P. 1
Mulijanto, TUGAS JURUSITA(1)

Mulijanto, TUGAS JURUSITA(1)

|Views: 552|Likes:

More info:

Published by: Garnisha 'anish' Utamas N on Feb 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2014

pdf

text

original

TUGAS JURUSITA PENGADILAN NEGERI DALAM PROSES PERKARA PERDATA

Oleh Mulijanto

PENDAHULUAN
Jurusita merupakan bagian dari pelaksana tugas Pengadilan Negeri dalam memeriksa dan mengadili perkara perdata mempunyai peran yang tidak kalah penting dengan pejabat lain di Pengadilan, karena keberadaannya diperlukan sejak belum dimulainya persidangan hingga pelaksanaan putusan Pengadilan. Sebagai pejabat peradilan, keberadaannya diatur di dalam undang-undang (Peradilan Umum, Peradilan Agama dan Peradilan TUN) sedangkan bekerjanya diatur dalam hukum acara (RBg /HIR). Tidak mudah menemukan Literatur, khususnya yang membahas tentang kejurusitaan, tidak banyak mendapat perhatian dari para sarjana hukum kita dibandingkan dengan bidang tugas hukum lainnya di Pengadilan, disamping itu bidang kejurusitaan ini kurang diajarkan secara mendalam dalam pendidikan ilmu hukum. Padahal, bidang tugas kejurusitaan merupakan hal yang sangat penting dan sangat menentukan untuk memeriksa, mengadili dan menyelesaikan suatu perkara. Suatu perkara tidak mungkin dapat diselesaikan dengan baik dan benar menurut hukum, tanpa peran dan bantuan tugas di bidang kejurusitaan. Hakim tidak mungkin dapat menyelesaikan perkara tanpa dukungan jurusita/jurusita pengganti, sebaliknya jurusita/jurusita pengganti juga tidak mungkin bertugas tanpa perintah Hakim. Keduanya dalam melaksanakan tugasnya tidak mungkin lepas sendiri-sendiri, kedua-duanya saling memerlukan satu sama lain. Pembangunan hukum tidak hanya lahir dari pembentuk Undang-Undang, namum praktik peradilan tidak kecil peranannya untuk pembangunan hukum. Bahkan, pembaharuan hukum kebanyakan lahir dan diciptakan oleh praktik

peradilan. Oleh karena itulah pemahaman dan penguasaan bidang teknis peradilan sangatlah penting dikuasai oleh para pejabat peradilan, termasuk jurusita/jurusita pengganti. Bagi para pejabat peradilan, penguasaan hukum acara dan bidang teknis peradilan merupakan pegangan pokok atau aturan permainan sehari-hari untuk memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan suatu perkara. Hukum acara dan teknis peradilan tidak hanya penting didalam praktik peradilan saja, tetapi mempunyai pengaruh yang besar dalam praktik diluar pengadilan. Makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan kepustakaan (literatur) para pejabat peradilan, khususnya para jurusita/jurusita pengganti dalam menjalankan tugas, sehingga melalui makalah ini diharapkan mereka mendapat gambaran yang singkat namum mendalam tentang bidang tugas kejurusitaan yang mesti dilaksanakannya. Disamping itu makalah ini juga dimaksudkan sebagai bahan untuk diskusi dan tanya jawab bagi para peserta Acara Sosialisasi Hukum Untuk Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri se Kalimantan Selatan, yang bertema “Meningkatkan Pelayanan Pengadilan Dengan Penerapan Madiasi an Menyamakan Persepsi alam Pelaksanaan Tugas Kejurusitaan” agar dikemudian hari lebih memahami landasan teoritis dan segisegi praktis praktik kejurusitaan. Oleh karena itulah, dalam makalah ini bukan hanya sekedar menguraikan tentang apa tugas seorang jurusita/jurusita pengganti serta dasar pengaturannya atau pasal-pasalnya, tetapi lebih menekankan pada pokok permasalahan dan penemuan hukum tentang bagaimanakah praktik kejurusitaan mesti dilaksanakan secara baik dan benar berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada. Menyadari bahwa ilmu hukum memerlukan bahan-bahan dari praktik untuk disistimatisir dan dikaji, sehingga memungkinkan lahirnya teori-teori baru.

jelas dan terang yang dapat digunakan sebagai pegangan bagi kita selaku pejabat peradilan. Jurusita Pengadilan Negeri diangkat dan diberhentikan oleh Mahkamah Agung atas usul Ketua Pengadilan yang bersangkutan. pada setiap pengadilan ditetapkan adanya jurusita (deurwaander) dan jurusita pengganti (Pasal 40 sampai dengan Pasal 43 UU No. sorang calon antara lain harus memenuhi syarat berpengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai jurusita pengganti. ia juga tidak boleh . Adapun sebagai syarat untuk diangkat menjadi jurusita. Selain Hakim dan Panitera. Sedangkan jurusita pengganti diangkat dan diberhentikan oleh Ketua Pengadilan yang bersangkutan (Pasal 41 UU No. 8 tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 8 tahun 2004). 8 tahun 2004). Dalam menjalankan tugasnya kecuali ditentukan lain oleh atau berdasarkan undang-undang jurusita/jurusita pengganti tidak boleh merangkap menjadi wali. 2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum). sehingga nantinya melalui makalah dan acara pelatihan ini diharapkan dapat dihasilkan panduan bidang tugas kejurusitaan yang ringkas.Sebaliknya praktik peradilan juga memerlukan dukungan ilmiah yang obyektif. sedangkan untuk dapat diangkat menjadi jurusita pengganti. maka makalah ini diharapkan dapat memicu lahirnya pemikiran teoritis yang lahir dari pengalaman praktis para peserta pelatihan. JURUSITA/JURUSITA PENGGANTI SEBAGAI PEJABAT PERADILAN. Oleh karena itulah berbekal pengalaman praktik kejurusitaan di lapangan oleh para peserta. dan pejabat yang berkaitan dengan perkara yang didalamnya ia sendiri berkepentingan. pengampu. yang pasti ada yang unik dan menarik. seorang calon harus berpengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai pegawai negeri pada Pengadilan Negeri (Pasal 40 UU No. Disamping itu.

8 tahun 2004). Sebagaimana diketahui. Kedudukan dan syarat-syarat pengangkatan seorang jurusita/jurusita pengganti diatur secara khusus dalam Undang-undang tentang Peradilan Umum.yang meliputi : a) Administerasi perkara b) Administerasi keuangan perkara . Tugas peradilan teknis justisial (Iurisdictio Contentiosa) . 3. tugas Pengadilan itu meliputi : 1. mengingat tugas seorang jurusita/jurusita pengganti dapat menentukan berlangsung atau tidaknya suatu pemeriksaan di persidangan. Memperhatikan syarat-syarat pengangkatan dan pelaksanaan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti yang diatur secara khusus oleh undangundang. 4. Administerasi peradilan (admistration of justice). termasuk tugas yang sangat penting. 8 tahun 2004). Sebelum memangku jabatannya. Tugas lain menurut Undang-Undang . 2. karena tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang jurusita/jurusita pengganti tersebut.merangkap menjadi advokad. jurusita atau jurusita pengganti wajib diambil sumpah atau janji menurut agamanya oleh Ketua Pengadilan yang bersangkutan (Pasal 42 UU No. sesungguhnya dapat menyadarkan kita betapa pentingnya kedudukan dan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti di pengadilan. Oleh karena itulah pandangan yang meremehkan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti tidaklah dapat diterima. Jabatan yang tidak boleh dirangkap oleh jurusita akan diatur lebih lanjut oleh Mahkamah Agung (Pasal 43 UU No. Tugas non justisial (Iurisdictio Voluntaria) . Dengan demikian jurusita/jurusita pengganti adalah pegawai negeri yang diangkat berdasarkan peraturan perundangan-undangan untuk melakukan tugas kejurusitaan di Pengadilan (Negeri) dimana ia bertugas.

. pengelolaan administerasi perkara.Melakukan penyitaan atas perintah Ketua Pengadilan Negeri/Hakim. hal. Penerbit Djambatan. pengriman atau penerimaan berkas ke Pengadilan Tinggi dan atau Mahkamah Agung (manakala ada upaya hukum banding dan atau kasasi). 32. Jakarta. tugas jurusita/jurusita pengganti antara lain meliputi : . penyelesaian administerasi perkara. 1 Soebyakto. Berdasarkan ketentuan tersebut. serta pelaksanaan putusan perkara perdata. . 1998. Mahkamah Agung RI dalam berbagai petunjuknya pada pokoknya telah membagi tugas di Pengadilan meliputi administerasi perkara dan administerasi umum. dan pemberitahuan putusan Pengadilan menurut cara-cara undang-undang . yang ditentukan . Panitera (Panitera Pengganti) dan jurusita (jurusita pengganti). teguran-teguran. management (pengelolan) biaya perkara. Tugas pengadilan yang bersifat teknis justisial pada dasarnya dimulai sejak pendaftaran perkara.Membuat berita acara penyitaan yang salinan resminya diserahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. 2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum yang sudah diubah dengan UU No.5. Tentang Kejurusitaan Dalam Praktik Peradilan Perdata. 8 tahun 2004 (bandingkan juga dengan ketentuan Pasal 716 Rbg). . Sedangkan tugas administerasi umum dilakukan oleh pejabat kesekretariatan pengadilan. Sedangkan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh seorang juru sita/jurusita penganti terdapat dalam berbagai peraturan perundang-undangan antara lain dalam Pasal 65 UU No.Melaksanakan pemanggilan atas perintah Ketua Pengadilan atau atas perintah Hakim . Tugas administerasi perkara merupakan tugas teknis justisial yang dilakukan oleh Hakim. Administerasi Umum 1 Tugas seorang jurusita/jurusita pengganti merupakan tugas teknis justisial.Menyampaikan pengumuman-pengumuman.

7 . Adapun wilayah kerja jurusita/jurusita pengganti adalah di daerah hukum Pengadilan Negeri yang bersangkutan. membuat berita acara pelaksanaan putusan yang salinan resminya disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. kalau saat ini berdasarkan Undang-undang No. struktur kerja. pembinaan dan pengawasan pejabat peradilan. dalam Pasal 5 diatur jurusita mempunyai tugas untuk melakukan pemanggilan. 4 tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. terutama Hakim. 2 Selanjutnya. seorang jurusita/jurusita pengganti justru melaksanakan tugasnya di luar gedung Pengadilan. Jadi beda dengan tugas seorang Panitera atau Panitera Pengganti yang melaksanakan tugasnya di gedung Pengadilan. berdasarkan Keputusan Mahkamah Agung RI SK Subagyo. susunan organisasi peradilan telah berpuncak pada Mahkamah Agung RI. Peranan Organisasi Dan Managemen Dalam Badan Peradilan. serta membuat berita acara penawaran pembayaran uang dengan menyebutkan jumlah dan uraian jenis mata uang yang ditawarkan. melakukan tugas pelaksanaan putusan. 7 Agustus 2001.. proses-cara kerja. Makalah disampaikan dalam Pelatihan Teknis Fungsional Peningkatan Profesionalisme bagi Pejabat Kepaniteraan.2 Adalah suatu hal yang menggembirakan. Jakarta. sehingga Mahkamah Agung dapat menentukan struktur organisasi. melakukan penawaran pembayaran uang. demikian pula tidak mungkin untuk menyusun suatu tugas dan tanggung jawab serta tata kerja tanpa menyusun organisasinya”. hal. termasuk jurusita.Selanjutnya berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor :KMA/055/SK/X/1996 tentang Tugas dan Tanggung Jawab serta Tata Kerja Jurusita pada Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama. Tugas dan tanggung jawab serta pola tata kerja seorang jurusita/jurusita pengganti tentunya akan saling berkaitan serta tidak dapat dipisahkan dengan pejabat peradilan yang lain. Haruslah disadari “tidak ada pembentukan organisasi tanpa kaitan organ.

Tugas Pemanggilan Dan Pemberitahuan. Kepaniteraan adalah unsur pembantu pimpinan dan bertanggung jawab kepada ketua. sedangkan secara administratif tanggung jawab kepada Panitera. maka tugas jurusita/jurusita pengganti tersebut akan diuraikan mulai tahap sebelum. Memperhatikan tugas dan tanggung jawab jurusita yang demikian besar. A. putusan perkara jurusita Sebagai pejabat peradilan tanggung jawab jurusita/jurusita pengganti dalam konteks kelembagaan adalah kepada Ketua Pengadilan. maka dalam makalah ini pertama-tama akan diuraikan bagaimanakah sesungguhnya peranan dan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti tersebut harus dijalankan dengan baik dan benar menurut hukum. b) Pemanggilan yang harus dijalankan setelah pemeriksaan (sidang) berjalan. . berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada atau kebiasaan praktik peradilan yang lahir dari sejumlah doktrin dan yurisprudensi. bertugas memberi pelayanan teknis dibidang administrasi perkara dan administrasi lain berdasar undang-undang dan berfungsi antara lain dalam kegiatan pelayanan administrasi perdata perkara dimana dan persidangan tersebut serta terlibat pelaksanaan didalamnya. Untuk memudahkan pemahaman. Dalam persidangan perkara perdata. dimulai dengan pemanggilan para pihak yang dapat dirinci dalam 3 (tiga) bagian : a) Pemanggilan yang dijalankan sebelum pemeriksaan (persidangan) di mulai.004/SK/11/92 jurusita/jurusita pengganti adalah bagian dari kepaniteraan pengadilan. Hal ini diatur dalam Pasal 8 Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : KMA/055/SK /X/1996. pada saat dan sesudah pemeriksaan perkara di persidangan. TUGAS POKOK DAN FUNGSI JURUSITA/JURUSITA PENGGANTI. dengan berbagai kendala atau hambatan serta upaya penyelesaiannya.

Apabila ada lebih dari satu tergugat. Sita Eksekusi Praktik Kejurusitaan Pengadilan. .(pasal 121 (2) HIR:) (2) Terhadap tergugat pada waktu memanggil menurut pasal 121 ayat (2) harus diserahkan satu turunan resmi dan surat gugatan asli. artinya : . Yaitu pemanggilan dilakukan oleh juru sita dengan membuat berita acara pemanggilan pihak-pihak. 9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. Menurut Wildan Suyuthi.. dalam penetapan mana sekaligus diperintahkan kepada pegawai yang ditunjuk untuk memanggil kedua belah pihak supaya hadir pada hari dan jam yang telah ditentukan. Tatanusa.Bahwa yang bersangkutan telah dipanggil dengan cara pemanggilan menurut undangundang.Pemanggilan dilakukan terhadap yang bersangkutan atau wakilnya yang sah. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. 3 Soebyakto. hal 11 yang dimaksud pemanggilan harus dilakukan dengan patut. .Pemanggilan tersebut dilakukan dengan memperhatikan tenggang waktu (kecuali dalam hal yang sangat perlu tak boleh kurang dari 3 hari kerja lihat Pasal 122 atau 146 Rbg). Pasal 145 ayat (2) RBg .) (1) Panggilan baru dapat mulai di jalankan apabila sudah ada penetapan oleh Ketua Pengadilan Negeri (Hakim) tentang hari dan jam pemeriksaan (persidangan). Jakarta. . a) Pemanggilan Sebelum Pemeriksaan Dimulai Pasal 145 RBg : (pasal 121 HIR. Op. hal 33. jika perlu mereka sendiri-sendiri harus diberi surat turunan surat gugat resmi. tindakan mana harus dinyatakan dalam surat panggilan terhadap tergugat. dalam mana harus dijelaskan berbicara dengan siapa dan jika mungkin juga harus memuat tanda tangan masingmasing yang dipanggil (dengan siapa ia berbicara).c) Pemanggilan yang harus dijalankan setelah pemeriksaan selesai dengan acara putusan Hakim terakhir. Biasanya Berita Acara panggilan ini dibuat menjadi satu meskipun mungkin hari pemanggilannya tidak sama. 2004.Cit.3 Ad. PT. tapi panggilannya terpisah juga diperbolehkan. Pemanggilan secara patut juga dirumuskan dalam Pasal 26 PP No.

(pasal 121 (2) HIR) : (3) Pada umumnya tiap-tiap panggilan.(pasal 126 HIR:) (1) Apabila pada hari pemeriksaan pertama salah satu pihak ataupun kedua-duanya tidak hadir. Pasal 718 ayat (2) RBg. maka panggilan (exploit) harus disampaikan pada ahli warisnya dan jika ini tidak ada. Pasal 151 RBg. pokoknya semuanya yang disebut exploit seperti diterangkan diatas harus disampaikan pada orang yang bersangkutan sendiri (yaitu penggugat maupun tergugat) ditempat kediamannya atau ditempat tinggalnya.(pasal 390 (3) HIR) : (4) Apabila yang bersangkutan tidak diketahui tempat tinggalnya maka exploit harus disampaikan kepada Bupati Kepala Daerah dimana penggugat bertempat tinggal. pemberitahuan dan sebagainya. kepada Kepala Desanya. tetapi jika tidak dapat bertemu sendiri dengan orang yang bersangkutan itu.b Selama Pemeriksaan Sidang Berjalan Pasal 150 RBg.(pasal 127 HIR:) . untuk kedua kalinya.Pasal 718 ayat (1) RBg. tapi Hakim memandang perlu untuk memanggil lagi yang tidak hadir.(pasal 390 (2) HIR : (4) Apabila yang harus dipanggil ternyata telah meninggal dunia. harus disampaikan kepada kepala desanya atau wakilnya yang selanjutnya berkewajiban segera memberitahu pada yang bersangkutan sendiri tentang adanya panggilan tersebut. Ad. maka atas perintah Ketua (Hakim) Pengadilan dapat dilakukan lagi terhadap yang tidak hadir. meskipun telah ada panggilan yang sah. Pasal 718 ayat(2) RBg.

Pasal 148 RBg. Ad. Pasal 165 ayat (1) RBg. Pasal 186 ayat (3) RBg. Demikian macam-macam pengaturan dan kemungkinan yang harus dilakukan selama pemeriksaan sedang berjalan dan belum selesai.(2) Apabila ada dua tergugat atau lebih dan pada sidang pertama ada salah satu tergugat tidak hadir. hingga harus dipanggil lagi. yang tidak hadir harus dipanggil untuk hadir pada hari sidang berikutnya. Pasal 165 ayat (2) RBg.(pasal 139 ayat (1) HIR.(pasal 139 ayat (2) HIR:) (5) Kemungkinan selanjutnya dapat terjadi apabila bukan pihak yang bersangkutan tetapi Pengadilan sendiri memandang perlu untuk memanggil saksi.(pasal 159 ayat(3) HIR:) (3) Apabila seorang penggugat atau tergugat yang pada hari sidang pertama dan berikutnya hadir tetapi pada saat itu berhalangan hadir.(pasal 124 HIR:) . maka bila pemeriksaan ditunda. caranya sama dengan panggilan-panggilan untuk pertama kali. yang semuanya harus dinyatakan dalam satu relaas. (6) Akhirnya apabila saksi yang telah dipanggil dengan sah tidak datang.) (4) Apabila baik penggugat maupun tergugat mengajukan permohonan untuk memanggil saksi-saksinya. tanpa menyuruh Kuasa atau Wakilnya maka pemeriksaan harus ditunda dengan memanggil tergugat yang tidak hadir pada hari sidang berikutnya.c Tahap apabila pemeriksaan sudah selesai (sudah ada putusan terakhir). maka panggilannya harus dilakukan oleh seorang juru sita.

maka gugatannya dinyatakan gugur dan dan penggugat dihukum untuk membayar biaya acara dengan hak bahwa ia dapat mengajukan kembali gugatan tersebut asal saja telah membayar biaya acara sebelumnya. Pasal 149 ayat (1)RBg. maka isi putusan harus diberitahukan kepada mereka masing-masing dengan keterangan jika dipandang perlu mereka dapat naik banding.Jika penggugat yang telah dipanggil dengan patut pada hari yang telah ditentukan tidak datang menghadap di sidang Pengadilan Negeri dan tidak menyuruh seseorang untuk datang untuknya. Pasal 152 ayat (1-2) RBg. maka gugatan dikabulkan dengan verstek. Pasal 207 Rbg (Pasal 196 HIR) . Semuanya ini seperti apa yang dijelaskan diatas verzet juga harus dinyatakan dalam suatu berita acara.(pasal 125 ayat(1) HIR) (1) jika pada hari sidang yang telah ditentukan tergughat yang telah dipanggil dengan patut tidak datang menghadap dan tidak menyuruh orang lain menghadap untuknya. kecuali apabila Pengadilan Negeri berpendapat bahwa gugatan itu melawan hukum atau tidak beralasan.(pasal 128 HIR:) Dalam pemberitahuan (aanzegging) kepada tergugat sebagai pihak yang kalah harus diberitahukan bahwa ia dalam 14 hari terhitung mulai esok harinya setelah pemberitahuan itu dapat mengajukan surat perlawanan atau verzet. (2) Kemungkinan pemanggilan atau pemberitahuan dapat terjadi apabila pada waktu pengumuman putusan terakhir salah satu pihak atau kedua-duanya tidak hadir.

karena mengenai pelaksanaan suatu putusan Hakim sebagai hasil sengketa perdata. Segala barang milik tergugat . Sebelum dilaksanakan. Executorial beslag (Pasal 208. maka atas perintah Ketua Pengadilan Negeri pihak yang kalah harus dipanggil untuk mendapat “teguran (aanmaning)” supaya memenuhi putusan (Pasal 207 RBg). pihak yang ditegur tetap membangkang tidak mau melaksanakan putusan. Executorial Beslag Penyitaan ini merupakan yang terpenting dari ketiga jenis sita yang lain. jurusita tersebut harus dibantu oleh 2(dua) orang saksi yang sudah dewasa dan dikenalnya. jika ia ikut hadir. a. maka lebih dulu pihak yang kalah harus dipanggil untuk ditegur (aanmaning) supaya memenuhi isinya keputusan. lebih dahulu harus ada permohonan eksekusi dari pihak yang menang. Revindicatoir beslag (Pasal 260 Rbg/226 HIR) c. yaitu : a. yang oleh pihak yang menang dimintakan eksekusi. bandingkan dengan Pasal 197 HIR) b. B. Tugas Penyitaan (beslag) Ada 3 (tiga) macam penyitaan (beslag). maka Ketua Pengadilan Negeri memerintahkan kepada Panitera atau penggantinya dengan suatu surat perintah agar supaya menyita barang-barang kepunyaan (miliknya) tergugat. jurusita harus membuat berita acara tentang penyitaan tersebut dengan memberitahukan segala sesuatu kepada si pemilik barang-barang yang disita. Setelah selesai menjalankan penyitaan. 209 Rbg dan seterusnya. Apabila ternyata dalam waktu yang ditetapkan. Dalam menjalankan tugasnya tersebut. Conservatoir beslag (Pasal 261 Rbg/227 HIR) Ad.(9) Dalam hal sudah ada putusan terakhir.

Setelah selesai melakukan penyitaan barang-barang harus diserahkan atau ditinggalkan kepada pemiliknya. Ad. dengan alasan bahwa tergugat berusaha untuk menjual atau menyingkirkan barang-barangnya sebelum ada putusan. Dapat diajukan terhadap barang-barang bergerak maupun tidak bergerak milik tergugat. Revindicatoir Beslag Diatur dalam Pasal 260 RBg (Pasal 226 ayat (1) HIR).boleh disita. dalam hal mana jurusita melaporkan kepada Kepala Desa agar barang-barang tersebut tidak dijual/dipindahtangankan. maka pemilik tersebut dapat mengajukan permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri dalam daerah mana pemegang barang tersebut berada. b. c. Kalau barang-barangnya ada diluar daerah Pengadilan Negeri yang memutus. . Permohonannya biasanya dibuat bersama-sama dengan surat gugatan. maka Ketua Pengadilan Negeri meminta bantuan kepada Ketua Pengadilan Negeri didalam daerah barang yang harus disita berada (Pasal 206 ayat 2-3 RBg). Seseorang pemilik barang bergerak yang berada ditangan orang lain. Conservatoir beslag Diatur dalam Pasal 261 RBg (Pasal 227 HIR). kecuali hewan-hewan termasuk alat-alat yang digunakan untuk membantu pekerjaannya. Menurut pengalaman. jurusita sebelum melakukan penyitaan sebaiknya terlebih dahulu memberitahukan akan dilakukannya penyitaan kepada Kepala Desa. Cara-cara penyitaannya sama dengan yang telah diterangkan pada bagian Executie beslag tersebut di atas. untuk menyita barang miliknya yang berada ditangan orang lain tersebut. Ad. karena tidak mau mengembalikan barang tersebut secara sukarela.

sedangkan barang-barang yang disita dengan revindicatoir adalah barang-barang milik penggugat. dalam hal gugat ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima. sedangkan barang-barang yang disita dengan sita revindicatoir hanya barang bergerak saja. Barang-barang yang disita dengan sita conservatoir adalah barang bergerak dan barang tidak bergerak. Jakarta. Barang-barang yang disita dengan cara conservatoir adalah barang milik tergugat. perbedaan antara sita conservatoir dan sita revindicatoir adalah : 1. barang yang disita dengan sita revindicatoir harus disebutkan dengan jelas. maupun sita revindicatoir. diberi hak juga untuk mengajukan supaya diperintahkan untuk meletakkan sita terhadap barang-barang 4 Retnowulan Sutantio. termasuk tanah. Oleh karena itu. sita conservatoir akan dinyatakan sah dan berharga dan dalam rangka eksekusi barang-barang tersebut akan diserahkan secara nyata kepada penggugat atau dalam hal yang digugat adalah sejumlah uang.4 Sedangkan persamaannya adalah : 1. dalam rangka eksekusi barang itu akan diserahkan kepada Penggugat. barang-barang tersebut akan dilelang cukup untuk memenuhi putusan.5 Masih ada sita lain yang dinamakan marital beslag (Pasal 823 Rv) yaitu seorang isteri yang bersama-sama dengan suaminya tunduk pada hukum Barat mengajukan permohonan untuk bercerai dengan suaminya. Untuk sita conservatoir hal itu tidak perlu. termasuk biaya perkara. sedangkan apabila gugat ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima. Jurusita. Tugas dan Tanggung jawabnya. sita conservatoir akan diperintahkan untuk diangkat. Apabila gugat dikabulkan. bahwa tergugat sedang berdaya upaya untuk menghilangkan barangbarangnya dengan maksud menghindari tuntutan penggugat. MARI. Untuk sita revindicatoir hal ini tidaklah perlu. Apabila gugat dikabulkan. 2. akan diperintahkan untuk diangkat.Menurut Retnowulan Sutantio. 4. Untuk sita conservatoir harus ada sangka yang beralasan. kedua sita tersebut akan secara otomatis berubah menjadi sita eksekusi. 3. hal 16 5 Ibid . juga ciri-cirinya. Proyek Pembinaan Teknis Yustisial Mahkamah Agung RI. tahun 1993. Kata revindicatoir berarti. Baik sita conservatoir. meminta kembali. 2. Dalam rangka eksekusi. yang dikuasai/dipegang oleh tergugat. secara lengkap. 5. Sedangkan dalam sita revindicatoir. dan sita dinyatakan sah dan berharga.

yang seringkali tidak nampak dengan jelas. pada daerah hukum Pengadilan Negeri dimana ia bekerja saja. Sesungguhnya masih ada dasar pengaturan pelaksanaan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti yaitu dibidang pelaksanaan putusan. Namum. maka hal tersebut memerlukan kejelian dari jurusita/jurusita pengganti pada saat melakukan tugasnya tersebut. maka dalam makalah ini sengaja tidak penulis uraikan. ternyata berada diwilayah hukum Pengadilan Negeri yang lain. . bahwa tugas jurusita/jurusita pengganti yang diatur berdasarkan ketentuan undang-undang hanya terbatas. Apabila ia menemukan bahwa orang yang dipanggil atau diberitahu atau barang yang akan disita.milik sang isteri sendiri maupun milik bersama yang berada dibawah kekuasaan sang suami. Cara-cara pelaksanaan sitanya sama dengan yang diuraikan dibagian awal. HAMBATAN PELAKSANAAN JURUSITA PENGGANTI TUGAS JURUSITA/- 1. Jurusita/jurusita pengganti tersebut harus kembali ke kantor agar Ketua Pengadilan Negeri membuat penetapan yang baru dan meminta bantuan Ketua Pengadilan Negeri yang membawahi orang yang akan dipanggil atau diberitahu dan atau barangbarang yang akan disita itu berada. saat ini batas wilayah didaerah kadang-kadang masih berupa sungai atau jalan desa setapak. oleh karena dalam pelatihan saat ini tentang hal tersebut akan dibahas dalam sesion tersendiri. Padahal. untuk menjamin barang-barang tersebut tidak dijual dan disembunyikan oleh suaminya. Tugas Dan Tanggung Jawab Di Bidang Pemanggilan/Pemberitahuan Telah diuraikan di bagian awal. maka ia tidak berwenang untuk melakukan tindakan hukum tersebut.

pemberitahuan dan ataupun penyitaan ataukah harus menunggu keesokan harinya ? Apakah dapat panggilan dititipkan liwat petugas kepolisian atau diserahkan kepada isteri atau suami dari pihak yang dipanggil ? Bagaimana pula dengan uang makan dan penginapan. apakah ia langsung dapat melakukan pemanggilan. Seorang jurusita/jurusita pengganti harus benar-benar mengerti dan menghayati batas tugas dan kewenangannya dengan baik dan benar. dengan catatan salinan gugatan harus diterjemahkan kedalam bahasa Inggris (Surat Direktorat Protokol dan Konsuler Departeman Luar Negeri tertanggal 31 April 1991 Nomor 202/91/45 yang ditujukan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat). apa yang harus dilakukan olehnya dalam menghadapi keadaan tertentu dalam melaksanakan tugasnya harus dapat dijalankan dengan baik. maka kendaraannya mogok. atau dapatkah pemanggilan dan pemberitahuan dilakukan pada malam hari. apakah dapat dimasukkan dalam biaya . misalnya karena kehabisan BBM. maka cara memanggilnya dengan cara menyampaikan surat kepada Departemen Luar Negeri Dirjen Protokol dan Konsuler dengan permohonan untuk memanggil orang/anggota korps diplomatik tersebut (Perhatikan Surat Menteri Luar Negeri Direktorat Konsuler tertanggal 18 Juli 1990 Nomor : 295/90/07/44 yang ditujukan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat). Misalnya. pemanggilannya dilakukan dengan cara menyampaikan surat kepada Departemen Luar Negeri untuk meminta bantuan kepada kedutaan besar negara pihak-pihak yang dipanggil untuk memanggil orang tersebut. maka jurusita/jurusita pengganti tersebut baru bisa jalan ketika hari sudah malam. apakah pemanggilan dan pemberitahuan dapat dilakukan pada hari minggu atau libur nasional. kalau terpaksa ia harus menginap. Sedangkan apabila pemanggilan dilakukan terhadap warga negara asing yang berada diluar negeri.Manakala yang akan dipanggil adalah para pihak yang tugasnya adalah anggota korps diplomatik di luar negeri.

Dalam hal ijin diberikan atas permohonan lisan. kecuali apabila Ketua Pengadilan Negeri yang bersangkutan. Pasal 17 Rv menyatakan : Tidak satupun tindakan jurusita dapat dilakukan pada hari minggu.perjalanan dinas ? Ketentuan hukum dalam RBg maupun HIR tidak mengatur halhal tersebut. Apabila reglemen ini memakai istilah sebulan. Ijin yang dimaksud dalam pasal ini dan dalam pasal sebelumnya. kecuali berdasarkan perintah khusus dari Ketua Pengadilan Negeri yang bersangkutan.maka tugas tersebut dapat dilakukan esok harinya. Tentang hal itu tidak akan diberitahukan kepada pihak lawan.. maka hal itu berarti 30 hari. surat pemberitahuan . Apabila hari terakhir untuk melakukan panggilan atau pemberitahuan. yang berlaku untuk beracara di Raad van Justitie ada pengaturan tentang hal tersebut.. sedangkan apabila ijin diberikan atas permohonan tertulis.. maka ijin tersebut akan dicantumkan dibagian atas surat panggilan atau berita acara pelaksanaan sita. dalam perkara tertentu yang memerlukan tindakan khusus yang cepat. dapat diberikan atas permohonan tertulis. Pasal 18 Rv menyatakan : Tidak satupun tindakan jurusita atau pelaksanaan suatu putusan dapat dilakukan sebelum jam enam pagi dan setelah jam enam sore. Penetapan mengenai pemberitahuan ijin tersebut dapat dilaksanakan dengan serta merta. maka ijin tersebut akan dicantumkan di bagian atas dari surat permohonan tersebut. memberi perintah untuk itu. Namum ternyata dalam Reglement op de Burgerlijke Rechtsvordering (Rv) yaitu hukum acara perdata pada jaman penjajahan Belanda... melainkan akan dicantumkan di bagian atas dari surat panggilan. .. atau lisan dari pihak yang berkepentingan.

tiba-tiba datang seorang jurusita/jurusita pengganti untuk memanggil tergugat agar datang disuatu sidang pengadilan. yaitu dalam keadaan yang sangat mendesak. panggilan disampaikan melalui Lurah atau yang dipersamakan dengan itu. Pengecualian dapat terjadi. dengan ijin Ketua Pengadilan Negeri. Karena undang-undang telah jelas mengatur. Panggilan dan pemberitahuan harus disampaikan kepada pribadi yang dipanggil dan atau diberitahu. (diterjemahkan secara bebas oleh Retnowulan Sutantio). Penyerahan panggilan kepada Lurah atau Kepala Desa harus terbukti dalam hukum. dengan lain perkataan Lurah atau Kepala desa harus surat panggilan kepada Lurah atau Kepala Desa yang membubuhkan tanda tangannya dalam berita acara panggilan dan adalah lebih . karena adalah hal yang sangat ganjil dan aneh serta tidak manusiawi. tergugat atau turut tergugat. apabila yang bersangkutan tidak dapat dijumpainya. karena suaminya atau isterinya minta cerai atau tiba-tiba jurusita/jurusita pengganti tersebut melakukan penyitaan atas barang-barang milik tergugat. biarlah Ketua Pengadilan Negeri yang menentukan ijin tersebut dengan arif lagi bijaksana. ketika pada malam takbiran atau hari raya misalnya. apabila hal itu memang mutlak harus dilakukan. jadi tidak boleh disampaikan kepada suami atau isteri pihak tersebut. maka jurusita/jurusita pengganti harus langsung menuju ke kantor desa yang bersangkutan dan menyerahkan bersangkutan. Jadi seandainya panggilan telah tidak dapat disampaikan kepada orang yang dipanggil itu sendiri. Hendaknya ketentuan tersebut. diperhatikan dan dilaksanakan dengan sungguh dalam praktik kejurusitaan. atau kepada anak atau pembantu rumah tangga penggugat.putusan atau berita acara yang bersangkutan.

1 tahun 1974 tentang Perkawinan. 9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. Tugas dan Tanggung Jawab di Bidang Penyitaan Dan Eksekusi. Penyitaan dilaksanakan oleh Jurusita/ .Sita jaminan dilakukan atas perintah Hakim/Ketua Majelis sebelum atau selama proses pemeriksaan berlangsung. 2. hanya menyebutkan Pemanggilan dilakukan dan disampaikan secara patut dan diterima oleh penggugat maupun tergugat atau kuasa mereka selambatlambatnya 3 (tiga) hari sebelum sidang dibuka. 9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. yang jelas berbeda dengan ketentuan dalam Pasal 26 ayat (4) PP No. Dalam ketentuan Pasal 146 RBg jo Pasal 718 RBg (bandingkan dengan Pasal 122 HIR jo Pasal 390 HIR). Sedangkan ketentuan Pasal 26 ayat (4) PP No. Sita Jaminan . Hal tersebut penting diperhatikan. yaitu gugur atau verstek. Jadi jelas pada hari minggu dan atau libur tidak dihitung. sehingga hari libur tentunya juga dihitung. Hakim/Ketua Majelis membuat surat penetapan. tetapi 3(tiga) hari kerja. Di atas telah diuraikan dasar pengaturan dan macam-macam sita. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Permasalahan lain yang harus diperhatikan adalah mencermati ketentuan Pasal 146 RBg jo Pasal 718 RBg (bandingkan dengan Pasal 122 HIR jo Pasal 390 HIR).baik lagi. jelas menyebutkan tenggang waktu antara panggilan dengan hari sidang bukan 3 (tiga) hari. apabila tanda tangan tersebut dipertegas dengan cap/ stempel Kelurahan/Desa. karena ada pengaruhnya terhadap pemeriksaan perkara dengan acara istimewa. Dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Tugas Dan administerasi Pengadilan Buku (II) diatur sebagai berikut : A.

b. maka sejak didaftarkannya itu tersita dilarang untuk menyewakan. . harus tetap dipegang/ dikuasai oleh tersita. 226 HIR 261.Ada dua macam sita jaminan yaitu sita conservatoir (terhadap milik tergugat).Dalam hal dilakukan sita jaminan sebelum sidang dimulai. . . c. maka berita acara penyitaan harus didaftarkan sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 227 ayat (3) Pasal 198 dan Pasal 199 HIR atau Pasal 261 jo Pasal 213 dan 214 Rbg. dan sita revindicatoir (terhadap milik penggugat) (Pasal 227.Panitera Pengadilan Negeri dengan dua orang pegawai pengadilan sebagai saksi. Apabila penyitaan tersebut telah didaftarkan di Badan Pertanahan Nasional atau Kelurahan. meskipun jelas adalah milik penggugat yang disita dengan sita conservatoir. maka harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Tindakan tersesita yang bertentangan dengan larangan tersebut adalah batal demi hukum. 260 Rbg). mengalihkan dengan cara apapun atau membebankan/menjaminkan tanah tersebut. Apabila yang disita adalah sebidang tanah. dengan atau tanpa rumah. Barang yang disita itu. Adalah salah untuk menitipkan barang itu kepada lurah atau penggugat atau membawa barang itu untuk disimpan di gedung Pegadilan Negeri. Penyitaan hendaknya dilakukan terhadap barang milik tergugat (atau dalam hal sita revindicatoir terhadap barang bergerak tertentu milik penggugat yang ada ditangan tergugat yang dimaksud dalam surat gugat) sekedar cukup untuk menjamin pelaksanaan putusan dikemudian hari.

Yang disita adalah barang bergerak dan barang tidak bergerak milik tergugat. .Apabila yang disita adalah tanah.B. bahwa tergugat sedang berdaya upaya untuk menghilangkan barang-barangnya untuk menghindari gugatan penggugat. dan atas tanah yang belum sertifikat diberitahukan pada kantor pertanahan daerah tingkat II kotamadya atau kabupaten.Tentang penyitaan itu dicatat di buku khusus yang disediakan di Pengadilan Negeri yang memuat catatan mengenai tanah-tanah yang disita. Semua tindakan tersita yang dilakukan bertentangan dengan larangan itu adalah batal demi hukum. maka harus dilihat dengan seksama. Hendaknya kepala desa diajak serta untuk melihat keadaan tanah. 89/K/1018/M/1962 tertanggal 25 April 1962). . .Sejak tanggal pendaftaran sita itu. kapan disita dan perkembangannya. mengalihkan atau menjaminkan tanah yang disita itu. Untuk menghindari salah sita.Kepala Desa yang bersangkutan dapat ditunjuk sebagai pengawas agar tanah tersebut tidak dialihkan kepada orang lain. tersita dilarang untuk menyewakan. . . batas serta luas tanah yang akan disita.Harus ada sangka yang beralasan. Sita Conservatoir . selain itu sita atas tanah yang ada sertifikat harus pula didaftarkan. Buku ini adalah terbuka untuk umum.Penyitaan atas tanah harus dicatat dalam buku tanah yang ada di Desa. . . bahwa tanah tersebut milik tergugat dan luas serta batas-batasnya harus disebutkan dengan jelas (Perhatikan SEMA No.

. Kata revindicatoir berasal dari revindiceer. hanya cukup untuk menjamin dipenuhinya gugatan penggugat. tidaklah dapat diputuskan menyatakan sah dan berharga. sirta jaminan untuk sebagian dinyatakan sah dan berharga. Namun apabila yang disita itu sebidang tanah dan rumah. sita harus diperintahkan untuk diangkat. biarlah tanah/tanah dan rumah milik tergugat yang disita.. sita jaminan (misalnya 1/3/ tanah dan rumah yang bersangktan). . . Sita Revindicatoir . setelah mendengar Jaksa Agung (Pasal 65 dan 66 ICW) C. .Yang disita adalah barang bergerak milik penggugat yang dikuasai /dipegang oleh tergugat. dan untuk bagian yang lain diperintahkan untuk diangkat. .Gugatan diajukan untuk memperoleh kembali hak atas barang tersebut. . juga jangan berlebihan. Apabila barang bergerak milik tergugat tidak cukup.Sita Jaminan dan sita eksekusi terhadap barang-barang milik negara dilarang. harus disebut dalam surat gugat secara jelas dan terperinci. seandainya gugatan mengenai ganti rugi dikabulkan hanya untuk sebagian.Apabila gugatan dikabulkan untuk sebagian dan selebihnya ditolak.Penyitaan dilakukan terutama atas barang bergerak milik tergugat. apabila gugatan ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima. yang berarti minta kembali miliknya.Barang yang dimohon agar disita. dengan menyebutkan ciri-cirinya. kecuali seijin dari Mahkamah Agung.Apabila gugatan dikabulkan sita jaminan dinyatakan sah dan berharga oleh Hakim dalam amar putusannya.

Sita eksekusi lanjutan apabila barang-barang yang disita sebelumnya dengan sita conservatoir. 24 tahun 1997). Sita eksekusi yang langsung. Sita Eksekusi Ada dua macam sita eksekusi : yang langsung dan yang tidak langsung. Sita eksekusi yang langsung diletakkan atas barang bergerak dan barang tidak bergerak milik debitor atau pihak yang kalah. .Dalam rangka eksekusi barang yang dikabulkan itu diserahkan kepada penggugat. diperintahkan untuk diangkat.. bahwa gugatan dikabulkan hanya untuk sebagian dan untuk selebihnya ditolak. sedangkan untuk barang-barang yang lainnya. b. a.Dapat terjadi.Untuk selanjutnya. maka sita revindicatoir untuk barang-barang yang dikabulkan dengan putusan tersebut akan dinyatakan sah dan berharga. D. . segala sesuatu yang dikemukakan dalam membahas sita conservatoir secara mutatis mutandis berlaku untuk sita revindicatoir. Sehubungan dengan pelaksanaan grosse akta pengakuan hutang yang berkepala Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa atau pelaksanaan grosse akta hipotik (berfungsi sebagai grosse akta hipotik adalah sertifikat hipotik yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Daerah tingkat II kotamadya yang bersangkutan. D. Lihat Pasal 7 Peraturan Agraria No.Apabila gugatan dikabulkan untuk seluruhnya. 15 tahun 1961 dan Pasal 14 ayat (3) UU No. . yang dalam rangka . 16 tahun 1985 jo jo PP No. sita revindicatoir dinyatakan sah dan berharga dan tergugat dihukum untuk menyerahkan barang tersebut kepada penggugat. Apabila hal itu terjadi. 1.

6 Pedoman Pelaksanaan Tugas Dan Administerasi Pengadilan Buku II.eksekusi telah berubah menjadi sita eksekusi dan dilelang. 211 Rbg). diterbitkan MARI. Jakarta . Dalam hal yang demikian. ternyata barang yang hendak disita tidak ada. anjing. manakala jurusita/jurusita sewaktu hendak menyita menghadapi kenyataan. ini selalu dapat disita. ternyata barang yang hendak disitanya itu adalah barang bergerak yang sebelumnya sudah disita eksekusi untuk orang lain. 2. Bisa saja pada waktu hendak dilakukan penyitaan. D. Lain lagi halnya. dalam rangka eksekusi otomatis berubah statusnya menjadi sita eksekusi.6 Dalam praktik peradilan pelaksanaan sita sering kali banyak menimbulkan permasalahan. jadi sedang dibebani sita eksekusi oleh Pengadilan atau Badan Urusan Piutang Lelang Negara (BUPLN). Dalam rangka eksekusi dilarang untuk menyita hewan atau perkakas yang benar-benar dibutuhkan oleh tersita untuk mencari nafkah (Pasal 197 ayat (8) HIR. Jadi bukan sapi-sapi dari sebuah peternakan. maka akan dilakukan sita eksekusi lanjutan terhadap barang-barang milik tergugat untuk kemudian dilelang. jadi satu atau dua ekor sapi/kerbau yang benar-benar dibutuhkan untuk mengerjakan sawah. Perlu diperhatikan. maka jurusita/jurusita pengganti akan membuat berita acara bahwa tidak ada barang yang dapat disita. kucing. bahwa yang tidak dapat disita adalah hewan yang benar-benar dibutuhkan untuk mencari nafkah oleh tersita. hasilnya tidak cukup untuk membayar jumlah uang yang harus dibayar berdasarkan putusan pengadilan. burung yang kadang-kadang sangat tingi harganya dapat saja disita. Sita eksekusi yang tidak langsung Sita eksekusi yang tidak langsung adalah sita eksekusi yang berasal dari sita jaminan yang telah dinyatakan sah dan berharga. hal 121 s/d 125 . Binatang-binatang yang lain yaitu kuda.

maka hal ini dinyatakan dalam berita acara sita jaminan tersebut. Berita acara sita persamaan ini berlaku sebagai suatu sanggahan/pencegahan untuk menyerahkan uang hasil pelelangan barangbarang tersebut kepada penyita yang pertama.jurusita/juru sita pengganti tidak diperkenankan untuk menyita lagi barang-barang yang sudah disita itu. Bahkan dapat terjadi. dan jurusita/jurusita pengganti hanya bisa menyita barang milik tersita. maka penyitaan tidak dapat dilaksanakan dengan dibuat berita acara sita non bevending. Lain lagi persoalannya. Manakala jurusita/jurusita pengganti ditugaskan untuk menjalan penyitaan rekening di sebuah bank. Akan tetapi. ia akan memperoleh lebih banyak dari penyita pertama. Bila terdapat perbedaan batas tanah yang mengakibatkan obyek sita berbeda. bila perbedaan batas tersebut tidak mengakibatkan obyek berbeda. justru oleh karena memang tagihannya lebih besar atau telah dijamin dengan fiducia umupamanya. akan tetapi ia setelah meminta agar berita acara sita eksekusi yang dipegang oleh tersita diserahkan kepadanya. ia akan mempersamakan berita acara tersebut dengan barang-barang milik tersita. maka jurusita/jurusita pengganti tersebut harus datang ke Bank mengecek kebenaran tentang rekening tersebut. BI Nomor : . hanya karena tanah yang berbatasan dengan obyek sita telah berubah kepemilikan. (Perhatikan Surat Bank Indonesia kepada Bank Rakyat Indonesia di seluruh Indonesia tanggal 24 Nopember 1987 Nomor : 20/12/UHO/HNI jo ANGKA 2/SE. yang belum disita (Pasal 463 Rv). untuk selanjutnya menuangkan dalam berita acara tanpa menyebutkan jumlah uangnya. Dengan lain perkataan yang menyita kemudian akan berbagi hasil lelang itu. manakala ternyata penetapan Majelis Hakim tentang sita jaminan ternyata batas-batasnya berbeda dengan keadaan yang sesungguhnya diketemukan jurusita/jurusita penganti. karena obyek sita tidak sesuai data-datanya.

namun dengan adanya berbagai keterbatasan. ------------------------ . permasalahan hukum dan hambatan tugas seorang jurusita/jurusita pengganti.3/507/UPPB/BGB tertanggal 18 september 1970 jo Surat Direksi Bank Indonesia kepada Bank-Bank di seluruh Indonesia tertanggal 20 Oktober 1987). dapat kita diskusikan dan dipecahkan bersama. tidak mungkin dapat diuraikan secara mendetail dalam makalah ini. Masih banyak permasalahan hukum dan hambatan-hambatan yang dialami oleh seorang jurusita/jurusita pengganti dalam melaksanakan tugasnya yang mesti dipecahkan. Mudah-mudahan dalam pelatihan ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->