Makalah

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah di Jurusan Sosiologi Antropologi

Mata Kuliah Dosen Pengampu

: Sosiologi Indonesia : Atika Wijaya, M.Si.

Oleh : M. Rizal Firdousy Joko

JURUSAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012

istilah gender sering disamakan dengan seks. mentalitas. dalam konstruksi sosial dan budaya patriarkhi. sehingga kemudian melahirkan pemahaman yang agak berbeda. Di Indonesia.BAB I PENDAHULUAN A. dalam sistem sosial dan budaya matrinial. Secara perlahan-lahan. Merujuk pada Women¶s Studies Encyclopedia. Landasan para aktivis Feminisme menuntut keadilan berdasarkan prinsip humanisme universal. berdasarkan catatan sejarah bangsa Indonesia. Padahal. justru kaum laki-laki berada pada posisi marginal. yaitu prinsip-prinsip kemanusiaan yang paling fundamental yang melampaui etnik. Isu kesetaraan gender mulai merebak di Indonesia pada sekitar tahun 1990-an. seiring dengan bergulirnya reformasi (1998). jumlah kaum perempuan mendominasi kaum laki-laki di Indonesia. Berawal dari London (Inggris). Karena merupakan konstruksi budaya. istilah gender merupakan konsep kultural yang berusaha menjelaskan perihal peran. kaum perempuan berada pada posisi marginal. Namun lambat laun. Kaum perempuan. dan agama. . perilaku. Perjuangan para aktivis Feminisme menghendaki terwujudnya keadilan sosial dengan menempatkan peran dan posisi kaum perempuan sesuai dengan hak-haknya. Padahal. gerakan feminisme menuntut kesetaraan kaum perempuan di Indonesia untuk mendapat hak-hak di bidang sosial dan budaya. gender adalah sebuah konstruksi pemahaman yang sudah menjadi tradisi dalam sebuah masyarakat dengan sistem sosial dan budaya tertentu. Latar Belakang Isu kesetaraan gender mulai menjadi bagian dari agenda perubahan sosial dan politik sejak tahun 1977. Dengan demikian. Perlu dijelaskan bahwa istilah gender tidak sepadan dengan seks. gerakan feminisme mulai merambah wilayah politik kekuasaan. cenderung mendominasi kaum perempuan. peran kaum perempuan sangat minim di pentas politik. Namun berbeda ketika sebuah masyarakat menganut sistem sosial dan budaya matrinial. kaum perempuan tidak mendapat hak-hak yang selayaknya. dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan di dalam masyarakat. budaya. lebih mendominasi kaum laki-laki. gerekan feminisme sudah merambah ke wilayah politik. maka konsep gender dianggap bisa berubah mengikuti perkembangan zaman. para aktivis Feminisme mulai berjuang memperkenalkan isu kesetaraan gender. Dalam transliterasi Bahasa Indonesia. Sebab. Misalnya masyarakat Jawa yang menganut sistem sosial dan budaya patrinial. Misalnya masyarakat Minang. Perjuangan terhadap kesetaraan gender kemudian diikuti oleh negara-negara lain di dunia sehingga kemudian menjadi bagian dari wacana global mutakhir. Oleh karena itu. pemaknaan terhadap gender merupakan konstruksi budaya. Kaum laki-laki. Misalnya dalam konteks masyarakat yang menganut sistem sosial dan budaya patriarkhi. Wajar jika kemudian kaum perempuan menuntut kesetaraan di bidang politik (kekuasaan). Persoalan-persoalan gender menjadi urgen untuk diperjuangkan karena dampaknya pada ketidakadilan sosial yang menimpa kaum perempuan. para aktivis Feminisme sebenarnya sedang menggugat sistem sosial dan budaya patriarkhi.

Program yang diciptakan bisa saja asal buat menyesuaikan alokasi anggaran. Perjuangan Kartini dalam membela hak-hak kaum perempuan dan perjuangannya yang fenomenal patut dikenang dan dijadikan spirit sampai kapanpun. Karena sosok Kartini adalah pejuang kesetaraan gender pertama yang pernah ada di Indonesia. nabi selalu berpesan untuk membiarkan perempuan dari kalangan musuh hidup. Ketiadaan calon perempuan dalam Pilkada Jepara kali ini patut dipertanyakan terkait keberlangsungan program pemberdayaan perempuan. Contoh sederhana adalah Nabi Muhammad yang mempunyai keberpihakan kepada perempuan. . Cara laki-laki yang berkuasa dalam menerjemahkan program terhadap perempuan rawan salah sasaran. tetapi laki-laki sebagai partner perempuan.Baru-baru ini masyarakat Kabupaten Jepara telah melaksanakan ³pesta demokrasi´-nya yaitu pemilihan kepala daerah (bupati) untuk periode 2012-2017. Harapan untuk menjadikan wajah politik berpihak kepada perempuan akan selalu ada meskipun dipegang laki-laki. wajah politiknya tampak maskulin. Ibu sebagai pintu rida Allah. Sebab sudut pandang yang melekat pada laki-laki terhadap perempuan berbeda-beda. seperti Ratu Kalinyamat sudah dikenal kolonial Belanda sebagai ratu yang ditakuti. Perempuan pendahulunya. Secara permukaan. beliau menjunjung kaum perempuan. Tiadanya perempuan terlibat dalam pencalonan dan menjadi pemimpin di Jepara kali ini tidak menyurutkan harapan . Representasi dari semangat perempuan Jepara dari zaman ke zaman seakan menemukan titik akhir untuk tampil di ruang publik sebagai pemimpin baru. Karena sensivitas gender tidak hanya datang dari perempuan sebagai pelaku. Wajah kepemimpinan laki-laki juga rawan menjadikan perempuan sebagai objek kebijakan. Dimana pelaksanaannya berlangsung pada tanggal 29 Januari 2012. Kadar sensivitasnya lebih tipis jika dibanding perempuan sebagai pihak yang mengalami. Nabi menyebutkan ibu sebagai pintu surga. Perempuan hanya ¶¶dipaksa¶¶ menjalankan program. Meskipun sebagai laki-laki. Padahal jalan terjal kiprah perempuan di ruang publik dan politik mulai dirintis sebelum kemerdekaan oleh RA Kartini. tidak dibenarkan untuk membunuh perempuan dalam peperangan. Hilangnya perempuan dari panggung politik itu juga seakan kontraproduktif dengan cerita-cerita heroik dan penuh nilai tentang perempuan Jepara. orientasi kebijakannya rawan mengarah pengarusutamaan kaumnya sendiri. Semua calon yang telah dipilih adalah laki-laki. Setiap pasukannya perang melawan musuh. Walau Kartini bukanlah sosok hero seperti Tjut Nyak Dien yang memanggul senjata dan memimpin perang melawan penjajah Belanda di Tanah Rencong. Bahkan Ratu Shima yang hidup pada abad ke-7 memimpin kerajaan Kalingga di Jepara merupakan perempuan ratu pertama di Asia Tenggara. Jenis gender Nabi Muhammad tidak menghalangi pengambilan berbagai kebijakan. Ia adalah seorang tokoh pertama pendobrak patron dan paham patriakhi dalam budaya masyarakat Jawa yang kental. Alasan apa pun. Ibu sebagai orang pertama yang dihormati dalam keluarga juga dalam masyarakat. khususnya para penggiat aktivis pembela hak-hak perempuan yaitu ketiadaan calon perempuan dalam Pilkada Jepara. tanpa ditanya skala prioritas dan kebutuhan. Namun yang menjadi perhatian masyarakat.

harapan untuk kesetaraan dan pemberdayaan tidak boleh putus. Ratu Kalinyamat. atau dikampanyekan. Harapan kepada pemimpin baru kabupaten yang mempunyai sejarah panjang kaum perempuan adalah munculnya program pemberdayaan yang nyata. Bantuan permodalan juga diperlukan agar usah kecila yang dijalankan tetap hidup.Kebijakan-kebijakan Nabi itu dapat menjadi acuan utama dalam pemerintahan untuk tetap berpegang teguh memosisikan setara perempuan. Soekarno juga pernah mengatakan bahwa kemajuan bangsa tak tercapai tanpa peran perempuan dan laki-laki yang setara. Tanpa RA Kartini. Bagaimana citra perempuan dalam politik di Asia ? 5. sehingga selalu diajak berpartisipasi memberikan masukan. semoga mempertimbangkan faktor historisi kabupaten yang dipimpinnya. Ratu Shima Jepara bukan apa-apa. Pemberdayaan perempuan dengan dorongan usaha dibutuhkan agar mereka dapat mandiri. peran. Bagaimana hambatan bagi partisipasi politik perempuan ? 7. Presiden pertama Indonesia. Bagaimana tindakan atau solusi yang harus dilakukan dalam mengatasi permasalahan peran perempuan di dalam politik ? . Akses ke publik terhadap perempuan tidak boleh dihambat. Namun. Dalam implementasi kebijakan. Agar perempuan dapat berdaya dan tidak dipandang sebelah mata sebagai sumber persoalan di masyarakat. Sejarah perempuan Jepara semoga bukan hanya manis ketika diseminarkan. B. Keduanya bersama berperan dalam bidangnya untuk memajukan bangsa dan negara. Perempuan juga harus dilibatkan dalam penentuan program yang sesuai dengan kepribadiannya. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. setelah menjadi bupati dan wakil bupati Jepara muncul langkah yang kokoh menguatkan posisi perempuan. dan hambatan bagi partisipasi perempuan serta tindakan atau solusi apa yang harus dilakukan dalam mengatasi permasalahan peran perempuan di dalam kancah perpolitikan di Indonesia. Apakah Gender itu dilihat dari pemahaman umum ? 2. Apakah perbedaan konsep Gender dan Jenis Kelamin ? 3. perempuan selalu dijadikan subjek. citra. disemboyankan. Tanpa nakhoda perempuan dalam kepemimpinan Jepara. Meskipun laki-laki yang menjadi imam bagi warga Jepara. Bagaimana partisipasi perempuan dalam politik ? 4. Dari kenyataan yang dibahas dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Pendekatan kebijakan dari atas ke bawah dihilangkan dengan mengajak yang bawah sebagai bagian pengambil kebijakan yang di atas. Selama kampanye barangkali hanya disinggung sedikit atau bahkan tidak tergarap isu keperempuanan. Tetapi mampu menjadi energi bagi pemerintahan Jepara untuk menjadi kawasan yang mempunyai sensivitas gender. Bagaimana gambaran peran perempuan dalam politik di Indonesia ? 6. maka inti persoalan yang perlu dikaji lebih dalam adalah partisipasi.

Untuk mengatahui perbedaan konsep Gender dengan Janis Kelamin. Untuk mengatahui partisipasi perempuan dalam politik. 6. 7. 2.C. BAB II . 4. Untuk mengetahui pemahaman umum tentang Gender. Untuk mengatahui hambatan bagi partisipasi politik perempuan. Untuk mengetahui tindakan atau solusi yang harus dilakukan dalam mengatasi permasalahan peran perempuan di dalam politik. Untuk mengatahui citra perempuan dalam politik di Asia. Untuk mengatahui gambaran peran perempuan dalam politik di Indonesia. Tujuan Penulisan Adapun tujuan yang diharapkan penulis dalam penulisan ini adalah sebagai berikut : 1. 5. 3.

PEMBAHASAN A. anggapan umum selalu identik dengan µperempuan¶. lokakarya. pelatihan. simposium yang memasang kata gender sudah pasti . Pemahaman Umum Tentang Gender Ketika disebut kata gender. implikasinya banyak seminar.