian lingkungan perbuatan adalah: manusia yang terlihat kualiitas dan kuantitas perbuatan cara. diwujudkannya perbuatan tersebut terlihat pada akibatnya yang diinginkan pelaku. Sebagai contoh ialah kasus pembunuhan dalam keluarga: yang diinginkan pembunuh adalah matinya pemilik harta yang berstatus sebagai pewaris Sasaran yang hendak dicapai adalah penguasa harta warisan Moralitas perbuatan adalah salah dan jahat Tujuan akhir (sasaran) adalah diwujudkannya perbuatan yang dikehendakinya secara bebas. yaitu: . MORALITAS SEBAGAI NORMA Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. benar atau salah tentunya berdasarkan norma sebagai ukuran. Sebagai contoh. motivasi itu dikehendaki secara sadar. tempat dilakukannya perbuatan frekuensi perbuatan Hal-hal ini dapat diperhitungkan sebelumnya atau dapat dikehendaki ada pada perbuatan yang dilakukan secara sadar. Lingkungan ini menentukan kadar moralitas perbuatan yaitu baik atau jahat. Sumaryono (1995) mengklasifikasikan moralitas menjadi dua golongan. Penentuan baik atau buruk. yaitu matinya pemilik harta (pewaris) moralitas perbuatan adalah kehendak bebas melakukan perbuatan jahat dan salah. benar atau salah. Moralitas perbuatan ada dalam kehendak. Perbuatan itu menjadi objek perhatian kehendak. benar atau salah.

Moralitas subjektif sebagai norma berhebungan dengan semua perbuatan yang diwarnai nait pelakunya. Jadi. terlepas dari pengaruh hokum positif. 2. Dalam musibah kebakaran misalnya. Artinya. maka perbuatan tersebut adalah jahat. benar atau salah.1. Moralitas subjektif Moralitas subjektif adalah moralitas yang melihat perbuatan dipengaruhi oleh pengetahuah dan perhatian pelakunya. niat baik atau niat buruk. Moralitas instrinsik menentukn perbuatan itu benar atau salah berdasarkan hakekatnya. Jadi moralitasnya terletak pada upaya untuk mempertahankan hidup atau membela diri (hak utnuk hidup adalah hak asasi). banyak orang membantu menyelamatkan harta benda korban. Moralitas ini dinyatakan dari semua kondisi subjektif khusus pelakunya. memperkosa. Moralitas ini mempertanyakan apakah perbuatan itu sesuai atau tidak denga suara hati nurani pelakunya. terlepas dari bentuk modifikasi kehendak bebas pelakunya. Misalnya: menolong sesama manusia adalah perbuatan baik mencuri. Moralitas objektif sebagai norama berhubungan dengan semua perbuatan yang hakekatnya baik atau jahat. Moralitas ekstrinsik menentukan perbuatan itu benar atau salah sesuai dengan sifatnya sebagai perintah atau larangan dalam bentuk hokum positif. Misalnya: gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal jangan menyusahkan orang lain berikanlah yang terbaik Walupun Undang-undang tidak mengatur perbuatan-perbuatan tersebut secara instrinsik menurut hakekatnya adalah baik dan benar. dan perlakuan personal lainnya. moralitasnya terletak pada niat pelaku. Misalnya. mencuri atau membunuh adalah perbuatan yang dapat dibenarkan jika untuk mempertahankan hidup atau membela diri. Moralitas dapat juga instrinsik atau ekstrinsik. Tetapi jika tujuan akhirnya adalah mencuri harta benda karena tak ada yang melihat. Misalnya: . penentuan benar atau salah perbuatan tidak tergantung pada perintah atau larangan hokum positif. stabilitas emosional. Apakah perbuatan itu memang dikehendaki atau tidak. Moralitas objektif Moralitas objektif adalah moralitas yang terlihat pada perbuatan sebagaimana adanya. membunuh adalah perbuatan jahat Tetapi pada situasi khusus. ini adalah niat baik. kondisi emosional yang mungkinmenyebabkan pelakunya lepas control. latar belakang.

Pada zaman modern muali muncul perbuatan yang berkenaan dengan moralitas. Aborsi untuk menyelamatkan ibu yang hamil. Tidak semau perbuatan manusia dapat dikategorikan dalam perbuatan moral. Menyewa rahim wanita lain untuk membesarkan janin bayi tabung. manusia seutuhnya adalah manusia yang memiliki nilai pribadi. Contohnya: Euthanasia untuk menghindarkan penderitaan berkepanjangan.- larangan menggugurkan kandungan wajib melaporkan mufakat jahat Perbuatan-perbuatan itu diatur oleh Undang-undang (KUHP). Jika ada yang menggugurkan kandungan atau ada mufakat jahat berarti itu perbuatan salah. Menurut Driyarkara (1969). yang tadinya dilarang sekarang malah dibenarkan. . kesadaran diri dan dapat menentukan dirinya dilihat dari setiap aspek kemanusiaan. Kesadaran adalah suara hati dan kebebasan kehendak berdasarkan kesadaran. Perbuatan itu bernilai moral apabila didalamnya terkandung kesadaran dan kebebasan kehendak pelakunya. Persoalan moralitas hanya relevan apabila dikaitkan dengan manusia seutuhnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful