04.

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu

A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya untuk mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari peran agama amat penting bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, di lembaga pendidikan formal maupun nonformal serta masyarakat. Pendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia serta peningkatan potensi spritual. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan. Pendidikan Agama Hindu adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memperteguh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, serta peningkatan potensi spiritual sesuai dengan ajaran agama Hindu. Kurikulum Pendidikan Agama Hindu yang berbasis standar kompetensi dan kompetensi dasar mencerminkan kebutuhan keragaman kompetensi secara nasional. Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan dalam mengembangkan Kurikulum Pendidikan Agama Hindu sesuai dengan kebutuhan daerah ataupun di lembaga pendidikan formal maupun nonformal serta masyarakat. B. Tujuan Mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. Menumbuhkembangkan dan meningkatkan kualitas Sradha dan Bhakti melalui pemberian, pemupukan, penghayatan dan pengamalan ajaran agama 2. Membangun insan Hindu yang dapat mewujudkan nilai-nilai Moksartham Jagathita dalam kehidupannya.

22

Sradha 2. Memahami proses penciptaan dan pralaya alam semesta 9. Yadnya 4. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran 1. hakikat dan pelestarian kesucian tempat suci 6. Susila 3. Hari-hari suci 7. 1. dan Catur Purusartha 3. Memahami tata cara persembahyangan. Memahami nilai-nilai budaya Dharma Gita. Kitab Suci 5. Hukum Karma dan Punarbhawa. Orang Suci 6. Kepemimpinan 8. D. Memahami struktur. dan ajaran Moksa sebagai tujuan tertinggi 2. Memahami kepemimpinan menurut Niti Sastra dan hakekatnya 8. Alam Semesta 9. Memahami Atman sebagai sumber hidup.C. Memahami perhitungan hari-hari suci menurut Hindu 7. Catur Asrama. Memahami sifat-sifat Tri Guna dan Dasa Mala. seni keagamaan Hindu dan sejarah perkembangan agama Hindu di India dan negara lainnya 23 . Ruang Lingkup Ruang lingkup pendidikan Agama Hindu meliputi aspek-aspek sebagai berikut. ajaran Tat Twam Asi. dan perkawinan menurut Hindu (Wiwaha) 4. Memahami pokok-pokok ajaran Weda (Weda Sruti dan Smerti) sebagai sumber hukum Hindu 5. pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan. Budaya dan Sejarah Perkembangan Agama Hindu. Catur Warna.

3 2.1 1.E.4 Kepemimpinan 2.3 Melaksanakan sembahyang sesuai dengan tata cara yang benar 24 .3 Menjelaskan perkembangan agama Hindu di India Menjelaskan perkembangan agama Hindu di negara lain Mengambil hikmah dari perkembangan agama Hindu di India dan negara lainnya Menunjukkan bukti-bukti peninggalan sejarah perkembangan agama Hindu di India dan negara lain Menjelaskan tipe-tipe kepemimpinan menurut Niti Sastra Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tipe kepemimpinan menurut Niti Sastra Merumuskan kepemimpinan yang ideal menurut Niti Sastra Menteladani figur pemimpin yang telah mempraktekkan ajaran kepemimpinan Niti Sastra Menguraikan pengertian.4 Yadnya 3. Memahami sejarah perkembangan agama Hindu di India dan negara-negara lainnya 1.2 2.2 1.2 3.1 3. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkatan Derajat Setara Bobot SKK Standar Kompetensi Sejarah Agama Hindu 1. Memahami tata cara persembahyangan 3.1 2. tujuan dan makna persembahyangan Melafalkan sembahyang mantra-mantra :V : Mahir 1 : Kelas X SMA / MA :2 Kompetensi Dasar 1. Memahami kepemimpinan menurut Niti Sastra 2.

4 5.2 5.1 6. Memahami sifat-sifat Tri Guna dan Dasa Mala 5.3 Susila 5.2 Kompetensi Dasar Menentukan hari-hari suci menurut Hindu Menunjukkan cara-cara menentukan hari-hari suci berdasarkan perhitungan Hindu (wuku dan sasih) Menentukan baik-buruknya hari berdasarkan perhitungan Hindu Menguraikan pengertian Tri Guna dan Dasa Mala Menjelaskan bagian-bagian Guna dan Dasa Mala Tri 4.Standar Kompetensi Hari Suci 4.1 5.3 Menguraikan struktur dan hakikat tempat suci Menggambarkan struktur tempat suci menurut daerah setempat Melakukan upaya-upaya pelestarian kesucian tempat suci 25 .2 6.3 Mengidentifikasi pengaruh Tri Guna dan Dasa Mala terhadap kepribadian manusia Menunjukkan contoh-contoh perilaku yang dipengaruhi oleh Tri Guna dan Dasa Mala Melakukan upaya-upaya untuk menghindari pengaruh Dasa Mala 5. Memahami struktur. Memahami perhitungan hari-hari suci menurut Hindu 4.1 4. hakikat dan pelestarian kesucian tempat suci 6.5 Tempat Suci 6.

Standar Kompetensi Sradha 7.2 1.4 Kompetensi Dasar Menjelaskan pengertian Hukum Karma dan Punarbhawa Menjelaskan Karma bagian-bagian Hukum Menguraikan hubungan antara Hukum Karma dengan Punarbhawa Menunjukkan contoh-contoh Karma dan Punarbhawa Menjelaskan pengertian Moksa Menguraikan tingkatan Moksa Melakukan upaya-upaya mencapai Moksa Hukum 2. Memahami Hukum Karma dan Punarbhawa 1.1 7. Memahami Atman sebagai sumber hidup 7.d XII SMA / MA :4 Standar Kompetensi Sradha 1.2 2.1 1.3 Kompetensi Dasar Menjelaskan pengertian dan fungsi Atman Menguraikan sifat-sifat Atman Menjelaskan hubungan dengan Brahman Atman Tingkatan Derajat Setara Bobot SKK : VI : Mahir 2 : Kelas XI s.1 2.2 7. Memahami ajaran Moksa sebagai tujuan tertinggi 2.3 26 .3 1.

4 Menguraikan jenis-jenis seni keagamaan (sakral dan profan) Menguraikan tujuan dan makna seni keagamaan (sakral dan profan) Menguraikan manfaat seni keagamaan Hindu dalam pembentukan kepribadian Melatih diri untuk memperagakan seni keagamaan Hindu sesuai kondisi setempat 27 . Memahami hakekat kepemimpinan Hindu 4.Standar Kompetensi Alam Semesta 3.2 6. Sad Warnaning Raja Niti.3 Kepemimpinan 4.3 6.1 Menguraikan kepemimpinan menurut ajaran Hindu.1 Menguraikan nilai-nilai kebenaran. estetika dan etika moral dalam Dharma Gita Menyanyikan Dharma Gita mengandung nilai-nilai budaya yang 5. estetika dan etika moral dalam Dharma Gita Menunjukkan contoh-contoh nilai kebenaran.2 Kompetensi Dasar Menguraikan proses terciptanya Bhuana Agung dan Bhuana Alit Menunjukkan sloka dan mitologi yang berkaitan dengan penciptaan Bhuana Agung dan Bhuana Alit Menjelaskan proses pralaya Agung dan Bhuana Alit Bhuana 3.2 Budaya 5. Memahami seni keagamaan Hindu 6.2 5.3 6.1 3.1 6. Panca Upaya Sandhi dan Nawa Natya Meneladani Hindu sifat-sifat kepemimpinan 4. Memahami proses penciptaan dan pralaya alam semesta 3. Memahami nilai-nilai budaya dalam Dharma Gita 5. seperti Panca Dasa Pramiteng Prabhu.

Memahami ajaran Tat Twam Asi sebagai landasan etika dan moral Memahami Catur Warna.1 9.3 8.3 Menjelaskan hubungan antara Warna dengan Catur Asrama Menjelaskan hubungan antara Asrama dengan Catur Purusartha Catur Catur 10.4 pelaksanaan Menguraikan syarat-syarat perka-winan menurut Hindu Menunjukkan contoh-contoh sistem perkawinan menurut daerah setempat Menjelaskan pengertian Tat Twam Asi Menunjukkan perilaku sebagai implementasi ajaran Tat Twam Asi Susila 9.2 10.Standar Kompetensi Yadnya 7.1 7.3 8. hakikat Wiwaha Menjelaskan Wiwaha sistim dan tujuan dan 7. 10.2 8.4 Menunjukkan contoh-contoh Catur Warna dan Catur Asrama dalam masyarakat Hindu 28 .2 10. Catur Asrama dan Catur Purusartha 9.1 Menjelaskan pengertian dan bagianbagian Catur Warna. Catur Asmara dan Catur Purusartha 10.2 Kompetensi Dasar Menguraikan hakikat dan tujuan Yadnya Menyebutkan bentuk-bentuk pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan nyata dan kehidupan masyarakat setempat Mengaplikasikan nilai-nilai Yadnya dalam kehidupan nyata dan kehidupan masyarakat setempat Menguraikan pengertian. Memahami pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan 7. Memahami perkawinan menurut Hindu (Wiwaha) 8.1 8.

2 Menjelaskan makna isi pokok Weda Sruti dan Smerti 12.1 Menguraikan isi pokok Weda Sruti dan Smerti 11.Standar Kompetensi Kitab Suci 11.2 Menguraikan Hindu sumber-sumber hukum 12. kegiatan pembelajaran. Seluruh materi SK dan KD pada masing-masing tingkatan/derajat dibagi ke dalam satuan kredit kompetensi (SKK) secara seimbang sebanyak yang ditentukan untuk tingkatan/derajat yang dimaksud. Memahami Weda sebagai sumber hukum Hindu 12. Arah Pengembangan Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran ini menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.3 Melakukan upaya mentaati hukum Hindu dalam kehidupan keagamaan dalam kerangka hukum nasional F. 29 . Memahami pokokpokok ajaran Weda Kompetensi Dasar 11.1 Menjelaskan pengertian hukum Hindu 12.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful