MAKALAH : FISIOLOGI DOSEN : Ns Aliyah Andriani S.Kep M.

Kes

ANATOMI FISIOLOGI SEL

Kelompok : 3

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN GRAHA EDUKASI MAKASSAR 2012

KATA PENGANTAR

Penyusun ucapkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas Rahmat dan Karunia-Nya Anatomi Fisiologi Sel Makalah ini saya buat dengan sebaik- baiknya agar dapat dimengerti oleh seluruh pembacanya. Namun saya sadar bahwa Makalah ini masih banyak kekurangannya, sehingga saran pembaca sangat saya harapkan untuk pembuatan Makalah selanjutnya. sehingga Makalah ini dapat terwujud.

Paparan materi yang saya sajikan dalam Makalah ini mengacu pada

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang telah membantu sehinnga makalah ini dapat terselesaikan pada waktu yang telah ditentukan Harapan penyusun kiranya Makalah ini bermanfaat serta dapat meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan kesehatan. Makassar,11Februari 2012

Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang B. Tujuan BAB II PEMBAHASAN A. Anatomi sel B. Fisiologi sel 1.1 Bahan dasar sel 1.2 Jumlah sel 1.3 Bentuk sel 1.4 Fungsi sel 1.5 System transportasi membrane sel 1.6 Metabolisme sel 1.7 Reproduksi sel 1.8 Cairan tubuh, elektrolit,dan mineral 1.9 Sel prokariotik dan sel eukariotik

1.10Hubungan intersel BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mikroskop majemuk dengan dua lensa telah ditemukan pada akhir abad ke-16 dan selanjutnya dikembangkan di Belanda, Italia, dan Inggris hingga pada pertengahan abad ke-17 mikroskop sudah memiliki kemampuan perbesaran citra sampai 30 kali. Ilmuwan Inggris Robert Hooke kemudian merancang mikroskop majemuk yang memiliki sumber cahaya sendiri sehingga lebih mudah digunakan. Ia mengamati irisanirisan tipis gabus melalui mikroskop dan menjabarkan struktur mikroskopik gabus sebagai "berpori-pori seperti sarang lebah tetapi pori-porinya tidak beraturan" dalam makalah yang diterbitkan pada tahun 1665. Hooke menyebut pori-pori itu cells karena mirip dengan sel (bilik kecil) di dalam biara atau penjara. Yang sebenarnya dilihat oleh Hooke adalah dinding sel kosong yang melingkupi sel-sel mati pada gabus yang berasal dari kulit pohon ek. Ia juga mengamati bahwa di dalam tumbuhan hijau terdapat sel yang berisi cairan. Pada masa yang sama di Belanda, Antony van Leeuwenhoek, seorang pedagang kain, menciptakan mikroskopnya sendiri yang berlensa satu dan menggunakannya untuk mengamati berbagai hal. Ia berhasil melihat sel darah merah, spermatozoa, khamir bersel tunggal, protozoa, dan bahkan bakteri. Pada tahun 1673 ia mulai mengirimkan surat yang merincikan kegiatannya kepada Royal Society, perkumpulan ilmiah Inggris, yang lalu menerbitkannya. Pada salah satu suratnya, Leeuwenhoek

menggambarkan sesuatu yang bergerak-gerak di dalam air liur yang diamatinya di bawah mikroskop. Ia menyebutnya diertjen atau dierken (bahasa Belanda: 'hewan kecil', diterjemahkan sebagai animalcule dalam bahasa Inggris oleh Royal Society), yang diyakini sebagai bakteri oleh ilmuwan modern. Pada tahun 1675–1679, ilmuwan Italia Marcello Malpighi menjabarkan unit penyusun tumbuhan yang ia sebut utricle ('kantong kecil'). Menurut pengamatannya, setiap rongga tersebut berisi cairan dan dikelilingi oleh dinding yang kokoh. Nehemiah Grew dari Inggris juga menjabarkan sel tumbuhan dalam tulisannya yang diterbitkan pada tahun 1682, dan ia berhasil mengamati banyak struktur hijau kecil di dalam sel-sel daun tumbuhan, yaitu kloroplas Pada tahun 1835, sebelum teori sel menjadi lengkap, Jan Evangelista Purkyně melakukan pengamatan terhadap granula pada tanaman melalui mikroskop. Teori sel kemudian dikembangkan pada tahun 1839 oleh Matthias Jakob Schleiden dan Theodor Schwann yang mengatakan bahwa semua makhluk hidup atau organisme tersusun dari satu sel tunggal, yang disebut uniselular, atau lebih, yang disebut multiselular. Semua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya, di dalam sel terjadi fungsi-fungsi vital demi kelangsungan hidup organisme dan terdapat informasi mengenai regulasi fungsi tersebut yang dapat diteruskan pada generasi sel berikutnya. B. Tujuan ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ Untuk mengetahui anatomi sel Untuk mengetahui fisiologi sel Untuk mengetahui transport membrane pada sel Untuk mengetahui metabolisme pada sel Untuk mengetahui reproduksi sel Untuk mengetahui perbedaan CIS dan CES Untuk mengetahui macam-macam sel Untuk mengetahui hubungan intersel

BAB II PEMBAHASAN A. Anatomi Sel SEL STRUKTUR SEL DAN FUNGSINYA fFUNGSINY MACAM MACAM SEL MEMBRAN PLASMA ORGANEL SITOPLASMA SEL EUKARIOTIK SEL PROKARIOTIK DINDING SEL NUCLEUS BADAN GOLGI RETIKULUM ENDOPLASMA MITOKONDRIA KLOROPLAS VAKUOLA RIBOSOM SENTRIOL LISOSOM .

Elektrolit Elektrolit terpenting dari sel adalah kalium. magnesium. Air Medium cairan utama dari sel adalah air. bikarbonat. Banyak bahan-bahan kimia sel larut dalam air. yang terdapat dalam konsentrasi 70-85%.B. b. c. Fisiologi Sel 1. Elektrolit menyediakan bahan inorganic untuk reaksi selluler dan terlibat dalam mekanisme control sel. klorida. natrium. Lemak . dan kalsium.1 Bahan dasar sel a. fosfat. sedang yang lain terdapat dalam bentuk suspensi atau membranous. Protein Memegang peranan penting pada hamper semua proses fisiologis dan dapat diringkaskan sebagai berikut : • • • • • • • Proses enzimatik Proses transport dan penyimpanan Proses pergerakan Fungsi mekanik Proses imunologis Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi a.

Polisakarida berperan sebagai sumber energy cadangan dan sebagai komponen yang menyusun permukaan luar membrane sel. Sebagai contoh. Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida.1 Jumlah Sel Ada triliunan sel dalam tubuh manusia.2 Bentuk Sel a.dan O. Karbohidrat Suatu karbohidrat tersusun atas atom C. jumlah total sel darah merah dalam tubuh manusia dengan ukuran tubuh rata-rata adalah 25 triliun. b. sel lemak dan sel telur. Karena molekul triasgliserol ini tidak larut dalam air/larutan garam maka akan membentuk lipid droplet dalam sel lemak (sel adipose) yang merupakan sumber energy. Karbohidrat yang berikatan dengan (glikoprotein) dan yang berikatan dengan lemak (glikolipid) merupakan struktur penting dari membrane sel. 1. Molekul lemak yang menyusun membrane sel mempunyai gugus hidroksil (fosfolipid dan kolesterol) sehingga dapat berikatan dengan air sedangkan gugus yang lainnya hidrofobik (tidak terikat air) sehingga disebut amfifatik.Asam lemak yang merupakan komponen membrane sel adalah rantai hidrokarbon yang panjang.H. Selain itu glikolipid dan glikoprotein menyusun struktur antigen golongan darah yang dapat menimbulkan reaksi imunologis. . merupakan molekul yang sangat hidrofobik. 1. 6 atom C disebut hexosa adalah karbohidrat-karbohidrat yang penting untuk fungsi sel. seperti sel darah. Karbohidrat yang mempunyai 5 atom C disebut pentose. Bentuk dasar dari sel yang diisolasi adalah bulat. sedang asam lemak yang tersimpan dalam sel adalah triasgliserol.

membagi interior sel dan membentuknya menjadi banyak kompartemen untuk aktivitas spesifik. 2. berbagai organel sitoplasma.sitoplasma. yaitu struktur tetap yang melakukan fungsi metabolic spesifik dan nucleus. Semua zat yang masuk atau keluar sel harus melewati barier. yang dikatalis reaksi kimia sehingga terjadi proses sintesis dan penguraian molekul organic. membrane sel). sehingga setiap sel baru membawa satu set penuh instruksi. Materi hereditas ini sebelumnya digandakan melalui reproduksi sel. sebuah sel saraf berbentuk seperti bintang dengan prosesus yang panjang dan sel otot polos berbentuk seperti spindel. . tempat materi genetic berada. Derivative membrane plasma yang serangkaian pembungkus kompleks. yang merupakan protoplasma sel. 3. c.1 Fungsi Sel 1. Sel yang berisi materi hereditas membawa instruksi dalam bentuk kode untuk proses sintesis sebagian besar komponen seluler. Penggepengan sel terjadi karena kontak dengan permukaan. Bentuk permukaan sel terjadi akibat tekanan dari banyak permukaan.1 Struktur dan Fungsi Sel Badan sel memilik empat bagian dasar yaitu membrane plasma (plasmalemma. Sel melakukan aktivitas metabolic. 1. 1. Contoh.b. Sel mempertahankan suatu barier yang selektif (membrane plasma) di antara sitoplasma dan lingkungan ekstraseluler. Bentuk sferikal dasar biasanya berubah karena spesialisasi sel berdasarkan fungsinya.

Struktur Membrane plasma tersusun dari lapisan ganda molekul lipid dengan beberapa protein globular yang tertanam di dalamnya. Tebal lapisan ini sekitar 6 sampai 10 nm.Gambar : sel  Dinding sel Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. perlindungan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan. yang merupakan gabungan karbohidrat dan lipid. Lipid lainnya adalah kolesterol dan glikolipid. garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg. dan untuk mengekalkan bentuk sel. Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu. Fosfolipid adalah lipid yang paling sering ditemukan dalam membrane. hemiselulosa. pektin. kitin. Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar). a. • Molekul fosfolipid disusun dalam dua baris parallel lapisan ganda . Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar dengan bahan di dalam sel.  Membrane plasma 1. lignin.

Karbohidrat juga berkaitan dengan molekul lipid atau protein glikolipid dan glikoprotein yang dihasilkan dipercaya dapat memberikan sisi . Protein ini kemungkina terlibat dalam struktur pendukung dan perubahan bentuk membrane saat pembelahan atau pergerakan sel. Molekul ini menembus dan tertanam dalam lapisan ganda terikat pada bagian ekor nonpolar ✔ Protein transmembran menyebar ke seluruh lapisan ganda dan membentuk saluran (pori-pori) untuk transport zat yang melewati membrane. Bagian ekor molekul berupa asam lemak non-polar yang tidak dapat larut dalam air mengarah ke pusat lapisan ganda. Protein dibagi dalam dua kategori: integral dan perifer.• • Di setiap baris bagian kepala molekul berupa fosfat polar yang dapat larut dalam air mengarah pada dua permukaan. (a). Fungsinya tidak begitu diketahui seperti fungsi protei integral. a. yang menjadi identitas jenis sel. atau antigen. (c) Sebagian yang lain juga berfungsi sebagai pemberi tanda. Beberapa protein integral berfungsi sebagai enzim permukaan sel. ✔ Protein integral bisa juga muncul sebagian pada satu atau beberapa permukaan. (b) protein integral yang beriktan dengan karbohidrat dapat membentuk sisi reseptor untuk menerima pesan kimia dari sel lain seperti kelenjar endokrin. • Protein perifer terikat longgar pada permukaan membrane dan dapat dengan mudah terlepas dari membrane tersebut. Protein tersebut memiliki beberapa fungsi. • Protein integral membentuk mayoritas protein membrane. a.

protein.yaitu globules lemak netral. granula sekretoris. apparatus golgi. granula-granula glikogen. peroksisom. Fungsi membrane plasma yaitu: • • • Pelindung bagi sel agar isi sel tidak keluar Pengatur pertukaran zat yang keluar masuk ke dalam sel Melakukan seleksi terhadap zat yang boleh keluar dan masuk dari dalam atau luar sel (selektif permeable) Tersusun atas Karbohidrat. ribosom. 1. dan berbagai macam organel penting yaitu reticulum endoplasma. Di dalam sitoplasma inilah tersebar berbagai bahan.pengenal permukaan untuk interaksi antar sel. dan lemak • Gambar : membrane sel  Sitoplasma dan Organel sel Sitoplasma merupakan cairan sel dalam sel disebut juga dengan sitosol karena mirip dengan jelly (koloid) berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel. mitokondria dan lisosom. seperti mempertahankan sel-sel darah merah agar tetap terpisah atau memungkinkan penggabungan sel-sel yang sama untuk membentuk sebuah jaringan. ribosome. .

dan asam lemak. terlokalisasi dalam matriks mitokondrial dan partikel kecil pada Krista. Fungsi • Mitokondria sering disebut sebagai pembangkit tenaga sel karena fungsi terpentingnya adalah memproduksi energy dalam bentuk ATP. dan ribosom. tetapi tidak ditemukan dalam sel darah merah. Membrane tersebut memisahkan organel dari lingkungan sitoplasma di sekitarnya dan memungkinkan pembentukan kompartemen untuk aktivitas metaboliknya. a. Krista menonjol menyerupai rak kedalam mitokondria dan menambah bidang permukaan membrane bagian dalam. • Ruang antar Krista dipenuhi matriks. asam amino. Enzim yang dibutuhkan untuk melepas energy secara kimia. Mitokondria (The Power House) ditemukan pada hamper semua sel. Sruktur • • Mitokondria tampak seperti batang atau filament yang bergerak dengan konstan dalam sebuah sel hidup.Organel adalah komponen tetap sitoplasma. a. Setiap mitokondria terdiri dari membrane terluar halus dan membrane terdalam yang membentuk lipatan disebut Krista. DNA. RNA. . yang berisi protein. • • Energy tersebut dihasilkan dari penguraian nutrient seperti glukosa. Sebagian besar organel dibungkus semacam membrane yang mirip dengan membrane plasma. Adapun organel sel dalam sitoplasma yaitu : 1. Jumlahnya dalam sel berhubungan dengan konsumsi energy sel.

Ribosom a. • Ribosom bisa bebas dalam sitoplasma (ribosom bebas) atau melekat pada membrane reticulum endoplasma a. Sruktur . Sruktur • Ribosom adalah granula kecil berwarna hitam (berdiameter 25 nm) yang tersusun dari RNA ribosomal dan hamper 80 jenis protein. Reticulum endoplasma a. 1. Ribosom yang berikatan merupakan tempat berlangsungnya sintesis protein yang merupakan produk sekretori yang akan dikeluarkan sel.Gambar : Mitokondria 1. • Ribosom bebas terlibat dalam sintesis protein untuk dipakai sel itu sendiri: misalnya. Fungsi • Ribosom merupakan tempat sintesis protein. • Ribosom ditemukan sebagai granula individual atau dalam kelompok disebut poliribosom. dalam pembaharuan enzim dan membrane.

• Reticulum endoplasma tersusun dari jaring-jaring rongga (sisterna) datar yang dilapisi membrane. Tempat reticulum endoplasma terlibat dalam sintesis lipid dan kolesterol serta pemecahan glikogen • Pada sel otot RE halus disebut reticulum sarkoplasma dan urut berperan dalam proses kontraksi. Fungsi • Retikulum endoplasma merupakan tempat utama sintesis produk sel dan juga berperan dalam transport dan penyimpananya. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. a. • Ada tiga jenis retikulum endoplasma: RE kasar Di permukaan RE kasar. RE halus merupakanensintesis molekul. • Retikulum endoplasma kasar menonjol dalam sel yang khusus untuk sekresi protein seperti enzim pencernaan. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot. . metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium. fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. detoksifikasi obat-obatan. RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE halus Berbeda dari RE kasar. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid. dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. Yang menyambung membran plasma dan membrane nuclear. Maka. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. • Retikulum endoplasma halus banyak terdapat dalam sel beberapa kelenjar endokrin yang menyentesis hormon dan dalam sel hati.

• Permukaan konveks susunan menghadap ke reticulum endoplasma dan nucleus. permukaan konkaf menghadap ke permukaan eksternal sel • Biasanya ada banyak vesikal transport disisi perifer tonjolan dan ada sedikit penebalan vakuola yang berukuran lebih basar pada salah satu kutub a. Kantong tersebut tersusun seperti mangkok terbalik. Apparatus golgi (AG) disebut juga golgi kompleks yang mempunyai hubungan yang erat dengan RE granuler. tetapi paling banyak dibentuk dan dipelajari pada sel glandular. konsentrasi. a. masing-masing bentuknya agak melekuk. pembungkusan. .Gambar : RE kasar dan RE halus 1. Strutur • Apparatus golgi mengandung 6 sampai 7 kantong datar yang terikat membrane . dan modifikasi kimia produk sekretori yang disintesis dalam reticulum endoplasma kasar. Fungsi • Apparatus golgi merupakan tempat akumulasi. Apparatus golgi ada dalam sebagian besar sel. atau sisterna.

I. IV.dan bersintsis serta melekatkan rantai sisi karbohidrat pada protein untuk membentuk glikoprotein.Granula sekretori (zimogen) yang besar dan terbungkus rapat dengan membrane. Vesikal transport terlepas dari reticulum endoplasma dan membawa hasil sekresi ke apparatus golgi. II. . • Apparatus golgi memproses protein yang berfungsi secara intraseluler. tempat sekresi bergabung dengan sisternanya. Apparatus golgi ini menambahkan residu asam lemak pada protein tertentu untuk mengubahnya menjadi lipoprotein.seperti enzim lisosom. Vakuola tebal yang besar akan mengonsentrasi sekresi dan membungkusnya menjadi granula sekretori. mengeluarkan isinya melalui proses eksositosis akibat stimulasi hormone dan saraf. III.Apparatus golgi secara kimia juga memodifikasi molekul yang disintesis dalam reticulum endoplasma untuk bergabung dengan membrane plasma.

• Lisosom juga berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan selular normal dengan cara memindahkan komponen seluler yang sudah rusak atau berlebihan. Produk yang dicerna kemudian didaur ulang dalam sel untuk memungkinkan terjadinya pembaharuan dan rekontruksi isi sel. atau toksin akan dimakan sel tersebut. mengandung hamper 50 jenis enzim hidrolitik. penyakit Gaucher. penyakit Fabryl. • Beberapa penyakit metabolic. lipid. lisosom sekunder mengandung anzim dan materi terdegradasi. a.penyakit Tay Sachs. asam nukleat. Lisosom memegang peranan dalam proses normal dan patologis. disebabkan factor congenital (bawan lahir) yaitu tidak adanya salah satu enzim lisosom. Fungsi • • Fungsi utama lisosom adalah untuk pencernaan interseluler. Autolysis (auto=sendiri) atau pencernaan sel yang dihasilkan menjadi lisosom disebut kantong bunhu diri untuk sel. karbohidrat. Akibatnya. Pada sel fagositik. • Kerusakan sel akibat sejumlah pengaruh fisik atau kimia dapat menyebabkan membrane lisosom hancur dan enzim terlepas kedalam sitoplasma. Srutur • Lisosom adalah vesikel kecil yang terikat membrane. kecuali sel-sel darah merah dan sel kulit yang telah terkeratinisasi sempurna pada permukaan tubuh a. Agens tersebut akan melebur dengan lisosom primer untuk membentuk lisosom sekunder yang kemudian dicerna.1. Lisosom ditemukan pada sel. virus. terjadi . mampu menguraikan hamper semua jenis makromelekul (protein. dikenal sebagai penyakit penyimpanan (storage disease) . agen yang berpotensi membahayakan seperti bakteri.dll) • Lisosom primer hanya mengandung enzim.

Hidrogen peroksida merupakan bahan kimia beracun. disebut tonoplas. dan kadang kala terbentuk dari gabungan banyak vesikel. Umumnya vakuola lebih besar daripada vesikel. yang merupakan bagian dari sistem endomembran. Membran vakuola. berasal dari kata yang berarti 'kosong'. dinamai demikian karena organel ini tidak memiliki struktur internal. 2. Salah satu tugas peroksisom adalah mengoksidasi asam lemak panjang menjadi lebih pendek yang kemudian dibawa ke mitokondria untuk oksidasi sempurna.akumulasi abnormal dari zat yang dapat mengganggu fungsi normal sel. Organel ini dinamai demikian karena biasanya mengandung satu atau lebih enzim yang terlibat dalam reaksi oksidasi menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2). Sel tumbuhan muda berukuran kecil dan mengandung banyak vakuola kecil yang kemudian bergabung membentuk suatu vakuola sentral seiring . Vakuola Kebanyakan fungsi lisosom sel hewan dilakukan oleh vakuola pada sel tumbuhan. Gambar: lisosom 1. peroksisom pada biji tumbuhan berperan penting mengubah cadangan lemak biji menjadi karbohidrat yang digunakan dalam tahap perkecambahan. Peroksisom (mikrobodi) Peroksisom berukuran mirip dengan lisosom dan dapat ditemukan dalam semua sel eukariota. misalnya alkohol. Sementara itu. namun di dalam peroksisom senyawa ini digunakan untuk reaksi oksidasi lain atau diuraikan menjadi air dan oksigen. Peroksisom pada sel hati dan ginjal juga mendetoksifikasi berbagai molekul beracun yang memasuki darah. Vakuola.

Kedua organel ini juga dapat berpindah-pindah tempat di dalam sel. dan limbah metabolisme. Kloroplas biasanya berbentuk seperti cakram dan. yang berperan serupa dengan membran dalam mitokondria. seperti mitokondria. Kloroplas Kloroplas merupakan salah satu jenis organel yang disebut plastid pada tumbuhan dan alga. yang bergabung dengan lisosom agar makanan di dalamnya dapat dicerna. Sama seperti mitokondria. memiliki membran luar dan membran dalam yang dipisahkan oleh ruang antarmembran. Zat yang beracun bagi herbivora dapat pula disimpan dalam vakuola sebagai mekanisme pertahanan.dengan penambahan air ke dalamnya. yaitu serangkaian reaksi yang mengubah energi cahaya menjadi energi kimiawi yang disimpan dalam molekul karbohidrat dan senyawa organik lain. Organel ini cenderung lebih besar daripada mitokondria. dengan panjang 5–10 µm atau lebih. Kloroplas mengandung klorofil. Klorofil terdapat pada membran tilakoid. yang memuat berbagai enzim yang bertanggung jawab membentuk karbohidrat dari karbon dioksida dan air dalam fotosintesis. Dengan diameter rata-rata 5 µm. Kebanyakan protozoa memiliki vakuola makanan. Vakuola memiliki banyak fungsi lain dan juga dapat ditemukan pada sel hewan dan protista uniselular. Suatu sistem membran dalam yang kedua di dalam stroma terdiri dari kantong-kantong pipih disebut tilakoid yang saling berhubungan. Vakuola juga berperan penting dalam mempertahankan tekanan turgor tumbuhan. garam-garam. Nucleus Nukleus adalah organel terbesar dan mengandung sebagian besar gen yang mengendalikan sel eukariota (sebagian lain gen terletak di dalam mitokondria dan kloroplas). Beberapa jenis protozoa juga memiliki vakuola kontraktil. pigmen hijau yang menangkap energi cahaya untuk fotosintesis. Sebagian ATP yang terbentuk ini digunakan oleh enzim di stroma untuk mengubah karbon dioksida menjadi senyawa antara berkarbon tiga yang kemudian dikeluarkan ke sitoplasma dan diubah menjadi karbohidrat. organel ini . yaitu terlibat dalam pembentukan ATP. 3. Tilakoid-tilakoid membentuk suatu tumpukan yang disebut granum (jamak. kloroplas juga memiliki DNA dan ribosomnya sendiri serta tumbuh dan memperbanyak dirinya sendiri. pigmen. grana). yang mengeluarkan kelebihan air dari sel. 4. Ukuran sel tumbuhan diperbesar dengan menambahkan air ke dalam vakuola sentral tersebut. Membran dalam kloroplas menyelimuti stroma. Satu sel alga uniselular dapat memiliki satu kloroplas saja. sementara satu sel daun dapat memiliki 20 sampai 100 kloroplas. Vakuola sentral juga mengandung cadangan makanan.

contohnya sel darah merah matang yang kehilangan nukleusnya saat berkembang. Pada sel yang tidak mensintesis protein. Nukleulus adalah struktur sferikal yang tersusun dari DNA dan protein. tempat terjadinya replikasi dan a. Pada sel yang membelah. kromosom. Nucleus sangat penting untuk keseluruhan aktivitas seluler. a. Struktur • Membrane nucleus disusun dari membrane ganda yang dipisah oleh ruang perinuklear. kromatin menebal dan berpilin menjadi suatu unit khusus. dan ion. • Kromatin terlihat seperti gumpalan tidak beraturan atau granula basfilik kuat atau benda berwarna biru yang menyebar ke seluruh nucleus. Ukuran dan jumlah nukleulus yang terdapat bervariasi pada setiap jenis sel yang berbeda. i. sel osteoklas tulang. Fungsi • • • .umumnya adalah organel yang paling mencolok dalam sel eukariota. Kromatin disusun dari rantai pilin DNA yang terikat pada protei basa histon. Nucleus mengandung materi genetic sel (DNA yang mengkode informasi untuk mengontrol sintesis protein dan reproduksi sel Nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel.[22] namun ada pula yang memiliki banyak nukleus. Matriks ini tersusun dari protein.metabolit. Sel manusia berisi 23 pasang kromosom. misalnya spermatozoa. sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran zat antara nucleus dan sitoplasma. • • Nukleoplasma adalah matriks yang menyelubungi kromatin. i. memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein. contohnya sel otot rangka. dan ada pula yang tidak memiliki nukleus. beragam jumlah RNA. Membrane dalam halus. sebagai tempat sintesis ribosom. sel megakariosit sumsum tulang . sedangkan membrane luar biasanya mengandung ribosom dan menyatu dengan reticulum endoplasma ii.[21] Kebanyakan sel memiliki satu nukleus. tidak ditemukan nucleolus. Membrane dalam dan luar bergabung dalam interval jarak yang tidak beraturan di sekitar nucleus untuk membentuk pori-pori nuclear. dan protein nonhiston lain serta system enzim ii.

tetapi memakai sumber energy eksternal. dialysis. yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus. misalnya panas. molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa). Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara. A. osmosis. ion. Mekanisme ini meliputi difusi. sitoplasma juga mengandung jaring-jaring komponen structural yang kompleks. Selain organel yang berlapis membrane. dan Silia serta Flagela.1 Sistem transpor membrane sel Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. dan diakhiri. dan molekul polar yang sangat kecil (air. serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai. Sementara itu. dijalankan. dan filtrasi. dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel. Gambar : Nukleus  Mikrofilamen. Mikrotubulus.transkripsi dari DNA.difusi . O2). Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2. etanol). difusi terfasilitasi. 1. Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Sentriol. Mekanisme transport pasif Mekanisme transport pasif merupakan proses fisik yang tidak perlu mengeluarkan energy seluler atau metabolic.

Dialysis adalah pemisahan partikel zat terlarut kristaloid. protein darah). ii. yang berdiameter 1 nm sampai 10 nm(misalnya. • Difusi sederhana pada zat yang menembus membrane plasma berlangsung melalui lapisan ganda lipid atau melalui saluran protein • Salah satu contoh difusi yang berlangsung dalam tubuh adalah pertukaran oksigen dan karbondioksida di paru-paru. atau gerakan downhill. a. • Difusi setara terjadi setelah ekuilibrium tercapai yaitu setelah difusi saring zat terlarut ke satu arah dan pelaryt kearah yang berlawanan mengakibatkan hilangnya gradient konsentrasi. Difusi saring berarti bahwa lebih banyak partikel yang berdifusi ke satu arah dibandingkan ke arah lain. gas. Gradient konsentrasi tinggi karena partikel yang terkandung lebih banyak.a. tetapi tidak permeable untuk partikel zar terlarut koloid. Difusi adalah gerakan acak partikel (molekul atau ion) karena pengaruh energy thermalnya sendiri. Berat molekul rendah karena molekul besar tidak mudah dipindahkan dengan cara bertubrukan satu sama lain iii. yang berdiameter kurang dari 1 nm (misalnya. b. dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi lebih rendah. Zat yang tidak dapat berdifusi harus memilik konsentrasi yang lebih tinggi di satu sisi membrane dibandingkan sisi lainnya. atau menuju dua arah melalui membrane yang permeable. glukosa. . Osmosis adalah difusi saring molekul air melalui membrane permeable selektif yaitu membrane yan tidak dapat dilewati sefcara bebeas oleh semua zat terlarut yang ada. Prinsip dialysis dipakai dalam ginjal artificial (buatan). Peningkatan suhu karena suhu ya ng tinggi meningkatkan gerakan acak partikel. atau zat padat. Difusi molekul atau ion dapat berlangsung dalam suatu cairan. • Kecepatan difusi saring partikel dalam suatu larutan semakin bertambah karena factor-factor berikut: i. • Difusi saring adalah pergerakan partikel dari area berkonsentrasi tinggi menuju area berkonsentrasi lebih rendah yaitu sejalan dengan gradient konsentrasinya sendiri. Yang berdifusi ke satu arah setara dengan jumlah partikel yang berdifusi kearah lain. oksigen) dengan berdifusi melalui membrane yang permeable untuk partikel tersebut. atau molekul membrane hidup atau membrane tak hidup yang permeable untuk molekul tersebut • Difusi dalam cairan adalah gerakan partikel zat terlarut dan pelarut kesemua arah melalui suatu larutan. ion.

misalnya tekanan hidrostatik atau tekanan darah. yang dapat larut dalam lapisan ganda lipid. • Difusi terfasilitasi dapat dihambat oleh molekul inhibitor kompetitif dan non-kompetitif yang sangat menyerupai molekul zat terlarut. zat carier bergabung dengan molekul zat terlarut untuk membentuk kompleks carrier zat terlarut. • Carrie menunjukkkan kekhusu carrier sangat selektif dalam membedakan molekul-molekul yang berhubungan erat. sehingga dapat membawa zat terlarut melewati membrane. sehingga difusi saring tidak terjadi lagi • Tekanan osmotiktekanan osmotic suatu larutan adalah tekanan potensial yang dinyatakan dalam istilah gaya atau tekanan potensial yang dinyatakan dala istilah gaya atau tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis air selanjutnya.Pada osmosis. Mekanisme Transport aktif • . Filtrasi adalah kekuatan gerakan air dan molekul yang dapat berdifusi melewati membrane plasma akibat tekanan mekanik atau tekanan cairan yang tinggi. a. dan seberapa cepat pembentukan kompleks carrie zat terlarut berlangsung. • Osmosis molekul air kedalam larutan yang lebih kental (konsentrasi air lebih rendah) meningkatkan volume dan tekanan hidrostatik larutan. Difusi terfasilitasi. Dalam wadah dengan volume yang tetap. Setelah sampai di adalm. • Kecepatan aliran zat terlarut pada proses difusi terfasilitasi bergantung pada perbedaan konsentrasi di kedua sisi membrane. a. Tekanan darah menyebabkan terjadinya filtrasi yang melewati pembuluh darah khusus di ginjal sebagai langkah awal produksi urin. Dalam difusi terfasilitasi. Tidak ada energy yang dikeluarkan karena molekul menurunkan gradient konsentrasinya. jumlah molekul carrier yang ada. zat terlarut kemudian lepas. kemudian kembali kebagian eksterior membrane dan mengulangi proses tersebut. molekul air bergerak menembus membrane dari ke area berkonsentrasi air tinggi ke area berkonsentrasi air tinggi ke area berkonsentrasi air lebih rendah. disebut juga difusi diperantai carrier. yaitu suatu mekanisme di mana molekul-molekul yang tidak larut dalam lemak dan terlalu besar untuk dapat melewati saluran protein dibantu dengan carrier yang merupakan molekul protein khusus pada permukaan eksternal membrane. glukosa dan beberapa asam amino dibawa menembus membrane melalui mekanisme difusi terfasilitasi ini. pada akhirnya tekanan hidrostatik molekul area mampu menyeimbangkan tekanan osmotic yang menggerakkan molekul air untuk menurunkan gradient konsentrasinya. A. Carrier memisahkan diri dari kompleks.

Endositosis ini terdiri dari fagositosis dan pinositosis. pertama kali dicetuskan oleh Rosenberg sebagai sebuah proses yang menyebabkan perpindahan suatu substansi dari sebuah area yang mempunyai potensial elektrokimiawi lebih rendah menuju ke tempat dengan potensial yang lebih tinggi. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein. Pada transport berpasangan. • Pompa natrium/kalium adalah pompa yang menukar natrium intraseluler dengan kalium ekstraseluler. serta ionofor. memerlukan asupan energi dan suatu mekanisme kopling agar asupan energi dapat digunakan demi menjalankan proses perpindahan substansi. Salah satu contoh system transport berpasangan adalah ko-transpor ikatan natrium dalam ginjal. yang aktif dalam semua sel hidup. Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Misalnya pompa ion natrium/kalium. Transport aktif diperentarai carrier. Fagositosis (fago=memakan)berarti menelan suatu zat padat yang besar dengan cara melipat membrane . akan melepas energy yang diperlukan untuk menjalankan pompa. Pada mekanisme tersebut glukosa dan asam amino ditranspor secara aktif melewati sle-sel tubulus ginjal sedangkan natrium berdifusi secara pasif. Transport massa berukuran besar adalah suatu proses aktif yang mentranspor partikel besar dan makromolekul menembus membrane plasma dengan membungkusnya dalam suatu bagain atau dengan melipat membrane untuk membentuk kantong atau vesikel (vakuola) yang melekat pada membrane. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Trans por massa berukuran besar mencakup endositosis dan eksositosis. • Pemecahan ATP menjadi adenosine difosfat (ADP) pada permukaan inferior membrane. a. suatu transport protein khusus dapat memasangkan transport aktif suatu zat melawan gradie konsentrasinya sendiri dengan difusi pasif zat kedua. Ionofor merupakan antibiotik yang menginduksi transpor ion melalui membran sel maupun membran buatan. Proses tersebut dikatakan. a. dan pompa kalsium yang penting dalam konntraksi otot. Pompa ini mempertahankan gradient ion yang menembus membrane sel dan berkonstribusi dalam terjadinya perbedaan voltase listrik dikenal sebagai potensial membrane. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. • Transport berpasangan (ko-transpor) adalah gabungan antara difusi dan transport aktif. Carrier adalah protein intergral yang disebut pompa. I.Definisi transport aktif. • Endositosis (endo=bagian dalam) berarti masuk ke dalam sel.

1 Metabolisme Sel Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Pinositosis (pino=minum) berarti menelan tetesan kecil cairan ekstraseluler. II. yang berdifusi dengan membrane sel agar dapat keluar. Sel-sel fagositik khusus dalam tubuh mengeluarkan sel. dan bakteri yang tidak dapat dihancurkan. benda asing. yang mungkin mengandung nutrient yang sudah terurai. yaitu dari energi cahaya sebagai energi kinetic berubah menjadi energy kimia sebagai energi potensial. yaitu proses pembentakan molekul yang kompleks dengan menggunakan energi tinggi. Fotosintesis Arti fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan energi cahaya atau foton. Bila dalam suatu reaksi . Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis. Dengan bantuan enzim-enzim. Anabolisme/Asimilasi/Sintesis. Subtansi yang akan dilepas dibungkus dalam vesikel. Contoh proses eksositosis adalah pelepasan produk dari sel-sel sekretori pancreas dan pelepasan transmitter kimia dari sel-sel saraf di ujung saraf. berupa ikatan senyawa organik pada glukosa. Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2. 1. karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Vesikel fagositik bergabung dengan sebuah lisosom dan enzim lisosom dan enzim lisosomal untuk menghancurkan isi vesikel. yaitu: 1. Eksositosis adalah suatu metode untk mengendalikan substansi yang tidak diinginkan sekaligus sebagai suatu cara untuk melepas produk sel yang berguna ke dalam cairan ekstraseluler. Eksositosis merupakan kebalikan dari endositosis.• plasma untuk membentuk suatu vesikel fagositik. Pada kloroplas terjadi transformasi energi. dan memasukkannya kedalam sel. proses tersebut berlangsung cepat dan efisien. Energi cahaya 6 CO2 + 6 H2O— — —— — — — — — — —> C6H1206 + 6 02 klorofil glukosa (energi kimia) a.

bakteri besi dan lain-lain. Beberapa macam bakteri yang tidak mempunyai klorofil dapat mengadakan asimilasi C dengan menggunakan energi yang berasal dan reaksi-reaksi kimia. yaitu Asetil Ko-enzim A. ketiga zat tersebut bertemu di dalarn daur Krebs. Akibatnya ketiga macam senyawa tadi dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut. CO2 + 2 NADPH2 + O2————> 2 NADP + H2 + CO+ O + H2 + O2 Ringkasnya : Reaksi terang : 2 H20——> 2 NADPH2 + O2 Reaksi gelap : CO2 + 2 NADPH2 + O2—>NADP + H2 + CO + O + H2+O2 atau 2 H2O + CO2——> CH2O + O2 atau 12 H2O + 6 CO2——> C6H12O6 + 6 O2 b. karena dalam metabolisme. Sintesis Lemak Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein. sedang O2 tetap dalam keadaan bebas. Bakteri-bakteri tersebut memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawa-senyawa tertentu. misalnya bakteri sulfur. . Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh NADP tanpa menggunakan cahaya. Peristiwa ini disebut fotolisis (reaksi terang). Kemosintesis Tidak semua tumbuhan dapat melakukan asimilasi C menggunakan cahaya sebagai sumber energi. tepatnya Amonium Karbonat menjadi asam nitrit dengan reaksi: Nitrosomonas (NH4)2CO3 + 3 O2— —————————> 2 HNO2 + CO2 + 3 H20 + Energi Nitrosococcus c. H2 yang terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2. Reaksi semacam itu disebut reaksi endoterm. Pada tabun 1937 : Robin Hill mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil digunakan untak memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Bakteri besi memperoleh energi kimia dengan cara oksidasi Fe2+ (ferro) menjadi Fe3+ (ferri). bakteri nitrit. Sebagian besar pertemuannya berlangsung melalui pintu gerbang utama siklus (daur) Krebs. BakteriNitro som on as danNitro sococcu s memperoleh energi dengan cara mengoksidasi NH3. bakteri nitrat.memerlukan energi dalam bentuk panas reaksinya disebut reaksi endergonik. Peristiwa ini disebut reaksi gelap NADPH2 akan bereaksi dengan CO2 dalam bentuk H+menjadi CH20.

Penggabungan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan membentuk molekul polipeptida. Valin.3 kalori. Sintesis protein dalam sel dapat terjadi karena pada inti sel terdapat suatu zat (substansi) yang berperan penting sebagai “pengatur sintesis protein”. Asam amino Serin. melibatkan DNA.1 kalori saja. karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan protein dan seterusnya. Substansisubstansi tersebut adalah DNA dan RNA. Bila pada suatu reaksi dilepaskan energi. yaitu proses penguraian zat untuk membebaskan energi kimia yang tersimpan dalam senyawa organik tersebut. Banyak jenis asam amino yang langsung ke asam piravat———> Asetil Ko A. Lemak berperan sebagai sumber tenaga (kalori) cadangan. sedangkan 1 gram karbohidrat hanya menghasilkan 4. Molekul ATP adalah molekul . Alanin. setelah itu memasuki daur Krebs. selanjutnya asam piruvat——> gliserol——> fosfogliseroldehid Fosfogliseraldehid dengan asam lemak akan mengalami esterifkasi membentuk lemak. Gliserol + asam lemak———> lemak • Sintesis Lemak dari Protein: Protein————————> Asam Amino protease Sebelum terbentuk lemak asam amino mengalami deaminasi lebih dahulu. Glukosa diubah———> gula fosfat———> asetilKo-A———> asam lemak. Isoleusin dapat terurai menjadi Asam pirovat. 1 gram lemak menghasilkan 9. Pada dasarnya protein adalah suatu polipeptida. energi kimia Saat molekul terurai menjadi molekul yang lebih kecil terjadi pelepasan energy sehingga terbentuk energi panas. RNA dan Ribosom. Contoh: enzim C6H12O6 + 6 O2— — —— — — — — — — —> 6 CO2 + 6 H2O + 686 KKal. Nilai kalorinya lebih tinggi daripada karbohidrat. Setiap sel dari organisme mampu untuk mensintesis protein-protein tertentu yang sesuai dengan keperluannya. Katabolisme (Dissimilasi). d. Leusin. reaksinya disebut reaksi eksergonik. Reaksi semacam itu disebut juga reaksi eksoterm.Lemak dapat dibentuk dari protein dan karbohidrat. • Sintesis Lemak dari Karbohidrat : Glukosa diurai menjadi piruvat———> gliserol. Sintesis Protein Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel. 2.

berenergi tinggi. reaksi sederhananya: C6H.206 + 6 02— — — —— — — — — — —> 6 H2O + 6 CO2 + Energi (glukosa) Reaksi pembongkaran glukosa sampai menjadi H20 + CO2 + Energi. Reaksinya adalah sebagai berikut: C6H12O6 —-> 2 asam piruvat + 2 ATP + 2 NADH + 2H+ Asam piruvat yang dihasilkan akan memasuki mitokondria untuk melakukan siklus Krebs. Contoh: Respirasi pada Glukosa. Glikolisis. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energy yang terkandung di dalam senyawa sumber. Ikatan kimianya labil. Namun sebelum memasuki siklus Krebs. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan. (glukosa) Contoh Fermentasi :C6H1206——————> 2C2H5OH + 2CO2 + Energi. Glikolisis adalah rangkaian awal reaksi kimia yang menghasilka asam piruvat dan sedikit ATP. Peristiwa perubahan ATP menjadi ADP merupakan reaksi yang dapat balik Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. (glukosa) (etanol) Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi. Merupakan ikatan tiga molekulfosfat dengan senyawa Adenosin.3 kalori/mol ATP. . yang melewati membrane ganda pada mitokondria untuk memasuki matriks. melalui tiga tahap : 1. Contoh Respirasi : C6H12O6 + O2——————> 6CO2 + 6H2O + 688KKal. mudahmelepaskan gugus fosfatnya meskipun digolongkan sebagai molekul berenergi tinggi. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirasi. Perubahan ATP menjadi ADP (Adenosin Tri Phosphat) diikuti dengan pembebasan energi sebanyak 7. glikolisis berlangsung dalam sitoplasma dan bersifat anaerob (tanpa oksigen). seperti sintesis(anabolisme). gerak. kemudian dipecah dalam tahap berikutnya. asam piruvat (3C) ini diubah terlebih dahulu menjadi asetil koA (2C) di dalam matriks mitokondria melalui proses dekarboksilasi oksidatif. pertumbuhan. Asam piruvat.

sel harus membuat salinan molekul DNA-nya. sitokrom. yaitu : NADH dan FADH2. oksigen akan mengoksidasi elektron dan ion H menghasilkan air (H20). Pada siklus Krebs dihasilkan energi dalam bentuk ATP dan molekul pembawa hidrogen. Pada akhir transport elektron.Senyawa selain glukosa.1 Reproduksi Sel 1. Setiap nukleutida mengandung fosfat. Replikasi DNA Sebelum membelah. Struktur DNA • • • • Bentuk molekul DNA menyerupai tangga yang terpilin menjadi dobel helix. Hidrogen yang terdapat dalam NADH dan FADH2 tersebut akan dibawa ke sistem transpor elektron. Seluruh tahapan reaksi dalam siklus Krebs terjadi di dalam mitokondria. a. dan basa nitrogen. pirodoksin. Selanjutnya asam oksaloasetat memasuki daur menjadi berbagai macam zat yang akhirnya akan membentuk oksaloasetat lagi. Hubungan silang (anak tangga)terbentuk dengan .guanine(G). 3. 1. Keempat basa tersebut adalah adenine(A). Hidrogen yang terdapat pada molekul NADH serta FADH2 ditranspor dalam serangkaian reaksi redoks yang melibatkan enzim. Transport elektron terjadi pada membran dalam mitokondria. manosa. dan flavoprotein. Dalam siklus ini. sitosin(S). yang tersusun dengan urutan demikian. asetil koA dioksidasi secara sempurna menjadi CO2. Siklus asam sitrat (siklus krebs) Siklus Krebs merupakan serangkaian reaksi metabolisme yang mengubah asetil koA yang direaksikan dengan asam oksaloasetat (4C) menjadi asam sitrat (6C). dan timin (T). quinon. galaktosa. Bagian samping tangga DNAterbentuk dari gabungan fosfat dan gula. 2. dan lemak dapat pula mengalami metabolisme melalui jalur glikolisis dengan bantuan enzim-enzim tertentu. Transpor Elektron Transpor elektron adalah serangkaian reaksi pemindahan elektron melalui proses reaksi redoks (reduksi-oksidasi). misalnya fruktosa. gula deoksiribosa. sehingga semua informais yang dibawa dapat diturunkan kepada keturunannya. Unit structural DNA adalah empat nukleutida berbeda yang terpasang dalam satu rantai panjang DNA.

• • a. • • Dalam pasangan basa yang lengkap. Kode genetic inilah yang menjadi dasar informasi biologis dalam DNA. Misalnya. rantai “1” dapat berfungsi sebagai suatu pola untuk membuat sebuah rantai “1” baru dan “1” juga dapat berfungsi sebagai pola untuk membuat sebuah rantai”1” yang baru. Rangkaian pasangan nukleotida yang sebenarnya biasanya disebut kode genetic. Gen adalah suatu unit khas pada DNA.cara memasangkan basa dengan basa melalui ikatan hydrogen lemah. yang memecah ikatan hydrogen lemah di antara pasangan basa. memasangkan dan melekatkan nukleotida tersebut pada basa yang terlihat di setiap rantai tunggal DNA yang terbuka • Dua dobel helix DNA lengkap terbentuk. yang pada gilirannya bertanggung jawab terhadap aktivitas lain dalam sel.C-G). Meskipun hanya ada empat macam variasi ikatan. dengan memakai keempat jenis nukleotida pelengkap yang ada dengan bebas dalam nucleus. rangakaian linier tempat keempat ikatan tersebut berada dapat memberikan beragam kombinasi yang hampir tak terhitung.T-A). maka setiap rantai yang membawa rangkaian nukleotida pasti merupakan pasangan dari rangkaian nukleotida pada rantai disebelahnya. Genoma adalah tambahan yang melengkapi gen organism. masing identik rangkaian nukleotida pada heliks DNA asli berfungsi sebagai . Tahapan replikasi Kedua rantai DNA dibuka dan dipisah oleh enzim pembuka. • Enzim polymerase DNA. atau bidang pengkodean dengan fumgsi heriditer(genetic) khusus atau gen member instruksi yang berkaitan dengan sintesis protein tertentu. jika kedua rantai tersebut didesain”1”dan”1” maka. sedangkan guanin hanya berikatan dengan sitosin (G-C. adenin hanya berikatan dengan timin (A-T. Karena DNA berantai ganda.

pola. 1 Kromosom pada sel manusia a. b. Perbaikan DNA adalah suatu proses yang konstan dan dapat meminimalkan perubahan aksidental. • Replikasi seperti itu disebut smikonservatif karena replikasi tersebut mempertahankan setiap rantai dobel helix DNA yang asli sementara setiap rantai juga menerima rantai pasangan sintesis baru yang sesuai. Beragam jenis enzim perbaikan DNA secara terus menerus akan menandai molekul DNA dan mengeluarkan nukleotida yang rusak. Dengan demikian informasi genetic telah tersalin dengan tepat. • Perubahan dalam molekul DNA juga dapat terjadiakibat pajanan agen fisik dan kimia yang berpotensi merusak seperti sinar-x atau karsinogen dalam lingkungan. Kromosom merupakan kromatin yang menebal dan ditemukan dalam nucleus serta terlihat dengan jelas saat pembelahan sel. sperma dan ovum hanya mempunyai 23 kromosom. a. menambahkan satu jenis basa atau lebih atau mengganti dengan jenis basa yang salah. a. . Semua sel somatic (tubuh) normal. yang akan terus disalin dalam replikasi selanjutnya dan dapat mengakibatkan konsekuensi yang membahaykan sel. • Perubahan yang dihasilkan dalam rangkaian nukleotida disebut mutasi. Kesalahan dalam replikasi DNA • Mesin replikasi dapat melakukan kesalahan dengan melewatkan satu basa. memiliki 46 kromosom atau 23 pasang krosom. Krosom merupakan rantai DNA yang berpilin dengan kuat dan mengandung protein. kecuali sel kelamin (ovum dan spermatozoa).

x dan y. Sel yang memiliki anggota pasangan lengkap disebut diploid (2n). gabungan dari sel telur dan sperma menghasilkan jumlah kromosom diploid(46). 1 Siklus. serta meiosis adalah pembelahan sel yang terjadi dalam pembentukan sel-sel kelamin(sel telur dan sperma). Bagian terbesar siklus (sekitar 90%)digunakan untuk tumbuh dan bersintesis. disebut interfase. 22 pasang di antaranya merupakan pasangan yang homolog (cocok) disebut autosom. Kromosom homolog membawa informasi genetic dengan karakter yang sama. . Saat pembuahan. sebagai kromosom kelamin. Dari 23 pasang kromosom. kromosom homolog pada perempuan (x dan x). pada sel yang mampu membelah diri. dan bagian yang lebih kecil digunakan untuk pembelahan nuclear dan sel. tetapi tidak pada laki-laki(x dan y). Pasangan keduapuluh tiga. Silkus sel. yang hanya memiliki salah satu anggota dari pasangan kromosom disebut haploid (n).c. seperti ovum atau spermatozoa. e. suatu sel. dan meosis. mitosis. Pembelahan tersebut mengurangi jumlah kromosom menjadi jumlah haploid (23). mengcu pada kejadian-kejadian dalam rentang kehidupan sel di periode antar waktu sel tersebut terbentuk melalui pembelahan sel sampai waktu permulaann pembelahan sel berikutnya. d. atau mitosis.

metaphase. Mitosis terdiri dari penebalan dan pembelahan kromosom serta sitokinesis. Meskipun pembelahan merupakan proses yang berkelanjutan. anaphase. sentriol) untuk pembelahan sel. Benang kromatin menebal menjadi kromosom . Ciri khas adalah pembentukan DNA • Fase G2 : Merupakan fase untuk persiapan dalam pembelahan mitosis. Penduplikasian organel sel untuk persiapan pembelahan sel • Fase S : Merupakan tahap sintetis materi (salinan DNA.a. II. pembelahan actual sitoplasma untuk membentuk dua sel anak. fase S dan fase G2 • Fase G1 : Fase pemisah aktivitas yang berhubungan dengan pembelahan sel Proses yang terjadi : Pertumbuhan dan fungsi sel. Nukleolus tidak dapat dilihat oleh indera. dan telofase. Interfase terdiri dari fase G1. kromatin mulai menggulung a. protein. • Profase I. Proses yang terjadi : sintetis protein mikrotubula dan perangkat spindel. pembelahan dibagi menjadi empat subfase yaitu profase.

disebut Meiosis 1 dan Meiosis 2. Kromosom mencapai kutub masing-masing II. Sitokinesis telah lengkap a. Selubung nukleus terfragmentasi II. yang menghasilkan empat sel. Membran nukleus terbentuk mengelilingi kelompok kromosom IV. yang berjarak sama dari kedua kutub Anaphase I. Masing-masing kromatid memiliki struktur khusus : KINETOKOR yang ada di daerah sentromer IV. Sitokinesis biasanya dimulai Telofase dan Sitokinesis I. setiap kromosom bereplikasi untuk membentuk kromatid yang diikat sentromer. Terbentuknya sentriol (khusus pada sel hewan) dengan mengarah kekutub masing-masing V. Benang spinedl menarik kromosom ke kutub masing-masing III. Kromosom terurai membentuk kromatid III. Sentromer dan kromatid memisah II. Membran nukleus tidak dapat dilihat lagi Metaphase I. Kromosom mulai terurai V.• • • III. Setiap kromosom terduplikasi tampak sebagai dua kromatid saudara yang identik dan bersatu IV. Selama interfase sebelum pembelahan meiosis pertama. sama seperti mitosis. Semua kromatid/kromosom mengatur diri pada bidang /dataran metafase (bidang ekuator). Mikrotubula pada gelendong memasuki nukleus dan berinteraksi dengan kromosom III. Meiosis Meiosis terdiri dari dua pembelahan nuclear dan seluler. .

Gambar : meiosis 1 ➢ Meiosis 1 memisahkan setiap pasangan kromosom homolog dan membagi anggota pasangan tersebut pada sel-sel anak. Pertukaran silang dan pertukaran balasan fragmen DNA terjadi secara acak. bergabung dengan kromosom ayah atau kromatid pasangan kromosom homolog yang diwariskan dari ayah. Pemecahan dan penyatuan kembali DNA terjadi dalam benang kromosom dan materi genetic dipertukarkan antara kromosom ibu dan ayah. • Profase 1 Sinapsis terjadi saat kromosom belum menebal. • Metaphase 1 Pasangan kromosom homolog. Kromosom induk. Gabungan empat kromatid disebut tetrad. yaitu kedua kromatid dari setiap kromosom masih mencari kedua kromatid pasangan homolognya dan kemudian mengambil tempat yang bersisian di sepanjang kromosom. berbaris pada bidang ekuator. Kedua kromatid dalam satu kromosom pada setiap pasangan homolog menghadap . Hasilnya adalah perubahan susunan atau pengaturan ulang genetic yang memberikan variasi dan keunikan genetic pada setiap individu. atau kedua kromatid pada setiap kromosom yang diwariskan dari ibu. Selama sinapsis. Semua gen korespondennya juga bergabung. masing-masing dengan dua pasang kromatid yang disatukan sentromer. Ada sekitar sepuluh fragmen dalam setiap tetrad manusia. keempat benang kromosom homolog saling melilit atau bersilangan.

Gambar : meiosis II ➢ Meiosis II serupa dengan mitosis. Interfase meiosis berlangsung singkat. Telofase 1 Seperti dalam pembelahan mitosis. Sentromer tidak membelah seperti yang terjadi pada metaphase pembelahan mitosis. Dengan demikian satu kelompok kromosom haploid (23) telah tersusun si setiap kutub. Sentriol memisah dan bergerak ke kutub yang berlawanan.• • • ke kutub sel yang sama. Sitokinesis terjadi dan kedua sel terpisah. telofase membalik peristiwa yang terjadi dalam profase. membrane nuclear kembali terbentuk. Mikrotubulus dari setiap sentromer melekat pada benang dari sentriol di kutub yang berlawanan. • Peristiwa dalam profase II sama dengan peristiwa pada profase mitosis. Anaphase 1 Setiap kromosom (terdiri dari dua kromatid) ditarik kesalah satu kutub. sehingga kromosom homolognya menghadap kutub yang berlawanan. nukleulus kembali muncul dan spindle terurai. Kromosom melebur. Benang-benang spindle dari salah satu kutub melekat pada sentromer setiap kromosom. tidak terjadi replikasi DNA. • Metaphase II .

bila ditambahi faktor pertumbuhan sel maka pembelahan sel berlangsung mengakibatkan penumpukan sel a. Hasil dan pentingnya pembelahan meiosis • Empat sel. Berlawanan dengan kromatid pada pembelahan mitosis. Kromatid tersusun berpasangan. seperempat jumlah DNA normal yang diproduksi pada tahap interfase G2 dan penyimpangan genetic yang unik. keempat sel tersebut adalah spermatozoa. • Telofase II Membrane nuclear terbentuk kembali. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelahan sel ➢ Penempelan (sel bertumpu): sel membelah setelah sel bertumpu/menempel ➢ Kerapatan sel: sel berhenti membelah setelah seluruh permukaan dilipisi satu lapis sel ➢ Faktor pertumbuhan (growth factors): walau seluruh permukaan telah penuh sel. Jumlah kromosom adalah haploid. . Pada perempuan. masing-masing mengandung satu kromatid dari tetrad asli pada profase 1.Kromatid berbaris berbaris pada bidang ekuator sel. kromatid tersebut secara genetic tidak identik akibat persilangan atau kombinasi ulang. Kromatid yang terpisah pada anaphase II bukanlah kromatid berpasangan. dan terjadi sitokinesis. a. bukan dalam bentuk tetrad seperti metaphase 1. Pada laki-laki. Akibat dari pertumbuhan sel yang diluar kontrol. a. • Setiap sel mengandung setengah jumlah kromosom. satu sel tersebut adalah ovum. dan kromatid yang terpisah menjadi kromosom. dihasilkan dari satu sel induk. Setiap sel baru berisi satu dari setiap jenis kromosom. disebut dyad. sedang ketiga sel lainnya adalah badan nonfungsional. kromosom melebur. • Anaphase II Sentromer membelah.

Secara ratarata tubuh orang dewasa akan kehilangan 2. 500 ml melalui keluarnya keringat.Oleh karena itu maka tubuh yang terlatih & terbiasa berolahraga seperti tubuh seorang atlet biasanya akan mengandung lebih banyak air jika dibandingkan tubuh non atlet.2 Fungsi Cairan Tubuh D alam proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh.5 L cairan per harinya. Di dalam tubuh.8.Pertumbuhan sel yang di luar kontrol mengakibatkan apa yang disebut kanker ➢ sel normal pada kultur tumbuh dan membelah antara 20-50 generasi ➢ sel kanker dapat membelah terus tanpa henti sepanjang ada nutrisi. 1. 400 ml keluar dalam bentuk uap air melalui proses respirasi (pernafasan) dan 100 ml keluar bersama dengan feces (tinja).harinya. sel-sel yang mempunyai konsentrasi air paling tinggi antara lain adalah sel-sel otot dan organ-organ pada rongga badan. nilai persentase ini dapat bervariasi antara 5070% dari total berat badan orang dewasa. sedangkan sel-sel yang mempunyai konsentrasi air paling rendah adalah sel-sel jaringan seperti tulang atau gigi. ➢ Sel-sel kanker menghasilkan tumor ganas (tumor malignan) ➢ Penyebaran sel-sel kanker di luar asal sel kanker disebut metastasis 1. Konsumsi cairan yang ideal untuk memenuhi kebutuhan harian bagi tubuh manusia adalah mengkonsumsi 1 ml air untuk setiap 1 kkal konsumsi energy tubuh atau dapat juga diketahui berdasarkan estimasi total jumlah air yang keluar dari dalam tubuh. Elektrolit. Sekitar 60% dari total berat badan orang dewasa terdiri dari air.5 L cairan tubuh keluar melalui urin.8 Cairan Tubuh. Sehingga berdasarkan estimasi ini.8. konsumsi antara 8-10 gelas (1 gelas 240 ml) biasanya dijadikan sebagai pedoman dalam pemenuhan kebutuhan cairan per.1 Pendahuluan Air (H 0) merupakan komponen utama yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Sekitar 1. Sel kanker membelah tidak mengikuti pola siklus sel normal. Namun bergantung kepada kandungan lemak & otot yang terdapat di dalam tubuh. seperti paru-paru atau jantung.&Mineral 1. tapi acak. air mempunyai 2 fungsi utama yaitu sebagai pembawa zat-zat nutrisi seperti .

Karena sel membran yang memisahkan kedua kompartemen ini memiliki permeabilitas yang berbeda untuk tiap zat. 1. Hampir 67% dari total badan air (Body’s Water) tubuh manusia terdapat di dalam cairan intrasellular dan 33% sisanya akan berada pada cairan ekstrasellular.8. Pendistribusian air di dalam 2 kompartemen utama (Cairan Intrasellular dan Cairan Ekstrasellular) ini sangat bergantung pada jumlah elektrolit dan makromolekul yang terdapat dalam kedua kompartemen tersebut. cairan akan terdistridusi ke dalam 2 kompartemen utama yaitu cairan intraselular (ICF) dan cairan ekstrasellular (ECF). Cairan intraselular adalah cairan yang terdapat di dalam sel sedangkan cairan ekstraselular adalah cairan yang terdapat di luar sel. vitamin dan mineral serta juga akan berfungsi sebagai pembawa oksigen (O ) ke dalam 2 sel-sel tubuh. Selain itu. pelumas dalam cairan sendi tubuh. Selain ber peran dalam prose smetabolisme. 75% dari air pada kompartemen cairan ekstraselular ini akan terdapat pada sela-sela sel (cairan interstisial) dan 25%-nya akan berada pada plasma darah (cairan intravaskular). air di dalam tubuh juga akan berfungsi untuk mengeluarkan produk samping hasil metabolisme seperti karbon dioksida (CO ) dan juga senyawa nitrat. maka konsentrasi larutan (osmolality) pada kedua kompartemen juga akan berbeda.4 Elektrolit Elektrolit yang terdapat pada cairan tubuh akan berada dalam bentuk ion bebas (free ions). 1. air di dalam tubuh juga akan berfungsi sebagai pengatur panas untuk menjaga agar suhu tubuh tetap berada pada kondisi ideal yaitu ± 37 C. Kedua kompartemen ini dipisahkan oleh sel membran yang memiliki permeabilitas tertentu.8. katalisator reaksi biologik sel. mulut & hidung. Selain itu agar fungsi-fungsi tubuh dapat berjalan dengan normal. Air yang berada di dalam cairan ekstrasellular ini kemudian akan terdistribusi kembali kedalam 2 Sub-Kompartemen yaitu pada cairan interstisial (ISF) dan cairan intravaskular (plasma darah). pelindung organ dan jaringan tubuh serta juga akan membantu dalam menjaga tekanan darah & konsentrasi zat terlarut.3 Distribusi Cairan Tubuh Di dalam tubuh manusia. air yang terdapat di dalam tubuh juga akan memiliki berbagai fungsi penting antara lain sebagai pelembab jaringan-jaringan tubuh seperti mata. Secara umum elektrolit dapat diklasifikasikan .karbohidrat.

'biji'). fosfor (P). magnesium (Mg ). kalium dan klorida dari dalam tubuh juga akan semakin besar. pro. Pada tubuh manusia. Sedangkan mineral mikro terdiri dari kromium (Cr). Diantara ketiganya. Contoh dari kation adalah natrium (Na ) dan nalium (K ) & contoh dari anion adalah klorida (Cl ) dan bikarbonat (HCO ). bikarbonat (HCO ). Elektrolit. Mineral yang termasuk di dalam kategori mineral makro utama adalah kalsium (Ca). mangan (Mn). kesetimbangan antara air (H O)elektrolit diatur secara ketat agar sel-sel dan organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. kalium (K ). Dalam komposisi air keringat. mineral dapat digolongkan menjadi 2 kelompok utama yaitu mineral makro dan mineral mikro. Di dalam tubuh manusia. yodium (I) . fluoride (F). silisium (Si) and seng (Zn). tiga mineral utama yaitu natrium. fosfat (HPO ) dan sulfat (SO ). elektrolit-elektrolit ini akan memiliki fungsi antara lain dalam menjaga tekanan osmotik tubuh. Jika elektrolit mempunyai muatan positif (+) maka elektrolit tersebut disebut sebagai kation sedangkan jika elektrolit tersebut mempunyai muatan negatif (-) maka elektrolit tersebut disebut sebagai anion. sulfur (S). 'sebelum' dan karyon.menjadi 2 jenis yaitu kation dan anion. Mineral makro adalah mineral yang menyusun hampir 1% dari total berat badan manusia dan dibutuhkan dengan jumlah lebih dari 1000 mg/hari.5 Mineral Makro & Mikro Berdasarkan kebutuhannya di dalam tubuh. 1. natrium dan klorida merupakan mineral dengan konsentrasi tertinggi yang terbawa keluar tubuh melalui kelenjar keringat (sweat glands).9 Sel prokariotik dan sel eukariotik 1. kalium & klorida merupakan mineral dengan konsentrasi terbesar yang terdapat di dalamnya. klorida (Cl). kalium (K).01% dari total berat badan. magnesium (Mg). tidak ada membran yang memisahkan DNA dari . tembaga (Cu). menjaga pH tubuh dan juga akan terlibat dalam setiap reaksi oksidasi dan reduksi serta ikut berperan dalam setiap proses metabolisme. Sehingga dengan semakin besar laju pengeluaran keringat. besi (Fe). dan natrium (Na).9.8. klorida (Cl ).elektrolit yang terdapat dalam jumlah besar di dalam tubuh antara lain adalah natrium (Na ). mengatur pendistribusian cairan ke dalam kompartemen badan air (body’s fluid compartement).1 Sel prokariotik Pada sel prokariota (dari bahasa Yunani. kalsium (Ca ). 1. maka laju kehilangan natrium . sedangkan mineral mikro (Trace ) merupakan mineral yang dibutuhkan dengan jumlah kurang dari 100 mg /hari dan menyusun lebih kurang dari 0.

nukleoid. yang pada mulanya dianggap hanya ada pada eukariota. walaupun ada juga yang berbahan peptidoglikan. Banyak jenis bakteri memiliki lapisan di luar dinding sel yang disebut kapsul yang membantu sel bakteri melekat pada permukaan benda dan sel lain. Protein skeleton tersebut meregulasi pembelahan sel dan berperan menentukan bentuk sel. prokariota sering kali juga memiliki bahan genetik tambahan yang disebut plasmid yang juga berstruktur DNA lingkar. sejumlah bakteri melekat pada permukaan benda dan sel lain dengan benang protein yang disebut pilus (jamak: pili) dan fimbria (jamak: fimbriae). 1. 'sebenarnya' dan karyon) memiliki nukleus.0 µm dan volumenya sekitar 1 µm3) serta umumnya terdiri dari selubung sel. peptidoglikan. lapisan itu disebut sebagai dinding sel. Pada umumnya. Prokariota juga memiliki sejumlah protein struktural yang disebut sitoskeleton. Banyak jenis bakteri bergerak menggunakan flagelum (jamak: flagela) yang melekat pada dinding selnya dan berputar seperti motor.bagian sel lainnya. Kapsul juga dapat membantu sel bakteri menghindari jenis tertentu sel kekebalan tubuh manusia. Sitoplasma eukariota adalah daerah di antara nukleus dan .9. Hampir semua sel prokariotik memiliki selubung sel di luar membran selnya. dan ada pula bakteri yang memiliki selubung sel dari protein. dan daerah tempat DNA terkonsentrasi di sitoplasma disebut nukleoid. sepuluh kali lebih besar daripada bakteri. Kebanyakan prokariota merupakan organisme uniselular dengan sel berukuran kecil (berdiameter 0. sitoplasma. Kebanyakan bakteri memiliki suatu membran luar yang menutupi lapisan peptidoglikan. eu. kebanyakan selubung sel arkea berbahan protein. Selain itu. Selubung sel prokariota mencegah sel pecah akibat tekanan osmosis pada lingkungan yang berkonsentrasi lebih rendah daripada isi sel. Jika selubung tersebut mengandung suatu lapisan kaku yang terbuat dari karbohidrat atau kompleks karbohidrat-protein. sel eukariota (bahasa Yunani. Diameter sel eukariota biasanya 10 hingga 100 µm. plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan meskipun sering kali plasmid membawa gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan pada keadaan tertentu. membran sel.2 Sel eukariotik Tidak seperti prokariota. dan beberapa struktur lain. Selain itu. Sejumlah prokariota memiliki struktur lain di luar selubung selnya. misalnya resistansi terhadap antibiotik.7– 2. Sementara itu. Prokariota umumnya memiliki satu molekul DNA dengan struktur lingkar yang terkonsentrasi pada nukleoid.

10Hubungan Intersel Terdapat dua jenis bentuk tautan diantara sel yang membentuk jaringan : 1.membran sel. Selain nukleus. suatu jaringan membran tempat sintesis glikoprotein dan lipid. hanya ditemukan pada sel-sel tertentu daun tumbuhan dan sejumlah organisme uniselular. tempat sebagian besar metabolisme energi sel terjadi. Sel hewan. tempat perombakan asam lemak dan asam amino. yang menguraikan komponen sel yang rusak dan benda asing yang dimasukkan oleh sel. yaitu mitokondria. Di antara dinding sel tumbuhan yang bersebelahan terdapat saluran yang disebut plasmodesmata.1 Taut Kedap ( Tight Junction ). Dinding sel yang kaku. misalnya nukleus. juga terbuat dari sitoskeleton. yang mengarahkan hasil sintesis sel ke tempat tujuannya. retikulum endoplasma. Sitoplasma ini terdiri dari medium semicair yang disebut sitosol. 1. yang hanya ditemukan pada sel hewan di dekat nukleus. Sentriol. terbuat dari selulosa dan polimer lain. namun komposisinya berbeda dari dinding sel bakteri maupun tumbuhan. Kebanyakan organel dibatasi oleh satu lapis membran. namun ada pula yang dibatasi oleh dua membran. memiliki lisosom. dikenal sebagai zonula okludens adalah tautan yang mengikat sel-sel satu sama lainnya dan ke jaringan sekelilingnya . yaitu organel tempat menyimpan nutrien dan limbah serta tempat terjadinya sejumlah reaksi penguraian.10. Jaringan protein serat sitoskeleton mempertahankan bentuk sel dan mengendalikan pergerakan struktur di dalam sel eukariota. sejumlah organel lain dimiliki hampir semua sel eukariota. Kloroplas. badan Golgi. mengelilingi sel tumbuhan dan membuatnya kuat dan tegar. yang di dalamnya terdapat organel-organel dengan bentuk dan fungsi terspesialisasi serta sebagian besar tidak dimiliki prokariota. tempat terjadinya fotosintesis.Tautan yang mengikat sel bersatu serta memberikan kekuatan dan stabilitas . dan peroksisom. Fungi juga memiliki dinding sel. Baik sel tumbuhan maupun sejumlah eukariota uniselular memiliki satu atau lebih vakuola. tetapi tidak sel tumbuhan.

dimana ridge akan mencegah gerakan lateral protein di dalam membrane sel dan akibatnya ia bekerja sebagai pagar yang menjaga protein tetap terpasang ke dalam membrane apeks didalam daerah apeks 1.Taut kedap mengelilingi batas apeks sel di dalam epitel seperti mukosa usus. Taut celah memungkinkan perambatan cepat aktivitas listrik dari sel ke sel serta pertukaran berbagai messenger kimia.2Taut Celah ( Gap Junction ) adalah tautan yang memungkinkan pemindahan ion dan molekul lain dari satu sel ke sel yang lain . BAB III PENUTUP A.10. Fungsi dari taut kedap : membentuk sawar bagi gerakan ion dan solut lain dari satu sisi epitel ke bagian lain. mempertahankan polaritas sel. dinding tubulus renalis dan pleksus choroideus.Diameter tiap saluran diatur oleh Ca 2+ intrasel dan peningkatan dalam Ca 2+ menyebabkan subunit saling menyelip yang akan mengurangi diameter saluran . yang melekat kuat pada tautan sel sehingga ia hampir menutup diantara ruang-ruang antara sel. Saran .Diameter ini bisa juga diatur oleh PH dan voltase. Kesimpulan B.Ia membentuk ridges dimana setengah dari satu sel dan setengah dari yang lain .

masbied.com/free/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0112%20Bio%203-1a.org/wiki/Sel_%28biologi%29 http://www.htm http://id.html .com/artikel/transport-membran.DAFTAR PUSTAKA ftp://komo.wordpress.com/sistem-transport-pada-sel/ http://www.wikipedia.web.scribd.membuatblog.com/2007/07/05/membran-sel-2/ http://www.com/docs/57528963/KONSEP-DASAR-CAIRAN-DANELEKTROLIT http://www.docstoc.com/doc/17059905/Cairan-Dan-Elektrolit-Dalam-TubuhManusia http://www.com/search/struktur-dan-fungsi-dna-serta-rna http://nadjeeb.padinet.morphostlab.blogsome.id/2010/02/struktur-dan-fungsi-sel.html http://biologi.