Tahapan Analisis Citra Digital

Analisis citra Landsat secara agenda dapat dikelompokkan atas (Lillesand dan Kiefer, 1990): 1. Pemulihan citra (image restoration) Merupakan kegiatan yang bertujuan memperbaiki citra ke dalam bentuk yang lebih mirip dengan pandangan aslinya. Perbaikan ini meliputi koreksi radiometrik dan geometrik yang ada pada citra asli. 2. Penajaman citra (image enhancement) Kegiatan ini dilakukan sebelum abstracts citra digunakan dalam analisis visual, dimana teknik penajaman dapat diterapkan untuk menguatkan tampak kontras diantara penampakan dalam adegan. Pada berbagai terapan langkah ini banyak meningkatkan jumlah informasi yang dapat diinterpretasi secara beheld dari data citra. 3. Klasifikasi citra (image classification) Terdapat dua pendekatan dasar dalam melakukan klasifikasi citra yaitu unsupervised classificatiom (klasifikasi tak terbimbing) dan supervised classification (klasifikasi terbimbing). Klasifikasi tak terbimbing dilakukan sebelum melakukan cek lapangan, sedangkan klasifikasi terbimbing dilakukan setelah melakukan cek lapangan dengan panduan klasifikasi titik-titik koordinat yang telah diambil dari lapangan. Berikut ini dijelaskan mengenai proses klasifikasi tak terbimbing dan klasifikasi terbimbing. Tahapan kegiatan yang dilakukan dalam klasifikasi tak terbimbing mengggunakan software Erdas Imagine 8.5 (Wijaya, 2004): 1. Menentukan jumlah kelas warna citra yang akan diklasifikasi (number of classes) 2. Mengatur kombinasi bandage yang digunakan dalam pengklasifikasian, dala penelitian ini digunakan kombinasi bandage 5 4 3 3. Mengidentifikasi tiap-tiap kelas warna yang dihasilkan oleh proses klasifikasi sesuai dengan tipe-tipe penutupan lahan yang telah ditetapkan 4. Menggabungkan kelas warna (recode) yang memiliki tipe penutupan lahan yang sama 5. Pemberian nama dan warna tipe-tipe penutupan lahan (attributing) hasil proses recode Tahapan kegiatan yang dilakukan dalam klasifikasi terbimbing menggunakan software Erdas Imagine 8.5 (Wijaya, 2004): 1. Pengenalan pola-pola spektral yang ditampilkan oleh citra dengan berpedoman titik kontrol yang diambil pada lokasi penelitian menggunakan GPS 2. Pemilihan daerah (training area) yang diidentifikasi sebagai satu tipe penutupan lahan berdasarkan pola-pola spektral yang ditampilkan oleh citra 3. Proses klasifikasi citra yang dilakukan secara otomatis oleh komputer berdasarkan pola-pola spektral yang telah ditetapkan pada saat proses pemilihan daerah 4. Menggabungkan daerah-daerah yang memiliki tipe penutupan lahan yang sama (recode) 5. Pengkoreksian citra hasil klasifikasi dengan membandingkannya dengan citra

masing-masing piksel mewakili rata-rata nilai accuracy dari sebuah breadth berukuran 1x1 km. ketersediaan citra dan fasilitas komputasi. biaya. Hal ini salah satunya bisa diperbaiki dengan adanya resolusi spektral dan spasial dari citra komersial yang tersedia. sehingga interpretasi tidak dimungkinkan. Pada citra satelit pemantau cuaca yang mempunyai resolusi 1 km. uap air dan aerosol sangat mengganggu pada bandage nampak dan infrared. Bayangan topografis. Penelitian akademis untuk mengatasi hal ini masih aktif dilakukan. 3. Metode pengkoreksian yang ada untuk menghilangkan pengaruh topografi pada radiometri belum terlalu maju perkembangannya. . Pengaruh atmosferik. semakin rendah akurasi dari klasifikasi. 2.sebelum diklasifikasi Resolusi dari sebuah citra adalah karakteristik yang menunjukkan akin kedetailan yang dimiliki oleh sebuah citra. Semakin detail peta yang ingin dihasilkan. waktu. Tutupan awan. 4. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas citra untuk aplikasi kehutanan tropis. Koreksi radiometrik adalah salah satu dari langkah awal ini. Masalah ini sangat sering dijumpai di daerah tropis dan mungkin diatasi dengan mengkombinasikan citra dari sensor pasif (misalnya Landsat) dengan citra dari sensor aktif (misalnya Radarsat) untuk keduanya saling melengkapi. Metode ini mengkoreksi kesalahan yang disebabkan oleh geometri dari kelengkungan permukaan bumi dan pergerakan satelit. Biasanya koreksi ini mengubah nilai agenda amount yang terkena efek atmosferik. Sebelum sebuah citra dianalisis. yaitu: 1. Pengaruh atmosferik. Terutama untuk sensor pasif. Derajat kedetailan dari peta tutupan lahan yang ingin dihasilkan. awan bisa menutupi bentuk-bentuk yang berada di bawah atau di dekatnya. sehingga jauh lebih banyak detail yang bisa dilihat dibandingkan pada citra satelit dengan resolusi 1 km. Bentuk yang lebih kecil dari 1 km susah dikenali melalui angel dengan resolusi 1 km. Resolusi didefinisikan sebagai breadth dari permukaan bumi yang diwakili oleh sebuah piksel sebagai elemen terkecil dari sebuah citra. Landsat 7 menghasilkan citra dengan resolusi 30 meter. Koreksi geometrik juga sangat penting dalam langkah awal pemrosesan. biasanya diperlukan beberapa langkah pemrosesan awal. terutama ozon. dimana efek kesalahan sensor dan faktor lingkungan dihilangkan. Resolusi adalah hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam rangka pemilihan citra yang akan digunakan terutama dalam hal aplikasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful