P. 1
Pedoman Operasi Dan Pemeliharaan Prasarana Dasar Desa

Pedoman Operasi Dan Pemeliharaan Prasarana Dasar Desa

|Views: 388|Likes:
Published by ariskoe248

More info:

Published by: ariskoe248 on Feb 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2014

pdf

text

original

PEDOMAN
OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA

Jl. Melati No. 173A Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok Sleman Telp : (0274) 433 2012, Fax : (0274) 433 2467 E-mail : Pengaduanjrf_nmc@yahoo.com www.rekompakjrf.com

Akhir kata. Faktor yang mempengaruhi berfungsinya prasarana dan sarana dasar selain kualitas konstruksi adalah pengelolaannya. operasi dan pemeliharaan serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu.633 rumah dalam waktu 14 bulan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah serta melakukan rehabilitasi dan pembangunan kembali prasarana dan sarana dasar desa/kelurahan melalui penyusunan Rencana Penataan Permukiman (RPP)/Community Settlement Plan (CSP) yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana secara partisipatif. yang mencakup. Pengelolaan yang baik. 110020173 . Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar (PPPPSD) ini diharapkan dapat memberikan informasi dan panduan tersebut. Melalui proses pemberdayaan REKOMPAK-JRF diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan memunculkan kesadaran dan tanggungjawab untuk memelihara serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan dan memelihara sarana dan prasarana dasar yang telah dibangun secara benar dan efisien agar dapat bermanfaat untuk jangka waktu yang lama dan lestari. semoga pedoman ini dapat menjadi acuan dalam mengelola prasarana dan sarana dasar yang telah dibangun. masyarakat perlu diberi kemampuan dalam mengoperasikan dan memelihara prasarana dan sarana dasar yang telah dibangun. Jakarta. Prasarana dan sarana dasar tersebut diharapkan akan memberikan manfaat jangka panjang dan oleh karena itu. Oktober 2010 Direktur Jenderal Cipta Karya Budi Yuwono NIP. diperlukan adanya informasi dan panduan operasi dan pemeliharaan yang tepat dan efisien. organisasi pengelola. tepat guna dan efisien akan berpengaruh pada kualitas layanan dan umur pengoperasian yang akhirnya mampu memberikan dampak langsung pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat secara berkesinambungan pada 265 desa/kelurahan sasaran REKOMPAK-JRF.KATA PENGANTAR Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis masyarakat Java Reconstruction Fund (REKOMPAK-JRF) telah berhasil membangun 21.

.

3.1.4. Organisasi Pengelola O dan P 3. Tahap-tahap Pemeliharaan C.2.5. Ruang Lingkup 1. Landasan Hukum 1.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN DAFTAR TABEL DAN BAGAN BAB I PENDAHULUAN 1. Jenis Prasarana B. Maksud dan Tujuan 1. Latar Belakang 1.6. Prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi D.2. Persiapan B.7.5. Pembentukan Tim Pengelola A. Ukuran Keberhasilan ii i v vii viii 1 2 3 3 3 4 4 BAB II 7 7 8 10 23 43 43 44 44 44 BAB III 45 46 48 48 48 49 50 50 52 53 53 54 53 .1.3. Struktur Organisasi B. Pelaksanaan Rembug Warga C. Tugas dan Fungsi C. Teknis Operasi dan Pemeliharaan A.3 Ukuran Keberhasilan ORGANISASI PENGELOLA 3. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Pengoperasian A. Pelatihan 3. Tahap Konstruksi C. Struktur Pengelola dan Tata Peran A.4. Pengesahan dan Peresmian 3.2. Batasan dan Pengertian TEKNIS OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA/KELURAHAN 2. Pelaporan E. Tahap Pasca Konstruksi 2. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga 3. Tahap Perencanaan B.1. Sasaran 1. Acuan Implementasi 1. Prasarana Air Bersih dan Sanitasi 2. Kegiatan Rapat D.

1. Klasifikasi Prasarana dan Pembiayaan untuk O dan P 4. Penganggaran Operasi dan Pemeliharaan A.2. Ukuran Keberhasilan – 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9 – 10 – 11 – 12 – 13 – 14 – 15 55 56 56 64 64 65 67 LAMPIRAN Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Tata Cara Penetapan Restribusi/Tarif Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan Air Bersih Penerimaan Penyambungan Baru-Pelayanan Air Bersih Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan Persampahan Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan MCK Buku Bank Buku Kas Buku Administarsi dan Umum Buku BOP Air Bersih Buku BOP Persampahan Buku BOP Sanitasi/MCK Laporan Laba (Rugi) Laporan Keuangan Aliran Kas (Cash Flow) Formulir Survei Kondisi Jalan .4.Perkerasan Formulir Survei Kondisi Jalan – Drainase dan Bahu Jalan Lampiran – 16 Formulir Survei Kondisi Jembatan Lampiran – 17 Formulir Survei Kondisi Prasarana .BAB IV PEMBIAYAAN 4. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya D. Pencatatan Transaksi dan Pertanggungjawaban Keuangan 4. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan B. Perhitungan Anggaran Pendapatan C.

DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN ATK AD/ART BAPPD BBM BKM BPMA DMC DPRD DTPL EWS IPLT JR F KPP KSM KU/HU LPMD/K MCK NMC O dan P PJOK PLN PMU PP PPK Rekompak RPP RT/RW SAH SAL TIP TPK TPS UPL Alat Tulis Kantor Anggaran Dasar /Anggaran Rumah Tangga Berita Acara Pencairan/Penggunaan Dana Bahan Bakar Minyak Badan Keswadayaan Masyarakat Bangunan Penangkap Mata Air District Management Consultant Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dokumen Teknis Pembangunan Lingkungan Early Warning System Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Java Reconstruction Fund Kelompok Pengguna Prasarana Kelompok Swadaya Masyarakat Kran Umum / Hidrant Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan Mandi Cuci Kakus National Management Consultant Operasi dan Pemeliharaan Penanggung Jawab Operasional Kecamatan Perusahaan Listrik Negara Project Management Unit Panitia Pelaksana Pejabat Pembuat Komitmen Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas Rencana Penataan Permukiman Rukun Tetangga / Rukun Warga Saluran Air Hujan Saluran Air Limbah Tim Inti Perencana Tim Pengelola Kegiatan Tempat Pembuangan Sampah Unit Pengelola Lingkungan .

DAFTAR TABEL DAN BAGAN Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jalan Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jembatan Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Talud Tembok Penahan Tanah Perbaikan Pekerjaan Beton Perbaikan Pekerjaan Pasangan Batu Kali Perbaikan Pekerjaan Kayu Rincian Kebutuhan O dan P BPMA Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Sumur Bor Dalam Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Mesin Diesel Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P KU/HU Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Tangki Septik MCK Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Bidang Resapan Pelaku dan Keterampilan O dan P Identifikasi Jenis Sampah Kemungkinan Kemudahan Penarikan Retribusi Berdasar Jenis Prasarana 14 16 18 20 21 22 25 25 27 28 31 31 33 34 36 37 40 40 42 55 Bagan 1 Bagan 2 Bagan 3 Bagan 4 Bagan 5 – – – – – Tahapan Pemeliharaan Pewadahan Sampah Bagan Organisasi Pengelolaan O dan P Prasarana dibawah BKM/TPK Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Beberapa Prasarana Struktur Organisasi Tim Pengelola O dan P dengan Satu Prasarana 8 41 46 51 51 .

Ciri ciri suatu sistem dikatakan berkelanjutan jika: (1) Berfungsi dengan baik dan menghasilkan manfaat dalam tingkat yang memadai dari sisi (kualitas. kemitraan dengan lembaga-lembaga pemerintah. yang mencakup organisasi pengelola. tahap pelaksanaan dan akhirnya pada . kesehatan dan keamanan) (2) Beroperasi dalam jangka waktu yang lama (minimal sesuai dengan usia pakai) (3) Manajemennya dilembagakan (manajemen berbasiskan masyarakat.1. efisiensi. pemantauan) (7) Tidak mempengaruhi lingkungan secara negatif. Prasarana yang telah dibangun atau diperbaiki diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang bagi warga tetapi juga dapat lestari dan terus tumbuh dan berkembang.BAB I PENDAHULUAN 1. Bila salah satu hal tersebut tidak dipenuhi maka akan berpengaruh kepada kualitas pelayanan dan umur pengoperasian yang akhirnya akan mengakibatkan tidak tercapainya harapan dan tujuan dibangunnya prasarana tersebut. Selain faktor kualitas konstruksi yang dihasilkan. keterlibatan sektor formal dan informal) (4) Biaya operasi dan pemeliharaan dan administrasi bisa dipenuhi masyarakat pengguna sendiri (minimal cost recovery terhadap biaya O dan P) (5) Perbaikan kerusakan dan penggantian suku cadang bisa dipenuhi di tingkat lokal. terjangkau. Keberlanjutan suatu kegiatan pengelolaan prasarana sangat tergantung pada efisiensi dan efektifitas dari operasi dan pemeliharaannya. Mempertimbangkan kondisi tersebut. faktor-faktor penting yang mempengaruhi berfungsinya suatu prasarana adalah pengelolaannya. Latar Belakang Rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana lingkungan permukiman pasca bencana di wilayah desa/kelurahan sasaran REKOMPAK-JRF diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sosial ekonomi warga desa secara berkesinambungan. kehandalan. kontinyuitas. kuantitas. maka rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana lingkungan permukiman desa melalui proyek REKOMPAK-JRF yang mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat dan berorientasi pengurangan risiko bencana mengupayakan langkah pengembangan dan penguatan peran serta masyarakat mulai dari tahap perencanaan. perspektif gender. pelatihan. Sementara itu efisiensi dan efektifitas operasi dan pemeliharaan (O dan P) sebagai sistem sangat dipengaruhi oleh banyak faktor dan proses yang muncul dan berlangsung dari tahapan ide atau program sampai sistem tersebut terbangun dan beroperasi. operasi dan pemeliharaan serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan. penyusunan rencana teknis. kenyamanan. (6) Bisa dioperasikan dan dipelihara di tingkat lokal dengan hanya dukungan terbatas dari pihak luar ( bantuan teknis.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Melaksanakan operasi dan pemeliharaan secara benar akan mendukung keberlanjutan dari sistem pada masa pasca konstruksi. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 Tahun 2010 tentang Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS-PB) Tahun 20102014. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Landasan Hukum Peraturan perundangan yang menjadi landasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa adalah : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Dari mekanisme peran serta tersebut. . Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Non Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. maka “rasa membutuhkan prasarana (tahap perencanaan)” dan “rasa memiliki prasarana (tahap pelaksanaan)“ diharapkan memunculkan “kesadaran dan rasa tanggungjawab” untuk memelihara prasarana yang telah dibangun sehingga dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan dan lestari.tahap pemanfaatan prasarana yang harus dioperasikan dan dipelihara dengan baik secara mandiri agar selalu siap digunakan. yang juga tergantung dari rangkaian faktor dan proses yang dikembangkan dalam tahap perencanaan dan konstruksi. Peraturan Pemerintah Nomor 36 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Bisa dikatakan bahwa sustainabilitas operasi dan pemeliharaan suatu sistem dimulai dari tahap perencanaan dan bahkan yang lebih dini yaitu ditahap pengembangan gagasan atau penyusunan usulan. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Hal-hal yang tidak diatur dalam pedoman ini. untuk hal-hal yang bersifat operasional dalam pelaksanaan lapangan tetap harus merujuk pedoman operasional umum dan teknis serta SOP REKOMPAK-JRF yang berlaku. . 1.4. pemerintahan kabupaten/kota dan pihak-pihak terkait dalam mendukung pengorganisasian dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa. 2007. khususnya prasarana pengurangan risiko bencana yang telah dibangun selama program REKOMPAK-JRF. 2007. Maksud dan Tujuan Maksud disusunnya pedoman O dan P ini adalah : (1) Memberikan panduan kepada masyarakat warga dalam mengorganisasikan dan melaksanakan O dan P prasarana desa.3. beserta perubahannya. pembiayaan) prasarana desa yang berkelanjutan. Untuk bangunan pusaka sudah disusun pedoman pelestarian pusaka dalam buku terpisah. harus tetap merujuk pedoman standar yang bersifat umum dan baku. (2) (3) 1. TF 090014–IND Java Reconstruction Fund (JRF) For Community Based Settlement Rehabilitation and Reconstruction Project for Central and West Java and Yogyakarta Special Region. Selain itu. pengorganisasian dan pembiayaan bagi pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O dan P). (5) Mendorong terwujudnya kemandirian dalam pengelolaan (teknis. Ruang Lingkup Buku ini disusun sebagai pedoman bagi pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa. (3) Memberikan arahan kepada pemerintahan desa.5. Pedoman Operasional Teknis (POT) Untuk Desa/kelurahanDalam Rekompak JRF. organisasi. tetapi tidak termasuk prasarana dan sarana bangunan pusaka.(16) Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (RAN-PRB) Tahun 2010-1012. (4) Mendorong terwujudnya fasilitas prasarana pengurangan risiko bencana yang handal dan siaga. (2) Memberikan panduan kepada konsultan pendamping REKOMPAK-JRF dalam memfasilitasi pengorganisasian dan pelaksanaan O dan P prasarana desa. Acuan Implementasi (1) Grant Agreement Nr. 1. Muatan dari pedoman ini adalah khusus memberikan arahan teknis. Pedoman Operasional Umum (POU) Untuk Desa/kelurahanDalam Rekompak JRF.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kabupaten/Kota. yaitu para fasilitator pendamping masyarakat desa/kelurahan. (4) Pemerintah Kecamatan. yaitu seluruh warga (pemakai prasarana). Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Provinsi.Tujuan dari pedoman O dan P ini adalah: (1) Terwujudnya suatu sistem O dan P prasarana desa berbasis komunitas yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana. (2) Terlaksananya kegiatan fasilitasi pengorganisasian dan penyiapan pelaksanaan O dan P prasarana desa oleh konsultan pendamping REKOMPAK-JRF. pembiayaan) prasarana desa. (2) Terwujudnya kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan (teknis. siaga dan mandiri. Dinas/Instansi Terkait. 1. National Management Consultant (NMC).6. (5) Walikota/Bupati. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (LPMD/K) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). yang dilakukan secara rutin. Kelompok sasaran utama tata-cara operasi dan pemeliharaan ini adalah: (1) Konsultan pendamping tingkat desa.7. Batasan dan Pengertian Pengertian dan pemahaman yang dipakai dalam pedoman ini merujuk pada sejumlah sumber adalah sebagai berikut: (1) Operasi dan pemeliharaan adalah serangkaian kegiatan terencana dan sistematis. (3) Pemerintah desa/kelurahan. Penanggung Jawab Operasional Kecamatan (PJOK). (6) Gubernur. Panitia Pelaksana (PP) dan calon pengelola O dan P. (7) Konsultan REKOMPAK-JRF. (2) Komunitas. (8) Serta pihak-pihak lain yang peduli atau memanfaatkan pedoman O dan P ini. berkala maupun perbaikan sewaktu-waktu (insidentil) . Dinas/Instansi Terkait. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). District Management Consultant (DMC). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi. organisasi. Sasaran Sasaran operasional pedoman O dan P ini adalah: (1) Terlaksananya langkah-langkah pengorganisasian warga desa dalam pelaksanaan O dan P prasarana desa yang handal. DPRD Provinsi. Tim Inti Perencana (TIP). (3) Meningkatnya peran aktif pemerintah kabupaten/kota dalam memfasilitasi proses pengorganisasian warga dalam pengembangan pelaksanaan O dan P prasarana desa. 1. khususnya BKM/TPK. (3) Terwujudnya fasilitas prasarana desa yang handal dan siaga untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di wilayah desa dan sekitarnya.

Pemeliharaan ulang meliputi perbaikan rehabilitasi dari prasarana-sarana yang dilakukan untuk mengembalikan seperti fungsinya semula sesuai desain atau standar awal. c. Pemeliharaan ulang kadang disebut juga perbaikan besar. Pemeliharaan Rutin (preventive maintenance). Pemelihraa rutin sifatnya preventif. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan selang waktu yang cukup lama. b. (2) Pemeliharaan secara umum dapat dikategorikan dalam tiga jenis. Bagian penting dari pemeliharaan rutin antara lain adalah pencegahan atau menjaga penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya agar prasarana tidak cepat rusak. sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana. sebagai berikut : a.untuk menjaga agar prasarana yang telah dibangun tetap dapat berfungsi dan bermanfaat sesuai rencana. Pemeliharaan rutin ini dilakukan dengan mengontrol dan merawat prasaranasarana secara rutin/periodik sehingga tidak terjadi kerusakan atau berubah fungsinya. yang telah diberi wewenang dan tanggung jawab mengelola prasarana-sarana yang ditetapkan. Pemeliharaan Ulang (corrective maintenance). Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana-sarana desa ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan O dan P prasarana oleh tim pengelola prasarana desa. Pemeliharaan Sesudah Rusak (breakdown maintenance) Pemeliharaan Sesudah Rusak meliputi perbaikan atau modifikasi dari prasarana/sarana yang dilakukan setelah terjadi kerusakan saat digunakan. biasanya lebih dari satu tahun. (4) . ringan dan dijadwalkan teratur dalam satu tahun. (3) Tim Pengelola O dan P prasarana-sarana desa adalah sekelompok orang yang dipilih dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat/komunitas desa.

BAB II TEKNIS OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA/KELURAHAN

2.1. Teknis Operasi dan Pemeliharaan
A. Jenis Prasarana Jenis-jenis prasarana dasar desa yang telah dibangun melalui program REKOMPAK-JRF antara lain adalah: (1) Jenis prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi a. Jalan 1) Jalan aspal 2) Jalan makadam 3) Jalan beton 4) Jalan paving 5) Jalan telasah 6) Jalan sirtu 7) Jalan tanah b. Jembatan 1) Jembatan beton 2) Jembatan komposit 3) Jembatan gantung 4) Jembatan kayu 5) Plat decker c. Saluran Drainase / Saluran air hujan (SAH) 1) Saluran dengan pasangan 2) Saluran dengan buis beton 3) Saluran tanah 4) Gorong-gorong 5) Syphon d. Sumur Resapan untuk Drainase/SAH 1) Sumur resapan buis beton 2) Sumur resapan pasangan batu bata e. Bangunan penahan tanah 1) Talud pasangan batu kali 2) Bronjong 3) Beton bertulang 4) Revetment

f. Bendung Bendung pasangan batu g. Embung/ Waduk 1) Tembok/talud pasangan batu kali 2) Tanggul tanah h. Lapangan Evakuasi i. Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) j. Peralatan Pendukung Peringatan Dini (EWS/ Early Warning System) (2) Jenis prasarana Air Bersih dan Sanitasi a. Air Bersih 1) Bangunan Penangkap Mata Air/BPMA 2) Sumur bor dalam 3) Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) 4) Pipa Transmisi & Distribusi, dan Katup (valve) 5) Mesin Diesel Pembangkit Listrik (Genset) b. Sanitasi/MCK (Mandi Cuci Kakus) 1) Bilik MCK 2) Tangki Septik 3) Resapan c. Persampahan 1) Pengumpulan & pemilahan sampah 2) Komposting

B. Tahap-Tahap Pemeliharaan
Tahap-tahap proses pemeliharaan prasarana desa yang dilaksanakan oleh Tim Pengelola O dan P prasarana dasar desa secara umum melalui proses yang dapat digambarkan sebagai berikut :
Bagan – 1 Tahapan Pemeliharaan
Inventarisasi, Identifikasi Evaluasi & Perhitungan Prioritisasi & Penjadwalan Pembiayaan

Pelaksanaan Pemeliharaan & Pelaporan

yaitu : pertimbangan kondisi sosial warga pengguna prasarana (misal kaum jompo. Sosial. Pada tahap ini juga perlu diseleksi prasarana mana yang akan dilakukan pemeliharaan rutin. Sebagai acuan pencatatan dapat dilihat Tabel–1. tenaga kerja/tenaga trampil dan biaya yang dibutuhkan. Disini dievaluasi dan ditambahkan juga catatan jumlah yang memanfaatkan prasarana tersebut serta kondisi sosial pemakai serta cakupan pelayanan. dilakukan melalui survey menggunakan formulir kondisi prasarana sebagai terlampir. (3) Prioritisasi dan Penjadwalan Prioritisasi dan penjadwalan secara keseluruhan dari semua prasarana dan komponen yang sudah diinventarisasi. e. pemeliharaan perbaikan karena rusak atau masuk kategori rehabilitasi jika kondisinya sudah sangat rusak. Pada tahap ini masalah kepemilikan/kewenangan atas prasarana dasar desa harus sudah jelas. semakin prioritas. yaitu semakin banyak jumlah orang yang menggunakan. Manfaat. peralatan. Sebaiknya dalam pendataan ini meminta juga informasi dari komunitas warga di sekitar lokasi atau pengguna prasarana. perhitungan bahan. jika belum jelas perlu dicari informasi dan dikonfirmasi sesuai data pada saat awal pembangunan prasarana.(1) Inventarisasi dan Identifikasi Tahap ini adalah menginventarisasi prasarana yang akan dipelihara serta mengidentifikasi masing-masing kondisi prasarana-sarana. .3 Tanda-tanda kerusakan konstruksi prasaranasarana dan uraian prasarana dalam pedoman ini. (2) Evaluasi dan Perhitungan Pada tahap ini hasil invetarisasi dan identifikasi yang sudah disusun akan dievaluasi untuk penentuan metoda dan cara pemeliharaan. yaitu: urutan logis secara teknis tahap-tahap pemeliharaan atau perbaikan. sehingga prosesnya perlu waktu lebih lama. karena jika tidak mampu ditangani oleh tingkat desa maka perbaikannya perlu diusulkan ke pemerintah kab/kota dan dinas/instansi lainnya. Untuk kategori rehabilitasi proses dilakukan terpisah seperti membangun prasarana baru. b.6 (Prosedur) Perbaikan Pekerjaan. Kemendesakan. Urutan logis.2. termasuk pembiayaannya harus dikordinasikan dengan dinas/instansi terkait. dapat dilakukan dengan melihat aspek-aspek seperti : a. Prasarana yang bukan milik desa/lingkungan atau diluar kewenangan desa maka operasi & pemeliharaannya. kelompok perempuan) d. yaitu: kemampuan desa untuk melaksanaka pemeliharaan sendiri. Sebagai acuan evaluasi dan perhitungan dapat dilihat Tabel-4.5. difabel. Kapasitas desa. karena mereka cukup tahu kondisi prasarana tersebut. c. Dalam pendataan tersebut harus dicatat dengan lengkap kondisi bagian/komponen prasaranasarana yang akan dipelihara atau yang mengalami kerusakan. yaitu: kondisi kerusakan prasarana dan kemendesakan karena merupakan prasarana mitigasi bencana yang harus segera dipelihara.

dapat dilakukan evaluasi dan perhitungan ulang metoda pemeliharaan yang dipilih. Pemeliharaan Rutin pada dasarnya menjaga prasarana dalam keadaan seperti semula dan mencakup beberapa pekerjaan yang berulang.(4) Pembiayaan Setelah tahap perencanaan diatas diselesaikan oleh petugas teknis maka hasil perencanaan O dan P tersebut harus dirembug bersama oleh seluruh pengurus untuk diputuskan besaran biaya yang disediakan dan akan digunakan untuk pemeliharaan. yang secara teknis cukup sederhana. (6) Pengawasan dan Evaluasi Pengawasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana dilakukan oleh BKM/TPK melalui UPL (unit pengelola lingkungan) dan oleh masyarakat komunitas warga. Untuk kondisi keputusan-keputusan tertentu (misal: honor/tunjangan/upah petugas pemeliharaan) maka keputusan perlu diambil melalui rembug warga dan/atau persetujuan pemerintah desa sesuai peraturan yang dibuat sebelumnya dalam AD/ART Tim Pengelola atau aturan pemerintahan yang berlaku. rencana pemeliharaan perlu ditempel di papan pengumuman untuk dapat diketahui warga. secara kerja bakti. Evaluasi atas hasil pelaksanaan O dan P dilakukan setelah prasarana digunakan kembali atau sedikitnya dalam satu tahun sekali. . Sebelum pemeliharaan dilaksanakan. Prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi (1) Pemeliharaan Rutin Prasarana dan Sarana Pemeliharaan rutin bertujuan mengontrol dan merawat prasarana/sarana serta menjaga fasilitas tetap dalam kondisi baik untuk mencegah kegagalan (prasarana tidak berfungsi secara tiba-tiba). Selain hal itu dengan pemeliharaan rutin kerusakan kecil cepat diketahui. dapat segera diperbaiki dan tidak menjadi kerusakan besar atau kegagalan fungsi. Evaluasi dilakukan oleh Tim Pengelola bersama komunitas warga dan perlu mengundang pihak luar untuk memberi masukan ahli. Selama dan sesudah pemeliharaan tim pengelola/petugas harus membuat laporan pelaksanaan pemeliharaan (pelaksanaan kegiatan dan keuangan) untuk disampaikan kepada masyarakat dan ditempel pada papan pengumuman. C. Pada kondisi karena dana terbatas. Pemeliharaan rutin harus dimulai pada waktu prasaranasarana selesai dibangun (masih dalam keadaan baru) dan dilanjutkan seumur prasarana tersebut. gotong royong atau menyewa tenaga dari luar. (5) Pelaksanaan Pemeliharaan dan Pelaporan Pelaksanaa pemeliharaan dapat dilaksanakan sendiri oleh tim pengelola O dan P.

. 7. Pembersihan secara umum Membuang tumbuhan liar dan sampah Pembersihan dan melancarkan fungsi prasarana. Mencegah dan melarang dilewati kendaraan dengan total berat melebihi klas jembatan yang direncanakan (lihat catatan no:1a) 2. Tidak boleh memanfaatkan ruang bawah jembatan.Lingkup pekerjaan pemeliharaan rutin/berkala prasarana adalah sebagai berikut: 1. selain rumput pelindung bahu jalan. untuk dilewati oleh kendaraan dengan total berat melebihi klas jalan (jalan desa: Klas III beban < 8 ton.5 kali tinggi talud dari talud. 3. Dilarang mendirikan bangunan diatas atau dibawah talud sejauh 1. Tidak boleh memanfaatkan jalan menjadi tempat mencuci kendaraan atau barang-barang. 8. Tidak boleh menambang material batu dan/atau pasir (galian C) pada 500 M dari hulu dan hilir jembatan. Tidak boleh memanfaatkan tanah yang ditalud sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya 3. 6. antara lain: a. 4. diluar tujuan untuk perlindungan jembatan tersebut. c. ada hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga agar prasarana desa tidak cepat rusak yaitu melaksanakan pencegahan penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya. Penanganan kerusakan-kerusakan ringan Pengecatan sederhana Pemeliharaan permukaan konstruksi bangunan dan lantai kendaraan Penggantian spare-part/suku cadang Pemberian pelumas/oli Dalam pemeliharaan rutin. Tidak boleh memanfaatkan jembatan menjadi tempat mencuci kendaraan/barang. Tidak boleh menanam pohon di berm/bahu jalan. b. jalan cor-beton swadaya beban maksimal sampai dengan 3 ton). Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang talud yang akarnya dapat mendorong ketidakstabilan talud dan/atau merusak talud. Jalan 1. 3. Mencegah dan melarang penggunaan jalan. 3. 5. Tidak boleh membuat talud yang lebih tinggi dari berm/bahu jalan tanpa dilengkapi saluran drainase sehingga terjadi genangan di jalan. 4. 4. Jembatan 1. Pencegahan penggunaan prasarana diluar fungsi. 2. Talud 1. 2. 2.

tanggul. Tidak boleh mengambil material batuan. Pada bangunan rumah atau pelindung pintu air tidak boleh untuk tempat pemeliharaan ternak. Tidak boleh memanfaatkan tanggul sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya Tidak boleh mengambil material badan tanggul dan kaki tanggul. 5. Mencegah dan melarang waduk/embung sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak ditempat-tempat yang sudah disediakan. Mencegah dan melarang saluran drainase sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak di tempat-tempat yang sudah disediakan. tanggul. 3. 4. Tidak boleh memanfaatkan waduk/embung sebagai tempat pemeliharaan ternak. Saluran drainase 1. tempat tinggal sementara/bedeng. diluar fungsinya. dll. Tidak boleh memanfaatkan dinding saluran sebagai tempat mendirikan bangunan. Tidak boleh menghilangkan rumput tanggul sebagai penahan longsor. pintu air. lihat panduan nomor sebelumnya. Tidak boleh mendirikan bangunan disekitar bendung. jalan. 3. dll. g. Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan bendung. f. seperti: talud. jalan. Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan waduk/embung. 2. Tidak boleh membuang sampah di saluran drainase. pasir atau sedimen di sekitar tanggul (akan mengurangi kestabilan konstruksi tanggul dan menyebabkan longsor). 4. warung.4. e. diluar fungsinya. Tanggul Tanah 1. Waduk/embung 1. jembatan. pasir atau sedimen (galian C) di sekitar bendung. saluran drainase/irigasi. d. saluran drainase/irigasi. Dilarang menggali tanah disekitar pondasi talud yang dapat melemahkan konstruksi talud. seperti: talud. Tidak boleh membendung aliran air serta membongkar dinding talud saluran drainase untuk pengambilan air. 2. Bendung 1. porositas dan kestabilan tanggul. 3. 4. 3. jembatan. Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang puncak tanggul sehingga mengurangi kepadatan. 2. 2. . Mencegah dan melarang pengambilan/penambangan material batuan. lihat panduan nomor sebelumnya.

h. i. 3. 2. Konstruksi beton Konstruksi pasangan batu kali Konstruksi pasangan bata Konstruksi aspal Konstruksi paving Konstruksi kayu (3) Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan prasarana seperti fungsinya semula (sesuai desain standar awal). 5 dan 6). 2. ini termasuk pekerjaan perbaikan besar tidak akan dibahas dalam pedoman ini. Lapangan Evakuasi 1. Tidak boleh mendirikan bangunan atau meletakan barang-barang disekitar hidran. 6. Namun dalam beberapa situasi sering perbaikan tidak dapat segera dilakukan (misal: anggaran yang belum siap). (2) Pemeliharaan Prasarana Sesudah Rusak Pemeliharaan Sesudah Rusak adalah pemeliharaan atau perbaikan yang dilakukan karena prasarana mengalami kerusakan. untuk kondisi ini diharapkan warga bisa mengadakan kerja bakti untuk melakukan pemeliharaan melindungi dan perbaikan ringan atas bagian yang rusak agar tidak semakin rusak. Pada bagian berikut ditampilkan beberapa prosedur perbaikan jika suatu konstruksi prasarana mengalami kerusakan (lihat tabel 4. 2. 4. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk mencuci kendaraan atau barang-barang. karena kerusakan yang tidak segera diperbaiki akan semakin bertambah kerusakannya dan pada akhirnya prasarana rusak tidak bisa digunakan (gagal berfungsi). 5. Tidak boleh mendirikan bangunan warung/toko di lapangan evakuasi. Rehabilitasi atau pekerjaan perbaikan besar prosesnya hampir sama dengan prosedur tata laksana untuk pembangunan infrastruktur baru. Pemeliharaan perbaikan pada prinsipnya harus segera dilakukan jika prasarana mengalami kerusakan. . antara lain pekerjaanpekerjaan perbaikan untuk: 1. ini dapat menghambat akses petugas pemadam dalam memanfaatkan hidran. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk menyiram tanaman. 3. Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) : 1. Mencegah dan melarang pemanfaatan lapangan evakuasi untuk lahan pertanian.

Secara berkala konstruksi jalan harus dirawat.Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah.Perawatan sistem drainase/peturasan samping dan permukaan jalan . .Tabel – 1 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jalan NO INFRASTRUKTUR Jalan JENIS KONSTRUKSI Aspal PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Retak garis dipermukaan Terkelupas Retak sarang laba-laba Beton Terbongkar Melendut (banyak) Permukaan Berlumut Paving Block Terbongkar Melendut (banyak) Pecah Berlumut Tumbuh rumput Makadam Melendut melintang ataupun memanjang Batuannya terlepas KERUSAKAN Stabilitas melemah Stabilitas melemah lapisan lapisan permukaan permukaan mulai mulai PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic management (load) Drainase samping Berm/bahu jalan PENCEGAHAN KERUSAKAN PERAWATAN & PERHATIAN Konstruksi jalan harus dilakukan : . Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas tanah melemah Peturasan tidak baik Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Lapisan permukaan Peturasan tidak baik Filler Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah dasar (sub grade Traffic management (load) Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Berm/bahu jalan Traffic management (load) Drainase samping Berm/bahu jalan Vegetasi (rumput dll) Jalan Telasah Melendut melintang ataupun Stabilitas lapisan permukaan dan sub .

Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh ditengah badan jalan.NO INFRASTRUKTUR JENIS KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) memanjang Batuannya terlepas KERUSAKAN grade melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Batu pengunci (kanstin) rusak atau lepas Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) PENCEGAHAN KERUSAKAN PERAWATAN Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Berm/bahu jalan Traffic management (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) Traffic management (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) & PERHATIAN Sirtu Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh ditengah badan jalan. Perkerasan tanah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik .

air hujan. Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Terkena gangguan kemis/kimia Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Baja berkarat banyak Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Umur Berubah fungsi atau load (beban PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan fungsi sesuai desain. hancur Terlihat besi tulangan Gelagar beton komposit (baja– beton). . condong.Perawatan sistem drainase/peturasan sekitar konstruksi. retak. Tiang/patok/buuk . Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Baja berubah. Mempertahankan fungsi sesuai desain. Perawatan sistem peturasan sekitar konstruksi Secara berkala konstruksi baja harus dirawat. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. PERHATIAN Konstruksi jembatan harus dilakukan : . kencing binatang).Tabel – 2 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jembatan NO INFRASTRUKTUR Jembatan Beton dengan Pondasi Pasangan Batu KOMPONEN KONSTRUKSI Guard rail. dan dari gangguan biologis (jamur. . lumut.Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguan-gangguan kemis (air laut. gelagar baja I dan lantai beton bertulang Baja berkarat Melendut (banyak) Beton retak di bagian komposit Lantai beton Jembatan Retak Stabilitas konstruksi melemah .Pengecatan baja & besi (rail) berkala Mempertahankan fungsi sesuai desain. lapisan mengelupas Stabilitas konstruksi melemah Konstruksi beton melemah Hand Rail Tiang/patok . Guard post/safety post (patok pengarah). limbah. Mempertahankan fungsi sesuai desain. Mempertahankan fungsi . Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat jembatan Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat jembatan.pecah. miring Pipa atau besi rail melendut atau lepas.Collaps. tembok sedada (buuk) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Tiang/patok/buuk – retak atau hancur KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan). semak. patah. perdu).Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampah-sampah. Pipa atau besi rail melendut Gelagar beton Retak Melendut (banyak) Pecah.

batu-batu lepas Pasangan melemah konstruksi Berlumut. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. Retak Collaps.Kepala jembatan (abutment) dan pilar (pier). Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. hancur.Pondasi untuk kepala jembatan dan pilar . Pecah.l.Perkuatan lereng dan apron pada dasar sungai. PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN sesuai desain.NO INFRASTRUKTUR KOMPONEN KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut (banyak) Pecah. PERHATIAN Pas batu kali: . Daya rekat plesteran / siaran melemah. condong. . hancur Terlihat besi tulangan KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Sistem drainase tidak baik. Menjaga sekeliling pondasi tidak terjadi gerusan dasar sungai (a. miring Mempertahankan fungsi sesuai desain. : tidak ada penggalian material sungai di sekitar jembatan) Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan membersihan sampah di bawah jembatan. ada tumbuhan Peturasan tidak baik dan plesteran/ siaran lepas .

tiang pada tebing condong Beton Retak Melendut (banyak) Pecah.Tabel – 3 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Talud Tembok Penahan Tanah NO INFRASTRUKTUR Talud. Aliran air deras.Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah. Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase PERHATIAN Konstruksi talud harus dilakukan : .Perawatan sistem drainase/peturasan sekitar dan samping konstruksi talud. Aliran air rembesan dibawah/ di dalam timbunan. Pohon. . Pemadatan tidak sempurna Rembesan air Sistem drainase tidak baik. hancur Pasangan Batu Kali Retak Melendut (banyak) Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase Pecah. Tembok Penahan Tanah JENIS KONSTRUKSI Timbunan Tanah (Tanggul) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut Bekas tergerus Retak memanjang KERUSAKAN Stabilitas berkurang Kepadatan tanah berkurang Kepadatan tanah berkurang Terjadi sliding Longsor (Stabilitas berkurang) Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dsar melemah Peturasan tidak baik Stabilitas konstruksi melemah Kawat berkarat atau ikatan lepas PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik. . Rumput pelindung hilang/mati. hancur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik Sistem drainase tidak baik.Secara berkala konstruksi talud harus dirawat. aliran air rembesan dibawah bronjong menggerus pondasi tanah Umur Berubah fungsi atau load atau Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan Berlumut Bronjong kawat Melendut/melengkung Kawat putus / rusak . Rumput pelindung hilang/mati.

Pondasi tanah tergerus. batu lepas KERUSAKAN Kawat putus. atau Penguatan ikatan kawat Pengaturan Drainase PERHATIAN .NO INFRASTRUKTUR JENIS KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Hancur. PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN sampah-sampah. batu longsor (stabilitas berkurang) PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN benturan/timbunan sampah. Umur Berubah fungsi atau load benturan/timbunan sampah.

PERHATIAN .Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguan kemis/kimia (air laut. . Jika jembatan kondisi rusak menunggu perbaikan terpaksa tetap digunakan maka harus diberi pilar-pilar penopang pada bagian gelagarnya. .Lantai landasan berat . Jika melendut banyak atau lendutan bertambah dari periode sebelumnya. .Pengaturan batasan pembebanan.Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi . limbah. car port.Beton lama disiram air bersih dulu sebelum dilakukan pembetonan baru. .Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan. Hancur Patah/penurunan .Rangka rumah . Beton retak . Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan.Pembersihan vegetasi yg tidak perlu dan sampah.Pengecatan baja berkala .Jika retak tidak dalam < setegah tebal isi dengan mortar (campuran cemen pasir komposisi setara betonnya) Beton di kupas sampai lapisan tanah Tanah dipadatkan kembali dan dibersihkan Siram tanah dengan air Isi lubang tersebut dengan beton dengan campuran setara beton lama.Teknik pencampuran material beton .Pondasi berat . kencing) dan dari gangguan biologis (jamur. sebaiknya perbaikan diserahkan kepada tenaga trampil dan tukang ahli di bidangnya.Perawatan dari gangguan kemis dan biologis. bengkok atau putus satu dua buah cukup dilakukan penyambungan dengan cara overlap. 3 Beton Komposit (baja – beton) Baja berkarat Melendut (banyak) Pembersihan bagian-bagian yang berkarat dan baja dicat ulang. Gelagar jembatan (gelagar baja I dan lantai beton bertulang) .Tabel – 4 Perbaikan Pekerjaan Beton KOMPONEN KONSTRUKSI Beton Rabat (Blind Concrete) PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK . Jika terjadi rusak tulangan tidak banyak.Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi. Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan. . . dll.Balok Jembatan .Kebersihan beton yang diperbaiki .Sehingga terlihat tulangannya Idem di atas. Perkerasan landasan Perkerasan lantai PROSEDUR PERBAIKAN .Jika kategori retak rambut tidak perlu diperbaiki . Karena konstruksi beton komposit memerlukan keahlian khusus.Retak . air hujan. . Jika bagian beton komposit retak banyak atau ada yang pecah lepas. Permukaan aus ( kerikil lepas ) 2 Beton Bertulang (Reinforced Concrete) Beton struktur: .Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan.Permukaan aus kerikil lepas Hancur Patah .Pengaturan batasan pembebanan.Perawatan dari gangguan kemis dan biologis.Lantai jembatan .Jika retak konstruksi harus diperbaiki dengan memperbesar retak hingga ukuran lebih besar kerikil beton perbaikkan sedalam retaknya >setengah tebal beton. .Pengaturan batasan pembebanan.Perawatan sistem drainse peturasan sekitar konstruksi . . Kemudian ditutup dengan beton berkomposisi setara beton aslinya.Dinding penahan tanah. INDIKASI KERUSAKAN Retak NO 1 PENGGUNAAN Perkerasaan jalan. lumut).

PERHATIAN .Pondasi tergerus air . Condong . . Konstruksi dibongkar dan diganti dengan yang baru.Retak diperbesar sampai kedalaman retak.Collaps.Kemudian lubang diisi dengan adukan/spesi baru sepenuhnya. .Retak PROSEDUR PERBAIKAN .Jika kondisi tidak aman maka lebih baik dibuat pasangan baru dengan kedalaman pondasi yang memperhitungkan adanya gerusan.Jika tanah dasar adalah tanah keras maka dilakukan suntikan beton pada bagian yang tergerus.Patah Jika terjadi penurunan disisi lain maka konstruksi pasangan dibagian turun dibongkar untuk diganti dengan yang baru (berlaku untuk tembok pelindung bahaya).Dilakukan finishing sebagaimana bagian lainnya . PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK Mempertahankan fungsi sesuai desain Membersihkan vegetasi/tumbuhan yang tidak perlu Pengaturan aliran drainase INDIKASI KERUSAKAN .Tabel – 5 Perbaikan Pekerjaan Pasangan Batu Kali KOMPONEN KONSTRUKSI Pasangan batu kali NO 1 PENGGUNAAN Pondasi struktur Tembok Penahan Tanah Dinding drainase Dinding Bendung Pondasi Jembatan Dll. . Perlu dilakukan redesign. .Kebersihan pasangan yang diperbaiki (termasuk dari adukan/spesi lama) . . .Teknik pencampuran material adukan/spesi . .Keselamatan kerja. .Pasangan lama disiram air bersih dulu sebelum dilakukan pemasangan baru.Jika tanah dasar adalah tanah lunak (bukan keras) maka dilakukan penggalian tanah dibagian bawah yang aman kemudian disuntik dengan beton atau pasangan batu baru.

. ialah kayu yang tidak termasuk dalam mutu di atas tetapi memenuhi syarat : Kadar lengas kayu < 30 %. air hujan. Kayu bermutu B. yaitu : Kayu bermutu A. Melengkung (berubah bentuk) .Retak/Pecah .5 cm. limbah.Lapuk . Kelembaban akan menaikkan kadar air dalam kayu yang dapat menurunkan kekuatan kayu. 2 Kayu untuk Bangunan Daun pintu Daun jendela Idem . . kayu yang mempunyai syarat : Kayu harus kering udara Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 lebar balok atau < 3. Besar mata kayu tidak melebihi 1/4 lebar balok atau < 5 cm. lumut.Pada saat perbaikan berlangsung.Tabel – 6 Perbaikan Pekerjaan Kayu KOMPONEN KONSTRUKSI Konstruksi Kayu menahan beban PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK . Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/7 Retak dalam arah radial <1/3 tebal kayu Retak menurut lingkaran tumbuh (kayu tahun) < 1/4 tebal kayu.Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu) . harus dipersiapkan penyangga atau kontruksi sementara untuk penahan beban terhadap bangunan.Pembatasan pembebanan sesuai dengan beban rencana atau gangguan mekanis. Lapuk . semak. Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. kencing binatang) .Sebelum penggantian kayu.Melengkung(berubah bentuk) .Secara berkala konstruksi bangunan kayu harus dirawat dari gangguangangguan kemis (air laut. patah: Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu) . Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. prasarana tidak boleh digunakan.Patah . dan dari gangguan biologis (jamur. perdu) INDIKASI KERUSAKAN Retak/Pecah NO 1 PENGGUNAAN Kuda-kuda Kolom Balok Kusen PROSEDUR PERBAIKAN Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu PERHATIAN Secara umum dikenal dua macam mutu kayu dalam konstruksi. Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/10 Reta dalam arah radial <1/4 tebal kayu Retak menurut lingkaran tumbuh (kayu tahun) < 1/5 tebal kayu.Kayu retak/pecah : Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu .Kayu lapuk. melengkung. .Perawatan terhadap perubahan kekencangan baut yang dapat terjadi karena gaya mekanis.Pada titik titik yang sirkulasi udaranya tidak bagus (sudut sudut bangunan) secara berkala diberikan sirkulasi agar material kayu terhindar Patah dari pengaruh kelembaban.

Gambaran Singkat BPMA (broncaptering) berfungsi untuk mengumpulkan dan melindungi air tanah yang keluar di permukaan (mata air) untuk kemudahan pemanfaatannya. Terdapat banyak jenis bangunan penangkap mata air dari yang paling sederhana berupa dinding keliling disertai dengan timbunan sampai dengan struktur yang lebih rumit menggunakan jaringan perpipaan untuk mengumpulkan air dari areal yang lebih luas. Contoh dan gambar berbagai jenis BPMA bisa dilihat pada Pedoman Perencanaan Pengadaan Air Bersih untuk Proyek REKOMPAK-JRF. 5) Pagar keliling untuk mencegah hewan berkeliaran di sekeliling lokasi mata air. Bangunan pelindung berfungsi untuk memberikan perlindungan dari sisi stabilitas struktur dan kekedapan yang diperlukan agar bebas dari kontaminasi air permukaan. 2) Bangunan pelindung. pasangan batu kali atau batu bata serta lapisan kedap air yang biasanya terbuat dari lempung atau plastik atau geo-membran. Pipa tersebut mengalirkan air ke reservoir/penampungan. yang bisa terbuat dari beton. 3) Pipa pelimpah yang berfungsi untuk menjaga agar air mata air mengalir bebas setiap saat. Prasarana Air Bersih dan Sanitasi (1) Bangunan Penangkap Mata Air (BPMA) a. . 4) Saluran drainase interseptor.D. Pipa tersebut ditempatkan dalam lapisan kerikil yang diatas lapisan kerikil diberi lapisan pasir. yang berfungsi mencegah pencemaran oleh air limpasan permukaan dengan cara mencegat dan membelokkan agar tidak melimpas ke bangunan penangkap mata air. Bangunan tersebut terdiri dari bagian bagian utama sebagai berikut: 1) Pipa berlobang (porus) yang berfungsi untuk pengambilan air yang dipasang di bawah muka air terendah mata air.

perstisida. Jika perlu bongkar lapisan kerikil dan ganti dengan yang baru atau jika pipa pengumpul yang tersumbat maka bersihkan dengan cara menyemprot air balik.b. lokasi sekitar BPMA harus dijaga tetap bersih. pastikan untuk menutup kembali lubang pemeriksaan (manhole). Memeriksa drainase interseptor/pencegat. Operasi dan pemeliharaan 1) Pengoperasian Air harus dijaga mengalir bebas setiap saat sehingga air tidak mencari jalan lain yang berakibat mata air menghilang dan muncul di tempat lain.coli untuk pemeriksaan ada tidaknya pencemaran kotoran manusia atau hewan. kotoran ternak. Apabila ditemukan kandungan e. Jika terjadi kenaikan kekeruhan air setelah terjadi hujan maka perlindungan mata air harus diperbaiki. Pengambilan sampel/ contoh air berkala (sebulan sekali) untuk dianalisa kandungan e. Setelah melakukan penggelontoran. Membersihkan sekeliling mata air dari tanaman yang akarnya mungkin merusak struktur bangunan BPMA atau mengakibatkan penyumbatan mata air. Periksa adanya erosi terhadap tanah disekitar BPMA. Lakukan penggelontoran setahun sekali untuk membuang lumpur. Setelah selesai melakukan penggelontoran tutup kembali katup penggelontor.coli maka diperlukan penambahan chlor (kaporit) secukupnya sesuai dengan dosis rata-rata 1 mg/l. bersihkan dari kotoran yang menyumbat. Memeriksa kekeruhan air yang keluar dari mata air setelah hujan. serta bahan bahan kimia berbahaya lainnya di daerah tangkapan mata air (jika mungkin) atau setidaknya daerah dalam radius 300 m dari mata air. - - - - - . Jika terjadi penurunan yang tidak biasanya maka perlu diperiksa kemungkinan adanya penyumbatan di sistim pengumpulannya. pagar keliling dan memperbaikinya jika terdapat kerusakan. Pengoperasian BPMA meliputi kegiatan seperti buka tutup katup yang digunakan untuk mengalirkan air ke reservoir. Periksa semua saringan. jika rusak atau berkarat ganti dengan material baru yang tidak berkarat. 2) Pemeliharaan Meliputi kegiatan sebagai berikut: Pencegahan pencemaran dari kegiatan buang air besar maupun kecil. Memeriksa debit/kuantitas air baku. pembersihan ataupun penggantian saringan. jika terjadi erosi ataupun penurunan tanah lakukan perbaikan dengan menimbun untuk mengganti tanah yang hilang atau turun.

kesalahan pemasangan atau dirusak atau penyumbatan pipa akibat lumpur atau akar tanaman. akibat desain maupun pelaksanaan yang kurang baik. tambang. jam tangan/stop watch sabit. sabit Bak air.kapak. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. . timba plastik keranjang. cangkul. Kerusakan pipa akibat korosi (untuk pipa baja). Keterampilan Tidak memerlukan Keterampilan khusus Keterampilan dasar/ rendah Kemampuan mengorganisir Pertukangan Analisa mikrobiologis. semen. Melapor jika terjadi kerusakan. cetok. pasir. membantu saat terjadi perbaikan besar Menjaga kebersihan. kunci pipa. Erosi. Akses air yang kurang baik bagi pengguna/pemanfaat air. katup. Pekerjaan perluasan c. runtuhnya BPMA. melaksanakan perbaikan kecil Mengorganisir perbaikan yg lebih besar. membimbing dan menstimulasi organisasi pedesaan. kabel Bahan kimia untuk analisa laboratorium Pipa. cangkul. banjir dan kerusakan yang disebabkan oleh manusia atau hewan Pencemaran mata air akibat bocor dan karena kesalahan pemasangan. timba plastik Tabel – 8 Pelaku dan Keterampilan O dan P BPMA Pelaku Pengguna / Konsumen Pelaksana harian Pengelola Air Tukang Batu Pendukung dari pihak luar Peranan Memanfaatkan air. atau perilaku manusia. Permasalahan. kerikil dan lempung Alat dan Perlengkapan Sapu lidi. Perbaikan pasangan batu kali atau bata atau beton Memeriksa kualitas air bersih. menjaga kebersihan lokasi. cetok. keranjang.3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 7 dan Tabel – 8. pisau. cangkul. kerikil Semen. sapu lidi Peralatan laboratorium keranjang. pasir. Pemeriksaan kualitas air Perbaikan perpipaan dan katup Perbaikan retak retak Frekuensi Mingguan Setelah terjadi hujan lebat Jika terjadi penurunan yg tidak biasa Saat terjadi kerusakan Teratur Saat terjadi kerusakan Tahunan Sumber Daya Manusia Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Dinas Kesehatan Lokal/desa atau kecamatan atau kabupaten Lokal/desa Bahan dan Suku Cadang Kayu. Tabel – 7 Rincian Kebutuhan O dan P BPMA Kegiatan Membersihkan sekitar BPMA Pemeriksaan kekeruhan Pemeriksaan debit air Perbaikan pagar dan pembersihan saluran drainase. cetok. memeriksa adanya kerusakan.

Di bawah permukaan air. untuk menjaga agar tanah tidak runtuh. Pada umumnya mata air bukan milik pribadi. bagian ini biasanya diberi selubung (casing) yang terbuat dari PVC atau pipa GIP atau baja. akan menjamin kelangsungan operasinya dalam jangka panjang. Mata air biasanya berlokasi jauh dari pemukiman. Tidak semua mata air menghasilkan air yang mempunyai rasa yang bisa diterima masyarakat. kerikil filter dan material pembentuk akuifer serta pemompaan yang intensif untuk membersihkan pompa sebelum pompa berproduksi.2) Keterbatasan. Untuk pelaksanaan tugas O dan P di lokasi BPMA. didalam akuifer. Pembuatan sumur ini bisa dilakukan dengan mesin atau peralatan yang dioperasikan dengan tangan. Kuantitas dan kualitas air berfluktuasi dengan berubahnya musim. Di bawah permukaan tanah namun tidak sampai ke lapisan akuifer yang dituju. Orang tersebut juga bisa diberi tugas tanggung jawab untuk pembagian air ke pengguna yang tinggal di dekat lokasi BPMA serta tanggung jawab pelaksanaan kegiatan monitoring. Tugas dan tanggung jawab dari orang tersebut harus jelas dan bisa diterima oleh kelompok pengguna prasarana. Atau berada dalam tanah milik pribadi. Biasanya air mata air memiliki kualitas yang baik. . terdapat bagian pipa yang bercelah (screen) untuk masuknya air tanah ke dalam sumur. - (2) Sumur Bor Dalam a. 3) Perpaduan yang baik antara ukuran celah pipa saringan (screen). bisa ditunjuk orang yang tinggal atau sering beraktifitas di dekat lokasi BPMA. pelat beton sekeliling lubang bor yang melindungi air limpasan permukaan tanah meresap kedalam lubang bor. Pengelolaan yang baik akan bisa mencegah konflik atas satu atau lain hal yang mungkin terjadi. Di sekeliling screen ditempatkan material kerikil yang berfungsi sebagai filter untuk mencegah material tanah memasuki sumur. Sumur bor dilengkapi dengan selubung yang berdiameter antara 10 cm s/d 25 cm dan biasanya terdiri dari 3 bagian utama: 1) 2) Di permukaan tanah. namun perlu dilakukan pemeriksaan kualitas karena tidak tertutup kemungkinan jika air mata air berasal dari daerah tangkapan yang tercemar atau dari sungai yang tercemar berat dan meresap ke dalam tanah lalu muncul kembali kepermukaan tanah sebagai mata air. 3) Catatan Penting. Gambaran Singkat Sumur bor merupakan prasarana pengambilan air tanah yang berada dalam akuifer.

Jika kapasitas produksi menurun sampai dibawah kebutuhan. pipa. catut. Tabel – 9 Rincian Kebutuhan O dan P Sumur Bor Dalam Kegiatan Pembersihan lokasi sumur Pembersihan Drainase Perbaikan pagar Perbaikan lantai sumur Rehabilitasi sumur dalam Frekuensi Harian Saat kotor Saat terjadi kerusakan tahunan Sangat jarang Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Local Regional Bahan dan Suku Cadang Alat dan Perlengkapan Sapu lidi. cangkul. sapu lidi. dll. palu. gerobak dorong Gergaji.dll Peralatan lengkap rehabilitasi sumur dalam Kayu . Hal yang sangat sulit dilakukan adalah memperdalam sumur yang telah ada. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 9 dan Tabel – 10. cangkul. 2) Pemeliharaan Aktifitas pemeliharaan yang diperlukan hanyalah pembersihan lantai sekeliling sumur dan drainase serta perbaikan pagar jika terjadi kerusakan. Operasi dan pemeliharaan 1) Pengoperasian Pengoperasian sumur itu sendiri biasanya tidak diperlukan. Banyak jenis dan cara rehabilitasi salah satunya adalah penyemprotan air dan udara. dimana semua perlengkapan sumur harus dibongkar dan pekerjaan ini harus dilakukan oleh pihak yang memang mempunyai spesialisasi dan kompetensi tinggi dibidang pekerjaan ini. maka petugas perlu memantau tinggi permukaan air sumur. pasir. Pengambilan (ekstraksi) air dilakukan dengan menggunakan pompa sumur dalam yang dioperasikan oleh petugas dari organisasi pengelola. dll .b. Timba plastik. kawat. Kegiatan pemeliharaan besar yang mungkin terjadi walau sangat langka adalah pengurasan lumpur atau rehabilitasi sumur dan perbaikan pompa. dll Semen. cangkul. cetok. paku. sabit dll Sekop. cetok. kerikil Kerikil.

mengorganisir pekerjaan perbaikan besar. akan sulit dipelihara dan dimanfaatkan. PDAM dll) Peranan Memakai air. Mencatat penggunaan air. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Sumur yang dibangun dilokasi yang jauh dari pemukiman pengguna air atau terlalu sulit dijangkau. Pembuatan sumur tergantung pada kondisi geohidrologi. pekerjaan perluasan c. Air sumur tercemar karena kurang baiknya lantai pelindung atau kurangnya pemeliharaan. termasuk semua kebutuhan air dan tentunya pengaruh terhadap ketersediaan air baku. Kerusakan pompa yang diakibatkan tegangan listriknya tidak stabil. . Permasalahan yang Sering Terjadi. mengumpulkan retribusi Rehabilitasi sumur Pemeriksaan kualitas air. a) Ada kemungkinan bahwa penggunaan sumur bor tidak hanya untuk keperluan air bersih namun juga untuk irigasi. bergotong royong saat terjadi pekerjaan perbaikan besar. Dinding sumur runtuh karena tidak diberi selubung atau selubung kurang kuat. seperti besarnya aliran didalam akuifer dan adanya batuan kedap air diatasnya. Kualitas air menurun atau dinding runtuh akibat selubung pipa baja terkorosi. Lokasi sumur tidak boleh berdekatan dengan cubluk dan atau kandang ternak dan sebaliknya. melaksanakan pekerjaan pembersihan Mengawasi pelaksana harian.Tabel – 10 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna Air Pelaksana Harian Organisasi Pengelola Perusahaan Pembor Sumur Dalam (spesialis) Dukungan pihak luar (puskesmas. 2) Keterbatasan. 3) Catatan Penting. Debit air menurun karena pembersihan sumur yang kurang baik. Mengingat hal tersebut maka saat melaksanakan kajian potensi sumur bor bersama dengan masyarakat maka perlu memikirkannya dalam konteks yang lebih luas. menjaga lokasi tetap bersih. partikel tanah masuk ke dalam sumur karena screen yang kurang baik demikian juga pembersihan sumur. membina dan menstimulasi organisasi pengelola Keterampilan Tidak perlu Keterampilan khusus Keterampilan dasar Keterampilan Berorganisasi Keterampilan khusus Analisa mikrobiologis. himpunan pengelola air pedesaan.

sementara mesin putaran tinggi 2 tak menghasilkan tenaga yang lebih per kg berat mesin. Katup dalam silinder mengatur aliran masuknya udara dan bahan bakar serta keluarnya gas buang. kecepatan putaran. Mesin berbeda beda dalam ukuran. Mesin diesel berbeda dengan mesin bensin dalam hal bahan bakarnya. d) Berdasarkan pengalaman. Selanjutnya gerakan piston disalurkan ke sumbunya (crankshaft). jika dilokasi tidak tersedia sumber listrik dari PLN. yang menggerakkan piston. Sumbu yang berputar tersebut digunakan antara lain untuk menggerakkan generator listrik atau pompa. Mesin dengan bahan pendingin air membutuhkan pemeliharaan yang lebih rendah dari pada mesin dengan pendingin udara. Bagian utama mesin ini adalah silinder. Bahan bakar dimasukkan ke ruang silinder oleh pompa yang bertekanan tinggi dengan pengaturan waktu yang tepat. mesin diesel tidak menggunakan busi dan bekerja dengan tekanan ruang silinder yang jauh lebih tinggi. Efisiensi mesin diesel lebih tinggi daripada mesin bensin dan membutuhkan perawatan lebih rendah daripada mesin bensin. Secara umum mesin dengan kecepatan putaran rendah dan jenis putaran 4 tak. pemantauan kualitas air. pencegahan pencemaran air. Jumlah silinder bisa bermacam-macam mulai dari satu (1) sampai dengan 6 (enam). katup dan sumbu putaran piston (crankshaft). . dalam hal jenis putaran (dua tak atau empat tak). sistem pendinginan (udara atau air) dan lain lain. piston. lebih awet. Piston bergerak akibat kompresi ruang silinder dan injeksi bahan bakar ke ruang tersebut menimbulkan ledakan yang terkendali. tidak tertutup kemungkinan ada sumur yang rusak disebabkan oleh kejadian gempa atau akibat lain. Oleh sebab itu dalam pembiayaan O dan P perlu dicadangkan dana yang cukup untuk mengantisipasi hal tsb. meskipun kegiatan O dan P sudah dilakukan optimal. c) Tim pengelola perlu selalu memantau pencatatan penggunaan air. (3) Mesin Diesel (Genset) a. Gambaran Singkat Mesin diesel adalah mesin yang biasa digunakan sebagai mesin penggerak pembangkit listrik sumberdaya cadangan atau tunggal.b) Seandainya titik sumur bor yang harus dibangun berdekatan dengan kandang ternak (sesuai rekomendasi geo-hidrologis) maka kandang tersebut harus dipindahkan.

Mesin perlu pemeliharaan rutin menurut jumlah jam kerja mesin. Di lingkungan yang berdebu dengan tingkatan sedang. dan pada lingkungan yang berdebu. operasi dan pemeliharaan disesuaikan dengan manual yang diberikan oleh fabrikan pembuatnya. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 11 dan Tabel – 12. Saat dioperasikan perhatikan indikator bahan bakar. dll. Setiap tahun sekali rumah mesin harus dicat dan lakukan perbaikan jika terjadi kerusakan. Setiap 250 jam bersihkan atau ganti jka perlu semua filter. dengan melaksanakan pembersihan silinder. mengatur bukaan katup. yang memperpendek periode servis mesin. Untuk generator pembangkit. Setiap 1500 jam lakukan servis berkala. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar perlu pelumasan manual. filter udara jenis oil bath filter dibersihkan sekali seminggu sekali sementara filter udara yang menggunakan kertas kering (dry paper filter) dibersihkan 2 minggu sekali. juga fungsi pompa. Sebelum dihidupkan. Jika terlalu rendah maka tambahkan bahan bakar. bahan bakar dan air pendingin serta jam operasi mesin harus dicatat dalam buku catatan pengoperasian mesin. 2) Pemeliharaan Bagian luar mesin harus dibersihkan setiap hari (dengan cara mengelap). . oli atau air. Operasi dan Pemeliharaan Uraian kegiatan O dan P dibawah ini bersifat umum sedangkan detil yang lebih baik bisa didapatkan dari petunjuk (manual) dari fabrikan yang diberikan saat membeli mesin. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar. Jika mesin bekerja pada putaran mesin yang terlalu rendah maka efisiensinya akan rendah dan terjadi pembentukan karbon lebih cepat dari pada biasanya. perlu diberi pelumasan sesuai petunjuk yang ada dalam manual yang diberikan fabrikan pembuat mesin. Setiap mesin memiliki petunjuk pengoperasian yang tipikal mesin tersebut yang berasal dari pabrik pembuatnya. atau generator. tekanan oli mesin. Jika mesin dihubungkan dengan pompa atau generator melalui V Belt. periksa bahan bakar dan level oli mesin serta air pendingin. Semua data mengenai level oli. ganti oli. periksa mur. 1) Pengoperasian Mesin harus dioperasikan oleh pelaksana yang telah dilatih. baut dan pipa pembuangan gas buang. lakukan penggantian V Belt. filter udara harus diperiksa dan dibersihkan setiap hari.b.

paku.kan jika kurang Hidup dan matikan mesin Mengisi buku catatan pengoperasian Periksa filter udara.Tabel – 11 Rincian Kebutuhan O dan P Mesin Diesel Kegiatan Periksa level bahn bakar. paku.pasir. Ganti “belt” Ganti suku cadang mesin Ganti dudukan mesin dan perbaiki rumah mesin Frekuensi Harian Sumber Daya Manusia Lokal Bahan dan Suku Cadang Bahan bakar. pengabaian atau ketidak pahaman. mengorganisir perbaikan besar Melaksanakan sevis & perbaikan besar Melatih pelaksana harian Keterampilan O dan P mesin diesel dasar dari pelatihan Kemampuan mengorganisir Keterampilan khusus Pelatihan dan pengetahuan teknis c. melaporkan jika terjadi kejanggalan Mensupervisi pengelola harian. Semen. baut. . tatah. air radiator & tambah. bearings. ballpoin Filter baru. Rusak parah akibat salah O dan P. gasket. oli mesin. atur katup. Kunci inggris. atap. Jika terdpt kerusakan pd rumah mesin Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Spesialis Lokal Spesialis Lokal atau Regional Belt mesin Nozzle. nozzles. Tabel – 12 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pelaksana harian Pengelola air Bengkel Mesin Dukungan pihak luar Peranan Mengoperasikan mesin. Permasalahan yang Sering Terjadi. sikat baja. melaksanakan servis ringan. kerikil. keranjang. dll. mengumpulkan retribusi. pompa b. dan cairan pendingin Alat dan Perlengkapan corong. oli. mur. alat khusus Kunci inggris Tergantung bagian yang diganti cetok. kayu dll Oli mesin Filter oli. injector. alat khusus Kunci inggris. dll. gergaji. filter bahan bakar Kertas . oli atau cairan pendingin Harian Harian Harian atau Mingguan Mingguan Mingguan Tiap 250 jam mingguan Tiap 500 s/d 2000 jam Periodik sesuai petujuk fabrikan Jika terjadi kerusakan Jika getaran & bu -nyi mesin sudah terasa kasar. “belt” penggerak putus. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. atau minyak tanah dan oli mesin Kunci pemutar mur baut Kunci inggris Kunci inggris Kunci inggris. Pembentukan carbon dalam silinder berlangsung cepat dan efisiensi rendah akibat menjalankan mesin jauh dibawah kapasitasnya. bersihkan & ganti jika perlu Periksa kebocoran oli Kencangkan mur dan baut Ganti oli mesin Bersihkan atau ganti mesin Bersihkan silinder. wadah untuk bahan bakar. Melakukan pecatatan pengoperasian.bakar.

Penting untuk memilih mesin diesel dari merek yang terkenal baik dengan suku cadang yang mudah didapat. Memerlukan pemeliharaan yang cukup sering. Mesin diesel paling sesuai sebagai mesin penggerak pembangkit listrik (genset). KU terdiri dari dinding atau kolom yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup jauh dari dinding atau kolom untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. Tingginya biaya untuk bahan bakar. - - (4) Kran Umum/Hidran Umum (KU/HU) a. Di bawah dinding atau kolom diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. Mesin diesel butuh banyak pemeliharaan sederhana dan jika hal tersebut dilakukan secara benar maka bisa dijamin mesin akan berusia panjang. Gambaran Singkat Melalui KU/HU pengguna air bisa mendapatkan air dari satu atau lebih keran air. Jenis keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran. Pemelihara harus bisa menjamin bahwa jadwal pemeliharaan dilaksanakan dengan semestinya dan ada tindak perbaikan yang cepat jika terjadi kerusakan. 2) Desain konstruksi HU HU terdiri dari Tangki Fiber atau plastik atau beton atau pasangan dengan kapasitas 2 m3 – 5m3 didudukkan diatas pondasi dengan ketinggian sekitar 1 m yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup . Kolom atau dinding bisa dari material pasangan batu bata. pasangan batu kali atau beton. 1) Desain konstruksi KU Desainnya harus lebih kokoh dibanding sambungan rumah.Pada umumnya sering terjadi pada alat pemanas bahan bakar dan nozle bahan bakar sering rusak. Karena digunakan oleh banyak orang maka KU/HU ini biasanya kurang terurus. Untuk tugas pemeliharaan yang lebih rumit harus dilaksanakan oleh mekanik yang lebih berpengalaman yang mengetahui sumber suku cadang yang diperlukan. Jika dipelihara dengan baik maka mesin tersebut bisa menjadi sumber listrik yang bisa diandalkan. 2) Keterbatasan. Kebutuhan mekanik mesin diesel yang harus tersedia setiap saat terjadi perbaikan. Tekanan di KU adalah 7 m dan maksimum 20 m. 3) Catatan Penting.

lem pipa. b. semen. Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Petugas harian harus memastikan bahwa tangki HU telah penuh atau sekurangkurangnya lebih dari ¾ bagian telah terisi namun jangan sampai airnya melimpah (hanya untuk pengoperasian HU). Pengguna/pemakai membersihkan dan mengisi wadah air mereka melalui keran. gergaji. cetok. Jika perlu diberi pagar untuk mencegah ternak mendekati KU/HU. Teflon. Keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran. 2) Pemeliharaan Lokasi sekitar keran termasuk drainasenya harus dibersihkan setiap hari.. sikat.tang.paku kayu. kunci pipa golok. cetok Kunci inggris. keranjang. dll. paku. Tabel – 13 Rincian Kebutuhan O dan P KU/HU Kegiatan Menguras dan member sihkan Tangki HU Keran air Membersihkan lokasi Membersihkan drainase Memperbaiki atau mengganti keran Memperbaiki pagar Memperbaiki dinding atau kolom atau lantai Memperbaiki pipa Frekuensi 3 bulanan harian harian harian Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Seal/washer karet. Disekeliling bagian bawah pondasi diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. Jika terdapat perpipaan atau keran yang bocor harus segera diperbaiki. Teflon. keran cadangan kayu. mesin pembuat ulir pipa galvanis . Mandi dan cuci tidak diperkenankan di KU/HU. Bangunan yang retak harus segera diperbaiki dan jika ada bagian bangunan dari kayu yang telah lapuk harus segera diganti. kawat. sapu lidi. Sapu lidi. elbow dll. connector. Petugas harian harus mencatat penggunaan air yang terukur pada meter air KU/ HU. nipple. pasir. sikat Sekop. Perlu dicegah terjadinya genangan.jauh dari tangki untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. timba dll. Jika terjadi kerusakan pagar perlu segera diganti. Kapasitas tangki tersebut tergantung jumlah pengguna yang dilayani. timba air Jerigen. kaporit Alat dan Perlengkapan Selang. gergaji. KU/HU harus diberi meter air untuk mengukur pemakaian air melalui KU/HU tersebut. air dll. Kunci pipa. obeng. Minimum lokasi dan desain KU/HU harus dimusyawarahkan dengan calon pengguna. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 13 dan Tabel – 14. cat anti karat Bahan dan Suku Cadang Air. palu palu.

Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. memperbaiki kerusakan kecil. Mengingat pentingnya fungsi katup. kurangnya pemeliharaan. Harus ada penanggung jawab harian. Fungsi katup yang paling umum dalam sistem distribusi adalah untuk menutup pipa. 3) Catatan Penting. o o Perhatian khusus perlu diberikan pada cara penanganan air setelah keluar dari KU/HU agar tidak terjadi kontaminasi sampai air tersebut dikonsumsi. menjaga KU tetap berfungsi dan mencatat penggunaan air untuk penarikan retribusi air. 2) Keterbatasan/Hambatan. Retribusi ditarik berdasarkan pencatatan air KU/HU. yang menjalankan tugas kebersihan KU/HU dan sekelilingnya. menjaga kebersihan Mebersihkan lokasi. Katup harus diperiksa dan dipelihara secara berkala dengan cara sebagai berikut: 1. Semua katup bisa diakses dan bak katup tidak dalam keadaan tertimbun . dan konflik karena penempatan KU tanpa melalui proses musyawarah terlebih dahulu diantara calon pengguna.Tabel – 14 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna/pemanfaat Pelaksana harian Organisasi Pengelola Tukang batu Tukang pipa Dukungan Pihak Luar Peranan Keran air. Kesalahan dalam pengoperasian. maka penandaan posisi katup sangat diperlukan agar mudah ditemukan. (5) Katup (valve) a. Drainase yang kurang baik. Permasalahan yang Sering Terjadi. Gambaran Singkat Katup digunakan untuk melakukan penutupan pipa. Keran dibiarkan terbuka setelah dipakai atau bahkan secara sengaja dibuka untuk mengairi ladang atau kolam ikan. Jika masyarakat mau membentuk organisai pengelola dan melaksanakan pemeliharaan sistem maka satu-satunya hambatan hanyalah biaya. Jenis dan lokasi semua katup tercatat. mengumpulkan retribusi Mengorganisir kerusakan besar. mengendalikan/mengarahkan aliran dan tekanan atau untuk mencegah aliran balik. KU di lokasi terujung dari sistem sering bertekanan sangat rendah.mengumpulkan retribusi Memperbaiki dindin atau kolom dan lantai KU Memperbaiki pipa atau keran Memantau kesehatan. 2. melatih anggaota pengelola Keterampilan Tidak perlu Keterampilan Keterampilan dasar Mengorganisir dan pembukuan Memasang pasangan batu bata atau batu kali Perpipaan sederhana Pelatihan dan uji mikrobiologis c.

2. Bak katup bersih. 6. MCK juga berfungsi untuk melayani masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki tempat mandi. 4. Komponen MCK terdiri dari : 1) Bangunan bilik MCK meliputi bilik untuk mandi. bila perlu melakukan pengurasan Pembersihan karat dan pengecetan (8) MCK (Mandi Cuci Kakus) Komunal a. Membuka dan menutup katup dilakukan untuk mengikis sedimen atau karat yang ada dibagian dalam katup yang bisa mempengaruhi kualitas air bersih. 2. Gambaran Singkat MCK ini berfungsi untuk melayani para pengungsi yang mengungsi akibat terjadi bencana. lokasinya tidak jauh dari lokasi pengungsian (+/. Katup dalam keadaan sebagaimana yang diinginkan. cuci dan kakus pribadi. 2) Pengolahan limbah yang terdiri dari: . 5.Tangki Septik . pipa penguras secara berkala 3-4 bulan sekali Penggantian komponen Jaringan Distribusi yang rusak sesegera mungkin. serta pasir yang mungkin biasa mengganjal katup sehingga katup tidak bisa menutup dengan sempurna Pemeliharaan katup dilakukan secara berkala setiap 2 minggu untuk memastikan bahwa katup masih beroperasi dengan baik (6) Perpipaan Transmisi dan Distribusi Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan perpipaan transmisi dan distribusi meliputi: 1. 4. satu bulan sekali Pemeriksaan katup. (7) Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan reservoir meliputi: 1. agar tidak mengganggu operasi dan pasokan air ke pengguna air. Katup bisa dioperasikan dengan baik. 3. Pengoperasian alat ukur debit Pemeriksaan dan pembersihan lingkungan bak penampung air bersih dari rumput dan kotoran periode harian Pembersihan kelengkapan sarana dan melakukan perbaikan jika ada kebocoran katup dan pipa Pembersihan endapan pasir/lumpur jika ada. kadang dilengkapi tempat untuk wudlu.50 m dari lapangan evakuasi). 5. mingguan dan bulanan. 8. 7.3. kering dan tidak ada kebocoran. cuci dan buang airnya.Resapan dan Lahan Basah Buatan . 3. sehingga memiliki kebiasaan yang dianggap kurang sehat dalam melakukan kebutuhan mandi. (tertutup atau terbuka) Arah putaran dan jumlah putaran katup diketahui petugas. cuci dan keperluan buang air besar atau kakus. Pemeriksaan pipa inlet dan alat ukur debit secara berkala. 4. harian. Pembuatan laporan berkala operasi dan pemeliharaan.

Bahan bakar dan suku cadang truk tinja . cangkul. sapu lidi Sikat dengan pegangan kawat Pengamatan Timba. palu. MCK yang tidak terpelihara. 4) Utilitas pelengkap seperti listrik untuk penerangan dan kebutuhan pompa listrik dan drainase air bekas mandi dan cuci. gayung. gayung. material bangunan lain. kotor dan tidak ada air maka akan ditinggalkan pengguna dan akhirnya rusak tidak terpakai. timba. timba. cetok. gergaji. b. Truk tangki penyedot tinja Semen.3) Sumber air bersih (termasuk water toren).sekop. Selain pemeliharaan bilik. Tabel – 15 Rincian Kebutuhan O dan P MCK Kegiatan Bersihkan lantai. paku. jamban Kuras bak air dan bersihkan Bongkar sumbatan Utrap jika tersumbat Pemeriksaan atas kerusakan bangunan Pebaiki kerusakan bangunan Menguras tangki septic Frekuensi Harian Mingguan Saat terjadi penyumbatan Bulanan Saat terjadi kerusakan Setiap 2–3 tahun atau jika tinggi lumpur mencapai 2/3 kedalaman cairan tangki septik Sumber Daya Manusia Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Tukang lokal Petugas penyedot tinja Bahan dan Suku Cadang Air Air Air Alat dan Perlengkapan Sikat. bidang resapan/lahan basah buatan) harus dilakukan secara periodik agar tidak macet dan mencemari lingkungan. Sumber air bisa berasal dari jaringan distribusi air bersih atau dari sumur dangkal setempat. Pemeliharaan bangunan bilik dan sarana MCK harus dilaksanakan dengan baik agar selalu digunakan dengan rutin. pemeliharaan sarana pengolahan limbah (tangki septik. pasir. air. sapu lidi Sikat. Operasi dan Pemeliharaan Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 15 dan Tabel – 16.

bak air. Kerusakan yang sering terjadi pada bilik MCK a. . MCK yang digunakan untuk melayani pengungsi pada kondisi bencana sering kapasitasnya tidak mencukupi. mengoperasikan dan memelihara truk tinja c. memeriksa kandungan lumpur tangki septik. keran air. Memeriksa ventilasi. Permasalahan yang Sering Terjadi.l. membukukan retribusi yang terkumpul. Di dalam ruang tersebut tinja terkumpul setelah digelontor dari jamban melalui pipa masuk ke tangki septik. 3) Catatan Penting. Harus ada petugas harian yang menjalankan tugas kebersihan MCK secara bergilir. mengorganisir perbaikan Mengoperasikan truk penyedot tinja Keterampilan Memahami prinsip kebersihan dan kesehatan Tahu bagaimana mengukur kedalaman lumpur dan Keterampilan dasar kebersihan Organisasi pengelola Pembukuan dasar dan perngorganisasian Jasa Layanan Truk Tinja Mengelola. Selain memilih peralatan yang berkualitas dan kuat maka pemasangan pengaman-pengaman dapat menghindari kerusakan/kehilangan peralatan tersebut. (9) Tangki Septik (untuk MCK) a. 2) Keterbatasan/Hambatan. Masalah lain yang sering muncul adalah mampet/macetnya lubang kakus.Tablel – 16 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna Pelaksana harian Peranan Menggelontor dan menjaga kebersihan. Pemasangan tulisan peringatan dapat sedikit membantu hal tersebut. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. pompa air. melaksanakan pembersihan disekitar lokasi MCK umum. Petugas tersebut dapat juga melaksanakan pengumpulan retribusi penggunaan MCK umum. untuk keperluan tersebut perlu segera ditambahkan MCK darurat atau MCK portable/mobile. penerangan listrik. adalah : daun pintu & gerendel. faktor ketersediaan air dan perilaku pengguna sering menyebabkan hal ini. membersihkan lantai dan jamban serta bak air Menghubungi kantor penyedia jasa pelayanan truk tinja. Gambaran Singkat Tangki septik adalah tangki pengendapan kedap air yang memiliki satu atau dua ruang. mengumpulkan retribusi.

Tangki septik merupakan sistem pemisahan buangan yang berupa padatan dan cairan. barang barang plastik dan barang lain yang tidak bisa membusuk secara alami dalam tangki septik. Cairan mengalir keluar dari tangki. bahan pembunuh bakteri/antiseptik dan bahan bahan yang bisa menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri sebisa mungkin dihindarkan masuk ke tangki septik. b.Jamban biasanya dilengkapi perangkap bau yang berbentuk leher angsa. filter rokok. . Sebagian padatan mengapung dipermukaan cairan dan sebagian lainnya tenggelam didasar dimana selanjutnya diurai bakteri dan membentuk tumpukan lumpur didasar tangki. sedangkan air hujan yang berasal dari saluran drainase. 2) Pemeliharaan Pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan untuk memeriksa apakah sudah saatnya dilakukan pengurasan atau belum demikian juga pemeriksaan adanya penyumbatan di outlet dan inlet. Cairan tersebut masih berbahaya sebagaimana limbah yang belum terolah dan harus melalui pengolahan lanjutan atau melalui sistem pembuangan yang aman bagi kesehatan manusia yang biasanya diresapkan kedalam tanah atau ke saluran air limbah kota yang selanjutnya dibawa ke IPLT (instalasi pengolahan lumpur tinja) terpusat tingkat kabupaten/kota. Bahan pembersih lantai/keramik. talang atap bisa langsung dibuang kesaluran drainase. Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Tambahkan lumpur dari tangki septik lain kedalam tangki septik baru sebagai “starter’ untuk memasukkan mikroorganime dengan demikian proses penguraian tinja secara an-aerobik bisa segera dimulai. Lumpur yang terkumpul di dasar tangki harus dikuras 2 – 3 tahun sekali tergantung desain kapasitasnya dan cara perlakuannya. Tangki septik harus dikuras pada saat volume lumpur sudah mencapai 2/3 kedalaman total antara muka air dan dasar tangki septik. Dilarang membuang pembalut wanita. Jika septik tank tidak dikuras maka lumpur akan terbawa ke peresapan yang bisa menyebabkan penyumbatan dan selanjutnya peresapan harus dibongkar untuk memperbaikinya. Setiap tangki septik harus dilengkapi ventilasi untuk melepas gas-gas yang terbentuk selama proses penguraian tinja oleh bakteri. Buangan yang berasal dari cucian sebaiknya dibuang ke peresapan yang terpisah untuk meringankan beban septik tank atau peresapan. Masuknya bahan bahan tersebut membahayakan proses yang terjadi dalam tangki septik yang menyebabkan tangki septik tidak bekerja baik dan cepat penuh.

Banyak masalah timbul karena kurangnya perhatian terhadap desain aliran masuk ke tangki. 2) 3) (10) Bidang Resapan a. Jika terdapat tanda bidang resapan atau pipa resapan tersumbat. Daerah dimana ketersediaan lahan sangat terbatas sehingga tidak tersedia tempat untuk membangun sumur peresapan atau bidang peresapan. sumur resapan dan lahan basah buatan (tergantung dari lahan yang tersedia. kecuali memantau apakah ada cairan yang melimpah keluar di permukaan bidang peresapan. dan disesuaikan dengan jenis tanahnya. . Pada awalnya peresapan akan berlangsung cepat namun sejalan dengan waktu pori tanah akan tersumbat sampai pada titik yang disebut keseimbangan peresapan tercapai. bidang resapan lebih banyak dipakai terutama untuk MCK umum yang memerlukan air dalam jumlah relatif besar dan muka air tanah lebih tinggi. Tangki septik tidak sesuai untuk daerah yang langka air dan daerah padat.c. segera dibongkar dan diperbaiki. jenis tanah dan kondisi muka air tanah) yang diisi dengan lapisan kerikil di bawah dan lapisan pasir diatasnya sedangkan di dalam lapisan kerikil dipasang pipa PVC yang ber lobang lobang.Aditif tangki septik yang banyak dijual untuk membantu proses penguraian oleh bakteri belum terbukti efektif sedangkan harganya relatif mahal. Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Hampir tidak ada aktifitas pengoperasian yang diperlukan. Aliran kejutan/berfluktuasi tinggi yang mengalir ke tangki dapat menyebabkan konsentrasi lumpur/padatan meningkat sementara/sebentar pada efluen tangki dan menyebahkan gangguan pada lumpur yang sudah mengendap. . Dibanding sumur peresapan. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Keterbatasan. b. Permasalahan yang Sering Terjadi. Jika aliran yang keluar dari tangki septik melebihi laju kesetimbangan peresapan tanah maka cairan akan melimpah keluar dari bidang peresapan. dimana cairan dari tangki septik mengalir keluar melalui pipa PVC tersebut untuk diresapkan kedalam tanah. Catatan Penting. Untuk itu maka perlu dilakukan perencanaan yang memperhatikan keseimbangan antara air yang meresap dengan luasan bidang resapan. 2) Pemeliharaan Bersihkan sekitar bidang resapan dari tanaman yang mungkin akarnya masuk kedalam bidang resapan dan pipa peresapan. Gambaran Singkat Bidang resapan terdiri dari parit resapan.

2) Reuse . Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Tabel – 17 Rincian Kebutuhan O dan P Bidang Resapan Kegiatan Pembersihan tanaman Membersihkan bak control Frekuensi mingguan 6 bulan sekali Sumber Daya Manusia Pelaksana harian Pelaksana harian Bahan dan Suku Cadang Batu bata atau material penyumbat lainnya Alat dan Perlengkapan Sekop. . bau tidak sedap. kumuh dan kering (kesulitan air).Mengurangi. 1) Reduce . tetapi sebisa mungkin gunakanlah kembali berulang-ulang. Kurangilah jumlah sampah dan hematlah pemakaian barang.Pakai ulang. Tidak sesuai untuk daerah padat. protes warga terdekat karena bau yang tidak sedap. sabit dan cangkul Linggis untuk membuka bak Tabel – 18 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pelaksana harian Tukang Peranan Memeriksa adanya kegagalan bidang resapan dan membersihkan tanaman Memperbaiki bagian bagian yang rusak Keterampilan Memahami fungsi dan cara kerja bidang resapan Pertukangan. Beban resapan bisa dikurangi dengan memisahkan air bekas dengan air toilet/jamban (hanya air limbah jamban yang masuk ke tangki septik dan berakhir dibidang resapan).3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 17 dan Tabel – 18. perpipaan dan pengetahuan fungsi sitem c. Catatan Penting. 2) 3) (11) Pengelolaan Persampahan a. Gambaran Singkat Kunci keberhasilan program kebersihan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat desa adalah penerapan prinsip Reduce. Melimpahnya air limbah. keranjang. Reuse dan Recycle. serta daerah dengan permeabilitas rendah. pencemaran air tanah. Keterbatasan. Permasalahan yang Sering Terjadi. Barang yang masih dapat digunakan jangan langsung dibuang.

Operasi atau Pengelolaan Sampah 1) Pemilahan/pemisahan sampah Faktor keberhasilan pengelolaan sampah dengan prinsip diatas terletak pada pemilahan sampah.3) Recycle . Tanpa pemilahan atau pemisahan jenis-jenis sampah. Sampah organik dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman. b. Sampah kertas dapat dibuat bahan kardus. namun tidak demikian halnya dengan sampah non organik. Minimal pemilahan menjadi dua jenis: sampah organik dan non-organik. Prinsipnya: disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat yang akan memilah. anak dan anggota keluarga lainnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam pemilahan sampah dan di rumah tangga.Daur ulang. Sebab sampah organik yang menginap satu hari saja sudah dapat menimbulkan bau. Umumnya pemilahan adalah sebagai berikut: Bagan – 2 Pewadahan Sampah . pengolahan sampah menjadi sulit. yaitu rumah tangga. mahal dan berisiko tinggi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. dll. Berbagai bentuk dan bahan wadah pemilahan dapat digunakan. ibu. Pemilahan paling baik dilakukan mulai dari sumbernya. Setiap anggota keluarga baik ayah. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan.

Malang Gambar: Pemilahan dengan tong logam terpisah yang dihiasi dengan gambar menarik (lokasi: Sukunan. pestisida. obat-obatan 4. kaleng. Mengingat di daerah perdesaan prosentase jumlah sampah organik dan kotoran ternak cukup tinggi maka pengelolaan sampah melalui komposting sangat tepat.l. logam. kaleng=1%. daun. Styrofoam. Sampah Organik Sisa sayur. karet. Total *) Penelitian ITS Th 2009 di Kecamatan Kedungkandang. gelas. kertas. dapat dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman. Sampah Non-organik Plastik. Sampah Lainnya Sekitar 1-2 % Duplex. botol aerosol. kertas/koran=7% kain=4%. dusun. kotoran ternak 2. kaca 3. kabel. Sleman. nasi. kain. Cara membuat kompos dapat mengacu pada panduan-panduan yang ada. kardus. karton. ESP-USAID. aqua=1%) Sekitar 1-2 % Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Baterai.: Modul Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Tabel – 19 Identifikasi Jenis Sampah (contoh prosentase sampah dalam berat di perdesaan) No Jenis Sampah 1. popok. cairan kimia pembersih.Jenis-jenis sampah yang ada di rumah tangga pada umumnya dapat diidentifikasi sebagai tabel dibawah. Persentase % (dlm berat) *) Sekitar 79% Sekitar 20% (plastik =7%. ranting. daging. potongan rumput. pembalut. Sistem komposting bermacam-macam begitu pula pengelolaan dapat dilakukan di tingkat rumah tangga atau komunal (RT. racun serangga /tikus. atau desa). dll. RW. ikan. Yogyakarta) 2) Komposting Sampah organik atau sering disebut sampah basah adalah jenis sampah yang berasal dari jasad hidup. . a.

A. c) d) . sehingga lebih mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan. Lebih dipilih opsi dengan biaya investasi tinggi namun biaya operasi dan pemeliharaan rendah. Tahap Perencanaan (1) Pemilihan opsi teknologi dan komponen sistem yang tepat.2. f) (2) Perencanaan dimensi dan kapasitas Dimensi dan kapasitas dihitung untuk keperluan/kebutuhan minimal 10 tahun kedepan agar masyarakat yang masih dalam tahap pembelajaran dan penghimpunan dana tidak dibebani dengan biaya perluasan dan penambahan kapasitas sistem dalam memenuhi kebutuhan yang berkembang.2. a) b) c) d) e) Opsi teknologi yang dipakai harus berorientasi teknologi tepat guna Desain dan opsi teknologi yang dipilih harus berorientasi terhadap tanggap bencana dan dapat berfungsi sebagai prasarana mitigasi bencana. Dipilih dari opsi dengan kebutuhan energi yang rendah untuk menekan biaya operasi. dibanding biaya investasi rendah tapi biaya operasi dan pemeliharaan yang tinggi. Kebutuhan energi peralatan yang minimal untuk menekan biaya operasi serendah rendahnya. Pemilihan material/bahan diprioritaskan dari jenis yang jika terjadi kerusakan. (3) Aksesibilitas prasarana Semua prasarana beserta seluruh komponennya harus bisa diakses baik untuk tujuan O dan P maupun pemanfaatannya. (4) Pemilihan material dan peralatan a) b) Dipilih material bahan baku dan peralatan serta yang mudah didapat dipasaran lokal demikian juga pertimbangan layanan purna jualnya. efisien dan efektif serta tanggap bencana. maka perbaikan yang diperlukan bisa dilaksanakan oleh masyarakat sendiri. Mampu dioperasikan oleh masyarakat sendiri dengan tingkat Keterampilan dan pengetahuan masyarakat setempat setelah melalui pelatihan. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Pengoperasian Pada tahap sebelum suatu prasarana dioperasikan ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan sehingga prasarana yang dibangun hasilnya baik dan optimal. Kualitas yang baik agar tahan lama sehingga masyarakat tidak direpotkan dengan perbaikan atas kerusakan yang terjadi selama masyarakat masih dalam tahap pembelajaran mengelola sistem. Perlu dikaji adanya konflik kepentingan atas penggunaan suatu prasarana.

(4) Jumlah warga yang terlayani (pengguna/pemanfaat prasarana) dibandingkan total jumlah penduduk desa.B. 3) Menjaga kelestarian vegetasi daerah tangkapan air. antara lain : 1) Perlindungan daerah sekitar terhadap polusi. kayu. sumber air.3. Tahap Konstruksi Diperlukan pengawasan yang baik agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan dengan tetap melibatkan masyarakat untuk memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kaidahkaidah teknis yang baik (good practices) dan yang terpenting adalah masyarakat bisa memahami secara lebih baik sistem yang akan dikelolanya. . Ukuran Keberhasilan Untuk melihat keberhasilan O dan P pada aspek teknis dapat dilihat dari: (1) Jumlah prasarana yang ada (misal : jalan/saluran/pipa dalam meter. hal ini akan dibahas pada bab selanjutnya. C. 2) Perlidungan daerah sekitar terhadap kerusakan sumber alam saat masa konstruksi maupun pengoperasian. Selain hal itu dengan beroperasinya suatu prasarana perlu diperhatikan dan dipantau masalah konservasi sumber alam serta dampak lingkungan. Tahap Pasca Konstruksi Hal hal penting yang harus dilaksanakan dengan adanya suatu pembangunan prasaranasarana adalah membentuk dan mempersiapkan Tim Pengelola serta pelatihanpelatihannya. pohon dan material lainnya. 4) Mencegah pemborosan energi. jembatan/keran umum/gorong-gorong/MCK dalam unit) (2) Jumlah prasarana yang berfungsi baik. dibandingkan total jumlah prasarana yang ada. (3) Jumlah prasarana yang rusak/tidak berfungsi. 2.

1. pada umumnya telah dibentuk dan dipilih calon kelompok pengelola prasarana. Kelompok/tim pengelola O dan P dapat menggunakan organisasi pengelola yang sudah ada dan sudah berjalan atau membentuk tim pengelola yang baru. melaksanakan pembangunan dan mengelola sarana dan prasarana itu sendiri. Dalam pendekatan ini maka akan sangat efektif bilamana setiap kelompok pengelola O dan P prasarana yang sudah dibangun dapat berjalan dengan baik. Pada prinsipnya organisasi pengelola prasarana dasar desa adalah kelompok swadaya masyarakat yang merencanakan. maka juga harus betanggung jawab melaksanakan operasi dan pemeliharaan prasarana yang telah dibangunnya tersebut. Pendekatan tersebut adalah untuk meletakkan dasar komitmen bagi sebanyak-banyaknya warga masyarakat untuk terlibat dan bertanggungjawab dalam melaksanakan pemeliharaan atas bangunan yang merupakan prioritas kebutuhannya yang telah disepakati bersama dan dibangun sendiri oleh masyarakat. Kelompok tersebut jika telah berjalan baik dan lancar sebaiknya terus berfungsi sebagai tim pengelola O dan P dengan penyempurnaan mengacu pada pedoman ini dan jika belum berjalan baik perlu di revitalisasi atau jika diperlukan dapat membentuk yang baru. Pada tahap perencanaan pembangunan prasarana atau penyusunan DTPL yang lalu. Kelompok/tim pengelola O dan P terorganisasi ini diperlukan untuk memberikan jaminan keberlanjutan fungsi dan manfaat prasarana yang telah dibangun. BKM/TPK dan Panitia Pembangunan (PP) wajib memfasilitasi warga masyarakat untuk membentuk kelompok atau tim pengelola pemeliharaan dan pengoperasian prasarana. Secara sederhana adalah masyarakat atau suatu komunitas masyarakat yang telah merencanakan kegiatan infrastruktur adalah juga yang melaksanakan pembangunan fisiknya.BAB III ORGANISASI PENGELOLA 3. . dalam arti akan terjadi estafet pengelolaan dari PP saat perencanaan dan pelaksanaan fisik ke kelompok ini saat pasca-pembangunan. Lembaga pengelola O dan P prasarana yang terbentuk meskipun merupakan kelompok swadaya masyarakat yang mandiri namun tetap dibawah koordinasi. Adapun koordinasi dan pelaporan manajemen rutin pelaksanaan kegiatan O dan P dilakukan Tim Pengelola kepada Unit Pengelola Lingkungan (UPL) dari BKM/TPK. Organisasi Pengelolaan O dan P Di desa/kelurahan yang telah mendapatkan program REKOMPAK-JRF dan melaksanakan pembangunan prasarana BDL disyaratkan harus memiliki kelompok/tim pengelola O dan P prasarana desa. pembinaan dan pengawasan BKM/TPK dan Pemerintahan Desa/Kelurahan serta masyarakat yang dapat diwakili oleh perwakilan pemakai prasarana.

Misi. Anggaran Dasar/AD Anggaran Rumah Tangga/ART Keputusan dan pengesahan susunan Tim pengelola O DAN P Keputusan tarif retribusi/iuran dan sumbangan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan program kerja tahunan maupun kebijakan-kebijakan penting terkait lainnya seperti adanya tarif iuran/retribusi. harus dibuat oleh pengelola O dan P dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat pemanfaat melalui forum musyawarah warga pemanfaat atau rembug warga (bukan ditentukan sendiri oleh tim pengelola). Tujuan. antara lain adalah: (1) (2) (3) (4) (5) Visi. Asas. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Beberapa peraturan yang diperlukan untuk berjalannya suatu organisasi tim pengelola O dan P.2.Hubungan organisasi pengelola O dan P di tingkat desa adalah sebagaimana digambarkan dalam bagan di bawah ini: Bagan – 3 Bagan Organisasi Pengelolaan O dan P Prasarana di bawah BKM/TPK PEMBINAAN / PENGAWASAN MASYARAKAT (wakil pengguna) KEPALA DESA (KaDusun/RW) BKM / TPK SEKRETARI S UPL UPS UPK TIM PENGELOLA AIR BERSIH TIM PENGELOLA JALAN & JEMBATAN TIM PENGELOLA DRAINASE & TALUD TIM PENGELOLA MCK & SAMPAH 3. Dalam penyusunan ketentuan organisasi ini dipengaruhi juga oleh .

(3) Bilamana pengelola telah memiliki aturan dasar organisasi pengelola sebelumnya. transparan dan akuntabel. Lingkup pelayanan prasarana Asas. pemilihan pengurus dan operasional organisasi harus menerapkan prinsip yang demokratis. adat-istiadat pada daerah tersebut. Cakupan penanganan kegiatan Keanggotaan/Pengguna Prasarana a. Hak Anggota/Pengguna Prasarana Rapat Anggota atau Rembug Masyarakat/Warga Pengguna Prasarana Kepengurusan : a. Tujuan dan Tugas Organisasi a. Asas dan Prinsip organisasi b. (2) Prasarana yang dibangun melalui pendanaan program Rekompak JRF terutama ditujukan sebagai prasarana mitigasi bencana sehingga organisasi pengelola harus tahu persis panduan tata-cara (standar operating procedure) dalam memanfaatkan prasarana mitigasi bencana. Kewajiban dan tanggung jawab pengurus d. Setiap desa/kelurahan dapat mengembangkan peraturan sesuai dengan kondisi sosial-budaya. Tujuan organisasi c. .kelompok masyarakat pemanfaat prasarana itu sendiri. seperti AD/ART. Kewajiban dan Tanggung Jawab Anggota/Pengguna Prasarana c. Tugas organisasi Ruang Lingkup a. yang belum mengakomodir/mencakup kegiatan O dan P maka untuk pengaturan terkait O dan P dapat dilakukan dengan menyempurnakan aturan yang sudah ada atau membuat peraturan tambahan khusus untuk O dan P. Susunan anggota pengurus c. Persyaratan Keanggotaan b. Hak pengurus Pembina dan Pengawas Pengelolaan Usaha Operasi dan Pemeliharaan Pembiayaan O dan P Pelaporan dan Evaluasi Pembubaran Sanksi Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus O dan P Penutup (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) Hal-hal penting yang harus diperhatikan : (1) Dalam pembentukan tim pengelola O dan P. Lokasi organisasi b. Syarat-syarat kepengurusan b. partisipatif. Anggaran Dasar organisasi pengelola O dan P setidaknya meliputi hal-hal sebagai berikut: (1) Nama Organisasi Pengelola dan Daerah Kerja a.

Dinas Kesehatan dan lain-lain. tata cara pendaftaran dan pembayaran. sebagai inisiator pembentukan perlu menyusun rancangan pembentukan kelompok/tim pengelola sebagai kerangka acuan di dalam rembug warga. 6. dll. Dilakukan melalui forum musyawarah warga pemanfaat dan difasilitasi oleh pihak BKM/TPK. PP. yang antara lain mencakup : 1.(4) Peraturan-peraturan yang bersifat operasional untuk menjalankan pengelolaan O dan P dituangkan dalam Anggaran Rumah Tangga/ART atau Peraturan Khusus. Pembentukan Tim Pengelola Dalam upaya menjamin pemanfaatan prasarana yang berkelanjutan. dan bila perlu mengundang dari dinas terkait seperti PDAM. misal: tata cara pengaduan. 5. 3. dimana dalam rembug tersebut diundang pula aparat pemerintah desa. Beberapa hal yang disampaikan dalam rembug warga: (1) Rembug warga diawali dengan penjelasan umum oleh BKM/TPK dan PP kepada masyarakat pengguna prasarana perihal pentingnya pembentukan organisasi untuk mengelola prasarana yang dimiliki oleh desa. 7. 9. Dalam hal ini perlu disampaikan untung ruginya bila pengoperasian prasarana dilaksanakan oleh suatu tim pengelola dan sebaliknya bila tidak ada tim pengelola. 2. Persiapan Dengan difasilitasi oleh BKM/TPK. Untuk dapat menciptakan mekanisme pengelolaan O dan P yang bertumpu pada masyarakat dan berkelanjutan. konsultan pendamping dan kepala desa/lurah. Adapun langkah-langkah mekanisme pembentukan kelompok/tim pengelola O dan P adalah sebagai berikut: A. . 3. pengelolaan prasarana terbangun seyogyanya dilaksanakan oleh sebuah kelompok/tim pengelola yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri. Dinas Pekerjaan Umum. pengelolaan sebaiknya dilakukan oleh masyarakat pengguna itu sendiri. Waktu pelaksanaan pembentukan kelompok/tim pengelola ini sebaiknya dilakukan sejak awal pelaksanaan pembangunan prasarana.3. 8. PP dan fasilitator pendamping. tokoh masyarakat. Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktur organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat B. 4. Pelaksanaan Rembug Warga BKM/TPK dan PP sebagai inisiator mengundang seluruh warga masyarakat terutama pemanfaat prasarana terkait untuk mengadakan rembug warga dalam rangka pembentukan kelompok/tim pengelola.

perwakilan dari masyarakat pemanfaat dan disaksikan oleh aparat pemerintah desa. f. . g. Pengesahan dan Peresmian Untuk mendukung keabsahan kelompok/tim pengelola O dan P tersebut harus segera menyusun AD/ART Tim Pengelola O dan P. daftar hadir dilampirkan dalam berita acara. e. Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktur organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat (3) Tahapan selanjutnya adalah mengajak seluruh anggota pemanfaat yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk mengambil keputusan secara musyawarah dan mufakat. maka dilanjutkan dengan penjelasan terkait dengan rancangan organisasi pengelola yang telah dibuat. Apabila secara musyawarah tidak dapat diambil mufakat maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara pengambilan suara terbanyak melalui vooting. e. tokoh-tokoh masyarakat dan fasilitator pendamping. Adapun pokok-pokok yang perlu diambil keputusan dalam rembug warga adalah: a. b. b. c. Bentuk struktur organisasi Tugas dan wewenang kelompok/tim pengelola O dan P Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat Pemilihan pengurus yang akan duduk dalam kelompok/tim pengelola (4) Setelah ada kesepakatan terkait dengan hal-hal tersebut. h. j.(2) Setelah penjelasan umum. i. g. f. Sebagai bentuk dukungan dari seluruh peserta rembug warga dalam keputusan tersebut. d. yaitu : (1) (2) Ditetapkan melalui keputusan BKM/TPK (kolektif-kolegial) – organisasi tim pengelola O dan P langsung berada di bawah payung BKM/TPK. dimana setiap anggota masyarakat pemanfaat berhak memberikan satu suara dalam setiap keputusan yang diambil. c. Untuk tujuan tertentu sering juga ditetapkan melalui Akte Notaris – jika organisasi pengelola bersifat usaha mandiri atau dipersyaratkan oleh pihak donor. d. selanjutnya AD/ART tersebut dapat disahkan melalui beberapa macam cara. h. maka tahap berikutnya adalah penyusunan “Berita Acara Pembentukan Kelompok/Tim Pengelola O dan P” yang ditandatangani oleh ketua BKM/TPK. C. Disini unsur BKM/TPK dan Pemerintah Desa/Kelurahan bertindak sebagai Badan Pembina & Pengawas. antara lain mencakup : a.

fasilitator pendamping. yaitu orang-orang yang dipilih dan bertanggungjawab atas O dan P prasarana. tokoh masyarakat. sekretaris. petugas teknis/lapangan. Struktur Organisasi dan Tata Peran A. yaitu dana yang diperoleh dari air bersih dapat disisihkan sebagian untuk pemeliharaan MCK. 2. setidaknya terdapat dua pendekatan untuk setiap struktur pengelola O dan P. Satu tim pengelola untuk beberapa jenis prasarana. dinas/lembaga terkait (seperti PDAM. kemampuan warga pemanfaat dan karakteristik kelompok penerima manfaat (gender). maka pengelola O dan P memerlukan suatu tim/kelompok atau satuan kerja.(3) Untuk tujuan tertentu kadang juga ditetapkan dalam sebuah Peraturan Desa (Perdes) atau Keputusan Kepala Desa/Lurah – dengan pertimbangan prasarana dibangun sebagian menggunakan dana anggaran pemerintah desa atau biaya O dan P berasal dari anggaran pemerintah desa atau dibangun pada lahan milik desa. atau Satu tim pengelola untuk setiap jenis prasarana. Dari beberapa bentuk yang sudah diterapkan. 3. Untuk mendorong pengakuan secara luas. kepala desa/lurah. tetapi bila pengelolaannya satu maka dapat dilakukan subsidi silang. bendahara. Jenis prasarana. 2. Dinas Kesehatan dan lain-lain) agar keberadaannya dapat lebih diakui dan diperhatikan. . Struktur tim pengelola O dan P hendaknya dibuat sederhana. tim konsultan. kelompok/tim pengelola O dan P perlu diresmikan dengan mengundang camat. 6. yaitu : 1. 4. terdiri dari ketua. Bentuk struktur pengelola O dan P dapat disusun sesuai dengan kebutuhan prasarana. 5. Dinas Pekerjaan Umum. jumlah prasarana dan lokasi-lokasi prasarana berada.4. Komunitas masyarakat pengguna prasarana Kemampuan dan jumlah SDM calon pengelola O dan P Sumber pembiayaan/pendanaan utama untuk O dan P Kemungkinan subsidi silang Catatan: prasarana air bersih dan MCK. Struktur Organisasi Untuk melaksanakan tugas. bila pengelolaannya dilakukan sendiri-sendiri maka potensi memperoleh pembiayaan untuk air bersih cukup tinggi dibandingkan dengan MCK. Pertimbangan untuk menetapkan struktur tim pengelola O dan P adalah: 1. 3.

Unsur Pem. Unsur Pem. Jalan dan Jembatan) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK.Berikut ini adalah alternatif struktur tim pengelola O dan P : Bagan – 4 Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Beberapa Prasarana (contoh : Drainase.Desa.) KETUA TIM SEKRETARIS BENDAHARA PETUGAS LAPANGAN–1 AIR BERSIH DUSUN 1 PETUGAS LAPANGAN–2 AIR BERSIH DUSUN 2 .Desa. unsur Masy. unsur Masy.) KETUA TIM SEKRETARIS BENDAHARA PETUGAS LAPANGAN–1 PRASARANA DRAINASE PETUGAS LAPANGAN–2 PRASARANA JALAN PETUGAS LAPANGAN–3 PRASARANA JEMBATAN Bagan – 5 Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Satu Prasarana (contoh : Air Bersih) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK.

yang antara lain mencakup tugas : a. 7. 10. Mengundang dan menyelenggarakan rapat-rapat rutin atau musyawarah Melakukan kerjasama kemitraan dengan pemerintah desa/kelurahan. Menyiapkan surat menyurat Mengarsip surat masuk dan surat keluar Menyimpan dan memelihara dokumen/dokumentasi kegiatan Membuat notulen rapat/musyawarah warga pemanfaat Menginventarisasi anggota atau warga pengguna/pemanfaat . 6. maka tugas-tugas dari setiap unit kerja organisasi pengelola O dan P (tim pengelola). g. mensosialisasikan kegiatan-kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan. 8. Tugas dan Fungsi Sejalan dengan tujuan O dan P. d. b. antara lain mencakup : a. program kerja O dan P dan rencana pendanaan O dan P untuk ditetapkan dalam musyawarah warga (bila belum ditetapkan sebelumnya) d. 4. adalah: (1) Ketua Memimpin tim pengelola O dan P dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan O dan P sesuai peraturan organisasi serta program kerja yang telah diputuskan bersama. Mengkoordinir tim pengelola O dan P. maka tugas pokok pengelola selaku penggerak utama kegiatan O dan P. e.B. dinas/instansi terkait dan pihak swasta atau lainnya guna meningkatkan perolehan pembiayaan pemeliharaan atau pengembangan layanan prasarana Mendorong peningkatan kesadaran dan kontribusi warga untuk melakukan pemeliharaan prasarana Bersama seluruh tim pengelola membuat laporan baik secara berkala maupun pertanggungjawaban kegiatan pengelola Bersama seluruh tim pengelola. 3. adalah : 1. 2. c. pengumuman terkait kegiatan O dan P Menyelengarakan pertemuan evaluasi secara periodik Sejalan dengan tugas pokok tersebut. 9. penyuluhan. Menyusun Rancangan AD/ART Menyusun program kerja Menghitung dan memfasilitasi penetapan tarif retribusi/iuran Mencari dan mengupayakan sumber-sumber pembiayaan untuk O dan P Menyusun rencana penerimaan dan belanja pengelola O dan P Menyusun rencana tahap-tahap kegiatan operasi dan pemeliharaan Mengorganisasikan pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan Membuat laporan pertanggungjawaban kerja pengelolaan O dan P Melaksanakan sosialisasi. (2) Sekretaris atau bagian administrasi Melaksanakan kegiatan administrasi/ketatausahaan O dan P. b. c. 5. khususnya kepada warga pemanfaat Bersama seluruh tim pengelola menyusun draft peraturan dasar. f. e.

e. jika memang diperlukan peserta rapat rutin tidak hanya pengurus namun juga dapat mengundang wakil masyarakat. . Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan dilakukan oleh bendahara. Kegiatan Rapat Rapat atau pertemuan dapat dilakukan tiap bulan atau periode waktu tertentu yang disepakati. D. biaya dan jadwal pemeliharaan dan perbaikan prasarana Membimbing. c. Pertemuan ini dipimpin oleh ketua.(3) Bendahara atau bagian keuangan a. Aparat Desa atau instansi terkait yang dapat memberi masukan bagi kepentingan kegiatan pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana. dll. dll). mengordinir dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang dilakukan oleh warga atau tenaga kerja Mengoperasikan dan memantau/monitor operasi dan pemeliharaan prasarana Melaporkan hasil-hasil pelaksanaan kegiatan pemeliharaan. Pada setiap rapat harus selalu dibuat daftar hadir peserta dan catatan notulen hasil rapat disiapkan dan diarsipkan oleh sekretaris. d. atau agenda lain yang dianggap penting untuk dibahas. Dalam laporan tersebut terkandung unsur-unsur sebagai berikut: 1. donatur. laporan pengeluaran baik itu kegiatan administrasi maupun kegiatan pemeliharaan/perbaikan. Laporan ini minimal mencakup : keadaan kas. b. identifikasi dan survey kondisi prasarana. dilakukan untuk melihat atau mengevaluasi hasil-hasil kegiatan pemeliharaan yang telah dilakukan dan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ditemukan (memutuskan rencana penyelesaian masalah). Menyusun rencana kebutuhan. retribusi. c. UPL. d. Pelaporan Pelaporan kegiatan operasi dan pemeliharaan merupakan tanggungjawab ketua kelompok dibantu tim pengelola. (4) Petugas Lapangan atau bagian teknik a. e. Menerima dan menyimpan uang/dana O dan P Mengeluarkan uang dengan persetujuan ketua Membuat dan menyimpan bukti penerimaan dan bukti pengeluaran Mencatat pembukuan keuangan O dan P Membuat laporan keuangan secara periodik dan pertanggungan jawab keuangan. Inventarisasi. laporan penerimaan yang diperoleh dari sumber-sumber pendanaan (seperti iuran. Dalam kaitan dengan kegiatan tersebut bendahara melaporkan penerimaan dan pengeluaran baik berkaitan dengan administrasi pengelola maupun yang terkait dengan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan. b. C.

jenis dan kondisi prasarana dan barang yang ada. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan kebutuhan penambahan ataupun perbaikan prasaranasarana dan barang untuk masa yang akan datang. pelatihan : 1. Rapat dan pertemuan. keuntungan. Aspek kelembagaan/organisasi Aspek manajemen O dan P Teknis pengoperasian dan pemeliharaan prasarana dan sarana Penentuan tarif atau iuran/andilan/sumbangan sukarela. 5. 3. Pelatihan untuk tim pengelola O dan P meliputi. termasuk hasil inventarisasi kondisi prasarana maupun hasil-hasil pertemuan yang dilaksanakan. E. Ketentuan kelompok/tim pengelola. dan saling memperkembangkan satu sama lain. efisiensi. 4. mencakup laporan hasil pelaksanaan pemeliharaan rutin.5. Pelatihan Pelatihan merupakan faktor penting dalam keberhasilan operasi dan pemeliharaan sarana-prasarana desa. Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Laporan kegiatan. dan kebersamaan. 3.2. 7. Data Mengenai Barang Inventaris dan Prasarana-Sarana Data dan penggunaan prasarana-sarana dan barang inventaris kelompok perlu dilaporkan untuk mengetahui jumlah. Ukuran Keberhasilan Dari aspek kelembagaan. 2. dikerjakan dengan tertib. semua pengurus tahu akan hak dan kewajibannya. yang berorientasi kepada pasar. berkala dan insidentil. mampu menumbuhkan kesetiakawanan dalam operasi dan pemeliharaan prasarana agar prasarana tersebut dapat berkesinambungan. Kepengurusan mantap. sehingga harus dilakukan pada awal masa penugasan tim pengelola O dan P dan dilakukan juga secara periodik untuk penyegaran dan jika ada perkembangan. yang ditujukan untuk pemeliharaan prasarana dan sarana. 6. Administrasi dan pelaporan. 3. Ada usaha/upaya peningkatan O dan P. 8. beberapa tolok ukur untuk melihat keberhasilan O dan P adalah sebagai berikut : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Kegiatan bersama. . tertulis dan menjadi aturan kerja kelompok yang saling ditaati. Pengurus aktif menggerakkan dan memotivasi masyarakat agar kegiatan dapat berjalan. berjalan rutin dan dihadiri pengurus serta masyarakat. saling menunjang. Pengelolaan keuangan Pelaporan keuangan Administrasi dan pelaporan Perencanaan pengembangan sistem dan pendanaan. terarah. Interaksi antar pengurus dan dengan masyarakat hidup. tahu manfaatnya.

Publik Prasarana yang dapat dipergunakan oleh setiap orang tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu. misalnya jalan dan jembatan.Publik .BAB IV PEMBIAYAAN 4. bangunan gedung publik (heritage). Prasarana Umum .Jalan . dan kandang komunal. drainase. misalnya MCK. Prasarana Umum . Berdasarkan pada cakupan layanan. lapangan evakuasi. dll.1.Bangunan gedung publik (heritage) . Klasifikasi Prasarana dan Pembiayaan untuk O dan P Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana lingkungan perdesaan ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan operasi dan pemeliharaan prasarana oleh kelompok/tim pengelola prasarana desa sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana. embung penampung air.Drainase Prasarana . secara umum prasarana desa yang dibangun melalui REKOMPAK-JRF dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua). sebagaimana contoh lihat tabel berikut. yaitu: a. Biaya O dan P prasarana ini umumnya dapat dipenuhi dari tarif retribusi/iuran para pemakainya atau disebut “cost recovery”.KU/ air bersih yg dijual umum .Kelompok Air Bersih MCK Pelayanan Sampah Kandang komunal Embung komunal Kemungkinan Sulit Menarik Retribusi . b.Jembatan . Klasifikasi prasarana berdasarkan jenisnya ini akan menentukan mudah tidaknya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana. Prasarana ini hanya dapat dimanfaatkan oleh sekelompok orang/komunitas yang sudah terdaftar.Lapangan evakuasi . penyediaan air bersih.Jalan ber-retribusi .Kelompok Prasarana yang dapat dipergunakan warga dengan mendaftar terlebih dahulu dan memenuhi persyaratan tertentu. Dalam arti bahwa tidak ada orang yang dapat dikecualikan dalam penggunaannya. Tabel – 20 Kemungkinan Kemudahan Penarikan Restribusi Berdasarkan Jenis Prasarana Uraian Kemungkinan Mudah Menarik Retribusi Prasarana .Waduk yg airnya dijual umum . Mudah tidaknya menarik retribusi atau iuran untuk pemeliharaan prasarana sering sangat berkaitan dengan klasifikasi prasarana.

Retribusi/iuran bisa diterapkan untuk individu perseorangan. Besarnya iuran atau retribusi yang akan dikenakan baik perorangan atau per keluarga/kelompok. Retribusi/iuran dapat diberlakukan untuk para pengguna yang secara rutin atau tidak secara rutin menggunakan prasarana. sumber pembiayaan O dan P yang potensial untuk digali adalah kontribusi warga sesuai dengan budaya setempat dan kesepakatan yang telah dilakukan. baik rutin atau setiap kali penggunaan. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan (1) Identifikasi Sumber-Sumber Pendapatan Dana pemeliharaan dapat berasal dari berbagai sumber. ataupun retribusi dari penggunaan prasarana secara langsung. dinas/instansi terkait setempat. (2) Kontribusi Warga Penerima Manfaat Sebagai wujud kemandirian dan keberlanjutan. Sedangkan cara pengumpulan dana yang berupa uang adalah bergantung pada kondisi sosial budaya masyarakat setempat.2. b. bagi warga kurang mampu atau mampu. serta pemerintah desa/kelurahan. kelompok/tim pengelola perlu mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan yang mempunyai potensi untuk turut membiayai anggaran O dan P. Sebagai contoh adalah pelayanan air bersih. Hal ini merupakan bentuk kompensasi komunitas pemanfaat terhadap penggunaan prasarana tersebut. peralatan dalam rangka kegiatan pemeliharaan. Retribusi/Iuran Retribusi/iuran yang besarnya sudah ditetapkan lebih dulu. yang secara umum terbagi atas tiga golongan sebagai berikut : a. Untuk penyusunan rencana anggaran O dan P. Penganggaran Operasi dan Pemeliharaan A. namun perlu usaha untuk menggali sumber-sumber dana tersebut. hendaknya dimusyawarahkan dan disepakati secara bersama-sama oleh seluruh anggota warga . penyediaan fasilitas penunjang. kepada warga pemanfaat tetap atau dari luar. KK atau perusahaan/instansi/ badan usaha yang menjadi pengguna prasarana. pihak swasta yang juga turut memetik manfaat dari pembangunan prasarana tersebut. tenaga kerja. yang didapatkan dari iuran anggota kelompok operasi dan pemeliharaan. retribusi jalan. Sumbangan berupa material. Sumbangan berupa uang. Adapun jenis kontribusi atau sumbangan warga pemanfaat adalah : a. kelompok.4. dan kandang komunal. Sumber dana potensial pendanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana dapat diperoleh dari kontribusi masyarakat pengguna dan sumber lainnya yang sah misal bantuan dari kantor/instansi pemerintah. ditarik secara langsung pada saat menggunakan prasarana yang bersangkutan maupun tidak langsung (retribusi/iuran bulanan). MCK.

Umumnya potensi bantuan ini akan ada bilamana terjadi pengoperasian bersama suatu prasarana. Sumbangan/Donasi Sumbangan/donasi yang sifatnya sukarela. dapat diberlakukan atau diminta dari warga masyarakat yang menggunakan prasarana yang bersangkutan atau warga masyarakat yang tidak langsung menerima manfaat atau masyarakat/instansi secara umum. . anggaran pemerintah kecamatan. Hal yang penting diperhatikan berkaitan dengan penerapan sumbangan yang akan diberlakukan oleh tim pengelola O dan P adalah bahwa hendaknya disesuaikan dengan situasi budaya dan kemampuan ekonomi warga pemanfaat dan kebutuhan akan biaya pemeliharaan atau perbaikan. sebab setiap instansi telah mempunyai wewenang tertentu. bahwa perusahaan tertentu yang berada di sekitar wilayah tersebut dapat saja memberikan bantuan sumbangan. dan saluran drainase. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan. b. jembatan. Sumber Pendapatan Lain Yang Sah 1) Bantuan Pemerintah Sumber pendapatan ini dapat berasal dari anggaran pemerintah desa.pemanfaat yang ada sehingga tidak terlalu membebani dan semua warga pemanfaat tetap dapat memperoleh hak-hak yang sama dalam pengoperasian prasarana (adil). Hal penting yang perlu diperhatikan dalam upaya memperoleh dukungan pemerintah. Bantuan dari pemerintah umumnya dapat digali jika terjadi kerusakan berat yang memerlukan perbaikan besar pada fasilitas umum atau fasilitas vital seperti jalan. Dinas Pendidikan untuk prasarana pendidikan. anggaran pemerinah daerah (APBD) dan atau anggaran pemerintah pusat (APBN) atau dari pihak lain yang sah. penjualan air bersih atau adanya keuntungan dari hasil usaha bersama kelompok. 3) Usaha Lain Yang Sah Potensi sumber pembiayaan disini dapat berasal dari upaya pengembangan prasarana misalnya dari biaya pemasangan baru air bersih. misalnya Dinas Pekerjaan Umum untuk prasarana umum. Dinas Kesehatan untuk prasarana kesehatan. Terdapat satu sumber dana yang belum digunakan secara optimal untuk O dan P prasarana desa yaitu dana yang berasal dari ADD (Alokasi Dana Desa) atau DAD (Dana Alokasi Desa). c. 2) Bantuan Pihak Lain Yang Tidak Mengikat Bantuan yang dimaksudkan disini. Misalnya jalan yang dibangun masyarakat juga dipergunakan oleh pihak lain tersebut. seperti dari organisasi lain atau perusahaan swasta. khususnya dinas-dinas di kabupaten/kota adalah harus memahami instansi mana yang dapat dituju oleh masyarakat. ataupun prasarana lainnya. Dinas Kebersihan untuk prasarana persampahan.

Sejalan dengan waktu tidak bisa dihindarkan adanya penyesuaian tarif akibat inflasi. kandang komunal dan jalan beretribusi. artinya bahwa orang yang menerima manfaat lebih banyak harus dikenakan tarif yang lebih tinggi dibandingkan orang yang menerima manfaat lebih sedikit. untuk menghindari terjadinya pungutan ganda yang membingungkan para penerima manfaat. Karena itu peninjauan ulang tarif yang layak perlu dilakukan paling tidak 2 tahun sekali. termasuk semua calon penerima manfaat. Dalam hal ini dapat ditetapkan dengan tarif progresif.Alamat . seperti air bersih. artinya bahwa penetapan tarif harus menggunakan rumusan yang tidak rumit.(3) Pendataan Anggota Penerima Manfaat Pendataan anggota ini sangat penting. a. persampahan. antara lain: 1) Kecukupan dana (cost recovery). 2) Satu obyek pungut – satu jenis pungutan. Hal-hal yang perlu dicatat: . dalam penetapan besarnya tarif. Keterlambatan penyesuaian tarif akan berakibat serius pada jaminan keberlanjutan keuangan. MCK.Jumlah anggota keluarga (4) Penetapan Tarif Retribusi Tarif pelayanan dikenakan bagi pemakai prasarana yang bersifat cost recovery. sehingga tarif yang ditetapkan merupakan keputusan bersama. 6) Adil. 3) Transparan dan mudah dipahami. dan mudah diperoleh serta hitungan mudah dilakukan. Prinsip-Prinsip Penetapan Tarif Terdapat beberapa prinsip yang harus dipegang dalam penetapan tarif. selain untuk mengetahui jumlah dan siapa saja warga pemanfaat juga akan berkaitan dengan potensi kontribusi dalam pemeliharaan prasarana yang dikelola. 5) Partisipatif. maka pembebanan biaya yang diperhitungkan harus dilakukan secara transparan dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan. kebutuhan dana untuk perluasan sistem dan lain lain.Jenis Kelamin . . dengan prinsip ini maka tarif yang akan ditetapkan harus mencerminkan tingkat kecukupan dana yang diperlukan untuk pengelolaan prasarana dan sarana perdesaan secara memadai. 4) Sederhana dan Jelas. Penerimaan dari tarif ini akan dijadikan sebagai sumber utama dalam membiayai pengelolaan prasarana bersangkutan termasuk untuk biaya operasi dan pemeliharaan. artinya bahwa dalam penentuan tarif harus melibatkan semua pihak yang berkepentingan. maka satu obyek pelayanan dikenakan satu pungutan tarif.Pekerjaan . perubahan biaya dan harga barang. Penentuan tarif harus dilakukan dengan dan oleh masyarakat karena akan membuat masyarakat bertanggung jawab penuh atas keputusan yang telah dibuat dan bisa diterima lebih baik karena masyarakat tahu mengapa tarif ditetapkan sebesar itu.Nama .

. MCK. sehingga kasus ini lebih tepat jika tarif ditetapkan sebesar rupiah tertentu pada setiap rumah tangga. pembuangan air limbah. Sehingga tarif pelayanan MCK lebih tepat dikenakan dalam rupiah per sekali pakai atau dalam rupiah per bulan per rumah tangga pemakai. bahwa tarif tersebut tidak mencerminkan keadilan.b. Dengan demikian tarif ditentukan berdasarkan volume pelayanan yang benar-benar digunakan secara individual atau rumah tangga. Struktur tarif yang seperti ini tidak membutuhkan adanya perhitungan berapa manfaat yang telah diterima oleh masing-masing penerima manfaat. sehingga setiap sambungan rumah tangga harus dilengkapi dengan meter air. alokasi biaya yang akan dibebankan sebagai tarif diperhitungkan secara proporsional berdasarkan kriteria fisik penggunaan jasa layanan. antara lain dalam volume. Tarif ini lebih cocok digunakan untuk pelayanan yang sulit untuk di kuantifikasi. maka pengelola akan sulit menentukan berapa banyak sampah yang telah dibuang oleh setiap rumah tangga. karena hanya mengalikan besarnya tarif dengan jumlah penerima manfaat. Tarif yang demikian memiliki keuntungan bahwa dalam perhitungan penerimaan tarif lebih mudah dilakukan. misalnya pelayanan pembuangan sampah. tetapi dikenakan sama rata untuk setiap rumah tangga/penerima manfaat. Di sisi lain memiliki kelemahan. Dalam kasus pelayanan pembuangan sampah dan pembuangan air limbah. 2) Tarif Berdasarkan Volume (Volumetrics Tarif) Dalam metode ini. yaitu: 1) Tarif Tidak Berdasarkan Volume Tarif ini tidak melihat berapa jumlah manfaat yang diterima oleh setiap rumah tangga atas penggunaan prasarana tertentu. Dalam kasus pelayanan MCK juga memiliki kriteria yang sama. dimana akan sulit dilakukan pengukuran besarnya manfaat yang diterima secara kuantitatif. Jenis-Jenis Tarif Secara garis besar terdapat dua jenis tarif bila dilihat dari cara penentuannya. tanpa harus menghitung berapa banyak manfaat yang diterima oleh setiap pemakai jasa layanan. Kalaupun akan diterapkan prinsip subsidi silang. Tarif ini lebih sesuai digunakan untuk penetapan tarif pelayanan penyediaan air bersih. maka perlu dipertimbangkan aspek pendapatan rumah tangga. Semakin tinggi pendapatan rumah tangga maka dapat dikenakan tarif yang lebih besar dibandingkan dengan yang berpendapatan lebih rendah. karena pihak yang menerima manfaat kecil dibebani tarif yang sama dengan pihak yang menerima manfaat lebih banyak.

. listrik. dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam satuan Rp per M3. listrik. dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan. maka tarif pelayanan persampahan dapat ditetapkan dengan formula sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan Tarif Persampahan = -------------------------------------------------Jumlah Pelanggan (Rumah Tangga) Biaya yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK. foto copy. b. Tarif Pelayanan Air Bersih Secara umum Perhitungan Tarif/Harga Pokok Pelayanan air bersih dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan (Rp) Tarif Air Bersih = -------------------------------------------------------------Jumlah Air Yang Terjual Dalam 1 Bulan (M3) Biaya O dan P yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK. dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. Tarif Pelayanan Persampahan Untuk mencapai pemulihan biaya pada tingkat operasi dan pemeliharaan.3) Formula Perhitungan Tarif a. foto copy. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM.

saluran disekitar jalan) . khususnya truk-truk yang bermuatan tinggi wajib dikenakan iuran guna perawatan jalan. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM.Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) . sehingga mengakibatkan kerusakan jalan menjadi lebih cepat dari yang semestinya.Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan . dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan. Dalam kasus ini pengguna jalan.Biaya honor pengelola (bila disepakati warga) .Biaya perawatan rutin (upah pembersihan jalan. b) Tarif Pungutan Jalan Ber-retribusi Sebenarnya komponen jalan bukanlah prasarana yang bersifat cost recovery. yaitu dilewati truk-truk bermuatan tinggi (truk pasir). foto copy. sehingga ada jaminan bahwa unur teknis pemanfaatan jalan dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan. dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. ada yang pemanfaatannya melebihi dari kapasitas desain.a) Tarif Pelayanan MCK Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan Tarif Pelayanan MCK = ------------------------------------------------------Jumlah Rumah Tangga Yang Dilayani Biaya yang perlu diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK. karena jalan merupakan prasarana publik yang siapa saja bisa menikmatinya. listrik.Biaya pemeliharaan (perawatan kerusakan) . Akan tetapi dalam pembangunan jalan yang difasilitasi melalui REKOMPAK-JRF. Dalam menentukan tarif iuran/retribusi jalan ini dapat digunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P 1 Bulan Tarif Pungutan Jalan = --------------------------------------------------------------------Jml Truk Bermuatan Berat Yang Lewat Dalam 1 Bulan Biaya O dan P yang perlu diperhitungkan: .

maka dari biaya-biaya tersebut ditambahkan beban biaya depresiasi (biaya penyusutan alat dan bangunan). biaya penggantian investasi (depresiasi/ penyusutan) dan lain-lain. 9) Struktur Tarif Progresif Penerapan struktur tarif yang bersifat progresif bertujuan untuk menghindari terjadinya pengoperasian sumber daya yang berlebihan. Dengan menerapkan struktur tarif progresif maka konsumen cenderung akan mempertimbangkan penggunaan sumber daya yang berlebihan. yang besarnya dapat disepakati melalui rembug warga. Apabila tarif pelayanan dirancang untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk pengembangan pelayanan. c. Mekanisme penetapan tarif secara lebih jelas dapat dilihat dalam “Tata Cara Penetapan Tarif Retribusi” pada Lampiran –1. e. . karena konsumen akan berfikir apabila tidak mengendalikan pemakaian sumber daya berarti akan membayar pada tingkat tarif yang lebih tinggi. Biaya depresiasi adalah alokasi sejumlah dana yang dicadangkan untuk penggantian prasarana yang dikelola pada saat umur ekonomisnya habis karena pengoperasian. Biaya depresiasi dapat dihitung dengan menggunakan metode garis lurus. Tim pengelola yang diprakarsai ketua tim mengumpulkan semua anggota tim pengelola dan semua warga pemanfaat. yaitu biaya operasi dan pemeliharaan.Apabila tarif pelayanan dirancang untuk memulihkan biaya O dan P dan biaya pengembalian investasi. Tim pengelola yang telah dibentuk menyusun draft penetapan tarif yang dihitung berdasarkan perkiraan biaya yang akan dibebankan. yaitu dengan cara membagi nilai perolehan asset (prasarana dan sarana) dengan perkiraan umur teknis. Kesepakatan penetuan tarif ini harus dituangkan dalam berita acara. 8) Mekanisme Penetapan Tarif Penetapan tarif dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut: a. d. Kemudian semua peserta yang hadir diajak menghitung bersama besaran tarif berdasarkan rumusan yang digunakan dan diminta kesepakatannya. b. dijelaskan untung ruginya bila dikelola dengan biaya yang memadai dan bila dikelola dengan biaya yang tidak memadai. Lalu dijelaskan perlunya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana yang dikelola. Biasanya biaya cadangan pengembangan ditentukan sebesar persentase tertentu dari keuntungan. Anggota pemanfaat/warga pemanfaat diminta pendapatnya dan masukannya terkait dengan perhitungan perkitraan biaya (dan perkiraan penggunaan air oleh pemanfat dalam satu bulan. juga harus dialokasikan beban biaya cadangan pengembangan. untuk komponen air bersih) yang telah disusun oleh pengurus. maka beban biaya yang diperhitungkan selain biaya O dan P dan depresiasi.

./M3 Rp. yaitu bertujuan untuk mengakomodir adanya kenaikan biayabiaya pengelolaan sebagai akibat dari adanya kenaikan inflasi./M3 Rp. Dengan tarif progresif akan diperoleh keuntungan sebagai berikut: a. b.5 A 2A 2. Peninjauan kembali terhadap tarif ini harus dilakukan melalui rembug warga (anggota penerima manfaat) dengan mekanisme yang sama seperti ketika penentuan tarif awal. d. c. dimana yang banyak menggunakan pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih tinggi dan sebaliknya yang sedikit menggunakan jasa pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih rendah. Akan menjadi alat kendali bagi konsumen agar tidak terjadi pengoperasian sumberdaya yang berlebihan. yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.Penerapan struktur tarif progresif cocok diterapkan untuk komponen pelayanan prasarana yang tarifnya ditetapkan dalam rupiah per volume yang dikonsumsi. b. Menghitung kembali kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan sesuai dengan harga-harga yang paling terakhir. karena akan diperoleh penerimaan tarif yang melebihi kebutuhan biaya pengelolaan terutama berasal dari konsumen yang mengkonsumsi melebihi batas jumlah tertentu. perlu pemutahiran volume air terjual rata-rata bulanan berdasarkan data realisasi beberapa bulan sebelumnya. Menetapkan pemberlakuan tarif. Untuk komponen persampahan dan MCK. Contoh Struktur Tarif Progresif untuk Air Bersih: No Pemakaian Air Per Bulan (M3) 0 – 10 11 – 20 21 – 30 30 – 40 41 ke atas Satuan Besarnya Tarif A 1. e. perlu pemutakhiran jumlah pelanggan sesuai dengan data terakhir./M3 Rp./M3 10) Peninjauan Tarif Secara Berkala Minimal setiap 2 (dua) tahun sekali perlu dilakukan peninjauan kembali tingkat tarif yang berlaku. termasuk penyesuaian upah (gaji) pengelola maupun tenaga kerja lainnya. misalnya komponen air bersih. 1 2 3 4 5 Rp.5 A 3A c. Menghitung tarif dasar berdasarkan data pengeluaran (biaya) yang ”up to date”./M3 Rp. Untuk komponen air bersih. Akan terwujud prinsip keadilan. Akan terjadi pemupukan keuntungan pengelola. dan menyusun struktur tarif sesuai dengan yang ditetapkan bersama dalam rembug warga.

misalnya pemeliharaan jalan dan jembatan. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum pertemuan anggota penerima manfaat. maka: a. Perhitungan Anggaran Pendapatan Berdasarkan tarif yang disepakati serta kemungkinan-kemungkinan adanya sumber pendapatan yang lain. maka perlu dikelompokkan ke dalam beberapa sumber pendapatan sebagai berikut: (1) Pendapatan Usaha a. apabila beberapa prasarana cost recovery dikelola oleh satu lembaga pengelola. c. Penerimaan pendapatan tersebut harus dicatat dan dibukukan secara tertib sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi. baik pendapatan usaha maupun di luar usaha. . c. yaitu: . maka harus digunakan sesuai dengan tujuan pengenaan tarif. (2) Setiap pengeluaran yang dilakukan oleh pengelola harus dicatat dan dibukukan pada saat terjadinya transaksi. Setiap transaksi harus dibuat bukti penerimaan.Prioritas ketiga adalah untuk membiayai investasi pengembangan (bila diperlukan) atau untuk membiayai kebutuhan operasi dan pemeliharaan komponen lain yang menjadi tanggung jawab masyarakat setempat. .Pendapatan Penjualan Air . saluran drainase dan lain-lain. c. b. maka dalam pencatatan pengeluaran secara sederhana perlu dikelompokkan menjadi dua kelompok. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Dalam menyusun rencana anggaran biaya perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: (1) Dana yang berhasil dihimpun melalui pungutan tarif pelayanan. (3) Untuk memudahkan dalam mengendalikan biaya.B. maka tim pengelola bersama dengan warga pemanfaat menyusun rencana anggaran pendapatan.Pendapatan dari biaya penyambungan baru Pendapatan Pelayanan Persampahan Pendapatan Pelayanan MCK b. Pendapatan bunga Pendapatan hasil penjualan asset Pendapatan lain-lain yang sah Untuk menjamin transparansi dalam mengelola pendapatan. b.Prioritas kedua adalah untuk membiayai penggantian investasi. (2) Pendapatan diluar usaha a.Prioritas pertama adalah untuk membiayai operasi dan pemeliharaan prasarana yang mendatangkan pendapatan (cost recovery). Setiap akhir bulan harus direkap dan dilaporkan kepada anggota penerima manfaat. yaitu : . Untuk mempermudah dalam menyusun rencana anggaran pendapatan. C. Pendapatan Pelayanan Air Bersih: .

yang pada gilirannya akan dimasukkan dalam laporan keuangan bulanan. Dan lain-lain Biaya non operasional dan pemeliharaan. . Biaya administrasi dan umum 2. Pencatatan Transaksi dan Pertanggungjawaban Keuangan (1) Prinsip Pencatatan/Pembukuan Secara sederhana pembukuan dapat diartikan sebagai pencatatan transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis. Biaya bahan (misal: bahan kimia untuk pengolahan air) 4. b. Biaya operasi dan pemeliharaan. mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat pemasukan dana dari pelanggan (penerima manfaat) sebagai penerimaan atas tarif yang dikenakan bagi pengguna jasa pelayanan. penarikan dana tunai dari rekening bank dan saldo di bank. Biaya listrik (diesel) 5. d. Biaya operasi dan pemeliharaan ini dikelompokkan menjadi : 1. maka perlu dipisah-pisahkan antara pendapatan dari pelayanan prasarana yang satu dengan yang lainnya. maka diwajibkan membuka rekening bank.a. Kronologis (menurut urutan waktu) Sistematis (menurut cara-cara tertentu) Informatif (dapat dimengerti / difahami/logis) Auditable (dapat diperiksa atau di audit) (2) Pelaporan Beberapa laporan terkait dengan pengelolaan keuangan yang harus disediakan oleh tim pengelola adalah sebagai berikut: a. terkait dengan penyimpanan dana yang lebih aman dibanding dengan penyimpanan secara tunai dalam jumlah yang besar. b. D. Biaya pemeliharaan 6. c. Pencatatan dilaksanakan berdasarkan beberapa prinsip sebagai berikut: a. Buku Bank. Laporan Pendapatan. Apabila pengelola sekaligus menangani beberapa sumber pendapatan (prasarana cost recovery). Dengan demikian diperlukan buku bank yang digunakan untuk mencatat transaksi penyetoran dana ke rekening bank. mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi. Hal ini akan membantu dalam melakukan kontrol/pengendalian dan menyusun rekapitulasi bulanan. misal: biaya asuransi. Apabila pengelolaan prasarana telah berkembang. b. Tujuan pencatatan adalah agar tersedia informasi pemasukan dan pengeluaran dana oleh pengelola yang transparan dan akuntabel (dapat dipertanggung-jawabkan). Biaya gaji pegawai dan upah tenaga kerja 3.

biaya kantor (ATK). dll). mencatat pemasukan dana. e. 1) Laporan Neraca. Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku. aktiva tetap. baik itu yang berupa aktiva lancar. biaya keuangan (bunga). biaya penyusutan prasarana kantor dan rupa-rupa biaya umum lainnya. diantaranya pengeluaran biaya pegawai (gaji pengelola). misalnya laporan rencana dan realisasi pendapatan. sebagai bentuk pertanggungjawaban. merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat segala transaksi yang terkait degan pengeluaran biaya operasi dan pemeliharaan prasarana utama yang dikelola (air bersih. (3) Pertanggungjawaban Untuk menjamin transparansi atas pengelolaan dana (penerimaan dan pengeluaran). merupakan buku bantu untuk mencatat segala transaksi yang terkait dengan pengeluaran dana untuk keperluan administrasi dan umum. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. Laporan keuangan ini harus dibuat setiap akhir bulan dan diumumkan kepada penerima manfaat. belanja material dan upah tenaga kerja dan saldo kas. Buku Biaya Administrasi dan Umum. d. Pelaporan dalam kelompok ini secara bulanan. Laporan neraca dibuat secara periodik bulanan dan disampaikan kepada para pemanfaat (pelanggan pengguna pelayanan) baik melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. hutang dan modal. MCK. biaya pemeliharaan prasarana kantor. merupakan laporan yang menggambarkan posisi asset yang dikelola. yang mencatat saldo awal kas dan di bank. 2) Laporan penunjang lainnya yang diperlukan. merupakan laporan rekapitulasi kegiatan keuangan bulanan. biaya hubungan pelanggan. sehingga tetap terjadi transparansi dalam pengelolaan asset. Digunakan untuk mencatat penerimaan uang di Kas (dapat berasal dari penarikan uang tunai dari bank atau sumbangan tunai lain) serta pengeluaran untuk biaya operasional.c. Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku. biaya penelitian dan pengembangan. Buku Kas. persampahan. Laporan Keuangan. laporan rencana dan realisasi pengeluaran. Buku Biaya Operasi dan Pemeliharaan Prasarana. maka setiap bulan harus dilaporkan kepada para pemanfaat (konsumen) dan masyarakat sekitar melalui media papan informasi maupun forum-forum pertemuan warga. Setiap pemasukan dan pengeluaran uang kas harus ada bukti penerimaan atau pengeluaran kas dan diberi penomoran. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. . pengeluaranpengeluaran dana dan mencatat saldo akhir kas dan di bank. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. f.

3. dibandingkan total jumlah pengeluaran untuk operasi dan pemeliharaan ditambah dana cadangan untuk penyusutan prasarana dan sarana.4. . dibandingkan total jumlah pengeluaran untuk operasi dan pemeliharaan. (3) Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut dibandingkan total jumlah pendapatan yang dihasilkan. (2) Jumlah pendapatan yang dihasilkan. Ukuran Keberhasilan Pengelolaan O dan P Prestasi kegiatan operasi dan pemeliharaan dari aspek keuangan dapat dilihat dari: (1) Jumlah pendapatan yang dihasilkan (retribusi atau sumbangan/iuran).

.

LAMPIRAN .

b. maka dilanjutkan dengan penjelasan terkait dengan rancangan penetapan tarif yang telah dibuat. Penerimaan dari tarif/iuran ini akan dijadikan sebagai sumber utama dalam membiayai pengelolaan O dan P yang bersangkutan termasuk sebagai pengumpulan dana penggantian investasi (penyusutan/depresiasi). Adapun mekanisme penetapan tarif/iuran pelayanan prasarana adalah sebagai berikut: 1. Besarnya tarif dasar f. d. 2) Jumlah penerima manfaat dan (untuk air bersih perhitungan perkiraan jumlah air terjual). Jumlah penerima manfaat dan (untuk air bersih perhitungan perkiraan jumlah air terjual). e. c.1 Tata Cara Penetapan Tarif Retribusi/Iuran Tarif retribusi/iuran pelayanan dikenakan bagi pengguna prasarana-sarana desa. b. Prasarana/pelayanan yang akan dikenakan tarif retribusi/iuran Tujuan pengenaan tarif retribusi/iuran Perhitungan kebutuhan biaya yang akan dibebankan dalam perhitungan tarif. Rencana penerapan tarif progresif (bila diperlukan) g. antara lain mencakup : 1) Perhitungan kebutuhan biaya yang akan dibebankan dalam perhitungan tarif. Penjelasan umum oleh ketua lembaga pengelola O dan P kepada masyarakat pengguna prasarana dan sarana perihal pentingnya penetapan tarif terhadap penggunaan prasarana dan sarana yang akan dikelola.LAMPIRAN . Setelah penjelasan umum. aparat pemerintah desa dan perwakilan pengguna prasarana atau tokoh masyarakat. lembaga pengelola O dan P yang telah dibentuk menyelenggarakan proses penentuan tarif retribusi dengan terlebih dahulu menyusun rancangan perhitungan tarif prasarana yang akan dikenakan tarif retribusi/iuran sebagai bahan dalam melaksanakan rembug warga. Rencana peninjauan kembali 2. dimana dalam rembug tersebut perlu diundang pula unsur LKM/BKM. 3) Besarnya tarif dasar . PP. Pelaksanaan Rembug Warga Lembaga pengelola O dan P mengundang seluruh warga masyarakat pemanfaat prasarana dan sarana terkait untuk mengadakan rembug warga dalam rangka penetapan tarif. Persiapan Dengan difasilitasi oleh fasilitator pendamping. Beberapa hal yang disampaikan dalam rembug warga: a. yang antara lain mencakup : a.

wakil dari masyarakat pengguna dan disaksikan oleh aparat pemerintah desa dan fasilitator pendamping. Tahapan selanjutnya adalah mengajak seluruh anggota pemanfaat yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk menghitung bersama besaran tarif berdasarkan rumusan yang digunakan dan diminta kesepakatannya. dimana setiap anggota masyarakat pemanfaat berhak memberikan satu suara dalam setiap keputusan yang diambil. Sebagai bentuk dukungan dari seluruh peserta rembug warga dalam keputusan tersebut.  Catatan: Dalam kasus dimana lembaga Pengelola O dan P berada dibawah Pemerintah Desa atau prasarana merupakan asset Pemerintah Desa. tarif retribusi/iuran yang telah disepakati tersebut perlu ditetapkan dalam sebuah Keputusan Ketua Pengelola O dan P Prasarana dan disetujui oleh BKM/TPK serta Kepala Desa/Lurah. maka tarif retribusi ditetapkan melalui Peraturan Desa (Perdes) . d. daftar hadir dilampirkan dalam berita acara. 3. Setelah ada kesepakatan terkait dengan hal-hal tersebut. Kesepakatan tarif dapat diambil dengan cara musyawarah. maka tahap berikutnya adalah penyusunan “Berita Acara Penetapan Tarif Retribusi/Iuran Pelayanan” yang ditandatangani oleh Ketua Pengelola O dan P.4) Rencana penerapan tarif progresif (bila diperlukan) 5) Rencana peninjauan kembali c. Dalam rembug warga ini diharapkan dapat disepakati tentang: 1) Besarnya tarif dasar yang akan diberlakukan 2) Penerapan tarif progresif (bila diperlukan) 3) Periode waktu peninjauan kembali tarif yang ditetapkan. dan apabila secara musyawarah tidak dapat diambil mufakat maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara pengambilan suara terbanyak (aklamasi) melalui voting. Pengesahan Untuk memperkuat penerapannya. BKM/TPK.

) ..LAMPIRAN .2 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : AIR BERSIH BULAN : ___________________________________ Volume Pemakaian Air (M3) Jumlah Uang Yang Dibayar (Rupiah) No Nama Pelanggan Keterangan TOTAL (….1….

LAMPIRAN .) .2….3 PENERIMAAN PENYAMBUNGAN BARU KOMPONEN PELAYANAN : AIR BERSIH BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….

LAMPIRAN .) .3….4 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : PERSAMPAHAN BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….

) .5 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : MCK BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….LAMPIRAN .4….

LAMPIRAN - 6

Buku Bank

Nama Lembaga Pengelola Alamat Jenis Kegiatan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tanggal 1

Uraian 2 Saldo Awal

No.Bukti 3

Masuk (Rp) 4

Keluar (Rp. 5

Saldo (Rp) 6 (…5a…)

(…5b…)

LAMPIRAN - 7

Buku Kas

Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tangga l 1

Uraian 2 Saldo Awal

No.Bukti 3

Masuk (Rp) 4

Keluar (Rp) 5

Saldo 6 (...6a...)

Saldo Akhir Bulan

(...6b...)

LAMPIRAN - 8

Buku Administrasi dan Umum

Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tanggal 1

Nama Toko/ Penerima Dana 2

No Bukti 3

Uraian transaksi, Jumlah Unit dan Harga 4

Total Pembayaran 5

Total Akhir Bulan

(…7…)

LAMPIRAN . Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…8…) .9 Buku BOP AIR BERSIH Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal 1 Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 3 Uraian transaksi.

Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…9…) .LAMPIRAN .10 Buku BOP PERSAMPAHAN Nama Lembaga Pengelola Alamat Status/Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal 1 Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 3 Uraian transaksi.

LAMPIRAN – 11 Buku BOP SANITASI / MCK Nama Lembaga Pengelola Alamat Status/Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 1 3 Uraian transaksi. Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…10…) .

4.. BOP Prasarana Sanitasi/MCK Jumlah Biaya Operasional 23..)__________ : Rp_____(.)___________ : Rp..Pendapatan Penjualan Air .______________________ 2.1.)__________ : Rp_____(..... Biaya Operasional a. : Rp.. __ (.. :Rp...... Pendapatan Sanitasi/MCK Jumlah Pendapatan Operasional : Rp............... Pendapatan Air Bersih : ..)__________ : Rp_____(..... ...7. Pendapatan Non Operasional a. ………………………………..1.........8.12 LAPORAN LABA (RUGI) Nama Lembaga Pengelola : _____________________ Alamat : _____________________ Status/Bulan Laporan : _____________________ ========================================================================== 1.....____________________ : Rp...............1 Pendapatan Operasional a...Pendapatan Penyambungan Baru b.)___________ : Rp. Pendapatn Bunga b. LABA (RUGI) : Rp_____(. ____(C)______________ : Rp.... __________________ ... ____(D)_____________ :Rp. ………………………………...... ..___(.....2... ....)___________ : Rp..............2.. Biaya lain-lain Jumlah Biaya Non Operasional TOTAL PENGELUARAN 3... PENGELUARAN : 2........ : Rp.........3....... 1.(B).....)__________ : Rp....)__________ : Rp. Administrasi dan Umum b..... Pendapatan Persampahan c.9........___(...10. BOP Prasarana Persampahan d...(A)... : Rp.LAMPIRAN . PENDAPATAN: 1. BOP Prasarana Air Bersih c.. Biaya Non Operasional a. : Rp... ..___(......... Pendapatan lain-lain Jumlah Pendapatan Non Operasional TOTAL PENDAPATAN : Rp....... Biaya depresiasi b..2...

____________________ 4. ____________________ 2.______(D)___________ :Rp.13 LAPORAN KEUANGAN ALIRAN KAS (CASH FLOW) Nama Lembaga Pengelola : _____________________ Alamat : _____________________ Status/Bulan Laporan : _____________________ =================================================================== 1. ____________________ ==================================================================== Catatan : Jumlah Saldo Awal + Jumlah Penerimaan Harus Sama Dengan Jumlah Pengeluaran + Jumlah Saldo AKhir ._____(B)____________ :Rp. Kas c. Penerimaan Non Operasional TOTAL PENERIMAAN :Rp. Jumlah Saldo Akhir :Rp. PENGELUARAN : 3.1.1 Penerimaan Operasional 2. Pengeluaran Non Operasional TOTAL PENNGELUARAN :Rp. Bank b._____(5a)____________ :Rp. Bank b. PENERIMAAN: 2._____(…5b…)____________ :Rp. Pengeluaran Operasional 3.2. Jumlah Saldo Awal :Rp. Kas c.LAMPIRAN .2. _____(6a)____________ :Rp. SALDO AWAL a. SALDO AKHIR a. _____(…6b…)____________ :Rp.______(C)___________ :Rp._____(A)____________ :Rp.______________________ 3.

P = Pengelupasan (disintegration) . dan Lebar …. m ..m ALUR : Panjang …. M AMBLAS: Jumlah ….m .LAMPIRAN – 14 FORMULIR SURVEI KONDISI JALAN ..permukaan perkerasan baik/licin R = Pelepasan Butir (ravelling) . dan Dalam ….pelepasan permukaan jalan secara lempengan/bongkah RETAK : P = Memanjang L = Melintang A = Acak B = Buaya Panjang …….m .banyak batu/paving lepas bahan pengikat aspal/semen/beton tidak mengikat batu/kerikil/paving K = Kekurusan (hungry) -permukaan jalan hancur. dan Dalam ….PERKERASAN Kab : Kec : DESA : Tgl. M . hampir sebagian besar bahan pengikat aspal/semen/beton hilang. Survei : Dusun/Dukuh/RW : Surveyor : NO NAMA JALAN (atau Ruas Jalan) 2 TI PE PERKERASAN 3 KEKASARAN 4 LUBANG JUMLAH LUAS 5 KONDI SI PERKERASAN JALAN TAMBALAN JUMLAH LUAS TI PE 6 RETAK PANJANG 7 LEBAR ALUR PANJANG DALAM 8 AMBLAS JUMLAH DALAM 9 1 Keterangan: TIPE PERKERASAN: A= Aspal M= Makadam B= Beton P= Paving T= Telasah S= Sirtu TN = Tanah LUBANG : Jumlah … buah dan Luas … m2 TAMBALAN : Jumlah … buah dan Luas … m2 KEKASARAN: G = Kegemukan (fatty) ..

Rata (RT) / Tidak Rata (TRT) BAHU : .LAMPIRAN .Teratur (TR) / Tidak Teratur (TTR) . Survei : Dusun/Dukuh/RW : Surveyor : SEBELAH KI RI No NAMA JALAN (atau Ruas Jalan) 1 2 DRAI NASE SELOKAN SAMPI NG 3 BAK KONTROL 4 TROTOAR (PJLN KAKI ) 5 BAHU 6 KEREB 7 DRAI NASE SELOKAN SAMPI NG 8 BAK SEBELAH KI RI TROTOAR (PJLN KAKI ) 10 BAHU 11 KEREB 12 KONTROL 9 Keterangan: SALURAN DRAINASE: .Diperkeras (D) / Tidak Diperkeras (TD) KEREB : .Tersumbat (T) / Tidak Tersumbat (TS) .DRAINASE DAN BAHU JALAN Kab : Kec : DESA : Tgl.Miring (M) / Tidak Rata (TRT) .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .Tersumbat (T) / Tidak Tersumbat (TS) TROTOAR/ PEJALAN KAKI: .Rusak (R) / Baik (B) .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .Mamadai (M) / Tidak Memadai (TM) BAK KONTROL : .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .15 FORMULIR SURVEI KONDISI JALAN .Terlalu Tinggi (TT) / Terlalau Rendah (TR) .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .

..) Rusak ringan ( .) Rusak ( ..... Survei : Surveyor : DATA UMUM : Bentang (m) : Kelas Pembebanan : Kelas Jalan : Tahun Pembuatan : LHR / Lalu Lintas Harian Rata2 : BANGUNAN ATAS : Tipe Bangunan Atas : Jenis Lantai : Jenis Kerusakan 1 Struktur Bangunan Atas : Lebar : 2 Lantai : 3 Kondisi : ( .16 FORMULIR SURVEI KONDISI .LAMPIRAN ..) Rusak berat ( .JEMBATAN Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl......) Hancur/Putus Sketsa : .

Survei : Surveyor : DATA BANGUNAN BAWAH DAN BANGUNAN PENGAMAN ABUTMEN Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : PONDASI Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : PONDASI PILAR Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bangunan Pengaman : Skesa : .Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl.

Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl.lama : Muka air normal terhadap muka jbt. Survei : Surveyor : DATA .lama : Muka air banjir terhadap muka jbt.SUNGAI Lebar Sungai : Arah sungai : Muka air rendah terhadap muka jbt.lama : Sudut antara arah aliran & jembatan : Bangunan Pengendali Sungai: Sketsa denah sungai dgn dilengkapi data-data pada jembatan lama: Sifat tebing sungai : Sifat aliran sungai : Sedimentasi material : Benda hanyutan : .

Kondisi : ( ...) Rusak ( .. d... 2.) Hancur/Putus Sketsa : .PRASARANA Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl.) Rusak berat ( .... b.) Rusak ringan ( .. 3.. c.17 FORMULIR SURVEI KONDISI . Survei : Surveyor : DATA UMUM : a.. BANGUNAN ATAS : Tipe Bangunan : Jenis Kerusakan 1..LAMPIRAN .

Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl. Survei : Surveyor : DATA BANGUNAN BAWAH DAN BANGUNAN PENGAMAN Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bangunan Pengaman : Skesa : .

Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl. TOPOGRAFI.LOKASI) 1 6 2 7 3 8 4 9 5 10 Sketsa denah lokasi prasarana/bangunan : . Survei : Surveyor : DATA LOKASI ( KONDISI. GEOLOGI .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->