BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini akan di bahas mengenai Latar Belakang Masalah,Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan Makalah, dan Manfaat Penulisan Makalah mengenai Mengatasi Anak yang Hiperaktif. Pemaparan ini dimaksudkan supaya pembaca dapat terlebih dahulu mengetahui gambaran umum mengenai makalah ini. Dengan demikian, materi yang telah di susun dapat tersampaikan dengan baik dan mudah di mengerti.

a. Latar Belakang Masalah Guru di Sekolah Dasar dituntut untuk dapat memahami bahwa masingmasing anak mempunyai perbedaan dalam kemampuan kognitif, perilaku, cara belajar, penyesuaian diri, bakat, minat dan sebagainya. Hal inilah yang menjadikan guru sebagai pendidik di sekolah tak mungkin hanya menggunakan pendekatan yang disamaratakan dengan semua peserta didik. Tanggung jawab dan tugas guru menuntut pemahaman akan perbedaan masing-masing peserta didiknya, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Dalam sejumlah masalah pembelajaran di sekolah, sering ditemui siswa yang hiperaktif. Siswa yang demikian sering mengganggu suasana pembelajaran, seperti jarang memperhatikan pelajaran, sering keluar kelas, mengganggu temantemannya seperti mengambil alat-alat pelajaran temannya yang lain, membuat gaduh di kelas, jarang mau mengikuti instruksi guru, dan mudah beralih perhatian. Dengan karakteristik itu, sudah barang tentu anak hiperaktif membutuhkan pembelajaran yang khusus dalam mengikuti pendidikan di sekolah umum. Umumnya, guru-guru SD memiliki keterbatasan dalam pemahaman anak yang hiperaktif, apa sesungguhnya hambatan dalam pembelajaran yang menjadi kebutuhan khususnya. Kemudian kondisi dimana seorang guru melayani per-kelas

2. Rumusan Masalah c. ciri-ciri anak yang hiperaktif. Mengetahui apa saja faktor-faktor yang menyebabkan anak menjadi hiperaktif 2. Mempelajari ciri-ciri anak yang hiperaktif 3. Dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai apa saja faktor-faktor penyebab anak menjadi hiperaktif. problematika pembelajaran anak hiperaktif. berakibat pembelajaran tidak akan mengoptimalkan potensi siswa. Mengetahui cara. dan bagaimana cara menghadapi anak hiperaktif.sekitar 40 orang siswa yang beragam. metode. Jika hal ini tidak dapat perhatian. b. 3. masalah yang dihadapi anak hiperaktif. Tujuan Penulisan Makalah 1. Mendapat pengetahuan mengenai apa saja cirri-ciri anak yang hiperaktif. cara pengajaran untuk anak hiperaktif. Manfaat Penulisan Makalah 1. . dan strategi yang tepat untuk diterapkan dalam menghadapi anak hiperaktif d. Mempelajari masalah-masalah yang dihadapi oleh anak yang hiperaktif 4. Memahami dan mengetahui faktor penyebab anak menjadi hiperaktif dan menyiapkan strategi yang akan digunakan untuk mengatasi hal tersebut.

tidak bisa berkonsentrasi dan bertindak sekehendak hatinya atau impulsif. infeksi. Pengertian Hiperaktif Ditinjau secara psikologis. Dr. Sani Budiantini Hermawan. Penyebab lainnya dikarenakan temperamen bawaan. Di samping karena keadaan dirinya yang sangat sulit untuk tenang. trauma kepala karena persalinan sulit atau pernah terbentur. Atau bisa juga karena gangguan di kepala seperti geger otak. ³Ditinjau secara psikologis hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal. hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal yang disebabkan disfungsi neurologia dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian. dan mengalami kesulitan dalam memahami sesuatu yang diajarkan guru kepadanya. gizi buruk.. Terhadap kondisi siswa yang demikian. disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian. . Begitu pula anak hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian. suka memotong pembicaran guru atau teman. juga karena anak hiperaktif sering mengganggu orang lain. Anak hiperaktiv adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas (GPPH) atau attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD). biasanya para guru sangat susah mengatur dan mendidiknya. pengaruh lingkungan.BAB II ISI A. Perilaku ini ditandai dengan sikap tidak mau diam. Dahulu kondisi ini sering disebut minimal brain dysfunction syndrome. Kondisi ini juga disebut sebagai gangguan hiperkinetik. Seto Mulyadi dalam bukunya ³Mengatasi Problem Anak Sehari-hari³ mengatakan pengertian istilah anak hiperaktif adalah : Hiperaktif menunjukkan adanya suatu pola perilaku yang menetap pada seorang anak. dan alergi makanan. malfungsi otak. serta epilepsi. Gangguan ini disebabkan kerusakan kecil pada system saraf pusat dan otak sehingga rentang konsentrasi penderita menjadi sangat pendek dan sulit dikendalikan. keracunan. Psi.

Tipe anak yang hiperaktif dan impulsive. Tipe ini seringkali ditemukan pada anak. 2. coret-coret atau naik-turun tak berhenti.Para ahli mempunyai perbedaan pendapat mengenai hal ini. Penolakannya juga bisa ditunjukkan dengan sikap cuek. tidak menaruh perhatian dan impulsif (bertindak sekehendak hatinya).anak kecil. Mereka tidak menunjukkan gejala hiperaktif. Jakarta (Tabloid Nakita) sebagai berikut : 1. Psikolog dari Klinik Empati Development Center. Misalnya. Mereka seakan-akan tanpa henti mencari sesuatu yang menarik dan mengasikkan namun tidak kunjung datang. Mereka seringkali melamun dan dapat digambarkan seperti sedang berada ³di awang-awang´. Kebanyakan anak anak termasuk tipe seperti ini. Anak hiperaktif selalu bergerak dan tidak pernah merasakan asyiknya permainan atau mainan yang disukai oleh anak-anak lain seusia mereka. Tipe gabungan. B. 2. Jadi yang dimaksud dengan hiperaktif adalah suatu pola perilaku pada seseorang yang menunjukkan sikap tidak mau diam. tidak terkendali. tetapi bisa memusatkan perhatian. Mereka sangat mudah terganggu perhatiannya. Mereka menunjukkan gejala yang sangat hiperaktif dan impulsif. Psi. Destruktif . Menentang Anak dengan gangguan hiperaktivitas umumnya memiliki sikap penentang/pembangkang atau tidak mau dinasehati. Ciri-ciri anak hiperaktif Beberapa ciri anak hiperaktif menurut Sani Budiantini Hermawan. dikarenakan perhatian mereka suka beralih dari satu fokus ke fokus yang lain. Tipe anak yang tidak bisa memusatkan perhatian. Mereka sangat mudah terganggu perhatiannya.. penderita akan marah jika dilarang berlari ke sana kemari. tetapi tidak hiperaktif atau Impulsif. 3. hiperaktif dan impulsif. Tipe ini kebanyakan ada pada anak perempuan. akan tetapi mereka membagi ADHD ke dalam 3 jenis berikut ini: 1.

lompat. Oleh karena itu. dan sebagainya. mendorong. ³Kesannya tidak pernah letih. misalnya ingin mengambil mainan atau bermain peran sebagai Superman. ketika naik ke atas kursi punya tujuan. 5. Kalau anak aktif. anak hiperaktif sebaiknya dijauhkan dari barang-barang yang mudah dipegang dan mudah rusak. berguling. Intelektualitas rendah Seringkali intelektualitas anak dengan gangguan hiperaktivitas berada di bawah rata-rata anak normal.Perilakunya bersifat destruktif atau merusak. anak hiperaktif pun seringkali mengusili temannya tanpa alasan yang jelas. Mungkin karena secara psikologis mentalnya sudah terganggu sehingga ia tidak bisa menunjukkan kemampuan kreatifnya. kecenderungan anak untuk menghancurkannya juga sangat besar. Hal inilah yang seringkali membuat orang tua kewalahan dan tidak sanggup meladeni perilakunya. lari. Tak kenal lelah Anak dengan gangguan hiperaktivitas sering tidak menunjukkan sikap lelah. Terhadap barang-barang yang ada di rumah. Ketika bermain dia tidak mau menunggu giliran. Misalnya. Ketika menyusun lego misalnya. Tidak sabar dan usil Yang bersangkutan juga tidak memiliki sifat sabar.´ ujar Sani. ³Ketika dia ingin memainkan mobil-mobilan yang sedang dimainkan oleh temannya.´ komentar Sani. 3. 4. dia langsung merebut tanpa ba-bi-bu. bergerak terus. Tanpa tujuan Semua aktivitas dilakukan tanpa tujuan jelas. 6. Sebaliknya anak hiperaktif bukan menyelesaikannya malah menghancurkan mainan lego yang sudah tersusun rapi. Anak hiperaktif melakukannya tanpa tujuan. Dia hanya naik dan turun kursi saja. menimpuk. Sepanjang hari dia akan selalu bergerak ke sana kemari. Tak hanya itu. dan sebagainya meskipun tidak ada pemicu yang harus membuat anak melakukan hal seperti itu. seperti vas atau pajangan lain. anak aktif akan menyelesaikannya dengan baik sampai lego tersusun rapi. tiba-tiba memukul. .

Tidak kenal lelah Sering tidak menunjukkan sikap lelah. Penolakannya ditunjukkan dengan sikap cuek. . Menentang Umumnya memiliki sikap penentang/pembangkang/tidak mau dinasehati. 5. 8. 4. Merusak mainan yang dimainkannya dan cenderung menghancurkan sangat besar. Tidak sabar dan usil Ketika bermain tidak mau menunggu giliran. 3. Mungkin dikarenakan secara psikologis mentalnya sudah terganggu sehingga ia tidak bisa menunjukkan kemampuan kreatifnya. 7.tetapi langsung merebut. 2. Selalu ingin meraih dan memegang apapun yang ada di depannya. hal inilah yang sering kali membuat orang tua kewalahan dan tidak sanggup meladeni perilakunya. Keinginannya harus segera dipenuhi. Impulsif. Intelektualitas rendah Sering kali anak dengan gangguan hiperaktif memiliki intelektualitas di bawah rata-rata anak normal.Sedang menurut buku ´Anak Hiperaktif´ (Zafiera. Tidak fokus Anak dengan gangguan hiperaktif tidak bisa konsentrasi lebih dari lima menit. atau sebelum mereka berusia 7 tahun. nakal. Sulit untuk dikendalikan Anak hiperaktif memang selalu bergerak. Jogjakarta: Katahati) Ciri anak hiperaktif atau anak penderita attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD) 1. Gangguan perilaku ini biasanya terjadi pada anak usia prasekolah dasar. Tidak memiliki focus yang jelas dan melakukan sesuatu tanpa tujuan. Sering pula mengusili teman-temannya tanpa alas an yang jelas. Ferdinand. Destruktif Destruksif atau merusak. Cenderung tidak mampu melakukan sosialisasi dengan baik. 6. Melakukan sesuatu secara tiba-tiba tanpa dipikir lebih dahulu. 2007. Tidak bisa diam dalam waktu lama dan mudah teralihkan.

Sering memotong atau menyela pembicaraan. Sering terlalu banyak bicara. 9. seolah-olah tubuhnya didorong oleh mesin. . Sikap melanggar tata tertib secara impulsif C. 7. tenaganya tidak pernah habis. Kemampuan akademik tidak optimal 2. Sering berlari-lari atau memanjat secara berlebihan pada keadaan yang tidak selayaknya. persalinan dengan cara ekstraksi forcep. atau sering menggeliat. ibu yang terlalu muda. Juga. distres fetal. 2. toksimia gravidarum atau eklamsia dibandingkan dengan kehamilan dan persalinan normal. Sering tidak mampu melakukan atau mengikuti kegiatan dengan tenang. ibu yang merokok dan minum alkohol juga meninggikan insiden hiperaktif. Sering meninggalkan tempat duduknya. 6. 4. Faktor penyebab anak hiperaktif 1. Selalu bergerak. Ciri-ciri lain yang menyertai Gangguan Pemusatan Perhatian dengan Hiperaktivitas (GPPH/ADHD) adalah : 1. 8. 3. Kecerobohan dalam hubungan sosial 3. 5. Jika diajak bicara tidak dapat memperhatikan lawan bicaranya (bersikap apatis terhadap lawan bicaranya). Kesembronoan dalam menghadapi situasi yang berbahaya 4. Sering menggerak-gerakkan tangan atau kaki ketika duduk. padahal seharusnya ia duduk manis. Faktor neurologik Insiden hiperaktif yang lebih tinggi didapatkan pada bayi yang lahir dengan masalah-masalah prenatal seperti lamanya proses persalinan.Ciri-ciri khusus anak hiperaktif yang lainnya diantaranya ialah sebagai berikut : 1. Di samping itu faktorfaktor seperti bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Sering sulit menunggu giliran.

Beberapa studi menunjukkan terjadinya gangguan perfusi darah di daerah tertentu pada anak hiperaktif. 4. yaitu di daerah striatum. daerah orbitallimbik otak. 2. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak mereka yang tergolong hiperaktif : a. Faktor psikososial dan lingkungan Pada anak hiperaktif sering ditemukan hubungan yang dianggap keliru antara orang tua dengan anaknya. Orang tua perlu menambah pengetahuan tentang gangguan hiperaktifitas Kenali kelebihan dan bakat anak Membantu anak dalam bersosialisasi Menggunakan teknik-teknik pengelolaan perilaku. daerah orbital-prefrontal. Di samping itu. khususnya sisi sebelah kanan. terkena sinar X pada saat hamil juga dapat melahirkan calon anak hiperaktif. Kurang lebih sekitar 25-35% dari orang tua dan saudara yang masa kecilnya hiperaktif akan menurun pada anak. ibu yang merokok dan mengkonsumsi alkohol. Faktor genetik Didapatkan korelasi yang tinggi dari hiperaktif yang terjadi pada keluarga dengan anak hiperaktif. d. 3. Hal ini juga terlihat pada anak kembar. c. seperti menggunakan penguat positif (misalnya memberikan pujian bila anak makan dengan tertib). dan selalu memonitor perilaku anak e. memberikan disiplin yang konsisten. kadar timah (lead) dalam serum darah anak yang meningkat.Terjadinya perkembangan otak yang lambat. Faktor etiologi dalam bidang neuoralogi yang sampai kini banyak dianut adalah terjadinya disfungsi pada salah satu neurotransmiter di otak yang bernama dopamin. Faktor toksik Beberapa zat makanan seperti salisilat dan bahan-bahan pengawet memilikipotensi untuk membentuk perilaku hiperaktif pada anak. b. Memberikan ruang gerak yang cukup bagi aktivitas anak untuk menyalurkan kelebihan energinya . Dopamin merupakan zat aktif yang berguna untuk memelihara proses konsentrasi.

dan bila suatu saat anak melanggarnya. guru atau teman-temannya merasa khawatir. Ia sulit menggabungkan satu hal dengan hal lainnya. susah bergaul. misalnya: "m" dengan "w". tidak dapat berencana atau menduga apa akibat yang dilakukannya. orang tua mengingatkan anak tentang contoh yang pernah diberikan orang tua sebelumnya. Menerima keterbatasan anak Membangkitkan rasa percaya diri anak Dan bekerja sama dengan guru di sekolah agar guru memahami kondisi anak yang sebenarnya Disamping itu anak bisa juga melakukan pengelolaan perilakunya sendiri dengan bimbingan orang tua. Karena mengalami luka di otak. Masalah anak hiperaktif 1. Daya pikir penangkapannya lemah sehingga sulit untuk menghadapi pelajaran matematika. Ia juga mengalami kesulitan dalam mengutarakan pikiran dan perasaan melalui kata-kata. kemampuan belajar lemah. kurang kendali diri. Contohnya dengan memberikan contoh yang baik kepada anak. selain sulit menyelesaikan pelajaran. sering kacau dalam menanggapi citra yang diterima. sering tidak dapat berkonsentrasi dan pelupa. Anak hiperaktif jelas mengalami gangguan dalam otak. dan sebagainya sehingga mengalami kesulitan dalam membaca. Ia sulit menentukan mana yang penting dan mana yang harus diprioritaskan terlebih dulu. Adakalanya mereka sulit mengerti pembicaraan orang secara umum.f. D. Masalah biologis. Perilaku yang sulit diduga itu kadang membuat orangtua. emosinya menjadi mudah terangsang. 2. Masalah intelek. khususnya ketika masuk ke suasana kelas yang dinamis. meraba. mereka sering tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan. sepertinya sedang begitu sibuk melakukan sesuatu sehingga tidak dapat beristirahat. "d" dianggap "b" atau "p" dianggap "q". dan menyentuh benda-benda untuk merasakan lingkungan di . Kadangkala mereka sadar harus mematuhi peraturan. tetapi tidak mampu mengendalikan diri. apalagi terhadap petunjuk yang mengandung langkah-langkah atau tahapan-tahapan. g. Mereka suka sekali berlari-lari dan sulit untuk menyuruh mereka diam.

Ia bisa mencuri uang orangtua atau permen di toko. obat. tetapi sebentar kemudian marah dan sedih. Mereka tidak dapat berolahraga dengan banyak gerak dan banyak tenaga. masuk ke kamar orang lain. dan gandum. kadang begitu senang dan ceria. E. Pernyataan emosinya sangat ekstrim dan kurang kendali diri. Mengatasi Anak Hiperaktif ketika anak mengalami gangguan hiperaktif ini. susu. maka mereka pun tidak memiliki kepekaan dalam hati nurani. dan emosional. Masalah emosi. Masalah moral. tidak sabar menunggu. seperti bersepeda atau lompat tali. dan sembrono sehingga besar kemungkinan bisa mengalami kecelakaan. Mereka juga sensitif terhadap makanan tertentu. telor ayam. kurang sabar. misalnya bila disuruh menulis. Seorang ahli berpendapat bahwa yang sangat dibutuhkan mereka adalah melatih mereka untuk dapat mengendalikan diri. Sebaliknya gerakan tenang pun bermasalah. mereka tidak dapat menggunakan alat tulis dengan baik. Juga emosi sering berubah-ubah sehingga tidak mudah diduga. daging. dan kebiasaan tidur mereka bermacam-macam: ada yang bermimpi sambil berjalan. seperti: coklat. mencela pembicaraan orang. Sering kali mencoba menutup diri dan tidak mau mengakui apa yang dialami anaknya.sekitarnya. babi. 3. menggigau atau mengompol. dan barang kosmetik. Anak hiperaktif umumnya bersifat egois. Mereka sulit tidur dengan nyenyak dan mudah terbangun. tidak takut bahaya. tidak mengembalikan barang yang dipinjam. bermain kasar. 4. bila berbaris selalu berebutan. suka merusak. Padahal. . sebetulnya. debu. mewarnai. Karena mengalami berbagai masalah seperti di atas. jagung. tidak perlu gugup atau kuatir yang terlalu tinggi. gula. Anak hiperaktif juga peka terhadap bahan kimia. kedelai. mencuri dengar pembicaraan telepon orang lain sehingga kesan orang banyak adalah anak ini bermasalah dan bermoral rendah. suka berteriak dan ribut. semangatnya kuat. atau menggambar. para ibu biasanya menjadi gugup dan kebingungan. bulu.

itu tandanya Allah Tahu bahwa kita mampu dan dapat mengatasi serta mendidik anak dengan sebaik-baiknya. maka Anda harus membuat sebuah ³kontrak´ perjanjian dengannya untuk berlatih disiplin. 3. bahwa menjalin komunikasi dengan anak-anak hiperaktif ini harus senantiasa. dan memang. Ajarkan kedisiplinan Anak-anak hiperaktif cenderung tidak disiplin. 4. Melatihnya berdisiplin. Tapi tidak mau melihat. Lebih banyak bersabar Ini adalah tuntutan utama bagi para orangtua. Nah. Anak hiperaktif cenderung memiliki kecerdasan yang luar biasa Ini yang sering kali dilupakan bahkan tidak diperhatikan. yaitu Allah. Mereka tidak mau tenang. F. Jika Allah menguji kita dengan hadirnya anak dengan gangguan hiperaktif. dan cenderung membangkang. Tidak menghukumnya secara berlebihan Bukan salah anak Anda jika ia hiperaktif. oke. 5. dengan cara yang baik dan benar. maka Anda tidak akan dapat menangani anak Anda dengan baik. Menjaga komunikasi dan biarkan ia merasakan kasih sayang Anda Ketika anak melihat dan merasakan perhatian yang diberikan orangtuanya. Tanpa kesabaran. bahwa anak-anak dengan gangguan hiperaktif ternyata memiliki kecerdasan yang luar biasa. jangan menghukumnya karena gangguan hiperaktif ini. Para ibu cenderung bergulat dan berkutat pada kesedihan dan kekecewaan terhadap putranya. jika demikian. Dan bukannya memanjakan. harus setiap menit kita mengajaknya berkomunikasi. 2. Menerima dengan ikhlas Segala sesuatunya telah ditentukan oleh Yang Maha memberikan anak.1. perlu diakui. Ibaratnya. Tugas ibulah yang mencari dan menggali kecerdasan ini. Pembelajaran Anak Hiperaktif . perhatian terhadap anak-anak hiperaktif memang harus lebih banyak dibandingkan saudara-saudaranya yang normal. Tapi. So. 6. Tidak patuh pada aturan.

apa sesungguhnya hambatan dalam pembelajaran yang menjadi kebutuhan khususnya. cara belajar. misalnya. Tanggung jawab dan tugas guru menuntut pemahaman akan perbedaan masing-masing peserta didiknya. agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. seperti jarang memperhatikan pelajaran. mengganggu temantemannya seperti mengambil alat-alat pelajaran temannya yang lain. sering ditemui siswa yang hiperaktif. keaktifannya sangat tidak terarah atau jelas menjurus ke arah yang salah. Sebagaimana yang telah dilakukan pada SD rintisan pendidikan inklusif di SD No. berakibat pembelajaran tidak akan mengoptimalkan potensi siswa. dan mudah beralih perhatian. Sebagaimana dikemukakan oleh Taylor (1988) dalam buku "Anak yang Hiperaktif" bahwa hiperaktivitas adalah pola perilaku pada seseorang yang menunjukkan sikap tidak mau diam. perilaku. Jika hal ini tidak dapat perhatian. Tindakan kemitraan ini dengan mengikutsertakan keterlibatan guru-guru dan kepala sekolah. sudah barang tentu anak hiperaktif membutuhkan pembelajaran yang khusus dalam mengikuti pendidikan di sekolah umum. jarang mau mengikuti instruksi guru. Ditambah lagi kondisi dimana seorang guru melayani per kelas sekitar 40 orang siswa yang beragam. bakat. Umumnya. guru-guru SD memiliki keterbatasan dalam pemahaman anak yang hiperaktif. sering keluar kelas. serta semua siswa dalam memberi dukungan program pembelajaran pada anak tersebut. membuat gaduh di kelas.Guru-guru Sekolah Dasar (SD) sebenarnya sudah memahami bahwa masing-masing anak mempunyai perbedaan dalam kemampuan kognitif.6 Dauh Puri Denpasar. minat dan sebagainya. Bagaimana halnya dengan masalah siswa hiperaktif dalam pembelajaran di sekolah -terutama di SD ? Dalam sejumlah masalah pembelajaran di sekolah. . tidak menaruh perhatian dan impulsif. untuk program pembelajaran siswa yang diidentifikasi hiperaktif dilakukan tindakan collaborative atau kerja sama antarguru khusus bersama guru kelas. Dengan karakteristik itu. orang tua. Hal inilah yang menjadikan guru sebagai pendidik di sekolah tak mungkin hanya menggunakan pendekatan yang disamaratakan dengan semua peserta didik. Siswa yang demikian sering mengganggu suasana pembelajaran. penyesuaian diri.

(f) alat peraga yang menarik perhatiannya agar tidak bosan. atau teman sekelas yang menjadi objek perhatiannya. (a) perlu adanya latihan kedisiplinan dalam menaati peraturan untuk semua siswa. sebelum memulai pembelajaran guru mengulang memberi penjelasan untuk menerapkan disiplin kelas dengan disepakati oleh para siswa. konsentrasi belajar. serta kendala dan pendukung dalam mengajar siswa yang hiperaktif. untuk melengkapi data-data yang diperlukan.. mengapa dan memikirkan bagaimana solusi dalam mengatasi hambatan anak dalam pembelajarannya. Kebutuhan siswa hiperaktif secara umum adalah sbb. Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. (c) pemberian perhatian dalam mengerjakan tugas dengan penguatan (memberi penghargaan dengan pujian). dan (g) perlu guru pembimbing khusus dalam mendukung pembelajaran anak yang berkebutuhan khusus seperti siswa hiperaktif itu. Mengamati Perilaku Tahapan awal. observasi dilakukan sebagai langkah asessmen kebutuhan khusus siswa yang hiperaktif itu. (d) penyederhanaan tugas pada materi yang tidak begitu diminati. di antaranya (a) menjauhkan dari stimulus yang mengganggu konsentrasi siswa seperti dengan benda-benda mainan. ada beberapa hal yang diantisipasi guru bersama guru pembimbing khusus. perhatian kasih sayang. (b) perlu pendekatan dan perhatian khusus dari guru dalam hal menenangkan emosinya. Berdasarkan pengamatan. adalah terinci gambaran karakteristik kebutuhan khusus siswa. dan (c) menempatkan tempat duduk dengan siswa yang dianggap mampu mengatasi masalah agar tidak memancing keributan. (e) metode dan pendekatan yang bervariasi. (b) menempatkan tempat duduk siswa agar terhalang dari pemandangan di luar kelas. Implementasi Program Dalam mempersiapkan pembelajaran. 2.1. Demikian juga mencari tahu dengan orang-orang yang berkaitan dengan siswa itu. misalnya orang tua dan guru yang sebelumnya mengajar. Data-data ini diperlukan untuk mengetahui latar belakang hal-hal yang berkaitan dengan perilaku yang impulsif dan perkembangan hasil belajarnya. Tujuannya untuk menciptakan iklim . Pendidik mengamati perilaku siswa di kelas tentang apa.

guru bisa memberi perhatian pada semua siswa secara klasikal maupun secara individu dalam kelas "gemuk" atau yang jumlah siswanya banyak. juga memberi perhatian secara individual. sikap saling menghargai. Mengajar siswa yang hiperaktif adalah suatu tantangan yang membutuhkan kesabaran tinggi. tetapi guru-guru juga memperoleh pengalaman yang bermakna. lebih konsentrasi dalam menerima pelajaran. penuh pengertian. manfaat kerja sama ini. dan siswa yang hiperaktif bisa mengontrol sendiri tingkah lakunya dengan kesadarannya. perlu diperhatikan keterlibatan semua siswa dalam pembelajaran. penanaman nilai-nilai yang positif dalam interaksi bersama temantemannya. Iklim kelas hendaknya diupayakan sedemikian rupa agar tercipta rasa akrab. Guru-guru juga bisa lebih sabar dalam melayani siswa dan merasa lebih menghayati tugasnya. seperti pemberian tugas siswa dalam kelompok-kelompok kecil. di samping secara klasikal. Selain itu. Seperti dengan mengulang memberi penjelasan materi pelajaran atau bertanya secara lisan agar siswa itu berkonsentrasi dalam menerima pelajaran. Partisipasi anak yang hiperaktif dalam kelompok dimaksudkan untuk memupuk kerja sama. hal ini akan bisa diatasi. Pendekatan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Perubahan yang nampak pada diri siswa hiperaktif itu seperti. Dari evaluasi diketahui langkah-langkah perbaikan dari program sebelumnya. emosi lebih terkendali. Dengan adanya sikap optimis. dapat bersosialisasi seperti anak-anak pada umumnya. apa yang telah dilakukan guru-guru membawa perubahan yang bermakna bagi siswa. Pelaksanaan pembelajaran di kelas dilakukan guru bersama guru pembimbing khusus (GPK) dimaksudkan untuk membantu guru dalam merencanakan program pembelajaran yang diindividualkan. Di samping itu. Hal yang . jika orang mau belajar dari siswa sebagai subjek didik. lebih bertanggung jawab mengerjakan tugas-tugas di kelas. serta rasa aman. Kenyataan terlihat. Dampak yang positif terlihat bukan hanya pada siswa itu. Demikian juga membentuk co-teaching atau berkolaborasi dalam melaksanakan program pembelajaran serta mengevaluasi apa yang telah dilaksanakan.pembelajaran yang tenang.

"Kami sangat menyayangkan kenapa baru sekarang kasus tersebut dilaporkan. Gang Selat Sunda. warga Jalan Budi Utomo. seorang anak bernama Januper (8). Kota Pontianak. "Setelah mendapat kabar tersebut kami langsung meluncur ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). RT 02 RW 09. Ak untuk dimintai keterangan. tidak menutup kemungkinan perlakuan orangtua dengan merantai anaknya akan mengarah kepada tindak pidana. Yayasan perlindungan anak dan bantuan hukum itu mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seorang anak laki-laki yang dirantai oleh orangtuanya. Contoh Kasus Anak Hiperaktif Anak Hiperaktif. Kepala Kepolisian Sektor Utara. menyatakan mengetahui peristiwa itu setelah mendapat informasi dari Yayasan Nandadian Nusantara Kalbar. kepala sekolah. Lima Tahun Dirantai Selasa." kata Pungky Buana Santoso.Diduga karena hiperaktif dan cacat mental. serta menempatkannya di ruang tamu rumah kontrakan mereka di Jalan Budi Utomo. pihaknya lantas membawa korban dan beberapa orang saksi ke Polsek Utara untuk diamankan. dirantai oleh orangtuanya selama lima tahun. pada bagian kaki kanannya. Ia mengatakan. .terpenting adalah kerja sama dan dukungan dari semua pihak. Hingga kini Polsek Utara masih melakukan pencarian terhadap orangtua anak itu. Kecamatan Pontianak Utara." katanya. guru-guru. 25 September 2007 16:25 WIB Pontianak (ANTARA News) . Ajun Komisaris (Pol) Pungky Buana Santoso. G. Menurut dia. melihat kondisi anak itu. pun perhatian dari dinas pendidikan terkait agar guruguru merasa terdorong untuk selalu ingin memberi pelayanan pendidikan yang terbaik bagi anak bangsa. baik orang tua. Selasa. berinisial AK (50) memasangkan rantai di kaki kanannya. sehingga anak itu harus menderita selama lima tahun dan hidup dalam kondisi dirantai. Orang tua Januper.

Devy Tiomana. Sementara aktivis Yayasan Nandadian Nusantara Kalbar. akan memulihkan trauma yang dialami Januper sebagai akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta mengecek kebenaran apakah memang benar anak tersebut mengalami cacat mental. Sampai berita ini diturunkan orangtua Januper masih belum berada di Polsek Utara. . karena masih belum dilakukan pemeriksaan. mengatakan.Hingga kini pihak Polsek Utara masih belum bisa menentukan Undangundang yang akan dijeratkan kepada orangtua Januper.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful