1

KEUTUHAN WACANA "KATA PENGANTAR" DALAM SKRIPSI MAHASISWA (*)

Oleh Mulyana Universitas Negeri Yogyakarta ABSTRAK Skripsi yang ditulis oleh mahasiswa pad a umumnya disertai halaman Kata Pengantar (KP). Berdasarkan bentuk dan isinya, KP adalah sebuah wacana yang utuh. Wacana KP ditulis dengan gaya naratif. Jumlah paragraf pad a umumnya menyesuaikan isi dan pesan yang akan disampaikan penulis kepada pembaca. Setiap paragraf dirancang berisi ungkapan penulis kepada pihak-pihak tertentu. Antara lain, berisi: pujian kepada Tuhan, tujuan penelitian, keterangan skripsi, ucapan terimakasih, harapan, dan keterangan tempat, tanggal, bulan, dan tahun penyusunan. Aspek keutuhan WKP yang tampak menonjol adalah kohesi, koherensi, dan topikalisasi. Setiap aspek, baik formal (bentuk) maupun maknawi (semantik) secara linguistis menjalin hubungan yang rapat dan saling membutuhkan membentuk keutuhan wacana yang padu dan lengkap.

informasi tentang buku yang ditulis. Berdasarkan amatan yang telah dilakukan. sebagai hasil karya tulis mahasiswa menyertakan sebagaimana mahasiswa halaman disebutkan kata di pengantar atas. deretan kalimat yang disusun menjadi paragraf. Beberapa paragraf yang membangun WKP memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. teks itu dapat dikategorikan memiliki ciri-ciri keutuhan sebagai sebuah wacana. secara linguistik. relatif monoton. Kata yang pad a umumnya juga memuat yang ditulis hal-hal oleh isinya pengantar lebih mudah dikenali. Oleh karena itu berdasarkan bentuk dan isi yang termuat dalam "kata pengantar" tersebut. skripsi. Bila dicermati. ucapan terimakasih. ataupun laporan hasil penelitian. Ini sangat penting sebagai persiapan awal membaca dan memahami sebuah buku. lengkap. dan kurang memberi informasi tentang apa yang ditulisnya. seperti Discourse Bahkan. tesis. Pendahuluan Pada setiap hasil karya tulis yang berbentuk buku. disertasi. dan harapan-harapan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. membaca kata pengantar atau preface buku-buku asing sudah sedikit banyak membuka wawasan pembaca. Dengan demikian. Istilah "kata pengantar" yang umumnya ada dalam sebuah karya tulis (buku) berisi ungkapan kata-kata yang mengantarkan yang ditulis dalam buku yang diantarkannya. Namun. dan memiliki sifat kohesif dan koheren.2 A. Skripsi. selalu disertakan oleh penulisnya halaman "kata pengantar" pad a bagian awal. preface pad a beberapa buku tulisan Mills (1997) dan Language and Context karya gemilang Bates (1989) berisi inti buku. WKP merupakan gejala kebahasaan yang harus diuraikan secara jelas dan kompehensif. menggunakan bagimana dan apa Buku-buku berbahasa Inggris istilah ini dengan sebutan "preface". dan paragraf yang saling berkaitan dalam satu kesatuan. adalah sebuah bangunan wacana yang utuh. "Kata pengantar" adalah bentuk pengungkapan pikiran penulis yang berisi antara lain ungkapan-ungkapan puji syukur kepada Tuhan. . "preface" pada umumnya berisi uraian secara ringkas tetapi lengkap apa yang ditulis dalam buku tersebut. (asing).

Sistem hubungan kohesi dan koherensi dalam wacana kata pengantar (WKP) inilah yang penting diuraikan. Bagian awal atau pendahuluan. kohesi dan koherensi. Bagian isi berisi apa saja yang menjadi persoalan utama dan relatif paling penting yang harus dituliskan. yaitu: bagian awal. yakni sebuah keutuhan dan kelengkapan. Secara etimologis artinya kemudian istilah "wacana" atau berasal dari bahasa Sanskerta (Douglas. B. Kajian tentang masalah ini pada gilirannya akan diperoleh penjelasan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan wacana "kata pengantar". berisi pujian. Hal ini dapat terjadi antara lain. dan pola koheren berkaitan dengan hubungan isi atau makna secara semantis. atau pendahuluan sebuah karangan pad a umumnya terdiri atas tiga bagian utama. ucapan terimakasih atau harapan satu pembaca. "kata pengantar". diksi. atau sapaan. Menurut Keraf (1989). sama Ketiga lainnya bagian secara itu pad a dan umumnya koheren dan memiliki sehingga keterkaitan kohesif terbentuk suatu unity. dan bagian penutup. Persoalan inilah yang akan dikaji dalam tulisan ini. Bagian penutup berisi simpulan. Uraian yang lebih mendalam akan ditekankan pada peran aspekaspek tersebut secara jelas dalam mempersatukan bagian-bagian (proposisiproposisi) secara utuh dan bertalian. meliputi ciri-ciri. salam. wac/wak/vak. Pengertian Wacana Kriteria yang relatif paling menentukan apakah satuan kebahasaan tertentu merupakan wacana atau bukan adalah keutuhan maknanya. 1976:266). bagian isi. Aspek-aspek perlu dideskripsikan keutuhan dalam wacana "kata pengantar" inilah yang secara jelas. 'berkata' 'berucap' perubahan mengalami atau perkembangan . wacana pidato. adanya satu kalimat atau satu paragraf dikembangkan dan dijelaskan oleh kalimat atau paragraf lainnya secara kohesif dan koheren.3 Keterkaitan itu membawa konsekuensi terjadinya hubungan bentuk dan makna antarkalimat dan atau antarparagraf. dan pesan di dalamnya. Pola dan sifat kohesif berkaitan dengan hubungan bentuk secara struktural. berdasarkan isinya. Kata menjadi tersebut wacana.

kalimat. Jadi discursus berarti 'Iari dari arah yang berbeda'. mempunyai awal dan akhir yang jelas. Selanjutnya Moeliono. utuh (buku) yang mengandung 1984:208). Secara lebih jelas makna istilah tersebut mengalami satu perkembangan menjadi 'pertemuan antar bag ian yang membentuk kepaduan' (Oetomo. Kata. Wacana memiliki kohesi dan koherensi yang baik. Kata ini diturunkan dari dis 'dan/dalam arah yang berbeda' dan currere 'Iari'. (3) percakapan. dapat disampaikan secara lisan atau tertulis. kalimat. dan sebagainya. Istilah "wacana" diperkenalkan dan digunakan oleh para linguis di Indonesia sebagai padanan (terjemahan) istilah bahasa Inggris discourse. dapat direalisasikan dalam bentuk kata. Wacana juga berarti satuan bahasa terlengkap. Jadi kata wacana dapat diartikan sebagai 'perkataan' atau 'tutu ran' . Jadi discourse atau wacana berkaitan dengan kata. lainnya yang dalam dalam menghubungkan kesatuan hirarki Wacana karangan proposisi makna. Lebih jelas Tarigan (1987:27) menambah pengertian wacana sebagai satuan bahasa paling lengkap. (4) risalah tulis: naskah pidato. dalam hal ini sudah mengandung potensi sebagai kalimat. ceramah. baik secara lisan maupun tulis. paragraf. atau ungkapan komunikatif. atau amanat lengkap (Kridalaksana. Webster (1983:522) memperluas makna discourse sebagai berikut: (1) komunikasi kata-kata. berkesinambungan.4 Bentuk ana yang muncul di belakang adalah akhiran yang berfungsi membendakan (nominalisasi). dkk (1988:34) menyatakan bahwa wacana adalah proposisi rentetan yang satu kalimat dengan yang berkaitan. merupakan satuan gramatikal tertinggi gramatikal dan terbesar. Kata discourse itu sendiri berasal dari bahasa Latin discursus 'Iari ke sana kemari' atau 'Iari bolak-balik'. Crystal (1985:96) Berkaitan dengan hal penyampaian wacana tersebut. (2) ekspresi gagasan-gagasan. lebih tinggi dari klausa dan kalimat. menjelaskan bahwa wacana ialah suatu rangkaian kebahasaan (khususnya ungkapan lisan) yang lebih luas daripada kalimat. Jadi bukan semata-mata kata yang tercabut dari konteksnya. Wacana dianggap sebagai sekelompok ujaran dari suatu peristiwa wicara yang dapat dikenali seperti . 1993:3).

seperti Oleh karena itu novel. pidato atau khotbah. (2) keseluruhan terlengkap. Hal ini sedikit berbeda dengan apa yang dikemukakan Brown dan Yule (1983:6. Aspek Keutuhan Wacana: Kohesi dan Koherensi Wacana yang utuh adalah wacana yang lengkap. akan menjadi jelas bahwa hakikat wacana ialah satuan bahasa yang lebih luas daripada kalimat. Aspek yang dimaksud antara lain adalah kohesi dan koherensi wacana. c. Kohesi dalam wacana struktural membentuk diartikan sebagai kepaduan bentuk secara menyatakan ikatan sintaktikal. Kedua penulis itu berpendapat bahwa wacana terrealisasi menjadi teks. Kohesi gramatikal antara lain adalah: referensi. 9). Konsep kohesi mengacu pad a hubungan bentuk. Kohesi gramatikal dan kohesi yaitu kohesi leksikal. mengandung amanat yang lengkap dan utuh. atas cenderung menganggap wacana sebagai Pendapat Crystal di lisan atau oleh ungkapan dilisankan. substitusi. pidato. Moeliono (1988:34) wacana yang baik dan utuh kalimat-kalimatnya wacana terbagi dalam dua aspek. kolokasi (Halliday. artikel. Teks juga dapat dikatakan sebagai representasi yang relatif lengkap dari suatu wacana. konjungsi. khotbah. maka wacana perkataan. wacana memiliki keterkaitan secara padu dan utuh. buku. kohesi . sehingga kata teks itu dipakai untuk istilah teknis yang mengacu pad a rekaman verbal tindak komunikasi. bila pengertian wacana dikembalikan dan dicari intinya. repetisi. (3) satuan bahasa realisasinya tampak pad a bentuk karangan yang utuh. tuturan. Artinya unsur-unsur wacana (kata atau kalimat) yang dipergunakan untuk menyusun suatu Kohesi leksikal yaitu: sinonim.5 percakapan. wawancara. lelucon. dan lain sebagainya. di atas. Dengan kata lain. tutu ran yang merupakan suatu kesatuan. Berdasarkan dapat dirumuskan definisi dan pendapat-pendapat sebagai berikut: (1) ucapan. Lebih relevan lagi ialah bahwa wacana pad a umumnya memiliki aspek-aspek pengutuh wacana yang bersifat kontekstual. 1976:21 ). harus bersifat kohesif. yaitu mengandung beberapa aspek yang terpadu dan menyatu. elipsis.

Menurut Moeliono. Dengan adanya hubungan kohesif itu suatu unsur dalam wacana dapat diinterpretasikan dengan unsur-unsur lainnya. Dalam struktur wacana. yaitu kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Oleh karena itu organisasi dan struktur kewacanaannya juga berkonsentrasi dan bersifat sintaktik-gramatikal. Sehubungan tersebut. 1989:5). 1987:32). aspek koherensi sangat diperlukan keberadaannya untuk menata pertalian batin antara proposisi yang satu dengan lainnya untuk mendapatkan keutuhan. sehingga mudah diinterpretasikan Brown dan Yule (1983:224) kepaduan dan keterpahaman menegaskan (Samiati. dkk (1988:34) wacana yang baik dan utuh kalimatkalimatnya harus kohesif. berarti bahwa koherensi antarsatuan dalam suatu teks atau tuturan. 1984:38). berarti pertalian makna atau isi kalimat (Tarigan. Dalam konsep kewacanaan. . Wacana yang koheren memiliki ciri-ciri susunannya teratur dan amanatnya terjalin rapi.6 termasuk dalam aspek internal struktur wacana. substitution Unsur kohesi gramatikal ellipsis terdiri dari: dan reference conjunction dan (referensi). Sejalan dengan itu Wahjudi (1989:6) berpendapat bahwa hubungan koherensi ialah keterkaitan antara bag ian yang satu dengan bagian lainnya. (konjungsi). Unsur kohesi leksikal terdiri dari: reiteration (reiterasi) collocation (kolokasi). (elipsis). Hubungan tersebut kohesi. Halliday dan Hassan (1976:4) selanjutnya mengemukakan bahwa unsur-unsur kohesi wacana terbagi dalam dua jenis. Keutuhan yang koheren tersebut dijabarkan makna yang terjadi antar unsur (bagian) kadang terjadi dengan alat bantu oleh adanya hubungan-hubungan secara semantis. Sementara itu. namun kadang-kadang dapat terjadi tanpa bantu an alat kohesi. Tarigan (1987:96) mengemukakan bahwa dengan hal terhadap penelitian unsur kohesi termasuk dalam kajian aspek formal bahasa. Koherensi juga berarti hubungan timbal balik yang serasi antar unsur dalam kalimat (Keraf. Istilah "koherensi" mengandung makna 'pertalian'. sesuai dengan ketergantungannya kohesif dalam wacana sering Hubungan ditandai oleh kehadiran pemarkah (penanda) khusus yang bersifat lingualformal. sehingga kalimat memiliki kesatuan makna yang utuh. (substitusi).

Struktur wacana itu ialah struktur semantik. Halliday dan Hassan (1976:2) menegaskan bahwa struktur wacana pad a dasarnya bukanlah struktur sintaktik. hubungan ibarat. 8eberapa bentuk atau jenis hubungan koherensi dalam wacana telah dideskripsikan menyatakan penambahan. hubungan sarana-hasil. hubungan sarana-tujuan. dan menentukan hubungan koherensi itu adalah rangkaian fakta dan gagasan yang teratur dan tersusun secara logis. 1987: 105) bahwa unsur koherensi wacana di antaranya repetisi. simpulan. wacana karena adanya hubungan 8eberapa kalimat akan menjadi makna (arti) antar kalimat itu sendiri. contoh. lainnya Artinya antara kalimat (bagian) makna secara yang satu semantis. hubungan alasan-sebab. 1978:38-40) adalah mengemukakan 'hubungan dengan bahwa hubungan wacana sebenarnya makna (maksud)'. hubungan berhubungan aditif berhubungan hubungan parafrastis. hubungan amplikatif. hubungan perbandingan. Pada dasarnya. hubungan kelonggaran-hasil. identifikasi. lokasi-anggota. dan sinonim. D'Angelo (dalam Tarigan. penting.7 Secara keseluruhan hubungan makna yang bersifat koheren menjadi bag ian dari organisasi semantis. kontras. pronomina. adalah: unsur komparasi. Uraian itu mengisyaratkan bahwa koherensi adalah salah satu aspek wacana sangat (Santosa. penekanan.merinci hubungan antar bagian dalam wacana yang bersifat koheren . generik-spesifik. mendasar. hubungan dan aditif tidak dengan waktu. hubungan syarat- hubungan latar-kesimpulan. karena adanya hubungan koherensi tersebut. karena berkaitan dengan bidang makna yang memerlukan Hubungan koherensi dapat dipahami dengan menyimpulkan hubungan antarproposisi dalam tubuh wacana itu. paralelisme. waktu. Ramlan (1993) Kridalaksana koherensi (1984:69. Koherensi dapat terjadi secara implisit (terselubung) interpretasi. kalimat memiliki antara hubungan Hubungan maknawi tersebut lain ialah: hubungan sebab-akibat. seperangkat kalimat itu dapat diterima sebagai suatu keseluruhan yang relatif lengkap. hasil. dengan waktu. dan totalitas-bagian. 1998:39). oleh para ahli. Jelasnya. dalam hal ini yang dimaksud ialah semantik kalimat yang di dalamnya mengandung proposisi-proposisi.

dan diakhiri paragraf penutup. bagian-bagian penting diberi tekanan atau diulang. dan hubungan Kajian mengenai koherensi dalam tataran anal isis wacana merupakan hal mendasar dan relatif paling penting. dan harapan semoga tulisannya bermanfaat.8 sebagai berikut: hubungan perlawanan. Bentuk Wacana Kata Pengantar Wacana KP yang ditulis mahasiswa dalam skripsi berbentuk naratif. Suatu bagaimana mengungkapkan kaidah tentang cara terbentuknya tuturan-tuturan rangkaian kalimat dituntut bersifat gramatikal sekaligus berhubungan secara logis dan kontekstual. manner in other words. hubungan hubungan cara. how we understand coherent yaitu bahwa permasalahan pokok dalam anal isis wacana adalah hubungan-hubungan yang rasional dan kaidahyang koheren. Bentuk wacana ini sering ditandai oleh paragraf pembuka. 1872:299) menjelaskan bahwa "the fundamental problem of discourse analysis is to show how one utterance follows another in a rational. Paragraf isi terutama yang mengandung ucapan membantu kepada pihak-pihak ikut berperan menyelesaikan skripsi. hubungan waktu. Berdasarkan ciri-ciri dan kesesuaian dengan sifat . Singkatnya. paragraf pembuka diawali dengan pujian kepada Tuhan. hubungan perturutan. Bentuk sesuatu. rule-governed discourse". anal isis wacana dan kelogisan koherensi antara makna yang satu dengan makna yang lain dalam tubuh wacana itu sendiri. anal isis keruntutan menganalisis Dengan demikian anal isis wacana juga merupakan berfikir. wacana ini pad a umumnya cenderung digunakan untuk mengemukakan yang dianggap Uraiannya ringkas. hubungan penjelasan. hubungan syarat. isi. D. Dalam WKP. hubungan sebab-akibat. Paragraf penutup atau akhir berisi ucapan penulis yang merasa belum mampu berkarya dengan baik. lebih. Labov (dalam Giglioli. Berkaitan dengan hal itu. penjumlahan. hubungan kegunaan. sebagai bentuk rasa syukur penulis skripsi karena dapat menyelesaikan tugasnya terimakasih dengan penulis baik.

Tidak ada satupun pujian ditujukan kepada selain Tuhan. skripsi ini dapat dise/esaikan. Kalimat yang digunakan hampir seragam. Skripsi yang ditulis mahasiswa bertujuan satu dan sama. wacana berbentuk naratif. kata pengantar (WKP) dapat dikategorikan Jumlah paragraf WKP pada umumnya lebih dari satu dan terbanyak lima paragraf. Oleh karena itu. bahkan terkesan duplikasi. ucapan terimakasih. misalnya. Secara urut. dilihat sifat tulisannya. Secara sosiokultural dan spiritual. atas berkah dan karunia-Nya. Hal ini disebabkan informasi pad a setiap paragraf mengandung satu makna. maksud. Misalnya. Penyusunan skripsi dimaksudkan mempero/eh ge/ar sarjana .9 naratif sebuah teks. Paragraf pertama pad a WKP skripsi. lsi Wacana Kata Pengantar Sebagaimana telah disebutkan di depan. isi WKP antara lain terdiri: pujian kepada Tuhan. harapan. keterangan/informasi terimakasih. tujuan penulisan. atau awal mengandung penting dari penulis. Puji syukur penu/is panjatkan kepada Tuhan (sebagian menyebut Allah SWT). seluruhnya memuat kalimat skripsi. dan harapan. terdapat variasi penulisan dengan tambahan sarjana pendidikan. dan keterangan penulisan. tujuan. skripsi adalah hasil sebuah penelitian yang sangat . pilihan dan pola kalimat yang sudah menjadi kebiasaan semacam itu menunjukkan yang relatif tinggi. pola kalimatnya bersifat monoton dan duplikatif. Berdasarkan informasi ini. jelas bahwa skripsi disusun oleh mahasiswa karena syarat memperoleh gelar sarjana. Padahal. ucapan pujian kepada Tuhan. paragraf pujian. untuk memenuhi persyaratan sifat religiusitas mahasiswa Pada beberapa WKP skripsi lainnya. keterangan. Jumlah paragraf tampaknya disesuaikan dengan kebutuhan terhadap maksud dan informasi yang akan disampaikan penulisnya. E.

Pd dan Suwarna. sebagian besar skripsi justru tidak memuat paragraf yang berisi tentang informasi ini. Padahal. yaitu naratif (dalam satu paragraf). Padahal. Skripsi yang berjudu/ "Bentuk-bentuk Sapaan da/am Bahasa Sasak (suatu kajian sosio/inguistik) ini. M. ketua jurusan. sambil menyebutkan satu-persatu pihak-pihak yang diberi ucapan terimakasih). dapat dise/esaikan karena bantuan banyak pihak . kebiasaan mahasiswa jelas menunjukkan seting pemikiran jabatan dan dan yang menghargai orang berdasarkan "harga" orang atau pihak yang dimaksud. Rektor. dst Paragraf yang memuat ucapan terimakasih dari penulis kepada pihak lain ditulis diurutkan dengan dua pola. dst Pola urutan penyebutan. dalam buku-buku bacaan atau jurnal halaman penelitian. petugas perpustakaan. kata pengantar menarik justru dapat digunakan dalam sebagai penting untuk minat pembaca menelusuri kedalaman buku tersebut. Kepada Rektor UNY dan Dekan FBS yang te/ah memberi kemudahan da/am penyusunan skripsi ini. sungguh sangat penting. disusul dekan. hasil penelitian skripsi memungkinkan untuk dikembangkan atau dilanjutkan secara lebih mendalam.. Pada paragraf yang mengandung keterangan skripsi. teman- teman.. Bahkan. dan (menggunakan angka Arab. informasi tentang apa dan bagaimana buku (skripsi) yang ditulis. adalah pihak pertama yang diberi ucapan itu. M. pembimbing skripsi. misalnya.Pd. Tak /upa kepada kedua pembimbing bapak Sutrisna Wibawa. Artinya. Rektor ditempatkan pad a urutan .10 penting dan berkualitas. Harapan ideal itu nyaris tidak terwadahi secara proporsional dalam WKP. orang tua dan saudara. terlihat bahwa informasi yang disampaikan sangat kurang. ditemukan gejala bahwa dalam memberi informasi tentang skripsi atau buku yang ditulis hanyalah menyebut judul secara selintas. yang dengan tekun dan sabar memberi arahan dan bimbingan di se/a-se/a kesibukannya. sebagai sebuah karya tulis ilmiah. Berdasarkan analisis data yang dilakukan. PA (kadang-kadang). teman khusus. dan lainnya.

hati para intelektual muda itu ditunjukkan dengan kalimat santun berikut. Penulis menyadari skripsi ini masih banyak kekurangnnya. Bagian terakhir WKP adalah keterangan berkaitan dengan tempat penulisan. yaitu Prof Dr. dilanjutkan secara urut orang atau pihak-pihak lain yang dianggap juga ikut berjasa dalam penyusunan skripsi. kritik yang membangun demi sempurnanya penelitian ini. Misalnya. Bagian ini ditulis terpisah di pojok kanan bawah yang terkesan terlepas dari induk wacana. Yogyakarta. Berikut ini salah satu contoh bangunan kohesi substitusi. M. Maka dari itu penulis memohon saran.11 pertama. yaitu WKP aspek dibangun kohesi. Ada dua variasi pola penulisan. Maknanya. Misalnya. dan topikalisasi. tahun terakhir skripsi diselesaikan).Hum. penulisan Keterangan (berisi itu informasi tanggal. pertama tanggal dan nama penulis disebutkan secara jelas. Sejumlah pola atau jenis kohesi ditemukan dalam WKP berikut. Penulis skripsi pada umumnya menyadari kekurangannya. 12 Januari 2993 Penulis Supriyanti dan kedua. dan dipresentasikan oleh tiga Kohesi aspek pada koherensi. Atas bimbingan beliau berdua penulis mampu menye/esaikan skripsi ini dengan baik. umumnya terjadi antarkalimat dan antarparagraf. dan identitas penulis. . Rasa hormat dan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada pembimbing skripsl. bulan. mahasiswa tidak menunjukkan sifat sombong Kerendahan dan hebat dengan hasil penelitian yang dilakukannya. Akhirnya. waktu penulisan. tanpa tanggal dan tanpa nama penulis. AprH2003 penulis F. penulis berharap. semoga skripsi ini bermanfaat. Keutuhan Wacana Keutuhan wacana. Yogyakarta. Burhan Nurgiyantoro dan Wiyatmi. struktural menyebabkan Keterpautan bentuk secara kalimat dan paragraf WKP tersusun secara padu dan kohesif.

kedua Pola penggantian itu menyebabkan tersebut berkaitan secara kohesif. Topikalisasi berkaitan dengan pemilihan dan penandaan topik. Bagian yang dijelaskan berada pad a kalimat pertama. Frasa ini memunculkan pertanyaan. lewat kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan dan penghargaan yang setiggi-tingginya kepada Rektor UNY. siapa mereka? Kalimat kedua dan berikutnya menjadi bagian penjelas. Amplikatif artinya hubungan penjelasan. Dalam struktur wacana. yaitu sesuatu yang dibicarakan (Wedhawati. Dekan FBS. Bagian-bagian lain yang berfungsi sebagai lainnya secara penjelas akan bersama-sama terjalin menuju pad a bag ian utama yang dijelaskan. yaitu banyak pihak. Dekan FBS. Kajur PBD. adanya bag ian yang dijelaskan dan bagian lainnya sebagai penjelas. Kepaduan makna itulah yang menyebabkan bag ianbagain wacana membentuk Kalimat-kalimat sebuah unity (kesatuan banyak makna) secara gejala komprehensif. bahwa yang dimaksud 'banyak pihak' adalah: Rektor UNY. Contoh hubungan amplikatif. Koherensi dalam wacana dapat terjadi karena adanya kepaduan dan keterikatan antarbagian secara batiniah (semantis). yang penuh bijaksana memberikan nasihat dan bimbingan di sela-sela kesibukannya dst. Topikalisasi dalam . Salah satu contoh pola koherensi hubungan makna amplikatif. pembimbing. Bagian yang saling bertalian itu pada gilirannya akan membentuk kesatuan makna yang utuh dan lengkap (koheren). lain yang telah disebutkan sebelumnya. 1979: 12). Penulis menyadari skripsi dapat diselesaikan karena bantuan banyak pihak. akan menyebabkan terjadinya hubungan maknawi yang utuh dan saling membutuhkan. Oleh karena itu. Hubungan seperti ini terjadi apabila ada satu bagian tertentu yang diperjelas oleh bagian-bagian semantis.12 Frasa menggantikan pembimbing beliau berdua pada kalimat kedua merupakan pola yang yaitu kalimat keterangan skripsi. dan Kajur PBD yang telah memberikan kesempatan dan kemudahan kepada penulis untuk menyusun skripsi ini. dalam WKP menunjukkan koherensi. dan pihak-pihak lainnya. Ucapan terimakasih yang setulusnya juga saya sampaikan kepada kedua pembimbing skripsl. Aspek keutuhan wacana ketiga yang ditemukan dalam WKP ialah topikalisasi.

dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. G. yang te/ah menyisihkan waktu da/am kesibukannya bersedia membimbing dengan penuh kesabaran. karena dirasakan lebih tepat digunakan untuk mengungkapkan personal. (b) Mas Boy. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang berjasa da/am penyusunan skripsi ini. penulis WKP kurang mencoba dan memanfaatkan kreativitasnya dalam menu lis. bahasa WKP kering kreasi dan kurang produktif. (c) Temen-temen seangkatan yang baik-baik banget. (a) Kepada Bapak Suwardi.Hum. Proses menuju ke makna utama pad a umumnya didukung dengan cara diberi penjelasan oleh sejumlah kata. . M. Beberapa kalimat penjelas pad a akhirnya akan menuju pad a informasi inti sebagai gagasan atau topik utama dalam sebuah paragraf. kalimat atau paragraf sebagai bag ian pendukung utama pada makna. Proses saling melengkapi inilah yang menyebabkan bagian-bagian dalam wacana menjadi utuh dalam sebuah kesatuan makna. Pola-pola isi dan ungkapan-ungkapan yang bersifat kalimat dan pengungkapan isinya kurang bervariasi pihak yang diberi (perbedaanya hanya terletak pada nama dan jumlah ucapan terimakasih). Hal ini mengesankan. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan di atas. Dengan kata lain. yang se/alu memberikan hal yang terbaik bagi saya. Gagasan utamaatau makna tunggal dapat ditentukan dengan cara mengikuti dan mencermati proses tersebut. dan apa peran mereka. Pertanyaan tersebut dijawab dalam beberapa kalimat pendukung berikut.13 wacana adalah proses saling mendukung antarbagian untuk membentuk satu gagasan utama. Perhatikan gagasan atau topik tentang "ucapan terimakasih" kutipan berikut. diperjelas dengan informasi mengapa perlu mengucapkan siapa pihak yang dimaksud.Wacana Kata Pengantar (WKP) skripsi mahasiswa bergaya naratif. Kalimat utama ini perlu terimakasih. Gaya naratif dipilih.

"Keutuhan Wacana" dalam Bahasa dan Sastra tho IV No. Language and Context. 1976. Mc. 1989. (2) memiliki unsur-unsur kohesi. David. The Sociolinguistics Blackwell. 1984. Laporan Penelitian. Analysis. of Language. 1981. dan terdapatnya gejala topikalisasi wacana. Gorys. 1984. "Telaah Tulisan Argumentatif Mahasiswa Prodi PBD". The Acquisition of Brown. London: Oxford UP. 1985. _____ . 1990. New York: Academic Press. Ruqaiya Hassan. Keraf. Cambridge: Crystal. Komposisi. Discourse Cambridge University Press. Sanskrit Dictionary. 1978. 1998. Kata Pengantar tersebut dapat dimaksukkan ke dalam jenis wacana.14 Berdasarkan struktur teks yang telah dianalisis secara linguistis. Ende Flores: Nusa Indah. Spoken Discourse. Willis. New York: Columbia University.1. MAK. DAFTAR PUSTAKA Bates. Kridalaksana. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia. TAS dan TABS Fasold. . 1983. Keberadaan aspek-aspek pengutuh wacana tersebut berfungsi mempertalikan bagian-bagian wacana sehingga terbentuklah struktur wacana (bentuk dan makna) secara utuh dan padu. Oxford: Basic Blackwell. London:Longman. karena memiliki syarat-syarat atau ciri-ciri kewacanaan. Elizabeth. Ciri-ciri tersebut antara lain: (1) informasi dalam setiap kalimat (paragraf) berhubungan dengan informasi dalam kalimat (paragraf) lainnya. koherensi. Cambridge: Basil Halliday. Douglas. 1976. Harimurti. Gillian dan George Yule. Edmonsond. Kuswa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa. Rallph. A Dictionary of Linguistics and Phonetics. Pragmatics. Cohesion in English. Endah.

2001. 1987. London: Roudledge. (ed). 1998. 1997. 1979. Deborah. New Tweentieth Publishing Company. Approaches to Discourse. Gunawan Budi. Tata Bahasa Jakarta: Balai Pustaka. USA: The World Wedhawati. Wacana Bahasa Jawa. Yogyakarta: Kanisius. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta. 1993. Oetomo. Discourse. Laporan Penelitian. Henry Guntur. Moeliono. Dede. Santosa. Webster.1983. Anton M. Mulyana. Pengajaran Wacana. Baku Bahasa Indonesia. Kohesi dan Koherensi da/am Wacana Komik Bahasa Indonesia. Scriffin. 1984. Bandung:Angkasa. . "Penggunaan Unsur Kohesi dan Koherensi dalam Naskah Sesorah Bahasa Jawa". Tarigan. "Pelahiran dan Perkembangan dalam PELLBA 6. Century Dictionary. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud. 1988. Analisis Wacana". Tesis S-2 UGM.15 Mills Sara. Oxford: Blackwell.

3 Oktober 1966. M.16 Kata kunci: keutuhan wacana. "keutuhan wacana puisi Jawa di media messe" (2001). Saat ini sedang konsentrasi menye/esaikan studi S3-nya di UGM.Hum. Menye/esaikan S2 bidang /inguistik di UGM tahun 2001. Salah satunya ada/ah. Kecintaannya pada bidang garapan ana/isis wacana. M. /ahir di K/aten.Hum (tim peneliti) BIODATA: Drs. Mu/yana. kata pengantar skripsi (*) dipublikasikan atas persetujuan Teguh Setiyawan.. Lu/us S1 bidang /inguistik-fi/safat di UNS tahun 1991. te/ah me/ahirkan banyak pene/itian dan tu/isan tentang topik ini. Mengajar mata ku/iah /inguistik di jurusan PBD FBS UNY sejak 1992. .