Penelitian

Meningkatkan Minat Mengenal Konsep Bilangan

Meningkatkan Minat Mengenal Konsep Bilangan melalui Metode Bermain Alat Manipulatif

Maria Inawati*)

Abstrak nak Taman Kanak-kanak sering kurang berminat belajar matematika karena guru menggunakan metode pembelajaran yang kurang menarik. Untuk memotivasi anak-anak TK belajar matematika, peneliti menggunakan metode bermain alat manipulatif dalam penelitian tindakan kelas di Taman Kanak-kanak Kristen (TKK) 7 BPK PENABUR Jakarta. pada tahun 2010. Setelah melalui dua siklus tindakan, peneliti dapat meningkatkan minat dan motivasi anak belajar matematika dan anak dapat merasakan lebih mudah memahami konsep matematika.

A

Kata- kata kunci : konsep matematika, metode bermain, alat manipulatif Abstract The children of kindergarten often find difficulties in learning mathematics. They are not motivated to learn due to the inappropriate methods applied by the teacher. This classroom action research (CAR) solve the problem by applying manipulative game tool method. Within two cycles, the children’s motivation to learn mathematics can be strengthen and the children can understand mathematical concepts easily and find learning mathematics interesting and enjoyable. Key words: mathematics concepts, playing methods, manipulative method

Pendahuluan
Metode pengajaran dan minat belajar siswa Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA). Upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan menggunakan strategi, metode, materi/bahan dan media yang menarik serta mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak diajak bereksplorasi,

menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak (Pusat Kurikulum, 2003). Usia anak Taman Kanak-kanak yang berkisar di bawah 6 tahun adalah usia pertumbuhan dan usia bermain. Artinya anatomi tubuh anak, misalnya jaringan saraf dan otaknya masih dalam tahap pembentukan untuk menuju kesempurnaan permanen, dan merupakan fase bermain sebagai bagian pengenalan dan pembelajaran terhadap lingkungan sekitar. Dengan demikian, mengajar-

*) Guru TKK 2 BPK PENABUR Jakarta
Jurnal Pendidikan Penabur - No.16/Tahun ke-10/Juni 2011

1

setelah melihat dua sampai tiga bahasa sendiri yakni bahasa yang terdiri atas pola yang ditujukan oleh guru. Matematika adalah ilmu yang memiliki secara berurutan. pdf). berikut.eprints. menghitung jari Anak diharapkan dapat mengelompokkan atau tangan masih sering digunakan orang tua dan memilih benda berdasarkan jenis. transisi dan 2 Jurnal Pendidikan Penabur . Moch. Bermain bilangan yang terdapat di semua jalur metematika. Bermain pola matematika lebih mudah bagi orangtua dan Anak diharapkan dapat mengenal dan menyusun pola-pola yang terdapat di sekitarnya pengajar. antara Anak diharapkan mampu mengenal dan lain: urutan pola.ums. fungsi.kanak Gambar 3: Mengelompokkan Kancing yang Permainan berhitung di TK dapat Berlobang 4 dan yang Tidak Berlobang 4 dilaksanakan melalui penguasaan konsep. mengenal banyak hal. Metode konvensional/ cara 2.16/Tahun ke-10/Juni 2011 . Untuk lebih jelasnya terlihat dalam contoh yang di kemas secara edukatif anak-anak dapat berikut.id/4763/1/A410050170. Tujuannya agar 1. dan psikomotorik anak usia dini. fase perkembangannya.No. memahami konsep bilangan. Hal itu bentuk pasangannya sesuai dengan yang akan membuat anak kurang berminat untuk dicontohkan dan tugas yang diberikan oleh mengenal matematika. klasifikasi bilangan. menumpuk barang. Bermain klasifikasi lama seperti menghafal angka. ukuran. Mengenalkan matematika pada anak kecil bisa dilakukan dengan pengenalan bentuk. estimasi. Dunia anak adalah dunia yang identik dengan bermain. Misalnya memerlukan metode khusus yang sesuai dengan adalah sebagai berikut. misalnya : mengenal matematika. para pakar psikologi perkembangan anak banyak menciptakan metodemetode bermain kreatif untuk menunjang pertumGambar 2: Mengurutkan Pola Berdasarkan Warna buhan aspek kognitif. juga agar mudah dipahami anak. dsb. terutama di usia dini. Mengenal Konsep Matematika di Taman Kanak.Meningkatkan Minat Mengenal Konsep Bilangan kan matematika kepada anak di bawah 6 tahun geometri. warna. ac.kan pola yang mudah/sederhana untuk tika dan harus berusaha memahami makna – selanjutnya pola menjadi yang kompleks seperti makna dibalik lambang dan simbol tersebut. anak mampu simbol – simbol dan angka sehingga jika kita membuat urutan pola sendiri sesuai dengan ingin belajar matematika dengan baik maka kreativitasnya. afektif. Pelaksanaan bermain pola di langkah yang ditempuh adalah kita harus kelompok A dan B dimulai dengan menggunamenguasai bahasa pengantar dalam matema.Masykur dan Abdul Halim Fatani (http://etd. berhitung. Melalui aktivitas bermain guru. guru dalam mengenalkan matematika. dan statistika. transisi dan lambang 3. Oleh karena Gambar 1: Mengurutkan pola berdasarkan bentuk itu. warna.

No. Bermain estimasi (Memperkirakan) Gambar 4: Menghitung. dan isi melalui alat ukur kemungkinan yang akan dihadapi. langkah. misalnya: berapa jumlah ikan yang ada dalam aquarium? d. misalnya: berapa anak bergandengan untuk dapat mengelilingi kelas ini? Contohnya adalahsebagai berikut Gambar 5: Mengukur Tinggi Botol dengan Alat Ukur Balok Gambar 7: Memperkirakan Jumlah Benda yang Digunakan untuk Menutup Permukaan Daun. segi enam. Contohnya adalah sebagai berikut. segi empat. 5. dan bulat telur (oval). Selain itu anak ukuran standar yang bersifat alamiah. 4. antara lain jengkal. Perkiraan jumlah. setengah lingkaran. berapa lama kita makan?. 7. berapa tongkat. 6. Perkiraan waktu misalnya: berapa hari biji tumbuh? . Bermain statistika Anak diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk memahami perbedaan-perbedaan dalam jumlah dan perbandingan dari hasil pengJurnal Pendidikan Penabur . Perkiraan ruang. misalnya: berapa keping untuk menutupi meja? c. Contohnya sebagai berikut : lama anak dapat memantulkan bola?.Meningkatkan Minat Mengenal Konsep Bilangan lambang sesuai dengan jumlah benda-benda pengenalan bentuk lambang dan dapat mencocokan sesuai dengan lambang bilangan. Menempel dan Anak diharapkan dapat Menulis Konsep Bilangan memiliki kemampuan memperkirakan (estimasi) sesuatu misal-nya perkiraan terhadap waktu. a. segi lima. jari. berdasarkan bentuk geometri dengan cara mengamati bendabenda yang ada di sekitar anak misalnya lingkaran. dan lidi. tali. Bermain geometri Anak diharapkan dapat mengenal dan menyebutkan berbagai macam benda. besar. tinggi.16/Tahun ke-10/Juni 2011 Gambar 6 : Menyebutkan Nama Bentuk Geometri dan Mencipta Aneka Bentuk dengan Menggunakan Bentuk Geometri 3 . alamiah. bujur sangkar. berapa ketukan gambarnya selesai? b. Contoh sesuai gambar 5. seperti terlatih untuk mengantisipasi berbagai panjang. Bermain ukuran Anak Diharapkan dapat mengenal konsep luas jumlah ataupun ruang. Perkiraan luas. segitiga.

Meningkatkan Minat Mengenal Konsep Bilangan amatan terhadap suatu objek (dalam bentuk visual). gambar-gambar atau angka-angka yang terdapat di sekitar anak. memiliki ketelitian. abstraksi dan daya apresiasi yang tinggi.Contohnya adalah sebagai berikut.16/Tahun ke-10/Juni 2011 . obyek atau kejadian dapat digambar. inisiatif. bervariasi. permainan konsep bilangan di TK bertujuan untuk mengetahui dasar-dasar pembelajaran berhitung sehingga pada saatnya nanti anak akan lebih siap mengikuti pembelajaran berhitung pada jenjang selanjutnya yang lebih kompleks. Permainan konsep bilangan merupakan bagian dari matematika. tetapi juga kesiapan mental sosial dan emosional. artinya dapat menangkap. karena itu dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara menarik. Dengan kemampuan ini. Upaya pengembangan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara termasuk melalui permainan konsep bilangan. peneliti memilih metode bermain alat manipulatif karena aktivitas bermain merupakan aktivitas dominan yang menyenangkan bagi mereka. direkam. melalui pengamatan terhadap benda-benda kongkrit. Dengan mengutip pendapat Gerlach & Ely. difilmkan. (Departemen Pendidikan Nasional. permainan konsep bilangan di TK bertujuan agar anak dapat berpikir logis dan sistematis sejak dini. tetapi merupakan cara belajar mendasar. spontanitas. 4 Jurnal Pendidikan Penabur . keberminatan. menulis dan berhitung. memiliki pemahaman konsep ruang dan waktu serta dapat memperkirakan kemungkinan urutan sesuatu peristiwa yang terjadi di sekitarnya dan memiliki kreatifitas serta imajinasi dalam menciptakan sesuatu secara spontan. Secara khusus. 2007 ) Metode Bermain Alat Manipulatif Untuk meningkatkan minat pembelajaran matematika kepada anak TK. kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya. kemampuan fiksatif. dan apresiatif. Permainan konsep bilangan di TK tidak hanya terkait dengan kemampuan kognitif saja. konsentrasi. Gambar 8: Membuat grafik “Warna Kesukaanku” Berdasarkan uraian di atas. dipotret.No. Hal ini bukanlah sekedar proses pelatihan agar anak mampu membaca. Direktorat Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai Kajian Pustaka Pembelajaran Matematika Pra Sekolah Usia dini/pra sekolah merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak. I Wayan Santyasa (2001) menyebutkan tiga kelebihan kemampuan media. dan menyenangkan. dan menampilkan kembali suatu obyek atau kejadian. untuk dapat menyesuaikan dan melibatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat yang dalam kesehariannya memerlukan keterampilan berhitung. Pertama. Kedua. Secara umum. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika di Taman Kanak-kanak yang diberikan berdasarkan berbagai macam permainan sangat menarik bagi anak dan sesuai dengan pendapat Bloom yang menyatakan bahwa mempelajari bagaimana belajar (learning to learn) yang terbentuk pada masa pendidikan TK akan tumbuh menjadi kebiasaan di tingkat pendidikan selanjutnya. mengembangkan konsep diri (perasaan mampu dan percaya diri). diperlukan untuk menumbuh kembangkan keterampilan berhitung yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. melatih kedisiplinan. menyimpan. terutama konsep bilangan yang merupakan juga dasar bagi pengembangan kemampuan matematika maupun kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar. yang meliputi kegiatan yang dapat memotivasi anak untuk menemukan kesenangan dalam belajar. kemampuan manipulatif.

salah satu dasar proses mental menuju kepada pertumbuhan intelektual adalah dengan permainan tidak akan merasa menghadapi kesukaran apabila diajak dalam bentuk permainan karena permainan memiliki beberapa kelebihan. Latar Penelitian Subjek penelitian ini adalah pembelajaran konsep matematika sederhana di TKK 7 BPK PENABUR Jakarta. santai. tidak mudah putus asa. Permainan merupakan suatu selingan pemberian media atau alat peraga yang secara rutin berlangsung di kelas dari hari ke hari. dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.No. Berdasarkan hal tersebut. Melalui permainan.Meningkatkan Minat Mengenal Konsep Bilangan macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluan. mengembangkan konsep diri (perasaan mampu dan percaya diri). dapat dimengerti dan menyenangkan. warnanya. Desain Penelitian Data yang dibutuhkan dalam penelitian adalah data kualitatif. metode. dan apresiatif). Metodologi Penelitian Desain dan Karakteristik Subjek Penelitian Tujuan Penelitian Tindakan Kelas menurut Team LPM UNJ adalah untuk mengeksplorasi dan membuahkan kreasi dan inovasi pembelajaran (misalnya: pendekatan. percaya diri. Ketiga. dalam upaya meningkatkan minat anak serta membangun kreativitas mengenal matematika.16/Tahun ke-10/Juni 2011 5 . tetapi merupakan cara belajar mendasar. namun tetap memiliki suasana yang kondusif. bisa menarik perhatian anak. Kelas yang digunakan penelitian adalah Kelompok TKK A1. misalnya diubah ukurannya. Kelebihan permainan di antaranya permainan dirancang untuk bisa menjadikan konsep yang abstrak menjadi konkrit. kecepatannya. yang meliputi kegiatan yang dapat memotivasi anak untuk menemukan kesenangan dalam belajar. Hal ini bukanlah sekedar proses pelatihan agar anak mampu membaca. strategi. artinya media mampu menjangkau audiens yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi secara langsung pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan alat bantu instrumen yang disusun oleh peneliti sendiri. Permainan membantu membuat suasana lingkungan belajar menjadi menyenangkan. misalnya siaran TV atau Radio. menulis dan berhitung. Penelitian ini dilakukan di TKK 7 BPK PENABUR Jakarta untuk anak TKK (A1) dengan jumlah 25 anak. keberminatan. serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya. spontanitas. dan pantang menyerah. kemampuan distributif. Jurnal Pendidikan Penabur . Tujuan utama penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan minat anak dalam belajar matematika melalui metode bermain alat manipulatif serta membangun kreativitas untuk mencari dan menemukan macam-macam permainan yang sesuai untuk diberikan kepada anak dalam pembelajaran matematika. Peneliti melihat masih banyak anak yang belum memiliki minat dalam mengenal konsep matematika. Maka. Jean Piaget ( 1988:44 ) menyatakan. peneliti memilih metode bermain alat manipulatif dalam menyampaikan materi. Pembelajaran matematika di Taman Kanakkanak yang diberikan berdasarkan berbagai macam permainan sangat menarik bagi anak dan sesuai dengan pendapat Bloom yang menyatakan bahwa mempelajari bagaimana belajar (learning to learn) yang terbentuk pada masa pendidikan TK akan tumbuh menjadi kebiasaan di tingkat pendidikan selanjutnya. bahagia. memberi motivasi untuk belajar. melatih kedisiplinan. inisiatif. tabah. peneliti memandang perlunya dilaksanakan tindakan penelitian kelas sebagai solusi untuk meningkatkan minat dan mutu hasil pengenalan konsep matematika untuk anak usia dini. dalam jangka waktu 2 ( dua) minggu pada minggu keempat hingga minggu kelima bulan Maret 2010. dan membantu ingatan anak terhadap pelajaran yang diberikan. anak dilatih bekerja sendiri.

penelitian dilaksanakan dalam dua kali siklus mampu mengatasi masalah yang ada. (b) perlu atau tidaknya tindakan perbaikan yang akan dilakukan pada siklus selanjutnya dan (c) kesimpulan akhir dari penelitian sehingga peneliti dapat memberikan saran untuk perbaikan. Sesuai dengan hasil yang diperoleh. Peneliti melaksanakan pembelajaran yang sudah dirancang dan seorang guru pararel sebagai kolaborator. observasi dan refleksi pada tiap-tiap siklusnya. Analisis dan Refleksi Peneliti menganalisis lembar observasi yang ada. Alat bantu yang dipergunakan oleh peneliti berpedoman pada peningkatan minat anak dalam belajar matematika melalui metode bermain alat manipulatif. Masalah Penelitian Tujuan penelitian yang ingin dapat dicapai adalah : (a) meningkatkan minat anak dalam belajar matematika melalui metode bermain. Alat bantu yang dipergunakan oleh peneliti berpedoman pada peningkatan minat anak dalam belajar matematika melalui metode bermain alat manipulatif. (b) peneliti mengadakan diskusi/ tanya jawab dengan peserta didik tentang pembelajaran matematika yang sudah disampaikan untuk memastikan tercapainya tujuan pembelajaran. (d) melakukan penilaian terhadap hasil pembelajaran dan (e) refleksi Cara Pengamatan Tahapan pengamatan dan observasi dilakukan dengan observasi secara langsung pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan alat bantu yang disusun oleh peneliti sendiri. Pengamatan ini dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keberhasilan yang dicapai oleh peneliti dengan melihat perubahan minat anak setelah menggunakan alat peraga manipulatif.macam permainan yang sesuai untuk diberikan anak didik dalam pembelajaran matematika.Meningkatkan Minat Mengenal Konsep Bilangan Peneliti dibantu oleh seorang kolaborator. .No. peneliti dibantu oleh seorang kolaborator. (c) dilakukan observasi secara langsung.16/Tahun ke-10/Juni 2011 yang mencapai target dengan harapan setiap aspek yang diamati dapat mencapai 80%. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan bentuk kolaborasi. Hasil analisis menggambarkan/ menjelaskan : (a) presentase atau jumlah peserta didik 6 Jurnal Pendidikan Penabur . tindakan. Dalam melaksanakan penelitian ini. Peneliti bertanggung jawab secara penuh dalam perencanaan. (b) mengetahui pengaruh belajar matematika melalui metode bermain terhadap hasil belajar. c) menambah wawasan guru tentang metode bermain dalam pembelajaran matematika dan (d) memotivasi guru untuk menemukan macammacam permainan yang sesuai untuk diberikan kepada anak TK dalam belajar matematika melalui metode bermain Desain Penelitian Tujuan utama penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan minat anak dalam belajar matematika melalui metode bermain alat manipulatif serta membangun kreativitas untuk mencari dan menemukan macam. disusun oleh peneliti berdasarkan hasil pengamatan minat pembelajaran yang ingin ditingkatkan pada diri anak. Pelaksanaan Tindakan Penerapan tindakan dapat diuraikan seperti di bawah ini : (a) peneliti melakukan kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga manipulatif sebagai alat peraga dan bertujuan untuk mencapai target yang diinginkan. Instrumen dan Penggunaannya Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (a) daftar periksa (check list) tingkat minat pembelajaran anak. (b) alat peraga yang menunjang pembelajaran yang disampaikan untuk memotivasi minat anak dalam pembelajaran matematika dan (c) observasi pembelajaran berkaitan dengan perubahan tingkat minat anak setelah tindakan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi secara langsung pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan alat bantu instrumen yang disusun oleh peneliti sendiri. Daftar periksa ini diisi oleh peneliti dan seorang kolaborator pada saat sebelum dan setelah tindakan dilakukan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian adalah data kualitatif.

Presentase anak yang sudah dapat menghitung benda 1 . melakukan penilaian terhadap hasil pembelajaran.16/Tahun ke-10/Juni 2011 7 . Keempat. melakukan kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga manipulative sebagai alat peraga dan bertujuan untuk mencapai target yang diinginkan. Terakhir. melakukan refleksi pengamatan sebelum tindakan pada tanggal 22 Maret 2010 diperoleh data sebagai berikut. 1. Kedua.No. Pertama. Tindakan Peneliti menerangkan cara memahami konsep bilangan dan penjumlahan 1-10 dengan menggunakan alat peraga manipulatif kancing baju yang mempunyai warna berbeda pada Hasil Penelitian dan Pembahasan Penelitian ini dilakukan di Kelompok A (A1) dengan jumlah 25 anak.10 : 60 % Presentase anak yang belum dapat menghitung benda 1 . Presentase anak yang belum dapat menjumlahkan benda 1 . Ketiga. Pelaksanaan Tindakan Penerapan tindakan dilakukan dengan sejumlah kegiatan. (b) alat peraga yang menunjang pembelajaran yang disampaikan untuk memotivasi minat anak dalam pembelajaran matematika dan (c) observasi pembelajaran untuk peserta didik tentang perubahan tingkat minat anak setelah tindakan.10 : 48% Melalui penelitian tindakan kelas ini. Presentase anak yang sudah dapat menjumlahkan benda 1 . mengadakan diskusi/ tanya jawab dengan peserta didik tentang pembelajaran matematika yang sudah disampaikan untuk memastikan tercapainya tujuan pembelajaran.10 : 52 % 4. Berdasarkan hasil 10 kancing 6 kancing warna merah dan 4 kancing warna kuning Gambar 9: Memahami Konsep Bilangan dan Penjumlahan 1-10 dengan MenggunakanAlat Peraga Manipulatif Kancing Baju Jurnal Pendidikan Penabur . Tujuan kegiatan : Mengenal konsep bilangan dan penjumlahan sederhana Harapan : Anak memiliki minat belajar yang tinggi tentang konsep bilangan dan penjumlahan sederhana sehingga hasil belajarnya baik. melakukan observasi secara langsung. peneliti mengharapkan setiap aspek yang diamati bisa meningkat menjadi 80% Siklus I Perencanaan Tindakan Kegiatan : Menghitung dan menjumlahkan kancing baju. Presentase anak yang sudah dapat mendengarkan saat guru menerangkan : 68% Presentase anak yang belum dapat mendengarkan saat guru menerangkan : 32% 2. disusun oleh peneliti berdasarkan hasil pengamatan minat pembelajaran yang ingin ditingkatkan pada diri anak didik dan daftar periksa ini diisi oleh peneliti dan seorang kolaborator pada saat sebelum dan setelah tindakan dilakukan.Meningkatkan Minat Mengenal Konsep Bilangan Instrumen dan Penggunaannya Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (a) daftar periksa tingkat minat pembelajaran anak.10 : 40 % 3.

10 : 32 % 3. Refleksi : Berdasarkan pengamatan diperoleh data seperti di bawah ini : 1.10 : 68 % Presentase anak yang belum dapat menghitung benda 1 .10 : 84 % Presentase anak yang belum dapat menjumlahkan benda 1 .10 : 64 % Presentase anak yang belum dapat menjumlahkan benda 1 .No.10 : 36 % Berdasarkan uraian data di atas dapat disimpulkan bahwa pencapaian target yang ditentukan masih belum tercapai. Pengamatan/ Observasi : Peneliti dan kolaborator melakukan observasi langsung untuk mengetahui perubahan minat belajar anak setelah melakukan kegiatan memahami konsep bilangan dan penjumlahan 1-10 dengan menggunakan alat peraga manipulatif. Presentase anak yang sudah dapat menghitung benda 1 . Peneliti dan kolaborator merencanakan melakukan perbaikan dengan mengulang kegiatan pembelajaran pada siklus kedua. Presentase anak yang sudah dapat mendengarkan saat guru menerangkan : 76% Presentase anak yang belum dapat mendengarkan saat guru menerangkan : 24% 2. Peneliti dan kolaborator menyepakati untuk mengakhiri tindakan pada siklus selanjutnya Kesimpulan Berdasarkan fakta diatas. Presentase anak yang sudah dapat menjumlahkan benda 1 .10 : 88 % Presentase anak yang belum dapat menghihitung benda 1 . Peneliti menerangkan cara memahami konsep bilangan dan penjumlahan 1-10 dengan menggunakan alat peraga manipulatif kancing baju yang mempunyai warna berbeda pada kedua sisinya ( sisi atas berwarna merah dan sisi bawah berwarna kuning ). 8 Jurnal Pendidikan Penabur . Presentase anak yang sudah dapat menjumlahkan benda 1 . 2. Refleksi : Berdasarkan pengamatan diperoleh data seperti di bawah ini : 1. Tujuan kegiatan : Mengenal konsep bilangan dan penjumlahan sederhana Harapan : Anak memiliki minat belajar yang tinggi tentangkonsep bilangan dan penjumlahan sederhana sehingga hasil belajarnya baik. Pengamatan/ Observasi : Peneliti dan kolaborator melakukan observasi langsung untuk mengetahui perubahan minat belajar anak setelah melakukan pengulangan kegiatan memahami konsep bilangan dan penjumlahan 1-10 dengan menggunakan alat peraga manipulatif. peneliti memberi instruksi kepada anak melakukan kegiatan memahami konsep bilangan dan penjumlahan 1-10 dengan menggunakan alat peraga manipulatif kancing baju (guru memberikan 10 kancing baju yang dimasukkan ke dalam gelas plastik kepada tiap anak). Selanjutnya. Selanjutnya peneliti memberi instruksi kepada anak untuk melakukan kegiatan memahami konsep bilangan dan penjumlahan 1-10 dengan menggunakan alat peraga manipulatif kancing baju ( guru memberikan 10 kancing baju yang dimasukkan ke dalam gelas plastik kepada tiap anak ).10 : 16 % Berdasarkan uraian data di atas dapat disimpulkan bahwa pencapaian target yang ditentukan telah tercapai. Presentase anak yang sudah dapat menghihitung benda 1 .10 : 12 % 3. dipandang perlu ada suatu perubahan yang harus dilakukan untuk .16/Tahun ke-10/Juni 2011 Tindakan 1. Presentase anak yang sudah dapat mendengarkan saat guru menerangkan : 92% Presentase anak yang belum dapat mendengarkan saat guru menerangkan : 8% 2. Siklus II Perencanaan Tindakan Kegiatan : Menghitung dan menjumlahkan kancing baju.Meningkatkan Minat Mengenal Konsep Bilangan kedua sisinya.

rasa ingin tahu dan sikap antusias yang kuat terhadap segala sesuatu. Seperti kita ketahui bahwa TK memiliki rasa ingin tahu dan sikap antusias yang kuat terhadap segala sesuatu serta memiliki cukup bertualang serta minat yang kuat untuk mengobservasi lingkungan. Dengan langkah ini siswa cepat merasa bosan sehingga siswa tidak mempunyai gairah dan minat dalam belajar. games. Penerapan metode pengajaran yang bersifat khusus pada anak. Dengan minat belajar yang tinggi siswa dapat mempunyai semangat dan motivasi dalam belajar. seperti bermain. Keberhasilan proses belajar mengajar selain dipengaruhi oleh metode pengajaran juga dipengaruhi oleh minat belajar siswa. Saran Dunia anak-anak adalah dunia bermain. akan berpengaruh pula terhadap tuntutan pemahaman guru untuk melihat proses pendidikan pada anak sebagai suatu sistem yang didalamnya terdiri dari berbagai unsur yang saling terkait. Mereka kurang senang dengan konsep bilangan (yang merupakan bagian dari pelajaran matematika) sehingga tidak berminat mempelajari matematika. Pendidikan di TK direncanakan.16/Tahun ke-10/Juni 2011 9 . Diharapkan dengan adanya program pembelajaran dengan metode alat manipulatif mampu mengubah pandangan mereka tentang mengenal konsep bilangan. Banyak guru dan orang tua yang menerapkan pembelajaran yang konvensional.Meningkatkan Minat Mengenal Konsep Bilangan membantu para anak didik dalam mengenal konsep bilangan sejak dini dan membantu pengajar dalam menyampaikan materi dengan menggunakan metode yang sesuai. dari alasan tersebut guru sebagi fasilitator dituntut memiliki variasi metode yang asyik dan menyenangkan. Siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi diharapkan akan memiliki prestasi belajar yang baik. Peran guru sebagai fasilitator dalam pelaksanaan pendidikan untuk anak TK harus mampu memberikan kemudahan kepada anak untuk mempelajari berbagai hal yang terdapat dalam lingkungannya. Namun dari realita yang ada. Anak-anak di ajak untuk bermain seraya belajar. song and movement (gerak dan lagu) dan lain lain. Walaupun dilakukan sejak dini. masih banyak siswa yang memiliki minat belajar yang rendah. media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). dikembangkan. maka akan lebih mempermudah didalam mengajar anak usia dini karena lingkungan menyajikan berbagai hal yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan belajar anak. Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran. Jurnal Pendidikan Penabur . Metode yang dirancang secara khusus ini tentu membutuhkan pemahaman yang luas dan utuh dari para guru sehingga kesalahan yang sering terjadi misalnya guru menganggap bahwa metode pengajaran untuk siapa saja intinya sama. tidak terjadi lagi. “ Anak belajar melalui Bermain”. Pada prosesnya guru menerangkan materi dengan metode ceramah. Dengan demikian guru harus memiliki kemampuan memahami dan menguasai lingkungan sebagai sumber belajar dan metode yang sesuai untuk anak TK. perlu adanya pendekatan yang harus dilakukan untuk membuat mereka mempunyai minat mengenal konsep bilangan terlebih dahulu.No. Hal ini mengakibatkan pelajaran yang diberikan guru tidak diserap oleh siswa. Apabila guru memahami dan menguasai berbagai hal yang berkaitan dengan sumber belajar lingkungan ini. dikelola dan dievaluasi dengan model dan pendekatan yang sangat khusus disesuaikan dengan karakteristik subjek didiknya dalam hal ini anak. memaksakan anak untuk menghafal angka dan menghitung dengan jari tangan. Memahami proses pendidikan anak sebagai sebuah sistem merupakan kerangka berpikir yang menyeluruh sehingga guru akan dapat melihat secara lebih luas apa dan bagaimana faktor-faktor yang berperan dalam mekanisme pendidikan anak TK. yaitu pada jenjang taman kanak-kanak. dengan begitu mengenal konsep bilangan yang pada awalnya terasa sulit akan menjadi sangat menyenangkan bagi mereka. Dalam proses pembelajaran.

16/Tahun ke-10/Juni 2011 . blogspot.al. Mendengarkan. Jakarta: Depdiknas http://episentrum.freewebs. Jakarta: HIMPSI Jaya 10 Jurnal Pendidikan Penabur .pdf (diunduh 10 Maret 2011) Sriamin. (2007). Aktivitas belajar anak pada Taman Kanak-kanak.com/artikel-psikologi/ stimulasi-dini-untuk-mengembangkankecerdasan/ (diunduh 12 Maret 2011) http://etd.com/2009/04/aktivitasbelajar-anak-pada-taman kanak. http://bustang-mathematician. http://www.pdf / (diunduh 12 Maret 2011) Piaget.ums. Theo. Education mathematics statistic for all. dkk. Pusat Kurikulum.eprints. Gerlach & Ely dalam Ibrahim. Jakarta: Balitbang Depdiknas Riyanto FIC. Pendidikan pada usia dini. Landasan konseptual media pembelajaran.ac.. et. Standar kompetensi Taman Kanak-kanak & RA. I Wayan. (2006). (2001).html/ (diunduh 12 Maret 2011) Direktorat Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Discourse context and the development of metaphor in children. com/santyasa/pdf2/media_ pembelajaran.Meningkatkan Minat Mengenal Konsep Bilangan Daftar Pustaka Bustang.id/4763/1/ A410050170. Lukman. (2009). Jakarta: Grasindo Santyasa. (2004). Jean (1988). Seri model pembelajaran di TK.No. (2003).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful