TUGAS JURUSITA PENGADILAN NEGERI DALAM PROSES PERKARA PERDATA

Oleh Mulijanto

PENDAHULUAN
Jurusita merupakan bagian dari pelaksana tugas Pengadilan Negeri dalam memeriksa dan mengadili perkara perdata mempunyai peran yang tidak kalah penting dengan pejabat lain di Pengadilan, karena keberadaannya diperlukan sejak belum dimulainya persidangan hingga pelaksanaan putusan Pengadilan. Sebagai pejabat peradilan, keberadaannya diatur di dalam undang-undang (Peradilan Umum, Peradilan Agama dan Peradilan TUN) sedangkan bekerjanya diatur dalam hukum acara (RBg /HIR). Tidak mudah menemukan Literatur, khususnya yang membahas tentang kejurusitaan, tidak banyak mendapat perhatian dari para sarjana hukum kita dibandingkan dengan bidang tugas hukum lainnya di Pengadilan, disamping itu bidang kejurusitaan ini kurang diajarkan secara mendalam dalam pendidikan ilmu hukum. Padahal, bidang tugas kejurusitaan merupakan hal yang sangat penting dan sangat menentukan untuk memeriksa, mengadili dan menyelesaikan suatu perkara. Suatu perkara tidak mungkin dapat diselesaikan dengan baik dan benar menurut hukum, tanpa peran dan bantuan tugas di bidang kejurusitaan. Hakim tidak mungkin dapat menyelesaikan perkara tanpa dukungan jurusita/jurusita pengganti, sebaliknya jurusita/jurusita pengganti juga tidak mungkin bertugas tanpa perintah Hakim. Keduanya dalam melaksanakan tugasnya tidak mungkin lepas sendiri-sendiri, kedua-duanya saling memerlukan satu sama lain. Pembangunan hukum tidak hanya lahir dari pembentuk Undang-Undang, namum praktik peradilan tidak kecil peranannya untuk pembangunan hukum. Bahkan, pembaharuan hukum kebanyakan lahir dan diciptakan oleh praktik

peradilan. Oleh karena itulah pemahaman dan penguasaan bidang teknis peradilan sangatlah penting dikuasai oleh para pejabat peradilan, termasuk jurusita/jurusita pengganti. Bagi para pejabat peradilan, penguasaan hukum acara dan bidang teknis peradilan merupakan pegangan pokok atau aturan permainan sehari-hari untuk memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan suatu perkara. Hukum acara dan teknis peradilan tidak hanya penting didalam praktik peradilan saja, tetapi mempunyai pengaruh yang besar dalam praktik diluar pengadilan. Makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan kepustakaan (literatur) para pejabat peradilan, khususnya para jurusita/jurusita pengganti dalam menjalankan tugas, sehingga melalui makalah ini diharapkan mereka mendapat gambaran yang singkat namum mendalam tentang bidang tugas kejurusitaan yang mesti dilaksanakannya. Disamping itu makalah ini juga dimaksudkan sebagai bahan untuk diskusi dan tanya jawab bagi para peserta Acara Sosialisasi Hukum Untuk Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri se Kalimantan Selatan, yang bertema “Meningkatkan Pelayanan Pengadilan Dengan Penerapan Madiasi an Menyamakan Persepsi alam Pelaksanaan Tugas Kejurusitaan” agar dikemudian hari lebih memahami landasan teoritis dan segisegi praktis praktik kejurusitaan. Oleh karena itulah, dalam makalah ini bukan hanya sekedar menguraikan tentang apa tugas seorang jurusita/jurusita pengganti serta dasar pengaturannya atau pasal-pasalnya, tetapi lebih menekankan pada pokok permasalahan dan penemuan hukum tentang bagaimanakah praktik kejurusitaan mesti dilaksanakan secara baik dan benar berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada. Menyadari bahwa ilmu hukum memerlukan bahan-bahan dari praktik untuk disistimatisir dan dikaji, sehingga memungkinkan lahirnya teori-teori baru.

Jurusita Pengadilan Negeri diangkat dan diberhentikan oleh Mahkamah Agung atas usul Ketua Pengadilan yang bersangkutan. yang pasti ada yang unik dan menarik. 2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum). 8 tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. Adapun sebagai syarat untuk diangkat menjadi jurusita. ia juga tidak boleh . Disamping itu. Dalam menjalankan tugasnya kecuali ditentukan lain oleh atau berdasarkan undang-undang jurusita/jurusita pengganti tidak boleh merangkap menjadi wali. maka makalah ini diharapkan dapat memicu lahirnya pemikiran teoritis yang lahir dari pengalaman praktis para peserta pelatihan. pengampu. 8 tahun 2004). jelas dan terang yang dapat digunakan sebagai pegangan bagi kita selaku pejabat peradilan. JURUSITA/JURUSITA PENGGANTI SEBAGAI PEJABAT PERADILAN. sedangkan untuk dapat diangkat menjadi jurusita pengganti.Sebaliknya praktik peradilan juga memerlukan dukungan ilmiah yang obyektif. Selain Hakim dan Panitera. seorang calon harus berpengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai pegawai negeri pada Pengadilan Negeri (Pasal 40 UU No. sehingga nantinya melalui makalah dan acara pelatihan ini diharapkan dapat dihasilkan panduan bidang tugas kejurusitaan yang ringkas. Sedangkan jurusita pengganti diangkat dan diberhentikan oleh Ketua Pengadilan yang bersangkutan (Pasal 41 UU No. dan pejabat yang berkaitan dengan perkara yang didalamnya ia sendiri berkepentingan. sorang calon antara lain harus memenuhi syarat berpengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai jurusita pengganti. pada setiap pengadilan ditetapkan adanya jurusita (deurwaander) dan jurusita pengganti (Pasal 40 sampai dengan Pasal 43 UU No. 8 tahun 2004). Oleh karena itulah berbekal pengalaman praktik kejurusitaan di lapangan oleh para peserta.

merangkap menjadi advokad. 3. Tugas lain menurut Undang-Undang . karena tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang jurusita/jurusita pengganti tersebut. Administerasi peradilan (admistration of justice). Memperhatikan syarat-syarat pengangkatan dan pelaksanaan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti yang diatur secara khusus oleh undangundang. sesungguhnya dapat menyadarkan kita betapa pentingnya kedudukan dan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti di pengadilan. Kedudukan dan syarat-syarat pengangkatan seorang jurusita/jurusita pengganti diatur secara khusus dalam Undang-undang tentang Peradilan Umum. Tugas non justisial (Iurisdictio Voluntaria) . Tugas peradilan teknis justisial (Iurisdictio Contentiosa) . mengingat tugas seorang jurusita/jurusita pengganti dapat menentukan berlangsung atau tidaknya suatu pemeriksaan di persidangan. termasuk tugas yang sangat penting. 8 tahun 2004). 4. Sebagaimana diketahui. Sebelum memangku jabatannya. Dengan demikian jurusita/jurusita pengganti adalah pegawai negeri yang diangkat berdasarkan peraturan perundangan-undangan untuk melakukan tugas kejurusitaan di Pengadilan (Negeri) dimana ia bertugas. 2. 8 tahun 2004). jurusita atau jurusita pengganti wajib diambil sumpah atau janji menurut agamanya oleh Ketua Pengadilan yang bersangkutan (Pasal 42 UU No.yang meliputi : a) Administerasi perkara b) Administerasi keuangan perkara . tugas Pengadilan itu meliputi : 1. Jabatan yang tidak boleh dirangkap oleh jurusita akan diatur lebih lanjut oleh Mahkamah Agung (Pasal 43 UU No. Oleh karena itulah pandangan yang meremehkan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti tidaklah dapat diterima.

. serta pelaksanaan putusan perkara perdata. Tugas administerasi perkara merupakan tugas teknis justisial yang dilakukan oleh Hakim.Menyampaikan pengumuman-pengumuman. hal. Penerbit Djambatan.Membuat berita acara penyitaan yang salinan resminya diserahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. teguran-teguran.Melakukan penyitaan atas perintah Ketua Pengadilan Negeri/Hakim. Mahkamah Agung RI dalam berbagai petunjuknya pada pokoknya telah membagi tugas di Pengadilan meliputi administerasi perkara dan administerasi umum. management (pengelolan) biaya perkara. Tentang Kejurusitaan Dalam Praktik Peradilan Perdata. . 1998. Berdasarkan ketentuan tersebut. tugas jurusita/jurusita pengganti antara lain meliputi : . 2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum yang sudah diubah dengan UU No. yang ditentukan . Administerasi Umum 1 Tugas seorang jurusita/jurusita pengganti merupakan tugas teknis justisial. dan pemberitahuan putusan Pengadilan menurut cara-cara undang-undang . Sedangkan tugas administerasi umum dilakukan oleh pejabat kesekretariatan pengadilan. pengriman atau penerimaan berkas ke Pengadilan Tinggi dan atau Mahkamah Agung (manakala ada upaya hukum banding dan atau kasasi).5. Jakarta. 1 Soebyakto. penyelesaian administerasi perkara. Tugas pengadilan yang bersifat teknis justisial pada dasarnya dimulai sejak pendaftaran perkara.Melaksanakan pemanggilan atas perintah Ketua Pengadilan atau atas perintah Hakim . Panitera (Panitera Pengganti) dan jurusita (jurusita pengganti). 32. 8 tahun 2004 (bandingkan juga dengan ketentuan Pasal 716 Rbg). Sedangkan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh seorang juru sita/jurusita penganti terdapat dalam berbagai peraturan perundang-undangan antara lain dalam Pasal 65 UU No. pengelolaan administerasi perkara. .

Peranan Organisasi Dan Managemen Dalam Badan Peradilan. 2 Selanjutnya. proses-cara kerja. membuat berita acara pelaksanaan putusan yang salinan resminya disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. berdasarkan Keputusan Mahkamah Agung RI SK Subagyo. 4 tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. hal. melakukan penawaran pembayaran uang. kalau saat ini berdasarkan Undang-undang No. Haruslah disadari “tidak ada pembentukan organisasi tanpa kaitan organ. dalam Pasal 5 diatur jurusita mempunyai tugas untuk melakukan pemanggilan. sehingga Mahkamah Agung dapat menentukan struktur organisasi. Adapun wilayah kerja jurusita/jurusita pengganti adalah di daerah hukum Pengadilan Negeri yang bersangkutan. melakukan tugas pelaksanaan putusan. Makalah disampaikan dalam Pelatihan Teknis Fungsional Peningkatan Profesionalisme bagi Pejabat Kepaniteraan. Jakarta. 7 . termasuk jurusita. Tugas dan tanggung jawab serta pola tata kerja seorang jurusita/jurusita pengganti tentunya akan saling berkaitan serta tidak dapat dipisahkan dengan pejabat peradilan yang lain. 7 Agustus 2001.Selanjutnya berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor :KMA/055/SK/X/1996 tentang Tugas dan Tanggung Jawab serta Tata Kerja Jurusita pada Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama. demikian pula tidak mungkin untuk menyusun suatu tugas dan tanggung jawab serta tata kerja tanpa menyusun organisasinya”. Jadi beda dengan tugas seorang Panitera atau Panitera Pengganti yang melaksanakan tugasnya di gedung Pengadilan. susunan organisasi peradilan telah berpuncak pada Mahkamah Agung RI.. struktur kerja. serta membuat berita acara penawaran pembayaran uang dengan menyebutkan jumlah dan uraian jenis mata uang yang ditawarkan. terutama Hakim.2 Adalah suatu hal yang menggembirakan. seorang jurusita/jurusita pengganti justru melaksanakan tugasnya di luar gedung Pengadilan. pembinaan dan pengawasan pejabat peradilan.

pada saat dan sesudah pemeriksaan perkara di persidangan. TUGAS POKOK DAN FUNGSI JURUSITA/JURUSITA PENGGANTI.004/SK/11/92 jurusita/jurusita pengganti adalah bagian dari kepaniteraan pengadilan. A. b) Pemanggilan yang harus dijalankan setelah pemeriksaan (sidang) berjalan. Tugas Pemanggilan Dan Pemberitahuan. . Untuk memudahkan pemahaman. Dalam persidangan perkara perdata. Memperhatikan tugas dan tanggung jawab jurusita yang demikian besar. Hal ini diatur dalam Pasal 8 Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : KMA/055/SK /X/1996. berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada atau kebiasaan praktik peradilan yang lahir dari sejumlah doktrin dan yurisprudensi. Kepaniteraan adalah unsur pembantu pimpinan dan bertanggung jawab kepada ketua. sedangkan secara administratif tanggung jawab kepada Panitera. bertugas memberi pelayanan teknis dibidang administrasi perkara dan administrasi lain berdasar undang-undang dan berfungsi antara lain dalam kegiatan pelayanan administrasi perdata perkara dimana dan persidangan tersebut serta terlibat pelaksanaan didalamnya. maka tugas jurusita/jurusita pengganti tersebut akan diuraikan mulai tahap sebelum. dengan berbagai kendala atau hambatan serta upaya penyelesaiannya. maka dalam makalah ini pertama-tama akan diuraikan bagaimanakah sesungguhnya peranan dan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti tersebut harus dijalankan dengan baik dan benar menurut hukum. dimulai dengan pemanggilan para pihak yang dapat dirinci dalam 3 (tiga) bagian : a) Pemanggilan yang dijalankan sebelum pemeriksaan (persidangan) di mulai. putusan perkara jurusita Sebagai pejabat peradilan tanggung jawab jurusita/jurusita pengganti dalam konteks kelembagaan adalah kepada Ketua Pengadilan.

3 Ad.(pasal 121 (2) HIR:) (2) Terhadap tergugat pada waktu memanggil menurut pasal 121 ayat (2) harus diserahkan satu turunan resmi dan surat gugatan asli. .Bahwa yang bersangkutan telah dipanggil dengan cara pemanggilan menurut undangundang. 3 Soebyakto. Menurut Wildan Suyuthi. Pasal 145 ayat (2) RBg . 9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. . a) Pemanggilan Sebelum Pemeriksaan Dimulai Pasal 145 RBg : (pasal 121 HIR. hal 11 yang dimaksud pemanggilan harus dilakukan dengan patut. Biasanya Berita Acara panggilan ini dibuat menjadi satu meskipun mungkin hari pemanggilannya tidak sama.) (1) Panggilan baru dapat mulai di jalankan apabila sudah ada penetapan oleh Ketua Pengadilan Negeri (Hakim) tentang hari dan jam pemeriksaan (persidangan). hal 33.Cit. dalam penetapan mana sekaligus diperintahkan kepada pegawai yang ditunjuk untuk memanggil kedua belah pihak supaya hadir pada hari dan jam yang telah ditentukan. PT..c) Pemanggilan yang harus dijalankan setelah pemeriksaan selesai dengan acara putusan Hakim terakhir. dalam mana harus dijelaskan berbicara dengan siapa dan jika mungkin juga harus memuat tanda tangan masingmasing yang dipanggil (dengan siapa ia berbicara). .Pemanggilan dilakukan terhadap yang bersangkutan atau wakilnya yang sah. tindakan mana harus dinyatakan dalam surat panggilan terhadap tergugat. jika perlu mereka sendiri-sendiri harus diberi surat turunan surat gugat resmi. Sita Eksekusi Praktik Kejurusitaan Pengadilan. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Op. tapi panggilannya terpisah juga diperbolehkan. 2004. Apabila ada lebih dari satu tergugat. Tatanusa. Jakarta. artinya : . Yaitu pemanggilan dilakukan oleh juru sita dengan membuat berita acara pemanggilan pihak-pihak.Pemanggilan tersebut dilakukan dengan memperhatikan tenggang waktu (kecuali dalam hal yang sangat perlu tak boleh kurang dari 3 hari kerja lihat Pasal 122 atau 146 Rbg). Pemanggilan secara patut juga dirumuskan dalam Pasal 26 PP No.

(pasal 390 (3) HIR) : (4) Apabila yang bersangkutan tidak diketahui tempat tinggalnya maka exploit harus disampaikan kepada Bupati Kepala Daerah dimana penggugat bertempat tinggal. maka atas perintah Ketua (Hakim) Pengadilan dapat dilakukan lagi terhadap yang tidak hadir. tetapi jika tidak dapat bertemu sendiri dengan orang yang bersangkutan itu. untuk kedua kalinya.(pasal 126 HIR:) (1) Apabila pada hari pemeriksaan pertama salah satu pihak ataupun kedua-duanya tidak hadir. Ad. pemberitahuan dan sebagainya. Pasal 718 ayat (2) RBg.Pasal 718 ayat (1) RBg.b Selama Pemeriksaan Sidang Berjalan Pasal 150 RBg. (pasal 121 (2) HIR) : (3) Pada umumnya tiap-tiap panggilan. Pasal 151 RBg. kepada Kepala Desanya. tapi Hakim memandang perlu untuk memanggil lagi yang tidak hadir.(pasal 127 HIR:) . Pasal 718 ayat(2) RBg. harus disampaikan kepada kepala desanya atau wakilnya yang selanjutnya berkewajiban segera memberitahu pada yang bersangkutan sendiri tentang adanya panggilan tersebut. meskipun telah ada panggilan yang sah. pokoknya semuanya yang disebut exploit seperti diterangkan diatas harus disampaikan pada orang yang bersangkutan sendiri (yaitu penggugat maupun tergugat) ditempat kediamannya atau ditempat tinggalnya. maka panggilan (exploit) harus disampaikan pada ahli warisnya dan jika ini tidak ada.(pasal 390 (2) HIR : (4) Apabila yang harus dipanggil ternyata telah meninggal dunia.

(pasal 159 ayat(3) HIR:) (3) Apabila seorang penggugat atau tergugat yang pada hari sidang pertama dan berikutnya hadir tetapi pada saat itu berhalangan hadir. hingga harus dipanggil lagi. (6) Akhirnya apabila saksi yang telah dipanggil dengan sah tidak datang. Pasal 165 ayat (2) RBg.c Tahap apabila pemeriksaan sudah selesai (sudah ada putusan terakhir). yang semuanya harus dinyatakan dalam satu relaas. yang tidak hadir harus dipanggil untuk hadir pada hari sidang berikutnya. Pasal 148 RBg. Pasal 186 ayat (3) RBg. tanpa menyuruh Kuasa atau Wakilnya maka pemeriksaan harus ditunda dengan memanggil tergugat yang tidak hadir pada hari sidang berikutnya. Ad. maka panggilannya harus dilakukan oleh seorang juru sita.(pasal 124 HIR:) .(pasal 139 ayat (2) HIR:) (5) Kemungkinan selanjutnya dapat terjadi apabila bukan pihak yang bersangkutan tetapi Pengadilan sendiri memandang perlu untuk memanggil saksi. caranya sama dengan panggilan-panggilan untuk pertama kali.) (4) Apabila baik penggugat maupun tergugat mengajukan permohonan untuk memanggil saksi-saksinya. Demikian macam-macam pengaturan dan kemungkinan yang harus dilakukan selama pemeriksaan sedang berjalan dan belum selesai. Pasal 165 ayat (1) RBg.(pasal 139 ayat (1) HIR. maka bila pemeriksaan ditunda.(2) Apabila ada dua tergugat atau lebih dan pada sidang pertama ada salah satu tergugat tidak hadir.

maka gugatannya dinyatakan gugur dan dan penggugat dihukum untuk membayar biaya acara dengan hak bahwa ia dapat mengajukan kembali gugatan tersebut asal saja telah membayar biaya acara sebelumnya. Pasal 149 ayat (1)RBg. maka gugatan dikabulkan dengan verstek. kecuali apabila Pengadilan Negeri berpendapat bahwa gugatan itu melawan hukum atau tidak beralasan.(pasal 125 ayat(1) HIR) (1) jika pada hari sidang yang telah ditentukan tergughat yang telah dipanggil dengan patut tidak datang menghadap dan tidak menyuruh orang lain menghadap untuknya. maka isi putusan harus diberitahukan kepada mereka masing-masing dengan keterangan jika dipandang perlu mereka dapat naik banding. (2) Kemungkinan pemanggilan atau pemberitahuan dapat terjadi apabila pada waktu pengumuman putusan terakhir salah satu pihak atau kedua-duanya tidak hadir. Semuanya ini seperti apa yang dijelaskan diatas verzet juga harus dinyatakan dalam suatu berita acara.(pasal 128 HIR:) Dalam pemberitahuan (aanzegging) kepada tergugat sebagai pihak yang kalah harus diberitahukan bahwa ia dalam 14 hari terhitung mulai esok harinya setelah pemberitahuan itu dapat mengajukan surat perlawanan atau verzet. Pasal 207 Rbg (Pasal 196 HIR) .Jika penggugat yang telah dipanggil dengan patut pada hari yang telah ditentukan tidak datang menghadap di sidang Pengadilan Negeri dan tidak menyuruh seseorang untuk datang untuknya. Pasal 152 ayat (1-2) RBg.

Executorial beslag (Pasal 208. lebih dahulu harus ada permohonan eksekusi dari pihak yang menang. Tugas Penyitaan (beslag) Ada 3 (tiga) macam penyitaan (beslag). maka lebih dulu pihak yang kalah harus dipanggil untuk ditegur (aanmaning) supaya memenuhi isinya keputusan. 209 Rbg dan seterusnya. jurusita tersebut harus dibantu oleh 2(dua) orang saksi yang sudah dewasa dan dikenalnya. maka atas perintah Ketua Pengadilan Negeri pihak yang kalah harus dipanggil untuk mendapat “teguran (aanmaning)” supaya memenuhi putusan (Pasal 207 RBg). yang oleh pihak yang menang dimintakan eksekusi. Dalam menjalankan tugasnya tersebut. Sebelum dilaksanakan. Conservatoir beslag (Pasal 261 Rbg/227 HIR) Ad.(9) Dalam hal sudah ada putusan terakhir. jurusita harus membuat berita acara tentang penyitaan tersebut dengan memberitahukan segala sesuatu kepada si pemilik barang-barang yang disita. karena mengenai pelaksanaan suatu putusan Hakim sebagai hasil sengketa perdata. yaitu : a. B. maka Ketua Pengadilan Negeri memerintahkan kepada Panitera atau penggantinya dengan suatu surat perintah agar supaya menyita barang-barang kepunyaan (miliknya) tergugat. Segala barang milik tergugat . bandingkan dengan Pasal 197 HIR) b. Revindicatoir beslag (Pasal 260 Rbg/226 HIR) c. pihak yang ditegur tetap membangkang tidak mau melaksanakan putusan. Apabila ternyata dalam waktu yang ditetapkan. a. jika ia ikut hadir. Executorial Beslag Penyitaan ini merupakan yang terpenting dari ketiga jenis sita yang lain. Setelah selesai menjalankan penyitaan.

Dapat diajukan terhadap barang-barang bergerak maupun tidak bergerak milik tergugat. untuk menyita barang miliknya yang berada ditangan orang lain tersebut. Seseorang pemilik barang bergerak yang berada ditangan orang lain. maka Ketua Pengadilan Negeri meminta bantuan kepada Ketua Pengadilan Negeri didalam daerah barang yang harus disita berada (Pasal 206 ayat 2-3 RBg). dalam hal mana jurusita melaporkan kepada Kepala Desa agar barang-barang tersebut tidak dijual/dipindahtangankan. jurusita sebelum melakukan penyitaan sebaiknya terlebih dahulu memberitahukan akan dilakukannya penyitaan kepada Kepala Desa.boleh disita. Menurut pengalaman. Kalau barang-barangnya ada diluar daerah Pengadilan Negeri yang memutus. Setelah selesai melakukan penyitaan barang-barang harus diserahkan atau ditinggalkan kepada pemiliknya. Conservatoir beslag Diatur dalam Pasal 261 RBg (Pasal 227 HIR). kecuali hewan-hewan termasuk alat-alat yang digunakan untuk membantu pekerjaannya. b. c. Cara-cara penyitaannya sama dengan yang telah diterangkan pada bagian Executie beslag tersebut di atas. Ad. dengan alasan bahwa tergugat berusaha untuk menjual atau menyingkirkan barang-barangnya sebelum ada putusan. . Ad. karena tidak mau mengembalikan barang tersebut secara sukarela. maka pemilik tersebut dapat mengajukan permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri dalam daerah mana pemegang barang tersebut berada. Permohonannya biasanya dibuat bersama-sama dengan surat gugatan. Revindicatoir Beslag Diatur dalam Pasal 260 RBg (Pasal 226 ayat (1) HIR).

sedangkan apabila gugat ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima. barang-barang tersebut akan dilelang cukup untuk memenuhi putusan. MARI. Untuk sita conservatoir hal itu tidak perlu. tahun 1993. barang yang disita dengan sita revindicatoir harus disebutkan dengan jelas. Apabila gugat dikabulkan. diberi hak juga untuk mengajukan supaya diperintahkan untuk meletakkan sita terhadap barang-barang 4 Retnowulan Sutantio. 2. perbedaan antara sita conservatoir dan sita revindicatoir adalah : 1. Sedangkan dalam sita revindicatoir. Dalam rangka eksekusi. meminta kembali. 3. Tugas dan Tanggung jawabnya. dalam hal gugat ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima. Barang-barang yang disita dengan cara conservatoir adalah barang milik tergugat. bahwa tergugat sedang berdaya upaya untuk menghilangkan barangbarangnya dengan maksud menghindari tuntutan penggugat. dan sita dinyatakan sah dan berharga. termasuk tanah. sedangkan barang-barang yang disita dengan sita revindicatoir hanya barang bergerak saja. 5. akan diperintahkan untuk diangkat. Apabila gugat dikabulkan. Jakarta. Proyek Pembinaan Teknis Yustisial Mahkamah Agung RI. Untuk sita conservatoir harus ada sangka yang beralasan. sita conservatoir akan dinyatakan sah dan berharga dan dalam rangka eksekusi barang-barang tersebut akan diserahkan secara nyata kepada penggugat atau dalam hal yang digugat adalah sejumlah uang. secara lengkap. Kata revindicatoir berarti. Jurusita.Menurut Retnowulan Sutantio. Baik sita conservatoir.4 Sedangkan persamaannya adalah : 1. Barang-barang yang disita dengan sita conservatoir adalah barang bergerak dan barang tidak bergerak. maupun sita revindicatoir. sedangkan barang-barang yang disita dengan revindicatoir adalah barang-barang milik penggugat. hal 16 5 Ibid . kedua sita tersebut akan secara otomatis berubah menjadi sita eksekusi.5 Masih ada sita lain yang dinamakan marital beslag (Pasal 823 Rv) yaitu seorang isteri yang bersama-sama dengan suaminya tunduk pada hukum Barat mengajukan permohonan untuk bercerai dengan suaminya. termasuk biaya perkara. juga ciri-cirinya. 2. Oleh karena itu. dalam rangka eksekusi barang itu akan diserahkan kepada Penggugat. yang dikuasai/dipegang oleh tergugat. sita conservatoir akan diperintahkan untuk diangkat. Untuk sita revindicatoir hal ini tidaklah perlu. 4.

oleh karena dalam pelatihan saat ini tentang hal tersebut akan dibahas dalam sesion tersendiri. yang seringkali tidak nampak dengan jelas. Padahal. Apabila ia menemukan bahwa orang yang dipanggil atau diberitahu atau barang yang akan disita. pada daerah hukum Pengadilan Negeri dimana ia bekerja saja. . Namum. ternyata berada diwilayah hukum Pengadilan Negeri yang lain. maka ia tidak berwenang untuk melakukan tindakan hukum tersebut. Jurusita/jurusita pengganti tersebut harus kembali ke kantor agar Ketua Pengadilan Negeri membuat penetapan yang baru dan meminta bantuan Ketua Pengadilan Negeri yang membawahi orang yang akan dipanggil atau diberitahu dan atau barangbarang yang akan disita itu berada. bahwa tugas jurusita/jurusita pengganti yang diatur berdasarkan ketentuan undang-undang hanya terbatas. untuk menjamin barang-barang tersebut tidak dijual dan disembunyikan oleh suaminya. maka hal tersebut memerlukan kejelian dari jurusita/jurusita pengganti pada saat melakukan tugasnya tersebut. maka dalam makalah ini sengaja tidak penulis uraikan. saat ini batas wilayah didaerah kadang-kadang masih berupa sungai atau jalan desa setapak. Sesungguhnya masih ada dasar pengaturan pelaksanaan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti yaitu dibidang pelaksanaan putusan. HAMBATAN PELAKSANAAN JURUSITA PENGGANTI TUGAS JURUSITA/- 1.milik sang isteri sendiri maupun milik bersama yang berada dibawah kekuasaan sang suami. Tugas Dan Tanggung Jawab Di Bidang Pemanggilan/Pemberitahuan Telah diuraikan di bagian awal. Cara-cara pelaksanaan sitanya sama dengan yang diuraikan dibagian awal.

apakah ia langsung dapat melakukan pemanggilan. apakah pemanggilan dan pemberitahuan dapat dilakukan pada hari minggu atau libur nasional.Manakala yang akan dipanggil adalah para pihak yang tugasnya adalah anggota korps diplomatik di luar negeri. maka cara memanggilnya dengan cara menyampaikan surat kepada Departemen Luar Negeri Dirjen Protokol dan Konsuler dengan permohonan untuk memanggil orang/anggota korps diplomatik tersebut (Perhatikan Surat Menteri Luar Negeri Direktorat Konsuler tertanggal 18 Juli 1990 Nomor : 295/90/07/44 yang ditujukan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat). dengan catatan salinan gugatan harus diterjemahkan kedalam bahasa Inggris (Surat Direktorat Protokol dan Konsuler Departeman Luar Negeri tertanggal 31 April 1991 Nomor 202/91/45 yang ditujukan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat). apa yang harus dilakukan olehnya dalam menghadapi keadaan tertentu dalam melaksanakan tugasnya harus dapat dijalankan dengan baik. Seorang jurusita/jurusita pengganti harus benar-benar mengerti dan menghayati batas tugas dan kewenangannya dengan baik dan benar. apakah dapat dimasukkan dalam biaya . Misalnya. maka kendaraannya mogok. Sedangkan apabila pemanggilan dilakukan terhadap warga negara asing yang berada diluar negeri. maka jurusita/jurusita pengganti tersebut baru bisa jalan ketika hari sudah malam. kalau terpaksa ia harus menginap. misalnya karena kehabisan BBM. atau dapatkah pemanggilan dan pemberitahuan dilakukan pada malam hari. pemberitahuan dan ataupun penyitaan ataukah harus menunggu keesokan harinya ? Apakah dapat panggilan dititipkan liwat petugas kepolisian atau diserahkan kepada isteri atau suami dari pihak yang dipanggil ? Bagaimana pula dengan uang makan dan penginapan. pemanggilannya dilakukan dengan cara menyampaikan surat kepada Departemen Luar Negeri untuk meminta bantuan kepada kedutaan besar negara pihak-pihak yang dipanggil untuk memanggil orang tersebut.

Pasal 18 Rv menyatakan : Tidak satupun tindakan jurusita atau pelaksanaan suatu putusan dapat dilakukan sebelum jam enam pagi dan setelah jam enam sore... Tentang hal itu tidak akan diberitahukan kepada pihak lawan.perjalanan dinas ? Ketentuan hukum dalam RBg maupun HIR tidak mengatur halhal tersebut.. dalam perkara tertentu yang memerlukan tindakan khusus yang cepat. Apabila reglemen ini memakai istilah sebulan. sedangkan apabila ijin diberikan atas permohonan tertulis. maka hal itu berarti 30 hari. maka ijin tersebut akan dicantumkan dibagian atas surat panggilan atau berita acara pelaksanaan sita. Ijin yang dimaksud dalam pasal ini dan dalam pasal sebelumnya. yang berlaku untuk beracara di Raad van Justitie ada pengaturan tentang hal tersebut. surat pemberitahuan . Pasal 17 Rv menyatakan : Tidak satupun tindakan jurusita dapat dilakukan pada hari minggu. maka ijin tersebut akan dicantumkan di bagian atas dari surat permohonan tersebut. kecuali apabila Ketua Pengadilan Negeri yang bersangkutan.. . melainkan akan dicantumkan di bagian atas dari surat panggilan. atau lisan dari pihak yang berkepentingan.maka tugas tersebut dapat dilakukan esok harinya.. memberi perintah untuk itu. dapat diberikan atas permohonan tertulis.. Penetapan mengenai pemberitahuan ijin tersebut dapat dilaksanakan dengan serta merta. Dalam hal ijin diberikan atas permohonan lisan. Apabila hari terakhir untuk melakukan panggilan atau pemberitahuan. Namum ternyata dalam Reglement op de Burgerlijke Rechtsvordering (Rv) yaitu hukum acara perdata pada jaman penjajahan Belanda. kecuali berdasarkan perintah khusus dari Ketua Pengadilan Negeri yang bersangkutan.

karena adalah hal yang sangat ganjil dan aneh serta tidak manusiawi. Pengecualian dapat terjadi. tiba-tiba datang seorang jurusita/jurusita pengganti untuk memanggil tergugat agar datang disuatu sidang pengadilan. ketika pada malam takbiran atau hari raya misalnya. dengan lain perkataan Lurah atau Kepala desa harus surat panggilan kepada Lurah atau Kepala Desa yang membubuhkan tanda tangannya dalam berita acara panggilan dan adalah lebih . Panggilan dan pemberitahuan harus disampaikan kepada pribadi yang dipanggil dan atau diberitahu. Penyerahan panggilan kepada Lurah atau Kepala Desa harus terbukti dalam hukum. Hendaknya ketentuan tersebut. Jadi seandainya panggilan telah tidak dapat disampaikan kepada orang yang dipanggil itu sendiri. maka jurusita/jurusita pengganti harus langsung menuju ke kantor desa yang bersangkutan dan menyerahkan bersangkutan. apabila yang bersangkutan tidak dapat dijumpainya. biarlah Ketua Pengadilan Negeri yang menentukan ijin tersebut dengan arif lagi bijaksana. yaitu dalam keadaan yang sangat mendesak. diperhatikan dan dilaksanakan dengan sungguh dalam praktik kejurusitaan. karena suaminya atau isterinya minta cerai atau tiba-tiba jurusita/jurusita pengganti tersebut melakukan penyitaan atas barang-barang milik tergugat. tergugat atau turut tergugat. dengan ijin Ketua Pengadilan Negeri. jadi tidak boleh disampaikan kepada suami atau isteri pihak tersebut. atau kepada anak atau pembantu rumah tangga penggugat.putusan atau berita acara yang bersangkutan. (diterjemahkan secara bebas oleh Retnowulan Sutantio). Karena undang-undang telah jelas mengatur. panggilan disampaikan melalui Lurah atau yang dipersamakan dengan itu. apabila hal itu memang mutlak harus dilakukan.

karena ada pengaruhnya terhadap pemeriksaan perkara dengan acara istimewa. Dalam ketentuan Pasal 146 RBg jo Pasal 718 RBg (bandingkan dengan Pasal 122 HIR jo Pasal 390 HIR).baik lagi. Sita Jaminan . 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. apabila tanda tangan tersebut dipertegas dengan cap/ stempel Kelurahan/Desa. Di atas telah diuraikan dasar pengaturan dan macam-macam sita. yaitu gugur atau verstek.Sita jaminan dilakukan atas perintah Hakim/Ketua Majelis sebelum atau selama proses pemeriksaan berlangsung. 9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. Hakim/Ketua Majelis membuat surat penetapan. Sedangkan ketentuan Pasal 26 ayat (4) PP No. Penyitaan dilaksanakan oleh Jurusita/ . jelas menyebutkan tenggang waktu antara panggilan dengan hari sidang bukan 3 (tiga) hari. 9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. hanya menyebutkan Pemanggilan dilakukan dan disampaikan secara patut dan diterima oleh penggugat maupun tergugat atau kuasa mereka selambatlambatnya 3 (tiga) hari sebelum sidang dibuka. Permasalahan lain yang harus diperhatikan adalah mencermati ketentuan Pasal 146 RBg jo Pasal 718 RBg (bandingkan dengan Pasal 122 HIR jo Pasal 390 HIR). Hal tersebut penting diperhatikan. Dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Tugas Dan administerasi Pengadilan Buku (II) diatur sebagai berikut : A. yang jelas berbeda dengan ketentuan dalam Pasal 26 ayat (4) PP No. Jadi jelas pada hari minggu dan atau libur tidak dihitung. Tugas dan Tanggung Jawab di Bidang Penyitaan Dan Eksekusi. tetapi 3(tiga) hari kerja. sehingga hari libur tentunya juga dihitung. 2.

Barang yang disita itu. meskipun jelas adalah milik penggugat yang disita dengan sita conservatoir. . maka harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a.Dalam hal dilakukan sita jaminan sebelum sidang dimulai. dengan atau tanpa rumah. c. . . b. maka berita acara penyitaan harus didaftarkan sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 227 ayat (3) Pasal 198 dan Pasal 199 HIR atau Pasal 261 jo Pasal 213 dan 214 Rbg. Penyitaan hendaknya dilakukan terhadap barang milik tergugat (atau dalam hal sita revindicatoir terhadap barang bergerak tertentu milik penggugat yang ada ditangan tergugat yang dimaksud dalam surat gugat) sekedar cukup untuk menjamin pelaksanaan putusan dikemudian hari. 260 Rbg). dan sita revindicatoir (terhadap milik penggugat) (Pasal 227. Tindakan tersesita yang bertentangan dengan larangan tersebut adalah batal demi hukum. Apabila penyitaan tersebut telah didaftarkan di Badan Pertanahan Nasional atau Kelurahan.Ada dua macam sita jaminan yaitu sita conservatoir (terhadap milik tergugat). maka sejak didaftarkannya itu tersita dilarang untuk menyewakan. 226 HIR 261. mengalihkan dengan cara apapun atau membebankan/menjaminkan tanah tersebut. Apabila yang disita adalah sebidang tanah.Panitera Pengadilan Negeri dengan dua orang pegawai pengadilan sebagai saksi. harus tetap dipegang/ dikuasai oleh tersita. Adalah salah untuk menitipkan barang itu kepada lurah atau penggugat atau membawa barang itu untuk disimpan di gedung Pegadilan Negeri.

tersita dilarang untuk menyewakan. bahwa tanah tersebut milik tergugat dan luas serta batas-batasnya harus disebutkan dengan jelas (Perhatikan SEMA No. Untuk menghindari salah sita. . . mengalihkan atau menjaminkan tanah yang disita itu.Tentang penyitaan itu dicatat di buku khusus yang disediakan di Pengadilan Negeri yang memuat catatan mengenai tanah-tanah yang disita.Sejak tanggal pendaftaran sita itu. batas serta luas tanah yang akan disita. Semua tindakan tersita yang dilakukan bertentangan dengan larangan itu adalah batal demi hukum. kapan disita dan perkembangannya.Apabila yang disita adalah tanah.B. dan atas tanah yang belum sertifikat diberitahukan pada kantor pertanahan daerah tingkat II kotamadya atau kabupaten. . .Harus ada sangka yang beralasan. bahwa tergugat sedang berdaya upaya untuk menghilangkan barang-barangnya untuk menghindari gugatan penggugat. Hendaknya kepala desa diajak serta untuk melihat keadaan tanah. Buku ini adalah terbuka untuk umum.Yang disita adalah barang bergerak dan barang tidak bergerak milik tergugat. . . selain itu sita atas tanah yang ada sertifikat harus pula didaftarkan. 89/K/1018/M/1962 tertanggal 25 April 1962). maka harus dilihat dengan seksama. .Penyitaan atas tanah harus dicatat dalam buku tanah yang ada di Desa.Kepala Desa yang bersangkutan dapat ditunjuk sebagai pengawas agar tanah tersebut tidak dialihkan kepada orang lain. Sita Conservatoir .

. Sita Revindicatoir . . harus disebut dalam surat gugat secara jelas dan terperinci. setelah mendengar Jaksa Agung (Pasal 65 dan 66 ICW) C. yang berarti minta kembali miliknya. seandainya gugatan mengenai ganti rugi dikabulkan hanya untuk sebagian. . dengan menyebutkan ciri-cirinya. Namun apabila yang disita itu sebidang tanah dan rumah.Sita Jaminan dan sita eksekusi terhadap barang-barang milik negara dilarang. .. tidaklah dapat diputuskan menyatakan sah dan berharga. apabila gugatan ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima. dan untuk bagian yang lain diperintahkan untuk diangkat. kecuali seijin dari Mahkamah Agung.Yang disita adalah barang bergerak milik penggugat yang dikuasai /dipegang oleh tergugat.Apabila gugatan dikabulkan sita jaminan dinyatakan sah dan berharga oleh Hakim dalam amar putusannya.Barang yang dimohon agar disita.Apabila gugatan dikabulkan untuk sebagian dan selebihnya ditolak. Apabila barang bergerak milik tergugat tidak cukup. biarlah tanah/tanah dan rumah milik tergugat yang disita. sita jaminan (misalnya 1/3/ tanah dan rumah yang bersangktan). sita harus diperintahkan untuk diangkat. hanya cukup untuk menjamin dipenuhinya gugatan penggugat. .Penyitaan dilakukan terutama atas barang bergerak milik tergugat. Kata revindicatoir berasal dari revindiceer. sirta jaminan untuk sebagian dinyatakan sah dan berharga. .Gugatan diajukan untuk memperoleh kembali hak atas barang tersebut. juga jangan berlebihan.

D. b. Sita eksekusi yang langsung.Untuk selanjutnya.Apabila gugatan dikabulkan untuk seluruhnya. .. 1. Lihat Pasal 7 Peraturan Agraria No. . Sita eksekusi yang langsung diletakkan atas barang bergerak dan barang tidak bergerak milik debitor atau pihak yang kalah. 16 tahun 1985 jo jo PP No. bahwa gugatan dikabulkan hanya untuk sebagian dan untuk selebihnya ditolak. yang dalam rangka . sita revindicatoir dinyatakan sah dan berharga dan tergugat dihukum untuk menyerahkan barang tersebut kepada penggugat. Sita Eksekusi Ada dua macam sita eksekusi : yang langsung dan yang tidak langsung. 24 tahun 1997). maka sita revindicatoir untuk barang-barang yang dikabulkan dengan putusan tersebut akan dinyatakan sah dan berharga. 15 tahun 1961 dan Pasal 14 ayat (3) UU No.Dalam rangka eksekusi barang yang dikabulkan itu diserahkan kepada penggugat. .Dapat terjadi. sedangkan untuk barang-barang yang lainnya. segala sesuatu yang dikemukakan dalam membahas sita conservatoir secara mutatis mutandis berlaku untuk sita revindicatoir. Sehubungan dengan pelaksanaan grosse akta pengakuan hutang yang berkepala Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa atau pelaksanaan grosse akta hipotik (berfungsi sebagai grosse akta hipotik adalah sertifikat hipotik yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Daerah tingkat II kotamadya yang bersangkutan. a. Apabila hal itu terjadi. Sita eksekusi lanjutan apabila barang-barang yang disita sebelumnya dengan sita conservatoir. D. diperintahkan untuk diangkat.

2.eksekusi telah berubah menjadi sita eksekusi dan dilelang. manakala jurusita/jurusita sewaktu hendak menyita menghadapi kenyataan. Binatang-binatang yang lain yaitu kuda. dalam rangka eksekusi otomatis berubah statusnya menjadi sita eksekusi. maka jurusita/jurusita pengganti akan membuat berita acara bahwa tidak ada barang yang dapat disita. ternyata barang yang hendak disitanya itu adalah barang bergerak yang sebelumnya sudah disita eksekusi untuk orang lain.6 Dalam praktik peradilan pelaksanaan sita sering kali banyak menimbulkan permasalahan. Dalam hal yang demikian. diterbitkan MARI. burung yang kadang-kadang sangat tingi harganya dapat saja disita. kucing. 211 Rbg). bahwa yang tidak dapat disita adalah hewan yang benar-benar dibutuhkan untuk mencari nafkah oleh tersita. hal 121 s/d 125 . ternyata barang yang hendak disita tidak ada. Perlu diperhatikan. maka akan dilakukan sita eksekusi lanjutan terhadap barang-barang milik tergugat untuk kemudian dilelang. D. Bisa saja pada waktu hendak dilakukan penyitaan. Sita eksekusi yang tidak langsung Sita eksekusi yang tidak langsung adalah sita eksekusi yang berasal dari sita jaminan yang telah dinyatakan sah dan berharga. 6 Pedoman Pelaksanaan Tugas Dan Administerasi Pengadilan Buku II. jadi sedang dibebani sita eksekusi oleh Pengadilan atau Badan Urusan Piutang Lelang Negara (BUPLN). hasilnya tidak cukup untuk membayar jumlah uang yang harus dibayar berdasarkan putusan pengadilan. Jadi bukan sapi-sapi dari sebuah peternakan. anjing. Lain lagi halnya. ini selalu dapat disita. jadi satu atau dua ekor sapi/kerbau yang benar-benar dibutuhkan untuk mengerjakan sawah. Dalam rangka eksekusi dilarang untuk menyita hewan atau perkakas yang benar-benar dibutuhkan oleh tersita untuk mencari nafkah (Pasal 197 ayat (8) HIR. Jakarta .

Bahkan dapat terjadi. (Perhatikan Surat Bank Indonesia kepada Bank Rakyat Indonesia di seluruh Indonesia tanggal 24 Nopember 1987 Nomor : 20/12/UHO/HNI jo ANGKA 2/SE. untuk selanjutnya menuangkan dalam berita acara tanpa menyebutkan jumlah uangnya. ia akan memperoleh lebih banyak dari penyita pertama. Manakala jurusita/jurusita pengganti ditugaskan untuk menjalan penyitaan rekening di sebuah bank. Berita acara sita persamaan ini berlaku sebagai suatu sanggahan/pencegahan untuk menyerahkan uang hasil pelelangan barangbarang tersebut kepada penyita yang pertama. Bila terdapat perbedaan batas tanah yang mengakibatkan obyek sita berbeda. dan jurusita/jurusita pengganti hanya bisa menyita barang milik tersita. bila perbedaan batas tersebut tidak mengakibatkan obyek berbeda. BI Nomor : . akan tetapi ia setelah meminta agar berita acara sita eksekusi yang dipegang oleh tersita diserahkan kepadanya. manakala ternyata penetapan Majelis Hakim tentang sita jaminan ternyata batas-batasnya berbeda dengan keadaan yang sesungguhnya diketemukan jurusita/jurusita penganti.jurusita/juru sita pengganti tidak diperkenankan untuk menyita lagi barang-barang yang sudah disita itu. Akan tetapi. karena obyek sita tidak sesuai data-datanya. maka penyitaan tidak dapat dilaksanakan dengan dibuat berita acara sita non bevending. ia akan mempersamakan berita acara tersebut dengan barang-barang milik tersita. maka hal ini dinyatakan dalam berita acara sita jaminan tersebut. justru oleh karena memang tagihannya lebih besar atau telah dijamin dengan fiducia umupamanya. Lain lagi persoalannya. hanya karena tanah yang berbatasan dengan obyek sita telah berubah kepemilikan. Dengan lain perkataan yang menyita kemudian akan berbagi hasil lelang itu. yang belum disita (Pasal 463 Rv). maka jurusita/jurusita pengganti tersebut harus datang ke Bank mengecek kebenaran tentang rekening tersebut.

dapat kita diskusikan dan dipecahkan bersama. tidak mungkin dapat diuraikan secara mendetail dalam makalah ini. namun dengan adanya berbagai keterbatasan. Mudah-mudahan dalam pelatihan ini. ------------------------ .3/507/UPPB/BGB tertanggal 18 september 1970 jo Surat Direksi Bank Indonesia kepada Bank-Bank di seluruh Indonesia tertanggal 20 Oktober 1987). permasalahan hukum dan hambatan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti. Masih banyak permasalahan hukum dan hambatan-hambatan yang dialami oleh seorang jurusita/jurusita pengganti dalam melaksanakan tugasnya yang mesti dipecahkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful