Toleransi Antar-Umat Pandangan Islam

Oleh Ust. Syamsul Arifin Nababan

Beragama

dalam

Pendahuluan
Toleransi (Arab: as-samahah) adalah konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerjasama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama. Toleransi, karena itu, merupakan konsep agung dan mulia yang sepenuhnya menjadi bagian organik dari ajaran agama-agama, termasuk agama Islam. Dalam konteks toleransi antar-umat beragama, Islam memiliki konsep yang jelas. “Tidak ada paksaan dalam agama” , “Bagi kalian agama kalian, dan bagi kami agama kami” adalah contoh populer dari toleransi dalam Islam. Selain ayat-ayat itu, banyak ayat lain yang tersebar di berbagai Surah. Juga sejumlah hadis dan praktik toleransi dalam sejarah Islam. Fakta-fakta historis itu menunjukkan bahwa masalah toleransi dalam Islam bukanlah konsep asing. Toleransi adalah bagian integral dari Islam itu sendiri yang detail-detailnya kemudian dirumuskan oleh para ulama dalam karya-karya tafsir mereka. Kemudian rumusan-rumusan ini disempurnakan oleh para ulama dengan pengayaan-pengayaan baru sehingga akhirnya menjadi praktik kesejarahan dalam masyarakat Islam. Menurut ajaran Islam, toleransi bukan saja terhadap sesama manusia, tetapi juga terhadap alam semesta, binatang, dan lingkungan hidup. Dengan makna toleransi yang luas semacam ini, maka toleransi antar-umat beragama dalam Islam memperoleh perhatian penting dan serius. Apalagi toleransi beragama adalah masalah yang menyangkut eksistensi keyakinan manusia terhadap Allah. Ia begitu sensitif, primordial, dan mudah membakar konflik sehingga menyedot perhatian besar dari Islam. Makalah berikut akan mengulas pandangan Islam tentang toleransi. Ulasan ini dilakukan baik pada tingkat paradigma, doktrin, teori maupun praktik toleransi dalam kehidupan manusia.

Konsep Toleransi Dalam Islam
Secara doktrinal, toleransi sepenuhnya diharuskan oleh Islam. Islam secara definisi adalah “damai”, “selamat” dan “menyerahkan diri”. Definisi Islam yang demikian sering dirumuskan dengan istilah “Islam agama rahmatal lil’ālamîn” (agama yang mengayomi seluruh alam). Ini berarti bahwa Islam bukan untuk menghapus semua agama yang sudah ada. Islam menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati. Islam menyadari bahwa keragaman umat manusia dalam agama dan keyakinan adalah kehendak Allah, karena itu tak mungkin disamakan. Dalam al-Qur’an Allah berfirman yang artinya, ““dan Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka Apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” Di bagian lain Allah mengingatkan, yang artinya: “Sesungguhnya ini adalah umatmu semua (wahai para rasul), yaitu umat yang tunggal, dan aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah olehmu sekalian akan Daku (saja). Ayat ini menegaskan bahwa pada dasarnya umat manusia itu tunggal

tapi kemudian mereka berpencar memilih keyakinannya masing-masing. Ini mengartikulasikan bahwa Islam memahami pilihan keyakinan mereka sekalipun Islam juga menjelaskan “sesungguhnya telah jelas antara yang benar dari yang bathil”. Selanjutnya, di Surah Yunus Allah menandaskan lagi, yang artinya: “Katakan olehmu (ya Muhamad), ‘Wahai Ahli Kitab! Marilah menuju ke titik pertemuan (kalimatun sawā atau common values) antara kami dan kamu, yaitu bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan tidak pula memperserikatkan-Nya kepada apa pun, dan bahwa sebagian dari kita tidak mengangkat sebagian yang lain sebagai “tuhan-tuhan” selain Allah!” Ayat ini mengajak umat beragama (terutama Yahudi, Kristiani, dan Islam) menekankan persamaan dan menghindari perbedaan demi merengkuh rasa saling menghargai dan menghormati. Ayat ini juga mengajak untuk sama-sama menjunjung tinggi tawhid, yaitu sikap tidak menyekutukan Allah dengan selain-Nya. Jadi, ayat ini dengan amat jelas menyuguhkan suatu konsep toleransi antar-umat beragama yang didasari oleh kepentingan yang sama, yaitu ‘menjauhi konflik’. Saling menghargai dalam iman dan keyakinan adalah konsep Islam yang amat komprehensif. Konsekuensi dari prinsip ini adalah lahirnya spirit taqwa dalam beragama. Karena taqwa kepada Allah melahirkan rasa persaudaraan universal di antara umat manusia. Abu Ju’la dengan amat menarik mengemukakan, “Al-khalqu kulluhum ‘iyālullāhi fa ahabbuhum ilahi anfa’uhum li’iyālihi” (“Semu makhluk adalah tanggungan Allah, dan yang paling dicintainya adalah yang paling bermanfaat bagi sesama tanggungannya”). Selain itu, hadits Nabi tentang persaudaraan universal juga menyatakan, “irhamuu man fil ardhi yarhamukum man fil samā” (sayangilah orang yang ada di bumi maka akan sayang pula mereka yang di lanit kepadamu). Persaudaran universal adalah bentuk dari toleransi yang diajarkan Islam. Persaudaraan ini menyebabkan terlindunginya hak-hak orang lain dan diterimanya perbedaan dalam suatu masyarakat Islam. Dalam persaudaraan universal juga terlibat konsep keadilan, perdamaian, dan kerja sama yang saling menguntungkan serta menegasikan semua keburukan. Fakta historis toleransi juga dapat ditunjukkan melalui Piagam Madinah. Piagam ini adalah satu contoh mengenai prinsip kemerdekaan beragama yang pernah dipraktikkan oleh Nabi Muhamad SAW di Madinah. Di antara butir-butir yang menegaskan toleransi beragama adalah sikap saling menghormati di antara agama yang ada dan tidak saling menyakiti serta saling melindungi anggota yang terikat dalam Piagam Madinah. Sikap melindungi dan saling tolong-menolong tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan juga muncul dalam sejumlah Hadis dan praktik Nabi. Bahkan sikap ini dianggap sebagai bagian yang melibatkan Tuhan. Sebagai contoh, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dalam Syu’ab alImam, karya seorang pemikir abad ke-11, al-Baihaqi, dikatakan: “Siapa yang membongkar aib orang lain di dunia ini, maka Allah (nanti) pasti akan membongkar aibnya di hari pembalasan”. Di sini, saling tolong-menolong di antara sesama umat manusia muncul dari pemahaman bahwa umat manusia adalah satu badan, dan kehilangan sifat kemanusiaannya bila mereka menyakiti satu sama lain. Tolong-menolong, sebagai bagian dari inti toleransi, menajdi prinsip yang sangat kuat di dalam Islam. Namun, prinsip yang mengakar paling kuat dalam pemikiran Islam yang mendukung sebuah

Kelemah lembutan karena kemudahan 4. Menggampangkan dalam berda'wah ke jalan Allah tanpa basa basi 8. dan [c] Puncak tertinggi budi pekerti (akhlaq). ditanyakan: Apa hati yang mahmum itu? Jawabnya : 'Adalah hati yang bertaqwa. Nabi ditanya: “Agama yang manakah yang paling dicintai Allah?’ Beliau menjawab “agama asal mula yang toleran (al-hanîfiyyatus samhah). bersabda. dari dalam. Ditanyakan : Siapa lagi setelah itu? Jawabnya : 'Seorang mukmin yang berbudi pekerti luhur.teologi toleransi adalah keyakinan kepada sebuah agama fitrah. tidak ada sikap melampui batas dan tidak ada rasa dengki'. Toleransi. yang dianggap seluruh kaum Muslim sebagai suatu yang sentral dalam sejarah moral umat manusia. Dilihat dari argumen-argumen di atas. [b] Seutama iman. tetapi juga memerlukan pengorbanan material maupun spiritual. al-Qur’an menyatakan yang artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu ke arah agama menurut cara (Alla). yang alamiah sesuai dengan pola pemberian (fitrah) Allah. dan kebaikan manusia merupakan konsekuensi alamiah dari prinsip ini. Dalam hal ini. Latar belakang itu menghasilkan kesepakatan-kesepakatan di bidang Toleransi Antaragama yang kemudian meluas ke aspek-aspek kesetaraan manusia di depan hukum. karena semua benih umat manusia berasal dari sulbi anak-anak Adam. menunjukkan bahwa baik al-Qur’an maupun Sunnah Nabi secara otentik mengajarkan toleransi dalam artinya yang penuh. Ditanyakan: Siapa lagi (yang lebih baik) setelah itu?. Mudah dalam berhubungan sosial (mu'amalah) tanpa penipuan dan kelalaian 7. menurut Salin al-Hilali karakteristik itu merupakan [a] Inti Islam. apa itu as-samahah (toleransi)? Toleransi menurut Syekh Salim bin Hilali memiliki karakteristik sebagai berikut. Lalu. bersih tidak ada dosa. atas dasar mana Dia menciptakan manusia…” Mufassir Baidhawi terhadap ayat di atas menegaskan bahwa kalimat itu merujuk pada perjanjian yang disepakati Adam dan keturunanya. Baik lahir maupun batin. lahir maupun batin." Dasar-dasar al-Sunnah (Hadis Nabi) tersebut dikemukakan untuk menegaskan bahwa toleransi dalam Islam itu sangat komprehensif dan serba-meliputi. Selanjutnya. yang tertanam di dalam diri semua manusia. karena itu. Perjanjian ini dibuat dalam suatu keadaan. Muka yang ceria karena kegembiraan 5. Terikat dan tunduk kepada agama Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa ada rasa keberatan. Di sinilah. Ini jelas berbeda dengan gagasan dan praktik toleransi yang ada di barat. Dalam konteks ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kelapangan dada karena kebersihan dan ketaqwaan 3. yaitu antara lain: 1. konsep Islam tentang toleransi (as- . Rendah diri dihadapan kaum muslimin bukan karena kehinaan 6. Kerelaan hati karena kemuliaan dan kedermawanan 2. Jawabnya : 'Orang-orang yang membenci dunia dan cinta akhirat'. Toleransi di barat lahir karena perang-perang agama pada abad ke-17 telah mengoyak-ngoyak rasa kemanusiaan sehingga nyaris harga manusia jatuh ke titik nadir. tak akan tegak jika tidak lahir dari hati. Artinya: “Sebaik-baik orang adalah yang memiliki hati yang mahmum dan lisan yang jujur. Ini berarti toleransi bukan saja memerlukan kesediaan ruang untuk menerima perbedaan. Penegasan Baidhawi sangat relevan jika dikaitkan dengan hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari.

sikap toleransi Islam terhadap agama-agama dan keyakinan-keyakinan lokal dalam sejarah kekuasaan Islam menunjukkan garis kontinum antara prinsip Syari’ah dengan praktiknya di lapangan. Demikianlah. Dimon selanjutnya. termasuk di Nusantara. Dan toleransi ini secara relatif terus dipraktikkan di dalam sejarah Islam di masa-masa sesudahnya oleh orang-orang Muslim di kawasan lain. karena tidak ada profesi yang dilarang bagi mereka. Orang-orang Yahudi. Yahudi. Dimon atas toleransi Islam pada orang-orang Yahudi di Spanyol adalah pengakuan yang sangat tepat. Ekspansi-ekspansi Islam ke Siria. Mesir. bekerjasama. Asia. Bahkan sekalipun Islam telah berkuasa. namun secara doktrin tak ada dukungan teks Syari’ah. Peperangan itu bukan karena memaksakan keyakinan kepada mereka tapi karena ekses-ekses politik sebagai konsekuensi logis dari sebuah pendudukan. Islam tidak memaksakan agama kepada mereka (penduduk taklukan) sampai akhirnya mereka menemukan kebenaran Islam itu sendiri melalui interaksi intensif dan dialog. Lainnya ialah bahwa mereka dapat mencari penghidupan dalam cara apapun yang mereka pilih. para raja di Nusantara Indonesia masuk Islam dan ini menjadi cikal bakal tumbuhnya Islam di sini. dan ke seluruh dunia dilakukan melalui jalan damai. dan memakai orang-orang Kristen. Perkembangan Islam ke wilayah-wilayah luar Jazirah Arabia yang begitu cepat menunjukkan bahwa Islam dapat diterima sebagai rahmatal lil’alamin (pengayom semua manusia dan alam semesta). Memang perlu diakui bahwa perluasan wilayah Islam itu sering menimbulkan peperangan. Melalui para pedagang Gujarat dan Arab. banyak agama lokal yang tetap dibolehkan hidup. Kondisi ini berjalan merata hingga Islam mencapai wilayah yang sangat luas ke hampir seluruh dunia dengan amat singkat dan fantastik. Pemaksaan keyakinan agama adalah dilarang dalam Islam. dan kamar tidur mereka. Ia bahkan menyatakan bahwa dalam peradaban Islam. Spanyol. . masyarakat Islam membuka pintu masjid. Tapi peperangan itu dilakukan hanya sebagai pembelaan sehingga Islam tak mengalami kekalahan. dan penyembah berhala dalam pemerintahan mereka atau sebagai pegawai dalam pemerintahan. untuk pindah agama. juga tak ada keahlian khusus yang diserahkan kepada mereka”. Dimon menyatakan bahwa “salah satu akibat dari toleransi Islam adalah bebasnya orang-orang Yahudi berpindah dan mengambil manfaat dengan menempatkan diri mereka di seluruh pelosok Empirium Islam yang amat besar itu. maupun asimilasi. Pengakuan Max I. tidak pernah mengalami hal yang begitu bagus sebelumnya. Lebih lanjut kesaksian seorang Yahudi bernama Max I. Bahkan bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa pemerintah-pemerintah Muslim membiarkan. Persia.samahah) menjadi dasar bagi umat Islam untuk melakukan mu’amalah (hablum minan nas) yang ditopang oleh kaitan spiritual kokoh (hablum minallāh). Shabi’un. pendidikan. kata Max I. Ini berarti kekerasan yang terjadi atas nama Islam bukanlah otentisitas ajaran Islam itu sendiri. Toleransi Dalam Praktik Sejarah Islam Sejarah Islam adalah sejarah toleransi. Meski praktik toleransi sering mengalami interupsi. Kutipan ini saya tegaskan karena ini dapat menjadi kesaksian dari seorang non-Muslim tentang toleransi Islam.

merupakan contoh sahih betapa penyebaran Islam dilakukan dengan pola-pola toleransi yang amat mencengangkan bagi keagungan ajaran Islam. yakni sikap menghormati perbedaan budaya maka perkembangan Islam di Nusantara tak akan sefantastik sekarang. Al-Baihaqi. . Bukan pula untuk saling bertukar keyakinan di antara kelompok-kelompok agama yang berbeda itu. Penutup Toleransi dalam Islam adalah otentik. Toleransi Islam Menurut Pandangan Al-Qur'an dan As-Sunnah. ed. Syu’ab al-Imam (Beirut: t. ada batas-batas bersama yang boleh dan tak boleh dilanggar. dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara. Mohamad. 105. Secara perlahan dan pasti. islamisasi di seluruh Nusantara hampir mendekati sempurna yang dilakukan tanpa konflik sedikitpun.). t. h. Artinya tidak asing lagi dan bahkan mengeksistensi sejak Islam itu ada. yang tidak ada dasar dan contohnya di dalam sejarah Islam awal. 15 Januari 2009 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’nul Karim Natsir. Apa yang dicontohkan para walisongo di Jawa. Jakarta. Di sini. Namun. 1970). Syari’ah telah menjamin bahwa tidak ada paksaan dalam agama.t). Sementara penduduk lokal lain yang tetap pada keyakinan lamanya juga tidak dimusuhi. ia dilakukan melalui perdagangan dan interaksi kawin-mawin. Abu Hajir Muhamad b. Syeikh Salim bin ‘Ied al-Hilali. Abu Abdillah Mohammad Afifuddin As-Sidawi (Misra: Penerbit Maktabah Salafy Press. II. terj. sejarah peradaban Islam telah menghasilkan kegemilangan sehingga dicatat dalam tinta emas oleh sejarah peradaban dunia hingga hari ini dan insyaallah di masa depan. Jadi. misalnya. Ini membuktikan bahwa jika tak ada toleransi.t. maka toleransi di dalam Islam hanyalah persoalan implementasi dan komitmen untuk mempraktikkannya secara konsisten. Inilah esensi toleransi di mana masing-masing pihak untuk mengendalikan diri dan menyediakan ruang untuk saling menghormati keunikannya masing-masing tanpa merasa terancam keyakinan maupun hak-haknya. Karena sifatnya yang organik. Justru dengan sikap toleran yang amat indah inilah. Basyuni Zaghlul. Keragaman Hidup Antar Agama (Jakarta: Penerbit Hudaya. VI. Ia tidak dilakukan melalui kolonialisme atau penjajahan sehingga sikap penerimaan masyarakat Nusantara sangat apresiatif dan dengan suka rela memeluk agama Islam. Karena pemaksaan kehendak kepada orang lain untuk mengikuti agama kita adalah sikap a historis. Hingga hari ini kegairahan beragama Islam dengan segala gegap-gempitanya menandai keberhasilan toleransi Islam. Toleransi di sini adalah dalam pengertian mu’amalah (interaksi sosial). toleransi beragama menurut Islam bukanlah untuk saling melebur dalam keyakinan. perlu dicatat bahwa model akulturasi dan enkulturasi budaya juga dilakukan demi toleransi dengan budaya-budaya setempat sehingga tak menimbulkan konflik. cet.Selanjutnya.

Umat. begitupun sebaliknya. kata Slamet. Slamet Effendi Yusuf mengatakan. Urusan politik. "Banyak faktor. kita tidak bisa melihat intoleransi dalam kontek hubungan antar umat beragama. masyarakat seolah tidak dapat membedakan mana yang merupakan urusan agama. Dimon. culture demokrasi yang berkaitan dengan kebebasan berekspresi setiap umat. No. dalam sepuluh tahun terakhir. toleransi antarumat beragama terasa berkurang. politik. Sidney Jones berdasarkan hasil penelitiannya.Turun MUI Dukung RUU Antarumat Beragama Ringkasan Berita . mingkin karena terbawa situasi politik. selain regulasi. Ketua MUI bidang kerukunan antarumat beragama. tanpa toleransi terhadap aksi apapun yang menghakimi kelompok agama lain. and History (New York: New American Library. Berkaitan dengan hubungan kepentingan. ekonomi." paparnya. God. mengerti.Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkapkan. Tapi ada yang bisa diikatakan penyebaran kebencian untuk satu agama atau kelompok itu juga makin luas di Indonesia tanpa ada diskusi antara garis batas kebebasan bereksrespi dan penghasutan kriminil. -. Terkadang. sosial.Slamet Effendy Yusuf "Soal intoleransi meningkat itu gejala global. Atas kondisi tersebut. Diperlukan saling menghargai. masyarakat membawa-bawa agama dalam urusan politik. Direktur International Crisis Group Indonesia.kompas.com . Dalam sepuluh tahun terakhir. keamanan dan pertahanan itu. tidak semata mata karena agama. Slamet Effendi-pun mengatakan hal yang sama. "Misalnya. Antara lain. dalam demokrasi. 194. keamanan dan pertahanan yang carut marut menjadi pemicu intoleransi tersebut. proses ekspansi ajaran agama pada kawasan yang tidak tepat.Shahih Al-Jami' As-Shaghir wa Ziyadatuhu. menurut Sudney. dan menjaga perasaan setiap umat." ujar Sidney. diperlukan sebuah kebijakan ketat. Toleransi umat beragama turun JAKARTA. ekonomi. Jews. dan kurang tegasnya pihak kepolisian. kurangnya kontrol pemerintah pusat terhadap daerah. makin banyak ruang Islam garis keras berekspresi. KOMPAS. 1962). h. ekonomi. 3266 Max I. Masyarakat mengalami dislokasi." katanya usai menggelar pertemuan dengan ormas-ormas Islam membahas kerukunan antarumat di kantor MUI. "dibangun saling pengertian. terdapat sejumlah faktor yang memicu intoleransi tersebut. Misalnya penyalahgunaan simbol-simbol agama. mingkin karena terbawa situasi politik. misal simbol kristen jangan dipakai oleh orang Islam. mana yang bukan. Sementara itu. Jakarta. Soal intoleransi meningkat itu gejala global. mengungkapkan. budaya.Beragama. fenomena intoleransi antarumat beragama tersebut merupakan gejala global yang tidak hanya terjadi di Indonesia.com/read/xml/2011/01/17/22255757/Toleransi. Senin (17/1/2011). Sumber: http://nasional." papar Slamet. termasuk di dalam dakwahnya.

Direktur International Crisis Group Indonesia Sidney Jones dalam kesempatan yang sama mengatakan.RUU. Sumber: http://nasional. mengatakan.Majelis Ulama Indonesia menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah menyusun Rancangan Undang Undang Kerukunan Antarumat Beragama. kayaknya saat ini RUU itu menjadi inisatif DPR dan kami mendukung. hanya ada pada peraturan bersama menteri dan surat keputusan menteri. tapi orang-orang yang menerapkan undang-undang itu. sudah membentuk tim komisi kerukunan dan perundang-undangan." tambahnya. Seperti diberitakan. kerukunan antarumat beragama adalah dasar dari kerukunan nasional yang harus dijaga kestabilannya. "Masalahnya bukan di undang-undang." imbuhnya. Diperlukan telaah akademis dan penelitian studi kasus dalam penggodokan konsep RUU tersebut.com. "Setau kami.Dukung. para pelaksana Undang-undang mulai mengamalkan undang-undang tersebut dengan sebaik-baiknya. Kecuali.MUI menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah menyusun RUU Kerukunan Antarumat Beragama.kompas.com/read/xml/2011/01/17/22192037/MUI. "Kita menginginkan adanya peraturan perundang-undangann yang secara institusional dan secara yuridis pengaturannya dalam undang-undang. "Itulah yang memungkinkan negara ini tetap utuh dan stabil. Sebab. membentuk suatu undang-undang baru yang mengatur kerukunan antarumat beragama tidaklah cukup meningkatkan toleransi antarumat bergama di Indonesia. Berita Selengkapnya JAKARTA.Bera gama Kerukunan antar Umat beragama . menurut Slamet." ujarnya. menghindari benturan kepentingan. kata Slamet. "Apapun namanya. KOMPAS. Untuk mendukung penyusunan RUU Kerukunan Antarumat Beragama tersebut. Tapi Sidney Jones bilang RUU tak selesaikan soal. MUI. Senin (17/1/2011).Antarumat. UU itu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan akan adanya regulasi. merupakan suatu kebutuhan bangsa. Ketua MUI Bidang Kerukunan Antarumat Beragama. Slamet Effendi Yusuf. Kementrian Agama sebelumnya mengungkapkan akan membahas Rancangan Undang-Undang Kerukunan Antaragama pada 2011. Regulasi terkait kerukunan umat beragama." kata Jones. kami mendukung karena pengaturan hal-hal itu belum sampai tingkat Undang Undang. seusai menggelar pertemuan pimpinan ormas membahas kerukunan antarumat bergama." kata Slamet di kantor MUI.

Dari agama-agama tersebut terjadilah perbedaan agama yang dianut masing-masing masyarakat Indonesia. protestan. budaya maupun agama. Sebagai sarana pencapaian . Rumusan Masalah Dalam makalah saya ini akan mencoba membahas tentang cara agar kerukunan anatra umat beragama di Indonesia tercapai 1. PENDAHULUAN 1. Hindu. Budha. yaitu terdiri dari dari agama islam. Bagaimana pentingnya kerukunan hidup antar umat beragama? 2 . 2010 oleh galihdan MEWUJUDKAN KERUKUNAN HIDUP ANTAR UMAT BERAGAMA DI INDONESIA GALIH DANARIYANTO. hidup saling menghormati. PEND.Bagaimana caranya mewujudkan kerukunan hidup antar umat beragama? II. Penyebab beraneka ragamnya agama yang di anut masyarakat Indonesia tidaklah lepas dari sejarah. SOSIOLOGI B.wordpress. Latar Belakang Masalah Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang multikultural karena terdiri dari berbagai macam suku bangsa.com/2010/12/02/kerukunanantar-umat-beragama/ Desember 2.bahasa. PEMBAHASAN Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama Indonesia merupakan salah satu contoh masyarakat yang multikultural. bahasa. Dimana Indonesia terletak di jalur perdagangan dunia yang menyebabkan para pedagang yang singgah di berbagai wilayah pesisir di Indonesia mulai menetap dan mengajarkan agama serta kebudayaan para pedagang tersebut kepada masyarakat Indonesia yang waktu itu belum beragama dan masih menganut kepercayaan animisme maupun dinamisme. UNY I. hindu. Dengan perbedaan tersebut apabila tidak terpelihara dengan baik bisa menimbulkan konflik antar umat beragama yang bertentangan dengan nilai dasar agama itu sendiri yang mengajarkan kepada kita kedamaian. Istilah ini dikemukakan oleh mantan Menteri Agama Indonesia tahun 1972. Dalam makalah saya ini akan membicarakan tentang kerukunan antar umat beragama di Indonesia yang umumnya agama masyarakat Indonesia sangat beragam. budha dan kong hu chu. Multikultural masyarakat Indonesia tidak sauja kerena keanekaragaman suku. Dengan perbedaan agama yang dianut masyarakat Indonesia harus bisa hidup bertoleransi antar umat beragama karena apabila antar umat beragama saling bermusuhan maka akan terjadi konflik yang juga bisa merusak integrasi nasional bangsa Indonesia. Maka dari itulah diperlukan suatu model hubungan antar masyarakat yang berbeda agama yaitu kerukunan hidup antar umat beragama atau toleransi antar umat beragama. Katolik. ras tapi juga dalam hal agama. protestan. Masuknya agama di Indonesia yang tidak merata ini menyebabkan terjadinya proses multikultural pada masyarakat Indonesia terutama dalam hal keagamaan. Kong Hu Chu. budaya. katolik. dan saling tolong menolong.http://galihdanary. Agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia adalah agama islam. ras.

Sangatlah ironis konflik yang terjadi tersebut padahal suatu agama pada dasarnya mengajarkan kepada para pemeluknya agar hidup dalam kedamaian. misalnya konflik di Poso antara umat islam dan umat kristen. Selain itu masyarakat juga harus saling menghormati satu sama lainnya misalnya dalam hal beribadah. kita harus bisa hidup dalam kedamaian. saling tolong menolong. sebab hal tersebut akan merusak nilai agama itu sendiri.[3] Kerukunan antar umat beragama itu sendiri juga bias diartikan dengan toleransi antar umat beragama. Untuk itu marilah kita jaga tali persaudaraan antar sesama umat beragama. Dalam toleransi itu sendiri pada dasarnya masyarakat harus bersikap lapang dada dan menerima perbedaan antar umat beragama. Masing-masing pemeluk agama yang baik haruslah hidup rukun dan damai. antar pemeluk agama yang satu dengan lainnya tidak saling mengganggu. Secara historis banyak terjadi konflik antar umat beragama. Keukunan antar umat beragama. karena itu harus dipelihara terus dari waktu ke waktu.[5] Untuk itulah kita harus saling menjaga kerukunan hidup antar umat beragama. Karena konflik tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi integrasi bangsa jika tidak dikelola secara baik dan . saling tolong menolong dan juga saling menghormati. Departemen agama juga menjadikan kerukunan antar umat beragama sebagai tujuan pembangunan nasional bangsa Indonesia yang diarahkan dalam tiga bentuk yaitu: a) b) c) Kerukunan intern umat beragama. dan bernegara. menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.kehidupan harmonis antar umat beragama yang diselenggarakam dengan segala kearifan dan kebijakan atas nama pemerintah. dan tidak saling bermusuhan agar agama bisa menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang secara tidak langsung memberikan stabilitas dan kemajuan negara. Kerukunan antar umat beragama dengan pemerinatah. Kerukunan hidup antar umat beragama sendiri berarti keadaan hubungan sesame umat beragama yang dilandasi toleransi. Konflik yang terjadi antar umat beragama tersebut dalam masyarakat yang multkultural adalah menjadi sebuah tantangan yang besar bagi masyarakat maupun pemerintah. Menjaga Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama Dengan Dialog Antar Umat Beragama Salah satu prasyarat terwujudnya masyarakat yang modern yang demokratis adalah terwujudnya masyarakat yang menghargai kemajemukan (pluralitas) masyarakat dan bangsa serta mewujudkannya dalam suatu keniscayaan.[1] Kerukunan antar umat beragama adalah suatu kondisi sosial ketika semua golongan agama bisa hidup bersama tanpa menguarangi hak dasar masing-masing untuk melaksanakan kewajiban agamanya.[2] Menurut Muhammad Maftuh Basyuni dalam seminar kerukunan antar umat beragama tanggal 31 Desember 2008 di Departemen Agama. Terutama di masyarakat Indonesia yang multikultural dalam hal agama. Agama disini terlihat sebagai pemicu atau sumber dari konflik tersebut. berbangsa. saling pengertian.[4] Untuk itulah kerukunan hidup antar umat beragama harus kita jaga agar tidak terjadi konflikkonflik antar umat beragama. Karena itu kerukunan antar umat beragama tidak mungkin akan lahir dari sikap fanatisme buta dan sikap tidak peduli atas hak keberagaman dan perasaan orang lain. Tetapi dalam hal ini tidak diartikan bahwa kerukunan hidup antar umat beragama member ruang untuk mencampurkan unsur-unsur tertentu dari agama yang berbeda . mengatakan bahwa kerukunan umat beragama merupakan pilar kerukunan nasional adalah sesuatu yang dinamis.

Setuju untuk setuju. 3. dan nilai spiritual. maksudnya dalam hal perbedaan ini disikapi dengan damai bukan untuk saling menghancurkan. Tujuannya adalah untuk mendiskusikan dan memecahkan persoalan keumatan dan mengembangkan komunikasi di antara organisasi keagamaan. Dialog dalam Masyarakat ( dialogue in society ). Dilakukan dalam bentuk kerjasama dari komunitas agama yang plural dalam menylesaikan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari. H Muchoyar H. Tujuannya adalah membahas persoalan teologis filosofis agar pemahaman tentang agamanya tidak subjektif tetapi objektif. Dialog Parlementer ( parliamentary dialogue ).[7] Model dialog antar umat beragama yang dikemukakan oleh KLmball adalah sebagai brikut : 1. maka diperlukan cara yang efektif yaitu dialog antar umat beragama untuk permasalahan yang mengganjal antara masing-masing kelompok umat beragama. Supaya agama bisa menjadi alat pemersatu bangsa. Dialog Teologi ( theological dialogue ).[6] Tema dialog antar umat beragama sebaiknya bukan mengarah pada masalah peribadatan tetapi lebih ke masalah kemanusiaan seprti moralitas. supaya efktif dalam dialog aantar umat beragama juga menghindari dari latar belakang agama dan kehendak untuk memdominasi pihak lain. Dalam kaitannya untuk menjaga kehidupan antar umat beragama agar terjaga sekaligus tercipta kerukunan hidup antar umat beragama dalam masyarakat khususnya masyarakat Indonesia misalnya dengan cara sebagai berikut: . MA dalam menyikapi perbedaan agama terkait dengan toleransi antar umat beragama agar dialog antar umat beragama terwujud memerlukan 3 konsep yaitu : 1.[8] Cara Menjaga Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama Indonesia yang multikultural terutama dakam hal agama membuat Indonesia menjadi sangat rentang terhadap konflik antar umat beragama. Menurut Prof. Dr. Dialog ini melibatkan organisasi-organisasi keagamaan. Dialog ini dilakukan dengan melibatkan tokoh-tokoh umat beragama di dunia. 3. 4. Dialog Kelembagaan ( institutional dialogue ).S. Setuju untuk berbeda. Dilakukan dengan tujuan mengembangkan dan memperdalam kehidupan spirituak di antara berbagai agama. Setuju untuk tidak setuju. Karena mungkin selama ini konflik yang timbul antara umat beragama terjadi karena terputusnya jalinan informasi yang benar diantara pemeluk agama dari satu pihak ke pihak lain sehingga timbul prasangka-prasangka negatif. Dialog Kerohanian ( spiritual dialogue ). maksudnya setiap agama memiliki akidah masingmasing sehingga agama saling bertoleransi dengan perbedaan tersebut.benar. Tujuannya adalah mengembangkan kerjasama dan perdamaian antar umat beragama di dunia. Maka dari itu menjaga kerukunan antar umat beragama sangatlah penting. 2. konsep ini berarti meyakini semua agama memiliki kesamaan dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan martabat umatnya. 2. maka kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar. 5. etika.

Misalnya dalam hal terorisme. c) Biarkan umat lain melaksanakan ibadahnya jangan mengganggu umat lain yang sedang beribadah. Halaman 151. d) Hindari diskriminasi terhadap agama lain. 2. [1] Rukiyati. 4. lapangan pekerjaan dan sebagainya. III. Pendidikan Pancasila Buku Pegangan Kuliah. [3] Sumber : http://ldii. 2008. dkk. Yogyakarta: UNY Press Halaaman 151. Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain yaitu dengan cara mengubah rasa curiga dan benci menjadi rasa penasaran yang positf dan mau menghargai keyakinan orang lain. Ajat.dkk.[9] Dengan memperhatikan cara menjaga kerukunan hidup antar umat beragama tersebut hendaknya kita sesama manusia haruslah saling tolong menolong dan kita harus bisa menerima bahwa perbedaan agama dengan orang lain adalah sebuah realitas dalam masyarakat yang multikultural agar kehidupan antar umat beragma bisa terwujud. dkk.html. dkk. Halaman 154. 2008. Yogyakarta: UNY Press. Yogyakarta: UNY Press. KESIMPULAN Kesimpulan dari makalah yang saya buat adalah : Pentingnya kerukunan hidup antar umat beragama adalah terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dalam kedamaian. 2008. Cara menjaga sekaligus mewujudkan kerukunan hidup antar umat beragama adalah dengan mengadakan dialog antar umat beragama yang di dalamnya membahas tentang hubungan antar sesama umat beragama. Diakses tanggal 1 maret 2010 [4] Sudrajat. Halaman 155. dan tidak saling bermusuhan agar agama bisa menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang secara tidak langsung memberikan stabilitas dan kemajuan Negara. saling tolong menolong. Ajat. Yogyakarta: UNY Press. Selain itu ada beberapa cara menjaga sekaligus mewujudkan kerukunan hidup antar umat beragama antara lain: a) Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain b) Jangan menyalahkan agama seseorang apabila dia melakukan kesalahan tetapi salahkan orangnya. . Hindari diskriminasi terhadap agama lain karena semua orang berhak mendapat fasilitas yang sama seperti pendidikan. 2008. Jangan menyalahkan agama seseorang apabila dia melakukan kesalahan tetapi salahkan orangnya.1. [5] Rukiyati. Biarkan umat lain melaksanakan ibadahnya jangan olok-olok mereka karena ini bagian dari sikap saling menghormati.info/ldii-hadiri-seminar-kerukunan-umat-beragama. [2] Sudrajat. Pendidikan Pancasila Buku Pegangan Kuliah. 3. Din Al Islam: Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi. Din Al Islam: Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi.

“Para Bhikkhu pergilah mengembara demi kebaikan orang banyak.html I. keselamatan dan kebahagiaan para dewa dan manusia. menyalahkan keyakinan atau dokrin yang dianiutnya.”(Vinaya Pitaka I : 21) Pembabaran Buddha Dharma tidak untuk menghimpun pengikut. Bahkan dalam Mahayana sendiri terbagi lagi menjadi beberapa. . membacakan dan menjelaskan sutra kepada orang lain akan memperoleh pahala kebajikan yang tak terukur. Buddha bersabda. Baik lingkup lokal maupun nasional. Kerukunan antar umat beragama http://www.[6] Dikutip dari Harian Suara Merdeka edisi Minggu 30 Agustus 2009. meninggalkan hal-hal yang buruk yang mengakibatkan hal-hal menyedikan di kemudian hari. Din Al Islam: Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi. KERUKUNAN Kerukunan antar umat beragama sering dijadikan wacana dan diskusi diberbagai forum. (Digha Nikaya III : 56 –57) Seorang yang dapat mempelajari dengan baik-baik. Zen dan Tantrayana.percikaniman. pertemuan maupun seminar.org/detail_berita.com/artikel/artikel-dharma/6-kerukunan-antar-umat-beragama. Perkembangan ini merupakan suatu kemajuan dan satu sama lain tidak saling bertentangan. 2008. (Vajracchedika– Prajnaparamita sutra 15). melepaskan kebiasaan dan cara hidupnya. Bahasa dan Agama. Ajat. mempertahankan. Kedua Sarvatisvada perkembangan lebih lanjut.com/2007/08/30/kerukunan-antar-umat-beragama-di-indonesiamungkinkah/comment-page-1/ . Diakses tanggal 25 Februari 2010. perkembangan lebih lanjut Hinayana disebut juga Theravada. Saddharmapundarika. Mahayana. Ini kenyataan yang tidak dapat dipungkiri oleh siapapun. Pertanyaan yang timbul Apakah negara kita tidak rukun antar agama atau sebaliknya sehingga diperlukan pembicaraan lebih lanjut !” Dalam sejarah perkembangan agama Buddha. Setelah Buddha memasuki Maha Parinibbana terjadi perkembangan menjadi 2 (dua) pemahaman besar dengan tekad yang sangat luar biasa. II. MISIONARIS AGAMA BUDDHA Pada saat Buddha telah memiliki 60 (enam puluh) orang Biku. Halaman 158. III. dkk. terjadi perkembangan agama Buddha. Janganlah kita mengartikan perbedaan sebagai pertentangan tetapi perbedaan adalah keindahan dan kekayaan yang luar biasa. [7]Sumber:http://www. Halaman 2. tak terbatas. [9] Sumber: http://sherwintobing. Dalam keragaman tersebut tidak menciptakan perbedaan. PLURARISME AGAMA Negara Indonesia memiliki aneka Suku. atau membuat seseorang meninggalkan gurunya.siddhi-sby.php?cPub=Hits&cID=142 diakses tanggal 25 Februari 2010 [8]Sudrajat. kita hanya mengenal Buddha Dharma/ Buddhayana. untuk kesejahteraan. Yogyakarta: UNY Press. Pada saat Buddha masih membabarkan Dharma. Beliau hanya menunjukkan bagaimana membersihkan noda. antara lain : Amithaba. Budaya. atas dasar kasih dan sayang terhadap dunia. Pertama yaitu Staviravada. Perlu Toleransi Sikapi beda Pemahaman.

tak terbatas. begitu pula dengan Mahayana. apalagi dalam kehidupan di negara ini dengan beragam agama. Theravada memiliki keindahan. Dharma dikembangkan dan disesuaikan dengan tradisi setempat. Hal menarik dengan sejarah perkembangan adalah Buddha Dharma dikembangkan dengan dasar cinta kasih dan kasih sayang.Bahkan menambah keindahan dalam Buddha Dharma. Demikian pula dengan Dharma hanya mempunyai satu rasa. budaya dan seni. kebahagiaan di kemudian hari dan pencerahan diri. Perbedaan materi yang dibabarkan adalah untuk kemajuan dan kesejahteraan para pendengarnya. kita pun dapat menjumpai bukti kerukunan yang tetap terjaga sebagaiman terukir dalam piagam Asoka. Sikap menghargai perbedaan yang ada sebagai suasana keindahan perlu untuk dipahami. Begitu pula kepada Kassapa dari Uruwela yang mahir ilmu gaib dan kepada Mahakasyapa yang menerima transmisi tanpa kata-kata. Apakah tepat menyebut sebagai ajaran rendah !” Dharma yang dibabarkan dengan berbagai cara tersebut satu sama lain berhubungan dalam menciptakan kebahagiaan hidup saat ini. Sehingga masyarakat tempat ajaran Buddha berkembang mendapat manfaat lainnya. Keberadaan ajaran Buddha memang diharapkan. Sebaliknya agama lain pun hendaknya dihormati atas dasar-dasar tertentu. membacakan dan menjelaskan sutra kepada orang lain akan memperoleh pahala kebajikan yang tak terukur. yaitu Rasa Kebebasan. Pokok materi ajaran adalah memberikan kebahagiaan dan mampu menunjukkkan jalan pencerahan. Selain menguntungkan agama sendiri juga agama lain. Sehingga budaya lokal tetap ada dan Dharma dengan mudah dapat dimengerti dan dipahami oleh siapapun dan dimanapun. Dengan berbuat demikian kita membuat agama kita berkembang. Keindahan indah dipengaruhi pula oleh budaya setempat.” Dalam hubungan ke dalam ajaran Buddha dibabarkan sesuai dengan kemampuan para pendengarnya. Sebagai halnya dengan samudera yang mempunyai satu rasa. bunyinya sebagai berikut : “Janganlah kita menghormati agama kita sendiri dan mencela agama lain. Dalam hal ini kita tidak dapat mengatakan Ajaran yang satu adalah ajaran tertinggi sementara ajaran yang lain adalah ajaran terendah. mempertahankan. Tinggi atau rendah adalah dualisme berpikir. Apabila berbuat sebaliknya kita merugikan agama sendiri dan agama lain. Kita tidak akan melihat adanya pertumbahan darah dalam misi membabarkan ajaran Buddha. dilaksanakan dan dijadikan landasan dalam kehidupan sehari- . Selama ajaran Buddha berkembang kerukunan tetap dijaga dengan kehidupan dan budaya setempat. Seorang yang dapat mempelajari dengan baik-baik. yaitu rasa garam. apakah kita dapat katakan sebagai ajaran tertinggi !” Begitu pun dengan ajaran yang dianggap rendah namun dapat mengarahkan orang menuju realisasi diri. Seperti cara Buddha menuntun Culapanthaka yang tak pandai menghafal berbeda dengan Ananda yang intelektual. Kalau pada ajaran yang dianggap sebagai tertinggi namun tidak dapat menyejukkan hati dan menuntun ke arah pencerahan. (Vajracchedika – Prajnaparamita sutra 15) Kerukunan beragama adalah sangat penting. Buddha menasehati muridnya dalam membabarkan Dharma disesuaikan dengan bahasa setempat.

yaitu : Dia tidur dengan tenang. seperti : “Semoga saya berbahagia. kasih sayang.” Sifat tersebut hendaknya dikembangkan setiap saat. api. tidak hanya kepada manusia semata tetapi kepada makhluk-makhluk lainnya. Pengertian semua makhluk. tanpa melihat latar belakang budaya. Agama Buddha mendukung plurarisme beragama. Demikian pula hendaknya kita memiliki sifat cinta kasih dan menganggap orang lain sebagai anak tunggal yang dimaksud. menerapkan fakta kepemilikan karma. semoga saya bebas dari penindasan. makhluk penghuni alam neraka. racun dan senjata tidak bisa melukainya. karuna (belas kasihan). semoga saya dapat menjaga kebahagiaan saya sendiri. Cinta kasih ini terpancar ke segala penjuru tanpa ada pembatasan.1. Cinta kasih seyogyanya dipancarkan seperti seorang ibu yang rela mengorbankan jiwa raganya untuk anak tunggalnya. seperti. dan jika tidak menembus alam lebih tinggi. semoga saya bebas dari kesulitan. BRAHMA VIHARA Empat kediaman luhur sering disebut pula Brahma Vihara yang terdiri dari : metta (cinta kasih). binatang. orang tidak memperhatikan dan memikirkannya . hantu. Esensi yang dilihat bukan pada terfokus pada ritual semata. pengembangan sifat cinta kasih ini. maka kembangkanlah sifat cinta kasih.” Setelah itu pengembangannya kepada semua makhluk. ras atau golongan tertentu. Metta – Cinta Kasih Metta merupakan cinta kasih yang sifatnya universal kepada semua makhluk. suku. semoga saya terbebas dari kebencian. agama. sifat negatif berupa kebencian yang kita miliki akan menurun. dia dicintai oleh makhluk bukan-manusia. Dalam pelafalan doa. mudita (simpati) dan upekkha (keseimbangan batin). Dengan pengembangkan sifat tersebut. Kebencian hanya akan berakhir kalau dibalas dengan cinta kasih. direnungkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari secara nyata. pikirannya mudah terkonsentrasi. Semoga mereka dapat menjaga kebahagiaannya sendiri. dia akan dilindungi oleh para dewa. dia dicintai oleh manusia. semoga saya terbebas dari penderitaan. Karena Kebencian tidak akan berakhir kalau dibalas dengan kebencian. umumnya dipraktekkan secara bertahap. IV. Asura bahkan makhluk yang tingkatan lebih tinggi pun yaitu dewa tetap kita pancarkan. Dalam Anggutara Nikaya. semoga semua makhluk bebas dari penindasan. yaitu penumbuhan cinta kasih dalam diri sendiri dan pengembangan kepada semua makhluk. simpati atau keseimbangan batin kepadanya . dia akan terlahir kembali di alam Brahma. Buddha menunjukkan ada lima cara untuk mengatasi kebencian atau kemarahan. IV. semoga semua makhluk bebas dari kebencian. dia tidak bermimpi buruk. yaitu : jika kebencian atau kemarahan timbul kepada siapapun. semoga semua makhluk bebas dari kesulitan. . kulit wajahnya jernih.hari. seperti : “Semoga semua makhluk hidup berbahagia. dia akan meninggal dengan tidak bingung. Dalam Visuddhi Magga disebutkan manfaat bagi mereka yang mengembangkan sifat metta.

Apa pekerjaan anda dan sedang apa anda berada di hutan ini ?” Pemburu ini pun menjawab bahwa dia adalah seorang pemburu yang ulung sedang berburu hewan. Dengan cinta kasihnya pertapa ini pun mengajarkan Dharma. Apakah itu perbuatan yang terpuji dan membawa kebahagiaan !” Mendengar hal ini pemburu tersebut menjadi sadar bahwa orang yang dihadapinya tersebut bukanlah orang yang biasa tetapi orang suci. Bodhisattva bertanya kembali. Kedua Orang yang melukis di atas pasir. Kemudian Bodhisattva mengubah wujudnya menjadi seorang pertapa. anda benar-benar pertapa yang kejam. Pada suatu kesempatan Buddha menjelaskan kepada murid-muridnya mengenai sifat kebencian dan kemarahan yang timbul. dia akan mendapatkan kebahagiaan dan terlahir di alam bahagia. “Apa pekerjaan Anda sendiri ?” Apa anda pun dapat memanah ?” Bodhisattva menjawab. Lalu bagaimana dengan hewan yang anda panah ?” Makhluk yang terkena panah akan menderita dan mengalami kematian. “Anda mengatakan sebagai seorang pemburu ulung. Pahatan tersebut akan bertahan lama. Dia pun meminta maaf telah berlaku kasar dan memohon untuk diterima sebagai muridnya. Apabila pemuda itu tidak dibantu akan membawanya ke kelahiran di alam penderitaan. Bagaimana anda dapat berbuat demikian !” Pertapa ini pun menjelaskan. Tipe orang ini sangat sukar untuk memberi maaf dan melupakan segala kejadian atau perlakuan buruk yang telah dia terima. Seperti orang yang membiarkan sifat kebencian timbul tidak diatasi tetapi selalu mereka simpan. Kalau saya kehendaki dengan satu kali memanah maka 100 ekor hewan akan saya peroleh bahkan semua makhluk di dunia ini. Bertahan bertahun-tahun bahkan ada yang sampai meninggal. Saya pun dapat memanah. Lukisan tersebut akan bertahan sesaat kemudian hilang dengan sendirinya. Sehingga pemburu tersebut dapat mengenal dan mempraktekkan kebenaran. Semenjak saat itu dia tidak lagi berburu. Bodhisattva Avalokitesvara melihat dan merenungkan dengan penuh cinta kasih kepada pemuda tersebut.Ada kisah tentang seorang pemburu yang hidupnya selalu diisi dengan berburu hewan yang ada di hutan. Ketiga Orang yang melukis di atas air. “Saya adalah seorang pertapa. Sehingga siapapun yang terkena panah saya tersebut akan merasakan pancaran cinta kasih dan akan menyebar ke makhluk lainnya. Suatu hari. Tipe orang ini kebencian dan kemarahan tetap timbul dan bertahan tidak lama. diibaratkan dengan : Pertama: Orang yang memahat dinding cadas. tidak penuh belas kasihan. “Panah yang saya gunakan berbeda dengan panah yang engkau pakai. Di suatu tempat dia berpapasan dengan pemburu itu dan menyapanya. “Tentu saja satu ekor !” Apa !” Anda mengatakan sebagai seorang pemburu yang ulung tetapi hanya dapat memanah satu ekor saja dengan satu busur panah. Benar-benar tidak masuk akal !” Kata Bodhisattva tersebut. Tipe orang ini adalah mereka marah atau benci setelah itu hilang dengan sendirinya. Selain itu orang yang telah mendapat pancaran cinta kasih. Oh. Kebenciannya begitu tinggi dan sukar untuk diatasi. Tidak bertahun-tahun. Pemburu itu balik bertanya. Kebenciannya akan hilang hanya menunggu waktu saja. Lukisan ini bertahan akan cukup lama. Berapa ekor hewan yang anda peroleh dengan sekali memanah ?” Pemburu tersebut menjawab. Saya memanah mereka dengan cinta kasih. .

malahan tetangganya tersebut mengucapkan kata-kata yang tidak enak didengar dan dia pun menyatakan sengaja untuk melakukan hal tersebut. Bukannya dia mengembangkan cinta kasih tetapi sifat kebencian yang timbul. Dia pun mengabaikannya. 1 (satu) tahun. kemarahan. Suatu saat dia bertemu dengan Rinpoche dan menceritakan hal yang sama. . 5 (lima) tahun. Saat pertama Ibu ini mempraktekkan cinta kasih sangatlah sulit. Rinpoche menganjurkan kepada ibu tersebut untuk mengembangkan cinta kasih. Tetangga ini pun menemui nenek tersebut dan meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan selama ini. 20 (dua puluh) tahun atau waktu yang lebih lama. Malah terkadang sifat kebenciannya bertambah besar dan menjadi-jadi. dia menemui tetangganya dan menceritakan keluhannya. Ibu ini bertambah sedih dan kecewa. Apalagi kita bertemu dengan orang yang dimaksud maka kita bertambah menderita. Saat berpapasan berulangkali ibu tua selalu mencoba untuk tersenyum padanya. Tipe ini tidak menyimpan kebencian dan kemarahan yang ada dia dengan mudah memaafkan dan melupakan setiap kejadian yang ada. dia selalu melihat adanya kotoran sampah tetangga yang dibuang sembarangan ke halamannya. Akhirnya mereka menjadi teman yang baik. Setiap kali dia membersihkan halaman rumahnya. 10 (sepuluh) tahun. dia mencoba lagi. Lukisan dengan seketika hilang dan lenyap dari pandangan mata. Namun dia tidak putus asa. Dia mencoba mengembangkan sifat cinta kasih meskipun dengan hati sedikit terpaksa. kesal dan tidak tenang saat mengingat kejadian lampau tersebut. dia tetap melanjutkan. Kejadiannya mungkin terjadi tiga bulan yang lalu. Tetangganya yang melihat hal ini sedikit kaget. Karena saat terbayang wajah tetangganya. marah dan kesal. Hal ini terus diulangi dan diulangi akhirnya dia pun terbiasa dan mampu mempraktekkan pengembangan sifat cinta kasih. kekesalan dan kebencian ibu ini muncul. Untuk beberapa saat ibu ini dapat menahan diri meskipun hatinya sangat kesal. Dengan raut wajah yang sedikit kesal. mereka seperti dua ekor macan yang siap bertarung. Dia mencoba untuk tersenyum. jengkel dan marah. Sifat kebencian membuat kita marah. Kali ini ibu tua tersebut dapat mengendalikan dirinya dengan baik meskipun dalam hatinya ada perasaan takut. Pada beberapa orang sifat ini masih tetap ada. Tetangganya selalu membuat dia jengkel.Keempat Orang yang melukis di udara. Tetangganya yang sering membuat dia tidak nyaman pun merasa tidak nyaman dan timbul perasaan bersalah. Meskipun kejadian yang melatar belakangi timbulnya kebencian ini telah berlalu lama sekali. 2 (dua) tahun. Pada suatu pertemuan Dharma Mingyur Rinpoche mengisahkan tentang kehidupan perumah tangga yang terjadi di negara Barat. Bukannya ditanggapi dengan baik. Orang sering menyimpan kebencian. Biasanya saat dia bertatap muka dengan tetangganya. Seorang ibu tua yang hidup bertetangga dengan orang lain. Dia menganggap ibu tua ini mungkin sedikit tidak beres. Suatu hari ibu tua ini sudah tidak dapat menahan rasa kesalnya lagi.

Buddha bersabda kebencian tidak akan berakhir apabila dibalas dengan kebencian. Mengapa orang tersebut tega membalas kebaikan yang telah kita lakukan kepadanya. bahagia dan sukses. baik secara fisik maupun ucapan. apabila kita memiliki sifat kebencian maka sepatutnya kita akhiri saat ini pula. Ketika Guru Zen ini mengadakan persamuan agung. Kita perlu terus melatih dan tidak membeda-bedakan satu sama lain.” Menurut Visudhi Magga. Suatu contoh sederhana saat melihat orang yang tidak disenangi mengalami bencana. ditolong dan tanpa memikirkan balasan apapun. Dalam diri kita muncul pikiran orang lain tidak layak menerima penghargaan. Sepatutnya kita kembangkan belas kasih karena kita memandang orang tersebut betul-betul patut dibantu. Kejadian ini banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. seperti “Semoga semua makhluk terbebas dari segala penderitaan. Kebencian akan berakhir apabila dibalas dengan cinta kasih. Pengembangan sifat belas kasih dilakukan dengan mengharapkan orang lain terbebas dari segala persoalan dan permasalahan yang dihadapi. Baik secara sadar maupun tidak sadar. Suatu kisah zen yang perlu kita cermati. . yaitu kisah guru Zen Bunkei Eitaku. sifat belas kasih ini pun lenyap dan kita merasa sangat kecewa sekali. IV. Pada saat orang yang kita anggap baik melakukan perbuatan tercela atau tidak menyenangkan.2. setiap orang hendaknya berusaha untuk memiliki perasaan kasih sayang pada saat menyaksikan sesuatu yang menimbulkan perasaan belas kasihan. Sehingga setiap saat orang lain sukses kita merasa tidak nyaman dan tersaingi. Metode ini sangat sederhana dapat dilakukan setiap saat dan dimana saja daripada kita harus meminum obat agar lupa dari kejadian atau permasalahan yang membuat timbulnya kebencian. Apalagi orang yang memperoleh hal tersebut kita tidak senangi. Karuna – Belas kasih Sifat belas kasih timbul saat kita melihat penderitaan yang dialami. diterima dan dihadapi oleh yang lain. Orang tersebut akan merasa senang dan bahagia di atas penderitaan orang lain. pengakuan dan kesuksesan. Sifat seperti itu tidaklah baik untuk kita kembangkan. saat melihat orang lain mengapai keberhasilan. Kita akan merasa bahagia dan tidak dipenuhi oleh kebencian lagi. Dalam hal ini kita membedabedakan yang baik dan yang tidak baik. Seperti semoga dia sehat. siswa-siswa dari seluruh Jepang datang menghadiri pertemuan tersebut. Saat kita dapat melakukan hal tersebut maka kebencian yang ada akan berkurang dan akhirnya hilang dengan sendirinya. kesuksesan atau kekayaan. Dalam hal ini kita masih mengharapkan imbalan atas belas kasih yang telah kita lakukan. Untuk pertama hal ini terasa sukar namun tidak berarti tidak bisa. Hanya diri kita yang patut. Oleh karena itu. Kita sebaiknya menghindari untuk menyakiti kepada makhluk apapun. membuat kita tidak senang. Sifat belas kasih seakan-akan tertutup untuk orang yang tidak kita senangi dan hanya untuk orang yang kita sukai saja. Terkadang karena pengaruh sifat keserakahan yang berkembang dalam diri kita. Suatu latihan sederhana dapat kita terapkan adalah mengembangkan cinta kasih kepada orang yang tidak kita senangi. Selama kita masih hidup kita masih dapat berupaya.

Kalian dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Jika bukan saya. 1 (satu) tahun dijalani dia tidak menemukan tanda-tanda atau kehadiran dari Maitreya. Selama 9 (sembilan) tahun pertama telah dijalani namun dia tidak melihat adanya tanda-tanda kehadiran dari Maitreya. kami akan pergi meninggalkan guru!” Guru yang penuh belas kasih ini pun berkata kepada mereka. Perutnya digerogoti oleh belatung. Dia mencoba menjilat belatung yang ada pada anjing tersebut namun tidak sampai. dia suka mengambil barang milik orang lain dan dia pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencopet uang siswa yang hadir.” jawab Bapak tersebut. Seketika itu juga di depannya hadir Bodhisattva Maitreya. Semenjak saat itu dengan kesungguhan. bhikkhu yang mencuri tersebut menjatuhkan diri dan air mata mengalir di wajahnya. “Mengapa Bapak melakukan hal tersebut ?” Bapak ini menjawab dia berkehendak memindahkan gunung karena menghalangi pandangannya. Namun dia berpikir apabila diangkat dengan tangan akan menyebabkan belatung tersebut mati. Apa boleh buat !” Mendengar kata-kata ini. Akhirnya dia pun memutuskan untuk turun gunung. Apa kata salah satu siswanya. siapa lagi yang dapat memberikan dia petunjuk !” Saya akan meminta dia di sini. Hal sama terjadi dia tidak melihat adanya tanda kehadiran Maitreya. Pertapa ini pun kembali bertanya. Hal itu hanya akan membuat kita semakin benci. “Bagaimana hal ini dapat terjadi. Saat mau menuruni gunung dia melihat seorang bapak sedang memikul batu besar dari atas gunung untuk dibawa turun. “Apabila guru tidak menghukum. Bapak ini melakukan dari pagi sampai sore harinya. Dia memutuskan untuk berhenti. ini sangat tidak memungkinkan !” Bapak itu pun menjawab selama orang memiliki ketekunan hal itu tidak akan menjadi kendala. “Tidak bisa. Namun gurunya langsung meminta yang lainnya untuk bersedia memaafkan perbuatan siswa tersebut. Meskipun orang melakukan kesalahan kita tidak perlu menjadi sakit hati dan marah secara berlebih. 2 (dua) tahun pun berlalu. Dia pun memutuskan untuk menghentikan latihannya dan kembali ke desa. Sungguh luar biasa !” Ada lagi kisah kesabaran dari Guru besar Arya Asanga. Dia pun mendekati anjing tersebut dan berkehendak memindahkan belatung tersebut. Dia telah dilepas berulang kali. Bapak ini menjawab selama orang punya ketekunan maka hal ini tidak sulit. Melihat hal ini dia kembali bertapa. Akhirnya dia putuskan untuk memindahkan dengan lidahnya. Jika kalian ingin pergi. Pertapa ini pun bertanya. Pertapa ini pun merenungkan dengan sungguh-sungguh. Pertapa ini pun mengeluh. “Kalian adalah orang-orang yang baik dan bijaksana. Betapa besar pengaruh belas kasih kepada yang lain. Tetapi dengan belas kasih kita akan merasa bahagia. Siswa-siswa menjadi marah dan ingin memukuli. Sekali ini tidak boleh dimaafkan lagi !” Yang lainnya pun berkata. Akhirnya dia kembali lagi bertapa. dia bertekad tidak lagi mencuri. “Apa yang sedang Bapak lakukan ?” “Saya ingin membuat jarum dari besi ini. Beliau bermeditasi untuk bertemu dengan Bodhisattva Maitreya. mengapa . Pertapa ini bertanya. Saat berada di desa dia melihat ada seorang bapak sedang mengosok-gosok besi dengan kain. Dia mencoba lagi mengulurkan lebih jauh namun hanya menyentuh ruang hampa. Perbuatan ini diketahui oleh siswa lainnya.Di antara kerumunan tersebut ada salah satu siswa memiliki perilaku menyimpang. Bagaimana hal ini bisa terjadi !” tanyanya. Timbul rasa belas kasih dari pertapa. Saat di tepi sungai dia melihat adanya seekor anjing yang kesakitan.

Buddha menjelaskan kepada Angulimala.000 buah. Beliau melihat dunia dengan mata batinnya. Hari yang sama itu ibunya yang sangat menyayangi anaknya takut Angulimala mendapat bahaya karena ada rencana raja untuk menangkapnya hidup-hidup karena telah membuat keresahan kehidupan masyarakat setempat dan mengancam keamanan negara. maka dia membuat syarat untuk lulus sebagai muridnya.Maitreya tidak muncul selama 12 (dua belas) tahun masa latihannya. jangan berlari terus!” Sebaliknya Buddha berkata. Karena merasa lelah dan tak berdaya. Apabila dia tidak mendapatkan ajaran kebenaran maka dia akan mengalami hidup menderita berkepanjangan di alam penderitaan. Akhirnya dia pun berteriak. Kemudian Bodhisattva menjelaskan bahwa selama ini sebetulnya Beliau hadir namun karena belas kasih dan batin masih tertutup sehingga pertapa ini tidak dapat melihat kehadirannya. Berarti hanya tinggal 1 (satu) jari saja. Saat Buddha menaklukan hati pembunuh yang kejam bernama Angulimala. Namun Angulima menolak cinta dari isteri gurunya tersebut. Anda sendiri yang terus berlari !” Angulimala berkata kembali. “Saya telah berhenti. Kita pun dapat melihat sifat belas kasih Buddha. Angulimala dengan sekuat tenaga mengejar Buddha. berhentilah. Dia selalu mengambil satu jari dari orang yang telah dibunuhnya tersebut dan jari tersebut dijadikan kalung. Maitreya pun tersenyum. Menyadari Angulimala adalah seorang murid yang patuh. Namun dia tidak mampu mengejar Buddha. “Bagaimana Anda dapat mengatakan bahwa anda telah berhenti dan saya yang tidak berhenti. Isteri gurunya marah dan membuat rencana untuk menyingkirkan Angulimala. Padahal saya telah berhenti dan tidak dapat mengejar Anda. Karena rasa taat yang tinggi dia melakukan apa yang diminta gurunya. senyuman ini menghilangkan rasa kekesalan yang dia alami. Setelah peristiwa tersebut pertapa itu dapat mengembangkan sifat belas kasih maka dengan sendirinya perwujudan Maitreya ada di depannya dan Bodhisattva pun membabarkan ajaran Dasar kepadanya. Buddha yang Maha Suci dan Sempurna berjalan dengan tenang tanpa ada rasa takut. Berjalannya waktu dia pun berhasil menggumpulkan jari sebanyak 999 buah. Saya mengatakan bahwa saya telah berhenti karena saya telah meninggalkan pembunuhan maupun penganiayaan kepada makhluk lain dan . Pada saat Angulimala belajar kepada Gurunya. Beruntung Buddha muncul dihadapannya dan Angulimala mengurungkan niatnya untuk membunuh Ibunya tetapi ke Pertapa yang tidak lain adalah Guru junjungan kita. “Wahai pertapa. Siapa yang dapat mencapai pencerahan !” Ternyata Beliau menemukan bahwa telah waktunya bagi Angulimala mendapat ajaran Dharma. Angulimala terus mengerahkan seluruh tenaganya dan kemampuannya. dia termasuk murid yang cerdas dan disayangi. Rencana ini pun berhasil membuat Gurunya tidak senang sama Angulimala. Angulimala harus dapat menggumpulkan jari orang sebanyak 1. Saat Angulimala melihat kehadiran ibunya dia sudah tidak dapat berpikiran jernih. Sebetulnya Angulimala adalah orang yang baik. Namun dia diperdaya oleh gurunya yang jahat. Pada pagi hari tersebut Buddha yang penuh dengan cinta kasih dan kasih sayang. Hasrat membunuhnya begitu tinggi maka dia pun berkehendak melakukan hal tersebut. Gurunya memiliki isteri muda yang tertarik sama Angulimala.

memperkosa. membunuh atau menganiaya orang yang dianggap sebagai musuh dengan kejam dan tanpa ada penyesalan sama sekali. Dalam kehidupan ini terkadang kita melihat adanya orang yang melakukan perbuatan jahat. Bagaimana hal ini bisa terjadi !” Mendengar apa yang telah dikatakan Buddha. kenyataannya masih menyakiti makhluk-makhluk lain. Ukuran belas kasih pun tergantung dari tingkatan moral masing-masing. orang tersebut dapat dimangsa dan menjadi korban atas kelalaiannya. Kemudian dia memohon Buddha untuk menerima dia sebagai salah seorang muridnya. Malah ada orang merasa bangga saat menangkap hewan-hewan buruan dengan keadaan hewan tersebut yang sangat memprihatinkan. Ini jelas perbuatan yang tidak baik. Seakan-akan kehidupan makhluk lain tidak berharga dan makhluk lain layak diperlakukan dengan kejam. menangkap dan membawa hewan dengan keadaan apapun sudah menjadi kebiasaan. IV. Kita perlu tahu. Hanya orang itu sendiri yang tahu. Dalam kurun waktu tertentu bahkan ada yang selama kehidupan mereka telah dibentuk sedemikian rupa dengan pikiran-pikiran yang kejam. Kejahatan menjadi watak dan terekam dalam bawah sadarnya sebagai hal wajar saat perbuatan jahat dilakukan. Orang yang melakukan perbuatan tersebut tidak merasa bersalah sama sekali. Serangga dapat membawa bibit penyakit. Bagaimana pemikiran itu dapat timbul ?” Hal ini disebabkan sifat belas kasihnya belum muncul. Bahkan apakah dia orang baik atau buruk tidak menjadi kendala atau pembeda. mengasihi dan peduli akan keberadaan makhluk lain. belas kasih dikembangkan tanpa memandang ukuran makhluk. mereka melakukan dengan tanpa ada beban kesalahan. Ini pun usaha yang sia-sia. seperti menyakiti orang lain dengan kejam. Meskipun hal ini sangat disayangkan !” Dalam tatanan moral. Sehingga terhadap perbuatan-perbuatan jahat mereka menganggap sebagai hal yang biasa dan tidak perlu ditanggapi serius. Kita harus hidup bersama terus-menerus dan tak terpisahkan dengan orang jahat dan kejam. Malah terkadang merasa begitu bangga dengan perbuatan kejamnya. Sementara anda mengatakan telah berhenti. Orang menganggap serangga memang layak untuk dibunuh atau dimusnahkan. Sementara kita masih dalam proses latihan. Jangan belas kasih ini diartikan sempit. Apakah ukuran besar. Hatinya pun luluh. Saat orang menyemprot obat anti serangga. Mengapa ?” Karena membunuh. Dasar pemikiran tersebut berlaku pula dengan orang-orang melakukan perbuatan jahat. sedang atau kecil. Ini jelas tidak bijak. Sangatlah tidak wajar orang hidup satu kandang dengan hewan buas. Angulimala menjadi sadar bahwa orang yang dihadapinya adalah orang yang sangat luar biasa.3. Mereka merasa tidak bersalah. Seperti saat orang yang membunuh serangga. Apakah mereka manusia atau bukan manusia.perbuatan-perbuatan tercela lainnya. Seakan-akan diakui dalam komunitas tertentu sebagai perbuatan baik malah perlu diberi penghargaan. Siapapun perlu kita tolongi dan kasihi. Dalam pikiran mereka telah terbentuk bahwa hewan tersebut memang layak ditangkap. Mudita – Simpati . Buddha penuh belas kasih pun menerima dan membimbing Angulimala sampai mencapai pencerahan. dibunuh atau disiksa. Setiap saat kalau orang tidak waspada.

Namun pada umumnya orang sangat mengharapkan simpati atas usaha dan kerja kerasnya. Setelah dicicipi buah ini tidak berbahaya dan sangatlah enak. Pada saat itu raja dan permaisuri ada di hilir sungai sedang bersenang-senang. Ia selalu melindungi monyet-monyet lain dengan cinta kasih dan kasih sayang. Dalam batasan umat awam perhargaan itu tetap dibutuhkan. yaitu mengharapkan yang lain bahagia. Apapun namanya dan siapapun mereka. Ada orang malah berpikiran berbeda. menduduki jabatan tertentu. Kita perlu bersimpati. Mereka pun melakukan perjalanan menelusuri arah sungai dan hutan. Ini yang banyak ditemukan dalam masyarakat. raja memerintahkan kepada para pengawalnya untuk menelusuri dan mencari dimana asal buah tersebut tumbuh dan berada. mengudang perhatian raja. Akhirnya mereka sampai . Raja ini pun mencicipi dan merasakan betapa enaknya. kesuksesan dihubung-hubungkan dengan ritual mistik yang tidak dapat diterima secara nalar. sukses dan berhasil. Malahan keberhasilan. Pada saat orang lain sukses mereka merasa iri dan menganggap kesuksesan tersebut adalah hasil usaha yang tidak benar. Pada saat orang lain meraih kesuksesan. sms atau karangan bunga. kita dapat memberikan ucapan selamat atas keberhasilan dan prestasi yang telah dicapai. Karena memang selayaknya orang hidup berbuat yang terbaik. Kita perlu memberikan penghargaan atas keberhasilan orang lain. Pada saat orang lain menghadapi masalah mereka merasa begitu bahagia. Raja memerintahkan para pengawalnya untuk mengupas buah mangga dan mencicipi apakah berbahaya atau tidak dan bagaimana rasa buah tersebut. Selama beberapa waktu monyet-monyet ini hidup tenang.Sifat simpati ini timbul karena kita memahami dan menyadari bahwa iri hati atas keberhasilan. Kita terbiasa menganggap sebagai hal wajar atas prestasi dan keberhasilan seseorang. Ada suatu kisah tentang kehidupan seekor raja monyet. Padahal kalau kita menghadapi hal serupa kita berharap orang lain mau mengerti dan memaafkan atas kesalahan maupun kelalaian yang terjadi. Saat orang membuka suatu usaha baru kita dapat memberikan ucapan baik secara langsung maupun tidak langsung. seperti papan ucapan. Oleh karena itu kita tidak boleh hanya berpegang pada diri sendiri. Pengembangan sifat mudita. Melihat adanya buah aneh dan bau yang sangat harum. Mungkin kita menganggap kita tidak perlu tetapi tidak dengan orang lainnya. Seperti : “Semoga semua makhluk tidak melenyapkan kebahagiaan yang telah mereka peroleh. Ia pun memperingatkan kepada monyet-monyet untuk tidak membiarkan satu buah mangga terhanyut ke sungai karena akan membawa bencana.” Tetapi terus menerus mengembangkan kebajikan dimanapun berada. Rasa buah mangga tersebut terus terbayang-bayang dalam benaknya. Karena tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya. Ini merupakan suatu bentuk simpati. Sehingga tidak salah kita perlu simpati atas jerih payah yang telah dilakukan. Seakan-akan kita dikatakan tidak memiliki perhatian dan simpati. Namun pada suatu ketika ternyata ada monyet yang lalai ia tidak memperhatikan adanya buah mangga yang telah matang jatuh dan terbawa arus sungai menuju hilir. kesuksesan atau kekayaan orang lain tidak akan membawa kebahagiaan sebaliknya membuat kita menderita.

Tampak di depan mereka monyet-monyet sedang asik memakan buah-buah mangga tersebut. benci atau menaruh dendam. Hal ini tidak akan membawa kemajuan latihan batin. atau Sangha. “ “Wahai. atau menentang Dharma atau menentang Sangha. raja monyet yang memiliki ukuran badan besar. Tidak tergoyahkan atas segala perubahan yang terjadi. “Wahai baginda. Sehingga keadaan apapun yang kita alami terimalah sewajarnya. Monyet-monyet yang ada pun melewati dan menginjak-injak punggung raja monyet tersebut. Raja pun memerintahkan para pengawalnya untuk mengusir dan memanah monyet-monyet yang sedang asyik bermain dan memetik buah-buah mangga. Beban yang datang terus-menerus membuat raja monyet ini mengalami kelelahan. . Hal demikian tidak ditemukan di antara kami dan bukan pada kami. Hal ini membuat raja marah. hal itu akan menghalangi perjalananmu sendiri mencapai kemenangan. Janganlah karena hal itu engkau menjadi amarah. Maka raja monyet ini pun meloncat dan mengenggam cabang pohon lainnya. Hal ini akan menyulitkan monyet biasa meloncat dan melewati pohon tersebut. IV. Dia pun maju dan mengarahkan mereka ke tempat yang aman. jika ada orang berbicara menentang Aku. membuat kita lalai pada tujuan hidup dan penyempurnaan diri. Upekkha – Keseimbangan batin Buddha selalu menekankan kepada para muridnya untuk selalu menjaga keseimbangan batin. simpati dan bersalah. Jika engkau merasa jengkel dan marah ketika orang lain mengucapkan kata-kata yang menentang kita. sebagai raja tentunya tidak pantas melihat dan membiarkan rakyatnya yang sedang mengalami kesusahan dan penderitaan. bagaimana engkau dapat menilai sejauh mana ucapannya benar atau salah ? Jika ada orang yang mengucapkan kata-kata yang merendahkan Aku. Dalam Brahmajala Sutta. Dia memerintahkan kepada pengawalnya untuk merawat dan mengobati luka-luka atau rasa sakit yang ada. Dia menjadikan tubuhnya sebagai jembatan penghubung pohon yang satu dengan pohon lainnya. Akhirnya tidak kuat lagi menahan beban raja monyet itu pun terjatuh. sebagai berikut : “Para Biku. Setelah raja monyet ini mulai membaik maka raja bertanya kepadanya. Raja yang melihat semua kejadian ini merasa kagum. Monyet-monyet menjadi ketakutan dan berlari tanpa tujuan. engkau harus menjelaskan apa yang keliru dan menunjukkan kesalahannya dengan menyatakan berdasarkan hal ini dan hal itu. Pada saat kita dipuja atau pun dicela.4. Karena kehidupan sifatnya netral hendaknya dalam memandang segala hal dengan pikiran terbuka.di hutan tempat buah itu tumbuh. Mengapa engkau membiarkan tubuhmu diinjak-injak oleh monyet lain !” Mengapa engkau tidak menyelamatkan diri sendiri atau berlari sebaliknya malah melakukan hal tersebut !” Raja monyet menjawab. ini tidak benar. Apalagi melarikan diri sendiri. Dharma. Kita tidak harus menunjukkan kesedihan atau peluapan emosi yang luar biasa sebagai penunjukan suka cita. raja monyet. Ia melihat rakyatnya mengalami kesulitan dan keputusasan. ini tidak begitu. Melihat kejadian ini. Buddha memberikan tips menghadapi pembincangan miring atau pujian mengenai Dharma. Bahkan akan menghalangi. Dia harus mengembangkan rasa simpati atas penderitaan kaumnya dengan menjadikan tubuhnya sebagai jembatan. Karena jarak pohon satu dengan lainnya sedikit jauh. Jika engkau merasa tersinggung dan sakit hati.

Mengapa harus bersedih. Kehidupan ini sangat berharga. Seakan-akan tidak ada kejadian sama sekali. Namun guru tersebut tetap dalam kondisi tenang menghadapinya dan tidak ada kemarahan sedikit pun. tangis dan sedih tidak akan membuatnya kembali. Selain itu di dunia ini tidak ada yang kekal. tulang-tulang dalam kelahiran sebelumnya tersebut dikumpulkan maka tumpukan tulang belulang akan membentuk gunung setinggi gunung Semeru. Orang tuanya mendengar hal ini merasa sangat bersalah dan menyesal telah menuduh hal yang tidak pantas dan tidak benar kepada Guru tersohor tersebut. “Begitu Ya ?” Saat gadis itu melahirkan. Guru Hakuin adalah seorang guru Zen yang ternama. Menghadapi kehidupan dengan realita. terlindung oleh karmanya sendiri. Penduduk mulai tidak menghargai dan menghina atas perbuatan yang terjadi. Semua itu dijalani seperti apa adanya. anak yang dituduhkan sebagai hubungan gelap diserahkan kepada guru Zen. Hidup dihadapi dan dijalani dengan sikap sewajarnya. setahun kemudian gadis yang menuduh Guru Zen telah menodainya. Dia hanya mengatakan. seperti sebuah guci yang telah pecah tidak dapat satukan secara utuh begitu pula dengan orang yang telah meninggal. Sekali lagi guru ini menyambut dengan hal umum. Saat dihina kita tidak marah begitu pula saat dipuji kita tidak terlalu bersuka ria. Seperti kisah kehidupan Bodhisattva sewaktu hidup sebagai petani. Sebaliknya dia merawat dengan baik bayi tersebut. Saat dikabari bahwa anaknya telah meninggal digigit ular. Dia tidak pernah berhubungan dengan Guru tersebut. Hal ini membuat raja Sakka menjadi penasaran terhadap sikap petani ini. Dengan memahami hal ini buat apa bersedih dan menangis !” . Orang yang lahir akan mengalami kematian cepat atau lambat. Suatu hari ada seorang gadis hamil dia tidak mau mengatakan kepada orang tuanya siapa yang telah melakukan. Tidak terbawa dan terjebak ke dalam konsep dualisme dan/ atau membeda-bedakan. Orang tuanya yang mendengar hal ini sangat marah dan mereka pun mendatangi dan memaki Hakuin. menceritakan kejadian sebenarnya bahwa anak yang dikandungnya dulu bukanlah hasil hubungan dengan Guru Zen melainkan dengan seorang pria yang bekerja di pasar ikan. Bahkan kalau mau disebutkan. apabila dalam kehidupan yang telah kita jalani. Mengapa petani ini tidak sedih atau menangis ?” Apakah anak yang telah meninggal tersebut tidak berbakti ?” Petani ini menjawab dengan tenang. Tetapi Beliau hadapi dengan penuh ketenangan dan seakan-akan tidak terjadi peristiwa penting. berhubungan dengan karmanya sendiri. Karena terus didesak. Bukan dengan sedih dan tangis yang dapat menyelesaikan permasalahan. Mereka pun menemui Guru Zen ini dan meminta maaf. Beliau sama sekali tidak tampak sedih dan kecewa. mereka adalah ahli waris dari karmanya sendiri. Mereka juga mengambil kembali bayi yang telah diserahkan kepada Guru Zen. Maka dia pun mewujudkan diri sebagai seorang penduduk dan diantaranya dia bertanya. Begitu pula apabila darah dan cairan tubuh ditampung maka cairan tersebut akan mengisi bumi ini lebih besar dari lautan. Karma baik atau buruk yang telah mereka lakukan.Pengembangan dari sifat upekkha. Tampak dalam cerita tersebut Buddha menunjukkan orang harus menghadapi kehidupan ini secara realita tidak terbawa oleh kondisi luar. yaitu dengan pemahaman atas apa yang makhluk lain alami adalah hasil apa yang mereka perbuat. mereka sendiri juga yang akan menjadi pewarisnya. Bhikkhu ini tetap tenang dan tidak tergoyahkan. gadis ini pun mengatakan Hakuin. Buat apa kita bersedih. Inilah keseimbangan batin yang luar biasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful