CARA MENYUSUN KUESIONER YANG BAIK

Disusun oleh: Kelas B Kelompok 3
1. 2. 3. 4. 5.

Alfa Fachtur Rosi 111041000587 Gandu Yulio P 111041000 Khaerun Nas 111041000647 Khoerotul Imron 111041000 Robert Aditya W 111041000

Program Diploma 1 Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Balai Diklat Keuangan Makassar Tahun 2012

CARA PENYUSUNAN KUESIONER YANG BAIK

sebagai berikut: (a) Responden sering menganggap wawancara tidak masuk akal dan bahkan sering menganggapnya sebagai dalih (subterfuge) untuk tujuan-tujuan tertentu misalnya komersial. Cara pemecahannya adalah dengan metode menyanjung orang penting tadi. dan bukan untuk kepentingan lain. (b) Responden merasa terganggu dengan adanya informasi yang dirasa menyerang dirinya atau kepentingannya. Katakan kepadanya bahwa penelitian ini semata-mata untuk pengembangan ilmu. Beberapa permasalahan yang mungkin dan bahkan sering terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya adalah sebagaimana disarankan oleh Bailey (1987). (g) Responden merasa takut akan ‘kebodohannya’ dalam menjawab pertanyaan ini. . Pemecahannya adalah mengatakan bahwa dialah satu-satunya orang yang bisa memberikan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini. (h) Responden mengatakan tidak ada waktu untuk menjawabnya. misalnya dengan mengatakan bahwa hanya dialah orang satu-satunya yang bisa memberikan informasi tentang masalah ini. dan tidak ada yang salah dalam menjawab. Selain itu nama responden juta tidak perlu dicantumkan. (d) Responden yang tergolong dirinya kelompok minoritas sehingga merasa lelah karena sering dijadikan kelinci percobaan (guinea pig). Disebut juga dengan istilah pedoman wawancara (interview schedule). Sebelum mebuat kuesioner. (e) Responden orang ‘penting’ dan sering merasa tahu akan apa yang akan ditelitinya. Pemecahannya adalah menghindari pertanyaan yang sensitif. atau bahkan mencari sumber data yang lain. (c) Responden Upayakan pengertian membantu menolak bekerja sama atas dasar pengalaman masa lalu. beri bahwa responden dalam hal ini turut berjasa dalam penelitian ini. Ini jarang terjadi di negeri kita. berpikir baik atau jelek. (f) Responden menjawab dengan pertimbangan normatif. Namun jika hal seperti ii terjadi. ada baiknya peneliti mengantisipasi kemungkinan adanya kesalahan yang sering terjadi berkaitan dengan pelaksanaan pengumpulan data dari responden. atau juga hipotesis penelitian yang dirumuskan..Salah satu instrumen pengumpul data dalam penelitian adalah kuesioner. atau merasa itu bukan bidang minatnya. Kuesioner ini biasanya berkaitan erat dengan masalah penelitian. Katakan kepadanya bahwa jawaban apapun dari responden itu penting. untuk meyakinkan responden bahwa ini beda. misalnya takut dirilis di media massa. peneliti bisa menggunakan instrumen lain. serta diyakinkan bahwa tidak akan ada nama responden di dalamnya. Alternatif pemecahannya antara lain adalah menyampaikannya dalam pengantar bahwa penelitian yang akan dilakukan benar-benar untuk tujuan nonkomersial. atau disebut juga daftar pertanyaan (terstruktur). Tentu saja dengan kata-kata yang baik dan sopan. namun kita akan menggunakan istilah generiknya yaitu kuesioner.

Contoh. Anda setuju. Anda pernah melakukan hubungan seks sebelum nikah?. kita harus mengencangkan ikat pinggang dalam menghadapi krisis ekonomi yang berkepanjangan ini. (b) Relevansi pertanyaan dengan studi: betul (c) Relevansi pertanyaan dengan responden: betul Kegagalan-kegagalan dalam membuat kuesioner: (a) Luncuran pertanyaan ganda: Jangan menanyakan satu masalah dalam satu pertanyaan. terbuka. dan gabungan tertutup dan terbuka. bukan?. (c) Pertanyaan sensitif: Hati-hati dengan pertanyaan sensitif seperti contoh berikut: Anda pernah melakukan onani?. yaitu semua alternatif jawaban responden sudah disediakan oleh peneliti. Contoh. bahkan kurang ajar. Di sini peneliti tidak memberikan satupun alternatif jawaban. yakni pertanyaan terbuka. karena andalah yang paling dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP). Kami datang untuk menyelidikinya. Responden tinggal memilih alternatif jawaban yang dianggapnya sesuai. menurut presiden. Sedangkan pertanyaan dengan jawaban tertutup adalah sebaliknya.Persyaratan lain dalam membuat kuesioner (a) Relevansi kuesioner: Relevansi pertanyaan dengan tujuan studi. relevan pertanyaan dengan responden secara perorangan. Bisa Anda sebutkan orangnya?. (b) Pertanyaan yang mengarahkan: Hindari bentuk pertanyaan seperti ini. Pertanyaan dengan jawaban terbuka adalah pertanyaan yang memberikan kebebasan penuh kepada responden untuk menjawabnya. (d) Pertanyaan yang menakut-nakuti: Contoh. Bisa dibayangkan bahwa jika semua pertanyaan dijawab dengan setuju. Anda tentu mengetahui peristiwa pembunuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di daerah ini. Di daerah ini sering terjadi perampokan dan penodongan di malam hari. oleh karena itu tolong jawab dengan sejujurnya pertanyaan-pertanyaan kami. apakah anda sering menyobek buku di perpustakaan selagi tidak ada pengawas yang melihatnya. . Pertanyaan seperti ini biasanya dijawab secara langsung dengan kata ‘setuju’. atau. dan apakah anda juga sering mencoreti buku milik perpustakaan untuk kepentingan penjelasan secara khusus?. Pertanyaan jenis ini termasuk kategori sensitif. Kuesioner tertutup dan terbuka Ada dua jenis pertanyaan dalam kuesioner.

maka sering digunakan pertanyaan model gabungan antara keduanya. Dengan model tertutup dan tebuka. Atau bisa juga peneliti melihat ulang apakah jawaban responden yang terakhir .(a) Kuesioner dengan jawaban tertutup Salah satu keuntungannya untuk kuesioner ini adalah sebagai berikut: (1) jawaban-jawaban bersifat standar dan bisa dibandingkan dengan jawaban orang lain. (b) Kuesioner dengan jawaban terbuka Keuntungannya antara lain adalah: (1) dapat digunakan manakala semua alternatif jawaban tidak diketahui oleh peneliti. (2) membolehkan responden untuk menjawab sedetil atau serinci mungkin atas apa yang ditanyakan peneliti. …………… ) untuk diisi sendiri oleh responden sesuai dengan pendapatnya secara bebas. meskipun sebetulnya mereka tidak memahami masalahnya. Hal ini sangat baik untuk menambah pengetahuan peneliti akan masalah yang diutarakannya. sehingga hal ini dapat menghemat tenaga dan waktu. atau manakala peneliti ingin melihat bagaimana dan mengapa jawaban responden serta alasan-alasannya. disamping disediakan alternatif jawaban oleh peneliti. (3) responden lebih merasa yakin akan jawaban-jawabannya. (c) Kuesioner dengan jawaban tertutup dan terbuka (gabungan): Untuk menjembatani kekurangan-kekurangan seperti tadi. ada juga kelemahannya. banyak sehingga (4) tidak bisa mendeteksi adanya perbedaan pendapat antara responden dengan peneliti karena responden hanya disuruh memilih alternatif jawaban yang tersedia. bisa dilakukan pengelompokan ulang atas semua jawaban responden pada alternatif terbuka tadi. terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak yakin. Misalnya dalam satu pertanyaan. (2) responden merasa frustrasi dengan sediaan jawaban yang tidak satu pun yang sesuai dengan keinginannya. yakni: (1) sangat mudah bagi responden untuk menebak setiap jawaban. juga perlu disediakan alternatif terbuka (c. semua kekurangan seperti tadi bisa diatasi. dan (5) analisis dan formulasinya lebih mudah jika dibandingkan dengan model kuesioner dengan jawaban terbuka. (2) jawaban-jawabannya jauh lebih mudah dikoding dan dianalisis. Dalam hal ini pendapat responden dapat diketahui dengan baik oleh peneliti. Dalam mengolah data untuk model terakhir ini. Meskipun demikian. bahkan sering secara langsung dapat dikoding dari pertanyaan yang ada. (4) jawaban-jawaban relatif lebih lengkap karena sudah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti. (3) sering terjadi jawaban-jawaban yang terlalu membingungkan responden untuk memilihnya.

Tiap pertanyaan harus merupakan bagian dari hipotesis yang . (2) mencari informasi akademik untuk kepentingan tugas dari dosen. yakni sebagai berikut: (a) Pertanyaan sensitif dan pertanyaan model jawaban terbuka sebaiknya ditempatkan di bagian akhir kuesioner. (f) Gunakan pertanyaan secara singkat dan jelas. tidak bertele-tele. dan tidak meloncat-loncat dari tema satu ke tema yang lain. (4) ………… menambah pengetahuan. Isi dari Kuisioner Kuisioner harus memiliki center perhatian. Kita bisa melihat bahwa sebenarnya jawaban responden tersebut sama atau hampir sama dengan alternatif nomor (3) menambah wawasan. penelitian tersebut tidak dapat dilaksanakan b) Berikan cara mengisi kuisioner tersebut sejelas-jelasnya. (d) Susunlah pertanyaan sesuai dengan susunan yang logis. yaitu masalah yang ingin dipecahkan. Dan jika ternyata jawabannya sama dengan salah satu alternatif jawaban yang tersedia namun dalam bahasa yang berbeda. Dalam hal ini: • • • nyatakan siapa yang melakukan penelitian (nama & instansi) nyatakan mengapa studi harus dilaksanakan (tujuan) nyatakan bahwa tanpa partisipasi responden. (e) Jangan gunakan pasangan pertanyaan yang mengecek reliabilitas. (Responden menjawab dengan tulisan sendiri pada alternatif yang terbuka ini). ada pertanyaan. * Untuk mendukung pertanyaan itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. peneliti bisa menganggapnya sebagai jawaban seperti pada alternatif yang tersedia tadi. meskipun tidak mutlak. Contoh sebuah pertanyaan sederhana dengan alternatif jawabannya: Tujuan Anda berkunjung ke perpustakaan adalah: (1) mengerjakan tugas-tugas akademik. Misalnya. tidak setujukan Anda terhadap aborsi?. setujukah Anda terhadap aborsi? Sementara itu di tempat lain. diantaranya : a) Nyatakan permohonan yang mengutamakan tentang perlunya jawaban dari responden dan pentingnya responden dalam menjawab masalah tersebut. Susunan pertanyaan Ada aturan umum dalam menyusun urutan pertanyaan yang dibuat. (c) Susunlah pertanyaan dengan pola susunan yang saling berkaitan satu sama lain secara logis. (3) menambah wawasan. (b) Pertanyaan-pertanyaan yang mudah sebaiknya ditempatkan pada bagian awal kuesioner.itu sebenarnya sudah termasuk ke dalam salah satu alternatif jawaban yang tersedia. runtut.

Selain itu. wajar. Untuk itu. disarankan.ingin diuji. Jika pernah. dan ucapan terima kasih atas kesediaan responden untuk menjawabnya. Kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan . Selain itu. ini juga bisa digunakan untuk mengetahui kemungkinan diterima atau ditolaknya hipotesis yang telah dirumuskan. kata pengantar yang kasar tentu tidak akan mendapat simpati responden. Misal variabel Kualitas Pelayanan. Pertanyaan kontingensi Maksudnya adalah bentuk pertanyaan yang masih ada kelanjutannya. Dalam memperoleh keterangan yang berkisar pada masalah yang ingin dipecahkan itu. usia. Misalnya : Jenis kelamin. Cukuplah misalnya. Uji coba instrumen (kuesioner) Sebelum kuesioner disebarkan kepada responden. bahkan mungkin ditolak. pendidikan dll informasi tentang variabel yang tidak langsung menjelaskan. Selain itu. c) pertanyaan tentang persepsi diri. beberapa kalimat pengantar. Dua macam responden 1. Kuesioner yang disebut formulir. dan jangan terlalu panjang. Tujuan kuesioner adalah untuk memberikan tinjauan tentang ekspresi metafora dalam berbagai macam bahasa di dunia. ujicobakanlah lebih dahulu kepada sejumlah kecil responden. namun harus berpatokan kepada kemungkinan adanya hubungan tertentu antara tema yang satu dengan tema yang lain. Sebelumnya harus dipastikan kebenaran atas responden yang diteliti berdasarkan kriteria respondennya. Kuesioner adalah pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden untuk menjawab. menghormat. bagaimana rasanya?. Ini gunanya untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat ukur dimaksud. Kata pengantar kuesioner Kata pengantar dalam kuesioner banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan kuesioner tersebut. maka secara umum isi dari kuisioner dapat berupa : a) pertanyaan tentang fakta b) pertanyaan tentang pendapat. Variabel ini tidak dapat langsung diketahui hanya dengan satu pertanyaan tetapi dapat diketahui 2. Misalnya. gunakan kata-kata yang sopan. tujuan. jika ternyata dalam uji coba ini terdapat banyak kesalahan. Anda pernah mabuk?. Misalnya. Kata-kata yang digunakan juga sangat mempengaruhi responden dalam menjawabnya. jawaban-jawaban dari responden atas pertanyaan lanjutan ini akan sangat membantu memperdalam wawasan peneliti. maka peneliti bisa mengubah atau menyempurkannya. Jenis pertanyaan seperti ini dimungkinkan adanya. yaitu kuesioner yang berisi pertanyaan2 untuk memperoleh data tentang variabel yang langsung bisa diidentifikasi.

5. 4.dengan beberapa pertanyaan berdasarkan indikatornya. 3. contohnya ditanyakan tentang tangibles. pencatatan data harus dilengkapi dengan: • Nama pengumpul data • Tanggal dan waktu pengumpulan data • Lokasi pengumpulan data • Keterangan-keterangan tambahan data/istilah/responden Responden: orang yang menjadi sumber data Semua butir (item) yang ditanyakan dalam semua metode pengumpulan data haruslah sejalan dengan rumusan masalah dan/atau hipotesis penelitian. reability. Pertanyaan Tertutup: responden tinggal memilih jawaban di antara pilihan yang sudah disediakan . 2. Proses dekomposisi ini juga memudahkan proses pengukuran dan pengumpulan data. Pengelompokkan jawaban-jawaban serupa akan menjadi suatu pekerjaan yang tidak mudah 2. ketelitian dan kejelasan data. Pertanyaan Terbuka: pertanyaan yang memungkinkan responden memberikan jawaban sesuai dengan cara atau pendapatnya Misal: Sebutkan lima sifat pemimpin yang Anda sukai: 1. dimensi dan butir penelitian merupakan pekerjaan yang harus dilakukan dengan hati-hati. assurance dan empathy Semua metode mensyaratkan pencatatan yang detail. Proses dekomposisi ini dikenal sebagai proses operasionalisasi variabel penelitian Jenis Pertanyaan dalam Kuesioner 1. lengkap. …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… Bagaimana pendapat Anda tentang kepemimpinan supervisor Anda? ______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ __________________ Jawaban responden terhadap pertanyaan-pertanyaan terbuka akan sangat bervariasi. teliti dan jelas Untuk mencapai kelengkapan. responsiveness. Karenanya diperlukan proses Dekomposisi variabel penelitian menjadi sub-variabel.

Sangat Setuju • Pernyataan Negatif (Contoh LSR) Kasir tidak sopan: 1. Setuju 3. Dokter b. Professional: a. Sangat Setuju 2. Pernyataan Positif b. Pegawai Negeri Sipil 2.Misal: Atasan Anda mendelegasikan tugas dengan jelas: 1. Pernyataan Negatif Pertanyaan dalam kuesioner ditulis dalam bentuk PERNYATAAN bukan pertanyaan Pernyataan Positif : pernyataan yang jawabannya SESUAI dengan harapan peneliti Pernyataan Negatif : pernyataan yang jawabannya TIDAK SESUAI dengan harapan peneliti Misal: Jika ingin diketahui kinerja kasir sebuah toko swalayan • Pernyataan Positif (Contoh LSR) Kasir di toko swalayan ini ramah: 1. Tidak Setuju 5. Pengusaha e. Tidak Setuju 2. Sangat Tidak Setuju Kadangkala pertanyaan disajikan secara terbuka sekaligus tertutup. Sangat Setuju 3. TNI 3. Setuju 4. Setuju 3. Lainnya (Sebutkan): ___________________________ Pertanyaan-pertanyaan tertutup dapat dengan mudah dikodekan dan diolah untuk tahap penelitian selanjutnya Bentuk Pertanyaan: a. Sangat Setuju Sekali 2. Tidak Setuju Pengkodean atau pembobotan nilai jawaban: . Pengacara d. Guru c. Misal: Pekerjaan Anda: 1.

dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis. Berikut contoh . misalnya dari 30 pernyataan dirancang terdiri dari 15 pernyataan positif dan 15 pernyataan negatif. Dengan meletakkan pernyataan positif dan negatif bergantian. kadang digunakan juga skala dengan tujuh atau sembilan tingkat. Empat skala pilihan juga kadang digunakan untuk kuesioner skala Likert yang memaksa orang memilih salah satu kutub karena pilihan "netral" tak tersedia. Biasanya disediakan lima pilihan skala dengan format seperti: 1. Semantic Differential (SD) Skala Likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner. Sangat setuju Selain pilihan dengan lima skala seperti contoh di atas. Sangat tidak setuju 2. komposisi bentuk pernyataan positif dan negatif berimbang. yang menerbitkan suatu laporan yang menjelaskan penggunaannya . Skala Likert merupakan metode skala bipolar yang mengukur baik tanggapan positif ataupun negatif terhadap suatu pernyataan. Nama skala ini diambil dari nama Rensis Likert. tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis. Sewaktu menanggapi pertanyaan dalam skala Likert. Tidak setuju 3. Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. atau sebaliknya. Likert’s Summated Rating (LSR) b.Pada pernyataan Positif: nilai paling positif diberi bobot paling besar (karena paling positif berarti paling sesuai harapan) Pada pernyataan Negatif: nilai paling negatif diberi bobot paling besar (karena paling negatif berarti paling sesuai harapan) Idealnya dalam suatu kuesioner penelitian. tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist. Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang. responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. Pernyataan positif dan negatif harus diletakkan secara bergantian. Suatu studi empiris menemukan bahwa beberapa karakteristik statistik hasil kuesioner dengan berbagai jumlah pilihan tersebut ternyata sangat mirip. Netral 4. Setuju 5. responden benar-benar membaca pernyataan-pernyataan dengan teliti dan menjawab dengan benar Teknik Pengukuran (Teknik Penskalaan) Dua teknik pengukuran dengan kuesioner yang paling populer adalah: a.

berarti persepsi terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah adalah sangat positif. Sebelumnya. sedangkan responden yang memberikan penilaian angka 1 persepsi kepemimpinan kepala sekolah adalah sangat negative. * WajibTop of Form Data Responden Tandai jawaban yang Anda pilih. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Responden yang member penilaian angka 7. saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner ini. Tujuan penyebaran kuesioner ini dalam rangka menyelesaikan tugas skripsi. Jenis Kelamin: * • • Pria Wanita Usia: * • • • 18-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun . Berikut ini Tertutup : contoh bentuk dari Kuisioner untuk Pertanyaan “Pengaruh Kualitas Layanan.penggunaan skala semantic differential mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Nilai Pelanggan Dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Toko Online Di Surabaya” Saya Yuliana R adalah mahasiswi Fakultas Bisnis Manajemen Universitas Widya Mandala Surabaya.

* 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju .• 46-60 tahun Pekerjaan: * • • • • Wiraswasta Pelajar / Mahasiswa Pegawai Negeri / Swasta Yang lain: Pengeluaran Per Bulan: * dalam rupiah • • • • < 1 juta 1 . Petunjuk: 1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Netral 4 = Setuju 5 = Sangat Setuju Variabel Kualitas Layanan Toko online tempat saya berbelanja memiliki desain website yang baik sehingga memudahkan saya.2 juta 2 .5 juta > 5 juta Berapa kali anda pernah melakukan pembelian secara online? * Apabila jawaban anda lebih dari 3 kali silahkan melakukan pengisian kuesioner • • < 3 kali > 3 kaliBottom of Form Top of Form Daftar Pernyataan Tandai jawaban anda dari setiap pernyataan yang Anda anggap paling sesuai.

* 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Produk yang saya beli dari toko online tersebut bermanfaat bagi saya. * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Saya mengeluarkan biaya yang wajar untuk mendapatkan barang yang dibeli di toko online tersebut. * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Daftar Pernyataan . * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Saya mendapatkan sesuai dengan apa yang saya bayarkan kepada toko online tersebut. * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Toko online tempat saya berbelanja memiliki tingkat keamanan yang tinggi sehingga saya merasa aman dalam berbelanja.Toko online tempat saya berbelanja memiliki keandalan yang baik dalam melayani pelanggan. * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Toko online tempat saya berbelanja memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada pelanggannya. * 1 2 3 4 5 Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Variabel Nilai Pelanggan Produk yang saya beli dari toko online tersebut berharga bagi saya.

saya meyakini itu adalah keputusan yang bijaksana. * 1 Sangat Tidak Setuju 2 3 4 5 Sangat Setuju Variabel Loyalitas Pelanggan Saya akan melakukan pembelian kembali di toko online tersebut.Tandai jawaban anda dari setiap pernyataan yang Anda anggap paling sesuai. * 1 Sangat Tidak Setuju 2 3 4 5 Sangat Setuju Saya akan mendapatkan kepuasan yang sama apabila saya melakukan pembelian kembali di toko online tersebut. * 1 Sangat Tidak Setuju 2 3 4 5 Sangat Setuju Saya akan merekomendasikan toko online tersebut kepada orang lain. * 1 2 3 4 5 . * 1 Sangat Tidak Setuju 2 3 4 5 Sangat Setuju Setelah melakukan pembelian di toko online tersebut. Petunjuk: 1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Netral 4 = Setuju 5 = Sangat Setuju Variabel Kepuasan Pelanggan Saya merasa puas dengan pembelian yang saya lakukan di toko online tersebut.

Bogor .Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju Selesai Terima kasih atas partisipasinya. Bottom of Form Referensi : Nazir. 2005. Moh. Metodologi Penelitian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times