PEDOMAN
OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA

Jl. Melati No. 173A Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok Sleman Telp : (0274) 433 2012, Fax : (0274) 433 2467 E-mail : Pengaduanjrf_nmc@yahoo.com www.rekompakjrf.com

yang mencakup. tepat guna dan efisien akan berpengaruh pada kualitas layanan dan umur pengoperasian yang akhirnya mampu memberikan dampak langsung pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat secara berkesinambungan pada 265 desa/kelurahan sasaran REKOMPAK-JRF. organisasi pengelola. operasi dan pemeliharaan serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan. Faktor yang mempengaruhi berfungsinya prasarana dan sarana dasar selain kualitas konstruksi adalah pengelolaannya.KATA PENGANTAR Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis masyarakat Java Reconstruction Fund (REKOMPAK-JRF) telah berhasil membangun 21. Untuk itu. masyarakat perlu diberi kemampuan dalam mengoperasikan dan memelihara prasarana dan sarana dasar yang telah dibangun. Melalui proses pemberdayaan REKOMPAK-JRF diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan memunculkan kesadaran dan tanggungjawab untuk memelihara serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan dan memelihara sarana dan prasarana dasar yang telah dibangun secara benar dan efisien agar dapat bermanfaat untuk jangka waktu yang lama dan lestari.633 rumah dalam waktu 14 bulan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah serta melakukan rehabilitasi dan pembangunan kembali prasarana dan sarana dasar desa/kelurahan melalui penyusunan Rencana Penataan Permukiman (RPP)/Community Settlement Plan (CSP) yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana secara partisipatif. 110020173 . Pengelolaan yang baik. Jakarta. Oktober 2010 Direktur Jenderal Cipta Karya Budi Yuwono NIP. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar (PPPPSD) ini diharapkan dapat memberikan informasi dan panduan tersebut. Prasarana dan sarana dasar tersebut diharapkan akan memberikan manfaat jangka panjang dan oleh karena itu. diperlukan adanya informasi dan panduan operasi dan pemeliharaan yang tepat dan efisien. Akhir kata. semoga pedoman ini dapat menjadi acuan dalam mengelola prasarana dan sarana dasar yang telah dibangun.

.

7. Prasarana Air Bersih dan Sanitasi 2. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Pengoperasian A. Organisasi Pengelola O dan P 3.3. Pelatihan 3. Batasan dan Pengertian TEKNIS OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA/KELURAHAN 2.3 Ukuran Keberhasilan ORGANISASI PENGELOLA 3. Struktur Organisasi B.5.2.2. Jenis Prasarana B. Acuan Implementasi 1.4.1. Prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi D. Latar Belakang 1.4. Maksud dan Tujuan 1. Tahap Pasca Konstruksi 2. Pelaksanaan Rembug Warga C.3.2. Tahap-tahap Pemeliharaan C. Ukuran Keberhasilan ii i v vii viii 1 2 3 3 3 4 4 BAB II 7 7 8 10 23 43 43 44 44 44 BAB III 45 46 48 48 48 49 50 50 52 53 53 54 53 . Teknis Operasi dan Pemeliharaan A. Pengesahan dan Peresmian 3.6. Kegiatan Rapat D.1. Ruang Lingkup 1. Pelaporan E. Sasaran 1. Tahap Perencanaan B. Tugas dan Fungsi C.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN DAFTAR TABEL DAN BAGAN BAB I PENDAHULUAN 1. Tahap Konstruksi C.1.5. Pembentukan Tim Pengelola A. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga 3. Landasan Hukum 1. Persiapan B. Struktur Pengelola dan Tata Peran A.

Ukuran Keberhasilan – 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9 – 10 – 11 – 12 – 13 – 14 – 15 55 56 56 64 64 65 67 LAMPIRAN Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Tata Cara Penetapan Restribusi/Tarif Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan Air Bersih Penerimaan Penyambungan Baru-Pelayanan Air Bersih Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan Persampahan Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan MCK Buku Bank Buku Kas Buku Administarsi dan Umum Buku BOP Air Bersih Buku BOP Persampahan Buku BOP Sanitasi/MCK Laporan Laba (Rugi) Laporan Keuangan Aliran Kas (Cash Flow) Formulir Survei Kondisi Jalan . Penganggaran Operasi dan Pemeliharaan A.Perkerasan Formulir Survei Kondisi Jalan – Drainase dan Bahu Jalan Lampiran – 16 Formulir Survei Kondisi Jembatan Lampiran – 17 Formulir Survei Kondisi Prasarana .1. Perhitungan Anggaran Pendapatan C. Pencatatan Transaksi dan Pertanggungjawaban Keuangan 4. Klasifikasi Prasarana dan Pembiayaan untuk O dan P 4.4. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya D.BAB IV PEMBIAYAAN 4. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan B.2.

DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN ATK AD/ART BAPPD BBM BKM BPMA DMC DPRD DTPL EWS IPLT JR F KPP KSM KU/HU LPMD/K MCK NMC O dan P PJOK PLN PMU PP PPK Rekompak RPP RT/RW SAH SAL TIP TPK TPS UPL Alat Tulis Kantor Anggaran Dasar /Anggaran Rumah Tangga Berita Acara Pencairan/Penggunaan Dana Bahan Bakar Minyak Badan Keswadayaan Masyarakat Bangunan Penangkap Mata Air District Management Consultant Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dokumen Teknis Pembangunan Lingkungan Early Warning System Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Java Reconstruction Fund Kelompok Pengguna Prasarana Kelompok Swadaya Masyarakat Kran Umum / Hidrant Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan Mandi Cuci Kakus National Management Consultant Operasi dan Pemeliharaan Penanggung Jawab Operasional Kecamatan Perusahaan Listrik Negara Project Management Unit Panitia Pelaksana Pejabat Pembuat Komitmen Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas Rencana Penataan Permukiman Rukun Tetangga / Rukun Warga Saluran Air Hujan Saluran Air Limbah Tim Inti Perencana Tim Pengelola Kegiatan Tempat Pembuangan Sampah Unit Pengelola Lingkungan .

DAFTAR TABEL DAN BAGAN Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jalan Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jembatan Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Talud Tembok Penahan Tanah Perbaikan Pekerjaan Beton Perbaikan Pekerjaan Pasangan Batu Kali Perbaikan Pekerjaan Kayu Rincian Kebutuhan O dan P BPMA Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Sumur Bor Dalam Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Mesin Diesel Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P KU/HU Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Tangki Septik MCK Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Bidang Resapan Pelaku dan Keterampilan O dan P Identifikasi Jenis Sampah Kemungkinan Kemudahan Penarikan Retribusi Berdasar Jenis Prasarana 14 16 18 20 21 22 25 25 27 28 31 31 33 34 36 37 40 40 42 55 Bagan 1 Bagan 2 Bagan 3 Bagan 4 Bagan 5 – – – – – Tahapan Pemeliharaan Pewadahan Sampah Bagan Organisasi Pengelolaan O dan P Prasarana dibawah BKM/TPK Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Beberapa Prasarana Struktur Organisasi Tim Pengelola O dan P dengan Satu Prasarana 8 41 46 51 51 .

Sementara itu efisiensi dan efektifitas operasi dan pemeliharaan (O dan P) sebagai sistem sangat dipengaruhi oleh banyak faktor dan proses yang muncul dan berlangsung dari tahapan ide atau program sampai sistem tersebut terbangun dan beroperasi. terjangkau. kuantitas. tahap pelaksanaan dan akhirnya pada . operasi dan pemeliharaan serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan. Mempertimbangkan kondisi tersebut. pelatihan. Bila salah satu hal tersebut tidak dipenuhi maka akan berpengaruh kepada kualitas pelayanan dan umur pengoperasian yang akhirnya akan mengakibatkan tidak tercapainya harapan dan tujuan dibangunnya prasarana tersebut. kenyamanan. faktor-faktor penting yang mempengaruhi berfungsinya suatu prasarana adalah pengelolaannya. Latar Belakang Rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana lingkungan permukiman pasca bencana di wilayah desa/kelurahan sasaran REKOMPAK-JRF diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sosial ekonomi warga desa secara berkesinambungan.1. Selain faktor kualitas konstruksi yang dihasilkan. Prasarana yang telah dibangun atau diperbaiki diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang bagi warga tetapi juga dapat lestari dan terus tumbuh dan berkembang. yang mencakup organisasi pengelola. perspektif gender. kehandalan. maka rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana lingkungan permukiman desa melalui proyek REKOMPAK-JRF yang mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat dan berorientasi pengurangan risiko bencana mengupayakan langkah pengembangan dan penguatan peran serta masyarakat mulai dari tahap perencanaan. penyusunan rencana teknis. keterlibatan sektor formal dan informal) (4) Biaya operasi dan pemeliharaan dan administrasi bisa dipenuhi masyarakat pengguna sendiri (minimal cost recovery terhadap biaya O dan P) (5) Perbaikan kerusakan dan penggantian suku cadang bisa dipenuhi di tingkat lokal. kontinyuitas. (6) Bisa dioperasikan dan dipelihara di tingkat lokal dengan hanya dukungan terbatas dari pihak luar ( bantuan teknis. pemantauan) (7) Tidak mempengaruhi lingkungan secara negatif. efisiensi. kemitraan dengan lembaga-lembaga pemerintah. kesehatan dan keamanan) (2) Beroperasi dalam jangka waktu yang lama (minimal sesuai dengan usia pakai) (3) Manajemennya dilembagakan (manajemen berbasiskan masyarakat.BAB I PENDAHULUAN 1. Ciri ciri suatu sistem dikatakan berkelanjutan jika: (1) Berfungsi dengan baik dan menghasilkan manfaat dalam tingkat yang memadai dari sisi (kualitas. Keberlanjutan suatu kegiatan pengelolaan prasarana sangat tergantung pada efisiensi dan efektifitas dari operasi dan pemeliharaannya.

Landasan Hukum Peraturan perundangan yang menjadi landasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa adalah : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana. Bisa dikatakan bahwa sustainabilitas operasi dan pemeliharaan suatu sistem dimulai dari tahap perencanaan dan bahkan yang lebih dini yaitu ditahap pengembangan gagasan atau penyusunan usulan. maka “rasa membutuhkan prasarana (tahap perencanaan)” dan “rasa memiliki prasarana (tahap pelaksanaan)“ diharapkan memunculkan “kesadaran dan rasa tanggungjawab” untuk memelihara prasarana yang telah dibangun sehingga dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan dan lestari. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Peraturan Pemerintah Nomor 36 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.2. Melaksanakan operasi dan pemeliharaan secara benar akan mendukung keberlanjutan dari sistem pada masa pasca konstruksi. . Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Non Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 Tahun 2010 tentang Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS-PB) Tahun 20102014. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dari mekanisme peran serta tersebut. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.tahap pemanfaatan prasarana yang harus dioperasikan dan dipelihara dengan baik secara mandiri agar selalu siap digunakan. yang juga tergantung dari rangkaian faktor dan proses yang dikembangkan dalam tahap perencanaan dan konstruksi. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). 1. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

2007. pembiayaan) prasarana desa yang berkelanjutan. Untuk bangunan pusaka sudah disusun pedoman pelestarian pusaka dalam buku terpisah. untuk hal-hal yang bersifat operasional dalam pelaksanaan lapangan tetap harus merujuk pedoman operasional umum dan teknis serta SOP REKOMPAK-JRF yang berlaku. tetapi tidak termasuk prasarana dan sarana bangunan pusaka. Pedoman Operasional Umum (POU) Untuk Desa/kelurahanDalam Rekompak JRF. beserta perubahannya. Ruang Lingkup Buku ini disusun sebagai pedoman bagi pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa. Acuan Implementasi (1) Grant Agreement Nr.5. khususnya prasarana pengurangan risiko bencana yang telah dibangun selama program REKOMPAK-JRF. 1. (4) Mendorong terwujudnya fasilitas prasarana pengurangan risiko bencana yang handal dan siaga. Selain itu. (2) Memberikan panduan kepada konsultan pendamping REKOMPAK-JRF dalam memfasilitasi pengorganisasian dan pelaksanaan O dan P prasarana desa. (2) (3) 1. (3) Memberikan arahan kepada pemerintahan desa. 1. pengorganisasian dan pembiayaan bagi pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O dan P). Pedoman Operasional Teknis (POT) Untuk Desa/kelurahanDalam Rekompak JRF.4. . Muatan dari pedoman ini adalah khusus memberikan arahan teknis. pemerintahan kabupaten/kota dan pihak-pihak terkait dalam mendukung pengorganisasian dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa. 2007. TF 090014–IND Java Reconstruction Fund (JRF) For Community Based Settlement Rehabilitation and Reconstruction Project for Central and West Java and Yogyakarta Special Region. harus tetap merujuk pedoman standar yang bersifat umum dan baku. (5) Mendorong terwujudnya kemandirian dalam pengelolaan (teknis. organisasi. Hal-hal yang tidak diatur dalam pedoman ini. Maksud dan Tujuan Maksud disusunnya pedoman O dan P ini adalah : (1) Memberikan panduan kepada masyarakat warga dalam mengorganisasikan dan melaksanakan O dan P prasarana desa.3.(16) Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (RAN-PRB) Tahun 2010-1012.

DPRD Provinsi. siaga dan mandiri. pembiayaan) prasarana desa. 1. yaitu seluruh warga (pemakai prasarana). yaitu para fasilitator pendamping masyarakat desa/kelurahan. (2) Terlaksananya kegiatan fasilitasi pengorganisasian dan penyiapan pelaksanaan O dan P prasarana desa oleh konsultan pendamping REKOMPAK-JRF. (3) Pemerintah desa/kelurahan. (3) Terwujudnya fasilitas prasarana desa yang handal dan siaga untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di wilayah desa dan sekitarnya. Sasaran Sasaran operasional pedoman O dan P ini adalah: (1) Terlaksananya langkah-langkah pengorganisasian warga desa dalam pelaksanaan O dan P prasarana desa yang handal. National Management Consultant (NMC).7. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (LPMD/K) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). (7) Konsultan REKOMPAK-JRF. (6) Gubernur. Tim Inti Perencana (TIP). Dinas/Instansi Terkait. Panitia Pelaksana (PP) dan calon pengelola O dan P. berkala maupun perbaikan sewaktu-waktu (insidentil) . (2) Komunitas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi. Kelompok sasaran utama tata-cara operasi dan pemeliharaan ini adalah: (1) Konsultan pendamping tingkat desa. (8) Serta pihak-pihak lain yang peduli atau memanfaatkan pedoman O dan P ini.6. 1. Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Provinsi. Dinas/Instansi Terkait. (5) Walikota/Bupati. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). (2) Terwujudnya kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan (teknis. (3) Meningkatnya peran aktif pemerintah kabupaten/kota dalam memfasilitasi proses pengorganisasian warga dalam pengembangan pelaksanaan O dan P prasarana desa. khususnya BKM/TPK. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kabupaten/Kota.Tujuan dari pedoman O dan P ini adalah: (1) Terwujudnya suatu sistem O dan P prasarana desa berbasis komunitas yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana. (4) Pemerintah Kecamatan. Batasan dan Pengertian Pengertian dan pemahaman yang dipakai dalam pedoman ini merujuk pada sejumlah sumber adalah sebagai berikut: (1) Operasi dan pemeliharaan adalah serangkaian kegiatan terencana dan sistematis. District Management Consultant (DMC). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota. organisasi. Penanggung Jawab Operasional Kecamatan (PJOK). yang dilakukan secara rutin.

ringan dan dijadwalkan teratur dalam satu tahun. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan selang waktu yang cukup lama. (2) Pemeliharaan secara umum dapat dikategorikan dalam tiga jenis.untuk menjaga agar prasarana yang telah dibangun tetap dapat berfungsi dan bermanfaat sesuai rencana. Pemeliharaan ulang meliputi perbaikan rehabilitasi dari prasarana-sarana yang dilakukan untuk mengembalikan seperti fungsinya semula sesuai desain atau standar awal. Pemeliharaan Ulang (corrective maintenance). Pemeliharaan ulang kadang disebut juga perbaikan besar. sebagai berikut : a. biasanya lebih dari satu tahun. Pemelihraa rutin sifatnya preventif. (3) Tim Pengelola O dan P prasarana-sarana desa adalah sekelompok orang yang dipilih dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat/komunitas desa. Pemeliharaan Rutin (preventive maintenance). b. (4) . c. Pemeliharaan rutin ini dilakukan dengan mengontrol dan merawat prasaranasarana secara rutin/periodik sehingga tidak terjadi kerusakan atau berubah fungsinya. Pemeliharaan Sesudah Rusak (breakdown maintenance) Pemeliharaan Sesudah Rusak meliputi perbaikan atau modifikasi dari prasarana/sarana yang dilakukan setelah terjadi kerusakan saat digunakan. Bagian penting dari pemeliharaan rutin antara lain adalah pencegahan atau menjaga penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya agar prasarana tidak cepat rusak. sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana. yang telah diberi wewenang dan tanggung jawab mengelola prasarana-sarana yang ditetapkan. Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana-sarana desa ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan O dan P prasarana oleh tim pengelola prasarana desa.

BAB II TEKNIS OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA/KELURAHAN

2.1. Teknis Operasi dan Pemeliharaan
A. Jenis Prasarana Jenis-jenis prasarana dasar desa yang telah dibangun melalui program REKOMPAK-JRF antara lain adalah: (1) Jenis prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi a. Jalan 1) Jalan aspal 2) Jalan makadam 3) Jalan beton 4) Jalan paving 5) Jalan telasah 6) Jalan sirtu 7) Jalan tanah b. Jembatan 1) Jembatan beton 2) Jembatan komposit 3) Jembatan gantung 4) Jembatan kayu 5) Plat decker c. Saluran Drainase / Saluran air hujan (SAH) 1) Saluran dengan pasangan 2) Saluran dengan buis beton 3) Saluran tanah 4) Gorong-gorong 5) Syphon d. Sumur Resapan untuk Drainase/SAH 1) Sumur resapan buis beton 2) Sumur resapan pasangan batu bata e. Bangunan penahan tanah 1) Talud pasangan batu kali 2) Bronjong 3) Beton bertulang 4) Revetment

f. Bendung Bendung pasangan batu g. Embung/ Waduk 1) Tembok/talud pasangan batu kali 2) Tanggul tanah h. Lapangan Evakuasi i. Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) j. Peralatan Pendukung Peringatan Dini (EWS/ Early Warning System) (2) Jenis prasarana Air Bersih dan Sanitasi a. Air Bersih 1) Bangunan Penangkap Mata Air/BPMA 2) Sumur bor dalam 3) Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) 4) Pipa Transmisi & Distribusi, dan Katup (valve) 5) Mesin Diesel Pembangkit Listrik (Genset) b. Sanitasi/MCK (Mandi Cuci Kakus) 1) Bilik MCK 2) Tangki Septik 3) Resapan c. Persampahan 1) Pengumpulan & pemilahan sampah 2) Komposting

B. Tahap-Tahap Pemeliharaan
Tahap-tahap proses pemeliharaan prasarana desa yang dilaksanakan oleh Tim Pengelola O dan P prasarana dasar desa secara umum melalui proses yang dapat digambarkan sebagai berikut :
Bagan – 1 Tahapan Pemeliharaan
Inventarisasi, Identifikasi Evaluasi & Perhitungan Prioritisasi & Penjadwalan Pembiayaan

Pelaksanaan Pemeliharaan & Pelaporan

6 (Prosedur) Perbaikan Pekerjaan. . Dalam pendataan tersebut harus dicatat dengan lengkap kondisi bagian/komponen prasaranasarana yang akan dipelihara atau yang mengalami kerusakan. yaitu: kondisi kerusakan prasarana dan kemendesakan karena merupakan prasarana mitigasi bencana yang harus segera dipelihara. Pada tahap ini juga perlu diseleksi prasarana mana yang akan dilakukan pemeliharaan rutin.3 Tanda-tanda kerusakan konstruksi prasaranasarana dan uraian prasarana dalam pedoman ini. b. karena mereka cukup tahu kondisi prasarana tersebut. peralatan. yaitu semakin banyak jumlah orang yang menggunakan. Kapasitas desa. yaitu: kemampuan desa untuk melaksanaka pemeliharaan sendiri. (2) Evaluasi dan Perhitungan Pada tahap ini hasil invetarisasi dan identifikasi yang sudah disusun akan dievaluasi untuk penentuan metoda dan cara pemeliharaan. semakin prioritas. kelompok perempuan) d. e. Untuk kategori rehabilitasi proses dilakukan terpisah seperti membangun prasarana baru. tenaga kerja/tenaga trampil dan biaya yang dibutuhkan. karena jika tidak mampu ditangani oleh tingkat desa maka perbaikannya perlu diusulkan ke pemerintah kab/kota dan dinas/instansi lainnya. perhitungan bahan.5. Sosial. termasuk pembiayaannya harus dikordinasikan dengan dinas/instansi terkait. sehingga prosesnya perlu waktu lebih lama.(1) Inventarisasi dan Identifikasi Tahap ini adalah menginventarisasi prasarana yang akan dipelihara serta mengidentifikasi masing-masing kondisi prasarana-sarana. dilakukan melalui survey menggunakan formulir kondisi prasarana sebagai terlampir. Sebaiknya dalam pendataan ini meminta juga informasi dari komunitas warga di sekitar lokasi atau pengguna prasarana. Sebagai acuan pencatatan dapat dilihat Tabel–1. c. dapat dilakukan dengan melihat aspek-aspek seperti : a. Disini dievaluasi dan ditambahkan juga catatan jumlah yang memanfaatkan prasarana tersebut serta kondisi sosial pemakai serta cakupan pelayanan. Prasarana yang bukan milik desa/lingkungan atau diluar kewenangan desa maka operasi & pemeliharaannya. Manfaat. Pada tahap ini masalah kepemilikan/kewenangan atas prasarana dasar desa harus sudah jelas. yaitu : pertimbangan kondisi sosial warga pengguna prasarana (misal kaum jompo. Kemendesakan. Sebagai acuan evaluasi dan perhitungan dapat dilihat Tabel-4. jika belum jelas perlu dicari informasi dan dikonfirmasi sesuai data pada saat awal pembangunan prasarana. yaitu: urutan logis secara teknis tahap-tahap pemeliharaan atau perbaikan. (3) Prioritisasi dan Penjadwalan Prioritisasi dan penjadwalan secara keseluruhan dari semua prasarana dan komponen yang sudah diinventarisasi. Urutan logis. pemeliharaan perbaikan karena rusak atau masuk kategori rehabilitasi jika kondisinya sudah sangat rusak.2. difabel.

dapat segera diperbaiki dan tidak menjadi kerusakan besar atau kegagalan fungsi. Selain hal itu dengan pemeliharaan rutin kerusakan kecil cepat diketahui. Selama dan sesudah pemeliharaan tim pengelola/petugas harus membuat laporan pelaksanaan pemeliharaan (pelaksanaan kegiatan dan keuangan) untuk disampaikan kepada masyarakat dan ditempel pada papan pengumuman. rencana pemeliharaan perlu ditempel di papan pengumuman untuk dapat diketahui warga. secara kerja bakti. C. Pemeliharaan Rutin pada dasarnya menjaga prasarana dalam keadaan seperti semula dan mencakup beberapa pekerjaan yang berulang. Evaluasi atas hasil pelaksanaan O dan P dilakukan setelah prasarana digunakan kembali atau sedikitnya dalam satu tahun sekali. dapat dilakukan evaluasi dan perhitungan ulang metoda pemeliharaan yang dipilih. Prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi (1) Pemeliharaan Rutin Prasarana dan Sarana Pemeliharaan rutin bertujuan mengontrol dan merawat prasarana/sarana serta menjaga fasilitas tetap dalam kondisi baik untuk mencegah kegagalan (prasarana tidak berfungsi secara tiba-tiba). Evaluasi dilakukan oleh Tim Pengelola bersama komunitas warga dan perlu mengundang pihak luar untuk memberi masukan ahli. Pemeliharaan rutin harus dimulai pada waktu prasaranasarana selesai dibangun (masih dalam keadaan baru) dan dilanjutkan seumur prasarana tersebut. (6) Pengawasan dan Evaluasi Pengawasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana dilakukan oleh BKM/TPK melalui UPL (unit pengelola lingkungan) dan oleh masyarakat komunitas warga.(4) Pembiayaan Setelah tahap perencanaan diatas diselesaikan oleh petugas teknis maka hasil perencanaan O dan P tersebut harus dirembug bersama oleh seluruh pengurus untuk diputuskan besaran biaya yang disediakan dan akan digunakan untuk pemeliharaan. (5) Pelaksanaan Pemeliharaan dan Pelaporan Pelaksanaa pemeliharaan dapat dilaksanakan sendiri oleh tim pengelola O dan P. Pada kondisi karena dana terbatas. Untuk kondisi keputusan-keputusan tertentu (misal: honor/tunjangan/upah petugas pemeliharaan) maka keputusan perlu diambil melalui rembug warga dan/atau persetujuan pemerintah desa sesuai peraturan yang dibuat sebelumnya dalam AD/ART Tim Pengelola atau aturan pemerintahan yang berlaku. gotong royong atau menyewa tenaga dari luar. yang secara teknis cukup sederhana. . Sebelum pemeliharaan dilaksanakan.

2. Tidak boleh menanam pohon di berm/bahu jalan. Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang talud yang akarnya dapat mendorong ketidakstabilan talud dan/atau merusak talud. untuk dilewati oleh kendaraan dengan total berat melebihi klas jalan (jalan desa: Klas III beban < 8 ton. Mencegah dan melarang dilewati kendaraan dengan total berat melebihi klas jembatan yang direncanakan (lihat catatan no:1a) 2. Tidak boleh memanfaatkan jalan menjadi tempat mencuci kendaraan atau barang-barang. Jembatan 1. . Pembersihan secara umum Membuang tumbuhan liar dan sampah Pembersihan dan melancarkan fungsi prasarana. Tidak boleh membuat talud yang lebih tinggi dari berm/bahu jalan tanpa dilengkapi saluran drainase sehingga terjadi genangan di jalan. Dilarang mendirikan bangunan diatas atau dibawah talud sejauh 1. jalan cor-beton swadaya beban maksimal sampai dengan 3 ton). 7.Lingkup pekerjaan pemeliharaan rutin/berkala prasarana adalah sebagai berikut: 1. 2. Tidak boleh memanfaatkan ruang bawah jembatan. b. 5. Pencegahan penggunaan prasarana diluar fungsi. 8. ada hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga agar prasarana desa tidak cepat rusak yaitu melaksanakan pencegahan penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya. selain rumput pelindung bahu jalan. antara lain: a. Tidak boleh memanfaatkan jembatan menjadi tempat mencuci kendaraan/barang. 4. Tidak boleh menambang material batu dan/atau pasir (galian C) pada 500 M dari hulu dan hilir jembatan. 4. 2. Tidak boleh memanfaatkan tanah yang ditalud sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya 3. diluar tujuan untuk perlindungan jembatan tersebut. Jalan 1. 4. 3. Talud 1.5 kali tinggi talud dari talud. 3. 3. 6. c. Penanganan kerusakan-kerusakan ringan Pengecatan sederhana Pemeliharaan permukaan konstruksi bangunan dan lantai kendaraan Penggantian spare-part/suku cadang Pemberian pelumas/oli Dalam pemeliharaan rutin. Mencegah dan melarang penggunaan jalan.

jembatan. jalan. . Dilarang menggali tanah disekitar pondasi talud yang dapat melemahkan konstruksi talud. Tidak boleh membendung aliran air serta membongkar dinding talud saluran drainase untuk pengambilan air. 2. 3. Pada bangunan rumah atau pelindung pintu air tidak boleh untuk tempat pemeliharaan ternak. 4. 3. Mencegah dan melarang waduk/embung sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak ditempat-tempat yang sudah disediakan. pasir atau sedimen (galian C) di sekitar bendung. warung. Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan waduk/embung.4. Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang puncak tanggul sehingga mengurangi kepadatan. 2. pasir atau sedimen di sekitar tanggul (akan mengurangi kestabilan konstruksi tanggul dan menyebabkan longsor). tanggul. pintu air. 4. Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan bendung. Tidak boleh membuang sampah di saluran drainase. jembatan. Waduk/embung 1. jalan. lihat panduan nomor sebelumnya. saluran drainase/irigasi. Tidak boleh mendirikan bangunan disekitar bendung. Tidak boleh memanfaatkan dinding saluran sebagai tempat mendirikan bangunan. dll. Tidak boleh memanfaatkan waduk/embung sebagai tempat pemeliharaan ternak. tanggul. Tidak boleh mengambil material batuan. Mencegah dan melarang pengambilan/penambangan material batuan. Bendung 1. 2. lihat panduan nomor sebelumnya. 2. diluar fungsinya. porositas dan kestabilan tanggul. Mencegah dan melarang saluran drainase sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak di tempat-tempat yang sudah disediakan. 5. 4. Tidak boleh menghilangkan rumput tanggul sebagai penahan longsor. dll. e. 3. seperti: talud. tempat tinggal sementara/bedeng. g. f. diluar fungsinya. saluran drainase/irigasi. d. Saluran drainase 1. Tanggul Tanah 1. seperti: talud. 3. Tidak boleh memanfaatkan tanggul sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya Tidak boleh mengambil material badan tanggul dan kaki tanggul.

5 dan 6). Tidak boleh mendirikan bangunan atau meletakan barang-barang disekitar hidran. 4. karena kerusakan yang tidak segera diperbaiki akan semakin bertambah kerusakannya dan pada akhirnya prasarana rusak tidak bisa digunakan (gagal berfungsi). (2) Pemeliharaan Prasarana Sesudah Rusak Pemeliharaan Sesudah Rusak adalah pemeliharaan atau perbaikan yang dilakukan karena prasarana mengalami kerusakan. ini dapat menghambat akses petugas pemadam dalam memanfaatkan hidran. ini termasuk pekerjaan perbaikan besar tidak akan dibahas dalam pedoman ini. untuk kondisi ini diharapkan warga bisa mengadakan kerja bakti untuk melakukan pemeliharaan melindungi dan perbaikan ringan atas bagian yang rusak agar tidak semakin rusak. Pada bagian berikut ditampilkan beberapa prosedur perbaikan jika suatu konstruksi prasarana mengalami kerusakan (lihat tabel 4. Pemeliharaan perbaikan pada prinsipnya harus segera dilakukan jika prasarana mengalami kerusakan. 2. 2. 2. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk mencuci kendaraan atau barang-barang. 5. Mencegah dan melarang pemanfaatan lapangan evakuasi untuk lahan pertanian. Konstruksi beton Konstruksi pasangan batu kali Konstruksi pasangan bata Konstruksi aspal Konstruksi paving Konstruksi kayu (3) Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan prasarana seperti fungsinya semula (sesuai desain standar awal). Tidak boleh mendirikan bangunan warung/toko di lapangan evakuasi. Rehabilitasi atau pekerjaan perbaikan besar prosesnya hampir sama dengan prosedur tata laksana untuk pembangunan infrastruktur baru. Lapangan Evakuasi 1. antara lain pekerjaanpekerjaan perbaikan untuk: 1. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk menyiram tanaman. 6. i.h. Namun dalam beberapa situasi sering perbaikan tidak dapat segera dilakukan (misal: anggaran yang belum siap). . 3. Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) : 1. 3.

Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas tanah melemah Peturasan tidak baik Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Lapisan permukaan Peturasan tidak baik Filler Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah dasar (sub grade Traffic management (load) Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Berm/bahu jalan Traffic management (load) Drainase samping Berm/bahu jalan Vegetasi (rumput dll) Jalan Telasah Melendut melintang ataupun Stabilitas lapisan permukaan dan sub . .Tabel – 1 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jalan NO INFRASTRUKTUR Jalan JENIS KONSTRUKSI Aspal PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Retak garis dipermukaan Terkelupas Retak sarang laba-laba Beton Terbongkar Melendut (banyak) Permukaan Berlumut Paving Block Terbongkar Melendut (banyak) Pecah Berlumut Tumbuh rumput Makadam Melendut melintang ataupun memanjang Batuannya terlepas KERUSAKAN Stabilitas melemah Stabilitas melemah lapisan lapisan permukaan permukaan mulai mulai PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic management (load) Drainase samping Berm/bahu jalan PENCEGAHAN KERUSAKAN PERAWATAN & PERHATIAN Konstruksi jalan harus dilakukan : .Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah.Perawatan sistem drainase/peturasan samping dan permukaan jalan .Secara berkala konstruksi jalan harus dirawat.

Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh ditengah badan jalan. Perkerasan tanah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik .NO INFRASTRUKTUR JENIS KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) memanjang Batuannya terlepas KERUSAKAN grade melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Batu pengunci (kanstin) rusak atau lepas Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) PENCEGAHAN KERUSAKAN PERAWATAN Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Berm/bahu jalan Traffic management (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) Traffic management (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) & PERHATIAN Sirtu Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh ditengah badan jalan.

air hujan. . Pipa atau besi rail melendut Gelagar beton Retak Melendut (banyak) Pecah. hancur Terlihat besi tulangan Gelagar beton komposit (baja– beton).Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampah-sampah. . Mempertahankan fungsi sesuai desain.Tabel – 2 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jembatan NO INFRASTRUKTUR Jembatan Beton dengan Pondasi Pasangan Batu KOMPONEN KONSTRUKSI Guard rail.pecah. lumut. Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Terkena gangguan kemis/kimia Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Baja berkarat banyak Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Umur Berubah fungsi atau load (beban PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan fungsi sesuai desain. limbah. perdu). dan dari gangguan biologis (jamur. tembok sedada (buuk) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Tiang/patok/buuk – retak atau hancur KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan). lapisan mengelupas Stabilitas konstruksi melemah Konstruksi beton melemah Hand Rail Tiang/patok .Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguan-gangguan kemis (air laut. retak. semak. patah. miring Pipa atau besi rail melendut atau lepas. Perawatan sistem peturasan sekitar konstruksi Secara berkala konstruksi baja harus dirawat.Collaps. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. condong. Mempertahankan fungsi sesuai desain. Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat jembatan. PERHATIAN Konstruksi jembatan harus dilakukan : . Mempertahankan fungsi .Perawatan sistem drainase/peturasan sekitar konstruksi. kencing binatang). Guard post/safety post (patok pengarah). Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Baja berubah. gelagar baja I dan lantai beton bertulang Baja berkarat Melendut (banyak) Beton retak di bagian komposit Lantai beton Jembatan Retak Stabilitas konstruksi melemah .Pengecatan baja & besi (rail) berkala Mempertahankan fungsi sesuai desain. Tiang/patok/buuk . Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat jembatan Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan.

PERHATIAN Pas batu kali: . .Perkuatan lereng dan apron pada dasar sungai. batu-batu lepas Pasangan melemah konstruksi Berlumut. Retak Collaps.Kepala jembatan (abutment) dan pilar (pier). miring Mempertahankan fungsi sesuai desain. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN sesuai desain. ada tumbuhan Peturasan tidak baik dan plesteran/ siaran lepas . condong. Pecah.NO INFRASTRUKTUR KOMPONEN KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut (banyak) Pecah. : tidak ada penggalian material sungai di sekitar jembatan) Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan membersihan sampah di bawah jembatan.Pondasi untuk kepala jembatan dan pilar . Daya rekat plesteran / siaran melemah. Menjaga sekeliling pondasi tidak terjadi gerusan dasar sungai (a. hancur.l. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. hancur Terlihat besi tulangan KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Sistem drainase tidak baik.

Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah. Aliran air rembesan dibawah/ di dalam timbunan. . Rumput pelindung hilang/mati.Secara berkala konstruksi talud harus dirawat. hancur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik Sistem drainase tidak baik. Pemadatan tidak sempurna Rembesan air Sistem drainase tidak baik. hancur Pasangan Batu Kali Retak Melendut (banyak) Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase Pecah. aliran air rembesan dibawah bronjong menggerus pondasi tanah Umur Berubah fungsi atau load atau Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan Berlumut Bronjong kawat Melendut/melengkung Kawat putus / rusak . . tiang pada tebing condong Beton Retak Melendut (banyak) Pecah. Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase PERHATIAN Konstruksi talud harus dilakukan : . Aliran air deras.Tabel – 3 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Talud Tembok Penahan Tanah NO INFRASTRUKTUR Talud.Perawatan sistem drainase/peturasan sekitar dan samping konstruksi talud. Tembok Penahan Tanah JENIS KONSTRUKSI Timbunan Tanah (Tanggul) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut Bekas tergerus Retak memanjang KERUSAKAN Stabilitas berkurang Kepadatan tanah berkurang Kepadatan tanah berkurang Terjadi sliding Longsor (Stabilitas berkurang) Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dsar melemah Peturasan tidak baik Stabilitas konstruksi melemah Kawat berkarat atau ikatan lepas PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik. Pohon. Rumput pelindung hilang/mati.

PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN sampah-sampah. Umur Berubah fungsi atau load benturan/timbunan sampah. atau Penguatan ikatan kawat Pengaturan Drainase PERHATIAN . batu lepas KERUSAKAN Kawat putus. batu longsor (stabilitas berkurang) PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN benturan/timbunan sampah. Pondasi tanah tergerus.NO INFRASTRUKTUR JENIS KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Hancur.

Hancur Patah/penurunan .Pondasi berat . Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan. .Pengaturan batasan pembebanan.Lantai landasan berat .Jika retak tidak dalam < setegah tebal isi dengan mortar (campuran cemen pasir komposisi setara betonnya) Beton di kupas sampai lapisan tanah Tanah dipadatkan kembali dan dibersihkan Siram tanah dengan air Isi lubang tersebut dengan beton dengan campuran setara beton lama.Balok Jembatan . . limbah.Dinding penahan tanah.Pembersihan vegetasi yg tidak perlu dan sampah. . bengkok atau putus satu dua buah cukup dilakukan penyambungan dengan cara overlap. Jika bagian beton komposit retak banyak atau ada yang pecah lepas.Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan. Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan.Tabel – 4 Perbaikan Pekerjaan Beton KOMPONEN KONSTRUKSI Beton Rabat (Blind Concrete) PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK .Teknik pencampuran material beton . Permukaan aus ( kerikil lepas ) 2 Beton Bertulang (Reinforced Concrete) Beton struktur: . 3 Beton Komposit (baja – beton) Baja berkarat Melendut (banyak) Pembersihan bagian-bagian yang berkarat dan baja dicat ulang. Kemudian ditutup dengan beton berkomposisi setara beton aslinya. lumut). sebaiknya perbaikan diserahkan kepada tenaga trampil dan tukang ahli di bidangnya. car port.Perawatan dari gangguan kemis dan biologis.Perawatan dari gangguan kemis dan biologis.Pengecatan baja berkala . INDIKASI KERUSAKAN Retak NO 1 PENGGUNAAN Perkerasaan jalan.Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi . Jika terjadi rusak tulangan tidak banyak.Kebersihan beton yang diperbaiki . .Perawatan sistem drainse peturasan sekitar konstruksi . Perkerasan landasan Perkerasan lantai PROSEDUR PERBAIKAN . .Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi.Sehingga terlihat tulangannya Idem di atas. . Gelagar jembatan (gelagar baja I dan lantai beton bertulang) .Rangka rumah .Permukaan aus kerikil lepas Hancur Patah .Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan.Beton lama disiram air bersih dulu sebelum dilakukan pembetonan baru. Jika jembatan kondisi rusak menunggu perbaikan terpaksa tetap digunakan maka harus diberi pilar-pilar penopang pada bagian gelagarnya. Jika melendut banyak atau lendutan bertambah dari periode sebelumnya.Pengaturan batasan pembebanan.Lantai jembatan .Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguan kemis/kimia (air laut. . air hujan. kencing) dan dari gangguan biologis (jamur. . .Pengaturan batasan pembebanan.Retak . Karena konstruksi beton komposit memerlukan keahlian khusus. PERHATIAN . Beton retak .Jika retak konstruksi harus diperbaiki dengan memperbesar retak hingga ukuran lebih besar kerikil beton perbaikkan sedalam retaknya >setengah tebal beton.Jika kategori retak rambut tidak perlu diperbaiki . dll.

Kemudian lubang diisi dengan adukan/spesi baru sepenuhnya. .Patah Jika terjadi penurunan disisi lain maka konstruksi pasangan dibagian turun dibongkar untuk diganti dengan yang baru (berlaku untuk tembok pelindung bahaya).Kebersihan pasangan yang diperbaiki (termasuk dari adukan/spesi lama) . .Pondasi tergerus air .Dilakukan finishing sebagaimana bagian lainnya . .Pasangan lama disiram air bersih dulu sebelum dilakukan pemasangan baru. . .Jika tanah dasar adalah tanah lunak (bukan keras) maka dilakukan penggalian tanah dibagian bawah yang aman kemudian disuntik dengan beton atau pasangan batu baru. . . Perlu dilakukan redesign.Teknik pencampuran material adukan/spesi . . PERHATIAN .Retak PROSEDUR PERBAIKAN .Retak diperbesar sampai kedalaman retak. PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK Mempertahankan fungsi sesuai desain Membersihkan vegetasi/tumbuhan yang tidak perlu Pengaturan aliran drainase INDIKASI KERUSAKAN . Condong .Jika tanah dasar adalah tanah keras maka dilakukan suntikan beton pada bagian yang tergerus. Konstruksi dibongkar dan diganti dengan yang baru.Jika kondisi tidak aman maka lebih baik dibuat pasangan baru dengan kedalaman pondasi yang memperhitungkan adanya gerusan.Keselamatan kerja.Tabel – 5 Perbaikan Pekerjaan Pasangan Batu Kali KOMPONEN KONSTRUKSI Pasangan batu kali NO 1 PENGGUNAAN Pondasi struktur Tembok Penahan Tanah Dinding drainase Dinding Bendung Pondasi Jembatan Dll.Collaps.

Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/10 Reta dalam arah radial <1/4 tebal kayu Retak menurut lingkaran tumbuh (kayu tahun) < 1/5 tebal kayu. . patah: Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu) . semak.Melengkung(berubah bentuk) . dan dari gangguan biologis (jamur.Secara berkala konstruksi bangunan kayu harus dirawat dari gangguangangguan kemis (air laut. . lumut.Tabel – 6 Perbaikan Pekerjaan Kayu KOMPONEN KONSTRUKSI Konstruksi Kayu menahan beban PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK . Lapuk . limbah.Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu) . air hujan.Pada saat perbaikan berlangsung. kayu yang mempunyai syarat : Kayu harus kering udara Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 lebar balok atau < 3.Sebelum penggantian kayu.Pada titik titik yang sirkulasi udaranya tidak bagus (sudut sudut bangunan) secara berkala diberikan sirkulasi agar material kayu terhindar Patah dari pengaruh kelembaban. 2 Kayu untuk Bangunan Daun pintu Daun jendela Idem .Lapuk . melengkung. Melengkung (berubah bentuk) . Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/7 Retak dalam arah radial <1/3 tebal kayu Retak menurut lingkaran tumbuh (kayu tahun) < 1/4 tebal kayu. perdu) INDIKASI KERUSAKAN Retak/Pecah NO 1 PENGGUNAAN Kuda-kuda Kolom Balok Kusen PROSEDUR PERBAIKAN Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu PERHATIAN Secara umum dikenal dua macam mutu kayu dalam konstruksi. Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. yaitu : Kayu bermutu A.Retak/Pecah .Kayu lapuk. . ialah kayu yang tidak termasuk dalam mutu di atas tetapi memenuhi syarat : Kadar lengas kayu < 30 %.Pembatasan pembebanan sesuai dengan beban rencana atau gangguan mekanis. harus dipersiapkan penyangga atau kontruksi sementara untuk penahan beban terhadap bangunan. Kelembaban akan menaikkan kadar air dalam kayu yang dapat menurunkan kekuatan kayu.Patah . prasarana tidak boleh digunakan.5 cm. Kayu bermutu B. Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. Besar mata kayu tidak melebihi 1/4 lebar balok atau < 5 cm.Perawatan terhadap perubahan kekencangan baut yang dapat terjadi karena gaya mekanis.Kayu retak/pecah : Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu . kencing binatang) .

yang berfungsi mencegah pencemaran oleh air limpasan permukaan dengan cara mencegat dan membelokkan agar tidak melimpas ke bangunan penangkap mata air. Pipa tersebut ditempatkan dalam lapisan kerikil yang diatas lapisan kerikil diberi lapisan pasir. . pasangan batu kali atau batu bata serta lapisan kedap air yang biasanya terbuat dari lempung atau plastik atau geo-membran. Contoh dan gambar berbagai jenis BPMA bisa dilihat pada Pedoman Perencanaan Pengadaan Air Bersih untuk Proyek REKOMPAK-JRF. 3) Pipa pelimpah yang berfungsi untuk menjaga agar air mata air mengalir bebas setiap saat. 5) Pagar keliling untuk mencegah hewan berkeliaran di sekeliling lokasi mata air. Pipa tersebut mengalirkan air ke reservoir/penampungan. 2) Bangunan pelindung. yang bisa terbuat dari beton. Gambaran Singkat BPMA (broncaptering) berfungsi untuk mengumpulkan dan melindungi air tanah yang keluar di permukaan (mata air) untuk kemudahan pemanfaatannya. Prasarana Air Bersih dan Sanitasi (1) Bangunan Penangkap Mata Air (BPMA) a. Terdapat banyak jenis bangunan penangkap mata air dari yang paling sederhana berupa dinding keliling disertai dengan timbunan sampai dengan struktur yang lebih rumit menggunakan jaringan perpipaan untuk mengumpulkan air dari areal yang lebih luas. Bangunan pelindung berfungsi untuk memberikan perlindungan dari sisi stabilitas struktur dan kekedapan yang diperlukan agar bebas dari kontaminasi air permukaan.D. 4) Saluran drainase interseptor. Bangunan tersebut terdiri dari bagian bagian utama sebagai berikut: 1) Pipa berlobang (porus) yang berfungsi untuk pengambilan air yang dipasang di bawah muka air terendah mata air.

pastikan untuk menutup kembali lubang pemeriksaan (manhole). Jika terjadi penurunan yang tidak biasanya maka perlu diperiksa kemungkinan adanya penyumbatan di sistim pengumpulannya. 2) Pemeliharaan Meliputi kegiatan sebagai berikut: Pencegahan pencemaran dari kegiatan buang air besar maupun kecil. jika rusak atau berkarat ganti dengan material baru yang tidak berkarat. - - - - - .b. perstisida. Memeriksa debit/kuantitas air baku. Setelah selesai melakukan penggelontoran tutup kembali katup penggelontor. kotoran ternak. Jika perlu bongkar lapisan kerikil dan ganti dengan yang baru atau jika pipa pengumpul yang tersumbat maka bersihkan dengan cara menyemprot air balik. Jika terjadi kenaikan kekeruhan air setelah terjadi hujan maka perlindungan mata air harus diperbaiki. Lakukan penggelontoran setahun sekali untuk membuang lumpur. Periksa semua saringan. Pengambilan sampel/ contoh air berkala (sebulan sekali) untuk dianalisa kandungan e. jika terjadi erosi ataupun penurunan tanah lakukan perbaikan dengan menimbun untuk mengganti tanah yang hilang atau turun. Membersihkan sekeliling mata air dari tanaman yang akarnya mungkin merusak struktur bangunan BPMA atau mengakibatkan penyumbatan mata air. pembersihan ataupun penggantian saringan. Memeriksa kekeruhan air yang keluar dari mata air setelah hujan. Apabila ditemukan kandungan e. Memeriksa drainase interseptor/pencegat.coli maka diperlukan penambahan chlor (kaporit) secukupnya sesuai dengan dosis rata-rata 1 mg/l. Pengoperasian BPMA meliputi kegiatan seperti buka tutup katup yang digunakan untuk mengalirkan air ke reservoir. serta bahan bahan kimia berbahaya lainnya di daerah tangkapan mata air (jika mungkin) atau setidaknya daerah dalam radius 300 m dari mata air. bersihkan dari kotoran yang menyumbat. lokasi sekitar BPMA harus dijaga tetap bersih.coli untuk pemeriksaan ada tidaknya pencemaran kotoran manusia atau hewan. Setelah melakukan penggelontoran. Periksa adanya erosi terhadap tanah disekitar BPMA. pagar keliling dan memperbaikinya jika terdapat kerusakan. Operasi dan pemeliharaan 1) Pengoperasian Air harus dijaga mengalir bebas setiap saat sehingga air tidak mencari jalan lain yang berakibat mata air menghilang dan muncul di tempat lain.

keranjang. Tabel – 7 Rincian Kebutuhan O dan P BPMA Kegiatan Membersihkan sekitar BPMA Pemeriksaan kekeruhan Pemeriksaan debit air Perbaikan pagar dan pembersihan saluran drainase. pasir. banjir dan kerusakan yang disebabkan oleh manusia atau hewan Pencemaran mata air akibat bocor dan karena kesalahan pemasangan. cetok. Melapor jika terjadi kerusakan. sapu lidi Peralatan laboratorium keranjang. menjaga kebersihan lokasi. Permasalahan. cetok. Kerusakan pipa akibat korosi (untuk pipa baja). timba plastik keranjang.3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 7 dan Tabel – 8. Akses air yang kurang baik bagi pengguna/pemanfaat air. kerikil dan lempung Alat dan Perlengkapan Sapu lidi. cangkul. atau perilaku manusia. pasir. akibat desain maupun pelaksanaan yang kurang baik. membimbing dan menstimulasi organisasi pedesaan. semen.kapak. Pekerjaan perluasan c. Keterampilan Tidak memerlukan Keterampilan khusus Keterampilan dasar/ rendah Kemampuan mengorganisir Pertukangan Analisa mikrobiologis. Erosi. kerikil Semen. pisau. cetok. kunci pipa. kabel Bahan kimia untuk analisa laboratorium Pipa. Perbaikan pasangan batu kali atau bata atau beton Memeriksa kualitas air bersih. katup. kesalahan pemasangan atau dirusak atau penyumbatan pipa akibat lumpur atau akar tanaman. Pemeriksaan kualitas air Perbaikan perpipaan dan katup Perbaikan retak retak Frekuensi Mingguan Setelah terjadi hujan lebat Jika terjadi penurunan yg tidak biasa Saat terjadi kerusakan Teratur Saat terjadi kerusakan Tahunan Sumber Daya Manusia Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Dinas Kesehatan Lokal/desa atau kecamatan atau kabupaten Lokal/desa Bahan dan Suku Cadang Kayu. tambang. memeriksa adanya kerusakan. runtuhnya BPMA. melaksanakan perbaikan kecil Mengorganisir perbaikan yg lebih besar. . jam tangan/stop watch sabit. cangkul. membantu saat terjadi perbaikan besar Menjaga kebersihan. cangkul. sabit Bak air. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. timba plastik Tabel – 8 Pelaku dan Keterampilan O dan P BPMA Pelaku Pengguna / Konsumen Pelaksana harian Pengelola Air Tukang Batu Pendukung dari pihak luar Peranan Memanfaatkan air.

Tidak semua mata air menghasilkan air yang mempunyai rasa yang bisa diterima masyarakat. Pengelolaan yang baik akan bisa mencegah konflik atas satu atau lain hal yang mungkin terjadi. Kuantitas dan kualitas air berfluktuasi dengan berubahnya musim. bisa ditunjuk orang yang tinggal atau sering beraktifitas di dekat lokasi BPMA. pelat beton sekeliling lubang bor yang melindungi air limpasan permukaan tanah meresap kedalam lubang bor. Sumur bor dilengkapi dengan selubung yang berdiameter antara 10 cm s/d 25 cm dan biasanya terdiri dari 3 bagian utama: 1) 2) Di permukaan tanah. Tugas dan tanggung jawab dari orang tersebut harus jelas dan bisa diterima oleh kelompok pengguna prasarana. untuk menjaga agar tanah tidak runtuh. Untuk pelaksanaan tugas O dan P di lokasi BPMA. akan menjamin kelangsungan operasinya dalam jangka panjang. bagian ini biasanya diberi selubung (casing) yang terbuat dari PVC atau pipa GIP atau baja. Pembuatan sumur ini bisa dilakukan dengan mesin atau peralatan yang dioperasikan dengan tangan. Mata air biasanya berlokasi jauh dari pemukiman. . - (2) Sumur Bor Dalam a. Orang tersebut juga bisa diberi tugas tanggung jawab untuk pembagian air ke pengguna yang tinggal di dekat lokasi BPMA serta tanggung jawab pelaksanaan kegiatan monitoring. Gambaran Singkat Sumur bor merupakan prasarana pengambilan air tanah yang berada dalam akuifer. namun perlu dilakukan pemeriksaan kualitas karena tidak tertutup kemungkinan jika air mata air berasal dari daerah tangkapan yang tercemar atau dari sungai yang tercemar berat dan meresap ke dalam tanah lalu muncul kembali kepermukaan tanah sebagai mata air. Di bawah permukaan air. Di sekeliling screen ditempatkan material kerikil yang berfungsi sebagai filter untuk mencegah material tanah memasuki sumur. 3) Catatan Penting. Di bawah permukaan tanah namun tidak sampai ke lapisan akuifer yang dituju. Atau berada dalam tanah milik pribadi. didalam akuifer. Pada umumnya mata air bukan milik pribadi.2) Keterbatasan. Biasanya air mata air memiliki kualitas yang baik. terdapat bagian pipa yang bercelah (screen) untuk masuknya air tanah ke dalam sumur. 3) Perpaduan yang baik antara ukuran celah pipa saringan (screen). kerikil filter dan material pembentuk akuifer serta pemompaan yang intensif untuk membersihkan pompa sebelum pompa berproduksi.

2) Pemeliharaan Aktifitas pemeliharaan yang diperlukan hanyalah pembersihan lantai sekeliling sumur dan drainase serta perbaikan pagar jika terjadi kerusakan. cetok. Timba plastik. Kegiatan pemeliharaan besar yang mungkin terjadi walau sangat langka adalah pengurasan lumpur atau rehabilitasi sumur dan perbaikan pompa. dll . palu.b. dll. Jika kapasitas produksi menurun sampai dibawah kebutuhan. kerikil Kerikil. Tabel – 9 Rincian Kebutuhan O dan P Sumur Bor Dalam Kegiatan Pembersihan lokasi sumur Pembersihan Drainase Perbaikan pagar Perbaikan lantai sumur Rehabilitasi sumur dalam Frekuensi Harian Saat kotor Saat terjadi kerusakan tahunan Sangat jarang Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Local Regional Bahan dan Suku Cadang Alat dan Perlengkapan Sapu lidi. sabit dll Sekop. gerobak dorong Gergaji. cangkul. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 9 dan Tabel – 10. Banyak jenis dan cara rehabilitasi salah satunya adalah penyemprotan air dan udara. Pengambilan (ekstraksi) air dilakukan dengan menggunakan pompa sumur dalam yang dioperasikan oleh petugas dari organisasi pengelola. catut. cetok. cangkul. pasir. pipa. Operasi dan pemeliharaan 1) Pengoperasian Pengoperasian sumur itu sendiri biasanya tidak diperlukan.dll Peralatan lengkap rehabilitasi sumur dalam Kayu . dll Semen. kawat. paku. Hal yang sangat sulit dilakukan adalah memperdalam sumur yang telah ada. sapu lidi. maka petugas perlu memantau tinggi permukaan air sumur. cangkul. dimana semua perlengkapan sumur harus dibongkar dan pekerjaan ini harus dilakukan oleh pihak yang memang mempunyai spesialisasi dan kompetensi tinggi dibidang pekerjaan ini.

Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. termasuk semua kebutuhan air dan tentunya pengaruh terhadap ketersediaan air baku.Tabel – 10 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna Air Pelaksana Harian Organisasi Pengelola Perusahaan Pembor Sumur Dalam (spesialis) Dukungan pihak luar (puskesmas. Air sumur tercemar karena kurang baiknya lantai pelindung atau kurangnya pemeliharaan. a) Ada kemungkinan bahwa penggunaan sumur bor tidak hanya untuk keperluan air bersih namun juga untuk irigasi. membina dan menstimulasi organisasi pengelola Keterampilan Tidak perlu Keterampilan khusus Keterampilan dasar Keterampilan Berorganisasi Keterampilan khusus Analisa mikrobiologis. himpunan pengelola air pedesaan. Lokasi sumur tidak boleh berdekatan dengan cubluk dan atau kandang ternak dan sebaliknya. melaksanakan pekerjaan pembersihan Mengawasi pelaksana harian. bergotong royong saat terjadi pekerjaan perbaikan besar. PDAM dll) Peranan Memakai air. . menjaga lokasi tetap bersih. pekerjaan perluasan c. Sumur yang dibangun dilokasi yang jauh dari pemukiman pengguna air atau terlalu sulit dijangkau. mengorganisir pekerjaan perbaikan besar. Pembuatan sumur tergantung pada kondisi geohidrologi. 2) Keterbatasan. partikel tanah masuk ke dalam sumur karena screen yang kurang baik demikian juga pembersihan sumur. akan sulit dipelihara dan dimanfaatkan. 3) Catatan Penting. Kerusakan pompa yang diakibatkan tegangan listriknya tidak stabil. Dinding sumur runtuh karena tidak diberi selubung atau selubung kurang kuat. mengumpulkan retribusi Rehabilitasi sumur Pemeriksaan kualitas air. Kualitas air menurun atau dinding runtuh akibat selubung pipa baja terkorosi. Permasalahan yang Sering Terjadi. Mencatat penggunaan air. Debit air menurun karena pembersihan sumur yang kurang baik. Mengingat hal tersebut maka saat melaksanakan kajian potensi sumur bor bersama dengan masyarakat maka perlu memikirkannya dalam konteks yang lebih luas. seperti besarnya aliran didalam akuifer dan adanya batuan kedap air diatasnya.

dalam hal jenis putaran (dua tak atau empat tak). Piston bergerak akibat kompresi ruang silinder dan injeksi bahan bakar ke ruang tersebut menimbulkan ledakan yang terkendali. lebih awet. meskipun kegiatan O dan P sudah dilakukan optimal. yang menggerakkan piston. sementara mesin putaran tinggi 2 tak menghasilkan tenaga yang lebih per kg berat mesin. Oleh sebab itu dalam pembiayaan O dan P perlu dicadangkan dana yang cukup untuk mengantisipasi hal tsb. (3) Mesin Diesel (Genset) a. Selanjutnya gerakan piston disalurkan ke sumbunya (crankshaft). mesin diesel tidak menggunakan busi dan bekerja dengan tekanan ruang silinder yang jauh lebih tinggi. pencegahan pencemaran air. . d) Berdasarkan pengalaman. Mesin dengan bahan pendingin air membutuhkan pemeliharaan yang lebih rendah dari pada mesin dengan pendingin udara. katup dan sumbu putaran piston (crankshaft). Sumbu yang berputar tersebut digunakan antara lain untuk menggerakkan generator listrik atau pompa. Mesin berbeda beda dalam ukuran. jika dilokasi tidak tersedia sumber listrik dari PLN. Bahan bakar dimasukkan ke ruang silinder oleh pompa yang bertekanan tinggi dengan pengaturan waktu yang tepat. Jumlah silinder bisa bermacam-macam mulai dari satu (1) sampai dengan 6 (enam). tidak tertutup kemungkinan ada sumur yang rusak disebabkan oleh kejadian gempa atau akibat lain. pemantauan kualitas air. Gambaran Singkat Mesin diesel adalah mesin yang biasa digunakan sebagai mesin penggerak pembangkit listrik sumberdaya cadangan atau tunggal. piston. Secara umum mesin dengan kecepatan putaran rendah dan jenis putaran 4 tak. kecepatan putaran. Mesin diesel berbeda dengan mesin bensin dalam hal bahan bakarnya. sistem pendinginan (udara atau air) dan lain lain. Bagian utama mesin ini adalah silinder.b) Seandainya titik sumur bor yang harus dibangun berdekatan dengan kandang ternak (sesuai rekomendasi geo-hidrologis) maka kandang tersebut harus dipindahkan. c) Tim pengelola perlu selalu memantau pencatatan penggunaan air. Efisiensi mesin diesel lebih tinggi daripada mesin bensin dan membutuhkan perawatan lebih rendah daripada mesin bensin. Katup dalam silinder mengatur aliran masuknya udara dan bahan bakar serta keluarnya gas buang.

Saat dioperasikan perhatikan indikator bahan bakar. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 11 dan Tabel – 12. perlu diberi pelumasan sesuai petunjuk yang ada dalam manual yang diberikan fabrikan pembuat mesin. Di lingkungan yang berdebu dengan tingkatan sedang. Setiap 1500 jam lakukan servis berkala. baut dan pipa pembuangan gas buang. Setiap 250 jam bersihkan atau ganti jka perlu semua filter.b. dan pada lingkungan yang berdebu. tekanan oli mesin. dengan melaksanakan pembersihan silinder. juga fungsi pompa. 1) Pengoperasian Mesin harus dioperasikan oleh pelaksana yang telah dilatih. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar perlu pelumasan manual. . filter udara jenis oil bath filter dibersihkan sekali seminggu sekali sementara filter udara yang menggunakan kertas kering (dry paper filter) dibersihkan 2 minggu sekali. filter udara harus diperiksa dan dibersihkan setiap hari. Semua data mengenai level oli. Jika terlalu rendah maka tambahkan bahan bakar. Jika mesin bekerja pada putaran mesin yang terlalu rendah maka efisiensinya akan rendah dan terjadi pembentukan karbon lebih cepat dari pada biasanya. periksa bahan bakar dan level oli mesin serta air pendingin. Sebelum dihidupkan. periksa mur. oli atau air. mengatur bukaan katup. Setiap mesin memiliki petunjuk pengoperasian yang tipikal mesin tersebut yang berasal dari pabrik pembuatnya. Setiap tahun sekali rumah mesin harus dicat dan lakukan perbaikan jika terjadi kerusakan. ganti oli. yang memperpendek periode servis mesin. dll. Operasi dan Pemeliharaan Uraian kegiatan O dan P dibawah ini bersifat umum sedangkan detil yang lebih baik bisa didapatkan dari petunjuk (manual) dari fabrikan yang diberikan saat membeli mesin. Untuk generator pembangkit. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar. Mesin perlu pemeliharaan rutin menurut jumlah jam kerja mesin. operasi dan pemeliharaan disesuaikan dengan manual yang diberikan oleh fabrikan pembuatnya. Jika mesin dihubungkan dengan pompa atau generator melalui V Belt. bahan bakar dan air pendingin serta jam operasi mesin harus dicatat dalam buku catatan pengoperasian mesin. atau generator. lakukan penggantian V Belt. 2) Pemeliharaan Bagian luar mesin harus dibersihkan setiap hari (dengan cara mengelap).

Permasalahan yang Sering Terjadi. filter bahan bakar Kertas . paku. injector. dan cairan pendingin Alat dan Perlengkapan corong. mur. nozzles. mengorganisir perbaikan besar Melaksanakan sevis & perbaikan besar Melatih pelaksana harian Keterampilan O dan P mesin diesel dasar dari pelatihan Kemampuan mengorganisir Keterampilan khusus Pelatihan dan pengetahuan teknis c. gergaji. bersihkan & ganti jika perlu Periksa kebocoran oli Kencangkan mur dan baut Ganti oli mesin Bersihkan atau ganti mesin Bersihkan silinder. atap. melaksanakan servis ringan. alat khusus Kunci inggris Tergantung bagian yang diganti cetok. dll. oli atau cairan pendingin Harian Harian Harian atau Mingguan Mingguan Mingguan Tiap 250 jam mingguan Tiap 500 s/d 2000 jam Periodik sesuai petujuk fabrikan Jika terjadi kerusakan Jika getaran & bu -nyi mesin sudah terasa kasar. tatah. wadah untuk bahan bakar.kan jika kurang Hidup dan matikan mesin Mengisi buku catatan pengoperasian Periksa filter udara. “belt” penggerak putus. . mengumpulkan retribusi. Tabel – 12 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pelaksana harian Pengelola air Bengkel Mesin Dukungan pihak luar Peranan Mengoperasikan mesin. melaporkan jika terjadi kejanggalan Mensupervisi pengelola harian. Ganti “belt” Ganti suku cadang mesin Ganti dudukan mesin dan perbaiki rumah mesin Frekuensi Harian Sumber Daya Manusia Lokal Bahan dan Suku Cadang Bahan bakar.bakar. kayu dll Oli mesin Filter oli. oli mesin. Semen. Jika terdpt kerusakan pd rumah mesin Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Spesialis Lokal Spesialis Lokal atau Regional Belt mesin Nozzle. pengabaian atau ketidak pahaman. sikat baja.Tabel – 11 Rincian Kebutuhan O dan P Mesin Diesel Kegiatan Periksa level bahn bakar. Rusak parah akibat salah O dan P. air radiator & tambah. atur katup. kerikil. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. baut. gasket. pompa b. bearings. keranjang. dll. Pembentukan carbon dalam silinder berlangsung cepat dan efisiensi rendah akibat menjalankan mesin jauh dibawah kapasitasnya. atau minyak tanah dan oli mesin Kunci pemutar mur baut Kunci inggris Kunci inggris Kunci inggris. oli. paku. alat khusus Kunci inggris. Kunci inggris. Melakukan pecatatan pengoperasian. ballpoin Filter baru.pasir.

Gambaran Singkat Melalui KU/HU pengguna air bisa mendapatkan air dari satu atau lebih keran air. Jenis keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran. Mesin diesel paling sesuai sebagai mesin penggerak pembangkit listrik (genset). Mesin diesel butuh banyak pemeliharaan sederhana dan jika hal tersebut dilakukan secara benar maka bisa dijamin mesin akan berusia panjang. Untuk tugas pemeliharaan yang lebih rumit harus dilaksanakan oleh mekanik yang lebih berpengalaman yang mengetahui sumber suku cadang yang diperlukan. Memerlukan pemeliharaan yang cukup sering. Jika dipelihara dengan baik maka mesin tersebut bisa menjadi sumber listrik yang bisa diandalkan. pasangan batu kali atau beton. 2) Keterbatasan. Kolom atau dinding bisa dari material pasangan batu bata. Karena digunakan oleh banyak orang maka KU/HU ini biasanya kurang terurus.Pada umumnya sering terjadi pada alat pemanas bahan bakar dan nozle bahan bakar sering rusak. KU terdiri dari dinding atau kolom yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup jauh dari dinding atau kolom untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. 2) Desain konstruksi HU HU terdiri dari Tangki Fiber atau plastik atau beton atau pasangan dengan kapasitas 2 m3 – 5m3 didudukkan diatas pondasi dengan ketinggian sekitar 1 m yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup . Di bawah dinding atau kolom diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. 1) Desain konstruksi KU Desainnya harus lebih kokoh dibanding sambungan rumah. Pemelihara harus bisa menjamin bahwa jadwal pemeliharaan dilaksanakan dengan semestinya dan ada tindak perbaikan yang cepat jika terjadi kerusakan. 3) Catatan Penting. Tekanan di KU adalah 7 m dan maksimum 20 m. Penting untuk memilih mesin diesel dari merek yang terkenal baik dengan suku cadang yang mudah didapat. - - (4) Kran Umum/Hidran Umum (KU/HU) a. Tingginya biaya untuk bahan bakar. Kebutuhan mekanik mesin diesel yang harus tersedia setiap saat terjadi perbaikan.

cetok. KU/HU harus diberi meter air untuk mengukur pemakaian air melalui KU/HU tersebut. Perlu dicegah terjadinya genangan. Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Petugas harian harus memastikan bahwa tangki HU telah penuh atau sekurangkurangnya lebih dari ¾ bagian telah terisi namun jangan sampai airnya melimpah (hanya untuk pengoperasian HU). sapu lidi. Jika terdapat perpipaan atau keran yang bocor harus segera diperbaiki.. Keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran. Minimum lokasi dan desain KU/HU harus dimusyawarahkan dengan calon pengguna. Teflon. cetok Kunci inggris.tang. dll. nipple. kawat. kaporit Alat dan Perlengkapan Selang. Disekeliling bagian bawah pondasi diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. Tabel – 13 Rincian Kebutuhan O dan P KU/HU Kegiatan Menguras dan member sihkan Tangki HU Keran air Membersihkan lokasi Membersihkan drainase Memperbaiki atau mengganti keran Memperbaiki pagar Memperbaiki dinding atau kolom atau lantai Memperbaiki pipa Frekuensi 3 bulanan harian harian harian Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Seal/washer karet.jauh dari tangki untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. keranjang. Bangunan yang retak harus segera diperbaiki dan jika ada bagian bangunan dari kayu yang telah lapuk harus segera diganti. Petugas harian harus mencatat penggunaan air yang terukur pada meter air KU/ HU. 2) Pemeliharaan Lokasi sekitar keran termasuk drainasenya harus dibersihkan setiap hari. palu palu. Mandi dan cuci tidak diperkenankan di KU/HU. Teflon. kunci pipa golok. Kapasitas tangki tersebut tergantung jumlah pengguna yang dilayani. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 13 dan Tabel – 14. cat anti karat Bahan dan Suku Cadang Air. connector. pasir. elbow dll. timba air Jerigen. paku. Kunci pipa. mesin pembuat ulir pipa galvanis . semen. Sapu lidi.paku kayu. gergaji. Jika perlu diberi pagar untuk mencegah ternak mendekati KU/HU. obeng. timba dll. b. lem pipa. sikat Sekop. gergaji. Pengguna/pemakai membersihkan dan mengisi wadah air mereka melalui keran. sikat. air dll. Jika terjadi kerusakan pagar perlu segera diganti. keran cadangan kayu.

Mengingat pentingnya fungsi katup. Permasalahan yang Sering Terjadi. mengendalikan/mengarahkan aliran dan tekanan atau untuk mencegah aliran balik. yang menjalankan tugas kebersihan KU/HU dan sekelilingnya. menjaga kebersihan Mebersihkan lokasi. Gambaran Singkat Katup digunakan untuk melakukan penutupan pipa. Semua katup bisa diakses dan bak katup tidak dalam keadaan tertimbun . kurangnya pemeliharaan. o o Perhatian khusus perlu diberikan pada cara penanganan air setelah keluar dari KU/HU agar tidak terjadi kontaminasi sampai air tersebut dikonsumsi. 2) Keterbatasan/Hambatan. Keran dibiarkan terbuka setelah dipakai atau bahkan secara sengaja dibuka untuk mengairi ladang atau kolam ikan. Retribusi ditarik berdasarkan pencatatan air KU/HU. Fungsi katup yang paling umum dalam sistem distribusi adalah untuk menutup pipa. menjaga KU tetap berfungsi dan mencatat penggunaan air untuk penarikan retribusi air. dan konflik karena penempatan KU tanpa melalui proses musyawarah terlebih dahulu diantara calon pengguna.Tabel – 14 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna/pemanfaat Pelaksana harian Organisasi Pengelola Tukang batu Tukang pipa Dukungan Pihak Luar Peranan Keran air. Katup harus diperiksa dan dipelihara secara berkala dengan cara sebagai berikut: 1. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Jika masyarakat mau membentuk organisai pengelola dan melaksanakan pemeliharaan sistem maka satu-satunya hambatan hanyalah biaya. memperbaiki kerusakan kecil. 3) Catatan Penting. KU di lokasi terujung dari sistem sering bertekanan sangat rendah. Kesalahan dalam pengoperasian. Jenis dan lokasi semua katup tercatat. Harus ada penanggung jawab harian. Drainase yang kurang baik. 2.mengumpulkan retribusi Memperbaiki dindin atau kolom dan lantai KU Memperbaiki pipa atau keran Memantau kesehatan. (5) Katup (valve) a. maka penandaan posisi katup sangat diperlukan agar mudah ditemukan. mengumpulkan retribusi Mengorganisir kerusakan besar. melatih anggaota pengelola Keterampilan Tidak perlu Keterampilan Keterampilan dasar Mengorganisir dan pembukuan Memasang pasangan batu bata atau batu kali Perpipaan sederhana Pelatihan dan uji mikrobiologis c.

Katup bisa dioperasikan dengan baik. Gambaran Singkat MCK ini berfungsi untuk melayani para pengungsi yang mengungsi akibat terjadi bencana. 5. 3. Pengoperasian alat ukur debit Pemeriksaan dan pembersihan lingkungan bak penampung air bersih dari rumput dan kotoran periode harian Pembersihan kelengkapan sarana dan melakukan perbaikan jika ada kebocoran katup dan pipa Pembersihan endapan pasir/lumpur jika ada. satu bulan sekali Pemeriksaan katup. sehingga memiliki kebiasaan yang dianggap kurang sehat dalam melakukan kebutuhan mandi. 3. agar tidak mengganggu operasi dan pasokan air ke pengguna air. Bak katup bersih. kering dan tidak ada kebocoran.50 m dari lapangan evakuasi). harian. 2. cuci dan keperluan buang air besar atau kakus. lokasinya tidak jauh dari lokasi pengungsian (+/. serta pasir yang mungkin biasa mengganjal katup sehingga katup tidak bisa menutup dengan sempurna Pemeliharaan katup dilakukan secara berkala setiap 2 minggu untuk memastikan bahwa katup masih beroperasi dengan baik (6) Perpipaan Transmisi dan Distribusi Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan perpipaan transmisi dan distribusi meliputi: 1. Katup dalam keadaan sebagaimana yang diinginkan. 4. 8. Membuka dan menutup katup dilakukan untuk mengikis sedimen atau karat yang ada dibagian dalam katup yang bisa mempengaruhi kualitas air bersih. 7.Resapan dan Lahan Basah Buatan .3. Pemeriksaan pipa inlet dan alat ukur debit secara berkala. 4. 2) Pengolahan limbah yang terdiri dari: . 6. mingguan dan bulanan. bila perlu melakukan pengurasan Pembersihan karat dan pengecetan (8) MCK (Mandi Cuci Kakus) Komunal a. Komponen MCK terdiri dari : 1) Bangunan bilik MCK meliputi bilik untuk mandi.Tangki Septik . cuci dan kakus pribadi. 5. kadang dilengkapi tempat untuk wudlu. pipa penguras secara berkala 3-4 bulan sekali Penggantian komponen Jaringan Distribusi yang rusak sesegera mungkin. 2. (7) Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan reservoir meliputi: 1. (tertutup atau terbuka) Arah putaran dan jumlah putaran katup diketahui petugas. 4. MCK juga berfungsi untuk melayani masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki tempat mandi. cuci dan buang airnya. Pembuatan laporan berkala operasi dan pemeliharaan.

timba. cetok. Sumber air bisa berasal dari jaringan distribusi air bersih atau dari sumur dangkal setempat. Bahan bakar dan suku cadang truk tinja . cangkul. Tabel – 15 Rincian Kebutuhan O dan P MCK Kegiatan Bersihkan lantai. gayung. pasir. paku. gayung. b. MCK yang tidak terpelihara. pemeliharaan sarana pengolahan limbah (tangki septik. Truk tangki penyedot tinja Semen. Pemeliharaan bangunan bilik dan sarana MCK harus dilaksanakan dengan baik agar selalu digunakan dengan rutin. gergaji. bidang resapan/lahan basah buatan) harus dilakukan secara periodik agar tidak macet dan mencemari lingkungan.3) Sumber air bersih (termasuk water toren). Operasi dan Pemeliharaan Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 15 dan Tabel – 16. 4) Utilitas pelengkap seperti listrik untuk penerangan dan kebutuhan pompa listrik dan drainase air bekas mandi dan cuci.sekop. sapu lidi Sikat. kotor dan tidak ada air maka akan ditinggalkan pengguna dan akhirnya rusak tidak terpakai. sapu lidi Sikat dengan pegangan kawat Pengamatan Timba. material bangunan lain. Selain pemeliharaan bilik. air. palu. jamban Kuras bak air dan bersihkan Bongkar sumbatan Utrap jika tersumbat Pemeriksaan atas kerusakan bangunan Pebaiki kerusakan bangunan Menguras tangki septic Frekuensi Harian Mingguan Saat terjadi penyumbatan Bulanan Saat terjadi kerusakan Setiap 2–3 tahun atau jika tinggi lumpur mencapai 2/3 kedalaman cairan tangki septik Sumber Daya Manusia Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Tukang lokal Petugas penyedot tinja Bahan dan Suku Cadang Air Air Air Alat dan Perlengkapan Sikat. timba.

Di dalam ruang tersebut tinja terkumpul setelah digelontor dari jamban melalui pipa masuk ke tangki septik. MCK yang digunakan untuk melayani pengungsi pada kondisi bencana sering kapasitasnya tidak mencukupi. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. mengumpulkan retribusi. Kerusakan yang sering terjadi pada bilik MCK a. faktor ketersediaan air dan perilaku pengguna sering menyebabkan hal ini. keran air. Memeriksa ventilasi.l. Pemasangan tulisan peringatan dapat sedikit membantu hal tersebut. Permasalahan yang Sering Terjadi. Masalah lain yang sering muncul adalah mampet/macetnya lubang kakus. mengorganisir perbaikan Mengoperasikan truk penyedot tinja Keterampilan Memahami prinsip kebersihan dan kesehatan Tahu bagaimana mengukur kedalaman lumpur dan Keterampilan dasar kebersihan Organisasi pengelola Pembukuan dasar dan perngorganisasian Jasa Layanan Truk Tinja Mengelola.Tablel – 16 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna Pelaksana harian Peranan Menggelontor dan menjaga kebersihan. Gambaran Singkat Tangki septik adalah tangki pengendapan kedap air yang memiliki satu atau dua ruang. Harus ada petugas harian yang menjalankan tugas kebersihan MCK secara bergilir. 3) Catatan Penting. Selain memilih peralatan yang berkualitas dan kuat maka pemasangan pengaman-pengaman dapat menghindari kerusakan/kehilangan peralatan tersebut. adalah : daun pintu & gerendel. penerangan listrik. mengoperasikan dan memelihara truk tinja c. (9) Tangki Septik (untuk MCK) a. pompa air. membukukan retribusi yang terkumpul. memeriksa kandungan lumpur tangki septik. untuk keperluan tersebut perlu segera ditambahkan MCK darurat atau MCK portable/mobile. bak air. Petugas tersebut dapat juga melaksanakan pengumpulan retribusi penggunaan MCK umum. 2) Keterbatasan/Hambatan. membersihkan lantai dan jamban serta bak air Menghubungi kantor penyedia jasa pelayanan truk tinja. . melaksanakan pembersihan disekitar lokasi MCK umum.

sedangkan air hujan yang berasal dari saluran drainase. Tangki septik harus dikuras pada saat volume lumpur sudah mencapai 2/3 kedalaman total antara muka air dan dasar tangki septik. Dilarang membuang pembalut wanita. Lumpur yang terkumpul di dasar tangki harus dikuras 2 – 3 tahun sekali tergantung desain kapasitasnya dan cara perlakuannya. bahan pembunuh bakteri/antiseptik dan bahan bahan yang bisa menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri sebisa mungkin dihindarkan masuk ke tangki septik. Jika septik tank tidak dikuras maka lumpur akan terbawa ke peresapan yang bisa menyebabkan penyumbatan dan selanjutnya peresapan harus dibongkar untuk memperbaikinya. b. . Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Tambahkan lumpur dari tangki septik lain kedalam tangki septik baru sebagai “starter’ untuk memasukkan mikroorganime dengan demikian proses penguraian tinja secara an-aerobik bisa segera dimulai. Sebagian padatan mengapung dipermukaan cairan dan sebagian lainnya tenggelam didasar dimana selanjutnya diurai bakteri dan membentuk tumpukan lumpur didasar tangki. barang barang plastik dan barang lain yang tidak bisa membusuk secara alami dalam tangki septik. Bahan pembersih lantai/keramik. Setiap tangki septik harus dilengkapi ventilasi untuk melepas gas-gas yang terbentuk selama proses penguraian tinja oleh bakteri. Tangki septik merupakan sistem pemisahan buangan yang berupa padatan dan cairan. Cairan tersebut masih berbahaya sebagaimana limbah yang belum terolah dan harus melalui pengolahan lanjutan atau melalui sistem pembuangan yang aman bagi kesehatan manusia yang biasanya diresapkan kedalam tanah atau ke saluran air limbah kota yang selanjutnya dibawa ke IPLT (instalasi pengolahan lumpur tinja) terpusat tingkat kabupaten/kota.Jamban biasanya dilengkapi perangkap bau yang berbentuk leher angsa. Buangan yang berasal dari cucian sebaiknya dibuang ke peresapan yang terpisah untuk meringankan beban septik tank atau peresapan. Cairan mengalir keluar dari tangki. filter rokok. Masuknya bahan bahan tersebut membahayakan proses yang terjadi dalam tangki septik yang menyebabkan tangki septik tidak bekerja baik dan cepat penuh. talang atap bisa langsung dibuang kesaluran drainase. 2) Pemeliharaan Pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan untuk memeriksa apakah sudah saatnya dilakukan pengurasan atau belum demikian juga pemeriksaan adanya penyumbatan di outlet dan inlet.

Permasalahan yang Sering Terjadi. . segera dibongkar dan diperbaiki. Aliran kejutan/berfluktuasi tinggi yang mengalir ke tangki dapat menyebabkan konsentrasi lumpur/padatan meningkat sementara/sebentar pada efluen tangki dan menyebahkan gangguan pada lumpur yang sudah mengendap. Keterbatasan.Aditif tangki septik yang banyak dijual untuk membantu proses penguraian oleh bakteri belum terbukti efektif sedangkan harganya relatif mahal. Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Hampir tidak ada aktifitas pengoperasian yang diperlukan.c. jenis tanah dan kondisi muka air tanah) yang diisi dengan lapisan kerikil di bawah dan lapisan pasir diatasnya sedangkan di dalam lapisan kerikil dipasang pipa PVC yang ber lobang lobang. Banyak masalah timbul karena kurangnya perhatian terhadap desain aliran masuk ke tangki. Jika terdapat tanda bidang resapan atau pipa resapan tersumbat. Gambaran Singkat Bidang resapan terdiri dari parit resapan. Jika aliran yang keluar dari tangki septik melebihi laju kesetimbangan peresapan tanah maka cairan akan melimpah keluar dari bidang peresapan. 2) 3) (10) Bidang Resapan a. b. Dibanding sumur peresapan. Daerah dimana ketersediaan lahan sangat terbatas sehingga tidak tersedia tempat untuk membangun sumur peresapan atau bidang peresapan. Tangki septik tidak sesuai untuk daerah yang langka air dan daerah padat. Pada awalnya peresapan akan berlangsung cepat namun sejalan dengan waktu pori tanah akan tersumbat sampai pada titik yang disebut keseimbangan peresapan tercapai. dimana cairan dari tangki septik mengalir keluar melalui pipa PVC tersebut untuk diresapkan kedalam tanah. Untuk itu maka perlu dilakukan perencanaan yang memperhatikan keseimbangan antara air yang meresap dengan luasan bidang resapan. Catatan Penting. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. dan disesuaikan dengan jenis tanahnya. . kecuali memantau apakah ada cairan yang melimpah keluar di permukaan bidang peresapan. sumur resapan dan lahan basah buatan (tergantung dari lahan yang tersedia. bidang resapan lebih banyak dipakai terutama untuk MCK umum yang memerlukan air dalam jumlah relatif besar dan muka air tanah lebih tinggi. 2) Pemeliharaan Bersihkan sekitar bidang resapan dari tanaman yang mungkin akarnya masuk kedalam bidang resapan dan pipa peresapan.

pencemaran air tanah. Beban resapan bisa dikurangi dengan memisahkan air bekas dengan air toilet/jamban (hanya air limbah jamban yang masuk ke tangki septik dan berakhir dibidang resapan). 2) Reuse . Tabel – 17 Rincian Kebutuhan O dan P Bidang Resapan Kegiatan Pembersihan tanaman Membersihkan bak control Frekuensi mingguan 6 bulan sekali Sumber Daya Manusia Pelaksana harian Pelaksana harian Bahan dan Suku Cadang Batu bata atau material penyumbat lainnya Alat dan Perlengkapan Sekop. protes warga terdekat karena bau yang tidak sedap. Tidak sesuai untuk daerah padat. Kurangilah jumlah sampah dan hematlah pemakaian barang. 2) 3) (11) Pengelolaan Persampahan a. bau tidak sedap. Barang yang masih dapat digunakan jangan langsung dibuang. kumuh dan kering (kesulitan air). Reuse dan Recycle. Melimpahnya air limbah. keranjang. Gambaran Singkat Kunci keberhasilan program kebersihan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat desa adalah penerapan prinsip Reduce. perpipaan dan pengetahuan fungsi sitem c. sabit dan cangkul Linggis untuk membuka bak Tabel – 18 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pelaksana harian Tukang Peranan Memeriksa adanya kegagalan bidang resapan dan membersihkan tanaman Memperbaiki bagian bagian yang rusak Keterampilan Memahami fungsi dan cara kerja bidang resapan Pertukangan.3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 17 dan Tabel – 18.Mengurangi. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Catatan Penting.Pakai ulang. tetapi sebisa mungkin gunakanlah kembali berulang-ulang. Keterbatasan. serta daerah dengan permeabilitas rendah. 1) Reduce . . Permasalahan yang Sering Terjadi.

anak dan anggota keluarga lainnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam pemilahan sampah dan di rumah tangga. dll. Tanpa pemilahan atau pemisahan jenis-jenis sampah. b. Sampah kertas dapat dibuat bahan kardus.3) Recycle . Sampah organik dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman. Pemilahan paling baik dilakukan mulai dari sumbernya. yaitu rumah tangga. Sebab sampah organik yang menginap satu hari saja sudah dapat menimbulkan bau. Minimal pemilahan menjadi dua jenis: sampah organik dan non-organik. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan. Prinsipnya: disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat yang akan memilah. Setiap anggota keluarga baik ayah. pengolahan sampah menjadi sulit. Operasi atau Pengelolaan Sampah 1) Pemilahan/pemisahan sampah Faktor keberhasilan pengelolaan sampah dengan prinsip diatas terletak pada pemilahan sampah. mahal dan berisiko tinggi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Berbagai bentuk dan bahan wadah pemilahan dapat digunakan. namun tidak demikian halnya dengan sampah non organik. ibu.Daur ulang. Umumnya pemilahan adalah sebagai berikut: Bagan – 2 Pewadahan Sampah .

daging. Styrofoam. aqua=1%) Sekitar 1-2 % Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Baterai. RW. kain. popok. Sistem komposting bermacam-macam begitu pula pengelolaan dapat dilakukan di tingkat rumah tangga atau komunal (RT. ESP-USAID. Persentase % (dlm berat) *) Sekitar 79% Sekitar 20% (plastik =7%. logam. potongan rumput. botol aerosol. dll. ikan. kardus. Sleman.l. obat-obatan 4.Jenis-jenis sampah yang ada di rumah tangga pada umumnya dapat diidentifikasi sebagai tabel dibawah. daun. kaleng=1%. racun serangga /tikus. ranting. Total *) Penelitian ITS Th 2009 di Kecamatan Kedungkandang. . dapat dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman. kotoran ternak 2. cairan kimia pembersih.: Modul Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. karton. gelas. kaleng. kabel. kertas/koran=7% kain=4%. nasi. a. kertas. pestisida. Sampah Lainnya Sekitar 1-2 % Duplex. karet. Mengingat di daerah perdesaan prosentase jumlah sampah organik dan kotoran ternak cukup tinggi maka pengelolaan sampah melalui komposting sangat tepat. Tabel – 19 Identifikasi Jenis Sampah (contoh prosentase sampah dalam berat di perdesaan) No Jenis Sampah 1. pembalut. dusun. Malang Gambar: Pemilahan dengan tong logam terpisah yang dihiasi dengan gambar menarik (lokasi: Sukunan. atau desa). Cara membuat kompos dapat mengacu pada panduan-panduan yang ada. kaca 3. Yogyakarta) 2) Komposting Sampah organik atau sering disebut sampah basah adalah jenis sampah yang berasal dari jasad hidup. Sampah Non-organik Plastik. Sampah Organik Sisa sayur.

f) (2) Perencanaan dimensi dan kapasitas Dimensi dan kapasitas dihitung untuk keperluan/kebutuhan minimal 10 tahun kedepan agar masyarakat yang masih dalam tahap pembelajaran dan penghimpunan dana tidak dibebani dengan biaya perluasan dan penambahan kapasitas sistem dalam memenuhi kebutuhan yang berkembang. a) b) c) d) e) Opsi teknologi yang dipakai harus berorientasi teknologi tepat guna Desain dan opsi teknologi yang dipilih harus berorientasi terhadap tanggap bencana dan dapat berfungsi sebagai prasarana mitigasi bencana. Kebutuhan energi peralatan yang minimal untuk menekan biaya operasi serendah rendahnya. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Pengoperasian Pada tahap sebelum suatu prasarana dioperasikan ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan sehingga prasarana yang dibangun hasilnya baik dan optimal. efisien dan efektif serta tanggap bencana. A. (4) Pemilihan material dan peralatan a) b) Dipilih material bahan baku dan peralatan serta yang mudah didapat dipasaran lokal demikian juga pertimbangan layanan purna jualnya. Pemilihan material/bahan diprioritaskan dari jenis yang jika terjadi kerusakan. maka perbaikan yang diperlukan bisa dilaksanakan oleh masyarakat sendiri. sehingga lebih mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan. Kualitas yang baik agar tahan lama sehingga masyarakat tidak direpotkan dengan perbaikan atas kerusakan yang terjadi selama masyarakat masih dalam tahap pembelajaran mengelola sistem. (3) Aksesibilitas prasarana Semua prasarana beserta seluruh komponennya harus bisa diakses baik untuk tujuan O dan P maupun pemanfaatannya. dibanding biaya investasi rendah tapi biaya operasi dan pemeliharaan yang tinggi. Mampu dioperasikan oleh masyarakat sendiri dengan tingkat Keterampilan dan pengetahuan masyarakat setempat setelah melalui pelatihan. Perlu dikaji adanya konflik kepentingan atas penggunaan suatu prasarana. Tahap Perencanaan (1) Pemilihan opsi teknologi dan komponen sistem yang tepat.2. c) d) .2. Dipilih dari opsi dengan kebutuhan energi yang rendah untuk menekan biaya operasi. Lebih dipilih opsi dengan biaya investasi tinggi namun biaya operasi dan pemeliharaan rendah.

(3) Jumlah prasarana yang rusak/tidak berfungsi. C. dibandingkan total jumlah prasarana yang ada. kayu. 4) Mencegah pemborosan energi. pohon dan material lainnya. Ukuran Keberhasilan Untuk melihat keberhasilan O dan P pada aspek teknis dapat dilihat dari: (1) Jumlah prasarana yang ada (misal : jalan/saluran/pipa dalam meter.B. 2. Tahap Pasca Konstruksi Hal hal penting yang harus dilaksanakan dengan adanya suatu pembangunan prasaranasarana adalah membentuk dan mempersiapkan Tim Pengelola serta pelatihanpelatihannya. 3) Menjaga kelestarian vegetasi daerah tangkapan air. . antara lain : 1) Perlindungan daerah sekitar terhadap polusi. Selain hal itu dengan beroperasinya suatu prasarana perlu diperhatikan dan dipantau masalah konservasi sumber alam serta dampak lingkungan. hal ini akan dibahas pada bab selanjutnya.3. sumber air. 2) Perlidungan daerah sekitar terhadap kerusakan sumber alam saat masa konstruksi maupun pengoperasian. jembatan/keran umum/gorong-gorong/MCK dalam unit) (2) Jumlah prasarana yang berfungsi baik. (4) Jumlah warga yang terlayani (pengguna/pemanfaat prasarana) dibandingkan total jumlah penduduk desa. Tahap Konstruksi Diperlukan pengawasan yang baik agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan dengan tetap melibatkan masyarakat untuk memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kaidahkaidah teknis yang baik (good practices) dan yang terpenting adalah masyarakat bisa memahami secara lebih baik sistem yang akan dikelolanya.

1.BAB III ORGANISASI PENGELOLA 3. Kelompok tersebut jika telah berjalan baik dan lancar sebaiknya terus berfungsi sebagai tim pengelola O dan P dengan penyempurnaan mengacu pada pedoman ini dan jika belum berjalan baik perlu di revitalisasi atau jika diperlukan dapat membentuk yang baru. Adapun koordinasi dan pelaporan manajemen rutin pelaksanaan kegiatan O dan P dilakukan Tim Pengelola kepada Unit Pengelola Lingkungan (UPL) dari BKM/TPK. Pendekatan tersebut adalah untuk meletakkan dasar komitmen bagi sebanyak-banyaknya warga masyarakat untuk terlibat dan bertanggungjawab dalam melaksanakan pemeliharaan atas bangunan yang merupakan prioritas kebutuhannya yang telah disepakati bersama dan dibangun sendiri oleh masyarakat. pada umumnya telah dibentuk dan dipilih calon kelompok pengelola prasarana. BKM/TPK dan Panitia Pembangunan (PP) wajib memfasilitasi warga masyarakat untuk membentuk kelompok atau tim pengelola pemeliharaan dan pengoperasian prasarana. Secara sederhana adalah masyarakat atau suatu komunitas masyarakat yang telah merencanakan kegiatan infrastruktur adalah juga yang melaksanakan pembangunan fisiknya. Pada prinsipnya organisasi pengelola prasarana dasar desa adalah kelompok swadaya masyarakat yang merencanakan. pembinaan dan pengawasan BKM/TPK dan Pemerintahan Desa/Kelurahan serta masyarakat yang dapat diwakili oleh perwakilan pemakai prasarana. . dalam arti akan terjadi estafet pengelolaan dari PP saat perencanaan dan pelaksanaan fisik ke kelompok ini saat pasca-pembangunan. Dalam pendekatan ini maka akan sangat efektif bilamana setiap kelompok pengelola O dan P prasarana yang sudah dibangun dapat berjalan dengan baik. Pada tahap perencanaan pembangunan prasarana atau penyusunan DTPL yang lalu. Organisasi Pengelolaan O dan P Di desa/kelurahan yang telah mendapatkan program REKOMPAK-JRF dan melaksanakan pembangunan prasarana BDL disyaratkan harus memiliki kelompok/tim pengelola O dan P prasarana desa. Kelompok/tim pengelola O dan P terorganisasi ini diperlukan untuk memberikan jaminan keberlanjutan fungsi dan manfaat prasarana yang telah dibangun. Lembaga pengelola O dan P prasarana yang terbentuk meskipun merupakan kelompok swadaya masyarakat yang mandiri namun tetap dibawah koordinasi. Kelompok/tim pengelola O dan P dapat menggunakan organisasi pengelola yang sudah ada dan sudah berjalan atau membentuk tim pengelola yang baru. melaksanakan pembangunan dan mengelola sarana dan prasarana itu sendiri. maka juga harus betanggung jawab melaksanakan operasi dan pemeliharaan prasarana yang telah dibangunnya tersebut.

Anggaran Dasar/AD Anggaran Rumah Tangga/ART Keputusan dan pengesahan susunan Tim pengelola O DAN P Keputusan tarif retribusi/iuran dan sumbangan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan program kerja tahunan maupun kebijakan-kebijakan penting terkait lainnya seperti adanya tarif iuran/retribusi. Tujuan.2.Hubungan organisasi pengelola O dan P di tingkat desa adalah sebagaimana digambarkan dalam bagan di bawah ini: Bagan – 3 Bagan Organisasi Pengelolaan O dan P Prasarana di bawah BKM/TPK PEMBINAAN / PENGAWASAN MASYARAKAT (wakil pengguna) KEPALA DESA (KaDusun/RW) BKM / TPK SEKRETARI S UPL UPS UPK TIM PENGELOLA AIR BERSIH TIM PENGELOLA JALAN & JEMBATAN TIM PENGELOLA DRAINASE & TALUD TIM PENGELOLA MCK & SAMPAH 3. antara lain adalah: (1) (2) (3) (4) (5) Visi. Asas. Misi. Dalam penyusunan ketentuan organisasi ini dipengaruhi juga oleh . Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Beberapa peraturan yang diperlukan untuk berjalannya suatu organisasi tim pengelola O dan P. harus dibuat oleh pengelola O dan P dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat pemanfaat melalui forum musyawarah warga pemanfaat atau rembug warga (bukan ditentukan sendiri oleh tim pengelola).

(2) Prasarana yang dibangun melalui pendanaan program Rekompak JRF terutama ditujukan sebagai prasarana mitigasi bencana sehingga organisasi pengelola harus tahu persis panduan tata-cara (standar operating procedure) dalam memanfaatkan prasarana mitigasi bencana. Asas dan Prinsip organisasi b. Lokasi organisasi b. Tujuan organisasi c. Kewajiban dan tanggung jawab pengurus d. partisipatif. pemilihan pengurus dan operasional organisasi harus menerapkan prinsip yang demokratis. (3) Bilamana pengelola telah memiliki aturan dasar organisasi pengelola sebelumnya.kelompok masyarakat pemanfaat prasarana itu sendiri. . Syarat-syarat kepengurusan b. Anggaran Dasar organisasi pengelola O dan P setidaknya meliputi hal-hal sebagai berikut: (1) Nama Organisasi Pengelola dan Daerah Kerja a. Kewajiban dan Tanggung Jawab Anggota/Pengguna Prasarana c. Susunan anggota pengurus c. seperti AD/ART. adat-istiadat pada daerah tersebut. transparan dan akuntabel. Lingkup pelayanan prasarana Asas. Cakupan penanganan kegiatan Keanggotaan/Pengguna Prasarana a. Tugas organisasi Ruang Lingkup a. Hak pengurus Pembina dan Pengawas Pengelolaan Usaha Operasi dan Pemeliharaan Pembiayaan O dan P Pelaporan dan Evaluasi Pembubaran Sanksi Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus O dan P Penutup (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) Hal-hal penting yang harus diperhatikan : (1) Dalam pembentukan tim pengelola O dan P. yang belum mengakomodir/mencakup kegiatan O dan P maka untuk pengaturan terkait O dan P dapat dilakukan dengan menyempurnakan aturan yang sudah ada atau membuat peraturan tambahan khusus untuk O dan P. Setiap desa/kelurahan dapat mengembangkan peraturan sesuai dengan kondisi sosial-budaya. Tujuan dan Tugas Organisasi a. Hak Anggota/Pengguna Prasarana Rapat Anggota atau Rembug Masyarakat/Warga Pengguna Prasarana Kepengurusan : a. Persyaratan Keanggotaan b.

dimana dalam rembug tersebut diundang pula aparat pemerintah desa. Pembentukan Tim Pengelola Dalam upaya menjamin pemanfaatan prasarana yang berkelanjutan. Persiapan Dengan difasilitasi oleh BKM/TPK. tokoh masyarakat. 3. Waktu pelaksanaan pembentukan kelompok/tim pengelola ini sebaiknya dilakukan sejak awal pelaksanaan pembangunan prasarana. Dinas Kesehatan dan lain-lain. Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktur organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat B. pengelolaan sebaiknya dilakukan oleh masyarakat pengguna itu sendiri. 4. 5. Dalam hal ini perlu disampaikan untung ruginya bila pengoperasian prasarana dilaksanakan oleh suatu tim pengelola dan sebaliknya bila tidak ada tim pengelola. 7. Pelaksanaan Rembug Warga BKM/TPK dan PP sebagai inisiator mengundang seluruh warga masyarakat terutama pemanfaat prasarana terkait untuk mengadakan rembug warga dalam rangka pembentukan kelompok/tim pengelola. Untuk dapat menciptakan mekanisme pengelolaan O dan P yang bertumpu pada masyarakat dan berkelanjutan. pengelolaan prasarana terbangun seyogyanya dilaksanakan oleh sebuah kelompok/tim pengelola yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri. 6. 9. sebagai inisiator pembentukan perlu menyusun rancangan pembentukan kelompok/tim pengelola sebagai kerangka acuan di dalam rembug warga. tata cara pendaftaran dan pembayaran. konsultan pendamping dan kepala desa/lurah.3. 8. Adapun langkah-langkah mekanisme pembentukan kelompok/tim pengelola O dan P adalah sebagai berikut: A.(4) Peraturan-peraturan yang bersifat operasional untuk menjalankan pengelolaan O dan P dituangkan dalam Anggaran Rumah Tangga/ART atau Peraturan Khusus. Dilakukan melalui forum musyawarah warga pemanfaat dan difasilitasi oleh pihak BKM/TPK. yang antara lain mencakup : 1. misal: tata cara pengaduan. 3. PP. 2. dll. Dinas Pekerjaan Umum. Beberapa hal yang disampaikan dalam rembug warga: (1) Rembug warga diawali dengan penjelasan umum oleh BKM/TPK dan PP kepada masyarakat pengguna prasarana perihal pentingnya pembentukan organisasi untuk mengelola prasarana yang dimiliki oleh desa. dan bila perlu mengundang dari dinas terkait seperti PDAM. . PP dan fasilitator pendamping.

f. g. j. dimana setiap anggota masyarakat pemanfaat berhak memberikan satu suara dalam setiap keputusan yang diambil. selanjutnya AD/ART tersebut dapat disahkan melalui beberapa macam cara. Pengesahan dan Peresmian Untuk mendukung keabsahan kelompok/tim pengelola O dan P tersebut harus segera menyusun AD/ART Tim Pengelola O dan P. c. e. tokoh-tokoh masyarakat dan fasilitator pendamping. b. h. perwakilan dari masyarakat pemanfaat dan disaksikan oleh aparat pemerintah desa. Disini unsur BKM/TPK dan Pemerintah Desa/Kelurahan bertindak sebagai Badan Pembina & Pengawas. Apabila secara musyawarah tidak dapat diambil mufakat maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara pengambilan suara terbanyak melalui vooting. Untuk tujuan tertentu sering juga ditetapkan melalui Akte Notaris – jika organisasi pengelola bersifat usaha mandiri atau dipersyaratkan oleh pihak donor. d. g. daftar hadir dilampirkan dalam berita acara. i. e. maka dilanjutkan dengan penjelasan terkait dengan rancangan organisasi pengelola yang telah dibuat. antara lain mencakup : a. d. b.(2) Setelah penjelasan umum. Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktur organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat (3) Tahapan selanjutnya adalah mengajak seluruh anggota pemanfaat yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk mengambil keputusan secara musyawarah dan mufakat. Bentuk struktur organisasi Tugas dan wewenang kelompok/tim pengelola O dan P Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat Pemilihan pengurus yang akan duduk dalam kelompok/tim pengelola (4) Setelah ada kesepakatan terkait dengan hal-hal tersebut. C. Sebagai bentuk dukungan dari seluruh peserta rembug warga dalam keputusan tersebut. Adapun pokok-pokok yang perlu diambil keputusan dalam rembug warga adalah: a. f. c. maka tahap berikutnya adalah penyusunan “Berita Acara Pembentukan Kelompok/Tim Pengelola O dan P” yang ditandatangani oleh ketua BKM/TPK. . h. yaitu : (1) (2) Ditetapkan melalui keputusan BKM/TPK (kolektif-kolegial) – organisasi tim pengelola O dan P langsung berada di bawah payung BKM/TPK.

tetapi bila pengelolaannya satu maka dapat dilakukan subsidi silang. jumlah prasarana dan lokasi-lokasi prasarana berada. fasilitator pendamping. 6. Jenis prasarana. atau Satu tim pengelola untuk setiap jenis prasarana. setidaknya terdapat dua pendekatan untuk setiap struktur pengelola O dan P. Struktur tim pengelola O dan P hendaknya dibuat sederhana. . Dinas Pekerjaan Umum. Komunitas masyarakat pengguna prasarana Kemampuan dan jumlah SDM calon pengelola O dan P Sumber pembiayaan/pendanaan utama untuk O dan P Kemungkinan subsidi silang Catatan: prasarana air bersih dan MCK.(3) Untuk tujuan tertentu kadang juga ditetapkan dalam sebuah Peraturan Desa (Perdes) atau Keputusan Kepala Desa/Lurah – dengan pertimbangan prasarana dibangun sebagian menggunakan dana anggaran pemerintah desa atau biaya O dan P berasal dari anggaran pemerintah desa atau dibangun pada lahan milik desa. Untuk mendorong pengakuan secara luas.4. 4. Struktur Organisasi Untuk melaksanakan tugas. bila pengelolaannya dilakukan sendiri-sendiri maka potensi memperoleh pembiayaan untuk air bersih cukup tinggi dibandingkan dengan MCK. petugas teknis/lapangan. Pertimbangan untuk menetapkan struktur tim pengelola O dan P adalah: 1. Satu tim pengelola untuk beberapa jenis prasarana. 3. terdiri dari ketua. sekretaris. tim konsultan. 2. Dari beberapa bentuk yang sudah diterapkan. Bentuk struktur pengelola O dan P dapat disusun sesuai dengan kebutuhan prasarana. Dinas Kesehatan dan lain-lain) agar keberadaannya dapat lebih diakui dan diperhatikan. yaitu orang-orang yang dipilih dan bertanggungjawab atas O dan P prasarana. kepala desa/lurah. bendahara. kelompok/tim pengelola O dan P perlu diresmikan dengan mengundang camat. 3. Struktur Organisasi dan Tata Peran A. yaitu dana yang diperoleh dari air bersih dapat disisihkan sebagian untuk pemeliharaan MCK. 2. tokoh masyarakat. kemampuan warga pemanfaat dan karakteristik kelompok penerima manfaat (gender). dinas/lembaga terkait (seperti PDAM. maka pengelola O dan P memerlukan suatu tim/kelompok atau satuan kerja. yaitu : 1. 5.

Desa.) KETUA TIM SEKRETARIS BENDAHARA PETUGAS LAPANGAN–1 PRASARANA DRAINASE PETUGAS LAPANGAN–2 PRASARANA JALAN PETUGAS LAPANGAN–3 PRASARANA JEMBATAN Bagan – 5 Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Satu Prasarana (contoh : Air Bersih) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK. Unsur Pem.) KETUA TIM SEKRETARIS BENDAHARA PETUGAS LAPANGAN–1 AIR BERSIH DUSUN 1 PETUGAS LAPANGAN–2 AIR BERSIH DUSUN 2 . unsur Masy.Berikut ini adalah alternatif struktur tim pengelola O dan P : Bagan – 4 Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Beberapa Prasarana (contoh : Drainase.Desa. Unsur Pem. Jalan dan Jembatan) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK. unsur Masy.

maka tugas-tugas dari setiap unit kerja organisasi pengelola O dan P (tim pengelola).B. dinas/instansi terkait dan pihak swasta atau lainnya guna meningkatkan perolehan pembiayaan pemeliharaan atau pengembangan layanan prasarana Mendorong peningkatan kesadaran dan kontribusi warga untuk melakukan pemeliharaan prasarana Bersama seluruh tim pengelola membuat laporan baik secara berkala maupun pertanggungjawaban kegiatan pengelola Bersama seluruh tim pengelola. b. 7. yang antara lain mencakup tugas : a. c. 4. Mengkoordinir tim pengelola O dan P. adalah: (1) Ketua Memimpin tim pengelola O dan P dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan O dan P sesuai peraturan organisasi serta program kerja yang telah diputuskan bersama. e. g. (2) Sekretaris atau bagian administrasi Melaksanakan kegiatan administrasi/ketatausahaan O dan P. b. 9. Mengundang dan menyelenggarakan rapat-rapat rutin atau musyawarah Melakukan kerjasama kemitraan dengan pemerintah desa/kelurahan. 6. Menyiapkan surat menyurat Mengarsip surat masuk dan surat keluar Menyimpan dan memelihara dokumen/dokumentasi kegiatan Membuat notulen rapat/musyawarah warga pemanfaat Menginventarisasi anggota atau warga pengguna/pemanfaat . adalah : 1. c. f. Menyusun Rancangan AD/ART Menyusun program kerja Menghitung dan memfasilitasi penetapan tarif retribusi/iuran Mencari dan mengupayakan sumber-sumber pembiayaan untuk O dan P Menyusun rencana penerimaan dan belanja pengelola O dan P Menyusun rencana tahap-tahap kegiatan operasi dan pemeliharaan Mengorganisasikan pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan Membuat laporan pertanggungjawaban kerja pengelolaan O dan P Melaksanakan sosialisasi. maka tugas pokok pengelola selaku penggerak utama kegiatan O dan P. d. Tugas dan Fungsi Sejalan dengan tujuan O dan P. 2. 10. e. khususnya kepada warga pemanfaat Bersama seluruh tim pengelola menyusun draft peraturan dasar. program kerja O dan P dan rencana pendanaan O dan P untuk ditetapkan dalam musyawarah warga (bila belum ditetapkan sebelumnya) d. antara lain mencakup : a. pengumuman terkait kegiatan O dan P Menyelengarakan pertemuan evaluasi secara periodik Sejalan dengan tugas pokok tersebut. 8. penyuluhan. mensosialisasikan kegiatan-kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan. 3. 5.

Pertemuan ini dipimpin oleh ketua. dilakukan untuk melihat atau mengevaluasi hasil-hasil kegiatan pemeliharaan yang telah dilakukan dan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ditemukan (memutuskan rencana penyelesaian masalah). b. laporan penerimaan yang diperoleh dari sumber-sumber pendanaan (seperti iuran. . Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan dilakukan oleh bendahara. Pada setiap rapat harus selalu dibuat daftar hadir peserta dan catatan notulen hasil rapat disiapkan dan diarsipkan oleh sekretaris. retribusi. Laporan ini minimal mencakup : keadaan kas. Menerima dan menyimpan uang/dana O dan P Mengeluarkan uang dengan persetujuan ketua Membuat dan menyimpan bukti penerimaan dan bukti pengeluaran Mencatat pembukuan keuangan O dan P Membuat laporan keuangan secara periodik dan pertanggungan jawab keuangan. c.(3) Bendahara atau bagian keuangan a. biaya dan jadwal pemeliharaan dan perbaikan prasarana Membimbing. identifikasi dan survey kondisi prasarana. e. C. d. Dalam laporan tersebut terkandung unsur-unsur sebagai berikut: 1. d. e. c. mengordinir dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang dilakukan oleh warga atau tenaga kerja Mengoperasikan dan memantau/monitor operasi dan pemeliharaan prasarana Melaporkan hasil-hasil pelaksanaan kegiatan pemeliharaan. Aparat Desa atau instansi terkait yang dapat memberi masukan bagi kepentingan kegiatan pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana. donatur. Inventarisasi. Pelaporan Pelaporan kegiatan operasi dan pemeliharaan merupakan tanggungjawab ketua kelompok dibantu tim pengelola. atau agenda lain yang dianggap penting untuk dibahas. Dalam kaitan dengan kegiatan tersebut bendahara melaporkan penerimaan dan pengeluaran baik berkaitan dengan administrasi pengelola maupun yang terkait dengan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan. jika memang diperlukan peserta rapat rutin tidak hanya pengurus namun juga dapat mengundang wakil masyarakat. dll. (4) Petugas Lapangan atau bagian teknik a. UPL. Menyusun rencana kebutuhan. D. dll). b. Kegiatan Rapat Rapat atau pertemuan dapat dilakukan tiap bulan atau periode waktu tertentu yang disepakati. laporan pengeluaran baik itu kegiatan administrasi maupun kegiatan pemeliharaan/perbaikan.

3. Pelatihan untuk tim pengelola O dan P meliputi.5. sehingga harus dilakukan pada awal masa penugasan tim pengelola O dan P dan dilakukan juga secara periodik untuk penyegaran dan jika ada perkembangan. yang ditujukan untuk pemeliharaan prasarana dan sarana. jenis dan kondisi prasarana dan barang yang ada. dikerjakan dengan tertib. E. Administrasi dan pelaporan. 2. saling menunjang. 3. terarah. semua pengurus tahu akan hak dan kewajibannya. 8. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan kebutuhan penambahan ataupun perbaikan prasaranasarana dan barang untuk masa yang akan datang. Pengelolaan keuangan Pelaporan keuangan Administrasi dan pelaporan Perencanaan pengembangan sistem dan pendanaan. yang berorientasi kepada pasar. termasuk hasil inventarisasi kondisi prasarana maupun hasil-hasil pertemuan yang dilaksanakan. berkala dan insidentil. 3. 5. tahu manfaatnya. Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Laporan kegiatan. pelatihan : 1. beberapa tolok ukur untuk melihat keberhasilan O dan P adalah sebagai berikut : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Kegiatan bersama.2. Rapat dan pertemuan. tertulis dan menjadi aturan kerja kelompok yang saling ditaati. . 6. Ukuran Keberhasilan Dari aspek kelembagaan. Kepengurusan mantap. dan saling memperkembangkan satu sama lain. 7. mampu menumbuhkan kesetiakawanan dalam operasi dan pemeliharaan prasarana agar prasarana tersebut dapat berkesinambungan. Ada usaha/upaya peningkatan O dan P. 4. Aspek kelembagaan/organisasi Aspek manajemen O dan P Teknis pengoperasian dan pemeliharaan prasarana dan sarana Penentuan tarif atau iuran/andilan/sumbangan sukarela. Interaksi antar pengurus dan dengan masyarakat hidup. mencakup laporan hasil pelaksanaan pemeliharaan rutin. Pengurus aktif menggerakkan dan memotivasi masyarakat agar kegiatan dapat berjalan. dan kebersamaan. efisiensi. berjalan rutin dan dihadiri pengurus serta masyarakat. keuntungan. Ketentuan kelompok/tim pengelola. Data Mengenai Barang Inventaris dan Prasarana-Sarana Data dan penggunaan prasarana-sarana dan barang inventaris kelompok perlu dilaporkan untuk mengetahui jumlah. Pelatihan Pelatihan merupakan faktor penting dalam keberhasilan operasi dan pemeliharaan sarana-prasarana desa.

Kelompok Prasarana yang dapat dipergunakan warga dengan mendaftar terlebih dahulu dan memenuhi persyaratan tertentu.Lapangan evakuasi . penyediaan air bersih.1.Jalan ber-retribusi .Kelompok Air Bersih MCK Pelayanan Sampah Kandang komunal Embung komunal Kemungkinan Sulit Menarik Retribusi .Waduk yg airnya dijual umum . misalnya jalan dan jembatan. Biaya O dan P prasarana ini umumnya dapat dipenuhi dari tarif retribusi/iuran para pemakainya atau disebut “cost recovery”. yaitu: a. Prasarana Umum . Tabel – 20 Kemungkinan Kemudahan Penarikan Restribusi Berdasarkan Jenis Prasarana Uraian Kemungkinan Mudah Menarik Retribusi Prasarana . bangunan gedung publik (heritage).Jembatan . b. Berdasarkan pada cakupan layanan. secara umum prasarana desa yang dibangun melalui REKOMPAK-JRF dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua). Mudah tidaknya menarik retribusi atau iuran untuk pemeliharaan prasarana sering sangat berkaitan dengan klasifikasi prasarana. embung penampung air.Bangunan gedung publik (heritage) .Drainase Prasarana . Prasarana Umum . misalnya MCK. drainase.Publik Prasarana yang dapat dipergunakan oleh setiap orang tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu.BAB IV PEMBIAYAAN 4.Publik . dan kandang komunal. Klasifikasi Prasarana dan Pembiayaan untuk O dan P Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana lingkungan perdesaan ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan operasi dan pemeliharaan prasarana oleh kelompok/tim pengelola prasarana desa sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana.KU/ air bersih yg dijual umum . Klasifikasi prasarana berdasarkan jenisnya ini akan menentukan mudah tidaknya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana. sebagaimana contoh lihat tabel berikut. Prasarana ini hanya dapat dimanfaatkan oleh sekelompok orang/komunitas yang sudah terdaftar.Jalan . lapangan evakuasi. Dalam arti bahwa tidak ada orang yang dapat dikecualikan dalam penggunaannya. dll.

penyediaan fasilitas penunjang. Hal ini merupakan bentuk kompensasi komunitas pemanfaat terhadap penggunaan prasarana tersebut. dinas/instansi terkait setempat. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan (1) Identifikasi Sumber-Sumber Pendapatan Dana pemeliharaan dapat berasal dari berbagai sumber. namun perlu usaha untuk menggali sumber-sumber dana tersebut. kelompok. yang secara umum terbagi atas tiga golongan sebagai berikut : a. kepada warga pemanfaat tetap atau dari luar. Penganggaran Operasi dan Pemeliharaan A. dan kandang komunal. kelompok/tim pengelola perlu mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan yang mempunyai potensi untuk turut membiayai anggaran O dan P. Sebagai contoh adalah pelayanan air bersih. Retribusi/Iuran Retribusi/iuran yang besarnya sudah ditetapkan lebih dulu. baik rutin atau setiap kali penggunaan. (2) Kontribusi Warga Penerima Manfaat Sebagai wujud kemandirian dan keberlanjutan. Besarnya iuran atau retribusi yang akan dikenakan baik perorangan atau per keluarga/kelompok. tenaga kerja. Sumbangan berupa material. serta pemerintah desa/kelurahan. ataupun retribusi dari penggunaan prasarana secara langsung. pihak swasta yang juga turut memetik manfaat dari pembangunan prasarana tersebut. MCK. yang didapatkan dari iuran anggota kelompok operasi dan pemeliharaan. ditarik secara langsung pada saat menggunakan prasarana yang bersangkutan maupun tidak langsung (retribusi/iuran bulanan). sumber pembiayaan O dan P yang potensial untuk digali adalah kontribusi warga sesuai dengan budaya setempat dan kesepakatan yang telah dilakukan. b. Sumbangan berupa uang. Retribusi/iuran bisa diterapkan untuk individu perseorangan.2. Sedangkan cara pengumpulan dana yang berupa uang adalah bergantung pada kondisi sosial budaya masyarakat setempat.4. Adapun jenis kontribusi atau sumbangan warga pemanfaat adalah : a. retribusi jalan. hendaknya dimusyawarahkan dan disepakati secara bersama-sama oleh seluruh anggota warga . KK atau perusahaan/instansi/ badan usaha yang menjadi pengguna prasarana. Sumber dana potensial pendanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana dapat diperoleh dari kontribusi masyarakat pengguna dan sumber lainnya yang sah misal bantuan dari kantor/instansi pemerintah. bagi warga kurang mampu atau mampu. Untuk penyusunan rencana anggaran O dan P. peralatan dalam rangka kegiatan pemeliharaan. Retribusi/iuran dapat diberlakukan untuk para pengguna yang secara rutin atau tidak secara rutin menggunakan prasarana.

bahwa perusahaan tertentu yang berada di sekitar wilayah tersebut dapat saja memberikan bantuan sumbangan. 3) Usaha Lain Yang Sah Potensi sumber pembiayaan disini dapat berasal dari upaya pengembangan prasarana misalnya dari biaya pemasangan baru air bersih. b.pemanfaat yang ada sehingga tidak terlalu membebani dan semua warga pemanfaat tetap dapat memperoleh hak-hak yang sama dalam pengoperasian prasarana (adil). Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan. ataupun prasarana lainnya. anggaran pemerinah daerah (APBD) dan atau anggaran pemerintah pusat (APBN) atau dari pihak lain yang sah. khususnya dinas-dinas di kabupaten/kota adalah harus memahami instansi mana yang dapat dituju oleh masyarakat. Bantuan dari pemerintah umumnya dapat digali jika terjadi kerusakan berat yang memerlukan perbaikan besar pada fasilitas umum atau fasilitas vital seperti jalan. Sumber Pendapatan Lain Yang Sah 1) Bantuan Pemerintah Sumber pendapatan ini dapat berasal dari anggaran pemerintah desa. dan saluran drainase. c. Umumnya potensi bantuan ini akan ada bilamana terjadi pengoperasian bersama suatu prasarana. Misalnya jalan yang dibangun masyarakat juga dipergunakan oleh pihak lain tersebut. . seperti dari organisasi lain atau perusahaan swasta. Terdapat satu sumber dana yang belum digunakan secara optimal untuk O dan P prasarana desa yaitu dana yang berasal dari ADD (Alokasi Dana Desa) atau DAD (Dana Alokasi Desa). Hal yang penting diperhatikan berkaitan dengan penerapan sumbangan yang akan diberlakukan oleh tim pengelola O dan P adalah bahwa hendaknya disesuaikan dengan situasi budaya dan kemampuan ekonomi warga pemanfaat dan kebutuhan akan biaya pemeliharaan atau perbaikan. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam upaya memperoleh dukungan pemerintah. Dinas Kebersihan untuk prasarana persampahan. Sumbangan/Donasi Sumbangan/donasi yang sifatnya sukarela. sebab setiap instansi telah mempunyai wewenang tertentu. dapat diberlakukan atau diminta dari warga masyarakat yang menggunakan prasarana yang bersangkutan atau warga masyarakat yang tidak langsung menerima manfaat atau masyarakat/instansi secara umum. 2) Bantuan Pihak Lain Yang Tidak Mengikat Bantuan yang dimaksudkan disini. misalnya Dinas Pekerjaan Umum untuk prasarana umum. Dinas Pendidikan untuk prasarana pendidikan. jembatan. penjualan air bersih atau adanya keuntungan dari hasil usaha bersama kelompok. anggaran pemerintah kecamatan. Dinas Kesehatan untuk prasarana kesehatan.

Hal-hal yang perlu dicatat: .Jumlah anggota keluarga (4) Penetapan Tarif Retribusi Tarif pelayanan dikenakan bagi pemakai prasarana yang bersifat cost recovery. 2) Satu obyek pungut – satu jenis pungutan. dalam penetapan besarnya tarif. 4) Sederhana dan Jelas. artinya bahwa penetapan tarif harus menggunakan rumusan yang tidak rumit.(3) Pendataan Anggota Penerima Manfaat Pendataan anggota ini sangat penting. kebutuhan dana untuk perluasan sistem dan lain lain. Prinsip-Prinsip Penetapan Tarif Terdapat beberapa prinsip yang harus dipegang dalam penetapan tarif. artinya bahwa orang yang menerima manfaat lebih banyak harus dikenakan tarif yang lebih tinggi dibandingkan orang yang menerima manfaat lebih sedikit. Penerimaan dari tarif ini akan dijadikan sebagai sumber utama dalam membiayai pengelolaan prasarana bersangkutan termasuk untuk biaya operasi dan pemeliharaan. untuk menghindari terjadinya pungutan ganda yang membingungkan para penerima manfaat. selain untuk mengetahui jumlah dan siapa saja warga pemanfaat juga akan berkaitan dengan potensi kontribusi dalam pemeliharaan prasarana yang dikelola. seperti air bersih. dengan prinsip ini maka tarif yang akan ditetapkan harus mencerminkan tingkat kecukupan dana yang diperlukan untuk pengelolaan prasarana dan sarana perdesaan secara memadai. Keterlambatan penyesuaian tarif akan berakibat serius pada jaminan keberlanjutan keuangan. kandang komunal dan jalan beretribusi. Karena itu peninjauan ulang tarif yang layak perlu dilakukan paling tidak 2 tahun sekali. perubahan biaya dan harga barang. .Alamat . 6) Adil. termasuk semua calon penerima manfaat. sehingga tarif yang ditetapkan merupakan keputusan bersama.Nama . 5) Partisipatif. artinya bahwa dalam penentuan tarif harus melibatkan semua pihak yang berkepentingan.Jenis Kelamin . maka pembebanan biaya yang diperhitungkan harus dilakukan secara transparan dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan. Dalam hal ini dapat ditetapkan dengan tarif progresif. dan mudah diperoleh serta hitungan mudah dilakukan. a. Sejalan dengan waktu tidak bisa dihindarkan adanya penyesuaian tarif akibat inflasi. persampahan. maka satu obyek pelayanan dikenakan satu pungutan tarif. Penentuan tarif harus dilakukan dengan dan oleh masyarakat karena akan membuat masyarakat bertanggung jawab penuh atas keputusan yang telah dibuat dan bisa diterima lebih baik karena masyarakat tahu mengapa tarif ditetapkan sebesar itu. 3) Transparan dan mudah dipahami. antara lain: 1) Kecukupan dana (cost recovery).Pekerjaan . MCK.

pembuangan air limbah. Tarif ini lebih sesuai digunakan untuk penetapan tarif pelayanan penyediaan air bersih. Dengan demikian tarif ditentukan berdasarkan volume pelayanan yang benar-benar digunakan secara individual atau rumah tangga. tetapi dikenakan sama rata untuk setiap rumah tangga/penerima manfaat. . karena hanya mengalikan besarnya tarif dengan jumlah penerima manfaat. sehingga setiap sambungan rumah tangga harus dilengkapi dengan meter air. yaitu: 1) Tarif Tidak Berdasarkan Volume Tarif ini tidak melihat berapa jumlah manfaat yang diterima oleh setiap rumah tangga atas penggunaan prasarana tertentu. misalnya pelayanan pembuangan sampah. Tarif ini lebih cocok digunakan untuk pelayanan yang sulit untuk di kuantifikasi. sehingga kasus ini lebih tepat jika tarif ditetapkan sebesar rupiah tertentu pada setiap rumah tangga. karena pihak yang menerima manfaat kecil dibebani tarif yang sama dengan pihak yang menerima manfaat lebih banyak. dimana akan sulit dilakukan pengukuran besarnya manfaat yang diterima secara kuantitatif. alokasi biaya yang akan dibebankan sebagai tarif diperhitungkan secara proporsional berdasarkan kriteria fisik penggunaan jasa layanan. bahwa tarif tersebut tidak mencerminkan keadilan. tanpa harus menghitung berapa banyak manfaat yang diterima oleh setiap pemakai jasa layanan. maka perlu dipertimbangkan aspek pendapatan rumah tangga.b. Dalam kasus pelayanan MCK juga memiliki kriteria yang sama. Semakin tinggi pendapatan rumah tangga maka dapat dikenakan tarif yang lebih besar dibandingkan dengan yang berpendapatan lebih rendah. 2) Tarif Berdasarkan Volume (Volumetrics Tarif) Dalam metode ini. maka pengelola akan sulit menentukan berapa banyak sampah yang telah dibuang oleh setiap rumah tangga. Tarif yang demikian memiliki keuntungan bahwa dalam perhitungan penerimaan tarif lebih mudah dilakukan. antara lain dalam volume. Di sisi lain memiliki kelemahan. Dalam kasus pelayanan pembuangan sampah dan pembuangan air limbah. MCK. Jenis-Jenis Tarif Secara garis besar terdapat dua jenis tarif bila dilihat dari cara penentuannya. Struktur tarif yang seperti ini tidak membutuhkan adanya perhitungan berapa manfaat yang telah diterima oleh masing-masing penerima manfaat. Sehingga tarif pelayanan MCK lebih tepat dikenakan dalam rupiah per sekali pakai atau dalam rupiah per bulan per rumah tangga pemakai. Kalaupun akan diterapkan prinsip subsidi silang.

dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. Tarif Pelayanan Air Bersih Secara umum Perhitungan Tarif/Harga Pokok Pelayanan air bersih dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan (Rp) Tarif Air Bersih = -------------------------------------------------------------Jumlah Air Yang Terjual Dalam 1 Bulan (M3) Biaya O dan P yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK. b. foto copy. dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM. . listrik. dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan. foto copy. Tarif Pelayanan Persampahan Untuk mencapai pemulihan biaya pada tingkat operasi dan pemeliharaan.3) Formula Perhitungan Tarif a. listrik. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM. dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam satuan Rp per M3. maka tarif pelayanan persampahan dapat ditetapkan dengan formula sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan Tarif Persampahan = -------------------------------------------------Jumlah Pelanggan (Rumah Tangga) Biaya yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK.

Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) . yaitu dilewati truk-truk bermuatan tinggi (truk pasir). dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan.Biaya perawatan rutin (upah pembersihan jalan. ada yang pemanfaatannya melebihi dari kapasitas desain. saluran disekitar jalan) . Dalam menentukan tarif iuran/retribusi jalan ini dapat digunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P 1 Bulan Tarif Pungutan Jalan = --------------------------------------------------------------------Jml Truk Bermuatan Berat Yang Lewat Dalam 1 Bulan Biaya O dan P yang perlu diperhitungkan: . foto copy. sehingga ada jaminan bahwa unur teknis pemanfaatan jalan dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan.Biaya honor pengelola (bila disepakati warga) . kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM. Akan tetapi dalam pembangunan jalan yang difasilitasi melalui REKOMPAK-JRF.a) Tarif Pelayanan MCK Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan Tarif Pelayanan MCK = ------------------------------------------------------Jumlah Rumah Tangga Yang Dilayani Biaya yang perlu diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK.Biaya pemeliharaan (perawatan kerusakan) . karena jalan merupakan prasarana publik yang siapa saja bisa menikmatinya. khususnya truk-truk yang bermuatan tinggi wajib dikenakan iuran guna perawatan jalan. b) Tarif Pungutan Jalan Ber-retribusi Sebenarnya komponen jalan bukanlah prasarana yang bersifat cost recovery.Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan . sehingga mengakibatkan kerusakan jalan menjadi lebih cepat dari yang semestinya. listrik. Dalam kasus ini pengguna jalan.

untuk komponen air bersih) yang telah disusun oleh pengurus. Biaya depresiasi adalah alokasi sejumlah dana yang dicadangkan untuk penggantian prasarana yang dikelola pada saat umur ekonomisnya habis karena pengoperasian. b. Kemudian semua peserta yang hadir diajak menghitung bersama besaran tarif berdasarkan rumusan yang digunakan dan diminta kesepakatannya. Tim pengelola yang diprakarsai ketua tim mengumpulkan semua anggota tim pengelola dan semua warga pemanfaat. yaitu biaya operasi dan pemeliharaan. Dengan menerapkan struktur tarif progresif maka konsumen cenderung akan mempertimbangkan penggunaan sumber daya yang berlebihan. e. 9) Struktur Tarif Progresif Penerapan struktur tarif yang bersifat progresif bertujuan untuk menghindari terjadinya pengoperasian sumber daya yang berlebihan. Kesepakatan penetuan tarif ini harus dituangkan dalam berita acara. yang besarnya dapat disepakati melalui rembug warga. . yaitu dengan cara membagi nilai perolehan asset (prasarana dan sarana) dengan perkiraan umur teknis. biaya penggantian investasi (depresiasi/ penyusutan) dan lain-lain. Lalu dijelaskan perlunya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana yang dikelola. karena konsumen akan berfikir apabila tidak mengendalikan pemakaian sumber daya berarti akan membayar pada tingkat tarif yang lebih tinggi. dijelaskan untung ruginya bila dikelola dengan biaya yang memadai dan bila dikelola dengan biaya yang tidak memadai. 8) Mekanisme Penetapan Tarif Penetapan tarif dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut: a. Tim pengelola yang telah dibentuk menyusun draft penetapan tarif yang dihitung berdasarkan perkiraan biaya yang akan dibebankan. d. Apabila tarif pelayanan dirancang untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk pengembangan pelayanan. Biaya depresiasi dapat dihitung dengan menggunakan metode garis lurus. juga harus dialokasikan beban biaya cadangan pengembangan. maka beban biaya yang diperhitungkan selain biaya O dan P dan depresiasi. Biasanya biaya cadangan pengembangan ditentukan sebesar persentase tertentu dari keuntungan. Anggota pemanfaat/warga pemanfaat diminta pendapatnya dan masukannya terkait dengan perhitungan perkitraan biaya (dan perkiraan penggunaan air oleh pemanfat dalam satu bulan. Mekanisme penetapan tarif secara lebih jelas dapat dilihat dalam “Tata Cara Penetapan Tarif Retribusi” pada Lampiran –1. maka dari biaya-biaya tersebut ditambahkan beban biaya depresiasi (biaya penyusutan alat dan bangunan). c.Apabila tarif pelayanan dirancang untuk memulihkan biaya O dan P dan biaya pengembalian investasi.

Akan menjadi alat kendali bagi konsumen agar tidak terjadi pengoperasian sumberdaya yang berlebihan./M3 10) Peninjauan Tarif Secara Berkala Minimal setiap 2 (dua) tahun sekali perlu dilakukan peninjauan kembali tingkat tarif yang berlaku./M3 Rp. .5 A 3A c. yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Untuk komponen air bersih. b. dimana yang banyak menggunakan pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih tinggi dan sebaliknya yang sedikit menggunakan jasa pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih rendah. Menghitung kembali kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan sesuai dengan harga-harga yang paling terakhir. 1 2 3 4 5 Rp./M3 Rp./M3 Rp. Menghitung tarif dasar berdasarkan data pengeluaran (biaya) yang ”up to date”. dan menyusun struktur tarif sesuai dengan yang ditetapkan bersama dalam rembug warga. Dengan tarif progresif akan diperoleh keuntungan sebagai berikut: a.Penerapan struktur tarif progresif cocok diterapkan untuk komponen pelayanan prasarana yang tarifnya ditetapkan dalam rupiah per volume yang dikonsumsi. Untuk komponen persampahan dan MCK. Contoh Struktur Tarif Progresif untuk Air Bersih: No Pemakaian Air Per Bulan (M3) 0 – 10 11 – 20 21 – 30 30 – 40 41 ke atas Satuan Besarnya Tarif A 1. perlu pemutahiran volume air terjual rata-rata bulanan berdasarkan data realisasi beberapa bulan sebelumnya. Akan terwujud prinsip keadilan. perlu pemutakhiran jumlah pelanggan sesuai dengan data terakhir. Peninjauan kembali terhadap tarif ini harus dilakukan melalui rembug warga (anggota penerima manfaat) dengan mekanisme yang sama seperti ketika penentuan tarif awal. yaitu bertujuan untuk mengakomodir adanya kenaikan biayabiaya pengelolaan sebagai akibat dari adanya kenaikan inflasi.5 A 2A 2. termasuk penyesuaian upah (gaji) pengelola maupun tenaga kerja lainnya. d. Akan terjadi pemupukan keuntungan pengelola. karena akan diperoleh penerimaan tarif yang melebihi kebutuhan biaya pengelolaan terutama berasal dari konsumen yang mengkonsumsi melebihi batas jumlah tertentu. c. Menetapkan pemberlakuan tarif. misalnya komponen air bersih./M3 Rp. b. e.

b. c. c.Prioritas ketiga adalah untuk membiayai investasi pengembangan (bila diperlukan) atau untuk membiayai kebutuhan operasi dan pemeliharaan komponen lain yang menjadi tanggung jawab masyarakat setempat. C. . misalnya pemeliharaan jalan dan jembatan.Pendapatan Penjualan Air . baik pendapatan usaha maupun di luar usaha. Penerimaan pendapatan tersebut harus dicatat dan dibukukan secara tertib sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi. yaitu : . c. maka: a. Pendapatan Pelayanan Air Bersih: .Pendapatan dari biaya penyambungan baru Pendapatan Pelayanan Persampahan Pendapatan Pelayanan MCK b. yaitu: . saluran drainase dan lain-lain. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum pertemuan anggota penerima manfaat.B. . apabila beberapa prasarana cost recovery dikelola oleh satu lembaga pengelola. Setiap akhir bulan harus direkap dan dilaporkan kepada anggota penerima manfaat. b. maka harus digunakan sesuai dengan tujuan pengenaan tarif.Prioritas kedua adalah untuk membiayai penggantian investasi. Setiap transaksi harus dibuat bukti penerimaan. (3) Untuk memudahkan dalam mengendalikan biaya.Prioritas pertama adalah untuk membiayai operasi dan pemeliharaan prasarana yang mendatangkan pendapatan (cost recovery). Perhitungan Anggaran Pendapatan Berdasarkan tarif yang disepakati serta kemungkinan-kemungkinan adanya sumber pendapatan yang lain. maka tim pengelola bersama dengan warga pemanfaat menyusun rencana anggaran pendapatan. Pendapatan bunga Pendapatan hasil penjualan asset Pendapatan lain-lain yang sah Untuk menjamin transparansi dalam mengelola pendapatan. (2) Setiap pengeluaran yang dilakukan oleh pengelola harus dicatat dan dibukukan pada saat terjadinya transaksi. Untuk mempermudah dalam menyusun rencana anggaran pendapatan. (2) Pendapatan diluar usaha a. maka perlu dikelompokkan ke dalam beberapa sumber pendapatan sebagai berikut: (1) Pendapatan Usaha a. maka dalam pencatatan pengeluaran secara sederhana perlu dikelompokkan menjadi dua kelompok. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Dalam menyusun rencana anggaran biaya perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: (1) Dana yang berhasil dihimpun melalui pungutan tarif pelayanan.

c. Laporan Pendapatan. maka diwajibkan membuka rekening bank. D. maka perlu dipisah-pisahkan antara pendapatan dari pelayanan prasarana yang satu dengan yang lainnya. Biaya gaji pegawai dan upah tenaga kerja 3. Dengan demikian diperlukan buku bank yang digunakan untuk mencatat transaksi penyetoran dana ke rekening bank. Kronologis (menurut urutan waktu) Sistematis (menurut cara-cara tertentu) Informatif (dapat dimengerti / difahami/logis) Auditable (dapat diperiksa atau di audit) (2) Pelaporan Beberapa laporan terkait dengan pengelolaan keuangan yang harus disediakan oleh tim pengelola adalah sebagai berikut: a. mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. b. Biaya listrik (diesel) 5. Pencatatan Transaksi dan Pertanggungjawaban Keuangan (1) Prinsip Pencatatan/Pembukuan Secara sederhana pembukuan dapat diartikan sebagai pencatatan transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis.a. misal: biaya asuransi. Buku Bank. Apabila pengelolaan prasarana telah berkembang. yang pada gilirannya akan dimasukkan dalam laporan keuangan bulanan. penarikan dana tunai dari rekening bank dan saldo di bank. merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat pemasukan dana dari pelanggan (penerima manfaat) sebagai penerimaan atas tarif yang dikenakan bagi pengguna jasa pelayanan. terkait dengan penyimpanan dana yang lebih aman dibanding dengan penyimpanan secara tunai dalam jumlah yang besar. Biaya operasi dan pemeliharaan ini dikelompokkan menjadi : 1. . Biaya operasi dan pemeliharaan. b. Apabila pengelola sekaligus menangani beberapa sumber pendapatan (prasarana cost recovery). Tujuan pencatatan adalah agar tersedia informasi pemasukan dan pengeluaran dana oleh pengelola yang transparan dan akuntabel (dapat dipertanggung-jawabkan). Biaya administrasi dan umum 2. mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi. d. Biaya bahan (misal: bahan kimia untuk pengolahan air) 4. Pencatatan dilaksanakan berdasarkan beberapa prinsip sebagai berikut: a. b. Dan lain-lain Biaya non operasional dan pemeliharaan. Hal ini akan membantu dalam melakukan kontrol/pengendalian dan menyusun rekapitulasi bulanan. Biaya pemeliharaan 6.

biaya pemeliharaan prasarana kantor. MCK. dll). Pelaporan dalam kelompok ini secara bulanan. biaya hubungan pelanggan. laporan rencana dan realisasi pengeluaran. aktiva tetap. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. merupakan laporan yang menggambarkan posisi asset yang dikelola. Buku Biaya Operasi dan Pemeliharaan Prasarana. persampahan. pengeluaranpengeluaran dana dan mencatat saldo akhir kas dan di bank. 2) Laporan penunjang lainnya yang diperlukan. Laporan keuangan ini harus dibuat setiap akhir bulan dan diumumkan kepada penerima manfaat. sehingga tetap terjadi transparansi dalam pengelolaan asset. d. diantaranya pengeluaran biaya pegawai (gaji pengelola). Buku Kas. belanja material dan upah tenaga kerja dan saldo kas. Setiap pemasukan dan pengeluaran uang kas harus ada bukti penerimaan atau pengeluaran kas dan diberi penomoran. merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat segala transaksi yang terkait degan pengeluaran biaya operasi dan pemeliharaan prasarana utama yang dikelola (air bersih. mencatat pemasukan dana. 1) Laporan Neraca. Laporan neraca dibuat secara periodik bulanan dan disampaikan kepada para pemanfaat (pelanggan pengguna pelayanan) baik melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. . maka setiap bulan harus dilaporkan kepada para pemanfaat (konsumen) dan masyarakat sekitar melalui media papan informasi maupun forum-forum pertemuan warga. merupakan buku bantu untuk mencatat segala transaksi yang terkait dengan pengeluaran dana untuk keperluan administrasi dan umum.c. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku. Laporan Keuangan. f. (3) Pertanggungjawaban Untuk menjamin transparansi atas pengelolaan dana (penerimaan dan pengeluaran). biaya penelitian dan pengembangan. hutang dan modal. Buku Biaya Administrasi dan Umum. merupakan laporan rekapitulasi kegiatan keuangan bulanan. e. biaya penyusutan prasarana kantor dan rupa-rupa biaya umum lainnya. Digunakan untuk mencatat penerimaan uang di Kas (dapat berasal dari penarikan uang tunai dari bank atau sumbangan tunai lain) serta pengeluaran untuk biaya operasional. sebagai bentuk pertanggungjawaban. Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku. misalnya laporan rencana dan realisasi pendapatan. biaya keuangan (bunga). baik itu yang berupa aktiva lancar. yang mencatat saldo awal kas dan di bank. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. biaya kantor (ATK).

(3) Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut dibandingkan total jumlah pendapatan yang dihasilkan. dibandingkan total jumlah pengeluaran untuk operasi dan pemeliharaan ditambah dana cadangan untuk penyusutan prasarana dan sarana.4. . Ukuran Keberhasilan Pengelolaan O dan P Prestasi kegiatan operasi dan pemeliharaan dari aspek keuangan dapat dilihat dari: (1) Jumlah pendapatan yang dihasilkan (retribusi atau sumbangan/iuran).3. (2) Jumlah pendapatan yang dihasilkan. dibandingkan total jumlah pengeluaran untuk operasi dan pemeliharaan.

.

LAMPIRAN .

Rencana penerapan tarif progresif (bila diperlukan) g. Penjelasan umum oleh ketua lembaga pengelola O dan P kepada masyarakat pengguna prasarana dan sarana perihal pentingnya penetapan tarif terhadap penggunaan prasarana dan sarana yang akan dikelola. e. antara lain mencakup : 1) Perhitungan kebutuhan biaya yang akan dibebankan dalam perhitungan tarif. b. lembaga pengelola O dan P yang telah dibentuk menyelenggarakan proses penentuan tarif retribusi dengan terlebih dahulu menyusun rancangan perhitungan tarif prasarana yang akan dikenakan tarif retribusi/iuran sebagai bahan dalam melaksanakan rembug warga. yang antara lain mencakup : a. b. Setelah penjelasan umum.LAMPIRAN . Rencana peninjauan kembali 2. Besarnya tarif dasar f. dimana dalam rembug tersebut perlu diundang pula unsur LKM/BKM. maka dilanjutkan dengan penjelasan terkait dengan rancangan penetapan tarif yang telah dibuat. Prasarana/pelayanan yang akan dikenakan tarif retribusi/iuran Tujuan pengenaan tarif retribusi/iuran Perhitungan kebutuhan biaya yang akan dibebankan dalam perhitungan tarif. 3) Besarnya tarif dasar . 2) Jumlah penerima manfaat dan (untuk air bersih perhitungan perkiraan jumlah air terjual). PP. Penerimaan dari tarif/iuran ini akan dijadikan sebagai sumber utama dalam membiayai pengelolaan O dan P yang bersangkutan termasuk sebagai pengumpulan dana penggantian investasi (penyusutan/depresiasi). c. Pelaksanaan Rembug Warga Lembaga pengelola O dan P mengundang seluruh warga masyarakat pemanfaat prasarana dan sarana terkait untuk mengadakan rembug warga dalam rangka penetapan tarif. d. aparat pemerintah desa dan perwakilan pengguna prasarana atau tokoh masyarakat. Adapun mekanisme penetapan tarif/iuran pelayanan prasarana adalah sebagai berikut: 1. Jumlah penerima manfaat dan (untuk air bersih perhitungan perkiraan jumlah air terjual).1 Tata Cara Penetapan Tarif Retribusi/Iuran Tarif retribusi/iuran pelayanan dikenakan bagi pengguna prasarana-sarana desa. Beberapa hal yang disampaikan dalam rembug warga: a. Persiapan Dengan difasilitasi oleh fasilitator pendamping.

dan apabila secara musyawarah tidak dapat diambil mufakat maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara pengambilan suara terbanyak (aklamasi) melalui voting. Dalam rembug warga ini diharapkan dapat disepakati tentang: 1) Besarnya tarif dasar yang akan diberlakukan 2) Penerapan tarif progresif (bila diperlukan) 3) Periode waktu peninjauan kembali tarif yang ditetapkan. d. Kesepakatan tarif dapat diambil dengan cara musyawarah. dimana setiap anggota masyarakat pemanfaat berhak memberikan satu suara dalam setiap keputusan yang diambil. BKM/TPK. 3. maka tarif retribusi ditetapkan melalui Peraturan Desa (Perdes) .4) Rencana penerapan tarif progresif (bila diperlukan) 5) Rencana peninjauan kembali c. Sebagai bentuk dukungan dari seluruh peserta rembug warga dalam keputusan tersebut.  Catatan: Dalam kasus dimana lembaga Pengelola O dan P berada dibawah Pemerintah Desa atau prasarana merupakan asset Pemerintah Desa. maka tahap berikutnya adalah penyusunan “Berita Acara Penetapan Tarif Retribusi/Iuran Pelayanan” yang ditandatangani oleh Ketua Pengelola O dan P. Tahapan selanjutnya adalah mengajak seluruh anggota pemanfaat yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk menghitung bersama besaran tarif berdasarkan rumusan yang digunakan dan diminta kesepakatannya. Setelah ada kesepakatan terkait dengan hal-hal tersebut. wakil dari masyarakat pengguna dan disaksikan oleh aparat pemerintah desa dan fasilitator pendamping. daftar hadir dilampirkan dalam berita acara. tarif retribusi/iuran yang telah disepakati tersebut perlu ditetapkan dalam sebuah Keputusan Ketua Pengelola O dan P Prasarana dan disetujui oleh BKM/TPK serta Kepala Desa/Lurah. Pengesahan Untuk memperkuat penerapannya.

LAMPIRAN .) ..1….2 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : AIR BERSIH BULAN : ___________________________________ Volume Pemakaian Air (M3) Jumlah Uang Yang Dibayar (Rupiah) No Nama Pelanggan Keterangan TOTAL (….

3 PENERIMAAN PENYAMBUNGAN BARU KOMPONEN PELAYANAN : AIR BERSIH BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….) .2….LAMPIRAN .

) .4 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : PERSAMPAHAN BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….LAMPIRAN .3….

5 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : MCK BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….4….) .LAMPIRAN .

LAMPIRAN - 6

Buku Bank

Nama Lembaga Pengelola Alamat Jenis Kegiatan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tanggal 1

Uraian 2 Saldo Awal

No.Bukti 3

Masuk (Rp) 4

Keluar (Rp. 5

Saldo (Rp) 6 (…5a…)

(…5b…)

LAMPIRAN - 7

Buku Kas

Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tangga l 1

Uraian 2 Saldo Awal

No.Bukti 3

Masuk (Rp) 4

Keluar (Rp) 5

Saldo 6 (...6a...)

Saldo Akhir Bulan

(...6b...)

LAMPIRAN - 8

Buku Administrasi dan Umum

Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tanggal 1

Nama Toko/ Penerima Dana 2

No Bukti 3

Uraian transaksi, Jumlah Unit dan Harga 4

Total Pembayaran 5

Total Akhir Bulan

(…7…)

9 Buku BOP AIR BERSIH Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal 1 Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 3 Uraian transaksi.LAMPIRAN . Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…8…) .

Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…9…) .LAMPIRAN .10 Buku BOP PERSAMPAHAN Nama Lembaga Pengelola Alamat Status/Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal 1 Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 3 Uraian transaksi.

Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…10…) .LAMPIRAN – 11 Buku BOP SANITASI / MCK Nama Lembaga Pengelola Alamat Status/Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 1 3 Uraian transaksi.

.2.)___________ : Rp. ____(C)______________ : Rp...9........10....)__________ : Rp_____(... BOP Prasarana Air Bersih c.......(B)........ Biaya Operasional a.............____________________ : Rp.(A)..... Biaya lain-lain Jumlah Biaya Non Operasional TOTAL PENGELUARAN 3. LABA (RUGI) : Rp_____(........ .......___(.... 1....7......___(.)___________ : Rp. ……………………………….... . PENDAPATAN: 1..... __ (..)__________ : Rp..4...... __________________ ..Pendapatan Penjualan Air ...3...... Pendapatan lain-lain Jumlah Pendapatan Non Operasional TOTAL PENDAPATAN : Rp....... : Rp..... : Rp... ____(D)_____________ :Rp.......12 LAPORAN LABA (RUGI) Nama Lembaga Pengelola : _____________________ Alamat : _____________________ Status/Bulan Laporan : _____________________ ========================================================================== 1. Pendapatan Persampahan c.. Biaya Non Operasional a.. .... :Rp...2..1 Pendapatan Operasional a. BOP Prasarana Sanitasi/MCK Jumlah Biaya Operasional 23...)__________ : Rp_____(....)__________ : Rp...8.....1.. PENGELUARAN : 2..... Pendapatan Sanitasi/MCK Jumlah Pendapatan Operasional : Rp...___(.______________________ 2. : Rp. Pendapatan Air Bersih : .Pendapatan Penyambungan Baru b... : Rp..........1... BOP Prasarana Persampahan d. Pendapatan Non Operasional a... ………………………………..2. Administrasi dan Umum b...)___________ : Rp....... Pendapatn Bunga b........ ..)__________ : Rp_____(. Biaya depresiasi b.LAMPIRAN .

1. Kas c._____(…5b…)____________ :Rp. ____________________ ==================================================================== Catatan : Jumlah Saldo Awal + Jumlah Penerimaan Harus Sama Dengan Jumlah Pengeluaran + Jumlah Saldo AKhir ._____(5a)____________ :Rp. Pengeluaran Non Operasional TOTAL PENNGELUARAN :Rp. Pengeluaran Operasional 3. SALDO AWAL a.2. Penerimaan Non Operasional TOTAL PENERIMAAN :Rp. Bank b.______________________ 3._____(A)____________ :Rp.______(D)___________ :Rp. PENGELUARAN : 3.______(C)___________ :Rp. Jumlah Saldo Akhir :Rp.LAMPIRAN .1 Penerimaan Operasional 2. Kas c. _____(6a)____________ :Rp. SALDO AKHIR a.2. _____(…6b…)____________ :Rp. Jumlah Saldo Awal :Rp._____(B)____________ :Rp.13 LAPORAN KEUANGAN ALIRAN KAS (CASH FLOW) Nama Lembaga Pengelola : _____________________ Alamat : _____________________ Status/Bulan Laporan : _____________________ =================================================================== 1. PENERIMAAN: 2.____________________ 4. Bank b. ____________________ 2.

dan Lebar ….m ALUR : Panjang ….m ... M .banyak batu/paving lepas bahan pengikat aspal/semen/beton tidak mengikat batu/kerikil/paving K = Kekurusan (hungry) -permukaan jalan hancur. m . hampir sebagian besar bahan pengikat aspal/semen/beton hilang. P = Pengelupasan (disintegration) .m .PERKERASAN Kab : Kec : DESA : Tgl. Survei : Dusun/Dukuh/RW : Surveyor : NO NAMA JALAN (atau Ruas Jalan) 2 TI PE PERKERASAN 3 KEKASARAN 4 LUBANG JUMLAH LUAS 5 KONDI SI PERKERASAN JALAN TAMBALAN JUMLAH LUAS TI PE 6 RETAK PANJANG 7 LEBAR ALUR PANJANG DALAM 8 AMBLAS JUMLAH DALAM 9 1 Keterangan: TIPE PERKERASAN: A= Aspal M= Makadam B= Beton P= Paving T= Telasah S= Sirtu TN = Tanah LUBANG : Jumlah … buah dan Luas … m2 TAMBALAN : Jumlah … buah dan Luas … m2 KEKASARAN: G = Kegemukan (fatty) .LAMPIRAN – 14 FORMULIR SURVEI KONDISI JALAN . M AMBLAS: Jumlah ….permukaan perkerasan baik/licin R = Pelepasan Butir (ravelling) . dan Dalam …. dan Dalam ….pelepasan permukaan jalan secara lempengan/bongkah RETAK : P = Memanjang L = Melintang A = Acak B = Buaya Panjang ……..

LAMPIRAN .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .Rata (RT) / Tidak Rata (TRT) BAHU : .Diperkeras (D) / Tidak Diperkeras (TD) KEREB : .Terlalu Tinggi (TT) / Terlalau Rendah (TR) .Miring (M) / Tidak Rata (TRT) .15 FORMULIR SURVEI KONDISI JALAN .Ada (A) / Tidak Ada (TA) . Survei : Dusun/Dukuh/RW : Surveyor : SEBELAH KI RI No NAMA JALAN (atau Ruas Jalan) 1 2 DRAI NASE SELOKAN SAMPI NG 3 BAK KONTROL 4 TROTOAR (PJLN KAKI ) 5 BAHU 6 KEREB 7 DRAI NASE SELOKAN SAMPI NG 8 BAK SEBELAH KI RI TROTOAR (PJLN KAKI ) 10 BAHU 11 KEREB 12 KONTROL 9 Keterangan: SALURAN DRAINASE: .Teratur (TR) / Tidak Teratur (TTR) .DRAINASE DAN BAHU JALAN Kab : Kec : DESA : Tgl.Rusak (R) / Baik (B) .Tersumbat (T) / Tidak Tersumbat (TS) .Mamadai (M) / Tidak Memadai (TM) BAK KONTROL : .Tersumbat (T) / Tidak Tersumbat (TS) TROTOAR/ PEJALAN KAKI: .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .

..) Hancur/Putus Sketsa : ... Survei : Surveyor : DATA UMUM : Bentang (m) : Kelas Pembebanan : Kelas Jalan : Tahun Pembuatan : LHR / Lalu Lintas Harian Rata2 : BANGUNAN ATAS : Tipe Bangunan Atas : Jenis Lantai : Jenis Kerusakan 1 Struktur Bangunan Atas : Lebar : 2 Lantai : 3 Kondisi : ( ......) Rusak ( .16 FORMULIR SURVEI KONDISI ..JEMBATAN Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl.LAMPIRAN ..) Rusak berat ( ..) Rusak ringan ( .

Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl. Survei : Surveyor : DATA BANGUNAN BAWAH DAN BANGUNAN PENGAMAN ABUTMEN Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : PONDASI Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : PONDASI PILAR Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bangunan Pengaman : Skesa : .

lama : Muka air normal terhadap muka jbt.Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl.lama : Sudut antara arah aliran & jembatan : Bangunan Pengendali Sungai: Sketsa denah sungai dgn dilengkapi data-data pada jembatan lama: Sifat tebing sungai : Sifat aliran sungai : Sedimentasi material : Benda hanyutan : . Survei : Surveyor : DATA .SUNGAI Lebar Sungai : Arah sungai : Muka air rendah terhadap muka jbt.lama : Muka air banjir terhadap muka jbt.

..) Hancur/Putus Sketsa : ... 2. b. c.) Rusak ringan ( . BANGUNAN ATAS : Tipe Bangunan : Jenis Kerusakan 1. Kondisi : ( ..) Rusak berat ( .PRASARANA Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl.. 3.17 FORMULIR SURVEI KONDISI ..... d..LAMPIRAN ..) Rusak ( . Survei : Surveyor : DATA UMUM : a.

Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl. Survei : Surveyor : DATA BANGUNAN BAWAH DAN BANGUNAN PENGAMAN Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bangunan Pengaman : Skesa : .

TOPOGRAFI. GEOLOGI .Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl. Survei : Surveyor : DATA LOKASI ( KONDISI.LOKASI) 1 6 2 7 3 8 4 9 5 10 Sketsa denah lokasi prasarana/bangunan : .