P. 1
Pengertian Komunikasi Terapeutik

Pengertian Komunikasi Terapeutik

|Views: 1,416|Likes:

More info:

Published by: Nofi Antika Venvibecha on Feb 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

I.1

Pengertian Komunikasi Terapeutik Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communis atau dalam bahasa

Inggris common, artinya sama. Apabila kita berkomunikasi (to communicate), berarti bahwa kita dalam keadaan berusaha untuk menimbulkan sesuatu persamaan (commoness) dalam hal sikap dengan seseorang. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, view 20 Juli 2009, via Google memaparakan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak mempengaruhi diantara keduanya Komunikasi terapeutik adalah proses penyampaian pesan, makna dan pemahaman perawat untuk memfasilitasi proses penyembuhan pasien. Mustikasari, 2006 menyatakan bahwa komunikasi menjadi penting karena dapat menjadi sarana membina yang baik antara pasien dengan tenaga kesehatan,dapat melihat perubahan prilaku pasien, sebagai kunci keberhasilan tindakan kesehatan, sebagai tolak ukur kepuasan pasien dan keluhan tindakan dan rehabilitasi. Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar perawat dengan pasien. Persoalan mendasar dan komunikasi inI adalah adanya saling membutuhkan antara perawat dan pasien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara perawat dan pasien, perawat membantu dan pasien menerima bantuan. Komunikasi terapeutik bukan pekerjaan yang bisa dikesampingkan, namun harus direncanakan, disengaja, dan merupakan tindakan profesional.

I.2

Manfaat Komunikasi Terapeutik Manfaat komunikasi terapeutik adalah untuk mendorong dan menganjurkan

kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat dan pasien. Mengidentifikasi. mengungkap perasaan dan mengkaji masalah dan evaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat. I.3 Tujuan Komunikasi Terapeutik.

Menurut Purwanto tujuan dari komunikasi terapeutik : a. Membantu pasien memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran mempertahankan kekuatan egonya. b. Membantu mengambil tindakan yang efektif untuk mengubah situasi yang ada. c. Mengurangi keraguan, membantu dalam pengambilan tindakan yang efektif dan mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan dirinya. Kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan perawat-pasien, Bila perawat tidak memperhatikan hal ini, hubungan perawat-pasien tersebut bukanlah hubungan yang memberikan dampak terapeutik yang mempercepat kesembuhan pasien, tetapi hubungan sosial biasa.

BAB II UNSUR KOMUNIKASI TERAPEUTIK DAN PENGHAMBAT II. Media: metode yang digunakan dalam pesan yaitu kata. 3. ide atau perasaan. Pesan: informasi yang diterima. Umpan balik: penerima pesan memberikan informasi/ pesan kembali kepada pengirim pesan dalam bentuk komunikasi yang efektif. Sender (pemberi pesan): individu yang bertugas mengirimkan pesan 2 .2 Jenis Komunikasi Terapeutik Komunikasi merupakan proses kompleks yang melibatkan perilaku dan memungkinkan individu untuk berhubungan dengan orang lain dan dunia sekitarnya. bisa berupa kata.Receiver (penerima pesan): seseorang yang menerima pesan. bisa dengan cara ditulis. Berbentuk pesan yang sudah diinterpretasikan. dan Tappen (1995) dalam Purba (2003) ada tiga jenis komunikasi yaitu verbal. Menurut Potter dan Perry (1993) dalam Purba (2003). 5. 4. tertulis dan non-verbal yang dimanifestasikan secara terapeutik. interpersonal dan publik. komunikasi terjadi pada tiga tingkatan yaitu intrapersonal. diucapkan. Menurut Potter dan Perry (1993). . Swansburg (1990). diraba atau dicium.1 Unsur-unsur komunikasi Ada beberapa komponen dalam proses komunikasi yaitu 1. Szilagyi (1984). II.

Komunikasi verbal biasanya lebih akurat dan tepat waktu. pendek dan langsung. Ringkas. Penggunaan contoh bisa membuat penjelasan lebih mudah untuk dipahami. Makin sedikit kata-kata yang digunakan makin kecil keniungkinan teijadinya kerancuan. kapan. Komunikasi Verbal yang efektif harus: 1) Jelas dan ringkas Komunikasi yang efektif harus sederhana. 2) Perbendaharaan Kata (Mudah dipahami) Komunikasi tidak akan berhasil. jika pengirim pesan tidak mampu menerjemahkan kata dan ucapan. observasi dan ingatan. dan menguji minat seseorang. . Keuntungan komunikasi verbal dalam tatap muka yaitu memungkinkan tiap individu untuk berespon secara langsung. siapa dan dimana. bagaimana.1. Kata-kata adalah alat atau simbol yang dipakai untuk mengekspresikan ide atau perasaan. Komunikasi Verbal Jenis komunikasi yang paling lazim digunakan dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah pertukaran informasi secara verbal terutama pembicaraan dengan tatap muka. Banyak istilah teknis yang digunakan dalam keperawatan dan kedokteran. dan jika ini digunakan oleh perawat. dengan menggunakan kata-kata yang mengekspresikan ide secara sederhana. Ulang bagian yang penting dari pesan yang disampaikan. membangkitkan respon emosional. Kejelasan dapat dicapai dengan berbicara secara lambat dan mengucapkannya dengan jelas. Penerimaan pesan perlu mengetahui apa. Sering juga untuk menyampaikan arti yang tersembunyi. atau menguraikan obyek. mengapa.

terutama sangat penting ketika menjelaskan tujuan terapi. Perawat juga bisa menanyakan kepada pendengar apakah ia berbicara terlalu lambat atau terlalu cepat dan perlu untuk diulang . perasaan atau ide yang terdapat dalam suatu kata. Selaan yang lama dan pengalihan yang cepat pada pokok pembicaraan lain mungkin akan menimbulkan kesan bahwa perawat sedang menyembunyikan sesuatu terhadap klien. Selaan perlu digunakan untuk menekankan pada hal tertentu. Daripada mengatakan ³Duduk. sedangkan arti konotatif merupakan pikiran. Perawat sebaiknya tidak berbicara dengan cepat sehingga kata-kata tidak jelas. Ketika berkomunikasi dengan keperawat harus hati-hati memilih kata-kata sehingga tidak mudah untuk disalah tafsirkan. 4) Selaan dan kesempatan berbicara Kecepatan dan tempo bicara yang tepat turut menentukan keberhasilan komunikasi verbal. menyimak isyarat nonverbal dari pendengar yang mungkin menunjukkan. Selaan yang tepat dapat dilakukan dengan memikirkan apa yang akan dikatakan sebelum mengucapkannya. sementara saya akan mengauskultasi paru paru anda´ akan lebih baik jika dikatakan ³Duduklah sementara saya mendengarkan paru-paru anda´. Kata serius dipahami klien sebagai suatu kondisi mendekati kematian. terapi dan kondisi klien. Ucapkan pesan dengan istilah yang dimengerti klien. 3) Arti denotatif dan konotatif Arti denotatif memberikan pengertian yang sama terhadap kata yang digunakan. memberi waktu kepada pendengar untuk mendengarkan dan memahami arti kata. tetapi perawat akan menggunakan kata kritis untuk menjelaskan keadaan yang mendekati kematian.klien dapat menjadi bingung dan tidak mampu mengikuti petunjuk atau mempelajari informasi penting.

laporan. 2. Sullivan dan Deane (1988) dalam Purba (2006) melaporkan bahwa humor merangsang produksi catecholamines dan hormon yang menimbulkan perasaan sehat. iklan di surat kabar dan lain. meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit. Komunikasi Tertulis Komunikasi tertulis merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sering digunakan dalam bisnis. Begitu pula komunikasi verbal akan lebih bermakna jika pesan yang disampaikan berkaitan dengan minat dan kebutuhan klien. tidak waktunya untuk menjelaskan resiko operasi. tetapi waktu tidak tepat dapat menghalangi penerimaan pesan secara akurat.lain. Oleh karena itu. Bila klien sedang menangis kesakitan. memfasilitasi relaksasi pernapasan dan menggunakan humor untuk menutupi rasa takut dan tidak enak atau menutupi ketidak mampuannya untuk berkomunikasi dengan klien. perawat harus peka terhadap ketepatan waktu untuk berkomunikasi. . pembuatan memo. dan meningkatkan keberhasilan perawat dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien.5) Waktu dan Relevansi Waktu yang tepat sangat penting untuk menangkap pesan. seperti komunikasi melalui surat menyurat. mengurangi ansietas. 6) Humor Dugan (1989) dalam Purba (2003) mengatakan bahwa tertawa membantu pengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stres. Kendatipun pesan diucapkan secara jelas dan singkat.

misalnya surat yang telah diarsipkan. 5) Pedoman atau dasar bertindak. misalnya surat keputusan. 2) Alat pengingat/berpikir bilamana diperlukan. 3) Dokumentasi historis. 4) Jaminan keamanan. . persetujuan operasi. misalnya. misalnya surat dalam arsip lama yang digali kembali untuk mengetahui perkembangan masa lampau. umpamanya surat keterangan jalan. surat pengangkatan. surat perintah.Prinsip-prinsip komunikasi tertulis terdiri dari : 1) Lengkap 2) Ringkas 3) Pertimbangan 4) Konkrit 5) Jelas 6) Sopan 7) Benar Fungsi komunikasi tertulis adalah: 1) Sebagai tanda bukti tertulis yang otentik.

Morris (1977) dalam Liliweni (2004) membagi pesan non verbal sebagai berikut: 1) Kinesik Kinesik adalah pesan non verbal yang diimplementasikan dalam bentuk bahasa isyarat tubuh atau anggota tubuh. Merupakan cara yang paling meyakinkan untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. obat yang mujarab. Perawat perlu menyadari pesan verbal dan non-verbal yang disampaikan klien mulai dan saat pengkajian sampai evaluasi asuhan keperawatan. . karena isyarat non verbal menambah arti terhadap pesan verbal. cara memakai kondom.3. Komunikasi Non Verbal Komunikasi non-verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan katakata. dan lain-lain. para penyuluh tidak saja menggunakan kata-kata secara verbal tetapi juga memperkuat pesan-pesan itu dengan bahasa isyarat untuk mengatakan suatu penyakit yang berbahaya. cara mengaduk obat. 2) Proksemik Proksemik yaitn bahasa non verbal yang ditunjukkan oleh ³ruang´ dan ³jarak´ antara individu dengan orang lain waktu berkomunikasi atau antara individu dengan objek. Perhatikan bahwa dalam pengalihan informasi mengenai kesehatan. Perawat yang mendektesi suatu kondisi dan menentukan kebutuhan asuhan keperawatan.

maka makin tinggi status sosial orang itu. televisi. mobil. Atas dasar itu maka ada ahli kumunikasi non verbal yang mengatakan haptik itu sama dengan menepuk-nepuk. mengelus dan mencubit. komputer mungkin sekedar benda. meraba-raba. mirip dengan orang jawa yang tidak mengungkapkan kemarahan dengan suara yang keras. 5) Artifak Kita memahami artifak dalam komunikasi komunikasi non verbal dengan pelbagai benda material disekitar kita. Namun dalam situasi sosial tertentu benda-benda itu memberikan pesan kepada orang lain. kulkas. . orang-orang Muang Thai merupakan orang yang rendah hati. memegang. Ini berbeda dengan orang Batak dan Timor yang mengungkapkan segala sesuatu dengan suara keras. Haptik mengkomunikasikan relasi anda dengan seseorang. Makin mahal mobil yang mereka pakai. pakaian. 4) Paralinguistik Paralinguistik meliputi setiap penggunaan suara sehingga dia bermanfaat kalau kita hendak menginterprestasikan simbol verbal. artinya tidak ada lagi jarak di antara dua orang waktu berkomunikasi.3) Haptik Haptik seringkali disebut zero proxemics. Kita dapat menduga status sosial seseorang dan pakaian atau mobil yang mereka gunakan. Mengeritik orang lain biasanya tidak diungkapkan secara langsung tetapi dengan anekdot. Sebagai contoh. Sepeda motor. lalu bagaimana cara benda-benda itu digunakan untuk menampilkan pesan tatkala dipergunakan.

gendut. gemuk. bungkuk. dan lain-lain). ceking. artinya bagaimana kita merancang pesan sedemikian rupa sehingga mampu mempengaruhi orang lain agar mereka dapat mengetahui informasi. Tipe tubuh itu merupakan cap atau warna yang kita berikan kepada orang itu. terutama bagi organisasi swasta. Kita sering menilai seseorang mulai dari warna kulitnya. tipe tubuh (atletis. Ikhlas (Genuiness) Semua perasaan negatif yang dimiliki oleh pasien barus bisa diterima dan pendekatan individu dengan verbal maupun non verbal akan . Bentuk logo umumnya berukuran kecil dengan pilihan bentuk. (Liliweri. II.6) Logo dan Warna Kreasi pan perancang untuk menciptakan logo dalam penyuluhan merupaka karya komunikasi bisnis. memutuskan untuk membeli atau menolak produk bisnis yang disebarluaskan oleh sumber informasi. warna dan huruf yang mengandung visi dan misi organisasi. 7) Tampilan Fisik Tubuh Acapkali anda mempunyai kesan tertentu terhadap tampilan fisik tubuh dari lawan bicara anda. menikmati informasi. namun model keija m dapat ditirn dalam komunikasi kesehatan. Salah satu keutamaan pesan atau informasi kesehatan adalah persuasif.3 Karakteristik Komunikasi Terapeutik Ada tiga hal mendasar yang memberi ciri-ciri komunikasi terapeutik yaitu sebagai berikut: 1. 2007:108). Biasanya logo dirancang untuk dijadikan simbol da suatu karaya organisasi atau produk da suatu organisasi. kurus.

Latar belakang sosial budaya. 3.memberikan bantuan kepada pasien untuk mengkomunikasikan kondisinya secara tepat. Hangat (Warmth) Kehangatan dan sikap permisif yang diberikan diharapkan pasien dapat memberikan dan mewujudkan ide-idenya tanpa rasa takut. Perkembangan. Nilai. Jenis Kelamin. Obyektif dalam memberikan penilaian terhadap kondisi pasien dan tidak berlebihan. Empati (Empathy) Merupakan sikap jujur dalam menerima kondisi pasien. 4. II. Emosi. 3. Persepsi. sehingga pasien bisa mengekspresikan perasaannya lebih mendalam. 2. 7. Peran dan hubungan. 6. 2. . Pengetahuan. 5.4 Faktor ± faktor penghambat komunikasi Faktor-faktor yang menghambat komunikasi terapeutik adalah 1. 8.

10. Citra Diri.9. 12. . Jarak. 11. Lingkungan. Kondisi Fisik.

Stuart G. kecemasan. Tahap Pre-interaksi Dalam tahapan ini perawat menggali perasaan dan menilik dirinya dengan cara mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. 2. Tugas perawat dalam tahapan ini adalah: 1. 3. Tahapan ini dilakukan oleh perawat dengan tujuan mengurangi rasa cemas atau kecemasan yang mungkin dirasakan oleh perawat sebelum melakukan komunikasi terapeutik dengan klien. Pada tahap ini juga perawat mencari informasi tentang klien sebagai lawan bicaranya. 4.W. Menganalisis kekuatan dan kelemahan diri.BAB III KOMUNIKASI ANTARA PERAWAT DAN PASIEN Tahapan Komunikasi Terapeutik Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang terstruktur dan memiliki tahapan-tahapan. 1998 menjelaskan bahwa dalam prosesnya komunikasi terapeutik dibagi atas. mendefinisikan harapan dan mengidentifikasi . Mengumpulkan data tentang klien. Setelah hal ini dilakukan perawat merancang strategi untuk pertemuan pertama dengan klien. Mengeksplorasi perasaan. Merencanakan pertemuan pertama dengan klien. 1.

tempat pertemuan. Membina rasa saling percaya. Merumuskan tujuan interaksi dengan klien. . Menggali pikiran dan perasaan serta mengidentifikasi masalah klien yang umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik komunikasi pertanyaan terbuka. 3. serta mengevaluasi hasil tindakan yang telah lalu.2. mencari penyelesaian masalah dan mengevaluasinya. dan topik pembicaraan) bersama-sama dengan klien dan menjelaskan atau mengklarifikasi kembali kontrak yang telah disepakati bersama. 3. Tahap kerja ini merupakan tahap yang terpanjang dalam komunikasi terapeutik karena didalamnya perawat dituntut untuk membantu dan mendukung klien untuk menyampaikan perasaan dan pikirannya dan kemudian menganalisa respons ataupun pesan komunikasi verbal dan non verbal yang disampaikan oleh klien. Tugas perawat dalam tahapan ini adalah: 1. Merumuskan kontrak (waktu. menunjukkan penerimaan dan komunikasi terbuka. Tahap Kerja Tahap kerja merupakan inti dari keseluruhan proses komunikasi terapeutik. Tujuan dalam tahap ini adalah memvalidasi keakuratan data dan rencana yang telah dibuat sesuai dengan keadaan klien saat ini. 2. Sangat penting bagi perawat untuk melaksanakan tahapan ini dengan baik karena tahapan ini merupakan dasar bagi hubungan terapeutik antara perawat dan klien. Dalam tahap ini pula perawat mendengarkan secara aktif dan dengan penuh perhatian sehingga mampu membantu klien untuk mendefinisikan masalah yang sedang dihadapi oleh klien. 4. Tahap Orientasi Tahap orientasi dilaksanakan setiap kali pertemuan dengan klien dilakukan.

B. Sedangkan terminasi akhir dilakukan oleh perawat setelah menyelesaikan seluruh proses keperawatan. Menyepakati tindak lanjut terhadap interaksi yang telah dilakukan.2005).Tahap terminasi dibagi dua yaitu terminasi sementara dan terminasi akhir. Mengevaluasi pencapaian tujuan dari interaksi yang telah dilaksanakan (evaluasi objektif). dan membantu perawat dan klien memiliki pikiran dan ide yang sama (Murray. Dengan dilakukannya penarikan kesimpulan oleh perawat maka klien dapat merasakan bahwa keseluruhan pesan atau perasaan yang telah disampaikannya diterima dengan baik dan benar-benar dipahami oleh perawat. Tugas perawat dalam tahap ini adalah: 1.Dibagian akhir tahap ini. Tindak lanjut dievaluasi dalam tahap orientasi pada pertemuan berikutnya. . Teknik menyimpulkan ini merupakan usaha untuk memadukan dan menegaskan hal-hal penting dalam percakapan. perawat diharapkan mampu menyimpulkan percakapannya dengan klien. setelah hal ini dilakukan perawat dan klien masih akan bertemu kembali pada waktu yang berbeda sesuai dengan kontrak waktu yang telah disepakati bersama. 4. & Judith. 2. Melakukan evaluasi subjektif dengan cara menanyakan perasaan klien setelah berinteraksi dengan perawat. Tahap Terminasi . 3.1997 dalam Suryani. Tindak lanjut yang disepakati harus relevan dengan interaksi yang baru saja dilakukan atau dengan interaksi yang akan dilakukan selanjutnya. Terminasi sementara adalah akhir dari tiap pertemuan perawat dan klien.P.

5. Pertahankan kontak mata. 1. 3. Sikap tubuh terbuka. dan natural Dengan posisi mata sejajar perawat menunjukkan kesediaannya untuk mempertahankan komunikasi. 5. 2. Berhadapan dengan lawan bicara Dengan posisi ini perawat menyatakan kesiapannya (³saya siap untuk anda´). 4. Dimensi Respon Dimensi respon ini adalah suatu tahap yang penting sekali justru pada awal dengan pasien karena berpengaruh pada interaksi selanjutnya. Bersikap tenang Akan lebih terlihat bila tidak terburu-buru saat berbicara dan menggunakan gerakan/bahasa tubuh yang natural. Menunduk/memposisikan tubuh kearah/lebih dekat dengan lawan bicara Hal ini menunjukkan bahwa perawat bersiap untuk merespon dalam komunikasi (berbicara-mendengar). . kaki dan tangan terbuka (tidak bersilangan) Sikap tubuh yang terbuka menunjukkan bahwa perawat bersedia untuk mendukung terciptanya komunikasi. sejajar.

Untuk dapat melakukannya dengan baik dan efektif diperlukan latihan dan pengasahan keterampilan berkomunikasi sehingga efek terapeutik yang menjadi tujuan dalam komunikasi terapeutik dapat tercapai. Komunikasi terapeutik bukanlah hanya salah satu upaya yang dilakukan oleh perawat untuk mendukung proses keperawatan yang diberikan kepada klien.BAB IV PENUTUP Komunikasi terapeutik merupakan tanggung jawab moral seorang perawat. . Ketika seorang perawat berusaha untuk mengaplikasikan pengetahuan yang ia miliki untuk melakukan komunikasi terapeutik. ia pada akhirnya akan menyadari bahwa komunikasi terapeutik yang ia lakukan tidak hanya memberikan khasiat terapeutik bagi pasiennya tetapi juga bagi dirinya sendiri.

2 I.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN I.2 II.3 BAB III Komponen dalam komunikasi terapeutik Jenis komunikasi terapeutik Faktor-faktor penghambat komunikasi KOMUNIKASI ANTARA PERAWAT DAN PASIEN III.3 Pengertian Komunikasi Teraupetik Manfaat Komunikasi Teraupetik Tujuan Komunikasi Teraupetik KOMUNIKASI TERAUPETIK EFEKTIF DAN BAB II UNSUR PENGHAMBAT II.1 Tahapan-tahapan komunikasi terapeutik BAB IV PENUTUP DAFTAR PUSTAKA .1 II.1 I.

berkat rahmat dan karuniaNya. Penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam makalah ini. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca untuk perbaikan ke depannya. penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihakpihak yang telah membantu dalam pengerjaan makalah ini. Februari 2012 Penulis Nofi Antika Elisabet Simarmata .KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu. Pada kesempatan ini. penulis dapat menuntaskan pengerjaan makalah Komunikasi Terapeutik ini. Medan.

KOMUNIKASI TERAPEUTIK OLEH: NOFI ANTIKA ELISABET SIMARMATA Fakultas Ilmu Keperawatan StiKes Deli Husada Deli Tua MEDAN 2012 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->