P. 1
Paper Kuesioner Statistika

Paper Kuesioner Statistika

|Views: 36|Likes:
Published by Ociteru Tetsugawa

More info:

Published by: Ociteru Tetsugawa on Feb 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2012

pdf

text

original

CARA MENYUSUN KUESIONER YANG BAIK

Disusun oleh: Kelas B Kelompok 3
1. 2. 3. 4. 5.

Alfa Fachtur Rosi 111041000587 Gandu Yulio P 111041000 Khaerun Nas 111041000647 Khoerotul Imron 111041000 Robert Aditya W 111041000

Program Diploma 1 Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Balai Diklat Keuangan Makassar Tahun 2012

CARA PENYUSUNAN KUESIONER YANG BAIK

Kuesioner ini biasanya berkaitan erat dengan masalah penelitian.Salah satu instrumen pengumpul data dalam penelitian adalah kuesioner. namun kita akan menggunakan istilah generiknya yaitu kuesioner. dan bukan untuk kepentingan lain. Sebelum mebuat kuesioner. Selain itu nama responden juta tidak perlu dicantumkan. beri bahwa responden dalam hal ini turut berjasa dalam penelitian ini. misalnya takut dirilis di media massa. ada baiknya peneliti mengantisipasi kemungkinan adanya kesalahan yang sering terjadi berkaitan dengan pelaksanaan pengumpulan data dari responden. Katakan kepadanya bahwa penelitian ini semata-mata untuk pengembangan ilmu. (c) Responden Upayakan pengertian membantu menolak bekerja sama atas dasar pengalaman masa lalu. Disebut juga dengan istilah pedoman wawancara (interview schedule). peneliti bisa menggunakan instrumen lain. sebagai berikut: (a) Responden sering menganggap wawancara tidak masuk akal dan bahkan sering menganggapnya sebagai dalih (subterfuge) untuk tujuan-tujuan tertentu misalnya komersial. misalnya dengan mengatakan bahwa hanya dialah orang satu-satunya yang bisa memberikan informasi tentang masalah ini. Pemecahannya adalah mengatakan bahwa dialah satu-satunya orang yang bisa memberikan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini. . atau disebut juga daftar pertanyaan (terstruktur). Katakan kepadanya bahwa jawaban apapun dari responden itu penting. Beberapa permasalahan yang mungkin dan bahkan sering terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya adalah sebagaimana disarankan oleh Bailey (1987). Namun jika hal seperti ii terjadi. (b) Responden merasa terganggu dengan adanya informasi yang dirasa menyerang dirinya atau kepentingannya. serta diyakinkan bahwa tidak akan ada nama responden di dalamnya. (g) Responden merasa takut akan ‘kebodohannya’ dalam menjawab pertanyaan ini. (d) Responden yang tergolong dirinya kelompok minoritas sehingga merasa lelah karena sering dijadikan kelinci percobaan (guinea pig). (h) Responden mengatakan tidak ada waktu untuk menjawabnya. untuk meyakinkan responden bahwa ini beda. dan tidak ada yang salah dalam menjawab. Tentu saja dengan kata-kata yang baik dan sopan. (e) Responden orang ‘penting’ dan sering merasa tahu akan apa yang akan ditelitinya. atau bahkan mencari sumber data yang lain.. berpikir baik atau jelek. atau merasa itu bukan bidang minatnya. Pemecahannya adalah menghindari pertanyaan yang sensitif. Cara pemecahannya adalah dengan metode menyanjung orang penting tadi. atau juga hipotesis penelitian yang dirumuskan. (f) Responden menjawab dengan pertimbangan normatif. Alternatif pemecahannya antara lain adalah menyampaikannya dalam pengantar bahwa penelitian yang akan dilakukan benar-benar untuk tujuan nonkomersial. Ini jarang terjadi di negeri kita.

Bisa Anda sebutkan orangnya?. Contoh. terbuka. Anda setuju. Pertanyaan dengan jawaban terbuka adalah pertanyaan yang memberikan kebebasan penuh kepada responden untuk menjawabnya. dan gabungan tertutup dan terbuka. Kuesioner tertutup dan terbuka Ada dua jenis pertanyaan dalam kuesioner.Persyaratan lain dalam membuat kuesioner (a) Relevansi kuesioner: Relevansi pertanyaan dengan tujuan studi. atau. bahkan kurang ajar. Bisa dibayangkan bahwa jika semua pertanyaan dijawab dengan setuju. apakah anda sering menyobek buku di perpustakaan selagi tidak ada pengawas yang melihatnya. oleh karena itu tolong jawab dengan sejujurnya pertanyaan-pertanyaan kami. Pertanyaan seperti ini biasanya dijawab secara langsung dengan kata ‘setuju’. kita harus mengencangkan ikat pinggang dalam menghadapi krisis ekonomi yang berkepanjangan ini. (b) Pertanyaan yang mengarahkan: Hindari bentuk pertanyaan seperti ini. (d) Pertanyaan yang menakut-nakuti: Contoh. Responden tinggal memilih alternatif jawaban yang dianggapnya sesuai. (b) Relevansi pertanyaan dengan studi: betul (c) Relevansi pertanyaan dengan responden: betul Kegagalan-kegagalan dalam membuat kuesioner: (a) Luncuran pertanyaan ganda: Jangan menanyakan satu masalah dalam satu pertanyaan. Di sini peneliti tidak memberikan satupun alternatif jawaban. relevan pertanyaan dengan responden secara perorangan. Anda pernah melakukan hubungan seks sebelum nikah?. bukan?. menurut presiden. Pertanyaan jenis ini termasuk kategori sensitif. Kami datang untuk menyelidikinya. (c) Pertanyaan sensitif: Hati-hati dengan pertanyaan sensitif seperti contoh berikut: Anda pernah melakukan onani?. Contoh. Sedangkan pertanyaan dengan jawaban tertutup adalah sebaliknya. karena andalah yang paling dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP). yaitu semua alternatif jawaban responden sudah disediakan oleh peneliti. Anda tentu mengetahui peristiwa pembunuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di daerah ini. yakni pertanyaan terbuka. dan apakah anda juga sering mencoreti buku milik perpustakaan untuk kepentingan penjelasan secara khusus?. . Di daerah ini sering terjadi perampokan dan penodongan di malam hari.

banyak sehingga (4) tidak bisa mendeteksi adanya perbedaan pendapat antara responden dengan peneliti karena responden hanya disuruh memilih alternatif jawaban yang tersedia. (b) Kuesioner dengan jawaban terbuka Keuntungannya antara lain adalah: (1) dapat digunakan manakala semua alternatif jawaban tidak diketahui oleh peneliti. Dalam mengolah data untuk model terakhir ini. Meskipun demikian. (2) jawaban-jawabannya jauh lebih mudah dikoding dan dianalisis. Atau bisa juga peneliti melihat ulang apakah jawaban responden yang terakhir . ada juga kelemahannya. sehingga hal ini dapat menghemat tenaga dan waktu. Hal ini sangat baik untuk menambah pengetahuan peneliti akan masalah yang diutarakannya. (3) sering terjadi jawaban-jawaban yang terlalu membingungkan responden untuk memilihnya. yakni: (1) sangat mudah bagi responden untuk menebak setiap jawaban. disamping disediakan alternatif jawaban oleh peneliti. (c) Kuesioner dengan jawaban tertutup dan terbuka (gabungan): Untuk menjembatani kekurangan-kekurangan seperti tadi. maka sering digunakan pertanyaan model gabungan antara keduanya. (4) jawaban-jawaban relatif lebih lengkap karena sudah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti. bisa dilakukan pengelompokan ulang atas semua jawaban responden pada alternatif terbuka tadi. juga perlu disediakan alternatif terbuka (c. atau manakala peneliti ingin melihat bagaimana dan mengapa jawaban responden serta alasan-alasannya.(a) Kuesioner dengan jawaban tertutup Salah satu keuntungannya untuk kuesioner ini adalah sebagai berikut: (1) jawaban-jawaban bersifat standar dan bisa dibandingkan dengan jawaban orang lain. terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak yakin. bahkan sering secara langsung dapat dikoding dari pertanyaan yang ada. Dalam hal ini pendapat responden dapat diketahui dengan baik oleh peneliti. dan (5) analisis dan formulasinya lebih mudah jika dibandingkan dengan model kuesioner dengan jawaban terbuka. (2) membolehkan responden untuk menjawab sedetil atau serinci mungkin atas apa yang ditanyakan peneliti. (3) responden lebih merasa yakin akan jawaban-jawabannya. semua kekurangan seperti tadi bisa diatasi. Dengan model tertutup dan tebuka. (2) responden merasa frustrasi dengan sediaan jawaban yang tidak satu pun yang sesuai dengan keinginannya. meskipun sebetulnya mereka tidak memahami masalahnya. Misalnya dalam satu pertanyaan. …………… ) untuk diisi sendiri oleh responden sesuai dengan pendapatnya secara bebas.

Tiap pertanyaan harus merupakan bagian dari hipotesis yang . (e) Jangan gunakan pasangan pertanyaan yang mengecek reliabilitas. Susunan pertanyaan Ada aturan umum dalam menyusun urutan pertanyaan yang dibuat. (3) menambah wawasan. (2) mencari informasi akademik untuk kepentingan tugas dari dosen.itu sebenarnya sudah termasuk ke dalam salah satu alternatif jawaban yang tersedia. tidak setujukan Anda terhadap aborsi?. peneliti bisa menganggapnya sebagai jawaban seperti pada alternatif yang tersedia tadi. meskipun tidak mutlak. (c) Susunlah pertanyaan dengan pola susunan yang saling berkaitan satu sama lain secara logis. Kita bisa melihat bahwa sebenarnya jawaban responden tersebut sama atau hampir sama dengan alternatif nomor (3) menambah wawasan. yaitu masalah yang ingin dipecahkan. (Responden menjawab dengan tulisan sendiri pada alternatif yang terbuka ini). yakni sebagai berikut: (a) Pertanyaan sensitif dan pertanyaan model jawaban terbuka sebaiknya ditempatkan di bagian akhir kuesioner. Contoh sebuah pertanyaan sederhana dengan alternatif jawabannya: Tujuan Anda berkunjung ke perpustakaan adalah: (1) mengerjakan tugas-tugas akademik. * Untuk mendukung pertanyaan itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dalam hal ini: • • • nyatakan siapa yang melakukan penelitian (nama & instansi) nyatakan mengapa studi harus dilaksanakan (tujuan) nyatakan bahwa tanpa partisipasi responden. ada pertanyaan. dan tidak meloncat-loncat dari tema satu ke tema yang lain. runtut. Misalnya. Dan jika ternyata jawabannya sama dengan salah satu alternatif jawaban yang tersedia namun dalam bahasa yang berbeda. (f) Gunakan pertanyaan secara singkat dan jelas. Isi dari Kuisioner Kuisioner harus memiliki center perhatian. (d) Susunlah pertanyaan sesuai dengan susunan yang logis. (4) ………… menambah pengetahuan. penelitian tersebut tidak dapat dilaksanakan b) Berikan cara mengisi kuisioner tersebut sejelas-jelasnya. setujukah Anda terhadap aborsi? Sementara itu di tempat lain. diantaranya : a) Nyatakan permohonan yang mengutamakan tentang perlunya jawaban dari responden dan pentingnya responden dalam menjawab masalah tersebut. (b) Pertanyaan-pertanyaan yang mudah sebaiknya ditempatkan pada bagian awal kuesioner. tidak bertele-tele.

usia. Misalnya. Jenis pertanyaan seperti ini dimungkinkan adanya. beberapa kalimat pengantar. Uji coba instrumen (kuesioner) Sebelum kuesioner disebarkan kepada responden. menghormat. dan jangan terlalu panjang. kata pengantar yang kasar tentu tidak akan mendapat simpati responden. Selain itu. Tujuan kuesioner adalah untuk memberikan tinjauan tentang ekspresi metafora dalam berbagai macam bahasa di dunia. Untuk itu. jika ternyata dalam uji coba ini terdapat banyak kesalahan. Dua macam responden 1. gunakan kata-kata yang sopan. Kata pengantar kuesioner Kata pengantar dalam kuesioner banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan kuesioner tersebut. Misalnya : Jenis kelamin. Sebelumnya harus dipastikan kebenaran atas responden yang diteliti berdasarkan kriteria respondennya.ingin diuji. Misalnya. dan ucapan terima kasih atas kesediaan responden untuk menjawabnya. Selain itu. bagaimana rasanya?. Selain itu. wajar. pendidikan dll informasi tentang variabel yang tidak langsung menjelaskan. Cukuplah misalnya. Kata-kata yang digunakan juga sangat mempengaruhi responden dalam menjawabnya. Dalam memperoleh keterangan yang berkisar pada masalah yang ingin dipecahkan itu. Pertanyaan kontingensi Maksudnya adalah bentuk pertanyaan yang masih ada kelanjutannya. maka secara umum isi dari kuisioner dapat berupa : a) pertanyaan tentang fakta b) pertanyaan tentang pendapat. Kuesioner adalah pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden untuk menjawab. jawaban-jawaban dari responden atas pertanyaan lanjutan ini akan sangat membantu memperdalam wawasan peneliti. namun harus berpatokan kepada kemungkinan adanya hubungan tertentu antara tema yang satu dengan tema yang lain. Jika pernah. c) pertanyaan tentang persepsi diri. Misal variabel Kualitas Pelayanan. maka peneliti bisa mengubah atau menyempurkannya. Kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan . Anda pernah mabuk?. Kuesioner yang disebut formulir. ujicobakanlah lebih dahulu kepada sejumlah kecil responden. yaitu kuesioner yang berisi pertanyaan2 untuk memperoleh data tentang variabel yang langsung bisa diidentifikasi. disarankan. ini juga bisa digunakan untuk mengetahui kemungkinan diterima atau ditolaknya hipotesis yang telah dirumuskan. tujuan. bahkan mungkin ditolak. Variabel ini tidak dapat langsung diketahui hanya dengan satu pertanyaan tetapi dapat diketahui 2. Ini gunanya untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat ukur dimaksud.

contohnya ditanyakan tentang tangibles. assurance dan empathy Semua metode mensyaratkan pencatatan yang detail.dengan beberapa pertanyaan berdasarkan indikatornya. …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… Bagaimana pendapat Anda tentang kepemimpinan supervisor Anda? ______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ __________________ Jawaban responden terhadap pertanyaan-pertanyaan terbuka akan sangat bervariasi. Proses dekomposisi ini juga memudahkan proses pengukuran dan pengumpulan data. Pertanyaan Tertutup: responden tinggal memilih jawaban di antara pilihan yang sudah disediakan . teliti dan jelas Untuk mencapai kelengkapan. Pengelompokkan jawaban-jawaban serupa akan menjadi suatu pekerjaan yang tidak mudah 2. 3. reability. 2. pencatatan data harus dilengkapi dengan: • Nama pengumpul data • Tanggal dan waktu pengumpulan data • Lokasi pengumpulan data • Keterangan-keterangan tambahan data/istilah/responden Responden: orang yang menjadi sumber data Semua butir (item) yang ditanyakan dalam semua metode pengumpulan data haruslah sejalan dengan rumusan masalah dan/atau hipotesis penelitian. responsiveness. Karenanya diperlukan proses Dekomposisi variabel penelitian menjadi sub-variabel. Pertanyaan Terbuka: pertanyaan yang memungkinkan responden memberikan jawaban sesuai dengan cara atau pendapatnya Misal: Sebutkan lima sifat pemimpin yang Anda sukai: 1. ketelitian dan kejelasan data. lengkap. 4. dimensi dan butir penelitian merupakan pekerjaan yang harus dilakukan dengan hati-hati. 5. Proses dekomposisi ini dikenal sebagai proses operasionalisasi variabel penelitian Jenis Pertanyaan dalam Kuesioner 1.

Pengusaha e. Misal: Pekerjaan Anda: 1.Misal: Atasan Anda mendelegasikan tugas dengan jelas: 1. Sangat Setuju Sekali 2. Setuju 3. Pernyataan Positif b. Sangat Setuju • Pernyataan Negatif (Contoh LSR) Kasir tidak sopan: 1. Setuju 3. Lainnya (Sebutkan): ___________________________ Pertanyaan-pertanyaan tertutup dapat dengan mudah dikodekan dan diolah untuk tahap penelitian selanjutnya Bentuk Pertanyaan: a. Professional: a. TNI 3. Sangat Setuju 2. Pegawai Negeri Sipil 2. Sangat Setuju 3. Tidak Setuju Pengkodean atau pembobotan nilai jawaban: . Pernyataan Negatif Pertanyaan dalam kuesioner ditulis dalam bentuk PERNYATAAN bukan pertanyaan Pernyataan Positif : pernyataan yang jawabannya SESUAI dengan harapan peneliti Pernyataan Negatif : pernyataan yang jawabannya TIDAK SESUAI dengan harapan peneliti Misal: Jika ingin diketahui kinerja kasir sebuah toko swalayan • Pernyataan Positif (Contoh LSR) Kasir di toko swalayan ini ramah: 1. Pengacara d. Setuju 4. Tidak Setuju 5. Sangat Tidak Setuju Kadangkala pertanyaan disajikan secara terbuka sekaligus tertutup. Dokter b. Guru c. Tidak Setuju 2.

Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang. Sangat setuju Selain pilihan dengan lima skala seperti contoh di atas. Tidak setuju 3. misalnya dari 30 pernyataan dirancang terdiri dari 15 pernyataan positif dan 15 pernyataan negatif. Sangat tidak setuju 2. Setuju 5. dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. Semantic Differential (SD) Skala Likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner. tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis. tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist. dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis. kadang digunakan juga skala dengan tujuh atau sembilan tingkat. Nama skala ini diambil dari nama Rensis Likert. responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. Empat skala pilihan juga kadang digunakan untuk kuesioner skala Likert yang memaksa orang memilih salah satu kutub karena pilihan "netral" tak tersedia. Likert’s Summated Rating (LSR) b. Netral 4. atau sebaliknya.Pada pernyataan Positif: nilai paling positif diberi bobot paling besar (karena paling positif berarti paling sesuai harapan) Pada pernyataan Negatif: nilai paling negatif diberi bobot paling besar (karena paling negatif berarti paling sesuai harapan) Idealnya dalam suatu kuesioner penelitian. responden benar-benar membaca pernyataan-pernyataan dengan teliti dan menjawab dengan benar Teknik Pengukuran (Teknik Penskalaan) Dua teknik pengukuran dengan kuesioner yang paling populer adalah: a. yang menerbitkan suatu laporan yang menjelaskan penggunaannya . Berikut contoh . Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. Biasanya disediakan lima pilihan skala dengan format seperti: 1. Suatu studi empiris menemukan bahwa beberapa karakteristik statistik hasil kuesioner dengan berbagai jumlah pilihan tersebut ternyata sangat mirip. Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap. Dengan meletakkan pernyataan positif dan negatif bergantian. Pernyataan positif dan negatif harus diletakkan secara bergantian. komposisi bentuk pernyataan positif dan negatif berimbang. Sewaktu menanggapi pertanyaan dalam skala Likert. Skala Likert merupakan metode skala bipolar yang mengukur baik tanggapan positif ataupun negatif terhadap suatu pernyataan.

Nilai Pelanggan Dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Toko Online Di Surabaya” Saya Yuliana R adalah mahasiswi Fakultas Bisnis Manajemen Universitas Widya Mandala Surabaya. Jenis Kelamin: * • • Pria Wanita Usia: * • • • 18-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun . saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner ini. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Responden yang member penilaian angka 7. sedangkan responden yang memberikan penilaian angka 1 persepsi kepemimpinan kepala sekolah adalah sangat negative. * WajibTop of Form Data Responden Tandai jawaban yang Anda pilih. berarti persepsi terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah adalah sangat positif.penggunaan skala semantic differential mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Tujuan penyebaran kuesioner ini dalam rangka menyelesaikan tugas skripsi. Berikut ini Tertutup : contoh bentuk dari Kuisioner untuk Pertanyaan “Pengaruh Kualitas Layanan. Sebelumnya.

* 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju . Petunjuk: 1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Netral 4 = Setuju 5 = Sangat Setuju Variabel Kualitas Layanan Toko online tempat saya berbelanja memiliki desain website yang baik sehingga memudahkan saya.2 juta 2 .• 46-60 tahun Pekerjaan: * • • • • Wiraswasta Pelajar / Mahasiswa Pegawai Negeri / Swasta Yang lain: Pengeluaran Per Bulan: * dalam rupiah • • • • < 1 juta 1 .5 juta > 5 juta Berapa kali anda pernah melakukan pembelian secara online? * Apabila jawaban anda lebih dari 3 kali silahkan melakukan pengisian kuesioner • • < 3 kali > 3 kaliBottom of Form Top of Form Daftar Pernyataan Tandai jawaban anda dari setiap pernyataan yang Anda anggap paling sesuai.

* 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Saya mendapatkan sesuai dengan apa yang saya bayarkan kepada toko online tersebut. * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Daftar Pernyataan .Toko online tempat saya berbelanja memiliki keandalan yang baik dalam melayani pelanggan. * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Toko online tempat saya berbelanja memiliki tingkat keamanan yang tinggi sehingga saya merasa aman dalam berbelanja. * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Produk yang saya beli dari toko online tersebut bermanfaat bagi saya. * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Saya mengeluarkan biaya yang wajar untuk mendapatkan barang yang dibeli di toko online tersebut. * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Variabel Nilai Pelanggan Produk yang saya beli dari toko online tersebut berharga bagi saya. * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Toko online tempat saya berbelanja memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada pelanggannya.

* 1 Sangat Tidak Setuju 2 3 4 5 Sangat Setuju Variabel Loyalitas Pelanggan Saya akan melakukan pembelian kembali di toko online tersebut.Tandai jawaban anda dari setiap pernyataan yang Anda anggap paling sesuai. Petunjuk: 1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Netral 4 = Setuju 5 = Sangat Setuju Variabel Kepuasan Pelanggan Saya merasa puas dengan pembelian yang saya lakukan di toko online tersebut. saya meyakini itu adalah keputusan yang bijaksana. * 1 Sangat Tidak Setuju 2 3 4 5 Sangat Setuju Saya akan mendapatkan kepuasan yang sama apabila saya melakukan pembelian kembali di toko online tersebut. * 1 Sangat Tidak Setuju 2 3 4 5 Sangat Setuju Saya akan merekomendasikan toko online tersebut kepada orang lain. * 1 2 3 4 5 . * 1 Sangat Tidak Setuju 2 3 4 5 Sangat Setuju Setelah melakukan pembelian di toko online tersebut.

Bogor . Metodologi Penelitian.Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Selesai Terima kasih atas partisipasinya. 2005. Bottom of Form Referensi : Nazir. Moh.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->