P. 1
Teknik Distribusi Tenaga Listrik Jilid 3

Teknik Distribusi Tenaga Listrik Jilid 3

5.0

|Views: 10,962|Likes:

More info:

Published by: Open Knowledge and Education Book Programs on Nov 20, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2014

pdf

text

original

Pengisian ulang SF6

6 pemutus arus dilakukan dengan menggunakan
Gas Fill Adaptor (GFA) dan sebuah silinder SF6 ukuran D standar. Prosedur
pengisian ulang adalah sebagai berikut:
Pindahkan kap dari katup isi gas pada sisi katub Load Break Switch
Hubungkan adaptor isi gas ke silinder SF6 buka pelan-pelan katup
pada silinder untuk mengalirkan gas ke dalam selang. Tutup katup
pada silinder SF6 .
Dorong cincin pada katup isi gas dan colokkan pasangan selang
adaptor isi gas. Tekanan gas Load Break Switch sekarang akan
terlihat pada pengukuran tekanan.
Buka katupnya pada bagian ukuran untuk melepaskan gas ke dalam
saklar pemutus arus. Operasi ini akan dilakukan perlahan-lahan dan
Anda harus berhati-hati agar tekanan pada saklar pemutus tidak

Saklar dan Pengaman

339

terlampau tinggi. Katup pelepasan dipasang pada adaptor isi gas
untuk tujuan keamanan, namun tidak menjamin tidak melindungi
saklar pemutus dari tekanan tinggi. Jika kelebihan gas dmasukkan
dalam saklar pemutus maka dapat dikeluarkan dengan memutuskan
hubungan adaptor isi gas dari silinder gas.
Isi ulang Load Break Switch sampai pada tekanan di bawah 200kPa
pada pengukuran (gauge) terkoreksi oleh +/- 1kPa untuk setiap
derajat Celsius di atas/di bawah 20ºC.
Cabut katup selang isi gas dengan medorong cincin pada katuip isi

gas.

Pindahkan cincin ’O’ lama dari katup isi gas dan buang. Bersihkan
tempat peletakan cincin ’O’ pada katup isi gas dan kap dengan kain
bersih. Kencangkan kembali kapnya.

6-3-4-5 Pencarian Gangguan

Gangguan hanya bisa terjadi pada salah satu di antara:
Saklar pemutus beban
Kabel Kontrol
Ruang Kontrol
Cara terbaik untuk menentukan bagian mana yang mengalami
gangguan adalah dengan menggunakan Tesk and Trainig Set. Jika tidak
tersedia Test and Training Set maka gunakan switchgear chec seperti yang
disarankan di bawah ini dan gunakan teknik-teknik substitusi untuk
menentukan dimana letak gangguan. Load Break Switch yang mengalami
gangguan bisa dikembalikan ke pabrik untuk diperbaiki.
Kabel-kabel kontrol yang mengalami gangguan harus diganti. Ruang
kontrol yang mengalami gangguan bisa dicek dan diperbaiki seperti petunjuk
di bwah ini.

6-3-4-6 Pemeliharaan Switchgear dan Kabel Kontrol

Hubungan-hubungan ke Load Break Switch tersedia pada SCEM
dalam kompartemen motor dan/atau di atas konektor kabel kontrol yang
masuk P1 pada Control cable Entry Module (CCEM) bagian bawah ruang
kontrol. Beberapa (tetapi tidak semua) koneksi ini secara sederhana bisa
diuji dengan DVM. Ini bisa menunjukkan gangguan-gangguan Load Break
Switch dengan uji yang sederhana.
Tabel di bawah ini bisa digunakan untuk mengecek swirchgear dan
kabel kontrol. Uji ini harus dilakukan dengan kabel kontrol yang tersambung
ke dalam switchgear dan ujung ruang kontrol tidak tersambung.

6-4 Pengaman

Jaringan distribusi berfungsi menyalurkan tenaga listrik dari pusat
beban ke pihak pelanggan melalui jaringan listrik tegangan menengah dan
tegangan rendah. Karena fungsinya tersebut maka keandalan menjadi faktor
sangat penting, untuk itu jaringan distribusi dilengkapi dengan pengaman.

340

Ada tiga fungsi sistem pengaman, yaitu untuk: (i) mencegah atau
membatasi kerusakan pada jaringan beserta peralatannya, (ii) menjaga
keselamatan umum akibat gangguan listrik, dan (iii) meningkatkan
kelangsungan atau kontinyuitas pelayanan kepada pelanggan.
Sistem pengaman yang baik harus mampu: (a) melakukan
koordinasi dengan sistem TT (GI/transmisi/pembangkit), (b) mengamankan
peralatan dari kerusakan dan gangguan, (c) membatasi kemungkinan
terjadinya kecelakaan, (d) secepatnya dapat membebaskan pemadaman
karena gangguan, (e) membatasi daerah yang mengalami pemadaman, dan
(f) mengurangi frekuensi pemutusan tetap (permanen) karena gangguan. Di
samping itu, setiap sistem atau alat pengaman harus mempunyai kepekaan,
kecermatan dan kecepatan bereaksi yang baik.

Tabel 6-5.Panduan Pengujian Switchgear

Pin

Tes

Penggunaan

Hasil Yang diharapkan

1-ve to

5+ve Resistance Motor Relay

10 to 15 kOhm (expect a
long delay when taking this
measurement because of a
parallel capacitor)

2 to 5 DC Voltage

Integrated
auxiliary supply
tranformer (if
fitted). This has
been rectified
internally so a
DC full wave
rectified signal is
present

25 to 45 VDC measured
with a true RMS meter when
the transformer primary is
energized.

3 to 5 Resistance Motor Relay

10 to 15 kOhm (expect a
long delay when taking this
measurement because of a
parallel capacitor)

4 to 8 Resistance W phase CT

13 Ohm+/-3 Ohm

12 to 16 Resistance V phase CT

13 Ohm+/-3 Ohm

20 to 24 Resistance U phase CT

13 Ohm+/-3 Ohm

21 to 11 Resistance Auxilliary

<5 Ohm when breaker is
tripped
>100kOhm when circuit
breaker is closed

22 to 11 Resistance Auxilliary travel

switch closed
indicates circuit
breaker is closed

<5 Ohm whencircuit breaker
is cloded
>100kOhm when circuit
breaker is tripped

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->