P. 1
Keutuhan Wacana Kata Pengantar Dalam SKripsi Mahasiswa

Keutuhan Wacana Kata Pengantar Dalam SKripsi Mahasiswa

|Views: 520|Likes:

More info:

Published by: Irfan Utama'nya Rierit Slow on Feb 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

1

KEUTUHAN WACANA "KATA PENGANTAR" DALAM SKRIPSI MAHASISWA (*)

Oleh Mulyana Universitas Negeri Yogyakarta ABSTRAK Skripsi yang ditulis oleh mahasiswa pad a umumnya disertai halaman Kata Pengantar (KP). Berdasarkan bentuk dan isinya, KP adalah sebuah wacana yang utuh. Wacana KP ditulis dengan gaya naratif. Jumlah paragraf pad a umumnya menyesuaikan isi dan pesan yang akan disampaikan penulis kepada pembaca. Setiap paragraf dirancang berisi ungkapan penulis kepada pihak-pihak tertentu. Antara lain, berisi: pujian kepada Tuhan, tujuan penelitian, keterangan skripsi, ucapan terimakasih, harapan, dan keterangan tempat, tanggal, bulan, dan tahun penyusunan. Aspek keutuhan WKP yang tampak menonjol adalah kohesi, koherensi, dan topikalisasi. Setiap aspek, baik formal (bentuk) maupun maknawi (semantik) secara linguistis menjalin hubungan yang rapat dan saling membutuhkan membentuk keutuhan wacana yang padu dan lengkap.

preface pad a beberapa buku tulisan Mills (1997) dan Language and Context karya gemilang Bates (1989) berisi inti buku. ataupun laporan hasil penelitian. lengkap. ucapan terimakasih. disertasi. secara linguistik. seperti Discourse Bahkan. informasi tentang buku yang ditulis. Dengan demikian. relatif monoton. sebagai hasil karya tulis mahasiswa menyertakan sebagaimana mahasiswa halaman disebutkan kata di pengantar atas. Istilah "kata pengantar" yang umumnya ada dalam sebuah karya tulis (buku) berisi ungkapan kata-kata yang mengantarkan yang ditulis dalam buku yang diantarkannya. Oleh karena itu berdasarkan bentuk dan isi yang termuat dalam "kata pengantar" tersebut. Skripsi. skripsi. tesis. Bila dicermati. WKP merupakan gejala kebahasaan yang harus diuraikan secara jelas dan kompehensif. Pendahuluan Pada setiap hasil karya tulis yang berbentuk buku. Namun. selalu disertakan oleh penulisnya halaman "kata pengantar" pad a bagian awal. menggunakan bagimana dan apa Buku-buku berbahasa Inggris istilah ini dengan sebutan "preface". Kata yang pad a umumnya juga memuat yang ditulis hal-hal oleh isinya pengantar lebih mudah dikenali. deretan kalimat yang disusun menjadi paragraf. (asing). dan harapan-harapan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. "Kata pengantar" adalah bentuk pengungkapan pikiran penulis yang berisi antara lain ungkapan-ungkapan puji syukur kepada Tuhan.2 A. . "preface" pada umumnya berisi uraian secara ringkas tetapi lengkap apa yang ditulis dalam buku tersebut. teks itu dapat dikategorikan memiliki ciri-ciri keutuhan sebagai sebuah wacana. dan paragraf yang saling berkaitan dalam satu kesatuan. Beberapa paragraf yang membangun WKP memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. Ini sangat penting sebagai persiapan awal membaca dan memahami sebuah buku. dan kurang memberi informasi tentang apa yang ditulisnya. dan memiliki sifat kohesif dan koheren. Berdasarkan amatan yang telah dilakukan. adalah sebuah bangunan wacana yang utuh. membaca kata pengantar atau preface buku-buku asing sudah sedikit banyak membuka wawasan pembaca.

berdasarkan isinya. dan bagian penutup. Pola dan sifat kohesif berkaitan dengan hubungan bentuk secara struktural. kohesi dan koherensi. Sistem hubungan kohesi dan koherensi dalam wacana kata pengantar (WKP) inilah yang penting diuraikan. yakni sebuah keutuhan dan kelengkapan. wacana pidato. atau sapaan. yaitu: bagian awal. dan pola koheren berkaitan dengan hubungan isi atau makna secara semantis. Kajian tentang masalah ini pada gilirannya akan diperoleh penjelasan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan wacana "kata pengantar". Uraian yang lebih mendalam akan ditekankan pada peran aspekaspek tersebut secara jelas dalam mempersatukan bagian-bagian (proposisiproposisi) secara utuh dan bertalian. adanya satu kalimat atau satu paragraf dikembangkan dan dijelaskan oleh kalimat atau paragraf lainnya secara kohesif dan koheren. dan pesan di dalamnya. Kata menjadi tersebut wacana. wac/wak/vak. 1976:266). Bagian awal atau pendahuluan. bagian isi. Menurut Keraf (1989). Persoalan inilah yang akan dikaji dalam tulisan ini. ucapan terimakasih atau harapan satu pembaca. 'berkata' 'berucap' perubahan mengalami atau perkembangan . diksi. Bagian isi berisi apa saja yang menjadi persoalan utama dan relatif paling penting yang harus dituliskan. sama Ketiga lainnya bagian secara itu pad a dan umumnya koheren dan memiliki sehingga keterkaitan kohesif terbentuk suatu unity. salam. meliputi ciri-ciri. Hal ini dapat terjadi antara lain. "kata pengantar". Bagian penutup berisi simpulan. berisi pujian. B. Pengertian Wacana Kriteria yang relatif paling menentukan apakah satuan kebahasaan tertentu merupakan wacana atau bukan adalah keutuhan maknanya.3 Keterkaitan itu membawa konsekuensi terjadinya hubungan bentuk dan makna antarkalimat dan atau antarparagraf. Aspek-aspek perlu dideskripsikan keutuhan dalam wacana "kata pengantar" inilah yang secara jelas. atau pendahuluan sebuah karangan pad a umumnya terdiri atas tiga bagian utama. Secara etimologis artinya kemudian istilah "wacana" atau berasal dari bahasa Sanskerta (Douglas.

dapat direalisasikan dalam bentuk kata. Kata. kalimat. utuh (buku) yang mengandung 1984:208). Kata discourse itu sendiri berasal dari bahasa Latin discursus 'Iari ke sana kemari' atau 'Iari bolak-balik'. Jadi discourse atau wacana berkaitan dengan kata. Wacana memiliki kohesi dan koherensi yang baik. dkk (1988:34) menyatakan bahwa wacana adalah proposisi rentetan yang satu kalimat dengan yang berkaitan. Wacana juga berarti satuan bahasa terlengkap. lebih tinggi dari klausa dan kalimat. Secara lebih jelas makna istilah tersebut mengalami satu perkembangan menjadi 'pertemuan antar bag ian yang membentuk kepaduan' (Oetomo. mempunyai awal dan akhir yang jelas. atau amanat lengkap (Kridalaksana. kalimat. Kata ini diturunkan dari dis 'dan/dalam arah yang berbeda' dan currere 'Iari'. Jadi discursus berarti 'Iari dari arah yang berbeda'. menjelaskan bahwa wacana ialah suatu rangkaian kebahasaan (khususnya ungkapan lisan) yang lebih luas daripada kalimat. Lebih jelas Tarigan (1987:27) menambah pengertian wacana sebagai satuan bahasa paling lengkap. Jadi bukan semata-mata kata yang tercabut dari konteksnya. (3) percakapan. Jadi kata wacana dapat diartikan sebagai 'perkataan' atau 'tutu ran' . (2) ekspresi gagasan-gagasan. berkesinambungan. ceramah. dapat disampaikan secara lisan atau tertulis. paragraf. Selanjutnya Moeliono. Wacana dianggap sebagai sekelompok ujaran dari suatu peristiwa wicara yang dapat dikenali seperti . (4) risalah tulis: naskah pidato. lainnya yang dalam dalam menghubungkan kesatuan hirarki Wacana karangan proposisi makna. baik secara lisan maupun tulis. Webster (1983:522) memperluas makna discourse sebagai berikut: (1) komunikasi kata-kata.4 Bentuk ana yang muncul di belakang adalah akhiran yang berfungsi membendakan (nominalisasi). Istilah "wacana" diperkenalkan dan digunakan oleh para linguis di Indonesia sebagai padanan (terjemahan) istilah bahasa Inggris discourse. 1993:3). Crystal (1985:96) Berkaitan dengan hal penyampaian wacana tersebut. atau ungkapan komunikatif. dan sebagainya. merupakan satuan gramatikal tertinggi gramatikal dan terbesar. dalam hal ini sudah mengandung potensi sebagai kalimat.

Aspek yang dimaksud antara lain adalah kohesi dan koherensi wacana. Kohesi gramatikal antara lain adalah: referensi. Aspek Keutuhan Wacana: Kohesi dan Koherensi Wacana yang utuh adalah wacana yang lengkap. elipsis. pidato atau khotbah. bila pengertian wacana dikembalikan dan dicari intinya. di atas. c. Hal ini sedikit berbeda dengan apa yang dikemukakan Brown dan Yule (1983:6. pidato. dan lain sebagainya. kohesi . kolokasi (Halliday. Berdasarkan dapat dirumuskan definisi dan pendapat-pendapat sebagai berikut: (1) ucapan. Kedua penulis itu berpendapat bahwa wacana terrealisasi menjadi teks. (2) keseluruhan terlengkap. substitusi. wawancara. tutu ran yang merupakan suatu kesatuan. repetisi. atas cenderung menganggap wacana sebagai Pendapat Crystal di lisan atau oleh ungkapan dilisankan. Moeliono (1988:34) wacana yang baik dan utuh kalimat-kalimatnya wacana terbagi dalam dua aspek. artikel. wacana memiliki keterkaitan secara padu dan utuh. konjungsi. Teks juga dapat dikatakan sebagai representasi yang relatif lengkap dari suatu wacana. sehingga kata teks itu dipakai untuk istilah teknis yang mengacu pad a rekaman verbal tindak komunikasi. maka wacana perkataan. Dengan kata lain. harus bersifat kohesif. Artinya unsur-unsur wacana (kata atau kalimat) yang dipergunakan untuk menyusun suatu Kohesi leksikal yaitu: sinonim. lelucon. (3) satuan bahasa realisasinya tampak pad a bentuk karangan yang utuh. 9). buku. Kohesi dalam wacana struktural membentuk diartikan sebagai kepaduan bentuk secara menyatakan ikatan sintaktikal. tuturan. mengandung amanat yang lengkap dan utuh. akan menjadi jelas bahwa hakikat wacana ialah satuan bahasa yang lebih luas daripada kalimat. 1976:21 ). Konsep kohesi mengacu pad a hubungan bentuk. yaitu mengandung beberapa aspek yang terpadu dan menyatu.5 percakapan. Lebih relevan lagi ialah bahwa wacana pad a umumnya memiliki aspek-aspek pengutuh wacana yang bersifat kontekstual. Kohesi gramatikal dan kohesi yaitu kohesi leksikal. seperti Oleh karena itu novel. khotbah.

substitution Unsur kohesi gramatikal ellipsis terdiri dari: dan reference conjunction dan (referensi). dkk (1988:34) wacana yang baik dan utuh kalimatkalimatnya harus kohesif. Sehubungan tersebut. Halliday dan Hassan (1976:4) selanjutnya mengemukakan bahwa unsur-unsur kohesi wacana terbagi dalam dua jenis.6 termasuk dalam aspek internal struktur wacana. Hubungan tersebut kohesi. Dengan adanya hubungan kohesif itu suatu unsur dalam wacana dapat diinterpretasikan dengan unsur-unsur lainnya. sehingga mudah diinterpretasikan Brown dan Yule (1983:224) kepaduan dan keterpahaman menegaskan (Samiati. Wacana yang koheren memiliki ciri-ciri susunannya teratur dan amanatnya terjalin rapi. 1987:32). yaitu kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. berarti bahwa koherensi antarsatuan dalam suatu teks atau tuturan. aspek koherensi sangat diperlukan keberadaannya untuk menata pertalian batin antara proposisi yang satu dengan lainnya untuk mendapatkan keutuhan. Tarigan (1987:96) mengemukakan bahwa dengan hal terhadap penelitian unsur kohesi termasuk dalam kajian aspek formal bahasa. sehingga kalimat memiliki kesatuan makna yang utuh. Koherensi juga berarti hubungan timbal balik yang serasi antar unsur dalam kalimat (Keraf. sesuai dengan ketergantungannya kohesif dalam wacana sering Hubungan ditandai oleh kehadiran pemarkah (penanda) khusus yang bersifat lingualformal. Dalam konsep kewacanaan. Sementara itu. Sejalan dengan itu Wahjudi (1989:6) berpendapat bahwa hubungan koherensi ialah keterkaitan antara bag ian yang satu dengan bagian lainnya. 1989:5). Unsur kohesi leksikal terdiri dari: reiteration (reiterasi) collocation (kolokasi). (konjungsi). namun kadang-kadang dapat terjadi tanpa bantu an alat kohesi. Dalam struktur wacana. Istilah "koherensi" mengandung makna 'pertalian'. . Keutuhan yang koheren tersebut dijabarkan makna yang terjadi antar unsur (bagian) kadang terjadi dengan alat bantu oleh adanya hubungan-hubungan secara semantis. 1984:38). Menurut Moeliono. (elipsis). Oleh karena itu organisasi dan struktur kewacanaannya juga berkonsentrasi dan bersifat sintaktik-gramatikal. (substitusi). berarti pertalian makna atau isi kalimat (Tarigan.

hubungan ibarat. hubungan kelonggaran-hasil. kalimat memiliki antara hubungan Hubungan maknawi tersebut lain ialah: hubungan sebab-akibat. karena adanya hubungan koherensi tersebut. 1978:38-40) adalah mengemukakan 'hubungan dengan bahwa hubungan wacana sebenarnya makna (maksud)'. hubungan perbandingan. dan totalitas-bagian. hubungan syarat- hubungan latar-kesimpulan. hubungan dan aditif tidak dengan waktu. penekanan. seperangkat kalimat itu dapat diterima sebagai suatu keseluruhan yang relatif lengkap. Koherensi dapat terjadi secara implisit (terselubung) interpretasi. mendasar. Jelasnya. penting. wacana karena adanya hubungan 8eberapa kalimat akan menjadi makna (arti) antar kalimat itu sendiri. Ramlan (1993) Kridalaksana koherensi (1984:69. karena berkaitan dengan bidang makna yang memerlukan Hubungan koherensi dapat dipahami dengan menyimpulkan hubungan antarproposisi dalam tubuh wacana itu. pronomina. hubungan alasan-sebab. dan sinonim. dan menentukan hubungan koherensi itu adalah rangkaian fakta dan gagasan yang teratur dan tersusun secara logis. paralelisme. 8eberapa bentuk atau jenis hubungan koherensi dalam wacana telah dideskripsikan menyatakan penambahan. dalam hal ini yang dimaksud ialah semantik kalimat yang di dalamnya mengandung proposisi-proposisi. lainnya Artinya antara kalimat (bagian) makna secara yang satu semantis. kontras. simpulan. hubungan berhubungan aditif berhubungan hubungan parafrastis.7 Secara keseluruhan hubungan makna yang bersifat koheren menjadi bag ian dari organisasi semantis. contoh.merinci hubungan antar bagian dalam wacana yang bersifat koheren . Struktur wacana itu ialah struktur semantik. hasil. Uraian itu mengisyaratkan bahwa koherensi adalah salah satu aspek wacana sangat (Santosa. 1987: 105) bahwa unsur koherensi wacana di antaranya repetisi. 1998:39). Pada dasarnya. Halliday dan Hassan (1976:2) menegaskan bahwa struktur wacana pad a dasarnya bukanlah struktur sintaktik. adalah: unsur komparasi. generik-spesifik. hubungan sarana-tujuan. hubungan amplikatif. dengan waktu. lokasi-anggota. D'Angelo (dalam Tarigan. identifikasi. oleh para ahli. hubungan sarana-hasil. waktu.

anal isis wacana dan kelogisan koherensi antara makna yang satu dengan makna yang lain dalam tubuh wacana itu sendiri. isi. Paragraf isi terutama yang mengandung ucapan membantu kepada pihak-pihak ikut berperan menyelesaikan skripsi. dan harapan semoga tulisannya bermanfaat. hubungan syarat. Berkaitan dengan hal itu. Dalam WKP. how we understand coherent yaitu bahwa permasalahan pokok dalam anal isis wacana adalah hubungan-hubungan yang rasional dan kaidahyang koheren. hubungan hubungan cara. hubungan penjelasan. rule-governed discourse". Singkatnya. Labov (dalam Giglioli. anal isis keruntutan menganalisis Dengan demikian anal isis wacana juga merupakan berfikir. bagian-bagian penting diberi tekanan atau diulang. lebih. Bentuk wacana ini sering ditandai oleh paragraf pembuka.8 sebagai berikut: hubungan perlawanan. hubungan waktu. Bentuk Wacana Kata Pengantar Wacana KP yang ditulis mahasiswa dalam skripsi berbentuk naratif. hubungan kegunaan. dan diakhiri paragraf penutup. D. hubungan sebab-akibat. penjumlahan. 1872:299) menjelaskan bahwa "the fundamental problem of discourse analysis is to show how one utterance follows another in a rational. Suatu bagaimana mengungkapkan kaidah tentang cara terbentuknya tuturan-tuturan rangkaian kalimat dituntut bersifat gramatikal sekaligus berhubungan secara logis dan kontekstual. dan hubungan Kajian mengenai koherensi dalam tataran anal isis wacana merupakan hal mendasar dan relatif paling penting. Berdasarkan ciri-ciri dan kesesuaian dengan sifat . manner in other words. paragraf pembuka diawali dengan pujian kepada Tuhan. hubungan perturutan. Paragraf penutup atau akhir berisi ucapan penulis yang merasa belum mampu berkarya dengan baik. Bentuk sesuatu. sebagai bentuk rasa syukur penulis skripsi karena dapat menyelesaikan tugasnya terimakasih dengan penulis baik. wacana ini pad a umumnya cenderung digunakan untuk mengemukakan yang dianggap Uraiannya ringkas.

keterangan/informasi terimakasih. atau awal mengandung penting dari penulis. jelas bahwa skripsi disusun oleh mahasiswa karena syarat memperoleh gelar sarjana. ucapan terimakasih. pola kalimatnya bersifat monoton dan duplikatif. paragraf pujian. dan harapan. harapan. keterangan. skripsi ini dapat dise/esaikan. Misalnya. Penyusunan skripsi dimaksudkan mempero/eh ge/ar sarjana . Jumlah paragraf tampaknya disesuaikan dengan kebutuhan terhadap maksud dan informasi yang akan disampaikan penulisnya. dan keterangan penulisan. terdapat variasi penulisan dengan tambahan sarjana pendidikan. isi WKP antara lain terdiri: pujian kepada Tuhan. tujuan penulisan.9 naratif sebuah teks. tujuan. Secara urut. wacana berbentuk naratif. bahkan terkesan duplikasi. Padahal. skripsi adalah hasil sebuah penelitian yang sangat . Oleh karena itu. Hal ini disebabkan informasi pad a setiap paragraf mengandung satu makna. maksud. ucapan pujian kepada Tuhan. Tidak ada satupun pujian ditujukan kepada selain Tuhan. Berdasarkan informasi ini. Puji syukur penu/is panjatkan kepada Tuhan (sebagian menyebut Allah SWT). Kalimat yang digunakan hampir seragam. Paragraf pertama pad a WKP skripsi. misalnya. kata pengantar (WKP) dapat dikategorikan Jumlah paragraf WKP pada umumnya lebih dari satu dan terbanyak lima paragraf. Secara sosiokultural dan spiritual. dilihat sifat tulisannya. pilihan dan pola kalimat yang sudah menjadi kebiasaan semacam itu menunjukkan yang relatif tinggi. untuk memenuhi persyaratan sifat religiusitas mahasiswa Pada beberapa WKP skripsi lainnya. atas berkah dan karunia-Nya. E. lsi Wacana Kata Pengantar Sebagaimana telah disebutkan di depan. Skripsi yang ditulis mahasiswa bertujuan satu dan sama. seluruhnya memuat kalimat skripsi.

petugas perpustakaan. ditemukan gejala bahwa dalam memberi informasi tentang skripsi atau buku yang ditulis hanyalah menyebut judul secara selintas. yang dengan tekun dan sabar memberi arahan dan bimbingan di se/a-se/a kesibukannya. Rektor ditempatkan pad a urutan . sungguh sangat penting. dapat dise/esaikan karena bantuan banyak pihak . Rektor. Harapan ideal itu nyaris tidak terwadahi secara proporsional dalam WKP. dst Paragraf yang memuat ucapan terimakasih dari penulis kepada pihak lain ditulis diurutkan dengan dua pola. PA (kadang-kadang). Kepada Rektor UNY dan Dekan FBS yang te/ah memberi kemudahan da/am penyusunan skripsi ini.10 penting dan berkualitas. terlihat bahwa informasi yang disampaikan sangat kurang. Berdasarkan analisis data yang dilakukan. M. dan lainnya. orang tua dan saudara. M. Artinya. dst Pola urutan penyebutan. hasil penelitian skripsi memungkinkan untuk dikembangkan atau dilanjutkan secara lebih mendalam. Pada paragraf yang mengandung keterangan skripsi. teman khusus. dalam buku-buku bacaan atau jurnal halaman penelitian. sebagian besar skripsi justru tidak memuat paragraf yang berisi tentang informasi ini..Pd dan Suwarna. Padahal.Pd. informasi tentang apa dan bagaimana buku (skripsi) yang ditulis. dan (menggunakan angka Arab. misalnya. Bahkan. sebagai sebuah karya tulis ilmiah. Skripsi yang berjudu/ "Bentuk-bentuk Sapaan da/am Bahasa Sasak (suatu kajian sosio/inguistik) ini. ketua jurusan. adalah pihak pertama yang diberi ucapan itu. pembimbing skripsi. Tak /upa kepada kedua pembimbing bapak Sutrisna Wibawa. Padahal. sambil menyebutkan satu-persatu pihak-pihak yang diberi ucapan terimakasih). kebiasaan mahasiswa jelas menunjukkan seting pemikiran jabatan dan dan yang menghargai orang berdasarkan "harga" orang atau pihak yang dimaksud. teman- teman. disusul dekan. yaitu naratif (dalam satu paragraf).. kata pengantar menarik justru dapat digunakan dalam sebagai penting untuk minat pembaca menelusuri kedalaman buku tersebut.

M.11 pertama. Atas bimbingan beliau berdua penulis mampu menye/esaikan skripsi ini dengan baik. tanpa tanggal dan tanpa nama penulis. pertama tanggal dan nama penulis disebutkan secara jelas. Yogyakarta. Rasa hormat dan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada pembimbing skripsl. penulisan Keterangan (berisi itu informasi tanggal. waktu penulisan. Maknanya. dan identitas penulis. struktural menyebabkan Keterpautan bentuk secara kalimat dan paragraf WKP tersusun secara padu dan kohesif. dan dipresentasikan oleh tiga Kohesi aspek pada koherensi. Berikut ini salah satu contoh bangunan kohesi substitusi. dan topikalisasi. hati para intelektual muda itu ditunjukkan dengan kalimat santun berikut. Bagian terakhir WKP adalah keterangan berkaitan dengan tempat penulisan. Yogyakarta. . Misalnya. Maka dari itu penulis memohon saran. yaitu WKP aspek dibangun kohesi. mahasiswa tidak menunjukkan sifat sombong Kerendahan dan hebat dengan hasil penelitian yang dilakukannya. bulan. Bagian ini ditulis terpisah di pojok kanan bawah yang terkesan terlepas dari induk wacana. Keutuhan Wacana Keutuhan wacana. penulis berharap. dilanjutkan secara urut orang atau pihak-pihak lain yang dianggap juga ikut berjasa dalam penyusunan skripsi. Burhan Nurgiyantoro dan Wiyatmi. Sejumlah pola atau jenis kohesi ditemukan dalam WKP berikut. Penulis menyadari skripsi ini masih banyak kekurangnnya. Penulis skripsi pada umumnya menyadari kekurangannya.Hum. tahun terakhir skripsi diselesaikan). Misalnya. yaitu Prof Dr. Ada dua variasi pola penulisan. umumnya terjadi antarkalimat dan antarparagraf. Akhirnya. kritik yang membangun demi sempurnanya penelitian ini. AprH2003 penulis F. 12 Januari 2993 Penulis Supriyanti dan kedua. semoga skripsi ini bermanfaat.

kedua Pola penggantian itu menyebabkan tersebut berkaitan secara kohesif. Penulis menyadari skripsi dapat diselesaikan karena bantuan banyak pihak.12 Frasa menggantikan pembimbing beliau berdua pada kalimat kedua merupakan pola yang yaitu kalimat keterangan skripsi. bahwa yang dimaksud 'banyak pihak' adalah: Rektor UNY. akan menyebabkan terjadinya hubungan maknawi yang utuh dan saling membutuhkan. siapa mereka? Kalimat kedua dan berikutnya menjadi bagian penjelas. Salah satu contoh pola koherensi hubungan makna amplikatif. Bagian yang saling bertalian itu pada gilirannya akan membentuk kesatuan makna yang utuh dan lengkap (koheren). pembimbing. Dekan FBS. Contoh hubungan amplikatif. yang penuh bijaksana memberikan nasihat dan bimbingan di sela-sela kesibukannya dst. Topikalisasi berkaitan dengan pemilihan dan penandaan topik. dalam WKP menunjukkan koherensi. Koherensi dalam wacana dapat terjadi karena adanya kepaduan dan keterikatan antarbagian secara batiniah (semantis). Hubungan seperti ini terjadi apabila ada satu bagian tertentu yang diperjelas oleh bagian-bagian semantis. Oleh karena itu. 1979: 12). Topikalisasi dalam . lewat kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan dan penghargaan yang setiggi-tingginya kepada Rektor UNY. lain yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam struktur wacana. Bagian yang dijelaskan berada pad a kalimat pertama. Bagian-bagian lain yang berfungsi sebagai lainnya secara penjelas akan bersama-sama terjalin menuju pad a bag ian utama yang dijelaskan. Dekan FBS. Aspek keutuhan wacana ketiga yang ditemukan dalam WKP ialah topikalisasi. Ucapan terimakasih yang setulusnya juga saya sampaikan kepada kedua pembimbing skripsl. Kajur PBD. adanya bag ian yang dijelaskan dan bagian lainnya sebagai penjelas. dan Kajur PBD yang telah memberikan kesempatan dan kemudahan kepada penulis untuk menyusun skripsi ini. Frasa ini memunculkan pertanyaan. yaitu banyak pihak. Amplikatif artinya hubungan penjelasan. dan pihak-pihak lainnya. yaitu sesuatu yang dibicarakan (Wedhawati. Kepaduan makna itulah yang menyebabkan bag ianbagain wacana membentuk Kalimat-kalimat sebuah unity (kesatuan banyak makna) secara gejala komprehensif.

kalimat atau paragraf sebagai bag ian pendukung utama pada makna. bahasa WKP kering kreasi dan kurang produktif. Perhatikan gagasan atau topik tentang "ucapan terimakasih" kutipan berikut. G. Gagasan utamaatau makna tunggal dapat ditentukan dengan cara mengikuti dan mencermati proses tersebut. Proses saling melengkapi inilah yang menyebabkan bagian-bagian dalam wacana menjadi utuh dalam sebuah kesatuan makna. penulis WKP kurang mencoba dan memanfaatkan kreativitasnya dalam menu lis. (c) Temen-temen seangkatan yang baik-baik banget. Kalimat utama ini perlu terimakasih. karena dirasakan lebih tepat digunakan untuk mengungkapkan personal. Pertanyaan tersebut dijawab dalam beberapa kalimat pendukung berikut. Beberapa kalimat penjelas pad a akhirnya akan menuju pad a informasi inti sebagai gagasan atau topik utama dalam sebuah paragraf. Proses menuju ke makna utama pad a umumnya didukung dengan cara diberi penjelasan oleh sejumlah kata. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang berjasa da/am penyusunan skripsi ini. diperjelas dengan informasi mengapa perlu mengucapkan siapa pihak yang dimaksud. Dengan kata lain. (a) Kepada Bapak Suwardi. yang te/ah menyisihkan waktu da/am kesibukannya bersedia membimbing dengan penuh kesabaran. Hal ini mengesankan. (b) Mas Boy. . yang se/alu memberikan hal yang terbaik bagi saya. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan di atas.Wacana Kata Pengantar (WKP) skripsi mahasiswa bergaya naratif.Hum. Pola-pola isi dan ungkapan-ungkapan yang bersifat kalimat dan pengungkapan isinya kurang bervariasi pihak yang diberi (perbedaanya hanya terletak pada nama dan jumlah ucapan terimakasih). M. Gaya naratif dipilih. dan apa peran mereka.13 wacana adalah proses saling mendukung antarbagian untuk membentuk satu gagasan utama.

1976. TAS dan TABS Fasold. dan terdapatnya gejala topikalisasi wacana. David. Oxford: Basic Blackwell. koherensi. Elizabeth.14 Berdasarkan struktur teks yang telah dianalisis secara linguistis. Kata Pengantar tersebut dapat dimaksukkan ke dalam jenis wacana. Keraf. MAK. Cohesion in English. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa. of Language.1. Mc. Komposisi. 1978. Edmonsond. 1989. Willis. 1984. 1981. Ende Flores: Nusa Indah. Cambridge: Crystal. Ciri-ciri tersebut antara lain: (1) informasi dalam setiap kalimat (paragraf) berhubungan dengan informasi dalam kalimat (paragraf) lainnya. "Telaah Tulisan Argumentatif Mahasiswa Prodi PBD". New York: Columbia University. Jakarta: Gramedia. Analysis. 1990. Kamus Linguistik. karena memiliki syarat-syarat atau ciri-ciri kewacanaan. _____ . Gillian dan George Yule. The Sociolinguistics Blackwell. Pragmatics. Gorys. Laporan Penelitian. 1984. Endah. Harimurti. Sanskrit Dictionary. Ruqaiya Hassan. London: Oxford UP. 1998. Keberadaan aspek-aspek pengutuh wacana tersebut berfungsi mempertalikan bagian-bagian wacana sehingga terbentuklah struktur wacana (bentuk dan makna) secara utuh dan padu. Kuswa. London:Longman. Spoken Discourse. Cambridge: Basil Halliday. 1976. Discourse Cambridge University Press. Language and Context. Kridalaksana. "Keutuhan Wacana" dalam Bahasa dan Sastra tho IV No. New York: Academic Press. A Dictionary of Linguistics and Phonetics. DAFTAR PUSTAKA Bates. The Acquisition of Brown. Douglas. 1985. . 1983. Rallph. (2) memiliki unsur-unsur kohesi.

2001. 1988. (ed). Oetomo. 1979. Pengajaran Wacana.15 Mills Sara. London: Roudledge. Tata Bahasa Jakarta: Balai Pustaka. Gunawan Budi. . Analisis Wacana". Tesis S-2 UGM. "Pelahiran dan Perkembangan dalam PELLBA 6. Dede. Century Dictionary. Laporan Penelitian. USA: The World Wedhawati. Approaches to Discourse. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta. Scriffin. Anton M. 1987. "Penggunaan Unsur Kohesi dan Koherensi dalam Naskah Sesorah Bahasa Jawa". 1993.1983. Discourse. Henry Guntur. Oxford: Blackwell. Bandung:Angkasa. Wacana Bahasa Jawa. Baku Bahasa Indonesia. Moeliono. Kohesi dan Koherensi da/am Wacana Komik Bahasa Indonesia. Santosa. New Tweentieth Publishing Company. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud. Deborah. 1998. Webster. Mulyana. Tarigan. Yogyakarta: Kanisius. 1984. 1997.

Salah satunya ada/ah. "keutuhan wacana puisi Jawa di media messe" (2001). kata pengantar skripsi (*) dipublikasikan atas persetujuan Teguh Setiyawan. M. Saat ini sedang konsentrasi menye/esaikan studi S3-nya di UGM. Mu/yana. Kecintaannya pada bidang garapan ana/isis wacana. Mengajar mata ku/iah /inguistik di jurusan PBD FBS UNY sejak 1992. Menye/esaikan S2 bidang /inguistik di UGM tahun 2001.16 Kata kunci: keutuhan wacana.Hum. 3 Oktober 1966. M.Hum (tim peneliti) BIODATA: Drs. /ahir di K/aten. Lu/us S1 bidang /inguistik-fi/safat di UNS tahun 1991. . te/ah me/ahirkan banyak pene/itian dan tu/isan tentang topik ini..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->