ETIKA MORAL DAN NILAI DALAM PRAKTIK KEBIDANAN

08:48 santri-metro No comments A. PENGERTIAN Kemajuan ilmu pengeahuan dan teknologi dalam segala bidang berpengaruh terhadap meningkatnya kritis masyarakat terhadap mutu pelayanan kebidanan. Sikap etis profesional bidan akan mewarnai dalam setiap langkahnya, termasuk dalam mengambil keputusan dalam merespon situasi yang muncul dalam asuhan. Etik merupakan suatu pertimbangan yang sistematis tentang perilaku benar atau salah, kebajikan atau kejahatan yang berhubungan dengan perilaku. Etik berfokus pada prinsip dan konsep yang membimbing manusia berfikir dan bertindak dalam kehidupanya dilandasi nilainilai yang di anutnya. Nilai (values) merupakan suatu proses dimana seseirang dapat mengerti sistem nilai-nilai yang melekat pada dirinya sendiri. Ada 3 fase dalam klarifikasi nilai-nilai yang perlu dipahami oleh bidan yaitu : pilihan, penghargaan, dan tindakan.

A. Ciri-ciri Profesional : 1. Menurut T. Raka Joni,1980 adalah sbb: a. Menguasai visi yang mendasari keterampilan.

b. Mempunyai wawasan filosofi. c. Mempunyai pertimbangan rasional

d. Memiliki sifat yang positif serta mengembangkan mutu kerja. 2. Menurut CV.Good a. b. memerlukan persiapan dan pendidikan khusus bagi pelaku. Memliki kecakapan profesional sesuai persyaratan yang telah dibakukan (organisasi profesi,pemerintah). c. Mendapat pengakuan dari masyarakat dan pemerintah. 3. Menurut Scein EH

b.a. i. Mempunyai kekuatan status dalam bidang keahliannya.sejawat. Membentuk perkmpulan profesi peraturan untuk profesi.2) menghindarkan berbuat suatu kesalahan. pendekatan berdasarkan asuhan atau pelayanan. menyatakan ada 4 pendekatan prinsip dalam etika kesehatan. meliputi:1) tindakan sebaiknya mengarah sebagai penghargaan terhadap kapasitas otonomi setiap orang. Mengambil keputusan demi kliennya. Terikat dengan pekerjaan seumur hidup. Pelayanan yang diberikan kepada klien berdasarkan kebutuhan objektif klien Lebih mengetahui apa yang baik untuk klien mempunyai otomi dalam mempertahankan tindakan h. e. Berorientasi pada pelayanan menggunakan keahlian demi kebutuhan klien. j. pengetahuan mereka dianggap khusus.3) dengan murah hati . Pengetahuan tentang perilaku etis dimulai dari pendidikan bidan dan berlanjut pada forum atau kegiatan ilmiah baik formal atau non formal dengan teman. Memiliki kelompok ilmu pengetahun dan keterampilan khusus melalui pendidikan dan pelatihan. g. B. profesi lain maupun masyarakat. f. yaitu : pendekatan berdasarkan prinsip. d. Tidak diperbolehkan mengadakan advertensi klien. Dalam membantu pemecahan masalah ini bidan mengunakan 2 pendekatan dalam asuhan kebidanan. Periaku Etis Profesional Bidan harus memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan asuhan kebidanan yang berkualitas bedasarjkan standar perilaku yang etis dalam praktis yang etis dalam praktik asuhan kebidanan. Pendekatan berdasarkan prinsip Menurut Beauchamp Childres. Mempunyai motivasi yang kuat atau panggilan sebagai landasan pemilihan kariernya dan mempunyai komitmen seumur hidup c. 1. berdasarkan aplikasi prinsip-prinsip dan teori.

Memberikan perlindungan bagi anggota profesi. Pelayanan yang berlandaskan sikap dan kemampuan profesional. Advokasi adalah memberikan saran dalam upaya melindungi dan mendukung hak-hak pasien. yaitu : a. Bidan harus menampilkan perilaku profesional a. d. . d.memberikan sesuatu yang bermanfaat dengan segala konsekuensinya. e. Komitmen utama pada asuhan kebidanan adalah bagaimana advokasi terhadap pasien dalam memberikan asuhan. b. Sehingga kualitas pelayanan kebidanan meningkat. b. Menyadari ketentuan hukum yang membatasi geraknya. Perspektif asuhan memberikan arah dengan cara bagaimana bidan dapat berbagi waktu untuk duduk bersam dengan pasien atau sejawat. c. c. Berlaku jujur Tidak melakukan tindakan coba-coba Tidak memberikan janji yang berlebihan Tidak melakukan tindakan tindakan yang semata-mata didorong oleh pertimbangan komersial. Mengenali batas-batas kemampuan. Ditujukan untuk kepentingan yang menerima. bertindak sesuai dengan keahliannya dan didukung oleh pengetahuan dan pengalaman serta ketrampilan. f.merupakan suatu kebahagiaan bila didasari etika. Pelayanan yang diberikan serasi dengan pandangan dan keyakinan profesi. Ada beberapa unsur pelayanan profesional. i. 2. menjamin keselamatan pasien menghormati terhadap ha-hak pasien. Memegang teguh etika profesi. Bermoral tinggi. h. g. Pendekatan Berdasarkan Asuhan Bidan memandang care atau asuhan sebagai dasar dan kewjiban moral.4) keadilaan menjelaskan tentang manfaat dan resiko yang dihadapi. Sikap etis profesional berari bekerja sesuai standar melaksanakan advokasi.

Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama. Pasien berhak menerima konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di RS tsb k. Kewajiban Pasien . Hak dan Kewajiban Pasien dan Bidan 1. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama perawatan di RS. s. p. Pasien berhak mendapatkan informasi g. q. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi adil dan makmur. r. 2. Hak untuk menentukan diri sendiri. b.C. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasi. o. h. Pasien berhak meolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya. Pasien berhak mendapat pendampingan suami selama proses persalinan berlangsung. t. Pasien berhak menerima arau menolak imbingan moril atau spiritual. Pasien berhak mendapatkan perlindungan hukum atas terjadinya kasus mal praktek. u. Hak Pasien a. Pasian berhak menyetujui atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya. Pasien berhak mendapat informasi m. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya. Pasien berhak melihat rekam medik. Pasien berhak meminta atas ³privacy´ dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data data medisnya. l. i. Pasien berhak didmpingi keluarganya dalam keadaan kritis. j. e. c. f. n. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya. pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di RS. Pasien berhak memperoleh asuhan kebidanan sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasi. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat kritis dan mendapat etisnya tanpa campur tangan dari pihak luar. d.

Bidan wajib mematuhi kewajiban RS. d. b. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan RS. d. Bidan berhak untuk bekerja sesuai dengan sesuai dengan standar profesi pada setiap tingkat/ c. Bidan berhak atas kesempatan untuk untuk meningkatkan jenjang karir. d. c.bidan. 4. Bidan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada dokter yang mempunyai kemampuan sesuai dengan kebutuhan pasien. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban memenuhi hal-hal yang selalu disepakati. Bidan berhak atas privasi apabila nama baik dicemarkan baik oleh pasien. Bidan wajib memberi kesempatan kepada pasien untuk didampingi oleh suami/keluarga. b. c. Bidan erhak menolak keinginan pasien/klien dan keluarga yang bertentangan dengan paraturan perundangan.. Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan. Bidan berhak mendapat kompensasi dan kesejahteraan yang sesuai. Hak Bidan a. Kewajiban Bidan a. 3. Bidan berhak mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. e.perawat yang merawatnya. Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan tata tertib RS. . b. f. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuai dengan standar profesi dengan menghorati hak pasien.a. g.

j. f.keadilan dalam pelayanan dimulai dari: pemenuhan kebutuhan klien sesuai. Bidan wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan yang akan dilakukan serta resiko yang mungkin dapat timbul. merupakan alat untuk mengambil keputusan. E. k. Etika Pelayanan Kebidanan Pelayanan kebidanan tergantung bagaimana struktur sosial budaya masyarakat dan teramasuk kondisi sosial ekonomi. Kegunaan dokumentasi adalah sbb: 1. kepuasan yang mengacu pada penerapan semua persyaratanpelayanan kebidanan.empati. Bidan wajib memberi kesempatan kepada pasien untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. Dimensi kepuasan pasien meliputi 2 hal : 1.sumber daya pelayanan kebidanan untuk meningkatkan pelayanan kebidanan dan keterjangkauan tempat pelayanan. Bidan wajib meminta persetujuan tertulis.e. sosial demografi. Bidan wajib bekerja sama dengan profesi lain dalam memberikan asuhan kebidanan. Bidan wajib mengikuti pekembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi serta menambah ilmu pengetahuanya melalui pendidikan formal atau non formal. simpati. Bidan wajib mendokmentasikan asuhan kebidanan yang diberikan. 3. Pelayanan kebidanan meliputi aspek biopsikososial spiritual dan kultural. i. perencanaan. Sebagai data atau fakta yang dapat dipakai untuk mendukung ilmu pengetahuan. h. D. Kepuasan mengacu penerapan kode etik dan standar pelayanan profesi 2. Pelaksanaan Etika dalamPelayanan Kebidanan . sebagai sarana penyimpanan berkas agar tetap aman dan terpelihara dengan baik. Bidan wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien.ikhlas. 2. Pasien memerlukan bidan yang mempunyai karakter semangat melayani.memberi kepuasan. g. pengomtrolan terhadap suatu masalah.

Agar calon akseptor mampu memahami manfaat KB bagi dirinya dan keluarga b. Terbuka terhadap pendapat orang lain Mampu mengenali hambatan psikologis sosial dan budaya Langkah-langkah pelaksanaan konseling meliputi : a. Mampu untuk empati c. Etika dalam penelitian kebidanan Menurut kode etik bidan internasional adalah bahwa bidna seharusnya meningkatkan pengetahuannya melalui berbagai proses seperti dari pengalaman pelayanan kebidanan dan dari . Menjadi pendengar yang aktif dan baik d. 1.bidan menyiapkan informed consent secara tertulis. f.Area kewenangan bidan tertuang dalam Kepmenkes 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang registrasidan praktik bidan. Etika dalam pelayanan kontrasepsi Pemilihan alat kontrsepsi merupakan hakklien dan suami untuk merencanakan pengaturan kelahiran mereka Tujuan konseling kontrasepsi adalah: a. Minat untuk menolong orang lain b. Memberikan penjelasan disertai penunjukan alat-alat kontrasepsi Setelah klien memutuskan memilih salah satu alat kontrasepsi. Menggali permasalahan yang dihadapi calon akseptor c. Mempunyai pengamatan yang tajam e. 2. Calon akseptor mempunyai pengetahuan yang baik tentang alasan menggunakan KB dan segala hal yang berkaitan dengan kontrasepsi Bidan sebagai konselor harus memiliki kepribadian sbb: a. Menciptakan suasana dan hubungan saling percaya b.

bahwa dalam mengadakan penelitian. penelitian wajib menjelaskan sejelas-jelasnya kepada objek penelitian. Menurut Helsinski prinsip dasar penelitian yang mengambil objek manusia harus memenuhi ketentuan : 1. Harus sesuai dengan prinsip ilmiah dan harus didasarkan pengetahuan yang cukup dari dukungan kepustakaan ilmiah. b.juga perlu adanya pemahaman yang adekuat dari objek penelitian 3. Memajukan ilmu pengetahuan dalam kaitan untuk meningkatkan pelayanan. Syarat Penelitian kebidanan 1. Bermanfaat bagi umat manusia 2. F. Kerahasiaan . Pada dasarnya penelitian bertujuan untuk : a. Harus selalu dibandingkan rasio untung . rugi resiko. Tidak membahayakan objek 4.riset kebidanan. Bidan harus siap untukmengadakan penelitian dan siap untuk memberikan pelayanan berdasarkan hasil penelitian. 2.selain itu penelitian perlu diyakinkan bahwa informasi yang diberikan sudah adekuat. Bidan wajib mendukung penelitian yang bertujuan memajukan ilmu pengetahuan kebidanan. Informed Consent Penelitian Setiap profesi perlu mengatur anggotanya. Suka rela/ voluntary Tidak ada unsur paksaan atau tekanan secara langsung maupun tidak langsung atau adanya unsur ingin menyenangkan atau adanya ketergantungan dan diperlukan informed consent. Tidak merugikan atau menjadikan beban baik waktu 5. 3. Kemajuan dalam bidang penelitian itu sendiri.

Masalah sensitif Masalah sensitif artinya informasiyang dicari peneliti bisa sangat sensitif dan pribadi. .termasuk juga kelompok minoritas dalam suatu masyarakat. 4. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada penelitian kebidnan 1.untuk penelitian pada kelompok tersebut masalah etika perlu benar-benar diperhatikan agar tidak melanggar hak objek penelitian atau terjadi eksploitasi dan eksperimen yang melanggar kode etik penelitian. Privacy Penelitian seharusnya tidak mengganggu keleluasaan diri atau privacy dalamhalrasa hormat dan harga diri. NAPZA. orang cacat yang tidak kompeten dalam mengambil keputusan. anakbalita. aspek sosial budaya dan tidak mengganggu ketenangan hidup dan keleluasaan diri atau gerak. 5. usia lanjut. kelmpok. Kelompok rawa Kelompok rawan meliputi: wanita hamil. orang sakit berat. bayi. maupun institusi . orang sakit mental. G. PHS. 2. misalnya informasi tentang objek penelitian dalam hal penderita AIDS/HIV positif.Tidak boleh membuka identitas objek penelitian baik individu. Keahlian peneliti Untuk penelitian klinik menyangkut manusia tidak boleh bersifat trial/coba-coba. penyimpangan perilaku sex. hal ni juga berkaitan dengan kerahasiaan dan masalah pribadi. KDRT. Adanya jaminan kerahasiaan dari responden dapat memberikan rasa aman dan akan meningkatkan keabsahan data yang diberikan. tetapi harus didasari keilmuan yang kuat dan dilakukan oleh orang yang kompeten ilmunya.

Berhubungan dengans pengaturan hal-hal yg bersifat abstrak 11.3. tindak tanduk orang dalam menjalankan tugas profesinya yg biasa disebut kode etik profesi. Menjaga otonomi dari setiap individu khususnya Bidan dan Klien 2. Mengatur sikap. Pemakaian atau prosedur perijinan Untuk melakukan penelitian harus ijin secara tertulis. Etik ialah suatu cabang ilmu filsafat. Menjaga privacy setiap individu 4. Etika diartikan "sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehandak dengan didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan". Mendapatkan informasi tenfang hal yg sebenarnya 9. Memfasilitasi proses pemecahan masalah etik 12. apakah benar atau salah. 1994) ETIK adalah aplikasi dari proses & teori filsafat moral terhadap kenyataan yg sebenarnya. FUNGSI ETIKA DAN MORALITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN 1. buruk. H. Memberikan petunjuk terhadap tingkah laku/perilaku manusia antara baik. Mengatur manusia untuk berbuat adil dan bijaksana sesuai dengan porsinya 5. dan penyelesaiannya baik atau tidak (Jones. Mengarahkan pola pikir seseorang dalam bertindak atau dalam menganalisis suatu masalah 7. Menjaga kita untuk melakukan tindakan kebaikan dan mencegah tindakan yg merugikan/membahayakan orang lain 3. Mengatur hal-hal yang bersifat praktik 13. . setelah melalui study pendahuluan dan melalui pengkajian proposal penelitian. I. TEORI MORAL Teori moral mencoba memformulasikan suatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan masalah-masalah etik. Hal ini berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar & konsep yg membimbing makhluk hidup dalam berpikir & bertindak serta menekankan nilai-nilai mereka. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa etik adalah disiplin yang mempelajari tentang baik atau buruk sikap tindakan manusia. Dengan etik kita mengatahui apakah suatu tindakan itu dapat diterima dan apa alasannya 6. Menghasilkan tindakan yg benar 8. Etika merupakan bagian filosofis yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan. benar atau salah sesuai dengan moral yg berlaku pada umumnya 10. Mengatur tata cara pergaulan baik di dalam tata tertib masyarakat maupun tata cara di dalam organisasi profesi 14.

Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi . Dari segi ini kode etik juga disebut kode kehormatan. K. Dalam hal kesejahteraan materil angota profesi kode etik umumnya menerapkan laranganlarangan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang merugikan kesejahteraan. TUJUAN KODE ETIK Pada dasarnya tujuan menciptakan atau merumuskan kode etik suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi. 3). Kode etik juga menciptakan peraturan-peraturan yang ditujukan kepada pembahasan tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur para anggota profesi dalam interaksinya dengan sesama anggota profesi. Pasien memiliki hak terhadap bidan atas pelayanan yang diterimanya. 2). yaitu pasien. setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak tanduk atau kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi di dunia luar.J. Oleh karena itu. Untuk menjunjung tinggi martabat dan citra profesi Dalam hal ini yang dijaga adalah image dad pihak luar atau masyarakat mencegah orang luar memandang rendah atau remeh suatu profesi. Untuk menjaga dan memelihara kesejahtraan para anggota Yang dimaksud kesejahteraan ialah kesejahteraan material dan spiritual atau mental. Secara umum tujuan menciptakan kode etik adalah sebagai berikut: 1). Hak pasti berhubungan dengan individu. jadi hak adalah sesuatu yang diterima oleh pasien. Seharusnya juga ada hak yang harus diterima oleh bidan dan kewajiban yang harus diberikan oleh pasien. Sedang kewajiban adalah suatu yang diberikan oleh bidan. Sedangkan bidan mempunyai kewajiban/keharusan untuk pasien. HAK KEWAJIBAN DAN TANGGUNGJAWAB Hak dan kewajiban adalah hubungan timbal balik dalam kehidupan sosial sehari-hari.

blogspot.html . tujuan dan bab. L. 4). http://walidrahmanto. Sebagai pedoman dalam berperilaku. Untuk meningkatkan mutu profesi Kode etik juga memuat tentang norma-norma serta anjuran agar profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu profesi sesuai dengan bidang pengabdiannya. Selain itu kode etik juga mengatur bagaimana cara memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi. kode etik bidan Indonesia mengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah. KODE ETIK BIDAN Kode etik bidan di Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disyahkan dalam kongres nasional IBI X tahun 1988. sedang petunjuk pelaksanaanya disyahkan dalam rapat kerja nasional (RAKERNAS) IBI tahun 1991. kemudian disempurnakan dan disyahkan pada kongres nasional IBI XII tahun 1998. sehingga para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian profesinya. M. Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh organisasi untuk para anggotanya.com/2011/12/etika-moral-dan-nilai-dalam-praktik.Dalam hal ini kode etik juga berisi tujuan pengabdian profesi tertentu. Penetapan kode etik IBI harus dilakukan dalam kongres IBI. Oleh karena itu kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan oleh para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful