P. 1
Asuhan Keperawatan Angina Pektoris

Asuhan Keperawatan Angina Pektoris

|Views: 354|Likes:
Published by Fikri Nabiha
Laporan Pendahuluan dan Asuhan Keperawatan Klien dengan Angina Pektoris
Laporan Pendahuluan dan Asuhan Keperawatan Klien dengan Angina Pektoris

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Fikri Nabiha on Feb 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2014

pdf

text

original

www.serpihanilmuku.blogspot.

com

Program Studi Ilmu Keperawatan B Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang 2012
www.serpihanilmuku.blogspot.com

ANGINA PEKTORIS
-----Nasrullah-----

DEFINISI Angina pektoris adalah nyeri hebat yang berasal dari jantung dan terjadi sebagai respons terhadap suplai oksigen yang tidak adekuat ke sel-sel miokardium. Nyeri angina dapat menyebar ke lengan kiri, ke punggung, rahang atau ke daerah abdomen. (Corwin, 2009) Angina pektoris adalah rasa nyeri terikat atau tertekan atau rasa tidak enak pada dada yang khas akibat dari iskemia otot jantung, bentuk yang klasik tercetus oleh kerja fisik dan menghilang dengan istirahat. (Ovedoff, 2002) Angina pektoris adalah suatu sindrom klinis berupa serangan sakit dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang sering kali menjalar ke lengan kiri. Hal ini bisa timbul saat pasien melakukan aktivitas dan segera hilang saat aktivitas dihentikan. (Mansjoer, 2001) ETIOLOGI Obstruksi cabang-cabang arteri koroner yang progresif, biasanya akibat aterosklerosis. Mungkin berhubungan dengan spasme arteri koroner Insufisiensi suplai oksigen untuk miokardium

PATOFISIOLOGI Angina pektoris biasanya berkaitan dengan penyakit jantung koroner aterosklerotik, tetapi dalam beberapa kasus dapat merupakan kelanjutan dari stenosis aorta berat, insufisiensi atau hipertrofi kardiomiopati tanpa/disertai obstruksi, paroksimal aortitis dengan sifilitika, peningkatan ventrikuler kebutuhan cepat, metabolik emboli atau (sepeprti spasme hipertiroidisme atau pasca pengobatan tiroid), anemia yang jelas, takikardi frekwensi koroner.angina biasanya diakibatkan oleh penyakit jantung aterosklerotik dan hampir selalu berhubungan dengan sumbatan arteri koroner utama.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Faktor-faktor Risiko Aterosklerosis

Plak Aterosklerosis Pada Dinding Arteri Koroner Penyempitan Lumen Arteri, Ruptur Plak, Trombosis, Spasme Arteri Penyumbatan Arteri Koronaria Ketidakseimbangan Kebutuhan Oksigen Peningkatan Metabolisme Anaerob, pH turun Peningkatan Metabolisme Anaerob, pH turun Angina Pektoris Gangguan Suplai Oksigen Ke Miokardium Iskemia Miokardium Iskemik > 30 Infark Miokardium Infark Transmural Infark Subendokardial Kerusakan Otot Miokardium

EKG: T terbalik an ST

Sindrom Koroner Akut

STEMI

Edema Sel Pelepasan Enzym CKMB meningkat LDH meningkat

(Muttaqin, 2009)

www.serpihanilmuku.blogspot.com

MANIFESTASI KLINIS Nyeri seperti diperas, diikat atau tertekan (biasanya tidak menusuk), terjepit, terasa panas di daerah perikardium atau substernum dada, kemungkinan menyebar ke lengan, permukaan dalam tangan kiri, permukaan ulnar jari manis dan jari kelingking, rahang bawah, atau thoraks yang menghilang selama 2-10 menit. Rasa sesak, tercekik dan kualitas yang terus-menerus. Rasa lemah atau baal di lengan atas, pergelangan tangan dan tangan yang menyertai nyeri Pada angina stabil dan tidak stabil, nyeri biasanya berkurang dengan istirahat. Angina Prinzmental tidak mereda dengan istirahat tetapi biasanya menghilang selama 5 menit. Tercetus oleh   Latihan fisik, dapat memicu serangan dengan cara meningkatkan kebutuhan oksigen jantung Pajanan terhadap dingin, dapat mengakibatkan basokonstriksi dan peningkatan tekanan darah, disertai dengan peningkatan kebutuhan oksigen  Makan makanan berat akan meningkatkan aliran darah ke daerah mesenterik untuk pencernaan, sehingga menurunkan ketersediaaan darah untuk suplai jantung (pada jantung yang sudah sangan parah, pintasan darah untuk pencernaan membuat nyeri angina semakin buruk)  Stress atau berbagai emosi akibat situasi yang menegangkan, menyebabkan frekuensi jantung meningkat, akibat pelepasan adrenalin dan meningkatnya tekanan darah, dengan demikian beban kerja jantung juga meningkat. Tanda utama adalah depresi segmen ST pada elektrokardiogram (EKG) selama serangan. Pemeriksaan klinik sistem kardiovaskular dan elektrokardiogram di antara waktu serangan biasanya normal.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

KOMPLIKASI Unstable angina Infark miocard Aritmia Sudden death

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pemeriksaan EKG Dapat terjadi perubahan di segmen ST pada EKG lebih dari 1 mm pada waktu melakukan latihan/aktivitas dan biasanya disertai sakit dada mirip seperti saat serangan angina. Radiologi. Daerah yang mengalami penurunan aliran darah dapat diamati dengan menggunakan pencitraan radioaktif selama episode angina sebagai bagian dari uji toleransi (exercise stress test) Laboraturium Enzim dan protein jantung mungkin diukur untuk menyingkirkan kemungkinan infark miokard PENATALAKSANAAN Penanganan umum Hentikan merokok, kurangi berat badan bila ada indikasi (kelebihan berat badan), latihan kerja fisik bertahap (jangan berlebihan), perbaikan anemia (bila ada), kontrol tekanan darah, kontrol konsumsi kelesterol (lemak), dan faktor-faktor yang memperberat lainnya. Pencegahan Aspirin kadang diprogramkan untuk mencegah gejala angina. Demikian juga untuk individu yang rentan angina disarankan untuk menhindari stressor yang diketahui memicu serangan angina klasik seperti bekerja dalam lingkungan dingin. Individu ini disarankan untuk tidak merokok. Teknik invasif  Percutaneous Transluminal Coronary Angiopasty (PTCA) dan bedah pintas arteri coroner dapat menurunkan serangan angina klasik. Dengan
www.serpihanilmuku.blogspot.com

PTCA, lesi ateroskerotik berdilatasi dengan bantuan kateter yang dimasukkan menembus kulit ke dalam arteri femoralis atau brakialis dan didorong ke jantung. Setelah berada di pembuluh darah yang sakit, balon di dalam kateter digembungkan. Hal ini akan memecah plak dan meregangkan arteri

Coronary artery bypass graft (CABG) mungkin merupakan indikasi pada angina yang sulit dikendalikan, terutama pada obstruksi cabang utama koroner kiri atau penyakit 3 saluran

-

Obat-obatan  Nitrogliserin 0,3-0,6 mg untuk serangan akut menghasilkan vasodilatasi perifer yang cepat (terutama vena) mengurangi beban dan kebutuhan oksigen. Merupakan obat pilihan yang bekerja sekitar 1-2 menit dan dapat diulang dengan interval 3-5 menit  Absorbsi nitrogliserin melalui kulit dapat digunakan untuk pencegahan Long-acting nitrate, yaitu ISDN 3x10-40 mg oral
www.serpihanilmuku.blogspot.com

-

Pencegahan serangan lanjutan 

 

Beta blocker: Propanolol, metoprolol, nadolol, atenolol dan pindolol Kalsium antagonis: verapamil, diltiazem, nifedipin, nikardipin, atau isradipin

PROGNOSIS Tergantung pada luasnya penyakit, usia pada saat timbul “onset”, fungsi ventrikel dan adanya penyakit lain (diabetes atau hipertensi) Sering memberikan respon yang baik terhadap nitrogliserin dan obatobatan lain Pembedahan dapat menghilangkan gejala pada penderita tertentu.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN TaHAPAN PROSES KEPERAWATAN

Pengkajian Pengumpulan data Validasi data Identifikasi masalah

Diagnosis Keperawatan

Perencanaan (Intervensi) Prioritas masalah Penetapan tujuan dan kriteria hasil Penetapan rencana tindakan Pelaksanaan (Implementasi) Tindakan mandiri keperawatan Tindakan kolaborasi keperawatan

Evaluasi Proses Hasil

www.serpihanilmuku.blogspot.com

PENGKAJIAN - Anamnesis Identitas Pasien  Nama  Tempat tanggal lahir  Status perkawinan  Agama  Pendidikan  Alamat : : : : : :

 Keluarga yang dapat dihubungi : Riwayat Kesehatan  Keluhan utama Dapatkan data mengenai keluhan utama (gejala yang paling dirasakan) atau gejala yang menyebabkan pasien datang ke tempat pelayanan kesehatan  Riwayat kesehatan sekarang Dapatkan data mengenai kronologis kejadian sehingga muncul keluhan utama yang menyebabkan pasien datang ke tempat pelayanan kesehatan. Bagaimana gejalanya? (mendadak, perlahan-lahan, terus-menerus, serangan hilang timbul, berubah-ubah dalam waktu tertentu) Tempat dan sifat gejala (menjalar, menyebar, berpindah-pindah, atau menetap) Berat ringannya keluhan dan perkembangannya (menetap, cenderung bertambah, atau berkurang) Berapa lama keluhan berlangsung? Kapan dimulainya? Upaya apa saja yang telah dilakukan untuk meringankan gejala?

www.serpihanilmuku.blogspot.com

 Riwayat kesehatan masa lalu Dapatkan data mengenai a. Riwayat pemakaian obat-obatan : jenis obat, dosis yang dikonsumsi, cara pemakaian dll b. Pengalaman masa lalu tentang kesehatan : riwayat sakit dengan gejala yang sama, pengalaman perawatan di rumah sakit, pengalaman tindakan bedah (operasi), pengalaman kecelakaan, dll  Riwayat kesehatan keluarga Dapatkan data mengenai penyakit menular atau menurun yang dimiliki keluarga. Seperti TBC, Diabetes, Hipertensi dll. Apakah terdapat keluarga yang mengalami keluhan yang sama seperti pasien? dll  Riwayat kesehatan lingkungan Dapatkan data mengenai lingkungan rumah tempat tinggal pasien sekarang. Apakah sedang terjadi wabah penyakit di lingkungan rumah tempat tinggal pasien? Apakah merupakan daerah industri (rawan polusi)? lingkungan yang kurang sehat? Kondisi rumah(ventilasi, jendela, kamar mandi/MCK) yang memadai? Dll  Riwayat psikososial Dapatkan data mengenai masalah-masalah psikologis yang dialami pasien. Seperti beban pekerjaan, hubungan dengan lingkungan sosial (keluarga dan masyarakat), segalah hal yang menyebabkan stress psikis pada pasien yang berhubungan dengan kontak sosial.  Riwayat tumbuh kembang (khusu pasien anak) a. Riwayat pertumbuhan Dapatkan data mengenai status pertumbuhan pada anak. Pertumbuhan didefinisakan sebagai pertambahan ukuran tubuh anak baik berat, tinggi badan, pertambahan panjang dll. Apakah pernah mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan terjadi pada usia berapa?. Lihat catatan kesehatan seperti KMS
www.serpihanilmuku.blogspot.com

gali data mengenai

riwayat berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar dada, lingkar kepala dll b. Riwayat perkembangan Dapatkan data mengenai status perkembangan pada anak. Perkembangan didefinisikan sebagai peningkatan kemampuan yang dimiliki anak. Gali data mengenai kemampuan berbahasa, motorik kasar dan halus, interaksi sosial. DDST II (Denver Development Screning Test II) dapat digunakan untuk menggali data perkembangan anak.  Riwayat imunisasi (khusus pasien anak) Dapatkan data mengenai riwayat pemberian imunisasi pada anak, apakah anak mendapatkan imunisasi dengan lengkap atau tidak?. Imunisasi dasar yang diberikan pada anak adalah BCG, DPT, Polio, Hepatitis, Campak, dan imunisasi ulang (Booster)  Riwayat kebidanan (Maternitas) Dapatkan data mengenai a. Riwayat haid: pertama kali haid (menarche), siklus haid teratur atau tidak, kapan terakhir haid dll b. Riwayat kehamilan: apakah pernah hamil kembar?, persalingan dengan penyulit, persalinan dengan pembedahan (SC), keguguran, hamil anggur, kehamilan dengan penyakit penyerta seperti eklamsia dll c. Riwayat perkawinan: apakah pernah menikah lebih dari 1 kali dll. Fungsi Kesehatan  Persepsi dan pemeliharaan kesehatan Data yang dikaji antara lain persepsi terhadap penyakit, persepsi terhadap arti kesehatan, persepsi terhadap penatalaksanaan kesehatan.  Aktivitas fisik Data yang dikumpulkan dalam pengkajian aktivitas fisik adalah kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan ADL 0 = mandiri
www.serpihanilmuku.blogspot.com

1 = menggunakan alat bantu 2 = dibantu orang lain 3 = dibantu orang lain dan peralatan 4 = ketergantungan atau tidak mampu Yang dimaksud ADL antara lain seperti makan, berpakaian, mandi, toileting, mobilitas ditempat tidur, berbelanja, memasak, berpindah, berjalan, ROM dll  Nutrisi Data yang dikumpulkan dalam pengkajian nutrisi meliputi diet khusus atau suplemen yang dikonsumsi, instruksi diet sebelumnya, nafsu makan, jumlah makanan atau minuman serta cairan yang dikonsumsi setiap hari, fluktuasi BB, gangguan pada pencernaan, komposisi makanan yang dikonsumsi (termasuk didalamnya pemenuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dll)  Eliminasi Data yang dikumpulkan dalam pengkajian eliminasi meliputi pola kebiasaan defekasi setiap hari, ada/tidaknya konstipasi, diare, inkontinensia, disuria, nocturia, hematuria, retensi, inkontinensia.  Istirahat dan tidur Data yang perlu dikumpulkan dalam pengkajian istirahat tidur meliputi jumlah tidur pada malam hari, pagi dan siang. Masalah tidur seperti insomnia, mimpi buruk, mudah terbangun dll  Kognitif dan persepsi Data yang perlu dikumpulkan dalam pengkajian kognitif persepsi adalah kondisi mental seperti gangguan orientasi, kacau mental, menyerang, apatis, cara bicara normal atau tidak, bicara berputar-putar atau juga afasia, kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengerti, gangguan pendengaran, penglihatan, adanya persepsi sensorik (nyeri), penciuman dll.
www.serpihanilmuku.blogspot.com

 Koping terhadap stress Data yang perlu dikumpulkan termasuk mekanisme koping yang digunakan pada saat terjadinya masalah atau kebiasaan menggunakan mekanisme koping serta tingkat toleransi terhadap masalah.  Konsep diri Data yang perlu dikumpulkan adalah persepsi tentang dirinya dari masalah-masalah yang ada, seperti perasaan cemas, ketakutan atau penilaian terhadap diri mulai dari peran, ideal diri, konsp diri, gambaran diri dan identitas tentang dirinya.  Pola seksual dan reproduksi Data yang perlu dikumpulkan mengenai masalah menstruasi, pap smear, pemeriksaan payudara atau testis sendiri tiap bulan, dan masalah seksual yang berhubungan dengan penyakit.  Hubungan dan peran sosial Data yang perlu dikumpulkan adalah pekerjaan, status pekerjaan, kemampuan bekerja, hubungan dengan klien atau keluarga, dan gangguan terhadap peran yang dilakukan.  Nilai dan keyakinan Data yang perlu dikumpulkan adalah keyakinan yang dimiliki klien yang berhubungan dengan kesehatan atau kesakitannya. Keyakinan akan kesembuhan atau kematian. Dan nilai-nilai yang dianut yang berhubungan dengan spiritual dan budaya.

- PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum Pengkajian keadaan umum meliputi kesan secara umum pada keadaan sakit termasuk ekspresi wajah (cemberut, grimace, lemas) dan posisi pasien. Kesadaran yang meliputi penilaian secara kualitatif (komposmentis,
www.serpihanilmuku.blogspot.com

apatis, somnolen, sopor, soporokoma, koma) dapat juga menggunakan GCS. Lihat juga keadaan status gizi secara umum (kurus, ideal, kelebihan berat badan) Pemeriksaan tanda-tanda vital Pemeriksaan tanda-tanda vital meliputi pemeriksaan tekanan darah, nadi(frekwensi,kualitas, irama), pernapasan (frekwensi, kedalaman, irama, pola penapasan), suhu tubuh, skala nyeri Pemeriksaan kulit, rambut dan kelenjar getah bening Kulit meliputi warna (adanya pigmentasi, sianosis, ikterus, pucat, eritema), turgor, kelembaban, edema, bekas luka dll Rambut dapat dinilai dari warna, kelebatan, distribusi, bau, keadaan kusut dan kering dll. Kelenjar getah bening dapat dinilai dari bentuknya serta tanda-tanda radang yang ada di daerah sevikal anteritor, inguinal oksipital dan retroaurikular Pemeriksaan kepala dan leher Periksa bentuk dan ukuran kepala, rambut dan kulit kepala, ubunubun (fontanel), struktur wajah (simetris atau tidak), ada tidaknya pembengkakan.dll Pada mata dapat dilihat dari visus, palpebra, alis bulu mata, konjungtiva, sklera, kornea, pupil dan lensa. dll Pada telinga dapat dilihat dari daun telinga, liang telinga, membran timpani, mastoid, ketajaman pendengaran.dll Hidung dan mulut, ada atau tidaknya trismus (kesukaran membuka mulut), bibir, gusi ada atau tidaknya tanda radang, perdarahan lidah, salvias, faring, larring dll. Periksa ada atau tidaknya kaku kuduk, massa di leher (jika ada periksa ukuran, bentuk, posisi, konsistensi) dan ada atau tidaknya nyeri telan dll.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Pemeriksaan dada Pemeriksaan dada meliputi organ paru dan jantung. Secara umum periksa bentuk dada dan keadaan paru (simetris atau tidak), pergerakan napas, ada atau tidaknya fremitus suara, krepitasi, perkusi daerah dada untuk menentukan batas kelainan, dan auskultasi untuk menentukan abnormalitas sistem pernapasan. Pada saat pemeriksaan jantung, periksa denyut apeks (dikenal dengan iktus kordis) dan aktivitas ventrikel, getaran bising (thrill) bunyi jantung tambahan atau bising jantung dll. Pemeriksaan abdomen Data yang dikumpulkan antara lain adalah ukuran atau bentuk perut, dinding perut, bising usus, adanya ketegangan dinding perut, atau adanya nyeri tekan. Selanjutnya lakukan palpasi pada organ hati, limpa, ginjal, kandung kencing untuk memeriksa ada atau tidaknya nyeri dan pembesaran pada organ tersebut. Kemudian periksa daerah anus, rektum dan genetalia. Pemeriksaan ekstrimitas dan neurologis Pemeriksaan anggota gerak ini meliputi adanya rentang gerak, keseimbangan dan gaya berjalan, genggam tangan, dan otot kaki. Periksa apakah ada kontraktur atau tidak dll Kemudian, gangguan pada pemeriksaan kejang, neurologis tremor, periksa tanda-tanda paralisis, neurologis seperti parese dan

pemeriksaan reflek superficial, reflex tendon dalam, refleks patologis, tanda rangsang meningeal, kaku kuduk, pemeriksaan brudzinzki, dan tanda kerning (hambatan atau rasa sakit daerah ekstrimitas bawah ketika dilakukan flesksi), uji kekuatan otot tonus, pemeriksaan saraf otak dll.

Pengkajian keperawatan yang disajikan merupakan pengkajian secara umum, pengkajian terfokus InsyaAllah akan dijabarkan dilain kesempatan

www.serpihanilmuku.blogspot.com

DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL 1. Nyeri berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai darah dan oksigen dengan kebutuhan miokardium (sekunder penurunan suplai darah ke miokardium dan peningkatan produksi asam laktat) 2. Penurunan curah jantung berhubungan dengan gangguan pada frekuensi/irama dan konduksi elektrikal 3. Cemas berhubungan dengan rasa takut akan kematian 4. Kurang pengetahuan tentang sifat dasar penyakit dan metode untuk menghindari komplikasi.
Diagnosa Keperawatan yang muncul dapat berubah atau bertambah sesuai data yang didapatkan dari pengkajian

www.serpihanilmuku.blogspot.com

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (NURSING CARE PLAN)

No 1

Diagnosa Keperawatan Nyeri

Tujuan & Kriteria Hasil Tujuan: Setelah dilakukan perawatan , klien melaporkan nyeri berkurang atau hilang. Klien dapat mengkompensasi nyeri dengan baik Kriteria Hasil: - Skala nyeri 0-4 - Grimace (-) - Gerakan melokalisir nyeri (-) - Klien tenang

Intervensi

Rasional

1. Anjurkan klien untuk 1. Nyeri dan penurunan curah jantung memberi tahu perawat dapat merangsang sistem saraf dengan cepat bila terjadi simpatis untuk mengeluarkan sejumlah nyeri dada besar norepinefrin, yang meningkatkan 2. Pantau tingkat, frekuensi, agregasi trombosit dan mengeluarkan durasi, lokasi, serta tromboxane A2. Ini vasokontriktor intensitas nyeri, kaji dan poten yang menyebabkan spasme catat respon klien/efek obat arteri koroner, mengkomplikasi atau 3. Ajarkan teknik relaksasi memperlama serangan angina. (nafas dalam) Sehingga klien diharapkan 4. Beri posisi yang nyaman mendapatkan intervensi yang cepat 5. Kondisikan lingkungan apabila menginformasikan keluhannya yang tenang di sekitar klien lebih dini. 6. Kondisikan klien untuk 2. Tingkat, frekuensi, durasi, lokasi serta istirahat total selama intensitas nyeri merupakan data dasar episode serangan angina yang dibutuhkan perawat sebagai 7. Tinggikan kepala tempat pedoman pengambilan intervensi, tidur bila klien mengalami sehingga setiap perubahan yang napas pendek/sesak napas terjadi harus terus dipantau(hal ini juga 8. Pantau kecepatan/irama membantu membedakan nyeri dada jantung dini dan alat evaluasi kemungkinan 9. Pantau tanda-tanda vital kemajuan menjadi angina tidak stabil setiap 5 menit selama (angina stabil biasanya berakhir 3-5 serangan angina menit sementara angina tidak stabil 10. Tinggal dengan pasien lebih lama dan dapat berakhir lebih dari yang mengalami nyeri atau 45 menit)). Respon klien terhadap obat cemas memberikan informasi tentang 11. Berikan makanan lembut. perkembangan penyakit. Pengkajian Biarkan pasien istirahat ini sebagai alat dalam evaluasi

www.serpihanilmuku.blogspot.com

selama 1 jam setelah keefektifan intervensi dan dapat makan menunjukkan kebutuah perubahan 12. Kolaborasi pemberian program pengobatan. oksigen tambahan sesuai 3. Teknik relaksasi (nafas dalam) dapat indikasi membantu menurunkan ketegangan 13. Kolaborasi pemberian otot, menurunkan mediator stress antiangina sesuai indikasi; seperti katekolamin dan menigkatkan nitrogliserin-sublingualendorphin yang dapat membantu untuk nitrustat, bukal, tablet oral, mengurangi rasa nyeri. atau sprei sublingual 4. Posisi yang nyaman membantu 14. Kolaborasi pemberian menurunkan ketegangan otot. Posisi analgesik sesuai program tidur yang salah dapat mencetuskan terapi (morphin 2-5 mg kekakuan otot yang mengakibatkan intravena) rasa nyaman terganggu 5. Kondisi lingkungan yang tenang dapat membantu menurunkan tingkat stress klien sehingga dapat mempengaruhi respon klien terhadap nyeri. 6. Istirahat total dapat menurunkan kebutuhan oksigen miokard sehingga dapat meminimalkan risiko cedera jaringan/nekrosies akibat hipoksia jaringan yang berlebihan. 7. Peninggian daerah kepala ditujukan untuk mengurangi tekanan intratorakal oleh dinding diafragma/abdomen sehingga dapat memudahkan pertukaran gas untuk menurunkan hipoksia dan napas pendek yang berulang 8. Klien angina tidak stabil dapat mengalami peningkatan disritmia yang mengancam hidup secara akut, hal ini jerjadi akibat respon terhadap iskemia www.serpihanilmuku.blogspot.com

dan atau stress sehingga perawat harus cepat mengetahui kejadia disritmia pada klien untuk mendapatkan intervensi yang sesuai (konsultasikan dengan dokter) 9. TD dapat meningkat secara dini sehubungan dengan rangsangan simpatis, kemudian turun bila curah jantung dipengaruhi. Takikardi juga terjadi pada respon terhadap rangsangan simpatis dan dapat berlanjut sebagai kompensasi bila curah jantung turun. Perubahanperubahan yang ekstrim seperti ini harus segara dikonsultasikan kepada dokter agar tim kesehatan dapat melakukan upaya resusitasi saat klien masih dalam keadaan kompensasi sebelum masuk ke dalam dekompensasi. 10. Klien cemas cenderung mengeluarkan katekolamin yang meningkatkan kerja miokard dan dapat memperpanjang nyeri iskemi. Sehingga diharapkan dengan didampingi oleh perawat klien dapat menurnkan rasa takut dan rasa ketidakberdayaan 11. Energi seseorang akan tercurah pada sistem pencernaa saat mulai mencerna makanan hal ini juga menjelaskan mengapa seseorang mengantuk setelah makan karena seluruh energi terpusat pada pencernaan. Hal ini dapat memperberat kerja jantung www.serpihanilmuku.blogspot.com

sehingga diharapkan dengan pemberian makanan yang lembut dapat mengurangi kerja pencernaan yang berakibat pada menurunnya kerja miokard hal ini menurunkan risiko serangan angina 12. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan sediaan oksigen agar kebutuhan miokard dapat terpenuhi sehingga dapat mencegah iskemia 13. Nitrogliserin adalah standar untuk pengobatan dan mencegah nyeri angina, yang memiliki efek cepat vasodilator berakhir10-30 menit dan dapat digunakan secara profilaksis untuk mencega serangan angina 14. Analgesik berfungsi untuk melakukan hambatan pada sensor nyeri sehingga sensasi nyeri pada klien berkurang. Morphin memiliki kemampuan untuk menurunkannyeri hebat, memberikan sedati dan mengurangi kerja miokardium namun juga memiliki efek samping yang kurang menguntungkan yaitu mendepresi pusat pernapasan sehingga dapat menyebabkan klien mengalami kekurangan oksigen.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

2

Tujuan: 1. Posisikan klien dengan Setelah dilakukan meninggikan kedua tindakan keperawatan, tungkai, kecuali bila fungsi curah jantung dapat ventrikel terganggu dipertahankan dalam 2. Bantu klien dalam kondisi normal dan melakukan tanda-tanda penurunan tindakan/aktivitas dan curah jantung tidak anjurkan untuk banyak ada. istirahat. 3. Pantau tanda-tamda vital, Kriteria Hasil: misal frekuensi jantung, TD, - Dispnea (-) peningkatan frekuaensi - Gelisah (-) pernafasan, nadi perifer - Kelemahan (-) yang lemah, penurunan - Pucat (-) saturasi oksigen, dan - Akral hangat perubahan EKG - CRT <2 detik 4. Evaluasi status mental, catat - Status mental terjadinya bingung atau composmentis disorientasi 5. Catat warna kulit dan adanya/kualitas nadi 6. Mempertahankan tirah baring pada posisi nyaman selama episode akut 7. Dorong pelaporan cepat adanya nyeri untuk upaya pengobatan sesuai indikasi 8. Kolaborasi pemberian Intervensi keperawatan dapat disesuaikan oksigen tambahan sesuai kebutuahan dengan kondisi lingkungan (budaya, nilai, 9. Siapkan untuk pindah ke sumberdaya dll) setempat unit perawatan kritis bila Pendokumentasian Implementasi dan Evaluasi kondisi memburuk tidak disajikan dikarenakan tidak dilakukannya intervensi yang dibuat www.serpihanilmuku.blogspot.com

Penurunan curah jantung

1. Posisi ini dapat meningkatkan preload dan curah jantung sehingga dapat membantu vaskularisasi darah ke jaringan 2. Hal ini ditujukan untuk mnghemat energi yang digunakan klien sehingga dapat mengurangi kebutuhan klien akan energi yang berpengaruh terhadap kerja jantung 3. Takikardi dapat terjadi karena nyeri, cemas, hipokemia dan menurunnya curah jantung. Perubahan juga terjadi pada TD (hipertensi atau hipotensi) karena respon jantung. Perubahanperubahan yang eksrim dan abnormal harus segera dikonsultasikan kepada dokter untuk intervensi lebih lanjut. 4. Penurunan terhadap tingkat kesadaran menunjukkan bahwa perfusi otak sedang terganggu, hal ini merupakan keadaan yang tidak menguntungkan dan harus segera dilakukan intervensi untuk mengatasi penurunan vaskularisasi ke otak. 5. Sirkulasi perifer menurun bila curah jantung turun, membuat kulit pucat atau warna abu-abu (tergantung tingkat hipoksia) dan menurunnya kekuatan nadi perifer. Hal ini merupakan salah satu tanda dari penurunan curah jantung yang dapat dijadikan data/pedoman untuk melakukan intervensi selanjutnya 6. Hal ini ditujukan untuk menurunkan

7.

8.

9.

3

Ansietas

Tujuan: 1. Selalu jelaskan mengenai Setelah dilakukan tujuan dan prosedur yang perawatan selama (....) akan dilakukan kepada klien melaporkan klien ansietas menurun 2. Dorong keluarga dan teman sampai tingkat yang untuk menganggap pasien dapat diatasi seperti sebelumnya/sewajarnya Kriteria hasil:. 3. Beritahu pasien program - Cemas ringan medis yang telah dibuat - Ketakutan (-) untuk - Gelisah (-) menurunkan/membatasi - Strategi koping serangan akan datang dan efektif meningkatkan stabilitas jantung 4. Kolaborasi pemberian sedatif, tranquilizer sesuai indikasi www.serpihanilmuku.blogspot.com

1. 2.

3.

4.

konsumsi oksigen sehingga dapat menurunkan kerja miokard dan risiko dekompensasi. Intervensi yang cepat menurunkan konsumsi oksigen dan kerja jantung sehingga mencegah atau meminimalknan komplikasi jantung Memberikan sediaan oksigen untuk kebutuhan miokard untuk memperbaiki kontraktilitas, menurunkan iskemia dan kadar asam laktat Nyeri dada dini/memanjang dengan penurunan curah jantung menunjukkan terjadinya komplikasi yang memerlukan intervensi terus menerus atau darurat. Menurunkan cemas dan takut terhadap diagnosa dan prognosis Meyakinkan pasien bahwa peran dalam keluarga dan rekan kerja tidak berubah, klien masih memiliki sumber pendukung sehingga klien tidak merasa dicampakkan. Mendorong pasien untuk untuk meningkatkan kepercayaan pada program medis dan mengintegrasikan kemampuan dalam persepsi diri Mungkin diperlukan untuk membantu pasien rileks sampai secara fisisk mampu untuk membuat strategi koping adekuat

Daftar pustaka Carpenito, Lynda Juall. 2009. Diagnosis Keperawatan: Aplikasi Pada Praktik Klinis. Jakarta: EGC Carpenito, Lynda Juall. 2000.Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Merencanakan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta: EGC Chang, Ester. 2010. Patofisiologi: Aplikasi Pada Praktik Keperawatan. Jakarta: EGC Corwin, Elizabeth J. 2010. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC Hidayat, A. Aziz alimul. 2009. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia-Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika Mansjoer, Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius Muttaqin, Arif. 2009. Pengantar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular. Jakarta: Salemba Medika Ovedoff, David. 2002. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. Jakarta: Binarupa Aksara Setiawati, Santun. 2008. Panduan Praktis Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media Smeltzer, Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth. Jakarta: EGC

KUNJUNGI

www.serpihanilmuku.blogspot.com
Dapatkan Dokumen-Dokumen Keperawatan Yang Lebih Lengkap

“G R A T I S”
www.serpihanilmuku.blogspot.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->