PROP.penelitian KWU

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN KAITANNYA DENGAN SIKAP MENTAL USAHA DI SMK AL-CHASANAH TANJUNG DUREN JAKARTA BARAT Laporan

ini Diajukan Untuk Memenuhi Proposal SKRIPSI

Disusun oleh Fitri Andriyani (108018200044)

JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2012

KATA PENGANTAR

Segala puji kami panjatkan pada ALLAH SWT yang selalu melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua, terutama pada saya dalam menulis proposal ini sehingga proposal ini jadi dan dapat dipertanggungjawabkan, Amin ya rabbalalamin. dan tidak lupa pula kami kirimkan salawat dan salam pada nabi junjungan kita yakni Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Dalam menulis proposal ini penulis sedikit banyak mengalami kesulitan, hal ini tidak lain disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, dan penulis menyadari betul bahwa proposal ini jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan baik dari segi penulisan dan juga penyajian, pengkajian materi, maka dari itu penulis dengan lapang dada menerima kritik dan saran dari Dosen pembahas yang dapat membangun untuk bisa lebih baik lagi. Akhirnya kami berharap proposal ini dapat berguna dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi lingkungan akademik dimana kami selama ini menuntut ilmu maupun pihak lain yang membutuhkan.

Jakarta , 16 Januari 2012

Page 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik yang berlangsung dalam lingkungan pendidikan. Interaksi pendidikan berfungsi membantu pengembangan seluruh potensi, kecakapan dan karakteristik peserta didik. pada hakikatnya, manusia merupakan makhluk yang bergelut secara intens dengan pendidikan. Itulah sebabnya manusia dijuluki sebagai makhluk yang dididik dan makhluk yang mendidik. Dengan kata lain manusia adalah makhluk yang senantiasa terlibat dalam proses pendidikan, baik yang dilakukan terhadap orang lain maupun terhadap dirinya sendiri. Maka tidak heran jika ada yang menyebutkan bahwa pendidikan sepanjang hayat yang berlangsung sejak di buaian hingga ke liang lahat. Di dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang tujuan Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 yang berbunyi : ³Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berkhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab´. Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Terdapat kasus menunjukkan bahwa diantara para Guru banyak yang merasa dirinya sudah dapat melakukan pembelajaran dengan baik, meskipun tidak dapat menunjukkan alasan yang mendasari asumsi tersebut. Guru harus menyadari bahwa pembelajaran memiliki sifat yang sangat kompleks karena melibatkan aspek pedagogis, psikologis, dan diktatis secara bersamaan.
Page 2

aspek psikologis menunjukkan pada kenyataan bahwa peserta didik pada umumnya memiliki taraf perkembangan yang berbeda. Mulyasa. yang menuntut materi yang berbeda pula. tidak perlu menyalahkan siapapun. Singapura.dikemukakan oleh peter bahwa proses dan hasil belajar peserta didik bergantung kepada kompetensi guru dan keterampilan mengajarnya. Dampak krisis ekonomi Global juga melanda kawasan Asia. Sekarang inilah kesempatan untuk mendorong para pelajar dan mahasiswa untuk mulai mengenali dan membuka usaha atau berwirausaha. perlu dikemukakan bahwa pengusaan kompetensi oleh Guru ternyata mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Begitu cepat dan hebatnya dampak krisis ekonomi global yang diawali dengan bangkrutnya sebuah bank di Amerika Serikat pada awal Bulan Oktober 2008 dan terus berdampak pada sektor keuangan lainnya seperti sektor asuransi dan sektor-sektor lainnya.pendapat ini diperkuat oleh Taba yang menyatakan bahwa keefektifan pembelajaran dipengaruhi oleh karakteristik guru dan peserta didik. Aspek diktatis menunjuk pada pengaturan belajar peserta didik oleh Guru. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. Hal ini terbukti pada Tahun 1998 dan 2008 sektor UKM (Usaha Kecil Menenggah) lebih tahan krisis. Namun.1 Bahwasanya perlu prihatin dengan rendahnya minat berwirausaha dikalangan mahasiswa dan pemuda. Tantangan pertama adalah bagaimana mengelola dampak krisis ekonomi yang sudah menggelobal tersebut dan tantangan yang kedua adalah bagaimana cara membuat sektor ekonomi menjadi semakin terpuruk. bahan pelajaran.Aspek pedagogis menunjukkan pada kenyataan bahwa pembelajaran berlangsung dalam suatu lingkungan pendidikan. serta aspek-aspek lain yang berkenaan dengan situasi pembelajaran. Guru harus mendampingi peserta didik menuju kesuksesan belajar atau penguasaan sejumlah kompetensi. hal 118 1 Page 3 . Untuk itu dibutuhkan smart entreprenerurship (Wirausaha yang Cerdas) untuk menjadi lokomotif perekonomian Bangsa. dan Termasuk Singapura. Ada dua tantangan besar yang menghadang bangsa Indonesia dipenghujung 2008 dan 2009 yang diperkirakan akan berlanjut keTahun 2010. yang jelas kesalahan ada pada semua pihak. guru harus mmenentukan secara tepat jenis belajar manakah yang paling berperan dalam proses pembelajaran dengan mengingat kompetensi dasar yang harus dicapai. Korea. Pola pikir dan lingkungan yang selalu berorientasi untuk mencari karyawan. Juni 2004). (Bandung. Dalam hal ini. Seperti Jepang. Dalam hal ini. Karena itu. PT Remaja Rosdakarya.

Tidak hanya mampu mengerjakan tugastugas tetapi juga mampu memberikan kontribusi dan kemampuan untuk mengatasi kesulitan. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan. dinegara-negara eropa dan Amerika Utara pendidikan kewirausahaan sudah mulai sejak tahun 1970-an. ulet dan gigih dalam berkompetisi. Sementara itu. b. Sedangkan sekolah menengah kkejuruan (SMK) dibagi lagi menjadi beberapa jurusan atau keahlian yang mempunyai tujuan: a.1. teknologi. dan seni. Data Young Biz Indonesia menyebutkan bahwa hampir 10% dari 110 juta Tenaga Kerja di Indonesia adalah pengangguran. Kewirausahaan. indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan luar negeri. dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya. Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir. dan keterbatasan yang ada sehingga perusahaan dapat keluar dari krisis.2 Hasilnya petut bersyukur bahwa dewasa ini sudah mulai berdiri sekolah dan perguruan tinggi yang memang berorientasi untuk menjadikan siswa dan mahasiswanya sebagai calon pengusaha unggul dan berani menghadapi risiko setelah menyelesaikan pendidikannya. bahkan dibeberapa negara pendidikan tersebut telah dilakukan beberapa tahun yang lalu. mengisi lowongan pekerjaan yang ada didunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan komppetensi dalam program keahlian yang dipilihnya. 2007). agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif. SMA/SMK dan 2 Kasmir. (jakarta: PT. Dalam kondisi seperti ini. beradaptasi dilingkungan kerja. Pendidikan menengah memiliki kedudukan yang strategis dalam mengembangkan bakat. maka yang dibutuhkan perusahaan adalah karyawan atau pimpinan yang mempunyai keahlian dan keterampilan yang lebih. tantangan. Pendidikan menengah terdiri dari sekolah menengah umum (SMU) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).3 Page 4 . Raja Grafindo Persada. c. di indonesia pendidikan kewirausahaan baru mulai dibicarakan era tahun 1980-an dan digalakkan tahun 1990-an. Hlm. Cet. misalnya. kemampuan dan minat yang akan diikuti baik umum maupun kejuruan. mampu bekerja manndiri. Setiap Tahun lulusan Perguruan Tinggi.Dalam hal pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship).

Maka dari itu. b) Cara menyikapi kegagalan c) Pemikiran yang jauh kedepan d) Lingkungan sehari-hari e) Bagaimana cara bertindak f) Kreativitas. belum cukup untuk menjamin siswa mampu berbuat lebih banyak dalam mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Dengan ilmu Kewirausahaan bahkan mungkin tidak lagi mencari kerja tetapi lansung ingin menjadi wirausaha yang mandiri dan cerdas. pengembangan sikap profesional dalam bidang keahlian saja. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena pemahaman dan pengertian tentang makna kewirausahaan sebagai pilihan hidup. Ada beberapa jenis kemampuan yang diperlukan dalam kewirausahaan. Kegagalan dan keberhasilan seseorang tidak ditentukan dari pengetahuan saja.sederajat yang berjumlah jutaan merupakan pencari kerja dan itu belum ditambah dengan lulusan tahun sebelumnya yang jumlahnya pun jutaan dan juga belum mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu diperlukanlah suatu pembelajaran yang dapat membangkitkan semangat siswa untuk terus belajar dan berani menghhadapi risiko yang pasti terjadi. yaitu: a) Kemampuan mengatasi masalah mental diri dan kecerdasan spiritual b) Kemampuan menarik sisi positif dan hikmahnya c) Kemampuan mencari modal dan rekan d) Kemampuan merumuskan visi dan misi serta tujuan usaha e) Kemampuan memotivasi diri f) Kemampuan berinovasi g) Kemampuan untuk mengatur waktu kerja. perilaku. Pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran Page 5 . Saat ini prosentase jumlah wirausaha di Indonesia sangat kecil. dan mental) yang lebih maju. para pengangguran terdidik saat ini berorientasi pada mencari kerja saja. Umunmya. tetapi juga ditentukan dari: a) Karakter (sikap. pola pikir tentang kewirausahaan perlu dikembangkan karena sangat penting bagi kemajuan ekonomi suatu bangsa. yaitu menciptakan lapangan kerja. Dengan demikian perlu diperkenalkan alternatif (pilihan) lain selain mencari kerja.

Kecamatan Margoyoso. Hal ini terjadi karena tidak ada kesesuaian antara persyaratan kerja dan kualifikasi kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja. Kompas.3 Berdasarkan latar belakang masalah di atas.87% dari jumlah angkatan kerja yaitu 113. Dengan adanya pembelajaran kewirausahahan diharapkan mampu menumbuhkan dan mengembangkan jiwwa kewirausahaan dalam diri siswa SMK. (Jakarta: Erlangga. besarnya pengangguran juga karena jumlah pencari kerja jauh lebih besar dari kesempatan kerja yang ada.83 juta. 2010). Selain tidak adanya kesesuaian antara yang dibutuhkan pasar kerja dan kualifikasi kompetensi calon Tenaga Kerja. 3 Hendro. angka pengangguran 7.96 Juta Orang atau 7. perubahan struktur dan persyaratan dipasar kerja relatif lebih cepat dibandingkan kesiiapan Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan mengantisipasi perubahan itu.87% ³menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kewirausahaan untuk SMK dan MAK Kelas X. mengutip data Badan Pusat Statistik. Jawa Tengah. Kabupaten Pati. Penyelenggaraan bursa kerja rata-rata hanya terisi 20%-30%. Namun. Muhaimin Iskandar pada saat peresmian SMK Salafiah di Desa Kajen. jumlah pengangguran terbuka hingga Agustus 2009 di Indonesia mencapai 8. Padahal. hal 13 Page 6 .kewirausahaan.muhaimin mencermati. Pencari kerja perlu difasilitasi agar mempunyai akses dan kesempatan untuk mempresentasikan potensinya melalui Pendidikan Formal ataupun Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi. Pemutusan Hubungan kerja akibat krisis keuangan Global dan rasionalisasi perusahaan serta tidak berfungsinya informasi juga jadi faktor penyebab munculnya pengangguran. Jum¶at 25 Desember 2009. Pati. penulis terdorong untuk mengangkat permasalahan ini dalam bentuk penelitian dengan judul ³EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN KAITANNYA DENGAN SIKAP MENTAL USAHA DI SMK ALCHASANAH TANJUNG DUREN JAKARTA BARAT´.

4. Siswa tidak memiliki Buku paket pelajaran yang sesuai dengan kurikulum 3. Pembatasan Masalah Pembatasan Masalah dimaksudkan agar permasalahan yang timbul tidak terlalu meluas dan kurang efektif. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dalam latar belakang. Adanya siswa yang kurang memanfaatkan buku paket yang telah tersedia. Perlunya ditelusuri faktor-faktor apa saja yang mempengagruhi tingkat efektivitas pembelajaran kewirausahaan kaitannya dengan sikap mental usaha di SMK Al-Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat. Perlunya menggunakan media pembelajaran yang variatif dalam kelas untuk mengukur tingkat efektivitas Pembelajaran 5. maka penulisan ini peneliti membatasi permasalahan sebagai berikut: 1. dalam artian malas Belajar. Kurangnya sarana yang menunjang untuk pembelajaran khususnya Kewirausahaan. Efektivitas pembelajaran Kewirausahaan kaitannya dengan Sikap Mental Usaha Di SMK Al-Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat 2.B. Bagaimana efektivitas pembelajaran Kewirausahaan keitannya dengan Sikap Mental Usaha di SMK Al-Chasanah Tnjung Duren Jakarta Barat? 2. maka dapat dirumuskan permasalahan yaitu : 1. Identifikasi masalah Dari latar belakang tersebut dapat diidentifikasi sejumlah masalah yang berkaitan dengan Efektivitas Pembelajaran Kewirausahaan Kaitannya dengan Sikap Mental Usaha di SMK AlChasanah Tanjung Duren Jakarta Barat. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat efektivitas Pembelajaran Kewirausahaan kaitannya dengan Sikap Mental Usaha di SMK Al-Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat? Page 7 . Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkatt efektivitas pembelajaran Kewirausahaan kaitannya dengan Sikap Mental Usaha di SMK Al-Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat D. diantaranya : 1. C. 2.

Sumber dan bahan kajian dalam upaya Rekonstruksi efektivitas pembelajaran Kewirausahaan kearah yang lebih baik lagi. Tujuan Penelitian Adanya tujuan dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan tujuan yang tepat menjadikan tolok ukur keberhasilan dalam penelitian.E. Page 8 . Ingin membuktikan efektivitas pembelajaran kewirausahaan kaitannya dengan sikap mental usaha di SMK Al-Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat. Bahan rujukan dan Referensii tertulis bbagi pelaksanaan Penelitian yang relevan dengan topik yang dikaji. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah : 1. Ingin mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat efektivitas Pembelajaran Kewirausahaan kaitannya dengan sikap Mental Usaha di SMK Al-Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat F. 2. 2.

Indah Press:1987).Tahun ke-7 Mei 2001) 6 Page 9 .dari pengertian diatas penulis menyimpulkan bahwa efektivitas adalah segala sesuatu yang dilakukan dengan sistem yang baik dan dikerjakan sesuai dengan program yang direncanakan sehingga tercapai suatu tujuan yang dikehendaki dan menghasilkan yang lebih baik. Modern English Press. Faktor komunikasi 4 5 Yuono GB .39 Peter Salim. jurnal pendidikan dan kebudayan. Dengan demikian efektivitas tidak hanya dapat dilihat darri sisi produktivitas. Pedoman Ejaan Indonesia yang Telah Disempurnakan.No 029. Ada 2 kategori yang melatarbelakangi efektivitas pembelajaran. akan tetapi juga dapat pula dilihat dari sisi persepsi atau sikap orangnya. hal.5efektivitas dinyatakan sebagai tingkatan keberhasilan dalam mencapai tujuan atau sasarannya. Efektivitas 1. yaitu: a. Pengertian Efektivitas Kata ³efektivitas´ menurut etimologi merupakan kata serapan dari bahasa inggris yaitu efektive. Efektivitas sesungguhnya merupakan suatu konsep yang lebih luas mencakup faktor didalam maupun diluar diri seseorang. (Surabaya.KAJIAN TEORI LANDASAN TEORI A.4 Menurut kamus besar bahasa indonesia kontemporer bahwa efektifitas adalah hal berkesan atau berpengaruh dan usaha atau tindakan keberhasilan. (Jakarta) hal 376 Veithzal Rivai. Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer.6 Sedangkan kata efektivitas dalam pengertian kegiatan belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang terencana dan kontinue sehingga tercapai target yang ditetapkan dari kurikulum yang sudah dibuat. kata serapan efektive menjadi efektif lalu berubah menjadi efektifitas yaitu : ³suatu yang membawa hasil atau suatu kegiatan yang berlangsung dengan system dan program yang terencana dan dikerjakan secara kontinue sehingga tercapainya hasil yang lebih baik. efektivittas juga dapat dilihat dari bagaimana tingkat kepuasan yang dicapai oleh seseorang. Yenni Salim. Disamping itu. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Belajar Mahasiswa Survei di STIE (genesha 1999.

121 Syaeful Bahri Djamarah. 3.Pada dasarnya dalam proses belajar mengajar yang paling dominan adalah proses komunikasi. maka prinsip pembelajaran yang efektif itu hampir identik dengan komunikasi efektif.2002).2002). efisiensi. kurun waktu sekitar lima tahun. b. baik sekali (optimal). 7 8 Syaeful Bahri Djamarah. tranformative. apabila dapat mencapai minimal 75% dari tujuantujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Mengingat aspek komunikasinya. Strategi Belajar Mengajar. h. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta:PT. 2) Baik sesuai (optimal): apabila sebagian besar (76%-99%) bahan pembelajaran yang diajarkan dapat dikuasai siswa. kriterianya adalah perkembangan serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Kriteria efektivitas jangka panjang. 2.Rineka Cipta. kriterianya adalah kemampuan mempertahankan kelangsungan hidup dan kemampuan membuat perencanaan strategis bagi kegiatan dimassa depan. kriterianya kepuasan. Kriteria efektivitas jangka pendek.kriterianya sebagai berikut: 1) Istimewa (maksimal): apabila seluruh (100%) bahan belajar yang diianjurkan dapat dikuasai siswa. maka suatu kegiatan pembelajaran dikatakan memiliki tingkat efektivitas yang baik. 3) Baik (minimal): apabila yang diajarkan hanya (60%-75%) dapat dikuasai siswa. 4) Kurang: apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari (60%) dapat dikuasai oleh siswa. dan setiap usaha komunikasi mempunyai tujuan tersendiri.7 Berkaitan dengan evaluasi. (jakarta:PT. untuk menunjukkan kegiatan dalam kurun waktu sekitar satu tahun. baik (minimal). Djamarah Mengemukakan bahwa pembelajaran yang efektif dengan melihat hasil evaluasi yang dapat dikategorikan menjadi beberapa kategori yaitu: istimewa (maksimal). Standar kriteria efektivitas pembelajaran Ada beberapa kriteria efektivitas pembelajaran yang dapat dijadikan ukuran keberhasilan. ada yang informative.Rineka Cipta. dan kurang. h 123 Page 10 . yaitu: 1. 8 Berdasarkan kriteria-kriteria diatas. Kriteria efektivitas jangka menengah. dan produksi. kurun waktu yang akan datang. dan persuasive.

Istilah ini banyak dipengaruhi oleh aliran psikologi kognitifkholistik. dikenal istilah learning dan instruktion untuk menunjukkan istilah pembelajaran. pembelajaran dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi.11 Terdapat beberapa karakteristik penting dari istilah pembelajaran yaitu: a) Pembelajaran berarti membelajarkan siswa 9 Kusnandar. dan meningkatkan mutu kehidupan peserta didik.Raja Grafindo Persada. mengajar atau teaching merupakan bagian dari pembelajaran (intruction). Pembelajaran perlu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. (jakarta: kencana prenada media group. hlm 287 Wina Sanjaya. 2002). 2005) hal 78 11 10 Page 11 .kegiatan proses belajar mengajar dalam KBK tidak hanya sekedar proses penyampaian materi saja. peradaban.Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Suskses dalam Sertifikasi Guru. Kusnandar mengartikan pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadilah perubahan perilaku kearah yang lebih baik9. kegiatan yang berhubungan dengan proses belajar mengajar sering diistilahkan dengan istilah pembelajaran. Pemberdayaan diarahkan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar (Depdiknas. (Jakarta:PT.1. akan tetapi diselenggarakan untuk membentuk watak. (jakarta: kencana prenada media group. pembelajaran dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi. yang menempatkan siswa sebagai sumber dari kegiatan. Oleh karena itu menurut gagne. dimana peran guru lebih ditekankan kepada bagaimana merancang berbagai sumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan siswa dalam mempelajari sesuatu. Dalam bahasa inggris. 2005) hal 80 Wina Sanjaya. 2007)Cet.B. Pengertian Pembelajaran Pembelajaran berasal dari pokok kata belajar yang mendapat tambahan ³pe´ dan akhiran ³an¶. Dalam dokumen KBK. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam KBK siswa harus dijadikan sebagai pusat dari kegiatan proses belajar mengajar. Pembelajaran Efektif 2.10 Kata pembelajaran adalah terjemahan dari ³instruction´ yang banyak dipakai dalam dunia ppendidikan diamerika serikat.

(jakarta: PT Pajar Interpratama.Kompas Media Nusantara. akan tetapi diukur dari sejauh mana siswa telah melakukan proses belajar. Pengembangan keterampilan adalah pengembangan kemampuan motorik baik motorik kasar maupun motorik halus.13 Sistem pembelajaraan adalah suatu kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi. fasilitas. Oleh sebab itu. maupun psikomotorik. 2010). Menjadi Manusia Pembelajar. cet.1. afektif. hal Wina Sanjaya. kriteria keberhasilann proses pembelajaran tidak diukur dari sejauh mana siswa telah menguasai materi pelajaran. perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai 12 Andrias Harefa. artinya sejauh mana materi pelajaran yang dikuasai siswa dapat membentuk pola perilaku siswa itu sendiri. Oleh karena itulah penguasaan materi pelajaran bukanlah akhir proses pengajaran. maka proses pembelajaran bisa terjadi dimana saja. b) Proses pembelajaran berlangsung dimana saja Sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang berorientasi kepada siswa. material. akkan tetapi hanya sebagai tujuan antara untuk pembentukan tingkah laku yang lebih luas.Dalam konteks pembelajaran.pengembangan perilaku dalam bidang afektif adalah pengembangan sikap dalam arti sempit ataupun luas. misalnya kemampuan penambahan wawasan dan pemanbahan informasi agar penegetahuan siswa lebih baik. tujuan utamma mmengajar adalah membelajarkan siswa. hal 37 13 28 Page 12 . a. (Jakarta:PT.12 Tujuan pembelajaran pada hakikatnya adalah perubahan perilaku siswa baik perubahan perilaku dalam bidang kognitif. c) Pembelajaran berorientasi pada pencapaian tujuan Tujuan pembelajaran bukanlah penguasaan materi pembelajaran. itulah visi atau tujuan dari proses pembelajarran. Sistem dan tujuan pembelajaran Proses pembelajaran atau pendidikan memungkinkan seseorang menjadi lebih manusiawi (being humanize) sehingga disebut dewasa dan mandiri. akan tetapi proses untuk mengubah tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan diccapai. 2000). Pengembangan perilaku dalam bidang kognitif secara sederhana adalah pengembangan kemampuan intelektual siswa. perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran.

Pembelajaran Efektif dan Bermakna Pembelajaran efektif dan bermakna dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: a. Pilihlah metode yang paling tepat. Gerakkan peserta didik agar tertarik untuk mengetahui hal-hal yang baru. Kaitkan materi standar dan kompetensi dasar yang baru dengan pengetahuan dan kompetensi yang sudah dimiliki oleh peserta didik. sehingga menghasilkan peserta didik yang berpengetahuan. dan mendorong mereka untuk mengetahui berbagai hal baru. b.suatu tujuan(hamalik. b. c. Unsur manusiawi dalam sistem pembelajaran terdiri atas siswa. a. Pemanasan dan aperseppsi ini dapat dilakukan sebagai berikut. Motivasi peserta didik dengan bahan ajar yang menarik dan berguna bagi kehidupan mereka (peserta didik). disiplin.2003). serta orang-orang yang mendukung terhadap keberhasilan proses pembelajaran termasuk pustakawan. serta bersikap sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Pemanasan dan Apersepsi Pemanasan dan apersepsi perlu dilakukan untuk pengetahuan peserta didik. terampil. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. (jakarta: PT Pajar Interpratama. Eksplorasi Tahap eksplorasi merupakan kegiatan pembelajaran untuk mengenalkan bahan dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik yaitu: a. Guru/pengajar. Mulailah pembelajaran dengan hal-hal yang diketahui dan dipahami peserta didik b. c. Perkenalkan materi standar dan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik. berdikari. dan gunakan secara bervariasi untuk meningkatkan penerimaan ppeserta didik terhadap materi standar dan kompetensi baru. memotivasi peserta didik dengan menyajikan materi yang menarik.14 Dalam hal ini penulis menyimpulkan bahwa tujuan pembelajaran adalah: suatu upaya pendidik dalam hubungannya dengan tugasnya membina anak didik. b. 2010) hal 6 Page 13 . 14 Wina Sanjaya.

e. Pembentukan Kompetennsi. (Bandung. Praktekkan pembelajaran secara langsung. dan kompetensi yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. Pilihlah metodologi yang paling tepat sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Kembangkan cara-cara untuk menilai hasil pembelajaran peserta didik b.15 15 Mulyasa. Dapat dilakukan: a. yaitu kaitan antara materi standar dan kompetensi baru dengan berbagai aspek kegiatan dan kehidupan dalam lingkungan masyarakat. Konsolidasi Pembelajaran Konsolidasi merupakan kegiatan untuk mengaktifkan peserta didik dalam pembentukan kompetensi. d. Libatkan peserta didik secara aktif dalam proses pemecahan masalah. Sikap. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. b. Doronglah peserta didik untuk menerapkan konsep. c. dan Perilaku Dapat dilakukan sebagai berikut: a. PT Remaja Rosdakarya. c. Pilihlah metodologi yang paling tepat sehingga materi standar dapat diproses menjadi kompetensi peserta didik. dengan mengkaitkan kompetensi dengan kehidupan peserta didik. Gunakan metodologi yang paling tepat agar terjadi perubahan kompetensi. c. Latakkan penekanan pada kaitan struktural.c. Gunakan hasil penilaian tersebut untuk menganalisis kelemahan atau kekurangan peserta didik dan masalah-masalah yang dihadapi Guru dalam memberikan kemudahan kepada peserta didik. Penilaian Formatif a. agar peserta didik dapat membangun kompetensi. d. sikap dan perilaku baru dalam kehiduupan sehari-hari berdasarkan pengertian yang dipelajari. pengertian. sikap dan perilaku peserta didik. Juni 2004). hal 119-120 Page 14 . Libatkan peserta didik secara aktif dalam menafsirkan dan memahami materi standar dan kompetensi baru. b. Terutama dalam masalah aktual.

Wirausaha dalam bahasa inggris adalah entrepreneur. Beberapa pengertian wirausaha adalah sebagai berikut: a. Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI). Wirausaha adalah orang yang berani mengusahakan suatu pekerjaan baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain. sedangkan usaha adalah kegiatan dengan mengerahkan tenaga. Kewirausahaan Kewirausahaan dalam bahasa inggris adalah entrepreneurship. Wira adalah pahlawan. pengusaha. b. d. Pengertian Kewirausahaan a. kewirausahaan merupakan sebuah ilmu yang menggabungkan sebuah ilmu pengetahuan.C. filosofi. keterampilan. pekerjaan untuk mencapai sesuatu. yang digabungkan dalam satu kemampuan untuk dioptimalkan dan diberdayakan dalam mencapai keuntungan yang lebih besar. Secara etimologi kata entrepreneur yang berarti petualang. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa wirausaha adalah seseorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru. menyusun operasi untuk pengadaan produk baru. yaitu wira dan usaha. memasarkannya. Kewirausahaan 3. menentukan cara produksi baru. atau badan untuk mencapai suatu maksud. pengambil risiko. serta mengatur permodalan operasinya. Page 15 . Wirausaha yaitu melakukan sebuah proses yang disebut creative destruktion (pengrusakan yang krreatif) untuk menghasilkan suatu nilai tambah (added value) guna menghasilkan nilai yang lebih tinggi sehingga inti dari wirausaha adalah kreativitas. pikiran. kepribadian/sikap. Wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan fungsinya untuk melakukan inovasi atau kombinasi yang baru untuk sebuah inovasi. c. Wirausaha Istilah wirausaha berasal dari dua suku kata. dalam bahasa belanda adalah ondernemen. yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produnk baru. pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta. b. dalam bahasa jerman yaitu unternehmer.

b. c. Untuk itu. dikumpulkan. Jakarta. yaitu pengetahuan dan pengalaman yang dirasakan dan dilakukan melalui proses jatuh bangun untuk menjadi terampil dan akhirnya menjadi sebuah keahlian dalam menjalankan bisnis. Kewirausahaan merupakan sebuah ilmu pengetahuan (knowledge) Kewirausahaan adalah sebuah pengetahuan yang merupakan hasil uji coba dilapangan. Kewirusahaan adalah sebuah profesi Pilihan. kewirausahaan dapat digolongkan dalam sebuah filosofi hidup atau landasan hidup dalam meniti karir guna meraih kesuksesan. e. Kewirausahaan adalah sebuah filosofi Pondasi kesuksesan untuk menjadi wirausaha yang cerdas adalah filosofi hidup dan bekerja. d. 200). dan peluang bisnis dibutuhkan imajinasi dan pemikiran yang terkadang harus berlawanan dengan logika. inspirasi. terbuka. Kewirausahaan merupakan kepribadian atau sikap Unsur yang terkandung dalam karrakteristik kewirausahaan adalah sikap positif. Kewirausahaan untuk SMK dan MAK Kelas X. Kewirausahaan merupsksn seni (art) Kewirausahaan merupakan seni karena dalam menemukan ide. komitmen. kepribadian yang ulet. menjadi wirausaha juga merupakan profesi sebagai pilihan hidup yang harus dilakukan secara profesional dalam arti jujur. Oleh karena itu. dan dirangkai sebagai sumber informasi yang berguna bagi orang lain yang membutuhkannya. Dengan demikian kewirausahaan dapat dimasukkan kedalam sebuah disiplin ilmu baik itu yang bersifat teori ataupun yang bersifat empiris (hasil uji lapangan). diteliti. hal 10 Page 16 . pantang menyerah. dan tidak mudah puas diri. f. (Erlangga. menjadi contoh bagi yang lain. g.Berikut ini adalah makna kewirausahaan:16 a. Kewirausahaan merupakan keterampilan (skill) Kewirausahaan merupakan penggabungan dua konsep. baik itu menjadi pekerja (employee) atau berwirausaha haruslah bersikap profesional. Kewirausahaan adalah naluri 16 Henndro.

baik itu materil. Mempersiapkan agar memiliki kecakapan untuk berkarir dibidang apapun. Mempersiapkan bekal masa depan agar menjadi terampil pendidikan saja tidak cukup menjadi bekal untuk masa depan. perguruan tinggi. adalah sebagai berikut: a. dan kemampuan kreativitasnya untuk menghasilkan suatu produk yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain c. dan di berbagai kursus bisnis. tetapi pada akhirnya bisa meraih kesuksesan. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dibawah ini diuraikan tujuan dari kewirausahaan. berperilaku positif. intelektual. i. remaja atau dewasa. c. Kewirausahaan dapatditerapkan disemua bidang pekerjaan dan kehidupan. walaupun harus melalui jalan yang terjal. Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas b. dibutuhkan keterampilan dan keahlian sebagai kontribusi bagi perusahaan ataupun menjalankan suatu usaha. e. Kewirausahaan adalah pilihan hidup seseorang Kewirausahaan adalah salah satu jalan hidup untuk sukses. sekolah menengahh. d. waktu. Membudayakan sikap unggul.Kewirausahaan itu membutuhkan naluri untuk menemukan sebuah peluang dan ide bisnis yang akhirnya menjadi sebuah bisnis yang sukses. para siswa diajari dan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk menjadi seorang wirausahawan yang berbakat. dan kreatif. Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah kemampuan seseorang manajer risiko dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada. Kewirausahaan dapat diajarkan dan dikembangkan disekolah-sekolah Dasar. Memberikan ilmu untuk bertahan hidup dan mencari nafkah bila terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). b. Tujuan kewirausahaan Tujuan kewirausahaan bagi dunia pendidikan adalah sebagai berikut: a. Di dalam pelajaran kewirausahaan. Kewirausahaan adalah mimpi seseorang Kewirausahaan juga merupakan cita-cita yang terpendam sejak masih kecil. h. Page 17 . Mewujudkan kesuksesan didunia kerja atau usaha mandiri melalui kewirausahaan.

energik. Kecepatan dan ketepatan merupakan faktor kunci dalam kesuksesan bisnisnya. tegas. Ruang lingkup Eksternal 1) Dalam dunia usaha: untuk menjadi wirausaha yang sukses. Decisiveness (ketegasan) Seorang wirausaha itu mempunyai hasrat ingin maju. 2) Dalam dunia masyarakat: untuk menjadi contoh orang yang sukses dan menjadi teladan bagi lingkungan. Doing (pengabdian) Page 18 . b. serta menjadi lokomotif kemajuan ekonomi suatu negara. c. penuh semangat. 3) Dalam keluarga: untuk menjadi lokomotif ekonomi keluarga. b. mendapatkan penghasilan. Ruang lingkup kewirausahaan Ruang lingkup kewirausahaan yaitusebagai berikut: a. Berikut ini karakteristik wirausaha menurut bygrave seorang pakar kewirausahaan yang terkenal dengan 10 Dadalah sebagai berikut: a. dan tidak bekerja lambat. 3) Dalam kenegaraan: untuk membentu program pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi dan membantu mengatasi pengentasan kemiskinan. e. Ruang lingkup Internal 1) Dalam kehidupan sehari-hari: untuk keluar dari kesulitan.d. Dream (mimpi) Tidak ada wirausaha yang tidak punya mimpi. Karakteristik wirausaha Karakteristik wirausaha yang baik dan membawa kearah kebenaran sehingga akan terbentuk kebiasaan-kebiasaan yang positif yang akan menjadi sebuah karakter. dan mengatasi keterbatasan. dan akan lebih sukses lagi bila mmempunyai visi dan misi ke depan disertai dengan kemampuan untuk mewujudkannya. untuk tetap bertahan hidup. Setiap keputusan yang diambil selalu diperhitungkan. 2) Dalam bekerja: untuk meraih kesuksesan dalam karir.

sehingga ia harus mencintai pekerjaannya dan pandai membagi waktu g. h. e. Dedication (pengabdian) Seorang wirausaha yang cerdas itu mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya. dan semangat seorang wirausaha. energi. Determination (ketettapan hati/kebulatan tekad) Seorang wirausaha mempunyai keteguhan hati serta rasa tanggung jawab yang tinggi sehingga tidak pernah menyerah begitu saja ketika menghadapi persoalan. wirausaha harus berfikir detail karena ketika menjalankan usaha. Devotion (kecintaan/ kesetiaan) Bisnis akan menyita banyak waktu. j. Sikap Mental Usaha Sikap dan perilaku seorang wirausaha tentu berbeda dengan sikap dan perilaku yang bukan wirausaha. karena dedikasi yang tinggi maka kesuksesan akan selalu menghampirinya. Destiny (nasib) Wirausaha membutuhkan keberuntungan dan ia harus mulai berusaha untuk memprediksi kkapan keberuntungan itu datang menghampirinya. Oleh karena itu sikap wirausaha adalah sebagai berikut: a. Distribute (menyalurkan/ mendistribusikan) Wirausaha yang baik selalu berorientasi untuk memberi dan mendistribusikan kesuksesannya. Selalu berfikir positif dalam menghadapi segala hal Page 19 . Details (terperinci) Untuk mencapai kesuksesan. f. mempunyayi kecepatan dan tenaga ekstra dalam bertindak dibanding yang lain. tenaga. Dollars (materi/uang) Seorang wirausaha sangat memperhitungkan nilai waktu. i. d. tenaga. strategi. pikiran. dan usaha ditinjau ddari nilai mata uang tetapi hindari menjadi seorrang wirausaha yang materiialis karena itu berbahaya. aspek keuangan dan perencanaan strategi memerlukan pemikiran secara detail.Wirausaha tidak suka menunda pekerjaan dan selalu menindaklanjuti keputusan yang telah dibuat. pikiran. D. fokus.

17 1. Berorientasi jauh kedepan. Kewirausahaan untuk SMK dan MAK Kelas X. tentunya dengan harapan agar apa yang menjadi tujuan dasar pembelajaran itu dapat tercapai. Kerangka Berfikir Dalam dunia pendidikan. Selalu ingin tahu. c. 17 Henndro. Penelitian terdahulu mengenai Kontribusi Pembelajaran Kewirausaan terhadap Minat Berwirausaha diantaranya sebagai berikut: 1) Sainan (NIM 104015000595) dengan focus penelitian: Kontribusi pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa si SMKN 18 Jakarta Hasil penelitian ini menyebutkan: Tidak Terdapat korelasi yang negatif antara variabel x (pembelajaran kewirausahaan)dan variabel y (minat berwirausaha) Terdapat korelasi yang positif (korelasi yang berjalan searah) antara variabel x (pembelajaran kewirausahaan)dan variabel y (minat berwirausaha) A. berpikiran maju. e. (Erlangga. maka sudah sepantasnyalah sekolah memberikan fasilitas yang menunjang untuk kegiatan belajar mengajar. Tidak gentar saat melihat pesaing. f. Jakarta. hal 20 Page 20 . membuat selalu mencari jalan keluar untuk maju. 200). d.b. Lembaga sekolah merupakan salah satu tempat yang memberikan pengajaran kewirausahaan. dan tidak mudah terlena oleh hal-hal yang sudah berlalu. Ingin memberi yang terbbaik untuk orang lain. tesis. pembelajaran kewirausahaan mempunyai kedudukan yang sangat penting untuk melaksanakan program pendidikan. dan disertasi sangat penting untuk diungkapkan karena dapat dipakai sebagai sumber informasi dan bahan acuan yang sangat berguna bagi penulis. Penelitian Terdahulu Penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya baik dalam bentuk jurnal maupun skripsi. Penuh semangat dan berjuang keras hingga menimbulkan pengaruh yang baik untuk sekelilingnya.

dengan metode yang baik. maka hipotesis penelitian yang dapat dirumuskan adalah siswa yang memperhatikan proses pembelajaran Kewirausahaan dengan baik dapat dinyatakan bahwa proses pembelajaran kewirausahaan dapat dinyatakan efektif. Hipotesis Statistik a.Siswa atau anak didik di SMK memerlukan ilmu pengetahuan yang penting diajarkan disekolah seperti halnya pelajaran kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam menemukan peluang usaha. Hipotesis 1. tentu hal tersebut menjadi aspek yang menunjang kegiatan belajar mengajar yang baik sehingga tercapai tingkat Efektivitas Pembelajaran Kewirausaah Kaitannya dengan Sikap Mental Usaha. Hipotesis kerja. Hipotesis kerja menyatakan ³terdapat Efektivitas Pembelajaran Kewirausahaan kaitannya dengan Sikap Mental Usaha di SMK Al-Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat. B. Hipotesis Nol disingkat Ho Hipotesis nol menyatakan ³tidak terdapat efektivitas pembelajaran kewirausahaan di SMK Al-Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat. b. Page 21 . Hipotesis Penelitian Berdasarkan deskripsi teoritis di atas. kerangka berfikir penulis ketika siswa mendapatkan pembelajaran yang baik disekolah. sarana dan prasarana yang menunjang. atau disebut Hipotesis alternatif. singkat Ha.

2. Definisi Operasional Definisi operasional variabel adalah penentuan variabel sehingga menjadi variabel yang dapat diukur.METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Definisi operasional menjelaskan cara tertentu yang digunakan oleh peneliti dalam mengoperasionalisasikan variabel sehingga memungkinkan peneliti yang lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau mengembangkan cara pengukuran variabel yang lebih baik. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. 2010). Teknik sampling sistematis yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota yang telah diberi nomor urut. 3. B. Sample Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. sedangkan waktu pelaksanaan penelitian adalah pada bulan Maret 2012 siswa kelas X semester II tahun pelajaran 2011/2012. Page 22 . (Bandung: Alfabeta. Jadi peneliti disini memberi nomor terlebih dahulu. 18 Sugiyono. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling sistematis.18 Adapun dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah seluruh siswa-siswi SMK Al-Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat Kelas X. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMK Al-Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat. sesuai dengan jumlah anggota populasi berdasarkan responden yang dituju di SMK. hlm 80.

Berkomunikasi menggunakan bahasa yang baik dan benar (EYD) . Ranah psikomotorik Sikap Mental Usaha 4.Memiliki rasa sens of belonging terhadap sarana prasarana yang ada di sekolah.Mengikuti olimpiade pelajar .Membuat kerajinan tangan hasil sendiri . Instrument Penelitian 1. . . Ranah afektif 3.Memiliki kemampuan untuk berbuat kebaikan . Kesadaran diri .Merasa sebagai siswa yang mempunyai kewajiban belajar.Disiplin dalam belajar .Mengasah bakat dengan mengikuti ekstrakurikuler .Memiliki sikap dan perilaku yang positif terhadap Guru .Menghargai semua teman .Menggunakan ilmu untuk hal yang bermanfaat.Menjelaskan materi kepada teman yang tidak mengerti .Memiliki kemampuan Page 23 Dimensi Variabel Indikator 2.Meminta maaf jika menyakiti orang lain .C. .Mengulang pelajaran setelah pulang sekolah .Terbuka dengan orang tua .Mengikuti kegiatan yang ada di sekolah . Kisi-kisi/Matrik pengembangan Instrumen Matrix Variabel Definition of Rational Efektivitas Pembelajaran Kewirausahaan 1.Mengutamakan kepentingan umum daripada pribadi di dalam berorganisasi . Ranah kognitif .

dapat berkomunikasi dengan baik. .Memiliki semangat tinggi dan berjuang mendapatkan yang terbaik . 6.cenderung melihat keterkaitan antara berbagai hal.merumuskan visi dan misi serta tujuan usaha. 4. 3.ketika sedang magang.Kualitas hidup siswa diilhami oleh visi dan nilainilai. 2. . 9. 5. Fleksibel Interval : Skala Likert y Sangat sering (SS) y Sering (S) y Jarang (J) y Tidak pernah (TP) N0 1. Visioner . PERNYATAAN Disiplin dalam Belajar Mengulang Pelajaran setelah Pulang Sekolah Menjelaskan Materi kepada teman yang tidak Mengerti Menggunakan Ilmu untuk Hal yang Bermanfaat Menghargai Semua Teman Mengutamakan Kepentingan Umum daripada Pribadi SS S J TP didalam Berorganisasi 7. 8. 6. 5. dapat beradaptasi dengan cepat . Meminta Maaf jika Menyakiti orang lain Terbuka Dengan Orang Tua Memiliki Rasa Sens Of Belonging Terhadap Sarana Prasarana yang ada di Sekolah Page 24 .

17. 13.™y2) ± (y)2 Keterangan : xy r = Korelasi N = Jumlah subyek x = Angka pada skor butir y = Angka pada skor total Page 25 . yakni sebagai berikut: rxy = N. 11. Memiliki semangat tinggi dan berjuang mendapatkan yang terbaik Kualitas hidup siswa diilhami oleh visi dan nilai-nilai.™x . 2.10. 20. 19. Membuat Kerajinan Tangan Hasil Sendiri Memiliki sikap dan perilaku yang positif terhadap Guru Memiliki kemampuan untuk berbuat kebaikan Merasa sebagai siswa yang mempunyai kewajiban belajar. 18. 15. 23. dapat beradaptasi dengan cepat Dapat berkomunikasi dengan baik. 16. ™y [ (N. Memiliki kemampuan merumuskan visi dan misi serta tujuan usaha. ™xy . 22.™x2 ) ± (x)2 ][ (N. Ketika sedang magang. Mengasah Bakat dengan mengikuti Ekstrakulikuler Mengikuti Olimpiade Pelajar Mengikuti Kegiatan yang ada di Sekolah Berkomunikasi Menggunakan Bahasa yang Baik dan Benar (EYD) 14. 12. Uji Kualitas Instrumen  Validitas Rumus untuk menghitung validitas dengan menggunakan product moment. 21. Cenderung melihat keterkaitan antara berbagai hal.

Desain. Adapun rumus Alpha tersebut adalah: =[k k-1 Keterangan: k = Banyaknya Belahan Tes s2j= Varians Belahan j.  Reliabilitas Menurut Azwar (1996). pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian.™s2 j ] s2 x D. analisis data bersifat statistik.Kemudian dari hasil product moment masih dikorelasikan dengan part whole. Sedangkan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah correlational research.0 for windows. Statistik Pendidikan.0 for windows. Desain Penelitian Tipe yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik & Prosedur Penelitian 1. digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu.( Jakarta: PT Raja Grafindo.3 s2x= Varians Skor Tes Uji reliabilitas dilakukan dengan bantuan komputer komputer versi SPSS (Statistical Product and Service Solution) 12.2.19 19 Anas Sudijono. hlm 30. Konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Untuk mengetahui sejauhmana reliabilitas instrumen.2010). ] . 2. Teknik Pengambilan Data Teknik Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan:  Angket Angket adalah cara pengumpulan data berbentuk pengajuan pertanyaan tertulis melalui sebuah daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. [1. dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. reliabilitas diterjemahkan dari kata reliability. digunakan rumus alpha dengan bantuan SPSS Versi 12.Perhitungan validitas dihitung dengan menggunakan bantuan komputer versi SPSS (statistical product and service solution) 12.j = 1. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandasakan pada filsafat positivisme. Page 26 .

yaitu Sangat sering (SS). Prosedur Penelitian Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa tahap. 3. Sedangkan angket jenis terbuka berbentuk kontruksi item bisa dibagi menjadi pengisian jawaban tersediakan. Unfavourable artinya pernyataan sikap mungkin pula berisi hal-hal yang negatif mengenai objek sikap. Teknik pemeriksaan dokumen ini khusus digunakan untuk melakukan pengumpulan data terhadap tingkat Efektivitas. bentuk skala penulisan dan bentuk daftar cek.  Dokumentasi Data yang dikumpulkan tersebut adalah bersifat orisinil untuk dapat dipergunakan secara langsung. Sering (S). Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut: Page 27 . yaitu kalimatnya bersifat mendukung atau memihak pada objek sikap. yaitu yang bersifat tidak mendukung ataupun kontra terhadap objek sikap yang hendak diungkap. Tidak pernah (TP). Dalam hal ini Sanapiah Faisal menyatakan: Untuk angket jenis tertutup bentuk kontruksi item pertanyaan bisa dibagi: Bentuknya tidak berbentuk pilihan ganda. Dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data digunakan angket jenis tertutup sebab semua item pertanyaan tinggal dipilih mana jawaban yang sesuai dengan responden dengan cara memberi tanda cek angket ada dua macam yaitu favourable dan unfavourable. Jarang (J). yaitu angket jenis terbuka dan angket jenis tertutup. Jawaban ragu-ragu ditiadakan untuk mendapatkan kepastian jawaban dari responden antara setuju atau tidak setuju sehingga diharapkan ada penguatan dan tidak ada jawaban yang setengah-setengah. Adapun teknik pengumpulan data terhadap Tingkat Efektivitas ini adalah dengan mengambil data yang sudah tersedia. Favourable artinya pernyataan sikap yang berisi atau mengatakan hal-hal yang positif mengenai objek sikap.Adapun jenis angket ada dua macam. Bentuk angket dalam penelitian ini adalah pilihan dengan menggunakan 4 alternatif jawaban. Untuk mengukur tingkat efektivitas Pembelajaran Kewirausahaan Kaitannya dengan Sikap Mental Usaha maka peneliti menyusun skala model Likert (metode skala rating yang dijumlahkan) yang telah dimodifikasi.

Melakukan perizinan ke sekolah yaitu observasi dan wawancara dengan wali kelas X. c. Mengidentifikasi sikap Afektif. Langkah-langkah yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: a. waktu pelaksanaan Page 28 .  Tahap Akhir Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data dan menganalisis data sesuai jenis data yang diperoleh. Membuat instrumen penelitian. Memberikan angket penelitian kepada siswa SMK kelas X. Kognitif.  Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan pengumpulan data dilakukan di SMK Al-Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat. c. Meminta data raport semester I sebagai hasil belajar kelas X kepada wali kelasnya. Tahap Persiapan Langkah-langkah yang dilakukan dalam persiapan penelitian ini adalah sebagai berikut: a. b. setelah terlebih dahulu diuji cobakan untuk diketahui validitas dan reliabilitasnya. d. Psikomotorik. Menentukan lokasi dan subjek penelitian b. dan Guru Bidang Study untuk menentukan penelitian. Menentukan jumlah soal yang akan dijadikan instrumen penelitian.

Tidak pernah Nilai Pernyataan Positif 4 3 2 1 Nilai Pernyataan Negatif 1 2 3 4  Tabulating Tabulasi adalah mengelompokkan data ke dalam suatu tabel tertentu menurut sifat-sifat yang telah dimilikinya. Penskoran dengan Skala Likert Alternatif Jawaban a. Data yang diubah menjadi bentuk angka untuk mempermudah perhitungan selanjutnya.  Coding Coding adalah memindahkan data dari daftar pertanyaan ke daftar yang akan memberi informasi. Sering c. pengolahan data dilakukan dengan pemberian skor penelitian. Langkah-langkah pengolahan data adalah sebagai berikut :  Editing Setelah data dikumpulkan. Sangat sering b.  Scoring Setelah data terkumpul. lalu diteliti mengenai kelengkapan data. Jarang d. Adapun penilaian efektif atau tidaknya pembelajaran kewirausahaan dengan menggunakan skala Likert. Penskoran Skala Likert yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada empat alternatif jawaban seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini. Page 29 .TEKNIK PENGOLAHAN DATA A. Pengolahan Data Pengolahan data-data yang telah diperoleh kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan SPSS For Windows version 16.

Analisis Data Analisis data digunakan untuk mendiskripsikan. menjelaskan dan memahami hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Untuk melihat hubungan antara dua variabel berupa data interval maka rumus yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment sebagai berikut: rxy = N. Untuk memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi dapat ditentukan berdasarkan tabel di bawah ini : Koefisien Korelasi Interval koefisien 0.60-0.B. Dengan ketentuan bila r hitung lebih kecil dari r tabel.399 0.™x . Apabila nilai r = -1 artinya korelasi negatif sempurna.199 0. ™y [ (N.80-1.20-0.599 0. maka Ha diterima.40-0.00-0. ™xy . Arti harga r akan dikonsultasikan dengan tabel interpretasi nilai r. r = 0 artinya tidak ada korelasi dan r = 1 berarti korelasinya sangat kuat.™y2) ± (™y)2 Keterangan : X = skor tiap item Y = skor total N = jumlah subyek rxy= nilai koefisien korelasi product moment Korelasi Pearson Product Moment dilambangkan dengan r tidak lebih dari harga (-1” r ” +1). yang terlampir pada halaman lampiran.™x2 ) ± (™x)2 ]-[ (N.000 Tingkat hubungan Sangat rendah Rendah Sedang /cukup kuat Kuat Sangat kuat Page 30 . maka HO diterima dan Ha ditolak tetapi sebaliknya bila r hitung lebih besar dari r tabel.799 0.

untuk menentukan besar kecilnya sumbangan efektivitas Pembelajaran Kewirausahaan kaitannya dengan Sikap Mental Usaha dapat ditentukan dengan rumus Koefisien Determinan berikut (Sugiyono.Selanjutnya. 2010) : KD = (r2) x 100% Keterangan : KD = Koefisien Determinan r = nilai koefisien korelasi product moment Page 31 .

(Jakarta: PT Pajar Interpratama. (Surabaya: Indah Press: 1987) Veithzal Rivai. (Jakarta: Erlangga. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan No. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Belajar Mahasiswa ³ Survei di STIE´. Tahun Ke-7 Mei 2001) Page 32 . (Jakarta:PT Rineka Cipta. 2010) Youno GB. 2010) Kasmir. Cet 1 Mulyasa. Kewirausahaan (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. (Genesha 1999. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Kewirausahaan untu SMK dan MAK Kelas X. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2007). (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. (Jakarta:PT Kompas Media Nusantara. (Jakarta: PT Raja GrafindoPersada. Juni 2004) Salim Peter. Pedoman Ejaan Indonesia yang Telah Disempurnakan. 2007). 2000) Hendro. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.029. 2005) Sanjana Wina. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. Strategi Belajar Mengajar. Modern English Press.DAFTAR PUSTAKA Djamarah Syaiful Bahri.2002) Harefa Andrias. Cet 1 Kusnandar. DKK. Menjadi Manusia Pembelajar. (Jakarta) Sanjaya Wina.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful