P. 1
Kelas12 Smk Teknik Pemeliharaan Dan Perbaikan Sistem Elektronika Peni Trisno.pdf

Kelas12 Smk Teknik Pemeliharaan Dan Perbaikan Sistem Elektronika Peni Trisno.pdf

|Views: 962|Likes:

More info:

Published by: Open Knowledge and Education Book Programs on Nov 20, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

11.2.1. Arsitektur dan Prinsip Kerja PLC

D a t a B u s

C o n t r o l B u s

A d d r e s s B u s

Input Interface

Output Interface

CPU
(Central
Processing Unit)

ROM

Programmable
Memory (RAM,
EPROM< EEPROM)

- Saklar

- Sensor

- Output mesin

- Output PLC lain

- Lampu

- Relay

- Motor
Controller

- Mesin Input

Gambar 11..2: Arsitektur PLC

Tabellen buch, Friedrich, 1998

Prinsip Kerja PLC

• Program kendali PLC akan bekerja
dengan urutan langkah seperti di-
gambarkan pada diagram alir Gam-
bar 11.3.
• Pertama, PLC melalui modul in-
putnya akan membaca sinyal ma-
sukan yang didapat dari kom-
ponen-komponen input (sensor,
saklar, output mesin, dsb) dan ter-
simpan di modul antarmuka input.
• Program kendali (misalnya seperti
gambar (ladder) akan mengen-
dalikan instruksi-instruksi untuk
mengubah sinyal input menjadi
sinyal output (sesuai instruksi) dan
menyimpannya pada modul antar-
muka output. Jadi PLC akan be-
kerja berdasarkan program kendali
tsb dan bukan karena sinyal yang
diterima dari perangkat input

Start

Semua output, timer,
bilangan dan notasu
diinisiasi

Antarmuka Input

Antarmuka Output

* Instruksi
* Instruksi
.
.
Instruksi akhir

Input

Output

Gambar 11.3: Prinsip Kerja PLC

PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC

381

• Sinyal output yang tersimpan pada antarmuka output akan
bekerja sesuai dengan instruksi yang diterimanya

11.2.2. Sistem Berbasis PLC

Prosesor PLC

Jantung dari PLC adalah prosesor PLC. Pada gambar 11-4 : Contoh
Sistem Berbasis PLC
, prosesor PLC dikelilingi oleh modul input di
bagian kiri, dan modul output di bagian kanan, serta catu daya di
bagian atas. Untuk sistem yang lebih besar, blok PLC disusun dalam
rak-rak.

Prosesor
PLC

Modul
Output PLC

Catu Daya
PLC

Modul
Input
PLC

Sambungan
ke Jaringan

Modul-2
Komunikasi dan
scanner

PLC

Modul-2 aplikasi
Khusus PLC

• S
e
n
s
o
r

S
a
k
l
a
r
• O
u

• Lampu
• Relay
• Motor
Controller
• Solenoid
Valve
• Input Mesin
• Input PLC
lain

Ethernet /IP

ControlNet
Scanner

Smart I/O
Interface

ASCII I/O
Interface

Ether

Hand held
Programmer

PC (PC)

Gambar 11.4 : Contoh Sistem Berbasis PLC

1). Backplane

Di dalam rack terdapat struktur bus (yang berfungsi sebagai
antarmuka data) dan catu daya untuk modul-modul PLC, yang disebut
backplane.

PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC

382

Gambar 11.5: PLC dengan Rak-rak

2). Prosesor dan Catu Daya

Prosesor merupakan unit pemroses sentral (CPU) yang akan me-
lakukan semua operasi logika dan melaksanakan semua komputasi
matematikal. Di dalam rack jumlah prosesor ini bisa lebih dari satu.
Prosesor bekerja dengan mendapatkan catu daya dari modul Catu
Daya PLC.

3). Perangkat Pemrograman

Perangkat ini terhubung dengan prosesor, dan digunakan untuk
memasukkan program, men-down load program atau untuk meng-edit
program yang telah ada di dalam PLC. Perangkat pemrogram dapat
berupa PC (Personal Computer) atau pemrogram Handheld
(Gambar hal 14)

Gambar 11.6: Perangkat
Pemrogram (handheld)

PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC

383

4). Input dan output interface

Perangkat ini dapat berupa modul khusus atau fixed (menjadi bagian
dari satu unit sistem PLC). Jumlah port I/O untuk setiap PLC adalah
tetap (tidak dapat diubah-ubah) untuk setiap model (8, 14, 20, 40 dsb).

Input interface membentuk link antara prosesor PLC dengan
komponen atau perangkat dari luar yang digunakan untuk mengukur
besaran-besaran fisik melalui sensor, misalnya panas, tekanan, dsb
atau perangkat on/off, misalnya saklar. Komponen-komponen input
tsb biasanya disebut field devices. Modul-modul input PLC juga dapat
berfungsi sebagai pengkondisi sinyal, yaitu mengubah berbagai level
tegangan menjadi tegangan DC 0 hingga 5 V yang diperlukan oleh
prosesor PLC. Modul input interface terdiri dari:

a) Modul Input DC (Current Sinking),
b) Modul Input DC (Current Sourcing),
c) Modul Input AC/DC

Output interface membentuk link antara prosesor PLC dengan
komponen atau perangkat atau sistem dari luar. Modul output
interface terdiri dari:

a) Modul Output DC (Current Sinking)
b) Modul Output DC (Current Sourcing)
c) Modul Output AC
d) Modul Output Relay

11.2.3.INPUT INTERFACE

a) Modul Input DC (Current Sinking)

Modul Input Sinking merupakan modul yang mengalirkan arus ke
dalam terminal input modul, jika input diaktifkan. Oleh karena itu, arus
mengalir keluar dari komponen input (sensor, saklar, dan sebagainya).
Jadi komponen-komponen input tsb dalam hal ini berfungsi sebagai
sumber arus (Current Sourcing), dimana masing-masing komponen
mempunyai sebuah titik pengukuran bersama (common). Sedangkan
modul input mempunyai sebuah common tunggal.

PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC

384

Catu Daya DC

Komponen
Sourcing atau
kontaktor

Sinking
Module
input

Modul
input

Modul
input

Modul
bersama

Komponen
bersama

Komponen
output

Arah arus

Arah arus

Komponen
berama

Komponen
output

Komponen
Sourcing atau
kontaktor

+ -

Arah arus

Gambar 11.7a: Modul Input DC (current Sinking)

b) Modul Input DC (Current Sourcing)

Modul-modul input sourcing mengalirkan arus keluar dari terminal
input menuju komponen input, jika input diaktifkan. Jadi, komponen-
komponen input, dalam hal ini berfungsi sebagai komponen yang
menerima arus (current sinking). Oleh karena itu, sinyal pada terminal
komponen input akan dialirkan ke ground, jika input diaktifkan.

Catu Daya DC

Komponen
Sinking atau
kontaktor

Sourcing
Module
input

Modul
input

Modul
input

Modul
bersama

Komponen
bersama

Komponen
output

Arah arus

Arah arus

Komponen
berama

Komponen
output

Komponen
Sinking atau
kontaktor

+

-

Arah arus

Gambar 11.7b: Modul Input DC (Current Sourcing)

PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC

385

c) Modul Input AC/DC

Modul ini dapat menerima/ mengirimkan arus (arus bisa keluar atau
masuk ke terminal input), secara bergantian setiap setengah siklus.
Interface atas akan bekerja sebagai sumber arus atau penerima arus.
Interface bawah digunakan untuk output sensor atau saklar dengan
sumber AC.

Gambar 11.7c: Modul Input AC/DC (Current Sourcing)

~

Catu
Daya DC

Komponen
Sorcing atau
Sinking

Modul Input
AC/DC

Modul
input

Modul
bersama

Modul
input

Modul
bersama

Komponen
bersama

Komponen
output

Arah arus sinking
atau Sourcing

Komponen
bersama

Perangkat-luar
AC

-

- +

+

Catu Daya AC

atau

PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC

386

11.2.4.OUTPUT INTERFACE

a) Modul Output DC (Current Sinking)

Catu Daya DC

Perangkat
Sourcing /
aktuator

Sinking
Module output

Modul
output

Modul
output

Modul
bersama

Komponen
bersama

Komponen
intput

Arah arus

Arah arus

Komponen
bersama

Komponen
input

Perangkat
Sourcing /
aktuator

+ -

Arah arus

Gambar 11.8a: Modul Output DC (Current Sinking)

Beban

Beban

b) Modul Output DC (Current Sourcing)

Modul ini mengalirkan arus keluar dari terminal output menuju aktuator.
Komponen output berfungsi sebagai penerima arus (Current Sinking). Semua
common dari komponen output dihubungkan ke sisi negatif catu daya DC,
sedangkan terminal common dari modul dihubungkan ke sisi positif catu
daya.

Catu Daya DC

Perangkat
Sinking/aktuator

Sourcing
Module output

Modul
output

Modul
output

Modul
bersama

Komponen
bersama

Komponen
intput

Arah arus

Arah arus

Komponen
bersama

Komponen
input

Perangkat
Sinking/aktuator

+

-

Arah arus

Gambar 11.8b: Modul Output DC (Current Sourcing)

Beban

Beban

PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC

387

c) Modul Output AC

Modul ini menghubungkan tegangan AC pada aktuator bertipe AC dan
tidak pernah disebut sebagai sumber arus atau penerima arus output.
Sumber AC dihubungkan antara common modul dan komponen output
AC. Modul AC dapat digunakan pada semua aktuator tipe AC jika
tegangannya sesuai.

Modul Output
AC

Modul
output

Modul
bersama

Perangkat luar /
Aktuator

Komponen
bersama

Perangkat
Output

~

Beban

Catu Daya AC

Gambar 11.8c: Modul Output AC

d) Modul Output Relay

Modul ini mempunyai kontak relay Normally Open (N.O) untuk setiap port,
yang memungkinkan dialiri arus beban yang lebih besar, yang dapat
menggerakkan komponen output DC maupun AC. Blok diagram interface
modul output relay ditunjukkan oleh Gambar 12-8d.

PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC

388

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->