Pedoman Operasi Dan Pemeliharaan Prasarana Dasar Desa

PEDOMAN
OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA

Jl. Melati No. 173A Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok Sleman Telp : (0274) 433 2012, Fax : (0274) 433 2467 E-mail : Pengaduanjrf_nmc@yahoo.com www.rekompakjrf.com

110020173 . Pengelolaan yang baik. tepat guna dan efisien akan berpengaruh pada kualitas layanan dan umur pengoperasian yang akhirnya mampu memberikan dampak langsung pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat secara berkesinambungan pada 265 desa/kelurahan sasaran REKOMPAK-JRF. diperlukan adanya informasi dan panduan operasi dan pemeliharaan yang tepat dan efisien. Melalui proses pemberdayaan REKOMPAK-JRF diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan memunculkan kesadaran dan tanggungjawab untuk memelihara serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan dan memelihara sarana dan prasarana dasar yang telah dibangun secara benar dan efisien agar dapat bermanfaat untuk jangka waktu yang lama dan lestari. organisasi pengelola. masyarakat perlu diberi kemampuan dalam mengoperasikan dan memelihara prasarana dan sarana dasar yang telah dibangun. Akhir kata. yang mencakup. Untuk itu.KATA PENGANTAR Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis masyarakat Java Reconstruction Fund (REKOMPAK-JRF) telah berhasil membangun 21.633 rumah dalam waktu 14 bulan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah serta melakukan rehabilitasi dan pembangunan kembali prasarana dan sarana dasar desa/kelurahan melalui penyusunan Rencana Penataan Permukiman (RPP)/Community Settlement Plan (CSP) yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana secara partisipatif. semoga pedoman ini dapat menjadi acuan dalam mengelola prasarana dan sarana dasar yang telah dibangun. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar (PPPPSD) ini diharapkan dapat memberikan informasi dan panduan tersebut. Jakarta. Faktor yang mempengaruhi berfungsinya prasarana dan sarana dasar selain kualitas konstruksi adalah pengelolaannya. Prasarana dan sarana dasar tersebut diharapkan akan memberikan manfaat jangka panjang dan oleh karena itu. operasi dan pemeliharaan serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan. Oktober 2010 Direktur Jenderal Cipta Karya Budi Yuwono NIP.

.

Sasaran 1. Teknis Operasi dan Pemeliharaan A. Latar Belakang 1. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga 3. Pembentukan Tim Pengelola A.1. Ukuran Keberhasilan ii i v vii viii 1 2 3 3 3 4 4 BAB II 7 7 8 10 23 43 43 44 44 44 BAB III 45 46 48 48 48 49 50 50 52 53 53 54 53 .7. Kegiatan Rapat D.3 Ukuran Keberhasilan ORGANISASI PENGELOLA 3.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN DAFTAR TABEL DAN BAGAN BAB I PENDAHULUAN 1. Maksud dan Tujuan 1.4. Batasan dan Pengertian TEKNIS OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA/KELURAHAN 2. Tahap Konstruksi C. Pelaporan E.3. Struktur Organisasi B.1. Persiapan B. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Pengoperasian A. Organisasi Pengelola O dan P 3. Landasan Hukum 1. Tugas dan Fungsi C. Tahap Perencanaan B.2. Jenis Prasarana B.4. Pelaksanaan Rembug Warga C. Struktur Pengelola dan Tata Peran A. Prasarana Air Bersih dan Sanitasi 2. Ruang Lingkup 1. Tahap-tahap Pemeliharaan C. Tahap Pasca Konstruksi 2. Acuan Implementasi 1.2.6.1. Pengesahan dan Peresmian 3.5.2.3.5. Prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi D. Pelatihan 3.

Perkerasan Formulir Survei Kondisi Jalan – Drainase dan Bahu Jalan Lampiran – 16 Formulir Survei Kondisi Jembatan Lampiran – 17 Formulir Survei Kondisi Prasarana .4.BAB IV PEMBIAYAAN 4. Perhitungan Anggaran Pendapatan C.1. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya D. Klasifikasi Prasarana dan Pembiayaan untuk O dan P 4. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan B.2. Penganggaran Operasi dan Pemeliharaan A. Ukuran Keberhasilan – 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9 – 10 – 11 – 12 – 13 – 14 – 15 55 56 56 64 64 65 67 LAMPIRAN Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Tata Cara Penetapan Restribusi/Tarif Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan Air Bersih Penerimaan Penyambungan Baru-Pelayanan Air Bersih Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan Persampahan Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan MCK Buku Bank Buku Kas Buku Administarsi dan Umum Buku BOP Air Bersih Buku BOP Persampahan Buku BOP Sanitasi/MCK Laporan Laba (Rugi) Laporan Keuangan Aliran Kas (Cash Flow) Formulir Survei Kondisi Jalan . Pencatatan Transaksi dan Pertanggungjawaban Keuangan 4.

DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN ATK AD/ART BAPPD BBM BKM BPMA DMC DPRD DTPL EWS IPLT JR F KPP KSM KU/HU LPMD/K MCK NMC O dan P PJOK PLN PMU PP PPK Rekompak RPP RT/RW SAH SAL TIP TPK TPS UPL Alat Tulis Kantor Anggaran Dasar /Anggaran Rumah Tangga Berita Acara Pencairan/Penggunaan Dana Bahan Bakar Minyak Badan Keswadayaan Masyarakat Bangunan Penangkap Mata Air District Management Consultant Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dokumen Teknis Pembangunan Lingkungan Early Warning System Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Java Reconstruction Fund Kelompok Pengguna Prasarana Kelompok Swadaya Masyarakat Kran Umum / Hidrant Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan Mandi Cuci Kakus National Management Consultant Operasi dan Pemeliharaan Penanggung Jawab Operasional Kecamatan Perusahaan Listrik Negara Project Management Unit Panitia Pelaksana Pejabat Pembuat Komitmen Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas Rencana Penataan Permukiman Rukun Tetangga / Rukun Warga Saluran Air Hujan Saluran Air Limbah Tim Inti Perencana Tim Pengelola Kegiatan Tempat Pembuangan Sampah Unit Pengelola Lingkungan .

DAFTAR TABEL DAN BAGAN Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jalan Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jembatan Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Talud Tembok Penahan Tanah Perbaikan Pekerjaan Beton Perbaikan Pekerjaan Pasangan Batu Kali Perbaikan Pekerjaan Kayu Rincian Kebutuhan O dan P BPMA Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Sumur Bor Dalam Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Mesin Diesel Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P KU/HU Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Tangki Septik MCK Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Bidang Resapan Pelaku dan Keterampilan O dan P Identifikasi Jenis Sampah Kemungkinan Kemudahan Penarikan Retribusi Berdasar Jenis Prasarana 14 16 18 20 21 22 25 25 27 28 31 31 33 34 36 37 40 40 42 55 Bagan 1 Bagan 2 Bagan 3 Bagan 4 Bagan 5 – – – – – Tahapan Pemeliharaan Pewadahan Sampah Bagan Organisasi Pengelolaan O dan P Prasarana dibawah BKM/TPK Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Beberapa Prasarana Struktur Organisasi Tim Pengelola O dan P dengan Satu Prasarana 8 41 46 51 51 .

kenyamanan. perspektif gender. keterlibatan sektor formal dan informal) (4) Biaya operasi dan pemeliharaan dan administrasi bisa dipenuhi masyarakat pengguna sendiri (minimal cost recovery terhadap biaya O dan P) (5) Perbaikan kerusakan dan penggantian suku cadang bisa dipenuhi di tingkat lokal.1. penyusunan rencana teknis. pemantauan) (7) Tidak mempengaruhi lingkungan secara negatif. tahap pelaksanaan dan akhirnya pada . kehandalan. Sementara itu efisiensi dan efektifitas operasi dan pemeliharaan (O dan P) sebagai sistem sangat dipengaruhi oleh banyak faktor dan proses yang muncul dan berlangsung dari tahapan ide atau program sampai sistem tersebut terbangun dan beroperasi. Bila salah satu hal tersebut tidak dipenuhi maka akan berpengaruh kepada kualitas pelayanan dan umur pengoperasian yang akhirnya akan mengakibatkan tidak tercapainya harapan dan tujuan dibangunnya prasarana tersebut. Latar Belakang Rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana lingkungan permukiman pasca bencana di wilayah desa/kelurahan sasaran REKOMPAK-JRF diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sosial ekonomi warga desa secara berkesinambungan. Prasarana yang telah dibangun atau diperbaiki diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang bagi warga tetapi juga dapat lestari dan terus tumbuh dan berkembang.BAB I PENDAHULUAN 1. (6) Bisa dioperasikan dan dipelihara di tingkat lokal dengan hanya dukungan terbatas dari pihak luar ( bantuan teknis. efisiensi. kemitraan dengan lembaga-lembaga pemerintah. operasi dan pemeliharaan serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan. yang mencakup organisasi pengelola. kontinyuitas. Mempertimbangkan kondisi tersebut. faktor-faktor penting yang mempengaruhi berfungsinya suatu prasarana adalah pengelolaannya. Keberlanjutan suatu kegiatan pengelolaan prasarana sangat tergantung pada efisiensi dan efektifitas dari operasi dan pemeliharaannya. terjangkau. Selain faktor kualitas konstruksi yang dihasilkan. kuantitas. kesehatan dan keamanan) (2) Beroperasi dalam jangka waktu yang lama (minimal sesuai dengan usia pakai) (3) Manajemennya dilembagakan (manajemen berbasiskan masyarakat. pelatihan. Ciri ciri suatu sistem dikatakan berkelanjutan jika: (1) Berfungsi dengan baik dan menghasilkan manfaat dalam tingkat yang memadai dari sisi (kualitas. maka rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana lingkungan permukiman desa melalui proyek REKOMPAK-JRF yang mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat dan berorientasi pengurangan risiko bencana mengupayakan langkah pengembangan dan penguatan peran serta masyarakat mulai dari tahap perencanaan.

Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. yang juga tergantung dari rangkaian faktor dan proses yang dikembangkan dalam tahap perencanaan dan konstruksi. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana. maka “rasa membutuhkan prasarana (tahap perencanaan)” dan “rasa memiliki prasarana (tahap pelaksanaan)“ diharapkan memunculkan “kesadaran dan rasa tanggungjawab” untuk memelihara prasarana yang telah dibangun sehingga dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan dan lestari.tahap pemanfaatan prasarana yang harus dioperasikan dan dipelihara dengan baik secara mandiri agar selalu siap digunakan. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 Tahun 2010 tentang Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS-PB) Tahun 20102014. Dari mekanisme peran serta tersebut. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Peraturan Pemerintah Nomor 36 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Melaksanakan operasi dan pemeliharaan secara benar akan mendukung keberlanjutan dari sistem pada masa pasca konstruksi.2. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Non Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. . Landasan Hukum Peraturan perundangan yang menjadi landasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa adalah : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. 1. Bisa dikatakan bahwa sustainabilitas operasi dan pemeliharaan suatu sistem dimulai dari tahap perencanaan dan bahkan yang lebih dini yaitu ditahap pengembangan gagasan atau penyusunan usulan. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

(4) Mendorong terwujudnya fasilitas prasarana pengurangan risiko bencana yang handal dan siaga. Acuan Implementasi (1) Grant Agreement Nr. (2) (3) 1. Pedoman Operasional Umum (POU) Untuk Desa/kelurahanDalam Rekompak JRF.4. Muatan dari pedoman ini adalah khusus memberikan arahan teknis. pemerintahan kabupaten/kota dan pihak-pihak terkait dalam mendukung pengorganisasian dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa. pembiayaan) prasarana desa yang berkelanjutan. organisasi. tetapi tidak termasuk prasarana dan sarana bangunan pusaka. (3) Memberikan arahan kepada pemerintahan desa. Selain itu. 1. untuk hal-hal yang bersifat operasional dalam pelaksanaan lapangan tetap harus merujuk pedoman operasional umum dan teknis serta SOP REKOMPAK-JRF yang berlaku. Untuk bangunan pusaka sudah disusun pedoman pelestarian pusaka dalam buku terpisah. pengorganisasian dan pembiayaan bagi pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O dan P). 1. Hal-hal yang tidak diatur dalam pedoman ini. (5) Mendorong terwujudnya kemandirian dalam pengelolaan (teknis. beserta perubahannya. khususnya prasarana pengurangan risiko bencana yang telah dibangun selama program REKOMPAK-JRF.5. TF 090014–IND Java Reconstruction Fund (JRF) For Community Based Settlement Rehabilitation and Reconstruction Project for Central and West Java and Yogyakarta Special Region. Ruang Lingkup Buku ini disusun sebagai pedoman bagi pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa. Maksud dan Tujuan Maksud disusunnya pedoman O dan P ini adalah : (1) Memberikan panduan kepada masyarakat warga dalam mengorganisasikan dan melaksanakan O dan P prasarana desa. 2007. 2007. (2) Memberikan panduan kepada konsultan pendamping REKOMPAK-JRF dalam memfasilitasi pengorganisasian dan pelaksanaan O dan P prasarana desa. harus tetap merujuk pedoman standar yang bersifat umum dan baku.(16) Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (RAN-PRB) Tahun 2010-1012.3. . Pedoman Operasional Teknis (POT) Untuk Desa/kelurahanDalam Rekompak JRF.

siaga dan mandiri. organisasi. National Management Consultant (NMC). (8) Serta pihak-pihak lain yang peduli atau memanfaatkan pedoman O dan P ini. 1. (2) Komunitas. pembiayaan) prasarana desa. (3) Terwujudnya fasilitas prasarana desa yang handal dan siaga untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di wilayah desa dan sekitarnya.Tujuan dari pedoman O dan P ini adalah: (1) Terwujudnya suatu sistem O dan P prasarana desa berbasis komunitas yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (LPMD/K) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Batasan dan Pengertian Pengertian dan pemahaman yang dipakai dalam pedoman ini merujuk pada sejumlah sumber adalah sebagai berikut: (1) Operasi dan pemeliharaan adalah serangkaian kegiatan terencana dan sistematis.7. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sasaran Sasaran operasional pedoman O dan P ini adalah: (1) Terlaksananya langkah-langkah pengorganisasian warga desa dalam pelaksanaan O dan P prasarana desa yang handal. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi. (6) Gubernur. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota. khususnya BKM/TPK. 1. Penanggung Jawab Operasional Kecamatan (PJOK). Dinas/Instansi Terkait. Dinas/Instansi Terkait. berkala maupun perbaikan sewaktu-waktu (insidentil) . (3) Pemerintah desa/kelurahan. DPRD Provinsi. yaitu para fasilitator pendamping masyarakat desa/kelurahan. (5) Walikota/Bupati. (7) Konsultan REKOMPAK-JRF. Tim Inti Perencana (TIP). (4) Pemerintah Kecamatan. (3) Meningkatnya peran aktif pemerintah kabupaten/kota dalam memfasilitasi proses pengorganisasian warga dalam pengembangan pelaksanaan O dan P prasarana desa. District Management Consultant (DMC). yaitu seluruh warga (pemakai prasarana). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kabupaten/Kota. (2) Terwujudnya kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan (teknis. Kelompok sasaran utama tata-cara operasi dan pemeliharaan ini adalah: (1) Konsultan pendamping tingkat desa. (2) Terlaksananya kegiatan fasilitasi pengorganisasian dan penyiapan pelaksanaan O dan P prasarana desa oleh konsultan pendamping REKOMPAK-JRF.6. yang dilakukan secara rutin. Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Provinsi. Panitia Pelaksana (PP) dan calon pengelola O dan P.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan selang waktu yang cukup lama. yang telah diberi wewenang dan tanggung jawab mengelola prasarana-sarana yang ditetapkan. ringan dan dijadwalkan teratur dalam satu tahun. c. sebagai berikut : a. Pemeliharaan Ulang (corrective maintenance). Pemeliharaan ulang kadang disebut juga perbaikan besar. (4) . Pemelihraa rutin sifatnya preventif. (3) Tim Pengelola O dan P prasarana-sarana desa adalah sekelompok orang yang dipilih dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat/komunitas desa. sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana. (2) Pemeliharaan secara umum dapat dikategorikan dalam tiga jenis. Pemeliharaan Rutin (preventive maintenance). Pemeliharaan Sesudah Rusak (breakdown maintenance) Pemeliharaan Sesudah Rusak meliputi perbaikan atau modifikasi dari prasarana/sarana yang dilakukan setelah terjadi kerusakan saat digunakan. Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana-sarana desa ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan O dan P prasarana oleh tim pengelola prasarana desa. Pemeliharaan rutin ini dilakukan dengan mengontrol dan merawat prasaranasarana secara rutin/periodik sehingga tidak terjadi kerusakan atau berubah fungsinya.untuk menjaga agar prasarana yang telah dibangun tetap dapat berfungsi dan bermanfaat sesuai rencana. Pemeliharaan ulang meliputi perbaikan rehabilitasi dari prasarana-sarana yang dilakukan untuk mengembalikan seperti fungsinya semula sesuai desain atau standar awal. Bagian penting dari pemeliharaan rutin antara lain adalah pencegahan atau menjaga penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya agar prasarana tidak cepat rusak. biasanya lebih dari satu tahun. b.

BAB II TEKNIS OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA/KELURAHAN

2.1. Teknis Operasi dan Pemeliharaan
A. Jenis Prasarana Jenis-jenis prasarana dasar desa yang telah dibangun melalui program REKOMPAK-JRF antara lain adalah: (1) Jenis prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi a. Jalan 1) Jalan aspal 2) Jalan makadam 3) Jalan beton 4) Jalan paving 5) Jalan telasah 6) Jalan sirtu 7) Jalan tanah b. Jembatan 1) Jembatan beton 2) Jembatan komposit 3) Jembatan gantung 4) Jembatan kayu 5) Plat decker c. Saluran Drainase / Saluran air hujan (SAH) 1) Saluran dengan pasangan 2) Saluran dengan buis beton 3) Saluran tanah 4) Gorong-gorong 5) Syphon d. Sumur Resapan untuk Drainase/SAH 1) Sumur resapan buis beton 2) Sumur resapan pasangan batu bata e. Bangunan penahan tanah 1) Talud pasangan batu kali 2) Bronjong 3) Beton bertulang 4) Revetment

f. Bendung Bendung pasangan batu g. Embung/ Waduk 1) Tembok/talud pasangan batu kali 2) Tanggul tanah h. Lapangan Evakuasi i. Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) j. Peralatan Pendukung Peringatan Dini (EWS/ Early Warning System) (2) Jenis prasarana Air Bersih dan Sanitasi a. Air Bersih 1) Bangunan Penangkap Mata Air/BPMA 2) Sumur bor dalam 3) Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) 4) Pipa Transmisi & Distribusi, dan Katup (valve) 5) Mesin Diesel Pembangkit Listrik (Genset) b. Sanitasi/MCK (Mandi Cuci Kakus) 1) Bilik MCK 2) Tangki Septik 3) Resapan c. Persampahan 1) Pengumpulan & pemilahan sampah 2) Komposting

B. Tahap-Tahap Pemeliharaan
Tahap-tahap proses pemeliharaan prasarana desa yang dilaksanakan oleh Tim Pengelola O dan P prasarana dasar desa secara umum melalui proses yang dapat digambarkan sebagai berikut :
Bagan – 1 Tahapan Pemeliharaan
Inventarisasi, Identifikasi Evaluasi & Perhitungan Prioritisasi & Penjadwalan Pembiayaan

Pelaksanaan Pemeliharaan & Pelaporan

Sebagai acuan evaluasi dan perhitungan dapat dilihat Tabel-4. termasuk pembiayaannya harus dikordinasikan dengan dinas/instansi terkait. (3) Prioritisasi dan Penjadwalan Prioritisasi dan penjadwalan secara keseluruhan dari semua prasarana dan komponen yang sudah diinventarisasi. c. dilakukan melalui survey menggunakan formulir kondisi prasarana sebagai terlampir. difabel. Pada tahap ini juga perlu diseleksi prasarana mana yang akan dilakukan pemeliharaan rutin.2. dapat dilakukan dengan melihat aspek-aspek seperti : a.3 Tanda-tanda kerusakan konstruksi prasaranasarana dan uraian prasarana dalam pedoman ini. Dalam pendataan tersebut harus dicatat dengan lengkap kondisi bagian/komponen prasaranasarana yang akan dipelihara atau yang mengalami kerusakan. Disini dievaluasi dan ditambahkan juga catatan jumlah yang memanfaatkan prasarana tersebut serta kondisi sosial pemakai serta cakupan pelayanan. karena mereka cukup tahu kondisi prasarana tersebut. yaitu: urutan logis secara teknis tahap-tahap pemeliharaan atau perbaikan. peralatan. Urutan logis. jika belum jelas perlu dicari informasi dan dikonfirmasi sesuai data pada saat awal pembangunan prasarana. yaitu : pertimbangan kondisi sosial warga pengguna prasarana (misal kaum jompo. Kemendesakan.(1) Inventarisasi dan Identifikasi Tahap ini adalah menginventarisasi prasarana yang akan dipelihara serta mengidentifikasi masing-masing kondisi prasarana-sarana. yaitu semakin banyak jumlah orang yang menggunakan. Sosial. Sebaiknya dalam pendataan ini meminta juga informasi dari komunitas warga di sekitar lokasi atau pengguna prasarana. Sebagai acuan pencatatan dapat dilihat Tabel–1. sehingga prosesnya perlu waktu lebih lama. .5. kelompok perempuan) d. Manfaat. Prasarana yang bukan milik desa/lingkungan atau diluar kewenangan desa maka operasi & pemeliharaannya. yaitu: kemampuan desa untuk melaksanaka pemeliharaan sendiri. b.6 (Prosedur) Perbaikan Pekerjaan. yaitu: kondisi kerusakan prasarana dan kemendesakan karena merupakan prasarana mitigasi bencana yang harus segera dipelihara. Untuk kategori rehabilitasi proses dilakukan terpisah seperti membangun prasarana baru. pemeliharaan perbaikan karena rusak atau masuk kategori rehabilitasi jika kondisinya sudah sangat rusak. perhitungan bahan. karena jika tidak mampu ditangani oleh tingkat desa maka perbaikannya perlu diusulkan ke pemerintah kab/kota dan dinas/instansi lainnya. (2) Evaluasi dan Perhitungan Pada tahap ini hasil invetarisasi dan identifikasi yang sudah disusun akan dievaluasi untuk penentuan metoda dan cara pemeliharaan. tenaga kerja/tenaga trampil dan biaya yang dibutuhkan. e. Pada tahap ini masalah kepemilikan/kewenangan atas prasarana dasar desa harus sudah jelas. Kapasitas desa. semakin prioritas.

Pada kondisi karena dana terbatas. (5) Pelaksanaan Pemeliharaan dan Pelaporan Pelaksanaa pemeliharaan dapat dilaksanakan sendiri oleh tim pengelola O dan P. Sebelum pemeliharaan dilaksanakan. C. Evaluasi atas hasil pelaksanaan O dan P dilakukan setelah prasarana digunakan kembali atau sedikitnya dalam satu tahun sekali. Prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi (1) Pemeliharaan Rutin Prasarana dan Sarana Pemeliharaan rutin bertujuan mengontrol dan merawat prasarana/sarana serta menjaga fasilitas tetap dalam kondisi baik untuk mencegah kegagalan (prasarana tidak berfungsi secara tiba-tiba). rencana pemeliharaan perlu ditempel di papan pengumuman untuk dapat diketahui warga. yang secara teknis cukup sederhana. Untuk kondisi keputusan-keputusan tertentu (misal: honor/tunjangan/upah petugas pemeliharaan) maka keputusan perlu diambil melalui rembug warga dan/atau persetujuan pemerintah desa sesuai peraturan yang dibuat sebelumnya dalam AD/ART Tim Pengelola atau aturan pemerintahan yang berlaku. . Selama dan sesudah pemeliharaan tim pengelola/petugas harus membuat laporan pelaksanaan pemeliharaan (pelaksanaan kegiatan dan keuangan) untuk disampaikan kepada masyarakat dan ditempel pada papan pengumuman. (6) Pengawasan dan Evaluasi Pengawasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana dilakukan oleh BKM/TPK melalui UPL (unit pengelola lingkungan) dan oleh masyarakat komunitas warga. gotong royong atau menyewa tenaga dari luar. Pemeliharaan rutin harus dimulai pada waktu prasaranasarana selesai dibangun (masih dalam keadaan baru) dan dilanjutkan seumur prasarana tersebut.(4) Pembiayaan Setelah tahap perencanaan diatas diselesaikan oleh petugas teknis maka hasil perencanaan O dan P tersebut harus dirembug bersama oleh seluruh pengurus untuk diputuskan besaran biaya yang disediakan dan akan digunakan untuk pemeliharaan. Evaluasi dilakukan oleh Tim Pengelola bersama komunitas warga dan perlu mengundang pihak luar untuk memberi masukan ahli. dapat segera diperbaiki dan tidak menjadi kerusakan besar atau kegagalan fungsi. secara kerja bakti. Pemeliharaan Rutin pada dasarnya menjaga prasarana dalam keadaan seperti semula dan mencakup beberapa pekerjaan yang berulang. dapat dilakukan evaluasi dan perhitungan ulang metoda pemeliharaan yang dipilih. Selain hal itu dengan pemeliharaan rutin kerusakan kecil cepat diketahui.

4. Jembatan 1. c. 6. selain rumput pelindung bahu jalan. 2. ada hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga agar prasarana desa tidak cepat rusak yaitu melaksanakan pencegahan penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya. 5. Mencegah dan melarang dilewati kendaraan dengan total berat melebihi klas jembatan yang direncanakan (lihat catatan no:1a) 2. Pencegahan penggunaan prasarana diluar fungsi. untuk dilewati oleh kendaraan dengan total berat melebihi klas jalan (jalan desa: Klas III beban < 8 ton. Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang talud yang akarnya dapat mendorong ketidakstabilan talud dan/atau merusak talud. Jalan 1. Dilarang mendirikan bangunan diatas atau dibawah talud sejauh 1. Talud 1. Penanganan kerusakan-kerusakan ringan Pengecatan sederhana Pemeliharaan permukaan konstruksi bangunan dan lantai kendaraan Penggantian spare-part/suku cadang Pemberian pelumas/oli Dalam pemeliharaan rutin. 3. 7. Tidak boleh menanam pohon di berm/bahu jalan. 3. Tidak boleh membuat talud yang lebih tinggi dari berm/bahu jalan tanpa dilengkapi saluran drainase sehingga terjadi genangan di jalan. jalan cor-beton swadaya beban maksimal sampai dengan 3 ton). 4. diluar tujuan untuk perlindungan jembatan tersebut.5 kali tinggi talud dari talud. Tidak boleh memanfaatkan jalan menjadi tempat mencuci kendaraan atau barang-barang. Tidak boleh memanfaatkan jembatan menjadi tempat mencuci kendaraan/barang. 3. b. Pembersihan secara umum Membuang tumbuhan liar dan sampah Pembersihan dan melancarkan fungsi prasarana. Tidak boleh memanfaatkan ruang bawah jembatan. antara lain: a. Tidak boleh menambang material batu dan/atau pasir (galian C) pada 500 M dari hulu dan hilir jembatan. 4. 2.Lingkup pekerjaan pemeliharaan rutin/berkala prasarana adalah sebagai berikut: 1. 2. 8. Tidak boleh memanfaatkan tanah yang ditalud sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya 3. . Mencegah dan melarang penggunaan jalan.

saluran drainase/irigasi. seperti: talud. Mencegah dan melarang pengambilan/penambangan material batuan. jalan. Tanggul Tanah 1. saluran drainase/irigasi. pasir atau sedimen di sekitar tanggul (akan mengurangi kestabilan konstruksi tanggul dan menyebabkan longsor). tanggul. 4. tempat tinggal sementara/bedeng. Tidak boleh memanfaatkan dinding saluran sebagai tempat mendirikan bangunan. Bendung 1. e. Tidak boleh menghilangkan rumput tanggul sebagai penahan longsor. jembatan. dll. 4. diluar fungsinya. Tidak boleh mendirikan bangunan disekitar bendung. Waduk/embung 1. Tidak boleh membuang sampah di saluran drainase. 3. . g. 3. 2. porositas dan kestabilan tanggul. warung. d. Tidak boleh mengambil material batuan. Saluran drainase 1. 3. Pada bangunan rumah atau pelindung pintu air tidak boleh untuk tempat pemeliharaan ternak. Dilarang menggali tanah disekitar pondasi talud yang dapat melemahkan konstruksi talud. jembatan. Mencegah dan melarang waduk/embung sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak ditempat-tempat yang sudah disediakan.4. Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang puncak tanggul sehingga mengurangi kepadatan. 4. Tidak boleh memanfaatkan waduk/embung sebagai tempat pemeliharaan ternak. diluar fungsinya. 2. lihat panduan nomor sebelumnya. Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan bendung. dll. 2. Tidak boleh membendung aliran air serta membongkar dinding talud saluran drainase untuk pengambilan air. pasir atau sedimen (galian C) di sekitar bendung. lihat panduan nomor sebelumnya. Mencegah dan melarang saluran drainase sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak di tempat-tempat yang sudah disediakan. tanggul. pintu air. Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan waduk/embung. 2. Tidak boleh memanfaatkan tanggul sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya Tidak boleh mengambil material badan tanggul dan kaki tanggul. f. seperti: talud. jalan. 3. 5.

3. Konstruksi beton Konstruksi pasangan batu kali Konstruksi pasangan bata Konstruksi aspal Konstruksi paving Konstruksi kayu (3) Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan prasarana seperti fungsinya semula (sesuai desain standar awal). ini dapat menghambat akses petugas pemadam dalam memanfaatkan hidran. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk menyiram tanaman. 4. Namun dalam beberapa situasi sering perbaikan tidak dapat segera dilakukan (misal: anggaran yang belum siap). Mencegah dan melarang pemanfaatan lapangan evakuasi untuk lahan pertanian. Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) : 1. Tidak boleh mendirikan bangunan warung/toko di lapangan evakuasi. Tidak boleh mendirikan bangunan atau meletakan barang-barang disekitar hidran. (2) Pemeliharaan Prasarana Sesudah Rusak Pemeliharaan Sesudah Rusak adalah pemeliharaan atau perbaikan yang dilakukan karena prasarana mengalami kerusakan. 2. Lapangan Evakuasi 1. 6. 2. antara lain pekerjaanpekerjaan perbaikan untuk: 1. 2. Pada bagian berikut ditampilkan beberapa prosedur perbaikan jika suatu konstruksi prasarana mengalami kerusakan (lihat tabel 4. untuk kondisi ini diharapkan warga bisa mengadakan kerja bakti untuk melakukan pemeliharaan melindungi dan perbaikan ringan atas bagian yang rusak agar tidak semakin rusak. karena kerusakan yang tidak segera diperbaiki akan semakin bertambah kerusakannya dan pada akhirnya prasarana rusak tidak bisa digunakan (gagal berfungsi). 5. 3. ini termasuk pekerjaan perbaikan besar tidak akan dibahas dalam pedoman ini.h. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk mencuci kendaraan atau barang-barang. 5 dan 6). i. . Pemeliharaan perbaikan pada prinsipnya harus segera dilakukan jika prasarana mengalami kerusakan. Rehabilitasi atau pekerjaan perbaikan besar prosesnya hampir sama dengan prosedur tata laksana untuk pembangunan infrastruktur baru.

Tabel – 1 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jalan NO INFRASTRUKTUR Jalan JENIS KONSTRUKSI Aspal PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Retak garis dipermukaan Terkelupas Retak sarang laba-laba Beton Terbongkar Melendut (banyak) Permukaan Berlumut Paving Block Terbongkar Melendut (banyak) Pecah Berlumut Tumbuh rumput Makadam Melendut melintang ataupun memanjang Batuannya terlepas KERUSAKAN Stabilitas melemah Stabilitas melemah lapisan lapisan permukaan permukaan mulai mulai PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic management (load) Drainase samping Berm/bahu jalan PENCEGAHAN KERUSAKAN PERAWATAN & PERHATIAN Konstruksi jalan harus dilakukan : .Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah. Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas tanah melemah Peturasan tidak baik Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Lapisan permukaan Peturasan tidak baik Filler Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah dasar (sub grade Traffic management (load) Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Berm/bahu jalan Traffic management (load) Drainase samping Berm/bahu jalan Vegetasi (rumput dll) Jalan Telasah Melendut melintang ataupun Stabilitas lapisan permukaan dan sub .Secara berkala konstruksi jalan harus dirawat. .Perawatan sistem drainase/peturasan samping dan permukaan jalan .

Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh ditengah badan jalan.NO INFRASTRUKTUR JENIS KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) memanjang Batuannya terlepas KERUSAKAN grade melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Batu pengunci (kanstin) rusak atau lepas Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) PENCEGAHAN KERUSAKAN PERAWATAN Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Berm/bahu jalan Traffic management (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) Traffic management (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) & PERHATIAN Sirtu Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh ditengah badan jalan. Perkerasan tanah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik .

Pipa atau besi rail melendut Gelagar beton Retak Melendut (banyak) Pecah. Mempertahankan fungsi sesuai desain. gelagar baja I dan lantai beton bertulang Baja berkarat Melendut (banyak) Beton retak di bagian komposit Lantai beton Jembatan Retak Stabilitas konstruksi melemah . Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat jembatan Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan.Tabel – 2 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jembatan NO INFRASTRUKTUR Jembatan Beton dengan Pondasi Pasangan Batu KOMPONEN KONSTRUKSI Guard rail. perdu). kencing binatang). Perawatan sistem peturasan sekitar konstruksi Secara berkala konstruksi baja harus dirawat.Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampah-sampah.Perawatan sistem drainase/peturasan sekitar konstruksi. semak.pecah. lapisan mengelupas Stabilitas konstruksi melemah Konstruksi beton melemah Hand Rail Tiang/patok . condong. PERHATIAN Konstruksi jembatan harus dilakukan : . dan dari gangguan biologis (jamur. Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Terkena gangguan kemis/kimia Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Baja berkarat banyak Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Umur Berubah fungsi atau load (beban PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan fungsi sesuai desain. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. tembok sedada (buuk) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Tiang/patok/buuk – retak atau hancur KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan). air hujan. .Collaps. Tiang/patok/buuk . Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat jembatan. hancur Terlihat besi tulangan Gelagar beton komposit (baja– beton). patah. limbah.Pengecatan baja & besi (rail) berkala Mempertahankan fungsi sesuai desain. Guard post/safety post (patok pengarah). Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Baja berubah. retak. . Mempertahankan fungsi .Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguan-gangguan kemis (air laut. lumut. miring Pipa atau besi rail melendut atau lepas. Mempertahankan fungsi sesuai desain.

Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. Menjaga sekeliling pondasi tidak terjadi gerusan dasar sungai (a. . batu-batu lepas Pasangan melemah konstruksi Berlumut. hancur Terlihat besi tulangan KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Sistem drainase tidak baik.Perkuatan lereng dan apron pada dasar sungai. Daya rekat plesteran / siaran melemah. PERHATIAN Pas batu kali: .Pondasi untuk kepala jembatan dan pilar . hancur. condong.Kepala jembatan (abutment) dan pilar (pier).NO INFRASTRUKTUR KOMPONEN KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut (banyak) Pecah. ada tumbuhan Peturasan tidak baik dan plesteran/ siaran lepas . miring Mempertahankan fungsi sesuai desain. PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN sesuai desain.l. Pecah. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. Retak Collaps. : tidak ada penggalian material sungai di sekitar jembatan) Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan membersihan sampah di bawah jembatan.

Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah. Aliran air deras. Tembok Penahan Tanah JENIS KONSTRUKSI Timbunan Tanah (Tanggul) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut Bekas tergerus Retak memanjang KERUSAKAN Stabilitas berkurang Kepadatan tanah berkurang Kepadatan tanah berkurang Terjadi sliding Longsor (Stabilitas berkurang) Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dsar melemah Peturasan tidak baik Stabilitas konstruksi melemah Kawat berkarat atau ikatan lepas PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik. Aliran air rembesan dibawah/ di dalam timbunan.Perawatan sistem drainase/peturasan sekitar dan samping konstruksi talud.Tabel – 3 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Talud Tembok Penahan Tanah NO INFRASTRUKTUR Talud. Pemadatan tidak sempurna Rembesan air Sistem drainase tidak baik. aliran air rembesan dibawah bronjong menggerus pondasi tanah Umur Berubah fungsi atau load atau Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan Berlumut Bronjong kawat Melendut/melengkung Kawat putus / rusak . Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase PERHATIAN Konstruksi talud harus dilakukan : . tiang pada tebing condong Beton Retak Melendut (banyak) Pecah. Rumput pelindung hilang/mati. hancur Pasangan Batu Kali Retak Melendut (banyak) Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase Pecah. Pohon. . .Secara berkala konstruksi talud harus dirawat. hancur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik Sistem drainase tidak baik. Rumput pelindung hilang/mati.

PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN sampah-sampah. atau Penguatan ikatan kawat Pengaturan Drainase PERHATIAN . batu longsor (stabilitas berkurang) PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN benturan/timbunan sampah. Umur Berubah fungsi atau load benturan/timbunan sampah.NO INFRASTRUKTUR JENIS KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Hancur. batu lepas KERUSAKAN Kawat putus. Pondasi tanah tergerus.

Sehingga terlihat tulangannya Idem di atas. Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan. lumut).Beton lama disiram air bersih dulu sebelum dilakukan pembetonan baru.Retak .Perawatan sistem drainse peturasan sekitar konstruksi .Tabel – 4 Perbaikan Pekerjaan Beton KOMPONEN KONSTRUKSI Beton Rabat (Blind Concrete) PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK . Karena konstruksi beton komposit memerlukan keahlian khusus. . Kemudian ditutup dengan beton berkomposisi setara beton aslinya. 3 Beton Komposit (baja – beton) Baja berkarat Melendut (banyak) Pembersihan bagian-bagian yang berkarat dan baja dicat ulang. .Pondasi berat . Perkerasan landasan Perkerasan lantai PROSEDUR PERBAIKAN .Permukaan aus kerikil lepas Hancur Patah .Balok Jembatan .Kebersihan beton yang diperbaiki .Pengaturan batasan pembebanan.Pembersihan vegetasi yg tidak perlu dan sampah.Pengecatan baja berkala . limbah. air hujan.Rangka rumah .Lantai jembatan . Jika bagian beton komposit retak banyak atau ada yang pecah lepas. .Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguan kemis/kimia (air laut.Pengaturan batasan pembebanan. car port. kencing) dan dari gangguan biologis (jamur.Pengaturan batasan pembebanan. Beton retak . .Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi. Jika melendut banyak atau lendutan bertambah dari periode sebelumnya.Dinding penahan tanah. dll. Jika terjadi rusak tulangan tidak banyak. bengkok atau putus satu dua buah cukup dilakukan penyambungan dengan cara overlap. . . sebaiknya perbaikan diserahkan kepada tenaga trampil dan tukang ahli di bidangnya.Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan.Jika retak tidak dalam < setegah tebal isi dengan mortar (campuran cemen pasir komposisi setara betonnya) Beton di kupas sampai lapisan tanah Tanah dipadatkan kembali dan dibersihkan Siram tanah dengan air Isi lubang tersebut dengan beton dengan campuran setara beton lama.Jika retak konstruksi harus diperbaiki dengan memperbesar retak hingga ukuran lebih besar kerikil beton perbaikkan sedalam retaknya >setengah tebal beton.Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan.Teknik pencampuran material beton .Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi . . Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan. . INDIKASI KERUSAKAN Retak NO 1 PENGGUNAAN Perkerasaan jalan.Perawatan dari gangguan kemis dan biologis. PERHATIAN .Lantai landasan berat . Gelagar jembatan (gelagar baja I dan lantai beton bertulang) .Jika kategori retak rambut tidak perlu diperbaiki . . Hancur Patah/penurunan . Jika jembatan kondisi rusak menunggu perbaikan terpaksa tetap digunakan maka harus diberi pilar-pilar penopang pada bagian gelagarnya. Permukaan aus ( kerikil lepas ) 2 Beton Bertulang (Reinforced Concrete) Beton struktur: .Perawatan dari gangguan kemis dan biologis.

.Keselamatan kerja. PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK Mempertahankan fungsi sesuai desain Membersihkan vegetasi/tumbuhan yang tidak perlu Pengaturan aliran drainase INDIKASI KERUSAKAN . .Kemudian lubang diisi dengan adukan/spesi baru sepenuhnya. .Pondasi tergerus air .Retak diperbesar sampai kedalaman retak. Konstruksi dibongkar dan diganti dengan yang baru. . . . PERHATIAN .Collaps. .Jika tanah dasar adalah tanah lunak (bukan keras) maka dilakukan penggalian tanah dibagian bawah yang aman kemudian disuntik dengan beton atau pasangan batu baru.Retak PROSEDUR PERBAIKAN .Kebersihan pasangan yang diperbaiki (termasuk dari adukan/spesi lama) .Jika tanah dasar adalah tanah keras maka dilakukan suntikan beton pada bagian yang tergerus. .Patah Jika terjadi penurunan disisi lain maka konstruksi pasangan dibagian turun dibongkar untuk diganti dengan yang baru (berlaku untuk tembok pelindung bahaya).Teknik pencampuran material adukan/spesi .Pasangan lama disiram air bersih dulu sebelum dilakukan pemasangan baru.Dilakukan finishing sebagaimana bagian lainnya . Condong .Tabel – 5 Perbaikan Pekerjaan Pasangan Batu Kali KOMPONEN KONSTRUKSI Pasangan batu kali NO 1 PENGGUNAAN Pondasi struktur Tembok Penahan Tanah Dinding drainase Dinding Bendung Pondasi Jembatan Dll. Perlu dilakukan redesign.Jika kondisi tidak aman maka lebih baik dibuat pasangan baru dengan kedalaman pondasi yang memperhitungkan adanya gerusan.

Kayu bermutu B. .Retak/Pecah .Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu) . Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. kencing binatang) . harus dipersiapkan penyangga atau kontruksi sementara untuk penahan beban terhadap bangunan.Kayu lapuk. patah: Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu) . perdu) INDIKASI KERUSAKAN Retak/Pecah NO 1 PENGGUNAAN Kuda-kuda Kolom Balok Kusen PROSEDUR PERBAIKAN Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu PERHATIAN Secara umum dikenal dua macam mutu kayu dalam konstruksi. 2 Kayu untuk Bangunan Daun pintu Daun jendela Idem . semak.Tabel – 6 Perbaikan Pekerjaan Kayu KOMPONEN KONSTRUKSI Konstruksi Kayu menahan beban PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK . Besar mata kayu tidak melebihi 1/4 lebar balok atau < 5 cm.Kayu retak/pecah : Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu .Pembatasan pembebanan sesuai dengan beban rencana atau gangguan mekanis.Lapuk . lumut. limbah. air hujan. Lapuk . melengkung.Pada titik titik yang sirkulasi udaranya tidak bagus (sudut sudut bangunan) secara berkala diberikan sirkulasi agar material kayu terhindar Patah dari pengaruh kelembaban.Pada saat perbaikan berlangsung. .Melengkung(berubah bentuk) .Perawatan terhadap perubahan kekencangan baut yang dapat terjadi karena gaya mekanis. Kelembaban akan menaikkan kadar air dalam kayu yang dapat menurunkan kekuatan kayu.Secara berkala konstruksi bangunan kayu harus dirawat dari gangguangangguan kemis (air laut.5 cm.Sebelum penggantian kayu. prasarana tidak boleh digunakan. . yaitu : Kayu bermutu A. kayu yang mempunyai syarat : Kayu harus kering udara Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 lebar balok atau < 3. Melengkung (berubah bentuk) . Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/7 Retak dalam arah radial <1/3 tebal kayu Retak menurut lingkaran tumbuh (kayu tahun) < 1/4 tebal kayu. dan dari gangguan biologis (jamur.Patah . Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/10 Reta dalam arah radial <1/4 tebal kayu Retak menurut lingkaran tumbuh (kayu tahun) < 1/5 tebal kayu. ialah kayu yang tidak termasuk dalam mutu di atas tetapi memenuhi syarat : Kadar lengas kayu < 30 %.

Pipa tersebut mengalirkan air ke reservoir/penampungan. Bangunan tersebut terdiri dari bagian bagian utama sebagai berikut: 1) Pipa berlobang (porus) yang berfungsi untuk pengambilan air yang dipasang di bawah muka air terendah mata air. 2) Bangunan pelindung. Pipa tersebut ditempatkan dalam lapisan kerikil yang diatas lapisan kerikil diberi lapisan pasir. Terdapat banyak jenis bangunan penangkap mata air dari yang paling sederhana berupa dinding keliling disertai dengan timbunan sampai dengan struktur yang lebih rumit menggunakan jaringan perpipaan untuk mengumpulkan air dari areal yang lebih luas. pasangan batu kali atau batu bata serta lapisan kedap air yang biasanya terbuat dari lempung atau plastik atau geo-membran. 5) Pagar keliling untuk mencegah hewan berkeliaran di sekeliling lokasi mata air.D. . 4) Saluran drainase interseptor. Bangunan pelindung berfungsi untuk memberikan perlindungan dari sisi stabilitas struktur dan kekedapan yang diperlukan agar bebas dari kontaminasi air permukaan. Gambaran Singkat BPMA (broncaptering) berfungsi untuk mengumpulkan dan melindungi air tanah yang keluar di permukaan (mata air) untuk kemudahan pemanfaatannya. Prasarana Air Bersih dan Sanitasi (1) Bangunan Penangkap Mata Air (BPMA) a. Contoh dan gambar berbagai jenis BPMA bisa dilihat pada Pedoman Perencanaan Pengadaan Air Bersih untuk Proyek REKOMPAK-JRF. 3) Pipa pelimpah yang berfungsi untuk menjaga agar air mata air mengalir bebas setiap saat. yang berfungsi mencegah pencemaran oleh air limpasan permukaan dengan cara mencegat dan membelokkan agar tidak melimpas ke bangunan penangkap mata air. yang bisa terbuat dari beton.

Memeriksa kekeruhan air yang keluar dari mata air setelah hujan. 2) Pemeliharaan Meliputi kegiatan sebagai berikut: Pencegahan pencemaran dari kegiatan buang air besar maupun kecil. Periksa semua saringan. Jika perlu bongkar lapisan kerikil dan ganti dengan yang baru atau jika pipa pengumpul yang tersumbat maka bersihkan dengan cara menyemprot air balik. bersihkan dari kotoran yang menyumbat.coli untuk pemeriksaan ada tidaknya pencemaran kotoran manusia atau hewan. Jika terjadi kenaikan kekeruhan air setelah terjadi hujan maka perlindungan mata air harus diperbaiki. kotoran ternak. Operasi dan pemeliharaan 1) Pengoperasian Air harus dijaga mengalir bebas setiap saat sehingga air tidak mencari jalan lain yang berakibat mata air menghilang dan muncul di tempat lain. perstisida. pembersihan ataupun penggantian saringan. Memeriksa debit/kuantitas air baku. Setelah selesai melakukan penggelontoran tutup kembali katup penggelontor. Periksa adanya erosi terhadap tanah disekitar BPMA. Pengambilan sampel/ contoh air berkala (sebulan sekali) untuk dianalisa kandungan e. Jika terjadi penurunan yang tidak biasanya maka perlu diperiksa kemungkinan adanya penyumbatan di sistim pengumpulannya.b. pastikan untuk menutup kembali lubang pemeriksaan (manhole).coli maka diperlukan penambahan chlor (kaporit) secukupnya sesuai dengan dosis rata-rata 1 mg/l. lokasi sekitar BPMA harus dijaga tetap bersih. - - - - - . jika terjadi erosi ataupun penurunan tanah lakukan perbaikan dengan menimbun untuk mengganti tanah yang hilang atau turun. Pengoperasian BPMA meliputi kegiatan seperti buka tutup katup yang digunakan untuk mengalirkan air ke reservoir. jika rusak atau berkarat ganti dengan material baru yang tidak berkarat. pagar keliling dan memperbaikinya jika terdapat kerusakan. serta bahan bahan kimia berbahaya lainnya di daerah tangkapan mata air (jika mungkin) atau setidaknya daerah dalam radius 300 m dari mata air. Memeriksa drainase interseptor/pencegat. Setelah melakukan penggelontoran. Lakukan penggelontoran setahun sekali untuk membuang lumpur. Membersihkan sekeliling mata air dari tanaman yang akarnya mungkin merusak struktur bangunan BPMA atau mengakibatkan penyumbatan mata air. Apabila ditemukan kandungan e.

sabit Bak air. katup. keranjang. pasir. cangkul. timba plastik Tabel – 8 Pelaku dan Keterampilan O dan P BPMA Pelaku Pengguna / Konsumen Pelaksana harian Pengelola Air Tukang Batu Pendukung dari pihak luar Peranan Memanfaatkan air. cetok. Pekerjaan perluasan c. cangkul. Permasalahan. akibat desain maupun pelaksanaan yang kurang baik. Kerusakan pipa akibat korosi (untuk pipa baja). cangkul. kabel Bahan kimia untuk analisa laboratorium Pipa. kerikil dan lempung Alat dan Perlengkapan Sapu lidi. Keterampilan Tidak memerlukan Keterampilan khusus Keterampilan dasar/ rendah Kemampuan mengorganisir Pertukangan Analisa mikrobiologis. semen. Perbaikan pasangan batu kali atau bata atau beton Memeriksa kualitas air bersih. membantu saat terjadi perbaikan besar Menjaga kebersihan. jam tangan/stop watch sabit. pisau. tambang.kapak.3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 7 dan Tabel – 8. atau perilaku manusia. Pemeriksaan kualitas air Perbaikan perpipaan dan katup Perbaikan retak retak Frekuensi Mingguan Setelah terjadi hujan lebat Jika terjadi penurunan yg tidak biasa Saat terjadi kerusakan Teratur Saat terjadi kerusakan Tahunan Sumber Daya Manusia Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Dinas Kesehatan Lokal/desa atau kecamatan atau kabupaten Lokal/desa Bahan dan Suku Cadang Kayu. timba plastik keranjang. kunci pipa. kerikil Semen. banjir dan kerusakan yang disebabkan oleh manusia atau hewan Pencemaran mata air akibat bocor dan karena kesalahan pemasangan. cetok. cetok. runtuhnya BPMA. memeriksa adanya kerusakan. Melapor jika terjadi kerusakan. membimbing dan menstimulasi organisasi pedesaan. kesalahan pemasangan atau dirusak atau penyumbatan pipa akibat lumpur atau akar tanaman. sapu lidi Peralatan laboratorium keranjang. melaksanakan perbaikan kecil Mengorganisir perbaikan yg lebih besar. Tabel – 7 Rincian Kebutuhan O dan P BPMA Kegiatan Membersihkan sekitar BPMA Pemeriksaan kekeruhan Pemeriksaan debit air Perbaikan pagar dan pembersihan saluran drainase. menjaga kebersihan lokasi. Akses air yang kurang baik bagi pengguna/pemanfaat air. pasir. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. . Erosi.

2) Keterbatasan. Atau berada dalam tanah milik pribadi. Pembuatan sumur ini bisa dilakukan dengan mesin atau peralatan yang dioperasikan dengan tangan. Orang tersebut juga bisa diberi tugas tanggung jawab untuk pembagian air ke pengguna yang tinggal di dekat lokasi BPMA serta tanggung jawab pelaksanaan kegiatan monitoring. Di sekeliling screen ditempatkan material kerikil yang berfungsi sebagai filter untuk mencegah material tanah memasuki sumur. bagian ini biasanya diberi selubung (casing) yang terbuat dari PVC atau pipa GIP atau baja. Pengelolaan yang baik akan bisa mencegah konflik atas satu atau lain hal yang mungkin terjadi. Sumur bor dilengkapi dengan selubung yang berdiameter antara 10 cm s/d 25 cm dan biasanya terdiri dari 3 bagian utama: 1) 2) Di permukaan tanah. Tugas dan tanggung jawab dari orang tersebut harus jelas dan bisa diterima oleh kelompok pengguna prasarana. didalam akuifer. Di bawah permukaan tanah namun tidak sampai ke lapisan akuifer yang dituju. Kuantitas dan kualitas air berfluktuasi dengan berubahnya musim. 3) Perpaduan yang baik antara ukuran celah pipa saringan (screen). Di bawah permukaan air. akan menjamin kelangsungan operasinya dalam jangka panjang. Untuk pelaksanaan tugas O dan P di lokasi BPMA. 3) Catatan Penting. namun perlu dilakukan pemeriksaan kualitas karena tidak tertutup kemungkinan jika air mata air berasal dari daerah tangkapan yang tercemar atau dari sungai yang tercemar berat dan meresap ke dalam tanah lalu muncul kembali kepermukaan tanah sebagai mata air. Gambaran Singkat Sumur bor merupakan prasarana pengambilan air tanah yang berada dalam akuifer. Mata air biasanya berlokasi jauh dari pemukiman. Tidak semua mata air menghasilkan air yang mempunyai rasa yang bisa diterima masyarakat. pelat beton sekeliling lubang bor yang melindungi air limpasan permukaan tanah meresap kedalam lubang bor. untuk menjaga agar tanah tidak runtuh. Pada umumnya mata air bukan milik pribadi. bisa ditunjuk orang yang tinggal atau sering beraktifitas di dekat lokasi BPMA. - (2) Sumur Bor Dalam a. Biasanya air mata air memiliki kualitas yang baik. terdapat bagian pipa yang bercelah (screen) untuk masuknya air tanah ke dalam sumur. . kerikil filter dan material pembentuk akuifer serta pemompaan yang intensif untuk membersihkan pompa sebelum pompa berproduksi.

gerobak dorong Gergaji. Timba plastik. Hal yang sangat sulit dilakukan adalah memperdalam sumur yang telah ada. sabit dll Sekop. paku. pipa. kawat. dll. cangkul. sapu lidi. catut. pasir. dll Semen. 2) Pemeliharaan Aktifitas pemeliharaan yang diperlukan hanyalah pembersihan lantai sekeliling sumur dan drainase serta perbaikan pagar jika terjadi kerusakan. cangkul.b. Kegiatan pemeliharaan besar yang mungkin terjadi walau sangat langka adalah pengurasan lumpur atau rehabilitasi sumur dan perbaikan pompa. kerikil Kerikil. Tabel – 9 Rincian Kebutuhan O dan P Sumur Bor Dalam Kegiatan Pembersihan lokasi sumur Pembersihan Drainase Perbaikan pagar Perbaikan lantai sumur Rehabilitasi sumur dalam Frekuensi Harian Saat kotor Saat terjadi kerusakan tahunan Sangat jarang Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Local Regional Bahan dan Suku Cadang Alat dan Perlengkapan Sapu lidi. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 9 dan Tabel – 10. Operasi dan pemeliharaan 1) Pengoperasian Pengoperasian sumur itu sendiri biasanya tidak diperlukan. dll . maka petugas perlu memantau tinggi permukaan air sumur. Jika kapasitas produksi menurun sampai dibawah kebutuhan.dll Peralatan lengkap rehabilitasi sumur dalam Kayu . dimana semua perlengkapan sumur harus dibongkar dan pekerjaan ini harus dilakukan oleh pihak yang memang mempunyai spesialisasi dan kompetensi tinggi dibidang pekerjaan ini. cangkul. Pengambilan (ekstraksi) air dilakukan dengan menggunakan pompa sumur dalam yang dioperasikan oleh petugas dari organisasi pengelola. cetok. cetok. Banyak jenis dan cara rehabilitasi salah satunya adalah penyemprotan air dan udara. palu.

Debit air menurun karena pembersihan sumur yang kurang baik.Tabel – 10 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna Air Pelaksana Harian Organisasi Pengelola Perusahaan Pembor Sumur Dalam (spesialis) Dukungan pihak luar (puskesmas. . PDAM dll) Peranan Memakai air. termasuk semua kebutuhan air dan tentunya pengaruh terhadap ketersediaan air baku. Sumur yang dibangun dilokasi yang jauh dari pemukiman pengguna air atau terlalu sulit dijangkau. Mencatat penggunaan air. Pembuatan sumur tergantung pada kondisi geohidrologi. bergotong royong saat terjadi pekerjaan perbaikan besar. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. a) Ada kemungkinan bahwa penggunaan sumur bor tidak hanya untuk keperluan air bersih namun juga untuk irigasi. partikel tanah masuk ke dalam sumur karena screen yang kurang baik demikian juga pembersihan sumur. Dinding sumur runtuh karena tidak diberi selubung atau selubung kurang kuat. himpunan pengelola air pedesaan. 3) Catatan Penting. seperti besarnya aliran didalam akuifer dan adanya batuan kedap air diatasnya. pekerjaan perluasan c. Air sumur tercemar karena kurang baiknya lantai pelindung atau kurangnya pemeliharaan. Kerusakan pompa yang diakibatkan tegangan listriknya tidak stabil. membina dan menstimulasi organisasi pengelola Keterampilan Tidak perlu Keterampilan khusus Keterampilan dasar Keterampilan Berorganisasi Keterampilan khusus Analisa mikrobiologis. Lokasi sumur tidak boleh berdekatan dengan cubluk dan atau kandang ternak dan sebaliknya. 2) Keterbatasan. Kualitas air menurun atau dinding runtuh akibat selubung pipa baja terkorosi. melaksanakan pekerjaan pembersihan Mengawasi pelaksana harian. mengumpulkan retribusi Rehabilitasi sumur Pemeriksaan kualitas air. menjaga lokasi tetap bersih. Mengingat hal tersebut maka saat melaksanakan kajian potensi sumur bor bersama dengan masyarakat maka perlu memikirkannya dalam konteks yang lebih luas. Permasalahan yang Sering Terjadi. mengorganisir pekerjaan perbaikan besar. akan sulit dipelihara dan dimanfaatkan.

pencegahan pencemaran air. yang menggerakkan piston. katup dan sumbu putaran piston (crankshaft). meskipun kegiatan O dan P sudah dilakukan optimal. Efisiensi mesin diesel lebih tinggi daripada mesin bensin dan membutuhkan perawatan lebih rendah daripada mesin bensin. Piston bergerak akibat kompresi ruang silinder dan injeksi bahan bakar ke ruang tersebut menimbulkan ledakan yang terkendali. Selanjutnya gerakan piston disalurkan ke sumbunya (crankshaft). mesin diesel tidak menggunakan busi dan bekerja dengan tekanan ruang silinder yang jauh lebih tinggi. Secara umum mesin dengan kecepatan putaran rendah dan jenis putaran 4 tak. dalam hal jenis putaran (dua tak atau empat tak). Katup dalam silinder mengatur aliran masuknya udara dan bahan bakar serta keluarnya gas buang. piston. Mesin diesel berbeda dengan mesin bensin dalam hal bahan bakarnya. d) Berdasarkan pengalaman. Gambaran Singkat Mesin diesel adalah mesin yang biasa digunakan sebagai mesin penggerak pembangkit listrik sumberdaya cadangan atau tunggal. pemantauan kualitas air.b) Seandainya titik sumur bor yang harus dibangun berdekatan dengan kandang ternak (sesuai rekomendasi geo-hidrologis) maka kandang tersebut harus dipindahkan. Mesin dengan bahan pendingin air membutuhkan pemeliharaan yang lebih rendah dari pada mesin dengan pendingin udara. Sumbu yang berputar tersebut digunakan antara lain untuk menggerakkan generator listrik atau pompa. Bagian utama mesin ini adalah silinder. . tidak tertutup kemungkinan ada sumur yang rusak disebabkan oleh kejadian gempa atau akibat lain. kecepatan putaran. jika dilokasi tidak tersedia sumber listrik dari PLN. lebih awet. sementara mesin putaran tinggi 2 tak menghasilkan tenaga yang lebih per kg berat mesin. sistem pendinginan (udara atau air) dan lain lain. Oleh sebab itu dalam pembiayaan O dan P perlu dicadangkan dana yang cukup untuk mengantisipasi hal tsb. Bahan bakar dimasukkan ke ruang silinder oleh pompa yang bertekanan tinggi dengan pengaturan waktu yang tepat. c) Tim pengelola perlu selalu memantau pencatatan penggunaan air. Mesin berbeda beda dalam ukuran. (3) Mesin Diesel (Genset) a. Jumlah silinder bisa bermacam-macam mulai dari satu (1) sampai dengan 6 (enam).

Untuk generator pembangkit. filter udara harus diperiksa dan dibersihkan setiap hari. bahan bakar dan air pendingin serta jam operasi mesin harus dicatat dalam buku catatan pengoperasian mesin. dengan melaksanakan pembersihan silinder. Jika terlalu rendah maka tambahkan bahan bakar. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 11 dan Tabel – 12. Di lingkungan yang berdebu dengan tingkatan sedang. yang memperpendek periode servis mesin. tekanan oli mesin. dll. mengatur bukaan katup. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar. dan pada lingkungan yang berdebu. baut dan pipa pembuangan gas buang. periksa mur. filter udara jenis oil bath filter dibersihkan sekali seminggu sekali sementara filter udara yang menggunakan kertas kering (dry paper filter) dibersihkan 2 minggu sekali. Setiap mesin memiliki petunjuk pengoperasian yang tipikal mesin tersebut yang berasal dari pabrik pembuatnya. 2) Pemeliharaan Bagian luar mesin harus dibersihkan setiap hari (dengan cara mengelap). Semua data mengenai level oli. oli atau air.b. Setiap tahun sekali rumah mesin harus dicat dan lakukan perbaikan jika terjadi kerusakan. atau generator. lakukan penggantian V Belt. operasi dan pemeliharaan disesuaikan dengan manual yang diberikan oleh fabrikan pembuatnya. Mesin perlu pemeliharaan rutin menurut jumlah jam kerja mesin. . Jika mesin dihubungkan dengan pompa atau generator melalui V Belt. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar perlu pelumasan manual. periksa bahan bakar dan level oli mesin serta air pendingin. juga fungsi pompa. Setiap 250 jam bersihkan atau ganti jka perlu semua filter. Jika mesin bekerja pada putaran mesin yang terlalu rendah maka efisiensinya akan rendah dan terjadi pembentukan karbon lebih cepat dari pada biasanya. 1) Pengoperasian Mesin harus dioperasikan oleh pelaksana yang telah dilatih. Setiap 1500 jam lakukan servis berkala. perlu diberi pelumasan sesuai petunjuk yang ada dalam manual yang diberikan fabrikan pembuat mesin. Saat dioperasikan perhatikan indikator bahan bakar. ganti oli. Operasi dan Pemeliharaan Uraian kegiatan O dan P dibawah ini bersifat umum sedangkan detil yang lebih baik bisa didapatkan dari petunjuk (manual) dari fabrikan yang diberikan saat membeli mesin. Sebelum dihidupkan.

Tabel – 11 Rincian Kebutuhan O dan P Mesin Diesel Kegiatan Periksa level bahn bakar. melaksanakan servis ringan. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Permasalahan yang Sering Terjadi. gergaji. dll. keranjang. oli mesin. atur katup. pengabaian atau ketidak pahaman. Jika terdpt kerusakan pd rumah mesin Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Spesialis Lokal Spesialis Lokal atau Regional Belt mesin Nozzle. Semen. nozzles. Rusak parah akibat salah O dan P.bakar. paku. atau minyak tanah dan oli mesin Kunci pemutar mur baut Kunci inggris Kunci inggris Kunci inggris. mengorganisir perbaikan besar Melaksanakan sevis & perbaikan besar Melatih pelaksana harian Keterampilan O dan P mesin diesel dasar dari pelatihan Kemampuan mengorganisir Keterampilan khusus Pelatihan dan pengetahuan teknis c. oli atau cairan pendingin Harian Harian Harian atau Mingguan Mingguan Mingguan Tiap 250 jam mingguan Tiap 500 s/d 2000 jam Periodik sesuai petujuk fabrikan Jika terjadi kerusakan Jika getaran & bu -nyi mesin sudah terasa kasar. alat khusus Kunci inggris. paku. Ganti “belt” Ganti suku cadang mesin Ganti dudukan mesin dan perbaiki rumah mesin Frekuensi Harian Sumber Daya Manusia Lokal Bahan dan Suku Cadang Bahan bakar. oli.pasir. pompa b. ballpoin Filter baru. atap. . mur. Melakukan pecatatan pengoperasian. Pembentukan carbon dalam silinder berlangsung cepat dan efisiensi rendah akibat menjalankan mesin jauh dibawah kapasitasnya. filter bahan bakar Kertas . kayu dll Oli mesin Filter oli.kan jika kurang Hidup dan matikan mesin Mengisi buku catatan pengoperasian Periksa filter udara. “belt” penggerak putus. bersihkan & ganti jika perlu Periksa kebocoran oli Kencangkan mur dan baut Ganti oli mesin Bersihkan atau ganti mesin Bersihkan silinder. tatah. bearings. dan cairan pendingin Alat dan Perlengkapan corong. melaporkan jika terjadi kejanggalan Mensupervisi pengelola harian. alat khusus Kunci inggris Tergantung bagian yang diganti cetok. mengumpulkan retribusi. dll. wadah untuk bahan bakar. Tabel – 12 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pelaksana harian Pengelola air Bengkel Mesin Dukungan pihak luar Peranan Mengoperasikan mesin. air radiator & tambah. Kunci inggris. injector. kerikil. sikat baja. baut. gasket.

Memerlukan pemeliharaan yang cukup sering. Tingginya biaya untuk bahan bakar. pasangan batu kali atau beton. 1) Desain konstruksi KU Desainnya harus lebih kokoh dibanding sambungan rumah. Gambaran Singkat Melalui KU/HU pengguna air bisa mendapatkan air dari satu atau lebih keran air. 2) Desain konstruksi HU HU terdiri dari Tangki Fiber atau plastik atau beton atau pasangan dengan kapasitas 2 m3 – 5m3 didudukkan diatas pondasi dengan ketinggian sekitar 1 m yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup . 3) Catatan Penting. - - (4) Kran Umum/Hidran Umum (KU/HU) a. Untuk tugas pemeliharaan yang lebih rumit harus dilaksanakan oleh mekanik yang lebih berpengalaman yang mengetahui sumber suku cadang yang diperlukan. Pemelihara harus bisa menjamin bahwa jadwal pemeliharaan dilaksanakan dengan semestinya dan ada tindak perbaikan yang cepat jika terjadi kerusakan. Kolom atau dinding bisa dari material pasangan batu bata. Di bawah dinding atau kolom diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. KU terdiri dari dinding atau kolom yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup jauh dari dinding atau kolom untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. Jenis keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran. Mesin diesel butuh banyak pemeliharaan sederhana dan jika hal tersebut dilakukan secara benar maka bisa dijamin mesin akan berusia panjang. Tekanan di KU adalah 7 m dan maksimum 20 m. 2) Keterbatasan. Karena digunakan oleh banyak orang maka KU/HU ini biasanya kurang terurus. Penting untuk memilih mesin diesel dari merek yang terkenal baik dengan suku cadang yang mudah didapat. Jika dipelihara dengan baik maka mesin tersebut bisa menjadi sumber listrik yang bisa diandalkan.Pada umumnya sering terjadi pada alat pemanas bahan bakar dan nozle bahan bakar sering rusak. Kebutuhan mekanik mesin diesel yang harus tersedia setiap saat terjadi perbaikan. Mesin diesel paling sesuai sebagai mesin penggerak pembangkit listrik (genset).

air dll. cetok. 2) Pemeliharaan Lokasi sekitar keran termasuk drainasenya harus dibersihkan setiap hari. Sapu lidi. keran cadangan kayu. Petugas harian harus mencatat penggunaan air yang terukur pada meter air KU/ HU. sikat Sekop. cetok Kunci inggris. obeng. elbow dll. b. Kunci pipa. Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Petugas harian harus memastikan bahwa tangki HU telah penuh atau sekurangkurangnya lebih dari ¾ bagian telah terisi namun jangan sampai airnya melimpah (hanya untuk pengoperasian HU). paku. mesin pembuat ulir pipa galvanis . kaporit Alat dan Perlengkapan Selang. gergaji. Pengguna/pemakai membersihkan dan mengisi wadah air mereka melalui keran. Mandi dan cuci tidak diperkenankan di KU/HU. lem pipa. Disekeliling bagian bawah pondasi diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. Tabel – 13 Rincian Kebutuhan O dan P KU/HU Kegiatan Menguras dan member sihkan Tangki HU Keran air Membersihkan lokasi Membersihkan drainase Memperbaiki atau mengganti keran Memperbaiki pagar Memperbaiki dinding atau kolom atau lantai Memperbaiki pipa Frekuensi 3 bulanan harian harian harian Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Seal/washer karet. Bangunan yang retak harus segera diperbaiki dan jika ada bagian bangunan dari kayu yang telah lapuk harus segera diganti.tang. dll. connector.. Minimum lokasi dan desain KU/HU harus dimusyawarahkan dengan calon pengguna. keranjang. Teflon. timba air Jerigen. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 13 dan Tabel – 14.paku kayu. pasir.jauh dari tangki untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. Jika terjadi kerusakan pagar perlu segera diganti. cat anti karat Bahan dan Suku Cadang Air. nipple. KU/HU harus diberi meter air untuk mengukur pemakaian air melalui KU/HU tersebut. kawat. Perlu dicegah terjadinya genangan. Jika terdapat perpipaan atau keran yang bocor harus segera diperbaiki. sikat. semen. Kapasitas tangki tersebut tergantung jumlah pengguna yang dilayani. timba dll. gergaji. kunci pipa golok. sapu lidi. Keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran. palu palu. Teflon. Jika perlu diberi pagar untuk mencegah ternak mendekati KU/HU.

Katup harus diperiksa dan dipelihara secara berkala dengan cara sebagai berikut: 1. Permasalahan yang Sering Terjadi. 2. Semua katup bisa diakses dan bak katup tidak dalam keadaan tertimbun . (5) Katup (valve) a. Keran dibiarkan terbuka setelah dipakai atau bahkan secara sengaja dibuka untuk mengairi ladang atau kolam ikan. kurangnya pemeliharaan. 2) Keterbatasan/Hambatan. 3) Catatan Penting. Harus ada penanggung jawab harian. yang menjalankan tugas kebersihan KU/HU dan sekelilingnya. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi.Tabel – 14 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna/pemanfaat Pelaksana harian Organisasi Pengelola Tukang batu Tukang pipa Dukungan Pihak Luar Peranan Keran air. menjaga kebersihan Mebersihkan lokasi. maka penandaan posisi katup sangat diperlukan agar mudah ditemukan. Jenis dan lokasi semua katup tercatat. menjaga KU tetap berfungsi dan mencatat penggunaan air untuk penarikan retribusi air. Jika masyarakat mau membentuk organisai pengelola dan melaksanakan pemeliharaan sistem maka satu-satunya hambatan hanyalah biaya. memperbaiki kerusakan kecil.mengumpulkan retribusi Memperbaiki dindin atau kolom dan lantai KU Memperbaiki pipa atau keran Memantau kesehatan. mengendalikan/mengarahkan aliran dan tekanan atau untuk mencegah aliran balik. Gambaran Singkat Katup digunakan untuk melakukan penutupan pipa. melatih anggaota pengelola Keterampilan Tidak perlu Keterampilan Keterampilan dasar Mengorganisir dan pembukuan Memasang pasangan batu bata atau batu kali Perpipaan sederhana Pelatihan dan uji mikrobiologis c. Drainase yang kurang baik. dan konflik karena penempatan KU tanpa melalui proses musyawarah terlebih dahulu diantara calon pengguna. Fungsi katup yang paling umum dalam sistem distribusi adalah untuk menutup pipa. Mengingat pentingnya fungsi katup. o o Perhatian khusus perlu diberikan pada cara penanganan air setelah keluar dari KU/HU agar tidak terjadi kontaminasi sampai air tersebut dikonsumsi. mengumpulkan retribusi Mengorganisir kerusakan besar. Kesalahan dalam pengoperasian. Retribusi ditarik berdasarkan pencatatan air KU/HU. KU di lokasi terujung dari sistem sering bertekanan sangat rendah.

agar tidak mengganggu operasi dan pasokan air ke pengguna air. 8.Resapan dan Lahan Basah Buatan . Pembuatan laporan berkala operasi dan pemeliharaan. 4. MCK juga berfungsi untuk melayani masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki tempat mandi. (tertutup atau terbuka) Arah putaran dan jumlah putaran katup diketahui petugas. 2. 5. Katup bisa dioperasikan dengan baik. sehingga memiliki kebiasaan yang dianggap kurang sehat dalam melakukan kebutuhan mandi. 3. (7) Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan reservoir meliputi: 1. Membuka dan menutup katup dilakukan untuk mengikis sedimen atau karat yang ada dibagian dalam katup yang bisa mempengaruhi kualitas air bersih. Pemeriksaan pipa inlet dan alat ukur debit secara berkala. 2) Pengolahan limbah yang terdiri dari: . 7. mingguan dan bulanan. cuci dan buang airnya. Komponen MCK terdiri dari : 1) Bangunan bilik MCK meliputi bilik untuk mandi. Pengoperasian alat ukur debit Pemeriksaan dan pembersihan lingkungan bak penampung air bersih dari rumput dan kotoran periode harian Pembersihan kelengkapan sarana dan melakukan perbaikan jika ada kebocoran katup dan pipa Pembersihan endapan pasir/lumpur jika ada.Tangki Septik . Bak katup bersih. kadang dilengkapi tempat untuk wudlu. 4. bila perlu melakukan pengurasan Pembersihan karat dan pengecetan (8) MCK (Mandi Cuci Kakus) Komunal a. Gambaran Singkat MCK ini berfungsi untuk melayani para pengungsi yang mengungsi akibat terjadi bencana. pipa penguras secara berkala 3-4 bulan sekali Penggantian komponen Jaringan Distribusi yang rusak sesegera mungkin. cuci dan kakus pribadi. lokasinya tidak jauh dari lokasi pengungsian (+/. satu bulan sekali Pemeriksaan katup. 3. 5.3. Katup dalam keadaan sebagaimana yang diinginkan. kering dan tidak ada kebocoran.50 m dari lapangan evakuasi). harian. 4. serta pasir yang mungkin biasa mengganjal katup sehingga katup tidak bisa menutup dengan sempurna Pemeliharaan katup dilakukan secara berkala setiap 2 minggu untuk memastikan bahwa katup masih beroperasi dengan baik (6) Perpipaan Transmisi dan Distribusi Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan perpipaan transmisi dan distribusi meliputi: 1. 2. cuci dan keperluan buang air besar atau kakus. 6.

pemeliharaan sarana pengolahan limbah (tangki septik.3) Sumber air bersih (termasuk water toren). Bahan bakar dan suku cadang truk tinja . palu.sekop. MCK yang tidak terpelihara. gayung. gergaji. 4) Utilitas pelengkap seperti listrik untuk penerangan dan kebutuhan pompa listrik dan drainase air bekas mandi dan cuci. timba. cangkul. jamban Kuras bak air dan bersihkan Bongkar sumbatan Utrap jika tersumbat Pemeriksaan atas kerusakan bangunan Pebaiki kerusakan bangunan Menguras tangki septic Frekuensi Harian Mingguan Saat terjadi penyumbatan Bulanan Saat terjadi kerusakan Setiap 2–3 tahun atau jika tinggi lumpur mencapai 2/3 kedalaman cairan tangki septik Sumber Daya Manusia Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Tukang lokal Petugas penyedot tinja Bahan dan Suku Cadang Air Air Air Alat dan Perlengkapan Sikat. pasir. Tabel – 15 Rincian Kebutuhan O dan P MCK Kegiatan Bersihkan lantai. bidang resapan/lahan basah buatan) harus dilakukan secara periodik agar tidak macet dan mencemari lingkungan. gayung. b. material bangunan lain. Sumber air bisa berasal dari jaringan distribusi air bersih atau dari sumur dangkal setempat. sapu lidi Sikat. Pemeliharaan bangunan bilik dan sarana MCK harus dilaksanakan dengan baik agar selalu digunakan dengan rutin. Operasi dan Pemeliharaan Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 15 dan Tabel – 16. timba. cetok. sapu lidi Sikat dengan pegangan kawat Pengamatan Timba. Selain pemeliharaan bilik. Truk tangki penyedot tinja Semen. kotor dan tidak ada air maka akan ditinggalkan pengguna dan akhirnya rusak tidak terpakai. air. paku.

adalah : daun pintu & gerendel. Di dalam ruang tersebut tinja terkumpul setelah digelontor dari jamban melalui pipa masuk ke tangki septik. pompa air. bak air. untuk keperluan tersebut perlu segera ditambahkan MCK darurat atau MCK portable/mobile. Permasalahan yang Sering Terjadi.l. memeriksa kandungan lumpur tangki septik. Memeriksa ventilasi. 3) Catatan Penting. mengumpulkan retribusi. . Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Selain memilih peralatan yang berkualitas dan kuat maka pemasangan pengaman-pengaman dapat menghindari kerusakan/kehilangan peralatan tersebut. Kerusakan yang sering terjadi pada bilik MCK a. (9) Tangki Septik (untuk MCK) a. faktor ketersediaan air dan perilaku pengguna sering menyebabkan hal ini. mengoperasikan dan memelihara truk tinja c. 2) Keterbatasan/Hambatan. keran air. Harus ada petugas harian yang menjalankan tugas kebersihan MCK secara bergilir. Masalah lain yang sering muncul adalah mampet/macetnya lubang kakus. Petugas tersebut dapat juga melaksanakan pengumpulan retribusi penggunaan MCK umum. melaksanakan pembersihan disekitar lokasi MCK umum. membukukan retribusi yang terkumpul. membersihkan lantai dan jamban serta bak air Menghubungi kantor penyedia jasa pelayanan truk tinja. Pemasangan tulisan peringatan dapat sedikit membantu hal tersebut. MCK yang digunakan untuk melayani pengungsi pada kondisi bencana sering kapasitasnya tidak mencukupi.Tablel – 16 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna Pelaksana harian Peranan Menggelontor dan menjaga kebersihan. Gambaran Singkat Tangki septik adalah tangki pengendapan kedap air yang memiliki satu atau dua ruang. mengorganisir perbaikan Mengoperasikan truk penyedot tinja Keterampilan Memahami prinsip kebersihan dan kesehatan Tahu bagaimana mengukur kedalaman lumpur dan Keterampilan dasar kebersihan Organisasi pengelola Pembukuan dasar dan perngorganisasian Jasa Layanan Truk Tinja Mengelola. penerangan listrik.

Bahan pembersih lantai/keramik. filter rokok. bahan pembunuh bakteri/antiseptik dan bahan bahan yang bisa menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri sebisa mungkin dihindarkan masuk ke tangki septik. Masuknya bahan bahan tersebut membahayakan proses yang terjadi dalam tangki septik yang menyebabkan tangki septik tidak bekerja baik dan cepat penuh. Dilarang membuang pembalut wanita. Jika septik tank tidak dikuras maka lumpur akan terbawa ke peresapan yang bisa menyebabkan penyumbatan dan selanjutnya peresapan harus dibongkar untuk memperbaikinya. Buangan yang berasal dari cucian sebaiknya dibuang ke peresapan yang terpisah untuk meringankan beban septik tank atau peresapan. sedangkan air hujan yang berasal dari saluran drainase.Jamban biasanya dilengkapi perangkap bau yang berbentuk leher angsa. Cairan tersebut masih berbahaya sebagaimana limbah yang belum terolah dan harus melalui pengolahan lanjutan atau melalui sistem pembuangan yang aman bagi kesehatan manusia yang biasanya diresapkan kedalam tanah atau ke saluran air limbah kota yang selanjutnya dibawa ke IPLT (instalasi pengolahan lumpur tinja) terpusat tingkat kabupaten/kota. talang atap bisa langsung dibuang kesaluran drainase. b. Tangki septik harus dikuras pada saat volume lumpur sudah mencapai 2/3 kedalaman total antara muka air dan dasar tangki septik. Setiap tangki septik harus dilengkapi ventilasi untuk melepas gas-gas yang terbentuk selama proses penguraian tinja oleh bakteri. Cairan mengalir keluar dari tangki. Sebagian padatan mengapung dipermukaan cairan dan sebagian lainnya tenggelam didasar dimana selanjutnya diurai bakteri dan membentuk tumpukan lumpur didasar tangki. Tangki septik merupakan sistem pemisahan buangan yang berupa padatan dan cairan. barang barang plastik dan barang lain yang tidak bisa membusuk secara alami dalam tangki septik. . Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Tambahkan lumpur dari tangki septik lain kedalam tangki septik baru sebagai “starter’ untuk memasukkan mikroorganime dengan demikian proses penguraian tinja secara an-aerobik bisa segera dimulai. Lumpur yang terkumpul di dasar tangki harus dikuras 2 – 3 tahun sekali tergantung desain kapasitasnya dan cara perlakuannya. 2) Pemeliharaan Pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan untuk memeriksa apakah sudah saatnya dilakukan pengurasan atau belum demikian juga pemeriksaan adanya penyumbatan di outlet dan inlet.

Jika terdapat tanda bidang resapan atau pipa resapan tersumbat. Banyak masalah timbul karena kurangnya perhatian terhadap desain aliran masuk ke tangki. Untuk itu maka perlu dilakukan perencanaan yang memperhatikan keseimbangan antara air yang meresap dengan luasan bidang resapan. Aliran kejutan/berfluktuasi tinggi yang mengalir ke tangki dapat menyebabkan konsentrasi lumpur/padatan meningkat sementara/sebentar pada efluen tangki dan menyebahkan gangguan pada lumpur yang sudah mengendap. Tangki septik tidak sesuai untuk daerah yang langka air dan daerah padat. . Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Hampir tidak ada aktifitas pengoperasian yang diperlukan. dimana cairan dari tangki septik mengalir keluar melalui pipa PVC tersebut untuk diresapkan kedalam tanah.c. dan disesuaikan dengan jenis tanahnya. 2) 3) (10) Bidang Resapan a. Keterbatasan. Daerah dimana ketersediaan lahan sangat terbatas sehingga tidak tersedia tempat untuk membangun sumur peresapan atau bidang peresapan. segera dibongkar dan diperbaiki. Pada awalnya peresapan akan berlangsung cepat namun sejalan dengan waktu pori tanah akan tersumbat sampai pada titik yang disebut keseimbangan peresapan tercapai. bidang resapan lebih banyak dipakai terutama untuk MCK umum yang memerlukan air dalam jumlah relatif besar dan muka air tanah lebih tinggi. .Aditif tangki septik yang banyak dijual untuk membantu proses penguraian oleh bakteri belum terbukti efektif sedangkan harganya relatif mahal. 2) Pemeliharaan Bersihkan sekitar bidang resapan dari tanaman yang mungkin akarnya masuk kedalam bidang resapan dan pipa peresapan. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Gambaran Singkat Bidang resapan terdiri dari parit resapan. kecuali memantau apakah ada cairan yang melimpah keluar di permukaan bidang peresapan. Catatan Penting. sumur resapan dan lahan basah buatan (tergantung dari lahan yang tersedia. b. jenis tanah dan kondisi muka air tanah) yang diisi dengan lapisan kerikil di bawah dan lapisan pasir diatasnya sedangkan di dalam lapisan kerikil dipasang pipa PVC yang ber lobang lobang. Jika aliran yang keluar dari tangki septik melebihi laju kesetimbangan peresapan tanah maka cairan akan melimpah keluar dari bidang peresapan. Dibanding sumur peresapan. Permasalahan yang Sering Terjadi.

pencemaran air tanah. Permasalahan yang Sering Terjadi. protes warga terdekat karena bau yang tidak sedap. Tabel – 17 Rincian Kebutuhan O dan P Bidang Resapan Kegiatan Pembersihan tanaman Membersihkan bak control Frekuensi mingguan 6 bulan sekali Sumber Daya Manusia Pelaksana harian Pelaksana harian Bahan dan Suku Cadang Batu bata atau material penyumbat lainnya Alat dan Perlengkapan Sekop. Reuse dan Recycle. Melimpahnya air limbah. 1) Reduce . .Mengurangi. 2) 3) (11) Pengelolaan Persampahan a. Kurangilah jumlah sampah dan hematlah pemakaian barang.3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 17 dan Tabel – 18. Barang yang masih dapat digunakan jangan langsung dibuang. kumuh dan kering (kesulitan air). sabit dan cangkul Linggis untuk membuka bak Tabel – 18 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pelaksana harian Tukang Peranan Memeriksa adanya kegagalan bidang resapan dan membersihkan tanaman Memperbaiki bagian bagian yang rusak Keterampilan Memahami fungsi dan cara kerja bidang resapan Pertukangan.Pakai ulang. Beban resapan bisa dikurangi dengan memisahkan air bekas dengan air toilet/jamban (hanya air limbah jamban yang masuk ke tangki septik dan berakhir dibidang resapan). Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Keterbatasan. Gambaran Singkat Kunci keberhasilan program kebersihan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat desa adalah penerapan prinsip Reduce. 2) Reuse . serta daerah dengan permeabilitas rendah. keranjang. Catatan Penting. bau tidak sedap. Tidak sesuai untuk daerah padat. tetapi sebisa mungkin gunakanlah kembali berulang-ulang. perpipaan dan pengetahuan fungsi sitem c.

Minimal pemilahan menjadi dua jenis: sampah organik dan non-organik. ibu. Sebab sampah organik yang menginap satu hari saja sudah dapat menimbulkan bau. Tanpa pemilahan atau pemisahan jenis-jenis sampah. mahal dan berisiko tinggi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Umumnya pemilahan adalah sebagai berikut: Bagan – 2 Pewadahan Sampah . Sampah kertas dapat dibuat bahan kardus. Operasi atau Pengelolaan Sampah 1) Pemilahan/pemisahan sampah Faktor keberhasilan pengelolaan sampah dengan prinsip diatas terletak pada pemilahan sampah. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan. Sampah organik dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman. Setiap anggota keluarga baik ayah. Berbagai bentuk dan bahan wadah pemilahan dapat digunakan. yaitu rumah tangga. Pemilahan paling baik dilakukan mulai dari sumbernya. anak dan anggota keluarga lainnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam pemilahan sampah dan di rumah tangga. b.Daur ulang. Prinsipnya: disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat yang akan memilah. namun tidak demikian halnya dengan sampah non organik. pengolahan sampah menjadi sulit.3) Recycle . dll.

RW. aqua=1%) Sekitar 1-2 % Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Baterai. dll. daun. ESP-USAID. kotoran ternak 2. Tabel – 19 Identifikasi Jenis Sampah (contoh prosentase sampah dalam berat di perdesaan) No Jenis Sampah 1. pembalut. Sampah Non-organik Plastik.: Modul Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Total *) Penelitian ITS Th 2009 di Kecamatan Kedungkandang. pestisida. Persentase % (dlm berat) *) Sekitar 79% Sekitar 20% (plastik =7%. kaleng. potongan rumput. dusun. kaca 3. popok. kertas. kain.l. karton. kertas/koran=7% kain=4%. Cara membuat kompos dapat mengacu pada panduan-panduan yang ada. Malang Gambar: Pemilahan dengan tong logam terpisah yang dihiasi dengan gambar menarik (lokasi: Sukunan. a. kardus. Mengingat di daerah perdesaan prosentase jumlah sampah organik dan kotoran ternak cukup tinggi maka pengelolaan sampah melalui komposting sangat tepat.Jenis-jenis sampah yang ada di rumah tangga pada umumnya dapat diidentifikasi sebagai tabel dibawah. atau desa). botol aerosol. obat-obatan 4. kaleng=1%. karet. Styrofoam. ranting. racun serangga /tikus. ikan. Sampah Lainnya Sekitar 1-2 % Duplex. Yogyakarta) 2) Komposting Sampah organik atau sering disebut sampah basah adalah jenis sampah yang berasal dari jasad hidup. Sistem komposting bermacam-macam begitu pula pengelolaan dapat dilakukan di tingkat rumah tangga atau komunal (RT. cairan kimia pembersih. nasi. kabel. Sampah Organik Sisa sayur. dapat dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman. daging. Sleman. logam. . gelas.

c) d) . A. (3) Aksesibilitas prasarana Semua prasarana beserta seluruh komponennya harus bisa diakses baik untuk tujuan O dan P maupun pemanfaatannya. f) (2) Perencanaan dimensi dan kapasitas Dimensi dan kapasitas dihitung untuk keperluan/kebutuhan minimal 10 tahun kedepan agar masyarakat yang masih dalam tahap pembelajaran dan penghimpunan dana tidak dibebani dengan biaya perluasan dan penambahan kapasitas sistem dalam memenuhi kebutuhan yang berkembang. Kebutuhan energi peralatan yang minimal untuk menekan biaya operasi serendah rendahnya. Mampu dioperasikan oleh masyarakat sendiri dengan tingkat Keterampilan dan pengetahuan masyarakat setempat setelah melalui pelatihan. Lebih dipilih opsi dengan biaya investasi tinggi namun biaya operasi dan pemeliharaan rendah. Kualitas yang baik agar tahan lama sehingga masyarakat tidak direpotkan dengan perbaikan atas kerusakan yang terjadi selama masyarakat masih dalam tahap pembelajaran mengelola sistem. a) b) c) d) e) Opsi teknologi yang dipakai harus berorientasi teknologi tepat guna Desain dan opsi teknologi yang dipilih harus berorientasi terhadap tanggap bencana dan dapat berfungsi sebagai prasarana mitigasi bencana. Dipilih dari opsi dengan kebutuhan energi yang rendah untuk menekan biaya operasi. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Pengoperasian Pada tahap sebelum suatu prasarana dioperasikan ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan sehingga prasarana yang dibangun hasilnya baik dan optimal.2. sehingga lebih mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan. (4) Pemilihan material dan peralatan a) b) Dipilih material bahan baku dan peralatan serta yang mudah didapat dipasaran lokal demikian juga pertimbangan layanan purna jualnya. maka perbaikan yang diperlukan bisa dilaksanakan oleh masyarakat sendiri. Pemilihan material/bahan diprioritaskan dari jenis yang jika terjadi kerusakan. Tahap Perencanaan (1) Pemilihan opsi teknologi dan komponen sistem yang tepat.2. dibanding biaya investasi rendah tapi biaya operasi dan pemeliharaan yang tinggi. efisien dan efektif serta tanggap bencana. Perlu dikaji adanya konflik kepentingan atas penggunaan suatu prasarana.

. (3) Jumlah prasarana yang rusak/tidak berfungsi. jembatan/keran umum/gorong-gorong/MCK dalam unit) (2) Jumlah prasarana yang berfungsi baik. dibandingkan total jumlah prasarana yang ada. Tahap Pasca Konstruksi Hal hal penting yang harus dilaksanakan dengan adanya suatu pembangunan prasaranasarana adalah membentuk dan mempersiapkan Tim Pengelola serta pelatihanpelatihannya. hal ini akan dibahas pada bab selanjutnya. C.B. 3) Menjaga kelestarian vegetasi daerah tangkapan air. Tahap Konstruksi Diperlukan pengawasan yang baik agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan dengan tetap melibatkan masyarakat untuk memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kaidahkaidah teknis yang baik (good practices) dan yang terpenting adalah masyarakat bisa memahami secara lebih baik sistem yang akan dikelolanya. (4) Jumlah warga yang terlayani (pengguna/pemanfaat prasarana) dibandingkan total jumlah penduduk desa. kayu. Selain hal itu dengan beroperasinya suatu prasarana perlu diperhatikan dan dipantau masalah konservasi sumber alam serta dampak lingkungan. pohon dan material lainnya. 2. antara lain : 1) Perlindungan daerah sekitar terhadap polusi. 2) Perlidungan daerah sekitar terhadap kerusakan sumber alam saat masa konstruksi maupun pengoperasian.3. sumber air. Ukuran Keberhasilan Untuk melihat keberhasilan O dan P pada aspek teknis dapat dilihat dari: (1) Jumlah prasarana yang ada (misal : jalan/saluran/pipa dalam meter. 4) Mencegah pemborosan energi.

. Kelompok/tim pengelola O dan P terorganisasi ini diperlukan untuk memberikan jaminan keberlanjutan fungsi dan manfaat prasarana yang telah dibangun. Kelompok tersebut jika telah berjalan baik dan lancar sebaiknya terus berfungsi sebagai tim pengelola O dan P dengan penyempurnaan mengacu pada pedoman ini dan jika belum berjalan baik perlu di revitalisasi atau jika diperlukan dapat membentuk yang baru. Organisasi Pengelolaan O dan P Di desa/kelurahan yang telah mendapatkan program REKOMPAK-JRF dan melaksanakan pembangunan prasarana BDL disyaratkan harus memiliki kelompok/tim pengelola O dan P prasarana desa. dalam arti akan terjadi estafet pengelolaan dari PP saat perencanaan dan pelaksanaan fisik ke kelompok ini saat pasca-pembangunan. Pada tahap perencanaan pembangunan prasarana atau penyusunan DTPL yang lalu. Pendekatan tersebut adalah untuk meletakkan dasar komitmen bagi sebanyak-banyaknya warga masyarakat untuk terlibat dan bertanggungjawab dalam melaksanakan pemeliharaan atas bangunan yang merupakan prioritas kebutuhannya yang telah disepakati bersama dan dibangun sendiri oleh masyarakat. BKM/TPK dan Panitia Pembangunan (PP) wajib memfasilitasi warga masyarakat untuk membentuk kelompok atau tim pengelola pemeliharaan dan pengoperasian prasarana. Lembaga pengelola O dan P prasarana yang terbentuk meskipun merupakan kelompok swadaya masyarakat yang mandiri namun tetap dibawah koordinasi. Secara sederhana adalah masyarakat atau suatu komunitas masyarakat yang telah merencanakan kegiatan infrastruktur adalah juga yang melaksanakan pembangunan fisiknya. pada umumnya telah dibentuk dan dipilih calon kelompok pengelola prasarana. pembinaan dan pengawasan BKM/TPK dan Pemerintahan Desa/Kelurahan serta masyarakat yang dapat diwakili oleh perwakilan pemakai prasarana. Pada prinsipnya organisasi pengelola prasarana dasar desa adalah kelompok swadaya masyarakat yang merencanakan.BAB III ORGANISASI PENGELOLA 3. Adapun koordinasi dan pelaporan manajemen rutin pelaksanaan kegiatan O dan P dilakukan Tim Pengelola kepada Unit Pengelola Lingkungan (UPL) dari BKM/TPK. Dalam pendekatan ini maka akan sangat efektif bilamana setiap kelompok pengelola O dan P prasarana yang sudah dibangun dapat berjalan dengan baik.1. melaksanakan pembangunan dan mengelola sarana dan prasarana itu sendiri. maka juga harus betanggung jawab melaksanakan operasi dan pemeliharaan prasarana yang telah dibangunnya tersebut. Kelompok/tim pengelola O dan P dapat menggunakan organisasi pengelola yang sudah ada dan sudah berjalan atau membentuk tim pengelola yang baru.

Anggaran Dasar/AD Anggaran Rumah Tangga/ART Keputusan dan pengesahan susunan Tim pengelola O DAN P Keputusan tarif retribusi/iuran dan sumbangan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan program kerja tahunan maupun kebijakan-kebijakan penting terkait lainnya seperti adanya tarif iuran/retribusi. harus dibuat oleh pengelola O dan P dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat pemanfaat melalui forum musyawarah warga pemanfaat atau rembug warga (bukan ditentukan sendiri oleh tim pengelola). Dalam penyusunan ketentuan organisasi ini dipengaruhi juga oleh .Hubungan organisasi pengelola O dan P di tingkat desa adalah sebagaimana digambarkan dalam bagan di bawah ini: Bagan – 3 Bagan Organisasi Pengelolaan O dan P Prasarana di bawah BKM/TPK PEMBINAAN / PENGAWASAN MASYARAKAT (wakil pengguna) KEPALA DESA (KaDusun/RW) BKM / TPK SEKRETARI S UPL UPS UPK TIM PENGELOLA AIR BERSIH TIM PENGELOLA JALAN & JEMBATAN TIM PENGELOLA DRAINASE & TALUD TIM PENGELOLA MCK & SAMPAH 3. Tujuan.2. antara lain adalah: (1) (2) (3) (4) (5) Visi. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Beberapa peraturan yang diperlukan untuk berjalannya suatu organisasi tim pengelola O dan P. Misi. Asas.

Kewajiban dan Tanggung Jawab Anggota/Pengguna Prasarana c. Tugas organisasi Ruang Lingkup a. (2) Prasarana yang dibangun melalui pendanaan program Rekompak JRF terutama ditujukan sebagai prasarana mitigasi bencana sehingga organisasi pengelola harus tahu persis panduan tata-cara (standar operating procedure) dalam memanfaatkan prasarana mitigasi bencana. Syarat-syarat kepengurusan b. (3) Bilamana pengelola telah memiliki aturan dasar organisasi pengelola sebelumnya.kelompok masyarakat pemanfaat prasarana itu sendiri. Tujuan dan Tugas Organisasi a. Cakupan penanganan kegiatan Keanggotaan/Pengguna Prasarana a. Susunan anggota pengurus c. transparan dan akuntabel. Kewajiban dan tanggung jawab pengurus d. adat-istiadat pada daerah tersebut. partisipatif. Tujuan organisasi c. pemilihan pengurus dan operasional organisasi harus menerapkan prinsip yang demokratis. Hak Anggota/Pengguna Prasarana Rapat Anggota atau Rembug Masyarakat/Warga Pengguna Prasarana Kepengurusan : a. Lokasi organisasi b. Asas dan Prinsip organisasi b. seperti AD/ART. Hak pengurus Pembina dan Pengawas Pengelolaan Usaha Operasi dan Pemeliharaan Pembiayaan O dan P Pelaporan dan Evaluasi Pembubaran Sanksi Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus O dan P Penutup (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) Hal-hal penting yang harus diperhatikan : (1) Dalam pembentukan tim pengelola O dan P. Setiap desa/kelurahan dapat mengembangkan peraturan sesuai dengan kondisi sosial-budaya. . Persyaratan Keanggotaan b. yang belum mengakomodir/mencakup kegiatan O dan P maka untuk pengaturan terkait O dan P dapat dilakukan dengan menyempurnakan aturan yang sudah ada atau membuat peraturan tambahan khusus untuk O dan P. Anggaran Dasar organisasi pengelola O dan P setidaknya meliputi hal-hal sebagai berikut: (1) Nama Organisasi Pengelola dan Daerah Kerja a. Lingkup pelayanan prasarana Asas.

5. Waktu pelaksanaan pembentukan kelompok/tim pengelola ini sebaiknya dilakukan sejak awal pelaksanaan pembangunan prasarana. pengelolaan prasarana terbangun seyogyanya dilaksanakan oleh sebuah kelompok/tim pengelola yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri. dan bila perlu mengundang dari dinas terkait seperti PDAM. pengelolaan sebaiknya dilakukan oleh masyarakat pengguna itu sendiri. Pelaksanaan Rembug Warga BKM/TPK dan PP sebagai inisiator mengundang seluruh warga masyarakat terutama pemanfaat prasarana terkait untuk mengadakan rembug warga dalam rangka pembentukan kelompok/tim pengelola.3. Untuk dapat menciptakan mekanisme pengelolaan O dan P yang bertumpu pada masyarakat dan berkelanjutan. . 3. Dinas Kesehatan dan lain-lain. PP. 4. yang antara lain mencakup : 1. Pembentukan Tim Pengelola Dalam upaya menjamin pemanfaatan prasarana yang berkelanjutan.(4) Peraturan-peraturan yang bersifat operasional untuk menjalankan pengelolaan O dan P dituangkan dalam Anggaran Rumah Tangga/ART atau Peraturan Khusus. misal: tata cara pengaduan. tokoh masyarakat. 3. 2. Dalam hal ini perlu disampaikan untung ruginya bila pengoperasian prasarana dilaksanakan oleh suatu tim pengelola dan sebaliknya bila tidak ada tim pengelola. Dilakukan melalui forum musyawarah warga pemanfaat dan difasilitasi oleh pihak BKM/TPK. Persiapan Dengan difasilitasi oleh BKM/TPK. dimana dalam rembug tersebut diundang pula aparat pemerintah desa. 6. tata cara pendaftaran dan pembayaran. konsultan pendamping dan kepala desa/lurah. Beberapa hal yang disampaikan dalam rembug warga: (1) Rembug warga diawali dengan penjelasan umum oleh BKM/TPK dan PP kepada masyarakat pengguna prasarana perihal pentingnya pembentukan organisasi untuk mengelola prasarana yang dimiliki oleh desa. PP dan fasilitator pendamping. sebagai inisiator pembentukan perlu menyusun rancangan pembentukan kelompok/tim pengelola sebagai kerangka acuan di dalam rembug warga. dll. Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktur organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat B. 7. 9. Dinas Pekerjaan Umum. 8. Adapun langkah-langkah mekanisme pembentukan kelompok/tim pengelola O dan P adalah sebagai berikut: A.

maka dilanjutkan dengan penjelasan terkait dengan rancangan organisasi pengelola yang telah dibuat. Bentuk struktur organisasi Tugas dan wewenang kelompok/tim pengelola O dan P Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat Pemilihan pengurus yang akan duduk dalam kelompok/tim pengelola (4) Setelah ada kesepakatan terkait dengan hal-hal tersebut. d. e. antara lain mencakup : a. c. Apabila secara musyawarah tidak dapat diambil mufakat maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara pengambilan suara terbanyak melalui vooting. c. Adapun pokok-pokok yang perlu diambil keputusan dalam rembug warga adalah: a. g. f. d. Pengesahan dan Peresmian Untuk mendukung keabsahan kelompok/tim pengelola O dan P tersebut harus segera menyusun AD/ART Tim Pengelola O dan P. tokoh-tokoh masyarakat dan fasilitator pendamping. g. h. Untuk tujuan tertentu sering juga ditetapkan melalui Akte Notaris – jika organisasi pengelola bersifat usaha mandiri atau dipersyaratkan oleh pihak donor. . Disini unsur BKM/TPK dan Pemerintah Desa/Kelurahan bertindak sebagai Badan Pembina & Pengawas. e. perwakilan dari masyarakat pemanfaat dan disaksikan oleh aparat pemerintah desa. yaitu : (1) (2) Ditetapkan melalui keputusan BKM/TPK (kolektif-kolegial) – organisasi tim pengelola O dan P langsung berada di bawah payung BKM/TPK. i. C.(2) Setelah penjelasan umum. daftar hadir dilampirkan dalam berita acara. selanjutnya AD/ART tersebut dapat disahkan melalui beberapa macam cara. b. maka tahap berikutnya adalah penyusunan “Berita Acara Pembentukan Kelompok/Tim Pengelola O dan P” yang ditandatangani oleh ketua BKM/TPK. j. dimana setiap anggota masyarakat pemanfaat berhak memberikan satu suara dalam setiap keputusan yang diambil. Sebagai bentuk dukungan dari seluruh peserta rembug warga dalam keputusan tersebut. h. b. f. Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktur organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat (3) Tahapan selanjutnya adalah mengajak seluruh anggota pemanfaat yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk mengambil keputusan secara musyawarah dan mufakat.

kemampuan warga pemanfaat dan karakteristik kelompok penerima manfaat (gender). Untuk mendorong pengakuan secara luas. 2. Struktur tim pengelola O dan P hendaknya dibuat sederhana. maka pengelola O dan P memerlukan suatu tim/kelompok atau satuan kerja.(3) Untuk tujuan tertentu kadang juga ditetapkan dalam sebuah Peraturan Desa (Perdes) atau Keputusan Kepala Desa/Lurah – dengan pertimbangan prasarana dibangun sebagian menggunakan dana anggaran pemerintah desa atau biaya O dan P berasal dari anggaran pemerintah desa atau dibangun pada lahan milik desa. 6. Pertimbangan untuk menetapkan struktur tim pengelola O dan P adalah: 1. fasilitator pendamping. Struktur Organisasi Untuk melaksanakan tugas. 5. atau Satu tim pengelola untuk setiap jenis prasarana. jumlah prasarana dan lokasi-lokasi prasarana berada. 4. Satu tim pengelola untuk beberapa jenis prasarana. 2. kelompok/tim pengelola O dan P perlu diresmikan dengan mengundang camat. . terdiri dari ketua. Komunitas masyarakat pengguna prasarana Kemampuan dan jumlah SDM calon pengelola O dan P Sumber pembiayaan/pendanaan utama untuk O dan P Kemungkinan subsidi silang Catatan: prasarana air bersih dan MCK. Dari beberapa bentuk yang sudah diterapkan. Struktur Organisasi dan Tata Peran A. 3. Jenis prasarana. tetapi bila pengelolaannya satu maka dapat dilakukan subsidi silang. Dinas Pekerjaan Umum. tokoh masyarakat. sekretaris. petugas teknis/lapangan. kepala desa/lurah. 3. tim konsultan. yaitu orang-orang yang dipilih dan bertanggungjawab atas O dan P prasarana. dinas/lembaga terkait (seperti PDAM. Bentuk struktur pengelola O dan P dapat disusun sesuai dengan kebutuhan prasarana. setidaknya terdapat dua pendekatan untuk setiap struktur pengelola O dan P. bendahara.4. Dinas Kesehatan dan lain-lain) agar keberadaannya dapat lebih diakui dan diperhatikan. yaitu : 1. yaitu dana yang diperoleh dari air bersih dapat disisihkan sebagian untuk pemeliharaan MCK. bila pengelolaannya dilakukan sendiri-sendiri maka potensi memperoleh pembiayaan untuk air bersih cukup tinggi dibandingkan dengan MCK.

Desa. unsur Masy.Desa. Unsur Pem.) KETUA TIM SEKRETARIS BENDAHARA PETUGAS LAPANGAN–1 PRASARANA DRAINASE PETUGAS LAPANGAN–2 PRASARANA JALAN PETUGAS LAPANGAN–3 PRASARANA JEMBATAN Bagan – 5 Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Satu Prasarana (contoh : Air Bersih) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK. unsur Masy.Berikut ini adalah alternatif struktur tim pengelola O dan P : Bagan – 4 Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Beberapa Prasarana (contoh : Drainase.) KETUA TIM SEKRETARIS BENDAHARA PETUGAS LAPANGAN–1 AIR BERSIH DUSUN 1 PETUGAS LAPANGAN–2 AIR BERSIH DUSUN 2 . Jalan dan Jembatan) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK. Unsur Pem.

dinas/instansi terkait dan pihak swasta atau lainnya guna meningkatkan perolehan pembiayaan pemeliharaan atau pengembangan layanan prasarana Mendorong peningkatan kesadaran dan kontribusi warga untuk melakukan pemeliharaan prasarana Bersama seluruh tim pengelola membuat laporan baik secara berkala maupun pertanggungjawaban kegiatan pengelola Bersama seluruh tim pengelola. c. maka tugas-tugas dari setiap unit kerja organisasi pengelola O dan P (tim pengelola). adalah: (1) Ketua Memimpin tim pengelola O dan P dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan O dan P sesuai peraturan organisasi serta program kerja yang telah diputuskan bersama. (2) Sekretaris atau bagian administrasi Melaksanakan kegiatan administrasi/ketatausahaan O dan P. 2. adalah : 1. Mengundang dan menyelenggarakan rapat-rapat rutin atau musyawarah Melakukan kerjasama kemitraan dengan pemerintah desa/kelurahan. 5. 9. 8. 7. Menyiapkan surat menyurat Mengarsip surat masuk dan surat keluar Menyimpan dan memelihara dokumen/dokumentasi kegiatan Membuat notulen rapat/musyawarah warga pemanfaat Menginventarisasi anggota atau warga pengguna/pemanfaat . e. Tugas dan Fungsi Sejalan dengan tujuan O dan P. Menyusun Rancangan AD/ART Menyusun program kerja Menghitung dan memfasilitasi penetapan tarif retribusi/iuran Mencari dan mengupayakan sumber-sumber pembiayaan untuk O dan P Menyusun rencana penerimaan dan belanja pengelola O dan P Menyusun rencana tahap-tahap kegiatan operasi dan pemeliharaan Mengorganisasikan pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan Membuat laporan pertanggungjawaban kerja pengelolaan O dan P Melaksanakan sosialisasi. 3. 4. d. g. yang antara lain mencakup tugas : a. c. Mengkoordinir tim pengelola O dan P. e. mensosialisasikan kegiatan-kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan. b. khususnya kepada warga pemanfaat Bersama seluruh tim pengelola menyusun draft peraturan dasar. maka tugas pokok pengelola selaku penggerak utama kegiatan O dan P. 10.B. penyuluhan. program kerja O dan P dan rencana pendanaan O dan P untuk ditetapkan dalam musyawarah warga (bila belum ditetapkan sebelumnya) d. f. pengumuman terkait kegiatan O dan P Menyelengarakan pertemuan evaluasi secara periodik Sejalan dengan tugas pokok tersebut. 6. b. antara lain mencakup : a.

c. . dll. donatur. Laporan ini minimal mencakup : keadaan kas. Dalam kaitan dengan kegiatan tersebut bendahara melaporkan penerimaan dan pengeluaran baik berkaitan dengan administrasi pengelola maupun yang terkait dengan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan. (4) Petugas Lapangan atau bagian teknik a. d. d. laporan penerimaan yang diperoleh dari sumber-sumber pendanaan (seperti iuran. dilakukan untuk melihat atau mengevaluasi hasil-hasil kegiatan pemeliharaan yang telah dilakukan dan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ditemukan (memutuskan rencana penyelesaian masalah). Menyusun rencana kebutuhan. Pada setiap rapat harus selalu dibuat daftar hadir peserta dan catatan notulen hasil rapat disiapkan dan diarsipkan oleh sekretaris. Aparat Desa atau instansi terkait yang dapat memberi masukan bagi kepentingan kegiatan pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana.(3) Bendahara atau bagian keuangan a. laporan pengeluaran baik itu kegiatan administrasi maupun kegiatan pemeliharaan/perbaikan. c. biaya dan jadwal pemeliharaan dan perbaikan prasarana Membimbing. Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan dilakukan oleh bendahara. mengordinir dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang dilakukan oleh warga atau tenaga kerja Mengoperasikan dan memantau/monitor operasi dan pemeliharaan prasarana Melaporkan hasil-hasil pelaksanaan kegiatan pemeliharaan. e. Kegiatan Rapat Rapat atau pertemuan dapat dilakukan tiap bulan atau periode waktu tertentu yang disepakati. UPL. Inventarisasi. retribusi. identifikasi dan survey kondisi prasarana. Dalam laporan tersebut terkandung unsur-unsur sebagai berikut: 1. Pertemuan ini dipimpin oleh ketua. C. Pelaporan Pelaporan kegiatan operasi dan pemeliharaan merupakan tanggungjawab ketua kelompok dibantu tim pengelola. b. e. Menerima dan menyimpan uang/dana O dan P Mengeluarkan uang dengan persetujuan ketua Membuat dan menyimpan bukti penerimaan dan bukti pengeluaran Mencatat pembukuan keuangan O dan P Membuat laporan keuangan secara periodik dan pertanggungan jawab keuangan. D. jika memang diperlukan peserta rapat rutin tidak hanya pengurus namun juga dapat mengundang wakil masyarakat. b. dll). atau agenda lain yang dianggap penting untuk dibahas.

pelatihan : 1. Pengurus aktif menggerakkan dan memotivasi masyarakat agar kegiatan dapat berjalan. Pelatihan Pelatihan merupakan faktor penting dalam keberhasilan operasi dan pemeliharaan sarana-prasarana desa. dikerjakan dengan tertib. Administrasi dan pelaporan. berjalan rutin dan dihadiri pengurus serta masyarakat. jenis dan kondisi prasarana dan barang yang ada. dan saling memperkembangkan satu sama lain. beberapa tolok ukur untuk melihat keberhasilan O dan P adalah sebagai berikut : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Kegiatan bersama. 5. 6. Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Laporan kegiatan. dan kebersamaan. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan kebutuhan penambahan ataupun perbaikan prasaranasarana dan barang untuk masa yang akan datang. semua pengurus tahu akan hak dan kewajibannya. Ukuran Keberhasilan Dari aspek kelembagaan. 8. tertulis dan menjadi aturan kerja kelompok yang saling ditaati. E. Interaksi antar pengurus dan dengan masyarakat hidup. sehingga harus dilakukan pada awal masa penugasan tim pengelola O dan P dan dilakukan juga secara periodik untuk penyegaran dan jika ada perkembangan. berkala dan insidentil. Ketentuan kelompok/tim pengelola. mampu menumbuhkan kesetiakawanan dalam operasi dan pemeliharaan prasarana agar prasarana tersebut dapat berkesinambungan. mencakup laporan hasil pelaksanaan pemeliharaan rutin. .5. Pengelolaan keuangan Pelaporan keuangan Administrasi dan pelaporan Perencanaan pengembangan sistem dan pendanaan. 4. 2. 3. terarah. keuntungan. Pelatihan untuk tim pengelola O dan P meliputi. 3. tahu manfaatnya. Ada usaha/upaya peningkatan O dan P. yang berorientasi kepada pasar. termasuk hasil inventarisasi kondisi prasarana maupun hasil-hasil pertemuan yang dilaksanakan. Aspek kelembagaan/organisasi Aspek manajemen O dan P Teknis pengoperasian dan pemeliharaan prasarana dan sarana Penentuan tarif atau iuran/andilan/sumbangan sukarela. 3. 7. efisiensi. Kepengurusan mantap. saling menunjang. Data Mengenai Barang Inventaris dan Prasarana-Sarana Data dan penggunaan prasarana-sarana dan barang inventaris kelompok perlu dilaporkan untuk mengetahui jumlah.2. Rapat dan pertemuan. yang ditujukan untuk pemeliharaan prasarana dan sarana.

dan kandang komunal. dll. lapangan evakuasi.Jalan ber-retribusi . Prasarana ini hanya dapat dimanfaatkan oleh sekelompok orang/komunitas yang sudah terdaftar.BAB IV PEMBIAYAAN 4. embung penampung air. secara umum prasarana desa yang dibangun melalui REKOMPAK-JRF dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua). Prasarana Umum . Klasifikasi Prasarana dan Pembiayaan untuk O dan P Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana lingkungan perdesaan ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan operasi dan pemeliharaan prasarana oleh kelompok/tim pengelola prasarana desa sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana. Prasarana Umum . Biaya O dan P prasarana ini umumnya dapat dipenuhi dari tarif retribusi/iuran para pemakainya atau disebut “cost recovery”.Waduk yg airnya dijual umum .Jembatan .Jalan .Lapangan evakuasi .KU/ air bersih yg dijual umum .Publik Prasarana yang dapat dipergunakan oleh setiap orang tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu. yaitu: a. Dalam arti bahwa tidak ada orang yang dapat dikecualikan dalam penggunaannya. bangunan gedung publik (heritage). drainase. Mudah tidaknya menarik retribusi atau iuran untuk pemeliharaan prasarana sering sangat berkaitan dengan klasifikasi prasarana.Kelompok Air Bersih MCK Pelayanan Sampah Kandang komunal Embung komunal Kemungkinan Sulit Menarik Retribusi . b. misalnya MCK. Berdasarkan pada cakupan layanan. penyediaan air bersih.1.Drainase Prasarana . Klasifikasi prasarana berdasarkan jenisnya ini akan menentukan mudah tidaknya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana.Publik . misalnya jalan dan jembatan. Tabel – 20 Kemungkinan Kemudahan Penarikan Restribusi Berdasarkan Jenis Prasarana Uraian Kemungkinan Mudah Menarik Retribusi Prasarana .Bangunan gedung publik (heritage) .Kelompok Prasarana yang dapat dipergunakan warga dengan mendaftar terlebih dahulu dan memenuhi persyaratan tertentu. sebagaimana contoh lihat tabel berikut.

Sedangkan cara pengumpulan dana yang berupa uang adalah bergantung pada kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Penganggaran Operasi dan Pemeliharaan A. (2) Kontribusi Warga Penerima Manfaat Sebagai wujud kemandirian dan keberlanjutan. baik rutin atau setiap kali penggunaan. Adapun jenis kontribusi atau sumbangan warga pemanfaat adalah : a. Retribusi/iuran bisa diterapkan untuk individu perseorangan. Retribusi/Iuran Retribusi/iuran yang besarnya sudah ditetapkan lebih dulu. Sumbangan berupa material. ditarik secara langsung pada saat menggunakan prasarana yang bersangkutan maupun tidak langsung (retribusi/iuran bulanan). retribusi jalan. serta pemerintah desa/kelurahan. dan kandang komunal. dinas/instansi terkait setempat. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan (1) Identifikasi Sumber-Sumber Pendapatan Dana pemeliharaan dapat berasal dari berbagai sumber. sumber pembiayaan O dan P yang potensial untuk digali adalah kontribusi warga sesuai dengan budaya setempat dan kesepakatan yang telah dilakukan. penyediaan fasilitas penunjang. Besarnya iuran atau retribusi yang akan dikenakan baik perorangan atau per keluarga/kelompok. namun perlu usaha untuk menggali sumber-sumber dana tersebut. Retribusi/iuran dapat diberlakukan untuk para pengguna yang secara rutin atau tidak secara rutin menggunakan prasarana. tenaga kerja. Untuk penyusunan rencana anggaran O dan P. kelompok. peralatan dalam rangka kegiatan pemeliharaan.4. pihak swasta yang juga turut memetik manfaat dari pembangunan prasarana tersebut. Sebagai contoh adalah pelayanan air bersih. KK atau perusahaan/instansi/ badan usaha yang menjadi pengguna prasarana.2. kelompok/tim pengelola perlu mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan yang mempunyai potensi untuk turut membiayai anggaran O dan P. Hal ini merupakan bentuk kompensasi komunitas pemanfaat terhadap penggunaan prasarana tersebut. hendaknya dimusyawarahkan dan disepakati secara bersama-sama oleh seluruh anggota warga . Sumber dana potensial pendanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana dapat diperoleh dari kontribusi masyarakat pengguna dan sumber lainnya yang sah misal bantuan dari kantor/instansi pemerintah. yang didapatkan dari iuran anggota kelompok operasi dan pemeliharaan. MCK. kepada warga pemanfaat tetap atau dari luar. Sumbangan berupa uang. b. bagi warga kurang mampu atau mampu. ataupun retribusi dari penggunaan prasarana secara langsung. yang secara umum terbagi atas tiga golongan sebagai berikut : a.

dapat diberlakukan atau diminta dari warga masyarakat yang menggunakan prasarana yang bersangkutan atau warga masyarakat yang tidak langsung menerima manfaat atau masyarakat/instansi secara umum. 2) Bantuan Pihak Lain Yang Tidak Mengikat Bantuan yang dimaksudkan disini.pemanfaat yang ada sehingga tidak terlalu membebani dan semua warga pemanfaat tetap dapat memperoleh hak-hak yang sama dalam pengoperasian prasarana (adil). khususnya dinas-dinas di kabupaten/kota adalah harus memahami instansi mana yang dapat dituju oleh masyarakat. Dinas Kebersihan untuk prasarana persampahan. 3) Usaha Lain Yang Sah Potensi sumber pembiayaan disini dapat berasal dari upaya pengembangan prasarana misalnya dari biaya pemasangan baru air bersih. misalnya Dinas Pekerjaan Umum untuk prasarana umum. Hal yang penting diperhatikan berkaitan dengan penerapan sumbangan yang akan diberlakukan oleh tim pengelola O dan P adalah bahwa hendaknya disesuaikan dengan situasi budaya dan kemampuan ekonomi warga pemanfaat dan kebutuhan akan biaya pemeliharaan atau perbaikan. Sumbangan/Donasi Sumbangan/donasi yang sifatnya sukarela. penjualan air bersih atau adanya keuntungan dari hasil usaha bersama kelompok. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam upaya memperoleh dukungan pemerintah. Dinas Pendidikan untuk prasarana pendidikan. anggaran pemerintah kecamatan. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan. dan saluran drainase. jembatan. Terdapat satu sumber dana yang belum digunakan secara optimal untuk O dan P prasarana desa yaitu dana yang berasal dari ADD (Alokasi Dana Desa) atau DAD (Dana Alokasi Desa). ataupun prasarana lainnya. Bantuan dari pemerintah umumnya dapat digali jika terjadi kerusakan berat yang memerlukan perbaikan besar pada fasilitas umum atau fasilitas vital seperti jalan. b. sebab setiap instansi telah mempunyai wewenang tertentu. Sumber Pendapatan Lain Yang Sah 1) Bantuan Pemerintah Sumber pendapatan ini dapat berasal dari anggaran pemerintah desa. Umumnya potensi bantuan ini akan ada bilamana terjadi pengoperasian bersama suatu prasarana. Misalnya jalan yang dibangun masyarakat juga dipergunakan oleh pihak lain tersebut. c. seperti dari organisasi lain atau perusahaan swasta. . anggaran pemerinah daerah (APBD) dan atau anggaran pemerintah pusat (APBN) atau dari pihak lain yang sah. Dinas Kesehatan untuk prasarana kesehatan. bahwa perusahaan tertentu yang berada di sekitar wilayah tersebut dapat saja memberikan bantuan sumbangan.

Prinsip-Prinsip Penetapan Tarif Terdapat beberapa prinsip yang harus dipegang dalam penetapan tarif. seperti air bersih. MCK.(3) Pendataan Anggota Penerima Manfaat Pendataan anggota ini sangat penting. persampahan. untuk menghindari terjadinya pungutan ganda yang membingungkan para penerima manfaat. sehingga tarif yang ditetapkan merupakan keputusan bersama.Pekerjaan . 4) Sederhana dan Jelas. Penentuan tarif harus dilakukan dengan dan oleh masyarakat karena akan membuat masyarakat bertanggung jawab penuh atas keputusan yang telah dibuat dan bisa diterima lebih baik karena masyarakat tahu mengapa tarif ditetapkan sebesar itu. 2) Satu obyek pungut – satu jenis pungutan. kebutuhan dana untuk perluasan sistem dan lain lain. 5) Partisipatif. antara lain: 1) Kecukupan dana (cost recovery). . selain untuk mengetahui jumlah dan siapa saja warga pemanfaat juga akan berkaitan dengan potensi kontribusi dalam pemeliharaan prasarana yang dikelola. artinya bahwa orang yang menerima manfaat lebih banyak harus dikenakan tarif yang lebih tinggi dibandingkan orang yang menerima manfaat lebih sedikit. Keterlambatan penyesuaian tarif akan berakibat serius pada jaminan keberlanjutan keuangan. Dalam hal ini dapat ditetapkan dengan tarif progresif.Nama . maka satu obyek pelayanan dikenakan satu pungutan tarif. dengan prinsip ini maka tarif yang akan ditetapkan harus mencerminkan tingkat kecukupan dana yang diperlukan untuk pengelolaan prasarana dan sarana perdesaan secara memadai. dan mudah diperoleh serta hitungan mudah dilakukan. artinya bahwa penetapan tarif harus menggunakan rumusan yang tidak rumit. perubahan biaya dan harga barang. maka pembebanan biaya yang diperhitungkan harus dilakukan secara transparan dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan. Hal-hal yang perlu dicatat: . artinya bahwa dalam penentuan tarif harus melibatkan semua pihak yang berkepentingan.Jumlah anggota keluarga (4) Penetapan Tarif Retribusi Tarif pelayanan dikenakan bagi pemakai prasarana yang bersifat cost recovery. Karena itu peninjauan ulang tarif yang layak perlu dilakukan paling tidak 2 tahun sekali. dalam penetapan besarnya tarif. 3) Transparan dan mudah dipahami. a. kandang komunal dan jalan beretribusi. 6) Adil. termasuk semua calon penerima manfaat. Sejalan dengan waktu tidak bisa dihindarkan adanya penyesuaian tarif akibat inflasi. Penerimaan dari tarif ini akan dijadikan sebagai sumber utama dalam membiayai pengelolaan prasarana bersangkutan termasuk untuk biaya operasi dan pemeliharaan.Alamat .Jenis Kelamin .

Tarif yang demikian memiliki keuntungan bahwa dalam perhitungan penerimaan tarif lebih mudah dilakukan. Tarif ini lebih cocok digunakan untuk pelayanan yang sulit untuk di kuantifikasi. antara lain dalam volume. bahwa tarif tersebut tidak mencerminkan keadilan. Jenis-Jenis Tarif Secara garis besar terdapat dua jenis tarif bila dilihat dari cara penentuannya. Struktur tarif yang seperti ini tidak membutuhkan adanya perhitungan berapa manfaat yang telah diterima oleh masing-masing penerima manfaat. Dengan demikian tarif ditentukan berdasarkan volume pelayanan yang benar-benar digunakan secara individual atau rumah tangga. 2) Tarif Berdasarkan Volume (Volumetrics Tarif) Dalam metode ini. alokasi biaya yang akan dibebankan sebagai tarif diperhitungkan secara proporsional berdasarkan kriteria fisik penggunaan jasa layanan. Tarif ini lebih sesuai digunakan untuk penetapan tarif pelayanan penyediaan air bersih. Di sisi lain memiliki kelemahan. MCK. . dimana akan sulit dilakukan pengukuran besarnya manfaat yang diterima secara kuantitatif.b. Dalam kasus pelayanan MCK juga memiliki kriteria yang sama. Semakin tinggi pendapatan rumah tangga maka dapat dikenakan tarif yang lebih besar dibandingkan dengan yang berpendapatan lebih rendah. pembuangan air limbah. Kalaupun akan diterapkan prinsip subsidi silang. sehingga kasus ini lebih tepat jika tarif ditetapkan sebesar rupiah tertentu pada setiap rumah tangga. tanpa harus menghitung berapa banyak manfaat yang diterima oleh setiap pemakai jasa layanan. maka pengelola akan sulit menentukan berapa banyak sampah yang telah dibuang oleh setiap rumah tangga. misalnya pelayanan pembuangan sampah. yaitu: 1) Tarif Tidak Berdasarkan Volume Tarif ini tidak melihat berapa jumlah manfaat yang diterima oleh setiap rumah tangga atas penggunaan prasarana tertentu. Dalam kasus pelayanan pembuangan sampah dan pembuangan air limbah. karena hanya mengalikan besarnya tarif dengan jumlah penerima manfaat. maka perlu dipertimbangkan aspek pendapatan rumah tangga. karena pihak yang menerima manfaat kecil dibebani tarif yang sama dengan pihak yang menerima manfaat lebih banyak. tetapi dikenakan sama rata untuk setiap rumah tangga/penerima manfaat. sehingga setiap sambungan rumah tangga harus dilengkapi dengan meter air. Sehingga tarif pelayanan MCK lebih tepat dikenakan dalam rupiah per sekali pakai atau dalam rupiah per bulan per rumah tangga pemakai.

dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam satuan Rp per M3. listrik. Tarif Pelayanan Persampahan Untuk mencapai pemulihan biaya pada tingkat operasi dan pemeliharaan. dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan. maka tarif pelayanan persampahan dapat ditetapkan dengan formula sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan Tarif Persampahan = -------------------------------------------------Jumlah Pelanggan (Rumah Tangga) Biaya yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK. . foto copy. Tarif Pelayanan Air Bersih Secara umum Perhitungan Tarif/Harga Pokok Pelayanan air bersih dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan (Rp) Tarif Air Bersih = -------------------------------------------------------------Jumlah Air Yang Terjual Dalam 1 Bulan (M3) Biaya O dan P yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK. listrik. foto copy. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM.3) Formula Perhitungan Tarif a. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM. b. dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat.

foto copy. karena jalan merupakan prasarana publik yang siapa saja bisa menikmatinya. ada yang pemanfaatannya melebihi dari kapasitas desain. dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat.Biaya perawatan rutin (upah pembersihan jalan. dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan. yaitu dilewati truk-truk bermuatan tinggi (truk pasir).Biaya honor pengelola (bila disepakati warga) . khususnya truk-truk yang bermuatan tinggi wajib dikenakan iuran guna perawatan jalan. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM.a) Tarif Pelayanan MCK Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan Tarif Pelayanan MCK = ------------------------------------------------------Jumlah Rumah Tangga Yang Dilayani Biaya yang perlu diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK. sehingga ada jaminan bahwa unur teknis pemanfaatan jalan dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan. listrik. Dalam kasus ini pengguna jalan. Akan tetapi dalam pembangunan jalan yang difasilitasi melalui REKOMPAK-JRF. saluran disekitar jalan) .Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan . sehingga mengakibatkan kerusakan jalan menjadi lebih cepat dari yang semestinya.Biaya pemeliharaan (perawatan kerusakan) . b) Tarif Pungutan Jalan Ber-retribusi Sebenarnya komponen jalan bukanlah prasarana yang bersifat cost recovery. Dalam menentukan tarif iuran/retribusi jalan ini dapat digunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P 1 Bulan Tarif Pungutan Jalan = --------------------------------------------------------------------Jml Truk Bermuatan Berat Yang Lewat Dalam 1 Bulan Biaya O dan P yang perlu diperhitungkan: .Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) .

c. karena konsumen akan berfikir apabila tidak mengendalikan pemakaian sumber daya berarti akan membayar pada tingkat tarif yang lebih tinggi. e. Mekanisme penetapan tarif secara lebih jelas dapat dilihat dalam “Tata Cara Penetapan Tarif Retribusi” pada Lampiran –1. Tim pengelola yang diprakarsai ketua tim mengumpulkan semua anggota tim pengelola dan semua warga pemanfaat. biaya penggantian investasi (depresiasi/ penyusutan) dan lain-lain. 8) Mekanisme Penetapan Tarif Penetapan tarif dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut: a. Apabila tarif pelayanan dirancang untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk pengembangan pelayanan. d. yaitu biaya operasi dan pemeliharaan.Apabila tarif pelayanan dirancang untuk memulihkan biaya O dan P dan biaya pengembalian investasi. Dengan menerapkan struktur tarif progresif maka konsumen cenderung akan mempertimbangkan penggunaan sumber daya yang berlebihan. 9) Struktur Tarif Progresif Penerapan struktur tarif yang bersifat progresif bertujuan untuk menghindari terjadinya pengoperasian sumber daya yang berlebihan. . Anggota pemanfaat/warga pemanfaat diminta pendapatnya dan masukannya terkait dengan perhitungan perkitraan biaya (dan perkiraan penggunaan air oleh pemanfat dalam satu bulan. dijelaskan untung ruginya bila dikelola dengan biaya yang memadai dan bila dikelola dengan biaya yang tidak memadai. juga harus dialokasikan beban biaya cadangan pengembangan. Tim pengelola yang telah dibentuk menyusun draft penetapan tarif yang dihitung berdasarkan perkiraan biaya yang akan dibebankan. Biasanya biaya cadangan pengembangan ditentukan sebesar persentase tertentu dari keuntungan. yaitu dengan cara membagi nilai perolehan asset (prasarana dan sarana) dengan perkiraan umur teknis. Kesepakatan penetuan tarif ini harus dituangkan dalam berita acara. maka dari biaya-biaya tersebut ditambahkan beban biaya depresiasi (biaya penyusutan alat dan bangunan). Biaya depresiasi dapat dihitung dengan menggunakan metode garis lurus. yang besarnya dapat disepakati melalui rembug warga. Lalu dijelaskan perlunya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana yang dikelola. b. untuk komponen air bersih) yang telah disusun oleh pengurus. maka beban biaya yang diperhitungkan selain biaya O dan P dan depresiasi. Kemudian semua peserta yang hadir diajak menghitung bersama besaran tarif berdasarkan rumusan yang digunakan dan diminta kesepakatannya. Biaya depresiasi adalah alokasi sejumlah dana yang dicadangkan untuk penggantian prasarana yang dikelola pada saat umur ekonomisnya habis karena pengoperasian.

/M3 Rp. Akan menjadi alat kendali bagi konsumen agar tidak terjadi pengoperasian sumberdaya yang berlebihan. Untuk komponen air bersih. Contoh Struktur Tarif Progresif untuk Air Bersih: No Pemakaian Air Per Bulan (M3) 0 – 10 11 – 20 21 – 30 30 – 40 41 ke atas Satuan Besarnya Tarif A 1. dimana yang banyak menggunakan pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih tinggi dan sebaliknya yang sedikit menggunakan jasa pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih rendah. Menetapkan pemberlakuan tarif./M3 10) Peninjauan Tarif Secara Berkala Minimal setiap 2 (dua) tahun sekali perlu dilakukan peninjauan kembali tingkat tarif yang berlaku.Penerapan struktur tarif progresif cocok diterapkan untuk komponen pelayanan prasarana yang tarifnya ditetapkan dalam rupiah per volume yang dikonsumsi. perlu pemutakhiran jumlah pelanggan sesuai dengan data terakhir. e. d. Untuk komponen persampahan dan MCK. perlu pemutahiran volume air terjual rata-rata bulanan berdasarkan data realisasi beberapa bulan sebelumnya./M3 Rp. yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. misalnya komponen air bersih.5 A 2A 2./M3 Rp. Akan terwujud prinsip keadilan. karena akan diperoleh penerimaan tarif yang melebihi kebutuhan biaya pengelolaan terutama berasal dari konsumen yang mengkonsumsi melebihi batas jumlah tertentu. . Akan terjadi pemupukan keuntungan pengelola. b. b. Peninjauan kembali terhadap tarif ini harus dilakukan melalui rembug warga (anggota penerima manfaat) dengan mekanisme yang sama seperti ketika penentuan tarif awal. Dengan tarif progresif akan diperoleh keuntungan sebagai berikut: a. Menghitung kembali kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan sesuai dengan harga-harga yang paling terakhir. c. Menghitung tarif dasar berdasarkan data pengeluaran (biaya) yang ”up to date”. yaitu bertujuan untuk mengakomodir adanya kenaikan biayabiaya pengelolaan sebagai akibat dari adanya kenaikan inflasi.5 A 3A c. 1 2 3 4 5 Rp. dan menyusun struktur tarif sesuai dengan yang ditetapkan bersama dalam rembug warga. termasuk penyesuaian upah (gaji) pengelola maupun tenaga kerja lainnya./M3 Rp.

Perhitungan Anggaran Pendapatan Berdasarkan tarif yang disepakati serta kemungkinan-kemungkinan adanya sumber pendapatan yang lain. Setiap akhir bulan harus direkap dan dilaporkan kepada anggota penerima manfaat. misalnya pemeliharaan jalan dan jembatan. maka dalam pencatatan pengeluaran secara sederhana perlu dikelompokkan menjadi dua kelompok.Prioritas pertama adalah untuk membiayai operasi dan pemeliharaan prasarana yang mendatangkan pendapatan (cost recovery).Pendapatan Penjualan Air . Pendapatan Pelayanan Air Bersih: . .Prioritas ketiga adalah untuk membiayai investasi pengembangan (bila diperlukan) atau untuk membiayai kebutuhan operasi dan pemeliharaan komponen lain yang menjadi tanggung jawab masyarakat setempat.B. maka: a. Setiap transaksi harus dibuat bukti penerimaan. C. maka harus digunakan sesuai dengan tujuan pengenaan tarif. apabila beberapa prasarana cost recovery dikelola oleh satu lembaga pengelola. c. Penerimaan pendapatan tersebut harus dicatat dan dibukukan secara tertib sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum pertemuan anggota penerima manfaat.Prioritas kedua adalah untuk membiayai penggantian investasi. c. (2) Pendapatan diluar usaha a. maka perlu dikelompokkan ke dalam beberapa sumber pendapatan sebagai berikut: (1) Pendapatan Usaha a.Pendapatan dari biaya penyambungan baru Pendapatan Pelayanan Persampahan Pendapatan Pelayanan MCK b. maka tim pengelola bersama dengan warga pemanfaat menyusun rencana anggaran pendapatan. baik pendapatan usaha maupun di luar usaha. c. Pendapatan bunga Pendapatan hasil penjualan asset Pendapatan lain-lain yang sah Untuk menjamin transparansi dalam mengelola pendapatan. . (2) Setiap pengeluaran yang dilakukan oleh pengelola harus dicatat dan dibukukan pada saat terjadinya transaksi. yaitu : . (3) Untuk memudahkan dalam mengendalikan biaya. yaitu: . b. saluran drainase dan lain-lain. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Dalam menyusun rencana anggaran biaya perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: (1) Dana yang berhasil dihimpun melalui pungutan tarif pelayanan. Untuk mempermudah dalam menyusun rencana anggaran pendapatan. b.

a. Dengan demikian diperlukan buku bank yang digunakan untuk mencatat transaksi penyetoran dana ke rekening bank. . Biaya pemeliharaan 6. mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi. Apabila pengelolaan prasarana telah berkembang. Hal ini akan membantu dalam melakukan kontrol/pengendalian dan menyusun rekapitulasi bulanan. Biaya gaji pegawai dan upah tenaga kerja 3. terkait dengan penyimpanan dana yang lebih aman dibanding dengan penyimpanan secara tunai dalam jumlah yang besar. maka perlu dipisah-pisahkan antara pendapatan dari pelayanan prasarana yang satu dengan yang lainnya. Kronologis (menurut urutan waktu) Sistematis (menurut cara-cara tertentu) Informatif (dapat dimengerti / difahami/logis) Auditable (dapat diperiksa atau di audit) (2) Pelaporan Beberapa laporan terkait dengan pengelolaan keuangan yang harus disediakan oleh tim pengelola adalah sebagai berikut: a. b. Tujuan pencatatan adalah agar tersedia informasi pemasukan dan pengeluaran dana oleh pengelola yang transparan dan akuntabel (dapat dipertanggung-jawabkan). merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat pemasukan dana dari pelanggan (penerima manfaat) sebagai penerimaan atas tarif yang dikenakan bagi pengguna jasa pelayanan. yang pada gilirannya akan dimasukkan dalam laporan keuangan bulanan. Biaya bahan (misal: bahan kimia untuk pengolahan air) 4. Buku Bank. Biaya listrik (diesel) 5. misal: biaya asuransi. D. Biaya operasi dan pemeliharaan. mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. c. Pencatatan dilaksanakan berdasarkan beberapa prinsip sebagai berikut: a. maka diwajibkan membuka rekening bank. Biaya operasi dan pemeliharaan ini dikelompokkan menjadi : 1. Pencatatan Transaksi dan Pertanggungjawaban Keuangan (1) Prinsip Pencatatan/Pembukuan Secara sederhana pembukuan dapat diartikan sebagai pencatatan transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis. Dan lain-lain Biaya non operasional dan pemeliharaan. penarikan dana tunai dari rekening bank dan saldo di bank. d. Apabila pengelola sekaligus menangani beberapa sumber pendapatan (prasarana cost recovery). b. Laporan Pendapatan. b. Biaya administrasi dan umum 2.

biaya penelitian dan pengembangan. Digunakan untuk mencatat penerimaan uang di Kas (dapat berasal dari penarikan uang tunai dari bank atau sumbangan tunai lain) serta pengeluaran untuk biaya operasional. merupakan laporan yang menggambarkan posisi asset yang dikelola. biaya kantor (ATK). biaya pemeliharaan prasarana kantor. Laporan Keuangan. biaya penyusutan prasarana kantor dan rupa-rupa biaya umum lainnya. diantaranya pengeluaran biaya pegawai (gaji pengelola). merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat segala transaksi yang terkait degan pengeluaran biaya operasi dan pemeliharaan prasarana utama yang dikelola (air bersih. biaya keuangan (bunga). belanja material dan upah tenaga kerja dan saldo kas. Setiap pemasukan dan pengeluaran uang kas harus ada bukti penerimaan atau pengeluaran kas dan diberi penomoran. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. biaya hubungan pelanggan. (3) Pertanggungjawaban Untuk menjamin transparansi atas pengelolaan dana (penerimaan dan pengeluaran). 1) Laporan Neraca. d. maka setiap bulan harus dilaporkan kepada para pemanfaat (konsumen) dan masyarakat sekitar melalui media papan informasi maupun forum-forum pertemuan warga. Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku. dll). merupakan laporan rekapitulasi kegiatan keuangan bulanan. sebagai bentuk pertanggungjawaban. laporan rencana dan realisasi pengeluaran. Laporan keuangan ini harus dibuat setiap akhir bulan dan diumumkan kepada penerima manfaat. Buku Biaya Administrasi dan Umum. Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku.c. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. Buku Kas. Laporan neraca dibuat secara periodik bulanan dan disampaikan kepada para pemanfaat (pelanggan pengguna pelayanan) baik melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. Pelaporan dalam kelompok ini secara bulanan. hutang dan modal. Buku Biaya Operasi dan Pemeliharaan Prasarana. f. persampahan. sehingga tetap terjadi transparansi dalam pengelolaan asset. 2) Laporan penunjang lainnya yang diperlukan. yang mencatat saldo awal kas dan di bank. . mencatat pemasukan dana. misalnya laporan rencana dan realisasi pendapatan. aktiva tetap. merupakan buku bantu untuk mencatat segala transaksi yang terkait dengan pengeluaran dana untuk keperluan administrasi dan umum. e. pengeluaranpengeluaran dana dan mencatat saldo akhir kas dan di bank. MCK. baik itu yang berupa aktiva lancar.

dibandingkan total jumlah pengeluaran untuk operasi dan pemeliharaan. Ukuran Keberhasilan Pengelolaan O dan P Prestasi kegiatan operasi dan pemeliharaan dari aspek keuangan dapat dilihat dari: (1) Jumlah pendapatan yang dihasilkan (retribusi atau sumbangan/iuran).4. dibandingkan total jumlah pengeluaran untuk operasi dan pemeliharaan ditambah dana cadangan untuk penyusutan prasarana dan sarana.3. (2) Jumlah pendapatan yang dihasilkan. . (3) Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut dibandingkan total jumlah pendapatan yang dihasilkan.

.

LAMPIRAN .

2) Jumlah penerima manfaat dan (untuk air bersih perhitungan perkiraan jumlah air terjual).LAMPIRAN . PP. b. aparat pemerintah desa dan perwakilan pengguna prasarana atau tokoh masyarakat. antara lain mencakup : 1) Perhitungan kebutuhan biaya yang akan dibebankan dalam perhitungan tarif.1 Tata Cara Penetapan Tarif Retribusi/Iuran Tarif retribusi/iuran pelayanan dikenakan bagi pengguna prasarana-sarana desa. e. Setelah penjelasan umum. 3) Besarnya tarif dasar . c. yang antara lain mencakup : a. Prasarana/pelayanan yang akan dikenakan tarif retribusi/iuran Tujuan pengenaan tarif retribusi/iuran Perhitungan kebutuhan biaya yang akan dibebankan dalam perhitungan tarif. Penerimaan dari tarif/iuran ini akan dijadikan sebagai sumber utama dalam membiayai pengelolaan O dan P yang bersangkutan termasuk sebagai pengumpulan dana penggantian investasi (penyusutan/depresiasi). Persiapan Dengan difasilitasi oleh fasilitator pendamping. Rencana peninjauan kembali 2. Rencana penerapan tarif progresif (bila diperlukan) g. maka dilanjutkan dengan penjelasan terkait dengan rancangan penetapan tarif yang telah dibuat. Beberapa hal yang disampaikan dalam rembug warga: a. dimana dalam rembug tersebut perlu diundang pula unsur LKM/BKM. Pelaksanaan Rembug Warga Lembaga pengelola O dan P mengundang seluruh warga masyarakat pemanfaat prasarana dan sarana terkait untuk mengadakan rembug warga dalam rangka penetapan tarif. Penjelasan umum oleh ketua lembaga pengelola O dan P kepada masyarakat pengguna prasarana dan sarana perihal pentingnya penetapan tarif terhadap penggunaan prasarana dan sarana yang akan dikelola. Besarnya tarif dasar f. d. b. Jumlah penerima manfaat dan (untuk air bersih perhitungan perkiraan jumlah air terjual). Adapun mekanisme penetapan tarif/iuran pelayanan prasarana adalah sebagai berikut: 1. lembaga pengelola O dan P yang telah dibentuk menyelenggarakan proses penentuan tarif retribusi dengan terlebih dahulu menyusun rancangan perhitungan tarif prasarana yang akan dikenakan tarif retribusi/iuran sebagai bahan dalam melaksanakan rembug warga.

3.4) Rencana penerapan tarif progresif (bila diperlukan) 5) Rencana peninjauan kembali c. Setelah ada kesepakatan terkait dengan hal-hal tersebut. Kesepakatan tarif dapat diambil dengan cara musyawarah. dan apabila secara musyawarah tidak dapat diambil mufakat maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara pengambilan suara terbanyak (aklamasi) melalui voting. maka tarif retribusi ditetapkan melalui Peraturan Desa (Perdes) . BKM/TPK. Sebagai bentuk dukungan dari seluruh peserta rembug warga dalam keputusan tersebut. Pengesahan Untuk memperkuat penerapannya. maka tahap berikutnya adalah penyusunan “Berita Acara Penetapan Tarif Retribusi/Iuran Pelayanan” yang ditandatangani oleh Ketua Pengelola O dan P. wakil dari masyarakat pengguna dan disaksikan oleh aparat pemerintah desa dan fasilitator pendamping. d. Dalam rembug warga ini diharapkan dapat disepakati tentang: 1) Besarnya tarif dasar yang akan diberlakukan 2) Penerapan tarif progresif (bila diperlukan) 3) Periode waktu peninjauan kembali tarif yang ditetapkan. tarif retribusi/iuran yang telah disepakati tersebut perlu ditetapkan dalam sebuah Keputusan Ketua Pengelola O dan P Prasarana dan disetujui oleh BKM/TPK serta Kepala Desa/Lurah. daftar hadir dilampirkan dalam berita acara. dimana setiap anggota masyarakat pemanfaat berhak memberikan satu suara dalam setiap keputusan yang diambil.  Catatan: Dalam kasus dimana lembaga Pengelola O dan P berada dibawah Pemerintah Desa atau prasarana merupakan asset Pemerintah Desa. Tahapan selanjutnya adalah mengajak seluruh anggota pemanfaat yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk menghitung bersama besaran tarif berdasarkan rumusan yang digunakan dan diminta kesepakatannya.

) .2 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : AIR BERSIH BULAN : ___________________________________ Volume Pemakaian Air (M3) Jumlah Uang Yang Dibayar (Rupiah) No Nama Pelanggan Keterangan TOTAL (…..1….LAMPIRAN .

3 PENERIMAAN PENYAMBUNGAN BARU KOMPONEN PELAYANAN : AIR BERSIH BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….LAMPIRAN .) .2….

) .3….LAMPIRAN .4 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : PERSAMPAHAN BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….

) .LAMPIRAN .4….5 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : MCK BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….

LAMPIRAN - 6

Buku Bank

Nama Lembaga Pengelola Alamat Jenis Kegiatan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tanggal 1

Uraian 2 Saldo Awal

No.Bukti 3

Masuk (Rp) 4

Keluar (Rp. 5

Saldo (Rp) 6 (…5a…)

(…5b…)

LAMPIRAN - 7

Buku Kas

Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tangga l 1

Uraian 2 Saldo Awal

No.Bukti 3

Masuk (Rp) 4

Keluar (Rp) 5

Saldo 6 (...6a...)

Saldo Akhir Bulan

(...6b...)

LAMPIRAN - 8

Buku Administrasi dan Umum

Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tanggal 1

Nama Toko/ Penerima Dana 2

No Bukti 3

Uraian transaksi, Jumlah Unit dan Harga 4

Total Pembayaran 5

Total Akhir Bulan

(…7…)

LAMPIRAN . Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…8…) .9 Buku BOP AIR BERSIH Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal 1 Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 3 Uraian transaksi.

LAMPIRAN . Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…9…) .10 Buku BOP PERSAMPAHAN Nama Lembaga Pengelola Alamat Status/Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal 1 Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 3 Uraian transaksi.

LAMPIRAN – 11 Buku BOP SANITASI / MCK Nama Lembaga Pengelola Alamat Status/Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 1 3 Uraian transaksi. Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…10…) .

. Biaya depresiasi b... Administrasi dan Umum b... ____(C)______________ : Rp. ………………………………....... __________________ .(B)........)__________ : Rp_____(. Pendapatan Persampahan c.. BOP Prasarana Persampahan d..)__________ : Rp... : Rp..Pendapatan Penyambungan Baru b. : Rp.)__________ : Rp_____(.......8. ……………………………….12 LAPORAN LABA (RUGI) Nama Lembaga Pengelola : _____________________ Alamat : _____________________ Status/Bulan Laporan : _____________________ ========================================================================== 1.......(A). .... Pendapatan Sanitasi/MCK Jumlah Pendapatan Operasional : Rp......... Pendapatan lain-lain Jumlah Pendapatan Non Operasional TOTAL PENDAPATAN : Rp......___(..........)___________ : Rp..)__________ : Rp_____(...... BOP Prasarana Sanitasi/MCK Jumlah Biaya Operasional 23..)___________ : Rp..... BOP Prasarana Air Bersih c.. Biaya Operasional a.... 1..2. Pendapatan Air Bersih : . Biaya lain-lain Jumlah Biaya Non Operasional TOTAL PENGELUARAN 3.......1. : Rp.. .___(..... :Rp...... : Rp........2...1.............. Biaya Non Operasional a.2... Pendapatan Non Operasional a.1 Pendapatan Operasional a.. ...___(...9.... PENGELUARAN : 2..........)___________ : Rp......______________________ 2..____________________ : Rp.....7........ Pendapatn Bunga b.3. LABA (RUGI) : Rp_____(.4......)__________ : Rp... ____(D)_____________ :Rp. .10..LAMPIRAN .....Pendapatan Penjualan Air . __ (.... PENDAPATAN: 1..

_____(5a)____________ :Rp.______(C)___________ :Rp. Jumlah Saldo Akhir :Rp. SALDO AKHIR a. Jumlah Saldo Awal :Rp.______________________ 3.1 Penerimaan Operasional 2.2. _____(6a)____________ :Rp. PENGELUARAN : 3._____(A)____________ :Rp.LAMPIRAN .13 LAPORAN KEUANGAN ALIRAN KAS (CASH FLOW) Nama Lembaga Pengelola : _____________________ Alamat : _____________________ Status/Bulan Laporan : _____________________ =================================================================== 1. SALDO AWAL a.____________________ 4. Kas c. ____________________ 2. Pengeluaran Non Operasional TOTAL PENNGELUARAN :Rp. Pengeluaran Operasional 3.______(D)___________ :Rp. _____(…6b…)____________ :Rp. Bank b._____(…5b…)____________ :Rp._____(B)____________ :Rp. Kas c.2. Penerimaan Non Operasional TOTAL PENERIMAAN :Rp. PENERIMAAN: 2. ____________________ ==================================================================== Catatan : Jumlah Saldo Awal + Jumlah Penerimaan Harus Sama Dengan Jumlah Pengeluaran + Jumlah Saldo AKhir . Bank b.1.

M .m .LAMPIRAN – 14 FORMULIR SURVEI KONDISI JALAN .m ALUR : Panjang …. Survei : Dusun/Dukuh/RW : Surveyor : NO NAMA JALAN (atau Ruas Jalan) 2 TI PE PERKERASAN 3 KEKASARAN 4 LUBANG JUMLAH LUAS 5 KONDI SI PERKERASAN JALAN TAMBALAN JUMLAH LUAS TI PE 6 RETAK PANJANG 7 LEBAR ALUR PANJANG DALAM 8 AMBLAS JUMLAH DALAM 9 1 Keterangan: TIPE PERKERASAN: A= Aspal M= Makadam B= Beton P= Paving T= Telasah S= Sirtu TN = Tanah LUBANG : Jumlah … buah dan Luas … m2 TAMBALAN : Jumlah … buah dan Luas … m2 KEKASARAN: G = Kegemukan (fatty) . dan Lebar ….m . hampir sebagian besar bahan pengikat aspal/semen/beton hilang..banyak batu/paving lepas bahan pengikat aspal/semen/beton tidak mengikat batu/kerikil/paving K = Kekurusan (hungry) -permukaan jalan hancur.PERKERASAN Kab : Kec : DESA : Tgl. dan Dalam ….. M AMBLAS: Jumlah ….permukaan perkerasan baik/licin R = Pelepasan Butir (ravelling) . P = Pengelupasan (disintegration) . m . dan Dalam ….pelepasan permukaan jalan secara lempengan/bongkah RETAK : P = Memanjang L = Melintang A = Acak B = Buaya Panjang ……..

Survei : Dusun/Dukuh/RW : Surveyor : SEBELAH KI RI No NAMA JALAN (atau Ruas Jalan) 1 2 DRAI NASE SELOKAN SAMPI NG 3 BAK KONTROL 4 TROTOAR (PJLN KAKI ) 5 BAHU 6 KEREB 7 DRAI NASE SELOKAN SAMPI NG 8 BAK SEBELAH KI RI TROTOAR (PJLN KAKI ) 10 BAHU 11 KEREB 12 KONTROL 9 Keterangan: SALURAN DRAINASE: .Tersumbat (T) / Tidak Tersumbat (TS) TROTOAR/ PEJALAN KAKI: .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .Terlalu Tinggi (TT) / Terlalau Rendah (TR) .Tersumbat (T) / Tidak Tersumbat (TS) .Miring (M) / Tidak Rata (TRT) .LAMPIRAN .15 FORMULIR SURVEI KONDISI JALAN .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .DRAINASE DAN BAHU JALAN Kab : Kec : DESA : Tgl.Rusak (R) / Baik (B) .Rata (RT) / Tidak Rata (TRT) BAHU : .Teratur (TR) / Tidak Teratur (TTR) .Diperkeras (D) / Tidak Diperkeras (TD) KEREB : .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .Mamadai (M) / Tidak Memadai (TM) BAK KONTROL : .

) Hancur/Putus Sketsa : .JEMBATAN Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl..LAMPIRAN ...) Rusak ringan ( ....) Rusak ( .) Rusak berat ( ......16 FORMULIR SURVEI KONDISI .. Survei : Surveyor : DATA UMUM : Bentang (m) : Kelas Pembebanan : Kelas Jalan : Tahun Pembuatan : LHR / Lalu Lintas Harian Rata2 : BANGUNAN ATAS : Tipe Bangunan Atas : Jenis Lantai : Jenis Kerusakan 1 Struktur Bangunan Atas : Lebar : 2 Lantai : 3 Kondisi : ( .

Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl. Survei : Surveyor : DATA BANGUNAN BAWAH DAN BANGUNAN PENGAMAN ABUTMEN Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : PONDASI Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : PONDASI PILAR Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bangunan Pengaman : Skesa : .

lama : Muka air banjir terhadap muka jbt.lama : Muka air normal terhadap muka jbt. Survei : Surveyor : DATA .Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl.SUNGAI Lebar Sungai : Arah sungai : Muka air rendah terhadap muka jbt.lama : Sudut antara arah aliran & jembatan : Bangunan Pengendali Sungai: Sketsa denah sungai dgn dilengkapi data-data pada jembatan lama: Sifat tebing sungai : Sifat aliran sungai : Sedimentasi material : Benda hanyutan : .

) Rusak ( .. Kondisi : ( ...) Hancur/Putus Sketsa : .) Rusak berat ( ..LAMPIRAN . BANGUNAN ATAS : Tipe Bangunan : Jenis Kerusakan 1. b. 2..17 FORMULIR SURVEI KONDISI ....PRASARANA Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl. Survei : Surveyor : DATA UMUM : a.. c...) Rusak ringan ( . d.. 3.

Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl. Survei : Surveyor : DATA BANGUNAN BAWAH DAN BANGUNAN PENGAMAN Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bangunan Pengaman : Skesa : .

LOKASI) 1 6 2 7 3 8 4 9 5 10 Sketsa denah lokasi prasarana/bangunan : . GEOLOGI . Survei : Surveyor : DATA LOKASI ( KONDISI. TOPOGRAFI.Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful