Strategi Pembelajaran

Posted on 12 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Oleh : Akhmad Sudrajat Dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Kompetensi, E. Mulyasa

(2003) mengetengahkan lima strategi pembelajaran yang dianggap sesuai dengan tuntutan Kurikukum Berbasis Kompetensi; yaitu : (1) Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning); (2) Bermain Peran (Role Playing); (3) Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning); (4) Belajar Tuntas (Mastery Learning); dan (5) Pembelajaran dengan Modul (Modular Instruction). Sementara itu, Gulo (2005) memandang pentingnya strategi pembelajaran inkuiri (inquiry). Di bawah ini akan diuraikan secara singkat dari masing-masing strategi pembelajaran tersebut. 1. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) atau biasa disingkat CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran kontekstual, tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik, dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan, tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar. Dengan mengutip pemikiran Zahorik, E. Mulyasa (2003) mengemukakan lima elemen yang harus diperhatikan dalam pembelajaran kontekstual, yaitu :
1. Pembelajaran harus memperhatikan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh peserta didik 2. Pembelajaran dimulai dari keseluruhan (global) menuju bagian-bagiannya secara khusus (dari

umum ke khusus)
3. Pembelajaran harus ditekankan pada pemahaman, dengan cara: (a) menyusun konsep sementara;

(b) melakukan sharing untuk memperoleh masukan dan tanggapan dari orang lain; dan (c) merevisi dan mengembangkan konsep.
4. Pembelajaran ditekankan pada upaya mempraktekan secara langsung apa-apa yang dipelajari. 5. Adanya refleksi terhadap strategi pembelajaran dan pengembangan pengetahuan yang dipelajari.

2. Bermain Peran (Role Playing) Bermain peran merupakan salah satu model pembelajaran yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antarmanusia (interpersonal relationship), terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik. Pengalaman belajar yang diperoleh dari metode ini meliputi, kemampuan kerjasama, komunikatif, dan menginterprestasikan suatu kejadian Melalui bermain peran, peserta didik mencoba mengeksplorasi hubungan-hubungan antarmanusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama para peserta didik dapat mengeksplorasi parasaan-perasaan, sikap-sikap, nilai-nilai, dan berbagai strategi pemecahan masalah. Dengan mengutip dari Shaftel dan Shaftel, E. Mulyasa (2003) mengemukakan tahapan pembelajaran bermain peran meliputi : (1) menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik; (2) memilih peran; (3) menyusun tahap-tahap peran; (4) menyiapkan pengamat; (5) menyiapkan pengamat; (6) tahap
1

baik hardware maupun software. Membantu peserta didik merancang pola-pola pengalaman belajar. (8) pemeranan ulang. yang dilakukan memberikan pengajaran terhadap tujuan yang gagal dicapai peserta didik. melaksanakan evaluasi dan memberikan bimbingan terhadap peserta didik yang gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Membantu peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap proses dan hasil belajar. (7) diskusi dan evaluasi tahap diskusi dan evaluasi tahap I .dan menguasai bahan belajar secara maksimal (belajar tuntas). (E. Tujuan pembelajaran harus diorganisir secara spesifik untuk memudahkan pengecekan hasil belajar. pembelajaran harus dilaksanakan dengan sistematis. dan (2) memberikan tambahan waktu kepada peserta didik yang membutuhkan (sebelum menguasai bahan secara tuntas). Dengan meminjam pemikiran Knowles. Membantu peserta didik untuk mendiagnosis dan menemukan kebutuhan belajarnya. dengan prosedur dan metode yang berbeda dari sebelumnya. Strategi belajar tuntas dikembangkan oleh Bloom. Tujuan utama evaluasi adalah memperoleh informasi tentang pencapaian tujuan dan penguasaan bahan oleh peserta didik. 7. dan (3c) implementasi dalam pembelajaran klasikal dengan memberikan “bumbu” untuk menyesuaikan dengan kemampuan individual. dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh materi yang dipelajari. yang meliputi : (1) corrective technique yaitu semacam pengajaran remedial.2003) menyebutkan indikator pembelajaran partsipatif. 5. dan (10) membagi pengalaman dan pengambilan keputusan. Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Evaluasi yang dilaksanakan setelah para peserta didik menyelesaikan suatu kegiatan belajar tertentu merupakan dasar untuk memperoleh balikan (feedback).pemeranan. (2) mengembangkan prosedur operasional dan hasil belajar. yaitu: (1) mengidentifikasi prakondisi. 6. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan dimana dan dalam hal apa para peserta didik perlu memperoleh bimbingan dalam mencapai tujuan. melalui pengajaran remedial (pengajaran korektif). 2. (2) peserta didik baru dapat melangkah pada pelajaran berikutnya setelah ia benar-benar menguasai bahan pelajaran sebelumnya sesuai dengan patokan yang ditentukan. Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning) Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning) merupakan model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan. 4. 5. (3) dalam kegiatan belajar terdapat hal yang menguntungkan peserta didik. Strategi belajar tuntas dapat dibedakan dari pengajaran non belajar tuntas dalam hal berikut : (1) pelaksanaan tes secara teratur untuk memperoleh balikan terhadap bahan yang diajarkan sebagai alat untuk mendiagnosa kemajuan (diagnostic progress test).dan penguasaan bahan yang lengkap untuk semua tujuan setiap satuan belajar dituntut dari para peserta didik sebelum proses belajar melangkah pada tahap berikutnya. pelaksanaan. terutama dalam mengorganisir tujuan dan bahan belajar. Belajar Tuntas (Mastery Learning) Belajar tuntas berasumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peserta didik mampu belajar dengan baik.Mulyasa. Menciptakan suasana yang mendorong peserta didik siap belajar. agar siap belajar dan membelajarkan 3. Agar semua peserta didik memperoleh hasil belajar secara maksimal. Pengembangan pembelajaran partisipatif dilakukan dengan prosedur berikut: 1. termasuk penggunaan komputer (internet) untuk mengefektifkan proses belajar. Pembelajaran dengan Modul (Modular Instruction) 2 . yaitu : (1) adanya keterlibatan emosional dan mental peserta didik. 4. Sistem belajar tuntas mencapai hasil yang optimal ketika ditunjang oleh sejumlah media. dan (9) diskusi dan evaluasi tahap II. sehinga seluruh peserta didik dapat mencapai tujuan . Membantu peserta didik menyusun kelompok. 3. Di samping implementasi dalam pembelajaran secara klasikal. dan evaluasi pembelajaran. dan (3) pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik yang gagal mencapai taraf penguasaan penuh. belajar tuntas banyak diimplementasikan dalam pembelajaran individual. bahan perlu dijabarkan menjadi satuansatuan belajar tertentu. Membantu peserta didik menyusun tujuan belajar. Kesistematisan akan tercermin dari strategi pembelajaran yang dilaksanakan. (2) adanya kesediaan peserta didik untuk memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan. meliputi tiga bagian.

(2) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami isi modul atau pelaksanaan tugas. (2) memungkinkan peserta didik mengukur kemajuan belajar yang telah diperoleh. hanya lebih difokuskan pada tujuan terminal setiap modul Tugas utama guru dalam pembelajaran sistem modul adalah mengorganisasikan dan mengatur proses belajar. 3. 6. Joyce (Gulo. setelah mempelajari modul. (3) melaksanakan penelitian terhadap setiap peserta didik. analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. (4) lembar soal. pengetahuan. termasuk kemampuan awal yang harus dimiliki untuk mempelajari modul tersebut. untuk menentukan darimana ia harus memulai belajar. yang berisi rincian materi untuk setiap tujuan pembelajaran khusus. Pengalaman belajar dalam modul disediakan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran seefektif dan seefisien mungkin. Tes Awal. 3.Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan bahasan tertentu yang disusun secara sistematis. sehingga mengupayakan untuk melibatkan sebanyak mungkin karakteristik peserta didik. Dalam bagian ini dimuat pula tujuan terminal dan tujuan akhir. yang berisi deskripsi umum. 5. tidak sekedar membaca dan mendengar tapi lebih dari itu. 4. Materi pembelajaran disajikan secara logis dan sistematis. modul memberikan kesempatan untuk bermain peran (role playing). instrumen yang digunakan dalam tes akhir sama dengan yang digunakan pada tes awal. Setiap modul memiliki mekanisme untuk mengukur pencapaian tujuan belajar peserta didik. dan (3) 3 . dan sumber belajar apa yang harus digunakan. manusia atau peristiwa) secara sistematis. yang digunakan untuk menetapkan posisi peserta didik dan mengetahui kemampuan awalnya. terutama untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik dalam mencapai ketuntasan belajar. berisi tentang sumber-sumber belajar yang dapat ditelusuri dan digunakan oleh peserta didik. (3) kunci lembar kerja. (5) lembar jawaban dan (6) kunci jawaban. dan apakah perlu untuk mempelajari atau tidak modul tersebut. diantaranya : (1) lembar kegiatan peserta didik. yaitu: (1) aspek sosial di dalam kelas dan suasana bebas-terbuka dan permisif yang mengundang siswa berdiskusi. 4. Modul meripakan pembelajaran individual. 5. 6. serta kondisi untuk mencapai tujuan.kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa. Setiap modul harus memberikan informasi dan petunjuk pelaksanaan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan oleh peserta didik. 2. (2) berfokus pada hipotesis yang perlu diuji kebenarannya. keterampilan dan sikap yang akan dicapai setelah belajar. dan (3) memfokuskan peserta didik pada tujuan pembelajaran yang spesifik dan dapat diukur. simulasi dan berdiskusi. Pembelajaran Inkuiri Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda. logis. 2. Pada umumnya pembelajaran dengan sistem modul akan melibatkan beberapa komponen. serta tidak menimbulkan pertanyaaan mengenai apa yang harus dilakukan atau dipelajari. 2005) mengemukakan kondisi. kritis. Tujuan Pembelajaran. berisi tujuan pembelajaran khusus yang harus dicapai peserta didik. antara lain : (1) menyiapkan situasi pembelajaran yang kondusif. Pendahuluan. sehingga peserta didik dapat menngetahui kapan dia memulai dan mengakhiri suatu modul. seperti materi yang disajikan. Pembelajaran dengan sistem modul memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. bagaimana melakukan. (2) lembar kerja. Pengalaman Belajar. serta memungkinkan peserta didik untuk melakukan pembelajaran secara aktif. Komponen-komponen tersebut dikemas dalam format modul. sebagai beriku: 1. disertai dengan pedoman penggunaannya untuk para guru. Tes Akhir. diikuti dengan penilaian formatif sebagai balikan bagi peserta didik tentang tujuan belajar yang dicapainya. Dalam setiap modul harus : (1) memungkinkan peserta didik mengalami kemajuan belajar sesuai dengan kemampuannya. Sumber Belajar. operasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik.

Ia harus dapat membimbing dan merefleksikan pengalaman kelompok. 3. Strategi Belajar Mengajar Jakarta :.2003. 2004. Proses inkuiri dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. _________. Mengembangkan hipotesis. (b) menyusun data. sebagaimana lazimnya dalam pengujian hipotesis. Merumuskan masalah. Konsep. kemampuan yang dituntut adalah : (a) kesadaran terhadap masalah. dan keteraturan. terdiri dari : mentranslasikan data. kemampuan yang dituntut adalah : (a) merakit peristiwa. (b) melihat dan merumuskan hubungan yang ada secara logis. 4 . Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka W. kemampuan yang dituntut adalah: (a) mencari pola dan makna hubungan. Strategi Belajar Mengajar. (c) analisis data. Panduan Pembelajaran KBK. dan (b) merumuskan kesimpulan 5. 2005. teman yang kritis dan fasilitator. 4. (b) melihat pentingnya masalah dan (c) merumuskan masalah. Grasindo. serta memberi kemudahan bagi kerja kelompok. mengumpulkan data. Bandung : Pustaka Setia E. dkk. terdiri dari : mengidentifikasi peristiwa yang dibutuhkan. Bandung : P.T. Bandung : P.. Mulyasa. dan mengevaluasi data. dan merumuskan hipotesis. Menerapkan kesimpulan dan generalisasi Guru dalam mengembangkan sikap inkuiri di kelas mempunyai peranan sebagai konselor. dan mengidentifikasikan trend. Udin S. konsultan. Implementasi Kurikulum 2004. Remaja Rosdakarya. Menguji jawaban tentatif. Sumber : Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya. Winataputra.T. 2. 2003. mencatat persamaan dan perbedaan. sekuensi. Gulo. Remaja Rosdakarya. kemampuan yang dituntut dalam mengembangkan hipotesis ini adalah : (a) menguji dan menggolongkan data yang dapat diperoleh. Menarik kesimpulan. terdiri dari : melihat hubungan.penggunaan fakta sebagai evidensi dan di dalam proses pembelajaran dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta. Karakteristik dan Implementasi. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Strategi Belajar Mengajar. menginterpretasikan data dan mengkasifikasikan data.

Tiap-tiap kelas bisa kemungkinan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dengan kelas lain. 1979: 251). Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976).Kep yang dapat kita digunakan. guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya. Gage dan Berliner (1981:457). Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. Menurut Mc. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. 2. dibanding metode ceramah. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas.Macam-Macam Metode Pembelajaran Posted by Admin on December 7. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan. 3. Simamora. menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Disini saya akan memaparkan beberapa metode pembelajaran menurut Ns. penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. melalui ceramah. Roymond H. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan. Metode Demonstrasi 5 . filed in: Pendidikan 6 Macam-Macam Metode Pembelajaran Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. M. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi. Macam-Macam Metode pembelajaran : 1. Metode Ceramah Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya. 2011. Metode Diskusi Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat. Untuk itu seorang guru harus mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran.

Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL) 5. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari. c. Metode Ceramah Plus Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan. Metode ceramah plus diskusi dan tugas c. Macam-Macam Metode pembelajaran 4. Metode Resitasi Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri. Kelebihan Metode Resitasi adalah : a. bertanggung jawab dan mandiri. 6 . Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas b. yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. c. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan. diantaranya yaitu: a. b. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis. Kelemahan metode Demonstrasi : a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama. cara membuat kue. b. dan sebagainya. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan. Ada tiga macam metode ceramah plus. inisiatif. Kelebihan Metode Demonstrasi : a. Kelemahan Metode Resitasi adalah : a.

Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual. 8. sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan. dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan. Project Method Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian. membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya. Metode Latihan Keterampilan Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. 7. 11. Metode Eksperimental tanpa pengawasan. kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode Study Tour (Karya wisata) Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik. Cara pengujiannya.setiap pendidik membuat soal. menganalisis. Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir danmenggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method) Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanyasekadar metode mengajar. 13. 6.b. yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri. Peer Theaching Method Metode Peer Theaching sama juga dengan mengajar sesama teman.misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya 7 . 9. kemudian digabung. Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Taileren Method Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagiansebagian. 12. tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Metode Pengajaran Beregu Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses. Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut 10. mengamati suatu obyek. fungsi.

kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut. Metode Global (ganze method) Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi. 8 .14.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful