PENDAHULUAN

A. Menengok Orang Sakit Menjenguk Orang Sakit hukumnya adalah sunah. Salah satu tujuan menjenguk orang sakit itu adalah untuk menghibur yang bersangkuta. Karena kegembiraan dapat menghilangkan kesedihan dan meringankan perasaan sakit yang dideritanya. Ketentuan menjenguk orang sakit ini berdasarkan hadist Nabi SAW yang berbunyi : . { }

Artinya : Abu hurairah berkata : ³hak orang islam atas orang lainnya ada lima, yaitu menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah,mengabulkan undangan, mendoakan orang yang bersin,´ { HR. Bukhari dan Muslim } B. Menghadapi Orang Yang Mutadhar Apabila seseorang berada disamping orang sakit yang akan meninggal dunia, hendaklah ia melakukan hal-hal berikut: 1. Menyebutkan kebaikan-kebaikan Allah terhadap hambanya 2. Membaca surat yasin,mendoakan dan memintakan ampun atas dosa-dosanya 3. Hadapkan orang tersebut kearah kiblat,miringkan kekanan dan mukanya menghadap kiblat 4. Mentalkin dengan kalimat tauhid yang diucapkan dengan lembut dan jelas dan tidak terlalu sering atau tepat agar tidak membingungkan Rasulallah bersabda:

{

}

Artinya: dari Abi said Al Khudri R.A yang mengatakan bahwa rasulallah telah bersabda: ajarkanlah Lailahaillallah kepada orang yang akan mati.(HR Muslim,Abu daud dan Turmudzi)

1

1. Memejamkan matanya bila masih terbuka Mengikat dagu kepalanya dengan kain agar mulutnya tidak menganga Meletakkan sesuatu diatas perutnya agar tidak mengembung Meninggikan tempat jenazah dan mengarahkan kekiblat Menanggalkan pakaianya yang berjahit dan menutupi seluruh badannya Meletakkan kedua tanganya diantara pusar dan dada seperti sedang sholat.najis. 4. 3. 2. Syarat wajibnya Mandi a. 8. Mayat itu bukan mati syahid Sarana yang diperlukan a) Ranjang dan balai-balai b) Kain kafan c) Air d) Ember e) Sabun f) Gayung 3. 6. 2.dan hadas agar ketika menghadap Allah ia dalam keadaan bersih dan suci. Membayar wasiat dan hutangnya jika dia berhutang(bagi yang mampu) Menetapkan ahli waris yang akan menanggung hutang-hutangnya D. Cara memandikan jenazah a) tutup badannya dengan kain dari dada sampai lutut b) mandikan pada yang tertutup c) pakailah sarung tangan dan bersih dari segala kotoran d) tekan perutnya perlahan-lahan untuk mengeluarkan kotorfan yang tersisa e) tinggikan kepalanya agar air tidak mengalir kebagian kepala 2 . Yang perlu dilakukan setelah meninggal 1. 7.Jenazah yang tidak dapat dimandikan karena sesuatu sebab harus ditayamumkan. 5.C. Islam b. Memandikan jenazah Memandikan jenazah ialah membersihkan dari kotoran. Didapati tubuhnya walaupun sedikit c. Kewajiban yang berhubungan dengan jenazah. Untuk memandikan jenazah digunakan air dingin kecuali ada hal-hal yang menmaksa untuk menggunakan air panas.

Jika yang meninggal anak laki-laki belum baligh boleh perempuan yang memandikannya.istri atau muhrimnya maka maka jenazah ditayamumkan saja. begitu sebaliknya.f) bersihkan mulut. Begitu pula sebaliknya aoabila yang meninggal seorang laki-laki dan ditempat itu tidak ada laki-laki. berpindah hak kepada yang lebih jauh yang berpengetahuan serta dapat di percaya.dua lutut dan kedua kaki. suami atau muhrimnya. Kecuali istri dan muhrimnya. maka suami lebih berhak memandikan istrinya. membalikan dan sebagainya j) membasahi seluruh tubuhnya minimal satu kali dan sunnah mengulanginya beberapa kali dalam bilangan ganjil k) jika keluar najis setelah jenazah di mandikan dan mengenai badannya.najis tersebut harus di buang dan jenazah harus di mandikan kembali lima atau tujuh kali. kemudian wudhukan seperti akan sholat g) siramkan air keseluruh tubuh sebelah kanan atau kiri sampai kebagian belakang dan keperut hingga ujung kaki h) mandikan jenazah dengan air sabun. maka jenazah ditayamumkan saja. hidung dan dua telapak tangan. Jika ada beberapa orang yang berhak memendikannya. Kalau tidak. Dan pada air yang terakhir diberi wangiwangian i) perlakukan jenazah dengan lembut ketika menggosok anggota tubuh. gigi dan hidungnya. 3 . Yang berhak memandikan jenazah Jika jenazahnya laki-laki maka hendaknya yang memandikanya laki-laki pula. l) Keringkan seluruh tubuh jenazah dengan kain atau handuk agar tidak membasahi kain kafannya m) Sebelunm dikafani berilah wangi-wangian dikepala dan janggutnya bagi mayat laki-laki. yaitu kening. Kalau keluar najis setelah diletakan diatas kain maka najisnya saja yang dibersihkan. Apabila yang meninggal perempuan dan ditempat tidak ada perempuan. begitu pula istri lebih berhak memandikan suaminya. Jika suami dan muhrimnya sama-sama ada. E. yang paling berhak adalah keluarga yang terdekat. Begtu begtu juga sebaliknya. Juga pada anggota tubuh yang dipakai sujud.dan dengan bahan yang tidak mengandung alcohol. Juga telinga dan dibawah ketiak diberi wangiwangian seperti kapur barus.

maka bagian kepala dan kaki yang terbuka boleh ditutup dengan bukan kain seperti kertas atau semacamnya. dibawah kain kafan. Cara mengkafani jenazah perempuan 1) Susunlah kain kafan yang sudah dipotong untuk masing-masing bagian dengan tertib. 5) Jika kain kafan tidak cukup menutupi seluruh tubuh. hendaknya diambil dari baitulmal. Lembar ke empat untuk pinggang hinga kaki e. 3) Selimutkan kain kafan sebelah kanan yang paling atas. Apabila mereka tida mampu. Kain kafan sekurang. Untuk laki-laki sebaiknya tiga lapis kain putih. dan tiap-tiaptiap lapis menutupi seluruh badan.F. Lembar kedua untuk kerudung kepala c. Uang pembeli kafan itu diambil dari hata jenazah sendiri.lembar yang paling bawah adalah lebih lebar. Cara mengafani jenajah laki-laki 1) Bentangkan kain kafan sehela demi sehelai.masing-masing lembaran di taburi wangi-wangian. dan letakan diatas kain kafan. Kain kafan untuk jenazah perempuan terdiri dari lima lemba kain putih. a. maka dari orang muslimnya mampu. Kain kafan sekurana-kurangnya satu lapis kain yang menutupi badan jenazah. tiga atu lima ikatan. Lembar pertama yang paling bawah untuk menutupi seluruh tubuh b.kurangnya satu lapis kain yang menutupi badan jenajah. Jika tak ada baitulmah. Lembar ketiga untuk baju kurung d. jika tida maka diambil dari dari harta harta orang yang wajib memberinya belaja ketika dia masih hidup atau dari ahli warisnya. Demikian pula belanja yang laim-lainnya bersangkutan dengan keperluan jenajah. memanjang lalu ditaburi wangi-wangian. 2) Angkatlah jenajah dalam keadaan tertutup dengan kain. 4 . Mengkafani jenazah Hukumnya adalah wajip kifayah. 4) Ikatlah jenazah dengan tali yang sudah disediakan sebelumnya. b. Dan lepaskanlah tali-tali tersebut ketika jenazah sudah diletakkan didalam kubur. demikianlah seterusnya selembar demi selembar. Kemudian ujung lembar sebelah kiri. yaitu : a. dan untuk perempuan lima lapis kain putih. Lembar kelima untuk menutupi pinggul dan paha.

Sarat jenajah boleh beberapa kali baik jenajahnya ada tenpat {hadir} atau ditempat lain {gha¶ib}.2) Angkatlah mayat dalam keadaantertutup dengan kain. 3) Jenazah muslim dikuburkan dimakam muslim. G. Sarat mensalatkan mayat: 1) Sarat-sarat shalat yang juga menjadi salah sah shalat mayit 2) Dilakukan setelah mayat dimandikan dan di kafani 3) Letak mayat itu di sebelah qiblat orang yang menshalatkan. Menshalatkan jenazah A. Yang perlu diperhatikan : 1) Kedalman kuburan minimal 150 cm {hingga dada}. jika tida memungkinkan karena tanahnya longsor atau berair. 6) Dandani rambutnya tiga kepang dan julurkan kebelakang 7) Pakaikan tutup kepalanya 8) Membungkus dengan kain kafan terahir dengan cara mempertemukan kedua pinggir kiri dan kanan. Pertama-tama berniat karena Allah. Takrbir empat kli: 1) Takbir pertama membaca al-fatiha 2) Takbir kedua membaca sholawat 3) Takbir ketiga membaca doa untuk mayat 4) Takbir keempat membaca doa lalu salam H. B. 3) Ikatlah kain penutup kedua pahanya.kecuali shalat ghaib. rapat dan lebar 2) Sunah membuat liang lahat sekiranya cukup meletakan mayat . boleh dibuat peti. C. 4) Pasangkan kain sarungnya. lalu digulung kedalam dan setelah itu diikatkan talinya. 5) Pakaikan baju kurungnya. Jika jenazahnya laki-laki imam berdiri dikepala mayat dan ragi jenajah perempuan imam berdir ditengah-tengah diantarapusar. Mengubur jenajah a.ma¶mum berdiri dibelakang imam bersafh rapat dibuat menjadi safh ganjil. Adapun yang mati syahit dimakamkan dimana ia gugur 5 . letakan diatas kain kafan dan taburi wangi-wangian.

Dan satu genggam lagi diletakan disebelah kiri sambil membaca waminha nukhrijukum tarotan ukhro. 4) Ketika meletakan jenazah didalam kubur bacalah bismilah waala millati rosullilah. ketika menguburkannya ditirai dengan kain. 6) Tinggikan sedikit kuburan dari bumi sebagai tanda boleh juga memberi tanda dengan batu { Nissan }. Tiga hal yang dapat dilakukan didalam ta¶zyiah : a.b. 6 J. Dianjurkan sebelum menimbun . Rosullullah saw bersabda : { } Artinya : ³ dulu saya melarang kamu berziarah kubur.terlebih dahulu memasukan tanah tiga genggam. Ziarah Kubur Ziarah kubur hukumnya sunnah. Rapatkan dan sandarkan gumpalan tanah dibelakangnya agar tidak tergeser-geser. Ta¶zyiah Ta¶zyiah yaitu mengunjungi keluarga yang ditimpa musibah atas meninggal keluarga tersebut. srkarang zirahlah kamu karena ziarah kubur menjadi suatu peringatan´ { HR. Abu Daud } Tujuan ziarah kubur adalah untuk menjadi peringatan bagi orang berziarah bahwa setiap manusia akan mati dengan demikian membuat orang tersebut banyak bertobat. dan yang memasukannya kedalam kubur hendaknya muhrimnya 3) letakanya jenazah dilahat dalam posisi miring kekanan dan mukanya menghadap kiblat. I. . Satu genggam diletakan sebelah kanan sambil membaca wafiha naidukum. Mendoakan jenazah b. berzikir dan berdoa kepada Allah. Cara mengubur jenazah 1) masukan jenazah dari arah kakinya 2) bagi jenajah wanita. c. Menghibur keluarga yang ditinggalkan dengan anjuran agar tabah dan sabar. Memberi bantuan kepada keluarga musibah menurut kemampuan dan keiklasan masing-masing. 5) Lepaskan ikatan kafan dibagian kepala dan kaki. satu genggam diletakan diarah kepala sambil membaca minha kholaknakum.

Ada tubuhnya walau sedikit c. 3. Memandikan mayat. maka fardhu kifayah hukumnya atas orang yang hidup melakukan empat hal: 1. Mengapani mayat Mensalatkan mayat dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan. ulama yang lain menyatakan bahwa shalat perempuan dapat membayar fardhu kifayah karena shalat mereka sah. Bukan mati syahid 2. 7 . Menguburkan mayat. Akan tetapi.pendapat kedua inilah yang lebih shahih 4.KESIMPULAN Apabila seorang muslim meninggal. Mayat orang islam b. dengan syarat: a.Sebagian ulama memandang bahwa shalat wanita tidak dapat membayar fardhu kifayah kalau masih ada laki-laki.

H. Taqiudin. Tarjamh Bulgh Mahram. Tarjamah Fathu Almu¶in. Semarang : Toha Putra. 2002. 8 . Kifayah Al-akhayr. Bndung: Sinar Baru Algensindo. Semarang : toha putra. Muhammad. ________. Mustafha. Fiqh Islam. Sulaiman. 2000. Kudus : Menara Kudus.2008. Semarang : Toha Putra. ________. Bisri.DAFTAR PUSTAKA Rasyid. Tarjamah fathu alqarib. 2002. 1998.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful