Daftar Isi

i

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

BAHASA DAN SASTRA

INDONESIA
Untuk SMK Kelas XII
Penulis Ilustrasi, Tata Letak Perancang Kulit Sumber Gambar Kulit : : : :

3

Siswasih Kanen M. Ridwan Agus Safitri, Marina Oric Nugroho Jati Adhie Fotografi

Ukuran Buku

:

21 x 29,7 cm

410 SIS b

SISWASIH Bahasa dan Sastra Indonesia 3: untuk SMK/MAK kelas XII/Siswasih, Kanen Ridwan: — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. viii, 110 hlm.: ilus.; 30 cm. Bibliografi : hlm. 108-109 Indeks ISBN 979-460-877-8 1. Bahasa Indonesia-Studi Pengajaran II. Ridwan, Kanen. M I. Judul

Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit PT Galaxy Puspa Mega .

Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 Diperbanyak oleh ...

ii

Daftar Isi

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Juli 2008 Kepala Pusat Perbukuan

iii

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Dalam kehidupan manusia, bahasa memegang peranan penting. Peranan penting bahasa antara lain sebagai alat komunikasi, alat pemersatu, dan penerus pengetahuan manusia. Adanya bahasa memungkinkan manusia saling berkomunikasi dan berhubungan. Komunikasi dengan bahasa memungkinkan manusia menjadi saling mengenal, memahami, dan menghargai satu sama lain. Dengan bahasa pula manusia dapat menjalin hubungan dan kerja sama satu dengan yang lain. Secara singkat dapat dinyatakan bahwa tanpa bahasa, manusia tidak mungkin bersatu dan maju. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini pun tidak terlepas dari peranan bahasa. Bagaimana hal itu dapat dijelaskan? Dengan bahasa, manusia merumuskan ideide yang dimilikinya dan diteruskan dan dipelajari oleh orang lain. Dengan kata lain, bahasa memungkinkan kita manusia dapat saling berbagi pengalaman dan belajar satu dengan yang lain. Dengan demikian, bahasa menjadi sarana yang sangat penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam konteks seperti itulah, maka Pendidikan Bahasa Indonesia diselenggarakan dari tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, diharapkan putra-putri Indonesia sanggup untuk menjalin persatuan di antara anak bangsa Indonesia serta dapat berperan serta dalam memajukan ilmu pengetahuan. Hal itu secara konkret lagi dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sesuai dengan KTSP, pembelajaran Bahasa Indonesia mempunyai tujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut: 1) Meningkatkan kemampuan peserta didik untuk mencapai tingkat kualifikasi unggul; 2) Menerapkan kompetensi berbahasa Indonesia secara baik dan benar pada mata pelajaran lainnya; 3) Meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efisien dan efektif, baik lisan maupun tertulis; dan 4) Meningkatkan kemampuan memanfaatkan berbahasa Indonesia untuk bekerja. Adapun kompetensi yang hendak dicapai ialah berkomunikasi dalam bahasa Indonesia sesuai dengan tingkat masing-masing. Mengingat bahasa bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga sikap dan keterampilan, maka materi dalam buku ini mencakup pengetahuan dan keterampilan. Karena itu, siswa diharapkan aktif mengerjakan tugas-tugas latihan yang ada supaya semakin terampil dalam berbahasa Indonesia. Buku ini berisi lima kompetensi dasar sebagai berikut: 1) menyimak untuk memahami secara kreatif teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana; 2) mengapresiasi secara lisan teks seni bebahasa dan teks ilmiah sederhana; 3) menulis proposal untuk kegiatan ilmiah sederhana; 4) menulis surat dengan memerhatikan jenis surat; dan 5) menulis laporan ilmiah sederhana. Perlu diperhatikan oleh siswa, kelima kompetensi dasar yang ada pada buku ini harus dikuasai dengan baik. Mengapa? Karena kompetensi dasar tersebut sangat bermanfaat dalam memasuki dunia kerja. Keunggulan buku ini terletak pada kelengkapan materi dan latihan untuk masing-masing modul atau bab. Selain itu kali menyediakan rangkuman untuk membantu siswa dalam mengulang kembali bab yang telah dipelajari. Di bagian akhir buku, kami sediakan juga glosarium dengan maksud untuk memperkaya wawasan dan perbendaharaan kata, indeks, dan daftar pustaka. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang langsung maupun tidak langsung membantu terwujudnya buku ini. Semoga usaha kami ini berguna khususnya bagi para guru dan siswa SMK serta semua pihak yang mencintai bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa pemersatu bangsa. Selamat belajar berbahasa Indonesia yang baik dan benar!

Jakarta, Juli 2008

iv

Daftar Isi

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Standar Kompetensi Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana Kode A

Standar Kompetensi Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Madya Kode B

Kompetensi Dasar 3. 1 Standar Kompetensi Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Unggul Kode C 3. 2 Menyimak untuk memahami secara kreatif teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana Mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana Menulis proposal untuk kegiatan ilmiah sederhana Menulis surat dengan memperhatikan jenis surat Menulis laporan ilmiah sederhana

3. 3

3. 4 Anda berada di sini 3. 5

v

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Kata Sambutan ...................................................................................................................... Kata Pengantar ...................................................................................................................... Peta Kedudukan Modul .......................................................................................................... Daftar Isi ................................................................................................................................

iii iv v vi

Modul Kode C Semester 5 Pembelajaran 1

Menyimak untuk Memahami secara Kreatif Teks Seni Berbahasa dan Teks Ilmiah Sederhana

Pendahuluan ....................................................................................................................... Cek Kemampuan ................................................................................................................... 1.1 Menyimak untuk Mengapresiasi ................................................................................... 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.2.1 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.3.4 1.4 1.4.1 Menyimak untuk mengapresiasi Sastra ........................................................... Menilai Karya Sastra ....................................................................................... Menyimak Kutipan Novel .................................................................................. Membandingkan Teks Sastra dan Teks Ilmiah .................................................. Mengungkapkan Unsur-unsur Karya Sastra ..................................................... Menganalisis Prosa ......................................................................................... Teks Cerpen ..................................................................................................... Mengapresiasi Cerpen ..................................................................................... Mengasosiasikan Karya dengan Penulisnya ....................................................

1 1 2 2 3 3 6 6 8 8 12 13 16 19 19 20 21

1.2 Membaca untuk Membandingkan ................................................................................ Berbicara untuk Mengungkapkan .............................................................................

Menulis ........................................................................................................................

Rangkuman .......................................................................................................................... Tes Akhir Pembelajaran 1 ..................................................................................................

Pembelajaran

2

Mengapresiasi Secara Lisan Teks Seni Berbahasa dan Teks Ilmiah

Pendahuluan ....................................................................................................................... Cek Kemampuan ................................................................................................................... 2.1 Menyimak untuk Membandingkan ............................................................................ 2.1.1 2.1.2 2.1.3 Menyimak Teks Sastra .................................................................................... Menyimak Teks Ilmiah ..................................................................................... Gaya Bahasa (Majas) ......................................................................................

23 23 24 24 25 27

vi

Daftar Isi

2.1.4 2.2 2.2.1 2.2.2 2.3 2.4 2.3.1 2.4.1

Peribahasa ...................................................................................................... Membaca Teks Sastra ..................................................................................... Memberi Komentar .......................................................................................... Membandingkan Teks ...................................................................................... Menulis Kelanjutan Cerpen ..............................................................................

32 33 33 35 36 36 38 38 40 42

Membaca Sastra .........................................................................................................

Berbicara untuk Membandingkan ............................................................................ Menulis Cerpen ..........................................................................................................

Rangkuman .......................................................................................................................... Tes Akhir Pembelajaran 2 ..................................................................................................

Pembelajaran

3

Menulis Proposal untuk Kegiatan Ilmiah Sederhana

Pendahuluan ....................................................................................................................... Cek Kemampuan ................................................................................................................... 3.1 3.2 3.3 Menyimak Program Kerja .......................................................................................... 3.1.1 3.2.1 3.3.1 3.3.2 3.4 3.4.1 Menyimak Program Kerja ................................................................................ Membaca Proposal .......................................................................................... Bahasa Proposal ............................................................................................. Unsur-unsur Proposal ...................................................................................... Menyusun Proposal sesuai Keahlian Masing-masing ....................................... Membaca Proposal .................................................................................................... Berbicara ....................................................................................................................

45 45 46 46 47 47 49 49 49 50 50 51 52

Menulis Proposal ........................................................................................................

Rangkuman .......................................................................................................................... Tes Akhir Pembelajaran ..................................................................................................... Modul Kode C Semester 6 Pembelajaran 4

Menulis Surat dengan Memerhatikan Jenis Surat Pendahuluan ...................................................................................................................... Cek Kemampuan .................................................................................................................. 4.1 Menyimak Surat ......................................................................................................... 4.1.1 4.1.2 Pengertian Surat .............................................................................................. Jenis-jenis Surat .............................................................................................. 55 55 56 56 56 62 62 64 65

4.2 Membaca Surat .......................................................................................................... 4.2.1 4.2.2 4.2.3 Penggunaan Bahasa dalam Surat Dinas .......................................................... Membaca Surat Edaran ................................................................................... Membaca Surat Undangan ...............................................................................

vii

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

4.3 Berbicara untuk Menjelaskan ................................................................................... 4.3.1 4.3.2 Menjelaskan Surat Niaga ................................................................................. Nota Dinas dan Memo .....................................................................................

66 66 71 74 74 74 76 77 82 83 86

4.4 Menulis Surat .............................................................................................................. 4.4.1 4.4.2 4.4.3 4.4.4 4.4.5 Menulis Surat Izin/Permohonan ....................................................................... Menulis Surat Lamaran Kerja ........................................................................... Menulis Surat Balasan Lamaran Kerja ............................................................. Menulis Surat Perjanjian .................................................................................. Menulis Surat Kuasa .......................................................................................

Rangkuman ......................................................................................................................... Tes Akhir Pembelajaran 4 .................................................................................................

Pembelajaran

5

Menulis Laporan Ilmiah Sederhana

Pendahuluan ...................................................................................................................... Cek Kemampuan .................................................................................................................. 5.1 Menyimak Laporan .................................................................................................... 5.1.1 5.1.2 Menyimak Laporan .......................................................................................... Pengertian, Fungsi, dan Sifat Laporan .............................................................

89 89 90 90 91 92 92 92 93 94 94 95 95 96 96 97 99

5.2 Membaca Laporan ..................................................................................................... 5.2.1 5.2.2 5.2.3 Memahami Gaya Penulisan Laporan ................................................................ Memahami Sistematika Laporan Formal .......................................................... Merumuskan Topik dan Judul ...........................................................................

5.3 Berbicara .................................................................................................................... 5.3.1 Merencanakan Kerangka Laporan ....................................................................

5.4 Menulis Laporan ......................................................................................................... 5.4.1 5.4.2 5.4.3 Menulis Laporan Kegiatan ................................................................................ Menulis Laporan Perjalanan ............................................................................. Menulis Laporan Wawancara ...........................................................................

Rangkuman ......................................................................................................................... Tes Akhir Pembelajaran 5 .................................................................................................

Evaluasi Akhir ..................................................................................................................... 101 Glosarium ............................................................................................................................ 106 Daftar Pustaka .................................................................................................................... 118 Indeks .................................................................................................................................. 110

viii

Pendahuluan :
Setelah kalian menjalani proses pembelajaran pada tingkat madya di kelas XI, tentu kemampuan kalian dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar semakin meningkat. Kini kalian memasuki pembelajaran pada tingkat unggul. Pada tingkat unggul ini kalian akan semakin dipacu untuk bisa berkomunikasi dengan baik dalam menggunakan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, pada pertemuan awal ini, kalian akan diajak untuk menyimak dan memahami secara kreatif teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana dengan cara menyebutkan makna apresiasi dan menilai sebuah karya sastra. Kedua, melalui kegiatan membaca kalian diajak untuk bisa menganalisis makna kata denotatif dan konotatif dalam teks ilmiah dan membandingkannya dengan teks sastra. Ketiga, melalui kegiatan berbicara kalian diharapkan bisa mengemukakan pesan yang tersirat dalam cerpen yang dibacakan. Selain itu, kalian juga diharapkan bisa mengungkapkan unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam cerpen yang dibaca. Keempat, melalui kegiatan menulis kalian akan diajak untuk mengasosiasikan karya sastra dan teks ilmiah yang dibacakan dengan konteks kehidupan nyata. Akhirnya, selamat belajar dan sukseslah selalu. Namun sebelumnya, sebaiknya kalian melakukan cek kemampuan terlebih dulu.

Cek Kemampuan
Berilah tanda ( No 1. 2. 3. 4. 5. 6. ) pada kolom Ya atau Tidak yang tersedia sesuai dengan apa yang kalian pahami! Pertanyaan Bisakah kalian menyebutkan makna apresiasi? Dapatkah kalian menilai sebuah karya sastra? Mampukah kalian menganalisis makna kata denotatif dan konotatif dalam teks ilmiah dan mambandingkannya dengan teks sastra? Setelah sebuah cerpen dibacakan, dapatkah kalian mengemukakan pesan yang tersirat di dalam cerpen tersebut? Setelah membaca cerpen, bisakah kalian mengungkapkan unsur intrinsik dan ekstrinsik yang ada di dalamnya? Mampukah kalian mengasosiasi karya sastra atau teks ilmiah yang dibacakan dengan konteks kehidupan nyata? Ya Tidak

Apabila kalian menjawab “Tidak” pada salah satu pertanyaan di atas, pelajarilah materi tersebut pada modul ini. Apabila kalian menjawab “Ya” pada semua pertanyaan, lanjutkanlah dengan mengerjakan aktivitas-aktivitas dan tes akhir pembelajaran yang ada pada modul ini.

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Pada awal kelas XII ini, kalian akan dihadapkan pada pembahasan yang berhubungan dengan sastra. Sastra merupakan salah satu bentuk tulisan kreatif yang kadang memberikan hal-hal yang bersifat luar biasa, baik dari segi unsur intrinsik maupun ekstrinsik. Ingatkah Anda dengan kemunculan novel Saman karya Ayu Utami dan novel Supernova karya Dee (Dewi Lestari)? Dua novel itu memberikan sumbangan besar bagi dunia sastra Indonesia.

pretasi atau penafsiran terhadap karya sastra serta menyusun argumen berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. 5. Tahap aplikasi atau penerapan

1.1.1

Menyimak untuk Mengapresiasi Sastra

Segala nilai, ide, wawasan yang diserap pada tahap-tahap terdahulu diinternalisasi dengan baik, sehingga masyarakat penikmat sastra dapat mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan apresiasi sastra diartikan sebagai suatu proses mengenal, menikmati, memahami, dan menghargai suatu karya sastra secara sengaja, sadar, dan kritis sehingga tumbuh pengertian dan penghargaan terhadap sastra. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sastra adalah: 1) 2) bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.

Apresiasi sastra merupakan salah satu bentuk reaksi kinetik dan reaksi verbal seorang pembaca terhadap karya sastra yang didengar atau dibacanya. Kata apresiasi diserap dari kata bahasa Inggris appreciation yang berarti penghargaan. Apresiasi sastra berarti penghargaan terhadap karya sastra. Apresiasi sastra berusaha menerima karya sastra sebagai sesuatu yang layak diterima dan mengakui nilai-nilai sastra sebagai sesuatu yang benar. Penghargaan terhadap karya sastra ini dilakukan melalui proses bertahap. 1. Tahap mengenal dan menikmati

Pada tahap ini, kita berhadapan dengan suatu karya. Kemudian kita mengambil suatu tindakan berupa membaca, melihat atau menonton, dan mendengarkan suatu karya sastra. 2. Tahap menghargai

Pada tahap ini kita merasakan manfaat atau nilai karya sastra yang telah dinikmati. Manfaat di sini berkaitan dengan kegunaan karya sastra tersebut. Misalnya memberi kesenangan, hiburan, kepuasan, serta memperluas wawasan dan pandangan hidup. 3. Tahap pemahaman

Sastra dalam pengertian umum adalah karya tulis yang merupakan ungkapan pengalaman manusia melalui bahasa yang mengesankan. Dalam sastra terkandung ide, pikiran, perasaan, dan pengalaman yang khas manusiawi, serta diungkapkan dengan bahasa yang indah. Jakob Sumardjo mengatakan bahwa sastra memiliki badan dan jiwa. Jiwa sastra berupa pikiran, perasaan, dan pengalaman manusia. Badannya berupa ungkapan bahasa yang indah. Karya sastra mempunyai tiga ciri yang melekat padanya. 1) Sastra itu memberikan hiburan. Dalam lubuk hati manusia terpatri kecintaan akan keindahan. Manusia adalah makhluk yang suka keindahan. Karya sastra adalah ekspresi dari keindahan itu. Karena itu, karya sastra yang baik selalu menyenangkan untuk dibaca. Sastra menunjukkan kebenaran hidup manusia. Dalam karya sastra terungkap berbagai pengalaman hidup manusia: baik-buruk, benar-salah, menyenangkan-menyedihkan, dan sebagainya. Karena itu, manusia lain dapat memetik pelajaran dari karya sastra tersebut.

Pada tahap ini kita melakukan tindakan meneliti serta menganalisis unsur-unsur yang membangun karya sastra, baik unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsiknya. Akhirnya kita menyimpulkan karya sastra tersebut. Apakah karya sastra tersebut termasuk baik atau tidak, bermanfaat atau tidak bagi masyarakat sastra? 4. Tahap penghayatan

2)

Pada tahap ini kita membuat analisis lebih lanjut dari tahap sebelumnya, kemudian membuat inter-

2

Pembelajaran 1 - Kompetensi Dasar 3.1

3)

Sastra melampaui batas bangsa dan zaman. Nilai-nilai kebenaran, ide atau gagasan dalam karya sastra yang baik bersifat universal sehingga dapat dinikmati oleh bangsa mana pun. Karya sastra yang baik juga dapat menerobos batas-batas waktu. Artinya, karya sastra tersebut tetap relevan sepanjang zaman.

dang nih, tanya hatinya lagi. Tapi pesan akhir di nota itu jelas betul. “Jangan lupa ya, Har. Jam satu, ruang tunggu Phoenix.” Harimurti di belakang mejanya membalik-balik tumpukan kertas-kertas naskah yang sudah bersih, siap untuk dicetak. Tetapi pikirannya tidak di situ. Masih menjadi pikiran benar nota kecil dari bosnya itu. Undangan makan siang itu dirasanya aneh dan sangat tiba-tiba. Aneh, karena meskipun dia seorang anggota redaksi cukup senior, tetapi tidak cukup tinggi dan dekat dengan Maryanto yang di kantor Penerbit Mulia Mutu yang bergengsi itu dianggap sebagai dewa yang kedudukannya jauh tinggi di awan, yang nyaris terjangkau oleh redaktur setaraf Harimurti. Namun, itu tidak berarti bahwa Harimurti adalah redaktur papan bawah yang jarang masuk hitungan Maryanto. Harimurti tahu pekerjaannya dinilai baik oleh atasan-atasannya dan Maryanto tidak asing dengan pekerjaan Harimurti. Itu Harimurti tahu. Namun begitu, undangan siang itu tetap dianggapnya istimewa dan aneh. Di Phoenix mereka duduk menghadap jendela yang lebar yang memberinya pencakar langit Jakarta yang diselimuti kampung-kampung kumuh para migran pedalaman. “Kita mulai dengan Bintang dingin dulu, ya? Mau bir, kan?” “Saya jus jeruk manis saja.” “E ... lho! Redaktur senior kok... Okelah. Tapi makannya saya yang pilih. Kita mulai dengan sup kepiting pedas, lantas udang besar pedas, tahu dengan sayur pedas, nasi putih. Semua serba pedas. Wong masakan Szechuan, kok. Cukup, ya? Makan siang jangan kebanyakan, nanti mengantuk.” Harimurti mengangguk. Kan kamu yang mentraktir, gumam Harimurti dalam hati. Waktu minuman dan makanan sesudah itu dihidangkan di meja, mereka meneguk dan melahapnya dengan penuh selera. Maryanto, meskipun menjamu bawahan, bersikap rileks dan ramah tanpa beban layaknya seorang bos perusahaan penerbit yang besar. Maka Harimurti pun merasa rileks juga sikapnya. Semua lelucon bosnya ditanggapi dengan hangat, sampai tibatiba Maryanto memutus percakapan yang hangat itu dan menggesernya dengan “Begini, Har” yang serius sekali. Maryanto lantas menceritakan bahwa seminggu sebelumnya dia dikunjungi oleh seorang kawan lamanya yang sekarang menjadi

1.1.2

Menilai Karya Sastra

Baik tidaknya sebuah karya sastra ditentukan oleh tiga norma atau nilai yang menjadi cirinya, yaitu norma estetika, sastra, dan moral. a. Norma Estetika 1. Karya itu mampu menghidupkan atau memperbarui pengetahuan pembaca, menuntunnya melihat berbagai keindahan. 2. Karya itu mampu membangkitkan aspirasi pada pembaca untuk berpikir dan berbuat lebih banyak dan lebih baik bagi penyempurnaan kehidupan. 3. Karya itu mampu memperlihatkan peristiwa kebudayaan, sosial, keagamaan, atau politik dalam kaitan dengan seni dan keindahan. b. Norma Sastra 1. Karya itu mampu merefleksikan kebenaran hidup manusia. 2. Karya itu mempunyai daya hidup tinggi yang senantiasa menarik bila dibaca kapan saja. 3. Karya itu menyuguhkan kenikmatan, kesenangan, dan keindahan karena strukturnya yang tersusun bagus dan selaras. c. Norma Moral Karya itu menyajikan, mendukung, dan menghargai nilai-nilai kehidupan yang berlaku.

1.1.3

Menyimak Kutipan Novel

Berikut ini disajikan kutipan novel Jalan Menikung karya Umar Kayam. Salah seorang teman kalian atau guru kalian membacakan kutipan novel tersebut dan siswa yang lain menyimak dengan saksama! Harimurti Waktu Harimurti kembali dari kamar korektor, di meja kamarnya dilihatnya ada pesan dari Maryanto, pemimpin redaksi, yang mengajaknya makan siang di Phoenix, sebuah restoran Cina gaya Szechauan yang mewah di bilangan Kota. Wah, kok tumben betul Bos mengajak saya ke tempat itu, gumamnya. Apa tidak salah mengun-

3

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Gambar 1.1 Sampul depan novel Jalan Menikung karya Umar Kayam.

seorang perwira tinggi intel. Perwira intel tersebut kemudian langsung menegurnya, karena dia sudah alpa, bahkan teledor tidak melaporkan kepada Pengawas Keamanan Negara bahwa salah seorang staf redaksinya yang senior masuk dalam kategori “tidak bersih diri” dalam waktu yang cukup lama dalam perusahaan yang dia pimpin. “Ini bisa dinilai sebagai satu pelanggaran yang serius sekali,” katanya. “Waktu saya tanyakan siapa yang dia maksud dengan redaktur senior saya yang tidak bersih diri, maka dia menyebut namamu, Har.” Harimurti mendengarkan kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Maryanto dengan tenang, meskipun di dalam dadanya dia merasakan degup jantungnya berjalan lebih keras lagi. Kemudian, “Bagaimana pendapatmu, Har?” “Bukankah saya sudah dibebaskan dari tahanan bertahun-tahun yang lalu, bahkan jauh sebelum saya kawin. Dan, yang lebih penting lagi, saya sudah dijamin oleh almarhum pakde saya, seorang kolonel Angkatan Darat, Pak.” “Ya, itu saya tahu semua. Bahkan, karena itu kamu kami terima di perusahaan kami. Tapi, kawan saya, sang intel, itu tidak mau tahu. Semua file harus diperiksa dan ditinjau kembali. Katanya, “Kami tidak mau kecolongan lagi.” Dia memperingatkan saya, sebagai kawan, katanya, untuk jangan ragu-ragu memecat kamu dan membuangmu jauh-jauh dari perusahaan kita. Kalau tidak....” Maryanto menarik napasnya panjangpanjang. Harimurti mendengarkan cerita Maryanto tetap dengan tenang meskipun hatinya mulai memben-

tuk berbagai kaledoskop dari berbagai pecahan dan kepingan kenangan dan kemungkinan hari depan. Dia melihat, misalnya, almarhum bapak dan ibunya berdiri di kejauhan melambaikan tangan mereka dan tersenyum. Kemudian almarhumah pacarnya, Gadis, yang meninggal ketika melahirkan bayi kembarnya, di rumah tahanan. Kemudian, tempat tahanan dia sendiri. Apakah cerita Maryanto yang disampaikan kepadanya itu suatu pertanda bahwa dia akan harus mengulangi penderitaan seperti itu lagi? Apakah penderitaan itu bagian dari suatu siklus besar penderitaan juga? Apakah itu termasuk kepercayaan kejawen orang Jawa? Dia mulai melihat juga Eko yang waktu itu sedang belajar di tingkat sophomore suatu college kecil di negara bagian Connecticut, Amerika Serikat. Eko, anaknya dari perkawinannya dengan Suli atau Sulistianingsih, sepupu jauh dari pihak almarhumah ibunya, 20 tahun yang lalu. Bagaimana hari depan anak tunggalnya itu? “Kalau tidak saya ikuti anjuran teman saya perwira tinggi intel itu, Har, perusahaan kita akan terpaksa ditutup.” Harimurti sudah siap dengan kalimat terakhir bosnya itu. “Baik, saya akan mengundurkan diri, Pak.” “Terima kasih, Har. Kau tidak hanya menyelamatkan saya, tetapi beratus periuk nasi pekerja perusahaan ini. Terima kasih, Har.” Waktu mereka keluar dari Restoran Phoenix, ternyata di luar hujan gerimis turun. Harimurti menolak tawaran bosnya untuk naik mobilnya. Dia memilih berjalan kaki dulu, mlipir-mlipir jalan berpembawaan luwes dan santai sepanjang tritisan toko-toko. Tidak dirasanya ada seekor anjing kurus mengikutinya. Waktu umur Harimurti mendekati empat puluh tahun, orang tuanya mengingatkannya bahwa dia sudah cukup tua untuk membangun keluarga. “Kau toh tidak dapat terus-menerus larut dalam kesedihan masa lampaumu, Har. Bagaimanapun hidup akan harus kaujalani terus. ”Harimurti mendesah dalam hati. Orang tua yang selalu baik hati. Bagaimanapun ucapanmu itu sudah merupakan klise yang berulang kali, beribu kali diucapkan oleh beribu orang tua di seluruh muka bumi, aku tetap akan menerimanya tanpa rasa bosan dan jengkel. Karena saya tahu tidak terlalu banyak persediaan harapan yang tersisa bagi anak tunggalmu ini pada hari-hari kalian yang sudah

www.goggle.rifqiblog_files_wordpress_com2008-04-umar-kayam_jpg.mht

4

Pembelajaran 1 - Kompetensi Dasar 3.1

semakin menipis ini. Pada suatu ketika, sekian tahun yang lalu, tahun-tahun prahara itu, kalian sudah hampir memiliki anak menantu, bahkan juga cucu kembar yang dalam sekali renggut telah dijemput maut di dalam penjara. Kalian menghiburku untuk selalu tawakal dan pasrah kepada Gusti Allah, untuk menerima semua cobaan itu. Dan saya menerima kesabaran dan kasih sayang kalian, bersama Lantip, menjalani tahun-tahun pendewasaan kami. Lantip, anak pungut kalian yang nyaris sempurna kebaikan hatinya, melewatkan tahun-tahun nyaris mulus tanpa suatu gejolak yang berarti hingga sempat ber-keluarga dengan Halimah, bunga Pariaman bagi keluarga kita yang ikut menyiram kegembiraan dan kebahagiaan di hari-hari tuamu. Sedang aku, hanya mendatar tanpa tanjakantanjakan yang berarti, meskipun bukannya tanpa bersyukur dapat mencapai kedudukanku dalam perusahaan penerbitan ini, berkat koneksi mitra usaha Tommi yang memiliki seorang paman, Maryanto, purnawirawan brigjen yang berusaha dalam dunia penerbitan. Oh, saya tidak mengeluh tentang perjalanan hidup yang saya jalani. Bahkan, boleh dibilang saya cukup mensyukuri nasibku. Hidup adalah satu mangkuk penuh dengan macam-macam buah cherry. Ada yang manis, ada yang kecut, ada yang hampir busuk. Maka kita akan selalu untunguntungan dalam mencopot buah cherry itu. Begitu kata orang di Amerika sana. Life is but a bowl of cherries... . Pokoknya, aku boleh dibilang okelah ... . “Begini, Hari. Kamu masih ingat Suli, kan?” “Suli yang mana, Bu?” “Kok Suli yang mana! Suli kita ya cuma satu. Itu, lho. Sulistianingsih, putri tunggal Tante Nunung, sepupu Ibu.” “Yang mana sih, Bu?” “Kamu itu memang payah kok, Hari. Tidak pernah kenal keluarga kita. Keluarga itu kan penting. Kalau ada apa-apa kan keluarga kita juga, to, yang kita mintai tolong. Kami, kamu, kan pernah mengalami itu semua. Maka itu selalu diusahakan, to, ingat keluarga.” “Ya sudah. Terus bagaimana dengan Mbak atau Dik atau, bahkan, Tante Suli itu?” “Nah, kamu kan mau main potong saja, kan?” “Hari, mbok kamu yang sabar mendengarkan

cerita ibumu.” “Ya, Pak.” “Begini lho, anakku lanang yang bagus. Kamu itu sebentar lagi akan empat puluh tahun, to?” “Lha iya, Bu. Terus bagaimana?” Ini lho, Suli yang sesungguhnya abu-nya lebih tua dari kamu, tapi umurnya kira-kira lima tahun lebih muda dari kamu. Anaknya cantik, sedep, dan cerdas, terpelajar. Wong tamat IKIP.” “Lantas?” “Kok lantas? Ya, bapakmu dan ibumu ini sudah sepakat kalau kamu ya dijodohkan dengan Suli.” “Kok Bapak dan Ibu enak saja mau menjodohkan Suli sama saya. Apa anaknya sudah ditanya?” “Heh, heh, heh. Yang penting itu kamu bersedia kawin apa tidak? Ini lho fotonya!” Harimurti mengamati foto yang diberikan ibunya. Dilihatnya ada gambar seorang perempuan muda yang bermata besar dan cerdas sedang tersenyum lebar. “Boleh juga,” gumam Harimurti. “Benerannya hitam atau kuning langsat, Bu?” Hardoyo, bapak Harimurti, tertawa. “Heh, heh, heh. Ternyata kamu rasis juga. Menganggap warna kulit penting juga.” “Lho, saya dengar Suli punya sedikit darah Cina di tubuhnya. Embah putrinya atau apanya itu dikabarkan pernah jadi simpanan babah kaya? Hardoyo dan istrinya dengan wajah sangat terkejut saling memandang muka masing-masing. Harimurti dengan tenang saja melontarkan kata-

Gambar 1.2 Umar Kayam, sastrawan pertama yang berhasil menghubungkan dunia kreatif seniman dengan dunia intelektual

5

www.goggle.rifqiblog_files_wordpress_com2008-04-umar-kayam_jpg.mht

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

katanya itu. Hardoyo memandang putranya dengan wajah sedikit tegang. “Dari mana kau dengar cerita itu. Rupanya kamu sudah lama dengar kabar bohong, bahkan fitnah tentang keluarga sepupu ibumu, ya? Jangan sekali-kali kamu percaya kabar bohong itu.” “Kenapa kau buka pengetahuanmu tentang Suli

pada hari ini, pada waktu bapak dan ibumu mau menjodohkan kamu dengan Suli, he?” Sekarang Harimurti menyesali dirinya karena sudah terlalu enteng berbicara dengan calon jodohnya itu. Dengan cepat dirangkul dan dicium ibunya dan mohon maaf atas kata-katanya yang telah merisaukan bapak dan ibunya itu. ...........................................................

Setelah kalian menyimak pembacaan kutipan novel Jalan Menikung, kerjakan soal berikut dalam buku tugasmu! A. Buatlah penilaian berdasarkan norma estetika terhadap kutipan novel tersebut dengan menjawab pertanyaan berikut; Apakah karya itu mampu menghidupkan atau memperbarui pengetahuan pembaca dan menuntunnya melihat berbagai kenyataan hidup? Apakah karya itu mampu membangkitkan aspirasi pada pembaca untuk berpikir dan berbuat lebih banyak dan lebih baik bagi penyempurnaan kehidupan? Apakah karya itu mampu memperlihatkan peristiwa kebudayaan, sosial, keagamaan, atau politik masa lalu dalam kaitan dengan pe-

ristiwa masa kini dan masa datang? B. Buatlah penilaian berdasarkan norma sastra terhadap kutipan novel tersebut dengan menjawab pertanyaan berikut; Apakah karya itu mampu merefleksikan nilainilai luhur hidup manusia? Apakah karya itu mempunyai daya hidup tinggi yang senantiasa menarik bila dibaca kapan saja? Apakah karya itu menyuguhkan kenikmatan, kesenangan, dan keindahan karena strukturnya yang tersusun bagus dan selaras? Berdasarkan norma moral, apakah karya itu menyajikan, mendukung, dan menghargai nilai-nilai kehidupan yang berlaku?

1. 2.

1.

2.

3.

3.

C.

Bahasa merupakan sarana untuk menciptakan sebuah karya sastra. Pemilihan kata yang tepat dalam karya sastra memberikan nilai tersendiri terhadap karya yang dihasilkan. Oleh karena itu, kata dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan kata yang bermakna. Dalam karya imilah, bahasa juga memegang peranan penting. Dengan menggunakan pilihan kata yang tepat, karya ilmiah dapat dipahami maksudnya. Pilihan kata yang digunakan karya sastra dan karya ilmiah itu tidak sama.

nya secara ilmiah dan menuangkannya secara teoritis, jelas, dan sistematis. Bacalah teks ilmiah berikut ini!

AYO MEMBACA! Dengan membaca, tak hanya wawasan dan pengetahuan yang bertambah. Pemahaman akan hidup pun dapat diperoleh melalui membaca. Tak heran bila membaca dikatakan begitu penting dan telah menjadi ciri budaya masyarakat yang ingin maju. Setiap orang lahir dengan dibekali rasa ingin tahu, sebuah dorongan alamiah yang harus dipenuhi. Layaknya rasa lapar yang dapat

1.2.1

Membandingkan Teks Ilmiah dan Teks Sastra

Teks ilmiah menguraikan dan membahas suatu permasalahan secara ilmiah dan dapat menuangkan-

6

Pembelajaran 1 - Kompetensi Dasar 3.1

ditanggulangi dengan makan, maka membaca adalah cara yang ampuh untuk mengatasi lapar dan haus dahaganya otak seseorang akan ilmu pengetahuan. Membaca sudah merupakan hak asasi setiap insan. Sayangnya bagi sebagian kalangan, membaca bukanlah sebuah kebutuhan pokok. Posisi membaca masih kalah bila dibandingkan dengan kegiatan lainnya. Lain halnya pada mereka yang sudah berpikiran maju. Orang-orang seperti itu akan merasa hidupnya tak lengkap bila sehari saja tidak membaca. Bagaimana dengan gaya hidup membaca di Indonesia? Budaya membaca di sini tampaknya masih rendah. Bukan karena tidak ingin menambah pengetahuan tapi lebih dikarenakan harga buku yang tergolong mahal dan sulitnya akses untuk mendapatkannya, apabila bagi mereka yang hidup tidak di kota besar. Sebenarnya telah lama dicanangkan gerakan Indonesia Membaca! Sebuah gerakan berkelanjutan yang berupaya memperbanyak akses informasi, memfasilitasi dan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya kepada masyarakat dalam penguatan budaya membaca. Gerakan tersebut berusaha mensosialisasikan aktivitas membaca di tingkat lokal serta mendukung tumbuhnya perpustakaanperpustakaan komunitas. Hal itu tentu saja bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu kegiatan yang diadakan forum tersebut adalah World Book Day (WBD). WBD yang tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-3 di Indonesia. Pada hari itu diadakan sebuah perayaan tradisi festival yang bermaksud menyemangati masyarakat, terutama kalangan anak-anak untuk mengekploitasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca. Dessy Sekar Astina, yang merupakan Festival Director WBD 2008 mengatakan bahwa tema tahun ini adalah Literasi Mengubah Kehidupan. Literasi adalah suatu istilah yang menggambarkan kemampuan membaca seseorang yang tak hanya memperoleh informasi dari apa yang dibacanya tapi juga mampu memilah dan mengolah informasi yang telah diperoleh. Literasi memberikan pengetahuan dan kepercayaan diri untuk mengingkatkan kualitas hidup. Perayaan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang, penerbit, distributor, organisasi serta komunitas perbukuan yang bekerja sama dalam mempromosikan buku dan budaya membaca.

Gambar 1.3 Perpustakaan sebagai salah satu sarana untuk menggerakkan budaya membaca

Diharapkan melalui WBD masyarakat tidak hanya menunggu pemerintah dalam memasyarakatkan budaya membaca namun lebih menggalang kekuatannya sendiri meningkatkan minat dan akses membaca bagi semua lapisan umur dan golongan masyarakat. Hal senada juga dilontarkan oleh istri Menteri Komunikasi dan Informasi, Ibu Laily Rachmawati, saat membuka WBD 2008. Beliau mengatakan sudah saatnya membaca menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh rakyat Indonesia agar negeri ini tidak selalu ketinggalan dengan dunia luar. Beliau pun menceritakan pengalamannya bahwa dalam sehari ia membiasakan untuk menyempatkan diri untuk membaca, apapun medianya. Ditambahkan pula oleh Dessy, untuk era sekarang ini, budaya membaca bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik seperti biasa dari buku dan media cetak lainnya ataupun melalui perantara dunia maya yang disebut e-book. Tak harus pula mengenai pelajaran, anak-anak atau siapa pun akan lebih ‘kaya’ bila membaca mengenai berbagai macam hal. Kesemuanya itu akan menambah kesiapan masing-masing pribadinya dalam menjalani hidup. Cara yang paling efektif untuk memasyarakatkan gerakan gemar membaca adalah dengan mulai menularkan kebiasaan membaca sedari kecil. “Sayangnya, sekarang anak banyak yang lebih suka untuk menonton televisi daripada membaca buku,” tambah Dessy. Majalah Dokter Kita edisi 06, tahun III, Juni 2008, halaman 21

7

Majalah Dokter Kita Edisi 06, tahun III, Juni 2008, halaman 21

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. Kalian telah menyimak kutipan teks sastra berupa novel di awal pemelajaran ini. Di atas kalian telah membaca teks ilmiah. Sekarang coba lakukan analisis terhadap kedua teks tersebut dari segi pilihan kata yang digunakan! Apakah dalam kedua teks tersebut menggunakan kata bermakna denotatif? Apakah dalam kedua karya itu menggunakan kata bermakna konotatif? Apa bentuknya? Ungkapan, peribahasa, atau pepatah? Bacakan hasil analisis kalian di depan kelas! 4.

Makna makan pada kalimat (2) tidak sama dengan makna makan pada kalimat (1). Makna makan pada kalimat (2) adalah makna yang tidak sesunguhnya. Makan pada kalimat tersebut bermakna mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Cita rasa yang dihasilkannya menjadi negatif. 3. Ungkapan disebut juga idiom. Ungkapan biasanya berupa gabungan kata atau frasa yang memiliki makna baru. Makna baru tersebut tidak dapat ditafsirkan dari makna unsur-unsur yang membentuknya. Misalnya, tinggi hati berarti sombong kepala angin berarti bodoh

1. 2.

B.

at Cat
1. -

an

Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan maksud tertentu. Misalnya, pagar makan tanaman berarti orang yang dipercaya untuk dipercaya untuk menjaga sesuatu tetapi malah merusaknya. kalah jadi abu menang jadi arang berarti perkelahian atau peperangan berakibat sama bagi kedua belah pihak

Makna denotatif adalah makna yang mengacu pada makna sesungguhnya. Misalnya, ia sedang makan apel.

Dalam kalimat tersebut, makan memiliki makna yang sesungguhnya. Makna makan pada kalimat tersebut adalah memasukan sesuatu ke dalam mulut, 2. Makna konotatif adalah makna yang timbul karena mempunyai nilai rasa. Nilai rasa dapat mempunyai nilai positif dapat pula negatif. Misalnya, harta anak yatim itu dia makan juga.

5.

Pepatah adalah peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran dari orang tua-tua (biasanya dipakai atau diucapkan untuk mematahkan lawan bicara). Misalnya, tong kosong nyaring bunyinya berarti orang yang tidak berilmu banyak bualnya

Kalian tentu sudah sering membaca cerpen, baik itu di majalah atau buku kumpulan cerpen. Apa yang kalian dapatkan setelah membaca cerpen? Setelah kalian membaca cerpen, biasanya kalian akan mendapatkan pesan tersirat dalam cerpen tersebut. Dalam cerpen itu pula kalian dapat menemukan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen.

puisi) adalah hasil rekaan atau ciptaan pengarang. Suatu ciptaan tentu dibangun atas unsur-unsur. Unsurunsur sastra dibedakan atas dua macam, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik atau unsur dalam adalah unsur sastra yang mempengaruhi terciptanya karya sastra atau yang membangun karya sastra itu dari dalam. Yang termasuk unsur intrinsik, yaitu tokoh, penokohan, tema, alur (plot), latar, gaya bahasa, dan amanat. Unsur ekstrinsik atau unsur luar adalah unsur-unsur

1.3.1

Mengungkapkan Unsur-unsur Karya Sastra

Sebuah karya sastra (cerpen, novel, drama, dan

8

Pembelajaran 1 - Kompetensi Dasar 3.1

dari luar yang mempengaruhi karya sastra. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu dari luar. Yang termasuk unsur ekstrinsik, yaitu latar belakang kehidupan pengarang, pandangan hidup pengarang, situasi sosial-budaya yang melatari lahirnya karya sastra. Karya sastra tidak lahir dari kekosongan budaya. Karya sastra bahkan diakui sebagai perekam kondisi sosial-budaya pada saat karya sastra itu lahir. Dengan membaca karya sastra tertentu, kita bisa memperoleh gambaran tentang situasi sosial-budaya pada saat karya itu lahir. Pemahaman akan kondisi sosialbudaya yang mendasari lahirnya sebuah karya sastra akan membantu kita dalam memberi makna terhadap sebuah karya sastra. Unsur intrinsik dan ekstrinsik tersebut merupakan unsur-unsur pokok yang membangun sebuah karya sastra. Berikut ini adalah uraian unsurunsur intrinsik dan ekstrinsik dalam karya sastra yang berupa cerpen dan novel. A. Unsur intrinsik Berikut ini adalah unsur-unsur intrinsik karya sastra. 1. Tokoh dan penokohan/perwatakan

Penokohan atau perwatakan adalah pelukisan tokoh cerita, baik keadaan lahir maupun batinnya ter-masuk keyakinannya, pandangan hidupnya, adatistiadat, dan sebagainya. Yang diangkat pengarang dalam karyanya adalah manusia dan kehidupannya. Oleh karena itu, penokohan merupakan unsur cerita yang sangat penting. Melalui penokohan, cerita menjadi lebih nyata dalam angan pembaca. Ada tiga cara yang digunakan pengarang untuk melukiskan watak tokoh cerita, yaitu dengan cara langsung, tidak langsung, dan kontekstual. Pada pelukisan secara langsung, pengarang langsung melukiskan keadaan dan sifat si tokoh, misalnya cerewet, nakal, jelek, baik, atau berkulit hitam. Sebaliknya, pada pelukisan watak secara tidak langsung, pengarang secara tersamar memberitahukan keadaan tokoh cerita. Watak tokoh dapat disimpulkan dari pikiran, cakapan, dan tingkah laku tokoh, bahkan dari penampilannya. Watak tokoh juga dapat disimpulkan melalui tokoh lain yang menceritakan secara tidak langsung. Pada Pelukisan kontekstual, watak tokoh dapat disimpulkan dari bahasa yang digunakan pengarang untuk mengacu kepada tokoh. Ada tiga macam cara untuk melukiskan atau menggambarkan watak para tokoh dalam cerita. Cara analitik Pengarang menceritakan atau menjelaskan watak tokoh cerita secara langsung. Cara dramatik Pengarang tidak secara langsung menceritakan watak tokoh seperti pada cara analitik, melainkan menggambarkan watak tokoh dengan cara: 1) melukiskan tempat atau lingkungan sang tokoh. 2) menampilkan dialog antartokoh dan dari dialog-dialog itu akan tampak watak para tokoh cerita. 3) menceritakan tingkah laku, perbuatan, atau reaksi tokoh terhadap suatu peristiwa. Cara gabungan analitik dan dramatik Pengarang menggunakan kedua cara tersebut di atas secara bersamaan dengan anggapan bahwa keduanya bersifat saling melengkapi. 2. Tema

Tokoh adalah individu yang berperan dalam cerita. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di dalam berbagai peristiwa dalam cerita (Sudjiman, 1990:79). Dalam karya sastra, khususnya fiksi dan drama, penulis menciptakan tokoh-tokoh dengan berbagai watak penciptaan yang disebut penokohan. Tokoh dibedakan menjadi empat, yaitu tokoh utama (protagonis), tokoh yang berlawanan dengan pemeran utama (antagonis), tokoh pelerai (tritagonis), tokoh bawahan. Tokoh utama (protagonis) adalah tokoh yang memegang peran utama dalam cerita. Tokoh utama terlibat dalam semua bagian cerita. Ia bersifat sentral. Tokoh yang karakteristiknya berlawanan dengan tokoh utama disebut tokoh antagonis. Tokoh ini berperan untuk mempertajam masalah dan membuat cerita menjadi hidup dan menarik. Tokoh tritagonis adalah tokoh yang tidak memegang peran utama dalam cerita. Tokoh tritagonis biasanya tidak terlibat dalam semua bagian cerita. Keberadaannya berperan sebagai penghubung antara tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh bawahan disebut juga tokoh figuran yang tidak sentral kedudukannya dalam cerita, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang/mendukung tokoh utama.

Semua bentuk karangan, baik narasi, eksposisi, argumentasi, persuasi, dan deskripsi

9

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

memiliki tema. Cerpen, novel, atau roman berbentuk karangan na-rasi, sehingga memiliki tema. Tema merupakan ide pokok atau makna yang terkandung dalam sebuah cerita. Tema adalah pokok pikiran atau pokok pembicaraan dalam sebuah cerita yang hendak disampaikan pengarang melalui jalinan cerita. Jadi, cerita tidak hanya berisi rentetan kejadian yang disusun dalam sebuah bagan, tetapi juga mempunyai maksud tertentu. Cerita yang dibeberkan pada umumnya mengandung permasalahan. Namun demikian, pengarang tidak hanya berhenti pada pokok persoalan saja. Pengarang menyertakan pula pemecahan atau jalan keluarnya. Pandangan pengarang tentang bagaimana bersikap dan mencari solusi terhadap persoalan-persoalan tersebut menjadi tema dari suatu karangan. Pada cerpen yang baik, tema justru tersamar dalam seluruh elemen. Pengarang menggunakan teknik dialog antartokoh untuk mengungkapkan jalan pikiran, perasaan, kejadian-kejadian, dan setting cerita untuk mempertegas tema. Mencari makna sebuah cerpen pada dasarnya ialah mencari tema yang terkandung dalam cerpen tersebut. Makin banyak implikasi persoalan yang dikandung sebuah cerpen, makin baik karena cerpen itu akan kaya penafsiran. Cerpen semacam ini biasanya tidak menjemukan pembaca karena mengajak berpikir pembacanya. Cerpen yang berbobot bertema universal dan bersifat monumental. Sebuah cerpen dapat memiliki beberapa tema, tetapi selalu ada satu tema utama. 3. Plot atau alur

plot longgar. Sebuah cerita memiliki plot erat apabila hubungan antarperistiwa terjalin sangat padu dan padat sehingga tak ada satu peristiwa pun yang dapat dihilangkan. Sebaliknya, sebuah cerita memiliki plot longgar apabila hubungan antarperistiwa terjalin kurang erat sehingga ada bagian-bagian peristiwa yang dapat dihilangkan dan penghilangan itu tidak akan mengganggu jalannya cerita. Berdasarkan akhir cerita, plot dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: plot ledakan (cerita berakhir mengejutkan); plot lembut (cerita berakhir sebagai bisikan/tidak mengejutkan); dan plot lembut-meledak (campuran). Berdasarkan rangkaian peristiwanya, plot dibedakan menjadi tiga jenis. plot maju (linier); plot mundur (flashback); dan plot gabungan. Menurut sifatnya, plot dibedakan menjadi tiga: plot terbuka, plot tertutup, dan campuran (terbuka dan tertutup) Plot terbuka Akhir cerita merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita. Plot tertutup Akhir cerita tidak merangsang pembaca untuk meneruskan jalan cerita. Lebih dititikberatkan pada permasalahan dasar. Plot campuran (terbuka dan tertutup) Kita dapat memilih atau menggunakan salah satu jenis plot/alur dalam cerpen yang kita buat. 4. Latar (setting)

Plot atau alur atau jalan cerita adalah jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu. Dengan kata lain, plot adalah rangkaian peristiwa yang disusun berdasarkan hukum sebab-akibat (kausalitas). Peristiwa-peristiwa dalam cerita berhubungan satu sama lain. Peristiwa pertama menimbulkan peristiwa kedua, begitu seterusnya. Berdasarkan hubungan tersebut, setiap cerita mempunyai pola plot sebagai berikut: perkenalan keadaan; pertikaian/konflik mulai terjadi; konflik berkembang menjadi semakin rumit; klimaks; dan peleraian/solusi/penyelesaian. Dilihat dari segi keeratan hubungan antarperistiwa, plot dibedakan menjadi dua, yaitu plot erat dan

Latar atau setting adalah penggambaran mengenai waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwaperistiwa dalam cerita. Tokoh-tokoh dalam cerita hidup pada tempat dan waktu (masa) tertentu. Karena itu, peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh-tokoh cerita terjadi pada tempat dan waktu (masa) tertentu pula. Jadi, di mana peristiwa itu terjadi dan kapan waktu terjadinya, itulah yang disebut latar atau setting. Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu latar waktu, latar tempat, dan latar suasana. Latar waktu adalah waktu (masa) tertentu ketika peristiwa dalam cerita itu terjadi.

10

Pembelajaran 1 - Kompetensi Dasar 3.1

Latar tempat adalah lokasi atau bangunan fisik lain yang menjadi tempat terjadinya peristiwaperistiwa dalam cerita. Latar suasana adalah salah satu unsur intrinsik yang berkaitan dengan keadaan psikologis yang timbul dengan sendirinya bersamaan dengan jalan cerita. Suatu cerita menjadi menarik karena berlangsung dalam suasana tertentu. Misalnya, suasana gembira, sedih, tegang, penuh semangat, tenang, damai, dan sebagainya. Suasana dalam cerita biasanya dibangun bersama pelukisan tokoh utama. Pembaca mengikuti kejadian demi ke-jadian yang dialami tokoh utama dan bersama dia pembaca dibawa larut dalam suasana cerita. Latar dapat dibedakan juga menjadi latar sosial dan latar material. Latar sosial yaitu gambaran kehidupan masyarakat dalam kurun waktu dan tempat tertentu yang dilukiskan dalam cerita tersebut. Latar material yaitu gambaran benda-benda yang mendukung cerita. 5. Gaya bahasa

baik yang dikerjakan, dipikirkan, maupun yang dirasakan para tokoh cerita. b. Sudut pandang orang pertama Pengarang menentukan seorang tokoh saja yang mengetahui seluruh cerita. Dalam cara ini tokoh pencerita hanya menceritakan apa yang diketahuinya saja. Dalam hal ini, biasanya pengarang menggunakan gaya penulisan “aku”. c. Sudut pandang peninjau Pengarang memilih salah satu tokoh untuk diikuti ceritanya. Dalam hal ini, pengarang tidak terikat dengan cara memandang seluruh cerita lewat watak tertentu tokoh aku lagi, tetapi lebih bebas. Seluruh cerita mengikuti perjalanan tokoh dia. Tokoh dia dalam cerita selalu dipanggil namanya, berbeda dengan tokoh “aku” yang jarang disebut namanya oleh pengarang. d. Sudut pandang objektif Sudut pandang objektif hampir sama dengan sudut pandang mahakuasa. Hanya pengarang tidak sampai melukiskan keadaan batin tokoh-tokoh cerita. Dalam hal ini, pengarang hanya menceritakan atau melukiskan apa yang dilakukan dan dialami tokoh-tokoh cerita. 7. Amanat/pesan

Yang dimaksud dengan gaya bahasa adalah cara khas seorang pengarang dalam mengungkapkan ide atau gagasannya melalui cerita. Dengan kata lain, gaya bahasa adalah cara pengarang mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang digunakannya. Pengarang memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kalimat dengan menggunakan gaya tertentu sesuai dengan ciri khas kepribadiannya.

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca/penonton/pendengar. Ada beberapa cara mengungkapkan pesan, yaitu: secara eksplisit, pengarang mengemukakan pesannya secara langsung (tertera dalam cerita). secara implisit, pengarang mengemukakan pesannya secara tidak langsung. Jadi, pembaca sendiri yang harus mencarinya (tersirat).

6.

Sudut pandang (Point of view)

Sudut pandang pencerita ada empat macam, yaitu sudut pandang mahakuasa, sudut pandang orang pertama, sudut pandang peninjau, dan sudut pandang objektif a. Sudut pandang mahakuasa Pengarang menuturkan seluruh ceritanya seakan-akan dia tahu segalanya. Pengarang menceritakan semua tingkah laku tokoh-tokohnya
Gambar 1.4 Armijn Pane

11

www.tokohindonesia.com.tif

Sudut pandang atau point of view disebut juga pusat pengisahan. Sudut pandang adalah posisi pencerita dalam menyampaikan ceritanya. Dengan kata lain, sudut pandang menyangkut cara pengarang menempatkan diri atau mengambil posisi dalam menuturkan cerita. Apakah ia terlibat langsung dalam cerita atau hanya sebagai pengamat yang berdiri di luar cerita.

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

B.

Unsur ekstrinsik

Unsur ekstrinsik atau unsur luar cerita bisa bermacam-macam, misalnya biografi pengarang, kondisi sosial-budaya, kondisi politik, agama, moral, dan filsafat. Karya sastra menjadi semakin bermakna dengan adanya unsur-unsur tersebut. Nilai-nilai dalam karya sastra ditemukan melalui unsur-unsur ekstrinsik ini. Bisa jadi beberapa novel bertema sama, tetapi belum tentu nilainya sama. Hal itu tergantung pada unsur ekstrinsik yang menonjol. Misalnya, dua novel sama-sama bertemakan cinta, namun kedua novel menawarkan nilai-nilai yang berbeda karena ditulis oleh pengarang yang mempunyai pemahaman dan penghayatan yang berbeda tentang cinta, situasi sosial yang berbeda, dan sebagainya.

waktu lain, dan dengan orang lain, dan tidak dapat diulang. Cerpen berisi hal-hal yang tidak rutin terjadi setiap hari, misalnya tentang suatu perkenalan, jatuh cinta, atau suatu hal yang sulit dilupakan. Semuanya bersifat imajinatif. Walaupun berupa cerita pendek, cerpen punya alur (plot), klimaks, dan akhir. Cerpen selalu sampai pada tahap penyelesaian. Padat di dalam penguraiannya dan watak tokoh-tokohnya telah terbentuk. Proses menulis sebuah cerpen dimulai dari suatu kenyataan/kejadian. Kenyataan tersebut mendorong orang untuk mengarang. Kemudian orang menentukan atau memilih ide yang akan menjadi dasar karangannya. Setelah me-nentukan ide dasarnya, proses dilanjutkan dengan merencanakan alur/plot. Di Indonesia cerpen mulai ditulis sekitar 1930. Kumpulan cerpen yang pertama adalah Teman Duduk karya M. Kasim (1936). Cerpen kemudian dikembangkan oleh pengarang Pujangga Baru, seperti Armin Pane dan Hamka. Selanjutnya cerpen berkembang dengan pesat setelah tahun 1950 dan kini merupakan bentuk prosa yang dominan karena mudah disampaikan melalui surat kabar, majalah, dan radio. Bahkan ada majalah yang semata-mata memuat cerpen. Suman H.S. dikenal sebagai “Bapak Cerpen dan Novelis Indonesia”. Novel pertamanya adalah Kasih Tak Terlerai (1929). b. Novel

1.3.2

Menganalisis Prosa

Karangan yang berbentuk cerpen, novel, dan roman digolongkan ke dalam jenis karya sastra prosa. Prosa dikatakan baik jika memenuhi beberapa syarat antara lain prosa tersebut mengandung nilai dan dikemukakan dengan bahasa yang indah. Nilai yang dikandung dalam prosa bisa berupa nilai moral, keagamaan, sosial, dan budaya. Walaupun merupakan cerita rekaan, karya prosa tetap memiliki kebenaran (kebenaran imajinatif) karena ditulis berdasarkan logika, pengalaman, dan pengamatan si pengarang. Oleh sebab itu, cerita rekaan tidak jauh dari kenyataan/realitas. Berikut ini bentuk-bentuk prosa. a. Cerpen

Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek (2-20 halaman). Namun, tidak semua cerita yang pendek merupakan cerpen. Ada juga yang berupa sketsa, anekdot, fabula, dongeng, atau reportase. Kekhasan cerpen ialah melukiskan suatu insiden yang unik, yang tidak terjadi di tempat lain, pada

Novel berasal dari bahasa Italia yaitu novella. Novel merupakan jenis kesusastraan di antara roman dan cerita pendek, dengan jalan cerita yang sederhana. Novel lebih dramatis daripada cerita pendek. Biasanya diakhiri dengan perubahan nasib pelakunya. Beberapa novel Indonesia sudah difilmkan dan dibuat sinetron. Contohnya: Cintaku di Kampus Biru dan Kugapai Cintamu karangan Ashadi Siregar, dan Karmila karangan Marga T. c. Roman

www.tokohindonesia.com.tif

Istilah roman diambil dari bahasa Prancis abad ke-12 yang kemudian menjadi sangat populer, bahkan juga mempunyai arti slang yaitu pacaran. Hal ini terjadi mungkin karena dalam roman biasa dikisahkan percintaan dua orang muda. Roman menceritakan kehidupan pelaku dari lahir sampai meninggal. Roman lebih panjang daripada novel. Roman Indonesia yang penting misalnya Salah Asuhan (1928), Atheis, Belenggu, Keluarga Gerilya, Jalan Tak Ada Ujung, Pada Sebuah Kapal. Beberapa Roman Indonesia sudah difilmkan. Misalnya: Siti Nurbaya karangan Marah Rusli.

Gambar 1.5 Sitor Situmorang

12

Pembelajaran 1 - Kompetensi Dasar 3.1

1.3.3

Teks Cerpen

Bacalah cerpen Jakarta berikut ini dengan saksama! Jakarta Ketika penjaga menyodorkan buku tamu, hatinya tersentil. Alangkah anehnya, mengunjungi adik sendiri harus mendaftarkan; seingatnya dia bukan dokter. Sambil memegang buku itu dipandangnya penjaga itu dengan hati-hati, kemudian pelan dia bertanya: “Semua harus mengisi buku ini? Sekalipun saudaranya atau ayahnya, umpamanya?” Yang ditanya hanya mengangguk, menyodorkan bolpoin. “Silakan tulis: namanya, alamatnya, keperluannya.” Tiba-tiba muncul keinginannya untuk berolokolok. Sambil menahan ketawa ditulisnya di situ: Nama: Soeharto (bukan Presiden). Keperluan: Urusan keluarga. “Cukup?” katanya sambil menunjukkan apa yang ditulisnya kepada penjaga. “Lelucon, lelucon,” katanya berulang-ulang sambil menepuk-nepuk punggung penjaga yang terlongok-longok heran. “Dia tahu siapa saya,” ujarnya menjelaskan. “Tanda tangannya belum, Tuan. Dan alamatnya?” Betul juga, ada gunanya juga menjelaskan identitasnya, supaya tuan rumah tahu dan memberikan sambutan yang hangat atas kedatangannya. Maka ditulisnya di bawah tanda tangannya, lengkap: Waluyo ANOTOBOTO. Nama keluarganya sengaja dibikin kapital semua diberi garis tebal di bawahnya. Sekali lagi dia tersenyum, rasa bangga terlukis di wajahnya. “Begini?” tanyanya seperti meminta pertimbangan kepada penjaga. Terbayang adik misannya tergopoh-gopoh membuka pintu, lalu menyerbunya dengan segala rasa rindu, sambil melemparkan macammacam pertanyaan kepadanya, “Bagaimana Embok, Bapak? Tinah anaknya sudah berapa?” Kemudian dilihatnya diri sendiri menepuk-nepuk punggung adiknya, dan dengan suara dan gaya orang tua dia bilang, “Sehat, semua sehat, dan mereka kirim salam rindu padamu.” Ketika pintu berderit dia tersentak dari lamunannya, dan ketika berdiri hendak menyambut adik misannya, ternyata yang keluar bukan dia ... tapi si penjaga.

“Bagaimana?” katanya tak sabar. “Duduklah, Tuan, duduk saja. Pak Jenderal sedang ada tamu. Tapi saya lihat Pak Jenderal heran melihat nama bapak di situ.” Mendengar itu, dia tersenyum, lalu duduk kembali di kursi. Ditepuk-tepuknya debu yang melekat di celananya, lantas diambilnya slepi dari sakunya. “Boleh merokok?” tanyanya minta ijin. “Silakan, silakan,” kata si penjaga dengan ramah. Sikap tamu itu memang merapatkan persaudaraan. Ditawarkannya rokok ke ujung hidung si penjaga. “Mau? Silakan!” yang dijawab dengan gelengan kepala dan goyangan tangan oleh si penjaga. “Baiklah, tapi jangan panggil saya ‘tuan’. Saya bukan ‘tuan’. Orang awam, sama seperti saudara. Nama saya Waluyo. Orang-orang memanggilku ‘Pak Pong’. Lihat saja nanti, Pak Jenderalmu pasti mengganggu aku dengan Pak Pong, Pak Pong, terlalu banyak makan singkong, kalau rakus dikasih telekong. Sejak kecil kami suka berolok-olok.” Dia tertawa lebar, terkenang masa kecilnya, bercanda di atas punggung kerbau. Si penjaga sempat mencatat; gigi tamunya ompong semua. “Tuan, e..., Pak Pong, petani?” ujarnya raguragu takut menyinggung perasaan. “Petani? Apa saya ada potongan petani? Bukan! Tapi waktu remaja memang kami suka pencak silat. Rupanya meninggalkan bekas juga pada potongan tubuhku. Atau karena baju model Cina ini? Saya guru SD di desa Nggesi. Sekolah itu telah menghasilkan orang-orang besar. Murid saya yang pertama sudah kapten, ada juga yang jadi insinyur. Dan Pak Jenderalmu murid yang paling jempolan. Otaknya tajam sekali,” katanya

13

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

sambil mengacungkan ibu jari ke atas, memuji kepandaian adik misannya. Bel yang mendadak menjerit-jerit tiga kali menghentikan dongengnya. Tampak olehnya penjaga itu berdiri dengan tergesa-gesa sambil berkata, “Tunggu sebentar, mungkin bapak sudah diperlukan.” Dia melongo, ”Diperlukan?” ujarnya di dalam hati, mengeluh tidak mengerti. Disedotnya rokoknya dalam-dalam, asapnya ditiupkan ke atas. Terbayang kembali di depan matanya Paijo yang kurus kering makan semeja, tidur sepembaringan, adik misannya sendiri. Pernah ada bisul di pantatnya, lantas ditumbukkannya daun kecubung untuk obat. Waktu tubuhnya yang kering diserang kudis, dia bersepeda sepanjang lima puluh kilometer untuk membeli obat ke kota buat adiknya. Pagi dan sore menggerus belerang, merebus air dan merendam Paijo pada kemaron yang besar. Tiga puluh lima tahun yang lalu, ketika semua masih kanak-kanak. “Pak Pong mau minum apa?” Seperti tadi, si penjaga nyelonong duduk dan menegurnya, membubarkan angan-angan masa silamnya. “Pak Jenderal bilang saya harus menemani Bapak, sebab Pak Jenderal lagi sibuk. Sebentar lagi ada tamu istimewa, Pak Menteri. Minumnya apa, Pak? Juice, Coca Cola?” “Apa saja boleh, kopi kalau ada,” ujarnya merendah. “Aih, Jakarta panas, kenapa kopi? Tapi apa bapak saudaranya Pak Jenderal?” ujarnya sambil mencorongkan cangkir ke depan tamunya. “Ya, kakak misannya. Sejak kecil ia yatim piatu. Ibu bapaknya meninggal kena wabah kolera. Dia dua bersaudara, adik perempuannya bernama Tinah. Lantas kedua-duanya diambil oleh orang tua kami, dibesarkan di dalam kandang yang sama, di Nggesi. Kami memang keluarga petani, tapi dia agak lain, otaknya luar biasa. Sejak kecil ia sudah menunjukkan bakatnya, selalu saja dibuatnya hal-hal yang mengagumkan. Karenanya kami semua bersepakat untuk mengirimnya ke kota bersekolah di sana. Waktu itu kami jual sapi dan padi untuk ongkosnya, lantas saya sudah menjadi guru, saya kirimkan seluruh gaji untuk biayanya. Di desa kami bisa makan apa saja ... . Oh, apa itu Pak Menteri?” tiba-tiba ia menghentikan ceritanya, menunjuk ke jalan. Seperti disengat lebah penjaga yang ada di dekatnya meloncat bangun, setengah berlari menyambut tamu yang baru datang, berge-

metaran membukakan pintu mobilnya. “Langsung saja, Pak,” kata si penjaga sambil mengantar Pak Menteri ke ruang tamu. Dia duduk saja di situ, tercenung-cenung. Dicatatnya kejadian itu di dalam hati, “Tamunya Paijo Menteri, langsung bertemu tanpa menunggu. Lantas dihitung-hitungnya sudah berapa tahun tidak saling bertemu. Apa Paijo juga segemuk menteri itu? Tiba-tiba semacam kerinduan mencekam naik ke dadanya. Dia ingin melihat adiknya. Serasa hendak diterjangnya tembok yang ada di depannya. Karena gelisah dia berdiri berjalan ke arah pintu. Ketika tangannya menyentuh grendel, pintu itu terdorong dari dalam, dan seseorang muncul di depannya, si penjaga. Dengan tertawa terkekeh ditepuknya bahu Pak Pong yang tua. “Kabar baik, Pak. Kabar baik. Mereka keduanya wajahnya cerah. Menteri itu banyak duit, alamat saya kebagian rezeki. O, jadi Pak Pong ini kakak misan Pak Jenderal? Betul mirip memang, dan Pak Jenderal selalu bangga pada keluarganya. Dalam pidato-pidatonya selalu disebut-sebutnya, anak desa, penderitaan rakyat, dan perjuangan melawan Belanda,” kata penjaga itu mencoba mengingat-ingat kembali apa yang per-nah diucapkan oleh jenderalnya, kepada tamunya. “Ya, rumah kami pernah dijadikan markas waktu perang gerilya. Masih lama, itu Pak Menteri?” katanya tak sabar lagi. “Tidak, asal Pak Jenderal sudah mau teken, biasanya urusan selesai. Minumnya tambah lagi, Pak?” Dia menggeleng lesu, dalam hati diumpatnya Pak Menteri dan tamu-tamu yang antre di situ, merebut waktu adiknya. Karena badan dan pikirannya terlalu capek dia mengantuk di situ. Si penjaga tidak mengganggunya, dibiarkan saja tamunya tersandar lemas di kursinya. Entah berapa lama dia dalam keadaan semacam itu, dia sendiri tak menyadarinya, tiba-tiba didengarnya kembali bel berbunyi tiga kali. Si penjaga menggoncang-goncangkan bahunya. “Giliran untuk Pak Pong, mari saya antarkan...” Ada keramahan yang tulus terlempar dari mulut si penjaga. Bibirnya menyunggingkan senyum ikut merasa bahagia. Waktu pintu ternganga lebar, dia tercenung di depannya. Matanya bergerak ke sana ke mari menatap apa saja yang bisa dilihatnya. Ruangan itu bagus sekali. Hawa dingin menyentuh kulit-

14

Pembelajaran 1 - Kompetensi Dasar 3.1

nya. Ada kesegaran di dalamnya. Di tengah-tengah barang-barang yang serba megah, duduk laki-laki jangkung memakai kacamata hitam. Betulkah itu Paijo? Ya, dia tidak salah, ada tai lalat di pipinya. Maka dia pun menyerbu ke dalam lalu dihamburkan kerinduannya, “Jo...,” teriaknya keras. Ketika hendak dirangkulnya laki-laki yang duduk di belakang meja, dia mendadak menghentikan langkahnya, sebab laki-laki itu tidak berdiri, tetapi tetap duduk di kursi. Laki-laki jangkung itu melepas kacamatanya pelan-pelan, lalu mengulurkan tangannya. “Hallo, Pak Pong, apa kabar? Saya senang bertemu kakak di sini. Bagaimana ibu, bapak, dan dik Tinah?” ujarnya datar tanpa emosi. Laki-laki yang bernama Pak Pong itu hanya melompong. “Kakak, ibu, Dik Tinah?” dia sempat mencatat kata-kata baru. “Bukankah kata-kata itu dulu berbunyi, “Kakang, simbok, dan gendhukku Tinah?” “Baik-baik, Dik, semua kirim salam rindu padamu,” katanya dengan latah, “dik”-nya kaku di lidah. Dulu orang yang ada di depannya itu dipanggil dengan “le”, ketika masih sama-sama memandikan kerbau di sungai. “Kakak tetap saja penggembira, awet muda, bajunya potongan Cina.” Mereka tertawa berderai-derai. Tapi laki-laki yang bernama Pak Pong menangkap sesuatu yang lain dari wajah adiknya, ketidakwajaran. Maka hilanglah kegembiraannya. Kerinduan yang hendak dituangkan dalam banyak cerita, berhenti sampai di tenggorokan. Dia tenggelam dalam keasingan. Terentang batas di depannya. Sekalipun tidak diketahui bagaimana wujudnya, tapi dia dapat merasakannya. Pada setiap tarikan napas adiknya terbayang ungkapan kegelisahan adiknya akan kehadirannya. “Kakak nginap di mana?” tanya laki-laki yang sejak kecil ditimang-timang itu mengiris hatinya. “Gambir. Engkau sibuk, Dik? Ada titipan dari ibu.” Kata-katanya menggeletar, ada rasa penasaran yang ditekan di dalamnya. Didengarnya sendiri betapa lucunya kata ‘ibu’ terluncur dari mulutnya. Lebih dari setengah abad dunia ini dihuninya, baru satu kali ini dalam hidupnya menyebut ‘ibu’ pada emboknya. “Dari ibu? Baiklah, nanti saja, sebentar lagi, saya harus rapat di Bina Graha. Kakak nginap di Gambir? Kalau begitu, biar penjaga mengantar kakak ke sana. Nanti malam kakak saya tunggu, makan malam di rumah bersama keluarga.” Laki-laki itu berdiri, mengantarkan kakaknya sampai ke pintu, memanggil serta memberikan

aba-aba pada sopir dan si penjaga. Sesudah itu, mobil merah punya Pak Jenderal meluncur melintasi kota, cepat seperti kilat. “Gambir sebelah mana, Pak?” ujar sopir di perjalanan. “Stasiun,” jawabnya tenang. “Stasiun? Kirinya, kanannya, Pak?” tanya si penjaga ingin lebih jelas. “Tidak, di stasiunnya. Jam berapa kereta meninggalkan Jakarta? Saya tidak punya famili di sini, kecuali dia. Kasihan, adikku, repot sekali kelihatannya. Tentu di rumahnya banyak tamu, sehingga saya tidak kebagian ruang dan waktu. Kasihan, adikku, seharusnya saya tidak mengganggu,” ujarnya tulus tanpa prasangka, pelan seperti bicara untuk dirinya sendiri. “Pak Pong ... ,” sapa penjaga itu dengan lirih, “kalau Pak Pong mau, biarlah kita bersempitsempit di gubukku. Kereta meninggalkan Jakarta besok pagi jam lima. Ada yang jalan sore, tapi karcisnya sepuluh ribu.” Laki-laki yang bernama Pak Pong mengulurkan kedua belah tangannya. Mereka bersalaman dengan hangat, ditempelkan di dada, bersilaturahmi. “Alhamdulillah. Kamu tidak keberatan menerima aku satu malam saja?” Penjaga itu menggeleng lemah tanpa berbicara, hanya mata saja yang menatap sedih pada orang yang duduk di dekatnya. Malam itu Pak Pong berjalan kaki, keliling kota Jakarta, ditemani si penjaga. Kejadian siang tadi sama sekali tidak membekas pada wajahnya, mukanya tetap berseri-seri. Diterimanya kenyataan itu sebagai hal yang wajar. Adiknya orang besar, sibuk dan banyak acara mengurus negara. Setiap kali melihat mobil merah lewat di dekatnya tanyanya, “Bukankah itu mobil adikku? Janganjangan dia menjemput aku, kami memang sudah berjanji, jam tujuh, makan malam.” Si penjaga menepuk-nepuk bahunya, “Mobil merah ratusan, Pak, jumlahnya di sini. Dan malam ini Pak Jenderal ada di Istana, menyambut tamu dari luar negeri.” “Di Istana? Rumahnya Presiden, maksudmu?” matanya terbeliak lebar, mengungkapkan keheranan yang besar. “Ya, rumahnya Presiden. Nah itu, lampu-lampu yang gemerlapan, Night club. Tahu Night club?” Tiba-tiba saja si penjaga merasa berarti, lebih pandai daripada tamunya, kakak misan Bapak Jenderalnya. “Night club, Pak, pusat kehidupan malam di

15

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

kota ini. Tempat orang-orang kaya membuang duitnya. Lampunya lima watt, remang-remang, perempuan cantik, minuman keras, tari telanjang, dan musik gila-gilaan. Pendeknya yahud,” ujar penjaga sambil mengacungkan jempolnya. “Lantas, apa yang mereka bikin di situ?” suaranya tercekik, membayangkan ketakutan yang besar. “Berdansa, bercumbu. Biasa, Pak, Jakarta,” jawabnya ringan. “Astaga, Gusti Pangeran nyuwun ngapura ... adikku sering ke situ?” ujarnya lirih mengandung sedu. “Tidak ke situ. Ke Paprika, tapi sama saja. Malah karcisnya mahal di sana, enam ribu.” “Enam ribu, sama dengan dua bulan gajiku,” keluhnya pelan. Lampu-lampu yang berkilauan terasa menusuk-nusuk matanya, sedang kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya. Samarsamar mulai disadarinya bahwa dia telah kehilangan adiknya, Paijo tercinta. Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam di dalam hati. Jakarta, kesibukannya, Bina Graha, gedung itu, Istana Merdeka, Night club, mobil merah, telah memisahkan dia dari adiknya. Ditatapnya bungkusan kecil titipan emboknya lalu diberikannya kepada si penjaga. “Untukmu. Kain yang dibatik oleh tangan orang tuaku. Di dalamnya terukir cinta ibu kepada anaknya. Coretan tanah kelahiran yang dikirim untuk mengikat tali persaudaraan.” Dua tetes air mata membasahi pipi yang tua, menandai kejadian waktu itu.

Cerita bertolak dari kerinduan Waluyo, guru SD desa Nggesi, yang dengan segala keluguannya menengok Paijo, adik misannya, yang sudah menjadi jenderal di Jakarta. Pertemuan yang terjadi akhirnya sangat membingungkan dan mengecewakan hati Waluyo. Berikut ini akan disajikan contoh analisis dari cerpen “Jakarta”. a. Tokoh dan Penokohan Ada tiga tokoh yang berperan dalam cerita ini: tokoh utama Waluyo atau Pak Pong (tokoh I), tokoh penunjang protagonis si penjaga (tokoh II), dan tokoh Paijo atau Pak Jenderal (tokoh III). Ketiga-tiganya ditampilkan secara langsung (direct presentation of characters in action), dan disajikan secara dramatik/ragaan; wataknya diungkapkan dengan dialog dan lakuan tokoh. Hubungan antartokoh dan perkembangannya dengan mudah dapat disimpulkan dari dialog dan lakuan yang disajikan berikut ini. 1) Hubungan tokoh I dan tokoh II bersifat impersonal. “Silakan tulis: namanya, alamatnya, keperluannya.” 2) Tokoh I menguasai keadaan. Tiba-tiba timbul keinginannya untuk berolokolok. Sambil menahan ketawa ditulisnya di situ: Nama: Soeharto (bukan Presiden). 3) Tokoh I merasa lebih berwibawa daripada tokoh II. “Lelucon, lelucon,” katanya berulang-ulang sambil menepuk-nepuk punggung penjaga yang terlongok-longok heran. 4) Tokoh II tetap impersonal terhadap tokoh I. “Tanda tangannya belum, Tuan. Dan alamatnya?” 5) Tokoh I merasa lebih berwibawa daripada tokoh III. Kemudian dilihatnya diri sendiri menepuknepuk punggung adiknya, dan dengan suara dan gaya orang tua dia bilang: “Sehat, semua sehat, dan mereka kirim salam rindu kepadamu.” 6) Tokoh I ingin berakrab dengan tokoh II. “Baiklah, tapi jangan panggil saya ‘tuan’. Saya ‘bukan tuan’. Orang awam, sama seperti saudara. 7) Rasa berwibawa tokoh I surut dan menjadi kurang yakin akan tokoh III. Dia melongo: “Diperlukan, diperlukan?” ujarnya di dalam hati, mengeluh tidak mengerti.

Totilawati Tjitrawasita dalam Laut Biru Langit Biru

1.3.4

Mengapresiasi Cerpen

Pada awal pemelajaran Anda telah memahami tahap-tahap dalam mengapresiasi dan menilai sebuah karya sastra. Berikut ini salah satu contoh mengapresiasi cerpen berdasarkan unsur-unsurnya yang dilakukan oleh Panuti Sudjiman dalam bukunya Memahami Cerita Rekaan. Meskipun sebuah cerita pendek merupakan suatu keutuhan artistik yang keberhasilannya harus dinilai secara keseluruhan, untuk keperluan latihan mengapresiasi cerita pendek Jakarta ini, akan dibahas beberapa unsur intrinsik saja. Berikut analisisnya.

16

Pembelajaran 1 - Kompetensi Dasar 3.1

8) Tokoh II berakrab dengan tokoh I. “Pak Pong mau minum apa?” . . . Minumnya apa, Pak? Juice, Coca Cola?” 9) Tokoh I yakin kembali akan tokoh III. Lantas kedua-duanya diambil oleh orang tua kami, dibesarkan di dalam kandang yang sama, di Nggesi. 10) Tokoh II lebih berwibawa daripada tokoh I. Ketika tangannya menyentuh grendel, pintu itu terdorong dari dalam, dan seseorang muncul di depannya: si penjaga. Dengan tertawa terkekeh-kekeh ditepuk-tepuknya bahu Pak Pong yang tua. 11) Tokoh III “orang asing” bagi tokoh I. Ketika hendak dirangkulnya laki-laki yang duduk di belakang meja, dia mendadak menghentikan langkahnya, sebab laki-laki itu tidak berdiri, tapi tetap duduk di kursi. 12) Tokoh III tidak berakrab dengan tokoh I. “Hallo, Pak Pong, apa kabar?” Saya senang bertemu kakak di sini. Bagaimana ibu, bapak dan Dik Tinah?” ujarnya datar tanpa emosi. 13) Tokoh I tidak memahami tokoh III. Kerinduan yang hendak dituangkan dalam banyak cerita, berhenti sampai di tenggorokan. Dia tenggelam dalam keasingan. Terentang batas di depannya. Sekalipun tidak diketahuinya bagaimana wujudnya, tapi dia dapat merasakannya. 14) Tokoh I mencoba bersimpati dengan tokoh III. Kasihan adikku, repot sekali kelihatannya. Tentu di rumahnya banyak tamu, sehingga saya tidak kebagian ruang dan waktu. Kasihan adikku, seharusnya saya tidak mengganggu,” ujarnya tulus tanpa prasangka, pelan seperti bicara untuk dirinya sendiri. 15)Tokoh II bersimpati dengan tokoh I. “Pak Pong … ,” sapa penjaga itu dengan lirih, “kalau Pak Pong mau, biarlah kita bersempitsempit di gubukku... “ 16)Tokoh I dan tokoh II saling mengerti. Laki-laki yang bernama Pak Pong mengulurkan kedua belah tangannya. Mereka bersalaman dengan hangat, ditempelkan di dada, bersilaturahmi. “Alhamdulillah. Kamu tidak keberatan menerima aku satu malam saja?” Penjaga itu menggeleng lemah tanpa berbicara, hanya mata saja yang menatap sedih pada orang yang duduk di dekatnya.

17) Tokoh I masih berharap-harap akan tokoh III. “Bukankah itu mobil adikku? Jangan-jangan dia menjemput aku, kami memang sudah berjanji, jam tujuh, makan malam.” 18)Tokoh II merasa lebih tahu daripada tokoh I. “Ya, rumahnya Presiden. Nah, itu lampu-lampu yang gemerlapan: Night club. Tahu Night club?” 19) Tokoh I melepaskan tokoh III dan “menerima” tokoh II. Lampu-lampu yang berkilauan terasa menusuk-nusuk matanya, sedang kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya. Samar-samar mulai disadarinya bahwa dia telah kehilangan adiknya, Paijo tercinta. Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam di dalam hati. Jakarta, kesibukannya, Bina Graha, gedung itu, Istana Merdeka, Night club, mobil merah, telah memisahkan dia dari adiknya. Ditatapnya bungkusan kecil titipan emboknya lalu diberikannya kepada si penjaga. “Untukmu. Kain yang dibatik oleh tangan orang tuaku. Di dalamnya terukir cinta ibu kepada anaknya. Coretan tanah kelahiran yang dikirim untuk mengikat tali persaudaraan.” Informasi banyak diperoleh pembaca dari dialog protagonis. Dialog dalam cerita pendek ini juga dengan manis mengungkapkan perkembangan ketegangan emosional. Misalnya, dialog pada awal pertemuan Pak Pong dengan adik misannya. Kemudian, atas pertanyaan “Kakak nginap di mana?”, ia menjawab, “Gambir.” Ketika itu ketegangan emosional memuncak. “Ada titipan dari ibu” menunjukkan usaha Pak Pong untuk menemukan kembali Paijo yang dahulu. Akan tetapi, usaha itu gagal: “Dari ibu? Baiklah, nanti saja, sebentar lagi, saya harus rapat di Bina Graha . . . .“ Simpati Pak Pong pada adiknya memang ada; ia mengumpat tamu-tamu merebut waktu adiknya. Simpati itu masih nampak walaupun ia sudah memutuskan pulang saja. Ia mencoba memahami adiknya, berusaha menutupi kekurangan adiknya; namun, setengah mengharapkan pula menemukan kembali Paijo yang seperti 35 tahun yang lalu. Ketika akhirnya disadarinya bahwa ia telah kehilangan adiknya, dendamnya dilampiaskan bukan pada adiknya melainkan pada kota Jakarta seisinya.

17

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

b. Alur dan Pengaluran Alur cerita ini pada dasarnya bersifat linear. Sorot balik yang bersifat informatif tidak mengganggu, yaitu dalam bentuk bayangan yang timbul di depan mata Pak Pong tentang masa kanak-kanaknya dengan Paijo, 35 tahun yang lalu. Sorot balik juga ditampilkan dalam cakapan Pak Pong dengan sengaja ketika menunggu giliran diterima adik misannya. Sudah sejak awal paparan terasa adanya rangsangan (lihat alinea pertama). Rangsangan kedua timbul dengan keluarnya penjaga, dan bukan adik misannya, dari dalam kamar Pak Jenderal. Penggawatan disebabkan oleh kata-kata penjaga, “Tunggu sebentar, mungkin Bapak sudah diperlukan.” Kemudian sekali lagi ketika tamu yang baru datang langsung dipersilakan masuk sedang dia masih juga harus menunggu. Kerinduan akan adik misannya yang mencekam naik ke dadanya, ternyata tak terpenuhi ketika akhirnya ia dipersilakan masuk kamar Pak Jenderal. Sikap Pak Jenderal yang tidak wajar terhadap Pak Pong menimbulkan tikaian yang memuncak ketika Pak Jenderal menanyakan di mana Pak Pong menginap; suatu pertanyaan yang mengiris hatinya. Jawabannya “Gambir.” Merupakan titik balik, dan jawabannya yang tenang, “Stasiun” atas pertanyaan sopir ke sebelah mana Gambir mereka pergi, menunjukkan leraian menuju selesaian pada akhir cerita, yaitu kesadaran bahwa dia telah kehilangan adik misannya. Walaupun demikian, tidak juga ia mendendam adiknya; ia berusaha menerima bahwa lingkunganlah yang membuat adiknya berubah. Cerita ini, memikat dari awal sampai akhir. Kejutan – bahkan pada akhir cerita – dan tegangan di sana-sini membuat pembaca terus terangsang rasa ingin tahunya. c. Latar Latar spiritual dibentangkan sejak awal; bahkan judul cerita “Jakarta” menyarankan sejumlah informasi dan nilai-nilai tertentu. Secara konotatif tersaran suasana kota besar dengan hubungan antarmanusia yang renggang sehingga orang mudah merasa terasing. Ketidakakraban ini antara lain tercermin dalam penyapaan Pak Pong oleh penjaga dengan “Tuan”. Bel yang mendadak menjerit-jerit dan menghentikan dongeng Pak Pong merupakan kiasan tentang ketidakberartian Pak Pong di dalam lingkungan itu. Kesan ini diperkuat oleh penggunaan kata “diperlukan”

oleh si penjaga. (“Tunggu sebentar, mungkin Bapak sudah diperlukan.”) Sikap penjaga yang menyilakan Pak Menteri langsung masuk sedang Pak Pong sudah lama menunggu, sekali lagi secara ironis menunjukkan betapa Pak Pong tidak berarti. Penawaran minum juice atau coca cola, membingungkan Pak Pong karena tidak terbiasa pada minuman ringan semacam itu sehingga ia agak rendah diri. Maka ia menjawab, “Apa saja boleh, kopi kalau ada.” Karena minuman kopi tidak asing baginya. Namun, secangkir kopi itu terasa terlalu cepat disodorkan kepadanya oleh penjaga. Latar metaforis yang mendukung sikap batin nampak pada waktu pintu kamar Pak Jenderal dibuka. “Ruangan itu bagus sekali. Hawa dingin menyentuh kulitnya. Ada kesegaran di dalamnya.” Ini melambangkan harapan baru dalam hati Pak Pong, yaitu bahwa setelah segala kebingungan dan keragu-raguan yang dialaminya, ia masih akan menemukan Paijo seperti yang dikenalnya. Pada umumnya latar mendukung cerita dengan baik. Tambahan keterangan merah pada mobil punya Pak Jenderal, misalnya, memberikan kontras kecerahan, mengaksentuasi keredupan suasana hati Pak Pong. Kisahan Pak Pong berjalan kaki mengelilingi kota Jakarta menggambarkan kembali berpijaknya tokoh pada realitas yang diterimanya dengan ikhlas tanpa dendam. Begitu pula latar seperti yang dibentangkan dalam alinea ketiga dari akhir, “Lampu-lampu yang berkilauan terasa menusuk-nusuk matanya, sedang kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya” mempersiapkan suasana menjelang selesaian. Penggunaan istilah kekerabatan berbahasa Jawa memberi warna tempatan yang memperkuat kesan keakraban yang semula ada di antara tokoh I dan tokoh III. d. Sudut Pandang yang Digunakan Penggunaan sudut pandang orang ketiga menyebabkan pencerita tidak terlampau terlibat di dalam cerita. Tentang tokoh Pak Pong, pencerita bersifat serba tahu, tetapi tentang tokoh II dan tokoh III pencerita bersifat terbatas. Ini memungkinkan adanya kejutan dari pihak tokoh II dan tokoh III. Andai kata digunakan sudut pandang orang pertama protagonis, mungkin sekali cerita akan menjadi terlalu emosional dan subjektif.

18

Pembelajaran 1 - Kompetensi Dasar 3.1

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. B. 1. Carilah satu buah cerpen di surat kabar atau majalah! Baca cerpen tersebut dan kerjakan soal di bawah ini berdasarkan cerpen tersebut! Bagaimana kalian menilai cerpen tersebut? Apakah berkualitas dan menarik? Mengapa demikian? Menurut kalian, apa tema cerpen tersebut? Bagaimana alur ceritanya? Menurut kalian, seperti apa latar belakang kondisi sosial politik dan budaya dalam cerpen tersebut! Jelaskan amanat yang terkandung dalam cerpen tersebut!

6. 7. 8. 9.

Siapakah tokoh protagonis dalam cerpen tersebut! Adakah tokoh antagonisnya? Kalau ada, siapa tokoh antagonis dalam cerpen tersebut! Di mana kejadian kisah dalam cerpen tersebut? Bagaimana pendapat kalian tentang isi cerpen tersebut?

2. 3. 4.

10. Apakah cerpen di atas mengandung nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan se-hari-hari? Sebutkan apa saja nilai-nilai tersebut! C. D. Apresiasikanlah cerpen tersebut seperti pada cerpen Jakarta! Carilah dua cerpen, baik dari koran, majalah, maupun dari buku kumpulan cerpen yang ada di perpustakaan kalian! Bandingkanlah kedua cerpen tersebut menurut unsur intrinsik dan ekstrinsiknya!

5.

Hasil karya, baik itu karya sastra atau karya ilmiah, dipengaruhi oleh penulisnya. Anda tentu mengenal sastrawan-sastrawan besar, seperti Nh. Dini, Pramoedya Ananta Toer, Seno Gumira Ajidarma, Ayu Utami, dan lain sebagainya. Karya-karya sastra yang dihasilkan sastrawan-sastrawan itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan sastrawan muncul dari latar belakang kehidupan yang berbeda satu sama lain.

1.4.1

Mengasosiasikan Karya dengan Penulisnya

Asosiasi artinya tautan dalam ingatan pada orang atau barang lain; bentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra. Mengasosiasikan artinya menautkan sesuatu pada orang atau barang lain. Mengasosiasikan karya artinya menautkan sebuah karya dengan penulisnya.

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! 1. 2. Carilah sebuah karya ilmiah, kemudian asosiasikan karya ilmiah itu dengan penulisnya! Tulislah hasil asosiasi terhadap karya ilmiah tersebut! Carilah sebuah cerpen, kemudian asosiasikan cerpen itu dengan penulisnya! Tulislah hasil asosiasi terhadap cerpen tersebut!

19

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Rangkuman:
1. Sastra merupakan salah satu bentuk tulisan kreatif yang kadang memberikan hal-hal yang fenomenal, baik dari segi unsur intrinsik maupun ekstrinsik. Menurut KBBI, sastra adalah (1) bahasa (katakata dan gaya bahasa) yang dipakai dalam kitabkitab (jadi, bukan bahasa sehari-hari); (2) karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain memiliki berbagai ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya. Sastra dalam pengertian umum adalah karya tulis yang merupakan ungkapan pengalaman manusia melalui bahasa yang mengesankan. Dalam sastra terkandung ide, pikiran, perasaan, dan pengalaman yang khas manusiawi, serta diungkapkan dengan bahasa yang indah. Apresiasi sastra merupakan salah satu bentuk reaksi kinetik dan reaksi verbal seorang pembaca terhadap karya sastra yang didengar atau dibacakannya. Kata ‘apresiasi’ diserap dari kata bahasa Inggris appretiation yang berarti penghargaan. Apresiasi sastra berarti penghargaan terhadap karya sastra. Apresiasi sastra berarti penghargaan terhadap karya sastra. Selain itu, apresiasi sastra juga berusaha menerima karya sastra sebagai sesuatu yang layak diterima dan mengakui nilai-nilai sastra sebagai sesuatu yang benar. Ada beberapa tahap dalam penghargaan karya sastra, yaitu: (1) tahap mengenal dan menikmati, (2) tahap menghargai, (3) tahap pemahaman, (4) tahap penghayatan, dan (5) tahap aplikasi atau penerapan. 8. Jadi, kegiatan apresiasi sastra adalah proses mengenal, menikmati, memahami, dan menghargai suatu karya sastra secara sengaja, sadar, dan kritis sehingga tumbuh pengertian dan penghargaan terhadap sastra. Kegiatan apresiasi sastra adalah proses mengenal, menikmati, memahami, dan menghargai suatu karya sastra secara sengaja, sadar, dan kritis sehingga tumbuh pengertian dan penghargaan terhadap sastra. 10. Ciri-ciri karya sastra adalah: (1) memberikan hiburan karena menyenangkan, (2) menunjukkan kebenaran hidup manusia, dan (3) melampaui batas bangsa dan zaman. 11. Karya sastra itu memenuhi norma estetika bila: (1) mampu menghidupkan atau memperbarui pengetahuan pembaca, menuntunnya melihat berbagai keindahan, (2) mampu membangkitkan aspirasi pembaca untuk berpikir dan berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi bagi penyembpurnaan kehidupan, dan (3) mampu memperlihatkan peristiwa kebudayaan, sosial, keagamaan, atau politik dalam kaitan dengan seni dan keindahan. 12. Karya sastra dinilai memenuhi norma sastra bila, karya itu: (1) mampu merefleksikan kebenaran hidup manusia, (2) mempunyai daya hidup tinggi yang senantiasa menarik bila dibaca kapan saja, (3) menyuguhkan kenikmatan, memberdayakan orang untuk kehidupan, dan (4) mampu memperlihatkan kenikmatan, kesenangan, dan keindahan karena strukturnya tersusun bagus dan selaras. 13. Karya sastra dinilai memiliki nilai moral bila karya itu menyajikan, mendukung, dan menghargai nilai-nilai kehidupan yang berlaku. 14. Teks ilmiah menguraikan dan membahas suatu permasalahan secara ilmiah dan dapat menuangkannya secara ilmiah dan menuangkannya secara teoritis, jelas, dan sistematis. 15. Karya sastra (cerpen, novel, drama, dan puisi) adalah hasil rekaan atau ciptaan pengarang. Ada pun unsur-unsur sastra ada macam, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. 16. Unsur intrinsik atau unsur dalam adalah unsur sastra yang mempengaruhi terciptanya karya sastra atau yang membangun karya sastra itu dari dalam. Yang termasuk unsur intrinsik adalah tokoh, penokohan, tema, plot atau alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat.

2.

3.

4.

5.

6.

9.

20

Pembelajaran 1 - Kompetensi Dasar 3.1

17. Unsur ekstrinsik atau unsur luar adalah unsurunsur dari luar yang mempengaruhi karya sastra. Yang termasuk unsur-unsur ekstrinsik karya sastra adalah latar belakang kehidupan pengarang, pandangan hidup pengarang, situasi sosial-budaya yang melatar belakangi lahirnya karya sastra.

18. Asosiasi adalah pertautan di dalam ingatan pada orang atau barang lain. Mengasosiasikan adalah menautkan sesuatu pada orang atau barang lain, Mengasosiasikan karya artinya menautkan sebuah karya dengan penulisnya.

A. 1.

Plihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Tahap ketiga dalam proses penghargaan karya seni adalah ... . a. mengenal dan menikmati karya seni b. memahami karya seni c. menghargai karya seni d. menerapkan karya seni e. menghayati karya seni

iii Karya itu mampu membangkitkan aspirasi pada pembaca untuk berpikir dan berbuat lebih banyak dan lebih baik bagi penyempurnaan kehidupan. iv Karya itu mempunyai daya hidup tinggi yang senantiasa menarik bila dibaca kapan saja. v Karya itu mampu memperlihatkan peristiwa kebudayaan, sosial, keagamaan, atau politik masa lalu dalam kaitan dengan peristiwa masa kini dan masa datang. Yang tergolong norma estetika dalam penilaian karya sastra adalah ... . a. i, ii, iii b. ii, iii, v c. i, iii, v 5. Berikut ini yang bukan unsur intrinsik karya sastra adalah ... . a. budaya pengarang b. alur/plot c. tokoh 6. Berikut ini yang bukan unsur ekstrinsik karya sastra adalah ... . a. budaya pengarang b. agama pengarang c. kondisi politik 7. Jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu disebut ... . a. budaya pengarang b. alur/plot c. tokoh 8. Alur/plot yang pada akhir cerita merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita disebut ... . a. plot terbuka b. plot tertutup c. plot maju d. plot mundur e. plot campuran d. tema e. latar d. perwatakan e. moral d. tema e. latar d. iii, iv, v e. i, ii, v

2.

Tahap penghargaan karya seni yang melakukan tindakan meneliti serta menganalisis unsur-unsur yang membangun karya sastra, baik unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsiknya adalah tahap ... . a. pengenalan karya seni b. penerapan karya seni c. pemahaman karya seni d. penghargaan karya seni e. penghayatan karya seni

3.

Tahap penghargaan karya seni yang membuat interpretasi atau penafsiran terhadap karya sastra serta menyusun argumen berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya adalah tahap ... . a. pengenalan karya seni b. penerapan karya seni c. pemahaman karya seni d. penghargaan karya seni e. penghayatan karya seni

4.

Berikut ini hal-hal berkaitan dengan penilaian karya sastra. i Karya itu mampu menghidupkan atau memperbarui pengetahuan pembaca, menuntunnya melihat berbagai kenyataan hidup.

ii Karya itu mampu merefleksikan kebenaran hidup manusia.

21

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

9.

Penggambaran mengenai waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita disebut ... . a. budaya pengarang b. alur/plot c. tokoh d. tema e. latar

ilmiah e. teks ilmiah dapat berupa hasil penelitian 15. Berikut ini yang bukan teks ilmiah adalah ... . a. skripsi b. thesis c. hasil penelitian d. cerpen e. karya tulis

10. Tokoh protagonis adalah ... . a. tokoh yang melawan cita-cita antagonis b. pihak ketiga yang berpihak pada kubu antagonis c. tokoh utama yang ingin mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam mencapai cita-cita d. tokoh yang berada di luar antagonis dan tritagonis e. tokoh yang berpihak pada kubu mana pun 11. Tokoh yang melawan tujuan dan cita-cita protagonis disebut ... . a. tokoh utama b. tokoh sampingan c. antagonis 12. Tokoh yang tidak memegang peran utama dalam cerita dan biasanya tidak terlibat dalam semua bagian cerita. Keberadaannya sebagai penghubung antara tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh itu disebut ... . a. tokoh utama b. tokoh sampingan c. antagonis 13. Waktu pintu ternganga lebar, dia tercenung di depannya. Matanya bergerak ke sana ke mari menatap apa saja yang bisa dilihatnya. Ruangan itu bagus sekali. Hawa dingin menyentuh kulitnya. Ada kesegaran di dalamnya. Di tengahtengah barang-barang yang serba megah, duduk laki-laki jangkung memakai kacamata hitam. Unsur intrinsik yang terkandung pada kutipan cerpen Jakarta di atas adalah ... . a. penokohan b. alur c. tema 14. Pernyataan berikut ini yang tidak tepat untuk teks ilmiah adalah ... . a. isi teks dapat berupa fakta sosial b. mengggunakan bahasa Indonesia baku c. menggunakan peribahasa untuk menyampaikan maksud d. thesis merupakan salah satu contoh teks d. latar e. amanat d. protagonis e. tritagonis d. protagonis e. tritagonis B. 1. Kerjakan soal berikut dengan tepat! Bacalah hikayat berikut ini analisislah berdasarkan unsur intrinsiknya! Awang Sulung Merah Muda Awang sulung merah muda adalah anak Raja Bandar Mengkalih. Semasa ia dilahirkan, orang tuanya sudah mangkat. Ia dibesarkan oleh Datuk Batin Alim bersama dengan anak perempuannya sendiri yang bernama Puteri Dayang Nuramah. Sesudah besar, Awang Suluh Merah Muda diserahkan kepada guru untuk mengaji, belajar kitab nahu dan mantik. Kemudian belajar pencak silat pula. Semuanya dipelajari dengan cepat sekali. Pada suatu hari gigi Awang Sulung Merah Muda diasah. Selang beberapa lama, Datuk Batin Alim meminta Awang Sulung Merah Muda membayar belanja mengasah gigi. Karena tiada mempunyai uang, Awang Sulung Merah Muda lalu disuruh mengerjakan pekerjaan yang berat. Biarpun Datuk Batin Alim masih tidak puas hati dan mau membunuh Awang Sulung Merah Muda. Awang Sulung Merah Muda melarikan diri. Dengan bantuan Puteri Dayang Seri Jawa, ia pun melunaskan hutangnya. Selanjutnya Awang Sulung Merah Muda pun menjadi orang suruhan Puteri Dayang Seri JAwa. Puteri Dayang Nuramah yang menaruh kasih pada Awang Sulung Merah Muda tidak rela Awang Merah Muda diambil orang begitu saja. Maka berperanglah kedua puteri itu di tengah laut selama tujuh jaru tujuh malam lamanya. Awang Sulung Merah Muda takut kalau-kalau salah seorang puteri itu luka atau mati, lalu ia memisahkan mereka. Tidak lama sesudahnya, Puteri Dayang Seri Jawa pun dikawinkan dengan Awang Sulung Merah Muda. Selanjutnya Awang Sulung Merah Muda berkawin dengan Puteri Dayang Nuramah dan dua orang puteri lain, yaitu Puteri Pinang Masak dari Pati Talak Trengganu dan Puteri Mayang Mengurai dari Pasir Panjang. Maka sangatlah kasih baginda akan keempat isterinya itu, tiada pernah bercerai. Sumber: Sejarah Kesustraan Klasik Jilid 1, Dr. Liaw Yock Fang

22

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

Pendahuluan :
Setelah kalian belajar untuk menyimak dan memahami secara kreatif teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana pada pembelajaran pertama, kini pada pembelajaran kedua kalian akan diajak untuk dapat mengapresiasikan secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana. Pada pembelajaran ini, pertama, kalian diajak untuk menyimak teks yang dibacakan atau diperdengarkan kepada kalian dan mendiskusikan istilah yang tidak dipahami dari teks tersebut. Kalian juga diajak untuk menjelaskan makna idiomatik yang terkandung dalam teks sastra. Kedua, melalui kegiatan membaca kalian diajak untuk mengungkapkan unsur intrinsik dan ekstrinsik dari karya sastra yang dibaca dan menjelaskan pesan yang tersirat. Kalian juga akan diajak untuk bisa memberi komentar pada teks yang dibaca. Ketiga, melalui kegiatan berbicara kalian diharapkan bisa mengungkapkan tanggapan kalian terhadap isi dan cara penyajian teks yang telah dibaca dan mengaitkan istilah dalam teks sastra dengan kehidupan sehari-hari. Keempat, melalui kegiatan menulis kalian akan diajak untuk menulis kelanjutan cerpen yang telah selesai dibaca. Akhirnya, selamat belajar dan sukseslah selalu. Namun sebelum memulai pembelajaran kedua ini, sebaiknya kalian melakukan cek kemampuan bahasa terlebih dulu.

Cek Kemampuan
Berilah tanda ( No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. ) pada kolom Ya atau Tidak yang tersedia sesuai dengan apa yang kalian pahami! Pertanyaan Dapatkah kalian menyimak teks yang dibacakan/diperdengarkan? Apakah kalian dapat mendiskusikan istilah sulit dari teks yang disimak? Mampukah kalian menjelaskan makna idiomatik yang terkandung dalam karya sastra (cerpen, puisi, novel) seperti pepatah, peribahasa, dan majas? Dalam karya sastra yang kalian baca, terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik, dapatkan kalian mengungkapkan unsur-unsur tersebut? Mungkin, teks sastra yang kalian baca mengandung pesan tersirat, bisakah kalian menjelaskannya? Apakah kalian dapat mengomentari teks yang dibaca? Setelah membaca teks, dapatkah kalian mengungkapkan tanggapan terhadap isi dan cara penyajian? Dapatkah kalian mengaitkan istilah dalam teks sastra dengan kehidupan sehari-hari? Bisakah kalian menulis kelanjutan cerpen yang telah selesai dibaca? Ya Tidak

Apabila kalian menjawab “Tidak” pada salah satu pertanyaan di atas, pelajarilah materi tersebut pada modul ini. Apabila kalian menjawab “Ya” pada semua pertanyaan, lanjutkanlah dengan mengerjakan aktivitas-aktivitas dan tes akhir pembelajaran yang ada pada modul ini.

23

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Pembelajaran sebelumnya kalian sudah pernah menganalisis ungkapan, pepatah, peribahasa, atau majas yang tersurat dalam cerpen. Sekarang kalian akan kembali mempelajarinya dengan menemukan pepatah, peribahasa, dan majas dalam dua kutipan novel yang disimak.

2.1.1

Menyimak Teks Sastra

Berikut ini disajikan kutipan roman Sitti Nurbaya. Salah seorang siswa membacakan kutipan tersebut dan siswa yang lain menyimak dengan saksama. Pulang dari Sekolah Kira-kira pukul satu siang, kelihatan dua orang anak muda, bernaung di bawah pohon ketapang yang rindang, di muka sekolah Belanda Pasar Ambacang di Padang, seolah-olah mereka sedang hendak memperlindungkan dirinya dari panas yang memancar dari atas dan timbul dari tanah, bagaikan uap air yang mendidih. Seorang dari anak muda ini, ialah anak laki-laki yang umurnya kira-kira 18 tahun. Pakaiannya baju jas tutup putih dan celana pendek hitam, yang berkancing di ujungnya. Sepatunya sepatu hitam tinggi, yang disambung ke atas dengan kaus sutra hitam pula dan diikatkan dengan ikatan kaus getah pada betisnya. Topinya topi rumput putih, yang biasa dipakai bangsa Belanda. Di tangan kirinya ada beberapa kitab dengan sebuah peta bumi dan dengan tangan kanannya dipegangnya sebuah belebas, yang dipukul-pukulkannya ke betisnya. Jika dipandang dari jauh, tentulah akan disangka, anak muda ini seorang anak Belanda, yang hendak pulang dari sekolah. Tetapi jika dilihat dari dekat, nyatalah ia bukan bangsa Eropa; karena kulitnya kuning sebagai kulit langsat, rambut dan matanya hitam sebagai dawat. Di bawah dahinya yang lebar dan tinggi, nyata kelihatan alis matanya yang tebal dan hitam pula. Hidungnya mancung dan mulutnya halus. Badannya sedang, tak gemuk dan tak kurus, tetapi tegap. Pada wajah mukanya yang jernih dan tenang , terbayang bahwa ia seorang yang lurus, tetapi keras hati; tak mudah dibantah, barang sesuatu maksudnya. Menilik pakaian dan rumah sekolahnya, nyata ia anak seorang yang mampu dan tertib sopannya menyatakan ia anak seorang yang berbangsa tinggi.

Teman anak muda ini, ialah seorang anak perempuan yang umurnya kira-kira 15 tahun. Pakaian gadis ini pun sebagai pakaian anak Belanda juga. Rambutnya yang tebal dan hitam tebal itu, dijalinnya dan diikatnya dengan benang sutra, dan diberinya pula berpita hitam di ujungnya. Gaunnya (baju nona-nona) terbuat dari kain batis, yang berkembang merah jambu. Sepatu dan kausnya, coklat warnanya. Dengan tangan kirinya dipegangnya sebuah batu tulis dan sebuah kotak yang berisi anak batu, pensil, pena, dan lain-lain sebagainya; dan di tangan kanannya adalah sebuah payung sutra kuning muda, yang berbunga dan berpinggir hijau. Alangkah elok parasnya anak perawan ini, tatkala berdiri sedemikian! Seakan-akan dagang yang rawan, yang bercintakan sesuatu, yang tak mudah diperolehnya. Pipinya sebagai pauh dilayang, yang kemerah-merahan warnanya kena bayang baju dan payungnya, bertambah merah rupanya, kena panas matahari. Apabila ia tertawa, cekunglah kedua pipinya, menambahkan manis rupanya; istimewa pula karena pada pipi kirinya ada tahi lalat yang hitam. Pandangan matanya tenang dan lembut, sebagai janda baru bangun tidur. Hidungnya mancung, sebagai bunga melur, bibirnya halus, sebagai delima merekah, dan di antara kedua bibir itu kelihatan giginya, rapat berjejer, sebagai dua baris gading yang putih. Dagunya sebagai lebah bergantung, dan pada kedua belah cuping telinganya kelihatan subang perak, yang bermatakan berlian besar, yang memancarkan cahaya air embun. Di lehernya yang jenjang, tergantung pada rantai emas yang halus, sebuah dokoh hati-hati, yang bermatakan permata delima. Jika ia minum, seakan-akan terbayang air yang diminumnya di dalam kerongkongannya. Suaranya lemahlembut, bagai buluh perindu, memberi pilu yang mendengarnya. Dadanya bidang, pinggangnya ramping. Lengannya dilingkari gelang ular-ular, yang bermatakan beberapa butir berlian yang bernyala-nyala sinarnya. Pada jari manis tangan kirinya yang halus itu, kelihatan sebentuk cincin mutiara, yang besar matanya. Kakinya baik kokohnya dan jalannya lemah gemulai. Menurut bangun tubuh, warna kulit dan perhiasan gadis ini, nyatalah ia bangsa anak negeri di sana; anak orang kaya atau orang yang ber-

24

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

payung sutranya dan berjalan perlahan-lahan ke luar pekarangan rumah sekolah. “Ya, tetapi aku lebih suka naik bendi daripada berjalan kaki, pulang ke rumah, sebab aku amat lelah rasanya dan hari amat panas. Lihatlah mukamu, telah merah sebagai jambu air, kena panas matahari!” jawab anak laki-laki itu, seakanakan merengut, tetapi diikutinya juga temannya yang perempuan tadi. ................................................................... Dikutip dari roman Sitti Nurbaya, karya Marah Rusli

Gambar 2.1 Sampul depan roman Siti Nurbaya karya Marah Rusli.

www.gramedia.com

pangkat tinggi. Barangsiapa memandangnya, tak dapat tiada akan merasa tertarik oleh sesuatu tali rahasia, yang mengikat hati, dan jika mendengar suaranya, terlalailah daripada sesuatu pekerjaan. Sekalian orang bersangka, anak ini kelak, jika telah sampai umurnya, niscaya akan menjadi sekuntum bunga, kembang kota padang, yang semerbak baunya sampai ke manamana, menjadikan asyik berahi segala kumbang dan rama-rama yang ada di sana. “Apakah sebabnya Pak Ali hari ini terlambat datang? Lupakah ia menjemput kita?” demikian tanya anak laki-laki tadi kepada temannya yang perempuan, sambil menoleh ke jalan yang menuju ke pasar Kampung Jawa. “Ya, biasanya sebelum pukul satu ia telah ada di sini. Sekarang cobalah lihat! Jam di kantor telepon itu sudah hampir setengah dua,” jawab anak perempuan yang ada di sisinya. “Jangan-jangan ia tertidur, karena mengantuk; sebab tadi malam ia minta izin kepada ayahku, pergi menonton komedi kuda. Kalau benar demikian, tentulah kesalahannya ini akan kuadukan kepada ayahku,” kata anak laki-laki itu pula, sebagai marah rupanya. “Ah, jangan Sam. Kasihilah orang tua itu! Karena ia bukan baru sehari dua hari bekerja pada ayahmu, melainkan telah bertahun-tahun. Dan di dalam waktu yang sekian lama itu, belum ada ia berbuat kesalahan apa-apa. Bagaimanakah rasanya, kalau kita sendiri sudah setua itu, masih dimarahi juga? Pada sangkaku, tentulah ada alangan apa-apa padanya. Jangan-jangan ia mendapat kecelakaan di tengah jalan. Kasihan orang tua itu! Lebih baik kita berjalan kaki saja perlahan-lahan, pulang ke rumah; barangkali di tengah jalan kita bertemu dengan dia kelak,” kata anak perempuan itu pula seraya membuka

2.1.2

Menyimak Teks Ilmiah

Berikut ini disajikan teks ilmiah sederhana. Salah seorang siswa membacakan makalah tersebut dan siswa yang lain menyimak dengan saksama. Cermatilah istilah-istilah sulit yang ada dalam makalah!

Sekolah Menengah Kejuruan Purnama Jalan Rembulan No. 8 Jakarta Seminar Sehari Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah Oleh: Ratri A. Pendahuluan Secara umum, keberadaan perpustakaan sekolah semangat penting. Keberadaan perpustakaan dapat menunjang usaha meningkatkan ketakwaaan kepada Tuhan, meningkatkan kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, mempertebal semangat kebangsaan, dan sebgainya. Secara khusus, perpustakaan sekolah diselenggarakan untuk menunjang pengembangan minat, kemampuan, kegemaran, dan kebiasaan membaca serta mendayagunakan budaya tulisan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya perpustakaan, siswa memperoleh sarana untuk melatih agar mampu mencari, menemukan, dan memanfaatkan berbagai informasi. Mereka juga dapat dididik supaya bisa memelihara serta memanfaatkan bahan pustaka secara tepat dan berhasil guna. Melalui perpustakaan pula, para sisiwa diarahkan untuk mampu belajar mandiri, memupuk minat dan bakat, menumbuhkan apresiasi, dan mengembangkan kemampuan untuk memecahkan berbagai macam masalah.

25

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Dengan demikian, perpustakaan sekolah akan menjadi pusat kegiatan belajar mengajar. Perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. Perpustakaan juga dapat dimanfaatkan untuk membina anak didik agar gemar membaca, terampil membaca, dan selalu merasa perlu untuk membaca. Dengan demikian, prinsip “Tiada hari tanpa membaca” akan dipegang seumur hidupnya. B. 1. Uraian dan Pembahasan Layanan Perpustakaan

perkenalkan buku/mempromosikan buku), menyelenggarakan lomba membaca, lomba membuat sinopsis, lomba membuat resensi, lomba membuat klipping, dan sebagainya Layanan terhadap manajemen sekolah dilakukan dengan cara membantu pimpinan sekolah dan guru dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanduan, dan penilaian program sekolah. 2. Koleksi Perpustakaan Sekolah

Layanan perpustakaan bertujuan menyajikan informasi dalam rangka peningkatan pelaksanaan proses belajar mengajar dan rekreasi bagi semua warga sekolah dengan mempergunakan bahan pustaka. Secara operasional, layanan perpustakaan sekolah mencakup kegiatan layanan sirkulasi, layanan referansi, dan bimbingan membaca. Jenis layanan perpustakaan ada tiga, yaitu layanan kepada guru, layanan kepada siswa, dan layanan kepada manajemen sekolah. Layanan kepada guru meliputi kegiatan-kegiatan berikut. a. Penyediaan bahan informasi mutakhir yang disesuaikan dengan tingkat dan tujuan sekolah. Bahan informasi tersebut digunakan untuk meningkatkan pengetahuan guru mengenai subjek yang menjadi bidangnya. b. Menyediakan alat perlengkapan mengajar, seperti peta, globe, atau tertentu. c. Menyediakan bahan pustaka pesanan yang diperlukan mata pelajaran tertentu. d. Mengisi jam pelajaran kosong. Layanan kepada siswa meliputi kegiatan berikut. a. Menyediakan bahan pustaka untuk memperluas dan memperkaya cakrawala kurikulum. b. Menyediakan bahan pustaka untuk membantu siswa memperdalam pengetahuannya mengenai suatu subjek yang diminatinya. c. Menyediakan bahan untuk membantu meningkatkan keterampilan. d. Menyediakan berbagai kemudahan untuk membantu siswa dalam menyediakan penelitian. e. Mengadakan berbagai aktivitas untuk meningkatkan minat baca, mengajarkan cara menggunakan perpustakaan, memperkenalkan jenis-jenis koleksi yang dimiliki (mem-

Koleksi perpustakaan sekolah terdiri atas bahan cetak dan bahan bukan cetak. Contoh bahan cetak, antara lain buku, majalah, koran, brosur, pamflet, dan guntingan koran (klipping).Contoh bahan bukan cetak, antara lain karya tulis guru, karya tulis siswa, peta, gambar, video, atau alatalat rekaman. Perpustakaan sekolah hendaknya memiliki jumlah koleksi minimal atau koleksi dasar sepuluh judul untuk satu anak didik (1:10). Setelah itu, dilakukan pengembangan, pemeliharaan, dan penggantian. Untuk itu, setiap tahun perpustakaan sekolah memerlukan tambahan buku sekitar 10% dari koleksi yang sudah ada. Sebelum siap dipinjamkan, koleksi perpustakaan ini diolah terlebih dahulu berdasarkan ketentuan yang sudah baku. Untuk klasifikasinya, digunakan Sistem Persepuluhan Dewey (DDCDewey Decimal Classification) yang telah dilengkapi dan diseduaikan dengan kebutuhan Indonesia. Katalogisasinya menggunakan katalogisasi Indonesia. Agar koleksi perpustakaan tetap up to date, setiap akhir tahun pelajaran diadakan penyiangan. Buku-buku yang ketinggalan zaman dikeluarkan dari peredaran dan diganti dengan buku-buku sejenis terbitan baru. Buku-buku yang rusak diperbaiki atau dijilid kembali jika perlu. 3. Tenaga Pustakawan

Perpustakaan di sekolah dengan jumlah siswa 250–300 orang cukup dikelola oleh seorang pustakawan yang bertugas rangkap, sebagai kepala perpustakaan dan tenaga pembantu. Jika siswa mencapai 300–750 orang, diperlukan dua orang pustakawan. Satu orang di antaranya berkedudukan sebagai kepala perpustakaan dan yang lainnya sebagai tenaga pembantu pustakawan. Adapun tugas kepala perpustakaan meliputi hal-hal di bawah ini. a. Bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan program perpustakaan serta

26

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

b.

c.

d.

e. f. g. h. i. j.

mengawasi seluruh kegiatan administrasi perpustakaan sekolah. Bekerja sama dengan kepala sekolah, dewan guru, para siswa, serta administrator sekolah dalam meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di sekolah melalui perpustakaan. Bekerja sama dengan kepala sekolah dan dewan guru dalam merumuskan kebijaksanaan pengadaan bahan pustaka. Menyeleksi dan menilai bahan pustaka dalam rangka membina koleksi perpustakaan sekolah. Mengolah bahan pustaka menurut sistem yang berlaku (katalogisasi dan klasifikasi). Mengajarkan cara-cara menggunakan perpustakaan secara efektif. Memberikan layanan referensi dan penelusuran informasi. Menyediakan layanan bimbingan membaca dan meningkatkan minat baca pada siswa. Mengadakan promosi perpustakaan sekolah. Bekerja sama dan membina hubungan baik dengan perpustakaan lain.

2.1.3

Gaya Bahasa (Majas)

Bahasa dalam teks sastra berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam teks ilmiah. Teks sastra banyak menggunakan gaya bahasa (majas), seperti kalimat-kalimat yang kalian baca pada kutipan roman yang berjudul Siti Nurbaya. Misalnya, lihatlah mukamu, telah merah sebagai jambu air, kena panas matahari, jawab anak laki-laki itu seakan-akan merengut, tetapi diikutinya juga temannya yang perempuan tadi. Jika dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang digunakan dalam teks ilmiah, kalimat di atas sangat berbeda bukan? Jadi, gaya bahasa atau majas adalah suatu cara mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan bahasa yang indah dan personal. Gaya bahasa digunakan untuk meningkatkan efek dan menjelaskan gagasan-gagasan sehingga dapat dimengerti, baik oleh pembaca maupun pendengar. Bagi penulis (pemakai bahasa), gaya bahasa memperlihatkan kekhasan bahasa serta jiwa dan kepribadian penulis. Para ahli telah menemukan enam puluh macam gaya bahasa/majas dan diklasifikasikan ke dalam empat kelompok. Keempat kelompok gaya bahasa yang dimaksud adalah: a) majas perbandingan; b) majas pertentangan; c) majas pertautan; d) majas perulangan. A. 1) Majas perbandingan Majas perbandingan meliputi: Perumpamaan Perumpamaan atau simile adalah gaya bahasa berupa perbandingan dua hal yang pada dasarnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Gaya perbandingan secara eksplisit dijelaskan dengan pemakaian kata seperi laksana, ibarat, bagai, sebagai, dan umpama. Contoh Gadis itu laksana bunga yang sedang mekar. Apa yang ia lakukan ibarat mencari jarum dalam sekam. Metafora

Tugas pustakawan pembantu meliputi hal-hal di bawah ini. a. Mengerjakan pekerjaan ketatausahaan/ surat-menyurat perpustakaan sekolah. b. Membantu pengolahan bahan pustaka, mengetik kartu, memberi label, memberi kantong dan kartu buku, menyusun kartu katalog, menyusun buku di rak, dan sebagainya. c. Mengawasi perpustakaan bila pustakawan sedang tidak di tempat. d. Memberikan layanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka. e. Bertanggung jawab atas penataan bukubuku di rak. C. Penutup

Demikianlah sekilas mengenai penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Kita sangat mengharapkan agar pihak pemerintah atau para donatur memberikan bantuan dana dan sarana untuk perpustakaan sekolah, terutama bagi sekolah-sekolah yang fasilitasnya masih dangat terbatas. DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1986. Petunjuk Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah di Indonesia. Jakarta: Depdikbud.

2)

Metafora adalah suatu gaya bahasa yang membuat perbandingan secara langsung antara dua hal atau benda tanpa dinyatakan secara eksplisit dengan menggunakan kata seperti dan sejenisnya. Metafora merupakan gaya bahasa perbandingan yang paling singkat, padat, dan tersusun rapi.

27

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Contoh Pemuda adalah tulang punggung negara.

B. 1)

Majas pertentangan Majas pertentangan meliputi: Hiperbola

3)

Personifikasi

Personifikasi atau penginsanan adalah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani pada barang yang tidak bernyawa dan pada ide yang abstrak. Contoh Nyiur melambai-lambai ditiup angin. Mentari pagi tersenyum menyambut hari.

Hiperbola adalah suatu jenis gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang sengaja melebih-lebihkan isi pernyataan, baik dari segi jumlahnya, ukurannya, maupun sifatnya, dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan serta pengaruhnya. Contoh Mayat bergelimpangan di jalan akibat bencana tsunami. (ada beberapa orang yang meninggal) Jantungku hampir copot menyaksikan akrobat berjalan di atas kabel listrik di udara. (adegan itu sungguh menegangkan) Aku mengenal dia dari ujung kaki sampai ujung rambut. (mengenal secara dekat) Litotes

4)

Antitesis

-

Antitesis adalah gaya bahasa dengan membuat suatu perbandingan (komparasi) antara dua antonim (kata-kata yang menyatakan makna bertentangan satu sama lain). Contoh Anak itu malah bangga atas kegagalannya dalam tes masuk Universitas Negeri. Para jenderal itu jelas-jelas bersalah dalam kasus pelanggaran HAM di tanah air, tetapi tetap dibela oleh sekelompok elit politik. Pleonasme 2)

-

5)

Litotes adalah kebalikan dari hiperbola. Gaya bahasa litotes adalah salah satu jenis gaya bahasa yang berisi pernyataan-pernyataan yang sengaja menyederhanakan, mengecilkan, atau mengurangi kenyataan yang sesungguhnya. Hal itu dilakukan dengan maksud untuk merendahkan diri atau tidak mau menonjolkan diri. Contoh Terimalah pemberian kami yang tidak berharga ini. Kalau Bapak berkenan, mampirlah ke gubuk kami. Ironi

Pleonasme adalah suatu gaya bahasa berupa pemakaian kata yang berlebihan (mubazir), yang sebenarnya tidak perlu. Karena itu, pada sebuah satuan bahasa disebut pleonasme, artinya tetap utuh apabila kata yang berlebihan itu dihilangkan. Contoh Sayalah yang membawa buku itu dengan tangan saya sendiri. Saya melihat kejadian itu dengan mata kepala saya sendiri. Tautologi 3)

Ironi adalah salah satu jenis majas yang mengandung pernyataan dengan makna bertentangan dengan maksud berolok-olok. Apa yang dikatakan bertentangan dengan kenyataan untuk maksud berolok-olok. Contoh

6)

-

Tautologi hampir sama dengan pleonasme. Namun, pada tautologi, kata-kata yang berlebihan itu pada dasarnya mengandung pengulangan dari kata yang lain. Contoh Sang ibu mencintai anak yang merupakan darah dagingnya sendiri. Dody mengawini janda, wanita yang ditinggal mati suaminya. 4)

Rapi sekali kamarmu, pakaian kotor dan buku-buku berserakan di mana-mana. Doni anak yang rajin, tiap hari bangun jam sembilan pagi! Paralipsis

Paralipsis adalah sejenis majas yang merupakan suatu formula yang dipergunakan sebagai sarana untuk menerangkan bahwa seseorang tidak mengatakan apa yang tersirat dalam kalimat itu sendiri (Tarigan, 1985:191).

28

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

Contoh Henry mempersunting seorang gadis cantik. (maksudnya seorang janda cantik) Bukankah negeri tercinta ini masih terjajah? (maksudnya sudah merdeka) Saya tidak suka pada orang yang jujur. (maksudnya orang munafik) Paradoks 9) -

Contoh Memang Andalah yang paling kaya yang dapat menguasai pelabuhan-pelabuhan di negeri ini. Sarkasme

5)

Paradoks adalah sejenis majas berupa sebuah kalimat pernyataan yang mengandung dua hal yang bertentangan satu sama lain. Contoh Dia mengalami kesepian di tengah keramaian kota Jakarta. Wanita itu membenci pria yang sangat dicintainya. Klimaks

Sarkasme adalah salah satu jenis majas yang mengandung sindiran pedas dan menyakitkan hati. Sarkasme lebih kasar dibandingkan dengan ironi dan sinisme. Contoh Tingkah lakumu sungguh memalukan kami. Kerakusannya membawa malapetaka bagi kehidupannya

C. 1)

Majas Pertautan Majas pertautan meliputi: Metonimia

6)

Klimaks adalah sejenis gaya bahasa berupa kalimat yang mengandung beberapa pikiran/gagasan dan disusun secara berurutan dari yang sederhana meningkat ke hal yang rumit, dari hal yang kurang penting ke hal yang paling penting. Contoh

Metonimia adalah sebuah majas yang menggunakan nama ciri atau nama hal yang dihubungkan dengan nama orang, barang, atau hal sebagai penggantinya. Contoh Sering terjadi pena mematikan langkah seorang tokoh dalam karir politiknya. (pena = tulisan) Ia baru saja membeli Mitsubishi dengan harga yang murah. (Mitsubishi = mobil) Saya suka membaca Romo Mangunwijaya. (= karya Romo Mangunwijaya) Sinekdoke

-

-

Tujuan utama pelajaran bahasa Indonesia agar siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Jangankan sebulan, setahun, sewindu pun kamu akan kutunggu. Antiklimaks

7)

Antiklimaks merupakan kebalikan dari gaya bahasa klimaks. Gaya bahasa antiklimaks berupa suatu acuan yang berisi gagasan-gagasan yang disusun secara berurutan dan dimulai dari gagasan terpenting menuju ke gagasan yang kurang penting. Contoh Jangankan seribu, atau seratus, serupiah pun aku tidak punya. Sinisme

2)

Sinekdoke adalah majas yang menyebutkan bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya atau kebalikannya. Sinekdoke terdiri atas dua macam, yaitu pars pro toto dan totem pro parte. Pars pro toto adalah menyebutkan sebagian dari suatu hal untuk menyatakan keseluruhannya. Totem pro parte adalah menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian. Contoh Jakarta dikecam oleh negara-negara Barat berkaitan dengan kasus pelanggaran HAM. (Pars pro toto) Indonesia berhasil menundukkan China dalam pertandingan Thomas Cup.(Totem pro parte)

8)

Sinisme adalah majas berupa sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap seseorang. Sinisme sebenarnya ironi yang lebih besar sifatnya.

-

29

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

3)

Alusi

7)

Erotesis

Alusi atau kilat adalah majas berupa acuan yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa atau tokoh dengan anggapan bahwa hal itu sudah diketahui bersama, baik penutur/penulis maupun pendengar/pembaca. Contoh Peristiwa Mei 1998 sungguh merupakan tragedi nasional. (peristiwa Mei 1998 = huruhara di Jakarta) Bencana Aceh merupakan bencana nasional. (bencana Aceh = gempa dan tsunami) Eufemisme

Erotesis disebut juga pertanyaan retoris adalah sejenis majas yang berupa pertanyaan yang dipergunakan dalam tulisan atau pidato untuk mencapai efek yang mendalam dan penekanan yang wajar. Pertanyaan itu sama sekali tidak menuntut suatu jawaban. Contoh Apakah kita biarkan korupsi merajalela di negeri ini? Pendidikan nasional memang sedang merosot. Apakah wajar bila semua kesalahan ditimpakan kepada para guru? Paralelisme

-

4)

Eufemisme adalah majas berupa ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti perkataan yang dirasakan kasar, yang mungkin menyinggung perasaan, dan merugikan. Contoh Tampaknya wanita cantik itu kurang setengah. (kurang setengah = gila) Para tunakarya disalurkan pemerintah menjadi TKI. (tunakarya = pengangguran) Eponim

8)

Paralelisme adalah majas yang berusaha mencapai kesejajaran dalam memakai kata-kata atau frasa-frasa yang menduduki fungsi yang sama dalam bentuk gramatikal yang sama. Kesejajaran tersebut dapat pula terjadi pada klausa-klausa bawahan yang bergabung pada sebuah klausa atasan. Contoh Kaum pria maupun kaum wanita sama kedudukannya di depan hukum. Potensi kekayaan Indonesia terdapat di darat dan laut.

5)

Eponim adalah majas berupa pernyataan yang mengandung nama seseorang yang sering dihubungkan dengan sifat tertentu. Dengan demikian nama itu dipakai untuk mengatakan sifat itu. Contoh Usahaku sedang macet, perlu seorang Dewi Fortuna untuk menyelamatkannya. (Dewi Fortuna = penolong) Dewa Ruci kebanggaan Indonesia mengarungi lautan luas tanpa rasa takut.(Dewa Ruci = kapal laut) Epitet

9)

Elipsis

-

Elipsis adalah majas yang di dalamnya dilakukan penghilangan kata atau kata-kata yang memenuhi bentuk kalimat berdasarkan struktur kalimat. Dengan kata lain elipsis adalah penghilangan salah satu atau beberapa unsur penting dalam konstruksi sintaksis yang lengkap. Contoh Sunarti ke sekolah hari ini. (penghilangan predikat) Orang itu mengambil sesuka hati. (penghilangan objek) Indah sekali. (penghilangan subjek)

6)

Epitet adalah majas yang mengandung acuan yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khas dari seseorang atau sesuatu hal. Keterangan itu merupakan suatu prosa deskriptif yang memberikan atau menggantikan nama sesuatu benda atau nama seseorang. Contoh Raja siang dihambat awan tipis yang berarak-arak di ufuk timur. (raja siang = matahari) Mengapa merpatiku pergi tanpa mening-

-

10) Asindeton Asindeton adalah majas berupa acuan padat dan mampat di mana beberapa kata, frasa, atau klausa yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata sambung, tetapi hanya dipisahkan oleh tanda koma.

30

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

Contoh Kami datang, kami menang dalam petandingan itu. Seminar itu membahas masalah narkoba, seks bebas, kriminalitas yang melibatkan para remaja. Politik kepentingan sering memanfaatkan sentimen agama, suku, ras, dan antargolongan.

4)

Kiasmus

Kiasmus adalah jenis majas repetisi berupa perulangan kata dan sekaligus pula terdapat inversi hubungan antara dua kata dalam sebuah kalimat. Contoh Sering terjadi orang pintar merasa bodoh, sedangkan orang bodoh menganggap diri pintar. Kamu memutarbalikkan kenyataan, yang benar jadi salah, dan yang salah jadi benar. Zaman sekarang sungguh aneh, banyak lakilaki bertingkah laku seperti wanita, sementara wanita bertingkah laku seperti laki-laki. Anafora

-

11) Polisindeton Polisindeton adalah suatu majas yang hampir sama dengan asindeton. Hanya dalam polisindeton beberapa kata, frasa, atau klausa disusun secara berurutan dan dihubungkan dengan kata sambung. Contoh Adik saya suka boneka panda dan mobil-mobilan dan alat masak-masakan. Saya tinggal dengan ayah-ibu dan kakak serta kakek dan nenek. Majas Perulangan 5) -

Anafora ialah jenis majas repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap baris atau setiap kalimat. Contoh

D.

Gaya bahasa perulangan atau repetisi mengandung perulangan yang terjadi pada bunyi, suku kata, kata, frasa, dan bagian kalimat. Perulangan itu perlu untuk memberikan penekanan dalam sebuah konteks. Majas perulangan meliputi: 1) Aliterasi Aliterasi adalah gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan yang sama pada seluruh baris. Contoh 2) bila biduan berani berkicau kala kanda kala kacau Asonansi

Aku memandang sang bulan dalam angan. Aku tak sanggup melepas rinduku padanya Belajar merupakan aktivitas insani. Belajar tidak mengenal batas usia. 6) Epistrofa

Epistrofa adalah jenis majas repetisi berupa perulangan kata atau frasa pada akhir baris setiap kalimat berurutan. Contoh Duduk adalah hidup Berjalan adalah hidup Bermain adalah hidup Bekerja adalah hidup dan belajar juga adalah hidup 7) Simploke

Asonansi adalah jenis gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan pada vokal yang sama. Contoh 3) sudah luka tujuan terjungkal anak dara aman dijaga Antanaklasis

Simploke adalah jenis majas repetisi berupa perulangan pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut. Contoh Engkau meminta aku duduk. Aku bilang baiklah Engkau meminta aku bekerja. Aku bilang baiklah Engkau meminta aku beristirahat. Aku bilang baiklah Engkau meminta aku bangun. Aku bilang baiklah

Antanaklasis adalah jenis majas yang berupa perulangan kata yang sama dengan makna berbeda. Contoh Di Aman ternyata ia tidak merasa aman. Kembang itu tidak berkembang.

31

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

2.1.4

Peribahasa
-

Contoh Seperti abu di atas tunggul. Artinya: seseorang yang sangat goyah kedudukannya. Bagai berpijak bara hangat. Artinya: seorang yang sangat gelisah karena sesuatu masalah/kesusahan. Sejenis dengan perumpamaan adalah tamsil atau ibarat. Bedanya dengan perumpamaan, tamsil diikuti penjelasan. Contoh Seperti buah simalakama, dimakan mati ayah, tidak dimakan mati ibu. Bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau.

Peribahasa atau bidal adalah kalimat, perkataan, atau kelompok kata yang tetap susunannya dan mengiaskan suatu maksud tertentu. Peribahasa mencakup tiga jenis, yaitu pepatah, perumpamaan, dan ungkapan. A. Pepatah

Pepatah adalah sejenis peribahasa yang dinyatakan dengan kalimat yang tetap susunannya dan mengiaskan suatu maksud tertentu. Yang dikiaskan adalah suatu keadaan atau kelakuan seseorang. Pepatah juga mengandung nasihat atau ajaran dari orang-orang tua. Contoh Bermain air basah, bermain api hangus. Artinya: setiap pekerjaan atau perbuatan ada akibatnya. Air jernih ikannya jinak. Artinya: negeri yang teratur pemerintahannya, penduduknya sopan santun.

Catatan: bagian yang dicetak tebal adalah penjelasannya. C. Ungkapan

B.

Perumpamaan

Perumpamaan adalah sejenis peribahasa yang berupa perbandingan dan dinyatakan dengan kalimat yang tetap susunannya serta mengiaskan waktu tertentu. Perumpamaan mengungkapkan keadaan atau kelakuan seseorang dengan mengambil perbandingan dari alam. Perumpamaan biasanya didahului katakata yang menyatakan perbandingan, yaitu seperti, sebagai, laksana, bak, bagai, seumpama, macam, umpama.

Ungkapan adalah kelompok kata atau perkataan yang bersifat tetap dan digunakan untuk menyatakan sesuatu maksud dengan arti kiasan. Contoh Perundingan Israel dengan Palestina mengalami jalan buntu. (jalan buntu = mengalami kegagalan) Gadis itu patah hati karena dikhianati kekasihnya. (patah hati = kecewa)

-

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. 1. Kerjakan soal di bawah ini berdasarkan kutipan roman Sitti Nurbaya dan makalah! Tuliskanlah ungkapan-ungkapan, baik berupa majas maupun peribahasa, yang terdapat dalam kutipan roman Sitti Nurbaya! Kutip dengan kalimatnya! Misalnya, 2. berbahasa tinggi, pipinya sebagai pauh dilayang, dll. 1. 2. B.

operasional sirkulasi referensi muthakir globe cakrawala koleksi

sinopsis kalalogisasi up to date pustakawan administrator klasifikasi label

Tentukan jenis gaya bahasa yang dipakai pada setiap pernyataan berikut ini! Kata-katanya menyejukkan hati setiap pendengar. Burung-burung gereja bertingkah lincah dan riang menyambut sang fajar di ufuk timur.

Carilah makna istilah-istilah berikut ini!

32

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

3. 4. 5. 6. 7.

Penampilan kedua sejoli itu bagai bumi dengan langit. Pendidikan adalah jalan menuju kemajuan. Lonceng dari menara gereja tua itu masih setia memanggil umat untuk beribadat. Kasih sayang orang tua yang berlebihan justru dapat menelantarkan anak. Kepentingan kelompok atau golongan yang saling tarik-menarik menimbulkan krisis yang berkepanjangan. Memberi nasihat kepada orang yang ber-mental bobrok itu bagai air titik ke batu. Di mana pun di dunia ini rakyat adalah tiang negara.

1. 2. 3. 4. 5. D.

Di mana ia berada, di situ ia mematuhi peraturan yang ada. (bumi) Orang wajib menerima akibat dari perbuatannya sendiri. (bermain) Ikut serta tetapi tidak masuk hitungan. (bawang) Hanya banyak bicara saja, tetapi malas bekerja. (banyak) Lemah lembut tetapi tetap dengan pendiriannya. (bambu) Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan-ungkapan berikut dan terangkanlah artinya masing-masing ungkapan! langkah seribu pendek akal bermuka tebal besar mulut buah pena 6. perang pena 7. lapang dada 8. kandang macan 9. tangan besi 10.buah hati

8. 9.

1. 2. 3. 4. 5.

10. Kereta api itu merayap di lereng-lereng bukit. C. Buatlah peribahasa yang maknanya di bawah ini, dengan menggunakan kata kunci yang berada dalam tanda kurung!

Pembahasan tentang karya sastra tidak asing lagi bagi kalian, baik itu cerpen, novel, puisi, maupun drama. Dalam sebuah karya sastra terkandung pesan yang bermanfaat bagi pembacanya. Pesan tersebut dapat disampaikan secara tersurat atau tersirat.

Benar saja, di tumpukan tersebut terdapat bermacam-macam bacaan yang menarik. Ada kumpulan dongeng, komik, novel anak, dan buku cerita bergambar. Ita buru-buru memilih buku yang diinginkannya. “Tiga buku berapa, Bang?” tanyanya setelah mendapatkan buku yang diinginkan. “Empat ribu rupiah saja untuk Ita. Ita juga boleh mengambil satu majalah lagi kalau mau,” jawab Bang Togar. Setelah itu, Ita buru-buru meninggalkan kios Bang Togar. Ia tidak mau jika ada teman-teman sekolahnya memergokinya sedang berada di tempat itu. Ia malu jika diketahui sering membeli buku bekas di kios Bang Togar. Tetapi, baru beberapa langkah Ita meninggalkan kios itu, terdengar suara dari arah belakang. “Hoooiii! Ita beli buku loak! Ita gadis buku loak!” suaru itu terdengar jelas. Ita menoleh. Jelas dilihatnya Voni, Heru, dan Sinta berada di dalam mobil sambil berteriak ke arah Ita. “Gawat, mereka memergokiku!” pekik Ita dalam hati. Ita pun terus berjalan sambil menundukkan kepalanya. Sebenarnya Ita ingin segera berlari dan bersembunyi. Tetapi ia tahu hal itu percuma. Sebab anak-anak itu telah melihatnya. Akhirnya,

2.2.1

Membaca Teks Sastra

Berikut ini disajikan sebuah teks sastra. Teks tersebut berupa cerpen yang dikutip dari Kompas, 9 Januari 2005. Bacalah teks tersebut dengan saksama! Ita, Si Gadis Buku Loak Oleh Nigar Pandrianto Siang itu Ita bergegas menuju kios buku dan majalah bekas yang ada di pojokan Jalan Mawar. Di sana sudah tampak Bang Togar yang sedang membereskan tumpukan buku. “Halo Ita! Kamu pasti butuh buku bacaan lagi kan?” sambut Bang Togar begitu melihat Ita. Bang Togar masuk ke dalam kios. Tidak lama kemudian ia keluar dengan tumpukan buku yang langsung diletakkan di depan Ita. “Kamu pasti menyukai buku-buku ini. Abang sengaja menyimpannya untukmu sebelum orang lain membelinya,” kata Bang Togar kemudian.

33

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

kota sendiri tidak tahu,” kata Pak Tarno sambil berjalan berkeliling kelas. “Ya, kamu Ita,” seru Pak Tarno begitu melihat Ita mengangkat tangannya. “Itu gedung Bank Indonesia, Pak. Dulu kalau tidak salah namanya ..... mm...mm...Java Bank,” jawab Ita. “Tepat! Tapi namanya bukan Java Bank, melainkan Javasche Bank. Itu adalah salah satu bangunan yang hingga kini masih dilestarikan.” Pak Tarno menjelaskan. “Nah, ternyata ada juga teman kalian yang tahu. Dari mana kamu mengetahuinya, Ita?” “Dari buku yang berjudul Wajah Bandung Tempo Doeloe.” “Wah, buku itu sangat langka! Banyak sekali sejarah kota kita yang bisa kita ketahui dari buku tersebut. Bagaimana kamu memperoleh buku itu?” “Saya membelinya di kios buku bekas di dekat rumah, Pak.” “Kau tahu. Ita, buku itu sangat langka. Kau harus menyimpannya baik-baik, Ita. Walaupun kamu memperolehnya dari kios buku bekas dengan harga murah, tetapi buku itu sangat berharga.” Ita diam saja. “Nah, kita mendapat pelajaran berharga hari ini. Ternyata pengetahuan tidak hanya bisa didapat dari buku-buku baru, tetapi juga dari bukubuku tua atau buku bekas. Jadi, jangan sekalikali meremehkan buku-buku seperti itu.” “Wah, ternyata yang perlu dihargai tidak hanya gedung-gedung tua, tapi juga buku-buku tua ..., ha-ha-ha ...,” celetuk Nirwan yang duduk di bangku belakang. “Kamu benar, Nirwan. Baik buku baru atau buku loak tidak menjadi masalah. Sebab, yang paling penting adalah apa yang ada di dalamnya. Iya, kan?” Sebentar Ita melirik Voni dan Heru. Keduanya hanya diam. “Nah, untuk itu bapak akan menugaskan kalian untuk menuliskan daftar bangunan tua bersejarah yang ada di kota ini. Jika mengalami kesulitan, kalian bisa meminjam buku Ita.” Sorenya, sebagian anak berkumpul di rumah Ita untuk mengerjakan tugas dari Pak Tarno. Tetapi Voni dan Heru tidak kelihatan di antara mereka. Baru setelah teman-temannya pulang, kedua anak itu muncul di rumah Ita.

Ita memilih untuk diam sambil berpura-pura tidak mendengar teriakan teman-temannya itu. “Anak-anak itu pasti akan mengejekku!” bisik Ita dalam hati. Benar saja, esoknya di sekolah, Voni dan Heru menghampiri Ita dan mulai mengejeknya. “Hai gadis buku loak, mana buku-buku usangmu? Kami ingin melihatnya,” kata Voni sambil tertawa. “Kok kamu tahan membaca buku-buku berdebu itu? Aku sih bisa bersin-bersin membaca bukubuku loak itu,” tambah Heru. Ita diam saja. Sementara itu, beberapa teman lain mulai ikut-ikutan mengejek. “Buku usang sih cocoknya untuk bungkus pisang goreng saja. Ha-ha- ha ...,” tambah Adit. Air mata Ita mulai menggenang. Tetapi ia menahan untuk tidak menangis. Sementara itu, Voni, Heru, dan beberapa anak terus mengejeknya. Ejekan mereka terhenti ketika Pak Tarno, guru IPS, masuk ke dalam kelas. Di dalam kelas Pak Tarno mulai mengajar. Hari itu ia mengajarkan tentang bangunan-bangunan tua yang harus dilestarikan karena mengandung nilai sejarah yang tinggi. “Selain karena memiliki nilai bersejarah, bangunan-bangunan tersebut dilestarikan karena memiliki bentuk arsitektur yang unik. Bangunan seperti itu banyak sekali di kota kita,” Pak Tarno menerangkan. “Salah satu bangunan unik di kota kita adalah gedung bank yang berada di seberang taman balai kota. Hmm, adakah yang tahu?” tanya Pak Tarno. Tidak ada seorang pun yang mengangkat tangan. “Wah, kalian seharusnya tahu. Masak sejarah

34

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

“Kami ingin meminjam bukumu sebentar, Ita, untuk menyelesaikan tugas dari Pak Tarno,” pinta Heru pelan. Ita hanya mengangguk. Ia mengambil sebuah buku yang sampulnya sudah agak lusuh. Dalam waktu beberapa saat saja, dengan bantuan Ita, Voni dan Heru berhasil menyelesaikan tugas dari Pak Tarno. Sebelum pulang, Heru sempat berbicara kepada Ita. “Maafkan kami karena sering mengejekmu, Ita. Kami berjanji tidak akan mengejekmu lagi,” ucap Heru. “Percayalah, kami tidak akan lagi memanggilmu gadis buku loak,” tambah Voni. “Ah, lupakan saja. Tidak apa-apa,” balas Ita. Heru dan Voni meninggalkan rumah Ita. Tinggal Ita sendirian sambil menimang-nimang buku bersampul lusuh yang sangat berharga itu. Diamdiam ia mulai bangga dengan julukan si gadis buku loak. Dikutip dari Kompas, 9 Januari 2005

teks sastra, dan sebagainya untuk menerangkan atau menjelaskan. Pada aspek ini Anda harus memberikan komentar terhadap teks cerpen yang sudah Anda baca. Komentar Anda didasarkan pada dua hal, yaitu mengomentari nilai-nilai yang terkandung dalam teks dan mengomentari makna atau pesan yang terkandung dalam teks. Nilai-nilai yang dikomentari, yaitu: 1. nilai budaya menyangkut adat istiadat yang berlaku di suatu daerah atau di suatu negara yang berhubungan erat dengan cara hidup, cara berpikir, dan cara bekerja. nilai keagamaan menyangkut konsep mengenai penghargaan tinggi yang diberikan oleh warga masyarakat kepada beberapa masalah pokok dalam kehidupan keagamaan yang bersifat suci sehingga dijadikan pedoman bagi tingkah laku warga masyarakat yang bersangkutan. nilai moral menyangkut ajaran tentang baik buruknya perbuatan, sikap, kewajiban, akhlak, budi pekerti, dan kesusilaan yang diterima umum. nilai sosial menyangkut segala hal yang berkenaan dengan kemasyarakatan atau hal-hal yang menyangkut kepentingan orang banyak, seperti gotong-royong, tolong-menolong, hidup bertetangga, atau peduli lingkungan.

2.

3.

4. Pada pemelajaran awal buku ini, materi unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra telah tuntas kalian pelajari. Setalah kalian membaca cerpen Ita, Si Gadis Buku Loak, coba didiskusikan unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen tersebut!

2.2.2

Memberi Komentar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komentar adalah ulasan atau tanggapan atas berita,

Mengomentari makna atau pesan dalam suatu teks berarti kalian mengomentari maksud pembicara atau penulis dalam karyanya, atau dapat pula kalian mengomentari pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan.

paikan penulis dalam cerpen tersebut? Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. Analisislah unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen Ita, Si Gadis Buku Loak, dengan menjawab pertanyaan berikut ini! Sebutkan tokoh-tokoh dalam cerpen dan jelaskan penokohannya! Apakah tema dari cerpen tersebut! Jelaskan alur atau plot cerpen tersebut! Jelaskan latar atau setting dari cerpen tersebut! Jelaskan gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen tersebut! Sudut pandang apa yang digunakan penulis dalam cerpen itu! Apakah pesan atau amanat yang ingin disamE. D. C. 8. B. Jelaskan unsur intrinsik dari cerpen tersebut! Setelah kalian membaca teks cerpen Ita, Si Gadis Buku Loak, coba tuliskan komentar kalian tentang nilai-nilai yang terkandung dalam teks tersebut! Nilai apa yang paling menonjol? Tuliskan komentar kalian tentang pesan tersirat yang ingin disampaikan penulis dalam karyanya! Bacakan di muka kelas komentar-komentar yang sudah kalian tulis agar ditanggapi oleh teman-teman kalian yang lain! Bentuklah kelompok beranggotakan 3-4 orang! Kemudian carilah cerpen dan analisislah unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen tersebut! Analisis pula nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen tersebut!

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

35

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Coba kalian perhatikan hasil tulisan di majalah atau surat kabar? Ada tulisan yang menggunakan kata-kata yang indah. Ada tulisan yang menyebabkan kesan mendalam bagi pembacanya. Ada juga tulisan yang menyentuh perasaan pembacanya. Pada bagian ini Anda akan mengungkapkan tanggapan terhadap isi dan cara penyajian sebuah tulisan.

Hujan medali Stephanie Senna, salah satu gadis manis yang mewakili Indonesia dalam IJSO I ini, bahkan mendapat penghargaan tambahan sebagai The Best Experimental Winner karena berhasil mendapat nilai tertinggi pada ujian eksperimen. Bahkan nilainya bukan hanya nilai tertinggi, tetapi juga nilai sempurna! .................................................................... Kompas, 17 Desember 2004

2.3.1

Membandingkan Teks

Marilah kita bandingkan tiga kutipan tulisan berikut ini! Kemudian kerjakan soal pada aktivitas 3! Kutipan (1)

International Junior Science Olympiad I Sebuah Awal yang Manis Pada hari Senin tanggal 1 Desember 2004 kemarin, Indonesia mencatat sejarah baru. 12 anak Indonesia yang masih imut tiba-tiba menjadi pahlawan pengharum nama bangsa. Hmmm..., apa yang dilakukan sampai-sampai mereka dianggap pahlawan? Umur boleh muda, tapi prestasi sudah selangit! Dua belas anak yang masih duduk di bangku sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) ini berhasil mencatatkan nama mereka sebagai pemenang International Junior Science Olympiad (IJSO) yang baru diadakan untuk pertama kalinya. Ilmuwan-ilmuwan yunior kita ini berhasil merebut delapan medali emas dan empat medali perak di ajang IJSO yang digelar di Jakarta pada tanggal 5-14 Desember 2004. Wow! Delapan medali emas! Siapa sangka mereka yang masih imut-imut itu bisa bersaing melawan siswa-siswa dunia dalam ajang adu otak? Dari 12 anak yang mewakili Indonesia, tidak ada satu pun yang tidak mendapat medali. Padahal, event ini diikuti pelajar-pelajar pintar dari 30 negara.
Kompas, 17 Desember 2004

Kutipan (2) Ketika Para “Anak Kali” Bertemu di Kali Hari masih pagi benar, tapi para “anak kali” sudah bergantungan di pintu mobil angkutan pedesaan yang membawa mereka menuju titik start pengarungan di Kali Serayu, bercampur dengan berbagai macam alat untuk pengarungan, seperti dayung, pelampung, hingga perahu karet. Mata yang masih merah karena menahan kantuk terasa perih saat menantang angin pagi Banjarnegara, Jawa Tengah. Tapi, semua “penderitaan” itu terkalahkan oleh tekad untuk berarung jeram bersama. Pagi itu merupakan hari keempat, sekaligus menjadi hari terakhir bagi 57 pengarung jeram anggota mahasiswa pencinta alam se-Indonesia yang mengikuti kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medal Ke-16, untuk menikmati keliaran jeramjeram Serayu. Air Serayu yang semakin mengecil karena seminggu terakhir ini tidak dipasok air hujan sempat membuat para “anak kali” itu sedikit kecewa. “Wah, kalau arusnya kecil seperti ini, kita akan lebih sering mengangkat perahu,” kata salah seorang dari mereka sambil bersungut. Walaupun begitu, satu per satu perahu karet yang berjumlah sepuluh itu mulai memenuhi lebar Kali Serayu. Tak ada kemurungan yang terpancar pada wajah-wajah yang mulai menghitam akibat dipanggang mentari selama tiga hari terakhir. Semua terlihat antusias, kompak menggerakkan

Gambar 2.2 Pelajar-pelajar yunior pemenang Internasional Junior Science Olympiad (IJSO)

36

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

dayung, melintasi jeram. Tidak boleh ada egoisme di antara mereka, karena itu adalah sumber ketidakkompakan, yang menjadi musuh utama dalam pengarungan. “Semua harus dalam koordinasi satu perintah. Kalau semua memerintah dan mau menang sendiri, dapat berakibat fatal,” ungkap Sandra, salah seorang panitia pendamping. Berarung jeram telah mengajarkan “anak-anak kali” itu tentang bagaimana caranya bekerja sama dan saling membahu untuk melintasi setiap jeram Serayu yang tak dapat dianggap remeh. Totok Wijayanto, Kompas, 2 Januari 2005

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. 1. Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini! Kalian telah menyimak tiga kutipan pada halaman 38-39, bandingkanlah ketiga kutipan tersebut berdasar-kan bahasa yang digunakan! Ungkapkan yang kalian rasakan ketika membaca kutipan 1! Ungkapkan yang kalian rasakan ketika membaca kutipan 2! Ungkapkan yang kalian rasakan ketika membaca kutipan 3! Menurut kalian, kutipan mana yang mengandung ungkapan? Jelaskan dengan contoh ungkapan! Bentuklah kelompok beranggotakan 3 orang, lalu kerjakan aktivitas berikut ini! Pilihlah dua tulisan di surat kabar atau majalah (fiksi atau nonfiksi) yang menggunakan bahasa dan model penyajian yang berbeda! Tulislah perbedaan bahasa yang digunakan dalam dua tulisan yang kalian pilih tersebut! Tulis perbedaan penyajian dua tulisan yang kalian pilih tersebut! Sampaikan hasil kerja kelompok kalian di depan kelas! Mintalah pendapat dari teman-teman kalian yang lain atas laporan yang baru saja kalian bacakan di depan kelas! Kritikan dan masukan yang kalian dapatkan dari teman kalian itu jadikan sebagai acuan untuk memperbaiki tugas kelompok kalian!

2. 3. 4. 5.

Kutipan (3) B. Untuk Kita Renungkan Ciptaan Ebiet G. Ade Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih Suci lahir dan di dalam batin Tengoklah ke dalam sebelum bicara Singkirkan debu yang masih melekat Singkirkan debu yang masih melekat Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya Kita mesti tabah menjalani Hanya cambuk kecil agar kita sadar Adalah Dia di atas segalanya Adalah Dia di atas segalanya Anak menjerit-jerit asap panas membakar Lahar dan badai menyapu bersih Ini bukan hukuman hanya satu isyarat Bahwa kita mesti banyak berbenah Memang bila kita kaji lebih jauh Dalam kekalutan Masih banyak tangan yang tega yang berbuat nista Tuhan pasti telah memperhitungkan Amal dan dosa yang kita perbuat Kemanakan lagi kita kan sembunyi Hanya kepada-Nya kita kembali Tak ada yang bakal bisa menjawab Mari hanya tunduk dan sujud pada-Nya Kita mesti berjuang memerangi diri Bercermin dan banyaklah bercermin Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini Berusahalah agar Dia tersenyum Berusahalah agar Dia tersenyum 1.

2. 3. 4. 5.

Gambar 2.3 Kegiatan diskusi di kelas

37

www.mberproject.net

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Saat kalian membaca cerpen, biasanya akan muncul ide di benak kalian kemungkinan-kemungkinan lanjutan alur cerpen tersebut. Pada bagian ini kalian akan menulis kelanjutan cerpen.

2.4.1

Menulis Kelanjutan Cerpen

Bacalah teks cerpen berikut ini dengan saksama! Bu Yati Bu Yati, guruku. Zaman kelihatannya berubah begitu hebat, tapi di hadapanmu aku sebenarnya tetap murid. Aku termangu-mangu seperti orang bodoh, sambil susah payah menahan agar air mata tidak runtuh. Mungkin orang bosan, setiap kali aku cerita mengenai kota kelahiranku. Kini aku datang lagi ke kota kecil di Jawa Tengah ini untuk membawa pesan teman-teman di Jakarta yang berencana mengadakan reuni. Dalam rapat diputuskan guruguru SD tempat sebagian dari kami bersekolah dulu akan diundang ke Jakarta. Berhubung jenis pekerjaanku mereka anggap paling bebas, akulah yang “ditugaskan” untuk pulang kampung, menghubungi guru-guru kami dulu. Kawasan belakang sekolah masih digunakan untuk para penjual jajanan. Bedanya, kalau dulu penjual paling populer adalah Lik Tin (nama lengkapnya Maria Theodora Sutini) yang menjual lotek, singkong rebus, mie goreng dalam bungkusan daun pisang kering, sekarang yang kulihat penjual ice cream, burger, dan lain-lain. “Bu Yati?” kata seorang penjual makanan ketika kutanya apakah Bu Hayati masih mengajar di situ. “Oha, masih. Guru kelas tiga,” ujarnya sambil menengok jam tangannya “Sebentar lagi juga akan bubaran. Kelasnya yang itu ...” Berarti, ruang kelasnya pun masih ruang yang dulu, ketika kami duduk di bangku kelas III. Bu Yati yang pandai bercerita, adakah di siang menjelang bubar sekolah seperti ini, ibu masih seperti dulu, membuat murid tidak mengantuk dengan dongeng-dongeng yang masih kuingat sampai kini seperti dongeng Joko Tingkir, Jaka Tarub, Anglingdarmo, Cindelaras dan lain-lain? Kami sama-sama termangu. Bu Yati tengah mengemasi barang-barangnya ketika aku muncul di kelas, sementara seluruh murid sudah ber-

hamburan ke luar. “Sudah berapa tahun jadi kamu meninggalkan sekolah ini Cah Bagus?” “Sekitar dua puluh lima tahun, Bu.” “Sekarang Ibu di mana?” ia menanyakan ibuku. “Dulu, aku menyesal sekali, ketika kakakmu An meninggal, tidak bisa datang, saat itu aku juga sedang sakit,” lanjutnya. Aku tertunduk. Peristiwa itu sudah begitu lama, tapi beliau masih mengingatnya, bahkan masih bisa menyatakan penyesalannya hanya karena tidak bisa datang melayat. Betapa mulia hatinya. Sementara aku? Peristiwa yang mengitari diriku pun aku sudah banyak yang tidak ingat. Beberapa di antara guru-guruku yang lain sudah meninggal aku juga tak tahu. Aku jadi malu, mengapa tadi kutanya tentang Pak Budi, Pak Manto, Bu Darmi, Pak Ignatius, yang semuanya ternyata telah meninggal. “Aku bisa memaklumi. Kamu pastilah sangat sibuk,” katanya tak ada suasana menyindir atau apa pun. Semuanya kutangkap semata-mata sebagai pengertian dari kebesaran hatinya. Dalam hati, aku malu bukan hanya pada diri sendiri, tetapi juga terhadap seluruh teman-teman di Jakarta yang hendak mengadakan reuni dan menyuruhku kemari. Bahkan untuk membicarakan biaya pengangkutan guru-guru kami kemari sempat ada perdebatan, naik bus, kereta api, atau apa. Pesawat, katanya mahal. Aku pasti tak rela Bu Yati terseok-seok naik bus, atau terlalu lama dalam perjalanan kereta api. Apalagi, kini ia bahkan harus menopang tubuhnya dengan tongkat. Kuputuskan sendiri

38

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

seketika itu, mengundang Bu Yati ke Jakarta dengan naik pesawat terbang, di Jakarta boleh memilih tinggal di hotel mana saja, meski kutawarkan aku akan lebih bahagia, kalau beliau mau tinggal di rumahku. “Baru jatuh dari sepeda, dua minggu lalu. Untung sekarang sudah membaik dan harus banyak latihan jalan, agar segera pulih,” katanya mengenai keadaan kakinya Itu pula salah satu yang membuat dia harus berpikir-pikir untuk menerima undangan kami, meski aku sudah merayu-rayu sedemikian rupa. “Lagi pula, ini bukan saat liburan. Aku tidak mungkin meninggalkan anak-anak. Kasihan kan, mereka...” Aku terdiam kehilangan kata-kata kecintaan seperti itulah yang pernah kunikmati dulu. Tapi percayalah, meski ibu tidak bisa datang, doa ibu untuk kalian tak pernah putus. Setiap malam, ibu berusaha mengingat satu per satu anakanakku yang mudah-mudahan semua telah jadi orang. “Itulah kebahagiaan terbesar ibu,” ujarnya Serentak aku merasakan malam-malamnya yang sunyi dan penuh doa. Aku hanya bisa tertunduk, sambil melirik tangannya. Rasanya, ingin sekali menciumnya. Sebelum kami berpisah siang itu, ia mengajakku berdoa, untuk mengucapkan terima kasih pada Tuhan atas pertemuan yang disebutkan sangat indah ini. Mataku yang terpejam dalam doa terasa hangat, tersentuh oleh seluruh katakata yang diucapkannya dalam doa. “Tuhan, betapa kerdilnya aku ...” ucapku dalam hati. Panduan Belajar Bahasa Indonesia 2, Galaxy Puspa Mega, 2007

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. 1. 2. 3. Kerjakan soal di bawah ini berdasarkan cerpen Bu Yati! Sebutkan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang ada dalam cerpen di atas! Tuliskan peristiwa-peristiwa penting yang dialami oleh tokoh utama cerpen tersebut! Bagaimana pendapat kalian tentang sifat-sifat tokoh utama? Kemukakan kekurangan dan kelebihannya! Adakah pesan-pesan penulis yang dapat diambil dari cerita di atas? Tuliskan contohnya! Tuliskan pesan moral, pesan estetika, pesan sosial yang ada dalam cerpen! Ceritakanlah kembali cerpen Bu Yati secara runtut menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar! Sertakan pula dalam cerita kalian kemungkinan lanjutan cerpen tersebut! Hubungkan isi cerpen Bu Yati dengan kehidupan sehari-hari! Mungkinkah cerita tersebut terjadi dalam kehidupan nyata? Buatlah sebuah cerpen yang berasal dari pengalaman-pengalaman pribadi kalian, baik itu pengalaman yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan!

4. 5. B.

C.

D.

Supaya kalian dapat menceritakan kembali cerpen di atas secara runtut, kalian harus membaca cerpen tersebut secara cermat. Hal itu dilakukan supaya kalian dapat memahami tokoh dan jalan cerita dalam cerpen itu. Dalam menceritakan kembali, kalian dapat memasukkan opini kalian dengan cara membuat kemungkinan lanjutan cerita dari cerpen tersebut.

Umar Kayam Lahir pada 30 April 1932 di Ngawi, Jawa Timur. Cerpennya yang berjudul “Seribu KunangKunang di Manhattan” (1972) dinyatakan sebagai cerpen terbaik oleh majalah sastra Horison pada 1968. Para kritikus mengakui bahwa kelebihan karya-karya Umar Kayam terletak pada unsur pembacaan realitas. Ia melandaskan cakrawala berpikir dari kenyataan. Itu sebabnya, Pak kayam adalah pencatat sejarah yang istimewa.

39

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Rangkuman:
1. Gaya bahasa atau majas adalah suatu cara mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan bahasa yang indah dan personal dan digunakan untuk meningkatkan efek dan menjelaskan gagasan sehingga dapat dimengerti baik oleh pembaca maupun pendengar. Ada enampuluh gaya bahasa/majas yang diklasifikasikan ke dalam empat kelompok, yaitu: (a) majas perbandingan, (b) majas pertentangan, (c) majas pertautan, dan (d) majas perulangan. 3. Majas perbandingan meliputi: perumpamaan/simile yaitu gaya bahasa berupa perbadingan dua hal yang pada dasarnya berbeda tetapi sengaja dianggap sama, dijelaskan dengan pemakaian kata laksana, ibarat, bagai, sebagai, dan umpama, metafora adalah gaya bahasa yang membuat perbandingan secara langsung antara dua hal tanpa dinyatakan secara eksplisit dengan menggunakan kata seperti dan sejenisnya, personifikasi atau penginsanan adalah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani pada barang yang tidak bernyawa dan pada ide yang abstrak, antitesis adalah gaya bahasa dengan membuat suatu perbandingan antara dua antonim atau kata-kata yang menyatakan makna bertentangan satu sama lain, pleonasme adalah suatu gaya bahasa berupa pemakaian kata yang berlebihan, yang sebenarnya tidak perlu, tautologi hampir sama dengan pleonasme, namun, kata-kata yang berlebihan itu pada dasarnya mengandung pengulangan dari kata yang lain. hiperbola adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang bersifat melebihlebihkan isi pernyataan, baik dari segi jumlah, ukuran, maupun sifatnya dengan maksud untuk memperhebat kesan dan pengaruhnya, litotes adalah gaya bahasa yang berisi pernyataan-pernyataan yang sengaja menyederhanakan, mengecilkan, atau mengurangi kenyataan yang sesungguhnya untuk merendahkan diri, ironi adalah majas yang mengandung pernyataan dengan makna bertentangan dengan maksud berolok-olok, paralipsis adalah majas yang merupakan formula yang digunakan sebagai sarana untuk menerangkan bahwa seseorang tidak mengatakan apa yang tersirat dalam kalimat itu sendiri, paradoks adalah majas yang berupa kalimat pernyataan yang mengandung dua hal yang bertentangan satu sama lain, klimaks adalah gaya bahasa yang berupa kalimat yang mengandung beberapa pikiran dan disusun secara berurutan dari yang kurang penting ke yang paling penting, antiklimaks adalah gaya bahasa yang berupa acuan yang berisi gagasan yang disusun secara berurutan dan dimulai dari gagasan terpenting menuju ke gagasan yang kurang penting, sinisme adalah majas yang berupa sindiran yang berbentuk kesangsian dan mengandung ejekan terhadap seseorang, dan sarkasme adalah majas yang mengandung sindirian pedas dan menyakitkan hati. metonimia adalah majas yang menggunakan nama ciri atau hal yang dihubungkan dengan nama orang, atau hal sebagai penggantinya, sinekdoke adalah majas yang menyebutkan bagian sebagai pengganti nama keseluruhan atau kebalikannya, alusi adalah majas berupa acuan yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa/tokoh dengan anggapan bahwa hal itu sudah diketahui bersama, eufimisme adalah majas berupa ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti perkataan yang dirasa kasar, eponim adalah majas berupa pernyataan yang mengandung nama seseorang yang sering dihubungkan dengan sifat tertentu, epitet adalah majas yang mengandung acuan yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khas dari seseorang atau suatu hal, erotesis adalah sejenis majas yang berupa pertanyaan yang digunakan dalam tulisan/ pidato untuk mencapai efek yang mendalam dan penekanan yang wajar,

-

2.

-

-

-

5.

Majas pertautan meliputi: -

-

-

-

-

-

-

4.

Majas pertentangan meliputi: -

-

-

-

40

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

-

paralelisme adalah majas yang berusaha mencapai kesejajaran dalam memakai katakata atau frasa yang menduduki fungsi yang sama dalam bentuk gramatikal yang sama, elipsis adalah majas didalamnya dilakukan penghilangan kata yang memenuhi bentuk kalimat berdasarkan struktur kalimat, asindeton adalah majas berupa acuan padat dan mampat di mana beberapa kata, frasa, atau klausa yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata sambung, tetapi hanya dipisahkan oleh tanda koma, dan polisindeton adalah majas berupa acuan padat dan mampat di mana beberapa kata, frasa, atau klausa disusun secara berurutan dan dihubungkan dengan kata sambung.

9.

Peribahasa mencakup tiga jenis, yaitu: pepatah adalah sejenis peribahasa yang dinyatakan dengan kalimat yang tetap susunannya dan mengiaskan maksud tertentu. Yang dikiaskan adalah keadaan atau kelakuan seseorang. Pepatah mengandung nasihat atau ajaran dari orang tua. perumpamaan adalah sejenis peribahasa yang berupa perbandingan dan dinyatakan dengan kalimat yang tetap susunannya serta mengiaskan waktu tertentu.Perumpamaan mengungkapkan keadaan atau kelakuan seseorang dengan mengambil perbandingan dari alam. ungkapan adalah kelompok kata atau perkataan yang bersifat tetap dan digunakan untuk menyatakan sesuatu maksud dengan arti kiasan.

-

-

-

-

-

6.

Majas perulangan atau repetisi mengandung perulangan yang terjadi pada bunyi suku kata, kata, frasa, dan bagian kalimat. Perulangan dilakukan untuk memberi tekanan pada konteks tertentu. Majas perulangan meliputi: aliterasi adalah gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan yang sama pada seluruh baris, asonansi adalah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan pada vokal yang sama, antanaklasis adalah majas yang berupa perulangan kata yang sama dengan makna berbeda, kiasmus adalah jenis majas repetisi berupa perulangan kata dan sekaligus pula terdapat inversi hubungan antara dua kata dalam satu kalimat, anafora adalah jenis majas repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap baris atau setiap kalimat, epistrofa adalah jenis majas repetisi berupa perulangan kata atau frasa pada akhir baris setiap kalimat berurutan, dan simploke adalah jenis majas repetisi berupa perulangan pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut.

7.

10. Dalam membaca teks sastra, entah itu cerpen, novel, puisi, maupun drama selalu terkandung pesan bagi pembacanya, entah secara tersurat ataupun tersirat. 11. Komentar, menurut KBBI adalah ulasan atau tanggapan atas berita, teks sastra, dan sebagainya untuk menerangkan atau menjelaskan. 12. Komentar dapat didasarkan pada dua hal, yaitu: nilai, dan makna atau pesan yang terkandung dalam teks.

-

-

13. Nilai-nilai yang bisa dikomentari dalam karya sastra, antara lain: nilai budaya, nilai agama, nilai moral, ataupun nilai sosial.

-

-

-

14. Mengomentari makna atau pesan dalam teks berarti mengomentari maksud pembicara/ penulis dalam karyanya; atau mengomentari pengertian yang diberikan kepada bentuk kebahasaannya.

8.

Peribahasa atau bidal adalah kalimat, perkataan, atau kelompok kata yang tetap susunannya dan mengiaskan maksud tertentu.

41

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

A. 1.

Plihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Konsep mengenai penghargaan tinggi yang diberikan oleh warga masyarakat kepada beberapa masalah pokok dalam kehidupan keagamaan yang bersifat suci sehingga dijadikan pedoman bagi tingkah laku warga masyarakat yang bersangkutan disebut ... . a. nilai budaya b. nilai moral c. nilai agama d. nilai sastra e. nilai sosial

6.

Pergi ...! Muak aku mendengar cara bicaramu itu. Kalimat di atas mengandung majas ... . a. ironi b. alusi c. sarkasme d. eufemisme e. eponim

7.

Bermain air basah, bermain api letup adalah contoh ... . a. pepatah b. nasihat c. pantun d. ungkapan e. perumpamaan

2.

Sebelum kami berpisah siang itu, ia mengajakku berdoa, untuk mengucapkan terima kasih pada Tuhan atas pertemuan yang disebutkan sangat indah ini. Mataku yang terpejam dalam doa terasa hangat, tersentuh oleh seluruh kata-kata yang diucapkannya dalam doa. Nilai yang menonjol dalam kutipan cerpen di atas adalah ... . a. nilai budaya b. nilai moral c. nilai agama d. nilai sastra e. nilai sosial

8.

Seperti abu di atas tunggul adalah contoh ... . a. pepatah b. nasihat c. pantun d. ungkapan e. perumpamaan

9.

Perundingan antara dua negara itu mengalami jalan buntu. Jalan buntu pada kalimat di atas bermakna ... . a. jalannya putus b. jalannya bercabang c. tidak ada tempat berbelok d. mengalami kegagalan e. putus asa

3.

Suatu gaya bahasa berupa pemakaian kata yang berlebihan (mubazir), yang sebenarnya tidak perlu disebut gaya bahasa ... . a. antitesis b. perumpamaan c. pleonasme d. personifikasi e. metafora

10. Peristiwa tsunami sungguh merupakan tragedi nasional. Kalimat di atas mengandung majas ... . a. sinekdoke b. metonimia c. alusi 11. Tampaknya wanita cantik itu kurang waras. Kalimat di atas mengandung majas ... . a. sinekdoke b. metonimia c. sinisme 12. Kelompok kata berikut yang tidak tergolong ungkapan adalah ... . a. patah hati b. jatuh hati c. hati ayam d. makan hati e. buah hati d. eufemisme e. epitet d. eponim e. epitet

4.

Suatu jenis gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang sengaja melebih-lebihkan isi pernyataan, baik dari segi jumlahnya, ukurannya, maupun sifatnya, dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan serta pengaruhnya disebut gaya bahasa ... . a. hiperbola b. paradoks c. klimaks d. litotes e. ironi

5.

Film itu sangat digemari oleh anak-anak, remaja, dan orang tua. Kalimat di atas mengandung majas ... . a. antitesis b. perumpamaan c. klimaks d. litotes e. ironi

42

Pembelajaran 2 - Kompetensi Dasar 3.2

13. Keluarga itu sedang menjadi perbincangan di kompleks kami. Ungkapan yang tepat untuk kalimat di atas adalah ... . a. sampah masyarakat b. buah bibir c. buah tangan 14. Makna istilah berikut ini, yang tidak tepat adalah ... . a. katalogisasi artinya pendaftaran buku b. katalog artinya daftar c. sirkulasi artinya peredaran d. sirkulasi artinya perputaran e. pustakawan artinya orang yang bekerja di bidang perpustakaan 15. “Kabar baik, Pak, kabar baik. Mereka berdua wajahnya cerah-cerah. Menteri itu banyak duit, alamat saya kebagian rezeki. Oo, jadi Pak Pong ini kakak misan Pak Jenderal, ya? Betul mirip memang dan selalu bangga pada keluarganya. Dalam pidato-pidatonya selalu disebut-sebutnya: anak desa, penderitaan rakyat, dan perjuangan melawan Belanda,” kata penjaga itu mencoba mengingat-ingat kembali apa yang pernah diucapkan oleh jenderalnya, kepada tamunya. “Ya, betul. Rumah kami pernah menjadi markas, waktu zaman gerilya. Masih lama ya, Pak Menteri?” katanya tak sabar lagi. “Tidak asal Pak Jenderal sudah mau teken, biasanya urusannya selesai. Minumnya ditambah lagi ya, Pak?” Dia menggeleng lesu, dalam hatinya diumpatnya Menteri dan tamu-tamu yang antre di situ, merebut waktu adiknya. Nilai budaya yang tersirat pada penggalan cerpen di atas adalah ... a. Mengunjungi pejabat di tempat kerjanya tidaklah mudah karena harus mengikuti aturan protokoler yang telah ditentukan. b. Pak Pong mengalami kesulitan untuk menemui adik misannya yang jenderal itu di kantor. c. Pak Penjaga melihat wajah Pak Jenderal mirip dengan Pak Pong. Oleh karena itu kini ia yakin bahwa Pak Pong adalah saudara Pak Jenderal. d. Jika Pak Jenderal mau menandatangani yang disodorkan oleh Menteri maka urusan pun selesailah. d. tangan kanan e. kaki tangan

e. Pak pong merasa kesal terhadap Menteri dan tamu-tamu yang antre menyita waktu adiknya. 16. Nenek mengeluh, “Aku tahu tidak baik memikirkan kematian jika memiliki yang hidup.” Pesan yang terkandung dalam pernyataan di atas adalah … . a. jangan mengingat lagi orang yang sudah mati b. mengenang kembali orang mati tidak ada gunanya c. perhatian terhadap yang hidup harus mendapat prioritas bila dibandingkan dengan orang yang sudah mati d. memikirkan kematian hanya akan menambah kesedihan e. pada saatnya semua orang akan meninggal 17. ... . Ayah Manen, melihat insinyur muda itu tibatiba sangat rajin berkunjung, cuma mengatakan, “Selesaikan pelajaranmu dulu Manen. Zaman sekarang seorang wanita sebaiknya dapat berdiri sendiri, apalagi kalau ia dapat membangun masyarakat.” Amanat yang paling tepat dari penggalan novel di atas adalah ... . a. wanita sebaiknya dapat mandiri b. wanita harus bermasyarakat c. pendidikan suami istri harus seimbang d. wanita tidak boleh kalah dengan pria e. cita-cita jangan sampai gagal

B.

Pilihlah salah satu novel yang bagus dan menarik! Bacalah novel tersebut! Catatlah atau tandailah majas dan peribahasa yang ada dalam novel tersebut! Kemudian kerjakan soal berikut ini! Mengapa Anda memilih novel tersebut? Siapakah nama penulis novel yang Anda baca? Bisakah Anda menyebutkan karya-karyanya yang lain? Pesan apa yang ingin disampaikan oleh penulis novel tersebut kepada pembacanya? Apakah pesan tersebut relevan dengan kehidupan kita sehari-hari sekarang ini? Siapakah tokoh-tokoh utama yang berperan dalam novel tersebut? Di mana tempat terjadinya kisah dalam novel tersebut?

1. 2.

3.

4. 5.

43

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

6. 7. 8. C. 1. 2. 3. 4. 5.

Pada zaman atau tahun berapa kisah tersebut berlangsung? Carilah makna majas dan peribahasa yang Anda temukan dalam novel tersebut! Buatlah ringkasan dari novel yang Anda baca tersebut! Tentukan jenis gaya bahasa yang dipakai pada setiap pernyataan berikut ini! Cintanya dibalas dengan kebencian yang dahsyat. Gadis kecil itu terpaksa naik ke atas pohon untuk menghindari kejaran anjing galak. Penjelasannya justru mengaburkan esensi ma-salah yang sebenarnya. Lingkungan alam mengharapkan keramahan manusia. Dia adalah pemimpin yang besar yang dapat mengeksploitasi kemiskinan rakyat di negeri ini. Cermatilah kutipan novel berikut ini, kemudian kerjakan soal di bawahnya!

“Aku tidak mau meninggalkan kamu sendiri, tapi ya bagaimana. Take care, Sayang,” begitu kira-kira ucapan Jigme setiap kalinya. Setelah ucapan “sayang,” atau “Aku cinta kamu,” Jigme berangkat sekitar pukul delapan pagi. Begitu sosok tegapnya menghilang, ritual harianku pun dimulai. Aku mulai mencuci pakaian kami secara manual, itu lho dengan tangan. Dengan payah, tangan berkerut-kerut dan badan sedikit menggigil, biasanya aku berhasil juga harus menggantungkan pakaian ke tiang bambu sedemikian rupa supaya terjajar rapi. Kemudian, sekuat tenaga aku mengangkat dan mendorongnya untuk dimasukkan ke dalam lubang di dinding luar jendela. Inilah menjemur pakaian ala Singapura, maklum tidak ada pekarangan. Melelahkan? Ya, tapi tidak, tidak akan pernah aku mau lagi menumpuk cucian dua hari seperti nasihat Mama, soalnya jauh lebih melelahkan. Aku juga tidak mau menumpuk pakaian dan menunggu bantuan Jigme di akhir pekan. Ini tugas baruku, sebagai seorang rumah tangga. Tentunya tanpa pembantu. Setelah ritual yang melelahkan inilah biasanya aku “bertengger” di jendela. Walaupun pemandangan di hadapanku hanya gedung yang berhiaskan pakaian berkibar-kibar, paling tidak aku bisa melihat ke angkasa, ke birunya langit, atau bergumpalnya awan, juga melihat gaya genit burung berkicau. Bisa pula aku melihat ke bawah, ke lapangan parkir dan memperhatikan orang-orang yang mondar-mandir. Pokoknya melihat apa saja selain dua ruangan tempat kami tinggal, maksudku, selain ruang tamu merangkap tempat tidur dan ruang dapur merangkap ruang serba guna tempatku berdiri sekarang ini. Oh ya, masih ada kamar mandi sempit tempatku melakukan ritual mencuci pakaian di samping ruang ini. Jadi, total dua setengah ruangan jika mau dihitung-hitung. Tapi tempat ini, apalagi ruangan depan, tampak lebih besar dari ukuran sebenarnya karena kami tidak memiliki mebel dan tempat tidur, hanya kasur tipis yang bisa digulung. Novel Jendela-jendela karya Fira Basuki a. b. c. Tulis dan artikan istilah-istilah yang tidak Anda pahami dalam kutipan novel di atas! Temukan pesan yang tersirat dalam kutipan novel di atas! Coba Anda tulis lanjutan kutipan novel itu sebanyak 2 paragraf!

D.

“Selamat pagi Singapura!” teriakku sambil merentangkan kedua lengan dan menjulurkan kepala keluar jendela. Fiuh, segar juga udara pagi ini. Kucoba menjulurkan kepala lebih keluar, tetapi seram. Ini tingkat dua belas, kalau terjatuh aku mungkin sudah jadi bubur. Ah, sebenarnya pagi ini sama seperti pagi kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarin dulu. Pagi ini nenek di gedung seberang kembali tertawa lebar memamerkan gigi ompongnya. Rupanya setiap hari jadwal menengok jendela nenek itu sama denganku. Ritualku setiap pagi? Sudah sebulan aku tinggal di “rumah susun” ini dan dari hari ke hari tidak ada yang berubah. Pukul enam pagi, biasanya aku bangun, itu juga ketika Jigme, suamiku selesai sholat subuh. Sebagai seorang istri yang baik aku pun terbangun. Terkadang sholat subuh terkadang tidak, tapi yang selalu adalah menyiapkan sarapan lagi dan memastikan pakaian sang suami tidak kusut. “Sayang, I love you sooo very much,” kata Jigme setiap pagi. Bangun pagi melihat Jigme yang selalu tertawa dan menaburkan kata-kata cinta, seperti memberi bensin pada motor tubuhku. Tanpa itu, mungkin rasa jadi seorang istri agak kurang.

44

Pembelajaran 3 - Kompetensi Dasar 3.3

Pendahuluan :
Setelah kalian belajar untuk bisa mengapresiasikan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana secara lisan pada pembelajaran kedua, kini pada pembelajaran ketiga kalian akan diajak untuk bisa menulis proposal untuk kegiatan ilmiah sederhana. Untuk itu, dalam pembelajaran ini pertama-tama kalian akan diajak menyimak perintah untuk membuat program kerja. Kedua, melalui kegiatan membaca kalian diajak untuk bisa membuat kerangka proposal sesuai dengan konteks yang telah ditentukan. Ketiga, melalui kegiatan berbicara kalian diharapkan untuk bisa menggunakan kalimat yang bersih, akurat, tidak ambigu, dan kalimat efektif dalam proposal. Selain itu, kalian juga akan diajak untuk bisa memahami unsur-unsur proposal, serta menyampaikan proposal dengan rinci, jelas, dan cermat. Keempat, melalui kegiatan menulis kalian akan diajak untuk bisa menyusun proposal yang berkonteks kegiatan keahlian masing-masing. Akhirnya, selamat belajar dan sukseslah selalu. Namun sebelum memulai pembelajaran ketiga ini, sebaiknya kalian melakukan cek kemampuan bahasa terlebih dulu.

Cek Kemampuan
Berilah tanda ( No 1. 2. 3. 4. 5. 6. ) pada kolom Ya atau Tidak yang tersedia sesuai dengan apa yang kalian pahami! Pertanyaan Dapatkah kalian membuat program kerja? Apakah kalian mampu membuat kerangka proposal sesuai dengan konteks yang ditentukan? Bisakah kalian menggunakan kalimat yang bersih, akurat, tidak ambigu, dan efektif dalam proposal? Pahamkah kalian tentang unsur-unsur proposal? Dapatkah kalian menyampaikan proposal dengan rinci, jelas, dan cermat? Mampukah kalian menyusun proposal yang berkonteks kegiatan keahlian masing-masing? Ya Tidak

Apabila kalian menjawab “Tidak” pada salah satu pertanyaan di atas, pelajarilah materi tersebut pada modul ini. Apabila kalian menjawab “Ya” pada semua pertanyaan, lanjutkanlah dengan mengerjakan aktivitas-aktivitas dan tes akhir pemelajaran yang ada pada modul ini.

45

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Di kelas XI kalian sudah pernah mempelajari perintah lisan. Salah satu contoh perintah lisan yang ada di lingkungan sekolah adalah perintah dari guru untuk mengerjakan tugas, imbauan dari kepala sekolah untuk menjaga kebersihan, dan lain-lain.

Perhatikan memo berikut ini!

MEMO Kepada : Ketua OSIS Dari : Kepala Sekolah Perihal : Program Kerja semester Gasal 2007/2008

3.1.1

Menyimak Program Kerja

Dalam kehidupan sehari-hari, baik situasi formal maupun nonformal, kalian seringkali menerima atau memberi perintah tertulis atau lisan. Perintah adalah sesuatu yang harus dilakukan sesorang yang disampaikan secara tertulis atau lisan. Seorang dapat sekaligus menerima perintah lisan dan perintah tertulis. Jika kalian menerima perintah dari seseorang, simaklah perintah tersebut dengan benar. Jika ada perintah yang tidak dipahami, konfirmasikan pada pemberi perintah.

Untuk bahan rapat pada hari Senin, 4 Juni 2007 yang akan datang, harap segera dibuat Program Kerja semester gasal OSIS yang telah disusun, paling lambat diserahkan pada hari Kamis, 31 Mei 2007. Jakarta, 21 Mei 2007

Drs. Tantra Wiyatno

Seorang atasan memberikan sebuah memo kepada bawahannya

Jika kalian yang menerima memo tersebut apa yang diakukan! Yang akan kalian lakukan adalah segera melakukan koordinasi dengan anggota OSIS untuk membuat program kerja OSIS. Berikut ini contoh program kerja!

Contoh program kerja: PROGRAM KERJA OSIS SMK HARAPAN BANGSA JAKARTA TAHUN 2007-2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Kegiatan Jul Orientasi Siswa Peringatan HUT RI Bakti Sosial/Bazar Donor Darah Bulan Bahasa Pentas Seni Idul Fitri Natal Study Tour X X X X X X X X X Pelaksanaan pada semester gasal Agust Sep Okt Nov Des Ket

46

Pembelajaran 3 - Kompetensi Dasar 3.3

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. Buatlah program kerja semester gasal OSIS di sekolah kalian! Buat dalam bentuk tabel seperti berikut ini! PROGRAM KERJA .................................... ........................................... No 1 2 3 4 5 dst. B. 1. 2. 3. 4. Bentuklah kelompok beranggotakan 5 orang, kemudian kerjakan aktivitas berikut ini! Diandaikan kelompok kalian merupakan kelompok Karang Taruna. Bapak Kepala Desa memberi tugas pada Karang Taruna untuk membuat program kerja tahunan desa. Diskusikan kegiatan apa yang akan diagendakan dalam program kerja tahunan tersebut! Tulislah program kerja yang kalian buat dalam bentuk tabel! Bacakan program kerja yang kalian buat di depan kelas agar ditanggapi kelompok lain! Nama Kegiatan Pelaksanaan pada semester gasal Jul Agust Sep Okt Nov Des Koordinator Dana

Di awal kalian telah membuat program kerja. Sebagai tindak lanjut untuk melaksanakan program kerja tersebut, setiap kegiatan dalam program itu harus dibuatkan proposal.

Seminar Sehari Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika di Lingkungan Sekolah I Latar Belakang

3.2.1

Membaca Proposal

Bila akan melaksanakan kegiatan, biasanya akan dibuat perencanaan terlebih dahulu. Perencanaan tersebut dapat melibatkan diri kita sebagai individu dan pelaksana atau melibatkan banyak orang. Perencanaan itu kemudian disampaikan kepada pihak-pihak yang perlu mengetahui kegiatan tersebut dengan tujuan memperoleh persetujuan, bantuan, atau keterlibatan mereka dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Perencanaan suatu kegiatan itu dapat disebut proposal. Berikut ini contoh proposal kegiatan. Bacalah proposal tersebut dan analisislah bagian-bagiannya!

Di DKI Jakarta, menurut keterangan dari Kanwil Depdiknas, dari 600 sekolah lanjutan pertama (SLTP), terdapat 152 sekolah dan dari 600 sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat 166 sekolah yang termasuk “daftar” sekolah yang bermasalah narkoba. Jumlah siswa dari kedua jenjang sekolah tersebut yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba sebanyak 2.300 siswa, terdiri 1.100 siswa SLTP dan 1.200 siswa SLTA. Jumlah tersebut cenderung meningkat untuk setiap tahunnya. Pernyataan perang terhadap narkoba yang biasanya disebut dengan “barang haram/pil setan”

47

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

telah diupayakan pemerintah dengan melibatkan unsur masyarakat. Perangkat hukum telah dibuat untuk menjerat para pelaku, baik pemasok pengedar dan juga para pengguna barang tersebut. Namun hasilnya belum cukup kelihatan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta tentang “Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba oleh Masyarakat Sekolah” menunjukkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, baik yang bersifat preventif maupun represif. Karena masyarakat sekolah memandang penanggulangan peredaran narkoba di lingkungan sekolah tidak mungkin akan berhasil jika tidak dilakukan oleh masyarakat sekolah sendiri. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kami anggota SMK Harapan Bangsa Jakarta akan menyelenggarakan seminar sehari tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba (P3N). II Tema

VII Jadwal Acara (terlampir) VIII Susunan Panitia (terlampir) IX Rencana Anggaran

(terlampir) X Penutup

Demikianlah proposal kegiatan ini kami buat. Partisipasi semua pihak sangat kami harapkan demi suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Jakarta, 2 Juli 2007 Ketua Panitia

Ketua OSIS

Laila Fatimah Kepala Sekolah

Aminudin Pembina OSIS

Melalui kegiatan ini diharapkan “Siswa terus galakan semangat perang melawan narkoba dan sejenisnya”. III a. b. Tujuan Memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba. Memberikan pengetahuan tentang upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Peserta

Drs. Cahyanti

Suherlan Abdi, S.Pd. Mengetahui, Ketua Yayasan

Drs. Feri Iraman, M.Hum. Kalian telah membaca contoh proposal. Pada bagian-bagian tertentu terdapat istilah terlampir. Hal itu berarti penjelasan pada bagian itu ada pada halaman lain yang dilampirkan.

IV

Seminar ini dikuti oleh seluruh guru dan siswa SMK Harapan Bangsa Jakarta. V a. b. c. VI Pembicara Kapolres Jakarta Timur Prof. Dr. Dadang Hawari, M.Ph. Dr. Sudirman Waktu dan Tempat kegiatan

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. 1. 2. B. 1. Kerjakan aktivitas berikut ini secara perorangan! Analisislah bagian-bagian proposal kegiatan yang sudah kalian baca! Tulis dan jelaskan bagian-bagian yang harus ada dalam sebuah proposal! Kerjakan aktivitas berikut ini secara kelompok! Buatlah satu proposal kegiatan untuk acara bakti sosial dan pasar Murah di lingkungan masyarakat bantaran Kali Ciliwung!

Seminar ini dilaksanakan pada: hari, tanggal pukul tempat : Selasa, 24 Juli 2007 : 09.00 s.d. 14.00 : SMK Harapan Bangsa Jakarta Jalan Cempaka Indah 25 Jakarta Timur Gedung A Lantai 2

48

Pembelajaran 3 - Kompetensi Dasar 3.3

2.

Untuk mempermudah pembuatan, ikutilah langkah-langkah berikut ini! • Tentukan terlebih dahulu judul, latar belakang, dan tujuan proposal kegiatan tersebut! Kemudian, tentukan waktu dan tempat pelaksanaan, serta susunan acara kegiatan tersebut! Buatlah susunan kepanitiaan dan rencana anggaran kegiatan tersebut! C. D.

Himpunlah semua bagian-bagian itu menjadi satu proposal utuh!

Bacakan proposal yang kalian buat di depan kelas! Berikan penilaian pada proposal kegiatan yang dibacakan kelompok lain! Hal-hal yang dinilai adalah kelengkapan bagianbagian proposal dan kelayakan dilaksanakannya kegiatan dalam proposal tersebut!

Pada bagian ini kalian akan mempelajari bahasa dan cara penyampaian proposal yang benar. Kedua hal ini sangat penting, terutama jika proposal ini bertujuan untuk mengumpulkan dana.

tertentu. 3. Tujuan kegiatan Penyusunan proposal harus merumuskan tujuan sedemikian rupa agar target yang akan dicapai dan nilai tambah yang diperoleh dapat dirasakan oleh pembaca proposal. Oleh karena itu, tujuan harus dijabarkan supaya tampak manfaatnya. 4. Tema kegiatan Tema adalah hal yang mendasari kegiatan tersebut. 5. Sasaran/peserta Penyusun proposal harus menetapkan secara tegas siapa yang akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. 6. Tempat dan waktu kegiatan Dalam proposal harus dituliskan secara jelas kapan dan di mana kegiatan akan dilaksanakan. 7. Kepanitiaan Penyelenggara atau susunan panitia harus dicantumkan dalam proposal dan ditulis secara rinci. 8. Rencana anggaran kegiatan Penulis proposal harus menyusun anggaran biaya yang logis dan realistis, serta memperhatikan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. 9. Penutup Isi penutup adalah ucapan terima kasih untuk semua pihak. Susunan di atas tidaklah baku, bisa bervariasi sesuai dengan jenis dan tema kegiatan. Yang penting adalah latar belakang dan tujuan yang hendaknya dirumuskan secara tepat dan tajam. Rumusan itu dapat meyakinkan pihak yang terkait sehingga menyetujui dan mengabulkan usulan proposal itu.

3.3.1

Bahasa Proposal

Bahasa yang digunakan dalam proposal harus menggunakan kalimat yang bersih, akurat, tidak ambigu, dan kalimat efektif. Mengapa demikian? bahasa yang digunakan dalam proposal juga mencerminkan isi proposal tersebut. Bahasa proposal harus bersih dan akurat, maksudnya bahasa proposal itu tidak mengada-ngada. Jadi, bahasa yang digunakan mengungkapkan fakta. Misalnya dalam pengajuan dana, sesuai dengan dana yang dibutuhkan dan tidak membuat manipulasi pengajuan dana. Bahasa proposal tidak ambigu, maksudnya bahasa yang digunakan tidak menimbulkan keraguan, kekaburan, dan ketidakjelasan. Bahasa yang ambigu juga dapat menimbulkan penafsiran ganda. Bahasa proposal juga harus menggunakan kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun menurut pola struktur yang benar dan sesuai dengan situasi yang menyertainya. Orang yang membaca kalimat efektif dan yang mendengarkannya langsung dapat memahaminya dengan mudah dan tepat.

3.3.2

Unsur-unsur Proposal

Proposal yang baik sekurang-kurangnya mencantumkan unsur-unsur berikut ini. 1. Nama kegiatan (Judul) Nama kegiatan/judul yang akan dilaksanakan tercermin dalam judul proposal. 2. Latar belakang Latar belakang proposal berisi pokok-pokok pemikiran dan alasan perlunya diadakan kegiatan

49

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. 1. Nyatakanlah dengan kalimat yang efektif maksud pernyataan berikut! Hasil bermusyawarah antara para ahli pendidikan yang dijadikan dasar untuk mendirikan sekolah luar biasa di setiap kota. Berbagai-bagai alat milik sekolah yang diperiksa setiap bulan. Kekuatan kesebelasan Persija dimasukkan ke dalam hitungan yang teliti oleh kesebelasan Persebaya. Nasib bangsa ini bergantung dari kualitas generasi calon pewaris dari negara ini. Bersama surat ini, kami memberitahu bahwa seminar pendidikan yang akan dihadiri wakil UNESCO dan mohon Bapak/Ibu menyertakan wakil dari sekolah Bapak/Ibu. Betulkanlah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi kalimat efektif! Kedisiplinan ialah merupakan modal kiat menuju sukses. Seluruh siswa-siswi SMK wajib mengikuti PSG. Manusia membutuhkan makanan yang mana makanan tersebut harus cukup mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh agar mereka tetap sehat. Pemerintahan Megawati berkehendak melakukan pemberantasan korupsi terhadap semua kalangan terutama di kalangan pemerintahan sendiri.

5.

Pendidikan kejuruan diharapkan dapat menyiapkan peserta didik agar supaya siap dalam memasuki lapangan pekerjaan. Pada materi sebelumnya, kalian sudah pernah membuat proposal dalam kelompok. Coba kalian analisis proposal tersebut dari segi unsur-unsurnya! Apakah proposal itu sudah memenuhi semua unsur-unsur proposal? Apakah unsur lain dalam proposal tersebut? Apa isinya? Apakah ada unsur yang seharusnya ada, tetapi tidak ada dalam proposal tersebut? Menurut Anda, apakah yang akan Anda lakukan jika proposal yang Anda buat itu mengalami kekurangan dana? Buatlah satu proposal kegiatan! Jenis kegiatan dapat ditentukan sendiri. Sampaikanlah proposal kalian di depan kelas untuk mendapat tanggapan dari teman-teman-teman kalian! Hal-hal yang ditanggapi adalah: Unsur apa saja yang ada dalam proposal itu? Bagaimana bahasa yang digunakan dalam proposal itu! Apakah cara penyampaian proposal itu menarik? Menurut kalian, bagaimanakah cara menyampaikan proposal yang baik? Jelaskan!

C.

2. 3.

1. 2. 3. 4.

4. 5.

D. E.

B. 1. 2. 3.

1. 2. 3. 4.

4.

Pada bagian ini kalian harus mampu menyusun proposal yang berkonteks keahlian masing-masing. Bila bagian sebelumnya kalian sudah membuat proposal yang sesuai dengan keahlian kalian, hal itu akan mempermudah kalian mengerjakan aktivitas berikut.

dapat membuat proposal yang berhubungan dengan kegiatan bisnis dan manajemen.

3.4.1

Menyusun Proposal sesuai Keahlian Masing-masing

Kalian telah berlatih membuat proposal dan memahami unsur atau bagian-bagian yang ada dalam proposal. Setelah melalui materi-materi tersebut, dapatkah kalian membuat proposal yang berkonteks keahlian masing-masing? Misalnya, kalian siswa bidang keahlian Bisnis dan Manajemen, maka kalian

Gambar 3.1 Siswa bidang keahlian Bisnis dan Manajemen dapat pengajuan proposal kerja praktek di toko elekronik.

50

Kompas, 15 Juni 2008

Pembelajaran 3 - Kompetensi Dasar 3.3

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. Bentuklah kelompok beranggotakan 4-5 orang, kemudian kerjakan aktivitas berikut ini! Tentukan tema proposal kegiatan! Tema kegiatan harus sesuai dengan bidang keahlian masing-masing! Susunlah proposal sesuai dengan tema yang dipilih! Setelah proposal selesai dibuat, lihat kembali proposal tersebut! Apakah terdapat kalimat ambigu, tidak akurat, dan tidak efektif? Apakah ada unsur yang belum terpenuhi dalam proposal itu?

B. 1. 2.

Mempresentasikan proposal di depan kelas. Setiap kelompok akan mendapat kesempatan untuk mempresentasikan proposal. Kelompok yang belum mendapat giliran, memberikan tanggapan terhadap kelompok lain. Tanggapan yang diberikan dapat berkaitan tentang isi proposal atau struktur proposal tersebut. Setelah selesai presentasi, perbaikilah proposal kalian berdasarkan masukan dan tanggapan dari kelompok lain!

1.

2. 3.

3.

Rangkuman:
1. Salah satu contoh perintah lisan yang ada di lingkungan sekolah adalah perintah guru untuk mengerjakan tugas, imbauan dari kepala sekolah untuk menjaga kebersihan, dan lain-lain. Perintah adalah sesuatu yang harus dilakukan seseorang yang disampaikan secara tertulis ataupun lisan. Setiap kali menerima perintah, selayaknyalah orang itu menyimak dengan benar dan cermat. Bila perintah belum dipahami, konfirmasikan pada sang pemberi perintah. Tindak lanjut setelah sebuah organisasi atau kelompok menyusun program kerja adalah menyusun proposal untuk setiap kegiatan yang telah diprogramkan tersebut. Proposal adalah perencanaan suatu kegiatan yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu yang perlu mengetahui kegiatan tersebut dengan tujuan antara lain memperoleh persetujuan, bantuan, ataupun keterlibatan mereka dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam menyusun proposal harus menggunakan kalimat yang bersih, akurat, tidak ambigu, dan efektif. Bahasa proposal harus bersih dan akurat itu berarti tidak mengada-ada, dan mengungkapkan fakta. 8. Bahasa proposal tidak ambigu itu berarti bahasa yang digunakan tidak menimbulkan keraguan, kekaburan, dan ketidakjelasan. Bahasa proposal juga harus menggunakan kalimat efektif itu berarti kalimat yang digunakan harus disusun berdasarkan pola struktur yang benar dan sesuai dengan situasi yang menyertainya sehingga mudah dan cepat dipahami. (1) nama kegiatan (judul), (2) latar belakang, (3) tujuan, (4) tema, (5) sasaran/peserta, (6) tempat dan waktu pelaksanaan, (7) kepanitiaan, (8) rencana anggaran, dan (9) penutup. 11. Susunan tersebut tidak baku, namun latar belakang dan tujuan hendaknya dirumuskan secara tepat dan tajam. Rumusan haruslah meyakinkan pihak yang terkait, sehingga mendukung kegiatan yang diproposalkan.

9.

2.

3.

10. Unsur-unsur proposal adalah:

4.

5.

6.

7.

51

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

12. Perbendaharaan kata.

• Imbauan : panggilan; permintaan (seruan); ajakan.

diplomasi; bentuk komunikasi yang berisi saran, arahan, atau penerangan.

• Formal

: sesuai dengan peraturan yang sah; menurut adat kebiasaan yang berlaku; resmi. menyuruh melakukan sesuatu; menguasai dan mengurus.

• Program kerja : rancangan mengenai asas
serta usaha (dalam ketatanegaraan, perekonomian, kerja) yang akan dijalankan

• Perintah : perkataan yang bermaksud

• Proposal

• Konfirmasi : penegasan; pengesahan; pembenaran.

: rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. : pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ahli (guru besar, pakar, dsb).

• Seminar

• Memo

: memorandum; nota atau surat peringatan tidak resmi; surat pernyataan dalam hubungan

A.

Plihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Yang tidak termasuk unsur-unsur dalam proposal adalah ... . a. kata pengantar b. tujuan yang akan dicapai c. rancangan pemasukan dan pengeluaran d. latar belakang e. tema

4.

1.

“Melalui aksi olahraga kita tingkatkan kegiatan positif di kalangan para pelajar SMK se-Jabotabek.” Kalimat di atas adalah sebuah contoh komponen dalam proposal yang berupa ... . a. penutup b. kepanitiaan c. tempat pendaftaran d. tema e. slogan proposal

2.

Fungsi proposal dalam sebuah kegiatan yang akan diadakan adalah ... . a. sebagai syarat izin kegiatan dari pemerintah b. sebagai gambaran yang lengkap tentang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan c. sebagai bahan untuk bukti kemampuan penyelenggara d. sebagai alat komunikasi antarpanitia e. sebagai rencana jangka pendek dan jangka panjang

5.

Pernyataan berikut yang tidak berkaitan dengan penyusunan proposal adalah ... . a. dasar pemikiran b. sasaran dan bentuk kegiatan c. tujuan yang akan dicapai d. rancangan pemasukan dan pengeluaran e. kata pengantar

6.

Tujuan pembuatan proposal adalah … . a. memudahkan pemantauan kegiatan b. pegangan bagi pelaksana kegiatan c. pertanggungjawaban panitia d. sumber dana e. tuntutan dalam berorganisasi

3.

Komponen yang memuat pegangan bagi pelaksanaan kegiatan adalah ... . a. latar belakang b. biaya c. tujuan proposal d. waktu pelaksanaan e. jenis kegiatan 7.

Pernyataan berikut ini tidak termasuk komponen yang harus dicantumkan dalam program kerja, yaitu ... . a. jenis kegiatan b. tujuan kegiatan

52

Pembelajaran 3 - Kompetensi Dasar 3.3

c. biaya d. kepanitiaan e. waktu pelaksanaan 8. Cermatilah kalimat di bawah ini! i Menampung dan menyalurkan bakat olahraga siswa dan siswi.

d. akurat, efektif, dan tidak ambigu e. padat dan indah 12. Bahasa yang tidak ambigu adalah ... . a. bahasa yang tidak memiliki makna lebih dari satu atau memiliki makna ganda b. bahasa tersebut memiliki makna lebih dari satu atau memiliki makna ganda c. bahasa yang terdiri atas satu kata saja d. bahasa yang dapat diterima oleh orang banyak e. bahasa yang tidak simpang siur 13. Pertama-tama, izinkan saya mengucapkan selamat datang kepada para undangan dan terima kasih atas kesedian pada undangan untuk hadir dalam pertemuan ini. Pernyataan di atas tepat bila dibacakab dalam teks sambutan sebagai bagian ... . a. pendahuluan b. isi c. inti d. penutup e. salam penutup 14. “Sekiranya sambutan saya kurang berkenan bagi hadirin, maka saya mohon maaf.” Pernyataan di atas merupakan bagian dalam sambutan ... . a. pendahuluan b. pembukaan c. isi d. pengantar e. penutup 15. Sesuatu yang harus dilakukan seseorang yang disampaikan secara tertulis ataupun lisan adalah ... . a. permohonan b. permintaan c. pertanyaan d. menyuruh e. perintah 16. Seminar ini diikuti oleh seluruh guru dan siswa SMK Harapan Bangsa Jakarta. Kalimat di atas adalah sebuah contoh komponen dalam proposal yang berupa ... . a. penutup

ii Meningkatkan kemampuan para peserta dalam olahraga. iii Membina kebersamaan para pelajar SMK seJabotabek. Ketiga kalimat di atas adalah bagian dari ... . a. jenis kegiatan b. tujuan kegiatan c. biaya d. kepanitiaan e. waktu pelaksanaan 9. Kalimat efektif adalah ... . a. kalimat yang banyak menggunakan kata, namun mampu mengungkapkan maksud dari hal yang dikomunikasikan. b. kalimat yang disusun menurut pola struktur yang benar dan sesuai dengan situasi yang menyertainya c. Kalimat yang mampu dikomunikasikan d. Kalimat yang tidak hanya menggunakan banyak kata, tetapi harus efektif e. Kalimat yang sedikit mengungkapkan maksud dan tujuan yang akan disampaikan dalam proposal 10. Terima kasih atas waktu yang telah diberikan pada saya saat ini. Susunan yang efektif dari kalimat di atas adalah ... a. Terima kasih atas waktunya diberikan kepada saya. b. Terima kasih atas waktunya yang Anda berikan kepada saya. c. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. d. Terima kasih atas waktunya. e. Terima kasih atas pemberiannya. 11. Kalimat yang tidak digunakan dalam proposal adalah kalimat yang ... . a. efektif dan tidak ambigu b. tidak ambigu c. akurat dan tidak ambigu

53

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

b. kepanitiaan c. tempat pendaftaran d. peserta e. slogan proposal 17. Demikian proposal kegiatan ini kami buat. Partisipasi semua pihak sangat kami harapkan demi suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kalimat di atas adalah sebuah contoh komponen dalam proposal yang berupa ... . a. penutup b. kepanitiaan c. tempat pendaftaran d. tema e. slogan proposal 18. Hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta tentang “Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba oleh Masyarakat Sekolah” menunjukkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, baik yang bersifat preventif maupun represif. Kalimat di atas adalah sebuah contoh komponen dalam proposal yang berupa ... . a. penutup b. kepanitiaan c. tempat pendaftaran d. tema e. latar belakang 19. Latar belakang dalam proposal berisi ... . a. target yang akan dicapai dan nilai tambah yang diperoleh dapat dirasakan oleh pembaca proposal b. nama kegiatan c. pokok-pokok pemikiran dan alasan perlunya diadakan kegiatan tertentu d. hal yang mendasari kegiatan tersebut e. siapa yang akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut

20. Komponen yang memuat target yang akan dicapai dan nilai tambah yang diperoleh dapat dirasakan oleh pembaca proposal adalah ... . a. kepanitianan b. latar belakang c. tema d. tujuan kegiatan e. penutup

II. 1.

Kerjakan soal berikut ini dengan tepat! Buatlah program kerja kalian sebagai seorang ketua OSIS di sekolah kalian! Buatlah kerangka proposal dari salah satu program kerja yang kalian buat di atas! Kalian menjadi ketua sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). LSM tersebut sedang memperjuangkan dana untuk kelangsungan pendidikan anak korban pascagempa bumi. Buatlah rumusan latar belakang dan tujuan untuk pembuatan proposal pengajuan dana untuk pendidikan anak pascagempa bumi! Ubahlah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi kalimat efektif! a. Meskipun sudah berusaha sungguh-sungguh, tetapi ia tetap belum berhasil. b. Dalam masyarakat Jawa juga mengenal sistem religi. c. Yang hendak membeli tiket diharap melakukan antrean. d. Pada upacara itu dihadiri oleh para artis ibu kota. e. Masa depan kehidupan tidak dapat diukur dengan uang apalagi dengan hukuman bagi pemerkosa yang ringan.

2.

3.

4.

5.

Tulislah sebuah proposal kegiatan ilmiah yang sederhana sesuai dengan bidang keahlian Anda masing-masing!

54

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

Pendahuluan :
Setelah kalian belajar menulis proposal untuk kegiatan ilmiah sederhana pada pembelajaran ketiga, kini pada pembelajaran keempat kalian akan menulis surat dengan memperhatikan jenis surat. Pertama kalian diajak untuk menyebutkan pengertian surat, jenis-jenis surat, format surat pribadi dan surat dinas, dan mampu menulis surat pribadi dan surat dinas. Kedua, melalui kegiatan membaca kalian diajak untuk memahami penggunaan bahasa dalam surat dinas, jenis-jenis surat resmi atau surat dinas, dan mampu menulis surat edaran dan surat undangan sesuai dengan aturan dan tujuan komunikasi. Ketiga, melalui kegiatan berbicara kalian diajak untuk membedakan surat penawaran dan surat pesanan. Kalian juga diharapkan untuk dapat menulis surat permintaan penawaran, surat penawaran, dan surat pesanan, dan mampu membedakannya Keempat, melalui kegiatan menulis kalian diajak untuk mendefinisikan surat permohonan dan surat lamaran pekerjaan, dan mampu menulis surat permohonan, surat lamaran pekerjaan, dan surat balasan lamaran pekerjaan. Selain itu, kalian juga akan diajak untuk dapat mendefinisikan surat perjanjian jual beli dan surat kuasa. Kalian juga diharapkan dapat menulis surat perjanjain jual beli dan surat kuasa. Akhirnya, selamat belajar dan sukseslah selalu. Namun sebelum memulai pembelajaran keempat ini, sebaiknya kalian melakukan cek kemampuan bahasa terlebih dulu.

Cek Kemampuan
Berilah tanda ( No 1. 2. 3. 4. 5. 6. ) pada kolom Ya atau Tidak yang tersedia sesuai dengan apa yang Anda pahami! Pertanyaan Ya Tidak

Mengertikah kalian tentang surat dan dapatkah menjelaskannya? Bisakah kalian menjelaskan jenis-jenis surat? Mampukah kalian menulis surat pribadi dan surat dinas? Pahamkah kalian tentang penggunaan bahasa dalam surat dinas? Dapatkah kalian membuat surat edaran? Terampilkah kalian menulis surat undangan sesuai dengan aturan dan tujuan komunikasi? 7. Mampukah kalian menulis surat permintaan penawaran, surat penawaran, dan surat pesanan? 8. Bisakah kalian menulis nota dinas dan memo? 9. Surat permohonan dan lamaran pekerjaan sangat penting, dapatkah kalian menuliskannya? 10. Mampukah kalian menulis surat perjanjian jual beli dan surat kuasa? Apabila kalian menjawab “Tidak” pada salah satu pertanyaan di atas, pelajarilah materi tersebut pada modul ini. Apabila kalian menjawab “Ya” pada semua pertanyaan, lanjutkanlah dengan mengerjakan aktivitas-aktivitas dan tes akhir pembelajaran yang ada pada modul ini.

55

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Pada pembelajaran ini kalian harus mampu menulis berbagai macam surat. Di kelas XI kalian pernah mempelajari enam jenis surat, yaitu surat edaran, pengumuman, memorandum, nota dinas, surat penugasan, dan surat kuasa. Memorandum, nota dinas dan surat kuasa akan lebih diperdalam lagi di kelas XII. Surat-surat yang akan dipelajari adalah surat pribadi, surat edaran, surat undangan, surat permintaan penawaran, surat penawaran, surat pesanan, nota dinas memo, surat permohonan, surat perjanjian, surat lamaran kerja, surat balasan lamaran kerja, surat perjanjian, dan surat kuasa. Pada bagian ini kalian akan menyimak penjelasan tentang pengertian surat dan jenis-jenis surat. Surat pribadi dan surat resmi akan dibahas secara detail pada bagian ini, selebihnya dijelaskan pada bagian selanjutnya.

4.1.2

Jenis-jenis Surat

Dalam kehidupan sehari-hari, surat sangat beraneka ragam jenisnya, tergantung dari sudut mana kita melihat. JENIS-JENIS SURAT 1) Surat menurut pemakaiannya a. Surat Pribadi b. Surat Niaga c. Surat Dinas Pemerintah 2) Surat menurut wujudnya a. b. c. d. e. 3) Surat bersampul Warkat Pos Kartu Pos Memo dan Nota Telegram dan Teleks

Surat menurut banyak sasaran yang hendak dicapai a. Surat Biasa b. Surat Edaran dan Pengumuman

4.1.1

Pengertian Surat
4)

Komunikasi manusia bisa dilakukan dengan berbagai cara. Selain komunikasi langsung, kita juga mengenal komunikasi tidak langsung. Salah satu bentuk komunikasi tidak langsung itu adalah melalui surat. Dalam menulis surat kita perlu memperhatikan pilihan kata. Pilihan kata dalam surat harus tepat, agar dapat menghindari salah pengertian. Demikian pula dalam pemakaian kalimat hendaknya, tidak berbelit-belit sehingga maksud dan tujuan surat dapat dimengerti oleh pembaca surat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, surat berarti kertas yang bertulis atau secarik kertas sebagai tanda atau keterangan, sesuatu yang ditulis. Jadi, surat adalah alat komunikasi tertulis yang disampaikan dari satu pihak kepada pihak lain, baik atas nama pribadi maupun atas nama organisasi atau perusahaan. Sebuah surat dibuat dan dikirimkan dengan maksud agar si penerima surat mengerti maksud si pembuat surat. Oleh sebab itu, agar isi surat sesuai dengan kehendak si pengirim/si pembuat surat, surat harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. 2. dibuat dalam bentuk yang menarik, dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti, tidak bertele-tele, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar, menghindari penggunaan kata dan kalimat yang tidak perlu dan yang dapat membingungkan pihak penerima, langsung kepada pokok permasalahan, menggunakan bahasa yang sopan dan menarik.

Surat menurut isi dan maksudnya a. b. c. d. e. f. g. h. Surat Pemberitahuan Surat Permintaan atau Permohonan Surat Penawaran Surat Lamaran Surat Pesanan Surat Penuntutan Surat Panggilan Surat Peringatan Surat Biasa Surat Konvensional Surat Rahasia Surat Sangat Rahasia Surat Biasa Surat Segera atau Ekspres Surat Amat Segera atau Kilat Surat Kilat Khusus

5)

Surat menurut sifatnya a. b. c. d.

6)

Surat menurut urgensi penyelesaiannya a. b. c. d.

Sekarang akan dibahas dua jenis surat, yaitu surat pribadi dan surat resmi atau surat dinas. Cermatilah contoh surat berikut ini!

3.

4. 5.

56

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

Jakarta, 25 Juni 2007 Menjumpai: Dini Aminarti Perumahan Taman Anggrek Blok O/8 Jakarta

1
Setelah mencermati contoh-contoh surat di atas, diskusikan pertanyaan berikut ini! 1. 2. 3. Apakah pengertian surat pribadi? Sebutkan dua macam surat pribadi berdasarkan isinya! Sebutkan 6 bagian surat pribadi!

Hallo Dini, Aku harap kamu sehat-sehat saja. Sepulang berlibur di rumahmu aku agak demam. Mungkin setelah kita berenang hampir seharian di Alfa. Lain kali kita berenang di taman modern dekat rumahku. Tempatnya juga cukup menyenangkan dan tidak terlalu ramai. Dan yang lebih penting, tak jauh dari lokasi kolam renang, ada warung bakso yang enak. Kamu pasti suka. Dini, sekarang aku tidak bisa sering-sering ke rumahmu karena kegiatan belajar di sekolahku yang baru, SMK Analis Kimia, amat padat. Tapi itu tidak membuat aku bosan atau lelah. Malah sebaliknya. Terlebih bila ada kegiatan praktikum di laboratorium. Aku merasa sebagai peneliti yang ahli. Aku mengenakan jas lab berwarna putih dan mulai mengenal dan mempelajari berbagai alat lab seperti tabung reaksi, labu ukur, erlenmeyer, dan banyak lagi. Sementara ruang laboratorium cukup luas dipenuhi dengan berbagai pereaksi dan alat-alat lab yang kelak pasti aku kuasai. Dini, aku pun sekarang mengikuti kegiatan ekskul marching band. Kebetulan aku kan suka musik, jadi betul-betul menikmati kegiatan ini. Mamaku tidak keberatan dengan kegiatanku yang cukup padat. Menurut mama, asal kita bisa membagi waktu, mengisi waktu luang dengan kegiatan positif sangat baik. Dini, aku ingin juga mengetahui kegiatanmu di SMK Pariwisata. Aku rasa jurusan itu cocok untukmu. Kamu periang, pandai bergaul, dan bahasa Inggrismu baik. Lain waktu ceritakan kegiatan-kegiatan menarik di sekolah barumu. Dini, aku rasa suratku cukup sampai di sini. Sampaikan salamku pada Om Pras, Tante Risti, juga si kecil Rano, adikmu. Wassalam, Reni Renata Jakarta, 5 Juli 2007 Yth. Bapak Wali Kelas III AP di tempat Dengan ini saya Mohamad Ali, kelas IIIAP, memohon izin untuk tidak masuk sekolah selama tiga hari, mulai tanggal 5 s.d. 7 November 2007 karena menjenguk nenek yang sakit. Demikian agar Bapak Wali kelas memakluminya. Atas perhatian Bapak saya mengucapkan terima kasih. Hormat saya, Mohamad Ali

Setelah mendiskusikan pertanyaan di atas, berikut ini akan dijelaskan dua jenis surat, yaitu surat pribadi dan surat resmi atau surat dinas. A. Surat Pribadi

Surat pribadi adalah surat perseorangan kepada orang lain atau kepada organisasi. Pengirim surat pribadi harus menyebut dirinya dengan kata saya atau kata ganti orang pertama. Jika dilihat dari segi isinya, surat pribadi dapat dibedakan menjadi dua macam. 1. Surat pribadi yang isinya bersifat tidak resmi, yaitu surat yang dikirim kepada teman, kerabat, atau keluarga. Surat ini memiliki kebebasan dalam pemakaian bentuk dan pemakaian bahasa. Bentuk surat pribadi boleh menyimpang dari aturan bentuk surat resmi dan bahasanya pun boleh tidak baku. Surat pribadi yang isinya bersifat resmi, yaitu surat yang dikirim kepada pejabat suatu instansi atau kepada organisasi, misalnya surat pernyataan, surat pemberitahuan tidak masuk sekolah/tidak masuk kerja, dan surat lamaran pekerjaan. Surat pribadi yang bersifat resmi harus menggunakan bentuk dan bahasa yang baku. Berikut ini bagian-bagian surat pribadi. 1. Tempat dan tanggal surat 2. Alamat yang dituju 3. Salam pembuka 4. Isi surat 5. Kalimat penutup dan salam penutup 6. Tanda tangan dan nama terang B. Surat Dinas

2.

2

Surat dinas yang disebut juga surat resmi. Surat dinas adalah surat yang isinya menyangkut segi-segi kedinasan. Surat dinas digunakan untuk keperluan komunikasi antarkantor, antarorganisasi, atau antarpersonal dalam suatu organisai atau kantor. Terdapat berbagai macam surat resmi antara lain surat keterangan, surat keputusan, surat undangan, surat permohonan, dan surat edaran.

57

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Bahasa surat dinas harus komunikatif. Maksudnya, bahasa surat mudah dipahami, jelas, tidak menimbulkan kerancuan, keraguan, atau salah tafsir. Kalimatkalimatnya disusun sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Kata-kata yang dipergunakan adalah kata-kata yang baku. Penulisan dilakukan sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Kejelasan isi surat dinas sangatlah penting karena surat dinas memuat ketentuan-ketentuan untuk melaksanakan sesuatu. Apabila surat dinas tidak jelas, besar kemungkinan penerima salah mengartikannya dan salah melaksanakan. Berikut ini fungsi surat dinas. 1. 2. 3. 4. 5. Dokumen tertulis dan bukti hitam di atas putih, terutama surat perjanjian. Alat pengingat, karena surat dapat diarsipkan dan dapat dilihat lagi jika diperlukan. Bukti sejarah, seperti pada surat-surat tentang perubahan perkembangan suatu instansi. Pedoman kerja, seperti surat keputusan dan surat instruksi. Duta atau wakil penulis untuk berhadapan dengan lawan bicaranya. Oleh karena itu, isi surat merupakan gambaran mentalitas pengirimnya. Berikut ini ciri-ciri surat dinas. 1. Menggunakan instrumen yang sesuai, termasuk ke dalamnya adalah ukuran, jenis, dan warna kertas, warna tinta, serta bentuk tulisan. Memakai bentuk surat yang standar. Menggunakan ragam bahasa Indonesia baku dengan penyampaian singkat, lugas, jelas, dan santun, serta menyajikan fakta yang benar bila diperlukan. Menghindari kata-kata dan singkatan yang tidak umum. Memperhatikan kerapian dan kebersihan.

atau 9,5 x 15,5 cm. Untuk surat dinas berukuran kuarto lebih baik digunakan sampul yang berukuran 10,5 x 23 cm. Sampul harus memuat nama lengkap dan alamat instansi. Nama dan alamat instansi dicetak pada bagian atas kepala surat. Bila ada lambang instansi, lambang tersebut dicetak di sebelah kiri atas. Ketika kalian hendak menulis surat dinas, kalian harus menyesuaikan dengan format surat dinas yang baku. Format surat dinas adalah tata letak atau posisi bagian-bagian surat dinas, termasuk di dalamnya penempatan tanggal, nomor, salam pembuka, salam penutup, tembusan, dan lain-lain. Format surat dinas yang sering dijumpai dan digunakan oleh berbagai instansi, baik pemerintah maupuan swasta, adalah: (a) Format lurus penuh, (b) Format lurus, (c) Format setengah lurus versi lama, (d) Format setengah lurus versi baru. Perhatikan contoh empat format surat dinas berikut ini!
Kepala Surat Tanggal Nomor Surat Lampiran Hal : : : :

(a)

2. 3.

Yth. .................... ............................

1

4. 5.

Salam Pembuka, ............................................................................. ............................................................................. ............................................................................. ............................................................................. ............................................................................. ............................................................................. ............................................................................ Salam Penutup, Tanda tangan Nama Penada tangan Nama Jabatan Tembusan ..................... Inisial

2 3

4

Standardisasi atau pembakuan surat dinas juga menyangkut pembakuan sarana ketatausahaan lainnya, seperti kertas dan sampul (amplop). Berikut ini adalah standardisasi sarana ketatausahaan tersebut. 1) Ukuran kertas surat dinas Kertas surat dinas mempunyai ukuran folio (33 x 21 cm), kuarto atau A4 (21 x 28,7 cm), dan A5 (14,3 x 21 cm). Mengingat salah satu ciri surat dinas yang baik adalah singkat dan jelas, surat dinas sebaiknya menggunakan kertas berukuran kuarto karena ukuran kertas ini memberi kesan lebih rapi. 2) Sampul surat dinas Sampul atau amplop surat dinas berukuran 12,5 x 15,5 cm, 12 x 24 cm, 15 x 34 cm, 25 x 35 cm,

1 2 3 4

Alamat yang dituju Paragraf pembuka Paragraf isi Paragraf penutup

58

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

Kepala Surat Tanggal

Kepala Surat Tanggal Nomor : Lampiran : Hal : Yth. .................... ............................ Salam Pembuka, ........................................................................ ............................................................................. ......................................................................... ........................................................................ ............................................................................. ......................................................................... ........................................................................ ......................................................................... Salam Penutup, Tanda tangan Nama Jelas Jabatan Tembusan ..................... ..................... Inisial

(b)

Nomor : Lampiran : Hal : Yth. .................... ............................

(d)
1

1

Salam Pembuka, ............................................................................. ............................................................................. ............................................................................. ............................................................................. ............................................................................. ............................................................................. ............................................................................ Salam Penutup, Tanda tangan Nama Penada tangan Nama Jabatan Tembusan ..................... Inisial

2 3

2

3

4

4

Kepala Surat Tanggal Nomor : Lampiran : Hal : Yth. .................... ............................

Berikut ini lebih lengkapnya penjelasan bagian-bagian surat dinas. a. Kepala surat Kepala surat berisi nama dan alamat lengkap perusahaan, nomor telepon, nomor kotak pos, alamat kawat, serta lambang instansi. Nama instansi ditulis dengan huruf kapital. Alamat lengkap dan lainnya ditulis dengan huruf awal kapital, kecuali kata tugas. Nomor kode pos ditulis setelah nama kota tempat instansi berada.
3

(c)

1

Salam Pembuka, ........................................................................ ............................................................................. ......................................................................... ........................................................................ ............................................................................. ......................................................................... ........................................................................ ......................................................................... Salam Penutup, Tanda tangan Nama Jelas Jabatan Tembusan ..................... ..................... Inisial

2

4

Nama-nama yang tercantum pada kepala surat jangan disingkat. Misalnya: Jln atau Jl. tetapi ditulis lengkap jalan; dan sebagainya.
PEMERINTAH KO AMADY JAKAR AKART PUSAT PEMERINTAH KOTAMADYA JAKARTA PUSAT DAN SUKU DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN TINGGI Jalan Salemba Raya No. 15 Telepon 3908701, Faks. 3923219 Jakarta 10440

Contoh Kepala Surat

b.

Nomor surat Nomor surat dapat disingkat menjadi No. dan penulisannya tidak harus dibatasi dengan tanda garis miring, tetapi dapat pula menggunakan tanda titik atau tanda hubung. Demikian pula isi kode surat tidak harus ditulis dengan huruf, tetapi dapat pula dengan angka. Contoh: Nomor No. : 05.11.VI.05 : 05/11/VI/05

59

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

c.

Lampiran Kata Lampiran atau Lamp. diikuti tanda titik dua disertai jumlah barang yang dilampirkan. Jumlah barang ditulis dengan huruf dan tidak diakhiri dengan tanda baca lain. Awal kata yang menyatakan jumlah ditulis dengan huruf kapital. Contoh: Lampiran Lamp. : Dua berkas : Dua lembar

Kata-kata yang disebutkan pada bagian alamat surat (jalan, nomor, RT/RW, nama kota) ditulis secara lengkap, diawali dengan huruf besar, dan tidak diakhiri tanda baca apa pun. Contoh: Yth. Bapak Sunardi Kepala Biro Keuangan Departemen Keuangan Jalan Sultan Agung No. 17 Jakarta Yth. Dr. Suparman Jalan Kayu Jati No. 1 Bekasi g. Salam pembuka Salam pembuka ditulis di sebelah kiri di bawah alamat surat dan di atas kalimat pembuka isi surat. Salam pembuka yang biasa digunakan ialah ungkapan Dengan hormat. Kecuali itu sering juga digunakan rumusan: Salam sejahtera; Saudara ... (yang terhormat); Bapak/Ibu ... (yang terhormat); Assalamualaikum W.W.; dan sebagainya. Cara penulisan salam pembuka adalah huruf awal kata pertama memakai huruf kapital, sedangkan huruf awal kata kedua memakai huruf kecil. Pada akhir ungkapan salam pembuka di-bubuhkan tanda koma. Contoh: Dengan hormat, h. Isi surat Isi surat terbagi atas tiga bagian, yaitu paragraf pembuka, paragraf isi, dan paragraf penutup. Paragraf pembuka sifatnya mengantar isi surat. Paragraf pembuka berisi pemberitahuan, pertanyaan, pernyataan, permintaan, atau balasan/ jawaban. Paragraf isi berupa inti surat yang ingin disampaikan kepada penerima surat. Isi surat harus singkat, lugas, dan jelas. Paragraf penutup merupakan simpulan surat. Paragraf penutup biasanya berupa ucapan terima kasih atau harapan dari si penulis surat. i. Salam penutup Salam penutup ditulis di sebelah kanan bawah. Salam penutup yang biasa digunakan adalah ungkapan berikut ini: hormat kami dan wasalam. Yang perlu diperhatikan dalam penulisan salam penutup adalah sebagai berikut: huruf awal kata pertama memakai huruf kapital, sedangkan huruf awal kata kedua memakai huruf kecil. Pada akhir ungkapan salam penutup dibubuhkan tanda

d.

Hal Kata Perihal atau hal diikuti tanda titik dua dilanjutkan dengan sesuatu yang ingin disampaikan. Kalimat yang menyebutkan sesuatu tersebut diawali dengan huruf kapital dan tidak diakhiri dengan tanda baca apa pun. Contoh: Perihal Hal : Pemakaian pakaian seragam : Upacara bendera

e.

Tanggal surat Tanggal surat ditulis dengan angka, yang diikuti nama bulan dan angka tahun yang tidak disingkat. Contoh: 8 Juli 2005

f.

Alamat yang dituju Alamat surat dapat ditulis dengan dua cara. Pertama, alamat ditulis di sebelah kanan di bawah tanggal surat. Kedua, alamat ditulis di sebelah kiri di bawah bagian Hal dan sebelum salam pembuka. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan alamat surat ialah: Penulisan nama penerima surat harus cermat dan lengkap. Usahakan jangan sampai salah. Penulisan nama diri penerima surat diawali huruf kapital pada setiap unsurnya. Penulisan alamat penerima surat juga harus lengkap, cermat, dan informatif. Penulisan Yang terhormat cukup disingkat dengan Yth. Penggunaan kata kepada sebelum Yth. tidak diperlukan karena kata kepada berfungsi sebagai penghubung antarbagian kalimat yang menyatakan arah. Kata ibu, bapak, atau saudara ditulis sebelum nama penerima surat. Penulisan kata bapak atau ibu harus ditulis lengkap tidak boleh disingkat dan diawali dengan huruf kapital, yaitu Bapak atau Ibu, sedangkan penulisan kata saudara dapat disingkat menjadi Sdr. Jika orang yang dituju bergelar akademik atau berpangkat militer, kata sapaan Bapak, Ibu, dan Sdr. tidak diperlukan.

60

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

koma. Contoh: Hormat kami, j. Tanda tangan Tanda tangan ditulis di bawah salam penutup dan diperlukan demi keabsahan surat dinas. k. Nama terang Nama pengirim surat ditulis di bawah tanda tangan. Penulisan nama tidak perlu menggunakan huruf kapital semua, tetapi cukup pada huruf awal pada setiap unsur nama. Nama tidak perlu ditulis di dalam kurung, tidak perlu diberi garis bawah, dan tidak perlu diakhiri dengan tanda titik. l. Jabatan Nama jabatan dicantumkan di bawah nama pengirim. m. Tembusan Kata Tembusan diletakkan di sebelah kiri pada bagian kaki surat. Letaknya lurus dengan bagian nomor dan hal, serta sejajar dengan nama pengirim surat. Tulisan Tembusan diakhiri dengan tanda titik dua, tanpa diberi garis bawah. Bagian ini hanya dicantumkan jika sebuah surat memerlukan tembusan untuk beberapa instansi atau pihak lain yang ada hubungannya dengan surat yang bersangkutan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ialah:

Jika pihak yang diberi tembusan itu lebih dari satu, diberi nomor urut sesuai dengan jenjang jabatan. Jika pihak yang diberi tembusan hanya satu, tidak perlu diberi nomor. Pihak yang diberi tembusan hendaklah nama jabatan atau nama orang dan bukan nama kantor atau instansi. Tidak perlu digunakan sapaan Kepada Yth. atau Yth. Di belakang pihak yang diberi tembusan tidak perlu diberi ungkapan seperti untuk perhatian, untuk menjadi perhatian, sebagai laporan, atau ungkapan lain yang mengikat. Dalam tembusan tidak perlu dicantumkan tulisan Arsip atau Pertinggal karena setiap surat dinas memang harus memiliki arsip. Contoh: Tembusan: Kepala Bagian Pengadaan Barang Tembusan: 1. 2. 3. Direktur Pemasaran Manajer Pemasaran Kepala Bagian Promosi

Berikut ini gambaran penampilan surat bentuk resmi Indonesia usulan Pusat Bahasa Depdiknas.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
PUSAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA
JALAN DAKSINAPATI BARAT IV RAWAMANGUN, JAKARTA 13220 KOTAK POS 2625

TELEPON : (021) 4896558, 4894564 No. Hal : : .................................. .................................. .................................. .............................

Yth. ............................................ .................................................... ....................................................

Dengan hormat, ............................................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................................................... ............................................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................... Salam kami, ....................... Jabatan

61

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam Buku Tugasmu! A. Simaklah kerangka surat resmi di bawah ini! Kemudian sebutkan bagian-bagain suratnya!
1 3 5 6 7 8 4 2

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Sebutkan macam-macam surat menurut pemakaiannya! Apa perbedaan dan persamaan surat pribadi dan surat dinas/surat resmi? Jelaskan kriteria surat yang baik! Sebutkan bagian-bagian surat pribadi! Sebutkan bagian-bagian surat dinas/resmi dan fungsinya! Sebutkan macam-macam format surat dinas! Jelaskan perbedaan surat dinas format lurus penuh dan format lurus! Jelaskan perbedaan surat dinas format setengah lurus versi lama dan format setengah lurus versi baru! Menulis surat pribadi dan surat dinas. Tulislah surat pribadi yang ditujukan untuk: temanmu yang tinggal di luar kota! wali kelas kalian karena kalian tidak bisa pergi ke sekolah!

9 10 11 __/__ 12

C. 1.

2. B. Bentuklah kelompok disikusi beranggotakan 4 orang, kemudian diskusi dan presentasikan hasil diskusi dari pertanyaan berikut ini!

Tulislah surat resmi dengan format lurus penuh yang berisi pemberitahuan dari sekolah untuk orang tua siswa!

Di bagian awal pembelajaran ini kalian telah mempelajari pengertian surat dan jenis-jenis surat. Kalian juga telah memahami dua jenis surat, yaitu surat pribadi dan surat dinas. Sebagai kelanjutan dari pemahaman tentang surat dinas, sekarang kalian akan mempelajari penggunaan bahasa dalam surat dinas dan mempelajari dua jenis surat dinas, yaitu surat edaran dan surat undangan.

Contoh Kata Baku November Saudara 2) Kata Tidak Baku Nopember Sodara

Surat dinas menggunakan kata-kata yang lazim digunakan. Oleh karena itu, hindarilah penggunaan kata-kata istilah asing. Contoh masukan bukan input suku cadang bukan sparepart pendekatan bukan approach

4.2.1

Penggunaan Bahasa dalam Surat Dinas

Penggunaan bahasa dalam surat dinas tidak boleh menggunakan ragam santai seperti ragam surat pribadi. Ada beberapa kentuan yang harus diperhatikan dalam penulisan surat dinas. A. 1) Pilihan kata Surat dinas menggunakan kata-kata baku sehingga hindarilah penggunaan kata tidak baku.

3)

Menghindari kata yang bersinonim Dalam surat dinas, tidak menggunakan kata bersinonim dalam satu kalimat karena merupakan hal yang mubazir.

62

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

Contoh sejak dan dari (tidak digunakan dalam satu kalimat) adalah dan merupakan (tidak digunakan sekaligus) demi dan untuk (tidak digunakan sekaligus) seperti dan lain sebagainya (tidak digunakan sekaligus) 4) Pilihan kata harus tepat Dalam bahasa Indonesia terdapat kata-kata mirip, baik dari segi bentuk maupun makna. Yang termasuk kata bermiripan, antara lain: (a) masing-masing dan tiap-tiap Pemakaian kata masing-masing tidak diikuti kata benda, sedangkan pemakaian kata tiaptiap harus dikuti kata benda. Contoh Tidak baku Masing-masing peserta penataran memperoleh uang saku sebesar Rp 50.000,00. Baku Tiap-tiap peserta penataran memperolah uang saku masing-masing sebesar Rp 50.000,00. Para peserta penataran memperoleh uang saku masing-masing sebesar Rp 50.000,00. (b) jam dan pukul Pemakaian kata jam dan pukul dilakukan secara tepat. Kata jam menunjukkan jangka waktu, sedangkan kata pukul menunjukkan waktu. Contoh Tidak baku Rapat diadakan pada jam 8.00–10.00. Baku Rapat akan diadakan pada pukul 8.00–10.00. Rapat akan diadakan selama 2 jam, yaitu pukul 8.00–10.00. (c) dari dan daripada Penggunaan dari dan daripada dalam arti milik tidak dibenarkan. Kata dari hanya dipakai pada ungkapan yang menunjukkan asal, sedangkan daripada dipakai pada ungkapan yang menunjukkan perbandingan. C. B.

Contoh Tidak baku Saya harapkan agar isi daripada surat edaran tersebut dapat diperhatikan dengan sebaikbaiknya oleh seluruh karyawan. Baku Saya harapkan agar seluruh karyawan dapat memperhatikan isi surat edaran tersebut dengan sebaik-baiknya. Penerapan Ejaan Yang Disempurnakan Dalam penulisan surat dinas, harus diperhatikan juga penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Contoh u.p. bukan u/p atau c/q d.a. (dengan alamat) bukan d/a a.n. (atas nama) bukan a/n u.b. (untuk beliau) bukan (u/b) dkk (dan kawan-kawan) bukan d.k.k Penggunaan kalimat efektif Kalimat yang digunakan dalam surat dinas/surat resmi berupa kalimat efektif, yaitu kalimat yang sesuai kaidah bahasa, singkat, dan enak dibaca. Kalimat itu setidaknya memiliki subjek dan predikat, tidak bertele-tele, atau berbelit-belit. Kalimat yang enak dibaca adalah kalimat yang sopan dan simpatik serta tidak bernada menghina atau meremehkan pembaca. Berikut ini contoh kalimat salah dan kalimat benar. Contoh Kalimat Salah 1. 2. 3. 4. Bersama ini kami beritahukan bahwa ... . Bersama ini kami mengun=dang ... . Dengan surat ini kami kirimkan ... . Menurut rencana dalam pertemuan itu akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta. 5. Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih. 6. Sekianlah, harap maklum. 7. Sebelum dan sesudahnya, kami ucapkan banyak-banyak terima kasih. 8. Demikian harap maklum. 9. Dengan ini saya lampirkan fotokopi surat keterangan dokter. 10. Bagi calon pagawai baru di lembaga penelitian kami wajib mengikuti ujian bahasa Indonesia.

63

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Contoh Kalimat Benar 1. 2. 3. 4. Kami beri tahukan bahwa ... . Dengan ini kami mengundang ... . Bersama surat ini kami kirimkan ... . Menurut rencana pertemuan itu akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta. 5. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih. 6. Sekianlah laporan kami, mudah-mudahan memperoleh tanggapan. 7. Kami berharap agar Saudara bersedia menjadi koordinator kegiatan tersebut. 8. Mohon periksa adanya, 9. Bersama ini saya lampirkan fotokopi surat keterangan dokter. 10. Calon pegawai baru di lembaga penelitian kami wajib mengikuti ujian bahasa Indonesia. 3.

penutup); dan kaki surat edaran, berisi tanggal dibuatnya surat edaran, bagian yang mengeluarkan surat edaran, nomor induk pegawai, stempel, serta tembusan surat tersebut. Perhatikan format surat edaran berikut ini!
Kepala Surat SURAT EDARAN Nomor: Tanggal Lampiran : Hal : Yth. .................... ............................ ........................................................................ ............................................................................. ......................................................................... ........................................................................ ............................................................................. ......................................................................... ........................................................................ ......................................................................... Tanda tangan Nama Jelas NIP Nama Jabatan Tembusan 2 kait 1 kait 2 kait

4.2.2

Membaca Surat Edaran

Surat edaran adalah surat pemberitahuan secara tertulis yang diedarkan dan ditujukan kepada berbagai pihak. Dengan kata lain, surat edaran adalah surat dengan alamat tujuan kolektif. Cara beredarnya dari satu tangan ke tangan lainnya atau semua orang yang dituju mendapatkan surat yang sama isinya. Surat edaran dipakai oleh instansi swasta maupun pemerintah. Surat edaran biasanya dikirimkan oleh instansi atau subjek surat yang kedudukannya lebih tinggi daripada objek surat. Dilihat dari jumlah sasaran yang dituju, surat edaran dapat dibedakan menjadi surat edaran kepada orang yang jumlahnya terbatas dan surat edaran kepada orang yang jumlahnya tidak terbatas. Contoh surat edaran kepada orang yang jumlahnya terbatas ialah edaran dari bank kepada para nasabah; dari pimpinan organisasi kepada para anggotanya; dari pimpinan perusahaan kepada para karyawan; dari kepala sekolah kepada orang tua murid. Contoh edaran kepada orang yang jumlahnya tidak terbatas (masyarakat umum) ialah edaran dari pemerintah kepada masyarakat umum; edaran penawaran barang/jasa yang berupa promosi. Ditinjau dari isinya, surat edaran dapat berupa anjuran, larangan, pemberitahuan, petunjuk dan pengumuman. Surat ini biasanya dapat digunakan untuk dasar pembuatan kebijakan tertentu. Surat edaran terdiri atas beberapa bagian. Biasanya bagian-bagian surat edaran itu adalah: 1. kepala surat edaran, berisi nama dan alamat instansi yang bersangkutan, petunjuk surat edaran, nomor, dan perihal surat edaran; isi surat edaran (bagian pembukaan, isi, dan

Penjelasan 1) Pencantuman nama dan lambang instansi/organisasi serta unsur-unsur alamat pada kepala surat dinas biasa. Kata SURAT EDARAN dicetak dengan huruf kapital semua dua kait di bawah garis kepala surat edaran secara simetris. Nomor surat edaran dicantumkan di bawah kata SURAT EDARAN, dengan ketentuan, kata nomor diawali N kapital, dan dikuti titik dua ( : ). Penulisan tanggal, lampiran, hal, alamat yang dituju, salam penutup, tanda tangan, nama jelas, NIP (jika dicantumkan), nama jawaban, dan tembusan sama seperti pada surat dinas biasa.

2)

3)

4)

Cermatilah contoh surat edaran berupa anjuran berikut ini!
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBU KOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN TINGGI Jalan Gatot Subroto Kav. 40-41, Jakarta Selatan SURAT EDARAN Nomor: 05/DIKEPMENTI/30/VIII/05 30 Agustus 2005 Hal : Pelaksanaan jam krida/olahraga di sekolah SLTA DKI Jakarta

2.

64

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

Yth.

Para Kepala Sekolah di DKI Jakarta

pukul tempat acara Tembusan

: ................................................ : ................................................ : ................................................ Salam takzim tanda tangan

Dalam rangka melaksanakan jam krida/olahraga di lingkungan sekolah SLTA di DKI Jakarta dan menindaklanjuti Surat Sekjen Dikmenti Nomor 026781/DIKMEN/JK/2005, tanggal 16 Juli, hal-hal berikut mohon saudara perhatikan: - Pelaksanaan hari krida/olahraga di lingkungan sekolah SMA di Jakarta dalam bentuk senam kesegaran jasmani (SKJ) setiap hari Jumat pukul 07.00–07.30 (selama tiga puluh menit). - Kepala sekolah wajib mengatur pelaksanaan senam kesegaran jasmani bagi guru, staf tata usaha, dan siswa dengan sebaik-baiknya agar pelaksanaan SKJ lebih intensif. - Setiap akhir bulan para kepala sekolah wajib melaporkan pelaksanaan SKJ kepada Kepala Bidang Olahraga di Dikmenti. Atas perhatian dan kerja sama Saudara kami ucapkan terima kasih. Kabag Humas Kesehatan dan Olahraga Dikmenti

Nama Jelas Jabatan

Penjelasan 1. Pencantuman nama dan lambang unit instansi/ organisasi serta unsur-unsur alamat pada kepala surat undangan sama seperti pada kepala surat dinas biasa. Penulisan tanggal, nomor, lampiran, hal, alamat yang dituju, salam pembuka, salam penutup, tanda tangan, nama jelas, nama jabatan, dan tembusan sama seperti pada surat dinas biasa. Rincian hari, tanggal, pukul, tempat, dan acara diawali huruf kecil karena rincian itu merupakan rangkaian suatu kalimat yang belum selesai. Format surat undangan dapat juga seperti tampak di bawah ini dengan acara diselenggarakan secara seremonial.

2.

3.

Drs. Donny Kusuma NIP. 154334

4.2.3

Membaca Surat Undangan

Surat undangan adalah surat yang isinya mengundang anggota masyarakat atau anggota kelompok atau anggota instansi tertentu. Dengan kata lain, surat undangan adalah surat pemberitahuan akan adanya suatu acara atau kegiatan pertemuan. Tujuan surat undangan ialah agar yang diundang mau hadir pada waktu dan tempat yang telah ditentukan. Surat undangan dapat dipakai untuk keperluan resmi, setengah resmi, atau tidak resmi. Ciri-ciri surat undangan resmi ialah memakai kepala/kop surat, model dan bentuknya standar, menggunakan ragam bahasa resmi, serta kertasnya berukuran standar. Undangan tidak resmi tidak perlu menggunakan kepala surat dan bahasa yang digunakan pun lebih bebas. Perhatikan format surat undangan resmi berikut!
Kepala Surat Tanggal Nomor Hal : : 1 kait 1/2 kait 2 kait Yth. .................... ............................ Salam Pembuka Kami mengundang kehadiran saudara pada hari : ................................................ tanggal : ................................................

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL dan istri mengundang ................................................................................................. ................................................................................................ bertempat di ................................................ pada hari ..........., tanggal ...................., pukul .................. Harap jawaban (RSVP), Telepon ............. Pakaian ............................

Surat undangan resmi terdiri dari beberapa bagian. Kepala surat nama badan/ organisasi; alamat; nomor telepon; logo; tanggal surat; nomor; lampiran; hal; alamat tujuan. Isi surat alasan atau tujuan; hari dan tanggal; waktu; tempat; acara. Penutup salam penutup; jabatan; nama; nomor induk karyawan (jika ada).

65

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Cermatilah contoh undangan berikut ini!

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 47 Jalan Condet Raya, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta 12510 Telepon 7995116 4 Juni 2007 Nomor Hal : 015/OSIS.SMK47/IV/05 : Undangan

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam Buku Tugasmu! 1. Buatlah surat edaran yang berisi anjuran! Surat edaran berasal dari Kepala Dinas Tata Kota Jakarta Timur bernama Ir. Abdul Jalil, NIP 054321 dan ditujukan kepada para pemilik kios atau warung di sepanjang Jalan Bekasi Timur. Surat berisi permintaan supaya para pemilik kios atau warung di sepanjang jalan tersebut bersedia pindah atau membongkar sendiri barang-barangnya sampai batas terakhir pada tanggal 31 Mei 2005. Bila masih ada bangunan yang berdiri sampai batas akhir yang diten-tukan, pemerintah daerah akan membersih-kannya. Surat dibuat pada tanggal 1 Mei 2005. 2. Buatlah surat undangan! Surat undangan ditujukan kepada pengurus OSIS SMK Negeri 7 Jakarta, Jalan Tenggiri No.1 Rawamangun Jakarta Timur, dengan acara Rapat Pengurus, pada tanggal 15 Juni 2005 hari Sabtu, pukul 11.00-13.00 WIB di Aula SMK Negeri 7 Jakarta.

Yth. Bapak Sunaryo di tempat Dengan hormat, Sehubungan dengan telah berakhirnya masa bakti kepengurusan OSIS periode tahun 2003/ 2004, maka dengan ini kami akan mengadakan rapat pertanggungjawaban pengurus. Untuk itu kami mengharapkan kehadiran Bapak pada hari : Sabtu tanggal : 25 Juni 2007 pukul : 16.00 – 18.00 WIB tempat : Aula SMK 47. Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kehadiran Bapak kami ucapkan terima kasih. Mengetahui, Pembina OSIS, Dra. Wulandari Hormat saya, Ketua OSIS, Candra Kirana

Surat niaga merupakan salah satu jenis surat menurut pemakaiannya. Selain surat niaga, jenis surat lainnya adalah surat pribadi dan surat dinas. Kedua surat itu telah Anda pelajari pada bagian sebelumnya. Pada bagian ini Anda akan mempelajari tiga jenis surat niaga, yaitu surat permintaan penawaran, surat penawaran, dan surat pesanan. Selain itu, Anda juga akan mempelajari dua jenis surat berdasarkan wujudnya, yaitu memo dan surat dinas.

Surat niaga adalah surat yang digunakan dalam kegiatan usaha atau bisnis. Surat niaga dibuat oleh orang-orang atau perusahaan dalam rangka mencari keuntungan. Surat niaga dapat dibedakan menjadi surat niaga intern dan surat niaga ekstern. Surat niaga intern adalah surat yang digunakan dalam perusahaan itu sendiri (intern). Surat niaga ekstern adalah surat yang digunakan untuk berhubungan dengan perusahaan-perusahaan lain. Ada berbagai macam surat niaga. Berikut ini beberapa jenis surat niaga yang sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan: a. b. c. d. surat permintaan penawaran; surat penawaran (offerte); surat pesanan (order); surat pengiriman barang;

4.3.1

Menjelaskan Surat Niaga

Dalam kegiatan bisnis, surat memegang peranan penting sebab sebagian besar hubungan dengan pihak lain dilakukan melalui surat. Surat merupakan sarana penting untuk mengadakan hubungan dengan perusahaan lain atau dengan para pelanggan.

66

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

e. f. g. h.

surat pengakuan penerimaan pembayaran; surat pengaduan (claim); surat permintaan penangguhan pembayaran; surat tagihan.
Yth____________ Bagian Pemasaran PT GARMEN INDAH Jakarta

Pada pemelajaran ini Anda hanya akan mempelajari tiga jenis surat niaga, yaitu surat permintaan penawaran, surat penawaran, dan surat pesanan. A. Surat permintaan penawaran

Surat permintaan penawaran adalah surat yang dibuat oleh calon pembeli yang ditujukan kepada penjual, dengan maksud meminta keterangan mengenai barang-barang yang akan dibeli. Jadi, surat permintaan adalah surat yang berisi permintaan suatu keterangan atau informasi (harga, diskon, pembayaran, dan sebagainya). Fungsi surat permintaan penawaran yang pokok ialah memberikan bahan pertimbangan sebelum pembeli melakukan pembelian barang. Dengan cara itu, kita dapat memilih dan membeli barang yang tepat sesuai dengan keuangan dan kebutuhan. Surat permintaan penawaran berisi antara lain: a. b. c. d. e. f. g. macam barang yang diinginkan; kualitas barang yang diinginkan; potongan harga (discount); cara pembayaran; cara penyerahan/pengiriman barang; keterangan teknis dan perawatan; dan kemudahan-kemudahan yang diperoleh pembeli.

18 Juli 2007 Dengan hormat, Dengan ini kami minta kepada Saudara untuk mengirimkan keterangan beserta daftar harga mengenai pakaian wanita, pakaian anak-anak, baju renang, baju tidur, dan produk lain yang diproduksi oleh GARMEN INDAH. Terima kasih. Hormat kami, Toko MAYA

Perhatikan contoh surat permintaan penawaran berdasarkan iklan di koran!
TOKO AGUNG JAYA Jalan Pahlawan No. 8 Jakarta 3 Juli 2007 : 75/PP/VII/07 : Minta penawaran harga mebel

No. Hal

Yth. Direktur PT MAKMUR SENTOSA Jalan Danau Toba No. 10 Jakarta Dengan hormat, Dalam iklan saudara pada harian Kompas tanggal 25 Juni 2007 dinyatakan bahwa perusahaan Saudara membuat mebel dengan berbagai model terbaru dan mutu yang baik. Karena toko kami memiliki banyak pelanggan, dengan ini kami berkeinginan untuk memasarkan barang tersebut. Oleh sebab itu, kami minta dikirim keterangan lengkap mengenai: 1) cara pembayaran; 2) cara penyerahan barang; 3) potongan harga; dan 4) kemudahan-kemudahan lain yang dapat kami peroleh. Atas perhatian Saudara, kami mengucapkan terima kasih. Hormat kami,

Cara menyusun surat permintaan penawaran adalah sebagai berikut: a. b. c. d. jelaskan alasan membuat surat permintaan penawaran; mintalah keterangan terperinci mengenai barang yang diinginkan; jika ditulis di kartu pos, tulisan harus singkat dan jelas; dan diakhiri dengan ucapan terima kasih.

Perhatikan contoh surat permintaan penawaran dengan kartu pos.

Adriana Pemilik

67

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Perhatikan contoh surat permintaan penawaran bentuk lurus penuh (full block style)!
PT TRANS SALIRA Jalan Pejagalan dalam No. 123, Bandung Tlp. 022-67686960, Faks. 022-67686961 No. : 003/DIR/TS/VII/2007 14 Juli 2007 Yth. Direktur PT Permata Timur Jalan Rawasari No. 45 Bandung Hal : Permintaan Daftar Harga alat-alat Elektronik Salam hormat, Perusahaan kami ingin mengembangkan usaha di bidang alat-alat elektronik, terutama atena Parabola. Setelah kami pelajari, antene Parabola merek Sony ukuran 40 inch menjadi pilihan yang paling banyak diminati oleh pengunjung toko kami. Apabila Saudara mempunyai persediaan dan tidak berkeberatan, kami mohon keterangan mengenai harga satuan, syarat dan cara pembayaran, cara pengiriman maupun discount yang diberikan. Kami mohon dikirim daftar harga berbagai ukuran dan merek, brosur, leaflet, dan katalognya. Atas tanggapan Saudara, kami sampaikan terima kasih. Hormat kami, Dra. I. Surti Pangestu Direktris Tembusan: Yth. Bag. Perbekalan S/t

yang ditawarkan. Oleh sebab itu, surat penawaran harus memenuhi syarat sebagai berikut: bahasa surat harus menarik; isi surat penawaran tidak boleh bertentangan dengan kondisi barang atau jasa yang ditawarkan; isi surat harus memotivasi pembaca untuk ingin tahu lebih lanjut tentang produk yang ditawarkan; surat penawaran harus berisi keterangan yang lengkap tentang produk yang ditawarkan dan sebaiknya dilampiri gambar-gambar. Surat penawaran mencakup antara lain: 1) nama dan macam barang; 2) kualitas barang; 3) harga barang; 4) cara pembayaran; 5) cara penyerahan barang; 6) potongan harga; 7) sifat penawaran; 8) kemudahan-kemudahan lain, misalnya garansi, servis gratis, dan sebagainya. Perhatikan contoh surat penawaran berdasarkan permintaan penawaran!
PT ELEKTRINDO Distributor Barang-barang Elektronik Jalan Purnama Raya No. 23 Jakarta 10450 Telepon 685777 4 Juni 2007 Nomor : 25/PH/VI/07 Lampiran : Hal : Penawaran harga Yth. Bapak Handoko Jalan Merdeka No. 110 Yogyakarta 15050 Dengan hormat, Berikut ini kami sampaikan penawaran harga yang Bapak minta. 1. TV 21" Merk Indo, Flat, Full Colour Rp 2.200.000,00 2. TV 21" Merk Saki, Flat, Full Colour Rp 3.000.000,00 3. TV 21" Merk Zika, Flat, Full Colour Rp 2.000.000,00 Semua produk diskon 5%. Pembayaran dilakukan setelah barang sampai ke tempat Bapak. Untuk pengiriman barang di wilayah Jakarta tidak dikenakan biaya tambahan. Demikian penawaran yang kami sampaikan. Kami menunggu pesanan Bapak. Hormat kami, PT ELEKTRINDO Sarah Manajer Pemasaran

B.

Surat penawaran

Persaingan bisnis yang makin ketat mendorong penjual untuk makin aktif dan kreatif dalam menawarkan barang-barang dagangannya. Hal itu dapat ditempuh dengan berbagai cara. Salah satunya ialah dengan jalan mengirim surat penawaran. Surat penawaran adalah surat dari penjual kepada calon pembeli. Isinya berupa penawaran barang atau jasa. Pada umumnya surat penawaran dibuat karena ada permintaan penawaran dari calon pembeli. Namun demikian, tidak ada salahnya bila penjual aktif menawarkan dagangannya supaya makin dikenal umum dengan membuat penawaran umum. Dilihat dari bentuk dan isinya, surat penawaran yang dibuat atas inisiatif penjual lebih bebas dalam mempromosikan barang atau jasa yang ditawarkan. Penawaran tidak hanya terbatas pada hal-hal yang ditanyakan oleh calon pembeli saja. Tujuan surat penawaran adalah untuk memberi informasi tentang barang atau jasa sekaligus menggugah minat calon pembeli agar tertarik pada apa

68

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

Perhatikan contoh surat penawaran bentuk lurus (block styles)!
PT Buana Raya Jalan Matraman Raya No. 109 Jakarta Telp. 021-45464748 18 Juni 2007 Nomor : 0927/BR/VI/07

pesanan hendaknya berdasarkan kebutuhan; persyaratan tidak memberatkan calon pembeli; perlu penelitian barang yang dipesan, apakah sudah sesuai pilihan atau belum. Isi surat pesanan antara lain mencakup: nama dan macam barang; kualitas barang; jumlah barang; harga barang; cara pembayaran; cara pengiriman barang; kemungkinan lain bila barang yang dipesan habis atau tidak ada. Cara menyusun surat pesanan adalah sebagai berikut. Hubungkan dengan surat penawaran yang telah diterima. Contoh Surat saudara tanggal .... beserta contohnya telah kami terima, maka kami mohon Saudara mengirimkan ... Kami telah membaca iklan Saudara pada ... mengenai penawaran ... Berkaitan dengan itu, kami minta dikirim .... Setelah kami membaca iklan Saudara di harian ... tentang ... kami merasa tertarik. Menyebutkan nama dan jenis barang-barang yang dipesan. Menyebutkan cara pengiriman barang yang diinginkan. Menyebutkan cara pembayaran yang akan dilakukan. Mengakhiri surat dengan ucapan terima kasih. Perhatikan contoh surat pesanan berdasarkan iklan berikut ini!
Jakarta, 22 Juni 2007

PT Candi Murni Jalan Dr. Wahidin No. 135 Semarang Hal : Penawaran Kendaraan Kijang Troper Dengan hormat, Kami telah menerima surat Bapak No. ... tanggal ... perihal permintaan penawaran kendaraan Kijang Troper. Sehubungan dengan hal itu, dapat kami sampaikan hal-hal berikut: 1. Harga per satuan: Rp 70.000.000/franco 2. Buatan tahun: Rakitan Gajah Mada/2002 3. Pemakaian bahan bakar: premium 1 : 12 4. Syarat pembayaran 5. Cash potongan 10% 6. Kredit, UM 25%, angsuran 10x 7. Pembelian 10 unit/lebih mendapat potongan 15%. Agar lebih jelas, berikut ini kami sampaikan daftar harga, leaflet, dan brosur. Demikian surat penawaran kami, atas perhatian Bapak, kami mengucapkan terima kasih. Hormat kami, Rian Romero, S.E. Manager Penjualan Lampiran: Brosur dan Daftar Harga Tembusan: Yth. Manager Produksi D/k

No. : 70/Pes/vI/07 Hal : Pesanan pakaian Yth. Direktur PT Cantik Busana Jalan Kenari Putih No. 6 Jakarta Dengan hormat, Setelah kami membaca iklan Saudara yang dimuat di harian Kompas tanggal 18 Juni 2007 tentang penawaran pakaian seragam sekolah, kami merasa tertarik. Toko kami sering menerima pesanan dari sekolah-sekolah. Maka, dengan surat ini kami

C.

Surat pesanan

Suatu penawaran yang menarik akan merangsang calon pembeli untuk memesan atau membeli barang yang ditawarkan. Surat pesanan dibuat oleh calon pembeli kepada penjual yang berisi pesanan pembelian barang-barang. Surat pesanan harus disusun dengan bahasa yang jelas, singkat, dan terperinci. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membuat surat pesanan adalah: kemampuan keuangan;

69

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

mohon Saudara mengirimkan kepada kami seragam putra-putri SD, SMP, SMA masing-masing dua kodi. Mengenai pembayaran akan kami lakukan secara tunai setelah barang sampai di tempat kami, dikurangi diskon sebesar 15% sesuai dengan penawaran Saudara. Kami harap barang tersebut sampai di tempat kami paling lambat akhir minggu ini.

Atas perhatian dan pelayanan yang baik, kami mengucapkan terima kasih. Hormat kami, Toko MURAH Hendropriatmaja Pemilik

Perhatikan contoh surat pesanan bentuk lurus (block style)!
PT Emas Raya Jalan Kentungan No. 109 Yogyakarta Telp. 021-2728290 Nomor : 027/ER/VI/07 Yth. PT Kencana Ungu Jalan Kemang Raya No. 20 Jakarta Hal : Pesanan Stereo Kenwood Dengan hormat, Surat penawaran Saudara No. 45/KU/V/2007, tanggal 31 Mei 2007 telah kami terima. Setelah mempertimbangkan beberapa hal, kami tertarik memesan: 1. 5 buah stereo UD-401 @ Rp 1.500.000,00 = Rp 7.500.000,00 2. 5 buah stereo UD-801 @ Rp 1.400.000,00 = Rp 7.000.000,00 3. 3 buah stereo UD-301 @ Rp 1.250.000,00 = Rp 2.500.000,00 Total = Rp 17.000.000,00 Discount 10% = Rp 1.700.000,00 Jumlah terbayar = Rp 15.300.000,00 (Lima belas juta tiga ratus ribu rupiah) Sesuai dengan persyaratan, uang muka sejumlah Rp 4.000.000,00 (empat juta rupiah) telah kami kirim melalui BRI No. rek. 464 45678 45. Bukti terlampir. Sisanya akan kami lunasi setelah barang kami terima. Mohon barang-barang tersebut dipak dan kami harap tanggal 2 Juli 2007 sudah tiba di Yogyakarta. Kami menunggu kiriman Saudara, terima kasih. Hormat Kami, ttd Sukimin, S.H. Manajer Pembelian Lampiran : Kopi pembayaran uang muka Tembusan Yth.: 1. Bag. Keuangan 2. Bag. Gudang S/i 25 Juni 2007

70

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. Buatlah surat permintaan penawaran! Kalian akan membuka toko kelontong dengan nama MAJU BERSAMA di Jalan Mangga 25, Jakarta Timur. Kalian meminta keterangan kepada salah satu distributor mengenai harga barang yang akan kalian jual, cara pembayaran, dan penyerahannya. Karena kalian akan memesan dalam jumlah besar, kalian juga perlu menanyakan diskon yang akan diberikan. B. Cermatilah kasus berikut ini! CV BAHAGIA, Jalan Imogiri No. 23 Jakarta membalas permintaan Toko INDAH, Jalan Gresik No. 57 Purwakarta, Jawa Barat yang dikirim tanggal 5 Juli 2007 dengan nomor surat 234/IN/VII/07 perihal permintaan harga

elektronika. Selanjutnya, CV BAHAGIA menawarkan barang-barang elektronika dengan berbagai merek mulai dari harga paling rendah sampai harga paling tinggi. Mengenai pembayaran, dapat dibayar 50% terlebih dahulu bersama surat pesanan, sedangkan 50% selebihnya dibayar setelah barang sampai di tempat pembeli. Pembelian jumlah besar akan mendapat potongan harga sebesar 20% dari harga pembelian. Keterangan lebih jelas dapat dilihat pada daftar harga yang dilampirkan bersama surat penawaran. 1) Buatlah surat penawaran berdasarkan data di atas! 2) Buatlah surat pesanan berdasarkan surat penawaran yang telah kalian buat tadi!

4.3.2

Nota Dinas dan Memo
1)

Nota dinas dan memo adalah surat khusus yang digunakan antarpejabat di lingkungan suatu organisasi. Dikenal pula memo pribadi, yang dipakai oleh perorangan untuk dikirim kepada siapa saja yang dikenal baik. Mengingat nota dinas dan memo digunakan untuk keperluan internal organisasi, maka pada memo tidak perlu dicantumkan identitas organisasi secara lengkap, seperti alamat kantor, nomor telepon, dan bidang usaha. Yang perlu dicantumkan hanya nama atau unit organisasinya. A. Nota dinas

2)

3)

4)

Perhatikan format nota dinas, termasuk jarak antarbagian yang disarankan.
Kepala Surat NOTA DINAS Nomor: Hal : Yth. .................... ............................ (Salam Pembuka) ...................................................................... .......................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ..................................................................... ........................................................................... ........................................................................... Salam takzim tanda tangan Cap instansi Nama Jelas Jabatan 2 kait 1 kait Tanggal

5)

Penjelasan: Pencantuman nama dan lambang unit instansi/ organisasi serta unsur-unsur alamat pada kepala nota dinas sama seperti pada kepala surat dinas biasa. Kata NOTA DINAS dicetak dengan huruf kapital semua dua kait di bawah garis kepala nota dinas secara simetris. Nomor not dinas dicantumkan di bawah kata NOTA DINAS, dengan ketentuan kata nomor diawaki N kapital, diikuti titik dua (:). Penulisan tanggal, hal, alamat yang dituju, salam pembuka, salam penutup, tanda tangan, nama jelas, nama jabatan, dan tembusan sama seperti pada surat dinas. Alamat yang dituju ditulis singkat karena nota dinas bersifat intern (belaku di lingkungan instansi yang bersangkutan). Misalnya : Yth. Drs. S. Arman Tasai, M.Hum. Pusat Bahasa Perhatikan contoh nota dinas berikut ini!
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL KANTOR WILAYAH DAERAH KHUSUS IBU KOTA JAKARTA Jalan Gatot Subroto Kav. 40-41 Tlp. 7979797 Jakarta Selatan

NOTA DINAS Nomor: 016/Dik.Nas Kepada : Drs. Suyono (pengawas Sekolah Kejuruan)

Tembusan

71

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Dari : Kepala Kanwil Depdiknas DKI Jakarta Perihal : Penugasan Kepala Sekolah Sementara Kami menugaskan Saudara untuk memangku jabatan Kepala Sekolah sementara sehubungan Pejabat Sekolah yang lama telah memasuki masa purna bakti, di: Nama : Sekolah SMK 70 Jakarta Alamat : Jalan Surya No. 2 Jakarta Pusat Terhitung : Mulai tanggal 20 Mei 2007 Agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 5 Mei 2007 Depdiknas DKI Jakarta

Penjelasan 1) Pencantuman nama dan lambang unit instansi/ organisasi serta unsur-unsur alamat pada kepala memo sama seperti pada kepala surat dinas biasa. Kata MEMO dicetak dengan huruf kapital emua dua kait di bawah garis kepala memo secara simetris. Pada tempat alamat dicantumkan kata Kepada, Dari, dan Hal, yang diawali huruf kapital dan diikuti titik dua (:). Oleh karena itu, kata Yth, tidak diperlukan. Pada akhir memo dicantumkan tanda tangan pemberi memo dengan atau tanpa nama jelas.

2)

3)

4)

Drs. Suratno Notonegoro NIP 130 746 260

Nota dinas adalah jenis surat dinas yang berisi pokok persoalan secara singkat. Nota dinas biasanya dibuat dalam keadaan mendesak dan oleh karena itu perlu penyesuaian dengan segera. Nota dinas ini dapat ditulis oleh atasan untuk bawahan, dan dapat juga sebaliknya, yakni ditulis oleh bawahan untuk atasan. Nota dinas bersifat intern (selingkung). Sebenarnya, isi nota dinas sama dengan isi surat dinas biasa, hanya lebih singkat. Oleh karena itu, nota dinas memiliki nomor surat, seperti surat dinas biasa. B. Memo

Memo atau memorandum adalah jenis surat dinas yang berisi catatan singkat tentang pokok persoalan. Memo ditulis oleh atasan untuk pejabat yang setingkat atau untuk bawahan, dan dapat juga ditulis oleh bawahan untuk atasan. Memo bersifat informal dan tingkat keresmiannya rendah. Memo tidak menggunakan nomor surat. Walaupun begitu, informasi yang dituliskan dalam memo tetap mengandung sifat kedinasan. Seperti nota dinas, memo juga bersifat intern (selingkung). Berikut ini contoh blangko Memorandum.
NAMA ALAMAT KANTOR MEMORANDUM Dari : ......... Hal : ......... Untuk : ......... Tgl. : .........

Perhatikan format memo di bawah ini, termasuk jarak antarbagian yang disarankan.
Kepala Surat 2 kait MEMO Tanggal Kepada: Dari Hal : .............. : .............. 2 kait 1/2 kait

Blangko Memorandum dengan kepala surat

NAMA ALAMAT KANTOR MEMORANDUM

...................................................................... .......................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ..................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ..........................................................................

Blangko Memorandum dengan kepala surat

Kepada Hal Dari Tgl.

: : : :

......... ......... ......... .........

MEMORANDUM Kepada: ......... Hal : ......... Dari : ......... Tgl. : .........

tanda tangan

Blangko Memorandum tanpa kepala surat

72

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

Perhatikan contoh memo berikut ini!

MEMO Kepada : Direktur Pemasaran Dari : Direktur Utama Perihal : Rencana Program Pemasaran 2007

Untuk bahan rapat perusahaan pada hari Rabu, tanggal, 15 Desember 2006 yang akan datang, harap telah sampai di meja kami rincian Program Pemasaran 2007 yang telah Saudara susun, paling lambat tanggal 15 Desember 2006.

Jakarta, 1 Desember 2006 Antoni Tiras, S.H. selaku Direktur Utama, memberikan MEMO kepada Direktur Pemasaran.

Antoni Tiras, S.H.

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. Buatlah nota Direktur Keuangan kepada Bagian Keuangan untuk keperluan berikut ini! Misalkan sekarang ini kalian menjabat Sekretaris Direktur Keuangan. Atasan kalian memberitahukan bahwa pada tangal 5 Januari akan diadakan Rapat Umum Pemegang Saham di Sumbu Room, Hotel Borobudur, Jakarta. Se-hubungan dengan hal itu, ia akan memerintahkan (dengan nota) kepada Kepala Bagian Keuangan agar mempersiapkan laporan Rugi Laba (R/L) B. 1. Tulislah memo dengan isi berikut ini! Kepada : Kabag. Personalia Dari : Sekretaris Kabag Pendidikan dan Pengembangan

Perihal : Kursus Kesekretarisan Tingkat Mahir Sehubungan dengan Kursus Kesekretarisan Tingkat Mahir yang akan diselenggarakan tanggal 10 sampai 20 Juli, mohon dikirimkan daftar nama karyawan yang sudah lulus Kursus Kesekretarisan Tingkat Dasar. Data tersebut paling lambat akhir bulan ini sudah diterima. 2. Bapak Sutikno Subiakto, Manajer Keuangan, akan membuat memo kepada Bapak Darmaji Sueb, selaku Manajer Sales and Service untuk keperluan pemasangan iklan dalam majalah Dharma edisi 17 Juli 2007. Isinya, meminta kepada Bapak Darmaji Sueb, untuk segera menyerahkan bahan sparasi gambar produk yang akan diiklankan.

73

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Pada bagian ini akan dibahas dua jenis surat berdasarkan isi dan maksudnya, yaitu surat pemohonan dan surat lamaran pekerjaan. Selain itu, pada bagian ini juga akan dibahas surat perjanjian jual beli dan surat kuasa.

4.4.2

Menulis Surat Lamaran Kerja

4.4.1

Menulis Surat Izin/Permohonan

Perhatikan contoh surat permohonan berikut ini!
PANITIA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL SMK SEJAHTERA Jalan Anggrek No. 35, Jakarta 10450 Telepon 7495455 5 April 2007 Nomor : 18/Pan-HPN/IV/07 Lampiran : Satu lembar Perihal : Permohonan izin Yth. Kepala Desa Cipinang di tempat Dengan hormat, Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, OSIS SMK Sejahtera bermaksud menyelenggarakan lomba cerdas cermat untuk SMP sekelurahan Cipinang. Adapun kegiatan tersebut akan kami laksanakan pada hari Minggu, tanggal 1 Mei 2007 bertempat di Aula Kelurahan Cipinang. Untuk itu, kami memohon izin agar dapat menggunakan tempat tersebut pada waktunya. Keterangan selengkapnya kami lampirkan bersama surat ini. Demikian surat permohonan ini kami sampaikan dengan harapan mendapat perhatian semestinya. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, Sekretaris Santi

Surat lamaran atau surat permohonan pekerjaan adalah surat yang dibuat oleh seseorang untuk dapat memperoleh pekerjaan. Dengan demikian, surat lamaran pada prinsipnya sama dengan surat penawaran. Dalam surat lamaran pekerjaan seseorang menawarkan jasa yang akan diberikan pelamar pada kantor/instansi yang dilamar. Jasa yang ditawarkan tersebut bisa berupa pendidikan, pengetahuan, pengalaman, kecakapan, keterampilan, ataupun kepribadian seseorang yang ditulis secara singkat. Data yang ditulis lengkap dan singkat tersebut disebut data kualifikasi. Secara umum surat lamaran pekerjaan dapat dibedakan menjadi tiga. Pertama, surat lamaran yang dikirimkan langsung ke perusahaan atau institusi tertentu (tanpa tahu ada lowongan pekerjaan atau tidak). Kedua, surat lamaran berdasarkan iklan lowongan kerja (tahu bahwa ada lowongan pekerjaan). Ketiga, surat lamaran melalui kantor penempatan tenaga kerja. Dalam melamar pekerjaan ada dua unsur penting yang harus dibawa oleh pelamar kerja yaitu surat lamaran kerja dan daftar riwayat hidup . Daftar riwayat hidup atau sering disebut juga curriculum vitae (CV) memegang peranan penting dalam penerimaan calon pekerja. Model surat lamaran kerja ada 3, yaitu official style, block style, dan full block style. Model resmi (official style) biasanya dipakai untuk surat lamaran kerja yang ditujukan pada kantor-kantor pemerintah. Untuk kata ganti diri sendiri sebaiknya digunakan kata saya. Block style biasanya dipakai untuk surat lamaran kerja yang ditujukan pada perusahaan swasta nasional. Untuk kata ganti orang yang dituju dalam perusahaan yang dilamar sebaiknya memakai kata ganti Bapak/Ibu. Full block style digunakan untuk surat lamaran pekerjaan yang ditujukan pada perusahaan asing. Untuk kata ganti diri sebaiknya menggunakan kata saya. A. Isi surat lamaran

Ketua panitia Pandu

Surat izin dapat digolongkan juga sebagai surat pribadi yang bersifat resmi, jika surat tersebut dibuat atas nama pribadi, misalnya surat izin tidak masuk sekolah dan surat izin tidak masuk kerja. Perhatikan kembali materi surat pribadi pada bagian menyimak! Pada bagian ini yang dibahas adalah surat izin yang berisi permohonan seseorang atau sekelompok orang yang berisi permohonan izin menggunakan kendaraan milik perusahaan, permohonan izin penggunaan gedung oleh sekolah, dan lain-lain.

Surat lamaran harus memuat data-data yang lengkap. Data-data tersebut adalah sebagai berikut: 1) Keadaan diri pelamar (identitas), terdiri atas: nama lengkap; jenis kelamin; tempat dan tanggal lahir; kewarganegaraan; status menikah/belum menikah;

74

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

alamat, ditulis dengan lengkap termasuk kode pos dan nomor telepon. 2) Pendidikan terdiri atas: Pendidikan formal, seperti SD, SMP, SMU, SMK, akademi/universitas. Pendidikan formal biasanya cukup disebutkan pendidikan formal terakhirnya. Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh melalui kursus-kursus, seperti kursus akuntansi, bahasa Inggris, sekretaris, atau komputer. Pendidikan informal yang dicantumkan dalam surat lamaran pekerjaan biasanya yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar. 3) Pengalaman kerja. Apabila si pelamar baru lulus dari sekolah/perguruan tinggi atau belum pernah bekerja, sebaiknya menyebutkan keterampilan kerja yang dimiliki selama studi. Misalnya pernah mengikuti latihan kerja di Jepang. Apabila pelamar telah berpengalaman kerja, pengalaman tersebut penting dicantumkan untuk dijadikan bahan pertimbangan. 4) Referensi yang diberikan oleh referee memberikan keterangan mengenai baik dan buruknya diri pelamar. Referensi antara lain berisi kecakapan, kemampuan kerja, kejujuran, mental, serta kelakuan. Surat referensi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan diterima tidaknya sebuah lamaran. Kegemaran Kegemaran perlu dicantumkan karena bisa menentukan diterima tidaknya seorang pelamar. Suatu perusahaan atau institusi bisa jadi berniat untuk membentuk tim olahraga atau kesenian tertentu guna mempromosikan perusahaan. Surat lamaran pekerjaan merupakan utusan dari si pelamar. Agar dapat berhasil sesuai dengan tujuannya, kita harus memerhatikan hal-hal berikut ini: 1) Surat lamaran pekerjaan sebaiknya ditulis dengan tangan sendiri menggunakan folio bergaris atau kertas segel atau sesuai dengan permintaan. Surat lamaran pekerjaan tidak ditulis bolak-balik. Apabila ditulis tangan, gunakan bolpoin dengan tinta hitam. Apabila diketik, gunakanlah kertas HVS (minimal 60 gram). Tulisan tangan atau ketikan tidak boleh ada coretan atau hapusan. Gunakan bentuk surat yang benar. Sebutkan sumber yang digunakan sebagai dasar pengajuan lamaran, seperti teman, iklan, kantor Depnaker, atau tempat kursus.

8)

Penuhilah syarat-syarat yang diminta oleh perusahaan/instansi yang menawarkan lowongan pekerjaan. Usahakan mencantumkan data diri selengkap mungkin.

9)

10) Gunakan bahasa yang efektif dan bersahaja. 11) Isi surat menggambarkan sikap optimis dan tidak boleh bernada memelas atau minta dikasihani. B. Lampiran

Surat lamaran pekerjaan biasanya disertai dengan lampiran-lampiran pendukung. Pelamar kerja perlu melampirkan beberapa dokumen yang memberi nilai tambah. Apa saja yang perlu dilampirkan? Beberapa dokumen penting yang harus disertakan, yaitu: daftar riwayat hidup atau curriculum vitae (CV); fotokopi ijazah terakhir yang dilegalisasi; fotokopi ijazah kursus yang sudah dilegalisasi (kalau ada); fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas lain; Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari POLRI; surat keterangan sehat dari dokter; dan pasfoto terbaru (ukuran sesuai yang diminta). C. Daftar riwayat hidup

5)

Telah disinggung sebelumnya bahwa daftar riwayat hidup sangat penting dalam melamar pekerjaan. Daftar riwayat hidup sangat membantu bagian personalia untuk mengetahui tentang diri si pelamar. Berdasarkan data tersebut akan dapat ditetapkan apakah pelamar memenuhi persyaratan yang ditentukan atau tidak. Ada bermacam-macam bentuk daftar riwayat hidup. Daftar riwayat hidup ada yang dijual dalam bentuk formulir sehingga tinggal mengisinya. Namun, daftar riwayat hidup juga bisa dibuat sendiri. Daftar riwayat hidup berisi nama lengkap; tempat dan tanggal lahir; kebangsaan; agama; jenis kelamin; status perkawinan, sudah berkeluarga atau belum; pendidikan; pengalaman kerja; referensi; kesehatan; dan hobi. Contoh daftar riwayat hidup.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP Yang bertanda tangan di bawah ini: nama jenis kelamin kebangsaan agama alamat : Natalina : Perempuan : Indonesia : Islam : Jalan Kutilang No.1, Jakarta Timur.

2) 3) 4) 5) 6) 7)

tempat, tanggal lahir : Jakarta, 31 Oktober 1985

75

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

pendidikan : a. SMK Bakti Mulia, lulus tahun 2003 b. Kursus Bahasa Inggris c. Kursus Komputer pengalaman kerja hobi : dua tahun sebagai sekretaris di PT JAYA SAKTI : membaca, berenang.

lamaran ini. Atas perhatian dan kebijaksaan Bapak, saya mengucapkan terima kasih. Hormat saya, (tanda tangan) Gita Indah Puspita Lampiran: 1. daftar riwayat hidup 2. fotokopi ijazah SMK 3. fotokopi ijazah kursus komputer dan bahasa Inggris 4. Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dari POLRI 5. surat kesehatan dari dokter 6. pasfoto terbaru ukuran 4 x 6 cm sebanyak dua lembar

Demikian daftar riyawat hidup ini saya buat de-ngan sesungguhnya serta menurut keadaan yang sebenarnya. Jakarta, 12 Mei 2007 Yang membuat,

Natalina

4.4.3
Contoh surat lamaran pekerjaan.
Jakarta, 20 Maret 2005 Hal: Lamaran pekerjaan Yth. Pemasang iklan di harian Angkasa Dengan hormat, Sehubungan iklan Bapak yang dimuat di harian Angkasa pada tanggal 18 Maret 2005 mengenai kebutuhan tenaga sekretaris, dengan ini saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi lowongan tersebut. Adapun keterangan mengenai diri saya adalah sebagai berikut: nama : Gita Indah Puspita tempat, tanggal lahir : Solo, 22 Januari 1988 alamat : Jalan Bahagia No. 8, JakartaSelatan pendidikan : SMK jurusan sekretaris. Saya dapat mengetik dengan lancar, baik alat ketik manual maupun elektronik dan pada masingmasing bidang saya telah memperoleh ijazah negara dari Departemen Pendidikan Nasional. Di samping itu, saya juga dapat berbahasa Inggris dengan lancar dan dapat mengoperasikan komputer. Saya mempunyai pengalaman kerja selama tiga bulan di perusahaan. Pada waktu masih sekolah, saya mengikuti Program Kerja Lapangan (PKL) di PT Bumi Makmur. Saya yakin mampu melaksanakan pekerjaan yang Bapak percayakan kepada saya dengan baik. Jika Bapak menghendaki, saya bersedia untuk dites dan diwawancarai menurut waktu dan panggilan Bapak. Besar harapan saya Bapak mempertimbangkan

Menulis Surat Balasan Lamaran Kerja

Apa yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, lembaga, atau instansi yang sedang merekrut tenaga kerja setelah menerima surat lamaran kerja dari para pelamar? Tentu saja perusahaan, lembaga, atau instansi tersebut akan mengambil keputusan menerima atau menolak. Tidak semua surat lamaran yang masuk harus dibalas karena tidak semua surat lamaran itu memenuhi persyaratan. Untuk pelamar yang diterima, pihak perusahaan segera mengirimkan surat balasan lamaran pekerjaan yang berisi panggilan untuk langsung bekerja atau untuk mengikuti tes selanjutnya. Jika pelamar diterima untuk langsung bekerja atau dipanggil untuk mengikuti tes selanjutnya, pihak perusahaan harus melakukannya dengan bijaksana. Surat balasan harus menyatakan maksud panggilan, tanggal dan waktu yang disediakan, tempat untuk menghadap, dan dokumen yang harus dibawa. Bila pelamar berdomisili di tempat yang jauh dari alamat perusahaan, lembaga, atau instansi tersebut, perlu dipertimbangkan lamanya waktu pengiriman surat tersebut agar tidak terlambat sampai ke tangan pelamar. Seandainya pelamar tidak dapat memenuhi panggilan sesuai dengan waktu yang disediakan, lebih bijak bila pihak perusahaan menawarkan waktu lain dalam batas tertentu. Surat lamaran pekerjaan yang dikirim ke perusahaan atau instansi pemerintah tidak semuanya diterima. Pasti ada surat lamaran yang ditolak. Hal ini dapat terjadi karena lowongan yang tersedia terbatas atau surat lamaran itu kurang memenuhi persyaratan yang dituntut oleh perusahaan atau instansi yang bersangkutan.

76

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

Jika perusahaan, lembaga, atau instansi tersebut menolak pelamar, hal itu hendaknya dilakukan secara bijaksana pula, yaitu dengan cara menyatakan terima kasih atas lamarannya, menyatakan penyesalan atas penolakan, dan memberikan perhatian serta harapan kepada pelamar pada kesempatan mendatang. Dengan demikian, pelamar mendapat kepastian tidak diterima dan tidak terlalu merasa kecewa. Surat balasan lamaran pekerjaan biasanya dibuat oleh bagian personalia di perusahaan, lembaga, atau instansi. Bagian-bagian surat dan isinya harus sesuai dengan kaidah penulisan surat resmi. Contoh surat balasan lamaran pekerjaan yang diterima.
PT MINA JAYA LESTARI Perusahaan Pengalengan Ikan Jalan Pasar Ikan No. 5 Jakarta Telepon 555777 18 April 2007 Nomor : 96/MJL/IV/07 Lampiran : Hal : Panggilan untuk bekerja

Contoh surat balasan lamaran pekerjaan yang berisi penolakan.
PT PERSADA SARI Jalan Melati Raya No. 25 Jakarta 10140 Telepon 6549985 5 Februari 2007 Nomor : 45/PS/II/07 Lampiran : Hal : Pemberitahuan Yth. Saudara Tony Jalan Kutilang Raya No.1 Jakarta Dengan hormat, Sehubungan dengan surat lamaran Saudara tanggal 22 Januari 2007, dengan sangat menyesal kami tidak dapat mempertimbangkannya karena jabatan yang dimaksud sudah terisi. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Saudara terhadap perusahaan kami. Semoga Saudara lekas mendapat pekerjaan yang sesuai dengan harapan Saudara. Hormat kami, (tanda tangan) Drs. Jonny Sihombing Manajer Personalia

Yth. Sdr. Jimmy Jalan Pelabuhan No. 2 Sukabumi

4.4.4
Dengan hormat, Setelah kami mempertimbangkan surat lamaran Saudara, kami beritahukan bahwa Saudara diterima dan dapat langsung bekerja sebagai karyawan di perusahaan kami. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk pembicaraan lebih lanjut, kami mengharapkan kehadiran Saudara di bagian personalia perusahaan kami pada hari Senin, 30 April 2007, pukul 13.00 WIB. Pada kesempatan tersebut diharapkan Saudara membawa semua bukti kualifikasi yang asli dan suratsurat penting lainnya. Kami menanti kedatangan Saudara. Hormat kami, (tanda tangan)

Menulis Surat Penjanjian

Dua orang atau lebih dapat melakukan suatu kesepakatan bersama. Kesepakatan terjadi apabila orang-orang atau badan usaha yang merupakan pihakpihak yang mengadakan kesepakatan telah setuju atas subjeknya. Surat perjanjian/kontrak merupakan suatu persetujuan antara pihak pertama dan pihak kedua dengan penuh tanggung jawab. Dasar perjanjian itu adalah kepentingan, kebutuhan, dan keperluan kedua belah pihak. Surat perjanjian dibuat untuk menguatkan kata sepakat yang telah mereka setujui. Surat perjanjian merupakan bukti tertulis atas kesepakatan lisan yang pernah dilakukan. Surat perjanjian dibuat untuk menghindari perselisihan dan menjadi pegangan kuat agar hak dan kewajiban masing-masing pihak tetap dipenuhi. Agar suatu perjanjian dapat terwujud, diperlukan syarat-syarat perjanjian. Yang dimaksud dengan syarat-syarat perjanjian adalah unsur-unsur yang harus ada dalam suatu perjanjian. Unsur-unsur tersebut ialah adanya pihak pertama dan pihak kedua, adanya kesepakatan, dan adanya objek perjanjian.

Dra. Lidya Kusuma Manajer Personalia

77

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Ada berbagai macam jenis surat perjanjian. Beberapa di antaranya ialah: perjanjian jual beli, perjanjian sewa beli, perjanjian sewa-menyewa, perjanjian kredit, perjanjian kerja. Surat perjanjian dikatakan sah apabila memenuhi persyaratan. Persyaratan itu antara lain: kedua belah pihak yang melakukan persetujuan berada dalam keadaan sadar, tidak di bawah umur, tidak ada paksaan, adanya saksi yang ikut menandatangani surat perjanjian, dan isi perjanjian tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. A. Surat perjanjian jual beli

1. 2.

Kepala (judul perjanjian), diletakkan di tengahtengah dengan huruf kapital (huruf besar). Nama-nama pihak yang mengadakan perjanjian. Nama-nama tersebut biasanya diawali dengan kalimat: Yang bertanda tangan di bawah ini a. nama b. alamat c. jabatan Catatan: a. Tentang penulisan tempat tinggal/berkedudukan. Bila nama itu menyangkut: - Orang, dipakai istilah bertempat tinggal/ alamat. - Badan Hukum/organisasi, dipakai istilah berkedudukan. b. Domisili harus dicantumkan untuk menentukan wilayah hukum tertentu apabila terjadi perselisihan yang tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan harus diselesaikan di pengadilan. c. Nama-nama pihak yang mengadakan perjanjian biasanya disingkat dengan Pihak Pertama dan Pihak Kedua. : ................................... : ................................... : ...................................

d. kedudukan : ...................................

Surat perjanjian jual beli adalah surat yang dibuat oleh pihak penjual dan pihak pembeli yang berisi kesepakatan mengenai jual beli. Pihak penjual sepakat untuk memenuhi kewajibannya menyerahkan barang tertentu dan berhak memperoleh imbalan uang tertentu pula. Pembeli sepakat untuk melaksanakan kewajibannya menyerahkan uang tertentu dan berhak menerima barang tertentu pula. Objek perjanjian jual beli bisa berupa barang yang bergerak atau bisa dipindahtempatkan dan bisa juga barang yang tidak bergerak atau tidak bisa dipindahtempatkan seperti tanah atau rumah. Tujuan diadakannya surat perjanjian jual beli ialah untuk menjamin kepastian pembayaran dan penyerahan barang. Dengan kata lain, surat perjanjian jual beli dimaksudkan agar masing-masing pihak memenuhi kewajiban dan haknya masing-masing. Surat perjanjian jual beli berisi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) jenis dan keterangan barang yang diperjualbelikan; harga barang yang disetujui; cara pembayaran yang disepakati kedua belah pihak; cara penyerahan barang; risiko dalam jual beli; hak-hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak; hal-hal lain yang dianggap perlu dalam kesepakatan kedua belah pihak. Membuat surat perjanjian 6. 4. 5.

3.

Isi kesepakatan. Isi perjanjian tertuang dalam pasal-pasal yang dirumuskan dengan jelas dan tegas. Isi perjanjian tersebut antara lain menyangkut: a. objek perjanjian; b. hak dan kewajiban kedua belah pihak; c. masa berlakunya perjanjian; d. penyelesaian perselisihan. Tempat dan tanggal perjanjian. Tanda tangan pihak-pihak yang membuat perjanjian. Tanda tangan saksi-saksi. Gambar pola surat perjanjian.

B.

Untuk membuat surat perjanjian, kita perlu mengetahui bagian-bagian dari surat perjanjian tersebut. Berikut ini adalah bagian-bagian dari surat perjanjian:

78

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

SURAT PERJANJIAN ... Kami yang bertanda tangan di bawah ini : I. nama : ................................................................................................................................... pekerjaan : ................................................................................................................................... alamat : ................................................................................................................................... yang bertindak untuk dan atas nama ............................................................................................. dan selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Pihak I/ .............................................................*) nama : ................................................................................................................................... pekerjaan : ................................................................................................................................... alamat : ................................................................................................................................... yang bertindak untuk dan atas nama ............................................................................................. dan selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Pihak II/ .............................................................*)

II.

sepakat mengadakan perjanjian yang diatur dalam pasal-pasal tersebut di bawah ini. Pasal 1 ......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................................... Pasal 2 ......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................................... dst. Jakarta, ........................ Yang berjanji : Pihak I, .................................. Saksi : 1. .................................. 2. .................................. .................................. (pejabat pemerintah) *) Dapat disisi pembeli dan penjual, penyewa dan yang menyewakan, dan sebagainya. Pihak II, .................................. Mengetahui :

Contoh surat perjanjian jual beli.
SURAT PERJANJIAN JUAL BELI Nomor: 01/JB/VII/07 Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. nama : Anton Mahendra alamat : Jalan Kramat Jaya No. 4 Jakarta Utara pekerjaan : Direktur PT Agung Lestari Jakarta untuk selanjutnya disebut Pihak Pertama selaku penjual, nama : Sinta Dewi alamat : Jalan Argopura No.75 Jakarta Utara pekerjaan : Guru SMK Nusa Bakti untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua selaku pembeli.

2.

Kedua belah pihak telah mufakat untuk mengadakan perjanjian jual beli rumah sebagaimana diatur dalam pasal-pasal berikut ini: Pasal 1 Pihak Pertama telah menjual kepada Pihak Kedua rumah tempat tinggal milik Pihak Pertama yang terletak di Jalan Damai No.9 yang diketahui benar-benar oleh Pihak Kedua.

79

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Pasal 2 Dalam jual beli ini termasuk penyerahan hak milik Pihak Pertama atas tanah tempat didirikannya rumah tinggal tersebut seperti disebut pada Pasal 1 serta pekarangannya, yaitu persil Jalan Damai No.9 yang terdiri dari sebidang tanah, dengan luas 100 m², sertifikat No. ... dan surat ukuran No. ... tanggal ... . Pasal 3 Tidak termasuk jual beli tersebut adalah segala perabot rumah yang merupakan barang bergerak, yang terdapat dalam rumah tinggal tersebut atau pekarangannya. Pasal 4 Jual beli rumah seharga Rp 80.000.000 (delapan puluh juta rupiah) tersebut akan dibayar oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama pada waktu penandatanganan perjanjian ini, dengan diberi tanda penerimaan tersendiri. Pasal 5 Penyerahan rumah tinggal akan diselenggarakan selambat-lambatnya 7 hari setelah penandatanganan surat perjanjian ini, yaitu dengan jalan menyerahkan kunci-kunci rumah tinggal tersebut oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua. Pasal 6 Mulai saat penyerahan kunci-kunci rumah, maka segala risiko dan tanggung jawab yang berkenaan dengan jual beli ini beralih pada Pihak Kedua, termasuk pembayaran pajak bangunan, listrik, dan lain-lain. Pasal 7 Pihak Pertama menjamin kepada Pihak Kedua bahwa rumah tinggal tersebut tidak diberati dengan hipotek atau dibebani dengan hal-hal lainnya yang bersifat hak benda. Oleh karena itu, Pihak Pertama akan melepaskan Pihak Kedua dari segala tuntutan yang bersangkutan dengan hal itu jika ada. Pasal 8 Pembalikan nama (persil) yang dipersoalkan dalam perjanjian ini atas nama Pihak Kedua akan diselenggarakan olehnya dan segala ongkos yang bertalian dengan balik nama itu serta perjanjian ini seperti bea meterai akan dibayar dan menjadi beban Pihak Kedua. Pasal 9 Sejauh perlu, dengan ini Pihak Pertama memberikan kuasa yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini, dan dengan hak substitusi kepada Pihak Kedua untuk mengurus perizinan jika ada c.q. pembalikan nama yang bersangkutan atas nama pihak kesatu. Pasal 10 Kedua pihak berjanji tidak akan membawa suatu perselisihan ke muka pengadilan, tetapi diusahakan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan perselisihan secara kekeluargaan. Pasal Penutup Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam keadaan sadar dan ditandatangani dalam rangkap dua, yang kedua-duanya mempunyai kekuatan hukum yang sama. Jakarta, 10 Juli 2007 Pihak Pertama, Anton Mahendra (tanda tangan) Saksi-saksi: 1. Agil Suto (tanda tangan) 2. Heru Benawa (tanda tangan) Pihak Kedua, Sinta Dewi (tanda tangan)

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam Buku Tugasmu! A. 1. Buatlah surat lamaran pekerjaan dengan ketentuan sebagai berikut! Carilah satu buah iklan lowongan pekerjaan di salah satu surat kabar! Kemudian buatlah surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan tersebut!

2.

Buatlah surat lamaran pekerjaan atas inisiatif sendiri tanpa tahu perusahaan atau instansi tersebut ada lowongan pekerjaan atau tidak! Pilihlah dua atau tidak surat lamaran yang terkumpul untuk didiskusikan pada pertemuan berikutnya! Hal-hal yang didiskusikan bentuk, isi, dan bahasanya.

3.

80

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

B.

Cermatilah surat lamaran di bawah ini! Dalam surat lamaran tersebut terdapat kesalahan, oleh karena itu sempurnakanlah surat itu menjadi surat lamaran yang baik!
Jakarta, 15 November 2006

Jakarta, 2 Juli 2007 Hal : Lamaran pekerjaan Lampiran : Satu berkas Yth. Pemasang Iklan Harian Kompas P.O. Box 5461 Jkt 11043 Dengan hormat, Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian kompas tanggal 30 Juni 2007, yang isinya menyatakan bahwa perusahaan Bapak memerlukan seorang Sekretaris, maka yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Laila Uvida Tempat /tanggal lahir : Sukabumi, 31 Oktober 1980 Alamat : Jalan A. Yani No. 7 Sukabumi Pendidikan : Akademi Sekretaris Dengan ini mengajukan permohonan untuk diterima sebagai sekretaris pada perusahaan yang Bapak pimpin, karena saya dapat memenuhi semua syarat yang ditentukan. 1. 2. 3. 4. Bersama ini saya lampirkan pula: Daftar riwayat hidup Fotokopi ijazah sekretaris Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Tiga lembar pasfoto terakhir

Hal Lamp

: Lamaran pekerjaan : 3 lembar

Yth. Bapak Direktur PT Surya Kencana Jalan Dr. Sutomo No. 100 Jakarta Pusat Dengan hormat, Bersama ini saya, Miranda Sari, 20 tahun, lulusan D1 Lembaga Pendidikan Keterampilan Sekretaris UMI tahun 2006 mengajukan lamaran pekerjaan sebagai apa saja yang masih lowong di perusahaan Bapak. Saya telah melamar ke sana ke mari, belum ada yang menerima saya karena saya belum punya pengalaman kerja. Sehingga saya dengan rendah hati mohon kepada Bapak yang kiranya berkenan mengabulkan permohonan saya ini. Saya berjanji akan bekerja dengan giat kalau saya diterima di perusahaan Bapak. Untuk kelengkapan saya lampirkan fotokopy ijasah dan surat-surat lainnya. Demikian atas terkabulnya permohonan saya ini sebelum dan sesudahnya tak lupa saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Hormat saya,

Atas segala perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih. Hormat saya,

Laila Uvida Miranda Sari Lampiran 1. Fotokopi ijasah D1 Sekretaris 2. Daftar Riwayat Hidup 3. Surat Keterangan Catatan Kepolisian 4. Pasfoto 4 x 6 sebanyak 2 lembar

E.

Buatlah surat perjanjian jual beli antara Drs. Anton dan Drs. Doni Wijaya MM dengan isi berikut ini!

C.

Berdasarkan contoh-contoh surat lamaran pekerjaan yang kalian ketahui, buatlah format surat lamaran pekerjaan dan berikan keterangan pada bagian-bagiannya! D. Cermatilah surat lamaran pekerjaan di samping! 1. Tulislah surat balasan lamaran pekerjaan yang isinya berupa penolakan panggilan wawancara atau panggilan kerja! Surat balasan yang telah kalian buat tersebut, tukarkan dengan teman lain supaya diberi tanggapan!

2.

Hari ini Kepala Sekolah SMK I, Drs.Anton, yang beralamat di Jalan Sutomo No.15, Jakarta menandatangani surat perjanjian jual beli dengan direktur PT MOBILINDO JAYA SAKTI, yang beralamat di Jalan Gajah Mada No. 2, Jakarta, Drs. Doni Wijaya MM, atas pembelian sebuah mobil setengah pakai yang bernomor Z8910H , nomor mesin GR0087X dan nomor polisi B6517C seharga Rp 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah). Pembayaran dilakukan secara tunai setelah surat perjanjian ditandatangani kedua belah pihak dan selanjutnya diikuti dengan penyerahan barangbarang dan surat-suratnya dalam keadaan baik dan utuh. Segala risiko kerusakan barang yang akan timbul kemudian setelah barang sampai di tempat pembeli ditanggung pembeli. Biaya balik nama dan pajak juga menjadi tanggungan pembeli.

81

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

4.4.5

Menulis Surat Kuasa

Surat kuasa berisi pelimpahan wewenang dari perseorangan atau pejabat kepada orang atau pejabat lain sehingga pihak yang diberi wewenang dapat bertindak mewakili pihak yang memberi wewenang/ kekuasaan. Surat kuasa dibuat karena ada dua pihak yang berkepentingan, yaitu pihak yang memberi ku-

asa dan pihak yang diberi kuasa. Pihak yang memberi kuasa harus menyebutkan jenis pelimpahan kekuasaan, atas nama organisasi atau atas nama pribadi. Surat kuasa yang dibuat untuk mewakili seorang pejabat di dalam suatu organisasi termasuk surat organisasi, sedangkan surat kuasa yang dibuat atas nama pribadi termasuk surat pribadi. Perhatikan contoh surat kuasa berikut ini!

PT SINAR PELANGI
FAX. (021) 3536373
WISMA LENTERA - LANATAI 8, JL ANGKASA BARAT 20 JAKARTA 10025, TLP. (021) 3536374, 3536375, TELEX 25251SINAR PELANGI 2A

SURAT KUASA No.: 211/SP/Dir/VI/2007 Melalui surat ini, saya, Susilawati Mangir, S.E. Direktur Administrasi PT Sinar Pelangi yang bertindak untuk dan atas nama PT Sinar Pelangi, memberi kuasa kepada Ratna Dumilar, S.H. Kepala Biro Administrasi PT Sinar Pelangi untuk dan atas nama Direksi PT Sinar Pelangi 1. 2. menandatangani Akta Pelepasan Hak Jual, pengurusan Hak Guna Bangunan atas sebidang tanah beserta bangunan di atasnya di Jalan Kayu Manis, Cileungsi; dan mengharap notaris atau pejabat lainnya untuk pembuatan surat-surat tanah tersebut. Jakarta, 21 Juni 2007 Penerima kuasa, Pemberi kuasa,

Demikian surat kuasa ini agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Ratna Dumilar, S.H.

Susilawati Mangir, S.E.

Pemakaian surat kuasa di dalam suatu organisasi dapat dibedakan sebagai berikut. 1. Surat kuasa untuk keperluan intern organisasi Surat kuasa yang dipakai di dalam lingkungan suatu organisasi pada dasarnya lebih merupakan formalitas saja. Karena itu, dalam surat kuasa yang bersifat intern, data pribadi kedua belah pihak tidak perlu dicantumkan secara rinci. 2. Surat kuasa untuk keperluan ekstern organisasi Di dalam surat kuasa untuk keperluan ekstern organisasi harus dicantumkan secara jelas dan rinci. a. Data pribadi pihak yang memberi kuasa. b. Data pribadi pihak yang diberi kuasa. c. Bentuk kekuasaan yang diberikan lengkap dengan batas-batasnya.

Bila menyangkut aspek hukum atau uang yang bernilai mulai lima ratus ribu rupiah, surat kuasanya harus dibubuhi meterai. Besar nilai meterai disesuaikan dengan peraturan yang berlaku pada saat pembuatan surat kuasa. Letak meterai adalah pada posisi pemberi kuasa. Surat kuasa tidak perlu diberi meterai jika ditulis di atas kertas segel. Surat kuasa dikatakan sah jika telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Proses penandatanganan hendaknya sebagai berikut. a. Yang mula-mula membubuhkan tanda tangan adalah pihak yang diberi kuasa. Pelaksanaannya harus di hadapan pihak yang memberi kuasa. Setelah itu baru pemberi kuasa.

b.

Sangat salah apabila terjadi proses penandatanganan yang terbalik sebab kemungkinan untuk memanipulasi surat kuasa tersebut peluangnya sangat besar.

82

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam Buku Tugasmu! A. 1. Tulislah surat kuasa untuk kasus berikut ini! Direktur PT PANCAROBA, Buana Susilo, tidak bisa menghadiri rapat bulanan perusahaan yang diadakan pada hari Rabu, 11 Juli 2007. Buana Susilo memberikan kuasa kepada Meilin Darmaputra, Wakil Direktur PT PANCAROBA, untuk menghadiri rapat bulanan tersebut. Bos Anda, Suhendar Sunarya, S.E., tiba-tiba berangkat ke luar negeri untuk suatu keperluan yang mendesak sehingga tugas untuk menerima uang pembayaran harga mesin fotokopi Canon terpaksa dikuasakannya kepada Anda sebagai sekretarisnya. Adapun jumlah uang B. 3.

yang akan diterima sebesar Rp 50.000.000,00 sesuai dengan faktur penjualan Np. 87610. Buatlah surat kuasanya! Pada tanggal 4 Mei, ayah Anda akan pergi ke luar negeri. Sementara itu, seharusnya ayah Anda mengambil uang hadiah dari sebuah perusahaan berkat kerja sama yang baik selama ini. Pengambilan hadiah itu tidak dapat dimajukan atau diundurkan. Untuk itu buatlah surat kuasanya. Nama perusahaan, jumlah uang, dan sebagainya. Anda ciptakan sendiri! Andaikan kakek Anda sedang sakit keras. Anda diminta untuk mewakili kakek Anda untuk mengambil gaji pensiunan di kantor pos. Buatlah surat kuasa untuk persoalan di atas!

2.

Rangkuman:
1. Surat adalah salah satu bentuk komunikasi tak langsung. Pilihan kata dalam menulis surat harus tepat agar tidak terjadi salah pengertian dan tidak boleh berbelit-belit sehingga maksud dan tujuan surat dapat dimengerti. Surat, menurut KBBI adalah kertas yang bertulis atau secarik kertas sebagai tanda atau keterangan, sesuatu yang ditulis. Jadi, surat adalah alat komunikasi tertulis yang disampaikan dari satu pihak kepada pihak lain, baik atas nama pribadi maupun atas nama organisasi atau perusahaan. Surat harus memenuhi kriteria sebagai berikut: (a) bentuknya menarik, (b) bahasanya mudah dimengerti, tidak berteletele, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar, (c) menghindari penggunaan kata dan kalimat yang tidak perlu ataupun yang membingungkan pihak penerima surat, (d) langsung kepada pokok permasalahan, dan (e) menggunakan bahasa yang sopan dan menarik. 4. Surat pribadi adalah surat perseorangan kepada orang lain atau kepada organisasi. Pengirim surat pribadi harus menyebut dirinya dengan kata saya atau kata ganti orang pertama. Menurut isinya, surat pribadi ada dua macam. 9. 7. Pertama, surat pribadi tidak resmi, yaitu surat yang dikirim kepada teman, kerabat, atau keluarga. Cirinya, surat ini memiliki kebebasan dalam pemakaian bentuk dan bahasa. 6. Kedua, surat pribadi resmi, yaitu surat yang dikirim kepada pejabat instansi/organisasi. Cirinya, menggunakan bentuk dan bahasa yang baku. Bagian-bagian surat pribadi, yaitu tempat dan tanggal surat, ala-mat yang dituju, salam pembuka, isi surat, kalimat penutup dan salam penutup, tanda tangan dan nama terang. Surat dinas/resmi adalah surat yang isinya menyangkut segi-segi kedinasan, dan digunakan untuk keperluan komunikasi antarkantor/ organisasi/personal dalam suatu organisasi/ kantor. Macam-macam surat dinas, antara lain surat keterangan, surat keputusan, surat undangan, surat permohonan, dan surat edaran. Bahasa surat dinas harus komunikatif sehingga mudah dipahami, jelas, tidak menimbulkan kerancuan, keraguan, ataupun salah tafsir, serta menggunakan kaidah bahasa yang berlaku. Fungsi surat dinas adalah: (1) sebagai dokumen tertulis dan bukti hitam di atas putih terutama surat perjanjian, (2) sebagai alat pengingat karena surat dapat diarsipkan dan dapat dilihat lagi jika diper-

2.

3.

8.

5.

83

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

lukan, (3) sebagai bukti sejarah, (4) sebagai pedoman kerja, dan (5) sebagai duta atau wakil penulis untuk berhadapan dengan lawan bicaranya. 10. Ciri-ciri surat dinas: (1) menggunakan instrumen yang sesuai, (2) memakai bentuk surat yang standar, (3) menggunakan ragam bahasa Indonesia baku dengan penyampaian singkat, lugas, jelas, dan santun, serta menyajikan fakta yang benar bila diperlukan, (4) menghindari kata-kata dan singkatan yang tidak umum, dan (5) memperhatikan kerapian dan kebersihan. 11. Bagian-bagian surat dinas, yaitu kepala surat, nomor surat, lampiran, hal, tanggal surat, alamat yang dituju, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, nama terang, jabatan, tembusan. 12. Surat edaran adalah surat pemberitahuan secara tertulis yang diedarkan dan ditujukan kepada berbagai pihak; atau surat dengan alamat tujuan kolektif. 13. Bagian-bagian surat edaran, yaitu kepala surat, isi surat (pembukaan, isi, dan penutup), kaki surat yang berisi tanggal pembuatan surat, bagian yang mengeluarkan surat, nomor induk pegawai, stempel, dan tembusan surat. 14. Surat undangan adalah surat yang isinya mengundang anggota masyarakat/kelompok/ instansi tertentu. Atau, surat pemberitahuan akan adanya acara atau kegiatan tertentu. 15. Tujuan dibautnya surat undangan adalah agar yang diundang hadir pada waktu dan tempat yang ditentukan. Surat undangan dapat dipakai untuk keperluan resmi, setengah resmi, ataupun tidak resmi. 16. Surat niaga adalah surat yang digunakan dalam kegiatan usaha/bisnis. Surat niaga dibuat oleh orang atau perusahaan dalam rangka mencari keuntungan. 17. Ada surat niaga intern, yaitu surat niaga yang digunakan dalam perusahaan intern itu sendiri; dan surat niaga ekstern, yaitu surat niaga yang digunakan untuk berhubungan dengan perusahaan lain. 18. Surat permintaan penawaran adalah surat yang dibuat oleh calon pembeli yang ditujukan kepada penjual dengan maksud meminta keterangan mengenai barang-barang yang akan dibeli. Isi-

nya adalah permintaan keterangan atau informasi seputar harga, diskon, pembayaran, dan sebagainya. Fungsinya adalah memberikan bahan pertimbangan sebelum pembeli melakukan pembelian barang agar ia dapat memilih dan membeli barang yang tepat sesuai dengan keuangan dan kebutuhannya. 19 Surat penawaran adalah surat dari penjual kepada calon pembeli yang isinya berupa penawaran barang atau jasa. Surat penawaran biasanya dibuat karena ada permintaan penawaran dari calon pembeli, namun, bisa juga penjual proaktif menawarkan barang/jasa dagangannya, supaya makin dikenal umum. 20. Tujuan surat penawaran adalah memberi informasi tentang barang atau jasa sekaligus menggugah minat calon pembeli agar tertarik pada apa yang ditawarkan. Oleh karena itu, bahasanya harus menarik, isinya tidak boleh bertentangan dengan kondisi barang/jasa yang ditawarkan, isi surat memotivasi pembacanya untuk ingin tahu lebih lanjut tentang produk yang ditawarkan, dan harus berisi keterangan yang lengkap tentang produk yang ditawarkan, dan sebaiknya dilampiri gambar-gambar. 21. Surat pesanan adalah surat yang dibuat oleh calon pembeli kepada penjual yang berisi pesanan pembelian barang/jasa. Surat pesanan ditulis dengan bahasa yang jelas, singkat, dan terperinci. 22. Nota dinas adalah jenis surat dinas yang berisi pokok persoalan secara singkat dan dibuat dalam keadaan mendesak. Itu sebabnya, perlu penyesuaian dengan segera. Nota dinas dapat ditulis oleh atasan untuk bawahan, atau sebaliknya. Nota dinas bersifat intern karena sama dengan surat dinas, namun lebih singkat, nota dinas memiliki nomor surat. 23. Memo atau memorandum adalah jenis surat dinas yang berisi catatan singkat tentang pokok persoalan. Memo bersifat informal dan tingkat keresmiannya rendah. Maka tidak menggunakan nomor surat dan bersifat intern. 24. Surat izin/permohonan tergolong surat pribadi yang bersifat resmi. 25. Surat lamaran kerja adalah surat yang dibuat oleh seseorang untuk dapat memperoleh pekerjaan. Dalam surat lamaran pekerjaan seseorang menawarkan jasa yang akan diberikan pelamar pada kantor yang dilamar. Data yang ditulis lengkap dan singkat tersebut disebut data kualifikasi.

84

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

26. Ada tiga jenis surat lamaran pekerjaan, yaitu: surat lamaran yang dikirimkan langsung ke perusahaan atau institusi tertentu, surat lamaran berdasarkan iklan lowongan kerja, dan surat lamaran melalui kantor penempat-an tenaga kerja. official style, yaitumodel resmi yang biasa digunakan untuk surat lamaran kerja yang ditujukan pada kantor-kantor pemerintah, block style, biasa digunakan untuk surat lamaran kerja yang ditujukan pada perusahaan swasta nasional), dan full block style, digunakan untuk surat lamaran pekerjaan yang ditujukan pada perusahaan asing.

34. Surat perjanjian dianggap sah apabila memenuhi persyaratan, yakni: kedua belah pihak berada dalam keadaan sadar, tidak di bawah umur, tidak ada paksaan, ada saksi yang ikut menandatangani surat perjanjian, dan isi perjanjian tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

27. Model surat lamaran kerja ada 3, yaitu -

-

35. Surat perjanjian jual beli adalah surat yang dibuat oleh pihak penjual dan pihak pembeli yang berisi kesepakatan mengenai jual beli. 36. Tujuan diadakannya surat perjanjian jual beli adalah untuk menjamin kepastian pembayaran dan penyerahan barang sehingga masing-masing pihak memenuhi kewajiban dan haknya. 37. Isi perjanjian jual beli meliputi (a) jenis dan keterangan barang yang diperjualbelikan, (b) harga barang yang disetujui, (c) cara pembayaran yang disepakati kedua belah pihak, (d) cara penyerahan barang, (e) risiko dalam jual beli, (f) hak-hak dan kewajiban kedua belah pihak, dan (g) hal-hal lain. 38. Surat kuasa berisi pelimpahan wewenang dari perseorangan atau pejabat kepada orang atau pejabat lain sehinga pihak yang diberi wewenang dapat bertindak mewakili pihak yang memberi wewenang/kekuasaan. 39. Surat kuasa dibuat karena ada dua pihak yang berkepentingan, yaitu pihak yang memberi kuasa dan pihak yang diberi kuasa. Pihak yang memberi kuasa harus menyebutkan jenis pelimpahan kekuasaan, atas nama organisai atau atas nama pribadi. 40. Surat kuasa yang dibuat untuk mewakili seorang pejabat di dalam suatu organisai termasuk surat organisasi, sedangkan surat kuasa yang dibuat atas nama pribadi termasuk surat pribadi.

-

28. Isi surat lamaran meliputi keadaan diri pelamar (nama lengkap, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan, status menikah/belum menikah, alamat, lengkap), pendidikan (formal maupun informal), pengalaman kerja, referensi, kegemaran. 29. Daftar riwayat hidup sangat penting karena membantu bagian personalia untuk mengetahui tentang diri si pelamar. Isinya nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, kebangsaan, agama, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, pengalaman kerja, referensi, kesehatan, dan hobi. 30. Surat balasan lamaran kerja berisi tentang panggilan untuk langsung bekerja atau untuk mengikuti tes selanjutnya. Surat balasan berisi maksud panggilan, tanggal dan waktu yang disediakan, tempat untuk menghadap, dan dokumen yang harus dibawa. 31. Surat balasan lamaran pekerjaan biasanya dibuat oleh bagian personalia untuk memastikan apakah pelamar diterima atau tidak diterima dengan bahasa yang bijaksana. 32. Surat perjanjian/kontrak adalah persetujuan antara pihak pertama dan pihak kedua dengan penuh tangung jawab. Dasar perjanjian adalah kepentingan, kebutuhan, dan keperluan kedua belah pihak. 33. Surat perjanjian dibuat untuk menghindari perselisihan dan menjadi pegangan kuat agar hak dan kewajiban masing-masing pihak tetap dipenuhi.

85

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

I. 1.

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Berikut ini yang bukan kriteria surat adalah ... a. Surat harus dibuat dalam bentuk yang menarik. b. Surat harus menggunakan gambar-gambar yang menarik. c. Surat harus menghindari penggunaan kata dan kalimat yang tidak perlu dan yang dapat membingungkan pihak penerima. d. Surat harus langsung membicarakan pokok permasalahan. e. Surat harus menggunakan bahasa yang sopan dan menarik. 6. 5.

d. Sekarang tidak dapat hadir, akan hadir pada hari Idul Fitri yang akan datang. e. Kabar tidak dapat hadir pada hari Idul Fitri. Surat yang isinya mengundang anggota masyarakat atau anggota kelompok atau anggota instansi tertentu disebut ... . a. surat perjanjian b. surat penawaran c. surat undangan d. surat edaran e. memo Bacalah surat undangan berikut dengan saksama! Dengan hormat, Kami mengharapkan kehadiran rekan-rekan pengurus OSIS pada hari, tanggal waktu acara tempat .... Ketua OSIS SMK Merah Putih ttd. Rahma Carita Kalimat penutup yang tepat untuk surat undangan tersebut adalah ... a. Kami mengharapkan kehadiran Anda sesuai dengan waktu dan tempat. b. Demikian surat ini kami kirimkan, agar Anda dapat hadir tepat pada waktunya. c. Atas perhatian Anda, kami mengucapkan terima kasih. d. Diharapkan Anda mementingkan rapat tersebut dan hadir tepat pada waktunya. e. Mengingat acara ini sangat penting, mohon Anda menyempatkan diri untuk hadir. 7. Kalimat penutup surat undangan rapat yang tepat adalah ... . a. Kehadiran Bapak/Ibu tepat pada waktunya sangat kami tunggu-tunggu. b. Atas perhatian Bapak/Ibu, kami mengucapkan terima kasih. : : : : Sabtu, 13 Januari 2007 pukul 08.00 s.d. 12.00 Rapat Rencana Bakti Sosial Ruang Teori 2

2.

Surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi dan pergaulan sehari-hari disebut ... . a. surat pribadi b. surat dinas c. memo d. surat perjanjian e. surat kuasa

3.

Surat yang digunakan dalam kegiatan usaha atau bisnis dan dibuat oleh orang-orang atau perusahaan dalam rangka mencari keuntungan disebut ... . a. b. c. d. e. surat pribadi surat dinas surat niaga surat perjanjian surat kuasa

4.

Perhatikan kalimat surat pribadi berikut ini! Dengan sepucuk surat ini Ananda mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan Ananda terhadap Ayah dan bunda. Semoga pada hari Idul Fitri yang akan datang Ananda dapat berkumpul bersama keluarga di sini. Kutipan surat pribadi tersebut berisi ... a. Permohonan maaf dan permohonan doa kepada orang tuanya. b. Permohonan maaf dan pemberitahuan tidak dapat hadir pada hari Idul Fitri tahun ini. c. Permohonan ampun dan tidak dapat hadir pada hari Idul Fitri yang akan datang.

86

Pembelajaran 4 - Kompetensi Dasar 3.4

c. Kehadiran Bapak/Ibu merupakan kehormatan bagi kami semua. d. Mohon kehadiran Bapak/Ibu tepat waktu. e. Atas kedatangan Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih banyak. 8. Cermati penggunaan kata yang tercetak miring dalam kutipan surat resmi berikut ini! ... beriringan dengan surat ini kami sertakan daftar barang-barang yang kami tawarkan beserta kualifikasi dan harganya. Sambil menunggu balasan Saudara, kami ucapkan terima kasih. Kelompok kata yang tepat untuk mengganti kelompok kata yang tercetak miring pada kalimat dalam kutipan tersebut adalah ... . a. sehubungan dengan surat ini b. dengan surat ini c. bersama surat ini d. kemudian daripada itu e. bersama dengan surat ini 9. Yang tidak tercantum dalam surat permintaan penawaran berisi hal-hal berikut ini adalah ... . a. macam barang yang diinginkan b. kualitas barang yang diinginkan c. potongan harga (discount) d. cara pembayaran e. sifat penawaran 10. Berdasarkan surat dari Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Nomor 2531/G5/KP/2007 tanggal 11 Juni 2007 perihal permohonan bantuan tenaga, kami harap Saudara membuatkan surat tugas untuk Saudara .................. untuk mengikuti kegiatan pada: Hari Tanggal Tempat : ................ s.d. ........... : ................ s.d. ........... : Pusat Penilaian Pendidikan, Lantai 2, Jalan Gunung Sahari Raya No. 4, Jakarta 11.

a. Tugasi Saudara ......... untuk mengikuti kegiatan di Pusat Penilaian Pendidikan, Lantai 2, Jalan Gunung Sahari Raya 4, Jakarta, Jakarta tanggal ..............s.d. ........... . b. Tugaskan Saudara ........... untuk mengikuti kegiatan tanggal ................ s.d. ........... di Pusat Penilaian Pendidikan, Lantai 2, Jalan Gunung Sahari Raya 4, Jakarta. c. Buat surat tugas Saudara ........... untuk mengikuti kegiatan tanggal ................ s.d. ...........di Pusat Penilaian Pendidikan, Lantai 2, Jalan Gunung Sahari Raya 4, Jakarta. d. Tolong buatkan surat tugas Saudara ......... dari tanggal ................ s.d. ........... untuk mengikuti kegiatan di Pusat Penilaian Pendidikan, Lantai 2, Jalan Gunung Sahari Raya 4, Jakarta. e. Kami harap Saudara ............. dibuatkan surat tugas untuk mengikuti kegiatan di Pusat Penilaian Pendidikan, Lanatai 2, Jalan Gunung Sahari Raya 4, Jakarta tanggal ................ s.d. ........... Yth. Saudara Wijaya Kusuma Berhubungan ada tugas yang mendadak, saya tidak dapat hadir sebagai juri untuk Pemilihan Pelajar Teladan Senin, 9 Juli 2007 pukul 08.00 di Gedung Serbaguna. Oleh karena itu, saya harap Saudara dapat mewakili saya. Terima kasih. Surat singkat di atas, bila diubah bentuk kalimat memo adalah ... a. Mohon kehadiran Saudara untuk mewakili saya menjadi juri pada Pemilihan Pelajar Teladan, Senin, 9 juli 2007 pukul 08.00 di Gedung Serbaguna. b. Atas kesediaan Saudara untuk mewakili saya menjadi juri Pemilihan Pelajar Teladan, Senin 9 juli 2007 pukul 8.00 di Gedung Serbaguna, saya ucapkan terima kasih. c. Mudah-mudahan Saudara bersedia datang ke Gedung Serbaguna, 9 Juli 2007, pukul 8.00 untuk mewakili saya menjadi juri pada Pemilihan Pelajar Teladan. d. Saya harap Saudara mewakili saya menjadi juri pada Pemilihan Pelajar Teladan di Gedung Serbaguna, Senin 9 Juli 2007, pukul 08.00. e. Saya mohon dengan hormat Saudara mewakili saya sebagai juri Pemilihan Pelajar Teladan di Gedung Serbaguna, 9 Juli 2007, pukul 08.00.

Demikianlah, harap segera dilaksanakan. Jika surat intern di atas harus diubah menjadi sebuah nota dinas, kalimat yang paling baik adalah ... .

87

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

12. Cermati penggalan surat lamaran pekerjaan berikut ini! Karena saya merasa telah memenuhi semua persyaratan, besar harapan saya untuk diterima di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Penggalan surat lamaran pekerjaan berisi ... . a. pembuka b. maksud pelamar c. kualifikasi pelamar d. kesediaan pelamar e. harapan pelamar 13. Bagian isi surat balasan lamaran pekerjaan yang berisi penolakan secara jelas dan benar adalah ... a. Menyesal sekali lamaran anda belum dapat kami terima. b. Dengan penuh rasa penyesalan saya tidak dapat menerima surat lamaran Anda. c. Dengan penuh penyesalan lamaran Anda tidak bisa saya terima. d. Kantor kami belum membutuhkan pelamar baru sehingga Anda belum bisa dipertimbangkan. e. Surat lamaran Anda telah kami terima, namun dengan sangat menyesal kami belum dapat menerima Anda. 14. Kalimat yang tepat sebagai pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan di surat kabar adalah ... . a. Sesuai dengan iklan yang telah saya baca pada harian Jawa Pos tentang lowongan pekerjaan tertanggal 7 Juli 2007, maka bersama ini saya ... b. Berdasarkan iklan di harian Jawa Pos tanggal 7 Juli 2007 tentang lowongan pekerjaan, dengan ini ... c. Menurut isi iklan tanggal 7 Juli 2007 pada harian Jawa Pos, setelah saya baca terdapat lowongan pekerjaan, maka saya ... d. Pada harian Jawa Pos terbitan 7 juli 2007 mengenai lowongan pekerjaan, maka dengan ini saya ... e. Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian Jawa Pos, Sabtu, 7 Juli 2007 yang berisi lowongan kerja, maka dengan ini saya ... 15. Baca ilustrasi berikut! Tania menjual 40 komputer merek Sincan P4 kepada Romeo Sasongko dengan total harga 5. 4.

Rp 300.000.000,00. Pelunasan pembayaran dilakukan apabila barang telah seluruhnya diterima. Kalimat isi perjanjian jual beli yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ... a. Penjual menjual kepada pembeli, 40 buah komputer merek Sincan P4, dengan harga Rp 300 juta dan dibayar seminggu kemudian bila semua komputer sudah diterima oleh pembeli. b. Penjual menjual kepada pembeli, 40 komputer merk Sincan P4, dengan harga Rp 300 juta. Pembayaran atas pembelian ini diserahkan bersamaan dengan datangnya barang pesanan. c. Penjual kepada pembeli, 40 buah komputer merek Sincan P4, dengan total harga Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah), dan pelunasan pembayaran dilakukan apabila seluruh barang telah diterima oleh pembeli. d. Penjual pertama telah menjual 40 buah komputer merk Sincan P4 kepada pihak kedua telah menerimanya serta membayar seharga Rp 300.000.000, 00 (tiga ratus juta rupiah) kepada pihak pertama pada saat menerima barang. e. Pihak pertama menjual kepada pihak kedua 40 buah komputer Sincan P4 seharga tiga ratus juta rupiah (Rp 300 Juta) yang dibayar pada saat penerimaan barang seluruhnya.

II. 1. 2.

Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat! Tulislah surat pribadi untuk kakak sepupumu yang ada di luar kota! Sebutkan 10 jenis surat yang pernah surat yang pernah Anda lihat! Jelaskan pula isi surat tersebut! Tulislah surat edaran yang berisi pemberitahuan kepada siswa SMK yang berminat mengikuti lomba puisi! Isi surat lebih detail ditentukan sendiri. Anda mendirikan perusahaan baru yang bergerak di bidang percetakan. Anda ingin menawarkan percetakan tersebut kepada perusahaan lain yang ingin mencetak buku, leaflet, note book, kartu undangan, dan sebagainya. Tulislah surat penawaran berdasarkan ilustrasi tersebut! Buatlah surat lamaran pekerjaan dengan inisiatif sendiri yang ditujukan ke perusahaan yang Anda minati!

3.

88

Pembelajaran 5 - Kompetensi Dasar 3.5

Pendahuluan :
Setelah kalian belajar untuk menulis surat dengan memerhatikan jenis surat pada pembelajaran keempat, kini pada pembelajaran kelima kalian akan diajak untuk bisa menulis laporan ilmiah sederhana. Oleh karena itu, dalam pembelajaran ini pertama-tama kalian akan diajak untuk bisa menganalisis contoh laporan ilmiah dan memahami pengertian laporan, fungsi laporan, serta sifat laporan. Kedua, melalui kegiatan membaca kalian diajak untuk bisa memahami gaya penulisan laporan dan macam-macam laporan. Setelah itu, kalian diharapkan bisa menyusun sistematika laporan dan merumuskan judul sebagai topik bahasan. Ketiga, melalui kegiatan berbicara kalian diajak untuk bisa merencanakan rancangan isi laporan atau kerangka laporan. Hasilnya, kalian bisa menyampaikan kerangka laporan. Keempat, melalui kegiatan menulis kalian akan diajak untuk bisa menyusun isi laporan kegiatan, laporan perjalanan, dan laporan wawancara. Akhirnya, selamat belajar dan sukseslah selalu. Namun sebelum memulai pembelajaran kelima ini, sebaiknya kalian melakukan cek kemampuan bahasa terlebih dulu.

Cek Kemampuan
Berilah tanda ( No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. ) pada kolom Ya atau Tidak yang tersedia sesuai dengan apa yang kalian pahami! Pertanyaan Mampukah kalian menganalisis contoh laporan ilmiah? Pahamkah kalian akan pengertian laporan, fungsi laporan, dan sifat laporan? Pahamkah kalian akan gaya penulisan laporan dan macam-macam laporan? Dapatkah kalian menyusun sustematika laporan? Bisakah kalian merumuskan judul sebagai topik bahasan? Rancangan isi laporan harus direncanakan. Dapatkah kalian membuatnya? Dapatkah kalian menyampaikan kerangka laporan? Mampukah kalian menyusun isi laporan kegiatan, laporan perjalanan, dan laporan wawancara? Ya Tidak

Apabila kalian menjawab “Tidak” pada salah satu pertanyaan di atas, pelajarilah materi tersebut pada modul ini. Apabila kalian menjawab “Ya” pada semua pertanyaan, lanjutkanlah dengan mengerjakan aktivitas-aktivitas dan tes akhir pembelajaran yang ada pada modul ini.

89

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Kalian melakukan pengamatan di lingkungan sekolah. Pengamatan kalian itu dapat dibuat menjadi sebuah laporan. Laporan adalah suatu cara komunikasi di mana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya (Gorys Keraf, 1989: 284). Pada pembelajaran ini kalian akan mempelajari berbagai hal tentang laporan. Di bagian ini kalian akan memulai materi laporan dengan menganalisis salah satu jenis laporan yang disimak.

Gambar 5.1 Gempa di Pulau Nias pada tahun 2005 memakan korban jiwa sekitar 1000 orang.

5.1.1

Menyimak Laporan

Simaklah laporan yang dibacakan temanmu berikut ini! Indonesia Rawan Bencana Secara histografi, Indonesia merupakan wilayah langganan gempa bumi dan tsunami. Pascameletusnya Gunung Krakatau yang menimbulkan tsunami besar di tahun 1883, setidaknya telah terjadi 17 bencana tsunami besar di Indonesia selama hampir satu abad (1900-1996). Bencana gempa dan tsunami besar yang terakhir terjadi pada akhir 2004 di Aceh dan sebagian Sumatera Utara. Lebih dari 150.000 orang meninggal dunia dalam gempa itu. Gempa bumi terjadi hampir di setiap tahun di Indonesia. Setelah gempa Aceh di akhir 2004, pada 2005 Pulau Nias dan sekitarnya juga dilanda gempa. Sekitar 1000 orang menjadi korban. Akhir Mei 2006 ini, giliran Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah diporakporandakan gempa bumi. Korban meningggal mencapai 5.000 orang lebih dalam gempa tersebut. Berbagai daerah di Indonesia merupakan titik rawan bencana, terutama bencana gempa bumi, tsunami, banjir, dan letusan gunung berapi. Wilayah Indonesia dikepung oleh lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik. Sewaktu-waktu lempeng ini akan bergeser patah menimbulkan gempa bumi. Selanjutnya jika terjadi tumbukan antarlempeng tektonik dapat menghasilkan tsunami, seperti yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara. Catatan dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan bahwa ada 28 wilayah di Indonesia yang

dinyatakan rawan gempa dan tsunami. Di antaranya NAD, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jateng dan DIY bagian Sela-tan, Jatim bagian Selatan, Bali, NTB dan NTT. Kemudian Sulut, Sulteng, Sulsel, Maluku Utara, Maluku Selatan, Biak, Yapen dan Fak-Fak di Papua serta Balikpapan Kaltim. Selain dikepung tiga lempeng tektonik dunia, Indonesia juga merupakan jalur The Pasicif Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), yang merupakan jalur rangkaian gunung api aktif di dunia. Cincin api Pasifik membentang di antara subduksi maupun pemisahan lempeng Pasifik dengan lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, lempeng Amerika Utara dan lempeng Nazca yang bertabrakan dengan lempeng Amerika Selatan. Ia membentang dari mulai pantai barat Amerika Selatan, berlanjut ke pantai barat Amerika Utara, melingkar ke Kanada, semenanjung Kamsatschka, Jepang, Indonesia, Selandia baru dan kepulauan di Pasifik Selatan. Indonesia memiliki gunung berapi dengan jumlah kurang lebih 240 buah, di mana hampir 70 di antaranya masih aktif. Zone kegempaan dan gunung api aktif Circum Pasifik amat terkenal, karena setiap gempa hebat atau tsunami dahsyat di kawasan itu, dipastikan menelan korban jiwa manusia amat banyak. Untuk mengetahui kapan gempa bumi akan terjadi merupakan pekerjaan yang sulit. Hal ini dikarenakan gempa dapat terjadi secara tiba-tiba di manapun asalkan masih berada dalam zona kegempaan bumi. Maka dari itu yang masih mungkin dilakukan adalah melakukan sistem peringatan dini (early warning sytem) yang berfungsi sebagai “alarm” darurat jika sewaktu-waktu datang gempa secara tak terduga. Implementasi

90

Pembelajaran 5 - Kompetensi Dasar 3.5

sistem ini bisa diterapkan dengan memasang rangkain seismograph yang tersambung dengan satelit. National Ocean and Atmospheric Administration (NOAA) USA misalnya, telah menggunakan sensor bernama DART (Deep Oceaan Assesment and Reporting) yang mampu mengukur perubahan gelombang laut akibat gempa bumi tektonik. Alat-alat pendeteksi gempa langsung harus diletakkan pada daerah-daerah rawan gempa seperti Aceh, Nabire, Alor, Bengkulu, pantai selatan Jawa, dan sejumlah daerah rawan gempa lainnya. Alat-alat pendeteksi dipasang dipantau setiap hari oleh petugas teknis yang berada di daerah bersangkutan, yang lalu mengirimkannya ke pusat untuk diolah dan dianalisis lebih lanjut oleh para pakar yang memang ahli di bidangnya.*** Sumber: www.pdat.co id

dengan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Sebuah laporan disusun apabila seseorang mendapat tugas untuk melakukan suatu kegiatan. Isi laporan adalah semua fakta yang didapatkan pada saat melakukan kegiatan. Pendapat kita selaku si pelapor tidak dibaurkan dengan isi laporan, melainkan ditempatkan pada bagian saran. Jadi, laporan merupakan salah satu alat yang resmi untuk menyampaikan informasi. Di samping sebagai penyampai informasi, laporan juga berfungsi sebagai: 1. 2. 3. 4. pertanggungjawaban tertulis dari orang yang diberi tugas; landasan bagi pemimpin dalam mengambil kebijakan/keputusan; alat bagi pemimpin untuk melakukan pengawasan; dan dokumen untuk bahan studi serta sumber pengalaman bagi orang lain.

5.1.2

Pengertian, Fungsi, dan Sifat Laporan

Laporan pada umumnya memiliki sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat laporan, antara lain: 1. laporan ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar (bahasa yang digunakan adalah bahasa resmi, disampaikan secara lugas, tidak bertele-tele), laporan disusun secara sistematis, dengan tata urutan yang jelas (urutan waktu, hal, peristiwa, dan lain-lain), laporan dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat diterima akal sehat, fakta yang digunakan dalam laporan harus dapat dipercaya, laporan harus dapat menimbulkan gambaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, dan kondisi penerima laporan, dan laporan harus dibuat lengkap dan sesempurna mungkin (semua kegiatan yang dilakukan disampaikan dalam laporan).

Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kenyataan. Pada dasarnya fakta yang disajikan tersebut berkenaan dengan tanggung jawab pihak yang diberi tugas kepada pihak yang memberi tugas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa yang dimaksud dengan laporan adalah tulisan panjang berisi kejadian berikut persoalannya berdasarkan pengamatan sendiri yang disusun secara resmi, sampai sedetail-detailnya. Menurut Slamet Soeseno, dalam bukunya yang berjudul Teknik Penulisan Ilmiah Populer, laporan berarti cara penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Jadi, laporan hasil pengamatan dapat kita artikan sebagai tulisan yang memuat informasi mengenai kegiatan pengamatan terhadap objek tertentu yang dibuat oleh penulis sehubungan

2.

3. 4. 5.

6.

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. 1. 2. Kerjakan soal di bawah ini berdasarkan laporan yang telah kalian simak! Apakah laporan tersebut ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar? Apakah laporan tersebut disusun secara sistematis?

3. 4.

Apakah laporan tersebut bisa diterima akal sehat? Apakah laporan tersebut menimbulkan gambaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, dan kondisi penerima laporan? Lengkapkah penyajian laporan tersebut? Menarikkah penyajian laporan tersebut? Apakah laporan tersebut objektif dan faktual? Menurut kalian, apakah jenis laporan tersebut?

5. 6. 7. 8.

91

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

B.

Setelah kalian mengerjakan soal A, apakah laporan tersebut memenuhi sifat-sifat laporan? Jelaskan!

C.

Lakukanlah pengamatan di lingkungan sekitar kalian, kemudian buatlah laporan berdasarkan pengamatan kalian!

Di awal kalian telah memahami pengertian, fungsi, dan sifat laporan. Sekarang, kalian akan mempelajari gaya penulisan laporan, sistematika penyusunan laporan, dan merumuskan judul sebagai topik bahasan.

5.2.1 Memahami Gaya Penulisan Laporan
Secara garis besar, ada dua macam gaya penulisan laporan. a. Investigative report, yaitu laporan hasil pengamatan yang berisi kejadian dan fakta tanpa ditambah dengan unsur-unsur fiktif. Biasanya laporan jenis ini dibuat oleh pengamatnya sendiri dan berbentuk cerita. New journalism report, yaitu laporan hasil pengamatan yang berisi kejadian dan fakta-fakta ditambah unsur-unsur fiktif agar lebih menyentuh emosi pembacanya. Si penulis di sini memakai sudut pandang “aku”, seolah-olah ia ada di tempat kejadian dan mengamati langsung. Dalam hal ini, si penulis membawa pembaca ke dekat objek pengamatannya. Dengan kata lain, new journalism report dipakai untuk melaporkan kejadian melalui seorang saksi mata, namun bukan berdasarkan pengamatannya sematamata, tetapi disertai perasaannya sebagai manusia.

Berdasarkan isinya, bentuk laporan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu laporan formal dan laporan nonformal. Laporan formal adalah laporan yang memenuhi ciri-ciri formal sebuah buku. Laporan nonformal atau disebut juga laporan sederhana ialah laporan yang tidak memenuhi ciri-ciri formal sebuah buku. Bentuk ini digunakan bila laporan yang dibuat isinya singkat/pendek. Dalam laporan sederhana ini tidak perlu ada pembagian isi ke dalam bab-bab, tetapi cukup dengan judul-judul samping. Kegiatan yang menggunakan laporan bentuk ini, misalnya: praktikum/percobaan, wawancara, laporan buku, kegiatan seminar, kunjungan, dan lain-lain.

5.2.2

Memahami Sistematika Laporan Formal

b.

Penyusunan laporan ada yang formal dan ada pula yang nonformal atau sederhana. Isi laporan baik yang sederhana maupun yang formal harus mencakup semua fakta yang didapatkan. Laporan formal menyerupai karya tulis ilmiah mempunyai tiga ketentuan. 1. Metode yang dipakai harus metode observasi atau pengamatan dan biasanya metode tidak dicantumkan di dalam pendahuluan, Karena berupa pengamatan, saran juga jarang dicantumkan, dan Batasannya lebih sempit, yakni hanya sebatas objek yang diamati.

2. 3.

Selain berdasarkan gaya penulisan, laporan juga dapat dibedakan menurut bentuknya. Ada dua macam bentuk laporan. (1) Laporan ilmiah, berkenaan dengan penelitian sehingga kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. (2) Laporan teknis, berkenaan dengan penyelenggaraan suatu kegiatan. Menurut tujuannya, laporan dibedakan menjadi enam, yaitu: laporan berbentuk formulir isian, laporan berbentuk surat, laporan berbentuk memorandum (memo), laporan berkala, laporan laboratorium, dan laporan formal dan semiformal.

Sebuah laporan dapat dikategorikan sebagai laporan formal bila memenuhi beberapa syarat, yaitu: ada halaman judul; dilengkapi sebuah surat penyerahan; ada daftar isi; memiliki ikhtisar atau abstrak yang mengawali laporan; memiliki bagian pendahuluan yang memberi informasi awal bagi pembaca; isi laporannya terdiri dari judul-judul dengan tingkat yang berbeda; memiliki bagian yang berisi kesimpulan dan saran yang diberi judul tersendiri; menggunakan nada resmi dengan gaya yang bersifat impersonal; menggunakan bahasa Indonesia ragam baku;

92

Pembelajaran 5 - Kompetensi Dasar 3.5

bila perlu, disertai lampiran yang berisi data-data pendukung isi laporan; dan didokumentasikan secara khusus. Sistematika laporan formal adalah sebagai berikut:

7.

susunan daftar pustaka yang benar: a. Untuk sumber berupa buku: (nama marga), nama depan pengarang, tahun, judul buku, kota penerbitan, dan penerbit. Contoh Simatupang, Iwan. 1985. Tegak Lurus dengan Langit. Jakarta: Sinar Harapan. b. Untuk sumber berupa majalah: nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama majalah, nomor, dan tempat terbit. Contoh Yenny. “Lem/Perekat dari Sampah Plastik”. Dalam Jelajah, Volume 3 No.11-Oktober 2001, Jakarta.

1

Judul Laporan a. Judul b. Identitas pelapor

2

Pendahuluan a. Dasar teori b. Topik c. Tujuan penelitian d. Perumusan masalah

3

Isi Laporan a. Pembahasan masalah b. Pelaksanaan c. Hasil penelitian

Pembahasan lengkap tentang daftar pustaka, kutipan dan catatan kaki pernah kalian pelajari di kelas X.

4

Pentutup a. Kesimpulan b. Saran

5.2.3

Merumuskan Topik dan Judul

Ketentuan umum dalam membuat laporan formal adalah: 1. 2. 3. 4. 5. judul laporan ditulis dengan huruf kapital, halaman pertama (bukan sampul) merupakan halaman judul (i), halaman-halaman sebelum halaman isi bernomor i, ii, iii ... dan seterusnya, judul bab ditulis dengan huruf kapital, judul subbab ditulis dengan huruf kapital di awal tiap kata (kecuali kata depan) dan digarisbawahi (kalau menggunakan komputer dicetak tebal/ bold), perumusan masalah topik ditulis dengan susunan Nomor Bab, Nomor Subbab, Nomor Perumusan Masalah, dan Contoh 1.2 Faktor yang menentukan perilaku binatang peliharaan 1.2.1 Faktor kebiasaan merupakan salah satu penyebab perilaku binatang peliharaan. 1.2.2 Faktor naluri merupakan salah satu penyebab perilaku binatang peliharaan.

Topik yang dipilih hendaknya dipilih sesuai dengan program studi penyusun, misalnya siswa SMK Teknologi dan Industri program studi mesin produksi memilih topik yang berkaitan dengan masalah mesin produksi. Judul boleh dibuat setelah laporan selesai, tetapi harus dipersiapkan dua atau tiga prajudul. Prajudul itu hendaknya relevan dengan topik yang dipilih sebelumnya. Usahakan agar prajudul itu menarik perhatian pembaca untuk mengetahu isi laporan. Oleh karena itu, jangan membuat prajudul yang terlalu luas. Prajudul yang baik adalah prajudul yang sederhana, cakupannya terbatas, pengerjaannya mudah, menjawab permasalah apa, mengapa, di mana, dan kapan. Selain cocok dengan topik, judul yang baik harus memenuhi syarat berikut ini. 1. Judul harus relavan, maksudnya judul itu harus mempunyai pertalian dengan topiknya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian yang penting dari topik tersebut. Judul harus provokatif, maksudnya judul harus sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan keingintahuan dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan itu. Judul harus singkat, maksudnya judul tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat. Bila tidak dapat dihindari judul yang panjang, pengarang dapat menempuh jalan keluar dengan menciptakan judul utama yang singkat dan judul tambahan yang panjang.

6.

2.

3.

93

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. 1. 2. Kerjakan aktivitas berikut ini dengan teman sebangkumu! Sebutkan contoh laporan ilmiah! Salinlah salah satu contoh laporan penelitian di majalah, surat kabar, atau internet! Kemudian, analisis bagian-bagian laporan tersebut! Sebutkan contoh laporan laboratorium! Salinlah salah satu contoh laporan laboratorium dan sebutkan bagian-bagian dalam laporan tersebut! Gaya penulisan apa yang digunakan dalam laporan yang kalian salin tersebut? Jelaskan satu

per satu! 6. B. 1. Presentasikan di depan kelas hasil kerja kelompok kalian! Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini secara perorangan! Kalian diminta membuat laporan kunjungan ke pasar tradisional di dekat tempat tinggal Anda. Buatlah topik dan dua prajudul untuk laporan tersebut! 2. Kalian diminta membuat laporan kegiatan Bazar Sembako Murah di sekolah. Buatlah topik dan dua prajudul untuk laporan tersebut!

3. 4.

5.

Sebelum kalian membuat laporan, sebaiknya kalian terlebih dahulu membuat kerangka laporan. Kerangka laporan ini berfungsi untuk pedoman bagi penulis dalam menguraikan masalah

B.

Berdasarkan urutan klimaks dan antiklimaks

5.3.1

Merencanakan Kerangka Laporan

Sebuah kerangka laporan mengandung rencana kerja, memuat ketentuan-ketentuan pokok bagaimana suatu topik harus diperinci dan dikembangkan. Kerangka karangan menjamin suatu penyusunan laporan yang logis dan teratur, serta memungkinkan seorang penulis membedakan gagasan utama dengan gagasan tambahan. Membuat kerangka laporan dapat didasarkan pada lima hal. A. Berdasarkan urutan waktu Bila kegiatan kita lakukan berhari-hari, kerangka laporan dibuat dari hari pertama melaksanakan kegiatan sampai dengan hari yang terakhir. Contoh: 1) Hari pertama, tanggal : .................... Tempat kegiatan Jenis kegiatan Hasil kegiatan 2) Hari kedua, tanggal dan seterusnya. : .................... : .................... : .................... : ....................

Penyusunan laporan kegiatan secara klimaks berarti laporan disusun berdasarkan kegiatan yang kurang penting, meningkat ke kegiatan yang lebih penting, dan akhirnya kegiatan yang terpenting. Jadi, kegiatan yang terpenting dilaporkan pada bagian paling akhir dari laporan. Sebaliknya, penyusunan laporan kegiatan yang berpola antiklimaks laporan dimulai dari hal yang terpenting, baru kemudian ke hal yang semakin kurang penting. C. Berdasarkan urutan tempat Bila kegiatan kita berupa kunjungan ke suatu tempat atau daerah, laporan disusun secara teratur dari depan ke belakang, dari kanan ke kiri, dari utara ke selatan, dari bawah ke atas, dan sebagainya. Contoh Kita mengunjungi Tugu Monumen Nasional. Kerangka laporan bisa disusun sebagai berikut: 1) 2) 3) Lantai satu: penjelasan mulai dari zaman prasejarah sampai dengan masa Orde Baru. Lantai dua: tempat mendengarkan teks proklamasi yang dibacakan oleh Presiden Soekarno. Puncak Monas.

94

Pembelajaran 5 - Kompetensi Dasar 3.5

D. Berdasarkan urutan sebab-akibat Bila kegiatan kita berupa peninjauan ke suatu daerah yang dilanda musibah banjir, kerangka laporan dapat disusun sebagai berikut: 1) Lokasi bencana a) di mana tempat kejadiannya b) bilamana terjadinya bencana 2) Sebab-sebab terjadinya banjir a) hujan yang terus-menerus b) perumahan yang terlampau padat c) sistem saluran air yang kurang baik 3) Akibat terjadinya banjir a) penduduk sakit atau meninggal b) perumahan atau bangunan lainnya rusak c) lahan pertanian rusak d) dan sebagainya E. Berdasarkan urutan umum-khusus Dengan pola ini, penyusunan laporan dimulai dari hal yang paling umum. Setelah itu baru menjelaskan hal-hal yang khusus. 4) 3) 2)

Contoh Kegiatan kunjungan perkebunan tebu yang dilengkapi dengan pabrik pengolahannya. Kerangka laporan dapat disusun sebagai berikut: 1) Tinjauan umum pabrik: sejarah berdirinya pabrik, lokasi pabrik, luas pabrik, dan sebagainya. Struktur organisasi pabrik: jenis badan usaha, jumlah karyawan, sistem penggajian, dan sebagainya. Proses produksi: proses penebangan tebu, proses penggilingan, proses penyaringan I, proses penyaringan II, proses pengkristalan, dan proses pengepakan. Pemasaran: dipasarkan di mana saja (dalam/ luar negeri), berapa ton yang dipasarkan per tahun, dan sebagainya.

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! 1. 2. Buatlah kerangka laporan kunjungan perusahaan berdasarkan urutan waktu! Buatlah kerangka laporan karyawisata ke Candi Borobudur berdasarkan urutan tempat!

3.

Buatlah kerangka laporan pengamatan bencana gempa bumi berdasarkan urutan sebab– akibat! Sampaikan salah satu kerangka laporan yang kalian buat di depan kelas supaya ditanggapi teman-teman dan gurumu!

4.

Ketika kalian usai melaksanakan kegiatan, melakukan perjalanan, atau melakukan wawancara, kalian dituntut untuk membuat laporan. Di bagianbagian terdahulu, kalian telah mempelajari macammacam laporan sampai membuat kerangka laporan. Sekarang, tiba gilirannya kalian menyusun isi laporan.

arah laporannya. Judul sesuai dengan kegiatan yang akan dilaporkan. Contoh LAPORAN PENYELENGGARAAN AKSI KEMANUSIAAN UNTUK ACEH 2) Pendahuluan Pendahuluan sebuah laporan biasanya berisi tujuan diadakannya kegiatan. Bisa juga berisi kesan umum dan jalannya kegiatan yang telah dilaksanakan.

5.4.1

Menulis Laporan Kegiatan

Laporan kegiatan biasanya akan dibuat seusai kalian melakukan kegiatan, baik itu kegiatan kelompok maupun kegiatan individu. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan ketika kalian menyusun laporan kegiatan. 1) Judul laporan Setiap laporan harus diberi judul agar orang tahu

95

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Contoh Aksi Kemanusiaan untuk Aceh diselenggarakan dengan maksud untuk menggalang solidaritas antarmanusia, terlebih yang menderita. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal ... s.d. ... Secara umum kegiatan tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan tujuannya. 3) Isi laporan Uraikan segala fakta yang kalian temukan. Isi laporan merupakan uraian dari judul laporan. Contoh a. Susunan Panitia b. Pelaksanaan Kegiatan Aksi Kemanusiaan untuk Aceh c. Hasil yang dicapai 4) Penutup Penutup laporan berisi saran-saran, harapanharapan, atau kesimpulan dari laporan.

Sudah tentu kalian mempunyai pendapat sendiri, baik tentang judul maupun kerangkanya. Berilah tanggapan dan pendapat kalian tentang rancangan laporan perjalanan yang disusun oleh teman kalian tersebut secara tertulis. Tulislah juga usulan judul dan kerangka yang menurut kalian lebih baik. Tanggapan dan usulan kalian tersebut kemudian dikemukakan di depan kelas di hadapan teman-teman. Setelah rancangan laporan perjalananmu tadi disempurnakan oleh teman-teman dan guru, tulislah laporan perjalanan sesuai dengan kerangka yang telah kalian buat. Perhatikan langkah-langkah membuat laporan sederhana. Jika mengalami kesulitan, bertanyalah kepada bapak/ibu guru!

5.4.3

Menulis Laporan Wawancara

5.4.2

Menulis Laporan Perjalanan

Masing-masing dari kalian mendapat tugas dari sekolah untuk melakukan sebuah wawancara. Kalian boleh memilih tokoh yang akan diwawancarai (politikus, budayawan, olahragawan, cendekiawan, dan sebagainya). Setelah selesai wawancara, kalian diminta untuk membuat laporan wawancara. Untuk mempermudah membuat laporan wawancara, perhatikan kerangka berikut ini.

Saat liburan semester genap, kelas kalian mengadakan piknik sehari ke objek wisata Gunung Tangkuban Perahu. Sebelum berangkat, guru pembimbing kalian mengumumkan bahwa sekembalinya dari piknik nanti kalian harus menyusun laporan perjalanan. Oleh karena itu, sejak persiapan, selama di perjalanan, dan setibanya di tempat yang dikunjungi, kalian diminta membuat catatan-catatan untuk ke-perluan menyusun sebuah laporan perjalanan. Salah seorang teman kalian membuat judul dan kerangka tulisan laporan perjalanan sebagai berikut: Judul : Laporan Perjalanan ke Objek Wisata Tangkuban Perahu Kerangka karangan : 1. Persiapan - Panitia Piknik - Kendaraan yang akan dipergunakan - Biaya yang diperlukan - Bekal, perlengkapan lain yang perlu 2. Di perjalanan - Waktu berangkat - Waktu pulang 3. Objek Wisata Tangkuban Perahu - Lokasi objek wisata - Jumlah pengunjung - Fasilitas yang tersedia

1.

Judul Laporan Tulis judul laporan wawancara. Contoh: LAPORAN WAWANCARA DENGAN TAUFIK HIDAYAT

2.

Topik Kemukakan permasalahan yang menjadi pokok pembicaraan. Misal: Persiapan Pertandingan All England.

3.

Tujuan Rumuskan apa yang menjadi tujuan wawancara. Contoh: Mengetahui hal-hal yang dilakukan sebagai persiapan All England. Mengetahui hambatan yang dihadapi Mengetahui target yang ingin dicapai dalam pertandingan All England.

4.

Responden Sebutkan nama orang yang diwawancarai. Misalnya, Taufik Hidayat

5.

Waktu Kapan wawancara dilakukan? Hal itu meliputi jam, hari, tanggal, bulan, dan tahun.

6.

Lokasi Tempat pelaksanaan wawancara. Misalnya, di rumah Taufik Hidayat

96

Pembelajaran 5 - Kompetensi Dasar 3.5

7.

Isi laporan Kemukakan dialog/tanya jawab yang berlangsung selama wawancara.

8.

Kesimpulan Simpulkan isi wawancara. Jakarta, .......... (tanda tangan) Nama pembuat
Gambar 5.2 Seorang reporter sedang melakukan wawancara dengan narasumber

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu! A. Bentuklah kelompok beranggotakan 4 orang, kemudian kerjakan aktivitas berikut ini! Pilihlah salah satu kegiatan atau perjalanan yang pernah kalian lakukan dengan temanteman sekelas! Misalnya, study tour, karya wisata, kunjungan perusahaan, kunjungan ke sekolah lain, dan lain-lain. Buatlah laporan berdasarkan kegiatan atau perjalanan tersebut dengan terlebih dahulu merumuskan topik dan prajudul laporan!

3. 4. 5.

Buatlah kerangka laporan! Kembangkan kerangka laporan tersebut menjadi laporan lengkap! Kelengkapan dalam laporan yang harus dipenuhi, yaitu halaman judul, pendahuluan, isi laporan (1 bab atau lebih), dan penutup. Mempresentasikan laporan. Setiap kelompok akan mendapat kesempatan mempresentasikan laporan. Ajukan pertanyaan dan tanggapan pada kelompok yang mempresentasikan laporan! Lakukan perbaikan laporan berdasarkan tanggapan dari kelompk lain!

1.

B. 1. 2. 3.

2.

Rangkuman:
1. Laporan adalah cara komunikasi di mana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Laporan dikatakan sebagai bentuk penyajian fakta tentang keadaan atau kenyataan. Pada dasarnya fakta disajikan berkenaan dengan tanggung jawab pihak yang diberi tugas kepada pihak yang memberi tugas. Menurut KBBI, laporan adalah tulisan panjang berisi kejadian berikut persoalannya berdasarkan pengamatan sendiri yang disusun secara resmi sampai sedetail-detailnya. Laporan berfungsi sebagai: alat resmi untuk menyampaikan informasi, pertanggungjawaban tertulis dari orang yang diberi tugas, landasan bagi pemimpin dalam mengambil kebijakan/keputusan, alat bagi pemimpin untuk melakukan pengawasan, dan 5. 4. dokumen untuk bahan studi serta sumber pengalaman bagi orang lain.

Sifat-sifat laporan adalah: (1) ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar atau dalam bahasa resmi yang disampaikan secara lugas dan tidak bertele-tele, (2) disusun secara sistematis dengan tata urutan (waktu, hal, peristiwa, dan lain-lain) yang jelas, (3) dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat diterima akal sehat, (4) dapat dipercaya faktanya, (5) dapat menimbulkan gambaran yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan kondisi penerima laporan, dan (6) dibuat selengkap dan sesempurna mungkin. Ada dua macam gaya penulisan laporan, yaitu: (a) investigative report (laporan hasil pengamatan

2.

3.

97

Tempo 30 April-6 Mei 2001

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

yang berisi kejadian dan fakta tanpa ditambah dengan unsur-unsur fiktif, dan disampaikan secara naratif oleh pengamatnya), dan (b) new journalism report (laporan hasil pengamatan yang berisi kejadian dan fakta ditambah unsur-unsur fiktif agar lebih menyentuh emosi pembacanya; disampaikan untuk melaporkan kejadian melalui seorang saksi mata, namun bukan berdasarkan pengamatannya semata, tetapi disertai perasaannya sebagai manusia). 6. Menurut sifatnya, laporan dibedakan menjadi dua, yaitu laporan ilmiah (berkenaan dengan penelitian sehingga kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan) dan laporan teknis (berkenaan dengan penyelenggaraan suatu kegiatan). Menurut bentuknya, laporan dibedakan menjadi tiga, yaitu laporan berbentuk formulir isian, surat, dan memo/memorandum. Ada juga laporan berkala, laporan laboratorium, dan dari segi isinya ada laporan formal, nonformal, dan semiformal. Laporan formal menyerupai karya tulis ilmiah dengan beberapa ketentuan, yaitu: (1) memakai metode observasi/pengamatan, tetapi biasanya metode tidak dicantumkan di dalam pendahuluan, (2) jarang mencantumkan saran, dan (3) batasan sebatas objek yang diamati. 9. Syarat sebuah laporan disebut laporan formal adalah: mempunyai halaman judul, dilengkapi surat penyerahan, ada daftar isi, memiliki ikhtisar atau abstrak yang mengawali laporan, ada bagian pendahuluan, isi laporannya terdiri atas judul-judul dengan tingkat yang berbeda, memiliki bagian yang berisi kesimpulan dan saran yang diberi judul tersendiri, menggunakan nada resmi dengan gaya impersonal, menggunakan bahasa Indonesia ragam baku, dan disertai lampiran yang berisi data pendukung isi laporan yang didokumentasikan secara khusus.

11. Ketentuan umum dalam membuat laporan formal adalah: (1) judul laporan ditulis dengan haruf kapital, (2) halaman pertama (bukan sampul) merupakan halaman judul ditulis “i”, (3) halaman-halaman sebelum halaman isi bernomor i, ii, iii, dan seterusnya, (4) judul bab ditulis dengan huruf kapital, (5) judul subbab ditulis dengan huruf kapital di awal tiap kata (kecuali kata depan) dan digarisbawahi/dicetak tebal/bold, (6) perumusan masalah topik ditulis dengan susunan Nomor Bab, Nomor Subbab, Nomor Perumusan Masalah,dan (7) susunan daftar pustaka yang benar. 12. Merumuskan topik harus sesuai dengan program studi penyusun, sedangkan judul boleh dibuat setelah laporan selesai, tetapi harus disiapkan dua atau tiga prajudul. Prajudul harus relevan dengan topik yang dipilih. Prajudul yang baik adalah sederhana, cakupannya tebatas, pengerjaannya mudah, menjawab permasalahan apa, mengapa, di mana, dan kapan. Selain itu, judul juga harus relevan dengan topik, provokatif, dan singkat. 13. Kerangka laporan mengandung rencana kerja, memuat ketentuan-ketentuan pokok bagaimana suatu topik harus diperinci dan dikembangkan. Kerangka laporan dibuat untuk menjamin suatu penyusunan laporan yang logis dan teratur, serta memungkinkan seorang penulis membedakan gagasan utama dengan gagasan tambahan. 14. Dasar penyusunan kerangka laporan ada lima, yaitu berdasarkan urutan waktu, klimaks dan antiklimaks, tempat, sebab-akibat, dan umumkhusus. 15. Kerangka laporan perjalanan meliputi judul dan kerangka karangan yang terdiri atas: (1) persiapan (panitia piknik, kendaraan yang akan digunakan, biaya yang diperlukan, bekal, perlengkapan lain yang perlu), (2) di perjalanan (waktu berangkat dan waktu pulang), dan (3) objek wisatanya (lokasi objek wisata, jumlah pengunjung, dan fasilitas yang tersedia). 16. Laporan wawancara mempunyai kerangka sebagai berikut: judul laporan, topik, tujuan, responden, waktu, lokasi, isi laporan, dan kesimpulan wawancara.

7.

8.

10. Sistematika laporan adalah judul laporan, pendahuluan, isi laporan, dan penutup.

98

Pembelajaran 5 - Kompetensi Dasar 3.5

A. 1.

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Hal-hal berikut yang bukan merupakan isi laporan yang digunakan untuk menyusun uraian mengenai suatu peristiwa adalah ... . a. urutan berdasarkan waktu terjadinya peristiwa b. urutan berdasarkan tempat terjadinya peristiwa c. urutan berdasarkan klasifikasi dan sebab akibat terjadinya peristiwa d. urutan berdasarkan penyelesaian peristiwa e. urutan berdasarkan topik 6.

c. judul - daftar isi - pendahuluan - isi - penutup d. judul - daftar isi - kata pengantar pendahuluan - isi - penutup e. judul - kata pengantar - daftar isi pendahuluan - isi penutup Hal-hal yang perlu dilaporkan dalam laporan seminar adalah ... . a. susunan acara - daftar hadir - rumusan notula - makalah seminar b. susunan acara - daftar hadir - rumusan notula - makalah seminar - proses tanya jawab c. susunan panitia - susunan acara - daftar hadir peserta - rumusan notula - makalah seminar d. susunan panitia - susunan acara - daftar hadir - rumusan notula e. susunan panitia - susunan acara - daftar hadir peserta - rumusan notula - nama guru pembimbing 7. Seluruh siswa sibuk menyiapkan barang-barang hasil praktik mereka yang akan mereka pamerkan. Beberapa siswa mendesain tempat pameran hingga terlihat rapi dan menarik. Arena pameran telah siap untuk diresmikan oleh kepala dinas. Para pengunjung pameran sangat antusias dan mengagumi hasil karya siswa. Berdasarkan kutipan isi laporan di atas, laporan tersebut termasuk laporan ... . a. kunjungan b. peristiwa c. wawancara d. penelitian e. kegiatan 8. Perhatikan kerangka laporan berikut ini! (1) PKL bertahun-tahun berjualan di kawasan terlarang. (2) Perda tentang pengaturan Tempat Usaha PKL seperti tidak ada. (3) Kota peraih Adipura Kencana berubah kumuh. (4) Wisatawan enggan berkunjung. (5) Pelaksanaan penertiban PKL. (6) Dampak bagi keindahan kota.

2.

Yang bukan merupakan lampiran dalam laporan seminar adalah ... . a. judul acara b. daftar peserta c. makalah d. masalah yang dibahas e. sambutan

3.

Hal-hal berikut ini yang tidak perlu dikemukakan dalam bagian pendahuluan adalah ... . a. latar belakang masalah b. tujuan penulisan c. rumusan masalah d. sistematika penyajian e. kesimpulan

4.

Di bawah ini adalah hal-hal yang tidak perlu ditulis dalam laporan kunjungan ke tempat bersejarah adalah ... . a. gambaran lokasi tempat b. riwayat tempat bersejarah c. koleksi-koleksi yang bernilai sejarah d. relevansi dengan perjuangan bangsa e. biaya untuk membeli buah tangan

5.

Sistematika penyusunan laporan pelaksanaan praktik industri yang benar adalah ... a. judul - pendahuluan- kata pengantar - daftar isi - penutup b. judul - kata pengantar - pendahuluan - isi penutup

99

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Simpulan laporan yang tepat berdasarkan kerangka tersebut adalah ... a. PKL perlu ditertibkan agar wisatawan berdatangan berkunjung. b. PKL mendapat kebebasan berjualan untuk mencari nafkah. c. Dengan tidak dilaksanakan perda, kota menjadi kumuh. d. Pemda berusaha menertibkan PKL untuk mengembalikan wajah kota adipura kencana. e. Kota Adipura Kencana akan hanya tinggal kenangan dan impian juga tanpa penertiban. 9. Yang tidak perlu dipenuhi dalam syarat penulisan laporan adalah ... . a. objekif b. lengkap c. memakai bahasa resmi d. tepat waktu e. tegas 10. Yang diperlukan untuk menyusun laporan perjalanan adalah ... . a. pendapat banyak orang tentang perjalanan b. kesesuaian ide dengan pembaca atau teman c. konsultasi dengan guru d. penentuan judul dan kerangka laporan e. penyimpulan hasil perjalanan 11. Diandaikan Anda melakukan kunjungan ke Candi Borobudur. Untuk melaporkan kegiatan tersebut pola karangan yang tepat adalah menggunakan ... . a. urutan waktu b. urutan tempat c. urutan klimaks-antiklimaks d. urutan sebab-akibat e. urutan umum-khusus

12. Jika Anda menyaksikan suatu peristiwa dari awal hingga akhir, pola penyusunan yang tepat untuk melaporkannya menggunakan ... . a. urutan berdasarkan tempat terjadinya peristiwa b. urutan berdasarkan waktu terjadinya peristiwa c. urutan berdasarkan klasifikasi peristiwa d. urutan berdasarkan klasifikasi munculnya pelaku dalam peristiwa e. urutan berdasarkan sebab dan akibat terjadinya peristiwa B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Kerjakan soal berikut dengan tepat! Sebutkan fungsi-fungsi laporan! Sebutkan sifat-sifat laporan! Sebutkan dua macam bentuk laporan berdasarkan isinya! Sebutkan dua bentuk umum dari laporan! Kapan seseorang menulis laporan dalam bentuk formal? Kapan seseorang menulis laporan dalam bentuk nonformal (sederhana)? Tuliskan perbedaan laporan formal dan nonformal! Buatlah laporan tentang kebersihan di lingkungan sekolah Anda! Buatlah laporan berisi perjalanan Anda ke suatu tempat yang Anda sukai! Laporan berbentuk karangan deskripsi.

10. Buatlah laporan wawancara berdasarkan hasil wawancara dengan tokoh/teman yang Anda kagumi di sekolah!

100

Evaluasi Akhir

A. 1.

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Gaya bahasa diklasifikasikan ke dalam empat kelompok besar, kecuali ... . a. majas perbandingan b. majas pertentangan c. majas pertautan d. majas perulangan e. majas perumpamaan Perencanaan suatu kegiatan disebut ... . a. program kerja d. surat b. proposal e. memo c. rancangan kerja Kau tidak boleh melihat orang itu. Kau harus melihat ke lantai. Kalau kamu melihat orang itu ia tidak mau menerimamu sebagai istri. Wanita yang berani melihat kepada suaminya, itu wanita yang kurang menghormati laki-laki. Laki-laki tak suka istri yang terlalu berani. Unsur intrinsik yang ditonjolkan dalam petikan di atas adalah ... . a. perwatakan d. amanat b. setting e. tema c. alur

iii Memakai bentuk surat yang standar iv Menggunakan ragam bahasa Indonesia baku v Menghindari kata-kata dan singkatan yang tidak umum Yang merupakan ciri-ciri surat dinas adalah ... .. a. i, ii, iii, iv d. ii, iii, iv, v b. i, iii, iv, v e. i, ii, iii, v c. i, ii, iv, v 7. Demikian proposal kegiatan ini kami buat. Partisipasi semua pihak sangat kami harapkan demi suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kalimat di atas adalah sebuah contoh komponen dalam proposal yang berupa ... . a. penutup b. kepanitiaan c. tempat pendaftaran 8. d. tema e. slogan proposal

2.

3.

Juwita menangis. Dari dalam tas dia mengambil saputangan dan menyeka air matanya yang berlinang. Dia dirangsang penyesalan. Dia ingat akan riwayat hidupnya yang singkat tapi penuh kesedihan dan ketidakpuasan. Segala benda yang diinginkannya selalu dia peroleh. Tapi dia selalu tidak merasa puas. Royan Revolusi karya Ramadhan K. H Watak tokoh pada penggalan di atas adalah ... . a. keras kepala b. tinggi hati c. lembut hati d. kasar hati e. selalu tidak puas

4.

Alat komunikasi tertulis yang disampaikan dari satu pihak kepada pihak lain, baik atas nama pribadi maupun atas nama organisasi atau perusahaan adalah ... . a. pengumuman d. surat b. faks e. undangan c. memo Sesuatu yang harus dilakukan seseorang yang disampaikan secara tertulis ataupun lisan adalah ... . a. permohonan d. menyuruh b. permintaan e. pertanyaan c. perintah Perhatikan ciri-ciri surat berikut ini! i menggunakan instrumen yang sesuai, misalnya ukuran, jenis, dan warna kertas, warna tinta, serta bentuk tulisan. ii Isi surat tidak boleh bertentangan dengan kondisi barang atau jasa 9.

5.

6.

Latar belakang dalam proposal berisi ... . a. target yang akan dicapai dan nilai tambah yang diperoleh dapat dirasakan oleh pembaca proposal b. nama kegiatan c. pokok-pokok pemikiran dan alasan perlunya diadakan kegiatan tertentu d. hal yang mendasari kegiatan tersebut e. siapa yang akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut

10. Hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Ja-

101

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII karta tentang “Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba oleh Masyarakat Sekolah” menunjukkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, baik yang bersifat preventif maupun represif. Kalimat di atas adalah sebuah contoh komponen dalam proposal yang berupa ... . a. latar belakang d. tema b. kepanitiaan e. penutup c. tempat pendaftaran 11. Perhatikan sifat-sifat laporan berikut ini! i Laporan disusun secara sistematis, dengan tata urutan yang jelas. ii Laporan harus dibuat lengkap dan sesempurna mungkin. iii Laporan harus menimbulkan gambaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, dan kondisi penerima laporan. iv Laporan dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat diterima akal sehat. v Laporan disusun apabila seseorang mendapat tugas untuk melakukan kegiatan. Sifat-sifat laporan adalah ... . a. i, ii, iii, v d. ii, iii, iv, v b. i, ii, iii, iv e. i, ii, iv, v c. i, iii, iv, v 12. “Janganlah adinda bertanya jua,” jawab Baginda dalam sedihnya. “Pertanyaan itu hanya menambah luka tuanku jua semata’” “Ampun tuanku orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun cobaan datang ke atas dirinya.” Hikayat Kalilah dan Dimnah Nilai moral dalam penggalan di atas tampak pada perbuatan ... . a. menghormati orang lain b. mendahulukan kepentingan umum c. menolong orang yang menderita d. menegur orang dengan bahasa yang sopan e. memberikan bantuan pangan kepada pihak lain 13. Komponen yang memuat target yang akan dicapai dan nilai tambah yang diperoleh dapat dirasakan oleh pembaca proposal adalah ... . a. kepanitianan d. tujuan kegiatan b. latar belakang e. penutup c. tema 14. Tahap dimana kita merasakan manfaat atau nilai karya sastra yang telah dinikmati adalah ... . a. pemahaman d. menikmati b. mengenal e. penghayatan c. menghargai 15. Tahap dimana kita melakukan tindakan meneliti serta menganalisis unsur-unsur yang membangun karya sastra, baik unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsik sehingga kita dapat menyimpulkan bagus atau tidaknya adalah ... . a. pemahaman d. menikmati b. mengenal e. penghayatan c. menghargai 16. Seminar ini diikuti oleh seluruh guru dan siswa SMK Harapan Bangsa Jakarta. Kalimat di atas adalah sebuah contoh komponen dalam proposal yang berupa ... . a. penutup d. peserta b. kepanitiaan c. tempat pendaftaran e. slogan proposal

17. Perhatikan macam-macam plot berikut ini. i plot ledakan iv plot tertutup ii plot terbuka v plot lembut iii plot maju vi plot mundur Yang merupakan macam-macam plot berdasarkan sifatnya adalah ... . a. ii, iv d. v, vi b. i, ii e. i, vi c. ii, v 18. Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Melangkahlah menyusuri jalan raya ke arah barat, maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil ke kanan, simpang kelima, membeloklah ke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan itu nanti akan Tuan temui sebuah surau tua. Di depannya ada kolam ikan, yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi. Dan di pelataran kiri surau itu temui seorang tua yang biasanya duduk di sana dengan segala tingkah ketuaannya dan ketaatannya beribadat. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garin, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya kakek. Robohnya Surau Kami, A. A. Navis Latar penggalan cerita di atas adalah ... . a. di dekat pasar d. di atas bis b. di jalan kampung e. di kota kecil

102

Evaluasi Akhir c. di kiri surau 19. Tahap dimana kita membuat analisis dan membuat interpretasi atau penafsiran terhadap karya sastra serta menyusun argumen berdasarkan analisis yang telah dilakukan adalah ... . a. pemahaman d. menikmati b. mengenal e. penghayatan c. menghargai 20. Yang dimasud tokoh protagonis adalah ... . a. tokoh lawan d. tokoh figuran b. tokoh utama e. tokoh pengganti c. tokoh pembantu 21. Nardi ingin mengadu domba dengan Sidik, maka ia mencari Wija dengan diam-diam dan melaporkan bahwa istrinya, Dati, selama ditinggal Wija berhubungan dengan Sidik. Hati yang Damai, N. H. Dini Dalam penggalan tersebut, tokoh Nardi termasuk tokoh ... . a. tritagonis d. protagonis b. campuran e. antagonis c. figuran 22. Jalinan atau rangkaian peristiwa yang terdapat pada sebuah novel dapat kita lihat pada ... . a. tema d. sudut pandang b. setting e. amanat c. alur 23. Yth. Saudara Wijaya Kusuma Berhubungan ada tugas yang mendadak, saya tidak dapat hadir sebagai juri untuk Pemilihan Pelajar Teladan Senin, 9 Juli 2007 pukul 08.00 di Gedung Serbaguna. Oleh karena itu, saya harap Saudara dapat mewakili saya. Terima kasih. Surat singkat di atas, bila diubah bentuk kalimat memo adalah ... a. Mohon kehadiran Saudara untuk mewakili saya menjadi juri pada Pemilihan Pelajar Teladan, Senin, 9 juli 2007 pukul 08.00 di Gedung Serbaguna. b. Atas kesediaan Saudara untuk mewakili saya menjadi juri Pemilihan Pelajar Teladan, Senin 9 juli 2007 pukul 8.00 di Gedung Serbaguna, saya ucapkan terima kasih. c. Mudah-mudahan Saudara bersedia datang ke Gedung Serbaguna, 9 Juli 2007, pukul 8.00 untuk mewakili saya menjadi juri pada Pemilihan Pelajar Teladan. d. Saya harap Saudara mewakili saya menjadi juri pada Pemilihan Pelajar Teladan di Gedung Serbaguna, Senin 9 Juli 2007, pukul 08.00. e. Saya mohon dengan hormat Saudara mewakili saya sebagai juri Pemilihan Pelajar Teladan di Gedung Serbaguna, 9 Juli 2007, pukul 08.00. 24. Sekelompok siput ditantang oleh kancil untuk lomba lari, ternyata siput yang bertubuh lebih kecil menang dalam pertandingan. Siput-siput itu berjejer sepanjang jalan yang dilalui kancil. Setiap kancil memanggil, siput di sebelahnya akan menyahut. Kebersamaan siput itulah yang menghasilkan kemenangan. Cerita di atas mengandung ... . a. sosial d. moral b. budaya e. pendidikan c. agama 25. “Aku tidak meminta yang bukan-bukan, Somad. Kemiskinan telah membuat aku terbiasa untuk menerima apa adanya. Kau tidak usah memikirkan kado. Dirimu adalah kado perkawinan yang berharga. Ambilah aku, Somad. Sebagai istrimu aku telah bahagia. Jangan pikirkan kado yang tidak-tidak.” Watak tokoh aku dalam penggalan cerita di atas adalah ... . a. sabar dan setia b. jujur dan lugas c. penurut dan sabar d. setia dan jujur e. lugas dan setia 26. Bacalah surat undangan berikut dengan saksama! Dengan hormat, Kami mengharapkan kehadiran rekan-rekan pengurus OSIS pada hari, tanggal waktu acara tempat .... Ketua OSIS SMK Merah Putih ttd. Rahma Carita Kalimat penutup yang tepat untuk surat undangan tersebut adalah ... a. Kami mengharapkan kehadiran Anda sesuai dengan waktu dan tempat. : : : : Sabtu, 13 Januari 2007 pukul 08.00 s.d. 12.00 Rapat Rencana Bakti Sosial Ruang Teori 2

103

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII b. Demikian surat ini kami kirimkan, agar Anda dapat hadir tepat pada waktunya. c. Atas perhatian Anda, kami mengucapkan terima kasih. d. Diharapkan Anda mementingkan rapat tersebut dan hadir tepat pada waktunya. e. Mengingat acara ini sangat penting, mohon Anda menyempatkan diri untuk hadir. 27. Perhatikan penggalan puisi berikut ini! a. surat pribadi b. surat dinas c. surat niaga d. surat perjanjian e. surat kuasa

Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namaMu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh
Puisi di atas mengandung nilai ... . a. budaya d. moral b. sosial e. ketuhanan c. kemanusiaan 28. Perhatikan kalimat surat pribadi berikut ini! Dengan sepucuk surat ini Ananda mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan Ananda terhadap Ayah dan bunda. Semoga pada hari Idul Fitri yang akan datang Ananda dapat berkumpul bersama keluarga di sini. Kutipan surat pribadi tersebut berisi ... a. Permohonan maaf dan permohonan doa kepada orang tuanya. b. Permohonan maaf dan pemberitahuan tidak dapat hadir pada hari Idul Fitri tahun ini. c. Permohonan ampun dan tidak dapat hadir pada hari Idul Fitri yang akan datang. d. Sekarang tidak dapat hadir, akan hadir pada hari Idul Fitri yang akan datang. e. Kabar tidak dapat hadir pada hari Idul Fitri. 29. .................................

31. Surat permintaan penawaran adalah ... a. surat dari penjual kepada calon pembeli yang berisi penawaran barang atau jasa. b. surat yang digunakan dalam kegiatan usaha atau bisnis yang dibuat oleh orang-orang atau perusahaan dalam rangka mencari untung. c. surat yang dibuat oleh calon pembeli yang ditujukan kepada penjual dengan maksud meminta keterangan mengenai barang-barang yang akan dibeli. d. surat pemberitahuan secara tertulis yang diedarkan dan ditujuakn kepada berbagai pihak. e. surat yang isinya mengundang anggota masyarakat atau anggota kelompok atau anggota instansi tertentu akan adanya suatu acra atau kegiatan pertemuan. 32. Kalimat yang tepat sebagai pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan di surat kabar adalah ... . a. Sesuai dengan iklan yang telah saya baca pada harian Jawa Pos tentang lowongan pekerjaan tertanggal 7 Juli 2007, maka bersama ini saya ... b. Berdasarkan iklan di harian Jawa Pos tanggal 7 Juli 2007 tentang lowongan pekerjaan, dengan ini ... c. Menurut isi iklan tanggal 7 Juli 2007 pada harian Jawa Pos, setelah saya baca terdapat lowongan pekerjaan, maka saya ... d. Pada harian Jawa Pos terbitan 7 juli 2007 mengenai lowongan pekerjaan, maka dengan ini saya ... e. Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian Jawa Pos, Sabtu, 7 Juli 2007 yang berisi lowongan kerja, maka dengan ini saya ... 33. ...................................

Sejarah telah singgah Ke Kemah kami Ia menegur dengan ramah Dan mengajak kami pergi
Puisi di atas mengandung majas ... . a. sinekdoke d. alusio b. eufimisme e. personifikasi c. hiperbola 30. Surat yang digunakan dalam kegiatan usaha atau bisnis dan dibuat oleh orang-orang atau perusahaan dalam rangka mencari keuntungan disebut ... .

Sepuluh tahun yang lalu ia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, aku sangat muda ....................
Kalimat ketiga pada bait puisi di atas menggunakan majas ... . a. pleonasme d. personifikasi b. repetisi e. litotes

104

Evaluasi Akhir c. metonimia 34. Bagian isi surat balasan lamaran pekerjaan yang berisi penolakan secara jelas dan benar adalah ... a. Menyesal sekali lamaran anda belum dapat kami terima. b. Dengan penuh rasa penyesalan saya tidak dapat menerima surat lamaran Anda. c. Dengan penuh penyesalan lamaran Anda tidak bisa saya terima. d. Kantor kami belum membutuhkan pelamar baru sehingga Anda belum bisa dipertimbangkan. e. Surat lamaran Anda telah kami terima, namun dengan sangat menyesal kami belum dapat menerima Anda. 35. Salah satu jenis gaya bahasa yang berisi pernyataan-pernyataan yang sengaja disederhanakan, mengecilkan, atau mengurangi kenyataan yang sesungguhnya adalah ... . a. antiklimaks d. litotes b. tautologi e. ironi c. hiperbola 36. Ayah pergi ke Bali dengan Garuda. Kalimat di atas menggunakan majas ... . a. aliterasi d. eponim b. elipsis e. eufimisme c. metonimia 37. Cermati penggalan surat lamaran pekerjaan berikut ini! Karena saya merasa telah memenuhi semua persyaratan, besar harapan saya untuk diterima di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Penggalan surat lamaran pekerjaan berisi ... . a. pembuka b. maksud pelamar c. kualifikasi pelamar d. kesediaan pelamar e. harapan pelamar 38. Memo adalah ... a. surat yang digunakan dalam kegiatan usaha atau bisnis dan dibuat oleh orang-orang atau perusahaan dalam rangka mencari keuntungan disebut ... . b. surat yang dibuat oleh seseorang untuk dapat memperoleh pekerjaan. c. surat yang isinya mengundang anggota masyarakat atau anggota kelompok atau anggota instansi tertentu. d. jenis surat dinas yang pokok persoalan secara singkat. e. jenis surat dinas yang berisi catatan singkat tentang pokok persoalan. 39. Di lain pihak, Nardi pun berusaha memanfaatkan kesempatan ini dengan akal liciknya. Nardi ingin mengadu domba Wija dengan Sidik. Hati yang Damai, N. H. Dini Unsur intrinsik yang menonjol pada penggalan novel di atas adalah ... . a. alur d. sudut pandang b. penokohan e. amanat c. gaya bahasa 40. Dia mengalami kesepian di tengah keramaian kota Jakarta. Kalimat di atas menggunakan majas ... . a. klimaks d. ironi b. antiklimaks e. litotes c. paradoks

B. 1. 2.

Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat! Susunlah sebuah proposal untuk mengadakan pentas seni (pensi) di sekolah kalian! Bila proposal kalian (pada soal nomor 1) disetujui dan akhirnya kegiatan pensi itu berlangsung, susunlah laporan kegiatannya! Andaikan ayah kalian berhalangan datang dalam pertemuan orang tua di sekolah kalian dan ayah mengutus kakak tertua untuk datang menggantikannya di pertemuan tersebut. Buatlah surat kuasa untuk persolan di atas!

3.

4.

Buatlah sebuah surat lamaran kerja dengan ketentuan, kalian melihat iklan lowongan pekerjaan (sesuai dengan jurusan kalian) di Kompas tanggal 8 Mei 2008! Andaikan kalian adalah anggota Karang Taruna yang akan bertemu untuk membahas acara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, tanggal 20 Mei. Kalian ingin mengundang teman-teman yang lain untuk ikut bergabung rapat pada tanggal 11 Mei 2008 di aula RW tempat tinggal kalian. Buatlah surat undangannya!

5.

105

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

A akses = jalan masuk/tembus akurat = benar, tepat, cermat, saksama, teliti ambigu = bermakna lebih dari satu (sehingga kadang-kadang menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dsb); bermakna ganda anekdot = cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya antagonis = 1)orang yang suka menentang; 2)tokoh dalam karya sastra yang merupakan penentang dari tokoh utama aplikasi = penggunaan; penerapan apresiasi = kesadaran terhadap nilai seni dan budaya; penilaian terhadap sesuatu arsip = dokumen tertulis (surat, akta, dsb), lisan (pidato, ceramah, dsb), atau bergambar (foto, film, dsb) dari waktu yang lampau, disimpan dalam media tulis (kertas), elektronik (pita kaset, pita video, disket komputer, dsb), biasanya dikeluarkan oleh instansi resmi, disimpan dan dipelihara di tempat khusus untuk referensi asosiasi = tautan dalam ingatan pada orang atau barang lain; pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra B brosur = 1)bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem; 2) cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa jilid; 3)selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat, tetapi lengkap (tentang perusahaan atau organisasi) D desain = 1)kerangka bentuk; rancangan; 2)motif; pola; corak diskon = potongan harga distributor = orang atau badan yang bertugas mendistribusikan barang (dagangan); penyalur

dokumen = 1)surat yang ditulis atau dicetak yang dapat dipakai sebagai bukti keterangan (seperti akta kelahiran, surat nikah, surat perjanjian); 2)barang cetakan atau naskah karangan yang dikirim melalui pos domisili = tempat kediaman yang sah dari seseorang; tempat tinggal resmi E eksplisit = akurat, tepat, gamblang, jelas, kentara ekstrinsik = berasal dari luar; bukan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sesuatu elite = orang-orang terbaik atau pilihan dalam suatu kelompok estetika = cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapnya F fabula = istilah Latin untuk berbagai bentuk drama figuran = pemain (film, sandiwara) yang memegang peran yang tidak berarti filsafat = 1)pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya; 2)teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; 3)ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi fluktuatif = labil G geologi = ilmu tentang komposisi, struktur, dan sejarah bumi I implementasi = pelaksanaan; penerapan implisit = tersirat instansi = badan pemerintahan umum intel = intelijen (orang yang bertugas mencari seseorang) internalisasi = penghayatan interpretasi = pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis terhadap sesuatu; tafsiran

106

Glosarium

intrinsik = terkandung di dalamnya investor = penanam uang atau modal; orang yang menanamkan uangnya dalam usaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan K kinetik = gerak klimaks = puncak dari suatu hal, kejadian, keadaan, dan sebagainya yang berkembang secara berangsur-angsur L latar (Sastra) = keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam karya sastra lempeng (Geografi) = bagian kulit bumi (dengan ketebalan 50 dan 250 km) yang hampir tegar, tetapi masih dapat bergerak linier = terletak pada suatu garis lurus loak = barang bekas N nasabah = orang yang biasa berhubungan dengan atau menjadi pelanggan bank niaga = kegiatan jual beli dan sebagainya untuk memperoleh untung O observasi = peninjauan secara cermat P pawang = orang yang memiliki keahlian istimewa yang berkaitan dengan ilmu gaib, seperti dukun, mualim perahu, pemburu buaya, penjinak ular persil = sebidang tanah dengan ukuran tertentu (untuk perkebunan atau perumahan) personalia = 1)yang berhubungan dengan orang atau nama orang (tentang urusan, pengumuman, dsb); 2)bagian suatu instansi (kantor) yang mengurus soal-soal kepegawaian plot = jalan cerita preventif = bersifat mencegah proposal = rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja

protagonis = tokoh utama dalam cerita rekaan provokatif = bersifat provokasi; merangsang untuk bertindak; bersifat penghasut R redaktur = orang yang menangani bidang redaksi relevan = kait mengait; bersangkut-paut; berguna secara langsung reportase = 1)pemberitaan ; pelaporan; 2)laporan kejadian (berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan) represif = bersifat represi (menekan, mengekang, menahan, atau menindas) reuni = pertemuan kembali setelah berpisah cukup lama rileks = 1)bersenang-senang; 2)berjalan-jalan untuk melihat-lihat pemandangan alam; 3) beristirahat S sketsa = 1)lukisan cepat (hanya garis-garis besarnya); 2)gambar rancangan slogan = 1)perkataan atau kalimat pendek yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu; 2)perkataan atau kalimat pendek yang menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menjelaskan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dsb T tektonik (Geografi) = proses gerakan pada kerak bumi yang menimbulkan lekukan, lipatan, retakan, patahan sehingga berbentuk tinggi rendah atau relatif pada permukaan bumi V verbal = secara lisan vulkanologi = ilmu pengetahuan tentang gunung berapi, termasuk tentang gempa dan sebagainya Z zone (zona) = salah satu dari lima bagian besar permukaan bumi yagn dibatasi oleh garis khayal di sekeliling bumi, sejajar dengan khatulistiwa; jalur iklim

107

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

Akhadiah, Sabarti dkk. 2001. Menulis I. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Anwir, D.S. dkk. 1976. Kamus Teknik. Jakarta: Saptatama. Arifin, Zaenal E. dan S. Amran Tasi. 1991. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Presindo. Arifin, Zaenal E. 1993. Bahasa yang Lugas dalam Laporan Teknik. Jakarta: Akademika Presindo. Arifin, Zaenal dan Farid Hadi. 2001. Seribu Satu Kesalahan Berbahasa. Jakarta: Akademika Presindo. Badudu, J.S. 1980. Membina Bahasa Indonesia Baku. Seri 2. Bandung: Pustaka Prima. _______. 1985. Pelik-pelik Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Prima. Balai Penelitian dan Pengembangan Agama. 2004. Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba. Jakarta. Basuki, Fira. 2001. Jendela-jendela. Jakarta: Grasindo. Darmawati, Atik . 2004. “Memadu Etika dengan Pelayanan.” Dalam InfoBank No.301 April 2004:40-41. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Efendi, S. 1994. Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar. Jakarta: Pustaka Jaya. Endarmoko, Eko. 2007. Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama. Eri Anugerah/Doddi. 2004. “Dengan Puisi Mereka Bernyanyi.” Dalam Media Indonesia, 21 Mei 2004. Jakarta Finoza, Lamudin. 1991. Aneka Surat Sekretaris dan Bisnis Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia. _______. 2004. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia. _______. 2004. Kemahiran Berbahasa Indonesia Menuju Peringkat Semenjana. Jakarta: Dwadasa. Forsyth, Patrick. 2004. Successful Negotiating (Negosiasi yang Sukses). Jakarta: Elex Media Komputindo. Haqeus, Edy . 2004. Jurus-jurus Sukses dari 11 Enterpreneur Sejati Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah. Yogyakarta: Gradien Book. Kayam, umar. 2002. Jalan Menikung (Para Priyayi 2). Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. Keraf, Gorys. 1991. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia Untuk Tingkat Pendidikan Menengah. Jakarta: Grasindo. _______. 1993. Komposisi. Ende: Nusa Indah. _______. 2007. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gremedia. Marjo, Y.S. 2000. Surat-surat Lengkap. Jakarta: Setia Kawan. Martono, Lydia Harlina dan Satya Joewana. 2006. Penangkal Narkoba dan Kekerasan. Jakarta: Balai Pustaka. Moeliono, Anton M. 1984. Santun Berbahasa. Jakarta: Gramedia.

108

Daftar Pustaka

Mukti, U.S. dan G. Arsyad Maedar. 1988. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Parera, J.D. 1983. Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. _______. 2003. Buku Praktis Bahasa Indonesia 1, 2. Jakarta: Depdiknas. _______. 2003. Pengindonesiaan Kata dan Ungkapan Asing. Jakarta: Depdiknas. _______. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. _______. 2004. Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: Depdiknas. _______. 2004. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Jakarta: Balai Pustaka. _______. 2004. UKBI Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia. Jakarta: Koperasi Pegawai Negeri Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Ruskandar R.D. dkk. 2001. Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk SMK 1,2,3. Jakarta: Galaxy Puspa Mega. Safir Senduk. 2004. Mencari Penghasilan Tambahan Seri Perencanaan Keuangan Keluarga. Jakarta: Elex Media Komputindo. Soedjito. 1988. Kosa Kata Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia. Sudiati, Veronika dan A. Widyamartaya. 2005. Terampil Meringkas. Yogyakarta: Kanisius. Suroso dkk. 1999. Ikhtisar Seni Sastra. Jakarta: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Suryaman, Ukun. 1985. Dasar-dasar Bahasa Indonesia Baku. Bandung: Penerbit Alumni. Tampubolon, DP. 1987. Kemampuan Membaca Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Angkasa. Tarigan, Henry Guntur. 1986. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. _______. 1987. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Widyamartaya, A. dan Vero Sudiati. 2005. Mahir Menulis Berbagai Laporan. Yogyakarta: Kanisius.

Rujukan lainnya Majalah Dokter Kita, Edisi 06 tahun III, Juni 2008 Rifqi Muhammad, Mengenang Pak Kayam, Merenungi Kebudayaan (Refleksi 6 tahun Wafat Prof. Umar Kayam), dalam www-rifqiblog_files_wordpress_com-2008-04-umar-kayam_jpg.mht

109

Bahasa dan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII

A
Amanat 8, 11, 19, 21, 22 Apresiasi sastra 2, 22 Armijn Pane 11 Asosiasi 21, 22, 23

Menulis 23, 29, 38 Menyimak 1, 3, 6, 8

N
Nota dinas 55, 56, 71, 72, 73, 84, 86, 87 Novel 2, 3, 5, 6, 8, 10, 12, 13, 21

B
Bahasa 55, 56, 57, 58, 61, 62, 63, 64, 65, 68, 69, 71, 76, 83, 84, 86 Bahasa proposal 49, 51 Berbicara 1, 5, 16, 17

P
Pengertian laporan 89 Penokohan 10, 16, 21, 22 Pepatah 25, 26, 34, 43, 44 Peribahasa 23, 24, 32, 33, 42, 43 Perumpamaan 28, 32, 40, 41, 42 Plot 8, 10, 11, 12, 21, 22 Program kerja 45, 46, 47, 51, 52, 54 Proposal 45, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 53, 54 Prosa 11, 12

C
Cerpen 1, 8, 9, 10, 11, 12, 16, 19, 20, 22

E
Ekstrinsik 1, 2, 8, 9, 11, 20, 21, 22

F
Fungsi laporan 89, 100

R
Roman 9, 11, 12, 24

G
Gaya bahasa 2, 8, 11, 20, 21 penulisan 89, 92, 94, 97

S
Sifat laporan 89, 91, 92, 97, 100 Sistematika 89, 92, 93, 98, 99 Sitor Situmorang 12 Sudut pandang 14, 19, 21 Surat 55, 56, 57, 58, 59, 60, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 68, 69, 70, 71, 72, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88 balasan lamaran kerja 56, 76, 85 edaran 55, 56, 57, 62, 63, 64, 84, 86, 88 izin 74, 84 kuasa 55, 56, 74, 82, 83, 85, 86 lamaran kerja 56, 74, 84, 85 niaga 56, 66, 84, 86 perjanjian 56, 58, 74, 77, 78, 79, 80, 81, 83, 85, 86 undangan 55, 56, 57, 62, 66, 84, 86

I
Intrinsik 1, 2, 8, 9, 10, 16, 20, 21, 22

J
Jenis-jenis surat 55, 56, 62 Judul 89, 92, 93, 95, 96, 98, 99, 100

K
Karya sastra 1, 2, 3, 6, 8, 9, 10, 11, 16, 20, 21, 22 Kerangka laporan 89, 92, 93, 95, 96, 97, 98, 99, 100 Komentar 23, 35, 36, 41 Kutipan 3, 6, 8, 22

L
Laporan 89, 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97, 98, 99, 100 formal 92, 93, 98, 100 kegiatan 89, 94, 95 perjalanan 89, 96, 98 wawancara 89, 96, 98, 100 Latar 8, 9, 10, 18, 19, 21, 22

T
Teks cerpen 12 ilmiah 1, 6, 8, 21, 22 sastra 23, 24, 34, 35, 41 Tema 8, 9, 10, 19, 21, 22 Tokoh 7, 8, 9, 10, 11, 16, 17, 19, 21, 22 Topik 89, 92, 93, 94, 96, 97, 98, 99

M
Majas perbandingan 28, 40 pertautan 28, 30, 40 pertentangan 28, 40 perulangan 28, 31, 40, 41 Membaca 1, 2, 6, 8 Memo 55, 56, 66, 71, 72, 73, 84, 86, 87

U
Umar Kayam 5, 39 Ungkapan 24, 30, 32, 33, 38, 41, 42, 43 Unsur-unsur karya sastra 8 proposal 45, 49, 50, 51

110

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful