P. 1
Kurikulum Modern

Kurikulum Modern

|Views: 239|Likes:
Published by Sawal Udin

More info:

Published by: Sawal Udin on Feb 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2015

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.

Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapaitujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan.Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapaihasil yang maksimal.Mengembangkan kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dansederhana karena banyak sekali pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk dipertimbangkan. Misalnya: Apakah yang ingin dicapai? Manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah yang diutamakan kebutuhansekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan ataudiperlukan sebagai orang dewasa? Dan segudang pertanyaan lagi yangkesemuanya menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yaitu asasfilosotis, asas psikologis, asas sosiologis dan asas organisatoris.Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasarandan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal.Buku ini penting bagi para mahasiswa, para guru dan siapa saja yang berminat dan berkecimpung di bidang pendidikan

DAFTAR ISI Kata Pengantar Bab 1 : Pengertian Dan Asas-Asas KurikulumBab 2 : Asas-Asas FisiologiBab 3 : Asas Psikologis Anak Bab 4 : Asas Psikologis Anak Bab 5 : Proses Perubahan Dan Perbaikan KurikulumBab 6 : Kurikulum Dan MasyarakatBab 7 : Organisasi KurikulumBab 8 : Menentukan Scope Dan Sequence Dalam Pembinaan KurikulumBab 9 : Mengubah KurikulumBab 10 : Penutup

BAB1 1PENGERTIAN DAN ASAS-ASAS KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa dikemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yangakan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah itu. Jadi barangsiapayang menguasai kurikulum memegang nasib bangsa dan negara. Maka dapatdipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang begitu vital bagi perkembangan bangsa dipegang oleh pemerintah suatu negara. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum itu. Oleh sebab setiap gurumerupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum, maka ia harus pulamemahami seluk-beluk kurikulum. Hingga batas tertentu, dalam skala mikro, guru juga seorang pengembang kurikulum bagi kelasnya.

APA YANG D IMAKSUD DENGAN KURIKULUM Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikansejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalamkamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamustahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: "1. a race course; a place for running; achariot. 2. a course in general; applied particulary to the course of study in auniversity". Jadi dengan "kurikulum" dimaksud suatu jarak yang harus ditempuholeh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. "Kurikulum" juga berarti "chariot," semacam kereta pacu pada zaman dulu, yakni suatu alatyang membawa seorang dari "start" sampai "finish".Di samping penggunaan "kurikulum" semula dalam bidang olah raga,kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kasus Webster tahun 1955 "kurikulum diberi arti "'a. A course esp.a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to adegree. b. The whole body of courses offered in an educational institution, or departme.nt thereof, -. the usual sense." Di sini "kurikulum" khusus digunakandalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah ataumata kuliah di perguruan tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatuijazah atau tingkat. "Kurikulum" juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikanoleh suatu lembaga pendidikan.Di Indonesia istilah "kurikulum" boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang ,memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah "rencana pelajaran". Padahakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai "a plan for learning", yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak.Dalam buku ini kami gunakan istilah "kurikulum," karena pengertiankurikulum banyak mengalami perkembangan, berkat pemikiran yang banyak olehtokoh-tokoh pendidikan mengenai kurikulum, sehingga dapat meliputi hal-halyang tidak direncanakan, namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran , akan tetapi mendapat liputanyang jauh lebih luas. Maka karena itu istilah "rencana pelajaran" rasanyaterlampau sempit dan terikat oleh pengertian tradisional, yang sangat terbatas pada bahan pelajaran dalam buku pelajaran.Dalam teori, tetapi juga dalam praktik, pengertian kurikulum yang lamasudah banyak ditinggalkan. Para ahli pendidikan kebanyakan memberi arti dan isiyang lebih luas daripada semula. Selain itu pengertiannya pun senantiasa dapat berkembang dan mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain terjadi karenaorang tak kunjung puas dengan hasil pendidikan sekolah dan selalu inginmemperbaikinya. Memang tak mungkin disusun suatu kurikulum yang baik sertamantap sepanjang zaman. Suatu kurikulum hanya mungkin baik untuk suatumasyarakat tertentu pada masa tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman.Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan,dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum.Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harusdilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atauketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin seringdiperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teorikurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila suatu teori kurikulum baru menjadikenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antaralain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada,merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripadamencobakan hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Itusebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. B teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman.Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan,dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum.Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harusdilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atauketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin seringdiperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah

4.2. The term is used . perubahan tenaga mengajar.5. Ada pula ibu-ibuyang tak puas dan merasa bosan hanya terikat oleh rutin rumah tangga dan ingin menentukan karirnya sendiri."Ragan mengunakan kurikulum dalam arti yang luas. pendidikan seks. Menurutmereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar.O. Misalnya. di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. 3. bimbingan dan penyuluhan. B. dalam Reorganizing the High-School Curriculum (1965)memandang kurikulum sebagai "all of the activities that are provided for students by the school". W.Perubahan zaman memberi tugas-tugas baru kepada sekolah. on the playground. pemerintah. J. " The Curriculum is the sum total of school's efforts to influencelearning. yang meliputiseluruh program dan kehidupan dalam sekolah.sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketiga-tiganya . agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya. metode mengajar. di antaranya tugas-tugas yang sediakala dipikul oleh lembaga-lembaga lain seperti rumah tangga. Jadi hubungan sosialantara guru dan murid. Lloyd Trump dan Delmas F. or out of school. whether in the clasroom.melainkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukatif. J. jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya. Harlan Shores memandang kurikulumsebagai "a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking andacting". Miller dalam buku Secondary Schoollmprovemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas. Pengertian yang dianut oleh seseorang akanmempengaruhi kegiatan belajar-mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. agama. Seperti halnya dengan definisi Saylor dan Alexander. Demikian pula soal kesehatan jasmani anak. akan tetapi juga meliputikegiatan-kegiatan lain. pendidikan.Ketiga aspek pokok. dan hal-hal lainlambat laun digeser tanggung-jawab pendidikannya kepada sekolah. cara mengevaluasi termasuk kurikulum. Ragan.merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripadamencobakan hal-hal baru. pencegahanminum alkohol atau ganja. Itusebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. dan tidak sempat lagimendidik anaknya dalam keterampilan rumah tangga. and the nation to bring tothe children the finest. Bukan sesuatu yang aneh. perubahan zaman menuntut kurikulum baru dan sering juga pengertian baru mengenai makna kurikulum itu sendiri. Akhirnya setiap pendidik. Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalamansiswa di luar mata pelajaran tradisional. yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung-jawab sekolah. Stanley.. Dengandemikian kurikulum sekolah tidak hanya meliputi mata pelajaran tradisional. caramengevaluasi murid dan seluruh program. kepramukaan.keamanan lalu lintas. Alexander dalam buku Curriculum Planningfor Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut. menjahit.1. supervisi dan administrasi dan hal-hal strukturalmengenai waktu.Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah timbulah berbagai macamdefinisi kurikulum.Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler. Othanel Smith. keterampilan vokasional." Jadisegala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. dan pekerjaan lain dari ibunya. apakah dalamruangan kelas.senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teorikurikulum. yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda. mengurus rumah. dan lain-lain. William B. dan J. di dalam maupun di luar sekolah. It denotes the results of efferorts on the part of the adults of the community. Galen Saylor dan William M. Albertycs. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966)menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: "The tendency in recent decadeshas ben to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. setiap guru harus menentukan sendiriapakah kurikulum itu bagi dirinya. most whole some influences that exist in the culture. Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas.. BEBERAPADEFINISI KURIKULUM Seperti telah dikemukakan di atas.kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran. Harold B. yang berada di bawahtanggung jawab sekolah. sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnyakurikulum itu.Dunia modern sering mengharuskan ibu-ibu bekerja. di dalam dan luar kelas. petugas agama. Maka tugas ibu itudipercayakan kepada sekolah dengan memberi pelajaran PKK. anak-anak gadis biasanya belajar memasak.Di bawah ini kami berikan sejumlah definisi kurikulum menurut beberapaahli kurikulum. bila suatu teori kurikulum baru menjadikenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antaralain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada. program.

melainkan juga pribadi guru. kebiasaankebiasaan. masyarakat.menga n jur k a n. kecakapan. Ma k a Hild a Ta b a memilih posisi yang tidak terlampau luas dan tidak pula terlampau sempit. Smith dan kawankawan memandang . Kurikulum dilihatnya sebagai cara-cara dan usaha mencapai untuk mencapai tujuan persekolahan. Tiap k ur ik u lum. Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu. memuji. Ia dengan sengajamenggunakan istilah "schooling" untuk menjelaskan apa sebenarnya tugassekolah. Hilda Taba berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas mengaburkan pengertian kurikulumsehingga menghalangi pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum. Jikak ur ik u lum dir u mus kan s eba gai "sega la u sa ha yan g di lak u ka n oleh s ek ola h u nt u k memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi di dalam maupun di luar sekolah"a t a u s eb aga i" s eju mlah p enga la man ya ng p ot ens ia l dap at d ib er ik a n ol eh s ekola h d e n g a n t u j u a n a g a r a n a k d a n p e m u d a d i b i a s a k a n b e r p i k i r d a n b e r b u a t m e n u r u t k el omp ok a t au masya ra kat t emp at ia h idup ". cita-cita serta norma-norma. mela r an g a tau mengh uk u m.Langeveld seorang ahli pendidikan Belanda dalam bukunya Leerboek der Pedagogische Psychologie membedakan apa yang disebutnyaopvoedingsmiddelen dan opvoedingsfaktoren Istilah pertama berarti alat-alat pendidikan. K i t a lihat bahwa Alice Miel mencak up ked ua ha l it u da lam p enger t ia n k ur ik ulu mnyaya kn i ala t p en did ika n dan fak t or p e n d i d i k a n . b aga ima nap un p ol an ya. Ia membedakan tugas sekolah mengenai perkembangan anak dan tanggung jawab lembaga pendidikan lainnya sepertirumah tangga. Ist ila h k ed u a bera rt i fa kt or -faktor pendidikan. bah wa pa da ha kik at nya t ia p k ur ik u lum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berparsitipasi sebagai anggotayan g pr od ukt if da la m mas yr a ka tnya . yaitu segala sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh sipendidik terhadap anak-didik guna mempengaruhi kelakuannya. ben tu k d an k egia t a n bela ja r dan mengajar. karena definisi yang sempit tidak lagid i t e r i m a o l e h s e k o l a h m o d e r n . lembaga agama. Tak semua ahli kurikulum menganut pendirian yang begitu luas. Definisinya ialah "A Curriculum Consists of the means used to achieve or carry outgiven purposes of schooling". masyarakat. kepalasekolah serta seluruh pegawai sekolah. seperti menjelaskan. ma ka d efin is i yan g lu as it umemb uat n ya t idak fu ngs iona l. sehingga tidak mungkin dilakukandengan baik. Dalam bukunya Changing the Curriculum : a Social Process (1946) ismengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. sikap. yakni anak didik. meliputi keadaan lingkungan pendidikan seperti kebersihanr u a n g a n . keinginan.apresiasi.6. Definisi Miel tentang kurikulum sangat luas yang mencakup yangmeliputi bukan hanya pengetahuan. pegawai administrasi dan orang lainnyayang ada hubungannya dengan murid-murid ). Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak disekolah. dan akhirnya evaluasi hasil belajar. Memborong segala tanggung jawab atas pendidikan anak akanmerupakan beban yang terlampau berat. 7. s el al u m e m p u n y a i k o m p o n e n . y a k n i p e r n y a t a a n t e n t a n g t u j u a n d a n sa sara n. j a d i t i d a k m e r u p a k a n t i n d a k a n y a n g d i s e n g a j a . s eleks i da n orga n is as i ba h an d a n i si pela ja r a n. keyakinan. pengetahuan dan sikap orang-orang melayanidan dilayani sekolah.k o m p o n e n t e r t e n t u . suasanasekolah. K r u g d a l a m S h e S e c o n d a r y S c h o o l C u r r i c u l u m ( 1 960 )m en u njuk kan p en d ir ia n ya ng t erb at as t api r ea lis t is t ent a n g k ur ik ulu m. para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah. dan lain-lain.Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. k e r a m a h a n p e n d i d i k . Hild a Ta b a men gemuk a kan . Ed w a r d A .

Namun apa yang benarbenar dapat . jadi dapat disebut potential curriculum.kurikulum sebagai rangkaian pengala man yang secara potensial dapat diberikan kepada anak.

misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya. disebut actualcurriculum.B erbagai tafsiran tentang kurikulum .diwujudkan pada anak secara individual.

dapat kita tinjau dari segi lain. Kurikulum dapat dilihat sabagai .sehingga kita peroleh penggolongan sebagai sebagai berikut :1.

biasanya dalam suatu panitia. yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum. Hasilnya dituangkandalam bentuk buku atau pedoman .produk.

2.kurikulum. yakni alat yang . yang misalnya berisi sejumlahmata pelajaran yang harus diajarkan. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program.

dilakukanoleh sekolah untuk mencapai tujuannya. Ini dapat berupa mengajarkan berba gai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan .

pertandingan.yangdianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulansekola h. .3. warung sekolah dan lainlain. pramuka.

yakni pengetahuan. keterampilan tertentu. sikap. Apa .Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akandipelajari siswa.

4. Kurikulum sebagi pengalaman siswa. Ketiga pandangan diatas .yangdiharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benarbenar dipelajari.

berkenaandengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yangsecara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. . Ada kemungkinan.

bahwaapa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkanmenurut rencana.Mengenai masalah kurikulum senantiasa terdapat pendirian yang berbeda.beda. .

bahkan sering yang bertentangan. . Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah sesuatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru.

pada hal kurikulum itu pun mengandung .Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan denganmendiskredi tkan kurikulum yang lama.

Dalam praktiknya . sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampilkekurangann ya setelah berjalan dalam beberapa waktu.kebaikan.

Pada umumnya guru itu konservatif dancenderung berpegang pada .biasanya tidak dapat pertentangan yang begitu tajamseperti yang digambarkan dalam teorinya.

cara-cara yang lama yang telah dikuasainya danmenurut pengalamannya memberi hasil yang baik. Ia tidak mudah melepaskanyang lama yang sudah .

terbukti kebaikannya. sebelum ia yakin bahwa yang baruitu ternyata lebih baik lagi. Juga ada kemungkinan untuk mengawinkan yang barudengan yang .

lama. Maka karena itu jarang akan terdapat bahwa suatu teoritentang kurikulam dilaksanakan secara murni. Selain itu berbagai jenis kurikulumdapat .

Adanya berbagai tafsiran tentang kurikulum tak perlu merisaukan. karena justru dapat memberi dorongan untuk mengadakan .hidup bersama tanpa menimbulkan konflik.

Pandangan yang berbeda-beda itu memberi dinamikadalam pemikiran tentang kurikulum secara kontinu tanpa .bentuk kurikulum baru.inovasi mencari bentuk .

jadi menonjolkannya dalam bentuk .Bila dalam buku ini kami uraikan kurikulum dalam bentuk murninyamenurut teori yang mendasarinya.henti-hentinya.

yangekstrim. perlu kita ketahui bahwa dalam praktik pendidikan sering terjadicampuran atau adanya berbagai bentuk kurikulum yang hidup bersama secaradamai. .

ASAS-ASAS KURIKULUM Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhanakarena banyak hal yang harus dipertimbangkan .

Misalnya : Apakah yang ingin dicapai.dan banyak pertanyaan yang dapatdiajukan untuk diperhitungkan. manusiayang bagaimana yang diharapkan akan .

dibentuk? Apakah akan diutamakankebutuh an anak pada saat sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan. ataukah ia .

diperlakukan sebagai orang dewasa? Apakahkebutuhan anak itu? Apakah harus dipentingkan anak sebagai individu atausebagai anggota kelompok? .

Karena tak segala sesuatu yang direncanakan dapat direalisasikan. dan perkemahansekolah. makaterdapatlah kesenjangan antara idea dan real curriculum. 2.Apakah yang harus dipentingkan. organized classroominstruction. pengalaman kerja yang bertalian dengan pelajaran. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea. kegiatan-kegiatan tertentu di luar pengajaran itu. Kurikulum inilazim mengandung harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk. suatucitacita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk.Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan gunamencapai tujuan pendidikan. seperti bimbingan dan penyuluhan. mengajarkankejuju ran atau memberi rikulum pada : 1. yaitu pengajaran di dalam kelas. . Akan tetapi kegiatan-kegiatan akhir masih bersifat kontroversial.Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real. kegiatan pengabdianmasyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->